PERANAN GURU DALAM PENGEMBANGAN NILAI DAN KARAKTER ANAK DI SEKOLAH

Tety Yulita Kadayati, SE abstrak Pendidikan Karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pihak baik rumah tangga dan keluarga, sekolah dan lingkungan sekolah, masyarakat luas. Oleh karena itu, perlu menyambung kembali hubungan dan educational networks yang mulai terputus tersebut. Pembentukan dan pendidikan karakter tersebut, tidak akan berhasil selama antar lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan. Sebagaimana disarankan Philips, keluarga hendaklah kembali menjadi school of love, sekolah untuk kasih sayang (Philips, 2000) atau tempat belajar yang penuh cinta sejati dan kasih sayang (keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah). Sedangkan pendidikan karakter melalui sekolah, tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan semata, tatapi lebih dari itu, yaitu penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur dan lain sebagainya.Pemberian penghargaan (prizing) kepada yang berprestasi, dan hukuman kepada yang melanggar, menumbuhsuburkan (cherising) nilai-nilai yang baik dan sebaliknya mengecam dan mencegah (discouraging) berlakunya nilai-nilai yang buruk. Selanjutnya menerapkan pendidikan berdasarkan karakter (characterbase education) dengan menerapkan ke dalam setiap pelajaran yang ada di samping mata pelajaran khusus untuk mendidik karakter. Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter dan watak seseorang. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai etika, estetika untuk pembentukan karakter. Menurut Qurais Shihab (1996: 321), situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. J Kata kunci: Pengembangan nilai, Karakter, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan belajar di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Keyakinan ini muncul karena manusia adalah makhluk yang lemah, yang dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain, sejak lahir, bahkan pada saat meninggal. Semua itu menunjukkan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam perkembangannya, demikian peserta didik, ketika orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah pada saat itu ia menaruh harapan terhadap guru, agar anaknya dapat berkembang secara optimal. Maka dari itu, dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai peran guru dalam pembelajaran sebagai acuan untuk memahami sebuah profesi kependidikan. B. Rumusan Masalah Yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah: 1. Bagaimanakah pentingnya pendidikan karakter

baik dan manusiawi. cakap. Batasan Masalah Agar pembahasan materi yang diuraikan dalam maklah ini tetap terarah dan tidak simpang siur. kesadaran atau kemauan. mandiri. yaitu isi kurikulum. baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME). [www.pendidikankarakter. dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. PEMBAHASAN Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak-anak muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik. 2. Pengetahuan pembaca tentang latar belakang pentingnya pendidikan karakter. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui Peranan Guru Dalam Pengembngan nilai dan karakter anak didik di Sekolah ataupun dalam sebuah lembaga pendidikanformal. adil. Bagaimanakah bentuk pelaksanaan pendidikan karakter disekolah-sekolah? 3. kualitas hubungan. maka penulis membatasi masalahnyayaitu hanya menguraikan tentang bagaimanakah peranan guru dalam pengembanagan nilai pendidikan karakter anak di sekolah. . pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler. Pengetahuan tentang peranan sasaran dan pelaksanaan pendidikan karakter. melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku bagi perubahan dalam hidupnya sendiri. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 3. pembiayaan. proses pembelajaran dan penilaian. sesama. pemberdayaan sarana prasarana. Pemahaman pembaca tentang kajian utama tujuan dilaksanakannya pendidikan karakter. diri sendiri. pengelolaan sekolah. Manfaat Penulisan Penulis berharap penulisan makalah ini akan memberikan manfaat berupa : 1. Pendidikan Karakter Menurut Akhmad Sudrajat (2010:WWW). sehat. yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. penanganan atau pengelolaan mata pelajaran. D. berakhlak mulia. semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan. kreatif. berilmu. yang pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyara katan menjadi lebih. maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Bagaimanakah peranan guru dalam pengembangan nilai dan karakter anak didik di sekolah? C. Dalam pendidikan karakter di sekolah.org] A. Pendidikan Karakter.2.org) Pendidikan karakter suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan. E. dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3. termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri. lingkungan.

Pendidikan informal sesungguhnya memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. peserta didik berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. . pendidikan di sekolah berkontribusi hanya sebesar 30% terhadap hasil pendidikan peserta didik. Jadi dapat disimpulkan bahwa Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. Menurut Akhmad Sudrajat (2010 : WWW). Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan. Dengan demikian. atau kurang dari 30%.1) Ayat 1 menyebutkan bahwa Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat. sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Menurut Mochtar Buchori (2007).Menurut UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (13. pembelajaran nilainilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif. tetapi menyentuh pada internalisasi. dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Peserta didik mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar 7 jam per hari. 2000). serta perlu dikembangkannya secara lebih operasional sehingga mudah diimplementasikan di sekolah. pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Penelitian ini mengungkapkan. tetapi menyentuh pada internalisasi. termasuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat. Berdasarkan Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang. B. pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif. bermoral. nonformal. pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif. tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). dieksplisitkan. beretika. Selebihnya (70%). penghayatan nilai secara afektif. ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja. Jika dilihat dari aspek kuantitas waktu. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan. dan dicari altenatif-alternatif solusinya. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing. Permasalahan pendidikan karakter yang selama ini ada di SMP perlu segera dikaji. dieksplisitkan. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar. Dengan demikian.

suku. kritis. pembelajaran. 4. Kegiatan Ekstra Kurikuler merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik SMP mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya. kegiatan ekstra kurikuler yangselama ini diselenggarakan sekolah merupakan salah satu media yang potensial untuk pembinaan karakter dan peningkatan mutu akademik peserta didik. pembelajaran nilainilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah. dan seimbang. . kreatif. penilaian. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi. dilaksanakan. budaya. nilai-nilai yang perlu ditanamkan. C. yang antara lain meliputi sebagai berikut: Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja.Menurut Akhmad Sudrajat (2010 : WWW). sesuai standar kompetensi lulusan. dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian indikator oleh peserta didik sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi Lulusan SMP. manajemen sekolah merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Tujuan Pendidikan Karakter Pendidikan Karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh. tetapi menyentuh pada internalisasi. Menghargai keberagaman agama. 1. Dengan demikian. terpadu. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan. pendidik dan tenaga kependidikan. potensi. muatan kurikulum. Dengan demikian. kritis. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan. Melalui kegiatan ekstra kurikuler diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. dan kreatif. dan inovatif. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis. bakat. Menueurut Akhmad Sudrajat (2010 : WWW). dan komponen terkait lainnya. 6. dan dikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. ras. serta potensi dan prestasi peserta didik. dieksplisitkan. 5. Menunjukkan sikap percaya diri. 2. 3. mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari Jadi dapat disimpulkan bahwa Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran.

terutama dalam pembelajaran. membaca. Oleh karena itu. yang menjadi contoh untuk disebarluaskan ke sekolah-sekolah lainnya. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan seharihari. yang mencakup tanggung jawab. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana. 20. Semua warga sekolah. membentuk kompetensi. Guru Sebagai Pengajar Guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya. 13. atas kesadaran profesional karena mereka bertugas unutk mendisiplinkan peserta didik didalam sekolah. E. aman. moral. 19. Menueurut Akhmad Sudrajat (2010: WWW). 2. guru. Memiliki jiwa kewirausahaan. 10. Menunjukkan keterampilan menyimak. guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu. panutan dan identifikasi bagi para peserta didik. dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut D.serta memiliki kelebihan dan pemahaman ilmu pengetahuan. guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. Menghargai karya seni dan budaya nasional. 9. Guru Sebagai Pendidik Guru adalah pendidik. yaitu perilaku. berbicara. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana. 12. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 11. Oleh karena itu menanamkan disiplin guru harus memulai dari dirinya sendiri. berbangsa. 17. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. dan lingkungannya. dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah. Pada tataran sekolah. Tugas Guru Dalam Pendidikam Karakter 1. 18. 15. Berkenaan dengan wibawa. . kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya sekolah. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah. kebiasaan keseharian. 16. emosional. sehat. bugar. teknologi an seni sesuai dengan bidang yang dikembangkan. sosial. yang menjadi tokoh. Sedangkan disiplin dimaksudkan bahwa guru harus mematuhi berbagai peraturan dan tata tertib secara konsisten. meliputi para peserta didik. wibawa dan disiplin. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial. tradisi. dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik Indonesia. dan memahami materi standar yangdipelajari.7. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. dalam berbagai tindakan dan perilakunya. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun. dan pimpinan sekolah menjadi sasaran program ini. Sasaran Pendidikan Karakter. karyawan administrasi. sasaran pendidikan karakter adalah seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia negeri maupun swasta. 8. intelektual dalam pribadinya. Menerapkan hidup bersih. 14. dan memanfaatkan waktu luang dengan baik. Menghargai adanya perbedaan pendapat. Sekolah-sekolah yang selama ini telah berhasil melaksanakan pendidikan karakter dengan baik dijadikan sebagai best practices.

moral. Guru harus memaknai kegiatan belajar. Tugas guru adalah menetapkan apa yang telah dimiliki peserta didik sehubungan dengan latar belakang dan kemampuannya. Guru harus melaksanakan penilaian. dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Untuk itu. Menciptakan kepercayaan 9. Menyesuaikan metode pembelajaran 12. Menganalisis 4. kreatifitas. Apabila faktor tersebut dipenuhi. Hal ini mungkin merupakan tugas yang paling sukar tetapi penting. hubungan peserta didik. kecuali atas ulah guru. kematangan. Mendefinisikan 3. Guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniah. Bertanya 6. Memberikan pandangan yang bervariasi 10. Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor. maka pembelajaran akan berlangsung dengan baik. yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab ata kelancaran perjalanan itu. tetapi mereka harus terlibat secara psikologis. istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental. Guru Sebagai Pembimbing Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan. Merespon 7. guru perlu melihat dan memahami seluruh aspek perjalanan. Mensintesis 5.Perkembangan teknologi mengubah peran guru dari pengajar yang bertugas menyampaikan materi pelajaran menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan dalam belajar. Guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan peranya sebagai pembimbing yaitu : 1.Membuat ilustrasi 2. Untuk merumuskan tujuan. emosional. Dalam hal ini. Guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai. Menyediakan media untuk mengkaji materi standar 11. 2. rasa aman. 4. Penilaian yang dilakukan harus mencakup selurus proses kegiatan belajar mengajar. serta kompetensi apa yang mereka diperlukan untuk dipelajari dalam mencapai tujuan. Mendengarkan 8. terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan guru dalam pembelajaran yaitu: 1.Hal ini dimungkinkan karena perkembangan teknologi menimbulkan banyak buku dengan harga relatif murah. 3. dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. . Memberikan nada perasaan 3. seperti motivasi. karena guru harus memberikan kehidupan dan arti terhadap kegiatan belajar mengajar.

dan tidak setiap hal secara sempurna. melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku bagi perubahan dalam hidupnya sendiri. B. moral. karena hal itu tidaklah mungkin. terutama dalam pembelajaran. baik dan manusiawi. dan tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar. Pelatihan yang dilakukan. dan lingkungannya. Mengingat pentingnya pendidikan karakter maka diharapkan program ini hendaknya dilaksanakan secara terarah. Kesimpulan 1. Dengan demikian. Saran – saran 1. sosial. intelektual dalam pribadinya. 2. adil. dieksplisitkan. Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak-anak muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik. baik intelektual maupun motorik. dalam berbagai tindakan dan perilakunya. Untuk itu. Pelaksanaan fungsi guru sebagai pelatiah tidak harus mengalahkan fungsi lain. dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Hal ini lebih ditekankan lagi dalam kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi. Berkenaan dengan wibawa. guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual. terpadu dan terprogram baik bagi instansi da dinas jawatan pemerintah serempak dilaksanakan secara bersama-sama . serta memiliki kelebihan dan pemahaman ilmu pengetahuan. Oleh karena itu menanamkan disiplin guru harus memulai dari dirinya sendiri. Guru Sebagai Pelatih Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampila. yang pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyara katan menjadi lebih. Secara didaktis. emosional. juga harus memperhatikan perbedaan individual peserta didik. 3. PENUTUP A. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan. guru harus banyak tahu meskipun tidak mencakup semua hal. Sedangkan disiplin dimaksudkan bahwa guru harus mematuhi berbagai peraturan dan tata tertib secara konsisten. tetapi menyentuh pada internalisasi. pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif. karena tanpa latihan seorang peserta didik tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar. dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat. teknologi an seni sesuai dengan bidang yangdikembangkan. tidak harus memberitahukan semua yang diketahuinya. guru menciptakan situasi agar peserta didik berusaha menemukan sendiri apa yang diketahui. Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. disamping harus memperhatikan kompetensi dasar dan materi standar. atas kesadaran profesional karena mereka bertugas unutk mendisiplinkan peserta didik didalam sekolah. ia tetap sadar bahwa walaupun tahu. sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.4.

Akhmad. Diakses dari: http://akhmadsudrajat.2.wordpress. 2010.com/2008/01/29/ Sudrajat. 2010. Mengaktifkan Siswa Dalam Belajar. Sudrajat. Peran Pendidikan Menuju Bangsa Yang Bermartabat.com/2010/04/03/ . UU No 20 Tahun 2003: Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 3. Periode yang paling efektif untuk membentuk karakter anak adalah sebelum usia 10 tahun. Maka program ini selayaknya sudah dilaksanakan dilembaga pendidikan dimula tingkat TK/SD sampai ke Perguruan Tinggi. Akhmad. REFERENSI: Departement Pendidikan Nasional. Diakses dari: http://akhmadsudrajat.wordpress. Pendidkan karakter ini hendaknya tidak hanya dilaksanakan pada pendidikan formal saja tetapi juga duilaksanakan pada jalur pendidikan informakll dan non formal. Jakaarta: Depdiknas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful