Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta

didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

[sunting] Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?] Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

[sunting] Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
y y y y

Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat. Melestarikan kebudayaan. Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
y

y

y

Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka. Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga

y

diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya. Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
y y y y y

Transmisi (pemindahan) kebudayaan. Memilih dan mengajarkan peranan sosial. Menjamin integrasi sosial. Sekolah mengajarkan corak kepribadian. Sumber inovasi sosial.

Makalah Tentang Model Pembelajaran Kooperatif Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam membelajarkan matematika kepada siswa, apabila guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran matematika cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan tersiksa. Oleh karena itu dalam membelajarkan matematika kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.

B. Tujuan Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca,

khususnya para mahasiswa jurusan matematika, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Lampung agar nantinya dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.

Bab II Model Pembelajaran Kooperatif

A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Usaha-usaha guru dalam membelajarkan siswa merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama. Menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani(2005), model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran. Pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guru adalah model pembelajaran kooperatif.

Apakah model pembelajaran kooperatif itu? Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Nur (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran yang lain. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.

B. Prinsip Dasar Dan Ciri-Ciri Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Nur (2000), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif

sebagai berikut: 1.Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. 2.Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota 3.kelompok mempunyai tujuan yang sama. 4.Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya. 5.Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi. 6.Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. 7.Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Sedangkan ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : 1. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai. 2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. 3. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masingmasing individu. Dalam pembelajaran kooperatif dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain.

C. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Terdapat 6(enam) langkah dalam model pembelajaran kooperatif. 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan

Membimbing kelompok belajar. Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Guru menyajikan informasi kepada siswa.Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa. Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja siswa dalam kelompok kelompok belajar. 1. 3. 5. 6. Menyajikan informasi. jenis kelamin dan suku.Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok . 1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Guru menginformasikan pengelompokan siswa. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Model STAD.Memberikan penghargaan. 4. Tipe pembelajaran inilah yang akan diterapkan dalam pembelajaran matematika. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya. 2. Bab III Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD A. Evaluasi. Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks. dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Guru memberi penghargaan hasil belajar individual dan kelompok. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan. B. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin. Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. saat kuis mereka tidak boleh saling membantu. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.

60 menit secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja dalam kelompok. mengulang konsep dan menjawab pertanyaan. sedang dan rendah) Yang didapat dari hasil akademik (skor awal) sebelumnya. latar belakang sosial. Siswa mengikuti presentasi guru dengan seksama sebagai persiapan untuk mengikuti tes berikutnya b. Dalam menjawab tes. 2. Pengembangan Dilakukan pengembangan materi yang sesuai yang akan dipelajari siswa dalam kelompok.Sebelum menyajikan guru harus mempersiapkan lembar kegiatan dan lembar jawaban yang akan dipelajarai siswa dalam kelompok-kelomok kooperatif. Materi pelajaran dipresentasikan oleh guru dengan menggunakan metode pembelajaran. Pendahuluan Di sini perlu ditekankan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok dan menginformasikan hal yang penting untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari. Di sini siswa belajar untuk memahami makna bukan hafalan. Kemudian menetapkan siswa dalam kelompok heterogen dengan jumlah maksimal 4 . kesenangan bawaan/sifat (pendiam dan aktif). Penyajian Materi Pelajaran a. Jika siswa telah memahami konsep maka dapat beralih kekonsep lain. siswa diberikan tes secara individual. atau memperbaiki miskonsepsi. Penghargaan kelompok Setiap anggota kelompok diharapkan mencapai skor tes yang tinggi . Guru memberi bantuan dengan memperjelas perintah. Kelompok diharapkan bekerja sama dengan sebaik-baiknya dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran. membandingkan jawaban. c. Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan sebagai nilai perkembangan kelompok.Kemampuan akademik (pandai. b).Evaluasi Dilakukan selama 45 . Setelah kegiatan presentasi guru dan kegiatan kelompok. 3. 4. Praktek terkendali Praktek terkendali dilakukan dalam menyajikan materi dengan cara menyuruh siswa mengerjakan soal. siswa tidak diperkenankan saling membantu. 5.6 orang. para siswa bersama-sama mendiskusikan masalah yang dihadapi. Pertanyaan-peranyaan diberikan penjelasan tentang benar atau salah. Dalam kegiatan kelompok ini. Perlu diingat pembagian itu harus diseimbangkan sehingga setiap kelompok terdiri dari siswa dengan siswa dengan tingkat prestasi seimbang. Jenis kelamin. memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan masalah agar siswa selalu siap dan dalam memberikan tugas jangan menyita waktu lama. Isi dari LKS selain materi pelajaran juga digunakan untuk melatih kooperatif. aturan heterogenitas dapat berdasarkan pada : a).Kegiatan kelompok Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan yang akan dipelajari siswa. dll.

himpunan-himpunan. hebat dan super. Dengan penyajian materi yang tepat dan menarik bagi siswa. Pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. dll. C.karena skor ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan skor rata-rata kelompok. Dari hasil nilai perkembangan. BAB IV Simpulan dan Saran A. Materi Matematika yang Relevan dengan STAD. 3. Materi-materi matematika yang relevan dengan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah materi-materi yang hanya untuk memahami fakta-fakta.Perhitungan ulang skor awal dan pengubahan kelompok Satu periode penilaian (3 ± 4 minggu) dilakukan perhitungan ulang skor evaluasi sebagai skor awal siswa yang baru. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda 2. maka penghargaan pada prestasi kelompok diberikan dalam tingkatan penghargaan seperti kelompok baik. Kemudian dilakukan perubahan kelompok agar siswa dapat bekerja dengan teman yang lain. Keunggulan Model Pembelajaran Tipe STAD Keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah adanya kerja sama dalam kelompok dan dalam menentukan keberhasilan kelompok ter tergantung keberhasilan individu. seperti halnya pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memaksimalkan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pada intinya konsep dari model pembelajaran tipe STAD adalah Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut . 6. konsepkonsep dasar dan tidak memerlukan penalaran yang tinggidan juga hapalan. D. Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dalam seting pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengubah pembelajaran dari teacher center menjadi student centered. bilangan jam. misalnya bilangan bulat. sehingga setiap anggota kelompok tidak bisa menggantungkan pada anggota yang lain. Simpulan 1.

Media Pembelajaran (Model-model Pembelajaran). (2003). dan untuk setiap konsep ditentukan metode atau pendekatan yang akan digunakan serta keterampilan proses yang akan dikembangkan. Model dan Strategi Dalam Pembelajaran Matematika.blogspot. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya. 2.Agar pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses berorientasi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat berjalan. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. Tim PPPG Matematika.Saran 1.Diharapkan guru mengenalkan dan melatihkan keterampilan proses dan keterampilam kooperatif sebelum atau selama pembelajaran agar siswa mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta dapat menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. dan menentukan semua konsep-konsep yang akan dikembangkan. Yogyakarta: PPPG Matematika. silahkan anda baca makalah di bawah ini.html Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia. 2001 Pembelajaran Kooperatif. sebaiknya guru membuat perencanaan mengajar materi pelajaran. DAFTAR PUSTAKA Ismail. Sri Wardhani.com/2009/11/makalah-tentang-modelpembelajaran. Beberapa Teknik. Yogyakarta: PPPG Matematika. (2003). Widowati. mudah mudahan . Bagaimanakah professional guru?. (2006). Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SLTP. Bahan Ajar Diklat di PPPG Matematika. Contoh Silabus dan RPP Matematika SMP. sumber asli: http://makalah-di. Budijastuti.

Secara nasional. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar .SMP. dll. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik.M. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab.). Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani.makalah ini dapat membantu anda. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. belum lagi dikorupsi sana-sini. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. J.Pd. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik.Hasan. baik kesejahteraan secara materiil (gaji. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. Galbreath. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Pengertian Profesi Makagiansar.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. sebagian besar guru SD.SMA. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Kecilnya anggaran pendidikan. M. pengembangan bahan ajar. B. honor.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. Menurut Dra. BAB I PENDAHULUAN A. maupun pembinaan . Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C. Y. antara lain: (a) sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. Ani M. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. bermakna dan menyenangkan.

Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. setelah beberapa saat mereka menjadi guru.lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. Itu sebabnya. Dan bagi saya itu oke. frustasi. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. membuat guru-guru mapel UAN menjadi . Lisensi keguruan. dll). Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. mereka keluar begitu saja. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. Saya tidak punya data. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. dengan maraknya sistem les privat. dll. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan.. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. dari pengalaman. perbankan. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. Kalaupun diterima. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima.ketika ada peluang lain. dll. Lalu secara ekonomis. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh pendidikan keguruan. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. Bahasa Inggris. bukan bakat alami. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. Matematika yg diuji dalam UAN. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. jengkel. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). Harus diakui. metode mengajar dan psikologi. pelatihan. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus.

primadona. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. C. diselesaikan. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. Karena sekolah merupakan medan belajar. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. mengajar adalah profesi hati. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. Padahal keduanya jelas berbeda. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. Itu bagus bagi guru tsb. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. Namun. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. Maka apabila ada kegagalan peserta didik.. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. C. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. bukan menyiksa apalagi mengancam. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. Oleh karena itu. Kondisi itulah yang harus dihadapi. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. Oleh karena itu. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. menghargai murid. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. dll. Bisa menimbulkan iri hati. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan . dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Dari 18 pasal yang ada.

(Online) (http://members. karena menjadi guru berkat kemampuannya. D. K. 1991. C. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia. 1998. Teacher in England and Wales. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. Jakarta: Grasindo. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. Jakarta: Depdikbud . Mengangkat Citra dan Martabat Guru. September 1998. http://makalahfrofesikependidikan. The Science Teacher. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral.blogspot. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. S. Sumargi.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. memang adalah tanggung jawab negara.html. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. bukan karena menyuap B.html Supriadi. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. Caranya.R. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. 2001. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN.Yang Maha Esa. realistis. Stiles. 1998.com/PTRFWEB/journal1040. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. 2001. dan Loucks-Horsley.E. Journal PAT. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. tetapi porsinya harus tetap kecil. 3-4/1996. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. Suara Guru No. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat. aol. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta). dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. 1996. Y. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. April/Mei 2001. Makalah Dipresentasikan. bukan tanggung jawab orang tua murid. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs). diakses 7 Juni 2001) Semiawan.

Pengertian Profesi Makagiansar.Read more at: http://aadesanjaya. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. Bagaimanakah professional guru?.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. BAB I PENDAHULUAN A. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran. antara lain: (a) . B. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. sebagian besar guru SD. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C.SMA.blogspot. Y. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik. mudah mudahan makalah ini dapat membantu anda.blogspot. M. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. silahkan anda baca makalah di bawah ini. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai.com Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. pengembangan bahan ajar. bermakna dan menyenangkan.SMP.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia. Secara nasional.html Copyright aadesanjaya.

Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru.). Harus diakui.ketika ada peluang lain. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis. dari pengalaman. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. pelatihan. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. dll). Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh . Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. belum lagi dikorupsi sana-sini. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. Kecilnya anggaran pendidikan. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. Lisensi keguruan. Kalaupun diterima. perbankan. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. dll. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar . bu-kan sematamata segi materinya belaka B. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik.M. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. J. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. maupun pembinaan lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. honor. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. Galbreath. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. baik kesejahteraan secara materiil (gaji. Ani M.sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. Itu sebabnya. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. mereka keluar begitu saja. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. bukan bakat alami. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. Menurut Dra. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab.Pd. dll.Hasan. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. Dan bagi saya itu oke. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen.

pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. Bisa menimbulkan iri hati. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. dll. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. dan itu akan menurunkan semangat mengajar.. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. dll. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. bukan menyiksa apalagi mengancam. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. dengan maraknya sistem les privat. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. frustasi. diselesaikan. jengkel. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. Itu bagus bagi guru tsb. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. membuat guru-guru mapel UAN menjadi primadona. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. C. Karena sekolah merupakan medan belajar. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. Lalu secara ekonomis. Kondisi itulah yang harus dihadapi. metode mengajar dan psikologi. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. Matematika yg diuji dalam UAN. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan . Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). Oleh karena itu. mengajar adalah profesi hati. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia.. Bahasa Inggris. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Oleh karena itu. Saya tidak punya data.pendidikan keguruan.

Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). C. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. menghargai murid. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. realistis. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga . Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. Padahal keduanya jelas berbeda. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Namun. Caranya. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya.untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. Dari 18 pasal yang ada.

aol. September 1998. Jakarta: Depdikbud Read more at: http://aadesanjaya. 1998. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat. Suara Guru No.html. D. karena sebagian guru tidak menerapkan dengan sepenuhnya apa profesi guru yang sebenarnya. karena menjadi guru berkat kemampuannya. Sumargi. tidak akan muncul generasi pintar yang . Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21.blogspot. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. tetapi porsinya harus tetap kecil. Tanpa guru. 2001. (Online) (http://members. bukan karena menyuap B. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati.html Copyright aadesanjaya.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. 2001.R. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. http://makalahfrofesikependidikan. diakses 7 Juni 2001) Semiawan.E. Stiles.com Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru adalah makalah yang berkaitan dengan proritas kerja guru dimana guru itu harus bekerja sesuai dengan profesinya. The Science Teacher. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. Journal PAT.blogspot. Teacher in England and Wales. 1991. Latar Belakang Lagu himne guru menunjukkan betapa pentingnya keberadaan seorang guru bagi kehidupan seorang manusia dalam mengenal dunia. C. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta).rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. 1998. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. Jakarta: Grasindo. Makalah Dipresentasikan. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. Untuk lebih jelasnya silahkan anda simak makalah di bawah ini.com/PTRFWEB/journal1040.html Supriadi.blogspot. memang adalah tanggung jawab negara. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia. bukan tanggung jawab orang tua murid. 3-4/1996. dan Loucks-Horsley. S. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs). 1996. A. April/Mei 2001. K.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. Y.

Para guru diberi julukan Sensei yang dalam kebudayaan Jepang mempunyai kedudukan sosial yang amat dihormati. tentara. Semua orang pasti mengakui jasa seorang guru bagi dirinya walau hanya di dalam hati. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. Pascakemerdekaan sampai tahun 1950-an. PROFESIONAL Secara politis. kini menjadi profesi yang kurang diminati dan dihargai dibanding dengan profesi lainnya. Dalam masyarakat Jawa ada ungkapan. Ani M. mengingat ungkapan pada masa kolonial mengatakan bahwa seorang inlander cukup hidup dengan segobang (2. Mereka mendapat imbalan jasa yang memadai untuk hidup sejahtera bersama keluarga. Guru dipandang sebagai pemimpin masyarakat yang disegani dan mempunyai status ekonomi yang relatif tinggi. orang wajib menaati pertama-tama gurunya. Wanita Guru Pertama dari Mandailing. Para guru masih dilihat dan diperlakukan bukan hanya sebagai pendidik yang pantas digugu dan ditiru di sekolah. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. atau profesi lainnya dibanding menjadi seorang guru. tetapi mereka hanya mengakui dengan tanpa upaya memberikan suatu penghargaan yang lebih dibanding kepada profesi lain. Suatu jumlah yang amat besar waktu itu. Tingginya citra guru pada zaman penjajahan dan awal kemerdekaan di Indonesia berkait erat dengan citra masyarakat memandang profesi guru. dan . Pada masa itu. tetapi juga sebagai pemimpin masyarakat yang terhormat. bu-kan semata-mata segi materinya belaka Pada masa penjajahan Jepang. B. Tujuan Prioritas kerja Profesi Guru. B. Untuk mengetahui prioritas dsan kesahteraan guru C. insinyur. polisi. Pengertian Profesi Menurut Dra. Rumusan Masalah Bagaimanakah sebenarnya Prioritas Kesejahteraan Guru Prioritas kerja Profesi Guru A. status profesi guru juga masih terhormat. Dengan kebijakan memberikan pendidikan dasar pada sementara inlander untuk tugas-tugas administratif yang diperlukan penjajah. relasi guru dengan padepokan-padepokan sebagaimana terungkap dalam hubungan dengan para kyai di pesantren-pesantren. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu.Hasan. guru ratu wong tuwo akaro. guru sungguh dilihat sebagai pemimpin yang digugu dan ditiru. Dari sisi budaya.Pd. pada tahun 1920-an misalnya. status profesi guru memang sangat tinggi. Artinya. Akibatnya. Dalam masa awal perjuangan kemerdekaan. guru diperlukan pemerintahan penjajah dalam rangka menunjang politik etisnya.akan membangun bumi ini. kemudian rajanya.M. citra dan status profesi guru dalam masyarakat juga masih tinggi. Pada jaman penjajahan Belanda. dalam Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ditulis. tetapi juga ada yang ikut aktif menjadi tentara rakyat dan berperang mengusir penjajah. Dalam buku Siti Sahara. politis dan budaya) pemegang profesi yang bersangkutan dan kredibilitas professional para guru.5) sen sehari. profesi guru yang dulu merupakan profesi yang paling bergengsi dan menjadi dambaan bagi generasi muda pada zaman leluhur kita. guru dicitrakan amat bagus karena berkait erat dengan status sosial (ekonomis. Status ekonomi para guru pada waktu itu memang tinggi. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menjadi seorang dokter. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. para guru juga dihargai karena mereka bukan saja mengambil peran amat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ibu Guru Siti Sahara mempunyai gaji sebesar 40 gulden sebagai guru Kepala Sekolah Wanita di Bireum.

tetapi sebenarnya tidak mempunyai maksud menjadi guru. Ketiga watak kerja tersebut mencoba menempatkan kaum profesional (kelompok sosial berkeahlian) untuk tetap mempertahankan idealisme yang menyatakan bahwa keahlian profesi yang dikuasai bukanlah komoditas yang hendak diperjual-belikan sekadar untuk memperoleh nafkah.harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi. bahwa kerja seorang profesional . Pertama. Lebih lanjut dijabarkan. melainkan dengan memperbaiki citranya dalam masyarakat. Kedua. sehingga terpaksa masuk ke pendidikan guru.diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral .serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut . eksklusif dan berat. profesionalisme dalam tiga watak kerja yang merupakan persyaratan dari setiap kegiatan pemberian "jasa profesi" (dan bukan okupasi). sementara mereka yang sudah menjadi guru beralih ke profesi lain yang memberikan kesejahteraan lebih baik. Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus. bahwa kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang. Hal ini perlu ditekankan benar untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi. jumlah guru SD yang berpindah profesi per Juli 2004 sudah mencapai 50. Ketiga. mereka memang bersekolah di Sekolah Pendidikan Guru. Perbaikan citra erat kaitannya dengan mengubah cara pandang masyarakat terhadap pekerjaan guru. Banyak orang tak mau menjalani profesi tersebut. Dari uraian itu. Ada yang karena tidak diterima di sekolah lain.108 guru yang ada. jelas salah satu cara mengangkat citra guru bukan dengan memberikan sertifikasi seperti pengacara atau dokter. Dengan demikian. Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat. berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan .baru orang tuanya. bahwa kerja seorang profesional itu beriktikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti.untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto. Menurut penelitian Dr Martinus Tukir Handoko dari sekian banyak guru sebenarnya pada mulanya tidak mempunyai motivasi menjadi guru. 1999). menjadi pengacara atau dokter yang memperoleh izin membuka praktik sendiri manakala imbalan dari pekerjaan resminya sangat kecil. guru harus patuh terhadap norma-norma yang dibuat oleh kekuasaan di luar dirinya sendiri. yayasan atau pemerintah. Menurut data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. melainkan suatu kebajikan yang hendak diabdikan demi kesejahteraan umat manusia. Menjadikan guru sebagai profesi tidak menjamin citra guru akan meningkat. karena ekonomi keluarganya yang lemah. Mending. kini citra guru sudah telanjur terpuruk dan bahkan pekerjaan guru dianggap pelarian karena tidak ada pekerjaan yang lebih layak. dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) di dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Pada mulanya. Bahkan guru semakin dituntut pengabdiannya yang besar kepada masyarakat bahkan dengan imbalan yang amat rendah. dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil. Guru sangat tergantung pada pekerjaan yang diciptakan oleh orang lain entah itu perorangan. ada yang karena dipaksa orang tuanya. Kalau di dalam pengamalan profesi yang diberikan .6 persen dari 993. Persoalannya.

B. Ironis memang. kini dianggap sebagai profesi "murah" dan menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Kode Etik Guru KODE ETIK GURU INDONESIA Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya Guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan A. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul-betul menjadi guru. Kalaupun ada. jika pemerintah mau sungguh-sungguh. kemandirian berpikir. Mereka yang tidak tertampung oleh pasar kerja. Faktor-faktor tersebut antara lain: Penghasilan yang diperoleh guru belum mampu memenuhi kebutuhan hidup harian keluarga secara mencukupi. yang jelas akan berbeda nilainya dengan pemberian upah yang hanya pantas diterimakan bagi para pekerja upahan saja. sebagaimana zaman penjajahan. Di samping itu. Oleh karena itu. Kesimpulan Masih rendahnya tingkat profesionalisme guru saat ini disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari internal guru itu sendiri dan faktor lainnya yang berasal dari luar. Hal itu merupakan akibat dari mudahnya pemerintah memberikan izin pendirian LPTK (Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan). meledaknya jumlah lulusan sekolah guru dari tahun ke tahun. upaya untuk menambah pengetahuan dan informasi menjadi terhambat karena dana untuk membeli buku. Hal ini bukanlah harus dilawan oleh guru secara fisik atau perang kata-kata agar yang lain mau mengakui dan menerima guru sebagai tenaga yang profesional yang berjasa bagi pembangunan negeri ini. 3) kurang efektifnya cara pengajaran. hal itu tidak seimbang dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan. Bahkan. Serta. J Sudarminta mengatakan. 6) kurangnya kematangan emosional. Komitmen politik . C. tidak tersedia. untuk memenuhi kebutuhan dapur harus juga melakukan kerja sampingan lainnya.ternyata ada semacam imbalan (honorarium) yang diterimakan. internet. guru yang telah banyak menghasilkan para pemimpin. mencoba menjadi guru. hal itu semata hanya sekadar "tanda kehormatan" (honour) demi tegaknya kehormatan profesi. dari sisi guru sendiri rendahnya mutu guru tampak dari gejala: 1) lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. sehingga profesi ini menjadi pekerjaan yang "murah". Namun. politisi dan ilmuwan serta berbagai profesi lainnya. jelas tidak mungkin. 5) lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. berlangganan koran. Saran Mengangkat citra guru. seperti perbaikan insentif material dan kesejahteraan hidup. dan keteguhan sikap sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik dan 7) relatif rendahnya kapasitas intelektual calon guru dan para guru. 2) ketidaksesuaian antara bidang studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan di lapangan dijabarkan. kurangnya minat guru untuk menambah wawasan sebagai upaya meningkatkan tingkat profesionalisme sebab bertambah atau tidaknya pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan tugas rutin tidak berpengaruh terhadap pendapatan yang diperolehnya. 4) kurangnya wibawa guru di hadapan murid. maka profesi guru akan membaik.

Bobbi.com/2010/07/bab-i-pendahuluan. Birokrasi. Fobi Sekolah. 2002: 15) ³sedangkan kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru. Jakarta: Horison dan Ford Foundation De Porter. Kemudian pendapat yang hampir sana dikemukakan . namun orang itu belum dapat disebut sebagai seorang guru (Hamalik. untuk pekerjaan yang bersifat profesional lebih-lebih untuk pekerkaan yang bersifat profesional penuh seperti profesi dokter. kejujuran) tertentu´ (Nurdin. dan Citra Guru. Bisa dipandang melalui proses pendidikan bisa pula diperoleh dari proses laitihan. dan sebagainya´ (Usman. hakim. Peran Seorang Guru . Ini berarti tinggi rendahnya pengakuan profesionalisme sangat menggan tung pada tingkat keahlian dan pendidikan yang ditempuhnya. Pengantar Langkah Strategis Mempersiapk an SDM Berkualitas. Namun menurutnya. Bandung: Kaifa Pendidikan. dokter.com Pengertian profesionalisme Sebelum penulis menguraikan pengertian profesionalisme terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian profesi sehingga mudah dimengerti apa yang dimaksud profesionalisme. Guru profesional selain menguasi seluk-beluk pendidkan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainya.blogspot.dkk.Mendiknas mestinya tidak hanya menjadikan guru sebagai profesi tetapi juga didahului dengan perbaikan kesejahteraan dan kualitas guru. Nurcholis. maka dipersiapkan untuk itu harus mengacu pada proses pendidikan. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan yang dijalaninya maka akan semakin tinggi pula derajat profesi yang disandangya. DAFTAR PUSTAKA Azzra.blogspot. 2004. dan bukan sekedar latihan. 2004: 118-119) Menurut Sudjana (2008: 13) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau tidak memperoleh pekerjaan lainya. 1988: 14) Setiap guru profesional menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisnya.Indradjati Sidi. pekerjaan ini tidak dapat dikerjakan oleh sembarang orang tampa memiliki keahlian sebagai seorang guru. Pekerjaan guru adalah suatu profesi tersendiri. Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Sudjana.2001.com/2011/01/makalah-prioritas-kerja-profesiguru. Azyumardi. Banyak yang pandai berbicara tertentu.html Madjid. 2001. Profesi adalah ³Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketermpilan. Jakarta: Paramadina dan LOGOS Read more at: http://aadesanjaya.html Copyright aadesanjaya. 1995: 14).blogspot. Dari rumusan di atas ³dipersiapkan untuk itu´ mengandung arti luas. http://makalahfrofesikependidikan. Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting di samping keterampilan/keterampilan lain. dalam Pengantar Menuju Masyarakat belajar . Dalam Horison Esai Indonesia Kitab 2 Taufiq Ismail (editor). guru juga dibekali pendidikan khusus untuk menjadi guru dan memiliki keahlian khusus yang diperlukan sesuai dengan profesinya.

Dan dengan cara ini dia mengajarkan seswa membahas atau membicarakan yang benar (serius) dengan gambaran kebiasaan. guru di sekolah atau pimpinan di masyarakat. sedangkan yang diperoleh dari selain pendidikan formal pada umunya hanya akan mendapat pengakuan yang bersifat informal saja. Menggunakan guru sebagai guru bahasa asing baik dalam menyelesaikan makna-makna mufrad atau kaidah-kaidah tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa serta membentuk mental belajar siswa (Al Qasimiy. b. 2. Seseorang guru selain memiliki pengetahuan atau wawasan mengenai pendidikan juga harus dibekali dengan persyaratan tentang profesionalisnya itu. Pengertian Guru Profesional Guru adalah ³orang yang memberikan ilmu pengetahua terhadap anak didik. musallah. 2003: 31) Sedangkan guru bahasa Arab yang profesional menurut Al Qosimiy secara garis besar ada tiga hal yang sangat mendasar yang membedakan antara guru asing dengan guru lokal dilihat dari profesionalisnya dalam membentuk mental belajar siswa bidang studi bahasa Arab sebagai berikut: Bahwasanya guru lokal tidak dapat berbicara atau menbahas persis bahasa asing (bahasa Arab) sebagai mana bahasa penduduk aslinya secara faseh. yang beragam seperti setiap lafaz-lafaz.oleh Ali (1992: 23) keahlian atau kemampuan profesional tidak mesti harus diperoleh daei jenjang pendidikan. mengenbai persayaratan guru tersebut meliputi: a. maka secara otomatis guru tersebut tidak akan kesulitan dalam mewujudkan hal tersebut. jika guru sendiri tidak bertakea kepadanya. guru harus menjadi tauladan bagi siswa didiknya karena anak-anak cebderung bersifat meniru (Djamarah. jadi seorang guru yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan tentunya guru memiliki tanggung jawab dan melaksanakan proses belajar mengajar di tempat-tempat tertentu. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Guru sesuai dengan tujuan ilmu pendidikan islam tidak mungkin mendidika anak didik bertakwa kepada Allah SWT. Sehat jasmani Kesehatan jasmanikerapkali dijadikan salah satu syarat bagi mereka untuk menjadi guru. Hanya saja menurutnya. 2000: 32) Ketiga persyaratan tersebut diharapkan telah demiliki oleh seorang guru sehingga ia mampu memenuhi fufngsi sebagai pendidik profesional yakni pendidik bangsa. c. Sebaliknya guru adalah teladan bagi anak didiknya. tidak mesti di lembaga formal tetapi bisa juga di masjid. 1989: 79) Dari uraian di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa syarat guru bahasa Arab yang profesional dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran bahasa Arab. naka secara otomatis tidak menemukan kesulitan dan kompleksnya siswa dapat mengetahui secara mendetail pada mata pelajaran bahasa Arab mengenai istilah-istilah dan struktur kalimat serta dengan baik dan akan dapat berbicara dengan faseh serta menulis dan membaca dengan baik yang pada akhirnya dapat membentuk mental belajar seswa yang optimal. Jumlah mufradat menggambarkan istilah-istilah yang ia ketahui sebagaimana bahwasanya ia tidak dapat mendekati secara mutlak dalam memahami makna-makna yang terkandung di dalam isi mata pelajaran tersebut. Dari . surau. tetapi bisa saja seseorang yang secara tekun mempelajari dan melatih diri dalam suatu bidang tertentu menjadi profesional. Berkelakuan baik Budi pekerti guru penting dalam pendidikan watak anak didik. harus diajarkan oleh guru bahasa asing daripada guru lokal. Karena sesungguhnya dia mengajarkan bahasanya sendiri. profesi yang disandang melalui jenjang pendidikan akan memperoleh pengakuan yang bersifat formal naupun informal. di rumah dan sebagainya (Djamarah. sedangkan guru asing dia mampu melakukan hal ini tampa ada kesulitan karena sesungguhnya dia berbicara dengan bahasany. Guru lokal tidak mampu membahas atau berbicara dengan bagus menyaingi guru asing dalam (leluasa).

Untuk itu. Antara kedua pihak ini terjadi suatu interaksi yang satu sama lain dan saling menunjang. 1999: 5) Berdasarkan paparan di atas maka guru pada posisinya sebagai sutradara sekaligus sebagai aktor utama dalam setiap kegiatan belajar mengajar. 1999: 15) 3. bahan pengajaran. metode mengajar. dalam melaksanakan profesi keguruanya seorang guru dituntut memiliki kemampuan profesional sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. 2007: 42) Berdasarkan pengertian daripada guru profesional tersebut dapat dikatakan guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruanya sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya´ (Uzer. Dalam proses bekajar mengajar tersirat suatu makna adanya satu kesatuan antara seswa yang belajar dan guru yang mengajar. yakni mengkoordinasikan unsur-unsur tujuan. maka yang dimaksud dengan gru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal (Usman.persyaratan di atas menunjukan bahwa guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa guru layak menjadi panutan atau tauladan bagi masyarakat di sekelilingya (Soejipto. Kriteria . 2000: 13) Berdasarkan pengertian di atas. dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang tidak punya keahlian dan hanya karena tidak dapat memperolehpekerjaan lain (sudjana. 2002: 36) terdiri dari: Menerima dan mematuhi norma-norma dan nilai-nilai kemanusiaan Memiliki tugas mendidik dengan bebas berani gembira (tugas bukan menjadi beban baginya) Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatanya serta akibat-akibat yang timbul dari kata hatinya. Sesungguhnya guru yang bertanggung jawab memiliki bebnerapa sifat menurut Tanlain dalam (Djamarah. Dan tahap selamjutnya adalah melaksanakan rencana tersebut dalam bentuk tindakan atau praktek mengajar (Sudjana. Menghargai orang lain termasuk anak didik Bijaksana dan hati-hati (tidak nekat. sombong dan tidak singkat akal) Takwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Sebagai proses belajar mengajar memerlukan seuatu perencanaan yang matang. Komponen belajar mengajar yang dimaksud adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai materi pelajaran. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus dipersiapkan untuk itu. Terdidika dan terlatih disini bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau tekhnik di dalam kegiatan bekajar mengajar serta menguasai kandasan-kandasan kependidikan yang tentunya juga akan memenuhi beberapa persyaratan atau kriteria sehingga dikatakan benar-benar terdidik dan terlatih. sebab guru yang profesional akan lebih mampu menciptakan kelas sehingga hasil belajar yang diciptakan oleh para siswa akan berada pada tingkat yang lebih optimal. metode dan alat bantu mengajar. dianggap memiliki peran yang sangat penting dan sangat menentukan arah bagi pencapaian tujuan yang ingin diinginkan. 1995: 15) Jadi seorang guru adalah orang yang benar-benmar terdidik dan terlatih dengan baik. 2000: 9) Senada dengan pendapat di atas Usman juga menegaskan bahwa proses belajar mengajar sebagai interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu dengan yang lainya saling berikatan dalam ikatan untuk mencapai tujuan. serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangya masing-masing. alat pengajaran dan evaluasi sebagai alat ukur tercapai atau tidaknya tujuan (Usman. kegiatan belajar mengajar. serta penilaian atau evaluasi.

4. 2003 : 5). kosa kata dan kawaid. disertai pula dengan seperangkat latihan keterampilan keguruan dan pada kondisi itu pula ia belajar memersosialisasikan sikap keguruan yang diperlukannya. Guru yang memahami fungsi dan tugasnya tidak hanya sebatas dinding sekolah saja. meliputi keterampilan mendengar. kecakapan dan pengalaman-pengalaman Membentuk kepribadian anak yang harmonis sesuai cita-cita dan dasar negara kita Pancasila Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. tetapi juga sebagai penghubung sekolah dengan masyarakat yang juga memiliki beberapa tugas menurut Rostiyah (dalam Djamarah. Dalam hal ini pembimbing . Sedangkan kriteria guru bahasa Arab secara khusus adalah sebagai berikut : Menguasai budaya Arab serta seluk beluk sosial Menguasai cara atau metode bahasa Arab dengan ilmu jiwa bahasa Arab Menguasai materi belajar bahasa Arab karena materi bahasa Arab berbeda dengan materi pelajaran yang lain. contohnya seorang yang akan bekerja secara profesional bilamana orang tersebut memiliki kemampuan (Ability) dan motivasi (motivasion) maksudnya adalah: seorang akan bekerja secara profesional bilamana memiliki kemampuan kerja yang tinggi dan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaikbaiknya. dan sebagainya sebagai profesi tersendiri maka gurupun adalah suatu profesi tersendiri. Jadi betapun tingginya kemampuan seseorang (guru) ia tidak akan bekerja secara profesional apabila tidak memiliki motivasi kerja yang tinggi. bahasa Arab itu meliputi unsur-unsur antara lain : a) bahasa seperti ucapan. tidak dapat membentuk anak menurut kehendak hatinya Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat Sebagai penegak disiplin. Guru menjadi contoh dalam segala hal. bidara.profesionalisme guru Jabatan guru dikenal sebagai suatau pekerjaan profesional sebagaimana seorang menilai bahwa dokter. Pendidik tidak maha kuasa. insinyur. tata tertib dapat berjalan apabila guru menjalaninya terlebih dahulu Sebagai adminstrator dan manajer Guru sebagai perencana kurikulum Guru sebagai pemimpin Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. dan menulis. Pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan oleh sembarangan orang tampa memiliki keahlian khusus sebagai guru. Menguasai evaluasi belajar atau mampu mengevaluasi proses belajar mengajar bahasa Arab (alQosimy. sebaliknya betapun tingginya motivasi kerja seseorang (guru) ia tidak akan sempurna dalam menyelesaikan tugas-tugasnya bilamana tidak didukung oleh kemampuanya. membeca. ahli hukum. guru khususnya ia dibekali dengan berbagai ilmu keguruan sebagai dasar. b) keterampilan berbahasa. 2 Tahun 1983 Sebagai prantara dalam belajar Guru adalah sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan. Ada perbedaan prinsip antara guru yang profesional dengan guru yang bukan profesional. Sebaliknya seseorang yang tidak profesional bila mana hanya memenuhi salah satu dari dua persyaratan di atas (Bafadal. Fungsi dan Tugas Guru Sebagai seorang pendidik yang memahami fungsi dan tugasnya. Seorang yang berpribadi khusus yakni ramuan dari pengetahuan sikap danm keterampilan keguruan yang akan ditransformasikan kepada anak didik atau siswanya. Banyak orang pandai berbicara tertentu namun orang demikian belum dapat disebut sebagai seorang guru. 2000 : 36) mengemukakan bahwa fungsi dan tugas guru profesional adalah : Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian. 1989 : 91) Dengan demikian dari pengertian di atas profesionalitas guru pada bidang studi bahasa Arab hendaknya mengikuti syarat-syarat atau peraturan yang telah ditentukan oleh al-Qoisimy agar siswa termotivasi oleh guru dalam membentuk mental belajarnya.

Dengan demikian diharapkan menciptakan perkembangan yang lebih baik pada diri siswa. Motivator Sebagai motivator guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar 3. Fasilitator Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar mengajar. 13. 8. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Profesi guru pada .yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan. Pembimbing Peran guru yang tidak kalah pentingnya dari semua peran yang telah disebutkan di atas adalah sebagai pembimbing 5. mengajar dan membimbing sebagai yang taka dapat dipisahkan. Organisator Sebagai organisator adalah sisi lain dari peranan yang diperlukan oleh guru dalam bidang ini memiliki kegiatan pengelolaan kegiataan akademik dan lain sebagainya. Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing. Demonstrator Dalam interaksi edukatif. tidak semua bahan pelajaran anak didik pahami 10. termasuk dalam hal ini yang terpenting ikut memecahkan persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik.html Copyright aadesanjaya. 11. 2. Membimbing dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembanganya dengan jelas dmemberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Evaluator Guru dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur dengan memerikan penilaian yang menyentuh aspek intrinsik dan ekstrinsik Read more at: http://aadesanjaya. Inisator Sebagai inisiator guru harus dapat menjadi pencetur ide-ide kemajuan dan pendidikan dalam pengajaran 9. Contohnya guru sebagai pendidik dan pengajar sering kali akan melakukan pekerjaan bimbingan. Informator Sebagai informator guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum.com/2011/01/profesionalisme-guru. seperti bimbingan belajar tentang keterampilan dan sebagainya dan untuk lebih jelasnya proses pendidikan kegiatan mendidik. Inspirator Sebagai inspirator guru harus dapat membedakan ilham yang baik bagi kemajuan anak didik 7. Latar Belakang Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Korektor Sebagai korektor guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan buruk 6. 12. Mediator Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya baik media non material maupun material. Dari uraian di atas secara rinci peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat disebutkan sebagai berikut : 1. Pengelolaan kelas Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik karena kelas adalah tempat terhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelaaran dari guru. 4. Supervisor Guru hendaknya dapat membantu memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. Sebagai pendidik guru harus berlaku membimbing dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.blogspot.com l Citra Guru Profesional Citra Guru Profesional BABI PENDAHULUAN A. baik perkembangan fisik maupun mental.blogspot.

kesan mental yang ditimbulkan oleh sebuah kata. sarana dan prasarana lingkungan. Dalam sebuah proses pendidikan guru merupakan satu komponen yang sangat penting. hingga cara berprilaku sehai-hari. sekaligus sebagai biasnya. Profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. Slogan pahlawan tanpa tanda jasa senantiasa melekat pada profesi guru. Tetapi. mutu dan tindak tanduk yang merupakan suatu profesi Guru (dalam bahasa jawa) seorang yang harus digugu dan harus ditiru oleh semua muridnya. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. berkenaan dengan keahlian. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Tujuan Menjelaskan Definisi Citra Guru Menjelaska Citra Guru dari Masa ke-masa Mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru BAB II PEMBAHASAN A. kurikulum. Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid. artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya. fase atau kalimat dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa untuk evaluasi Profesi merupakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan atau pendidikan tertentu Profesional. Mulai dari cara berfikir. kedisiplinan. beberapa dasawarsa terakhir konsep. terutama bidang informasi dan komunikasi. guru mulai mengalami dilema eksistensial. . Segala ilmu pengetahuan yang datang dari guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan atau diteliti lagi. sekaligus sebagai biasnya. Dalam perkembangan berikutnya.mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. guru mulai mengalami dilema eksistensial. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Harus di gugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. akademis dan kepribadian. sikap kearifan. mengharuskan citra adanya pembayaran untuk melakukannya Profesionalisme merupakan kualitas. mengenai pribadi. Tetapi. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Pengertian Menurut kamus besar bahasa indonesia terdapat pengertian kata citra dan profesional Citra merupakan gambaran. gambaran yang dimiliki mengenai orang banyak. memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. terutama bidang informasi dan komunikasi. metode. Dalam perkembangan berikutnya. dan evaluasi Guru profesional adalah guru yang mampu menerapkan hubungan yang berbentuk multidimensional guru yang demikian adalah guru yang secara internal memenuhi kriteria administratif. organisasi atau produk. Rumusan Masalah Apa Pengertian Citra Guru Profesional ? Apa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru ? Bagaimana Identifikasi dan Contoh Citra Guru ? C. B. berkenaan dengan pekerjaan. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Tidak hanya itu. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. selain komponen lainnya seperti tujuan. Seorang guru juga harus ditiru. rupa. Hal ini didasarkan pada pengabdiannya yang begitu tinggi dan tulus dalam dunia pendidikan. cara bebicara. kejujuran.

B. eksistensi guru yang mandiri. masyarakat menyebut guru pria dengan panggilan tuan. lengkapnya tuan guru. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Dari sudut pandang peserta didik. Mereka masih menaruh rasa hormat dan status sosial yang tinggi terhadap profesi guru. Djamin (1999) mengemukakan citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam lingkup fungsi. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. menulis dan berhitung. mempraktekkan serta mengamalkan ilmu yang diterima dalam kehidupan sehari-hari baik langsung maupun tak langsung. memahami.ketulusan. Di kepulauan Sangihe. menulis dan berhitung. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. Citra guru ini tercermin melalui: Keunggulan mengajar. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. lebih dalam dari laut paling dalam. guru berarti yang dihormati. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. Dalam pandangan masyarakat tradisional. kreatif. Rasa hormat ini sampai kini masih hidup di tengah masyarakat tradisional/pedesaan. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. Lantaran tanggung jawab dari profesi guru tidak berhenti pada selesai ia mengajar. guru dianggap profesional jika anak sudah dapat membaca. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. peran dan kinerja. naik kelas. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. citra guru ideal adalah seseorang yang senantiasa memberi motivasi belajar yang mempunyai sifatfsifat keteladanan. suatu panggilan yang penuh rasa kagum dan hormat terhadap profesi guru. penuh kasih sayang. melainkan keberhasilan siswa dalam menangkap. kesopanan serta sebagai sosok panutan menjadikan profesi satu ini berbeda dengan yang lain. dan Memiliki perencanaan yang matang. dan Memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesl dan pihak lain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. Citra Guru dalam Masyarakat Tradisional (Pramodem) Di dalam bahasa Sansekerta. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci (saint) yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. atau anak mendapat nilai tinggi. bijaksana. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. kontekstual dan efektil . atau mendapat nilai tinggi. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. Hal ini membuat citra seorang guru di mata masyarakat selalu berada di tempat yang lebih baik dan mulia. C. misalnya. Memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. dan lulus ujian. serta mampu mengajar di dalam suasana yang menyenangkan. naik kelas dan lulus ujian. Bagi masyarakat modern. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi.

Menurut Wardiman Djojonegoro dalam ke|1as kerjanya yang disampaikan pada SeminarNasional Wawasan Profesi Guru Tahun ZUUQ ICMI On/vil Jawa Timur di Surabaya tanggal 21 Desember 1996. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. Sehingga. beberapa dasawarsa terakhir konsep. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. majalah. Dalam perkembangan berikutnya. buku-buku.untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. Namun. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). majalah. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (se/fconsepz). yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. rasanya sangat sulit di era modern ini guru dapat tampil lebih profesional. efektif dan menyenangkan (PAKEM). koran. ahli dalam materi. sekaligus sebagai biasnya. para guru dituntut tampil lebih profesional. yang mampu memberi inspirasi. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Guru Abad 21 adalah Guru dengan Profesionalitas Tinggi Memasuki abad 21. dan realita dirinya (se/frea/ity). Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. terutama bidang informasi dan komunikasi. dan koran. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. tugas guru tidak akan semakin ringan. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. bangsa kita menyiapkan diri untuk memiliki . Artinya. Serta media elektronik lainnya. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. D. persepsi. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. Dengan demikian. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. Artinya. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. kreatif. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. ide dirinya (se/fidea). guru mulai mengalami dilema eksistensial. Di negara kita. bermaltabat dan memiliki daya saing. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. buku. Untukitu.

diperlukan guru yang benar-benar profesional. Selanjutnya Samani (1996) mengemukakan empat prasyarat agar seorang guru dapat profesional. Nlasih terkait dengan harapan-harapan yang digayutkan di pundaksetiap guru. dan Dapat menghasilkan karya-kalya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian dan profesionalitasnya. masyarakat yang berkembang baik kemampuan intelektualnya. Muhammad Surya. kemampuan menge|1i dan mengatasi masalah. upaya profesional. Sesungguhnya. Kemampuan profesional meliputi kemampuan intelegensia. H. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. benar dan berhasil. dengan tantangan yang dihadapi ke depan adalah globalisasi dengan dominasi teknologi dan informasi yang sangat kuat. Menurut Djojonegoro (1996) guru yang bermutu memiliki paling tidak empat kriteria utama. Harusjauh melampaui tiga hal tersebut. maupun aspek. Ketua Umum Pengurus . kemampuan guru mengaitkan materi kurikulum dengan Iingkungan. waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional dan kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya. Pertumbuhan teknologi akan mengubah bentuk dan cara hidup manusia yang sama sekali akan berlainan dengan kehidupan manusia dewasa ini. Tilaar (1998) memberikan empat ciri utama agar seorang guru terkelompok ke dalam guru yang profesional. Makagiansar (1990) menyebutkan bahwa untuk menghadapi era globalisasi. Untuk itu guru harus menguasai keahliannya. dan Sikap profesionalnya berkembang secara berkesinambungan. dan kemampuan melakukan reorientasi.aspek kehidupan lainnya Sena tanggung jawabnya. Upaya profesional adalah upaya seorang guru untuk mentransformasikan kemampuan profesional yang dimilikinya ke dalam tindakan mendidik dan mengajar secara nyata. yaitu kemampuan antisipasi. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam bidang pendidikan adalah ketidakpastian. kemampuan dasar yang mesti dimiliki bangsa ini tidak boleh hanya sebatas penguasaan kemampuan membaca. misi dan tujuan pendidikan. Tilaar (1998) menyatakan bahwa masyarakat millenium ketiga nanti mempunyai karakteristik masyarakat teknologi. Masing-masing adalah kemampuan guru mengolah/menyiasati kurikulum. kemampuan guru memotivasi siswa untuk belajar sendiri dan kemampuan guru untuk mengintegrasikan berbagai bidang Studi/mata pelajaran menjadi kesatuan konsep yang utuh. Ciri SDM yang berkualitas tersebut adalah Memiliki kemampuan dalam menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan dengan iptek.sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. kemampuan mengakomodasi. Masing-masing adalah: Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang. masyarakat terbuka dan masyarakat madani yang secara keseluruhan akan berpengaruh pada visi. sikap dan prestasi kerjanya. yaitu kemampuan profesional. Secara optimistik. masyarakat yang terbuka tersebut akan bermuara pada lahirya masyarakat madani. Untuk itu seseorang harus memiliki empat kemampuan. Guru yang bermutu ialah mereka yang dapat membelajarkan siswa secara tuntas. Menghadapi tantangan demikian. menulis dan berhitung. Teknologi dapat memajukan kehidupan manusia tetapi juga dia akan mampu menghancurkan kebudayaan manusia itu sendiri. Saling keterpengaruhanantara bangsa yang satu dengan bangsa yang Iain akan menjadi ciri utama masyarakatterbuka. Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional menunjukkan intensitas waktu dari seorang guru yang dikonsentrasikan untuktugas-tugas profesinya. baik geografis. baik dalam disiplin ilmu pengetahuan maupun metodologi mengajarnya. sosial maupun budaya. Kemajuan teknologi pula yang akan membuka dunia sekaan tanpa batas. Mampu bekerja secara profesional dengan orientasimutu dan keunggulan.

Memiliki kejelasan dan kepastian pengembangan jenjang karir. kemandirian berpikir. Berjiwa profesionalitas tinggi. Memiliki wawasan masa depan. Memiliki kesejahteraan Iahir dan batin. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. E. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. kompetensi. Kekurangan guru di daerah terpencil. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. kurang efektifnya cara pengajaran. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguhsungguh. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. adanya disiplin ilmu yang kokoh.masing adalah guru yang: Memiliki semangatjuang yang tinggi disertai kualitas keimanan dan ketaqwaan yang mantap. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru.betul menjadi guru. Faktor-Faktor yang Nlempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. dan Mampu melaksanakan fungsi dan peranannya secara terpadu. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. Mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntutan Iingkungan dan perkembangan iptek. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. mengemukakan ada sembilan karakteristik citra guru yang diidealkan. BAB III PENUTUP Rangkuman Citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan . Memiliki etos kerja yang kuat. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. Kemudian. kode etik. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. Kurangnya kematangan emosional. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. material dan nonmaterial.Besar PGRI. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. Mampu belajar dan bekerja sama dengan profesi lain. dan sertifikasi. Nlasing. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan.

Wadah dan Dinamaka Pendidikan Anak Bangsa. 200 1 .2008. Mimbar Pendidikan. Ibrahim. Surya. (1) adanya pandangan sebagian masyarakat.Kiat Menjadi Guru Profesional.penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam Iingkup fungsi.com/2010/11/citra-guru-profesional. memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. 2000. Nomor 4 Tahun IX: Samani. Suyanto. RefonnasiPendidikan dalam konteks Otonomi Daerah. 2000. 1990. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya DAFTAR PUSTAKA Bafadal.blogspot. memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesi dan pihak Iain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional.Jakarta:Bumi Aksara Chulsum Umi. 1996.Surabaya:Kashiko Nurdin Muhammad. Yogyakarta: Adicita. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. Aspirasi Peningkatan Kemampuan Profesional dan Keseja hteraan Guru.blogspot. naik kelas dan Iulus ujian. Mengangkat Citra dan Martabat Guru Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. Elham Rohmati. (3) banyak guru yang belum menghargai profesinya. 1998. Jakarta: Balitbang Depdiknas. Makalah SeminarNasiona/ Wawasan Profesi Guru Tahun 200Q ICMI On/vil Jawa Timur. Prospek Guru Tahun 2000.html Copyright aadesanjaya.2oo6 kamus Besar Bahasa Indonesia. peran dan kinerja. Magelang: Tera Indonesia.2004 Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasa.Jogjakarta:Ar-Ruzz Aqid Zainal. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. 21 Desember 1996 di Surabaya. Muchlas. Dedi 1999.Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. R. Tahun ke 5 Nomor 021. H .Bandung:CV. Tilaar. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan Dalam pandangan masyarakat modern. (2) kekurangan guru di daerah terpencil.A. Windy Novia. Yogyakarta: Adicita Katya Nusa. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif abad Xxi. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. menulis dan berhitung. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.2008. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Makamina. Sudjana dalam Mustafa (2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut. Yrama Widya Jalal.com . Supriadi. Makagiansar. Nlasyarakat modern menganggap kom-petensi guru belum Iengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. Dimensi dan Tantangan Pendidikan dalam Era Globalisasi. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. Read more at: http://aadesanjaya. bahwa siapa pun dapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. Fasli dan Dedi Supriadi. atau mendapat nilai tinggi. Muhammad. Citra guru ini tercermin melalui keunggulan mengajar.

blogspot. Dewasa ini image seorang guru dimata masyarakat sangatlah susah seorang guru itu menyandang GURU PROFESIONAL. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina.blogspot. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi.Syarat Guru Profesional Syarat Guru Profesional memang merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap guru. 1. Menjadi bagian masyarakat professional Seyogyanya seorang profesional harus menjadi bagian dari masyarakat dalam lingkungan profesinya. kreatif. Penguasaan Materi Seorang profesional harus menguasai secara mendalam bahan / materi pekerjaan yang sedang dilakukannya. Didukung juga dengan adanya berbagai survey kelayakan mengajar yang diadakan oleh pemerintah. maupun organisasi lainnya bahwa kelakan mengajar seorang guru dibawah standar. LSM. eksistensi guru yang mandiri. Seorang guru sebenarnya memiliki komitmen yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa. dan lulus ujian. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang.html Copyright aadesanjaya. Tanggung Jawab Seorang profesional harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Guru profesional merupakan impian semua guru di tanah air. Berpikir Sistematis Seorang yang profesional harus mampu berpikir sitematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. naik kelas. 4. Berikut ini ada beberapa Syarat Guru Profesional. karena profesionalnya seorang guru datang dari guru itu sendiri. Mudah mudahan anda semua termasuk dalam syarat guru profesional. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. 2. Bagi masyarakat modern. atau mendapat nilai tinggi. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. Read more at: http://aadesanjaya.com/2010/11/syarat-guru-profesional. mengapa demikian? karena masyarakat menilai bahwa guru pada masa ini tidak seperti guru dimasa abad ke 12 yang memiliki pengabdian tinggi di dunia pendidikan. 3. Untuk menjadi seorang guru profesional tidaklah sulit. 5. Komitmen Tinggi Seorang profesional harus mempunyai komitmen yang kuat pada pekerjaan yang sedang dilakukannya.com Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. . menulis dan berhitung. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. banyak hal utuk mewujudkan rasa keprofesionalitas seorang guru seperti sayarat-syarat dibawah.

Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. buku-buku. guru mulai mengalami dilema eksistensial. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. dan realita dirinya (selfr eality). Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. rasanya sangat sulit di era modern ini . efektif dan menyenangkan (PAKEM). Serta media elektronik lainnya. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. dan koran. majalah. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. Dengan demikian. persepsi. ahli dalam materi. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. terutama bidang informasi dan komunikasi. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Artinya. kreatif. Untukitu. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. sekaligus sebagai biasnya. yang mampu memberi inspirasi. koran. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. bermaltabat dan memiliki daya saing. para guru dituntut tampil lebih profesional. kontekstual dan efektil untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. dan Memiliki perencanaan yang matang. ide dirinya (self idea). buku. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Sehingga. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. Dalam perkembangan berikutnya.lebih dalam dari laut paling dalam. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (self consept). bijaksana. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. Artinya. Di negara kita. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). majalah. Namun. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan.

guru dapat tampil lebih profesional. Kurangnya kematangan emosional. Kkurang efektifnya cara pengajaran.betul menjadi guru. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. Perasaan rendah diri karena menjadi guru.com/2010/11/citra-guru-dalam-masyarakatmodern. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul.blogspot. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. Read more at: http://aadesanjaya.com Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. kemandirian berpikir. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid.blogspot. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan Kekurangan guru di daerah terpencil. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu.html Copyright aadesanjaya. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya .

maka guru di dalam masyarakat adlah seorang profesional. dan akhirnya akan tertinggal dari profesinya. artinya barang siapa yang tidak profesional tidaka akan survive. Ini memberi pemahaman bahwa profesi guru haruslah betul-betul memiliki karakteristik yang profesional karena sifat pekerjaannya. Jadi jelaslah bahwa profesi guru adlaah suatu profesi yang harus terus-menerus . adanya disiplin ilmu yang kokoh.blogspot. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi.html Copyright aadesanjaya. Guru-guru yang profesional inilah yang diharapkan dapat membawa atau mengantar peserta didiknya mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memasuki masyarakat abad 21 yang melek ilmu pengetahuan dan teknolog. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. Karena mereka tidak mampu berkompetisi dengan orang lain yang lebih profesional atau juga profesi ainnya yang lebih kompetitif.kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. tetapi juga profesional guru harus berhadapan dan bersaingan dengan profesi-profesi lainnya di dalam masyarakat. dan sangat kompetitif. maka degna sendirinya akan berakibat kepada mati atau hilangnya profesi tersebut dari masyarakat. tuntas dan setengah-setengah akan tercecer dan tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. dan sertifikasi. Kemudian. Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan masyarakat abad 21 (merupakan satu kesatuan dari masyarakat teknologi. kode etik. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. dan itu tidak mungkin tanpa adanya guru yang profesional. Jika profesi gur tidak kompetitif dan tidak profesional.blogspot. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh guru yang profesional bukanlah pengetahuan yang setengah-tengah tetapi merupakan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tuntas. profesi guru di dalam masyarakat adalah suatu profesi yang kompetitif. Karena guru sebagai salah satu pelaku pendidikan. karena ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri berkembang dengan cepat. Guru yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan yang kuat. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. Berbagia kegiatan di dalam masyarakat hanya menerima para profesional. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. masyarakat terbuka. Konsep Dasar Proses pendidikan merupakan suatu proses yang snagat profesional artinya dilaksanakan oleh pelaku-pelaku yang profesional. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. dan masyarakat madani) yang menuntut adanya perkembangan manusia.com Pengembangan Profesi Keguruan A. Sama halnya dengan profesi-profesi lainnya. kompetensi. Jika guru tidak mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin mereka dapat membantu dan membimbing peserta didiknya mengarungi dunia pengetahuan dan teknologi tersebut. Read more at: http://aadesanjaya.com/2010/11/faktor-faktor-yangmempengaruhi-citra. Ia akan berada jauh di belakang.

Proses pengembangan profesionalisme gur ini dapat ditumbuh-kembangkan bukanhanya untuk berlangsung di LPTK tetapi juga harus terjadi di dalam praktekpraktek pendidikan lainnya (pre-service and in-service). Termasuk di dalam kepribadian ini ialah sifat-sifat fisiknya yang memungkinkan ia dapat membimbing peserta didik yang sedang dalam tahap perkembangannya. Sinyalemen ini memberikan makna bahwa guru sebagai pelaku proses pendidikan harus terus menerus mengubah diri. Selain itu. mak ahubungan natara manusia dengan manusia menjadi penting untk diperhatikan dalam rangka pengembangan profesionalisme guru. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. lembaga-lembaga pre-service danin-service harus menjaid satu kesatuan yang tidak terpisahka. Bersama-sama dengan usahausaha lain (misalnyakerjasmaa dengan organisasi profesi). Berangkat dari pemahaman tersebut. Mereka harus didorong. keterampilan. membangun kerja sama dan saling mendukung untuk melahirkan guru-guru yang profesional dalam rangka menyajikan proses pendidikan yang profesional bagi anak didik agar dapat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat abad 21. Berbagai strategi pengembangan perlu dikembangkan secara komprehensif. sehingga guru benar-benar menjadi tenaga profesional yang dapat memenuhi berbagai tantangna dan menyelesaikan berbagai persoalan di dalma melaksanakan tugas rutinnya maupun hal-hal lain yang tak terduga yang dihadapinya sehari-hari di dalam proses pendidikan yang profesional. dan difasilitasi secara optimal untuk melakukanberbagai kegiatan pengembangan. tuntas dan tidak setengah-setengah tetapi tidak kalah pentingnya untuk membantu mereka memiliki kepribadian yang matang dan terus berkembang. mempunyai ciri-ciri kepribadian yang kuat dan seimbang. pengembangan diri guru sebagai profesional kependidikan harus dapat membantu guru bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat. Dengan kata lain. tuntas dan tidak setengah-setengah sebagai profesional kependidikan. Dengan demikian guru akan memiliki kesempatan berbagai kegiatan pengembangan. Dengan demikian gur akan memiliki kesanggupan untuk memperkecil jarak antara pengetahuan. mempunyai visi tentang etik tingkah laku manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. sehingga mereka memiliki ilmu pengeratahuan yang kuat. karena profesi gur merupakan suaut profesi untuk membantu dan membimbing perkembangan anak didik (manusia). dan kepribadian yang mereka miliki sekrang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu. tuntas dan tidak setengah-setengah. serta didukung dengan kepemilikan kepribadian yang prima. maka peserta didik dapat dibantu dean dibimbing untuk mampu berkompetitif di masyarakat abad 21 yang ditandai dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat. not a set of competencies´. maka disadari ata tidak pengembangan profesi guru secara berkesinambungan mutlak dilakukand alam kondisi formal maupun tidak di dalam perencanaan pengembangan profesional. Dan akhirnya melalui proses pendidikan yang profesional yang dilaksanakan oleh pelakupelaku (khususnya guru yang profesional dengan karakteristiknya tersebut di atas). Kepribadian diri seorang guru profesional adalah kepribadian yang prima yang secar ektrim dikatakan oleh Maister dalam buku True Professionalism bahwa ³professionalism is predominantly an attitude. Strategi Pengambangan Profesi Guru Berangkat .berkembang karena praktis pendidikan akan terus menerus terjadi dan unik bagi setiap individu dan masyarkaat di dalam situasi dan waktu yang berbeda sesuai dengan perkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi. maka diharapkan guru akan terampil membangkitkanminat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. B. diberi kesempatan.

Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. Maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi. Selanjutnya dengan meningkatnya pengetahuan seiring dengan bertambahnya pengalaman. dan sebagainya saling berintegrasi untuk memberikan . kegiatan diskusi kelompok kecil. Oleh karenanya. tetapi ia mengarahkan pembacanya kepada konsep-konsep baru dan pandangan untuk menuju kepada perencanaan dan penelitian baru. Workshop in-service. lembaga pendidikan maupun lembaga-lembaga lain. konferensi adalah bentuk-bentuk pilihan pelatiahn yang sudah lama ada dan diakui cukup bernilai. Walaupun disadari bahwa seringkali bahwa berbagai bentuk kursus/pelatihan tradisional ini seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan praktis dari pekerjaan guru. ameran ilmiah.dari karakteristik guru untuk masyarakat abad 21 yang akan disimpulkan dari penjelasan sebelumnya. maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. dan sebagainya yang mungkin menarik bagi guru. internet. Partisipasi guru minimal pada kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah setiap tahun akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggungjweabanya penyampaian makalah utama. informasi pertemuan untuk bertukar pikiran atau ide-ide baru. suatu kombinasi antara materi akademis dengan pengalaman lapangan akan sangat efektif untuk pengembangan kursus/pelatihan trandisional ini. guru mungkin dapat membangun konsep baru. Berpartisipasi di dalam kursus dan program pelatihan tradisional (termasuk di dalamnya pendidikan lanjut). dan sebagainya). sebagai bagian dari pelatihan tradisional. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. tuntas dan tidak setengah-setengah. Kontribusi tersebut dimungkinkan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesional guru bersangkutan maupun orang lain. keterampilan khusus dan alat/media belajar untuk dapat kontribusikan kepada orang satu profesi atau profesi lain yang memerlukan. karena penekanannya leibh kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta latihan. program pendidikan. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. seminar. Memiliki kepribadian yang prima. guru juga dapat mengambangkan profesionalismenya melalui pendidikan lanjut di universitas/LPTK. Sebagaimana diketahui bahwa jurnal atau bentuk makalah ilmiah lainnya secara berkesinambungan diproduksi oleh individual pengarang. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. Tujuan utama kebanyakan konferensi atau pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. Walaupun artikel dalam jurnal cenderung singkat. dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. Konferensi atau pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. pameran. antara lain sebagai berikut: Berpartisipasi di dalam pelatihan berbasis kompetensi. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. antara lain: Memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Ia juga memiliki kolom berita yang berkaitan dengan pertemuan. Jurnal atau bentuk karya ilmiah lainnya tersebut tersebar dan dapat ditemui diberbagai pusat sumber belajar (perpustakaan. Sementara itu. seminar. perkuliahan tingkat sarjana/pasca sarjana. Berpartisipasi di dalam kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah. Oleh karena itu.

Dalam hal ini. Bentu pre-service atau in-service bagi guru junior untuk secara gradual menjadi guru yang profesional melalui proses magang di kelas tertentu dengan bimbingan gur bidang studi tertentu.kesempatan kepada guru untuk memimpin atau menjadi presenter dan bertukar ide-ide dengan lainnya. Melakukan penelitian (khususnya penelitian tindakan kelas). guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. dan memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajarna berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. membuat laporan penelitian. penulisan/penerbitan karya ilmiah. Selain itu. dan sering membaca surat kabar juga akan meningkatkan pengetahuan guru mengenai pengambangna mutakhir dari proses pendidikan. sehingga guru akan menjadi lebih aktif di dalam komunitas ilmiahnya. Berbeda dengan pendekatan training yang konvensional. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru antara lain untuk: (1) secara aktif berpartisipasi di dalam kegiatan yang menantang dan menarik (misalnya melakukan penelitian. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi proesional yang dapat memberi manfaat untuk bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. maka akan berdampak kepada peningkatan profesionalisme guru. industri. Menggunakan sumber-sumber media pemberitaan. fokus pelatihan magang ini adalah kombinasi antara materi akademis dengan suatu pengalaman lapangan di bawah supervisi guru yang senior dan pengalaman (guru yang lebih profesional). menghadiri konferensi atau pertemuan ilmiah juga memberikan kesempatan kepada guru untuk membangunan jaringan kerjasama dengan orang lain yang seprofesi atau tidak untuk saling bertukar permasalahan dan mencapai keberhasilan. Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untukmeningkatkan kemantapan rasional. Berbagai bentuk media tersebut seringkali memuat artikel-artikel maupun program-program yang berkaitan dengan berbagai isu atau penemuan terkini mengenai pendidikan yang disampaikan dan dibahas secara mendalam oleh para selektif yang terkait dengan bidang yang ditekuni guru akan dapat membantu proses peningkatan profesionalisme guru. dan sebagainya). Secara lebih rinci bagaimana penelitian tindakan kelas ini dilakukan akan dijelaskan secara aplikatif dalam modul penelitian tindakan kelas pada masing-masing bidang studi. Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak denganahli pendidikan dalam rangka merefleksikan dan sekaligur meningkatkan praktik pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. Biasanya perguuan tinggi lokal atau organisasi profesi sering mengadakan perkuliahan atau presentasi ilmiah yang dibawakan oleh tenaga ahli yang terbuka bagi umum. Pemilihan yang hati-hati program radio dan TV. Ikut serta menjadi anggota organisasi/komunitas profesional juga akan meningkatkan profesionalisme untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengna membangun hubungan yang erat degan masayrakat (swasta. Pada kesemaptan tersebut guru akan belajar berbagai keterampilan baru atau teknik-teknik/metodologi mutakhir dalma proses penddikan yang tentunya sangat diperlukan untuk mengembangkan profesinya. memperdalam tugasnya. Magang. Berpartisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. (2) membangun hubungan . dan sebagainya). Kebanyak dari mereka berhubungan degnan berbagai isu termasuk pendidikan. Menghadiri perkuliahan umum atau presentasi ilmiah. Dalam rangkaian perkuliahan umum berbagai inovasi baru dalam pendidikan biasanya dipresentasikan.

Kesimpulan jika guru mengambil manfaat secara penuh dari berbagai strategi pengembangan diri sebagiamana dijelaskan di atas. menyediakan forum-forum untuk menyatukan berbagai pandangan tentang anak didik dan pembinaannya). melaksanakan dan mengevaluasi program-program sekolah). . Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk medapatkannya. Semakin guru terlibat dalam perolehan informasi. Sasaran Sikap Profesional Guru sebagai pendidikan profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. Bekerja dengan profesional lainnya di dalam sekolah. Oleh karenanya. Dengan kata lain pengimpelementasian secara terintegrasi dari berbagai strategi pengembangan profesi guru tersebut akan dapat membantu untuk memelihara secara efektif program pengembangan profesionalisme guru.blogspot.blogspot. maka guru semakin meraskan akuntabel.com/2010/11/pengembangan-profesikeguruan. mengunjungi profesional yang lainn di luar sekolah merupakan metode yang snagant berharga untuk memperoleh informasi terkini dalam rangka proses pengembangan profesional guru. Read more at: http://aadesanjaya. maka guru akan memperoleh suatu kekayaan informasi. dan mampu memotivasi dan meningkatkan minat anak didik terhadap ilmu pengetahuan dan teknlogi yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupannya di dalam masyarakat abad 21 yang penuh dengan perasaingan. kepribadian yang prima. Kesempatan tersebut akan menjadi suaut alat belajar yang produktif bagi guru dalam rangka memunculkan berbagai ide-ide yang dapat diimplementasikan di sekolahnya. Mengunjungi profesional lainnya di luar sekolah.com Sikap Profesional Keguruan A. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidkan termasuk bekerjasama dalam berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan. penyediaan konsulatasi untuk melakukan inobasi. Seseoran gcenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutahkhir akan leibh mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. (3) memiliki kemampuan dan pengalaman dalam rangka pengembangan pendidikan (misalnya pengembangan kurikulum. dan sebagainya). Bertukar pikiran atau berdiskusi dengan orang-orang (profesional lainnya di luar sekolah) yang memiliki minat yang sama dengna guru tetapi memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang pendidikan melibihi dirinya akan sangat menarik bagi guru.dengan masyarakat secara baik (misalnya membangun partipasi masyarakat untuk efektivitas proses pembelajaran. dan semakin guru merasakan akuntabel semakin termotibasi untuk mengembangkan dirinya. guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pegnetahuannya.html Copyright aadesanjaya. Jika kekayaan informasi tersebut dikombinasikan secara utuh akan dapat membantu guru untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang utuh dan kuat.

tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan denga profesinya. pemerataan kesempatan belajar antara lain dengan melalui kewajiban belajar. Anak didik. di mana unsur pembentukannya adalah guruguru. Siapakah yang dimaksud dengan organisasi itu? Jelaskan yang dimaksud bukan hanya ketua. Sikap Terhadap Organisas Profesi Guru secara bersama-sama memelihara dan meningktkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat. Organisasi profesional harus membina mengawasi para anggtoanya. Oleh karena itu. maupun departemen lain dalam rangka pembinaan pendidikan di negara kita. Pemimpin. baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen yang berwenang mengatur pendidikan.Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari. serta Pekerjaan. peningkatan mutu pendidikan. C. sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut. dan lain-lain. serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya. tetapi yang dimaksud dengan organisasi di sini adalah semua anggota dengna . di pusat maupun di Daerah. Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. meningkatkan pengetahuannya. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan. sering menjadi perhatian masyarakat luas. baik dalam melaksanakan kewajiban maupun dalam mendapatkan hak. teman-temannya serta anggota masyarakat. Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan ialah segala peraturan-peraturan pelaksanaan baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. dan kewajiban para anggotanya Organisasi PGRI merupakan suatu sistem. agar lebih berdaya guna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. Keberhasilan usaha tersebut sangat tergantung kepada kesadaran para anggotanya. pembinaan generasi muda dengan menggiatkan kegiatan karang taruna. Ada hubungan timbal balik antara naggota profesi dengan organisasi. guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. Organisasi profesi. Dalam bidang pendidikan ia harus taat kepada kebijaksanaan dan peraturan. Dari ketentuan-ketentuan pemerintah ini selanjutnya dijabarkan ke dalam program-program umum pendidikan. guru harus bertindak sesuai dengan tujuan sistem. Baimana guru meningkatkan pelayanannya. Teman sejawat. Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannya. Dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian. apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. Kebijaksanaan pemerintah tersebut biasanya akan dituangkan ke dalam bentuk ketentuan-ketentuan pemerintah. rasa tanggung jawab. memberi arahan dan dorongan kepada naka didiknya dan bagaimana cara guru berpaiakan dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa. yang meliputi antara lain: pembangunan gedung-gedung pendidikan. menghayati. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola tingkah laku guru dalam memahami. atau sekretaris. yakni sikap profesional keguruan terhadap: Peraturan perundang-undangan. Setiap guru Indonesi awajib tunduk dan taat kepada ketentuan-ketentuan pemerintah. B. Karena itu. Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang meruapakankebijaksanaan yang akan dilaksanakan oleh aparatnya. di pusat maupun di daerah dalam rangka melaksanakan kebijaksanan-kebijaksanaan pendidikan di Indonesia. atau beberapa orang pengurus tertentu saja. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-undangan Dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia. Tempat kerja.

Dan mereka pula yang mengambil tindakan apabila diperlukan. Peningkatan mutu profesi keguruan dapat pula direncanakan dan dilakukan secara bersama atau berkelompok. Usaha peningkatan dan pengembangan mutu profesi dapat dilakukan secara perseorangan oleh para anggotanya. merekalah yang mengkomunikasikan segala sesuatu mengenai sikap profesi kepada para anggotanya. Untuk meningkatkan mutu suatu profesi. maka di waktu mendatang diharapkan organisasi profesilah yang seharusnya merencanakan dan melaksanakannya. Peningkatan secara formal merupakan peningkatan mutu melalui pendidikan dalam berbagai kursus. Setiap anggota harus memberikan sebagian waktunya untuk kepentingan pembinaan profesinya. karena pejabat-pejabat dalam organisasi merupakan wakil-wakil formal dan keseluruhan anggota organisasi. maka merekalah yang melaksanakan tindakan formal berdasarkan wewenang yang telah didelegasikan kepadanya oleh seluruh anggota organisasi itu. Oleh karena itu. majalah. lokakarya. Di samping itu. dan kesetiakawanan sosial. melainkan dapat juga dilakuka setelah yang bersangkutan lulus dari pendidikan prajabatan ataupun sedang dalam melaksanakan jabatan. seminar. Kewajiban membina organisasi profesi merupakan kewajiban semua anggota dan semua pengurusnya. Kalau sekarang kita lihat kebanyakan dari usaha peningkatan mutu profesi diprakarsai dan dilakukan oleh pemerintah. pendidikan dalam jabatan. misalnya dengan melakukan penataran. Misalnya program penyetaraan D-III guru-guru SMP. dan lain-lain) atau dari buku-buku yang sesuai dengan bidang profesi yang bersangkutan. Dalam hal ini Kode Etik . membina. Jadi. Kegiatan berkelompok ini dapat beruap penataran. pendidikan lanjutan. maupun kuliah di perguruan tinggi atau lembaga lain yang berhubungan dengan bidang profesinya. atau bahkan kuliah di suatu lembaga pendidikan yang diatur secara tersendiri. kegiatan pembinaan profesi tidak hanya terbatas pada pendiidkan prajabatan atau pendidikan lanjutan di perguruan tinggi saja. dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi.seluruh pengurus dan segala perangkat dan alat-alat perlengkapannya. Sikap terhadap Teman Sejawat Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahawa ³Guru memelihara hubungan seprofesi. wajib berpartisipasi guna memelihara. dan semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut. adalah contoh-contoh. para pejabat itulah yang memegang peranan fungsional dalam melakukan tindakan pembinaan sikap organisasi. ataupun juga dapat dilakukan secara bersama.´ Ini berarti bahwa: (1) Guru hendaknya menciptakan dan memlihara hubngan sesama guru dalam lingkungan kerjanya. televisi. studi perbandingan. dan meningkatkan mutu organisasi profesi. Secara perseorangan peningkatan mutu profesi seorang guru dapat dilakukan baik secara formal maupun secara informal. Lamanya program peningkatan pembinaan itu pun beragam sesuai dengan yang diperlukan. semangat kekeluargaan. simposium. Dalam kenyataannya. radio. kegiatan berkelompok yang diatur tersendiri. dan berbagai kegiatan akademik lainnya. secara informal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan infomal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan informasi dari mass media (surat kabar. khususnya profesi keguruan. dapat dilakukan dengan berbagai cara. D. Dengan perkataan lain setiap anggota profesi. apakah ia sebagai pengurus atau anggota biasa. sehingga pemanfaatnya menjadi efektif dan efisien. lokakarya. sekolah. dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya. semua anggota dan pengurus organisasi profesi. sesuai dengan fungsi dan peran organisasi itu sendiri.

2. Sikap profesional lain yang perlu ditumbuhkan oleh guru adalah sikap ingin bekerja sama. akan terdapat perbedaan-perbedaan pikiran. apalagi masyarakat luas. dan lain sebagainya. saling pengertian. Sebagai saudara mereke berkewajiban saling mengoreksi dan saling menegur. Agar setiap personel sekolah dapat berfungsi sebagimana mestinya. Hal ini tidak boleh terjadi karena kalau diketahui murid ataupun orang tua murid. Semua personel sekolah in iharus dapat menciptakan hubungan baik dengan anak didik di sekolah tersebut. antara lain terdapat kalimat yang menyatakan bahawa setiap dokter akan memperlakukan teman sejawatnya sebagai saudara kandung. saling harga menghargai. Sekarang apa yang terjadi pada profesi kita. agar jangan terjadi keadaan yang berlarut-larut. bagaimanapun kecilnya jumlah manusia. sikap. jika terdapat kesalahan-kesalihan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya. Dengan ucapan ini para dokter menganggap profesi mereka sebagai suatu keluarga yang harus dijunjung tinggi dan dimuliakan. jika di antara meraka tumbuhan sikap saling pengertian dan tenggang rasa antara satu dengna lainnya. untuk kadang-kadang bersikap kurang sungguh-sungguh dan kurang bijaksana. 1. tetapi setidak-tidaknya sudah ada norma-norma yang mengatur dan mengawasi penampilan profesi itu. dan tanggung jawab. akan tumbuh rasa senasib sepenanggungan seta menyadari akan kepentingan bersama. tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain (Hermawan. Meskipun dalam prakteknya besar kemungkinan tidak semua anggota profesi dokter itu melaksanakan apa yang diucapkannya dalam sumpahnya. watak. dankepala sekolah ataupun guru dengan semua personel sekolah lainnya. maka dalamsumpah dokter yang diucapkan pada upacara pelantikan dokter baru. Sedangkan hubungan keleuargaan ialah hubungan persaudaraan yang perlu dilakukan. bagikita masih perlu ditumbuhkan sehingga kelak akan . tenteram. 1979). Hubungan formal ialah hubungan yang perlu dilakukan dalam rangka melakukan tugas kedinasan. Sekalipun demikian hubungan tersebut dapat berjalan lancar. Oleh sebab itu. guru dengan guru. Rasa persaudaraan seperti tersebut. profesi keguruan? Dalam hal ini kita harus mengakui dengan jujur bahwa sejauh ini profesi keguruan masih memerlukan pembinaan yang sungguh-sungguh. Hal ini juga dapat mendatangkan pengaruh yang negatif kepada anak didik. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Keseluruhan Kalau kita ambil sebagai contoh profesi kedokteran. dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa orang guru ditambah dengan beberapa orang personel sekolah lainnya sesui dengan kebutuhan sekolah tersebut. Adapun kebiasaan kita pada umumnya. kita perlu saling maaf-memaafkan dan memupuk suasana kekeluargaan yang akrab antara sesama guru dan aparatur di sekolah. Hubungan sesama anggota profesi dapat dilihat dari dua segi. Dalam suatu pergaulan hidup. sehingga hal ini menimbulkan keretakan di antara sesama kita.Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubngan yang harmonis perilaku diciptakan dengan mewujudkan persaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. yakni hubungan formal dan hubungan kekeluargaan. mutlak adanya hubunga yang baik di antara sesma personel yaitu hubungan baik antara kepala sekolah dengan guru. Jika ini sudah berkembang. perasaan. mereka akan resah dan tidak percaya kepada sekolah. dan harmonis. baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menunjang tercapainya keberhasilan anggota profesi dalam membawakan misalnya sebagai pendidik bangsa. kemauan. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Kerja Seperti diketahui. Berhasil tidaknya sekolah membawakan misinya akan banyak bergantung kepada semua manusia yang terlibat di dalamnya.

Dalam tut wuri terkandung maksud membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikannya. guru. ataupun pendektan lainnya yang diperlukan. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan sebagai insan dewasa. guruharus aktif mengusahakan suasan yang baik itu dengna berbagai cara. Penciptaan suasana kerja menantang harus . Mottto tut wuri handayani sekarang telah diambil menjadi motto dari Departemen Pendidikan Nasional RI. Hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat sekeliling. staf administrasi dan siswa. maupun dengan penyediaan alat belajar yang cukup. atau mendidik saja. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja. dan prinsip pembentukan manusi Indonesia seutuhnya. Sikap Terhadap Anak Didik Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa: Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. dan harus dapat mengendalikan peserta didik. tidak hanya berilmu tinggi tetapi juga bermoral tinggi pula. baik dengan penggunaan metode mengajar yang sesuai. prinsip membimbing. Pengertian membimbing seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam sistem amongnya. Uraian ini dimaksudkan sebagai perbandingan untuk dijadikan bahan dalam meningkatkan hubungan guru dengan guru sebagai anggota profesi keguruan dalam hubungan keseluruhan. yaitu: Guru sendiri. Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang ufur dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. dan bukanlah mendikte peserta didik. Dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap menentukan ke arah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Hal ini disadari dengan sebaik-baiknya oleh seetiap guru. Suasana yang haromis di sekolah tidak akan terjadi bila personil yang terlihat di dalamnya. E. harus dapat memberikan pengaruh.´ Oleh sebab itu. Terhadap guru sendiri dengan jelas juga dituliskan dalm salah satu butir dari Kode Etik yang berbunyi: ³Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. ing madyo mangun karso. Ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus dapat memberi contoh. Sikap Terhadap Tempat Kerja Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja akan meningkatkan produktivitas. dan tut wuri handayani. baik jasmani maupun rohani. apalagi memaksanya menurut kehendak sang pendidik. Untuk menciptakan suasana kerja yang baik ini ada dua hal yang harus diperhatikan. bukan mengejar.dapat kita lihat bahwa hubungan guru dengan teman sejawatnya berlangsung seperti halnya dengan profesi kedokteran. yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. serta pengaturan organisasi kelas yang mantap. 2/1989 tentang Pendidikan Nasional. yakni: tujuan pendidikan nasional. tetapi juga harus memeperhatikan perekmbangan seluruh pribadi peserta didik. Tiga kalimat padat yang terkenal daari sistem itu adalah ing ngarso sung tulodo. F. yakni kepala sekolah. sosial maupun yang lainnya yan gsesuai dengna hakikat pendidikan. utuh. Prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat. dan guru berkewajiban menciptakan suasana yang demikian dala lingkungannya. baik jasmani. rohani. Peseta didik tidak dapat dipandang sebagai obyek semata yangharus patuh kepada kehendak dan kemauan guru. dalam arti membimbing atau mengajarnya. Prinsip yang lain adalah membimbing peserta didik. Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. tidak menjalin hubungan yang baik di antara sesamanya. Dalam handayani berarti guru mempengaruhi peserta didik.

namun bila seseorang telah memilih untuk memasuki profesi guru. di waktu justru digunakan peserta didik di luar sekolah. terutama bila berhubungan dengna peserta didik yang masih kecil. dan masyarakat sekitar. Ini dimaksudkan untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. guru harus selalu dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat.dilengkapi dengan terjalinnya hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya. ia committed dengan pekerjaannya. ia akan berbuat apa pun agar kariernya berhasil baik. mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. dan mutu layanannya. Sikap Terhadap Pekerjaan Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik. H. amatlah beralasan bahwa orang tua dan masyarakat bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka. Hanya sebagian kecil dari waktu. yakni di rumah dan di masyarakat sekitar. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir yang keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi: Guru secara pribadi dan bersama-sama. dapat kita simpulkan bahwa sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif. Guru . dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati. untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. baik di sekolah maupun di luar sekolah.oleh sebab itu. Dalam menjalin kerjasama dengan orang tua dan masyarakat. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. dalam hal ini peserta didik dan para orang tuannya. mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar. orang tua. Kerja sama juga dapat diberikandalam bentuk usulan dan malahan kritik yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bersama dan kemajuan organisasi. Artinya. guru selalu dituntut untuk secara terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. Agar pendidikan di luar ini terjalin dengan baik dengan apa yang dilakukan oleh guru di sekolah diperlukan kerja sama yang baik antara guru. guru akan berada dala bimbingan dan pengawasan pihak atasan. Keharusan guru membina hubungan dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya ini merupakan isi dari butir ke lima Kode Etik Guru Indonesia. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Dapat saja kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut berupa tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka. yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. Dalam butir keenam ini dituntut kepada guru. Barangkali tidak semua orang dikaruniai sifat seperti itu. Sikap Terhadap Pemimpin Sebagai salah seorang anggota organisasi. keterampilan. G. Ia harus mau dan mampu melaksanakan tugsnya serta mampu melayani dengan baik pemakai jasa yang membutuhkannya. baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar. Orang yang telah memilih suatu karier tertentu biasanya akan berhasil baik. Oleh sebab itu. sekolah dapat mengambl prakarsa. misalnya dengan cara mengundang orang tua sewaktu pengambilan rapor. Sudah jelas bahwa pemimpin suatu unit atau organisasi akan mempunyai kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya. baik secara pribadi maupun secara kelompok. terutama menanggulangi kekurangan fasilitas ataupun dana penunjang kegiatan sekolah. Oleh karenay. di mana tiap anggota organisasi itu dituntut berusaha untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan organisasi tersebut. bila dia mencitai dengan sepenuh hati. ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu. mengikutsertakan persatuan orang tua siswa atau Komite Sekolah dalam membantu meringankan permasalahan sekolah. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat.

yaitu dalam menghadapi masyarakat abad 21. guru seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas membimbing. (3) masyarakat madani.com/2010/11/sikap-profesional-keguruan. tidak mungkin dapat meningkatkan mutu dan martabat profesinya bila guru itu tidak meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilannya. Gambaran Masyarakat Abad 21 Untuk memberikan gambaran tentang tantangan guru yang prfeesional di masa depan. membina. waktu. (2) masyarakat terbuka. Secara informal guru dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya melalui mass media seperti televis. majalah ilmiah. Menurut Tilaar (1999). dan kemampuannya. keinginan. sehingga dapat mengubah cara berfikir dan bertindak bahkan mengubah bentuk dan pola hidup manusia yang sama sekali berlainan dengan kehidupan sebelumnya. radio.guru dapat melakukannya secara formal maupun informal. karena ilmu dan pengetahuan yang menunjang profesi itu selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. artinya guru mengikuti berbagai pendidikan lanjutan atua kursus yang sesuai dengan bidang tugas.blogspot. ataupun membaca buku teks dan pengetahuan lainnya yang cocok dengan bidangnya. yaitu: (1) masyarakat teknologi. sehingga seolaholah dunia menjadi satu tanpa ada sekat yang membatasi bangsa-bangsa. A. a. Masyarakat Teknologi Masyarakat teknologi yang dimaksud adalah suatu masyarakat yang telah melek teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi.com Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Pembahasan sebelumnya memberikan gambaran bahwa secara konsep gur sebagai tenaga profesional harus memenuhi berbagai persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional. Berikut ini diuraikan sejauh mana tantangan guru di masa depan sebagai wawasan dalam rangka menambah khasanah untuk dipergunakan sebagai pertimbangan dalam meningkatkan profesionalisme guru. Secaar formal.html Copyright aadesanjaya. Persoalan ini masih ditambah adanya berbagai tantangan ke depan yang masih kompleks di era global ini. . baik secara kuantitas. Namun emikian. dan sebagainya. kita semua mengetahui bahwa begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang guru dalam upaya untuk melaksanakan tugasnya secara profesional di masa datang. Read more at: http://aadesanjaya. perlu melihat karakteristik masyarakat di era globalisasi dikaitkan dengan peran pendidikan.sebagaimana juga dengan profesi lainnya. Sebagai seorang profesional. kualitas maupun profesionalitas guru. Kemajuan teknologi kkomunikasi telah mebuat jarak dan waktu semakin pendek dan cepat. sementara kondisi riil di lapangan masih amat memperhatikan. motivasi belajar. dan memiliki kepribadian serta budi pekerti luhur yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. dan mengarahkan peserta didik dalam menumbuhkan semangat keunggulan. koran. negara-negara. Untuk meningkatkan mutu profesi secara sendiri-sendiri. setidaknya terdapat tiga karakteristik masyarakat di abad 21.blogspot.

agar tidak menjadi bangsa pelayan yang dapat diperintah bangsa lain. baik masyarakat lokal maupun masyarakat dunia. yang menghormati prestasi individual. dorongan. b. serta menjunjung tinggi rasa kebersamaan untuk mencapai kesejahteraan bersama. dalam mengiringi kemajuan teknologi tersebut diperlukan upaya penghayatan. kreatif. tetapi dapat pula menghancurkan kebudayaan umat manusia. disiplin. dan masyarakat yang turut bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dari masyarakatnya. Masyarakat madani tumbuh dan berkembang bukan dengan sendirinya dan bukan tanpa . Masyarakat Terbuka Lahirnya teknologi komunikasi yang demikian maju. Manakala pendidikan mengisyaratkan adanya keharusan peserta didik untuk menguasai teknologi. sehingga komunikasi antar pribadi menjadi makin dekat dan hampir tanpa hambatan. c.bahkan pribadi-pribadi. di mana setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. Hal itu mengancam kehiudpan masyarakat lain oleh karena adanya kemungkinan penguasaan atau dominasi oleh mereka yang lebih kuat. bila kapasitas sumber daya manusia itu tidak dikembangkan. peran pendidikan sangat penting dan strategis. termasuk mempengaruhi budaya bangsa lain. semangat. dan berprestasi. sehingga tidak menjadi korban dan tertindas oleh zaman yang penuh dengan persaingan. berkarya. tidak kalah pentingnya adalah peran pendidikan dalam memberikan arahan dan bimbingan agar penguasaana teknologi tidak menjadi bumerang bagi masyarakat. Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan wujud dari suatu masyarakat terbuka. Untuk itu. Masayraakat madani tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat yang saling hormatmenghormati. antara bangsa satu dengan bangsa lain dapat saling mempengaruhi dalam berbagai hal. termasuk nilai-nilai etis yang diyakini kebenarannya. ulet. Kemajuan teknologi dapat memajukan kehidupan manusia. yang disebabkan kurangnya penghayatan terhadap etika. Dalam maysarakat seperti itu. bukan atas dasar asal-usul atau keturunan. lebih kreatif dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. dan fasilitas kepada masyarakat dan peserta didik untukmemperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. agar kehidupan manusia tidak terancam oleh karena kemjuan teknologi itu sendiri. yang mengakui akan hak-hak asasi manusia. Masyarakat madani adalah masyarakat yang saling menghargai satu dengan yang lain. Setiap manusia mempunyai kesempatan yang tidak terbatas untuk belajar dan megnembangkan diri atau bahakan melalui kapasitasnya memberikan sumbangankepada masyarakat lainnya. di samping penguasaan teknologi itu sendiri. Dalam masyarakat terbuka. Pendidikan dapat menumbuhkan pemahaman etika yang benar. dalam masyarakat terbuka diperlukan manusia yang mampu mengembangkan kapasitasnya agar menjadi manusia dan bangsa yang kuat. yang berprestasi dan yang memilikimodal terhadap masyarakat yang lemah. memiliki toleransi dan tanggungjawab terhadap kehiudpan pribadi maupun masyrakatnya. tetapi berdasarkan pada kemampuan individual. yang pada akhinya akan menjadi boneka atau korban bagi mereka yang lebihkuat. maka tentu tidak kalah pentingnya peran guru itu sendiri untuk lebih dulu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan teknologi terkini kepada peserta didiknya. Untukitu. yang pada akhirnya melahirkan masyarakat terbuka. maka akan menjadi manusia dan masyarakat yang lemah dan tidak berdaya. Peran pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu masyarakat dan bangsa. berprestasi dan memberikan sesuatu sesuai dengankapasitasnya. terutama dalam memberikan bimbingan. Tetapi sebaliknya. Selain itu. membuat dunia menjadi satu seolah tanpa sekat. tidak berdaya dan miskin.

b. Sejalan dengan itu. Pendidikan berupaya menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik dan tantangan nyata bagi guru adalah bagaimana seorang guru memilikikepribadian yang kuat dan matang untuk dapat menanamkan nilai-nilai moral dan etika serta meyakinkan peserta didik terhadap pentingnya rasa kesatuan sebagai bangsa. diantaranya penguatan nilai kesatuan dan pembinaan moral bangsa. Kunci terwujudnya masyarakat madani adalah pendidikan. dan produktif dan tidak sekedar menjadi manusia yang selalu mengekor seperti µbebek¶ yang hanya menerima petunjuk dari atasan dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. dan mulai adanya indikasi tidak saling menghormati antara sesama teman. Pendidikan berbasis masyarakat dan . setidaknya kita dapat memperoleh gambaran tentang apa dan bagaimana karakteristik masyarakat pada abad 21 dan apa peran pendidikan pada masa yang akan datang serta tantangan bagi seorang guru untuk menyikapinya. sering terjadinya benturan fisik antara peserta didik. Sementara tantangan eksternal adalah tantangan guru profesional dalam menghadapi abad 21 dan sebagai bagian dari masyarakat dunia di era global. Pendidikan pada dasarnya tidak terlepas dari peran penting guru sebagai tulang punggung dan penopang utama dalam proses penyelenggaraan pendidikan. dan fenomena rendahnya mutu pendiidkan. Rasa persatuan yang telah berhasil ditanam berarti bahwa seseorang merasa bangga menjadi bangsa Indonesia yang berarati pula bangsa terhadap kebudayaan Indoensia yang menjunjung tinggi etika dan nilai luhur untuk siap menjadi masyarakat abad 21 yang kuat dan dapat mewujudkan demokrasi dalam arti sebenarnya. Tantangan intenal adalah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia. guru sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri mempunyai tantangan bagiamana membantu dan mengembangkan diri peserta didik menjadi manusia yang tekin. pemberlakuan otonomi daerah memberikan peluang melakukan berbagai perubahan dalam penataan sistem pendidikan yang pada hakekatnya adalah memberikan kesempatan lebih besar kepad adaerah dan sekolah untuk mengembangkan proses pendidikan yang bermutu sesuai dengan potensi yang dimilikinya. yaitu kesamaan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak dan juga kewajiban yang sama bagi masyarakat untuk membangun pendidikan yang bermutu. yang pada akhirnya dikhawatirkan dapat mengancam kesatuan dan persatuan sebagai bangsa.upaya terencana. pengembangan nilainilai demokrasi. B. perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam sistem pendidikan nasional. menurunnya rasa kebersamaan. Tantangan Internal a. Pengembangan nilai-nilai demokrasi Demokrasi dalam bidang pendidikan adalah membangun nilai-nilai demokratis. kreatif. Dalam pengertian ini. lunturnya rasa hormat dengan orang tua. Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Berdasarkan paparan di atas. termasuk potensi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai bentuk untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan. karena melalui pendidikan dapat dibangun sumberdaya yang berkualitas dengna kepribadian yang sesuai dengan budaya serta kesadaran individu hidup berdampingna untuk mencapai tujuan bersama. Hal itu terutama dapat dilihat mulai adanya gejala menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat. Penguatan nilai kesatauan dan pembinaan moral bangsa Krisis yang berkepanjangan memberi kesan keprihatinan yang dalam dan menimbulkan berbagai dampak yang tidak menguntungkan terhadap kehidupan bermasyarakat di Indonesia. kritis. pelaksanaan otonomi daerah. tetapi masyarakat yang dibangun melalui pendidikan. 1. Tantangan guru profesional untuk menghadapi masyarakat abad 21 tersebut dapat dibedakan menjadi tantangna yang bersifat internal dan kesternal.

secara individual ada beberapa diantara peserta didik mampu menunjukkan prestasinya di lomba-lomba bertaraf internasional. seakan-akan dunia seperti sebuah kampuang dengan ciri perdagangan bebas. hanya dapat dibentuk oleh suatu sistem pendidikan yang kondusif dan memiliki guru yang profesional dalam bidangnya. termasuk para guru yang profesional. berprestasi. Dengan kata lain. kreatif. Tantangan guru pada masyarakat abad 21 aldaha bagaimana menjadi seorang guru yang profesional untuk membangun masyarakat yang mandiri. saling menghormati atas dasar kemampuan individual. dan mematuhi nilai-nilai hukum yang berlaku dan disepakati bersama. diperlukan proses pendidikan yang bermutu dan kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah mutu guru. diperlukan mutu individu yang kreatif dan inovatif. tantangan bagi guru profresional dalam menghadapi globalisasi adalah bagaimana guru yang mampu memberi bekal kepada peserta didik.blogspot.blogspot. c. juga menanamkan sikap disiplin. Walaupun demikian. Fenomena rendahnya mutu pendidikan Berbagai hasil studi dan pengamatan terhadap mutu pendidikan pada berbagai negara menunjukkan bahwa secara makro mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. hanya akan menerima seoran gyang profesional dalam bidang pekerjaannya. menjunjung tinggi rasa kebersamaan. dan kompetitif. memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. guru dituntut untuk berperlaku dan memiliki karakteristik profesional oleh karena tuntutan dan sifat pekerjaanya dan bersaing dengan profesi-profesi lainnya. kompetisi dan kerjasama yang saling menguntungkan. seperti pada Olimpiade Fisika. Dalam masyarakat abad 21. Kehidupan global yang terbuka.manajemen berbasis sekolah merupakan perwujudan nyata dari demokrasi dan desentralisasi pendidikan yang bertujuan untuk lebih memberdayakan sekolah dan masyarakat dalam proses pendidikan demi mencapai prestasi sesuai kemampuannya. akan melahirkan tantangan dan peluang untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakatnya.html Copyright aadesanjaya. Masyarakat yang demikian menuntut adanya pelayanan yang profesional dari para pelakunya dan guru adalah seorang profesional dalam masyarakat seperti itu.com . Dalam melakukan persaingan. dan bahkan secara nilai rata-rata di bawah peringkat negara Asean lainnya. Guru memiliki peran strategis dalam rangka mewujudkan prestasi bagi peserta didiknya. Untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas. Untuk itu. selain ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan situasi kehidupan demikian. 2.com/2010/11/tantangan-guru-sebagaitenaga. memerlukan manusia yang bermutu dan dapat bersaing dengan sehat. yaitu kehidupan dalam dunia yang terbuka dan seolah tanpa batas. inovatif. Proses pendidikan dalma masyarakat abad 21 adalah suatu interaksi antara guru dengna peserta didik sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat yang demokratis dan terbuka. Untuk itu. tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Tantangan Eksternal Kecenderungan kehidupan dalam era globalisasi adalah mempunyai dimensi domestik dan global. tantangan bagi guru dalam wacana desentralisasi pendidikan adalah bagaimana melakukan inovasi pembelajaran sehingga dapat membimbing dan menuntun peserta didik mencapai prestasi yang diharapkan. Read more at: http://aadesanjaya. tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat sebagai bangsa Indonesia. Dengan demikian par asisiwa mempunyai bekal yang memadai. Kemampuan individu untuk bersaing seperti itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful