II.

Frekuensi dan Periodisitas Gerhana
1. Musim Gerhana
Gerhana terjadi saat Bulan berada kira-kira segaris dengan Bumi dan Matahari, dan saat itu Bulan berada di salah satu titik simpulnya. Dengan kata lain, gerhana bisa terjadi jika garis nodal searah dengan arah garis hubung Bumi-Matahari (lihat Gambar 2.1). Bumi bergerak dengan arah A-B-C-D. Jika Bumi berada pada posisi A dan C, maka saat bulan baru dan bulan purnama, akan terjadi gerhana. Sedangkan saat Bumi berada di posisi B dan D, tidak akan terjadi gerhana saat fase bulan baru atau purnama.
Gambar 2.1 Musim gerhana [Klik gambar untuk versi lebih besar]

Saat posisi B dan D pada Gambar 2.1, bayangan bulan tidak mencapai Bumi saat fase bulan baru. Sedangkan saat bulan purnama, bayangan Bumipun tidak mengenai Bulan (lihat Gambar 2.1). Saat-saat konfigurasi Bumi-Matahari-garis nodal seperti pada A dan C pada Gambar 2.1, maka pada waktu fase bulan baru pasti akan terjadi gerhana matahari, dan saat fase bulan purnama akan terjadi gerhana bulan. Saat-saat seperti itu dinamakan musim gerhana, dan pada saat musim gerhana, dikatakan Bumi berada dalam zona gerhana. Dalam satu tahun, terjadi dua musim gerhana, yaitu saat konfigurasi A dan saat konfigurasi C tercapai. Namun musim gerhana tidak tepat terpisah 6 bulan, karena garis nodal sendiri bergeser dengan laju 19º pertahun ke arah barat (lihat Gambar 2.2). Akibatnya musim gerhana terjadi dalam interval yang lebih pendek, yaitu 173,3 hari.
Gambar 2.2 Gerak garis nodal Bulan

Interval waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari dari konfigurasi Bumi-Matahari segaris dengan garis nodal seperti posisi A (Gambar 2.3) kembali ke konfigurasi semula (posisi B

kembali ke bulan baru.5 hari. dinamakan tahun gerhana. Hal yang sama terjadi juga untuk Bulan. Periode saros (18 tahun 10 hari lebih 1/3 hari) adalah 223 kali bulan sinodis. Bumi bergerak mengitari Matahari dengan kecepatan ~1º perhari. Selama Matahari berada dalam interval tersebut. ketika Matahari berada dalam selang tersebut. Minimal dalam satu tahun. Karena Matahari di langit bergerak dengan kecepatan ~1º perhari. dipastikan akan terjadi gerhana matahari. maka satu tahun gerhana tidak sama dengan satu tahun sideris. minimal terjadi satu kali fase bulan baru. pengulangan gerhana telah diamati oleh bangsa Chaldean. Sedangkan fase bulan baru terjadi tiap 29. maka mungkin saja selama Bumi berada di zona gerhana tersebut. dalam musim gerhana. 2. Gerhana matahari terjadi jika Matahari berada dalam selang 37º yang berpusat di titik node.3 Tahun gerhana (Klik gambar untuk versi lebih besar) Bulan dan Matahari terlihat sebagai piringan di langit. gerhana matahari bisa terjadi jika Matahari (dilihat dari Bumi) berada sekitar 18. dan maksimal 5 kali gerhana matahari. Bahkan semenjak abad ke-9. dibutuhkan kira-kira 37 hari untuk melintasi daerah tersebut. dan dikelompokkan ke dalam satu keluarga yang dinamakan seri saros. diketahui bahwa gerhana yang mirip akan terulang tiap kira-kira 18 tahun 10 hari.3). Dengan kata lain. Dengan kata lain. posisi posisi Bumi-Bulan-Matahari tidak mesti tepat segaris. Dari pengamatan mereka. Karena itu. Karena itu. bisa terjadi 3 gerhana bulan. Seri Saros berkaitan dengan panjang interval-interval sebagai berikut: Bulan Sinodis (Synodic Month): interval waktu dari fase bulan baru Panjang bulan sinodis: 29. saat purnama akan terjadi gerhana bulan.53059 hari = 29h 12j 44m. setiap musim gerhana. saat gerhana terjadi. baik di sebelah timur ataupun barat. Seri Saros Semenjak zaman Babilonia.pada Gambar 2. Karena waktu yang dibutuhkan lebih pendek dari selang bulan baru ke bulan baru. bisa terjadi 2 kali gerhana matahari. Gerhana-gerhana yang dipisahkan oleh satu periode saros memiliki karakteristik yang sangat mirip.21222 hari = 27h 05j 06m. catatan observasi gerhana telah rutin dilakukan.5º dari titik node.3). Dalam satu tahun. bisa juga tidak terjadi gerhana bulan sama sekali. Kenapa gerhana yang dipisahkan oleh 223 bulan sinodis memiliki karakteristik yang sama? Gerhana yang . tidak terjadi bulan baru. pada fase bulan mati akan terjadi gerhana matahari. Bulan Drakonis (Draconic Month): interval waktu yang dibutuhkan Bulan untuk bergerak dari satu node kembali ke node tersebut. Panjang bulan drakonis: 27. mungkin saja tidak terjadi gerhana bulan. Gambar 2. Dilihat dari Bumi. Tahun sideris ini adalah selang waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari (dari A kembali ke A pada Gambar 2. Satu tahun gerhana terdiri dari 2 musim gerhana. baik di sebelah timur ataupun barat.55455 hari = 27h 13j 19m. Karena gerak garis nodal tadi. tetapi lebih pendek. Panjang bulan anomalistis: 27.5º dari titik node. Maka selama Bulan berada dalam interval itu. Periode ini dikenal dengan istilah: saros. Gerhana bulan bisa terjadi jika bulan berada 16. Bulan Anomalistis (Anomalistic Month): interval waktu yang dibutuhkan Bulan untuk bergerak dari perigee kembali ke perigee. dan membutuhkan waktu 22 hari untuk melintasi daerah yang memungkinkan terjadinya gerhana.

Seri saros lahir dan mati.537 hari). dan seri saros baru akan lahir. Akibat panjang periode saros yang panjang harinya memiliki pecahan (kira-kira 1/3). Ini membuat selang satu periode saros selain mengembalikan Bulan pada fase yang sama pada titik node yang sama. 2. Seri saros ini tidak bertahan selamanya karena satu periode saros itu lebih pendek 1/2 hari dari 19 tahun gerhana. ujung umbra tidak mencapai permukaan Bumi. maka saat gerhana berikutnya yang terpisahkan oleh satu periode saros terjadi. Saat itu terjadi. Gerhana Gerhana Gerhana Gerhana matahari matahari matahari matahari total cincin cincin-total (gerhana matahari hibrid) sebagian 1. setelah lewat sejumlah periode saros tertentu. . III. bumi telah berputar kirakira 1/3 hari. Akibatnya. jarak titik node sudah sedemikian jauh dari Matahari/Bulan sehingga tidak memungkinkan lagi terjadinya gerhana. Artinya pada selang satu periode saros. Macam-macam Gerhana Matahari Berdasarkan penampakannya saat puncak gerhana. setelah satu periode saros. titik node akan bergeser 0.357 hari). Karena itu.321 hari) itu kurang lebih sama dengan 242 bulan drakonis (6585. gerhana-gerhana yang dipisahkan oleh periode saros dikelompokkan menjadi sebuah seri saros. 3. Dan setiap 3 siklus saros (54 tahun 31 hari. Pada gerhana matahari cincin. gerhana matahari dapat dibedakan menjadi: 1. seri saros yang bersangkutan akan mati. Bulan kembali pada fase yang sama pada titik node yang sama juga. Karenanya. gerhana yang dipisahkan oleh periode saros akan memiliki karakteristik yang mirip. atau 19756 hari).dipisahkan oleh 223 bulan sinodis memiliki karakteristik yang sama karena 223 bulan sinodis (6585. Sementara itu. Meski seluruh piringan bulan berada di depan piringan matahari. ukuran piringan bulan sama besar atau lebih besar dari piringan matahari. 4. Astronomi dan Obs. 2. Bosscha ITB. tetapi ukurannya lebih kecil dari piringan matahari. Hanya perpanjangan umbra saja (yang disebut antumbra atau anti umbra) yang mencapai permukaan Bumi. Gerhana Matahari Total Pada gerhana matahari total. dan beranggotakan sejumlah tertentu gerhana. Karenanya. Gerhana Matahari 1. gerhana bisa diamati pada wilayah geografi yang sama. juga mengembalikan Bulan pada jarak yang (kurang lebih) sama dari Bumi. Seperti yang disebutkan di atas. Sebuah seri saros tidak akan bertahan selamanya. Gerhana Matahari Cincin Foto gerhana matahari cincin 28 Agustus 1998 (saat puncak gerhana) oleh Tim Gerhana Matahari Dep.5º ke arah timur. seluruh piringan matahari tertutup oleh piringan bulan. Saat gerhana matahari total ini. lintasan gerhana yang dipisahkan oleh satu periode saros akan bergeser 120º ke arah barat. 223 bulan sinodis itu juga kurang lebih sama dengan 239 bulan anomalistis (6585.

4. atau saat piringan bulan mulai meninggalkan piringan matahari (untuk peristiwa gerhana matahari cincin). Kontak II Kontak II adalah saat pertama seluruh piringan matahari tertutup oleh piringan bulan (untuk peristiwa gerhana matahari total). Kontak III Kontak III adalah kebalikan Kontak II. gerhana matahari cincin. masih bercahaya. Kontak I ini menandai dimulainya peristiwa gerhana. Gerhana Matahari Sebagian Pada gerhana matahari sebagian. Kontak IV ini adalah kebalikan dari Kontak I. Sedangkan pada lokasi di timur dan barat lokasi tadi. Kontak IV Kontak IV adalah saat piringan matahari dan piringan bulan bersinggungan ketika piringan bulan meninggalkan piringan matahari. gerhana tersebut dinamakan gerhana nonsentral. bayangan gelap yang jatuh di permukaan Bumi bukanlah umbra. yang teramati adalah gerhana matahari cincin. saat puncak gerhana terjadi. sedangkan di tempat lain gerhana matahari total. dan menandai berakhirnya peristiwa gerhana secara keseluruhan. Gerhana sentral adalah gerhana yang terjadi dengan garis penghubung Matahari-Bulan berpotongan dengan permukaan Bumi. Gerhana Matahari Cincin-Total (Gerhana Matahari Hibrid) Gerhana matahari cincin .akibatnya tidak seluruh piringan matahari tertutupi. dan pada lokasi ini akan teramati gerhana matahari total. Interval antara Kontak I dan Kontak IV adalah panjangnya peristiwa gerhana matahari. di sebagian tempat di muka Bumi. Karena itu gerhana ini dinamakan gerhana matahari cincin. Sedangkan gerhana matahari sebagian. Kontak III ini adalah saat piringan matahari mulai keluar dari belakang piringan bulan (untuk peristiwa gerhana matahari total). Gerhana matahari total. Pada gerhana matahari jenis ini. dan antara kontak III dan kontak IV • fase gerhana total atau fase gerhana cincin (tergantung gerhana matahari total atau cincin): selang antara kontak II dan kontak III Fase gerhana matahari mana saja yang diamati saat terjadinya sebuah gerhana matahari. Dikenal juga istilah gerhana sentral dan gerhana non-sentral. sementara bagian tengahnya gelap tertutup piringan bulan. 2. tetapi perpanjangan umbra (antumbra). Kontak II ini menandai dimulainya fase total (untuk gerhana matahari total). Berdasarkan waktu-waktu kontak ini. dan gerhana cincin-total termasuk gerhana sentral. Pada gerhana matahari sebagian. Bagian pinggiran piringan matahari yang tidak tertutupi piringan bulan tersebut. sehingga untuk fase total pada lokasi ini yang teramati adalah gerhana matahari cincin. atau saat seluruh piringan bulan seluruhnya berada 'di dalam' piringan matahari (untuk peristiwa gerhana matahari cincin). Interval antara Kontak II dan kontak III adalah panjangnya fase gerhana total. bergantung pada jenis gerhana matahari dan darimana kita mengamati. 3. peristiwa gerhana matahari melalui fase-fase: • fase gerhana sebagian: selang antara kontak I dan kontak II. ada yang sentral ada yang tidak. Jika garis hubung tersebut tidak memotong permukaan Bumi. fase Kontak II dan Kontak III ini tidak kita amati.total adalah gerhana matahari yang jarang terjadi. Waktu-waktu Kontak dan Fase-fase Gerhana Matahari Momen terjadinya gerhana matahari berdasarkan urutan terjadinya: Kontak I Kontak I adalah saat piringan bulan dan piringan matahari mulai bersinggungan. atau fase cincin (untuk gerhana matahari cincin) Puncak gerhana Puncak gerhana adalah saat jarak antara pusat piringan Bulan dan pusat piringan Matahari mencapai minimum. tidak seluruh piringan bulan menutupi piringan matahari dan tidak seluruh piringan bulan berada di depan piringan matahari. puncak kerucut umbra Bulan berada (hampir) tepat di permukaan Bumi. Hal ini bisa terjadi karena pada saat puncak gerhana. Secara prinsip: .

Karena itu. 3. terjadi gerhana matahari sebagian di kutub selatan Gerhana berikutnya terjadi dengan umbra berada 300 km lebih dekat Setelah sekitar 10-11 gerhana matahari (dalam rentang sekitar 200 tahun). yaitu: gerhana bulan total. maka: • • • • • • Umbra akan melewati 3500 km dari pusat Bumi. untuk melakukan pengamatan gerhana matahari.1 Macam-macam gerhana bulan Berdasarkan keadaan saat fase puncak gerhana. terjadi gerhana sentral yang bergeser dari selatan menuju ke utara dengan pergeseran ~ 300 km Pada sekitar pertengahan periode ~950 tahun pada poin di atas. Gerhana Bulan Total . Macam-macam Gerhana Bulan Gambar 4. gerhana bulan penumbral total. memakan waktu kurang lebih 13 abad. Perbedaan jenis-jenis gerhana bulan tersebut terletak pada bayangan Bumi mana yang jatuh ke permukaan Bulan saat fase maksimum gerhana terjadi. Ini tergantung pada posisi pengamat relatif terhadap jalur yang dilalui umbra/penumbra Bulan. dan gerhana bulan sebagian penumbral.• • • pada gerhana matahari total: terjadi fase gerhana sebagian dan fase gerhana total pada gerhana matahari cincin: terjadi fase gerhana sebagian dan fase gerhana cincin pada gerhana matahari sebagian: hanya terjadi fase gerhana sebagian. Saat itu. akan terjadi gerhana matahari terpanjang yang terjadi di equator Satu seri saros dari mulai lahir sampai matinya. IV. dengan ~50 diantaranya adalah gerhana sentral Jika sebuah seri saros gerhana matahari dimulai saat Bulan berada di sekitar titik tanjak naik. Gerhana Bulan Pada peristiwa gerhana bulan. dan karenanya akan mengamati fase gerhana yang berbeda pula. gerhana bulan dapat dibedakan menjadi: 1. maka akan terjadi gerhana matahari sentral yang pertama di kutub selatan Sampai sekitar 950 tahun berikutnya. pengamat di daerah yang berbeda akan mengamati waktu kontak yang berbeda. maka akan terjadi hal yang sama dengan arah yang berlawanan. Namun dalam pengamatannya. Setiap seri saros ini beranggotakan 70-80 buah gerhana. gerhana bulan sebagian. perlu perencanaan dan pemilihan lokasi pengamatan. Seri Saros Gerhana Matahari Seri saros gerhana matahari dapat disarikan sbb: Jika sebuah seri saros dimulai saat Bulan berada ~ 18° dari titik tanjak turun. kita mengenal empat macam gerhana. 1.

P3 adalah kontak III penumbra. Gerhana Bulan Penumbral Total Pada gerhana bulan jenis ke. peristiwa gerhana bulan melalui fase-fase: U4 P3 • • • fase gerhana penumbral: selang antara P1-U1. U3 ini menandai berakhirnya fase total dari gerhana bulan. maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan sebagian. Berdasarkan waktu-waktu kontak ini. U1 U2 Puncak Gerhana Puncak gerhana adalah saat jarak pusat piringan Bulan dengan pusat umbra/penumbra mencapai minimum. U2 ini menandai dimulainya fase total dari gerhana bulan. U2 adalah kontak II umbra. yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan umbra Bumi. Pada kasus seperti ini.2. 2. Kontak-kontak penumbra dan umbra [Klik gambar untuk melihat versi besar] . Gerhana bulan penumbral biasanya tidak terlalu menarik bagi pengamat. Waktu-waktu Kontak dan Fase-fase Gerhana Bulan Momen terjadinya gerhana Bulan diurut berdasarkan urutan terjadinya: P1 P1 adalah kontak I penumbra. yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan umbra Bumi. seluruh piringan Bulan berada di dalam piringan penumbra Bumi. P3 adalah kebalikan dari P2. Gerhana bulan total ini maksimum durasinya bisa mencapai lebih dari 1 jam 47 menit.Jika saat fase gerhana maksimum gerhana. Karena pada gerhana bulan jenis ini. P2 P2 adalah kontak II penumbra. U4 adalah kontak IV umbra. gerhana bulannya kita namakan gerhana bulan penumbral total. keseluruhan Bulan masuk ke dalam bayangan inti / umbra Bumi. Gerhana Bulan Sebagian Jika hanya sebagian Bulan saja yang masuk ke daerah umbra Bumi. maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan total. yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. Saat P2 terjadi. seluruh Bulan masuk ke dalam penumbra pada saat fase maksimumnya. yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan umbra Bumi. yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. Gerhana Bulan Penumbral Sebagian Dan gerhana bulan jenis terakhir ini. dan menandai berakhirnya peristiwa gerhana bulan secara keseluruhan. P4 adalah kebalikan dari P1. penampakan gerhana hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan saat bulan purnama biasa. maka gerhana bulan tersebut dinamakan gerhana bulan penumbral sebagian. dan sebagian lagi berada dalam bayangan tambahan / penumbra Bumi pada saat fase maksimumnya. yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan umbra Bumi. yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. dan antara U4-P4 fase gerhana umbral: selang antara U1-U4 fase total: selang antara U2-U3 Gambar 4. U3 U3 adalah kontak III umbra. Tetapi tidak ada bagian Bulan yang masuk ke umbra atau tidak tertutupi oleh penumbra. U1 adalah kontak I umbra.3 ini. 2. P4 P4 adalah kontak IV penumbra. ketika piringan Bulan tepat mulai akan meninggalkan umbra Bumi. 3. jika hanya sebagian saja dari Bulan yang memasuki penumbra. P1 menandai dimulainya gerhana bulan secara keseluruhan. yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. 4.

20 anggota berikutnya adalah gerhana bulan sebagian 12 . Detail permukaan Bulan hampir-hampir tidak terlihat. Bulan terlihat gelap. Misalnya saat gerhana bulan total. hanya P1 dan P4 saja yang akan terjadi. Dalam skala Danjon ini. maka U1. . melakukan klasifikasi gerhana bulan total berdasarkan penampakan dan kecerlangan gerhana.Tidak keseluruhan kontak dan fase akan terjadi saat gerhana bulan. waktu-waktu kontak dan saat terjadinya suatu fase gerhana. maka seri saros yang baru lahir itu adalah seri saros bernomor ganjil. seorang astronom Perancis.55 diantaranya adalah gerhana umbral. Semua pengamat yang berada di belahan Bumi yang mengalami gerhana akan mengamati waktu-waktu kontak (umbra dan penumbra) pada saat yang bersamaan. L=1 Gerhana bulan total diberi skala L = 1 jika saat fase gerhana totalnya.25 anggota berikutnya adalah gerhana bulan total 10 . 3. karena itu fase gerhana umbral tidak akan diamati. dan 40 . Bulan berwarna merah tua atau merah seperti karat besi. U2. keabuabuan. maka U2 dan U3 tidak akan terjadi. L=2 Gerhana bulan total diberi skala L = 2 jika saat fase gerhana totalnya.20 anggota berikutnya adalah (kembali) gerhana bulan sebagian Sekitar 7 anggota terakhir dari seri saros adalah (kembali) gerhana bulan penumbral • Umur seri saros bertahan sampai 13 . L=3 Gerhana bulan total diberi skala L = 3 jika saat fase gerhana totalnya. dengan anggota 70 . keseluruhan kontak dan fase akan dilalui. Demikian juga sebaliknya • Anggota berikutnya dari seri saros tersebut terjadi dengan posisi Bulan telah bergeser ke barat Sekitar 7 anggota pertama dari seri saros adalah gerhana bulan penumbral 10 . Bulan berwarna merah bata. Berbeda dengan gerhana matahari. 4. pada gerhana bulan. Untuk gerhana penumbral total. Skala Danjon André Danjon (1890-1967). karena Bulan tidak menyentuh umbra Bumi. karena tidak keseluruhan Bulan masuk dalam umbra Bumi. Untuk gerhana bulan sebagian. hampir-hampir tidak terlihat terutama saat puncak gerhana. U3. gerhana bulan dibagi menjadi 5 tingkatan (yang disimbolkan dengan huruf L) sbb: L=0 Gerhana bulan total diberi skala L = 0 jika saat fase gerhana totalnya. Bulan terlihat sangat gelap. atau berwarna coklat kotor. Bagian pinggiran umbra terlihat berwarna terang kekuning-kuningan. Bagian pinggiran umbra terlihat relatif lebih terang.5° di sebelah timur titik node. Jenis gerhana bulan menentukan kontak-kontak dan fase gerhana mana saja yang akan terjadi. Saat itu Bulan berada di utara ekliptika. Jika titik node itu adalah titik node turun. sehingga fase total tidak akan diamati.14 abad.80 gerhana bulan. tidak dipengaruhi oleh lokasi pengamat. dan U4 tidak akan terjadi. Seri Saros Gerhana Bulan Seri saros gerhana bulan dapat disarikan sbb: • • • • • • Seri saros baru dimulai saat Bulan berada sekitar 16. Sedangkan pada gerhana penumbral sebagian.

maka 'tahun' di atas diisi dengan 2000. k = (tahun-2000) * 12. Sedangkan jika atmosfer (di bagian yang disebutkan di atas) banyak mengandung partikel debu (dari letusan gunung berapi misalnya). Jadi calon gerhana berikutnya (setelah tanggal yang dipilih). Perhitungan di sini tidak dimaksudkan untuk kepentingan ilmiah (karena akurasinya tidak memadai untuk itu). Untuk gerhana bulan. (terutama) umbra menjadi lebih gelap. Tentukan sebuah tanggal.3685 Rumus untuk mencari k di atas adalah rumus pendekatan. Hitung harga k untuk tanggal tersebut.3). Karena itu cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi dan dihamburkan ke umbra/penumbra. Jadi misalnya tanggalnya adalah 1 Juli 2000. hamburan oleh partikel ini berpengaruh sama terhadap seluruh panjang gelombang visual. Dalam tulisan bab ini. dan saat fase gerhana total. dan tentukan harga k untuk tanggal calon gerhana. Ini berarti semakin kecil panjang gelombang (semakin ke arah biru pada spektrum cahaya tampak/visual). V. 1. kita bisa menghitung kapan terjadinya gerhana bulan atau gerhana matahari.5 (yang menunjukkan saat bulan purnama). maka saat fase gerhana bulan total.3 Penampakan gerhana yang dilukiskan dalam skala Danjon ini menggambarkan keadaan atmosfer bagian atas dari daerah yang sedang mengalami senja / fajar saat gerhana terjadi (lihat Gambar 4. Gambar 4.5 Untuk gerhana matahari. 'Tahun' yang digunakan dalam rumus di atas adalah tanggal yang dinyatakan dalam tahun. piringan Bulan hampir tidak kelihatan. Gerhana yang kita cari akan berpandukan tanggal ini. Ini terjadi karena molekul-molekul udara menghamburkan cahaya matahari yang melaluinya dengan hamburan yang sebanding dengan 1/λ4 (λ = panjang gelombang). Umbra Bumi terlihat sangat terang. maka ia yang paling sedikit dihamburkan. Karena itu. Bulan berwarna jingga terang atau seperti warna tembaga. Jika pada atmosfer di atas daerah yang mengalami senja / fajar itu relatif bersih. Calon gerhana sebelumnya . anda akan diperkenalkan cara menghitung kapan terjadinya gerhana. k harus bilangan bulat ditambah 0. Tetapi tentu saja tidak dengan ketelitian tinggi. saat mencapai Bulan komponen yang dominan adalah warna merah. Karena panjang gelombang warna merah adalah yang paling panjang. tetapi bisa untuk kegunaan penelusuran historis atau untuk mengetahui kapan akan terjadi gerhana yang akan datang. piringan Bulan akan berwarna merah. Kalkulasi Gerhana Dengan alat bantu kalkulator saku. semakin efektif ia dihamburkan. k haruslah bilangan bulat (yang menunjukkan saat bulan baru). memiliki harga k berupa bilangan bulat terdekat yang lebih besar dari harga k untuk tanggal pedoman kita.L=4 Gerhana bulan total diberi skala L = 4 jika saat fase gerhana totalnya. Gerhana Matahari Langkah-langkah menghitung kapan terjadinya gerhana matahari: a.

maka dipastikan akan terjadi gerhana.5643 385. (Untuk menghitung julian day. maka tidak akan terjadi gerhana.memiliki harga k berupa bilangan bulat terdekat yang lebih kecil dari harga k untuk tanggal pedoman kita.0001337*T2 .00000011*T3 M adalah anomali menengah Matahari.00000000073*T4 JDE adalah waktu terjadinya gerhana (yang ingin dicari) dinyatakan dalam julian day.530588853*k + 0.0000218*T2 0. M. Hitung: JDE (Julian Day Ephemeris).550.00000215*T3 Ω adalah longitud dari ascending node (titik tanjak naik) orbit Bulan Jika nilai mutlak dari selisih F dengan kelipatan 180 terdekat: • • lebih dari 21°.7108 390.0020691*T2 0.000000011*T4 F adalah argument latitud dari Bulan Ω = + + + 124.56375580*k 0.81693528*k 0.00001239*T3 0.5534 29.7746 1.451. .10535669*k 0. M' = + + + + - 201. F. M'.000000150*T3 + 0.9°. dan perhitungan tidak perlu dilanjutkan.00000227*T3 0.0016341*T2 0. dimana waktunya dinyatakan dalam waktu efemeris (ET) atau waktu dinamik (DT). dan Ω T = k/1236.000000058*T4 M' adalah anomali menengah Bulan F = + + + 160. anda bisa menggunakan script yang tersedia.0107438*T2 0.09765 + 29.67050274*k 0.) M = + + - 2. b.0. kurang dari 13.85 JDE = 2.

hitung: P.0024*E*sin(2*M) 0. Jika u<ω. maka harus diuji lebih lanjut (lihat bagian akhir pada langkan di bawah).0. yaitu bidang yang melalui titik pusat Bumi dan tegak lurus dengan garis sumbu bayangan Bulan.9°.02665*sin(Ω) A1 = 299.0.0005*cos(M+M') u+0.0047 maka gerhananya adalah gerhana cincin o jika u antara 0 dan 0.0000074*T2 F1 = F .9972 dan (1. dan magnitud gerhana .107408*k .0.0059 0.0116*sin(2*M') 0.00464(1-γ 2)1/2 > 0.2070*E*sin(M) 0.9972 maka gerhananya adalah gerhana sentral o jika u<0 maka gerhananya adalah gerhana total o jika u>0.0046*E*cos(M) 0.0047 maka: hitung ω = 0.0048*W) u = + + + 0.0182*cos(M') 0.009173*T2 P = + + + + + Q = + + + 0.0392*sin(M') 0. Jika terjadi gerhana.• kurang dari 21° dan lebih dari 13.5433+u maka tidak terjadi gerhana d. Jika harga F berada di sekitar 0° atau 360°.0060*E*cos(M'+M) 0. γ . berarti disekitar titik tanjak turun (decending node) c. Hitung: waktu puncak gerhana.0. dan u E = 1 . Sedangkan jika harga F berada di sekita 180°. jika γ < 0. Jika harga nilai absolut γ: • • • kurang dari +0.3299*cos(M') 0. Q. Jika harga γ > 0.0067*E*sin(M'-M) 0. maka gerhananya adalah gerhana cincintotal.002516*T .77 + 0.0118*sin(2*F1) 5.0073*E*sin(M'+M) 0.0041*E*cos(M'-M) W = |cos(F1)| γ = (P*cos(F1) + Q*sin(F1))*(1-0. Jika tidak maka gerhananya adalah cincin antara 0.0004*cos(2*M') 0.5461 adalah radius penumbral Bulan pada bidang fundamental (fundamental plane). maka gerhana dapat diamati dari belahan Bumi selatan.2207 0. maka gerhana terjadi disekitar titik tanjak naik (ascending node) Bulan.5433+u) maka gerhananya tidak sentral lebih dari 1. maka gerhana dapat diamati dari belahan Bumi utara.0048*E*cos(M) 0.0020*E*cos(2*M) 0.

0. dan tentukan harga k untuk tanggal calon gerhana.∆T Data ∆T diperoleh dari pengamatan.Untuk menghitung kapan waktu puncak gerhana. Jika gerhana total. Untuk gerhana bulan.5 terdekat yang lebih besar dari harga k untuk tanggal pedoman kita.0050*E*sin(M'+M) 0.|γ|) / (0.0023* sin(M'-2*F1) 0. magnitud gerhana yang dihitung dengan rumus di atas adalah magnitud gerhana yang diamati dari lokasi yang paling dekat dengan sumbu bayangan bulan.5461 + 2*u) Magnitud gerhana adalah fraksi diameter Matahari yang tertutup pada saat maksimum gerhana.0097* sin(2*F1) 0. k adalah bilangan bulat ditambah 0. 2. Tentukan sebuah tanggal.3685 Tentang k ini. Untuk memperoleh harga ∆T buat prediksi gerhana yang akan datang.0004* sin(3*M') 0.0073*E*sin(M'-M) 0. Gerhana yang kita cari akan berpandukan tanggal ini. Gerhana Bulan Langkah-langkah menghitung kapan terjadinya gerhana bulan: a. Calon gerhana sebelumnya memiliki harga k berupa bilangan_bulat_ditambah_0. memiliki harga k berupa bilangan_bulat_ditambah_0.0 maka gerhana tersebut adalah gerhana sebagian atau gerhana cincin.0021*E*sin(2*M) 0.4075* sin(M') 0.5 terdekat yang lebih kecil dari harga k untuk tanggal pedoman kita. Jika magnitud gerhana kurang dari 1.0002*E*sin(M-2*F1) 0.0002*E*sin(2*M'-M) 0. Magnitud gerhana dihitung dengan rumus: Magnitud_gerhana = (1. Hitung harga k untuk tanggal tersebut.0003* sin(A1) 0. .0002* sin(Omega) maka waktu puncak gerhana adalah: Puncak_gerhana = JDE + Koreksi_JDE Waktu puncak gerhana yang diperoleh di atas. hitung koreksi terhadap JDE sbb: Koreksi_JDE = + + + + + + + - 0. Jadi calon gerhana berikutnya (setelah tanggal yang dipilih). dilakukan dengan mengekstrapolasi data-data yang ada. Untuk menyatakan dalam UT: UT = TD . adalah dalam TDT (Terrestrial Dynamical Time).1721*E*sin(M) 0.0003*E*sin(M+2*F1) 0.0161* sin(2*M') 0. magnitud gerhana akan lebih besar atau sama dengan 1.5 (yang menunjukkan saat bulan purnama).0006*E*sin(2*M'+M) 0.5433 + u . lihat pada bagian Gerhana Matahari di atas.0012* sin(M'+2*F1) 0. Untuk kasus gerhana matahari sebagian. k = (tahun-2000) * 12.

5534 29.02665*sin(Ω) A1 = 299.0020691*T2 +0.0067*E*sin(M'-M) 0.0048*E*cos(M) + 0. maka dipastikan akan terjadi gerhana. F. γ .77 + 0.0000218*T2 0. dan Ω (sama seperti untuk gerhana matahari) T = k/1236.00001239*T3 0. kurang dari 13.85 JDE = 2. dan u (sama seperti untuk gerhana matahari) E = 1 .7746 . Q.0392*sin(M') 0. c. kurang dari 21° dan lebih dari 13.5643 385.9°.00000011*T3 201.9°.0107438*T2 0.0.7108 390. hitung: P.0020*E*cos(2*M) .107408*k .0116*sin(2*M') 0.0118*sin(2*F1) Q = + 5.0.00000227*T3 0.000000150*T3 + 0.2207 .0000074*T2 F1 = F .67050274*k 0.81693528*k 0. dan perhitungan tidak perlu dilanjutkan.0024*E*sin(2*M) 0.0.000000011*T4 Ω = + 124.0016341*T2 0.0073*E*sin(M'+M) 0. Hitung: JDE (Julian Day Ephemeris). maka harus diuji lebih lanjut.b.0001337*T2 .000000058*T4 M' = + + + + F = + + + 160.09765 + 29.1.56375580*k + 0.530588853*k + 0.0.0. maka tidak akan terjadi gerhana.009173*T2 P = + + + + + 0.002516*T .2070*E*sin(M) 0.550.10535669*k 0.00000215*T3 Jika nilai mutlak dari selisih F dengan kelipatan 180 terdekat: • • • lebih dari 21°.0. M. M'.00000000073*T4 M = + + 2. Jika terjadi gerhana.451.

3299*cos(M') .0003* sin(A1) 0.0050*E*sin(M'+M) 0. Hitung: waktu puncak gerhana.0.0002*E*sin(2*M'-M) 0.0060*E*cos(M'+M) + 0. Untuk menyatakan dalam UT: UT = TD .0023* sin(M'-2*F1) 0.0182*cos(M') 0.0006*E*sin(2*M'+M) 0.5433+u) maka gerhananya tidak sentral lebih dari 1.0.0048*W) u = + + + 0.0047 maka: hitung ω = 0.0047 maka gerhananya adalah gerhana cincin o jika u antara 0 dan 0.0059 0..00464(1-γ 2)1/2 > 0. hitung koreksi terhadap JDE sbb: Koreksi_JDE = + + + + + + + - 0. waktu puncak gerhana yang diperoleh adalah dalam TDT (Terrestrial Dynamical Time).0003*E*sin(M+2*F1) 0.0004*cos(2*M') 0.4065* sin(M') 0.∆T .0004* sin(3*M') 0.0012* sin(M'+2*F1) 0.0046*E*cos(M) 0.9972 maka gerhananya adalah gerhana sentral o jika u<0 maka gerhananya adalah gerhana total o jika u>0.0041*E*cos(M'-M) W = |cos(F1)| γ = (P*cos(F1) + Q*sin(F1))*(1-0.0005*cos(M+M') Jika harga nilai absolut γ: • • • kurang dari +0.5433+u maka tidak terjadi gerhana d.0002* sin(Omega) maka waktu puncak gerhana adalah: Puncak_gerhana = JDE + Koreksi_JDE Sama seperti dalam perhitungan gerhana matahari di atas.0021*E*sin(2*M) 0.1727*E*sin(M) 0.0002*E*sin(M-2*F1) 0. maka gerhananya adalah gerhana cincintotal.0073*E*sin(M'-M) 0.9972 dan (1.0161* sin(2*M') 0. Jika tidak maka gerhananya adalah cincin antara 0. dan magnitud gerhana Untuk menghitung kapan waktu puncak gerhana. Jika u<ω.0097* sin(2*F1) 0.

0128 .5573 + u Semi_durasi_fase_parsial = 60/n * (|P2 . 15. dan 17.γ 2|)0.5 Semi_durasi_fase_total = 60/n * (|T2 .u .5573 + u .γ 2|)0.5358 + 0.1721. hitung: waktu-waktu kontak dengan umbra dan penumbra P = 1. e.Rumus koreksi JDE untuk gerhana bulan di atas sedikit berbeda dengan untuk gerhana matahari (Subbab 1).u n = 0. tidak terjadi gerhana Untuk k = 18.37. Perbedaannya terletak pada koefisien pertama dan kedua. Untuk gerhana matahari: -0.u T = 0.5 Semi_durasi_fase_parsial_di_penumbra = 60/n * (|H2 . Untuk k = 13.γ 2|)0. Harga k untuk tanggal 1 Januari 2001 ini adalah: k = 12. Tentukan kapan gerhana matahari pertama pada milenium ke-3! Milenium ke-3 dimulai tanggal 1 Januari 2001.0128 .0400 cos (M') H = 1.|γ|) / (0.Semi_durasi_fase_parsial_di_penumbra Kontak 1 umbra (U1) = Puncak_gerhana .5450) Bila harga magnitud (umbral atau penumbral) kurang dari 0 (dengan kata lain: negatif).4065 dan 0. Contoh Kalkulasi 1.5450) • Untuk gerhana umbral Magnitud_gerhana = (1.Semi_durasi_fase_total Ini adalah saat dimulainya fase gerhana total Kontak 3 umbra (U3) = Puncak_gerhana + Semi_durasi_fase_total Ini adalah saat berakhirnya fase gerhana total Kontak 4 umbra (U4) = Puncak_gerhana + Semi_durasi_fase_parsial Kontak 4 penumbra (P4) = Puncak_gerhana + Semi_durasi_fase_parsial_di_penumbra 3. 16.6482 .Semi_durasi_fase_parsial Kontak 2 umbra (U2) = Puncak_gerhana . sedangkan untuk gerhana bulan: -0.4678 .5 Semi durasi yang dihitung di atas adalah dalam satuan menit.|γ|) / (0. Magnitud gerhana dihitung dengan rumus: • Untuk gerhana penumbral: Magnitud_gerhana = (1.4075 dan +0. dengan hasil perhitungan sbb: • • k = 18 JDE = 2452081. terjadi gerhana matahari. 14. Maka gerhana matahari berikutnya adalah gerhana matahari yang terjadi pada tanggal yang berasosiasi dengan harga k > 12 dan berupa bilangan bulat. berarti tidak terjadi gerhana ybs. Maka: • • • • • • Kontak 1 penumbra (P1) = Puncak_gerhana . Ini adalah tanggal panduan kita.1727.

1149 u = 0. Sebagai iterasi pertama. Tanggal gerhana terakhir yang terjadi pada abad ke-19 akan memiliki harga k (bilangan bulat ditambah 0.• • • • • • • • • • • M = 166. Tentukan kapan gerhana bulan terakhir abad ke-19! Akhir abad ke-19 adalah 31 Desember 1900. kemungkinan ada gerhana γ = -1.4498 M' = 306. gerhana bulannya adalah gerhana penumbral.0081.8139 Magnitud Umbral = -0. Data gerhana matahari dari website gerhana Fred Espenak (NASA) memberikan: • • Puncak gerhana: 6 Desember 1900 10:26 UT.2691 Ω = 96. Ini adalah tanggal panduan kita. Dengan kata lain.0314 nilai mutlak selisih F dengan kelipatan 180 yang terdekat = 14.9388 M' = 62.1594 F = 194.5) kurang dari harga k = -1224.8276 Data gerhana matahari dari website gerhana Fred Espenak (NASA) memberikan puncak gerhana: 21 Juni 2001 jam 12:04 UT 2.9207 Ω = 241.3611 M = 333.180 . Kalkulasi memberikan: • • • • • • • • • • • • • k = -1225. Magnitud Penumbral = 0. maka gerhana bulannya tidak gerhana umbral. ambil k = -1225.5.5238. dipastikan ada gerhana γ = -0.0093 tipe gerhana: gerhana total (sentral) Puncak gerhana: 21 Juni 2001 jam 12:05:22 TD Magnitud = 1.2202.844 Magnitud Umbral = -0.0081 F1 = 194.7798 F1 = 352.0011 tipe gerhana: gerhana penumbral Puncak gerhana: 6 Desember 1900 jam 10:26:24 TD Magnitud Penumbral = 0.5698 u = -0.5 JDE = 2415360. Karena magnitud umbral berharga negatif.5238.6270 F = 352. Harga k untuk tanggal ini: -1224.1892.7534 nilai mutlak selisih F dengan kelipatan 180 yang terdekat = 7.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.