P. 1
PENGENDALIAN PROSES

PENGENDALIAN PROSES

|Views: 399|Likes:
Published by Egi Sugi

More info:

Published by: Egi Sugi on Mar 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2014

pdf

text

original

PENGENDALIAN PROSES

Pabrik kimia merupakan susunan/rangkaian berbagai unit pengolahan yang terintegrasi satu sama lain secara sistematik dan rasional. Tujuan pengoperasian pabrik kimia secara keseluruhan adalah mengubah (mengkonversi) bahan baku menjadi produk yang lebih bernilai guna. Dalam pengoperasiannya pabrik akan selalu mengalami gangguan (disturbance) dari lingkungan eksternal. Selama beroperasi, pabrik harus terus mempertimbangkan aspek keteknikan, keekonomisan, dan kondisi sosial agar tidak terlalu signifikan terpengaruh oleh perubahan-perubahan eksternal tersebut. Artikel ini terbagi menjadi 3 bagian yang adalah sebagai berikut: Bagian 1: Pendahuluan, Sistem Pengendalian, Disain Elemen Pengendali Proses, Pendefinisian Tujuan Pengendalian, dan Pemilihan Variabel yang Harus Diukur. Bagian 2: Pemilihan Variabel yang Dimanipulasi, Pemilihan Konfigurasi Pengendalian, Perancangan Sistem Pengendali, Penggunaan Komputer Digital pada Pengendali Proses, dan Perangkat Keras Sistem Pengendali Proses. Bagian 3: Metode Tuning, Parameter Error, Contoh Kasus, dan Penggunaan MATLAB Simulink. Pendahuluan Agar proses selalu stabil dibutuhkan instalasi alat-alat pengendalian. Alat-alat pengendalian dipasang dengan tujuan: 1. Menjaga keamanan dan keselamatan kerja Keamanan dalam operasi suatu pabrik kimia merupakan kebutuhan primer untuk orang-orang yang bekerja di pabrik dan untuk kelangsungan perusahaan. Untuk menjaga terjaminnya keamanan, berbagai kondisi operasi pabrik seperti tekanan operasi, temperatur, konsentrasi bahan kimia, dan lain sebagainya harus dijaga tetap pada batas-batas tertentu yang diizinkan. 2. Memenuhi spesifikasi produk yang diinginkan Pabrik harus menghasilkan produk dengan jumlah tertentu (sesuai kapasitas desain) dan dengan kualitas tertentu sesuai spesifikasi. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem pengendali untuk menjaga tingkat produksi dan kualitas produk yang diinginkan. 3. Menjaga peralatan proses dapat berfungsi sesuai yang diinginkan dalam desain Peralatan-peralatan yang digunakan dalam operasi proses produksi memiliki kendala-kendala operasional tertentu yang harus dipenuhi. Pada pompa harus dipertahankan NPSH, pada kolom distilasi harus dijaga agar tidak flooding, temperatur dan tekanan pada reaktor harus dijaga agar tetep beroperasi aman dan konversi menjadi produk optimal, isi tangki tidak boleh luber ataupun kering, serta masih banyak kendalakendala lain yang harus diperhatikan. 4. Menjaga agar operasi pabrik tetap ekonomis. Operasi pabrik bertujuan menghasilkan produk dari bahan baku yang memberi keuntungan yang maksimum, sehingga pabrik harus dijalankan pada kondisi yang menyebabkan biaya operasi menjadi minimum dan laba yang diperoleh menjadi maksimum. 5. Memenuhi persyaratan lingkungan Operasi pabrik harus memenuhi berbagai peraturan lingkungan yang memberikan syaratsyarat tertentu bagi berbagai buangan pabrik kimia. Untuk memenuhi persyaratan diatas diperlukan pengawasan (monitoring) yang terus menerus terhadap operasi pabrik kimia dan intervensi dari luar (external intervention) untuk mencapai tujuan operasi. Hal ini dapat terlaksana melalui suatu rangkaian peralatan (alat ukur, kerangan, pengendali, dan komputer) dan intervensi manusia (plant managers, plants operators) yang secara bersama membentuk control system. Dalam pengoerasian pabrik diperlukan berbagai prasyarat dan kondisi operasi tertentu, sehingga diperlukan usaha-usaha pemantauan terhadap kondisi operasi pabrik dan pengendalian proses supaya kondisi

yaitu variabel input dan variabel output. Variabel-variabel tersebut dapat dikategorikan menjadi 2 kelompok. Variabel ini juga diklasifikasikan dalam 2 kategori. Unsur-unsur tersebut adalah: 1. Sebagai contoh untuk sistem reaktor CSTR salah satu pemakaian controller dilakukan dengan tujuan pengendalian (control objectives) sebagai berikut: . penentuan variabel yang akan dimanipulasi (manipulated variables selection) 4. perancangan sistem pengendali (controller design) Pendefinisian Tujuan Pengendalian Dalam mendefinisikan tujuan pengendalian perlu diperhatikan beberapa hal pentuing yang merupakan pronsip dasar penerapan pengendalian proses pada pabrik. Pada awal perancangan. pendefinisian/penetapan tujuan dan sasaran pengendalian (control objective definition) 2. P (tekanan) dan C (konsentrasi). T (temperatur). disturbance variable. jika variabel tidak dapat diketahui dengan pengukuran langsung Disain Elemen Pengendali Proses Desain elemen pengendalian harus sesuai dengan kebutuhan pengendalian yang diinginkan dan bekerja delam pengendalian proses pabrik. memastikan kestabilan suatu proses kimiawi 3. pemilihan konfigurasi pengendalian (control configuration selection) 5. jika harga variabel tersebut dapat diatur dengan bebas oleh operator atau mekanisme pengendalian 2. Prinsip dasar ini harus tercakup dalam pendefinisian tujuan pengendalian baik satu atau kombinasi dari ketiga hal tersebut. yaitu: 1. Sistem Pengendalian Sistem pengendali diterapkan untuk memenuhi 3 kelompok kebutuhan. Prinsip utama penerapan pengendalian proses pada pabrik adalah untuk memastikan kinerja suatu proses kimia.operasinya stabil. penentuan variabel yang harus diukur (measurement selection) 3. yaitu: 1. Sedangkan variabel output adalah variabel yang menandakan efek proses kimia terhadap lingkungan yang diklasifikasikan dalam 2 kelompok: 1. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu diperhatikan langkah-langkah dalam mendesain sistem pengendalian Dalam usaha merancang suatu sistem pengendali yang dapat memenuhi kebutuhan suatu proses kimia terdapat beberapa unsur penting dan pertimbangan-pertimbangan dasar yang harus diperhatikan. tetapi merupakan gangguan. measured output variables. jika variabel dapat diketahui dengan pengukuran langsung 2. manipulated (adjustable) variable. memastikan kestabilan suatu proses kimia. selanjutnya tujuan ini dikuantifikasi dalam bentuk variabel output. menekan pengaruh gangguan eksternal 2. unmeasured output variables. optimasi kinerja suatu proses kimiawi Variabel-variabel yang terlibat dalam proses operasi pabrik adalah F (laju alir). sasaran pengendalian (control objectives) didefinisikan secara kualitatif. jika harga tidak dapat diatur oleh operator atau sistem pengendali. Variabel input adalah variabel yang menandai efek lingkungan pada proses kimia yang dituju. dan menekan gangguan eksternal.

Referensi: [1] Sitompul J. ataupun kolom distilasi dapat dilakukan dengan mengatur laju alir masuk dan laju alir keluar cairan. variabel yang merupakan control objective tidak dapat diukur secara langsung (unmeasured output). Prentice/Hall International. karena hasil pengukuran tersebut dapat memberikan informasi mengenai kelakuan proses yang akan terjadi. Untuk memilih variabel mana yang akan dimanipulasi. harus dipertimbangkan efek dari tindakan yang diambil terhadap kualitas pengendalian. tangki. Sebagai .1. usaha pertama yang harus dilakukan adalah memasang alat pengukur untuk dapat mengamati nilai T dan h cairan dalam tangki secara langsung. Pada kasus-kasus dengan control objective yang tidak dapat diukur langsung tersebut. umumnya terdapat beberapa variabel input yang dapat diatur dengan bebas. 3. Primary Measurement Bila memungkinkan sebaiknya pada pengendalian proses harga variabel yang menjadi objective pengendalian harus diukur/dimonitor. Departemen Teknik Kimia ITB. Pemilihan Konfigurasi Pengendalian Konfigurasi pengendalian merupakan suatu struktur informasi yang digunakan untuk mnghubungkan variabel pengukuran terhadap variabel yang akan dimanipulasi. secara kuantitatif : menjaga agar temperatur (variabel output) tidak berfluktuasi lebih dari 5% harga nominalnya. Chemical Process Control: An Introduction to Theory and Practice. Limbong M.. Pemilihan Variabel yang Harus Diukur Beberapa pemhukuran variabel harus dilakukan agar kinerja operasi pabrik dapat dimonitor Terdapat beberapa jenis pengukuran variabel yang dapat diterapkan untuk pengendalian proses: 1. Modul Praktikum Pengendalian Proses. Karena itu. Pengukuran external disturbance Pengukuran disturbance sebelum variabel tersebut masuk ke dalam proses dapat sangat menguntungkan. Secondary Measurement Pada kasus-kasus tertentu. yaitu dengan denggunakan termokopel untuk pengukuran T dan differential pressure cell untuk mengukur h. Cara pengukuran variabel proses yang menjadi control objective pengendalian secara langsung disebut primary measurement. harus diukur variabel lain yang tergolong measured variable dan dapat dikorelasikan melalui suatu hubungan matematis tertentu dengan unmeasured output yang ingin dikendalikan. Sebagai contoh pada sistem mixer tangki berpengaduk control objective adalah mempertahankan T dan h cairan dalam tangki pada harga T = Tsp (sp = set point) dan h=hsp. Inc. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan aksi pengendalian yang harus diambil apabila menggunakan sistem pengendalian feedforward. [2] Stephanopoulos G. Pemilihan Variabel yang Dimanipulasi Dalam proses kimia. secara kualitatif : menjamin kestabilan temperatur di dalam reaktor (diasumsikan sama dengan temperatur keluaran reaktor) pada keadaan steady state yang tidak stabil 2. Sebagai contoh pengendalian ketingguan cairan dalam reaktor.

Alat ukur menggunakan harga variabel terukur (measured output) yang terdeteksi dalam persamaan neraca massa dan energi yang dapat mewakili proses ke dalam suatu persamaan matematika tertentu yang oleh komputer dapat dihitung menjadi output unmeasured variables yang ingin dikendalikan. dan pengendalian tekanan. Perancangan Sistem Pengendali Sistem pengendali (controller) adalah elemen aktif dalam sistem pengendalian yang menerima informasi dari pengukuran dan membuat tindakan yang sesuai untuk mengatur harga manipulated variables. Hasil perhitungan tersebut oleh instrumentasi pengendalian kemudian digunakan untuk mengatur harga variabel yang dimanipulasi. tetapi hasil pengukuran digunakan untuk memanipulasi variabel yang sama. Perbadaanperbedaan yang dapat diamati pada sistem pengendali temperatur dan sistem pengendali ketinggian cairan terjadi karena (1) terdapat perbedaan variabel yang diukur. 2. Hal ini dilakukan karena variabel output yang akan dikendalikan tidak dapat diukur secara langsung. Feedback control configuration Konfigurasi ini mengukur secara langsung variabel yang dikendalikan untuk mengatur harga variabel yang dimanipulasi. Tujuan pengendalian ini adalah memeprtahankan variabel unmeasured output tersebut pada tingkat/harga yang ditetapkan pada set point. mulai dari pengendalian temperatur. atau (2) variabel yang diukur sama. kolom distilasi. pengendalian perbedaan tekanan. Analisis komposisi tidak dilakukan langsung dengan composition analyzer karena harga alat tersebut mahal. Pengaturan manipulated variables sangat bergantung pada control law yang diterapkan secara otomatis pada controller. Feedforward control configuration Konfigurasi sistem pengendali feedforward memanfaatkan pengukuran langsung pada disturbance untuk mengatur harga variabel yang akan dimanipulasi.contoh pengendalian temperatur dan ketinggian cairan pada reaktor. dan alat lainnya memiliki beberapa alternatif konfigurasi sistem pengendali. mixer. dan alat tersebut sangat analitik sehingga kapasitasnya kecil dan tidak sesuai diterapkan dalam skala pabrik. Inferential control configuration ini digunakan dalam pengendalian komposisi aliran output pada setiap kolom distilasi dan tangki mixer berpengaduk. antara lain: 1. Penggunaan proportional controller (P-controller) dimana nilai output dari P-controller akan sebanding terhadap error. Ada 3 tipe konfigurasi pengendalian. 3. Beberapa control law yang umum diterapkan pada sistem pengendalian: 1. pengendalian ketinggian. tetapi hasil pengukuran tersebut digunakan untuk memanipulasi variabel yang berbeda. Tujuan pengendalian ini adalah mempertahankan variabel yang dikendalikan pada level yang diinginkan (set point). Sebagian instrumentasi pada proses pembuatan formaldehid dan hidrogen peroksida berbahan baku metanol dengan reaksi enzimatik ini menggunakan konfigurasi pengendalian feedback. Komposisi aliran kolom distilasi dan mixer harus selalu dikendalikan karena pasar sangat ketat menuntut produk formaldehid dan hidrogen peroksida sesuai spesifikasi. . Inferential Control Configuration Konfigurasi sistem pengendali inferential memanfaatkan data hasil pengukuran output sekunder (secondary measurement) untuk mengatur harga variabel yang akan dimanipulasi. Tujuan pengendalian adalah mempertahankan variabel output yang dikontrol pada nilai yang diharapkan.

Namun.2. DDC umumnya dipakai untuk unit dalam skala terbatas seperti untuk satu unit produksi. Direct Digital Control (DDC) Komputer digital dapat dipakai mengendalikan secara simultan beberapa output. Jadi semua data dikumpulkan dalam satu unit komputer. Metoda terbaru pengendalian proses dalam pabrik adalah Distributed Control System (DCS) yang langsung sukses diminati untuk skala komersial saat pertama kali diluncurkan. kemudian menghitung nilai manipulated variables berdasarkan control law yang telah diprogram dan tersimpan dalam memorinya. dan sebagainya. 2. Pada sistem kontrol utama (supervisor controller) terdapat satu prosesor komputer untuk mengendalikan dan mengoperasikan proses. Distributed Control System (DCS) Penggunaan sistem kontrol dengan memakai satu buah komputer untuk mengendalikan sebuah unit operasi akan lebih mudah diterapkan. Pada proses kimia tersebut akan timbul hal-hal karakteristik yang tidak terjadi pada pengopersian satu unit proses saja. switch. kolom distilasi. . Dengan demikian komputer dan proses dijembatani oleh perangkat-perangkat keras yang digunakan untuk mendapatkan komunikasi yang baik antara komputer dengan proses. 3. pompa. Penggunaan Komputer Digital pada Pengendali Proses Dalam aspek pengendalian seluruh pabrik tidak hanya melibatkan satu unit proses. Kemajuan teknologi komputer yang sangat pesat dengan harga yang semakin terjangkau membuat perangkat ini banyak digunakan untuk pengendalian dalam prosesproses kimia. Komputer digunakan untuk mengubah nilai set point sesuai dengan harga parameter local controller. seperti CSTR. Penggunaan proportional-integral-derivative controller dimana nilai output dari PIDcontroller akan ditentukan oleh konstanta yang menghubungkan kesebandingan error terhadap output ditambah suatu faktor dikali nilai integrasi error sebagai fungsi waktu lalu ditambah suatu faktor dikali nilai diferensial (gradien/slope) error sebagai fungsi waktu. sistem supervisor control akan mengalami kesulitan jika diterapkan pada unit yang kompleks karena akan dihasilkan suatu pengendalian dan pengoperasian yang sangat kompleks dan rumit. Pada kenyataannya proses produksi produk dari bahan baku dengan reaksi tertentu ini terdiri dari banyak unit yang saliang berhubungan dengan adanya aliran bahan (material) dan energi dari satu unit ke unit lainnya. Penggunaan proportional-integral controller (PI-controller) dimana nilai output dari PIcontroller akan sebanding terhadap error ditambah suatu faktor dikali nilai integrasi error sebagai fungsi waktu. Instrumen pengendalian pada pabrik besar dan modern umumnya dirancang menggunakan komputer pengendali secara digital. Manipulated variables tersebut kemudian diterapkan kembali ke dalam proses dengan menggunakan elemen pengendali akhir seperti kerangan. atau digunakan untuk sebuah unit operasi dengan sebuah unit produksi. Interfase input/output akan menghasilkan informasi kepada komputer supervisor berupa tetapan pada local control loop yang dipakai komputer untuk menghasilkan nilai set point pada local control loop. Local controller berfungsi sebagaimana sinyal digital yang diterapkan pada Direct Digital Controller (DCC). Komputer menrima secara langsung hasil pengukuran dari proses. kompresor. tangki berpengaduk. Beberapa aplikasi spesifik komputer untuk pengendalian proses adalah sebagai berikut: 1.

yang kemudian mengimplementasikan keputusan-keputusan tersebut melalui DDC-DDC yang berhubungan langsung dengan proses. Perangkat Keras Sistem Pengendali Proses Pada setiap konfigurasi sitem pengendali dapat dibedakan masing-masing elemen perangkat keras sebagai berikut: 1. Peralatan pengukur/sensor adalah sumber informasi yang mengidentifikasi hal-hal yang sedang terjadi pada proses. Pada sistem ini satu buah komputer utama (supervisor computer) membagi kerja pengendalian pada beberapa komputer yang bekerja sebagai DDC lokal. Hal ini disebabkan tingginya kompleksitas pabrik kimia yang akan dikendalikan. Instrumen Pengukur atau Sensor Peralatan pengukur/sensor digunakan untuk mengukur disturbance. Keuntungan sistem DCS dibanding DDC adalah sistem DCS memungkinkan area kerja atau DDC lokal satu tetap bekerja dan dapat dikendalikan merkipun ada suatu unit atau lokasi tertentu yang tidak beroperasi. Pada banyak kasus sinyal yang dihasilkan alat ukur terlalu lemah untuk ditransmisikan sehingga sinyal tersebut harus diperkuat terlebih dahulu dengan amplifier. Keputusankeputusan ini dapat diambil dengan bantuan komputer digital. 3. dan mengukur secondary ouput variables. Transducer merupakan alat yang digunakan untuk mengonversi hasil pengukuran menjadi besaran yang ditransmisikan. 3. mengukur controlled output variables. yang kemudian akan mengomunikasikan kepuusankeputusan tersebut dengan supervisory computer controller. 2. 4. Pada kasus seperti ini programmed intelligence dari komputer dapat dimanfaatkan untuk menganalisis situasi proses dan memberikan usulan setting pengoperasian yang terbaik. Contoh instrumen pengendalian yang dipakai pada pabrik formaldehid dan hidrogen peroksida ini adalah termokopel. Salah satu syarat penting dalam pemilihan sensor adalah hasil pengukuran sensor harus dapat ditransmisikan dengan mudah. seperti mengurangi waktu produksi untuk mencegah tertumpuknya produk (over stock). dan lain-lain. . Kondisi pasar yang berubah setiap waktu akan menyebabkan manajemen perlu terus menerus mengubah penjadwalan operasional pabrik. dan composition analyzer. venturi meter. Pada supervisory control ini. kekurangan unit DCS dibanding DDC adalah biaya investasi sistem DCS yang sangat besar karena membutuhkan komputer pengendali yang lebih banyak. Jalur transmisi dan amplifier Jalur transmisi merupakan media untuk membawa sinyal hasil pengukuran dari alat ukur ke controller. penambahan produksi saat kebutuhan meningkat. Tujuan pengendalian proses adalah mendapatkan kinerja proses yang optimum. Sebaliknya.DCS terdiri dari beberapa microprocessor yang saling terhubungkan dalam satu jaringan komunikasi digital yang sering dikenal dengan data highway. komputer mengkoordinasi aktivitas dari beberapa loop DCC. Scheduling Computer Control (SCC) Kemungkinan penggunaan komputer yang terakhir adalah untuk mengatur penjadwalan operasi suatu pabrik kimia. Transducers Beberapa hasil pengukuran tidak dapat digunakan untik tujuan pengendalian sebelum dikonversikan menjadi besaran fisik yang dapat dengan mudah ditransmisikan seperti tegangan listrik. Seringkali operator manusia sukar atau tidak dapat menemukan setting pengoperasian pabrik yang terbaik agar biaya operasi dapat ditekan seminimal mungkin. Proses kimia Proses kimia mewakili peralatan proses yang digunakan dan proses-proses/operasi baik secara kimia maupun fisika yang terjadi di dalam peralatan tersebut.

Elemen pengendali akhir yang diaplikasikan pada perancangan pabrik ini adalah control valve yang membuka dan menutup sampai derajat tertentu sesuai keputusan controller. Elemen pencatat Elemen pencatat merupakan bagian dari sistem pengendali yang mencatat semua variabel sehingga kelakukan proses yang sedang berlangsung dapat didemonstrasikan secara visual. 7. 6.5. . Elemen Pengendali Akhir Elemen pengendali akhir merupakan perangkat keras yang melaksanakan tindakan yang diperintahkan controller. Elemen Pengendali Elemen pengendali adalah perangkat keras yang memiliki intelegensi. Perangkat ini menerima informasi dari alat ukur dan memutuskan tindakan yang harus dilakukan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->