SYARAT SYAHNYA SURAT KUASA

1. Mencantumkan judul dengan “ Surat kuasa” atau surat kuasa khusus

2. Menjelaskan idenitas pemberi kuasa (Nama dan alamat yang jelas) 3. Menyebutkan “ penyebutan sebgai pemberi kuasa” 4. Menegaskan pemilihan domisili hukum oleh pemberi kuasa 5. Menyebutkan nama penerima kuasa (dalam kasus) 6. Menegaskan darimana penerima kuasa (sebagai advokad dari kantor mana? Domisili advokad berada)
7. Penegasan tentang “ bertindak sendiri-sendiri atau bersama-sama “ 8. Menegasakan “penyebutan sebagai penerima kuasa” 9. Penyebutan kata-kata “khusus” 10. Menegaskan tujuan pemebri kuasa bahwa kuasa untuk mewakili /kuasa untuk

apa? (dalam khusus “mengajukan mengajukan gugatan”) 11. Menegaskan arah pengadilan tempat gugatan akan di laksanakan. 12. Mencantumkan identitas calon terguagat nama dan alamatnya. 13. Menjelaskan tentang kasus yang akan digugat. 14. Mencantumkan peneybutan hak subtistusi 15. Mencantumkan penyebutan hak retensi 16. Tanggal pemberian kuasa 17. Kolom nama/ tanda tangan pemberi kuasa 18. Kolom nama tanda tangan penerima kuasa 19. Peneybutan atau pencantuman materai 6000

Penyebutan sebagai tergugat 6. Posita tentang adanya timbul kerugian . Ditujuakan kepada pengadilan mana 2. Identitas penggugat (nama dan alamat) 4. Posita tentang dasar hukum dari gugatan 8. Posita tentang asak-usul perkara dan peristiwa 7.SYARAT SYAHNYA SEBUAH GUGATAN 1. Penegasan tentang surat kuasa dan tanggal surat kuasa 5. Penyebutan sebagai kuasa (penanda tangan) 3.

petitum tentang apa yang dituntut ganti kerugian 13. tentang mohon keadilan (equo et bono) 16.9. Penanda Tanganan gugatan adalah kuasa hukum /advokat. Petitum : tentang mohondikabulkanya guagatan untuk seluruhnya” 11. Ptitum tentang penegasan perjanjian (dalam kuasa jual beli ) 12. tunutan tentang biaya perkara ( menghukum tergugat untuk membeyar biaya perkara seluruhnya “ 15. Posita tentang perlunya sita jaminan 10. petitum sita jaminan 14. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful