P. 1
Bagaimana Ilmu Pengetahuan Diperoleh

Bagaimana Ilmu Pengetahuan Diperoleh

|Views: 500|Likes:
Published by Vie'nk Ly Anty

More info:

Published by: Vie'nk Ly Anty on Mar 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2014

pdf

text

original

BAGAIMANAKAH ILMU PENGETAHUAN DIPEROLEH (PANDANGAN EPISTIMOLOGI) Oleh: Hadi Rianto

Masalah epistemologi bersangkutan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan. Sebelum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan, perlu diperhatikan bagaimana dan sarana apakah kita dapat memperoleh pengetahuan. Jika kita mengetahui batas-batas pengetahuan, kita tidak akan mencoba untuk mengetahui hal-hal yang pada akhirnya tidak dapat diketahui. Epistemologi adalah teori pengetahuan, yaitu membahas tentang bagaimana cara mendapatkan pengetahuan dari objek yang ingin dipikirkan. Ontologi adalah teori tentang “ada”, yaitu tentang apa yang dipikirkan, yang menjadi objek pemikiran. Pada dasarnya, manusia ingin menggapai suatu hakikat dan berupaya mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya. Manusia sangat memahami dan menyadari bahwa: 1. 2. 3. 4. Hakikat itu ada dan nyata; Kita bisa mengajukan pertanyaan tentang hakikat itu; Hakikat itu bisa dicapai, diketahui, dan dipahami; Manusia bisa memiliki ilmu, pengetahuan, dan makrifat atas hakikat itu. Akal dan pikiran manusia bisa menjawab persoalan-persoalan yang dihadapinya, dan jalan menuju ilmu dan pengetahuan tidak tertutup bagi manusia. (http://isyraq.wordpress.com/epistemologi teori ilmu pengetahuan.html) Selanjutnya, apakah yang menjadi tujuan epistemologi tersebut. Jacques Martain mengatakan: “Tujuan epistemologi bukanlah hal yang utama untuk menjawab pertanyaan, apakah saya dapat tahu, tetapi untuk menemukan syarat-syarat yang memungkinkan saya dapat tahu”. Hal ini menunjukkan, bahwa epistemologi bukan untuk memperoleh pengetahuan kendatipun keadaan ini tak bisa dihindari, akan tetapi yang menjadi pusat perhatian dari tujuan epistemologi adalah lebih penting dari itu, yaitu ingin memiliki potensi untuk memperoleh pengetahuan.

menyebabkan ia dapat menciptakan pengetahuan. segala sesuatu yang kita lihat.Pengetahuan adalah segala sesuatu yang ditangkap manusia mengenai objek sebagai hasil dari proses mengetahui baik melalui indra maupun akal. maka dapatlah dibuat sebuah analisa bahwa untuk memperoleh sebuah pengetahuan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. kita rasakan. kita pikirkan merupakan pengetahuan. Penggunaan cara-cara ilmiah dalam sebuah aktivitas menjawab rasa ingin tahu. Proses berpikir tersebut merupakan kemampuan manusia dalam menggunakan akal untuk memahami lingkungannya. akan tetapi juga mempertimbangkan cara-cara untuk memperoleh kebenaran itu. Keberadaan saya diakui karena saya berpikir. Tanpa berpikir manusia tidak bisa diakui keberadaannya seperti yang dikemukakan oleh René Descartes yaitu Je pense donc je suis atau Cogito Ergo Sum. cara itu adalah penelitian ilmiah (scientific research) atau disebut dengan metode penelitian. Untuk mengembangkan pengetahuan manusia melakukan proses berpikir ilmiah yaitu berpikir sesuai dengan kaidah-kaidah keilmiahan. . Penelitian menempatkan posisi yang paling urgen dalam ilmu pengetahuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Tahapan yang di maksud dapat dilihat pada bagan berikut ini. manusia mampu mengembangkan pengetahuan. Dengan Akal pikiran yang dimiliki manusia. Dari uraian tersebut di atas. karena haruslah melalui beberapa tahapan yang cukup panjang. Jadi. Pengetahuan juga didapat dari proses berpikir. yang berarti Saya berpikir maka saya ada. namun bukan jaminan manusia memiliki pengetahuan secara otomatis. karena pikiran manusia hanyalah ruang kosong yang harus diisi dengan pengetahuan. tidak saja memperhatikan kebenaran ilmiah (scientific truth). Dari kemampuan berpikirnyalah.

Untuk memperoleh pengetahuan. 2.Penjelasan Bagan: 1. manusia harus berfikir 3. Untuk memperoleh sebuah ilmu pengetahuan (secara epistimologi) tentunya tidak bisa lepas dari pandangan Ontologi dan Aksiologi. . Ilmu pengetahuan adalah benar bukan pembenaran. jika keseluruhan tahap tersebut di atas dilakukan dengan benar dan sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan. Berfikir tidak menyalahi kaidah-kaidah keilmua 5. Berfikir harus logis dan rasional bahkan dapat diterima oleh khalayak ramai 4. Pengkajiannya dapat dengan melakukan sebuah penelitian dengan menggunakan metode-metode penelitian yang sesuai. Maka untuk mengetahuinya harus dilakukan pengkajian secara mendalam 6. maka pengetahuan yang ingin diperoleh akan menjadi benar dan mendapatkan pembenaran dari khalayak umum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->