MAKALAH TELAAH KURIKULUM

“PENILAIAN BERBASIS KELAS DALAM KTSP”

OLEH KELOMPOK 6: NOVA SELVIA YUZA (01941/2008) RAHMY YULIA NINGSIH (00315/2008) CICI RAHMAYANTI (54951/2010) LIA PURNAMA SARI (86260/2007) TAQWA FUADI JAFRI (12702/2009)

JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2012

1

A. satuan pendidikan dan pemerintah. (d) standar pendidik dan tenaga kependidikan. Penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan merupakan penilaian internal (internal assessment). Penyusunan perencanaan. Pendahuluan Standar Nasional Pendidikan merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (UU No. (g) standar pembiayaan. Penilaian kelas merupakan bagian dari penilaian internal (internal assessment) untuk mengetahui hasil belajar peserta didik terhadap penguasaan kompetensi yang diajarkan oleh guru. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh guru untuk memantau proses. Penilaian internal adalah penilaian yang direncanakan dan dilakukan oleh pendidik pada saat proses pembelajaran berlangsung dalam rangka penjaminan mutu melalui perbaikan kualitas pembelajaran secara terusmenerus. pelaksanaan proses. 2 . Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan). Penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik. dan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. dan (h) standar penilaian pendidikan. (f) standar pengelolaan. (c) standar kompetensi lulusan. Tujuannya adalah untuk menilai tingkat pencapaian kompetensi peserta didik yang dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung dan akhir pembelajaran. Penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah melalui Ujian Nasional dalam rangka pengendalian mutu pendidikan nasional. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 poin 17 dan PP No. sedangkan penilaian yang diselenggarakan oleh pemerintah merupakan penilaian eksternal (external assessment). (b) standar proses. Penilaian juga dapat memberikan umpan balik kepada guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses pembelajaran. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas: (a) standar isi. (e) standar sarana dan prasarana. perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki dan kemampuan yang diharapkan secara berkesinambungan. kemajuan. dan penilaian merupakan rangkaian program pendidikan yang utuh.

diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan masing-masing. Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan. Manfaat Penilaian Kelas Manfaat penilaian kelas antara lain adalah: 1. penilaian sikap. Pengertian Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Dari proses ini. diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Untuk itu. Data yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi atau indikator yang akan dinilai.B. penilaian produk. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. dan penilaian diri. penyusunan alat penilaian. 2. Untuk mengetahui tingkat pencapai kompetensi selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi. sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan. Konsep Dasar Penilaian 1. Dengan demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai kompetensi atau indikator yang diharapkan. 2. 3 . penilaian tertulis (paper and pencil test). pengolahan. Hasil belajar seorang peserta didik dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya dan tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya. pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik. seperti penilaian unjuk kerja (performance). penilaian proyek. penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio). Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara.

baik untuk pemilihan program. Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin 4 . Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya. Jika menggunakan tes tertulis maka penilaian tidak valid.”. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan. kegiatan.. Prinsip-prinsip Penilaian Kelas a. olahraga dan kesehatan. 4. b. misalnya kompetensi ” mempraktikkan gerak dasar jalan. 4. pendekatan. Untuk memberikan piliha alternatif penilaian kepada guru. pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan). Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian. dan sumber belajar yang digunakan. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial. 5. 3. 6. maka penilaian valid apabila mengunakan penilaian unjuk kerja. Sebagai kontrol bagi guru dan sekolah tentang kemajuan perkembangan peserta didik. Menggambarkan sejauhmana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi. 3. Dalam mata pelajaran pendidikan jasmani.3. Fungsi Penilaian Kelas Penilaian kelas memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu guru menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan. 2. Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode. 4. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya. 5. Validitas Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi. membuat keputusan tentang langkah berikutnya.

Untuk menjamin penilaian yang reliabel petunjuk pelaksanaan unjuk kerja dan penskorannya harus jelas c. Indikator-indikator yang dikembangkan tersebut merupakan acuan yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi dasar bersangkutan. dan setiap kompetensi dasar dijabarkan ke dalam indikator-indikator pencapaian hasil relajar yang dirumuskan atau dikembangkan oleh guru dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi sekolah/daerah masing-masing. Penilaian harus menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi peserta didik. Di dalamnya memuat kompetensi secara utuh yang merefleksikan pengetahuan. f. e. dan menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian skor.konsistensi. Muatan dari stándar isi pendidikan adalah stándar kompetensi dan kompetensi dasar. meningkatkan kualitas belajar dan membina peserta didik agar tumbuh dan berkembang secara optimal. 5. guru menilai dengan unjuk kerja. Misal. sehingga tergambar profil kompetensi peserta didik. Satu stándar kompetensi terdiri dari beberapa kompetensi dasar. Untuk itu. Ranah Penilaian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan penjabaran dari stándar isi dan stándar kompetensi lulusan. Mendidik Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi. terencana. keterampilan. Obyektif Penilaian harus dilaksanakan secara obyektif. penilaian harus adil. dan sikap sesuai karakteristik masing-masing mata pelajaran. penilaian akan reliabel jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila unjuk kerja itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. Berkesinambungan Penilaian dilakukan secara bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran pencapaian kompetensi peserta didik dalam kurun waktu tertentu. memperbaiki proses pembelajaran bagi guru. Menyeluruh Penilaian harus dilakukan secara menyeluruh mencakup seluruh domain yang tertuang pada setiap kompetensi dasar. d. 5 .

berpidato. misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam.Teknik penilaian yang digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik indikator. Pengertian Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. praktek OR. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. dan melakukan wawancara. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium. membaca puisi/ deklamasi dll. afektif. praktek sholat. I. standar kompetensi dasar dan kompetensi dasar yang diajarkan oleh guru. yaitu penilaian unjuk kerja. seperti: diskusi dalam kelompok kecil. bermain peran. penggunaan portofolio. memainkan alat musik. Ada tujuh teknik yang dapat digunakan. baik berupa domain kognitif. bernyanyi. maupun psikomotor. dan penilaian diri. C. 2. psikomotor dan afektif. presentasi. penilaian tertulis. Teknik Penilaian Untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik dapat dilakukan beragam teknik. Penilaian Unjuk Kerja 1. penilaian produk. baik berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. penilaian proyek. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. hal ini karena memuat domain kognitif. diskusi. Teknik Penilaian Unjuk Kerja Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Tidak menutup kemungkinan bahwa satu indikator dapat diukur dengan beberapa teknik penilaian. penilaian sikap. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut: 6 . bercerita. Penilaian statu kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil relajar.

namun daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar. dan laporan pribadi. baik-tidak baik. agar hasil penilaian lebih akurat. Daftar Cek (Check-list) Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik). Dengan menggunakan daftar cek. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah. karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Teknik Penilaian Sikap Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Jika tidak dapat diamati. perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang. misalnya benar-salah. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut: 7 . b. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Skala Penilaian (Rating Scale) Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu. dapat diamati-tidak dapat diamati. sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan. Sikap terdiri dari tiga komponen. peserta didik tidak memperoleh nilai. Untuk memperkecil faktor subjektivitas. Sikap dapat dibentuk.a. 2. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku. Penilaian Sikap Pengertian Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. pertanyaan langsung. II. dan konatif. kognitif. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. 1. 2 = cukup kompeten. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten. peserta didik mendapat nilai bila kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. Misalnya: 1 = tidak kompeten. yakni: afektif.

2.a. Oleh karena itu. atau hal yang menjadi objek sikap. Misalnya. Teknik Penilaian Ada dua bentuk soal tes tertulis.Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil dalam memberi jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. yaitu: 8 . b. Dari ulasan yang dibuat oleh peserta didik tersebut dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya. guru juga dapat menggunakan teknik ini dalam menilai sikap dan membina peserta didik. c. bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijakan yang baru diberlakukan di sekolah mengenai "Peningkatan Ketertiban". guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda. Hasil pengamatan dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. III. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. 1. peserta didik diminta menulis pandangannya tentang "Kerusuhan Antaretnis" yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Pertanyaan langsung Kita juga dapat menanyakan secara langsung atau wawancara tentang sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. Dalam penilaian sikap peserta didik di sekolah. Observasi perilaku Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah. Misalnya. keadaan. mewarnai. Laporan pribadi Melalui penggunaan teknik ini di sekolah. menggambar dan lain sebagainya. Penilaian Tertulis Pengertian Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis.

memahami. Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami dengan cakupan materi yang luas. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi. pengorganisasian. IV. pengumpulan data. Pilihan ganda mempunyai kelemahan. pengolahan dan penyajian data. 9 . Selain itu pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis atau memodifikasi pengalaman belajar. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas.a. misalnya mengemukakan pendapat. dibedakan menjadi: 1) isian atau melengkapi 2) jawaban singkat atau pendek 3) uraian Dari berbagai alat penilaian tertulis. isian singkat. maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Penilaian Proyek 1. yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar. menjodohkan dan sebab akibat merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas. yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. dan menyimpulkan. Pengertian Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. yang dibedakan menjadi: 1) pilihan ganda 2) dua pilihan (benar-salah. tes memilih jawaban benar-salah. mensuplai jawaban. berpikir logis. memilih jawaban. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat. ya-tidak) 3) menjodohkan 4) sebab-akibat b.

yaitu berdasarkan aspek-aspek produk. hasil karya seni (patung. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. a) Cara analitik. VI. 2. dan penyiapkan laporan tertulis. Penilaian Produk 1. biasanya dilakukan pada tahap appraisal. yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk. sampai hasil akhir proyek. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian. seperti penyusunan disain. seperti: makanan. kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. b) Cara holistik. dan logam. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan. plastik. kemampuan mengaplikasikan. Untuk itu. keramik.Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman. lukisan. hasil tes (bukan nilai) atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajara 10 . Teknik Penilaian Produk Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. Teknik Penilaian Proyek Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan. proses pengerjaan. 2. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. pakaian. analisis data. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni. gambar). V. Pengertian Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. pengumpulan data. barang-barang terbuat dari kayu.

dan mendeskripsikan. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi dua atau lebih indikator pencapaian hasil belajar. afektif dan psikomotor.VII. Langkah-Langkah Pelaksanaan Penilaian 1) Penetapan Indikator Pencapaian Hasil Belajar Indikator merupakan ukuran. menghitung. menceritakan kembali. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. pembuatan atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar. maka teknik penilaiannya adalah unjuk kerja (performance). maka teknik penilaiannya adalah tertulis. Indikatorindikator pencapaia hasil belajar dari setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian. hal ini sesuai dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar tersebut. mempraktekkan. 3) Penetapan Teknik Penilaian Dalam memilih teknik penilaian mempertimbangkan ciri indikator. D. ciri-ciri. Indikator pencapaian hasil belajar dikembangkan oleh guru dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik. Kompetensi Dasar. Penilaian Diri (self assessment) Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. Indikator dan Teknik Penilaian Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk memudahkan guru dalam menentukan teknik penilaian. Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep. Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur. membedakan. karakteristik. seperti: mengidentifikasi. contoh:   Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu. 2) Pemetaan Standar Kompetensi. 11 . mendemonstrasikan. menyimpulkan.

Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. Bagi peserta didik yang memerlukan remedial. (2) pengayaan bagi peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan lebih cepat dari waktu yang disediakan. A. guru kelas. Misalnya. Misalnya. Pengayaan dilakukan bagi peserta didik yang memiliki penguasaan lebih cepat dibandingkan peserta didik lainnya. dan bahan 12 . memberikan bantuan sesuai dengan gaya belajar peserta didik pada waktu yang tepat sehingga kesulitan dan kegagalan tidak menumpuk. Bagi Guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. (4) pelaporan. Pemanfaatan Hasil Penilaian 1. atau guru harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran. strategi pembelajaran yang telah disiapkan. latihan tambahan atau tugas individual yang bertujuan untuk memperkaya kompetensi yang telah dicapainya. dan (5) penentuan kenaikan kelas. Remedial dilakukan oleh guru mata pelajaran. Dengan demikian peserta didik tidak frustasi dalam mencapai kompetensi yang harus dikuasainya. Peserta didik yang berprestasi baik perlu mendapat pengayaan. 3. atau peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar ketika sebagian besar peserta didik yang lain belum. Guru harus percaya bahwa setiap peserta didik dalam kelasnya mampu mencapai kriteria ketuntasan setiap kompetensi. Pemanfaatan dan Pelaporan Hasil Penilaian Penilaian kelas menghasilkan informasi pencapaian kompetensi peserta didik yang dapat digunakan antara lain: (1) perbaikan (remedial) bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan. Bagi peserta didik yang memerlukan pengayaan. Salah satu kegiatan pengayaan yaitu memberikan materi tambahan. bila peserta didik mendapat bantuan yang tepat. atau oleh guru lain yang memiliki kemampuan memberikan bantuan dan mengetahui kekurangan peserta didik. dan memperbaiki program pembelajarannya. agar dapat mengembangkan potensi secara optimal. 2. guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk memberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. Oleh karena itu. (3) perbaikan program dan proses pembelajaran.E. program yang telah dirancang.

Unsur penting dalam manajemen berbasis sekolah adalah partisipasi masyarakat. atau mungkin diganti apabila ternyata tidak efektif membantu peserta didik dalam mencapai penguasaan kompetensi. laporan kemajuan hasil belajar peserta didik dibuat sebagai pertanggungjawaban lembaga sekolah kepada orangtua/wali peserta didik. aljabar. misalnya seorang peserta didik mendapat nilai 6 pada mata pelajaran matematika. statistika. makna nilai tunggal seperti itu kurang dipahami peserta didik maupun orangtua karena terlalu umum. B. komite sekolah. sehingga dapat menentukan jenis bantuan yang diperlukan bagi anaknya. di mana peran-serta masyarakat di bidang pendidikan tidak hanya terbatas pada dukungan dana saja. Dipihak anak. karena bila dilakukan pada akhir semester bisa saja perbaikan itu akan sangat terlambat. Data kuantitatif disajikan dalam angka (skor). atau hal lain. Hal ini membuat orangtua sulit menindaklanjuti apakah anaknya perlu dibantu dalam bidang aritmatika. Atas dasar itu. Laporan kemajuan belajar peserta didik dapat disajikan dalam data kuantitatif maupun kualitatif. Bagi Kepala Sekolah Hasil penilaian dapat digunakan Kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. direvisi. Laporan tersebut merupakan sarana komunikasi dan kerja sama antara sekolah. masyarakat. 13 . dan masyarakat yang bermanfaat baik bagi kemajuan belajar peserta didik maupun pengembangan sekolah. Perbaikan program tidak perlu menunggu sampai akhir semester. ia dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya serta aspek mana yang perlu ditingkatkan. transparansi dan akuntabilitas publik. Namun. Pelaporan Hasil Penilain Kelas 1. tetapi juga di bidang akademik. Laporan Sebagai Akuntabilitas Publik Kurikulum berbasis kompetensi dirancang dan dilaksanakan dalam kerangka manajemen berbasis sekolah. orang tua.yang telah disiapkan perlu dievaluasi. dan instansi terkait lainnya. 4. geometri. Laporan harus disajikan dalam bentuk yang lebih komunikatif dan komprehensif agar “profil” atau tingkat kemajuan belajar peserta didik mudah terbaca dan dipahami). Dengan demikian orangtua/wali lebih mudah mengidentifikasi kompetensi yang belum dimiliki peserta didik.

14 . ` Nilai yang ditulis merupakan rekap nilai setiap KD dari setiap aspek penilaian. karena itu kedudukan atau bobot nilai harian tidak lebih kecil dari nilai sumatif (nilai akhir program). KD dan Indikator semester bersangkutan. emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan. Rekap Nilai Rekap nilai merupakan rekap kemajuan belajar peserta didik. (Contoh model rapor beserta petunjuk pengisiannya lihat lampiran ). 4. Rapor Rapor adalah laporan kemajuan belajar peserta didik dalam kurun waktu satu semester. dalam kurun waktu 1 semester. sehingga diketahui kapan peserta didik memerlukan remedial. Penentuan Kenaikan Kelas Peserta didik dinyakan tidak naik kelas apabila: 1) memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 2) Jika peserta didik tidak menuntaskan 50 % atau lebih KD dan SK lebih dari 3 mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun ajaran. Laporan prestasi mata pelajaran. Nilai pada rapor merupakan gambaran kemampuan peserta didik. tes sumatif. Nilai suatu KD dapat diperoleh dari tes formatif. dan 3) Jika karena alasan yang kuat. hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung. Kompetensi yang diuji pada penilaian sumatif berasal dari SK. Rata-rata nilai KD dalam setiap aspek akan menjadi nilai pencapaian kompetensi untuk aspek yang bersangkutan. misal karena gangguan kesehatan fisik. C. Untuk model rapor. yang berisi informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik untuk setiap KD.3. nilai tugas perseorangan maupun kelompok. Rekap nilai diperlukan sebagai alat kontrol bagi guru tentang perkembangan hasil belajar peserta didik. berisi informasi tentang pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. masing-masing sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki asalkan menggambarkan pencapaian kompetensi peserta didik pada setiap matapelajaran yang diperoleh dari ketuntasan kompetensi dasarnya.

dan standar kompetensi (SK) suatu mata pelajaran telah terpenuhi ketuntasannya. KD. Automatic promotion apabila semua indikator. Apabila setiap anak bisa dibantu secara optimal sesuai dengan keperluannya mencapai kompetensi tertentu. KD. kompetensi dasar (KD). dan indikatornya dan sekolah mempertimbangkan mata pelajaran. peserta didik yang tidak naik kelas diharapkan mengulang semua mata pelajaran beserta SK. SK.Untuk memudahkan administrasi. dan indikator yang telah tuntas pada tahun ajaran sebelumnya. 15 . maka peserta didik dianggap layak naik ke kelas berikutnya. maka tidak perlu ada anak yang tidak naik kelas (automatic promotion).

2003.. Penilaian Kelas.html). E. Pusat Kurikulum.. 2003. 16 . Mulyasa. Paradise Valley Community College. Hasil Need Assessment Guru SMP.siue. Classroom based (http://www. Eder. 2003. Norman E. (http://www. Bandung: Remaja Rosdakarya.). Southern Illinois University. 2006.". Measurement and Evaluation in Teaching New Jersey: Mcmillan Publishing Company. 2006. http://www.pvc.com. Douglas. dan Linn Joyce E. Media Informasi Online Stikom. Evaluating and Assessing for Learning.html Gronlund.edu/assess/catmain.smu-net. assessment.Daftar Pustka Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Jakarta: Depdiknas. "Classroom Assessment Techniques. 1990.edu/AI/classroom. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 1994. New Jersey: Nichols Publishing Company.maricopa. Jakarta: Depdiknas. Harris Duncan dan Bell Chris.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful