P. 1
Askeb Pada Nifas Normal

Askeb Pada Nifas Normal

|Views: 582|Likes:

More info:

Published by: my'Ummi Kulsum SetyBudy on Mar 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2012

pdf

text

original

ASUHAN KEBIDANAN III ( NIFAS ) PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN NIFAS

Oleh : Fania Nurul K.

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH KUDUS PRODI D-III KEBIDANAN 2010

Suplemen zat besi/vitamin A Mengetahui jadwal kunjungan rumah. Gizi pada ibu nifas. Menjelaskan asuhan lanjutan pada ibu nifas dirumah dengan . : Pendokumentasian Asuhan Kebidanan. 2). 303 : 2 SKS ( Teori) : Asuhan pada masa nifas. 2. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat : a b benar. Tujuan Pembelajaran Umum Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa dapat melakukan pendokumentasian asuhan kebidanan. : 50 menit : 16 : Rabu / 6 Oktober 2010 A. c Menjelaskan tentang penyuluhan pada ibu nifas : 1).RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PELAYANAN KB IDENTITAS MATA KULIAH Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Beban Studi Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Waktu Pertemuan Pertemuan Ke Hari / Tanggal : Asuhan Kebidanan III : BD.

Kebutuhan istirahat/ tidur. B. METODE 1. Tanda-tanda bahaya pada masa nifas. 3. 6). Suplemen zat besi/vitamin A c. Latihan senam nifas. POKOK-POKOK MATERI 1. d. f. 7). Hubungan seks dan KB. b. 2. e. Ceramah Tanya jawab . g. 8). Latihan senam nifas. C. Kebersihan diri/ bayi. Kebersihan diri/ bayi. Penyuluhan pada ibu nifas : a. h. Hubungan seks dan KB. 2.3). 4). Tanda-tanda bahaya. Jadwal kunjungan rumah. Gizi pada ibu nifas. Asuhan lanjutan pada ibu nifas dirumah. Pemberian ASI. Pemberian ASI. 5). Kebutuhan istirahat/ tidur.

Gizi pada ibu nifas. D. Suplemen zat Ceramah . 3) Memberi 4) Menjelaskan mahasiswa kesempatan kepada tentang Memperhatikan dan mencatat LCD Bertanya LCD mahasiswa untuk bertanya dan Memperhatikan tentang asuhan LCD LCD Ceramah jadwal kunjungan rumah. b.3. lanjutan pada ibu nifas Memperhatikan dan mencatat Ceramah Tanya Jawab penyuluhan pada ibu nifas: a. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR Tahap/Waktu Pendahuluan 10 menit 1) 2) 3) 4) Kegiatan dosen Mengucapkan salam Memperkenalkan diri Menjelaskan sub pokok bahasan Melakukan apersepsi Tanya jawab Kegiatan mahasiswa Menjawab salam Memperhatikan Memperhatikan Media & alat Metode Ceramah tentang materi yang akan Mengungkapkan hal yang diketahui diberikan tentang materi yang akan disampaikan Penyajian 30 menit 1) Menyebutkan menjelaskan 2) Menjelaskan dirumah. Diskusi.

g. Hubungan seks dan KB. d. Pemberian ASI. 5) Memberi kesempatan Kegiatan mahasiswa Media & alat Metode mahasiswa untuk bertanya Bertanya LCD Tanya jawab . Tanda-tanda bahaya pada masa nifas. Kebutuhan istirahat/ tidur. h.Tahap/Waktu Kegiatan dosen besi/vitamin A c. Latihan senam nifas. Kebersihan diri/ bayi. f. e.

3) Memberi kesempatan Menyampaikan mahasiswa menyampaikan hasil hasil diskusi. JHPIEGO. 4) Memberikan jawaban 5) Menarik kesimpulan dari materi pembelajaran 6) Mengucapkan penutup Menjawab salam salam Memperhatikan penguatan Memperhatikan Melakukan diskusi - Diskusi - Ceramah - Ceramah E. 2004. Perawatan Pranatal dan Pascapartum. Pusdiknakes.Asuhan Kebidanan pada Ibu Post Partum. 3. . WHO. REFERENSI 1. 2. EGC. 2001. Manuaba.Ilmu Kebidanan. WHO. 4. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. EVALUASI Prosedur : Post test Jenis tes : Tulis F. 1998. 2001. Panduan Praktis Maternal dan Neonatal. Wheeler. diskusi.Tahap/Waktu Penutup 60 menit Kegiatan dosen 1) Memberi Kegiatan mahasiswa Media & alat - Metode Tanya jawab kesempatan Mahasiswa bertanya mahasiswa untuk bertanya 2) Memberikan post test berupa diskusi.

EGC. 6.2001. Ambarwati E. Doenges. 2008. Rencana Perawatan Maternal/Bayi. Asuhan Kebidanan Nifas.R.5. Mitra Cendekia .

Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis. nifas. Merupakan langkah pertama untuk mengumpulkan semua informasi yang akurat dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi pasien. mulai dari pengkajian. pelaksanaan dan evaluasi. Selain itu metode ini memberikan pengertian untuk menyatukan pengetahuan dan penilaian yang terpisah – pisah menjadi satu kesatuan yang berarti. diagnosa kebidanan.) Nama Nama jelas dan lengkap. dan bayi baru lahir serta keluarga berencana (Depkes RI. A. Data Subyektif a. Pengertian Asuhan kebidanan merupakan suatu penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab dalam memberikan pelayanan kebidanan pada pasien yang mempunyai kebutuhan atau masalah dalam bidang kesehatan. perencanaan.) Umur Dicatat dalam tahun untuk mengetahui adanya resiko seperti kurang dari 20 . Pengkajian Pengkajian atau pengumpulan data dasar adalah pengumpulan data dasar untuk mengevaluasi keadaan pasien. 1.ASKEB PADA NIFAS NORMAL I. ibu pada masa hamil. Biodata yang mencakup identitas pasien 1. Proses manajemen merupakan proses pemecahan masalah yang memperkenalkan sebuah metode atau pemikiran dan tindakan – tindakan dengan urutan yang logis sehingga pelayanan komprehensif dan aman dapat tercapai. 1999). bila perlu nama panggilan sehari-hari agar tidak keliru dalam memberikan penanganan 2. analisis data.

) Suku / bangsa Berpengaruh pada adapt istiadat atau kebiasaan sehari hari. alat-alat reproduksi belum matang. 3.) Alamat Ditanyakan untuk mempermudah kunjungan rumah bila diperlukan b. 5.) Pekerjaan Gunanya untuk mengetahui dan mengukur tingkat social ekonominya.) Pendidikan Berpengaruh dalam tindakan kebidanan dan untuk mengetahui sejauhmana tingkat intelektualnya.) Riwayat kesehatan sekarang Data-data ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit yang diderita pada saat ini yang ada hubungannya dengan masa nifas dan bayinya. kronis seperti : Jantung. 4. 6. misalnya pasien merasa mules. 2. mental dan psikisnya belum siap. sakit pada jalan lahir karena adanya jahitan pada perineum c. . Asma yang dapat mempengaruhi pada masa nifas ini. Sedangkan umur lebih dari 35 tahun rentan sekali untuk terjadi perdarahan dalam masa nifas. Riwayat Kesehatan 1.) Riwayat kesehatan yang lalu Data ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya riwayat atau penyakit akut. karena ini juga mempengaruhi dalam gizi pasien tersebut.) Agama Untuk mengetahui keyakinan pasien tersebut untuk membimbing atau mengarahkan pasien dalam berdoa.tahun. 7. Keluhan Utama Untuk mengetahui masalah yang dihadapi yang berkaitan dengan masa nifas. Hipertensi. sehingga bidan dapat memberikan konseling sesuai dengan pendidikannya. DM.

Tanggal persalinan. cara persalinan yang lalu. penolong persalinan. yaitu apabila ada penyakit keluarga yang menyertainya. jumlah anak.Riwayat Obstetrik 1.) Riwayat kesehatan keluarga Data ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh penyakit keluarga terhadap gangguan kesehatan pasien dan bayinya. keadaan bayi meliputi PB. penolong persalinan. karena bila melahirkan tanpa status yang jelas akan berkaitan dengan psikologisnya sehingga akan mempengaruhi proses nifas. 2. h. Yang perlu dikaji adalah berapa kali menikah. adakah keluhan selama menggunakan kontrasepsi serta rencana KB setelah masa nifas ini dan beralih ke kontrasepsi apa. f. e. keadaan nifas yang lalu. Riwayat Perkawinan. Berapa kali ibu hamil.) Riwayat Persalinan sekarang. Riwayat KB Untuk mengetahui apakah pasien pernah ikut KB dengan kontrasepsi jenis apa.Cukup sering ibu menunjukan depresi . BB.) Riwayat kehamilan. Hal ini perlu dikaji untuk mengetahui apakah proses persalinan mengalami kelainan atau tidak yang bisa berpengaruh pada masa nifas saat ini. apakah pernah abortus. jenis persalinan. Kehidupan Sosial Budaya Untuk mengetahui pasien dan keluarga yang menganut adapt istiadat yang akan menguntungkan atau merugikan pasien khususnya pada masa nifas misalnya pada kebiasaan pantang makan. d. status menikah syah atau tidak. Wanita mengalami banyak perubahan emosi / psikologis selama masa nifas sementara ia menyesuaikan diri menjadi seorang ibu. jenis kelamin anak. berapa lama. Data Psikososial Untuk mengatahui respon ibu dan keluarga terhadap bayinya. g. persalinan dan nifas yang lalu.3.

jumlah. 3). . Hal ini sering terjadi sering diakibatkan oleh sejumlah faktor. Kelelahan karena kurang tidur selama persalinan dan postpartum pada kebanyakan Rumah sakit. konsistensi dan bau serta kebiasaan buang air kecil meliputi frekuensi. Data Pengetahuan Untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan ibu tentang perawatan setelah melahirkan sehingga akan menguntungkan selama masa nifas. Nutrisi Menggambarkan tentang pola makan dan minum. jumlah. frekuensi. Depresi tersebut sering disebut sebagai postpartum blues. j. banyaknya. Kekecewaan emosional yang mengikuti rasa puas dan takut yang dialami kebanyakan wanita selama kehamilan dan persalinan. kebijakan perawatan yang tidak fleksibel dan tidak ada ketetapan untuk berada di Ruang. Kecemasan pada kemampuannya untuk merawat bayinya setelah meninggalkan rumah sakit 5). i. jenis makanan. 2). Penyebab yang paling menonjol adalah : 1). kebiasaan sebelum tidur misalnya membaca. 1). 4). 3). mendengarkan musik. Postpartum blues sebagian besar merupakan perwujudan fenomena psikologis yang dialami oleh wanita yang terpisah dari keluarga dan bayinya.ringan beberapa hari setelah kelahiran. Rasa sakit masa nifas awal. berapa jam pasien tidur. Eliminasi Menggambarkan pola fungsi sekresi yaitu kebiasaan buang air besar meliputi frekuensi. Istirahat Menggambarkan pola istirahat dan tidur pasien. makanan pantangan. Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari. warna. Di Rumah Sakit biasanya diakibatkan oleh kebijakan kunjungan yang kaku. 2). Rasa takut menjadi tidak menarik lagi bagi suaminya.

Kenaikan suhu yang mencapai > 38 º C adalah mengarah ke tanda – tanda infeksi. 4). selain itu bisa juga disebabkan karena isirahat dan tidur yang diperpanjang selama awal persalinan. Denyut nadi di atas 100 x/menit pada masa nifas adalah mengindikasikan adanya suatu infeksi. seorang bidan harus mengumpulkan data untuk memastikan bahwa keadaan klien dalam keadaan stabil. Vital sign Ditujukan untuk mengetahui keadaan ibu berkaitan dengan kondisi yang dialaminya.kebiasaan mengkonsumsi obat tidur. Temperatur / suhu Peningkatan suhu badan mencapai pada 24 jam pertama masa nifas pada umumnya disebabkan oleh dehidrasi. 2. Pada pola ini perlu dikaji pengaruh aktivitas terhadap kesehatannya. Personal hygiene Dikaji untuk mengetahui apakah ibu selalu menjaga kebersihan tubuh terutama pada daerah genetalia. Nadi dan pernafasan a). 1). Nadi berkisar antara 60 – 80x/menit. Aktivitas Menggambarkan pola aktivitas pasien sehari-hari. Data Obyektif Dalam menghadapi masa nifas dari seorang klien. kebiasaan tidur siang. penggunaan waktu luang. Mobilisasi sedini mungkin dapat mempercepat proses pengembalian alat – alat reproduksi. Tetapi pada umumnya setelah 12 jam post partum suhu tubuh kembali normal. Istirahat sangat penting bagi ibu masa nifas karena dengan istirahat yang cukup dapat mempercepat penyembuhan. 2). karena pada masa nifas masih mengeluarkan lochea 5). hal ini salah satunya bisa diakibatkan oleh proses persalinan sulit atau karena . yang disebabkan oleh keluarnya cairan pada waktu melahirkan. Yang termasuk dalam komponen – komponen pengkajian data obyektif ini adalah : a.

b). Tekanan darah Pada beberapa kasus ditemukan keadaan hipertensi postpartum. Jika takikardi tidak disertai panas kemungkinan disebabkan karena adanya vitium kordis. d). d. Beberapa ibu postpartum kadang – kadang mengalami bradikardi puerperal.kehilangan darah yang berlebihan . Data penunjang . 3). tetapi keadaan ini akan menghilang dengan sendirinya apabila tidak ada penyakit – penyakit lain yang menyertainya dalam 2 bulan pengobatan . 2). Pernafasan harus berada dalam rentang yang normal. Pemeriksaan obstetric 1). 3). yaitu sekitar 20 – 30x/menit. beberapa alasan telah diberikan sebagai penyebab yang mungkin. yang denyut nadinya mencapai serendah – rendahnya 40 sampai 50x/menit. serta bagaimana keadaan putting. pembesaran kelenjar atau abses. Inspeksi Perlu dilakukan untuk mengetahui pengeluaran pervaginam apakah sesuai dengan masa nifasnya serta pengeluaran ASI. Palpasi Untuk mengetahui involusi uteri seperti : TFU. kontraksinya dan lochea serta keadaan payudara apakah terdapat benjolan. c). Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik dari ujung rambut sampai ujung kaki c. tetapi belum ada penelitian yang membuktikan bahwa hal itu adalah suatu kelainan . b. Perkusi Bagaimana keadaan reflek patella.

Abortus. hal ini membutuhkan antisipasi. Data Obyektif Data yang didapat dari hasil pemeriksaan C. b. Diagnosa Kebidanan Diagnosa dapat ditegakkan yang berkaitan dengan Para. bila memungkinkan . apakah pernah abortus atau tidak. pencegahan. umur ibu. Data Subyektif Pernyataan ibu tentang jumlah persalinan. masalah sering berkaitan dengan pengalaman wanita yang diidentifikasikan oleh bidan. dan keadaan nifas. Data Obyektif Palpasi tentang tinggi fundus uteri dan kontraksi. Dalam langkah ini data yang telah dikumpulkan diintepretasikan menjadi diagnosa kebidanan dan masalah. Diagnosa Potensial Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial. Data Subyektif Data yang didapat dari hasil anamnesa pasien b. hasil pemeriksaan tanda – tanda vital. Masalah Permasalahan yang muncul berdasarkan pernyataan pasien.. Data dasar meliputi : a. keterangan ibu tentang umur. 1. hasil pemeriksaan tentang pengeluaran pervaginam. Intepretasi Data Mengidentifikasi diagnosa kebidanan dan masalah.B. Anak hidup. keterangan ibu tentang keluhannya. Data dasar meliputi : a. Pada langkah ini diidentifikasikan masalah atau diagnosa potensial berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa. 2. Keduanya digunakan karena beberapa masalah tidak dapat diselesaikan seperti diagnosa tetapi membutuhkan penanganan yang dituangkan dalam rencana asuhan terhadap pasien.

ekonomi atau masalah psikososial. b. Istirahat a. Penyuluhan. . Ganti pembalut minimal dua kali sehari atau setiap kali selesai BAK 3. Minum 3 liter air sehari atau segelas setiap habis menyusui. anjurkan ibu untuk segera berkemih. 4. c. bermutu dan cukup kalori. Kebersihan diri a.menunggu mengamati dan bersiap-siap apabila hal tersebut benar-benar terjadi. Jaga kebersihan seluruh tubuh terutama daerah genetalia. E. D. Antisipasi Masalah Langkah ini memerlukan kesinambungan dari manajemen kebidanan. Melakukan asuhan yang aman penting sekali dalam hal ini. Adapun hal-hal yang perlu dilakukan pada kasus ini adalah 1. kesadaran. Cukup istirahat b. b. Makan bergizi. jelaskan manfaatnya. Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah diluhat dari kondisi pasien atau dari setiap masalah yang berkaitan. Perencanaan Langkah-langkah ini ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya yang merupakan lanjutan dari masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau di antisipasi. observasi mobilisasi dini. 2. Kembali mengerjakan pekerjaan sehari – hari. kontraksi uterus. Observasi meliputi keadaan umum. tetapi juaga berkaitan dengan kerangka pedoman antisipasi bagi wanita tersebut yaitu apa yang akan terjadi berikutnya. tinggi fundus uteri. Gizi a. Beri pengertian manfaat istirahat c. konseling dari rujukan untuk masalah-masalah social. Minum tablet Fe / zat besi. tanda – tanda vital.

Mengganti pembalut minimal dua kali sehari atau setiap kali selesai BAK 3. nadi. e.d. Memberi saran pada ibu untuk cukup tidur siang agar tidak terlalu lelah. Kesadaran c. Menjaga kebersihan seluruh tubuh terutama daerah genetalia. Minum vitamin A (200. memperlancar peredaran darah. 6. Tanda – tanda vital dengan mengukur (tekanan darah. suhu. Jaga kebersihan payudara c. d. Menganjurkan ibu untuk segera berkemih karena apabila kandung kencing penuh akan menghambat proses involusi uterus. Keluarga berencana Anjurkan pada ibu untuk mengikuti KB sesuai dengan keinginannya. Mengobservasi meliputi a. F. Breast care b. apabila kurang istirahat dapat menyebabkan produksi ASI kurang. 1. 2. Hubungan sexual Beri pengertian hubungan seksual kapan boleh dilakukan. Perawatan payudara a. Beri ASI ekslusif sampai bayi umur 6 bulan. Pelaksanaan Langkah ini merupakan pelaksanaan rencana asuhan penyuluhan pada klien dan keluarga. f. respirasi). Tinggi fundus uteri. proses involusi berjalan lambat sehingga dapat . Keadaan umum b. b. Menganjurkan pada ibu untuk mobilisasi dini untuk memperlancar pengeluaran lochea. b. Istirahat a.000 unit) 5. kontraksi uterus. Kebersihan diri a. Memberi pengertian pada ibu. 7.

G. Mengkonsumsi makanan yang bergisi. 6. . Keluarga berencana Menganjurkan pada ibu untuk segera mengikuti KB setelah masa nifas terlewati sesuai dengan keinginannya. sebaiknya ibu makan makanan yang mengandung protein. Minum vitamin A (200. Breast care b. 5. b. Evaluasi Langkah ini merupakan langkah terakhir guna mengetahui apa yang telah dilakukan bidan. Minum tablet Fe / zat besi selama 40 hari pasca persalinan. d.000 unit) agar dapat memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI. bermutu dan cukup kalori. Gizi a. Memberi ASI ekslusif sampai bayi umur 6 bulan. 7. Perawatan payudara a. 4. c. vitamin dan mineral. Menganjurkan pada ibu untuk kembali mengerjakan pekerjaan sehari – hari. Hubungan sexual Memberi pengertian hubungan seksual kapan boleh dilakukan. c. Menjaga kebersihan payudara c.menyebabkan perdarahan. Minum sedikitnya 3 liter air sehari atau segelas setiap habis menyusui.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->