P. 1
Pengertian Wacana Dan Macam

Pengertian Wacana Dan Macam

|Views: 34|Likes:
Published by Rocky Ambarita

More info:

Published by: Rocky Ambarita on Mar 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2012

pdf

text

original

Pengertian Wacana dan Macam-macamnya

Rabu, 20 Oktober 2010 Pengertian wacana dapat dilihat dari berbagai segi. Dari segi sosiologi, wacana menunjuk pada hubungan konteks sosial dalam pemakaian bahasa, sedangkan dari segi linguistik, wacana adalah unit bahasa yang lebih besar daripada kalimat. Di samping itu, Hawthorn (1992) juga mengemukakan pengertian wacana merupakan komunikasi kebahasaan yang terlihat sebagai sebuah pertukaran di antara pembicara dan pendengar, sebagai sebuah aktivitas personal di mana bentuknya ditentukan oleh tujuan sosialnya. Sedangkan Roger Fowler (1977) mengemukakan bahwa wacana adalah komunikasi lisan dan tulisan yang dilihat dari titik pandang kepercayaan, nilai, dan kategori yang termasuk di dalamnya.

Menurut Alwi dkk (2003: 419) wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain dan membentuk satu kesatuan. Alwi juga menyatakan bahwa untuk membicarakan sebuah wacana dibutuhkan pengetahuan tentang kalimat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kalimat. Wacana menurut Kridalaksana dalam Kamus Linguistik Edisi Ketiga (1993: 231) adalah satuan bahasa terlengkap, dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana ini direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh (novel, buku, seri ensiklopedia, dsb). Kridalaksanan membagi wacana menjadi empat yaitu: (1) Wacana Contoh: (2) pembicaraan, (3) dalam (4) waktu Wacana langsung adalah Salim Wacana dan Wacana tertentu, Wacana berorientasi pada langsung wacana yang berkata, pembeberan bagian-bagiannya penuturan pelaku, dan seluruh (direct sebenarnya speech, dibatasi “Saya oleh direct intonasi akan (expository diikat (narrative bagiannya (indirect diikat oleh secara atau discourse) pungtuasi. datang.” discourse) logis. discourse) kronologi. discourse)

Wacana pembeberan adalah wacana yang tidak mementingkan waktu dan penutur, berorientasi pada pokok

Wacana penuturan adalah wacana yang mementingkan urutan waktu, dituturkan oleh persona pertama atau ketiga

tidak

langsung

Wacana tidak langsung adalah pengungkapan kembali wacana tanpa mengutip secara harfiah kata-kata yang dipakai oleh pembicara, mempergunakan konstruksi gramatikal atau kata tertentu, antara lain klausa subordinatif, kata Contoh: Salim bahwa, berkata bahwa dan ia akan sebagainya. datang.

Arifin dkk. (2008: 103-104) mengemukakan pendapatnya bahwa wacana yang utuh mempunyai kesinambungan informasi Contoh di antara kalimat-kalimat di dalamnya sehingga membentuk informasi yang utuh. :

ragam bahasa tulis akan banyak diwarnai oleh konta dalam ragam itu. wacana diartikan sebagai domain dari semua pernyataan. konteks penggunaan. dan nanti kembali kerap terdengar atau sama sekali hilang dari pemakaian. (2) “Perubahan orientasi dari budaya lisan ke budaya tulis hampir tidak terelakkan lagi pada masa sekarang ini. tidak memiliki hubungan semantis di antara proposisi yang terdapat pada kalimat lainnya. (2) Wacana menurut konteks penggunaannya merupakan sekumpulan pernyataan yang dapat dikelompokkan ke (3) Sedangkan menurut metode penjelasannya. kini hampir tak terdengar lagi dan pada masa yang akan datang mungkin kata itu akan hilang dari pemakaian”. Dengan demikian contoh (2) lebih tepat jika dinamakan kumpulan kalimat (bukan sebuah wacana). yaitu semua ujaran dalam sejumlah atau teks yang mempunyai kategori makna dan mempunyai konseptual efek dalam dunia nyata. Bahasa Indonesia haruslah tidak boleh kehilangan identitasnya sebagai bahasa bangsa. (1) Berdasarkan level konseptual teoretis. Setiap kalimat pembentuknya berdiri sendiri. (1) Berdasarkan fungsi bahasa a. Wacana ekspresif. dan metode penjelasan. Kalimat kedua menjelaskan informasi pada kalimat pertama. Badudu (2000) wacana yaitu rentetan kalimat yang „berkaitan dengan‟. apabila wacana itu bersumber pada gagasan penutur atau penulis sebagai sarana ekspresi. yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lainnya. dan cara pemaparannya. saluran komunikasinya. serta dapat disampaikan secara lisan dan tertulis. Sedangkan. Bisa jadi sebuah kata yang dulu amat kerap digunakan. wacana merupakan suatu praktik yang diatur untuk menjelaskan Di samping beberapa pendapat di atas. Akibatnya.(1) “Kekerapan pemakaian sebuah kata hampir tidak dapat diramalkan karena hal itu amat bergantung pada perkembangan kebutuhan dan cita rasa masyarakat pemakainya.S. . menurut J. pernyataan. Menurut Leech. sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu. tertentu. Mills (1994) mengemukakan pengertian wacana berdasarkan pendapat Foucault bahwa wacana dapat dilihat dari level konseptual teoretis. Leech juga mengemukakan pendapatnya mengenai wacana. kini hampir tak terdengar. ciri-ciri khas bahasa Indonesia tetap harus dipertahankan. Contoh (2) bukan sebuah wacana karena kalimat-kalimat di dalamnya tidak menunjukkan adanya keterpautan bahasa ataupun kesinambungan informasi. membentuk satu kesatuan. Jadi. yakni sebuah kata dulu kerap dipakai.” Contoh paragraf (1) di atas merupakan sebuah wacana yang utuh karena subjek hal itu pada klausa anak kalimat pada kalimat pertama telah menghubungkan klausa itu dengan klausa pertama karena hal itu mengacu pada kekerapan pemakaian kata yang terdapat pada klausa pertama. wacana dapat dibedakan berdasarkan fungsi bahasa. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa wacana merupakan kesatuan bahasa terlengkap dan tertinggi atau terbesar di atas kalimat atau klausa dengan koherensi dan kohesi yang tinggi dan berkesinambungan. yang mampu mempunyai awal dan akhir yang nyata. Orientasi itu dapat menimbulkan kontak dalam bahasa tulis.

seperti wacana pidato. Sedangkan wacana tulis ditandai oleh adanya penulis dan pembaca. wacana hortatoris. Wacana estetik. wacana deskriptif. dan wacana prosedural. apabila wacana itu bersumber pada pesan dengan tekanan keindahan pesan. (2) Berdasarkan saluran komunikasinya. yang dapat disampaikan secara lisan (wacana lisan) dan tertulis (wacana tulis). c. maka dapat disimpulkan bahwa wacana merupakan satuan bahasa yang terlengkap yang mempunyai kohesi dan koherensi dan berkaitan dengan konteks tertentu. wacana ekspositoris. seperti wacana perkenalan pada pesta. Wacana informasional. wacana lisan dan wacana tulis. apabila wacana itu diarahkan pada tindakan atau reaksi dari mitra tutur atau pembaca. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. wacana persuasif. wacana argumentatif. . e. d. Wacana direktif. seperti wacana berita dalam media massa. b. (3) Wacana dapat pula dibedakan berdasarkan cara pemaparannya. Wacana fatis. seperti wacana puisi dan lagu. Wacana lisan memiliki ciri adanya penutur dan mitra tutur. apabila wacana itu bersumber pada pesan atau informasi. bahasa yang dituliskan dan penerapan sistem ejaan. apabila wacana itu bersumber pada saluran untuk memperlancar komunikasi. yaitu wacana naratif.bahasa yang dituturkan. seperti wacana khotbah. wacana dapat dibedakan atas. dan alih tutur yang menandai giliran bicara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->