ROSNI DARWIS 0907101050018 B-02

DESAIN PENELITIAN EKSPERIMEN

PENDAHULUAN Jenis penelitian lain yang juga sering dilakukan oleh seorang peneliti di bidang pendidikan adalah penelitian eksperimen. Dalam penelitian eksperimen, variabel -variabel yang ada termasuk variabel bebas atau independent variabel dan variabel terikat (dependent variabel), sudah ditentukan secara tegas oleh para peneliti sejak awal penelitian. Variabel bebas biasanya merupakan variabel yang dimanipulasi secara sistematis. Di bidang pendidikan, yang diidentifikasi sebagai variabel bebas diantaranya termasuk: metode mengajar, macam-macam penguatan (reinforcement), frekuensi penguatan, sarana prasarana pendidikan, lingkungan belajar, materi belajar, jumlah kelompok belajar, dan sebagainya. Sedangkan variabel terikat yang sering juga disebut sebagai criterion variabel merupakan variabel yang diukur sebagai akibat adanya manipulasi pada variabel bebas. Variabel terikat ini disebut dependent variabel karena memang fungsi mereka tergantung dari variabel bebas. Yang sering dikelompokkan sebagai variabel terikat di bidang pendidikan, misalnya hasil belajar siswa, kesiapan belajar siswa, kemandirian siswa, dan sebagainya. Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang paling produktif, karena jika penelitian tersebut dilakukan dengan baik dapat menjawab hipotesis yang utamanya berkaitan dengan hubungan sebab akibat. Disamping itu, penelitian eksperimen juga merupakan salah satu bentuk penelitian yang memerlukan syarat yang relative lebih ketat jika dibandingkan dengan jenis penelitian lainnya. Hal ini karena sesuai dengan maksud para peneliti yang menginginkan adanya kepastian untuk memperoleh informasi tentang variabel yang mana yang menyebabkan sesuatu terjadi dan variabel yang memperoleh akibat dari terjadinya perubahan dalam suatu kondisi eksperimen. Jadi, dengan kata lain, suatu penelitian eksperimen pada prinsipnya dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat (causal-effect relationship). Contoh hubungan sebab akibat dibidang pendidikan misalnya, seorang mahasiswa yang mempunyai nilai matematika tinggi cenderung berhasil dalam menyelesaikan mata kuliah merencana mesin. Penelitian eksperimen pada umumnya dilakukan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan sesuatu jika dilakukan pada kondisi yang dikontrol dengan teliti, maka apa yang akan terjadi?. Disamping itu, penelitian eksperimen dilakukan oleh peneliti dengan tujuan mengatur situasi dimana pengaruh beberapa variabel terhadap satu atau variabel terikat dapat diidentifikasi.

. Sedangkan penelitian di luar laboratorium yang juga disebut penelitian lapangan. 2. Sejalan dengan subyek yang diteliti adalah anak atau seorang manusia. penelitian eksperimen dapat dibedakan menjadi dua macam bentuk.Konsep metode eksperimen dimulai dengan pengertian yang sederhana misalnya tentang pertanyaan yang berkaitan dengan bagaimanakah hubungan satu atau lebih variabel dalam suatu kondisi tertentu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. kegiatan praktek di bengkel. Variabel eksperimen dapat lebih kuat di lapangan dibandingkan penelitian di laboratorium. yaitu penelitian di dalam laboratorium dan penelitian di luar laboratorium. Di bidang pendidikan. dan tingkat intelegensi mahasiswa (tinggi. 4. membuat desain penelitian. seorang peneliti pada umumnya akan mengembangkan satu atau lebih hipotesis yang menyatakan hubungan yang diharapkan. penelitian dasar (fundamental research) dengan tujuan menurunkan prinsip-prinsip umum teoritis ke dalam ilmu terapan yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh para penyelenggara sekolah. kemudian pada akhir penelitian diukur hasil pencapaian belajar dengan tes hasil belajar. biasanya dilakukan oleh peneliti guna mendapatkan hasil penelitian yang mendekati dengan lingkungan nyata. Dapat dilakukan proses eksperimen dengan setting yang mendekati keadaan sebenarnya. untuk mendapatkan pengaruh antara dua metode mengajar pada mata kuliah metodologi penelitian sebagai fungsi besarnya jumlah siswa dalam kelas (besar dan kecil). eksperimen di laboratorium juga memililki keunggulan yang utama adalah bahwa penelitian eksperimen di laboratorium lebih cocok untuk problem yang berkaitan dengan misi pengembangan ilmu pengetahuan. misalnya masyarakat. termasuk ilmu pendidikan. 3. dilaksanakan peneliti di dalam ruangan tertutup atau dalam kondisi tertentu untuk meningatkan intensitas yang lebih teliti terhadap variabel yang diteliti. atau pertemuan sekolah lainnya diambil secara alami. metode pengajaran yang lebih tepat di-setting secara alami dan dikomparasikan di dalam keadaan yang tidak bias. Lebih mudah dalam memberikan perlakuan. Penelitian di laboratorium. karena mempunyai beberapa keunggulan seperti: 1. Hasil eksperimen lebih actual dengan permasalahan yang dihadapi oleh para pendidik Walaupun demikian. rata dan rendah). mencari dan mengorganisasi data untuk kemudian menganalisis dan akhirnya memperoleh jawaban hipotesis di atas. ada dua alasan mengapa penelitian eksperimen cocok dilakukan. Sebagai contoh misalnya. Pertama. sekolah. Kedua. Dalam penelitian eksperimen lapangan pada umumnya dapat berupa kegiatan kelas. Di bidang pendidikan. di bidang pendidikan dari kedua macam bentuk penelitian eksperimen tersebut penelitian di luar laboratorium adalah bentuk penelitian eksperimen tersebut penelitian di luar laboratorium adalah bentuk penelitian yang paling banyak di lakukan.

menurut (Ary. seorang peneliti tidak mungkin dapat melakukan evaluasi dengan melakukan pengukuran secara cermat terhadap variabel terikat. Perbedaan kondisi ruang tersebut direncanakan sebagai penentu awal agar mereka memperoleh hasil yang mungkin berbeda diantara kedua grup. Mengontrol merupakan usaha peneliti untuk memindahkan pengaruh variabel lain pada variabel terikat yang mungkin mempengruhi penampilan variabel tersebut. Perbedaan yang muncul tersebut diperhitungkan sebagai akibat adanya manipulasi variabel terhadap dua kelompok. Ketiga karakteristik tersebut secara singkat diuraikan seperti pada subbab berikut ini Memanipulasi Karakteristik pertama yang selalu ada dalam penelitian eksperimen adalah adanya tindakan manipulasi variabel yang secara terencana dilakukan oleh si peneliti.PEMBAHASAN Karakteristik Penelitian Eksperimen Penelitian eksperimen pada umumnya. dua kelompok yaitu treatment dan kelompok kontrol diberikan suhu ruangan yang bertingkat. Yang dimaksud dengan manipulasi yaitu tindakan atau perlakuan yang dilakukan oleh seorang peneliti atas dasar pertimbangan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka guna memperoleh perbedaan efek dalam variabel terikat. Kegiatan mengontrol suatu variabel atau subjek dalam penelitian eksperimen memiliki peranan penting. 1985). Variabel lain yang mungkin berpengaruh dikontrol agar tetap konstan. 1982) adalah seperti berikut. misalnya peneliti mengambil bentuk sifat dimana peneliti melaksanakan sesuatu sebagai penentu awal dengan kondisi yang bervariasi pada subjek yang diteliti. manipulasi variabel. Misalnya dalam suatu proses penelitian laboratorium. Mengenai apa yang dimaksud kontrol (Gay. karena tanpa melakukan kontrol secara sistematis. Efek atau pengaruh manipulasi variabel bebas dan variabel terikat diamati secara langsung oleh peneliti. Pada penelitian pendidikan dan penelitian tingkah laku. Untuk mengatasi hal tersebut maka proses eksperimen harus dipisahkan dengan variabel luar (ekstraneous variabel s) yang tidak diperlukan tetapi memiliki potensi yang . Memanipulasi variabel ini tidak mepunyai arti yang negatif seperti yang terjadi di luar konteks penelitian. Control is an effort on the part of researcher to remove the influence of any variabel other than the independent variabel that ought affect perfomance on a dependent variabel . yaitu dingin sedang dan panas. mempunyai tiga karakteristik penting yaitu: 1) 2) 3) Variabel bebas yang dimanipulasi. Mengontrol variabel Karakteristik kedua yang selalu ada dalam penelitian eksperimen yaitu adanya kontrol yang secara sengaja dilkukan oleh peneliti terhadap variabel atau ubahan yang ada.

Membuat rencana penelitian yang di dalamnya mencakup kegiatan: Mengidentifikasi variabel luar yang tidak diperlukan. perbedaan tersebut disebabkan oleh perubahan treatmen yang dilakukan oleh peneliti pada variabel bebas. menentukan definisi operasional dan variabel. Yang secara eksplisit dapat dilihat sebagai berikut. Melakukan observasi Karakteristik ketiga dalam suatu penelitian eksperimen adalah adanya tindakan observasi yang dilakukan oleh peneliti selama proses eksperimen berlangsung. Dalam penelitian eksperimen. Tindakan observasi dilakukan peneliti pada umumnya mempunyai tujuan agar dapat mengamati dan mencatat fenomena yang muncul dalam variabel terikat sebagai akibat dari adanya kontrol dan manipulasi variabel. Tujuan melakukan observasi adalah untuk melihat dan mencatat fenomen apa yang muncul yang memungknkan terjadinya perbedaan diantara kedua kelompok. Dengan dilakukannya pemisahan variabel luar dengan variabel yang diperlukan tersebut.mungkin dapat mempengaruhi hasil pengukuran pada variabel terikat. Proses Penelitian Eksperimen Langkah penelitian eksperimen pada prinsipnya sama dengan jenis penelitian lainnya. memilih sampel yang mewakili dan memilih (assign) sejumlah subjek penelitian. sehingga peneliti yakin bahwa apabila terjadi perbedaan pada variabel terikat di antara grup kontrol dan grup treatmen. Memilih desain riset yang tepatl. Mereka biasanya juga mengamati grup lain yang memperoleh perlakuan khusus. Menentukan populasi. Menentukan cara untuk mengontrol mereka. tetapi memungkinkan terjadinya kontaminasi proses eksperimen. 1) Melakukan kajian secara induktif yang berkaitan erat dengan permasalahan yang hendak dipecahkan. memformulasikan hipotesis penelitian. Dalam proses eksperimen yang biasanya menerima akibat terjadinya perubahan secara sistematis dalam variabel bebas. Dalam pelaksanaan penelitian eksperimen. Mengidentifikasi permasalahan. sedangkan grup kontrol diberikan treatment seperti keadaan biasanya. Selama proses penelitian berlangsung. Atau dengan kata lain. kemudian mereka melakukan analisis perbedaan antara keduanya-grup eksperimen dan grup kontrol. peneliti melakukan observasi terhadap kedua kelompok tersebut. Membagi subjek ke dalam kelompok kontrol 2) 3) 4) . Melakukan studi literatur dari beberapa sumber yang relevan. seorang peneliti jarang hanya melakukan pengamatan pada grup kontrol. Yang membedakan dari kedua kelompok ialah bahwa grup eksperimen diberi treatment atau perlakuan tertentu. kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebaiknya diatur secara intensif sehingga kedua variabel mempunyai karakteristik sama atau mendekati sama.

Melakukan analisis data. . Memformulasikan kesimpulan c) d) e) f) g) Dalam penelitian eksperimen peneliti diharuskan menyusun variabel-variabel minimal satu hipotesis yang menyatakan harapan hubungan sebab akibat di antara variabel-variabel yang terjadi. Desain Penelitian Eksperimen Secara definisi. dan Mengidentifikasi prosedur pengupulan data. analisis data dan mengetes hipotesis untuk mendapatkan hasil penelitian. Melakukan analisis data dengan teknik statistika yang relevan. dan sebagainya. Arti desain penelitian secara luas ini didukung oleh pendapat dari beberapa ahli (babbie. 1983). Dalam hal ini komponen desain dapat mencakup semua struktur penelitian yang diawali sejak menemukan ide. yaitu secara luas dan sempit. merumuskan. menentukan metode yang digunakan. Pembuatan atau pengembangan instrumen. Lebih jauh (Babbie. desain penelitian mempunyai dua macam pengertian. Secara luas. 5) 6) 7) Melakukan eksperimen Mengumpulkan data kasar dari proses eksperimen Mengorganisasi dan mendeskripsikan data sesuai dengan variabel yang telah ditentukan. Membuat instrumen yang sesuai. menentukan tujuan penelitian. 1983) dan (Nazir. dan menentukan hipotesis. kemudian merencanakan proses penelitian.maupun kelompok eksperimen. 1988). 1982:201) dalam penelitian eksperimen menekankan perlu adanya langkah-langkah yang penting seperti berikut a) b) Adanya permasalahan yang signifikan untuk diteliti. memvalidasi instrumen dan melakukan pilot study agar memperoleh instrumen yang memenuhi persyaratan untuk mengambil data yang diperlukan. desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksaan penelitian. 8) Pada kondisi yang sama (Gay. yang di dalamnya mencakup perencanaan permasalahan. mencari sumber informasi dan melakukan kajian dari berbagai pustaka. menentukan tujuan. tentang desain penelitian yang mengatakan bahwa research design addresses the planning of scientific inquires. Pemilihan desain penelitian. Pemilihan subjek yang cukup untuk dibagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. (Gay. Eksekusi prosedur. 1983).

1966). sehingga dengan adanya desain yang baik peneliti maupun orang lain yang berkepentingan mempunyai gambaran tentang bagaimana keterkaitan antara variabel yang ada dalam konteks penelitian dan apa yang hendak dilakukan oleh seorang peneliti dalam melaksanakan penelitian. Praeksperimen Keterangan: Pada desain 1 ini tidak ada grup kontrol. dan sampai akhirnya pada pembuatan laporan penelitian. yaitu praeksperimen. tehnik sampling. Variabel yang terikat dalam permasalahan. Contoh aplikasi nyata perlunya desain penelitian (Campbel dan Stanley. pengumpulan data. Atau dengan kata lain. di anntaranya yaitu menghubungkan pada konteks dan permasalahan. dan analisis data. administrasi data. Pretes Y1 Variabel Terikat X Postes Y2 Desain 2. mengenai model desain penelitian yang jumlahnya 12 model dan terbagi dalam tiga kelompok besar. Desain penelitian yang dibuat secara cermat akan memberikan gambaran yang lebih jelas pada kaitannya dengan penyusunan hipotesis dengan tindakan yang akan diambil dalam proses penelitian selanjutnya. Perbandingan Grup statis Keterangan: Grup Eksperimen Kontrol X = ada treatment Variabel Terikat X Postes Y2 Y2 . PRAEKSPERIMEN Desain 1. Desain penelitian secara sempit dapat diartikan sebagai penggambaran secara jelas tentang hubungan antarvariabel. Desain pertama adalah model praeksperimen.Seorang peneliti memang perlu mempertimbangkan sejakl munculnya rasa ketertarikan mereka terhadap masalah yang muncul dalam suatu objek atau subjek di sekitarny. kemudian diteruskan pemikiran lebih jauh guna menangkap dan merangkaikan ide dan teori yang mendasari dari interes peneliti terhadap sesuatu yang ingin diteliti. pemikiran dari yang masih sifatnya abstrak ini dilanjutkan sampai pada langkah yang lebih nyata atau operasional. bentuk model ini masih berpendapat bahwa desain tidak perlu karena dengan pemahaman sepintas. dan eksperimen semu (quasi experiment). eksperimen. parea peneliti dapat mengetahui tindakan apa yang hendak dilakukan dan implikasi apa yang perlu untuk mendapatkan data yang diperlukan di lapangan. pemilihan metode.

Subjek Random Desain Pretes-Postes Grup (Randomized Subjects. Postes Hanya Grup Kontrol dengan random Subjek (Randomized Subjects Posttest Only Control Group Design) Grup Eksperimen Kontrol Variabel Terikat X Postes Y2 Y2 (R) (R) Desain 4. EKSPERIMEN Desain 3. Memasangkan Subjek Hanya Postes Secara Random (Randomized Matched Subjects Posttest Only) Grup Eksperimen Kontrol Variabel Terikat X Postes Y2 Y2 (Mr) Desain 5.= tidak menerima treatment Pada desain praeksperimen ini kebberadaan grup tidak dipilih secara random. Desain Tiga Grup Salamon (Salamon Three Group Design) Grup Eksperimen Kontrol 1 Kontrol 2 Pretes Y1 Y1 _ Variabel Terikat X X Postes Y2 Y2 Y2 (R) (R) (R) Desain 7. Desain Empat Group Salamon (Salamon Four Group Design) Grup Eksperimen Pretes Y1 Variabel Terikat X Postes Y2 (R) . Pretes-Posttest Control Group Design) Grup Eksperimen Kontrol Pretes Y1 Y1 Variabel Terikat X Postes Y2 Y2 (R) (R) Desain 6..

(R) (R) (R) Kontrol 1 Kontrol 2 Kontrol 3 Y1 _ - X - Y2 Y2 Y2 Desain 8. Pretes-Postes Grup Kontrol Tidak Secara Random (Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest design) Grup Eksperimen Kontrol Pretes Y1 Y1 Variabel Terikat X Postes Y2 Y2 Desain 10. Pengaruh Imbangan (Counter Balanced Design) Pengulangan 1 2 3 4 Treatment Eksperiment X1 X2 Grup A B Grup C Grup B Grup D Rerata kolom 1 A D C Rerata kolom 2 X3 C D A B Rerata kolom 3 X4 D B C A Rerata kolom 4 . Faktorial Sederhana (Simple Factorial Design) Variabel Atribut Level 1 Level 2 Variabel Eksperimen (X1) Treatment A Treatment B Cell 1 Cell 3 Cell 2 Cell 4 EKSPERIMEN SEMU Desain 9.

Desain faktorial merupakan suatu tindakan terhadap satu variabel atau lebih yang dimanipulasi secara simultan agar dapat mempelajari pengaruh setiap variabel terhadap variabel terikat atau pengaruh yang diakibatkan adanya interaksi antara beberapa variabel.Desain 11. . Tipe ini pada umumnya dilakukan karena peneliti tertarik pada pengaruh satu variabel bebas terhadap variabel terikat secara terpisah. ilmu pengetahuan alam. Konsep variabel tunggal ini banyak terjadi di penelitian laboratorium. Untuk mengatasi pengaruh variabel yang saling terkait dan memecahkan permasalahan dalam penelitian eksperimen. Hal ini terjadi. seorang peneliti umumnya memerlukan adanya pembahasan tentang apa yang dimaksud dengan desain factorial. Satu Grup Time seri (One Group Time Seri Design) Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Desain 12. karena si peneliti tertarik terhadap pengaruh beberapa variabel bebas dan mengharapkan dapat menilai pengaruh variabel tersebut baik secar terpisah maupun secara bersama. menunjukkan bahwa karena masih menggunakan konsep variabel tunggal. sosial dan ekonomi). desain faktorial dapat digunakan secara tepat. konsep variabel tunggal pada umumnya kurang tepat jika diterapkan dalam penelitian sebenarnya. karena kebanyakan pengaruh variabel terjadi saling terkait dengan variabel lainnya. Tetapi bila lebih lanjut kita melihat pada desain penelitian eksperimen atau eksperimen semu. semua variabel bebas dimanipulasi secara eksperimental. satu dari variabel bebas dimanipulasi secara eksperimental dengan variabel terikat. Desain faktorial dapat dibedakan menjadi dua tipe. juga interaksi yang dapat terjadi dari beberapa variabel terikat maupun variabel bebas dalam suatu proses penelitian.. seorang peneliti pada umumnya masih merasa mudah dan mengerti apa yang hendak dilakukan dan tindakan apa yang perlu diantisipasi untuk mengambil data yang diperlukan di lapangan. yang secara pasti diuraikan sebagai berikut. Desain factorial pada prinsipnya termasuk bagian dari desain penelitian. Grup Kontrol Time Series (Control Group Time Series Design) Grup Eksperimen Kontrol Y1 Y2 Y3 Y4 X Y1 Y2 Y3 Y4 - Y5 Y6 Y7 Y8 Y5 Y6 Y7 Y8 Untuk memecahkan persoalan eksperimen yang lebih rumit. Tipe pertama. baru kemudian memperhitungkan variabel lainnya yang mungkin berpengaruh pada variabel tersebut. maka kesulitan akan dirasakan. Dengan desain faktorial. Jika diperhatikan pada desain 1 dan desain 2. terutama dalam menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan dalam proses selanjutnya. Tipe kedua adalah dalam suatu penelitian. dan disebagian penelitian tinngkah laku (pendidikan. Dalam penelitian tingkah laku. seorang peneliti dimungkinkan untuk dapat mencermati disamping pengaruh beberapa variabel bebas terhadap variabel terkait. 1985). Factorial design is one in which two or more variabel s are manipulated simultaneously in order to study the independent effect of each variabel on the dependent variabel s as well as the effects due to interactions among the several variabel s (Ary dkk.

termasuk kematangan. Kedelapan faktor ini perlu dikontrol agar variabel yanng direncanakan dapat mengakibatkan terjadinya perubahan pada variabel terikat. penelitian pendidikan tentang pengaruh metode mengajar alternatif dan metode mengajar yang biasa diberikan guru terhadap hasil belajar siswa. yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Faktor sejarah atau history dari subjek yang diteliti. Untuk mencapai hal yang ideal di atas. Kedua syarat yang dimaksud adalah perlunya validitas internal dan validitas eksternal yang terjaga selama proses penelitian eksperimen. apabila kondisi berbeda pada variabel terikat dari subjek yang diteliti merupakan hasil langsung dari adanya manipulasi variabel bebas. ada dua syarat agar hasil suatu eksperimen dapat menapai hasil yag baik dan tidak bervariasi. Jika validitas internal tinggi. Hal ini dapat dicapai apabila validitas internal tetap dijaga sehingga perubahan hasil belajar pada siswa hanya disebabkan oleh adanya perubahan pada variabel bebas. dan sebagainya. apabila peneliti tidak bisa memisahkan antara variabel yang diperlukan dari variabel luar di sekitar proses eksperimen. hanya disebabkan adanya pengaruh dari kedua variabel metode mengajar. . Proses kematangan.FAKTOR YANG MERUSAK HASIL EKSPERIMEN Hasil eksperimen dengan subjek manusia atau tingkah laku mempunyai kemungkinan besar bervariasi. Validitas internal penelitian eksperimen dapat terjadi karena adanya delapan faktor penting sebagai sumber variasi. Padahal secara ideal. 8) Terjadinya interaksi di antara faktor-faktor di atas. Instrumen pengukur yang digunakan. suatu eksperimen dikatakan valid apabila: 1) Hasil yang dicapai hanya diakibatkan oleh karena variabel bebas yang dimanipulasi secara sistematis. Prosedur pretesting. Perbedaan lainnya disebabkan adanya mortalitas dalam proses eksperimen. Misalnya. 2) Hasil akhir eksperimen harus dapat digeneralisasi pada kondisi eksperimen yang berbeda. maka perbedaan hasil belajar di antara grup eksperimen dan grup kontrol. Suatu penelitian dikatakan mempunyai validitas internal tinggi. Adanya kecenderungan terjadinya statistik regresi pada individu. sejarah. Perbedaan pemilihan subjek. kedelapan faktor tersebut. pemilihan.

walaupun itu tidak dapat dicapai secara sempurna. Validitas eksternal pada umumnya dibedakan menjadi empat macam faktor. maka dapat diartikan bahwa orang lain tidak dapat mengambil keuntungan dari hasil penelitian yang ada. Validitas eksperimen yang baik mestinya mengandung kedua validitas tersebut.1 Faktor Yang Merusakkan Validitas Eksperimen Desain Penelitian PraEksperimen eksperimen 1 2 3 4 5 + ? + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Sumber Validitas Eksperimen Semu 6 + + + + + + + + 7 + + + + + + + + 8 + + + + ? + + 9 + + + + + + + ? 10 + + ? + + + + 11 + + + + + + + + Validitas Internal ? Sejarah yang melatari ? Proses kematangan ? Prosedur pretesting ? Pengukur Instrumen ? Statistik Regresi ? ? Perbedaan seleksi + ? Mortalitas + ? Interaksi antara pemilihan dan pematangan . Pengaruh interaksi pretesting. secara proporsional. Pengaruh reaktif proses eksperimen. Beberapa peneliti menggunakan istilah ecological vallidity untuk batasan validitas eksternal. Memahami masing-masing desain penelitian terhadap sumber validitas tersebut penting. yaitu: 1) 2) 3) 4) Adanya interaksi pengaruh bias pemilihan dan X. maka akan tampak masing-masing kelemahan maupun kelebihannya terhadap validitas internal maupun validitas eksternalnya. secara ringkas dapat dilihat seperti tabel berikut: Tabel 13. Jika dari bermacam-macam desain penelitian tersebut dipadukan dalam suatu tabel. Akibatnya mereka harus terus-menerus melakukan penelitian sendiri untuk memperoleh hasil yang diinginkan. terutama ketika peneliti akan menentukan bentuk desain penelitian eksperimen yang hendak digunakan guna memecahkan permasalahan yang diinginkan. Adanya interferensi antarperlakuan selama dalam proses penelitian eksperimen. ketika keadaan serupa dengan kondisi penelitian eksperimen.Variabel eksternal tinggi merupakan kondisi dimana hasil penelitian yang dilakukan dapat digeneralisasi dan digunakan pada kelompok lain di luar setting eksperimen. Jika hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi pada situasi lain. Faktor-faktor yang mungkin merusakkan validitas desain eksperimen.

. Nomor 1-12 menunjukkan desain penelitian eksperimen yang terbagi atas tiga kelompok.Validitas Eksternal ? Interaksi pemilihan dan variabel eksperimen (X) ? Interaksi pretesting dengan variabel ? Relasi prosedur ? eksperimen ? Inteferensi multi teratment Keterangan : - ? + ? ? + ? ? ? ? + ? ? + ? ? ? ? ? ? ? ? ? - + = menunjukkan adanya kontrol terhadap faktor ? = menunjukkan tidak adanya kontrol terhadap faktor = menunjukkan masih dipertanyakan kontrol terhadap faktor = (kosong) menunjukkan bahwa faktor yang dimaksud tidak relevan. eksperimen dan eksperimen semu. yaitu praeksperimen.

3.PENUTUP 1. Penelitian eksperimen mempunyai tiga ciri penting yang selalu menyertainya. Di llihat dari aspek prosesnya tempat kejadian. Dalam penelitian eksperimen. Bandung : Jurusan Pendidikan Matematika UPI. Suharsimi. www. 1992 .ensiklopedia penelitian . Desain penelitian merupakan penggambaran secara jelas hubungan antar variabel yang dapat dimanfaatkan dalam menyusun hipotesis penelitian dan tindakan yang perlu diambil dalam proses eksperimen selanjutnya. Jakarta : PT Rineka Ibrahim. 2. DAFTAR PUSTAKA Arikunto.com. 2005. pada tanggal 26 November 2008. Mampu menjadi peneliti yang handal. www. Penelitian eksperimen merupakan salah satu metode yang memerlukan persyaratan paling ketat. Penelitian Eksperimen dalam Pendidikan. Intenet. Surabaya: UNESA University Press.wikipedia. guna mencapai tujuan penelitian khususnya untuk menentukan hubungan sebab akibat atau causal-effect relationship. variabel-variabel yang diidentifikasi ke dalam dua kelompok variabel bebas dan variabel terikat sudah dibangun secara tegas sejak awal penelitian. yaitu penelitian di laboratorium dan penelitian lapangan atau di luar laboratorium.2008. peneliti dapat melakukan pengukuran secara cermat terhadap setiap perubahan penampilan variabel terikat. 2001. 2008. . Kegiatan mengontrol variabel mempunyai peranan penting. Suherman dkk. 6. dan observasi terhadap proses eksperimen 5. Pada tanggal 26 November 2008. Intenet. penelitian eksperimen dapat dibedakan menjadi dua macam. prosedur penelitian. 4. Karena dengan adanya kontrol variabel tersebut. yaitu adanya manipulasi secara terencana. kontrol terhadap variabel. Muslimin dan Muhammad Nur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful