Perizinan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan

)

Gaya hidup masyarakat saat ini, sangat mempengaruhi pola konsumsinya. Sementara itu, pengetahuan masyarakat akan memilih dan menggunakan suatu produk secara tepat, benar dan aman belumlah memadai. Di lain pihak, iklan dan promosi secara gencar mendorong konsumen untuk mengkonsumsi secara berlebihan dan terkadang tidak rasional. Hal tersebutlah yang meningkatkan resiko yang luas mengenai kesehatan dan keselamatan konsumen. Maka, salah satu cara untuk mencegah hal tersebut adalah seperti yang tercantum dalam PP No.69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Institusi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap peredaran produk pangan olahan di seluruh Indonesia adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI. Badan Pengawas Obat dan Makanan atau disingkat Badan POM adalah sebuah lembaga di Indonesia yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia. Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SisPOM) yang efektif dan efisien yang mampu mendeteksi, mencegah dan mengawasi produk-produk dengan tujuan melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumennya baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu telah dibentuk Badan POM yang memiliki jaringan nasional dan internasional serta kewenangan penegakan hukum dan memiliki kredibilitas profesional yang tinggi. Menurut Peraturan kepala badan pengawas obat dan makanan RI Nomor HK.00.05.1.23.3516 tentang izin edar produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen makanan dan makanan yang bersumber, mengandung, dari bahan tertentu dan atau mengandung alkohol. Untuk lebih rinci mengenai peraturan tersebut, Anda dapat mengeceknya di (http://www.pom.go.id/public/hukum_perundangan/pdf/HK.00.05.1.23.3516.pdf). Badan POM berfungsi, antara lain: 1. Pengaturan, regulasi, dan standarisasi. 2. Lisensi dan sertifikasi industri di bidang farmasi berdasarkan “Cara-cara Produksi yang Baik”. 3. Evaluasi produk sebelum diizinkan beredar. 4. Post marketing vigilance termasuk sampling dan pengujian laboratorium, pemeriksaan sarana produksi dan distribusi, penyidikan dan penegakan hukum. 5. Pre-audit dan pasca-audit iklan dan promosi produk. 6. Riset terhadap pelaksanaan kebijakan pengawasan obat dan makanan. 7. Komunikasi, informasi dan edukasi publik termasuk peringatan publik. Jenis Nomor Pendaftaran Jika Anda membeli produk-produk makanan, minuman atau kosmetik biasanya pada kemasan label terdapat kode SP, MD, atau ML yang diikuti dengan sederetan angka. Nomor SP adalah Sertifikat Penyuluhan, merupakan nomor pendaftaran yang diberikan kepada pengusaha kecil dengan modal dan pengawas diberikan oleh Dinas Kesehatan/ Kodya, sebatas penyuluhan. Nomor MD diberikan kepada produsen makanan dan minuman bermodal besar yang diperkirakan mampu untuk mengikuti persyaratan keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi).Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk. zat yang diklaim sesuai dengan label. Penilaian untuk mendapatkan nomor pendaftaran disebut penilaian keamanan pangan. cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. .Formulir pendaftaran yang telah diisi dengan langkap.Berkas makanan diet khusus dalam map snelhecter berwarna hijau. Produk Dalam Negeri Syarat minimal pendaftaran Umum dan ODS produk MD : . Tata cara dan Persyaratan yang harus dilengkapi untuk keperluan pendaftaran tersebut adalah sebagai berikut : 1. dibuat masing-masing rangkap 4 (empat). ODS .Berkas makanan fungsional. Proses Pendaftaran Sejauh ini pendaftaran makanan dan minuman untuk seluruh wilayah Indonesia ditangani langsung oleh Direktorat Penilaian Keamanan Pangan.Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi). b. Penilaian umum adalah untuk semua produk beresiko tinggi dan produk baru yang belum pernah mendapatkan nomor pendaftaran. Produk Luar Negeri (Impor) Syarat minimal pendaftaran umum dan ODS produk ML : . diberikan untuk produk makanan dan minuman olahan yang berasal dari produk impor. baik berupa kemasan langsung maupun dikemas ulang. Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 (enam) bulan sejak tanggal pengujian. Formulir pendaftaran dapat diperoleh di bagian Tata Usaha Direktorat Penilaian Keamanan Pangan. Formulir yang telah diisi. makanan rekayasa genetika dalam map snelhecter berwarna biru.Sedangkan nomor ML. 021-4245267. .23 Jakarta Pusat. Penilaian ODS adalah untuk semua produk beresiko rendah dan produk sejenis yang pernah mendapatkan nomor pendaftaran. Khusus untuk ODS. zat yang diklaim sesuai dengan label. Setelah formulir diisi dengan lengkap.Health certificate atau free sale dari instansi yang berwenang di negara asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan). .Surat penunjukkan dari pabrik asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan).Fotokopi ijin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan atau Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM). . Telp. cemaran mikrobiologi dan . uji kimia. minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snelhecter berwarna merah. Gedung D Lantai III. . Untuk makanan dalam negeri diperlukan fotokopi izin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran. uji kimia. Pada dasarnya klasifikasi penilaian pangan ada dua macam. Badan POM. Jl. yaitu penilaian umum dan penilaian ODS (One Day Service). kemudian diserahkan kembali bersama contoh produk dan rancangan label yang sesuai dengan yang akan diedarkan.Percetakan Negara No. .Berkas makanan. Badan POM. . 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut : a.Berkas minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snellhecter transparan warna merah. 2. Umum .Berkas makanan dalam map snellhecter transparan berwarna biru. .

Fomulir C (diklip di form C) . . .Struktur organisasi .Asal pembelian bahan baku dan BTM. pemohon wajib menyerahkan atau mengirimkan kelengkapan permohonan pendaftaran kepada Direktur jenderal Pengawasan Obat dan Makanan sebanyak 3 rangkap. . sedangkan keputusan untuk ODS diperoleh paling lambat 1 hari. D yang diisi dengan benar dan lengkap sesuai dengan pedoman dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir.Fotokopi surat izin dari Departemen Perindustrian RI/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Keputusan untuk Umum diperoleh paling lambat 3 bulan. dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran. Formulir yang telah diisi. . 2. C. .cemaran logam. 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut : b. . .Spesifikasi bahan baku dan BTM (Bahan Tambahan Makanan). Formulir A (diklip di Formulir A) . dibuat masing-masing rangkap 4 (empat). Kelengkapan permohonan pendaftaran adalah meliputi : 1. .Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk.Standar yang digunakan pabrik. .Uji kemasan dan pemerian bahan baku untuk suplemen makanan. Umum . .Rancangan/desain label dengan warna sesuai dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang bersangkutan.Sertifikat wadah dan tutup. .Denah dan peta lokasi pabrik 5. Khusus untuk ODS. dilakukan evaluasi yang keputusannya dapat berupa : ditolak.Surat pemeriksaan BPOM setempat (bila sudah pernah diperiksa).Untuk produk air minum dalam kemasan dan garam dilengkapi sertifikat SNI dari Deperindag. Permohonan pendaftaran Yang terdiri dari Formulir A. .Untuk produk lisensi melampirkan surat keterangan lisensi dari pabrik asal dengan menunjukkan aslinya. 4.Berkas semua produk map snellhecter transparan berwarna kuning Terhadap semua formulir pendaftaran. Pendaftaran Produk Makanan Dalam Negeri Untuk mendaftarkan makanan produksi Dalam Negeri.Untuk produk suplemen makanan melampirkan fotokopi izin produksi farmasi dan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 bulan sejak tanggal pengujian.Formulir pendaftaran yang tekah diisi dengan langkap. disetujui dengan syarat (penambahan data yang harus dilengkapi) atau disetujui.Berkas semua produk dalam map snellhecter berwarna kuning. baik ODS maupun Umum. c.Sertifikat merek dari Departemen Kehakiman RI bila ada. 3.Proses proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi .Untuk produk yang dikemas kembali harus melampirkan surat keterangan dari pabrik asal. Formulir B (diklip di form B) . . ODS (One Day Sevice) . B. Formulir D (diklip di form D) .Higiene dan sanitasi pabrik dan karyawan .

Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika. C. cemaran mikroba dan cemaran logam. c. Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika. sarana dan peralatan pengawasan mutu . c.Sistem pengawasan mutu. cemaran mikroba dan cemaran logam . Selain yang dimaksud di atas bila dianggap perlu. d. Spesifikasi asal bahan baku dan BTM dari pabrik asal. Sertifikat bebas radiasi sesuai dengan SK Menkes. Sistem pengawasan mutu dari pabrik asal asli atau foto kopi yang dilegalisir. e. 4. . e. BTM (sesuai dengan masing-masing jenis makanan). Proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi. air mineral. buah & sayur segar atau terolah. Sertifikat wadah dan tutup dari pabrik asal. E yang diisi dengan benar dan lengkap oleh pabrik asal asli atau yang dilegalisir sesuai dengan pedoman dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir. ikan & hasil laut segar atau terolah. Permohonan pendaftaran Terdiri dari Formulir A. Rancangan/desain label dengan warna sesuai dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang bersangkutan. Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri. agar menyebutkan metoda yang digunakan. “in process control” pengawasan mutu selama proses produksi. Pendaftaran Produk Makanan Impor Untuk mendaftarkan makanan. pemohon dapat menyertakan dokumen lain yang dapat menunjang penilaian permohonan dalam rangkap 3. kimia. Formulir A (diklip di Formulir A) a. D. d. Sertifikat merk dari badan yang berwenang bila ada.“in process control” pengawasan mutu selama proses produksi. b.Apabila dilakukan pemeriksaan dilaboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi. Kelengkapan permohonan pendaftaran adalah meliputi : 1. BTM atau Bahan Tambahan Makanan (sesuai dngan masing-masing jenis makanan). Contoh makanan yang bersangkutan 3 kemasan 7. sereal termasuk tepung. d. Untuk produk suplemen makanan melampirkan uji kemasan dan pemerian bahan baku. harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yang digunakan dengan melampirkan daftar peralatan laboratorium yang dimiliki . Sertifikat kesehatan/Free Sale dari pemerintah negara asal asli atau copy yang dilegalisir c. e.Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri. Formulir B (diklip di form B) a. agar menyebutkan metoda yang digunakan. Surat penunjukkan dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir. Formulir D (diklip di form D) a. Formulir C (diklip di form C) a. 00474/B/II/87 tentang menyertakan Sertifikat Kesehatan dan bebas Radiasi untuk makanan impor yang telah ditetapkan (susu dan hasil olahannya. 3. No. Standar yang digunakan pabrik asal. ONE DAY SERVICE (ODS) . B. 6. kimia. pemohon wajib menyerahkan atau mengirimkan kelengkapan permohonan pendaftaran kepada Direktur Jenderal Pengawasan Obatn dan Makanan sebanyak 3 (tiga) rangkap. b. harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yang digunakan dengan melampirkan datar peralatan laboratorium dimiliki. Apabila dilakukan pemeriksaan di laboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi. daging dan produk daging. Komposisi dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir. 2. jagung dan barley). b.. 5.

berat bersih/isi bersih/netto.00. berkemasan tinggi (pH di bawah 4. pengawet. Hasil Uji Laboratorium . Subdit (Sub Direktorat) Evaluasi dan Pendaftaran Makanan & Minuman telah menerapkan sistim pelayanan dan penilaian cepat dan penerbitan persetujuan pendaftaran dalam 24 jam yang disebut ODS (One Day Service) bagi produk-produk makanan yang beresiko rendah. nama dan alamat produsen/importir (minimal nama kota.Ijin industri atau tanda pendaftaran industri dari Depperindag (untuk pabrik baru dan jenis baru) . masa kedaluarsa. 3.Contoh produk 3 buah. golongan BTM. dilampiri dengan surat keterangan dari pabrik asal. 5. Kelengkapan pengisian Formulir C yang memuat cara pembuatan dan skema proses produksi. Persyaratan produk yang berisiko rendah adalah makanan yang tidak langsung dimakan/dikonsumsi atau masih mengalami proses lebih lanjut. Lampiran untuk produk impor : . Label . .85. 4. aktivitas air (Aw) rendah dibawah 0. 6. pewarna lengkap dengan indeks warna (apabila digunakan). kode produksi. 8.Desain label (Sesuai dengan peraturan label).Pada bagian utama label minimal harus memuat: nama produk. khusus untuk pewarna dengan Colour Index (CI). 2. . Persyaratan: Produk Luar Negeri kode ML: 1. baik produk lokal maupun impor yang didaftarkan langsung ke Ditjen POM. 7. Parameter Penilaian Produk ODS 1.00 – 13.Contoh produk 3 (Tiga) buah. . dilampiri keterangan pabrik pemberi lisensi dari negara asal.Keterangan lain pada label minimal memuat : komposisi bahan. Lampiran untuk produk dalam negeri : .Desain label sesuai dengan produk yang akan diedarkan rangkap 3 (tiga). . Untuk pabrik berlisensi. Kelengkapan pengisian Formulir D yang dilampiri dengan hasil analisa produksi akhir asli.Surat penunjukkan importir dari pabrik negara asal atau salinan yang dilegalisir oleh importir dengan menunjukkan aslinya. . . Health Certificate (Izin Dep kes Setempat/Negera Asal) 3.Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses permohonan pendaftaran dan proses penilaian. tanggal produksi keterangan lain yang diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan. asal bahan baku dan BTP yang digunakan.Sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk garam beryodium atau produk yang diklaim sesuai dengan SNI.Sertifikat merek dagang/paten untuk produk yang menggunakan tanda “ R” (nomor paten) pada nama dagang. nama pemanis. Copy Surat Penunjukan dari Negara Asal 2. nama BTP dan kegunaannya. . Waktu pendaftaran : jam 09. berkadar gula tinggi. kode pos dan Indonesia atau alamat lengkap) dan nomor pendaftaran.Contoh label asli dengan desain label sesuai dengan yang akan diedarkan di Indonesia. . .5).Untuk Pabrik pengemas kembali. Formulir A diisi oleh prmohon dengan benar dan lengkap sesuai dengan pedoman. Kelengkapan pengisian Formulir B yang memuat : daftar dan jumlah bahan baku dan BTP (Bahan Tambahan Pangan) yang digunakan.Sertifikat Kesehatan /Free Sale asli atau salinan yang dilegalisir oleh importir dengan menunjukkan aslinya.

110/Men. makanan juga dapat dibahas dari sudut UUD No./Per. . muntah. . bahan baku dan bahan penolong serta alat yang digunakan dalam memproduksi dan menjual barang tersebut. Sample minimum 3 pcs 6./XII/1975 tentang ketentuan Peredaran dan penandaan Susu Kental Manis.Kes. pengiklanan./Per.76/Men.Kes. buang-buang air bahkan dapat menimbulkan kematian./XI/1976 tentang ketentuan Peredaran dan . Sampai saat ini peraturan pemerintah belum ada. cara penandaan.syarat lainya.11 th./XI/1975 tentang lodisasi Garam Konsumen. pemakaian alat pembungkus.Label Berwarna / Haka Paten .10 th. Perlindungan konsumen dibidang makanan dapat dibahas dari beberapa peraturan perundangundangan.1962 tentang hygiene usahausaha bagi umum. bentuk dan kegunaan barang tersebut.4.syarat dan Pengawasan Air Minun.Kes. API-U Produk Dalam Negeri kode MD: ./XII/1976 tentang Wajib Daftar Makanan . Pembuatan barang yang tidak memenuhi syarat baik dilihat dari sudut pandang kesehatan ataupun politik ekspor.undang barang tersebut diatas untuk dapat memberikan perlindungan langsung kepada konsumen masih memerlukan peraturan pelaksanaan berupa peraturan pemerintah.Peraturan Menteri Kesehatan No.Peraturan Menteri Kesehatan No.1961 dapat diatur berdasarkan atas peraturan pemerintah mengenai hal berikut : a) Susunan bahan. e) Hal yang berhubungan dengan penyidikan dan pengawasan. Oleh karena itu.01/Birhukmas/I/1975 tenteng syarat.Peraturan Menteri Kesehatan No. Komposisi dan Specsifikasi 7. agar tidak beredar makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat. *Berdasarkan UU Barang N0.SIUP / Izin Prinsip . Label Berwarna 5. sifat dan bahan pembungkus tersebut. Evaluasi dan Registrasi.Kes.330/Men. Disamping itu. Menurut pasal 2 hygiene adalah segala usaha untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan./Per. IJIN DEPKES PADA MAKANAN Makanan Sudah ada UU Nomor 7 Tahun 1996 yang mengatur tentang pangan. perlu adanya Izin dari Departemen Kesehatan bagi produsen yang memproduksi bahan pangan/makanan. pasal-pasal dan ayat-ayatnya mengatur kesehatan pangan dan keselamatan manusia.Sample Minimum 3 (tiga) buah Sumber: Subdit. Ada aturan yang memberi rambu bagaimana suatu bahan pangan diproduksi dan diperdagangkan. banyaknya kegunaan.Peraturan Menteri Kesehatan No. bentuknya. Tetapi makanan yang busuk dapat menimbulkan akibat yang fatal. Copy SIUP.280/Men. Makanan sebagai barang . bentuknya. c) Mengenai penandaan (labeling) baik yang menyangkut susunan bahan sifatnya.Hasil Uji Laboratorium . Peraturan tentang makanan yang dikeluarkan oleh Menteri kesehatan yaitu : . .329/Men.Peraturan Menteri Kesehatan No.Kes. DITWAS Makanan & Minuman. Selain Obat-obatan makanan juga dapat memiliki dua fungsi yaitu sebagai makanan tetapi dalam hal lain dapat menyebabkan keracunan./XII/1976 tentang produksi dan peredaran makanan .Peraturan Menteri Kesehatan No. Undang. DITHEN POM. b) Pembungkus. walaupun tidak separah akibat salah penggunaan obat. d) Ketentuan tentang laarangan pedagangan. tempat penjualan dan syarat. DEPKES RI./Per./Per.

45 th. 6. .1962 .Kes.1974 tentang Pokok-Pokok dan Susunan Organisasi Departemen. 3) Tempat dan proses Produksi apakah layak. Wadah harus dibuat dari bahan yang tidak melepaskan zat yang dapat mengganggu kesehatan./Per. 2) Tempat penyimpanan bahan baku akan diperiksa apakah penyimpananya rapi bersih & tidak mudah terkontaminasi oleh benda asing / serangga(binatang) yg bisa merusak /meracuni bahan baku tsb. bersih dan sesuai prosedur untuk pengolahan makanan yg layak untuk dikonsumsi 4) Proses pengepakan / membungkus apakah bersih . Larangan memproduksi makanan yang tidak memaenuhi standar mutu yang ditetapkan MenKes.Peraturan Menteri Kesehatan No. Peraturan Menkes No. akan diberikan peringatan&saran untuk perbaikan dan akan dijadwal ulang untuk kembali di audit lagi .86/Men./Per. Karyawan tidak boleh yang mendaerita penyakit menular atau penyakit lain yang ditetapkan MenKes. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan UU Pokok Kesehatan No.  Cara mendapatkan ijin DepKes RI untuk makanan Untuk bisa mendapatkan ijin dari DepKes dengan mendaftar di Dirjen BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan ) di DepKes. Mengenai sanksi. maka yang dicantumkan dalam Peraturan Menke tersebut di atas hanyalah sanksi administrasi berupa pencabutan ijin dan pencabutan nomor pendaftaran.Peraturan Menteri Kesehatan No. .44 dan No. 2.9 tahun 1960 Ordonansi Bahan Berbahaya Stb.11 th. 5. ./I/1978 tentang pedoman cara produksi yang baik untuk makanan.23/Men. dan kemudian BPOM akan mengeluarkan sertifikat ijin produksi biasanya dng nomer MD (untuk barang produksi dalam negeri) dan nomer ML ( untuk kode barang produksi hasil import) . pada saat di audit perlu di siapkan : 1) Resep makanan yg diproduksi dan dilampiri surat-surat data tehnik(spec) dari bahan makanan yg digunakan akan lebih bagus bila disertakan sertifiakat halal (biasanya bisa diperoleh dari perusahaan pembuat/pnyalur bahan makanan tsb) hal ini akan dperiksa apakah bahan makanan yg digunakan layak dikonsumsi & tidak membahayakan bagi kesehatan./III/1979 tentang label dan Periklanan Makanan.Peraturan Menteri Kesehatan No. 329/Men. Semua peraturan Menteri Kesehatan diatas dikeluarkan dengan mendasar kepada : Undang Undang No. yaitu : 1. Tahun 1949 No. Penandaan (Labeling) tidak boleh yang menimbulkan tafsiran yang salah. daftar bahan baku/mentah yang digunakan untuk memproduksi makan yang akan didaftarkan (setiap jenis makanan akan memerlukan penadataran yg berbeda jadi kalau ada 2 jenis makanan akan memerlukan 2 lembar pendaftaran) setelah terdaftar biasanya akan dijadwalkan dengan pemberitahuan kapan tempat dan produksi makanan akan di AUDIT /DIPERIKSA oleh team Auditor dari badan POM.Peraturan Menteri Kesehatan No.menggunakan bahan pembungkus yg layak untuk digunakan sebagai pembungkus.akan tetapi bila semuanya telah memenuhi syarat atau apa yg telah disarankan untuk diubah/diganti sudah dijalankan. Pengiklanan harus menyatakan hal yang benar sesuai dengan kenyataan yang bersangkutan.Syaratnya isi formulir pendaftaran dan sertakan contoh produk makanan yang akan didaftarkan . aman tidak terkontaminasi/terbawa benda asing yang membahayakan bagi makanan tsb dan consumen yg akan mengkonsumsi.(dadung D) ./Per.337 UU tentang Hygiene untuk usahausaha bagi umum No./XII/1976 merupakan peraturan yang memuat ketentuan pokok mengenai makanan yang masih memerlukan sejumkah peraturan pelaksanaan./VI/1979 tentang bahan Tambahan Makanan. ./Per. Selama dalam proses audit apabila ditemukan hal-hal yang kurang/tidak memenuhi syarat standar BPOM.penandaan pada makanan yang mengadung bahan berasaal dari babi. 4. maka tinggal menunggu proses dari BPOM.Kes.Kes. 3./VI/1977 tentang minuman Keras.79/Men.Kes. Bahan Tambahan Makanan tidak boleh melampaui batas tertinggi yang diperbolehkan.Kes.235/Men./Per.Keputusan Presiden No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful