Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta

didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

[sunting] Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?] Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

[sunting] Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
y y y y

Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat. Melestarikan kebudayaan. Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
y

y

y

Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka. Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga

y

diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya. Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
y y y y y

Transmisi (pemindahan) kebudayaan. Memilih dan mengajarkan peranan sosial. Menjamin integrasi sosial. Sekolah mengajarkan corak kepribadian. Sumber inovasi sosial.

Makalah Tentang Model Pembelajaran Kooperatif Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam membelajarkan matematika kepada siswa, apabila guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran matematika cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan tersiksa. Oleh karena itu dalam membelajarkan matematika kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.

B. Tujuan Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca,

khususnya para mahasiswa jurusan matematika, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Lampung agar nantinya dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.

Bab II Model Pembelajaran Kooperatif

A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Usaha-usaha guru dalam membelajarkan siswa merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama. Menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani(2005), model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran. Pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guru adalah model pembelajaran kooperatif.

Apakah model pembelajaran kooperatif itu? Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Nur (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran yang lain. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.

B. Prinsip Dasar Dan Ciri-Ciri Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Nur (2000), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif

sebagai berikut: 1.Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. 2.Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota 3.kelompok mempunyai tujuan yang sama. 4.Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya. 5.Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi. 6.Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. 7.Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Sedangkan ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : 1. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai. 2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. 3. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masingmasing individu. Dalam pembelajaran kooperatif dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain.

C. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Terdapat 6(enam) langkah dalam model pembelajaran kooperatif. 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan

Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin. Evaluasi. Guru menyajikan informasi kepada siswa. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan. Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks. Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Model STAD. 6. 2. 1.Memberikan penghargaan. B. Guru menginformasikan pengelompokan siswa. dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif. Tipe pembelajaran inilah yang akan diterapkan dalam pembelajaran matematika. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. 1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya. 5. Guru memberi penghargaan hasil belajar individual dan kelompok.Membimbing kelompok belajar. Bab III Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD A. Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja siswa dalam kelompok kelompok belajar. Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa. Menyajikan informasi. 4. saat kuis mereka tidak boleh saling membantu.Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok . 3. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. jenis kelamin dan suku.

Kegiatan kelompok Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan yang akan dipelajari siswa. Kelompok diharapkan bekerja sama dengan sebaik-baiknya dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran. sedang dan rendah) Yang didapat dari hasil akademik (skor awal) sebelumnya. para siswa bersama-sama mendiskusikan masalah yang dihadapi. Materi pelajaran dipresentasikan oleh guru dengan menggunakan metode pembelajaran.60 menit secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja dalam kelompok. siswa diberikan tes secara individual. kesenangan bawaan/sifat (pendiam dan aktif).6 orang. Pendahuluan Di sini perlu ditekankan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok dan menginformasikan hal yang penting untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari. Pertanyaan-peranyaan diberikan penjelasan tentang benar atau salah.Evaluasi Dilakukan selama 45 . Isi dari LKS selain materi pelajaran juga digunakan untuk melatih kooperatif. Perlu diingat pembagian itu harus diseimbangkan sehingga setiap kelompok terdiri dari siswa dengan siswa dengan tingkat prestasi seimbang. siswa tidak diperkenankan saling membantu. c. Jenis kelamin. Penyajian Materi Pelajaran a. latar belakang sosial. Praktek terkendali Praktek terkendali dilakukan dalam menyajikan materi dengan cara menyuruh siswa mengerjakan soal. 5. aturan heterogenitas dapat berdasarkan pada : a). Jika siswa telah memahami konsep maka dapat beralih kekonsep lain. membandingkan jawaban. Dalam kegiatan kelompok ini. Guru memberi bantuan dengan memperjelas perintah. mengulang konsep dan menjawab pertanyaan. 4. Setelah kegiatan presentasi guru dan kegiatan kelompok. Dalam menjawab tes. dll. Siswa mengikuti presentasi guru dengan seksama sebagai persiapan untuk mengikuti tes berikutnya b.Sebelum menyajikan guru harus mempersiapkan lembar kegiatan dan lembar jawaban yang akan dipelajarai siswa dalam kelompok-kelomok kooperatif. 3. b). memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan masalah agar siswa selalu siap dan dalam memberikan tugas jangan menyita waktu lama. Pengembangan Dilakukan pengembangan materi yang sesuai yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. Di sini siswa belajar untuk memahami makna bukan hafalan. atau memperbaiki miskonsepsi. Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan sebagai nilai perkembangan kelompok.Kemampuan akademik (pandai. Kemudian menetapkan siswa dalam kelompok heterogen dengan jumlah maksimal 4 . 2. Penghargaan kelompok Setiap anggota kelompok diharapkan mencapai skor tes yang tinggi .

Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda 2. Kemudian dilakukan perubahan kelompok agar siswa dapat bekerja dengan teman yang lain. konsepkonsep dasar dan tidak memerlukan penalaran yang tinggidan juga hapalan. Pada intinya konsep dari model pembelajaran tipe STAD adalah Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut . bilangan jam. hebat dan super. misalnya bilangan bulat. Dari hasil nilai perkembangan. D. Pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Materi Matematika yang Relevan dengan STAD. 3. dll. BAB IV Simpulan dan Saran A. Dengan penyajian materi yang tepat dan menarik bagi siswa. Materi-materi matematika yang relevan dengan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah materi-materi yang hanya untuk memahami fakta-fakta. sehingga setiap anggota kelompok tidak bisa menggantungkan pada anggota yang lain.karena skor ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan skor rata-rata kelompok. C. 6. himpunan-himpunan. Simpulan 1. Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dalam seting pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengubah pembelajaran dari teacher center menjadi student centered. seperti halnya pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memaksimalkan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Keunggulan Model Pembelajaran Tipe STAD Keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah adanya kerja sama dalam kelompok dan dalam menentukan keberhasilan kelompok ter tergantung keberhasilan individu. maka penghargaan pada prestasi kelompok diberikan dalam tingkatan penghargaan seperti kelompok baik.Perhitungan ulang skor awal dan pengubahan kelompok Satu periode penilaian (3 ± 4 minggu) dilakukan perhitungan ulang skor evaluasi sebagai skor awal siswa yang baru.

Surabaya : Universitas Negeri Surabaya. Tim PPPG Matematika. Model dan Strategi Dalam Pembelajaran Matematika. Media Pembelajaran (Model-model Pembelajaran). DAFTAR PUSTAKA Ismail. (2003). (2006). Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia.com/2009/11/makalah-tentang-modelpembelajaran. mudah mudahan . Contoh Silabus dan RPP Matematika SMP. sebaiknya guru membuat perencanaan mengajar materi pelajaran. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SLTP. Beberapa Teknik. 2001 Pembelajaran Kooperatif.blogspot. Budijastuti.Diharapkan guru mengenalkan dan melatihkan keterampilan proses dan keterampilam kooperatif sebelum atau selama pembelajaran agar siswa mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta dapat menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. dan menentukan semua konsep-konsep yang akan dikembangkan. (2003). Widowati. dan untuk setiap konsep ditentukan metode atau pendekatan yang akan digunakan serta keterampilan proses yang akan dikembangkan. sumber asli: http://makalah-di. Sri Wardhani. Bahan Ajar Diklat di PPPG Matematika. Bagaimanakah professional guru?. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia. 2.html Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. silahkan anda baca makalah di bawah ini. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?.Agar pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses berorientasi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat berjalan.Saran 1. Yogyakarta: PPPG Matematika. Yogyakarta: PPPG Matematika.

Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab.SMP. honor. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. J. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki.). berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar . maupun pembinaan . Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. baik kesejahteraan secara materiil (gaji. Secara nasional. Galbreath. sebagian besar guru SD. BAB I PENDAHULUAN A. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik.M.Pd. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. B. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum.makalah ini dapat membantu anda. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.SMA.Hasan. belum lagi dikorupsi sana-sini. Ani M. Y. M. antara lain: (a) sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. bermakna dan menyenangkan. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. Pengertian Profesi Makagiansar. dll.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. Kecilnya anggaran pendidikan. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs. pengembangan bahan ajar. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. Menurut Dra. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis.

Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). dll. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. Kalaupun diterima. metode mengajar dan psikologi. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. dll. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. membuat guru-guru mapel UAN menjadi . Matematika yg diuji dalam UAN. Lalu secara ekonomis. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi.. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup.lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. Harus diakui. perbankan. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. jengkel. Itu sebabnya. Bahasa Inggris. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. dll). ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. mereka keluar begitu saja. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. Lisensi keguruan. frustasi. dari pengalaman. Saya tidak punya data. dengan maraknya sistem les privat. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru.ketika ada peluang lain. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh pendidikan keguruan. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. bukan bakat alami. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. pelatihan. Dan bagi saya itu oke.

Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Kondisi itulah yang harus dihadapi. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. C. Padahal keduanya jelas berbeda. dll. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan . Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. Bisa menimbulkan iri hati. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi.primadona. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru.. Itu bagus bagi guru tsb. bukan menyiksa apalagi mengancam. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. menghargai murid. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. C. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. mengajar adalah profesi hati. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. Namun. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. Karena sekolah merupakan medan belajar. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. diselesaikan. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. Dari 18 pasal yang ada.

yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik).html Supriadi. Suara Guru No. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta).R. September 1998. Jakarta: Depdikbud . Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs).html. Y. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A.E. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. Journal PAT. 3-4/1996. memang adalah tanggung jawab negara. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. 1998. karena menjadi guru berkat kemampuannya. Caranya. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. The Science Teacher. 1998. D. 1996. diakses 7 Juni 2001) Semiawan. padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. Sumargi. C. aol. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia. Makalah Dipresentasikan. jika mau membuat program 100 hari yang monumental.Yang Maha Esa. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru.com/PTRFWEB/journal1040. http://makalahfrofesikependidikan. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. tetapi porsinya harus tetap kecil. 2001. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. Teacher in England and Wales. 1991. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. Jakarta: Grasindo. bukan karena menyuap B. K. realistis.blogspot. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. dan Loucks-Horsley. bukan tanggung jawab orang tua murid. Stiles. (Online) (http://members. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. 2001. Mengangkat Citra dan Martabat Guru.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. April/Mei 2001. S. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21.

com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan.com Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum.html Copyright aadesanjaya. Secara nasional.Read more at: http://aadesanjaya.blogspot.blogspot. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. sebagian besar guru SD. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. B. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D.SMP. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. Y. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik. BAB I PENDAHULUAN A. M. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia. Pengertian Profesi Makagiansar. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs.SMA. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. silahkan anda baca makalah di bawah ini. pengembangan bahan ajar.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia. antara lain: (a) . bermakna dan menyenangkan. Bagaimanakah professional guru?. mudah mudahan makalah ini dapat membantu anda. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran.

Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. dll). Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh . (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. dll. Lisensi keguruan. Ani M.M. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab.ketika ada peluang lain. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah.Hasan. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. dll. Harus diakui. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. Itu sebabnya. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. mereka keluar begitu saja. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. pelatihan.). Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar .Pd. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani. perbankan. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. Dan bagi saya itu oke. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. Galbreath. maupun pembinaan lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. bukan bakat alami. dari pengalaman. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Menurut Dra. baik kesejahteraan secara materiil (gaji. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. belum lagi dikorupsi sana-sini. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. J. honor. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Kecilnya anggaran pendidikan.sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. Kalaupun diterima.

Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. dll. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. Karena sekolah merupakan medan belajar. metode mengajar dan psikologi. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. Itu bagus bagi guru tsb. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. membuat guru-guru mapel UAN menjadi primadona. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. Oleh karena itu. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. Matematika yg diuji dalam UAN. Lalu secara ekonomis. Bisa menimbulkan iri hati.pendidikan keguruan. mengajar adalah profesi hati. Bahasa Inggris. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. bukan menyiksa apalagi mengancam. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. C. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. dengan maraknya sistem les privat. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. diselesaikan. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan . Saya tidak punya data. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. Kondisi itulah yang harus dihadapi. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. Oleh karena itu. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas.. dll. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri.. jengkel. frustasi. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia.

Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. Dari 18 pasal yang ada. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. C. Caranya. padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak.untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). Padahal keduanya jelas berbeda. realistis. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga . menghargai murid. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. Namun.

Orang tua murid bisa diminta partisipasi. bukan tanggung jawab orang tua murid. 1998.com Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru adalah makalah yang berkaitan dengan proritas kerja guru dimana guru itu harus bekerja sesuai dengan profesinya. C. A. http://makalahfrofesikependidikan.com/PTRFWEB/journal1040. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. S.html Supriadi.E. September 1998.blogspot. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. (Online) (http://members.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. D. Jakarta: Depdikbud Read more at: http://aadesanjaya. K.html Copyright aadesanjaya. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta). tetapi porsinya harus tetap kecil. The Science Teacher. 2001. Journal PAT. dan Loucks-Horsley. 1998. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. karena sebagian guru tidak menerapkan dengan sepenuhnya apa profesi guru yang sebenarnya. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Suara Guru No. 2001. aol. Makalah Dipresentasikan. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat. Jakarta: Grasindo. Sumargi. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. 1996. tidak akan muncul generasi pintar yang . Latar Belakang Lagu himne guru menunjukkan betapa pentingnya keberadaan seorang guru bagi kehidupan seorang manusia dalam mengenal dunia. memang adalah tanggung jawab negara. Teacher in England and Wales. April/Mei 2001. 1991.blogspot. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. Tanpa guru.blogspot. bukan karena menyuap B. Untuk lebih jelasnya silahkan anda simak makalah di bawah ini. karena menjadi guru berkat kemampuannya. Y. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs).com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. 3-4/1996.rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. Stiles. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21.R. diakses 7 Juni 2001) Semiawan.html.

B. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Mereka mendapat imbalan jasa yang memadai untuk hidup sejahtera bersama keluarga.5) sen sehari. Ibu Guru Siti Sahara mempunyai gaji sebesar 40 gulden sebagai guru Kepala Sekolah Wanita di Bireum. Wanita Guru Pertama dari Mandailing. tetapi mereka hanya mengakui dengan tanpa upaya memberikan suatu penghargaan yang lebih dibanding kepada profesi lain. orang wajib menaati pertama-tama gurunya. tetapi juga ada yang ikut aktif menjadi tentara rakyat dan berperang mengusir penjajah. relasi guru dengan padepokan-padepokan sebagaimana terungkap dalam hubungan dengan para kyai di pesantren-pesantren. citra dan status profesi guru dalam masyarakat juga masih tinggi. status profesi guru juga masih terhormat. Pengertian Profesi Menurut Dra. dalam Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ditulis. PROFESIONAL Secara politis. kemudian rajanya. Rumusan Masalah Bagaimanakah sebenarnya Prioritas Kesejahteraan Guru Prioritas kerja Profesi Guru A. guru ratu wong tuwo akaro. Artinya. Dalam masa awal perjuangan kemerdekaan. Pada masa itu. Para guru masih dilihat dan diperlakukan bukan hanya sebagai pendidik yang pantas digugu dan ditiru di sekolah. pada tahun 1920-an misalnya. Dalam buku Siti Sahara. Suatu jumlah yang amat besar waktu itu. tentara. kini menjadi profesi yang kurang diminati dan dihargai dibanding dengan profesi lainnya. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menjadi seorang dokter. guru diperlukan pemerintahan penjajah dalam rangka menunjang politik etisnya. Dengan kebijakan memberikan pendidikan dasar pada sementara inlander untuk tugas-tugas administratif yang diperlukan penjajah.Pd. Tujuan Prioritas kerja Profesi Guru.akan membangun bumi ini. Ani M. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. bu-kan semata-mata segi materinya belaka Pada masa penjajahan Jepang. profesi guru yang dulu merupakan profesi yang paling bergengsi dan menjadi dambaan bagi generasi muda pada zaman leluhur kita. Pada jaman penjajahan Belanda. para guru juga dihargai karena mereka bukan saja mengambil peran amat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tingginya citra guru pada zaman penjajahan dan awal kemerdekaan di Indonesia berkait erat dengan citra masyarakat memandang profesi guru.Hasan. Untuk mengetahui prioritas dsan kesahteraan guru C. tetapi juga sebagai pemimpin masyarakat yang terhormat. guru sungguh dilihat sebagai pemimpin yang digugu dan ditiru. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Semua orang pasti mengakui jasa seorang guru bagi dirinya walau hanya di dalam hati. status profesi guru memang sangat tinggi. insinyur. guru dicitrakan amat bagus karena berkait erat dengan status sosial (ekonomis. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. polisi. politis dan budaya) pemegang profesi yang bersangkutan dan kredibilitas professional para guru. Para guru diberi julukan Sensei yang dalam kebudayaan Jepang mempunyai kedudukan sosial yang amat dihormati. Dari sisi budaya. Guru dipandang sebagai pemimpin masyarakat yang disegani dan mempunyai status ekonomi yang relatif tinggi. mengingat ungkapan pada masa kolonial mengatakan bahwa seorang inlander cukup hidup dengan segobang (2. Pascakemerdekaan sampai tahun 1950-an. dan . atau profesi lainnya dibanding menjadi seorang guru.M. B. Status ekonomi para guru pada waktu itu memang tinggi. Dalam masyarakat Jawa ada ungkapan. Akibatnya.

Lebih lanjut dijabarkan. bahwa kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang. Kalau di dalam pengamalan profesi yang diberikan . Guru sangat tergantung pada pekerjaan yang diciptakan oleh orang lain entah itu perorangan.harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi.6 persen dari 993. karena ekonomi keluarganya yang lemah. Dengan demikian. Ketiga watak kerja tersebut mencoba menempatkan kaum profesional (kelompok sosial berkeahlian) untuk tetap mempertahankan idealisme yang menyatakan bahwa keahlian profesi yang dikuasai bukanlah komoditas yang hendak diperjual-belikan sekadar untuk memperoleh nafkah. bahwa kerja seorang profesional itu beriktikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti.108 guru yang ada. guru harus patuh terhadap norma-norma yang dibuat oleh kekuasaan di luar dirinya sendiri. menjadi pengacara atau dokter yang memperoleh izin membuka praktik sendiri manakala imbalan dari pekerjaan resminya sangat kecil. Mending. melainkan suatu kebajikan yang hendak diabdikan demi kesejahteraan umat manusia. profesionalisme dalam tiga watak kerja yang merupakan persyaratan dari setiap kegiatan pemberian "jasa profesi" (dan bukan okupasi).untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto. Hal ini perlu ditekankan benar untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi.diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral . Menjadikan guru sebagai profesi tidak menjamin citra guru akan meningkat. melainkan dengan memperbaiki citranya dalam masyarakat. Menurut penelitian Dr Martinus Tukir Handoko dari sekian banyak guru sebenarnya pada mulanya tidak mempunyai motivasi menjadi guru. Ada yang karena tidak diterima di sekolah lain. ada yang karena dipaksa orang tuanya. Menurut data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Perbaikan citra erat kaitannya dengan mengubah cara pandang masyarakat terhadap pekerjaan guru. Bahkan guru semakin dituntut pengabdiannya yang besar kepada masyarakat bahkan dengan imbalan yang amat rendah. Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus. Dari uraian itu.baru orang tuanya. sehingga terpaksa masuk ke pendidikan guru. Pada mulanya. Ketiga. kini citra guru sudah telanjur terpuruk dan bahkan pekerjaan guru dianggap pelarian karena tidak ada pekerjaan yang lebih layak. Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat. Persoalannya. tetapi sebenarnya tidak mempunyai maksud menjadi guru. Pertama. jumlah guru SD yang berpindah profesi per Juli 2004 sudah mencapai 50. bahwa kerja seorang profesional . Kedua. Banyak orang tak mau menjalani profesi tersebut. dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil. sementara mereka yang sudah menjadi guru beralih ke profesi lain yang memberikan kesejahteraan lebih baik. eksklusif dan berat. mereka memang bersekolah di Sekolah Pendidikan Guru.serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut . yayasan atau pemerintah. dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) di dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan . 1999). jelas salah satu cara mengangkat citra guru bukan dengan memberikan sertifikasi seperti pengacara atau dokter.

berlangganan koran. kini dianggap sebagai profesi "murah" dan menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Namun. Ironis memang. kurangnya minat guru untuk menambah wawasan sebagai upaya meningkatkan tingkat profesionalisme sebab bertambah atau tidaknya pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan tugas rutin tidak berpengaruh terhadap pendapatan yang diperolehnya. politisi dan ilmuwan serta berbagai profesi lainnya. 4) kurangnya wibawa guru di hadapan murid. maka profesi guru akan membaik. 3) kurang efektifnya cara pengajaran. Faktor-faktor tersebut antara lain: Penghasilan yang diperoleh guru belum mampu memenuhi kebutuhan hidup harian keluarga secara mencukupi. guru yang telah banyak menghasilkan para pemimpin. C. dan keteguhan sikap sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik dan 7) relatif rendahnya kapasitas intelektual calon guru dan para guru. Saran Mengangkat citra guru. Di samping itu. internet. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul-betul menjadi guru. seperti perbaikan insentif material dan kesejahteraan hidup. hal itu semata hanya sekadar "tanda kehormatan" (honour) demi tegaknya kehormatan profesi.ternyata ada semacam imbalan (honorarium) yang diterimakan. sebagaimana zaman penjajahan. Kalaupun ada. dari sisi guru sendiri rendahnya mutu guru tampak dari gejala: 1) lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. Kode Etik Guru KODE ETIK GURU INDONESIA Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya Guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan A. tidak tersedia. Mereka yang tidak tertampung oleh pasar kerja. Bahkan. J Sudarminta mengatakan. Serta. Hal itu merupakan akibat dari mudahnya pemerintah memberikan izin pendirian LPTK (Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan). jelas tidak mungkin. 6) kurangnya kematangan emosional. yang jelas akan berbeda nilainya dengan pemberian upah yang hanya pantas diterimakan bagi para pekerja upahan saja. Komitmen politik . 5) lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu. B. upaya untuk menambah pengetahuan dan informasi menjadi terhambat karena dana untuk membeli buku. mencoba menjadi guru. hal itu tidak seimbang dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan. Hal ini bukanlah harus dilawan oleh guru secara fisik atau perang kata-kata agar yang lain mau mengakui dan menerima guru sebagai tenaga yang profesional yang berjasa bagi pembangunan negeri ini. jika pemerintah mau sungguh-sungguh. 2) ketidaksesuaian antara bidang studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan di lapangan dijabarkan. kemandirian berpikir. sehingga profesi ini menjadi pekerjaan yang "murah". untuk memenuhi kebutuhan dapur harus juga melakukan kerja sampingan lainnya. Kesimpulan Masih rendahnya tingkat profesionalisme guru saat ini disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari internal guru itu sendiri dan faktor lainnya yang berasal dari luar. meledaknya jumlah lulusan sekolah guru dari tahun ke tahun.

Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Sudjana. hakim. Dari rumusan di atas ³dipersiapkan untuk itu´ mengandung arti luas. Bandung: Kaifa Pendidikan. Fobi Sekolah. Nurcholis. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan yang dijalaninya maka akan semakin tinggi pula derajat profesi yang disandangya. DAFTAR PUSTAKA Azzra. 1995: 14). Pengantar Langkah Strategis Mempersiapk an SDM Berkualitas. untuk pekerjaan yang bersifat profesional lebih-lebih untuk pekerkaan yang bersifat profesional penuh seperti profesi dokter.html Madjid. Azyumardi.2001.blogspot. Banyak yang pandai berbicara tertentu. pekerjaan ini tidak dapat dikerjakan oleh sembarang orang tampa memiliki keahlian sebagai seorang guru. Dalam Horison Esai Indonesia Kitab 2 Taufiq Ismail (editor).com Pengertian profesionalisme Sebelum penulis menguraikan pengertian profesionalisme terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian profesi sehingga mudah dimengerti apa yang dimaksud profesionalisme. Jakarta: Paramadina dan LOGOS Read more at: http://aadesanjaya.com/2010/07/bab-i-pendahuluan. http://makalahfrofesikependidikan. 2002: 15) ³sedangkan kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru. Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting di samping keterampilan/keterampilan lain.com/2011/01/makalah-prioritas-kerja-profesiguru. kejujuran) tertentu´ (Nurdin. maka dipersiapkan untuk itu harus mengacu pada proses pendidikan. Peran Seorang Guru . dan sebagainya´ (Usman.dkk. 2004. Bisa dipandang melalui proses pendidikan bisa pula diperoleh dari proses laitihan. Profesi adalah ³Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketermpilan. dokter. Ini berarti tinggi rendahnya pengakuan profesionalisme sangat menggan tung pada tingkat keahlian dan pendidikan yang ditempuhnya. Namun menurutnya.blogspot. namun orang itu belum dapat disebut sebagai seorang guru (Hamalik.blogspot. Pekerjaan guru adalah suatu profesi tersendiri. Jakarta: Horison dan Ford Foundation De Porter. dalam Pengantar Menuju Masyarakat belajar . Bobbi. guru juga dibekali pendidikan khusus untuk menjadi guru dan memiliki keahlian khusus yang diperlukan sesuai dengan profesinya. Guru profesional selain menguasi seluk-beluk pendidkan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainya.Mendiknas mestinya tidak hanya menjadikan guru sebagai profesi tetapi juga didahului dengan perbaikan kesejahteraan dan kualitas guru. 2001. dan Citra Guru. 2004: 118-119) Menurut Sudjana (2008: 13) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau tidak memperoleh pekerjaan lainya.html Copyright aadesanjaya. Birokrasi. dan bukan sekedar latihan. 1988: 14) Setiap guru profesional menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisnya. Kemudian pendapat yang hampir sana dikemukakan .Indradjati Sidi.

Dan dengan cara ini dia mengajarkan seswa membahas atau membicarakan yang benar (serius) dengan gambaran kebiasaan. c. 2000: 32) Ketiga persyaratan tersebut diharapkan telah demiliki oleh seorang guru sehingga ia mampu memenuhi fufngsi sebagai pendidik profesional yakni pendidik bangsa. Seseorang guru selain memiliki pengetahuan atau wawasan mengenai pendidikan juga harus dibekali dengan persyaratan tentang profesionalisnya itu. 2003: 31) Sedangkan guru bahasa Arab yang profesional menurut Al Qosimiy secara garis besar ada tiga hal yang sangat mendasar yang membedakan antara guru asing dengan guru lokal dilihat dari profesionalisnya dalam membentuk mental belajar siswa bidang studi bahasa Arab sebagai berikut: Bahwasanya guru lokal tidak dapat berbicara atau menbahas persis bahasa asing (bahasa Arab) sebagai mana bahasa penduduk aslinya secara faseh. Karena sesungguhnya dia mengajarkan bahasanya sendiri. guru harus menjadi tauladan bagi siswa didiknya karena anak-anak cebderung bersifat meniru (Djamarah. Berkelakuan baik Budi pekerti guru penting dalam pendidikan watak anak didik. tetapi bisa saja seseorang yang secara tekun mempelajari dan melatih diri dalam suatu bidang tertentu menjadi profesional. b. Jumlah mufradat menggambarkan istilah-istilah yang ia ketahui sebagaimana bahwasanya ia tidak dapat mendekati secara mutlak dalam memahami makna-makna yang terkandung di dalam isi mata pelajaran tersebut. Dari . Sebaliknya guru adalah teladan bagi anak didiknya. harus diajarkan oleh guru bahasa asing daripada guru lokal. profesi yang disandang melalui jenjang pendidikan akan memperoleh pengakuan yang bersifat formal naupun informal. jadi seorang guru yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan tentunya guru memiliki tanggung jawab dan melaksanakan proses belajar mengajar di tempat-tempat tertentu. Sehat jasmani Kesehatan jasmanikerapkali dijadikan salah satu syarat bagi mereka untuk menjadi guru. jika guru sendiri tidak bertakea kepadanya. surau. maka secara otomatis guru tersebut tidak akan kesulitan dalam mewujudkan hal tersebut. tidak mesti di lembaga formal tetapi bisa juga di masjid. 2. yang beragam seperti setiap lafaz-lafaz. Pengertian Guru Profesional Guru adalah ³orang yang memberikan ilmu pengetahua terhadap anak didik. mengenbai persayaratan guru tersebut meliputi: a. naka secara otomatis tidak menemukan kesulitan dan kompleksnya siswa dapat mengetahui secara mendetail pada mata pelajaran bahasa Arab mengenai istilah-istilah dan struktur kalimat serta dengan baik dan akan dapat berbicara dengan faseh serta menulis dan membaca dengan baik yang pada akhirnya dapat membentuk mental belajar seswa yang optimal. Guru lokal tidak mampu membahas atau berbicara dengan bagus menyaingi guru asing dalam (leluasa).oleh Ali (1992: 23) keahlian atau kemampuan profesional tidak mesti harus diperoleh daei jenjang pendidikan. 1989: 79) Dari uraian di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa syarat guru bahasa Arab yang profesional dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran bahasa Arab. Hanya saja menurutnya. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Guru sesuai dengan tujuan ilmu pendidikan islam tidak mungkin mendidika anak didik bertakwa kepada Allah SWT. sedangkan guru asing dia mampu melakukan hal ini tampa ada kesulitan karena sesungguhnya dia berbicara dengan bahasany. di rumah dan sebagainya (Djamarah. guru di sekolah atau pimpinan di masyarakat. musallah. Menggunakan guru sebagai guru bahasa asing baik dalam menyelesaikan makna-makna mufrad atau kaidah-kaidah tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa serta membentuk mental belajar siswa (Al Qasimiy. sedangkan yang diperoleh dari selain pendidikan formal pada umunya hanya akan mendapat pengakuan yang bersifat informal saja.

alat pengajaran dan evaluasi sebagai alat ukur tercapai atau tidaknya tujuan (Usman. 2007: 42) Berdasarkan pengertian daripada guru profesional tersebut dapat dikatakan guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruanya sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya´ (Uzer. 2000: 13) Berdasarkan pengertian di atas. Dalam proses bekajar mengajar tersirat suatu makna adanya satu kesatuan antara seswa yang belajar dan guru yang mengajar. bahan pengajaran.persyaratan di atas menunjukan bahwa guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa guru layak menjadi panutan atau tauladan bagi masyarakat di sekelilingya (Soejipto. dianggap memiliki peran yang sangat penting dan sangat menentukan arah bagi pencapaian tujuan yang ingin diinginkan. dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang tidak punya keahlian dan hanya karena tidak dapat memperolehpekerjaan lain (sudjana. yakni mengkoordinasikan unsur-unsur tujuan. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus dipersiapkan untuk itu. dalam melaksanakan profesi keguruanya seorang guru dituntut memiliki kemampuan profesional sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. metode mengajar. Antara kedua pihak ini terjadi suatu interaksi yang satu sama lain dan saling menunjang. 1995: 15) Jadi seorang guru adalah orang yang benar-benmar terdidik dan terlatih dengan baik. 1999: 5) Berdasarkan paparan di atas maka guru pada posisinya sebagai sutradara sekaligus sebagai aktor utama dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Dan tahap selamjutnya adalah melaksanakan rencana tersebut dalam bentuk tindakan atau praktek mengajar (Sudjana. kegiatan belajar mengajar. Menghargai orang lain termasuk anak didik Bijaksana dan hati-hati (tidak nekat. maka yang dimaksud dengan gru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal (Usman. Untuk itu. 2000: 9) Senada dengan pendapat di atas Usman juga menegaskan bahwa proses belajar mengajar sebagai interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu dengan yang lainya saling berikatan dalam ikatan untuk mencapai tujuan. serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangya masing-masing. 2002: 36) terdiri dari: Menerima dan mematuhi norma-norma dan nilai-nilai kemanusiaan Memiliki tugas mendidik dengan bebas berani gembira (tugas bukan menjadi beban baginya) Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatanya serta akibat-akibat yang timbul dari kata hatinya. sebab guru yang profesional akan lebih mampu menciptakan kelas sehingga hasil belajar yang diciptakan oleh para siswa akan berada pada tingkat yang lebih optimal. sombong dan tidak singkat akal) Takwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Komponen belajar mengajar yang dimaksud adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai materi pelajaran. 1999: 15) 3. Sesungguhnya guru yang bertanggung jawab memiliki bebnerapa sifat menurut Tanlain dalam (Djamarah. Terdidika dan terlatih disini bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau tekhnik di dalam kegiatan bekajar mengajar serta menguasai kandasan-kandasan kependidikan yang tentunya juga akan memenuhi beberapa persyaratan atau kriteria sehingga dikatakan benar-benar terdidik dan terlatih. serta penilaian atau evaluasi. metode dan alat bantu mengajar. Sebagai proses belajar mengajar memerlukan seuatu perencanaan yang matang. Kriteria .

insinyur. Dalam hal ini pembimbing . tata tertib dapat berjalan apabila guru menjalaninya terlebih dahulu Sebagai adminstrator dan manajer Guru sebagai perencana kurikulum Guru sebagai pemimpin Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. Seorang yang berpribadi khusus yakni ramuan dari pengetahuan sikap danm keterampilan keguruan yang akan ditransformasikan kepada anak didik atau siswanya. Ada perbedaan prinsip antara guru yang profesional dengan guru yang bukan profesional. disertai pula dengan seperangkat latihan keterampilan keguruan dan pada kondisi itu pula ia belajar memersosialisasikan sikap keguruan yang diperlukannya. dan menulis. Pendidik tidak maha kuasa. 4. kecakapan dan pengalaman-pengalaman Membentuk kepribadian anak yang harmonis sesuai cita-cita dan dasar negara kita Pancasila Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. sebaliknya betapun tingginya motivasi kerja seseorang (guru) ia tidak akan sempurna dalam menyelesaikan tugas-tugasnya bilamana tidak didukung oleh kemampuanya. 2000 : 36) mengemukakan bahwa fungsi dan tugas guru profesional adalah : Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian. Fungsi dan Tugas Guru Sebagai seorang pendidik yang memahami fungsi dan tugasnya. meliputi keterampilan mendengar. contohnya seorang yang akan bekerja secara profesional bilamana orang tersebut memiliki kemampuan (Ability) dan motivasi (motivasion) maksudnya adalah: seorang akan bekerja secara profesional bilamana memiliki kemampuan kerja yang tinggi dan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaikbaiknya. guru khususnya ia dibekali dengan berbagai ilmu keguruan sebagai dasar. membeca. b) keterampilan berbahasa. tidak dapat membentuk anak menurut kehendak hatinya Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat Sebagai penegak disiplin. Banyak orang pandai berbicara tertentu namun orang demikian belum dapat disebut sebagai seorang guru. Guru yang memahami fungsi dan tugasnya tidak hanya sebatas dinding sekolah saja. dan sebagainya sebagai profesi tersendiri maka gurupun adalah suatu profesi tersendiri. 2 Tahun 1983 Sebagai prantara dalam belajar Guru adalah sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan. 1989 : 91) Dengan demikian dari pengertian di atas profesionalitas guru pada bidang studi bahasa Arab hendaknya mengikuti syarat-syarat atau peraturan yang telah ditentukan oleh al-Qoisimy agar siswa termotivasi oleh guru dalam membentuk mental belajarnya. Sedangkan kriteria guru bahasa Arab secara khusus adalah sebagai berikut : Menguasai budaya Arab serta seluk beluk sosial Menguasai cara atau metode bahasa Arab dengan ilmu jiwa bahasa Arab Menguasai materi belajar bahasa Arab karena materi bahasa Arab berbeda dengan materi pelajaran yang lain. Sebaliknya seseorang yang tidak profesional bila mana hanya memenuhi salah satu dari dua persyaratan di atas (Bafadal. bidara. tetapi juga sebagai penghubung sekolah dengan masyarakat yang juga memiliki beberapa tugas menurut Rostiyah (dalam Djamarah. Guru menjadi contoh dalam segala hal. Menguasai evaluasi belajar atau mampu mengevaluasi proses belajar mengajar bahasa Arab (alQosimy. 2003 : 5). kosa kata dan kawaid. Jadi betapun tingginya kemampuan seseorang (guru) ia tidak akan bekerja secara profesional apabila tidak memiliki motivasi kerja yang tinggi. bahasa Arab itu meliputi unsur-unsur antara lain : a) bahasa seperti ucapan. Pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan oleh sembarangan orang tampa memiliki keahlian khusus sebagai guru. ahli hukum.profesionalisme guru Jabatan guru dikenal sebagai suatau pekerjaan profesional sebagaimana seorang menilai bahwa dokter.

Latar Belakang Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Fasilitator Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian diharapkan menciptakan perkembangan yang lebih baik pada diri siswa. Profesi guru pada . Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing. 11. Pengelolaan kelas Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik karena kelas adalah tempat terhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelaaran dari guru.blogspot. baik perkembangan fisik maupun mental. Organisator Sebagai organisator adalah sisi lain dari peranan yang diperlukan oleh guru dalam bidang ini memiliki kegiatan pengelolaan kegiataan akademik dan lain sebagainya. Demonstrator Dalam interaksi edukatif. tidak semua bahan pelajaran anak didik pahami 10. Inisator Sebagai inisiator guru harus dapat menjadi pencetur ide-ide kemajuan dan pendidikan dalam pengajaran 9. 2.blogspot. Contohnya guru sebagai pendidik dan pengajar sering kali akan melakukan pekerjaan bimbingan. Motivator Sebagai motivator guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar 3. termasuk dalam hal ini yang terpenting ikut memecahkan persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik. 13. Pembimbing Peran guru yang tidak kalah pentingnya dari semua peran yang telah disebutkan di atas adalah sebagai pembimbing 5. Evaluator Guru dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur dengan memerikan penilaian yang menyentuh aspek intrinsik dan ekstrinsik Read more at: http://aadesanjaya. 12. Membimbing dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembanganya dengan jelas dmemberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Dari uraian di atas secara rinci peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat disebutkan sebagai berikut : 1.yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan. seperti bimbingan belajar tentang keterampilan dan sebagainya dan untuk lebih jelasnya proses pendidikan kegiatan mendidik.com/2011/01/profesionalisme-guru. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri.html Copyright aadesanjaya. 8.com l Citra Guru Profesional Citra Guru Profesional BABI PENDAHULUAN A. Mediator Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya baik media non material maupun material. Supervisor Guru hendaknya dapat membantu memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. mengajar dan membimbing sebagai yang taka dapat dipisahkan. Sebagai pendidik guru harus berlaku membimbing dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. Informator Sebagai informator guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum. 4. Inspirator Sebagai inspirator guru harus dapat membedakan ilham yang baik bagi kemajuan anak didik 7. Korektor Sebagai korektor guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan buruk 6.

Mulai dari cara berfikir. Tetapi. Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid. Tetapi. Harus di gugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid. kedisiplinan. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Dalam perkembangan berikutnya. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. B. Tidak hanya itu. cara bebicara. gambaran yang dimiliki mengenai orang banyak. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. sarana dan prasarana lingkungan. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. rupa. terutama bidang informasi dan komunikasi. Segala ilmu pengetahuan yang datang dari guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan atau diteliti lagi. kurikulum. . kejujuran. Pengertian Menurut kamus besar bahasa indonesia terdapat pengertian kata citra dan profesional Citra merupakan gambaran. Hal ini didasarkan pada pengabdiannya yang begitu tinggi dan tulus dalam dunia pendidikan. sekaligus sebagai biasnya. guru mulai mengalami dilema eksistensial. Dalam perkembangan berikutnya. selain komponen lainnya seperti tujuan. mengharuskan citra adanya pembayaran untuk melakukannya Profesionalisme merupakan kualitas. beberapa dasawarsa terakhir konsep. berkenaan dengan keahlian. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. fase atau kalimat dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa untuk evaluasi Profesi merupakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan atau pendidikan tertentu Profesional. metode. memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. organisasi atau produk. beberapa dasawarsa terakhir konsep. guru mulai mengalami dilema eksistensial. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Dalam sebuah proses pendidikan guru merupakan satu komponen yang sangat penting. Seorang guru juga harus ditiru. Profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. mutu dan tindak tanduk yang merupakan suatu profesi Guru (dalam bahasa jawa) seorang yang harus digugu dan harus ditiru oleh semua muridnya. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya.mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. Slogan pahlawan tanpa tanda jasa senantiasa melekat pada profesi guru. dan evaluasi Guru profesional adalah guru yang mampu menerapkan hubungan yang berbentuk multidimensional guru yang demikian adalah guru yang secara internal memenuhi kriteria administratif. sikap kearifan. berkenaan dengan pekerjaan. terutama bidang informasi dan komunikasi. hingga cara berprilaku sehai-hari. Rumusan Masalah Apa Pengertian Citra Guru Profesional ? Apa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru ? Bagaimana Identifikasi dan Contoh Citra Guru ? C. mengenai pribadi. Tujuan Menjelaskan Definisi Citra Guru Menjelaska Citra Guru dari Masa ke-masa Mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru BAB II PEMBAHASAN A. akademis dan kepribadian. sekaligus sebagai biasnya. kesan mental yang ditimbulkan oleh sebuah kata.

suatu panggilan yang penuh rasa kagum dan hormat terhadap profesi guru. kesopanan serta sebagai sosok panutan menjadikan profesi satu ini berbeda dengan yang lain. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. kontekstual dan efektil .ketulusan. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. dan Memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesl dan pihak lain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. serta mampu mengajar di dalam suasana yang menyenangkan. guru dianggap profesional jika anak sudah dapat membaca. mempraktekkan serta mengamalkan ilmu yang diterima dalam kehidupan sehari-hari baik langsung maupun tak langsung. dan Memiliki perencanaan yang matang. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. menulis dan berhitung. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. C. Citra guru ini tercermin melalui: Keunggulan mengajar. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. Di kepulauan Sangihe. B. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. atau mendapat nilai tinggi. Rasa hormat ini sampai kini masih hidup di tengah masyarakat tradisional/pedesaan. Lantaran tanggung jawab dari profesi guru tidak berhenti pada selesai ia mengajar. peran dan kinerja. masyarakat menyebut guru pria dengan panggilan tuan. lebih dalam dari laut paling dalam. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. Hal ini membuat citra seorang guru di mata masyarakat selalu berada di tempat yang lebih baik dan mulia. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. memahami. penuh kasih sayang. Dalam pandangan masyarakat tradisional. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. Memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. melainkan keberhasilan siswa dalam menangkap. guru berarti yang dihormati. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. misalnya. Djamin (1999) mengemukakan citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam lingkup fungsi. naik kelas. Mereka masih menaruh rasa hormat dan status sosial yang tinggi terhadap profesi guru. eksistensi guru yang mandiri. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci (saint) yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. citra guru ideal adalah seseorang yang senantiasa memberi motivasi belajar yang mempunyai sifatfsifat keteladanan. dan lulus ujian. lengkapnya tuan guru. atau anak mendapat nilai tinggi. kreatif. Dari sudut pandang peserta didik. menulis dan berhitung. bijaksana. naik kelas dan lulus ujian. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. Bagi masyarakat modern. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. Citra Guru dalam Masyarakat Tradisional (Pramodem) Di dalam bahasa Sansekerta. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan.

Di negara kita. kreatif. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif.untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. guru mulai mengalami dilema eksistensial. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Dalam perkembangan berikutnya. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. beberapa dasawarsa terakhir konsep. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. Namun. Sehingga. bangsa kita menyiapkan diri untuk memiliki . terutama bidang informasi dan komunikasi. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. persepsi. ahli dalam materi. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. D. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. majalah. buku-buku. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. bermaltabat dan memiliki daya saing. Artinya. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). ide dirinya (se/fidea). memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. Untukitu. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. para guru dituntut tampil lebih profesional. Guru Abad 21 adalah Guru dengan Profesionalitas Tinggi Memasuki abad 21. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. dan realita dirinya (se/frea/ity). Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. Artinya. tugas guru tidak akan semakin ringan. dan koran. rasanya sangat sulit di era modern ini guru dapat tampil lebih profesional. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. yang mampu memberi inspirasi. Serta media elektronik lainnya. koran. buku. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (se/fconsepz). tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. Dengan demikian. majalah. sekaligus sebagai biasnya. Menurut Wardiman Djojonegoro dalam ke|1as kerjanya yang disampaikan pada SeminarNasional Wawasan Profesi Guru Tahun ZUUQ ICMI On/vil Jawa Timur di Surabaya tanggal 21 Desember 1996. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. efektif dan menyenangkan (PAKEM). tidaktepat menyandang predikat sebagai guru.

Muhammad Surya. Tilaar (1998) menyatakan bahwa masyarakat millenium ketiga nanti mempunyai karakteristik masyarakat teknologi. baik geografis. Ketua Umum Pengurus . Makagiansar (1990) menyebutkan bahwa untuk menghadapi era globalisasi. kemampuan dasar yang mesti dimiliki bangsa ini tidak boleh hanya sebatas penguasaan kemampuan membaca. masyarakat yang terbuka tersebut akan bermuara pada lahirya masyarakat madani. dengan tantangan yang dihadapi ke depan adalah globalisasi dengan dominasi teknologi dan informasi yang sangat kuat. dan Dapat menghasilkan karya-kalya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian dan profesionalitasnya. misi dan tujuan pendidikan. kemampuan guru memotivasi siswa untuk belajar sendiri dan kemampuan guru untuk mengintegrasikan berbagai bidang Studi/mata pelajaran menjadi kesatuan konsep yang utuh. kemampuan mengakomodasi. Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional menunjukkan intensitas waktu dari seorang guru yang dikonsentrasikan untuktugas-tugas profesinya. H. Menghadapi tantangan demikian. Teknologi dapat memajukan kehidupan manusia tetapi juga dia akan mampu menghancurkan kebudayaan manusia itu sendiri. Mampu bekerja secara profesional dengan orientasimutu dan keunggulan. menulis dan berhitung. yaitu kemampuan antisipasi. Untuk itu guru harus menguasai keahliannya. Sesungguhnya. Nlasih terkait dengan harapan-harapan yang digayutkan di pundaksetiap guru. Pertumbuhan teknologi akan mengubah bentuk dan cara hidup manusia yang sama sekali akan berlainan dengan kehidupan manusia dewasa ini. Masing-masing adalah kemampuan guru mengolah/menyiasati kurikulum. Masing-masing adalah: Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang. Selanjutnya Samani (1996) mengemukakan empat prasyarat agar seorang guru dapat profesional. upaya profesional. benar dan berhasil. sikap dan prestasi kerjanya. kemampuan menge|1i dan mengatasi masalah. maupun aspek. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Ciri SDM yang berkualitas tersebut adalah Memiliki kemampuan dalam menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan dengan iptek. Untuk itu seseorang harus memiliki empat kemampuan. kemampuan guru mengaitkan materi kurikulum dengan Iingkungan. Secara optimistik. diperlukan guru yang benar-benar profesional. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam bidang pendidikan adalah ketidakpastian. dan Sikap profesionalnya berkembang secara berkesinambungan. dan kemampuan melakukan reorientasi. yaitu kemampuan profesional. Menurut Djojonegoro (1996) guru yang bermutu memiliki paling tidak empat kriteria utama. baik dalam disiplin ilmu pengetahuan maupun metodologi mengajarnya. masyarakat yang berkembang baik kemampuan intelektualnya. Tilaar (1998) memberikan empat ciri utama agar seorang guru terkelompok ke dalam guru yang profesional. sosial maupun budaya. Saling keterpengaruhanantara bangsa yang satu dengan bangsa yang Iain akan menjadi ciri utama masyarakatterbuka. Kemampuan profesional meliputi kemampuan intelegensia. Guru yang bermutu ialah mereka yang dapat membelajarkan siswa secara tuntas.aspek kehidupan lainnya Sena tanggung jawabnya. Upaya profesional adalah upaya seorang guru untuk mentransformasikan kemampuan profesional yang dimilikinya ke dalam tindakan mendidik dan mengajar secara nyata. Kemajuan teknologi pula yang akan membuka dunia sekaan tanpa batas. Harusjauh melampaui tiga hal tersebut. waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional dan kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya. masyarakat terbuka dan masyarakat madani yang secara keseluruhan akan berpengaruh pada visi.sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

mengemukakan ada sembilan karakteristik citra guru yang diidealkan. Nlasing. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid.masing adalah guru yang: Memiliki semangatjuang yang tinggi disertai kualitas keimanan dan ketaqwaan yang mantap. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel.betul menjadi guru. kurang efektifnya cara pengajaran. Memiliki wawasan masa depan. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. Memiliki etos kerja yang kuat. Mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntutan Iingkungan dan perkembangan iptek. Memiliki kesejahteraan Iahir dan batin. kompetensi. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. Kemudian. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. Kurangnya kematangan emosional. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. adanya disiplin ilmu yang kokoh. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. dan Mampu melaksanakan fungsi dan peranannya secara terpadu. Berjiwa profesionalitas tinggi. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. kemandirian berpikir. Memiliki kejelasan dan kepastian pengembangan jenjang karir. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. BAB III PENUTUP Rangkuman Citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan . Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. Kekurangan guru di daerah terpencil. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. E. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguhsungguh. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Faktor-Faktor yang Nlempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa.Besar PGRI. Mampu belajar dan bekerja sama dengan profesi lain. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. material dan nonmaterial. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. kode etik. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. dan sertifikasi. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru.

Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. R. 21 Desember 1996 di Surabaya. Yrama Widya Jalal. Windy Novia. 200 1 . Prospek Guru Tahun 2000. Suyanto. Mimbar Pendidikan. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. 2000. Makalah SeminarNasiona/ Wawasan Profesi Guru Tahun 200Q ICMI On/vil Jawa Timur. Muchlas. 1990. Dimensi dan Tantangan Pendidikan dalam Era Globalisasi. Muhammad.com . Ibrahim. Tilaar. peran dan kinerja.html Copyright aadesanjaya. naik kelas dan Iulus ujian. (2) kekurangan guru di daerah terpencil. menulis dan berhitung. 1998.penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam Iingkup fungsi. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca.blogspot. Supriadi.Surabaya:Kashiko Nurdin Muhammad. Surya.Bandung:CV. memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesi dan pihak Iain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. atau mendapat nilai tinggi. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya DAFTAR PUSTAKA Bafadal. 1996. Dedi 1999. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Elham Rohmati. Yogyakarta: Adicita Katya Nusa. Aspirasi Peningkatan Kemampuan Profesional dan Keseja hteraan Guru. H . Nlasyarakat modern menganggap kom-petensi guru belum Iengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi.Wadah dan Dinamaka Pendidikan Anak Bangsa.2008.com/2010/11/citra-guru-profesional. Magelang: Tera Indonesia.Jogjakarta:Ar-Ruzz Aqid Zainal.blogspot. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan Dalam pandangan masyarakat modern. Yogyakarta: Adicita. Nomor 4 Tahun IX: Samani. Makagiansar. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Makamina. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa.2008. Fasli dan Dedi Supriadi.2oo6 kamus Besar Bahasa Indonesia. Tahun ke 5 Nomor 021. Citra guru ini tercermin melalui keunggulan mengajar. bahwa siapa pun dapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. Perasaan rendah diri karena menjadi guru.Jakarta:Bumi Aksara Chulsum Umi. 2000. Jakarta: Balitbang Depdiknas. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif abad Xxi. (1) adanya pandangan sebagian masyarakat. Mengangkat Citra dan Martabat Guru Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.A.Kiat Menjadi Guru Profesional. Read more at: http://aadesanjaya. (3) banyak guru yang belum menghargai profesinya. Sudjana dalam Mustafa (2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut.Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah.2004 Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasa. RefonnasiPendidikan dalam konteks Otonomi Daerah.

Tanggung Jawab Seorang profesional harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. Dewasa ini image seorang guru dimata masyarakat sangatlah susah seorang guru itu menyandang GURU PROFESIONAL. Penguasaan Materi Seorang profesional harus menguasai secara mendalam bahan / materi pekerjaan yang sedang dilakukannya. LSM. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. Komitmen Tinggi Seorang profesional harus mempunyai komitmen yang kuat pada pekerjaan yang sedang dilakukannya. banyak hal utuk mewujudkan rasa keprofesionalitas seorang guru seperti sayarat-syarat dibawah. Bagi masyarakat modern. naik kelas. 1. mengapa demikian? karena masyarakat menilai bahwa guru pada masa ini tidak seperti guru dimasa abad ke 12 yang memiliki pengabdian tinggi di dunia pendidikan.Syarat Guru Profesional Syarat Guru Profesional memang merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap guru. Mudah mudahan anda semua termasuk dalam syarat guru profesional. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa.com/2010/11/syarat-guru-profesional.html Copyright aadesanjaya. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. dan lulus ujian. maupun organisasi lainnya bahwa kelakan mengajar seorang guru dibawah standar. 2.com Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. Didukung juga dengan adanya berbagai survey kelayakan mengajar yang diadakan oleh pemerintah. eksistensi guru yang mandiri. kreatif. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. menulis dan berhitung. karena profesionalnya seorang guru datang dari guru itu sendiri. 5. Seorang guru sebenarnya memiliki komitmen yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa. Berpikir Sistematis Seorang yang profesional harus mampu berpikir sitematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. Menjadi bagian masyarakat professional Seyogyanya seorang profesional harus menjadi bagian dari masyarakat dalam lingkungan profesinya. 4. atau mendapat nilai tinggi.blogspot. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. 3.blogspot. Guru profesional merupakan impian semua guru di tanah air. Untuk menjadi seorang guru profesional tidaklah sulit. . Berikut ini ada beberapa Syarat Guru Profesional. Read more at: http://aadesanjaya.

Dengan demikian. dan Memiliki perencanaan yang matang. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. buku. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. dan koran. ahli dalam materi. persepsi. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. yang mampu memberi inspirasi. Artinya. rasanya sangat sulit di era modern ini . yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. bijaksana. Sehingga. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Dalam perkembangan berikutnya. Di negara kita. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. efektif dan menyenangkan (PAKEM). dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. guru mulai mengalami dilema eksistensial.lebih dalam dari laut paling dalam. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. ide dirinya (self idea). cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. Artinya. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (self consept). Untukitu. dan realita dirinya (selfr eality). buku-buku. kreatif. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. Namun. koran. terutama bidang informasi dan komunikasi. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. bermaltabat dan memiliki daya saing. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Serta media elektronik lainnya. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. sekaligus sebagai biasnya. majalah. majalah. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. kontekstual dan efektil untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. beberapa dasawarsa terakhir konsep. para guru dituntut tampil lebih profesional.

blogspot. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan Kekurangan guru di daerah terpencil. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.guru dapat tampil lebih profesional.com/2010/11/citra-guru-dalam-masyarakatmodern.html Copyright aadesanjaya. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik.blogspot. Read more at: http://aadesanjaya.betul menjadi guru. Kkurang efektifnya cara pengajaran. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. Kurangnya kematangan emosional.com Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. kemandirian berpikir. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya .

tuntas dan setengah-setengah akan tercecer dan tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan masyarakat abad 21 (merupakan satu kesatuan dari masyarakat teknologi.kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh guru yang profesional bukanlah pengetahuan yang setengah-tengah tetapi merupakan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tuntas. Guru-guru yang profesional inilah yang diharapkan dapat membawa atau mengantar peserta didiknya mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memasuki masyarakat abad 21 yang melek ilmu pengetahuan dan teknolog. masyarakat terbuka. profesi guru di dalam masyarakat adalah suatu profesi yang kompetitif. adanya disiplin ilmu yang kokoh. Karena guru sebagai salah satu pelaku pendidikan.blogspot. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. dan itu tidak mungkin tanpa adanya guru yang profesional. dan masyarakat madani) yang menuntut adanya perkembangan manusia.com Pengembangan Profesi Keguruan A. Karena mereka tidak mampu berkompetisi dengan orang lain yang lebih profesional atau juga profesi ainnya yang lebih kompetitif. Ia akan berada jauh di belakang. karena ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri berkembang dengan cepat. maka degna sendirinya akan berakibat kepada mati atau hilangnya profesi tersebut dari masyarakat. dan sertifikasi. tetapi juga profesional guru harus berhadapan dan bersaingan dengan profesi-profesi lainnya di dalam masyarakat. Jika profesi gur tidak kompetitif dan tidak profesional.blogspot. Berbagia kegiatan di dalam masyarakat hanya menerima para profesional. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi.html Copyright aadesanjaya. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. Kemudian.com/2010/11/faktor-faktor-yangmempengaruhi-citra. Jika guru tidak mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin mereka dapat membantu dan membimbing peserta didiknya mengarungi dunia pengetahuan dan teknologi tersebut. Konsep Dasar Proses pendidikan merupakan suatu proses yang snagat profesional artinya dilaksanakan oleh pelaku-pelaku yang profesional. Sama halnya dengan profesi-profesi lainnya. kompetensi. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. Guru yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan yang kuat. kode etik. Read more at: http://aadesanjaya. Ini memberi pemahaman bahwa profesi guru haruslah betul-betul memiliki karakteristik yang profesional karena sifat pekerjaannya. Jadi jelaslah bahwa profesi guru adlaah suatu profesi yang harus terus-menerus . dan akhirnya akan tertinggal dari profesinya. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. artinya barang siapa yang tidak profesional tidaka akan survive. dan sangat kompetitif. maka guru di dalam masyarakat adlah seorang profesional.

serta didukung dengan kepemilikan kepribadian yang prima. dan difasilitasi secara optimal untuk melakukanberbagai kegiatan pengembangan. diberi kesempatan. maka disadari ata tidak pengembangan profesi guru secara berkesinambungan mutlak dilakukand alam kondisi formal maupun tidak di dalam perencanaan pengembangan profesional. Proses pengembangan profesionalisme gur ini dapat ditumbuh-kembangkan bukanhanya untuk berlangsung di LPTK tetapi juga harus terjadi di dalam praktekpraktek pendidikan lainnya (pre-service and in-service). Dengan kata lain.berkembang karena praktis pendidikan akan terus menerus terjadi dan unik bagi setiap individu dan masyarkaat di dalam situasi dan waktu yang berbeda sesuai dengan perkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi. tuntas dan tidak setengah-setengah sebagai profesional kependidikan. Dan akhirnya melalui proses pendidikan yang profesional yang dilaksanakan oleh pelakupelaku (khususnya guru yang profesional dengan karakteristiknya tersebut di atas). Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Dengan demikian gur akan memiliki kesanggupan untuk memperkecil jarak antara pengetahuan. Strategi Pengambangan Profesi Guru Berangkat . mempunyai visi tentang etik tingkah laku manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. maka peserta didik dapat dibantu dean dibimbing untuk mampu berkompetitif di masyarakat abad 21 yang ditandai dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat. Bersama-sama dengan usahausaha lain (misalnyakerjasmaa dengan organisasi profesi). tuntas dan tidak setengah-setengah. B. not a set of competencies´. dan kepribadian yang mereka miliki sekrang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu. Berbagai strategi pengembangan perlu dikembangkan secara komprehensif. Sinyalemen ini memberikan makna bahwa guru sebagai pelaku proses pendidikan harus terus menerus mengubah diri. mempunyai ciri-ciri kepribadian yang kuat dan seimbang. Termasuk di dalam kepribadian ini ialah sifat-sifat fisiknya yang memungkinkan ia dapat membimbing peserta didik yang sedang dalam tahap perkembangannya. karena profesi gur merupakan suaut profesi untuk membantu dan membimbing perkembangan anak didik (manusia). Kepribadian diri seorang guru profesional adalah kepribadian yang prima yang secar ektrim dikatakan oleh Maister dalam buku True Professionalism bahwa ³professionalism is predominantly an attitude. pengembangan diri guru sebagai profesional kependidikan harus dapat membantu guru bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat. lembaga-lembaga pre-service danin-service harus menjaid satu kesatuan yang tidak terpisahka. Mereka harus didorong. mak ahubungan natara manusia dengan manusia menjadi penting untk diperhatikan dalam rangka pengembangan profesionalisme guru. membangun kerja sama dan saling mendukung untuk melahirkan guru-guru yang profesional dalam rangka menyajikan proses pendidikan yang profesional bagi anak didik agar dapat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat abad 21. sehingga guru benar-benar menjadi tenaga profesional yang dapat memenuhi berbagai tantangna dan menyelesaikan berbagai persoalan di dalma melaksanakan tugas rutinnya maupun hal-hal lain yang tak terduga yang dihadapinya sehari-hari di dalam proses pendidikan yang profesional. Dengan demikian guru akan memiliki kesempatan berbagai kegiatan pengembangan. Selain itu. maka diharapkan guru akan terampil membangkitkanminat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. sehingga mereka memiliki ilmu pengeratahuan yang kuat. tuntas dan tidak setengah-setengah tetapi tidak kalah pentingnya untuk membantu mereka memiliki kepribadian yang matang dan terus berkembang. keterampilan. Berangkat dari pemahaman tersebut.

Maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi. lembaga pendidikan maupun lembaga-lembaga lain. Tujuan utama kebanyakan konferensi atau pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. Walaupun artikel dalam jurnal cenderung singkat. konferensi adalah bentuk-bentuk pilihan pelatiahn yang sudah lama ada dan diakui cukup bernilai. sebagai bagian dari pelatihan tradisional. perkuliahan tingkat sarjana/pasca sarjana. tuntas dan tidak setengah-setengah. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. Oleh karena itu. dan sebagainya). Ia juga memiliki kolom berita yang berkaitan dengan pertemuan. dan sebagainya yang mungkin menarik bagi guru. Sementara itu. dan sebagainya saling berintegrasi untuk memberikan . guru juga dapat mengambangkan profesionalismenya melalui pendidikan lanjut di universitas/LPTK. seminar. ameran ilmiah. dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. informasi pertemuan untuk bertukar pikiran atau ide-ide baru. program pendidikan. kegiatan diskusi kelompok kecil. Walaupun disadari bahwa seringkali bahwa berbagai bentuk kursus/pelatihan tradisional ini seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan praktis dari pekerjaan guru. Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya.dari karakteristik guru untuk masyarakat abad 21 yang akan disimpulkan dari penjelasan sebelumnya. Jurnal atau bentuk karya ilmiah lainnya tersebut tersebar dan dapat ditemui diberbagai pusat sumber belajar (perpustakaan. Berpartisipasi di dalam kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah. guru mungkin dapat membangun konsep baru. Selanjutnya dengan meningkatnya pengetahuan seiring dengan bertambahnya pengalaman. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. Konferensi atau pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. Memiliki kepribadian yang prima. keterampilan khusus dan alat/media belajar untuk dapat kontribusikan kepada orang satu profesi atau profesi lain yang memerlukan. suatu kombinasi antara materi akademis dengan pengalaman lapangan akan sangat efektif untuk pengembangan kursus/pelatihan trandisional ini. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. tetapi ia mengarahkan pembacanya kepada konsep-konsep baru dan pandangan untuk menuju kepada perencanaan dan penelitian baru. antara lain sebagai berikut: Berpartisipasi di dalam pelatihan berbasis kompetensi. internet. Berpartisipasi di dalam kursus dan program pelatihan tradisional (termasuk di dalamnya pendidikan lanjut). Partisipasi guru minimal pada kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah setiap tahun akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggungjweabanya penyampaian makalah utama. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. seminar. Kontribusi tersebut dimungkinkan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesional guru bersangkutan maupun orang lain. Workshop in-service. Sebagaimana diketahui bahwa jurnal atau bentuk makalah ilmiah lainnya secara berkesinambungan diproduksi oleh individual pengarang. Oleh karenanya. karena penekanannya leibh kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta latihan. maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. pameran. antara lain: Memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat.

Bentu pre-service atau in-service bagi guru junior untuk secara gradual menjadi guru yang profesional melalui proses magang di kelas tertentu dengan bimbingan gur bidang studi tertentu. guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi proesional yang dapat memberi manfaat untuk bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. (2) membangun hubungan . Pada kesemaptan tersebut guru akan belajar berbagai keterampilan baru atau teknik-teknik/metodologi mutakhir dalma proses penddikan yang tentunya sangat diperlukan untuk mengembangkan profesinya. Kebanyak dari mereka berhubungan degnan berbagai isu termasuk pendidikan. dan sering membaca surat kabar juga akan meningkatkan pengetahuan guru mengenai pengambangna mutakhir dari proses pendidikan. menghadiri konferensi atau pertemuan ilmiah juga memberikan kesempatan kepada guru untuk membangunan jaringan kerjasama dengan orang lain yang seprofesi atau tidak untuk saling bertukar permasalahan dan mencapai keberhasilan. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru antara lain untuk: (1) secara aktif berpartisipasi di dalam kegiatan yang menantang dan menarik (misalnya melakukan penelitian. Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untukmeningkatkan kemantapan rasional. Pemilihan yang hati-hati program radio dan TV. Dalam rangkaian perkuliahan umum berbagai inovasi baru dalam pendidikan biasanya dipresentasikan. penulisan/penerbitan karya ilmiah. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. Berbeda dengan pendekatan training yang konvensional. Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak denganahli pendidikan dalam rangka merefleksikan dan sekaligur meningkatkan praktik pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. Secara lebih rinci bagaimana penelitian tindakan kelas ini dilakukan akan dijelaskan secara aplikatif dalam modul penelitian tindakan kelas pada masing-masing bidang studi. dan memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajarna berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. membuat laporan penelitian. Melakukan penelitian (khususnya penelitian tindakan kelas). dan sebagainya). Magang. memperdalam tugasnya. dan sebagainya). fokus pelatihan magang ini adalah kombinasi antara materi akademis dengan suatu pengalaman lapangan di bawah supervisi guru yang senior dan pengalaman (guru yang lebih profesional). Berbagai bentuk media tersebut seringkali memuat artikel-artikel maupun program-program yang berkaitan dengan berbagai isu atau penemuan terkini mengenai pendidikan yang disampaikan dan dibahas secara mendalam oleh para selektif yang terkait dengan bidang yang ditekuni guru akan dapat membantu proses peningkatan profesionalisme guru. Biasanya perguuan tinggi lokal atau organisasi profesi sering mengadakan perkuliahan atau presentasi ilmiah yang dibawakan oleh tenaga ahli yang terbuka bagi umum. Berpartisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional.kesempatan kepada guru untuk memimpin atau menjadi presenter dan bertukar ide-ide dengan lainnya. Menghadiri perkuliahan umum atau presentasi ilmiah. maka akan berdampak kepada peningkatan profesionalisme guru. Selain itu. Ikut serta menjadi anggota organisasi/komunitas profesional juga akan meningkatkan profesionalisme untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengna membangun hubungan yang erat degan masayrakat (swasta. sehingga guru akan menjadi lebih aktif di dalam komunitas ilmiahnya. Dalam hal ini. industri. Menggunakan sumber-sumber media pemberitaan.

guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pegnetahuannya. .dengan masyarakat secara baik (misalnya membangun partipasi masyarakat untuk efektivitas proses pembelajaran. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidkan termasuk bekerjasama dalam berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan.html Copyright aadesanjaya. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk medapatkannya. Oleh karenanya. dan sebagainya). Semakin guru terlibat dalam perolehan informasi. Kesimpulan jika guru mengambil manfaat secara penuh dari berbagai strategi pengembangan diri sebagiamana dijelaskan di atas. Jika kekayaan informasi tersebut dikombinasikan secara utuh akan dapat membantu guru untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang utuh dan kuat. maka guru akan memperoleh suatu kekayaan informasi. dan mampu memotivasi dan meningkatkan minat anak didik terhadap ilmu pengetahuan dan teknlogi yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupannya di dalam masyarakat abad 21 yang penuh dengan perasaingan.blogspot. dan semakin guru merasakan akuntabel semakin termotibasi untuk mengembangkan dirinya. Kesempatan tersebut akan menjadi suaut alat belajar yang produktif bagi guru dalam rangka memunculkan berbagai ide-ide yang dapat diimplementasikan di sekolahnya. Seseoran gcenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutahkhir akan leibh mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. Bekerja dengan profesional lainnya di dalam sekolah. mengunjungi profesional yang lainn di luar sekolah merupakan metode yang snagant berharga untuk memperoleh informasi terkini dalam rangka proses pengembangan profesional guru. penyediaan konsulatasi untuk melakukan inobasi. melaksanakan dan mengevaluasi program-program sekolah). maka guru semakin meraskan akuntabel. Mengunjungi profesional lainnya di luar sekolah. Read more at: http://aadesanjaya. Bertukar pikiran atau berdiskusi dengan orang-orang (profesional lainnya di luar sekolah) yang memiliki minat yang sama dengna guru tetapi memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang pendidikan melibihi dirinya akan sangat menarik bagi guru.com Sikap Profesional Keguruan A. Sasaran Sikap Profesional Guru sebagai pendidikan profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya.blogspot.com/2010/11/pengembangan-profesikeguruan. menyediakan forum-forum untuk menyatukan berbagai pandangan tentang anak didik dan pembinaannya). Dengan kata lain pengimpelementasian secara terintegrasi dari berbagai strategi pengembangan profesi guru tersebut akan dapat membantu untuk memelihara secara efektif program pengembangan profesionalisme guru. kepribadian yang prima. (3) memiliki kemampuan dan pengalaman dalam rangka pengembangan pendidikan (misalnya pengembangan kurikulum.

serta Pekerjaan. Setiap guru Indonesi awajib tunduk dan taat kepada ketentuan-ketentuan pemerintah. meningkatkan pengetahuannya. Baimana guru meningkatkan pelayanannya. peningkatan mutu pendidikan. rasa tanggung jawab. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan. di pusat maupun di daerah dalam rangka melaksanakan kebijaksanan-kebijaksanaan pendidikan di Indonesia. Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannya. Keberhasilan usaha tersebut sangat tergantung kepada kesadaran para anggotanya. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-undangan Dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia. Dalam bidang pendidikan ia harus taat kepada kebijaksanaan dan peraturan. Pemimpin. atau beberapa orang pengurus tertentu saja. Dari ketentuan-ketentuan pemerintah ini selanjutnya dijabarkan ke dalam program-program umum pendidikan. maupun departemen lain dalam rangka pembinaan pendidikan di negara kita. B. dan kewajiban para anggotanya Organisasi PGRI merupakan suatu sistem. Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. agar lebih berdaya guna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. Sikap Terhadap Organisas Profesi Guru secara bersama-sama memelihara dan meningktkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Ada hubungan timbal balik antara naggota profesi dengan organisasi. sering menjadi perhatian masyarakat luas. guru harus bertindak sesuai dengan tujuan sistem. Dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian. Anak didik. di pusat maupun di Daerah. Karena itu. Siapakah yang dimaksud dengan organisasi itu? Jelaskan yang dimaksud bukan hanya ketua. serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya. teman-temannya serta anggota masyarakat. Teman sejawat. tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan denga profesinya. baik dalam melaksanakan kewajiban maupun dalam mendapatkan hak. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola tingkah laku guru dalam memahami. yang meliputi antara lain: pembangunan gedung-gedung pendidikan.Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari. apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. Oleh karena itu. pemerataan kesempatan belajar antara lain dengan melalui kewajiban belajar. menghayati. pembinaan generasi muda dengan menggiatkan kegiatan karang taruna. Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan ialah segala peraturan-peraturan pelaksanaan baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. C. Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang meruapakankebijaksanaan yang akan dilaksanakan oleh aparatnya. Kebijaksanaan pemerintah tersebut biasanya akan dituangkan ke dalam bentuk ketentuan-ketentuan pemerintah. Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat. atau sekretaris. yakni sikap profesional keguruan terhadap: Peraturan perundang-undangan. sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut. dan lain-lain. Organisasi profesional harus membina mengawasi para anggtoanya. guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen yang berwenang mengatur pendidikan. memberi arahan dan dorongan kepada naka didiknya dan bagaimana cara guru berpaiakan dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa. di mana unsur pembentukannya adalah guruguru. Organisasi profesi. tetapi yang dimaksud dengan organisasi di sini adalah semua anggota dengna . Tempat kerja.

dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi. maka merekalah yang melaksanakan tindakan formal berdasarkan wewenang yang telah didelegasikan kepadanya oleh seluruh anggota organisasi itu. ataupun juga dapat dilakukan secara bersama. kegiatan pembinaan profesi tidak hanya terbatas pada pendiidkan prajabatan atau pendidikan lanjutan di perguruan tinggi saja. wajib berpartisipasi guna memelihara. Secara perseorangan peningkatan mutu profesi seorang guru dapat dilakukan baik secara formal maupun secara informal. Jadi. dan berbagai kegiatan akademik lainnya. Dalam hal ini Kode Etik . semua anggota dan pengurus organisasi profesi. dan semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut. Di samping itu. Misalnya program penyetaraan D-III guru-guru SMP. khususnya profesi keguruan. kegiatan berkelompok yang diatur tersendiri. Dan mereka pula yang mengambil tindakan apabila diperlukan. misalnya dengan melakukan penataran. dan kesetiakawanan sosial. maka di waktu mendatang diharapkan organisasi profesilah yang seharusnya merencanakan dan melaksanakannya. pendidikan lanjutan. studi perbandingan. dan meningkatkan mutu organisasi profesi. majalah. secara informal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan infomal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan informasi dari mass media (surat kabar. dapat dilakukan dengan berbagai cara. pendidikan dalam jabatan. Usaha peningkatan dan pengembangan mutu profesi dapat dilakukan secara perseorangan oleh para anggotanya. karena pejabat-pejabat dalam organisasi merupakan wakil-wakil formal dan keseluruhan anggota organisasi. semangat kekeluargaan. Lamanya program peningkatan pembinaan itu pun beragam sesuai dengan yang diperlukan. Dalam kenyataannya. membina. lokakarya. Dengan perkataan lain setiap anggota profesi. sehingga pemanfaatnya menjadi efektif dan efisien. Kalau sekarang kita lihat kebanyakan dari usaha peningkatan mutu profesi diprakarsai dan dilakukan oleh pemerintah. televisi. apakah ia sebagai pengurus atau anggota biasa. D. lokakarya. merekalah yang mengkomunikasikan segala sesuatu mengenai sikap profesi kepada para anggotanya. melainkan dapat juga dilakuka setelah yang bersangkutan lulus dari pendidikan prajabatan ataupun sedang dalam melaksanakan jabatan. seminar. sesuai dengan fungsi dan peran organisasi itu sendiri. Oleh karena itu. Peningkatan mutu profesi keguruan dapat pula direncanakan dan dilakukan secara bersama atau berkelompok.´ Ini berarti bahwa: (1) Guru hendaknya menciptakan dan memlihara hubngan sesama guru dalam lingkungan kerjanya. simposium. Kegiatan berkelompok ini dapat beruap penataran. Kewajiban membina organisasi profesi merupakan kewajiban semua anggota dan semua pengurusnya. dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya. atau bahkan kuliah di suatu lembaga pendidikan yang diatur secara tersendiri. Sikap terhadap Teman Sejawat Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahawa ³Guru memelihara hubungan seprofesi. maupun kuliah di perguruan tinggi atau lembaga lain yang berhubungan dengan bidang profesinya.seluruh pengurus dan segala perangkat dan alat-alat perlengkapannya. Untuk meningkatkan mutu suatu profesi. Setiap anggota harus memberikan sebagian waktunya untuk kepentingan pembinaan profesinya. sekolah. dan lain-lain) atau dari buku-buku yang sesuai dengan bidang profesi yang bersangkutan. para pejabat itulah yang memegang peranan fungsional dalam melakukan tindakan pembinaan sikap organisasi. adalah contoh-contoh. radio. Peningkatan secara formal merupakan peningkatan mutu melalui pendidikan dalam berbagai kursus.

watak. untuk kadang-kadang bersikap kurang sungguh-sungguh dan kurang bijaksana. dan harmonis. Hal ini tidak boleh terjadi karena kalau diketahui murid ataupun orang tua murid. Berhasil tidaknya sekolah membawakan misinya akan banyak bergantung kepada semua manusia yang terlibat di dalamnya. mereka akan resah dan tidak percaya kepada sekolah. Sedangkan hubungan keleuargaan ialah hubungan persaudaraan yang perlu dilakukan. dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa orang guru ditambah dengan beberapa orang personel sekolah lainnya sesui dengan kebutuhan sekolah tersebut. sehingga hal ini menimbulkan keretakan di antara sesama kita. mutlak adanya hubunga yang baik di antara sesma personel yaitu hubungan baik antara kepala sekolah dengan guru. bagaimanapun kecilnya jumlah manusia. Jika ini sudah berkembang. baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menunjang tercapainya keberhasilan anggota profesi dalam membawakan misalnya sebagai pendidik bangsa. akan terdapat perbedaan-perbedaan pikiran. Dengan ucapan ini para dokter menganggap profesi mereka sebagai suatu keluarga yang harus dijunjung tinggi dan dimuliakan. tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain (Hermawan. Oleh sebab itu. Meskipun dalam prakteknya besar kemungkinan tidak semua anggota profesi dokter itu melaksanakan apa yang diucapkannya dalam sumpahnya. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Keseluruhan Kalau kita ambil sebagai contoh profesi kedokteran. kita perlu saling maaf-memaafkan dan memupuk suasana kekeluargaan yang akrab antara sesama guru dan aparatur di sekolah. Sikap profesional lain yang perlu ditumbuhkan oleh guru adalah sikap ingin bekerja sama. saling harga menghargai. maka dalamsumpah dokter yang diucapkan pada upacara pelantikan dokter baru.Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubngan yang harmonis perilaku diciptakan dengan mewujudkan persaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. 1979). profesi keguruan? Dalam hal ini kita harus mengakui dengan jujur bahwa sejauh ini profesi keguruan masih memerlukan pembinaan yang sungguh-sungguh. 2. jika terdapat kesalahan-kesalihan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya. Adapun kebiasaan kita pada umumnya. dan tanggung jawab. Sebagai saudara mereke berkewajiban saling mengoreksi dan saling menegur. Agar setiap personel sekolah dapat berfungsi sebagimana mestinya. Dalam suatu pergaulan hidup. dankepala sekolah ataupun guru dengan semua personel sekolah lainnya. Hal ini juga dapat mendatangkan pengaruh yang negatif kepada anak didik. guru dengan guru. kemauan. antara lain terdapat kalimat yang menyatakan bahawa setiap dokter akan memperlakukan teman sejawatnya sebagai saudara kandung. Hubungan formal ialah hubungan yang perlu dilakukan dalam rangka melakukan tugas kedinasan. yakni hubungan formal dan hubungan kekeluargaan. Semua personel sekolah in iharus dapat menciptakan hubungan baik dengan anak didik di sekolah tersebut. bagikita masih perlu ditumbuhkan sehingga kelak akan . dan lain sebagainya. apalagi masyarakat luas. 1. Rasa persaudaraan seperti tersebut. saling pengertian. tenteram. sikap. akan tumbuh rasa senasib sepenanggungan seta menyadari akan kepentingan bersama. agar jangan terjadi keadaan yang berlarut-larut. Hubungan sesama anggota profesi dapat dilihat dari dua segi. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Kerja Seperti diketahui. Sekarang apa yang terjadi pada profesi kita. tetapi setidak-tidaknya sudah ada norma-norma yang mengatur dan mengawasi penampilan profesi itu. Sekalipun demikian hubungan tersebut dapat berjalan lancar. perasaan. jika di antara meraka tumbuhan sikap saling pengertian dan tenggang rasa antara satu dengna lainnya.

staf administrasi dan siswa. tetapi juga harus memeperhatikan perekmbangan seluruh pribadi peserta didik. atau mendidik saja. Uraian ini dimaksudkan sebagai perbandingan untuk dijadikan bahan dalam meningkatkan hubungan guru dengan guru sebagai anggota profesi keguruan dalam hubungan keseluruhan. Suasana yang haromis di sekolah tidak akan terjadi bila personil yang terlihat di dalamnya. Dalam handayani berarti guru mempengaruhi peserta didik. ing madyo mangun karso. dan prinsip pembentukan manusi Indonesia seutuhnya. tidak hanya berilmu tinggi tetapi juga bermoral tinggi pula. Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. Hal ini disadari dengan sebaik-baiknya oleh seetiap guru. Sikap Terhadap Tempat Kerja Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja akan meningkatkan produktivitas. Terhadap guru sendiri dengan jelas juga dituliskan dalm salah satu butir dari Kode Etik yang berbunyi: ³Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. dan harus dapat mengendalikan peserta didik. Prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat. harus dapat memberikan pengaruh. prinsip membimbing. yakni kepala sekolah. E. Prinsip yang lain adalah membimbing peserta didik. apalagi memaksanya menurut kehendak sang pendidik. yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. sosial maupun yang lainnya yan gsesuai dengna hakikat pendidikan. dan guru berkewajiban menciptakan suasana yang demikian dala lingkungannya.´ Oleh sebab itu. yaitu: Guru sendiri. yakni: tujuan pendidikan nasional. Ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus dapat memberi contoh. dan tut wuri handayani. Dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap menentukan ke arah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat sekeliling. guruharus aktif mengusahakan suasan yang baik itu dengna berbagai cara. rohani. guru. Tiga kalimat padat yang terkenal daari sistem itu adalah ing ngarso sung tulodo. Pengertian membimbing seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam sistem amongnya. baik dengan penggunaan metode mengajar yang sesuai. 2/1989 tentang Pendidikan Nasional. tidak menjalin hubungan yang baik di antara sesamanya. maupun dengan penyediaan alat belajar yang cukup. Peseta didik tidak dapat dipandang sebagai obyek semata yangharus patuh kepada kehendak dan kemauan guru. baik jasmani. Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang ufur dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan sebagai insan dewasa. serta pengaturan organisasi kelas yang mantap. Dalam tut wuri terkandung maksud membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikannya. Untuk menciptakan suasana kerja yang baik ini ada dua hal yang harus diperhatikan. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja. dan bukanlah mendikte peserta didik. baik jasmani maupun rohani.dapat kita lihat bahwa hubungan guru dengan teman sejawatnya berlangsung seperti halnya dengan profesi kedokteran. bukan mengejar. utuh. dalam arti membimbing atau mengajarnya. Penciptaan suasana kerja menantang harus . ataupun pendektan lainnya yang diperlukan. F. Mottto tut wuri handayani sekarang telah diambil menjadi motto dari Departemen Pendidikan Nasional RI. Sikap Terhadap Anak Didik Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa: Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.

Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. keterampilan. baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar. guru selalu dituntut untuk secara terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. namun bila seseorang telah memilih untuk memasuki profesi guru. Dalam menjalin kerjasama dengan orang tua dan masyarakat. Dapat saja kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut berupa tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka. sekolah dapat mengambl prakarsa. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat. Ia harus mau dan mampu melaksanakan tugsnya serta mampu melayani dengan baik pemakai jasa yang membutuhkannya. terutama menanggulangi kekurangan fasilitas ataupun dana penunjang kegiatan sekolah. dapat kita simpulkan bahwa sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif. Orang yang telah memilih suatu karier tertentu biasanya akan berhasil baik. dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati. untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir yang keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi: Guru secara pribadi dan bersama-sama. dalam hal ini peserta didik dan para orang tuannya. di waktu justru digunakan peserta didik di luar sekolah. misalnya dengan cara mengundang orang tua sewaktu pengambilan rapor. Ini dimaksudkan untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Oleh karenay. guru harus selalu dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat. guru akan berada dala bimbingan dan pengawasan pihak atasan. ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu. Keharusan guru membina hubungan dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya ini merupakan isi dari butir ke lima Kode Etik Guru Indonesia. Barangkali tidak semua orang dikaruniai sifat seperti itu. mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar. dan mutu layanannya. mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. ia committed dengan pekerjaannya. G. H. ia akan berbuat apa pun agar kariernya berhasil baik. baik di sekolah maupun di luar sekolah. Sikap Terhadap Pemimpin Sebagai salah seorang anggota organisasi. orang tua. dan masyarakat sekitar. Agar pendidikan di luar ini terjalin dengan baik dengan apa yang dilakukan oleh guru di sekolah diperlukan kerja sama yang baik antara guru. Kerja sama juga dapat diberikandalam bentuk usulan dan malahan kritik yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bersama dan kemajuan organisasi. di mana tiap anggota organisasi itu dituntut berusaha untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan organisasi tersebut. Guru . bila dia mencitai dengan sepenuh hati. yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. baik secara pribadi maupun secara kelompok. Sikap Terhadap Pekerjaan Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik. yakni di rumah dan di masyarakat sekitar. amatlah beralasan bahwa orang tua dan masyarakat bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka. mengikutsertakan persatuan orang tua siswa atau Komite Sekolah dalam membantu meringankan permasalahan sekolah. Oleh sebab itu. Hanya sebagian kecil dari waktu.dilengkapi dengan terjalinnya hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya. Dalam butir keenam ini dituntut kepada guru. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. Artinya. terutama bila berhubungan dengna peserta didik yang masih kecil.oleh sebab itu. Sudah jelas bahwa pemimpin suatu unit atau organisasi akan mempunyai kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya.

(3) masyarakat madani. waktu.com Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Pembahasan sebelumnya memberikan gambaran bahwa secara konsep gur sebagai tenaga profesional harus memenuhi berbagai persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional. Kemajuan teknologi kkomunikasi telah mebuat jarak dan waktu semakin pendek dan cepat. yaitu dalam menghadapi masyarakat abad 21. A. negara-negara. Namun emikian.blogspot. setidaknya terdapat tiga karakteristik masyarakat di abad 21. dan mengarahkan peserta didik dalam menumbuhkan semangat keunggulan. dan memiliki kepribadian serta budi pekerti luhur yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Secaar formal. (2) masyarakat terbuka. . artinya guru mengikuti berbagai pendidikan lanjutan atua kursus yang sesuai dengan bidang tugas. membina. Untuk meningkatkan mutu profesi secara sendiri-sendiri. sehingga dapat mengubah cara berfikir dan bertindak bahkan mengubah bentuk dan pola hidup manusia yang sama sekali berlainan dengan kehidupan sebelumnya. Berikut ini diuraikan sejauh mana tantangan guru di masa depan sebagai wawasan dalam rangka menambah khasanah untuk dipergunakan sebagai pertimbangan dalam meningkatkan profesionalisme guru.html Copyright aadesanjaya. sehingga seolaholah dunia menjadi satu tanpa ada sekat yang membatasi bangsa-bangsa. yaitu: (1) masyarakat teknologi. radio. dan sebagainya. kita semua mengetahui bahwa begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang guru dalam upaya untuk melaksanakan tugasnya secara profesional di masa datang.blogspot.sebagaimana juga dengan profesi lainnya. Sebagai seorang profesional.com/2010/11/sikap-profesional-keguruan. Masyarakat Teknologi Masyarakat teknologi yang dimaksud adalah suatu masyarakat yang telah melek teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi. dan kemampuannya. tidak mungkin dapat meningkatkan mutu dan martabat profesinya bila guru itu tidak meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilannya. motivasi belajar. Persoalan ini masih ditambah adanya berbagai tantangan ke depan yang masih kompleks di era global ini. Read more at: http://aadesanjaya. perlu melihat karakteristik masyarakat di era globalisasi dikaitkan dengan peran pendidikan. baik secara kuantitas. Menurut Tilaar (1999). ataupun membaca buku teks dan pengetahuan lainnya yang cocok dengan bidangnya.guru dapat melakukannya secara formal maupun informal. kualitas maupun profesionalitas guru. sementara kondisi riil di lapangan masih amat memperhatikan. Secara informal guru dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya melalui mass media seperti televis. a. guru seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas membimbing. majalah ilmiah. Gambaran Masyarakat Abad 21 Untuk memberikan gambaran tentang tantangan guru yang prfeesional di masa depan. karena ilmu dan pengetahuan yang menunjang profesi itu selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. keinginan. koran.

berprestasi dan memberikan sesuatu sesuai dengankapasitasnya. yang pada akhirnya melahirkan masyarakat terbuka. b. baik masyarakat lokal maupun masyarakat dunia. agar tidak menjadi bangsa pelayan yang dapat diperintah bangsa lain. Pendidikan dapat menumbuhkan pemahaman etika yang benar. peran pendidikan sangat penting dan strategis. Masayraakat madani tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat yang saling hormatmenghormati. Selain itu. ulet. Tetapi sebaliknya. lebih kreatif dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. disiplin. dalam masyarakat terbuka diperlukan manusia yang mampu mengembangkan kapasitasnya agar menjadi manusia dan bangsa yang kuat. serta menjunjung tinggi rasa kebersamaan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Untuk itu. Manakala pendidikan mengisyaratkan adanya keharusan peserta didik untuk menguasai teknologi. dan fasilitas kepada masyarakat dan peserta didik untukmemperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. termasuk nilai-nilai etis yang diyakini kebenarannya. yang menghormati prestasi individual. Peran pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu masyarakat dan bangsa. yang mengakui akan hak-hak asasi manusia. di samping penguasaan teknologi itu sendiri. maka tentu tidak kalah pentingnya peran guru itu sendiri untuk lebih dulu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan teknologi terkini kepada peserta didiknya. di mana setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. yang disebabkan kurangnya penghayatan terhadap etika. dan berprestasi. terutama dalam memberikan bimbingan. agar kehidupan manusia tidak terancam oleh karena kemjuan teknologi itu sendiri. Untukitu. termasuk mempengaruhi budaya bangsa lain. maka akan menjadi manusia dan masyarakat yang lemah dan tidak berdaya. Setiap manusia mempunyai kesempatan yang tidak terbatas untuk belajar dan megnembangkan diri atau bahakan melalui kapasitasnya memberikan sumbangankepada masyarakat lainnya. bila kapasitas sumber daya manusia itu tidak dikembangkan. tetapi dapat pula menghancurkan kebudayaan umat manusia. antara bangsa satu dengan bangsa lain dapat saling mempengaruhi dalam berbagai hal. dan masyarakat yang turut bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dari masyarakatnya. tetapi berdasarkan pada kemampuan individual. Hal itu mengancam kehiudpan masyarakat lain oleh karena adanya kemungkinan penguasaan atau dominasi oleh mereka yang lebih kuat. Dalam maysarakat seperti itu. sehingga tidak menjadi korban dan tertindas oleh zaman yang penuh dengan persaingan. kreatif. dalam mengiringi kemajuan teknologi tersebut diperlukan upaya penghayatan.bahkan pribadi-pribadi. yang pada akhinya akan menjadi boneka atau korban bagi mereka yang lebihkuat. membuat dunia menjadi satu seolah tanpa sekat. sehingga komunikasi antar pribadi menjadi makin dekat dan hampir tanpa hambatan. Kemajuan teknologi dapat memajukan kehidupan manusia. semangat. Masyarakat madani tumbuh dan berkembang bukan dengan sendirinya dan bukan tanpa . Masyarakat madani adalah masyarakat yang saling menghargai satu dengan yang lain. dorongan. yang berprestasi dan yang memilikimodal terhadap masyarakat yang lemah. tidak kalah pentingnya adalah peran pendidikan dalam memberikan arahan dan bimbingan agar penguasaana teknologi tidak menjadi bumerang bagi masyarakat. memiliki toleransi dan tanggungjawab terhadap kehiudpan pribadi maupun masyrakatnya. bukan atas dasar asal-usul atau keturunan. Dalam masyarakat terbuka. c. Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan wujud dari suatu masyarakat terbuka. berkarya. Masyarakat Terbuka Lahirnya teknologi komunikasi yang demikian maju. tidak berdaya dan miskin.

yang pada akhirnya dikhawatirkan dapat mengancam kesatuan dan persatuan sebagai bangsa. Tantangan intenal adalah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia. lunturnya rasa hormat dengan orang tua. Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Berdasarkan paparan di atas. dan fenomena rendahnya mutu pendiidkan. Dalam pengertian ini. sering terjadinya benturan fisik antara peserta didik. b. Sejalan dengan itu. Penguatan nilai kesatauan dan pembinaan moral bangsa Krisis yang berkepanjangan memberi kesan keprihatinan yang dalam dan menimbulkan berbagai dampak yang tidak menguntungkan terhadap kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Hal itu terutama dapat dilihat mulai adanya gejala menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat. tetapi masyarakat yang dibangun melalui pendidikan. Tantangan guru profesional untuk menghadapi masyarakat abad 21 tersebut dapat dibedakan menjadi tantangna yang bersifat internal dan kesternal. pemberlakuan otonomi daerah memberikan peluang melakukan berbagai perubahan dalam penataan sistem pendidikan yang pada hakekatnya adalah memberikan kesempatan lebih besar kepad adaerah dan sekolah untuk mengembangkan proses pendidikan yang bermutu sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Rasa persatuan yang telah berhasil ditanam berarti bahwa seseorang merasa bangga menjadi bangsa Indonesia yang berarati pula bangsa terhadap kebudayaan Indoensia yang menjunjung tinggi etika dan nilai luhur untuk siap menjadi masyarakat abad 21 yang kuat dan dapat mewujudkan demokrasi dalam arti sebenarnya.upaya terencana. dan produktif dan tidak sekedar menjadi manusia yang selalu mengekor seperti µbebek¶ yang hanya menerima petunjuk dari atasan dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. 1. diantaranya penguatan nilai kesatuan dan pembinaan moral bangsa. pelaksanaan otonomi daerah. Pendidikan berupaya menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik dan tantangan nyata bagi guru adalah bagaimana seorang guru memilikikepribadian yang kuat dan matang untuk dapat menanamkan nilai-nilai moral dan etika serta meyakinkan peserta didik terhadap pentingnya rasa kesatuan sebagai bangsa. yaitu kesamaan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak dan juga kewajiban yang sama bagi masyarakat untuk membangun pendidikan yang bermutu. termasuk potensi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai bentuk untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan. kritis. pengembangan nilainilai demokrasi. Pengembangan nilai-nilai demokrasi Demokrasi dalam bidang pendidikan adalah membangun nilai-nilai demokratis. Tantangan Internal a. Pendidikan pada dasarnya tidak terlepas dari peran penting guru sebagai tulang punggung dan penopang utama dalam proses penyelenggaraan pendidikan. setidaknya kita dapat memperoleh gambaran tentang apa dan bagaimana karakteristik masyarakat pada abad 21 dan apa peran pendidikan pada masa yang akan datang serta tantangan bagi seorang guru untuk menyikapinya. Kunci terwujudnya masyarakat madani adalah pendidikan. Pendidikan berbasis masyarakat dan . Sementara tantangan eksternal adalah tantangan guru profesional dalam menghadapi abad 21 dan sebagai bagian dari masyarakat dunia di era global. dan mulai adanya indikasi tidak saling menghormati antara sesama teman. kreatif. perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam sistem pendidikan nasional. guru sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri mempunyai tantangan bagiamana membantu dan mengembangkan diri peserta didik menjadi manusia yang tekin. karena melalui pendidikan dapat dibangun sumberdaya yang berkualitas dengna kepribadian yang sesuai dengan budaya serta kesadaran individu hidup berdampingna untuk mencapai tujuan bersama. B. menurunnya rasa kebersamaan.

Masyarakat yang demikian menuntut adanya pelayanan yang profesional dari para pelakunya dan guru adalah seorang profesional dalam masyarakat seperti itu. inovatif. hanya dapat dibentuk oleh suatu sistem pendidikan yang kondusif dan memiliki guru yang profesional dalam bidangnya. memerlukan manusia yang bermutu dan dapat bersaing dengan sehat. secara individual ada beberapa diantara peserta didik mampu menunjukkan prestasinya di lomba-lomba bertaraf internasional. Dalam masyarakat abad 21. Dalam melakukan persaingan.com . tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. kompetisi dan kerjasama yang saling menguntungkan. Dengan demikian par asisiwa mempunyai bekal yang memadai. tantangan bagi guru dalam wacana desentralisasi pendidikan adalah bagaimana melakukan inovasi pembelajaran sehingga dapat membimbing dan menuntun peserta didik mencapai prestasi yang diharapkan. yaitu kehidupan dalam dunia yang terbuka dan seolah tanpa batas.manajemen berbasis sekolah merupakan perwujudan nyata dari demokrasi dan desentralisasi pendidikan yang bertujuan untuk lebih memberdayakan sekolah dan masyarakat dalam proses pendidikan demi mencapai prestasi sesuai kemampuannya. Proses pendidikan dalma masyarakat abad 21 adalah suatu interaksi antara guru dengna peserta didik sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat yang demokratis dan terbuka.com/2010/11/tantangan-guru-sebagaitenaga. Untuk itu. seperti pada Olimpiade Fisika. Untuk itu. guru dituntut untuk berperlaku dan memiliki karakteristik profesional oleh karena tuntutan dan sifat pekerjaanya dan bersaing dengan profesi-profesi lainnya. Walaupun demikian. dan kompetitif. Dengan kata lain. hanya akan menerima seoran gyang profesional dalam bidang pekerjaannya. Tantangan guru pada masyarakat abad 21 aldaha bagaimana menjadi seorang guru yang profesional untuk membangun masyarakat yang mandiri. diperlukan proses pendidikan yang bermutu dan kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah mutu guru. Dengan situasi kehidupan demikian. tantangan bagi guru profresional dalam menghadapi globalisasi adalah bagaimana guru yang mampu memberi bekal kepada peserta didik. termasuk para guru yang profesional. menjunjung tinggi rasa kebersamaan. tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat sebagai bangsa Indonesia. kreatif. Read more at: http://aadesanjaya.html Copyright aadesanjaya. c. Guru memiliki peran strategis dalam rangka mewujudkan prestasi bagi peserta didiknya. saling menghormati atas dasar kemampuan individual. Kemampuan individu untuk bersaing seperti itu. diperlukan mutu individu yang kreatif dan inovatif. Kehidupan global yang terbuka. Tantangan Eksternal Kecenderungan kehidupan dalam era globalisasi adalah mempunyai dimensi domestik dan global. juga menanamkan sikap disiplin. Fenomena rendahnya mutu pendidikan Berbagai hasil studi dan pengamatan terhadap mutu pendidikan pada berbagai negara menunjukkan bahwa secara makro mutu pendidikan di Indonesia masih rendah.blogspot. berprestasi. selain ilmu pengetahuan dan teknologi. akan melahirkan tantangan dan peluang untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakatnya. Untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas.blogspot. memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. seakan-akan dunia seperti sebuah kampuang dengan ciri perdagangan bebas. dan bahkan secara nilai rata-rata di bawah peringkat negara Asean lainnya. 2. dan mematuhi nilai-nilai hukum yang berlaku dan disepakati bersama.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.