P. 1
Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Pengelolaan SDM Pada Perusahaan Kontruksi Kota Banda Aceh

Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Pengelolaan SDM Pada Perusahaan Kontruksi Kota Banda Aceh

|Views: 1,191|Likes:

More info:

Published by: Sitti Zubaidah DaCha on Mar 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

1

Jurnal Manajemen SDM – Program Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala, 2011

 

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP PENGELOLAAN SDM PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI
Sitti Zubaidah*
*Departemen Magister Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala Jalan Syech Abdul Rauf No.1 Darussalam – Banda Aceh Tel:62(0651) 7407938,E-mail : dacha.aceh@gmail.com ____________________________________________________________________________________ Abstrak - Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan gaya kepemimpinan terhadap pengelolaan sumber daya manusia pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan analisa regresi berganda. Objek penelitian mengenai pengaruh budaya organisasi dan gaya kepemimpinan terhadap pengelolaan sumber daya manusia pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh, dengan responden sebanyak 80 orang yang diambil dengan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan uji-F diperoleh nilai Fhitung > Ftabel, dengan demikian hasil perhitungan ini dapat diambil suatu keputusan bahwa menerima hipotesis alternatife dan menolak hipotesis nul, artinya bahwa variabel budaya organisasi (X1) dan gaya kepemimpinan (X2), secara bersama – sama berpengaruh secara signifikan terhadap pengelolaan sumber daya manusia pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh. Sedangkan secara parsial menunjukan bahwa variabel budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan sumber daya manusia pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh karena nilai thitung > ttabel, dengan tingkat signifikan α = 5%, sedangkan gaya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan sumber daya manusia pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh Kata Kunci : Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan dan Pengelolaan SDM Perusahaan ___________________________________________________________________________________ I. PENDAHULUAN Perkembangan pembangunan di Indonesia khususnya di Provinsi Aceh menjadi persaingan ketat di dalam perusahaan jasa konstruksi antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya. Ketatnya persaingan ini membuat perusahaan jasa konstruksi harus dapat memaksimalkan potensi dan kemampuan masing-masing perusahaan terutama dalam pengelolaan sumber daya perusahaan diantaranya keuangan, manusia, teknologi, material, budaya, dan sistem manajemen. II.LATAR BELAKANG Peningkatan kemampuan pengelolaan sumber daya perusahaan jasa konstruksi agar mampu menghadapi persaingan yang semakin kompetitif perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif dengan melakukan berba gai macam perbaikan terhadap permasalahanpermasalahan yang sering terjadi pada perusahaan jasa konstruksi berkaitan dengan kualitas kinerja perusahaan. Beberapa faktor penentu yang mempengaruhi kesuksesan perusahaan jasa konstruksi adalah faktor internal, faktor eksternal dan market forces. Faktor internal perusahaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan mempunyai pengaruh sebesar 42% terhadap kesuksesan perusahaan. Pengaruh faktor internal terhadap kesuksesan suatu perusahaan khususnya perusahaan jasa konstruksi didominasi oleh budaya perusahaan, gaya kepemimpinan,sdm, teknologi, material, dan keuangan [1]. Budaya organisasi dan gaya kepemimpinan perusahaan sangatlah berpengaruh pada pengeLolaan SDM pada perusahaan jasa konstruksi dan ini sangat menentukan apakah perusahaan dapat

2

Jurnal Manajemen SDM – Program Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala, 2011

 
berkompetisi dengan perusahaan lainnya baik ditingkat lokal, regional bahkan internasional. Budaya organisasi dapat didefinisikan bagaimana seseorang memanifestasikan cara berfikir dan berprilaku dalam organisasi. Sama halnya [2] mengartikan bahwa “organizational culture as a set of shared as assumption and understanding about organi-zation function”. Sehingga hal ini dipahami sebagai social glue, social deal and beliefs member share.” A firm’s culture therefore, through its value and operating belief, exerts commanding influences on how its employees perceive events [3] sehingga budaya organisasi dikenal sebagai hal penting untuk keberhasilan proyek termasuk perubahan organisasi. Sebagai contoh, [4] mengatakan bahwa : even good technology can be sabotaged if it is perceived to interfere with the established social network. Selain itu gaya kepemimpinan juga mempe-ngaruhi jalannya sistem kerja yang terbentuk di perusahaan jasa Konstruksi tersebut. Kepe-mimpinan merupakan proses mempegaruhi orang lain untuk mencapai tujuan perusahaan. Ditambahkan oleh McLean and Smith (2003) bahwa “Leadership is defined as the use of non coercive influence to direct and coordinate the activities of group member toward goal attainment”. Karena itu pengaruh budaya dan gaya kepemimpinan terhadap kualitas SDM perusahaan jasa Konstruksi merupakan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini dengan judul “Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Pengelolaan Sumber Daya Manusia Pada Perusahaan Jasa Konstruksi (Studi Kasus Pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh)”. III. AREA PENELITIAN Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, penulis mengadakan penelitian langsung pada perusahaan jasa konstruksi yang mempunyai badan usaha dan termasuk anggota Badan Pembangunan Daerah Gabungan Pengusaha Konstruksi (BPD GAPENSI) Aceh, dengan objek penelitian mengenai budaya organisasi dan gaya kepemimpinan terhadap pengelolaan sumber daya manusia pada perusahaan jasa konstruksi di Kota Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan dan atau Pemimpin pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh yang berjumlah 405 orang, hal ini dikarenakan jumlah karyawan pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda bervariasi dan tidak tetap sesuai dengan kebutuhan paket.
Tabel. 3.1. Jumlah Populasi pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh Berdasarkan Gred No Jenis Gred Perusahaan Kontraktor Populasi Sampel Perusahaan Kontraktor Atas 01 31 Gred A ( 6 – 7 ) Perusahaan Kontraktor Menengah 02 165 Gred B ( 4 -5 ) Perusahaan Kontraktor Kecil 03 209 Gred C ( 2 – 3 ) Total 405 Sumber : BPD GAPENSI ACEH (2010)

IV. TINJAUAN KEPUSTAKAAN Kontraktor adalah merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa Konstruksi. Jasa konstruksi dapat didefinisikan sebagai layanan jasa konsultasi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa konsultasi pengawasan pekerjaan konstruksi. Sedangkan pekerjaan konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain (Bab1, pasal 1 Undang-undang No.18 Tahun 1999). Sebagai perusahaan jasa, maka kualitas sumber daya manusia pada perusahaan kontraktor adalah merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Oleh karena itu, para kontraktor dituntut untuk lebih profesional dalam mengelola perusahaannya terutama dalam hal sumber daya manusia (tenaga kerja), keuangan (permodalan), manajemen, pengetahuan dan penguasaan teknologinya. Semua organisasi mempunyai budaya tak tertulis yang mendefinisikan standar-standar perilaku yang dapat diterima baik dan yang tidak untuk para karyawan. Setelah beberapa bulan, kebanyakan karyawan akan memahami budaya organisasi mereka. Sementara banyak organisasi mempunyai subbudaya sering diciptakan disekitar kelompok-kelompok kerja dengan perangkat standar tambahan atau termodifikasi, mereka masih mempunyai suatu budaya yang dominan yang menghantarkan kepada semua karyawan nilai-nilai yang dianggap paling berharga oleh organisasi.[5] Budaya organisasi perusahaan mampu memiliki pengaruh yang kuat pada pengelolaan dan implementasi sumber daya perusahaan. Hal ini ditandai dengan perilaku yang dihargai dan dipromosikan oleh perusahaan tersebut. Menurut [6] bahwa budaya organisasi keterlibatan

karyawan dalam pengembangan dan kemajuan organisasi, sebagaimana dikutip sebagai berikut : “We characterize organizational culture along the dimensions of learning and develop-ment, participative decision making, support and collaboration, power sharing, communication and tolerance for conflict and risk. Learning and development refers to an emphasis on individual learning and development; participative decision making culture encourages employees to participate in the firm’s decision-making process; a culture of support and collaboration has

3

Jurnal Manajemen SDM – Program Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala, 2011

  employees willing to cooperation with each other and ready to offer needed help; power sharing reduces focus on turf, politics, and status; communication refers to the organiza-tion’s internal and external information exchange and interaction; tolerance for conflict and risk taking measures the degree to which the organization accepts conflict and risk.” Kepemimpinan seperti itu mendorong budaya perusahaan kearah pengetahuan para karyawan terhadap keahlian khusus “leading through a knowledge lens”. Kepemimpinan dilakukan dengan cara intellectual power, conviction, persuasion, dan interactive dialog. Mekanisme seperti ini membangun confidence dan engagement serta menciptakan trust dan commitment. Mekanisme ini termasuk strategi dan taktikal pelaksanaan kepemimpinan seperti perumusan suatu visi yang strategis, advocacy yang kuat pada visi, model peraturan, menciptakan stimulasi intelektual dan membuat struktur perusahaan yang memudahkan untuk berkomunikasi. [7].
V. ANALISIS DATA DAN MODEL Pengolahan data hasil penelitian akan menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS). Secara umum dalam analisa deskriptif terhadap hasil-hasil penelitian akan digunakan peralatan statistik berupa metode rata-rata (means) persentase. Kemudian untuk melihat besarnya pengaruh digunakan model persamaan regresi berganda yang persamaanya sebagai berikut.[8]. Persamaan model regresi linier berganda : Y= Dimana : Y = Pengelolaan SDM pada Perusahaan Jasa Konstruksi a = Konstanta X1 = Budaya Organisasi X2 = Gaya Kepemimpinan b1 = Koefisien Regresi Budaya Organisasi b2 = Koefisien Regresi Gaya Kepemimpinan e = Error term (variabel yang tidak teramati dalam penelitian. Dengan membandingkan Fhitung atau Thitung dengan Ftabel atau Ttabel pada = 0.05; apabila perhitungan menunjukkan : a. Jika Fhitung ≥ Ftabel, atau probabilitas kesalahan kurang dari 5% maka Ho ditolak, dan Ha diterima, artinya variasi dari model regresi berhasil menerangkan bahwa Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan secara bersama – sama mempunyai pengaruh siginifikan terhadap Pengelolaan SDM pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh. Dengan demikian hipotesis pertama, kedua dan ketiga terbukti. Begitu juga halnya secara parsial. b. Jika Fhitung ≤ Ftabel, probabilitas kesalahan kurang dari 5% maka Ho diterima, dan Ha ditolak, artinya variasi dari model regresi tidak berhasil menerangkan bahwa Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan secara bersama – sama mempunyai pengaruh siginifikan terhadap Pengelolaan SDM pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh. Dengan demikian hipotesis pertama, kedua dan ketiga tidak terbukti. Begitu juga halnya secara parsial. VII. HASIL PENELITIAN Berdasarkan tabel penelitian dibawah ini dapat dilihat bahwa jenis kelamin responden pada Perusahaan Jasa Konstruksi di Kota Banda Aceh adalah laki – laki sebanyak 49 orang (61.3%) , dan perempuan sebanyak 31 orang (38.8%). Hal ini membuktikan bahwa karyawan pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh masih lebih dominan laki – laki dibandingkan perempuan. Mengenai tingkat usia responden dapat dijelaskan bahwa 26 orang (32.5 %) berusia kurang dari 30 tahun, sebanyak 25 orang (31.3%) berusia antara 31 s/d 35 tahun, sebanyak 19 orang (23.8%) berusia antara 36 s/d 40 tahun, dan sebanyak 10 orang (12.5%) berusia 41 – 45 tahun. Ini terlihat bahwa para karyawan Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh pada umumnya berusia kurang dari 35 tahun, dibandingkan dengan usia diatas 36 tahun dibawah 45 tahun. Status pernikahan responden dapat dijelaskan bahwa sebanyak 65 orang (81.3%) telah menikah, dan sebanyak 15 orang (18.8%) belum menikah. Untuk masa kerja responden adalah 15 orang (18.8%) dibawah 2 tahun, sebanyak 22 orang (27.5%) antara 3 – 4 tahun, sebanyak 26 orang (32.5%) antara 5 – 7 tahun, sebanyak 6 orang (7.5%) antara 8 – 10 tahun dan sebanyak 11 orang (13.8%) diatas 10 tahun. Jika dilihat dari masa kerja hampir rata – rata Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh antara 5 – 7 tahun. Kemudian karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir (6.3%) adalah sebanyak 5 orang berpendidikan SMP/ MTsN, sebanyak 22 SMA/ MAN, orang (27.5%) berpendidikan sebanyak 25 orang ( 31.3%) berpendidikan Akademik/ Diploma, sebanyak 24 orang (30.0%) berpendidikan Sarjana (S1), dan 4 orang (5.0%) berpendidikan Pasca Sarjana (S2). Untuk pendidikan para kontraktor Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh pada umumnya adalah Akademi atau Diploma dan Sarjana.

4

Jurnal Manajemen SDM – Program Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala, 2011

 
Tabel 4.1 Karakteristik Responden No Karakteristik Responden Jumlah Persentase (%) 38.8 61.3 32.5 31.3 23.8 12.5 81.3 18.8 18.8 27.5 32.5 7.5 13.8 6.3 27.5 31.3 30.0 5.0

Jenis Kelamin a. Perempuan b. Laki Usia a. < 30 tahun 2 b. 31 – 35 tahun c. 36 – 40 tahun d. 41 – 45 tahun Status Pernikahan 3 a. Menikah b. Belum Menikah Masa Kerja a. < 2 tahun b. 3 – 4 tahun 4 c. 5 – 7 tahun d. 8 – 10 tahun e. > 10 tahun Pendidikan Terakhir a. SMP/ MTsN b. SMA/ MAN c. Akademi/ 5 Diploma d. Sarjana ( S1 ) e. Pasca Sarjana ( S2 ) Status Kerja a. Sukarela 6 b. Kontrak Tidak Tetap c. Kontrak Tetap Pendapatan per Bulan a. < Rp. 1.000.000,b. Rp. 1.000.000,s/d 1.499.999,c. Rp. 1.500.000,s/d 1.999.999,7 d. Rp. 2.000.000,s/d 2.499.000,e. Rp. 2.500.000,s/d 2.999.999,f. > Rp. 3.000.000,Sumber : Data Primer 2011 ( diolah ) 1

31 49 26 25 19 10 65 15 15 22 26 6 11 5 22 25 24 4

Berdasarkan hasil penelitian dari Tabel 4.2 menunjukkan bahwa semua pernyataan mempunyai korelasi diatas nilai kritis 5% yaitu diatas 0.220 sehingga semua pertanyaan yang terkandung dalam kuesioner penelitian ini dinyatakan valid dan dapat dipergunakan untuk penelitian. Dan berdasarkan analisis reliabilitas dapat diketahui bahwa alpha untuk masing-masing variabel persepsi responden dapat dilihat dari beberapa variabel yaitu variable Budaya Organisasi (X1) diperoleh nilai alpha sebesar 0.799 = 80%, variabel Gaya Kepemimpinan (X2) diperoleh nilai alpha sebesar 0.669 = 67% , variabel Pengelolaan Sumber Daya Manusia Perusahaan (Y) diperoleh nilai alpha sebesar 0.727 = 73%. Dengan demikian pengukuran reliabilitas terhadap variabel penelitian menunjukkan bahwa pengukuran memenuhi kredibilitas Cronbach Alpha dimana nilai alphanya lebih besar dari Alpha 0.60. Budaya Organisasi Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh Hipotesis penelitian ini adalah bahwa budaya organisasi pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh berpengaruh terhadap proses pengelolaan sumber daya manusia. Dan berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa budaya organisasi diperoleh nilai rerata sebesar 4.04, yang berarti bahwa budaya organisasi pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh sudah baik, hal ini mengindikasikan bahwa budaya organisasi berpengaruh dalam pengelolaan sumber daya manusia di Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh. Dengan demikian hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap pengelolaan sumber daya manusia di Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh. Gaya Kepemimpinan Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh Hipotesis penelitian ini adalah gaya kepemimpinan pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh berpengaruh terhadap pengelolaan sumber daya manusia, dan berda sarkan sumber daya manusia di Perusahaan Jasa Konstruksi Kota berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan diperoleh nilai rerata sebesar 4.08 yang berarti bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh secara langsung dalam meningkatkan pengelolaan Banda Aceh. Dengan demikian hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang dilakukan selama ini mempunyai pengaruh secara significant terhadap pengelolaan sumber daya

22 32 26 6 24 11 11 12 16

27.5 40.0 32.5 7.5 30.0 13.8 13.8 15.0 20.0

Untuk status kerja responden dapat dijelaskan bahwa 22 orang (27.5%) yang bekerja sukarela, sebanyak 32 orang (40.0%) bekerja kontrak tidak tetap, dan 26 orang (32.5%) bekerja kontrak tetap. Sedangkan pendapatan perbulan responden adalah Rp. 0,- kepada 6 orang (7.5%), sebanyak 24 orang (30.0%) pendapatan perbulan diantara Rp. 1.000.000,- s/d 1.499.999,- sebanyak 11 orang (13.8%) memiliki pendapatan perbulan diantara Rp. 1.500.000,- s/d 1.999.000,- sebanyak 11 orang (13.8%) pendapatan diantara Rp. 2.000.000,- s/d 2.499.999,- sebanyak 12 orang ( 15.0%) pendapatan diantara Rp. 2.500.000,- s/d 2.999.999,- dan pendapatan perbulan diatas > Rp. 3.000.000,- sebanyak 16 orang (20.0%). Hal ini dapat diketahui bahwa karyawan Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh sebagai Karyawan Kontrak Tidak Tetap dengan pendapatan perbulan pada umumnya adalah Rp. 1.000.000,- s/d 1.499.999,-

5

Jurnal Manajemen SDM – Program Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala, 2011

 
manusia di Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh Pengelolaan Sumber Daya Manusia pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh Hipotesis penelitian ini adalah budaya organisasi dan gaya kepemimpinan berpengaruh pada pengelolaan sumber daya manusia pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh. Dan berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh sudah seperti yang diharapkan oleh sebuah perusahaan dengan nilai rerata sebesar 4.20. Dengan demikian hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa budaya organisasi dan gaya kepemimpinan yang dilakukan selama ini mempunyai pengaruh secara significant terhadap pengelolaan sumber daya manusia di Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh. VI. KESIMPULAN Budaya organisasi dan gaya kepemimpinan pada Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh mempunyai pengaruh dalam pengelolaan sumber daya manusia. Hal ini terlihat pada hasil pengujian statistik yang diperoleh bahwa terjadi hubungan yang sangat erat antara variabel bebas dengan variabel terikat. Berdasarkan hasil penelitian antara kedua variabel yaitu budaya organisasi dan gaya kepempimpinan, ternyata budaya organisasi mempunyai pengaruh dominan dibandingkan gaya kepemimpinan terhadap pengelolaan sumber daya manusia di Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh. Dan Uji F diperoleh nilai Fhitung > F tabel , dengan demikian hasil perhitungan ini dapat diambil suatu keputusan bahwa menerima hipotesis alternative dan menolak hipotesis nol. Artinya bahwa variabel budaya organisasi dan gaya kepemimpinan secara bersama – sama berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan sumber daya manusia di Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh. Serta hasil Uji – t bahwa variabel budaya organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap pengelolaan sumber daya manusia di Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh karena diperoleh nilai thitung > ttabel, dengan tingkat signifikan α = 5% sehingga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan sumber daya manusia di Perusahaan Jasa Konstruksi Kota Banda Aceh DAFTAR PUSTAKA [1] Sudarto, Identifikasi Permasalahan Pada Faktor Internal Yang Mempengaruhi Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi. JURNAL TEKNOLOGI, Edisi No. 2. Tahun XXI, pp 102 – 110, Juni 2007. [2] Deshpande, R., and Webster, F.E., gOrganizational Culture and Marketin - Defining the Research Agenda,Journal of Marketing (53:1), pp 4-5, 1989. [3] Schein, E.H., Organizational culture and leadership. Jossey-Bass, San Francisco, 1985. [4] Martinsons, M.G., and Chong, P.K.C. The influence of human factors and specialist involvement on information systems success, Human Relations (52:1), pp 123-152, Jan.1999. [5] Amri, DR.,Perilaku Keorganisasian (Organizational Behavior). Diktat. Magister of Management (MM), Postgraduate Program of Syiah Kuala University Darussalam, Banda Aceh, 2007. [6] Hurley, Robert and Hult G. Tomas. M ., Innovation, Market Orientation, and Organizational Learning : An Integration and Empirical Examination. Journal of Marketing (EBSCO) Vol. 62 No.3 . hal. 42 – 54, 1998. [7] Weiling Ke and Kwok Kee Wei . (2010) “Organizational Culture and Leadership in ERP Implementation”. Thesis. School of Business Clarkson University and Department of Information Systems City University of Hong Kong [8] Sekaran, Uma. 2005. Research Methods for Business, A Skill building Approach. 2nd edition. New York. John Wiley and son.

6

Jurnal Manajemen SDM – Program Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala, 2011

 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->