P. 1
Perizinan BPOM

Perizinan BPOM

|Views: 1,941|Likes:

More info:

Published by: Alifah Nuru Fajarani on Mar 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

Perizinan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan

)

Gaya hidup masyarakat saat ini, sangat mempengaruhi pola konsumsinya. Sementara itu, pengetahuan masyarakat akan memilih dan menggunakan suatu produk secara tepat, benar dan aman belumlah memadai. Di lain pihak, iklan dan promosi secara gencar mendorong konsumen untuk mengkonsumsi secara berlebihan dan terkadang tidak rasional. Hal tersebutlah yang meningkatkan resiko yang luas mengenai kesehatan dan keselamatan konsumen. Maka, salah satu cara untuk mencegah hal tersebut adalah seperti yang tercantum dalam PP No.69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Institusi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap peredaran produk pangan olahan di seluruh Indonesia adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI. Badan Pengawas Obat dan Makanan atau disingkat Badan POM adalah sebuah lembaga di Indonesia yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia. Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SisPOM) yang efektif dan efisien yang mampu mendeteksi, mencegah dan mengawasi produk-produk dengan tujuan melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumennya baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu telah dibentuk Badan POM yang memiliki jaringan nasional dan internasional serta kewenangan penegakan hukum dan memiliki kredibilitas profesional yang tinggi. Menurut Peraturan kepala badan pengawas obat dan makanan RI Nomor HK.00.05.1.23.3516 tentang izin edar produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen makanan dan makanan yang bersumber, mengandung, dari bahan tertentu dan atau mengandung alkohol. Untuk lebih rinci mengenai peraturan tersebut, Anda dapat mengeceknya di (http://www.pom.go.id/public/hukum_perundangan/pdf/HK.00.05.1.23.3516.pdf). Badan POM berfungsi, antara lain: 1. Pengaturan, regulasi, dan standarisasi. 2. Lisensi dan sertifikasi industri di bidang farmasi berdasarkan “Cara-cara Produksi yang Baik”. 3. Evaluasi produk sebelum diizinkan beredar. 4. Post marketing vigilance termasuk sampling dan pengujian laboratorium, pemeriksaan sarana produksi dan distribusi, penyidikan dan penegakan hukum. 5. Pre-audit dan pasca-audit iklan dan promosi produk. 6. Riset terhadap pelaksanaan kebijakan pengawasan obat dan makanan. 7. Komunikasi, informasi dan edukasi publik termasuk peringatan publik. Jenis Nomor Pendaftaran Jika Anda membeli produk-produk makanan, minuman atau kosmetik biasanya pada kemasan label terdapat kode SP, MD, atau ML yang diikuti dengan sederetan angka. Nomor SP adalah Sertifikat Penyuluhan, merupakan nomor pendaftaran yang diberikan kepada pengusaha kecil dengan modal dan pengawas diberikan oleh Dinas Kesehatan/ Kodya, sebatas penyuluhan. Nomor MD diberikan kepada produsen makanan dan minuman bermodal besar yang diperkirakan mampu untuk mengikuti persyaratan keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 (enam) bulan sejak tanggal pengujian. Pada dasarnya klasifikasi penilaian pangan ada dua macam. Untuk makanan dalam negeri diperlukan fotokopi izin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snelhecter berwarna merah. Produk Dalam Negeri Syarat minimal pendaftaran Umum dan ODS produk MD : . . . .Berkas minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snellhecter transparan warna merah. cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. .Percetakan Negara No. kemudian diserahkan kembali bersama contoh produk dan rancangan label yang sesuai dengan yang akan diedarkan.Formulir pendaftaran yang telah diisi dengan langkap. Penilaian ODS adalah untuk semua produk beresiko rendah dan produk sejenis yang pernah mendapatkan nomor pendaftaran. Setelah formulir diisi dengan lengkap.Sedangkan nomor ML. Produk Luar Negeri (Impor) Syarat minimal pendaftaran umum dan ODS produk ML : . Proses Pendaftaran Sejauh ini pendaftaran makanan dan minuman untuk seluruh wilayah Indonesia ditangani langsung oleh Direktorat Penilaian Keamanan Pangan. cemaran mikrobiologi dan . Khusus untuk ODS. Badan POM. 2. 021-4245267. .Berkas makanan fungsional. . dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran.23 Jakarta Pusat. Formulir yang telah diisi. Jl. zat yang diklaim sesuai dengan label. makanan rekayasa genetika dalam map snelhecter berwarna biru. diberikan untuk produk makanan dan minuman olahan yang berasal dari produk impor. Penilaian umum adalah untuk semua produk beresiko tinggi dan produk baru yang belum pernah mendapatkan nomor pendaftaran.Berkas makanan dalam map snellhecter transparan berwarna biru. Umum .Berkas makanan diet khusus dalam map snelhecter berwarna hijau. Formulir pendaftaran dapat diperoleh di bagian Tata Usaha Direktorat Penilaian Keamanan Pangan. ODS .Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk. uji kimia. Gedung D Lantai III. .Health certificate atau free sale dari instansi yang berwenang di negara asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan). uji kimia.Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi).Berkas makanan. yaitu penilaian umum dan penilaian ODS (One Day Service). Badan POM. Telp. baik berupa kemasan langsung maupun dikemas ulang. Penilaian untuk mendapatkan nomor pendaftaran disebut penilaian keamanan pangan. dibuat masing-masing rangkap 4 (empat).Surat penunjukkan dari pabrik asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan).Fotokopi ijin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan atau Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM). Tata cara dan Persyaratan yang harus dilengkapi untuk keperluan pendaftaran tersebut adalah sebagai berikut : 1. 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut : a. zat yang diklaim sesuai dengan label. b. .Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi).

Rancangan/desain label dengan warna sesuai dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang bersangkutan. .Uji kemasan dan pemerian bahan baku untuk suplemen makanan. disetujui dengan syarat (penambahan data yang harus dilengkapi) atau disetujui.Struktur organisasi . .Asal pembelian bahan baku dan BTM. dilakukan evaluasi yang keputusannya dapat berupa : ditolak. D yang diisi dengan benar dan lengkap sesuai dengan pedoman dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir. c.Sertifikat wadah dan tutup. . dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran. Umum . .Proses proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi . . Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 bulan sejak tanggal pengujian. Permohonan pendaftaran Yang terdiri dari Formulir A.Formulir pendaftaran yang tekah diisi dengan langkap. 4.Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk.Standar yang digunakan pabrik. B. baik ODS maupun Umum.Higiene dan sanitasi pabrik dan karyawan . Formulir A (diklip di Formulir A) . ODS (One Day Sevice) . .Berkas semua produk map snellhecter transparan berwarna kuning Terhadap semua formulir pendaftaran. Formulir D (diklip di form D) . Pendaftaran Produk Makanan Dalam Negeri Untuk mendaftarkan makanan produksi Dalam Negeri. . 3. pemohon wajib menyerahkan atau mengirimkan kelengkapan permohonan pendaftaran kepada Direktur jenderal Pengawasan Obat dan Makanan sebanyak 3 rangkap.Spesifikasi bahan baku dan BTM (Bahan Tambahan Makanan).Untuk produk yang dikemas kembali harus melampirkan surat keterangan dari pabrik asal. . 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut : b.Untuk produk lisensi melampirkan surat keterangan lisensi dari pabrik asal dengan menunjukkan aslinya. .Untuk produk suplemen makanan melampirkan fotokopi izin produksi farmasi dan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik).Berkas semua produk dalam map snellhecter berwarna kuning. 2. Formulir B (diklip di form B) .cemaran logam. . Formulir yang telah diisi. . Khusus untuk ODS. .Sertifikat merek dari Departemen Kehakiman RI bila ada. Fomulir C (diklip di form C) . sedangkan keputusan untuk ODS diperoleh paling lambat 1 hari. Keputusan untuk Umum diperoleh paling lambat 3 bulan. Kelengkapan permohonan pendaftaran adalah meliputi : 1. C.Surat pemeriksaan BPOM setempat (bila sudah pernah diperiksa). .Untuk produk air minum dalam kemasan dan garam dilengkapi sertifikat SNI dari Deperindag.Fotokopi surat izin dari Departemen Perindustrian RI/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). dibuat masing-masing rangkap 4 (empat).Denah dan peta lokasi pabrik 5.

Formulir C (diklip di form C) a. Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika. b. c. b. 2. sereal termasuk tepung.Apabila dilakukan pemeriksaan dilaboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi. c.Sistem pengawasan mutu.Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika. BTM atau Bahan Tambahan Makanan (sesuai dngan masing-masing jenis makanan). d. Sistem pengawasan mutu dari pabrik asal asli atau foto kopi yang dilegalisir. Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri. 3. Proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi. Formulir B (diklip di form B) a. d. daging dan produk daging. 6. 5. pemohon wajib menyerahkan atau mengirimkan kelengkapan permohonan pendaftaran kepada Direktur Jenderal Pengawasan Obatn dan Makanan sebanyak 3 (tiga) rangkap. BTM (sesuai dengan masing-masing jenis makanan). kimia. buah & sayur segar atau terolah. Selain yang dimaksud di atas bila dianggap perlu. pemohon dapat menyertakan dokumen lain yang dapat menunjang penilaian permohonan dalam rangkap 3. Sertifikat bebas radiasi sesuai dengan SK Menkes. 4. Surat penunjukkan dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir. sarana dan peralatan pengawasan mutu . Formulir A (diklip di Formulir A) a. Apabila dilakukan pemeriksaan di laboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi. kimia. harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yang digunakan dengan melampirkan daftar peralatan laboratorium yang dimiliki . cemaran mikroba dan cemaran logam . agar menyebutkan metoda yang digunakan. ikan & hasil laut segar atau terolah. Komposisi dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir. e. No. Formulir D (diklip di form D) a. d. ONE DAY SERVICE (ODS) . harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yang digunakan dengan melampirkan datar peralatan laboratorium dimiliki. Pendaftaran Produk Makanan Impor Untuk mendaftarkan makanan. Contoh makanan yang bersangkutan 3 kemasan 7.Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri. jagung dan barley). .“in process control” pengawasan mutu selama proses produksi. Spesifikasi asal bahan baku dan BTM dari pabrik asal.. Rancangan/desain label dengan warna sesuai dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang bersangkutan. e. Standar yang digunakan pabrik asal. E yang diisi dengan benar dan lengkap oleh pabrik asal asli atau yang dilegalisir sesuai dengan pedoman dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir. b. Permohonan pendaftaran Terdiri dari Formulir A. e. agar menyebutkan metoda yang digunakan. D. Sertifikat kesehatan/Free Sale dari pemerintah negara asal asli atau copy yang dilegalisir c. Kelengkapan permohonan pendaftaran adalah meliputi : 1. 00474/B/II/87 tentang menyertakan Sertifikat Kesehatan dan bebas Radiasi untuk makanan impor yang telah ditetapkan (susu dan hasil olahannya. “in process control” pengawasan mutu selama proses produksi. air mineral. Sertifikat merk dari badan yang berwenang bila ada. Untuk produk suplemen makanan melampirkan uji kemasan dan pemerian bahan baku. B. cemaran mikroba dan cemaran logam. Sertifikat wadah dan tutup dari pabrik asal. C.

tanggal produksi keterangan lain yang diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan. Kelengkapan pengisian Formulir D yang dilampiri dengan hasil analisa produksi akhir asli. aktivitas air (Aw) rendah dibawah 0.5). .85. . 2. 6. Untuk pabrik berlisensi. . golongan BTM. Kelengkapan pengisian Formulir C yang memuat cara pembuatan dan skema proses produksi.00. Formulir A diisi oleh prmohon dengan benar dan lengkap sesuai dengan pedoman. 7. 4. pewarna lengkap dengan indeks warna (apabila digunakan).Desain label sesuai dengan produk yang akan diedarkan rangkap 3 (tiga). baik produk lokal maupun impor yang didaftarkan langsung ke Ditjen POM. Copy Surat Penunjukan dari Negara Asal 2. kode produksi. Health Certificate (Izin Dep kes Setempat/Negera Asal) 3.Sertifikat merek dagang/paten untuk produk yang menggunakan tanda “ R” (nomor paten) pada nama dagang. khusus untuk pewarna dengan Colour Index (CI). nama pemanis. nama BTP dan kegunaannya. Persyaratan: Produk Luar Negeri kode ML: 1.Ijin industri atau tanda pendaftaran industri dari Depperindag (untuk pabrik baru dan jenis baru) . Persyaratan produk yang berisiko rendah adalah makanan yang tidak langsung dimakan/dikonsumsi atau masih mengalami proses lebih lanjut.00 – 13. berat bersih/isi bersih/netto. Subdit (Sub Direktorat) Evaluasi dan Pendaftaran Makanan & Minuman telah menerapkan sistim pelayanan dan penilaian cepat dan penerbitan persetujuan pendaftaran dalam 24 jam yang disebut ODS (One Day Service) bagi produk-produk makanan yang beresiko rendah. asal bahan baku dan BTP yang digunakan. dilampiri dengan surat keterangan dari pabrik asal. Kelengkapan pengisian Formulir B yang memuat : daftar dan jumlah bahan baku dan BTP (Bahan Tambahan Pangan) yang digunakan. .Contoh produk 3 (Tiga) buah.Contoh label asli dengan desain label sesuai dengan yang akan diedarkan di Indonesia. Waktu pendaftaran : jam 09.Sertifikat Kesehatan /Free Sale asli atau salinan yang dilegalisir oleh importir dengan menunjukkan aslinya. 8. Parameter Penilaian Produk ODS 1. berkemasan tinggi (pH di bawah 4. Hasil Uji Laboratorium . .Surat penunjukkan importir dari pabrik negara asal atau salinan yang dilegalisir oleh importir dengan menunjukkan aslinya. dilampiri keterangan pabrik pemberi lisensi dari negara asal.Keterangan lain pada label minimal memuat : komposisi bahan. . 5.Untuk Pabrik pengemas kembali. berkadar gula tinggi. Label .Contoh produk 3 buah. . Lampiran untuk produk dalam negeri : . .Pada bagian utama label minimal harus memuat: nama produk. kode pos dan Indonesia atau alamat lengkap) dan nomor pendaftaran. 3.Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses permohonan pendaftaran dan proses penilaian. nama dan alamat produsen/importir (minimal nama kota. . Lampiran untuk produk impor : . masa kedaluarsa.Desain label (Sesuai dengan peraturan label).Sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk garam beryodium atau produk yang diklaim sesuai dengan SNI. pengawet.

SIUP / Izin Prinsip .Sample Minimum 3 (tiga) buah Sumber: Subdit. Ada aturan yang memberi rambu bagaimana suatu bahan pangan diproduksi dan diperdagangkan.Peraturan Menteri Kesehatan No.Peraturan Menteri Kesehatan No.undang barang tersebut diatas untuk dapat memberikan perlindungan langsung kepada konsumen masih memerlukan peraturan pelaksanaan berupa peraturan pemerintah.syarat dan Pengawasan Air Minun./Per. API-U Produk Dalam Negeri kode MD: .329/Men. Selain Obat-obatan makanan juga dapat memiliki dua fungsi yaitu sebagai makanan tetapi dalam hal lain dapat menyebabkan keracunan./XII/1975 tentang ketentuan Peredaran dan penandaan Susu Kental Manis./XII/1976 tentang produksi dan peredaran makanan . Sample minimum 3 pcs 6. pasal-pasal dan ayat-ayatnya mengatur kesehatan pangan dan keselamatan manusia. Komposisi dan Specsifikasi 7. Undang./Per./Per. bahan baku dan bahan penolong serta alat yang digunakan dalam memproduksi dan menjual barang tersebut. e) Hal yang berhubungan dengan penyidikan dan pengawasan.syarat lainya.Peraturan Menteri Kesehatan No. tempat penjualan dan syarat. walaupun tidak separah akibat salah penggunaan obat. banyaknya kegunaan. cara penandaan. Perlindungan konsumen dibidang makanan dapat dibahas dari beberapa peraturan perundangundangan.Label Berwarna / Haka Paten . bentuk dan kegunaan barang tersebut. perlu adanya Izin dari Departemen Kesehatan bagi produsen yang memproduksi bahan pangan/makanan. DEPKES RI.110/Men. pemakaian alat pembungkus. . Peraturan tentang makanan yang dikeluarkan oleh Menteri kesehatan yaitu : . c) Mengenai penandaan (labeling) baik yang menyangkut susunan bahan sifatnya. Tetapi makanan yang busuk dapat menimbulkan akibat yang fatal.Peraturan Menteri Kesehatan No. sifat dan bahan pembungkus tersebut. agar tidak beredar makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Label Berwarna 5. . IJIN DEPKES PADA MAKANAN Makanan Sudah ada UU Nomor 7 Tahun 1996 yang mengatur tentang pangan. pengiklanan.280/Men.Kes. DITHEN POM.Hasil Uji Laboratorium .Kes. Disamping itu.76/Men. Menurut pasal 2 hygiene adalah segala usaha untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan. buang-buang air bahkan dapat menimbulkan kematian.Peraturan Menteri Kesehatan No./XII/1976 tentang Wajib Daftar Makanan . Oleh karena itu./XI/1976 tentang ketentuan Peredaran dan .Kes.01/Birhukmas/I/1975 tenteng syarat.4.1962 tentang hygiene usahausaha bagi umum.Peraturan Menteri Kesehatan No. DITWAS Makanan & Minuman. bentuknya.10 th. bentuknya.1961 dapat diatur berdasarkan atas peraturan pemerintah mengenai hal berikut : a) Susunan bahan.11 th./Per. d) Ketentuan tentang laarangan pedagangan. Makanan sebagai barang ./Per.Kes. Pembuatan barang yang tidak memenuhi syarat baik dilihat dari sudut pandang kesehatan ataupun politik ekspor. *Berdasarkan UU Barang N0.Kes. Copy SIUP. makanan juga dapat dibahas dari sudut UUD No. . muntah./XI/1975 tentang lodisasi Garam Konsumen. b) Pembungkus. Evaluasi dan Registrasi.330/Men. Sampai saat ini peraturan pemerintah belum ada.

Kes.Kes. akan diberikan peringatan&saran untuk perbaikan dan akan dijadwal ulang untuk kembali di audit lagi .Kes. Karyawan tidak boleh yang mendaerita penyakit menular atau penyakit lain yang ditetapkan MenKes.Peraturan Menteri Kesehatan No./VI/1977 tentang minuman Keras. Mengenai sanksi.337 UU tentang Hygiene untuk usahausaha bagi umum No. Tahun 1949 No.86/Men.(dadung D) .9 tahun 1960 Ordonansi Bahan Berbahaya Stb. dan kemudian BPOM akan mengeluarkan sertifikat ijin produksi biasanya dng nomer MD (untuk barang produksi dalam negeri) dan nomer ML ( untuk kode barang produksi hasil import) .Kes.Syaratnya isi formulir pendaftaran dan sertakan contoh produk makanan yang akan didaftarkan ./Per.1962 . maka yang dicantumkan dalam Peraturan Menke tersebut di atas hanyalah sanksi administrasi berupa pencabutan ijin dan pencabutan nomor pendaftaran.44 dan No.1974 tentang Pokok-Pokok dan Susunan Organisasi Departemen./I/1978 tentang pedoman cara produksi yang baik untuk makanan. 6. aman tidak terkontaminasi/terbawa benda asing yang membahayakan bagi makanan tsb dan consumen yg akan mengkonsumsi. Wadah harus dibuat dari bahan yang tidak melepaskan zat yang dapat mengganggu kesehatan.Peraturan Menteri Kesehatan No. daftar bahan baku/mentah yang digunakan untuk memproduksi makan yang akan didaftarkan (setiap jenis makanan akan memerlukan penadataran yg berbeda jadi kalau ada 2 jenis makanan akan memerlukan 2 lembar pendaftaran) setelah terdaftar biasanya akan dijadwalkan dengan pemberitahuan kapan tempat dan produksi makanan akan di AUDIT /DIPERIKSA oleh team Auditor dari badan POM. 4.45 th.penandaan pada makanan yang mengadung bahan berasaal dari babi. Bahan Tambahan Makanan tidak boleh melampaui batas tertinggi yang diperbolehkan. . 3./VI/1979 tentang bahan Tambahan Makanan. Selama dalam proses audit apabila ditemukan hal-hal yang kurang/tidak memenuhi syarat standar BPOM. . Semua peraturan Menteri Kesehatan diatas dikeluarkan dengan mendasar kepada : Undang Undang No. 329/Men./Per. 5.Peraturan Menteri Kesehatan No.79/Men.Kes./III/1979 tentang label dan Periklanan Makanan. bersih dan sesuai prosedur untuk pengolahan makanan yg layak untuk dikonsumsi 4) Proses pengepakan / membungkus apakah bersih . Larangan memproduksi makanan yang tidak memaenuhi standar mutu yang ditetapkan MenKes./XII/1976 merupakan peraturan yang memuat ketentuan pokok mengenai makanan yang masih memerlukan sejumkah peraturan pelaksanaan. .akan tetapi bila semuanya telah memenuhi syarat atau apa yg telah disarankan untuk diubah/diganti sudah dijalankan. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan UU Pokok Kesehatan No.23/Men. Pengiklanan harus menyatakan hal yang benar sesuai dengan kenyataan yang bersangkutan. . 2./Per.menggunakan bahan pembungkus yg layak untuk digunakan sebagai pembungkus. Peraturan Menkes No. 3) Tempat dan proses Produksi apakah layak.235/Men. 2) Tempat penyimpanan bahan baku akan diperiksa apakah penyimpananya rapi bersih & tidak mudah terkontaminasi oleh benda asing / serangga(binatang) yg bisa merusak /meracuni bahan baku tsb./Per.Keputusan Presiden No. yaitu : 1.Peraturan Menteri Kesehatan No. maka tinggal menunggu proses dari BPOM./Per. Penandaan (Labeling) tidak boleh yang menimbulkan tafsiran yang salah.  Cara mendapatkan ijin DepKes RI untuk makanan Untuk bisa mendapatkan ijin dari DepKes dengan mendaftar di Dirjen BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan ) di DepKes. pada saat di audit perlu di siapkan : 1) Resep makanan yg diproduksi dan dilampiri surat-surat data tehnik(spec) dari bahan makanan yg digunakan akan lebih bagus bila disertakan sertifiakat halal (biasanya bisa diperoleh dari perusahaan pembuat/pnyalur bahan makanan tsb) hal ini akan dperiksa apakah bahan makanan yg digunakan layak dikonsumsi & tidak membahayakan bagi kesehatan.11 th.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->