Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta

didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

[sunting] Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?] Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

[sunting] Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
y y y y

Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat. Melestarikan kebudayaan. Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
y

y

y

Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka. Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga

y

diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya. Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
y y y y y

Transmisi (pemindahan) kebudayaan. Memilih dan mengajarkan peranan sosial. Menjamin integrasi sosial. Sekolah mengajarkan corak kepribadian. Sumber inovasi sosial.

Makalah Tentang Model Pembelajaran Kooperatif Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam membelajarkan matematika kepada siswa, apabila guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran matematika cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan tersiksa. Oleh karena itu dalam membelajarkan matematika kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.

B. Tujuan Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca,

khususnya para mahasiswa jurusan matematika, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Lampung agar nantinya dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.

Bab II Model Pembelajaran Kooperatif

A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Usaha-usaha guru dalam membelajarkan siswa merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama. Menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani(2005), model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran. Pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guru adalah model pembelajaran kooperatif.

Apakah model pembelajaran kooperatif itu? Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Nur (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran yang lain. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.

B. Prinsip Dasar Dan Ciri-Ciri Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Nur (2000), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif

sebagai berikut: 1.Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. 2.Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota 3.kelompok mempunyai tujuan yang sama. 4.Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya. 5.Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi. 6.Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. 7.Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Sedangkan ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : 1. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai. 2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. 3. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masingmasing individu. Dalam pembelajaran kooperatif dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain.

C. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Terdapat 6(enam) langkah dalam model pembelajaran kooperatif. 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan

Tipe pembelajaran inilah yang akan diterapkan dalam pembelajaran matematika. Evaluasi. Guru menginformasikan pengelompokan siswa. saat kuis mereka tidak boleh saling membantu. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya. 5.Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok .Memberikan penghargaan. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. 6. Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Model STAD.kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa. 1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Guru menyajikan informasi kepada siswa. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja siswa dalam kelompok kelompok belajar. dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif. Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Bab III Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD A. Menyajikan informasi. Guru memberi penghargaan hasil belajar individual dan kelompok. 3. 1. 2. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan. jenis kelamin dan suku. Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks. 4.Membimbing kelompok belajar. B.

Kelompok diharapkan bekerja sama dengan sebaik-baiknya dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran. Pengembangan Dilakukan pengembangan materi yang sesuai yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. Penghargaan kelompok Setiap anggota kelompok diharapkan mencapai skor tes yang tinggi . Di sini siswa belajar untuk memahami makna bukan hafalan. Guru memberi bantuan dengan memperjelas perintah. Kemudian menetapkan siswa dalam kelompok heterogen dengan jumlah maksimal 4 . Dalam menjawab tes. latar belakang sosial. Perlu diingat pembagian itu harus diseimbangkan sehingga setiap kelompok terdiri dari siswa dengan siswa dengan tingkat prestasi seimbang. para siswa bersama-sama mendiskusikan masalah yang dihadapi. Pendahuluan Di sini perlu ditekankan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok dan menginformasikan hal yang penting untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari. Penyajian Materi Pelajaran a. Siswa mengikuti presentasi guru dengan seksama sebagai persiapan untuk mengikuti tes berikutnya b. 3. membandingkan jawaban.6 orang.Evaluasi Dilakukan selama 45 . dll. 5. kesenangan bawaan/sifat (pendiam dan aktif). Pertanyaan-peranyaan diberikan penjelasan tentang benar atau salah. 4. Jenis kelamin. Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan sebagai nilai perkembangan kelompok. sedang dan rendah) Yang didapat dari hasil akademik (skor awal) sebelumnya. Jika siswa telah memahami konsep maka dapat beralih kekonsep lain. Isi dari LKS selain materi pelajaran juga digunakan untuk melatih kooperatif. 2.Sebelum menyajikan guru harus mempersiapkan lembar kegiatan dan lembar jawaban yang akan dipelajarai siswa dalam kelompok-kelomok kooperatif. Setelah kegiatan presentasi guru dan kegiatan kelompok. atau memperbaiki miskonsepsi. b). mengulang konsep dan menjawab pertanyaan. Dalam kegiatan kelompok ini. Materi pelajaran dipresentasikan oleh guru dengan menggunakan metode pembelajaran. memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan masalah agar siswa selalu siap dan dalam memberikan tugas jangan menyita waktu lama. siswa tidak diperkenankan saling membantu. aturan heterogenitas dapat berdasarkan pada : a).Kegiatan kelompok Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan yang akan dipelajari siswa. siswa diberikan tes secara individual. Praktek terkendali Praktek terkendali dilakukan dalam menyajikan materi dengan cara menyuruh siswa mengerjakan soal.Kemampuan akademik (pandai. c.60 menit secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja dalam kelompok.

Perhitungan ulang skor awal dan pengubahan kelompok Satu periode penilaian (3 ± 4 minggu) dilakukan perhitungan ulang skor evaluasi sebagai skor awal siswa yang baru. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda 2. Keunggulan Model Pembelajaran Tipe STAD Keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah adanya kerja sama dalam kelompok dan dalam menentukan keberhasilan kelompok ter tergantung keberhasilan individu. Kemudian dilakukan perubahan kelompok agar siswa dapat bekerja dengan teman yang lain. D. BAB IV Simpulan dan Saran A. Materi-materi matematika yang relevan dengan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah materi-materi yang hanya untuk memahami fakta-fakta. misalnya bilangan bulat. himpunan-himpunan. bilangan jam. 6. Dengan penyajian materi yang tepat dan menarik bagi siswa. Dari hasil nilai perkembangan. hebat dan super. maka penghargaan pada prestasi kelompok diberikan dalam tingkatan penghargaan seperti kelompok baik. Pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dalam seting pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengubah pembelajaran dari teacher center menjadi student centered. Simpulan 1. konsepkonsep dasar dan tidak memerlukan penalaran yang tinggidan juga hapalan. dll. 3. sehingga setiap anggota kelompok tidak bisa menggantungkan pada anggota yang lain. C. Materi Matematika yang Relevan dengan STAD.karena skor ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan skor rata-rata kelompok. Pada intinya konsep dari model pembelajaran tipe STAD adalah Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut . seperti halnya pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memaksimalkan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Yogyakarta: PPPG Matematika. Bahan Ajar Diklat di PPPG Matematika. Contoh Silabus dan RPP Matematika SMP.Agar pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses berorientasi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat berjalan. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SLTP. Bagaimanakah professional guru?. DAFTAR PUSTAKA Ismail. (2006). Tim PPPG Matematika. Model dan Strategi Dalam Pembelajaran Matematika. silahkan anda baca makalah di bawah ini. 2001 Pembelajaran Kooperatif. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?.html Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. dan untuk setiap konsep ditentukan metode atau pendekatan yang akan digunakan serta keterampilan proses yang akan dikembangkan. sebaiknya guru membuat perencanaan mengajar materi pelajaran.Diharapkan guru mengenalkan dan melatihkan keterampilan proses dan keterampilam kooperatif sebelum atau selama pembelajaran agar siswa mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta dapat menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia. Sri Wardhani. Budijastuti. Yogyakarta: PPPG Matematika. 2.Saran 1. Widowati. Media Pembelajaran (Model-model Pembelajaran). (2003). dan menentukan semua konsep-konsep yang akan dikembangkan. (2003). sumber asli: http://makalah-di. Beberapa Teknik. mudah mudahan .com/2009/11/makalah-tentang-modelpembelajaran.blogspot.

Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. baik kesejahteraan secara materiil (gaji. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. Kecilnya anggaran pendidikan. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru.). dll. belum lagi dikorupsi sana-sini. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs. BAB I PENDAHULUAN A. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan.M. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. M. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif.Pd.SMP.makalah ini dapat membantu anda. maupun pembinaan . Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran.Hasan. Galbreath. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar . bermakna dan menyenangkan. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. sebagian besar guru SD.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. Y. honor. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. Secara nasional. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. B. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Menurut Dra. J.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab. Pengertian Profesi Makagiansar. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik. pengembangan bahan ajar. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. antara lain: (a) sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar.SMA. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Ani M. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C.

Dan bagi saya itu oke. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. dll.lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. dari pengalaman. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. Kalaupun diterima. perbankan. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. Lalu secara ekonomis. dll). Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). Lisensi keguruan. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas.ketika ada peluang lain. pelatihan. Matematika yg diuji dalam UAN. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. metode mengajar dan psikologi. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. jengkel. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh pendidikan keguruan. bukan bakat alami. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). Itu sebabnya. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. membuat guru-guru mapel UAN menjadi . Harus diakui. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. dengan maraknya sistem les privat.. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. mereka keluar begitu saja. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. Bahasa Inggris. frustasi. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. Saya tidak punya data. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. dll.

sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. Namun. Dari 18 pasal yang ada. Bisa menimbulkan iri hati. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. Kondisi itulah yang harus dihadapi. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. Padahal keduanya jelas berbeda. menghargai murid. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar.primadona. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. diselesaikan. mengajar adalah profesi hati. bukan menyiksa apalagi mengancam. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. dll. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. Karena sekolah merupakan medan belajar. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. C. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. Itu bagus bagi guru tsb. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan . Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). C. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah.. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia.

(Online) (http://members. Makalah Dipresentasikan. S. http://makalahfrofesikependidikan. Jakarta: Grasindo. dan Loucks-Horsley.blogspot. K.html Supriadi. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru.R. April/Mei 2001. diakses 7 Juni 2001) Semiawan. tetapi porsinya harus tetap kecil. 1998. Suara Guru No. bukan karena menyuap B. September 1998. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). 1991. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. Caranya. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat.E. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. Teacher in England and Wales. C. 3-4/1996. Y. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs). 2001. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. 1996.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. karena menjadi guru berkat kemampuannya. Stiles. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. D. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. Journal PAT. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan.com/PTRFWEB/journal1040. Jakarta: Depdikbud . realistis. memang adalah tanggung jawab negara. 1998. Sumargi. The Science Teacher. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta). Professionalisme in Practice: the PAT Journal. 2001. bukan tanggung jawab orang tua murid. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. aol. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia.html.Yang Maha Esa.

Y.Read more at: http://aadesanjaya. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. bermakna dan menyenangkan. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran. Bagaimanakah professional guru?. antara lain: (a) . Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C.html Copyright aadesanjaya.com Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. B. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia.SMP. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. pengembangan bahan ajar. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. M. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs. mudah mudahan makalah ini dapat membantu anda. BAB I PENDAHULUAN A. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia. Pengertian Profesi Makagiansar. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. Secara nasional.SMA.blogspot. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik. sebagian besar guru SD. silahkan anda baca makalah di bawah ini.blogspot.

Galbreath. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar.Pd. Ani M. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. maupun pembinaan lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran.sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. Dan bagi saya itu oke. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis.). belum lagi dikorupsi sana-sini. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. mereka keluar begitu saja. perbankan. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. dari pengalaman. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. Kecilnya anggaran pendidikan. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani.ketika ada peluang lain. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. dll). mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. pelatihan. honor. dll. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. Harus diakui. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar . J. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik.M. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. Itu sebabnya. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh . Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya.Hasan. bukan bakat alami. Kalaupun diterima. Menurut Dra. baik kesejahteraan secara materiil (gaji.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. dll. Lisensi keguruan. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen.

minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. jengkel. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. Karena sekolah merupakan medan belajar. diselesaikan. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. Kondisi itulah yang harus dihadapi. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui.. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan .pendidikan keguruan. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. C. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya.. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. Saya tidak punya data. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. bukan menyiksa apalagi mengancam. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. metode mengajar dan psikologi. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. Lalu secara ekonomis. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. mengajar adalah profesi hati. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Bahasa Inggris. Oleh karena itu. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. Oleh karena itu. dengan maraknya sistem les privat. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. Bisa menimbulkan iri hati. membuat guru-guru mapel UAN menjadi primadona. Matematika yg diuji dalam UAN. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). Maka apabila ada kegagalan peserta didik. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. dll. dll. frustasi. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. Itu bagus bagi guru tsb. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri.

salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. Dari 18 pasal yang ada. realistis. Padahal keduanya jelas berbeda. padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. Caranya. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. Namun. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia.untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. menghargai murid. C. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga . Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos.

3-4/1996. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati.blogspot. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta). Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu.R. 1996. Journal PAT. 1998.com Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru adalah makalah yang berkaitan dengan proritas kerja guru dimana guru itu harus bekerja sesuai dengan profesinya.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. Latar Belakang Lagu himne guru menunjukkan betapa pentingnya keberadaan seorang guru bagi kehidupan seorang manusia dalam mengenal dunia.E. tetapi porsinya harus tetap kecil. The Science Teacher. K. S. Suara Guru No. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN.com/PTRFWEB/journal1040.html. http://makalahfrofesikependidikan. dan Loucks-Horsley. Untuk lebih jelasnya silahkan anda simak makalah di bawah ini. bukan tanggung jawab orang tua murid. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. Teacher in England and Wales. tidak akan muncul generasi pintar yang . Sumargi. memang adalah tanggung jawab negara. Jakarta: Grasindo. Jakarta: Depdikbud Read more at: http://aadesanjaya. 1991. Y.html Supriadi.rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. 2001. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia.blogspot. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. 2001.html Copyright aadesanjaya. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. karena sebagian guru tidak menerapkan dengan sepenuhnya apa profesi guru yang sebenarnya. bukan karena menyuap B. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. karena menjadi guru berkat kemampuannya. diakses 7 Juni 2001) Semiawan. Stiles. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs). C. A. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. D.blogspot. Makalah Dipresentasikan. 1998. aol. Tanpa guru. April/Mei 2001. (Online) (http://members. September 1998.

M. guru dicitrakan amat bagus karena berkait erat dengan status sosial (ekonomis.5) sen sehari. Pada jaman penjajahan Belanda. Rumusan Masalah Bagaimanakah sebenarnya Prioritas Kesejahteraan Guru Prioritas kerja Profesi Guru A.Hasan. Dalam buku Siti Sahara. dalam Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ditulis. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Semua orang pasti mengakui jasa seorang guru bagi dirinya walau hanya di dalam hati. insinyur. citra dan status profesi guru dalam masyarakat juga masih tinggi. guru ratu wong tuwo akaro. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Wanita Guru Pertama dari Mandailing. tetapi juga ada yang ikut aktif menjadi tentara rakyat dan berperang mengusir penjajah. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. orang wajib menaati pertama-tama gurunya. Dalam masa awal perjuangan kemerdekaan. Guru dipandang sebagai pemimpin masyarakat yang disegani dan mempunyai status ekonomi yang relatif tinggi.Pd. Para guru masih dilihat dan diperlakukan bukan hanya sebagai pendidik yang pantas digugu dan ditiru di sekolah. Artinya. tetapi juga sebagai pemimpin masyarakat yang terhormat. kini menjadi profesi yang kurang diminati dan dihargai dibanding dengan profesi lainnya. politis dan budaya) pemegang profesi yang bersangkutan dan kredibilitas professional para guru. Suatu jumlah yang amat besar waktu itu. mengingat ungkapan pada masa kolonial mengatakan bahwa seorang inlander cukup hidup dengan segobang (2. PROFESIONAL Secara politis. relasi guru dengan padepokan-padepokan sebagaimana terungkap dalam hubungan dengan para kyai di pesantren-pesantren. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. B. Untuk mengetahui prioritas dsan kesahteraan guru C. atau profesi lainnya dibanding menjadi seorang guru. guru sungguh dilihat sebagai pemimpin yang digugu dan ditiru. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menjadi seorang dokter. Pascakemerdekaan sampai tahun 1950-an. Dalam masyarakat Jawa ada ungkapan. B. Dari sisi budaya. Dengan kebijakan memberikan pendidikan dasar pada sementara inlander untuk tugas-tugas administratif yang diperlukan penjajah. Tingginya citra guru pada zaman penjajahan dan awal kemerdekaan di Indonesia berkait erat dengan citra masyarakat memandang profesi guru.akan membangun bumi ini. Ani M. profesi guru yang dulu merupakan profesi yang paling bergengsi dan menjadi dambaan bagi generasi muda pada zaman leluhur kita. Mereka mendapat imbalan jasa yang memadai untuk hidup sejahtera bersama keluarga. tetapi mereka hanya mengakui dengan tanpa upaya memberikan suatu penghargaan yang lebih dibanding kepada profesi lain. Pada masa itu. para guru juga dihargai karena mereka bukan saja mengambil peran amat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ibu Guru Siti Sahara mempunyai gaji sebesar 40 gulden sebagai guru Kepala Sekolah Wanita di Bireum. Para guru diberi julukan Sensei yang dalam kebudayaan Jepang mempunyai kedudukan sosial yang amat dihormati. guru diperlukan pemerintahan penjajah dalam rangka menunjang politik etisnya. dan . Tujuan Prioritas kerja Profesi Guru. bu-kan semata-mata segi materinya belaka Pada masa penjajahan Jepang. polisi. kemudian rajanya. tentara. status profesi guru juga masih terhormat. pada tahun 1920-an misalnya. Pengertian Profesi Menurut Dra. Status ekonomi para guru pada waktu itu memang tinggi. Akibatnya. status profesi guru memang sangat tinggi.

eksklusif dan berat. dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil. Menurut penelitian Dr Martinus Tukir Handoko dari sekian banyak guru sebenarnya pada mulanya tidak mempunyai motivasi menjadi guru. Mending. dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) di dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja.untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto. Bahkan guru semakin dituntut pengabdiannya yang besar kepada masyarakat bahkan dengan imbalan yang amat rendah. Kedua.serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut . 1999). Persoalannya. Banyak orang tak mau menjalani profesi tersebut.108 guru yang ada. yayasan atau pemerintah. Ketiga. Hal ini perlu ditekankan benar untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi. jelas salah satu cara mengangkat citra guru bukan dengan memberikan sertifikasi seperti pengacara atau dokter. bahwa kerja seorang profesional itu beriktikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti.6 persen dari 993. Kalau di dalam pengamalan profesi yang diberikan . bahwa kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang. mereka memang bersekolah di Sekolah Pendidikan Guru. kini citra guru sudah telanjur terpuruk dan bahkan pekerjaan guru dianggap pelarian karena tidak ada pekerjaan yang lebih layak. melainkan dengan memperbaiki citranya dalam masyarakat. bahwa kerja seorang profesional . ada yang karena dipaksa orang tuanya. sementara mereka yang sudah menjadi guru beralih ke profesi lain yang memberikan kesejahteraan lebih baik. menjadi pengacara atau dokter yang memperoleh izin membuka praktik sendiri manakala imbalan dari pekerjaan resminya sangat kecil. Perbaikan citra erat kaitannya dengan mengubah cara pandang masyarakat terhadap pekerjaan guru. profesionalisme dalam tiga watak kerja yang merupakan persyaratan dari setiap kegiatan pemberian "jasa profesi" (dan bukan okupasi). Menurut data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Menjadikan guru sebagai profesi tidak menjamin citra guru akan meningkat. tetapi sebenarnya tidak mempunyai maksud menjadi guru. Pada mulanya. Ada yang karena tidak diterima di sekolah lain. karena ekonomi keluarganya yang lemah. Lebih lanjut dijabarkan. jumlah guru SD yang berpindah profesi per Juli 2004 sudah mencapai 50. Pertama. sehingga terpaksa masuk ke pendidikan guru. Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus. berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan . Guru sangat tergantung pada pekerjaan yang diciptakan oleh orang lain entah itu perorangan. Dengan demikian. Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat. Dari uraian itu. Ketiga watak kerja tersebut mencoba menempatkan kaum profesional (kelompok sosial berkeahlian) untuk tetap mempertahankan idealisme yang menyatakan bahwa keahlian profesi yang dikuasai bukanlah komoditas yang hendak diperjual-belikan sekadar untuk memperoleh nafkah.harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi. guru harus patuh terhadap norma-norma yang dibuat oleh kekuasaan di luar dirinya sendiri.baru orang tuanya.diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral . melainkan suatu kebajikan yang hendak diabdikan demi kesejahteraan umat manusia.

sebagaimana zaman penjajahan. J Sudarminta mengatakan.ternyata ada semacam imbalan (honorarium) yang diterimakan. Mereka yang tidak tertampung oleh pasar kerja. dan keteguhan sikap sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik dan 7) relatif rendahnya kapasitas intelektual calon guru dan para guru. berlangganan koran. Bahkan. sehingga profesi ini menjadi pekerjaan yang "murah". Kode Etik Guru KODE ETIK GURU INDONESIA Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya Guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan A. jika pemerintah mau sungguh-sungguh. Saran Mengangkat citra guru. seperti perbaikan insentif material dan kesejahteraan hidup. Serta. Kalaupun ada. politisi dan ilmuwan serta berbagai profesi lainnya. internet. Kesimpulan Masih rendahnya tingkat profesionalisme guru saat ini disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari internal guru itu sendiri dan faktor lainnya yang berasal dari luar. hal itu semata hanya sekadar "tanda kehormatan" (honour) demi tegaknya kehormatan profesi. mencoba menjadi guru. guru yang telah banyak menghasilkan para pemimpin. jelas tidak mungkin. Komitmen politik . yang jelas akan berbeda nilainya dengan pemberian upah yang hanya pantas diterimakan bagi para pekerja upahan saja. maka profesi guru akan membaik. kurangnya minat guru untuk menambah wawasan sebagai upaya meningkatkan tingkat profesionalisme sebab bertambah atau tidaknya pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan tugas rutin tidak berpengaruh terhadap pendapatan yang diperolehnya. Ironis memang. kini dianggap sebagai profesi "murah" dan menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Hal ini bukanlah harus dilawan oleh guru secara fisik atau perang kata-kata agar yang lain mau mengakui dan menerima guru sebagai tenaga yang profesional yang berjasa bagi pembangunan negeri ini. upaya untuk menambah pengetahuan dan informasi menjadi terhambat karena dana untuk membeli buku. 3) kurang efektifnya cara pengajaran. untuk memenuhi kebutuhan dapur harus juga melakukan kerja sampingan lainnya. Di samping itu. Oleh karena itu. 4) kurangnya wibawa guru di hadapan murid. kemandirian berpikir. hal itu tidak seimbang dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan. C. 6) kurangnya kematangan emosional. 5) lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. Hal itu merupakan akibat dari mudahnya pemerintah memberikan izin pendirian LPTK (Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan). 2) ketidaksesuaian antara bidang studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan di lapangan dijabarkan. tidak tersedia. Faktor-faktor tersebut antara lain: Penghasilan yang diperoleh guru belum mampu memenuhi kebutuhan hidup harian keluarga secara mencukupi. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul-betul menjadi guru. B. meledaknya jumlah lulusan sekolah guru dari tahun ke tahun. dari sisi guru sendiri rendahnya mutu guru tampak dari gejala: 1) lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. Namun.

dan Citra Guru.blogspot. Nurcholis. hakim. Guru profesional selain menguasi seluk-beluk pendidkan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainya.dkk. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan yang dijalaninya maka akan semakin tinggi pula derajat profesi yang disandangya. Kemudian pendapat yang hampir sana dikemukakan .2001.com/2010/07/bab-i-pendahuluan. 1995: 14). 2004. Fobi Sekolah. Bobbi.blogspot.Mendiknas mestinya tidak hanya menjadikan guru sebagai profesi tetapi juga didahului dengan perbaikan kesejahteraan dan kualitas guru. dalam Pengantar Menuju Masyarakat belajar . Bandung: Kaifa Pendidikan. kejujuran) tertentu´ (Nurdin. namun orang itu belum dapat disebut sebagai seorang guru (Hamalik. Pengantar Langkah Strategis Mempersiapk an SDM Berkualitas. guru juga dibekali pendidikan khusus untuk menjadi guru dan memiliki keahlian khusus yang diperlukan sesuai dengan profesinya. maka dipersiapkan untuk itu harus mengacu pada proses pendidikan. http://makalahfrofesikependidikan.html Madjid. pekerjaan ini tidak dapat dikerjakan oleh sembarang orang tampa memiliki keahlian sebagai seorang guru.Indradjati Sidi. 2004: 118-119) Menurut Sudjana (2008: 13) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau tidak memperoleh pekerjaan lainya.com/2011/01/makalah-prioritas-kerja-profesiguru. Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Sudjana. dokter. Jakarta: Horison dan Ford Foundation De Porter. 2002: 15) ³sedangkan kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru.blogspot. Jakarta: Paramadina dan LOGOS Read more at: http://aadesanjaya. Dalam Horison Esai Indonesia Kitab 2 Taufiq Ismail (editor). Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting di samping keterampilan/keterampilan lain. DAFTAR PUSTAKA Azzra. Pekerjaan guru adalah suatu profesi tersendiri.html Copyright aadesanjaya. Banyak yang pandai berbicara tertentu. 1988: 14) Setiap guru profesional menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisnya. Namun menurutnya. 2001. Bisa dipandang melalui proses pendidikan bisa pula diperoleh dari proses laitihan. Birokrasi. dan bukan sekedar latihan. Dari rumusan di atas ³dipersiapkan untuk itu´ mengandung arti luas. dan sebagainya´ (Usman. Profesi adalah ³Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketermpilan. Azyumardi.com Pengertian profesionalisme Sebelum penulis menguraikan pengertian profesionalisme terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian profesi sehingga mudah dimengerti apa yang dimaksud profesionalisme. Peran Seorang Guru . Ini berarti tinggi rendahnya pengakuan profesionalisme sangat menggan tung pada tingkat keahlian dan pendidikan yang ditempuhnya. untuk pekerjaan yang bersifat profesional lebih-lebih untuk pekerkaan yang bersifat profesional penuh seperti profesi dokter.

di rumah dan sebagainya (Djamarah. yang beragam seperti setiap lafaz-lafaz. 2. sedangkan guru asing dia mampu melakukan hal ini tampa ada kesulitan karena sesungguhnya dia berbicara dengan bahasany. tetapi bisa saja seseorang yang secara tekun mempelajari dan melatih diri dalam suatu bidang tertentu menjadi profesional. tidak mesti di lembaga formal tetapi bisa juga di masjid. profesi yang disandang melalui jenjang pendidikan akan memperoleh pengakuan yang bersifat formal naupun informal. jadi seorang guru yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan tentunya guru memiliki tanggung jawab dan melaksanakan proses belajar mengajar di tempat-tempat tertentu. Pengertian Guru Profesional Guru adalah ³orang yang memberikan ilmu pengetahua terhadap anak didik. maka secara otomatis guru tersebut tidak akan kesulitan dalam mewujudkan hal tersebut. guru harus menjadi tauladan bagi siswa didiknya karena anak-anak cebderung bersifat meniru (Djamarah. Sehat jasmani Kesehatan jasmanikerapkali dijadikan salah satu syarat bagi mereka untuk menjadi guru. 1989: 79) Dari uraian di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa syarat guru bahasa Arab yang profesional dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran bahasa Arab. b. sedangkan yang diperoleh dari selain pendidikan formal pada umunya hanya akan mendapat pengakuan yang bersifat informal saja. Karena sesungguhnya dia mengajarkan bahasanya sendiri. Hanya saja menurutnya. Sebaliknya guru adalah teladan bagi anak didiknya. Seseorang guru selain memiliki pengetahuan atau wawasan mengenai pendidikan juga harus dibekali dengan persyaratan tentang profesionalisnya itu. guru di sekolah atau pimpinan di masyarakat. surau. Dari . Guru lokal tidak mampu membahas atau berbicara dengan bagus menyaingi guru asing dalam (leluasa). Jumlah mufradat menggambarkan istilah-istilah yang ia ketahui sebagaimana bahwasanya ia tidak dapat mendekati secara mutlak dalam memahami makna-makna yang terkandung di dalam isi mata pelajaran tersebut. naka secara otomatis tidak menemukan kesulitan dan kompleksnya siswa dapat mengetahui secara mendetail pada mata pelajaran bahasa Arab mengenai istilah-istilah dan struktur kalimat serta dengan baik dan akan dapat berbicara dengan faseh serta menulis dan membaca dengan baik yang pada akhirnya dapat membentuk mental belajar seswa yang optimal. 2000: 32) Ketiga persyaratan tersebut diharapkan telah demiliki oleh seorang guru sehingga ia mampu memenuhi fufngsi sebagai pendidik profesional yakni pendidik bangsa. musallah. Menggunakan guru sebagai guru bahasa asing baik dalam menyelesaikan makna-makna mufrad atau kaidah-kaidah tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa serta membentuk mental belajar siswa (Al Qasimiy. Berkelakuan baik Budi pekerti guru penting dalam pendidikan watak anak didik.oleh Ali (1992: 23) keahlian atau kemampuan profesional tidak mesti harus diperoleh daei jenjang pendidikan. 2003: 31) Sedangkan guru bahasa Arab yang profesional menurut Al Qosimiy secara garis besar ada tiga hal yang sangat mendasar yang membedakan antara guru asing dengan guru lokal dilihat dari profesionalisnya dalam membentuk mental belajar siswa bidang studi bahasa Arab sebagai berikut: Bahwasanya guru lokal tidak dapat berbicara atau menbahas persis bahasa asing (bahasa Arab) sebagai mana bahasa penduduk aslinya secara faseh. jika guru sendiri tidak bertakea kepadanya. c. mengenbai persayaratan guru tersebut meliputi: a. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Guru sesuai dengan tujuan ilmu pendidikan islam tidak mungkin mendidika anak didik bertakwa kepada Allah SWT. harus diajarkan oleh guru bahasa asing daripada guru lokal. Dan dengan cara ini dia mengajarkan seswa membahas atau membicarakan yang benar (serius) dengan gambaran kebiasaan.

1999: 5) Berdasarkan paparan di atas maka guru pada posisinya sebagai sutradara sekaligus sebagai aktor utama dalam setiap kegiatan belajar mengajar. metode dan alat bantu mengajar. yakni mengkoordinasikan unsur-unsur tujuan. Antara kedua pihak ini terjadi suatu interaksi yang satu sama lain dan saling menunjang. maka yang dimaksud dengan gru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal (Usman. Dan tahap selamjutnya adalah melaksanakan rencana tersebut dalam bentuk tindakan atau praktek mengajar (Sudjana. 2000: 13) Berdasarkan pengertian di atas. 2002: 36) terdiri dari: Menerima dan mematuhi norma-norma dan nilai-nilai kemanusiaan Memiliki tugas mendidik dengan bebas berani gembira (tugas bukan menjadi beban baginya) Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatanya serta akibat-akibat yang timbul dari kata hatinya. 1995: 15) Jadi seorang guru adalah orang yang benar-benmar terdidik dan terlatih dengan baik. bahan pengajaran. Terdidika dan terlatih disini bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau tekhnik di dalam kegiatan bekajar mengajar serta menguasai kandasan-kandasan kependidikan yang tentunya juga akan memenuhi beberapa persyaratan atau kriteria sehingga dikatakan benar-benar terdidik dan terlatih.persyaratan di atas menunjukan bahwa guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa guru layak menjadi panutan atau tauladan bagi masyarakat di sekelilingya (Soejipto. Untuk itu. metode mengajar. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus dipersiapkan untuk itu. alat pengajaran dan evaluasi sebagai alat ukur tercapai atau tidaknya tujuan (Usman. sebab guru yang profesional akan lebih mampu menciptakan kelas sehingga hasil belajar yang diciptakan oleh para siswa akan berada pada tingkat yang lebih optimal. dianggap memiliki peran yang sangat penting dan sangat menentukan arah bagi pencapaian tujuan yang ingin diinginkan. Kriteria . kegiatan belajar mengajar. 2007: 42) Berdasarkan pengertian daripada guru profesional tersebut dapat dikatakan guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruanya sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya´ (Uzer. dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang tidak punya keahlian dan hanya karena tidak dapat memperolehpekerjaan lain (sudjana. serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangya masing-masing. sombong dan tidak singkat akal) Takwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Komponen belajar mengajar yang dimaksud adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai materi pelajaran. 1999: 15) 3. Menghargai orang lain termasuk anak didik Bijaksana dan hati-hati (tidak nekat. serta penilaian atau evaluasi. Dalam proses bekajar mengajar tersirat suatu makna adanya satu kesatuan antara seswa yang belajar dan guru yang mengajar. Sesungguhnya guru yang bertanggung jawab memiliki bebnerapa sifat menurut Tanlain dalam (Djamarah. 2000: 9) Senada dengan pendapat di atas Usman juga menegaskan bahwa proses belajar mengajar sebagai interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu dengan yang lainya saling berikatan dalam ikatan untuk mencapai tujuan. Sebagai proses belajar mengajar memerlukan seuatu perencanaan yang matang. dalam melaksanakan profesi keguruanya seorang guru dituntut memiliki kemampuan profesional sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan oleh sembarangan orang tampa memiliki keahlian khusus sebagai guru. Jadi betapun tingginya kemampuan seseorang (guru) ia tidak akan bekerja secara profesional apabila tidak memiliki motivasi kerja yang tinggi. Pendidik tidak maha kuasa. Guru menjadi contoh dalam segala hal. sebaliknya betapun tingginya motivasi kerja seseorang (guru) ia tidak akan sempurna dalam menyelesaikan tugas-tugasnya bilamana tidak didukung oleh kemampuanya. b) keterampilan berbahasa. contohnya seorang yang akan bekerja secara profesional bilamana orang tersebut memiliki kemampuan (Ability) dan motivasi (motivasion) maksudnya adalah: seorang akan bekerja secara profesional bilamana memiliki kemampuan kerja yang tinggi dan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaikbaiknya. disertai pula dengan seperangkat latihan keterampilan keguruan dan pada kondisi itu pula ia belajar memersosialisasikan sikap keguruan yang diperlukannya. Banyak orang pandai berbicara tertentu namun orang demikian belum dapat disebut sebagai seorang guru. 1989 : 91) Dengan demikian dari pengertian di atas profesionalitas guru pada bidang studi bahasa Arab hendaknya mengikuti syarat-syarat atau peraturan yang telah ditentukan oleh al-Qoisimy agar siswa termotivasi oleh guru dalam membentuk mental belajarnya. 2 Tahun 1983 Sebagai prantara dalam belajar Guru adalah sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan. membeca. kecakapan dan pengalaman-pengalaman Membentuk kepribadian anak yang harmonis sesuai cita-cita dan dasar negara kita Pancasila Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. 2000 : 36) mengemukakan bahwa fungsi dan tugas guru profesional adalah : Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian. Seorang yang berpribadi khusus yakni ramuan dari pengetahuan sikap danm keterampilan keguruan yang akan ditransformasikan kepada anak didik atau siswanya. Sebaliknya seseorang yang tidak profesional bila mana hanya memenuhi salah satu dari dua persyaratan di atas (Bafadal. 4. 2003 : 5). Ada perbedaan prinsip antara guru yang profesional dengan guru yang bukan profesional. Sedangkan kriteria guru bahasa Arab secara khusus adalah sebagai berikut : Menguasai budaya Arab serta seluk beluk sosial Menguasai cara atau metode bahasa Arab dengan ilmu jiwa bahasa Arab Menguasai materi belajar bahasa Arab karena materi bahasa Arab berbeda dengan materi pelajaran yang lain. bahasa Arab itu meliputi unsur-unsur antara lain : a) bahasa seperti ucapan.profesionalisme guru Jabatan guru dikenal sebagai suatau pekerjaan profesional sebagaimana seorang menilai bahwa dokter. Menguasai evaluasi belajar atau mampu mengevaluasi proses belajar mengajar bahasa Arab (alQosimy. dan menulis. kosa kata dan kawaid. Fungsi dan Tugas Guru Sebagai seorang pendidik yang memahami fungsi dan tugasnya. insinyur. tidak dapat membentuk anak menurut kehendak hatinya Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat Sebagai penegak disiplin. ahli hukum. tetapi juga sebagai penghubung sekolah dengan masyarakat yang juga memiliki beberapa tugas menurut Rostiyah (dalam Djamarah. Dalam hal ini pembimbing . tata tertib dapat berjalan apabila guru menjalaninya terlebih dahulu Sebagai adminstrator dan manajer Guru sebagai perencana kurikulum Guru sebagai pemimpin Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. guru khususnya ia dibekali dengan berbagai ilmu keguruan sebagai dasar. Guru yang memahami fungsi dan tugasnya tidak hanya sebatas dinding sekolah saja. meliputi keterampilan mendengar. dan sebagainya sebagai profesi tersendiri maka gurupun adalah suatu profesi tersendiri. bidara.

Pembimbing Peran guru yang tidak kalah pentingnya dari semua peran yang telah disebutkan di atas adalah sebagai pembimbing 5. baik perkembangan fisik maupun mental. tidak semua bahan pelajaran anak didik pahami 10. Informator Sebagai informator guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum. Mediator Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya baik media non material maupun material. mengajar dan membimbing sebagai yang taka dapat dipisahkan. Organisator Sebagai organisator adalah sisi lain dari peranan yang diperlukan oleh guru dalam bidang ini memiliki kegiatan pengelolaan kegiataan akademik dan lain sebagainya. Contohnya guru sebagai pendidik dan pengajar sering kali akan melakukan pekerjaan bimbingan.blogspot. 4.yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan.com l Citra Guru Profesional Citra Guru Profesional BABI PENDAHULUAN A. Sebagai pendidik guru harus berlaku membimbing dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. Membimbing dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembanganya dengan jelas dmemberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Inisator Sebagai inisiator guru harus dapat menjadi pencetur ide-ide kemajuan dan pendidikan dalam pengajaran 9. Korektor Sebagai korektor guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan buruk 6. 12. 8. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri.com/2011/01/profesionalisme-guru. 11. Evaluator Guru dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur dengan memerikan penilaian yang menyentuh aspek intrinsik dan ekstrinsik Read more at: http://aadesanjaya. Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing. termasuk dalam hal ini yang terpenting ikut memecahkan persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik. Latar Belakang Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. 2. Motivator Sebagai motivator guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar 3. Demonstrator Dalam interaksi edukatif. Pengelolaan kelas Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik karena kelas adalah tempat terhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelaaran dari guru. Supervisor Guru hendaknya dapat membantu memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. Dengan demikian diharapkan menciptakan perkembangan yang lebih baik pada diri siswa. Profesi guru pada . Dari uraian di atas secara rinci peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat disebutkan sebagai berikut : 1. 13.html Copyright aadesanjaya. Inspirator Sebagai inspirator guru harus dapat membedakan ilham yang baik bagi kemajuan anak didik 7.blogspot. Fasilitator Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar mengajar. seperti bimbingan belajar tentang keterampilan dan sebagainya dan untuk lebih jelasnya proses pendidikan kegiatan mendidik.

Slogan pahlawan tanpa tanda jasa senantiasa melekat pada profesi guru. guru mulai mengalami dilema eksistensial. mutu dan tindak tanduk yang merupakan suatu profesi Guru (dalam bahasa jawa) seorang yang harus digugu dan harus ditiru oleh semua muridnya. mengharuskan citra adanya pembayaran untuk melakukannya Profesionalisme merupakan kualitas. mengenai pribadi. B. Dalam sebuah proses pendidikan guru merupakan satu komponen yang sangat penting. Dalam perkembangan berikutnya. kurikulum. Tujuan Menjelaskan Definisi Citra Guru Menjelaska Citra Guru dari Masa ke-masa Mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru BAB II PEMBAHASAN A. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. berkenaan dengan pekerjaan. Rumusan Masalah Apa Pengertian Citra Guru Profesional ? Apa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru ? Bagaimana Identifikasi dan Contoh Citra Guru ? C. cara bebicara. Harus di gugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Pengertian Menurut kamus besar bahasa indonesia terdapat pengertian kata citra dan profesional Citra merupakan gambaran. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. organisasi atau produk. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. sarana dan prasarana lingkungan. sikap kearifan. Tetapi. gambaran yang dimiliki mengenai orang banyak. selain komponen lainnya seperti tujuan. artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya. hingga cara berprilaku sehai-hari. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. berkenaan dengan keahlian. Hal ini didasarkan pada pengabdiannya yang begitu tinggi dan tulus dalam dunia pendidikan. kedisiplinan.mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. akademis dan kepribadian. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Mulai dari cara berfikir. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. sekaligus sebagai biasnya. dan evaluasi Guru profesional adalah guru yang mampu menerapkan hubungan yang berbentuk multidimensional guru yang demikian adalah guru yang secara internal memenuhi kriteria administratif. memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid. guru mulai mengalami dilema eksistensial. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Seorang guru juga harus ditiru. terutama bidang informasi dan komunikasi. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. kesan mental yang ditimbulkan oleh sebuah kata. Dalam perkembangan berikutnya. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. terutama bidang informasi dan komunikasi. fase atau kalimat dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa untuk evaluasi Profesi merupakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan atau pendidikan tertentu Profesional. Tetapi. . Segala ilmu pengetahuan yang datang dari guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan atau diteliti lagi. sekaligus sebagai biasnya. rupa. kejujuran. Tidak hanya itu. metode. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya.

citra guru ideal adalah seseorang yang senantiasa memberi motivasi belajar yang mempunyai sifatfsifat keteladanan. masyarakat menyebut guru pria dengan panggilan tuan.ketulusan. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. Citra Guru dalam Masyarakat Tradisional (Pramodem) Di dalam bahasa Sansekerta. B. bijaksana. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa. naik kelas. dan lulus ujian. Dalam pandangan masyarakat tradisional. Mereka masih menaruh rasa hormat dan status sosial yang tinggi terhadap profesi guru. eksistensi guru yang mandiri. guru berarti yang dihormati. menulis dan berhitung. menulis dan berhitung. Memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. lebih dalam dari laut paling dalam. lengkapnya tuan guru. suatu panggilan yang penuh rasa kagum dan hormat terhadap profesi guru. peran dan kinerja. atau anak mendapat nilai tinggi. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. atau mendapat nilai tinggi. misalnya. Bagi masyarakat modern. serta mampu mengajar di dalam suasana yang menyenangkan. kreatif. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci (saint) yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. Citra guru ini tercermin melalui: Keunggulan mengajar. Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. Rasa hormat ini sampai kini masih hidup di tengah masyarakat tradisional/pedesaan. C. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. kesopanan serta sebagai sosok panutan menjadikan profesi satu ini berbeda dengan yang lain. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. kontekstual dan efektil . Di kepulauan Sangihe. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. Hal ini membuat citra seorang guru di mata masyarakat selalu berada di tempat yang lebih baik dan mulia. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. memahami. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. dan Memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesl dan pihak lain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. dan Memiliki perencanaan yang matang. naik kelas dan lulus ujian. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. mempraktekkan serta mengamalkan ilmu yang diterima dalam kehidupan sehari-hari baik langsung maupun tak langsung. penuh kasih sayang. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. Dari sudut pandang peserta didik. melainkan keberhasilan siswa dalam menangkap. guru dianggap profesional jika anak sudah dapat membaca. Djamin (1999) mengemukakan citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam lingkup fungsi. Lantaran tanggung jawab dari profesi guru tidak berhenti pada selesai ia mengajar.

Artinya. majalah. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. Artinya. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. bangsa kita menyiapkan diri untuk memiliki . persepsi. efektif dan menyenangkan (PAKEM). Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. sekaligus sebagai biasnya. bermaltabat dan memiliki daya saing. buku. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. Untukitu. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (se/fconsepz). majalah. Serta media elektronik lainnya. para guru dituntut tampil lebih profesional. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). koran. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. beberapa dasawarsa terakhir konsep. dan koran. rasanya sangat sulit di era modern ini guru dapat tampil lebih profesional. D. tugas guru tidak akan semakin ringan. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif.untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. Dalam perkembangan berikutnya. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. ahli dalam materi. terutama bidang informasi dan komunikasi. Guru Abad 21 adalah Guru dengan Profesionalitas Tinggi Memasuki abad 21. guru mulai mengalami dilema eksistensial. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. Dengan demikian. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. dan realita dirinya (se/frea/ity). Namun. ide dirinya (se/fidea). tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. Sehingga. kreatif. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. buku-buku. Di negara kita. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. Menurut Wardiman Djojonegoro dalam ke|1as kerjanya yang disampaikan pada SeminarNasional Wawasan Profesi Guru Tahun ZUUQ ICMI On/vil Jawa Timur di Surabaya tanggal 21 Desember 1996. yang mampu memberi inspirasi. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri.

benar dan berhasil. diperlukan guru yang benar-benar profesional. Pertumbuhan teknologi akan mengubah bentuk dan cara hidup manusia yang sama sekali akan berlainan dengan kehidupan manusia dewasa ini. Teknologi dapat memajukan kehidupan manusia tetapi juga dia akan mampu menghancurkan kebudayaan manusia itu sendiri. Ciri SDM yang berkualitas tersebut adalah Memiliki kemampuan dalam menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan dengan iptek. H. Masing-masing adalah: Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang.sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Kemampuan profesional meliputi kemampuan intelegensia. kemampuan guru mengaitkan materi kurikulum dengan Iingkungan. Tilaar (1998) menyatakan bahwa masyarakat millenium ketiga nanti mempunyai karakteristik masyarakat teknologi. Upaya profesional adalah upaya seorang guru untuk mentransformasikan kemampuan profesional yang dimilikinya ke dalam tindakan mendidik dan mengajar secara nyata. Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional menunjukkan intensitas waktu dari seorang guru yang dikonsentrasikan untuktugas-tugas profesinya. baik dalam disiplin ilmu pengetahuan maupun metodologi mengajarnya. Muhammad Surya. Masing-masing adalah kemampuan guru mengolah/menyiasati kurikulum. Makagiansar (1990) menyebutkan bahwa untuk menghadapi era globalisasi. dan kemampuan melakukan reorientasi. Tilaar (1998) memberikan empat ciri utama agar seorang guru terkelompok ke dalam guru yang profesional. dan Sikap profesionalnya berkembang secara berkesinambungan. dengan tantangan yang dihadapi ke depan adalah globalisasi dengan dominasi teknologi dan informasi yang sangat kuat. misi dan tujuan pendidikan. Saling keterpengaruhanantara bangsa yang satu dengan bangsa yang Iain akan menjadi ciri utama masyarakatterbuka. Kemajuan teknologi pula yang akan membuka dunia sekaan tanpa batas. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Untuk itu seseorang harus memiliki empat kemampuan. Harusjauh melampaui tiga hal tersebut. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam bidang pendidikan adalah ketidakpastian. kemampuan guru memotivasi siswa untuk belajar sendiri dan kemampuan guru untuk mengintegrasikan berbagai bidang Studi/mata pelajaran menjadi kesatuan konsep yang utuh. upaya profesional. menulis dan berhitung. dan Dapat menghasilkan karya-kalya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian dan profesionalitasnya. waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional dan kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya. Sesungguhnya. kemampuan dasar yang mesti dimiliki bangsa ini tidak boleh hanya sebatas penguasaan kemampuan membaca. sikap dan prestasi kerjanya. masyarakat terbuka dan masyarakat madani yang secara keseluruhan akan berpengaruh pada visi. Menurut Djojonegoro (1996) guru yang bermutu memiliki paling tidak empat kriteria utama.aspek kehidupan lainnya Sena tanggung jawabnya. Selanjutnya Samani (1996) mengemukakan empat prasyarat agar seorang guru dapat profesional. baik geografis. maupun aspek. Nlasih terkait dengan harapan-harapan yang digayutkan di pundaksetiap guru. masyarakat yang terbuka tersebut akan bermuara pada lahirya masyarakat madani. kemampuan mengakomodasi. Guru yang bermutu ialah mereka yang dapat membelajarkan siswa secara tuntas. Untuk itu guru harus menguasai keahliannya. sosial maupun budaya. yaitu kemampuan profesional. Menghadapi tantangan demikian. kemampuan menge|1i dan mengatasi masalah. Ketua Umum Pengurus . masyarakat yang berkembang baik kemampuan intelektualnya. Secara optimistik. Mampu bekerja secara profesional dengan orientasimutu dan keunggulan. yaitu kemampuan antisipasi.

sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. kemandirian berpikir. dan sertifikasi. E. Nlasing. dan Mampu melaksanakan fungsi dan peranannya secara terpadu. BAB III PENUTUP Rangkuman Citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan . Memiliki etos kerja yang kuat. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. kurang efektifnya cara pengajaran. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. Kekurangan guru di daerah terpencil. Mampu belajar dan bekerja sama dengan profesi lain. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik.Besar PGRI. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. mengemukakan ada sembilan karakteristik citra guru yang diidealkan. kode etik. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. Berjiwa profesionalitas tinggi. Kemudian. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. material dan nonmaterial. Mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntutan Iingkungan dan perkembangan iptek. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. Memiliki kejelasan dan kepastian pengembangan jenjang karir. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguhsungguh. adanya disiplin ilmu yang kokoh. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. Faktor-Faktor yang Nlempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. Memiliki kesejahteraan Iahir dan batin. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. kompetensi. Kurangnya kematangan emosional. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.masing adalah guru yang: Memiliki semangatjuang yang tinggi disertai kualitas keimanan dan ketaqwaan yang mantap. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. Memiliki wawasan masa depan. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan.betul menjadi guru. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik.

Read more at: http://aadesanjaya. Muhammad. Dedi 1999. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim.Kiat Menjadi Guru Profesional. Yogyakarta: Adicita.penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam Iingkup fungsi. peran dan kinerja. (1) adanya pandangan sebagian masyarakat. Makagiansar. H . 1990. 1998. 21 Desember 1996 di Surabaya. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif abad Xxi. Mengangkat Citra dan Martabat Guru Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. 200 1 .2oo6 kamus Besar Bahasa Indonesia. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan Dalam pandangan masyarakat modern. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Sudjana dalam Mustafa (2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut. Dimensi dan Tantangan Pendidikan dalam Era Globalisasi. Supriadi. RefonnasiPendidikan dalam konteks Otonomi Daerah. Makamina. atau mendapat nilai tinggi. Citra guru ini tercermin melalui keunggulan mengajar.2008.Wadah dan Dinamaka Pendidikan Anak Bangsa. bahwa siapa pun dapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. menulis dan berhitung. Tilaar.blogspot.Surabaya:Kashiko Nurdin Muhammad. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesi dan pihak Iain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. Suyanto. Prospek Guru Tahun 2000. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. Yogyakarta: Adicita Katya Nusa.Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah.com . guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. Mimbar Pendidikan. Muchlas. (2) kekurangan guru di daerah terpencil.2008. Elham Rohmati. Nomor 4 Tahun IX: Samani. 1996.blogspot. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. Magelang: Tera Indonesia. Jakarta: Balitbang Depdiknas.Jogjakarta:Ar-Ruzz Aqid Zainal. Nlasyarakat modern menganggap kom-petensi guru belum Iengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. Surya. (3) banyak guru yang belum menghargai profesinya. R.Jakarta:Bumi Aksara Chulsum Umi. Aspirasi Peningkatan Kemampuan Profesional dan Keseja hteraan Guru. Tahun ke 5 Nomor 021.2004 Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasa.A. Ibrahim. 2000. Windy Novia.com/2010/11/citra-guru-profesional. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya DAFTAR PUSTAKA Bafadal. naik kelas dan Iulus ujian. 2000. Fasli dan Dedi Supriadi. Makalah SeminarNasiona/ Wawasan Profesi Guru Tahun 200Q ICMI On/vil Jawa Timur.Bandung:CV. Yrama Widya Jalal.html Copyright aadesanjaya.

Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. Komitmen Tinggi Seorang profesional harus mempunyai komitmen yang kuat pada pekerjaan yang sedang dilakukannya. Mudah mudahan anda semua termasuk dalam syarat guru profesional. Didukung juga dengan adanya berbagai survey kelayakan mengajar yang diadakan oleh pemerintah.html Copyright aadesanjaya. LSM. mengapa demikian? karena masyarakat menilai bahwa guru pada masa ini tidak seperti guru dimasa abad ke 12 yang memiliki pengabdian tinggi di dunia pendidikan. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. Guru profesional merupakan impian semua guru di tanah air.blogspot.com/2010/11/syarat-guru-profesional. maupun organisasi lainnya bahwa kelakan mengajar seorang guru dibawah standar.Syarat Guru Profesional Syarat Guru Profesional memang merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap guru. Penguasaan Materi Seorang profesional harus menguasai secara mendalam bahan / materi pekerjaan yang sedang dilakukannya. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. Read more at: http://aadesanjaya. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. 1. Bagi masyarakat modern.blogspot. menulis dan berhitung. 5. 4. Tanggung Jawab Seorang profesional harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Berpikir Sistematis Seorang yang profesional harus mampu berpikir sitematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. . eksistensi guru yang mandiri. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. naik kelas. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. Seorang guru sebenarnya memiliki komitmen yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa. Berikut ini ada beberapa Syarat Guru Profesional. 3. Dewasa ini image seorang guru dimata masyarakat sangatlah susah seorang guru itu menyandang GURU PROFESIONAL.com Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. dan lulus ujian. banyak hal utuk mewujudkan rasa keprofesionalitas seorang guru seperti sayarat-syarat dibawah. Menjadi bagian masyarakat professional Seyogyanya seorang profesional harus menjadi bagian dari masyarakat dalam lingkungan profesinya. kreatif. Untuk menjadi seorang guru profesional tidaklah sulit. atau mendapat nilai tinggi. karena profesionalnya seorang guru datang dari guru itu sendiri. 2.

yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. buku-buku. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. ahli dalam materi. rasanya sangat sulit di era modern ini . persepsi. efektif dan menyenangkan (PAKEM). Dengan demikian. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. Di negara kita. Dalam perkembangan berikutnya. majalah. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. kontekstual dan efektil untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. yang mampu memberi inspirasi. dan Memiliki perencanaan yang matang. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. majalah. Artinya. terutama bidang informasi dan komunikasi. Serta media elektronik lainnya. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. Artinya. sekaligus sebagai biasnya. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. para guru dituntut tampil lebih profesional. dan realita dirinya (selfr eality). koran. buku. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. bijaksana. kreatif. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). dan koran. bermaltabat dan memiliki daya saing. Namun. ide dirinya (self idea). guru mulai mengalami dilema eksistensial. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Untukitu. Sehingga. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik.lebih dalam dari laut paling dalam. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (self consept).

bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan Kekurangan guru di daerah terpencil. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan.betul menjadi guru. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid.com/2010/11/citra-guru-dalam-masyarakatmodern. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya . semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. kemandirian berpikir.blogspot. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. Kurangnya kematangan emosional. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. Read more at: http://aadesanjaya.guru dapat tampil lebih profesional.html Copyright aadesanjaya. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas.com Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. Kkurang efektifnya cara pengajaran.blogspot.

dan itu tidak mungkin tanpa adanya guru yang profesional.blogspot. Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan masyarakat abad 21 (merupakan satu kesatuan dari masyarakat teknologi. Guru-guru yang profesional inilah yang diharapkan dapat membawa atau mengantar peserta didiknya mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memasuki masyarakat abad 21 yang melek ilmu pengetahuan dan teknolog. tetapi juga profesional guru harus berhadapan dan bersaingan dengan profesi-profesi lainnya di dalam masyarakat. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. Jadi jelaslah bahwa profesi guru adlaah suatu profesi yang harus terus-menerus . dan akhirnya akan tertinggal dari profesinya. maka guru di dalam masyarakat adlah seorang profesional. Karena mereka tidak mampu berkompetisi dengan orang lain yang lebih profesional atau juga profesi ainnya yang lebih kompetitif. tuntas dan setengah-setengah akan tercecer dan tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sama halnya dengan profesi-profesi lainnya. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. adanya disiplin ilmu yang kokoh. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. maka degna sendirinya akan berakibat kepada mati atau hilangnya profesi tersebut dari masyarakat. Berbagia kegiatan di dalam masyarakat hanya menerima para profesional. Ia akan berada jauh di belakang. Jika guru tidak mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin mereka dapat membantu dan membimbing peserta didiknya mengarungi dunia pengetahuan dan teknologi tersebut. Konsep Dasar Proses pendidikan merupakan suatu proses yang snagat profesional artinya dilaksanakan oleh pelaku-pelaku yang profesional. karena ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri berkembang dengan cepat. dan sangat kompetitif.com/2010/11/faktor-faktor-yangmempengaruhi-citra. Read more at: http://aadesanjaya. kode etik. dan masyarakat madani) yang menuntut adanya perkembangan manusia.html Copyright aadesanjaya. artinya barang siapa yang tidak profesional tidaka akan survive.kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. Kemudian.blogspot.com Pengembangan Profesi Keguruan A. kompetensi. dan sertifikasi. Ini memberi pemahaman bahwa profesi guru haruslah betul-betul memiliki karakteristik yang profesional karena sifat pekerjaannya. Guru yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan yang kuat. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh guru yang profesional bukanlah pengetahuan yang setengah-tengah tetapi merupakan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tuntas. Jika profesi gur tidak kompetitif dan tidak profesional. masyarakat terbuka. profesi guru di dalam masyarakat adalah suatu profesi yang kompetitif. Karena guru sebagai salah satu pelaku pendidikan.

mempunyai ciri-ciri kepribadian yang kuat dan seimbang. Berbagai strategi pengembangan perlu dikembangkan secara komprehensif. dan kepribadian yang mereka miliki sekrang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu. tuntas dan tidak setengah-setengah. Kepribadian diri seorang guru profesional adalah kepribadian yang prima yang secar ektrim dikatakan oleh Maister dalam buku True Professionalism bahwa ³professionalism is predominantly an attitude. diberi kesempatan. pengembangan diri guru sebagai profesional kependidikan harus dapat membantu guru bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat. Proses pengembangan profesionalisme gur ini dapat ditumbuh-kembangkan bukanhanya untuk berlangsung di LPTK tetapi juga harus terjadi di dalam praktekpraktek pendidikan lainnya (pre-service and in-service). tuntas dan tidak setengah-setengah tetapi tidak kalah pentingnya untuk membantu mereka memiliki kepribadian yang matang dan terus berkembang. maka peserta didik dapat dibantu dean dibimbing untuk mampu berkompetitif di masyarakat abad 21 yang ditandai dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat. B. Strategi Pengambangan Profesi Guru Berangkat .berkembang karena praktis pendidikan akan terus menerus terjadi dan unik bagi setiap individu dan masyarkaat di dalam situasi dan waktu yang berbeda sesuai dengan perkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi. Bersama-sama dengan usahausaha lain (misalnyakerjasmaa dengan organisasi profesi). membangun kerja sama dan saling mendukung untuk melahirkan guru-guru yang profesional dalam rangka menyajikan proses pendidikan yang profesional bagi anak didik agar dapat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat abad 21. serta didukung dengan kepemilikan kepribadian yang prima. Termasuk di dalam kepribadian ini ialah sifat-sifat fisiknya yang memungkinkan ia dapat membimbing peserta didik yang sedang dalam tahap perkembangannya. Mereka harus didorong. maka diharapkan guru akan terampil membangkitkanminat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian guru akan memiliki kesempatan berbagai kegiatan pengembangan. Selain itu. Berangkat dari pemahaman tersebut. sehingga guru benar-benar menjadi tenaga profesional yang dapat memenuhi berbagai tantangna dan menyelesaikan berbagai persoalan di dalma melaksanakan tugas rutinnya maupun hal-hal lain yang tak terduga yang dihadapinya sehari-hari di dalam proses pendidikan yang profesional. Dengan demikian gur akan memiliki kesanggupan untuk memperkecil jarak antara pengetahuan. keterampilan. maka disadari ata tidak pengembangan profesi guru secara berkesinambungan mutlak dilakukand alam kondisi formal maupun tidak di dalam perencanaan pengembangan profesional. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. lembaga-lembaga pre-service danin-service harus menjaid satu kesatuan yang tidak terpisahka. not a set of competencies´. Dan akhirnya melalui proses pendidikan yang profesional yang dilaksanakan oleh pelakupelaku (khususnya guru yang profesional dengan karakteristiknya tersebut di atas). Dengan kata lain. Sinyalemen ini memberikan makna bahwa guru sebagai pelaku proses pendidikan harus terus menerus mengubah diri. karena profesi gur merupakan suaut profesi untuk membantu dan membimbing perkembangan anak didik (manusia). sehingga mereka memiliki ilmu pengeratahuan yang kuat. mak ahubungan natara manusia dengan manusia menjadi penting untk diperhatikan dalam rangka pengembangan profesionalisme guru. tuntas dan tidak setengah-setengah sebagai profesional kependidikan. mempunyai visi tentang etik tingkah laku manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. dan difasilitasi secara optimal untuk melakukanberbagai kegiatan pengembangan.

guru mungkin dapat membangun konsep baru. ameran ilmiah. Ia juga memiliki kolom berita yang berkaitan dengan pertemuan. Selanjutnya dengan meningkatnya pengetahuan seiring dengan bertambahnya pengalaman. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. suatu kombinasi antara materi akademis dengan pengalaman lapangan akan sangat efektif untuk pengembangan kursus/pelatihan trandisional ini. dan sebagainya yang mungkin menarik bagi guru. Kontribusi tersebut dimungkinkan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesional guru bersangkutan maupun orang lain. Walaupun disadari bahwa seringkali bahwa berbagai bentuk kursus/pelatihan tradisional ini seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan praktis dari pekerjaan guru. sebagai bagian dari pelatihan tradisional. antara lain: Memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. dan sebagainya). pameran. dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. informasi pertemuan untuk bertukar pikiran atau ide-ide baru.dari karakteristik guru untuk masyarakat abad 21 yang akan disimpulkan dari penjelasan sebelumnya. Maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi. Sementara itu. internet. program pendidikan. keterampilan khusus dan alat/media belajar untuk dapat kontribusikan kepada orang satu profesi atau profesi lain yang memerlukan. kegiatan diskusi kelompok kecil. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. konferensi adalah bentuk-bentuk pilihan pelatiahn yang sudah lama ada dan diakui cukup bernilai. Jurnal atau bentuk karya ilmiah lainnya tersebut tersebar dan dapat ditemui diberbagai pusat sumber belajar (perpustakaan. Konferensi atau pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. dan sebagainya saling berintegrasi untuk memberikan . Oleh karenanya. Memiliki kepribadian yang prima. karena penekanannya leibh kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta latihan. Oleh karena itu. guru juga dapat mengambangkan profesionalismenya melalui pendidikan lanjut di universitas/LPTK. seminar. Sebagaimana diketahui bahwa jurnal atau bentuk makalah ilmiah lainnya secara berkesinambungan diproduksi oleh individual pengarang. tetapi ia mengarahkan pembacanya kepada konsep-konsep baru dan pandangan untuk menuju kepada perencanaan dan penelitian baru. Berpartisipasi di dalam kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah. Berpartisipasi di dalam kursus dan program pelatihan tradisional (termasuk di dalamnya pendidikan lanjut). Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. antara lain sebagai berikut: Berpartisipasi di dalam pelatihan berbasis kompetensi. Workshop in-service. seminar. Partisipasi guru minimal pada kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah setiap tahun akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggungjweabanya penyampaian makalah utama. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. perkuliahan tingkat sarjana/pasca sarjana. Tujuan utama kebanyakan konferensi atau pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. tuntas dan tidak setengah-setengah. Walaupun artikel dalam jurnal cenderung singkat. lembaga pendidikan maupun lembaga-lembaga lain. Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya.

Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru antara lain untuk: (1) secara aktif berpartisipasi di dalam kegiatan yang menantang dan menarik (misalnya melakukan penelitian. dan memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajarna berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. Bentu pre-service atau in-service bagi guru junior untuk secara gradual menjadi guru yang profesional melalui proses magang di kelas tertentu dengan bimbingan gur bidang studi tertentu. Dalam rangkaian perkuliahan umum berbagai inovasi baru dalam pendidikan biasanya dipresentasikan. membuat laporan penelitian. Melakukan penelitian (khususnya penelitian tindakan kelas). Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. Berbagai bentuk media tersebut seringkali memuat artikel-artikel maupun program-program yang berkaitan dengan berbagai isu atau penemuan terkini mengenai pendidikan yang disampaikan dan dibahas secara mendalam oleh para selektif yang terkait dengan bidang yang ditekuni guru akan dapat membantu proses peningkatan profesionalisme guru. Pada kesemaptan tersebut guru akan belajar berbagai keterampilan baru atau teknik-teknik/metodologi mutakhir dalma proses penddikan yang tentunya sangat diperlukan untuk mengembangkan profesinya. guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. Pemilihan yang hati-hati program radio dan TV. Dalam hal ini. (2) membangun hubungan . maka akan berdampak kepada peningkatan profesionalisme guru.kesempatan kepada guru untuk memimpin atau menjadi presenter dan bertukar ide-ide dengan lainnya. penulisan/penerbitan karya ilmiah. dan sebagainya). Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untukmeningkatkan kemantapan rasional. industri. Menghadiri perkuliahan umum atau presentasi ilmiah. Kebanyak dari mereka berhubungan degnan berbagai isu termasuk pendidikan. dan sebagainya). Menggunakan sumber-sumber media pemberitaan. sehingga guru akan menjadi lebih aktif di dalam komunitas ilmiahnya. Berpartisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi proesional yang dapat memberi manfaat untuk bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. fokus pelatihan magang ini adalah kombinasi antara materi akademis dengan suatu pengalaman lapangan di bawah supervisi guru yang senior dan pengalaman (guru yang lebih profesional). Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak denganahli pendidikan dalam rangka merefleksikan dan sekaligur meningkatkan praktik pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. menghadiri konferensi atau pertemuan ilmiah juga memberikan kesempatan kepada guru untuk membangunan jaringan kerjasama dengan orang lain yang seprofesi atau tidak untuk saling bertukar permasalahan dan mencapai keberhasilan. Selain itu. Berbeda dengan pendekatan training yang konvensional. Biasanya perguuan tinggi lokal atau organisasi profesi sering mengadakan perkuliahan atau presentasi ilmiah yang dibawakan oleh tenaga ahli yang terbuka bagi umum. Ikut serta menjadi anggota organisasi/komunitas profesional juga akan meningkatkan profesionalisme untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengna membangun hubungan yang erat degan masayrakat (swasta. Secara lebih rinci bagaimana penelitian tindakan kelas ini dilakukan akan dijelaskan secara aplikatif dalam modul penelitian tindakan kelas pada masing-masing bidang studi. memperdalam tugasnya. Magang. dan sering membaca surat kabar juga akan meningkatkan pengetahuan guru mengenai pengambangna mutakhir dari proses pendidikan.

dan sebagainya). Seseoran gcenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutahkhir akan leibh mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. Semakin guru terlibat dalam perolehan informasi. Bekerja dengan profesional lainnya di dalam sekolah.blogspot. Kesempatan tersebut akan menjadi suaut alat belajar yang produktif bagi guru dalam rangka memunculkan berbagai ide-ide yang dapat diimplementasikan di sekolahnya. mengunjungi profesional yang lainn di luar sekolah merupakan metode yang snagant berharga untuk memperoleh informasi terkini dalam rangka proses pengembangan profesional guru.com Sikap Profesional Keguruan A. (3) memiliki kemampuan dan pengalaman dalam rangka pengembangan pendidikan (misalnya pengembangan kurikulum. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidkan termasuk bekerjasama dalam berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan. melaksanakan dan mengevaluasi program-program sekolah). dan semakin guru merasakan akuntabel semakin termotibasi untuk mengembangkan dirinya. Bertukar pikiran atau berdiskusi dengan orang-orang (profesional lainnya di luar sekolah) yang memiliki minat yang sama dengna guru tetapi memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang pendidikan melibihi dirinya akan sangat menarik bagi guru. menyediakan forum-forum untuk menyatukan berbagai pandangan tentang anak didik dan pembinaannya).dengan masyarakat secara baik (misalnya membangun partipasi masyarakat untuk efektivitas proses pembelajaran. Sasaran Sikap Profesional Guru sebagai pendidikan profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. maka guru semakin meraskan akuntabel. dan mampu memotivasi dan meningkatkan minat anak didik terhadap ilmu pengetahuan dan teknlogi yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupannya di dalam masyarakat abad 21 yang penuh dengan perasaingan.com/2010/11/pengembangan-profesikeguruan. Mengunjungi profesional lainnya di luar sekolah. guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pegnetahuannya. Kesimpulan jika guru mengambil manfaat secara penuh dari berbagai strategi pengembangan diri sebagiamana dijelaskan di atas. penyediaan konsulatasi untuk melakukan inobasi. Dengan kata lain pengimpelementasian secara terintegrasi dari berbagai strategi pengembangan profesi guru tersebut akan dapat membantu untuk memelihara secara efektif program pengembangan profesionalisme guru. kepribadian yang prima.html Copyright aadesanjaya. Jika kekayaan informasi tersebut dikombinasikan secara utuh akan dapat membantu guru untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang utuh dan kuat. Read more at: http://aadesanjaya. . Oleh karenanya. maka guru akan memperoleh suatu kekayaan informasi.blogspot. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk medapatkannya.

serta Pekerjaan. Teman sejawat. yang meliputi antara lain: pembangunan gedung-gedung pendidikan. Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannya. di pusat maupun di daerah dalam rangka melaksanakan kebijaksanan-kebijaksanaan pendidikan di Indonesia. apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. atau sekretaris. di mana unsur pembentukannya adalah guruguru. Kebijaksanaan pemerintah tersebut biasanya akan dituangkan ke dalam bentuk ketentuan-ketentuan pemerintah. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola tingkah laku guru dalam memahami. tetapi yang dimaksud dengan organisasi di sini adalah semua anggota dengna . Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. Setiap guru Indonesi awajib tunduk dan taat kepada ketentuan-ketentuan pemerintah. yakni sikap profesional keguruan terhadap: Peraturan perundang-undangan. baik dalam melaksanakan kewajiban maupun dalam mendapatkan hak. Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat. Tempat kerja. menghayati. Sikap Terhadap Organisas Profesi Guru secara bersama-sama memelihara dan meningktkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Organisasi profesional harus membina mengawasi para anggtoanya. Keberhasilan usaha tersebut sangat tergantung kepada kesadaran para anggotanya. sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut. teman-temannya serta anggota masyarakat. Siapakah yang dimaksud dengan organisasi itu? Jelaskan yang dimaksud bukan hanya ketua. Baimana guru meningkatkan pelayanannya. Ada hubungan timbal balik antara naggota profesi dengan organisasi. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-undangan Dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia. rasa tanggung jawab. Anak didik. serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya. Pemimpin. di pusat maupun di Daerah. dan lain-lain. Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang meruapakankebijaksanaan yang akan dilaksanakan oleh aparatnya. Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan ialah segala peraturan-peraturan pelaksanaan baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. dan kewajiban para anggotanya Organisasi PGRI merupakan suatu sistem. baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen yang berwenang mengatur pendidikan. meningkatkan pengetahuannya. C. pembinaan generasi muda dengan menggiatkan kegiatan karang taruna. Dari ketentuan-ketentuan pemerintah ini selanjutnya dijabarkan ke dalam program-program umum pendidikan. Karena itu. Dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian. guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. B. pemerataan kesempatan belajar antara lain dengan melalui kewajiban belajar. agar lebih berdaya guna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. sering menjadi perhatian masyarakat luas. peningkatan mutu pendidikan. memberi arahan dan dorongan kepada naka didiknya dan bagaimana cara guru berpaiakan dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa. atau beberapa orang pengurus tertentu saja. guru harus bertindak sesuai dengan tujuan sistem. tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan denga profesinya. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan. Dalam bidang pendidikan ia harus taat kepada kebijaksanaan dan peraturan. Oleh karena itu.Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari. Organisasi profesi. maupun departemen lain dalam rangka pembinaan pendidikan di negara kita.

Usaha peningkatan dan pengembangan mutu profesi dapat dilakukan secara perseorangan oleh para anggotanya. simposium. Sikap terhadap Teman Sejawat Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahawa ³Guru memelihara hubungan seprofesi. sesuai dengan fungsi dan peran organisasi itu sendiri. dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya. kegiatan berkelompok yang diatur tersendiri. Jadi. Untuk meningkatkan mutu suatu profesi. para pejabat itulah yang memegang peranan fungsional dalam melakukan tindakan pembinaan sikap organisasi. dan kesetiakawanan sosial. melainkan dapat juga dilakuka setelah yang bersangkutan lulus dari pendidikan prajabatan ataupun sedang dalam melaksanakan jabatan. maka merekalah yang melaksanakan tindakan formal berdasarkan wewenang yang telah didelegasikan kepadanya oleh seluruh anggota organisasi itu. radio. D. sekolah. adalah contoh-contoh. Kalau sekarang kita lihat kebanyakan dari usaha peningkatan mutu profesi diprakarsai dan dilakukan oleh pemerintah. ataupun juga dapat dilakukan secara bersama. lokakarya. dan berbagai kegiatan akademik lainnya. khususnya profesi keguruan. Dalam kenyataannya. Dalam hal ini Kode Etik . Peningkatan mutu profesi keguruan dapat pula direncanakan dan dilakukan secara bersama atau berkelompok. dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi. maka di waktu mendatang diharapkan organisasi profesilah yang seharusnya merencanakan dan melaksanakannya. Lamanya program peningkatan pembinaan itu pun beragam sesuai dengan yang diperlukan. maupun kuliah di perguruan tinggi atau lembaga lain yang berhubungan dengan bidang profesinya. Di samping itu. kegiatan pembinaan profesi tidak hanya terbatas pada pendiidkan prajabatan atau pendidikan lanjutan di perguruan tinggi saja. Secara perseorangan peningkatan mutu profesi seorang guru dapat dilakukan baik secara formal maupun secara informal. dan lain-lain) atau dari buku-buku yang sesuai dengan bidang profesi yang bersangkutan. karena pejabat-pejabat dalam organisasi merupakan wakil-wakil formal dan keseluruhan anggota organisasi. Dan mereka pula yang mengambil tindakan apabila diperlukan. apakah ia sebagai pengurus atau anggota biasa. dan semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut. Kewajiban membina organisasi profesi merupakan kewajiban semua anggota dan semua pengurusnya. semua anggota dan pengurus organisasi profesi. lokakarya. Dengan perkataan lain setiap anggota profesi. dan meningkatkan mutu organisasi profesi. Peningkatan secara formal merupakan peningkatan mutu melalui pendidikan dalam berbagai kursus. merekalah yang mengkomunikasikan segala sesuatu mengenai sikap profesi kepada para anggotanya. televisi. Kegiatan berkelompok ini dapat beruap penataran.´ Ini berarti bahwa: (1) Guru hendaknya menciptakan dan memlihara hubngan sesama guru dalam lingkungan kerjanya. pendidikan dalam jabatan. Setiap anggota harus memberikan sebagian waktunya untuk kepentingan pembinaan profesinya. Oleh karena itu. seminar. dapat dilakukan dengan berbagai cara. majalah.seluruh pengurus dan segala perangkat dan alat-alat perlengkapannya. studi perbandingan. secara informal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan infomal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan informasi dari mass media (surat kabar. sehingga pemanfaatnya menjadi efektif dan efisien. semangat kekeluargaan. pendidikan lanjutan. wajib berpartisipasi guna memelihara. misalnya dengan melakukan penataran. atau bahkan kuliah di suatu lembaga pendidikan yang diatur secara tersendiri. membina. Misalnya program penyetaraan D-III guru-guru SMP.

jika terdapat kesalahan-kesalihan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya. watak. 1979). dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa orang guru ditambah dengan beberapa orang personel sekolah lainnya sesui dengan kebutuhan sekolah tersebut. untuk kadang-kadang bersikap kurang sungguh-sungguh dan kurang bijaksana. Sedangkan hubungan keleuargaan ialah hubungan persaudaraan yang perlu dilakukan. perasaan. 1. mutlak adanya hubunga yang baik di antara sesma personel yaitu hubungan baik antara kepala sekolah dengan guru.Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubngan yang harmonis perilaku diciptakan dengan mewujudkan persaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. kita perlu saling maaf-memaafkan dan memupuk suasana kekeluargaan yang akrab antara sesama guru dan aparatur di sekolah. dankepala sekolah ataupun guru dengan semua personel sekolah lainnya. Sikap profesional lain yang perlu ditumbuhkan oleh guru adalah sikap ingin bekerja sama. Adapun kebiasaan kita pada umumnya. tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain (Hermawan. profesi keguruan? Dalam hal ini kita harus mengakui dengan jujur bahwa sejauh ini profesi keguruan masih memerlukan pembinaan yang sungguh-sungguh. bagikita masih perlu ditumbuhkan sehingga kelak akan . saling pengertian. agar jangan terjadi keadaan yang berlarut-larut. jika di antara meraka tumbuhan sikap saling pengertian dan tenggang rasa antara satu dengna lainnya. maka dalamsumpah dokter yang diucapkan pada upacara pelantikan dokter baru. Semua personel sekolah in iharus dapat menciptakan hubungan baik dengan anak didik di sekolah tersebut. mereka akan resah dan tidak percaya kepada sekolah. akan terdapat perbedaan-perbedaan pikiran. yakni hubungan formal dan hubungan kekeluargaan. sehingga hal ini menimbulkan keretakan di antara sesama kita. Hal ini tidak boleh terjadi karena kalau diketahui murid ataupun orang tua murid. bagaimanapun kecilnya jumlah manusia. akan tumbuh rasa senasib sepenanggungan seta menyadari akan kepentingan bersama. kemauan. Dalam suatu pergaulan hidup. Sekalipun demikian hubungan tersebut dapat berjalan lancar. Meskipun dalam prakteknya besar kemungkinan tidak semua anggota profesi dokter itu melaksanakan apa yang diucapkannya dalam sumpahnya. guru dengan guru. apalagi masyarakat luas. antara lain terdapat kalimat yang menyatakan bahawa setiap dokter akan memperlakukan teman sejawatnya sebagai saudara kandung. Agar setiap personel sekolah dapat berfungsi sebagimana mestinya. Rasa persaudaraan seperti tersebut. Berhasil tidaknya sekolah membawakan misinya akan banyak bergantung kepada semua manusia yang terlibat di dalamnya. tetapi setidak-tidaknya sudah ada norma-norma yang mengatur dan mengawasi penampilan profesi itu. 2. dan harmonis. dan tanggung jawab. Sebagai saudara mereke berkewajiban saling mengoreksi dan saling menegur. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Keseluruhan Kalau kita ambil sebagai contoh profesi kedokteran. sikap. tenteram. dan lain sebagainya. saling harga menghargai. Hubungan sesama anggota profesi dapat dilihat dari dua segi. baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menunjang tercapainya keberhasilan anggota profesi dalam membawakan misalnya sebagai pendidik bangsa. Dengan ucapan ini para dokter menganggap profesi mereka sebagai suatu keluarga yang harus dijunjung tinggi dan dimuliakan. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Kerja Seperti diketahui. Oleh sebab itu. Hal ini juga dapat mendatangkan pengaruh yang negatif kepada anak didik. Jika ini sudah berkembang. Hubungan formal ialah hubungan yang perlu dilakukan dalam rangka melakukan tugas kedinasan. Sekarang apa yang terjadi pada profesi kita.

dan prinsip pembentukan manusi Indonesia seutuhnya. bukan mengejar. Sikap Terhadap Tempat Kerja Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja akan meningkatkan produktivitas. tidak menjalin hubungan yang baik di antara sesamanya. ataupun pendektan lainnya yang diperlukan. dan bukanlah mendikte peserta didik. staf administrasi dan siswa. E. tetapi juga harus memeperhatikan perekmbangan seluruh pribadi peserta didik. guruharus aktif mengusahakan suasan yang baik itu dengna berbagai cara.dapat kita lihat bahwa hubungan guru dengan teman sejawatnya berlangsung seperti halnya dengan profesi kedokteran. Terhadap guru sendiri dengan jelas juga dituliskan dalm salah satu butir dari Kode Etik yang berbunyi: ³Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. serta pengaturan organisasi kelas yang mantap. Peseta didik tidak dapat dipandang sebagai obyek semata yangharus patuh kepada kehendak dan kemauan guru. Dalam handayani berarti guru mempengaruhi peserta didik. Hal ini disadari dengan sebaik-baiknya oleh seetiap guru. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja. Tiga kalimat padat yang terkenal daari sistem itu adalah ing ngarso sung tulodo. Uraian ini dimaksudkan sebagai perbandingan untuk dijadikan bahan dalam meningkatkan hubungan guru dengan guru sebagai anggota profesi keguruan dalam hubungan keseluruhan. Suasana yang haromis di sekolah tidak akan terjadi bila personil yang terlihat di dalamnya. guru. rohani. baik dengan penggunaan metode mengajar yang sesuai. baik jasmani. Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. dan guru berkewajiban menciptakan suasana yang demikian dala lingkungannya. Pengertian membimbing seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam sistem amongnya. utuh. Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang ufur dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. 2/1989 tentang Pendidikan Nasional. atau mendidik saja. prinsip membimbing. baik jasmani maupun rohani. Untuk menciptakan suasana kerja yang baik ini ada dua hal yang harus diperhatikan. F. dan tut wuri handayani. yaitu: Guru sendiri. yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.´ Oleh sebab itu. yakni: tujuan pendidikan nasional. ing madyo mangun karso. Mottto tut wuri handayani sekarang telah diambil menjadi motto dari Departemen Pendidikan Nasional RI. Penciptaan suasana kerja menantang harus . dan harus dapat mengendalikan peserta didik. tidak hanya berilmu tinggi tetapi juga bermoral tinggi pula. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan sebagai insan dewasa. Prinsip yang lain adalah membimbing peserta didik. Ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus dapat memberi contoh. sosial maupun yang lainnya yan gsesuai dengna hakikat pendidikan. maupun dengan penyediaan alat belajar yang cukup. harus dapat memberikan pengaruh. dalam arti membimbing atau mengajarnya. apalagi memaksanya menurut kehendak sang pendidik. Dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap menentukan ke arah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat sekeliling. Sikap Terhadap Anak Didik Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa: Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Dalam tut wuri terkandung maksud membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikannya. Prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat. yakni kepala sekolah.

Guru . Hanya sebagian kecil dari waktu. Orang yang telah memilih suatu karier tertentu biasanya akan berhasil baik. dan masyarakat sekitar. terutama bila berhubungan dengna peserta didik yang masih kecil. untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Oleh karenay. Barangkali tidak semua orang dikaruniai sifat seperti itu. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat. baik di sekolah maupun di luar sekolah. dan mutu layanannya. guru selalu dituntut untuk secara terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan.oleh sebab itu. Ini dimaksudkan untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Dapat saja kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut berupa tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. Keharusan guru membina hubungan dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya ini merupakan isi dari butir ke lima Kode Etik Guru Indonesia. Sudah jelas bahwa pemimpin suatu unit atau organisasi akan mempunyai kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya. H. Oleh sebab itu. di waktu justru digunakan peserta didik di luar sekolah. Sikap Terhadap Pekerjaan Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik. baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar. terutama menanggulangi kekurangan fasilitas ataupun dana penunjang kegiatan sekolah. Dalam butir keenam ini dituntut kepada guru. sekolah dapat mengambl prakarsa. G. yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. Agar pendidikan di luar ini terjalin dengan baik dengan apa yang dilakukan oleh guru di sekolah diperlukan kerja sama yang baik antara guru. yakni di rumah dan di masyarakat sekitar. orang tua. namun bila seseorang telah memilih untuk memasuki profesi guru. ia committed dengan pekerjaannya. amatlah beralasan bahwa orang tua dan masyarakat bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka. mengikutsertakan persatuan orang tua siswa atau Komite Sekolah dalam membantu meringankan permasalahan sekolah. guru harus selalu dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat. baik secara pribadi maupun secara kelompok. ia akan berbuat apa pun agar kariernya berhasil baik. bila dia mencitai dengan sepenuh hati. misalnya dengan cara mengundang orang tua sewaktu pengambilan rapor. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. keterampilan.dilengkapi dengan terjalinnya hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir yang keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi: Guru secara pribadi dan bersama-sama. di mana tiap anggota organisasi itu dituntut berusaha untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan organisasi tersebut. Dalam menjalin kerjasama dengan orang tua dan masyarakat. ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu. dalam hal ini peserta didik dan para orang tuannya. mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Artinya. Ia harus mau dan mampu melaksanakan tugsnya serta mampu melayani dengan baik pemakai jasa yang membutuhkannya. dapat kita simpulkan bahwa sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif. mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar. Kerja sama juga dapat diberikandalam bentuk usulan dan malahan kritik yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bersama dan kemajuan organisasi. Sikap Terhadap Pemimpin Sebagai salah seorang anggota organisasi. dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati. guru akan berada dala bimbingan dan pengawasan pihak atasan.

tidak mungkin dapat meningkatkan mutu dan martabat profesinya bila guru itu tidak meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilannya. keinginan. motivasi belajar. dan sebagainya. kualitas maupun profesionalitas guru. sehingga dapat mengubah cara berfikir dan bertindak bahkan mengubah bentuk dan pola hidup manusia yang sama sekali berlainan dengan kehidupan sebelumnya. perlu melihat karakteristik masyarakat di era globalisasi dikaitkan dengan peran pendidikan.com/2010/11/sikap-profesional-keguruan. majalah ilmiah. membina. karena ilmu dan pengetahuan yang menunjang profesi itu selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. (2) masyarakat terbuka. (3) masyarakat madani. a. ataupun membaca buku teks dan pengetahuan lainnya yang cocok dengan bidangnya. dan mengarahkan peserta didik dalam menumbuhkan semangat keunggulan. dan memiliki kepribadian serta budi pekerti luhur yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Secaar formal. kita semua mengetahui bahwa begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang guru dalam upaya untuk melaksanakan tugasnya secara profesional di masa datang. baik secara kuantitas. sehingga seolaholah dunia menjadi satu tanpa ada sekat yang membatasi bangsa-bangsa.com Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Pembahasan sebelumnya memberikan gambaran bahwa secara konsep gur sebagai tenaga profesional harus memenuhi berbagai persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional. Untuk meningkatkan mutu profesi secara sendiri-sendiri. . Masyarakat Teknologi Masyarakat teknologi yang dimaksud adalah suatu masyarakat yang telah melek teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi.sebagaimana juga dengan profesi lainnya. A.blogspot. Gambaran Masyarakat Abad 21 Untuk memberikan gambaran tentang tantangan guru yang prfeesional di masa depan. Persoalan ini masih ditambah adanya berbagai tantangan ke depan yang masih kompleks di era global ini. setidaknya terdapat tiga karakteristik masyarakat di abad 21. Namun emikian. dan kemampuannya. Sebagai seorang profesional.html Copyright aadesanjaya. Berikut ini diuraikan sejauh mana tantangan guru di masa depan sebagai wawasan dalam rangka menambah khasanah untuk dipergunakan sebagai pertimbangan dalam meningkatkan profesionalisme guru.blogspot. yaitu: (1) masyarakat teknologi. koran. artinya guru mengikuti berbagai pendidikan lanjutan atua kursus yang sesuai dengan bidang tugas. waktu. radio. Kemajuan teknologi kkomunikasi telah mebuat jarak dan waktu semakin pendek dan cepat. guru seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas membimbing. Secara informal guru dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya melalui mass media seperti televis. Menurut Tilaar (1999). yaitu dalam menghadapi masyarakat abad 21.guru dapat melakukannya secara formal maupun informal. sementara kondisi riil di lapangan masih amat memperhatikan. negara-negara. Read more at: http://aadesanjaya.

Dalam masyarakat terbuka. Masyarakat madani adalah masyarakat yang saling menghargai satu dengan yang lain. Manakala pendidikan mengisyaratkan adanya keharusan peserta didik untuk menguasai teknologi. c. ulet. dalam mengiringi kemajuan teknologi tersebut diperlukan upaya penghayatan. yang menghormati prestasi individual. yang mengakui akan hak-hak asasi manusia. lebih kreatif dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. agar tidak menjadi bangsa pelayan yang dapat diperintah bangsa lain. tidak berdaya dan miskin. kreatif. Hal itu mengancam kehiudpan masyarakat lain oleh karena adanya kemungkinan penguasaan atau dominasi oleh mereka yang lebih kuat. Masyarakat Terbuka Lahirnya teknologi komunikasi yang demikian maju. yang disebabkan kurangnya penghayatan terhadap etika. maka tentu tidak kalah pentingnya peran guru itu sendiri untuk lebih dulu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan teknologi terkini kepada peserta didiknya. semangat. Masayraakat madani tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat yang saling hormatmenghormati. disiplin. dan fasilitas kepada masyarakat dan peserta didik untukmemperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. bila kapasitas sumber daya manusia itu tidak dikembangkan. Untuk itu. Untukitu. dalam masyarakat terbuka diperlukan manusia yang mampu mengembangkan kapasitasnya agar menjadi manusia dan bangsa yang kuat. peran pendidikan sangat penting dan strategis. Peran pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu masyarakat dan bangsa. sehingga tidak menjadi korban dan tertindas oleh zaman yang penuh dengan persaingan. yang pada akhinya akan menjadi boneka atau korban bagi mereka yang lebihkuat. termasuk nilai-nilai etis yang diyakini kebenarannya. Selain itu. berkarya. di mana setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. maka akan menjadi manusia dan masyarakat yang lemah dan tidak berdaya. serta menjunjung tinggi rasa kebersamaan untuk mencapai kesejahteraan bersama. antara bangsa satu dengan bangsa lain dapat saling mempengaruhi dalam berbagai hal. dan berprestasi. Masyarakat madani tumbuh dan berkembang bukan dengan sendirinya dan bukan tanpa . Setiap manusia mempunyai kesempatan yang tidak terbatas untuk belajar dan megnembangkan diri atau bahakan melalui kapasitasnya memberikan sumbangankepada masyarakat lainnya. b. Kemajuan teknologi dapat memajukan kehidupan manusia. Tetapi sebaliknya. Dalam maysarakat seperti itu. agar kehidupan manusia tidak terancam oleh karena kemjuan teknologi itu sendiri. terutama dalam memberikan bimbingan. dorongan. Pendidikan dapat menumbuhkan pemahaman etika yang benar. dan masyarakat yang turut bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dari masyarakatnya. tidak kalah pentingnya adalah peran pendidikan dalam memberikan arahan dan bimbingan agar penguasaana teknologi tidak menjadi bumerang bagi masyarakat. Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan wujud dari suatu masyarakat terbuka. tetapi berdasarkan pada kemampuan individual. bukan atas dasar asal-usul atau keturunan. sehingga komunikasi antar pribadi menjadi makin dekat dan hampir tanpa hambatan. termasuk mempengaruhi budaya bangsa lain. tetapi dapat pula menghancurkan kebudayaan umat manusia. di samping penguasaan teknologi itu sendiri. berprestasi dan memberikan sesuatu sesuai dengankapasitasnya. memiliki toleransi dan tanggungjawab terhadap kehiudpan pribadi maupun masyrakatnya. yang berprestasi dan yang memilikimodal terhadap masyarakat yang lemah. baik masyarakat lokal maupun masyarakat dunia. yang pada akhirnya melahirkan masyarakat terbuka.bahkan pribadi-pribadi. membuat dunia menjadi satu seolah tanpa sekat.

Rasa persatuan yang telah berhasil ditanam berarti bahwa seseorang merasa bangga menjadi bangsa Indonesia yang berarati pula bangsa terhadap kebudayaan Indoensia yang menjunjung tinggi etika dan nilai luhur untuk siap menjadi masyarakat abad 21 yang kuat dan dapat mewujudkan demokrasi dalam arti sebenarnya. Tantangan guru profesional untuk menghadapi masyarakat abad 21 tersebut dapat dibedakan menjadi tantangna yang bersifat internal dan kesternal. Kunci terwujudnya masyarakat madani adalah pendidikan. 1. Pengembangan nilai-nilai demokrasi Demokrasi dalam bidang pendidikan adalah membangun nilai-nilai demokratis. dan produktif dan tidak sekedar menjadi manusia yang selalu mengekor seperti µbebek¶ yang hanya menerima petunjuk dari atasan dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. pengembangan nilainilai demokrasi. Sementara tantangan eksternal adalah tantangan guru profesional dalam menghadapi abad 21 dan sebagai bagian dari masyarakat dunia di era global. B. kreatif. yang pada akhirnya dikhawatirkan dapat mengancam kesatuan dan persatuan sebagai bangsa. pelaksanaan otonomi daerah. setidaknya kita dapat memperoleh gambaran tentang apa dan bagaimana karakteristik masyarakat pada abad 21 dan apa peran pendidikan pada masa yang akan datang serta tantangan bagi seorang guru untuk menyikapinya. lunturnya rasa hormat dengan orang tua. dan fenomena rendahnya mutu pendiidkan. yaitu kesamaan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak dan juga kewajiban yang sama bagi masyarakat untuk membangun pendidikan yang bermutu. termasuk potensi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai bentuk untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan. Tantangan intenal adalah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia. menurunnya rasa kebersamaan. karena melalui pendidikan dapat dibangun sumberdaya yang berkualitas dengna kepribadian yang sesuai dengan budaya serta kesadaran individu hidup berdampingna untuk mencapai tujuan bersama. pemberlakuan otonomi daerah memberikan peluang melakukan berbagai perubahan dalam penataan sistem pendidikan yang pada hakekatnya adalah memberikan kesempatan lebih besar kepad adaerah dan sekolah untuk mengembangkan proses pendidikan yang bermutu sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Pendidikan pada dasarnya tidak terlepas dari peran penting guru sebagai tulang punggung dan penopang utama dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Berdasarkan paparan di atas. b. guru sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri mempunyai tantangan bagiamana membantu dan mengembangkan diri peserta didik menjadi manusia yang tekin. perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam sistem pendidikan nasional. Penguatan nilai kesatauan dan pembinaan moral bangsa Krisis yang berkepanjangan memberi kesan keprihatinan yang dalam dan menimbulkan berbagai dampak yang tidak menguntungkan terhadap kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Dalam pengertian ini. tetapi masyarakat yang dibangun melalui pendidikan. diantaranya penguatan nilai kesatuan dan pembinaan moral bangsa. sering terjadinya benturan fisik antara peserta didik. Tantangan Internal a. Pendidikan berbasis masyarakat dan . Hal itu terutama dapat dilihat mulai adanya gejala menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat. Sejalan dengan itu. Pendidikan berupaya menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik dan tantangan nyata bagi guru adalah bagaimana seorang guru memilikikepribadian yang kuat dan matang untuk dapat menanamkan nilai-nilai moral dan etika serta meyakinkan peserta didik terhadap pentingnya rasa kesatuan sebagai bangsa. dan mulai adanya indikasi tidak saling menghormati antara sesama teman. kritis.upaya terencana.

Guru memiliki peran strategis dalam rangka mewujudkan prestasi bagi peserta didiknya. diperlukan proses pendidikan yang bermutu dan kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah mutu guru. c. berprestasi. Tantangan Eksternal Kecenderungan kehidupan dalam era globalisasi adalah mempunyai dimensi domestik dan global. dan kompetitif. memerlukan manusia yang bermutu dan dapat bersaing dengan sehat. tantangan bagi guru dalam wacana desentralisasi pendidikan adalah bagaimana melakukan inovasi pembelajaran sehingga dapat membimbing dan menuntun peserta didik mencapai prestasi yang diharapkan. kompetisi dan kerjasama yang saling menguntungkan. yaitu kehidupan dalam dunia yang terbuka dan seolah tanpa batas. akan melahirkan tantangan dan peluang untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakatnya. Masyarakat yang demikian menuntut adanya pelayanan yang profesional dari para pelakunya dan guru adalah seorang profesional dalam masyarakat seperti itu.blogspot. memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian par asisiwa mempunyai bekal yang memadai. Read more at: http://aadesanjaya. Untuk itu. tantangan bagi guru profresional dalam menghadapi globalisasi adalah bagaimana guru yang mampu memberi bekal kepada peserta didik. Dengan kata lain.html Copyright aadesanjaya. hanya akan menerima seoran gyang profesional dalam bidang pekerjaannya. Kemampuan individu untuk bersaing seperti itu. Dengan situasi kehidupan demikian. diperlukan mutu individu yang kreatif dan inovatif. tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat sebagai bangsa Indonesia. Untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas. Kehidupan global yang terbuka. dan mematuhi nilai-nilai hukum yang berlaku dan disepakati bersama. hanya dapat dibentuk oleh suatu sistem pendidikan yang kondusif dan memiliki guru yang profesional dalam bidangnya. Untuk itu. Fenomena rendahnya mutu pendidikan Berbagai hasil studi dan pengamatan terhadap mutu pendidikan pada berbagai negara menunjukkan bahwa secara makro mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. inovatif. Walaupun demikian. saling menghormati atas dasar kemampuan individual. Tantangan guru pada masyarakat abad 21 aldaha bagaimana menjadi seorang guru yang profesional untuk membangun masyarakat yang mandiri. juga menanamkan sikap disiplin. guru dituntut untuk berperlaku dan memiliki karakteristik profesional oleh karena tuntutan dan sifat pekerjaanya dan bersaing dengan profesi-profesi lainnya. kreatif. menjunjung tinggi rasa kebersamaan. 2. Proses pendidikan dalma masyarakat abad 21 adalah suatu interaksi antara guru dengna peserta didik sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat yang demokratis dan terbuka.blogspot. secara individual ada beberapa diantara peserta didik mampu menunjukkan prestasinya di lomba-lomba bertaraf internasional. Dalam melakukan persaingan.com/2010/11/tantangan-guru-sebagaitenaga. seakan-akan dunia seperti sebuah kampuang dengan ciri perdagangan bebas. tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. termasuk para guru yang profesional. seperti pada Olimpiade Fisika.com . Dalam masyarakat abad 21. dan bahkan secara nilai rata-rata di bawah peringkat negara Asean lainnya.manajemen berbasis sekolah merupakan perwujudan nyata dari demokrasi dan desentralisasi pendidikan yang bertujuan untuk lebih memberdayakan sekolah dan masyarakat dalam proses pendidikan demi mencapai prestasi sesuai kemampuannya. selain ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful