SKENARIO Gadis, 21 tahun, seorang mahasiswi, datang ke Poli Penyakit Dalam dengan keluhan bercakbercak kebiruan di tungkai atas

dan bawah dengan ukuran bervariasi antara 2 – 3 cm, sebelumnya riwayat mimisan tidak ada. 2 hari sebelumnya Os mengeluh sakit gigi, Os minum obat antibiotik (amoxyllin) dan analgetik (asam mefenamat), sekarang keluhan gigi tidak ada lagi. Pada pemeriksaan fisik : suhu 36,8ºC, hematom pada lengan dan kaki, hepar dalam batas normal, lien dalam batas normal. Hasil pemeriksaan darah : Hb 12 g/dL, Ht 36,6%, L 7. 103 /uL, hitung jenis leukosit : 1/8/55/31/5, trombosit 85.103 /uL, pemeriksaan koagulasi dalam batas normal. Dokter poli meminta obat dihentikan dan tidak memberikan obat baru dan disarankan 1 minggu kemudian datang untuk cek laboratorium, didapatkan hasil : Hb 12 g/dL, Ht 36,1% dan trombosit 149.103 /uL. Apa yang terjadi dengan Gadis? KLARIFIKASI ISTILAH 1. Bercak Kebiruan Perdarahan kecil didalam kulit, membran mukosa atau permukaan serosa, yang tersebar luas.
2. Mimisan

Pendarahan dari hidung, akibat pecahnya pembuluh darah kecil yang terletak di bagian anterior septum nasal kartilaginosa.
3. Antibiotik

Obat yang dapat membunuh mikroorganisme khususnya bakteri.
4. Analgetik

Obat pengahilang nyeri adalah Zat-zat yang mengurangi atau menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran.
5. Hematom

Penggumpalan darah setempat, umumnya menggumpal dalam organ, rongga atau jaringan akibat pecahnya dinding pembuluh darah.
6. Koagulasi

Proses pembekuan darah yang dibantu oleh faktor-faktor pembekuan darah. 7. Trombosit Keping – keping darah yang berfungsi untuk hemostatis

IDENTIFIKASI MASALAH 1. Gadis, 21 tahun, seorang mahasiswi, datang ke Poli Penyakit Dalam dengan keluhan bercak-bercak kebiruan di tungkai atas dan bawah dengan ukuran bervariasi antara 2 – 3 cm, sebelumnya riwayat mimisan tidak ada. 2. 2 hari sebelumnya Os mengeluh sakit gigi, Os minum obat antibiotik (amoxyllin) dan analgetik (asam mefenamat), sekarang keluhan gigi tidak ada lagi. 3. Pada pemeriksaan fisik : suhu 36,8ºC, hematom pada lengan dan kaki, hepar dalam batas normal, lien dalam batas normal. 4. Hasil pemeriksaan darah : Hb 12 g/dL, Ht 36,6%, L 7. 10 3 /uL, hitung jenis leukosit : 1/8/55/31/5, trombosit 85.103 /uL, pemeriksaan koagulasi dalam batas normal. 5. Dokter poli meminta obat dihentikan dan tidak memberikan obat baru dan disarankan 1 minggu kemudian datang untuk cek laboratorium, didapatkan hasil : Hb 12 g/dL, Ht 36,1% dan trombosit 149.103 /uL. ANALISIS MASALAH I Gadis, 21 tahun, seorang mahasiswi, datang ke Poli Penyakit Dalam dengan keluhan bercakbercak kebiruan di tungkai atas dan bawah dengan ukuran bervariasi antara 2 – 3 cm, sebelumnya riwayat mimisan tidak ada. 1. Apa yang menyebabkan Gadis mengalami bercak-bercak kebiruan ditungkai atas dan bawah? Jawab:  Gangguan integritas pembuluh darah  Gangguan hemoestatis  Alergi obat  Berkurangnya jumlah trombosit
2. Bagaimana mekanisme gadis mengalami bercak-bercak kebiruan ditungkai atas

dan bawah? Jawab: Obat berikatan erat dengan protein plasma dan merangsang pembentuk antibodi  Kompleks imun yang terbentuk dari antibodi dengan antigen (obat-protein plasma)  berikatan dengan sel penyaji antigen (makrofag/sel dendritik lain)  akan diabsorpsi oleh trombosit melalui reseptor Fab  P↑ pembuangan dan penghancuran/destruksi trombosit dalam sel penyaji antigen yang dipicu oleh antibody oleh makrofag  menimbulkan pacuan pembentukan neoantigen  P↑ prod. Antobodi kembali  trombositopenia  P↓ fungsi trombosit (pembekuan /koagulasi dan fibrinolisis)  ggn. Hemostasis  akibatnya dinding kapiler tidak dapat dibatasi oleh trombosit + P↑ tekanan  jika terjadi trauma atau cedera vascular akibat gerakakn normal  perembesan darah dari vascular ke permukaan kulit  perdarahan yang lebih luas  bercak-bercak perdarahan yang tersebar luas pada kedua tungkai  Eritrosit yang keluar dari pembuluh ini dipecahkan dengan cepat dan difagosit oleh makrofag  Hb dimetabolisme dalam sel-sel makrofag  terbentuk suatu
2

bersamaan pula dengan terbentuknya zat yang tidak mengandung besi yang dalam jaringan dinamakan hematoidin (secara kimia identik dengan bilirubin)  Hemosiderin berwarna coklat-karat dan hematoidin berwarna kuning muda. ekstremitas bawah juga lebih rentan terhadap benturan/trauma sehingga pada gerakan normalpun dapat mengakibatakan trauma / cedera vascular dan akan menyebabkan bercak bercak. Os minum obat antibiotik (amoxyllin) dan analgetik (asam mefenamat). Apa hubungan pemberian obat dengan muncul bercak – bercak merah? Jawab: Trombositopenia terjadi akibat alergi terhadap obat yang diberikan yaitu obat amoxyllin. Berdasarkan informasi yang didapatkan bahwa amoxylin merupakan derivat semisintetik dari amphicylin yang efektif melawan spektrum bakteri gram positif dan gram negatif yang memberikan efek samping yaitu reaksi hipersensitivitas/alergi. eosinofilia. Penyakit apa saja yang ditandai dengan bercak-bercak kebiruan? Jawab:  Purpura sinelis  Demam dengue  Scorbut  Purpura steroid 4. Mengapa perlu ditanyakan riwayat mimisan? Jawab: Riwayat mimisan di tanyakan karena untuk menyingkirkan diagnosis diferensial dimana jika terjadi mimisan menandakan sudah terjadi perdarahan hebat dan apabila telah terjadi mimisan atau perdarahan biasanya trombosit turun drastis sekitar 20. dan dapat juga menyebabkan gangguan darah seperti anemia. sekarang keluhan gigi tidak ada lagi. anafilaksis. II2 hari sebelumnya Os mengeluh sakit gigi. trombositopenia. 3 . serta leukopenia.kompleks yang mengandung besi yang dinamakan hemosiderin. Mengapa bercak-bercaknya hanya terdapat pada tungkai? Jawab: Karena tekanan gravitasi yang lebih tinggi. 6. Bagaimana mekanisme mimisan? Jawab: Trombosit ↓  gangguan homeostasis  ruptur pada venula dan kapiler kecil  darah keluar dari pembuluh darah ke jaringan  epistaksis.00030. 1. interaksi pigmen-pigmen ini berpengaruh pada warna bercak-bercak hitam kebiruan kemudian memudar menjadi coklat dan kuning  bercak pada tungkai/purpura 3.000 /ul 5.

sakit kepala. antara lain iritasi lambung. sakit gigi. • Kontra indikasi : Pada penderita tukak lambung. Apa saja efek samping dari asam mefenamat? Jawab: Dapat terjadi gangguan saluran cerna. penglihatan kabur. antara lain iritasi lambung. • Dosis : Digunakan melalui mulut (per oral). gangguan ginjal. Bagaimana farmakokinetik dan farmakodinamik dari asam mefenamat? Jawab: Asam Mefenamat • Indikasi : Dapat menghilangkan nyeri akut dan kronik. dispepsia. dispepsia. pusing. mual. rasa mengantuk. pusing. mual. dismenore primer. Pada penggunaan terus-menerus dengan dosis 2000 mg atau lebih sehari dapat mengakibatkan agranulositosis dan anemia hemolitik. ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala. asma dan hipersensitif terhadap asam mefenamat. kolik usus. nyeri sehabis operasi. muntah dan diare. sakit kepala. • ESO : Dapat terjadi gangguan saluran cerna. Selanjutnya kompleks ini akan merangsang pembentukan antibodi yang dapat mengenali dan mengikat tombosit dan akan didestruksi oleh RES sehingga terjadi trombositopenia. bekerja dengan cara menghambat sintesa prostaglandin dalam jaringan tubuh dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga mempunyai efek analgetik dan antiinflamasi. termasuk nyeri karena trauma.Obat dianggap sebagai hapten di mana hapten tersebut akan membentuk ikatan kovalen dengan trombosit sehingga terbentuk kompleks antigen yang terdiri dari obat-trombosit. Trombositopenia akan mengakibatkan hilangnya integritas pembuluh darah sehingga eritorsit keluar dan terjadi purpura. • Interaksi obat : Obat-obat anti koagulan oral seperti warfarin. kolik usus. Dewasa dan anak di atas 14 tahun : Dosis awal yang dianjurkan 500 mg kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam. vertigo. nyeri sendi. vertigo. radang usus. • Cara kerja : Asam Mefenamat merupakan anti inflamasi non-steroid. penglihatan kabur. nyeri otot. nyeri pada persalinan. Pemakaian secara hati-hati pada penderita penyakit ginjal atau hati dan peradangan saluran cerna. muntah dan diare. Pada penggunaan terus-menerus dengan dosis 2000 mg atau lebih sehari dapat mengakibatkan agranulositosis dan anemia hemolitik. rasa mengantuk. 2. sebaiknya sewaktu makan. 3. 4 . asetosal (aspirin) dan insulin.

Bagaimana cara pemeriksaan koagulasi? Jawab: • Jenis – Jenis Pemeriksaan Koagulasi 5 .5 – 3.000 /uL 4.6 % 36 – 48 % Normal Leukosit 7.000 / uL trmbositopenia 2.hematom Hepar Tidak Normal Lien Teraba Apa saja penyebab hematom dan bagaimana mekanisme terjadinya? Jawab:  Penyebab : trauma.gangguan hemostatis  Mekanismenya : penurunan jumlah trombosit  gangguan hemostatis  akibat gerakan normal ( terjadi ruptur pada venule dan kapiler kecil)  drag keluar dari pembuluh darah ke jaringan  bintik-bintik hematom 2.000/ uL 150.2 – 0. hepar dalam batas normal.000 – 11.5 – 7. IV Hasil pemeriksaan darah : Hb 12 g/dL.103 /uL.5 – 15. hitung jenis leukosit : 1/8/55/31/5. 1. trombosit 85.000 / uL Normal Jumlah Leukosit :: Basofil 1 0.44 x 10 /L meningkat 9 Nutrofil 55 2.04 – 0.6%.5 x 10 /L normal 9 Limfosit 31 1.1 x 109 /L Normal 9 Eosinofil 8 0. L 7. Ht 36. 1. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan darah? Jawab: Hasil lab Normal Interpretasi Hb 12 gr/ dL 11. hematom pada lengan dan kaki. Apa tujuan dari pemeriksaan koagulasi? Jawab: • Tujuan Pemeriksaan Koagulasi Untuk mendeteksi adanya kelainan dalam proses homeostasis/ trombosis dan agar mengetahui letak kelainannya 3.2ºC Normal Lengan dan Tidak ditemukan hematom abnormal Tungkai.III Pada pemeriksaan fisik : suhu 36. 103 /uL. gangguan vaskuler.000 – 400.8ºC. lien dalam batas normal.8 x 10 /L normal Trombosit 85.5 – 37. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan fisik? Jawab: Normal interpretasi Suhu 36.trombositopenia. pemeriksaan koagulasi dalam batas normal.5 gr/ dL Normal Ht 36.01 – 0.5 x 10 /L normal 9 Monosit 5 0.8°C 36.

Yaitu. Buang beberapa tetes lalu teteskan di kamar hitung.1. Jumlah Trombosit Dengan mengambil sekitar 1cc darah vena dan kemudian menariknya ke dalam pipet erirosit hingga angka 1 dan dicampur dengan ammonium oxalat 1% hingga angka 1. atau dengan metoda Duke dengan cara yang sama insisi di lokasi cuping telinga sedalam 3-4 mm. Stable Factor VIII-Antihemophilic Globlulin IX-Plasma Thromboplastin Component X-Stuart-Power Factor XI-Plasma Thromboplastin Antecedent XII-Hagemann Factor XIII-Fibrin Stabilizing Factor 5. Normalnya adalah < 10. Waktu Pembekuan Pemeriksaan dilakukan denan metode gelas arloji dimana dengan mengambil beberapa tetes darah perifer dengan lancet lalau taruh di 2 obyek glass. Waktu Pendarahan Pemeriksaan dapat dilakukan dengan metoda Ivy .1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Rumple Leed Pemeriksaan ini memprovokasi terjadinya pendarahan dengan memakai tensimeter. Hitung waktunya sampa benang fibrin menghilang. Mengapa trombosit nya menurun? Jawab : 6 . yaitu dilakukan insisi dengan lanset sepanjang 10 mm dan kedalaman 1 mm di lengan bawah kemudian setiap 30 detik darah dihapus dengan kertas filter sampai perdarahan berhenti. Faktor. Atau dengan metode lee and white.faktor koagulasi? Jawab: - - I-Fibrinogen II-Prothrombin III-Tissue Thromboplastin IV-Calcium V-Labile Factor VII-Proconvertin. kemudian dengan bantuan lancet tersebut kita lihat benang fibrin setiap 30 detik. Baca hasilnya di mikroskop. Retraksi dan Konsistensi bekuan Lisis bekuan PPT APPT 4. dengan menahan tekanan tensimeter diantara tekanan sistol dan diastol lalu dihitung banyaknya petekie yang timbul.

Melena.5 – 15. Perdarahan gusi. Bagaimana mekanisme trombositopenia? Jawab: Sel induk pluripotensial  megakarioblast  promegakarioblast  megakariosit  (sumsum tulang)  terjadi pematangan replikasi inti endometolik  memperbesar sitoplasma  penambahan lobus  inti menjadi kelipatan kelipatannya  sitoplasma garnuler  trombosit siap di lepaskan. Epistaksis. Hemartrosis. Ekismosis.Pada kasus ini kemungkinan terjadi destruksi trombosit yang berlebihan akibat induksi obat antibitik amoxycillin (derivat penicilin).Dokter poli meminta obat dihentikan dan tidak memberikan obat baru dan disarankan 1 minggu kemudian datang untuk cek laboratorium.000/uL Normal 2.103 /uL. Hematoma. 7.1% 36 – 48 % Normal 3 trombosit 149.1% dan trombosit 149.5 gr/ dL Normal Ht 36. V. didapatkan hasil : Hb 12 g/dL. 3.000-400. Setelah itu makrofag akan melakukan fagositosis trombosit sehingga terjadi destruksi trombosit 6. Apa tujuan dokter meminta obat dihentikan dan tidak memberikan obat baru? Jawab:  Tidak diberikan obat baru Trombosit menurun  gangguang homeostasis  akibat gerakan normal (terjadi rupture pada venula dan kapiler kecil )  darah keluar dari pembuluh darah ke jaringan  ditangkap oleh makrofag  bintik – bintik merah dan biru  makrofag menghilang  pemulihan jaringan sempurna tanpa diobati  Dokter meminta obat dihentikan: Karena ada beberapa obat yang merupakan factor predisposisi terjadinya trombositopenia karena beberapa dari obat-obatan tersebut dapat meningkatkan destruksi trombosit oleh produksi antibody yang diinduksi oleh obat atau oleh antibody dan menghambat agregasi dan reaksi pelepasan trombosit sehingga menyebabkan terjadinya perdarahan yang memanjang. Ht 36. Apa akibat dari trombosit menurun? Jawab: Petekhia. Hematemesis. 1.10 /uL 150. Bagaimana interpretasi hasil laboratorium setelah pemakaian obat di hentikan? Hasil lab Nilai normal interpretasi Hb 12 g/dL 11. Mengapa dokter menyaranakan 1 minggu kemudian setelah penghentian obat untuk cek labor ulang? Jawab: 7 . Metroragia. Obat ini akan membentuk Hapten yang akan berikatan dengan reseptor pada membran trombosit dan mengubahnya menjadi antigen. Purpura.

Setelah obat dihentikan maka faktor pembentukan. Bagaimana fisiologi dari trombosit/ trombopoesis? Jawab: 6.Untuk menilai kadar trombositnya. Bagaimana fisiologi proses homeostasis? Jawab: 8 . Dan untuk memastikan diagnosa yaitu trombositopenia drug induced. Mengapa setelah dihentikan obat trombositnya menjadi normal? Jawab Kasus ini disebabkan karena adanya induksi obat amoxicylin yang menyebabkan destruksi trombosit meningkat. 4. adakah perubahan atau tidak. 5.

agregasi & reaksi pelepasan.Tahapan: Adhesi. Trombosit dapat juga dihancurkan oleh produksi antibodi yang diinduksi oleh obat. limfoma. Penghancuran atau penyimpanan yang berlebihan. • Platelets/Thrombosit Platelets yang beredar di dalam pembuluh darah mengenali endotel yang rusak melalui reseptornya dan menyerang bagian yang luka membentuk sumbat trombosit. antibodi-antibodi ini dapat ditemukan pada penyakit-penyakit seperti lupus 9 . Apa diagnosis banding dari penyakit gadis? Jawab:  DIT (Drug Induced Trombocytophenia)  ITP (Idiopathic Trombositopenia Purpura)  TTP (Trombositic Trombolisis Purpura) 8. 10. Apa saja etiologinya? Jawab: a. b. meliputi keadaan seperti sirosis hati. 9.dan penyakit-penyakit mieloproliferatif. Apa definisinya? Jawab: Drug Induced Trombositopenia adalah terjadinya penurunan trombosit didalam darah yang di akibatkan oleh penggunaan obat. Dapat menyebabkan splenomegali (lien yang jelas membesar) dapat disertai trombositopenia. Apa yang terjadi pada Gadis? Jawab: Nn. Gadis (21 tahun) merupakan trombositopenia drug induced et causa obat amoxylin dan asam mefenamat. Tiga sistem yang berperan dalam hemostasis :: • Vasculer system Beberapa detik setelah terjadinya luka pada pembuluh darah. maka akan terjadi kontraksi secara reflek dari pembuluh darah yang luka tersebut & pembuluh darah di sekitarnya.Hemostasis adalah Kemampuan darah mengalir sebagai cairan di dalam tubuh dan membeku bila kita mendapat luka tergantung pada keseimbangan antara bentuk bekuan dan lisis. Jumlah trombosit yang rendah ini dapat merupakan akibat berkurangnya produksi atau meningkatnya penghancuran trombosit. • Plasma Coagulation System Setelah terjadi luka koagulasi dapat dicetuskan oleh dua mekanisme: intrinsic and extrinsic pathways 7. c.

Analgesik: Acetaminophen. Amoxycillin yang merupakan golongan penisillin dianggap sebagai hapten yang akan membentuk ikatan kovalen dengan trombosit sebagai kompleks antigen.Heparin: heparin berat molekul rendah . dan purpura trombositopenik idiopatik (ITP). ITP.8/100. sehingga produksi trombosit mengalami penurunan.Antiinflamasi: D-penicillamine . naproxen .Antibiotik: Penisilin dan beberapa sefalosforin .eritematosus. diclofenak. tirofiban .Antagonis reseptor heparin: cimetidin. Hal ini akan merangsang pembentukan antibody yang akan mengenali dan mengikat trombosit kemudian difagosit 10 . g.6-1. Bagaimana patogenesis dan patofisiologinya? Jawab: Trombositopenia pada pasien dapat disebabkan oleh DIT.Platelet inhibitor: abciximab. f. Obat-obatan . 12. eptifibatida. ibuprofen. Oleh karena itu tidak semua pasien DIT memerlukan perawatan di rumah sakit sehingga mungkin tidak ada catatan medisnya di rumah sakit. Perusakan atau penekanan pada sumsum tulang. trombositopenia juga bisa disebabkan oleh kemoterapeutik yang bersifat toksik terhadap sumsum tulang. leukimia limfositis kronis. karena keganasan atau beberapa macam obat) yang berakibat kegagalan pembentukan trombosit. (misalnya. Bagaimana Epidemiologi? Jawab: Berdasarkan laporan 4 survei nasional yang dikutip oleh George et. e. limfoma tertentu.al. Trombosit menjadi terlarut Penggantian darah yang masif atau transfusi ganti (karena platelet tidak dapat bertahan di dalam darah yang ditransfusikan) Pembedahan bypass kardiopulmoner. ranitidine 11. terutama ditemukan pada perempuan muda d.000 populasi namun karena data yang diperoleh hanya berdasarkan hasil survei nasional dan catatan medis di rumah sakit maka angka ini akan mungkin lebih rendah dari yang sebenarnya. insiden tahunan DIT berkisar antara 0.

oleh RES sehingga menyebabkan trombositopenia.000-50. Apa saja manifestasi klinisnya? Jawab: • Ekimosis.000-30. 11 . . Bagaimana penegakan diagnosisnya? Jawab: a. Pemeriksaan Laboratorium Untuk menegakkan diagnosis secara pasti DIT pada pasien diperlukan beberapa tindakan maupun pemeriksaan penunjang yaitu: . pada umumnya berat dan frekuensi perdarahan berkolerasi dengan jumlah trombosit.Terapi obat yang diberikan pada pasien hanya obat yang bersangkutan . petechi. Eosinofilia pada pasien kemungkinan disebabkan oleh adanya reaksi alergi pada pasien atau infeksi virus.Penyingkiran penyebab trombositopenia lain. menoragia dan perdarahan memanjang bila ada luka  AT <10. Selain itu juga bahwa pembentukan trombosit (trombopoesis) berlangsung sekitar 7-10 hari. Penyebab ITP pada trombositopenia dapat disebabkan oleh infeksi virus influenza yang kemungkinan terjadi juga pada pasien ini.Pemeriksaan antibodi terhadap glikoprotein trombosit. . AINS dapat menginduksi antibodi pada membran protein trombosit sehingga akan merangsang untuk didestruksi oleh RES dan menyebabkan trombositopenia. Jumlah basofil normal atau tidak meningkat kemungkinan dikarenakan basofil dalam melawan allergen berubah terlebih dahulu sel mast yang masuk ke jaringan-jaringan sehingga menimbulkan reaksi alergi oleh basofil lambat. purpura. perdarahan gastrointestinal. Jumlah trombosit dan kadar hematokrit sedikit menurun setelah penghentian obat selama 3 hari dapat disebabkan masa hidup trombosit dalam sirkulasi sekitar 10 hari dan adanya peningkatan destruksi trombosit sehingga 3 hari tidak cukup untuk menilai apakah adanya drug induced thrombocytopenia pada pasien.  AT >50.000 /µL maka biasanya asimtomatik  AT 30. dan genitourinaria) dan resiko perdarahan sistem saraf pusat 14. misalnya dengan modified antigen-capture enzyme linked immunosorbent assay (MACE) dan monoclonal antibody-specific immobilization of platelet antigens (MAIPA). 13.Obat pada pasien dihentikan dan dilakukan pemeriksaan jumlah trombosit setelah 10 hari.000/µL terjadi perdarahan mukosa (epistaksis. Infeksi ini dapat memicu pembentukan autoantibodi IgG yang melapisi trombosit dan merangsang untuk didestruksi oleh RES sehingga trombositopenia. Anamnesis b.000/µL terdapat perdarahan spontan. Pemeriksaan Fisik c.000/µL terdapat luka memar/hematoma  AT 10.

Penyebab trombositopenia lain sudah disingkirkan. c) Pemakaian immunoglobulin intravena (0. 12 . Pemberian androgen (danazol) b. Indikasi transfusi yaitu adanya pendarahan akut. 15.2. cyclophosphamide atau azathioprin. 16. Bagaimana penatalaksanaannya? Jawab: a) Segera menghentikan obat penyebab. e) Bila disebabkan obat heparin. Pemberian high dose imunoglobulin untuk menekan fungsi makrofag c.  Mambatasi gerakan fisik yang dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah. 3. sebagian besar memberi respon baik . 2. Trombositopenia akan kembali terjadi jika obat kandidat diberikan lagi.0 mg/ kg BB/ 1 – 2 hari) d) Bila perlu pemberian transfusi trombosit. a.Terdapat 4 Kriteria untuk menentukan DIT. terapi untuk mengurangi pengaruh thrombositipenia. atau jika obat lain terus diberikan setelah penghentian obat kandidat jumlah trombosit tetap normal. Transfusi konsentrat trombosit hanya dipertimbangkan pada penderita dengan resiko perdarahan major. yaitu : 1.2.Obat-obat imuno supresif lain: vincristine.  Tidak mengkonsumsi alkohol. b) Pemberian obat preparat steroid (prednisone 1 mg/ kg BB/ hari). maka heparinnya harus dihentikan namun segera memberikan obat pengganti heparin. g) Terapi suportif. 4.4 – 1.Splenektomi.4 terpenuhi = jika kriteria 1. Bagaimana pencegahannya? Jawab  Tidak menggunakan obat tersebut lagi.  Mengkonsumsi makanan atau suplemen yang dapat meningkatakan jumlah trombosit. Obat kadidat adalah satu-satunya obat yang diberikan sebelum onset trombositopenia. Tingkatan Bukti I (Definite) Pasti II (Probable) III (Possible) IV (Unlikely) = jika kriteria 1. Terapi dengan obat kandidat mendahului terjadinya trombositopenia dan setelah terapi dihentikan.3. jumlah trombosit menjadi normal dan hal ini menetap.3 terpenuhi = jika hanya kriteria 1 terpenuhi = jika kriteria 1 pun tidak terpenuhi. f) Jika dalam bulan tidak memberi respon pada kortikosteroid (thrombosit < 30x109/l ) atau perlu dosis pemeliharaan yang tinggi maka diperlukan: .

dan pendarahan spontan 18. 17. Mencegah terjadinya treuma. trombosis. Apa saja komplikasinya? Jawab: Gangguan neurologik. 30% penyakit kronik. anemia. 2% meninggal. Bila pasien tidak mengalami perdarahan dan memiliki jumlah trombosit diatas 20.000 /uL. Pada dewasa 64% sembuh. 5% meninggal. 54% sembuh dalam 4-8 minggu. harus dipertimbangkan untuk tidak memberikan terapi karena banyak pasientrombositopenia kronik yang parah dapat hidup selama dua sampai tiga dekade. gagal ginjal. Bagaimana prognosisnya? Jawab: Quo at Vitam : Dubia at Bonam Quo at Functionam : Dubia at Bonam Pada anak-anak 89% sembuh. 13 .

8 Hematom Hepar. lien DBN Jumlah leukosit : 1/8/55/31/5 (%) Trombosit : 85. SINTESIS 14 .103 (setelah) Diagnosis banding 85 Diagnosis HIPOTESIS Gadis (21 tahun) merupakan Trombositopenia Drug Induced (DIT) et causa obat amoxyllin dan asam mefenamat.6 % ANAMNESA Riwayat konsumsi Analgesik + antibiotik Mimisan (-) Leukosit : 7000 /µL PF T : 36.KERANGKA KONSEP Gadis (21 tahun) Datang ke poli PD (Bercak kebiruan) PEMERIKSAAN LAB HB : 12 gr/ dL HT : 36.103 (sebelum) 149.

Trombosit tidak mempunyai inti dan dilengkapi organel dan system enzim sitosol untuk menghasilkan energy dan mensintesis produksi sekretorik yang disimpan di granula-granula yang tersebar di seluruh sitosolnya.000/µl.TROMBOPOESIS Trombosit bukan merupakan suatu sel utuh tapi merupakan fragmen sitoplasma megakariosit yang terlepas keluar sel megakariosit. Hitung trombosit normal adalah 150. Trombopoetin meningkatkan kecepatan dan jumlah maturasi megakariosit Hemostasis 15 . Trombopoesis dipengaruhi oleh hormone trombopoetin yang dihasilkan di hati dan ginjal dan sejumlah sitokin seperti: IL-11. dan IL-6.000-400. Trombosit berasal dari sel megakariosit yang berada dalam sumsum tulang sehingga pembentukannya terdapat dalam organ tersebut.Umur trombosit dalam sirkulasi sekitar 7-10 hari pada manusia. IL-3.

Manifestasi renjatan anafilaktik dapat terjadi dalam waktu 30 menit setelah pemberian obat. Tipe I ini terdiri dari beberapa fase Produksi IgE oleh sel B sebagai respon terhadap antigen paparan pertama Pengikatan IgE pada reseptor Fc pada permukaan sel mastosit dan basofil Interaksi antigen-IgE mengakibatkan degranulasi sel tersebut 2. Tipe II Tipe II merupakan reaksi sitotoksitas yang melibatkan IgG dan IgM. Vascular system 2. khususnya allergen. Manifestasi klinisnya berupa kelainan darah berupa anemia hemolitik. Tipe I (Hipersensitivitas tipe segera) Bila antigen.  3 sistem yang berperan dalam hemostasis 1. Thrombosit system 3. vasodilatasi. 3.Hemostasis adalah kemampuan darah mengalir sebagai cairan di dalah tubuh dan membeku bila kita mendapa luka tergantung pada keseimbangan antara bentuk bekuan dan lisis. dan granulositopenia. Penyebab tersering adalah penisilin. Tipe III (reaksi kompleks imun) Pemaparan pada antigen dalam jangka panjang dapat merangsang pembentukan antibodi IgG. maka hal tersebut akan menyebabkan dilepaskannya berbagai mediator oleh mastosit dan basofil secara kolektif mengakibatkan peningkatan permeabilitas kapiler. Ikatan antara antibodi dengan antigen yang terdapat pada permukaan sel atau jaringan tertentu juga akan mengaktifkan komplemen melalui reseptor komplemen. eosinofilia. berikatan dengan molekul IgE yang sebelumnya telah melekat pada permukaan mastosit atau basofil. kontraksi otot polos bronkus dan saluran cerna serta inflamasi lokal. trombositopenia. Plasma coagulation system HIPERSENSITIVITAS 1. Antibodi bereaksi dengan antigen membentuk kompleks antigen-antibodi 16 .

Pendarahan mukosa. jaringan dalam. Tipe IV (reaksi imun seluler) Reaksi ini tidak melibatkan antibodi. Kira-kira 1/3 dari jumlah trombosit dalam sirkulasi darah mengalami penghancuran di limfa. oleh karena itu untuk mempertahankan trombosit agar tetap dalam batas normal. TROMBOSITOPENIA Trombositopenia adalah suatu kekurangan trombosit yang merupakan bagian dari pemberkuan darah.000-450. dengan umur kisaran 7-10 hari. diproduksi 150. dapat terjadi pendarahan spontan yang abnormal meskipun gangguan biasanya baru timbul jika jumlah trombosit kurang dari 10. Petekie merupakan manifestasi utama dengan jumlah trombosit yang kurang dari 30.000/mm3 dan lebih lanjut dipengaruhi oleh keadaan lain yang mendasari atau menyertai seperti penyakit hati atau leukimia.000/ul.000/mL. dan intrakranial dengan jumlah trombosit kurang dari 20.000/mL. Gejala ini timbul 5-20 hari setelah pemberian obat. Ekimosis yang bertambah dan pendarahan yang memanjang akibat trauma ringan terjadi pada trombosit yang kurang dari 50. Jumlah trombosit yang rendah ini akibat berkurangnya produksi atau meningkatnya destruksi trombosit. Namun umumnya tidak ada manifestasi hingga jumlahnya kurang dari 100.000mm3. tetapi bila sebelumnya pernah mendapat obat tersebut. 4. tetapi melibatkan sel-sel limfosit T yang telah disensitisasi oleh antigen tertentu.000. Manifestasi klinis berupa reaksi paru akut seperti demam. sesak. dan memerlukan tindakan segera untuk mencegah pendarahan dan kematian. Trombositopenia juga didefinisikan sebagai jumlah trombosit yang kurang dari 100. Pada orang normal jumlah trombosit dalam sirkulasi berkisar antara 150.000 trombosit/hari.000-450.(kompleks imun) yang kemudian mengendap pada jaringan dan akan mengaktifkan pertahanan tubuh dengan penglepasan komplemen serta menimbulkan reaksi inflamasi. gejala dapat timbul dalam waktu 1-5 hari.000mm3. Drug-Induced Trombositopenia Drug Induced Trombositopenia adalah terjadinya penurunan trombosit didalam darah yang di akibatkan oleh penggunaan obat Klasifikasi Klasifikasi Haptendependent antibody Mekanisme Kejadian Hapten menyambung secaraSangat cepat kovalen pada membrane protein dan menginduksi obat dengan respon imun Contoh obat Penisilin. batuk. Kemungkinan beberapa antibiotic sefalosporin 17 . Jika jumlah trombosit kurang dari 30.000/mm3.

kompleks imunmolekul rendah mengaktifkan trombosit melalui reseptor Fc Etiologi ↓ Produks i TROMBOSI TOPENIA ↑ Destruk si Penekanan Megakariosit Selektif. SLE. Leukimi Limfositik. Obat-obatan. cepat imun untuk antibody yangdengan heparin berat spesifik. Infeksi Virus. Obat mengikat pada platelet3-6 % diantara pasienHeparin factor 4 (PF4). Anemia Megaloblastic.0 % setelahAbciximab komponen murin daripaparan. tulang Autoimmune. 10-14% fragmen Fab untuksetelah paparan kedua membrane trombosit GP IIIa Obat menginduksi antibody1. Infeksi.Garam emas.diterapi dengan heparin memproduksi kompleksselama 7 hari. yang mengikat kepengguna kuinin peranti-inflamasi membrane protein dalamminggu.5 % Tirofiban. Purpura pasca transfusi.2-0. Defek Kongenital. yang bereaksi dengansangat cepatprokainamida trombosit autologi dalamprokainamida dan obat kehilangan obat lainnya.Kuinin Obat tipe Fiban Obat-antibodi spesifik Autoantibodi Kompleks imun spesifik Obat menginduksi antibodi26 dari satu jutaKuinin.5-1. sulfonamide. Heparin. Mielofibrosis. Pasca Chemoteraphy. mungkin lebihnonsteroid (AINS) keadaan obat terlarut sedikit kasusnya pada obat lainnya Obat bereaksi dengan GP0.0% dengan emas. Gangguan Sumsum . Koagulasi intravascular disaminata 18 Gangguan Distribusi (Splenomegali) . eftifibatide IIb/IIIa untuk menginduksi adanya perubahan bentuk (neoepitop) obat Antibody mengenali0. Leukimia.

maka angka ini mungkinlebih rendah dari yang sebenarnya. Heparin berat molekul rendah Kuinin.6-1.Cimetidine Acetaminophen. eptifibatida. oxaliplatin Epidemiologi DIT berkisar antara 0.000 samping obat Swedia 19 . Namun karena data yang diperoleh hanya berdasarkan hasil survey nasional dan catatan medis di rumah sakit saja.8 per 100. Oleh karena tidak semua passion DIT memerlukan perawatan di rumah sakit sehingga mungkin tidak ada catatan medisnya di rumah sakit. Negara Swedia Tahun 1966 – 1970 Metode Insiden tahunan Hasil laporan komite efek 1 : 100. rifampin. sedative valproic acid Antagonis heparin Agen analgesik Agen diuretik Imunosupresan kemoterapi reseptor. varicomycin phenytoin.000 populasi. sulfonamide. naproxen Klorotiazida dan Fludarabine.Obat-obatan yang menyebabkan DIT :: Kategori Obat Obat yang meliputi 5 atau lebih Obat lainnya laporan Heparin Cinchona alkaloids Platelet inhibitor Agen antirematik Agen antimikrobial Unfractionated heparin. Ibuprofen Hidroklorotiazida Siklosporin. Kuinidin Abciximab. rituximab D-penicillamine Agen antikonvulsan dan Carbamazepine. Diazepam Ranitidine diclofenak. tirofiban Garam emas Linezolid.

Melekat pada permukaan sel dan bekerjaj sebagai hapten Dengan merangsang produksi antibodi yang akan bereaksi silang dengan antibodi yang akan bereaksi silang dengan antibodi permukaan sel yang menimbulkan trombositopenia. Infeksi ini dapat memicu pembentukan autoantibodi IgG yang melapisi trombosit dan merangsang untuk didestruksi oleh RES sehingga trombositopenia. demam.000 sakit. gusi. Penegakan Diagnosa .000-50. melekat kuat pada komplemen dan merusak (destruksi) sel. Penyebab ITP pada trombositopenia dapat disebabkan oleh infeksi virus influenza yang kemungkinan terjadi juga pada pasien ini. Hal ini akan merangsang pembentukan antibody yang akan mengenali dan mengikat trombosit kemudian difagosit oleh RES sehingga menyebabkan trombositopenia. dingin. petechi.000-30. 2. AINS dapat menginduksi antibodi pada membran protein trombosit sehingga akan merangsang untuk didestruksi oleh RES dan menyebabkan trombositopenia. dan gastrointestinal. dan genitourinaria) dan resiko perdarahan sistem saraf pusat Gejala sistemik seperti mengigau. Patogenesis Amoxycillin yang merupakan golongan penisillin dianggap sebagai hapten yang akan membentuk ikatan kovalen dengan trombosit sebagai kompleks antigen. 20 . pada umumnya berat dan frekuensi perdarahan berkolerasi dengan jumlah trombosit.Denmark USA 1968 – 1991 1972 – 1981 USA 1983 – 1991 Hasil laporan komite efek 1 : 100.000/µL terjadi perdarahan mukosa (epistaksis.Anamnesis: o Lamanya perdarahan  membedakan PTI akut dan kronik o Gejala sistemik  untuk menyingkirkan bentuk sekunder dan diagnosa lain.000/µL terdapat luka memar/hematoma  AT 10.000 /µL maka biasanya asimtomatik  AT 30. Membentuk komleks imun antibodi obat yang larut dan melekat secara longgar pada permukaan trombosit.8 : 100.000 Manifestasi Klinis Ekimosis. oleh badan kesehatan Puget Sound Group Hasil rekam medis 1. purpura. sakit kepala dan muntah sering mendahului gejala perdarahan.  AT >50. 3.6 : 100.000 samping obat Denmark Hasil rekam medis rumah 0. 1.000/µL terdapat perdarahan spontan. perdarahan gastrointestinal. menoragia dan perdarahan memanjang bila ada luka  AT <10. Pada pasien berat mempunyai purpura dan perdarahan dari hidung.

Pemeriksaan penunjang: o Trombositopenia hitung darah yang lain normal.agranuler. o Pemeriksaaan darah tepi  menyingkirkan pseudotrombositopenia daan kelainan hematologi yang lain. trombosit muda ini bisa dideteksi oleh flow sitometri berdasarkan messenger RNA yang menerangkan bahwa pardarahan pada PTI tidak sejelas pada gambaran kegagalan sumsum tulang pada hitung trombosit yang serupa. Pemeriksaan fisik o petechi. Trombositopenia akan kembali terjadi jika obat kandidat diberikan lagi. Terdapat 4 Kriteria untuk menentukan DIT.4 – 1. b) Pemberian obat preparat steroid (prednisone 1 mg/ kg BB/ hari).2. yaitu : 1. perdarahan konjungtiva. Obat kadidat adalah satu-satunya obat yang diberikan sebelum onset trombositopenia.0 mg/ kg BB/ 1 – 2 hari) d) Bila perlu pemberian transfusi trombosit. purpura. 3. Terapi dengan obat kandidat mendahului terjadinya trombositopenia dan setelah terapi dihentikan. o Purpura trombositopeni imun dewasa umumnya terjadi pada usia 18-40 tahun dan 2-3 kali lebih sering mengenai perempuan dari pada pria.3. e) Bila disebabkan obat heparin. Tingkatan Bukti I (Definite) Pasti II (Probable) III (Possible) IV (Unlikely) = jika kriteria 1. Penatalaksanaan a) Segera menghentikan obat penyebab. 2. 21 . Splenomegali ringan .2. dan perdarahan selaput lendir yang lain. Megatrombosit sering terlihat pada pemeriksaan darah tepi. jumlah trombosit menjadi normal dan hal ini menetap. c) Pemakaian immunoglobulin intravena (0. o Diagnosis penting  pungsi sumsum tulang  ↑ megakariosit . maka heparinnya harus dihentikan namun segera memberikan obat pengganti heparin.3 terpenuhi = jika hanya kriteria 1 terpenuhi = jika kriteria 1 pun tidak terpenuhi. Indikasi transfusi yaitu adanya pendarahan akut. Penyebab trombositopenia lain sudah disingkirkan. 4. atau jika obat lain terus diberikan setelah penghentian obat kandidat jumlah trombosit tetap normal.- - o Pemakaian obat-obatan yang dapat menyababkan trombositopenia.4 terpenuhi = jika kriteria 1. tidak mengandung trombosit. tidak ada limfadenopati.

Pemberian high dose imunoglobulin untuk menekan fungsi makrofag f. Pencegahan # Tidak menggunakan obat tersebut lagi.Obat-obat imuno supresif lain: vincristine. 54% sembuh dalam 4-8 minggu. # Mambatasi gerakan fisik yang dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah. g) Terapi suportif. Transfusi konsentrat trombosit hanya dipertimbangkan pada penderita dengan resiko perdarahan major. 22 . cyclophosphamide atau azathioprin. Bila pasien tidak mengalami perdarahan dan memiliki jumlah trombosit diatas 20. # Mencegah terjadinya treuma.f) Jika dalam bulan tidak memberi respon pada kortikosteroid (thrombosit < 30x10 9/l ) atau perlu dosis pemeliharaan yang tinggi maka diperlukan: . dan pendarahan spontan Prognosis Pada anak-anak 89% sembuh. sebagian besar memberi respon baik . anemia. Pemberian androgen (danazol) e.Splenektomi. d. trombosis. 2% meninggal. terapi untuk mengurangi pengaruh thrombositipenia. # Tidak mengkonsumsi alkohol. Komplikasi Gangguan neurologik. harus dipertimbangkan untuk tidak memberikan terapi karena banyak pasientrombositopenia kronik yang parah dapat hidup selama dua sampai tiga dekade. 30% penyakit kronik. gagal ginjal. 5% meninggal. Pada dewasa 64% sembuh.000 /uL. # Mengkonsumsi makanan atau suplemen yang dapat meningkatakan jumlah trombosit.

Jakarta.W. 2002:Kamus Kedokteran Dorland. Penerbit Buku Kedokteran EGC. alih bahasa .236 Price. Farmakologi dan Terapu Edisi 5. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi IV. Edisi 4. 2006. Balai Penerbit FKUI. Sylvia A. 1 – 3. 154 – 171. dkk. 234 . Edisi 4. Kapita Selekta Hematologi. Jakarta. 1998. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses – Proses Penyakit Edisi 6. Hartanto. Huriawati. Huriawati. Jakarta:EGC Gunawan Gan. Jakarta. Edisi 29. EGC HoffBrand AV et all.A.Newman . 2009.DAFTAR PUSTAKA Dorlan. Sulistia. Homeostasis dan Trombosis.Bertram G. Setiabudy. 2007. RD. Hartanto. Penerbitan Buku Kedokteran EGC. 472 – 493. Jakarta: FKUI 23 . Jakarta. Katzung. dkk . 2005.editor edisi bahasa indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful