P. 1
Ceramah Singkat

Ceramah Singkat

|Views: 32|Likes:
Published by Tom Jy
antara usaha dan takdir
antara usaha dan takdir

More info:

Published by: Tom Jy on Mar 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2012

pdf

text

original

Antara yang Takdir dan Usaha

LAPORAN TUGAS AGAMA

Di Ajukan untuk memenuhi mata kuliah Agama Pada Jurusan Kedokteran

Dipersiapkan: Poppy Rizkyka Indah Syaputri

JURUSAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA MEDAN 2012

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu….

Dengan selayaknya kita mengucapkan rasa syukur kita sebesar-besarnya kepada allah swt karna telah memberikan nikmatnya kepada kita terutama nikmat iman dan islam. Dan tak lupa mari kita sanjungkan shalawat dan salam kepada baginda nabi besar Muhammad rasullulloh sollollohi wai’alaiwassalam yang telah membawa kita dari dunia yang penuh gelap kemaksiatan ke dunia yang terang benderang. Adapun judul topik yang saya bawakan kali ini adalah tentang antara yang takdir dan usaha hampir dalam semua agama selalu ada perbedaan dalam memaknai takdir, mungkin di dalam agama islam juga demikian, sehingga seorang hamba Allah dengan mudah,:”ini kan sudah takdir Allah”, jawaban yang diberikan jika tertimpa musibah, bencana atau bahagian dan keuntungan. Meski kepastian takdir kita tidak tahu, lebih rancu lagi jika seoran muslim tidak mengetahui mana qodho’ dan mana takdir. Sebagian ulama’ juga ada yang membagi takdir mubram dan qadho’ muallaq, namun yang terpenting adalah mempercayai adanya qadha’ dan takdir. Ada hadits yang mengatakan bahwa, janin usia 120 hari (4 bulan) saat ditiupkan ruh telah dicatat oleh Allah 4 hal yaitu umur, rizki, amal (pekerjaannya), bahagia dan celakanya. Dari sini banyak orang memahami semua yang kita sandang bersifat permanent dan sudah terberikan (given) sehingga malas berusaha dan terjerumus kepada pemahaman jabariyah dan fatalistik, lalu harus bagaimana cara memahaminya??? Untuk tiga hal memang tidak bisa ditolak karena yang tiga yaitu umur, rizki, amal tidak bisa kita merubahnya, tetapi ketentuan Allah yang bahagia dan celaka, masih bisa di anulir sesuai dengan kapasitas kemampuan yang kita lakukan untuk merubahnya. Disamping itu, takdir adalah kuasa tuhan, semua tertulis didalam genggamannya, makanya jangan ditebak tebak, apalagi berdalih seperti orang yang sudah tahu jelas dengan rencana takdir tuhan, setelah bermaksiat dengan enteng mengatakan, ini semua adalah takdir tuhan sedangkan kita sendiri menebak apa yang direncanakan seekor ayam saja tidak bisa, terlebih lagi menebak apa yang di kehendak oleh Allah.

Sebaiknya manusia tidak banyak memperdebatkan apa yang ditakdirkan oleh Allah tetapi kita aharus berusaha sebisa mungkin untuk berbaik sangka kepada Allah, dan melakukan semua usaha dengan gigih sesuai rel kebenaran yang dituangkan di dalam Al Qur’an dan Hadits Nabi saw. Termasuk masalah umur, karena kematian hanya sebuah sebab dari kematian tersebut. Seperti bunyi QS. AR RA’AD (13): 11

Artinya: Untuk setiap (orang tersebut) ada (malaikat) berturut-turut, sebelum dan belakangnya: Mereka menjaganya atas perintah Allah.Sesungguhnya Allah tidak akan merubah kondisi suatu kaum sampai mereka mengubahnya sendiri (dengan jiwa mereka sendiri). Tapi ketika (sekali) Allah menghendaki hukuman rakyat, tidak ada diaktifkan kembali, dan tidak akan mereka temukan, selain-Nya, apapun untuk melindungi.

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa tidak ada yang lebih baik kecuali berfikir dan berusaha keras untuk menyambut kebaikan dan gajian yang telah di janjikan oleh Allah, karena janji Allah bersifat pasti dan tidak akan dikhianati. Persoalan takdir dan pemahaman seseorang tentangnya selalu berbading lurus dengan kemampuan dan latar belakang keilmuan yang dimilikinya,

semakin tinggi keilmuan yang dimilikinya maka semakin tepat dalam memahaminya dan meyakininya. Karna waktu yang terbatas saya akhiri saja pertemuan kita kali ini, bila ada kata-kata ku yang salah dan kurang berkenan saya mohon maaf. Wabillahi taufik walhidayah assalamualaikum warohmatullohi wabarokatu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->