PONDASI

Pondasi (foundation) sering disebut struktur bangunan bawah ( sub structure), terletak paling bawah dari bangunan yang berfungsi mendukung seluruh beban bangunan dan meneruskan ketanah dibawahnya. Pondasi merupakan struktur paling bawah dari sebuah unit struktur bangunan yang sangat mempengaruhi kekuatan sebuah bangunan, dalam membuat fondasi dapat dibuat dengan berbagai macam cara dan berbagai macam bentuk , yang kesemuanya tergantung pada : 1. Berat bangunan yang harus didukung 2. Jenis tanah dan daya dukungnya 3. Bahan bangunan yang yang tersedia / mudah didapat 4. Alat kerja dan tenaga kerja yang ada 5. Lokasi dan situasi proyek tempat pekerjaan 6. Pertimbangan biaya

1.

Berat bangunan yang harus didukung Pondasi sebagai struktur paling bawah merupakan bagian struktur yang akan memikul akumulasi dari keseluruhan total beban, baik beban atas bangunan , beban tengah maupun beban sendiri dari pondasi tersebut. Beban pada bangunan dapat dibagi atas :

a. Berat sendiri : merupakan berat internal dari pondasi itu sendiri . semakin berat pondasi bangunan akan berdampak pada penurunan tanah. Secara umum penurunan tanah merupakan hal yang biasa karena bangunan akan menyesuaikan beratnya dengan kondisi tanah akan tetapi akan berdampak buruk jika penurunan tanah tersebut berpengaruh pada kondisi bangunan. Seperti keretakan dinding, keretakan lantai dll. Pada pondasi tidak boleh terjadi penurunan pondasi setempat ataupun penurunan pondasi merata melebihi dari batas – batas tertentu, yaitu : Jenis bangunan Penurunan maksimum 1. Bangunan umum 2.54 Cm 2. Bangunan pabrik 3.81 Cm 3. Gudang 5.08 Cm 4. Pondasi mesin 0.05 Cm b. Beban yang berguna: beban yang berguna merupakan beban yang termanfaatkan pada bangunan. Contohnya adalah beban manusia sebagai berat aktif dan berat benda-benda mati sebagai berat pasif. c. Gaya luar : gaya luar merupakan yang terjadi dari luar bangunan yang berpengaruh langsung terhadap bangunan. Contohnya daaerah yang dilewati patahan gempa mempunyai koefisien tingkat bangunan yang diizinkan . yang mana dianjurkan pondasi yang tidak terlalu berat.

Dari berbagai faktor berat bangunan yang mempengaruhi pondasi tersebut dapat ditarik kesimpulan yakni pondasi yang akan digunakan akan memikul beban struktur atas, tengah maupun beban pondasi itu sendiri, dan juga akan dipengaruhi oleh keadaan alam sekitar. Contoh :

atau dilakukan perlakuan khusus terlebih dahulu 2.pondasi dengan beban bangunan berat dengan lantai > 2 serta bentangan bangunan yang lebar digunakan pondasi. pondasi umpak sederhanana tanpa tulangan. serta pondasi batu bata sederhana. pondasi plat setempat. pondasi batu kali karakteristik beban *untuk beban lantai yang tidak terlalu banyak * umumnya untuk lantai ≤ 2 lantai *dapat digunakan pada bangunan bertingkat dengan jumlah lantai yang tidak terlalu banyak *umumnya untuk lantai1-4 lantai hampir sama dengan pondasi batu kali * dapat digunakan untuk banguann bertingkat banyak *pada umumnya digunakan untuk bangunan semi permanen *dapat juga digunakan untuk hal yang bersifat non struktur seperti teras. pondasi sarang labalaba( banyak digunakan pada bangunan dengan banyak lantai) Tabel tambahan : pondasi berdasarkan beban lantai No jenis pondasi 1. *.*.pondasi dengan beban bangunan yang tidak terlalu berat seperti rumah lantai 1-2 lantai dan bentangan yang tidak terlalu lebar digunakan pondasi batu kali . pondasi sumuran 3. pondasi plat pondasi tiang pancang pondasi batu bata . 5. taman dll * jika untuk bangunan dianjurkan untuk bangunan yang tidak bertingkat. 4.pondasi antara lain Pondasi sumuran. pondasi tiang pancang ( digunakan untuk bangunan banyak lantai) .

7. pondasi menerus :pondasi dengan kedalaman tanah baik antara 0.baik tanah tersebut berlumpur.laba pondasi cor plat beton * dapat memikul beban bangunan bertingkat banyak. Jenis tanah dan daya dukungnya : Apapun jenis tanah yang akan mendukung pondasi hal yang terpenting adalah kedalaman tanah keras.80-1. berair(rawa) .20 m dari permukaan tanah asli . hingga cadas sekalipun yang akan dicari seberapa dalam tanah keras yang akan menjadi pijakan dari pondasi. pondasi sarang laba. Pondasi yang termasuk pondasi dangkal antara lain : 1. * digunakan untuk bangunan bertingkat yang dapat digabung untuk bangunan bacement 2.tergantung pada ahli yang mengerti hal tersebut 6. Berdasarkan kedalaman tanah keras tersebut dapat dibagi pemakaian pondasi atas :   Pondasi dangkal Pondasi dalam *pondasi dangkal : merupakan pondasi yang dasarnya terletak tidak terlalu dalam dari permukaan tanah asli( tanah kerasnya tidak terlalu dalam ) dan masih dapat dikerjakan dengan alat sederhana oleh tenaga manusia.

jenis tanah Berpasir.pondasi sumur bor. 3. Pondasi sumur bor ini berbeda dengan pondasi sumuran karena tidak memakai poor beton. Pondasi plat c.2.400 m dari permukaan tanah asli. dengan kedalaman tanah padat tidak terlalu dalam pondasi yang dapat digunakan a.. pondasi gabungan :pondasi yang memikul kolom lebih dari satu dengan kedalaman hampir sama dengan pondasi setempat. pondasi plat : merupakan ponasi dengan kedalaman tanah < 6 m. Pondasi sumuran b.pondasi tiang pancang :pondasi ini memakai tiang yang berfungsi menggapai tanah keras yang terbuat dari kayu maupun beton bertulang. Termasuk dalam pondasi dalam antara lain : 1. Pondasi cakar ayam . Tabel tambahan pondasi berdasarkan jenis tanah: No 1. 4. merupakan pondasidalam dengan melakukan pengeboran yang dalam pada pondasi dengan cor beton pada lapisan bawah ditambah tulangan besi pada bagian tengahnya. pondasi setempat : pondasi dengan kedalaman tanah 1.5. Termasuk juga dalam pondasi dangkal antara lain sarang laba-laba dan poncasi cakar ayam. *pondasi dalam : merupakan pondasi dengan kedalaman tanah lebih dari 6m.pondasi batub kali d. 2.

Tanah lempung .e. akn tetapi tergantung kedalaman tanah keras dan jumlah lantainya. Tanah liat padat tanah rawa 4. sebelum dilakukan penentuan pondasi 5. 3. Pondasi sarang laba-lba semua jenis pondasi dangkal dianjurkan pondasi dalam.dalam pembuatan pondasi diperlukan penyelidikan seberapa dalam tanah padat pada lapisan induk. Tanah timbunan merupakan tanah tambahan yang menutupi lapisan tanah induk. tanah cadas 6. disini semua jenis pondasi dapat dipakai tergantung jumlah lantai yang akan dibangun. Tanah timbunan Pada pondasi ini disarankan menggunakan pondasi dalam karena tanah lempung mempunyai karakteristik yang banyak sehingga akan mengalami sifat tanah yang jenuh terhadap air 2.

demikian juga halnya dengan pemakaian peralatan akan semakin banyak dan rumit. Pada pondasi batu kali dapat dibuat dengan material dan bahan yang dapat dilakukan dengan manual sedangkan pada pondasi tiang pancang memerlukan perlakuan khusus karena ia harus memasuki proses penyelidikan tanah terlebih dahulu ( proses sondirisasi) kemudian dalam pelaksanaannya akan menggunakan peralatan –peralatan berat yang menggunakan mesin khusus. untuk daeah dengan natural resources-nya yang masih berlimpah seperti daerah dengan aliran sungai yang pada umumnya terdapat dipedesaan akan banyak memanfaatkan sumber daya tersebut seperti batu kali sebagai struktur pondasi. Sangat dianjurkan memaanfaatkan bahan material yang mudah didapat dari lokasi .Untuk daerah yang jauh dari transportasi yang memadai seperti hutan ketersediaan bahan seperti kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai material pondasi yang bersifat seperti tiang pancang pada bangunan. 5.misalnya . 4. Alat kerja dan tenaga kerja yang tersedia Pada prinsipnya semakin banyak lantai bangunan maka pondasi yang digunakan akan semakin kuat dan kokoh. Bahan bangunan yang yang tersedia / mudah didapat Bahan bangunan yang tersedia disuatu daerah akan sangat menentukan pondasi apa yang digunakan terhadap suatu bangunan. Lokasi dan situasi proyek tempat pekerjaan Pertimbangan biaya . Jika dibandingkan antara pondasi batu kali dan tiang pancang akan berbeda dalam pemakaian peralatan dan tenaga kerja satu sama lainnya. 6.3.

Kondisi air tanah yang bervariasi dan perlu dipertimbangkan . pondasi yang berupa konstruksi sumuran vertical yang mencapai tanah keras. Bilamana bangunan terletak pada tanah yang berpasir . dan dukungan dari lapisan tanah keras pada kedalaman tertentu. Pile digunakan dengan pertimbangan: .Apabila dikemudian akan dibangun saluran dalam tanah/canal . beban dan bobot disalurkan dengan mekanisme pergeseran antara tanah dan pondasi (tiang).Digunakan pada konstruksi bangunan di pelabuhan atau daerah air lainnya 3. Pile dapat terbuat dari bahan kayu.Penggunaan jenis pondasi yang lain dinilai tidak ekonomis . Dimana intensitas beban yang diteruskan ketanah haruslah lebih kecil dari daya dukung tanah yang diijinkan.SUMBER INTERNET I. maka jenis-jenis pondasi secara garis besar dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Spread Fondations / pondasi telapak Dimana beban yang disalurkan disebarkan melalui lebar telapak pondasi.2.Beban yang dipikul sangat besar . Pile adalah komponen penerus beban yang berbentuk panjang dan vertical. besi/baja.a Klasifikasi Berdasarkan Sistem Kerja gaya Dari berbagai hal yang mempengaruhinya (pada point 2 diatas). Pile Foundations / pondasi tiang pancang Pondasi tiang pancang. beton atau kombinasi diantaranya. Pier Foundations / pondasi sumuran Pondasi sumuran. tergantung dari berat beban yang dipikul. 2.2 Klasifikasi Jenis-jenis Pondasi I.

Pondasi Pelat ( Plate Foundation ) . maka tipe pondasi ini perlu dipertimbangkan. yaitu : 1.meneruskan beban dari dinding dan kolom bangunan ke tanah keras. sedangkan kedalaman pondasi ditentukan oleh letak tanah padat yang mendukung pondasi. maka pondasi bangunan tersebut harus dibuat rata atau dibentuk tangga dengan bagian bawah dan atas rata. hanya beberapa meter masuknya ke dalam tanah. Jenis pondasi berdasarkan kedalaman peondasinya dibagi menjadi 2. Dengan kata lain sumuran sebenarnya merupakan kolom pada sub struktur yang berfungsi mendukung beban dari upper struktur dan melaluinya beban akan disalurkan ke tanah. Salah satu tipe yang sering digunakan ialah pondasi menerus yang biasa pada rumah-rumah.a Pondasi Setempat (Single Footing) Pondasi setempat. Pondasi pada tanah miring lebih dari 10 %. I. Pondasi Dangkal (Shallow Foundation) Disebut Pondasi dangkal karena kedalaman masuknya ke tanah relatif dangkal. tiang. dsb). Pada bangunan sementara sering juga digunakan penumpu batu alam massif yang bertarah dan diletakkan di atas permukaan tanah yang diratakan.Pondasi Grid . juga biasa digunakan pada konstruksi bangunan kayu di daerah rawa-rawa. dibuat pada bagian yg terpisah (di bawah kolom pendukung/kolom struktur).dan letak tanah keras pada lapisan yang dalam.Pondasi Sarang Laba-laba .Pondasi Menerus ( Continuous Footing ) .Pondasi Gasing 1. Pondasi dangkal dapat dibedakan menjadi beberapa jenis : .2.dibuat dari beton atau pasangan batu.Pondasi Setempat ( Single Footing ) . .Pondasi Cakar Ayam .b Klasifikasi Berdasarkan Kedalaman Pondasi Bentuk pondasi ditentukan oleh berat bangunan dan keadaan tanah disekitar bangunan tersebut.

Jika tanahnya keras. Batu alam yang dibentuk menjadi lunak Gambar I. kemudian diisi adukan beton tanpa tulangan dan batu-batu besar.5 meter 2. Pondasi sumuran. 2. Pondasi umpak.1 Pondasi Setempat . dipakai untuk bangunan sederhana. di bagian atas tiang menyatu dengan atapnya. Pondasi pilar. tidak digunakan untuk mendukung beban. Pondasi dibuat hanya di bawah kolom 3.Adapun ciri-ciri pondasi setempat adalah : 1. Masih menggunakan pondasi menerus sebagai tumpuan men-cor sloof. mempunyai kedalaman > 1.Pondasi kayu dibuat keluar permukaan tanah sampai ketinggian ± 1 meter. Pasangan batu kali 3. Pondasi umpak dipasang di bawah setiap tiang penyangga. 3. 4. dari galian tanah berbentuk bulat sampai kedalaman tanah keras. Adapun bentuk-bentuk dari pondasi setempat antara lain: 1. dari pasangan batu kali berbentuk kerucut terpancung. Antara tiang dihubungkan dengan balok kayu di bagian bawah tiang. Pondasi umpak dapat dibuat dari bahan-bahan sebagai berikut: 1. Cor beton tidak bertulang. Pasangan bata yg disusun bertangga 2.

1. • Biasanya digunakan sebagai pondasi bangunan tidak bertingkat.2 Pondasi Menerus .b Pondasi Menerus (Continuous Footing) Pondasi menerus (Pondasi Langsung) dapat digunakan pada tanah yang seragam. • Untuk tanah lembek. dibuat dari sloof memanjang bagian bawah diperlebar menjadi pelat. Ciri-ciri Pondasi menerus adalah : • Ukuran sama besar dan terletak pada kedalaman yang sama. • Dipasang di bawah seluruh dinding penyekat dan kolom. Gambar I.

c Pondasi Pelat (Plate Foundation) Pondasi pelat biasanya seluas ukuran gedung.2 Pondasi Pelat 1. • Beban bangunan yang tinggi sudah dibagi merata oleh konstruksi atas. • Raster atau jarak-jarak tiang/dinding kurang dari 8 meter. pondasi ini akan mencegah meresapnya air dari bawah (tanah). Kostruksi ini terdiri dari plat beton bertulang . Pondasi pelat ini biasa digunakan dalam hal: • Daya dukung tanah jelek atau beban bangunan yang tinggi. Sedijatmo. • Pada daerah rawan banjir. Gambar I. Pondasi ini membagi beban secara merata ke tanah bangunan. Ir.d Pondasi Cakar Ayam Merupakan salah satu rekayasa keteknikan di bidang pondasi. Dr. hasil temuan Prof.1.

pondasi cakar ayam tidak hanya cocok untuk mendirikan gedung. mampu memperkecil penurunan bangunan karena dapat membagi rata kekuatan pada seluruh pondasi dan mampu membuat tanah menjadi bagian dari struktur pondasi.e Pondasi Sarang Laba-laba Pondasi ini memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan pondasi konvensional yang lain diantaranya yaitu KSSL memiliki kekuatan lebih baik dengan penggunaan bahan bangunan yang hemat dibandingkan dengan pondasi rakit (full plate) lainnya. lebih ekonomis karena terdiri dari 80% tanah dan 20% beton bertulang dan yang paling penting adalah ramah lingkungan karena dalam . sistem ini tidak memerlukan sistem drainasi dan sambungan kembang susut.dengan tebal 10 . Dasar pemikiran Iahirnya pondasi cakar ayam ialah memanfaatkan tekanan tanah pasif.12 cm di dan bagian bawahnya diberi pipa-pipa beton bertulang yang menempel kuat pada plat tersebut. menggunakan lebih sedikit alat-alat berat dan bersifat padat karya. tapi juga untuk membuat jalan dan landasan. pile atau pipa-pipa beton mencengkeram ke dalam tanah dan plat betonnya mengikat pile-pile tersebut sehingga menjadi satu kesatuan yang monolit. yang pada sistem pondasi lain tak pernah dihiraukan. Gambar I. waktu pelaksanaan yang relatif cepat dan dapat dilaksanakan secara industri (pracetak). Dengan demikian maka plat dan konstruksi di atasnya tidak mudah bengkok. Bagi daerah yang bertanah lembek. Plat beton yang tipis itu akan mengambang di permukaan tanah.3 Stuktur Pondasi Cakar Ayam dan Pengerjaannya di Lapangan 1. Mirip seperti akar serabut pada tanaman kelapa yang dapat tumbuh tinggi menjulang di pantai berpasir yang daya ikatnya rendah. berpotensi digunakan sebagai pondasi untuk tanah lunak dengan mempertimbangkan penurunan yang mungkin terjadi dan tanah dengan sifat kembang susut yang tinggi. sedangkan kekakuan plat ini dipertahankan oleh pipa-pipa yang tetap berdiri akibat tekanan tanah pasif. Satu keuntungan lagi.

Pondasi tiang pancang (pasak bumi) .Pondasi tiang bor . dengan kondisi daya dukung tanah (sigma tanah) kecil.4 Pondasi Sarang Laba-laba dan Pengerjaannya di Lapangan 2. Pondasi dalam dapat dibedakan menjadi beberapa jenis : .pelaksanaan hanya menggunakan sedikit menggunakan kayu dan tidak menimbulkan kerusakan bangunan serta tidak menimbulkan kebisingan disekitarnya.Pondasi Caison Penyebutannya dapat berbeda-beda tergantung disiplin ilmu atau pasarannya 2. Gambar I. baja. Pondasi Dalam (Deep Foundatio) Digunakan untuk menyalurkan beban bangunan melewati lapisan tanah yang lemah di bagian atas ke lapisan bawah yang lebih keras. Bahan untuk pondasi tiang pancang adalah : bamboo.a Pondasi Tiang Pancang Pondasi tiang pancang dipergunakan pada tanah-tanah lembek. dan beton . kayu besi/kayu ulin. tanah berawa. kondisi air tanah tinggi dan tanah keras pada posisi sangat dalam. c.

5 Penyambungan tiang kayu: (a) selubung pipa. mengklasifikasikan tiang kayu ke dalam 3 kategori : 1. di Sumatera. Diameter minimum batang adalah 305-330 mm. topi dari logam biasanya ditambahkan pada kepala tiang. di Nusa Tenggara. Sepatu baja bisa digunakan untuk mencegah kerusakan ujung bawah tiang. proses pelaksanaannya dilakukan sebagai berikut 1. sesuai pembebanan yang telah . 17 yang dikeluarkan oleh ASCE (The American Society of Civil Engineers) tahun 1959. Dalam setiap keadaan. Tiang kayu biasanya tidak dapat menahan tegangan pada pemancangan yang keras. Pondasi tiang pancang kayu di Indonesia. (b) lempeng logam dengan baja 2 Tiang Pancang Beton Pondasi tiang beton dipergunakan untuk bangunan-bangunan tinggi (high rise building).bertulang. Agar kualitas tiang kayu yang dipakai bagus. dan tanpa adanya kerusakan. dan pada rumah-rumah nelayan di tepi pantai. Manual Praktek No. oleh karena itu kapasitas tiang umumnya dibatasi hingga sekitar 220-270 kN (25-30 ton). Panjang maksimum kebanyakan tiang kayu adalah 10-20 m. dipergunakan pada rumah-rumah panggung di daerah Kalimantan. Melakukan test “ boring” untuk menentukan kedalaman tanah keras dan klasifikasi panjang tiang pancang. Untuk mencegah kerusakan kepala tiang. Diameter minimum batang sekurang-kurangnya 305 mm. Diameter minimum batang sekurang-kurangnya 356 mm. Tiang ini dapat digunakan untuk konstruksi permanen apabila keseluruhan tiang tenggelam di bawah muka air tanah. maka kayunya harus lurus. Gambar I. Tiang klas A: Tiang-tiang dalam kelas ini mampu menerima beban-beban yang berat. 2. kepala tiang tidak boleh memiliki diameter yang kurang dari 150 mm. Pondasi tiang pancang beton. keras. Kepala tiang mungkin bisa juga rusak selama proses pemancangan. 1 Tiang Pancang Kayu Tiang kayu adalah batang pohon yang cabang-cabangnya telah dipangkas dengan hati-hati. Tiang klas C: Tiang ini digunakan untuk kontruksi sementara. Tiang klas B: Tiang-tiang dalam kelas ini mampu menerima beban-beban sedang. Kerusakan pada serat-serat kayu yang disebabkan oleh tumbukan palu dinamakan dengan brooming. 3.

dengan sistem dipompakan dan desakan/tekanan. Pondasi tiang pancang beton cor ditempat Proses pelaksanaannya pondasi tiang pancang beton cor di tempat sebagai berikut : 1. 3. Pondasi tiang pancang beton pada prinsipnya terdiri dari : pondasi tiang pancang beton cor di tempat dan tiang pancang beton system fabrikasi. Cetakancetakan pondasi dengan beberapa variasi diameter tiang pancang dan panjang tiang pancang dibuat dalam pabrik dengan system “Beton Pra-Tekan” Ukuran tiang pancang produksi pabrik dapat dilihat pada tabel berikut ini Tabel I. Melakukan pemancangan pondasi dengan mesin pondasi tiang pancang. Kemudian dipasang stek besi beton sesuai dengan aturan teknis yang telah ditentukan. Melakukan pemboran tanah sesuai kedalamn yang ditentukan dengan memasukkan besi tulangan beton. 2. 4.diperhitungkan. Pondasi tiang pancang beton sistem fabrikasi Kemajuan teknologi khususnya pada bidang rancang bangun beton bertulang telah menemukan pondasi tiang pancang sistem fabrikasi. Pengecoran adukan beton setelah selesai sampai di atas permukaan tanah. 2. 3. 5. Melakukan pengeboran tanah dengan mesin pengeboran tiang pancang.1 Tiang Pancang Beton . Memompa tanah bekas pengeboran ke atas permukaan tanah. Mengisi lubang bekas pengeboran dengan adukan beton.

. Pada balok berpenampang flens-lebar dan I.6 Tiang beton cor di tempat (lihat Tabel I.1 untuk deskripsi lebih lanjut) 3 Tiang baja Tiang baja umumnya digunakan baik sebagai tiang pipa maupun sebagai tiang baja berpenampang H. Balok baja berpenampang flens-lebar (wide-flange) dan I dapat juga digunakan sebagai tiang. Namun tiang berpenampang H biasanya lebih disukai karena badan (web) flensnya memiliki ketebalan yang sama.Gambar I. Tiang pipa dapat disorongkan ke dalam tanah dengan ujung terbuka atau tertutup.

b Pondasi Sumuran (Caisson) Caisson adalah suatu pondasi yang terletak pada lapisan pendukung. Memberikan ukuran tiang baja penampang H standar yang digunakan di Amerika Serikat. (d) sarung datar pemancangan tiang pipa. Contoh penampang tiang pipa Gambar I.ketebalan badannya lebih tipis dari flensnya. (c) sambungan tiang-H dengan paku keling dan baut. yang umum digunakan pada pekerjaan jembatan di Indonesia adalah dari silinder beton . tiang pipa diisi dengan beton setelah dimasukkan ke dalam tanah.7 Tiang baja: (a) sambungan tiang-H dengan las. Pondasi ini terbuat dari beton bertulang atau beton pracetak. (b) sambungan tiang pipa dengan las. Memperlihatkan daftar sejumlah penampang pipa yang sering digunakan untuk pemipaan. yang terbenam ke dalam tanah karerna beratnya sendiri dan dengan mengeluarkan tanah galian dari dasar bangunan bulat yang terbuat dari beton bertulang. (e) sarung konikal pemancangan tiang pipa 2. Dalam banyak kasus.

Penurunan dilakukan dengan menggali sedikit demi sedikit di bawah dasarnya. dan 400 cm. Sisi galian ini harus sedapat mungkin vertical . Setelah pekerjaan pematokan selesai. Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan penurunan dinding sumuran yang dicor di tempat atau pracetak yang terdiri unit-unit beton pracetak. Ketepatan pematokan pada sumuran sangat penting karena tempat yang digunakan oleh sumuran sangat besar. Berat beton pada sumuran memberikan gaya vertical untuk mengatasi gesekan (friction) antara tanah dengan beton. Garis tengah memanjang jembatan dan garis tengah melintang dari sumuran harus ditentukan dan dioffset sejauh jarak tertentu untuk memastikan bahwa titik titik referensi tersebut tidak terganggu pada saat pembangunan sumuran. dan akan meneruskan beban vertical dari bangunan atas kepada bangunan bawah secara eksentris. dapat menyebabkan sumuran itu berada di luar daerah kepala jembatan atau pilar. Secara ideal kemiringan ini harus diperbaiki sebelum penambahan segmen berikutnya. 350 cm. Hal ini merupakan tambahan pekerjaan untuk memperbesar kapala jembatan atau pilar.bertulang dengan diameter 250 cm. bersamasama dengan kemiringan yang terjadi pada waktu sumuran diturunkan. dan dengan demikian sumuran dapat turun. Akibat kesalahan pematokan. dilakukan penggalian pendahuluan untuk memberikan jalan awal melalui mana sumuran akan diturunkan. 300 cm. Harus diperhatikan penentuan letak tiap segmen untuk memastikan bahwa segmen baru akan mempunyai alinyemen yang benar sepanjang sumbu vertical. Hal ini penting terutama pada waktu suatu segmen ditambahkan pada sumuran yang tidak (keluar dari) vertical.

8 Jenis Pondasi Sumuran Gambar I. kaison dip[akai sebagai pondasi bangunan yang besar. atau endapan pada dasar piondasi dan lainnya dan bila daya dukung (vertikal mendatar) tidak mencukupi untuk pondasi tiang.9 Bentuk Detail Pondasi Sumuran Jenis ini dibedakan antara kaisaon terbuka dan kaison tekanan. bila cara pemotongan terbuka tidak dapat dipakai akibat adanya air yang nai. .Gambar I.

Bilamana elevasi akhir pemotongan berada di bawah elevasi muka air tanah. Pengaliran harus diarahkan sedemikian rupa hingga beton tidak menimpa baja tulangan atau sisi-sisi lubang. Karena itu sangat cocok untuk pembangunan diperkotaan yang padat bangunan.c Pondasi Tiang Bor (Bored Pile) Penggunaan bor pile relative menimbulkan getaran karena tidak ada tanah yang dimobilisir.Gambar I. Beton harus dicor melalui sebuah corong dengan panjang pipa. Pengecoran beton harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan. tekanan harus dipertahankan pada beton yang belum mengeras. Beton harus dicor secepat mungkin setelah pengeboran dimana kondisi tanah kemungkinan besar akan memburuk akibat terekspos. sampai beton tersebut selesai mengeras . sama dengan atau lebih besar dari tekanan air tanah.10 Bagian Pekerjaan Caison Tekanan 2. Dimanapun beton digunakan harus dicor ke dalam suatu lubang yang kering dan bersih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful