Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta

didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

[sunting] Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?] Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

[sunting] Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
y y y y

Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat. Melestarikan kebudayaan. Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
y

y

y

Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka. Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga

y

diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya. Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
y y y y y

Transmisi (pemindahan) kebudayaan. Memilih dan mengajarkan peranan sosial. Menjamin integrasi sosial. Sekolah mengajarkan corak kepribadian. Sumber inovasi sosial.

Makalah Tentang Model Pembelajaran Kooperatif Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam membelajarkan matematika kepada siswa, apabila guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran matematika cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan tersiksa. Oleh karena itu dalam membelajarkan matematika kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.

B. Tujuan Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca,

khususnya para mahasiswa jurusan matematika, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Lampung agar nantinya dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.

Bab II Model Pembelajaran Kooperatif

A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Usaha-usaha guru dalam membelajarkan siswa merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama. Menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani(2005), model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran. Pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guru adalah model pembelajaran kooperatif.

Apakah model pembelajaran kooperatif itu? Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Nur (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran yang lain. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.

B. Prinsip Dasar Dan Ciri-Ciri Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Nur (2000), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif

sebagai berikut: 1.Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. 2.Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota 3.kelompok mempunyai tujuan yang sama. 4.Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya. 5.Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi. 6.Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. 7.Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Sedangkan ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : 1. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai. 2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. 3. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masingmasing individu. Dalam pembelajaran kooperatif dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain.

C. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Terdapat 6(enam) langkah dalam model pembelajaran kooperatif. 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan

Evaluasi.Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja siswa dalam kelompok kelompok belajar. Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Bab III Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD A. 2. 4. 5. 1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. 3. 6.Membimbing kelompok belajar.kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa.Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok . Guru menyajikan informasi kepada siswa. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya. jenis kelamin dan suku. B. Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana.Memberikan penghargaan. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin. Guru menginformasikan pengelompokan siswa. dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif. Tipe pembelajaran inilah yang akan diterapkan dalam pembelajaran matematika. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Model STAD. Guru memberi penghargaan hasil belajar individual dan kelompok. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan. saat kuis mereka tidak boleh saling membantu. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. 1. Menyajikan informasi.

Materi pelajaran dipresentasikan oleh guru dengan menggunakan metode pembelajaran. Dalam menjawab tes. Praktek terkendali Praktek terkendali dilakukan dalam menyajikan materi dengan cara menyuruh siswa mengerjakan soal. Penyajian Materi Pelajaran a. siswa tidak diperkenankan saling membantu. Perlu diingat pembagian itu harus diseimbangkan sehingga setiap kelompok terdiri dari siswa dengan siswa dengan tingkat prestasi seimbang. mengulang konsep dan menjawab pertanyaan. Kemudian menetapkan siswa dalam kelompok heterogen dengan jumlah maksimal 4 . b). latar belakang sosial. siswa diberikan tes secara individual.6 orang. Siswa mengikuti presentasi guru dengan seksama sebagai persiapan untuk mengikuti tes berikutnya b. memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan masalah agar siswa selalu siap dan dalam memberikan tugas jangan menyita waktu lama. Guru memberi bantuan dengan memperjelas perintah. Pendahuluan Di sini perlu ditekankan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok dan menginformasikan hal yang penting untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari.60 menit secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja dalam kelompok. 5.Kegiatan kelompok Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan yang akan dipelajari siswa. 4. atau memperbaiki miskonsepsi.Evaluasi Dilakukan selama 45 . Isi dari LKS selain materi pelajaran juga digunakan untuk melatih kooperatif.Kemampuan akademik (pandai. Kelompok diharapkan bekerja sama dengan sebaik-baiknya dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran. Dalam kegiatan kelompok ini. Pengembangan Dilakukan pengembangan materi yang sesuai yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. Jika siswa telah memahami konsep maka dapat beralih kekonsep lain. c. Jenis kelamin. kesenangan bawaan/sifat (pendiam dan aktif). membandingkan jawaban. aturan heterogenitas dapat berdasarkan pada : a). Pertanyaan-peranyaan diberikan penjelasan tentang benar atau salah. Di sini siswa belajar untuk memahami makna bukan hafalan. 3.Sebelum menyajikan guru harus mempersiapkan lembar kegiatan dan lembar jawaban yang akan dipelajarai siswa dalam kelompok-kelomok kooperatif. Penghargaan kelompok Setiap anggota kelompok diharapkan mencapai skor tes yang tinggi . para siswa bersama-sama mendiskusikan masalah yang dihadapi. Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan sebagai nilai perkembangan kelompok. 2. dll. Setelah kegiatan presentasi guru dan kegiatan kelompok. sedang dan rendah) Yang didapat dari hasil akademik (skor awal) sebelumnya.

Materi-materi matematika yang relevan dengan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah materi-materi yang hanya untuk memahami fakta-fakta. 6. Materi Matematika yang Relevan dengan STAD. hebat dan super. D. Simpulan 1. Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dalam seting pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengubah pembelajaran dari teacher center menjadi student centered. dll. himpunan-himpunan.karena skor ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan skor rata-rata kelompok. Dengan penyajian materi yang tepat dan menarik bagi siswa. 3. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda 2. C. konsepkonsep dasar dan tidak memerlukan penalaran yang tinggidan juga hapalan. Kemudian dilakukan perubahan kelompok agar siswa dapat bekerja dengan teman yang lain. misalnya bilangan bulat. sehingga setiap anggota kelompok tidak bisa menggantungkan pada anggota yang lain. Pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. seperti halnya pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memaksimalkan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pada intinya konsep dari model pembelajaran tipe STAD adalah Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut .Perhitungan ulang skor awal dan pengubahan kelompok Satu periode penilaian (3 ± 4 minggu) dilakukan perhitungan ulang skor evaluasi sebagai skor awal siswa yang baru. BAB IV Simpulan dan Saran A. Dari hasil nilai perkembangan. maka penghargaan pada prestasi kelompok diberikan dalam tingkatan penghargaan seperti kelompok baik. Keunggulan Model Pembelajaran Tipe STAD Keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah adanya kerja sama dalam kelompok dan dalam menentukan keberhasilan kelompok ter tergantung keberhasilan individu. bilangan jam.

Saran 1. Budijastuti. sebaiknya guru membuat perencanaan mengajar materi pelajaran. (2006). Surabaya : Universitas Negeri Surabaya. Bahan Ajar Diklat di PPPG Matematika.html Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. (2003). Model dan Strategi Dalam Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: PPPG Matematika. mudah mudahan . Tim PPPG Matematika.Diharapkan guru mengenalkan dan melatihkan keterampilan proses dan keterampilam kooperatif sebelum atau selama pembelajaran agar siswa mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta dapat menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SLTP. Bagaimanakah professional guru?. DAFTAR PUSTAKA Ismail. Widowati. (2003).Agar pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses berorientasi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat berjalan. Contoh Silabus dan RPP Matematika SMP.com/2009/11/makalah-tentang-modelpembelajaran.blogspot. silahkan anda baca makalah di bawah ini. Sri Wardhani. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia. sumber asli: http://makalah-di. 2. dan menentukan semua konsep-konsep yang akan dikembangkan. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia. 2001 Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta: PPPG Matematika. Media Pembelajaran (Model-model Pembelajaran). dan untuk setiap konsep ditentukan metode atau pendekatan yang akan digunakan serta keterampilan proses yang akan dikembangkan. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. Beberapa Teknik.

pengembangan bahan ajar. Galbreath.makalah ini dapat membantu anda. bermakna dan menyenangkan. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. antara lain: (a) sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. Kecilnya anggaran pendidikan. honor. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. baik kesejahteraan secara materiil (gaji. sebagian besar guru SD. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis.Hasan. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. Y. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. Pengertian Profesi Makagiansar.). Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. Menurut Dra. belum lagi dikorupsi sana-sini. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai.SMA. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. J. Secara nasional. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs.SMP. B. M. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif.Pd. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar . pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru.M. maupun pembinaan .Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. dll. BAB I PENDAHULUAN A. Ani M. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru.

Saya tidak punya data. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. Lisensi keguruan. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen.. dengan maraknya sistem les privat. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. mereka keluar begitu saja. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. dll). juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb.lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh pendidikan keguruan. Lalu secara ekonomis. Bahasa Inggris. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. dll. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. Matematika yg diuji dalam UAN.ketika ada peluang lain. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. jengkel. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. pelatihan. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. bukan bakat alami. Harus diakui. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. Itu sebabnya. perbankan. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. dari pengalaman. metode mengajar dan psikologi. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. dll. frustasi. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. Kalaupun diterima. Dan bagi saya itu oke. membuat guru-guru mapel UAN menjadi .

. Padahal keduanya jelas berbeda. Oleh karena itu. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. Karena sekolah merupakan medan belajar. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. diselesaikan. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan . Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. mengajar adalah profesi hati. Kondisi itulah yang harus dihadapi. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. Namun. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. Itu bagus bagi guru tsb. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. menghargai murid. Maka apabila ada kegagalan peserta didik.primadona. Oleh karena itu. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. C. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. dll. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. bukan menyiksa apalagi mengancam. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Dari 18 pasal yang ada. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. C. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. Bisa menimbulkan iri hati.

barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. 1996. Jakarta: Grasindo. Suara Guru No. K.html Supriadi.com/PTRFWEB/journal1040. The Science Teacher. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs). D. Sumargi.html. 1998. (Online) (http://members. 3-4/1996. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. Teacher in England and Wales. Y. realistis.blogspot. Makalah Dipresentasikan. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. aol. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. April/Mei 2001. bukan tanggung jawab orang tua murid. Journal PAT. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. 1991.Yang Maha Esa. 2001. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan.R. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. 1998. http://makalahfrofesikependidikan. C. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. S. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. diakses 7 Juni 2001) Semiawan. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta). September 1998. bukan karena menyuap B. 2001. Stiles. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. tetapi porsinya harus tetap kecil. karena menjadi guru berkat kemampuannya.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. Caranya. memang adalah tanggung jawab negara.E. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. Jakarta: Depdikbud . dan Loucks-Horsley.

program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs.blogspot.SMA. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. sebagian besar guru SD. silahkan anda baca makalah di bawah ini. M. Pengertian Profesi Makagiansar. BAB I PENDAHULUAN A.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A.SMP. mudah mudahan makalah ini dapat membantu anda. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius. pengembangan bahan ajar. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran.html Copyright aadesanjaya.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C. antara lain: (a) .Read more at: http://aadesanjaya. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia.blogspot. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik.com Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. Y. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. Bagaimanakah professional guru?. bermakna dan menyenangkan. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia. Secara nasional. B. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D.

Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. dari pengalaman. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh . mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru.). Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. pelatihan.M. Harus diakui. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. mereka keluar begitu saja. bukan bakat alami. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. Kalaupun diterima. baik kesejahteraan secara materiil (gaji.Pd. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur.sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. Itu sebabnya. Galbreath. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. Dan bagi saya itu oke. Lisensi keguruan. J.Hasan. belum lagi dikorupsi sana-sini. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis.ketika ada peluang lain. dll). dll. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. perbankan. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. Ani M. dll. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. Kecilnya anggaran pendidikan.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar . maupun pembinaan lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. honor. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani. Menurut Dra.

Karena sekolah merupakan medan belajar. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. Matematika yg diuji dalam UAN. pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. C. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. Bisa menimbulkan iri hati. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan.. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. mengajar adalah profesi hati. Itu bagus bagi guru tsb. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan . Oleh karena itu. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. diselesaikan. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. dll. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. dll. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. metode mengajar dan psikologi. membuat guru-guru mapel UAN menjadi primadona. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas.. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. bukan menyiksa apalagi mengancam. Oleh karena itu. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. dengan maraknya sistem les privat. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. Kondisi itulah yang harus dihadapi. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. Bahasa Inggris. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru.pendidikan keguruan. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. jengkel. Saya tidak punya data. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. Lalu secara ekonomis. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. frustasi.

untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. Caranya. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga . kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. menghargai murid. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. Dari 18 pasal yang ada. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. realistis. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. Padahal keduanya jelas berbeda. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. C. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. Namun. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab.

tidak akan muncul generasi pintar yang . Latar Belakang Lagu himne guru menunjukkan betapa pentingnya keberadaan seorang guru bagi kehidupan seorang manusia dalam mengenal dunia.html Supriadi. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat.E. C.rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. diakses 7 Juni 2001) Semiawan. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. 3-4/1996. 1998.blogspot. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. 1991. bukan tanggung jawab orang tua murid. karena menjadi guru berkat kemampuannya. Tanpa guru. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. 2001. memang adalah tanggung jawab negara. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. Sumargi. D.html Copyright aadesanjaya. Teacher in England and Wales.html. aol.blogspot. 1998. A. tetapi porsinya harus tetap kecil. (Online) (http://members. K.R. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs). 1996. dan Loucks-Horsley.com Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru adalah makalah yang berkaitan dengan proritas kerja guru dimana guru itu harus bekerja sesuai dengan profesinya. Makalah Dipresentasikan. Stiles.blogspot. Untuk lebih jelasnya silahkan anda simak makalah di bawah ini. Jakarta: Grasindo. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. karena sebagian guru tidak menerapkan dengan sepenuhnya apa profesi guru yang sebenarnya. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. http://makalahfrofesikependidikan. S.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. Y. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. September 1998. Suara Guru No.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. April/Mei 2001. The Science Teacher. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati.com/PTRFWEB/journal1040. bukan karena menyuap B. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta). Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Jakarta: Depdikbud Read more at: http://aadesanjaya. 2001. Journal PAT.

para guru juga dihargai karena mereka bukan saja mengambil peran amat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Pascakemerdekaan sampai tahun 1950-an. insinyur.Hasan. atau profesi lainnya dibanding menjadi seorang guru. Mereka mendapat imbalan jasa yang memadai untuk hidup sejahtera bersama keluarga. tetapi juga sebagai pemimpin masyarakat yang terhormat. Wanita Guru Pertama dari Mandailing. bu-kan semata-mata segi materinya belaka Pada masa penjajahan Jepang. Dalam buku Siti Sahara. B. Status ekonomi para guru pada waktu itu memang tinggi. tentara. orang wajib menaati pertama-tama gurunya. profesi guru yang dulu merupakan profesi yang paling bergengsi dan menjadi dambaan bagi generasi muda pada zaman leluhur kita.M. Semua orang pasti mengakui jasa seorang guru bagi dirinya walau hanya di dalam hati. relasi guru dengan padepokan-padepokan sebagaimana terungkap dalam hubungan dengan para kyai di pesantren-pesantren. Suatu jumlah yang amat besar waktu itu. Rumusan Masalah Bagaimanakah sebenarnya Prioritas Kesejahteraan Guru Prioritas kerja Profesi Guru A.Pd. pada tahun 1920-an misalnya. guru dicitrakan amat bagus karena berkait erat dengan status sosial (ekonomis. politis dan budaya) pemegang profesi yang bersangkutan dan kredibilitas professional para guru. Ani M. status profesi guru juga masih terhormat. guru diperlukan pemerintahan penjajah dalam rangka menunjang politik etisnya. polisi. PROFESIONAL Secara politis. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. Dari sisi budaya. Akibatnya. Pada masa itu. Guru dipandang sebagai pemimpin masyarakat yang disegani dan mempunyai status ekonomi yang relatif tinggi. status profesi guru memang sangat tinggi. Tingginya citra guru pada zaman penjajahan dan awal kemerdekaan di Indonesia berkait erat dengan citra masyarakat memandang profesi guru.akan membangun bumi ini. Dalam masyarakat Jawa ada ungkapan. guru sungguh dilihat sebagai pemimpin yang digugu dan ditiru. kini menjadi profesi yang kurang diminati dan dihargai dibanding dengan profesi lainnya. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Artinya. Ibu Guru Siti Sahara mempunyai gaji sebesar 40 gulden sebagai guru Kepala Sekolah Wanita di Bireum. Pengertian Profesi Menurut Dra. dalam Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ditulis. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu.5) sen sehari. B. kemudian rajanya. guru ratu wong tuwo akaro. dan . mengingat ungkapan pada masa kolonial mengatakan bahwa seorang inlander cukup hidup dengan segobang (2. citra dan status profesi guru dalam masyarakat juga masih tinggi. Dalam masa awal perjuangan kemerdekaan. Untuk mengetahui prioritas dsan kesahteraan guru C. Pada jaman penjajahan Belanda. Para guru masih dilihat dan diperlakukan bukan hanya sebagai pendidik yang pantas digugu dan ditiru di sekolah. Tujuan Prioritas kerja Profesi Guru. Para guru diberi julukan Sensei yang dalam kebudayaan Jepang mempunyai kedudukan sosial yang amat dihormati. Dengan kebijakan memberikan pendidikan dasar pada sementara inlander untuk tugas-tugas administratif yang diperlukan penjajah. tetapi mereka hanya mengakui dengan tanpa upaya memberikan suatu penghargaan yang lebih dibanding kepada profesi lain. tetapi juga ada yang ikut aktif menjadi tentara rakyat dan berperang mengusir penjajah. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menjadi seorang dokter.

profesionalisme dalam tiga watak kerja yang merupakan persyaratan dari setiap kegiatan pemberian "jasa profesi" (dan bukan okupasi). Persoalannya. dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil. berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan . bahwa kerja seorang profesional . sehingga terpaksa masuk ke pendidikan guru.baru orang tuanya. melainkan suatu kebajikan yang hendak diabdikan demi kesejahteraan umat manusia. eksklusif dan berat. Mending. Ketiga. karena ekonomi keluarganya yang lemah.serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut . Menurut penelitian Dr Martinus Tukir Handoko dari sekian banyak guru sebenarnya pada mulanya tidak mempunyai motivasi menjadi guru. Hal ini perlu ditekankan benar untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi. Lebih lanjut dijabarkan.6 persen dari 993. Guru sangat tergantung pada pekerjaan yang diciptakan oleh orang lain entah itu perorangan. bahwa kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang. Dengan demikian. kini citra guru sudah telanjur terpuruk dan bahkan pekerjaan guru dianggap pelarian karena tidak ada pekerjaan yang lebih layak. ada yang karena dipaksa orang tuanya. Ketiga watak kerja tersebut mencoba menempatkan kaum profesional (kelompok sosial berkeahlian) untuk tetap mempertahankan idealisme yang menyatakan bahwa keahlian profesi yang dikuasai bukanlah komoditas yang hendak diperjual-belikan sekadar untuk memperoleh nafkah. mereka memang bersekolah di Sekolah Pendidikan Guru. Kalau di dalam pengamalan profesi yang diberikan . tetapi sebenarnya tidak mempunyai maksud menjadi guru.untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto. Menjadikan guru sebagai profesi tidak menjamin citra guru akan meningkat. jelas salah satu cara mengangkat citra guru bukan dengan memberikan sertifikasi seperti pengacara atau dokter. menjadi pengacara atau dokter yang memperoleh izin membuka praktik sendiri manakala imbalan dari pekerjaan resminya sangat kecil. yayasan atau pemerintah. Pada mulanya. Menurut data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. melainkan dengan memperbaiki citranya dalam masyarakat. Kedua. Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus. bahwa kerja seorang profesional itu beriktikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti. Perbaikan citra erat kaitannya dengan mengubah cara pandang masyarakat terhadap pekerjaan guru. Ada yang karena tidak diterima di sekolah lain.108 guru yang ada.harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi. dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) di dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. sementara mereka yang sudah menjadi guru beralih ke profesi lain yang memberikan kesejahteraan lebih baik. Dari uraian itu. guru harus patuh terhadap norma-norma yang dibuat oleh kekuasaan di luar dirinya sendiri.diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral . jumlah guru SD yang berpindah profesi per Juli 2004 sudah mencapai 50. Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat. 1999). Pertama. Banyak orang tak mau menjalani profesi tersebut. Bahkan guru semakin dituntut pengabdiannya yang besar kepada masyarakat bahkan dengan imbalan yang amat rendah.

6) kurangnya kematangan emosional. hal itu tidak seimbang dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan.ternyata ada semacam imbalan (honorarium) yang diterimakan. Faktor-faktor tersebut antara lain: Penghasilan yang diperoleh guru belum mampu memenuhi kebutuhan hidup harian keluarga secara mencukupi. hal itu semata hanya sekadar "tanda kehormatan" (honour) demi tegaknya kehormatan profesi. Bahkan. Oleh karena itu. guru yang telah banyak menghasilkan para pemimpin. Saran Mengangkat citra guru. B. berlangganan koran. kini dianggap sebagai profesi "murah" dan menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan. kurangnya minat guru untuk menambah wawasan sebagai upaya meningkatkan tingkat profesionalisme sebab bertambah atau tidaknya pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan tugas rutin tidak berpengaruh terhadap pendapatan yang diperolehnya. dari sisi guru sendiri rendahnya mutu guru tampak dari gejala: 1) lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. mencoba menjadi guru. yang jelas akan berbeda nilainya dengan pemberian upah yang hanya pantas diterimakan bagi para pekerja upahan saja. Hal ini bukanlah harus dilawan oleh guru secara fisik atau perang kata-kata agar yang lain mau mengakui dan menerima guru sebagai tenaga yang profesional yang berjasa bagi pembangunan negeri ini. C. sebagaimana zaman penjajahan. kemandirian berpikir. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul-betul menjadi guru. jelas tidak mungkin. Kalaupun ada. 4) kurangnya wibawa guru di hadapan murid. 2) ketidaksesuaian antara bidang studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan di lapangan dijabarkan. Serta. untuk memenuhi kebutuhan dapur harus juga melakukan kerja sampingan lainnya. maka profesi guru akan membaik. J Sudarminta mengatakan. internet. 5) lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. Kesimpulan Masih rendahnya tingkat profesionalisme guru saat ini disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari internal guru itu sendiri dan faktor lainnya yang berasal dari luar. Mereka yang tidak tertampung oleh pasar kerja. dan keteguhan sikap sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik dan 7) relatif rendahnya kapasitas intelektual calon guru dan para guru. upaya untuk menambah pengetahuan dan informasi menjadi terhambat karena dana untuk membeli buku. Komitmen politik . tidak tersedia. seperti perbaikan insentif material dan kesejahteraan hidup. Kode Etik Guru KODE ETIK GURU INDONESIA Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya Guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan A. meledaknya jumlah lulusan sekolah guru dari tahun ke tahun. Di samping itu. sehingga profesi ini menjadi pekerjaan yang "murah". Ironis memang. politisi dan ilmuwan serta berbagai profesi lainnya. Namun. Hal itu merupakan akibat dari mudahnya pemerintah memberikan izin pendirian LPTK (Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan). jika pemerintah mau sungguh-sungguh. 3) kurang efektifnya cara pengajaran.

Peran Seorang Guru . Azyumardi. dokter. pekerjaan ini tidak dapat dikerjakan oleh sembarang orang tampa memiliki keahlian sebagai seorang guru.blogspot. 1995: 14).2001.Mendiknas mestinya tidak hanya menjadikan guru sebagai profesi tetapi juga didahului dengan perbaikan kesejahteraan dan kualitas guru. Jakarta: Paramadina dan LOGOS Read more at: http://aadesanjaya. Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting di samping keterampilan/keterampilan lain.blogspot. untuk pekerjaan yang bersifat profesional lebih-lebih untuk pekerkaan yang bersifat profesional penuh seperti profesi dokter. namun orang itu belum dapat disebut sebagai seorang guru (Hamalik. 2002: 15) ³sedangkan kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru.html Madjid. DAFTAR PUSTAKA Azzra.dkk. Dalam Horison Esai Indonesia Kitab 2 Taufiq Ismail (editor).Indradjati Sidi. Bisa dipandang melalui proses pendidikan bisa pula diperoleh dari proses laitihan.com/2011/01/makalah-prioritas-kerja-profesiguru.com Pengertian profesionalisme Sebelum penulis menguraikan pengertian profesionalisme terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian profesi sehingga mudah dimengerti apa yang dimaksud profesionalisme. hakim. Dari rumusan di atas ³dipersiapkan untuk itu´ mengandung arti luas.com/2010/07/bab-i-pendahuluan. Birokrasi. Namun menurutnya. kejujuran) tertentu´ (Nurdin. Pekerjaan guru adalah suatu profesi tersendiri. guru juga dibekali pendidikan khusus untuk menjadi guru dan memiliki keahlian khusus yang diperlukan sesuai dengan profesinya.blogspot. http://makalahfrofesikependidikan. Profesi adalah ³Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketermpilan. Nurcholis.html Copyright aadesanjaya. dalam Pengantar Menuju Masyarakat belajar . Pengantar Langkah Strategis Mempersiapk an SDM Berkualitas. Guru profesional selain menguasi seluk-beluk pendidkan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainya. Bobbi. Banyak yang pandai berbicara tertentu. dan bukan sekedar latihan. Fobi Sekolah. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan yang dijalaninya maka akan semakin tinggi pula derajat profesi yang disandangya. dan Citra Guru. Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Sudjana. 2004. dan sebagainya´ (Usman. Ini berarti tinggi rendahnya pengakuan profesionalisme sangat menggan tung pada tingkat keahlian dan pendidikan yang ditempuhnya. Bandung: Kaifa Pendidikan. maka dipersiapkan untuk itu harus mengacu pada proses pendidikan. 2004: 118-119) Menurut Sudjana (2008: 13) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau tidak memperoleh pekerjaan lainya. Kemudian pendapat yang hampir sana dikemukakan . 1988: 14) Setiap guru profesional menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisnya. 2001. Jakarta: Horison dan Ford Foundation De Porter.

di rumah dan sebagainya (Djamarah. 1989: 79) Dari uraian di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa syarat guru bahasa Arab yang profesional dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran bahasa Arab. Sehat jasmani Kesehatan jasmanikerapkali dijadikan salah satu syarat bagi mereka untuk menjadi guru. guru harus menjadi tauladan bagi siswa didiknya karena anak-anak cebderung bersifat meniru (Djamarah. Guru lokal tidak mampu membahas atau berbicara dengan bagus menyaingi guru asing dalam (leluasa). Berkelakuan baik Budi pekerti guru penting dalam pendidikan watak anak didik. guru di sekolah atau pimpinan di masyarakat. mengenbai persayaratan guru tersebut meliputi: a. Sebaliknya guru adalah teladan bagi anak didiknya. naka secara otomatis tidak menemukan kesulitan dan kompleksnya siswa dapat mengetahui secara mendetail pada mata pelajaran bahasa Arab mengenai istilah-istilah dan struktur kalimat serta dengan baik dan akan dapat berbicara dengan faseh serta menulis dan membaca dengan baik yang pada akhirnya dapat membentuk mental belajar seswa yang optimal. tidak mesti di lembaga formal tetapi bisa juga di masjid. 2. Menggunakan guru sebagai guru bahasa asing baik dalam menyelesaikan makna-makna mufrad atau kaidah-kaidah tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa serta membentuk mental belajar siswa (Al Qasimiy. jika guru sendiri tidak bertakea kepadanya.oleh Ali (1992: 23) keahlian atau kemampuan profesional tidak mesti harus diperoleh daei jenjang pendidikan. profesi yang disandang melalui jenjang pendidikan akan memperoleh pengakuan yang bersifat formal naupun informal. Pengertian Guru Profesional Guru adalah ³orang yang memberikan ilmu pengetahua terhadap anak didik. musallah. sedangkan yang diperoleh dari selain pendidikan formal pada umunya hanya akan mendapat pengakuan yang bersifat informal saja. jadi seorang guru yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan tentunya guru memiliki tanggung jawab dan melaksanakan proses belajar mengajar di tempat-tempat tertentu. sedangkan guru asing dia mampu melakukan hal ini tampa ada kesulitan karena sesungguhnya dia berbicara dengan bahasany. 2003: 31) Sedangkan guru bahasa Arab yang profesional menurut Al Qosimiy secara garis besar ada tiga hal yang sangat mendasar yang membedakan antara guru asing dengan guru lokal dilihat dari profesionalisnya dalam membentuk mental belajar siswa bidang studi bahasa Arab sebagai berikut: Bahwasanya guru lokal tidak dapat berbicara atau menbahas persis bahasa asing (bahasa Arab) sebagai mana bahasa penduduk aslinya secara faseh. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Guru sesuai dengan tujuan ilmu pendidikan islam tidak mungkin mendidika anak didik bertakwa kepada Allah SWT. c. Dari . Hanya saja menurutnya. tetapi bisa saja seseorang yang secara tekun mempelajari dan melatih diri dalam suatu bidang tertentu menjadi profesional. Jumlah mufradat menggambarkan istilah-istilah yang ia ketahui sebagaimana bahwasanya ia tidak dapat mendekati secara mutlak dalam memahami makna-makna yang terkandung di dalam isi mata pelajaran tersebut. surau. harus diajarkan oleh guru bahasa asing daripada guru lokal. Dan dengan cara ini dia mengajarkan seswa membahas atau membicarakan yang benar (serius) dengan gambaran kebiasaan. 2000: 32) Ketiga persyaratan tersebut diharapkan telah demiliki oleh seorang guru sehingga ia mampu memenuhi fufngsi sebagai pendidik profesional yakni pendidik bangsa. b. maka secara otomatis guru tersebut tidak akan kesulitan dalam mewujudkan hal tersebut. Karena sesungguhnya dia mengajarkan bahasanya sendiri. Seseorang guru selain memiliki pengetahuan atau wawasan mengenai pendidikan juga harus dibekali dengan persyaratan tentang profesionalisnya itu. yang beragam seperti setiap lafaz-lafaz.

2000: 13) Berdasarkan pengertian di atas. Dalam proses bekajar mengajar tersirat suatu makna adanya satu kesatuan antara seswa yang belajar dan guru yang mengajar. metode dan alat bantu mengajar. alat pengajaran dan evaluasi sebagai alat ukur tercapai atau tidaknya tujuan (Usman. maka yang dimaksud dengan gru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal (Usman. Terdidika dan terlatih disini bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau tekhnik di dalam kegiatan bekajar mengajar serta menguasai kandasan-kandasan kependidikan yang tentunya juga akan memenuhi beberapa persyaratan atau kriteria sehingga dikatakan benar-benar terdidik dan terlatih. sombong dan tidak singkat akal) Takwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. bahan pengajaran. kegiatan belajar mengajar. 1999: 15) 3. 2002: 36) terdiri dari: Menerima dan mematuhi norma-norma dan nilai-nilai kemanusiaan Memiliki tugas mendidik dengan bebas berani gembira (tugas bukan menjadi beban baginya) Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatanya serta akibat-akibat yang timbul dari kata hatinya. dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang tidak punya keahlian dan hanya karena tidak dapat memperolehpekerjaan lain (sudjana. serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangya masing-masing. Sesungguhnya guru yang bertanggung jawab memiliki bebnerapa sifat menurut Tanlain dalam (Djamarah. Komponen belajar mengajar yang dimaksud adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai materi pelajaran. Antara kedua pihak ini terjadi suatu interaksi yang satu sama lain dan saling menunjang. Menghargai orang lain termasuk anak didik Bijaksana dan hati-hati (tidak nekat. Kriteria . 1999: 5) Berdasarkan paparan di atas maka guru pada posisinya sebagai sutradara sekaligus sebagai aktor utama dalam setiap kegiatan belajar mengajar. 1995: 15) Jadi seorang guru adalah orang yang benar-benmar terdidik dan terlatih dengan baik. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus dipersiapkan untuk itu. dianggap memiliki peran yang sangat penting dan sangat menentukan arah bagi pencapaian tujuan yang ingin diinginkan. Untuk itu. yakni mengkoordinasikan unsur-unsur tujuan. dalam melaksanakan profesi keguruanya seorang guru dituntut memiliki kemampuan profesional sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.persyaratan di atas menunjukan bahwa guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa guru layak menjadi panutan atau tauladan bagi masyarakat di sekelilingya (Soejipto. 2000: 9) Senada dengan pendapat di atas Usman juga menegaskan bahwa proses belajar mengajar sebagai interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu dengan yang lainya saling berikatan dalam ikatan untuk mencapai tujuan. sebab guru yang profesional akan lebih mampu menciptakan kelas sehingga hasil belajar yang diciptakan oleh para siswa akan berada pada tingkat yang lebih optimal. Dan tahap selamjutnya adalah melaksanakan rencana tersebut dalam bentuk tindakan atau praktek mengajar (Sudjana. 2007: 42) Berdasarkan pengertian daripada guru profesional tersebut dapat dikatakan guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruanya sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya´ (Uzer. metode mengajar. serta penilaian atau evaluasi. Sebagai proses belajar mengajar memerlukan seuatu perencanaan yang matang.

Sedangkan kriteria guru bahasa Arab secara khusus adalah sebagai berikut : Menguasai budaya Arab serta seluk beluk sosial Menguasai cara atau metode bahasa Arab dengan ilmu jiwa bahasa Arab Menguasai materi belajar bahasa Arab karena materi bahasa Arab berbeda dengan materi pelajaran yang lain. bidara. disertai pula dengan seperangkat latihan keterampilan keguruan dan pada kondisi itu pula ia belajar memersosialisasikan sikap keguruan yang diperlukannya. Guru menjadi contoh dalam segala hal. kecakapan dan pengalaman-pengalaman Membentuk kepribadian anak yang harmonis sesuai cita-cita dan dasar negara kita Pancasila Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. tidak dapat membentuk anak menurut kehendak hatinya Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat Sebagai penegak disiplin. 2003 : 5). Banyak orang pandai berbicara tertentu namun orang demikian belum dapat disebut sebagai seorang guru. Seorang yang berpribadi khusus yakni ramuan dari pengetahuan sikap danm keterampilan keguruan yang akan ditransformasikan kepada anak didik atau siswanya. Jadi betapun tingginya kemampuan seseorang (guru) ia tidak akan bekerja secara profesional apabila tidak memiliki motivasi kerja yang tinggi. sebaliknya betapun tingginya motivasi kerja seseorang (guru) ia tidak akan sempurna dalam menyelesaikan tugas-tugasnya bilamana tidak didukung oleh kemampuanya. 4. 1989 : 91) Dengan demikian dari pengertian di atas profesionalitas guru pada bidang studi bahasa Arab hendaknya mengikuti syarat-syarat atau peraturan yang telah ditentukan oleh al-Qoisimy agar siswa termotivasi oleh guru dalam membentuk mental belajarnya. meliputi keterampilan mendengar. b) keterampilan berbahasa. 2 Tahun 1983 Sebagai prantara dalam belajar Guru adalah sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan. Pendidik tidak maha kuasa. Guru yang memahami fungsi dan tugasnya tidak hanya sebatas dinding sekolah saja. bahasa Arab itu meliputi unsur-unsur antara lain : a) bahasa seperti ucapan. dan sebagainya sebagai profesi tersendiri maka gurupun adalah suatu profesi tersendiri. Menguasai evaluasi belajar atau mampu mengevaluasi proses belajar mengajar bahasa Arab (alQosimy. dan menulis. kosa kata dan kawaid. Dalam hal ini pembimbing . Pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan oleh sembarangan orang tampa memiliki keahlian khusus sebagai guru. ahli hukum. 2000 : 36) mengemukakan bahwa fungsi dan tugas guru profesional adalah : Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian. Sebaliknya seseorang yang tidak profesional bila mana hanya memenuhi salah satu dari dua persyaratan di atas (Bafadal. contohnya seorang yang akan bekerja secara profesional bilamana orang tersebut memiliki kemampuan (Ability) dan motivasi (motivasion) maksudnya adalah: seorang akan bekerja secara profesional bilamana memiliki kemampuan kerja yang tinggi dan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaikbaiknya. tata tertib dapat berjalan apabila guru menjalaninya terlebih dahulu Sebagai adminstrator dan manajer Guru sebagai perencana kurikulum Guru sebagai pemimpin Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. Fungsi dan Tugas Guru Sebagai seorang pendidik yang memahami fungsi dan tugasnya. tetapi juga sebagai penghubung sekolah dengan masyarakat yang juga memiliki beberapa tugas menurut Rostiyah (dalam Djamarah. insinyur. membeca. Ada perbedaan prinsip antara guru yang profesional dengan guru yang bukan profesional.profesionalisme guru Jabatan guru dikenal sebagai suatau pekerjaan profesional sebagaimana seorang menilai bahwa dokter. guru khususnya ia dibekali dengan berbagai ilmu keguruan sebagai dasar.

termasuk dalam hal ini yang terpenting ikut memecahkan persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik. 12. Membimbing dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembanganya dengan jelas dmemberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. seperti bimbingan belajar tentang keterampilan dan sebagainya dan untuk lebih jelasnya proses pendidikan kegiatan mendidik. Supervisor Guru hendaknya dapat membantu memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. Sebagai pendidik guru harus berlaku membimbing dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.blogspot.blogspot.com/2011/01/profesionalisme-guru. 11. Pembimbing Peran guru yang tidak kalah pentingnya dari semua peran yang telah disebutkan di atas adalah sebagai pembimbing 5. Pengelolaan kelas Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik karena kelas adalah tempat terhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelaaran dari guru. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri.yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan. Informator Sebagai informator guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum. Dari uraian di atas secara rinci peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat disebutkan sebagai berikut : 1. Inspirator Sebagai inspirator guru harus dapat membedakan ilham yang baik bagi kemajuan anak didik 7. Evaluator Guru dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur dengan memerikan penilaian yang menyentuh aspek intrinsik dan ekstrinsik Read more at: http://aadesanjaya. Korektor Sebagai korektor guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan buruk 6. Mediator Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya baik media non material maupun material. Dengan demikian diharapkan menciptakan perkembangan yang lebih baik pada diri siswa. 4. Motivator Sebagai motivator guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar 3. Organisator Sebagai organisator adalah sisi lain dari peranan yang diperlukan oleh guru dalam bidang ini memiliki kegiatan pengelolaan kegiataan akademik dan lain sebagainya. Demonstrator Dalam interaksi edukatif. 13. Profesi guru pada . Contohnya guru sebagai pendidik dan pengajar sering kali akan melakukan pekerjaan bimbingan. Latar Belakang Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia.com l Citra Guru Profesional Citra Guru Profesional BABI PENDAHULUAN A. mengajar dan membimbing sebagai yang taka dapat dipisahkan. 2. Inisator Sebagai inisiator guru harus dapat menjadi pencetur ide-ide kemajuan dan pendidikan dalam pengajaran 9.html Copyright aadesanjaya. baik perkembangan fisik maupun mental. 8. tidak semua bahan pelajaran anak didik pahami 10. Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing. Fasilitator Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar mengajar.

sekaligus sebagai biasnya. Tetapi. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Seorang guru juga harus ditiru. Segala ilmu pengetahuan yang datang dari guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan atau diteliti lagi. rupa. terutama bidang informasi dan komunikasi. gambaran yang dimiliki mengenai orang banyak. sarana dan prasarana lingkungan. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. cara bebicara. Harus di gugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid. mutu dan tindak tanduk yang merupakan suatu profesi Guru (dalam bahasa jawa) seorang yang harus digugu dan harus ditiru oleh semua muridnya. memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. guru mulai mengalami dilema eksistensial. Tujuan Menjelaskan Definisi Citra Guru Menjelaska Citra Guru dari Masa ke-masa Mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru BAB II PEMBAHASAN A. dan evaluasi Guru profesional adalah guru yang mampu menerapkan hubungan yang berbentuk multidimensional guru yang demikian adalah guru yang secara internal memenuhi kriteria administratif. Tidak hanya itu. Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid. kejujuran. Mulai dari cara berfikir. Rumusan Masalah Apa Pengertian Citra Guru Profesional ? Apa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru ? Bagaimana Identifikasi dan Contoh Citra Guru ? C. kedisiplinan. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Dalam perkembangan berikutnya. kesan mental yang ditimbulkan oleh sebuah kata. sikap kearifan. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. organisasi atau produk. fase atau kalimat dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa untuk evaluasi Profesi merupakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan atau pendidikan tertentu Profesional. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. terutama bidang informasi dan komunikasi. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Dalam perkembangan berikutnya. mengenai pribadi. mengharuskan citra adanya pembayaran untuk melakukannya Profesionalisme merupakan kualitas. berkenaan dengan keahlian. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. hingga cara berprilaku sehai-hari. Profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. metode. . Pengertian Menurut kamus besar bahasa indonesia terdapat pengertian kata citra dan profesional Citra merupakan gambaran. Hal ini didasarkan pada pengabdiannya yang begitu tinggi dan tulus dalam dunia pendidikan. kurikulum. Dalam sebuah proses pendidikan guru merupakan satu komponen yang sangat penting. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi.mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. Slogan pahlawan tanpa tanda jasa senantiasa melekat pada profesi guru. akademis dan kepribadian. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. B. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. berkenaan dengan pekerjaan. beberapa dasawarsa terakhir konsep. selain komponen lainnya seperti tujuan. guru mulai mengalami dilema eksistensial. Tetapi. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya. sekaligus sebagai biasnya.

eksistensi guru yang mandiri. dan lulus ujian. Dalam pandangan masyarakat tradisional. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. naik kelas. C. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. masyarakat menyebut guru pria dengan panggilan tuan. mempraktekkan serta mengamalkan ilmu yang diterima dalam kehidupan sehari-hari baik langsung maupun tak langsung. guru berarti yang dihormati. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual.ketulusan. suatu panggilan yang penuh rasa kagum dan hormat terhadap profesi guru. Lantaran tanggung jawab dari profesi guru tidak berhenti pada selesai ia mengajar. misalnya. lebih dalam dari laut paling dalam. kontekstual dan efektil . cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. Di kepulauan Sangihe. Bagi masyarakat modern. kreatif. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa. B. menulis dan berhitung. dan Memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesl dan pihak lain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. atau mendapat nilai tinggi. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. dan Memiliki perencanaan yang matang. lengkapnya tuan guru. kesopanan serta sebagai sosok panutan menjadikan profesi satu ini berbeda dengan yang lain. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. Dari sudut pandang peserta didik. serta mampu mengajar di dalam suasana yang menyenangkan. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. penuh kasih sayang. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. guru dianggap profesional jika anak sudah dapat membaca. menulis dan berhitung. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. Rasa hormat ini sampai kini masih hidup di tengah masyarakat tradisional/pedesaan. naik kelas dan lulus ujian. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. Memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. melainkan keberhasilan siswa dalam menangkap. Djamin (1999) mengemukakan citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam lingkup fungsi. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. atau anak mendapat nilai tinggi. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci (saint) yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. memahami. citra guru ideal adalah seseorang yang senantiasa memberi motivasi belajar yang mempunyai sifatfsifat keteladanan. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. bijaksana. peran dan kinerja. Hal ini membuat citra seorang guru di mata masyarakat selalu berada di tempat yang lebih baik dan mulia. Mereka masih menaruh rasa hormat dan status sosial yang tinggi terhadap profesi guru. Citra guru ini tercermin melalui: Keunggulan mengajar. Citra Guru dalam Masyarakat Tradisional (Pramodem) Di dalam bahasa Sansekerta.

dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Serta media elektronik lainnya. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. dan koran. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. koran. bangsa kita menyiapkan diri untuk memiliki . persepsi. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. Untukitu. ide dirinya (se/fidea). buku. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. bermaltabat dan memiliki daya saing. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. efektif dan menyenangkan (PAKEM). Menurut Wardiman Djojonegoro dalam ke|1as kerjanya yang disampaikan pada SeminarNasional Wawasan Profesi Guru Tahun ZUUQ ICMI On/vil Jawa Timur di Surabaya tanggal 21 Desember 1996. Di negara kita. Sehingga. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (se/fconsepz). Namun. terutama bidang informasi dan komunikasi. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik.untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. buku-buku. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. Dalam perkembangan berikutnya. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. para guru dituntut tampil lebih profesional. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. Guru Abad 21 adalah Guru dengan Profesionalitas Tinggi Memasuki abad 21. tugas guru tidak akan semakin ringan. yang mampu memberi inspirasi. ahli dalam materi. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. Artinya. majalah. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. Artinya. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. sekaligus sebagai biasnya. D. guru mulai mengalami dilema eksistensial. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. rasanya sangat sulit di era modern ini guru dapat tampil lebih profesional. Dengan demikian. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. dan realita dirinya (se/frea/ity). memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. majalah. kreatif.

Kemajuan teknologi pula yang akan membuka dunia sekaan tanpa batas. sikap dan prestasi kerjanya. Selanjutnya Samani (1996) mengemukakan empat prasyarat agar seorang guru dapat profesional. yaitu kemampuan antisipasi. Sesungguhnya. upaya profesional. benar dan berhasil. Kemampuan profesional meliputi kemampuan intelegensia. masyarakat yang berkembang baik kemampuan intelektualnya. Untuk itu guru harus menguasai keahliannya. Masing-masing adalah: Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang. kemampuan guru memotivasi siswa untuk belajar sendiri dan kemampuan guru untuk mengintegrasikan berbagai bidang Studi/mata pelajaran menjadi kesatuan konsep yang utuh. Tilaar (1998) memberikan empat ciri utama agar seorang guru terkelompok ke dalam guru yang profesional. Menurut Djojonegoro (1996) guru yang bermutu memiliki paling tidak empat kriteria utama. Ciri SDM yang berkualitas tersebut adalah Memiliki kemampuan dalam menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan dengan iptek.sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Muhammad Surya. dengan tantangan yang dihadapi ke depan adalah globalisasi dengan dominasi teknologi dan informasi yang sangat kuat. kemampuan dasar yang mesti dimiliki bangsa ini tidak boleh hanya sebatas penguasaan kemampuan membaca. Menghadapi tantangan demikian. Mampu bekerja secara profesional dengan orientasimutu dan keunggulan. yaitu kemampuan profesional. kemampuan menge|1i dan mengatasi masalah. maupun aspek. Ketua Umum Pengurus . dan Dapat menghasilkan karya-kalya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian dan profesionalitasnya. Nlasih terkait dengan harapan-harapan yang digayutkan di pundaksetiap guru. sosial maupun budaya. H. Teknologi dapat memajukan kehidupan manusia tetapi juga dia akan mampu menghancurkan kebudayaan manusia itu sendiri. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam bidang pendidikan adalah ketidakpastian. Secara optimistik. Untuk itu seseorang harus memiliki empat kemampuan. baik geografis. masyarakat terbuka dan masyarakat madani yang secara keseluruhan akan berpengaruh pada visi. Guru yang bermutu ialah mereka yang dapat membelajarkan siswa secara tuntas. dan Sikap profesionalnya berkembang secara berkesinambungan. Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional menunjukkan intensitas waktu dari seorang guru yang dikonsentrasikan untuktugas-tugas profesinya. Makagiansar (1990) menyebutkan bahwa untuk menghadapi era globalisasi. misi dan tujuan pendidikan. kemampuan guru mengaitkan materi kurikulum dengan Iingkungan. dan kemampuan melakukan reorientasi. Masing-masing adalah kemampuan guru mengolah/menyiasati kurikulum. Saling keterpengaruhanantara bangsa yang satu dengan bangsa yang Iain akan menjadi ciri utama masyarakatterbuka. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. kemampuan mengakomodasi. diperlukan guru yang benar-benar profesional. Pertumbuhan teknologi akan mengubah bentuk dan cara hidup manusia yang sama sekali akan berlainan dengan kehidupan manusia dewasa ini. menulis dan berhitung. masyarakat yang terbuka tersebut akan bermuara pada lahirya masyarakat madani. waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional dan kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya. baik dalam disiplin ilmu pengetahuan maupun metodologi mengajarnya. Harusjauh melampaui tiga hal tersebut. Upaya profesional adalah upaya seorang guru untuk mentransformasikan kemampuan profesional yang dimilikinya ke dalam tindakan mendidik dan mengajar secara nyata.aspek kehidupan lainnya Sena tanggung jawabnya. Tilaar (1998) menyatakan bahwa masyarakat millenium ketiga nanti mempunyai karakteristik masyarakat teknologi.

Besar PGRI. kemandirian berpikir. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Kurangnya kematangan emosional. Memiliki etos kerja yang kuat. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. BAB III PENUTUP Rangkuman Citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan . Mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntutan Iingkungan dan perkembangan iptek. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. Kekurangan guru di daerah terpencil. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. Nlasing. Memiliki kejelasan dan kepastian pengembangan jenjang karir. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid. Mampu belajar dan bekerja sama dengan profesi lain. Faktor-Faktor yang Nlempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa.masing adalah guru yang: Memiliki semangatjuang yang tinggi disertai kualitas keimanan dan ketaqwaan yang mantap. mengemukakan ada sembilan karakteristik citra guru yang diidealkan. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. kompetensi. Memiliki wawasan masa depan. material dan nonmaterial. adanya disiplin ilmu yang kokoh. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. dan sertifikasi.betul menjadi guru. kode etik. Kemudian. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. kurang efektifnya cara pengajaran. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. Memiliki kesejahteraan Iahir dan batin. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. E. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. dan Mampu melaksanakan fungsi dan peranannya secara terpadu. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. Berjiwa profesionalitas tinggi. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguhsungguh. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik.

memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesi dan pihak Iain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. naik kelas dan Iulus ujian. menulis dan berhitung.Jakarta:Bumi Aksara Chulsum Umi.Kiat Menjadi Guru Profesional. Windy Novia. Magelang: Tera Indonesia. Fasli dan Dedi Supriadi. Dedi 1999.2008.com/2010/11/citra-guru-profesional. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif abad Xxi. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Elham Rohmati. bahwa siapa pun dapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. (2) kekurangan guru di daerah terpencil. Yrama Widya Jalal. memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Ibrahim.Surabaya:Kashiko Nurdin Muhammad.Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. Supriadi. R.Jogjakarta:Ar-Ruzz Aqid Zainal. H . Sudjana dalam Mustafa (2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut. Makagiansar. Aspirasi Peningkatan Kemampuan Profesional dan Keseja hteraan Guru. Surya. Nlasyarakat modern menganggap kom-petensi guru belum Iengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. 1998. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan Dalam pandangan masyarakat modern. Suyanto. RefonnasiPendidikan dalam konteks Otonomi Daerah. peran dan kinerja.html Copyright aadesanjaya. Muhammad. Nomor 4 Tahun IX: Samani. Tahun ke 5 Nomor 021. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. 2000. 1996. Jakarta: Balitbang Depdiknas. Citra guru ini tercermin melalui keunggulan mengajar. Dimensi dan Tantangan Pendidikan dalam Era Globalisasi. Read more at: http://aadesanjaya. Yogyakarta: Adicita Katya Nusa. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa.penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam Iingkup fungsi.com . 2000.2008. atau mendapat nilai tinggi. 1990. 21 Desember 1996 di Surabaya. Makalah SeminarNasiona/ Wawasan Profesi Guru Tahun 200Q ICMI On/vil Jawa Timur. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya DAFTAR PUSTAKA Bafadal.blogspot. Muchlas. (3) banyak guru yang belum menghargai profesinya. Prospek Guru Tahun 2000. (1) adanya pandangan sebagian masyarakat. Makamina. Tilaar. Mimbar Pendidikan.Bandung:CV. Mengangkat Citra dan Martabat Guru Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. 200 1 .2004 Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasa.Wadah dan Dinamaka Pendidikan Anak Bangsa.A. Yogyakarta: Adicita.2oo6 kamus Besar Bahasa Indonesia.blogspot.

5. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. 1. 3. Berpikir Sistematis Seorang yang profesional harus mampu berpikir sitematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. kreatif. Dewasa ini image seorang guru dimata masyarakat sangatlah susah seorang guru itu menyandang GURU PROFESIONAL. maupun organisasi lainnya bahwa kelakan mengajar seorang guru dibawah standar. Mudah mudahan anda semua termasuk dalam syarat guru profesional. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. naik kelas. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. 2.com Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. mengapa demikian? karena masyarakat menilai bahwa guru pada masa ini tidak seperti guru dimasa abad ke 12 yang memiliki pengabdian tinggi di dunia pendidikan. Komitmen Tinggi Seorang profesional harus mempunyai komitmen yang kuat pada pekerjaan yang sedang dilakukannya. 4. banyak hal utuk mewujudkan rasa keprofesionalitas seorang guru seperti sayarat-syarat dibawah.Syarat Guru Profesional Syarat Guru Profesional memang merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap guru. atau mendapat nilai tinggi. Seorang guru sebenarnya memiliki komitmen yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa.blogspot. . guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. Read more at: http://aadesanjaya. dan lulus ujian. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina.blogspot.com/2010/11/syarat-guru-profesional. Bagi masyarakat modern. eksistensi guru yang mandiri.html Copyright aadesanjaya. Berikut ini ada beberapa Syarat Guru Profesional. Didukung juga dengan adanya berbagai survey kelayakan mengajar yang diadakan oleh pemerintah. LSM. Penguasaan Materi Seorang profesional harus menguasai secara mendalam bahan / materi pekerjaan yang sedang dilakukannya. Tanggung Jawab Seorang profesional harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri. karena profesionalnya seorang guru datang dari guru itu sendiri. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. menulis dan berhitung. Menjadi bagian masyarakat professional Seyogyanya seorang profesional harus menjadi bagian dari masyarakat dalam lingkungan profesinya. Guru profesional merupakan impian semua guru di tanah air. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. Untuk menjadi seorang guru profesional tidaklah sulit.

dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. kontekstual dan efektil untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. kreatif. ide dirinya (self idea). majalah. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Untukitu. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. bijaksana. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Dengan demikian. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. persepsi. Di negara kita. Dalam perkembangan berikutnya. dan Memiliki perencanaan yang matang. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. para guru dituntut tampil lebih profesional. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (self consept). Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. dan koran. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. majalah. Artinya. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. terutama bidang informasi dan komunikasi. yang mampu memberi inspirasi. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. Namun. rasanya sangat sulit di era modern ini . cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. Serta media elektronik lainnya.lebih dalam dari laut paling dalam. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. buku. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. efektif dan menyenangkan (PAKEM). koran. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. guru mulai mengalami dilema eksistensial. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). bermaltabat dan memiliki daya saing. dan realita dirinya (selfr eality). posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. sekaligus sebagai biasnya. ahli dalam materi. Sehingga. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. Artinya. buku-buku.

betul menjadi guru. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik.com Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa.com/2010/11/citra-guru-dalam-masyarakatmodern. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar.guru dapat tampil lebih profesional. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. kemandirian berpikir. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan Kekurangan guru di daerah terpencil.blogspot. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. Kkurang efektifnya cara pengajaran. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. Read more at: http://aadesanjaya. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Kurangnya kematangan emosional. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.html Copyright aadesanjaya.blogspot. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya . Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat.

kode etik. Jika guru tidak mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin mereka dapat membantu dan membimbing peserta didiknya mengarungi dunia pengetahuan dan teknologi tersebut.com/2010/11/faktor-faktor-yangmempengaruhi-citra.html Copyright aadesanjaya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh guru yang profesional bukanlah pengetahuan yang setengah-tengah tetapi merupakan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tuntas. adanya disiplin ilmu yang kokoh. Berbagia kegiatan di dalam masyarakat hanya menerima para profesional. maka degna sendirinya akan berakibat kepada mati atau hilangnya profesi tersebut dari masyarakat. dan masyarakat madani) yang menuntut adanya perkembangan manusia. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. tuntas dan setengah-setengah akan tercecer dan tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi jelaslah bahwa profesi guru adlaah suatu profesi yang harus terus-menerus . Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. profesi guru di dalam masyarakat adalah suatu profesi yang kompetitif. Read more at: http://aadesanjaya. Kemudian. Karena guru sebagai salah satu pelaku pendidikan. kompetensi. karena ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri berkembang dengan cepat.blogspot. tetapi juga profesional guru harus berhadapan dan bersaingan dengan profesi-profesi lainnya di dalam masyarakat. Sama halnya dengan profesi-profesi lainnya.com Pengembangan Profesi Keguruan A. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. Guru-guru yang profesional inilah yang diharapkan dapat membawa atau mengantar peserta didiknya mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memasuki masyarakat abad 21 yang melek ilmu pengetahuan dan teknolog. Ia akan berada jauh di belakang. artinya barang siapa yang tidak profesional tidaka akan survive.blogspot. Karena mereka tidak mampu berkompetisi dengan orang lain yang lebih profesional atau juga profesi ainnya yang lebih kompetitif. dan akhirnya akan tertinggal dari profesinya. dan sangat kompetitif. Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan masyarakat abad 21 (merupakan satu kesatuan dari masyarakat teknologi. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. Guru yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan yang kuat. Konsep Dasar Proses pendidikan merupakan suatu proses yang snagat profesional artinya dilaksanakan oleh pelaku-pelaku yang profesional.kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. maka guru di dalam masyarakat adlah seorang profesional. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. dan itu tidak mungkin tanpa adanya guru yang profesional. dan sertifikasi. Ini memberi pemahaman bahwa profesi guru haruslah betul-betul memiliki karakteristik yang profesional karena sifat pekerjaannya. masyarakat terbuka. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. Jika profesi gur tidak kompetitif dan tidak profesional.

diberi kesempatan. mempunyai ciri-ciri kepribadian yang kuat dan seimbang. Dengan kata lain. Proses pengembangan profesionalisme gur ini dapat ditumbuh-kembangkan bukanhanya untuk berlangsung di LPTK tetapi juga harus terjadi di dalam praktekpraktek pendidikan lainnya (pre-service and in-service). tuntas dan tidak setengah-setengah. sehingga mereka memiliki ilmu pengeratahuan yang kuat.berkembang karena praktis pendidikan akan terus menerus terjadi dan unik bagi setiap individu dan masyarkaat di dalam situasi dan waktu yang berbeda sesuai dengan perkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi. tuntas dan tidak setengah-setengah sebagai profesional kependidikan. Sinyalemen ini memberikan makna bahwa guru sebagai pelaku proses pendidikan harus terus menerus mengubah diri. Bersama-sama dengan usahausaha lain (misalnyakerjasmaa dengan organisasi profesi). dan kepribadian yang mereka miliki sekrang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu. tuntas dan tidak setengah-setengah tetapi tidak kalah pentingnya untuk membantu mereka memiliki kepribadian yang matang dan terus berkembang. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. mempunyai visi tentang etik tingkah laku manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. serta didukung dengan kepemilikan kepribadian yang prima. Strategi Pengambangan Profesi Guru Berangkat . membangun kerja sama dan saling mendukung untuk melahirkan guru-guru yang profesional dalam rangka menyajikan proses pendidikan yang profesional bagi anak didik agar dapat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat abad 21. Berbagai strategi pengembangan perlu dikembangkan secara komprehensif. Dengan demikian guru akan memiliki kesempatan berbagai kegiatan pengembangan. not a set of competencies´. Dan akhirnya melalui proses pendidikan yang profesional yang dilaksanakan oleh pelakupelaku (khususnya guru yang profesional dengan karakteristiknya tersebut di atas). B. Selain itu. maka diharapkan guru akan terampil membangkitkanminat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. Kepribadian diri seorang guru profesional adalah kepribadian yang prima yang secar ektrim dikatakan oleh Maister dalam buku True Professionalism bahwa ³professionalism is predominantly an attitude. maka disadari ata tidak pengembangan profesi guru secara berkesinambungan mutlak dilakukand alam kondisi formal maupun tidak di dalam perencanaan pengembangan profesional. dan difasilitasi secara optimal untuk melakukanberbagai kegiatan pengembangan. Dengan demikian gur akan memiliki kesanggupan untuk memperkecil jarak antara pengetahuan. Mereka harus didorong. mak ahubungan natara manusia dengan manusia menjadi penting untk diperhatikan dalam rangka pengembangan profesionalisme guru. Termasuk di dalam kepribadian ini ialah sifat-sifat fisiknya yang memungkinkan ia dapat membimbing peserta didik yang sedang dalam tahap perkembangannya. pengembangan diri guru sebagai profesional kependidikan harus dapat membantu guru bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat. sehingga guru benar-benar menjadi tenaga profesional yang dapat memenuhi berbagai tantangna dan menyelesaikan berbagai persoalan di dalma melaksanakan tugas rutinnya maupun hal-hal lain yang tak terduga yang dihadapinya sehari-hari di dalam proses pendidikan yang profesional. karena profesi gur merupakan suaut profesi untuk membantu dan membimbing perkembangan anak didik (manusia). lembaga-lembaga pre-service danin-service harus menjaid satu kesatuan yang tidak terpisahka. Berangkat dari pemahaman tersebut. maka peserta didik dapat dibantu dean dibimbing untuk mampu berkompetitif di masyarakat abad 21 yang ditandai dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat. keterampilan.

Oleh karenanya. sebagai bagian dari pelatihan tradisional. Ia juga memiliki kolom berita yang berkaitan dengan pertemuan. tetapi ia mengarahkan pembacanya kepada konsep-konsep baru dan pandangan untuk menuju kepada perencanaan dan penelitian baru. Berpartisipasi di dalam kursus dan program pelatihan tradisional (termasuk di dalamnya pendidikan lanjut). Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. dan sebagainya saling berintegrasi untuk memberikan . Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan utama kebanyakan konferensi atau pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. Konferensi atau pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. Sementara itu. guru juga dapat mengambangkan profesionalismenya melalui pendidikan lanjut di universitas/LPTK. Walaupun disadari bahwa seringkali bahwa berbagai bentuk kursus/pelatihan tradisional ini seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan praktis dari pekerjaan guru. Sebagaimana diketahui bahwa jurnal atau bentuk makalah ilmiah lainnya secara berkesinambungan diproduksi oleh individual pengarang. program pendidikan.dari karakteristik guru untuk masyarakat abad 21 yang akan disimpulkan dari penjelasan sebelumnya. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. Partisipasi guru minimal pada kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah setiap tahun akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggungjweabanya penyampaian makalah utama. Memiliki kepribadian yang prima. tuntas dan tidak setengah-setengah. Berpartisipasi di dalam kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah. internet. dan sebagainya yang mungkin menarik bagi guru. ameran ilmiah. Selanjutnya dengan meningkatnya pengetahuan seiring dengan bertambahnya pengalaman. seminar. Oleh karena itu. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. karena penekanannya leibh kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta latihan. pameran. dan sebagainya). Jurnal atau bentuk karya ilmiah lainnya tersebut tersebar dan dapat ditemui diberbagai pusat sumber belajar (perpustakaan. seminar. Maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi. konferensi adalah bentuk-bentuk pilihan pelatiahn yang sudah lama ada dan diakui cukup bernilai. informasi pertemuan untuk bertukar pikiran atau ide-ide baru. keterampilan khusus dan alat/media belajar untuk dapat kontribusikan kepada orang satu profesi atau profesi lain yang memerlukan. antara lain sebagai berikut: Berpartisipasi di dalam pelatihan berbasis kompetensi. kegiatan diskusi kelompok kecil. antara lain: Memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Walaupun artikel dalam jurnal cenderung singkat. guru mungkin dapat membangun konsep baru. Workshop in-service. lembaga pendidikan maupun lembaga-lembaga lain. dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. Kontribusi tersebut dimungkinkan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesional guru bersangkutan maupun orang lain. maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. perkuliahan tingkat sarjana/pasca sarjana. suatu kombinasi antara materi akademis dengan pengalaman lapangan akan sangat efektif untuk pengembangan kursus/pelatihan trandisional ini.

menghadiri konferensi atau pertemuan ilmiah juga memberikan kesempatan kepada guru untuk membangunan jaringan kerjasama dengan orang lain yang seprofesi atau tidak untuk saling bertukar permasalahan dan mencapai keberhasilan. Secara lebih rinci bagaimana penelitian tindakan kelas ini dilakukan akan dijelaskan secara aplikatif dalam modul penelitian tindakan kelas pada masing-masing bidang studi. dan sebagainya). (2) membangun hubungan . Pemilihan yang hati-hati program radio dan TV. Biasanya perguuan tinggi lokal atau organisasi profesi sering mengadakan perkuliahan atau presentasi ilmiah yang dibawakan oleh tenaga ahli yang terbuka bagi umum. Berbeda dengan pendekatan training yang konvensional. Bentu pre-service atau in-service bagi guru junior untuk secara gradual menjadi guru yang profesional melalui proses magang di kelas tertentu dengan bimbingan gur bidang studi tertentu. industri. memperdalam tugasnya. Pada kesemaptan tersebut guru akan belajar berbagai keterampilan baru atau teknik-teknik/metodologi mutakhir dalma proses penddikan yang tentunya sangat diperlukan untuk mengembangkan profesinya. sehingga guru akan menjadi lebih aktif di dalam komunitas ilmiahnya. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi proesional yang dapat memberi manfaat untuk bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untukmeningkatkan kemantapan rasional. Menggunakan sumber-sumber media pemberitaan. Berpartisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. Kebanyak dari mereka berhubungan degnan berbagai isu termasuk pendidikan.kesempatan kepada guru untuk memimpin atau menjadi presenter dan bertukar ide-ide dengan lainnya. Berbagai bentuk media tersebut seringkali memuat artikel-artikel maupun program-program yang berkaitan dengan berbagai isu atau penemuan terkini mengenai pendidikan yang disampaikan dan dibahas secara mendalam oleh para selektif yang terkait dengan bidang yang ditekuni guru akan dapat membantu proses peningkatan profesionalisme guru. maka akan berdampak kepada peningkatan profesionalisme guru. Magang. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru antara lain untuk: (1) secara aktif berpartisipasi di dalam kegiatan yang menantang dan menarik (misalnya melakukan penelitian. Melakukan penelitian (khususnya penelitian tindakan kelas). penulisan/penerbitan karya ilmiah. dan memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajarna berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. Dalam rangkaian perkuliahan umum berbagai inovasi baru dalam pendidikan biasanya dipresentasikan. guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. Dalam hal ini. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. Menghadiri perkuliahan umum atau presentasi ilmiah. dan sering membaca surat kabar juga akan meningkatkan pengetahuan guru mengenai pengambangna mutakhir dari proses pendidikan. dan sebagainya). Selain itu. Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak denganahli pendidikan dalam rangka merefleksikan dan sekaligur meningkatkan praktik pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. membuat laporan penelitian. Ikut serta menjadi anggota organisasi/komunitas profesional juga akan meningkatkan profesionalisme untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengna membangun hubungan yang erat degan masayrakat (swasta. fokus pelatihan magang ini adalah kombinasi antara materi akademis dengan suatu pengalaman lapangan di bawah supervisi guru yang senior dan pengalaman (guru yang lebih profesional).

blogspot. Kesempatan tersebut akan menjadi suaut alat belajar yang produktif bagi guru dalam rangka memunculkan berbagai ide-ide yang dapat diimplementasikan di sekolahnya. dan semakin guru merasakan akuntabel semakin termotibasi untuk mengembangkan dirinya.dengan masyarakat secara baik (misalnya membangun partipasi masyarakat untuk efektivitas proses pembelajaran. maka guru semakin meraskan akuntabel. dan sebagainya). Read more at: http://aadesanjaya. maka guru akan memperoleh suatu kekayaan informasi. Oleh karenanya. Seseoran gcenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutahkhir akan leibh mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. (3) memiliki kemampuan dan pengalaman dalam rangka pengembangan pendidikan (misalnya pengembangan kurikulum. melaksanakan dan mengevaluasi program-program sekolah).com Sikap Profesional Keguruan A. Semakin guru terlibat dalam perolehan informasi. . guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pegnetahuannya. Bertukar pikiran atau berdiskusi dengan orang-orang (profesional lainnya di luar sekolah) yang memiliki minat yang sama dengna guru tetapi memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang pendidikan melibihi dirinya akan sangat menarik bagi guru. Jika kekayaan informasi tersebut dikombinasikan secara utuh akan dapat membantu guru untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang utuh dan kuat. penyediaan konsulatasi untuk melakukan inobasi. Mengunjungi profesional lainnya di luar sekolah. mengunjungi profesional yang lainn di luar sekolah merupakan metode yang snagant berharga untuk memperoleh informasi terkini dalam rangka proses pengembangan profesional guru. kepribadian yang prima. Bekerja dengan profesional lainnya di dalam sekolah.html Copyright aadesanjaya. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk medapatkannya. Kesimpulan jika guru mengambil manfaat secara penuh dari berbagai strategi pengembangan diri sebagiamana dijelaskan di atas.blogspot. Sasaran Sikap Profesional Guru sebagai pendidikan profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. Dengan kata lain pengimpelementasian secara terintegrasi dari berbagai strategi pengembangan profesi guru tersebut akan dapat membantu untuk memelihara secara efektif program pengembangan profesionalisme guru. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidkan termasuk bekerjasama dalam berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan. menyediakan forum-forum untuk menyatukan berbagai pandangan tentang anak didik dan pembinaannya).com/2010/11/pengembangan-profesikeguruan. dan mampu memotivasi dan meningkatkan minat anak didik terhadap ilmu pengetahuan dan teknlogi yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupannya di dalam masyarakat abad 21 yang penuh dengan perasaingan.

Oleh karena itu. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola tingkah laku guru dalam memahami. meningkatkan pengetahuannya. memberi arahan dan dorongan kepada naka didiknya dan bagaimana cara guru berpaiakan dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan. C. Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. Baimana guru meningkatkan pelayanannya. Tempat kerja. Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat. tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan denga profesinya. Teman sejawat. rasa tanggung jawab. Pemimpin. Kebijaksanaan pemerintah tersebut biasanya akan dituangkan ke dalam bentuk ketentuan-ketentuan pemerintah. serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya. Dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian. sering menjadi perhatian masyarakat luas. Dalam bidang pendidikan ia harus taat kepada kebijaksanaan dan peraturan. agar lebih berdaya guna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. baik dalam melaksanakan kewajiban maupun dalam mendapatkan hak. Dari ketentuan-ketentuan pemerintah ini selanjutnya dijabarkan ke dalam program-program umum pendidikan. di pusat maupun di Daerah. serta Pekerjaan. atau sekretaris. Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannya. dan kewajiban para anggotanya Organisasi PGRI merupakan suatu sistem. baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen yang berwenang mengatur pendidikan. atau beberapa orang pengurus tertentu saja. yakni sikap profesional keguruan terhadap: Peraturan perundang-undangan. Ada hubungan timbal balik antara naggota profesi dengan organisasi. Siapakah yang dimaksud dengan organisasi itu? Jelaskan yang dimaksud bukan hanya ketua. di mana unsur pembentukannya adalah guruguru. Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang meruapakankebijaksanaan yang akan dilaksanakan oleh aparatnya. maupun departemen lain dalam rangka pembinaan pendidikan di negara kita. Karena itu. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-undangan Dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia. Organisasi profesi. Keberhasilan usaha tersebut sangat tergantung kepada kesadaran para anggotanya. peningkatan mutu pendidikan. Setiap guru Indonesi awajib tunduk dan taat kepada ketentuan-ketentuan pemerintah. teman-temannya serta anggota masyarakat. pembinaan generasi muda dengan menggiatkan kegiatan karang taruna. guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari. dan lain-lain. apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. menghayati. di pusat maupun di daerah dalam rangka melaksanakan kebijaksanan-kebijaksanaan pendidikan di Indonesia. sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut. Organisasi profesional harus membina mengawasi para anggtoanya. Sikap Terhadap Organisas Profesi Guru secara bersama-sama memelihara dan meningktkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. tetapi yang dimaksud dengan organisasi di sini adalah semua anggota dengna . Anak didik. B. pemerataan kesempatan belajar antara lain dengan melalui kewajiban belajar. Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan ialah segala peraturan-peraturan pelaksanaan baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. yang meliputi antara lain: pembangunan gedung-gedung pendidikan. guru harus bertindak sesuai dengan tujuan sistem.

secara informal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan infomal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan informasi dari mass media (surat kabar. Setiap anggota harus memberikan sebagian waktunya untuk kepentingan pembinaan profesinya. dapat dilakukan dengan berbagai cara. adalah contoh-contoh. Dan mereka pula yang mengambil tindakan apabila diperlukan. apakah ia sebagai pengurus atau anggota biasa. Sikap terhadap Teman Sejawat Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahawa ³Guru memelihara hubungan seprofesi. Peningkatan mutu profesi keguruan dapat pula direncanakan dan dilakukan secara bersama atau berkelompok. pendidikan lanjutan. wajib berpartisipasi guna memelihara. Secara perseorangan peningkatan mutu profesi seorang guru dapat dilakukan baik secara formal maupun secara informal. dan lain-lain) atau dari buku-buku yang sesuai dengan bidang profesi yang bersangkutan. pendidikan dalam jabatan. studi perbandingan. simposium. Dalam kenyataannya. Oleh karena itu. Dengan perkataan lain setiap anggota profesi. radio. sehingga pemanfaatnya menjadi efektif dan efisien. dan meningkatkan mutu organisasi profesi. Untuk meningkatkan mutu suatu profesi. karena pejabat-pejabat dalam organisasi merupakan wakil-wakil formal dan keseluruhan anggota organisasi. semua anggota dan pengurus organisasi profesi. maupun kuliah di perguruan tinggi atau lembaga lain yang berhubungan dengan bidang profesinya. lokakarya. dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya. Di samping itu. melainkan dapat juga dilakuka setelah yang bersangkutan lulus dari pendidikan prajabatan ataupun sedang dalam melaksanakan jabatan. misalnya dengan melakukan penataran. dan berbagai kegiatan akademik lainnya. Kewajiban membina organisasi profesi merupakan kewajiban semua anggota dan semua pengurusnya. membina. maka merekalah yang melaksanakan tindakan formal berdasarkan wewenang yang telah didelegasikan kepadanya oleh seluruh anggota organisasi itu. sekolah.´ Ini berarti bahwa: (1) Guru hendaknya menciptakan dan memlihara hubngan sesama guru dalam lingkungan kerjanya. lokakarya. maka di waktu mendatang diharapkan organisasi profesilah yang seharusnya merencanakan dan melaksanakannya. dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi. khususnya profesi keguruan. Misalnya program penyetaraan D-III guru-guru SMP. dan kesetiakawanan sosial.seluruh pengurus dan segala perangkat dan alat-alat perlengkapannya. ataupun juga dapat dilakukan secara bersama. sesuai dengan fungsi dan peran organisasi itu sendiri. dan semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut. seminar. Kegiatan berkelompok ini dapat beruap penataran. kegiatan berkelompok yang diatur tersendiri. merekalah yang mengkomunikasikan segala sesuatu mengenai sikap profesi kepada para anggotanya. Lamanya program peningkatan pembinaan itu pun beragam sesuai dengan yang diperlukan. para pejabat itulah yang memegang peranan fungsional dalam melakukan tindakan pembinaan sikap organisasi. semangat kekeluargaan. Peningkatan secara formal merupakan peningkatan mutu melalui pendidikan dalam berbagai kursus. majalah. atau bahkan kuliah di suatu lembaga pendidikan yang diatur secara tersendiri. televisi. D. kegiatan pembinaan profesi tidak hanya terbatas pada pendiidkan prajabatan atau pendidikan lanjutan di perguruan tinggi saja. Dalam hal ini Kode Etik . Jadi. Usaha peningkatan dan pengembangan mutu profesi dapat dilakukan secara perseorangan oleh para anggotanya. Kalau sekarang kita lihat kebanyakan dari usaha peningkatan mutu profesi diprakarsai dan dilakukan oleh pemerintah.

profesi keguruan? Dalam hal ini kita harus mengakui dengan jujur bahwa sejauh ini profesi keguruan masih memerlukan pembinaan yang sungguh-sungguh. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Keseluruhan Kalau kita ambil sebagai contoh profesi kedokteran. Sedangkan hubungan keleuargaan ialah hubungan persaudaraan yang perlu dilakukan. Hal ini juga dapat mendatangkan pengaruh yang negatif kepada anak didik. Dalam suatu pergaulan hidup. Rasa persaudaraan seperti tersebut. Agar setiap personel sekolah dapat berfungsi sebagimana mestinya. Jika ini sudah berkembang. tetapi setidak-tidaknya sudah ada norma-norma yang mengatur dan mengawasi penampilan profesi itu. guru dengan guru. antara lain terdapat kalimat yang menyatakan bahawa setiap dokter akan memperlakukan teman sejawatnya sebagai saudara kandung. kemauan. untuk kadang-kadang bersikap kurang sungguh-sungguh dan kurang bijaksana. Adapun kebiasaan kita pada umumnya. Berhasil tidaknya sekolah membawakan misinya akan banyak bergantung kepada semua manusia yang terlibat di dalamnya. Dengan ucapan ini para dokter menganggap profesi mereka sebagai suatu keluarga yang harus dijunjung tinggi dan dimuliakan. watak. maka dalamsumpah dokter yang diucapkan pada upacara pelantikan dokter baru. Sekarang apa yang terjadi pada profesi kita. jika terdapat kesalahan-kesalihan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya. Hubungan sesama anggota profesi dapat dilihat dari dua segi. saling harga menghargai. Oleh sebab itu. Hal ini tidak boleh terjadi karena kalau diketahui murid ataupun orang tua murid. akan tumbuh rasa senasib sepenanggungan seta menyadari akan kepentingan bersama. Sikap profesional lain yang perlu ditumbuhkan oleh guru adalah sikap ingin bekerja sama. dan harmonis. Meskipun dalam prakteknya besar kemungkinan tidak semua anggota profesi dokter itu melaksanakan apa yang diucapkannya dalam sumpahnya.Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubngan yang harmonis perilaku diciptakan dengan mewujudkan persaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. Hubungan formal ialah hubungan yang perlu dilakukan dalam rangka melakukan tugas kedinasan. Sekalipun demikian hubungan tersebut dapat berjalan lancar. 1. Semua personel sekolah in iharus dapat menciptakan hubungan baik dengan anak didik di sekolah tersebut. baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menunjang tercapainya keberhasilan anggota profesi dalam membawakan misalnya sebagai pendidik bangsa. dankepala sekolah ataupun guru dengan semua personel sekolah lainnya. Sebagai saudara mereke berkewajiban saling mengoreksi dan saling menegur. agar jangan terjadi keadaan yang berlarut-larut. kita perlu saling maaf-memaafkan dan memupuk suasana kekeluargaan yang akrab antara sesama guru dan aparatur di sekolah. dan tanggung jawab. akan terdapat perbedaan-perbedaan pikiran. dan lain sebagainya. yakni hubungan formal dan hubungan kekeluargaan. dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa orang guru ditambah dengan beberapa orang personel sekolah lainnya sesui dengan kebutuhan sekolah tersebut. 1979). tenteram. perasaan. mereka akan resah dan tidak percaya kepada sekolah. saling pengertian. bagaimanapun kecilnya jumlah manusia. apalagi masyarakat luas. bagikita masih perlu ditumbuhkan sehingga kelak akan . jika di antara meraka tumbuhan sikap saling pengertian dan tenggang rasa antara satu dengna lainnya. sikap. tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain (Hermawan. sehingga hal ini menimbulkan keretakan di antara sesama kita. mutlak adanya hubunga yang baik di antara sesma personel yaitu hubungan baik antara kepala sekolah dengan guru. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Kerja Seperti diketahui. 2.

dan tut wuri handayani. E. atau mendidik saja. ing madyo mangun karso. Dalam tut wuri terkandung maksud membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikannya. Ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus dapat memberi contoh. Dalam handayani berarti guru mempengaruhi peserta didik. Sikap Terhadap Anak Didik Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa: Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. tetapi juga harus memeperhatikan perekmbangan seluruh pribadi peserta didik. staf administrasi dan siswa. baik dengan penggunaan metode mengajar yang sesuai. guruharus aktif mengusahakan suasan yang baik itu dengna berbagai cara.´ Oleh sebab itu. ataupun pendektan lainnya yang diperlukan. Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. yaitu: Guru sendiri. Sikap Terhadap Tempat Kerja Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja akan meningkatkan produktivitas. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja. tidak hanya berilmu tinggi tetapi juga bermoral tinggi pula. 2/1989 tentang Pendidikan Nasional. Prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat. bukan mengejar. prinsip membimbing. guru.dapat kita lihat bahwa hubungan guru dengan teman sejawatnya berlangsung seperti halnya dengan profesi kedokteran. Untuk menciptakan suasana kerja yang baik ini ada dua hal yang harus diperhatikan. Suasana yang haromis di sekolah tidak akan terjadi bila personil yang terlihat di dalamnya. yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Mottto tut wuri handayani sekarang telah diambil menjadi motto dari Departemen Pendidikan Nasional RI. Dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap menentukan ke arah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Peseta didik tidak dapat dipandang sebagai obyek semata yangharus patuh kepada kehendak dan kemauan guru. Tiga kalimat padat yang terkenal daari sistem itu adalah ing ngarso sung tulodo. Pengertian membimbing seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam sistem amongnya. Hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat sekeliling. Hal ini disadari dengan sebaik-baiknya oleh seetiap guru. Prinsip yang lain adalah membimbing peserta didik. sosial maupun yang lainnya yan gsesuai dengna hakikat pendidikan. rohani. dan guru berkewajiban menciptakan suasana yang demikian dala lingkungannya. yakni: tujuan pendidikan nasional. apalagi memaksanya menurut kehendak sang pendidik. utuh. Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang ufur dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan sebagai insan dewasa. dan prinsip pembentukan manusi Indonesia seutuhnya. Penciptaan suasana kerja menantang harus . dalam arti membimbing atau mengajarnya. maupun dengan penyediaan alat belajar yang cukup. Terhadap guru sendiri dengan jelas juga dituliskan dalm salah satu butir dari Kode Etik yang berbunyi: ³Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. yakni kepala sekolah. baik jasmani maupun rohani. dan harus dapat mengendalikan peserta didik. tidak menjalin hubungan yang baik di antara sesamanya. Uraian ini dimaksudkan sebagai perbandingan untuk dijadikan bahan dalam meningkatkan hubungan guru dengan guru sebagai anggota profesi keguruan dalam hubungan keseluruhan. dan bukanlah mendikte peserta didik. baik jasmani. F. harus dapat memberikan pengaruh. serta pengaturan organisasi kelas yang mantap.

bila dia mencitai dengan sepenuh hati. misalnya dengan cara mengundang orang tua sewaktu pengambilan rapor. Agar pendidikan di luar ini terjalin dengan baik dengan apa yang dilakukan oleh guru di sekolah diperlukan kerja sama yang baik antara guru. untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Hanya sebagian kecil dari waktu. Ia harus mau dan mampu melaksanakan tugsnya serta mampu melayani dengan baik pemakai jasa yang membutuhkannya. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir yang keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi: Guru secara pribadi dan bersama-sama. sekolah dapat mengambl prakarsa. Oleh karenay. baik di sekolah maupun di luar sekolah. mengikutsertakan persatuan orang tua siswa atau Komite Sekolah dalam membantu meringankan permasalahan sekolah.oleh sebab itu. ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu. Barangkali tidak semua orang dikaruniai sifat seperti itu. di waktu justru digunakan peserta didik di luar sekolah. yakni di rumah dan di masyarakat sekitar. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat. ia akan berbuat apa pun agar kariernya berhasil baik. Sudah jelas bahwa pemimpin suatu unit atau organisasi akan mempunyai kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya. guru akan berada dala bimbingan dan pengawasan pihak atasan. Sikap Terhadap Pemimpin Sebagai salah seorang anggota organisasi. terutama menanggulangi kekurangan fasilitas ataupun dana penunjang kegiatan sekolah. dapat kita simpulkan bahwa sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif. keterampilan. dan masyarakat sekitar. Sikap Terhadap Pekerjaan Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik. amatlah beralasan bahwa orang tua dan masyarakat bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka. dalam hal ini peserta didik dan para orang tuannya. guru selalu dituntut untuk secara terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. ia committed dengan pekerjaannya. G. baik secara pribadi maupun secara kelompok. Oleh sebab itu. Dalam menjalin kerjasama dengan orang tua dan masyarakat. mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar.dilengkapi dengan terjalinnya hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya. namun bila seseorang telah memilih untuk memasuki profesi guru. terutama bila berhubungan dengna peserta didik yang masih kecil. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. H. dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati. dan mutu layanannya. Ini dimaksudkan untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Artinya. yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. guru harus selalu dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat. Keharusan guru membina hubungan dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya ini merupakan isi dari butir ke lima Kode Etik Guru Indonesia. orang tua. Kerja sama juga dapat diberikandalam bentuk usulan dan malahan kritik yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bersama dan kemajuan organisasi. Dapat saja kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut berupa tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka. Guru . Orang yang telah memilih suatu karier tertentu biasanya akan berhasil baik. mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar. Dalam butir keenam ini dituntut kepada guru. di mana tiap anggota organisasi itu dituntut berusaha untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan organisasi tersebut.

sebagaimana juga dengan profesi lainnya. Namun emikian. Berikut ini diuraikan sejauh mana tantangan guru di masa depan sebagai wawasan dalam rangka menambah khasanah untuk dipergunakan sebagai pertimbangan dalam meningkatkan profesionalisme guru. keinginan. artinya guru mengikuti berbagai pendidikan lanjutan atua kursus yang sesuai dengan bidang tugas. radio. A. dan memiliki kepribadian serta budi pekerti luhur yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. perlu melihat karakteristik masyarakat di era globalisasi dikaitkan dengan peran pendidikan. yaitu: (1) masyarakat teknologi. yaitu dalam menghadapi masyarakat abad 21. (2) masyarakat terbuka. membina. kita semua mengetahui bahwa begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang guru dalam upaya untuk melaksanakan tugasnya secara profesional di masa datang. a.guru dapat melakukannya secara formal maupun informal. . dan mengarahkan peserta didik dalam menumbuhkan semangat keunggulan.blogspot. koran. Secara informal guru dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya melalui mass media seperti televis. sehingga dapat mengubah cara berfikir dan bertindak bahkan mengubah bentuk dan pola hidup manusia yang sama sekali berlainan dengan kehidupan sebelumnya.blogspot. Menurut Tilaar (1999). motivasi belajar. (3) masyarakat madani. dan sebagainya. sementara kondisi riil di lapangan masih amat memperhatikan. Secaar formal. waktu. kualitas maupun profesionalitas guru. setidaknya terdapat tiga karakteristik masyarakat di abad 21. baik secara kuantitas. tidak mungkin dapat meningkatkan mutu dan martabat profesinya bila guru itu tidak meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilannya. Masyarakat Teknologi Masyarakat teknologi yang dimaksud adalah suatu masyarakat yang telah melek teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi. Untuk meningkatkan mutu profesi secara sendiri-sendiri. Persoalan ini masih ditambah adanya berbagai tantangan ke depan yang masih kompleks di era global ini. Kemajuan teknologi kkomunikasi telah mebuat jarak dan waktu semakin pendek dan cepat. dan kemampuannya. Gambaran Masyarakat Abad 21 Untuk memberikan gambaran tentang tantangan guru yang prfeesional di masa depan. guru seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas membimbing. sehingga seolaholah dunia menjadi satu tanpa ada sekat yang membatasi bangsa-bangsa. negara-negara. ataupun membaca buku teks dan pengetahuan lainnya yang cocok dengan bidangnya.com/2010/11/sikap-profesional-keguruan. Read more at: http://aadesanjaya. karena ilmu dan pengetahuan yang menunjang profesi itu selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman.html Copyright aadesanjaya. majalah ilmiah. Sebagai seorang profesional.com Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Pembahasan sebelumnya memberikan gambaran bahwa secara konsep gur sebagai tenaga profesional harus memenuhi berbagai persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional.

tetapi dapat pula menghancurkan kebudayaan umat manusia. Untuk itu. Hal itu mengancam kehiudpan masyarakat lain oleh karena adanya kemungkinan penguasaan atau dominasi oleh mereka yang lebih kuat. bukan atas dasar asal-usul atau keturunan. Tetapi sebaliknya. tetapi berdasarkan pada kemampuan individual. b. maka tentu tidak kalah pentingnya peran guru itu sendiri untuk lebih dulu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan teknologi terkini kepada peserta didiknya. memiliki toleransi dan tanggungjawab terhadap kehiudpan pribadi maupun masyrakatnya. bila kapasitas sumber daya manusia itu tidak dikembangkan.bahkan pribadi-pribadi. sehingga komunikasi antar pribadi menjadi makin dekat dan hampir tanpa hambatan. dan fasilitas kepada masyarakat dan peserta didik untukmemperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. terutama dalam memberikan bimbingan. Masyarakat Terbuka Lahirnya teknologi komunikasi yang demikian maju. tidak berdaya dan miskin. Setiap manusia mempunyai kesempatan yang tidak terbatas untuk belajar dan megnembangkan diri atau bahakan melalui kapasitasnya memberikan sumbangankepada masyarakat lainnya. Kemajuan teknologi dapat memajukan kehidupan manusia. maka akan menjadi manusia dan masyarakat yang lemah dan tidak berdaya. Dalam maysarakat seperti itu. ulet. Masayraakat madani tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat yang saling hormatmenghormati. termasuk nilai-nilai etis yang diyakini kebenarannya. di mana setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. serta menjunjung tinggi rasa kebersamaan untuk mencapai kesejahteraan bersama. c. agar kehidupan manusia tidak terancam oleh karena kemjuan teknologi itu sendiri. Peran pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu masyarakat dan bangsa. tidak kalah pentingnya adalah peran pendidikan dalam memberikan arahan dan bimbingan agar penguasaana teknologi tidak menjadi bumerang bagi masyarakat. sehingga tidak menjadi korban dan tertindas oleh zaman yang penuh dengan persaingan. yang pada akhirnya melahirkan masyarakat terbuka. Masyarakat madani adalah masyarakat yang saling menghargai satu dengan yang lain. semangat. dalam masyarakat terbuka diperlukan manusia yang mampu mengembangkan kapasitasnya agar menjadi manusia dan bangsa yang kuat. agar tidak menjadi bangsa pelayan yang dapat diperintah bangsa lain. dan masyarakat yang turut bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dari masyarakatnya. peran pendidikan sangat penting dan strategis. Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan wujud dari suatu masyarakat terbuka. di samping penguasaan teknologi itu sendiri. dorongan. disiplin. Selain itu. berprestasi dan memberikan sesuatu sesuai dengankapasitasnya. dalam mengiringi kemajuan teknologi tersebut diperlukan upaya penghayatan. yang menghormati prestasi individual. berkarya. Dalam masyarakat terbuka. kreatif. antara bangsa satu dengan bangsa lain dapat saling mempengaruhi dalam berbagai hal. Pendidikan dapat menumbuhkan pemahaman etika yang benar. baik masyarakat lokal maupun masyarakat dunia. Manakala pendidikan mengisyaratkan adanya keharusan peserta didik untuk menguasai teknologi. yang disebabkan kurangnya penghayatan terhadap etika. yang mengakui akan hak-hak asasi manusia. yang pada akhinya akan menjadi boneka atau korban bagi mereka yang lebihkuat. yang berprestasi dan yang memilikimodal terhadap masyarakat yang lemah. membuat dunia menjadi satu seolah tanpa sekat. lebih kreatif dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. termasuk mempengaruhi budaya bangsa lain. dan berprestasi. Masyarakat madani tumbuh dan berkembang bukan dengan sendirinya dan bukan tanpa . Untukitu.

Kunci terwujudnya masyarakat madani adalah pendidikan. menurunnya rasa kebersamaan. Tantangan intenal adalah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia. perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam sistem pendidikan nasional. dan produktif dan tidak sekedar menjadi manusia yang selalu mengekor seperti µbebek¶ yang hanya menerima petunjuk dari atasan dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. Penguatan nilai kesatauan dan pembinaan moral bangsa Krisis yang berkepanjangan memberi kesan keprihatinan yang dalam dan menimbulkan berbagai dampak yang tidak menguntungkan terhadap kehidupan bermasyarakat di Indonesia. karena melalui pendidikan dapat dibangun sumberdaya yang berkualitas dengna kepribadian yang sesuai dengan budaya serta kesadaran individu hidup berdampingna untuk mencapai tujuan bersama. yang pada akhirnya dikhawatirkan dapat mengancam kesatuan dan persatuan sebagai bangsa. 1. Sejalan dengan itu. Rasa persatuan yang telah berhasil ditanam berarti bahwa seseorang merasa bangga menjadi bangsa Indonesia yang berarati pula bangsa terhadap kebudayaan Indoensia yang menjunjung tinggi etika dan nilai luhur untuk siap menjadi masyarakat abad 21 yang kuat dan dapat mewujudkan demokrasi dalam arti sebenarnya. Hal itu terutama dapat dilihat mulai adanya gejala menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat. Pengembangan nilai-nilai demokrasi Demokrasi dalam bidang pendidikan adalah membangun nilai-nilai demokratis. guru sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri mempunyai tantangan bagiamana membantu dan mengembangkan diri peserta didik menjadi manusia yang tekin. dan fenomena rendahnya mutu pendiidkan. B. setidaknya kita dapat memperoleh gambaran tentang apa dan bagaimana karakteristik masyarakat pada abad 21 dan apa peran pendidikan pada masa yang akan datang serta tantangan bagi seorang guru untuk menyikapinya. Dalam pengertian ini. Tantangan Internal a. pemberlakuan otonomi daerah memberikan peluang melakukan berbagai perubahan dalam penataan sistem pendidikan yang pada hakekatnya adalah memberikan kesempatan lebih besar kepad adaerah dan sekolah untuk mengembangkan proses pendidikan yang bermutu sesuai dengan potensi yang dimilikinya. lunturnya rasa hormat dengan orang tua. kritis. yaitu kesamaan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak dan juga kewajiban yang sama bagi masyarakat untuk membangun pendidikan yang bermutu. pengembangan nilainilai demokrasi.upaya terencana. sering terjadinya benturan fisik antara peserta didik. kreatif. diantaranya penguatan nilai kesatuan dan pembinaan moral bangsa. dan mulai adanya indikasi tidak saling menghormati antara sesama teman. Pendidikan pada dasarnya tidak terlepas dari peran penting guru sebagai tulang punggung dan penopang utama dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan berupaya menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik dan tantangan nyata bagi guru adalah bagaimana seorang guru memilikikepribadian yang kuat dan matang untuk dapat menanamkan nilai-nilai moral dan etika serta meyakinkan peserta didik terhadap pentingnya rasa kesatuan sebagai bangsa. Pendidikan berbasis masyarakat dan . pelaksanaan otonomi daerah. tetapi masyarakat yang dibangun melalui pendidikan. Sementara tantangan eksternal adalah tantangan guru profesional dalam menghadapi abad 21 dan sebagai bagian dari masyarakat dunia di era global. termasuk potensi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai bentuk untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan. Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Berdasarkan paparan di atas. b. Tantangan guru profesional untuk menghadapi masyarakat abad 21 tersebut dapat dibedakan menjadi tantangna yang bersifat internal dan kesternal.

menjunjung tinggi rasa kebersamaan. hanya dapat dibentuk oleh suatu sistem pendidikan yang kondusif dan memiliki guru yang profesional dalam bidangnya. tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.html Copyright aadesanjaya. Dalam masyarakat abad 21. hanya akan menerima seoran gyang profesional dalam bidang pekerjaannya. tantangan bagi guru profresional dalam menghadapi globalisasi adalah bagaimana guru yang mampu memberi bekal kepada peserta didik. c. diperlukan mutu individu yang kreatif dan inovatif. kreatif. yaitu kehidupan dalam dunia yang terbuka dan seolah tanpa batas. Dengan situasi kehidupan demikian. berprestasi. dan kompetitif. tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat sebagai bangsa Indonesia. kompetisi dan kerjasama yang saling menguntungkan. selain ilmu pengetahuan dan teknologi. 2.com/2010/11/tantangan-guru-sebagaitenaga. guru dituntut untuk berperlaku dan memiliki karakteristik profesional oleh karena tuntutan dan sifat pekerjaanya dan bersaing dengan profesi-profesi lainnya. seakan-akan dunia seperti sebuah kampuang dengan ciri perdagangan bebas. Proses pendidikan dalma masyarakat abad 21 adalah suatu interaksi antara guru dengna peserta didik sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat yang demokratis dan terbuka. termasuk para guru yang profesional. akan melahirkan tantangan dan peluang untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakatnya. Fenomena rendahnya mutu pendidikan Berbagai hasil studi dan pengamatan terhadap mutu pendidikan pada berbagai negara menunjukkan bahwa secara makro mutu pendidikan di Indonesia masih rendah.com .blogspot.manajemen berbasis sekolah merupakan perwujudan nyata dari demokrasi dan desentralisasi pendidikan yang bertujuan untuk lebih memberdayakan sekolah dan masyarakat dalam proses pendidikan demi mencapai prestasi sesuai kemampuannya. Kehidupan global yang terbuka. dan mematuhi nilai-nilai hukum yang berlaku dan disepakati bersama. inovatif. memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. juga menanamkan sikap disiplin. Masyarakat yang demikian menuntut adanya pelayanan yang profesional dari para pelakunya dan guru adalah seorang profesional dalam masyarakat seperti itu. memerlukan manusia yang bermutu dan dapat bersaing dengan sehat. Tantangan Eksternal Kecenderungan kehidupan dalam era globalisasi adalah mempunyai dimensi domestik dan global. Untuk itu. diperlukan proses pendidikan yang bermutu dan kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah mutu guru. Read more at: http://aadesanjaya. Guru memiliki peran strategis dalam rangka mewujudkan prestasi bagi peserta didiknya. Dengan kata lain. saling menghormati atas dasar kemampuan individual. Tantangan guru pada masyarakat abad 21 aldaha bagaimana menjadi seorang guru yang profesional untuk membangun masyarakat yang mandiri. secara individual ada beberapa diantara peserta didik mampu menunjukkan prestasinya di lomba-lomba bertaraf internasional. seperti pada Olimpiade Fisika. Untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas. Walaupun demikian. Dalam melakukan persaingan. Untuk itu. tantangan bagi guru dalam wacana desentralisasi pendidikan adalah bagaimana melakukan inovasi pembelajaran sehingga dapat membimbing dan menuntun peserta didik mencapai prestasi yang diharapkan. Dengan demikian par asisiwa mempunyai bekal yang memadai. Kemampuan individu untuk bersaing seperti itu.blogspot. dan bahkan secara nilai rata-rata di bawah peringkat negara Asean lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful