Serat Alam, Biopolymer, dan Biocomposite

1.1 Pengenalan  Serat Alam Serat merupakan jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang. Material ini sangat penting dalam ilmu bahan sebagai pengikat atau penguat. Serat dibagi menjadi dua jenis: serat alam dan serat sintetis. Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah serat alam. Serat alam meliputi serat yang diproduksi oleh tumbuhan, hewan, dan proses geologi. Serat alam bersifat dapat mengalami pelapukan seperti yang dialami oleh kayu. Jenis-jenis serat alami: 1. Serat tumbuhan, biasanya tersusun dari selulosa, hemiselulosa, dan terkadang lignin. Contoh: kain, kertas 2. Serat kayu, hampir sama dengan tumbuhan akan tetapi lebih spesifik terhadap tumbuhan berkayu 3. Serat hewan, umumnya tersusun atas protein, beberapa aplikasi dari serat hewan adalah kain sutra dari serat kepompong dan wol dari bulu domba. 4. Serat mineral, umumnya terbuat dari asbestos karena saat ini asbestos adalah satu-satunya mineral yang secara alami terdapat dalam bentuk serat. Tidak seperti kaca ataupun logam yang harus mengalami proses sintesis untuk menjadi serat. Jadi, serat alam adalah serat yang secara alami berbentuk serat tanpa melalui proses sintesis atau rekayasa bahan untuk menjadi serat.  Biopolymer

Biopolymer yang disebut juga polymer organik merupakan polymer alami yang dihasilkan oleh organisme hidup. Biopolymer berisi unit-unit monomer yang terkait secara kovalen untuk membentuk struktur yang lebih besar. Ada tiga kelas utama dari biopolimer berdasarkan unit monomer yang digunakan: 1. Polynucleatides panjang yang terdiri dari 13 atau lebih monomer nukleutida. 2. Polymerpolypeptida merupakan gugus polymer pendek dari asam amino. 3. Polysakarida merupakan ikatan linier polymerik dari struktur karbohidrat. Contoh dari bioploymer adalah DNA dan RNA  Biocomposite

Biocomposite merupakan komposit yang terdiri dari matriks dan reinforces. Namun, reinforces yang digunakan merupakan serat alami. Bahan ini memiliki sifat biodegadrable yaitu mampu terurai secara alami di alam. Maka dari itu, bahan ini sangat ramah lingkungan dan sedang marak dikembangkan. Contoh: beberapa kantong plastik di minimarket. Akhir-akhir ini banyak ilmuwan yang belomba-lomba meneliti tentang alternatif bahan yang dapat terbarukan. Hal ini terjadi dari hasil kesadaran dunia akan kesalin terkaitannya antara

Motivasi: Bahan Biobased dan Dampak Lingkungan Laporan panel dunia teknologi mengkaji teknologi. Bahan dengan biobased lebih diminati dalam industri saat ini karena aplikasi yang variatif. prinsip berkelanjutan. aplikasi. Pengurasan sumber daya minyak ditambah dengan meningkatnya peraturan lingkungan bertindak sinergis untuk memberikan dorongan pada terciptanya bahan baru. aplikasi transportasi. . Bahan-bahan seperti serat alam. dan energi terkait isu-isu serta masalah yang lebih luas dari kebijakan pemerintah yang mempengaruhi isu-isu lingkungan. dan produk compatible dengan lingkungan serta independen dari bahan bakar fosil. dan kebijakn “environmentally benign manufacturing” (EBM) di Eropa dan Jepang dibandingkan dengan di Amerika Serikat. Yang dibahas adalah berfokus pada polimer.2. tahan lama. elektronik. dan ramah lingkungan. ekologi industri serta potensi akan kimia hijau. presiden eksekutif. biopolymer. security pertanian dan undang-undang investasi pedesaan bersama-sama menciptakan suatu lingkungan di mana ada insentif ekonomi untuk serius mempertimbangkan alternatif berbasis bio untuk bahan berbasis minyak bumi. Pengembangan berbasis produk bio akan memiliki manfaat yang signifikan bagi warga AS dan masyarakat. Alternatif berbasis bio akan memainkan peran dalam mengurangi bahan berbasis di AS. Produksi bahan-bahan dengan basis bio diharapkan terus meningkat hingga harapannya bahanbahan yang ramah lingkungan ini dapat menyuplai 50% kebutuhan akan bahan. Teh biomass research & development act. dan biocomposite cocok dengan paradigma baru.faktor lingkungan dan keberlangsungan hidup. 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful