vii DAFTAR ISI Pengantar Direktur Pembinaan SMK........................................................................iiiPengantar Penulis.....................................................................................................vDaftar Isi.....

..............................................................................................................vii Bab 1 Akuntansi untuk Perusahaan Manufaktur........................................1 Karakteristik Perusahaan Manufaktur...................................................2Masalah Khusus Perusahaan Manufaktur............................................4Akuntansi Perusahaan Manufaktur.......................................................7Membuat Laporan Beban pokok produksi (Cost of GoodsManufactured Statement)...................................................................12Istilah Baru (Glosari)...........................................................................25Laporan Beban pokok produksi (Cost of Goods Manu-facturedStatement): Laporan Beban pokok produksi Selama Satu Periode....27Menghitung Beban pokok produksi dan Beban pokok penjualan.......27Prosedur Akuntansi Biaya (Cost Accounting Procedure)....................32Istilah Baru (Glosari)...........................................................................33Tugas....................................................... ...........................................34 Bab 2 Beban pokok produksi Pesanan (Job Order Costing)..................45 Penentuan Biaya Berdasarkan Pesanan dan Penentuan Biaya.Berdasarkan Proses...........................................................................47Ilustrasi Sistem Akuntansi Biaya Perpetual.........................................49Penerapan Job Order Costing di Departemen....................................58Istilah Baru (Glosari)...........................................................................59Contoh Soal dan Penyelesaiannya.....................................................60Bahan untuk Tugas.............................................................................66 Bab 3 Beban pokok produksi Proses (Process Costing)........................81 Penekanan Akuntansi Berdasarkan Proses........................................83Contoh Akuntansi Biaya Berdasarkan Proses....................................84Istilah Baru (Glosari)...........................................................................90Bahan Untuk Tugas............................................................................90 viii Laporan Beban pokok produksi Berdasarkan Proses.........................98Tujuan Laporan Beban pokok produksi..............................................99Tahapan dalam Laporan Beban pokok produksi.................................99Istilah Baru (Glosari).........................................................................104Contoh Soal dan Penyelesaiannya...................................................104Bahan Untuk Tugas..........................................................................107Daftar Pustaka.........................................................................................................A1

1 BAB 1AKUNTANSI untukPERUSAHAANMANUFAKTUR Karakteristik Perusahaan Manufaktur Masalah Khusus Perusahaan Manufaktur Akuntansi Perusahaan Manufaktur Membuat Laporan Beban pokok produksiMenghitung Beban pokok produksi dan Beban pokok penjualan 2 Tujuan Pengajaran Buku ini akan membahas karakteristik, akuntansi khusus dan pelaporan operasiperusahaan manufaktur . Tujuan pengajaran dari buku ini adalah agar para siswadapat:1. Memahami karakteristik perusahaan manufaktur 2. Memahami masalah khusus akuntansi perusahaan manufaktur 3. Mencatat transaksi-transaksi produksi4. Membuat laporan beban pokok produksi.

dan overhead pabrik.Karakteristik Perusahaan Manufaktur Perusahaan manufaktur ( manufacturing rm ) adalah perusahaan yangkegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi tersebut.000 unit produk yang masih dalamproses pembuatan pada tanggal neraca. Sistem process cost (biaya proses).Kalau suatu persediaan hanya dapat ditentukan dengan melakukan perhitungansecara sik dalam suatu jangka waktu tertentu. Sistem periodik. Persediaan barang dalam proses biasanya mencakup ketigaunsur biaya – bahan baku. dan barang jadi. sebuah pabrik harus mempunyai pesediaan untuk tiga jenis yang berlainan dan bukannya perkiraan persediaan seperti pada perusahaandagang.Ketiga unsur biaya pabrik ini dikumpulkan dalam perkiraan persediaan pada laporankeuangan perusahaan. yang juga menggunakan metode perpetual. Produk ini akan diselesaikan dalamperiode berikutnya. yang menggunakan metode perpetual. tenaga kerja langsung. apabila digambarkan akan nampak seperti di bawah ini: AKUNTANSI UNTUKPERUSAHAAN MANUFAKTUR MENGHITUNG BEBAN POKOK PRODUKSI DANBEBAN POKOK PENJUALAN Tiga Jenis Persediaaan pada Perusahaan Manufaktur/Pabrik Saudara telah mempelajari bahwa biaya pabrik suatu perusahaan dapatdiklasikasi menjadi tiga kategori umum: (1) bahan baku (bahan dan penolong yanglangsung dipergunakan dalam memproduksi/ pembuatan produk). Ini menunjukkan biaya yang terjadi dalampembuatan barang yang masih belum selesai pada tanggal neraca. Persediaanbarang jadi biasanya mencakup ketiga unsur biaya – bahan baku. perhitungan juga dilakukan untuk harga barang yang dibuat.Pada bagian ini selanjutnya akan menguraikan sistem job order dan sistem biayaproses. Unit ini menguraikan metode periodik untuk melaporkan operasi pabrik. pada akhir setiap peiode operasi perhitungan persediaan secara sik harus dilakukan atas bahanbaku. Kemudian. barang dalam proses pengerjaan. Bahan bakuini belum dipergunakan untuk membuat produk yang dihasilkan perusahaan. Persediaan bahan baku. dankemudian untuk harga pokok barang yang dijual. harga perolehan pesediaan ditentukan oleh suatu daftar terinci barang persediaan yang masih ada pada saat penutupan periode akuntansi. 28 Tiga Sistem Akuntansi Perusahaan Manufaktur/ Pabrik Tiga sistem yang populer untuk membukukan dan melaporkan persediaan danproses pembuatan adalah:1. Neraca perusahaan manufaktur / pabrik biasanya melaporkanketiga persediaan tersebut:1.Dalam sistem periodik.2. sistem tersebut dikenal sebagaisistem periodik.Dengan demikian.2. Persediaan barang jadi.sebuah perusahaan mungkin memiliki 1. Ini menunjukkan harga perolehan bahan baku danpenolong yang masih terdapat dalam persediaan pada tanggal neraca. dan overhead pabrik.3. juga pada akhir masa pembukuan. Ini merupakan total biaya yang terjadi untuk menghasilkanunit produk yang telah selesai tapi belum terjual pada tanggal neraca. Dalam metode periodik untuk melaporkan pesediaan. Sistem job order cost (biaya pesanan). Biaya yang belakangan. Kegiatan ini sering disebut proses produksi.3. Barang dalam proses/pengerjaan. (2) tenaga kerjalangsung (tenaga kerja yang berkaitan langsung dengan pembuatan produk. tenaga kerjalangsung. . Misalnya. dan (3) overhead pabrik (semuabiaya pabrik lainnya kecuali biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung). Kegiatan khusus dalam perusahaan manufaktur adalah pengolahanbahan baku menjadi barang jadi. Kegiatanproduksi. sebagailawan pengawas dan tenaga kerja tidak langsung).

000 tersedia untuk dipakai selama tahun 200A.Marilah kita mulai pelajaran kita mengenai Sistem Periodik dengan memperhatikanrincian Laporan Pabrikasi perusahaan tersebut untuk tahun yang berakhir 31Desember 200A. Barang ini harus diselesaikan dalam tahun 200A dan biaya lainharus ditambahkan untuk menyelesaikannya.000Bahan baku yang tersedia untuk dipakai Rp 191. Pembelian BahanBaku. Denganmelakukan penghitungan secara sik atas bahan baku pada tanggal 31 Desember 200A.000. sebuah perkiraan terpisah.000Bahan baku yang dipakai dalam proses produksi Rp 72.000.Pembukuan dibuat untuk mengumpulkan biaya dari ketiga unsur biaya pabrik.000 biaya tenaga kerja langsung dikeluarkan.000Harga pokok barang yang dibuat dalam tahun .sebuah perkiraan buku besar untuk biaya overhead pabrik mengumpulkan berbagaikategori biaya overhead.000Utilitas lain-lain 400Penghapusan atas mesin dan pabrik 10.sepertisaudara ketahui. manajemen menentukan bahwa Rp119. Perhitungan Beban pokok produksi Di bawah ini menunjukkan tiga laporan Bintang Dunia Manufacturing Corporation (disajikan dalam angka ribuan rupiah) yang sangat bermanfaat bagi manajemennya.000 merupakan total biaya yang tertanam dalam barang dalamproses pada tanggal 1 Januari 200A. Juga. barang tambahan baru mungkindimasukkan dalam proses dan diselesaikan selama tahun 200A. Pembelian bahan baku tambahan selama 200A berjumlah Rp171.000.000Biaya overhead pabrik.000Bahan pembantu yang dipergunakan 600Assuransi pabrik 1.000Pembelian bahan baku 171. 1 Januari 200A Rp 18.000 Bintang Dunia Manufacturing CorporationLAPORAN BEBAN POKOK PENJUALANUntuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 200A(dalam 000) Persediaan barang jadi 1 Januari 200A Rp 21.000Total persediaan awal barang dalam prosesditambah biaya pembuatan yang terjadi dalam setahun Rp 170.000Beban pokok produksi yang tahun 200A Rp 145. Selamatahun tersebut Rp 50. Dengandemikian biaya bahan baku yang sebenarnya dipakai dalam produksi berjumlahRp72. Perkiraan ini dapat juga dibuatkan skedul perkiraanpembantu tersendiri untuk overhead pabrik. Laporan khusus ini dipergunakan terutama oleh manajemen.000 tersebutadalah untuk bahan baku. Menurut sistem periodik.Item pertama yang terdapat pada laporan tersebut adalah persediaan awal barangdalam proses.Perhatikan bahwa pada tanggal 1 Januari 200A terdapat persediaan bahan bakusenilai Rp 20.000Biaya Pembuatan selama tahun 200ABahan baku yang dipergunakanBahan baku 1 Januari 200A Rp 20.000Listrik 1. biasanya dipergunakan untuk membukukan pembelian ini. yangsebenarnya merupakan suatu laporan terinci mengenai rincian biaya barang yangdihasilkan.000Biaya tenaga kerja langsung 50. yang dibuat untuk memberikan rincianbiaya overhead agar dapat mengendalikan berbagai jenis biaya overhead.Marilah pertama kali kita membahas laporan pabrikasi sebuah perusahaan. Ini berarti bahwa total biaya Rp 18.Laporan ini melaporkan biaya yang terjadi di pabrik untuk menghasilkan produkperusahaan dalam suatu jangka waktu tertentu. Bahan baku dengantotal biaya sebesar Rp 191. Selamatahun 200A biaya overhead pabrik yang terjadi berjumlah Rp30.Tenaga kerja tidak langsung Rp 16. tenaga kerja langsung.000Total biaya produksi Rp 30.000Dikurangi persediaan bahan baku 31 Desember 200A 119. Begitu juga. adalah data yang diperlukan untuk pembuatan ikhtisar Laba Rugi.000 dari persediaan bahan baku inimasih ada dalam pesediaan dan belum dipergunakan pada akhir tahun.000 30 LAPORAN DAN SKEDUL SEBUAH PABRIK(Metode Periodik Dalam Pembukuan Persedian) Bintang Dunia Manufacturing CorporationLAPORAN BEBAN POKOK PRODUKSIUntuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 200A(dalam 000) Barang dalam proses.000Dikurangi barang dalam proses 31 Desember 200A 25.000Overhead pabrik lainnya 1. dan untuk overhead pabrik yangsudah dikeluarkan selama tahun yang lalu untuk menyelesaikan barang pada tanggal 29 1 Januari 200A.Suatu perkiraan tertentu diadakan untuk mencatat biaya tenaga kerja. Rp 18.

Dengan mengurangkan jumlah ini dari harga barng yang tesediauntuk dijual maka akan diperoleh harga pokok barang yang dijual sebesar Rp 113.000Laba bersih per lembar saham Rp 2. Dengan mengurangkan jumlah ini dari harga barng yang tesediauntuk dijual maka akan diperoleh harga pokok barang yang dijual sebesar Rp 113.000 ini dipergunakan untuk melakukan dua hal: (1) sebagian biaya inidipergunakan untuk menyelesaikan persediaan awal barang dalam proses produksi.000Laba bersih Rp 57.000 telah dibuat selama 200A. Perhitungan barang jadi secara sik pada tanggal 31 Desember menunjukkan persediaan barang jadiberjumlah Rp53.000Total pendapatan Rp 220.000Total pendapatan Rp 220.000. Perhatikan bahwa kalaubarang dalam proses selesai dikerjakan.000. dengan total biayasebesar Rp 25.85 Ketiga unsur biaya yang terjadi dalam tahun 200A berjumlah Rp152.000.000Total harga pokok barang yang siap untuk dijual Rp 166.Angka ini .000Pendapatan lain-lain 20.000Biaya umum dan administrasi 10.000Total biaya Rp 163. barang itu akan menjadi barang jadi. Perhitungan Beban pokok penjualan Selanjutnya perhatikanlah skedul beban pokok penjualan. dengan total biayasebesar Rp 25. Perhitungan Beban pokok penjualan Selanjutnya perhatikanlah skedul beban pokok penjualan.000Dikurangi persediaan barang jadi 31 Desember 200A 53. Bintang Dunia Manufacturing CorporationLAPORAN LABA RUGIUntuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 200A(dalam 000) PendapatanPenjualan netto Rp 200.000Pendapatan lain-lain 20. Ingatlahbahwa Rp 152.000.000Laba bersih per lembar saham Rp 2.000. Ingatlahbahwa Rp 152.000 31 Bintang Dunia Manufacturing CorporationLAPORAN LABA RUGIUntuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 200A(dalam 000) PendapatanPenjualan netto Rp 200.Untuk menyelesaikan laporan pabrikasi perusahaan harus melakukan perhitungansik atas persediaan yang masih dalam proses pada 31 Desember 200A.dan (2) sisa lainnya dipergunakan untuk memulai dan menyelesaikan barang barudan untuk memulai barang lainnya. Persediaan inimenunjukkan bahwa sebagian barang masih berada dalam proses.Perusahaan mengetahui dari laporan pabrikasi bahwa barang jadi seharga Rp145. Kalau kedua ini ditambahkan maka harga pokokbarang yang tersedia untuk dijual akan berjumlah Rp 166.000Laba bersih Rp 57.200A 145.Perusahaan mengetahui dari laporan pabrikasi bahwa barang jadi seharga Rp145.Untuk menyelesaikan laporan pabrikasi perusahaan harus melakukan perhitungansik atas persediaan yang masih dalam proses pada 31 Desember 200A.000.000Beban pokok penjualan/barang yang dijual Rp 113. Perhatikan bahwa kalaubarang dalam proses selesai dikerjakan.000.000.dan (2) sisa lainnya dipergunakan untuk memulai dan menyelesaikan barang barudan untuk memulai barang lainnya.000BiayaBeban pokok penjualan Rp 113. barang itu akan menjadi barang jadi.000Total biaya Rp 163.000Biaya penjualan 40. Persediaan akhri barang dalam proses ini dikurangkan dari penjumlahanpersediaan awal barang dalam proses dan penambahan biaya pabrikasi selama setahununtuk memperoleh harga pokok barang yang dibuat selama 200A.85 Ketiga unsur biaya yang terjadi dalam tahun 200A berjumlah Rp152.000 ini dipergunakan untuk melakukan dua hal: (1) sebagian biaya inidipergunakan untuk menyelesaikan persediaan awal barang dalam proses produksi. Perhitungan ini dimulaidengan persediaan awal barang jadi pada tanggal 1 Januari 200A Rp 21. Perhitungan barang jadi secara sik pada tanggal 31 Desember menunjukkan persediaan barang jadiberjumlah Rp53.000Biaya umum dan administrasi 10.000.000BiayaBeban pokok penjualan Rp 113. Persediaan inimenunjukkan bahwa sebagian barang masih berada dalam proses.000. Kalau kedua ini ditambahkan maka harga pokokbarang yang tersedia untuk dijual akan berjumlah Rp 166.000 telah dibuat selama 200A.000Biaya penjualan 40.Angka ini dimasukkan pada ikhtisar Laba Rugi sebagai biaya tahun 200A.000.000. Persediaan akhri barang dalam proses ini dikurangkan dari penjumlahanpersediaan awal barang dalam proses dan penambahan biaya pabrikasi selama setahununtuk memperoleh harga pokok barang yang dibuat selama 200A. Perhitungan ini dimulaidengan persediaan awal barang jadi pada tanggal 1 Januari 200A Rp 21.

.dimasukkan pada ikhtisar Laba Rugi sebagai biaya tahun 200A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful