Tugas

KIMIA FARMASI ANALISIS ANALISIS KUALITATIF VITAMIN

OLEH: KELOMPOK III

RAY ANAH SHAD SAIDAR YUSNIDAR NUR SHAIMAH NUR AISYAH MAULIDIANA HUSNAYANI ABD. HAMID

JURUSAN FARMASI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2010

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb…. Puji dan Syukur dengan hati dan pikiran yang tulus kami panjatkan kehadirat Allah Swt, karena berkat rahmat, nikmat dan hidayah-Nyalah sehingga makalah ini dapat diselesaikan, dan kiranya dapat bermanfaat bagi mahasiswa Farmasi UIN khususnya dan pembaca pada umumnya. Shalawat dan salam kami haturkan kepada Nabi Muhammad Saw, beserta keluarga dan para sahabatnya yang setia mengorbankan jiwa, raga dan lainnya untuk tegaknya Syi’ar Islam, yang pengaruh dan manfaatnya hingga kini masih terasa. Selanjutnya, makalah yang kini berada dihadapan pembaca yang budiman disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan bacaan pada mata kuliyah Kimia Farmasi Analisis dengan judul ANALISIS KUALITATIF VITAMIN, jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar. Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dari segi isi, bahasa, analisis dan lain sebagainya. Untuk itu, saran dan kritik dari pembaca dengan senang hati akan kami terima guna menyempurnakan penyusunan makalah yang berikutnya. Terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb… Samata, Desember 2010

PENYUSUN

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakangbahwa

1. Defenisi Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal. Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan. Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka

vitamin dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar. cahaya matahari. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan. dan K bersifat larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Di samping itu. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Selain itu.metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Sumber makanan yang banyak mengandung . dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina. asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh. D. Oleh karena hal inilah. Vitamin A Vitamin A. Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh. E. sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh. tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus. yang juga dikenal dengan nama retinol. yaitu vitamin A. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh. dan udara. Vitamin ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas. yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. merupakan vitamin yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik. Berbagai vitamin Secara garis besar. vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh. Hanya terdapat 2 vitamin yang larut dalam air. Apabila tidak dibutuhkan. vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak. vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. yaitu B dan C. terutama di malam hari. sedangkan vitamin lainnya.

dan sistem saraf. merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari. dan juga buah-buahan (terutama yang berwarna merah dan kuning. yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Di samping itu. seperti cabai merah. Kelebihan asupan vitamin A dapat menyebabkan keracunan pada tubuh. penderita defisiensi vitamin A ini juga dapat mengalami infeksi saluran pernafasan. dan iritasi kulit. wortel. pembengkakan hati. ikan. Vitamin B terbagi-bagi lagi antara lain : Vitamin B1 Vitamin B1. gandum. sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau dan kuning). penderita akan mengalami rabun senja dan katarak. Selain itu. kerontokan rambut. Tubuh juga dapat mengalami beri-beri. gangguan saluran pencernaan. Untuk mencegah hal . yang dikenal juga dengan nama tiamin. ikan. pisang. dan sayur-sayuran hijau. dan kondisi kulit yang kurang sehat. Penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain pusing-pusing. kelebihan vitamin A di dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerabunan. Sumber utama vitamin B berasal dari susu.vitamin A. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh. kulit kering bersisik. Selain itu. golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Vitamin B Secara umum. terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. bila sudah dalam kondisi akut. kulit akan mengalami berbagai gangguan. vitamin B1 juga membantu proses metabolisme protein dan lemak. dan pingsan. Apabila terjadi defisiensi vitamin A. menurunnya daya tahan tubuh. dan pepaya). terhambatnya pertumbuhan tubuh. seperti kulit kering dan bersisik. Bila terjadi defisiensi vitamin B1. antara lain susu. jantung.

nasi. Di dalam tubuh. terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi. FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide. daging unggas. keram otot. vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide. Bahan makanan inilah yang telah terbukti banyak mengandung vitamin B1. mulut kering. dan ikan. rambut. dan kuku. daging. tekanan darah tinggi. muntah-muntah. penyembuhan migrain. dan sariawan. Akan tetapi. Di dalam tubuh. Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh. FAD). dan susu. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani. kuning telur. ginjal. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam . Vitamin B5 Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. dan tanaman kacang-kacangan. dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh. seperti kulit. dan glikogen. dan mual. seperti ragi. Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi. susu. vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah. bibir pecah-pecah. Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar. metabolisme lemak. hati. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid. kacang kedelai. gangguan sistem pencernaan. sel darah merah.tersebut. antara lain gandum dan kentang manis. kulit kering bersisik. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan. Vitamin B2 Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. kita perlu banyak mengkonsumsi banyak gandum. Vitamin B3 Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin. telur. dan protein.

Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani. dan daging merupakan sumber makanan yang baik . Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras.berbagai jenis metabolisme. pembentukkan molekul DNA dan RNA. Vitamin B12 Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan. neurotransmiter. mulai dari daging. ginjal. seperti sayuran hijau dan kacang hijau. vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini. defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf. Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah. Selain itu. dan hati hingga makanan nabati. kacang-kacangan. pembentukkan platelet darah. atau dikenal juga dengan istilah piridoksin. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak. dan insomnia. Oleh karena itu. susu. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak. merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur. Seperti halnya vitamin B1 dan B2. Selain itu. keram otot. daging. Telur. seperti spingolipid dan fosfolipid. jagung. dan hormon tubuh. sterol. Vitamin B6 Vitamin B6. vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh. hati. dan ikan. terutama lemak. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh.

Sel kulit akan segera memproduksi vitamin D saat terkena cahaya matahari (sinar ultraviolet). dapat diturunkan. tulang. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah). dan rusaknya sel darah merah. Selain itu. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. susu. dan iritasi kulit. Vitamin D ini dapat membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang. dan jaringan penyokong lainnya. Vitamin D Vitamin D juga merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani. serta produk olahannya. mudah lelah lesu. sendi. antara lain ikan. vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh. seperti kanker. Vitamin C Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. telur. gangguan saluran pencernaan. Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit. vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif. seperti keju.untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal. dimana betis kaki . vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Di dalam tubuh. Bagian tubuh yang paling banyak dipengaruhi oleh vitamin ini adalah tulang. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen. seperti otot. Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas. Bila kadar vitamin D rendah maka tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal.

Vitamin E Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh. B. mulai dari jaringan kulit. mata. Di samping itu. Selain itu. Selain itu. yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam tulang. . Vitamin E banyak ditemukan pada ikan. penyakit yang dapat ditimbulkan adalah osteoporosis. antara lain kemandulan baik bagi pria maupun wanita. sel darah merah hingga hati. saraf dan otot akan mengalami gangguan yang berkepanjangan. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit. C. muntahmuntah. berkurangnya berat badan. yaitu kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya kepadatan tulang. Tujuan Menentukan tata cara melakukan analisis kualitatif terhadap berbagai vitamin dengan menggunakan metode tertentu. kuning telur. Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai senyawa antioksidan alami. Penyakit lainnya adalah osteomalasia. ayam. sedangkan pada manula. vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. ragi. dan dehidrasi berlebihan. Maksud Mengetahui dan memahami tata cara melakukan analisis kualitatif terhadap berbagai macam vitamin. gigi akan mudah mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan.akan membentuk huruf O dan X. dan minyak tumbuh-tumbuhan. Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan tubuh mengalami diare. kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal bagi tubuh. Penyakit ini biasanya ditemukan pada remaja.

Homogenkan dan . Bangun : C6H6O2N / 122. Nicotylamide.BAB II PEMBAHASAN A. Larutkan 50 g merkuri klorida dan 35 g potasium iodida dalam 200 ml air dingin. Identifikasi a. dan dalam 10 bagian gliserol. Larutkan 50 g sodium hidroksida dalam 250 ml air dingin. Vitamin B3. Agak sukar laryt dalam kloroform dan eter. Titik lebur 128-1310.5 bagian etanol. RM/BM R. 2. Nicotinic Acid Amide. Nikotinamid Nama resmi Nama lain : NICOTINAMIDUM : Niacinamide. Kelarutan : larut dalam 1 bagian air. kristal putih atau kristal tidak berwarna. Tambahkan larutan 2 ke dalam larutan 1. Analisis Vitamin 1. 3.1 : N NH2 O Vitamin B3 Pemerian : serbuk. Tes warna :  Nessler’s Reagent (coklat-orange)  Komposisi : 1. Vitamin PP. dalam 1. cukupkan volumenya 500 ml.

sistem TL-Rf 27. 2. Kromatografi Lempeng Tipis (KLT)/ Thin–layer Chromatography (TLC) Sistem TA-Rf 54. High Performance Liquid Chromatography System HX—RI 168.  Cyanogen Bromida Reagent (jingga)  Komposisi :1. Kromatografi Gas (Gas Chromatography) System GA—nicotinamide RI 1436. sistem TC-Rf 21. d.  Cara kerja  Indikasi : tambahkan satu tetes pereaksi pada sampel di dalam plat tetes. Potasium sianida ditambahkan dengan larutan bromin hingga berwarna kuning pucat. amati perubahan yang terjadi dalam 10 menit. Lakukan jugan uji blanko. : warna jingga yang timbul disebabkan oleh kehadiran cincin pyridin dari substitusi tunggal. Kocok terlebih dahulu kedua larutan sebelum digunakan. nicotinic acid RI 1335. b.  Indikasi : Perubahan warna dari coklat-orange terjadi dengan cepat dari amida alifatik dan tiomida.tuang lapisan yang jernih ke dalam botol coklat dan terlindung dari cahaya. Ultraviolet Spectrum Aqueous acid—261 nm (A11=451a). e. homogenkan dan panaskan di tangas air pada suhu 1000C. 3. sistem TE-Rf 40. . Disiapkan larutanyang terdiri dari anilin dalam air. sistem TB-00. c. sistem TAF-Rf 66.  Cara Kerja : Tambahkan 3 tetes pereaksi Nessler ke dalam 3 tetes sampel. sistem TAE-Rf 68.

Bangun : ACIDUM ASCORBICUM : Ascorbic Acid. 1594. 78. Larut . 1698. 77. 1026 cm−1 (KBr disk). Infra–red Spectrum Principal peaks at wavenumbers 1680. 51. 106. 1618. 106. 2. putih atau agak kuning. rasa asam. 51. dalam 10 bagian metanol. Mass Spectrum Principal ions at m/z 122. 44. 78. dan dalam 20 bagian propilenglikol. tidak berbau. 703.1 : CH2OH HC OH O O HO HO Vitamin C Pemerian : serbuk atau hablur. g. 124. : C6H8O6 / 176. Vitamin C Nama resmi Nama lain RM/BM R. 50. Titik lebur 1900-1920 Kelarutan : larut dalam 3 bagian air. 105. nicotinic acid 123. 50. Vitamin C.f. 52. dalam 30 bagian etanol. Cevitamic Acid. 123.

ditionit dan lain-lain.3 g trisodium sitrat dan 10 g Natrium karbonat anhidrat dalam 10 ml air dengan bantuan pemanasan. eter.  Cara kerja : tambahkan 0. dengan penambahan etanol secukupnya. Panaskan campuran dalam tangas air pada suhu 100c selama 30 detik. Dilarutkan 1. tambahkan : pereaksi dalam jumlah yang sama dan catat perubahan warna yang terjadi.  Cara Kerja : dilarutkan sampel dengan sedikit air.1 M tambahkan larutan ammoniak pekat secukupnya. asam askorbat. lemak. dan pelarut lemak.73 g tembaga sulfat dalam 10ml air.5 ml pereaksi ke dalam sampel dan panaskan dalam tangas air pada suhu 100 c selama 3 menit. Tes warna  Ammoniak Perak Nitrat (hitam)  Komposisi : untuk 20 ml perak nitrat 0. Campurkan larutan 2 dengan larutan tembaga sulfat dan cukupkan volumenya hingga 100 ml. 2. 3. . kloroform.dalam aseton.  Pereaksi Benedict (merah)  Komposisi : 1. larutkan dengan cepat. petroleum eter.  Indikasi : warna hitam menandakan terjadi reduksi ketika pengikatan atom karbon dalam tiap cincin dari gugus hidroksil. Identifikasi a. Tidak larut dalam benzen. minyak.  Indikasi : warna merah terbentuk dari tembaga oksida dengan oksidator kuat separti. Dilarutkan 17.

Homogenkan dan tuang lapisan yang jernih ke dalam botol coklat dan terlindung dari cahaya.  Palladium Kloridan (hitam)  Komposisi : 1. 3. Campuran 1 dilarutkan secara bersama-sama dengan Natrium hidroksida 2M dengan volume yang sama. Larutkan 50 g merkuri klorida dan 35 g potasium iodida dalam 200 ml air dingin. Tambahkan larutan 2 ke dalam larutan 1. 2. Lakukan jugan uji blanko. cukupkan volumenya 500 ml. .  Cara Kerja : Tambahkan 3 tetes pereaksi Nessler ke dalam 3 tetes sampel. Dilarutkan 0. homogenkan dan panaskan di tangas air pada suhu 1000C. Larutkan 50 g sodium hidroksida dalam 250 ml air dingin. amati perubahan yang terjadi dalam 10 menit. dan dicukupkan volumenya sampai 100 ml dengan air 2.1 g palladium klorida dalam 5 ml asam hidroksida 2 M dengan bantuan pemanasan. Pereaksi Nessler (hitam)  Komposisi : 1.  Cara kerja : campurkan sampel dengan 1 ml pereaksi dan panaskan di atas tangas air pada suhu 100 c selama 2 menit.  Indikasi : Perubahan warna dari coklat-orange terjadi dengan cepat dari amida alifatik dan tiomida. Lakukan uji blanko  Indikasi : komponen alipatik yang memiliki atom sulfur pada rantai dan komponen aromatik yang memiliki atom sulfur pada rantai samping akan memberikan warna hitam.

69. 168. 39. c. 1312.b. 116. Folinsyre. High Performance Liquid Chromatography System HY—RI 52. Asam Folat Nama resmi Nama lain : ACIDUM FOLICUM : Folacin. ascorbic acid—AC2 RI 2065.5 min (ascorbate). 1653. system HZ—retention time 1. Vitamin B9. 41. e. Mass Spectrum Principal ions at m/z 29. Infra–red Spectrum Principal peaks at wavenumbers 1026. 990 cm−1 (Nujol mull). Pteroylmonoglutamic Acid. 167. f. 1111. ascorbic acid—Me2 RI 1700. Gas Chromatography System GA—ascorbic acid RI 2120. Pteroylglutamic Acid. 3. 1136. d. 42. . Ultraviolet Spectrum Aqueous acid—243 nm (A11=556a).

Vitamin B12.4 . : C63H88CoN14O14P / 1355.5 min (folate). : sangat sukar larut dalam air. 1. 4. c. Bangun : C19H19N7O6 / 441. praktis tidak larut dalam etanol (95%)P. dan dalam benzen P. 1602. 1567.4 : H2N H N N H N N H N COOH N O COOH Asam Folat Pemerian Kelarutan : serbuk mikrokristal. Identifikasi a. system HAA—Retention time.6 min. Mudah larut dalam asam klorida encer P panas dan dalam sulfat panas P. 283 nm (A11=539a). b. berwarna kuning hingga jingga. 1636. Cycobemin. : High Performance Liquid Chromatography System HZ—Retention time. Vitamin B12 Nama resmi Nama lain RM/BM : CYANOCOBALAMIN : Cobamin. Ultraviolet Spectrum Aqueous alkali—256 (A11=549a).RM/BM R. Infra–red Spectrum Principal peaks at wavenumbers 1686. 1225 cm−1 (KBr disk). 3. dalam kloroform P. dalam aseton P. dalam ester P. 1191.

Bangun : C12H17ClN4OS. RM/BM R. 361 (A11=207a). 1497. c. praktis tidak larut dalam kloroform dan eter.8 min. 3. 5. Vitamin B1. merah pekat. Tiamina Hidroklorida. 1070. 1150. 1575. Bangun : CN O H2N O CH3 CH3 NH2 H2N O H3 C N N Co+ N O H3C N O NH2 H2 N CH3 CH3 CH3 CH3 O NH2 H3C NH O P N O O N+ CH3 OO HO CH3 O OH Vitamin B12 Pemerian Kelarutan : kristal atau serbuk.3 : H3C N NH2 S N N + Cl- OH CH3 Vitamin B1 .R. Vitamin B1 Nama resmi Nama lain : THIAMIN HYDROCLORIDUM : Aneurine Chloride Hydrochloride. High Performance Liquid Chromatography System HAA—Retention time(s). higroskopis.HCl / 337. Identifikasi : a. Infra–red Spectrum Principal peaks at wavenumbers 1660. 1220 cm−1 (KBr disk). Ultraviolet Spectrum Water—278 (A11=119a). : larut dalam 80 bagian air dan dalam 180 bagian etanol (90%). b. 550 nm (A11=63a).

) c. system TAF—Rf 18.0. system TAE—Rf 02. aqueous alkali—232 nm (A11=566b). kloroform. system HY—RI 21 (hydrochloride). Ultraviolet Spectrum Aqueous acid—246 nm (A11=450a). 336 nm. tidak berwarna atau putih. e. dalam 100 bagian etanol (95%). Identifikasi a. Setelah pemanasan di atas tangas air berwarna cokelat. heksana. Dengan penambahan sulfida berwarna hitam. b. Praktis tidak larut dalam alkohol sehidrat. Tes warna : Dilarutkan kira-kira 5 mg tiamin hidroklorida dalam campuran 1 ml dari larutan asetat dan 1ml dari larutan Natrium hidroksida 10% menghasilkan warna kuning. dan dalan 18 bagian gliserol. system TB—Rf 00. Thin–layer Chromatography Thiamine hydrochloride: system TA—Rf 01. system TC—Rf 00.Pemerian Kelarutan : serbuk. kristal. . positive. (Acidified iodoplatinate solution. Gas Chromatography System GA—not eluted. benzen. Larut dalam metanol. dan eter. High Performance Liquid Chromatography System HA—k 2. system TL—Rf 00. system HX—RI 09 (hydrochloride). system TE—Rf 01. Titik lebur 2480 : larut dalam 1 bagian air. d.

Infra–red Spectrum Principal peaks at wavenumbers 1660.4 : OH HO HO HO H H H N H3C H3C N N O NH O Vitamin B2 Pemerian Kelarutan : kuning atau jingga kuning. : larut dalam 3000-20000 air. Identifikasi : a. . Titik lebur 2780-2820. 1618. Vitamin B2. 1595. KBr disk). 1048. aseton. Praktis tidak larut dalam etanol. 1237.f. Bangun : RIBOFLAVINUM : Lactoflavin. Ultraviolet Spectrum Aqueous acid—267 nm (A11=820a). serbuk. aqueous alkali—270 nm. : C17H20N4O6 / 376. Sangat sukar larut dalam larutan alkali hidroksida. 1228 cm−1 (thiamine hydrochloride. Riboflavine. 356 nm. kloroform. dan eter. Vitamin G. 6. Vitamin B2 Nama resmi Nama Lain RM/BM R.

1641.5 ml air dan cukupkan hingga 100 ml air dengan konsentrasi asam sulfur. Adermine. Bangun : PHYRIDOXINI HYDROCLORIDUM : phyridoxina hidroklorida. 1235. Larut dalam aseton. 7. Infra–red Spectrum Principal peaks at wavenumbers 1544. 1575. HCl OH Vitamin B6 Pemerian Kelarutan : serbuk putih atau kristal.b. Vitamin B6 Nama resmi Nama lain RM/BM R. 1715.HCl / 205. Vitamin B6.0 g ammonium vanadat dalam 1. : larut dalam 5 bagian air dan dalam 90 bagian etanol. . Cara kerja : tambahkan 1 tetes pereaksi pada sampel di atas plat tetes. 1070 cm−1 (KBr disk). Identifikasi a. Tititk lebur 2050-2120. Tes warna : Test mandellin’s ( biru-abu2-hijau) Komposisi :dilarutkan 1.6 : N CH3 HO OH . Pyridoxol : C8H11NO3. Praktis tidak larut dalam kloroform dan eter.

system TAF—Rf 67. 94. d. KBr disk). positive. 1015. (Acidified potassium permanganate solution. 150. 122. system TAE—Rf 75. system TL—Rf 05. High Performance Liquid Chromatography System HAA—Retention time(s) 2.nm (A11=523a). 1086 cm−1 (pyridoxine hydrochloride. Thin–layer Chromatography System TA—Rf 59.9 min. system HX—RI 65. 1212. phosphate buffer (pH 6. Infra–red Spectrum Principal peaks at wavenumbers 1277. system TC—Rf 08. system TE—Rf 15. system TB—Rf 00. 51. e.b. 149. 870. f. 53. 106.) c. . 1540.88)— 254 nm (A11=219a). 324 nm (A11=426a). Mass Spectrum Principal ions at m/z 151. Ultraviolet Spectrum Aqueous acid—290 .

dan ditetapkan kadarnya secara kolorimetri. larut dalam etanol. sukar larut dalam larutan alkali.8. Bangun : BETACAROTEN : vitamin A : C40H56 / 536. Betakaroten Nama resmi Nama lain RM/BM R. Sementara itu. d. b. Residu lemak disabunkan. Alfatokoferol Nama resmi Nama lain RM/BM R. Sangat mudah larut dalam kloroform. Spectrum IR Untuk penetapan kadar alfa-tokoferol dalam etanol digunakan panjang gelombang 292 nm atau 298 nm dalam sikloheksan. α-tokoferol diisolasi dengan kromatografi lapis tipis. dalam eter. : tidak larut dalam air. Tes warna : Larutan dalam alkohol dengan penambahan HNO3 akan menghasilkan warna merah. c. vitamin E : C29H50O2 / 256 : Pemerian Kelarutan : praktis tidak berbau dan tidak berasa. Bangun : TOCOPHEROLUM : alfa tokoferol. Metode Kolorimetri alfa-tokoferol diekstraksi dari sampel dengan pelarut organik. 9.9 : . untuk alfa-tokoferol asetat panjang gelombang 284 nm dapat digunakan untuk kedua pelarut tersebut. dalam aseton. dan dalam minyak nabati. Identifikasi a.

vitamin D3 : C27H44O / 384. merah kecokelatan hingga ungu kecoklatan Kelarutan : tidak larut dalam air. Larut dalam eter. larutan asam. Identifikasi a. Kolekalsiverol Nama resmi Nama lain RM/BM R. Praktis tidak larut dalam metil alkohol dan alkohol. Pembacaan biasanya dilakukan dalam waktu 10 sampai 15 detik setelah sampel ditambah pereaksi. Spectrum uv Absorbansi larutan diukur pada panjang dalam daftar berikut dan absorbansi pada λ 328 nm. Kolorimetri 1) Metode Carr-Price Berdasarkan atas reaksi akseroftol dengan antimony triklorida anhidrat dalam kloroform yang menghasilkan warna biru. c. pelarut hexan. atau alkali. Bangun : CHOLECALCIFEROLUM : kolekalsiferol. Tes warna : Metode Carr dan Price : Sampel dilarutkan dalam CHCl3 bebas air dengan penambahan SbCl3 akan menghasilkan warna biru. gelombang yang tertera dihitung sebagai absorbansi r terhadap 10.larut dalam kloroform dan karbon disulfida. b.64 : .Pemerian : hablur serbuk berwarna merah. dan minyak sayur.

: tidak larut dalam air. Ultraviolet Spectrum Dalam etanol P pada panjang gelombang 263 nm. vitamin B5 : C9H17NO5 / 219.23 : Pemerian Kelarutan : cairan jernih. 11. Tes warna : Larutkan 0.H3C H CH3 H CH2 H HO H H H CH3 CH3 Kolekalsiferol Pemerian Kelarutan : hablur putih tidak berbau. tidak berbau. kental. sukar larut dalam eter p. Vitamin B5 Nama resmi Nama lain RM/BM R.1 ml asam sulfat P. Identifikasi a. agak higroskopik. Melebur pada suhu ± 850. larut dalam etanol. dalam kloroform dan dalam minyak lemak. .Bangun : ACIDUM PANTOTHENICUM : asam pantotenat. lalu berubah menjadi ungu-biru-hijau. tambahkan 0.5 mg sampel k dalam kloroform P. : mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%) p. kocok kuat-kuat.3 ml asetat anhidrida P dan 0. agak sukar larut dalam kloroform p. rasa pahit. tidak berwarna.terjadi warna merah terang. b.

pH 3. : larutan terdiri dari ammonium berklorat 1. atur pH 6.B. : 1ml/menit : UV diode-array. Sistem-Sistem yang Digunakan Dalam Instrumen 1. 5 μm) dengan pre-column Lichrospher 60 RP-Select B (4 × 4.7 dengan menambahkan sodium hidroksida dalam metanol 1 mL 0. : (A:B) (100:0) hingga (30:70) dalam 30 menit. d.0):acetonitrile.9 mm i.1 M..175 g (0.0 mm i.0 mm i.. TLC sistem (Thin – Layer Chromatography) 2. : (A:B) triethylammonium phosphate buffer (25 mM.d. Sistem HX Column : Lichrospher 60 RP-Select B (125 × 4.. Sistem HA Column Fase gerak : Silica Spherisorb S5W (125 × 4. b.01 M) dalam 1 L metanol.d. Fase gerak Elusi Aliran gerak Deteksi . 5 μm). 5 μm). HPLC sistem (High Performance Liquid Chromatography) a.

5 μm) pada suhu 400C : (A:B) asam sulfur (0. Sistem HZ Column : C18 endcapped LiChrospher 100 RP-18e.5 mL of 2.d.6 mml/menit.6 mm i. : UV diode-array.6 mm i. : (98:2) selama 3 menit hingga (2:98) hingga lewat 23 menit.. : tambahkan 146 μL triethylamine dan 750 μL phosphoric acid hingga 530 mL air.5 mL of 2. c.5 M) dalam asetonitril (500 mL). Atur pH hingga 3.. Sistem HAA Column : C8 Symmetry (250 × 4. Fase gerak Elusi Deteksi Standar d. 5 μm) dengan Symmetry C18 pre-column (20 mm) pada suhu 300C..d. : 0.Standar : Nitro-n-alkana (C1 hingga C11) 10 μL dalam 10 mL asetonitril. . : UV diode-array. Sistem HY Column : C18 symmetry (250 × 4. Fase gerak Aliran gerak Deteksi e. : Nitro-n-alkana (C1 hingga C16) 10 μL dalam 10 mL asetonitril. (125 × 4. 5 μm) dengan pre-column LiChrocart 124-4.3 menggunakan larutan potassium hydroxide 10% dan terakhir tambahkan 470 mL asetonitril.0 mm i.5 M) dalam air (500 mL):asam sulfur (0.d.

(20:80) untuk 3 menit dan kembali pada keadaan semula untuk equilibration selama 7 menit.5 hingga 25 menit dan 3 menit ( 1.5 mL/menit untuk reequilibration). : UV diode-array. ketika meningkat secara linear hingga 1. : 1 mL/menit untuk 6.5 mL/menit untuk 6.5 menit. (65:35) sampai 25 menit.5 menit.Fase gerak Elusi : (A:B) phosphate buffer (pH 3. : (85:15) untuk 6. Aliran gerak Deteksi .8):asetonitril.

BAB III PENUTUP A.9 min 3.5 min - HAA (RT) 2.8 min - HBK - . Kesimpulan 1.0 09 21 B2 B3 168 B5 B6 B9 B12 C D E 65 52 1.6 min 3.5 min 1. positive 00 21 40 27 68 66 00 08 15 05 75 67 Acidified potassium permanganate solution. positive - 2. HPLC (High Performance Liquid Chromatography) Sistem Vitamin HA HX HY HZ HB HC (k) (RI) (RI) (RT) A B1 2. TLC (Thin-Layer Chromatography) vitamin A B1 B2 B3 B5 B6 B9 B12 C D E TA 01 54 59 Sistem TB TC TD TE TF TL TAD TAE TAF 00 00 01 00 02 18 Acidified iodoplatinate solution.

990 cm−1 (Nujol mull). 1641. 1698. 1540. 1212. 1070 cm−1 (KBr disk). 703. 1575. 1686. - 1544. 1191. 1150. 1015. KBr disk). Etanol P. 1567. 1595. 1136. 1237. 1235. 1575. 870. 550 nm (A11=63a). 1653. 1602. 1026. 1277. 1715. 1111. 1618. 1660. 1026 cm−1 (KBr disk). Spektrum UV (Ultraviolet Spectrum) Asam Asam Basa Basa Vitamin (nm) (A11) (nm) (A11) A 232 566b B1 246 450a 336 270 B2 267 820a 356 B3 261 451a B5 - Netral (nm) - Tambahan phosphate buffer (pH 6.263nm - 4. 1048. 1594. - . B9 B12 C D E 243 292 556a - 256 283 - 549a 539a - - Water— 278 (A11=119a).88)—254 nm B6 290 523a - - - (A11=219a). 1497. 1086 cm−1 (pyridoxine hydrochloride. KBr disk). 1220 cm−1 (KBr disk). 1618. 1070. Spektrum IR (Infra–red Spectrum) Vitamin A B1 B2 B3 B5 B6 B9 B12 C D E Principal Peak 1660. 1228 cm−1 (thiamine hydrochloride. 324 nm (A11=426a). 1680. 361 (A11=207a). 1636.3. 1225 cm−1 (KBr disk). 1312.

78. 167. 41. 105. Spektrum Massa Vitamin A B1 B2 B3 B5 B6 B9 B12 C D E Principal Ions (m/z) 122. nicotinic acid 123. 106. 124. 94. 106. 50 151. 116. 50. 51. 77. 122. 106. 51. 149. 42.5. 123. 69. 52. 39. 53. 168 - . 150 29. 44. 78. 51.

wikipedia.svg http://en. Sudjadi. . Jakarta : DepKes RI. Analisis Kuantitatif Obat.F. Vitamin. Farmakope Indonesia Edisi IV. Dirjen POM.svg http://wikipedia. Martindale Edisi 29. 2008 Clarke's Analysis of Drugs and Poisons. http://en.org/wiki/File:Tocopherol. Farmakope Indonesia Edisi III.DAFTAR PUSTAKA Abd.org/wiki/File:Pantothenic_acid_structure. versi chm.wikipedia. 1989.wikipedia. 1995. James.svg http://en.Rohman. Org. Yogyakarta : UGM Press. 2005 Dirjen POM.org/wiki/File:Beta-carotene-2D-skeletal. Jakarta : DepKes RI. London: The Pharmaceutical Press. 1949. Reynold._alpha-.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful