Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta

didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

[sunting] Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran. Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?] Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

[sunting] Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
y y y y

Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat. Melestarikan kebudayaan. Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
y

y

y

Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka. Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga

y

diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya. Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
y y y y y

Transmisi (pemindahan) kebudayaan. Memilih dan mengajarkan peranan sosial. Menjamin integrasi sosial. Sekolah mengajarkan corak kepribadian. Sumber inovasi sosial.

Makalah Tentang Model Pembelajaran Kooperatif Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam membelajarkan matematika kepada siswa, apabila guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran matematika cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan tersiksa. Oleh karena itu dalam membelajarkan matematika kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.

B. Tujuan Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca,

khususnya para mahasiswa jurusan matematika, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Lampung agar nantinya dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajaran.

Bab II Model Pembelajaran Kooperatif

A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Usaha-usaha guru dalam membelajarkan siswa merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama. Menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani(2005), model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran. Pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guru adalah model pembelajaran kooperatif.

Apakah model pembelajaran kooperatif itu? Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Nur (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran yang lain. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.

B. Prinsip Dasar Dan Ciri-Ciri Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Nur (2000), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif

sebagai berikut: 1.Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. 2.Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota 3.kelompok mempunyai tujuan yang sama. 4.Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya. 5.Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi. 6.Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. 7.Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Sedangkan ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : 1. Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai. 2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender. 3. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masingmasing individu. Dalam pembelajaran kooperatif dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa saling berbagi kemampuan, saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, saling memberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantu belajar, saling menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain.

C. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Terdapat 6(enam) langkah dalam model pembelajaran kooperatif. 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan

Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan. Guru memberi penghargaan hasil belajar individual dan kelompok. Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana.kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks. Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.Membimbing kelompok belajar. B. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya. 2. 1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja siswa dalam kelompok kelompok belajar. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Model STAD. Guru menyajikan informasi kepada siswa. 1. Guru menginformasikan pengelompokan siswa. 4. 5.Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok .Memberikan penghargaan. 3. saat kuis mereka tidak boleh saling membantu. dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif. Menyajikan informasi. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Tipe pembelajaran inilah yang akan diterapkan dalam pembelajaran matematika. 6. Bab III Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD A. jenis kelamin dan suku. Evaluasi.

Perlu diingat pembagian itu harus diseimbangkan sehingga setiap kelompok terdiri dari siswa dengan siswa dengan tingkat prestasi seimbang. dll. Penyajian Materi Pelajaran a. 2. b). Guru memberi bantuan dengan memperjelas perintah.6 orang. kesenangan bawaan/sifat (pendiam dan aktif). 4. aturan heterogenitas dapat berdasarkan pada : a). Dalam menjawab tes. mengulang konsep dan menjawab pertanyaan. Kelompok diharapkan bekerja sama dengan sebaik-baiknya dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran. sedang dan rendah) Yang didapat dari hasil akademik (skor awal) sebelumnya. Penghargaan kelompok Setiap anggota kelompok diharapkan mencapai skor tes yang tinggi . siswa tidak diperkenankan saling membantu. membandingkan jawaban. siswa diberikan tes secara individual. 3. 5. latar belakang sosial. Pertanyaan-peranyaan diberikan penjelasan tentang benar atau salah. Dalam kegiatan kelompok ini. c. Pengembangan Dilakukan pengembangan materi yang sesuai yang akan dipelajari siswa dalam kelompok.Sebelum menyajikan guru harus mempersiapkan lembar kegiatan dan lembar jawaban yang akan dipelajarai siswa dalam kelompok-kelomok kooperatif. Jenis kelamin. Pendahuluan Di sini perlu ditekankan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok dan menginformasikan hal yang penting untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari. para siswa bersama-sama mendiskusikan masalah yang dihadapi.Evaluasi Dilakukan selama 45 . Setelah kegiatan presentasi guru dan kegiatan kelompok. atau memperbaiki miskonsepsi. Jika siswa telah memahami konsep maka dapat beralih kekonsep lain.60 menit secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja dalam kelompok. memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan masalah agar siswa selalu siap dan dalam memberikan tugas jangan menyita waktu lama.Kegiatan kelompok Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan yang akan dipelajari siswa. Kemudian menetapkan siswa dalam kelompok heterogen dengan jumlah maksimal 4 . Siswa mengikuti presentasi guru dengan seksama sebagai persiapan untuk mengikuti tes berikutnya b. Praktek terkendali Praktek terkendali dilakukan dalam menyajikan materi dengan cara menyuruh siswa mengerjakan soal. Isi dari LKS selain materi pelajaran juga digunakan untuk melatih kooperatif. Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan sebagai nilai perkembangan kelompok. Materi pelajaran dipresentasikan oleh guru dengan menggunakan metode pembelajaran. Di sini siswa belajar untuk memahami makna bukan hafalan.Kemampuan akademik (pandai.

hebat dan super. 3. Pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda 2. Dari hasil nilai perkembangan. BAB IV Simpulan dan Saran A. himpunan-himpunan. dll. konsepkonsep dasar dan tidak memerlukan penalaran yang tinggidan juga hapalan. Kemudian dilakukan perubahan kelompok agar siswa dapat bekerja dengan teman yang lain. maka penghargaan pada prestasi kelompok diberikan dalam tingkatan penghargaan seperti kelompok baik. sehingga setiap anggota kelompok tidak bisa menggantungkan pada anggota yang lain. D. bilangan jam. Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dalam seting pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengubah pembelajaran dari teacher center menjadi student centered. misalnya bilangan bulat. Dengan penyajian materi yang tepat dan menarik bagi siswa. 6. Materi-materi matematika yang relevan dengan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah materi-materi yang hanya untuk memahami fakta-fakta. Materi Matematika yang Relevan dengan STAD.karena skor ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan skor rata-rata kelompok. C. seperti halnya pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memaksimalkan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Keunggulan Model Pembelajaran Tipe STAD Keunggulan dari metode pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah adanya kerja sama dalam kelompok dan dalam menentukan keberhasilan kelompok ter tergantung keberhasilan individu. Pada intinya konsep dari model pembelajaran tipe STAD adalah Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut . Simpulan 1.Perhitungan ulang skor awal dan pengubahan kelompok Satu periode penilaian (3 ± 4 minggu) dilakukan perhitungan ulang skor evaluasi sebagai skor awal siswa yang baru.

Yogyakarta: PPPG Matematika. (2006).Diharapkan guru mengenalkan dan melatihkan keterampilan proses dan keterampilam kooperatif sebelum atau selama pembelajaran agar siswa mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta dapat menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut.blogspot. sumber asli: http://makalah-di. dan untuk setiap konsep ditentukan metode atau pendekatan yang akan digunakan serta keterampilan proses yang akan dikembangkan.html Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu. Budijastuti.Agar pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses berorientasi pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat berjalan. Media Pembelajaran (Model-model Pembelajaran). Sri Wardhani. Bagaimanakah professional guru?. DAFTAR PUSTAKA Ismail. Model dan Strategi Dalam Pembelajaran Matematika. Widowati. 2001 Pembelajaran Kooperatif. 2. (2003). sebaiknya guru membuat perencanaan mengajar materi pelajaran. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia.Saran 1. Yogyakarta: PPPG Matematika. mudah mudahan . Bahan Ajar Diklat di PPPG Matematika. Tim PPPG Matematika. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya. Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia. dan menentukan semua konsep-konsep yang akan dikembangkan. Contoh Silabus dan RPP Matematika SMP. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SLTP. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. Beberapa Teknik. silahkan anda baca makalah di bawah ini. (2003).com/2009/11/makalah-tentang-modelpembelajaran.

Pengertian Profesi Makagiansar. baik kesejahteraan secara materiil (gaji. Ani M. sebagian besar guru SD. J. honor. dll. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik.makalah ini dapat membantu anda. M. Y. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan.M. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis. bermakna dan menyenangkan. antara lain: (a) sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C. Kecilnya anggaran pendidikan. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. pengembangan bahan ajar. Menurut Dra. Galbreath. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. bu-kan sematamata segi materinya belaka B.SMP.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat.). Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. BAB I PENDAHULUAN A. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius.SMA.Hasan. B. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. maupun pembinaan . Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. Secara nasional. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. belum lagi dikorupsi sana-sini. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar .Pd. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani.

ketika ada peluang lain. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. dll. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. bukan bakat alami. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. dll). Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh pendidikan keguruan. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik).lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. Bahasa Inggris. membuat guru-guru mapel UAN menjadi . Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. mereka keluar begitu saja. dengan maraknya sistem les privat. Lalu secara ekonomis. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. Harus diakui. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. frustasi. perbankan. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. Matematika yg diuji dalam UAN. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?). Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. dari pengalaman. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. jengkel. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis.. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. Saya tidak punya data. Dan bagi saya itu oke. pelatihan. berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. Kalaupun diterima. Lisensi keguruan. Itu sebabnya. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. metode mengajar dan psikologi. dll.

bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. mengajar adalah profesi hati. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Bisa menimbulkan iri hati. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. C. Itu bagus bagi guru tsb. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan.. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. Oleh karena itu. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. Namun. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. Dari 18 pasal yang ada. diselesaikan. Kondisi itulah yang harus dihadapi. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. Padahal keduanya jelas berbeda. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. dll. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan . pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. bukan menyiksa apalagi mengancam. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas.primadona. menghargai murid. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. Oleh karena itu. Karena sekolah merupakan medan belajar. C.

DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs).R. memang adalah tanggung jawab negara. D. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. September 1998. 2001. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. Jakarta: Grasindo. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. 1996.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). bukan tanggung jawab orang tua murid. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. http://makalahfrofesikependidikan. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. Caranya. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. dan Loucks-Horsley. 3-4/1996. 1991. Jakarta: Depdikbud . Teacher in England and Wales. April/Mei 2001. realistis. diakses 7 Juni 2001) Semiawan. C. K. 2001. aol. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja.Yang Maha Esa. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. S. kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. Suara Guru No. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. Makalah Dipresentasikan. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. bukan karena menyuap B. Y. tetapi porsinya harus tetap kecil. karena menjadi guru berkat kemampuannya.E.html Supriadi. 1998. Stiles. Journal PAT. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta). 1998.blogspot. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. Sumargi.com/PTRFWEB/journal1040.html. The Science Teacher. Orang tua murid bisa diminta partisipasi. (Online) (http://members.

Tujuan Makalah ini bertujuan mengetahui : Pendidikan di Indonesia Profesional guru di Indonesia Permasalahan kependidikan C. serta diklat lainnya yang berskala luas masih memerlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana relevansi dan pengaruhnya terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini.SMKdan SLB masih kurang sesuai dengan kualifikasi minimal yang ditetapkan. serta keterampilan dalam menggunakan metode dan media pembelajaran. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan sebagian guru kurang memahami dan menguasai kurikulum. Pengertian Profesi Makagiansar. Batasan Masalah Makalah Ini Hanya Terbatas pada Dunia Pendidikan di Indonesia BAB II PEMBAHASAN Profesi Kependidikan di Indonesia A. antara lain: (a) . Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia. pengembangan bahan ajar.SMA. Secara nasional. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. silahkan anda baca makalah di bawah ini. Y.SMP.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi. Bagaimanakah professional guru?. M. B.blogspot.blogspot. Untuk lebih jelasnya tentang pendidikan di indonesia. khususnya guru kurang mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif. sebagian besar guru SD. Bagaimanakah pendidikan di indonesia?. pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Program pendidikan dan pelatihan (Diklat) dalam jabatan (in-service training) untuk meningkatkan kualifikasi guru. Rumusan Masalah Bagaimanakah pendidikan di indonesia Bagaimanakah professional guru Apa yang menjadi permasalahan guru di Indonesia D. 1996 profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai. program penyetaraan D2 untuk guru SD/MI dan D3 untuk guru SMT/MTs. bermakna dan menyenangkan. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik.com Makalah Profesi Kependidikan di Indonesia adalah makalah yang membahas tentang profesi kependidikan di indonesia atau lebih khususnya kita melihat ke rumusan masalahnya yaitu.html Copyright aadesanjaya. Latar Belakang Kenyataan di lapangan mutu pendidik dan tenaga kependidikan masih memprihatinkan. Masyarakat banyak mengkritisi sebagian dari pendidik dan tenaga kependidikan. keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu Nasanius.Read more at: http://aadesanjaya. BAB I PENDAHULUAN A. mudah mudahan makalah ini dapat membantu anda.

Bagaimana seseroang bisa memiliki kecintaan ini kalau dia menjadi guru karena terpaksa? Ketika saya menjabat Kepala Divisi Pendidikan di Yayasan tempat saya bekerja.M. Demikian juga seorang sarjana ekonomi tidak serta merta bisa menjadi guru ekonomi. belum lagi dikorupsi sana-sini. tidak sedikit pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana hukum. Pendidikan di Indonesia Ada beberapa hal yang menjadi penyebab runtuhnya pendidikan di Indonesia: Negara memang belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar negara kita secara konsekuen dan bertanggung jawab. Itu sebabnya. Adalah tidak masuk akal mengharapkan kualitas pengajaran yang bagus dari guru yang miskin harta dan miskin pengetahuan atau ketrampilan. setelah beberapa saat mereka menjadi guru. Dalam wawancara terungkap mereka melamar karena setelah sekian lama melamar pekerjaan ke sana-sini tidak pernah diterima. honor. Memang dia ahli dalam mesin&ekonomi. Ketika menjadi guru bukan lagi pilihan hidup. Sebaliknya jangan salahkan guru yg terpaksa ³ngobyek´ untuk mencari tambahan biaya hidup. mungkin lebih baik keluar dari pada terpaksa jadi guru. dll).sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. baik kesejahteraan secara materiil (gaji. Di banyak negara untuk sekolah negeri dari SD-SMU gratis. Kalaupun diterima. Lisensi ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah menempuh . Galbreath. Di Indonesia? Dampaknya juga pada nasib guru. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur.ketika ada peluang lain. Kecintaan pada pekerjaan sebagai guru ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memang memilih jadi guru. Artinya tidak semua orang bisa menjadi guru atau dosen. 1999 Profesi guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani. bu-kan sematamata segi materinya belaka B. mestinya untuk menjadi guru atau dosen seseorang harus memiliki lisensi sebagai guru/dosen. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. Guru atau dosen adalah sebuah profesi akademis. dll.Hasan. perbankan. bukan bakat alami. bahwa faktor psikologis dan kecintaan seorang guru terhadap bidang pekerjaannya sebagai guru akan memberi pengaruh besar pada kualitas proses belajar mengajar dan pembinaan siswa di sekolah.Menengah yang harus ditanggung oleh rakyat. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. mereka keluar begitu saja. Jadi nasiblah yang menghanyutkan mereka melamar menjadi guru.Pd. Harus diakui. dari pengalaman. J. Menurut Dra. tetapi dia tidak memiliki keahlian dalam ilmu mengajar. membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki. Dan bagi saya itu oke. (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. berpengaruh besar pada mahalnya biaya Pendidikan Dasar . Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. Ani M. Lisensi keguruan. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. Kecilnya anggaran pendidikan. Sebagai contoh: seorang ahli mesin tidak serta merta bisa jadi dosen tehnik mesin kalau dia tidak memiliki ilmu mengajar. dll. Ketimpangan ini akan berpengaruh pada kualitas pengajaran yang ia berikan dan tentunya juga berpengaruh pada siswa. pelatihan.). maupun pembinaan lanjut untuk meningkatkan kualitas kinerja guru (penataran.

Kondisi itulah yang harus dihadapi. ketika hanya bidang studi tertentu saja seperti Bahasa Indonesia. dll. baik guru maupun peserta didik terpanggil untuk belajar. dengan maraknya sistem les privat. membuat guru-guru mapel UAN menjadi primadona. dan itu akan menurunkan semangat mengajar. Kebijakan ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah. Oleh karena itu. guru terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan peserta didik. Malapetaka penyebab hancurnya pendidikan di Indonesia juga dirancang oleh pemerintah sendiri. dan akhirnya menggangu keharmonisan antar guru di sekolah. Oleh karena itu. yang harus terlibat dalam medan belajar adalah hati atau lebih daripada budi. yg sering menyita waktu karena dia harus sering bolak-balik ke Kabupaten yang berjarak 6 jam naik bus dari tempat mengajar. Memang harus disadari bahwa kondisi guru seperti yang tercermin pada temuan di atas harus menjadi keprihatinan bersama. Guru-guru tsb mendapat banyak murid les dan ini berarti penambahan pendapatan yg lumayan. Proses mendampingi peserta didik adalah proses belajar. Di sekolah yang memiliki 6 kelas (kelas I-VI) hanya ada 3 orang guru. Bisa menimbulkan iri hati. juga mungkin siswa tidak respek pada guru-guru tsb. Karena menjadi guru menyangkut perkara hati. Bagi adik saya dengan tugas sebagai Kepala Sekolah. tetapi juga akan menyebabkan bencana lainnya seperti: rendahnya tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran lain yang tidak termasuk dalam mata pelajaran yg diuji dalam UAN. metode mengajar dan psikologi. Bahasa Inggris. Dia adalah seorang pädagogie (pengajar/pendidik). berapa prosen (%) guru/ dosen di sekolah/PT di Indonesia yang memiliki kompetensi (lisensi) keguruan? Mungkin ada teman yang bisa membantu? Ketika tenaga guru tidak sebanding dengan jumlah murid/kelas. Hati harus banyak berperan atau lebih daripada budi. bukan menyiksa apalagi mengancam. yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru. memberikan penekanan pada peran budi sematamata seperti yang lazim terjadi pada saat ini akan merintangi kemajuan pendidikan. Itu bagus bagi guru tsb. peserta didik terpanggil untuk menemukan cara belajar yang tepat. Jadi perkara belajar adalah perkara hati dan budi. sehingga mengajar hanya asal-asalan (karena tidak punya beban atau karena kecewa?).. mengajar adalah profesi hati. frustasi.. Maka apabila ada kegagalan peserta didik. jengkel. Matematika yg diuji dalam UAN. Guru dituntut untuk mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. dan ditentukan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Adik saya menjadi Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di pedalaman Kalimantan Barat. Lalu secara ekonomis. dll. Secara psikologis juga guru-guru mata pelajaran yg tidak termasuk dalam UAN bisa merasa rendah diri. C. bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. Jadi masing-masing guru mengajar 2 kelas sekaligus. Tetapi tidak baik bagi guru-guru lain. minimal dia harus menguasai ilmu didaktik. Metode atau sistem ujian ini tidak hanya tidak mengukur kemampuan belajar siswa secara menyeluruh. Profesional Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Medan belajar adalah medan yang menyenangkan. bukan menjadi ajang untuk menyangkal atau malahan . pengolahan hati harus mendapatkan perhatian yang cukup. Karena sekolah merupakan medan belajar. Saya tidak punya data. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui. masih harus ditambah tugas mengajar dan wali kelas.pendidikan keguruan. Yaitu bahwa dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Dalam situasi seperti ini juga adalah tidak realistis menuntut kualitas pendidikan. diselesaikan. Guru terpanggil untuk bersedia belajar bagaimana mendampingi atau mengajar dengan baik dan menyenangkan.

itu sekaligus pula jangan sampai untuk mematahkan semangat rekan guru yang masih ingin menghidupi keguruannya. bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis. C. realistis. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas. Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru. jika mau membuat program 100 hari yang monumental. Kerasan dan kebanggaan atas keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional.untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu (yang tidak ada manfaatnya sama sekali). kode etik guru indonesia Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan BAB III KESIMPULAN A. Caranya. Kode Etik Guru Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. menyerahkan seleksi guru kepada lembaga . Padahal keduanya jelas berbeda. dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung. Dari 18 pasal yang ada. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. Namun. Dari itu semua yang paling berkepentingan adalah pribadi guru sendiri. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru. Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik. Mau belajar dengan meluangkan waktu untuk menjadi guru. padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. menghargai murid. Kesimpulan Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja. salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi. yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). Seorang guru yang tidak bersedia belajar tak mungkin kerasan dan bangga jadi guru. sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru.

tetapi porsinya harus tetap kecil. April/Mei 2001.blogspot. 1998.R. 3-4/1996. Profesi Guru Antara Harapan dan Kenyataan.com Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru Makalah Prioritas Kerja Profesi Guru adalah makalah yang berkaitan dengan proritas kerja guru dimana guru itu harus bekerja sesuai dengan profesinya. bukan karena menyuap B. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. 2001. A. Untuk lebih jelasnya silahkan anda simak makalah di bawah ini. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. 2001. Barulah akan tercipta guru yang profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di Indonesia.html Copyright aadesanjaya. Professional Development Strategies: Proffessional Learning Experiences Help Teachers Meet the Standards. 1998. Sumargi. (Online) (http://members. tidak akan muncul generasi pintar yang . Jakarta: Depdikbud Read more at: http://aadesanjaya. Y.html. dan Loucks-Horsley. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Makalah Dipresentasikan.com/2010/07/profesi-kependidikan-diindonesia. Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Program Sertifikasi Guru Bidang Studi (untuk Guru MI dan MTs).rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral.html Supriadi.blogspot. Suara Guru No. http://makalahfrofesikependidikan. S. Teacher in England and Wales. karena menjadi guru berkat kemampuannya.com/2011/01/makalah-profesi-kependidikandi.com/PTRFWEB/journal1040. Professionalisme in Practice: the PAT Journal. September 1998.blogspot. barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat. bukan tanggung jawab orang tua murid. Tanpa guru. D. K. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21. karena sebagian guru tidak menerapkan dengan sepenuhnya apa profesi guru yang sebenarnya. DAFTAR PUSTAKA Pantiwati. Journal PAT. Saran Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan. Jakarta: Grasindo. memang adalah tanggung jawab negara.E. 1991. Stiles. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang. terutama untuk guru di sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta). Orang tua murid bisa diminta partisipasi. C. 1996. The Science Teacher. Latar Belakang Lagu himne guru menunjukkan betapa pentingnya keberadaan seorang guru bagi kehidupan seorang manusia dalam mengenal dunia. diakses 7 Juni 2001) Semiawan. aol.

Dengan kebijakan memberikan pendidikan dasar pada sementara inlander untuk tugas-tugas administratif yang diperlukan penjajah. PROFESIONAL Secara politis. Mereka mendapat imbalan jasa yang memadai untuk hidup sejahtera bersama keluarga. politis dan budaya) pemegang profesi yang bersangkutan dan kredibilitas professional para guru.Pd. citra dan status profesi guru dalam masyarakat juga masih tinggi.Hasan. Guru dipandang sebagai pemimpin masyarakat yang disegani dan mempunyai status ekonomi yang relatif tinggi. tetapi juga sebagai pemimpin masyarakat yang terhormat. tetapi juga ada yang ikut aktif menjadi tentara rakyat dan berperang mengusir penjajah. status profesi guru memang sangat tinggi. Artinya. Dalam masa awal perjuangan kemerdekaan.5) sen sehari. Dalam masyarakat Jawa ada ungkapan. Ani M. Pada masa itu. guru ratu wong tuwo akaro. Para guru diberi julukan Sensei yang dalam kebudayaan Jepang mempunyai kedudukan sosial yang amat dihormati. Ibu Guru Siti Sahara mempunyai gaji sebesar 40 gulden sebagai guru Kepala Sekolah Wanita di Bireum. Para guru masih dilihat dan diperlakukan bukan hanya sebagai pendidik yang pantas digugu dan ditiru di sekolah. B. Akibatnya. guru diperlukan pemerintahan penjajah dalam rangka menunjang politik etisnya. kemudian rajanya. Pascakemerdekaan sampai tahun 1950-an. Rumusan Masalah Bagaimanakah sebenarnya Prioritas Kesejahteraan Guru Prioritas kerja Profesi Guru A. Orang tua akan sangat bangga jika anaknya menjadi seorang dokter. guru dicitrakan amat bagus karena berkait erat dengan status sosial (ekonomis. dan . status profesi guru juga masih terhormat. Pada jaman penjajahan Belanda. Tingginya citra guru pada zaman penjajahan dan awal kemerdekaan di Indonesia berkait erat dengan citra masyarakat memandang profesi guru.M. orang wajib menaati pertama-tama gurunya. tentara. atau profesi lainnya dibanding menjadi seorang guru. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Semua orang pasti mengakui jasa seorang guru bagi dirinya walau hanya di dalam hati. relasi guru dengan padepokan-padepokan sebagaimana terungkap dalam hubungan dengan para kyai di pesantren-pesantren. Sedangkan Sumargi profesi guru adalah profesi khusus _ luhur. Wanita Guru Pertama dari Mandailing. dalam Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ditulis. pada tahun 1920-an misalnya. Profesi dalam pengertian yang lebih luas yaitu kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Dalam buku Siti Sahara. Pengertian Profesi Menurut Dra.akan membangun bumi ini. profesi guru yang dulu merupakan profesi yang paling bergengsi dan menjadi dambaan bagi generasi muda pada zaman leluhur kita. kini menjadi profesi yang kurang diminati dan dihargai dibanding dengan profesi lainnya. bu-kan semata-mata segi materinya belaka Pada masa penjajahan Jepang. Untuk mengetahui prioritas dsan kesahteraan guru C. para guru juga dihargai karena mereka bukan saja mengambil peran amat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. insinyur. Suatu jumlah yang amat besar waktu itu. guru sungguh dilihat sebagai pemimpin yang digugu dan ditiru. Tujuan Prioritas kerja Profesi Guru. Status ekonomi para guru pada waktu itu memang tinggi. tetapi mereka hanya mengakui dengan tanpa upaya memberikan suatu penghargaan yang lebih dibanding kepada profesi lain. Mereka yang memilih profesi ini wajib menginsafi dan menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya. polisi. Dari sisi budaya. mengingat ungkapan pada masa kolonial mengatakan bahwa seorang inlander cukup hidup dengan segobang (2. B.

Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat. Menurut penelitian Dr Martinus Tukir Handoko dari sekian banyak guru sebenarnya pada mulanya tidak mempunyai motivasi menjadi guru. Pertama. bahwa kerja seorang profesional . melainkan suatu kebajikan yang hendak diabdikan demi kesejahteraan umat manusia. Lebih lanjut dijabarkan. sementara mereka yang sudah menjadi guru beralih ke profesi lain yang memberikan kesejahteraan lebih baik.baru orang tuanya. Ketiga. Bahkan guru semakin dituntut pengabdiannya yang besar kepada masyarakat bahkan dengan imbalan yang amat rendah. tetapi sebenarnya tidak mempunyai maksud menjadi guru. Pada mulanya. Banyak orang tak mau menjalani profesi tersebut. Ada yang karena tidak diterima di sekolah lain. yayasan atau pemerintah.harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi. Kalau di dalam pengamalan profesi yang diberikan . jumlah guru SD yang berpindah profesi per Juli 2004 sudah mencapai 50. Persoalannya. jelas salah satu cara mengangkat citra guru bukan dengan memberikan sertifikasi seperti pengacara atau dokter. karena ekonomi keluarganya yang lemah. mereka memang bersekolah di Sekolah Pendidikan Guru. Menurut data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut . Hal ini perlu ditekankan benar untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi. Kedua.108 guru yang ada. menjadi pengacara atau dokter yang memperoleh izin membuka praktik sendiri manakala imbalan dari pekerjaan resminya sangat kecil.6 persen dari 993. profesionalisme dalam tiga watak kerja yang merupakan persyaratan dari setiap kegiatan pemberian "jasa profesi" (dan bukan okupasi).diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral . Mending. kini citra guru sudah telanjur terpuruk dan bahkan pekerjaan guru dianggap pelarian karena tidak ada pekerjaan yang lebih layak. Menjadikan guru sebagai profesi tidak menjamin citra guru akan meningkat. Ketiga watak kerja tersebut mencoba menempatkan kaum profesional (kelompok sosial berkeahlian) untuk tetap mempertahankan idealisme yang menyatakan bahwa keahlian profesi yang dikuasai bukanlah komoditas yang hendak diperjual-belikan sekadar untuk memperoleh nafkah. Dari uraian itu.untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto. Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus. dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil. ada yang karena dipaksa orang tuanya. Dengan demikian. melainkan dengan memperbaiki citranya dalam masyarakat. Perbaikan citra erat kaitannya dengan mengubah cara pandang masyarakat terhadap pekerjaan guru. Guru sangat tergantung pada pekerjaan yang diciptakan oleh orang lain entah itu perorangan. eksklusif dan berat. 1999). guru harus patuh terhadap norma-norma yang dibuat oleh kekuasaan di luar dirinya sendiri. berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan . sehingga terpaksa masuk ke pendidikan guru. bahwa kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang. bahwa kerja seorang profesional itu beriktikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti. dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) di dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja.

Hal ini bukanlah harus dilawan oleh guru secara fisik atau perang kata-kata agar yang lain mau mengakui dan menerima guru sebagai tenaga yang profesional yang berjasa bagi pembangunan negeri ini. hal itu semata hanya sekadar "tanda kehormatan" (honour) demi tegaknya kehormatan profesi. dan keteguhan sikap sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik dan 7) relatif rendahnya kapasitas intelektual calon guru dan para guru. Di samping itu. Oleh karena itu. B. jelas tidak mungkin. 3) kurang efektifnya cara pengajaran. Saran Mengangkat citra guru. 2) ketidaksesuaian antara bidang studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan di lapangan dijabarkan. Faktor-faktor tersebut antara lain: Penghasilan yang diperoleh guru belum mampu memenuhi kebutuhan hidup harian keluarga secara mencukupi. sehingga profesi ini menjadi pekerjaan yang "murah". Mereka yang tidak tertampung oleh pasar kerja. Namun. jika pemerintah mau sungguh-sungguh. kemandirian berpikir. 6) kurangnya kematangan emosional. Serta. kurangnya minat guru untuk menambah wawasan sebagai upaya meningkatkan tingkat profesionalisme sebab bertambah atau tidaknya pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan tugas rutin tidak berpengaruh terhadap pendapatan yang diperolehnya. mencoba menjadi guru. politisi dan ilmuwan serta berbagai profesi lainnya. meledaknya jumlah lulusan sekolah guru dari tahun ke tahun. 5) lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. guru yang telah banyak menghasilkan para pemimpin. Bahkan. internet.ternyata ada semacam imbalan (honorarium) yang diterimakan. tidak tersedia. dari sisi guru sendiri rendahnya mutu guru tampak dari gejala: 1) lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. Kalaupun ada. yang jelas akan berbeda nilainya dengan pemberian upah yang hanya pantas diterimakan bagi para pekerja upahan saja. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul-betul menjadi guru. Hal itu merupakan akibat dari mudahnya pemerintah memberikan izin pendirian LPTK (Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan). Kode Etik Guru KODE ETIK GURU INDONESIA Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu da martabat profesinya Guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanana nasional Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian Guru melaksanaakn segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan A. maka profesi guru akan membaik. upaya untuk menambah pengetahuan dan informasi menjadi terhambat karena dana untuk membeli buku. 4) kurangnya wibawa guru di hadapan murid. berlangganan koran. Komitmen politik . seperti perbaikan insentif material dan kesejahteraan hidup. J Sudarminta mengatakan. sebagaimana zaman penjajahan. untuk memenuhi kebutuhan dapur harus juga melakukan kerja sampingan lainnya. hal itu tidak seimbang dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan. C. Kesimpulan Masih rendahnya tingkat profesionalisme guru saat ini disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari internal guru itu sendiri dan faktor lainnya yang berasal dari luar. kini dianggap sebagai profesi "murah" dan menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Ironis memang.

com/2011/01/makalah-prioritas-kerja-profesiguru. Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Sudjana. hakim. Fobi Sekolah. Peran Seorang Guru .com Pengertian profesionalisme Sebelum penulis menguraikan pengertian profesionalisme terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian profesi sehingga mudah dimengerti apa yang dimaksud profesionalisme. Birokrasi. Bisa dipandang melalui proses pendidikan bisa pula diperoleh dari proses laitihan. 1995: 14). Kemudian pendapat yang hampir sana dikemukakan . dokter. http://makalahfrofesikependidikan.Mendiknas mestinya tidak hanya menjadikan guru sebagai profesi tetapi juga didahului dengan perbaikan kesejahteraan dan kualitas guru. Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting di samping keterampilan/keterampilan lain. DAFTAR PUSTAKA Azzra. 2004.2001. Azyumardi.html Copyright aadesanjaya. Pengantar Langkah Strategis Mempersiapk an SDM Berkualitas. kejujuran) tertentu´ (Nurdin. untuk pekerjaan yang bersifat profesional lebih-lebih untuk pekerkaan yang bersifat profesional penuh seperti profesi dokter. Namun menurutnya.com/2010/07/bab-i-pendahuluan. dan bukan sekedar latihan. 2004: 118-119) Menurut Sudjana (2008: 13) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau tidak memperoleh pekerjaan lainya. Dalam Horison Esai Indonesia Kitab 2 Taufiq Ismail (editor). Bandung: Kaifa Pendidikan.html Madjid. Nurcholis.blogspot. Ini berarti tinggi rendahnya pengakuan profesionalisme sangat menggan tung pada tingkat keahlian dan pendidikan yang ditempuhnya.Indradjati Sidi. Profesi adalah ³Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketermpilan. Banyak yang pandai berbicara tertentu. Dari rumusan di atas ³dipersiapkan untuk itu´ mengandung arti luas.blogspot. Guru profesional selain menguasi seluk-beluk pendidkan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainya. namun orang itu belum dapat disebut sebagai seorang guru (Hamalik. dan Citra Guru. Jakarta: Paramadina dan LOGOS Read more at: http://aadesanjaya. Jakarta: Horison dan Ford Foundation De Porter. Pekerjaan guru adalah suatu profesi tersendiri. pekerjaan ini tidak dapat dikerjakan oleh sembarang orang tampa memiliki keahlian sebagai seorang guru. 2001. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan yang dijalaninya maka akan semakin tinggi pula derajat profesi yang disandangya. Bobbi. 2002: 15) ³sedangkan kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru. guru juga dibekali pendidikan khusus untuk menjadi guru dan memiliki keahlian khusus yang diperlukan sesuai dengan profesinya. dan sebagainya´ (Usman. 1988: 14) Setiap guru profesional menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisnya. maka dipersiapkan untuk itu harus mengacu pada proses pendidikan.dkk. dalam Pengantar Menuju Masyarakat belajar .blogspot.

Pengertian Guru Profesional Guru adalah ³orang yang memberikan ilmu pengetahua terhadap anak didik. b. guru harus menjadi tauladan bagi siswa didiknya karena anak-anak cebderung bersifat meniru (Djamarah. maka secara otomatis guru tersebut tidak akan kesulitan dalam mewujudkan hal tersebut. Seseorang guru selain memiliki pengetahuan atau wawasan mengenai pendidikan juga harus dibekali dengan persyaratan tentang profesionalisnya itu. sedangkan yang diperoleh dari selain pendidikan formal pada umunya hanya akan mendapat pengakuan yang bersifat informal saja. guru di sekolah atau pimpinan di masyarakat. yang beragam seperti setiap lafaz-lafaz. 2003: 31) Sedangkan guru bahasa Arab yang profesional menurut Al Qosimiy secara garis besar ada tiga hal yang sangat mendasar yang membedakan antara guru asing dengan guru lokal dilihat dari profesionalisnya dalam membentuk mental belajar siswa bidang studi bahasa Arab sebagai berikut: Bahwasanya guru lokal tidak dapat berbicara atau menbahas persis bahasa asing (bahasa Arab) sebagai mana bahasa penduduk aslinya secara faseh. profesi yang disandang melalui jenjang pendidikan akan memperoleh pengakuan yang bersifat formal naupun informal. jadi seorang guru yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan tentunya guru memiliki tanggung jawab dan melaksanakan proses belajar mengajar di tempat-tempat tertentu. 2. 2000: 32) Ketiga persyaratan tersebut diharapkan telah demiliki oleh seorang guru sehingga ia mampu memenuhi fufngsi sebagai pendidik profesional yakni pendidik bangsa. mengenbai persayaratan guru tersebut meliputi: a. Jumlah mufradat menggambarkan istilah-istilah yang ia ketahui sebagaimana bahwasanya ia tidak dapat mendekati secara mutlak dalam memahami makna-makna yang terkandung di dalam isi mata pelajaran tersebut. 1989: 79) Dari uraian di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa syarat guru bahasa Arab yang profesional dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran bahasa Arab. harus diajarkan oleh guru bahasa asing daripada guru lokal. musallah. Sehat jasmani Kesehatan jasmanikerapkali dijadikan salah satu syarat bagi mereka untuk menjadi guru. Dan dengan cara ini dia mengajarkan seswa membahas atau membicarakan yang benar (serius) dengan gambaran kebiasaan. Menggunakan guru sebagai guru bahasa asing baik dalam menyelesaikan makna-makna mufrad atau kaidah-kaidah tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa serta membentuk mental belajar siswa (Al Qasimiy. naka secara otomatis tidak menemukan kesulitan dan kompleksnya siswa dapat mengetahui secara mendetail pada mata pelajaran bahasa Arab mengenai istilah-istilah dan struktur kalimat serta dengan baik dan akan dapat berbicara dengan faseh serta menulis dan membaca dengan baik yang pada akhirnya dapat membentuk mental belajar seswa yang optimal. Hanya saja menurutnya. jika guru sendiri tidak bertakea kepadanya. c. di rumah dan sebagainya (Djamarah. Sebaliknya guru adalah teladan bagi anak didiknya. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Guru sesuai dengan tujuan ilmu pendidikan islam tidak mungkin mendidika anak didik bertakwa kepada Allah SWT.oleh Ali (1992: 23) keahlian atau kemampuan profesional tidak mesti harus diperoleh daei jenjang pendidikan. surau. sedangkan guru asing dia mampu melakukan hal ini tampa ada kesulitan karena sesungguhnya dia berbicara dengan bahasany. Dari . Guru lokal tidak mampu membahas atau berbicara dengan bagus menyaingi guru asing dalam (leluasa). tidak mesti di lembaga formal tetapi bisa juga di masjid. tetapi bisa saja seseorang yang secara tekun mempelajari dan melatih diri dalam suatu bidang tertentu menjadi profesional. Berkelakuan baik Budi pekerti guru penting dalam pendidikan watak anak didik. Karena sesungguhnya dia mengajarkan bahasanya sendiri.

Terdidika dan terlatih disini bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau tekhnik di dalam kegiatan bekajar mengajar serta menguasai kandasan-kandasan kependidikan yang tentunya juga akan memenuhi beberapa persyaratan atau kriteria sehingga dikatakan benar-benar terdidik dan terlatih. Kriteria . 2000: 13) Berdasarkan pengertian di atas.persyaratan di atas menunjukan bahwa guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa guru layak menjadi panutan atau tauladan bagi masyarakat di sekelilingya (Soejipto. serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangya masing-masing. bahan pengajaran. Komponen belajar mengajar yang dimaksud adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai materi pelajaran. Antara kedua pihak ini terjadi suatu interaksi yang satu sama lain dan saling menunjang. serta penilaian atau evaluasi. sombong dan tidak singkat akal) Takwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus dipersiapkan untuk itu. Untuk itu. metode dan alat bantu mengajar. Sebagai proses belajar mengajar memerlukan seuatu perencanaan yang matang. alat pengajaran dan evaluasi sebagai alat ukur tercapai atau tidaknya tujuan (Usman. dalam melaksanakan profesi keguruanya seorang guru dituntut memiliki kemampuan profesional sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. metode mengajar. 1999: 5) Berdasarkan paparan di atas maka guru pada posisinya sebagai sutradara sekaligus sebagai aktor utama dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Dan tahap selamjutnya adalah melaksanakan rencana tersebut dalam bentuk tindakan atau praktek mengajar (Sudjana. maka yang dimaksud dengan gru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal (Usman. 1999: 15) 3. Menghargai orang lain termasuk anak didik Bijaksana dan hati-hati (tidak nekat. 1995: 15) Jadi seorang guru adalah orang yang benar-benmar terdidik dan terlatih dengan baik. kegiatan belajar mengajar. dianggap memiliki peran yang sangat penting dan sangat menentukan arah bagi pencapaian tujuan yang ingin diinginkan. Dalam proses bekajar mengajar tersirat suatu makna adanya satu kesatuan antara seswa yang belajar dan guru yang mengajar. 2000: 9) Senada dengan pendapat di atas Usman juga menegaskan bahwa proses belajar mengajar sebagai interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu dengan yang lainya saling berikatan dalam ikatan untuk mencapai tujuan. Sesungguhnya guru yang bertanggung jawab memiliki bebnerapa sifat menurut Tanlain dalam (Djamarah. sebab guru yang profesional akan lebih mampu menciptakan kelas sehingga hasil belajar yang diciptakan oleh para siswa akan berada pada tingkat yang lebih optimal. yakni mengkoordinasikan unsur-unsur tujuan. dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang tidak punya keahlian dan hanya karena tidak dapat memperolehpekerjaan lain (sudjana. 2007: 42) Berdasarkan pengertian daripada guru profesional tersebut dapat dikatakan guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruanya sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya´ (Uzer. 2002: 36) terdiri dari: Menerima dan mematuhi norma-norma dan nilai-nilai kemanusiaan Memiliki tugas mendidik dengan bebas berani gembira (tugas bukan menjadi beban baginya) Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatanya serta akibat-akibat yang timbul dari kata hatinya.

membeca. dan menulis. 4. Pekerjaan ini tidak bisa dikerjakan oleh sembarangan orang tampa memiliki keahlian khusus sebagai guru. Ada perbedaan prinsip antara guru yang profesional dengan guru yang bukan profesional. sebaliknya betapun tingginya motivasi kerja seseorang (guru) ia tidak akan sempurna dalam menyelesaikan tugas-tugasnya bilamana tidak didukung oleh kemampuanya. Menguasai evaluasi belajar atau mampu mengevaluasi proses belajar mengajar bahasa Arab (alQosimy. Jadi betapun tingginya kemampuan seseorang (guru) ia tidak akan bekerja secara profesional apabila tidak memiliki motivasi kerja yang tinggi. contohnya seorang yang akan bekerja secara profesional bilamana orang tersebut memiliki kemampuan (Ability) dan motivasi (motivasion) maksudnya adalah: seorang akan bekerja secara profesional bilamana memiliki kemampuan kerja yang tinggi dan kesungguhan hati untuk mengerjakan dengan sebaikbaiknya. Fungsi dan Tugas Guru Sebagai seorang pendidik yang memahami fungsi dan tugasnya. tetapi juga sebagai penghubung sekolah dengan masyarakat yang juga memiliki beberapa tugas menurut Rostiyah (dalam Djamarah. disertai pula dengan seperangkat latihan keterampilan keguruan dan pada kondisi itu pula ia belajar memersosialisasikan sikap keguruan yang diperlukannya. insinyur. 1989 : 91) Dengan demikian dari pengertian di atas profesionalitas guru pada bidang studi bahasa Arab hendaknya mengikuti syarat-syarat atau peraturan yang telah ditentukan oleh al-Qoisimy agar siswa termotivasi oleh guru dalam membentuk mental belajarnya. Dalam hal ini pembimbing . Seorang yang berpribadi khusus yakni ramuan dari pengetahuan sikap danm keterampilan keguruan yang akan ditransformasikan kepada anak didik atau siswanya. bahasa Arab itu meliputi unsur-unsur antara lain : a) bahasa seperti ucapan. ahli hukum. meliputi keterampilan mendengar. 2003 : 5). 2000 : 36) mengemukakan bahwa fungsi dan tugas guru profesional adalah : Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian. tidak dapat membentuk anak menurut kehendak hatinya Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat Sebagai penegak disiplin. Pendidik tidak maha kuasa. kecakapan dan pengalaman-pengalaman Membentuk kepribadian anak yang harmonis sesuai cita-cita dan dasar negara kita Pancasila Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. guru khususnya ia dibekali dengan berbagai ilmu keguruan sebagai dasar. tata tertib dapat berjalan apabila guru menjalaninya terlebih dahulu Sebagai adminstrator dan manajer Guru sebagai perencana kurikulum Guru sebagai pemimpin Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. Sedangkan kriteria guru bahasa Arab secara khusus adalah sebagai berikut : Menguasai budaya Arab serta seluk beluk sosial Menguasai cara atau metode bahasa Arab dengan ilmu jiwa bahasa Arab Menguasai materi belajar bahasa Arab karena materi bahasa Arab berbeda dengan materi pelajaran yang lain. 2 Tahun 1983 Sebagai prantara dalam belajar Guru adalah sebagai pembimbing untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan. Guru menjadi contoh dalam segala hal. Guru yang memahami fungsi dan tugasnya tidak hanya sebatas dinding sekolah saja. dan sebagainya sebagai profesi tersendiri maka gurupun adalah suatu profesi tersendiri. Sebaliknya seseorang yang tidak profesional bila mana hanya memenuhi salah satu dari dua persyaratan di atas (Bafadal. Banyak orang pandai berbicara tertentu namun orang demikian belum dapat disebut sebagai seorang guru. kosa kata dan kawaid. b) keterampilan berbahasa. bidara.profesionalisme guru Jabatan guru dikenal sebagai suatau pekerjaan profesional sebagaimana seorang menilai bahwa dokter.

Profesi guru pada . Contohnya guru sebagai pendidik dan pengajar sering kali akan melakukan pekerjaan bimbingan. Dengan demikian diharapkan menciptakan perkembangan yang lebih baik pada diri siswa. Informator Sebagai informator guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum. 4.blogspot. 13. Pembimbing Peran guru yang tidak kalah pentingnya dari semua peran yang telah disebutkan di atas adalah sebagai pembimbing 5.blogspot. Demonstrator Dalam interaksi edukatif. seperti bimbingan belajar tentang keterampilan dan sebagainya dan untuk lebih jelasnya proses pendidikan kegiatan mendidik. Korektor Sebagai korektor guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan buruk 6. 12. Sebagai pendidik guru harus berlaku membimbing dalam arti menuntun sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. Membimbing dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kegiatan menuntun anak didik dalam perkembanganya dengan jelas dmemberikan langkah dan arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing. Inisator Sebagai inisiator guru harus dapat menjadi pencetur ide-ide kemajuan dan pendidikan dalam pengajaran 9. baik perkembangan fisik maupun mental. 11. Latar Belakang Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Pengelolaan kelas Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik karena kelas adalah tempat terhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka menerima bahan pelaaran dari guru. Supervisor Guru hendaknya dapat membantu memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. mengajar dan membimbing sebagai yang taka dapat dipisahkan.com/2011/01/profesionalisme-guru.yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan. Mediator Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya baik media non material maupun material. Motivator Sebagai motivator guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar 3.html Copyright aadesanjaya. Inspirator Sebagai inspirator guru harus dapat membedakan ilham yang baik bagi kemajuan anak didik 7. Dari uraian di atas secara rinci peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat disebutkan sebagai berikut : 1. 8. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. termasuk dalam hal ini yang terpenting ikut memecahkan persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik. Evaluator Guru dituntut untuk menjadi evaluator yang baik dan jujur dengan memerikan penilaian yang menyentuh aspek intrinsik dan ekstrinsik Read more at: http://aadesanjaya. tidak semua bahan pelajaran anak didik pahami 10. Fasilitator Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar mengajar. 2. Organisator Sebagai organisator adalah sisi lain dari peranan yang diperlukan oleh guru dalam bidang ini memiliki kegiatan pengelolaan kegiataan akademik dan lain sebagainya.com l Citra Guru Profesional Citra Guru Profesional BABI PENDAHULUAN A.

artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. beberapa dasawarsa terakhir konsep. sikap kearifan. persepsi dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. B. kurikulum. terutama bidang informasi dan komunikasi. berkenaan dengan keahlian. terutama bidang informasi dan komunikasi. Tujuan Menjelaskan Definisi Citra Guru Menjelaska Citra Guru dari Masa ke-masa Mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru BAB II PEMBAHASAN A. gambaran yang dimiliki mengenai orang banyak. Dalam perkembangan berikutnya. fase atau kalimat dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa untuk evaluasi Profesi merupakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan atau pendidikan tertentu Profesional. sarana dan prasarana lingkungan. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Tetapi. akademis dan kepribadian. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. metode. sekaligus sebagai biasnya. . dan evaluasi Guru profesional adalah guru yang mampu menerapkan hubungan yang berbentuk multidimensional guru yang demikian adalah guru yang secara internal memenuhi kriteria administratif. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Dalam sebuah proses pendidikan guru merupakan satu komponen yang sangat penting. organisasi atau produk. mutu dan tindak tanduk yang merupakan suatu profesi Guru (dalam bahasa jawa) seorang yang harus digugu dan harus ditiru oleh semua muridnya. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. Slogan pahlawan tanpa tanda jasa senantiasa melekat pada profesi guru. Harus di gugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid. hingga cara berprilaku sehai-hari. rupa. Seorang guru juga harus ditiru. Pengertian Menurut kamus besar bahasa indonesia terdapat pengertian kata citra dan profesional Citra merupakan gambaran. guru mulai mengalami dilema eksistensial. kejujuran. berkenaan dengan pekerjaan. Dalam perkembangan berikutnya. Sebagai seorang yang harus digugu dan ditiru seorang dengan sendirinya memiliki peran yang luar biasa dominannya bagi murid. memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. Rumusan Masalah Apa Pengertian Citra Guru Profesional ? Apa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Citra Guru ? Bagaimana Identifikasi dan Contoh Citra Guru ? C. Mulai dari cara berfikir. Hal ini didasarkan pada pengabdiannya yang begitu tinggi dan tulus dalam dunia pendidikan. Segala ilmu pengetahuan yang datang dari guru dijadikan sebagai sebuah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan atau diteliti lagi. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Tetapi. Tidak hanya itu. selain komponen lainnya seperti tujuan. beberapa dasawarsa terakhir konsep. kesan mental yang ditimbulkan oleh sebuah kata. sekaligus sebagai biasnya. guru mulai mengalami dilema eksistensial. cara bebicara. mengenai pribadi.mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan peserta didik. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. kedisiplinan. mengharuskan citra adanya pembayaran untuk melakukannya Profesionalisme merupakan kualitas.

Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. dan Memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesl dan pihak lain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. Mereka masih menaruh rasa hormat dan status sosial yang tinggi terhadap profesi guru. suatu panggilan yang penuh rasa kagum dan hormat terhadap profesi guru. naik kelas. citra guru ideal adalah seseorang yang senantiasa memberi motivasi belajar yang mempunyai sifatfsifat keteladanan. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. atau anak mendapat nilai tinggi. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. kreatif. kesopanan serta sebagai sosok panutan menjadikan profesi satu ini berbeda dengan yang lain. Hal ini membuat citra seorang guru di mata masyarakat selalu berada di tempat yang lebih baik dan mulia. Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. Citra guru ini tercermin melalui: Keunggulan mengajar. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci (saint) yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. mempraktekkan serta mengamalkan ilmu yang diterima dalam kehidupan sehari-hari baik langsung maupun tak langsung. peran dan kinerja. melainkan keberhasilan siswa dalam menangkap. guru berarti yang dihormati. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. masyarakat menyebut guru pria dengan panggilan tuan. dan Memiliki perencanaan yang matang. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. atau mendapat nilai tinggi. Di kepulauan Sangihe. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. Dalam pandangan masyarakat tradisional. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. lengkapnya tuan guru. menulis dan berhitung. C. dan lulus ujian. Rasa hormat ini sampai kini masih hidup di tengah masyarakat tradisional/pedesaan. kontekstual dan efektil . serta mampu mengajar di dalam suasana yang menyenangkan. Djamin (1999) mengemukakan citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam lingkup fungsi. lebih dalam dari laut paling dalam. Lantaran tanggung jawab dari profesi guru tidak berhenti pada selesai ia mengajar. naik kelas dan lulus ujian. B.ketulusan. penuh kasih sayang. Bagi masyarakat modern. bijaksana. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern. memahami. Dari sudut pandang peserta didik. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang. menulis dan berhitung. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. guru dianggap profesional jika anak sudah dapat membaca. misalnya. Memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. eksistensi guru yang mandiri. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Citra Guru dalam Masyarakat Tradisional (Pramodem) Di dalam bahasa Sansekerta.

Untukitu. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. persepsi. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. D. Dengan demikian. terutama bidang informasi dan komunikasi. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata. bermaltabat dan memiliki daya saing. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. guru mulai mengalami dilema eksistensial. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. Menurut Wardiman Djojonegoro dalam ke|1as kerjanya yang disampaikan pada SeminarNasional Wawasan Profesi Guru Tahun ZUUQ ICMI On/vil Jawa Timur di Surabaya tanggal 21 Desember 1996. beberapa dasawarsa terakhir konsep. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. Sehingga. efektif dan menyenangkan (PAKEM). majalah. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. koran. dan koran. bangsa kita menyiapkan diri untuk memiliki . sekaligus sebagai biasnya. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). buku-buku. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. Guru Abad 21 adalah Guru dengan Profesionalitas Tinggi Memasuki abad 21.untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. para guru dituntut tampil lebih profesional. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. Dalam perkembangan berikutnya. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. Artinya. ide dirinya (se/fidea). tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. ahli dalam materi. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. buku. tugas guru tidak akan semakin ringan. yang mampu memberi inspirasi. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. Serta media elektronik lainnya. Artinya. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. kreatif. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (se/fconsepz). dan realita dirinya (se/frea/ity). Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Di negara kita. rasanya sangat sulit di era modern ini guru dapat tampil lebih profesional. Namun. majalah.

baik dalam disiplin ilmu pengetahuan maupun metodologi mengajarnya. dan kemampuan melakukan reorientasi. Ciri SDM yang berkualitas tersebut adalah Memiliki kemampuan dalam menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan dengan iptek. menulis dan berhitung. Guru yang bermutu ialah mereka yang dapat membelajarkan siswa secara tuntas. sikap dan prestasi kerjanya. maupun aspek. misi dan tujuan pendidikan. Tilaar (1998) menyatakan bahwa masyarakat millenium ketiga nanti mempunyai karakteristik masyarakat teknologi. masyarakat terbuka dan masyarakat madani yang secara keseluruhan akan berpengaruh pada visi. Untuk itu guru harus menguasai keahliannya. kemampuan menge|1i dan mengatasi masalah. Saling keterpengaruhanantara bangsa yang satu dengan bangsa yang Iain akan menjadi ciri utama masyarakatterbuka. kemampuan mengakomodasi. yaitu kemampuan antisipasi. Kemajuan teknologi pula yang akan membuka dunia sekaan tanpa batas. dengan tantangan yang dihadapi ke depan adalah globalisasi dengan dominasi teknologi dan informasi yang sangat kuat. H. Masing-masing adalah kemampuan guru mengolah/menyiasati kurikulum. Upaya profesional adalah upaya seorang guru untuk mentransformasikan kemampuan profesional yang dimilikinya ke dalam tindakan mendidik dan mengajar secara nyata. Selanjutnya Samani (1996) mengemukakan empat prasyarat agar seorang guru dapat profesional. Secara optimistik. kemampuan dasar yang mesti dimiliki bangsa ini tidak boleh hanya sebatas penguasaan kemampuan membaca. masyarakat yang terbuka tersebut akan bermuara pada lahirya masyarakat madani. masyarakat yang berkembang baik kemampuan intelektualnya. Mampu bekerja secara profesional dengan orientasimutu dan keunggulan. Makagiansar (1990) menyebutkan bahwa untuk menghadapi era globalisasi. baik geografis. dan Sikap profesionalnya berkembang secara berkesinambungan.sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Muhammad Surya. dan Dapat menghasilkan karya-kalya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian dan profesionalitasnya. sosial maupun budaya. upaya profesional. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional menunjukkan intensitas waktu dari seorang guru yang dikonsentrasikan untuktugas-tugas profesinya. Kemampuan profesional meliputi kemampuan intelegensia. Masing-masing adalah: Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang. Nlasih terkait dengan harapan-harapan yang digayutkan di pundaksetiap guru. Menghadapi tantangan demikian. Sesungguhnya. Tilaar (1998) memberikan empat ciri utama agar seorang guru terkelompok ke dalam guru yang profesional. diperlukan guru yang benar-benar profesional. yaitu kemampuan profesional.aspek kehidupan lainnya Sena tanggung jawabnya. Teknologi dapat memajukan kehidupan manusia tetapi juga dia akan mampu menghancurkan kebudayaan manusia itu sendiri. Menurut Djojonegoro (1996) guru yang bermutu memiliki paling tidak empat kriteria utama. Untuk itu seseorang harus memiliki empat kemampuan. kemampuan guru memotivasi siswa untuk belajar sendiri dan kemampuan guru untuk mengintegrasikan berbagai bidang Studi/mata pelajaran menjadi kesatuan konsep yang utuh. Pertumbuhan teknologi akan mengubah bentuk dan cara hidup manusia yang sama sekali akan berlainan dengan kehidupan manusia dewasa ini. Ketua Umum Pengurus . waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional dan kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya. Harusjauh melampaui tiga hal tersebut. benar dan berhasil. kemampuan guru mengaitkan materi kurikulum dengan Iingkungan. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam bidang pendidikan adalah ketidakpastian.

keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. BAB III PENUTUP Rangkuman Citra guru mempunyai arti sebagai suatu penilaian yang baik dan terhormat terhadap keseluruhan . Mampu belajar dan bekerja sama dengan profesi lain. Mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntutan Iingkungan dan perkembangan iptek. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. Nlasing. dan sertifikasi. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya. kemandirian berpikir. material dan nonmaterial. Memiliki kejelasan dan kepastian pengembangan jenjang karir. Memiliki kesejahteraan Iahir dan batin. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik.Besar PGRI. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. E.masing adalah guru yang: Memiliki semangatjuang yang tinggi disertai kualitas keimanan dan ketaqwaan yang mantap. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid.betul menjadi guru. adanya disiplin ilmu yang kokoh. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. Kemudian. Faktor-Faktor yang Nlempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. kurang efektifnya cara pengajaran. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguhsungguh. Berjiwa profesionalitas tinggi. kode etik. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. Kekurangan guru di daerah terpencil. Memiliki etos kerja yang kuat. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. kompetensi. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. mengemukakan ada sembilan karakteristik citra guru yang diidealkan. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. Kurangnya kematangan emosional. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan. Memiliki wawasan masa depan. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. dan Mampu melaksanakan fungsi dan peranannya secara terpadu. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut.

(2) kekurangan guru di daerah terpencil. Yogyakarta: Adicita. 200 1 .A.Jakarta:Bumi Aksara Chulsum Umi. Magelang: Tera Indonesia. Aspirasi Peningkatan Kemampuan Profesional dan Keseja hteraan Guru. Prospek Guru Tahun 2000. Tilaar. Fasli dan Dedi Supriadi. H . Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim. 2000.Wadah dan Dinamaka Pendidikan Anak Bangsa.Bandung:CV.Surabaya:Kashiko Nurdin Muhammad. Windy Novia. 2000. bahwa siapa pun dapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan.blogspot.2004 Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasa. 1990. Muhammad. 1996. Read more at: http://aadesanjaya. Tahun ke 5 Nomor 021. Supriadi. Elham Rohmati. Makalah SeminarNasiona/ Wawasan Profesi Guru Tahun 200Q ICMI On/vil Jawa Timur. peran dan kinerja.blogspot. 21 Desember 1996 di Surabaya. RefonnasiPendidikan dalam konteks Otonomi Daerah. Perasaan rendah diri karena menjadi guru. Makamina.com . Dimensi dan Tantangan Pendidikan dalam Era Globalisasi. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru.Jogjakarta:Ar-Ruzz Aqid Zainal. profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan Dalam pandangan masyarakat modern. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya DAFTAR PUSTAKA Bafadal. menulis dan berhitung. Mengangkat Citra dan Martabat Guru Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. Yrama Widya Jalal. Makagiansar. Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa.2008. R.html Copyright aadesanjaya.Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. memiliki hubungan yang harmonis dengan peserta didik. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Suyanto. atau mendapat nilai tinggi.2008.2oo6 kamus Besar Bahasa Indonesia. Citra guru ini tercermin melalui keunggulan mengajar.penampilan yang merupakan sosok pengembang profesi ideal dalam Iingkup fungsi. Muchlas.com/2010/11/citra-guru-profesional. naik kelas dan Iulus ujian. Sudjana dalam Mustafa (2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut. Surya. Nomor 4 Tahun IX: Samani. 1998. memiliki hubungan yang harmonis pula terhadap sesama teman seprofesi dan pihak Iain baik dalam sikap maupun kemampuan profesional. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. Mimbar Pendidikan. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif abad Xxi. Jakarta: Balitbang Depdiknas. Nlasyarakat modern menganggap kom-petensi guru belum Iengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi.Kiat Menjadi Guru Profesional. Yogyakarta: Adicita Katya Nusa. (1) adanya pandangan sebagian masyarakat. Ibrahim. Dedi 1999. (3) banyak guru yang belum menghargai profesinya.

blogspot. Menjadi bagian masyarakat professional Seyogyanya seorang profesional harus menjadi bagian dari masyarakat dalam lingkungan profesinya. Seorang guru sebenarnya memiliki komitmen yang sama yaitu mencerdaskan anak bangsa. 4. She no on wa yama yori mo ta/(ai umiyorimo fu/(ai yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi. menulis dan berhitung.blogspot. Didukung juga dengan adanya berbagai survey kelayakan mengajar yang diadakan oleh pemerintah. Mudah mudahan anda semua termasuk dalam syarat guru profesional. Guru profesional merupakan impian semua guru di tanah air. 2. dan inovatif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. 5. atau mendapat nilai tinggi. eksistensi guru yang mandiri. naik kelas. .html Copyright aadesanjaya. karena profesionalnya seorang guru datang dari guru itu sendiri.com/2010/11/syarat-guru-profesional. maupun organisasi lainnya bahwa kelakan mengajar seorang guru dibawah standar. LSM. Korsel dan Jepang) muncul sebagai negara industri baru karena didukung oleh penduduk/SDM terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. 3. Banyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur (Cina. Komitmen Tinggi Seorang profesional harus mempunyai komitmen yang kuat pada pekerjaan yang sedang dilakukannya. Dewasa ini image seorang guru dimata masyarakat sangatlah susah seorang guru itu menyandang GURU PROFESIONAL. Bagi masyarakat modern. dan lulus ujian. Tanggung Jawab Seorang profesional harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Untuk menjadi seorang guru profesional tidaklah sulit. banyak hal utuk mewujudkan rasa keprofesionalitas seorang guru seperti sayarat-syarat dibawah. Read more at: http://aadesanjaya. Bangsa Jepang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. mengapa demikian? karena masyarakat menilai bahwa guru pada masa ini tidak seperti guru dimasa abad ke 12 yang memiliki pengabdian tinggi di dunia pendidikan.com Citra Guru dalam Masyarakat Modern Dalam pandangan masyarakat modern.Syarat Guru Profesional Syarat Guru Profesional memang merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap guru. kreatif. Penguasaan Materi Seorang profesional harus menguasai secara mendalam bahan / materi pekerjaan yang sedang dilakukannya. 1. guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca. Berikut ini ada beberapa Syarat Guru Profesional. Berpikir Sistematis Seorang yang profesional harus mampu berpikir sitematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. Salah satu bangsa modern yang menghargai profesi guru adalah bangsa Jepang.

buku-buku. Keunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. ide dirinya (self idea). tetapi di situlah muncul problem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan informasi sepeti TV. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata.lebih dalam dari laut paling dalam. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif. tidaktepat menyandang predikat sebagai guru. yaitu sebagian guru belum mampu melihat konsep dirinya (self consept). terutama bidang informasi dan komunikasi. kontekstual dan efektil untuk membangun humanware (SDIVI) yang unggul. Untukitu. Memiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengelola pendidikan. yang kemudian mendorong pengembangan media belajar dan paradigma teknologi pendidikan. Guru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. para guru dituntut tampil lebih profesional. guru mulai mengalami dilema eksistensial. persepsi. ahli dalam materi. posisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang Iebih memajukan masa depan generasi berikutnya. tetapi menyebar seluas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti dunia penerbitan. Artinya. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan. sekaligus sebagai biasnya. kreatif. Hal itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas seseorang yang berkaitan dengan produktivitas ekonomisnya. beberapa dasawarsa terakhir konsep. Dalam hal ini profesi guru pada mulanya dikonsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. Serta media elektronik lainnya. guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih Iangka. dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya (m/Vsmatch). Namun. Mereka secara berkelanjutan (sustainable) terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang Iebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik. dan penilaian terhadap profesi guru mulai bergeser. majalah. buku. koran. Ini disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki konsep diri yang baik. namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. dan Memiliki perencanaan yang matang. efektif dan menyenangkan (PAKEM). rasanya sangat sulit di era modern ini . Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih bermoral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan. penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi hegemoni guru. Di negara kita. cerdas emosional dan sosial untuk membangun pendidikan yang bermutu. Dengan demikian. dan realita dirinya (selfr eality). Hal ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa Jepang terhadap profesi guru. bijaksana. Guru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik. Sehingga. bermaltabat dan memiliki daya saing. yang mampu memberi inspirasi. Dalam perkembangan berikutnya. Memiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual. Guru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan profesinya sekaligus memperkaya informasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan modern. majalah. lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. Citra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan konsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. memiliki moral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan teknologi. Artinya. dan koran.

Kkurang efektifnya cara pengajaran. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Pengakuan guru dan dosen sebagai profesi diharapkan dapat memacu tumbuhnya .html Copyright aadesanjaya. Uraian di atas memberikan penekanan bahwa profesionalisme merupakan Salah satu garansi bagi peningkatan citra guru. kebanyakan guru dalam hubungan dengan murid masih hanya berfungsi sebagai pengajar dan belum sebagai pendidik. memberikan peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru. penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya. 2005) menjelaskan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yang mengakibatkan rendahnya citra guru disebabkan oleh faktor berikut: Adanya pandangan sebagian masyarakat. penguasaan guru terhadap materi dan metode pengajaran yang masih berada di bawah standar. Read more at: http://aadesanjaya. Kurangnya kematangan emosional. Perasaan rendah diri karena menjadi guru.blogspot. Syah (2000) menyorot rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme guru. Lemahnya motivasi dan dedikasi untuk menjadi pendidik yang sungguh-sungguh. kemandirian berpikir.blogspot. Ketidaksesuaian antara bidang Studi yang dipelajari guru dan yang dalam kenyataan Iapangan yang diajarkan. dan Banyak guru yang belum menghargai profesinya.betul menjadi guru. 2005) antara Iain tampak dari gejala-gejala berikut: Lemahnya penguasaan bahan yang diajarkan. Kurangnya wibawa guru di hadapan murid. Hal ini sejalan dengan pesan penting yang muncul dalam Undang-undang No. dan keteguhan sikap dalam cukup banyak guru sehingga dari kepribadian mereka sebenarnya tidak siap sebagai pendidik. memiliki tanggung jawab moral profesi sebagai konsekuensi etisnya.com/2010/11/citra-guru-dalam-masyarakatmodern. bahwa siapa pundapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan Kekurangan guru di daerah terpencil.com Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Citra Guru Sudjana (dalam Mustafa. Secara rinci dari aspek guru rendahnya mutu guru menurut Sudarminta (dalam Nlujiran. dan Relatif rendahnya tingkat intelektual para mahasiswa calon guru yang masuk LPTK (Lembaga Pengadaan Tenaga Kependidikan) dibandingkan dengan yang masuk Universitas. sebagai penyebab rendahnya mutu guru yang bermuara pada rendahnya citra guru. apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu.guru dapat tampil lebih profesional. semakin banyak yang kebetulan menjadi guru dan tidak betul.

kesadaran terhadap mutu dan gilirannya akan meningkatkan citra guru di tengah masyarakat. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa Salah satu upaya untuk meningkatkan citra guru adalah dengan menguasai kompetensi guru dengan baik. Sanusi (1991) menunjuk ciri-ciri profesi. profesi guru di dalam masyarakat adalah suatu profesi yang kompetitif. adanya disiplin ilmu yang kokoh. Berbagia kegiatan di dalam masyarakat hanya menerima para profesional. Kemudian. kompetensi. keterampilan para anggota profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau Iatihan yang akuntabel. tetapi juga profesional guru harus berhadapan dan bersaingan dengan profesi-profesi lainnya di dalam masyarakat. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh guru yang profesional bukanlah pengetahuan yang setengah-tengah tetapi merupakan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tuntas. Guru-guru yang profesional inilah yang diharapkan dapat membawa atau mengantar peserta didiknya mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memasuki masyarakat abad 21 yang melek ilmu pengetahuan dan teknolog. maka guru di dalam masyarakat adlah seorang profesional. Read more at: http://aadesanjaya. mencakup fungsi dan signifikansi sosial dari profesi tersehut. tuntas dan setengah-setengah akan tercecer dan tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia akan berada jauh di belakang. artinya barang siapa yang tidak profesional tidaka akan survive. dan masyarakat madani) yang menuntut adanya perkembangan manusia. kode etik. Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan masyarakat abad 21 (merupakan satu kesatuan dari masyarakat teknologi.com Pengembangan Profesi Keguruan A. maka degna sendirinya akan berakibat kepada mati atau hilangnya profesi tersebut dari masyarakat.com/2010/11/faktor-faktor-yangmempengaruhi-citra. dan itu tidak mungkin tanpa adanya guru yang profesional. dan akhirnya akan tertinggal dari profesinya. Konsep Dasar Proses pendidikan merupakan suatu proses yang snagat profesional artinya dilaksanakan oleh pelaku-pelaku yang profesional.blogspot. secara teknis penguatan profesionalisme itu dikaitkan dengan pentingnya perhatian terhadap kualifikasi. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 7 (1) bahwa profesi guru dan dosen mempakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. Ini memberi pemahaman bahwa profesi guru haruslah betul-betul memiliki karakteristik yang profesional karena sifat pekerjaannya. karena ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri berkembang dengan cepat. Karena mereka tidak mampu berkompetisi dengan orang lain yang lebih profesional atau juga profesi ainnya yang lebih kompetitif. Jika profesi gur tidak kompetitif dan tidak profesional. dan adanya imbalan finansial dan material yang sepadan.html Copyright aadesanjaya.blogspot. Guru yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan yang kuat. Sama halnya dengan profesi-profesi lainnya. dan sertifikasi. Jika guru tidak mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin mereka dapat membantu dan membimbing peserta didiknya mengarungi dunia pengetahuan dan teknologi tersebut. Jadi jelaslah bahwa profesi guru adlaah suatu profesi yang harus terus-menerus . Karena guru sebagai salah satu pelaku pendidikan. masyarakat terbuka. dan sangat kompetitif.

diberi kesempatan. Strategi Pengambangan Profesi Guru Berangkat . Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Dan akhirnya melalui proses pendidikan yang profesional yang dilaksanakan oleh pelakupelaku (khususnya guru yang profesional dengan karakteristiknya tersebut di atas). dan difasilitasi secara optimal untuk melakukanberbagai kegiatan pengembangan. Termasuk di dalam kepribadian ini ialah sifat-sifat fisiknya yang memungkinkan ia dapat membimbing peserta didik yang sedang dalam tahap perkembangannya. not a set of competencies´. maka diharapkan guru akan terampil membangkitkanminat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian guru akan memiliki kesempatan berbagai kegiatan pengembangan.berkembang karena praktis pendidikan akan terus menerus terjadi dan unik bagi setiap individu dan masyarkaat di dalam situasi dan waktu yang berbeda sesuai dengan perkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbagai strategi pengembangan perlu dikembangkan secara komprehensif. Proses pengembangan profesionalisme gur ini dapat ditumbuh-kembangkan bukanhanya untuk berlangsung di LPTK tetapi juga harus terjadi di dalam praktekpraktek pendidikan lainnya (pre-service and in-service). Selain itu. membangun kerja sama dan saling mendukung untuk melahirkan guru-guru yang profesional dalam rangka menyajikan proses pendidikan yang profesional bagi anak didik agar dapat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat abad 21. Mereka harus didorong. mempunyai ciri-ciri kepribadian yang kuat dan seimbang. maka disadari ata tidak pengembangan profesi guru secara berkesinambungan mutlak dilakukand alam kondisi formal maupun tidak di dalam perencanaan pengembangan profesional. Kepribadian diri seorang guru profesional adalah kepribadian yang prima yang secar ektrim dikatakan oleh Maister dalam buku True Professionalism bahwa ³professionalism is predominantly an attitude. pengembangan diri guru sebagai profesional kependidikan harus dapat membantu guru bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat. dan kepribadian yang mereka miliki sekrang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu. maka peserta didik dapat dibantu dean dibimbing untuk mampu berkompetitif di masyarakat abad 21 yang ditandai dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat. lembaga-lembaga pre-service danin-service harus menjaid satu kesatuan yang tidak terpisahka. keterampilan. Dengan demikian gur akan memiliki kesanggupan untuk memperkecil jarak antara pengetahuan. sehingga guru benar-benar menjadi tenaga profesional yang dapat memenuhi berbagai tantangna dan menyelesaikan berbagai persoalan di dalma melaksanakan tugas rutinnya maupun hal-hal lain yang tak terduga yang dihadapinya sehari-hari di dalam proses pendidikan yang profesional. serta didukung dengan kepemilikan kepribadian yang prima. Sinyalemen ini memberikan makna bahwa guru sebagai pelaku proses pendidikan harus terus menerus mengubah diri. Dengan kata lain. tuntas dan tidak setengah-setengah sebagai profesional kependidikan. tuntas dan tidak setengah-setengah. tuntas dan tidak setengah-setengah tetapi tidak kalah pentingnya untuk membantu mereka memiliki kepribadian yang matang dan terus berkembang. Berangkat dari pemahaman tersebut. sehingga mereka memiliki ilmu pengeratahuan yang kuat. mak ahubungan natara manusia dengan manusia menjadi penting untk diperhatikan dalam rangka pengembangan profesionalisme guru. Bersama-sama dengan usahausaha lain (misalnyakerjasmaa dengan organisasi profesi). mempunyai visi tentang etik tingkah laku manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. B. karena profesi gur merupakan suaut profesi untuk membantu dan membimbing perkembangan anak didik (manusia).

Maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi. Ia juga memiliki kolom berita yang berkaitan dengan pertemuan. seminar. Walaupun artikel dalam jurnal cenderung singkat. konferensi adalah bentuk-bentuk pilihan pelatiahn yang sudah lama ada dan diakui cukup bernilai. suatu kombinasi antara materi akademis dengan pengalaman lapangan akan sangat efektif untuk pengembangan kursus/pelatihan trandisional ini. tetapi ia mengarahkan pembacanya kepada konsep-konsep baru dan pandangan untuk menuju kepada perencanaan dan penelitian baru. Oleh karenanya. program pendidikan. dan sebagainya yang mungkin menarik bagi guru. maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. antara lain: Memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional. Oleh karena itu. Workshop in-service. dan sebagainya saling berintegrasi untuk memberikan . antara lain sebagai berikut: Berpartisipasi di dalam pelatihan berbasis kompetensi. seminar. Memiliki kepribadian yang prima. keterampilan khusus dan alat/media belajar untuk dapat kontribusikan kepada orang satu profesi atau profesi lain yang memerlukan. dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru. Partisipasi guru minimal pada kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah setiap tahun akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggungjweabanya penyampaian makalah utama. informasi pertemuan untuk bertukar pikiran atau ide-ide baru. internet. Tujuan utama kebanyakan konferensi atau pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. tuntas dan tidak setengah-setengah. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service. sebagai bagian dari pelatihan tradisional. kegiatan diskusi kelompok kecil. Sementara itu. Jurnal atau bentuk karya ilmiah lainnya tersebut tersebar dan dapat ditemui diberbagai pusat sumber belajar (perpustakaan. ameran ilmiah. Selanjutnya dengan meningkatnya pengetahuan seiring dengan bertambahnya pengalaman. guru juga dapat mengambangkan profesionalismenya melalui pendidikan lanjut di universitas/LPTK. Kontribusi tersebut dimungkinkan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesional guru bersangkutan maupun orang lain. Walaupun disadari bahwa seringkali bahwa berbagai bentuk kursus/pelatihan tradisional ini seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan praktis dari pekerjaan guru. karena penekanannya leibh kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta latihan. Sebagaimana diketahui bahwa jurnal atau bentuk makalah ilmiah lainnya secara berkesinambungan diproduksi oleh individual pengarang. perkuliahan tingkat sarjana/pasca sarjana. dan sebagainya). Berpartisipasi di dalam kursus dan program pelatihan tradisional (termasuk di dalamnya pendidikan lanjut).dari karakteristik guru untuk masyarakat abad 21 yang akan disimpulkan dari penjelasan sebelumnya. Berpartisipasi di dalam kegiatan konferensi atau pertemuan ilmiah. Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi. lembaga pendidikan maupun lembaga-lembaga lain. guru mungkin dapat membangun konsep baru. pameran. Konferensi atau pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru.

penulisan/penerbitan karya ilmiah. Pada kesemaptan tersebut guru akan belajar berbagai keterampilan baru atau teknik-teknik/metodologi mutakhir dalma proses penddikan yang tentunya sangat diperlukan untuk mengembangkan profesinya. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus. (2) membangun hubungan . dan sebagainya). Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi proesional yang dapat memberi manfaat untuk bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. Menghadiri perkuliahan umum atau presentasi ilmiah. Berbeda dengan pendekatan training yang konvensional. guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru antara lain untuk: (1) secara aktif berpartisipasi di dalam kegiatan yang menantang dan menarik (misalnya melakukan penelitian. membuat laporan penelitian. Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak denganahli pendidikan dalam rangka merefleksikan dan sekaligur meningkatkan praktik pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. dan sering membaca surat kabar juga akan meningkatkan pengetahuan guru mengenai pengambangna mutakhir dari proses pendidikan. Melakukan penelitian (khususnya penelitian tindakan kelas). Pemilihan yang hati-hati program radio dan TV. Berpartisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. Dalam hal ini. Biasanya perguuan tinggi lokal atau organisasi profesi sering mengadakan perkuliahan atau presentasi ilmiah yang dibawakan oleh tenaga ahli yang terbuka bagi umum. Selain itu. Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untukmeningkatkan kemantapan rasional. dan memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajarna berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. Bentu pre-service atau in-service bagi guru junior untuk secara gradual menjadi guru yang profesional melalui proses magang di kelas tertentu dengan bimbingan gur bidang studi tertentu. Berbagai bentuk media tersebut seringkali memuat artikel-artikel maupun program-program yang berkaitan dengan berbagai isu atau penemuan terkini mengenai pendidikan yang disampaikan dan dibahas secara mendalam oleh para selektif yang terkait dengan bidang yang ditekuni guru akan dapat membantu proses peningkatan profesionalisme guru. Ikut serta menjadi anggota organisasi/komunitas profesional juga akan meningkatkan profesionalisme untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengna membangun hubungan yang erat degan masayrakat (swasta. industri. fokus pelatihan magang ini adalah kombinasi antara materi akademis dengan suatu pengalaman lapangan di bawah supervisi guru yang senior dan pengalaman (guru yang lebih profesional). maka akan berdampak kepada peningkatan profesionalisme guru. Menggunakan sumber-sumber media pemberitaan. menghadiri konferensi atau pertemuan ilmiah juga memberikan kesempatan kepada guru untuk membangunan jaringan kerjasama dengan orang lain yang seprofesi atau tidak untuk saling bertukar permasalahan dan mencapai keberhasilan. dan sebagainya). sehingga guru akan menjadi lebih aktif di dalam komunitas ilmiahnya. memperdalam tugasnya. Kebanyak dari mereka berhubungan degnan berbagai isu termasuk pendidikan.kesempatan kepada guru untuk memimpin atau menjadi presenter dan bertukar ide-ide dengan lainnya. Secara lebih rinci bagaimana penelitian tindakan kelas ini dilakukan akan dijelaskan secara aplikatif dalam modul penelitian tindakan kelas pada masing-masing bidang studi. Magang. Dalam rangkaian perkuliahan umum berbagai inovasi baru dalam pendidikan biasanya dipresentasikan.

dan mampu memotivasi dan meningkatkan minat anak didik terhadap ilmu pengetahuan dan teknlogi yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupannya di dalam masyarakat abad 21 yang penuh dengan perasaingan. Mengunjungi profesional lainnya di luar sekolah. Kesimpulan jika guru mengambil manfaat secara penuh dari berbagai strategi pengembangan diri sebagiamana dijelaskan di atas. Dengan kata lain pengimpelementasian secara terintegrasi dari berbagai strategi pengembangan profesi guru tersebut akan dapat membantu untuk memelihara secara efektif program pengembangan profesionalisme guru. Bekerja dengan profesional lainnya di dalam sekolah.com/2010/11/pengembangan-profesikeguruan. guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pegnetahuannya. melaksanakan dan mengevaluasi program-program sekolah). Semakin guru terlibat dalam perolehan informasi. Kesempatan tersebut akan menjadi suaut alat belajar yang produktif bagi guru dalam rangka memunculkan berbagai ide-ide yang dapat diimplementasikan di sekolahnya. dan sebagainya). menyediakan forum-forum untuk menyatukan berbagai pandangan tentang anak didik dan pembinaannya). Jika kekayaan informasi tersebut dikombinasikan secara utuh akan dapat membantu guru untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang utuh dan kuat. Oleh karenanya. maka guru semakin meraskan akuntabel.blogspot. Sasaran Sikap Profesional Guru sebagai pendidikan profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. Bertukar pikiran atau berdiskusi dengan orang-orang (profesional lainnya di luar sekolah) yang memiliki minat yang sama dengna guru tetapi memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang pendidikan melibihi dirinya akan sangat menarik bagi guru.blogspot. dan semakin guru merasakan akuntabel semakin termotibasi untuk mengembangkan dirinya. (3) memiliki kemampuan dan pengalaman dalam rangka pengembangan pendidikan (misalnya pengembangan kurikulum. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidkan termasuk bekerjasama dalam berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan. Seseoran gcenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutahkhir akan leibh mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama.dengan masyarakat secara baik (misalnya membangun partipasi masyarakat untuk efektivitas proses pembelajaran. maka guru akan memperoleh suatu kekayaan informasi. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk medapatkannya. penyediaan konsulatasi untuk melakukan inobasi. Read more at: http://aadesanjaya. mengunjungi profesional yang lainn di luar sekolah merupakan metode yang snagant berharga untuk memperoleh informasi terkini dalam rangka proses pengembangan profesional guru.com Sikap Profesional Keguruan A. . kepribadian yang prima.html Copyright aadesanjaya.

Organisasi profesi. peningkatan mutu pendidikan. teman-temannya serta anggota masyarakat. sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut. pemerataan kesempatan belajar antara lain dengan melalui kewajiban belajar. guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. di pusat maupun di daerah dalam rangka melaksanakan kebijaksanan-kebijaksanaan pendidikan di Indonesia. tetapi yang akan dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan denga profesinya. guru harus bertindak sesuai dengan tujuan sistem. di pusat maupun di Daerah. Baimana guru meningkatkan pelayanannya. Ada hubungan timbal balik antara naggota profesi dengan organisasi. Oleh karena itu.Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari. Tempat kerja. di mana unsur pembentukannya adalah guruguru. baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen yang berwenang mengatur pendidikan. yakni sikap profesional keguruan terhadap: Peraturan perundang-undangan. baik dalam melaksanakan kewajiban maupun dalam mendapatkan hak. atau sekretaris. Sikap Terhadap Organisas Profesi Guru secara bersama-sama memelihara dan meningktkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. dan kewajiban para anggotanya Organisasi PGRI merupakan suatu sistem. tetapi yang dimaksud dengan organisasi di sini adalah semua anggota dengna . Karena itu. C. Pemimpin. maupun departemen lain dalam rangka pembinaan pendidikan di negara kita. meningkatkan pengetahuannya. dan lain-lain. Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan sasarannya. Teman sejawat. Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat. rasa tanggung jawab. B. Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan ialah segala peraturan-peraturan pelaksanaan baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang meruapakankebijaksanaan yang akan dilaksanakan oleh aparatnya. serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya. Organisasi profesional harus membina mengawasi para anggtoanya. Siapakah yang dimaksud dengan organisasi itu? Jelaskan yang dimaksud bukan hanya ketua. Anak didik. Kebijaksanaan pemerintah tersebut biasanya akan dituangkan ke dalam bentuk ketentuan-ketentuan pemerintah. Dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-undangan Dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia. menghayati. sering menjadi perhatian masyarakat luas. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan. Dari ketentuan-ketentuan pemerintah ini selanjutnya dijabarkan ke dalam program-program umum pendidikan. serta Pekerjaan. memberi arahan dan dorongan kepada naka didiknya dan bagaimana cara guru berpaiakan dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa. Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. Keberhasilan usaha tersebut sangat tergantung kepada kesadaran para anggotanya. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola tingkah laku guru dalam memahami. yang meliputi antara lain: pembangunan gedung-gedung pendidikan. Setiap guru Indonesi awajib tunduk dan taat kepada ketentuan-ketentuan pemerintah. Dalam bidang pendidikan ia harus taat kepada kebijaksanaan dan peraturan. apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. agar lebih berdaya guna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. pembinaan generasi muda dengan menggiatkan kegiatan karang taruna. atau beberapa orang pengurus tertentu saja.

dan berbagai kegiatan akademik lainnya. Kalau sekarang kita lihat kebanyakan dari usaha peningkatan mutu profesi diprakarsai dan dilakukan oleh pemerintah. Misalnya program penyetaraan D-III guru-guru SMP. seminar. Jadi. Peningkatan secara formal merupakan peningkatan mutu melalui pendidikan dalam berbagai kursus. dan lain-lain) atau dari buku-buku yang sesuai dengan bidang profesi yang bersangkutan. kegiatan berkelompok yang diatur tersendiri. dan kesetiakawanan sosial. apakah ia sebagai pengurus atau anggota biasa. semua anggota dan pengurus organisasi profesi. Setiap anggota harus memberikan sebagian waktunya untuk kepentingan pembinaan profesinya. kegiatan pembinaan profesi tidak hanya terbatas pada pendiidkan prajabatan atau pendidikan lanjutan di perguruan tinggi saja. pendidikan lanjutan. ataupun juga dapat dilakukan secara bersama. sesuai dengan fungsi dan peran organisasi itu sendiri. para pejabat itulah yang memegang peranan fungsional dalam melakukan tindakan pembinaan sikap organisasi. atau bahkan kuliah di suatu lembaga pendidikan yang diatur secara tersendiri. Dan mereka pula yang mengambil tindakan apabila diperlukan.seluruh pengurus dan segala perangkat dan alat-alat perlengkapannya. maka merekalah yang melaksanakan tindakan formal berdasarkan wewenang yang telah didelegasikan kepadanya oleh seluruh anggota organisasi itu. Di samping itu. adalah contoh-contoh. melainkan dapat juga dilakuka setelah yang bersangkutan lulus dari pendidikan prajabatan ataupun sedang dalam melaksanakan jabatan. Kewajiban membina organisasi profesi merupakan kewajiban semua anggota dan semua pengurusnya. Secara perseorangan peningkatan mutu profesi seorang guru dapat dilakukan baik secara formal maupun secara informal. Dalam hal ini Kode Etik . dan meningkatkan mutu organisasi profesi. Kegiatan berkelompok ini dapat beruap penataran. Dalam kenyataannya. dapat dilakukan dengan berbagai cara. dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi. secara informal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan infomal guru dapat saja meningkatkan mutu profesinya dengan mendapatkan informasi dari mass media (surat kabar. Untuk meningkatkan mutu suatu profesi. Peningkatan mutu profesi keguruan dapat pula direncanakan dan dilakukan secara bersama atau berkelompok. sehingga pemanfaatnya menjadi efektif dan efisien. majalah. lokakarya. studi perbandingan. radio. Dengan perkataan lain setiap anggota profesi. dan semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut.´ Ini berarti bahwa: (1) Guru hendaknya menciptakan dan memlihara hubngan sesama guru dalam lingkungan kerjanya. lokakarya. membina. merekalah yang mengkomunikasikan segala sesuatu mengenai sikap profesi kepada para anggotanya. dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya. Usaha peningkatan dan pengembangan mutu profesi dapat dilakukan secara perseorangan oleh para anggotanya. televisi. maupun kuliah di perguruan tinggi atau lembaga lain yang berhubungan dengan bidang profesinya. wajib berpartisipasi guna memelihara. semangat kekeluargaan. misalnya dengan melakukan penataran. D. Sikap terhadap Teman Sejawat Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahawa ³Guru memelihara hubungan seprofesi. Lamanya program peningkatan pembinaan itu pun beragam sesuai dengan yang diperlukan. karena pejabat-pejabat dalam organisasi merupakan wakil-wakil formal dan keseluruhan anggota organisasi. maka di waktu mendatang diharapkan organisasi profesilah yang seharusnya merencanakan dan melaksanakannya. Oleh karena itu. khususnya profesi keguruan. pendidikan dalam jabatan. simposium. sekolah.

Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubngan yang harmonis perilaku diciptakan dengan mewujudkan persaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. akan terdapat perbedaan-perbedaan pikiran. dan tanggung jawab. Rasa persaudaraan seperti tersebut. mutlak adanya hubunga yang baik di antara sesma personel yaitu hubungan baik antara kepala sekolah dengan guru. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Keseluruhan Kalau kita ambil sebagai contoh profesi kedokteran. Hubungan sesama anggota profesi dapat dilihat dari dua segi. Sedangkan hubungan keleuargaan ialah hubungan persaudaraan yang perlu dilakukan. Meskipun dalam prakteknya besar kemungkinan tidak semua anggota profesi dokter itu melaksanakan apa yang diucapkannya dalam sumpahnya. Adapun kebiasaan kita pada umumnya. Jika ini sudah berkembang. baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menunjang tercapainya keberhasilan anggota profesi dalam membawakan misalnya sebagai pendidik bangsa. tidak mementingkan kepentingan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain (Hermawan. dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa orang guru ditambah dengan beberapa orang personel sekolah lainnya sesui dengan kebutuhan sekolah tersebut. akan tumbuh rasa senasib sepenanggungan seta menyadari akan kepentingan bersama. maka dalamsumpah dokter yang diucapkan pada upacara pelantikan dokter baru. Sekalipun demikian hubungan tersebut dapat berjalan lancar. 2. Sekarang apa yang terjadi pada profesi kita. Semua personel sekolah in iharus dapat menciptakan hubungan baik dengan anak didik di sekolah tersebut. kemauan. Sikap profesional lain yang perlu ditumbuhkan oleh guru adalah sikap ingin bekerja sama. 1. Oleh sebab itu. Hal ini tidak boleh terjadi karena kalau diketahui murid ataupun orang tua murid. kita perlu saling maaf-memaafkan dan memupuk suasana kekeluargaan yang akrab antara sesama guru dan aparatur di sekolah. apalagi masyarakat luas. tenteram. sehingga hal ini menimbulkan keretakan di antara sesama kita. antara lain terdapat kalimat yang menyatakan bahawa setiap dokter akan memperlakukan teman sejawatnya sebagai saudara kandung. profesi keguruan? Dalam hal ini kita harus mengakui dengan jujur bahwa sejauh ini profesi keguruan masih memerlukan pembinaan yang sungguh-sungguh. perasaan. dankepala sekolah ataupun guru dengan semua personel sekolah lainnya. bagikita masih perlu ditumbuhkan sehingga kelak akan . tetapi setidak-tidaknya sudah ada norma-norma yang mengatur dan mengawasi penampilan profesi itu. sikap. Berhasil tidaknya sekolah membawakan misinya akan banyak bergantung kepada semua manusia yang terlibat di dalamnya. untuk kadang-kadang bersikap kurang sungguh-sungguh dan kurang bijaksana. Hubungan formal ialah hubungan yang perlu dilakukan dalam rangka melakukan tugas kedinasan. Hubungan Guru Berdasarkan Lingkungan Kerja Seperti diketahui. Dengan ucapan ini para dokter menganggap profesi mereka sebagai suatu keluarga yang harus dijunjung tinggi dan dimuliakan. jika terdapat kesalahan-kesalihan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya. Sebagai saudara mereke berkewajiban saling mengoreksi dan saling menegur. bagaimanapun kecilnya jumlah manusia. dan harmonis. Hal ini juga dapat mendatangkan pengaruh yang negatif kepada anak didik. Agar setiap personel sekolah dapat berfungsi sebagimana mestinya. guru dengan guru. saling harga menghargai. Dalam suatu pergaulan hidup. saling pengertian. watak. mereka akan resah dan tidak percaya kepada sekolah. yakni hubungan formal dan hubungan kekeluargaan. jika di antara meraka tumbuhan sikap saling pengertian dan tenggang rasa antara satu dengna lainnya. agar jangan terjadi keadaan yang berlarut-larut. 1979). dan lain sebagainya.

dalam arti membimbing atau mengajarnya. Dalam tut wuri terkandung maksud membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikannya. yakni kepala sekolah. ing madyo mangun karso. prinsip membimbing. baik jasmani. Penciptaan suasana kerja menantang harus . Tiga kalimat padat yang terkenal daari sistem itu adalah ing ngarso sung tulodo. Sikap Terhadap Tempat Kerja Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja akan meningkatkan produktivitas. Suasana yang haromis di sekolah tidak akan terjadi bila personil yang terlihat di dalamnya. guruharus aktif mengusahakan suasan yang baik itu dengna berbagai cara. tetapi juga harus memeperhatikan perekmbangan seluruh pribadi peserta didik. Peseta didik tidak dapat dipandang sebagai obyek semata yangharus patuh kepada kehendak dan kemauan guru. harus dapat memberikan pengaruh. Ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus dapat memberi contoh. Uraian ini dimaksudkan sebagai perbandingan untuk dijadikan bahan dalam meningkatkan hubungan guru dengan guru sebagai anggota profesi keguruan dalam hubungan keseluruhan. maupun dengan penyediaan alat belajar yang cukup. Hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat sekeliling. baik jasmani maupun rohani. tidak menjalin hubungan yang baik di antara sesamanya. F. bukan mengejar.dapat kita lihat bahwa hubungan guru dengan teman sejawatnya berlangsung seperti halnya dengan profesi kedokteran. baik dengan penggunaan metode mengajar yang sesuai. tidak hanya berilmu tinggi tetapi juga bermoral tinggi pula. ataupun pendektan lainnya yang diperlukan. dan harus dapat mengendalikan peserta didik.´ Oleh sebab itu. yaitu: Guru sendiri. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan sebagai insan dewasa. dan prinsip pembentukan manusi Indonesia seutuhnya. Untuk menciptakan suasana kerja yang baik ini ada dua hal yang harus diperhatikan. guru. yakni: tujuan pendidikan nasional. dan guru berkewajiban menciptakan suasana yang demikian dala lingkungannya. staf administrasi dan siswa. serta pengaturan organisasi kelas yang mantap. Mottto tut wuri handayani sekarang telah diambil menjadi motto dari Departemen Pendidikan Nasional RI. utuh. Sikap Terhadap Anak Didik Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa: Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. E. Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. rohani. Pengertian membimbing seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam sistem amongnya. Dalam handayani berarti guru mempengaruhi peserta didik. atau mendidik saja. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja. Terhadap guru sendiri dengan jelas juga dituliskan dalm salah satu butir dari Kode Etik yang berbunyi: ³Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang ufur dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Prinsip yang lain adalah membimbing peserta didik. apalagi memaksanya menurut kehendak sang pendidik. 2/1989 tentang Pendidikan Nasional. Prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat. dan tut wuri handayani. Hal ini disadari dengan sebaik-baiknya oleh seetiap guru. dan bukanlah mendikte peserta didik. Dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap menentukan ke arah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. sosial maupun yang lainnya yan gsesuai dengna hakikat pendidikan. yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.

sekolah dapat mengambl prakarsa. Artinya. bila dia mencitai dengan sepenuh hati. guru harus selalu dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat. yakni di rumah dan di masyarakat sekitar. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat. Agar pendidikan di luar ini terjalin dengan baik dengan apa yang dilakukan oleh guru di sekolah diperlukan kerja sama yang baik antara guru. guru selalu dituntut untuk secara terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. di mana tiap anggota organisasi itu dituntut berusaha untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan organisasi tersebut. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. dan mutu layanannya. Barangkali tidak semua orang dikaruniai sifat seperti itu. baik di sekolah maupun di luar sekolah. Sikap Terhadap Pemimpin Sebagai salah seorang anggota organisasi. terutama menanggulangi kekurangan fasilitas ataupun dana penunjang kegiatan sekolah. Dalam butir keenam ini dituntut kepada guru. ia akan berbuat apa pun agar kariernya berhasil baik. Guru . mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar. ia committed dengan pekerjaannya. Ini dimaksudkan untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Sudah jelas bahwa pemimpin suatu unit atau organisasi akan mempunyai kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya. mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. keterampilan. Orang yang telah memilih suatu karier tertentu biasanya akan berhasil baik. Ia harus mau dan mampu melaksanakan tugsnya serta mampu melayani dengan baik pemakai jasa yang membutuhkannya. Dalam menjalin kerjasama dengan orang tua dan masyarakat. G. dalam hal ini peserta didik dan para orang tuannya. ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Oleh karenay.dilengkapi dengan terjalinnya hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya.oleh sebab itu. di waktu justru digunakan peserta didik di luar sekolah. namun bila seseorang telah memilih untuk memasuki profesi guru. Oleh sebab itu. Hanya sebagian kecil dari waktu. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir yang keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi: Guru secara pribadi dan bersama-sama. baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar. Dapat saja kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut berupa tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka. baik secara pribadi maupun secara kelompok. terutama bila berhubungan dengna peserta didik yang masih kecil. H. dan masyarakat sekitar. misalnya dengan cara mengundang orang tua sewaktu pengambilan rapor. guru akan berada dala bimbingan dan pengawasan pihak atasan. orang tua. Sikap Terhadap Pekerjaan Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik. dapat kita simpulkan bahwa sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif. Keharusan guru membina hubungan dengan orang tua dan masyarakat sekitarnya ini merupakan isi dari butir ke lima Kode Etik Guru Indonesia. untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati. yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. mengikutsertakan persatuan orang tua siswa atau Komite Sekolah dalam membantu meringankan permasalahan sekolah. amatlah beralasan bahwa orang tua dan masyarakat bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka. Kerja sama juga dapat diberikandalam bentuk usulan dan malahan kritik yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bersama dan kemajuan organisasi.

Kemajuan teknologi kkomunikasi telah mebuat jarak dan waktu semakin pendek dan cepat. Untuk meningkatkan mutu profesi secara sendiri-sendiri. A. yaitu: (1) masyarakat teknologi. (3) masyarakat madani. sementara kondisi riil di lapangan masih amat memperhatikan.guru dapat melakukannya secara formal maupun informal. . Sebagai seorang profesional. koran.blogspot. (2) masyarakat terbuka. sehingga dapat mengubah cara berfikir dan bertindak bahkan mengubah bentuk dan pola hidup manusia yang sama sekali berlainan dengan kehidupan sebelumnya. karena ilmu dan pengetahuan yang menunjang profesi itu selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. radio. tidak mungkin dapat meningkatkan mutu dan martabat profesinya bila guru itu tidak meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilannya. kualitas maupun profesionalitas guru. dan kemampuannya. Secara informal guru dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya melalui mass media seperti televis. setidaknya terdapat tiga karakteristik masyarakat di abad 21.com/2010/11/sikap-profesional-keguruan. dan sebagainya. guru seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas membimbing. Gambaran Masyarakat Abad 21 Untuk memberikan gambaran tentang tantangan guru yang prfeesional di masa depan. membina. kita semua mengetahui bahwa begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang guru dalam upaya untuk melaksanakan tugasnya secara profesional di masa datang. yaitu dalam menghadapi masyarakat abad 21. Masyarakat Teknologi Masyarakat teknologi yang dimaksud adalah suatu masyarakat yang telah melek teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi. ataupun membaca buku teks dan pengetahuan lainnya yang cocok dengan bidangnya. majalah ilmiah. Menurut Tilaar (1999).html Copyright aadesanjaya. Namun emikian. a. sehingga seolaholah dunia menjadi satu tanpa ada sekat yang membatasi bangsa-bangsa. perlu melihat karakteristik masyarakat di era globalisasi dikaitkan dengan peran pendidikan. negara-negara. dan memiliki kepribadian serta budi pekerti luhur yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. keinginan. Secaar formal. dan mengarahkan peserta didik dalam menumbuhkan semangat keunggulan. motivasi belajar. Read more at: http://aadesanjaya.sebagaimana juga dengan profesi lainnya. baik secara kuantitas. Berikut ini diuraikan sejauh mana tantangan guru di masa depan sebagai wawasan dalam rangka menambah khasanah untuk dipergunakan sebagai pertimbangan dalam meningkatkan profesionalisme guru. waktu.com Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Pembahasan sebelumnya memberikan gambaran bahwa secara konsep gur sebagai tenaga profesional harus memenuhi berbagai persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional. artinya guru mengikuti berbagai pendidikan lanjutan atua kursus yang sesuai dengan bidang tugas. Persoalan ini masih ditambah adanya berbagai tantangan ke depan yang masih kompleks di era global ini.blogspot.

maka akan menjadi manusia dan masyarakat yang lemah dan tidak berdaya. terutama dalam memberikan bimbingan. yang menghormati prestasi individual. tetapi dapat pula menghancurkan kebudayaan umat manusia. Setiap manusia mempunyai kesempatan yang tidak terbatas untuk belajar dan megnembangkan diri atau bahakan melalui kapasitasnya memberikan sumbangankepada masyarakat lainnya. tetapi berdasarkan pada kemampuan individual. disiplin. agar kehidupan manusia tidak terancam oleh karena kemjuan teknologi itu sendiri. tidak berdaya dan miskin. tidak kalah pentingnya adalah peran pendidikan dalam memberikan arahan dan bimbingan agar penguasaana teknologi tidak menjadi bumerang bagi masyarakat. Untuk itu. Masyarakat Terbuka Lahirnya teknologi komunikasi yang demikian maju. Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan wujud dari suatu masyarakat terbuka. di mana setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. bila kapasitas sumber daya manusia itu tidak dikembangkan. dan berprestasi. maka tentu tidak kalah pentingnya peran guru itu sendiri untuk lebih dulu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan teknologi terkini kepada peserta didiknya. antara bangsa satu dengan bangsa lain dapat saling mempengaruhi dalam berbagai hal. agar tidak menjadi bangsa pelayan yang dapat diperintah bangsa lain. sehingga tidak menjadi korban dan tertindas oleh zaman yang penuh dengan persaingan. Untukitu. yang pada akhinya akan menjadi boneka atau korban bagi mereka yang lebihkuat. berkarya. yang berprestasi dan yang memilikimodal terhadap masyarakat yang lemah. Tetapi sebaliknya. kreatif. di samping penguasaan teknologi itu sendiri. membuat dunia menjadi satu seolah tanpa sekat. Masyarakat madani adalah masyarakat yang saling menghargai satu dengan yang lain. yang disebabkan kurangnya penghayatan terhadap etika. termasuk nilai-nilai etis yang diyakini kebenarannya. dan fasilitas kepada masyarakat dan peserta didik untukmemperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan menggunakan teknologi. bukan atas dasar asal-usul atau keturunan. Selain itu. dalam masyarakat terbuka diperlukan manusia yang mampu mengembangkan kapasitasnya agar menjadi manusia dan bangsa yang kuat. c.bahkan pribadi-pribadi. Manakala pendidikan mengisyaratkan adanya keharusan peserta didik untuk menguasai teknologi. termasuk mempengaruhi budaya bangsa lain. peran pendidikan sangat penting dan strategis. Masayraakat madani tumbuh berkembang dalam suatu masyarakat yang saling hormatmenghormati. Masyarakat madani tumbuh dan berkembang bukan dengan sendirinya dan bukan tanpa . Pendidikan dapat menumbuhkan pemahaman etika yang benar. dalam mengiringi kemajuan teknologi tersebut diperlukan upaya penghayatan. Dalam maysarakat seperti itu. dorongan. berprestasi dan memberikan sesuatu sesuai dengankapasitasnya. Dalam masyarakat terbuka. memiliki toleransi dan tanggungjawab terhadap kehiudpan pribadi maupun masyrakatnya. sehingga komunikasi antar pribadi menjadi makin dekat dan hampir tanpa hambatan. lebih kreatif dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. yang mengakui akan hak-hak asasi manusia. ulet. yang pada akhirnya melahirkan masyarakat terbuka. serta menjunjung tinggi rasa kebersamaan untuk mencapai kesejahteraan bersama. baik masyarakat lokal maupun masyarakat dunia. Peran pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu masyarakat dan bangsa. b. dan masyarakat yang turut bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dari masyarakatnya. Hal itu mengancam kehiudpan masyarakat lain oleh karena adanya kemungkinan penguasaan atau dominasi oleh mereka yang lebih kuat. semangat. Kemajuan teknologi dapat memajukan kehidupan manusia.

b. menurunnya rasa kebersamaan. Rasa persatuan yang telah berhasil ditanam berarti bahwa seseorang merasa bangga menjadi bangsa Indonesia yang berarati pula bangsa terhadap kebudayaan Indoensia yang menjunjung tinggi etika dan nilai luhur untuk siap menjadi masyarakat abad 21 yang kuat dan dapat mewujudkan demokrasi dalam arti sebenarnya. pelaksanaan otonomi daerah. Pendidikan pada dasarnya tidak terlepas dari peran penting guru sebagai tulang punggung dan penopang utama dalam proses penyelenggaraan pendidikan. dan mulai adanya indikasi tidak saling menghormati antara sesama teman. 1. karena melalui pendidikan dapat dibangun sumberdaya yang berkualitas dengna kepribadian yang sesuai dengan budaya serta kesadaran individu hidup berdampingna untuk mencapai tujuan bersama. pemberlakuan otonomi daerah memberikan peluang melakukan berbagai perubahan dalam penataan sistem pendidikan yang pada hakekatnya adalah memberikan kesempatan lebih besar kepad adaerah dan sekolah untuk mengembangkan proses pendidikan yang bermutu sesuai dengan potensi yang dimilikinya. pengembangan nilainilai demokrasi. kritis. Tantangan intenal adalah tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia. dan produktif dan tidak sekedar menjadi manusia yang selalu mengekor seperti µbebek¶ yang hanya menerima petunjuk dari atasan dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. Pendidikan berbasis masyarakat dan . Kunci terwujudnya masyarakat madani adalah pendidikan. setidaknya kita dapat memperoleh gambaran tentang apa dan bagaimana karakteristik masyarakat pada abad 21 dan apa peran pendidikan pada masa yang akan datang serta tantangan bagi seorang guru untuk menyikapinya. yang pada akhirnya dikhawatirkan dapat mengancam kesatuan dan persatuan sebagai bangsa. yaitu kesamaan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak dan juga kewajiban yang sama bagi masyarakat untuk membangun pendidikan yang bermutu. Tantangan Internal a. Hal itu terutama dapat dilihat mulai adanya gejala menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat. tetapi masyarakat yang dibangun melalui pendidikan. perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam sistem pendidikan nasional. termasuk potensi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai bentuk untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan. kreatif. Dalam pengertian ini. Tantangan guru profesional untuk menghadapi masyarakat abad 21 tersebut dapat dibedakan menjadi tantangna yang bersifat internal dan kesternal. Sejalan dengan itu. Pengembangan nilai-nilai demokrasi Demokrasi dalam bidang pendidikan adalah membangun nilai-nilai demokratis.upaya terencana. sering terjadinya benturan fisik antara peserta didik. Tantangan Guru Sebagai Tenaga Profesional Berdasarkan paparan di atas. lunturnya rasa hormat dengan orang tua. diantaranya penguatan nilai kesatuan dan pembinaan moral bangsa. guru sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri mempunyai tantangan bagiamana membantu dan mengembangkan diri peserta didik menjadi manusia yang tekin. dan fenomena rendahnya mutu pendiidkan. Pendidikan berupaya menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik dan tantangan nyata bagi guru adalah bagaimana seorang guru memilikikepribadian yang kuat dan matang untuk dapat menanamkan nilai-nilai moral dan etika serta meyakinkan peserta didik terhadap pentingnya rasa kesatuan sebagai bangsa. Sementara tantangan eksternal adalah tantangan guru profesional dalam menghadapi abad 21 dan sebagai bagian dari masyarakat dunia di era global. Penguatan nilai kesatauan dan pembinaan moral bangsa Krisis yang berkepanjangan memberi kesan keprihatinan yang dalam dan menimbulkan berbagai dampak yang tidak menguntungkan terhadap kehidupan bermasyarakat di Indonesia. B.

inovatif. Kehidupan global yang terbuka. c. yaitu kehidupan dalam dunia yang terbuka dan seolah tanpa batas. seperti pada Olimpiade Fisika. secara individual ada beberapa diantara peserta didik mampu menunjukkan prestasinya di lomba-lomba bertaraf internasional. diperlukan proses pendidikan yang bermutu dan kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah mutu guru. Untuk itu. tantangan bagi guru dalam wacana desentralisasi pendidikan adalah bagaimana melakukan inovasi pembelajaran sehingga dapat membimbing dan menuntun peserta didik mencapai prestasi yang diharapkan.manajemen berbasis sekolah merupakan perwujudan nyata dari demokrasi dan desentralisasi pendidikan yang bertujuan untuk lebih memberdayakan sekolah dan masyarakat dalam proses pendidikan demi mencapai prestasi sesuai kemampuannya. Dalam masyarakat abad 21. dan bahkan secara nilai rata-rata di bawah peringkat negara Asean lainnya. Dengan demikian par asisiwa mempunyai bekal yang memadai. akan melahirkan tantangan dan peluang untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakatnya. memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. menjunjung tinggi rasa kebersamaan. dan kompetitif. Untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas. seakan-akan dunia seperti sebuah kampuang dengan ciri perdagangan bebas. Dalam melakukan persaingan. memerlukan manusia yang bermutu dan dapat bersaing dengan sehat. guru dituntut untuk berperlaku dan memiliki karakteristik profesional oleh karena tuntutan dan sifat pekerjaanya dan bersaing dengan profesi-profesi lainnya. Kemampuan individu untuk bersaing seperti itu. Tantangan Eksternal Kecenderungan kehidupan dalam era globalisasi adalah mempunyai dimensi domestik dan global. saling menghormati atas dasar kemampuan individual. tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. kreatif. Guru memiliki peran strategis dalam rangka mewujudkan prestasi bagi peserta didiknya. berprestasi. Proses pendidikan dalma masyarakat abad 21 adalah suatu interaksi antara guru dengna peserta didik sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat yang demokratis dan terbuka. dan mematuhi nilai-nilai hukum yang berlaku dan disepakati bersama. selain ilmu pengetahuan dan teknologi. Fenomena rendahnya mutu pendidikan Berbagai hasil studi dan pengamatan terhadap mutu pendidikan pada berbagai negara menunjukkan bahwa secara makro mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Dengan kata lain.com . Masyarakat yang demikian menuntut adanya pelayanan yang profesional dari para pelakunya dan guru adalah seorang profesional dalam masyarakat seperti itu.html Copyright aadesanjaya. Untuk itu. Tantangan guru pada masyarakat abad 21 aldaha bagaimana menjadi seorang guru yang profesional untuk membangun masyarakat yang mandiri. Dengan situasi kehidupan demikian. diperlukan mutu individu yang kreatif dan inovatif. juga menanamkan sikap disiplin. tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat sebagai bangsa Indonesia. kompetisi dan kerjasama yang saling menguntungkan. tantangan bagi guru profresional dalam menghadapi globalisasi adalah bagaimana guru yang mampu memberi bekal kepada peserta didik.com/2010/11/tantangan-guru-sebagaitenaga. 2. Walaupun demikian. hanya akan menerima seoran gyang profesional dalam bidang pekerjaannya.blogspot. hanya dapat dibentuk oleh suatu sistem pendidikan yang kondusif dan memiliki guru yang profesional dalam bidangnya.blogspot. termasuk para guru yang profesional. Read more at: http://aadesanjaya.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.