KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas hidayahnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Efektivitas dan Efisiensi Biaya Pendidikan “ sebagai tugas mata kuliah menejemen keuangan pendidikan. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak Dr. H. Munawwar Sholeh, M.Pd. selaku dosen pengampu dan kepada temanteman seperjuangan yang telah memberikan dukungan dan semangat dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruang oleh karena itu sangat diharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Atas bantuan bimbingan dan dukungan dari semua pihak penulis berdoa semoga Allah SWT membalas segala kebaikan secara berlipat ganda dan makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya Amin.

Jakarta, 1 Maret 2012 Penulis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Biaya merupakan suatu unsur yang menentukan dalam mekanime

penganggaran, penentuan biaya akan mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan dalam suatu organisasi yang akan mencapai suatu tujuan tertentu. Kegiatan yang dilaksanakan dengan biaya yang rendah dan hasilnya mempunyai kualitas yang baik akan dapat dikatakan dilaksanakan secara efisien dan efektif. Salah satu faktor utama yang sering mengganggu keberadaan pendidikan sebagai agen pembangunan adalah peningkatan biaya pendidikan. Dalam negara yang sedang berkembang faktor yang dapat menyebabkan berkurangnya pendidikan para siswa antara lain kelambatan antara tingkat inflasi dengan kenaikan gaji guru, menggunakan guru-guru yang tidak kualifaid dengan gaji yang rendah

menggunakan double shift system. Rendahnya biaya pendidikan dinegara berkembang sangat mempengaruhi kualitas pendidikannya. Hal inilah yang membedakan kualitas pendidikan antara negara maju dan berkembang. Kualitas pendidikan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya biaya pendidikan. Konstitusi mengamanatkan kewajiban pemerintah untuk mengalokasikan biaya pendidikan 20% dari APBN maupun APBD agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan pendidikan. Ketentuan ini memberikan jaminan bahwa ada alokasi dana yang secara pasti digunakan untuk penyelenggaraan pendidikan. Namun, dalam

pelaksanaanya pemerintah belum punya kapasitas finansial yang memadai, sehingga alokasi dana tersebut dicicil dengan komitmen peningkatan alokasi tiap tahunnya. Peningkatan kualitas pendidikan diharapkan dapat menghasilkan manfaat berupa peningkatan kualitas SDM. Disisi lain, prioritas alokasi pembiayaan pendidikan seyogyanya diorientasikan untuk mengatasi permasalahan dalam hal aksebilitas dan daya tampung. Karena itu, dalam mengukur efektifitas pembiayaan pendidikan, terdapat sejumlah prasyarat yang perlu dipenuhi agar alokasi anggaran yang tersedia dapat terarah penggunaannya. Dalam upaya mengembangkan suatu sistem pendidikan nasional yang berporos pada pemerataan, relevansi, mutu, efisiensi, dan efektivitas dikaitkan dalam kenyataannya perlu

dengan tujuan dan cita-cita pendidikan kita,

direnungkan, dikaji, dibahas, baik dari segi pemikiran teoritis maupun pengamatan empirik. Untuk dapat tercapai tujuan pendidikan yang optimal, maka salah satu hal paling penting adalah mengelola biaya dengan baik sesuai dengan kebutuhan dana yang diperlukan. Administrasi pembiayaan minimal mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Penyaluran anggaran perlu dilakukan secara strategis dan integratif antara stakeholder. Agar terwujud kondisi ini, perlu dibangun rasa saling percaya, baik internal pemerintah maupun antara pemerintah dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri . Keterbukaan, partisipasi, akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan mulai dari

perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan menjadi kata- kata kunci untuk mewujutkan efektifitas pembiayaan pendidikan.

Apa pengertian tentang biaya pendidikan ? 3. Bagaimana konsep administrasi dan manajemen pendidikan ? 2. B. Apa konsep-konsep dalam biaya pendidikan? 5.Salah satu aspek yang dominan dalam kajian ini adalah konsep anggaran pendidikan atau budget sebagai alat penjabaran dari suatu program berdasarkan perencanaan dan kordinasi dari berbagai kegiatan untuk mencapai suatu tujuan yang lebih efektif dan efisien dalam suatu periode tertentu dengan melakukan prakiraan kebutuhan yang diperlukan dan hasil yang ingin dicapai serta pengawasan pelaksanaannya. Bagaimana efisiensi dan efektifitas pembiayaan pendidikan? . Bagaimana Model biaya pendidikan yang dikatakan efektif dan efisien? 6. Topik-topik tersebut yaitu : 1. Bagaimana kebijakan pembiayaan pendidikan? 4. Rumusan Masalah Dalam kesempatan diskusi kali ini akan dibahas beberapa topik tentang pembiayaan pendidikan yang akan membantu konsep-konsep rujukan efektivitas pendidikan.

Selain itu di Indonesia dikenal juga istilah administratie yang berasal dari bahasa belanda yang pengertiannya lebih sempit. sebab hanya terbatas pada aktvitas ketatausahaan yaitu kegiatan penyusunan keterangan secara sistematis dan pencatatan secara tertulis semua keterangan yang diperoleh. dari perkataan administrate terbentuk kata benda afministratio dan kata administrativus yang kemudian masuk kedalam bahasa inggris menjadi administration. Istilah administration dalam bahasa Indonesia menjadi administrasi.BAB II PEMBAHASAN 1. pengembangan dan pengendalian usaha dan praktek-praktek pendidikan. Untuk memperluas pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan berikut ini dikemukakan beberapa batasan dan defiinisi. Pengertian administrais secara etimologi adalah melayani secara intensif. Wilson jd ( 1988) mengatakan : “administrasi pendidikan adalah koordinasi kekuatan penting untuk pengajaran yang lebih baik bagi seluruh anak-anak di dalam organisasi sekolah dalam mencapai tujuan dan untuk menjamin pencapaian tujuan”. . Konsep Administrasi dan Manajemen Pendidikan Administrasi pendidikan merupakan penerapan ilmu administrasi dalam dunia pendidikan atau sebagai penerapan ilmu administrasi dalam pembinaan.

dan ada 7 jenis kegiatan administrasi yang dikenal dengan POSDCORB yaitu : Planning atau perencanaan organizing atau mengorganisasikan. reporting merupakan kelanjutan dari fungs pemeriksanaan dan budgeting yaitu pengaturan pembiayaan. mampu menuntun manajer dengan memberi kejelasan bahwa aoa yang harus dilakukan pada situasi tertentu dan memuingkinkan mereka meramalkan akibat-akibat dari tindakannya. Konsep gulick diatas juga sebagai pengaruh (guide line) dalam aktivitas manejerial di setiap organisasi. salah satu tugas yang mengkordinasikan staf dan pekerjaan atau sumber lain dalam mencapai tujuan. Mohammad fakry gaffer ( 1998 ) memberi gambaran tentang kedudukan manajemen dalam konteks pendidikan secara umum seperti gambar berikut ini. staffing kelanjutan dari pengorganisasian yaitu orang-orang sesuai fungsi dan job nya.dimana kunenburg (2000.Selain itu luther Gulick dalam Fred C mengemukakan bahwa “administradi bertalian dengan pelaksanaan kerja. Gaffer .6) menempatkan coordinating dalam pensisikan. Directing yaitu memerintah atau mengarahkan. Manajemen di dalam pendidikan juga dipandang sebagai kiat mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan tugas. sistem social dapat diramalkan seperti halnya system fisik atau psikal system. perjalanan suatu ilmu dan teori-teori manajemen diuji dengan pengalaman. Manajemen sebagai suatu ilmu. dengan pencapaian tujuan – tujuan yang telah ditentukan. Proses efisiensi adalah tujuan utama dari manajemen. karena dilandasi keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer dan para professional dituntun suatu kode etik. pengaruh dari pada idiologi scientific management. penekanan menejemen ada pada aktivitas dalam mencapai tujuan program. termasuk lembaga pendidikan.

a. biaya. Konsep efisiensi selalu dikaitkan dengan efektivitas. Efektivitas merupakan bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektivitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relative terhadap harganya. pengawas. biaya dapat berupa pengeluaran sejumlahuang tertentu atau pengorbanan tertentu yang bukan berbentuk uang namun dapat dinilai dengan uang. kurikulum. b. kepemimpinan sistem evaluasi orang tua dan manajemen. Dalam dunia pendidikan. Komponen-komponen itu antara lain . karyawan. 2. Pada tataran konsep pembiayaan secara umum. guru. Efektivitas Pembiayaan Pendidikan . maka suatu pendidikan yang efisien dan efektif cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien dengan pengelolaan yang efektif. Program pendidikan yang efektif dan efisien adalah mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan tercapai tujuan yang tidak mengalami hambatan. sumber belajar. sarana prasarana. Beberapa Pengertian Tentang Biaya Pendidikan Biaya Pendidikan Biaya pendidikan adalah nilai ekonomi (dalam bentuk uang) dari Input atau sumber-sumber pendidikan tertentu yang digunakan untuk pembelajaran guna menghasilkan output pendidikan dari suatu program pendidikan tingkat tertentu.menyebutkan bahwa biaya pendidikan termasuk pada istrumen input yang mempengaruhi peoses dan merupakan bagian dari komponen-komponen yang secara langsung pada proses pendidikan.

Efektivitas biaya adalah kemampuan mencapai sasaran dan target sesuai dengan yang direncanakan. Garner(2004) mendefinisikan efektivitas lebih dalam lagi. 3. Dan Biaya.Kegiatan ini dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu. karena efektivitas tidak berhenti sampai tujuan tercapai tetapi sampai pada kualitatif hasil yang dikaitkan dengan pencapaian visi. Efektivitas biaya suatu kegiatan yang menurut pasar yang berlaku dapat menyelesaikan program sesuai rencana.dan biaya sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan. Efficiency “characterized by quantitif uotputs” . penyediaan sumber-sumber pendidikan khususnya anggaran pendidikan. masih mengalami hambatan. tenaga. perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal: Dilihat Dari Segi Penggunaan Waktu. Tenaga. Manajemen pembiayaan dikatakan memenuhi prinsip efektif apabila kegiatan yang dilakukan dapat mengatur biaya aktivitas dalam rangka memcapai tujuan kualitatif outcomes sesuai dengan rencana yang ditetapkan.Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan. Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan kuadran (out put) atau antara daya dan hasil.Efektif adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Effektifness “characterized by qualitative outcomes”. c. Pembiayaan dikatakan efisien manakala pencapaian sasaran atau target diperoleh dengan pengorbanan yang lebih kecil atau dengan biaya yang minimum. waktu. biaya. Dasar Kebijakan Pembiayaan Pendidikan Kenyataan yang terjadi di Indonesia. Daya yang dimaksud meliputi tenaga. pikiran. Efisiensi Pembiayaan Pendidikan Efisiensi adalah kemampuan menggunakan biaya dengan baik dan tepat. Alokasi dana pendidikan di .

padahal dalam ayat 31 ayat 4 UUD 1945. 3. dan masyarakat . dan Masyarakat. Pasal 46 Undang-Undang No. transparansi. Sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. sistem pendidikan nasional men gacu pada UU No.Indonesia termasuk rendah dibandingkan dengan Negara lain di Asia Tenggara Anggaran pendidikan selama ini hanya dialokasikan dibawah 10% dari APBN. efisiensi.Terhadap pencapaian Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan UNDP.20 Tahun 2003.Pendanaan Pendidikan sudah diatur secara khusus dalam Bab XIII. sebelum berlakunya UU No. Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan prinsi keadilan.Dampak rendahnya anggaran pendidikan di Indonesia adalah tidak meratanya kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia. Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. menyatakan pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat. menunjukan bahwa pembiayaan pendidikan disuatu Negara terbukti memberikan pengaruh sangat positif dan signifikan terhadap kinerja pendidikan nasional . . pemerintah daerah. Pemerintah Daerah.kecukupan. secara jelas pemerintah mempunyai suatu kewajiban konstitusi untuk memprioritaskan anggaran pendidikan yang 20% dari APBN dan APBD itu untuk memenuhi kebutuhan penyelenggara pendidikan. khususnya anak-anak dari keluarga miskin dan kurang mampu. 2. dan akuntabilitas publik. Namun. Substansinya antara lain: 1. Perspektif politik. dimana pendanaan tidak diatur secara khusus. 20 tahun 2003. dalam UU No. dan keberlanjutan.

terutama dalam kebutuhan pembiayaan pendidikan di daerah. Dalam perspektif administrasi publik. Kebutuhan dana untuk kegiatan operasional secara rutin dan pengembangan program pendidikan secara berkelanjutan sangat dirasakan setiap pengelola lembaga pendidikan. peserta didik dan pengelola pendidikan. mutu. dipandang kurang mendorong terjadinya demokratisasi pengelolaan pendidikan. Untuk itu kreativitas setiap pengelola pendidikan dalam menggali dana dari berbagai sumber akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan program pendidikan baik rutin maupun pengembangan di lembaga yang bersangkutan. relevansi. dan manajemen pendidikan yang semuanya terkendala pada penggunaan anggaran atau biaya yang dikeluarkan dan yang dilaksanakan setengah sentralistik dan setengah otonomi . Manajemen Keuangan Pendidikan yang . serta kemampuan daya saing SDM di tingkat global.Permasalahan pengalokasian dana pendidikan di Indonesia adalah pemerataan. sekolah. bagi pengambilan keputusan keuangan yang dalam pencapaian tujuan organisasi pendidikan yang transparan. akuntabel danefektif. semakin banyak kegiatan yang dilakukan maka semakin banyak dana yang dibutuhkan. efektivitas manajemen. tujuan manajemen keuangan pendidikan adalahmembantu pengelolaan sumber keuangan organisasi pendidikan serta menciptakan mekanisme pengendalian yang tepat. Rendahnya biaya atau anggaran pendidikan mempengaruhi profesionalitas guru. Dalam hal ini akan diimplementasikan kepeda pengelolaan memilikim tujuan sebagai berikut: 1. penyedia infrastruktur pendidikan.

Sumber daya alam Eksplorasi atau tambang emas.dll.dll. Pajak . kekayaan.2. BUMD. hasil hutan. industry pariwisata.Pajak bumi dan bangunan. Hasil industry/ perusahaanBUMN. kendaraan bermotor. Sumber Dari Pemerintah Sumber dari pemerintah yang dimaksud adalah pengalokasian anggaran pendidikan yang berasal dan pengalokasikan dari pemerintah baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupa APBN dan APBD melalui DAU dan DAK. pendapatan penjualan. Sumber-Sumber Biaya Pendidikan Sumber pembiayaan merupakan ketersedian sejumlah uang atau barang dan jasa yang dinyatakan dalam bentuk uang bagi penyelenggara pendidikan. batu bara. minyak. dana BOS dan BlockGrant. dibutuhkan informasi tentang sumber-sumber pembiayaan pendidikan agar biaya yang ada dapat digunakan secara efisien dan efektif dalam pengelolaan biaya pendidikan di Indonesia. 2. penghasilan perorangan. . Pengendalian yang baik terhadap administrasi manajemen keuangan pendidikan akan memberikan pertanggungjawaban sosial yang baik kepada berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder) Untuk itu. hasil kelautan. Sumber-sumber pembiayaan pendidikan (penerimaan): a. dll. Sumbersumber pendapatan dana: 1. Sumber Dari Masyarakat. b. 3. gas.

Sumber-Sumber Lainya. sanksi yang tidak tegas yang diberikan bagi penyeleweng. iuran komite dan biaya pengembangan peserta didik secara pribadi. pemberian grant/hibah dari UNESCO. jika tidak direncanakan. Model Landasan Perencanaan (Foundation Plan Model) Negara tanpa mempertimbangkan kekayaan & pajak daerah memberikan dana kepada daerah yang miskin lebih banyak untuk setiap siswanya dibandingkan . Model Pembiayaan Pendidikan a. BANK DUNIA. yang didasarkan pada jumlah siswa yang harus dididik. Bantuan luar negeri Pinjaman (loan/kredit). dll. Orang tua peserta didik Berupa SPP. Bantuan Yayasan dalam dana negeri bakti Berbentuk social Yayasan (ASTRA). Swisscontact Fundation. dan alas an lainnya dalam pengelolaan biaya pendidikan. Berupa sumbangan dari perorangan. penyandang modal. 2.Masyarakat peduli pendidikan. Model Dana Bantuan Murni (Flat Grant Model) Merupakan uang bantuan negara yang dibagikan pada sekolah di daerah tanpa memperhitungkan pertimbangan kemampuan pembayaran pajak daerah setempat. sehingga tidak ada efek jera dan moral yang rendah. kelompok pengusaha. c. salah pengelolaan. salah sasaran. UNICEF. lembaga. b. dan yayasan swadana lainya Sumber pembiayaan pendidikan yang melimpah tidak menjadi jaminan bagi peningkatan mutu. Foundation lainnya). 1. tidak ada pengawasan. akuntabilitas rendah.

jumlah pembayaran yang disetujui dihitung bagi setiap siswa. tiap guru. Tujuannya adalah untuk menjaga sekolah dari kehancuran lebih parah (pada daerah yang miskin). d. e.Dalam program yang sama. atau bagian lain yang di butuhkan. Model Persamaan Persentase (Persentage Equalizing Model) Model ini dikembangkan tahun 1920-an. Model Perencanaan Persamaan Kemampuan (Power Equalizing Plan) Model ini menghendaki distrik yang kaya membayar pajak sekolah yang dikumpulkan kembali ke negara. Model Pendanaan Negara Sepenuhnya (Full State Funding Model) Model ini merupakan rencana yang dirancang untuk mengeliminir perbedaan local dalam hal pembelanjaan dan perpajakan. Selanjutnya negara menggunakan uang dari sekolah distrik yang kaya itu untuk meningkatkan bantuan sekolah pada distrik yang lebih miskin. Model Perencanaan Pokok Jaminan Pajak (Guaranted Tax Base Plan) Model ini dibatasi dengan menentukan penafsiran penilaian per siswa yang menjadi jaminan negara diperuntukkan bagi wilayah sekolah setempat. c. Pendanaan sekolah akan dikumpulkan ditingkat negara dan diberikan ke sekolah distrik dengan dasar yang . f. lebih banyak memberikan sumbangan yang dibutuhkan pada tiap murid & guru ke daerah-daerah yang kurang makmur. Bantuan negara menjadi berbeda antara apa yang diterima daerah per siswa dengan jaminan negara per siswa.dengan daerah yang makmur. Pembagian presentasenya sangat tinggi di sekolah distrik yang miskin. dan rendah di sekolah distrik yang kaya / sejahtera. Jumlah yang diperlukan berubah-ubah tiap bagian sesuai keperluan.

sama. Model Sumber Pembiayaan (The Resources Cost Model) Model ini dikembangkan Hambers dan Parrish yang menyediakan suatu proses penentuan pembiayaan pendidikan yang mencerminkan kebutuhan berbeda dari kondisi ekonomi di setiap daerah. Asas keadilan tentang perlakuan terhadap siswa dan pembayar pajak. Model Berdasarkan Pengalaman (Historic Funding) Model ini sering disebut Incrementalism. j. Contoh siswa yang cacat. h. g. dimana biaya yang diterima satu sekolah mengacu pada penerimaan tahun yang lalu. Model Surat Bukti / Penerimaan (Models of Choice and Voucher Plans) Model ini memberikan dana untuk pendidikan langsung kepada individu atau institusi rumah tangga berdasarkan permintaan pendidikan. Model ini menurut Sergivanni tidak bersangkutan dengan pendapatan pajak maupun kekayaan suatu daerah. . Untuk menghindari banyaknya anak pada masyarakat miskin meninggalkan pendidikan sehingga muncul masalah pengangguran dan kesejahteraan bagi generasi penerusnya. serta pembiayaan pendidikan berdasarkan tingkat kekayaan yang dimiliki. siswa program kejuruan atau siswa yang pandai dua bahasa. dengan hanya penyesuaian. Model Rencana Bobot Siswa (Weight Student Plan) Adalah model yang mempertimbangkan siswa-siswa berdasarkan proporsinya. Mereka diberikan surat bukti penerimaan dana untuk bersekolah melalui sistem voucher yang mencerminkan subsidi langsung kepada pihak yang membutuhkan yaitu murid i.

biaya operasi. Model Berdasarkan Usulan (Bidding Model) Model ini sekolah mengajukan usulan pada sumber dana dengan berbagai acuan. Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana. dan modal kerja tetap. pengembangan sumberdaya manusia. c. kemudian sumber dana meneliti usulan yang masuk. dan menyesuaikan dengan criteria. l. dan biaya personal. . Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. a. Biaya operasional Satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi: 1. b.k. Model Berdasarkan Kebijaksanaan (Descretion Model) Model ini penyandang dana melakukan studi terlebih dahulu untuk mengetahui komponen-komponen apa yang perlu dibantuberdasarkan prioritas pada suatu tempat dari hasil eksplorasinya. Biaya personal sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Pokok – pokok Pembiayaan Pendidikan Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi.

pajak. Biaya yang secara langsung menyentuh aspek dan proses pendidikan. bebas nya sewa perangkat sekolah yang tidak dipakai secara langsung dalam proses pendidikan serta . Biaya tidak langsung (indirect cost) Diartikan sebagai biaya yang umum nya meliputi hilangnya pendapatan peserta didik karena sedang mengikuti pendidikan (earning foregone by students). 3. b. Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai.2. asuransi. uang lembur. biaya transportasi. orang tua. pengajaran. dan pengadaan fasilitas belajar mengajar Gaffar (1991:57). a. jasa telekomunikasi. konsumsi. gaji guru baik yang dikeluarkan oleh pemerintah. Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya. sarana belajar. maupun siswa sendiri Fattah (2000:23). transportasi. Biaya Langsung dan Tidak langsung (Direct and Indirect Cost) Biaya langsung (direct cost) diartikan sebagai pengeluaran uang yang secara langsung membiayai penyelenggaraan pendidikan. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegiatan belajar siswa berupa pembelian alat-alat pelajaran. Macam-Macam Jenis Biaya Beberapa jenis dan golongan biaya pendidikan yang dapat kami share pada paparkan berikut ini dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman lebih lanjut mengenai konsep pembiayaan pendidikan. dan lain sebagainya. pemeliharaan sarana dan prasarana. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Anwar (1991:30). bebasnya beban pajak karena sifat sekolah yang tidak mencari laba (cost of tux exemption). air. Contohnya biaya untuk gaji guru.

ratio guru. perpustakaan. Menurut Gaffar (1987:165) Biaya pembangunan dihitung atas dasar "per student place". pembayaran gaji guru dan personil sekolah. lapangan olah raga. murid proporsi gaji guru terhadap keseluruhan biaya rutin. Biaya rutin (recurrent cost) adalah biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional pendidikan selama satu tahun anggaran. pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana. Menurutnya biaya rutin dipengaruhi oleh tiga faktor utama. dan biaya perabot dan peralatan. administrasi kantor. pembangunan ruang kelas. c. Menurut Gaffar (1987:162) Biaya rutin dihitung berdasarkan "per student enrolled".Biaya ini digunakan untuk menunjang pelaksanan program pengajaran. pengadaan perlengkapan mobelair. yaitu: rata-rata gaji guru per tahun. biaya penggantian dan perbaikan. Biaya pembangunan (capital cost) adalah biaya yang digunakan untuk pembelian tanah. . Biaya Rutin dan Biaya Pembangunan (Recurrent and Capital Cost) Biaya rutin dan pembangunan merupakan bagian dari biaya langsung (direct cost). yaitu: tempat yang menyenangkan untuk murid belajar.penyusutan sebagai cermin pemakaian perangkat sekolah yang sudah lama dipergunakan (implicit rent and depreciation) Fattah (2000:24). konstruksi bangunan. Menurutnya dalam menghitung biaya pembangunan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. biaya lokasi atau tapak (site).

the include cost of educations financed through taxation.d. Hal ini sebagaimana dipertegas oleh Anwar (1991:31) bahwa "Hampir segala pengeluaran yang bersangkutan dengan penyelenggaraan pendidikan dianggap sebagai biaya". dan lain-lain. waktu. Berdasarkan uraian mengenai klasifikasi biaya pendidikan. meskipun dapat dinilai ke dalam bentuk uang. maka jelaslah bahwa biaya pendidikan memiliki pengertian yang luas. Jones (1985:5) mengatakan "In the context of education these include tuitions. Dalam kaitan ini Jones (1985:5) mengatakan "Sometimes called public cost. Biaya masyarakat (social cost) adalah biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk membiayai sekolah (di dalamnya termasuk biaya pribadi). Dengan kata lain biaya pribadi adalah biaya sekolah yang dibayar oleh keluarga atau individu. baik langsung maupun tidak langsung yang dikeluarkan untuk kegiatan pendidikan. Biaya Pribadi dan Biaya Masyarakat (Private and Social Cost) Biaya pribadi (private cost) adalah biaya yang dikeluarkan keluarga untuk membiayai sekolah anak nya dan termasuk di dalamnya forgone opportunities. fees and other expenses paid for by individuals". e. misalnya materi. Maka diperlukan kebijaksanaan . Sedangkan Non monetery cost adalah semua bentuk pengeluaran yang tidak dalam bentuk uang. tenaga. Monetary Cost dan Non Monetery Cost Monetery cost adalah semua bentuk pengeluaran dalam bentuk uang baik langsung maupun tidak langsung yang dikeluarkan untuk kegiatan pendidikan. Dengan kata lain biaya masyarakat adalah biaya sekolah yang dibayar oleh masyarakat. Most public school expenses are examples of sosial costs".

Pembiayaan pendidikan berhubungan dengan distribusi beban pajak. dan biaya satuan. . Damn hasilnya mempunyai kualitas yang baik. Biaya pendidikan akan ditentukan oleh komponen kegiatan pendidikan meliputi pengadaan sarana prasarana. pengadaan alat-alat dan buku pelajaran. gaji guru. alat tulis kantor.dalam melakukan klasifikasi biaya pendidikan untuk mencapai tujuan yang dituju semua pihak yaitu kesuksesan pelaksanaan pendidikan. pengadaan biaya akan mempengaruhi tingkat efisiensi dan evektifitas kegiatan dalam suatu organisasi yang akan mencapai suatu tujuan tertentu. Yang paling penting dan pembiayaan pendidikan adalah berupa besar uang yang harus dibelanjakan dari mana sumber uang diperoleh dan kepada siapa uang harus dibelanjakan ( Thomas H jones 1985:12) Nanang Fattah ( 2000:112 ) mengartikan bahwa pembiayaan pendidikan merupakan jumlah uang yang dihasilkan dan dibelnjakan untuk berbagai keperluan penyelenggaraan mencakup. Kegiatan yang akan dilaksanakan dengan biaya rendah. Konsep-Konsep dalam Biaya Pendidikan Pada dasaranya pembiayaan pendidikan menitikberatkan upaya pendistribusian benefit pendidikan dan beban yang harus ditanggung masyarakat. pengadaan peralatan/ mobile. kegiatan ektra kulikuler. penentuan pendidikan guru. kelompok manusia serta metoda pengalihan pajak ke sekolah. kegiatan pengelolaan pendidikan dan supervise pendidikan. perbaikan ruangm. sarana ruang belajar. 4. biaya ( Cost) secara tradisional didefinisikan sebagai jumlah nilai uang yang dibelanjakan atas jasa pelayanan yang diserahkan pada siswa. Menurut pendekatan sistem biaya merupakan suatu unsure yang menentuakn dalam mekasime penganggaran. peningkatan profesionali guru.

tetapi keputuasan tentang pembiayaan akan mempengaruhi sistem kerja. Artinya biaya pendidikan itu merupakan suatu pengorbanan yang harus menghasilkan tingkat pengembaliaan ( rate of return ) yang secara ekonomis dapat lebih menguntungkan (Idochi Anwar 1990:42) ada tiga faktor utama yang mempengaruhi out put pendidikan yaitu: X1 = kualitas guru direfleksikan oleh gaji X2 = Bangunan dan material direfleksikan dalam nilai penyusutan X3 = Latar belakang sosio-ekonomi murid Y = f (x1.kegiatan tersebut disebut efesien dan efektif.x2. Pendidikan secara keseluruhan. xn) Jadi konsep pembiayaan yang diajukan zymelman yang diartikan sebagai fungsi produksi dalam pendidikan merupakan hal yang logis walaupun pembiayaan tidak semertamerta dapat mengontrol peralatan dan administrasi pendidikan. Identifikasi nilai ekonomi dari pendidikan oleh elchanan cohn (1979:13-25) pada dasarnya menelusuri investment mengandung arti bahwa ada suatu keuntungan bagi masyarakat sama dengan keuntungan yang diperoleh dari keuntungan fisisk yaitu pendidikan mempunyai fungsi untuk menciptakan tenaga jerja yang produktif.x3. Doktrindoktrin ekonomi sebagaimana dikemukakan oleh ahli ekonomi menunjukkan bahwa human capital adapat dipandang sebagai unsure kemakmuran (wealyh) yang dapat disamakan dengan material capital”. Peranan pendidikan dalam kerangka pembanganna ekonomi berupa human capital dalam arti menyediakan tenaga-tenaga terdidik yang mempunyai skills tertentu karena dalam penentuan investemen pengetahuan dan skills merupakan variable investment yang kritis dalam penentuan rate of economic growth .

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa biaya pendidikan adalah beban masyarakat dlan perluasan dan fungsi dari system pendidikan. pendidikan melibatkan banyak orang dan uang. Makin efisien dana pada sistem pendidikan itu maka berkurang pula dana yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuannya. baik dilihat dari jumah siswa maupun tenaga kerja yang terlibat. PBM dan KBM administrasi dn tata usaha. Oleh karena itui dengan efisiensi akan lebih banyak tujuan program yang dicapai dengan anggaran yang tersedia (zymelman. Konsep biaya pendidikan menurut Tilaar (1989:7).” merupakan keseluruhan dana dan upaya yang diserahkan oleh masyarakat untuk mendapatkan pendidikan dan dalam kenyataan bahwa kegiatan pendidikan merupakan bentuk dari pelayanan masyarakat”. Pendidikan bagi kelompok dan individu. penjual dan konsumen pendidikan akan menyatukan diri kedakan satu transaksi ekonomi dibidang pendidikan. 1975) Untuk memahami lebih jauh tentang konspe pembiayaan pendidikan perlu diketahui pengertian: . Produsen. demikian juga dilihat dari jumlah anggarannya. sarana dan prasarana dan pembiayaan yang berkaitan dengan pemeliharaan termasuk perawatan inventaris dan sarana.Elchanan Cohn (1979) mengemukakan ekonomi pendidikan pad adasarnya berkenaan dengan produktivitas pendidikan. Investasi dalam pembiayaan pendidikan menyangkut pembiayaan guru maupun pegawai. dan persoalan berapa banyak biaya yang seyogyanya dikeluarkan untuk pendidikan dan jenis pendidikan apa yang dipilih oleh masyarakat. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut sumber-sumber saja tetapi juga penggunaan dan asecara efisien.

b. Biaya dari seluruh kegiatan yang ada ini merupakan obyek biaya. Departemen (departemen teknis. keputusan dan control dengan demikian kegiatan dapat dilakukan secara . Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pembiayaan pendidikan adalah suatu analisa tentang sumber-sumber (revenue) dan penggunaan biaya ( expenditure) yang diperuntukkan untuk pengelolaan pendidikan secara efisien untuk mencapai tujuan. Obyek biaya Suatu program selalu terkait dengan aktivitas-aktivitas sebagai ujung tombak (operating core ) sistem lembaga atau organisasi yang membutuhkan biaya. Blocher et. atau proyek dan atau memelihara catatan yang akurat dari biaya yang dikeluarkan.a. organiasaim departemen. Oleh sebab itu sasaran akuntan manajeman pada kasus ini terutama terhadap pengelolaan biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan jasa bag masyarakat. promosi pemasaran atau uasaha jasa komunitas. lembaga. 2. Pendidikan sebagai suatu lembaga atau organiasi yang tidak berorientasi kepada laba maka obyek biayanya adalah jasa dengan seluruh elemen (perangkat keras dan perangkat lunak) yang melekat pada prosesnya. departemen sumber daya manusia). 4 proyek seperti proyek penelitian. Menurut blocher ada empat jenis obyek biaya yakni : 1. produk atau kelompok produk yang saling berhubungan.al (2001:8) mengatakan bahwa obyek biaya merupakan suatu akumulasi biaya dari berbagai aktivitas. Informasi manajemen biaya Manajemen biaya adalah suatu aktivitas pengelolaan biaya dapat berfungsi sebagai alat pencernaan. lembaga atau organiasi di dalam menjalankan aktivitasnya. Jasa 3.

Suatu lembaga harus tahu berapa biaya yang dihabiskan untuk melakukan suatu jasa atau prosuk tertentu atau pengembangan suatu jasa baru. metode proses. dan untuk menentukan metode layanana. baik berupa informasi keuangan tentang biaya maupun informasi non keuangan yang ada kaitannya dengan produktifitas. efisien dalam mencapai tujuan baik itu lembaga yang bersifat profit maupun non profit. manajemen biaya meruoakan suatu konsep yang luas yakni mencakup segala informasi yang dibutuhkan untuk mengelola secara efektif suatu perusahaan atau organiasasi non profit. efektif. untuk memperbaharui fasilitas layanan pada saat yang tepat. Informasi digunakan untuk menentukan harga untuk mengubah produk atau jasa dalam rangka meningkatkan profitabilitas. Perencanaaan dan pengambilan keputusan untuk mendukung keputusan yang terus- .2) menyatakan. Secara khusus blocher et al (2000. Blocher et al (2000. yaitu untuk membuat keputusan-keputusan stratejik yang tepay untuk pemilihan produk. kualitas.maksimal. Untuk mencapai keberhasilan yang kompetitif suatu organisasi atau lembaga periu memfokuskan perhatian pada informasi sumber biaya atau yang lain yang memiliki waktu lebih panjang dan berkelanjutan. faktor kunci sukses lainnya untuk suatu organisasi.4) mengatakan perlunya informasi manajemen biaya dibutuhkan adalah untuk empat hal yaitu: manjemen strajetik. Blocher et al mengatakan bahwa pengambilan informasi keuangan saja dapat menimbulkan misleading karena informasi tersebut cenderung berfokus pada jangka pendek. teknik dan saluran pemasaran dan hal-hal yang bersifat jangka panjang.

c. Informasi manajemen biayadibutuhkan untuk mmeberikan catatana yang akurat tentang persediaan dan asset lainnya. Finishing (pembelanjaan atau pembiayaan ) merupakan fungsi penyediaan dana yang diperkukan untuk melaksanakan usaha. memperbesar modal kerja dan merencanakan kebutuhan yang akan datang akan uang. Dalam kontek pembiayaan pendidikan informasi tentang sumber biaya baik dari pemerintah. Pengendalian manajemen dan operasional manajemen biaya dibutuhkan untuk memberikan dasar yang wajar dan efektif untuk mengidentifikasikan operasi yang tidak efisien dan untuk memberi penghargaan dan dukungan kepada para manajer yang paling efektif. masyarakat serta potensi lain yang mungkin dimanipulasi menjadi sumber biaya untuk pendidikan. Kebanyakana usaha besar atau kecil . orang tua murid. biaya memerlukan penginventarisasian yang jelas. Kemudian meberi informasi tentang sistem layanan proses belajar mengajar yang dikaitkan dengan biaya yang layak untuk suatu layanan yang lebih baik serta upaya mendukung keputusan dengan program yang harus dilakukan dan oelaopran buaya secara baik dan benar sebagai wujud pertanggung jawaban manajemen baik pembukuan maupun pertanggung jawaban moral.menerus dilakukan dalam kaitannya dengan pemindahan perakatan . pembelian bahan dan penjadwalan. Sedangkan biaya pendidikan adalah seluruh usaha yang dicurahkan oleh pemerintah dan masyarakat pendididk baik berupa uang maupun non moneter. pengelolaan aliran kas. Pembiayaan (Financing ) Adalah bagaimana mencari dana atau sumber dana dan bagaimana menggunakan dana itu dengan memanfaatkan rencana biaya standar.

4. Definis yang sederhana tentang keuangan (finance)adalah seni untuk mendapatkan alat pembayaran. Anggaran (Budget) Anggaran (budget) merupakan suatu instrument yang dirancang untuk memfasilitasi perencanaan budget juga memberikan konteks perencanaan dalam pemilihan langkah-langkah dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. 2. dalam dunia usaha keuangan meliputi pemeliharaan kas yang memadai dalam bentuk uang atau kredit disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. e. gudang. Budget menjadi dokumen yang meringkas keputusan yang direncanakan dan dapat bertindak sebagai alat untuk memastikan jujur dan hati-hati. Pasar investasi yang terdiri dari pasar sekuritas dan penerbitan model baru atau kenaikan dana dari penanaman modal baru. Ensiklopedi manajemen (1979) menggunakan budgeting sebagai perencanaan dan kordinasi dari berbagai kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dalam suatu periode tertentu dengan melakukan perkiraan kebutuhan yang diperlukan dan hasil yang ingin dicapai serta pengawasan pelaksanaan . Pasar uang 3. Dalam perusahaan dagang penggolongan keuangan yang utama adalah: 1. Dalam usaha yang besar atau kecil modal dapat terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman.memerlukan dana untuk modal tetap seperti tanah. hal ini tidak saja mencakup uang pembayaran yang sah. modal kerja dan modal tetap lainnya. mesin. Keuangan (Finance) Urusan keuangan pada suatu institusi seperti pada lembaga pendidikan. Pasar uang luar negeri dan 5. bangunan. Alat yang digunakan dalam keuangan meliputi seluruh metode peminjaman uang dan pertukaran satu jenis hak yang berkenaan dengan keuangan dengan yang lain. Asuransi. tetapi juga kredit bank. Perbankan. d.

.knezevich (1969:75) mengemukakan budgeting merupakan alat penjabaran suatu rencana kedalam bentuk biaya untuk setiap komponen kegiatan. 4. Statistic pelaksanaan dikumpulkan dan dibandingkan dengan dugaandugaan. 3.47) menjelaskan bahwa anggaran (budget) merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan lembaga dalam kurun waktu tertentu. Perencanaan dan pengawasan. Kemampuan penyusunan jadwal dan pengaturan pelaksanaan. dan 5. Prosedur penganggaran dilakukan dengan : 1 menyusun ramalan tentang kemungkinan pendapatan dan belanja selama periode tertentu. Menetapkan anggaran berdasarkan ramalan. Mengukur varian-varian dan mengalisa penyebab-penyebabnya. 4. 3. Biaya (cost) Biaya ( cost) adalah jumlah uang yang disediakan (dailokasikan ) dan digunakan atau dibelanjakan untuk terlaksananya berbagai fungsi dan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan an sasaran-sasaran dalam rangka proses manajemen. 2.oleh karena itu di dalam anggaran tergambar kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh suatu lembaga. Jenisjenis hasil produksi yang dibuat dan sifat hasil produksi yang dibuat. Melakukan perbaikan. Jumlah dana yang dipergunakan dibandingkan dengan hasil yang mungkin dicapai dan 6. Permintaan terhadap hasil produksi dan stabilitas permintaan potensi dasar. 2. Nanang Fattah (2000. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam membuat anggaran adalah :1. f.

Harga pokok dapat dipandang dari dua segi yaitu pengertian integral yang memasukkan segala unsure baiaya yang dikeluarkan sehingga setiap pengeluaran akan dianggap sebagai baiaya. Identifikasi dan analisis terhadap cost . Artimya bahwa jumlah total biaya sangat dipengaruhi oleh cost driver sebagai faktor yang mempunyai efek terhadap perubahan level biaya total dari suatu obyek. g. tidak dapat dihindarkan dan memberikan kegunaan terhadap produksi.270) mengatakan bahwa biaya sering didefinisikan sebagai penggunaan sumber daya yang mempunyai konsekuensi keuangan. Al (2000. Pemicu biaya (cost Driver) Pemicu biaya (cost Driver) menurut blocher et al (2000.Di dalam ensiklopedi nasional Indonesia (19990) disebutkan : biaya adalah nilai barang dan jasa yang dipakai untuk melaksanakan kegiatan atau pendapatan. Konsep biaya secara keseluruhan berkaitan dengan setiap fungsi manajemen yaitu a. karenanya harga pokok dapat pula diartikan sebagai pengorbanan biaya yang rasional. penentuan harga pokok jasa dan pelaporan keuangan d. kemuadian oengertian diferensial mengganggap bahwa harga pokok itu terbatas kepada pengeluaran yang benar-benar merupakan biaya yang rasional dan berguna untuk produksi.71) adalah faktor yang memberikan dampak pada perubahan biaya total. pengendalian manajemen dan pengendalian operasional. Biaya adalah harga pokok yang merupakan gambaran pengorbanan dalam pengertian kuantitatif pada saat barang atau jasa dipertukarkan. Di sisi lain dapat diartikan bahwa hargapokok merupakan nilai pengorbanan dalam pengertian uang yang diberikan kepada produksi yang melekat pada hasil produksi. perencanaan dan pengambilan keputusan c. Sementara blocher et. Manajemen stratejik b.

biaya bahan bakar (obyek biaya) didalam suatu pabrik yang digunakan untuk pembangkit listrik dipengaruhi oleh rentang waktu yang dibutuhkan merupakan cost driver untuk biaya bahan bakar. Cost driver umum lainnya adalah jumlah produk yang dilakukan untuk mebuat suatu \produk serta jumlah promosi pemasaran dan distribusi. dimana komponen yang terkait dengan pendidikan itu turut serta memikirkan program-program yang akan dilaksanakan serta biaya yangh diakibatkan (dipicu) oleh program yang dibuat. 5. Konsep pendidikan berbasis sekolah merupakan sarana yang tepat dalam pengembangan pendidikan. Model Biaya Pendidikan Menurut John dan Morphet (1975. Sebagai contoh. Aanalogi manufaktur dapat digunakan di dalam proses pembiayaan aktivitas pendidikan sebagai suatu lembaga non profit yang bergerak dibidang jasa. Program-program pendidikan yang ditawarkan oleh sekolah yang dapat meningkatkan dan mengembangkan keterampilan lulusan dalam pendidikan dapat juga dijadikan sebagai pemicu biaya di akumulatif.driver merupakan langkah penting dalam analisis stratejk dan manajemen biaya pada suatu organisasi. Faktorfaktor yang menjadi pemicu biaya diantaranya jumlah jam mengajar guru. Perhitungan . media pengajaran dan buku teks yang digunakan dan fasillitas pendukung yang bersifat temporer. 325-253) bahwa model pembiayaan sekolah terdapat dua dimensi pokok yaitu dimensi alokasi biaya dan dimensi penghasilan (revenue) dimensi alokasi biaya sangat terkait dengan target populasi yang disesuaikan dengan program pelayanan dan kelengkapan fasilitas untuk mencpai target populasi.

unit cost untuk masing-masing program yang akan dibiayai ditentukan oleh kemamouan local atau usaha yang disepakati negara bagian. Flat grand model adalah sistem pendistribusian dana atas dasar penerataan yang berkenaan dengan jumlah permurid. masyarakat yang miskin tentu perlu menerima bantuan dana lebih besar dibandingkan masyarakat yang pendapatannya lebih besar. Oleh karena itu sekolah miskin akan memperoleh kesempatan sejajar dengan sekolah lainnya. Dimensi alokasi secara garis besar dikelompokkan dalam dua model yaitu model flat grand dan model aqualization. Tipe pajak yang diadakan (levy) oleh pemerintah merupakan penghasilan yang dialokasikan untuk mendukung persekolahan. Keseluruhan model pembiayaan yang disebutkan sebagai berikut: 1. negara bagain. Dimensi penghasilan adalah model pembiayaan dari pusat uang diklasidfikasikan kedalam 5 bagian (john dan Morphet 1975. Pembiayaan seperti ini menurut john dan morpeth dibebaskan kepada pemerintah daerah seluruhnya sementara pemerintah pusat hanya mengontrol mutu pendidikan. Biaya dari pemerintah daerah seluruhnya. Model aqualizatins bertitik tolak pada kemampuan membayar (ability to pay) masyarakat. perguru atau beberapa unit kebutuhan yang sama diberikan tanpa mempertimbangkan variasi biaya yang dibutuhkan dalam pelayanan. program dan perubahan jumlah. model gabungan antara negara bagian dan pemerintah local dan model bantuan dari pemerintah local sepenuhnya. pemerintah pusat dan pemerintah local. 325-253) yaitu model dari pemerintah pusa sepenuhnya. . Sementara dimensi penghasilan (revenue) merupakan presentasi dari penghasilan yang ditetapkan dari berbagai sumber seperti.

Model ini menggambarkan bahwa seluruhnya dari pusat. Model pembiayaan dai pusat seluruhnya. Negara bagian secara prinsif harus empertimbangkan konsep equality equalization atau equality of opportunity untuk pendidikan sekolah dasar maupun SLTP walaupun secara rinci konsep ini sulit didefinisikan. Lebih lanjut dikatakan chon bahwa dukungan (aid) biaya pendidikan yang diberikab oleh negara federal terutama untuk anak yang kurang mampu. biaya pembelian lokasi pendidikan . 5. atau bantuan kategori lain yang konsisten dengan . Pembiayaan sepenuhnya drai pusat untuk setiap murid dan setiap sekolah tanpa membedakan daerah kaya dan daerah miskin. Model ini menggambarkan bahwa dari pusat diberi dana pendidikan secara merata untuk seluruh distrik dan kekurangannya ditutup kemudian oleh negara bagian. Disisi lain elchanan chon (1979 267-271) menjelaskan bahwa pembiayaan pendidikan untuk sekolah dasar dan SLTP merupakan tanggung jawab pemerintah baik pemerintah negara bagian maupun pemerintah pusat. Model pembiayaan intensif atau persentase model ini menggambarkan bahwa pemerintah menentukan persentase biaya yang harus diberikan kepada pendidikan dimana pemerintah pusat sebagai penutup biaya yang kurang menurut standar masing-masing distrik.2. Model penyamaan adalah model pembuayaan pendidikan yang didasarkan atas standar biaya tertentu yang sama besarnya untuk masing-masing daerah. Model flat grand. Model ini didasarkan pada pajak pendidikan yang dihapuskan (abolished_ pada setiap distrik local. 4. 3.

Bantuan baergaransi pajak (guaranted tax base) 5. maka S-AID:PUP = $ 2.000 4000_$700 persiswa Jadi tiap distrik menerima $7101CO yang didiknya. dan masih banyak negara bagian yang menggunakan hingga saat ini sebagai basis pendistribusian danadana bantuan pendidikan. Bantuan secara merata (flat grand). 2 bantuan seluruhnya dari negara ( full state funding) 3. Penyamaan atas kemuan (power equalizing) 7. .800. Thomas H jones (1985. Misalnya dana dari negara bagian adalah $ 2. Bantuan berstandart dasar (foundation flan) 4. Bantuan local ( block grant) a.95) mengungkapkan hal sendada bahwa asa 6 (enam) rencana dasar untuk membantu negara bagian dalam pembiayaan pendidikan yakni.sementara dukungan pemerintah pusat adalah peningkatan kualitas pendidikan secvara keseluruhan peningkatan kesempatan pendidikan untuk semua dan tindakan keadilan tang disponsori oleh pendatang baru dimana kesemua ini untuk dukungan konsep pemerataan kemakmuran (wealth neutrality). 1. Sistem ini telah banyak digunakan secara luas pada beberapa dasawarsa pertama diabad kedua puluh. Formula yang digunakandi dalam flat grand adalah dengan cara membagi total dari jumlah bantuan yang dapat diberikan negara bagian (SAID) dengan jumlah siswa di negara tersebut.800. Penyamaan persentase ( percentage equalizing) 6.pengembangan vocational. Bantuan secara merata (flat grant) Bantuan secara merata (flat grand ) merupakan tipe rencana bantuan yang oertama dan tertua dan secara sistematis diajukan saat itu.000 orang.000 sementara jumlah siswa adalah 4.

Full state funding berkeyakinan bahwa sebuah pajak property sekolah local dengan berbagai tarif dan basis adalah tidak seimbang (unequal) dan ini tidak dapat dihindari sejumlah siswa menerima perlajuan pendidikan yang lebih mahal ketimbang yang lainnya karena meraka berada pada distrik yang kaya dengan tingkat pembelajaran. untuk mencapai suatu prestasi meanajer dan para professional dituntun suatu kode etik. tidak ada pajak peoperti sekolah dibawah full state funding(semua biaya ditanggung oleh negara bagian)semua dan asekolah dikumpulkan pada tingkat negara bagian dan kemudian didistribusikan pada distrik-distrik sekolah dengan menggunakan basis yang sama. 6. B. system sosial dapat diramalkan seperti halnya system fisik atau psikal system . karena dilandasi keahlian khusus.Kelemahan flat grand ini adalah tidak didasarkan pada kekayaan dan usaha pajak distrik tetapi semata-mata tergantung pada jumlah siswa yang dididik untuk dibaru secara merata. bantuan seluruhnya dri negara (full state Funding) Model ini adalah satu-satunya rencana yang dirancang untuk menghapus semua perbedaan-perbedaan local baik dalam perolehan pajak. terlepas dari seberapa besar kekayaan atau seberapa rendah pajak yang diberlakukan distrik. pengaruh dari pada idiologi scientific management. Efisiensi dan Evektifitas Biaya Pendidikan Menejemen pendidikan dipandang sebagai kiat mencapau sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan tugas. Proses efisiensi dalah tujuan utama dari manajemen. . Recana ini sebenarnya cocok apabila consensus politik memutuskan bahwa semua distrik berhak mendapatkan bantuan.

Penentuan pendidikan guru pengadaan biaya akan mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan dalam suatu organisasi yang akan mencapai suatu tujuantertentu. menurut pendekatan sistem biaya merupakan suatu unsur yang menentukan dalam mekanisme penganggaran. Kegiatan yang dilaksanakan dengan biaya rendah dan hasilnya meruapka kualitas yang baik. PBM dan KBM administrasi dan tata usaha saran adan prasaran adan poembiayaan yang berkaitang dengan pemeliharaan termasuk inventaris dan sarana . Kegiatan dilaksanakan dengan biaya yang rendah dan hasilnya mempunyai kualitas baik maka kan dapat dikatakan dilaksanakan secara efesien dan efektif. Investasi dalam pembiyaan pendidikan menyangkut pembiayaan guru maupun pegawai. penentuan biaya akan mempengaruhi tingkat efesiensi dan efektifitas kegiatan dalam suatu organiasai yang akan mencapai suatu tujuan tertentu. kegiatan tersebut disebut efisien dsn efektif artinya biaya pendidikan itu merupakan suatu pengorbanan yang harus menghasilkan tingkat pengembalian (rate of return) yang secara ekonomis dapat lebih menguntungkan (idochi anwar 1990:42) Biaya merupakan suatu unsur yang menentukan dalam mekanisme penganggaran.Biaya pendidikan akan ditentukan oleh komponen kegiatan pendidikan meliputi pengadaan sarana dan prasarana. dan biaya satuan.

Biaya merupakan suatu unsur yang menentukan dalam mekanisme penganggaran penentuan biaya akan mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektifitas kegiatan dalam suatu organisasi yang akan mencapai suatu tujuan tertentu.BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. .

Mintarsih (2004). Key Indicators of Asian Developing Countries. 2005.2. Ekonomi Pembangunan. Biaya pendidikan akan ditentukan oleh komponen kegiatan pendidikan meliputi pengadaan sarana dan prasarana dan biaya satuan. 5. Uhamka Press Jakarta . Manajemen Keuangan Sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan dengan biaya rendah dan hasilnya mempunyai kualitas yang baik akan dapat dikatakan dilaksanakan secara efisien dan efektif.adb.org/statistic Asri. Penentuan pendidikan guru. 3.//www. Menurut pendekatan sistem biaya merupakan suatu unsure yang menentukan dalam mekanisme penganggaran. Tesis Pascasarjana Danumihardja. Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Distribusi Pendapatan (Kajian Antar Propinsi di Indonesia Periode 1994-2003). Bagian Penerbitan STIE YKPN. http. Yogjakarta Asean Development Bank (ADB). 2005. DAFTAR PUSTAKA Arsyad. 4. pengadaan biaya akan mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektifitas kegiatan dalam suatu organisasi yang akan mencapai suatu tujuan tertentu. Nur. 1992. Lincolin.

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional WJS. Ekonomi dan pembiayaan pendidikan. Poerwadarminta (1996) Kamus Umum Bahasa Indonesia PN Balai pustaka Jakarta .Nanang Fattah (2000). Bandung Undang-Undang No.Rosda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful