P. 1
LENGKAP

LENGKAP

|Views: 1,065|Likes:
Published by Edo Kantao

More info:

Published by: Edo Kantao on Mar 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

Sumber : http://www.wikipediaindonesia.com, (2006)

Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20 - 30%

dari bobot gabah. Penggunaan energi sekam bertujuan untuk menekan biaya

pengeluaran untuk bahan bakar bagi rumah tangga petani. Penggunaan Bahan

23

xxxvi

Bakar Minyak yang harganya terus meningkat akan berpengaruh terhadap biaya

rumah tangga yang harus dikeluarkan setiap harinya.

Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20 – 30

%, dedak antara 8 – 12 % dan beras giling antara 50 - 63,5 % data bobot awal

gabah. Sekam dengan persentase yang tinggi tersebut dapat menimbulkan

problem lingkungan. Ditinjau data komposisi kimiawi, sekam mengandung

beberapa unsur kimia penting seperti dapat dilihat pada tabel 5.

Tabel 5. Komposisi Kimia Sekam Padi

No.

Komponen

Kandungan (%)

1

Kadar Air

9.02

2

Protein

3.03

3

Lemak

1.18

4

Erat

35.68

5

Abu

17.71

6

Karbohidrat

33.71

7

Karbon

1.33

8

Hidrogen

1.54

9

Oksigen

33.64

10

Silika

16.98

Sumber : http://www.wikipediaindonesia.com, (2006)

Dengan komposisi kandungan kimia seperti tersebut pada tabel 5, sekam

dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di antaranya :

24

xxxvii

1) Sebagai bahan baku pada industri kimia, terutama kandungan zat kimia

furfural yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai

industri kimia.

2) Sebagai bahan baku pada industri bahan bangunan, terutama

kandungan silika ( SiO2 ) yang dapat digunakan untuk campuran pada

pembuatan semen portland, bahan isolasi, husk-board dan campuran

pada industri bata merah.

3) Sebagai sumber energi panas pada berbagai keperluan manusia, kadar

selulosa yang cukup tinggi dapat memberikan pembakaran yang

merata dan stabil.

Sekam memiliki kerapatan jenis ( bulk density ) 125 kg/m3

, dengan nilai

kalori 1 kg sekam sebesar 3300 kkalori. Menurut Houston (1972) sekam

memiliki bulk density 0,100 g / mL, nilai kalori antara 3300 -3600 kkal / kg sekam

dengan konduktivitas panas 0,271 BTU. Untuk lebih memudahkan diversifikasi

penggunaan sekam, maka sekam perlu dipadatkan menjadi bentuk yang lebih

sederhana, praktis dan tidak voluminous. Bentuk tersebut adalah arang sekam

maupun briket arang sekam. Arang sekam dapat dengan mudah untuk

dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang tidak berasap dengan nilai kalori yang

cukup tinggi. Briket arang sekam mempunyai manfaat yang lebih luas lagi yaitu

di samping sebagai bahan bakar ramah lingkungan, sebagai media tumbuh

tanaman hortikultura khususnya tanaman bunga (Badan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, 2009).

25

xxxviii

Padi adalah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban.

Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan

untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga ( genus ) yang sama, yang biasa

disebut sebagai padi liar. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari

semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan

sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia,

(http://www.wikipediaindonesia.com, 2009 ).

Umumnya padi dapat tumbuh di tempat yang berhawa panas dengan

temperature sekitar 23 0

C, mengandung banyak uap air ( curah hujan rata-rata 200

mm3

/ bulan ) dan pada ketinggian 0 - 1500 m diatas permukaan laut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->