Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta

didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

[sunting] Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?] Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

[sunting] Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
y y y y

Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat. Melestarikan kebudayaan. Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
y

y

y

Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka. Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga

y

diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya. Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
y y y y y

Transmisi (pemindahan) kebudayaan. Memilih dan mengajarkan peranan sosial. Menjamin integrasi sosial. Sekolah mengajarkan corak kepribadian. Sumber inovasi sosial.

Makalah Tentang Model Pembelajaran Kooperatif Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam membelajarkan matematika kepada siswa, apabila guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran matematika cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan tersiksa. Oleh karena itu dalam membelajarkan matematika kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.

B. Tujuan Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca,

khususnya para mahasiswa jurusan matematika, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Lampung agar nantinya dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.

Bab II Model Pembelajaran Kooperatif

A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Usaha-usaha guru dalam membelajarkan siswa merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama. Menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani(2005), model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran. Pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guru adalah model pembelajaran kooperatif.

Apakah model pembelajaran kooperatif itu? Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Nur (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran yang lain. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.

B. Prinsip Dasar Dan Ciri-Ciri Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Nur (2000), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif

sebagai berikut: 1.Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. 2.Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota 3.kelompok mempunyai tujuan yang sama. 4.Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya. 5.Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi. 6.Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. 7.Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Sedangkan ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : 1. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai. 2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. 3. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masingmasing individu. Dalam pembelajaran kooperatif dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain.

C. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Terdapat 6(enam) langkah dalam model pembelajaran kooperatif. 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan

Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja siswa dalam kelompok kelompok belajar. 1. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Model STAD. Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana.Membimbing kelompok belajar. Guru memberi penghargaan hasil belajar individual dan kelompok. 6. dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif. Tipe pembelajaran inilah yang akan diterapkan dalam pembelajaran matematika. 1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. 4. jenis kelamin dan suku. B. Guru menyajikan informasi kepada siswa. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya.Memberikan penghargaan. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin. Guru menginformasikan pengelompokan siswa.Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok . Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan. Evaluasi. Menyajikan informasi.Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. 2. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. saat kuis mereka tidak boleh saling membantu. 5. Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks. Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. 3.kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa. Bab III Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD A.

Pengembangan Dilakukan pengembangan materi yang sesuai yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. Penyajian Materi Pelajaran a. atau memperbaiki miskonsepsi. Isi dari LKS selain materi pelajaran juga digunakan untuk melatih kooperatif. Di sini siswa belajar untuk memahami makna bukan hafalan. Kelompok diharapkan bekerja sama dengan sebaik-baiknya dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran. aturan heterogenitas dapat berdasarkan pada : a). c. Jenis kelamin.Evaluasi Dilakukan selama 45 . Setelah kegiatan presentasi guru dan kegiatan kelompok. Pendahuluan Di sini perlu ditekankan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok dan menginformasikan hal yang penting untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari. memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan masalah agar siswa selalu siap dan dalam memberikan tugas jangan menyita waktu lama. Perlu diingat pembagian itu harus diseimbangkan sehingga setiap kelompok terdiri dari siswa dengan siswa dengan tingkat prestasi seimbang. 2. b). sedang dan rendah) Yang didapat dari hasil akademik (skor awal) sebelumnya. Dalam menjawab tes. Guru memberi bantuan dengan memperjelas perintah. Materi pelajaran dipresentasikan oleh guru dengan menggunakan metode pembelajaran. Praktek terkendali Praktek terkendali dilakukan dalam menyajikan materi dengan cara menyuruh siswa mengerjakan soal. 3. 5. Kemudian menetapkan siswa dalam kelompok heterogen dengan jumlah maksimal 4 . Jika siswa telah memahami konsep maka dapat beralih kekonsep lain. siswa diberikan tes secara individual. Dalam kegiatan kelompok ini. siswa tidak diperkenankan saling membantu. latar belakang sosial. Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan sebagai nilai perkembangan kelompok.60 menit secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja dalam kelompok.Kegiatan kelompok Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan yang akan dipelajari siswa. Pertanyaan-peranyaan diberikan penjelasan tentang benar atau salah. Siswa mengikuti presentasi guru dengan seksama sebagai persiapan untuk mengikuti tes berikutnya b.Kemampuan akademik (pandai. 4. para siswa bersama-sama mendiskusikan masalah yang dihadapi.Sebelum menyajikan guru harus mempersiapkan lembar kegiatan dan lembar jawaban yang akan dipelajarai siswa dalam kelompok-kelomok kooperatif. membandingkan jawaban. mengulang konsep dan menjawab pertanyaan.6 orang. Penghargaan kelompok Setiap anggota kelompok diharapkan mencapai skor tes yang tinggi . kesenangan bawaan/sifat (pendiam dan aktif). dll.

sehingga setiap anggota kelompok tidak bisa menggantungkan pada anggota yang lain. hebat dan super. dll. Kemudian dilakukan perubahan kelompok agar siswa dapat bekerja dengan teman yang lain. Keunggulan Model Pembelajaran Tipe STAD Keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah adanya kerja sama dalam kelompok dan dalam menentukan keberhasilan kelompok ter tergantung keberhasilan individu. bilangan jam. Dengan penyajian materi yang tepat dan menarik bagi siswa. Materi Matematika yang Relevan dengan STAD. D. konsepkonsep dasar dan tidak memerlukan penalaran yang tinggidan juga hapalan. Pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Pada intinya konsep dari model pembelajaran tipe STAD adalah Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut . 3. BAB IV Simpulan dan Saran A. seperti halnya pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memaksimalkan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. maka penghargaan pada prestasi kelompok diberikan dalam tingkatan penghargaan seperti kelompok baik.Perhitungan ulang skor awal dan pengubahan kelompok Satu periode penilaian (3 ± 4 minggu) dilakukan perhitungan ulang skor evaluasi sebagai skor awal siswa yang baru. Dari hasil nilai perkembangan. misalnya bilangan bulat. 6. Simpulan 1. Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dalam seting pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengubah pembelajaran dari teacher center menjadi student centered. C. Materi-materi matematika yang relevan dengan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah materi-materi yang hanya untuk memahami fakta-fakta. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda 2.karena skor ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan skor rata-rata kelompok. himpunan-himpunan.

Widowati. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SLTP. silahkan anda baca makalah di bawah ini.com/2009/11/makalah-tentang-modelpembelajaran. mudah mudahan . Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia. sumber asli: http://makalah-di. 2.Diharapkan guru mengenalkan dan melatihkan keterampilan proses dan keterampilam kooperatif sebelum atau selama pembelajaran agar siswa mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta dapat menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Bagaimanakah professional guru?. dan untuk setiap konsep ditentukan metode atau pendekatan yang akan digunakan serta keterampilan proses yang akan dikembangkan. Media Pembelajaran (Model-model Pembelajaran). (2003). Beberapa Teknik. Bahan Ajar Diklat di PPPG Matematika. sebaiknya guru membuat perencanaan mengajar materi pelajaran. Yogyakarta: PPPG Matematika. Sri Wardhani.Agar pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses berorientasi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat berjalan. dan menentukan semua konsep-konsep yang akan dikembangkan. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. (2003). (2006). Budijastuti.Saran 1. Yogyakarta: PPPG Matematika. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya. DAFTAR PUSTAKA Ismail. 2001 Pembelajaran Kooperatif. Tim PPPG Matematika.html Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. Contoh Silabus dan RPP Matematika SMP.blogspot. Model dan Strategi Dalam Pembelajaran Matematika. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia.

makalah ini dapat membantu anda.). Pengertian Profesi Makagiansar. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab.SMP. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. maupun pembinaan . Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan.SMA. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. bermakna dan menyenangkan. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C. Y. antara lain: (a) sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. dll.Pd. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik. belum lagi dikorupsi sana-sini. M. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. J. honor. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. Ani M.Hasan. Secara nasional. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. B. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. Galbreath. pengembangan bahan ajar. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. baik kesejahteraan secara materiil (gaji. sebagian besar guru SD. Kecilnya anggaran pendidikan. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru.M. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar . Menurut Dra. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki.

Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. frustasi. mereka keluar begitu saja. dari pengalaman. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. Kalaupun diterima. dll). dengan maraknya sistem les privat. dll. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. dll. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. membuat guru-guru mapel UAN menjadi . Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik).ketika ada peluang lain. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. setelah beberapa saat mereka menjadi guru.lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. Harus diakui. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). Matematika yg diuji dalam UAN. bukan bakat alami. perbankan. Lalu secara ekonomis. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. Itu sebabnya. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. jengkel. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. metode mengajar dan psikologi.. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. Bahasa Inggris. pelatihan. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh pendidikan keguruan. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. Dan bagi saya itu oke. Saya tidak punya data. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. Lisensi keguruan. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan.

primadona. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. dll. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik.. mengajar adalah profesi hati. C. C. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). Padahal keduanya jelas berbeda. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. Karena sekolah merupakan medan belajar. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. menghargai murid. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Itu bagus bagi guru tsb. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. diselesaikan. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. Oleh karena itu. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. Oleh karena itu. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. Kondisi itulah yang harus dihadapi. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. Bisa menimbulkan iri hati. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. Namun. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan . bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. Dari 18 pasal yang ada. bukan menyiksa apalagi mengancam. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain.

Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia. padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik.blogspot. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. S. 1991. Makalah Dipresentasikan.R. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. D. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Jakarta: Grasindo. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. bukan tanggung jawab orang tua murid. Journal PAT. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs). http://makalahfrofesikependidikan. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. September 1998. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat. (Online) (http://members. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. April/Mei 2001. aol. 1998. Suara Guru No. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. bukan karena menyuap B. diakses 7 Juni 2001) Semiawan. dan Loucks-Horsley. 3-4/1996.Yang Maha Esa. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. Caranya. 2001. C. tetapi porsinya harus tetap kecil. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. memang adalah tanggung jawab negara. Y. Stiles. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. 2001. karena menjadi guru berkat kemampuannya. 1998. Jakarta: Depdikbud . Teacher in England and Wales. Sumargi.html Supriadi. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. 1996.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia.com/PTRFWEB/journal1040. K. realistis.E. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta). The Science Teacher. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21.html. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik).

BAB I PENDAHULUAN A.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru.blogspot. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. mudah mudahan makalah ini dapat membantu anda. M. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. Pengertian Profesi Makagiansar.html Copyright aadesanjaya. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran. B. sebagian besar guru SD. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi.SMA. antara lain: (a) . Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. pengembangan bahan ajar. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik. Secara nasional.blogspot. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia.com Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Y. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan.SMP.Read more at: http://aadesanjaya. bermakna dan menyenangkan. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs. Bagaimanakah professional guru?. silahkan anda baca makalah di bawah ini.

Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat.). Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. Kecilnya anggaran pendidikan. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis. Dan bagi saya itu oke. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru.ketika ada peluang lain. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. maupun pembinaan lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. Lisensi keguruan. dll). dari pengalaman. mereka keluar begitu saja.Hasan. J. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru.sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. dll. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. bukan bakat alami. Itu sebabnya. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. dll. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. perbankan. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. belum lagi dikorupsi sana-sini. Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh . Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. baik kesejahteraan secara materiil (gaji. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi.Pd. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. pelatihan. honor. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. Galbreath. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar . Kalaupun diterima. Harus diakui. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. Ani M. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Menurut Dra.M. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum.

dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. dll. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. C.pendidikan keguruan. Kondisi itulah yang harus dihadapi. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah.. Karena sekolah merupakan medan belajar. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. diselesaikan. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. bukan menyiksa apalagi mengancam. membuat guru-guru mapel UAN menjadi primadona. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. dengan maraknya sistem les privat. Matematika yg diuji dalam UAN. Oleh karena itu. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan . baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. frustasi. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. metode mengajar dan psikologi. Saya tidak punya data. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. Lalu secara ekonomis. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. dll. Itu bagus bagi guru tsb. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. Bahasa Inggris. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. Bisa menimbulkan iri hati.. mengajar adalah profesi hati. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. jengkel. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. Oleh karena itu. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar.

padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. menghargai murid. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. Dari 18 pasal yang ada. Namun. C. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap.untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). Caranya. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga . Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. Padahal keduanya jelas berbeda. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. realistis. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik.

http://makalahfrofesikependidikan. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs). bukan tanggung jawab orang tua murid. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. dan Loucks-Horsley. tetapi porsinya harus tetap kecil. Tanpa guru. 2001. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta). bukan karena menyuap B.com Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru adalah makalah yang berkaitan dengan proritas kerja guru dimana guru itu harus bekerja sesuai dengan profesinya. Journal PAT.rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. Latar Belakang Lagu himne guru menunjukkan betapa pentingnya keberadaan seorang guru bagi kehidupan seorang manusia dalam mengenal dunia. September 1998. Teacher in England and Wales. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. 3-4/1996. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. 1998. karena menjadi guru berkat kemampuannya. D. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat.com/PTRFWEB/journal1040. diakses 7 Juni 2001) Semiawan. Sumargi. A. 1996.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. Untuk lebih jelasnya silahkan anda simak makalah di bawah ini.E.html. S. The Science Teacher. Jakarta: Depdikbud Read more at: http://aadesanjaya. Y. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan.html Copyright aadesanjaya. Jakarta: Grasindo. aol. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. Stiles. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. karena sebagian guru tidak menerapkan dengan sepenuhnya apa profesi guru yang sebenarnya. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21.R.blogspot. K.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. C. 2001. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.blogspot. 1998. tidak akan muncul generasi pintar yang . April/Mei 2001.html Supriadi. Makalah Dipresentasikan. (Online) (http://members. memang adalah tanggung jawab negara.blogspot. Suara Guru No. 1991.

Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. profesi guru yang dulu merupakan profesi yang paling bergengsi dan menjadi dambaan bagi generasi muda pada zaman leluhur kita. para guru juga dihargai karena mereka bukan saja mengambil peran amat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. citra dan status profesi guru dalam masyarakat juga masih tinggi. politis dan budaya) pemegang profesi yang bersangkutan dan kredibilitas professional para guru. guru dicitrakan amat bagus karena berkait erat dengan status sosial (ekonomis. mengingat ungkapan pada masa kolonial mengatakan bahwa seorang inlander cukup hidup dengan segobang (2. Status ekonomi para guru pada waktu itu memang tinggi.Hasan. B. Pada jaman penjajahan Belanda. Dengan kebijakan memberikan pendidikan dasar pada sementara inlander untuk tugas-tugas administratif yang diperlukan penjajah. Dari sisi budaya. tetapi mereka hanya mengakui dengan tanpa upaya memberikan suatu penghargaan yang lebih dibanding kepada profesi lain. Tingginya citra guru pada zaman penjajahan dan awal kemerdekaan di Indonesia berkait erat dengan citra masyarakat memandang profesi guru. Pascakemerdekaan sampai tahun 1950-an. Akibatnya.M. Para guru masih dilihat dan diperlakukan bukan hanya sebagai pendidik yang pantas digugu dan ditiru di sekolah. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menjadi seorang dokter. Dalam masyarakat Jawa ada ungkapan. Semua orang pasti mengakui jasa seorang guru bagi dirinya walau hanya di dalam hati. B. relasi guru dengan padepokan-padepokan sebagaimana terungkap dalam hubungan dengan para kyai di pesantren-pesantren. orang wajib menaati pertama-tama gurunya. Ibu Guru Siti Sahara mempunyai gaji sebesar 40 gulden sebagai guru Kepala Sekolah Wanita di Bireum. dalam Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ditulis. kemudian rajanya. dan . Pengertian Profesi Menurut Dra. bu-kan semata-mata segi materinya belaka Pada masa penjajahan Jepang. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. tentara. Dalam masa awal perjuangan kemerdekaan. guru ratu wong tuwo akaro. guru diperlukan pemerintahan penjajah dalam rangka menunjang politik etisnya. pada tahun 1920-an misalnya.Pd. Dalam buku Siti Sahara. Pada masa itu. Artinya. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Rumusan Masalah Bagaimanakah sebenarnya Prioritas Kesejahteraan Guru Prioritas kerja Profesi Guru A. guru sungguh dilihat sebagai pemimpin yang digugu dan ditiru. Mereka mendapat imbalan jasa yang memadai untuk hidup sejahtera bersama keluarga. Guru dipandang sebagai pemimpin masyarakat yang disegani dan mempunyai status ekonomi yang relatif tinggi. atau profesi lainnya dibanding menjadi seorang guru. tetapi juga sebagai pemimpin masyarakat yang terhormat. insinyur.akan membangun bumi ini. Wanita Guru Pertama dari Mandailing. status profesi guru memang sangat tinggi. tetapi juga ada yang ikut aktif menjadi tentara rakyat dan berperang mengusir penjajah. Para guru diberi julukan Sensei yang dalam kebudayaan Jepang mempunyai kedudukan sosial yang amat dihormati. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur.5) sen sehari. kini menjadi profesi yang kurang diminati dan dihargai dibanding dengan profesi lainnya. Suatu jumlah yang amat besar waktu itu. status profesi guru juga masih terhormat. Untuk mengetahui prioritas dsan kesahteraan guru C. polisi. PROFESIONAL Secara politis. Ani M. Tujuan Prioritas kerja Profesi Guru.

baru orang tuanya. Lebih lanjut dijabarkan. sementara mereka yang sudah menjadi guru beralih ke profesi lain yang memberikan kesejahteraan lebih baik.untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto.6 persen dari 993. dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) di dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. bahwa kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang. Kalau di dalam pengamalan profesi yang diberikan . Ketiga watak kerja tersebut mencoba menempatkan kaum profesional (kelompok sosial berkeahlian) untuk tetap mempertahankan idealisme yang menyatakan bahwa keahlian profesi yang dikuasai bukanlah komoditas yang hendak diperjual-belikan sekadar untuk memperoleh nafkah. mereka memang bersekolah di Sekolah Pendidikan Guru. Persoalannya. 1999). karena ekonomi keluarganya yang lemah. melainkan dengan memperbaiki citranya dalam masyarakat. Perbaikan citra erat kaitannya dengan mengubah cara pandang masyarakat terhadap pekerjaan guru. Bahkan guru semakin dituntut pengabdiannya yang besar kepada masyarakat bahkan dengan imbalan yang amat rendah. Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat. Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus. Hal ini perlu ditekankan benar untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi.108 guru yang ada. profesionalisme dalam tiga watak kerja yang merupakan persyaratan dari setiap kegiatan pemberian "jasa profesi" (dan bukan okupasi). sehingga terpaksa masuk ke pendidikan guru. Dengan demikian. Dari uraian itu. jelas salah satu cara mengangkat citra guru bukan dengan memberikan sertifikasi seperti pengacara atau dokter. menjadi pengacara atau dokter yang memperoleh izin membuka praktik sendiri manakala imbalan dari pekerjaan resminya sangat kecil. ada yang karena dipaksa orang tuanya. bahwa kerja seorang profesional itu beriktikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti. Ketiga. kini citra guru sudah telanjur terpuruk dan bahkan pekerjaan guru dianggap pelarian karena tidak ada pekerjaan yang lebih layak.harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi. Kedua. berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan . Ada yang karena tidak diterima di sekolah lain. Guru sangat tergantung pada pekerjaan yang diciptakan oleh orang lain entah itu perorangan.diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral . eksklusif dan berat. jumlah guru SD yang berpindah profesi per Juli 2004 sudah mencapai 50. Pertama. Menurut penelitian Dr Martinus Tukir Handoko dari sekian banyak guru sebenarnya pada mulanya tidak mempunyai motivasi menjadi guru. Menjadikan guru sebagai profesi tidak menjamin citra guru akan meningkat. Menurut data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. guru harus patuh terhadap norma-norma yang dibuat oleh kekuasaan di luar dirinya sendiri. Banyak orang tak mau menjalani profesi tersebut. melainkan suatu kebajikan yang hendak diabdikan demi kesejahteraan umat manusia. bahwa kerja seorang profesional . tetapi sebenarnya tidak mempunyai maksud menjadi guru. Mending. yayasan atau pemerintah. Pada mulanya. dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil.serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut .

jelas tidak mungkin. Faktor-faktor tersebut antara lain: Penghasilan yang diperoleh guru belum mampu memenuhi kebutuhan hidup harian keluarga secara mencukupi. Saran Mengangkat citra guru. Hal itu merupakan akibat dari mudahnya pemerintah memberikan izin pendirian LPTK (Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan). guru yang telah banyak menghasilkan para pemimpin. tidak tersedia. hal itu semata hanya sekadar "tanda kehormatan" (honour) demi tegaknya kehormatan profesi. Kalaupun ada. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul-betul menjadi guru. meledaknya jumlah lulusan sekolah guru dari tahun ke tahun. Oleh karena itu. 3) kurang efektifnya cara pengajaran. upaya untuk menambah pengetahuan dan informasi menjadi terhambat karena dana untuk membeli buku. sebagaimana zaman penjajahan. maka profesi guru akan membaik. hal itu tidak seimbang dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan. 4) kurangnya wibawa guru di hadapan murid. yang jelas akan berbeda nilainya dengan pemberian upah yang hanya pantas diterimakan bagi para pekerja upahan saja. B. 6) kurangnya kematangan emosional. Mereka yang tidak tertampung oleh pasar kerja. jika pemerintah mau sungguh-sungguh. Di samping itu. seperti perbaikan insentif material dan kesejahteraan hidup. untuk memenuhi kebutuhan dapur harus juga melakukan kerja sampingan lainnya. Namun. C. Bahkan. Kesimpulan Masih rendahnya tingkat profesionalisme guru saat ini disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari internal guru itu sendiri dan faktor lainnya yang berasal dari luar. politisi dan ilmuwan serta berbagai profesi lainnya. dari sisi guru sendiri rendahnya mutu guru tampak dari gejala: 1) lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. mencoba menjadi guru. 2) ketidaksesuaian antara bidang studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan di lapangan dijabarkan. sehingga profesi ini menjadi pekerjaan yang "murah". Serta. J Sudarminta mengatakan. kurangnya minat guru untuk menambah wawasan sebagai upaya meningkatkan tingkat profesionalisme sebab bertambah atau tidaknya pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan tugas rutin tidak berpengaruh terhadap pendapatan yang diperolehnya.ternyata ada semacam imbalan (honorarium) yang diterimakan. dan keteguhan sikap sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik dan 7) relatif rendahnya kapasitas intelektual calon guru dan para guru. internet. Kode Etik Guru KODE ETIK GURU INDONESIA Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya Guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan A. kini dianggap sebagai profesi "murah" dan menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan. kemandirian berpikir. 5) lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. Hal ini bukanlah harus dilawan oleh guru secara fisik atau perang kata-kata agar yang lain mau mengakui dan menerima guru sebagai tenaga yang profesional yang berjasa bagi pembangunan negeri ini. berlangganan koran. Ironis memang. Komitmen politik .

Banyak yang pandai berbicara tertentu. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan yang dijalaninya maka akan semakin tinggi pula derajat profesi yang disandangya.dkk. Bobbi. untuk pekerjaan yang bersifat profesional lebih-lebih untuk pekerkaan yang bersifat profesional penuh seperti profesi dokter. Birokrasi. Bisa dipandang melalui proses pendidikan bisa pula diperoleh dari proses laitihan. Dari rumusan di atas ³dipersiapkan untuk itu´ mengandung arti luas. 2004. Ini berarti tinggi rendahnya pengakuan profesionalisme sangat menggan tung pada tingkat keahlian dan pendidikan yang ditempuhnya. dan sebagainya´ (Usman.Mendiknas mestinya tidak hanya menjadikan guru sebagai profesi tetapi juga didahului dengan perbaikan kesejahteraan dan kualitas guru. maka dipersiapkan untuk itu harus mengacu pada proses pendidikan. 1988: 14) Setiap guru profesional menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisnya. Nurcholis. Fobi Sekolah.html Copyright aadesanjaya. Namun menurutnya. Pekerjaan guru adalah suatu profesi tersendiri. guru juga dibekali pendidikan khusus untuk menjadi guru dan memiliki keahlian khusus yang diperlukan sesuai dengan profesinya. Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Sudjana. namun orang itu belum dapat disebut sebagai seorang guru (Hamalik. 2004: 118-119) Menurut Sudjana (2008: 13) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau tidak memperoleh pekerjaan lainya. Azyumardi. Jakarta: Horison dan Ford Foundation De Porter. dokter. Guru profesional selain menguasi seluk-beluk pendidkan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainya. Pengantar Langkah Strategis Mempersiapk an SDM Berkualitas.2001. DAFTAR PUSTAKA Azzra. Bandung: Kaifa Pendidikan.Indradjati Sidi. Kemudian pendapat yang hampir sana dikemukakan .blogspot. kejujuran) tertentu´ (Nurdin. dan Citra Guru. Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting di samping keterampilan/keterampilan lain. dan bukan sekedar latihan. hakim.blogspot.com/2010/07/bab-i-pendahuluan. dalam Pengantar Menuju Masyarakat belajar .blogspot. 2002: 15) ³sedangkan kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru. 1995: 14). http://makalahfrofesikependidikan. 2001. Peran Seorang Guru . pekerjaan ini tidak dapat dikerjakan oleh sembarang orang tampa memiliki keahlian sebagai seorang guru. Dalam Horison Esai Indonesia Kitab 2 Taufiq Ismail (editor).html Madjid.com Pengertian profesionalisme Sebelum penulis menguraikan pengertian profesionalisme terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian profesi sehingga mudah dimengerti apa yang dimaksud profesionalisme. Jakarta: Paramadina dan LOGOS Read more at: http://aadesanjaya.com/2011/01/makalah-prioritas-kerja-profesiguru. Profesi adalah ³Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketermpilan.

c. Hanya saja menurutnya. guru harus menjadi tauladan bagi siswa didiknya karena anak-anak cebderung bersifat meniru (Djamarah. Seseorang guru selain memiliki pengetahuan atau wawasan mengenai pendidikan juga harus dibekali dengan persyaratan tentang profesionalisnya itu. 2003: 31) Sedangkan guru bahasa Arab yang profesional menurut Al Qosimiy secara garis besar ada tiga hal yang sangat mendasar yang membedakan antara guru asing dengan guru lokal dilihat dari profesionalisnya dalam membentuk mental belajar siswa bidang studi bahasa Arab sebagai berikut: Bahwasanya guru lokal tidak dapat berbicara atau menbahas persis bahasa asing (bahasa Arab) sebagai mana bahasa penduduk aslinya secara faseh. sedangkan guru asing dia mampu melakukan hal ini tampa ada kesulitan karena sesungguhnya dia berbicara dengan bahasany. Sebaliknya guru adalah teladan bagi anak didiknya. harus diajarkan oleh guru bahasa asing daripada guru lokal. jadi seorang guru yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan tentunya guru memiliki tanggung jawab dan melaksanakan proses belajar mengajar di tempat-tempat tertentu. yang beragam seperti setiap lafaz-lafaz. naka secara otomatis tidak menemukan kesulitan dan kompleksnya siswa dapat mengetahui secara mendetail pada mata pelajaran bahasa Arab mengenai istilah-istilah dan struktur kalimat serta dengan baik dan akan dapat berbicara dengan faseh serta menulis dan membaca dengan baik yang pada akhirnya dapat membentuk mental belajar seswa yang optimal. Menggunakan guru sebagai guru bahasa asing baik dalam menyelesaikan makna-makna mufrad atau kaidah-kaidah tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa serta membentuk mental belajar siswa (Al Qasimiy. Karena sesungguhnya dia mengajarkan bahasanya sendiri. Berkelakuan baik Budi pekerti guru penting dalam pendidikan watak anak didik. surau. musallah. jika guru sendiri tidak bertakea kepadanya. 2000: 32) Ketiga persyaratan tersebut diharapkan telah demiliki oleh seorang guru sehingga ia mampu memenuhi fufngsi sebagai pendidik profesional yakni pendidik bangsa. Dari . Sehat jasmani Kesehatan jasmanikerapkali dijadikan salah satu syarat bagi mereka untuk menjadi guru. Jumlah mufradat menggambarkan istilah-istilah yang ia ketahui sebagaimana bahwasanya ia tidak dapat mendekati secara mutlak dalam memahami makna-makna yang terkandung di dalam isi mata pelajaran tersebut. sedangkan yang diperoleh dari selain pendidikan formal pada umunya hanya akan mendapat pengakuan yang bersifat informal saja. mengenbai persayaratan guru tersebut meliputi: a. Pengertian Guru Profesional Guru adalah ³orang yang memberikan ilmu pengetahua terhadap anak didik. tidak mesti di lembaga formal tetapi bisa juga di masjid. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Guru sesuai dengan tujuan ilmu pendidikan islam tidak mungkin mendidika anak didik bertakwa kepada Allah SWT. guru di sekolah atau pimpinan di masyarakat. Guru lokal tidak mampu membahas atau berbicara dengan bagus menyaingi guru asing dalam (leluasa). maka secara otomatis guru tersebut tidak akan kesulitan dalam mewujudkan hal tersebut. di rumah dan sebagainya (Djamarah. 1989: 79) Dari uraian di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa syarat guru bahasa Arab yang profesional dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran bahasa Arab. b. profesi yang disandang melalui jenjang pendidikan akan memperoleh pengakuan yang bersifat formal naupun informal. 2. tetapi bisa saja seseorang yang secara tekun mempelajari dan melatih diri dalam suatu bidang tertentu menjadi profesional. Dan dengan cara ini dia mengajarkan seswa membahas atau membicarakan yang benar (serius) dengan gambaran kebiasaan.oleh Ali (1992: 23) keahlian atau kemampuan profesional tidak mesti harus diperoleh daei jenjang pendidikan.

Terdidika dan terlatih disini bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau tekhnik di dalam kegiatan bekajar mengajar serta menguasai kandasan-kandasan kependidikan yang tentunya juga akan memenuhi beberapa persyaratan atau kriteria sehingga dikatakan benar-benar terdidik dan terlatih. dalam melaksanakan profesi keguruanya seorang guru dituntut memiliki kemampuan profesional sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. metode dan alat bantu mengajar. serta penilaian atau evaluasi. serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangya masing-masing. yakni mengkoordinasikan unsur-unsur tujuan. 1999: 5) Berdasarkan paparan di atas maka guru pada posisinya sebagai sutradara sekaligus sebagai aktor utama dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Sesungguhnya guru yang bertanggung jawab memiliki bebnerapa sifat menurut Tanlain dalam (Djamarah. kegiatan belajar mengajar. dianggap memiliki peran yang sangat penting dan sangat menentukan arah bagi pencapaian tujuan yang ingin diinginkan. Untuk itu. 2007: 42) Berdasarkan pengertian daripada guru profesional tersebut dapat dikatakan guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruanya sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya´ (Uzer. 2002: 36) terdiri dari: Menerima dan mematuhi norma-norma dan nilai-nilai kemanusiaan Memiliki tugas mendidik dengan bebas berani gembira (tugas bukan menjadi beban baginya) Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatanya serta akibat-akibat yang timbul dari kata hatinya. Kriteria .persyaratan di atas menunjukan bahwa guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa guru layak menjadi panutan atau tauladan bagi masyarakat di sekelilingya (Soejipto. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus dipersiapkan untuk itu. metode mengajar. sombong dan tidak singkat akal) Takwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Dan tahap selamjutnya adalah melaksanakan rencana tersebut dalam bentuk tindakan atau praktek mengajar (Sudjana. 1995: 15) Jadi seorang guru adalah orang yang benar-benmar terdidik dan terlatih dengan baik. Antara kedua pihak ini terjadi suatu interaksi yang satu sama lain dan saling menunjang. Sebagai proses belajar mengajar memerlukan seuatu perencanaan yang matang. 1999: 15) 3. 2000: 13) Berdasarkan pengertian di atas. alat pengajaran dan evaluasi sebagai alat ukur tercapai atau tidaknya tujuan (Usman. dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang tidak punya keahlian dan hanya karena tidak dapat memperolehpekerjaan lain (sudjana. bahan pengajaran. 2000: 9) Senada dengan pendapat di atas Usman juga menegaskan bahwa proses belajar mengajar sebagai interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu dengan yang lainya saling berikatan dalam ikatan untuk mencapai tujuan. Menghargai orang lain termasuk anak didik Bijaksana dan hati-hati (tidak nekat. maka yang dimaksud dengan gru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal (Usman. Dalam proses bekajar mengajar tersirat suatu makna adanya satu kesatuan antara seswa yang belajar dan guru yang mengajar. sebab guru yang profesional akan lebih mampu menciptakan kelas sehingga hasil belajar yang diciptakan oleh para siswa akan berada pada tingkat yang lebih optimal. Komponen belajar mengajar yang dimaksud adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai materi pelajaran.

Pendidik tidak maha kuasa. tata tertib dapat berjalan apabila guru menjalaninya terlebih dahulu Sebagai adminstrator dan manajer Guru sebagai perencana kurikulum Guru sebagai pemimpin Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. Pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan oleh sembarangan orang tampa memiliki keahlian khusus sebagai guru. Ada perbedaan prinsip antara guru yang profesional dengan guru yang bukan profesional. Sebaliknya seseorang yang tidak profesional bila mana hanya memenuhi salah satu dari dua persyaratan di atas (Bafadal. Seorang yang berpribadi khusus yakni ramuan dari pengetahuan sikap danm keterampilan keguruan yang akan ditransformasikan kepada anak didik atau siswanya. Banyak orang pandai berbicara tertentu namun orang demikian belum dapat disebut sebagai seorang guru. disertai pula dengan seperangkat latihan keterampilan keguruan dan pada kondisi itu pula ia belajar memersosialisasikan sikap keguruan yang diperlukannya. tetapi juga sebagai penghubung sekolah dengan masyarakat yang juga memiliki beberapa tugas menurut Rostiyah (dalam Djamarah. Sedangkan kriteria guru bahasa Arab secara khusus adalah sebagai berikut : Menguasai budaya Arab serta seluk beluk sosial Menguasai cara atau metode bahasa Arab dengan ilmu jiwa bahasa Arab Menguasai materi belajar bahasa Arab karena materi bahasa Arab berbeda dengan materi pelajaran yang lain. tidak dapat membentuk anak menurut kehendak hatinya Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat Sebagai penegak disiplin. 1989 : 91) Dengan demikian dari pengertian di atas profesionalitas guru pada bidang studi bahasa Arab hendaknya mengikuti syarat-syarat atau peraturan yang telah ditentukan oleh al-Qoisimy agar siswa termotivasi oleh guru dalam membentuk mental belajarnya. bahasa Arab itu meliputi unsur-unsur antara lain : a) bahasa seperti ucapan. meliputi keterampilan mendengar. Dalam hal ini pembimbing . 2003 : 5). bidara. Jadi betapun tingginya kemampuan seseorang (guru) ia tidak akan bekerja secara profesional apabila tidak memiliki motivasi kerja yang tinggi. 2000 : 36) mengemukakan bahwa fungsi dan tugas guru profesional adalah : Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian. contohnya seorang yang akan bekerja secara profesional bilamana orang tersebut memiliki kemampuan (Ability) dan motivasi (motivasion) maksudnya adalah: seorang akan bekerja secara profesional bilamana memiliki kemampuan kerja yang tinggi dan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaikbaiknya. sebaliknya betapun tingginya motivasi kerja seseorang (guru) ia tidak akan sempurna dalam menyelesaikan tugas-tugasnya bilamana tidak didukung oleh kemampuanya. Menguasai evaluasi belajar atau mampu mengevaluasi proses belajar mengajar bahasa Arab (alQosimy. 4. insinyur. ahli hukum. Guru menjadi contoh dalam segala hal. Guru yang memahami fungsi dan tugasnya tidak hanya sebatas dinding sekolah saja. kosa kata dan kawaid. dan menulis. 2 Tahun 1983 Sebagai prantara dalam belajar Guru adalah sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan. Fungsi dan Tugas Guru Sebagai seorang pendidik yang memahami fungsi dan tugasnya. dan sebagainya sebagai profesi tersendiri maka gurupun adalah suatu profesi tersendiri.profesionalisme guru Jabatan guru dikenal sebagai suatau pekerjaan profesional sebagaimana seorang menilai bahwa dokter. membeca. kecakapan dan pengalaman-pengalaman Membentuk kepribadian anak yang harmonis sesuai cita-cita dan dasar negara kita Pancasila Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. guru khususnya ia dibekali dengan berbagai ilmu keguruan sebagai dasar. b) keterampilan berbahasa.

seperti bimbingan belajar tentang keterampilan dan sebagainya dan untuk lebih jelasnya proses pendidikan kegiatan mendidik. tidak semua bahan pelajaran anak didik pahami 10. Contohnya guru sebagai pendidik dan pengajar sering kali akan melakukan pekerjaan bimbingan.com l Citra Guru Profesional Citra Guru Profesional BABI PENDAHULUAN A. Pengelolaan kelas Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik karena kelas adalah tempat terhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelaaran dari guru. Motivator Sebagai motivator guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar 3. mengajar dan membimbing sebagai yang taka dapat dipisahkan. baik perkembangan fisik maupun mental. Organisator Sebagai organisator adalah sisi lain dari peranan yang diperlukan oleh guru dalam bidang ini memiliki kegiatan pengelolaan kegiataan akademik dan lain sebagainya. Mediator Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya baik media non material maupun material. Fasilitator Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar mengajar. Dari uraian di atas secara rinci peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat disebutkan sebagai berikut : 1. Supervisor Guru hendaknya dapat membantu memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Evaluator Guru dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur dengan memerikan penilaian yang menyentuh aspek intrinsik dan ekstrinsik Read more at: http://aadesanjaya. Korektor Sebagai korektor guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan buruk 6. Latar Belakang Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia.blogspot. Pembimbing Peran guru yang tidak kalah pentingnya dari semua peran yang telah disebutkan di atas adalah sebagai pembimbing 5. 8. 12. Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing. 13.com/2011/01/profesionalisme-guru. Inisator Sebagai inisiator guru harus dapat menjadi pencetur ide-ide kemajuan dan pendidikan dalam pengajaran 9. termasuk dalam hal ini yang terpenting ikut memecahkan persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik.blogspot. Sebagai pendidik guru harus berlaku membimbing dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. 11. Membimbing dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembanganya dengan jelas dmemberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Informator Sebagai informator guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum. Profesi guru pada .yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan. 2. 4. Dengan demikian diharapkan menciptakan perkembangan yang lebih baik pada diri siswa. Demonstrator Dalam interaksi edukatif. Inspirator Sebagai inspirator guru harus dapat membedakan ilham yang baik bagi kemajuan anak didik 7.html Copyright aadesanjaya.

Pengertian Menurut kamus besar bahasa indonesia terdapat pengertian kata citra dan profesional Citra merupakan gambaran. Rumusan Masalah Apa Pengertian Citra Guru Profesional ? Apa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru ? Bagaimana Identifikasi dan Contoh Citra Guru ? C. kedisiplinan. cara bebicara. Dalam sebuah proses pendidikan guru merupakan satu komponen yang sangat penting. Tetapi. selain komponen lainnya seperti tujuan. sikap kearifan. B. dan evaluasi Guru profesional adalah guru yang mampu menerapkan hubungan yang berbentuk multidimensional guru yang demikian adalah guru yang secara internal memenuhi kriteria administratif. . berkenaan dengan pekerjaan. guru mulai mengalami dilema eksistensial. akademis dan kepribadian. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. sekaligus sebagai biasnya. Tujuan Menjelaskan Definisi Citra Guru Menjelaska Citra Guru dari Masa ke-masa Mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru BAB II PEMBAHASAN A. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Slogan pahlawan tanpa tanda jasa senantiasa melekat pada profesi guru. kejujuran. organisasi atau produk. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Segala ilmu pengetahuan yang datang dari guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan atau diteliti lagi. metode. Tidak hanya itu. Mulai dari cara berfikir. hingga cara berprilaku sehai-hari. sarana dan prasarana lingkungan. fase atau kalimat dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa untuk evaluasi Profesi merupakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan atau pendidikan tertentu Profesional. Profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. rupa. Hal ini didasarkan pada pengabdiannya yang begitu tinggi dan tulus dalam dunia pendidikan. terutama bidang informasi dan komunikasi. Harus di gugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid. Dalam perkembangan berikutnya. Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid. kesan mental yang ditimbulkan oleh sebuah kata. mengharuskan citra adanya pembayaran untuk melakukannya Profesionalisme merupakan kualitas. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya. Seorang guru juga harus ditiru. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. gambaran yang dimiliki mengenai orang banyak. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. kurikulum. memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. guru mulai mengalami dilema eksistensial. Tetapi. terutama bidang informasi dan komunikasi. mutu dan tindak tanduk yang merupakan suatu profesi Guru (dalam bahasa jawa) seorang yang harus digugu dan harus ditiru oleh semua muridnya. mengenai pribadi. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Dalam perkembangan berikutnya. berkenaan dengan keahlian.mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. sekaligus sebagai biasnya.

Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang.ketulusan. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci (saint) yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. citra guru ideal adalah seseorang yang senantiasa memberi motivasi belajar yang mempunyai sifatfsifat keteladanan. suatu panggilan yang penuh rasa kagum dan hormat terhadap profesi guru. memahami. Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. menulis dan berhitung. Djamin (1999) mengemukakan citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam lingkup fungsi. naik kelas. kontekstual dan efektil . lebih dalam dari laut paling dalam. menulis dan berhitung. Lantaran tanggung jawab dari profesi guru tidak berhenti pada selesai ia mengajar. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. kreatif. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. bijaksana. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. Bagi masyarakat modern. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. guru berarti yang dihormati. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. dan Memiliki perencanaan yang matang. masyarakat menyebut guru pria dengan panggilan tuan. Dari sudut pandang peserta didik. penuh kasih sayang. Hal ini membuat citra seorang guru di mata masyarakat selalu berada di tempat yang lebih baik dan mulia. melainkan keberhasilan siswa dalam menangkap. kesopanan serta sebagai sosok panutan menjadikan profesi satu ini berbeda dengan yang lain. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. Mereka masih menaruh rasa hormat dan status sosial yang tinggi terhadap profesi guru. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. Di kepulauan Sangihe. Dalam pandangan masyarakat tradisional. C. atau mendapat nilai tinggi. Memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. naik kelas dan lulus ujian. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. mempraktekkan serta mengamalkan ilmu yang diterima dalam kehidupan sehari-hari baik langsung maupun tak langsung. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. misalnya. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa. B. peran dan kinerja. Citra Guru dalam Masyarakat Tradisional (Pramodem) Di dalam bahasa Sansekerta. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. Rasa hormat ini sampai kini masih hidup di tengah masyarakat tradisional/pedesaan. dan lulus ujian. atau anak mendapat nilai tinggi. Citra guru ini tercermin melalui: Keunggulan mengajar. serta mampu mengajar di dalam suasana yang menyenangkan. lengkapnya tuan guru. eksistensi guru yang mandiri. dan Memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesl dan pihak lain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. guru dianggap profesional jika anak sudah dapat membaca.

Untukitu. Artinya. para guru dituntut tampil lebih profesional. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. sekaligus sebagai biasnya. ahli dalam materi. guru mulai mengalami dilema eksistensial. rasanya sangat sulit di era modern ini guru dapat tampil lebih profesional. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. dan realita dirinya (se/frea/ity). buku-buku. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. yang mampu memberi inspirasi. kreatif. persepsi. koran. Menurut Wardiman Djojonegoro dalam ke|1as kerjanya yang disampaikan pada SeminarNasional Wawasan Profesi Guru Tahun ZUUQ ICMI On/vil Jawa Timur di Surabaya tanggal 21 Desember 1996. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. terutama bidang informasi dan komunikasi. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik.untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. efektif dan menyenangkan (PAKEM). bangsa kita menyiapkan diri untuk memiliki . yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (se/fconsepz). beberapa dasawarsa terakhir konsep. dan koran. Di negara kita. majalah. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. buku. Guru Abad 21 adalah Guru dengan Profesionalitas Tinggi Memasuki abad 21. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. majalah. ide dirinya (se/fidea). yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Serta media elektronik lainnya. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. bermaltabat dan memiliki daya saing. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. Dalam perkembangan berikutnya. D. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. Artinya. Sehingga. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. Namun. tugas guru tidak akan semakin ringan.

kemampuan menge|1i dan mengatasi masalah. masyarakat yang berkembang baik kemampuan intelektualnya. Ketua Umum Pengurus . Secara optimistik. menulis dan berhitung. Ciri SDM yang berkualitas tersebut adalah Memiliki kemampuan dalam menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan dengan iptek. dan Dapat menghasilkan karya-kalya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian dan profesionalitasnya. Harusjauh melampaui tiga hal tersebut. Nlasih terkait dengan harapan-harapan yang digayutkan di pundaksetiap guru. diperlukan guru yang benar-benar profesional. Menghadapi tantangan demikian. Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional menunjukkan intensitas waktu dari seorang guru yang dikonsentrasikan untuktugas-tugas profesinya. kemampuan mengakomodasi. Mampu bekerja secara profesional dengan orientasimutu dan keunggulan.aspek kehidupan lainnya Sena tanggung jawabnya. Guru yang bermutu ialah mereka yang dapat membelajarkan siswa secara tuntas. misi dan tujuan pendidikan. maupun aspek. Kemajuan teknologi pula yang akan membuka dunia sekaan tanpa batas. dan Sikap profesionalnya berkembang secara berkesinambungan. Selanjutnya Samani (1996) mengemukakan empat prasyarat agar seorang guru dapat profesional. Teknologi dapat memajukan kehidupan manusia tetapi juga dia akan mampu menghancurkan kebudayaan manusia itu sendiri. Upaya profesional adalah upaya seorang guru untuk mentransformasikan kemampuan profesional yang dimilikinya ke dalam tindakan mendidik dan mengajar secara nyata. kemampuan guru memotivasi siswa untuk belajar sendiri dan kemampuan guru untuk mengintegrasikan berbagai bidang Studi/mata pelajaran menjadi kesatuan konsep yang utuh. Makagiansar (1990) menyebutkan bahwa untuk menghadapi era globalisasi. yaitu kemampuan profesional. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam bidang pendidikan adalah ketidakpastian. Masing-masing adalah: Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang. H. upaya profesional. Sesungguhnya. Untuk itu seseorang harus memiliki empat kemampuan. Tilaar (1998) memberikan empat ciri utama agar seorang guru terkelompok ke dalam guru yang profesional. Untuk itu guru harus menguasai keahliannya. masyarakat terbuka dan masyarakat madani yang secara keseluruhan akan berpengaruh pada visi. baik dalam disiplin ilmu pengetahuan maupun metodologi mengajarnya. kemampuan dasar yang mesti dimiliki bangsa ini tidak boleh hanya sebatas penguasaan kemampuan membaca. Masing-masing adalah kemampuan guru mengolah/menyiasati kurikulum. Kemampuan profesional meliputi kemampuan intelegensia. Muhammad Surya.sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. masyarakat yang terbuka tersebut akan bermuara pada lahirya masyarakat madani. baik geografis. Tilaar (1998) menyatakan bahwa masyarakat millenium ketiga nanti mempunyai karakteristik masyarakat teknologi. waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional dan kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya. sosial maupun budaya. dan kemampuan melakukan reorientasi. benar dan berhasil. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. kemampuan guru mengaitkan materi kurikulum dengan Iingkungan. sikap dan prestasi kerjanya. yaitu kemampuan antisipasi. Menurut Djojonegoro (1996) guru yang bermutu memiliki paling tidak empat kriteria utama. dengan tantangan yang dihadapi ke depan adalah globalisasi dengan dominasi teknologi dan informasi yang sangat kuat. Pertumbuhan teknologi akan mengubah bentuk dan cara hidup manusia yang sama sekali akan berlainan dengan kehidupan manusia dewasa ini. Saling keterpengaruhanantara bangsa yang satu dengan bangsa yang Iain akan menjadi ciri utama masyarakatterbuka.

kemandirian berpikir. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. dan sertifikasi. Mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntutan Iingkungan dan perkembangan iptek. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi.masing adalah guru yang: Memiliki semangatjuang yang tinggi disertai kualitas keimanan dan ketaqwaan yang mantap. Memiliki kesejahteraan Iahir dan batin. Memiliki kejelasan dan kepastian pengembangan jenjang karir. kode etik. E. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguhsungguh. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar.Besar PGRI. Faktor-Faktor yang Nlempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. Kurangnya kematangan emosional. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. material dan nonmaterial. mengemukakan ada sembilan karakteristik citra guru yang diidealkan. Memiliki wawasan masa depan. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. Kemudian. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. kurang efektifnya cara pengajaran. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. kompetensi. Nlasing. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. Memiliki etos kerja yang kuat. Berjiwa profesionalitas tinggi. Kekurangan guru di daerah terpencil. Mampu belajar dan bekerja sama dengan profesi lain. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. BAB III PENUTUP Rangkuman Citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan . dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. dan Mampu melaksanakan fungsi dan peranannya secara terpadu. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. adanya disiplin ilmu yang kokoh.betul menjadi guru.

Prospek Guru Tahun 2000. menulis dan berhitung. 1996. Supriadi.Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. H . Fasli dan Dedi Supriadi. Magelang: Tera Indonesia.2oo6 kamus Besar Bahasa Indonesia.2008. Windy Novia. Elham Rohmati. peran dan kinerja. R. RefonnasiPendidikan dalam konteks Otonomi Daerah. 1990. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif abad Xxi. Citra guru ini tercermin melalui keunggulan mengajar. 1998. 21 Desember 1996 di Surabaya. Makalah SeminarNasiona/ Wawasan Profesi Guru Tahun 200Q ICMI On/vil Jawa Timur. atau mendapat nilai tinggi. Yogyakarta: Adicita Katya Nusa. Suyanto. Jakarta: Balitbang Depdiknas. Tilaar. Yogyakarta: Adicita. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. Muchlas. Aspirasi Peningkatan Kemampuan Profesional dan Keseja hteraan Guru. Dedi 1999. Read more at: http://aadesanjaya. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru.Bandung:CV. memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesi dan pihak Iain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional.A.Jakarta:Bumi Aksara Chulsum Umi. Dimensi dan Tantangan Pendidikan dalam Era Globalisasi. Mengangkat Citra dan Martabat Guru Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. Makagiansar. naik kelas dan Iulus ujian.penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam Iingkup fungsi.2008.Jogjakarta:Ar-Ruzz Aqid Zainal. Sudjana dalam Mustafa (2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut. Mimbar Pendidikan. (1) adanya pandangan sebagian masyarakat. 2000.Kiat Menjadi Guru Profesional. (3) banyak guru yang belum menghargai profesinya. Yrama Widya Jalal. Surya.Surabaya:Kashiko Nurdin Muhammad.html Copyright aadesanjaya. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya DAFTAR PUSTAKA Bafadal. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. bahwa siapa pun dapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan.Wadah dan Dinamaka Pendidikan Anak Bangsa. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. Nomor 4 Tahun IX: Samani. Muhammad. memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik.2004 Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasa.blogspot. 200 1 . Ibrahim. Tahun ke 5 Nomor 021.com . Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan Dalam pandangan masyarakat modern. Makamina. Nlasyarakat modern menganggap kom-petensi guru belum Iengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. (2) kekurangan guru di daerah terpencil. 2000.com/2010/11/citra-guru-profesional.blogspot.

dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. Berikut ini ada beberapa Syarat Guru Profesional. atau mendapat nilai tinggi. karena profesionalnya seorang guru datang dari guru itu sendiri. eksistensi guru yang mandiri. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. Mudah mudahan anda semua termasuk dalam syarat guru profesional. Dewasa ini image seorang guru dimata masyarakat sangatlah susah seorang guru itu menyandang GURU PROFESIONAL. Seorang guru sebenarnya memiliki komitmen yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa. Didukung juga dengan adanya berbagai survey kelayakan mengajar yang diadakan oleh pemerintah. naik kelas. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. dan lulus ujian.com Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. Guru profesional merupakan impian semua guru di tanah air. Menjadi bagian masyarakat professional Seyogyanya seorang profesional harus menjadi bagian dari masyarakat dalam lingkungan profesinya. 3. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. Read more at: http://aadesanjaya.blogspot. mengapa demikian? karena masyarakat menilai bahwa guru pada masa ini tidak seperti guru dimasa abad ke 12 yang memiliki pengabdian tinggi di dunia pendidikan.com/2010/11/syarat-guru-profesional. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. Penguasaan Materi Seorang profesional harus menguasai secara mendalam bahan / materi pekerjaan yang sedang dilakukannya. Untuk menjadi seorang guru profesional tidaklah sulit. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. Tanggung Jawab Seorang profesional harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri.Syarat Guru Profesional Syarat Guru Profesional memang merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap guru. 2. Komitmen Tinggi Seorang profesional harus mempunyai komitmen yang kuat pada pekerjaan yang sedang dilakukannya. maupun organisasi lainnya bahwa kelakan mengajar seorang guru dibawah standar.blogspot. . Bagi masyarakat modern.html Copyright aadesanjaya. 4. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. 1. 5. kreatif. banyak hal utuk mewujudkan rasa keprofesionalitas seorang guru seperti sayarat-syarat dibawah. Berpikir Sistematis Seorang yang profesional harus mampu berpikir sitematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. LSM. menulis dan berhitung.

bermaltabat dan memiliki daya saing. efektif dan menyenangkan (PAKEM). Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. Namun. Sehingga. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. dan Memiliki perencanaan yang matang. Artinya. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Dalam perkembangan berikutnya. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. sekaligus sebagai biasnya. terutama bidang informasi dan komunikasi. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). koran. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. ahli dalam materi. Untukitu. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. guru mulai mengalami dilema eksistensial.lebih dalam dari laut paling dalam. dan realita dirinya (selfr eality). cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. buku. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Artinya. rasanya sangat sulit di era modern ini . Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. yang mampu memberi inspirasi. kreatif. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. dan koran. ide dirinya (self idea). Di negara kita. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. persepsi. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. Serta media elektronik lainnya. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. majalah. Dengan demikian. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (self consept). bijaksana. kontekstual dan efektil untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. buku-buku. para guru dituntut tampil lebih profesional. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. majalah.

Kurangnya wibawa guru di hadapan murid. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya . memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu.com Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan.html Copyright aadesanjaya.betul menjadi guru. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru.guru dapat tampil lebih profesional.blogspot. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan Kekurangan guru di daerah terpencil. Kkurang efektifnya cara pengajaran. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. Kurangnya kematangan emosional. Read more at: http://aadesanjaya. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh.blogspot. kemandirian berpikir. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul.com/2010/11/citra-guru-dalam-masyarakatmodern.

Sama halnya dengan profesi-profesi lainnya. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel.blogspot. profesi guru di dalam masyarakat adalah suatu profesi yang kompetitif. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh guru yang profesional bukanlah pengetahuan yang setengah-tengah tetapi merupakan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tuntas. Jika guru tidak mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin mereka dapat membantu dan membimbing peserta didiknya mengarungi dunia pengetahuan dan teknologi tersebut. Jadi jelaslah bahwa profesi guru adlaah suatu profesi yang harus terus-menerus . karena ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri berkembang dengan cepat.html Copyright aadesanjaya. kode etik. dan itu tidak mungkin tanpa adanya guru yang profesional. Ini memberi pemahaman bahwa profesi guru haruslah betul-betul memiliki karakteristik yang profesional karena sifat pekerjaannya. Jika profesi gur tidak kompetitif dan tidak profesional. dan akhirnya akan tertinggal dari profesinya. Ia akan berada jauh di belakang. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. Kemudian. maka degna sendirinya akan berakibat kepada mati atau hilangnya profesi tersebut dari masyarakat. Karena mereka tidak mampu berkompetisi dengan orang lain yang lebih profesional atau juga profesi ainnya yang lebih kompetitif. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu.kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. masyarakat terbuka. maka guru di dalam masyarakat adlah seorang profesional. dan sangat kompetitif.com Pengembangan Profesi Keguruan A. adanya disiplin ilmu yang kokoh. Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan masyarakat abad 21 (merupakan satu kesatuan dari masyarakat teknologi. artinya barang siapa yang tidak profesional tidaka akan survive. Guru yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan yang kuat. Berbagia kegiatan di dalam masyarakat hanya menerima para profesional. tuntas dan setengah-setengah akan tercecer dan tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena guru sebagai salah satu pelaku pendidikan. tetapi juga profesional guru harus berhadapan dan bersaingan dengan profesi-profesi lainnya di dalam masyarakat.blogspot. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. Guru-guru yang profesional inilah yang diharapkan dapat membawa atau mengantar peserta didiknya mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memasuki masyarakat abad 21 yang melek ilmu pengetahuan dan teknolog. Konsep Dasar Proses pendidikan merupakan suatu proses yang snagat profesional artinya dilaksanakan oleh pelaku-pelaku yang profesional. kompetensi. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. dan sertifikasi.com/2010/11/faktor-faktor-yangmempengaruhi-citra. Read more at: http://aadesanjaya. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. dan masyarakat madani) yang menuntut adanya perkembangan manusia.

Berangkat dari pemahaman tersebut. lembaga-lembaga pre-service danin-service harus menjaid satu kesatuan yang tidak terpisahka. tuntas dan tidak setengah-setengah tetapi tidak kalah pentingnya untuk membantu mereka memiliki kepribadian yang matang dan terus berkembang. mempunyai ciri-ciri kepribadian yang kuat dan seimbang. Dengan demikian gur akan memiliki kesanggupan untuk memperkecil jarak antara pengetahuan. mak ahubungan natara manusia dengan manusia menjadi penting untk diperhatikan dalam rangka pengembangan profesionalisme guru. sehingga mereka memiliki ilmu pengeratahuan yang kuat. maka diharapkan guru akan terampil membangkitkanminat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. keterampilan. diberi kesempatan. Strategi Pengambangan Profesi Guru Berangkat . Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. not a set of competencies´. karena profesi gur merupakan suaut profesi untuk membantu dan membimbing perkembangan anak didik (manusia). sehingga guru benar-benar menjadi tenaga profesional yang dapat memenuhi berbagai tantangna dan menyelesaikan berbagai persoalan di dalma melaksanakan tugas rutinnya maupun hal-hal lain yang tak terduga yang dihadapinya sehari-hari di dalam proses pendidikan yang profesional. Kepribadian diri seorang guru profesional adalah kepribadian yang prima yang secar ektrim dikatakan oleh Maister dalam buku True Professionalism bahwa ³professionalism is predominantly an attitude. pengembangan diri guru sebagai profesional kependidikan harus dapat membantu guru bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat. tuntas dan tidak setengah-setengah. Berbagai strategi pengembangan perlu dikembangkan secara komprehensif. Proses pengembangan profesionalisme gur ini dapat ditumbuh-kembangkan bukanhanya untuk berlangsung di LPTK tetapi juga harus terjadi di dalam praktekpraktek pendidikan lainnya (pre-service and in-service). Sinyalemen ini memberikan makna bahwa guru sebagai pelaku proses pendidikan harus terus menerus mengubah diri. serta didukung dengan kepemilikan kepribadian yang prima. mempunyai visi tentang etik tingkah laku manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. maka disadari ata tidak pengembangan profesi guru secara berkesinambungan mutlak dilakukand alam kondisi formal maupun tidak di dalam perencanaan pengembangan profesional. membangun kerja sama dan saling mendukung untuk melahirkan guru-guru yang profesional dalam rangka menyajikan proses pendidikan yang profesional bagi anak didik agar dapat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat abad 21. Dengan demikian guru akan memiliki kesempatan berbagai kegiatan pengembangan. maka peserta didik dapat dibantu dean dibimbing untuk mampu berkompetitif di masyarakat abad 21 yang ditandai dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat. Selain itu. Mereka harus didorong. Dan akhirnya melalui proses pendidikan yang profesional yang dilaksanakan oleh pelakupelaku (khususnya guru yang profesional dengan karakteristiknya tersebut di atas). dan difasilitasi secara optimal untuk melakukanberbagai kegiatan pengembangan. Bersama-sama dengan usahausaha lain (misalnyakerjasmaa dengan organisasi profesi). Termasuk di dalam kepribadian ini ialah sifat-sifat fisiknya yang memungkinkan ia dapat membimbing peserta didik yang sedang dalam tahap perkembangannya.berkembang karena praktis pendidikan akan terus menerus terjadi dan unik bagi setiap individu dan masyarkaat di dalam situasi dan waktu yang berbeda sesuai dengan perkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kepribadian yang mereka miliki sekrang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu. tuntas dan tidak setengah-setengah sebagai profesional kependidikan. Dengan kata lain. B.

Tujuan utama kebanyakan konferensi atau pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. Kontribusi tersebut dimungkinkan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesional guru bersangkutan maupun orang lain.dari karakteristik guru untuk masyarakat abad 21 yang akan disimpulkan dari penjelasan sebelumnya. guru mungkin dapat membangun konsep baru. Oleh karena itu. tuntas dan tidak setengah-setengah. Jurnal atau bentuk karya ilmiah lainnya tersebut tersebar dan dapat ditemui diberbagai pusat sumber belajar (perpustakaan. konferensi adalah bentuk-bentuk pilihan pelatiahn yang sudah lama ada dan diakui cukup bernilai. Memiliki kepribadian yang prima. maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. perkuliahan tingkat sarjana/pasca sarjana. Oleh karenanya. kegiatan diskusi kelompok kecil. Walaupun disadari bahwa seringkali bahwa berbagai bentuk kursus/pelatihan tradisional ini seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan praktis dari pekerjaan guru. Ia juga memiliki kolom berita yang berkaitan dengan pertemuan. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. dan sebagainya yang mungkin menarik bagi guru. dan sebagainya saling berintegrasi untuk memberikan . Walaupun artikel dalam jurnal cenderung singkat. Berpartisipasi di dalam kursus dan program pelatihan tradisional (termasuk di dalamnya pendidikan lanjut). Konferensi atau pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. Partisipasi guru minimal pada kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah setiap tahun akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggungjweabanya penyampaian makalah utama. Workshop in-service. pameran. dan sebagainya). seminar. internet. Maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi. suatu kombinasi antara materi akademis dengan pengalaman lapangan akan sangat efektif untuk pengembangan kursus/pelatihan trandisional ini. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. seminar. informasi pertemuan untuk bertukar pikiran atau ide-ide baru. Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. antara lain sebagai berikut: Berpartisipasi di dalam pelatihan berbasis kompetensi. antara lain: Memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Sebagaimana diketahui bahwa jurnal atau bentuk makalah ilmiah lainnya secara berkesinambungan diproduksi oleh individual pengarang. dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. Selanjutnya dengan meningkatnya pengetahuan seiring dengan bertambahnya pengalaman. karena penekanannya leibh kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta latihan. guru juga dapat mengambangkan profesionalismenya melalui pendidikan lanjut di universitas/LPTK. Berpartisipasi di dalam kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah. ameran ilmiah. program pendidikan. sebagai bagian dari pelatihan tradisional. tetapi ia mengarahkan pembacanya kepada konsep-konsep baru dan pandangan untuk menuju kepada perencanaan dan penelitian baru. keterampilan khusus dan alat/media belajar untuk dapat kontribusikan kepada orang satu profesi atau profesi lain yang memerlukan. Sementara itu. lembaga pendidikan maupun lembaga-lembaga lain.

Kebanyak dari mereka berhubungan degnan berbagai isu termasuk pendidikan. Dalam rangkaian perkuliahan umum berbagai inovasi baru dalam pendidikan biasanya dipresentasikan. dan sering membaca surat kabar juga akan meningkatkan pengetahuan guru mengenai pengambangna mutakhir dari proses pendidikan. sehingga guru akan menjadi lebih aktif di dalam komunitas ilmiahnya. dan sebagainya). dan sebagainya). Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak denganahli pendidikan dalam rangka merefleksikan dan sekaligur meningkatkan praktik pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. maka akan berdampak kepada peningkatan profesionalisme guru. Berbagai bentuk media tersebut seringkali memuat artikel-artikel maupun program-program yang berkaitan dengan berbagai isu atau penemuan terkini mengenai pendidikan yang disampaikan dan dibahas secara mendalam oleh para selektif yang terkait dengan bidang yang ditekuni guru akan dapat membantu proses peningkatan profesionalisme guru. Dalam hal ini. industri. dan memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajarna berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan.kesempatan kepada guru untuk memimpin atau menjadi presenter dan bertukar ide-ide dengan lainnya. Berpartisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. Pada kesemaptan tersebut guru akan belajar berbagai keterampilan baru atau teknik-teknik/metodologi mutakhir dalma proses penddikan yang tentunya sangat diperlukan untuk mengembangkan profesinya. fokus pelatihan magang ini adalah kombinasi antara materi akademis dengan suatu pengalaman lapangan di bawah supervisi guru yang senior dan pengalaman (guru yang lebih profesional). Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untukmeningkatkan kemantapan rasional. Ikut serta menjadi anggota organisasi/komunitas profesional juga akan meningkatkan profesionalisme untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengna membangun hubungan yang erat degan masayrakat (swasta. penulisan/penerbitan karya ilmiah. menghadiri konferensi atau pertemuan ilmiah juga memberikan kesempatan kepada guru untuk membangunan jaringan kerjasama dengan orang lain yang seprofesi atau tidak untuk saling bertukar permasalahan dan mencapai keberhasilan. Menggunakan sumber-sumber media pemberitaan. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi proesional yang dapat memberi manfaat untuk bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. memperdalam tugasnya. guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. Menghadiri perkuliahan umum atau presentasi ilmiah. Selain itu. Pemilihan yang hati-hati program radio dan TV. (2) membangun hubungan . Berbeda dengan pendekatan training yang konvensional. Melakukan penelitian (khususnya penelitian tindakan kelas). Bentu pre-service atau in-service bagi guru junior untuk secara gradual menjadi guru yang profesional melalui proses magang di kelas tertentu dengan bimbingan gur bidang studi tertentu. membuat laporan penelitian. Secara lebih rinci bagaimana penelitian tindakan kelas ini dilakukan akan dijelaskan secara aplikatif dalam modul penelitian tindakan kelas pada masing-masing bidang studi. Magang. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru antara lain untuk: (1) secara aktif berpartisipasi di dalam kegiatan yang menantang dan menarik (misalnya melakukan penelitian. Biasanya perguuan tinggi lokal atau organisasi profesi sering mengadakan perkuliahan atau presentasi ilmiah yang dibawakan oleh tenaga ahli yang terbuka bagi umum.

Semakin guru terlibat dalam perolehan informasi. Read more at: http://aadesanjaya. (3) memiliki kemampuan dan pengalaman dalam rangka pengembangan pendidikan (misalnya pengembangan kurikulum. maka guru akan memperoleh suatu kekayaan informasi.blogspot. . Oleh karenanya. Bekerja dengan profesional lainnya di dalam sekolah. penyediaan konsulatasi untuk melakukan inobasi. guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pegnetahuannya. dan semakin guru merasakan akuntabel semakin termotibasi untuk mengembangkan dirinya.blogspot. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidkan termasuk bekerjasama dalam berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan. mengunjungi profesional yang lainn di luar sekolah merupakan metode yang snagant berharga untuk memperoleh informasi terkini dalam rangka proses pengembangan profesional guru. kepribadian yang prima.com/2010/11/pengembangan-profesikeguruan. Dengan kata lain pengimpelementasian secara terintegrasi dari berbagai strategi pengembangan profesi guru tersebut akan dapat membantu untuk memelihara secara efektif program pengembangan profesionalisme guru. dan sebagainya).com Sikap Profesional Keguruan A. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk medapatkannya. Sasaran Sikap Profesional Guru sebagai pendidikan profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. dan mampu memotivasi dan meningkatkan minat anak didik terhadap ilmu pengetahuan dan teknlogi yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupannya di dalam masyarakat abad 21 yang penuh dengan perasaingan. Kesempatan tersebut akan menjadi suaut alat belajar yang produktif bagi guru dalam rangka memunculkan berbagai ide-ide yang dapat diimplementasikan di sekolahnya.dengan masyarakat secara baik (misalnya membangun partipasi masyarakat untuk efektivitas proses pembelajaran. Kesimpulan jika guru mengambil manfaat secara penuh dari berbagai strategi pengembangan diri sebagiamana dijelaskan di atas. Seseoran gcenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutahkhir akan leibh mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. Jika kekayaan informasi tersebut dikombinasikan secara utuh akan dapat membantu guru untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang utuh dan kuat. menyediakan forum-forum untuk menyatukan berbagai pandangan tentang anak didik dan pembinaannya). melaksanakan dan mengevaluasi program-program sekolah). Mengunjungi profesional lainnya di luar sekolah.html Copyright aadesanjaya. maka guru semakin meraskan akuntabel. Bertukar pikiran atau berdiskusi dengan orang-orang (profesional lainnya di luar sekolah) yang memiliki minat yang sama dengna guru tetapi memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang pendidikan melibihi dirinya akan sangat menarik bagi guru.

dan lain-lain. Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannya. Ada hubungan timbal balik antara naggota profesi dengan organisasi. sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut. tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan denga profesinya. Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat. menghayati. Dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-undangan Dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia. Setiap guru Indonesi awajib tunduk dan taat kepada ketentuan-ketentuan pemerintah. Teman sejawat. Baimana guru meningkatkan pelayanannya. Siapakah yang dimaksud dengan organisasi itu? Jelaskan yang dimaksud bukan hanya ketua. atau beberapa orang pengurus tertentu saja. teman-temannya serta anggota masyarakat. agar lebih berdaya guna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola tingkah laku guru dalam memahami. sering menjadi perhatian masyarakat luas. B. tetapi yang dimaksud dengan organisasi di sini adalah semua anggota dengna . Pemimpin. atau sekretaris. Dari ketentuan-ketentuan pemerintah ini selanjutnya dijabarkan ke dalam program-program umum pendidikan. yang meliputi antara lain: pembangunan gedung-gedung pendidikan. guru harus bertindak sesuai dengan tujuan sistem. meningkatkan pengetahuannya. serta Pekerjaan. Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan ialah segala peraturan-peraturan pelaksanaan baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. memberi arahan dan dorongan kepada naka didiknya dan bagaimana cara guru berpaiakan dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa. Sikap Terhadap Organisas Profesi Guru secara bersama-sama memelihara dan meningktkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. C. guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan. di pusat maupun di Daerah. Dalam bidang pendidikan ia harus taat kepada kebijaksanaan dan peraturan. apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. Karena itu. dan kewajiban para anggotanya Organisasi PGRI merupakan suatu sistem. Oleh karena itu. peningkatan mutu pendidikan. di pusat maupun di daerah dalam rangka melaksanakan kebijaksanan-kebijaksanaan pendidikan di Indonesia. pemerataan kesempatan belajar antara lain dengan melalui kewajiban belajar. maupun departemen lain dalam rangka pembinaan pendidikan di negara kita. yakni sikap profesional keguruan terhadap: Peraturan perundang-undangan. baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen yang berwenang mengatur pendidikan.Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari. Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang meruapakankebijaksanaan yang akan dilaksanakan oleh aparatnya. baik dalam melaksanakan kewajiban maupun dalam mendapatkan hak. pembinaan generasi muda dengan menggiatkan kegiatan karang taruna. Kebijaksanaan pemerintah tersebut biasanya akan dituangkan ke dalam bentuk ketentuan-ketentuan pemerintah. di mana unsur pembentukannya adalah guruguru. Organisasi profesi. Organisasi profesional harus membina mengawasi para anggtoanya. rasa tanggung jawab. serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya. Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. Keberhasilan usaha tersebut sangat tergantung kepada kesadaran para anggotanya. Tempat kerja. Anak didik.

dan berbagai kegiatan akademik lainnya. ataupun juga dapat dilakukan secara bersama. melainkan dapat juga dilakuka setelah yang bersangkutan lulus dari pendidikan prajabatan ataupun sedang dalam melaksanakan jabatan. wajib berpartisipasi guna memelihara. maupun kuliah di perguruan tinggi atau lembaga lain yang berhubungan dengan bidang profesinya. Kegiatan berkelompok ini dapat beruap penataran. maka di waktu mendatang diharapkan organisasi profesilah yang seharusnya merencanakan dan melaksanakannya. secara informal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan infomal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan informasi dari mass media (surat kabar. studi perbandingan. Jadi. para pejabat itulah yang memegang peranan fungsional dalam melakukan tindakan pembinaan sikap organisasi. Kalau sekarang kita lihat kebanyakan dari usaha peningkatan mutu profesi diprakarsai dan dilakukan oleh pemerintah. Dalam hal ini Kode Etik . khususnya profesi keguruan. lokakarya. Peningkatan mutu profesi keguruan dapat pula direncanakan dan dilakukan secara bersama atau berkelompok. semua anggota dan pengurus organisasi profesi. Untuk meningkatkan mutu suatu profesi. Setiap anggota harus memberikan sebagian waktunya untuk kepentingan pembinaan profesinya. Dan mereka pula yang mengambil tindakan apabila diperlukan. sekolah. Usaha peningkatan dan pengembangan mutu profesi dapat dilakukan secara perseorangan oleh para anggotanya. D. Dalam kenyataannya. Secara perseorangan peningkatan mutu profesi seorang guru dapat dilakukan baik secara formal maupun secara informal. Kewajiban membina organisasi profesi merupakan kewajiban semua anggota dan semua pengurusnya. pendidikan dalam jabatan. dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya. merekalah yang mengkomunikasikan segala sesuatu mengenai sikap profesi kepada para anggotanya. dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi. Sikap terhadap Teman Sejawat Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahawa ³Guru memelihara hubungan seprofesi. Peningkatan secara formal merupakan peningkatan mutu melalui pendidikan dalam berbagai kursus. Lamanya program peningkatan pembinaan itu pun beragam sesuai dengan yang diperlukan. membina.seluruh pengurus dan segala perangkat dan alat-alat perlengkapannya. maka merekalah yang melaksanakan tindakan formal berdasarkan wewenang yang telah didelegasikan kepadanya oleh seluruh anggota organisasi itu. dan meningkatkan mutu organisasi profesi. kegiatan pembinaan profesi tidak hanya terbatas pada pendiidkan prajabatan atau pendidikan lanjutan di perguruan tinggi saja. semangat kekeluargaan. lokakarya. Dengan perkataan lain setiap anggota profesi. dan lain-lain) atau dari buku-buku yang sesuai dengan bidang profesi yang bersangkutan. karena pejabat-pejabat dalam organisasi merupakan wakil-wakil formal dan keseluruhan anggota organisasi. dan semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut. misalnya dengan melakukan penataran. simposium.´ Ini berarti bahwa: (1) Guru hendaknya menciptakan dan memlihara hubngan sesama guru dalam lingkungan kerjanya. Di samping itu. Oleh karena itu. apakah ia sebagai pengurus atau anggota biasa. seminar. sehingga pemanfaatnya menjadi efektif dan efisien. majalah. adalah contoh-contoh. televisi. dapat dilakukan dengan berbagai cara. kegiatan berkelompok yang diatur tersendiri. sesuai dengan fungsi dan peran organisasi itu sendiri. radio. pendidikan lanjutan. atau bahkan kuliah di suatu lembaga pendidikan yang diatur secara tersendiri. Misalnya program penyetaraan D-III guru-guru SMP. dan kesetiakawanan sosial.

saling pengertian. dan harmonis. 2. yakni hubungan formal dan hubungan kekeluargaan. baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menunjang tercapainya keberhasilan anggota profesi dalam membawakan misalnya sebagai pendidik bangsa. Sekarang apa yang terjadi pada profesi kita. tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain (Hermawan. tetapi setidak-tidaknya sudah ada norma-norma yang mengatur dan mengawasi penampilan profesi itu. Adapun kebiasaan kita pada umumnya. apalagi masyarakat luas. 1979). jika terdapat kesalahan-kesalihan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya. akan tumbuh rasa senasib sepenanggungan seta menyadari akan kepentingan bersama. profesi keguruan? Dalam hal ini kita harus mengakui dengan jujur bahwa sejauh ini profesi keguruan masih memerlukan pembinaan yang sungguh-sungguh. kemauan. sikap.Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubngan yang harmonis perilaku diciptakan dengan mewujudkan persaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. dan tanggung jawab. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Keseluruhan Kalau kita ambil sebagai contoh profesi kedokteran. Sekalipun demikian hubungan tersebut dapat berjalan lancar. perasaan. dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa orang guru ditambah dengan beberapa orang personel sekolah lainnya sesui dengan kebutuhan sekolah tersebut. Agar setiap personel sekolah dapat berfungsi sebagimana mestinya. Meskipun dalam prakteknya besar kemungkinan tidak semua anggota profesi dokter itu melaksanakan apa yang diucapkannya dalam sumpahnya. Sebagai saudara mereke berkewajiban saling mengoreksi dan saling menegur. Oleh sebab itu. Dengan ucapan ini para dokter menganggap profesi mereka sebagai suatu keluarga yang harus dijunjung tinggi dan dimuliakan. Dalam suatu pergaulan hidup. saling harga menghargai. sehingga hal ini menimbulkan keretakan di antara sesama kita. jika di antara meraka tumbuhan sikap saling pengertian dan tenggang rasa antara satu dengna lainnya. Jika ini sudah berkembang. akan terdapat perbedaan-perbedaan pikiran. Sedangkan hubungan keleuargaan ialah hubungan persaudaraan yang perlu dilakukan. bagikita masih perlu ditumbuhkan sehingga kelak akan . Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Kerja Seperti diketahui. Semua personel sekolah in iharus dapat menciptakan hubungan baik dengan anak didik di sekolah tersebut. kita perlu saling maaf-memaafkan dan memupuk suasana kekeluargaan yang akrab antara sesama guru dan aparatur di sekolah. Hubungan formal ialah hubungan yang perlu dilakukan dalam rangka melakukan tugas kedinasan. bagaimanapun kecilnya jumlah manusia. Sikap profesional lain yang perlu ditumbuhkan oleh guru adalah sikap ingin bekerja sama. dankepala sekolah ataupun guru dengan semua personel sekolah lainnya. Rasa persaudaraan seperti tersebut. Hal ini juga dapat mendatangkan pengaruh yang negatif kepada anak didik. guru dengan guru. Hubungan sesama anggota profesi dapat dilihat dari dua segi. Berhasil tidaknya sekolah membawakan misinya akan banyak bergantung kepada semua manusia yang terlibat di dalamnya. untuk kadang-kadang bersikap kurang sungguh-sungguh dan kurang bijaksana. mutlak adanya hubunga yang baik di antara sesma personel yaitu hubungan baik antara kepala sekolah dengan guru. mereka akan resah dan tidak percaya kepada sekolah. antara lain terdapat kalimat yang menyatakan bahawa setiap dokter akan memperlakukan teman sejawatnya sebagai saudara kandung. tenteram. maka dalamsumpah dokter yang diucapkan pada upacara pelantikan dokter baru. agar jangan terjadi keadaan yang berlarut-larut. dan lain sebagainya. Hal ini tidak boleh terjadi karena kalau diketahui murid ataupun orang tua murid. 1. watak.

tidak hanya berilmu tinggi tetapi juga bermoral tinggi pula. 2/1989 tentang Pendidikan Nasional. Untuk menciptakan suasana kerja yang baik ini ada dua hal yang harus diperhatikan. dan guru berkewajiban menciptakan suasana yang demikian dala lingkungannya. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan sebagai insan dewasa. Ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus dapat memberi contoh. dalam arti membimbing atau mengajarnya. Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang ufur dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.dapat kita lihat bahwa hubungan guru dengan teman sejawatnya berlangsung seperti halnya dengan profesi kedokteran. tetapi juga harus memeperhatikan perekmbangan seluruh pribadi peserta didik. Hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat sekeliling. ing madyo mangun karso. Prinsip yang lain adalah membimbing peserta didik. dan tut wuri handayani. yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. ataupun pendektan lainnya yang diperlukan. Sikap Terhadap Anak Didik Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa: Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. prinsip membimbing. serta pengaturan organisasi kelas yang mantap. guruharus aktif mengusahakan suasan yang baik itu dengna berbagai cara. atau mendidik saja. Suasana yang haromis di sekolah tidak akan terjadi bila personil yang terlihat di dalamnya. staf administrasi dan siswa. dan bukanlah mendikte peserta didik. Peseta didik tidak dapat dipandang sebagai obyek semata yangharus patuh kepada kehendak dan kemauan guru. Penciptaan suasana kerja menantang harus . Tiga kalimat padat yang terkenal daari sistem itu adalah ing ngarso sung tulodo. Dalam handayani berarti guru mempengaruhi peserta didik. baik jasmani. utuh. baik jasmani maupun rohani. yakni kepala sekolah. tidak menjalin hubungan yang baik di antara sesamanya. apalagi memaksanya menurut kehendak sang pendidik. E. rohani. Prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat. guru. Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. Uraian ini dimaksudkan sebagai perbandingan untuk dijadikan bahan dalam meningkatkan hubungan guru dengan guru sebagai anggota profesi keguruan dalam hubungan keseluruhan. Dalam tut wuri terkandung maksud membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikannya. Dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap menentukan ke arah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Terhadap guru sendiri dengan jelas juga dituliskan dalm salah satu butir dari Kode Etik yang berbunyi: ³Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. sosial maupun yang lainnya yan gsesuai dengna hakikat pendidikan. F. harus dapat memberikan pengaruh. dan prinsip pembentukan manusi Indonesia seutuhnya. maupun dengan penyediaan alat belajar yang cukup. bukan mengejar. Sikap Terhadap Tempat Kerja Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja akan meningkatkan produktivitas. yakni: tujuan pendidikan nasional. yaitu: Guru sendiri.´ Oleh sebab itu. Hal ini disadari dengan sebaik-baiknya oleh seetiap guru. baik dengan penggunaan metode mengajar yang sesuai. Mottto tut wuri handayani sekarang telah diambil menjadi motto dari Departemen Pendidikan Nasional RI. dan harus dapat mengendalikan peserta didik. Pengertian membimbing seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam sistem amongnya. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja.

baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar. dapat kita simpulkan bahwa sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif. bila dia mencitai dengan sepenuh hati. Artinya. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir yang keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi: Guru secara pribadi dan bersama-sama. Ia harus mau dan mampu melaksanakan tugsnya serta mampu melayani dengan baik pemakai jasa yang membutuhkannya. mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. amatlah beralasan bahwa orang tua dan masyarakat bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka.oleh sebab itu. H. keterampilan. orang tua. guru harus selalu dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat. Keharusan guru membina hubungan dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya ini merupakan isi dari butir ke lima Kode Etik Guru Indonesia. terutama bila berhubungan dengna peserta didik yang masih kecil. di waktu justru digunakan peserta didik di luar sekolah. baik secara pribadi maupun secara kelompok. untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kerja sama juga dapat diberikandalam bentuk usulan dan malahan kritik yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bersama dan kemajuan organisasi. Oleh sebab itu. guru selalu dituntut untuk secara terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. dalam hal ini peserta didik dan para orang tuannya. ia committed dengan pekerjaannya. Sikap Terhadap Pekerjaan Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik. Oleh karenay. dan mutu layanannya. sekolah dapat mengambl prakarsa. Orang yang telah memilih suatu karier tertentu biasanya akan berhasil baik. Sudah jelas bahwa pemimpin suatu unit atau organisasi akan mempunyai kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya. namun bila seseorang telah memilih untuk memasuki profesi guru. Sikap Terhadap Pemimpin Sebagai salah seorang anggota organisasi. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat. mengikutsertakan persatuan orang tua siswa atau Komite Sekolah dalam membantu meringankan permasalahan sekolah. Agar pendidikan di luar ini terjalin dengan baik dengan apa yang dilakukan oleh guru di sekolah diperlukan kerja sama yang baik antara guru. Hanya sebagian kecil dari waktu. dan masyarakat sekitar. yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. Ini dimaksudkan untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. yakni di rumah dan di masyarakat sekitar. Dalam butir keenam ini dituntut kepada guru. Guru . misalnya dengan cara mengundang orang tua sewaktu pengambilan rapor. mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar. Dapat saja kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut berupa tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka. Dalam menjalin kerjasama dengan orang tua dan masyarakat. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. terutama menanggulangi kekurangan fasilitas ataupun dana penunjang kegiatan sekolah. G. di mana tiap anggota organisasi itu dituntut berusaha untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan organisasi tersebut. Barangkali tidak semua orang dikaruniai sifat seperti itu. guru akan berada dala bimbingan dan pengawasan pihak atasan. ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu.dilengkapi dengan terjalinnya hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya. ia akan berbuat apa pun agar kariernya berhasil baik. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati.

blogspot. sehingga dapat mengubah cara berfikir dan bertindak bahkan mengubah bentuk dan pola hidup manusia yang sama sekali berlainan dengan kehidupan sebelumnya. Persoalan ini masih ditambah adanya berbagai tantangan ke depan yang masih kompleks di era global ini. Secara informal guru dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya melalui mass media seperti televis. baik secara kuantitas. dan kemampuannya. a. (3) masyarakat madani. yaitu dalam menghadapi masyarakat abad 21. majalah ilmiah. Namun emikian. Sebagai seorang profesional. kita semua mengetahui bahwa begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang guru dalam upaya untuk melaksanakan tugasnya secara profesional di masa datang. sehingga seolaholah dunia menjadi satu tanpa ada sekat yang membatasi bangsa-bangsa. tidak mungkin dapat meningkatkan mutu dan martabat profesinya bila guru itu tidak meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilannya. Read more at: http://aadesanjaya. ataupun membaca buku teks dan pengetahuan lainnya yang cocok dengan bidangnya. guru seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas membimbing. perlu melihat karakteristik masyarakat di era globalisasi dikaitkan dengan peran pendidikan. dan sebagainya. radio. dan mengarahkan peserta didik dalam menumbuhkan semangat keunggulan.blogspot.com Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Pembahasan sebelumnya memberikan gambaran bahwa secara konsep gur sebagai tenaga profesional harus memenuhi berbagai persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional. membina. Berikut ini diuraikan sejauh mana tantangan guru di masa depan sebagai wawasan dalam rangka menambah khasanah untuk dipergunakan sebagai pertimbangan dalam meningkatkan profesionalisme guru. waktu. Kemajuan teknologi kkomunikasi telah mebuat jarak dan waktu semakin pendek dan cepat. Untuk meningkatkan mutu profesi secara sendiri-sendiri. Gambaran Masyarakat Abad 21 Untuk memberikan gambaran tentang tantangan guru yang prfeesional di masa depan. setidaknya terdapat tiga karakteristik masyarakat di abad 21. A. Secaar formal.com/2010/11/sikap-profesional-keguruan.sebagaimana juga dengan profesi lainnya. Masyarakat Teknologi Masyarakat teknologi yang dimaksud adalah suatu masyarakat yang telah melek teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi. motivasi belajar. koran. (2) masyarakat terbuka. yaitu: (1) masyarakat teknologi. artinya guru mengikuti berbagai pendidikan lanjutan atua kursus yang sesuai dengan bidang tugas.html Copyright aadesanjaya. .guru dapat melakukannya secara formal maupun informal. keinginan. dan memiliki kepribadian serta budi pekerti luhur yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Menurut Tilaar (1999). negara-negara. kualitas maupun profesionalitas guru. sementara kondisi riil di lapangan masih amat memperhatikan. karena ilmu dan pengetahuan yang menunjang profesi itu selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman.

Hal itu mengancam kehiudpan masyarakat lain oleh karena adanya kemungkinan penguasaan atau dominasi oleh mereka yang lebih kuat. dan berprestasi. dalam masyarakat terbuka diperlukan manusia yang mampu mengembangkan kapasitasnya agar menjadi manusia dan bangsa yang kuat. Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan wujud dari suatu masyarakat terbuka. sehingga tidak menjadi korban dan tertindas oleh zaman yang penuh dengan persaingan. tidak kalah pentingnya adalah peran pendidikan dalam memberikan arahan dan bimbingan agar penguasaana teknologi tidak menjadi bumerang bagi masyarakat. Tetapi sebaliknya. semangat. agar tidak menjadi bangsa pelayan yang dapat diperintah bangsa lain. Setiap manusia mempunyai kesempatan yang tidak terbatas untuk belajar dan megnembangkan diri atau bahakan melalui kapasitasnya memberikan sumbangankepada masyarakat lainnya. memiliki toleransi dan tanggungjawab terhadap kehiudpan pribadi maupun masyrakatnya. Dalam maysarakat seperti itu. dan masyarakat yang turut bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dari masyarakatnya. Untukitu. yang mengakui akan hak-hak asasi manusia. membuat dunia menjadi satu seolah tanpa sekat. di samping penguasaan teknologi itu sendiri. lebih kreatif dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. tidak berdaya dan miskin. kreatif. sehingga komunikasi antar pribadi menjadi makin dekat dan hampir tanpa hambatan. Masayraakat madani tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat yang saling hormatmenghormati. yang disebabkan kurangnya penghayatan terhadap etika.bahkan pribadi-pribadi. Peran pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu masyarakat dan bangsa. yang berprestasi dan yang memilikimodal terhadap masyarakat yang lemah. maka akan menjadi manusia dan masyarakat yang lemah dan tidak berdaya. yang pada akhinya akan menjadi boneka atau korban bagi mereka yang lebihkuat. berprestasi dan memberikan sesuatu sesuai dengankapasitasnya. Masyarakat madani adalah masyarakat yang saling menghargai satu dengan yang lain. Masyarakat Terbuka Lahirnya teknologi komunikasi yang demikian maju. b. peran pendidikan sangat penting dan strategis. bila kapasitas sumber daya manusia itu tidak dikembangkan. dan fasilitas kepada masyarakat dan peserta didik untukmemperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. terutama dalam memberikan bimbingan. dorongan. yang menghormati prestasi individual. Manakala pendidikan mengisyaratkan adanya keharusan peserta didik untuk menguasai teknologi. Dalam masyarakat terbuka. tetapi dapat pula menghancurkan kebudayaan umat manusia. c. baik masyarakat lokal maupun masyarakat dunia. berkarya. antara bangsa satu dengan bangsa lain dapat saling mempengaruhi dalam berbagai hal. termasuk mempengaruhi budaya bangsa lain. serta menjunjung tinggi rasa kebersamaan untuk mencapai kesejahteraan bersama. dalam mengiringi kemajuan teknologi tersebut diperlukan upaya penghayatan. bukan atas dasar asal-usul atau keturunan. yang pada akhirnya melahirkan masyarakat terbuka. Pendidikan dapat menumbuhkan pemahaman etika yang benar. Untuk itu. tetapi berdasarkan pada kemampuan individual. agar kehidupan manusia tidak terancam oleh karena kemjuan teknologi itu sendiri. di mana setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. ulet. disiplin. termasuk nilai-nilai etis yang diyakini kebenarannya. Selain itu. maka tentu tidak kalah pentingnya peran guru itu sendiri untuk lebih dulu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan teknologi terkini kepada peserta didiknya. Masyarakat madani tumbuh dan berkembang bukan dengan sendirinya dan bukan tanpa . Kemajuan teknologi dapat memajukan kehidupan manusia.

Kunci terwujudnya masyarakat madani adalah pendidikan. kritis. menurunnya rasa kebersamaan. Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Berdasarkan paparan di atas. kreatif. yang pada akhirnya dikhawatirkan dapat mengancam kesatuan dan persatuan sebagai bangsa. dan fenomena rendahnya mutu pendiidkan. pelaksanaan otonomi daerah. Pengembangan nilai-nilai demokrasi Demokrasi dalam bidang pendidikan adalah membangun nilai-nilai demokratis. tetapi masyarakat yang dibangun melalui pendidikan. Sementara tantangan eksternal adalah tantangan guru profesional dalam menghadapi abad 21 dan sebagai bagian dari masyarakat dunia di era global. pengembangan nilainilai demokrasi. Tantangan guru profesional untuk menghadapi masyarakat abad 21 tersebut dapat dibedakan menjadi tantangna yang bersifat internal dan kesternal. Pendidikan berbasis masyarakat dan . Hal itu terutama dapat dilihat mulai adanya gejala menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat. dan produktif dan tidak sekedar menjadi manusia yang selalu mengekor seperti µbebek¶ yang hanya menerima petunjuk dari atasan dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. dan mulai adanya indikasi tidak saling menghormati antara sesama teman. Dalam pengertian ini. Penguatan nilai kesatauan dan pembinaan moral bangsa Krisis yang berkepanjangan memberi kesan keprihatinan yang dalam dan menimbulkan berbagai dampak yang tidak menguntungkan terhadap kehidupan bermasyarakat di Indonesia. b. termasuk potensi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai bentuk untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan. sering terjadinya benturan fisik antara peserta didik. Tantangan Internal a. guru sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri mempunyai tantangan bagiamana membantu dan mengembangkan diri peserta didik menjadi manusia yang tekin. B. Pendidikan berupaya menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik dan tantangan nyata bagi guru adalah bagaimana seorang guru memilikikepribadian yang kuat dan matang untuk dapat menanamkan nilai-nilai moral dan etika serta meyakinkan peserta didik terhadap pentingnya rasa kesatuan sebagai bangsa. diantaranya penguatan nilai kesatuan dan pembinaan moral bangsa. Pendidikan pada dasarnya tidak terlepas dari peran penting guru sebagai tulang punggung dan penopang utama dalam proses penyelenggaraan pendidikan. pemberlakuan otonomi daerah memberikan peluang melakukan berbagai perubahan dalam penataan sistem pendidikan yang pada hakekatnya adalah memberikan kesempatan lebih besar kepad adaerah dan sekolah untuk mengembangkan proses pendidikan yang bermutu sesuai dengan potensi yang dimilikinya. karena melalui pendidikan dapat dibangun sumberdaya yang berkualitas dengna kepribadian yang sesuai dengan budaya serta kesadaran individu hidup berdampingna untuk mencapai tujuan bersama. setidaknya kita dapat memperoleh gambaran tentang apa dan bagaimana karakteristik masyarakat pada abad 21 dan apa peran pendidikan pada masa yang akan datang serta tantangan bagi seorang guru untuk menyikapinya. perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam sistem pendidikan nasional. yaitu kesamaan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak dan juga kewajiban yang sama bagi masyarakat untuk membangun pendidikan yang bermutu. 1. Sejalan dengan itu.upaya terencana. Tantangan intenal adalah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia. Rasa persatuan yang telah berhasil ditanam berarti bahwa seseorang merasa bangga menjadi bangsa Indonesia yang berarati pula bangsa terhadap kebudayaan Indoensia yang menjunjung tinggi etika dan nilai luhur untuk siap menjadi masyarakat abad 21 yang kuat dan dapat mewujudkan demokrasi dalam arti sebenarnya. lunturnya rasa hormat dengan orang tua.

Read more at: http://aadesanjaya. tantangan bagi guru dalam wacana desentralisasi pendidikan adalah bagaimana melakukan inovasi pembelajaran sehingga dapat membimbing dan menuntun peserta didik mencapai prestasi yang diharapkan. akan melahirkan tantangan dan peluang untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakatnya. berprestasi. Fenomena rendahnya mutu pendidikan Berbagai hasil studi dan pengamatan terhadap mutu pendidikan pada berbagai negara menunjukkan bahwa secara makro mutu pendidikan di Indonesia masih rendah.html Copyright aadesanjaya. tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat sebagai bangsa Indonesia. Proses pendidikan dalma masyarakat abad 21 adalah suatu interaksi antara guru dengna peserta didik sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat yang demokratis dan terbuka.com . c. kreatif.com/2010/11/tantangan-guru-sebagaitenaga. diperlukan proses pendidikan yang bermutu dan kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah mutu guru. seperti pada Olimpiade Fisika. saling menghormati atas dasar kemampuan individual. Tantangan guru pada masyarakat abad 21 aldaha bagaimana menjadi seorang guru yang profesional untuk membangun masyarakat yang mandiri. diperlukan mutu individu yang kreatif dan inovatif. dan mematuhi nilai-nilai hukum yang berlaku dan disepakati bersama. Dengan demikian par asisiwa mempunyai bekal yang memadai. memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. seakan-akan dunia seperti sebuah kampuang dengan ciri perdagangan bebas. selain ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas.manajemen berbasis sekolah merupakan perwujudan nyata dari demokrasi dan desentralisasi pendidikan yang bertujuan untuk lebih memberdayakan sekolah dan masyarakat dalam proses pendidikan demi mencapai prestasi sesuai kemampuannya. Dalam masyarakat abad 21. dan kompetitif. tantangan bagi guru profresional dalam menghadapi globalisasi adalah bagaimana guru yang mampu memberi bekal kepada peserta didik. Dengan kata lain. Guru memiliki peran strategis dalam rangka mewujudkan prestasi bagi peserta didiknya. inovatif.blogspot. tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Masyarakat yang demikian menuntut adanya pelayanan yang profesional dari para pelakunya dan guru adalah seorang profesional dalam masyarakat seperti itu. Dalam melakukan persaingan. juga menanamkan sikap disiplin. hanya akan menerima seoran gyang profesional dalam bidang pekerjaannya. secara individual ada beberapa diantara peserta didik mampu menunjukkan prestasinya di lomba-lomba bertaraf internasional. memerlukan manusia yang bermutu dan dapat bersaing dengan sehat. Untuk itu. 2. menjunjung tinggi rasa kebersamaan. hanya dapat dibentuk oleh suatu sistem pendidikan yang kondusif dan memiliki guru yang profesional dalam bidangnya. termasuk para guru yang profesional. guru dituntut untuk berperlaku dan memiliki karakteristik profesional oleh karena tuntutan dan sifat pekerjaanya dan bersaing dengan profesi-profesi lainnya. kompetisi dan kerjasama yang saling menguntungkan. Tantangan Eksternal Kecenderungan kehidupan dalam era globalisasi adalah mempunyai dimensi domestik dan global. yaitu kehidupan dalam dunia yang terbuka dan seolah tanpa batas. Walaupun demikian. dan bahkan secara nilai rata-rata di bawah peringkat negara Asean lainnya. Kemampuan individu untuk bersaing seperti itu. Dengan situasi kehidupan demikian. Untuk itu.blogspot. Kehidupan global yang terbuka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful