P. 1
Makalah Tentang Model Pembelajaran Kooperatif

Makalah Tentang Model Pembelajaran Kooperatif

|Views: 197|Likes:

More info:

Published by: Dwi 'anggun' Apriyanti on Mar 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2015

pdf

text

original

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta

didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

[sunting] Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?] Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

[sunting] Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
y y y y

Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat. Melestarikan kebudayaan. Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
y

y

y

Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka. Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga

y

diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya. Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
y y y y y

Transmisi (pemindahan) kebudayaan. Memilih dan mengajarkan peranan sosial. Menjamin integrasi sosial. Sekolah mengajarkan corak kepribadian. Sumber inovasi sosial.

Makalah Tentang Model Pembelajaran Kooperatif Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam membelajarkan matematika kepada siswa, apabila guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran matematika cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan tersiksa. Oleh karena itu dalam membelajarkan matematika kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.

B. Tujuan Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca,

khususnya para mahasiswa jurusan matematika, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Lampung agar nantinya dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.

Bab II Model Pembelajaran Kooperatif

A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Usaha-usaha guru dalam membelajarkan siswa merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama. Menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani(2005), model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran. Pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guru adalah model pembelajaran kooperatif.

Apakah model pembelajaran kooperatif itu? Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Nur (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran yang lain. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.

B. Prinsip Dasar Dan Ciri-Ciri Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Nur (2000), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif

sebagai berikut: 1.Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. 2.Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota 3.kelompok mempunyai tujuan yang sama. 4.Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya. 5.Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi. 6.Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. 7.Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Sedangkan ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : 1. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai. 2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. 3. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masingmasing individu. Dalam pembelajaran kooperatif dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain.

C. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Terdapat 6(enam) langkah dalam model pembelajaran kooperatif. 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan

Memberikan penghargaan. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. 6. Menyajikan informasi.Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok . Guru menyajikan informasi kepada siswa.Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. Guru memberi penghargaan hasil belajar individual dan kelompok. B. 2. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Evaluasi. Bab III Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD A. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan. dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif. jenis kelamin dan suku. Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja siswa dalam kelompok kelompok belajar. saat kuis mereka tidak boleh saling membantu. Guru menginformasikan pengelompokan siswa.kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Model STAD. Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.Membimbing kelompok belajar. 1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin. 3. 5. Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks. 4. 1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya. Tipe pembelajaran inilah yang akan diterapkan dalam pembelajaran matematika. Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana.

5. Penyajian Materi Pelajaran a. Kemudian menetapkan siswa dalam kelompok heterogen dengan jumlah maksimal 4 . 2. latar belakang sosial. Dalam kegiatan kelompok ini. Setelah kegiatan presentasi guru dan kegiatan kelompok. membandingkan jawaban.60 menit secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja dalam kelompok. mengulang konsep dan menjawab pertanyaan. para siswa bersama-sama mendiskusikan masalah yang dihadapi.Evaluasi Dilakukan selama 45 . Pengembangan Dilakukan pengembangan materi yang sesuai yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. Pertanyaan-peranyaan diberikan penjelasan tentang benar atau salah.Sebelum menyajikan guru harus mempersiapkan lembar kegiatan dan lembar jawaban yang akan dipelajarai siswa dalam kelompok-kelomok kooperatif. Perlu diingat pembagian itu harus diseimbangkan sehingga setiap kelompok terdiri dari siswa dengan siswa dengan tingkat prestasi seimbang. Isi dari LKS selain materi pelajaran juga digunakan untuk melatih kooperatif. memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan masalah agar siswa selalu siap dan dalam memberikan tugas jangan menyita waktu lama. Di sini siswa belajar untuk memahami makna bukan hafalan. Siswa mengikuti presentasi guru dengan seksama sebagai persiapan untuk mengikuti tes berikutnya b. Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan sebagai nilai perkembangan kelompok. Guru memberi bantuan dengan memperjelas perintah. Materi pelajaran dipresentasikan oleh guru dengan menggunakan metode pembelajaran. c. Kelompok diharapkan bekerja sama dengan sebaik-baiknya dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran. Praktek terkendali Praktek terkendali dilakukan dalam menyajikan materi dengan cara menyuruh siswa mengerjakan soal. 4.Kemampuan akademik (pandai. atau memperbaiki miskonsepsi. siswa diberikan tes secara individual. Jenis kelamin. kesenangan bawaan/sifat (pendiam dan aktif). 3. Dalam menjawab tes. aturan heterogenitas dapat berdasarkan pada : a).6 orang. siswa tidak diperkenankan saling membantu. dll. sedang dan rendah) Yang didapat dari hasil akademik (skor awal) sebelumnya. Jika siswa telah memahami konsep maka dapat beralih kekonsep lain. Pendahuluan Di sini perlu ditekankan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok dan menginformasikan hal yang penting untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari. Penghargaan kelompok Setiap anggota kelompok diharapkan mencapai skor tes yang tinggi . b).Kegiatan kelompok Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan yang akan dipelajari siswa.

Materi Matematika yang Relevan dengan STAD. bilangan jam. Dengan penyajian materi yang tepat dan menarik bagi siswa. hebat dan super. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda 2. 6. maka penghargaan pada prestasi kelompok diberikan dalam tingkatan penghargaan seperti kelompok baik.karena skor ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan skor rata-rata kelompok. D. Dari hasil nilai perkembangan. sehingga setiap anggota kelompok tidak bisa menggantungkan pada anggota yang lain. Keunggulan Model Pembelajaran Tipe STAD Keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah adanya kerja sama dalam kelompok dan dalam menentukan keberhasilan kelompok ter tergantung keberhasilan individu. BAB IV Simpulan dan Saran A. 3. dll. konsepkonsep dasar dan tidak memerlukan penalaran yang tinggidan juga hapalan.Perhitungan ulang skor awal dan pengubahan kelompok Satu periode penilaian (3 ± 4 minggu) dilakukan perhitungan ulang skor evaluasi sebagai skor awal siswa yang baru. Kemudian dilakukan perubahan kelompok agar siswa dapat bekerja dengan teman yang lain. misalnya bilangan bulat. Pada intinya konsep dari model pembelajaran tipe STAD adalah Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut . Materi-materi matematika yang relevan dengan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah materi-materi yang hanya untuk memahami fakta-fakta. Pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dalam seting pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengubah pembelajaran dari teacher center menjadi student centered. Simpulan 1. C. himpunan-himpunan. seperti halnya pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memaksimalkan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Surabaya : Universitas Negeri Surabaya. Budijastuti. silahkan anda baca makalah di bawah ini. (2006). dan untuk setiap konsep ditentukan metode atau pendekatan yang akan digunakan serta keterampilan proses yang akan dikembangkan.Agar pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses berorientasi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat berjalan. sebaiknya guru membuat perencanaan mengajar materi pelajaran. 2001 Pembelajaran Kooperatif.com/2009/11/makalah-tentang-modelpembelajaran. (2003). mudah mudahan . DAFTAR PUSTAKA Ismail.blogspot. sumber asli: http://makalah-di. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. dan menentukan semua konsep-konsep yang akan dikembangkan. Yogyakarta: PPPG Matematika. Bagaimanakah professional guru?. 2. Widowati. Sri Wardhani. Media Pembelajaran (Model-model Pembelajaran). (2003). Tim PPPG Matematika. Bahan Ajar Diklat di PPPG Matematika. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia.Diharapkan guru mengenalkan dan melatihkan keterampilan proses dan keterampilam kooperatif sebelum atau selama pembelajaran agar siswa mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta dapat menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Contoh Silabus dan RPP Matematika SMP. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia. Yogyakarta: PPPG Matematika. Model dan Strategi Dalam Pembelajaran Matematika.html Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. Beberapa Teknik. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SLTP.Saran 1.

Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Secara nasional. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. Menurut Dra. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C. Ani M. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. Pengertian Profesi Makagiansar.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar .).SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. Y. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. Kecilnya anggaran pendidikan. pengembangan bahan ajar. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. dll. antara lain: (a) sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. B. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik.Pd. M. belum lagi dikorupsi sana-sini. bermakna dan menyenangkan. maupun pembinaan . khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. J. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. baik kesejahteraan secara materiil (gaji.makalah ini dapat membantu anda. Galbreath. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan.SMA.Hasan. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. sebagian besar guru SD. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. honor. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik.M.SMP.

Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. jengkel. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. frustasi. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. metode mengajar dan psikologi. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar.ketika ada peluang lain. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. Saya tidak punya data. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. dengan maraknya sistem les privat. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. Matematika yg diuji dalam UAN. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. Bahasa Inggris. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. Harus diakui. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. Itu sebabnya. dll. dll).lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. Lisensi keguruan. Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh pendidikan keguruan. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. Kalaupun diterima. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. dll. dari pengalaman. mereka keluar begitu saja. membuat guru-guru mapel UAN menjadi . Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. Dan bagi saya itu oke. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. Lalu secara ekonomis. bukan bakat alami. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima.. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. pelatihan. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. perbankan. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan.

Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak.. Karena sekolah merupakan medan belajar. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. bukan menyiksa apalagi mengancam. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar.primadona. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. Oleh karena itu. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. mengajar adalah profesi hati. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. dll. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. Dari 18 pasal yang ada. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. Bisa menimbulkan iri hati. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. Oleh karena itu. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). Itu bagus bagi guru tsb. Namun. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. Padahal keduanya jelas berbeda. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. C. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. menghargai murid. diselesaikan. C. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Kondisi itulah yang harus dihadapi. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan . Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas.

padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. memang adalah tanggung jawab negara. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. (Online) (http://members. Stiles. April/Mei 2001. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Y. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A.html Supriadi. C. bukan karena menyuap B. http://makalahfrofesikependidikan. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. Journal PAT. Jakarta: Grasindo. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. Jakarta: Depdikbud . 1991. dan Loucks-Horsley. September 1998. 1998. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. diakses 7 Juni 2001) Semiawan. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. 2001. tetapi porsinya harus tetap kecil. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. Makalah Dipresentasikan. The Science Teacher. Sumargi. 1996. aol.E. 1998. S. karena menjadi guru berkat kemampuannya. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat. Suara Guru No. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. realistis. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs). 3-4/1996.com/PTRFWEB/journal1040.blogspot.Yang Maha Esa. D. Caranya. Teacher in England and Wales. K. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta).html. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. 2001.R. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. bukan tanggung jawab orang tua murid. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung.

Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C. pengembangan bahan ajar. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan.Read more at: http://aadesanjaya.SMP. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik.com Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs. Secara nasional. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan.blogspot.SMA.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. mudah mudahan makalah ini dapat membantu anda.html Copyright aadesanjaya. BAB I PENDAHULUAN A. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. antara lain: (a) . Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. Y. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. sebagian besar guru SD. silahkan anda baca makalah di bawah ini. Pengertian Profesi Makagiansar. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. M. Bagaimanakah professional guru?.blogspot. B.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. bermakna dan menyenangkan. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia.

Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar . Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. belum lagi dikorupsi sana-sini. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab. bukan bakat alami.). maupun pembinaan lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. dari pengalaman. mereka keluar begitu saja. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. baik kesejahteraan secara materiil (gaji. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. pelatihan. Dan bagi saya itu oke. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. perbankan. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. Kecilnya anggaran pendidikan.ketika ada peluang lain. dll). Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh . Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. Harus diakui. Galbreath. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. honor. dll.Pd. dll. Kalaupun diterima.M. Ani M. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Lisensi keguruan. J.Hasan.sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. Menurut Dra. Itu sebabnya. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum.

minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. C.. Oleh karena itu. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan . Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. dll. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. Bisa menimbulkan iri hati. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. Karena sekolah merupakan medan belajar. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). dll. Lalu secara ekonomis. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. metode mengajar dan psikologi. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. membuat guru-guru mapel UAN menjadi primadona. mengajar adalah profesi hati. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Bahasa Inggris. dengan maraknya sistem les privat. Itu bagus bagi guru tsb. Saya tidak punya data.. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. jengkel. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. Kondisi itulah yang harus dihadapi. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. Oleh karena itu. bukan menyiksa apalagi mengancam. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. Matematika yg diuji dalam UAN. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. diselesaikan. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. frustasi.pendidikan keguruan.

itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. Dari 18 pasal yang ada. Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. Namun. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru.untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. realistis. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. Caranya. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. menghargai murid. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. Padahal keduanya jelas berbeda. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. C. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga .

A. Stiles.html. aol. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. tidak akan muncul generasi pintar yang . karena sebagian guru tidak menerapkan dengan sepenuhnya apa profesi guru yang sebenarnya. Jakarta: Depdikbud Read more at: http://aadesanjaya. Jakarta: Grasindo.R. C.com Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru adalah makalah yang berkaitan dengan proritas kerja guru dimana guru itu harus bekerja sesuai dengan profesinya. memang adalah tanggung jawab negara. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. 1998. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta).blogspot. 1991. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. 1996. Untuk lebih jelasnya silahkan anda simak makalah di bawah ini. bukan karena menyuap B. Teacher in England and Wales. 2001. karena menjadi guru berkat kemampuannya. S. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21. April/Mei 2001. September 1998. dan Loucks-Horsley. tetapi porsinya harus tetap kecil.blogspot.blogspot. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. D. Makalah Dipresentasikan. bukan tanggung jawab orang tua murid. Orang tua murid bisa diminta partisipasi.E.html Copyright aadesanjaya. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia. diakses 7 Juni 2001) Semiawan.com/PTRFWEB/journal1040.html Supriadi. Tanpa guru. The Science Teacher. http://makalahfrofesikependidikan. Suara Guru No.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. K. Journal PAT. 2001. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. Sumargi. 1998. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. (Online) (http://members. Latar Belakang Lagu himne guru menunjukkan betapa pentingnya keberadaan seorang guru bagi kehidupan seorang manusia dalam mengenal dunia. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Y. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs). DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. 3-4/1996.rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral.

Status ekonomi para guru pada waktu itu memang tinggi. Para guru masih dilihat dan diperlakukan bukan hanya sebagai pendidik yang pantas digugu dan ditiru di sekolah. pada tahun 1920-an misalnya. kemudian rajanya. Ibu Guru Siti Sahara mempunyai gaji sebesar 40 gulden sebagai guru Kepala Sekolah Wanita di Bireum. Guru dipandang sebagai pemimpin masyarakat yang disegani dan mempunyai status ekonomi yang relatif tinggi. Untuk mengetahui prioritas dsan kesahteraan guru C. Tingginya citra guru pada zaman penjajahan dan awal kemerdekaan di Indonesia berkait erat dengan citra masyarakat memandang profesi guru. tetapi juga sebagai pemimpin masyarakat yang terhormat. Artinya. Dari sisi budaya. status profesi guru memang sangat tinggi. Pada masa itu. PROFESIONAL Secara politis.Pd. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. B. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Rumusan Masalah Bagaimanakah sebenarnya Prioritas Kesejahteraan Guru Prioritas kerja Profesi Guru A. polisi. bu-kan semata-mata segi materinya belaka Pada masa penjajahan Jepang. Ani M. Pascakemerdekaan sampai tahun 1950-an. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menjadi seorang dokter. Tujuan Prioritas kerja Profesi Guru. tentara. kini menjadi profesi yang kurang diminati dan dihargai dibanding dengan profesi lainnya. tetapi juga ada yang ikut aktif menjadi tentara rakyat dan berperang mengusir penjajah. Pada jaman penjajahan Belanda.Hasan. Suatu jumlah yang amat besar waktu itu. guru dicitrakan amat bagus karena berkait erat dengan status sosial (ekonomis. Akibatnya. atau profesi lainnya dibanding menjadi seorang guru. dan . Semua orang pasti mengakui jasa seorang guru bagi dirinya walau hanya di dalam hati. Dalam masyarakat Jawa ada ungkapan. Para guru diberi julukan Sensei yang dalam kebudayaan Jepang mempunyai kedudukan sosial yang amat dihormati. tetapi mereka hanya mengakui dengan tanpa upaya memberikan suatu penghargaan yang lebih dibanding kepada profesi lain. para guru juga dihargai karena mereka bukan saja mengambil peran amat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.5) sen sehari. guru sungguh dilihat sebagai pemimpin yang digugu dan ditiru. Mereka mendapat imbalan jasa yang memadai untuk hidup sejahtera bersama keluarga. relasi guru dengan padepokan-padepokan sebagaimana terungkap dalam hubungan dengan para kyai di pesantren-pesantren. Dengan kebijakan memberikan pendidikan dasar pada sementara inlander untuk tugas-tugas administratif yang diperlukan penjajah. politis dan budaya) pemegang profesi yang bersangkutan dan kredibilitas professional para guru. dalam Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ditulis. orang wajib menaati pertama-tama gurunya. Dalam buku Siti Sahara. mengingat ungkapan pada masa kolonial mengatakan bahwa seorang inlander cukup hidup dengan segobang (2. profesi guru yang dulu merupakan profesi yang paling bergengsi dan menjadi dambaan bagi generasi muda pada zaman leluhur kita. Wanita Guru Pertama dari Mandailing.M. guru diperlukan pemerintahan penjajah dalam rangka menunjang politik etisnya. Pengertian Profesi Menurut Dra. B. insinyur.akan membangun bumi ini. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. citra dan status profesi guru dalam masyarakat juga masih tinggi. status profesi guru juga masih terhormat. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Dalam masa awal perjuangan kemerdekaan. guru ratu wong tuwo akaro.

108 guru yang ada. Persoalannya. Ketiga. Guru sangat tergantung pada pekerjaan yang diciptakan oleh orang lain entah itu perorangan. ada yang karena dipaksa orang tuanya. eksklusif dan berat. dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil. Dari uraian itu. Perbaikan citra erat kaitannya dengan mengubah cara pandang masyarakat terhadap pekerjaan guru.untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto. yayasan atau pemerintah. menjadi pengacara atau dokter yang memperoleh izin membuka praktik sendiri manakala imbalan dari pekerjaan resminya sangat kecil.6 persen dari 993. Ketiga watak kerja tersebut mencoba menempatkan kaum profesional (kelompok sosial berkeahlian) untuk tetap mempertahankan idealisme yang menyatakan bahwa keahlian profesi yang dikuasai bukanlah komoditas yang hendak diperjual-belikan sekadar untuk memperoleh nafkah. Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus. Hal ini perlu ditekankan benar untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi.diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral . Dengan demikian. melainkan dengan memperbaiki citranya dalam masyarakat. Lebih lanjut dijabarkan.harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi. bahwa kerja seorang profesional . sehingga terpaksa masuk ke pendidikan guru. kini citra guru sudah telanjur terpuruk dan bahkan pekerjaan guru dianggap pelarian karena tidak ada pekerjaan yang lebih layak. mereka memang bersekolah di Sekolah Pendidikan Guru. Mending. 1999).baru orang tuanya. Menjadikan guru sebagai profesi tidak menjamin citra guru akan meningkat. Pada mulanya. jumlah guru SD yang berpindah profesi per Juli 2004 sudah mencapai 50. dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) di dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Menurut penelitian Dr Martinus Tukir Handoko dari sekian banyak guru sebenarnya pada mulanya tidak mempunyai motivasi menjadi guru. tetapi sebenarnya tidak mempunyai maksud menjadi guru. Pertama. jelas salah satu cara mengangkat citra guru bukan dengan memberikan sertifikasi seperti pengacara atau dokter. melainkan suatu kebajikan yang hendak diabdikan demi kesejahteraan umat manusia. guru harus patuh terhadap norma-norma yang dibuat oleh kekuasaan di luar dirinya sendiri. berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan . profesionalisme dalam tiga watak kerja yang merupakan persyaratan dari setiap kegiatan pemberian "jasa profesi" (dan bukan okupasi). Banyak orang tak mau menjalani profesi tersebut. karena ekonomi keluarganya yang lemah. Ada yang karena tidak diterima di sekolah lain. Bahkan guru semakin dituntut pengabdiannya yang besar kepada masyarakat bahkan dengan imbalan yang amat rendah. Menurut data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Kedua. sementara mereka yang sudah menjadi guru beralih ke profesi lain yang memberikan kesejahteraan lebih baik. Kalau di dalam pengamalan profesi yang diberikan . Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat. bahwa kerja seorang profesional itu beriktikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti. bahwa kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang.serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut .

Hal ini bukanlah harus dilawan oleh guru secara fisik atau perang kata-kata agar yang lain mau mengakui dan menerima guru sebagai tenaga yang profesional yang berjasa bagi pembangunan negeri ini. 2) ketidaksesuaian antara bidang studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan di lapangan dijabarkan. 3) kurang efektifnya cara pengajaran. hal itu semata hanya sekadar "tanda kehormatan" (honour) demi tegaknya kehormatan profesi. B. kurangnya minat guru untuk menambah wawasan sebagai upaya meningkatkan tingkat profesionalisme sebab bertambah atau tidaknya pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan tugas rutin tidak berpengaruh terhadap pendapatan yang diperolehnya. Oleh karena itu. Kesimpulan Masih rendahnya tingkat profesionalisme guru saat ini disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari internal guru itu sendiri dan faktor lainnya yang berasal dari luar. Saran Mengangkat citra guru. hal itu tidak seimbang dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan. dari sisi guru sendiri rendahnya mutu guru tampak dari gejala: 1) lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. meledaknya jumlah lulusan sekolah guru dari tahun ke tahun. Bahkan. politisi dan ilmuwan serta berbagai profesi lainnya. internet. kemandirian berpikir. jelas tidak mungkin. yang jelas akan berbeda nilainya dengan pemberian upah yang hanya pantas diterimakan bagi para pekerja upahan saja. 5) lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. Di samping itu. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul-betul menjadi guru. Hal itu merupakan akibat dari mudahnya pemerintah memberikan izin pendirian LPTK (Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan). J Sudarminta mengatakan. mencoba menjadi guru. Namun. Kalaupun ada. upaya untuk menambah pengetahuan dan informasi menjadi terhambat karena dana untuk membeli buku. Komitmen politik . Mereka yang tidak tertampung oleh pasar kerja. berlangganan koran. guru yang telah banyak menghasilkan para pemimpin. sehingga profesi ini menjadi pekerjaan yang "murah".ternyata ada semacam imbalan (honorarium) yang diterimakan. 6) kurangnya kematangan emosional. seperti perbaikan insentif material dan kesejahteraan hidup. Serta. dan keteguhan sikap sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik dan 7) relatif rendahnya kapasitas intelektual calon guru dan para guru. jika pemerintah mau sungguh-sungguh. Ironis memang. maka profesi guru akan membaik. C. 4) kurangnya wibawa guru di hadapan murid. Kode Etik Guru KODE ETIK GURU INDONESIA Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya Guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan A. Faktor-faktor tersebut antara lain: Penghasilan yang diperoleh guru belum mampu memenuhi kebutuhan hidup harian keluarga secara mencukupi. untuk memenuhi kebutuhan dapur harus juga melakukan kerja sampingan lainnya. tidak tersedia. kini dianggap sebagai profesi "murah" dan menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan. sebagaimana zaman penjajahan.

Fobi Sekolah. 1988: 14) Setiap guru profesional menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisnya. 2004: 118-119) Menurut Sudjana (2008: 13) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau tidak memperoleh pekerjaan lainya. dokter.2001. namun orang itu belum dapat disebut sebagai seorang guru (Hamalik. Bobbi. dalam Pengantar Menuju Masyarakat belajar . dan sebagainya´ (Usman.blogspot. Azyumardi. Dalam Horison Esai Indonesia Kitab 2 Taufiq Ismail (editor). Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Sudjana. Kemudian pendapat yang hampir sana dikemukakan . Bisa dipandang melalui proses pendidikan bisa pula diperoleh dari proses laitihan.Mendiknas mestinya tidak hanya menjadikan guru sebagai profesi tetapi juga didahului dengan perbaikan kesejahteraan dan kualitas guru.html Madjid. 2002: 15) ³sedangkan kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru. Profesi adalah ³Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketermpilan. http://makalahfrofesikependidikan. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan yang dijalaninya maka akan semakin tinggi pula derajat profesi yang disandangya. Banyak yang pandai berbicara tertentu. maka dipersiapkan untuk itu harus mengacu pada proses pendidikan. guru juga dibekali pendidikan khusus untuk menjadi guru dan memiliki keahlian khusus yang diperlukan sesuai dengan profesinya.com/2011/01/makalah-prioritas-kerja-profesiguru. 2001. Pekerjaan guru adalah suatu profesi tersendiri. pekerjaan ini tidak dapat dikerjakan oleh sembarang orang tampa memiliki keahlian sebagai seorang guru. 1995: 14).com Pengertian profesionalisme Sebelum penulis menguraikan pengertian profesionalisme terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian profesi sehingga mudah dimengerti apa yang dimaksud profesionalisme.blogspot. Jakarta: Paramadina dan LOGOS Read more at: http://aadesanjaya. 2004. Dari rumusan di atas ³dipersiapkan untuk itu´ mengandung arti luas. Peran Seorang Guru . Ini berarti tinggi rendahnya pengakuan profesionalisme sangat menggan tung pada tingkat keahlian dan pendidikan yang ditempuhnya. untuk pekerjaan yang bersifat profesional lebih-lebih untuk pekerkaan yang bersifat profesional penuh seperti profesi dokter. Nurcholis. DAFTAR PUSTAKA Azzra. hakim. Guru profesional selain menguasi seluk-beluk pendidkan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainya.html Copyright aadesanjaya.blogspot.Indradjati Sidi. Namun menurutnya. Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting di samping keterampilan/keterampilan lain.com/2010/07/bab-i-pendahuluan. kejujuran) tertentu´ (Nurdin. Pengantar Langkah Strategis Mempersiapk an SDM Berkualitas. dan Citra Guru. Bandung: Kaifa Pendidikan.dkk. dan bukan sekedar latihan. Birokrasi. Jakarta: Horison dan Ford Foundation De Porter.

jadi seorang guru yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan tentunya guru memiliki tanggung jawab dan melaksanakan proses belajar mengajar di tempat-tempat tertentu. surau. tetapi bisa saja seseorang yang secara tekun mempelajari dan melatih diri dalam suatu bidang tertentu menjadi profesional. 2. Dan dengan cara ini dia mengajarkan seswa membahas atau membicarakan yang benar (serius) dengan gambaran kebiasaan. Karena sesungguhnya dia mengajarkan bahasanya sendiri. Berkelakuan baik Budi pekerti guru penting dalam pendidikan watak anak didik. sedangkan yang diperoleh dari selain pendidikan formal pada umunya hanya akan mendapat pengakuan yang bersifat informal saja. Sebaliknya guru adalah teladan bagi anak didiknya. mengenbai persayaratan guru tersebut meliputi: a. guru di sekolah atau pimpinan di masyarakat. profesi yang disandang melalui jenjang pendidikan akan memperoleh pengakuan yang bersifat formal naupun informal. harus diajarkan oleh guru bahasa asing daripada guru lokal. Sehat jasmani Kesehatan jasmanikerapkali dijadikan salah satu syarat bagi mereka untuk menjadi guru. tidak mesti di lembaga formal tetapi bisa juga di masjid. b. 2003: 31) Sedangkan guru bahasa Arab yang profesional menurut Al Qosimiy secara garis besar ada tiga hal yang sangat mendasar yang membedakan antara guru asing dengan guru lokal dilihat dari profesionalisnya dalam membentuk mental belajar siswa bidang studi bahasa Arab sebagai berikut: Bahwasanya guru lokal tidak dapat berbicara atau menbahas persis bahasa asing (bahasa Arab) sebagai mana bahasa penduduk aslinya secara faseh. Seseorang guru selain memiliki pengetahuan atau wawasan mengenai pendidikan juga harus dibekali dengan persyaratan tentang profesionalisnya itu. 2000: 32) Ketiga persyaratan tersebut diharapkan telah demiliki oleh seorang guru sehingga ia mampu memenuhi fufngsi sebagai pendidik profesional yakni pendidik bangsa. Guru lokal tidak mampu membahas atau berbicara dengan bagus menyaingi guru asing dalam (leluasa). musallah. naka secara otomatis tidak menemukan kesulitan dan kompleksnya siswa dapat mengetahui secara mendetail pada mata pelajaran bahasa Arab mengenai istilah-istilah dan struktur kalimat serta dengan baik dan akan dapat berbicara dengan faseh serta menulis dan membaca dengan baik yang pada akhirnya dapat membentuk mental belajar seswa yang optimal. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Guru sesuai dengan tujuan ilmu pendidikan islam tidak mungkin mendidika anak didik bertakwa kepada Allah SWT. c. Hanya saja menurutnya. guru harus menjadi tauladan bagi siswa didiknya karena anak-anak cebderung bersifat meniru (Djamarah. Pengertian Guru Profesional Guru adalah ³orang yang memberikan ilmu pengetahua terhadap anak didik. Jumlah mufradat menggambarkan istilah-istilah yang ia ketahui sebagaimana bahwasanya ia tidak dapat mendekati secara mutlak dalam memahami makna-makna yang terkandung di dalam isi mata pelajaran tersebut. Menggunakan guru sebagai guru bahasa asing baik dalam menyelesaikan makna-makna mufrad atau kaidah-kaidah tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa serta membentuk mental belajar siswa (Al Qasimiy. 1989: 79) Dari uraian di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa syarat guru bahasa Arab yang profesional dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran bahasa Arab. jika guru sendiri tidak bertakea kepadanya. Dari . maka secara otomatis guru tersebut tidak akan kesulitan dalam mewujudkan hal tersebut.oleh Ali (1992: 23) keahlian atau kemampuan profesional tidak mesti harus diperoleh daei jenjang pendidikan. yang beragam seperti setiap lafaz-lafaz. di rumah dan sebagainya (Djamarah. sedangkan guru asing dia mampu melakukan hal ini tampa ada kesulitan karena sesungguhnya dia berbicara dengan bahasany.

Sesungguhnya guru yang bertanggung jawab memiliki bebnerapa sifat menurut Tanlain dalam (Djamarah. 1999: 15) 3. metode dan alat bantu mengajar. dianggap memiliki peran yang sangat penting dan sangat menentukan arah bagi pencapaian tujuan yang ingin diinginkan. Komponen belajar mengajar yang dimaksud adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai materi pelajaran. metode mengajar. yakni mengkoordinasikan unsur-unsur tujuan. dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang tidak punya keahlian dan hanya karena tidak dapat memperolehpekerjaan lain (sudjana.persyaratan di atas menunjukan bahwa guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa guru layak menjadi panutan atau tauladan bagi masyarakat di sekelilingya (Soejipto. Menghargai orang lain termasuk anak didik Bijaksana dan hati-hati (tidak nekat. 2000: 9) Senada dengan pendapat di atas Usman juga menegaskan bahwa proses belajar mengajar sebagai interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu dengan yang lainya saling berikatan dalam ikatan untuk mencapai tujuan. Sebagai proses belajar mengajar memerlukan seuatu perencanaan yang matang. dalam melaksanakan profesi keguruanya seorang guru dituntut memiliki kemampuan profesional sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. sombong dan tidak singkat akal) Takwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. sebab guru yang profesional akan lebih mampu menciptakan kelas sehingga hasil belajar yang diciptakan oleh para siswa akan berada pada tingkat yang lebih optimal. alat pengajaran dan evaluasi sebagai alat ukur tercapai atau tidaknya tujuan (Usman. maka yang dimaksud dengan gru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal (Usman. 2007: 42) Berdasarkan pengertian daripada guru profesional tersebut dapat dikatakan guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruanya sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya´ (Uzer. serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangya masing-masing. bahan pengajaran. Untuk itu. Dalam proses bekajar mengajar tersirat suatu makna adanya satu kesatuan antara seswa yang belajar dan guru yang mengajar. Terdidika dan terlatih disini bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau tekhnik di dalam kegiatan bekajar mengajar serta menguasai kandasan-kandasan kependidikan yang tentunya juga akan memenuhi beberapa persyaratan atau kriteria sehingga dikatakan benar-benar terdidik dan terlatih. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus dipersiapkan untuk itu. 1999: 5) Berdasarkan paparan di atas maka guru pada posisinya sebagai sutradara sekaligus sebagai aktor utama dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Dan tahap selamjutnya adalah melaksanakan rencana tersebut dalam bentuk tindakan atau praktek mengajar (Sudjana. 2000: 13) Berdasarkan pengertian di atas. 2002: 36) terdiri dari: Menerima dan mematuhi norma-norma dan nilai-nilai kemanusiaan Memiliki tugas mendidik dengan bebas berani gembira (tugas bukan menjadi beban baginya) Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatanya serta akibat-akibat yang timbul dari kata hatinya. 1995: 15) Jadi seorang guru adalah orang yang benar-benmar terdidik dan terlatih dengan baik. serta penilaian atau evaluasi. Kriteria . Antara kedua pihak ini terjadi suatu interaksi yang satu sama lain dan saling menunjang. kegiatan belajar mengajar.

membeca. kecakapan dan pengalaman-pengalaman Membentuk kepribadian anak yang harmonis sesuai cita-cita dan dasar negara kita Pancasila Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. tetapi juga sebagai penghubung sekolah dengan masyarakat yang juga memiliki beberapa tugas menurut Rostiyah (dalam Djamarah. Jadi betapun tingginya kemampuan seseorang (guru) ia tidak akan bekerja secara profesional apabila tidak memiliki motivasi kerja yang tinggi. disertai pula dengan seperangkat latihan keterampilan keguruan dan pada kondisi itu pula ia belajar memersosialisasikan sikap keguruan yang diperlukannya. Fungsi dan Tugas Guru Sebagai seorang pendidik yang memahami fungsi dan tugasnya. Guru yang memahami fungsi dan tugasnya tidak hanya sebatas dinding sekolah saja. dan menulis. insinyur. Pendidik tidak maha kuasa. Ada perbedaan prinsip antara guru yang profesional dengan guru yang bukan profesional. bahasa Arab itu meliputi unsur-unsur antara lain : a) bahasa seperti ucapan. tidak dapat membentuk anak menurut kehendak hatinya Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat Sebagai penegak disiplin. guru khususnya ia dibekali dengan berbagai ilmu keguruan sebagai dasar. Pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan oleh sembarangan orang tampa memiliki keahlian khusus sebagai guru. 1989 : 91) Dengan demikian dari pengertian di atas profesionalitas guru pada bidang studi bahasa Arab hendaknya mengikuti syarat-syarat atau peraturan yang telah ditentukan oleh al-Qoisimy agar siswa termotivasi oleh guru dalam membentuk mental belajarnya. 2 Tahun 1983 Sebagai prantara dalam belajar Guru adalah sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan. meliputi keterampilan mendengar. Banyak orang pandai berbicara tertentu namun orang demikian belum dapat disebut sebagai seorang guru. Dalam hal ini pembimbing .profesionalisme guru Jabatan guru dikenal sebagai suatau pekerjaan profesional sebagaimana seorang menilai bahwa dokter. Sedangkan kriteria guru bahasa Arab secara khusus adalah sebagai berikut : Menguasai budaya Arab serta seluk beluk sosial Menguasai cara atau metode bahasa Arab dengan ilmu jiwa bahasa Arab Menguasai materi belajar bahasa Arab karena materi bahasa Arab berbeda dengan materi pelajaran yang lain. tata tertib dapat berjalan apabila guru menjalaninya terlebih dahulu Sebagai adminstrator dan manajer Guru sebagai perencana kurikulum Guru sebagai pemimpin Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. Menguasai evaluasi belajar atau mampu mengevaluasi proses belajar mengajar bahasa Arab (alQosimy. b) keterampilan berbahasa. bidara. Guru menjadi contoh dalam segala hal. Seorang yang berpribadi khusus yakni ramuan dari pengetahuan sikap danm keterampilan keguruan yang akan ditransformasikan kepada anak didik atau siswanya. Sebaliknya seseorang yang tidak profesional bila mana hanya memenuhi salah satu dari dua persyaratan di atas (Bafadal. 2000 : 36) mengemukakan bahwa fungsi dan tugas guru profesional adalah : Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian. 2003 : 5). contohnya seorang yang akan bekerja secara profesional bilamana orang tersebut memiliki kemampuan (Ability) dan motivasi (motivasion) maksudnya adalah: seorang akan bekerja secara profesional bilamana memiliki kemampuan kerja yang tinggi dan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaikbaiknya. 4. dan sebagainya sebagai profesi tersendiri maka gurupun adalah suatu profesi tersendiri. sebaliknya betapun tingginya motivasi kerja seseorang (guru) ia tidak akan sempurna dalam menyelesaikan tugas-tugasnya bilamana tidak didukung oleh kemampuanya. kosa kata dan kawaid. ahli hukum.

Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Profesi guru pada . 2. Sebagai pendidik guru harus berlaku membimbing dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. Latar Belakang Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. 8.html Copyright aadesanjaya.com/2011/01/profesionalisme-guru. Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing. baik perkembangan fisik maupun mental. 11. 13. Korektor Sebagai korektor guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan buruk 6. Dari uraian di atas secara rinci peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat disebutkan sebagai berikut : 1. seperti bimbingan belajar tentang keterampilan dan sebagainya dan untuk lebih jelasnya proses pendidikan kegiatan mendidik. Evaluator Guru dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur dengan memerikan penilaian yang menyentuh aspek intrinsik dan ekstrinsik Read more at: http://aadesanjaya. Informator Sebagai informator guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum. Motivator Sebagai motivator guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar 3. Mediator Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya baik media non material maupun material. Demonstrator Dalam interaksi edukatif.blogspot. Pengelolaan kelas Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik karena kelas adalah tempat terhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelaaran dari guru. Inisator Sebagai inisiator guru harus dapat menjadi pencetur ide-ide kemajuan dan pendidikan dalam pengajaran 9. Organisator Sebagai organisator adalah sisi lain dari peranan yang diperlukan oleh guru dalam bidang ini memiliki kegiatan pengelolaan kegiataan akademik dan lain sebagainya. tidak semua bahan pelajaran anak didik pahami 10. Membimbing dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembanganya dengan jelas dmemberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Contohnya guru sebagai pendidik dan pengajar sering kali akan melakukan pekerjaan bimbingan. Pembimbing Peran guru yang tidak kalah pentingnya dari semua peran yang telah disebutkan di atas adalah sebagai pembimbing 5. Fasilitator Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar mengajar.blogspot.yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan. Supervisor Guru hendaknya dapat membantu memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. mengajar dan membimbing sebagai yang taka dapat dipisahkan. Dengan demikian diharapkan menciptakan perkembangan yang lebih baik pada diri siswa. 4. Inspirator Sebagai inspirator guru harus dapat membedakan ilham yang baik bagi kemajuan anak didik 7.com l Citra Guru Profesional Citra Guru Profesional BABI PENDAHULUAN A. 12. termasuk dalam hal ini yang terpenting ikut memecahkan persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik.

. hingga cara berprilaku sehai-hari. Rumusan Masalah Apa Pengertian Citra Guru Profesional ? Apa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru ? Bagaimana Identifikasi dan Contoh Citra Guru ? C. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Seorang guru juga harus ditiru. guru mulai mengalami dilema eksistensial. mengenai pribadi. sekaligus sebagai biasnya. Tetapi. cara bebicara. gambaran yang dimiliki mengenai orang banyak. dan evaluasi Guru profesional adalah guru yang mampu menerapkan hubungan yang berbentuk multidimensional guru yang demikian adalah guru yang secara internal memenuhi kriteria administratif. Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid. berkenaan dengan pekerjaan. mutu dan tindak tanduk yang merupakan suatu profesi Guru (dalam bahasa jawa) seorang yang harus digugu dan harus ditiru oleh semua muridnya. Dalam sebuah proses pendidikan guru merupakan satu komponen yang sangat penting. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. kurikulum. rupa. berkenaan dengan keahlian. mengharuskan citra adanya pembayaran untuk melakukannya Profesionalisme merupakan kualitas. sekaligus sebagai biasnya. Tujuan Menjelaskan Definisi Citra Guru Menjelaska Citra Guru dari Masa ke-masa Mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru BAB II PEMBAHASAN A.mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. Tetapi. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Dalam perkembangan berikutnya. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. beberapa dasawarsa terakhir konsep. akademis dan kepribadian. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. sarana dan prasarana lingkungan. kejujuran. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. beberapa dasawarsa terakhir konsep. terutama bidang informasi dan komunikasi. memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. kedisiplinan. selain komponen lainnya seperti tujuan. metode. organisasi atau produk. Hal ini didasarkan pada pengabdiannya yang begitu tinggi dan tulus dalam dunia pendidikan. Profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. Segala ilmu pengetahuan yang datang dari guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan atau diteliti lagi. B. fase atau kalimat dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa untuk evaluasi Profesi merupakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan atau pendidikan tertentu Profesional. Tidak hanya itu. Harus di gugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid. kesan mental yang ditimbulkan oleh sebuah kata. Pengertian Menurut kamus besar bahasa indonesia terdapat pengertian kata citra dan profesional Citra merupakan gambaran. guru mulai mengalami dilema eksistensial. sikap kearifan. Slogan pahlawan tanpa tanda jasa senantiasa melekat pada profesi guru. Dalam perkembangan berikutnya. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Mulai dari cara berfikir. terutama bidang informasi dan komunikasi. artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya.

Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. kontekstual dan efektil . Mereka masih menaruh rasa hormat dan status sosial yang tinggi terhadap profesi guru. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. citra guru ideal adalah seseorang yang senantiasa memberi motivasi belajar yang mempunyai sifatfsifat keteladanan. Bagi masyarakat modern. eksistensi guru yang mandiri. Citra guru ini tercermin melalui: Keunggulan mengajar. menulis dan berhitung. suatu panggilan yang penuh rasa kagum dan hormat terhadap profesi guru. dan Memiliki perencanaan yang matang. Di kepulauan Sangihe. Hal ini membuat citra seorang guru di mata masyarakat selalu berada di tempat yang lebih baik dan mulia. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci (saint) yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. B. dan lulus ujian. Djamin (1999) mengemukakan citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam lingkup fungsi. memahami. mempraktekkan serta mengamalkan ilmu yang diterima dalam kehidupan sehari-hari baik langsung maupun tak langsung. lebih dalam dari laut paling dalam. lengkapnya tuan guru. masyarakat menyebut guru pria dengan panggilan tuan. penuh kasih sayang. dan Memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesl dan pihak lain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. menulis dan berhitung. naik kelas dan lulus ujian. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. guru berarti yang dihormati. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. melainkan keberhasilan siswa dalam menangkap. Rasa hormat ini sampai kini masih hidup di tengah masyarakat tradisional/pedesaan. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. Citra Guru dalam Masyarakat Tradisional (Pramodem) Di dalam bahasa Sansekerta. Dalam pandangan masyarakat tradisional. atau anak mendapat nilai tinggi. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. Lantaran tanggung jawab dari profesi guru tidak berhenti pada selesai ia mengajar. peran dan kinerja. Dari sudut pandang peserta didik. kreatif. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa.ketulusan. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. naik kelas. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. kesopanan serta sebagai sosok panutan menjadikan profesi satu ini berbeda dengan yang lain. atau mendapat nilai tinggi. misalnya. C. guru dianggap profesional jika anak sudah dapat membaca. serta mampu mengajar di dalam suasana yang menyenangkan. Memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. bijaksana.

guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. majalah. koran. bermaltabat dan memiliki daya saing. efektif dan menyenangkan (PAKEM). ahli dalam materi. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. buku. tugas guru tidak akan semakin ringan. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. Di negara kita. buku-buku. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata.untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. Serta media elektronik lainnya. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. beberapa dasawarsa terakhir konsep. majalah. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. Artinya. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). guru mulai mengalami dilema eksistensial. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (se/fconsepz). Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. kreatif. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. dan koran. Dengan demikian. terutama bidang informasi dan komunikasi. yang mampu memberi inspirasi. ide dirinya (se/fidea). rasanya sangat sulit di era modern ini guru dapat tampil lebih profesional. Menurut Wardiman Djojonegoro dalam ke|1as kerjanya yang disampaikan pada SeminarNasional Wawasan Profesi Guru Tahun ZUUQ ICMI On/vil Jawa Timur di Surabaya tanggal 21 Desember 1996. Artinya. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. para guru dituntut tampil lebih profesional. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. persepsi. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. Untukitu. sekaligus sebagai biasnya. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. Sehingga. Guru Abad 21 adalah Guru dengan Profesionalitas Tinggi Memasuki abad 21. dan realita dirinya (se/frea/ity). memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. bangsa kita menyiapkan diri untuk memiliki . Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Dalam perkembangan berikutnya. D. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. Namun.

masyarakat yang terbuka tersebut akan bermuara pada lahirya masyarakat madani. dan kemampuan melakukan reorientasi. diperlukan guru yang benar-benar profesional. Sesungguhnya. maupun aspek. kemampuan menge|1i dan mengatasi masalah. Ciri SDM yang berkualitas tersebut adalah Memiliki kemampuan dalam menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan dengan iptek.aspek kehidupan lainnya Sena tanggung jawabnya. Ketua Umum Pengurus . Kemampuan profesional meliputi kemampuan intelegensia. Saling keterpengaruhanantara bangsa yang satu dengan bangsa yang Iain akan menjadi ciri utama masyarakatterbuka. Kemajuan teknologi pula yang akan membuka dunia sekaan tanpa batas. baik geografis. kemampuan guru memotivasi siswa untuk belajar sendiri dan kemampuan guru untuk mengintegrasikan berbagai bidang Studi/mata pelajaran menjadi kesatuan konsep yang utuh. menulis dan berhitung. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. dan Dapat menghasilkan karya-kalya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian dan profesionalitasnya. masyarakat terbuka dan masyarakat madani yang secara keseluruhan akan berpengaruh pada visi. Tilaar (1998) menyatakan bahwa masyarakat millenium ketiga nanti mempunyai karakteristik masyarakat teknologi. yaitu kemampuan profesional. Masing-masing adalah kemampuan guru mengolah/menyiasati kurikulum. Harusjauh melampaui tiga hal tersebut. baik dalam disiplin ilmu pengetahuan maupun metodologi mengajarnya. kemampuan mengakomodasi. Mampu bekerja secara profesional dengan orientasimutu dan keunggulan. dan Sikap profesionalnya berkembang secara berkesinambungan.sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Upaya profesional adalah upaya seorang guru untuk mentransformasikan kemampuan profesional yang dimilikinya ke dalam tindakan mendidik dan mengajar secara nyata. kemampuan dasar yang mesti dimiliki bangsa ini tidak boleh hanya sebatas penguasaan kemampuan membaca. kemampuan guru mengaitkan materi kurikulum dengan Iingkungan. Tilaar (1998) memberikan empat ciri utama agar seorang guru terkelompok ke dalam guru yang profesional. Secara optimistik. waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional dan kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya. masyarakat yang berkembang baik kemampuan intelektualnya. sosial maupun budaya. Guru yang bermutu ialah mereka yang dapat membelajarkan siswa secara tuntas. Teknologi dapat memajukan kehidupan manusia tetapi juga dia akan mampu menghancurkan kebudayaan manusia itu sendiri. Muhammad Surya. Pertumbuhan teknologi akan mengubah bentuk dan cara hidup manusia yang sama sekali akan berlainan dengan kehidupan manusia dewasa ini. H. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam bidang pendidikan adalah ketidakpastian. dengan tantangan yang dihadapi ke depan adalah globalisasi dengan dominasi teknologi dan informasi yang sangat kuat. Untuk itu seseorang harus memiliki empat kemampuan. Menghadapi tantangan demikian. yaitu kemampuan antisipasi. Selanjutnya Samani (1996) mengemukakan empat prasyarat agar seorang guru dapat profesional. Nlasih terkait dengan harapan-harapan yang digayutkan di pundaksetiap guru. upaya profesional. Masing-masing adalah: Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang. sikap dan prestasi kerjanya. Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional menunjukkan intensitas waktu dari seorang guru yang dikonsentrasikan untuktugas-tugas profesinya. Untuk itu guru harus menguasai keahliannya. benar dan berhasil. Makagiansar (1990) menyebutkan bahwa untuk menghadapi era globalisasi. misi dan tujuan pendidikan. Menurut Djojonegoro (1996) guru yang bermutu memiliki paling tidak empat kriteria utama.

Nlasing. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. material dan nonmaterial. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. E. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya.Besar PGRI. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas.betul menjadi guru. kemandirian berpikir. kompetensi. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguhsungguh. dan Mampu melaksanakan fungsi dan peranannya secara terpadu. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. Mampu belajar dan bekerja sama dengan profesi lain. Faktor-Faktor yang Nlempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. Kekurangan guru di daerah terpencil. adanya disiplin ilmu yang kokoh. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. Memiliki etos kerja yang kuat. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. BAB III PENUTUP Rangkuman Citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan . Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. kurang efektifnya cara pengajaran. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. kode etik. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. Kurangnya kematangan emosional. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. Memiliki kejelasan dan kepastian pengembangan jenjang karir. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Memiliki kesejahteraan Iahir dan batin. Memiliki wawasan masa depan. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. Kemudian. mengemukakan ada sembilan karakteristik citra guru yang diidealkan. Berjiwa profesionalitas tinggi. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan.masing adalah guru yang: Memiliki semangatjuang yang tinggi disertai kualitas keimanan dan ketaqwaan yang mantap. Mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntutan Iingkungan dan perkembangan iptek. dan sertifikasi.

Mimbar Pendidikan.2008. R. Surya. Citra guru ini tercermin melalui keunggulan mengajar.Jogjakarta:Ar-Ruzz Aqid Zainal. Dimensi dan Tantangan Pendidikan dalam Era Globalisasi. 1996. (1) adanya pandangan sebagian masyarakat.2004 Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasa. H . Jakarta: Balitbang Depdiknas. Read more at: http://aadesanjaya. 2000.2oo6 kamus Besar Bahasa Indonesia.Kiat Menjadi Guru Profesional. bahwa siapa pun dapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. Mengangkat Citra dan Martabat Guru Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. Makamina. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif abad Xxi.A. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa.penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam Iingkup fungsi. peran dan kinerja. Yogyakarta: Adicita Katya Nusa. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan Dalam pandangan masyarakat modern.2008. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. Muhammad. Supriadi.Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. 1998. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya DAFTAR PUSTAKA Bafadal.com . Sudjana dalam Mustafa (2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut. Tilaar. Aspirasi Peningkatan Kemampuan Profesional dan Keseja hteraan Guru. Magelang: Tera Indonesia.html Copyright aadesanjaya. Yrama Widya Jalal. Prospek Guru Tahun 2000. naik kelas dan Iulus ujian.blogspot. atau mendapat nilai tinggi. RefonnasiPendidikan dalam konteks Otonomi Daerah. memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesi dan pihak Iain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional.Jakarta:Bumi Aksara Chulsum Umi. 200 1 .Bandung:CV. Yogyakarta: Adicita. Elham Rohmati. Tahun ke 5 Nomor 021. Suyanto. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. menulis dan berhitung. Makagiansar. (2) kekurangan guru di daerah terpencil. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. Nlasyarakat modern menganggap kom-petensi guru belum Iengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Ibrahim. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim.Surabaya:Kashiko Nurdin Muhammad.Wadah dan Dinamaka Pendidikan Anak Bangsa.com/2010/11/citra-guru-profesional. 21 Desember 1996 di Surabaya.blogspot. Windy Novia. Dedi 1999. Fasli dan Dedi Supriadi. Makalah SeminarNasiona/ Wawasan Profesi Guru Tahun 200Q ICMI On/vil Jawa Timur. (3) banyak guru yang belum menghargai profesinya. Muchlas. Nomor 4 Tahun IX: Samani. 2000.

atau mendapat nilai tinggi. karena profesionalnya seorang guru datang dari guru itu sendiri.blogspot. 3. Komitmen Tinggi Seorang profesional harus mempunyai komitmen yang kuat pada pekerjaan yang sedang dilakukannya. Didukung juga dengan adanya berbagai survey kelayakan mengajar yang diadakan oleh pemerintah. dan lulus ujian. Menjadi bagian masyarakat professional Seyogyanya seorang profesional harus menjadi bagian dari masyarakat dalam lingkungan profesinya. kreatif. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. . Berikut ini ada beberapa Syarat Guru Profesional. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. Bagi masyarakat modern. naik kelas. Mudah mudahan anda semua termasuk dalam syarat guru profesional. 5. 4. Penguasaan Materi Seorang profesional harus menguasai secara mendalam bahan / materi pekerjaan yang sedang dilakukannya.Syarat Guru Profesional Syarat Guru Profesional memang merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap guru. Seorang guru sebenarnya memiliki komitmen yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. mengapa demikian? karena masyarakat menilai bahwa guru pada masa ini tidak seperti guru dimasa abad ke 12 yang memiliki pengabdian tinggi di dunia pendidikan. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. Untuk menjadi seorang guru profesional tidaklah sulit. 2. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. 1.com Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. LSM. Guru profesional merupakan impian semua guru di tanah air.blogspot.html Copyright aadesanjaya. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi.com/2010/11/syarat-guru-profesional. Dewasa ini image seorang guru dimata masyarakat sangatlah susah seorang guru itu menyandang GURU PROFESIONAL. maupun organisasi lainnya bahwa kelakan mengajar seorang guru dibawah standar. Berpikir Sistematis Seorang yang profesional harus mampu berpikir sitematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. Tanggung Jawab Seorang profesional harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. banyak hal utuk mewujudkan rasa keprofesionalitas seorang guru seperti sayarat-syarat dibawah. menulis dan berhitung. eksistensi guru yang mandiri. Read more at: http://aadesanjaya. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan.

tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. bijaksana. Di negara kita. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. majalah. ide dirinya (self idea). Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. Artinya. terutama bidang informasi dan komunikasi. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. kontekstual dan efektil untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. efektif dan menyenangkan (PAKEM). yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. Namun. dan koran. dan realita dirinya (selfr eality). Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. bermaltabat dan memiliki daya saing. sekaligus sebagai biasnya. buku. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. Dalam perkembangan berikutnya. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. Serta media elektronik lainnya. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (self consept). beberapa dasawarsa terakhir konsep. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. ahli dalam materi. dan Memiliki perencanaan yang matang. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. koran. yang mampu memberi inspirasi. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). Dengan demikian. kreatif. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. guru mulai mengalami dilema eksistensial. buku-buku. majalah. Artinya. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Sehingga. Untukitu. persepsi.lebih dalam dari laut paling dalam. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. para guru dituntut tampil lebih profesional. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. rasanya sangat sulit di era modern ini .

memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. Kkurang efektifnya cara pengajaran. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya . Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh.com Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan Kekurangan guru di daerah terpencil.betul menjadi guru. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. kemandirian berpikir. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru.blogspot. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid.guru dapat tampil lebih profesional. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya.blogspot. Kurangnya kematangan emosional.com/2010/11/citra-guru-dalam-masyarakatmodern. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya.html Copyright aadesanjaya. Read more at: http://aadesanjaya. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan.

tetapi juga profesional guru harus berhadapan dan bersaingan dengan profesi-profesi lainnya di dalam masyarakat. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. profesi guru di dalam masyarakat adalah suatu profesi yang kompetitif. masyarakat terbuka. Guru-guru yang profesional inilah yang diharapkan dapat membawa atau mengantar peserta didiknya mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memasuki masyarakat abad 21 yang melek ilmu pengetahuan dan teknolog. artinya barang siapa yang tidak profesional tidaka akan survive. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh guru yang profesional bukanlah pengetahuan yang setengah-tengah tetapi merupakan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tuntas.blogspot. Guru yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan yang kuat. dan itu tidak mungkin tanpa adanya guru yang profesional. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. Sama halnya dengan profesi-profesi lainnya. Jika profesi gur tidak kompetitif dan tidak profesional. maka degna sendirinya akan berakibat kepada mati atau hilangnya profesi tersebut dari masyarakat. dan masyarakat madani) yang menuntut adanya perkembangan manusia. Karena guru sebagai salah satu pelaku pendidikan. dan sertifikasi. Jadi jelaslah bahwa profesi guru adlaah suatu profesi yang harus terus-menerus . Konsep Dasar Proses pendidikan merupakan suatu proses yang snagat profesional artinya dilaksanakan oleh pelaku-pelaku yang profesional. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik.kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan masyarakat abad 21 (merupakan satu kesatuan dari masyarakat teknologi. karena ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri berkembang dengan cepat. Jika guru tidak mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin mereka dapat membantu dan membimbing peserta didiknya mengarungi dunia pengetahuan dan teknologi tersebut. kode etik.html Copyright aadesanjaya. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. Kemudian.blogspot.com/2010/11/faktor-faktor-yangmempengaruhi-citra. tuntas dan setengah-setengah akan tercecer dan tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Read more at: http://aadesanjaya. dan sangat kompetitif. Ia akan berada jauh di belakang. dan akhirnya akan tertinggal dari profesinya. maka guru di dalam masyarakat adlah seorang profesional. Berbagia kegiatan di dalam masyarakat hanya menerima para profesional. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi.com Pengembangan Profesi Keguruan A. adanya disiplin ilmu yang kokoh. Karena mereka tidak mampu berkompetisi dengan orang lain yang lebih profesional atau juga profesi ainnya yang lebih kompetitif. Ini memberi pemahaman bahwa profesi guru haruslah betul-betul memiliki karakteristik yang profesional karena sifat pekerjaannya. kompetensi.

maka diharapkan guru akan terampil membangkitkanminat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. Sinyalemen ini memberikan makna bahwa guru sebagai pelaku proses pendidikan harus terus menerus mengubah diri. Dan akhirnya melalui proses pendidikan yang profesional yang dilaksanakan oleh pelakupelaku (khususnya guru yang profesional dengan karakteristiknya tersebut di atas). Berbagai strategi pengembangan perlu dikembangkan secara komprehensif. tuntas dan tidak setengah-setengah sebagai profesional kependidikan. Strategi Pengambangan Profesi Guru Berangkat . mempunyai ciri-ciri kepribadian yang kuat dan seimbang. keterampilan. diberi kesempatan. dan kepribadian yang mereka miliki sekrang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu. not a set of competencies´. maka disadari ata tidak pengembangan profesi guru secara berkesinambungan mutlak dilakukand alam kondisi formal maupun tidak di dalam perencanaan pengembangan profesional. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Dengan demikian gur akan memiliki kesanggupan untuk memperkecil jarak antara pengetahuan. dan difasilitasi secara optimal untuk melakukanberbagai kegiatan pengembangan. serta didukung dengan kepemilikan kepribadian yang prima. Proses pengembangan profesionalisme gur ini dapat ditumbuh-kembangkan bukanhanya untuk berlangsung di LPTK tetapi juga harus terjadi di dalam praktekpraktek pendidikan lainnya (pre-service and in-service). tuntas dan tidak setengah-setengah. lembaga-lembaga pre-service danin-service harus menjaid satu kesatuan yang tidak terpisahka. Berangkat dari pemahaman tersebut. Termasuk di dalam kepribadian ini ialah sifat-sifat fisiknya yang memungkinkan ia dapat membimbing peserta didik yang sedang dalam tahap perkembangannya. mempunyai visi tentang etik tingkah laku manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. pengembangan diri guru sebagai profesional kependidikan harus dapat membantu guru bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat. membangun kerja sama dan saling mendukung untuk melahirkan guru-guru yang profesional dalam rangka menyajikan proses pendidikan yang profesional bagi anak didik agar dapat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat abad 21. karena profesi gur merupakan suaut profesi untuk membantu dan membimbing perkembangan anak didik (manusia). sehingga mereka memiliki ilmu pengeratahuan yang kuat. Mereka harus didorong.berkembang karena praktis pendidikan akan terus menerus terjadi dan unik bagi setiap individu dan masyarkaat di dalam situasi dan waktu yang berbeda sesuai dengan perkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi. Bersama-sama dengan usahausaha lain (misalnyakerjasmaa dengan organisasi profesi). tuntas dan tidak setengah-setengah tetapi tidak kalah pentingnya untuk membantu mereka memiliki kepribadian yang matang dan terus berkembang. mak ahubungan natara manusia dengan manusia menjadi penting untk diperhatikan dalam rangka pengembangan profesionalisme guru. maka peserta didik dapat dibantu dean dibimbing untuk mampu berkompetitif di masyarakat abad 21 yang ditandai dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat. Dengan kata lain. B. Selain itu. Dengan demikian guru akan memiliki kesempatan berbagai kegiatan pengembangan. sehingga guru benar-benar menjadi tenaga profesional yang dapat memenuhi berbagai tantangna dan menyelesaikan berbagai persoalan di dalma melaksanakan tugas rutinnya maupun hal-hal lain yang tak terduga yang dihadapinya sehari-hari di dalam proses pendidikan yang profesional. Kepribadian diri seorang guru profesional adalah kepribadian yang prima yang secar ektrim dikatakan oleh Maister dalam buku True Professionalism bahwa ³professionalism is predominantly an attitude.

dan sebagainya). Konferensi atau pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. konferensi adalah bentuk-bentuk pilihan pelatiahn yang sudah lama ada dan diakui cukup bernilai. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. tuntas dan tidak setengah-setengah. Oleh karenanya. kegiatan diskusi kelompok kecil. informasi pertemuan untuk bertukar pikiran atau ide-ide baru. tetapi ia mengarahkan pembacanya kepada konsep-konsep baru dan pandangan untuk menuju kepada perencanaan dan penelitian baru. Memiliki kepribadian yang prima. Jurnal atau bentuk karya ilmiah lainnya tersebut tersebar dan dapat ditemui diberbagai pusat sumber belajar (perpustakaan. Berpartisipasi di dalam kursus dan program pelatihan tradisional (termasuk di dalamnya pendidikan lanjut). Berpartisipasi di dalam kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. dan sebagainya yang mungkin menarik bagi guru. dan sebagainya saling berintegrasi untuk memberikan . guru juga dapat mengambangkan profesionalismenya melalui pendidikan lanjut di universitas/LPTK. Maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi. Tujuan utama kebanyakan konferensi atau pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. Partisipasi guru minimal pada kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah setiap tahun akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggungjweabanya penyampaian makalah utama. seminar. antara lain sebagai berikut: Berpartisipasi di dalam pelatihan berbasis kompetensi. ameran ilmiah. program pendidikan. Sementara itu. guru mungkin dapat membangun konsep baru. perkuliahan tingkat sarjana/pasca sarjana. sebagai bagian dari pelatihan tradisional. dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. antara lain: Memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. keterampilan khusus dan alat/media belajar untuk dapat kontribusikan kepada orang satu profesi atau profesi lain yang memerlukan. Kontribusi tersebut dimungkinkan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesional guru bersangkutan maupun orang lain. suatu kombinasi antara materi akademis dengan pengalaman lapangan akan sangat efektif untuk pengembangan kursus/pelatihan trandisional ini.dari karakteristik guru untuk masyarakat abad 21 yang akan disimpulkan dari penjelasan sebelumnya. Sebagaimana diketahui bahwa jurnal atau bentuk makalah ilmiah lainnya secara berkesinambungan diproduksi oleh individual pengarang. Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. internet. Walaupun artikel dalam jurnal cenderung singkat. maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. Walaupun disadari bahwa seringkali bahwa berbagai bentuk kursus/pelatihan tradisional ini seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan praktis dari pekerjaan guru. Workshop in-service. Ia juga memiliki kolom berita yang berkaitan dengan pertemuan. karena penekanannya leibh kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta latihan. seminar. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. lembaga pendidikan maupun lembaga-lembaga lain. pameran. Selanjutnya dengan meningkatnya pengetahuan seiring dengan bertambahnya pengalaman. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. Oleh karena itu.

Bentu pre-service atau in-service bagi guru junior untuk secara gradual menjadi guru yang profesional melalui proses magang di kelas tertentu dengan bimbingan gur bidang studi tertentu. industri.kesempatan kepada guru untuk memimpin atau menjadi presenter dan bertukar ide-ide dengan lainnya. Secara lebih rinci bagaimana penelitian tindakan kelas ini dilakukan akan dijelaskan secara aplikatif dalam modul penelitian tindakan kelas pada masing-masing bidang studi. Magang. Berpartisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak denganahli pendidikan dalam rangka merefleksikan dan sekaligur meningkatkan praktik pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi proesional yang dapat memberi manfaat untuk bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. Dalam rangkaian perkuliahan umum berbagai inovasi baru dalam pendidikan biasanya dipresentasikan. Pada kesemaptan tersebut guru akan belajar berbagai keterampilan baru atau teknik-teknik/metodologi mutakhir dalma proses penddikan yang tentunya sangat diperlukan untuk mengembangkan profesinya. Dalam hal ini. Biasanya perguuan tinggi lokal atau organisasi profesi sering mengadakan perkuliahan atau presentasi ilmiah yang dibawakan oleh tenaga ahli yang terbuka bagi umum. Menghadiri perkuliahan umum atau presentasi ilmiah. Pemilihan yang hati-hati program radio dan TV. memperdalam tugasnya. Ikut serta menjadi anggota organisasi/komunitas profesional juga akan meningkatkan profesionalisme untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengna membangun hubungan yang erat degan masayrakat (swasta. dan sebagainya). Berbeda dengan pendekatan training yang konvensional. menghadiri konferensi atau pertemuan ilmiah juga memberikan kesempatan kepada guru untuk membangunan jaringan kerjasama dengan orang lain yang seprofesi atau tidak untuk saling bertukar permasalahan dan mencapai keberhasilan. (2) membangun hubungan . dan sebagainya). Menggunakan sumber-sumber media pemberitaan. Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untukmeningkatkan kemantapan rasional. membuat laporan penelitian. Melakukan penelitian (khususnya penelitian tindakan kelas). dan memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajarna berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. sehingga guru akan menjadi lebih aktif di dalam komunitas ilmiahnya. penulisan/penerbitan karya ilmiah. fokus pelatihan magang ini adalah kombinasi antara materi akademis dengan suatu pengalaman lapangan di bawah supervisi guru yang senior dan pengalaman (guru yang lebih profesional). guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. maka akan berdampak kepada peningkatan profesionalisme guru. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. Berbagai bentuk media tersebut seringkali memuat artikel-artikel maupun program-program yang berkaitan dengan berbagai isu atau penemuan terkini mengenai pendidikan yang disampaikan dan dibahas secara mendalam oleh para selektif yang terkait dengan bidang yang ditekuni guru akan dapat membantu proses peningkatan profesionalisme guru. Kebanyak dari mereka berhubungan degnan berbagai isu termasuk pendidikan. dan sering membaca surat kabar juga akan meningkatkan pengetahuan guru mengenai pengambangna mutakhir dari proses pendidikan. Selain itu. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru antara lain untuk: (1) secara aktif berpartisipasi di dalam kegiatan yang menantang dan menarik (misalnya melakukan penelitian.

dan sebagainya).blogspot. maka guru akan memperoleh suatu kekayaan informasi. Bekerja dengan profesional lainnya di dalam sekolah. guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pegnetahuannya. mengunjungi profesional yang lainn di luar sekolah merupakan metode yang snagant berharga untuk memperoleh informasi terkini dalam rangka proses pengembangan profesional guru. Sasaran Sikap Profesional Guru sebagai pendidikan profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya.html Copyright aadesanjaya. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk medapatkannya. maka guru semakin meraskan akuntabel. Mengunjungi profesional lainnya di luar sekolah.dengan masyarakat secara baik (misalnya membangun partipasi masyarakat untuk efektivitas proses pembelajaran. Oleh karenanya.blogspot. Semakin guru terlibat dalam perolehan informasi. Read more at: http://aadesanjaya.com/2010/11/pengembangan-profesikeguruan. Kesimpulan jika guru mengambil manfaat secara penuh dari berbagai strategi pengembangan diri sebagiamana dijelaskan di atas. penyediaan konsulatasi untuk melakukan inobasi. dan semakin guru merasakan akuntabel semakin termotibasi untuk mengembangkan dirinya. (3) memiliki kemampuan dan pengalaman dalam rangka pengembangan pendidikan (misalnya pengembangan kurikulum.com Sikap Profesional Keguruan A. Seseoran gcenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutahkhir akan leibh mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. dan mampu memotivasi dan meningkatkan minat anak didik terhadap ilmu pengetahuan dan teknlogi yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupannya di dalam masyarakat abad 21 yang penuh dengan perasaingan. Dengan kata lain pengimpelementasian secara terintegrasi dari berbagai strategi pengembangan profesi guru tersebut akan dapat membantu untuk memelihara secara efektif program pengembangan profesionalisme guru. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidkan termasuk bekerjasama dalam berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan. . Jika kekayaan informasi tersebut dikombinasikan secara utuh akan dapat membantu guru untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang utuh dan kuat. Kesempatan tersebut akan menjadi suaut alat belajar yang produktif bagi guru dalam rangka memunculkan berbagai ide-ide yang dapat diimplementasikan di sekolahnya. kepribadian yang prima. menyediakan forum-forum untuk menyatukan berbagai pandangan tentang anak didik dan pembinaannya). melaksanakan dan mengevaluasi program-program sekolah). Bertukar pikiran atau berdiskusi dengan orang-orang (profesional lainnya di luar sekolah) yang memiliki minat yang sama dengna guru tetapi memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang pendidikan melibihi dirinya akan sangat menarik bagi guru.

Organisasi profesi. rasa tanggung jawab. baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen yang berwenang mengatur pendidikan. Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan ialah segala peraturan-peraturan pelaksanaan baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. pembinaan generasi muda dengan menggiatkan kegiatan karang taruna. di mana unsur pembentukannya adalah guruguru. Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang meruapakankebijaksanaan yang akan dilaksanakan oleh aparatnya. agar lebih berdaya guna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. di pusat maupun di daerah dalam rangka melaksanakan kebijaksanan-kebijaksanaan pendidikan di Indonesia. apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-undangan Dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia. guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. pemerataan kesempatan belajar antara lain dengan melalui kewajiban belajar. Kebijaksanaan pemerintah tersebut biasanya akan dituangkan ke dalam bentuk ketentuan-ketentuan pemerintah. Oleh karena itu. serta Pekerjaan. meningkatkan pengetahuannya. C. Dalam bidang pendidikan ia harus taat kepada kebijaksanaan dan peraturan.Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari. Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. atau beberapa orang pengurus tertentu saja. Organisasi profesional harus membina mengawasi para anggtoanya. Pemimpin. Keberhasilan usaha tersebut sangat tergantung kepada kesadaran para anggotanya. Siapakah yang dimaksud dengan organisasi itu? Jelaskan yang dimaksud bukan hanya ketua. Sikap Terhadap Organisas Profesi Guru secara bersama-sama memelihara dan meningktkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut. peningkatan mutu pendidikan. atau sekretaris. di pusat maupun di Daerah. Baimana guru meningkatkan pelayanannya. tetapi yang dimaksud dengan organisasi di sini adalah semua anggota dengna . baik dalam melaksanakan kewajiban maupun dalam mendapatkan hak. Dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan. guru harus bertindak sesuai dengan tujuan sistem. Tempat kerja. yakni sikap profesional keguruan terhadap: Peraturan perundang-undangan. sering menjadi perhatian masyarakat luas. Karena itu. dan lain-lain. menghayati. yang meliputi antara lain: pembangunan gedung-gedung pendidikan. maupun departemen lain dalam rangka pembinaan pendidikan di negara kita. B. Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannya. Teman sejawat. Ada hubungan timbal balik antara naggota profesi dengan organisasi. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola tingkah laku guru dalam memahami. Setiap guru Indonesi awajib tunduk dan taat kepada ketentuan-ketentuan pemerintah. tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan denga profesinya. Dari ketentuan-ketentuan pemerintah ini selanjutnya dijabarkan ke dalam program-program umum pendidikan. memberi arahan dan dorongan kepada naka didiknya dan bagaimana cara guru berpaiakan dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa. teman-temannya serta anggota masyarakat. dan kewajiban para anggotanya Organisasi PGRI merupakan suatu sistem. Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat. Anak didik.

Jadi.´ Ini berarti bahwa: (1) Guru hendaknya menciptakan dan memlihara hubngan sesama guru dalam lingkungan kerjanya. Kewajiban membina organisasi profesi merupakan kewajiban semua anggota dan semua pengurusnya. Untuk meningkatkan mutu suatu profesi. lokakarya. maka merekalah yang melaksanakan tindakan formal berdasarkan wewenang yang telah didelegasikan kepadanya oleh seluruh anggota organisasi itu. Dan mereka pula yang mengambil tindakan apabila diperlukan. Dalam kenyataannya. atau bahkan kuliah di suatu lembaga pendidikan yang diatur secara tersendiri. seminar. secara informal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan infomal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan informasi dari mass media (surat kabar. merekalah yang mengkomunikasikan segala sesuatu mengenai sikap profesi kepada para anggotanya. simposium. dan lain-lain) atau dari buku-buku yang sesuai dengan bidang profesi yang bersangkutan. Dalam hal ini Kode Etik . dan kesetiakawanan sosial. sehingga pemanfaatnya menjadi efektif dan efisien. sekolah. semua anggota dan pengurus organisasi profesi. membina. dapat dilakukan dengan berbagai cara. Secara perseorangan peningkatan mutu profesi seorang guru dapat dilakukan baik secara formal maupun secara informal. dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya. Di samping itu. Lamanya program peningkatan pembinaan itu pun beragam sesuai dengan yang diperlukan. karena pejabat-pejabat dalam organisasi merupakan wakil-wakil formal dan keseluruhan anggota organisasi. sesuai dengan fungsi dan peran organisasi itu sendiri. para pejabat itulah yang memegang peranan fungsional dalam melakukan tindakan pembinaan sikap organisasi. melainkan dapat juga dilakuka setelah yang bersangkutan lulus dari pendidikan prajabatan ataupun sedang dalam melaksanakan jabatan. Dengan perkataan lain setiap anggota profesi. pendidikan lanjutan. Kalau sekarang kita lihat kebanyakan dari usaha peningkatan mutu profesi diprakarsai dan dilakukan oleh pemerintah. misalnya dengan melakukan penataran. pendidikan dalam jabatan. maupun kuliah di perguruan tinggi atau lembaga lain yang berhubungan dengan bidang profesinya. dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi. Peningkatan secara formal merupakan peningkatan mutu melalui pendidikan dalam berbagai kursus. Peningkatan mutu profesi keguruan dapat pula direncanakan dan dilakukan secara bersama atau berkelompok. Sikap terhadap Teman Sejawat Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahawa ³Guru memelihara hubungan seprofesi.seluruh pengurus dan segala perangkat dan alat-alat perlengkapannya. khususnya profesi keguruan. dan semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut. studi perbandingan. televisi. semangat kekeluargaan. maka di waktu mendatang diharapkan organisasi profesilah yang seharusnya merencanakan dan melaksanakannya. kegiatan pembinaan profesi tidak hanya terbatas pada pendiidkan prajabatan atau pendidikan lanjutan di perguruan tinggi saja. radio. kegiatan berkelompok yang diatur tersendiri. Misalnya program penyetaraan D-III guru-guru SMP. Kegiatan berkelompok ini dapat beruap penataran. ataupun juga dapat dilakukan secara bersama. wajib berpartisipasi guna memelihara. Usaha peningkatan dan pengembangan mutu profesi dapat dilakukan secara perseorangan oleh para anggotanya. apakah ia sebagai pengurus atau anggota biasa. dan meningkatkan mutu organisasi profesi. Oleh karena itu. adalah contoh-contoh. majalah. dan berbagai kegiatan akademik lainnya. D. lokakarya. Setiap anggota harus memberikan sebagian waktunya untuk kepentingan pembinaan profesinya.

apalagi masyarakat luas. kemauan. antara lain terdapat kalimat yang menyatakan bahawa setiap dokter akan memperlakukan teman sejawatnya sebagai saudara kandung. sehingga hal ini menimbulkan keretakan di antara sesama kita. tenteram. 2. profesi keguruan? Dalam hal ini kita harus mengakui dengan jujur bahwa sejauh ini profesi keguruan masih memerlukan pembinaan yang sungguh-sungguh. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Keseluruhan Kalau kita ambil sebagai contoh profesi kedokteran. Semua personel sekolah in iharus dapat menciptakan hubungan baik dengan anak didik di sekolah tersebut. Dalam suatu pergaulan hidup. Sekarang apa yang terjadi pada profesi kita. agar jangan terjadi keadaan yang berlarut-larut. guru dengan guru. tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain (Hermawan. Sebagai saudara mereke berkewajiban saling mengoreksi dan saling menegur. Sikap profesional lain yang perlu ditumbuhkan oleh guru adalah sikap ingin bekerja sama. Sekalipun demikian hubungan tersebut dapat berjalan lancar. bagikita masih perlu ditumbuhkan sehingga kelak akan . Hal ini tidak boleh terjadi karena kalau diketahui murid ataupun orang tua murid. baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menunjang tercapainya keberhasilan anggota profesi dalam membawakan misalnya sebagai pendidik bangsa. tetapi setidak-tidaknya sudah ada norma-norma yang mengatur dan mengawasi penampilan profesi itu. akan terdapat perbedaan-perbedaan pikiran. maka dalamsumpah dokter yang diucapkan pada upacara pelantikan dokter baru. dan lain sebagainya. saling harga menghargai.Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubngan yang harmonis perilaku diciptakan dengan mewujudkan persaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. Berhasil tidaknya sekolah membawakan misinya akan banyak bergantung kepada semua manusia yang terlibat di dalamnya. Sedangkan hubungan keleuargaan ialah hubungan persaudaraan yang perlu dilakukan. mutlak adanya hubunga yang baik di antara sesma personel yaitu hubungan baik antara kepala sekolah dengan guru. Hubungan formal ialah hubungan yang perlu dilakukan dalam rangka melakukan tugas kedinasan. Dengan ucapan ini para dokter menganggap profesi mereka sebagai suatu keluarga yang harus dijunjung tinggi dan dimuliakan. watak. Jika ini sudah berkembang. jika di antara meraka tumbuhan sikap saling pengertian dan tenggang rasa antara satu dengna lainnya. Meskipun dalam prakteknya besar kemungkinan tidak semua anggota profesi dokter itu melaksanakan apa yang diucapkannya dalam sumpahnya. 1979). saling pengertian. kita perlu saling maaf-memaafkan dan memupuk suasana kekeluargaan yang akrab antara sesama guru dan aparatur di sekolah. sikap. 1. mereka akan resah dan tidak percaya kepada sekolah. Oleh sebab itu. yakni hubungan formal dan hubungan kekeluargaan. akan tumbuh rasa senasib sepenanggungan seta menyadari akan kepentingan bersama. jika terdapat kesalahan-kesalihan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya. Adapun kebiasaan kita pada umumnya. Hubungan sesama anggota profesi dapat dilihat dari dua segi. dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa orang guru ditambah dengan beberapa orang personel sekolah lainnya sesui dengan kebutuhan sekolah tersebut. Rasa persaudaraan seperti tersebut. bagaimanapun kecilnya jumlah manusia. dan tanggung jawab. perasaan. dan harmonis. Hal ini juga dapat mendatangkan pengaruh yang negatif kepada anak didik. untuk kadang-kadang bersikap kurang sungguh-sungguh dan kurang bijaksana. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Kerja Seperti diketahui. Agar setiap personel sekolah dapat berfungsi sebagimana mestinya. dankepala sekolah ataupun guru dengan semua personel sekolah lainnya.

dalam arti membimbing atau mengajarnya. tetapi juga harus memeperhatikan perekmbangan seluruh pribadi peserta didik. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan sebagai insan dewasa. baik jasmani. tidak hanya berilmu tinggi tetapi juga bermoral tinggi pula. ataupun pendektan lainnya yang diperlukan. Dalam handayani berarti guru mempengaruhi peserta didik. Penciptaan suasana kerja menantang harus . maupun dengan penyediaan alat belajar yang cukup. staf administrasi dan siswa. yaitu: Guru sendiri. serta pengaturan organisasi kelas yang mantap. Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang ufur dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Hal ini disadari dengan sebaik-baiknya oleh seetiap guru. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja. Tiga kalimat padat yang terkenal daari sistem itu adalah ing ngarso sung tulodo. utuh. yakni: tujuan pendidikan nasional. Suasana yang haromis di sekolah tidak akan terjadi bila personil yang terlihat di dalamnya. Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. 2/1989 tentang Pendidikan Nasional. dan harus dapat mengendalikan peserta didik. Hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat sekeliling. guruharus aktif mengusahakan suasan yang baik itu dengna berbagai cara. Peseta didik tidak dapat dipandang sebagai obyek semata yangharus patuh kepada kehendak dan kemauan guru. sosial maupun yang lainnya yan gsesuai dengna hakikat pendidikan. Prinsip yang lain adalah membimbing peserta didik. Prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat. tidak menjalin hubungan yang baik di antara sesamanya. atau mendidik saja. Ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus dapat memberi contoh. apalagi memaksanya menurut kehendak sang pendidik. Dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap menentukan ke arah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. yakni kepala sekolah. yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Sikap Terhadap Anak Didik Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa: Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. bukan mengejar. prinsip membimbing. dan prinsip pembentukan manusi Indonesia seutuhnya. E.dapat kita lihat bahwa hubungan guru dengan teman sejawatnya berlangsung seperti halnya dengan profesi kedokteran. guru. Dalam tut wuri terkandung maksud membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikannya. Uraian ini dimaksudkan sebagai perbandingan untuk dijadikan bahan dalam meningkatkan hubungan guru dengan guru sebagai anggota profesi keguruan dalam hubungan keseluruhan. ing madyo mangun karso. Untuk menciptakan suasana kerja yang baik ini ada dua hal yang harus diperhatikan. dan tut wuri handayani. dan guru berkewajiban menciptakan suasana yang demikian dala lingkungannya.´ Oleh sebab itu. Mottto tut wuri handayani sekarang telah diambil menjadi motto dari Departemen Pendidikan Nasional RI. Terhadap guru sendiri dengan jelas juga dituliskan dalm salah satu butir dari Kode Etik yang berbunyi: ³Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. baik dengan penggunaan metode mengajar yang sesuai. dan bukanlah mendikte peserta didik. Pengertian membimbing seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam sistem amongnya. harus dapat memberikan pengaruh. rohani. F. baik jasmani maupun rohani. Sikap Terhadap Tempat Kerja Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja akan meningkatkan produktivitas.

Kerja sama juga dapat diberikandalam bentuk usulan dan malahan kritik yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bersama dan kemajuan organisasi. ia committed dengan pekerjaannya. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. di waktu justru digunakan peserta didik di luar sekolah. Oleh karenay. Dapat saja kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut berupa tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka. guru selalu dituntut untuk secara terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. Dalam butir keenam ini dituntut kepada guru. terutama bila berhubungan dengna peserta didik yang masih kecil. Ia harus mau dan mampu melaksanakan tugsnya serta mampu melayani dengan baik pemakai jasa yang membutuhkannya.dilengkapi dengan terjalinnya hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya. Dalam menjalin kerjasama dengan orang tua dan masyarakat. yakni di rumah dan di masyarakat sekitar. Agar pendidikan di luar ini terjalin dengan baik dengan apa yang dilakukan oleh guru di sekolah diperlukan kerja sama yang baik antara guru. H. ia akan berbuat apa pun agar kariernya berhasil baik. G. mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Oleh sebab itu. terutama menanggulangi kekurangan fasilitas ataupun dana penunjang kegiatan sekolah. yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. amatlah beralasan bahwa orang tua dan masyarakat bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka. Sikap Terhadap Pemimpin Sebagai salah seorang anggota organisasi. baik di sekolah maupun di luar sekolah. dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. guru akan berada dala bimbingan dan pengawasan pihak atasan. bila dia mencitai dengan sepenuh hati. dan masyarakat sekitar. Barangkali tidak semua orang dikaruniai sifat seperti itu. mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar.oleh sebab itu. Sikap Terhadap Pekerjaan Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik. di mana tiap anggota organisasi itu dituntut berusaha untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan organisasi tersebut. Hanya sebagian kecil dari waktu. Keharusan guru membina hubungan dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya ini merupakan isi dari butir ke lima Kode Etik Guru Indonesia. misalnya dengan cara mengundang orang tua sewaktu pengambilan rapor. guru harus selalu dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat. sekolah dapat mengambl prakarsa. namun bila seseorang telah memilih untuk memasuki profesi guru. dan mutu layanannya. dalam hal ini peserta didik dan para orang tuannya. ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu. baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat. Artinya. Sudah jelas bahwa pemimpin suatu unit atau organisasi akan mempunyai kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir yang keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi: Guru secara pribadi dan bersama-sama. Ini dimaksudkan untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. mengikutsertakan persatuan orang tua siswa atau Komite Sekolah dalam membantu meringankan permasalahan sekolah. orang tua. keterampilan. dapat kita simpulkan bahwa sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif. baik secara pribadi maupun secara kelompok. Orang yang telah memilih suatu karier tertentu biasanya akan berhasil baik. Guru . untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya.

majalah ilmiah.com Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Pembahasan sebelumnya memberikan gambaran bahwa secara konsep gur sebagai tenaga profesional harus memenuhi berbagai persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional. kita semua mengetahui bahwa begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang guru dalam upaya untuk melaksanakan tugasnya secara profesional di masa datang. Persoalan ini masih ditambah adanya berbagai tantangan ke depan yang masih kompleks di era global ini. ataupun membaca buku teks dan pengetahuan lainnya yang cocok dengan bidangnya. sehingga seolaholah dunia menjadi satu tanpa ada sekat yang membatasi bangsa-bangsa.sebagaimana juga dengan profesi lainnya. negara-negara. radio. Menurut Tilaar (1999). perlu melihat karakteristik masyarakat di era globalisasi dikaitkan dengan peran pendidikan. yaitu: (1) masyarakat teknologi. Untuk meningkatkan mutu profesi secara sendiri-sendiri. guru seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas membimbing. dan memiliki kepribadian serta budi pekerti luhur yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Gambaran Masyarakat Abad 21 Untuk memberikan gambaran tentang tantangan guru yang prfeesional di masa depan.com/2010/11/sikap-profesional-keguruan. waktu.html Copyright aadesanjaya. dan sebagainya. sehingga dapat mengubah cara berfikir dan bertindak bahkan mengubah bentuk dan pola hidup manusia yang sama sekali berlainan dengan kehidupan sebelumnya. motivasi belajar. Kemajuan teknologi kkomunikasi telah mebuat jarak dan waktu semakin pendek dan cepat. tidak mungkin dapat meningkatkan mutu dan martabat profesinya bila guru itu tidak meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilannya. kualitas maupun profesionalitas guru. sementara kondisi riil di lapangan masih amat memperhatikan. Read more at: http://aadesanjaya. artinya guru mengikuti berbagai pendidikan lanjutan atua kursus yang sesuai dengan bidang tugas. a. Secaar formal. membina. koran. .guru dapat melakukannya secara formal maupun informal. setidaknya terdapat tiga karakteristik masyarakat di abad 21. Sebagai seorang profesional. (2) masyarakat terbuka. Berikut ini diuraikan sejauh mana tantangan guru di masa depan sebagai wawasan dalam rangka menambah khasanah untuk dipergunakan sebagai pertimbangan dalam meningkatkan profesionalisme guru. dan mengarahkan peserta didik dalam menumbuhkan semangat keunggulan. Masyarakat Teknologi Masyarakat teknologi yang dimaksud adalah suatu masyarakat yang telah melek teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi. baik secara kuantitas.blogspot. Secara informal guru dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya melalui mass media seperti televis. dan kemampuannya. karena ilmu dan pengetahuan yang menunjang profesi itu selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. (3) masyarakat madani. A.blogspot. yaitu dalam menghadapi masyarakat abad 21. keinginan. Namun emikian.

Masyarakat Terbuka Lahirnya teknologi komunikasi yang demikian maju. dorongan. berprestasi dan memberikan sesuatu sesuai dengankapasitasnya. yang pada akhinya akan menjadi boneka atau korban bagi mereka yang lebihkuat. serta menjunjung tinggi rasa kebersamaan untuk mencapai kesejahteraan bersama. tidak berdaya dan miskin. Tetapi sebaliknya. semangat. termasuk mempengaruhi budaya bangsa lain. bila kapasitas sumber daya manusia itu tidak dikembangkan. Setiap manusia mempunyai kesempatan yang tidak terbatas untuk belajar dan megnembangkan diri atau bahakan melalui kapasitasnya memberikan sumbangankepada masyarakat lainnya. Untuk itu. Masyarakat madani adalah masyarakat yang saling menghargai satu dengan yang lain. dalam mengiringi kemajuan teknologi tersebut diperlukan upaya penghayatan. baik masyarakat lokal maupun masyarakat dunia. lebih kreatif dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. memiliki toleransi dan tanggungjawab terhadap kehiudpan pribadi maupun masyrakatnya. Untukitu.bahkan pribadi-pribadi. tidak kalah pentingnya adalah peran pendidikan dalam memberikan arahan dan bimbingan agar penguasaana teknologi tidak menjadi bumerang bagi masyarakat. kreatif. yang mengakui akan hak-hak asasi manusia. Kemajuan teknologi dapat memajukan kehidupan manusia. maka tentu tidak kalah pentingnya peran guru itu sendiri untuk lebih dulu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan teknologi terkini kepada peserta didiknya. termasuk nilai-nilai etis yang diyakini kebenarannya. antara bangsa satu dengan bangsa lain dapat saling mempengaruhi dalam berbagai hal. dalam masyarakat terbuka diperlukan manusia yang mampu mengembangkan kapasitasnya agar menjadi manusia dan bangsa yang kuat. membuat dunia menjadi satu seolah tanpa sekat. Masayraakat madani tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat yang saling hormatmenghormati. dan berprestasi. dan masyarakat yang turut bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dari masyarakatnya. yang menghormati prestasi individual. di samping penguasaan teknologi itu sendiri. Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan wujud dari suatu masyarakat terbuka. agar kehidupan manusia tidak terancam oleh karena kemjuan teknologi itu sendiri. sehingga tidak menjadi korban dan tertindas oleh zaman yang penuh dengan persaingan. disiplin. terutama dalam memberikan bimbingan. c. Pendidikan dapat menumbuhkan pemahaman etika yang benar. yang pada akhirnya melahirkan masyarakat terbuka. agar tidak menjadi bangsa pelayan yang dapat diperintah bangsa lain. peran pendidikan sangat penting dan strategis. Hal itu mengancam kehiudpan masyarakat lain oleh karena adanya kemungkinan penguasaan atau dominasi oleh mereka yang lebih kuat. yang disebabkan kurangnya penghayatan terhadap etika. tetapi berdasarkan pada kemampuan individual. sehingga komunikasi antar pribadi menjadi makin dekat dan hampir tanpa hambatan. yang berprestasi dan yang memilikimodal terhadap masyarakat yang lemah. b. ulet. bukan atas dasar asal-usul atau keturunan. Manakala pendidikan mengisyaratkan adanya keharusan peserta didik untuk menguasai teknologi. di mana setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. Dalam masyarakat terbuka. Masyarakat madani tumbuh dan berkembang bukan dengan sendirinya dan bukan tanpa . tetapi dapat pula menghancurkan kebudayaan umat manusia. maka akan menjadi manusia dan masyarakat yang lemah dan tidak berdaya. dan fasilitas kepada masyarakat dan peserta didik untukmemperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. Peran pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu masyarakat dan bangsa. berkarya. Selain itu. Dalam maysarakat seperti itu.

Tantangan Internal a. Pendidikan berbasis masyarakat dan . dan fenomena rendahnya mutu pendiidkan. pemberlakuan otonomi daerah memberikan peluang melakukan berbagai perubahan dalam penataan sistem pendidikan yang pada hakekatnya adalah memberikan kesempatan lebih besar kepad adaerah dan sekolah untuk mengembangkan proses pendidikan yang bermutu sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Tantangan intenal adalah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia. lunturnya rasa hormat dengan orang tua. perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam sistem pendidikan nasional. karena melalui pendidikan dapat dibangun sumberdaya yang berkualitas dengna kepribadian yang sesuai dengan budaya serta kesadaran individu hidup berdampingna untuk mencapai tujuan bersama. Tantangan guru profesional untuk menghadapi masyarakat abad 21 tersebut dapat dibedakan menjadi tantangna yang bersifat internal dan kesternal. 1. setidaknya kita dapat memperoleh gambaran tentang apa dan bagaimana karakteristik masyarakat pada abad 21 dan apa peran pendidikan pada masa yang akan datang serta tantangan bagi seorang guru untuk menyikapinya. guru sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri mempunyai tantangan bagiamana membantu dan mengembangkan diri peserta didik menjadi manusia yang tekin. Kunci terwujudnya masyarakat madani adalah pendidikan. kreatif. yang pada akhirnya dikhawatirkan dapat mengancam kesatuan dan persatuan sebagai bangsa. tetapi masyarakat yang dibangun melalui pendidikan. Penguatan nilai kesatauan dan pembinaan moral bangsa Krisis yang berkepanjangan memberi kesan keprihatinan yang dalam dan menimbulkan berbagai dampak yang tidak menguntungkan terhadap kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Pendidikan pada dasarnya tidak terlepas dari peran penting guru sebagai tulang punggung dan penopang utama dalam proses penyelenggaraan pendidikan. pelaksanaan otonomi daerah. termasuk potensi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai bentuk untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan berupaya menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik dan tantangan nyata bagi guru adalah bagaimana seorang guru memilikikepribadian yang kuat dan matang untuk dapat menanamkan nilai-nilai moral dan etika serta meyakinkan peserta didik terhadap pentingnya rasa kesatuan sebagai bangsa. menurunnya rasa kebersamaan. yaitu kesamaan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak dan juga kewajiban yang sama bagi masyarakat untuk membangun pendidikan yang bermutu. Pengembangan nilai-nilai demokrasi Demokrasi dalam bidang pendidikan adalah membangun nilai-nilai demokratis. diantaranya penguatan nilai kesatuan dan pembinaan moral bangsa. Hal itu terutama dapat dilihat mulai adanya gejala menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat. B. Sejalan dengan itu.upaya terencana. Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Berdasarkan paparan di atas. dan produktif dan tidak sekedar menjadi manusia yang selalu mengekor seperti µbebek¶ yang hanya menerima petunjuk dari atasan dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. Sementara tantangan eksternal adalah tantangan guru profesional dalam menghadapi abad 21 dan sebagai bagian dari masyarakat dunia di era global. b. Dalam pengertian ini. pengembangan nilainilai demokrasi. sering terjadinya benturan fisik antara peserta didik. kritis. dan mulai adanya indikasi tidak saling menghormati antara sesama teman. Rasa persatuan yang telah berhasil ditanam berarti bahwa seseorang merasa bangga menjadi bangsa Indonesia yang berarati pula bangsa terhadap kebudayaan Indoensia yang menjunjung tinggi etika dan nilai luhur untuk siap menjadi masyarakat abad 21 yang kuat dan dapat mewujudkan demokrasi dalam arti sebenarnya.

dan bahkan secara nilai rata-rata di bawah peringkat negara Asean lainnya. saling menghormati atas dasar kemampuan individual. yaitu kehidupan dalam dunia yang terbuka dan seolah tanpa batas.manajemen berbasis sekolah merupakan perwujudan nyata dari demokrasi dan desentralisasi pendidikan yang bertujuan untuk lebih memberdayakan sekolah dan masyarakat dalam proses pendidikan demi mencapai prestasi sesuai kemampuannya. Dengan demikian par asisiwa mempunyai bekal yang memadai. Dalam masyarakat abad 21. termasuk para guru yang profesional.com/2010/11/tantangan-guru-sebagaitenaga. c. Walaupun demikian.com . seakan-akan dunia seperti sebuah kampuang dengan ciri perdagangan bebas. Tantangan guru pada masyarakat abad 21 aldaha bagaimana menjadi seorang guru yang profesional untuk membangun masyarakat yang mandiri. menjunjung tinggi rasa kebersamaan. Read more at: http://aadesanjaya. Untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas. diperlukan proses pendidikan yang bermutu dan kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah mutu guru. tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat sebagai bangsa Indonesia. Tantangan Eksternal Kecenderungan kehidupan dalam era globalisasi adalah mempunyai dimensi domestik dan global. Dengan situasi kehidupan demikian. guru dituntut untuk berperlaku dan memiliki karakteristik profesional oleh karena tuntutan dan sifat pekerjaanya dan bersaing dengan profesi-profesi lainnya.html Copyright aadesanjaya. hanya dapat dibentuk oleh suatu sistem pendidikan yang kondusif dan memiliki guru yang profesional dalam bidangnya. Kehidupan global yang terbuka. tantangan bagi guru dalam wacana desentralisasi pendidikan adalah bagaimana melakukan inovasi pembelajaran sehingga dapat membimbing dan menuntun peserta didik mencapai prestasi yang diharapkan. Proses pendidikan dalma masyarakat abad 21 adalah suatu interaksi antara guru dengna peserta didik sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat yang demokratis dan terbuka. juga menanamkan sikap disiplin.blogspot. Dengan kata lain. dan mematuhi nilai-nilai hukum yang berlaku dan disepakati bersama. kompetisi dan kerjasama yang saling menguntungkan. diperlukan mutu individu yang kreatif dan inovatif. tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Fenomena rendahnya mutu pendidikan Berbagai hasil studi dan pengamatan terhadap mutu pendidikan pada berbagai negara menunjukkan bahwa secara makro mutu pendidikan di Indonesia masih rendah.blogspot. secara individual ada beberapa diantara peserta didik mampu menunjukkan prestasinya di lomba-lomba bertaraf internasional. Masyarakat yang demikian menuntut adanya pelayanan yang profesional dari para pelakunya dan guru adalah seorang profesional dalam masyarakat seperti itu. akan melahirkan tantangan dan peluang untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakatnya. Untuk itu. dan kompetitif. Untuk itu. memerlukan manusia yang bermutu dan dapat bersaing dengan sehat. kreatif. hanya akan menerima seoran gyang profesional dalam bidang pekerjaannya. Guru memiliki peran strategis dalam rangka mewujudkan prestasi bagi peserta didiknya. Kemampuan individu untuk bersaing seperti itu. berprestasi. Dalam melakukan persaingan. inovatif. 2. memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. tantangan bagi guru profresional dalam menghadapi globalisasi adalah bagaimana guru yang mampu memberi bekal kepada peserta didik. seperti pada Olimpiade Fisika. selain ilmu pengetahuan dan teknologi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->