Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan

STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN

BAB 1 PENDAHULUAN

Setiap satuan pendidikan harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai demi kelancaran proses kegiatan belajar mengajar. Sarana adalah perlengkapan yang diperlukan untuk menyelenggarakan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah. Sedangkan prasarana adalah fasilitas dasar yang diperlukan untuk menjalankan fungsi-fungsi satuan pendidikan. Untuk memeratakan sarana dan prasarana setiap satuan pendidikan, pemerintah membuat peraturan sebagai kriteria minimal yang harus dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan. Adapun peraturan tersebut terdapat dalam peratutan menteri pendidikan nasional republik Indonesia nomor 24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Dalam peraturan ini disebutkan standar satuan pendidikan, lahan, bangunan gedung, ruang kelas, ruang perpustakaan, laboratorium bahasa, laboratorium fisika, laboratorium biologi, laboratorium kimia, laboratorium komputer, ruang pimpinan, ruang guru, tempat beribadah, ruang UKS, jamban, gudang, ruang sirkulasi, tempat bermain/berolahraga, ruang tata usaha, ruang organisasi kesiswaan.

Lahan terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa. dan pencemaran udara. Satu SD/MI dengan enam rombongan belajar disediakan untuk 2000 penduduk. atau disediakan SD/MI baru. Lahan terhindar dari gangguan-gangguan berikut pencemaran air. 3.  Lahan Luas lahan yang dimaksud adalah luas lahan yang dapat digunakan secara efektif untuk membangun prasarana sekolah atau madrasah berupa bangunan dan tempat bermain atau berolahraga. Pada wilayah berpenduduk lebih dari 2000 dapat dilakukan penambahan sarana dan prasarana untuk melayani tambahan rombongan belajar di SD/MI yang telah ada. kebisingan. serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. 4.BAB II PEMBAHASAN A. dan mendapat . atau satu desa/kelurahan. 2. Lahan sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten atau Kota atau rencana lain yang lebih rinci dan mengikat. Pada satu kelompok permukiman permanen dan terpencil dengan banyak penduduk lebih dari 1000 jiwa terdapat satu SD/MI dalam jarak tempuh bagi peserta didik yang berjalan kaki maksimum 3 km melalui lintasan yang tidak membahayakan. Satu SD/MI memiliki sarana dan prasarana yang dapat melayani minimum 6 rombongan belajar dan maksimum 24 rombongan belajar. STANDAR SARANA DAN PRASARANA MADRASAH IBTIDAIYAH  Satuan Pendidikan 1.

5. Lahan memiliki status hak atas tanah. Bangunan memenuhi persyaratan keselamatan. STANDAR SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs) Satuan Pendidikan Satu SMP/MTs memiliki minimum 3 rombongan belajar dan maksimum 24 rombongan belajar. Bangunan dilengkapi izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ruang guru. ruang perpustakaan. Bangunan dilengkapi sistem keamanan. Kualitas bangunan minimum permanen kelas B.izin pemanfaatan tanah dari Pemerintah daerah setempat. ruang UKS.  a. ruang sirkulasi. Bangunan bertingkat memenuhi persyaratan. 6. Bangunan sekolah/madrasah baru dapat bertahan minimum 20 tahun. 8.  Ketentuan Prasarana Sebuah SD/MI sekurang-kurangnya memiliki prasarana di antaranya: ruang kelas. B. sesuai dengan PP No. Bangunan menyediakan fasilitas dan aksesibilitas yang mudah. dan diawasi secara profesional. . Bangunan memenuhi persyaratan kenyamanan. gudang. dan mengacu pada Standar PU. 2. tempat beribadah. 7. 4. ruang pimpinan. dan nyaman termasuk bagi penyandang cacat. dan tempat bermain/berolahraga. aman.  Bangunan 1. Pembangunan gedung atau ruang baru harus dirancang. dan/atau memiliki izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk jangka waktu minimum 20 tahun. Bangunan memenuhi ketentuan tata bangunan yang telah ditetapkan. laboratorium IPA. Bangunan memenuhi persyaratan kesehatan. jamban. 10. 12. 11. Bangunan dilengkapi instalasi listrik dengan daya minimum 900 watt. 3. dilaksanakan. 19 Tahun 2005 Pasal 45. 9.

dan bila rombongan belajar lebih dari 24 dilakukan pembangunan SMP/MTs baru. g. Lahan terhindar dari gangguan-gangguan berikut seperti pencemaran air. dan meiliki status hak atas tanah.  a. b. tidak berada di dalam garis sepadan sungai dan jalur kereta api. kebisingan. Untuk satuan pendidikan yang memiliki rombongan belajar dengan banyak peserta didik kurang dari kapasitas maksimum kelas. Bangunan gedung memenuhi ketentuan tata bangunan yang terdiri dari koefisien dasar bangunanmaksimum 30%.  1. serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. d. lahan yang digunakan mendapatkan izin. c. 2. f. Untuk satuan pendidikan yang memiliki rombongan belajar dengan banyak peserta didik kurang dari kapasitas maksimum kelas. Satu kelompok permukiman permanen dan terpencil dengan banyak penduduk lebih dari 1000 jiwa dilayani oleh satu SMP/MTs dalam jarak tempuh bagi peserta didik yang berjalan kaki maksimum 6km melalui lintasan yang tidak membahayakan. pencemaran udara. Untuk pelayanaan penduduk lebih dari 2000 jiwa dilakukan penambahan rombongan belajar di sekolah yang telah ada. koefisien lantai bangunan dan ketinggian maksimum bangunan . h. luas lahan yang dimaksud pada angka 1 dan 2 di atas adalah luas lahan yang dapat digunakan secara efektif untuk membangun prasarana sekolah berupa banguanan gedung dan tempat bermain/berolahraga. Kemiringan lahan rata-rata kurang dari 15%. Bangunan Gedung bangunan gedung untuk satuan pendidikan SMP/Mts memenuhi kebutuhan rasio minimum luas lantai terhadap peserta didik. c. Satu SMP/MTs dengan tiga rombongan belajar melayani maksimum2000 jiwa.b. Satu kecamatan dilayani oleh minimum satu SMP/MTs yang dapat menampung semua lulusan SD/MI di kecamatan tersebut. e. Lahan Lahan untuk satuan pendidikan SMP/MTs memenuhi ketentuan rasio minimum luas lahan terhadap peserta didik. Lahan terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa.

ruang perpustakaan. dilakukan minimum sekali dalam 5 tahun. f. e. dilakukan minimum sekali dalam 20 tahun. m. Bangunan gedung dilengkapi intalasi listrik dengan daya minimum 1300 watt Pembangunan gedung atau ruang baru harus dirancang. ruang organisasi kesiswaan. Kelengkapan Sarana dan Prasarana Sebuah SMP/MTs sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut. ruang konseling. dan jarak antar jalan dan pagar halaman yang ditetapkan dalam Peraturan Deaerah. sesuai dengan PP No. perbaikan sebagian daun jendela/pintu. Bangunan gedung memenuhi persyaratan keselamatan . Bangunan gedung sekolah baru dapat bertahan minimum 20 tahun. ruang laboratorium IPA. STANDAR SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH (SMA/MA). o.  Bangunan gedung dilengkapi izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan sesuai dengan ketentuan peratuaran perundang-undangan yang berlaku. Bangunan gedung memenuhi persyaratan kenyamanan. aman. j. dan mengacu pada standar PU. gudang. C. jamban. Bangunan gedung bertingkat memiliki persyaratan. Kualitas bangunan gedung minimum permanen kelas BD. ruang guru. i. Bangunan dipenuhi system keamanan. ruang pimpinan. meliputi pengecatan ulang. jalan kereta api. tepi pantai. ruang UKS.19 Tahun 2005 Pasal 45. d. tepi sungai. ruang kelas. tempat beribadah. dan di awasi secara professional. penutup atap plafon. kusen dan semua penutup atap. Bangunan gedung memenuhi persyaratan kesehatan Bangunan gedung menyediakan fasilitas dan aksesibilitas yang mudah. tempat bermain/berolahraga. penggantian rangka atap. h. rangka plafon.gedung yang ditetapkan dalam peraturan daerah. dan jaringan tegangan tinggi. ruang sirkulasi. dan nyaman termasuk bagi penyandang cacat. penutup lantai. rangka kayu. k. ruang tata usaha. l. jarak bebas bangunan gedung yang meliputi garis sepadan bangunan gedung dengan jalan.  Satuan Pendidikan . Pemeliharaan bangunan gedung sekolah Pemeliharaan ringan. jarak antar bangunan gedung dengan batas-batas p[ensile. g. dilaksanakan. instalasi air dan listrik. n.

1.  Lahan 1. 3. Lahan untuk satuan pendidikan SMA/MA memenuhi ketentuan rasio minimum luas lahan terhadap peserta didik. pintu keluar darurat. dan pencemaran udara. 2. dan jalur evakuasi jika terjadi bencana kebakaran atau bencana lainnya. seperti memiliki struktur yang stabil dan kukuh sampai dengan kondisi pembebanan maksimum dalam mendukung beban muatan hidup dan beban muatan mati. 2. Untuk pelayanan penduduk lebih dari 6000 jiwa dapat dilakukan penambahan rombongan belajar di sekolah yang telah ada atau pembangunan SMA/MA baru. Satu SMA/MA dengan tiga rombongan belajar melayani maksimum 6000 jiwa. lahan juga memenuhi ketentuan luas minimum. Lahan memiliki status hak atas tanah. 5. Lahan terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa. 6. 5. 4. Untuk satuan pendidikan yang memiliki rombongan belajar dengan banyak peserta didik kurang dari kapasitas maksimum kelas. seperti mempunyai fasilitas secukupnya untuk ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai. Bangunan gedung memenuhi persyaratan keselamatan. Bangunan gedung memenuhi persyaratan kesehatan. Bangunan Gedung Bangunan gedung untuk satuan pendidikan SMA/MA memenuhi ketentuan rasio minimum luas lantai terhadap peserta didik. serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. dan/atau memiliki izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk jangka waktu minimum 20 tahun  1. 3. lantai bangunan juga memenuhi ketentuan luas minimum. Satu SMA/MA memiliki minimum 3 rombongan belajar dan maksimum 27 rombongan belajar. 2. Lahan terhindar dari gangguan-gangguan seperti pencemaran air. Bangunan gedung dilengkapi instalasi listrik dengan daya minimum 1300watt. . Untuk satuan pendidikan yang memiliki rombongan belajar dengan banyak peserta didik kurang dari kapasitas maksimum kelas. Bangunan gedung dilengkapi sistem keamanan. seperti peringatan bahaya bagi pengguna. 4. kebisingan.

laboraturium bahasa. dan diawasi secara professional. b. tempat bermain/berolahraga. Ruang Laboratorium Fisika Luas minimum 48 m2 termasuk ruang penyimpanan dan persiapan. laboraturium biologi. laboraturium komputer. neraca. Dilengkapi jendela dan letak perpustakaan mudah dicapai. atau praktek dengan alat khusus yang mudah dihadirkan. perpustakaan. laboraturium kimia.7. ruang guru. ruang pimpinan. Ruang perpustakaan Luas minimum sama dengan luas satu ruang kelas. Banyaknya minimum ruang kelas sama dengan banyak rombongan belajar dengan kapasitas 32 peserta didik. gudang. laboraturium fisika. ruang konseling. ruang organisasi kesiswaan. Kelengkapan Prasarana dan Sarana Sebuah SMA/MA sekurang-kurangnya memiliki prasarana seperti: ruang kelas. Pembangunan gedung atau ruang baru harus dirancang. Memiliki pencahayaan yang cukup untuk membaca buku dan mengamati objek penelitian. Ketentuan mengenai ruang-ruang terebut beserta sarana yang ada disetiap ruang diatur dalam standar tiap ruang sebagai berikut: a. 8. ruang tata usaha. Ruang laboratorium biologi Rasio minimum ruang laboratoriium biologi 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. meja demonstrasi.  Bangunan gedung sekolah baru dapat bertahan minimum 20 tahun. praktek yang tidak memerlukan peralatan khusus. tempat beribadah. dan. Ruang kelas Adalah tempat kegiatan pembelajaran teori. e. dilaksanakan. Luas minimum 30 m 2 dengan lebar 5 m. Ruang Laboratorium Kimia . Memiliki pencahayaan yang memadai. jamban. Lebarnya 5 m. Memiliki fasilitasyang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan. dynamometer. ruang sirkulasi. d. ruang UKS. dan lain-lain. c. Dilengkapi sarana yang diperlukan dalan kegiatan praktek seperti meja kerja.

m. kursi. Dilengkapi sarana yang diperlukan dalan kegiatan praktek seperti gelas ukur. k. dan lain-lain. Dilengkapi dengan sarana yang menunjang kegiatan konseling. orang tua murid. dan lain-lain. Dilengkapi sarana seperti computer. Luas ruangan minimum 30 m2 untuk satu rombongan belajar yang terdiri dari 15 orang dan memiliki lebar 5 m. Ruang Laboratorium Bahasa Berfungsi sebagai tempat mengembangkan keterampilan berbahasa. dan lain-lain. Ruang Konseling Luas minimum 9 m2. dan lain-lain. l. tamu. papan tulis. Memiliki fasilitasyang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan. khusus untuk sekolah yang mempunyai jurusan Bahasa. f. meja. Ruang Guru Berfungsi sebagai tempat guru bekerja dan istirahat serta menerima tamu. baik peserta didik maupun tamu lainnya. atau tamu lainnya. jam dinding. Ruang UKS . printer. h. Ruangannya dapat memberikan kenyamanan suasana dan menjamin privasi peserta didik. Lebarnya 5 m. i. g. Tempatnya mudah dicapai dari halaman sekolah. mudah diakses oleh guru. Dilengkapi dengan sarana seperti perangkat multimedia. Ruang Pimpinan Berfungsi sebagai tempat melakukan kegiatan pengelolaan sekolah. Ruang Tata Usaha Berfungsi sebagai tempat kerja petugas untuk mengerjakan administrasi sekolah. lemari. tabung reaksi. scanner. Luas minimum 12 m2 dengan lebar 3 m. titik akses internet. dan dapat dikunci dengan baik. Tempat Beribadah Luas minimum 12 m2 dan dilengkapi dengan sarana seperti perlengkapan ibadah. serta dekat dengan ruang pimpinan. j. pertemuan dengan guru.Luas minimum 48 m2 termasuk ruang penyimpanan dan persiapan. pipet tetes. Ruang Laboratorium Komputer Rasio minimum luas ruangan laboratorium 30 m2 dengan lebar 5 m.

dengan luas 1 unit jamban 2 m 2. dan tinggi minimum 2. Diengkapi sarana seperti meja. Memilki luas minimum 12 m2. Tersedia air bersih untuk setiap unit jamban. Ruang Organisasi Kesiswaan Berfungsi sebagai tempat melakukan kegiatan kesekretariatan pengelolaan organisasi kesiswaan. o. timbangan badan dan lain-lain. Luas minimum 21 m2.Berfungsi sebagai tempat untuk penanganan dini peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan di sekolah. thermometer. n. dilengkapi pagar pengaman dengan tinggi 90—110 cm r. dan 1 unit jamban untuk guru. p. arsip sekolah. Jamban Minimum terdapat 1 unit jamban untuk setiap 40 peserta didik pria. Tempatnya tidak mengganggu proses pembelajaran dan tidak dijadikan tempat parker. Di dalam luas tersebut terdapatruang bebas untuk berolahraga berukuran 30 m x 20 m. lemari. Gudang Berfungsi sebagi tempat menyimpan peralatan pembelajaran di luar kelas. dan peralatan yang belum berfungsi . papan tulis. Luas minimum 30% dari luas total sluruh ruang pada bangunan.8 m. 1 unit jamban untuk setiap 30 peserta didik wanita. . Tempat Bermain/Berolahraga Luas minimum 1000 m2. 15. kursi. q.5 m. dan lain-lain. Dilengkapi sarana seperti tempat tidur. Ruang Sirkulasi Berfungsi tempat penghubung antar ruang dalam bangunan sekolah dan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan interaksi sosial peserta didik di luar jam sekolah. lebar minimum 1. Luas minimum 9 m2.

Jika sarana dan prasarana memenuhi kriteria minimum tertata dengan rapi maka akan turut berpengaruh juga dalam keberhasilan sekolah tersebut. . Dengan syarat jika setiap satuan pendidikan mematuhi peraturan ini.BAB III PENUTUP Simpulan Peraturan pemerintah mengenai kriteria minimum standar sarana dan prasarana menjadi acuan bagi setiap lembaga dalam membangun satuan pendidikan. Dengan adanya kriteia minimum tersebut dapat meningkatakan mutu pendidikan di Indonesia.

html www.blogspot.pdf sumber: http://titaoktiva.com/2011/11/standar-sarana-dan-prasarana-pendidikan. 2010.DAFTAR PUSTAKA Rozak. Abdul dkk.puskur.blogspot.com/2009/12/standar-sarana-dan-prasarana-sekolah.html . Jakarta: FITK Press http//lyndha-permatasari.net/download/uu/90Permen_24_2007_stdr-sarpras. Standar Sarana dan Prasarana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful