P. 1
AGAMA

AGAMA

|Views: 263|Likes:
Published by Achmad Maulana Ibr

More info:

Published by: Achmad Maulana Ibr on Mar 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

I. Manusia, Makna, dan Sejarah Agama Islam.

1.1 Manusia dan agama. 1.1.1 Hubungan manusia dan agama. Agama menurut bahasa sangsakerta, agama berarti tidak kacau (a = tidak gama = kacau) dengan kata lain, agama merupakan tuntunan hidup yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan. Didunia barat terdapat suatu istilah umum untuk pengertian agama ini, yaitu : religi, religie, religion, yang berarti melakukan suatu perbuatan dengan penuh penderitaan atau mati-matian, perbuatan ini berupa usaha atau sejenis peribadatan yang dilakukan berulang-ulang. Istilah lain bagi agama ini yang berasal dari bahasa arab, yaitu addiin yang berarti : hukum, perhitungan, kerajaan, kekuasaan, tuntutan, keputusan, dan pembalasan. Kesemuanya itu memberikan gambaran bahwa “addiin” merupakan pengabdian dan penyerahan, mutlak dari seorang hamba kepada Tuhan penciptanya dengan upacara dan tingkah laku tertentu, sebagai manifestasi ketaatan tersebut (Moh. Syafaat, 1965). Sekurang-kurangnya ada empat alasan yang melatarbelakangi perlunya manusia terhadap Agama. Keempat alasan tersebut secara singkat dapat dikemukakan sebagai berikut: A. Latar Belakang Fitrah Manusia Kenyataan bahwa manusia memiliki fitrah keagamaan tersebut buat pertama kali ditegaskan dalam ajaran Islam. Yakni bahwa agama adalah kebutuhan fitrah manusia sebelumnya. Manusia belum mengenal kenyataaan ini. Baru masa ini, muncul beberapa orang yang menyerukan dan mempopulerkannya dalam keagamaan yang ada dalam diri manusia inilah yang melatarbelakangnya perlunya manusia pada agama.oleh karenanya ketika datang wahyu tuhan yang menyeru manusia agar beragama, maka seruan tersebut memang pukulan dengan fitrahnya itu, dalam konteks ini minsalnya membacakan yang berbunyi. ‫ﺎﻬﻳﻠﻋﺲﺎﻧﻟﺍﺮﻄﻓﻰﺗﻟﺍﻪﻟﻟﺍﺓﺭﻄﻓﺎﻳﻧﺣﻦﻳﺪﻠﻠﻚﻬﺠﻭﻢﻗﺄﻓ‬ Artinya : “Hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia sesuai dngan fitrah itu”. (QS.Al-Rum : 30). Adanya potensi fitarah agama yang terdapat pada manusia tersebut dafat pua dianalisis melalui istilah Ihsan yang digunakan Al-Qur‟an untuk menunjukan manusia. Mengacu kepada informasi yang diberikan Al-Qur‟an, Musa Asy‟ari sampai pada suatu kesimpulan, bahwa manusia Ihsan adalah manusia yang menerima pelajaran dari tuhan tentang apa yang tidak diketahuinya. Melalui uraian tersebut diatas dapat kita simpilkan bahwa latar belakang perlunya manusia pada agama adalah karena dalam diri manusia sudah terdapat potensi untuk

beragama. Potensi beragama ini memerlukan pembinaan, pengarahan, dan seterusnya dengan mengenal agama kepadanya. 2. Kelemahan Dan Kekurangan Manusia. Faktor lain yang melatarbelakangi manusia memerlukan agama adalah karena disamping manusia memiliki berbagi kesempurnaan juga memiliki kekurangan. Hal ini antara lain digunakan oleh kata Al-Nafs menurut Quraish Shihab. Bahwa dalam pandangan Al-Qur‟an Nafs diciptakan Allah dalam keadaan sempurna yang berfungsi menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan, dan karena itu sisi dalam manusia inilah yang oleh Al-Qur‟an dianjurkan untuk diberi perhatia lebih besar. Kita misalnya membacakan ayat yang berbunyi. ‫ﺎﻫﻭﻗﺗﻮﺎﻫﺮﻮﺠﻓ ﺎﻬﻣﻬﻟﺎﻓ‬ ‫ﺎﻫﻭﺴﺎﻣﻮ ﺲﻓﻧﻮ‬

Artinya : “Demi nafs serta demi penyempurna ciptaan, Allah mengilhamkan kepadanya kefasikan dan ketaqwaan”.(QS.Al-Syams : 78) Dalam literatur teologi Islam kita jumpai pandangan kaum mu‟tazilah yang rasionalis, karena banyak mendahulukan pendapat akal dalam memperkuat argumensinya dari pada pendapat wahyu, namun demikian, mereka sepakat manusia dengan akalnya memiliki kelemahan. Akal memang dapat mengetahui yang baik dan yang buruk. Tetapi tidak semua yang baik dan yang buruk dapat diketahui akal. Dalam hubungan inilah, kaum Mu‟tazilah mewajibkan pada tuhan agar menurunkan wahyu dengan tujuan kekurangan yang dimiliki akal dapat dilengkapi dengan informasi yang datang dari wahyu (agama). Dengan demikian, Mu‟tazilah secara tidak langsung memandang bahwa manusia memerlukan Wahyu. 3. Tentang Manusia Faktor lain yang menyebabkan manusia memerlukan agama adalah karena manusia dalam kehidupannya senantiasa menghadapi berbagai tantangan, baik yang datang dari luar maupun yang datng dari dalam. Tantangan dari dalam berufa dorongan hawa nafsu dan bisikan setan. Sedangkan yang datang dari luar dapat berupa rekayasa dan upaya-upaya yang dilakukan manusia yang secara sengaja berupa ingin memalingkan mnausia dari tuhan. Mereka dengan rela mengeluarka biaya, tenaga, dan fikiran yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk kebudayaan yang didalamnya mengandung misi menjauhkan manusia dari tuhan. Allah berfirman dalam Al-Qur‟an Surat AlAnfal : 36 Yang artinya : “sesungguhya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah”.(QS.Al-Anfal:36) Orang-orang kafir itu sengaja mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mereka gunakan agar orang-orang mengikuti keinginannya. Barbagai bentuk budaya, hiburan,

obat-obat terlarang dan lain sebaginya dibuat dengan sengaja. Untuk itu, upaya membatasi dan membentengi manusia adalah dengan mengajar mereka agar taat menjalankan agama. Godaan dan tantangan hidup demikian itu, saat ini meningkat, sehingga uapaya mengagamakan masyarakat menjadi penting. Disamping itu, hubungan antara manusia dan agama dapat diuraikan dalam beberapa aspek, yaitu: 1. Fitrah terhadap Agama Dalam masyarakat sederhana banyak peristiwa yang terjadi dan berlangsung di sekitar manusia dan di dalam diri manusia, tetapi tidak dapat dipahami oleh mereka. Yang tidak dipahami itu dimasukkan ke dalam kategori gaib. Karena banyak hal atau peristiwa gaib ini menurut pendapat mereka, mereka merasakan hidup dan kehidupan penuh kegaiban. Menghadapi peristiwa gaib ini mereka merasa lemah tidak berdaya. Untuk menguatkan diri, mereka mencari perlindungan pada kekuatan yang menurut anggapan mereka menguasai alam gaib yaitu Dewa atau Tuhan. Karena itu hubungan mereka dengan para Dewa atau Tuhan menjadi akrab. Keakraban hubungan dengan Dewa-Dewa atau Tuhan itu terjalin dalam berbagai segi kehidupan: sosial, ekonomi, kesenian dan sebagainya. Kepercayaan dan sistem hubungan manusia dengan para Dewa atau Tuhan ini membentuk sistem agama. Karena itu, dalam masyarakat sederhana mempunyai hubungan erat dalam agama. Gmbaran ini berlaku di seluruh dunia. Kenyataan ditemukannya berbagai macam agama dalam masyarakat sejak dahulu hingga kini membuktikan bahwa hidup di bawah sistem keyakinan adalah tabiat yang merata pada manusia. Tabiat ini telah ada sejak manusia lahir sehingga tak ada pertentangan sedikit pun dari seseorang yang tumbuh dewasa dalam sebuah sistem kehidupan. Agama-agama yang berbeda-beda tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tersebut. Susunan jagat raya yang demikian mengagumkan telah menggiring manusia kepada keberadaan Sang Pencipta yang Maha Sempurna. Pendapat bahwa kemunculan alam ini sebagai sebuah proses kebetulan sangat tidak memuaskan hati manusia dari masa ke masa. Bahkan teori-teori tentang tentang peluang tidak dapat menjawab prosesproses penciptaan pada makhluk bersel satu sekalipun yang merupakan bagian yang amat kecil dalam penciptaan. Keberadaan Sang Pencipta lebih mendatangkan rasa tentram pada intelek manusia. Watak-watak yang ada pada seluruh unsur alam ini baik yang mati maupun yang hidup lebih mengagumkan lagi. Proses terjadinya hujan, pergerakan planet-planet mengelilingi matahari, burung-burung yang mengudara dengan ringannya dan mengembara ke berbagai belahan dunia menempuh jarak puluhan ribu kilometer, keunikan lebah menata masyarakatnya dan lain-lainnya, seakan-akan mencerminkan sikap ketundukan kepada hukum universal yang diletakkan Sang Pencipta di alam raya ini.

penyembahan manusia kepada Pencipta adalah suatu bagian dari karekteristik penciptaan itu sendiri sebagaimana sebagaiman penciptaan satelit mengorbit pada planetnya.S: Al-Jaasiyah. dan juga sifat-sifat yang menyebabkan materi di mata seorang materialisme nampak lebih nyata daripada kilasan pikiran. Dimensi pahala dan dosa serta hari pembalasan terdapat pada hampir semua agama yang ada di dunia. Penerimaan manusia pada sebuah sistem aturan hidup terus berlangsung dari masa ke masa.S: An-Nuur. Bertrand Russel menyatakan bahwa Teori Relativitas telah menjebol pengertian tradisional mengenai substansi lebih dahsyat dari argumen filosofi mana pun. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalatnya dan tasbihnya dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. 45:24) 2. Allah SWT berfiman: “Dan mereka berkata: Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja. Dimensi ini secara luas diterima manusia bahkan dalam cara berpikir modern sekalipun. relativitas pandangan tersebut tak dapat lagi dibenarkan. Kekhasan watak manusia memunculkan dimensi yang berbeda-beda pada hukum-hukumnya. Sebongkah materi tidak lagi merupakan sebuah benda yang tetap dengan keadaan yang bermacam-macam tetapi merupakan suatu sistem peristiwa. Penyimpangan atas hukum alam menyebabkan kehancuran fisik dan penyimpangan pada hukum manusia yang dapat menyebabkan kehancuran fisik dan juga sosial.Oleh karena itu. Agama adalah suatu bentuk sistem tersebut yang kehadirannya berlangsung sejak lama di berbagai sudut bumi dengan bentuk yang berbeda-beda. pencarian manusia terhadap kebenaran agama tak pernah lepas dari muka bumi ini. Penyimpangan dari sebuah ajaran agama dalam sejarah kehidupan manusia dapat . Pencarian Manusia terhadap Agama Akal yang sempurna akan senantiasa menuntut kepuasan berpikir. Allah SWT berfirman dalam Al‟Quran : “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah kepada-Nyabertasbih apa yang ada di langit dan di bumi dan ( juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Oleh karena itu. Paham materialisme yang menganggap materi sebagai hakikat yang abadi di alam ini justru tidak mendapat tempat di dunia moden. Yang semula dianggap sifat padat dari benda-benda sudah tidak ada lagi. yang saling berhubungan. (Q. mereka tidak lain hanya menduga-duga saja”. juga tidak ada lagi. Materi bagi pengertian sehari-hari adalah sesuatu yang bertahan dalam waktu dan bergerak dalm ruang. kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. (Q. Tetapi bagi ilmu alam. 24:41) Keteraturan seluruh elemen alam ini membangkitkan kesadaran bahwa kehidupan manusia pun memerlukan keteraturan tersebut. Mereka tidak mempunyai Pengetahuan tentang itu.

terjadilah perpindahan (transformasi) agama dalam kehidupan manusia. dikisahkan sangat tidak puas menyaksikan bagaimana manusia mempertuhankan benda-benda mati di alam ini seperti patung. dan bintang. bulan. pada akhirnya memerlukan tahannus karena jiwanya tak dapat menerima aturan hidup yang dikembangkan masyarakat Quraisy di Mekkah yang mengaku masih menyembah Tuhan Ibrahim. Demikian pula Nabi Muhammad SAW. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram”. 13:27-28) .S: Ar-Ra’d. Nabi Ibrahim a. ingatlah. 93:7) Seiring dengan sifat-sifat mendasar pada diri manusia itu Alqur‟an dalam sebagian besar ayat-ayatnya menantang kemampuan berpikir manusia untuk menemukan kebenaran yang sejati sebagaimana yang dibawa dalam ajaran islam. ( Q. maka niscaya ia akan memasuki dunia yang lebih memuaskan akal dan jiwanya itu. Padahal masyarakat itu adalah kumpulan pribadipribadi. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Masyarakat yang tenang. baik itu merupakan sebuah kemajuan atau kemunduran. Allah berfiman. Ketenangan adalah modal dasar dalam upaya mengarungi kehidupan pribadi. matahari. Allah berfirman: ”Orang-orang kafir berkata: ”Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah: Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya. Keteraturan alam dan sejarah bangsa-bangsa masa lalu menjadi obyek yang dianjurkan untuk dipikirkan. Tatkala seseorang merasa gelisah dengan jalan yang dilaluinya kemudian ia menemukan sebuah pencerahan. ”Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberi petunjuk”. bangsa yang cerah sesungguhnya lahir dari keputusan para anggotanya dalam memilih jalan kehidupan.s.S: Ad-Dhuhaa. Perbandingan ajaran antar berbagai agama pun diketengahkan Alqur‟an dalam rangka mengokohkan pengambilan pendapat manusia. Akibat adanya proses berpikir ini.diketahui pada akhirnya oleh pemenuhan kepuasan berpikir manusia yang hidup kemudian. ( Q.

Interaksi seseorang terhadap ajaran agamanya pada fase ini tidak sekedar dengan pikirannya tetapi lebih masuk ke relung-relung hatinya. Meskipun demikian seseorang berpura-pura hanya dalam situasi tertentu yang sifatnya temporal atau aksidental. Pengabdian Seseorang yang tidak lagi memiliki ambisi pribadi dalam mengamalkan ajaran . ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan mengantarkan kita kepada sebuah pengertian. Hal ini dapat dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri pokok dan cabang yang terdapat dalam sebuah agama. Penghayatan Penghayatan terhadap suatu agama lebih tinggi nilainya daripada sekedar pengertian. melahirkan keyakinan atau keimanan yang mendorongnya untuk melaksanakan agama dengan tulus ikhlas. Pengenalan Seseorang harus mengenal dengan jelas agama yang dipeluknya. Ajaran yang hidup dalam dan menjadi sebuah kecenderungan yang instingtif mencerminkan tumbuhnya sebuah kesatuan yang tak terpisahkan antara agama dan kehidupan. Jika ada orang yang menyatakan bahwa ”semua agama itu sama”. Konsistensi ini akan membekas pada seluruh aspek kehidupannya membentuk sebuah pandangan hidup. Di antara langkah-langkahnya adalah. Dengan penghayatan yang dalam seseorang dapat mengamalkan ajaran agamanya. maka hampir dipastikan bahwa ia sebenarnya tak mengenali agama itu satu persatu. apa yang akan terjadi jika manusia meninggalkan ajaran tersebut dan lain-lainnya. Ia juga dapat menyiarkan ajaran agamanya dengan baik dan bergairah. Konsistensi Keagamaan Manusia diciptakan dengan hati nurani yang sepenuhnya mampu mengatakan realitas secara benar dan apa adanya. a. Namun. Seseorang yang mengerti ajaran agamanya akan dengan mudah mempertahankannya dari upaya-upaya pengacauan orang lain. juga bukanlah persoalan yang mudah. tempat dari mana seharusnya kita memandang. sehingga bisa membedakannya dangan agama yang lain. Pengertian Ajaran agama yang dipeluk pasti memiliki landasan yang kuat.3. Namun membentuk sikap konsistensi. c. Tiada keberpura-puraan yang permanen dan esensial. Mengapa suatu ajaran diajarkan. b. d. Sikap konsisten seseorang terhadap agamanya terletak pada pengakuan hati nuraninya terhadap agama yang dipeluknya. manusia juga memiliki ketrampilan kejiwaan lain yang dapat menutupi apa-apa yang terlintas dalam hati nuraninya. apa faedahnya untuk kehidupan pribadi dan masyarakat. yaitu sifat berpura-pura.

menuntut ilmu selama . Islam mewajibkan manusia. Sejarah mencatat fenomena ini dalam berbagai agama dan ideologi yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan manusia. Bagi kita umat islam. 49:15) Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa agama. agama yang selalu mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya untuk memahami ayat-ayat kauniyah (Sunnatullah) yang terbentangdi alam semesta. baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu pengetahuan mulai dari buaian sampai ke liang lahat : Minal mahdi ilal lahd. maka tak boleh ada lagi perintang yang menghalang jalannya agama. Dalam kaitan ini Allah SWT berfirman: ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang kepada Allah dan Rasul-Nya. sangat perlu bagi manusia terutama bagi orang yang berilmu. sehingga ia akan segera melakukan pembelaan. yaitu penyerahan diri secara total dan menyeluruh kepada Tuhannya. (Q. Agama Islam adalah agama keseimbangan dunia dan akhirat. bahkan menurut sunnah Rasulullah SAW. Kenapa islam ? Karena agama islam adalah agama akhir yang tetap mutakhir. Para pahlawan muncul dalam berbagai bangsa. Pembelaan ini juga disebut jihad. mahdhah) dan meletakkan seluruh hidupnya dibawah pengabdian kepad Tuhannya (ghair mahdah) e. dan jiwanya adalah warna agamanya. kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah.agamanya akan dapat memasuki pengabdian yang sempurna. Fase penghambaan ini disebut ibadah. agama yang tidak mempertentangkan iman dan ilmu. karena demikianlah hakikat penghambaanyaitu . Ia rela mengorbankan apa saja yang ada pada dirinya harta benda bahkan nyawa. yaitu suatu jiwa yang sungguh-sungguh dalam membela agamanya.S: AlHujurat. bagi nama baik dan keagungan agama yang dipeluknya. apapun disiplin ilmunya. dan memahami ayat-ayat qur‟aniyah yang terdapat didalam al-qur‟an. Rintangan terhadap agama adalah rintangan terhadap dirinya sendiri. mereka itulah orang-orang yang benar”. Itulah makna konsistensi keagamaan seseorang yang tampak pada jalankehidupannya. Karena dengan agama ilmunya akan lebih bermakna. agama yang dimaksud adalah agama yang kita peluk yaitu agama islam. Orang yang memilki fase bagaikan sudah tidak memilki diri lagi. Penghambaan ini akan menjelmakan pengamalan cara ibadah tertentu (ritual. Kepentingan hidupnya adalah kepentingan agamanya. yang kemudian dirumuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan Life long Education yang diterjemahkan kedalam bahasa indonesia yaitu pendidikan seumur hidup. tujuan hidupnya adalah tujuan agamanya. Pembelaan Apabila kecintaan seseorang terhadap agamanya telah demikian tinggi.

bagai mengalirnya air ke dalam sel-sel makhuk hidup.dikandung badan. yang semua itu menjadi dasar pokok akidah islamiah. Thahaa. Isla menegaskan. bukan hanya merupakan teori kosong yang mandul. sebagaimana difirmankan: ”Dan katakanlah! Berikanlah aku tambahan ilmu” (Q. menjalar kepada seluruh amal perbuatan islami. Islam juga menganjurkan mengkaji dan mencari kebenaran (hakikat) dan berusaha keras mendapatkan ilmu pengetahuan (ma‟rifat). Karena itu maka iman kepada Allah. agar iman itu dijadikan sumber pancaran kehidupan konkret. Di kalangan cendekiawan muslim Indonesia ada pemikiran untuk memadukan ilmu dengan agama. Luwes. dan kehidupan akhirat. Az-Zumar.S. memuji dan menyanjung-Nya. Ajarannya luwes. hai orang musyrik ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam. yaitu antara lain: a. jelas dan bisa di pahami. Islam tidak membenarkan adanya khurafat. dengan sujud dan berdiri. Islam membimbing manusia menuju dunia ilmu pengetahuan dan cahaya yang terangbenderang. Maka islam bukan semata-mata merupakan ungkapan kata dan penuturan lidah melalui pembacaan zikir kepada Allah. mengendalikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan agama supaya manusia sejahtera. Dalam masyarakat modern pun agama tetap diperlukan manusia.S. Karena itu Allah SWT berfirman: . tetapi islam menegaskan. 20:114) Islam juga menjelaskan. Dengan ilmu dan agama kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia. islam tidak membenarkan keyakinan yang bisa melenyapkan keimanan akan ke Esaan Allah SWT. 39:9) Islam menyelamatkan manusia dari ajaran khurafat dan kebodohan. logis dan praktis Islam bukanlah agama dongengan. Singkat kata.” (Q. Allah berfirman: ”Apakah kamu lebih beruntung. Allah memerintahkan umat manusia memohon tambahan ilmu kepada Tuhannya.” Islam menganjurkan manusia mempergunakan akal pikirannya dan merenungi segala perkaranya. dengan agama kehidupan manusia akan lebih bermakna. bahwa iman itu bukanlah kepercayaan semata yang harus diimani umat manusia. tetapi seluruh kehidupan manusia secara total itulah yang harus diislami. Dalam hal itu islam adalah agama yang praktis. menuntut pelaksanaan perintah-Nya. sedangkan ia takut kepada azab akhirat dan mengharaokan rahmat Tuhannya? Katakanlah! Samakah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. risalah Muhammad SAW. tidak pula keyakinan-keyakinan yang mematikan akal dan membuat kejumudan intelektual. betapa jauh perbedaan antara orang berilmu dan tidak berilmu. dengan ilmu kehidupan manusia akan bermutu. Islam memiliki beberapa keistimewaan yang menjdi akidah umat di setiap masa. Semua berdiri di atas dasar ”Akal pikiran yang sehat dan logika yang tepat dan pasti.

Dan apabila ia mendapat kesenangan.1. homo = seorang yang dilahirkan dari tanah.” (Q. Ar-Ra’d. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah.
 Manusia adalah makhluk yang tercipta berdasarkan ketentuan Allah. Islam Tatanan Lengkap untuk Kehidupan Islam bukanlah agama yang efisiensinya hanya dalam kehidupan individu semata. sebagaimana yang digambrkan oleh kebanyakan orang. namun ia masih tergolong sebagai makhluk yang lemah. Akan tetapi. ia amat kikir” (Al-Ma‟arij 1921)
 Manusia yang mengagumkan ini tercipta dan bermula dari tiada. Ia tercipta untuk tujuan tertentu bukan untuk kesia-siaan. bagi mereka kebahagian dan tempat kembali yang baik. seringkali ditaklukan oleh hawa nafsu.
 Walaupun manusia dinobatkan sebagai khalifah karena dikaruniai pemberian. lalu ia menciptakan . bukan secara kebetulan dan serampangan. humus = tanah.”Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh.2 Manusia menurut tinjauan islam Siapakah manusia? Apa hakikatnya? Para ahli berbeda-beda dalam mendefinisikan manusia disebabkan perbedaan sudut pandang mereka yang beraneka. Manusia adalah ciptaan Allah yang paling besar. Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan kikir. manu. maka ia akan mengenal Tuhannya” “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” ( At-Tiin : 4 )
 Manusia ditinjau dari susunan postulat tubuhnya adalah ciptaan Allah yang paling sempurna ditimbang makhluk hidup lainnya yang ada dimuka bumi. Pernyataan ini identik dengan bunyi suatu kalimat : “Barang siapa sudah mengenal jiwanya. berakal budi. dan tidak mengenal jiwanya. Laten: mens = berpikir. Manusia dari kata sansekerta.S. mempunyai berbagai pengetahuan dan mampu menganalisa aspek-aspek penting dalam kekhalifahan dan mengkaji hukum-hukum alam. didalam berbagai bidang dan dimensi kehidupan 1. “Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Kalau manusia itu sudah mengenal jiwanya pasti ia akan mengenal Tuhannya. 13:29) b. untuk itu terlebih dahulu dia harus mengenal Nya. islam adalah suatu tatanan lengkap untuk kehidupan umat manusia.
 Berangkai dari persepsi semacam itu maka eksistensi manusia balik yang bersifat ekstern maupun intern selalu memperlihatkan kesempurnaan dari ciptaan yang begitu mendetail lewat gerakan anggota tubuhnya.

Yang lebih besar dari peristiwa ini dan merupakan keistimewaan bagi manusia adalah ditiupkan Nya roh (ciptaan) Allah kedalam dirinya. maka Dia ciptakan bumi sebagai tempat berpijak dan hidup manusia.
 b. Ini sebagai sinyalemen bahwa asal usul manusia itu suci. hal ini menunjukkan bahwa Allah mengistimewakan manusia. Allah menciptakan manusia secara bertahab. Penobatan manusia sebagai khalifah di Bumi.
 Sebagian kerangka dasar Penciptaan Manusia:
 1. Dia sempurnakan manusia sebelum turun keatas bumi.
 Firman Allah S. Adz. agar mereka ingat dan menyadari bahwa Dia telah memberikan kemuliaan. dari debu menjadi sperma dan kemudian menjadi segumpal darah. Dalam penciptaan Adam terdapat berbagai macam pelajaran. Kelebihan Adam nampak ketika ia diciptakan oleh Allah dengan kedua tangan Nya (yakni Kuasa Allah)
 c. Bumi beserta isi alam semesta tunduk kepada Adam. Dia (Allah penuhi seluruh bekal kehidupan manusia sebelum berperan dibumi)
 2. tapi mereka mempunyai proses penciptaan yang sama. Sebagai perwujudan dari sifat keadilan dan kebijaksanaan Allah. Untuk memperlihatkan dan membuktikan keadilan dan kekuasaan Allah. kaca perbandingan yang mengandung beribu hikmah dimana kita lihat kelebihan Adam dan anak cucunya dalam berbagai aspek dan kita saksikan betapa Allah membedakannya dari makhluk yang lain: 
 a. Adam memiliki potensi intelektual dan kemampuan berkreasi untuk mendatangkan hasil dari alam semesta ini demi kebaikan hidup didunia.dari debu. tercipta dari bahan yang berkualitas tinggi dan memiliki fitrah yang murni. adalah suatu kehormatan besar dari Allah sebagai penciptanya. ya manusia secara umum. agar ia boleh mengelola. mengalami beberapa fase perkembangan dan evolusi. Adam tercipta sebagai bukti kelebihan dan kemutlakan dari kekuasaan Allah yang dari Nya terpantul kebesaran zat yang Maha Pencipta. dari setepul debu ini muncul keturunan bani Adam. melindungi peranan dan menjunjung tinggi kedudukan mereka diantara makhlukmakhluk yang lain. ini merupakan bukti kebesaran Allah. Mereka diciptakan dari segumpal darah dengan jenis dan ras yang berbeda beda. Keistimewaan Adam yang diberikan oleh Allah terlihat pada saat Malaikat diperintahkan untuk bersujud kepadanya.
 d. Hakekat dan Martabat manusia dalam Islam
 Manusia adalah makhluk ciptaan Allah . Dzariyat : 20 – 21 Yang dimaksud manusia disini. merekayasa dan mengembangkan kehidupan manusia.
 Kehormatan inilah yang merupakan harta yang tak ternilai harganya bagi manusia yang diperoleh secara langsung dari Allah yang Maha Agung. sehingga Dia memerintahkan para Malaikat untuk bersujud kepada manusia.

proses pertumbuhannya melalui tahap-tahap tertentu. Salah satu diantaranya. Al-Kahfi: 10)
 c.yang misterius dan sangat menarik. djadikan dalam bentuk yang paling baik. Zalim (bengis. karya dan dampak karyanya terhadap dirinya sendiri. kini dan kemudian hari.S. Dan dikatakan menarik karena manusia sebagai subjek sekaligus sebagai objek kajian yang tiada henti-hentinya terus dilakukan manusia khususnya para ilmuwan. Fungsi Dan Tanggung Jawab Manusia Dalam Islam
 Bertitik tolak dan rumusan singkat itu. tidak adil. Al-Isra‟:70)
 b. mempunyai beberapa ciri utamanya adalah:
 1. Yunus:12)
 b. kejam. bertanggung jawab atas segala perbuatannya dan berakhlak (N. Kelemahan manusia berupa sifat yang melekat pada dirinya disebutkan Allah dalam Al-Qur‟an. Firman Allah:
 Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS.S. ciptaan Tuhan yang paling sempurna. dibandingkan dengan makhluk lain. manusia. Oleh karena itu ia telah menjadi sasaran studi sejak dahulu.S. Hampir semua lembaga pendidikan tinggi mengkaji manusia. dengan mempergunakan akalnya mampu memahami dan mengamalkan wahyu serta mengamati gejala-gejala alam. ketergantungannya pada sesuatu. mekanisme yang terjadi pada setiap organ tubuhnya.
 Hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah karena itu seyogyanya menyadari kelemahannya. masyarakat dan lingkungan hidupnya. menurut ajaran Islam. Makhluk yang paling unik. gejala-gejala yang ditimbulkan jiwanya. aniaya) dan . menunjukkan adanya kekuasaan yang berada diluar manusia itu sendiri.Anas (114):1)
 Berbagai rumusan tentang manusia telah pula diberikan orang. Dikatakan misterius karena semakin dikaji semakin terungkap betapa banyak hal-hal mengenai manusia yang belum terungkapkan betapa banyak hal-hal mengenai manusia yang belum terungkapkan. Al-Insan (Q. an. berbunyi (setelah disunting) sebagai berikut: Al-insan (manusia) adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki potensi untuk beriman (kepada Allah). tidak menaruh belas kasihan.
 Didalam Al-Qur‟an manusia disebut antara lain dengan
 a. 1983: 19) Kelebihan Manusia Dari Makhluk Lainnya. Al-Insan: 1)
 d.S.A Rasyid. berdasarkan studi isi Al-Qur‟an dan Al-Hadits. Melampaui batas (QS. At-Tin:4)
 Karena itu pula keunikannya (kelainannya dari makhluk ciptaan Tuhan yang lain) dapat dilihat pada bentuk struktur tubuhnya. Bani Adam (Q. diantaranya adalah:
 a. Basyar (Q. An-Nas (Q.

Ingkar dan tidak berterima kasih (QS. cara-caranya (mungkin waktu dan tempatnya) telah ditentukan oleh Allah sendiri sedang rinciannya dijelaskan oleh Rasul-Nya. Hal itu dinyatakan Allah dalam firman-Nya. Rasjidi. ruh yang berada di alam ghaib itu ditanyain Allah.
 2. Al-Kahfi:54)
 e. Al-A‟raf:172)
 3. dan dengan alam sekitarnya. Ibrahim: 34)
 c. Al-Isra‟:11)
 d. dengan dirinya sendiri. Untuk itu manusia wajib bekerja. Pengabdian melalui jalur khusus dilaksanakan dengan melakukan ibadah khusus yaitu segala upacara pengabdian langsung kepada Allah yang syaratsyaratnya. Di dalam surat al-Baqarah: 30 dinyatakan bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah-Nya di bumi. dilandasi dengan niat ikhlas dan bertujuan untuk mencari keridaan Allah. Perkataan “menjadi khalifah” dalam ayat tersebut mengandung makna bahwa Allah menjadikan manusia wakil atau pemegang kekuasaan-Nya mengurus dunia dengan jalan melaksanakan segala yang diridhai-Nya di muka bumi ini (H. Al-„Adiyat: 6)
 Namun untuk kepentingan dirinya manusia ia harus senantiasa berhubungan dengan penciptanya. dengan sesama manusia. zakat.M. . kami akui (kami saksikan) Engkau adalah Tuhan kami”). Pengabdian melalui jalur umum dapat diwujudkan dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik yang disebut amal sholeh yaitu segala perbuatan positif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya dalam Al-Qur‟an surat AzZariyat:
 Artinya: “tidaklah Aku jadikan jin dan manusia. Manusia memiliki potensi (daya atau kemampuan yang mungkin dikembangkan) beriman kepada Allah.
 4. jalur khusus dan jalur umum. Berkeluh kesah dan kikir (QS. Suka membantah (QS. Memakmurkan bumi artinya mensejahterakan kehidupan di dunia ini. Tergesa-gesa (QS.mengingkari karunia (pemberian) Allah (QS. 1972:71)
 Manusia yang mempunyai kedudukan sebagai khalifah (pemegang kekuasaan Allah) di bumi itu bertugas memakmurkan bumi dan segala isinya. saum dan haji. kecuali untuk mengabdi kepada-Ku. Manusia diciptakan Tuhan untuk menjadi khalifah-Nya di bumi. Sebab sebelum ruh (ciptaan) Allah dipertemukan dengan jasad di rahim ibunya. seperti ibadah shalat. Az-Zariyat:56)
 Mengabdi kepada Allah dapat dilakukan manusia melalui dua jalur. (QS. Al-Ma‟arij:19-21)
 f.” (QS. sebagaimana tertera dalam Al-Qur‟an:
 Artinya: “apakah kalian mengakui Aku sebagai Tuhan kalian? (para ruh itu menjawab) “ya.

. Qur‟an dan Sains Modern terjemahan H. Proses kejadian manusia itu secara jelas disebutkan dalam Al-Qur‟an (dan Al-Hadits) yang telah dibuktikan kebenarannya secara ilmiah oleh Maurice Bucaile dalam bukunya Bibel. Berakhlaq.beramal saleh (berbuat baik yang bermanfaat bagi diri. Tetapi dengan akal dan kehendaknya juga manusia dapat tidak dipercaya. kemudian menjadi
 3) Segumpal darah (alaqah). tidak tunduk dan tidak patuh kepada kehendak Allah. biarlah ia kafir. Kedudukan ini dapat dilihat dalam sunah yang menyatakan bahwa beliau diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia yang mulia.
 Dan dalam masa 40 hari mani yang telah terpadu. Barangsiapa yang mau beriman hendaklah ia beriman. menjadi kafir. sesuai dengan tuntunan yang diberikan Allah melalui agama. Al-Insan: 3)
 6. menjadi muslim.” (QS.S.
 7) Makhluk yang (berbentuk) lain (janin?). berangsur menjadi darah segumpal. ada manusia yang syukur.
 5. At-Thariq: 6-7). Secara individual manusia bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Hal ini dinyatakan oleh Allah dalam Al-Qur‟an : Artinya: “Setiap orang terikat (bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Al-Hajj. At-Thur: 21)
 7.
 Dari ungkapan Al-Qur‟an itu jelaslah bahwa manusia berasal dari zat yang sama yaitu tanah. manusia dilengkapi Allah dengan perasaan dan kemauan atau kehendak. 12-14) Ditiup roh (dari Allah) pada hari yang ke 120 usia kandungan
 9) Lalu lahir sebagai bayi (Q. Berakhlaq adalah ciri utama manusia dibanding mahkluk lain. diproses
 4) Kami jadikan menjadi segumpal daging (mudhghah)
 5) Tulang belulang („idhaman)
 6) Dibungkus dengan daging (rahman).M.” (QS. (Q. Pada kesempatan lain Al-Qur‟an mengatakan bahwa manusia diciptakan dari air(mani) yang terpencar dari tulang sulbi(pinggang) dan tulang dada (QS. Rasjidi (1978)
 Al-Qur‟an yang mengungkapkan proses kejadian manusia itu antara lain terdapat didalam surat Al-Mu‟minun ayat 12-14 secara ringkas adalah :
 1) Diciptakan dari saripati tanah (sulalatin min thin). Artinya manusia adalah makhluk yang diberikan Allah kemampuan untuk membedakan yang baik dengan yang buruk.S. Karena itu di dalam Al-Qur‟an ditegaskan oleh Allah:
 Artinya: “Dan katakan bahwa kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. ia menjadi komponen ketiga dalam Islam. begitu juga segala sesuatu (alam). Al-kahfi: 29)
 Dalam surat Al-Insan juga dijelaskan:
 Artinya: “Sesungguhnya kami telah menunjukinya jalan yang lurus (kepada manusia). ada pula manusia yang kafir.” (QS. Disamping akal. dan barangsiapa yang tidak ingin beriman. Dengan akal dan kehendaknya manusia akan tunduk dan patuh kepada Allah. lalu menjadi
 2) Air mani (nutfhah disimpan dalam rahim). masyarakat dan lingkungan hidupnya) serta menjaga keseimbangan dan bumi yang di diaminya. Dalam islam kedudukan akhlaq sangat penting. bahkan mengingkari-Nya. Al-Mukminun.

Menurut beliau ada simbolisme dalam penciptaan manusia dari tanah dan dari ruh (ciptaan) Allah.S. patuh atau tidak patuh kepada hukum hukum Tuhan. hina dan rendah.S. Di satu sisi manusia sering mendapat pujian Tuhan. Fungsi kebebasan manusia untuk memilih. tua (pikun) (Q. mengendalikan keinginan dan kebutuhan fisiologisnya untuk berbuat baik atau jahat. Almukminun. An-Nahl.S. yang dikutip oleh Mohammad Daud Ali. masingmasing tahap tersebut “alam” yaitu :
 1) Di alam ghaib (alam ruh atau arwah)
 2) Di alam rahim
 3) Di alam dunia (yang fana ini)
 4) Di dalam barzakh dan
 5) Di alam akhirat (yang kekal = abadi) yakni alam tahapan terakhir hidup dan kehidupan (ruh) manusia.R. 5)
 12) Kemudian mati (Q.
 Dalam pengertian simbiolis. terbuka baik kejalan Tuhan maupun sebaliknya.S. Disamping itu. antara lain dalam hadits berbunyi sebagai berikut:
 Artinya : “Sesungguhnya. Dari uraian tersebut diatas dapatlah disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang terdiri dari jiwa dan raga. AlMukminun. manusia mempunyai 2 dimensi (bidimensional) : dimensi ketuhanan. Sebagai makhluk illahi hidup dan kehidupannya berjalan melalui 5 tahap. tetapi pada saat yang lain dapat meluncur ke lembah yang dalam. Kehormatan dan arti penting manusia. 16) Melalui sunahnya. mengemukakan pendapatnya berupa interpretasi tentang hakikat penciptaan manusia. mencapai asaluruh (ciptaan) Allah dan atau Allah sendiri. 15)
 13) Dibangkit (dari kubur) di hari kiamat (Q. setiap manusia dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai muthfah (air mani). lalu dewasa.5)
 10) Dia jadikan pendengaran. lumpur (tanah) hitam. mempunyai . terletak dalam kehendak bebas (free will)nya untuk menentukan arah hidupnya. Ali Syari‟ati. 78)
 11) Tumbuh anak-anak.S. Nabi Muhammad menjelaskan pula proses kejadian manusia. sejarawan dan ahli sosiologi Islam. dalam hubungan ini. menunjuk pada keburukan. dimensi lain yang dimiliki manusia adalah dimensi keilahian yang tercemin dari perkataan ruh (ciptaan)-Nya itu. penglihatan dan hati (Q. Bukhari dan Muslim). Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh (ciptaan) Allah ke dalam tubuh (janin) manusia yang berada dalam rahim itu (H. ia mempunyai kapasitas yang paling tinggi (Q. kejurang hinaan. Makna simbiolisnya adalah. Dibandingkan dengan makhlukmakhluk lain. kehinaan yang tercemin pada dimensi kerendahan.
 Karena hakekat penciptaan inilah maka manusia pada suatu saat dapat mencapai derajat yang tinggi. Al-Hajj. Makhluk lain hanya mempunyai satu dimensi saja (uni-dimensional). empat puluh hari sebagai „alaqah (segumpal darah) selama itu pula sebagai mudhgah (segumpal daging). dan dimensi kerendahan atau kehinaan. Dimensi ini menunjuk pada kecenderungan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. berwujud fisik dan ruh (ciptaan) Allah.
 Hanya manusialah yang dapat menentukan tuntutan dan sifat nalurinya. Hud: 3).
 Dari proses kejadian dan asal manusia menurut Al-Qur‟an itu.

sangat banyak membantah (Q. menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah. Sad: 71-72). Dengan mengemukakan sisi pujian dan celaan tidak berarti bahwa ayat-ayat Al-Qur‟an bertentangan satu sama lain. mengumpulkan bekal kebajikan sebanyak-banyaknya didunia ini untuk dibawanya kepada kehidupan yang lebih kekal di kehidupan nanti. humus = tanah. diciptakan Tuhan dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Q. ia diantar kearah tujuan non materi yang tidak terbobot. Definisi Manusia Manusia dalam bahasa Sansekerta memiliki makna.
 Sebenarnya masih banyak lagi kajian tentang manusia.kecenderungan untuk dekat kepada Tuhan melalui kesadarannya tentang kehadiran Tuhan yang terdapat jauh di alam sadarnya (Q. At-Tiin(95):4)
 Namun disisi lain. Al-Hajj: 67) dan kelemahan lain yang telah disebut didepan. pancaindra dan akal. Agamalah yang mengajarkan bahwa manusia bukan hanya hidup di dunia ini saja. atau meluncur ke tempat tercela. kemudian setelah sempurna kejadiannya. Al-Ihsan : 2-3)
 Ia diberi kesadaran moral untuk memilih mana yang baik mana yang buruk. Agar hidupnya bahagia. Banyak . Untuk melengkapi tiga petunjuk tersebut perlu lagi petunjuk keempat berupa agama.S.S.”
 Hidayat Allah (petunjuk) yang diberikan Allah kepada kita yang berupa : insting.
 Al-Qur‟an seperti telah disebut di muka. minuman. tetapi hal itu menunjukkan potensi manusiawi untuk menempati tempat terpuji.pantaslah istilah diatas mengatakan “Kenalilah dirimu maka engkau akan kenal siapa Tuhanmu. hubungan kelamin. Ar-Rum: 43).S. Al-Ahzab: 72. Dengan “tanah” manusia dipengaruhi oleh kekuatan alam seperti makhluk-makhluk lain sehingga butuh makanan. Tuhan menghembuskan kepadanya ruh ciptaan-Nya (Q. manusia diwajibkan untuk menanam. Ibrahim: 34). sesuai dengan hati nuraninya atas bimbingan wahyu (Q. di lain pihak manusia memiliki akal dan pikiran di banding dengan mahluk hidup lainnya. seringkali tidak cukup kuat bagi manusia untuk menemukan apa sesungguhnya fungsi dan tujuan hidupnya di dunia ini. Agama memberikan petunjuk kepada manusiasiapa penciptanya dan apa yang wajib dilakukan kepada penciptanya itu. manu. amat aniaya dan mengikari nikmat (Q. Manusia merupakan mahluk hidup di Bumi seperti manhluk hidup lainnya. tidak dikenal oleh alam materi.S. homo = seorang yang dilahirkan dari tanah.S. tidak bersubstansi dan tidak dapat diukur di laboratorium. dan sebagainya.S. Manusia dimuliakan Tuhan dan diberi kesempurnaan dibandingkan dengan makhluk lain (Q. berakal budi. Asy-Syams(91):7-8).S. Manusia diberi kebebasan dan kemerdekaan serta kepercayaan penuh untuk memilih jalannya masing-masing (Q. Al-Isra:70).uraian diatas hanya sebagian kecil tentang manusia yaitu ditinjau dari kacamata Islam.S. Laten: mens = berpikir. Dengan ruh (ciptaan) Tuhan. manusia ini juga mendapat celaan Tuhan.

manusia merupakan mahluk mesin. patuh dan berserah . Arti Islam dalam tinjauan etimologinya berasal dari kata aslama-yuslimu-islaman memiliki makna selamat dan damai juga memiliki arti tunduk. psikologis dan sosial. yang selalu berpikir untuk mempertahankan. pendapat para ahli juga ada yang memberikan penjelasan tentang manusia. Agama juga memberikan manusia bahwa hidup tidak hanya di dunia saja. teori psikoanalisis. Ketiga. Manusia akan hidup bahagia jika mereka mengumpulkan amal-amal baik ang banyak di dunia untuk bekal di akhirat kelak. membenarkan kitab suci sebelumnya dan penyempuran ajaran kitab-kitab sebelumnya. manusia merupakan mahluk berkeinginan. bukan disebabkan aspek rasional dan emosionalnya. meningkatkan. Materialisme antropologik menjelaskan manusia adalah jasad yang tersusun dari bahan-bahan material dari dunia anorganik. Agama islam merupakan rahmatan lil „alamin yang memiliki arti rahmat bagi seluruh umat. dan mengaktualisasikan diri. Materialisme biologik. yaitu mengabdi dan beribadah kepada Allah serta sebagai khalifah harus menjalin hubungan secara horizontal.pemahaman mengenai definisi manusia. Idealisme antropologik. manusai bukan lagi dianggap sebagai mahluk yang pasif terhadap lingungannya. teori kognitif. manusia adalah manusia yang memiliki prilaku hasil interaksi antara komponen biologis. manusia merupakan mahluk berpikir. Kedua. Ketiga. manusia adalah mahluk yang memiliki kehidupan spiritual-intelektual yang tidak bergantung pada materi. homo sapiens. teori behaviorisme. tetapi juga mengatur hubungan horizontal. Al-Quran merupakan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril. Definisi Agama Islam Agama menunjukkan kepada manusia siapa Pencipta dan kewajiban untuk beribadah kepada penciptanya. manusia adalah badan yang hidup atau organisme yang mempersatukan segala pembawaan dan kegiatan kehidupan badan di dalam dirinya. Al-Quran berisi kebenaran abadi. tetapi mahluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya. homo valens. yaitu berhubungan dengan manusia lain dan lingkungan untuk memakmurkan bumi. Isal mtidak hanya mengatur hubungan vertikal. Kedua. segala tingkah laku manusia terbentuk sebagai hasil proses pembelajaran terhadap lingkungannya. Agama menjelaskan bahwa manusia selaku hamba Allah harus menjalin hubungan secara vertikal. Pertama. Pertama. Selain pehaman-pehaman tersebut.

Islam memiliki beberapa karakteristiknya. Nabi Isa dan Muhammad SAW memeluk agama islam.diri. Pertama. yaitu agama Islam yang di bawanya ditujukan pada selkuruh umat manusia dan berlaku sepanjang masa dengan memerhatikan beberapa aspek. Ketetapan dan perubahan. rasional dan praktis karena mampu mendorong manusia menggunakan akal dan pikirannya. Allah tidak akan menerima agama selain Islam. Agama yang diridhai oleh-Nya adalah agama Islam. Ishaq a. Keenam. Islam mengakui manusia sebagai individu dan membela hak asasinya. Ismail a. keseimbangan antara individu dan masyarakat.s.s dan bani israil.kesamaan.s. Islam yang dibawa Muhammad SAW telah sempurna sesuai dengan ayat yang ada di dalam Al-Quran. ajaran yang sederhana. Setiap nabi diutus oleh Allah untuk umat yang dipilihkannya untuk . Islam merupakan satu-satunya agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada manusia dan dia tidak pernah menurunkjan agama lain. Nabi yusuf. C. Islam merupakan agama fitrah karena merupakan ciptaan Allah SWT. Islam merupakan satu-satunya agama yang diturunkan Allah SWT kepada umatnya. patuh. Islam agama fitrah. 5 :3. Al-Quran menjelaskan dalam ayatnya seperti QS 3:84. Agama Islam mengajarkan ketundukan. berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT. 3 :52. 4:7. Ya‟qub a. Islam membawa arti damai kepada Pencipta dengan tunduk. aturan dan hukum Islam tidak terikat oleh batas ruang dan waktu. seperti aspek kejiwaan manusia. menyampingkan kesulitan dan meraih kesuksesan. Fitrah memiliki arti kejadian asli. ciptaan. Nabi Sulaiman.27 : 29-31. 2:132. Islam memberikan petunjuk bagi seluruh kehidupan manusia karena Islam mengajarkan manusia agar hidup bahagia di dunia dan akhirat. Allah memperlakukan manusia di dunia ini tanpa pilih kasih dan membeda-bedakan. Keempat. Islam memiliki ajaran pokoknya dan utamanya adalah keimanan yang murni kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ajaran tauhid merupakan tugas dari semua nabi.7:158. Kedua.pedoman sepanjang masa dan menghagai akal sehat. kesatuan antara kebendaan dan kerohanian. Kelima. Islam agama tauhid. kepatuhan dan berserah diri sepenuhnya kepada keesaan Allah SWT. 4:79. Ketiga. 3:67. 22:78. A. 2:130-132. B. Nabi Ibrahim. Islam bersifat menyeluruh dan universal. Islam agama para Nabi. 21:107-108. alamiah dan bahkan agama. 12:101.

Islam agama universal. Muhammda membaw akebenran dan ajaran tauhid yang sebelumnya juga sudah dibawa oleh nabis sebelumnya. juga membawa kebenaran bagi umat manusia di dunia. Pada awalnya Islam bersifat lokal dan regional. Islam agama Sempurna. Islam selain agama yang benar. Islam merupakan agama yang memberikan keluwesan.a yang diturunkan oleh Allah untuk semua manusia didunia. kemudahan dan idak memberatkan. setelah dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Islam agama kebenaran. F. Islam agam. Akan tetapi. Muslim sejati adalah orang yang memlihara kedamaian kepada Allah dan sesamanya serta menjadi rahmat bagi lingkungannya. D. Islam mengajarkan manusia damai dengan Allah dan dengan sesamanya serta lingkungannya. Damai dengan tuhan maksudnya adalah menjalankan ibadah dan berserah diri semata kepada Allah SWT dan melakukan apa yang Dia kehendaki. Islam mengalami perkembangan dari masa ke masa sampai pada tangan Muhammd SAW mengalami keempurnaan dengan .menyebarkan ajaran tauhid. Islam Agama Fleksibel. hukum-hukum. Islam masih bersifat lokal atau regional karena ada beberapa faktor kendala tertentu seperti transportasi dan komunikasi. G. umum dan berlaku untuk semua orang di dunia tanpa pilih kasih.pada jaman sebelum nabi Muhammad. Islam bersifat menyuluruh. H. E. aturan dan pedoman untuk melakukan kehidupan di Bumi. Damai dengan makhluk maksudnya adalah menjauhi perbuatan jahat dan kesewenang-wenangannya serta melakukan perbuatan baik dan bermanfaat kepada orang lain. Islam agama damai. Islam mengkehendaki kemudahan bagi umatnya. ajaran yang dibawa adalah tetap yaitu ajaran tauhid dan syari‟ah. Walaupun Islam mengalami perkembangan. Islam megalami kesempurnaan dang bersifat menyuluh untuk seluruh umat manusia. Ilsam adalah rahmat umat manusia. Islam menghargai kedudukan akal sehat dan pikiran. Para Nabi telah di utus kepada umatnya membawa peringatan dan kebenaran tentang keesaan Allah. seperti beribadah kepada-Nya dan agar sesuai hidup dengan aturan-Nya. Kitab-kitab Allah dan Nabi Muhammad SAW. Al-Quran dan Al-Sunnah memuat pokok-pokok ajaran berbagai masalah dunia dan akhirat. Kebenaran itu adalah Islam.

janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga. musryik yaitu orang yang menyekutukan Allah. Bani Adam. seperti Bani Adam. Munafik yaitu orang yang mengaku islam tapi tidak beriman dan erakhir adalah fasik. “Hai anak Adam. Al-Basyar. orang yang sengaja melakukan dosa.” ( QS Al-Insan. ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya.ditandainya diturunkan Al-Quran yang memiliki pokok-pokok kehidupan yang mnyuluh. Al-Quran memberi informasi mengenai hakekat manusia dengan memberikan sebutan-sebutan yang disesuaikan oleh sisi dan fungsinya yang beraneka juga. Islam juga memiliki Al-Hadits Al-Sunnah yang merupakan pelengkap untuk Al-Quran. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. Kelima. kitab-kitab-Nya. Pada sejarahnya. 7:27) Al-Basyar. Mu‟min yaitu orang yang percaya kepada Allah. Muslim yaitu orang yang tunduk. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Rasul-rasul-Nya. patuh dan berserah diri kepada Allah SWT. Pertama. Manusia menurut Islam. Islam menggolongkan kedudukan manusia yang dikaitkan dengan hubungan vertikal kepada Allah dan tujuan hidupnya. ingkar dan menolak kebenaran. sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup 'auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. pengakuan akan akal sehat dan pikiran. kafir yaitu orang yang tidak percaya. . Ketujuh. 7:26) “Hai anak Adam. hari akhir dan Qadla-Qadar. Keempat. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. malaikat-malaikat-Nya. Selain Al-Quran. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. muhsin yaitu orang yang berbuat baik dan amal shaleh. muttaqin yaitu orang yang cinta dan hormat kepada Allah.An-Nas dll. Ketiga. Keenam. An-Nas.manusia dari aspek biologis merupakan mahluk hidup sebagaimana juga halnya hewan dan tumbuhan yang membutuhkan makan dan minum serta berkembang biak. manusia memiliki satu nenek moyang yang sama. mudah-mudahan mereka selalu ingat. Al-Insan. Kedua. ” (QS Al-A‟raf.

melestarikan alam dan bumi untuk kemamkmuran manusia dan tunduk serta taat beribadah kepada Allah SWT. Penerima amanat. yaitu naluri. . disebut juga An-Nas. 1. Islam. Manusia telah dianugerahi oleh Allah atas alam semesta. dan meminum dari apa yang kamu minum. Mengajarnya pandai berbicara. jika kamu sanggup menembus (melintas) penjuru langit dan bumi. Manusida merupakan mahluk yang senang berkelompok. sehingga dapat menyerap apa yang dipandang. kemudian Allah melengkapi manusia dengan Qalb. yaitu hak-hak dan kewajibankewajiban. 2. kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi. sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelummu agar kamu bertaqwa. manusia juga merupakan mahluk sosial. Penerima rahmat.” (QS Ar-Rahman. Muhammad SAW. Manusia memiliki kecerdasan dan akal yang telah dianugerahi oleh Allah SWT. para rasul. “Hai manusia (An-Nas). 23:34) Al-Insan. “ Dia menciptakana manusia. Al-Qur‟an dan lain-lain. memakmurkan. didengar dan dialami dan mengolahnya sebagai ilmu pengetahuan. Dengan dua potensi tersebut. 23:33) “ Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu. fitrah atau instink untuk memenuhi kebutuhan dan pancaindera. ”” ( QS Al-Mukminun. niscaya biola demikian. 55:33) An-Nas. Allah SWT telah memberikan amanat kepada manusia. manusia terkadang lebih tamak dan agresif.” (QS Al-Mukminun. Hak-haknya merupakan anugerah Allah SWT berupa bumi dan alam semesta yang ditundukkan untuk bekal manusia dan kewenangan manusia utuk mengelola bumi dan alam lingkungannya. maka lintasilah. 55: 3–4 ) “ Hai jama’ah jin dan manusia (al-ins).“dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahan mereka dalam kehidupan di dunia:”(orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu.” (QS Al-Baqarah.” (QS Ar-Rahman.Sedangkan kewajibannya adalah mengelola. 2:21) Manusia dan mahluk hidup lainnya memiliki kesamaan. kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. Selain makhluk individu. Dia makan dari apa yang kamu makan.

sejak dahulu. Manusia memiliki potensi untuk mengelola. WC Smith mengatakan. beribadah semata kepada Allah SWT. atau yang lebih tepatnya kita sebut dengan kesimpulan mereka tentang fenomena agama. Manusia merupakan hamba Allah yang wajib patuh tunduk. Penciptaan alam memiliki tujuan. berlaku adil bagi seluruh makhluk baik manusia dan non manusia serta meletakkan keseimbangan lingkungan dan melestarikannya. Meski demikian. 4. Mungkin hal itu disebabkan oleh fakta sejarah umat manusia dengan suku bangsanya yang beragam bercerita kepada kita akan keterkaitan makhluk Tuhan ini dengan agama. Dewey menyebutkan agama sebagai pencarian manusia akan cita-cita umum dan abadi meskipun dihadapkan pada tantangan yang dapat mengancam jiwanya.3. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: a. merupakan topik yang sangat menarik bagi para pemikir dan cendekiawan. Keyakinan yang demikian itu merupakan asas dan pokok dari sebuah agama. dengan menjalankan aturan-aturan yang telah digariskan oleh Allah SWT. c. Tugas manusia sebagai khalifah adalah menguasai dan memakmurkan bumi. b. memakmurkan dan menjaga bumi dan lingkungannya. agama adalah pengenalan manusia terhadap kekuatan gaib yang hebat. para cendekiawan besar dunia memiliki definisi. Alam memiliki konsep etika. . Hamba Allah. Umat manusia secara umum meyakini adanya Tuhan yang menciptakan alam dan wajib untuk dipuja dan disembah. Pembahasan tentang hubungan manusia dan agama. "Tidak berlebihan jika kita katakan bahwa hingga saat ini belum ada definisi agama yang benar dan dapat diterima". Khalifah. Spencer mengatakan bahwa agama adalah kepercayaan akan sesuatu yang Mahamutlak. Sebagian pemikir mengatakan bahwa apa saja yang memiliki tiga ciri khas di bawah ini dapat disebut sebagai agama: Keyakinan bahwa di balik alam materi ini ada alam yang lain. agama adalah sebuah fenomena yang sulit didefinisikan. meratakan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Apakah itu agama? Menurut sebagian orang (baca: cendekiawan).

Jika seekor singa mencari mangsanya di saat lapar. seperti makan. manusia juga mencari sesuatu yang dapat mengusir rasa laparnya. manusia diyakini sebagai makhluk yang selain memiliki sisi hewani yang sarat dengan kebutuhan-kebutuhan hewani seperti makan. Seperti makhluk-makhluk yang lain. kebutuhan biologisnya terpenuhi. atau tidak? Seseorang yang perutnya kenyang. layaknya hewan-hewan lain. apakah ia telah mendapatkan ke-sempurnaan dalam hidup? Dalam terminologi Islam. kebutuhan manusia adalah ilmu pengetahuan. ia juga memiliki sisi agung yang dapat menghantarkannya menjadi khalifah Allah di muka bumi. Namun. kita bisa menyatakan bahwa agama memiliki tiga bagian yang tidak terpisah. tidak bisa kita pungkiri bahwa asas terpenting dari sebuah agama adalah keyakinan akan adanya Tuhan yang harus disembah.Pada semua definisi tersebut di atas. syari'at (perintah-perintah dan larangan Tuhan) dan akhlak (konsep untuk meningkatkan sisi rohani manusia untuk dekat kepada-Nya). tiba saatnya kita untuk bertanya-tanya mengapa manusia mesti beragama? Apa yang mendorong kita untuk beragama? Bukankah dengan beragama seseorang berarti telah membatasi ruang gerak dan tutur katanya. banyak hal yang bisa kita utarakan dalam menjawabnya. yaitu kepercayaan akan adanya sesuatu yang agung di luar alam. harta. Sebagai orang yang telah beragamapun kita masih berhak untuk mengajukannya. hartapun ia miliki. ada satu hal yang menjadi kesepakatan semua. tetapi ia bodoh sama sekali. yang berpulang kepada hakikat manusia itu sendiri. Dari sisi rohani ini. minum. Namun apakah kebutuhan manusia hanya terbatas pada sisi lahiriyahnya saja. Sisi kedua manusia ini disebut sebagai sisi rohani. yaitu akidah (kepercayaan hati). Setelah kita mengenal arti dari sebuah agama. dan tentunya tidak mungkin untuk kita sebutkan semuanya di sini. Manusia merasa berhak untuk mengetahui apa-apa yang ada disekitarnya. minum. Meskipun demikian. Menurut kami. sebab dengan menjawabnya dengan benar kita akan lebih dapat memahami agama yang merupakan kunci kebahagiaan kita. karena setiap agama mesti memiliki garis-garis besar yang tidak boleh dilanggar? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini wajar muncul. Dari sini kita katakan bahwa dalam kehidupannya manusia memiliki sederet kebutuhan yang harus dipenuhinya. Dari sini. Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. jawaban yang paling sesuai untuk dipaparkan demi menjawab pertanyaan yang mendasar ini adalah jawaban yang menda-sar pula. berarti ia telah hidup dengan sempurna. Dalam menjawab pertanyaan "mengapa manusia mesti beragama?". kita meyakini bahwa agama adalah kepercayaan akan adanya Tuhan yang menurunkan wahyu kepada para nabi-Nya untuk umat manusia demi kebahagiaannya di dunia dan akhirat. wanita dan semisalnya. sehingga dengan memiliki hal-hal tersebut. secara naluriah manusia selalu mencari apa yang diperlukannya. kesenangan jasmani dan semisalnya. la merasa bahwa itu merupakan haknya yang tidak akan pernah ia berikan kepada siapapun . lepas dari semua definisi yang ada di atas maupun definisi lain yang dikemukakan oleh para pemikir dunia lainnya.

dan semisalnya bisa menutupi fitrah manusia. "Aku beriman bahwa tidak Tuhan selain Tuhan Bani Israil. setelah sebelumnya pingsan karena sebuah kecelakaan.dengan harga berapapun juga. Karenanya. "Untuk apa ia di sini" dan pertanyaan semisalnya. (Q. Pertanyaan itu sama dengan pertanyaan pertama yang dilontarkan seseorang kala mendapatkan dirinya di sebuah ruangan yang berwarna serba putih. ada pada semua manusia. kekuasaan. harta. manusia yang demikian ini apakah merasa cukup dengan mengetahui alam sekitarnya untuk kemudian lalai pada hakikat dirinya sendiri. ia akan bertanya. yakni dirinya sendiri. sehingga ia tidak terpanggil untuk menjawab pertanyaan-perta-nyaan seperti di atas. Jika seseorang berhasil mendapatkan jawaban yang memuaskan. manusia adalah makhluk yang sarat dengan misteri. pertanyaan pertama jika dijawab dengan benar akan menghasilkan jawaban bahwa manusia berasal dari ketiadaan dan . Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhasil dicapai oleh umat manusia adalah berkat rasa keingintahuannya ini. ke manakah aku akan pergi?" Pertanyaan-pertanyaan ini ada di lubuk setiap insan. kesombongan dan apa-apa yang ia miliki telah menutupi fitrahnya. perlu dicatat bahwa kadang-kala kesenangan duniawi. Manusia yang telah mengetahui ia berada di alam ini bertanya. sudah sewajarnya jika rasa ingin tahu manusia terhadap dirinya lebih besar dari rasa ingin tahunya pada alam sekitar. maka tak ubahnya ia seperti orang yang telah kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidup. Namun. Namun. saat itulah segala tabir yang menutui fitrahnya sirna dan dengan suara yang menge-naskan ia berseru. Para ahli teologi Islam mengatakan bahwa fitrah adalah satu hal yang dibekalkan Allah kepada setiap manusia. seperti yang ditegaskan oleh para ahli. ada beberapa pertanyaan yang paling penting yang menuntut untuk segera dijawab. Karena itu. maka ia akan merasa tenang karena telah menemukan jatidirinya. di saat balatentara yang setia kepadanya dan kekuasaan yang ia banggakan tidak dapat menyelamatkan dirinya dari siksa Allah. Namun dari sekian banyaknya pertanyaan itu. Saat mendengar suara ketukan pintu rumahnya atau saat mendengar suara teriakan orang yang meminta pertolongan ia merasa berhak untuk mengetahui siapa yang berada di balik pintu dan apa yang terjadi pada orang yang berteriak tadi. Perasaan inilah yang mendorongnya untuk mengetahui realitas yang ada di sekitarnya dan melakukan banyak eksperlmen demi menyingkap tabir misteri yang menyelimuti alam secara umum. dan tidak akan pernah hilang. Hal ini terjadi karena manusia didaptakan Tuhan dengan dibekali rasa ingin tahu. banyak pertanyaan tentang dirinya sendiri yang selalu menghantui pikiran dan perasaannya. karena ia muncui dari fitrah manusia. kesombongan. dan aku termasuk orang yang berserah diri". tidak terkurung oleh batas-batas teritorial dan masa. "Dari manakah aku berasa!?" "Untuk apakah aku berada di dunia?" dan "Setelah alam ini. Tetapi. ciri-ciri sesuatu yang bersifat fitri adalah tidak dipelajari. "Di manakah ia berada". padahal ia termasuk bagian dari alam dan bahkan bagian yang paling dekat dengan "diri"nya? Di satu sisi. Setelah membuka matanya untuk pertama kali. dan jika tidak. Yunus : 90) Kembali kepada pertanyaan-pertanyaan di atas. Dalam diri setiap insan. di mana kekuasaan.S. Salah satu contohnya adalah Fir'aun.

yang mengandung banyak perintah dan larangan demi kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Rasa sakit tersebut adalah benar karena ia merasakannya sendiri. angin. kepercayaan umat manusia akan agama secara umum dan Tuhan secara khusus. di saat ia akrab dengan alam materi.ada setelah diciptakan oleh Allah SWT. Dari sinilah muncul berbagai agama sesat. rujuk tafsir AI-Mizan dan tafsir lainnya. Bertrand Russel mengatakan. orang melangkah untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan "Untuk apa aku berada di dunia?" Dari pertanyaan ini timbul pula pertanyaan "Apa yang harus aku perbuat di dunia ini?" 3awaban dari "Untuk apa berada di dunia" ada pada tujuan mengapa Tuhan yang Mahabijaksana mendptakan manusia. setiap manusia dengan merujuk pada dirinya dan mendengarkan suara dari lubuk hatinya yang paling dalam akan menemukan Tuhan. padahal mungkin sesungguhnya usus buntu atau penyakit perut lainnya. api. petuhanan matahari. ia bisa salah dalam mendiagnosa rasa sakitnya. Pertanyaan ini berhubungan pula dengan pertanyaan: apakah yang kita lakukan di dunia bisa memberi kita kebahagiaan atau malah kesengsaraan abadi? Dengan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi. Banyaknya bukti yang menunjukkan kepenciptaan Allah SWT membuat klaim mereka yang mengingkarinya bagai sebuah lelucon atau cerita penghantar tidur. . kesalahan tadi tidak bersumber dari fitrah. Hanya saja. berarti seseorang telah mengetahui bahwa ia diciptakan oleh Allah SWT demi sebuah tujuan agung yang menyangkut kebahagiaan atau kesengsaraannya di dunia dan alam akhirat. dan hal ini tidak berarti bahwa masalah ketuhanan bukan sebuah masalah fitri. Sebab. Sebagian ahli teologi mengatakan bahwa ketertarikan manusia kepada agama dan masalah ketuhanan adalah bersumber dari fitrahnya sendiri. Rasa sakit itu bisa jadi ia anggap maag. Rasa takut akan ketidaktahuan". dikaitkan oleh sebagian orang dengan rasa takut mereka. Dengan mendapatkan pertanyaan pertama. seperti di atas. Sama seperti rasa sakit perut yang dirasakan oleh se-seorang. seperti penyembahan berhala. Dialah Tuhan pencipta segala sesuatu. Sedangkan pertanyaan tentang ke mana kita akan pergi setelah meninggalkan dunia ini berhubungan dengan masalah alam akhirat dan apa yang akan kita alami di sa-na. (Hal ini telah dibahas dengan panjang lebar oleh para ahli tafsir saat mereka menafsirkan ayat 56 surah AI-Dzariyat. Hanya saja. Jadi. Singkatnya pertanyaan pertama berkenaan dengan konsep ketuhanan. Herannya. Singkatnya pertanyaan ini berkenaan dengan konsep kenabian. mungkin ia akan mencari sesuatu benda materi dan menyebutnya sebagai tuhan atau perwujudan dari Tuhan yang ia rasakan dalam hatinya. "Saya berpendapat bahwa agama berdiri di atas pondasi rasa takut.) Sedangkan pertanyaan "Apa yang harus aku perbuat di dunia?" adalah apaapa yang diperintahkan oleh Allah melalui para duta-Nya yaitu para nabi dalam bentuk sebuah agama samawi (langit). dan semisalnya. tapi dari manusia itu sendiri yang salah dalam menerapkan sifat ketuhanan pada selain Tuhan yang sebenarnya. Kebahagiaannya itu bisa ia dapatkan dengan melakukan apa yang Dia perintahkan dan me-ninggaikan apa yang Dia larang.

Agamalah yang mendorong manusia membangun kepribadiannya. Siapkah kita menerima kesimpulan ini? Sebagian lagi berpendapat bahwa agama adalah alat yang dipergunakan oleh para penguasa untuk memperbudak rakyatnya dan mengajarkan mereka untuk me-nerima kesengsaraan dengan senang hati. Agama adalah sebuah wadah tempat manusia menjadikan kehidupannya penuh arti. logiskah kiranya dengan hanya melihat fenomena yang demikian ini lalu kita memberlakukannya pada semua aspek kehidupan umat manusia dari awal hingga akhir generasi anak Adam ini. bukankah banyak pemikir yang beragama dan bahkan taat beragama? Apakah kepercayaan mereka akan agama --setelah melakukan banyak penelitian ilmiah-. dan tentunya kesimpulan seperti ini ditolak oleh semua orang yang masih memiliki sedikit kemampuan untuk berpikir. berarti akal dan logika para pemikir tersebut tidak bernilai sama sekali. Binatang buas yang ada disekitar mereka. kita juga dipe-rintahkan untuk melakukan perombakan demi perbalkan keadaan kita? . Memang. adalah bahaya-bahaya yang mengancam keselamatan umat manusia di zaman itu. Dalam sejarah Islam juga kita saksikan bahwa para penguasa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah juga melakukan hai yang sama. selain diperintahkan untuk menerima kenyataan yang ada. yang oleh Russel disebut dengan agama. mencari sesuatu yang dapat memberinya ketenangan. Namun. Jika kita terima pen-dapat ini dan kita katakan bahwa Russel memiliki bukti akurat yang menguatkan klaimnya. hukum rimba yang berlaku di antara sesama. berarti orang yang paling beragama dan paling berinnan adalah orang yang paling penakut.Kelemahan pertama klaim Russel di atas adalah bahwa pendapat ini tidak memiliki argumen sama sekali. Selain itu. Bukankah dalam ajaran agama Islam. itu tidak berarti bahwa agama memang diadakan untuk itu. tanpa melihat sisi lain kehidupan mereka? Jika pendapat Russel ini diterima. Singkatnya harus dibedakan antara agama dan penyalahgunaan agama. tidak kita pungkiri bahwa agama Kristen di abad pertengahan telah dijadikan oleh para penguasa (baca: gereja) sebagai alat penindasan.didasari oleh rasa takut mereka akan bencana alam? Jika pendapat Russel benar. goncangan gempa. manusia di zaman purbakala hidup dengan dikelilingi oleh beribu-ribu macam bahaya yang siap mengancam jiwanya. Bukankah untuk masuk ke dalam sebuah lingkungan yang tidak beragama atau salah dalam beragama. dan sederet bencana alam lainnya. apakah itu berarti bahwa agama yang didasari oleh takut tidak nyata dan hanya dongeng dan khayalan belaka? Apakah semua yang didasari oleh rasa takut tidak berharga dan tidak nyata? Bukankah ilmu kedokteran yang berhasil digali oleh manusia didasari oleh rasa takut mereka akan penyakit dan kematian? Apakah dengan demikian berarti ilmu kedokteran tidak nyata dan hanya khayalan? Siapkah Russel menerima kesimpulan ini? Memang. tiupan angin topan. Dan sangatlah wajar jika mereka yang merasa takut karena merasa keselamatannya terancam. Namun. diperlukan keberanian yang luar biasa? Bukankah ketegaran mereka dalam beragama hingga berani mempertaruhkan jiwanya menunjukkan keberanian mereka yang hebat? Pertanyaan kita yang terakhir. fakta menunjukkan bahwa para pendakwah agama umumnya adalah orangorang yang pemberani.

Al-Ra'd: 11) Secara biologis. Dari segi kebudayaan manusia dijelaskan berdasarkan kemampuannya berbahasa. Dari segi kerohanian. agama berarti tidak kacau (a = tidak gama = kacau) yang berarti agama menjauhkan hidup kita dari segala macam kekacauan. yaitu : religi. konvensikonvensi dan praktek-praktek secara sosial telah mantap selama genarasi demi generasi. aturan-aturan. perbuatan ini berupa usaha atau sejenis peribadatan yang dilakukan berulang-ulang. kerajaan. Kesemuanya itu memberikan gambaran bahwa “addiin” merupakan pengabdian dan penyerahan. sebagai manifestasi ketaatan tersebut. manusia berhubungan dengan jiwa. menjadi pegangan dalam setiap kebingungannya. manusia digolongkan sebagai homo sapiens. keputusan. dimana hal ini menyhal-hal yang dipercayainya. nurani. termasuk agama. Dari sudut sosiologi. semuanya dengan potensi baik dalam dirimya. yang berarti melakukan suatu perbuatan dengan penuh penderitaan atau mati-matian. Didunia barat terdapat suatu istilah umum untuk pengertian agama ini. perhitungan. religie. kelompoknya dalam masyarakat yang majemuk dan beraneka ragam. dan jga perkembangan teknologinya yang semakin hari semakin berkembang seiring dengan perjalanan waktu. menjadi penerang dalam kegelapan yang menyelimutinya.S. Emile Durkheim (Ali Syari‟ati. Agama menurut bahasa sanskerta. religion. spesies yang unik dan memiliki kemampuan otak yang tinggi. Agama yang dimaksud disini adalah agama Islam. atau hati masing-masing. Istilah lain bagi agama ini yang berasal dari bahasa arab. Hal inilah yang membuat manusia perlu mengenal agama. 1985 : 81) mengartikan agama sebagai suatu kumpulan keayakinan warisan nenek moyang dan perasaan-perasaan pribadi. kekuasaan. maka akan mudah sekali melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk tersebut. dan pembalasan. Namun. potensi untuk menjadi buruk juga besar bagi manusia karena terkait dengan perasaan. Apabila potensi takwa seseorang lemah. tuntutan. Hal inilah yang membuat manusia mudah tergoda oleh syaitan sehingga banyak melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama. Manusia diciptakan oleh Allah swt. ritual-ritual. suatu peniruan terhadap modus-modus. mutlak dari seorang hamba kepada Tuhan penciptanya dengan upacara dan tingkah laku tertentu. agar kelak dapat mengendalikan hawa nafsu dan melakukan perintah-perintah Allah swt. Agama sangat dibutuhkan oleh manusia untuk menjadi pedoan hidupnya. Islam memiliki nilai-nilai moral yang harus ditanamkan sejak usia dini."Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan mereka sendiri" (Q. . yaitu addiin yang berarti : hukum. insting dan hawa nafsu.

hidup rohnya tidak berakhir. upacara hubungan dengan dewa-dewa. b. upacara hubungan manusia dengan raja. yang merupakan perubahan arti pergi menjadi jalan yang juga terdapat dalam pengertian agama lainnya. dan alam lingkungan hidupnya (horisontal). Natsir agama merupakan suatu kepercayaan dan cara hidup yang mengandung faktor-faktor antara lain : a. tata cara.Percaya dengan adanya hubungan antara Tuhan dengan manusia. Menurut ajaran Islam. yang berbeda atas sistem. Sebelum Allah menciptakan Adam sebagai manusia pertama. e. Dari sudut pandang manusia. kerapian. Sementara agama islam dapat diartikan sebagai wahyu Allah yang diturunkan melalui para Rosul-Nya sebagai pedoman hidup manusia di dunia yang berisi Peraturan perintah dan larangan agar manusia memperoleh kebahagaian di dunia ini dan akhirat kelak.Percaya kepada keridhoan Tuhan sebagai tujuan hidup di dunia ini. ruang lingkupnya.Percaya dengan ibadat sebagai cara mengadakan hubungan dengan Tuhan. karena adanya perbedaan makna atas istilah agama tersebut. alam semesta telah diciptakan-Nya dengan tatanan kerja yang teratur. dan keserasian yang kita yakini sebagai Sunnatullah yakni ketentuan dan hukum yang ditetapkan Allah.Percaya bahwa dengan matinya seseorang.Sedangkan menurut M. dan keserasian ini dapat dilihat dari dua kenyataan: Pertama. g. kerapian. hubungan antar manusia. yang ada adalah Allah Sang Pencipta dan alam semesta yang diciptakan Allah. dan ugama) maka makna agama dapat diutarakan sebagai berikut: agama artinya peraturan. penyembahan dan permohonan. Kedua hal itulah yang membuat berbagai keteraturan.Percaya dengan hubungan ini dapat mempengaruhi hidupnya sehari-hari. Karena agama merupakan kepentingan mutlak setiap orang dan setiap orang terlibat dengan agama yang dipeluknya maka tidaklah mudah untuk membuat suatu defenisi yang mencakup semua agama. Sesuai dengan asal muasal katanya (sansekerta: agama. rapi. Persamaan istilah agama tidak dapat dijadikan alasan untuk menyebutkan bahwa semua agama adalah sama. religion hanyalah mengatur hubungan tetap (vertikal) anatar manusia dengan Tuhan saja. namun secara umum dapat didefenisikan sebagai berikut: agama adalah kepercayaan kepada Tuhan yang dinyatakan dengan mengadakan hubungan dengan-Nya melalui upacara. igama artinya peraturan. ugama artinya peraturan. Seperti pada matahari sebagai pusat dari sistem tata surya. Bagi orang Eropa.berupa keteraturan. istilah din yang tercantum dalam Al-Qur‟an mengandung pengertian hubungan manusia dengan Tuhan (vertikal) dan hubungan manusia dengan manusia dalam masyarakat termasuk dirinya sendiri. dan keserasian dalam hubungan alamiah antara bagian-bagian di dalamnya dengan pola saling melengkapi dan mendukung. keteraturan yang ditugaskan kepada malaikat untuk menjaga dan melaksanakannya. c. Keteraturan.Ada tiga . dan membentuk sikap hidup manusia menurut atau berdasarkan ajaran agama itu. d.Percaya kepada Tuhan sebagai sumber dari segala hukum dan nilai-nilai hidup.igama. f. tata cara. dan serasi. Kedua.Percaya kepada wahyu Tuhan yang disampaikan kepada rosulnya. berputar pada sumbunya dan memancarkan energinya kepada alam semesta secara teratur dan tetap. kerapian. tata cara. dan klasifikasinya.

dan Dia (pula yang) memastikan (menentukan) ukurannya dengan sangat rapi. basyar (QS 18:110)." (QS 65:3) Sifat yang kedua adalah tetap. manusia (al-insan) adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki potensi untuk beriman kepada Allah dan dengan mempergunakan akalnya mampu memahami dan mengamalkan wahyu serta mengamati gejala-gejala alam. yaitu pasti. sehingga dapat membuat perhitungan yang tepat menurut Sunnatullah: "… Dia telah menciptakan sesuatu. . Berdasarkan studi isi AlQur‟an dan Al-Hadits. Untuk dapat menjalankan kedudukannya itu manusia diberi bekal berupa potensi seperti akal yang melahirkan berbagai ilmu sebagai alat untuk mengelola dan memanfaatkan alam semesta serta mengurus bumi ini. serta pancaindera secara baik dan benar. bani adam (QS 17:70)." (QS 25:2) "… Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan (kepastian) bagi tiap sesuatu. dan obyektif. Dengan akal dan ilmu yang dikuasainya. punya mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (tandatanda kekuasaan Allah). manusia akan mampu mengelola dan memanfaatkan alam semesta serta bumi ini untuk kepentingan manusia serta makhluk lain. yaitu: pasti. Atas pelaksanaan amanat tersebut manusia akan dimintai pertanggungjawabannya di akherat apakah telah mengikuti dan mematuhi pola dan garis besar yang diberikan melalui para nabi dan rasul yang termuat dalam ajaran agama." (QS 21:105) Demikianlah alam semesta diciptakan Allah dengan hukum-hukum yang berlaku baginya yang (kemudian) diserahkan-Nya kepada manusia untuk dikelola dan dimanfaatkan. kalbu. Al-Qur‟an tidak menggolongkan manusia ke dalam kelompok hewan selama manusia mempergunakan akal dan karunia Tuhan lainnya." (QS 6:115) "… Dan engkau tidak akan menemui perubahan dalam Sunnah kami …" (QS 17:77) Sifat yang ketiga adalah obyektif: "…. Mereka (manusia) yang seperti itu sama (martabatnya) dengan hewan bahkan lebih rendah (lagi) dari binatang. tidak berubah-ubah: "… Tidak ada yang sanggup menggubah kalimat-kalimat Allah. Namun bila manusia tidak mempergunakan akal dan berbagai potensi pemberian Tuhan yang sangat tinggi nilainya seperti: pemikiran. raga. Sifat yang pertama. ia akan menurunkan derajatnya sendiri menjadi hewan: "… Mereka (manusia) punya hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah). punya telinga tetapi tidak mendengar (ayat-ayat Allah). tetap." (QS 7:179) Di dalam Al-Qur‟an manusia disebut antara lain dengan al-insan (QS 76:1).sifat utama Sunnatullah yang disinggung dalam Al-Qur‟an. tentu menjamin dan memberi kemudahan kepada manusia membuat rencana. an-nas (QS 114:1). sebagai khalifah. bahwasanya dunia ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh. jiwa.

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: „Sesunggunya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. „Betul (Engkau Tuhan kami). setiap manusia dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai nuthfah (air mani). terdiri dari dua unsur.‟ " (QS 7:172) 3. Manusia diciptakan Tuhan untuk menjadi khalifahnya di bumi. ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Berdasarkan rumusan tersebut.‟ … " (QS 2:30) 5. Makhluk yang paling unik. Manusia secara individual bertanggung jawab atas segala perbuatannya." (QS 95:4) 2. dijadikan dalam bentuk yang sangat baik. "Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. selama itu pula sebagai mudhghah (segumpal . Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya." (QS 52:21) 7. Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya. kemampuan yang mungkin "… „Bukankah Aku ini Tuhanmu?‟ Mereka menjawab. kami menjadi saksi. dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir. maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. perasaan.A. "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS 51:56) 4. dan kemauan atau kehendak. 1983: 19). manusia mempunyai berbagai ciri sebagai berikut: 1. "… Setiap orang (manusia) terikat (bertanggung jawab) terhadap apa yang dilakukannya. Manusia menurut agama Islam. "Dan katakanlah: „kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Manusia dilengkapi akal.‟ …" (QS 18:29} 6. yaitu unsur materi berupa tubuh yang berasal dari tanah dan unsur immateri berupa roh yang berasal dari alam gaib. Manusia itu berakhlak. Sedangkan menurut hadits. empat puluh hari sebagai „alaqah (segumpal darah). Manusia memiliki potensi (daya atau dikembangkan) beriman kepada Allah. Rasyid.mempunyai rsa tanggung jawab atas segala perbuatannya dan berakhlak (N.

puasa. lalu bagaimana dengan usaha mempertahankan hidup? Apakah hanya dengan shalat maka hidangan akan disediakan Allah begitu saja? Tentu tidak. yang terdapat kebebasan pada dirinya untuk memilih. Atas kebebasan memilih tersebut. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalam tubuh manusia. Mutawwali As-Sya‟rani mengutarakan bahwa: manusia diberi sarana oleh-Nya. serta pedoman agar selamat sejahtera di dunia dalam perjalanannya menuju tempatnya yang kekal di akherat nanti. (3) alam dunia. Bila ibadah hanya diartikan sebatas pada ibadah ritual belaka dan tidak memasukkan bekerja sebagai suatu ibadah pula. M. Manusia mempunyai derajat yang lebih tinggi dari malaikat karena pengetahuan yang dimilikinya. Alah telah memberi . Ali Syari‟ati memberikan makna tentang filsafat manusia: 1. Dalam menentukan pilihan manusia memerlukan petunjuk yang benar yang terdapat dalam agama Allah yaitu agama Islam. kita sebagai manusia harus berusaha memperoleh makan dan minum. Dari kelima tahapan kehidupan manusia itu. zakat. Pedoman itu adalah agama. tetapi bersaudara (asal kejadian). maka merugilah manusia karena hanya sedikit dari waktunya untuk beribadah. memilih apakah ia akan terbenam dalam lumpur kehinaan atau menuju ke kutub mulia ke arah Tuhan. Manusia tidaklah sama (konsep hukum). dan (5) alam akherat. yang berada dalam rahim itu" (HR Bukhari dan Muslim) Ali Syari‟ati – sejarawan dan ahli sosiologi Islam terkemuka – mengemukakan pendapatnya mengenai intrepretasi hakikat kejadian manusia. yang manusia dibebaskan untuk memilihnya. Manusia mempunyai persamaan antara pria dan wanita (sumber yang sama yakni dari Tuhan).daging). diberi bumi yang tunggal dan beribadah pada-Nya. tahap kehidupan di dunia merupakan tahap yang menentukan tahap kehidupan selanjutnya. 2. Sesunguhnya manusia diciptakan Allah untuk beribadah kepada-Nya. (4) alam barzakh. sehingga manusia dikaruniai Allah dengan berbagai alat perlengkapan dan bekal agar dapat menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi. Manusia dengan akalnya sebagai suatu hidayah Allah kepada-Nya . Sebagai manusia kita harus bekerja untuk memperoleh penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup. 4. bila dibandingkan ibadah dalam artian luas yang tidak terbatas pada ibadah ritual belaka.DR. Manusia sebagai makhluk Ilahi hidup dan kehidupannya berjalan melalui lima tahap: (1) alam gaib. yang menyeimbangkan antara dunia dan akherat. 3. (2) alam rahim. manusia bergerak dalam spektrum yang mengarah ke jalan Tuhan atau sebaliknya mengarah ke jalan setan. Manusia menpunyai dua dimensi: dimensi ketuhanan (kecendrungan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah) dan dimensi kerendahan atau kehinaan (lumpur mencerminkan keburukan-kehinaan). Apa arti ibadah? Apakah secara ritual menyembah Allah. Karena itulah manusia dapat mencapai derajat yang tinggi namun dapat pula terperosok dalam lembah yang hina. dan berhaji saja? Bila memang itu maknanya. shalat lima waktu. Prof. Manusia memiliki fenomena dualistis: terdiri dari tanah dan roh Tuhan.

pada saat ini. kaum gereja mendirikan mahkamah inkuisisi yang digunakan untuk menghabisi para ilmuwan. Ini membuat masyarakat semakin jauh dari syariat Islam. Sayangnya. seperti pada zaman modern ini . Paham dikotomis ini kemudian dibawa ke Asia melalui penjajahan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa. Mereka memahami ajaran Islam sebagaimana para penganut agama lain memahami ajaran agama mereka masing-masing. masyarakat menilai bahwa Tuhan hanya berkuasa di gereja . bukan sekedar agama yang mengatur ibadah ritual belaka. masih adanya ulama-ulama yang jumud. ajaran-ajaran Islam adalah luwes dan dapat selalu mengikuti perkembangan zaman. Padahal selama tidak melanggar Al-Qur‟an dan Hadits. (2) tahap metafisik. serta pembaharu. sedangkan di luar itu masyarakat dan rajalah yang berkuasa. kebanyakan kaum muslim tidak memahami hal ini. penyembahan dan permohonan. namun secara umum dapat didefenisikan sebagai berikut: agama adalah kepercayaan kepada Tuhan yang dinyatakan dengan mengadakan hubungan dengan-Nya melalui upacara. Setelah itu. cendikiawan. tidak dapat atau tidak mau mengikuti perkembangan jaman. sebab perkembangan pemikiran manusia tidaklah demikian. Allah sendiri yang mencipta dan memerintahkan ciptaan-Nya untuk beribadah kepada-Nya. Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah sebagai pencipta alam semesta. Hal tersebut biasanya disebabkan karena dua hal: Pertama. dari Adam AS hingga Muhammad SAW. sebagai reaksi masyarakat yang dikekang oleh kaum gereja pada masa abad pertengahan atau Dark Ages. Islam telah mengatur berbagai perihal dalam kehidupan manusia. karenanya Allah meminta hak agar manusia beribadah kepadaNya dengan tujuan agar manusia dapat terhindar dari soal-soal buruk yang merugikan di dunia. yakni bahwa ajaran agama hanya berlaku di tempattempat ibadah dan dilaksanakan secara ritual. Kedua. Nabi-nabi dan rasul-rasul tersebut hanya menerima Allah sebagai Tuhan mereka dan Islam sebagai panduan kehidupan mereka. Akibat kejumudan tersebut. pemikiran tersebut melahirkan filsafat positivisme yang mempengaruhi ilmu pengetahuan sosial dan humaniora. Paham dikotomis melalui sekularisme tersebut antara lain dipengaruhi terutama oleh pemikiran August Comte melalui bukunya Course de la Philosophie Positive (1842) mengemukakan bahwa sepanjang sejarah pemikiran manusia berkembang melalui tiga tahap: (1) tahap teologik. banyak kalangan masyrakat yang merasa takut atau kesulitan dalam menerapkan syariat-syariat Islam dan menilainya tidak aplikatif. Karena agama merupakan kepentingan mutlak setiap orang dan setiap orang terlibat dengan agama yang dipeluknya maka tidaklah mudah untuk membuat suatu defenisi yang mencakup semua agama. dan membentuk sikap hidup manusia menurut atau berdasarkan ajaran agama itu. Beribadah diartikan secara luas meliputi seluruh hal dalam kehidupan yang ditujukan hanya kepada Allah. juga menurunkan panduan agar dapat beribadah dengan benar. Panduan tersebut diturunkan Allah melalui nabi-nabi dan rasul-rasul-Nya. Namun teori tersebut tidaklah benar. pada masa Renaissance.kewajiban-kewajiban. kaku dalam menerapkan syariat-syariat Islam. melalui sekularisme. Islam merupakan sistem hidup. terjadinya gerakan pembaruan di Eropa yang fikenal sebagai Renaissance dan Humanisme. tanpa ada aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Kita meyakini bahwa hanya Islamlah panduan bagi manusia menuju kebahagiaan dunia dan akherat. dan (3) tahap positif.

Dengan ilmu kehidupan manusia akan bermutu. Beliu telah menampilkan wujud islam itu dalam sikap dan prilakunya dimanapun dan kapanpun beliu adalah orang yang paling utama dan sempurna dalam mengamalkan ibadah mahdlah (habluminallah) dan ghair mahdlah (hablumminanas). untuk diarahkan untuk keselamatan dan kebahagiaan umat manusia. menyeimbangkan antara dunia dan akherat. Kemajuan ilmu pengetahuan telah membawa manusia pada tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Agama Islam adalah agama yang selalu mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya memahami ayat-ayat kauniyah (Sunnatullah) yang terbentang di alam semesta dan ayat-ayat qur’aniyah yang terdapat dalam Al-Qur‟an. dengan agama kehidupan manusia akan lebih bermakna. karena mungkin kekurang pahaman kita akan nilai-nilai islam atau karena sudah terkontaminasi oleh nilai. kembali pada agama sebagai pegangan hidup yang sesungguhnya. tetapi justru beliau semakin meningkatkan amal ibadahnya yang wajib dan sunah seperti shalat tahajud. pendapat. Diantara umat islam masih banyak yang menampilkan sikap dan prilakunya yang tidak selaras. Sehingga dapat disimpulkan bahwa agama sangat diperlukan oleh manusia sebagai pegangan hidup sehingga ilmu dapat menjadi lebih bermakna. zdikir. sesuai dengan nila-nilai islam sebagai agama yang dianutnya. kini perhatian manusia kembali kepada agama.(tahap ketiga). Beliau selalu menampilkan pribadinya sebagai pribadi yang agung danmulia. Kekaffahan beragama itu telah di contohkan oleh Rosulullah sebagai uswah hasanah bagi umat islam dalam berbagai aktifitas kehidupannya. dari mulai masalah-masalah sederhana (seperti adab masuk WC) samapi kepada masalah-masalah komplek (mengurus Negara). dan (2) harapan manusia pada otak manusia untuk memecahkan segala masalah di masa lalu tidak terwujud. bahkan kembali kepada spiritualisme. Sejarah umat manusia di barat menunjukkan bahwa dengan mengenyampingkan agama dan mengutamakan ilmu dan akal manusia semata-mata telah membawa krisis dan malapetaka. Begitupun dalam berinteraksi dengan sesame. Kita sebagai umat islam belum semuanya beruswah kepada Rasulullah secara sungguh-sungguh. yang dalam hal ini adalah Islam. Kondisi umat islam dewasa ini semakin diperparah dengan merebaknya fenomena kehidupan yang dapat menumbuhkembangkan sikap dan prilaku yang a moral atau . Meskipun beliau sudah mendapat jaminan maghfiroh (ampunan dari dosa-dosa) dan masuk surga. karena: (1) Ilmuwan yang selama ini meninggalkan agama. atau idiologi lain yang bersebrangan dengan nilai-nilai islam itu sendiri yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. Sehingga untuk dapat mengendalikan hal tersebut diperlukan agama. manusia masih tetap percaya pada Tuhan dan metafisika. Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan kejadian atau peristiwa baik yang kita lihat sendiri atau melalui media masa mengenai contoh-contoh ketidak konsistenan (tidak istikomah) orang islam dalam mempedomani islam sebagai agamanya. namun dampak negatifnya juga cukup besar berpengaruh pada kehidupan manusia secara keseluruhan. Atas pengalamannya tersebut. dan beristigfar. dengan ilmu dan agama kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia.

Untuk mencapai maksud tersebut maka perlu adanya kerja sama yang sinerji dari berbagai pihak dalam menumbuhkembangkan akhlak mulya dan menghancur leburkan faktor-faktor penyebab maraknya akhlak yang buruk. Akhlak yang terpuji sangat penting dimiliki oleh setiap muslim (masyarakat sebab maju mumdurnya suatu bangsa atau Negara amat tergantung kepada akhlak tersebut. . mereka masih cenderung mengedepankan kepentingan kelompoknya (partai atau organisasi) masing-masing. Sosok pribadi orang islam seperti di atas sudah barang tentu tidak menguntungkan bagi umat itu sendiri. Kondisi umat islam seperti inilah yang akan menghambat kenajuan umat islam dan bahkan dapat memporakporandakan ikatan ukuwah umat islam itu sendiri. dan para pemimpin masyarakat. amanah. guru. terutama bagi kemulaian agama islam sebagai agama yang mulia dan tidak ada yang lebih mulia di atasnya. Krisis silaturahmi antara umat islam. ustad.degradasi nilai-nilai keimanannya. Pendidikan akhlak ini sangat penting karena menyangkut sikap dan prilaku yang musti di tampilkan oleh seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari baik personal maupun sosial (keluarga. jujur. karena tidak sedikit dari mereka itu justru berprilaku yang menyimpang dari nilai-nilai agama. 3. dan masyarakat yang lebih luas). Agar umat islam bisa bangkit menjadi umat yang mampu mewujudkan misi “Rahmatan lil‟alamin” maka seyogyanya mereka memiliki pemahaman secara utuh (Khafah) tentang islam itu sendiri umat islam tidak hanya memiliki kekuatan dalam bidang imtaq (iman dan takwa) tetapi juga dalam bidang iptek (ilmu dan teknologi). Majalah atau tabloid yang covernya menampilkan para model yang mengubar aurat. dan film-film yang berbau porno. Dapat juga dikatakan bahwa umat islam harus mampu menyatu padukan antara mila-nilai ibadah mahdlah (hablumminalaah) dengan ibadag ghair mahdlah (hamlumminanas) dalam rangka membangun “Baldatun thaibatun warabun ghafur” Negara yang subur makmur dan penuh pengampunan Allah SWT. Rosulullah SAW bersabda : “Innamaa bu‟itstu liutammima akhlaaq” Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak. seperti : pengendalian diri. 4. sikap toleran dan saling menghormatai tidak suka menyakiti atau menghujat orang lain. Yang bertanggung jawab terhadap pendidikan akhlak adalah orang tua. sikap altruis. sabar. sekolah. Fenomena yang cukup berpengaruh itu adalah : 1. 2. kantor. kiai. Krisis ketauladanan dari para pemimpin. Mereka diharapkan mampu mengintegrasikan antara pengamalan ibadah ritual dengan makna esensial ibadah itu sendiri yang dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tayangan media televisi tentang cerita yang bersifat tahayul atau kemusrikan.

Syamsu Yusuf LN.. Pustaka Bani Qurais. Ahmad. Psikologi Belajar Agama.Al-Qur’an dan Terjemahannya. 10.Bakar Atjeh. Syamsu Yusuf LN. 15.. Pustaka Bani Qurais. Mutiara Akhlak 1.Pd. Fiqih Daulah dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadits. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.1968. Bulan Bintang.. 12. Jakarta. Bandung. ISLAM AGAMA UNIVERSAL ( Dr. 13. Ilmu Akhlak.Al-Qardhawy. Mutiara Akhlak 1. Bulan Bintang.PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( Buku Teks Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam Pada Universitas Gunadarma ). 1998. H. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelambagaan Agama Islam. Bandung. Yusuf. Psikologi Belajar Agama. 1994/1995. 8. Manusia dalam Pandangan Islam – IslamWiki 6.1998 3.org/html/id/service/maqalat/Manusia&Agama. Hasan.Kaelany.Ali. 1968.1968.HD. 2003.al-shia.Jakarta: Midada Rahma Press. Agama Islam.REFERENSI 1.Pd. Jakarta. 9.Hasan. Jakarta. Jakarta. 17. 2003. Ali. H.. Ilmu Akhlak. Abu.Islam Agama Universal Edisi Revisi. Bulan Bintang. Bulan Bintang.2006 2.Penerbit : Universitas Gunadarma. 1968.M. M. 16. Ali H.htm . Kaelany HD.2003. Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelambagaan Agama Islam. Pendidikan Agana Islam. Bakar Atjeh. 7.Amin. Mohammad Daud. Muhammad Daud.. MA) 5.http://www. 1994/1995. 4. 11.Dr. Pendidikan Agama Islam. Abu. Dr. Ali H.M. M. Ahmad. Amin. 14. Agama Islam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->