I. Manusia, Makna, dan Sejarah Agama Islam.

1.1 Manusia dan agama. 1.1.1 Hubungan manusia dan agama. Agama menurut bahasa sangsakerta, agama berarti tidak kacau (a = tidak gama = kacau) dengan kata lain, agama merupakan tuntunan hidup yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan. Didunia barat terdapat suatu istilah umum untuk pengertian agama ini, yaitu : religi, religie, religion, yang berarti melakukan suatu perbuatan dengan penuh penderitaan atau mati-matian, perbuatan ini berupa usaha atau sejenis peribadatan yang dilakukan berulang-ulang. Istilah lain bagi agama ini yang berasal dari bahasa arab, yaitu addiin yang berarti : hukum, perhitungan, kerajaan, kekuasaan, tuntutan, keputusan, dan pembalasan. Kesemuanya itu memberikan gambaran bahwa “addiin” merupakan pengabdian dan penyerahan, mutlak dari seorang hamba kepada Tuhan penciptanya dengan upacara dan tingkah laku tertentu, sebagai manifestasi ketaatan tersebut (Moh. Syafaat, 1965). Sekurang-kurangnya ada empat alasan yang melatarbelakangi perlunya manusia terhadap Agama. Keempat alasan tersebut secara singkat dapat dikemukakan sebagai berikut: A. Latar Belakang Fitrah Manusia Kenyataan bahwa manusia memiliki fitrah keagamaan tersebut buat pertama kali ditegaskan dalam ajaran Islam. Yakni bahwa agama adalah kebutuhan fitrah manusia sebelumnya. Manusia belum mengenal kenyataaan ini. Baru masa ini, muncul beberapa orang yang menyerukan dan mempopulerkannya dalam keagamaan yang ada dalam diri manusia inilah yang melatarbelakangnya perlunya manusia pada agama.oleh karenanya ketika datang wahyu tuhan yang menyeru manusia agar beragama, maka seruan tersebut memang pukulan dengan fitrahnya itu, dalam konteks ini minsalnya membacakan yang berbunyi. ‫ﺎﻬﻳﻠﻋﺲﺎﻧﻟﺍﺮﻄﻓﻰﺗﻟﺍﻪﻟﻟﺍﺓﺭﻄﻓﺎﻳﻧﺣﻦﻳﺪﻠﻠﻚﻬﺠﻭﻢﻗﺄﻓ‬ Artinya : “Hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia sesuai dngan fitrah itu”. (QS.Al-Rum : 30). Adanya potensi fitarah agama yang terdapat pada manusia tersebut dafat pua dianalisis melalui istilah Ihsan yang digunakan Al-Qur‟an untuk menunjukan manusia. Mengacu kepada informasi yang diberikan Al-Qur‟an, Musa Asy‟ari sampai pada suatu kesimpulan, bahwa manusia Ihsan adalah manusia yang menerima pelajaran dari tuhan tentang apa yang tidak diketahuinya. Melalui uraian tersebut diatas dapat kita simpilkan bahwa latar belakang perlunya manusia pada agama adalah karena dalam diri manusia sudah terdapat potensi untuk

beragama. Potensi beragama ini memerlukan pembinaan, pengarahan, dan seterusnya dengan mengenal agama kepadanya. 2. Kelemahan Dan Kekurangan Manusia. Faktor lain yang melatarbelakangi manusia memerlukan agama adalah karena disamping manusia memiliki berbagi kesempurnaan juga memiliki kekurangan. Hal ini antara lain digunakan oleh kata Al-Nafs menurut Quraish Shihab. Bahwa dalam pandangan Al-Qur‟an Nafs diciptakan Allah dalam keadaan sempurna yang berfungsi menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan, dan karena itu sisi dalam manusia inilah yang oleh Al-Qur‟an dianjurkan untuk diberi perhatia lebih besar. Kita misalnya membacakan ayat yang berbunyi. ‫ﺎﻫﻭﻗﺗﻮﺎﻫﺮﻮﺠﻓ ﺎﻬﻣﻬﻟﺎﻓ‬ ‫ﺎﻫﻭﺴﺎﻣﻮ ﺲﻓﻧﻮ‬

Artinya : “Demi nafs serta demi penyempurna ciptaan, Allah mengilhamkan kepadanya kefasikan dan ketaqwaan”.(QS.Al-Syams : 78) Dalam literatur teologi Islam kita jumpai pandangan kaum mu‟tazilah yang rasionalis, karena banyak mendahulukan pendapat akal dalam memperkuat argumensinya dari pada pendapat wahyu, namun demikian, mereka sepakat manusia dengan akalnya memiliki kelemahan. Akal memang dapat mengetahui yang baik dan yang buruk. Tetapi tidak semua yang baik dan yang buruk dapat diketahui akal. Dalam hubungan inilah, kaum Mu‟tazilah mewajibkan pada tuhan agar menurunkan wahyu dengan tujuan kekurangan yang dimiliki akal dapat dilengkapi dengan informasi yang datang dari wahyu (agama). Dengan demikian, Mu‟tazilah secara tidak langsung memandang bahwa manusia memerlukan Wahyu. 3. Tentang Manusia Faktor lain yang menyebabkan manusia memerlukan agama adalah karena manusia dalam kehidupannya senantiasa menghadapi berbagai tantangan, baik yang datang dari luar maupun yang datng dari dalam. Tantangan dari dalam berufa dorongan hawa nafsu dan bisikan setan. Sedangkan yang datang dari luar dapat berupa rekayasa dan upaya-upaya yang dilakukan manusia yang secara sengaja berupa ingin memalingkan mnausia dari tuhan. Mereka dengan rela mengeluarka biaya, tenaga, dan fikiran yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk kebudayaan yang didalamnya mengandung misi menjauhkan manusia dari tuhan. Allah berfirman dalam Al-Qur‟an Surat AlAnfal : 36 Yang artinya : “sesungguhya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah”.(QS.Al-Anfal:36) Orang-orang kafir itu sengaja mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mereka gunakan agar orang-orang mengikuti keinginannya. Barbagai bentuk budaya, hiburan,

obat-obat terlarang dan lain sebaginya dibuat dengan sengaja. Untuk itu, upaya membatasi dan membentengi manusia adalah dengan mengajar mereka agar taat menjalankan agama. Godaan dan tantangan hidup demikian itu, saat ini meningkat, sehingga uapaya mengagamakan masyarakat menjadi penting. Disamping itu, hubungan antara manusia dan agama dapat diuraikan dalam beberapa aspek, yaitu: 1. Fitrah terhadap Agama Dalam masyarakat sederhana banyak peristiwa yang terjadi dan berlangsung di sekitar manusia dan di dalam diri manusia, tetapi tidak dapat dipahami oleh mereka. Yang tidak dipahami itu dimasukkan ke dalam kategori gaib. Karena banyak hal atau peristiwa gaib ini menurut pendapat mereka, mereka merasakan hidup dan kehidupan penuh kegaiban. Menghadapi peristiwa gaib ini mereka merasa lemah tidak berdaya. Untuk menguatkan diri, mereka mencari perlindungan pada kekuatan yang menurut anggapan mereka menguasai alam gaib yaitu Dewa atau Tuhan. Karena itu hubungan mereka dengan para Dewa atau Tuhan menjadi akrab. Keakraban hubungan dengan Dewa-Dewa atau Tuhan itu terjalin dalam berbagai segi kehidupan: sosial, ekonomi, kesenian dan sebagainya. Kepercayaan dan sistem hubungan manusia dengan para Dewa atau Tuhan ini membentuk sistem agama. Karena itu, dalam masyarakat sederhana mempunyai hubungan erat dalam agama. Gmbaran ini berlaku di seluruh dunia. Kenyataan ditemukannya berbagai macam agama dalam masyarakat sejak dahulu hingga kini membuktikan bahwa hidup di bawah sistem keyakinan adalah tabiat yang merata pada manusia. Tabiat ini telah ada sejak manusia lahir sehingga tak ada pertentangan sedikit pun dari seseorang yang tumbuh dewasa dalam sebuah sistem kehidupan. Agama-agama yang berbeda-beda tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tersebut. Susunan jagat raya yang demikian mengagumkan telah menggiring manusia kepada keberadaan Sang Pencipta yang Maha Sempurna. Pendapat bahwa kemunculan alam ini sebagai sebuah proses kebetulan sangat tidak memuaskan hati manusia dari masa ke masa. Bahkan teori-teori tentang tentang peluang tidak dapat menjawab prosesproses penciptaan pada makhluk bersel satu sekalipun yang merupakan bagian yang amat kecil dalam penciptaan. Keberadaan Sang Pencipta lebih mendatangkan rasa tentram pada intelek manusia. Watak-watak yang ada pada seluruh unsur alam ini baik yang mati maupun yang hidup lebih mengagumkan lagi. Proses terjadinya hujan, pergerakan planet-planet mengelilingi matahari, burung-burung yang mengudara dengan ringannya dan mengembara ke berbagai belahan dunia menempuh jarak puluhan ribu kilometer, keunikan lebah menata masyarakatnya dan lain-lainnya, seakan-akan mencerminkan sikap ketundukan kepada hukum universal yang diletakkan Sang Pencipta di alam raya ini.

Oleh karena itu.Oleh karena itu.S: Al-Jaasiyah. Materi bagi pengertian sehari-hari adalah sesuatu yang bertahan dalam waktu dan bergerak dalm ruang. penyembahan manusia kepada Pencipta adalah suatu bagian dari karekteristik penciptaan itu sendiri sebagaimana sebagaiman penciptaan satelit mengorbit pada planetnya. Dimensi pahala dan dosa serta hari pembalasan terdapat pada hampir semua agama yang ada di dunia. Penyimpangan dari sebuah ajaran agama dalam sejarah kehidupan manusia dapat . Agama adalah suatu bentuk sistem tersebut yang kehadirannya berlangsung sejak lama di berbagai sudut bumi dengan bentuk yang berbeda-beda. Kekhasan watak manusia memunculkan dimensi yang berbeda-beda pada hukum-hukumnya. Tetapi bagi ilmu alam. Paham materialisme yang menganggap materi sebagai hakikat yang abadi di alam ini justru tidak mendapat tempat di dunia moden. Penerimaan manusia pada sebuah sistem aturan hidup terus berlangsung dari masa ke masa. (Q. Dimensi ini secara luas diterima manusia bahkan dalam cara berpikir modern sekalipun. relativitas pandangan tersebut tak dapat lagi dibenarkan. kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. Mereka tidak mempunyai Pengetahuan tentang itu. yang saling berhubungan. 24:41) Keteraturan seluruh elemen alam ini membangkitkan kesadaran bahwa kehidupan manusia pun memerlukan keteraturan tersebut. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalatnya dan tasbihnya dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Yang semula dianggap sifat padat dari benda-benda sudah tidak ada lagi. Allah SWT berfiman: “Dan mereka berkata: Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja. mereka tidak lain hanya menduga-duga saja”.S: An-Nuur. juga tidak ada lagi. Bertrand Russel menyatakan bahwa Teori Relativitas telah menjebol pengertian tradisional mengenai substansi lebih dahsyat dari argumen filosofi mana pun. Sebongkah materi tidak lagi merupakan sebuah benda yang tetap dengan keadaan yang bermacam-macam tetapi merupakan suatu sistem peristiwa. pencarian manusia terhadap kebenaran agama tak pernah lepas dari muka bumi ini. Allah SWT berfirman dalam Al‟Quran : “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah kepada-Nyabertasbih apa yang ada di langit dan di bumi dan ( juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Penyimpangan atas hukum alam menyebabkan kehancuran fisik dan penyimpangan pada hukum manusia yang dapat menyebabkan kehancuran fisik dan juga sosial. (Q. dan juga sifat-sifat yang menyebabkan materi di mata seorang materialisme nampak lebih nyata daripada kilasan pikiran. 45:24) 2. Pencarian Manusia terhadap Agama Akal yang sempurna akan senantiasa menuntut kepuasan berpikir.

Padahal masyarakat itu adalah kumpulan pribadipribadi. bulan. 13:27-28) . Allah berfirman: ”Orang-orang kafir berkata: ”Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah: Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya. Allah berfiman. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram”.S: Ad-Dhuhaa. bangsa yang cerah sesungguhnya lahir dari keputusan para anggotanya dalam memilih jalan kehidupan.diketahui pada akhirnya oleh pemenuhan kepuasan berpikir manusia yang hidup kemudian. 93:7) Seiring dengan sifat-sifat mendasar pada diri manusia itu Alqur‟an dalam sebagian besar ayat-ayatnya menantang kemampuan berpikir manusia untuk menemukan kebenaran yang sejati sebagaimana yang dibawa dalam ajaran islam. ( Q. ( Q. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. dan bintang. Demikian pula Nabi Muhammad SAW. maka niscaya ia akan memasuki dunia yang lebih memuaskan akal dan jiwanya itu. terjadilah perpindahan (transformasi) agama dalam kehidupan manusia. baik itu merupakan sebuah kemajuan atau kemunduran. Tatkala seseorang merasa gelisah dengan jalan yang dilaluinya kemudian ia menemukan sebuah pencerahan. ”Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberi petunjuk”. Akibat adanya proses berpikir ini. Nabi Ibrahim a. Keteraturan alam dan sejarah bangsa-bangsa masa lalu menjadi obyek yang dianjurkan untuk dipikirkan. ingatlah. matahari.s. Perbandingan ajaran antar berbagai agama pun diketengahkan Alqur‟an dalam rangka mengokohkan pengambilan pendapat manusia. dikisahkan sangat tidak puas menyaksikan bagaimana manusia mempertuhankan benda-benda mati di alam ini seperti patung. pada akhirnya memerlukan tahannus karena jiwanya tak dapat menerima aturan hidup yang dikembangkan masyarakat Quraisy di Mekkah yang mengaku masih menyembah Tuhan Ibrahim. Ketenangan adalah modal dasar dalam upaya mengarungi kehidupan pribadi. Masyarakat yang tenang.S: Ar-Ra’d.

juga bukanlah persoalan yang mudah. sehingga bisa membedakannya dangan agama yang lain. Ajaran yang hidup dalam dan menjadi sebuah kecenderungan yang instingtif mencerminkan tumbuhnya sebuah kesatuan yang tak terpisahkan antara agama dan kehidupan. Interaksi seseorang terhadap ajaran agamanya pada fase ini tidak sekedar dengan pikirannya tetapi lebih masuk ke relung-relung hatinya. melahirkan keyakinan atau keimanan yang mendorongnya untuk melaksanakan agama dengan tulus ikhlas. Hal ini dapat dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri pokok dan cabang yang terdapat dalam sebuah agama. Tiada keberpura-puraan yang permanen dan esensial. Mengapa suatu ajaran diajarkan. manusia juga memiliki ketrampilan kejiwaan lain yang dapat menutupi apa-apa yang terlintas dalam hati nuraninya. tempat dari mana seharusnya kita memandang. Konsistensi ini akan membekas pada seluruh aspek kehidupannya membentuk sebuah pandangan hidup. Namun. d. ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan mengantarkan kita kepada sebuah pengertian. Pengertian Ajaran agama yang dipeluk pasti memiliki landasan yang kuat. a. Pengabdian Seseorang yang tidak lagi memiliki ambisi pribadi dalam mengamalkan ajaran . Ia juga dapat menyiarkan ajaran agamanya dengan baik dan bergairah. b. Sikap konsisten seseorang terhadap agamanya terletak pada pengakuan hati nuraninya terhadap agama yang dipeluknya. Seseorang yang mengerti ajaran agamanya akan dengan mudah mempertahankannya dari upaya-upaya pengacauan orang lain. Konsistensi Keagamaan Manusia diciptakan dengan hati nurani yang sepenuhnya mampu mengatakan realitas secara benar dan apa adanya. Meskipun demikian seseorang berpura-pura hanya dalam situasi tertentu yang sifatnya temporal atau aksidental. apa yang akan terjadi jika manusia meninggalkan ajaran tersebut dan lain-lainnya. apa faedahnya untuk kehidupan pribadi dan masyarakat. yaitu sifat berpura-pura.3. Di antara langkah-langkahnya adalah. Jika ada orang yang menyatakan bahwa ”semua agama itu sama”. Penghayatan Penghayatan terhadap suatu agama lebih tinggi nilainya daripada sekedar pengertian. Pengenalan Seseorang harus mengenal dengan jelas agama yang dipeluknya. maka hampir dipastikan bahwa ia sebenarnya tak mengenali agama itu satu persatu. c. Namun membentuk sikap konsistensi. Dengan penghayatan yang dalam seseorang dapat mengamalkan ajaran agamanya.

agama yang tidak mempertentangkan iman dan ilmu. Karena dengan agama ilmunya akan lebih bermakna. agama yang dimaksud adalah agama yang kita peluk yaitu agama islam. agama yang selalu mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya untuk memahami ayat-ayat kauniyah (Sunnatullah) yang terbentangdi alam semesta. Islam mewajibkan manusia. menuntut ilmu selama . apapun disiplin ilmunya. Para pahlawan muncul dalam berbagai bangsa. 49:15) Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa agama. (Q. Sejarah mencatat fenomena ini dalam berbagai agama dan ideologi yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan manusia. Rintangan terhadap agama adalah rintangan terhadap dirinya sendiri. yang kemudian dirumuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan Life long Education yang diterjemahkan kedalam bahasa indonesia yaitu pendidikan seumur hidup. yaitu suatu jiwa yang sungguh-sungguh dalam membela agamanya. bahkan menurut sunnah Rasulullah SAW. Pembelaan ini juga disebut jihad. mereka itulah orang-orang yang benar”.agamanya akan dapat memasuki pengabdian yang sempurna. Fase penghambaan ini disebut ibadah. Bagi kita umat islam. Ia rela mengorbankan apa saja yang ada pada dirinya harta benda bahkan nyawa. Penghambaan ini akan menjelmakan pengamalan cara ibadah tertentu (ritual. dan memahami ayat-ayat qur‟aniyah yang terdapat didalam al-qur‟an. dan jiwanya adalah warna agamanya. yaitu penyerahan diri secara total dan menyeluruh kepada Tuhannya. Orang yang memilki fase bagaikan sudah tidak memilki diri lagi.S: AlHujurat. Agama Islam adalah agama keseimbangan dunia dan akhirat. Pembelaan Apabila kecintaan seseorang terhadap agamanya telah demikian tinggi. Itulah makna konsistensi keagamaan seseorang yang tampak pada jalankehidupannya. Kenapa islam ? Karena agama islam adalah agama akhir yang tetap mutakhir. mahdhah) dan meletakkan seluruh hidupnya dibawah pengabdian kepad Tuhannya (ghair mahdah) e. kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. sehingga ia akan segera melakukan pembelaan. tujuan hidupnya adalah tujuan agamanya. Kepentingan hidupnya adalah kepentingan agamanya. karena demikianlah hakikat penghambaanyaitu . bagi nama baik dan keagungan agama yang dipeluknya. sangat perlu bagi manusia terutama bagi orang yang berilmu. Dalam kaitan ini Allah SWT berfirman: ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang kepada Allah dan Rasul-Nya. maka tak boleh ada lagi perintang yang menghalang jalannya agama. baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu pengetahuan mulai dari buaian sampai ke liang lahat : Minal mahdi ilal lahd.

islam tidak membenarkan keyakinan yang bisa melenyapkan keimanan akan ke Esaan Allah SWT. tidak pula keyakinan-keyakinan yang mematikan akal dan membuat kejumudan intelektual. tetapi seluruh kehidupan manusia secara total itulah yang harus diislami. Dengan ilmu dan agama kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia. sedangkan ia takut kepada azab akhirat dan mengharaokan rahmat Tuhannya? Katakanlah! Samakah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Allah berfirman: ”Apakah kamu lebih beruntung. Islam memiliki beberapa keistimewaan yang menjdi akidah umat di setiap masa. dengan agama kehidupan manusia akan lebih bermakna. dan kehidupan akhirat. Ajarannya luwes. tetapi islam menegaskan. Singkat kata. Allah memerintahkan umat manusia memohon tambahan ilmu kepada Tuhannya. Di kalangan cendekiawan muslim Indonesia ada pemikiran untuk memadukan ilmu dengan agama.dikandung badan. Karena itu Allah SWT berfirman: .S. Isla menegaskan. Luwes. 39:9) Islam menyelamatkan manusia dari ajaran khurafat dan kebodohan. Dalam hal itu islam adalah agama yang praktis. menuntut pelaksanaan perintah-Nya. Thahaa. Maka islam bukan semata-mata merupakan ungkapan kata dan penuturan lidah melalui pembacaan zikir kepada Allah. bagai mengalirnya air ke dalam sel-sel makhuk hidup. bahwa iman itu bukanlah kepercayaan semata yang harus diimani umat manusia. dengan sujud dan berdiri. logis dan praktis Islam bukanlah agama dongengan. memuji dan menyanjung-Nya. Islam juga menganjurkan mengkaji dan mencari kebenaran (hakikat) dan berusaha keras mendapatkan ilmu pengetahuan (ma‟rifat). sebagaimana difirmankan: ”Dan katakanlah! Berikanlah aku tambahan ilmu” (Q. dengan ilmu kehidupan manusia akan bermutu. Semua berdiri di atas dasar ”Akal pikiran yang sehat dan logika yang tepat dan pasti. Dalam masyarakat modern pun agama tetap diperlukan manusia. agar iman itu dijadikan sumber pancaran kehidupan konkret. Karena itu maka iman kepada Allah. Az-Zumar. jelas dan bisa di pahami. Islam tidak membenarkan adanya khurafat. yaitu antara lain: a.” (Q. bukan hanya merupakan teori kosong yang mandul. mengendalikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan agama supaya manusia sejahtera.” Islam menganjurkan manusia mempergunakan akal pikirannya dan merenungi segala perkaranya. hai orang musyrik ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam. 20:114) Islam juga menjelaskan. Islam membimbing manusia menuju dunia ilmu pengetahuan dan cahaya yang terangbenderang.S. yang semua itu menjadi dasar pokok akidah islamiah. menjalar kepada seluruh amal perbuatan islami. risalah Muhammad SAW. betapa jauh perbedaan antara orang berilmu dan tidak berilmu.

ia amat kikir” (Al-Ma‟arij 1921)
 Manusia yang mengagumkan ini tercipta dan bermula dari tiada. homo = seorang yang dilahirkan dari tanah. berakal budi.”Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. humus = tanah. Islam Tatanan Lengkap untuk Kehidupan Islam bukanlah agama yang efisiensinya hanya dalam kehidupan individu semata.
 Walaupun manusia dinobatkan sebagai khalifah karena dikaruniai pemberian. “Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Ia tercipta untuk tujuan tertentu bukan untuk kesia-siaan. Manusia dari kata sansekerta.
 Berangkai dari persepsi semacam itu maka eksistensi manusia balik yang bersifat ekstern maupun intern selalu memperlihatkan kesempurnaan dari ciptaan yang begitu mendetail lewat gerakan anggota tubuhnya. Pernyataan ini identik dengan bunyi suatu kalimat : “Barang siapa sudah mengenal jiwanya. didalam berbagai bidang dan dimensi kehidupan 1. sebagaimana yang digambrkan oleh kebanyakan orang. Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. islam adalah suatu tatanan lengkap untuk kehidupan umat manusia. Ar-Ra’d. bukan secara kebetulan dan serampangan. untuk itu terlebih dahulu dia harus mengenal Nya. Manusia adalah ciptaan Allah yang paling besar. seringkali ditaklukan oleh hawa nafsu. Laten: mens = berpikir. Dan apabila ia mendapat kesenangan. Akan tetapi. bagi mereka kebahagian dan tempat kembali yang baik. namun ia masih tergolong sebagai makhluk yang lemah.” (Q.
 Manusia adalah makhluk yang tercipta berdasarkan ketentuan Allah.S. maka ia akan mengenal Tuhannya” “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” ( At-Tiin : 4 )
 Manusia ditinjau dari susunan postulat tubuhnya adalah ciptaan Allah yang paling sempurna ditimbang makhluk hidup lainnya yang ada dimuka bumi.2 Manusia menurut tinjauan islam Siapakah manusia? Apa hakikatnya? Para ahli berbeda-beda dalam mendefinisikan manusia disebabkan perbedaan sudut pandang mereka yang beraneka. dan tidak mengenal jiwanya.1. 13:29) b. mempunyai berbagai pengetahuan dan mampu menganalisa aspek-aspek penting dalam kekhalifahan dan mengkaji hukum-hukum alam. manu. Kalau manusia itu sudah mengenal jiwanya pasti ia akan mengenal Tuhannya. lalu ia menciptakan .

ya manusia secara umum. Adam memiliki potensi intelektual dan kemampuan berkreasi untuk mendatangkan hasil dari alam semesta ini demi kebaikan hidup didunia. hal ini menunjukkan bahwa Allah mengistimewakan manusia. mengalami beberapa fase perkembangan dan evolusi. melindungi peranan dan menjunjung tinggi kedudukan mereka diantara makhlukmakhluk yang lain. Keistimewaan Adam yang diberikan oleh Allah terlihat pada saat Malaikat diperintahkan untuk bersujud kepadanya. Adam tercipta sebagai bukti kelebihan dan kemutlakan dari kekuasaan Allah yang dari Nya terpantul kebesaran zat yang Maha Pencipta.
 Firman Allah S. agar mereka ingat dan menyadari bahwa Dia telah memberikan kemuliaan.
 b. Dzariyat : 20 – 21 Yang dimaksud manusia disini. Untuk memperlihatkan dan membuktikan keadilan dan kekuasaan Allah.dari debu. tercipta dari bahan yang berkualitas tinggi dan memiliki fitrah yang murni. Dia (Allah penuhi seluruh bekal kehidupan manusia sebelum berperan dibumi)
 2. Ini sebagai sinyalemen bahwa asal usul manusia itu suci. ini merupakan bukti kebesaran Allah. tapi mereka mempunyai proses penciptaan yang sama. Bumi beserta isi alam semesta tunduk kepada Adam.
 Sebagian kerangka dasar Penciptaan Manusia:
 1. agar ia boleh mengelola. Hakekat dan Martabat manusia dalam Islam
 Manusia adalah makhluk ciptaan Allah . Sebagai perwujudan dari sifat keadilan dan kebijaksanaan Allah.
 d. Dia sempurnakan manusia sebelum turun keatas bumi. maka Dia ciptakan bumi sebagai tempat berpijak dan hidup manusia. Penobatan manusia sebagai khalifah di Bumi. Allah menciptakan manusia secara bertahab.
 Kehormatan inilah yang merupakan harta yang tak ternilai harganya bagi manusia yang diperoleh secara langsung dari Allah yang Maha Agung. dari debu menjadi sperma dan kemudian menjadi segumpal darah. adalah suatu kehormatan besar dari Allah sebagai penciptanya. sehingga Dia memerintahkan para Malaikat untuk bersujud kepada manusia. Kelebihan Adam nampak ketika ia diciptakan oleh Allah dengan kedua tangan Nya (yakni Kuasa Allah)
 c. dari setepul debu ini muncul keturunan bani Adam. Mereka diciptakan dari segumpal darah dengan jenis dan ras yang berbeda beda. Dalam penciptaan Adam terdapat berbagai macam pelajaran. kaca perbandingan yang mengandung beribu hikmah dimana kita lihat kelebihan Adam dan anak cucunya dalam berbagai aspek dan kita saksikan betapa Allah membedakannya dari makhluk yang lain: 
 a. merekayasa dan mengembangkan kehidupan manusia. Yang lebih besar dari peristiwa ini dan merupakan keistimewaan bagi manusia adalah ditiupkan Nya roh (ciptaan) Allah kedalam dirinya. Adz.

kejam. mempunyai beberapa ciri utamanya adalah:
 1. Kelemahan manusia berupa sifat yang melekat pada dirinya disebutkan Allah dalam Al-Qur‟an. 1983: 19) Kelebihan Manusia Dari Makhluk Lainnya. proses pertumbuhannya melalui tahap-tahap tertentu. At-Tin:4)
 Karena itu pula keunikannya (kelainannya dari makhluk ciptaan Tuhan yang lain) dapat dilihat pada bentuk struktur tubuhnya.
 Hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah karena itu seyogyanya menyadari kelemahannya. Yunus:12)
 b.
 Didalam Al-Qur‟an manusia disebut antara lain dengan
 a. Firman Allah:
 Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. aniaya) dan . Salah satu diantaranya. An-Nas (Q.A Rasyid. djadikan dalam bentuk yang paling baik. Basyar (Q. Dan dikatakan menarik karena manusia sebagai subjek sekaligus sebagai objek kajian yang tiada henti-hentinya terus dilakukan manusia khususnya para ilmuwan. karya dan dampak karyanya terhadap dirinya sendiri. an. ketergantungannya pada sesuatu. manusia. diantaranya adalah:
 a. Dikatakan misterius karena semakin dikaji semakin terungkap betapa banyak hal-hal mengenai manusia yang belum terungkapkan betapa banyak hal-hal mengenai manusia yang belum terungkapkan. Hampir semua lembaga pendidikan tinggi mengkaji manusia. Al-Insan: 1)
 d. Al-Kahfi: 10)
 c. Fungsi Dan Tanggung Jawab Manusia Dalam Islam
 Bertitik tolak dan rumusan singkat itu. Zalim (bengis. berdasarkan studi isi Al-Qur‟an dan Al-Hadits. Makhluk yang paling unik. Bani Adam (Q. tidak adil. Melampaui batas (QS. berbunyi (setelah disunting) sebagai berikut: Al-insan (manusia) adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki potensi untuk beriman (kepada Allah). ciptaan Tuhan yang paling sempurna. bertanggung jawab atas segala perbuatannya dan berakhlak (N. Al-Isra‟:70)
 b.S. kini dan kemudian hari. mekanisme yang terjadi pada setiap organ tubuhnya. Al-Insan (Q. menunjukkan adanya kekuasaan yang berada diluar manusia itu sendiri. gejala-gejala yang ditimbulkan jiwanya. dibandingkan dengan makhluk lain. menurut ajaran Islam. Oleh karena itu ia telah menjadi sasaran studi sejak dahulu. tidak menaruh belas kasihan.S. dengan mempergunakan akalnya mampu memahami dan mengamalkan wahyu serta mengamati gejala-gejala alam. masyarakat dan lingkungan hidupnya.S.Anas (114):1)
 Berbagai rumusan tentang manusia telah pula diberikan orang.yang misterius dan sangat menarik.S.

Rasjidi. kecuali untuk mengabdi kepada-Ku. Pengabdian melalui jalur khusus dilaksanakan dengan melakukan ibadah khusus yaitu segala upacara pengabdian langsung kepada Allah yang syaratsyaratnya. kami akui (kami saksikan) Engkau adalah Tuhan kami”). Al-Kahfi:54)
 e.” (QS.mengingkari karunia (pemberian) Allah (QS. ruh yang berada di alam ghaib itu ditanyain Allah.
 2.M. Di dalam surat al-Baqarah: 30 dinyatakan bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah-Nya di bumi. Al-Ma‟arij:19-21)
 f. Tergesa-gesa (QS. seperti ibadah shalat. cara-caranya (mungkin waktu dan tempatnya) telah ditentukan oleh Allah sendiri sedang rinciannya dijelaskan oleh Rasul-Nya. Al-„Adiyat: 6)
 Namun untuk kepentingan dirinya manusia ia harus senantiasa berhubungan dengan penciptanya. Memakmurkan bumi artinya mensejahterakan kehidupan di dunia ini. . Pengabdian melalui jalur umum dapat diwujudkan dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik yang disebut amal sholeh yaitu segala perbuatan positif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.
 4. Perkataan “menjadi khalifah” dalam ayat tersebut mengandung makna bahwa Allah menjadikan manusia wakil atau pemegang kekuasaan-Nya mengurus dunia dengan jalan melaksanakan segala yang diridhai-Nya di muka bumi ini (H. saum dan haji. Hal itu dinyatakan Allah dalam firman-Nya. Ibrahim: 34)
 c. dengan sesama manusia. sebagaimana tertera dalam Al-Qur‟an:
 Artinya: “apakah kalian mengakui Aku sebagai Tuhan kalian? (para ruh itu menjawab) “ya. Berkeluh kesah dan kikir (QS. zakat. jalur khusus dan jalur umum. Manusia diciptakan Tuhan untuk menjadi khalifah-Nya di bumi. Sebab sebelum ruh (ciptaan) Allah dipertemukan dengan jasad di rahim ibunya. Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya dalam Al-Qur‟an surat AzZariyat:
 Artinya: “tidaklah Aku jadikan jin dan manusia. dengan dirinya sendiri. Manusia memiliki potensi (daya atau kemampuan yang mungkin dikembangkan) beriman kepada Allah. Al-Isra‟:11)
 d. Suka membantah (QS. dilandasi dengan niat ikhlas dan bertujuan untuk mencari keridaan Allah. Az-Zariyat:56)
 Mengabdi kepada Allah dapat dilakukan manusia melalui dua jalur. 1972:71)
 Manusia yang mempunyai kedudukan sebagai khalifah (pemegang kekuasaan Allah) di bumi itu bertugas memakmurkan bumi dan segala isinya. (QS. Ingkar dan tidak berterima kasih (QS. Al-A‟raf:172)
 3. dan dengan alam sekitarnya. Untuk itu manusia wajib bekerja.

Al-Hajj. kemudian menjadi
 3) Segumpal darah (alaqah). begitu juga segala sesuatu (alam). menjadi kafir. . bahkan mengingkari-Nya. Hal ini dinyatakan oleh Allah dalam Al-Qur‟an : Artinya: “Setiap orang terikat (bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Al-kahfi: 29)
 Dalam surat Al-Insan juga dijelaskan:
 Artinya: “Sesungguhnya kami telah menunjukinya jalan yang lurus (kepada manusia). masyarakat dan lingkungan hidupnya) serta menjaga keseimbangan dan bumi yang di diaminya. Berakhlaq adalah ciri utama manusia dibanding mahkluk lain.
 Dan dalam masa 40 hari mani yang telah terpadu. Kedudukan ini dapat dilihat dalam sunah yang menyatakan bahwa beliau diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia yang mulia.S. At-Thur: 21)
 7.” (QS. 12-14) Ditiup roh (dari Allah) pada hari yang ke 120 usia kandungan
 9) Lalu lahir sebagai bayi (Q. tidak tunduk dan tidak patuh kepada kehendak Allah.S. diproses
 4) Kami jadikan menjadi segumpal daging (mudhghah)
 5) Tulang belulang („idhaman)
 6) Dibungkus dengan daging (rahman). Tetapi dengan akal dan kehendaknya juga manusia dapat tidak dipercaya. biarlah ia kafir. Pada kesempatan lain Al-Qur‟an mengatakan bahwa manusia diciptakan dari air(mani) yang terpencar dari tulang sulbi(pinggang) dan tulang dada (QS. manusia dilengkapi Allah dengan perasaan dan kemauan atau kehendak. Berakhlaq. ia menjadi komponen ketiga dalam Islam.
 Dari ungkapan Al-Qur‟an itu jelaslah bahwa manusia berasal dari zat yang sama yaitu tanah.M.
 5. Barangsiapa yang mau beriman hendaklah ia beriman. At-Thariq: 6-7). Rasjidi (1978)
 Al-Qur‟an yang mengungkapkan proses kejadian manusia itu antara lain terdapat didalam surat Al-Mu‟minun ayat 12-14 secara ringkas adalah :
 1) Diciptakan dari saripati tanah (sulalatin min thin).beramal saleh (berbuat baik yang bermanfaat bagi diri. ada manusia yang syukur. Secara individual manusia bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Al-Insan: 3)
 6. lalu menjadi
 2) Air mani (nutfhah disimpan dalam rahim). Artinya manusia adalah makhluk yang diberikan Allah kemampuan untuk membedakan yang baik dengan yang buruk. dan barangsiapa yang tidak ingin beriman. Dalam islam kedudukan akhlaq sangat penting. (Q. Dengan akal dan kehendaknya manusia akan tunduk dan patuh kepada Allah. menjadi muslim. sesuai dengan tuntunan yang diberikan Allah melalui agama. ada pula manusia yang kafir.
 7) Makhluk yang (berbentuk) lain (janin?). Al-Mukminun. Disamping akal. Karena itu di dalam Al-Qur‟an ditegaskan oleh Allah:
 Artinya: “Dan katakan bahwa kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. berangsur menjadi darah segumpal. Qur‟an dan Sains Modern terjemahan H.” (QS. Proses kejadian manusia itu secara jelas disebutkan dalam Al-Qur‟an (dan Al-Hadits) yang telah dibuktikan kebenarannya secara ilmiah oleh Maurice Bucaile dalam bukunya Bibel.” (QS.

Di satu sisi manusia sering mendapat pujian Tuhan. Dibandingkan dengan makhlukmakhluk lain. Nabi Muhammad menjelaskan pula proses kejadian manusia. Menurut beliau ada simbolisme dalam penciptaan manusia dari tanah dan dari ruh (ciptaan) Allah.S. mengendalikan keinginan dan kebutuhan fisiologisnya untuk berbuat baik atau jahat.5)
 10) Dia jadikan pendengaran.R.
 Karena hakekat penciptaan inilah maka manusia pada suatu saat dapat mencapai derajat yang tinggi. penglihatan dan hati (Q. setiap manusia dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai muthfah (air mani). Hud: 3). Makna simbiolisnya adalah. yang dikutip oleh Mohammad Daud Ali. manusia mempunyai 2 dimensi (bidimensional) : dimensi ketuhanan. berwujud fisik dan ruh (ciptaan) Allah. masingmasing tahap tersebut “alam” yaitu :
 1) Di alam ghaib (alam ruh atau arwah)
 2) Di alam rahim
 3) Di alam dunia (yang fana ini)
 4) Di dalam barzakh dan
 5) Di alam akhirat (yang kekal = abadi) yakni alam tahapan terakhir hidup dan kehidupan (ruh) manusia. Fungsi kebebasan manusia untuk memilih. empat puluh hari sebagai „alaqah (segumpal darah) selama itu pula sebagai mudhgah (segumpal daging). 5)
 12) Kemudian mati (Q. dalam hubungan ini. AlMukminun. Bukhari dan Muslim). ia mempunyai kapasitas yang paling tinggi (Q. Dimensi ini menunjuk pada kecenderungan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Almukminun. kejurang hinaan. 16) Melalui sunahnya. dan dimensi kerendahan atau kehinaan. Dari uraian tersebut diatas dapatlah disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang terdiri dari jiwa dan raga. tua (pikun) (Q.
 Dalam pengertian simbiolis. mencapai asaluruh (ciptaan) Allah dan atau Allah sendiri. menunjuk pada keburukan. Sebagai makhluk illahi hidup dan kehidupannya berjalan melalui 5 tahap.S. dimensi lain yang dimiliki manusia adalah dimensi keilahian yang tercemin dari perkataan ruh (ciptaan)-Nya itu. An-Nahl. mempunyai . terletak dalam kehendak bebas (free will)nya untuk menentukan arah hidupnya.S. Kehormatan dan arti penting manusia. terbuka baik kejalan Tuhan maupun sebaliknya. tetapi pada saat yang lain dapat meluncur ke lembah yang dalam. antara lain dalam hadits berbunyi sebagai berikut:
 Artinya : “Sesungguhnya. 15)
 13) Dibangkit (dari kubur) di hari kiamat (Q. 78)
 11) Tumbuh anak-anak. sejarawan dan ahli sosiologi Islam. Makhluk lain hanya mempunyai satu dimensi saja (uni-dimensional).
 Hanya manusialah yang dapat menentukan tuntutan dan sifat nalurinya. patuh atau tidak patuh kepada hukum hukum Tuhan. lumpur (tanah) hitam. Al-Hajj.S. Ali Syari‟ati. mengemukakan pendapatnya berupa interpretasi tentang hakikat penciptaan manusia. Disamping itu.S. kehinaan yang tercemin pada dimensi kerendahan. hina dan rendah. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh (ciptaan) Allah ke dalam tubuh (janin) manusia yang berada dalam rahim itu (H.
 Dari proses kejadian dan asal manusia menurut Al-Qur‟an itu. lalu dewasa.

manusia ini juga mendapat celaan Tuhan. Asy-Syams(91):7-8). dan sebagainya.uraian diatas hanya sebagian kecil tentang manusia yaitu ditinjau dari kacamata Islam.S. minuman. Dengan ruh (ciptaan) Tuhan. tetapi hal itu menunjukkan potensi manusiawi untuk menempati tempat terpuji. humus = tanah. Untuk melengkapi tiga petunjuk tersebut perlu lagi petunjuk keempat berupa agama. amat aniaya dan mengikari nikmat (Q. At-Tiin(95):4)
 Namun disisi lain. Al-Ahzab: 72.S. Tuhan menghembuskan kepadanya ruh ciptaan-Nya (Q.
 Al-Qur‟an seperti telah disebut di muka. ia diantar kearah tujuan non materi yang tidak terbobot. Manusia dimuliakan Tuhan dan diberi kesempurnaan dibandingkan dengan makhluk lain (Q. manusia diwajibkan untuk menanam. Al-Ihsan : 2-3)
 Ia diberi kesadaran moral untuk memilih mana yang baik mana yang buruk. Definisi Manusia Manusia dalam bahasa Sansekerta memiliki makna. Manusia diberi kebebasan dan kemerdekaan serta kepercayaan penuh untuk memilih jalannya masing-masing (Q. diciptakan Tuhan dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Q. Dengan “tanah” manusia dipengaruhi oleh kekuatan alam seperti makhluk-makhluk lain sehingga butuh makanan. tidak bersubstansi dan tidak dapat diukur di laboratorium. Ibrahim: 34).kecenderungan untuk dekat kepada Tuhan melalui kesadarannya tentang kehadiran Tuhan yang terdapat jauh di alam sadarnya (Q. Banyak . menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah. Al-Hajj: 67) dan kelemahan lain yang telah disebut didepan.”
 Hidayat Allah (petunjuk) yang diberikan Allah kepada kita yang berupa : insting. sangat banyak membantah (Q. Agar hidupnya bahagia. Agamalah yang mengajarkan bahwa manusia bukan hanya hidup di dunia ini saja. di lain pihak manusia memiliki akal dan pikiran di banding dengan mahluk hidup lainnya. berakal budi. Manusia merupakan mahluk hidup di Bumi seperti manhluk hidup lainnya. kemudian setelah sempurna kejadiannya.S.S. seringkali tidak cukup kuat bagi manusia untuk menemukan apa sesungguhnya fungsi dan tujuan hidupnya di dunia ini. Sad: 71-72). hubungan kelamin.S. Ar-Rum: 43). Al-Isra:70).pantaslah istilah diatas mengatakan “Kenalilah dirimu maka engkau akan kenal siapa Tuhanmu. Laten: mens = berpikir.
 Sebenarnya masih banyak lagi kajian tentang manusia.S. atau meluncur ke tempat tercela. pancaindra dan akal. tidak dikenal oleh alam materi. manu.S.S. homo = seorang yang dilahirkan dari tanah. mengumpulkan bekal kebajikan sebanyak-banyaknya didunia ini untuk dibawanya kepada kehidupan yang lebih kekal di kehidupan nanti. sesuai dengan hati nuraninya atas bimbingan wahyu (Q. Dengan mengemukakan sisi pujian dan celaan tidak berarti bahwa ayat-ayat Al-Qur‟an bertentangan satu sama lain. Agama memberikan petunjuk kepada manusiasiapa penciptanya dan apa yang wajib dilakukan kepada penciptanya itu.

Ketiga. Kedua. manusia adalah manusia yang memiliki prilaku hasil interaksi antara komponen biologis. dan mengaktualisasikan diri. teori behaviorisme. tetapi juga mengatur hubungan horizontal. manusia adalah badan yang hidup atau organisme yang mempersatukan segala pembawaan dan kegiatan kehidupan badan di dalam dirinya. Definisi Agama Islam Agama menunjukkan kepada manusia siapa Pencipta dan kewajiban untuk beribadah kepada penciptanya. Pertama. yang selalu berpikir untuk mempertahankan. Agama juga memberikan manusia bahwa hidup tidak hanya di dunia saja. teori psikoanalisis. psikologis dan sosial. manusai bukan lagi dianggap sebagai mahluk yang pasif terhadap lingungannya. Selain pehaman-pehaman tersebut. segala tingkah laku manusia terbentuk sebagai hasil proses pembelajaran terhadap lingkungannya. Ketiga. yaitu berhubungan dengan manusia lain dan lingkungan untuk memakmurkan bumi. homo sapiens. meningkatkan. patuh dan berserah . Al-Quran merupakan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril. membenarkan kitab suci sebelumnya dan penyempuran ajaran kitab-kitab sebelumnya. Arti Islam dalam tinjauan etimologinya berasal dari kata aslama-yuslimu-islaman memiliki makna selamat dan damai juga memiliki arti tunduk. Isal mtidak hanya mengatur hubungan vertikal. Idealisme antropologik. manusia merupakan mahluk berkeinginan. Materialisme biologik. manusia merupakan mahluk mesin. Materialisme antropologik menjelaskan manusia adalah jasad yang tersusun dari bahan-bahan material dari dunia anorganik. Pertama. Agama menjelaskan bahwa manusia selaku hamba Allah harus menjalin hubungan secara vertikal. teori kognitif.pemahaman mengenai definisi manusia. yaitu mengabdi dan beribadah kepada Allah serta sebagai khalifah harus menjalin hubungan secara horizontal. manusia merupakan mahluk berpikir. Manusia akan hidup bahagia jika mereka mengumpulkan amal-amal baik ang banyak di dunia untuk bekal di akhirat kelak. Al-Quran berisi kebenaran abadi. manusia adalah mahluk yang memiliki kehidupan spiritual-intelektual yang tidak bergantung pada materi. Agama islam merupakan rahmatan lil „alamin yang memiliki arti rahmat bagi seluruh umat. homo valens. bukan disebabkan aspek rasional dan emosionalnya. Kedua. pendapat para ahli juga ada yang memberikan penjelasan tentang manusia. tetapi mahluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya.

3:67. B. 2:132. Ismail a. A. ajaran yang sederhana.diri. Ketiga.7:158. Nabi yusuf. yaitu agama Islam yang di bawanya ditujukan pada selkuruh umat manusia dan berlaku sepanjang masa dengan memerhatikan beberapa aspek. Allah tidak akan menerima agama selain Islam. Islam merupakan satu-satunya agama yang diturunkan Allah SWT kepada umatnya. Islam agama tauhid. 3 :52. Kedua. Islam memberikan petunjuk bagi seluruh kehidupan manusia karena Islam mengajarkan manusia agar hidup bahagia di dunia dan akhirat. Islam membawa arti damai kepada Pencipta dengan tunduk. seperti aspek kejiwaan manusia. Agama Islam mengajarkan ketundukan. Agama yang diridhai oleh-Nya adalah agama Islam. Nabi Sulaiman. Keenam. rasional dan praktis karena mampu mendorong manusia menggunakan akal dan pikirannya. 5 :3. 4:79. Ketetapan dan perubahan. alamiah dan bahkan agama. Nabi Ibrahim. Islam merupakan agama fitrah karena merupakan ciptaan Allah SWT. ciptaan. Islam merupakan satu-satunya agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada manusia dan dia tidak pernah menurunkjan agama lain. Nabi Isa dan Muhammad SAW memeluk agama islam. Ishaq a.s. Islam bersifat menyeluruh dan universal.27 : 29-31. 2:130-132. Islam memiliki ajaran pokoknya dan utamanya adalah keimanan yang murni kepada Tuhan Yang Maha Esa. keseimbangan antara individu dan masyarakat. Islam mengakui manusia sebagai individu dan membela hak asasinya. Kelima.s dan bani israil. Islam memiliki beberapa karakteristiknya. 12:101. kepatuhan dan berserah diri sepenuhnya kepada keesaan Allah SWT. patuh.pedoman sepanjang masa dan menghagai akal sehat. aturan dan hukum Islam tidak terikat oleh batas ruang dan waktu. Setiap nabi diutus oleh Allah untuk umat yang dipilihkannya untuk . kesatuan antara kebendaan dan kerohanian. Pertama. Al-Quran menjelaskan dalam ayatnya seperti QS 3:84. Islam yang dibawa Muhammad SAW telah sempurna sesuai dengan ayat yang ada di dalam Al-Quran. berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Ajaran tauhid merupakan tugas dari semua nabi. 22:78. Islam agama para Nabi. 21:107-108. Ya‟qub a.s. Fitrah memiliki arti kejadian asli. menyampingkan kesulitan dan meraih kesuksesan. 4:7. C.kesamaan. Allah memperlakukan manusia di dunia ini tanpa pilih kasih dan membeda-bedakan. Keempat. Islam agama fitrah.

Damai dengan makhluk maksudnya adalah menjauhi perbuatan jahat dan kesewenang-wenangannya serta melakukan perbuatan baik dan bermanfaat kepada orang lain. umum dan berlaku untuk semua orang di dunia tanpa pilih kasih. ajaran yang dibawa adalah tetap yaitu ajaran tauhid dan syari‟ah. Kitab-kitab Allah dan Nabi Muhammad SAW. Islam mengajarkan manusia damai dengan Allah dan dengan sesamanya serta lingkungannya. Al-Quran dan Al-Sunnah memuat pokok-pokok ajaran berbagai masalah dunia dan akhirat.pada jaman sebelum nabi Muhammad. Muslim sejati adalah orang yang memlihara kedamaian kepada Allah dan sesamanya serta menjadi rahmat bagi lingkungannya. H. Islam agam. setelah dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Islam Agama Fleksibel. Islam megalami kesempurnaan dang bersifat menyuluh untuk seluruh umat manusia. Islam merupakan agama yang memberikan keluwesan. Akan tetapi. Islam menghargai kedudukan akal sehat dan pikiran. F. Muhammda membaw akebenran dan ajaran tauhid yang sebelumnya juga sudah dibawa oleh nabis sebelumnya. Pada awalnya Islam bersifat lokal dan regional. D. Islam agama damai. Islam masih bersifat lokal atau regional karena ada beberapa faktor kendala tertentu seperti transportasi dan komunikasi. G. E. Islam mengkehendaki kemudahan bagi umatnya. Walaupun Islam mengalami perkembangan. Islam agama universal. seperti beribadah kepada-Nya dan agar sesuai hidup dengan aturan-Nya. aturan dan pedoman untuk melakukan kehidupan di Bumi.menyebarkan ajaran tauhid. Islam agama Sempurna. Kebenaran itu adalah Islam. kemudahan dan idak memberatkan. Islam agama kebenaran. Para Nabi telah di utus kepada umatnya membawa peringatan dan kebenaran tentang keesaan Allah. Islam bersifat menyuluruh.a yang diturunkan oleh Allah untuk semua manusia didunia. Islam mengalami perkembangan dari masa ke masa sampai pada tangan Muhammd SAW mengalami keempurnaan dengan . juga membawa kebenaran bagi umat manusia di dunia. Islam selain agama yang benar. hukum-hukum. Ilsam adalah rahmat umat manusia. Damai dengan tuhan maksudnya adalah menjalankan ibadah dan berserah diri semata kepada Allah SWT dan melakukan apa yang Dia kehendaki.

Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.An-Nas dll. Muslim yaitu orang yang tunduk. Al-Basyar. patuh dan berserah diri kepada Allah SWT. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. hari akhir dan Qadla-Qadar.manusia dari aspek biologis merupakan mahluk hidup sebagaimana juga halnya hewan dan tumbuhan yang membutuhkan makan dan minum serta berkembang biak. Islam menggolongkan kedudukan manusia yang dikaitkan dengan hubungan vertikal kepada Allah dan tujuan hidupnya. Pada sejarahnya. orang yang sengaja melakukan dosa. 7:26) “Hai anak Adam. Pertama. Selain Al-Quran. Munafik yaitu orang yang mengaku islam tapi tidak beriman dan erakhir adalah fasik. . Al-Quran memberi informasi mengenai hakekat manusia dengan memberikan sebutan-sebutan yang disesuaikan oleh sisi dan fungsinya yang beraneka juga. Kedua. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. malaikat-malaikat-Nya. musryik yaitu orang yang menyekutukan Allah. Keenam. “Hai anak Adam. 7:27) Al-Basyar. ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Kelima. muhsin yaitu orang yang berbuat baik dan amal shaleh. pengakuan akan akal sehat dan pikiran. Manusia menurut Islam. ingkar dan menolak kebenaran. Keempat. Rasul-rasul-Nya. Mu‟min yaitu orang yang percaya kepada Allah. Islam juga memiliki Al-Hadits Al-Sunnah yang merupakan pelengkap untuk Al-Quran. sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup 'auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. An-Nas. Bani Adam. Ketujuh. seperti Bani Adam. kafir yaitu orang yang tidak percaya. kitab-kitab-Nya. Ketiga.” ( QS Al-Insan. Al-Insan. janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga. ” (QS Al-A‟raf.ditandainya diturunkan Al-Quran yang memiliki pokok-pokok kehidupan yang mnyuluh. muttaqin yaitu orang yang cinta dan hormat kepada Allah. manusia memiliki satu nenek moyang yang sama. mudah-mudahan mereka selalu ingat. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.

Al-Qur‟an dan lain-lain. memakmurkan. Allah SWT telah memberikan amanat kepada manusia. maka lintasilah. 2:21) Manusia dan mahluk hidup lainnya memiliki kesamaan. kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelummu agar kamu bertaqwa.” (QS Al-Baqarah. Muhammad SAW. yaitu naluri. Manusia telah dianugerahi oleh Allah atas alam semesta. niscaya biola demikian. Penerima amanat. Selain makhluk individu. jika kamu sanggup menembus (melintas) penjuru langit dan bumi. Mengajarnya pandai berbicara. didengar dan dialami dan mengolahnya sebagai ilmu pengetahuan. Hak-haknya merupakan anugerah Allah SWT berupa bumi dan alam semesta yang ditundukkan untuk bekal manusia dan kewenangan manusia utuk mengelola bumi dan alam lingkungannya. kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi. 1. 2. Dia makan dari apa yang kamu makan. 23:34) Al-Insan. Dengan dua potensi tersebut. manusia terkadang lebih tamak dan agresif. yaitu hak-hak dan kewajibankewajiban. sehingga dapat menyerap apa yang dipandang.” (QS Ar-Rahman. ”” ( QS Al-Mukminun. 55: 3–4 ) “ Hai jama’ah jin dan manusia (al-ins). dan meminum dari apa yang kamu minum.” (QS Ar-Rahman. melestarikan alam dan bumi untuk kemamkmuran manusia dan tunduk serta taat beribadah kepada Allah SWT.“dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahan mereka dalam kehidupan di dunia:”(orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu. . kemudian Allah melengkapi manusia dengan Qalb. “Hai manusia (An-Nas). fitrah atau instink untuk memenuhi kebutuhan dan pancaindera. 55:33) An-Nas. 23:33) “ Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu. para rasul. Manusida merupakan mahluk yang senang berkelompok. Islam.Sedangkan kewajibannya adalah mengelola. Manusia memiliki kecerdasan dan akal yang telah dianugerahi oleh Allah SWT.” (QS Al-Mukminun. disebut juga An-Nas. Penerima rahmat. “ Dia menciptakana manusia. manusia juga merupakan mahluk sosial.

Penciptaan alam memiliki tujuan. Hamba Allah. sejak dahulu. berlaku adil bagi seluruh makhluk baik manusia dan non manusia serta meletakkan keseimbangan lingkungan dan melestarikannya. Apakah itu agama? Menurut sebagian orang (baca: cendekiawan). Dewey menyebutkan agama sebagai pencarian manusia akan cita-cita umum dan abadi meskipun dihadapkan pada tantangan yang dapat mengancam jiwanya. Keyakinan yang demikian itu merupakan asas dan pokok dari sebuah agama. Manusia memiliki potensi untuk mengelola. meratakan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. . memakmurkan dan menjaga bumi dan lingkungannya. Tugas manusia sebagai khalifah adalah menguasai dan memakmurkan bumi. atau yang lebih tepatnya kita sebut dengan kesimpulan mereka tentang fenomena agama. "Tidak berlebihan jika kita katakan bahwa hingga saat ini belum ada definisi agama yang benar dan dapat diterima". Khalifah. Spencer mengatakan bahwa agama adalah kepercayaan akan sesuatu yang Mahamutlak. Meski demikian. Sebagian pemikir mengatakan bahwa apa saja yang memiliki tiga ciri khas di bawah ini dapat disebut sebagai agama: Keyakinan bahwa di balik alam materi ini ada alam yang lain. c. agama adalah sebuah fenomena yang sulit didefinisikan. beribadah semata kepada Allah SWT. Alam memiliki konsep etika.3. 4. Umat manusia secara umum meyakini adanya Tuhan yang menciptakan alam dan wajib untuk dipuja dan disembah. Pembahasan tentang hubungan manusia dan agama. Mungkin hal itu disebabkan oleh fakta sejarah umat manusia dengan suku bangsanya yang beragam bercerita kepada kita akan keterkaitan makhluk Tuhan ini dengan agama. dengan menjalankan aturan-aturan yang telah digariskan oleh Allah SWT. para cendekiawan besar dunia memiliki definisi. WC Smith mengatakan. Manusia merupakan hamba Allah yang wajib patuh tunduk. agama adalah pengenalan manusia terhadap kekuatan gaib yang hebat. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: a. merupakan topik yang sangat menarik bagi para pemikir dan cendekiawan. b.

kita bisa menyatakan bahwa agama memiliki tiga bagian yang tidak terpisah. yaitu akidah (kepercayaan hati). kita meyakini bahwa agama adalah kepercayaan akan adanya Tuhan yang menurunkan wahyu kepada para nabi-Nya untuk umat manusia demi kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Dalam menjawab pertanyaan "mengapa manusia mesti beragama?". kesenangan jasmani dan semisalnya. sehingga dengan memiliki hal-hal tersebut. dan tentunya tidak mungkin untuk kita sebutkan semuanya di sini. apakah ia telah mendapatkan ke-sempurnaan dalam hidup? Dalam terminologi Islam. Namun. Dari sini. karena setiap agama mesti memiliki garis-garis besar yang tidak boleh dilanggar? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini wajar muncul. wanita dan semisalnya. hartapun ia miliki. ada satu hal yang menjadi kesepakatan semua. Sebagai orang yang telah beragamapun kita masih berhak untuk mengajukannya. la merasa bahwa itu merupakan haknya yang tidak akan pernah ia berikan kepada siapapun . syari'at (perintah-perintah dan larangan Tuhan) dan akhlak (konsep untuk meningkatkan sisi rohani manusia untuk dekat kepada-Nya). jawaban yang paling sesuai untuk dipaparkan demi menjawab pertanyaan yang mendasar ini adalah jawaban yang menda-sar pula. Setelah kita mengenal arti dari sebuah agama. minum. harta. Menurut kami. lepas dari semua definisi yang ada di atas maupun definisi lain yang dikemukakan oleh para pemikir dunia lainnya. Sisi kedua manusia ini disebut sebagai sisi rohani. atau tidak? Seseorang yang perutnya kenyang. berarti ia telah hidup dengan sempurna. Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Jika seekor singa mencari mangsanya di saat lapar. tiba saatnya kita untuk bertanya-tanya mengapa manusia mesti beragama? Apa yang mendorong kita untuk beragama? Bukankah dengan beragama seseorang berarti telah membatasi ruang gerak dan tutur katanya. Dari sini kita katakan bahwa dalam kehidupannya manusia memiliki sederet kebutuhan yang harus dipenuhinya. ia juga memiliki sisi agung yang dapat menghantarkannya menjadi khalifah Allah di muka bumi. yang berpulang kepada hakikat manusia itu sendiri. Meskipun demikian. seperti makan. kebutuhan biologisnya terpenuhi. kebutuhan manusia adalah ilmu pengetahuan. tetapi ia bodoh sama sekali. secara naluriah manusia selalu mencari apa yang diperlukannya. tidak bisa kita pungkiri bahwa asas terpenting dari sebuah agama adalah keyakinan akan adanya Tuhan yang harus disembah. Seperti makhluk-makhluk yang lain. sebab dengan menjawabnya dengan benar kita akan lebih dapat memahami agama yang merupakan kunci kebahagiaan kita. manusia diyakini sebagai makhluk yang selain memiliki sisi hewani yang sarat dengan kebutuhan-kebutuhan hewani seperti makan. Namun apakah kebutuhan manusia hanya terbatas pada sisi lahiriyahnya saja. banyak hal yang bisa kita utarakan dalam menjawabnya. yaitu kepercayaan akan adanya sesuatu yang agung di luar alam. manusia juga mencari sesuatu yang dapat mengusir rasa laparnya. layaknya hewan-hewan lain. minum. Dari sisi rohani ini. Manusia merasa berhak untuk mengetahui apa-apa yang ada disekitarnya.Pada semua definisi tersebut di atas.

ia akan bertanya. Yunus : 90) Kembali kepada pertanyaan-pertanyaan di atas. padahal ia termasuk bagian dari alam dan bahkan bagian yang paling dekat dengan "diri"nya? Di satu sisi. di saat balatentara yang setia kepadanya dan kekuasaan yang ia banggakan tidak dapat menyelamatkan dirinya dari siksa Allah. ke manakah aku akan pergi?" Pertanyaan-pertanyaan ini ada di lubuk setiap insan. dan jika tidak. Salah satu contohnya adalah Fir'aun. ada pada semua manusia. Para ahli teologi Islam mengatakan bahwa fitrah adalah satu hal yang dibekalkan Allah kepada setiap manusia. dan tidak akan pernah hilang. kesombongan dan apa-apa yang ia miliki telah menutupi fitrahnya. karena ia muncui dari fitrah manusia. Saat mendengar suara ketukan pintu rumahnya atau saat mendengar suara teriakan orang yang meminta pertolongan ia merasa berhak untuk mengetahui siapa yang berada di balik pintu dan apa yang terjadi pada orang yang berteriak tadi. manusia adalah makhluk yang sarat dengan misteri. "Dari manakah aku berasa!?" "Untuk apakah aku berada di dunia?" dan "Setelah alam ini. seperti yang ditegaskan oleh para ahli. Namun dari sekian banyaknya pertanyaan itu. maka ia akan merasa tenang karena telah menemukan jatidirinya.S. sudah sewajarnya jika rasa ingin tahu manusia terhadap dirinya lebih besar dari rasa ingin tahunya pada alam sekitar. ada beberapa pertanyaan yang paling penting yang menuntut untuk segera dijawab. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhasil dicapai oleh umat manusia adalah berkat rasa keingintahuannya ini. Pertanyaan itu sama dengan pertanyaan pertama yang dilontarkan seseorang kala mendapatkan dirinya di sebuah ruangan yang berwarna serba putih. Perasaan inilah yang mendorongnya untuk mengetahui realitas yang ada di sekitarnya dan melakukan banyak eksperlmen demi menyingkap tabir misteri yang menyelimuti alam secara umum. di mana kekuasaan. tidak terkurung oleh batas-batas teritorial dan masa. Manusia yang telah mengetahui ia berada di alam ini bertanya. pertanyaan pertama jika dijawab dengan benar akan menghasilkan jawaban bahwa manusia berasal dari ketiadaan dan . Tetapi. Dalam diri setiap insan. yakni dirinya sendiri. perlu dicatat bahwa kadang-kala kesenangan duniawi. "Aku beriman bahwa tidak Tuhan selain Tuhan Bani Israil. Namun. setelah sebelumnya pingsan karena sebuah kecelakaan. Jika seseorang berhasil mendapatkan jawaban yang memuaskan. "Untuk apa ia di sini" dan pertanyaan semisalnya. "Di manakah ia berada". (Q. ciri-ciri sesuatu yang bersifat fitri adalah tidak dipelajari. Hal ini terjadi karena manusia didaptakan Tuhan dengan dibekali rasa ingin tahu. Namun. dan semisalnya bisa menutupi fitrah manusia. Setelah membuka matanya untuk pertama kali. Karenanya. saat itulah segala tabir yang menutui fitrahnya sirna dan dengan suara yang menge-naskan ia berseru. banyak pertanyaan tentang dirinya sendiri yang selalu menghantui pikiran dan perasaannya. harta.dengan harga berapapun juga. kesombongan. sehingga ia tidak terpanggil untuk menjawab pertanyaan-perta-nyaan seperti di atas. kekuasaan. dan aku termasuk orang yang berserah diri". maka tak ubahnya ia seperti orang yang telah kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidup. Karena itu. manusia yang demikian ini apakah merasa cukup dengan mengetahui alam sekitarnya untuk kemudian lalai pada hakikat dirinya sendiri.

. berarti seseorang telah mengetahui bahwa ia diciptakan oleh Allah SWT demi sebuah tujuan agung yang menyangkut kebahagiaan atau kesengsaraannya di dunia dan alam akhirat. seperti di atas. tapi dari manusia itu sendiri yang salah dalam menerapkan sifat ketuhanan pada selain Tuhan yang sebenarnya. Sebab. Hanya saja. di saat ia akrab dengan alam materi. dikaitkan oleh sebagian orang dengan rasa takut mereka. Sedangkan pertanyaan tentang ke mana kita akan pergi setelah meninggalkan dunia ini berhubungan dengan masalah alam akhirat dan apa yang akan kita alami di sa-na. Dari sinilah muncul berbagai agama sesat. seperti penyembahan berhala. Kebahagiaannya itu bisa ia dapatkan dengan melakukan apa yang Dia perintahkan dan me-ninggaikan apa yang Dia larang. Bertrand Russel mengatakan.ada setelah diciptakan oleh Allah SWT. Dengan mendapatkan pertanyaan pertama. Rasa takut akan ketidaktahuan". mungkin ia akan mencari sesuatu benda materi dan menyebutnya sebagai tuhan atau perwujudan dari Tuhan yang ia rasakan dalam hatinya. yang mengandung banyak perintah dan larangan demi kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. (Hal ini telah dibahas dengan panjang lebar oleh para ahli tafsir saat mereka menafsirkan ayat 56 surah AI-Dzariyat. orang melangkah untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan "Untuk apa aku berada di dunia?" Dari pertanyaan ini timbul pula pertanyaan "Apa yang harus aku perbuat di dunia ini?" 3awaban dari "Untuk apa berada di dunia" ada pada tujuan mengapa Tuhan yang Mahabijaksana mendptakan manusia. Rasa sakit itu bisa jadi ia anggap maag. kesalahan tadi tidak bersumber dari fitrah. angin. api. rujuk tafsir AI-Mizan dan tafsir lainnya. "Saya berpendapat bahwa agama berdiri di atas pondasi rasa takut.) Sedangkan pertanyaan "Apa yang harus aku perbuat di dunia?" adalah apaapa yang diperintahkan oleh Allah melalui para duta-Nya yaitu para nabi dalam bentuk sebuah agama samawi (langit). Rasa sakit tersebut adalah benar karena ia merasakannya sendiri. Hanya saja. Singkatnya pertanyaan ini berkenaan dengan konsep kenabian. Dialah Tuhan pencipta segala sesuatu. Jadi. padahal mungkin sesungguhnya usus buntu atau penyakit perut lainnya. Sama seperti rasa sakit perut yang dirasakan oleh se-seorang. Banyaknya bukti yang menunjukkan kepenciptaan Allah SWT membuat klaim mereka yang mengingkarinya bagai sebuah lelucon atau cerita penghantar tidur. petuhanan matahari. Herannya. kepercayaan umat manusia akan agama secara umum dan Tuhan secara khusus. ia bisa salah dalam mendiagnosa rasa sakitnya. dan hal ini tidak berarti bahwa masalah ketuhanan bukan sebuah masalah fitri. Singkatnya pertanyaan pertama berkenaan dengan konsep ketuhanan. Sebagian ahli teologi mengatakan bahwa ketertarikan manusia kepada agama dan masalah ketuhanan adalah bersumber dari fitrahnya sendiri. dan semisalnya. setiap manusia dengan merujuk pada dirinya dan mendengarkan suara dari lubuk hatinya yang paling dalam akan menemukan Tuhan. Pertanyaan ini berhubungan pula dengan pertanyaan: apakah yang kita lakukan di dunia bisa memberi kita kebahagiaan atau malah kesengsaraan abadi? Dengan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi.

Siapkah kita menerima kesimpulan ini? Sebagian lagi berpendapat bahwa agama adalah alat yang dipergunakan oleh para penguasa untuk memperbudak rakyatnya dan mengajarkan mereka untuk me-nerima kesengsaraan dengan senang hati. bukankah banyak pemikir yang beragama dan bahkan taat beragama? Apakah kepercayaan mereka akan agama --setelah melakukan banyak penelitian ilmiah-. selain diperintahkan untuk menerima kenyataan yang ada. berarti akal dan logika para pemikir tersebut tidak bernilai sama sekali. Dalam sejarah Islam juga kita saksikan bahwa para penguasa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah juga melakukan hai yang sama. Memang. Selain itu. Namun. mencari sesuatu yang dapat memberinya ketenangan. hukum rimba yang berlaku di antara sesama. fakta menunjukkan bahwa para pendakwah agama umumnya adalah orangorang yang pemberani. Dan sangatlah wajar jika mereka yang merasa takut karena merasa keselamatannya terancam. tanpa melihat sisi lain kehidupan mereka? Jika pendapat Russel ini diterima.Kelemahan pertama klaim Russel di atas adalah bahwa pendapat ini tidak memiliki argumen sama sekali. diperlukan keberanian yang luar biasa? Bukankah ketegaran mereka dalam beragama hingga berani mempertaruhkan jiwanya menunjukkan keberanian mereka yang hebat? Pertanyaan kita yang terakhir. logiskah kiranya dengan hanya melihat fenomena yang demikian ini lalu kita memberlakukannya pada semua aspek kehidupan umat manusia dari awal hingga akhir generasi anak Adam ini. Agama adalah sebuah wadah tempat manusia menjadikan kehidupannya penuh arti. Jika kita terima pen-dapat ini dan kita katakan bahwa Russel memiliki bukti akurat yang menguatkan klaimnya. adalah bahaya-bahaya yang mengancam keselamatan umat manusia di zaman itu. Namun. Agamalah yang mendorong manusia membangun kepribadiannya. Singkatnya harus dibedakan antara agama dan penyalahgunaan agama. manusia di zaman purbakala hidup dengan dikelilingi oleh beribu-ribu macam bahaya yang siap mengancam jiwanya. apakah itu berarti bahwa agama yang didasari oleh takut tidak nyata dan hanya dongeng dan khayalan belaka? Apakah semua yang didasari oleh rasa takut tidak berharga dan tidak nyata? Bukankah ilmu kedokteran yang berhasil digali oleh manusia didasari oleh rasa takut mereka akan penyakit dan kematian? Apakah dengan demikian berarti ilmu kedokteran tidak nyata dan hanya khayalan? Siapkah Russel menerima kesimpulan ini? Memang. tiupan angin topan.didasari oleh rasa takut mereka akan bencana alam? Jika pendapat Russel benar. Binatang buas yang ada disekitar mereka. dan tentunya kesimpulan seperti ini ditolak oleh semua orang yang masih memiliki sedikit kemampuan untuk berpikir. dan sederet bencana alam lainnya. tidak kita pungkiri bahwa agama Kristen di abad pertengahan telah dijadikan oleh para penguasa (baca: gereja) sebagai alat penindasan. Bukankah untuk masuk ke dalam sebuah lingkungan yang tidak beragama atau salah dalam beragama. berarti orang yang paling beragama dan paling berinnan adalah orang yang paling penakut. Bukankah dalam ajaran agama Islam. kita juga dipe-rintahkan untuk melakukan perombakan demi perbalkan keadaan kita? . yang oleh Russel disebut dengan agama. itu tidak berarti bahwa agama memang diadakan untuk itu. goncangan gempa.

Dari segi kebudayaan manusia dijelaskan berdasarkan kemampuannya berbahasa. insting dan hawa nafsu. Emile Durkheim (Ali Syari‟ati.S. kelompoknya dalam masyarakat yang majemuk dan beraneka ragam. dimana hal ini menyhal-hal yang dipercayainya. yang berarti melakukan suatu perbuatan dengan penuh penderitaan atau mati-matian. Agama sangat dibutuhkan oleh manusia untuk menjadi pedoan hidupnya. konvensikonvensi dan praktek-praktek secara sosial telah mantap selama genarasi demi generasi. Didunia barat terdapat suatu istilah umum untuk pengertian agama ini. menjadi pegangan dalam setiap kebingungannya. Kesemuanya itu memberikan gambaran bahwa “addiin” merupakan pengabdian dan penyerahan. potensi untuk menjadi buruk juga besar bagi manusia karena terkait dengan perasaan. . Hal inilah yang membuat manusia perlu mengenal agama. Namun. Agama yang dimaksud disini adalah agama Islam. Hal inilah yang membuat manusia mudah tergoda oleh syaitan sehingga banyak melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama. Islam memiliki nilai-nilai moral yang harus ditanamkan sejak usia dini. spesies yang unik dan memiliki kemampuan otak yang tinggi. keputusan. agar kelak dapat mengendalikan hawa nafsu dan melakukan perintah-perintah Allah swt. Apabila potensi takwa seseorang lemah. perhitungan. atau hati masing-masing. religie. nurani. kekuasaan. suatu peniruan terhadap modus-modus. manusia digolongkan sebagai homo sapiens. aturan-aturan. manusia berhubungan dengan jiwa. semuanya dengan potensi baik dalam dirimya. tuntutan. Dari sudut sosiologi. maka akan mudah sekali melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk tersebut. sebagai manifestasi ketaatan tersebut. mutlak dari seorang hamba kepada Tuhan penciptanya dengan upacara dan tingkah laku tertentu."Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan mereka sendiri" (Q. menjadi penerang dalam kegelapan yang menyelimutinya. kerajaan. agama berarti tidak kacau (a = tidak gama = kacau) yang berarti agama menjauhkan hidup kita dari segala macam kekacauan. Al-Ra'd: 11) Secara biologis. yaitu addiin yang berarti : hukum. perbuatan ini berupa usaha atau sejenis peribadatan yang dilakukan berulang-ulang. Agama menurut bahasa sanskerta. ritual-ritual. 1985 : 81) mengartikan agama sebagai suatu kumpulan keayakinan warisan nenek moyang dan perasaan-perasaan pribadi. dan pembalasan. religion. Dari segi kerohanian. dan jga perkembangan teknologinya yang semakin hari semakin berkembang seiring dengan perjalanan waktu. yaitu : religi. termasuk agama. Istilah lain bagi agama ini yang berasal dari bahasa arab. Manusia diciptakan oleh Allah swt.

yang ada adalah Allah Sang Pencipta dan alam semesta yang diciptakan Allah. tata cara.Percaya kepada wahyu Tuhan yang disampaikan kepada rosulnya. Kedua. penyembahan dan permohonan. namun secara umum dapat didefenisikan sebagai berikut: agama adalah kepercayaan kepada Tuhan yang dinyatakan dengan mengadakan hubungan dengan-Nya melalui upacara. Karena agama merupakan kepentingan mutlak setiap orang dan setiap orang terlibat dengan agama yang dipeluknya maka tidaklah mudah untuk membuat suatu defenisi yang mencakup semua agama.Percaya dengan ibadat sebagai cara mengadakan hubungan dengan Tuhan.Ada tiga .Percaya kepada Tuhan sebagai sumber dari segala hukum dan nilai-nilai hidup. dan keserasian ini dapat dilihat dari dua kenyataan: Pertama.Percaya bahwa dengan matinya seseorang. Sebelum Allah menciptakan Adam sebagai manusia pertama. kerapian. karena adanya perbedaan makna atas istilah agama tersebut. Sesuai dengan asal muasal katanya (sansekerta: agama. dan keserasian yang kita yakini sebagai Sunnatullah yakni ketentuan dan hukum yang ditetapkan Allah. b. Kedua hal itulah yang membuat berbagai keteraturan. alam semesta telah diciptakan-Nya dengan tatanan kerja yang teratur. dan membentuk sikap hidup manusia menurut atau berdasarkan ajaran agama itu. yang berbeda atas sistem. f. dan alam lingkungan hidupnya (horisontal). Persamaan istilah agama tidak dapat dijadikan alasan untuk menyebutkan bahwa semua agama adalah sama. dan keserasian dalam hubungan alamiah antara bagian-bagian di dalamnya dengan pola saling melengkapi dan mendukung. berputar pada sumbunya dan memancarkan energinya kepada alam semesta secara teratur dan tetap. dan klasifikasinya. istilah din yang tercantum dalam Al-Qur‟an mengandung pengertian hubungan manusia dengan Tuhan (vertikal) dan hubungan manusia dengan manusia dalam masyarakat termasuk dirinya sendiri. kerapian. hidup rohnya tidak berakhir. igama artinya peraturan. keteraturan yang ditugaskan kepada malaikat untuk menjaga dan melaksanakannya.berupa keteraturan. c. ugama artinya peraturan. Natsir agama merupakan suatu kepercayaan dan cara hidup yang mengandung faktor-faktor antara lain : a. upacara hubungan dengan dewa-dewa. Menurut ajaran Islam. tata cara. Keteraturan. d.igama. rapi. Bagi orang Eropa. tata cara. upacara hubungan manusia dengan raja. Sementara agama islam dapat diartikan sebagai wahyu Allah yang diturunkan melalui para Rosul-Nya sebagai pedoman hidup manusia di dunia yang berisi Peraturan perintah dan larangan agar manusia memperoleh kebahagaian di dunia ini dan akhirat kelak. kerapian. religion hanyalah mengatur hubungan tetap (vertikal) anatar manusia dengan Tuhan saja.Percaya dengan hubungan ini dapat mempengaruhi hidupnya sehari-hari.Sedangkan menurut M. e. dan ugama) maka makna agama dapat diutarakan sebagai berikut: agama artinya peraturan.Percaya kepada keridhoan Tuhan sebagai tujuan hidup di dunia ini. g. Seperti pada matahari sebagai pusat dari sistem tata surya.Percaya dengan adanya hubungan antara Tuhan dengan manusia. yang merupakan perubahan arti pergi menjadi jalan yang juga terdapat dalam pengertian agama lainnya. ruang lingkupnya. Dari sudut pandang manusia. hubungan antar manusia. dan serasi.

punya mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (tandatanda kekuasaan Allah). Atas pelaksanaan amanat tersebut manusia akan dimintai pertanggungjawabannya di akherat apakah telah mengikuti dan mematuhi pola dan garis besar yang diberikan melalui para nabi dan rasul yang termuat dalam ajaran agama. jiwa. punya telinga tetapi tidak mendengar (ayat-ayat Allah). an-nas (QS 114:1). dan obyektif. sebagai khalifah. serta pancaindera secara baik dan benar. Sifat yang pertama. sehingga dapat membuat perhitungan yang tepat menurut Sunnatullah: "… Dia telah menciptakan sesuatu. dan Dia (pula yang) memastikan (menentukan) ukurannya dengan sangat rapi. manusia akan mampu mengelola dan memanfaatkan alam semesta serta bumi ini untuk kepentingan manusia serta makhluk lain. Dengan akal dan ilmu yang dikuasainya." (QS 65:3) Sifat yang kedua adalah tetap. bani adam (QS 17:70). manusia (al-insan) adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki potensi untuk beriman kepada Allah dan dengan mempergunakan akalnya mampu memahami dan mengamalkan wahyu serta mengamati gejala-gejala alam. yaitu pasti. basyar (QS 18:110). tidak berubah-ubah: "… Tidak ada yang sanggup menggubah kalimat-kalimat Allah." (QS 25:2) "… Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan (kepastian) bagi tiap sesuatu. Al-Qur‟an tidak menggolongkan manusia ke dalam kelompok hewan selama manusia mempergunakan akal dan karunia Tuhan lainnya. . Namun bila manusia tidak mempergunakan akal dan berbagai potensi pemberian Tuhan yang sangat tinggi nilainya seperti: pemikiran. tentu menjamin dan memberi kemudahan kepada manusia membuat rencana. Untuk dapat menjalankan kedudukannya itu manusia diberi bekal berupa potensi seperti akal yang melahirkan berbagai ilmu sebagai alat untuk mengelola dan memanfaatkan alam semesta serta mengurus bumi ini. raga." (QS 7:179) Di dalam Al-Qur‟an manusia disebut antara lain dengan al-insan (QS 76:1). Berdasarkan studi isi AlQur‟an dan Al-Hadits. kalbu. bahwasanya dunia ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh." (QS 21:105) Demikianlah alam semesta diciptakan Allah dengan hukum-hukum yang berlaku baginya yang (kemudian) diserahkan-Nya kepada manusia untuk dikelola dan dimanfaatkan. Mereka (manusia) yang seperti itu sama (martabatnya) dengan hewan bahkan lebih rendah (lagi) dari binatang. yaitu: pasti. tetap. ia akan menurunkan derajatnya sendiri menjadi hewan: "… Mereka (manusia) punya hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah).sifat utama Sunnatullah yang disinggung dalam Al-Qur‟an." (QS 6:115) "… Dan engkau tidak akan menemui perubahan dalam Sunnah kami …" (QS 17:77) Sifat yang ketiga adalah obyektif: "….

Manusia memiliki potensi (daya atau dikembangkan) beriman kepada Allah. yaitu unsur materi berupa tubuh yang berasal dari tanah dan unsur immateri berupa roh yang berasal dari alam gaib. dan kemauan atau kehendak. kemampuan yang mungkin "… „Bukankah Aku ini Tuhanmu?‟ Mereka menjawab.‟ " (QS 7:172) 3. "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. empat puluh hari sebagai „alaqah (segumpal darah). 1983: 19). „Betul (Engkau Tuhan kami). setiap manusia dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai nuthfah (air mani). manusia mempunyai berbagai ciri sebagai berikut: 1." (QS 52:21) 7. Manusia itu berakhlak. maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.‟ …" (QS 18:29} 6. Makhluk yang paling unik. "Dan katakanlah: „kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya. selama itu pula sebagai mudhghah (segumpal . dijadikan dalam bentuk yang sangat baik. ciptaan Tuhan yang paling sempurna. "… Setiap orang (manusia) terikat (bertanggung jawab) terhadap apa yang dilakukannya.‟ … " (QS 2:30) 5. terdiri dari dua unsur. kami menjadi saksi. Rasyid." (QS 95:4) 2. Manusia menurut agama Islam. Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya. "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: „Sesunggunya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.A. Manusia dilengkapi akal. Manusia secara individual bertanggung jawab atas segala perbuatannya. "Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Berdasarkan rumusan tersebut. Sedangkan menurut hadits. Manusia diciptakan Tuhan untuk menjadi khalifahnya di bumi.mempunyai rsa tanggung jawab atas segala perbuatannya dan berakhlak (N. perasaan." (QS 51:56) 4.

dan (5) alam akherat. Sebagai manusia kita harus bekerja untuk memperoleh penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup. shalat lima waktu. Karena itulah manusia dapat mencapai derajat yang tinggi namun dapat pula terperosok dalam lembah yang hina. sehingga manusia dikaruniai Allah dengan berbagai alat perlengkapan dan bekal agar dapat menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi. 3. dan berhaji saja? Bila memang itu maknanya. Manusia mempunyai derajat yang lebih tinggi dari malaikat karena pengetahuan yang dimilikinya. Manusia sebagai makhluk Ilahi hidup dan kehidupannya berjalan melalui lima tahap: (1) alam gaib. yang menyeimbangkan antara dunia dan akherat. tahap kehidupan di dunia merupakan tahap yang menentukan tahap kehidupan selanjutnya.daging). diberi bumi yang tunggal dan beribadah pada-Nya. M. Prof. lalu bagaimana dengan usaha mempertahankan hidup? Apakah hanya dengan shalat maka hidangan akan disediakan Allah begitu saja? Tentu tidak. Mutawwali As-Sya‟rani mengutarakan bahwa: manusia diberi sarana oleh-Nya. yang terdapat kebebasan pada dirinya untuk memilih. Manusia dengan akalnya sebagai suatu hidayah Allah kepada-Nya . 2. tetapi bersaudara (asal kejadian). bila dibandingkan ibadah dalam artian luas yang tidak terbatas pada ibadah ritual belaka. zakat. Ali Syari‟ati memberikan makna tentang filsafat manusia: 1. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalam tubuh manusia. Manusia memiliki fenomena dualistis: terdiri dari tanah dan roh Tuhan. maka merugilah manusia karena hanya sedikit dari waktunya untuk beribadah. Manusia mempunyai persamaan antara pria dan wanita (sumber yang sama yakni dari Tuhan). kita sebagai manusia harus berusaha memperoleh makan dan minum. Manusia tidaklah sama (konsep hukum). Bila ibadah hanya diartikan sebatas pada ibadah ritual belaka dan tidak memasukkan bekerja sebagai suatu ibadah pula. Dari kelima tahapan kehidupan manusia itu. (4) alam barzakh. Sesunguhnya manusia diciptakan Allah untuk beribadah kepada-Nya. (2) alam rahim. Atas kebebasan memilih tersebut. (3) alam dunia. yang manusia dibebaskan untuk memilihnya. Pedoman itu adalah agama. Dalam menentukan pilihan manusia memerlukan petunjuk yang benar yang terdapat dalam agama Allah yaitu agama Islam. Manusia menpunyai dua dimensi: dimensi ketuhanan (kecendrungan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah) dan dimensi kerendahan atau kehinaan (lumpur mencerminkan keburukan-kehinaan). serta pedoman agar selamat sejahtera di dunia dalam perjalanannya menuju tempatnya yang kekal di akherat nanti. 4. manusia bergerak dalam spektrum yang mengarah ke jalan Tuhan atau sebaliknya mengarah ke jalan setan. yang berada dalam rahim itu" (HR Bukhari dan Muslim) Ali Syari‟ati – sejarawan dan ahli sosiologi Islam terkemuka – mengemukakan pendapatnya mengenai intrepretasi hakikat kejadian manusia. puasa.DR. Apa arti ibadah? Apakah secara ritual menyembah Allah. memilih apakah ia akan terbenam dalam lumpur kehinaan atau menuju ke kutub mulia ke arah Tuhan. Alah telah memberi .

dan membentuk sikap hidup manusia menurut atau berdasarkan ajaran agama itu. Nabi-nabi dan rasul-rasul tersebut hanya menerima Allah sebagai Tuhan mereka dan Islam sebagai panduan kehidupan mereka. melalui sekularisme. cendikiawan.kewajiban-kewajiban. pada saat ini. (2) tahap metafisik. juga menurunkan panduan agar dapat beribadah dengan benar. pemikiran tersebut melahirkan filsafat positivisme yang mempengaruhi ilmu pengetahuan sosial dan humaniora. dari Adam AS hingga Muhammad SAW. Kedua. Padahal selama tidak melanggar Al-Qur‟an dan Hadits. kaum gereja mendirikan mahkamah inkuisisi yang digunakan untuk menghabisi para ilmuwan. Islam telah mengatur berbagai perihal dalam kehidupan manusia. sebab perkembangan pemikiran manusia tidaklah demikian. dan (3) tahap positif. seperti pada zaman modern ini . yakni bahwa ajaran agama hanya berlaku di tempattempat ibadah dan dilaksanakan secara ritual. Setelah itu. Karena agama merupakan kepentingan mutlak setiap orang dan setiap orang terlibat dengan agama yang dipeluknya maka tidaklah mudah untuk membuat suatu defenisi yang mencakup semua agama. Mereka memahami ajaran Islam sebagaimana para penganut agama lain memahami ajaran agama mereka masing-masing. masyarakat menilai bahwa Tuhan hanya berkuasa di gereja . tanpa ada aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. masih adanya ulama-ulama yang jumud. pada masa Renaissance. Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah sebagai pencipta alam semesta. serta pembaharu. banyak kalangan masyrakat yang merasa takut atau kesulitan dalam menerapkan syariat-syariat Islam dan menilainya tidak aplikatif. Beribadah diartikan secara luas meliputi seluruh hal dalam kehidupan yang ditujukan hanya kepada Allah. sebagai reaksi masyarakat yang dikekang oleh kaum gereja pada masa abad pertengahan atau Dark Ages. kebanyakan kaum muslim tidak memahami hal ini. Panduan tersebut diturunkan Allah melalui nabi-nabi dan rasul-rasul-Nya. penyembahan dan permohonan. Namun teori tersebut tidaklah benar. Paham dikotomis ini kemudian dibawa ke Asia melalui penjajahan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa. Kita meyakini bahwa hanya Islamlah panduan bagi manusia menuju kebahagiaan dunia dan akherat. namun secara umum dapat didefenisikan sebagai berikut: agama adalah kepercayaan kepada Tuhan yang dinyatakan dengan mengadakan hubungan dengan-Nya melalui upacara. Hal tersebut biasanya disebabkan karena dua hal: Pertama. tidak dapat atau tidak mau mengikuti perkembangan jaman. Islam merupakan sistem hidup. karenanya Allah meminta hak agar manusia beribadah kepadaNya dengan tujuan agar manusia dapat terhindar dari soal-soal buruk yang merugikan di dunia. Paham dikotomis melalui sekularisme tersebut antara lain dipengaruhi terutama oleh pemikiran August Comte melalui bukunya Course de la Philosophie Positive (1842) mengemukakan bahwa sepanjang sejarah pemikiran manusia berkembang melalui tiga tahap: (1) tahap teologik. bukan sekedar agama yang mengatur ibadah ritual belaka. ajaran-ajaran Islam adalah luwes dan dapat selalu mengikuti perkembangan zaman. Allah sendiri yang mencipta dan memerintahkan ciptaan-Nya untuk beribadah kepada-Nya. Ini membuat masyarakat semakin jauh dari syariat Islam. sedangkan di luar itu masyarakat dan rajalah yang berkuasa. kaku dalam menerapkan syariat-syariat Islam. terjadinya gerakan pembaruan di Eropa yang fikenal sebagai Renaissance dan Humanisme. Akibat kejumudan tersebut. Sayangnya.

manusia masih tetap percaya pada Tuhan dan metafisika. dengan agama kehidupan manusia akan lebih bermakna. Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan kejadian atau peristiwa baik yang kita lihat sendiri atau melalui media masa mengenai contoh-contoh ketidak konsistenan (tidak istikomah) orang islam dalam mempedomani islam sebagai agamanya. Sehingga untuk dapat mengendalikan hal tersebut diperlukan agama. kini perhatian manusia kembali kepada agama. Kemajuan ilmu pengetahuan telah membawa manusia pada tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. namun dampak negatifnya juga cukup besar berpengaruh pada kehidupan manusia secara keseluruhan. Begitupun dalam berinteraksi dengan sesame. kembali pada agama sebagai pegangan hidup yang sesungguhnya. yang dalam hal ini adalah Islam. zdikir. menyeimbangkan antara dunia dan akherat. Diantara umat islam masih banyak yang menampilkan sikap dan prilakunya yang tidak selaras. Sejarah umat manusia di barat menunjukkan bahwa dengan mengenyampingkan agama dan mengutamakan ilmu dan akal manusia semata-mata telah membawa krisis dan malapetaka. Kondisi umat islam dewasa ini semakin diperparah dengan merebaknya fenomena kehidupan yang dapat menumbuhkembangkan sikap dan prilaku yang a moral atau . Agama Islam adalah agama yang selalu mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya memahami ayat-ayat kauniyah (Sunnatullah) yang terbentang di alam semesta dan ayat-ayat qur’aniyah yang terdapat dalam Al-Qur‟an. karena: (1) Ilmuwan yang selama ini meninggalkan agama. sesuai dengan nila-nilai islam sebagai agama yang dianutnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa agama sangat diperlukan oleh manusia sebagai pegangan hidup sehingga ilmu dapat menjadi lebih bermakna. Dengan ilmu kehidupan manusia akan bermutu. dan (2) harapan manusia pada otak manusia untuk memecahkan segala masalah di masa lalu tidak terwujud. Beliu telah menampilkan wujud islam itu dalam sikap dan prilakunya dimanapun dan kapanpun beliu adalah orang yang paling utama dan sempurna dalam mengamalkan ibadah mahdlah (habluminallah) dan ghair mahdlah (hablumminanas). tetapi justru beliau semakin meningkatkan amal ibadahnya yang wajib dan sunah seperti shalat tahajud. dari mulai masalah-masalah sederhana (seperti adab masuk WC) samapi kepada masalah-masalah komplek (mengurus Negara). dan beristigfar. untuk diarahkan untuk keselamatan dan kebahagiaan umat manusia. Meskipun beliau sudah mendapat jaminan maghfiroh (ampunan dari dosa-dosa) dan masuk surga. pendapat. Atas pengalamannya tersebut. Kekaffahan beragama itu telah di contohkan oleh Rosulullah sebagai uswah hasanah bagi umat islam dalam berbagai aktifitas kehidupannya.(tahap ketiga). atau idiologi lain yang bersebrangan dengan nilai-nilai islam itu sendiri yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. bahkan kembali kepada spiritualisme. Kita sebagai umat islam belum semuanya beruswah kepada Rasulullah secara sungguh-sungguh. karena mungkin kekurang pahaman kita akan nilai-nilai islam atau karena sudah terkontaminasi oleh nilai. Beliau selalu menampilkan pribadinya sebagai pribadi yang agung danmulia. dengan ilmu dan agama kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia.

Kondisi umat islam seperti inilah yang akan menghambat kenajuan umat islam dan bahkan dapat memporakporandakan ikatan ukuwah umat islam itu sendiri. jujur. karena tidak sedikit dari mereka itu justru berprilaku yang menyimpang dari nilai-nilai agama. kiai. sikap toleran dan saling menghormatai tidak suka menyakiti atau menghujat orang lain. terutama bagi kemulaian agama islam sebagai agama yang mulia dan tidak ada yang lebih mulia di atasnya. Yang bertanggung jawab terhadap pendidikan akhlak adalah orang tua.degradasi nilai-nilai keimanannya. sikap altruis. Fenomena yang cukup berpengaruh itu adalah : 1. dan masyarakat yang lebih luas). ustad. dan film-film yang berbau porno. sabar. Krisis silaturahmi antara umat islam. sekolah. Majalah atau tabloid yang covernya menampilkan para model yang mengubar aurat. Pendidikan akhlak ini sangat penting karena menyangkut sikap dan prilaku yang musti di tampilkan oleh seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari baik personal maupun sosial (keluarga. 2. Dapat juga dikatakan bahwa umat islam harus mampu menyatu padukan antara mila-nilai ibadah mahdlah (hablumminalaah) dengan ibadag ghair mahdlah (hamlumminanas) dalam rangka membangun “Baldatun thaibatun warabun ghafur” Negara yang subur makmur dan penuh pengampunan Allah SWT. guru. Mereka diharapkan mampu mengintegrasikan antara pengamalan ibadah ritual dengan makna esensial ibadah itu sendiri yang dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai maksud tersebut maka perlu adanya kerja sama yang sinerji dari berbagai pihak dalam menumbuhkembangkan akhlak mulya dan menghancur leburkan faktor-faktor penyebab maraknya akhlak yang buruk. seperti : pengendalian diri. Krisis ketauladanan dari para pemimpin. Akhlak yang terpuji sangat penting dimiliki oleh setiap muslim (masyarakat sebab maju mumdurnya suatu bangsa atau Negara amat tergantung kepada akhlak tersebut. Rosulullah SAW bersabda : “Innamaa bu‟itstu liutammima akhlaaq” Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak. 4. dan para pemimpin masyarakat. Tayangan media televisi tentang cerita yang bersifat tahayul atau kemusrikan. Agar umat islam bisa bangkit menjadi umat yang mampu mewujudkan misi “Rahmatan lil‟alamin” maka seyogyanya mereka memiliki pemahaman secara utuh (Khafah) tentang islam itu sendiri umat islam tidak hanya memiliki kekuatan dalam bidang imtaq (iman dan takwa) tetapi juga dalam bidang iptek (ilmu dan teknologi). mereka masih cenderung mengedepankan kepentingan kelompoknya (partai atau organisasi) masing-masing. amanah. 3. . kantor. Sosok pribadi orang islam seperti di atas sudah barang tentu tidak menguntungkan bagi umat itu sendiri.

Jakarta.Amin.. Abu.Bakar Atjeh.Jakarta: Midada Rahma Press. 14.htm . Bulan Bintang. ISLAM AGAMA UNIVERSAL ( Dr. 1968..2006 2. H. Syamsu Yusuf LN. 4.1968.PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( Buku Teks Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam Pada Universitas Gunadarma ). Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelambagaan Agama Islam.REFERENSI 1. Bandung. Jakarta. Amin. Ahmad.al-shia.Pd. 13... Pustaka Bani Qurais. Abu. Psikologi Belajar Agama. 12. 17. Jakarta. Bulan Bintang. 15. Kaelany HD.Pd. Pustaka Bani Qurais. Bandung. Bakar Atjeh. 1968. Muhammad Daud. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2003. Manusia dalam Pandangan Islam – IslamWiki 6.Dr. Ilmu Akhlak. Bulan Bintang.http://www. 11.Kaelany. 1994/1995. Bulan Bintang.1968.Al-Qur’an dan Terjemahannya. M. Agama Islam. M. 7.M. Fiqih Daulah dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadits. Psikologi Belajar Agama. Ilmu Akhlak.2003. Syamsu Yusuf LN. H. Dr. Mutiara Akhlak 1.1998 3. Ali H.Al-Qardhawy.Islam Agama Universal Edisi Revisi. 2003.Penerbit : Universitas Gunadarma.HD.M. 16. Agama Islam. MA) 5. Yusuf. Ahmad..Ali.org/html/id/service/maqalat/Manusia&Agama. 9.Hasan. 1994/1995. Mutiara Akhlak 1. 1998. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Hasan. Ali H. Mohammad Daud. 10. 8. Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelambagaan Agama Islam. Pendidikan Agana Islam. Ali. Pendidikan Agama Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful