CARA BERTANI SEKSAMA DAN ALAMI ( CBSA

)

PADI ORGANIK SRI

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan (nasib) satu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” ( Al-Qur’an : AR RA’D ayat 11 ) I. BUDIDAYA PADI METODA SRI SRI ( System of Rice Intensification ) adalah cara budidaya padi yang pada awalnya diteliti dan dikembangkan sejak 20 tahun yang lalu di Pulau Madagaskar dimana kondisi dan keadaannya tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Karena kondisi lahan pertanian yang terus menurun kesuburannya, kelangkaan dan harga pupuk kimia yang terus melambung serta suplai air yang terus berkurang dari waktu ke waktu, maka dikembangkanlah metoda SRI untuk meningkatkan hasil produksi padi petani Madagaskar pada saat itu, dengan hasil yang sangat mengagumkan. Saat ini SRI telah berkembang di banyak negara penghasil beras seperti di Thailand, Philipina, India, China, Kamboja, Laos, Srilanka, Peru, Cuba, Brazil, Vietnam dan banyak negara maju lainnya. Melalui presentasinya Prof. Norman Uphoff dari universitas Cornell, USA, pada tahun 1997 di Bogor, SRI diperkenalkan di Indonesia. Dan sejak tahun 2003 penerapan dilapangan oleh para petani kita di Sukabumi, Garut, Sumedang, Tasikmalaya dan daerah lainnya memberikan lonjakan hasil panen yang luar biasa. Cara budidaya SRI sebenarnya tidak asing bagi para petani kita, karena sebagian besar prosesnya sudah dipahami dan biasa dilakukan petani. Metoda SRI ini dinamakan bersawah organik dan menghasilkan padi/beras organik karena mulai dari pengolahan lahan, pemupukan hingga penanggulangan serangan hama sama-sekali tidak menggunakan bahan-bahan kimia . Metoda SRI seluruhnya menggunakan bahan organik disekitar kita ( petani ) yang ramah lingkungan, dan bersahabat dengan alam serta mahluk hidup di lingkungan persawahan. Dari hasil penelitian dan percobaan oleh para ahli selama bertahun-tahun di berbagai negara menunjukan bahwa hasil yang diperoleh dengan metoda SRI sangat tinggi jika sepenuhnya tidak memakai bahan-bahan sintetis( kimia/anorganik) baik untuk pupuk maupun untuk pembasmi hama dan penyakit padi. Prinsip dasar budidaya padi organik SRI terdiri dari beberapa kegiatan kunci dan prosesnya mutlak harus dilakukan agar hasil yang dicapai petani optimal. 1. Proses Pembibitan. 2. Proses Pengolahan Lahan. 3. Proses Penanaman Bibit Padi. 4. Proses Pemeliharaan. 5. Proses Pemupukan. 6. Proses Pengendalian Hama. 1.Proses Pembibitan. Tahapan proses pembibitan dimulai dari proses pemilihan ( seleksi ) bibit padi serta penyemaian sebagai mana uraian berikut: a. Siapkan air tawar dalam ember secukupnya lalu masukkan sebutir telur ayam/bebek, kemudian secara perlahan-lahan masukan garam dapur sambil diaduk-aduk dengan hati-hati sehingga telur yang semula tenggelam akhirnya terapung. Artinya air tersebut sudah siap dipakai untuk seleksi bibit padi. b. Masukan bibit padi ke dalam ember yang berisi air+garam tadi. Bibit padi yang tenggelam itu bibit padi yang baik sedangkan 1

Satu hektar sawah diperlukan lebih-kurang 5 Kg bibit yang baik. Tutupi tebaran tersebut dengan lapisan tipis adukan tanah+kompos dan potongan jerami. kemudian disiram hingga basah sebelum ditumpuk lapisan jerami berikutnya. yang terapung/melayang adalah bibit padi yang jelek. Untuk mempercepat proses fermentasi/pengomposan. Setiap lapisan jerami tebalnya 10-20 cm lalu ditaburi kohe atau mikroba .c. Jerami dan sekam harus dimasukkan kembali ke sawah setelah dilakukan fermentasi ( pengomposan ) terlebih dahulu. f. Selama persemaian dianjurkan malam hari diberi penerangan lampu pijar 75W dengan jarak lampu ke persemaiain 1-2 meter dan bebas dari gangguan hewan. d. persemaian disirami setiap harinya dengan campuran larutan air dan mol dengan perbandingan 30 : 1. e. fermentasi jerami selesai menjadi kompos dasar. Buatlah adukan tanah sawah + kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 setelah merata masukan adukan tanah + kompos tadi ke dalam besek (pipiti) atau gedebog pisang atau fasilitas tempat lain yang praktis setinggi 4 cm ( ¾ tinggi pipiti) yang alasnya telah dilapisi plastik atau dedaunan atau di petak sawah langsung yang telah dilapisi plastik. 2. Inilah perbedaan pertama cara penanaman metoda SRI dengan cara konvensional. Direkomendasikan adukan ditambah sekam padi yang sudah lapuk 50% untuk penyubur dan memudahkan penarikan benih padi muda satu per satu ketika penanaman. Kondisi lahan sawah kita umumnya sudah miskin bahan organik dan banyak residu pupuk kimia serta pestisida kimia. kemudian disirami sedikit agar persemaian tetap lembab. a. Sirami tanah + kompos dalam pipiti atau gedebog pisang tadi agar lembab sebelum ditebar bibit padi yang sudah didiamkan selama 2 malam hingga keluar kecambah.Jumlah tebaran bibit padi per pipiti berkisar 200-250 butir. Karena itu perlu dimasukkan bahan-bahan organik minimal sama volume dan bobotnya dengan yang keluar dari sawah ( jerami dan padi ) atau setara 7-10 ton kompos/Ha. sehingga lahan miskin unsur hara dan agregatnya sangat kuat. kemudian direndam 2 hari lalu diperam dengan kain basah selama 1-2 malam hingga muncul lembaga bintil putihnya untuk disemai esok harinya. Ambil bibit padi yang baik tersebut lalu dicuci dengan air bersih beberapa kali. Untuk menjaga kelembabannya. Setelah 4 pekan atau lebih. jerami ditumpuk berlapis-lapis dan diberikan kotoran hewan ( kohen ) dan hijauan sekitar seperti ki rinyu dsb serta mikroba ( dalam bentuk cairan atau kompos mikroba ). 2 .Proses Pengolahan Lahan. Tumpukan jerami ditutup dengan plastik atau bahan bahan lain agar tidak terlalu basah oleh air hujan atau kekeringan oleh teriknya sinar matahari. Setelah persemaian berumur antara 7-10 hari (sejak dari hari pertama persemaian) bibit padi akan berdaun dua helai dan bibit padi sudah harus ditanam pada petak sawah.

Parit ini fungsinya untuk pengendalian air (drainase) dalam petak sawah. Posisi akar bibit padi sejajar dengan permukaan tanah sehingga batang bibit padi dan akarnya berbentuk huruf ’L’. Pembuatan parit sebaiknya dilakukan dalam keadaan tanah yang tidak berair dan agak kering agar pembentukannya mudah serta tidak turun ( longsor ) lagi. c.setelah penanaman.Ketika petak sawah akan dibajak. Kemudian benih tersebut ditanam tunggal dengan jarak tanam tidak boleh kurang dari 35 cm. Gunakan hanya satu bibit padi per posisi tanam. dalam kondisi petak sawah macak-macak. Panjang malai padi akan sebanding dengan kedalaman ( panjang akar ) padi. b. d. Hentikan pemasukan air ke petak sawah. Selain cara persemaian dan penanaman tersebut. petani dapat menggunakan cara tanam benih langsung ( tabela ). Pada saat penanaman bibit padi ke petak sawah. hanya sedalam 0. berkembang dan memiliki akar yang banyak serta kuat. lalu dibuat garutan untuk jarak penanaman bibit padi.Proses Penanaman Bibit Padi. Ini adalah hal yang kedua yang membedakan bertani cara ’SRI’ dengan cara tradisional .0 cm saja. Sisakan bibit padi sekitar 2 % dari kebutuhan seluruh bibit padi yang ditanam sebagai tanaman cadangan dan disemai dipinggir petak sawah. 4. Lebar parit 20 cm dan kedalamannya tidak kurang dari 30 cm. Setelah 10 hari lalu di keringkan kembali ke keadaan macak-macak. hampir tidak dibenamkan sama sekali.5-1. 3. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka selain kompos dasar tersebut diperlukan tambahan kompos mikroba yang volume atau beratnya sebanding dengan gabah yang dihasilkan sebelumnya.Proses Pemeliharaan. a. Setelah permukaan petak sawah rata dan dibuat selokan-selokan. demikian pula hentikan pengeluaran air dari petak sawah. Genangi petak sawah beberapa hari lalu dibajak dengan kedalaman 30-40 cm. Dari berbagai pengalaman di lapangan. b. bibit yang mati karena berbagai sebab tidak akan melebihi angka 2 %. kondisi petak sawah tidak boleh tergenang tetapi hanya macak-macak saja. Untuk menekan pertumbuhan gulma. sebarkan 50% kompos dasar merata ke seluruh petak sawah dan separuhnya lagi disebarkan waktu perataan tanah.airi petak sawah 2 hari sekali hanya hingga macak-macak agar mikroba dapat berfungsi maksimal karena memperoleh udara (oksigen) yang cukup. Buatlah parit kecil sekeliling dalam dari petak sawah dan melintang di tengah sawah. Penundaan penanaman lebih dari 15 menit dapat menurunkan kemampuan pertumbuhan anakan rumpun padi. 3 . dan benih didiamkan selama 2 ( dua ) hari hingga keluar kecambah. Proses seleksi benih tetap sama. Kalau penanaman bibit padi dibenamkan batang dan akar akan membentuk huruf ’J’ sehingga akan mengurangi kemampuan bibit padi untuk tumbuh. Lama jarak waktu dari pencabutan bibit padi dari persemaian hingga ke penanaman di petak sawah tidak boleh melebihi 15 menit. c. Untuk mendapatkan sistem aerasi yang baik dan hasil yang optimal. Semakin dalam pengolahan lahan semakin baik karena akar padi yang sehat dapat mencapai kedalaman 60 cm. sawah agak direndam sedikit diatas macak-macak ( 1 – 2 cm diatas pangkal batang padi ) selama 10 hari. penanaman bibit padi sangat dangkal.taburlah kompos mikroba merata per 2 baris tanaman padi lalu dibuat kamalir setiap 2 baris tanaman dengan maksud agar semua rumpun tanaman padi mendapat posisi pinggir kamalir (parit). Jika hal ini sulit dilakukan karena georafi lokasi petak sawah atau karena sistem pengairan berjenjang lakukanlah usaha sedemikian rupa hingga petak sawah tidak sampai tergenang air karena walaupun butuh air tapi padi bukan tanaman air.

prosedur dan caranya sama seperti penanaman awal bibit padi. Tujuan utama penyiangan adalah untuk meningkatkan aerasi udara bagi tanah sawah sehingga terjadi suplai udara (oksigen) yang cukup memadai ke dalam tanah. Selama bertani padi secara ’SRI’ kondisi tanah petak sawah hanya lembab dan macakmacak hingga 2 pekan sebelum panen baru benar-benar di keringkan sama sekali. c. sekaligus menggali dan mengaduk tanah. Penyiangan (ngarambet) sangat penting dilakukan dalam metoda ’SRI’ karena produksi gabah akan berkurang 1-2 ton untuk setiap kali kelalaian penyiangan. Proses Pemupukan. Cara bersawah ’SRI’ sangat hemat pemakaian air (berkurang kebutuhan air lebih dari 50%). Karena itu pada tahap awal kondisi sawah harus direhabilitasi agar memperoleh hasil yang optimal. 4 . tanah sawah kita kebanyakan mengalami tingkat kerusakan yang tinggi. Penerapan pemakaian yang tinggi dari pupuk. dan gas-gas beracun di dalam tanah bisa keluar. Penyiangan pertama harus dilakukan 10 hari setelah bibit padi ditanam. pestisida dan insektisida kimia pada lahan sawah untuk pertanian padi selama ini yang tidak terkendali sudah memberikan dampak sangat negatip pada kesuburan lahan sawah kita. Penyiangan dilakukan setiap 2 pekan sekali. Penyiangan dilakukan dengan menggunakan alat penyiang yang didorong berputar. d. 5. Bila bibit yang ditanam ada yang rusak atau kurang baik pertumbuhannya dalam 10 hari pertama setelah penanaman. b. sebenarnya tidak diperlukan pemupukan lagi dalam sistem ”SRI”. Untuk mendapatkan hasil yang optimal diperlukan bahan organik setidaknya 8-10 ton/Ha serta pupuk kompos organik 2-3 ton /Ha. sehingga tanah akan lebih gembur. Baik secara struktur phisik tanah maupun secara bioorganisme tanah. 6. Gulma pengganggu tanaman padi dicabut dan kemudian dibenamkan saja kedalam tanah. namun karena kebiasaan petani melakukan pemupukan lebih dari sekali maka dapat digunakan pupuk organik cair sebagai pelengkap dengan cara disemprotkan. tanah akan lebih subur.Proses Pengendalian Hama & Penyakit. lakukanlah penyulaman. Bahan organik terbesar ( 8-10 ton/Ha) diharapkan dapat dibuat sendiri oleh petani dengan memanfaatkan jerami (sisa panen) dan bahan organik yang bisa diperoleh disekitar sawah mereka ( lihat Proses Pengolahan Lahan ).a. dangkal saja dan jangan terlalu dalam. Hal ini diperlihatkan dengan terus menurunnya hasil panen padi per musim tanam dan seringnya terjadi serangan hama & penyakit yang luas dan dalam waktu yang singkat. Penyulaman harus dilakukan hati-hati jangan sampai ada akar yang rusak. Jika hal tersebut sudah dilakukan (terpenuhi). Air dijaga hanya ada di dalam parit sekitar dan tengah sawah saja.

Sifat hama ini sangat menyenangi sesuatu yang bersifat menjulur/tegak/muncul. itu mengindikasikan masih ada genangan air. relatif murah. pangkal batang padi tidak pernah terendam air. namun setelah usia kurang dari 4 bulan hama ini sudah dapat berkembang biak. itu berarti belum menerapkan ”SRI” sepenuhnya. Metoda ”SRI” yang diterapkan adalah menggunakan bahan-bahan organik seluruhnya dan tidak menganjurkan sama sekali pemakaian pupuk maupun obat-obatan kimia. juga untuk memperbaiki struktur maupun kondisi lahan persawahan secara berkesinambungan. kondisi sawah hanya lembab dan macak-macak saja. Dengan semakin membaiknya sistem lingkungan hidup biotik tadi berarti semakin dapat ditekan resiko kerusakan akibat serangan hama dan penyakit karena setiap hama padi akan muncul musuh alaminya (MA). Tasikmalaya. Hama siklus tikus sebenarnya hanya 9 bulan setelah itu ia akan mati. Hama tikus tidak menyukai bau yang menyengat seperti bau jengkol dan rasa yang pahit seperti brotowali. Itulah sebabnya hama tikus ini sangat cepat bertambah populasinya.Cara bertani padi secara ”SRI”. mudah diperolehnya. Sukabumi dll melaporkan adanya peningkatan produktivitas bertani padi secara “SRI”dari musim tanam ke musim tanam berikutnya. Tikus salah satu hama yang sangat dikhawatirkan para petani selama ini karena serangannya sangat cepat dengan jumlah kerusakan yang sangat luas. sehingga secara mandiri para petani dapat membuat sendiri ramuan pengusir tikus lalu disemprotkan ke tanaman padi. untuk ia bertengger. Kalau masih terdapat serangan hama keong emas yang cukup banyak. Itulah sebabnya dari data para petani di Sumedang. Hama capung dan burung dapat diatasi dengan memperbanyak ajir/tonggak yang dipancangkan di sawah. Batang padi metoda ”SRI” relatif lebih besar dan lebih keras sehingga kurang disenangi hama tikus. Artinya dengan ber-”SRI” kita bukan saja dapat mempertahankan tingkat produktivitas padi yang tinggi tetapi juga meningkatkan struktur dan kondisi lahan sawah serta membaiknya lingkungan hidup biotik di persawahan. selain untuk meningkatkan produkri padi dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang ramah lingkungan. Cara ini selain sangat murah dan praktis. juga ramah lingkungan karena ramuan tadi tidak membunuh musuh alami dari hama yang lain. Pancangkanlah ajir dari bambu atau kayu sebanyak mungkin sawah untuk menekan kerugian akibat hama ini. Pemakaian air yang sangan minim ( 50% ) dari pada cara konvensional akan dapat menekan berkembang biaknya keong emas karena secara praktis sawah tidak pernah tergenang air. di 5 .

itu semata-mata agar mereka tidak perlu membeli beras dan juga mereka tidak memiliki kegiatan yang lain. Ada semacam fanatisme di petani untuk selalu menggunakan pupuk maupun obat-obatan kimia atau ”anorganic syndrom”. mengingat metoda tersebut telah terbukti memberikan peningkatan produksi padi petani dan sekaligus pendapatan mereka. para petani di Jabar termasuk yang paling sulit menerapkan konsep padi ”SRI”. kebiasaan dan non teknis lainnya ) namun demikian dari data produktivitas rata-rata hasil produksi sudah ada peningkatan 50 % sampai 300 %. Dan peran Jabar tidak saja sebagai lumbung padi nasional. 6 . Kalau saat ini petani masih melaksanakan penanaman padi. Bila hal itu dapat dicapai. Petani umumnya enggan untuk melaksanakan hal-hal yang baru mereka ketahui. Masih ada anggapan masyarakat petani yang memandang penanaman padi hanya sebagai kegiatan tradisional petani untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga saja. selain dapat meningkatkan kesejahteraan para petani. jika ada indikasi serangan taburkan abu bekas pembakaran terutama pada telur dari hama ini.apalagi dibandingkan dgn negara lain. dan sudah termanjakan dengan cara-cara pengolahan praktis serta biaya pupuk & pestisida yang boleh dipinjam sampai panen. 4. Di Jabar. tetapi tidak mustahil menjadi satu-satunya propinsi yang dapat mengekport beras pada tahun 2010.Untuk hama wereng. mereka umumnya penggarap saja. juga akan ikut meningkatkan harkat.6 ton/ha. petani belum menerapkan prinsip-prinsip secara utuh ( karena berbagai faktor budaya. Karena kenyataannya selama ini kegiatan penanaman padi tidak memberikan keuntungan yang memadai. Hal-hal yang menjadi penyebabnya antara lain: 1. II. Dari pengalaman. penaburan abu ini akan lebih efektif pada saat telur wereng telah menetas. Sesungguhnya keengganan petani tadi untuk menerapkan metoda ”SRI” dalam bercocok tanam padi sangatlah disayangkan. saat ini sudah ada yang mencapai 21 ton/ha. Harus diakui bahwa untuk mencapai kemajuan itu tidak mudah. Banyak pihak mengakui bahwa lahan-lahan sawah di Jabar paling subur dibandingkan lahan di daerah lainnyadi Indonesia. Mereka menganggap cara baru beresiko. Sebagai ilustrasi kami sajikan simulasi perhitungan usaha pola bersawah ”SRI” untuk beberapa alternatif hasil produksi. termasuk metoda penanaman padi organik ”SRI”. Dari berbagai informasi dan laporan yang kami dapatkan tentang penerapan penanaman padi organik ”SRI” baik di negara-negara lain maupun di Indonesia. Dengan potensi lahan tersebut bila metoda ”SRI” dapat diterapkan secara utuh produksi padi di Jabar diprediksi dapat mencapai rata-rata 30 ton/ha. dari semula rata-rata 2. martabat bangsa. Selain itu mereka merasa belum yakin dan ingin melihat contoh terlebih dahulu. 3. Petani-petani yang mengolah sawah saat ini sebagian besar tidak memiliki sawah sendiri. 2. peningkatan produksi mereka sudah mencapai 500 %. saat ini telah terjadi lonjakan hasil produksi yang cukup fantastis. Sedangkan di negara lain terutama di Madagaskar. mereka sudah puas dan menerima saja hasil yang dicapai sekarang sebagai kodrat/nasib mereka. ”SRI” DAN MASA DEPAN PETANI.

= Rp 600.= Rp 360. 60 g GKP = 1 rumpun = (60/25) x (1000/200)/0.65 : 1 (Konvensional/Non SRI) 0.000.000.80 : 1 Beras : GKG = 0.000. Analisa Target Pendapatan Petani Sri/Ha : GKP = Gabah Kering Pungut GKG = Gabah Kering Giling Konversi GKG : GKP = 0.000. Untuk produksi 18 ton GKP per Ha.= Rp 200. 6 Kg GKP = 100 rumpun.= Rp 9.000.000.000.= Rp 13.= Rp 200.7 = 18 malai.= Rp 300.000. produksi malai per rumpun = 80 malai. produksi malai per rumpun = 40 malai.900.-/panen a) Jika hasil panen 6 ton dan penggarapan sawah tersebut dengan sisterm bagi hasil antara pemilik dan penggarap maka pendapatan masing-masing pemilik dan petani penggarap sebagai berikut : Panen 2 x setahun : 7 .620.900.000.(jarak tanam 30 Cm).Pengeluaran : Benih 5 kg Kompos mikroba 7 ton Mikroba 1.Analisa produksinya dapat digambarkan sebagai berikut : Untuk produksi 6 ton per gabah kering pungut ( GKP ) per Ha.800.000. 000.000 x Rp 7..-/Kg Beras SRI Organik = Rp 7.000 rumpun.= Rp 50. jadi 1 rumpun = 20 malai Untuk produksi 12 ton GKP per Ha. maka produksi malai per rumpun adalah : 6 ton GKP = 6000 Kg GKP =100.000.70 : 1 (SRI) Harga : GKG Konvensional = Rp 2.= Rp 600.= Rp 1.000.500.520.70 x 6..200lt Pestisida hayati ( organik ) 200 lt Traktor ( pengholahan lahan ) Biaya penanaman ( tandur ) Biaya pengolahan&penyiangan Biaya supervisi Biaya inspeksi Biaya pemanenan Biaya pengeringan padi Biaya penggilingan padi Biaya Karung Biaya pengangkutan ke penggilingan Total Biaya operasional = Rp 40.= Rp 2.000.80 x 0.000.-/Kg Penjualan untuk 6 ton GKP Pemasukkan : 0.- Penghasilan bersih/Ha Rp 23.500.= Rp 1.= Rp 450.000..-Kg GKG SRI = Rp 2.200.000.520.= Rp 23.000.000.= Rp 600.000.000.Rp 9.000.000.= Rp 1.

(2) Hasil panen sebesar 6 ton/Ha dalam satu kali panen merupakan hasil awal dan akan terus meningkat selama petani/penggarap disiplin dalam menerapkan sesuai dengan petunjuk metoda penanaman padi ”SRI”. PENGEMBANGAN BUDI DAYA PADI ORGANIK ”SRI” Meskipun padi organik ”SRI” ini merupakan solusi dan masa depan bagi petani.270. motivasi serta kerja keras petani yang tidak sama.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Depatemen Pertanian produksi padi nasional rata-rata hanya 3.-: 6 = Rp 2. kami akan terus mengsosialisasikan metoda SRI kepada para petani dan pemilik sawah. (3) Petani penggarap dapat memperoleh penghasilan tambahan dari upah kerja yang telah dialokasikan. selain pemahaman konsep. kemauan.000. petani harus sejahtera dan 8 . Cukup banyak kendala serta tantangan.000.. baik dari sisi para petani maupun masih kurangnya perhatian dan dukungan pemerintah.000.000 Kg x Rp 7. Diperkirakan metoda ”SRI” ini akan memporak porandakan kemapanan sistem bisnis dan tata niaga pupuk dan pestisida kimia. penggarap. Selain itu petani dapat memperoleh hasil tambahan jika ia rajin menanam palawija di sekitar pematang sawah.maka rata-rata penghasilan tiap bulannya adalah Rp 13. III. 2 b) Jika hasil panen 12 ton GKP dan penggarapan sawah tersebut dengan sistem bagi hasil antara pemilik dan penggarap maka pendapatan masing-masing pemilik dan petani penggarap sebagai berikut : Panen 2 x setahun : Hasil panen 6 bulan : 0.940.000.-: 6 = Rp 5.000. Dengan kesuburan lahan yang sangat luar biasa.Hasil panen 6 bulan Rp 13.= Rp 47.823. baik petani yang memiliki sawah dan menggarap sendiri atau pemilik sawah dengan petani penggarapnya..000.620. juga sistem bisnis atau tata niaga baik pada pupuk-pestisida kimia maupun padi atau beras yang sudah berjalan bertahun-tahun menjadi kendala tersendiri. kami tidak ingin petani dan bangsa ini semakin tertinggal dan bergantung pada bangsa lain dalam hal pengadaan pangannya..100.80 x 0.-/bulan. pemilik sawah serta masa depan pertanian serta bangsa kita agar tidak terus menerus hanya bisa mengimpor beras saja. yaitu : • Ramah lingkungan.300.Dengan demikian penghasilan pemilik dan penggarap adalah Rp 2.000.000.maka rata-rata penghasilan tiap bulannya adalah Rp 34.940. kultur.040. • Beras lebih pulen dan tidak cepat basi.70 x 12. tetapi kami menyadari bahwa untuk mengembangkannya tidak mudah... sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada pihak-pihak yang merasa terganggu kemapanan bisinisnya oleh metoda ”SRI” ini.dikurangi biaya operasional Rp 12. Karena di dunia saat ini ”SRI” sudah berkembang pesat. Dari sisi petani.911. • Harga jual lebih mahal dari beras konvensional (anorganik). Catatan : (1) Dari simulasi perhitungan tersebut bisa memberikan gambaran kepada kita bahwa usaha pertanian padi bisa memberikan penghasilan cukup bagus baik bagi pemilik..= Rp 1.-/bln.7 ton/ha. dan dengan niat yang tulus untuk membantu nasib para petani.135.000. apalagi bagi petani yang memiliki sawah dan menggarapnya sendiri.620.= Rp 34. Padahal kita memiliki potensi lahan yang lebih subur dibanding negara manapun.270. jika petani tersebut mengerjakan serta ikut bekerja menggarap sawah tersebut. (4) Penanaman padi dengan metoda ”SRI” memiliki manfaat dan keunggulan lain.. Prinsip kami. Bagaimanapun perubahan harus dilakukan untuk masa depan bangsa ini. di wilayah Jawa Barat ( khususnya di Priangan ) hasil produksi padi diprediksi dapat mencapai 30 ton/ha ! .Dengan demikian penghasilan pemilik dan penggarap adalah = Rp 2.000.650..

baik bagi pemiliki maupun penggarap. hanya melanjutkan kebiasaan cara penanaman sebagaimana pendahulunya. keenakan dan akhirnya menjadi kebiasaan. mengapa jarak tanam harus diatas 25 cm. Tidak sedikit petani yang terjebak pada kondisi tersebut. usaha tersebut bisa memberikan keuntungan. mengapa harus menggunakan pupuk kompos organik. namun ketidak tersediaan air yang memadai belum ada cara yang dapat menggantikan peran air apalagi membuatnya secara artifisial. Apalagi bagi petani yang memiliki dan menggarap sawahnya sendiri. Misalnya saja. sementara bila hasil panen jelek tidak mustahil petani malahan memiliki sisa utang. mereka tetap tidak mau membayar kontan. baik dari KUD. Untuk mencapai kesejahteraan dan kemandirian. Kami mengetahui bahwa saat ini hampir semua petani membeli secara kredit seluruh kebutuhan saprotan (sarana produksi pertanian). Dalam kondisi kehidupan masyarakat yang terpuruk khususnya masyarakat tani saat ini. akibatnya jika hasil panen baikpun petani akan terus membeli secara kredit. kami dapat membantu mencarikan pembeli hasil produksi padi organik ”SRI” dengan harga yang pantas sesua varietas padi yang diminati pasar. Bukan pula klenik karena semua dikerjakan secara logis dan alami. diperlukan pengorbanan waktu. Petani tidak boleh lagi ingin untung tapi enteng dan berharap hasil panen akan baik tanpa upaya yang maksimal. tidak terkena limbah industri serta dekat dengan akses infrastruktur jalan kendaraan roda empat. Hampir semua hama dan penyakit padi yang ada dapat dicegah dan ditanggulangi secara organik ( MOL & POL ). baik dari sisi permodalan maupun menentukan harga jualnya. biaya dan siap bekerja keras. Untuk membantu petani mencapai tujuan tersebut kami memiliki program pengembangan padi organik dengan metoda ”SRI” sebagai berikut: (1) Penyediaan pupuk organik. jadi sangat rasional dan bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah.SYARAT DAN KUNCI KEBERHASILAN METODA SRI Meskipun bersawah secara ”SRI” tidak memerlukan air yang banyak dan kontinyu bahkan dapat menghemat pemakaian air 50% dari pemakaian air bersawah secara tradisional. masih ada secercah harapan akan masa depan petani kita. Dari gambaran analisa pendapatan dan produksi. Syaratnya. agen pupuk atau bandar padi ( tengkulak ). Metoda ”SRI” diperoleh melalui proses penelitian yang memakan waktu puluhan tahun. petani terlebih dahulu harus memahami secara mendalam metoda ”SRI”. Sementara petani kita saat ini umumnya menanam padi tanpa berfikir apa-apa. Dengan pemberian full kredit tersebut secara tidak sadar telah menjerumuskan petani pada sikap yang manja. mikroba (starter) serta pestisida organik (2) Bimbingan dan pendampingan teknis langsung kepada petani (3) Jika petani mengalami kesulitan penjualan. 2 sampai 4 kali dari hasil yang dicapai petani kita saat ini. Kondisi para petani saat ini. IV. Petani harus menjadi contoh bagi komponen masyarakat lainnya dalam hal kerja keras serta kemandirian. dan lain-lainnya. mereka umumnya belum mandiri. Metoda ”SRI” bukan sesuatu yang istimewa apalagi aneh walaupun bisa menghasilkan padi sangat luar biasa. penanaman harus tunggal. bersedia bekerja keras dan scara konsisten menerapkan metoda tersebut dalam budi daya padi. penanaman padi organik ”SRI” betulbetul merupakan harapan dan masa depan petani. semua bisa dijelaskan dan bisa diterima dengan nalar kita. Keuntungan yang didapat digunakan untuk kebutuhan konsumtif. namun jaminan ketersediaan air setiap saat mutlak diperlukan karena mikro organisme yang diinvestasikan pada lahan sawah memerlukan kondisi tanah yang selalu harus lembab sehingga dapat berperan dan berfungsi maksimal dalam menguraikan senyawa komplek menjadi senyawa yang lebih sederhana untuk dapat diserap oleh bulu-bulu akar padi. Secara bisnis. Agar program atau rencana ”SRI” berhasil secara agrobisnis maka perlu dipilih lokasi sawah yang tersedia air irigasinya paling tidak untuk 2 kali musim tanam. 9 .mandiri. Peran survey awal pemilihan lokasi sawah menjadi hal yang sangat strategis dalam hal keberhasilan metoda ”SRI” ini.

(4) Petani jangan mudah tertarik serta terjebak dengan harga saprotan yang murah. (5) Petani tidak boleh terkecoh dengan informasi yang menyatakan bahwa kompos bisa dicampur dengan pupuk kimia. serta harus ulet sehingga tidak cepat putus asa bila mendapatkan tantangan dalam melaksanakan kegiatan penanaman padinya. pada dasarnya metoda ”SRI” ini sebenarnya melanjutkan kebiasaan leluhur kita dengan penyempurnaan lebih lanjut. petani boleh menambahkan pupuk organik cair sebagai pelengkap saja. Misalnya saja label organik yang ditawarkan untuk produk pupuk mungkin saja benar. serta hal yang boleh diubah sesuai dengan situasi kondisi. Kunci utama metoda ”SRI” terletak pada konsistensi petani dalam melaksanakan aturan serta petunjuk yang telah digariskan. Yang harus di waspadai. pupuk organik cair masih boleh tidak digunakan. (3) Petani harus mau untuk terus belajar. Petani perlu mengetahui mengapa pupuk organik kompos begitu mutlak harus digunakan. serta yang sama sekali tidak diperbolehkan. atau pupuk organik cair saja sudah cukup untuk menyuburkan tanaman. Hal-hal teknis ada yang mutlak harus dilakukan. persayaratan pembayaran yang ringan tanpa memperhitungkan akibat-akibat yang lebih jauh baik pada tanamannya maupun kemandiriannya. masyarakat kita yang latah dan gemar meniru (menjiplak) tidak mustahil akan mendompleng sesuatu yang sedang populer atau laku. Hanya saja bila perubahan itu dilakukan. sesuai dengan hasil penelitian para ahli di luar Indonesia.Dan kalau boleh jujur. pori-porinya besar sehingga memudahkan proses aerasi (keluar masuknya udara/gas di dalam tanah). petani saat inipun sebenarnya tidak seutuhnya melanjutkan tradisi leluhurnya. tetapi pupuk organik kompos mutlak harus digunakan. tetapi karena kebiasaan memberi pupuk lebih dari sekali. misalnya saja penanaman bibit tunggal dan pemberian bahan organik dalam bentuk pupuk kandang dan memasukan kembali jerami ke dalam sawah. Jadi. Sedangkan persyaratan non teknis yang mutlak harus mereka miliki diantaranya: (1) Petani harus memilki motivasi untuk maju dan berubah dengan tekad yang kuat dalam rangka memperbaiki kehidupan dan kesejahteraannya. tetapi seberapa besar kandungan mikrobanya sehingga memenuhi syarat untuk digunakan dengan hasil sesuai harapan. Justru petani kita saat ini tidak konsisten melanjutkan tradisi leluhurnya sehingga hasil padi mereka dari tahun ketahun terus menurun. serta 10 . yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan petani kita. Pada dasarnya pupuk organik kompos yang diberikan pada saat awal sudah memadai asalkan jumlahnya cukup. meski ada peningkatan tetapi hasilnya tidak seoptimal bila petunjuk-petunjuk ”SRI” dilaksanakan seutuhnya. Kita harus mengakui bahwa penelitian pertanian di Indonesia ini masih sangat lemah. padahal negara kita jauh lebih subur dibandingkan dengan Madagaskar. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal maka dalam mengimplementasikan metoda SRI ada hal-hal teknis dan non teknis yang harus diketahui dan dipahami para petani. dengan informasi yang menyebutkan bahwa pupuk organik akan lebih baik bila dicampur dengan pupuk kimia. Untuk itu mereka harus mengetahui hal-hal apa yang mutlak. tempat penelitian ”SRI” pertama kali dilakukan. jangan miskin pengetahuan dan informasi serta mau bertanya sana sini agar dapat menambah pengetahuan dan wawasannya. Karena itu petani SRI tidak boleh terkecoh. atau pupuk organik cair saja sudah cukup tanpa harus menggunakan kompos. yang bisa digantikan. diantaranya: a) Memperbaiki struktur tanah Tanah yang baik bagi tanaman teksturnya harus remah. sebenarnya sudah dilakukan petani kita puluhan tahun yang lalu. (2) Petani bersedia bekerja keras karena dengan metoda ”SRI” akan membuat pekerjaan lebih banyak. karena ada beberapa kebaikan pupuk organik kompos yang tidak bisa tergantikan. tetapi bila kondisi tidak memungkinkan maka petani masih bisa mengubahnya. Pupuk dan pestisida sintetis (kimia) mutlak tidak boleh digunakan. Karena dari pengalaman terbukti tanaman akan sangat baik bila menggunakan pupuk kompos organik tanpa unsur kimia sedikitpun seperti yang dianjurkan dalam metoda ”SRI”.

Meskipun metoda SRI diyakini dapat meningkatkan kesejah teraan dan kemandirian petani. bersikap dzolim terhadap alam dan sesama. seperti beras. termasuk para petani yaitu : 1) Negara kita adalah negara agraris yang dikaruniai kekayaan dan kesuburan luar biasa. ada beberapa hal yang patut direnungkan oleh kita semua. maka secara perlahan volume tanah akan bertambah.mudah menyerap dan menyimpan air. Hal-hal tersebut merupakan indikasi sekaligus bukti betapa ironisnya negeri ini . 2) Berbagai musibah yang berasal dari alam terus menerus menimpa bangsa ini. Laba-laba. baik hal-hal yang bersifat teknis maupun nilai-nilai keislaman yang harus menjadi ciri petani SRI. Ada bagian yang seharusnya untuk kaum miskin tidak kita keluarkan. Dapat kita bayangkan bahwa secara perlahan-lahan volume tanah akan berkurang jika tidak pernah ditambah. c) Menambah volume tanah Selama ini tanaman menyerap makanan dari tanah dan pupuk kimia. Dengan pemberian kompos serta pupuk organik kompos setiap penanaman. hendaknya disertai dengan tata cara pelaksanaan yang islami. Kehidupan mereka umumnya masih jauh dari sejahtera baik lahir maupun batin. Selain itu kompos dan pupuk organik kompos mampu menahan/menyimpan air dan nutrisi yang tidak digunakan. kedele. Alam telah kita perlakukan hanya sebagai obyek dan benda mati semata. Dalam melaksanakan cara bertani kita telah keluar dari pakem nenek moyang kita yang akrab dengan alam. urung adalah sebagian dari binatang yang adapt berfungsi menjadi MA bagi hama. pengangguran serta keterpurukan menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari. tidak adanya solidaritas sosial diantara sesama. mengeksploitasi tapi tidak pernah merehabilitasi. agar menjadi sadar atas segala kesalahan dan kekurangan serta perilaku kita yang tidak mensyukuri karunia yang telah diberikan kepada bangsa ini. capung. Rezeki yang kita dapatkan dari kegiatan usaha pertanian. mengambil tapi tidak pernah mengembalikan. Selain petunjuk teknis yang telah diuraikan. sebagai akibat tidak mensyukuri karunia Allah yang telah memberikan alam yang sedemikian kaya. Sementara kemiskinan . Dengan uraian yang cukup lengkap ini. PADI ORGANIK SRI ADALAH CARA BERTANI SEKSAMA DAN ALAMI ( CBSA ) Buku petunjuk ini disusun dengan tujuan untuk memberikan tuntunan lahir batin guna mencapai kesejahteraan dan kemaslahatan dunia akhirat dengan lindungan dan Ridlho Allah SWT. masih belum seluruhnya dikeluarkan untuk berzakat. Selama ini kita hanya mau meminta tapi tidak pernah memberi. memahami serta melaksanakannya. b) Menyuburkan tanah Tanah yang subur adalah tanah yang mampu memberikan nutrisi dan hara bagi tanaman secara alami. Kompos dan pupuk organik kompos adalah sumber makanan sekaligus media bagi untuk berkembang biaknya Mikro Organisme (MO) yang akan mengurai bahan organik menjadi nutrisi dan hara bagi tanaman. Dengan demikian kompos dan pupuk organik kompos dapat dikatakan sebagai pabrik dan bank nutrisi bagi tanaman. tidak sedikit orang masih kelaparan di tengah orang-orang yang kekenyangan. seakanakan Allah ingin memberikan peringatan serta menurunkan azab kepada kita. tetapi kita masih harus mengimpor kebutuhan perut. jagung. Kompos dan pupuk organik kompos memiliki tekstur seperti itu. Mulailah usaha tani kita dengan niat yang tulus dan senantiasa memohon pada Allah agar usaha yang 11 . 3) Mayoritas bangsa ini hidup dari usaha tani dan notebene adalah kaum muslimin. d) Menciptakan musuh alami bagi hama Penggunaan pupuk organik yang dikombinasikan dengan penggunaan pestisida alami akan menciptakan lingkungan alami yang merangsang munculnya binatang-binatan sebagai Musuh Alami (MA) bagi hama tanaman. diharapkan petani dapat mengerti. dll. V.

petani penggarap menjadi pekerja di lahan sawah ybs. Jadi dengan ”Corporate 12 . diharapkan petani mampu menjadi contoh dan keteladanan dalam hal kerja keras.akan dilaksanakan selalu dalam perlindunganNya. Untuk mencapai nilai ekonomis di satu hamparan atau lokasi minimum dicapai areal 5-10 Ha untuk jangka waktu minimum 5 tahun dengan pembayaran sewa lahan ke pemilik dilakukan setiap awal tahun penggarapan. VI. Dan bersykurlah kepada Allah bila kita akan melaksanakan panen padi. • Meningkat terus hasil panen padinya. • Meningkat cara bertaninya. Berdasarkan pengalaman empiris di lapangan di berbagai tempat di Jawa Barat dan di Yogyakarta dalam kurun waktu lebih 2 tahun. Di tengah keterpurukan bangsa ini. dengan tidak melupakan bahwa dalam rezeki ( padi ) tersebut melekat hak orang lain yang wajib dikeluarkan. sedangkam pemilik sawah mendapat sewa lahan sawah yang dipakai. Karena Allah tidak akan merubah nasib bangsa ini. Semoga gambar-gambar di bawah ini akan menjadi inspirasi serta memotivasi para petani untuk mewujudkannya. Agar termonitor secara total hari per hari perkembangan budidaya ”SRI” yang benar dan optimum. Corporate Farming yang dimaksud adalah pengelolaan sawah diambil alih langsung secara keseluruhan. jika kita sendiri tidak mau merubahnya. • Meningkat cara pengolahan lahannya. Petani diharapkan menjadi lokomotif kemajuan dan jati diri bangsa yang bisa kita mulai dari pedesaan. keuletan dan kemandirian serta nilai-nilai islami agar bangsa ini segera keluar dari kesulitan serta musibah yang terus menerus menerpa kita. • Meningkat ekonominya. mendapat upah sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanaka dan rate yang berlaku setempat. setiap lokasi ( 5-10 Ha ) ditempatkan seorang supervisor SRI yang telah berpengalaman sekaligus sebagai pendamping para petani para petani di lokasi tersebut. secara sosio-ekonomi baik petani penggarap maupun petani pemilik sawah. metoda ”SRI” baru memberikan impak dan memiliki daya pemikat untuk berkembang dan meluas diikuti oleh para petani tadi jika diterapkan secara ”Corporate Farming”. MENOREH SEJARAH.

Farming”.maka hasil terendah pada awal penerapannya di suatu lokasi adalah sekitar 6ton gabah kering panen per Ha per musim tanam( 6 ton GKP/Ha/MT ). Analisa Cost/Benefit disusun berdasarkan pengalaman praktis selama lebih dari 2 tahun. para investor ”SRI” selain akan mendapatkan keuntungan juga memperoleh nilai-nilai di atas. 13 . demikian pula petani pemilik mendapat hasil sewa yang pasti dan lahan sawahnya akan semangkin subur. petani penggarap mempunyai pendapatan yang rutin. Hasil ini akan terus meningkat sesuai dengan meningkatnya unsur organik tanah dan hara tanah paling sedikit 1 ton GKP/Ha setiap musim tranam berikutnya. disajikan pada tabel berikut ini untuk 5 Ha dengan 7 kali musim tanam. Tujuan budidaya padi organik ”SRI” bukan hanya mengutamakan pada keuntungan dan peningkatan produksi padi saja tetapi memiliki misiyang lebih luas lagi yaitu tercapainya keseimbangan lingkungan dan pemulihan lahan sawah serta budidaya padi yang lebih akrab dan sesuai dengan alam padi itu sendiri. Oleh sebab itu. sedangkan pengelola memperoleh hasil dari penjualan beras organik yang setiap panen cenderung meningkat. Dari pengalamn 2 tahun tersebut jika kondisi minimum ”SRI” terpenuhi.

4.000.000.000.Rp.Rp.- 14 15 Rp. 60.- Rp.- Rp.Rp.000.VI = 55 Ton Rp.000.000.000.250.- Rp.000.000.Rp.250. 500. 94.800.- Rp.000.000.14.Rp.000.Rp. 1.Rp. 74.Rp.000.175. Rp.000.075.1.- Rp.000.000.000. 25. 1.000.000. 79.- Rp.000. 2.000.000.000.000.000.500.000.- Rp.Rp.000.Rp.- Rp.Rp. 1.- Rp. 2.000. 3.000.Rp. 360.000.000.Rp.750.2 Ton 28.000.000.400.000.2.- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Rp.000.T A N A M III = 40 Ton Rp.I = 30 Ton Rp 200.- Rp.Rp.1. 300.Rp. Rp. 4.- Rp.400.000.- Rp. 82. 3.000.000.Rp.Rp.000. 5.000.Rp.000. 3.800. 1.- Rp.000.- Rp.000. 14. 77.Rp.- Rp.8 Ton 19.117.- Rp.000.800.000.000.Rp.000.- Rp. 87.Rp.000.000.000. 2. Rp.000.Rp.000.Rp.4 Ton 25. 1.500.000.000.000.000.- Rp.000. 1.000.250.Rp.000.000. Rp.Rp. 10.000.000.Rp.4.750. 3.K E IV = 45 Ton Rp.000. 1. Rp.000. 14 . Rp Rp 75.- Rp.Rp. 50.000.196.000.- Rp.23.14. 3.Rp.000. 5.- Rp.800.000.000.000.000. 14. 600. 3. 3.Rp. ditandatangani oleh Pemilik (kuasa pemilik) dan Pengelola (penyewa) disaksikan oleh aparatur desa setempat (lurah) di atas materai. 25.- Rp.000. 6.220.000.625. 1.Rp.325.500.000.000. 1.Rp. bukan musim.- 17 3. 1.000.- Rp.Rp.000.100.Rp.000.000.500.000.Rp. 3.550.000. 200. 3.000. 3.000. 5.000.Rp. 3.Rp.3.000. 25.Rp.800. 5. 600.000.000.000.000.Rp. 2. 2.000.000.000.750.000.000.000.000.000.000.250.Rp. Untuk jangka waktu 5 tahun pembayaran sewa dilakukan per awal setiap tahun penyewaan dan kesemuanya dilakukan berdasarkan Surat Perjanjian Sewamenyewa Lahan Sawah.Rp. 3. 14. 5. 13.6 Ton 22.000. 25.000.000.600. 8.000.Rp.000.111. 200.000.000.000. 3. 400.000.Rp.0 Ton 30.000.- Rp.000.000.000.000. 12. 1.8 Ton 18 Rp.Rp.- Rp.000. 350.000.000.800.000.Rp. 200.Rp 600.1.- Rp.Rp. 1.000.Rp.900. 25. 6.000. Rp. 200. 1.Rp.250.176.000.- Rp.- Rp.000.800.475. 25.- Rp.- Rp. 5.Rp.000. 1.000.000.- 16 Rp.000. 9.000.000.- Rp.000.000.000.000.Rp.Rp.000.000.000. 450.Rp.000.200.000.000.000. 11.000. 40.000.200.000.- Rp.128.000.Rp.000.000.000.000.000.36 Ton 16.000.000. 2. 84.000.2.- Rp.Rp.750.000. 3.800.000.500.000.Rp. 6. 7.Rp.520.- 19 Rp.000. 43.000.Rp.000.000.Rp.Rp.000. 1.Rp.000.- Rp. 1.000.215.3. Rp. 1.Rp. 200.000. 6.000.000.000.- Rp.800.Rp.000.- Rp.156.000.- Rp.750.Tabel Analisa Cost/Benefit bagi investor untu luas lahan 5 Ha dari Musim Tanam I s/d ke VI M U S I M Jenis Biaya Benih 5Kg/Ha/MT Kompos 7ton/Ha/MT MOL 1200lt/Ha/MT POL 200lt/Ha/MT Traktor Tangan /Ha/MT Biaya Penanaman / Ha/MT Biaya Penyiangan / Ha/MT Biaya Supervisi /Ha/MT Biaya Inspeksi /Ha/MT Biaya Pemanenan / Ton/Ha/MT Biaya Pengeringan / Ton/MT Biaya Penggilingan /Ton/MT Biaya Karung /Karung/MT Biaya Angkut ke Penggilingan /5Ton/MT Sewa Lahan /Ha/MT TOTAL BIAYA Hasil Beras Organik /Ha/MT Hasil Penjualan Beras Organik Proyeksi Keuntungan Unit-Harga Rp. Rp.000.125.025.375.000.600.II = 35 Ton Rp.000.6.- Sistem penyewaan sawah yang berlaku di masyarakat petani pada umumnya satuannya adalah tahun.000.000.000.500.000.000.Rp.- Rp.400.125.000. 200.000.14.- Rp.Rp. 5.Rp. 9. 200.5.000. 250.000.600.137. 1.000. 3. 6.6.000.000.000.1.200.V = 50 Ton Rp.600. 77.

Selain keuntungan finansial seperti tergambar di atas. mengapa sampai saat ini para petani belum banyak menerapkannya ?. Jawabannya bisa sangat panjang dan penuh berisi berbagai argumentasi kepentingan & kebijakan yang kelihatannya belum mau dikoreksi.000.. 2.000...450. Mengapa pula instansi yang bertanggung jawab seperti Dept.637..70% Sedangkan jika investor mulai dengan luas yang lebih besar maka proyeksi keuntungan yang akan diperoleh pada tahun pertama sbb: Luas 5 Ha : investasi Rp 151.diproyeksikan keuntungan bersih total sebesar Rp 103.keuntungan Rp 51.525.Dari analisa Cost/Benefit memberikan gambaran bahwa diperlukan modal kerja dari investor sebesar Rp 151.dalam kurun waktu 1 tahun.Pertanian tidak mengarah ke sana ?.keuntungan Rp 206. Membuka cakrawala baru buat generasi muda bahwa berusaha di sawah organik dapat menguntungkan..500.500. Keadaan menjadi sangat mengkhawatirkan ketahanan pangan terutama ketersediaan beras negeri ini ketika negara-negara penyuplai beras dunia seperti Thailand.000.keuntungan Rp 119.725.000.keuntungan Rp 309.787.100.500. 3. 15 . Turut serta secara aktip memulihkan kesuburan lahan sawah yang pada saat ini umumnya sudah sangat lelah oleh deraan penerapan persawahan kimia yang tidak terkendali.Luas 30Ha : investasi Rp 909.937. 5. Vietnam..34% Tahun II : investasi Rp 161... Untuk bertahan hidup saja para petani sudah sangat sulit saat ini.000.000..Luas 10Ha : investasi Rp 303. China dll memberikan sinyal kuning akan adanya pembatasan suplai dari mereka ditahun-tahun mendatang karena mengantisipasi gejala perubahan iklim global dan pengamanan stok beras nasional mereka masing-masing.keuntungan Rp 103.637...000.275.Luas 20Ha : investasi Rp 606. Namun satu hal yang paling mendasar dan pasti yaitu secara struktural dan sistematis kondisi sosial-ekonomis masyarakat petani di pedesaan saat ini sangat sulit dan memprihatinkan sehingga tanpa ditopang dan dimulai oleh tangan-tangan kepeloporan hampir tidak mungkin mereka dapat bangkit dan berubah apalagi berinovasi untuk peningkatan produksi padi. Jelas sudah negeri ini baru dapat mulai bicara martabat jika pangan pokok (beras) rakyatnya tersedia cukup dan berlimpah.275.500. Untuk 5 Ha investor diproyeksikan akan memperoleh keuntungan selama 3 tahun sbb: Tahun I : investasi Rp 151.000. merosotnya proktivitas sawah.000. makin rentannya tanaman padi terhadap hama & penyakit. Pertanyaan yang selalu menggelitik bagi para investor adalah . Memberikan contoh harkat kebebasan petani yang hakiki dari berbagai pihak luar non agraris yang selama ini justru dominan mengatur dan menentukan nasib para petani.keuntungan Rp 51. agrobisnis padi organik ”SRI” meskipun masih berskala kecil ( 5 Ha ) akan memberikan benefit non material kepada investor & pengelola sbb: 1.150. makin kritisnya ketersediaan air irigasi yang kontinyu dan tidak memiliki akses pasar.525..625. Kalau memang metoda ”SRI” ini begitu menjanjikan. Mempelopori langsung membuka peluang menjadikan negeri ini menjadi pengeksport beras organik di dunia.000. Ada suatu rasa kepuasan dapat berperan mempelopori langsung sebagai anak bangsa memajukan para petani yang selama ini berada di dasar piramida kemiskinan.53% Tahun III: investasi Rp 171. takaran pupuk kimia bahkan hibridisasi tanaman padi.000.725.050.keuntungan Rp 85. 4. Peningkatan produksi padi telah terbukti beberapa dekade ini gagal dicapai dengan mengutak-atik bibit.000. Justru yang terjadi sampai hari ini adalah penurunan produksi padi karena penyusutan lahan persawahan.525.

Itu pilihan !!!. lebih sehat dan berkesinambungan. 16 . lebih baik mutunya.Kinilah waktunya untuk berbuat sesuatu perubahan untuk peningkatan produksi padi yang lebih tinggi. Dimana panggilan hidup kita ?. Apakah kita mau menoreh sejarah bahwa negeri ini adalah bangsa yang besar ?. Atau kita biarkan budaya instan membenamkan negeri yang penuh karunia Sang Maha Pencipta ini tetap terus berputar mengarah ke bawah dalam spiral kehinaan. Perubahan membutuhkan dan menuntut kepeloporan.