Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta

didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

[sunting] Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?] Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

[sunting] Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
y y y y

Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat. Melestarikan kebudayaan. Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
y

y

y

Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka. Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga

y

diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya. Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
y y y y y

Transmisi (pemindahan) kebudayaan. Memilih dan mengajarkan peranan sosial. Menjamin integrasi sosial. Sekolah mengajarkan corak kepribadian. Sumber inovasi sosial.

Makalah Tentang Model Pembelajaran Kooperatif Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam membelajarkan matematika kepada siswa, apabila guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran matematika cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan tersiksa. Oleh karena itu dalam membelajarkan matematika kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.

B. Tujuan Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca,

khususnya para mahasiswa jurusan matematika, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Lampung agar nantinya dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.

Bab II Model Pembelajaran Kooperatif

A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Usaha-usaha guru dalam membelajarkan siswa merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama. Menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani(2005), model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran. Pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guru adalah model pembelajaran kooperatif.

Apakah model pembelajaran kooperatif itu? Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Nur (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran yang lain. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.

B. Prinsip Dasar Dan Ciri-Ciri Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Nur (2000), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif

sebagai berikut: 1.Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. 2.Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota 3.kelompok mempunyai tujuan yang sama. 4.Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya. 5.Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi. 6.Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. 7.Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Sedangkan ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : 1. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai. 2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. 3. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masingmasing individu. Dalam pembelajaran kooperatif dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain.

C. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Terdapat 6(enam) langkah dalam model pembelajaran kooperatif. 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan

Guru menyajikan informasi kepada siswa. B. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya.Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. 1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana.Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok . Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja siswa dalam kelompok kelompok belajar. 3. 4. Menyajikan informasi. saat kuis mereka tidak boleh saling membantu. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. Bab III Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD A. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Model STAD. dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif. 1. Guru menginformasikan pengelompokan siswa. Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks. Evaluasi.kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa. 2. 5. Tipe pembelajaran inilah yang akan diterapkan dalam pembelajaran matematika. 6. jenis kelamin dan suku. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin.Memberikan penghargaan. Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Guru memberi penghargaan hasil belajar individual dan kelompok.Membimbing kelompok belajar.

Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan sebagai nilai perkembangan kelompok. Jika siswa telah memahami konsep maka dapat beralih kekonsep lain. Isi dari LKS selain materi pelajaran juga digunakan untuk melatih kooperatif. Penyajian Materi Pelajaran a. kesenangan bawaan/sifat (pendiam dan aktif).60 menit secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja dalam kelompok.6 orang. Penghargaan kelompok Setiap anggota kelompok diharapkan mencapai skor tes yang tinggi . para siswa bersama-sama mendiskusikan masalah yang dihadapi. Di sini siswa belajar untuk memahami makna bukan hafalan. Dalam menjawab tes. b). Praktek terkendali Praktek terkendali dilakukan dalam menyajikan materi dengan cara menyuruh siswa mengerjakan soal. aturan heterogenitas dapat berdasarkan pada : a). Guru memberi bantuan dengan memperjelas perintah. 2. Siswa mengikuti presentasi guru dengan seksama sebagai persiapan untuk mengikuti tes berikutnya b.Kemampuan akademik (pandai. Pendahuluan Di sini perlu ditekankan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok dan menginformasikan hal yang penting untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari.Kegiatan kelompok Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan yang akan dipelajari siswa. Kemudian menetapkan siswa dalam kelompok heterogen dengan jumlah maksimal 4 . Dalam kegiatan kelompok ini. Jenis kelamin. mengulang konsep dan menjawab pertanyaan. Pertanyaan-peranyaan diberikan penjelasan tentang benar atau salah. memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan masalah agar siswa selalu siap dan dalam memberikan tugas jangan menyita waktu lama. 3. Kelompok diharapkan bekerja sama dengan sebaik-baiknya dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran. latar belakang sosial. Materi pelajaran dipresentasikan oleh guru dengan menggunakan metode pembelajaran. 5. c. Pengembangan Dilakukan pengembangan materi yang sesuai yang akan dipelajari siswa dalam kelompok.Sebelum menyajikan guru harus mempersiapkan lembar kegiatan dan lembar jawaban yang akan dipelajarai siswa dalam kelompok-kelomok kooperatif. sedang dan rendah) Yang didapat dari hasil akademik (skor awal) sebelumnya. 4. dll. siswa tidak diperkenankan saling membantu. Setelah kegiatan presentasi guru dan kegiatan kelompok. Perlu diingat pembagian itu harus diseimbangkan sehingga setiap kelompok terdiri dari siswa dengan siswa dengan tingkat prestasi seimbang. atau memperbaiki miskonsepsi.Evaluasi Dilakukan selama 45 . siswa diberikan tes secara individual. membandingkan jawaban.

D. 6. Kemudian dilakukan perubahan kelompok agar siswa dapat bekerja dengan teman yang lain. Keunggulan Model Pembelajaran Tipe STAD Keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah adanya kerja sama dalam kelompok dan dalam menentukan keberhasilan kelompok ter tergantung keberhasilan individu. konsepkonsep dasar dan tidak memerlukan penalaran yang tinggidan juga hapalan. Dari hasil nilai perkembangan. Pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.Perhitungan ulang skor awal dan pengubahan kelompok Satu periode penilaian (3 ± 4 minggu) dilakukan perhitungan ulang skor evaluasi sebagai skor awal siswa yang baru. maka penghargaan pada prestasi kelompok diberikan dalam tingkatan penghargaan seperti kelompok baik. sehingga setiap anggota kelompok tidak bisa menggantungkan pada anggota yang lain. seperti halnya pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memaksimalkan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. BAB IV Simpulan dan Saran A.karena skor ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan skor rata-rata kelompok. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda 2. Simpulan 1. Dengan penyajian materi yang tepat dan menarik bagi siswa. Pada intinya konsep dari model pembelajaran tipe STAD adalah Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut . misalnya bilangan bulat. Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dalam seting pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengubah pembelajaran dari teacher center menjadi student centered. 3. Materi-materi matematika yang relevan dengan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah materi-materi yang hanya untuk memahami fakta-fakta. himpunan-himpunan. bilangan jam. C. dll. Materi Matematika yang Relevan dengan STAD. hebat dan super.

Budijastuti. Bagaimanakah professional guru?.blogspot. Model dan Strategi Dalam Pembelajaran Matematika. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. sebaiknya guru membuat perencanaan mengajar materi pelajaran. Tim PPPG Matematika. (2003). 2. (2003). (2006).com/2009/11/makalah-tentang-modelpembelajaran. Contoh Silabus dan RPP Matematika SMP. Sri Wardhani. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SLTP.Saran 1. 2001 Pembelajaran Kooperatif. sumber asli: http://makalah-di. Bahan Ajar Diklat di PPPG Matematika.html Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. Yogyakarta: PPPG Matematika. DAFTAR PUSTAKA Ismail. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia. Beberapa Teknik. dan menentukan semua konsep-konsep yang akan dikembangkan.Agar pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses berorientasi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat berjalan. mudah mudahan . Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia. Widowati. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya.Diharapkan guru mengenalkan dan melatihkan keterampilan proses dan keterampilam kooperatif sebelum atau selama pembelajaran agar siswa mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta dapat menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Yogyakarta: PPPG Matematika. dan untuk setiap konsep ditentukan metode atau pendekatan yang akan digunakan serta keterampilan proses yang akan dikembangkan. Media Pembelajaran (Model-model Pembelajaran). silahkan anda baca makalah di bawah ini.

Kecilnya anggaran pendidikan. belum lagi dikorupsi sana-sini. honor. Y. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. B. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar . sebagian besar guru SD. maupun pembinaan . pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. pengembangan bahan ajar. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. J. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.makalah ini dapat membantu anda. Secara nasional. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik. M. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis. Pengertian Profesi Makagiansar. bermakna dan menyenangkan. Ani M. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. dll. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran.Pd. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab.M.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat.Hasan. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu.SMA. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. BAB I PENDAHULUAN A. antara lain: (a) sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A.). membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C. baik kesejahteraan secara materiil (gaji. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani.SMP. Menurut Dra. Galbreath. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur.

Itu sebabnya. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. membuat guru-guru mapel UAN menjadi . Bahasa Inggris.lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. bukan bakat alami. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. Dan bagi saya itu oke. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. dll). Harus diakui. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh pendidikan keguruan. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan.ketika ada peluang lain. pelatihan. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. dll. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. dll. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. Saya tidak punya data. dari pengalaman. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. Lisensi keguruan. metode mengajar dan psikologi. Matematika yg diuji dalam UAN. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. dengan maraknya sistem les privat. frustasi. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. Kalaupun diterima. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. perbankan. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. mereka keluar begitu saja. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. Lalu secara ekonomis. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. jengkel. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri.. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?).

Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. C. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. Padahal keduanya jelas berbeda. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. bukan menyiksa apalagi mengancam. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan . peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. Oleh karena itu. Kondisi itulah yang harus dihadapi. Dari 18 pasal yang ada. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. mengajar adalah profesi hati. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. C. Namun. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan.. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. dll. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. menghargai murid. Oleh karena itu. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. Karena sekolah merupakan medan belajar. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. Bisa menimbulkan iri hati.primadona. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. diselesaikan. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Itu bagus bagi guru tsb. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik.

tetapi porsinya harus tetap kecil. September 1998. Suara Guru No. C. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung.com/PTRFWEB/journal1040. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. The Science Teacher. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. D. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. 1996. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. Jakarta: Depdikbud . Makalah Dipresentasikan. Jakarta: Grasindo. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta).blogspot. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. karena menjadi guru berkat kemampuannya. Stiles. 1998. realistis.html Supriadi. April/Mei 2001. diakses 7 Juni 2001) Semiawan. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. (Online) (http://members. Journal PAT. memang adalah tanggung jawab negara.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia.html. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. 1991. K. 2001.Yang Maha Esa. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). Teacher in England and Wales. dan Loucks-Horsley. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. bukan tanggung jawab orang tua murid. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. 2001. Caranya. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21. http://makalahfrofesikependidikan. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs).R.E. Y. 1998. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia. aol. bukan karena menyuap B. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. 3-4/1996. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Sumargi. S.

blogspot.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. B. Pengertian Profesi Makagiansar. antara lain: (a) .blogspot. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai.SMA. sebagian besar guru SD.Read more at: http://aadesanjaya.SMP. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. pelaksanaan evaluasi hasil belajar.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. bermakna dan menyenangkan. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia.com Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. pengembangan bahan ajar. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. Y. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. M.html Copyright aadesanjaya. silahkan anda baca makalah di bawah ini. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. BAB I PENDAHULUAN A. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. Bagaimanakah professional guru?. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia. mudah mudahan makalah ini dapat membantu anda. Secara nasional. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan.

honor.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. Kalaupun diterima. Harus diakui. J. mereka keluar begitu saja. Itu sebabnya. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. Galbreath. Kecilnya anggaran pendidikan. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. dll. Menurut Dra. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru.ketika ada peluang lain. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. maupun pembinaan lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. dari pengalaman. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup.Hasan. Dan bagi saya itu oke. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh . Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. pelatihan. belum lagi dikorupsi sana-sini. perbankan. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar . Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen.). mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. dll. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. dll). Lisensi keguruan. baik kesejahteraan secara materiil (gaji.sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.Pd. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. Ani M. bukan bakat alami. setelah beberapa saat mereka menjadi guru.M. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani.

dan itu akan menurunkan semangat mengajar. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. Matematika yg diuji dalam UAN. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. Saya tidak punya data. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. jengkel. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. dengan maraknya sistem les privat. bukan menyiksa apalagi mengancam. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru.. Lalu secara ekonomis.pendidikan keguruan. Karena sekolah merupakan medan belajar. membuat guru-guru mapel UAN menjadi primadona. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar.. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan . Kondisi itulah yang harus dihadapi. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. mengajar adalah profesi hati. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. frustasi. dll. diselesaikan. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). dll. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. C. metode mengajar dan psikologi. Bahasa Inggris. Bisa menimbulkan iri hati. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. Oleh karena itu. Oleh karena itu. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. Itu bagus bagi guru tsb.

dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. Namun. Dari 18 pasal yang ada. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru.untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. menghargai murid. realistis. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. C. padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. Padahal keduanya jelas berbeda. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga . Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. Caranya. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Professionalisme in Practice: the PAT Journal. 1991.com/PTRFWEB/journal1040.blogspot. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. karena sebagian guru tidak menerapkan dengan sepenuhnya apa profesi guru yang sebenarnya. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21. 2001. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia.html. September 1998.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. Tanpa guru. Latar Belakang Lagu himne guru menunjukkan betapa pentingnya keberadaan seorang guru bagi kehidupan seorang manusia dalam mengenal dunia. S. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta). April/Mei 2001. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs). Sumargi. Suara Guru No. dan Loucks-Horsley.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. K. Untuk lebih jelasnya silahkan anda simak makalah di bawah ini. A.html Supriadi.blogspot. karena menjadi guru berkat kemampuannya. Jakarta: Depdikbud Read more at: http://aadesanjaya. (Online) (http://members. Y. 2001. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN.blogspot.com Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru adalah makalah yang berkaitan dengan proritas kerja guru dimana guru itu harus bekerja sesuai dengan profesinya. Makalah Dipresentasikan. C. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. 1998.rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. bukan karena menyuap B. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat. http://makalahfrofesikependidikan. 1998. tidak akan muncul generasi pintar yang . Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan.E. tetapi porsinya harus tetap kecil. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. Stiles.R. diakses 7 Juni 2001) Semiawan. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. The Science Teacher. D. Teacher in England and Wales. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. 1996. bukan tanggung jawab orang tua murid. 3-4/1996. Jakarta: Grasindo. aol. Journal PAT.html Copyright aadesanjaya. memang adalah tanggung jawab negara.

akan membangun bumi ini. status profesi guru memang sangat tinggi. B. profesi guru yang dulu merupakan profesi yang paling bergengsi dan menjadi dambaan bagi generasi muda pada zaman leluhur kita. Dalam masyarakat Jawa ada ungkapan. guru sungguh dilihat sebagai pemimpin yang digugu dan ditiru. tetapi juga ada yang ikut aktif menjadi tentara rakyat dan berperang mengusir penjajah. Tujuan Prioritas kerja Profesi Guru. kini menjadi profesi yang kurang diminati dan dihargai dibanding dengan profesi lainnya. Para guru diberi julukan Sensei yang dalam kebudayaan Jepang mempunyai kedudukan sosial yang amat dihormati. insinyur. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. orang wajib menaati pertama-tama gurunya. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Tingginya citra guru pada zaman penjajahan dan awal kemerdekaan di Indonesia berkait erat dengan citra masyarakat memandang profesi guru. PROFESIONAL Secara politis. tentara. Artinya. Mereka mendapat imbalan jasa yang memadai untuk hidup sejahtera bersama keluarga. guru diperlukan pemerintahan penjajah dalam rangka menunjang politik etisnya. Suatu jumlah yang amat besar waktu itu. polisi. bu-kan semata-mata segi materinya belaka Pada masa penjajahan Jepang. Guru dipandang sebagai pemimpin masyarakat yang disegani dan mempunyai status ekonomi yang relatif tinggi. tetapi juga sebagai pemimpin masyarakat yang terhormat. atau profesi lainnya dibanding menjadi seorang guru. pada tahun 1920-an misalnya. Semua orang pasti mengakui jasa seorang guru bagi dirinya walau hanya di dalam hati.Pd. politis dan budaya) pemegang profesi yang bersangkutan dan kredibilitas professional para guru. mengingat ungkapan pada masa kolonial mengatakan bahwa seorang inlander cukup hidup dengan segobang (2. Ibu Guru Siti Sahara mempunyai gaji sebesar 40 gulden sebagai guru Kepala Sekolah Wanita di Bireum. Pascakemerdekaan sampai tahun 1950-an. Para guru masih dilihat dan diperlakukan bukan hanya sebagai pendidik yang pantas digugu dan ditiru di sekolah. Status ekonomi para guru pada waktu itu memang tinggi. Dari sisi budaya. relasi guru dengan padepokan-padepokan sebagaimana terungkap dalam hubungan dengan para kyai di pesantren-pesantren.Hasan. guru dicitrakan amat bagus karena berkait erat dengan status sosial (ekonomis. Akibatnya. B. dalam Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ditulis. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Ani M. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. dan .5) sen sehari. citra dan status profesi guru dalam masyarakat juga masih tinggi. tetapi mereka hanya mengakui dengan tanpa upaya memberikan suatu penghargaan yang lebih dibanding kepada profesi lain. Pada jaman penjajahan Belanda. Pengertian Profesi Menurut Dra. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menjadi seorang dokter. kemudian rajanya. Dengan kebijakan memberikan pendidikan dasar pada sementara inlander untuk tugas-tugas administratif yang diperlukan penjajah. Dalam buku Siti Sahara. Wanita Guru Pertama dari Mandailing. status profesi guru juga masih terhormat. Untuk mengetahui prioritas dsan kesahteraan guru C.M. Rumusan Masalah Bagaimanakah sebenarnya Prioritas Kesejahteraan Guru Prioritas kerja Profesi Guru A. Dalam masa awal perjuangan kemerdekaan. guru ratu wong tuwo akaro. para guru juga dihargai karena mereka bukan saja mengambil peran amat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada masa itu.

Lebih lanjut dijabarkan. guru harus patuh terhadap norma-norma yang dibuat oleh kekuasaan di luar dirinya sendiri. Ketiga watak kerja tersebut mencoba menempatkan kaum profesional (kelompok sosial berkeahlian) untuk tetap mempertahankan idealisme yang menyatakan bahwa keahlian profesi yang dikuasai bukanlah komoditas yang hendak diperjual-belikan sekadar untuk memperoleh nafkah. Mending. bahwa kerja seorang profesional .108 guru yang ada.untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto. tetapi sebenarnya tidak mempunyai maksud menjadi guru. Menjadikan guru sebagai profesi tidak menjamin citra guru akan meningkat. jelas salah satu cara mengangkat citra guru bukan dengan memberikan sertifikasi seperti pengacara atau dokter. Guru sangat tergantung pada pekerjaan yang diciptakan oleh orang lain entah itu perorangan.6 persen dari 993. melainkan dengan memperbaiki citranya dalam masyarakat. 1999). Hal ini perlu ditekankan benar untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi. bahwa kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang. Pada mulanya.harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi. yayasan atau pemerintah. Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat. Perbaikan citra erat kaitannya dengan mengubah cara pandang masyarakat terhadap pekerjaan guru. Menurut penelitian Dr Martinus Tukir Handoko dari sekian banyak guru sebenarnya pada mulanya tidak mempunyai motivasi menjadi guru. Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus. Dari uraian itu. Kalau di dalam pengamalan profesi yang diberikan . jumlah guru SD yang berpindah profesi per Juli 2004 sudah mencapai 50. berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan . menjadi pengacara atau dokter yang memperoleh izin membuka praktik sendiri manakala imbalan dari pekerjaan resminya sangat kecil. Ada yang karena tidak diterima di sekolah lain. eksklusif dan berat. karena ekonomi keluarganya yang lemah. Pertama. sehingga terpaksa masuk ke pendidikan guru. sementara mereka yang sudah menjadi guru beralih ke profesi lain yang memberikan kesejahteraan lebih baik. kini citra guru sudah telanjur terpuruk dan bahkan pekerjaan guru dianggap pelarian karena tidak ada pekerjaan yang lebih layak. ada yang karena dipaksa orang tuanya. Persoalannya. Dengan demikian.baru orang tuanya. Ketiga. melainkan suatu kebajikan yang hendak diabdikan demi kesejahteraan umat manusia. Banyak orang tak mau menjalani profesi tersebut. dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil.serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut . mereka memang bersekolah di Sekolah Pendidikan Guru. Kedua. profesionalisme dalam tiga watak kerja yang merupakan persyaratan dari setiap kegiatan pemberian "jasa profesi" (dan bukan okupasi).diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral . dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) di dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Bahkan guru semakin dituntut pengabdiannya yang besar kepada masyarakat bahkan dengan imbalan yang amat rendah. Menurut data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. bahwa kerja seorang profesional itu beriktikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti.

2) ketidaksesuaian antara bidang studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan di lapangan dijabarkan. mencoba menjadi guru. Kode Etik Guru KODE ETIK GURU INDONESIA Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya Guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan A. C. Bahkan. Namun. dari sisi guru sendiri rendahnya mutu guru tampak dari gejala: 1) lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. Ironis memang. hal itu semata hanya sekadar "tanda kehormatan" (honour) demi tegaknya kehormatan profesi. 6) kurangnya kematangan emosional. berlangganan koran. Faktor-faktor tersebut antara lain: Penghasilan yang diperoleh guru belum mampu memenuhi kebutuhan hidup harian keluarga secara mencukupi. sebagaimana zaman penjajahan. hal itu tidak seimbang dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan.ternyata ada semacam imbalan (honorarium) yang diterimakan. tidak tersedia. Hal ini bukanlah harus dilawan oleh guru secara fisik atau perang kata-kata agar yang lain mau mengakui dan menerima guru sebagai tenaga yang profesional yang berjasa bagi pembangunan negeri ini. B. untuk memenuhi kebutuhan dapur harus juga melakukan kerja sampingan lainnya. J Sudarminta mengatakan. Hal itu merupakan akibat dari mudahnya pemerintah memberikan izin pendirian LPTK (Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan). Saran Mengangkat citra guru. Oleh karena itu. Serta. sehingga profesi ini menjadi pekerjaan yang "murah". kurangnya minat guru untuk menambah wawasan sebagai upaya meningkatkan tingkat profesionalisme sebab bertambah atau tidaknya pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan tugas rutin tidak berpengaruh terhadap pendapatan yang diperolehnya. upaya untuk menambah pengetahuan dan informasi menjadi terhambat karena dana untuk membeli buku. 3) kurang efektifnya cara pengajaran. dan keteguhan sikap sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik dan 7) relatif rendahnya kapasitas intelektual calon guru dan para guru. Mereka yang tidak tertampung oleh pasar kerja. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul-betul menjadi guru. jika pemerintah mau sungguh-sungguh. seperti perbaikan insentif material dan kesejahteraan hidup. jelas tidak mungkin. Kalaupun ada. Kesimpulan Masih rendahnya tingkat profesionalisme guru saat ini disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari internal guru itu sendiri dan faktor lainnya yang berasal dari luar. guru yang telah banyak menghasilkan para pemimpin. kini dianggap sebagai profesi "murah" dan menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan. meledaknya jumlah lulusan sekolah guru dari tahun ke tahun. maka profesi guru akan membaik. Di samping itu. kemandirian berpikir. yang jelas akan berbeda nilainya dengan pemberian upah yang hanya pantas diterimakan bagi para pekerja upahan saja. Komitmen politik . politisi dan ilmuwan serta berbagai profesi lainnya. 4) kurangnya wibawa guru di hadapan murid. internet. 5) lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh.

Banyak yang pandai berbicara tertentu.com/2011/01/makalah-prioritas-kerja-profesiguru.2001. maka dipersiapkan untuk itu harus mengacu pada proses pendidikan. Kemudian pendapat yang hampir sana dikemukakan . dokter. Namun menurutnya. Jakarta: Paramadina dan LOGOS Read more at: http://aadesanjaya. Jakarta: Horison dan Ford Foundation De Porter.blogspot. kejujuran) tertentu´ (Nurdin. dalam Pengantar Menuju Masyarakat belajar . namun orang itu belum dapat disebut sebagai seorang guru (Hamalik. Peran Seorang Guru .dkk.blogspot.blogspot. pekerjaan ini tidak dapat dikerjakan oleh sembarang orang tampa memiliki keahlian sebagai seorang guru. Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting di samping keterampilan/keterampilan lain. Azyumardi.Indradjati Sidi. DAFTAR PUSTAKA Azzra.com Pengertian profesionalisme Sebelum penulis menguraikan pengertian profesionalisme terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian profesi sehingga mudah dimengerti apa yang dimaksud profesionalisme. Pekerjaan guru adalah suatu profesi tersendiri. Bisa dipandang melalui proses pendidikan bisa pula diperoleh dari proses laitihan. Dari rumusan di atas ³dipersiapkan untuk itu´ mengandung arti luas. dan sebagainya´ (Usman. Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Sudjana.Mendiknas mestinya tidak hanya menjadikan guru sebagai profesi tetapi juga didahului dengan perbaikan kesejahteraan dan kualitas guru. 2004: 118-119) Menurut Sudjana (2008: 13) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau tidak memperoleh pekerjaan lainya. Bobbi. 1988: 14) Setiap guru profesional menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisnya. Birokrasi. dan bukan sekedar latihan. dan Citra Guru.com/2010/07/bab-i-pendahuluan. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan yang dijalaninya maka akan semakin tinggi pula derajat profesi yang disandangya. 2001. Fobi Sekolah. Dalam Horison Esai Indonesia Kitab 2 Taufiq Ismail (editor). http://makalahfrofesikependidikan. Nurcholis. hakim. 2004. 2002: 15) ³sedangkan kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru. Guru profesional selain menguasi seluk-beluk pendidkan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainya. Pengantar Langkah Strategis Mempersiapk an SDM Berkualitas. 1995: 14). untuk pekerjaan yang bersifat profesional lebih-lebih untuk pekerkaan yang bersifat profesional penuh seperti profesi dokter. Profesi adalah ³Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketermpilan. guru juga dibekali pendidikan khusus untuk menjadi guru dan memiliki keahlian khusus yang diperlukan sesuai dengan profesinya.html Madjid.html Copyright aadesanjaya. Ini berarti tinggi rendahnya pengakuan profesionalisme sangat menggan tung pada tingkat keahlian dan pendidikan yang ditempuhnya. Bandung: Kaifa Pendidikan.

Karena sesungguhnya dia mengajarkan bahasanya sendiri. 2. naka secara otomatis tidak menemukan kesulitan dan kompleksnya siswa dapat mengetahui secara mendetail pada mata pelajaran bahasa Arab mengenai istilah-istilah dan struktur kalimat serta dengan baik dan akan dapat berbicara dengan faseh serta menulis dan membaca dengan baik yang pada akhirnya dapat membentuk mental belajar seswa yang optimal. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Guru sesuai dengan tujuan ilmu pendidikan islam tidak mungkin mendidika anak didik bertakwa kepada Allah SWT. tetapi bisa saja seseorang yang secara tekun mempelajari dan melatih diri dalam suatu bidang tertentu menjadi profesional. Hanya saja menurutnya. b. Dan dengan cara ini dia mengajarkan seswa membahas atau membicarakan yang benar (serius) dengan gambaran kebiasaan. surau. Sehat jasmani Kesehatan jasmanikerapkali dijadikan salah satu syarat bagi mereka untuk menjadi guru. jadi seorang guru yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan tentunya guru memiliki tanggung jawab dan melaksanakan proses belajar mengajar di tempat-tempat tertentu. sedangkan guru asing dia mampu melakukan hal ini tampa ada kesulitan karena sesungguhnya dia berbicara dengan bahasany.oleh Ali (1992: 23) keahlian atau kemampuan profesional tidak mesti harus diperoleh daei jenjang pendidikan. 1989: 79) Dari uraian di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa syarat guru bahasa Arab yang profesional dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran bahasa Arab. guru di sekolah atau pimpinan di masyarakat. sedangkan yang diperoleh dari selain pendidikan formal pada umunya hanya akan mendapat pengakuan yang bersifat informal saja. Guru lokal tidak mampu membahas atau berbicara dengan bagus menyaingi guru asing dalam (leluasa). profesi yang disandang melalui jenjang pendidikan akan memperoleh pengakuan yang bersifat formal naupun informal. Menggunakan guru sebagai guru bahasa asing baik dalam menyelesaikan makna-makna mufrad atau kaidah-kaidah tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa serta membentuk mental belajar siswa (Al Qasimiy. jika guru sendiri tidak bertakea kepadanya. Sebaliknya guru adalah teladan bagi anak didiknya. Jumlah mufradat menggambarkan istilah-istilah yang ia ketahui sebagaimana bahwasanya ia tidak dapat mendekati secara mutlak dalam memahami makna-makna yang terkandung di dalam isi mata pelajaran tersebut. Pengertian Guru Profesional Guru adalah ³orang yang memberikan ilmu pengetahua terhadap anak didik. mengenbai persayaratan guru tersebut meliputi: a. musallah. guru harus menjadi tauladan bagi siswa didiknya karena anak-anak cebderung bersifat meniru (Djamarah. 2003: 31) Sedangkan guru bahasa Arab yang profesional menurut Al Qosimiy secara garis besar ada tiga hal yang sangat mendasar yang membedakan antara guru asing dengan guru lokal dilihat dari profesionalisnya dalam membentuk mental belajar siswa bidang studi bahasa Arab sebagai berikut: Bahwasanya guru lokal tidak dapat berbicara atau menbahas persis bahasa asing (bahasa Arab) sebagai mana bahasa penduduk aslinya secara faseh. di rumah dan sebagainya (Djamarah. Berkelakuan baik Budi pekerti guru penting dalam pendidikan watak anak didik. 2000: 32) Ketiga persyaratan tersebut diharapkan telah demiliki oleh seorang guru sehingga ia mampu memenuhi fufngsi sebagai pendidik profesional yakni pendidik bangsa. yang beragam seperti setiap lafaz-lafaz. Seseorang guru selain memiliki pengetahuan atau wawasan mengenai pendidikan juga harus dibekali dengan persyaratan tentang profesionalisnya itu. c. harus diajarkan oleh guru bahasa asing daripada guru lokal. maka secara otomatis guru tersebut tidak akan kesulitan dalam mewujudkan hal tersebut. tidak mesti di lembaga formal tetapi bisa juga di masjid. Dari .

yakni mengkoordinasikan unsur-unsur tujuan.persyaratan di atas menunjukan bahwa guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa guru layak menjadi panutan atau tauladan bagi masyarakat di sekelilingya (Soejipto. Dan tahap selamjutnya adalah melaksanakan rencana tersebut dalam bentuk tindakan atau praktek mengajar (Sudjana. Menghargai orang lain termasuk anak didik Bijaksana dan hati-hati (tidak nekat. Terdidika dan terlatih disini bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau tekhnik di dalam kegiatan bekajar mengajar serta menguasai kandasan-kandasan kependidikan yang tentunya juga akan memenuhi beberapa persyaratan atau kriteria sehingga dikatakan benar-benar terdidik dan terlatih. 1995: 15) Jadi seorang guru adalah orang yang benar-benmar terdidik dan terlatih dengan baik. Antara kedua pihak ini terjadi suatu interaksi yang satu sama lain dan saling menunjang. metode dan alat bantu mengajar. bahan pengajaran. 1999: 15) 3. Kriteria . Sebagai proses belajar mengajar memerlukan seuatu perencanaan yang matang. Untuk itu. maka yang dimaksud dengan gru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal (Usman. 2007: 42) Berdasarkan pengertian daripada guru profesional tersebut dapat dikatakan guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruanya sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya´ (Uzer. 1999: 5) Berdasarkan paparan di atas maka guru pada posisinya sebagai sutradara sekaligus sebagai aktor utama dalam setiap kegiatan belajar mengajar. dianggap memiliki peran yang sangat penting dan sangat menentukan arah bagi pencapaian tujuan yang ingin diinginkan. Sesungguhnya guru yang bertanggung jawab memiliki bebnerapa sifat menurut Tanlain dalam (Djamarah. Dalam proses bekajar mengajar tersirat suatu makna adanya satu kesatuan antara seswa yang belajar dan guru yang mengajar. metode mengajar. serta penilaian atau evaluasi. 2000: 13) Berdasarkan pengertian di atas. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus dipersiapkan untuk itu. dalam melaksanakan profesi keguruanya seorang guru dituntut memiliki kemampuan profesional sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. 2000: 9) Senada dengan pendapat di atas Usman juga menegaskan bahwa proses belajar mengajar sebagai interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu dengan yang lainya saling berikatan dalam ikatan untuk mencapai tujuan. kegiatan belajar mengajar. Komponen belajar mengajar yang dimaksud adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai materi pelajaran. serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangya masing-masing. sebab guru yang profesional akan lebih mampu menciptakan kelas sehingga hasil belajar yang diciptakan oleh para siswa akan berada pada tingkat yang lebih optimal. alat pengajaran dan evaluasi sebagai alat ukur tercapai atau tidaknya tujuan (Usman. 2002: 36) terdiri dari: Menerima dan mematuhi norma-norma dan nilai-nilai kemanusiaan Memiliki tugas mendidik dengan bebas berani gembira (tugas bukan menjadi beban baginya) Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatanya serta akibat-akibat yang timbul dari kata hatinya. dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang tidak punya keahlian dan hanya karena tidak dapat memperolehpekerjaan lain (sudjana. sombong dan tidak singkat akal) Takwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama.

insinyur. bahasa Arab itu meliputi unsur-unsur antara lain : a) bahasa seperti ucapan. tata tertib dapat berjalan apabila guru menjalaninya terlebih dahulu Sebagai adminstrator dan manajer Guru sebagai perencana kurikulum Guru sebagai pemimpin Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. 2003 : 5). contohnya seorang yang akan bekerja secara profesional bilamana orang tersebut memiliki kemampuan (Ability) dan motivasi (motivasion) maksudnya adalah: seorang akan bekerja secara profesional bilamana memiliki kemampuan kerja yang tinggi dan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaikbaiknya. ahli hukum. Sebaliknya seseorang yang tidak profesional bila mana hanya memenuhi salah satu dari dua persyaratan di atas (Bafadal. tetapi juga sebagai penghubung sekolah dengan masyarakat yang juga memiliki beberapa tugas menurut Rostiyah (dalam Djamarah. bidara. Seorang yang berpribadi khusus yakni ramuan dari pengetahuan sikap danm keterampilan keguruan yang akan ditransformasikan kepada anak didik atau siswanya. Pendidik tidak maha kuasa. Dalam hal ini pembimbing . disertai pula dengan seperangkat latihan keterampilan keguruan dan pada kondisi itu pula ia belajar memersosialisasikan sikap keguruan yang diperlukannya. dan menulis. 4. dan sebagainya sebagai profesi tersendiri maka gurupun adalah suatu profesi tersendiri. 2 Tahun 1983 Sebagai prantara dalam belajar Guru adalah sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan. kecakapan dan pengalaman-pengalaman Membentuk kepribadian anak yang harmonis sesuai cita-cita dan dasar negara kita Pancasila Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. Fungsi dan Tugas Guru Sebagai seorang pendidik yang memahami fungsi dan tugasnya. b) keterampilan berbahasa. Guru yang memahami fungsi dan tugasnya tidak hanya sebatas dinding sekolah saja. sebaliknya betapun tingginya motivasi kerja seseorang (guru) ia tidak akan sempurna dalam menyelesaikan tugas-tugasnya bilamana tidak didukung oleh kemampuanya. guru khususnya ia dibekali dengan berbagai ilmu keguruan sebagai dasar. Pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan oleh sembarangan orang tampa memiliki keahlian khusus sebagai guru.profesionalisme guru Jabatan guru dikenal sebagai suatau pekerjaan profesional sebagaimana seorang menilai bahwa dokter. meliputi keterampilan mendengar. tidak dapat membentuk anak menurut kehendak hatinya Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat Sebagai penegak disiplin. 2000 : 36) mengemukakan bahwa fungsi dan tugas guru profesional adalah : Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian. Guru menjadi contoh dalam segala hal. 1989 : 91) Dengan demikian dari pengertian di atas profesionalitas guru pada bidang studi bahasa Arab hendaknya mengikuti syarat-syarat atau peraturan yang telah ditentukan oleh al-Qoisimy agar siswa termotivasi oleh guru dalam membentuk mental belajarnya. Banyak orang pandai berbicara tertentu namun orang demikian belum dapat disebut sebagai seorang guru. Ada perbedaan prinsip antara guru yang profesional dengan guru yang bukan profesional. kosa kata dan kawaid. Jadi betapun tingginya kemampuan seseorang (guru) ia tidak akan bekerja secara profesional apabila tidak memiliki motivasi kerja yang tinggi. Menguasai evaluasi belajar atau mampu mengevaluasi proses belajar mengajar bahasa Arab (alQosimy. membeca. Sedangkan kriteria guru bahasa Arab secara khusus adalah sebagai berikut : Menguasai budaya Arab serta seluk beluk sosial Menguasai cara atau metode bahasa Arab dengan ilmu jiwa bahasa Arab Menguasai materi belajar bahasa Arab karena materi bahasa Arab berbeda dengan materi pelajaran yang lain.

seperti bimbingan belajar tentang keterampilan dan sebagainya dan untuk lebih jelasnya proses pendidikan kegiatan mendidik. Fasilitator Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar mengajar.blogspot. Supervisor Guru hendaknya dapat membantu memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. Dari uraian di atas secara rinci peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat disebutkan sebagai berikut : 1. Sebagai pendidik guru harus berlaku membimbing dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. Inisator Sebagai inisiator guru harus dapat menjadi pencetur ide-ide kemajuan dan pendidikan dalam pengajaran 9. Latar Belakang Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. termasuk dalam hal ini yang terpenting ikut memecahkan persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik. Demonstrator Dalam interaksi edukatif. Profesi guru pada . 2. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri.com l Citra Guru Profesional Citra Guru Profesional BABI PENDAHULUAN A. 13. Pembimbing Peran guru yang tidak kalah pentingnya dari semua peran yang telah disebutkan di atas adalah sebagai pembimbing 5. Informator Sebagai informator guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum. Pengelolaan kelas Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik karena kelas adalah tempat terhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelaaran dari guru. Contohnya guru sebagai pendidik dan pengajar sering kali akan melakukan pekerjaan bimbingan. Organisator Sebagai organisator adalah sisi lain dari peranan yang diperlukan oleh guru dalam bidang ini memiliki kegiatan pengelolaan kegiataan akademik dan lain sebagainya.yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan. Evaluator Guru dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur dengan memerikan penilaian yang menyentuh aspek intrinsik dan ekstrinsik Read more at: http://aadesanjaya. Motivator Sebagai motivator guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar 3. Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing. Korektor Sebagai korektor guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan buruk 6. mengajar dan membimbing sebagai yang taka dapat dipisahkan. Membimbing dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembanganya dengan jelas dmemberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. 4. 8.blogspot. 11.com/2011/01/profesionalisme-guru. Mediator Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya baik media non material maupun material.html Copyright aadesanjaya. Dengan demikian diharapkan menciptakan perkembangan yang lebih baik pada diri siswa. 12. Inspirator Sebagai inspirator guru harus dapat membedakan ilham yang baik bagi kemajuan anak didik 7. baik perkembangan fisik maupun mental. tidak semua bahan pelajaran anak didik pahami 10.

Profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. Segala ilmu pengetahuan yang datang dari guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan atau diteliti lagi. Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid. guru mulai mengalami dilema eksistensial. Tetapi. Rumusan Masalah Apa Pengertian Citra Guru Profesional ? Apa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru ? Bagaimana Identifikasi dan Contoh Citra Guru ? C. Dalam sebuah proses pendidikan guru merupakan satu komponen yang sangat penting. mengenai pribadi. mutu dan tindak tanduk yang merupakan suatu profesi Guru (dalam bahasa jawa) seorang yang harus digugu dan harus ditiru oleh semua muridnya. B. cara bebicara. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. mengharuskan citra adanya pembayaran untuk melakukannya Profesionalisme merupakan kualitas. dan evaluasi Guru profesional adalah guru yang mampu menerapkan hubungan yang berbentuk multidimensional guru yang demikian adalah guru yang secara internal memenuhi kriteria administratif. gambaran yang dimiliki mengenai orang banyak. berkenaan dengan pekerjaan. . metode. Tetapi. Slogan pahlawan tanpa tanda jasa senantiasa melekat pada profesi guru. guru mulai mengalami dilema eksistensial. Dalam perkembangan berikutnya. artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya. akademis dan kepribadian. Harus di gugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Mulai dari cara berfikir. Tujuan Menjelaskan Definisi Citra Guru Menjelaska Citra Guru dari Masa ke-masa Mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru BAB II PEMBAHASAN A. sekaligus sebagai biasnya. terutama bidang informasi dan komunikasi. sikap kearifan. hingga cara berprilaku sehai-hari. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. selain komponen lainnya seperti tujuan. sarana dan prasarana lingkungan. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. kesan mental yang ditimbulkan oleh sebuah kata. Hal ini didasarkan pada pengabdiannya yang begitu tinggi dan tulus dalam dunia pendidikan. kedisiplinan. Pengertian Menurut kamus besar bahasa indonesia terdapat pengertian kata citra dan profesional Citra merupakan gambaran. organisasi atau produk. Seorang guru juga harus ditiru.mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. kejujuran. terutama bidang informasi dan komunikasi. beberapa dasawarsa terakhir konsep. berkenaan dengan keahlian. kurikulum. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. sekaligus sebagai biasnya. Dalam perkembangan berikutnya. beberapa dasawarsa terakhir konsep. rupa. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. fase atau kalimat dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa untuk evaluasi Profesi merupakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan atau pendidikan tertentu Profesional. Tidak hanya itu.

atau anak mendapat nilai tinggi. C. mempraktekkan serta mengamalkan ilmu yang diterima dalam kehidupan sehari-hari baik langsung maupun tak langsung. kreatif. eksistensi guru yang mandiri. menulis dan berhitung. Rasa hormat ini sampai kini masih hidup di tengah masyarakat tradisional/pedesaan. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci (saint) yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. naik kelas dan lulus ujian. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. misalnya. Memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. guru berarti yang dihormati. lebih dalam dari laut paling dalam.ketulusan. melainkan keberhasilan siswa dalam menangkap. Mereka masih menaruh rasa hormat dan status sosial yang tinggi terhadap profesi guru. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. dan lulus ujian. citra guru ideal adalah seseorang yang senantiasa memberi motivasi belajar yang mempunyai sifatfsifat keteladanan. bijaksana. Djamin (1999) mengemukakan citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam lingkup fungsi. atau mendapat nilai tinggi. Hal ini membuat citra seorang guru di mata masyarakat selalu berada di tempat yang lebih baik dan mulia. Lantaran tanggung jawab dari profesi guru tidak berhenti pada selesai ia mengajar. Dari sudut pandang peserta didik. penuh kasih sayang. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. menulis dan berhitung. guru dianggap profesional jika anak sudah dapat membaca. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. naik kelas. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. suatu panggilan yang penuh rasa kagum dan hormat terhadap profesi guru. dan Memiliki perencanaan yang matang. memahami. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. Dalam pandangan masyarakat tradisional. masyarakat menyebut guru pria dengan panggilan tuan. lengkapnya tuan guru. Citra guru ini tercermin melalui: Keunggulan mengajar. dan Memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesl dan pihak lain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. B. kesopanan serta sebagai sosok panutan menjadikan profesi satu ini berbeda dengan yang lain. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. Bagi masyarakat modern. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. Di kepulauan Sangihe. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. peran dan kinerja. kontekstual dan efektil . serta mampu mengajar di dalam suasana yang menyenangkan. Citra Guru dalam Masyarakat Tradisional (Pramodem) Di dalam bahasa Sansekerta.

efektif dan menyenangkan (PAKEM). Sehingga. Serta media elektronik lainnya. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). terutama bidang informasi dan komunikasi. persepsi. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. buku-buku. majalah. dan koran. bermaltabat dan memiliki daya saing. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. kreatif. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. tugas guru tidak akan semakin ringan. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. D. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. Untukitu. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. dan realita dirinya (se/frea/ity). juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. Menurut Wardiman Djojonegoro dalam ke|1as kerjanya yang disampaikan pada SeminarNasional Wawasan Profesi Guru Tahun ZUUQ ICMI On/vil Jawa Timur di Surabaya tanggal 21 Desember 1996. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (se/fconsepz). yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Guru Abad 21 adalah Guru dengan Profesionalitas Tinggi Memasuki abad 21. Di negara kita. ahli dalam materi. Dalam perkembangan berikutnya. Artinya. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. guru mulai mengalami dilema eksistensial. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. ide dirinya (se/fidea). guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. sekaligus sebagai biasnya. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik.untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. Dengan demikian. koran. yang mampu memberi inspirasi. Namun. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. bangsa kita menyiapkan diri untuk memiliki . beberapa dasawarsa terakhir konsep. para guru dituntut tampil lebih profesional. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. buku. majalah. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. rasanya sangat sulit di era modern ini guru dapat tampil lebih profesional. Artinya. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk.

Guru yang bermutu ialah mereka yang dapat membelajarkan siswa secara tuntas. Kemajuan teknologi pula yang akan membuka dunia sekaan tanpa batas. dan Dapat menghasilkan karya-kalya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian dan profesionalitasnya. Ciri SDM yang berkualitas tersebut adalah Memiliki kemampuan dalam menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan dengan iptek. Teknologi dapat memajukan kehidupan manusia tetapi juga dia akan mampu menghancurkan kebudayaan manusia itu sendiri. Menurut Djojonegoro (1996) guru yang bermutu memiliki paling tidak empat kriteria utama. masyarakat yang berkembang baik kemampuan intelektualnya. Untuk itu seseorang harus memiliki empat kemampuan. Muhammad Surya. baik geografis. Upaya profesional adalah upaya seorang guru untuk mentransformasikan kemampuan profesional yang dimilikinya ke dalam tindakan mendidik dan mengajar secara nyata. Masing-masing adalah kemampuan guru mengolah/menyiasati kurikulum. misi dan tujuan pendidikan. Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional menunjukkan intensitas waktu dari seorang guru yang dikonsentrasikan untuktugas-tugas profesinya. Masing-masing adalah: Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang. Secara optimistik. diperlukan guru yang benar-benar profesional. Menghadapi tantangan demikian. Nlasih terkait dengan harapan-harapan yang digayutkan di pundaksetiap guru. sosial maupun budaya.sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Harusjauh melampaui tiga hal tersebut. dan kemampuan melakukan reorientasi. yaitu kemampuan antisipasi. H. Sesungguhnya. yaitu kemampuan profesional. kemampuan mengakomodasi. Saling keterpengaruhanantara bangsa yang satu dengan bangsa yang Iain akan menjadi ciri utama masyarakatterbuka. kemampuan guru mengaitkan materi kurikulum dengan Iingkungan. Untuk itu guru harus menguasai keahliannya. dan Sikap profesionalnya berkembang secara berkesinambungan. Kemampuan profesional meliputi kemampuan intelegensia.aspek kehidupan lainnya Sena tanggung jawabnya. upaya profesional. Pertumbuhan teknologi akan mengubah bentuk dan cara hidup manusia yang sama sekali akan berlainan dengan kehidupan manusia dewasa ini. kemampuan guru memotivasi siswa untuk belajar sendiri dan kemampuan guru untuk mengintegrasikan berbagai bidang Studi/mata pelajaran menjadi kesatuan konsep yang utuh. Tilaar (1998) menyatakan bahwa masyarakat millenium ketiga nanti mempunyai karakteristik masyarakat teknologi. maupun aspek. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Tilaar (1998) memberikan empat ciri utama agar seorang guru terkelompok ke dalam guru yang profesional. masyarakat yang terbuka tersebut akan bermuara pada lahirya masyarakat madani. waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional dan kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya. Mampu bekerja secara profesional dengan orientasimutu dan keunggulan. Ketua Umum Pengurus . dengan tantangan yang dihadapi ke depan adalah globalisasi dengan dominasi teknologi dan informasi yang sangat kuat. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam bidang pendidikan adalah ketidakpastian. benar dan berhasil. sikap dan prestasi kerjanya. baik dalam disiplin ilmu pengetahuan maupun metodologi mengajarnya. masyarakat terbuka dan masyarakat madani yang secara keseluruhan akan berpengaruh pada visi. kemampuan dasar yang mesti dimiliki bangsa ini tidak boleh hanya sebatas penguasaan kemampuan membaca. menulis dan berhitung. kemampuan menge|1i dan mengatasi masalah. Makagiansar (1990) menyebutkan bahwa untuk menghadapi era globalisasi. Selanjutnya Samani (1996) mengemukakan empat prasyarat agar seorang guru dapat profesional.

sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. E. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik.betul menjadi guru. dan Mampu melaksanakan fungsi dan peranannya secara terpadu. dan sertifikasi. Mampu belajar dan bekerja sama dengan profesi lain. kompetensi. kurang efektifnya cara pengajaran.Besar PGRI. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. Kemudian. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid. kode etik. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. Nlasing. Faktor-Faktor yang Nlempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Kekurangan guru di daerah terpencil. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran.masing adalah guru yang: Memiliki semangatjuang yang tinggi disertai kualitas keimanan dan ketaqwaan yang mantap. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. adanya disiplin ilmu yang kokoh. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguhsungguh. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. Berjiwa profesionalitas tinggi. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. Memiliki etos kerja yang kuat. kemandirian berpikir. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. material dan nonmaterial. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. Mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntutan Iingkungan dan perkembangan iptek. Kurangnya kematangan emosional. Memiliki kejelasan dan kepastian pengembangan jenjang karir. BAB III PENUTUP Rangkuman Citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan . Memiliki kesejahteraan Iahir dan batin. mengemukakan ada sembilan karakteristik citra guru yang diidealkan. Memiliki wawasan masa depan. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan.

Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. Yogyakarta: Adicita. Supriadi. Windy Novia.html Copyright aadesanjaya.2008. bahwa siapa pun dapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. naik kelas dan Iulus ujian. Makalah SeminarNasiona/ Wawasan Profesi Guru Tahun 200Q ICMI On/vil Jawa Timur. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca.A. atau mendapat nilai tinggi. R. Nlasyarakat modern menganggap kom-petensi guru belum Iengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. Fasli dan Dedi Supriadi. (3) banyak guru yang belum menghargai profesinya.penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam Iingkup fungsi. Jakarta: Balitbang Depdiknas.com/2010/11/citra-guru-profesional.com . memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesi dan pihak Iain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif abad Xxi.Surabaya:Kashiko Nurdin Muhammad. Prospek Guru Tahun 2000. Elham Rohmati. 200 1 . (1) adanya pandangan sebagian masyarakat.Bandung:CV. Muhammad. RefonnasiPendidikan dalam konteks Otonomi Daerah.2004 Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasa. 2000. (2) kekurangan guru di daerah terpencil.Wadah dan Dinamaka Pendidikan Anak Bangsa. Read more at: http://aadesanjaya. Aspirasi Peningkatan Kemampuan Profesional dan Keseja hteraan Guru. 1998. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. Dimensi dan Tantangan Pendidikan dalam Era Globalisasi. Suyanto. Ibrahim. Nomor 4 Tahun IX: Samani.2oo6 kamus Besar Bahasa Indonesia. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan Dalam pandangan masyarakat modern. memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. peran dan kinerja. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. Yrama Widya Jalal. 1996. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu.Jogjakarta:Ar-Ruzz Aqid Zainal.Jakarta:Bumi Aksara Chulsum Umi. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya DAFTAR PUSTAKA Bafadal. Tilaar. Muchlas. 21 Desember 1996 di Surabaya. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. H . Makagiansar. Makamina. 2000. Surya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Dedi 1999.blogspot. Magelang: Tera Indonesia. Tahun ke 5 Nomor 021. menulis dan berhitung.2008. Citra guru ini tercermin melalui keunggulan mengajar.blogspot. Sudjana dalam Mustafa (2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut. 1990. Mengangkat Citra dan Martabat Guru Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. Yogyakarta: Adicita Katya Nusa.Kiat Menjadi Guru Profesional. Mimbar Pendidikan.

Bagi masyarakat modern. banyak hal utuk mewujudkan rasa keprofesionalitas seorang guru seperti sayarat-syarat dibawah.blogspot. atau mendapat nilai tinggi. Read more at: http://aadesanjaya. LSM. maupun organisasi lainnya bahwa kelakan mengajar seorang guru dibawah standar. Berpikir Sistematis Seorang yang profesional harus mampu berpikir sitematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. naik kelas. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. Penguasaan Materi Seorang profesional harus menguasai secara mendalam bahan / materi pekerjaan yang sedang dilakukannya. 1.com Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern.blogspot. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. 3.com/2010/11/syarat-guru-profesional. menulis dan berhitung. Dewasa ini image seorang guru dimata masyarakat sangatlah susah seorang guru itu menyandang GURU PROFESIONAL. 4. 5. Seorang guru sebenarnya memiliki komitmen yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. Didukung juga dengan adanya berbagai survey kelayakan mengajar yang diadakan oleh pemerintah. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. kreatif. karena profesionalnya seorang guru datang dari guru itu sendiri. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. Mudah mudahan anda semua termasuk dalam syarat guru profesional. dan lulus ujian. Komitmen Tinggi Seorang profesional harus mempunyai komitmen yang kuat pada pekerjaan yang sedang dilakukannya. Untuk menjadi seorang guru profesional tidaklah sulit. . Menjadi bagian masyarakat professional Seyogyanya seorang profesional harus menjadi bagian dari masyarakat dalam lingkungan profesinya. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. 2. Tanggung Jawab Seorang profesional harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. eksistensi guru yang mandiri. mengapa demikian? karena masyarakat menilai bahwa guru pada masa ini tidak seperti guru dimasa abad ke 12 yang memiliki pengabdian tinggi di dunia pendidikan. Guru profesional merupakan impian semua guru di tanah air. Berikut ini ada beberapa Syarat Guru Profesional.Syarat Guru Profesional Syarat Guru Profesional memang merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap guru.html Copyright aadesanjaya.

beberapa dasawarsa terakhir konsep. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. efektif dan menyenangkan (PAKEM). Dalam perkembangan berikutnya. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. ide dirinya (self idea). koran. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. Serta media elektronik lainnya. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Dengan demikian. kontekstual dan efektil untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul.lebih dalam dari laut paling dalam. sekaligus sebagai biasnya. Artinya. persepsi. kreatif. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. Di negara kita. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. Sehingga. Untukitu. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. majalah. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. bermaltabat dan memiliki daya saing. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. para guru dituntut tampil lebih profesional. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. majalah. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Artinya. rasanya sangat sulit di era modern ini . Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. bijaksana. ahli dalam materi. buku. yang mampu memberi inspirasi. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (self consept). Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. guru mulai mengalami dilema eksistensial. dan Memiliki perencanaan yang matang. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. dan koran. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. buku-buku. Namun. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. terutama bidang informasi dan komunikasi. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. dan realita dirinya (selfr eality).

14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.blogspot. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya . bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan Kekurangan guru di daerah terpencil.com Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh.betul menjadi guru. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Read more at: http://aadesanjaya. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. Kurangnya kematangan emosional.com/2010/11/citra-guru-dalam-masyarakatmodern.blogspot. kemandirian berpikir. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. Kkurang efektifnya cara pengajaran. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. Perasaan rendah diri karena menjadi guru.html Copyright aadesanjaya.guru dapat tampil lebih profesional. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik.

Guru yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan yang kuat. Sama halnya dengan profesi-profesi lainnya. dan masyarakat madani) yang menuntut adanya perkembangan manusia. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. dan itu tidak mungkin tanpa adanya guru yang profesional. Guru-guru yang profesional inilah yang diharapkan dapat membawa atau mengantar peserta didiknya mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memasuki masyarakat abad 21 yang melek ilmu pengetahuan dan teknolog. Jika guru tidak mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin mereka dapat membantu dan membimbing peserta didiknya mengarungi dunia pengetahuan dan teknologi tersebut. tetapi juga profesional guru harus berhadapan dan bersaingan dengan profesi-profesi lainnya di dalam masyarakat. dan sertifikasi. kompetensi. Ini memberi pemahaman bahwa profesi guru haruslah betul-betul memiliki karakteristik yang profesional karena sifat pekerjaannya. tuntas dan setengah-setengah akan tercecer dan tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.html Copyright aadesanjaya. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. dan sangat kompetitif. dan akhirnya akan tertinggal dari profesinya. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. Karena mereka tidak mampu berkompetisi dengan orang lain yang lebih profesional atau juga profesi ainnya yang lebih kompetitif. Konsep Dasar Proses pendidikan merupakan suatu proses yang snagat profesional artinya dilaksanakan oleh pelaku-pelaku yang profesional.com Pengembangan Profesi Keguruan A. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh guru yang profesional bukanlah pengetahuan yang setengah-tengah tetapi merupakan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tuntas.kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. kode etik. artinya barang siapa yang tidak profesional tidaka akan survive. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. adanya disiplin ilmu yang kokoh. maka degna sendirinya akan berakibat kepada mati atau hilangnya profesi tersebut dari masyarakat. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. Jadi jelaslah bahwa profesi guru adlaah suatu profesi yang harus terus-menerus . Read more at: http://aadesanjaya. maka guru di dalam masyarakat adlah seorang profesional. Berbagia kegiatan di dalam masyarakat hanya menerima para profesional. Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan masyarakat abad 21 (merupakan satu kesatuan dari masyarakat teknologi.com/2010/11/faktor-faktor-yangmempengaruhi-citra. Kemudian. masyarakat terbuka. karena ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri berkembang dengan cepat. Ia akan berada jauh di belakang. Jika profesi gur tidak kompetitif dan tidak profesional. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi.blogspot. Karena guru sebagai salah satu pelaku pendidikan.blogspot. profesi guru di dalam masyarakat adalah suatu profesi yang kompetitif.

Strategi Pengambangan Profesi Guru Berangkat . Dengan demikian gur akan memiliki kesanggupan untuk memperkecil jarak antara pengetahuan. dan kepribadian yang mereka miliki sekrang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu. Sinyalemen ini memberikan makna bahwa guru sebagai pelaku proses pendidikan harus terus menerus mengubah diri. Termasuk di dalam kepribadian ini ialah sifat-sifat fisiknya yang memungkinkan ia dapat membimbing peserta didik yang sedang dalam tahap perkembangannya. mempunyai ciri-ciri kepribadian yang kuat dan seimbang. mempunyai visi tentang etik tingkah laku manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. tuntas dan tidak setengah-setengah sebagai profesional kependidikan. Bersama-sama dengan usahausaha lain (misalnyakerjasmaa dengan organisasi profesi). diberi kesempatan.berkembang karena praktis pendidikan akan terus menerus terjadi dan unik bagi setiap individu dan masyarkaat di dalam situasi dan waktu yang berbeda sesuai dengan perkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi. lembaga-lembaga pre-service danin-service harus menjaid satu kesatuan yang tidak terpisahka. karena profesi gur merupakan suaut profesi untuk membantu dan membimbing perkembangan anak didik (manusia). Berangkat dari pemahaman tersebut. Dan akhirnya melalui proses pendidikan yang profesional yang dilaksanakan oleh pelakupelaku (khususnya guru yang profesional dengan karakteristiknya tersebut di atas). membangun kerja sama dan saling mendukung untuk melahirkan guru-guru yang profesional dalam rangka menyajikan proses pendidikan yang profesional bagi anak didik agar dapat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat abad 21. pengembangan diri guru sebagai profesional kependidikan harus dapat membantu guru bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat. sehingga mereka memiliki ilmu pengeratahuan yang kuat. Dengan kata lain. tuntas dan tidak setengah-setengah. maka peserta didik dapat dibantu dean dibimbing untuk mampu berkompetitif di masyarakat abad 21 yang ditandai dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat. serta didukung dengan kepemilikan kepribadian yang prima. Kepribadian diri seorang guru profesional adalah kepribadian yang prima yang secar ektrim dikatakan oleh Maister dalam buku True Professionalism bahwa ³professionalism is predominantly an attitude. Mereka harus didorong. not a set of competencies´. maka disadari ata tidak pengembangan profesi guru secara berkesinambungan mutlak dilakukand alam kondisi formal maupun tidak di dalam perencanaan pengembangan profesional. keterampilan. maka diharapkan guru akan terampil membangkitkanminat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu. sehingga guru benar-benar menjadi tenaga profesional yang dapat memenuhi berbagai tantangna dan menyelesaikan berbagai persoalan di dalma melaksanakan tugas rutinnya maupun hal-hal lain yang tak terduga yang dihadapinya sehari-hari di dalam proses pendidikan yang profesional. Berbagai strategi pengembangan perlu dikembangkan secara komprehensif. B. Proses pengembangan profesionalisme gur ini dapat ditumbuh-kembangkan bukanhanya untuk berlangsung di LPTK tetapi juga harus terjadi di dalam praktekpraktek pendidikan lainnya (pre-service and in-service). tuntas dan tidak setengah-setengah tetapi tidak kalah pentingnya untuk membantu mereka memiliki kepribadian yang matang dan terus berkembang. Dengan demikian guru akan memiliki kesempatan berbagai kegiatan pengembangan. mak ahubungan natara manusia dengan manusia menjadi penting untk diperhatikan dalam rangka pengembangan profesionalisme guru. dan difasilitasi secara optimal untuk melakukanberbagai kegiatan pengembangan.

Memiliki kepribadian yang prima. dan sebagainya saling berintegrasi untuk memberikan . Kontribusi tersebut dimungkinkan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesional guru bersangkutan maupun orang lain. Oleh karena itu. Sementara itu. kegiatan diskusi kelompok kecil. Workshop in-service. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. Maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi. antara lain: Memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Walaupun disadari bahwa seringkali bahwa berbagai bentuk kursus/pelatihan tradisional ini seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan praktis dari pekerjaan guru.dari karakteristik guru untuk masyarakat abad 21 yang akan disimpulkan dari penjelasan sebelumnya. perkuliahan tingkat sarjana/pasca sarjana. Berpartisipasi di dalam kursus dan program pelatihan tradisional (termasuk di dalamnya pendidikan lanjut). Tujuan utama kebanyakan konferensi atau pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. Sebagaimana diketahui bahwa jurnal atau bentuk makalah ilmiah lainnya secara berkesinambungan diproduksi oleh individual pengarang. Ia juga memiliki kolom berita yang berkaitan dengan pertemuan. seminar. sebagai bagian dari pelatihan tradisional. informasi pertemuan untuk bertukar pikiran atau ide-ide baru. Berpartisipasi di dalam kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah. antara lain sebagai berikut: Berpartisipasi di dalam pelatihan berbasis kompetensi. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. Walaupun artikel dalam jurnal cenderung singkat. konferensi adalah bentuk-bentuk pilihan pelatiahn yang sudah lama ada dan diakui cukup bernilai. internet. dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. pameran. lembaga pendidikan maupun lembaga-lembaga lain. Selanjutnya dengan meningkatnya pengetahuan seiring dengan bertambahnya pengalaman. Partisipasi guru minimal pada kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah setiap tahun akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggungjweabanya penyampaian makalah utama. dan sebagainya yang mungkin menarik bagi guru. maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. dan sebagainya). seminar. tetapi ia mengarahkan pembacanya kepada konsep-konsep baru dan pandangan untuk menuju kepada perencanaan dan penelitian baru. ameran ilmiah. tuntas dan tidak setengah-setengah. Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. guru juga dapat mengambangkan profesionalismenya melalui pendidikan lanjut di universitas/LPTK. program pendidikan. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. Jurnal atau bentuk karya ilmiah lainnya tersebut tersebar dan dapat ditemui diberbagai pusat sumber belajar (perpustakaan. guru mungkin dapat membangun konsep baru. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. keterampilan khusus dan alat/media belajar untuk dapat kontribusikan kepada orang satu profesi atau profesi lain yang memerlukan. karena penekanannya leibh kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta latihan. Oleh karenanya. Konferensi atau pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. suatu kombinasi antara materi akademis dengan pengalaman lapangan akan sangat efektif untuk pengembangan kursus/pelatihan trandisional ini.

Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. Pemilihan yang hati-hati program radio dan TV. Selain itu.kesempatan kepada guru untuk memimpin atau menjadi presenter dan bertukar ide-ide dengan lainnya. Berpartisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. dan sering membaca surat kabar juga akan meningkatkan pengetahuan guru mengenai pengambangna mutakhir dari proses pendidikan. dan sebagainya). membuat laporan penelitian. Secara lebih rinci bagaimana penelitian tindakan kelas ini dilakukan akan dijelaskan secara aplikatif dalam modul penelitian tindakan kelas pada masing-masing bidang studi. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi proesional yang dapat memberi manfaat untuk bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. sehingga guru akan menjadi lebih aktif di dalam komunitas ilmiahnya. menghadiri konferensi atau pertemuan ilmiah juga memberikan kesempatan kepada guru untuk membangunan jaringan kerjasama dengan orang lain yang seprofesi atau tidak untuk saling bertukar permasalahan dan mencapai keberhasilan. memperdalam tugasnya. Dalam hal ini. Dalam rangkaian perkuliahan umum berbagai inovasi baru dalam pendidikan biasanya dipresentasikan. Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untukmeningkatkan kemantapan rasional. Menggunakan sumber-sumber media pemberitaan. Magang. guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. Berbeda dengan pendekatan training yang konvensional. Berbagai bentuk media tersebut seringkali memuat artikel-artikel maupun program-program yang berkaitan dengan berbagai isu atau penemuan terkini mengenai pendidikan yang disampaikan dan dibahas secara mendalam oleh para selektif yang terkait dengan bidang yang ditekuni guru akan dapat membantu proses peningkatan profesionalisme guru. Kebanyak dari mereka berhubungan degnan berbagai isu termasuk pendidikan. dan memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajarna berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. fokus pelatihan magang ini adalah kombinasi antara materi akademis dengan suatu pengalaman lapangan di bawah supervisi guru yang senior dan pengalaman (guru yang lebih profesional). (2) membangun hubungan . Melakukan penelitian (khususnya penelitian tindakan kelas). Biasanya perguuan tinggi lokal atau organisasi profesi sering mengadakan perkuliahan atau presentasi ilmiah yang dibawakan oleh tenaga ahli yang terbuka bagi umum. Menghadiri perkuliahan umum atau presentasi ilmiah. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru antara lain untuk: (1) secara aktif berpartisipasi di dalam kegiatan yang menantang dan menarik (misalnya melakukan penelitian. penulisan/penerbitan karya ilmiah. maka akan berdampak kepada peningkatan profesionalisme guru. Pada kesemaptan tersebut guru akan belajar berbagai keterampilan baru atau teknik-teknik/metodologi mutakhir dalma proses penddikan yang tentunya sangat diperlukan untuk mengembangkan profesinya. Bentu pre-service atau in-service bagi guru junior untuk secara gradual menjadi guru yang profesional melalui proses magang di kelas tertentu dengan bimbingan gur bidang studi tertentu. Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak denganahli pendidikan dalam rangka merefleksikan dan sekaligur meningkatkan praktik pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. industri. Ikut serta menjadi anggota organisasi/komunitas profesional juga akan meningkatkan profesionalisme untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengna membangun hubungan yang erat degan masayrakat (swasta. dan sebagainya).

dan mampu memotivasi dan meningkatkan minat anak didik terhadap ilmu pengetahuan dan teknlogi yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupannya di dalam masyarakat abad 21 yang penuh dengan perasaingan. Read more at: http://aadesanjaya. Mengunjungi profesional lainnya di luar sekolah. dan semakin guru merasakan akuntabel semakin termotibasi untuk mengembangkan dirinya. Seseoran gcenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutahkhir akan leibh mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. Bertukar pikiran atau berdiskusi dengan orang-orang (profesional lainnya di luar sekolah) yang memiliki minat yang sama dengna guru tetapi memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang pendidikan melibihi dirinya akan sangat menarik bagi guru.blogspot. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk medapatkannya. Kesempatan tersebut akan menjadi suaut alat belajar yang produktif bagi guru dalam rangka memunculkan berbagai ide-ide yang dapat diimplementasikan di sekolahnya. kepribadian yang prima. maka guru semakin meraskan akuntabel. Bekerja dengan profesional lainnya di dalam sekolah. . Kesimpulan jika guru mengambil manfaat secara penuh dari berbagai strategi pengembangan diri sebagiamana dijelaskan di atas.html Copyright aadesanjaya. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidkan termasuk bekerjasama dalam berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan. menyediakan forum-forum untuk menyatukan berbagai pandangan tentang anak didik dan pembinaannya). Dengan kata lain pengimpelementasian secara terintegrasi dari berbagai strategi pengembangan profesi guru tersebut akan dapat membantu untuk memelihara secara efektif program pengembangan profesionalisme guru. Sasaran Sikap Profesional Guru sebagai pendidikan profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya.com Sikap Profesional Keguruan A. mengunjungi profesional yang lainn di luar sekolah merupakan metode yang snagant berharga untuk memperoleh informasi terkini dalam rangka proses pengembangan profesional guru. dan sebagainya).com/2010/11/pengembangan-profesikeguruan. Jika kekayaan informasi tersebut dikombinasikan secara utuh akan dapat membantu guru untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang utuh dan kuat.blogspot. (3) memiliki kemampuan dan pengalaman dalam rangka pengembangan pendidikan (misalnya pengembangan kurikulum.dengan masyarakat secara baik (misalnya membangun partipasi masyarakat untuk efektivitas proses pembelajaran. Semakin guru terlibat dalam perolehan informasi. penyediaan konsulatasi untuk melakukan inobasi. maka guru akan memperoleh suatu kekayaan informasi. guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pegnetahuannya. Oleh karenanya. melaksanakan dan mengevaluasi program-program sekolah).

pembinaan generasi muda dengan menggiatkan kegiatan karang taruna. Setiap guru Indonesi awajib tunduk dan taat kepada ketentuan-ketentuan pemerintah. sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut. atau beberapa orang pengurus tertentu saja. menghayati. Baimana guru meningkatkan pelayanannya. Dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian. atau sekretaris. apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. di pusat maupun di Daerah. Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan ialah segala peraturan-peraturan pelaksanaan baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. dan kewajiban para anggotanya Organisasi PGRI merupakan suatu sistem. Organisasi profesional harus membina mengawasi para anggtoanya. maupun departemen lain dalam rangka pembinaan pendidikan di negara kita. peningkatan mutu pendidikan. Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang meruapakankebijaksanaan yang akan dilaksanakan oleh aparatnya. guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. agar lebih berdaya guna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. teman-temannya serta anggota masyarakat. yakni sikap profesional keguruan terhadap: Peraturan perundang-undangan. baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen yang berwenang mengatur pendidikan.Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari. guru harus bertindak sesuai dengan tujuan sistem. di mana unsur pembentukannya adalah guruguru. Kebijaksanaan pemerintah tersebut biasanya akan dituangkan ke dalam bentuk ketentuan-ketentuan pemerintah. Oleh karena itu. Tempat kerja. B. meningkatkan pengetahuannya. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-undangan Dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia. tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan denga profesinya. dan lain-lain. Sikap Terhadap Organisas Profesi Guru secara bersama-sama memelihara dan meningktkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. pemerataan kesempatan belajar antara lain dengan melalui kewajiban belajar. tetapi yang dimaksud dengan organisasi di sini adalah semua anggota dengna . Pemimpin. Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat. Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. Dari ketentuan-ketentuan pemerintah ini selanjutnya dijabarkan ke dalam program-program umum pendidikan. Anak didik. Ada hubungan timbal balik antara naggota profesi dengan organisasi. Siapakah yang dimaksud dengan organisasi itu? Jelaskan yang dimaksud bukan hanya ketua. Organisasi profesi. serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya. serta Pekerjaan. yang meliputi antara lain: pembangunan gedung-gedung pendidikan. Dalam bidang pendidikan ia harus taat kepada kebijaksanaan dan peraturan. Karena itu. baik dalam melaksanakan kewajiban maupun dalam mendapatkan hak. Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannya. C. di pusat maupun di daerah dalam rangka melaksanakan kebijaksanan-kebijaksanaan pendidikan di Indonesia. Keberhasilan usaha tersebut sangat tergantung kepada kesadaran para anggotanya. sering menjadi perhatian masyarakat luas. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola tingkah laku guru dalam memahami. memberi arahan dan dorongan kepada naka didiknya dan bagaimana cara guru berpaiakan dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa. Teman sejawat. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan. rasa tanggung jawab.

Kewajiban membina organisasi profesi merupakan kewajiban semua anggota dan semua pengurusnya. karena pejabat-pejabat dalam organisasi merupakan wakil-wakil formal dan keseluruhan anggota organisasi. Secara perseorangan peningkatan mutu profesi seorang guru dapat dilakukan baik secara formal maupun secara informal. sekolah. ataupun juga dapat dilakukan secara bersama. seminar. Peningkatan mutu profesi keguruan dapat pula direncanakan dan dilakukan secara bersama atau berkelompok. Dan mereka pula yang mengambil tindakan apabila diperlukan. D. wajib berpartisipasi guna memelihara.´ Ini berarti bahwa: (1) Guru hendaknya menciptakan dan memlihara hubngan sesama guru dalam lingkungan kerjanya. apakah ia sebagai pengurus atau anggota biasa. dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya. Usaha peningkatan dan pengembangan mutu profesi dapat dilakukan secara perseorangan oleh para anggotanya. lokakarya. Dalam kenyataannya. secara informal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan infomal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan informasi dari mass media (surat kabar. semangat kekeluargaan. sehingga pemanfaatnya menjadi efektif dan efisien. adalah contoh-contoh. pendidikan lanjutan. Oleh karena itu. dapat dilakukan dengan berbagai cara. kegiatan berkelompok yang diatur tersendiri. dan meningkatkan mutu organisasi profesi. melainkan dapat juga dilakuka setelah yang bersangkutan lulus dari pendidikan prajabatan ataupun sedang dalam melaksanakan jabatan. semua anggota dan pengurus organisasi profesi. Dengan perkataan lain setiap anggota profesi. maka merekalah yang melaksanakan tindakan formal berdasarkan wewenang yang telah didelegasikan kepadanya oleh seluruh anggota organisasi itu. dan lain-lain) atau dari buku-buku yang sesuai dengan bidang profesi yang bersangkutan.seluruh pengurus dan segala perangkat dan alat-alat perlengkapannya. Untuk meningkatkan mutu suatu profesi. maupun kuliah di perguruan tinggi atau lembaga lain yang berhubungan dengan bidang profesinya. Setiap anggota harus memberikan sebagian waktunya untuk kepentingan pembinaan profesinya. dan kesetiakawanan sosial. khususnya profesi keguruan. merekalah yang mengkomunikasikan segala sesuatu mengenai sikap profesi kepada para anggotanya. membina. Peningkatan secara formal merupakan peningkatan mutu melalui pendidikan dalam berbagai kursus. atau bahkan kuliah di suatu lembaga pendidikan yang diatur secara tersendiri. simposium. televisi. para pejabat itulah yang memegang peranan fungsional dalam melakukan tindakan pembinaan sikap organisasi. Sikap terhadap Teman Sejawat Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahawa ³Guru memelihara hubungan seprofesi. radio. Kalau sekarang kita lihat kebanyakan dari usaha peningkatan mutu profesi diprakarsai dan dilakukan oleh pemerintah. dan semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut. Dalam hal ini Kode Etik . dan berbagai kegiatan akademik lainnya. kegiatan pembinaan profesi tidak hanya terbatas pada pendiidkan prajabatan atau pendidikan lanjutan di perguruan tinggi saja. studi perbandingan. Kegiatan berkelompok ini dapat beruap penataran. maka di waktu mendatang diharapkan organisasi profesilah yang seharusnya merencanakan dan melaksanakannya. Misalnya program penyetaraan D-III guru-guru SMP. dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi. Jadi. lokakarya. misalnya dengan melakukan penataran. majalah. Lamanya program peningkatan pembinaan itu pun beragam sesuai dengan yang diperlukan. sesuai dengan fungsi dan peran organisasi itu sendiri. Di samping itu. pendidikan dalam jabatan.

2. Sedangkan hubungan keleuargaan ialah hubungan persaudaraan yang perlu dilakukan. Hal ini tidak boleh terjadi karena kalau diketahui murid ataupun orang tua murid. 1979). Hubungan formal ialah hubungan yang perlu dilakukan dalam rangka melakukan tugas kedinasan. dan harmonis. Agar setiap personel sekolah dapat berfungsi sebagimana mestinya. Hal ini juga dapat mendatangkan pengaruh yang negatif kepada anak didik. jika terdapat kesalahan-kesalihan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya. untuk kadang-kadang bersikap kurang sungguh-sungguh dan kurang bijaksana. Berhasil tidaknya sekolah membawakan misinya akan banyak bergantung kepada semua manusia yang terlibat di dalamnya. akan tumbuh rasa senasib sepenanggungan seta menyadari akan kepentingan bersama. tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain (Hermawan. 1. agar jangan terjadi keadaan yang berlarut-larut. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Kerja Seperti diketahui. akan terdapat perbedaan-perbedaan pikiran. Oleh sebab itu. dan lain sebagainya. sikap. Sebagai saudara mereke berkewajiban saling mengoreksi dan saling menegur. Sikap profesional lain yang perlu ditumbuhkan oleh guru adalah sikap ingin bekerja sama. antara lain terdapat kalimat yang menyatakan bahawa setiap dokter akan memperlakukan teman sejawatnya sebagai saudara kandung. Dengan ucapan ini para dokter menganggap profesi mereka sebagai suatu keluarga yang harus dijunjung tinggi dan dimuliakan. baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menunjang tercapainya keberhasilan anggota profesi dalam membawakan misalnya sebagai pendidik bangsa. yakni hubungan formal dan hubungan kekeluargaan. apalagi masyarakat luas. Hubungan sesama anggota profesi dapat dilihat dari dua segi. profesi keguruan? Dalam hal ini kita harus mengakui dengan jujur bahwa sejauh ini profesi keguruan masih memerlukan pembinaan yang sungguh-sungguh. Meskipun dalam prakteknya besar kemungkinan tidak semua anggota profesi dokter itu melaksanakan apa yang diucapkannya dalam sumpahnya. Dalam suatu pergaulan hidup. tetapi setidak-tidaknya sudah ada norma-norma yang mengatur dan mengawasi penampilan profesi itu. Rasa persaudaraan seperti tersebut. kita perlu saling maaf-memaafkan dan memupuk suasana kekeluargaan yang akrab antara sesama guru dan aparatur di sekolah.Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubngan yang harmonis perilaku diciptakan dengan mewujudkan persaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. mereka akan resah dan tidak percaya kepada sekolah. kemauan. dankepala sekolah ataupun guru dengan semua personel sekolah lainnya. saling harga menghargai. watak. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Keseluruhan Kalau kita ambil sebagai contoh profesi kedokteran. Adapun kebiasaan kita pada umumnya. dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa orang guru ditambah dengan beberapa orang personel sekolah lainnya sesui dengan kebutuhan sekolah tersebut. perasaan. saling pengertian. Sekalipun demikian hubungan tersebut dapat berjalan lancar. Semua personel sekolah in iharus dapat menciptakan hubungan baik dengan anak didik di sekolah tersebut. guru dengan guru. Sekarang apa yang terjadi pada profesi kita. mutlak adanya hubunga yang baik di antara sesma personel yaitu hubungan baik antara kepala sekolah dengan guru. Jika ini sudah berkembang. tenteram. sehingga hal ini menimbulkan keretakan di antara sesama kita. jika di antara meraka tumbuhan sikap saling pengertian dan tenggang rasa antara satu dengna lainnya. dan tanggung jawab. bagikita masih perlu ditumbuhkan sehingga kelak akan . maka dalamsumpah dokter yang diucapkan pada upacara pelantikan dokter baru. bagaimanapun kecilnya jumlah manusia.

Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan sebagai insan dewasa. Dalam tut wuri terkandung maksud membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikannya. Terhadap guru sendiri dengan jelas juga dituliskan dalm salah satu butir dari Kode Etik yang berbunyi: ³Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. Ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus dapat memberi contoh. dan prinsip pembentukan manusi Indonesia seutuhnya. dalam arti membimbing atau mengajarnya. yakni: tujuan pendidikan nasional. yaitu: Guru sendiri. Hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat sekeliling. baik jasmani maupun rohani. ing madyo mangun karso. Hal ini disadari dengan sebaik-baiknya oleh seetiap guru. apalagi memaksanya menurut kehendak sang pendidik. E. Penciptaan suasana kerja menantang harus . yakni kepala sekolah. Uraian ini dimaksudkan sebagai perbandingan untuk dijadikan bahan dalam meningkatkan hubungan guru dengan guru sebagai anggota profesi keguruan dalam hubungan keseluruhan. Tiga kalimat padat yang terkenal daari sistem itu adalah ing ngarso sung tulodo. guruharus aktif mengusahakan suasan yang baik itu dengna berbagai cara. atau mendidik saja. utuh. Sikap Terhadap Anak Didik Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa: Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. F. Prinsip yang lain adalah membimbing peserta didik. staf administrasi dan siswa. bukan mengejar. baik jasmani. 2/1989 tentang Pendidikan Nasional. Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. serta pengaturan organisasi kelas yang mantap. Peseta didik tidak dapat dipandang sebagai obyek semata yangharus patuh kepada kehendak dan kemauan guru. Pengertian membimbing seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam sistem amongnya. tidak menjalin hubungan yang baik di antara sesamanya. tetapi juga harus memeperhatikan perekmbangan seluruh pribadi peserta didik. baik dengan penggunaan metode mengajar yang sesuai. sosial maupun yang lainnya yan gsesuai dengna hakikat pendidikan. tidak hanya berilmu tinggi tetapi juga bermoral tinggi pula. Dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap menentukan ke arah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Mottto tut wuri handayani sekarang telah diambil menjadi motto dari Departemen Pendidikan Nasional RI. dan harus dapat mengendalikan peserta didik. harus dapat memberikan pengaruh. dan bukanlah mendikte peserta didik. Suasana yang haromis di sekolah tidak akan terjadi bila personil yang terlihat di dalamnya.´ Oleh sebab itu. Prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat. dan guru berkewajiban menciptakan suasana yang demikian dala lingkungannya. Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang ufur dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. ataupun pendektan lainnya yang diperlukan. yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. guru. Untuk menciptakan suasana kerja yang baik ini ada dua hal yang harus diperhatikan.dapat kita lihat bahwa hubungan guru dengan teman sejawatnya berlangsung seperti halnya dengan profesi kedokteran. Sikap Terhadap Tempat Kerja Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja akan meningkatkan produktivitas. prinsip membimbing. maupun dengan penyediaan alat belajar yang cukup. dan tut wuri handayani. Dalam handayani berarti guru mempengaruhi peserta didik. rohani. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja.

dilengkapi dengan terjalinnya hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya. Agar pendidikan di luar ini terjalin dengan baik dengan apa yang dilakukan oleh guru di sekolah diperlukan kerja sama yang baik antara guru. misalnya dengan cara mengundang orang tua sewaktu pengambilan rapor. H. ia akan berbuat apa pun agar kariernya berhasil baik. yakni di rumah dan di masyarakat sekitar. guru akan berada dala bimbingan dan pengawasan pihak atasan. mengikutsertakan persatuan orang tua siswa atau Komite Sekolah dalam membantu meringankan permasalahan sekolah. Sikap Terhadap Pekerjaan Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik. Dapat saja kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut berupa tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka. baik di sekolah maupun di luar sekolah. ia committed dengan pekerjaannya. terutama menanggulangi kekurangan fasilitas ataupun dana penunjang kegiatan sekolah. Dalam menjalin kerjasama dengan orang tua dan masyarakat. Artinya. guru harus selalu dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. Keharusan guru membina hubungan dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya ini merupakan isi dari butir ke lima Kode Etik Guru Indonesia. G. orang tua.oleh sebab itu. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir yang keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi: Guru secara pribadi dan bersama-sama. namun bila seseorang telah memilih untuk memasuki profesi guru. baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar. dalam hal ini peserta didik dan para orang tuannya. dan masyarakat sekitar. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Ini dimaksudkan untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. dan mutu layanannya. di mana tiap anggota organisasi itu dituntut berusaha untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan organisasi tersebut. amatlah beralasan bahwa orang tua dan masyarakat bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka. mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. terutama bila berhubungan dengna peserta didik yang masih kecil. Barangkali tidak semua orang dikaruniai sifat seperti itu. di waktu justru digunakan peserta didik di luar sekolah. keterampilan. Oleh karenay. Ia harus mau dan mampu melaksanakan tugsnya serta mampu melayani dengan baik pemakai jasa yang membutuhkannya. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat. mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar. yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. baik secara pribadi maupun secara kelompok. ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu. Sikap Terhadap Pemimpin Sebagai salah seorang anggota organisasi. dapat kita simpulkan bahwa sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif. Dalam butir keenam ini dituntut kepada guru. Kerja sama juga dapat diberikandalam bentuk usulan dan malahan kritik yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bersama dan kemajuan organisasi. dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati. Guru . Sudah jelas bahwa pemimpin suatu unit atau organisasi akan mempunyai kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya. Orang yang telah memilih suatu karier tertentu biasanya akan berhasil baik. sekolah dapat mengambl prakarsa. guru selalu dituntut untuk secara terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. Hanya sebagian kecil dari waktu. untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. bila dia mencitai dengan sepenuh hati. Oleh sebab itu.

membina.html Copyright aadesanjaya. kualitas maupun profesionalitas guru. Berikut ini diuraikan sejauh mana tantangan guru di masa depan sebagai wawasan dalam rangka menambah khasanah untuk dipergunakan sebagai pertimbangan dalam meningkatkan profesionalisme guru. Masyarakat Teknologi Masyarakat teknologi yang dimaksud adalah suatu masyarakat yang telah melek teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi. koran. perlu melihat karakteristik masyarakat di era globalisasi dikaitkan dengan peran pendidikan. Secaar formal. dan sebagainya. A. sehingga seolaholah dunia menjadi satu tanpa ada sekat yang membatasi bangsa-bangsa. sementara kondisi riil di lapangan masih amat memperhatikan. baik secara kuantitas. Secara informal guru dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya melalui mass media seperti televis.blogspot. .sebagaimana juga dengan profesi lainnya. Untuk meningkatkan mutu profesi secara sendiri-sendiri. yaitu dalam menghadapi masyarakat abad 21. dan memiliki kepribadian serta budi pekerti luhur yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. artinya guru mengikuti berbagai pendidikan lanjutan atua kursus yang sesuai dengan bidang tugas. karena ilmu dan pengetahuan yang menunjang profesi itu selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. motivasi belajar. a. majalah ilmiah. waktu. keinginan. (3) masyarakat madani.com Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Pembahasan sebelumnya memberikan gambaran bahwa secara konsep gur sebagai tenaga profesional harus memenuhi berbagai persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional. dan kemampuannya. radio. Persoalan ini masih ditambah adanya berbagai tantangan ke depan yang masih kompleks di era global ini. negara-negara.com/2010/11/sikap-profesional-keguruan. (2) masyarakat terbuka.blogspot. yaitu: (1) masyarakat teknologi. tidak mungkin dapat meningkatkan mutu dan martabat profesinya bila guru itu tidak meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilannya. sehingga dapat mengubah cara berfikir dan bertindak bahkan mengubah bentuk dan pola hidup manusia yang sama sekali berlainan dengan kehidupan sebelumnya. setidaknya terdapat tiga karakteristik masyarakat di abad 21. Read more at: http://aadesanjaya. dan mengarahkan peserta didik dalam menumbuhkan semangat keunggulan. Sebagai seorang profesional. ataupun membaca buku teks dan pengetahuan lainnya yang cocok dengan bidangnya. Namun emikian. Kemajuan teknologi kkomunikasi telah mebuat jarak dan waktu semakin pendek dan cepat. Menurut Tilaar (1999).guru dapat melakukannya secara formal maupun informal. guru seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas membimbing. Gambaran Masyarakat Abad 21 Untuk memberikan gambaran tentang tantangan guru yang prfeesional di masa depan. kita semua mengetahui bahwa begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang guru dalam upaya untuk melaksanakan tugasnya secara profesional di masa datang.

bukan atas dasar asal-usul atau keturunan. Hal itu mengancam kehiudpan masyarakat lain oleh karena adanya kemungkinan penguasaan atau dominasi oleh mereka yang lebih kuat. serta menjunjung tinggi rasa kebersamaan untuk mencapai kesejahteraan bersama. c.bahkan pribadi-pribadi. Masyarakat madani tumbuh dan berkembang bukan dengan sendirinya dan bukan tanpa . Masyarakat madani adalah masyarakat yang saling menghargai satu dengan yang lain. berprestasi dan memberikan sesuatu sesuai dengankapasitasnya. Dalam masyarakat terbuka. dan berprestasi. ulet. dan fasilitas kepada masyarakat dan peserta didik untukmemperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. maka akan menjadi manusia dan masyarakat yang lemah dan tidak berdaya. tidak kalah pentingnya adalah peran pendidikan dalam memberikan arahan dan bimbingan agar penguasaana teknologi tidak menjadi bumerang bagi masyarakat. sehingga tidak menjadi korban dan tertindas oleh zaman yang penuh dengan persaingan. tidak berdaya dan miskin. Masyarakat Terbuka Lahirnya teknologi komunikasi yang demikian maju. peran pendidikan sangat penting dan strategis. Setiap manusia mempunyai kesempatan yang tidak terbatas untuk belajar dan megnembangkan diri atau bahakan melalui kapasitasnya memberikan sumbangankepada masyarakat lainnya. yang disebabkan kurangnya penghayatan terhadap etika. yang mengakui akan hak-hak asasi manusia. tetapi berdasarkan pada kemampuan individual. yang berprestasi dan yang memilikimodal terhadap masyarakat yang lemah. Manakala pendidikan mengisyaratkan adanya keharusan peserta didik untuk menguasai teknologi. Peran pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu masyarakat dan bangsa. yang pada akhirnya melahirkan masyarakat terbuka. sehingga komunikasi antar pribadi menjadi makin dekat dan hampir tanpa hambatan. dalam masyarakat terbuka diperlukan manusia yang mampu mengembangkan kapasitasnya agar menjadi manusia dan bangsa yang kuat. Untukitu. lebih kreatif dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu. Selain itu. agar tidak menjadi bangsa pelayan yang dapat diperintah bangsa lain. disiplin. yang pada akhinya akan menjadi boneka atau korban bagi mereka yang lebihkuat. berkarya. memiliki toleransi dan tanggungjawab terhadap kehiudpan pribadi maupun masyrakatnya. maka tentu tidak kalah pentingnya peran guru itu sendiri untuk lebih dulu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan teknologi terkini kepada peserta didiknya. dalam mengiringi kemajuan teknologi tersebut diperlukan upaya penghayatan. dorongan. kreatif. Kemajuan teknologi dapat memajukan kehidupan manusia. Tetapi sebaliknya. termasuk nilai-nilai etis yang diyakini kebenarannya. terutama dalam memberikan bimbingan. yang menghormati prestasi individual. baik masyarakat lokal maupun masyarakat dunia. Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan wujud dari suatu masyarakat terbuka. antara bangsa satu dengan bangsa lain dapat saling mempengaruhi dalam berbagai hal. termasuk mempengaruhi budaya bangsa lain. dan masyarakat yang turut bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dari masyarakatnya. agar kehidupan manusia tidak terancam oleh karena kemjuan teknologi itu sendiri. semangat. bila kapasitas sumber daya manusia itu tidak dikembangkan. membuat dunia menjadi satu seolah tanpa sekat. di mana setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. di samping penguasaan teknologi itu sendiri. tetapi dapat pula menghancurkan kebudayaan umat manusia. b. Dalam maysarakat seperti itu. Pendidikan dapat menumbuhkan pemahaman etika yang benar. Masayraakat madani tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat yang saling hormatmenghormati.

lunturnya rasa hormat dengan orang tua. Penguatan nilai kesatauan dan pembinaan moral bangsa Krisis yang berkepanjangan memberi kesan keprihatinan yang dalam dan menimbulkan berbagai dampak yang tidak menguntungkan terhadap kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Tantangan Internal a. Tantangan guru profesional untuk menghadapi masyarakat abad 21 tersebut dapat dibedakan menjadi tantangna yang bersifat internal dan kesternal. b. Dalam pengertian ini. Pendidikan pada dasarnya tidak terlepas dari peran penting guru sebagai tulang punggung dan penopang utama dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Pengembangan nilai-nilai demokrasi Demokrasi dalam bidang pendidikan adalah membangun nilai-nilai demokratis. Kunci terwujudnya masyarakat madani adalah pendidikan. termasuk potensi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai bentuk untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan. yaitu kesamaan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak dan juga kewajiban yang sama bagi masyarakat untuk membangun pendidikan yang bermutu. B. Pendidikan berupaya menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik dan tantangan nyata bagi guru adalah bagaimana seorang guru memilikikepribadian yang kuat dan matang untuk dapat menanamkan nilai-nilai moral dan etika serta meyakinkan peserta didik terhadap pentingnya rasa kesatuan sebagai bangsa. 1. yang pada akhirnya dikhawatirkan dapat mengancam kesatuan dan persatuan sebagai bangsa. Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Berdasarkan paparan di atas. Sejalan dengan itu. kritis. kreatif. pelaksanaan otonomi daerah. dan mulai adanya indikasi tidak saling menghormati antara sesama teman. setidaknya kita dapat memperoleh gambaran tentang apa dan bagaimana karakteristik masyarakat pada abad 21 dan apa peran pendidikan pada masa yang akan datang serta tantangan bagi seorang guru untuk menyikapinya. dan fenomena rendahnya mutu pendiidkan. guru sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri mempunyai tantangan bagiamana membantu dan mengembangkan diri peserta didik menjadi manusia yang tekin. tetapi masyarakat yang dibangun melalui pendidikan. perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam sistem pendidikan nasional. pengembangan nilainilai demokrasi. sering terjadinya benturan fisik antara peserta didik. karena melalui pendidikan dapat dibangun sumberdaya yang berkualitas dengna kepribadian yang sesuai dengan budaya serta kesadaran individu hidup berdampingna untuk mencapai tujuan bersama. Rasa persatuan yang telah berhasil ditanam berarti bahwa seseorang merasa bangga menjadi bangsa Indonesia yang berarati pula bangsa terhadap kebudayaan Indoensia yang menjunjung tinggi etika dan nilai luhur untuk siap menjadi masyarakat abad 21 yang kuat dan dapat mewujudkan demokrasi dalam arti sebenarnya. Sementara tantangan eksternal adalah tantangan guru profesional dalam menghadapi abad 21 dan sebagai bagian dari masyarakat dunia di era global. Hal itu terutama dapat dilihat mulai adanya gejala menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat. diantaranya penguatan nilai kesatuan dan pembinaan moral bangsa.upaya terencana. Pendidikan berbasis masyarakat dan . dan produktif dan tidak sekedar menjadi manusia yang selalu mengekor seperti µbebek¶ yang hanya menerima petunjuk dari atasan dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. Tantangan intenal adalah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia. menurunnya rasa kebersamaan. pemberlakuan otonomi daerah memberikan peluang melakukan berbagai perubahan dalam penataan sistem pendidikan yang pada hakekatnya adalah memberikan kesempatan lebih besar kepad adaerah dan sekolah untuk mengembangkan proses pendidikan yang bermutu sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

yaitu kehidupan dalam dunia yang terbuka dan seolah tanpa batas. 2. hanya dapat dibentuk oleh suatu sistem pendidikan yang kondusif dan memiliki guru yang profesional dalam bidangnya. tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat sebagai bangsa Indonesia. hanya akan menerima seoran gyang profesional dalam bidang pekerjaannya. menjunjung tinggi rasa kebersamaan. Dengan kata lain. berprestasi. Masyarakat yang demikian menuntut adanya pelayanan yang profesional dari para pelakunya dan guru adalah seorang profesional dalam masyarakat seperti itu. tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Kemampuan individu untuk bersaing seperti itu. seperti pada Olimpiade Fisika. guru dituntut untuk berperlaku dan memiliki karakteristik profesional oleh karena tuntutan dan sifat pekerjaanya dan bersaing dengan profesi-profesi lainnya. tantangan bagi guru profresional dalam menghadapi globalisasi adalah bagaimana guru yang mampu memberi bekal kepada peserta didik. seakan-akan dunia seperti sebuah kampuang dengan ciri perdagangan bebas. dan bahkan secara nilai rata-rata di bawah peringkat negara Asean lainnya. diperlukan mutu individu yang kreatif dan inovatif. inovatif. Dalam masyarakat abad 21. Read more at: http://aadesanjaya. Kehidupan global yang terbuka. diperlukan proses pendidikan yang bermutu dan kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah mutu guru.com .blogspot. memerlukan manusia yang bermutu dan dapat bersaing dengan sehat. selain ilmu pengetahuan dan teknologi. secara individual ada beberapa diantara peserta didik mampu menunjukkan prestasinya di lomba-lomba bertaraf internasional. Untuk itu. memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. Proses pendidikan dalma masyarakat abad 21 adalah suatu interaksi antara guru dengna peserta didik sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat yang demokratis dan terbuka. Dengan demikian par asisiwa mempunyai bekal yang memadai. Dalam melakukan persaingan.manajemen berbasis sekolah merupakan perwujudan nyata dari demokrasi dan desentralisasi pendidikan yang bertujuan untuk lebih memberdayakan sekolah dan masyarakat dalam proses pendidikan demi mencapai prestasi sesuai kemampuannya. Untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas. Dengan situasi kehidupan demikian. akan melahirkan tantangan dan peluang untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakatnya. Untuk itu. Tantangan Eksternal Kecenderungan kehidupan dalam era globalisasi adalah mempunyai dimensi domestik dan global. kreatif. termasuk para guru yang profesional. Tantangan guru pada masyarakat abad 21 aldaha bagaimana menjadi seorang guru yang profesional untuk membangun masyarakat yang mandiri. c. dan kompetitif.html Copyright aadesanjaya. saling menghormati atas dasar kemampuan individual. Fenomena rendahnya mutu pendidikan Berbagai hasil studi dan pengamatan terhadap mutu pendidikan pada berbagai negara menunjukkan bahwa secara makro mutu pendidikan di Indonesia masih rendah.blogspot. juga menanamkan sikap disiplin.com/2010/11/tantangan-guru-sebagaitenaga. Walaupun demikian. kompetisi dan kerjasama yang saling menguntungkan. tantangan bagi guru dalam wacana desentralisasi pendidikan adalah bagaimana melakukan inovasi pembelajaran sehingga dapat membimbing dan menuntun peserta didik mencapai prestasi yang diharapkan. dan mematuhi nilai-nilai hukum yang berlaku dan disepakati bersama. Guru memiliki peran strategis dalam rangka mewujudkan prestasi bagi peserta didiknya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful