Angka Harapan Hidup Angka harapan hidup adalah rata-rata tahun hidup yang akan dijalani oleh

seorang bayi saat lahir sampai pada tahun tertentu saat ia meninggal. Data angka harapan hidup di suatu negara berguna untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk dan meningkatkan derajat kesehatan. Angka harapan hidup yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan dan program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, mencakup gizi dan kalori termasuk program pemberantasan kemiskinan. Angka Harapan Hidup pada suatu umur x adalah rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur x, pada suatu tahun tertentu, dalam situasi mortalitas yang berlaku di lingkungan masyarakatnya. Angka harapan hidup saat lahir adalah rata – rata hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir pada tahun tertentu. Kegunaan Angka Harapan Hidup merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Angka Harapan Hidup yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan, dan program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gisi dan kalori termasuk program pemberantasan kemiskinan. Cara Menghitung Idealnya Angka Harapan Hidup dihitung berdasarkan Angka Kematian Menurut Umur (Age Specific Death Rate/ASDR) yang datanya diperoleh dari catatan registrasi kematian secara bertahun-tahun sehingga dimungkinkan dibuat Tabel Kematian. Tetapi karena sistem registrasi penduduk di Indonesia belum berjalan dengan baik maka untuk menghitung Angka Harapan Hidup digunakan cara tidak langsung dengan program Mortpak Lite. Tingginya angka harapan hidup mencerminkan kesehjahteraan, kondisi lingkungan dan kualitas hidup di suatu daerah yang pula, sebaliknya angka harapan

dalam segala segi agar terjadi peningkatan angka harapan hidup dan terciptanya kualitas hidup yang baik.hidup yang rendah mencerminkan keadaan kesehjahteraan yang rendah pula. dari 64. Akan tetapi. Berdasarkan data-data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. 67.01 tahun. Hal ini dapat dilihat dari angka harapan hidup penduduk Sulawesi Utara yang juga terus meningkat sejalan dengan peningkatan angka harapan hidup penduduk Indonesia. Selain itu. Estimasi UHH penduduk Indonesia sebesar 52.96 tahun tahun 1997 menjadi 69 tahun pada tahun 2000 (Sensus Penduduk 2000) tahun 2004 meningkat lagi menjadi 71.41 pada tahun 1980 (Sensus Penduduk 1980) meningkat menjadi 63.5 tahun (BPS Sulawesi Utara 2009). dan tahun 2008 sebesar 72.48 tahun pada tahun 1995 (Survey Penduduk Antar Sensus 1995).97 tahun pada tahun 2000.0 tahun (BPS Sulawesi Utara 2004). Oleh karena itu. seperti di Nusa Tenggara Barat. angka harapan hidup penduduk Indonesia secara keseluruhan telah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan hal ini tecermin dari peningkatan angka harapan hidup penduduk di berbagai daerah di Indonesia. masih ada juga beberapa daerah yang angka harapan hidupnya rendan dan berada dibawah angka harapan hidup nasional. . seperti di Sulawesi Utara. Umur harapan hidup (UHH) penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang bermakna terutama pada periode tahun 1980-1995. Angka harapan hidup penduduk Indonesia sejatinya telah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. perlu diadakan pemerataan pembangunan. UHH penduduk Sulawesi Utara juga mengalami peningkatan. dengan posisi lebih tinggi dari angka nasional yang 68. dan menjadi 69 tahun pada tahun 2005. angka harapan hidup juga digunakan sebagai acuan dalam menerapkan programprogram pembangunan sehingga program-program tersebut berhasil dan berdaya guna.

Selain itu. Dengan demikian. menurunkan angka kematian bayi adalah sesuatu yang mutlak untuk meningkatkan angka harapan hidup (Wijono. Oleh karena itu angka kematian bayi berkaitan dengan angka harapan hidup sebagai indikator mengukur derajad kesehatan masyarakat dan perkembangan sosial masyarakat karena di dalamnya tampak aspek gizi. dapat diketahui bahwa angka harapan hidup penduduk Sulawesi Utara terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. bayi merupakan kelompok umur yang paling peka terhadap aspek-aspek kesehatan karena sistem pertahanan tubuh yang belum sempurna menyebabkan bayi mudah terkena penyakit terutama infeksi.Dari data diatas. Kecenderungan peningkatan angka harapan hidup penduduk Sulawesi Utara tersebut menunjukkan telah terjadinya peningkatan peningkatan kemampuan penduduk dalam memperbaiki kualitas hidup dan lingkungannya. Sedangkan kualitas lingkungan. angka harapan hidup juga berhubungan dengan angka kematian bayi. sejalan dengan peningkatan angka harapan hidup nasional.5 tahun (BPS Sulawesi Utara 2009). angka harapan hidup penduduk Sulawesi Utara sebesar 72. bahkan pernah posisinya berada diatas angka harapan hidup nasional. . biasanya berkaitan dengan kesadaran masyarakat untuk hidup dalam lingkungan fisik yang lebih baik. kesehatan masyarakat dan keadaan lingkungan. Peningkatan kualitas hidup akan sebanding dengan peningkatan status sosial ekonomi keluarga. Semakin rendah angka kematian bayi maka angka harapan hidupnya semakin tinggi. Hal ini terjadi pada tahun 2008. Disamping itu. Djoko 2006).01 tahun lebih tinggi dari angka harapan hidup nasional sebesar 68.

Akan tetapi. Ternyata.8 tahun. Seperti yang telah diketahui. yang menjadi masalah disini adalah bahwa hampir semua kekayaan alam dikasai oleh pihak asing dan penduduk disana tidak diberi kesempatan untuk mengelolanya secara langsung sehingga kesehjahteraan penduduk NTB pun juga rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa kesehjahteraan penduduk yang rendah terimplikasi pada angka harapan hidup yang rendah pula. Penduduk miskin di NTB pun tercatat 24. Angka harapan hidup masyarakat NTB masih berada pada 59. yang hingga kini angka harapan hidup penduduknya masih berada di bawah rata-rata nasional. . di bawah angka harapan hidup nasional yang sebesar 68.03 jiwa dari jumlah penduduk NTB 4.94 persen atau sekitar 1. rendahnya angka kesehjahteraan penduduk NTB yang rendah diikuti dengan angka harapan hidup yang rendah pula ini patut menjadi pertanyaan. hal sebaliknya terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebenarnya.5 tahun (BPS Nusa Tenggara Barat 2009).5 juta jiwa sehingga NTB berada pada urutan 32 dari 33 propinsi di Indonesia. NTB terkenal dengan berbagai kekayaan alamnya yang melimpah sehingga bisa dimanfaatkan oleh penduduk sekitar dalam memenuhi kebutuhannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful