CARA BERTANI SEKSAMA DAN ALAMI ( CBSA

)

PADI ORGANIK SRI

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan (nasib) satu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” ( Al-Qur’an : AR RA’D ayat 11 ) I. BUDIDAYA PADI METODA SRI SRI ( System of Rice Intensification ) adalah cara budidaya padi yang pada awalnya diteliti dan dikembangkan sejak 20 tahun yang lalu di Pulau Madagaskar dimana kondisi dan keadaannya tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Karena kondisi lahan pertanian yang terus menurun kesuburannya, kelangkaan dan harga pupuk kimia yang terus melambung serta suplai air yang terus berkurang dari waktu ke waktu, maka dikembangkanlah metoda SRI untuk meningkatkan hasil produksi padi petani Madagaskar pada saat itu, dengan hasil yang sangat mengagumkan. Saat ini SRI telah berkembang di banyak negara penghasil beras seperti di Thailand, Philipina, India, China, Kamboja, Laos, Srilanka, Peru, Cuba, Brazil, Vietnam dan banyak negara maju lainnya. Melalui presentasinya Prof. Norman Uphoff dari universitas Cornell, USA, pada tahun 1997 di Bogor, SRI diperkenalkan di Indonesia. Dan sejak tahun 2003 penerapan dilapangan oleh para petani kita di Sukabumi, Garut, Sumedang, Tasikmalaya dan daerah lainnya memberikan lonjakan hasil panen yang luar biasa. Cara budidaya SRI sebenarnya tidak asing bagi para petani kita, karena sebagian besar prosesnya sudah dipahami dan biasa dilakukan petani. Metoda SRI ini dinamakan bersawah organik dan menghasilkan padi/beras organik karena mulai dari pengolahan lahan, pemupukan hingga penanggulangan serangan hama sama-sekali tidak menggunakan bahan-bahan kimia . Metoda SRI seluruhnya menggunakan bahan organik disekitar kita ( petani ) yang ramah lingkungan, dan bersahabat dengan alam serta mahluk hidup di lingkungan persawahan. Dari hasil penelitian dan percobaan oleh para ahli selama bertahun-tahun di berbagai negara menunjukan bahwa hasil yang diperoleh dengan metoda SRI sangat tinggi jika sepenuhnya tidak memakai bahan-bahan sintetis( kimia/anorganik) baik untuk pupuk maupun untuk pembasmi hama dan penyakit padi. Prinsip dasar budidaya padi organik SRI terdiri dari beberapa kegiatan kunci dan prosesnya mutlak harus dilakukan agar hasil yang dicapai petani optimal. 1. Proses Pembibitan. 2. Proses Pengolahan Lahan. 3. Proses Penanaman Bibit Padi. 4. Proses Pemeliharaan. 5. Proses Pemupukan. 6. Proses Pengendalian Hama. 1.Proses Pembibitan. Tahapan proses pembibitan dimulai dari proses pemilihan ( seleksi ) bibit padi serta penyemaian sebagai mana uraian berikut: a. Siapkan air tawar dalam ember secukupnya lalu masukkan sebutir telur ayam/bebek, kemudian secara perlahan-lahan masukan garam dapur sambil diaduk-aduk dengan hati-hati sehingga telur yang semula tenggelam akhirnya terapung. Artinya air tersebut sudah siap dipakai untuk seleksi bibit padi. b. Masukan bibit padi ke dalam ember yang berisi air+garam tadi. Bibit padi yang tenggelam itu bibit padi yang baik sedangkan 1

sehingga lahan miskin unsur hara dan agregatnya sangat kuat. 2. e. Tutupi tebaran tersebut dengan lapisan tipis adukan tanah+kompos dan potongan jerami. fermentasi jerami selesai menjadi kompos dasar. Jerami dan sekam harus dimasukkan kembali ke sawah setelah dilakukan fermentasi ( pengomposan ) terlebih dahulu. Karena itu perlu dimasukkan bahan-bahan organik minimal sama volume dan bobotnya dengan yang keluar dari sawah ( jerami dan padi ) atau setara 7-10 ton kompos/Ha. kemudian direndam 2 hari lalu diperam dengan kain basah selama 1-2 malam hingga muncul lembaga bintil putihnya untuk disemai esok harinya. Setelah 4 pekan atau lebih. d. Setelah persemaian berumur antara 7-10 hari (sejak dari hari pertama persemaian) bibit padi akan berdaun dua helai dan bibit padi sudah harus ditanam pada petak sawah. a. Setiap lapisan jerami tebalnya 10-20 cm lalu ditaburi kohe atau mikroba . 2 .Proses Pengolahan Lahan.Jumlah tebaran bibit padi per pipiti berkisar 200-250 butir. Inilah perbedaan pertama cara penanaman metoda SRI dengan cara konvensional. Kondisi lahan sawah kita umumnya sudah miskin bahan organik dan banyak residu pupuk kimia serta pestisida kimia. persemaian disirami setiap harinya dengan campuran larutan air dan mol dengan perbandingan 30 : 1.c. Satu hektar sawah diperlukan lebih-kurang 5 Kg bibit yang baik. f. Tumpukan jerami ditutup dengan plastik atau bahan bahan lain agar tidak terlalu basah oleh air hujan atau kekeringan oleh teriknya sinar matahari. Selama persemaian dianjurkan malam hari diberi penerangan lampu pijar 75W dengan jarak lampu ke persemaiain 1-2 meter dan bebas dari gangguan hewan. Ambil bibit padi yang baik tersebut lalu dicuci dengan air bersih beberapa kali. Sirami tanah + kompos dalam pipiti atau gedebog pisang tadi agar lembab sebelum ditebar bibit padi yang sudah didiamkan selama 2 malam hingga keluar kecambah. kemudian disiram hingga basah sebelum ditumpuk lapisan jerami berikutnya. Direkomendasikan adukan ditambah sekam padi yang sudah lapuk 50% untuk penyubur dan memudahkan penarikan benih padi muda satu per satu ketika penanaman. Untuk menjaga kelembabannya. Buatlah adukan tanah sawah + kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 setelah merata masukan adukan tanah + kompos tadi ke dalam besek (pipiti) atau gedebog pisang atau fasilitas tempat lain yang praktis setinggi 4 cm ( ¾ tinggi pipiti) yang alasnya telah dilapisi plastik atau dedaunan atau di petak sawah langsung yang telah dilapisi plastik. kemudian disirami sedikit agar persemaian tetap lembab. yang terapung/melayang adalah bibit padi yang jelek. jerami ditumpuk berlapis-lapis dan diberikan kotoran hewan ( kohen ) dan hijauan sekitar seperti ki rinyu dsb serta mikroba ( dalam bentuk cairan atau kompos mikroba ). Untuk mempercepat proses fermentasi/pengomposan.

setelah penanaman. Panjang malai padi akan sebanding dengan kedalaman ( panjang akar ) padi. Pembuatan parit sebaiknya dilakukan dalam keadaan tanah yang tidak berair dan agak kering agar pembentukannya mudah serta tidak turun ( longsor ) lagi.5-1. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka selain kompos dasar tersebut diperlukan tambahan kompos mikroba yang volume atau beratnya sebanding dengan gabah yang dihasilkan sebelumnya. d. Selain cara persemaian dan penanaman tersebut. Penundaan penanaman lebih dari 15 menit dapat menurunkan kemampuan pertumbuhan anakan rumpun padi.airi petak sawah 2 hari sekali hanya hingga macak-macak agar mikroba dapat berfungsi maksimal karena memperoleh udara (oksigen) yang cukup. Gunakan hanya satu bibit padi per posisi tanam. sawah agak direndam sedikit diatas macak-macak ( 1 – 2 cm diatas pangkal batang padi ) selama 10 hari. Proses seleksi benih tetap sama.taburlah kompos mikroba merata per 2 baris tanaman padi lalu dibuat kamalir setiap 2 baris tanaman dengan maksud agar semua rumpun tanaman padi mendapat posisi pinggir kamalir (parit). Parit ini fungsinya untuk pengendalian air (drainase) dalam petak sawah. dan benih didiamkan selama 2 ( dua ) hari hingga keluar kecambah.Proses Pemeliharaan. Kalau penanaman bibit padi dibenamkan batang dan akar akan membentuk huruf ’J’ sehingga akan mengurangi kemampuan bibit padi untuk tumbuh. sebarkan 50% kompos dasar merata ke seluruh petak sawah dan separuhnya lagi disebarkan waktu perataan tanah. 4. lalu dibuat garutan untuk jarak penanaman bibit padi. Buatlah parit kecil sekeliling dalam dari petak sawah dan melintang di tengah sawah. Jika hal ini sulit dilakukan karena georafi lokasi petak sawah atau karena sistem pengairan berjenjang lakukanlah usaha sedemikian rupa hingga petak sawah tidak sampai tergenang air karena walaupun butuh air tapi padi bukan tanaman air. dalam kondisi petak sawah macak-macak. Lama jarak waktu dari pencabutan bibit padi dari persemaian hingga ke penanaman di petak sawah tidak boleh melebihi 15 menit. Sisakan bibit padi sekitar 2 % dari kebutuhan seluruh bibit padi yang ditanam sebagai tanaman cadangan dan disemai dipinggir petak sawah.0 cm saja. demikian pula hentikan pengeluaran air dari petak sawah. kondisi petak sawah tidak boleh tergenang tetapi hanya macak-macak saja. Semakin dalam pengolahan lahan semakin baik karena akar padi yang sehat dapat mencapai kedalaman 60 cm. Ini adalah hal yang kedua yang membedakan bertani cara ’SRI’ dengan cara tradisional .Proses Penanaman Bibit Padi. b. Dari berbagai pengalaman di lapangan. Setelah permukaan petak sawah rata dan dibuat selokan-selokan. hampir tidak dibenamkan sama sekali. petani dapat menggunakan cara tanam benih langsung ( tabela ). bibit yang mati karena berbagai sebab tidak akan melebihi angka 2 %. Posisi akar bibit padi sejajar dengan permukaan tanah sehingga batang bibit padi dan akarnya berbentuk huruf ’L’. hanya sedalam 0. b. Kemudian benih tersebut ditanam tunggal dengan jarak tanam tidak boleh kurang dari 35 cm. Setelah 10 hari lalu di keringkan kembali ke keadaan macak-macak. berkembang dan memiliki akar yang banyak serta kuat. c. Lebar parit 20 cm dan kedalamannya tidak kurang dari 30 cm. Genangi petak sawah beberapa hari lalu dibajak dengan kedalaman 30-40 cm. a. Untuk mendapatkan sistem aerasi yang baik dan hasil yang optimal. 3 . Pada saat penanaman bibit padi ke petak sawah. 3. penanaman bibit padi sangat dangkal. c. Hentikan pemasukan air ke petak sawah.Ketika petak sawah akan dibajak. Untuk menekan pertumbuhan gulma.

pestisida dan insektisida kimia pada lahan sawah untuk pertanian padi selama ini yang tidak terkendali sudah memberikan dampak sangat negatip pada kesuburan lahan sawah kita. 5. sebenarnya tidak diperlukan pemupukan lagi dalam sistem ”SRI”. prosedur dan caranya sama seperti penanaman awal bibit padi. c. Penerapan pemakaian yang tinggi dari pupuk. namun karena kebiasaan petani melakukan pemupukan lebih dari sekali maka dapat digunakan pupuk organik cair sebagai pelengkap dengan cara disemprotkan. Tujuan utama penyiangan adalah untuk meningkatkan aerasi udara bagi tanah sawah sehingga terjadi suplai udara (oksigen) yang cukup memadai ke dalam tanah. 6. Jika hal tersebut sudah dilakukan (terpenuhi). lakukanlah penyulaman. dangkal saja dan jangan terlalu dalam. Penyiangan dilakukan dengan menggunakan alat penyiang yang didorong berputar. Hal ini diperlihatkan dengan terus menurunnya hasil panen padi per musim tanam dan seringnya terjadi serangan hama & penyakit yang luas dan dalam waktu yang singkat. sekaligus menggali dan mengaduk tanah. Air dijaga hanya ada di dalam parit sekitar dan tengah sawah saja. Proses Pemupukan. b. Bahan organik terbesar ( 8-10 ton/Ha) diharapkan dapat dibuat sendiri oleh petani dengan memanfaatkan jerami (sisa panen) dan bahan organik yang bisa diperoleh disekitar sawah mereka ( lihat Proses Pengolahan Lahan ). tanah sawah kita kebanyakan mengalami tingkat kerusakan yang tinggi.a. Baik secara struktur phisik tanah maupun secara bioorganisme tanah.Proses Pengendalian Hama & Penyakit. tanah akan lebih subur. Selama bertani padi secara ’SRI’ kondisi tanah petak sawah hanya lembab dan macakmacak hingga 2 pekan sebelum panen baru benar-benar di keringkan sama sekali. d. 4 . Penyiangan dilakukan setiap 2 pekan sekali. Bila bibit yang ditanam ada yang rusak atau kurang baik pertumbuhannya dalam 10 hari pertama setelah penanaman. Cara bersawah ’SRI’ sangat hemat pemakaian air (berkurang kebutuhan air lebih dari 50%). Gulma pengganggu tanaman padi dicabut dan kemudian dibenamkan saja kedalam tanah. Penyulaman harus dilakukan hati-hati jangan sampai ada akar yang rusak. Karena itu pada tahap awal kondisi sawah harus direhabilitasi agar memperoleh hasil yang optimal. sehingga tanah akan lebih gembur. Untuk mendapatkan hasil yang optimal diperlukan bahan organik setidaknya 8-10 ton/Ha serta pupuk kompos organik 2-3 ton /Ha. Penyiangan pertama harus dilakukan 10 hari setelah bibit padi ditanam. dan gas-gas beracun di dalam tanah bisa keluar. Penyiangan (ngarambet) sangat penting dilakukan dalam metoda ’SRI’ karena produksi gabah akan berkurang 1-2 ton untuk setiap kali kelalaian penyiangan.

Hama capung dan burung dapat diatasi dengan memperbanyak ajir/tonggak yang dipancangkan di sawah. Cara ini selain sangat murah dan praktis. Hama siklus tikus sebenarnya hanya 9 bulan setelah itu ia akan mati. pangkal batang padi tidak pernah terendam air. Kalau masih terdapat serangan hama keong emas yang cukup banyak. Dengan semakin membaiknya sistem lingkungan hidup biotik tadi berarti semakin dapat ditekan resiko kerusakan akibat serangan hama dan penyakit karena setiap hama padi akan muncul musuh alaminya (MA). Itulah sebabnya dari data para petani di Sumedang. Batang padi metoda ”SRI” relatif lebih besar dan lebih keras sehingga kurang disenangi hama tikus. Metoda ”SRI” yang diterapkan adalah menggunakan bahan-bahan organik seluruhnya dan tidak menganjurkan sama sekali pemakaian pupuk maupun obat-obatan kimia. di 5 . Sukabumi dll melaporkan adanya peningkatan produktivitas bertani padi secara “SRI”dari musim tanam ke musim tanam berikutnya. itu berarti belum menerapkan ”SRI” sepenuhnya. Pemakaian air yang sangan minim ( 50% ) dari pada cara konvensional akan dapat menekan berkembang biaknya keong emas karena secara praktis sawah tidak pernah tergenang air. sehingga secara mandiri para petani dapat membuat sendiri ramuan pengusir tikus lalu disemprotkan ke tanaman padi. juga ramah lingkungan karena ramuan tadi tidak membunuh musuh alami dari hama yang lain. Pancangkanlah ajir dari bambu atau kayu sebanyak mungkin sawah untuk menekan kerugian akibat hama ini. namun setelah usia kurang dari 4 bulan hama ini sudah dapat berkembang biak. Artinya dengan ber-”SRI” kita bukan saja dapat mempertahankan tingkat produktivitas padi yang tinggi tetapi juga meningkatkan struktur dan kondisi lahan sawah serta membaiknya lingkungan hidup biotik di persawahan. Hama tikus tidak menyukai bau yang menyengat seperti bau jengkol dan rasa yang pahit seperti brotowali. selain untuk meningkatkan produkri padi dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang ramah lingkungan. mudah diperolehnya. Itulah sebabnya hama tikus ini sangat cepat bertambah populasinya. relatif murah. kondisi sawah hanya lembab dan macak-macak saja. itu mengindikasikan masih ada genangan air. Tasikmalaya. juga untuk memperbaiki struktur maupun kondisi lahan persawahan secara berkesinambungan.Cara bertani padi secara ”SRI”. untuk ia bertengger. Tikus salah satu hama yang sangat dikhawatirkan para petani selama ini karena serangannya sangat cepat dengan jumlah kerusakan yang sangat luas. Sifat hama ini sangat menyenangi sesuatu yang bersifat menjulur/tegak/muncul.

Masih ada anggapan masyarakat petani yang memandang penanaman padi hanya sebagai kegiatan tradisional petani untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga saja. Dan peran Jabar tidak saja sebagai lumbung padi nasional. Petani umumnya enggan untuk melaksanakan hal-hal yang baru mereka ketahui. mengingat metoda tersebut telah terbukti memberikan peningkatan produksi padi petani dan sekaligus pendapatan mereka. para petani di Jabar termasuk yang paling sulit menerapkan konsep padi ”SRI”. itu semata-mata agar mereka tidak perlu membeli beras dan juga mereka tidak memiliki kegiatan yang lain. saat ini telah terjadi lonjakan hasil produksi yang cukup fantastis. juga akan ikut meningkatkan harkat. Dari berbagai informasi dan laporan yang kami dapatkan tentang penerapan penanaman padi organik ”SRI” baik di negara-negara lain maupun di Indonesia. jika ada indikasi serangan taburkan abu bekas pembakaran terutama pada telur dari hama ini. peningkatan produksi mereka sudah mencapai 500 %. Di Jabar. termasuk metoda penanaman padi organik ”SRI”. Hal-hal yang menjadi penyebabnya antara lain: 1. Dari pengalaman. Selain itu mereka merasa belum yakin dan ingin melihat contoh terlebih dahulu. 2. petani belum menerapkan prinsip-prinsip secara utuh ( karena berbagai faktor budaya. Karena kenyataannya selama ini kegiatan penanaman padi tidak memberikan keuntungan yang memadai. Kalau saat ini petani masih melaksanakan penanaman padi. Banyak pihak mengakui bahwa lahan-lahan sawah di Jabar paling subur dibandingkan lahan di daerah lainnyadi Indonesia. Harus diakui bahwa untuk mencapai kemajuan itu tidak mudah. Mereka menganggap cara baru beresiko. dari semula rata-rata 2.6 ton/ha. kebiasaan dan non teknis lainnya ) namun demikian dari data produktivitas rata-rata hasil produksi sudah ada peningkatan 50 % sampai 300 %. mereka sudah puas dan menerima saja hasil yang dicapai sekarang sebagai kodrat/nasib mereka. 3. Petani-petani yang mengolah sawah saat ini sebagian besar tidak memiliki sawah sendiri. 6 . tetapi tidak mustahil menjadi satu-satunya propinsi yang dapat mengekport beras pada tahun 2010. Sesungguhnya keengganan petani tadi untuk menerapkan metoda ”SRI” dalam bercocok tanam padi sangatlah disayangkan. ”SRI” DAN MASA DEPAN PETANI. II. dan sudah termanjakan dengan cara-cara pengolahan praktis serta biaya pupuk & pestisida yang boleh dipinjam sampai panen. mereka umumnya penggarap saja. Ada semacam fanatisme di petani untuk selalu menggunakan pupuk maupun obat-obatan kimia atau ”anorganic syndrom”. Dengan potensi lahan tersebut bila metoda ”SRI” dapat diterapkan secara utuh produksi padi di Jabar diprediksi dapat mencapai rata-rata 30 ton/ha. selain dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.Untuk hama wereng. 4. saat ini sudah ada yang mencapai 21 ton/ha.apalagi dibandingkan dgn negara lain. Sedangkan di negara lain terutama di Madagaskar. Bila hal itu dapat dicapai. Sebagai ilustrasi kami sajikan simulasi perhitungan usaha pola bersawah ”SRI” untuk beberapa alternatif hasil produksi. penaburan abu ini akan lebih efektif pada saat telur wereng telah menetas. martabat bangsa.

60 g GKP = 1 rumpun = (60/25) x (1000/200)/0.70 x 6.= Rp 200.Analisa produksinya dapat digambarkan sebagai berikut : Untuk produksi 6 ton per gabah kering pungut ( GKP ) per Ha.000.-/panen a) Jika hasil panen 6 ton dan penggarapan sawah tersebut dengan sisterm bagi hasil antara pemilik dan penggarap maka pendapatan masing-masing pemilik dan petani penggarap sebagai berikut : Panen 2 x setahun : 7 .7 = 18 malai.000.= Rp 450.000.000. 6 Kg GKP = 100 rumpun.200.= Rp 600.000. Untuk produksi 18 ton GKP per Ha.000.800. maka produksi malai per rumpun adalah : 6 ton GKP = 6000 Kg GKP =100.620.= Rp 200.000.900.Rp 9..= Rp 23.000.-/Kg Beras SRI Organik = Rp 7.000.000.500.520.- Penghasilan bersih/Ha Rp 23.200lt Pestisida hayati ( organik ) 200 lt Traktor ( pengholahan lahan ) Biaya penanaman ( tandur ) Biaya pengolahan&penyiangan Biaya supervisi Biaya inspeksi Biaya pemanenan Biaya pengeringan padi Biaya penggilingan padi Biaya Karung Biaya pengangkutan ke penggilingan Total Biaya operasional = Rp 40.= Rp 1.000..000.= Rp 300.= Rp 1.000.900..000.(jarak tanam 30 Cm).500.520. jadi 1 rumpun = 20 malai Untuk produksi 12 ton GKP per Ha.000.= Rp 13.Pengeluaran : Benih 5 kg Kompos mikroba 7 ton Mikroba 1.70 : 1 (SRI) Harga : GKG Konvensional = Rp 2.= Rp 50.000 rumpun.80 : 1 Beras : GKG = 0.= Rp 600. Analisa Target Pendapatan Petani Sri/Ha : GKP = Gabah Kering Pungut GKG = Gabah Kering Giling Konversi GKG : GKP = 0.000.= Rp 9.= Rp 1.000.= Rp 600.65 : 1 (Konvensional/Non SRI) 0.000.= Rp 2.000. 000.80 x 0.000 x Rp 7.000.= Rp 360.-Kg GKG SRI = Rp 2.-/Kg Penjualan untuk 6 ton GKP Pemasukkan : 0.000. produksi malai per rumpun = 80 malai.000. produksi malai per rumpun = 40 malai.

000.000. 2 b) Jika hasil panen 12 ton GKP dan penggarapan sawah tersebut dengan sistem bagi hasil antara pemilik dan penggarap maka pendapatan masing-masing pemilik dan petani penggarap sebagai berikut : Panen 2 x setahun : Hasil panen 6 bulan : 0. apalagi bagi petani yang memiliki sawah dan menggarapnya sendiri. di wilayah Jawa Barat ( khususnya di Priangan ) hasil produksi padi diprediksi dapat mencapai 30 ton/ha ! .7 ton/ha.. kami tidak ingin petani dan bangsa ini semakin tertinggal dan bergantung pada bangsa lain dalam hal pengadaan pangannya. PENGEMBANGAN BUDI DAYA PADI ORGANIK ”SRI” Meskipun padi organik ”SRI” ini merupakan solusi dan masa depan bagi petani. (3) Petani penggarap dapat memperoleh penghasilan tambahan dari upah kerja yang telah dialokasikan.= Rp 34. kami akan terus mengsosialisasikan metoda SRI kepada para petani dan pemilik sawah.000.040. Dengan kesuburan lahan yang sangat luar biasa.70 x 12.270.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Depatemen Pertanian produksi padi nasional rata-rata hanya 3. jika petani tersebut mengerjakan serta ikut bekerja menggarap sawah tersebut.. selain pemahaman konsep. tetapi kami menyadari bahwa untuk mengembangkannya tidak mudah... Catatan : (1) Dari simulasi perhitungan tersebut bisa memberikan gambaran kepada kita bahwa usaha pertanian padi bisa memberikan penghasilan cukup bagus baik bagi pemilik. Padahal kita memiliki potensi lahan yang lebih subur dibanding negara manapun. juga sistem bisnis atau tata niaga baik pada pupuk-pestisida kimia maupun padi atau beras yang sudah berjalan bertahun-tahun menjadi kendala tersendiri.Dengan demikian penghasilan pemilik dan penggarap adalah = Rp 2.Hasil panen 6 bulan Rp 13.. pemilik sawah serta masa depan pertanian serta bangsa kita agar tidak terus menerus hanya bisa mengimpor beras saja.-: 6 = Rp 2.= Rp 47.000.000 Kg x Rp 7..620.000. Dari sisi petani. Diperkirakan metoda ”SRI” ini akan memporak porandakan kemapanan sistem bisnis dan tata niaga pupuk dan pestisida kimia.Dengan demikian penghasilan pemilik dan penggarap adalah Rp 2. Karena di dunia saat ini ”SRI” sudah berkembang pesat. • Beras lebih pulen dan tidak cepat basi. (4) Penanaman padi dengan metoda ”SRI” memiliki manfaat dan keunggulan lain.maka rata-rata penghasilan tiap bulannya adalah Rp 34. • Harga jual lebih mahal dari beras konvensional (anorganik). III.000. petani harus sejahtera dan 8 . sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada pihak-pihak yang merasa terganggu kemapanan bisinisnya oleh metoda ”SRI” ini.940.650..000. penggarap.823.000.270. kultur..-/bulan.= Rp 1.-/bln. (2) Hasil panen sebesar 6 ton/Ha dalam satu kali panen merupakan hasil awal dan akan terus meningkat selama petani/penggarap disiplin dalam menerapkan sesuai dengan petunjuk metoda penanaman padi ”SRI”. Selain itu petani dapat memperoleh hasil tambahan jika ia rajin menanam palawija di sekitar pematang sawah. kemauan. yaitu : • Ramah lingkungan. Prinsip kami.000.135.911. motivasi serta kerja keras petani yang tidak sama. Bagaimanapun perubahan harus dilakukan untuk masa depan bangsa ini.80 x 0.dikurangi biaya operasional Rp 12. dan dengan niat yang tulus untuk membantu nasib para petani. baik dari sisi para petani maupun masih kurangnya perhatian dan dukungan pemerintah.620.300.940.100. Cukup banyak kendala serta tantangan.-: 6 = Rp 5. baik petani yang memiliki sawah dan menggarap sendiri atau pemilik sawah dengan petani penggarapnya.000.maka rata-rata penghasilan tiap bulannya adalah Rp 13.

namun ketidak tersediaan air yang memadai belum ada cara yang dapat menggantikan peran air apalagi membuatnya secara artifisial. mereka umumnya belum mandiri. 9 . Dalam kondisi kehidupan masyarakat yang terpuruk khususnya masyarakat tani saat ini. masih ada secercah harapan akan masa depan petani kita. Metoda ”SRI” diperoleh melalui proses penelitian yang memakan waktu puluhan tahun. Agar program atau rencana ”SRI” berhasil secara agrobisnis maka perlu dipilih lokasi sawah yang tersedia air irigasinya paling tidak untuk 2 kali musim tanam. Hampir semua hama dan penyakit padi yang ada dapat dicegah dan ditanggulangi secara organik ( MOL & POL ). Misalnya saja. Metoda ”SRI” bukan sesuatu yang istimewa apalagi aneh walaupun bisa menghasilkan padi sangat luar biasa. akibatnya jika hasil panen baikpun petani akan terus membeli secara kredit. Bukan pula klenik karena semua dikerjakan secara logis dan alami.SYARAT DAN KUNCI KEBERHASILAN METODA SRI Meskipun bersawah secara ”SRI” tidak memerlukan air yang banyak dan kontinyu bahkan dapat menghemat pemakaian air 50% dari pemakaian air bersawah secara tradisional. semua bisa dijelaskan dan bisa diterima dengan nalar kita. namun jaminan ketersediaan air setiap saat mutlak diperlukan karena mikro organisme yang diinvestasikan pada lahan sawah memerlukan kondisi tanah yang selalu harus lembab sehingga dapat berperan dan berfungsi maksimal dalam menguraikan senyawa komplek menjadi senyawa yang lebih sederhana untuk dapat diserap oleh bulu-bulu akar padi. Secara bisnis. baik dari sisi permodalan maupun menentukan harga jualnya. 2 sampai 4 kali dari hasil yang dicapai petani kita saat ini. mengapa jarak tanam harus diatas 25 cm. Sementara petani kita saat ini umumnya menanam padi tanpa berfikir apa-apa. baik dari KUD. penanaman harus tunggal. tidak terkena limbah industri serta dekat dengan akses infrastruktur jalan kendaraan roda empat. hanya melanjutkan kebiasaan cara penanaman sebagaimana pendahulunya. keenakan dan akhirnya menjadi kebiasaan. biaya dan siap bekerja keras. bersedia bekerja keras dan scara konsisten menerapkan metoda tersebut dalam budi daya padi. Keuntungan yang didapat digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Petani tidak boleh lagi ingin untung tapi enteng dan berharap hasil panen akan baik tanpa upaya yang maksimal. Kondisi para petani saat ini. mikroba (starter) serta pestisida organik (2) Bimbingan dan pendampingan teknis langsung kepada petani (3) Jika petani mengalami kesulitan penjualan. Syaratnya. dan lain-lainnya. Untuk mencapai kesejahteraan dan kemandirian. mereka tetap tidak mau membayar kontan. Kami mengetahui bahwa saat ini hampir semua petani membeli secara kredit seluruh kebutuhan saprotan (sarana produksi pertanian). Dengan pemberian full kredit tersebut secara tidak sadar telah menjerumuskan petani pada sikap yang manja. kami dapat membantu mencarikan pembeli hasil produksi padi organik ”SRI” dengan harga yang pantas sesua varietas padi yang diminati pasar.mandiri. usaha tersebut bisa memberikan keuntungan. baik bagi pemiliki maupun penggarap. Tidak sedikit petani yang terjebak pada kondisi tersebut. Untuk membantu petani mencapai tujuan tersebut kami memiliki program pengembangan padi organik dengan metoda ”SRI” sebagai berikut: (1) Penyediaan pupuk organik. Petani harus menjadi contoh bagi komponen masyarakat lainnya dalam hal kerja keras serta kemandirian. penanaman padi organik ”SRI” betulbetul merupakan harapan dan masa depan petani. Dari gambaran analisa pendapatan dan produksi. mengapa harus menggunakan pupuk kompos organik. IV. jadi sangat rasional dan bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. sementara bila hasil panen jelek tidak mustahil petani malahan memiliki sisa utang. petani terlebih dahulu harus memahami secara mendalam metoda ”SRI”. Apalagi bagi petani yang memiliki dan menggarap sawahnya sendiri. Peran survey awal pemilihan lokasi sawah menjadi hal yang sangat strategis dalam hal keberhasilan metoda ”SRI” ini. agen pupuk atau bandar padi ( tengkulak ). diperlukan pengorbanan waktu.

diantaranya: a) Memperbaiki struktur tanah Tanah yang baik bagi tanaman teksturnya harus remah. tetapi bila kondisi tidak memungkinkan maka petani masih bisa mengubahnya. pupuk organik cair masih boleh tidak digunakan. Karena itu petani SRI tidak boleh terkecoh. atau pupuk organik cair saja sudah cukup tanpa harus menggunakan kompos. atau pupuk organik cair saja sudah cukup untuk menyuburkan tanaman. padahal negara kita jauh lebih subur dibandingkan dengan Madagaskar. petani saat inipun sebenarnya tidak seutuhnya melanjutkan tradisi leluhurnya. tetapi pupuk organik kompos mutlak harus digunakan. masyarakat kita yang latah dan gemar meniru (menjiplak) tidak mustahil akan mendompleng sesuatu yang sedang populer atau laku. jangan miskin pengetahuan dan informasi serta mau bertanya sana sini agar dapat menambah pengetahuan dan wawasannya. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal maka dalam mengimplementasikan metoda SRI ada hal-hal teknis dan non teknis yang harus diketahui dan dipahami para petani. (4) Petani jangan mudah tertarik serta terjebak dengan harga saprotan yang murah. (3) Petani harus mau untuk terus belajar. persayaratan pembayaran yang ringan tanpa memperhitungkan akibat-akibat yang lebih jauh baik pada tanamannya maupun kemandiriannya. serta yang sama sekali tidak diperbolehkan. Pupuk dan pestisida sintetis (kimia) mutlak tidak boleh digunakan. serta harus ulet sehingga tidak cepat putus asa bila mendapatkan tantangan dalam melaksanakan kegiatan penanaman padinya. Pada dasarnya pupuk organik kompos yang diberikan pada saat awal sudah memadai asalkan jumlahnya cukup. serta hal yang boleh diubah sesuai dengan situasi kondisi. (2) Petani bersedia bekerja keras karena dengan metoda ”SRI” akan membuat pekerjaan lebih banyak. Petani perlu mengetahui mengapa pupuk organik kompos begitu mutlak harus digunakan. Misalnya saja label organik yang ditawarkan untuk produk pupuk mungkin saja benar. sebenarnya sudah dilakukan petani kita puluhan tahun yang lalu. misalnya saja penanaman bibit tunggal dan pemberian bahan organik dalam bentuk pupuk kandang dan memasukan kembali jerami ke dalam sawah. sesuai dengan hasil penelitian para ahli di luar Indonesia. Jadi. Sedangkan persyaratan non teknis yang mutlak harus mereka miliki diantaranya: (1) Petani harus memilki motivasi untuk maju dan berubah dengan tekad yang kuat dalam rangka memperbaiki kehidupan dan kesejahteraannya. yang bisa digantikan. Karena dari pengalaman terbukti tanaman akan sangat baik bila menggunakan pupuk kompos organik tanpa unsur kimia sedikitpun seperti yang dianjurkan dalam metoda ”SRI”. Hanya saja bila perubahan itu dilakukan. yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan petani kita. serta 10 . tetapi seberapa besar kandungan mikrobanya sehingga memenuhi syarat untuk digunakan dengan hasil sesuai harapan. Justru petani kita saat ini tidak konsisten melanjutkan tradisi leluhurnya sehingga hasil padi mereka dari tahun ketahun terus menurun. tempat penelitian ”SRI” pertama kali dilakukan. pori-porinya besar sehingga memudahkan proses aerasi (keluar masuknya udara/gas di dalam tanah). karena ada beberapa kebaikan pupuk organik kompos yang tidak bisa tergantikan. Kunci utama metoda ”SRI” terletak pada konsistensi petani dalam melaksanakan aturan serta petunjuk yang telah digariskan. meski ada peningkatan tetapi hasilnya tidak seoptimal bila petunjuk-petunjuk ”SRI” dilaksanakan seutuhnya. tetapi karena kebiasaan memberi pupuk lebih dari sekali.Dan kalau boleh jujur. Yang harus di waspadai. (5) Petani tidak boleh terkecoh dengan informasi yang menyatakan bahwa kompos bisa dicampur dengan pupuk kimia. petani boleh menambahkan pupuk organik cair sebagai pelengkap saja. Kita harus mengakui bahwa penelitian pertanian di Indonesia ini masih sangat lemah. Hal-hal teknis ada yang mutlak harus dilakukan. pada dasarnya metoda ”SRI” ini sebenarnya melanjutkan kebiasaan leluhur kita dengan penyempurnaan lebih lanjut. dengan informasi yang menyebutkan bahwa pupuk organik akan lebih baik bila dicampur dengan pupuk kimia. Untuk itu mereka harus mengetahui hal-hal apa yang mutlak.

Meskipun metoda SRI diyakini dapat meningkatkan kesejah teraan dan kemandirian petani. tidak sedikit orang masih kelaparan di tengah orang-orang yang kekenyangan. Dengan demikian kompos dan pupuk organik kompos dapat dikatakan sebagai pabrik dan bank nutrisi bagi tanaman. Ada bagian yang seharusnya untuk kaum miskin tidak kita keluarkan. Dengan uraian yang cukup lengkap ini. 2) Berbagai musibah yang berasal dari alam terus menerus menimpa bangsa ini. hendaknya disertai dengan tata cara pelaksanaan yang islami. Kompos dan pupuk organik kompos memiliki tekstur seperti itu. ada beberapa hal yang patut direnungkan oleh kita semua. Selama ini kita hanya mau meminta tapi tidak pernah memberi. bersikap dzolim terhadap alam dan sesama. mengambil tapi tidak pernah mengembalikan. urung adalah sebagian dari binatang yang adapt berfungsi menjadi MA bagi hama. d) Menciptakan musuh alami bagi hama Penggunaan pupuk organik yang dikombinasikan dengan penggunaan pestisida alami akan menciptakan lingkungan alami yang merangsang munculnya binatang-binatan sebagai Musuh Alami (MA) bagi hama tanaman. masih belum seluruhnya dikeluarkan untuk berzakat. Dengan pemberian kompos serta pupuk organik kompos setiap penanaman. termasuk para petani yaitu : 1) Negara kita adalah negara agraris yang dikaruniai kekayaan dan kesuburan luar biasa. tetapi kita masih harus mengimpor kebutuhan perut.mudah menyerap dan menyimpan air. seakanakan Allah ingin memberikan peringatan serta menurunkan azab kepada kita. 3) Mayoritas bangsa ini hidup dari usaha tani dan notebene adalah kaum muslimin. memahami serta melaksanakannya. jagung. c) Menambah volume tanah Selama ini tanaman menyerap makanan dari tanah dan pupuk kimia. Alam telah kita perlakukan hanya sebagai obyek dan benda mati semata. b) Menyuburkan tanah Tanah yang subur adalah tanah yang mampu memberikan nutrisi dan hara bagi tanaman secara alami. diharapkan petani dapat mengerti. Selain petunjuk teknis yang telah diuraikan. dll. kedele. tidak adanya solidaritas sosial diantara sesama. agar menjadi sadar atas segala kesalahan dan kekurangan serta perilaku kita yang tidak mensyukuri karunia yang telah diberikan kepada bangsa ini. Sementara kemiskinan . seperti beras. Dapat kita bayangkan bahwa secara perlahan-lahan volume tanah akan berkurang jika tidak pernah ditambah. maka secara perlahan volume tanah akan bertambah. Kompos dan pupuk organik kompos adalah sumber makanan sekaligus media bagi untuk berkembang biaknya Mikro Organisme (MO) yang akan mengurai bahan organik menjadi nutrisi dan hara bagi tanaman. Mulailah usaha tani kita dengan niat yang tulus dan senantiasa memohon pada Allah agar usaha yang 11 . PADI ORGANIK SRI ADALAH CARA BERTANI SEKSAMA DAN ALAMI ( CBSA ) Buku petunjuk ini disusun dengan tujuan untuk memberikan tuntunan lahir batin guna mencapai kesejahteraan dan kemaslahatan dunia akhirat dengan lindungan dan Ridlho Allah SWT. Hal-hal tersebut merupakan indikasi sekaligus bukti betapa ironisnya negeri ini . sebagai akibat tidak mensyukuri karunia Allah yang telah memberikan alam yang sedemikian kaya. Rezeki yang kita dapatkan dari kegiatan usaha pertanian. Selain itu kompos dan pupuk organik kompos mampu menahan/menyimpan air dan nutrisi yang tidak digunakan. capung. Laba-laba. Dalam melaksanakan cara bertani kita telah keluar dari pakem nenek moyang kita yang akrab dengan alam. mengeksploitasi tapi tidak pernah merehabilitasi. pengangguran serta keterpurukan menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari. baik hal-hal yang bersifat teknis maupun nilai-nilai keislaman yang harus menjadi ciri petani SRI. V. Kehidupan mereka umumnya masih jauh dari sejahtera baik lahir maupun batin.

secara sosio-ekonomi baik petani penggarap maupun petani pemilik sawah. Semoga gambar-gambar di bawah ini akan menjadi inspirasi serta memotivasi para petani untuk mewujudkannya. Dan bersykurlah kepada Allah bila kita akan melaksanakan panen padi. Berdasarkan pengalaman empiris di lapangan di berbagai tempat di Jawa Barat dan di Yogyakarta dalam kurun waktu lebih 2 tahun. Agar termonitor secara total hari per hari perkembangan budidaya ”SRI” yang benar dan optimum. dengan tidak melupakan bahwa dalam rezeki ( padi ) tersebut melekat hak orang lain yang wajib dikeluarkan. • Meningkat cara pengolahan lahannya. Corporate Farming yang dimaksud adalah pengelolaan sawah diambil alih langsung secara keseluruhan. • Meningkat cara bertaninya. keuletan dan kemandirian serta nilai-nilai islami agar bangsa ini segera keluar dari kesulitan serta musibah yang terus menerus menerpa kita. petani penggarap menjadi pekerja di lahan sawah ybs. sedangkam pemilik sawah mendapat sewa lahan sawah yang dipakai. Jadi dengan ”Corporate 12 . diharapkan petani mampu menjadi contoh dan keteladanan dalam hal kerja keras. Petani diharapkan menjadi lokomotif kemajuan dan jati diri bangsa yang bisa kita mulai dari pedesaan. setiap lokasi ( 5-10 Ha ) ditempatkan seorang supervisor SRI yang telah berpengalaman sekaligus sebagai pendamping para petani para petani di lokasi tersebut. Untuk mencapai nilai ekonomis di satu hamparan atau lokasi minimum dicapai areal 5-10 Ha untuk jangka waktu minimum 5 tahun dengan pembayaran sewa lahan ke pemilik dilakukan setiap awal tahun penggarapan. mendapat upah sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanaka dan rate yang berlaku setempat. jika kita sendiri tidak mau merubahnya.akan dilaksanakan selalu dalam perlindunganNya. • Meningkat terus hasil panen padinya. Di tengah keterpurukan bangsa ini. • Meningkat ekonominya. Karena Allah tidak akan merubah nasib bangsa ini. MENOREH SEJARAH. metoda ”SRI” baru memberikan impak dan memiliki daya pemikat untuk berkembang dan meluas diikuti oleh para petani tadi jika diterapkan secara ”Corporate Farming”. VI.

Farming”. Analisa Cost/Benefit disusun berdasarkan pengalaman praktis selama lebih dari 2 tahun. para investor ”SRI” selain akan mendapatkan keuntungan juga memperoleh nilai-nilai di atas. Dari pengalamn 2 tahun tersebut jika kondisi minimum ”SRI” terpenuhi. sedangkan pengelola memperoleh hasil dari penjualan beras organik yang setiap panen cenderung meningkat. Hasil ini akan terus meningkat sesuai dengan meningkatnya unsur organik tanah dan hara tanah paling sedikit 1 ton GKP/Ha setiap musim tranam berikutnya. Oleh sebab itu. disajikan pada tabel berikut ini untuk 5 Ha dengan 7 kali musim tanam. Tujuan budidaya padi organik ”SRI” bukan hanya mengutamakan pada keuntungan dan peningkatan produksi padi saja tetapi memiliki misiyang lebih luas lagi yaitu tercapainya keseimbangan lingkungan dan pemulihan lahan sawah serta budidaya padi yang lebih akrab dan sesuai dengan alam padi itu sendiri.maka hasil terendah pada awal penerapannya di suatu lokasi adalah sekitar 6ton gabah kering panen per Ha per musim tanam( 6 ton GKP/Ha/MT ). demikian pula petani pemilik mendapat hasil sewa yang pasti dan lahan sawahnya akan semangkin subur. petani penggarap mempunyai pendapatan yang rutin. 13 .

000. 14.Rp.14.1.000.2 Ton 28.000.000.000. 2.000.000.- Rp.000.000.- Rp.- Rp.025.000.000.000. 5.Rp.500. 1. Rp.000. 200.000. 77.Rp.000.- Rp.000.- Rp. 2.Rp.000. 3.- Rp.000.000.800.000.- Rp.000. 3.000. 14 .Rp.Rp.000.6.000.6 Ton 22.- Rp.000.Rp.600.250.000.000.000.000.750.- Rp.Rp.0 Ton 30.000.000. 3.- Rp. Rp.200.000.000.Rp.137. 350.1.3.- Rp.6. 1.800.000.000.000.000.Rp. 74.000. Rp.000.000.000.1. 87. 25.Rp. 1.000.000. 3.000. 4. 250.- Rp.- Rp.196.II = 35 Ton Rp. 8. 94.000.- Rp.000.000. 6.000.000.000.Rp. 4.000.000.000.000.Rp.000.000. 6.000.000.Rp.Rp.500.000.220.000.- 14 15 Rp.900.000. 2.000. 1.500.000.000.4.000.475.000.000.- 16 Rp.- Rp. 25. 2.Rp.Rp.- Rp. 3.375. 7. 77.Rp.000.176. 6.000.400.600.000.250.Rp. Untuk jangka waktu 5 tahun pembayaran sewa dilakukan per awal setiap tahun penyewaan dan kesemuanya dilakukan berdasarkan Surat Perjanjian Sewamenyewa Lahan Sawah. 60. 25.1.000.2.Rp.250.000.Rp. 5.Rp.000.000.000. 3. 200. 1. 79.Rp. Rp.000.- Rp.000.000.000. 82.Rp. 360. 1. 1. 2.- Rp.000.000.000.800. 3.14.156. 500.000.000.Rp.800.000.000. Rp. 3.000.000.I = 30 Ton Rp 200.000.750.800.8 Ton 18 Rp.23.000.000. 5.Rp. 3. Rp.000.000.000.000.000.- Rp.000.000.- Rp. 3.000.000.- Rp.075. 300. ditandatangani oleh Pemilik (kuasa pemilik) dan Pengelola (penyewa) disaksikan oleh aparatur desa setempat (lurah) di atas materai.Rp. 10.000. 1.600.111. 5.000. 3.Tabel Analisa Cost/Benefit bagi investor untu luas lahan 5 Ha dari Musim Tanam I s/d ke VI M U S I M Jenis Biaya Benih 5Kg/Ha/MT Kompos 7ton/Ha/MT MOL 1200lt/Ha/MT POL 200lt/Ha/MT Traktor Tangan /Ha/MT Biaya Penanaman / Ha/MT Biaya Penyiangan / Ha/MT Biaya Supervisi /Ha/MT Biaya Inspeksi /Ha/MT Biaya Pemanenan / Ton/Ha/MT Biaya Pengeringan / Ton/MT Biaya Penggilingan /Ton/MT Biaya Karung /Karung/MT Biaya Angkut ke Penggilingan /5Ton/MT Sewa Lahan /Ha/MT TOTAL BIAYA Hasil Beras Organik /Ha/MT Hasil Penjualan Beras Organik Proyeksi Keuntungan Unit-Harga Rp.000.000.Rp.- 19 Rp. 400.- Rp.000.5.550.T A N A M III = 40 Ton Rp.- 17 3. 1. 25.Rp. 84.Rp.- Rp.Rp.000.128.000.000. 200.000.Rp. 9. 3.- Rp. 6.500.215.100.000.325. 200.750.000.Rp.000. 1.Rp 600.500.V = 50 Ton Rp. 1. Rp.000.Rp.- Rp. 5. 3.000.000.Rp.000.750.Rp.000.Rp.000. 14.- Rp.Rp.000.000.000.- Rp.Rp.175.Rp.- Rp.Rp.Rp. 450.Rp.000.200.800.Rp.400.000.000.000.- Rp.- Rp.Rp.800.000.000. 200.14.Rp.000. 50.- Rp.000.3.Rp.000. 13.- Rp.Rp.Rp.000. 5.000.000. 11.Rp.4 Ton 25.000. 600.000. 12.000.000.2.Rp.000. Rp Rp 75.000.- Sistem penyewaan sawah yang berlaku di masyarakat petani pada umumnya satuannya adalah tahun.000.000.Rp.000.000.125.000. 1.Rp.Rp.000. 1.000.520.000.000.- Rp.K E IV = 45 Ton Rp.000.Rp.- Rp.000. 3.- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Rp.36 Ton 16.Rp.000.000.750.000.000.Rp.8 Ton 19.000.600. 600.000.800.000.000.000. 200. 2. 1.- Rp.- Rp.000.Rp. 40.000.250.Rp. 1.Rp.- Rp.Rp.000.Rp.000. 200. Rp.800.000.000.117.250.Rp.000.125.000.000.000.000. 25.000. 43. 9. 14.000.400. 3.000. 6.000.500.000.200.000.000. 1.- Rp.000.Rp. bukan musim.000. 25. 1. 5. 1.- Rp.VI = 55 Ton Rp.625.000.000.

Keadaan menjadi sangat mengkhawatirkan ketahanan pangan terutama ketersediaan beras negeri ini ketika negara-negara penyuplai beras dunia seperti Thailand.500.100.000.000. Peningkatan produksi padi telah terbukti beberapa dekade ini gagal dicapai dengan mengutak-atik bibit.Luas 30Ha : investasi Rp 909.525.637... makin rentannya tanaman padi terhadap hama & penyakit.Pertanian tidak mengarah ke sana ?. Turut serta secara aktip memulihkan kesuburan lahan sawah yang pada saat ini umumnya sudah sangat lelah oleh deraan penerapan persawahan kimia yang tidak terkendali.450.000...275. Membuka cakrawala baru buat generasi muda bahwa berusaha di sawah organik dapat menguntungkan.keuntungan Rp 51.000.725. China dll memberikan sinyal kuning akan adanya pembatasan suplai dari mereka ditahun-tahun mendatang karena mengantisipasi gejala perubahan iklim global dan pengamanan stok beras nasional mereka masing-masing. 3. Pertanyaan yang selalu menggelitik bagi para investor adalah .. 5..500.Dari analisa Cost/Benefit memberikan gambaran bahwa diperlukan modal kerja dari investor sebesar Rp 151.525.keuntungan Rp 51.725. 15 . mengapa sampai saat ini para petani belum banyak menerapkannya ?. Untuk 5 Ha investor diproyeksikan akan memperoleh keuntungan selama 3 tahun sbb: Tahun I : investasi Rp 151. makin kritisnya ketersediaan air irigasi yang kontinyu dan tidak memiliki akses pasar.keuntungan Rp 103.keuntungan Rp 119. 4..000. 2.53% Tahun III: investasi Rp 171.500.000. Ada suatu rasa kepuasan dapat berperan mempelopori langsung sebagai anak bangsa memajukan para petani yang selama ini berada di dasar piramida kemiskinan.000. Justru yang terjadi sampai hari ini adalah penurunan produksi padi karena penyusutan lahan persawahan.Selain keuntungan finansial seperti tergambar di atas.787. Vietnam. Kalau memang metoda ”SRI” ini begitu menjanjikan.keuntungan Rp 309.keuntungan Rp 206. Mengapa pula instansi yang bertanggung jawab seperti Dept. Namun satu hal yang paling mendasar dan pasti yaitu secara struktural dan sistematis kondisi sosial-ekonomis masyarakat petani di pedesaan saat ini sangat sulit dan memprihatinkan sehingga tanpa ditopang dan dimulai oleh tangan-tangan kepeloporan hampir tidak mungkin mereka dapat bangkit dan berubah apalagi berinovasi untuk peningkatan produksi padi. Jawabannya bisa sangat panjang dan penuh berisi berbagai argumentasi kepentingan & kebijakan yang kelihatannya belum mau dikoreksi.000.000.275.70% Sedangkan jika investor mulai dengan luas yang lebih besar maka proyeksi keuntungan yang akan diperoleh pada tahun pertama sbb: Luas 5 Ha : investasi Rp 151. Untuk bertahan hidup saja para petani sudah sangat sulit saat ini.050.34% Tahun II : investasi Rp 161.000..dalam kurun waktu 1 tahun..525. Mempelopori langsung membuka peluang menjadikan negeri ini menjadi pengeksport beras organik di dunia.637.150.keuntungan Rp 85.. takaran pupuk kimia bahkan hibridisasi tanaman padi.937.diproyeksikan keuntungan bersih total sebesar Rp 103.000. merosotnya proktivitas sawah.625. Jelas sudah negeri ini baru dapat mulai bicara martabat jika pangan pokok (beras) rakyatnya tersedia cukup dan berlimpah.Luas 10Ha : investasi Rp 303.Luas 20Ha : investasi Rp 606.000. agrobisnis padi organik ”SRI” meskipun masih berskala kecil ( 5 Ha ) akan memberikan benefit non material kepada investor & pengelola sbb: 1.500. Memberikan contoh harkat kebebasan petani yang hakiki dari berbagai pihak luar non agraris yang selama ini justru dominan mengatur dan menentukan nasib para petani...

lebih sehat dan berkesinambungan. Atau kita biarkan budaya instan membenamkan negeri yang penuh karunia Sang Maha Pencipta ini tetap terus berputar mengarah ke bawah dalam spiral kehinaan. lebih baik mutunya. Apakah kita mau menoreh sejarah bahwa negeri ini adalah bangsa yang besar ?.Kinilah waktunya untuk berbuat sesuatu perubahan untuk peningkatan produksi padi yang lebih tinggi. 16 . Itu pilihan !!!. Perubahan membutuhkan dan menuntut kepeloporan. Dimana panggilan hidup kita ?.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful