KOEFISIEN GESEKAN

ABSTRAK
Percobaan koefisien gesekan bertujuan untuk mengetahui tingkat kekasaran dari
suatu permukaan benda. Kami melakukan dua kali percobaan, yakni untuk mengetahui
koefisien gesekan statis dan mengetahui koefisien gesekan kinetik. Metode yang kami
gunakan adalah sebuah balok dan beban yang saling dihubungkan dengan tali. Balok
diletakkan di atas sebuah papan kemudian tali dihubungkan dengan katrol sedang beban
dibiarkan menggantung. Setelah itu diberikan gaya luar dengan cara mengetuk meja
sampai balok bergerak. Sehingga akan didapatkan koefisien gesekan antara balok
dengan papan.
Dari hasil percobaan diperoleh nilai koefisien gesekan statis sebesar 0,46
sedangkan nilai koefisien gesekan kinetik sebesar 0,412. Hasil tersebut sudah sesuai
bahwa koefisien gesekan statis lebih besar nilainya dari pada koefisien gesekan kinetik.
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebuah benda jika diletakkan di atas sebuah meja tanpa diberi perlakuan apapun
cenderung tetap memepertahankan posisinya. Namun, apabila diberi gaya luar maka
benda tersebut akan bergerak dan terjadi gaya gesek yang arahnya berlawanan dengan
gaya luar. Gaya gesek dipengaruhi oleh koefisien gesekan dan gaya normal. Koefisien
gesekan adalah tingkat kekasaran dari suatu benda. Sebuah benda yang tepat akan
bergerak mempunyai koefisien gesekan lebih besar dari pada benda yang sudah
bergerak dan mempunyai percepatan. Koefisien yang dimiliki benda tepat akan
bergerak disebut koefisien gesek statis sedang koefisien yang dimiliki benda yang
sudah bergerak dan mempunyai percepatan disebut koefisien gesek kinetik. Untuk
mengetahui koefisien gesekan itulah maka dilaukan percobaan dengan menggunakan
balok dan papan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat di ambil suatu rumusan masalah
sebagai berikut.
1. Bagaimanakah konsep gaya gesek?
2. Berapakah nilai koefisien gesekan statis dan koefisien gesekan kinetik antara
permukaan balok dengan papan?
C. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan percobaan koefisien gesekan ini adalah:
1. Memahami konsep gaya gesek
2. Dapat menentukan nilai koefisien gesekan statis dan koefisien gesekan kinetik
antara permukaan balok dengan papan
II. KAJIAN TEORI
Gesekan muncul dikarenakan adanya dua permukaan benda yang bersentuhan.
Kami membatasi pada gaya gesek antara dua permukaan benda padat saja. Hal ini tidak
berarti bahwa tidak ada gaya gesek antara benda padat dan cair, serta benda padat dan
udara.
Secara mikroskopik, bagaimanapun halusnya permukaan suatu benda, akan
tetap menimbulkan gaya gesek karena adanya keterbatasan dalam membuat permukaan
benda menjadi licin sempurna. Keterbatasan ini muncul karena molekul-molekul atom-
atom benda tersebut, yang terletak di permukaan benda, memiliki ukuran tertentu dan
bersifat permanen.
Kekasaran permukaan suatu benda dinyatakan dengan koefisien gesekan µ
(miu). Semakin kasar permukaan benda yang bergesekan, semakin besar pula koefisien
gesekannya. Persamaan umum gaya gesek dapat dituliskan sebagai berikut.
f = µ N
gaya gesek dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu gaya gesek statis (fs) dan gaya
gesek kinetik (fk). Gaya gesek statis lebih besar nilainya dari gaya gesek kinetik. Gaya
gesek yang dibutuhkan untuk mempertahankan benda agar tetap diam disebut gaya
gesek statis, sedangkan gaya gesek statis ketika tepat benda akan bergerak disebut gaya
gesek statis maksimum.
f
s(maks)
= µ
s
N
Gaya gesek kinetik terjadi apabila gaya luar F pada benda lebih besar dibanding
gaya gesek statis maksimum f
s(maks)
f
k
= µ
k
N
Untuk menentukan koefisien gesek statis adalah dengan membandingkan massa
benda I dengan massa benda II, sedangkan untuk mendapatkan nilai koefisien gesek
kinetik ditentukan dengan menggunakan rumus turunan sebagai berikut.
µ
k
=
,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
2
1
2
1
2
2
1
gt
s
m
m
m
m
III. METODE PERCOBAAN
A. Rancangan percobaan
B. Alat dan Bahan
1. Papan 1 buah
2. Balok kayu 1 buah
3. Katrol 1 buah
4. Beban 1 set
5. Stopwatch 1 buah
6. Meteran 1 buah
7. Neraca teknis 1 buah
8. Benang nilon
C. Variabel yang Digunakan
# Untuk koefisien gesekan statis
Variabel manipulasi : massa balok (m)
Variabel respon : balok tepat bergerak bilamana dikenai gaya luar
Variabel kontrol : panjang tali (l)
# Untuk koefisien gesekan kinetik
M
1
M
2
Variabel manipulasi : jarak (s)
Variabel respon : waktu (t)
Variabel kontrol : massa balok (m), papan, dan panjang tali (l)
D. Langkah Percobaan
Kami melakukan dua kali percobaan, pertama ialah percobaan menentukan
koefisien gesek statis dengan cara menimbang massa balok kemudian mengikatkan
dengan tali dan memberi beban pada ujung tali lainnya. Membuat sistem seperti pada
rancangan percobaan kemudian mengetuk meja sampai balok sedikit bergerak.
Memanipulasi massa balok dan beban dengan perbandingan yang sama. Selanjutnya
percobaan koefisien gesek kinetik dilakukan dengan metode yang sama, namun yang
dimanipulasi adalah jaraknya dengan cara membuat tanda pada papan lintasan.
Kemudian mengetuk meja sampai balok bergerak lurus berubah beraturan. Menjalankan
stopwatch untuk mengetahui waktu yang diperlukan balok melintasi jarak yang telah
ditentukan.
IV. DATA DAN ANALISIS
A. Data
Adapun data yang kami peroleh selama percobaan adalah sebagai berikut.
Percobaan koefisien gesek statis
Perc. ke (M1 + 0,01) gram (M2 + 0,01) gram
1 186,00 60,00
2 191,00 70,00
3 196,00 80,00
4 201,00 90,00
5 206,00 100,00
6 211,00 110,00
7 216,00 120,00
8 221,00 130,00
Percobaan koefisien gesek kinetic
Perc. ke (M1 + 0,01)
gram
M2 + 0,01)
gram
(s + 0,1) cm (t + 0,1) detik
1 181,00 80,00 10,0 0,5
2 181,00 80,00 15,0 1,0
3 181,00 80,00 20,0 1,4
4 181,00 80,00 25,0 1,6
5 181,00 80,00 30,0 1,9
6 181,00 80,00 35,0 2,1
7 181,00 80,00 40,0 2,5
8 181,00 80,00 45,0 2,0
9 181,00 80,00 50,0 1,9
B. Analisis
Dari kedua data diatas dapat diperoleh masing-masing koefisien sebagai berikut.
(lihat lampiran)
Perc. ke µ
s
1 0,32
2 0,36
3 0,40
4 0,44
5 0,48
6 0,52
7 0,55
8 0,58
Perc. ke µ
k
1 0,326
2 0,399
3 0,414
4 0,415
5 0,418
6 0,419
7 0,423
8 0,409
9 0,402
Dari analisis di atas diperoleh nilai koefisien gesekan statis sebagai berikut
46 , 0
8
65 , 3
· · ·

n
s
s
µ
µ
Dan nilai koefisien gesekan kinetik

,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
2
1
2
1
2
2
1
gt
s
m
m
m
m
k
µ


,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
2
65 , 1 . 980
30 . 2
181
80
1
181
80

,
_

¸
¸
− ·
6 , 2665
60
442 , 1 442 , 0
( ) 025 , 0 442 , 1 442 , 0 − ·

03 , 0 442 , 0 − ·

412 , 0 ·
Jadi diperoleh nilai koefisien gesekan statis antara permukaan balok dengan papan
sebesar 0,46 dan nilai koefisien gesekan kinetiknya sebesar 0,412
V. DISKUSI
Setelah melakukan dua kali percobaan kami dapat memperoleh nilai dari
koefisien gesek statis dan kinetis antara permukaan balok dengan papan. Namun, hasil
tersebut masih kurang akurat dikarenakan beberapa faktor yaitu kurang cekatannya
kami dalam menghitung waktu dengan menggunakan stopwatch. Selain itu pada
percobaan koefisien gesek kinetik berdasarkan data yang kami peroleh dari bercobaan
pertama sampai keempat waktu yang dibutuhkan terus bertambah sedang pada
percobaan lima sampai sembilan waktu yang dibutuhkan semakin menurun, hal ini
karena mungkin kekasaran permukaan papan berbeda antara bagian belakang yang
jarang digunakan agak kasar sedang bagian depan yang lebih sering digunakan menjadi
lebih licin.
VI. KESIMPULAN
Percobaan menentukan koefisien gesekan statis antara permukaan balok dengan
papan diperoleh hasil sebesar 0,46 dan koefisien gesekan kinetiknya sebesar 0,412.
Hasil tersebut sudah cukup sesuai sebab hasil koefisien gesekan statis lebih besar dari
koefisien gesek kinetik. Namun, masih ada faktor yang membuat nilai yang kami dapat
kurang akurat yaitu kurang cekatannya kami dalam mengahitung waktu menggunakan
stopwatch.
DAFTAR PUSTAKA
Tim.2009.Panduan Praktikum Fisika Dasar I.Surabaya;Unipress.UNESA
Kamajaya.2007.Fisika untuk Kelas XI.Bandung;Grafindo
LAMPIRAN
Perhitungan
1.
322 , 0
186
60
1
2
· · ·
m
m
s
µ

2.
366 , 0
191
70
1
2
· · ·
m
m
s
µ
3.
408 , 0
196
80
1
2
· · ·
m
m
s
µ
4.
447 , 0
201
90
1
2
· · ·
m
m
s
µ
5.
485 , 0
206
100
1
2
· · ·
m
m
s
µ
6.
521 , 0
211
110
1
2
· · ·
m
m
s
µ
7.
556 , 0
216
120
1
2
· · ·
m
m
s
µ
8.
588 , 0
221
130
1
2
· · ·
m
m
s
µ
1.
,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
2
1
2
1
2
2
1
gt
s
m
m
m
m
k
µ

326 , 0
116 , 0 442 , 0
5 , 0 . 980
10 . 2
181
80
1
181
80
2
·
− ·

,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
2.
,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
2
1
2
1
2
2
1
gt
s
m
m
m
m
k
µ


( )
399 , 0
043 , 0 442 , 0
1 . 980
15 . 2
181
80
1
181
80
2
·
− ·
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·

3.
,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
2
1
2
1
2
2
1
gt
s
m
m
m
m
k
µ

414 , 0
028 , 0 442 , 0
4 , 1 . 980
20 . 2
181
80
1
181
80
2
·
− ·

,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·

4.
,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
2
1
2
1
2
2
1
gt
s
m
m
m
m
k
µ

415 , 0
027 , 0 442 , 0
6 , 1 . 980
25 . 2
181
80
1
181
80
2
·
− ·

,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·

5.
,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
2
1
2
1
2
2
1
gt
s
m
m
m
m
k
µ


418 , 0
024 , 0 442 , 0
9 , 1 . 980
30 . 2
181
80
1
181
80
2
·
− ·

,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·

6.
,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
2
1
2
1
2
2
1
gt
s
m
m
m
m
k
µ

419 , 0
023 , 0 442 , 0
1 , 2 . 980
35 . 2
181
80
1
181
80
2
·
− ·

,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·

7.
,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
2
1
2
1
2
2
1
gt
s
m
m
m
m
k
µ

423 , 0
019 , 0 442 , 0
5 , 2 . 980
40 . 2
181
80
1
181
80
2
·
− ·

,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
8.
,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
2
1
2
1
2
2
1
gt
s
m
m
m
m
k
µ

( )
409 , 0
033 , 0 442 , 0
2 . 980
45 . 2
181
80
1
181
80
2
·
− ·
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
9.
,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
2
1
2
1
2
2
1
gt
s
m
m
m
m
k
µ

402 , 0
040 , 0 442 , 0
9 , 1 . 980
50 . 2
181
80
1
181
80
2
·
− ·

,
_

¸
¸
¹
;
¹
¹
'
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·
Pertanyaan
1. Berikan penjelasan mengapa secara umum µ
s

k
?
Hal ini disebabkan karena jika diumpamakan seseorang yang mendorong
lemari, awal mendorong akan lebih sulit karena koefisien gesekan statis lebih
besar sedangkan pada saat benda telah bergerak dan mempunyai percepatan
maka akan lebih mudah di dorong sebab koefisien gesekan kinetik lebih kecil.
Sehingga gaya F yang diperlukan pada awal mendorong lebih besar dari pada
saat bergerak.
2. Bagaimanakah cara menemukan persamaan (5)?
( )
2
2
2 1
1
2
t
s
a
N f
g m F
a m m f F
g m w N
k k
k
·
·
·
+ · −
· ·
µ
Balok I
( ) 1 ..........
1 1
1
1
a m g m F
a m N F
a m f F
ma F
k
k
k
+ ·
· −
· −
·

µ
µ
Balok II
( ) 2 ..... ..........
2 2
2 2
2
a m g m F
a m F g m
a m F w
ma F
− ·
· −
· −
·

( )
{

,
_

¸
¸
¹
;
¹

,
_

¸
¸
+ −

,
_

¸
¸
·

,
_

¸
¸
+ − ·
+
− ·
− −
·
− − ·
− · +
− · +
2
1
2
1
2
1
2
1
1
1
2
1
2 1
1
2
1
1 2 2
1 2 2 1
1 2 1 2
2 2 1 1
2
1
gt
s
m
m
m
m
g
a
m
m
m
m
m
m
g m
a m m
m
m
g m
a m a m g m
a m a m g m g m
g m g m a m a m
a m g m a m g m
k
k
k
k
k
k
k
µ
µ
µ
µ
µ
µ
µ

3. Berikan penjelasan mengapa ban kendaraan dibuat berbatik dan jalan dibuat
kasar?
Ban kendaraan dibuat kasar agar dapat mengurangi gaya gesekan antara ban
kendaraan dengan jalan. Karena semakin kasar permukaan suatu benda semakin
besar gaya statis maksimumnya.
4. Apabila balok berada pada bidang miring apakah persamaan (5) dapat
digunakan? Apabila tidak bagaimanakah yang sesuai?
Tidak bisa, karena pada bidang miring gaya normalnya searah dengan bidang
miring, diperhitungkan juga sudutnya.
N
f
w sin α
F
w cos α α
α
α
cos
cos
mg N
w N
mg w N
·
·
· ·

Benda saat akan bergerak
( )
( )
( )
( )
( )
( )
α
α
α
µ
α α µ
α α µ
α µ
µ
α
tan
cos
sin
sin cos
sin cos
sin
2 ...... ..........
1 .... .......... sin
0
0
· ·
·
·
·
·
·
·
· −
·

s
s
s
s
s maks s
maks s
maks s
maks s
w w
w N
N f
f w
f F
f F
F
Benda bergerak
( )
( )
( )
x k
x k
y
y y
x k
x x
ma mg
ma mg mg
mg N
ma mg N
ma F
ma N mg
ma F
− ·
· −
·
· · −
·
· −
·


α µ
α µ α
α
α
µ α
sin
cos sin
2 ..... .......... .......... cos
0 cos
1 .. .......... sin

Alat dan Bahan 1. Rancangan percobaan M1 M2 B. memiliki ukuran tertentu dan bersifat permanen. fs(maks) = µs N Gaya gesek kinetik terjadi apabila gaya luar F pada benda lebih besar dibanding gaya gesek statis maksimum fs(maks) fk = µk N Untuk menentukan koefisien gesek statis adalah dengan membandingkan massa benda I dengan massa benda II. yaitu gaya gesek statis (fs) dan gaya gesek kinetik (fk). Gaya gesek yang dibutuhkan untuk mempertahankan benda agar tetap diam disebut gaya gesek statis. Gaya gesek statis lebih besar nilainya dari gaya gesek kinetik. Variabel yang Digunakan # Untuk koefisien gesekan statis Variabel manipulasi : massa balok (m) Variabel respon : balok tepat bergerak bilamana dikenai gaya luar Variabel kontrol : panjang tali (l) # Untuk koefisien gesekan kinetik . semakin besar pula koefisien gesekannya. Balok kayu 3. Neraca teknis 8. Stopwatch 6. Meteran 7. Persamaan umum gaya gesek dapat dituliskan sebagai berikut.  m2    m2  2 s  µk =   m  − 1 +  m  gt 2        1    1  III. METODE PERCOBAAN A. sedangkan untuk mendapatkan nilai koefisien gesek kinetik ditentukan dengan menggunakan rumus turunan sebagai berikut. Katrol 4.benda menjadi licin sempurna. f=µN gaya gesek dapat dibedakan menjadi dua macam. Semakin kasar permukaan benda yang bergesekan. Beban 5. Benang nilon 1 buah 1 buah 1 buah 1 set 1 buah 1 buah 1 buah C. Keterbatasan ini muncul karena molekul-molekul atomatom benda tersebut. Kekasaran permukaan suatu benda dinyatakan dengan koefisien gesekan µ (miu). sedangkan gaya gesek statis ketika tepat benda akan bergerak disebut gaya gesek statis maksimum. Papan 2. yang terletak di permukaan benda.

9 B.44 . Memanipulasi massa balok dan beban dengan perbandingan yang sama.00 120.00 8 221.1 7 181.00 80.0 1. Kemudian mengetuk meja sampai balok bergerak lurus berubah beraturan.00 10.00 90. ke (M1 + 0.00 130. pertama ialah percobaan menentukan koefisien gesek statis dengan cara menimbang massa balok kemudian mengikatkan dengan tali dan memberi beban pada ujung tali lainnya.0 3 181.1) detik gram gram 1 181.01) gram (M2 + 0.0 1.00 6 211. (lihat lampiran) Perc.36 3 0.00 100.00 80.1) cm (t + 0.00 Percobaan koefisien gesek kinetic Perc.00 35.00 80.00 4 201.4 4 181.9 6 181. DATA DAN ANALISIS A.00 70.6 5 181.00 80.00 3 196.0 1.00 25. Membuat sistem seperti pada rancangan percobaan kemudian mengetuk meja sampai balok sedikit bergerak.00 50. ke (M1 + 0. Menjalankan stopwatch untuk mengetahui waktu yang diperlukan balok melintasi jarak yang telah ditentukan.0 9 181.0 2.0 0.Variabel manipulasi : jarak (s) Variabel respon : waktu (t) Variabel kontrol : massa balok (m).01) gram 1 186.00 80.00 80.00 2 191. Percobaan koefisien gesek statis Perc. Analisis Dari kedua data diatas dapat diperoleh masing-masing koefisien sebagai berikut.00 110. Selanjutnya percobaan koefisien gesek kinetik dilakukan dengan metode yang sama. namun yang dimanipulasi adalah jaraknya dengan cara membuat tanda pada papan lintasan.00 40. dan panjang tali (l) D.0 1.0 1. Data Adapun data yang kami peroleh selama percobaan adalah sebagai berikut.00 80.00 80.01) (s + 0.5 8 181.00 45. papan.0 2.32 2 0.00 80.00 60. ke µs 1 0.40 4 0. Langkah Percobaan Kami melakukan dua kali percobaan.00 5 206.5 2 181.00 80.0 2. IV.00 30.01) M2 + 0.00 7 216.00 15.00 20.

418 6 0.03 = 0.46 n 8 Dan nilai koefisien gesekan kinetik  m    m   µ k =  2  − 1 +  2  2 s 2  m   m   gt   1    1   80    80  2. hasil tersebut masih kurang akurat dikarenakan beberapa faktor yaitu kurang cekatannya kami dalam menghitung waktu dengan menggunakan stopwatch.6  = 0.5 6 7 8 0. DISKUSI Setelah melakukan dua kali percobaan kami dapat memperoleh nilai dari koefisien gesek statis dan kinetis antara permukaan balok dengan papan.412 Jadi diperoleh nilai koefisien gesekan statis antara permukaan balok dengan papan sebesar 0. ke µk 1 0.402 Dari analisis di atas diperoleh nilai koefisien gesekan statis sebagai berikut µ 3.48 0.442 − 1.409 9 0.419 7 0.414 4 0.30  =  − 1 +   2 980.442 − 0.65   181    181   60  = 0.025 ) = 0.415 5 0.442   2665. Selain itu pada percobaan koefisien gesek kinetik berdasarkan data yang kami peroleh dari bercobaan pertama sampai keempat waktu yang dibutuhkan terus bertambah sedang pada percobaan lima sampai sembilan waktu yang dibutuhkan semakin menurun. .399 3 0.55 0. hal ini karena mungkin kekasaran permukaan papan berbeda antara bagian belakang yang jarang digunakan agak kasar sedang bagian depan yang lebih sering digunakan menjadi lebih licin.412 V.442( 0.1.65 µs = ∑ s = = 0.52 0.326 2 0.423 8 0. Namun.442 − 1.58 Perc.46 dan nilai koefisien gesekan kinetiknya sebesar 0.

µ s = m2 m1 m2 m1 m2 m1 m2 m1 m2 m1 m2 m1 m2 m1 m2 m1 60 = 0. KESIMPULAN Percobaan menentukan koefisien gesekan statis antara permukaan balok dengan papan diperoleh hasil sebesar 0.322 186 70 = = 0.485 206 110 = = 0.VI.588 221 =  m2    m2  2 s  1.326  m2    m2  2 s  2.366 191 80 = = 0.UNESA Kamajaya. µ s = 3.0. Hasil tersebut sudah cukup sesuai sebab hasil koefisien gesekan statis lebih besar dari koefisien gesek kinetik. µ s = 7. µ s = 5.2007.442 − 0.10  =  − 1 +   980.116 = 0. µ s = 4.521 211 120 = = 0. µ k =   m  − 1 +  m  gt 2        1    1  . µ s = 6.2009.447 201 100 = = 0.Grafindo LAMPIRAN Perhitungan 1.Unipress. masih ada faktor yang membuat nilai yang kami dapat kurang akurat yaitu kurang cekatannya kami dalam mengahitung waktu menggunakan stopwatch. DAFTAR PUSTAKA Tim.408 196 90 = = 0.Surabaya. Namun.Panduan Praktikum Fisika Dasar I.412. µ s = 2.5 2  181    181    = 0.556 216 130 = = 0.46 dan koefisien gesekan kinetiknya sebesar 0. µ s = 8. µ k =   m  − 1 +  m  gt 2        1    1   80    80  2.Bandung.Fisika untuk Kelas XI.

043 = 0.418 6.419  m2    m2  2 s  7.40  =  − 1 +   2 980.  m    m   µ k =  2  − 1 +  2  2 s 2  m   m   gt   1    1   80    80  2.4   181    181  = 0. µ k =   m  − 1 +  m  gt 2        1    1   80    80  2.15 =  − 1 +   980. µ k =   m  − 1 +  m  gt 2        1    1   80    80  2.35  =  − 1 +   2 980.423  m2    m2  2 s  8.20  =  − 1 +   2 980.30  =  − 1 +   2 980.1   181    181  = 0.12  181    181  = 0.027 = 0. µ k =   m  − 1 +  m  gt 2        1    1   80    80  2. µ k =   m  − 1 +  m  gt 2        1    1  .5   181    181  = 0. µ k =   m  − 1 +  m  gt 2        1    1   80    80  2.442 − 0.6   181    181  = 0.415  m2    m2  2 s  5.442 − 0.442 − 0.442 − 0.25  =  − 1 +   2 980.2.028 = 0.399 ( )  m2    m2  2 s  3.442 − 0.9   181    181  = 0.1.019 = 0.414  m2    m2  2 s  4.024 = 0. 80    80  2.1.023 = 0.1.2.442 − 0.

...442 − 0..1.9   181    181  = 0..409 ( )  m2    m2  2 s  9... Sehingga gaya F yang diperlukan pada awal mendorong lebih besar dari pada saat bergerak. Bagaimanakah cara menemukan persamaan (5)? N = w = m1 g F − f k = ( m1 + m2 ) a F = m2 g fk = µk N t2 Balok I ∑ F = ma a = 2s F − f k = m1 a F − µ k N = m1 a F = µ k m1 g + m1 a...442 − 0.50  =  − 1 +   2 980.....2 2  181    181  = 0..45 =  − 1 +   980...(1) Balok II ∑ F = ma w − F = m2 a m2 g − F = m2 a F = m2 g − m2 a... 2. Berikan penjelasan mengapa secara umum µs>µk? Hal ini disebabkan karena jika diumpamakan seseorang yang mendorong lemari. µ k =   m  − 1 +  m  gt 2        1    1   80    80  2... awal mendorong akan lebih sulit karena koefisien gesekan statis lebih besar sedangkan pada saat benda telah bergerak dan mempunyai percepatan maka akan lebih mudah di dorong sebab koefisien gesekan kinetik lebih kecil.. 80    80  2.033 = 0..402 Pertanyaan 1.040 = 0..( 2 ) .

Apabila balok berada pada bidang miring apakah persamaan (5) dapat digunakan? Apabila tidak bagaimanakah yang sesuai? Tidak bisa. 4. µk = N f w sin α F w cos α α N = w = mg N = w cos α N = mg cos α Benda saat akan bergerak . Karena semakin kasar permukaan suatu benda semakin besar gaya statis maksimumnya. diperhitungkan juga sudutnya. karena pada bidang miring gaya normalnya searah dengan bidang miring. Berikan penjelasan mengapa ban kendaraan dibuat berbatik dan jalan dibuat kasar? Ban kendaraan dibuat kasar agar dapat mengurangi gaya gesekan antara ban kendaraan dengan jalan.µ k m1 g + m1 a = m2 g − m2 a m2 a + m1 a = m2 g − µ k m1 g µ k m1 g = m2 g − m2 a − m1 a m g − m2 a − m1 a µk = 2 m1 g ( m + m2 ) a m µk = 2 − 1 m1 m1 g m2  m1 m2  a  − + m1  m1 m1  g   m   m  µ k =  2  − {1 + 2  2 s 2  m   m   gt    1  1  3.

...( 2 ) mg sin α − µ k ( mg cos α ) = ma x N − mg cos α = ma y = 0 µ k = mg sin α − ma x .................( 2 ) µ s N = w sin α µ s w cos α = w sin α µ s cos α = sin α sin α µs = = tan α cos α Benda bergerak ∑ Fx = ma x ∑F mg sin α − µ k N = ma x ...(1) y = ma y N = mg cos α .....∑F = 0 F − f s ( maks ) = 0 F = f s ( maks ) w sin α = f s ( maks ) ..................................(1) f s ( maks ) = µ s N ......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful