Perizinan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan

)

Gaya hidup masyarakat saat ini, sangat mempengaruhi pola konsumsinya. Sementara itu, pengetahuan masyarakat akan memilih dan menggunakan suatu produk secara tepat, benar dan aman belumlah memadai. Di lain pihak, iklan dan promosi secara gencar mendorong konsumen untuk mengkonsumsi secara berlebihan dan terkadang tidak rasional. Hal tersebutlah yang meningkatkan resiko yang luas mengenai kesehatan dan keselamatan konsumen. Maka, salah satu cara untuk mencegah hal tersebut adalah seperti yang tercantum dalam PP No.69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Institusi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap peredaran produk pangan olahan di seluruh Indonesia adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI. Badan Pengawas Obat dan Makanan atau disingkat Badan POM adalah sebuah lembaga di Indonesia yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia. Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SisPOM) yang efektif dan efisien yang mampu mendeteksi, mencegah dan mengawasi produk-produk dengan tujuan melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumennya baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu telah dibentuk Badan POM yang memiliki jaringan nasional dan internasional serta kewenangan penegakan hukum dan memiliki kredibilitas profesional yang tinggi. Menurut Peraturan kepala badan pengawas obat dan makanan RI Nomor HK.00.05.1.23.3516 tentang izin edar produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen makanan dan makanan yang bersumber, mengandung, dari bahan tertentu dan atau mengandung alkohol. Untuk lebih rinci mengenai peraturan tersebut, Anda dapat mengeceknya di (http://www.pom.go.id/public/hukum_perundangan/pdf/HK.00.05.1.23.3516.pdf). Badan POM berfungsi, antara lain: 1. Pengaturan, regulasi, dan standarisasi. 2. Lisensi dan sertifikasi industri di bidang farmasi berdasarkan “Cara-cara Produksi yang Baik”. 3. Evaluasi produk sebelum diizinkan beredar. 4. Post marketing vigilance termasuk sampling dan pengujian laboratorium, pemeriksaan sarana produksi dan distribusi, penyidikan dan penegakan hukum. 5. Pre-audit dan pasca-audit iklan dan promosi produk. 6. Riset terhadap pelaksanaan kebijakan pengawasan obat dan makanan. 7. Komunikasi, informasi dan edukasi publik termasuk peringatan publik. Jenis Nomor Pendaftaran Jika Anda membeli produk-produk makanan, minuman atau kosmetik biasanya pada kemasan label terdapat kode SP, MD, atau ML yang diikuti dengan sederetan angka. Nomor SP adalah Sertifikat Penyuluhan, merupakan nomor pendaftaran yang diberikan kepada pengusaha kecil dengan modal dan pengawas diberikan oleh Dinas Kesehatan/ Kodya, sebatas penyuluhan. Nomor MD diberikan kepada produsen makanan dan minuman bermodal besar yang diperkirakan mampu untuk mengikuti persyaratan keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Berkas minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snellhecter transparan warna merah. zat yang diklaim sesuai dengan label. Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 (enam) bulan sejak tanggal pengujian. diberikan untuk produk makanan dan minuman olahan yang berasal dari produk impor. zat yang diklaim sesuai dengan label. . yaitu penilaian umum dan penilaian ODS (One Day Service). Formulir pendaftaran dapat diperoleh di bagian Tata Usaha Direktorat Penilaian Keamanan Pangan. . Umum . ODS . Telp.Health certificate atau free sale dari instansi yang berwenang di negara asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan).Surat penunjukkan dari pabrik asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan).Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi).Berkas makanan diet khusus dalam map snelhecter berwarna hijau. Proses Pendaftaran Sejauh ini pendaftaran makanan dan minuman untuk seluruh wilayah Indonesia ditangani langsung oleh Direktorat Penilaian Keamanan Pangan. minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snelhecter berwarna merah. Untuk makanan dalam negeri diperlukan fotokopi izin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan.Sedangkan nomor ML. Produk Luar Negeri (Impor) Syarat minimal pendaftaran umum dan ODS produk ML : . . Tata cara dan Persyaratan yang harus dilengkapi untuk keperluan pendaftaran tersebut adalah sebagai berikut : 1. baik berupa kemasan langsung maupun dikemas ulang. makanan rekayasa genetika dalam map snelhecter berwarna biru. cemaran mikrobiologi dan . Badan POM. Formulir yang telah diisi. dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran.Berkas makanan dalam map snellhecter transparan berwarna biru. Setelah formulir diisi dengan lengkap.23 Jakarta Pusat. Khusus untuk ODS. Penilaian ODS adalah untuk semua produk beresiko rendah dan produk sejenis yang pernah mendapatkan nomor pendaftaran. Penilaian umum adalah untuk semua produk beresiko tinggi dan produk baru yang belum pernah mendapatkan nomor pendaftaran. Gedung D Lantai III. . . kemudian diserahkan kembali bersama contoh produk dan rancangan label yang sesuai dengan yang akan diedarkan. Penilaian untuk mendapatkan nomor pendaftaran disebut penilaian keamanan pangan. Jl. . Produk Dalam Negeri Syarat minimal pendaftaran Umum dan ODS produk MD : . 021-4245267.Fotokopi ijin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan atau Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM). .Formulir pendaftaran yang telah diisi dengan langkap. .Percetakan Negara No. Badan POM. 2. uji kimia. 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut : a. Pada dasarnya klasifikasi penilaian pangan ada dua macam. uji kimia. cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. dibuat masing-masing rangkap 4 (empat).Berkas makanan fungsional.Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi). b.Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk.Berkas makanan.

.Higiene dan sanitasi pabrik dan karyawan . .Berkas semua produk dalam map snellhecter berwarna kuning. B. disetujui dengan syarat (penambahan data yang harus dilengkapi) atau disetujui. Formulir A (diklip di Formulir A) . baik ODS maupun Umum. Pendaftaran Produk Makanan Dalam Negeri Untuk mendaftarkan makanan produksi Dalam Negeri. . . . .Berkas semua produk map snellhecter transparan berwarna kuning Terhadap semua formulir pendaftaran.Rancangan/desain label dengan warna sesuai dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang bersangkutan. dibuat masing-masing rangkap 4 (empat). sedangkan keputusan untuk ODS diperoleh paling lambat 1 hari.Asal pembelian bahan baku dan BTM.Surat pemeriksaan BPOM setempat (bila sudah pernah diperiksa). c. . .Sertifikat merek dari Departemen Kehakiman RI bila ada.Untuk produk suplemen makanan melampirkan fotokopi izin produksi farmasi dan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik).Fotokopi surat izin dari Departemen Perindustrian RI/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). pemohon wajib menyerahkan atau mengirimkan kelengkapan permohonan pendaftaran kepada Direktur jenderal Pengawasan Obat dan Makanan sebanyak 3 rangkap. Formulir yang telah diisi. 4. 3. Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 bulan sejak tanggal pengujian.Proses proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi .Uji kemasan dan pemerian bahan baku untuk suplemen makanan. .Spesifikasi bahan baku dan BTM (Bahan Tambahan Makanan). Formulir B (diklip di form B) . . dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran. . dilakukan evaluasi yang keputusannya dapat berupa : ditolak. Permohonan pendaftaran Yang terdiri dari Formulir A.Untuk produk lisensi melampirkan surat keterangan lisensi dari pabrik asal dengan menunjukkan aslinya.Denah dan peta lokasi pabrik 5.Sertifikat wadah dan tutup.Untuk produk air minum dalam kemasan dan garam dilengkapi sertifikat SNI dari Deperindag.Untuk produk yang dikemas kembali harus melampirkan surat keterangan dari pabrik asal.Standar yang digunakan pabrik. Kelengkapan permohonan pendaftaran adalah meliputi : 1.cemaran logam. D yang diisi dengan benar dan lengkap sesuai dengan pedoman dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir. Fomulir C (diklip di form C) .Struktur organisasi . Umum . . 2. C.Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk. Formulir D (diklip di form D) . ODS (One Day Sevice) . Keputusan untuk Umum diperoleh paling lambat 3 bulan. Khusus untuk ODS.Formulir pendaftaran yang tekah diisi dengan langkap. . 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut : b.

e. “in process control” pengawasan mutu selama proses produksi. 4. air mineral. Formulir B (diklip di form B) a. ikan & hasil laut segar atau terolah. e. agar menyebutkan metoda yang digunakan. c. 00474/B/II/87 tentang menyertakan Sertifikat Kesehatan dan bebas Radiasi untuk makanan impor yang telah ditetapkan (susu dan hasil olahannya. b. D. Sertifikat kesehatan/Free Sale dari pemerintah negara asal asli atau copy yang dilegalisir c. Formulir A (diklip di Formulir A) a. pemohon dapat menyertakan dokumen lain yang dapat menunjang penilaian permohonan dalam rangkap 3.Apabila dilakukan pemeriksaan dilaboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi. pemohon wajib menyerahkan atau mengirimkan kelengkapan permohonan pendaftaran kepada Direktur Jenderal Pengawasan Obatn dan Makanan sebanyak 3 (tiga) rangkap. jagung dan barley). buah & sayur segar atau terolah. d. daging dan produk daging. C. cemaran mikroba dan cemaran logam . d. 2. Sertifikat bebas radiasi sesuai dengan SK Menkes. harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yang digunakan dengan melampirkan daftar peralatan laboratorium yang dimiliki . agar menyebutkan metoda yang digunakan. . BTM (sesuai dengan masing-masing jenis makanan). Komposisi dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir. e.. Pendaftaran Produk Makanan Impor Untuk mendaftarkan makanan. c.Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika. Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri. Sertifikat merk dari badan yang berwenang bila ada. B. Formulir D (diklip di form D) a. cemaran mikroba dan cemaran logam. BTM atau Bahan Tambahan Makanan (sesuai dngan masing-masing jenis makanan). b. No. Sistem pengawasan mutu dari pabrik asal asli atau foto kopi yang dilegalisir. kimia. 5. Sertifikat wadah dan tutup dari pabrik asal. Apabila dilakukan pemeriksaan di laboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi. harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yang digunakan dengan melampirkan datar peralatan laboratorium dimiliki. sereal termasuk tepung. Contoh makanan yang bersangkutan 3 kemasan 7. Proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi. Spesifikasi asal bahan baku dan BTM dari pabrik asal. 3. d. sarana dan peralatan pengawasan mutu . b. Surat penunjukkan dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir. 6.Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri. ONE DAY SERVICE (ODS) . E yang diisi dengan benar dan lengkap oleh pabrik asal asli atau yang dilegalisir sesuai dengan pedoman dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir. Permohonan pendaftaran Terdiri dari Formulir A. Untuk produk suplemen makanan melampirkan uji kemasan dan pemerian bahan baku. Standar yang digunakan pabrik asal. Rancangan/desain label dengan warna sesuai dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang bersangkutan. kimia. Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika. Selain yang dimaksud di atas bila dianggap perlu.Sistem pengawasan mutu.“in process control” pengawasan mutu selama proses produksi. Kelengkapan permohonan pendaftaran adalah meliputi : 1. Formulir C (diklip di form C) a.

Sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk garam beryodium atau produk yang diklaim sesuai dengan SNI. . Persyaratan: Produk Luar Negeri kode ML: 1. Lampiran untuk produk impor : . .85. dilampiri dengan surat keterangan dari pabrik asal.Sertifikat Kesehatan /Free Sale asli atau salinan yang dilegalisir oleh importir dengan menunjukkan aslinya. baik produk lokal maupun impor yang didaftarkan langsung ke Ditjen POM. berkemasan tinggi (pH di bawah 4.Desain label (Sesuai dengan peraturan label).Surat penunjukkan importir dari pabrik negara asal atau salinan yang dilegalisir oleh importir dengan menunjukkan aslinya. Persyaratan produk yang berisiko rendah adalah makanan yang tidak langsung dimakan/dikonsumsi atau masih mengalami proses lebih lanjut. 2. . golongan BTM. Copy Surat Penunjukan dari Negara Asal 2. 8. Lampiran untuk produk dalam negeri : . berat bersih/isi bersih/netto. Hasil Uji Laboratorium .Contoh label asli dengan desain label sesuai dengan yang akan diedarkan di Indonesia. nama BTP dan kegunaannya. masa kedaluarsa.Contoh produk 3 (Tiga) buah. Parameter Penilaian Produk ODS 1. 6. 7. . pengawet. Subdit (Sub Direktorat) Evaluasi dan Pendaftaran Makanan & Minuman telah menerapkan sistim pelayanan dan penilaian cepat dan penerbitan persetujuan pendaftaran dalam 24 jam yang disebut ODS (One Day Service) bagi produk-produk makanan yang beresiko rendah.00.Pada bagian utama label minimal harus memuat: nama produk.Untuk Pabrik pengemas kembali. . 3.Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses permohonan pendaftaran dan proses penilaian.Contoh produk 3 buah.Sertifikat merek dagang/paten untuk produk yang menggunakan tanda “ R” (nomor paten) pada nama dagang. dilampiri keterangan pabrik pemberi lisensi dari negara asal. 4.Desain label sesuai dengan produk yang akan diedarkan rangkap 3 (tiga). Health Certificate (Izin Dep kes Setempat/Negera Asal) 3. 5.Ijin industri atau tanda pendaftaran industri dari Depperindag (untuk pabrik baru dan jenis baru) . . . tanggal produksi keterangan lain yang diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan. Label . . asal bahan baku dan BTP yang digunakan. Formulir A diisi oleh prmohon dengan benar dan lengkap sesuai dengan pedoman.5). khusus untuk pewarna dengan Colour Index (CI). kode pos dan Indonesia atau alamat lengkap) dan nomor pendaftaran.Keterangan lain pada label minimal memuat : komposisi bahan. kode produksi. aktivitas air (Aw) rendah dibawah 0. nama dan alamat produsen/importir (minimal nama kota. nama pemanis. Kelengkapan pengisian Formulir B yang memuat : daftar dan jumlah bahan baku dan BTP (Bahan Tambahan Pangan) yang digunakan. Kelengkapan pengisian Formulir D yang dilampiri dengan hasil analisa produksi akhir asli. Waktu pendaftaran : jam 09.00 – 13. berkadar gula tinggi. . Untuk pabrik berlisensi. pewarna lengkap dengan indeks warna (apabila digunakan). Kelengkapan pengisian Formulir C yang memuat cara pembuatan dan skema proses produksi.

*Berdasarkan UU Barang N0.Kes.329/Men. Disamping itu. e) Hal yang berhubungan dengan penyidikan dan pengawasan.1962 tentang hygiene usahausaha bagi umum. DITHEN POM.76/Men. Selain Obat-obatan makanan juga dapat memiliki dua fungsi yaitu sebagai makanan tetapi dalam hal lain dapat menyebabkan keracunan. banyaknya kegunaan. Makanan sebagai barang .Peraturan Menteri Kesehatan No.10 th.1961 dapat diatur berdasarkan atas peraturan pemerintah mengenai hal berikut : a) Susunan bahan./Per.Hasil Uji Laboratorium .Peraturan Menteri Kesehatan No./XI/1975 tentang lodisasi Garam Konsumen. API-U Produk Dalam Negeri kode MD: . makanan juga dapat dibahas dari sudut UUD No./Per.Kes. cara penandaan. Oleh karena itu. Sampai saat ini peraturan pemerintah belum ada. Copy SIUP./XII/1976 tentang Wajib Daftar Makanan . IJIN DEPKES PADA MAKANAN Makanan Sudah ada UU Nomor 7 Tahun 1996 yang mengatur tentang pangan.Peraturan Menteri Kesehatan No.syarat dan Pengawasan Air Minun. DITWAS Makanan & Minuman. b) Pembungkus. bahan baku dan bahan penolong serta alat yang digunakan dalam memproduksi dan menjual barang tersebut.syarat lainya.Peraturan Menteri Kesehatan No. Ada aturan yang memberi rambu bagaimana suatu bahan pangan diproduksi dan diperdagangkan.Peraturan Menteri Kesehatan No./XII/1975 tentang ketentuan Peredaran dan penandaan Susu Kental Manis.330/Men. bentuknya. Perlindungan konsumen dibidang makanan dapat dibahas dari beberapa peraturan perundangundangan.280/Men. walaupun tidak separah akibat salah penggunaan obat. agar tidak beredar makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat.Kes. . pemakaian alat pembungkus. Menurut pasal 2 hygiene adalah segala usaha untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan. bentuknya. pengiklanan.11 th. Undang.01/Birhukmas/I/1975 tenteng syarat. . perlu adanya Izin dari Departemen Kesehatan bagi produsen yang memproduksi bahan pangan/makanan. .4.Label Berwarna / Haka Paten ./XI/1976 tentang ketentuan Peredaran dan . bentuk dan kegunaan barang tersebut./Per. Evaluasi dan Registrasi.SIUP / Izin Prinsip .Sample Minimum 3 (tiga) buah Sumber: Subdit./Per. pasal-pasal dan ayat-ayatnya mengatur kesehatan pangan dan keselamatan manusia.Kes. Komposisi dan Specsifikasi 7. sifat dan bahan pembungkus tersebut. d) Ketentuan tentang laarangan pedagangan. Tetapi makanan yang busuk dapat menimbulkan akibat yang fatal./XII/1976 tentang produksi dan peredaran makanan . c) Mengenai penandaan (labeling) baik yang menyangkut susunan bahan sifatnya.undang barang tersebut diatas untuk dapat memberikan perlindungan langsung kepada konsumen masih memerlukan peraturan pelaksanaan berupa peraturan pemerintah. Sample minimum 3 pcs 6. DEPKES RI.Peraturan Menteri Kesehatan No. tempat penjualan dan syarat. muntah./Per. buang-buang air bahkan dapat menimbulkan kematian. Label Berwarna 5. Pembuatan barang yang tidak memenuhi syarat baik dilihat dari sudut pandang kesehatan ataupun politik ekspor.Kes. Peraturan tentang makanan yang dikeluarkan oleh Menteri kesehatan yaitu : .110/Men.

5.23/Men.Kes. Tahun 1949 No. Penandaan (Labeling) tidak boleh yang menimbulkan tafsiran yang salah. 2./Per. maka yang dicantumkan dalam Peraturan Menke tersebut di atas hanyalah sanksi administrasi berupa pencabutan ijin dan pencabutan nomor pendaftaran.  Cara mendapatkan ijin DepKes RI untuk makanan Untuk bisa mendapatkan ijin dari DepKes dengan mendaftar di Dirjen BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan ) di DepKes.Peraturan Menteri Kesehatan No. yaitu : 1. .Kes.Peraturan Menteri Kesehatan No.45 th./VI/1979 tentang bahan Tambahan Makanan. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan UU Pokok Kesehatan No.79/Men. .menggunakan bahan pembungkus yg layak untuk digunakan sebagai pembungkus.Kes. Larangan memproduksi makanan yang tidak memaenuhi standar mutu yang ditetapkan MenKes. bersih dan sesuai prosedur untuk pengolahan makanan yg layak untuk dikonsumsi 4) Proses pengepakan / membungkus apakah bersih . Selama dalam proses audit apabila ditemukan hal-hal yang kurang/tidak memenuhi syarat standar BPOM.9 tahun 1960 Ordonansi Bahan Berbahaya Stb./Per./VI/1977 tentang minuman Keras.Kes. aman tidak terkontaminasi/terbawa benda asing yang membahayakan bagi makanan tsb dan consumen yg akan mengkonsumsi. daftar bahan baku/mentah yang digunakan untuk memproduksi makan yang akan didaftarkan (setiap jenis makanan akan memerlukan penadataran yg berbeda jadi kalau ada 2 jenis makanan akan memerlukan 2 lembar pendaftaran) setelah terdaftar biasanya akan dijadwalkan dengan pemberitahuan kapan tempat dan produksi makanan akan di AUDIT /DIPERIKSA oleh team Auditor dari badan POM. akan diberikan peringatan&saran untuk perbaikan dan akan dijadwal ulang untuk kembali di audit lagi . Bahan Tambahan Makanan tidak boleh melampaui batas tertinggi yang diperbolehkan.Peraturan Menteri Kesehatan No./Per.86/Men./XII/1976 merupakan peraturan yang memuat ketentuan pokok mengenai makanan yang masih memerlukan sejumkah peraturan pelaksanaan. Mengenai sanksi.Keputusan Presiden No.44 dan No.11 th. 2) Tempat penyimpanan bahan baku akan diperiksa apakah penyimpananya rapi bersih & tidak mudah terkontaminasi oleh benda asing / serangga(binatang) yg bisa merusak /meracuni bahan baku tsb. 4. dan kemudian BPOM akan mengeluarkan sertifikat ijin produksi biasanya dng nomer MD (untuk barang produksi dalam negeri) dan nomer ML ( untuk kode barang produksi hasil import) ./Per./III/1979 tentang label dan Periklanan Makanan. . Pengiklanan harus menyatakan hal yang benar sesuai dengan kenyataan yang bersangkutan. Karyawan tidak boleh yang mendaerita penyakit menular atau penyakit lain yang ditetapkan MenKes.penandaan pada makanan yang mengadung bahan berasaal dari babi./I/1978 tentang pedoman cara produksi yang baik untuk makanan. pada saat di audit perlu di siapkan : 1) Resep makanan yg diproduksi dan dilampiri surat-surat data tehnik(spec) dari bahan makanan yg digunakan akan lebih bagus bila disertakan sertifiakat halal (biasanya bisa diperoleh dari perusahaan pembuat/pnyalur bahan makanan tsb) hal ini akan dperiksa apakah bahan makanan yg digunakan layak dikonsumsi & tidak membahayakan bagi kesehatan. .(dadung D) ./Per. Wadah harus dibuat dari bahan yang tidak melepaskan zat yang dapat mengganggu kesehatan.Syaratnya isi formulir pendaftaran dan sertakan contoh produk makanan yang akan didaftarkan . 3.1974 tentang Pokok-Pokok dan Susunan Organisasi Departemen.1962 .337 UU tentang Hygiene untuk usahausaha bagi umum No. Peraturan Menkes No.akan tetapi bila semuanya telah memenuhi syarat atau apa yg telah disarankan untuk diubah/diganti sudah dijalankan.Peraturan Menteri Kesehatan No.235/Men. 329/Men. Semua peraturan Menteri Kesehatan diatas dikeluarkan dengan mendasar kepada : Undang Undang No.Kes. maka tinggal menunggu proses dari BPOM. 3) Tempat dan proses Produksi apakah layak. 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful