II.

Frekuensi dan Periodisitas Gerhana
1. Musim Gerhana
Gerhana terjadi saat Bulan berada kira-kira segaris dengan Bumi dan Matahari, dan saat itu Bulan berada di salah satu titik simpulnya. Dengan kata lain, gerhana bisa terjadi jika garis nodal searah dengan arah garis hubung Bumi-Matahari (lihat Gambar 2.1). Bumi bergerak dengan arah A-B-C-D. Jika Bumi berada pada posisi A dan C, maka saat bulan baru dan bulan purnama, akan terjadi gerhana. Sedangkan saat Bumi berada di posisi B dan D, tidak akan terjadi gerhana saat fase bulan baru atau purnama.
Gambar 2.1 Musim gerhana [Klik gambar untuk versi lebih besar]

Saat posisi B dan D pada Gambar 2.1, bayangan bulan tidak mencapai Bumi saat fase bulan baru. Sedangkan saat bulan purnama, bayangan Bumipun tidak mengenai Bulan (lihat Gambar 2.1). Saat-saat konfigurasi Bumi-Matahari-garis nodal seperti pada A dan C pada Gambar 2.1, maka pada waktu fase bulan baru pasti akan terjadi gerhana matahari, dan saat fase bulan purnama akan terjadi gerhana bulan. Saat-saat seperti itu dinamakan musim gerhana, dan pada saat musim gerhana, dikatakan Bumi berada dalam zona gerhana. Dalam satu tahun, terjadi dua musim gerhana, yaitu saat konfigurasi A dan saat konfigurasi C tercapai. Namun musim gerhana tidak tepat terpisah 6 bulan, karena garis nodal sendiri bergeser dengan laju 19º pertahun ke arah barat (lihat Gambar 2.2). Akibatnya musim gerhana terjadi dalam interval yang lebih pendek, yaitu 173,3 hari.
Gambar 2.2 Gerak garis nodal Bulan

Interval waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari dari konfigurasi Bumi-Matahari segaris dengan garis nodal seperti posisi A (Gambar 2.3) kembali ke konfigurasi semula (posisi B

Seri Saros berkaitan dengan panjang interval-interval sebagai berikut: Bulan Sinodis (Synodic Month): interval waktu dari fase bulan baru Panjang bulan sinodis: 29. kembali ke bulan baru. Karena waktu yang dibutuhkan lebih pendek dari selang bulan baru ke bulan baru. Dengan kata lain. Gerhana bulan bisa terjadi jika bulan berada 16. Dengan kata lain. maka satu tahun gerhana tidak sama dengan satu tahun sideris. Bulan Anomalistis (Anomalistic Month): interval waktu yang dibutuhkan Bulan untuk bergerak dari perigee kembali ke perigee. pada fase bulan mati akan terjadi gerhana matahari. maka mungkin saja selama Bumi berada di zona gerhana tersebut. tetapi lebih pendek. Karena itu. Kenapa gerhana yang dipisahkan oleh 223 bulan sinodis memiliki karakteristik yang sama? Gerhana yang .21222 hari = 27h 05j 06m. ketika Matahari berada dalam selang tersebut.3). 2. baik di sebelah timur ataupun barat. Bulan Drakonis (Draconic Month): interval waktu yang dibutuhkan Bulan untuk bergerak dari satu node kembali ke node tersebut. gerhana matahari bisa terjadi jika Matahari (dilihat dari Bumi) berada sekitar 18. dinamakan tahun gerhana. saat gerhana terjadi.pada Gambar 2.3). Bahkan semenjak abad ke-9. Hal yang sama terjadi juga untuk Bulan.5º dari titik node. Dari pengamatan mereka. pengulangan gerhana telah diamati oleh bangsa Chaldean. Panjang bulan anomalistis: 27. Tahun sideris ini adalah selang waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari (dari A kembali ke A pada Gambar 2. minimal terjadi satu kali fase bulan baru.3 Tahun gerhana (Klik gambar untuk versi lebih besar) Bulan dan Matahari terlihat sebagai piringan di langit. Periode saros (18 tahun 10 hari lebih 1/3 hari) adalah 223 kali bulan sinodis.55455 hari = 27h 13j 19m. dan membutuhkan waktu 22 hari untuk melintasi daerah yang memungkinkan terjadinya gerhana. saat purnama akan terjadi gerhana bulan. dipastikan akan terjadi gerhana matahari. Minimal dalam satu tahun. dan maksimal 5 kali gerhana matahari.5 hari. Karena itu. Maka selama Bulan berada dalam interval itu. Dilihat dari Bumi. Seri Saros Semenjak zaman Babilonia. Satu tahun gerhana terdiri dari 2 musim gerhana. tidak terjadi bulan baru. Gerhana-gerhana yang dipisahkan oleh satu periode saros memiliki karakteristik yang sangat mirip. bisa terjadi 2 kali gerhana matahari. bisa terjadi 3 gerhana bulan. baik di sebelah timur ataupun barat. dibutuhkan kira-kira 37 hari untuk melintasi daerah tersebut.53059 hari = 29h 12j 44m. mungkin saja tidak terjadi gerhana bulan. Selama Matahari berada dalam interval tersebut.5º dari titik node. dan dikelompokkan ke dalam satu keluarga yang dinamakan seri saros. Sedangkan fase bulan baru terjadi tiap 29. diketahui bahwa gerhana yang mirip akan terulang tiap kira-kira 18 tahun 10 hari. Gambar 2. Panjang bulan drakonis: 27. Karena Matahari di langit bergerak dengan kecepatan ~1º perhari. Karena gerak garis nodal tadi. posisi posisi Bumi-Bulan-Matahari tidak mesti tepat segaris. bisa juga tidak terjadi gerhana bulan sama sekali. dalam musim gerhana. catatan observasi gerhana telah rutin dilakukan. setiap musim gerhana. Bumi bergerak mengitari Matahari dengan kecepatan ~1º perhari. Dalam satu tahun. Periode ini dikenal dengan istilah: saros. Gerhana matahari terjadi jika Matahari berada dalam selang 37º yang berpusat di titik node.

Ini membuat selang satu periode saros selain mengembalikan Bulan pada fase yang sama pada titik node yang sama. Akibatnya. Karenanya.dipisahkan oleh 223 bulan sinodis memiliki karakteristik yang sama karena 223 bulan sinodis (6585.357 hari). Meski seluruh piringan bulan berada di depan piringan matahari. maka saat gerhana berikutnya yang terpisahkan oleh satu periode saros terjadi. atau 19756 hari). Saat itu terjadi. gerhana bisa diamati pada wilayah geografi yang sama. setelah lewat sejumlah periode saros tertentu. setelah satu periode saros. Sementara itu. 2. Seperti yang disebutkan di atas. bumi telah berputar kirakira 1/3 hari. 2. Seri saros ini tidak bertahan selamanya karena satu periode saros itu lebih pendek 1/2 hari dari 19 tahun gerhana. seluruh piringan matahari tertutup oleh piringan bulan. Bulan kembali pada fase yang sama pada titik node yang sama juga. Seri saros lahir dan mati. Gerhana Matahari Cincin Foto gerhana matahari cincin 28 Agustus 1998 (saat puncak gerhana) oleh Tim Gerhana Matahari Dep. Gerhana Gerhana Gerhana Gerhana matahari matahari matahari matahari total cincin cincin-total (gerhana matahari hibrid) sebagian 1. Hanya perpanjangan umbra saja (yang disebut antumbra atau anti umbra) yang mencapai permukaan Bumi. 4.537 hari). . juga mengembalikan Bulan pada jarak yang (kurang lebih) sama dari Bumi. titik node akan bergeser 0.321 hari) itu kurang lebih sama dengan 242 bulan drakonis (6585. ukuran piringan bulan sama besar atau lebih besar dari piringan matahari. Karenanya. seri saros yang bersangkutan akan mati. dan beranggotakan sejumlah tertentu gerhana.5º ke arah timur. ujung umbra tidak mencapai permukaan Bumi. 3. Astronomi dan Obs. Gerhana Matahari Total Pada gerhana matahari total. Bosscha ITB. Karena itu. Sebuah seri saros tidak akan bertahan selamanya. III. gerhana matahari dapat dibedakan menjadi: 1. Gerhana Matahari 1. Macam-macam Gerhana Matahari Berdasarkan penampakannya saat puncak gerhana. Pada gerhana matahari cincin. 223 bulan sinodis itu juga kurang lebih sama dengan 239 bulan anomalistis (6585. tetapi ukurannya lebih kecil dari piringan matahari. gerhana-gerhana yang dipisahkan oleh periode saros dikelompokkan menjadi sebuah seri saros. gerhana yang dipisahkan oleh periode saros akan memiliki karakteristik yang mirip. Dan setiap 3 siklus saros (54 tahun 31 hari. lintasan gerhana yang dipisahkan oleh satu periode saros akan bergeser 120º ke arah barat. dan seri saros baru akan lahir. jarak titik node sudah sedemikian jauh dari Matahari/Bulan sehingga tidak memungkinkan lagi terjadinya gerhana. Akibat panjang periode saros yang panjang harinya memiliki pecahan (kira-kira 1/3). Artinya pada selang satu periode saros. Saat gerhana matahari total ini.

dan antara kontak III dan kontak IV • fase gerhana total atau fase gerhana cincin (tergantung gerhana matahari total atau cincin): selang antara kontak II dan kontak III Fase gerhana matahari mana saja yang diamati saat terjadinya sebuah gerhana matahari. Kontak IV Kontak IV adalah saat piringan matahari dan piringan bulan bersinggungan ketika piringan bulan meninggalkan piringan matahari.total adalah gerhana matahari yang jarang terjadi. sementara bagian tengahnya gelap tertutup piringan bulan. atau saat seluruh piringan bulan seluruhnya berada 'di dalam' piringan matahari (untuk peristiwa gerhana matahari cincin). saat puncak gerhana terjadi. dan menandai berakhirnya peristiwa gerhana secara keseluruhan. bergantung pada jenis gerhana matahari dan darimana kita mengamati. Gerhana sentral adalah gerhana yang terjadi dengan garis penghubung Matahari-Bulan berpotongan dengan permukaan Bumi. di sebagian tempat di muka Bumi. Interval antara Kontak I dan Kontak IV adalah panjangnya peristiwa gerhana matahari. tidak seluruh piringan bulan menutupi piringan matahari dan tidak seluruh piringan bulan berada di depan piringan matahari. Bagian pinggiran piringan matahari yang tidak tertutupi piringan bulan tersebut. Berdasarkan waktu-waktu kontak ini. Sedangkan gerhana matahari sebagian. yang teramati adalah gerhana matahari cincin. atau fase cincin (untuk gerhana matahari cincin) Puncak gerhana Puncak gerhana adalah saat jarak antara pusat piringan Bulan dan pusat piringan Matahari mencapai minimum. Kontak II ini menandai dimulainya fase total (untuk gerhana matahari total). Gerhana Matahari Cincin-Total (Gerhana Matahari Hibrid) Gerhana matahari cincin . peristiwa gerhana matahari melalui fase-fase: • fase gerhana sebagian: selang antara kontak I dan kontak II. puncak kerucut umbra Bulan berada (hampir) tepat di permukaan Bumi. Hal ini bisa terjadi karena pada saat puncak gerhana. Sedangkan pada lokasi di timur dan barat lokasi tadi. sehingga untuk fase total pada lokasi ini yang teramati adalah gerhana matahari cincin. Karena itu gerhana ini dinamakan gerhana matahari cincin. Waktu-waktu Kontak dan Fase-fase Gerhana Matahari Momen terjadinya gerhana matahari berdasarkan urutan terjadinya: Kontak I Kontak I adalah saat piringan bulan dan piringan matahari mulai bersinggungan. Gerhana matahari total. sedangkan di tempat lain gerhana matahari total. Jika garis hubung tersebut tidak memotong permukaan Bumi. 4. Kontak III ini adalah saat piringan matahari mulai keluar dari belakang piringan bulan (untuk peristiwa gerhana matahari total). gerhana matahari cincin. dan gerhana cincin-total termasuk gerhana sentral. Pada gerhana matahari jenis ini. Dikenal juga istilah gerhana sentral dan gerhana non-sentral. tetapi perpanjangan umbra (antumbra). dan pada lokasi ini akan teramati gerhana matahari total. Kontak II Kontak II adalah saat pertama seluruh piringan matahari tertutup oleh piringan bulan (untuk peristiwa gerhana matahari total). gerhana tersebut dinamakan gerhana nonsentral. fase Kontak II dan Kontak III ini tidak kita amati. bayangan gelap yang jatuh di permukaan Bumi bukanlah umbra. Gerhana Matahari Sebagian Pada gerhana matahari sebagian. Interval antara Kontak II dan kontak III adalah panjangnya fase gerhana total. Kontak I ini menandai dimulainya peristiwa gerhana. masih bercahaya. 2. Pada gerhana matahari sebagian.akibatnya tidak seluruh piringan matahari tertutupi. Secara prinsip: . Kontak IV ini adalah kebalikan dari Kontak I. Kontak III Kontak III adalah kebalikan Kontak II. atau saat piringan bulan mulai meninggalkan piringan matahari (untuk peristiwa gerhana matahari cincin). 3. ada yang sentral ada yang tidak.

Namun dalam pengamatannya. yaitu: gerhana bulan total. terjadi gerhana matahari sebagian di kutub selatan Gerhana berikutnya terjadi dengan umbra berada 300 km lebih dekat Setelah sekitar 10-11 gerhana matahari (dalam rentang sekitar 200 tahun). 1. dan karenanya akan mengamati fase gerhana yang berbeda pula. terjadi gerhana sentral yang bergeser dari selatan menuju ke utara dengan pergeseran ~ 300 km Pada sekitar pertengahan periode ~950 tahun pada poin di atas. kita mengenal empat macam gerhana. Macam-macam Gerhana Bulan Gambar 4. dengan ~50 diantaranya adalah gerhana sentral Jika sebuah seri saros gerhana matahari dimulai saat Bulan berada di sekitar titik tanjak naik. Karena itu. gerhana bulan sebagian. Setiap seri saros ini beranggotakan 70-80 buah gerhana. Perbedaan jenis-jenis gerhana bulan tersebut terletak pada bayangan Bumi mana yang jatuh ke permukaan Bulan saat fase maksimum gerhana terjadi. Gerhana Bulan Pada peristiwa gerhana bulan. maka akan terjadi gerhana matahari sentral yang pertama di kutub selatan Sampai sekitar 950 tahun berikutnya. Gerhana Bulan Total . gerhana bulan dapat dibedakan menjadi: 1. memakan waktu kurang lebih 13 abad. Saat itu. perlu perencanaan dan pemilihan lokasi pengamatan. untuk melakukan pengamatan gerhana matahari. dan gerhana bulan sebagian penumbral. maka akan terjadi hal yang sama dengan arah yang berlawanan. gerhana bulan penumbral total.• • • pada gerhana matahari total: terjadi fase gerhana sebagian dan fase gerhana total pada gerhana matahari cincin: terjadi fase gerhana sebagian dan fase gerhana cincin pada gerhana matahari sebagian: hanya terjadi fase gerhana sebagian. Seri Saros Gerhana Matahari Seri saros gerhana matahari dapat disarikan sbb: Jika sebuah seri saros dimulai saat Bulan berada ~ 18° dari titik tanjak turun. 3. akan terjadi gerhana matahari terpanjang yang terjadi di equator Satu seri saros dari mulai lahir sampai matinya. Ini tergantung pada posisi pengamat relatif terhadap jalur yang dilalui umbra/penumbra Bulan.1 Macam-macam gerhana bulan Berdasarkan keadaan saat fase puncak gerhana. IV. pengamat di daerah yang berbeda akan mengamati waktu kontak yang berbeda. maka: • • • • • • Umbra akan melewati 3500 km dari pusat Bumi.

Saat P2 terjadi. Pada kasus seperti ini. dan menandai berakhirnya peristiwa gerhana bulan secara keseluruhan. U4 adalah kontak IV umbra.2. yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan umbra Bumi. yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. P4 P4 adalah kontak IV penumbra. Gerhana Bulan Sebagian Jika hanya sebagian Bulan saja yang masuk ke daerah umbra Bumi. jika hanya sebagian saja dari Bulan yang memasuki penumbra. 2.Jika saat fase gerhana maksimum gerhana. 4. U2 ini menandai dimulainya fase total dari gerhana bulan. Tetapi tidak ada bagian Bulan yang masuk ke umbra atau tidak tertutupi oleh penumbra. U2 adalah kontak II umbra. seluruh piringan Bulan berada di dalam piringan penumbra Bumi. P4 adalah kebalikan dari P1. P3 adalah kebalikan dari P2. gerhana bulannya kita namakan gerhana bulan penumbral total. Gerhana Bulan Penumbral Total Pada gerhana bulan jenis ke. Gerhana Bulan Penumbral Sebagian Dan gerhana bulan jenis terakhir ini. maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan sebagian. U3 U3 adalah kontak III umbra. seluruh Bulan masuk ke dalam penumbra pada saat fase maksimumnya. maka gerhana bulan tersebut dinamakan gerhana bulan penumbral sebagian. U3 ini menandai berakhirnya fase total dari gerhana bulan. yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan umbra Bumi. yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. dan sebagian lagi berada dalam bayangan tambahan / penumbra Bumi pada saat fase maksimumnya. Berdasarkan waktu-waktu kontak ini. Gerhana bulan total ini maksimum durasinya bisa mencapai lebih dari 1 jam 47 menit. Karena pada gerhana bulan jenis ini. peristiwa gerhana bulan melalui fase-fase: U4 P3 • • • fase gerhana penumbral: selang antara P1-U1. dan antara U4-P4 fase gerhana umbral: selang antara U1-U4 fase total: selang antara U2-U3 Gambar 4. Kontak-kontak penumbra dan umbra [Klik gambar untuk melihat versi besar] . U1 U2 Puncak Gerhana Puncak gerhana adalah saat jarak pusat piringan Bulan dengan pusat umbra/penumbra mencapai minimum. yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan umbra Bumi. P3 adalah kontak III penumbra. P2 P2 adalah kontak II penumbra. keseluruhan Bulan masuk ke dalam bayangan inti / umbra Bumi. maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan total. ketika piringan Bulan tepat mulai akan meninggalkan umbra Bumi. penampakan gerhana hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan saat bulan purnama biasa.3 ini. yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. 3. U1 adalah kontak I umbra. Waktu-waktu Kontak dan Fase-fase Gerhana Bulan Momen terjadinya gerhana Bulan diurut berdasarkan urutan terjadinya: P1 P1 adalah kontak I penumbra. Gerhana bulan penumbral biasanya tidak terlalu menarik bagi pengamat. 2. yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan umbra Bumi. P1 menandai dimulainya gerhana bulan secara keseluruhan.

pada gerhana bulan.80 gerhana bulan. melakukan klasifikasi gerhana bulan total berdasarkan penampakan dan kecerlangan gerhana. Bagian pinggiran umbra terlihat relatif lebih terang. karena itu fase gerhana umbral tidak akan diamati.20 anggota berikutnya adalah gerhana bulan sebagian 12 . 4. Saat itu Bulan berada di utara ekliptika. hanya P1 dan P4 saja yang akan terjadi. waktu-waktu kontak dan saat terjadinya suatu fase gerhana. Bulan berwarna merah bata. Bulan terlihat sangat gelap.5° di sebelah timur titik node. Untuk gerhana penumbral total. maka U1. Jika titik node itu adalah titik node turun. karena tidak keseluruhan Bulan masuk dalam umbra Bumi. tidak dipengaruhi oleh lokasi pengamat. L=2 Gerhana bulan total diberi skala L = 2 jika saat fase gerhana totalnya. Bulan berwarna merah tua atau merah seperti karat besi. Skala Danjon André Danjon (1890-1967). Sedangkan pada gerhana penumbral sebagian. Untuk gerhana bulan sebagian. Misalnya saat gerhana bulan total. dengan anggota 70 . keabuabuan. U3. sehingga fase total tidak akan diamati. Bagian pinggiran umbra terlihat berwarna terang kekuning-kuningan.Tidak keseluruhan kontak dan fase akan terjadi saat gerhana bulan. seorang astronom Perancis. dan 40 .55 diantaranya adalah gerhana umbral. L=3 Gerhana bulan total diberi skala L = 3 jika saat fase gerhana totalnya. hampir-hampir tidak terlihat terutama saat puncak gerhana. Berbeda dengan gerhana matahari. maka seri saros yang baru lahir itu adalah seri saros bernomor ganjil. Bulan terlihat gelap. U2. dan U4 tidak akan terjadi. maka U2 dan U3 tidak akan terjadi. Dalam skala Danjon ini. Jenis gerhana bulan menentukan kontak-kontak dan fase gerhana mana saja yang akan terjadi. L=1 Gerhana bulan total diberi skala L = 1 jika saat fase gerhana totalnya. Seri Saros Gerhana Bulan Seri saros gerhana bulan dapat disarikan sbb: • • • • • • Seri saros baru dimulai saat Bulan berada sekitar 16.20 anggota berikutnya adalah (kembali) gerhana bulan sebagian Sekitar 7 anggota terakhir dari seri saros adalah (kembali) gerhana bulan penumbral • Umur seri saros bertahan sampai 13 . 3.25 anggota berikutnya adalah gerhana bulan total 10 . karena Bulan tidak menyentuh umbra Bumi. Demikian juga sebaliknya • Anggota berikutnya dari seri saros tersebut terjadi dengan posisi Bulan telah bergeser ke barat Sekitar 7 anggota pertama dari seri saros adalah gerhana bulan penumbral 10 . atau berwarna coklat kotor. gerhana bulan dibagi menjadi 5 tingkatan (yang disimbolkan dengan huruf L) sbb: L=0 Gerhana bulan total diberi skala L = 0 jika saat fase gerhana totalnya. Semua pengamat yang berada di belahan Bumi yang mengalami gerhana akan mengamati waktu-waktu kontak (umbra dan penumbra) pada saat yang bersamaan.14 abad. . Detail permukaan Bulan hampir-hampir tidak terlihat. keseluruhan kontak dan fase akan dilalui.

anda akan diperkenalkan cara menghitung kapan terjadinya gerhana. Ini berarti semakin kecil panjang gelombang (semakin ke arah biru pada spektrum cahaya tampak/visual). Karena itu cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi dan dihamburkan ke umbra/penumbra. piringan Bulan hampir tidak kelihatan. Hitung harga k untuk tanggal tersebut.3). memiliki harga k berupa bilangan bulat terdekat yang lebih besar dari harga k untuk tanggal pedoman kita. Karena itu. 1. k harus bilangan bulat ditambah 0. Bulan berwarna jingga terang atau seperti warna tembaga. hamburan oleh partikel ini berpengaruh sama terhadap seluruh panjang gelombang visual. Jadi misalnya tanggalnya adalah 1 Juli 2000. piringan Bulan akan berwarna merah. Perhitungan di sini tidak dimaksudkan untuk kepentingan ilmiah (karena akurasinya tidak memadai untuk itu). dan saat fase gerhana total. Dalam tulisan bab ini. Karena panjang gelombang warna merah adalah yang paling panjang. kita bisa menghitung kapan terjadinya gerhana bulan atau gerhana matahari. k haruslah bilangan bulat (yang menunjukkan saat bulan baru). Calon gerhana sebelumnya . Tetapi tentu saja tidak dengan ketelitian tinggi. Ini terjadi karena molekul-molekul udara menghamburkan cahaya matahari yang melaluinya dengan hamburan yang sebanding dengan 1/λ4 (λ = panjang gelombang). (terutama) umbra menjadi lebih gelap. Sedangkan jika atmosfer (di bagian yang disebutkan di atas) banyak mengandung partikel debu (dari letusan gunung berapi misalnya). Untuk gerhana bulan. semakin efektif ia dihamburkan. maka ia yang paling sedikit dihamburkan. Gerhana Matahari Langkah-langkah menghitung kapan terjadinya gerhana matahari: a. dan tentukan harga k untuk tanggal calon gerhana. saat mencapai Bulan komponen yang dominan adalah warna merah.L=4 Gerhana bulan total diberi skala L = 4 jika saat fase gerhana totalnya. 'Tahun' yang digunakan dalam rumus di atas adalah tanggal yang dinyatakan dalam tahun. Gerhana yang kita cari akan berpandukan tanggal ini.5 Untuk gerhana matahari.5 (yang menunjukkan saat bulan purnama). maka 'tahun' di atas diisi dengan 2000. maka saat fase gerhana bulan total. tetapi bisa untuk kegunaan penelusuran historis atau untuk mengetahui kapan akan terjadi gerhana yang akan datang. Umbra Bumi terlihat sangat terang. V. Kalkulasi Gerhana Dengan alat bantu kalkulator saku. Jika pada atmosfer di atas daerah yang mengalami senja / fajar itu relatif bersih. k = (tahun-2000) * 12.3 Penampakan gerhana yang dilukiskan dalam skala Danjon ini menggambarkan keadaan atmosfer bagian atas dari daerah yang sedang mengalami senja / fajar saat gerhana terjadi (lihat Gambar 4. Gambar 4. Tentukan sebuah tanggal. Jadi calon gerhana berikutnya (setelah tanggal yang dipilih).3685 Rumus untuk mencari k di atas adalah rumus pendekatan.

000000058*T4 M' adalah anomali menengah Bulan F = + + + 160. dan perhitungan tidak perlu dilanjutkan.67050274*k 0.000000011*T4 F adalah argument latitud dari Bulan Ω = + + + 124. b.0001337*T2 .0020691*T2 0. . F. (Untuk menghitung julian day.81693528*k 0.0107438*T2 0.10535669*k 0.memiliki harga k berupa bilangan bulat terdekat yang lebih kecil dari harga k untuk tanggal pedoman kita.56375580*k 0.5534 29.5643 385.9°. maka dipastikan akan terjadi gerhana.7746 1. maka tidak akan terjadi gerhana.00000215*T3 Ω adalah longitud dari ascending node (titik tanjak naik) orbit Bulan Jika nilai mutlak dari selisih F dengan kelipatan 180 terdekat: • • lebih dari 21°.00000000073*T4 JDE adalah waktu terjadinya gerhana (yang ingin dicari) dinyatakan dalam julian day. M' = + + + + - 201. dimana waktunya dinyatakan dalam waktu efemeris (ET) atau waktu dinamik (DT). Hitung: JDE (Julian Day Ephemeris).00001239*T3 0.0000218*T2 0.09765 + 29. anda bisa menggunakan script yang tersedia.00000227*T3 0. dan Ω T = k/1236.0016341*T2 0.85 JDE = 2.451. kurang dari 13. M'.0.550. M.00000011*T3 M adalah anomali menengah Matahari.530588853*k + 0.) M = + + - 2.000000150*T3 + 0.7108 390.

Jika harga nilai absolut γ: • • • kurang dari +0. Jika harga F berada di sekitar 0° atau 360°.0000074*T2 F1 = F . Jika terjadi gerhana.0048*E*cos(M) 0.0392*sin(M') 0. Jika tidak maka gerhananya adalah cincin antara 0.2070*E*sin(M) 0.0116*sin(2*M') 0. dan u E = 1 .0047 maka: hitung ω = 0.77 + 0.0024*E*sin(2*M) 0.0047 maka gerhananya adalah gerhana cincin o jika u antara 0 dan 0. maka gerhana dapat diamati dari belahan Bumi selatan.5433+u) maka gerhananya tidak sentral lebih dari 1.009173*T2 P = + + + + + Q = + + + 0.002516*T . maka gerhana terjadi disekitar titik tanjak naik (ascending node) Bulan.5461 adalah radius penumbral Bulan pada bidang fundamental (fundamental plane). yaitu bidang yang melalui titik pusat Bumi dan tegak lurus dengan garis sumbu bayangan Bulan.9972 dan (1. Hitung: waktu puncak gerhana. γ .0118*sin(2*F1) 5.0.5433+u maka tidak terjadi gerhana d.0048*W) u = + + + 0. berarti disekitar titik tanjak turun (decending node) c. Q.0041*E*cos(M'-M) W = |cos(F1)| γ = (P*cos(F1) + Q*sin(F1))*(1-0. dan magnitud gerhana .3299*cos(M') 0. maka harus diuji lebih lanjut (lihat bagian akhir pada langkan di bawah).9°.0004*cos(2*M') 0.00464(1-γ 2)1/2 > 0.0073*E*sin(M'+M) 0.0060*E*cos(M'+M) 0.0020*E*cos(2*M) 0.9972 maka gerhananya adalah gerhana sentral o jika u<0 maka gerhananya adalah gerhana total o jika u>0.0067*E*sin(M'-M) 0. hitung: P.0005*cos(M+M') u+0.0046*E*cos(M) 0.0. Jika harga γ > 0. Jika u<ω. maka gerhana dapat diamati dari belahan Bumi utara.0. Sedangkan jika harga F berada di sekita 180°.0.• kurang dari 21° dan lebih dari 13.02665*sin(Ω) A1 = 299.0059 0.2207 0.107408*k .0182*cos(M') 0. maka gerhananya adalah gerhana cincintotal. jika γ < 0.

Jika gerhana total. dan tentukan harga k untuk tanggal calon gerhana. Gerhana Bulan Langkah-langkah menghitung kapan terjadinya gerhana bulan: a.0023* sin(M'-2*F1) 0.0004* sin(3*M') 0. 2. Magnitud gerhana dihitung dengan rumus: Magnitud_gerhana = (1. magnitud gerhana akan lebih besar atau sama dengan 1.0050*E*sin(M'+M) 0.Untuk menghitung kapan waktu puncak gerhana.5461 + 2*u) Magnitud gerhana adalah fraksi diameter Matahari yang tertutup pada saat maksimum gerhana.5433 + u .0003*E*sin(M+2*F1) 0.4075* sin(M') 0. lihat pada bagian Gerhana Matahari di atas. Gerhana yang kita cari akan berpandukan tanggal ini.0021*E*sin(2*M) 0. adalah dalam TDT (Terrestrial Dynamical Time). Untuk menyatakan dalam UT: UT = TD . Tentukan sebuah tanggal. Untuk kasus gerhana matahari sebagian. Hitung harga k untuk tanggal tersebut.0097* sin(2*F1) 0.∆T Data ∆T diperoleh dari pengamatan.|γ|) / (0.1721*E*sin(M) 0. Untuk gerhana bulan.5 terdekat yang lebih besar dari harga k untuk tanggal pedoman kita.0002*E*sin(M-2*F1) 0.5 terdekat yang lebih kecil dari harga k untuk tanggal pedoman kita.0002* sin(Omega) maka waktu puncak gerhana adalah: Puncak_gerhana = JDE + Koreksi_JDE Waktu puncak gerhana yang diperoleh di atas.3685 Tentang k ini. Calon gerhana sebelumnya memiliki harga k berupa bilangan_bulat_ditambah_0.0161* sin(2*M') 0. dilakukan dengan mengekstrapolasi data-data yang ada. k = (tahun-2000) * 12.0006*E*sin(2*M'+M) 0. Jadi calon gerhana berikutnya (setelah tanggal yang dipilih).0 maka gerhana tersebut adalah gerhana sebagian atau gerhana cincin. memiliki harga k berupa bilangan_bulat_ditambah_0.0.5 (yang menunjukkan saat bulan purnama).0003* sin(A1) 0. hitung koreksi terhadap JDE sbb: Koreksi_JDE = + + + + + + + - 0.0012* sin(M'+2*F1) 0. Untuk memperoleh harga ∆T buat prediksi gerhana yang akan datang.0073*E*sin(M'-M) 0. magnitud gerhana yang dihitung dengan rumus di atas adalah magnitud gerhana yang diamati dari lokasi yang paling dekat dengan sumbu bayangan bulan.0002*E*sin(2*M'-M) 0. . k adalah bilangan bulat ditambah 0. Jika magnitud gerhana kurang dari 1.

0107438*T2 0.0.0000218*T2 0.5534 29.1.7746 . kurang dari 13.451.0116*sin(2*M') 0.56375580*k + 0.10535669*k 0.67050274*k 0.0020*E*cos(2*M) .0016341*T2 0.0067*E*sin(M'-M) 0.85 JDE = 2.0.0392*sin(M') 0. c.530588853*k + 0.000000150*T3 + 0.0048*E*cos(M) + 0.0.7108 390.b.0001337*T2 .0024*E*sin(2*M) 0.2207 .2070*E*sin(M) 0.81693528*k 0.9°. maka harus diuji lebih lanjut. M'.00000227*T3 0.000000011*T4 Ω = + 124. Q.00000215*T3 Jika nilai mutlak dari selisih F dengan kelipatan 180 terdekat: • • • lebih dari 21°.0000074*T2 F1 = F .009173*T2 P = + + + + + 0. F. Jika terjadi gerhana. γ .0.0.0.00001239*T3 0. maka dipastikan akan terjadi gerhana.107408*k .00000011*T3 201.5643 385.0020691*T2 +0. dan u (sama seperti untuk gerhana matahari) E = 1 .550.9°.02665*sin(Ω) A1 = 299.000000058*T4 M' = + + + + F = + + + 160. kurang dari 21° dan lebih dari 13.77 + 0. hitung: P.0118*sin(2*F1) Q = + 5.00000000073*T4 M = + + 2.002516*T . maka tidak akan terjadi gerhana. M. dan Ω (sama seperti untuk gerhana matahari) T = k/1236. Hitung: JDE (Julian Day Ephemeris). dan perhitungan tidak perlu dilanjutkan.0073*E*sin(M'+M) 0.09765 + 29.

0060*E*cos(M'+M) + 0.0047 maka: hitung ω = 0. dan magnitud gerhana Untuk menghitung kapan waktu puncak gerhana.00464(1-γ 2)1/2 > 0.9972 dan (1. Hitung: waktu puncak gerhana. Jika tidak maka gerhananya adalah cincin antara 0..0002*E*sin(2*M'-M) 0. hitung koreksi terhadap JDE sbb: Koreksi_JDE = + + + + + + + - 0.0047 maka gerhananya adalah gerhana cincin o jika u antara 0 dan 0.0182*cos(M') 0.0161* sin(2*M') 0.0012* sin(M'+2*F1) 0.0003* sin(A1) 0.0073*E*sin(M'-M) 0.0.0002* sin(Omega) maka waktu puncak gerhana adalah: Puncak_gerhana = JDE + Koreksi_JDE Sama seperti dalam perhitungan gerhana matahari di atas.0004*cos(2*M') 0.5433+u maka tidak terjadi gerhana d.0005*cos(M+M') Jika harga nilai absolut γ: • • • kurang dari +0.0059 0.0041*E*cos(M'-M) W = |cos(F1)| γ = (P*cos(F1) + Q*sin(F1))*(1-0.0002*E*sin(M-2*F1) 0.1727*E*sin(M) 0.0048*W) u = + + + 0.5433+u) maka gerhananya tidak sentral lebih dari 1.0003*E*sin(M+2*F1) 0.0006*E*sin(2*M'+M) 0.0097* sin(2*F1) 0.0021*E*sin(2*M) 0.∆T . waktu puncak gerhana yang diperoleh adalah dalam TDT (Terrestrial Dynamical Time).0046*E*cos(M) 0. Untuk menyatakan dalam UT: UT = TD . maka gerhananya adalah gerhana cincintotal.0023* sin(M'-2*F1) 0.0.0050*E*sin(M'+M) 0.0004* sin(3*M') 0.9972 maka gerhananya adalah gerhana sentral o jika u<0 maka gerhananya adalah gerhana total o jika u>0.3299*cos(M') .4065* sin(M') 0. Jika u<ω.

u .37. dengan hasil perhitungan sbb: • • k = 18 JDE = 2452081. dan 17.u n = 0. berarti tidak terjadi gerhana ybs.0128 .1721.5358 + 0.5 Semi_durasi_fase_parsial_di_penumbra = 60/n * (|H2 . Perbedaannya terletak pada koefisien pertama dan kedua.4075 dan +0. 15. Untuk k = 13.5 Semi_durasi_fase_total = 60/n * (|T2 .γ 2|)0. Maka: • • • • • • Kontak 1 penumbra (P1) = Puncak_gerhana . Magnitud gerhana dihitung dengan rumus: • Untuk gerhana penumbral: Magnitud_gerhana = (1. 14. Tentukan kapan gerhana matahari pertama pada milenium ke-3! Milenium ke-3 dimulai tanggal 1 Januari 2001.0128 . Ini adalah tanggal panduan kita.1727.Semi_durasi_fase_total Ini adalah saat dimulainya fase gerhana total Kontak 3 umbra (U3) = Puncak_gerhana + Semi_durasi_fase_total Ini adalah saat berakhirnya fase gerhana total Kontak 4 umbra (U4) = Puncak_gerhana + Semi_durasi_fase_parsial Kontak 4 penumbra (P4) = Puncak_gerhana + Semi_durasi_fase_parsial_di_penumbra 3.5573 + u Semi_durasi_fase_parsial = 60/n * (|P2 .4065 dan 0.γ 2|)0.5573 + u .5 Semi durasi yang dihitung di atas adalah dalam satuan menit. terjadi gerhana matahari.|γ|) / (0.5450) Bila harga magnitud (umbral atau penumbral) kurang dari 0 (dengan kata lain: negatif).Semi_durasi_fase_parsial Kontak 2 umbra (U2) = Puncak_gerhana . Maka gerhana matahari berikutnya adalah gerhana matahari yang terjadi pada tanggal yang berasosiasi dengan harga k > 12 dan berupa bilangan bulat. tidak terjadi gerhana Untuk k = 18.5450) • Untuk gerhana umbral Magnitud_gerhana = (1. Harga k untuk tanggal 1 Januari 2001 ini adalah: k = 12. Contoh Kalkulasi 1.γ 2|)0.|γ|) / (0.0400 cos (M') H = 1. Untuk gerhana matahari: -0.u T = 0. 16. hitung: waktu-waktu kontak dengan umbra dan penumbra P = 1.Semi_durasi_fase_parsial_di_penumbra Kontak 1 umbra (U1) = Puncak_gerhana .Rumus koreksi JDE untuk gerhana bulan di atas sedikit berbeda dengan untuk gerhana matahari (Subbab 1).6482 . sedangkan untuk gerhana bulan: -0. e.4678 .

1149 u = 0. Tentukan kapan gerhana bulan terakhir abad ke-19! Akhir abad ke-19 adalah 31 Desember 1900.7534 nilai mutlak selisih F dengan kelipatan 180 yang terdekat = 7.0081.1594 F = 194.8139 Magnitud Umbral = -0.9388 M' = 62. Harga k untuk tanggal ini: -1224. dipastikan ada gerhana γ = -0. Sebagai iterasi pertama.5 JDE = 2415360. ambil k = -1225.0081 F1 = 194.5. Data gerhana matahari dari website gerhana Fred Espenak (NASA) memberikan: • • Puncak gerhana: 6 Desember 1900 10:26 UT. Ini adalah tanggal panduan kita.0093 tipe gerhana: gerhana total (sentral) Puncak gerhana: 21 Juni 2001 jam 12:05:22 TD Magnitud = 1.2691 Ω = 96.5238. kemungkinan ada gerhana γ = -1.4498 M' = 306. Dengan kata lain. Karena magnitud umbral berharga negatif. Kalkulasi memberikan: • • • • • • • • • • • • • k = -1225. Tanggal gerhana terakhir yang terjadi pada abad ke-19 akan memiliki harga k (bilangan bulat ditambah 0.7798 F1 = 352. gerhana bulannya adalah gerhana penumbral.2202.1892.6270 F = 352.9207 Ω = 241.• • • • • • • • • • • M = 166.5) kurang dari harga k = -1224. Magnitud Penumbral = 0.0314 nilai mutlak selisih F dengan kelipatan 180 yang terdekat = 14. maka gerhana bulannya tidak gerhana umbral.5698 u = -0.3611 M = 333.180 .0011 tipe gerhana: gerhana penumbral Puncak gerhana: 6 Desember 1900 jam 10:26:24 TD Magnitud Penumbral = 0.8276 Data gerhana matahari dari website gerhana Fred Espenak (NASA) memberikan puncak gerhana: 21 Juni 2001 jam 12:04 UT 2.844 Magnitud Umbral = -0.5238.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful