AKBID BM PALEMBANG

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Berdasarkan penelitian WHO di seluruh dunia terdapat kematian ibu sebesar 500.000 jiwa pertahun dan kematian bayi pada khususnya neonatus sebesar 10 juta jiwa pertahun. Kematian maternal dan bayi tersebut terjadi terutama di negara berkembang sebesar 99% (Manuaba, 1998). Seperti yang terjadi di hampir semua negara di dunia, kesehatan bayi cenderung kurang mendapat perhatian di bandingkan umur-umur lainnya. Padahal data WHO (2002) menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan, yang dikenal dengan “fenomena 2/3”, yaitu 2/3 kematian bayi (umur 0-1 tahun) terjadi pada masa neonatal (bayi baru lahir umur 0-28 hari), 2/3 kematian pada masa neonatal dini terjadi pada hari pertama. Maka 1 minggu pertama dari kelahiran adalah masa paling kritis bagi seorang bayi (Komalasari, 2007). Menurut Agus Hamonangan Angka Kematian Bayi (AKB) di

Indonesia masih tertinggi di bandingkan Negara-negara tetangga. Di Malaysia 10 per 1000 kelahiran hidup, Thailand 20 per 1000 kelahiran hidup, Vietnam 18 per 1000 kelahiran hidup, Brunai Darusalam 8 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan Indonesia sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup (Azrul, 2005). Di indonesia, program kesehatan bayi baru lahir tercakup di dalam program kesehatan ibu. Dalam rencana strategi nasional Making Pregnancy Safer, target untuk kesehatan bayi baru lahir adalah menurunkan angka kematian neonatal dari 25 per 1000 kelahiran hidup (tahun 1997) menjadi 15 per 1000 kelahiran hidup (Depkes R.I, 2006). Berdasarkan Visi dan Misi Indonesia Sehat 2010 yang telah dicanangkan oleh Pemerintah RI (1999) dan Keluarga Sejahtera 2013 oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), maka bidan yang bergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di seluruh Indonesia
ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 1

AKBID BM PALEMBANG

merasa terpanggil dan prihatin atas kesehatan kondisi ibu dan anak belum baik, yaitu Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 373 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 50 per 100.000 kelahiran hidup. Penurunan yang dirasakan sangat lambat, oleh karena itu AKI dan AKB di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat (IBI, 2003). Berdasarkan data Dinkes Sumsel Tahun 2008 AKI di Sumatera Selatan berada pada angka 107/100.000 angka kelahiran hidup. Hampir mencapai target sasaran yang akan dicapai Provinsi Sumatera Selatan pada Indonesia Sehat 2010. Menurut Data Dinas Kesehatan Kota Palembang Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2006 sebesar 4 per 1.000 kelahiran hidup dari 100 kematian bayi, sebanyak 35 janin lahir mati penyebab adalah perinatal (42%), BBLR (27%), kelainan kongenital (8%), infeksi (2%), asfiksia (13%) dan lain-lain (8%) (Profil Dinkes, 2006). Data yang kami peroleh dari RSUD Palembang BARI yaitu jumlah kelahiran bayi selama 2008 yaitu 1568 kelahiran, sedangkan jumlah kematian bayi baru lahir selama 2008 yaitu 36 kematian ( 2,29%.) Berdasarkan uraian di atas penyusun tertarik untuk mengambil judul Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Normal pada Bayi Ny. “H” di ruang Neonatus RSUD Palembang BARI tahun 2009.

1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Agar mahasiswa memperoleh gambaran yang nyata didalam melaksanakan asuhan kebidanan bayi baru lahir normal pada bayi Ny. “H” di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI.

ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL

Page 2

AKBID BM PALEMBANG

1.2.2 Tujuan Khusus 1. Dapat melaksanakan pengumpulan data dasar dalam asuhan bayi baru lahir normal pada bayi Ny. “H” di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI tahun 2009. 2. Dapat merumuskan atau menegakkan diagnosa atau masalah kebidanan bayi baru lahir normal pada bayi Ny. “H” di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI tahun 2009. 3. Dapat mengantisipasi diagnosa atau masalah potensial bayi baru lahir normal pada bayi Ny. “H” di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI tahun 2009. 4. Menetapkan kebutuhan tindakan segera bayi baru lahir normal pada bayi Ny. “H” di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI tahun 2009. 5. Dapat menyusun rencana asuhan menyeluruh bayi baru lahir normal pada bayi Ny. “H” di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI tahun 2009. 6. Implementasi pada bayi baru lahir normal bayi baru lahir normal pada bayi Ny. “H” di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI tahun 2009. 7. Dapat mengevaluasi keefektipan dari asuhan yang sudah diberikan bayi baru lahir normal pada bayi Ny. “H” di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI tahun 2009.

1.3 Waktu Pengkajian data asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal pada bayi Ny. “H” dilakukan pada tanggal 20 sampai 21 Agustus 2009.

ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL

Page 3

AKBID BM PALEMBANG

1.4 Tempat Pengkajian data asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal pada bayi Ny. “H” dilakukan di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI.

ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL

Page 4

Sebagai wadah integrasi berbagai data yang telah dikumpulkan oleh berbagai system pencatatan dan pelaporan yang ada di RSUD Palembang BARI.2 Tujuan a. Tujuan Umum Profil RSUD Palembang BARI tahun 2007 ini bertujuan untuk memberikan gambaran kesehatan yang dicapai RSUD Palembang BARI yang dapat digunakan dalam peningkatan kemampuan manajemen kesehatan secara berhasil guna. kantor dan alat-alat yang masih sangat sederhana mulai tanggal 19 Juni 1995 di resmikan menjadi RSUD Palembang BARI dengan SK Depkes Nomor 1326/Menkes/Kes/SK/IX/1997. disebabkan oleh sumber daya.1 Profil RSUD Palembang BARI 2.Tanggal 10 November 1997 ditetapkan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Tipe B dengan status milik Pemda Kota Palembang.1. serta untuk mengevaluasi hasil dan perencanaan kesehatan RSUD Palembang BARI yang akan datang.1 Sejarah Berdirinya RSUD Palembang BARI RSUD Palembang BARI di bangun dengan nama Poliklinik/Puskesmas Pasca Usaha dari tahun 1986 sampai dengan April 1995 dengan mulalui dan dibangunnya poliklinik-poliklinik. 2.1. b. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 5 .AKBID BM PALEMBANG BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. hambatan dan permasalahan. Tujuan Khusus Profil ini sebagai: a. Mendapatkan gambaran tentang penyelenggaraan upaya kesehatan. pengelola program ataupun oleh karena pengaruh lingkungan.

Indah Puspita. Bulan Juli 2000 s/d November 2000 Pelaksana Tugas : dr. Hj. H. Bangunan berada ± 800 Meter dari jalan Raya Jurusan Kertapati. Areal RSUD Palembang BARI luasnya ± 45. tepi jalan masih rawa-rawa yang tersebar dengan rumah-rumah penduduk yang kurang teratur. Tahun 1986 s/d 1995 : dr. H.1. Tanggal 14 Novenber 2000 s/d sekarang : dr.1 Kelurahan 5 Ulu Darat.5 Ha ditimbun ± 40% dan diatasnya sudah dibangun beberapa gedung meningkatkan pelayanan kesehatan.4 Lokasi RSUD Palembang BARI Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI terletak di Kecamatan Seberang Ulu I Jalan Panca Usaha No. keadaan ini mempengaruhi perkembangan Rumah Sakit. 2. Eddy Zarkaty Monasir.AKBID BM PALEMBANG c. SpB.1. sebagai Kepala Poliklinik/ Puskesmas Pasca Usaha b. Dari luas tanah yang ± 4.3 Sejarah Pemegang Jabatan Direktur Nama-nama Dokter/ Diretur RSUD Palembang BARI sejak di resmikan: a. SpOG sebagai direktur RSUD Palembang BARI. MARS sebagai Direktur RSUD Palembang BARI.605 Meter. karena untuk pembangunannya harus didahului dengan penimbunan dan juga sulit dalam menjaga kebersihanya.Daclan Abbas. H. Jane Lidya Titahelu. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 6 . c. Sejak Januari tahun 2001 di bangun jalan alretnatif dari jalan Jakabaring menuju RSUD Palembang BARI yang bisa langsung ke kantor KOPRI Koto Palembang dan PDAM. hampir 100% merupakan rawa-rawa yang kedalaman airnya mencapai 50-150cm. 2. Tanggal 1 Juli 1995 s/d Juli 2000 : dr.A. d. Sebagai alat untuk memacu penyempurnaan system pencatatan dan pelaporan kesehatan RSUD Palembang BARI.

Keputusan Wali kota Palembang No. Dalam memberikan pelayanan kesehatan RSUD Palembang BARI mempunyai layanan sebagai berikut: a. Selain itu RSUD Palembang BARI juga menerima rujunkan dari Puskesmaspuskesmas yang berada di wilayah Ogan Komering Ilir. UU No.22 tahun 1999 tentang otonomi daerah.1.234/Kes/2001 tentang pembagian Hasil pungutan biaya pelayanan Kesehatan.AKBID BM PALEMBANG 2. Program Pembangunan Daerah (Rroperda)Kota Palembang2001-2005 2. 12 Puskesmas Pembantu serta Dokter dan Bidan Praktek Swasta.6 Fasilitas Pelayanan Untuk sementara ini RSUD Palembang BARI membina daerah Seberang Ulu dan menerima rujukan dari 9 Puskesmas Induk. Instalasi Rawat Jalan 1) Poliklinik Spesialis Bedah 2) Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam 3) Poliklinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan 4) Poliklinik Spesialis Anak ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 7 . Musi Banyuasin mengingat transportasi lebih cepat ke RSUD Palembang BARI dari pada RSUD Kayu Agung dan Prabumulih maupun Sekayu.1306/Menteri/SK/XI/1997 tanggal 10 November 1997 tentang penetapan kelas RSUD Palembang BARI menjadi kelas C c.23 Menkes tahun 1992 tentang pokok kesehatan b. d.1.5 Dasar Hukum RSUD Palembang BARI dalam membentuk pelayanan terhadap masyarakat dilindungi oleh UU Hukum sebagai dasar untuk melaksanakan tugas. Keputusan Mentri Kesehatan RI No.50 tahun 2001 tentang biaya pelayanan RSUD Palembang BARI dengan SK Walikota No. e. meliputi: a. UU No.

Instalasi Bedah Sentral ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 8 . Instalasi Gawat Darurat c.AKBID BM PALEMBANG 5) Poliklinik Spesialis Mata 6) Poliklinik Spsialis THT 7) Poliklinik Spesialis Kulit dan Kelamin 8) Poliklinik Gigi 9) Poliklinik Rehabilitas Medik 10) Poliklinik Psikologi 11) Poliklinik Akupuntur 12) Poliklinik Jantung 13) Poliklinik Syaraf b. Pelayanan Penunjang 1) Instalasi Laboratorium Klinik 2) Instalasi Radiologi 3) Instalasi Farmasi (Apotek) 4) Instalasi Bedah Sentral dan Recovery Room (RR) 5) Instalasi Gizi 6) Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit e. Instalasi Rawat Inap 1) Instalasi rawat inap umum yang meliputi perawatan laki-laki dan perempuan 2) Instalasi rawat inap Kebidanan dan Penyakit Kandungan 3) Instalasi Rawat Inap Penyakit Anak 4) Instalasi Rawat Inap VIP 5) Instalasi Rawat Inap Neonatus 6) Instalasi Rawat Inap Bedah 7) Instalasi Rawat Inap ICU d.

7 Kemudahan-kemudahan RSUD Palembang BARI a. c.1 Pengertian Bayi Baru Lahir Normal Bayi baru lahir normal adalah bayi baru lahir dari kehamilan yang aterm (37-42 minggu) dengan berat badan lahir 2500-4000 gram. Pelayanan gawat darurat 24 jam. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 9 .2.1. 2. Asuhan bayi baru lahir adalah asuhan pada bayi tersebut selama jam pertama setelah kelahiran. b.AKBID BM PALEMBANG f. Pelayanan Transportasi 1) Mobil Ambulance 3 Unit 2) Mobil Jenazah 1 Unit 3) Mobil Operasional 1 Unit 2.1. Pelayanan rawat inap tanpa uang muka. Poliklinik pelayanan poli spesialis (dilayani langsung oleh dokter spesialis). (Saifuddin.1 TINJAUAN TEORI 2.8 Kepegawaian dan Ketenaga kerjaan RSUD Palembang BARI dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya ditunjang dengan SDM yang tenaga baik PNS maupun honor dengan kontrak kerja. 2. 2002) Ciri-ciri bayi normal antara lain sebagai berikut : a) Berat badan 2500-4000 gram b) Panjang badan 48-52 cm c) Lingkar badan 30-38 cm d) Lingkar kepala 33-35 cm e) Bunyi jantung dalam menit pertama kira-kira 180 x/menit kemudian menurun sampai 120-160 x/menit.

2. Memakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan. 2.AKBID BM PALEMBANG f) Pernafasan pada menit pertama kira-kira 80 x/menit kemudian turun sampai 40 x/menit. genitalia labio mayora telah menutupi labia minora (pada anak perempuan). yaitu : a. h) Rambut lanugo tidak terlihat. rambut tampak sempurna. k) Refleks hisap dan menelan sudah terbentuk dengan baik. pertama mekonium berwarna kecoklatan. 3. urin dan mekonium akan keluar dalam 24 jam. n) Eliminasi. 2006) 2. Memastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan. bayi dikagetkan akan memperlihatkan gerakan tangan seperti memeluk. j) Testis sudah turun (pada anak laki-laki). penghisap lendir DeLee dan benang tali pusat telah didesinfeksi tingkat tinggi atau steril. bila diletakkan suatu benda ke telapak tangan maka akan menggenggam. Sebelum menangani bayi baru lahir penolong harus melakukan upaya pencegahan infeksi berikut : 1. Pencegahan Infeksi Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. m) Graff refleks sudah baik. (Saifuddin. gunting. Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir.2 Penanganan bayi baru lahir Menurut Prawirohardjo (2008). l) Refleks moro sudah baik. i) Kuku agak panjang dan lemas. Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi. g) Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan terbentuk dan diliputi verniks caeseosa. terutama klem. Gunakan ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 10 .

Nilai 7-10 : bayi normal 2. b. menentukan tingkat keseriusan dari depresi bayi baru lahir yang terjadi serta langkah segera yang akan diambil.1 APGAR Score Tanda-tanda A : Apperience Pucat atau biru (warna kulit) P : Puls Tidak ada Dibawah 100. sesuai dengan kondisi bayi. dan pernapasan bayi. stetoskop dan benda lain yang akan bersentuhan dangan bayi juga bersih. 4. sudah dalam keadaan bersih. selimut dan kain yang digunakan untuk bayi. Tubuh merah 0 1 2 Seluruh tubuh merah Diatas 100. Demikian pula halnya timbangan. masingmasing diberi tanda 0. Penilaian Awal Biasanya untuk mengevaluasi bayi baru lahir pada menit pertama dan menit kelima setelah kelahirannya menggunakan sistim APGAR. thermometer. Nilai APGAR akan membantu dalam. Nilai 4-6 3. Pastikan semua pakaian. frekuensi jantung reaksi terhadap rangsangan. Klasifikasi klinik : 1. 1 atau 2. pita pengukur.AKBID BM PALEMBANG bola karet yang baru dan bersih jika ingin melakukan penghisapan lendir dengan alat tersebut. Nilai 1-3 : bayi dengan asfiksia ringan dan sedang : bayi dengan asfiksia berat Tabel 2. aktivitas tonus otot. Hal yang perlu dinilai antara lain warna kulit bayi. handuk. detak ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 11 .

rongga mulut dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kasa steril. Kekurangan zat asam pada bayi baru lahir dapat menyebabkan kerusakan otak. 2. Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat. Membersihkan Jalan Napas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 12 . Sangat penting membersihkan jalan napas. 4. penolong segera membersihkan jalan napas dengan cara sebagai berikut : 1. bayi terdengar merintih Menangis kuat (pernapasan) c. Posisi kepala diatur lurus lebih sedikit tengadah ke belakang. sehingga upaya bayi bernapas tidak akan menyebabkan aspirasi lendir (masuknya lendir ke paruparu). Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering.AKBID BM PALEMBANG (frekuensi jantung) G : Grimace (reaksi terhadap Rangsangan) A : Activity (tonus otot) R : Respiration detak jantung lemah dan lamban jantung kuat Tidak ada respon Menyeringi atau kecut Menangis Tidak ada gerakan Ada sedikit Seluruh ekstremitas bergerak aktif Pernapasan Tidak ada perlahan. Bersihkan hidung. 3. Apabila tidak langsung menangis. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis. Gulung sepotong kain dan letakkan di bawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk.

1. Memotong dan Merawat Tali Pusat Tali pusat dipotong sebelum atau sesudah plasenta lahir tidak begitu menentukan dan tidak akan mempengaruhi bayi. ruang penerima bayi. dipastikan bahwa tali pusat telah diklem dengan baik untuk mencegah terjadinya perdarahan. Petugas harus memantau dan mencatat usaha napas yang pertama. Apabila bayi lahir tidak menangis. dan ruang perawatan bayi. Bantuan untuk memulai pernapasan mungkin diperlukan untuk mewujudkan ventilasi yang adekuat.AKBID BM PALEMBANG 5. Tali pusat dipotong 5 cm dari dinding perut bayi dengan dibuat ikatan baru. Alat penghisap lendir mulut (DeLee) atau alat penghisap lainnya yang steril. 9. kecuali pada bayi kurang bulan. Pembalut tersebut diganti setiap hari atau setiap tali basah atau kotor. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 13 . Sebelum memotong tali pusat. di kamar bersalin. Warna kulit. maka tali pusat segera dipotong untuk memudahkan melakukan tindakan resusitasi pada bayi. b. Pantau kemungkinan terjadinya perdarahan dari tali pusat. d. 7. a. Luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol 70% atau povidon iodine 10% serta dibalut kasa steril. Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu siap tersedia di ambulans. tabung oksigen dengan selangnya harus telah siap di tempat. Segera lakukan usaha menghisap mulut atau hidung. Gunting steril juga siap c. adanya cairan atau mekonium dalam hidung atau mulut harus diperhatikan. 6. 8. Dokter atau tenaga medis lain hendaknya melakukan resusitasi setelah satu menit bayi tak bernapas.

g. di kamar bersalin dan ruang perawatan bayi. Alat yang digunakan hendaknya kebal air dengan tepi yang halus tidak mudah melukai. Identifikasi Bayi Apabila bayi dilahirkan di tempat bersalin yang persalinannya mungkin lebih dari satu persalinan maka sebuah alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada setiap bayi baru lahir dan harus di tempatnya sampai waktu bayi dipulangkan. Memberi Obat Tetes atau Salep Mata Di daerah di mana prevalensi gonorhoe tinggi.5-1 mg secara im. berkisar antara 0. diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0. 2. bayi lahir.5%. tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas. 1. Suhu bayi harus dicatat. h.5% dianjurkan untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual). Bayi baru lahir harus dibungkus hangat. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 14 . setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah lima jam.AKBID BM PALEMBANG e.25-0. Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia di tempat penerimaan pasien. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat. Untuk mencegah terjadinya perdarahan tersebut. Memberi Vitamin K Kejadian perdarahan Karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi. Pemberian obat mata cloramphenikol 0. f. Mempertahankan Suhu Tubuh Bayi Pada waktu baru lahir.

dan dibuat dalam catatan bayi. panjang bayi. Nomor medical record e. Sidik telapak kaki bayi harus dibuat oleh personil yang berpengalaman menerapkan cara ini. lingkar kepala. Anjurkan ibu untuk memeluk dan mencoba untuk menyusui bayi setelah tali pusat diklem dan dipotong. Semakin bayi menghisap puting susu akan semakin banyak prolaktin dan ASI dikeluarkan. Bantalan sidik kaki harus disimpan dalam ruangan dengan suhu kamar. Warna gelang sesuai jenis kelamin pada bayi c. Unit/berat badan 4. Produksi ASI mulai turun 500-600 ml setiap enam bulan pertama dan menjadi 300-500 ml pada tahun kedua usia anak. lingkar dada dan catat dalam rekam medik. tanggal lahir. nomor identifikasi. Jenis kelamin f. Sidik telapak kaki bayi dan sidik jari ibu harus di klip di catatan yang tidak mudah hilang. Ukurlah berat lahir.AKBID BM PALEMBANG 3. Pada alas atau gelang identifikasi harus tercantum : a. Disetiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 15 . i. Nama lengkap ibu b. Pastikan bahwa pemberian ASI mulai dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir. Bayi sehat akan mengkonsumsi 700-800 ml ASI perhari untuk tumbuh kembang bayi. Produksi ASI akan optimal setelah hari ke 10-14 usia bayi. Tanggal lahir d. Prolaktin inilah yang memacu payudara untuk menghasilkan ASI. Pemberian ASI Rangsangan hisapan bayi pada puting susu akan diteruskan oleh serabut syaraf ke hipofisis anterior untuk mengeluarkan hormon prolaktin.

d. Refleks Laktasi Terdapat dua mekanisme refleks laktasi pada ibu yaitu refleks prolaktin don refleks oksitosin yang berperan dalam produksi ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 16 . Memulai pemberian ASI secara dini akan memberikan pengaruh yang positif bagi kesehatan bayi. f. Mempromosikan hubungan emosional antara ibu dan bayi. baik siang maupun malam (delapan kali atau lebih dalam 24 jam) selain bayi menginginkannya. Pemberian ASI memiliki beberapa keuntungan. 3. b. d. Mulai menyusui segera setelah bayi lahir dalam 30 menit pertama. Berikan ASI saja selama enam bulan pertama kehidupannya. e. Pedoman Umum untuk Ibu saat Menyusui a. madu. Memperkuat refleks menghisap (refleks menghisap awal pada bayi paling kuat pada beberapa jam pertama setelah lahir) c. e. Memulai pemberian ASI secara dini akan merangsang produksi ASI. Memberikan kekebalan pasif segera kepada bayi melalui colostrum. Berikan ASI kepada bayi sesuai dengan kebutuhannya.AKBID BM PALEMBANG 1. Jangan memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi (misalnya air. Merangsang kontraksi uterus. 2. c. antara lain: a. Jarang sekali para ibu cukup memiliki ASI sehingga membutuhkan asupan susu buatan tambahan. b. larutan gula atau pengganti susu ibu kecuali pada indikasi yang jelas atas alasan-alasan mereka).

Pada bayi terdapat tiga jenis refleks. Bayi akan membuka membuka mulutnya apabila bibirnya disentuh dan berusaha untuk menghisap benda yang disentuhkan tersebut. menyebabkan areola dan punting susu ibu tertekan gusi. j. Refleks Menelan (Swalowwing refleks) Kumpulan ASI didalam mulut bayi mendesak otot-otot didaerah mulut dan faring untuk mengaktifkan refleks menelan dan mendorong ASI kedalam lambung bayi. lidah dan langit-langit bayi sehigga sinus laktiferus dibawah. (Asuhan Persalinan Normal. yaitu: a. b. areola dan ASI terpancar keluar. Dua jam Pertama Setelah Lahir Hal-hal yang dinilai waktu pemantauan bayi pada jam pertama sesudah lahir meliputi : Kemampuan menghisap kuat atau lemah Bayi tampak aktif atau lunglai Bayi kemerahan atau biru ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 17 . Refleks Mencari Puting Susu (rooting refleks) Rrefleks akan menoleh ke arah dimana terjadi sentuhan pada pipinya.AKBID BM PALEMBANG ASI dan involutio uteri. c. 1. Revisi 2007 ). Refleks Menghisap (sucking refleks) Rangsangan menimbulkan puting refleks susu pada langit-langit Hisapan ini bayi akan menghisap. Pemantauan Bayi Lahir Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan.

evaporasi. Infeksi e. pada detik kedua. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 18 . Selama kehidupan janin. Penyesuaian sistem kardiovaskuler / sistim sirkulasi jantung mulai berdenyut pada minggu ketiga kehamilan. Bayi kecil untuk masa kehamilan bayi kurang bulan b. 3. konduksi dan radiasi. jantung mendistribusikan oksigen dan zat nutrisi yang disuplai melalui plasenta. Penyesuaian sistim termoregulasi Termogeneses berarti produksi panas.2. venosus. Gangguan pernapasan c. Temprature pada bayi pada saat lahir adalah sekitar 3 derajat lebih tinggi dari ibunya. Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya. penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada atau tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut seperti : a. foramen ovale dan arteriosus. 2. Hipotermia d. Udara harus diganti oleh cairan yang mengisi saluran pernapasan sampai alveoli. Penyesuaian sistim pernapasan Penyesuaian yang paling kritis dan segera terjadi yang dialami bayi baru lahir adalah sistim pernapasan. Namun. terdapat penurunan yang tajam pada temprature tubuh yang dikeluarkan melalui konveksi.3 Adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus Adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus menurut Maryunani dan Nurhayati (2008) adalah : 1.AKBID BM PALEMBANG 2. Cacat bawaan dan trauma lahir 2. darah sebagian besar melalui paru-paru dan hepar melalui duktus. Selama kehidupan janin.

Bayi baru lahir dilindungi oleh kekebalan pasif yang diterima dari ibunya. Namun sel-sel ini tidak aktif selama beberapa bulan. sel-sel yang menyuplai imunitas janin sudah mulai berkembang. Lingkar kepala normalnya 31-35.4 Pengukuran Rutin Bayi Baru Lahir Pengukuran rutin bayi baru lahir nenurut Maryunani dan Nurhayati (2008). ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 19 . mulai dari bagian depan kepala (diatas alis atau area frontal) dan. janin cukup menghisap dan menelan air ketuban. 5. terkadang agak sulit dilakukan pada bayi cukup karena adanya molase. yaitu : a. Bila panjang badan kurang dari 45 cm atau lebih dari 55 cm perlu dicermati adanya penyimpangan kromosom. 2. Lingkar kepala Lingkar kepala diukur dangan meteran. Berat badan Berat badan pada bayi cukup bulan normalnya 2500-4000 gram. Timbang berat badan bayi segera setelah lahir karena dapat terjadi penurunan berat badan secara cepat. area occipital dusebut oksipitofrontalis yang merupakan diameter terbesar.2.AKBID BM PALEMBANG 4. c. b. Penyesuaian sistem kekebalan tubuh Pada masa awal kehidupan janin. Namun bayi sangat rentan terhadap Mikroorganisme. oleh karena itu bayi rentan terkena infeksi. ekstensi lutut tidak sempurna. Penyesuaian gastro intestinal Sebelum lahir. Refleks gumoh dan batuk yang matang sudah terbentuk dengan baik pada saat lahir. Panjang badan Panjang badan diukur dari puncak kepala sampai tumit pada bayi cukup bulan normalnya 48-53 cm.5 cm pada bayi cukup bulan.

AKBID BM PALEMBANG d. Cuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan.5-33 cm. Bayi sebaiknya dalam keadaaan telanjang di bawah lampu terang sehingga bayi tidak mudah kehilangan panas atau lepaskan pakaian pada daerah yang diperiksa 2. sekitar 2 cm lebih kecil dari lingkar kepala. gunakan sarung tangan dan bertindak lembut pada saat menangani bayi 3. Lingkar dada Lingkar dada pada bayi cukup bulan normalnya 30. jantung dan abdomen. antara lain : 1. Pengukuran dilakukan tepat pada garis bawah dada. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Jika ditemukan faktor resiko atau masalah. Pemeriksaan fisik pada Bayi Sebelum melakukan pemeriksaan fisik BBL. Rekam hasil pengamatan dan tiap tindakan jika diperlukan bantuan lebih lanjut a. Gunakan tempat yang hangat dan bersih untuk pemeriksaan 2.2. 3. Lakukan prosedur secara berurutan dari kepala dan kaki atau lakukan prosedur yang memerlukan observasi ketat lebih dahulu. seperti paru. Bila panjang badan kurang dari 30 cm perlu dicurigai adanya premature. lakukan pemeriksaan fisik yang lengkap ketika memeriksa bayi baru lahir dan ingat butir-butir penting berikut : 1. Lakukan prosedur yang mengganggu bayi seperti pemeriksaan refleks pada tahap akhir ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 20 .5 Pemeriksaan Pada Bayi Menurut Saifuddin (2006). carilah bantuan lebih lanjut yang memang diperlukan 5. Lihat. dimulai dari kepala dan berlanjut secara sistematis menuju jari kaki 4. 2. dengarkan dan rasakan tiap-tiap daerah.

2. Bayangkan sebuah garis melintas kedua matanya. e. Bicara lembut. Hal-hal yang Akan Diperiksa 1. perdarahan atau kelainan lainnya. c.5°C diukur di daerah ketiak bayi selama 15 menit dengan menggunakan thermometer. d. Kepala Lakukan inspeksi daerah kepala. lihat apakah ada molase. Telinga Untuk memeriksa telinga bayi tataplah mukanya. ukuran tubuh bayi apakah kecil. Tanda-tanda fisik a. dihitung selama satu menit penuh dengan mengamati naik turun perutnya.AKBID BM PALEMBANG 4. Penampilan secara umum Yang dinilai penampilan secara umum adalah seperti tangisan bayi. b. pegang tangan bayi di atas dadanya atau lainnya b. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 21 . Detak jantung Jantung BBL normalnya berdetak antara 120-160 x/menit dengan menggunakan stetoskop dapat didengar dengan jelas di telinga. besar atau kurus. Tingkat pernapasan Bayi yang baru lahir umumnya bernapas antara 30-60 x/menit. Suhu tubuh Suhu tubuh BBL normalnya 36. Caput succadenum dan chepal hematoma. normalnya beberapa bagian telinga harus berada di garis ini.5-37. bayi dalam keadaan tenang.

lingkar perut. puting. Perut Pada perut yang diperhatikan adalah bentuk dari perut bayi. k. lengan dan tangan Yang dilakukan adalah melihat gerakan bayi apakah aktif atau tidak kemudian menghitung jumlah jari. Leher Periksa leher apakah ada pembengkakan dan benjolan. j. bunyi napas dan bunyi jantung. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 22 . Dada Yang diperiksa adalah bentuk dari dada. Selanjutnya lihat sclera dan konjungtivanya. lakukan pemeriksaan dengan melakukan penyinaran pada pupil bayi. i. kedua mata mengecil berarti dalam keadaan normal. g. Pastikan untuk melihat apakah kelenjar thyroid bengkak. dinding perut lembek pada saat bayi tidak menangis dan benjolan yang terlihat pada perut bayi. perdarahan pada tali pusat. Jika disinari. Bahu. Mata Lihat kedua mata bayi apakah kedua mata tampak normal dan apakah bergerak bersama. h. hal ini merupakan suatu masalah pada BBL. penonjolan sekitar tali pusat ketika bayi menangis. Hidung dan mulut Pertama yang kita lihat apakah bayi dapat bernapas dengan lancar tanpa hambatan. kemudian lakukan pemeriksaan pada bibir dan langit-langit dengan cara menekan sedikit pipi bayi untuk membuka mulut bayi kemudian masukkan jari tangan anda untuk merasakan hisapan bayi.AKBID BM PALEMBANG f.

n.2. dengarkan dan rasakan adakah bunyi "klik" ketika menggerakkan kaki bayi. Kulit Pada kulit yang perlu diperhatikan adalah verniks. pada vagina terdapat lubang. Bila terdengar bunyi "klik". 2. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 23 . Pada bayi perempuan yang harus diperiksa adalah normalnya labia mayora dan minora. pembengkakan atau bercak-bercak hitam dan kemerahan seperti tanda lahir. Kehangatan dengan suhu antara 37-380C. 2. Alat kelamin Pada bayi laki-laki yang harus diperiksa adalah normalnya dua testis dalam skrotum kemudian apakah pada ujung penis terdapat lubang. laporkan dokter. pada uretra terdapat lubang dan terdapat klitoris. Tungkai dan kaki Yang perlu diperiksa adalah gerakan kaki. warna. o. bentuk simetris kaki. apakah anus berlubang atau tidak. Tekan pangkal paha dengan lembut ke sisi luar. p. Pernapasan sulit atau lebih dari 60 x/menit.6 Penilaian Bayi untuk Tanda-Tanda Kegawatan Menurut Prawirohardjo (2002). Punggung dan anus Lihat punggung apakah terdapat kelainan atau benjolan. panjang kedua kaki dan jumlah jari pada kaki.AKBID BM PALEMBANG l. Bayi baru lahir dinyatakan sakit apabila mempunyai salah satu atau beberapa tanda berikut : 1. m. Pinggul Untuk pemeriksaan pinggul peganglah tungkai kaki bayi.

ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 24 . tidak bisa tenang dan menangis terus menerus. 4. 6.AKBID BM PALEMBANG 3. Warna kulit (terutama pada 24 jam pertama). 7. 5. kejang halus. Aktivitas seperti menggigil atau tangis tidak biasa. biru atau pucat memar. lemas. Pemberian makanan seperti hisapan lemah. keluar cairan. bau busuk dan pernapasan sulit. tinja lembek. lunglai. sering berwarna hijau tua. mengantuk berlebihan dan banyak muntah. Tinja atau kemih seperti tidak berkemih dalam 24 jam. ada lender atau darah pada tinja. Tali pusat seperti merah bengkak.

1.15 WIB : Islam : Perempuan : 1( Satu ) : 3300 gram : 49 cm : Jln.1 Biodata Nama Umur bayi Tanggal/jam lahir Agama Jenis kelamin Anak ke Berat badan Panjang Badan Alamat : Bayi Ny “H” : 0 hari : 20 Agustus 2009 / 05.22 E Sako Palembang ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 25 .AKBID BM PALEMBANG BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR NORMAL PADA BAYI “H” DI RUANG NEONATUS RSUD PALEMBANG BARI Pengkajian data dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2009 pada pukul 08. 3.1 Data Subjektif 3.Griya cipta pratama No.00 WIB di ruang Neonatus RSUD Palembang BARI.

Griya pratama cipta No. Riwayat Kehamilan Frekuensi ANC Dilakukan oleh Tempat Banyak suntik TT Banyak tablet Fe Keluhan Trimester I Trimester II Trimester III x/hari) b.22 E Sako Palembang Sako Palembang 3. Riwayat Persalinan Tempat bersalin Jenis persalinan Penolong APGAR Score Penyulit : RSUD Palembang BARI : Spontan : Bidan : 9/10 : Tidak ada : Mual muntah : Tidak ada : Sering BAK (frekuensi ±10 : 4 kali : Bidan : Puskesmas : 2 kali di Puskesmas : 90 butir ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 26 . Indonesia Agama : Islam Suku bangsa : Jawa. “H” : 28 tahun Ayah Nama Umur : Tn.Griya pratama cipta No.22 E Pendidikan : SMA Pekerjaan Alamat : Swasta : Jln.AKBID BM PALEMBANG Biodata Orang Tua Ibu Nama Umur : Ny. Indonesia Agama : Islam Pendidikan : SMA Pekerjaan Alamat : IRT : Jln.2 Data Kesehatan Ibu a.1. “H” : 30 tahun Suku bangsa : Jawa.

menahun dan menurun Keluarga tidak pernah menderita penyakit menular. menahun dan menurun d.2 Data Objektif 3. Respon suami dan keluarga terhadap kelahiran bayi : senang 3. Riwayat Kesehatan Ibu tidak pernah menderita penyakit menular.2. Riwayat Psikososial Respon ibu terhadap kelahiran bayi : senang menerima kelahiran bayi.1 Pemeriksaan Fisik a.AKBID BM PALEMBANG c.7 0C : 3300 gram : 49 cm : Baik : Composmentis ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 27 . Pemeriksaan Umum KU Kesadaran Vital Sign RR Temp BB PB : 42 x/menit : 36.

Tungkai/ekstremitas : (+). gerakan napas dan jantung normal Abdomen Punggung Genitalia eksternal : Tidak ada kelainan : Simetris tidak ada kelainan : Vulva-vagina (ada). cephal hematoma (-) Muka Mata : Bersih : Simetris. conjungtiva tidak pucat Leher Kulit Dada : Tidak ada kelainan : Verniks kaseosa. caput succedenum (-). tanda lahir (-) : Simetris (+). sklera tidak ikterik.2.2 Pemeriksaan Khusus a. labia mayora menutupi labia minora. terdapat mekonium : Jari tangan dan kaki simetris dan berjumlah masing-masing 10 ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 28 .AKBID BM PALEMBANG Pemberian Identitas Bayi TELAPAK KAKI KIRI TELAPAK KAKI KANAN 3. Inspeksi Kepala : Simetris. Anus .

Pemantauan Vital Sign 3. Pembersihan Jalan Nafas 4. APGAR Score No 1 2 3 4 5 Kriteria Apperiance (warna kulit) Pulse (frekuensi jantung) Grimace (reaksi terhadap rangsangan) Activity (tonos otot) Repiratory (pernapasan) Jumlah 1 menit 2 2 1 2 2 9 5 menit 2 2 2 2 2 10 c.AKBID BM PALEMBANG b. Injeksi Vit K. 0.3 Assesment Diagnosis Masalah Kebutuhan : Bayi sehat lahir spontan : Tidak ada : 1. Perawatan tali pusat ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 29 . Pertahankan suhu tubuh bayi 5. Pemeriksaan Refleks Refleks rooting Refleks moro Refleks sucking : : : ada ada ada 3.5 mg IM 6. Pemeriksaan fisik dan antropometri BBL 2. Pemeriksaan Antropometri Berat badan Panjang badan Lingkar kepala Lingkar dada : 3300 gram : 49 cm : 33 cm : 30 cm Lingkar lengan atas : 11 cm d. Pemberian zalf mata 7.

Melakukan pemeriksaan fisik dan antropometri KU BB PB Lingkar Kepala Lingkar Dada Lingkar Lengan Atas 2. Rawat gabung 3. Pemberian ASI on Demand 10.AKBID BM PALEMBANG 8. Perawatan tali pusat Tali pusat dibungkus dengan kain kassa steril yang diberi betadine atau povidone iodine. Pemberian identitas bayi 9. Membersihkan injeksi vitamin K Vitamin K diberikan secara intramuscular sebanyak 0. Mempertahankan suhu tubuh bayi Mengeringkan dengan segera dan membungkus bayi dengan kain yang bersih dan kering. 7.4 Planning 1. Melakukan Vital Sign RR Temp 3. 4. Memberikan salep mata bayi Salep mata yang diberikan kepada bayi adalah Chloramphenicol 1%. 5. Bersihkan jalan napas Jalan nafas di bersihkan dengan menggunakan Slym zuinger. 6.7ºC : Baik : 3300 gr : 49 cm : 33 cm : 30 cm : 11 cm ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 30 .5-1 mg di 1/3 paha atas bagian luar. : 42 x/m : 36.

Pemberian ASI Eksklusif Pemberian ASI on demand. Kemudian menjelaskan kepada ibu tentang tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir. lunglai kejang halus tidak bias tenang dan menangis terus menerus. Rooming in (rawat gabung) Bayi diberikan pada ibu agar terjadi Bounding attachment antara ibu dan bayinya. yaitu pemberian ASI tanpa jadwal (sesuka bayi) 10. Tali pusat seperti merah bengkak. ada lender atau darah pada tinja. lemas. keluar cairan bau busuk dan pernapasan sulit. sering berwarna hijau tua. tinja lembek. yaitu menjelaskan tentang : Pernapasan sulit atau lebih dari 60 x/menit Kehangatan dengan suhu antara 37-380C Warna kulit (terutama pada 24 jam pertama). Aktivitas seperti menggigil atau tangis tidak biasa. biru atau pucat memar Pemberian makanan seperti hisapan lemah.AKBID BM PALEMBANG 8. Tinja atau kemih tidak berkemih dalam 24 jam. mengantuk berlebihan dan banyak muntah. Memberi identitas bayi Mengambil cap telapak kaki bayi dan sidik jari ibu Memasang gelang nama berwarna biru bertuliskan nama ibu Menulis identitas pada papan nama di tempat tidur bayi 9. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 31 .

00 WIB pada bayi Ny “H” di Ruang Neonatus RSUD Palembang BARI. 1. sudah Buang Air Kecil (BAK) dan Buang Air Besar (BAB). Data Subjektif Ibu mengatakan bayinya sudah kuat menyusui.2 Pemeriksaan Khusus Mata Kepala Mulut Reflek moro Reflek rooting Reflek tonicneck Perut Pengeluaran urin : Bergerak aktif : Dapat menoleh ke arah rangsangan : Menghisap kuat : Baik : Baik : Baik : Tidak kembung : Jernih Pengeluaran mekonium : Hitam 3. Data Objektif 2.Temp : 42 x/menit : 36. 2.1 Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Kesadaran Vital sign . Assesment Diagnosa Masalah Kebutuhan : Bayi sehat lahir spontan umur 1 hari : Tidak ada masalah : Tidak ada ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 32 .AKBID BM PALEMBANG Pengkajian pada hari ke-2 dilakukan pada tanggal 21 Agustus 2009 pukul 10.RR .70C : Baik : Composmentis 2.

DPT sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. mata kuning. 3. Planning 1. KIE tentang perawatan tali pusat pada ibu Memberikan penjelasan kepada ibu tentang perawatan tali pusat yaitu tali pusat di bungkus menggunakan kasa steril yang sebelumnya telah di bubuhi betadhine dan sebaiknya sebelum pelaksanaannya ibu harus mencuci tangan terlebih dahulu serta tetap memastikan tali pusat dan area sekelilingnya selalu bersih dan kering. 5. KIE tentang perawatan bayi sehari-hari Memberikan penjelasan kepada ibu tentang perawatan bayi sehari-hari meliputi cara memandikan bayi. Ibu mengerti apa yang di jelaskan oleh Bidan. KIE tentang imunisasi dasar pada BBL Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dasar pada BBL yakni bayi akan diberikan imunisasi hepatitis B. Ibu mengerti apa yang telah di jelaskan oleh Bidan. Ibu mengerti apa yang telah di jelaskan oleh Bidan. 2. BCG.AKBID BM PALEMBANG 4. tali pusat berbau busuk. warna kulit tampak kuning. Pemberian ASI eksklusif Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI Ekslusif sampai bayi berusia 6 bulan tanpa ada makanan tambahan dan anjurkan pula kepada ibu untuk memberikan ASI sesuka bayi tanpa jadwal. Polio. 4. Ibu mengerti apa yang di jelaskan oleh Bidan. cara menyusui yang baik dan benar. Ibu mengerti apa yang telah di jelaskan oleh Bidan. KIE tentang tanda bahaya pada bayi Menjelaskan kepada ibu tentang tanda-tanda bahaya pada bayi seperti bayi lesu dan tidak mau menyusui. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 33 . cara perawan tali pusat yang baik. minimal setiap 2 jam bayi harus di susui jika perlu bayi harus di bangunkan.

ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 34 . KIE tentang kunjungan ulang Menjelaskan kepada ibu tentang kunjungan ulang agar ibu dapat membawa bayinya 1 minggu setelah kelahiran serta segara datang bila terdapat tanda-tanda bahaya pada bayi.AKBID BM PALEMBANG 6. Ibu mengerti apa yang telah dijelaskan oleh Bidan.

3. 2.mg I.5. sedangkan bayi resiko tinggi diberi Vitamin K Parenteral dengan dosis 0.M. Tempratur : 36. pernapasan bayi sebaiknya secara teratur untuk mengetahui tidak ada masalah. Penilaian awal pada bayi baru lahir pada bayi Ny "H" didapatkan sesuai APGAR SCORE yaitu 9/10. Mempertahankan suhu tubuh bayi Sebaiknya jangan memandikan bayi paling sedikit 6 jam dari waktu bayi baru dilahirkan karena bayi belum mampu mengatur suhu dari luar untuk membuatnya tetap hangat. Pengamatan pernapasan Sebagian bayi bernapas spontan. Pada kasus bayi Ny “H” bayi bemapas secara spontan dan tidak adanya masalah atau sesuai APGAR Score yaitu 9/10. Asuhan yang diberikan pada jam pertama kelahiran pada bayi Ny “H” yang dilakukan adalah : 1.7 °C. Memberikan vitamin K Pemberian Vitamin K mencegah terjadinya pendarahan pada semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi Vitamin K peroral 1 mg / hari selama 3 hari. Tapi kenyataannya praktek di Ruang Neonatus RSUD Palembang BARI pada kasus bayi Ny “H” Pemberian vitamin K dilakukan secara parenteral dengan alasan perawatan untuk bayi baru lahir normal dilakukan hanya 1-2 hari saja di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI sementara kalau per oral diperlukan waktu ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 35 . lingkar lengan atas: 11 cm.AKBID BM PALEMBANG BAB IV PEMBAHASAN Pada kasus bayi Ny "H" didapatkan bahwa bayi lahir normal secara spontan BB : 3300 gram. lingkar dada : 30 cm. lingkar kepala : 33cm. Maka dari itu petugas diruangan neonatus langsung membersihkan badan bayi lalu dibedong untuk menjaga kehangatan suhu tubuh bayi. panjang badan : 49 cm. respirasi : 42 x/menit.

Menyusu dan bukan menyusui merupakan gambaran bahwa IMD bukan program ibu menyusui bayi tetapi bayi yang harus aktif menemukan sendiri puting susu ibu. hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya Hypotermi pada bayi dan dilakukan perawatan tali pusat. 5. Bayi juga tidak boleh dibersihkan. Perawatan Tali Pusat Perawatan tali pusat tersebut sebenarnya sederhana. alasan masih diberikan Bethadine karena jika memakai kassa steril kering saja kurang efektif dan masih rentan terjadinya infeksi melalui tali pusat sehingga Dokter mengintruksikan kepada penanggung jawab Ruang Neonatus untuk tetap memakai Bethadine dalam perawatan tali pusat. hanya dikeringkan kecuali tangannya. pastikan tali pusat dan area sekelilingnya selalu bersih dan kering. Yang penting. pemberian Vitamin K. Proses ini harus berlangsung skin to skin antara bayi dan ibu. Pemberian ASI Secara Dini Inisiasi Menyusu Dini(IMD) merupakan program yang sedang gencar dianjurkan pemerintah. Selalu cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun sebelum membersihkan tali pusat (Farida. Pada praktek RSUD Palembang BARI telah dilakukan program IMD (Inisiasi Menyusui Dini) yang di lakukan pada Ruang Bersalin. Program ini dilakukan dengan cara langsung meletakkan bayi yang baru lahir di dada ibunya dan membiarkan bayi ini merayap untuk menemukan puting susu ibu untuk menyusu. 2009) Tapi praktek di Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI perawatan tali pusat dilakukan dengan kassa steril yang telah dibasahi Bethadine lalu dibungkuskan ditali pusat. IMD harus dilakukan langsung saat lahir.AKBID BM PALEMBANG selama 3 hari sehingga dikhawatirkan orang tuanya tidak bisa memberikan sesuai dengan jadwal pemberian. tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi. lingkar kepala dan ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 36 . kemudian bayi langsung dibawa keruangan Neonatus untuk dikeringkan dan dibungkus dengan kain kering dan hangat. pengukuran BB. 4. PB.

jalur utama penularan berasal dari ibu.AKBID BM PALEMBANG lingkar dada dan dilakukan pemberian jalan nafas dengan menggunakan slymizuinger karena dikhawatirkan masih terdapat sisa cairan ketuban yang terhisap. dan DPT + Hepatitis B pada 2. Revisi 2007) Tapi di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI tidak dilakukan imunisasi dasar lengkap pada bayi baru lahir hingga bayi tersebut pulang ke rumah melainkan hanya diberikan surat kontrol ulang kepada prang tua bayi yang digunakan untuk mengontrol perkembangan bayi di poliklinik anak atau poliklinik KIA Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI. Imunisasi Hepatitis B bermanfaat untuk mencegah infeksi Hepatitis B terhadap bayi. Setelah itu dilakukan pengecapan telapak kaki bayi dan ibu jari ibu. Dilakukan pencetakan sidik jari. Ada dua jadwal pemberian imunisasi Hepatitis B sebanyak tiga kali. diagnosa atau masalah bayi tersebut serta pemasangan gelang tangan yang di berikan kepada setiap BBL berupa gelang yang berwarna biru untuk bayi lakilaki serta gelang berwarna pink untuk bayi perempuan serta pemasangan plaster yang berisikan nama bayi sebagai pelengkap identitas. Jadwal kedua. 1 dan 6 bulan. 6. pemasangan tanda pengenal dan identitas bayi yang ditempat tidur yang berisi nama ibu. Polio dan Hepatitis. 3 dan 4 bulan usia bayi (Asuhan Persalinan Normal. tanggal dan jam lahir. Pemberian Imunisaasi Dini pada Bayi Baru Lahir Imunisasi awal yang dianjurkan pada bayi baru lahir yaitu BCG. jenis kelamin. imunisasi Hepatitis B sebanyak empat kali. yaitu pada usia 0 (segera setelah lahir menggunakan uniject). ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 37 . Ini dilakukan untuk memudahkan identifikasi dan resiko tertukarnya bayi.. pengukuran antropometri dan hasilnya ditulis dalam status bayi. yaitu pada usia 0.

a. 5.00 WIB dengan jenis kelamin perempuan. penilaian awal. Memantau kebutuhan nutrisi bayi e. 3. lingkar lengan atas 11 cm. Tindakan yang dilakukan segera setelah bayi baru lahir adalah pencegahan infeksi. Tidak ditemukan masalah potensial 4. lingkar kepala 32 cm dan lingkar dada 30 cm.70C : Baik : Composmentis d. Kesadaran c. panjang badan 49 cm. berat badan 3300 gram. Didapatkan implementasi pada asuhan kebidanan pada bayi Ny "H" di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI. Didapatkan pengkajian data subjektif dan objektif yang dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2009 pukul 08. Keadaan umum b.AKBID BM PALEMBANG BAB V PENUTUP Kesimpulan Pada Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Normal pada Bayi Ny. Mengatur kunjungan ulang bayi kepada ibu sesuai dengan keluhan ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 38 . memberika zalf mata chlorampenicol 1%. Vital sign RR Temperatur : 42 x/mnt : 36. Memberikan KIE tentng ASI eksklusif dan ASI on demand pada ibu g. “H” yaitu bayi sehat lahir spontan. 6. pemberian identitas pada bayi dan memulai pemberian ASI serta mengambil cap kaki bayi. 2. “H” di Ruang Neonatus Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI tahun 2009. Memberikan imunisasi dasar kepada bayi baru lahir f. Ditegakkan diagnosa bayi Ny. memberikan injeksi vitamin K 1 mg pada 1/3 paha atas bagian luar. Melakukan rawat gabung antara ibu dan bayi h. maka penyusun dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh.

AKBID BM PALEMBANG 7. Evaluasi Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada bayi Ny "H" maka yang dapat kami evaluasi adalah bayi dalam keadaan sehat. Saran Bagi Pihak Rumah Sakit Makalah ini berguna sebagai alat pembanding dalam memberikan pelayanan dalam memberikan pelayanan kebidanan bayi baru lahir dengan asuhan kebidanan. Bagi Mahasiswa Diharapkan agar makalah ini lebih meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menerapkan asuhan kebidanan yang diperoleh selama proses pembelajaran dan praktik guna mendalami ilmu kebidanan. tetapi dalam pelaksanaannya terdapat beberapa perbedaan teori dengan praktiknya. serta mampu menerapkan teori secara aplikatif sebisa mungkin yang telah didapatkan ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 39 . khususnya dalam asuhan kebidanan terhadap pasien dan dapat mempercepat kerjasama dalam mengaplikasikan teori di lahan praktek dalam melakukan asuhan kepada ibu dan bayi setelah lahir. khususnya pada BBL dan perinatal. perbedaan tersebut antara lain adalah penerapan ilmu di lahan praktik tidak dilakukan program IMD serta tidak di lakukan imunisasi dasar lengkap pada bayi baru lahir dan perawatan tali pusat masih menggunakan cairan anti septik seperti betadhine. melalui bimbingan secara intensif. Bagi Institusi Pendidikan Diharapkan agar makalah ini berguna sebagai acuan untuk dapat membimbing mahasiswa yang terjun ke lahan praktek dengan menerapkan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dan lebih memantau kinerja mahasiswa selama di lahan praktek.

Prawirohardjo.com. 2002. 2008.AKBID BM PALEMBANG DAFTAR PUSTAKA Depkes. Safe Motherhood. Kematian Bayi. 2005. AB.com. Komalasari. Nunu. ASKEB BAYI BARU LAHIR NORMAL Page 40 . 2006. 2008. Jakarta http://www.00 Prawirohardjo. RI. Bayi Baru Lahir Normal. Fadhilah Siti. Pikiran Rakyat Cyber Media. 2007. Azrul (2005). Jakarta.blogspot. (2006). Supari. Farida. Diakses pada tanggal 4 Agustus 2009. dkk.blogspot. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 2004. Bina Pustaka: Jakarta. (1998). Kebijakan dan Strategi Nasional Kesehatan Reproduksi di Indonesia. Manuaba. http://Safe Mother. Jakarta.Depkes RI. Jakarta. 2009. Asuhan Bayi Baru Lahir Normal. Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.id diakses pada tanggal 4 Agustus 2009 pukul 12.00 WIB. Buku Saku Asuhan Bayi Lahir Normal.blogspot. Depkes. http://keperawatan- gun. Tragedi yang Terlupakan. RI. Penanganan Bayi Baru Lahir Normal.blogspot.com diakses pada tanggal 3 2009 pukul 17. http://momygodget. Jakarta. Diakses pada 3 Agustus 2009 pukul 15. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.co.00. Maryunani. Kokom. Bayi Baru Lahir. Angka Kematian Ibu dan Perinatal. Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir.com diakses pada 5 Agustus 2009 pukul 16. Perkembangan Bayi dan Anak. http://keperawatan-gun. Trans Info Media : Jakarta. Saifuddin. 2002. Anwar.30 WIB FKUI. EGC. Ida Bagus Gde. 2002. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful