FILSAFAT 2 Macam-Macam Pengertian Pernyataan Dan Penyimpulan

MACAM-MACAM PENGERTIAN, PERNYATAN, DAN PENYIMPULAN

OLEH KELOMPOK IX Renanta Amira Nisita Youda Haqdhia Hasrul Gian Mahendra Cristanti Karina Putri Alit Septian Widhiantara Tiwik Mairawati Anggi Ghaisani P.I. Muhammad Habib M.A. Diah Indra Cahyani (041014098) (041113349/81) (041113350/82) (041113351/83) (041113352/84) (041113353/85) (041113354/86) (041113355/87) (041113772/88)

dan kalimat inversi tidak dapa disebut proposisi . dan luas pengertian beserta contohnya b.kalimat perintah. II. disertai contohnya c. bagian ketiga ini disebut juga kesimpulan yang berupa pengetahuan baru (konsekuens). Bisa mengerti arti dari penggolongan dan definisi serta perbedaannya. PENGERTIAN. Sedangkan bagian ketiga merupakan perumusan hubungan yang terdapat antara kedua bagian pertama melalui pertolongan term penengah (M). tentang inti sesuatu. Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi. proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat. Sedangkan Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. TUJUAN a. Tetapi kalimat-kalimat itu dapat dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang netral. Dua bagian pertama merupakan premis-premis atau pangkal tolak penalaran silogistik. Bisa membedakan macam-macam proposisi. isi. kalimat harapan. Proses menarik suatu kesimpulan dari premis-premis tersebut disebut penyimpulan. yang batiniah. Kaliimat Tanya. PROPOSISI DAN SILOGISME Pengertian adalah suatu gambar akal budi yang abstrak. pembalik. dan silogisme beserta contohnya . Dan sillogisme adalah proses logis yang terdiri dari tiga bagian.BAB I PENDAHULUAN I. Dengan kata lain. Bisa memahami arti.

’berkebangsaan Indonesia’. ‘berbadan’ . Mengerti berarti menangkap inti sesuatu. yang batiniah. Inti sesuatu itu dapat dibentuk oleh akal budi. Penyelidikan yang teliti menunjukan bahwa 1) setiap pengertian mempunyai daerah lingkupnya sendiri. seperti ‘berada’ . Isi sering disebut konprehensi. Sedangkan luasnya hendaknya dicari dalam benda atau hal mana yang ditunjukkan dengan pengertian itu. ARTI. dan sebagainya. tentang inti sesuatu. ‘material’ . Isi suatu pengertian hendaknya dicari dalam inti pengertian itu. Tetapi unsur-unsur itu tidak mencakup unsur-unsur yang tidak hakiki. misalnya. Unsur pokok. Pengertianpengertian itu mencakup semua barang atau benda yang bisa disebut dengan pengertian tersebut. ‘dapat berbicara’. Hal itu terjadi dengan mengertinya. Misalnya. sedangkan luas sering juga disebut ekstensi.’berambut keriting’. Kita ambil pengertian ‘Manusia’ . ISI DAN LUAS PENGERTIAN Sudah diketahui bahwa kegiatan akal budi yang pertama menangkap sesuatu sebagaimana adanya. ‘hidup’ . Tetapi pengertian ‘manusia’ itu tidak mengandung unsur-unsur seperti ‘berkulit hitam’. Isi pengertian adalah semua unsur yang termuat dalam suatu pengertian. Karena itu pengertian adalah suatu gambar akal budi yang abstrak. ‘mahluk sosial’. hakiki adalah unsur yang menunjukan inti sesuatu.BAB II PEMBAHASAN I. pengertian ‘kuda’ menunjukan hanya semua mahluk (hewan) yang tertentu yang dinyatakan oleh pengertian itu dan bukan mahluk . unsur hakiki. Yang dibentuk itu adalah suatu gambaran yang ‘ideal’. Luas pengertian adalah benda-benda (lingkungan realitas) yang dapat dinyatakan oleh pengertian yang tertentu. serta semua unsur yang langsung dapat diturunkan dari unsur pokok itu. atau suatu ‘konsep’ tentang sesuatu. dan sebagainya. Unsur-unsur itu meliputi semua unsur pokok. Pengertian ‘manusia’ itu mengandung unsur-unsur pokok.

Dengan ini dinyatakan bahwa pengertian ‘kuda’ merupakan bawahan dari pengertian ‘hewan’. Luas yang mutlak adalah luas pengertian terlepas dari fungsinya dalam kalimat.’menggolongkan’. yang lainnya disebut luas yang fungsional. perlulah orang menemukan pembagian itu dan menyusun jalan pikiran yang terkandung di dalamnya dalam suatu bagan atau skema. Demikian juga dalam setiap ilmu pengetahuan. Ada beberapa aturan yang perlu ditepati sehubungan dengan pembagian(penggolongan). Yang satu disebut luas yang mutlak . Dalam proses pemikiran dan ilmu pengetahuan . dan menyusun pengertian-pengertian dan barang-barang yang tertentu.(hewan) lainnya. Sebab. II. Orang membedakan 2 macam luas pengertian. yaitu: . tidak mudah mengupas suatu masalah tanpa dapat menangkap bagian-bagiannya. Sedangkan pengertian ‘kuda’ lebih sempit daripada ‘hewan’. PEMBAGIAN(PENGGOLONGAN) DAN DEFINISI Pembagian(penggolongan) adalah suatu kegiatan akal budi yang tertentu. Penguraian dan penyusunan itu diadakan menurut kesamaan dan perbedaan. Misalnya. ‘membagi’. Karena itu perlulah orang mengusai ketrampilan untuk menemukan pembagian(penggolongan) itu. Juga tidak mudah menghadapi suatu persoalantanpa menguraikan unsur-unsur yang menyusunnya. hampir mustahillah ia mempelajari serta menguasainya secara berhasil dan memuaskan. Dalam kegiatan itu akal budi menguraikan. misalnya. Pengertian yang satu lebih luas (sempit) daripada pengertian lainnya. Untuk membaca suatu buku dengan berhasil. Sedangkan luas yang fungsional adalah luas pengertian dilihat dari sudut fungsinya dalam kalimat atau luas pengertian dilihat dari sudut fungsinya sebagai subyek atau predikat dalam kalimat tertentu. Kalau tidak. pengertian ‘hewan’ lebih luas daripada pengertian ‘kuda’. Selain itu 2) pengertian-pengertian itu juga tidak sama luasnya. pembagian (penggolongan) ini memegang peranan penting.

dalam suatu pembagian(penggolongan) yang sama tidak boleh digunakan dua tau lebih dari dua dasar. Tetapi apa yang benar untuk bagian-bagian belum pasti benar untuk kesuluruhannya. . 2. Pembagian(penggolongan) harus lengkap. 3. Bagian. Ada beberapa kesulitan yang dapat timbul dari pembagian(penggolongan). Artinya. Pembagian(penggolongan) itu harus sungguh-sungguh memisahkan.1. Kesulitan-kesulitan itu dapat mengambil bentuk-bentuk yang berikut: 1. belum pasti juga dimungkiri tentang kesuluruhannya. Dan apa yang dimungkiri tentan bagian-bagian. Dengan demikian kelompok yang satu dapat dibedakan dengan jelas dari kelompok yang lain. Demikian juga . Artinya. Pembagian(penggolongan) itu harus menggunakan dasar. Artinya. prinsip sekaligus. Pembagian(penggolongan) itu harus sesuai dengan tujuan yang mau dicapai. Karena itu.bagian itu tidak hanya mencakup beberapa bagiannya saja. hasilnya tidak kurang dan tidak lebih dari kesatuan yang dibagi-bagikan tadi. Maka kalau bagian-bagian itu dijumlah. sebaiknya antara bagian-bagian yang mau diperincikan itu terdapat suatu ‘perlawanan’ . Kesalahan sering terjadi karena tidak adanya pemahaman yang tepat mengenai hubungan antara bagian-bagian dan keseluruhannya. kalau kita membagibagikan suatu hal. maka bagian-bagian yang diperincikan harus mencakup semua bagiannya. bagian satu tidak boleh memuat bagian yang lain. apa yang dimungkiri tentang kesuluruhan juga dimungkiri tentang bagian-bagiannya. Apa yang benar untuk keseluruhan. Menggunakan dua dasar atau lebih dalam satu pembagian(penggolongan) . 4. hanyalah menunjukan tidak adanya sikap yang konsekuen dalam cara bekerja saja. prinsip yang sama. Tidak boleh terjadi adanya tumpang tindih antara bagian yang satu dengan bagian lainnya. juga benar untuk bagian-bagiannya.

‘bentuk-bentuk peralihan’. Karena tidak berpikir panjang. Hal ini terjadi karena tidak mudahnya membedakan golongan yang satu dari golongan yang lainnya dengan tegas. PEMBALIKAN. orang cenderung mengambil jalan pintas. Proposisi ini disebut tipe A. Adanya keraguan-raguan tentang apa atau siapa yang sebenarnya masuk ke dalam kelompok yang tertentu. Atas dasar ini dapatlah dikatakan bahwa definisi mempunyai suatu tugas tertentu. MACAM-MACAM PROPOSISI. yakni semua anggota subjek adalah anggota predikat dan semua anggota predikat adalah anggota subjek. Artinya. III. contoh : Semua manusia yang hidup bernafas. benda. DAN PERLAWANAN Proposisi Macam-macam proposisi : 1. yang terdapat di antara kedua ekstrem uang diajukan. jelas dan singkat. Berdasarkan perbandingan luas term. Penggolongan seperti ini sering kali melupakan ‘bentuk-bentuk antara’. • Proposisi universal afirmatif ekuivalen ialah pernyataan umum X mengiyakan yang antara subjek dan predikat merupakan suatu persamaan. Kata definisi berasal dari kata ‘definitio’ (bahasa latin). yaitu menentukan batas suatu pengertian dengan tepat. 3. Proposisi Universal Afirmatif Proposisi universal afirmatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat. Proposisi ini sama artinya dengan “S yang non P itu tidak ada (kelas kosong)”. dapat dibedakan atas dua macam: universal afirmatif ekuivalen dan universal afirmatif implikasi. dan orang hanya atas dua golongan saja. dirumuskan berikut ini : “Semua S adalah P”. yang berarti ‘pembatasan’. Jalan pintas itu sering kali berbetuk menggolongkan barang. . orang mengadakan penggolongan yang hitam putih saja.2.

yakni ada anggota subjek yang menjadi bagian predikat dan ada anggota predikat yang menjadi bagian subjek. 4. Proposisi ini sama artinya: S yang P itu tidak ada (kelas kosong). contoh : Sebagian rakyat Indonesia adalah keturunan asing. dapat dibedakan atas dua macam: partikular afirmatif inklusif dan partikular afirmatif implikasi.• Proposisi universal afirmatif implikasi ialah pernyataan umum mengiyakan yang semua subjek merupakan bagian dari predikat. • Proposisi partikular afirmatif implikasi ialah pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian dari subjek merupakan suatu predikat. Proposisi partikular afirmatif berdasarkan perbandingan luas term. hanya ada satu bentuk. 3. dirumuskan: “Semua S bukan P”. . Proposisi universal negatif berdasarkan perbandingan luas term. dirumuskan: “Sebagian S adalah P”. yaitu berbentuk eksklusif sehingga lengkapnya disebut universal negatif eksklusif. 2. • Proposisi partikular afirmatif inklusif ialah pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian subjek merupakan bagian dari predikat. Proposisi Universal Partikular Negatif Proposisi partikular negatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat. yakni semua anggota subjek menjadi himpunan bagian dari predikat. contoh : Setiap mahasiswa Universitas Gunadarma memiliki KTM. misal: Sebagian mahasiswa Universitas Gunadarma adalah warga Depok. dirumuskan: “Sebagian S bukan P” . Proposisi Universal Negatif Proposisi universal negatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat. Proposisi ini disebut tipe E. misalnya semua rakyat Indonesia tidak mengikuti ajaran komunis. Proposisi Universal Partikular Afirmatif Proposisi partikular afirmatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat. yakni ada sebagian anggota subjek yang menjadi himpunan predikat. yaitu pernyataan umum mengingkari yang berarti antara subjek dan predikat tidak ada hubungan.

penalaran dapat di istilahkan sebagai proses berfikir dengan cara mengumpukkan data dan fakta sebuah informasi dalam rangkat menarik kesimpulan. Ada dua macam pembalikan. Pembalikan Pembalikan adalah pengungkapan kembali kebenaran yang terkandung dalam suatu proposisi dengan cara menukar tempatkan term subyek dengan term predikatnya. Berbicara masalah penalaran. Contoh: . yaitu: 1. Sebuah kalimat tidak hanya memiliki sbeuah kaidah SPOK tetapi sebuah kalimat bisa saja tidak menggunakan kaidah tesebut dalam hal ini maka kita perlu sebuah penalaran dalam menentukan propisi sebuah kalimat. maka berdasarkan itu dapat pula disimpulkan mengenai hubungan antara term predikat dan term subyeknya. tanpa mengubah kualitas (bentuk) proposisi itu.Proposisi partikular negatif berdasarkan perbandingan luas term terdapat dibedakan atas dua macam: partikular negatif inklusif dan partikular negatif implikasi.Dalam menentukan sebuah kalimat ada subjek saja dan atau predikat saja maka perlu sebuah penalaran dalam aturan proposisi. Artinya proposisi E kalau dibalik tetap menjadi proposisi E. Karena dalam suatu proposisi terjadi suatu hubuangan antar term-subyek dan term predikatnya. Hal ini tidak begitu sulit apabila dalam proposisi premisnya luas term subyek dan luas term predikatnya sama: kedua-keduanya universal atau keduaduanya partikular. Pembalikan sederhana yang meliputi pembalikan terhadap proposisi E dan I • Proposisi E dibalik menjadi proposisi E karena luas term subyek dan term predikat sama-sama universal. Setelah mengetahui bagaimana hubungan subjek dan predikat dalam sebuah proposisi maka disini saya akan membahas bagaimana hubungan tersebut dalam topik penalaran. luas term subyek dalam kesimpulan harus tetap sama dengan luas term predikat dalam proposisi asal (premis). Agar kesimpulan dari pembalikan itu benar.

Luas term predikat proposisi A adalah partikular. Itu berarti pembalikan terhadap contoh di atas seharusnya adalah: Kesimpulan: “Sebagian buku penting adalah buku logika” (proposisi I: luas term “buku penting” adlaah partikular). Pembalikan dengan pembatasan yang berlaku pada proposisi A. haruslah dilakukan dengan membatasi luas term subyek dalam proposisi kesimpulan menjadi partikular. Untuk mendapatkan pembalikan yang tepat terhadap proposisi A. Jelaslah bahwa kesimpulan di atas salah. Misalnya: Premis: Beberapa mahasiswa berlatih karate (proposisi I) Kesimpulan: Beberapa yang berlatih karate adalah mahasiswa (proposisi I).Premis: Semua mahasiswa bukan anak kecil (proposisi E) Kesimpulan: Semua anak kecil bukan mahasiswa (proposisi E) • Pembalikan proposisi I pada proposisii I luas term subyek dan term predikat partikular. . Kesimpulan: “Semua buku penting adalah buku “logika” (proposisi A : luas term “buku penting” menjadi universal). Dengan demikian proposisi I kalau dibalik tetap menjadi proposisi I. Contoh: Premesi: Semua buku logika adalah buku penting” (proposisi A: luas term “buku penting” adalah partikular). Kalau dibalik secara sederhana begitu saja. maka term predikat yang semula partikular akan menjadi universal. 2.

proposisi A hanya bisa dibalik menjadi proposisi I. kita akan mendapatkan kesimpulan yang salah sebagaimana terlihat pada contoh berikut ini: Premis: Sebagian manusia bukan dokter (proposisi O). SILOGISME : KATEGORIS DAN HIPOTESIS . Biasa disebut perlawanan subaltern (ketercakupan). Berpijak pada rumusan tersebut. Relasi demikian disebut relasi perlawanan (oposisi).Jadi. dan O. • perlawanan dalam hal kuantitas. I. Biasa disebut perlawanan kontraris (kebalikan) untuk perlawanan antara proposisi A-E dan sub-kontraris (kebalikan-bawahan) untuk perlawanan antara proposisi I-O. secara umum harus dikatakan bahwa proposisi O tidak dapat dibalik. kita mengenal macam-macam perlawanan sebagai berikut: • perlawanan dalam hal kuantitas dan kualitas. Relasi yang dimaksud ialah relasi antara dua proposisi yang mempunyai kelas subyek dan predikat yang sama. Mengenai proposisi O. yaitu perlawanan yang terjadi antara proposisi A-I dan antara proposisi E-O. yaitu A. Kalau dibalik. itulah sebabnya mengapa pembalikan terhadap proposisi A ini bisa disebut juga pembalikan terbatas. E. Perlawanan Di antara keempat macam proposisi kategoris. yang mempunyai kelas subyek dan predikat yang sama. IV. terdapat suatu relasi di antara mereka yang cukup mendapat perhatian para ahli logika. Biasa disebut perlawanan kontradiktoris. tetapi berbeda dalam kuantitas dan/atas kualitasnya. yaitu perlawanan yang terjadi antara proposisi A-O dan antara proposisi E-I: • perlawanan dalam hal kualitas. Kesimpulan: Sebagian dokter bukan manusia (proposisi O).

jalan pikiran kita jarang dirumuskan dalam bentuk silogisme. diskusi. Maka korupsi adalah haram. silogisme kategoris bermakna sekali dalam percakapan sehari-hari. Suatu premis adalah suatu pernyataan yang dirumuskan sedemikian rupa sehingga pernyataan tadi menegaskan atau menolak bahwa sesuatu itu benar atau tidak benar.Silogisme adalah proses logis yang terdiri dari tiga bagian. Suatu premis dapat mengatakan suatu fakta. . a) Silogisme Kategoris Silogisme Kategoris adalah struktur suatu deduksi berupa berupa suatu proses logis yang terdiri dari tiga bagian yang masing-masing bagiannya berupa pernyataan kategoris (pernyataan tanpa syarat). bagian ketiga ini disebut juga kesimpulan yang berupa pengetahuan baru (konsekuens). atau sekedar suatu asumsi atau sesuatu yang spesifik.” Jika kemudian diberi bentuk logis. suatu generalisasi.”mengapa korupsi itu haram?” maka akan dicari alasannya. Misalnya. apabila seseorang ditanya. maka dapat diperoleh silogisme sebagai berikut: Mencuri itu haram. Proses menarik suatu kesimpulan dari premis-premis tersebut disebut penyimpulan. Disinilah bentuk silogisme kategoris dapat membantu menunjukkan jalan atau tahap-tahap penalarannya. yaitu: silogisme kategoris dan silogisme hipotetis. Korupsi adalah mencuri. Tetapi begitu masalah mengapa dipersoalkan. Pada pokoknya silogisme mempunyai dua bentuk asli.buku dan pidat. Sedangkan bagian ketiga merupakan perumusan hubungan yang terdapat antara kedua bagian pertama melalui pertolongan term penengah (M). maka orang akan mencari alasan-alasannya. Dua bagian pertama merupakan premis-premis atau pangkal tolak penalaran silogistik. dan kemudian berkata” karena korupsi adalah mencuri. Sebagai suatu bentuk logis yang sudah baku.

yakni premisnya berupa penyataan bersyarat: P diakui atau dipungkiri tentang S tidak secara mutlak. melainkan bergantung pada syarat Ada 4 macam tips silogisme hipotetis.yaitu: 1) Silogisme hipotetis yang premis minornya mengakui bagian antecedent. pihak penguasa akan gelisah . seperti: Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa. saya naik becak Sekarang hujan Jadi saya naik becak 2) Silogisme hipotetis yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya: seperti: Bila hujan. seperti: Bila mahasiswa turun ke jalanan. maka kegelisahan akan timbul Politik pemerintah tidak dilaksanakan dengan paksa Jadi kegelisahan tidak akan timbul 4) Silogisme hipotetis yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.b) Silogisme hipotesis Silogisme Hipotetis. bumi akan basah Sekarang bumi telah basah Jadi hujan telah turun 3) Silogisme hipotetis yang premis minornya mengingkari antecedent. seperti: Jika hujan.

Pihak penguasa tidak gelisah Jadi mahasiswa tidak ke jalanan .

proposisi universal negatif. Dua macam luas pengertian yaitu luas yang mutlak dan luas yang fungsional. proposisi universal partikular afirmatif.BAB III PENUTUP Kesimpulan Pengertian adalah suatu gambar akal budi yang abstrak. melainkan bergantung pada syarat . Macam-macam proposisi adalah proposisi universal afirmatif. yang batiniah. Perlawanan adalah relasi antara dua proposisi yang mempunyai kelas subyek dan predikat yang sama. Pembagian(penggolongan) adalah suatu kegiatan akal budi yang tertentu. tentang inti sesuatu. tetapi berbeda dalam kuantitas dan/atas kualitasnya. Pembalikan adalah pengungkapan kembali kebenaran yang terkandung dalam suatu proposisi. dan proposisi universal partikular negatif. Silogisme Kategoris adalah struktur suatu deduksi berupa berupa suatu proses logis terdiri dari tiga bagian berupa pernyataan kategoris (pernyataan tanpa syarat). Silogisme Hipotetis yakni premisnya berupa penyataan bersyarat: P diakui atau dipungkiri tentang S tidak secara mutlak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful