P. 1
METODOLOGI PEMBELAJARAN

METODOLOGI PEMBELAJARAN

|Views: 1,327|Likes:
Published by juniastel

More info:

Published by: juniastel on Mar 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • METODOLOGI PEMBELAJARAN
  • DESKRIPSI
  • KOMPETENSI
  • Kegiatan Belajar 1
  • Keuntungan/Kebaikan Metode Ceramah
  • Beberapa Keuntungan Metode Diskusi antara lain:
  • Kebaikan dan Kelemahan Metode Penemuan
  • 10. Metode Curah Pendapat (Brainstorming)
  • MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
  • Pengertian Model
  • 2) Sistem Sosial
  • 2. Model Mengajar Advance Organizer
  • Tabel 2. Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif (CL)
  • Jenis-jenis Pembelajaran kooperatif diantaranya :
  • 1. Numbered Heads Together(NHT)
  • 3). Kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions)
  • 4) Group Investigation (Sharan, 1992)
  • 7. PENGAJARAN BERBASIS PROYEK/TUGAS
  • 8. PENGAJARAN BERBASIS KERJA
  • 9. PENGAJARAN BERBASIS JASA LAYANAN (Service Learning)
  • Kegiatan Belajar 1
  • HAKEKAT GURU
  • C. RAGAM-RAGAM BELAJAR
  • 4.Ragam Pemecahan Masalah
  • 5. Ragam Rasional
  • 6. Ragam Kebiasaan
  • 7. Ragam Apresiasi
  • 8. Ragam Pengetahuan

METODOLOGI PEMBELAJARAN

DESKRIPSI Dalam modul ini akan diuraikan beberapa hal antara lain, guru dalam pembelajaran, peranan guru dalam pembelajaran, pengertian, peranan metode dalam pembelajaran, model-model pembelajaran media pembelajaran, asessmen dan teknik penilaian berbasis kelas dan akhirnya peserta diklat membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dengan memilih salah satu model pembelajaran atau pendekatan dalam pembelajaran, memilih salah satu media, teknik penilaian sesuai dengan materi pelajaran Fisika. KOMPETENSI Peserta Diklat mampu membuat/menyusun RPP yang komprehensip dari suatu model atau pendekatan pembelajaran sesuai dengan materi yang mau diajarkan. TUJUAN Setelah membaca modul ini diharapkan peserta Diklat mampu untuk: 1. Menjelaskan hakekat guru professional 2. menjelaskan peranan guru dala pembelajaran 3. mendeskripsikan jenis-jenis metode pembelajaran 4. menjelaskan jenis-jenis model pembelajaran 5. membedakan pengertian metode dengan model pembelajaran 6. menjelaskan memilih media pendidikan 7. menjelaskan tentang assessmen

PETUNJUK MENGGUNAKAN MODUL Modul ini berisi materi tentang hakekat guru, metode, pendekatan, strategi dan model pembelajaran, teknik penilaian, media pembelajaran dan pembuatan RPP. Masingmasing materi dikemas dalam unit-unit kecil dalam bentuk kegiatan belajar, agar peserta diklat dapat memahami dengan baik.

1

Kegiatan Belajar 1 A. Hakikat Metode Pembelajaran Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu metode atau cara mengajar efektif. Penggunaan metode mengajar harus dapat menciptakan terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru, sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode mengajar ini, prinsip tersebut terutama berkaitan dengan faktor perkembangan kemampuan siswa, antara lain; 1. Metode mengajar harus memungkinkan dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa lebih jauh terhadap materi pelajaran (curiosity); 2. Metode mengajar harus memberikan peluang untuk berekspresi yang kreatif dalam seni; 3. Metode mengajar harus memungkinkan siswa belajar melalui pemecahan masalah; 4. Metode mengajar harus dapat memotivasi siswa untuk selalu ingin menguji kebenaran sesuatu; 5. Metode mengajar harus dapat memotivasi siswa untuk melakukan penemuan (inkuiri) terhadap sesuatu topic permasalahan 6. Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri Prinsip-prinsip tersebut dalamprosesnya merupakan esensi dan karakteristik dari masing-masing metode mengajar. Penggunaan metode mengajar dalam pembelajaran ditinjau dari segi prosesnya memiliki fungsi sebagai: 1. Alat atau cara untuk mencapai tujuan pembelajaran atau membentuk kompetensi siswa 2. Gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh siswa dan guru dalamkegiatan pembelajaran 3. Bahan pertimbangan dalam menentukan alat penilaian pembelajaran. 4. Bahan pertimbangan untuk menentukan bimbingan dalam perlu diberikan

bimbingan secara individu atau kelompok. Menurut taxonomy Bloom ada 3 ranah yaitu; ranah kognitif, afektif dan psikomotor. 1. Ranah Kognitif a. pengetahuan, lebih menitik beratkan pada kemampuan mengetahui, atau untuk mengingat sesuatu b. Pemahaman, lebih menekankan pada kemampuan menerjemahkan, memahami sesuatu c. Penerapan, lebih menekankan pada kemampuan membuat, mengerjakan atau menggunakan teori atau rumus d. Analisis, lebih menekankan pada kemampuan mengkaji, menguraikan, membedakan, mengidentifikasi e. Sintesis, lebih menekankan pada kemampuan menggabungkan, mengelompokkan, menyusun, membuat rencana program dan seterusnya. f. Evaluasi, lebih menekakan pada kemampuan menilai berdasarkan norma atau kemampuan menilai pekerjaan sesuatu. 2.Ranah Efektif a. Penerimaan, lebih menekankan pada kemampuan peka, atau kemampuan menerima b. Partisipasi, lebih menekankan pada turut serta pada kegiatan dan kerelaan hati c. Penilaian d. Organisasi e. Pembentukkan pola hidup, lebih menekankan pada penghayatan dan pegangan hidup. 3. Ranah Psikomotorik a. Persepsi, lebih menekankan pada kemampuan berpendapat terhadap sesuatu b. Kesiapan, kemampuan bersiap diri secara fisik c. Gerakan terbimbing, kemampuan dalam meniru pekerjaan yang lain d. Gerakan terbiasa, keterampilan yan gberpegang pada pola e. Gerakan yang kompleks, keterampilan yang lincah, cepat dan lancer. B. JENIS-JENIS METODE 1. Maksud dan Arti Metode Ceramah Menurut Surahmad yang dimaksud dengan ceramah adalah sebagai metode mengajar adalah penerangan dan penuturan secara lisan oleh Guru terhadap siswa di kelasnya. Selama berlangsungnya ceramah, guru bisa menggunakan alat-alat pembantu 3

seperti gambar-gambar bagan, agar uraiannya menjadi jelas. Tetapi metode utama dalam perhubungan guru dengan murid-murid/sisiwa adalah berbicara. Sedangkan peranan murid dalam metode ceramah yang penting adalah mendengarkan dengan teliti serta mencatat yang pokok-pokok yang dikemukakan oleh guru. Berkenan dengan sifatnya metode yang demikian maka biasanya secara wajar metode ceramah dilaksanakan dalam hal apabila: a. Guru akan menyampaikan fakta-fakta/kenyataan atau pendapat-pendapat di mana tidak ada bahan bacaan yang menerangkan fakta-fakta terssebut. b. Guru harus menyampaikan fakta kepada murid yang besar jumlahnya, sehingga metode yang lain tak mungkin dipakai. c. Guru menghendaki berbicara yang bersemangat untuk merangsang murid-murid mengerjakan sesuatu. d. Guru akan menyimpulkan pokok penting yang telah dipelajari untuk memperjelas murid dalam melihat hubungan antara hal-hal yang penting lainnya. e. Guru akan memperkenalkan hal-hal baru dalam rangka pelajaran yang lalu. Keuntungan/Kebaikan Metode Ceramah Sebagai metode maka pemberian pelajaran cara berceramah memberi keuntungan dalam hal sebagi berikut : a. Guru dapat menguasai seluruh arah kelas Sebab guru semata-mata berbicara langsung sehingga ia dapat menentukan arah itu dengan jalan menetapkan sendiri apa yang akan diperbicarakan. b. Organisasi kelas sederhana Dengan berceramah, persiapan satu-satunya yang diperlukan guru ialah buku catatan/bahan pelajaran. Pembicara ada kemungkinan sambil duduk atau berdiri. Murid-murid diharapkan mendengarkan secara diam. Maka mudah dimengerti bahwa jalan ini adalah yang paling sederhana untuk mengatur kelas dari pada penggunaan metode lain misalnya demonstrasi yang perlu alat-alat banyak, atau metode kelompok yang memerlukan pembagian kelas dalam kesatuan-kesatuan kecil untuk sesuatu tugas dan lain sebagainya.

Kelemahan Metode Ceramah

4. sulit bagi siswa yan gkurang memiliki kemampuan menyimak dan mencatat yang baik 2. 2. Sesuatu diskusi memerlukan keterampilan-keterampilan tertentu yang belum pernah 5 . kemungkinan menimbulkan verbalisme 3. tetapi sulit dikontrol. materi pelajaran lebih cenderung pada aspek ingatan 6. 2. Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran di mana guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat. 5. Sesuatu diskusi tak dapat diramalkan sebelumnya mengenai bagaimana hasilnyansebab tergantung kepada kepemimpinan siswa dan partisipasi anggotaanggotanya. membuat kesimpulan atau penyusun berbagai alternatif pemacahan atas sesuatu masalah. Metode diskusi dapat menunjang usaha-usaha pengembangan sikap sosial dan sikap demokratis para siswa. Metode diskusi dapat menumbuhkan dan mengembangkan cara berfikir dan sikap ilmiah. proses pembelajaran ada dalam otoritas guru. 4. Beberapa Kelemahan Metode Diskusi 1. sangat kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk berpartisipasi secara total (hanya proses mental. peran guru lebih banyak sebagai sumber pelajaran 5. Beberapa Keuntungan Metode Diskusi antara lain: 1. 3.Beberapa kelemahan dalam metode ceramah adalah. 1. Metode diskusi melibatkan semua siswa secara langsung dalam proses belajar 2. Setiap siswa dapat mengujji tingkat pengetahuan dan penguasaan bahan pelajarannya masing-masing. Dengan mengajukan dan mempertahankan pendapatnya dalam diskusi diharapkan para siswa akan dapat memperoleh kepercayaan akan (kemampuan) diri sendiri.

Proses pembelajaran yang menggunakan simulasi cenderung objeknya bukan benda yang sebenarnya. 5. Keunggulan a. dari kejadian sehari-hari di sekitar sekolah. dapat membangkitkan imajinasi Kelemahan a.dipelajari sebelumnya. dari surat-surat kabar. dan kegiatan di masyarakat yang sedang menjadi pusat perhatian penduduk setempat. Membagi-bagi diskusi di dalam beberapa hari atau minggu berdasarkan pembagian topik ke dalam topik-topik yang lebih kecil lagi (sub topik). Keleluasaan berdiskusi dapat pula dilakukan dengan menyelenggarakan suatu pekan diskusi di mana seluruh pekan itu dipergunakan untuk mendiskusikan problema-problema yang telah dipersiapkan sebelumnya. 4. sangat bergantung pada aktivitas siswa c. aktivitas siswa cukup tinggi c. pada akhirnya berhasil atau tidaknya penggunaan metode diskusi ini banyak bergantung pada kecakapan guru di dalam membimbing murid-muridnya berdiskusi. baik yang tersedia di sekolah maupun yang terdapat di luar sekolah. Topik-topik atau problema yang akan dijadikan pokok-pokok diskusi dapat diambil dari buku-buku pelajaran murid. 3. Mengusahakan penyesuaian waktu dengan berat topik yang dijadikan pokok diskusi. siswa dapat melakukan interaksi social dan komunikasi dalam kelompoknya b. 3. relative memerlukan waktu yang cukup kelemahan b. Menyiapkan dan melengkapi semua sumber data yang di perlukan. Metode Simulasi Metode simulasi merupakan salah metode mengajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok. cenderung memrlukan pemanfaatan sumber belajar . Tentu saja. Dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan tersebut kelemahan metode diskusi dapat di kurangi.

Strategi ini berpusat pada anak. b. guru tidak menjelaskan katakata. Misalnya siswa yang lamban mungkin bingung dalam usahanya mengembangkan 7 . Metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya. sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar. f.4. Dapat memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan. misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya. Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa. Dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan keterampilan dan proses kognitif siswa. terutama dalam situasi penemuan yang “jawaban” nya belum diketahui sebelumnya. d. retensi dan transfer. paling sedikit pada suatu proyek penemuan khusus. andaikata siswa itu dilibatkan terus dalam penemuan terpimpin. Guru menjadi teman belajar. Kebaikan dan Kelemahan Metode Penemuan 1. pengetahuan diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh. Metode Penemuan Metode penemuan diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan. dalam arti pendalaman dari pengertian. mangarahkan sendiri. Kelemahan metode ini: a. manipulasi objek dan lain-lain percobaan. mencari sendiri dan reflektif. berorientasi pada proses. Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara balajar ini. e. Metode ini dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan. Metode ini memberi kesempatan pada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri. c. Kebaikan metode penemuan: a. menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan. Metode penemuan merupakan komponen dari praktek pendidikan yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif. Sebelum siswa sadar akan pengertian. misalnya memberi kesempatan kepada mereka dan guru berpartisipasi sebagai sesama dalam mengecek ide. sebelum sampai kepada generalisasi. g.

Mengejar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan keterampilan. Beberapa Keunggulan Metode Demontrasi yaitu: 1. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori-teori. dapat melakukan pekerjaan berdasarkan proses yang sistematis 4. dapat mengetahui hubungan yang structural atau urutan objek 5. 4) membangkitkan minat menggunakan alat dan prosedur.pikirannya jika berhadapan dengan hal-hal yang abstrak. c. atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu. Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional. b. 2) mengajarkan bagaimana berbuat atau menggunakan prosedur secara tepat. Salah satu yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan demontrasi adalah posisi siswa seluruhnya harus dapat memperhatikan (mengamati) objek yang akan didemontrasikan. 5. Demontrasi digunakan semata-mata hanya untuk: 1) mengkonkretkan suaut konsep yang abstrak. Siswa dapat memahami bahan pelajaran sesuai dengan objek yang sebenarnya 2. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa lain. atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subjek. Selama proses demontrasi. Demontrasi dapat digunakan pada semua mata pelajaran disesuaikan dengan topic dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. dapat mengembangkan rasa ingin tahu siswa 3. dapat melakukan perbandingan dari beberapa objek . Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Metode Demontrasi Metode demontrasi adalah suatu metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran denga mempertunjukkan secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu sehingga dapat mempelajarinya secara proses. guru sudah mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam demontrasi. 3) meyakinkan bahwa alat dan prosedur tersebut bisa digunakan. d.

membangkitkan rasa ingin tahu siswa 2.Beberapa Kelemahan antara lain: 1. sangat sedikit sekolah yang memiliki fasilitas eksperimen 4. hanya dapat menimbulkan cara berpikir yang konkrit saja 2. Eksperimen dapat dilakukan secara kelompok maupun individu di dalam laboratorium atau di kelas atau di luar kelas. persiapan. jika jumlah siswa banyak dan posisi siswa tidak diatur maka demontrasi tidak efekitf 3. guru dan siswa banyak yang belum terbiasa melakukan eksperimen 7.Metode Karyawisata Metode karyawisata adalah suatu metode belajar yang di bawa ke luar kelas. pelaksanaan. membina kebiasaan kelompok maupun invidu Beberapa Kelemahan Metode eksperimen yaitu: 1. dan kajian hasil. memerlukan alat dan biaya 2. sering terjadi siswa kurang berani dalam mencoba atau melakukan praktek yang didemontrasikan 6. memberi penjelsan. Laporan tersebut dijadikan dasar untuk melihat seberapa jauh penerapan kemampuan berpikir siswa. Perlu diperhatikan bahwa setiap kegiatan eksperimen harus dilakukan secara sistemik dan sistematis. membuat pembelajaran bersifat actual 4. memerlukan waktu relative lama 3. kemudian disajikan di depan teman-teman yang lain. bergantung pada alat Bantu yang sebenarnya 4. membangkitkan sikap ilmiah siswa 3. berargumentasi dan menyimpulkan hasil eksperimen Beberapa Keunggulan Metode Eksperimen yaitu: 1. yaitu harus dimulai dari perencanaan. Karya wisata lebih menitikberatkan pada perjalanan yan grelatif jauh dari kelas/sekolah untuk mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan topic bahasan yang bersifat 9 . Lebih mendalam siswa harus membuat laporan. Metode Eksperimen Metode eksperimen adalah suatu metode mengajr yang dalam penyajian atau pembahasan materinya melalui percobaan sesuatu serta mengamati secara proses.

Metode pemecahan masalah sering juga digunakan dalam implementasi pembelajaran terpadu maupun kontekstual karena pembelajaran ini dikembangkan secara integritas antara kemampuan siswa dengan topik bahasa maupun lingkungan. 2. 2. mengoptimalkan kemampuan siswa . jika tidak dikontrol maka siswa selalu terlena dengan bermainnya dari pada belajarnya. Topik masalah yang akan diselesaikan siswa harus sesuai dengan perkembangan iptek yang berkembang. 3. Memberikan kesempatan pada siswa untuk memperoleh pengalaman nyata. praktis dan konkret. memerlukan pengawasan dan bimbingan ekstra ketat terhadap aktivitas siswa 3.umum. mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah 2. 4. Beberapa Keunggulan Metode Pemecahan Masalah adalah: 1. akan banyak menggunakan biaya. jika dilaksanakan secara kelompok dapat mengembangkan kemampuan social siswa 5. dapat menumbuhkan rasa senang minat. Metode Pemecahan Masalah Pemecahan masalah merupakan salah satu cara yang harus banyak digunakan dalam pembelajaran karena metode pemecahan masalah merupakan metode mengajar yang banyak mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. perjalanan mengunjungi kebun binatang. Beberapa Keunggulan Metode Karyawisata yaitu. atau tempat rekreasi dengan mempertimbangkan prinsip efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian hasil belajar. memberikan masukan terhadap program sekolah. mengembangkan kemampuan berpikir kritis 3. 1. mempelajari bahan pelajaran yang actual denga kebutuhan dan perkembangan masyarakat 4. misalnya mengunjungi peninggalan sejarah. dan motivasi terhadap objek tertentu. memerlukan alokasi waktu yang cukup banyak. mendekatkan siswa dengan lingkungan Beberapa Kelemahan antara lain: 1. 8. 4.

Kelemahan 1. sebagai ajang bagi siswa untuk mengemukakan pendapat dan berpartisipasi aktif 4. siswa merasa takut untuk memulai membuat tulisan 10. memerlukan waktu yang banyak 2. Pembicara 1 membahas tentang gerak lurus. tentang gerak jatuh bebas. dapat membantu mengukur opini masyarakat mengenai beberapa isu yang controversial 3. pembicara 3. Metode Curah Pendapat (Brainstorming) Metode curah pendapat atau brainstorming sangat sesuai untuk mengumpulkan ide atau pendapat yan gdikemukan oleh seluruh siswa baik secara individual atau berkelompok. membantu kontribusi dalam mengembangkan ide yang dapat dipergunakan oleh kelompok untuk melakukan sesuatu. Sehingga dari curah pendapat ini akan dihasilkan bermacam-macam pendapat yang mungkin beberapa memiliki kesamaan dan mungkin beberapa berbeda. Setelah ada pengantar tentang topic yang akan dibahas yang disampaikan oleh pembawa acara. tentang gerak lurus berubah beraturan. dapat diatur untuk melakukan diskusi. Keunggulan 1. Keunggulan 11 . tetapi seluruh pendapat ini satu teknik untuk memperkirakan sejauhmana pengetahuan yang telah dimilikinya. atau berbagai cara lainnya 2. Baik yang bersifat maupun non praktis sesuai dengan permasalahan yan gdibicarakan. Metode Forum Metode forum merupakan salah satu bentuk sidang umum di mana setiap orang memiliki kesempatan berbicara untuk mengemukan pandangannya masing-masing mengenai satu topik yang telah ditentukan pembahasannya. sulit mencari problem yang menantang untuk di diskusikan 9. melalui peneyangan film. pembicara 2. Sulit untuk mencari siswa yang mau untuk berpartisipasi 2. secara panel oleh panitia. Misalnya: topic pembahasan tentang “kinematika”.Kelemahan 1.

metode forum. eksperimen. menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa untuk ikut terlibat menyampaikan pendapatnya. sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal Jenis-jenis metode adalah metode ceramah. Meningkatkan daya ingat agar terlatih berpikir tentang sesuatu yan gbersifat kuantitas. Penggunaan metode mengajar harus dapat menciptakan terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru. 2. Curah pendapat. RANGKUMAN Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu metode atau cara mengajar efektif. pemecahan masalah. Tulis kan 5 jenis metode pembelajaran dan jelaskan apa maksudnya? 4.1. Sesungguhnya apa saja yang harus dilakukan oleh guru apabla memilih metode ceramah? 5. demontrasi. apa yang akan terjadi apabila anda tidak menentukan terlebih dahulu metode yang akan digunakan ketika akan membahas materi tentang gerak lurus berubah beraturan. diskusi. LATIHAN 1. Mengapa anda perlu mengetahui kekuatan dan kelemahan berbagai metode pembelajaran? Kegiatan Belajar 3 . simulasi. mengembangkankan berpikir kreatif 3. Apakah yang dimaksud dengan metode? 2. diskusi panel. karyawisata. Sebutkan langkah apa yang akan anda lakukan? 3. di samping permasalahan sehari-hari. Menurut pendapat anda.

dapat berbentuk tiruan mini dari dunia fisik atau dunia nyata. bergerak antara pola pendekatan Sokratik dan didaktik. bagaimana mengelompokkan murid. atau juga mungkin hanya berbentuk suatu diagram. Model. Model mengajar mengandung strategi mengajar. pengertiannya bisa bermacam-macam bagi setiap orang. Model dan strategi mengajar memang tidak ada yang baru. seperti globe atau bola bumi buatan. mengkomunikasikan pengarahan. atau teknik-teknik instruksional. Suatu model. Jadi. Pengertian model itu sendiri seringkali memang menimbulkan kekaburan. baik dalam ukurannya maupun bentuknya dan dapat digunakan sebagai alat menganalisa sesuatu. Model adalah sesuatu yang menggambarkan adanya pola berfikir. Model juga dapat dipandang sebagai upaya untuk mengkonkretkan sebuah teori dan sekaligus juga merupakan sebuah analogi dan representasi dari variabel-variabel yang terdapat di dalam teori tersebut. umpamanya. seperti keterampilan mengajukan pertanyaan. atau berbentuk suatu konsep. Dan menurut (Joyce. Sedang model mengajar adalah suatu rencana atau pola pendekatan yang digunakan untuk mendesain pembelajaran. menstruktur dan mereaksi terhadap jawaban murid. ataupun berbentuk sebagai suatu persamaan matematis atau rumus. Bentuknya memang bermacammacam. 2009) model mengajar ialah suatu rencana atau suatu pola pendekatan yang digunakan untuk mendesain pengajaran. terlebih dahulu kita perlu mengenal istilah model. antara 13 . Model mereduksi dan menata informasi yang begitu banyak menjadi sederhana. Di dalam strategi mengajar guru juga menerapkan sejumlah teknik-teknik mengajar. Umumnya merupakan pengembangan dan bermacam-macam pola pendekatan yang sudah lama dikenal. yaitu pola urutan kegiatan instruksional yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan.MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Pengertian Model Sebelum lebih jauh membahas tentang model desain system pembelajaran. dan lain-lain. dan menerapkan beraneka macam pendekatan dalam penggunaan alat-alat pengajaran. bagaimana cara berinteraksi. Sebuah model biasanya menggambarkan keseluruhan konsep yang saling berkaitan. ialah penyederhanaan atau simplifikasi dari sejumlah aspek dunia nyata. model itu tidak lain adalah pola yang mewakili dunia nyata secara benar dan tepat. Sedangkan di dalam strategi mengajar terdapat strategi instruksional dan keterampilan teknis mengajar yang amat spesifik. seperti bagaimana menata kelas.

Banyak model mengajar yang telah dikembangkan berdasarkan hasil penelitian dan percobaan atas praktek-praktek pengajaran secara luas. setiap model mempunyai langkah-langkah atau syntax. Contoh : tujuan belajar yang ingin menimbulkan persaingan sehat yang tinggi.pendekatan induktif dan deduktif. Dan dampak tak langsung yaitu secara implisit ikut memberikan perubahan. Rumpun Model Sosial. prinsip-prinsip reaksi murid dan guru. rumpun model personal terdiri dari empat model. Sehingga berbagai model mengajar yang diperkenalkan dewasa ini paling tidak didasarkan atas tiga hal. Dari hasil observasi dan penelitian yang telah dilakukan terhadap pendekatan mengajar-belajar yang beraneka ragam dan telah banyak diprektekkan di sekolah-sekolah secara luas. Rumpun Model Pemrosesan Informasi. Lebih operasional. atau disebut juga sebagai efek nurturan. Rumpun Model Perilaku. pertama atas pengalaman praktek. 3. dan ketiga didasarkan atas hasil-hasil penelitian. serta penelitian terhadap berbagai teori belajar-mengajar yang muncul dalam periode tiga puluh tahunan ini. dan rumpun model perilaku terdiri dari empat model. kemudian penjelasan tentang tujuan. Setiap rumpun model mengajar terdiri dari sejumlah model mengajar. Rumpun Model Personal. penjelasan system sosial yang diperlukan mendukung pelaksanaan setiap model. 4. yaitu : dampak langsung atau disebut juga sebagai efek instruksional. prinsip dan konsep umumyang mendasari setiap model. secara tak langsung suasana kompetitif ini dapat menimbulkan rasa . yaitu : 1. antara pendekatan langsung dan tidak langsung. Hal yang baru yang terjadi dalam tiga puluh tahunan terakhir ini adalah antara guru-guru dan para peneliti terdapat kerja sama dalam mengembangkan berbagai model dan strategi mengajar. asumsi teoretik. disimpulkan paling tidak terdapat empat Rumpun Besarmodel Mengajar. biasanya disebut sebagai dampak penyerta. Pengaruh atau dampak pelaksanaan suatu model terhadap perubahan perilaku anak didik dapat dikategorikan ke dalam dua jenis. 2. Rumpun model pemrosesan informasi terdiri dari tujuh model. serta penjelasan tentang system penunjang yang diisyaratkan. Di dalam setiap model biasanya dibicarakan strategi mengajar yang digunakan guru di dalam kelas. rumpun model sosial terdiri dari lima model. kedua didasarkan atas telaah teori-teori tertentu.

Guru dalam menggunakan suatu model harus dapat mempertimbangkan keseimbangan efisiensi instruksional dengan pengaruh-pengaruh nurturan yang diramalkan akan muncul. Dengan demikian. sekalipun memang peranan kepemimpinan guru dalam setiap model adalah amat besar. Efek instruksional dan efek nurturan dapat digunakan sebagai criteria efisiensi sesuatu model. bagaimana memulainya. sedangkan dalam model lain mungkin sebagai konselor. kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Terlihat guru amat aktif. pengorganisasian kelas dan menjadi contoh yang harus diikuti. syntax ini menjelaskan urutan model aktivitas dalam bentuk fase-fase. Dalam sejumlah model guru mungkin berperan sebagai reflector atau fasilitator kegiatan kelompok. Peranan guru dan murid dalam setiap model bisa berubah-ubah. Dampak pertama akibat dari arahan yang diberikan secara sengaja pada anak didik. Syntax inilah yang menggambarkan bagaimana penampilan suatu model itu dalam pelaksanaannya. System sosial suatu model ialah menjelaskan bagaimana rencana penataan hubungan antara murid dan guru. Contoh syntax untuk dua model : Nama Model Model 1 Model 2 Fase 1 Presentasi konsep Presentasi data Fase 2 Presentasi data Pengembangan kategoris oleh siswa Fase 3 Menghubungkan konsep dan data Identifikasi dan penanaman konsep System sosial tertentu perlu dikembangkan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan setiap model. sedangkan dampak kedua datang sebagai pengalaman yang lahir dari lingkungan belajar yang secara tidak sengaja muncul mengiringi dampak instruksional itu.keterasingan satu sama lain di kalangan anak didik. dan untuk model lainnya lagi sebagai pemberi tugas. serta norma-norma apa yang menggerakkan dan menjiwai hubungan tersebut. antara lain guru berperan sebagai sumber informasi. Pemilihan terhadap efesiensi penggunaan beberapa model antara lain perlu dipertimbangkan dari segi keseimbangan antara efek instruksional dan efek nurturan yang mungkin akan terjadi.sistem social kelas seperti disebut berstruktur tinggi. atau dampak instruksional. apa tindakan berikutnya. Setiap model mempunyai karakteristik tersendiri dalam urutan aktivitasnya. 15 . Prosedur dasar atau langkah-langkah penggunaan sesuatu model disebut syntax. Model mengajar yang meletakkan guru sebagai pusat. Pengetahuan kita tentang kedua jenis pengaruh ini amat diperlukan agar dapat memperkirakan efisiensi penggunaan suatu model.

karekteristik kegiatan pembelajaran dengan model inkuiri terdiri dari: a. Model presentasi Kerangka Dasar atau Advance Organizer. Perumusan hipotesis atau jawaban tentatif (sementara) c. 1991) telah mengembangakn salah satu jenis model inkuiri yang disebut Latihan Inkuiri atau Inquiry Training dengan pola sebagai berikut: 1) Tahap-tahap Model (Syntax) Latihan inkuiri mempunyai lima tahapan yaitu: . dan 3. Secara umummodel-model mengajar dalam rumpun ini amat berguna bagi pelajaran yang ingin mencapai tujuan pendidikan personal dan social.Dalam struktur yang lebih moderat. Merumuskan kesimpulan Menurut Suchman dalam (Nasution. Di dalam proses pembelajaran dengan inkuiri siswa mulai dihadapkan dengan peritiwa atau problem yang menimbulkan “teka-teki” yang memotivasi siswa untuk memecahkannya. Pengumpulan dan pengolahan data d. A. Rumpun Model Pemrosesan Informasi Rumpun model informasi mencakup sejumlah model mengajar. sedangkan struktur yang rendah. Tiga dari tujuh mengajar yang termasuk dalam rumpun ini adalah: 1. Penentuan problema atau masalah b. Model Pengembangan Berpikir 1. yang cirri utamanya adalah bagaimana caranya mempertinggi kesadaran siswa atau murid terhadap dunia luarnya. Oleh karena itu. yaitu kemmpuan memproses dunia informasi. N. Tujuan penggunaan model mengajar inkuiri adalah menolong anak didik untuk mengembangkan disiplin intelektual da keterampilan yang dibutuhkan dengan memberikan pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar keingintahuan mereka. Model mengajar Inkuiri 2. guru membuat keseimbangan antara peranan guru dan murid. muridlah yang diletakkan sebagai pemeran pusat atau pemeran utama. Model Mengajar Inkuiri Model mengajar inkuiri adalah suatu model yang bekerja atas dasar kenyataan (data) dan atas dasar konsep (teori). aktivitas guru dan murid sama.

Apabila guru ditanyai pertanyaan yang tidak dapat dijawab hanya dengan ya atau tidak. Ketiga Keempat Kelima 2) Sistem Sosial System social yang amat penting utnuk menunjang model inkuiri ini ialah perlu ditumbuhkan kerjasama (cooperative) yan gbaik antara guru dan siswa serta antar sesame siswa sendiri. seperti perlunya pengertian yang mendalam dari guru sendiri akan proses 17 .tugas dalam tahap kedua adalah membantu siswa untuk mampu bertanya. merumuskan hipotesis dan mengetes hubungan sebab akibat Merumuskan penjelasan. 3) Sistem Penunjang Perlunya penguasaan atas factor-faktor yang mungkin bertentangan dengan model. karena di sini siswa masih amat perlu dibangkitkan dan diarahkan dalam berinkuiri. hanya guru harus mampu mendorong siswa mengambil insiatif sebanyak mungkin. sebaiknya guru meminta siswa memperbaiki pertanyaan. atau mengemukakan data yang berhubungan dengan problem atau masalah. 3) Prinsip Mereaksi Ketepatan reaksi guru yang amat diperlukan terletak dalam tahap kedua dan ketiga. Partisipasi guru dan siswa adalah sama.Tahap-tahap Pertama Kedua Aktivitas Penyajian masalah Pengumpulan dan verifikasi data dengan bentuk kegiatan membuktikan hakikat objek dan kondisi. antara lain dalam bentuk kegiatan menyususn kaidah atau penjelasan Mengadakan analisis tentang proses inkuiri. kegiatannya adalah mengelompokkan dan memisahkan variable. serta menyelidiki peristiwa atau situasi masalah Mengadakan eksprimen dan pengumpulan data. Walaupun demikian. Model latihan inkuiri termasuk kelompok yang berstruktur tinggi. Dalam fase terakhir peranan guru adalah menjaga agar inkuiri langsung terarah pada proses pembuktian dan penemuan itu sendiri. karena peran guru cukup besar dalam memonitor dan mengontrol interaksi dan dalam menentukan prosedur inkuiri. kondisi intelektual tetap harus bersifat terbuka terhadap semua ide yang relevan. serta perlu ada kerapian dan ketepatan dalam bekerja.

apa bedanya dengan apa yang sudah diketahui. 3) Prinsip Mereaksi Reaksi guru terhadap reaksi siswa banyak ditentukan oleh jelas tidaknya keberartian dan kebermaknaan materi baru yang diajarkan. Struktur kognitif adalah pengetahuan yang dimiliki seseorang dalam bidang studi tertentu yang setiap saat tersimpan dan terorganisasi secara baik. dan ditentukan oleh bagaimana perkembangan berpikir kritisnya siswa. Penyediaan sumber material yan gdiperlukan bagi pemecahan masalah. Sistem Sosial Kemampuan guru mengolah interaksi guru dan murid amat menentukan.) Langkah-langkah/tahapan Model Advance Organizer ada 3 yaitu: Tahap-tahap Kesatu Aktivitas Menjelaskan tujuan pembelajaran Menyajikan secara singkat Merangsang kembali pengetahuan Melakukan pengulangan materi Memperkuat struktur kognitif anak Kedua Ketiga 2). 2. Model Pembelajaran Berbasis Masalah . relevansinya dengan kebutuhan pribadi siswa. 4) System Penunjang Kunci utama keberhasilan model advance Organizer terletak pada adanya pengorganisasian yang baik dalam materi yang diajarkan. jelas dan selalu stabil dalam ingatan. 1. antara lain dapat mengembangkan dari peran guru yan gaktif (fase pertama) menjadi peran siswa yang aktif (fase ketiga).kebebasan intelektual dan strategi inkuiri itu sendiri. Model Mengajar Advance Organizer Model Mengajar Advance Organizer ini didesain sebagai alat untuk memperkuat struktur kognitif pengetahuan siswa. Materi yang terorganisasi dengan baik antara lain ditandai oleh adanya hubungan yang terintegrasi dan tepat antara kerangka utama dengan isi materi yang diajarkan 3.

Ilmu-ilmu Sosial) masalah yang akan diselidiki telah dipilih yang benar-benar nyata agar dalam pemecahannya siswa meninjau masalah itu dari banyak mata pelajaran. Penyelidikan Autentik Pengajaran berbasis masalah mengharuskan siswa melakukan penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap masalah nyata. Menghasilkan produk/karya dan memamerkannya Pengajaran berbasis masalah menuntut siswa untuk menghasilkan produk tertentu dalam bentuk karya nyata atau artefak dan peragaan yang menjelaskan atau mewakili bentuk penyelesaian masalah yang mereka temukan. Tabel 1. Pengajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi masalah termasuk di dalamnya “belajar bagaimana belajar”. Tahapan pengajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut: 19 . Berfokus pada keterkaitan antar disiplin Meskipun pengajaran berbasis masalah mungkin berpusat pada mata pelajaran tertentu (IPA. d. Pengajaran berbasis masalah mempunyai lima tahapan utama yang dimulai dengan guru memperkenalkan siswa dengan suatu situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja siswa.Pengajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) adalah suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Peran guru dalam pengajaran berbasis masalah tidak dapat dilaksanakan tanpa guru mengembangkan lingkungan kelas yang memungkinkan terjadinya pertukaran ide secara terbuka. Pengajaran berbasis masalah mempunyai 4 ciri yaitu : d. serta menjadi pembelajar yang otonom dan mandiri. b. Pengajaran berbasis masalah dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya pada siswa dan membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan berfikir. Pengajuan pertanyaan atau masalah Pembelajaran berdasarkan masalah mengorganisasikan pengajaran di sekitar pertanyaan dan masalah yang kedua-duanya secara sosial penting dan secara pribadi bermakna untuk sosial. pemecahan masalah. c. Matematika. serta untuk memproleh pengetahuan dan konsep yang esensial dan materi pelajaran. dan keterampilan intelektual.

2002 : 30) a. Penilaian dilakukan untuk setiap siswa. Sehingga setiap siswa akan mempunyai kesempatan memberikan sumbangan. video. karya laporan. untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalahnya. setiap siswa akan bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. memotivasi siswa agar terlibat dalam menyelesaikan masalah Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut Tahap 3 : Guru mendorong siswa untuk Membimbing penyelidikan individual mengumpulkan informasi yang sesuai. Bagi siswa yang kurang mampu akan merasa minder terhadap rekan mereka karena mereka memberikan sumbangan malahan mereka terpacu untuk usaha mereka.Tahapan Tahap 1 : Orientasi siswa kepada masalah Tahap 2 : Mengorganisasi siswa untuk belajar Tingkah Laku Guru Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. b. . Tanggung Jawab Perorangan Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran kooperatif. nilai kelompok ditentukan dari sumbangan setiap anggota. Model Pembelajaraan Kooperatif Menurut Roger dan David Jhonson untuk mencapai hasil yang maksimal ada 5 unsur pembelajaran yaitu : (Lie. dan model serta membantu mereka berbagi tugas dengan temannya Tahap 5 : Guru membantu siswa melakukan refreksi Menganalisis dan mengevaluasi proses atau evaluasi terhadap penyelidikan pemecahan masalah mereka dan proses-proses yang mereka gunakan 4. Tahap 4 : Guru mendorong siswa merencanakan dan Mengembangkan dan menyajikan hasil menyiapkan karya yang sesuai seperti. Saling Ketergantungan Positif Didalam kooperatif keberhasilan kelompok sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya. Untuk menetapkan kerja yang efektif pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain bisa mencapai tugas mereka. dan kelompok melaksanakan eksperimen.

d. bacaan dibagi dalam empat bagian dan masing-masing mempelajari dan membagi satu bagian pelajar yang tidak melakukan tugasnya diketahui dengan jelas dan mudah. Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif (CL) Tahapan/Fase Tingkah Laku Guru Tahap 1 : Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Tabel 2. Dengan komunikasi antar anggota akan meningkatkan keterampilan berkomunikasi yang sangat bermanfaat bagi pengalaman belajar dan pembinaan mental dan emosional para siswa. Menyampaikan tujuan pembelajaran memotivasi siswa agar terlibat dalam dan memotivasi siswa menyelesaikan masalah Tahap 2 : Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demontrasi atau lewat bahan bacaan Tahap 3 : Guru menjelaskan kepada siswa Mengorganisasikan siswa ke dalam bagaimana membentuk kelompok belajar kelompok-kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien Tahap 4 : Guru membimbing kelompok belajar pada Membimbing kelompok bekerja dan saat mereka mengerjakan tugas mereka belajar Tahap 5 : Guru membantu siswa melakukan refreksi Evaluasi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan 21 . Evaluasi Proses Kelompok Waktu evaluasi dapat diadakan selang beberapa waktu setiap kali ada kerja kelompok atau beberapa sekolah beberapa kali pembelajaran terlibat dalam kegiatan pembelajaran kooperatif. Contoh dalam tipe Jigsaw. Pada kegiatan ini akan memanfaatkan kelebihan dan saling mengisi kekurangan masing-masing siswa.Kunci keberhasilan kerja kelompok adalah persiapan guru dalam tugasnya. Hasil pemikiran beberapa orang akan lebih kaya dari pada satu orang. e. Komunikasi Antar Anggota Keberhasilan suatu kelompok bergantung pada kesediaan anggota untuk mendengarkan dan mengutarakan pendapat mereka. Tatap Muka Kesempatan bertatap muka dan berdiskusi akan memberikan interaksi untuk membentuk sinergi bagi semua anggota. c.

Numbered Heads Together(NHT) 1. c. Team Assisted Individualization(TAI) 4. Pengembangan keterampilan social. Group Investegation (GI) 3. Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.Tahap 6 Memberikan penghargaan Guru menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok Jenis-jenis Pembelajaran kooperatif diantaranya : 1. Untuk mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas. b. Pengakuan adanya keragaman. Hasil belajar akademik stuktural. Pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT siswa perlu berkomunikasi satu sama lain. Bertujuan agar siswa dapat menerima temantemannya yang mempunyai berbagai latar belakang. Student Teams Achievement Division (STAD) 6. Pembelajaran kooperatif tipe NHT dinilai lebih memudahkan siswa berinteraksi dengan teman-teman dalam kelas dibandingkan dengan model pembelajaran langsung yang selama ini diterapkan oleh guru. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen dalam Ibrahim (2000: 28) dengan melibatkan para siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Jigsaw 2. Ibrahim mengemukakan tiga tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu : a. Team Game Tournament(TGT) 5. Bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Numbered Heads Together(NHT) Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. sedangkan pada model pembelajaran langsung siswa duduk berhadap-hadapan dengan guru dan terus memperhatikan gurunya. guru menggunakan empat .

Pertanyaan dapat bervariasi. dari yang bersifat spesifik hingga yang bersifat umum. 3). Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda c. 2) Langkah 2 . ( Nurhadi : 2004 : 121 ). 2) .Pemberian Jawaban (Answering) : Guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk seluruh kelas. Penutup j.Kooperatif Model Jigsaw Langkah-langkah a. Asal dan bergantian mengajar teman tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok g.Pengajuan Pertanyaan (Questioning) : Guru mengajukan pertanyaan kepada para siswa. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan d. 3) Langkah 3 . Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok f. Siswa dikelompokkan ke dalam 5 anggota tim b. Guru memberi evaluasi i. Kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) Kelompok Prestasi (Slavin. Anggota dari tim yang berbeda yan gtelah mempelajari bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka e. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi h. 4) Langkah 4 . 1995) 23 . sedangkan contoh pertanyaan yang bersifat umum adalah ”Mengapa Diponegoro memberontak kepada pemerintah Belanda?”.Berpikir Bersama (Head Together) : Para siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban tersebut.langkah sebagai berikut : 1) Langkah 1 Penomoran (Numbering) : Guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok atau tim yang beranggotakan 3 hingga 5 orang dan memberi mereka nomor sehingga tiap siswa dalam tim memiliki nomor berbeda. Contoh : pertanyaan yang bersifat spesifik adalah ”Dimana letak kerajaan Tarumanegara?”.

a. serta mempersipkan siswa untuk menerima penjelasan guru. Fase persiapkan dan 4. Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Pengajaran langsung merupakan suatu model pengajaran yang sebenarnya bersifat teacher center. 1992) Langkah-langkah a. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok c.5 orang. Guru mengawali pelajaran dengan menyampaikan tujuan dan latar belakang pembelajaran. Kesimpulan 4) Group Investigation (Sharan. karena dalam pembelajaran. Dalam menerapkan model pengajaran langsung. secara heterogen (campuran menurut prestasi. guru harus mendemontrasikan pengetahuan atau keterampilan yang akan dilatihkan kepada secara langkah demi langkah.Langkah-langkah. Evaluasi dan penutup 5. peran guru sangat dominant maka guru dituntut agar dapat menjadi seorang model yang menark bagi siswa. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen b. dll) . Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan g. Anggotanya yan gsudah mengerti dapat menjelaskan pada anggotanya lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti d. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu e. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara koperatif yang bersifat penemuan e. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapat tugas satu materi yan gberbeda dari kelompok lain d. suku. guru menyajikan pelajaran c. setelah selesai diskusi. juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok f. Memberi evaluasi f.. jenis kelamin. membentuk kelompok yang anggotanya = b. Pada model pengajaran langsung terdapat lima fase yang sangat penting.

dan mempersiapkan siswa pentingnya pelajaran mempersipakan untuk belajar Tahap 2 : Guru mendemontrasikan keterampilan Mendemontrasikan pengetahuan atau yang benar. Pelajaran itu termasuk juga pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan pelatihan dan pemberian umpan balik terhadap keberhasilan siswa. guru perlu selalu mencoba memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan atau keterampilan yang dipelajari ke dalam situasi nyata. Menyampaikan tujuan pembelajaran informasi laar belakang pelajaran. dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dalam kehidupan sehari-hari 6. Tabel 3. Sintaks Model Pembelajaran Langsung Tahapan/Fase Tingkah Laku Guru Tahap 1 : Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. atau menyajikan informasikan keterampilan demi tahap demi tahap Tahap 3 : Membimbing pelatihan Tahap 4 : Mengecek pemahaman memberikan umpan balik Tahap 5 : Memberikan pemahaman memberikan umpan balik Guru merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal Guru mengecek apakah siswa telah dan berhasil melakukan tugas dengan baik. Tugas-tugas sekolah sering lemah dalam konteks. Siswa seringkali mengalami kesulitan dalam menerapkan keterampilan yang telah mereka dapatkan di sekolah ke dalam kehidupan nyata sehari-hari karena keterampilan-keterampilan itu lebih diajarkan dalam konteks (situasi yang ada hubungannya dengan sekolah) ketimbang konsep kehidupan nyata. PENGAJARAN AUTENTIK Pengajaran autentik yaitu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. Pada fase pelatihan dan pemberian umpan balik tersebutt.motivasi ini kemudian diikuti oleh presentasi materi ajar yang diajarkan atau demontrasi tentang keterampilan tertentu. Siswa mengembangkan keterampilan berfikir dan pemecahan masalah yang penting dalam konteks kehidupan nyata. sehingga tidak bermakna bagi 25 . memberi umpan Guru mempersipakan kesempatan dan melakukan pelatihan lanjutan.

Ada empat (4) prinsip yang membantu siswa dalam perjalanan mereka menjadi pembelajar mandiri yang efektif yaitu : 1. guru menekankan pada arahan-arahan procedural. dan menentang Salah satu tantangan yang paling sukar dihadapi guru pada saat mereka menggunakan pekerjaan kelas atau pekerjaan rumah menjaga siswa tetap terlibat. . dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. L dalam Nurhadi (2003) menunjukkan bahwa guru jarang menaruh perhatian pada tujuan pekerjaan kelas atau strategi-strategi belajar yang terlibat. Suatu pekerjaan kelas atau pekerjaan rumah mandiri yang diberikan guru hendaknya mempunyai tujuan yang jelas dan bermakna. lengkap. Sebaliknya. 7. Prinsip ini digunakan untuk menunjang pemberian tugas kompleks di kelas seperti proyek. Siswa perlu mengetahui dengan tepat apa yang harus mereka kerjakan. guru tidak menyertakan penjelasan tentang “mengapa” sesuatu harus dikerjakan dan prosesproses pembelajaran yang terlibat. guru dapat menghabiskan waktu banyak menjelaskan kepada siswa dimana menulis nama di kertas atau bagaimana menyusun jawaban-jawabannya. simulasi. sulit. Membuat tugas bermakna. jelas. Siswa diberikan tugas/proyek kompleks. Sementara petunjuk tentang “apa yang dilakukan” adalah penting. PENGAJARAN BERBASIS PROYEK/TUGAS Pengajaran berbasis proyek/tugas terstruktur (Project-Based Learning) adalah suatu pendekatan pengajaran yang komprehensif dimana lingkungan belajar siswa didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah-masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topic mata pelajaran. menulis untuk disajikan pada forum pendengar yang sesungguhnya.kebanyakan siswa karena siswa tidak dapat menghubungkan tugas-tugas ini dengan apa yang telah mereka ketahui. Sebagai contoh. dan apa yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas itu. Komponen-komponen suatu tugas kompleks yang suatu hari diharapkan akan terwujud menjadi suatu kemampuan untuk menyelesaikan tugas kompleks tersebut. Menurut Anderson. tetapi realistik dan kemudian diberikan bantuan secukupnya agar mereka dapat menyelesaikan tugas mereka. mengapa mereka mengerjakan tugas tersebut. Guru dapat membantu siswa untuk belajar memecahkan masalah dengan memberi tugas-tugas yang memiliki konteks kehidupan nyata dan kaya dengan kandungan akademik serta keterampilan yang terdapat dalam konteks kehidupan nyata.

sehingga kebanyakan siswa memendangnya sebagai suatu yang menentang.2. baik dengan cara melibatkan siswa dalam tugas-tugas kompleks maupun membantu mereka mengatasi tugas-tugas tersebut. Untuk itu. siswa dibiasakan untuk melayani oranglain. 9. Memonitoring Kemajuan Siswa Tugas Guru memonitoring tugas-tugas pekerjaan kelas dan pekerjaan rumah. namun cukup mudah sehingga kebanyakan siswa akan menemukan pemecahannya dan mengerjakan tersebut atas jerih payah sendiri. lalu siswa diminta untuk melaksanakan 27 . 3. Ada bencana alam. Menganekaragamkan Tuga-tugas Keanekaragaman menambah gaya tugas pekerjaan kelas dan pekerjaan rumah. 8. PENGAJARAN BERBASIS JASA LAYANAN (Service Learning) Strategi pembelajaran ini berpijak pada pemikiran bahwa semua kegiatan kehidupan dijiwai oleh kemampuan melayani. Contoh : 1. kata kunci yang digunakan adalah layanan yang baik. Dalam industri modern. kemudian membantu korban 2. sejak usia dini. Menaruh Perhatian pada Tingkat Kesulitan Pada umumnya tugas yang baik perlu memiliki tingkat kesulitan cukup. Pengajaran berbasis kerja menganjurkan pentransfera model pengajaran dan pembelajaran yang efektif kepada aktivitas sehari-hari di kelas. lalu anak diminta untuk melaksanakan kegiatan membantu panti asuhan. Ada panti asuhan yang memerlukan bantuan. Monitoring juga termasuk pengecekan pekerjaan siswa dan mengembalikan tugas dengan umpan balik. lalu siswa diajak untuk melaksanakan kegiatan penggalangan dan. PENGAJARAN BERBASIS KERJA Pengajaran berbasis kerja (Work-Based Learning) memerlukan suatu pendekatan pengajaran yang memungkinkan siswa mengunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di dalam tempat kerja. 4. Siswa kemungkinan besar tetap terlibat dan mengerjakan pekerjaan mereka jika tugas-tugas lebih bervariasi dan menarik dari pada rutin dan monoton. Ada tamu yang akan dating ke sekolah. 3.

Noehi. (2000). Ada teman yang mendapat musibah. Pengajaran Berpusat Kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis dalam Pengjaran. M. (1995). M. Slavin. model pembelajaran berbasis masalah. dan Emily C. (2000). (2007). Bandung: Remaja Rosdakarya Nasution. Psikologi Belajar. lalu siswa diminta membantu 5. A. Pilihlah salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan materi Fisika yang anda pilih dalam pembuatan RPP. RANGKUMAN Menurut (Joyce. Surabaya: UNESA Majid.Ibrahim.kegiatan penyambungan 4. Reseach.. Nur. Massachusetts. Pengajaran Berdasrkan Masalah. Pengajaran Langsung. Jakarta: Universitas Terbuka. (2009). model pembelajaran berbasis proyek. Cooperative Learning. LATIHAN 1. Sunarto dan Agung Hartono. (2008). A. (2004). Mengapa kita perlu tahu tentang model-mdel pembelajaran/ 3. Apakah yang dimaksud dengan model pembelajaran? 2. B. Jakarta: Rineka Cipta. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. M. Models of Teaching. lalu siswa mengadakan kegiatan perbaikan dan pembersihan fasilitas umum.(2000).Robert. Surabaya: Unesa Nur. Konsep dan Makna Pembelajaran. Syah. Simon & Schuster Company.. & Marsha W. Psikologi Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Ada fasilitas umum yang rusak dan kotor. .. Muhibbin. (1991). Boston: Pearson Kardi. S. 2009) model mengajar ialah suatu rencana atau suatu pola pendekatan yang digunakan untuk mendesain pengajaran. Surabaya: Unesa Sagala. Nur.and Practice Second Edition.Theory. Needham Heights. S. (1995). DAFTAR PUSTAKA Joyce. model kooperatif. Perkembangan Peserta Didik.. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Model mengajar mengandung strategi mengajar. yaitu pola urutan kegiatan instruksional yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan Jenis-jenis Model Pembelajaran : model pembelajaran langsung..

dan menghargai serta mengembangkan dirinya. Menurut Surya (2005).H. masyarakat. Profesi Kependidikan. Jakarta: bumi Aksara Kegiatan Belajar 1. Model Menciptakan B. Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkann melalui penampilan guru sebagai makhluk beragama yang perilakunya 29 . sosial. Uno. mengelola dirinya. Belajar Pembelajaran Mengajar yang Kreatif dan Efektif. moral. mengendalikan dirinya. juga ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. dan agamanya. keterampilan. dalam arti orang yang memiliki karisma atau wibawa hingga perlu untuk ditiru dan diteladani.H. Tanggung jawab pribadi yang mandiri dan mampu memahami dirinya. (2007). Proses (2008). Guru merupakan suatu profesi yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan walaupun kenyataannya masih terdapat hal-hal tersebut di luar bidang pendidikan. orang tua. Jakarta: Bumi Aksara. Tanggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaan berbagai perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang tugas-tugasnya. B. Problema. dan spiritual.Uno. Solusi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia.. nilai dan sikap yang semakin sempurna kedewasaan atau pribadinya. Tanggung jawab sosial diwujudkan melalui kompetensi guru dalam memahami dirinya sebagai bagan yang terpisahkan dari lingkungan social serta memiliki kemampuan interaktif yang efektif. bangsa. guru yang professional akan tercermin dalam pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Guru merupakan pendidik formal di sekolah yang bertugas membelajarkan siswasiswanya sehingga memperoleh berbagai pengetahuan. HAKEKAT GURU Dalam kehidupan sehari-hari bahwa guru merupakan orang yang dapat digugu dan ditiru. Selain itu. Guru professional mempunyai tanggung jawab pribadi. Guru yang professional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggng jawab sebgai guru kepada peserta didik. intelektual. negara.

senantiasa tidak menyimpang dari norma-norma agama dan moral. yakni: (1) keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. profesionalisme memberikan jaminan perlindungan kepada kesejahteraan masyarakat umum. (4) mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi. seperti dokter. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. dan (5) memiliki kebanggaan terhadap profesinya. Dalam upaya memajukan jabatan guru sebagai jabatan professional. Seorang guru yang tidak bersedia belajar. profesionalisme guru merupakan suatu cara untuk memperbaiki pendidikan yang selama ini dianggap oleh sebagian masyarakat rendah 3. (2) meningkatkan dan memelihara citra profesi. Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Pemerintah melalui Presiden sudah mencanangkan guru sebagai profesi pada tanggal 2 Desember 2004. Lebih lanjut Surya (2005) berpendapat bahwa profesionalisme guru mempunyai makna penting. kita belum sepenuhnya menganut pendidikann professional seperti yang dianut oleh jabatan professional lainnya yang lebih tua. yaitu dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Dengan pengembangan guru sebagai profesi diharapkan mampu: (1) membentuk. Guru dituntut mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. (4) sistem remunerasi. profesionalisme memberikan kemungkinan perbaikan dan pengembangan diri yang memungkinkan guru dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin dan memaksimalkan kompetensinya. dan mengelola guru yang memiliki profesi . membangun. guru terpanggil untuk menemukan penyebabnya dan mencari jalan keluar bersama peserta didik bukan m endiamkannya atau malahan menyalahkannya. yaitu: 1. (5) sistem pendukung profesi guru. (3) sistem manajemen. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang professional. Guru sebagai profesi dikembangkan melalui: (1) sistem pendidikan. tak mungkin kerasan dan bangga menjadi guru. 2. (2) sistem penjaminan mutu. (3) keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan professional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampilannya. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. Kualitas profesionalisme ditunjukkan oleh lima sikap.

Guru masa depan diharapkan semakin konsisten dalam mengedepankan nilai-nilai budaya mutu. sejahtera. Ia mendorong siswanya untuk mengusai alat belajar. Konsekuensinya. mempunyai jiwa kreatif dan produktif. dan professional. elok. seperti fungsinya yang menonjol selama ini. guru akan membimbing siswanya belajar. dan selalu melakukan pengembangan diri secara terus menerus melalui organisasi profesi. seminar. maka tugas seorang guru bukan lagi knowledge based. menjadi teladan dalam pribadi yang mengandung rasa hormat dan keakraban dari siswa. dan membantu siswa menghargai nilai belajar dan pengetahuan. buku. demokratis. mengambil prakarsa dan mengeluarkan ide-ide baik yang dimilikinya. berbudaya. tetapi lebih bersifat competency based yang menekankan pada penguasaan secara optimal konsep keilmuan dan perekayasaan yang berdasarkan nilai-nilai etika dan moral. dan menjunjung akuntabilitas dalam melaksanakan tuugas dan fungsi sehari-hari. Sebagai pembimbing atau konselor. memotivasi siswa untuk bekerja keras dan mencapai prestasi setinggi-tingginya. guru akan berperan sebagai sahabat siswa. juga diharapkan akan mendorong terwujudnya guru yang cerdas. seorang guru akan berperan seperti pelatih oleh raga. maka diharapkan para siswa mampu mengembangkan potensi diri masing-masing. Sebagai pelatih. maka guru masa depan tidak tampil lagi sebagai pengajar (teacher). mengembangkan kreativitas. seperti sekarang ini. bermartabat. pembimbing (counselor). misi dan tujuan pendidikan nasional pada masa mendatang. Sebagai manajer belajar. dan manajer belajar (learning manager). 2003). Dengan persyaratan semacam ini. dan (3) meningkatkan mutu pelajaran yang mampu mendukung terwujudnya lulusan yang kompeten dan terstandar dalam kerangka pencapaian visi. dan semacamnya. antara lain: memiliki kualifikasi pendidikan profesi yang memadai. internet. (2) meningkatkan kehidupan guru yang sejahtera. dan mendorong adanya penemuan keilmuan dan teknologi 31 . melainkan menciptakan suasana kelas yang kondusif sehingga terjadi komunikasi dua arah secara demokratis antara guru dengan siswa. unggul. canggih. tetapi beralih sebagai pelatih (coach). Kondisi yang demikian diharapkan mampu menggali potensi dan kreativitas peserta didik (Sidi. Selain itu.harkat dan martabat yang tinggi di tengah masyarakat. memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan bidang yang ditekuninya. memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anak didiknya. Seorang guru yang profesional dituntut dengan sejumlah persyaratan minimal. Dengan ketiga peran guru ini. keterbukaan. Dengan professionalisme guru. mempunyai etos kerja komitmen tinggi terhadap profesinya. seorang guru tidak lagi menggunakan komunikasi satu arahyan gselama ini dilakukan.

No 1 Tabel 1. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini.3. Sikap guru yang baik adalah: (1) bersikap adil. berarti bahwa setiap guru itu memungkinkan untuk dapat memiliki kompetensi mengajar secara baik dan menjadi seorang guru yang bermutu.Menguasai bahan 1.1.2. (8) memilki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesinalan. keimanan. (3) memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. mengajar. (3) sabar dan rela berkorban.2. (7) bersikap baik terhadap masyarakat.Mengkaji isi buku-buku teks mapel yang kurikulum sekolah bersangkutan 1. Profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut: (1) memiliki bakat.1. pendidikan dasar dan menengah.Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang disarankan dalam kurikulum mapel yang bersangkutan 1. Kemampuan Dasar Pengalaman Belajar Menguasai Bahan 1. Adapun komponen-komponen yang menunjukkan kualitas guru untuk mengajar akan lebih memudahkan para guru untuk terus meningkatkan kualitas mengajarnya. Guru adalah pendidik professional dengan tugas mendidik. Kemampuan Dasar Profesional Guru.yang inovatif sehingga para siswa mampu bersaing dalam masyarakat global. (6) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. Dengan demikian. (2) percaya dan suka kepada murid-muridnya. dan akhlak mulia.1.2. (9) suka dengan mata pelajaran yang diberikannya. mengarahkan. (6) bersikap baik terhadap guru-guru lainnya.1. dan (10) berpengetahuan luas (Ngalim Purwanto. (4) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. (9) memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.1.1. membimbing. melatih. ketaqwaan. (UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen). (5) memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. (2) memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. mempelajari ilmu yang relevan . (5) pengembira. panggilan jiwa.menguasai bahan 1. minat. dan idealisme. 2002). (7) memiliki kesempatan untuk mengembangkan keperofesionalan secara berkelanjutandengan belajar sepanjang hayat. (4) memiliki wibawa di hadapan peserta didik. pendidikan formal. (8) benar-benar menguasai mata pelajarannya.Mengkaji bahan kurikulum mapel mata pelajaran dan 1.

pendalaman/aplikasi pelajaran 1. Mendiagnosa kesulitan belajar 2. Mengatur tata ruang 3. Mengkaji kurikulum mapel instruksional 2.1. Menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar 2.Mengenal dan dapat menggunakan metode mengajar 2. Menyesuaikan rencana program pengajaran dengan situasi kelas 2.1.2. Merencanakan program pelajaran 2.1.1. Mempelajari criteria pemilihan materi dan prosedur mengajar 2.4.4.4. Mempelajari tujuan instruksional mapel yang bersangkutan 2. mempelajari cara menilai kurikulum 2 Mengelola Program Belajar Mengajar 2. mempelajari aplikasi bidang ilmu ke dalam bidang ilmu lain (untuk program-program studi tertentu) 1.2.menggunakan macam-macam metode mengajar 2. Mempelajari faktor-faktor penyebab kesulitan melaksanakan pengajaran belajar remedial 2.3. Menciptakan iklim 3.Mempelajari criteria penggunaan macam pengaturan tempat duduk dan setting ruangan 3.2.4. menyusun pengajaran remedial 2. Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi belajar 2.2.1.1.2.2. Memilih dan menyusun prosedur instruksional yang tepat 2. Menggunakan criteria pemilihan materi dan prosedur mengajar 2. Mempelajari fungsi dan peran guru dalam ram belajar mengajar instruksi belajar mengajar 2.1.1.2.4. Mempelajari factor-faktor yang mengganggu 33 .3.Mempelajari macam-macam pengaturan tempat kelas untuk pengajaran duduk dan setting ruangan kelas sesuai dengan tujuan instruksional yang hendak dicapai 3.1.2.5. Melaksanakan prog 2.3. Melaksanakan pengajaran remedial 3 Mengelola Kelas 3.3. Menyusun satuan pelajaran 2.6. Merencanakan dan 2.3.4. Mengenal puan anak didik kemam 2.4.Mempelajari ciri-ciri rumusan tujuan instruksional 2.1.3.4.2.3. Mempelajari macam-macam metode mengajar 2.4.6.2.1.2.6.1.6.2.1.Mempelajari prosedur dan teknik mengi dentifikasi kemampuan siswa 2.6.5. Menggunakan alat bantu criteria pemilihan materi dan prosedur mengajar 2.5.3.2.1.2.3.3. Memonitor proses belajar siswa 2.2.5.1. Merumuskan tujuan 2.

Menggunakan micro 4.3.2. Mempelajari strategi dan prosedur pengelolaan kelas yang bersifat preventif 3.4.4. Mempelajari cara merawat dan menyimpan alat-alat 4.2.2. Mengembangkan eksperimen baru 4.4. Membuat alat-alat 4.3.6.1. Menggunakan dn 4.5. Mnegenal.3.3.5. Menyusun program micro teaching dengan atau tanpa hardware 4.3.2. Mempelajari cara menggunakan laboratorium mengelola laboratorium 4.3.4.4. Melaksanakan program micro teaching dengan atau tanpa hardware . Mempelajari cara dan aturan penglaman kerja dalam rangka proses di laboratorium pembelajaran 4.belajar serasi mengajar yang iklim mengajar yan g serasi 3.1.2. Mempelajari perkakas untuk membuat alat-alat bantu mengajar 4. Menilai keefektifan kegiatan laboratorium 4. Menilai sumber-sumber perpustakaan 4. Menggunakan macam sumber perpustakaan 4.2.1.5..3.5.6.6.1.2. Merawat alat-alat Bantu belajar mengajar 4.1.1.2.1.2.4. Mempelajari macam-macam media pendidikan dan menggunakan media 4.1.Mempelajari Kriteri pemilihan media pendidikam 4.Mempelajari criteria pemilihan sumber perpustakaan 4.6. Menggunakan strategi dan prosedur penge lolaan kelas yang bersifat preventif 4 Menggunakan Media Sumber 4. Menggunakan Media Pendidikan 4.1. Mengenali bahan-bahan yang tersedia di Bantu pelajaran lingkungan sekolah untuk membuat alat-alat sederhana bantu 4. Mempelajari berbagai desain laboratorium 4.2.1.5.1. Menggunakan micro teaching unit dalam proses belajar mengajar 4.Mempelajari fungsi laboratorium dalam proses boratorium belajar mengajar 4.4.3. Mempelajari fungsi perpustakaan dalam proses pustakaan dalam proses pembelajaran belajar mengajar 4.2. Mengembangkan la 4.4.3.3.6.5. memilih 4. Mempelajari fungsi micro teaching dalam teaching unit dalam proses belajar mengajar proses belajar mengajar 4.4.Menggunakan perkakas untuk membuat alat-alat Bantu mengajar 4.5. Menggunakan per 4.5.4.2.3.3. Mempelajari berbagai sumber perpustakaan 4. Berlatih mengatur tata ruang laboratorium 4. Mempelajari criteria pemilihan alat 4.4.2.

3.6.3.6. Mempelajari cara-cara memotivasi siswa untuk Belajar Mengajar belajar 6. Mengolah dan menginterprestasikan hasil penilaian 7.7.6.Mempelajari beberapa mekanisme psikologis belajar mengajar di sekolah 6.5. Menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan proses belajar mengajar 7.5.1.Mempelajari macam-macam bentuk pertanyaan 6. Mengenali fungsi sekolah sebagai lembaga sosial secara potensial dapat memajukan masyarakat dalam arti luas serta pengaruh timbal balik antara sekolah dan masyarakat 6 Mengelola Interaksi 6.1.2. historis dan psikologis 5.2. Mempelajari fungsi penilaian untuk kepentingan 7. Mempelajari konsep dan masalah pendidikan dan pengajaran dengan sudut tinjauan sosiologis.7.4.5. Menggunakan cara-cara berkomunikasi antar pribadi.Mengkaji persamaan dan perbedaan fungsi kewenangan.6.7. Menilai Prestasi Sisiwa 7.7.Mengidentifikasi program layanan BP di dihadapi siswa 35 kesulitan-kesulitan yang 7 8 .7.Menggunakan macam-macam bentuk pertanyaan secara tepat 6. Menyusun teknik dan prosedur penilaian 7.7.4.6.Menilai program dan pelaksanaan micro teaching 5 Menguasai Kependidikan Landasan 5.7.6.8. Menilai keefektifan program pengajaran Mengenal Fungsi dan Program Pelayanan BP 8.5.7.1. Menilai teknik dan prosedur penilaian 7.1. filsafats. Mempelajari fungsi BP di sekolah program layanan BP di 8.2. Mempelajari bermacam-macam teknik dan pengajaran prosedur penilaian 7.8.4.Mengenal fungsi dan 8.6. serta tanggung jawab antara guru dan pembimbing di sekolah 8.3.2. Menyelenggarakan 8. Menggunakan cara-cara memotivasi siswa untuk belajar 6.9.1.6. Mempelajari criteria penilaian teknik dan prosedur penilaian 7. Mempelajari cara-cara berkomunikasi antar pribadi 6.7.2.1. Mempelajari program layanan BP sekolah 8.2.6.7. mengkaji factor-faktor positif dan negative dalam proses pembelajaran 6.7.1.5.1.6.6.1. Menggunakan teknik dan prosedur penilaian 7.

Menyelenggarakan administrasi sekolah Administrasi Sekolah 9.3. Dalam kedudukannya sebagai makhluk individu. manusia memerlukan kekuatan dan daya tahan tubuh serta perlindungan keamanan fisiknya.1. sosial psikologis dan sosial budaya. terutama sebagai konsumen hasilluan Pengajaran hasil penelitian pendidikan 10. Pada awal kehidupannya dalam rangka menuju pola kehidupan pribadi yang lebih mantap. Kehidupan pribadi seseorang individu merupakan kehidupan yang utuh lengkap dan memiliki ciri khusus dan unik.3. kepala sekolah.Mempelajari prinsip-prinsip dan prosedur pengelolaan program akademik 10 Memahami Prinsip. Mengenal penyeleng 9.2. dan kantor wilayah Depdiknas 9.1. PENDIDIKAN DAN KARIER 1.Mempelajari peraturan-peraturan kepegawaian pada umumnya dan peraturan kepegawaian pada umumnya dan peraturan kepegaian guru pada khususnya 9.Mempelajari struktur organisasi dan garaan administrasi seko administrasi persekolahan lah 9. baik fisik maupun nonfisik.1. Perkembangan Kehidupan Pribadi dan Karakteristiknya Kehidupan pribadi sukar untuk dirumuskan. Kebutuhan diei tersebut meliputi kebutuhan fisik dan kebutuhan sosio-psikologis. mempelajari dasar-dasar penggunaan metode prinsip dan mentafsirkan ilmiah dalam penelitian pendidikan hasil-hasil Penelitian 10.Menyelenggarakan program layanan BP di sekolah. hal ini amat kompleks dan unik. Kondisi fisik amat penting dalam perkembangan dan pembentukan pribadi seseorang. Mempelajari teknik dan prosedur penelitian Pendidikan Guna Keper pendidikan.2. PERKEMBANGAN KEHIDUPAN PRIBADI.2. .2. antara lain aspek emosional. dan kemampuan intelektuam yang terpadu secara integratf dengan factor lingkungan kehidupan. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek. Pada hakikatnya manusia merupakan pribadi yang utuh dan memiliki sifat-sifat sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Menyelenggarakan 9.1.sekolah 9 8. terutama bimbingan belajar.Mempelajari fungsi dan tanggung jawab administrasi guru.10.2.1.2. Mengenal dan Menye -lenggarakan Administrasi Sekolah 9.2. seseorang pribadi menyadari bahwa dalam kehidupannya memiliki kebutuhan yang diperuntukkan bagi kepentingan diri pribadi.1.1.2. Dalam pertumbuhan fisiknya. Menafsirkan hasil-hasil penelitian untuk perbaikan pengajaran B.

Pengaruh-pengaruh itu akan terpadu bersam-sama saling memberi andil “menjadikan manusia sebagai manusia”. Ia akan menjadi “manusia” seperti yang dikehendaki oleh lingkungan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pribadi Seseorang individu. Aliran yang mengakui bahwa kedua aliran itu secara terpadu memberikan pengaruh terhadap kehidupan seseorang adalah aliran konvergensi. Aliran nativisme menyatakan bahwa seorang individu akan menjadi “orang” sebagaimana adanya yang telah ditentukan oleh kemampuan san sifatnya yang dibawa sejak ia dilahirkan. tingkah laku seseorang juga dipengaruhi oleh hasil proses perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berintegrasi dengan 37 . kepedulian terhadap kesehatan. tut wuri handayani. filsafat hidup keluarga dan pola hidup keluarga seperti kedisiplinan. 3. Bahwa perkembangan kehidupan seseorang ditentukan pula oleh factor keturunan dan lingkungan. dan keadaan yang akan dating banyak ditentukan oleh keadaan kehidupan saat ini. Keadaan kehidupan sekarang dipengaruhi oleh keadaan sebelumnya. dan ketertiban termasuk ketertiban menjalankan agama. Kedua aliran itu menggambarkan bahwa faktor bakat dan pengaruh lingkungan sama-sama mempunyai pengaruh terhadap perkembangan pribadinya. mengutamakan pembentukan pribadi anak. ing madya mangun karsa. Dengan demikian. Sesuai dengan tugas keluarga dalam melaksanakan misinya sebagai penyelenggara pendidikan yang bertanggung jawab. dalam arti mampu mengurus diri sendiri sampai dengan m engatur dan memenuhi kebutuhan serta tugasnya sehari-hari. Sedangkan aliran empirisme mengatakan sebaliknya bahwa seorang individu diibaratkan sebagai kertas/lilin yang masih putih bersih. factor utama yang mempengaruhi perkembangan pribadi anak adalah kehidupan keluarga beserta berbagai aspeknya.seorang individu berupaya untuk mampu mandiri. Proses pendidikan Indonesia menganut aliran ini. Dengan demikian. 2. seperti dinyatakan oleh Ki Hadjar Dewantara yaitu ing ngarso sung tulada. Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi terhadap Tingkah Laku Kehidupan merupakan rangkaian yang berkesinambungan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Perkembangan anak yang menyangkut perkembangan psikofisis dipengaruhi oleh: status social ekonomi. Untuk itu diperlukan penguasaan situasi untuk menghadapi berbagai rangsangan yang dapat mengganggu kstabilan pribadinya. pertama tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga.

Di samping pengenalan terhadap system pendidikan. para remaja tersebut memiliki teman sejawat yagn semakin luas lingkungannya dan ia mulai mengenal anak lain dengan berbagai macam latar belakang keadaan keluarga. Di SMP belum ada masalah pemilihan jurusan. tetapi untuk tingkat SMA. Anak masuk SMP pada usia 12-14 tahun atau awal usia remaja (pre-adolescence). disiplin dan penuh tanggung jawab. Citacita tentang jenis pekerjaan di masa yang akan dating meupakan factor penting yang mempengaruhi minat dan kebutuhannya untuk belajar. antara lain perkenalan dengan banyak guru yang memiliki berbagai macam sifat dan kepribadian. yaitu mampu menghadapi dan memecahkan berbagai permasalhan dengan pengendalian emosi secara matang. Pada usia remaja. Pada dasarnya belajar belajar merupakan persiapan baginya untuk suatu pekerjaan. yang ketiga-tiganya mempunyai corak yang berbeda serta masingmasing memikul tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan. Hal inilah yang membimbing remaja menentukan pilihan jenis pendidikan yang akan diikuti. saat anak berusia sekitar 15-18 tahun. Kehidupan pribadi yan g mantap memungkinkan seorang anak akan berperilaku mantap. Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier terhadap tingkah Laku dan . Remaja memiliki tiga lingkungan kehidupan. maka dapat diharapkan tingkah laku yang merupakan pengejahwantahan berbgai aspek pribadi itu akan baik. telah mulai jelas terbentuknya cita-cita dewasa nanti. sekolah dan masyarakat. dapat dikatakan bahwa renaja telah memiliki minat yang jelas terhadap jenis pekerjaan tertentu. Begitu pula anak mulai mengenal berbagai mata pelajaran yang harus dipelajari dengan berbagai karekteristiknya. pemilihan jurusan itu telah pula diperkenalkan. 4. dapat dikatakan bahwa jika sejak awal perkembangan kehidupan pribadi terbentuk secara terpadu dan harmonis. Hal ini menunjukkan perlunya kemmpuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi yang beragam. tertib. Untuk itu remaja secara sadar telah mengetahui pula bahwa untuk mencapai jenis pekerjaan yang diidamkan itu memerlukan sarana pengetahuan dan keterampilan tertentu yang harus dimiliki.kejadian-kejadian saat sekarang. 5. Oleh karena itu. Karateristik Kehidupan Pendidikan dan Karier Belajar akan lebih berhasil apabila sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Ketiga lingkungan pendidikan itu ialahkeluarga. Mereka mulai mengenal system baru dalam sekolah. Dengan demikian.

penataan. 1976). Perkembangan Kognitif Siswa Istilah cognitive berasal dari cognition yang padanannya knowing. dalam hal ini para guru. Proses perkembangan kognitif manusia mulai sejak ia baru lahir. Tahap Perkembangan Kognitif Anak No Tahapan Perkembangan Kognitif 39 Usia Perkembangan kognitif manusia mulai . 7. kehidupan pendidikan akan sangat bervariasiatau berbada-beda seiring dengan perbedaan kemampuan berpikir pada diri siswa. Sekolah bermaksud untuk mampu memberikan epada para peserta didik “apa yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaannya”. Guru yang “baik” di mata para siswa tidak hanya tergantung kepada keadaan guru itu sendiri. maka dengan perbedaan kehidupan pendidikan tersebut konsekuensinya akan membawa perbedaan individual di dalam kehidupan kariernya. 6. Pendayagunaan kapasitas ranah kognitif manusia sudah mulai berjalan sejak mendayagunakan kapasitor motor dan kapasitas sensorisnya. memberikan bimbingan dan menilai atas dasar objektivitas yang tidak disertai factor emosional. dan penggunaan pengetahuan (Neisser.Sikap Sikap remaja terhadap pendidikan sekolah banyak diwarnai oleh karekteristik guru yang mengajarnya. Tahapan-tahapan perkembangan kognitif menurut Piaget berdasarkan dari Daehler & Bukatko (1985) dan Anderson (1990) ada 4 yaitu: Tabel 2. melainkan tergantung pada banyak factor. Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pendidikan dan Karier Pencapaian tingkat pendidikan seseorang dipengaruhi oleh tingkat kercedasan IQ. berarti mengetahui. Berhubung kehidupan pendidikan merupakan bagian awal dari kehidupan karier. Hal ini sering di salah artikan. Dalam kenyataannya I setiap individu berbeda-beda. karena “menolong atau membantu’ disamakan dengan memberikan nilai tinggi atau meluluskan. Padahal sekolah. Dalam arti yang luas. Dengan demikian. Guru yang baik adalah guru yang akrab dengan siswanya dan menolong siswa dalam pelajaran. maka hal ini akan berpengaruh terhadap pola kehidupannya di dalam bidang pendidikan. Kehidupan karier seseorang juga berbeda-beda. cognition ialah perolehan.

Inteligensi adalah proses yang dalam hal ini berupa tahapan langkah operasional tertentu yang mendasari semua pemikiran dan pengetahuan manusia. anak memperoleh tambahan kemampuan yang disebut system of operations (satuan langkah berpikir). anak yang sudah menjelang atau sudah menginjak masa remaja. Satuan langkah anak kelak akan menjadi dasar terbentuknya inteligensi intuitif. walaupun benda tersebut sudah ia tinggalkan atau sudah tak dilihat dan tak didengar lagi. Artinya. pandangan terhadap eksistensi benda tersebut dari pandangan pada periode sensori-motor.11 tahun 11 – 15 tahun 1. Tahap Konkret-Operasional Pada tahap ini berlangsung hingga menjelang remja. Inteligensi. Tahap Praoperasional Pada periode ini perkembangan bermula pada saat anak telah memilki penguasaan sempurna mengenai object permanence. bukan biasanya digambarkan dengan skor IQ.1 2 3 4 Sensory-motor (sensori-motor) Preoperasional (praoperasional) Concrete-operational (konkret-operasional) Formal-operational (formal operasional) 0 . anak tersebut sudah memiliki kesadaran akan tetap eksisnyasuatu benda yang harus ada atau biasa ada. yakni tidak lagi bergantung pada pengamatannya belaka.2 tahun 2 . menurut Piaget. 2. 3. Jadi. di samping merupakan proses pembentukan pemahaman. Anak pada periode ini belajar bagaimana mengikuti dunia kebendaan secara praktis dan belajar menimbulkan efek tertentu tanpa memahami apa yang sedang ia perbuat. Tahap Formal Operasional Dalam tahap perkembangan formal-oprasional. akan dapat mengatasi masalah . yakni usia 11 -15 tahun.7 tahun 7 . Kemampuan satuan langkah berpikir ini berfaedah bagi anak untuk mengkoordinasikan pemikiran dan idenya dengan peristiwa tertentu ke dalam system pemikirannya sendiri. 4. Tahap Sensori-motor Inteligensi sensori-motor dipandang sebagai inteligensi praktis yang berfaedah bagi anak usia 0 -2 tahun untuk belajar berbuat terhadap lingkungannya sebelum ia mampu berpikir mengenai apa yang sedang diperbuat.

Tujannya adalah untuk memperoleh dan mengusai ketrampilan jasmaniah tertentu. Termasuk belajar dalam jenis ini misalnya. dan juga sebagian materi pelajaran agama. belajar olahraga. persahabatan. 41 . Termasuk belajar dalam jenis ini misalnya. memperbaiki benda-benda elekronik. tetapi juga bagi remaja dan bahkan orang dewasa yang berusia lebih tua. 1.dalam belajar jenis ini latihan-latiahan intensif dan teratur amat diperlukan. Tujuannya adalah untuk mengusai pemahaman dan kecakapan dalam memecahkan masalah-masalah social seperti masalah keluarga. musik. Dalam perkembangan kognitif tahap akhir ini seorang remaja telah memiliki kemampuan mengkooordinasikan baik secara simultan (serentak) naupun berurutan dua ragam kemampuan kognitif yaitu: 1) kapasitas menggunakan hipotesis . Tahap perkembangan kognitif terakhir yang menghapus keterbatasanketerbatasan tersebut sesungguhnya tidak hanya berlaku bagi remaja hingga usia 15 tahun. konsep. Keanekaragaman jenis belajar ini muncul dalam dunia pendidikan sejalan dengan kebutuhan kehidupan manusia yang bermacam-macam. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman dan pemecahan masalah yang tidak nyata. kelompok dana masalahlain yang bersifat kemasyarakatan. Ragam Sosial Belajar social pada dasarnya adalah belajar memahami masalah-masalah dan teknik-teknik untuk memecahkan masalah tersebut. 2. melukis. menari. Dalam mempelajari hal-hal yang abstrak dperlukan peranan akal yang kuat di sampig penguasaan atas prinsip. RAGAM-RAGAM BELAJAR Dalam proses belajar dikenal adanya bermacam-macam kegiatan yang memiliki corak yang berbada antara studi dengan lainnya. kimia. astronomi . seperti ibadah shalat dan haji. kosmografi. 2) kapsitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak.keterbatasan pemikiran konkrit-operasional seperti yang telah disinggung dalam uraian sebelumnya. dan materi agama seperti tauhid. 3. belajar matematika. Ragam Abstrak Belajar abstrak ialah belajar yang menggunakan cara-cara berpikir abstrak. dan generalisasi. C. Ragam Keterampilan Belajar keterampilan adalah belajar dengan menggunakan gerakan-gerakan motorik yakni yang berhubungan dengan urat-urat syaraf dan otot-otot. baik dalam aspek materi dan metodenya maupun dalam aspek tujuan dan perubahan tingkah laku yang diharapkan.

6. Bidang studi yang termasuk bahan pelajran social adalah pelajaran PPKN dan agama. Artinya. . Ragam Rasional Belajar rasional adalah belajar dengan menggunakan kemampuan berpikir secara logis dan sistematis (sesuai dengan akal sehat). Belajar kebiasaan. guru (khususnya yang mengajar eksakta. siswa diharapkan memiliki kemampuan rational problem solving. lugas. yaitu kemampuan memecahkan masalah dengan menggunakan pertimbangan dan strategi akal sehat. bidang-bidang studi non eksakta pun dapat memberi efek yang sama dengan bidang studi eksakta dalam belajar rasional. kemampuan siswa dalam menguasai konsep-konsep. Jenis belajar ini sangat erat kaitannya dengan belajar pemecahan masalah. selain menggunakan perintah. suri teladan dan pengalaman khusus. logis dan sistematis (Reber. Dengan belajar rasional. Ragam Kebiasaan Belajar kebiasaan adalah proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan-kebiasaan yang telah ada. Tujuannya adalah untuk memperoleh kemampuan dan kecaapan kognitif untuk memcahkan masalah secara rasional. logis. 5. dan teliti. juga menggunakan hukuman dan ganjaran. Tujuan adalah untuk memperoleh aneka ragam kecakapan menggunakan prinsip-prinsip dan konsep-konsep. Bidang studi yang dapat digunakan sebagai sarana belajar rasional sama dengan bidang-bidang studi untuk belajar pemecahan masalah. dan tntas.Ragam Pemecahan Masalah Belajar pemecahan masalah pada dasarnya adalah belajar menggunakan metodemetode ilmiah atau berpikir secara sistematis. prinsip-prinsip. Untuk itu. dan generalisasi serta insight amat diperlukan. hamper semua bidang studi dapat dijadikan sarana belajar pemecahan masalah.Belajar social juga bertujuan untuk mengatr dorongan nafsu pribadi demi kepentingan bersama dan memberi peluang kepada orang lain atau kelompok lain untuk memnuhi kebutuhannya secara berimbang dan proporsional. Untuk keperluan ini. Dalam hal ini. teratur. 1991). seperti matematika dan IPA) sangat dianjurkan menggunakan model dan strategi mengajar yang berorientasi pada cara pemecahan masalah (Lawson. 4. Perbedaannya adalah belajar rasional tidak memberi tekanan khusus pada penggunaan bidang studi eksakta. 1988).

Dalam hal ini siswa melakukan investigasi terhadap senyawa organic yang terdapat dalam protoplasma yang meliputi. lemak. RANGKUMAN Dalam kehidupan sehari-hari bahwa guru merupakan orang yang dapat digugu dan ditiru. apresiasi sastra. guru yang professional akan tercermin dalam pelaksanaan 43 . kegiatan siswa dalam bidang studi biologi mengenai protoplasma. 8. Ragam Pengetahuan Belajar pengetahuan (studi) adalah belajar dengan cara melakukan penyelidikan mendalam terhadap objek pengetahuan tertentu. misalnya dengan menggunakan alat-alat laboratorium dan penelitian lapangan. nilai dan sikap yang semakin sempurna kedewasaan atau pribadinya. dalam arti orang yang memiliki karisma atau wibawa hingga perlu untuk ditiru dan diteladani.Tujuannya agar siswa memperoleh sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan perbuatan baru yang lebih tepat dan positif dalam arti selaras dengan kebutuhan ruang dan waktu (kontekstual) 7. protein. 1988). dalam hal ini siswa melakukan eksperimen untuk membuktilan bahwa setiap benda tetap diam atau bergerak secara beraturan. Menurut Surya (2005). Tujuan belajar pengetahuan adalah agar siswa memperoleh atau menambah informasi dan pemahaman terhadap pengetahuan tertentu yang biasanya lebih rumit dan memerlukan kiat khusus dalam mempelajarinya. yakni zat hidup yang ada pada tumbuh-tumbuhan dan hewan. apresiasi musik dan sebagainya. Contoh: kegiatan siswa dalam bidang studi fisika mengenai “gerak” menurut hokum Newton I. dan asam nukliat. Guru merupakan pendidik formal di sekolah yang bertugas membelajarkan siswasiswanya sehingga memperoleh berbagai pengetahuan. Tujuannya adalah agar sisiwa memperoleh dan mengembangkan kecakapan ranah rasa (affective skills) yaitu kemampuan menghargai secara tepat terhadap nilai objek tertentu misalnya. Studi ini juga dapat diartikan sebagai sebuah program belajar terencana untuk mengusai materi pelajaran dengan melibatkan kegiatan investigasi dan eksperimen (Reber. Contoh lainnya. kecuali kalau ada gaya luar yang mempengaruhinya. Ragam Apresiasi Belajar apresiasi adalah belajar mempertimbangkan (judgment) arti penting atau nilai suatu objek. keterampilan. karbohidrat.

5) menguasai pendidikan. Noehi. Sunarto dan Agung Hartono. Bandung: Rosdakarya. Jakarta: Rajawali Press. (2008). 7) menilai siswa untu kepentingan pengajaran. 3) Mengelola kelas. Jelaskan perbedaan antara profesi guru dan profesi non guru! 3. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Bandung: Alfabeta. Psikologi Pendidikan. Kurikulum Berbasis Kompetensi. 4. 4) menggunakan media sumber. 10) memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran. 9) mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah. Muhibbin. Berikan 4 contoh profesi-profesi lain yang memiliki kedudukan yang sama dengan profesi keguruan. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka. (2004). 4) Formal-operational (formal operasional). Mulyasa. Adapun komponen-komponen yang menunjukkan kualitas guru untuk mengajar akan lebih memudahkan para guru untuk terus meningkatkan kualitas mengajarnya yaitu: 1) menguasai bahan. 6) mengelola interaksi belajar mengajar. . 2) Sensory-motor (sensori-motor). LATIHAN 1. Nasution. 8) mengenal fungsi dan program pelayanan BP. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. 3) Concrete-operational (konkretoperasional). ( 2004). 2) mengelola program belajar mengajar. (2007). Konsep dan Makna Pembelajaran. (1995). (1991). S. Sebutkan 8 jenis ragam belajar dan jelaskan maksudnya! DAFTAR PUSTKA Kunandar. Syah. Tahap Perkembangan Kognitif Anak ada 4 yaitu: 1) Preoperasional (praoperasional). Jelaskan 4 perkembangan kepribadian anak! 5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan guru yang profesional! 2. Sagala.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->