METODE PENELITIAN SURVEI A.

PENGERTIAN Pendekatan survei adalah salah satu pendekatan penelitian yang pada umumnya digunakan untuk pemngumpulan data yang luas dan banyak. Van Dalen mengatakan bahwa survei merupakan bagian dari studi deskriptif yang bertujuan untuk mencari kedudukan (status), fenomena (gejala) dan menentukan kesamaan status dengan cara membandingkannya dengan standar yang sudah ditentukan. Survey dapat dilakukan secara pribadi ataupun kelompok. Persiapan survei dilakukan secara sistematis dan berencana. Pemerintah, lembaga dan sebagainya sebelum mengadakan survei sudah ditentukan: siapa pelaksananya, dilaksanakan dimana, kapan, berapa lama, apa saja yang dilihat, data apa saja yang dikumpulkan, menggunakan instrumen apa, bagaimana cara menarik kesimpulan, dan bagaimana cara melaporkan. Van Dalen mengatakan : Their objective ( of survey ) may not merely be to as certain status, but also to determine the adequacy of status by comparing it with selected or established standards, norms or criteria. Jadi survei bukanlah hanya bermaksud mengetahui status gejala, tetapi juga bermaksud menentukan kesamaan status dengan cara membandingkannya dengan standar yang sudah dipilih atau ditentukan. Disamping itu juga, untuk membuktikan atau membenarkan suatu hipotesis. B. MACAM-MACAM PENDEKATAN SURVEY Dikatakan oleh Van Dalen bahwa studi survei merupakan bagian dari studi deskriptif dan meliputi : 1. School Survey yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan

efektifitas pendidikan. Masalahnya berhubungan dengan situasi belajar, proses belajar mengajar, ciri-ciri personalia pendidikan, keadaan murid dan hal-hal yang menunjang proses belajar mengajar. 2. Job Analysis yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai tugas-tugas umum dan tanggung jawab para karyawan, aktifitas khusus yang dibutuhkan, keterlibatan, dan fungsi anggota organisasi, kondisi kerjanya dan fasilitas. 3. Analysis Dokumen. Istilah lain adalah analisis isi (content analysis), analisis aktivitas atau analisis informasi. Contoh kegiatannya : meneliti dokumen, menganalisis peraturan, hukum, keputusan-keputusan. Analisis dokumen juga dapat dilakukan untuk menganalisis isi buku dengan menghitung istilah, konsep, diagram, tabel, gambar, dan sebagainya untuk mengetahui klasifikasi bukubuku tersebut. 4. Public Opinion Surveys. Survey ini bertujuan untuk mengetahui pendapat umum tentang suatu hal misalnya tentang rehabilitasi suatu bangunan bersejarah, tentang jalan satu jurusan, pemasangan lampu lalu lintas, dan sebagainya. 5. Community Surveys. Survey ini juga disebut ³social surveys´ atau ³field surveys´ karena di dalam survey ini peneliti bertujuan mencari informasi tentang aspek kehidupan secara luas dan mendalam. Walaupun kelihatannya survey ini menyangkut masyarakat, namun sangat erat hubungannya dengan survey sekolah. Dalam hal ini sekolah dapat menggali data di masyarakat yang biasa membantu lancarnya roda persekolahan.

kebiasaan dan sebagainya yang menyangkut kehidupan sehari-hari. adapt-adat. Sekelompok mahasiswa mengadakan survei ke suatu daerah yang akan digunakan sebagai kancah pelaksanaan KKN. Sebelum membangun bendungan Asahan departemen PUTL bersama-bersama dengan Departemen perindustrian mengadakan survei ke daerah sekitar danau Toba dan Sungai Asahan. .C. 3. pencaharian. lokasi serta sumber alam yang merupakan akomodasi. serta keadaan interaksi social daerah itu. Contoh Pendekataan Survei 1. Survei tersebut bertujuan untuk memperoleh data tentang keadaan daerah baik fisik. Survei bertujuan untuk mengumpulkan data tentang kemugkinan membangun bendungan serta menfaatnya bagi perindustrian di sekitar pembangunan bendungan tersebut. Di dalam survei tersebut dikumpulkan pula data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat belajar belajar siswa. survei tersebut bermaksud untuk mengetahui seberapa tinggi kualitas pendidikan yang tercermin dari daya serap beberapa bidang studi yang diajarkan di SD. BP3K departemen Pdan K mengadakan survei tenteng kualitas pendidikan anak kelas 6 SD tahun di seluruh Indonesia tahun 1976. 2.

satu cara mengumpulkan data melalui komunikasi dengan individuindividu dalam suatu sampel (Zikmund. Survai merupakan satu metode penelitian yang teknik pengambilan datanya dilakukan melalui pertanyaan . Namun demikian seringkali kita salah-kaprah dalam menggunakan istilah tersebut. 1995) Survey adalah satu bentuk teknik penelitian di mana informasi dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang. melalui pertanyaan-pertanyaan. 1992).SURVAI Hasan Mustafa / 2001 Survai atau dalam bahasa Inggris survey adalah salah satu bentuk atau jenis penelitian yang banyak dikenal dan disebut-sebut.1997) Survey adalah metoda pengumpulan data melalui instrumen yang bisa merekam tangapan-tanggapan responden dalam sebuah sampel penelitian (Nan Lin1976) Walau umumnya orang bisa saling mempertukarkan istilah survey dengan daftar pertanyaan . Dari berbagai tulisan yang disusun oleh pakar tersebut maka dapat dimaknakan bahwa survai boleh disebut sebagai . namun istilah survey digunakan sebagai kategori umum penelitian yang menggunakan kuesioner dan wawancara sebagai metodenya (Gay dan Diehl.tertulis atau lisan (Bailey. 1982) . To survey adalah bertanya pada seseorang dan lalu jawabannya direkam (Cooper dan Emory.

dan untuk bisa memperoleh informasi daripadanya maka perlu disusun satu instrumen penelitian yaitu kuesioner (daftar pertanyaan) dan atau pedoman wawancara (interview guide). maka ukuran sampelnya relatif banyak (sebanding dengan populasi). 1976). karena titik tekan kata survey adalah pada cara perolehan data. atau juga berdasarkan pertanyaan lisan (wawancara). Survai yang dilakukan terhadap populasi dinamakan sensus. Pertama : Melibatkan sampel yang mampu mewakili populasi. . peneliti tidak bertanya (secara tertulis maupun lisan) kepada responden. Dengan demikian penggunaan istilah survai tidak tepat jika pada waktu mencari data. Jadi teknik pengambilan sampelnya harus sampling probabilistic (sampel acak). Responden dapat menyatakan langsung pandangannya berdasarkan pertanyaan tertulis yang diberikan kepadanya (kuesioner). dibandingkan dengan metode lainnya. Ketiga : Karena sampel harus representatif (mewakili populasi). Ciri-ciri Survai Di bawah ini disajikan beberapa karakteristik penelitian yang bentuknya survai . Kedua : Informasi yang dikumpulkan berasal langsung dari responden.satu bentuk penelitian yang respondennya adalah manusia. Oleh karena itu dalam beberapa buku tentang metode penelitian. survai dibahas dalam topik teknik pengumpulan data. (Nan Lin.

Biasanya peneliti datang ke tempat kerja atau ke rumah responden. apa adanya. Seorang peneliti yang ingin meneliti tingkat produktivitas . Agar pertanyaan yang diajukan kepada responden bisa menghasilkan jawaban yang berguna bagi penelitian maka ada beberapa prinsip yang perlu dikuasai dan dilaksanakan oleh seorang peneliti. Hal ini sangat penting karena tanpa penguasaan konsep penelitiannya. maka besar kemungkinan peneliti akan mengajukan pertanyaanpertanyaan yang tidak relevan. kuesioner diisi di ruang khusus. Karena karakterisik yang demikian tadi. Prinsip penyusunan pertanyaan Kata kunci survai adalah ³bertanya´. dia harus benar-benar mengerti konsep ³produktivitas´. Misalnya. di mana melalui survai memungkinkan peneliti melingkup wilayah yang lebih luas. Kuasai konsep penelitian.Keempat : Penarikan data dilakukan dalam tatanan yang natural. Demikian pula jika dia ingin meneliti bauran pemasaran maka penguasaan konsep ³bauran pemasaran´ merupakan syarat yang tidak dapat ditawar (conditio sine qua non). 1. Pada dasarnya ada dua bentuk penelitian survai yaitu survai dengan cara wawancara. maka banyak penelitian sosial menggunakan metode ini. atau akrab dengan dirinya. dan survai dengan cara memberikan daftar pertanyaan (kuesioner). . Artinya kalau kita mengadakan penelitian di mana datanya diperoleh dari hasil pertanyaan yang kita ajukan. Responden harus tidak boleh mengemukakan tanggapannya dalam lingkungan asing yang tidak nyaman. maka penelitian tersebut sudah bisa dimamakan survai. sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Usia bisa disebut variabel karena ada yang berusia 12 tahun. kepuasan´. 3. Jenis kelamin disebut variabel karena ada dua variasi yaitu laki-laki dan perempuan. Menurutnya concept untuk sesuatu yang kongkret. ³budaya´ dsb. Lajimnya. ³rumah´ dsb. sedangkan construct untuk sesuatu yang abstrak misalnya ³motivasi´. misalnya ³upah´. Konsep tadi bisa disebut variabel jika mempunyai nilai yang bervariasi. melainkan dari banyak sumber sehingga konsep penelitiannya memperoleh dukungan akademik yang memadai. Agar penguasaannya cukup komprehensif.Sumber penguasaan konsep adalah informasi-informasi yang berasal dari buku-buku teks. jurnal-jurnal ilmiah. ³pohon´. ³citra´. Misalnya judul penelitian adalah ³pengaruh upah terhadap kinerja´.. Misalnya. variabel utama penelitian secara eksplisit tertulis dalam judul penelitian. 19 tahun dst. 2. ³usia´. yang secara khusus membahas konsep tersebut. Catatan : Ada beberapa penulis yang membedakan kata ³concept´ dengan ³construct´. Besarnya upah bervariasi. disarankan kepada peneliti untuk mempelajari konsep penelitiannya tidak hanya dari satu atau dua sumber. Tetapkan variabel utama penelitian Yang dimaksud adalah variabel utama pada dasarnya adalah konsep utama penelitian. demikian pula kinerja pegawai. penelitian tentang kepuasan kerja dapat memasukan variabel jenis kelamin dan usia jika kedua variabel tambahan tadi dianggap bisa mendukung atau . ³belajar´. maka variabel utama adalah ³upah´ dan ³kinerja´. ³haus´. Tetapkan variabel pendukung. Yaitu variabel lain di luar variabel utama yang oleh peneliti dianggap sebagai sesuatu hal yang dapat mendukung analisis hasil penelitiannya.

motivasi belajar diukur dengan jumlah jam membaca buku pelajaran. tenaga ).penting bagi analisis hasil penelitian. Di bawah ini digambarkan sebuah model yang menggambarkan berbagai variable yang mempengaruhi proses wawancara. dan humaniora. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengurangi tingkat ³keabstrakan´ suatu konstrak sehingga bisa dilakukan pengukuran. filsafat. Makin abstrak variabel penelitiannya makin sulit dioperasionalisasikannya. Jumlah variabel pendukung sebaiknya dibatasi karena akan berakibat pada biaya (dana. lebih sering menggunakan analisis kualitatif antara lain disebabkan oleh sulitnya memberikan definisi operasional pada variabelvariabel penelitiannya. Susun definisi operasional variabel penelitian. Umumnya teknik pengambilan data dengan cara ini dilakukan jika peneliti bermaksud melakukan analisis kualitatif atas penelitiannya. Misalkan. 4. Jika memang tidak penting sebaiknya jangan dimunculkan. maka konsekuensinya adalah menambahkan variabel jenis kelamin ke dalam rancangan penelitiannya. waktu. ³haus´ diukur dengan jumlah air yang diminum. Survai melalui wawancara Wawancara adalah teknik pengambilan data melalui pertanyaan yang diajukan secara lisan kepada responden. Jika peneliti menduga bahwa pegawai wanita mempunyai tingkat kepuasan yang lebih rendah dibanding pegawai laki-laki. . Wawancara bisa dilakukan secara tatap muka di antara peneliti dengan responden dan bisa juga melalui telepon . Penelitian dalam bidang kebudayaan. Kegiatan ini sangat penting jika analisis penelitian dilakukan secara kuantitatif.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI DALAM WAWANCARA TATAP (DIMODIFIKASI) Situasi Wawancara -waktu -tempat Pewawancara : -karakter -ketrampilan Responden : -karakter -daya tangkap Isi Pertanyaan : -peka -sulit dijawab .

Jakarta. 1989. di pengaruhi juga oleh variable lain. Charles A. Mc. Kekuatan dan Kelemahan Wawancara Bailey ( 1978) dalam bukunya Methods of Social Research menguraikan berbagai kekuatan dan kelemahan wawancara dalam suatu penelitian. Demikian pula jika . model tersebut di atas tidak seratus persen dicontoh sama dengan sumber aslinya. lalu pertanyaannya tentang kebijakan kantor kecamatan dalam mendorong partisipasi masyarakat. kalau pewawancara kemampuan berkomunikasinya kurang baik dan juga belum mengikuti pelatihan wawancara. Apalagi jika di ruang wawancara ada bapak Camat . Intinya. Irawati Singarimbun. maka bisa terjadi situasi yang disebut dengan istilah :´communication break-down´. Flexibility . Pewancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. yang terdiri atas : 1. Hasilnya sudah bisa diduga kira-kira bagaimana.Graw-Hill. Jika dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan ³probing´. Metode Penelitian Survai. 1975. di samping dipengaruhi oleh karakteristik dan kemampuan masing-masing pihak. LP3ES. New York. Agar memudahkan penjelasannya. Donald P. Pertama adalah kekuatannya. yaitu situasi di mana wawancara berlangsung dan isi pertanyaan. respondennya tidak bisa baca tulis. Dalam ³Teknik Wawancara´. and Lininger.Sumber : Warwick. Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi. The Sample Survey : Theory and Practice. Misalnya. komunikasi dua arah di antara pewawancara dengan responden.

dia bisa menundanya. Control over environment : Pewawancara dapat mengatur lingkungan di mana wawancara dilakukan. atau tanpa kehadiran orang lain. Bahkan jika sebuah pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada saat itu. Nonverbal behavior. Question order. Pewawancara dapat merekam jawabanjawaban yang spontan. 3. Hal ini juga dapat menjamin pertanyaan dapat terjawab semuanya. misalnya di ruangan tersendiri. Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara lebih baik. 6. atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden. 2. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal. . Spontaneity. 5. Response rate . 4. Responden yang tidak mampu menulis atau membaca tetap bisa menjawab pertanyaan. Dalam hal tertentu jawaban spontan bisa lebih jujur dan informative.ingin memperoleh informasi tambahan. rasa tidak suka. Banyak responden yang lebih menyukai mengeluarkan pandangannya secara lisan daripada tulisan. demikian pula mereka yang malas menulis. Maknanya. Hal ini mencegah terjadinya jawaban yang diintervensi pihak lain. kurang normative. wawancara cenderung ditanggapi secara lebih baik dibandingkan dengan kuesioner yang diposkan. maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan. Misalnya rasa suka. kecuali memang respondennya tidak bersedia menjawabnya.

Completeness. Kapan. Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan. Time of interview.7. Artinya kalau respondennya 100 orang peneliti harus menyediakan uang sekitar 75 juta rupiah. Cost. Di Indonesia belum ada tarif yang bisa diterima umum ketika seorang peneliti mewawancarai responden 2. Kelemahan : 1. di mana. Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah kita tetapkan. Kuesioner umumnya berisikan pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. bisa memakan waktu sekitar enam bulan . Time. dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail. Waktu wawancara tidak dapat dilakukan kapan saja. Berdasarkan pengalaman. dan lain sebagainya Di Amerika dan Eropa khususnya. biaya perjalanan serta pemondokan. imbalan bagi responden. 9. 10. sehingga data yang diperoleh tidak keluar dari rancangan penelitian. biaya yang harus dikeluarkan untuk seorang responden bisa sampai dengan 100 dolar pada tahun 1995 (Cooper dan Emory). Respondent alone can answer. sehingga untuk menjawab seluruh pertanyaan diperlukan beberapa kali wawancara. Greater complexity of questionnaire. . Biaya supervisi lapangan. Melalui wawancara. Pewawancara dapat menyusun jadwal wawancara yang relatif pasti. biaya latihan pewawancara. penelitian yang sampelnya banyak dan secara geografis berbeda domisilinya. 8. Kadang responden hanya punya waktu sedikit.

tidak sedikit responden mau diwawancarai. status sosial. Artinya pewawancara bisa dipandang mempunyai potensi yang bisa mengancam dirinya. Pertanyaan sering kali kurang baku. 6. Walau telah dilakukan tatap muka. Namjun. Responden yang berbeda bisa ditanyakan dengan kalimat yang berbeda bahkan isinya berbeda pula. dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi jawaban. pakaian. Karena kesibukan atau alasan lainnya. responden tetap mau menjawab pertanyaan walau dalam kondisi tertekan. Sering terjadi atribut (jenis kelamin. sehingga jawaban harus dilakukan secara ekstra hatihati. 5. jabatan. usia. Kalau wawancara dilakukan di rumah juga sama.3. melalui wawancara responden sulit menyembunyikan identitas dirinya . Fleksibilitas ternyata bisa merupakan kekuatan namun dapat pula merupakan kelemahan tenik wawancara. pimpinan perusahaan lebih sering melarang peneliti mewawancari pegawainya. . 4. Less anonymity. Interview bias. atau mengalami gangguan lainnya. Mungkin mereka tidak punya waktu atau bisa juga karena mereka takut didatangi oleh orang asing. namun kesalahan bertanya dan juga kesalahan mentafsirkan jawaban. Dan hal tersebut berpengaruh pada kualitas jawaban Berdasarkan banyak penelitian di bidang manajemen sumber daya manusia. karena sudah janji. etnik. Inconvenience. Less standardized question wording. sakit. Apalagi jika jawabannya direkam melalui pita perekam. Dibanding melalui kuesioner. penampilan fisik.. masih bisa terjadi.

Syarat utama wawancara agar berhasil (1) Tersedianya informasi yang diperlukan dalam diri responden Peneliti harus mempunyai informasi lengkap tentang diri responden. Bagaimana cara mendorong responden mau menjawab dengan baik dan lengkap banyak ditentukan oleh pendekatan serta insentif yang diberikan oleh peneliti. Motivasi responden merupakan tanggung jawab peneliti. (3) Motivasi responden untuk mau bekerjasama harus tinggi. menyebabkan apa-apa yang seharusnya dilakukan oleh pewawancara menjadi kurang atau bahkan tidak terjadi. Tugas . Ada istilah yang populer yaitu bahwa responden yang akan diwawancarai harus yang ³rich information´ (2) Responden harus benar-benar mengerti apa yang harus dilakukannya. Teknik Wawancara Lebih mudah membicarakan teknik wawancara dibanding dengan melaksanakannya. Artinya apakah responden yang akan diwawancarainya mempunyai informasi yang ingin diperoleh peneliti. Pewawancara tidak sekedar harus mengerti apa yang seharusnya dilakukan. Untuk itu maka peneliti harus dapat menjelaskan bagaimana seharusnya responden menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. tetapi juga harus kreatif menangani persoalan yang muncul di lapangan. Peneliti boleh saja memberikan pelatihan singkat kepada responden. Tidak jarang responden memberikan respons yang tidak sesuai dengan harapan pewawancara. Kondisi lapangan yang sangat bervariasi.

Sasaran yang ingin dicapai oleh pelatihan wawancara adalah memberikan bekal kepada pewawancara berbagai pengetahuan dan ketrampilan dalam melaksanakan wawancara yang sesuai dengan karakteristik penelitian. Beberapa butir isi pelatihan yang umumnya disarankan adalah : 1. sangat relatif.pewawancara tidak hanya bertanya. Soal waktu. Pelatihan Setiap interaksi yang berlangsung dalam situasi sosial yang berbeda mempunyai dampak psikologis yang berbeda pula. Artinya walau pewawancara sudah mempunyai pengalaman dalam mewawancarai responden. dan hal-hal yang bersifat teknis proses pelatihan. Penjelasan tentang tujuan dan kegunaan penelitian 2. jenis kelamin. dan melakukan pertanyaan ulang dan mendalam jika diperlukan. . Penjelasan tentang karakteristik (umum) responden yang akan diwawancarai. Di bawah ini disajikan tahapan-tahapan yang secara umum dilakukan oleh sebagian besar pewawancara pada saat mereka berupaya mencari informasi dari responden penelitiannya. Agar tugas-tugas tersebut dapat dilakukannya dengan baik. Yang bersifat prinsip adalah isi pelatihan itu sendiri. merekam apa yang didengarnya. maka pewawancara harus melatih diri dan mempersiapkan proses wawancara sebaik mungkin. namun penyelenggaraan pelatihan buat pewawancara masih diperlukan. tempat. tetapi juga mendengarkan dengan seksama. Usia.

Diskusi tentang hasil latihan praktek wawancara. Antisipasi menghadapi masalah yang tidak diinginkan 11. Prosedur wawancara. perekaman jawaban responden 7. dan juga penuh kesabaran. Pada saat seleksi calon pewawancara hendaknya dipilih mereka yang memiliki ³good communication skills dan tingkat toleransi akan perubahan waktu. Penjelasan tentang butir-butir pertanyaan yang akan diajukan (maksud pertanyaan tersebut apa?) 6. Penjelasan tentang konsep penelitian 5. budaya. kondisi ekonomi. Latihan praktek wawancara di dalam kelas dan di lapangan (cari yang telah dikenal responden) 12. Penjelasan tentang cara pencatatan. Menurut Cooper dan Emory (1995) ada tiga hal yang bisa meningkatkan penerimaan responden dalam wawancara . dan lain sebagainya 3.pendidikan. status sosial. Penjelasan tentang cara ³probing´ 8. Penjelasan tentang cara pengisian dan arti semua tanda yang ada dalam daftar pertanyaan 9. Penjelasan peran apa yang harus dibawakan oleh pewawancara 4. mulai dari memperkenalkan diri sampai dengan menutup wawancara. Di samping isi pelatihan. 10. kualifikasi pewawancara juga harus diperhatikan. Meningkatkan penerimaan responden Sasaran awal yang harus bisa dicapai oleh pewawancara adalah terbangunnya hubungan yang akrab dengan responden.

tidak hanya bagi diri peneliti. Sehingga dalam menjawab pertanyaan. Pewawancara harus bisa memberi jaminan bahwa jawaban responden tidak membuat dirinya menjadi terancam. tetapi . Atau jika responden minta identitasnya tidak disebutkan dalam laporan. pewawancara harus bisa memberikan jaminan. Walau sudah ada pedoman wawancara. atau hal lain yang sejenis. jika ingin memperoleh jawaban yang lebih mendalam. tetapi juga bagi pihak-pihak lain termasuk mungkin si responden tersebut. Responden seringkali curiga terhadap pewawancara.jika proses wawancara akan direkam melalui ³tape recorder´ sebaiknya minta persetujuan responden. Upayakan agar responden percaya bahwa pengalaman yang segera akan terjadi. Jika ada pertanyaan yang seharusnya ditanyakan. 3. Misalnya.1. Untuk itu pewawancara harus bisa menjelaskan dengan baik maksud dan kegunaan penelitian itu. mereka ekstra hati-hati. Upayakan responden merasa bahwa wawancara yang berlangsung dengan dirinya memang sangat berguna. Upayakan agar responden memiliki rasa aman dan nyaman. menyenangkan dan memuaskan dirinya. lakukan ³probing´. 2. Mengajukan pertanyaan Ajukan pertanyaan sesuai dengan pedoman wawancara (interview schedules). Umumnya responden mau dengan terbuka menyatakan pendapatnya dan juga bekerjasama jika pewawancara menunjukan perilaku yang bisa dipercaya. jika terpaksa pewawancara dapat menambah pertanyaan lain yang dianggap penting.

Komunikasi dua arah sebaiknya diciptakan. sebaiknya tidak dipaksa. Umumnya. Paling ideal. Alihkan dahulu ke pertanyaan lain dan pada akhir wawancara boleh dicoba dengan cara lain mengajukan pertanyaan yang belum dijawabnya. Kadang jawaban responden tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan. Upayakan suasana wawancara tidak seperti interogasi. maka lewatkan saja. Agar jawaban . biarkan responden menjawab pertanyaan. Sebelum ³ke mana-mana´. dan pewawancara segera mencatat semua yang dikatakannya. Artinya pewawancara harus benar-benar bisa merekam jawaban responden dengan baik (benar dan lengkap). Jika responden tidak mau menjawab satu pertanyaan tertentu. Apabila kedua hal tersebut tidak mungkin dilakukan maka pewawancara harus mampu merekam sendiri jawaban responden. seorang pewawancara dibantu oleh orang lain yang tugasnya adalah merekam jawaban responden. Merekam jawaban responden Perlu diingat benar oleh pewawancara bahwa wawancara dengan seorang responden hanya dilakukan satu kali. seharusnya pewawancara memperjelas pertanyaan tadi dengan katakata/bahasa/susunan kalimat yang lain yang diperkirakan lebih bisa dipahami. Jika tidak mungkin upayakan jawaban responden direkam melalui alat perekam elektronik (tape recorder). Apabila ada kata atau kalimat yang kurang jelas maka pewawancara dapat meminta responden menjelaskan ulang kata atau kalimat tadi.sudah terjawab (dalam jawaban atas pertanyaan lain atau berdasarkan pengamatan).

sebaiknya diakhir wawancara.yang direkam relatif lengkap upayakan pewawancara memiliki singkatan-singkatan. Data yang diambil dengan cara ini memang lebih cepat diperoleh. pewawancara harus memberi kesan bahwa dia masih ingin melakukan pembicaraan lagi. karena berdasarkan satu penelitian ternyata ³response rate´nya lebih rendah ketimbang ³face-to-face interview´ (Cooper. wawancara melalui telepon dapat dilakukan. atau tanda-tanda baca lainnya yang tertentu yang dimengertinya. jika pewawancara sudah memperoleh seluruh nomor telepon responden maka paling tidak 50 responden dapat dihubungi. namun untuk menjaga kemungkinan negatif. Mengakhiri wawancara Walau pewawancara sadar bahwa wawancara hanya dilakukan satu kali. Dalam satu hari. agar pewawancara dapat diterima kembali maka akhir dari suatu wawancara haruslah baik pula. Untuk meyakinkan apakah yang dicatat benar atau sesuai dengan apa yang dimaksud oleh responden. Dengan demikian. 1995) . tidak ada salahnya intisari jawaban responden dikatakan ulang oleh pewawancara. Kelemahan utama cara ini adalah keengganan responden untuk menjawab karena dia belum mengenal / melihat diri pewawancara. Wawancara melalui telepon Jika jumlah pertanyaan tidak banyak dan hanya memerlukan jawaban pendek.

peryataan. atau isian yang disusunya. Jawaban bisa sifatnya tertutup (alternatif jawabannya disediakan oleh peneliti). Kuesioner atau juga dikenal dengan nama angket adalah alat pengambilan data yang disusun oleh peneliti dalam bentuk tertulis. dan kedia adalah kuesioner yang dikirim (mailed questionnaire) oleh peneliti kepada responden. Responden membacakan isi kuesioner. Seorang peneliti membuat kuesioner tertutup jika dia telah mampu menemukan berbagai alternatif jawaban yang dianggapnya tepat bagi penelitiannya. tetapi dalam prakteknya bisa jadi bukan daftar pertanyaan.. terbuka (responden secara bebas menuliskan jawabannya). Saran Anda : «««. LAKI atau PEREMPUAN. atau jika dia tidak ingin jawaban lain kecuali jawaban yang disediakannya. Di dalamya terdapat seperangkat pertanyaan dan atau peryataan dan atau isian yang harus dijawab oleh responden di situ juga (dalam kuesioner). . atau campuran (tetutup dan terbuka). Misalnya YA atau TIDAK. Jenis-jenis kuesioner Pertama adalah kuesioner yang diisi sendiri (personnaly administered questionnaire) oleh peneliti atau anggota tim penelitian (pencacah). melainkan daftar pernyataan. SETUJU atau TIDAK SETUJU. Jenis kuesioner pertama dapat dengan baik dilakukan jika penelti atau pencacah mempunyai waktu cukup untuk menuliskan jawaban responden pada kuesioner.KUESIONER Jika diterjemahkan artinya adalah daftar pertanyaan. Misalnya : Etnis : ««««. Kuesioner terbuka disusun oleh peneliti karena dia tidak mampu atau tidak mau menentukan jawaban atas pertanyaan. dan responden mengisi sendiri kuesioner tersebut.

dapat segera dijelaskan. Urutan pertanyaan 5. Kategorisasi 7. Perdoman Penyusunan Kuesioner Dalam uraian ini dibahas satu bentuk pedoman penyusuanan kuesioner yang dikemukakan oleh Uma Sekaran dalam bukunya Research Methods fos Business (1992). Jika responden kurang mengerti isi kuesioner. Jika sedikit. Bahasa dan kata yang dipakai 3. Mail questionnaire diedarkan manakala responden secara tempat tinggalnya geografis jauh dengan peneliti. Dalam penyusunan kuesioner perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Gunakan pinsil untuk mengisi jawaban responden. Misalnya penelitian terhadap karyawan di tempat kerjanya. Tampilan kuesioner .responden menjawabnya. Jika respondennya banyak. Pengkodean 8. Realibitas dan validitas 10. peneliti sendiri yang bisa menjadi pencacah. Kuesioner di bagikan dan jawabannya diambil lain waktu. Jenis dan bentuk kuesioner 4. Isi dan tujuan kuesioner 2. Penskalaan 9. Jika terlalu banyak yang tidak kembali. Peneliti juga dapat mendorong responden untuk mau menjawab dengan benar dan jujur. sebaiknya tenaga pencacah diperbanyak. Kelemahan umum kuesioner jenis ini adalah jumlah yang kembali hampir selalu lebih sedikit daripada jumlah yang diedarkan. Klasifikasi data atau informasi pribadi 6. akbibatnya akan mengganggu hasil penelitian. atau untuk melakukan ³personnaly administered´ tidak dimungkinkan.

11. Di bawah ini terpampang model yang diuraikan oleh Uma Sekaran C. Di dalam survei tersebut dikumpulkan pula data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat belajar belajar siswa. . 12. serta keadaan interaksi social daerah itu. Survei tersebut bertujuan untuk memperoleh data tentang keadaan daerah baik fisik. 3. 14. adapt-adat. Sebelum membangun bendungan Asahan departemen PUTL bersama-bersama dengan Departemen perindustrian mengadakan survei ke daerah sekitar danau Toba dan Sungai Asahan. Contoh Pendekataan Survei 1. BP3K departemen Pdan K mengadakan survei tenteng kualitas pendidikan anak kelas 6 SD tahun di seluruh Indonesia tahun 1976. 13. lokasi serta sumber alam yang merupakan akomodasi. survei tersebut bermaksud untuk mengetahui seberapa tinggi kualitas pendidikan yang tercermin dari daya serap beberapa bidang studi yang diajarkan di SD. 2. Sekelompok mahasiswa mengadakan survei ke suatu daerah yang akan digunakan sebagai kancah pelaksanaan KKN. Panjangnya kuesioner Kata pengantar Petunjuk pengisian Dll. Survei bertujuan untuk mengumpulkan data tentang kemugkinan membangun bendungan serta menfaatnya bagi perindustrian di sekitar pembangunan bendungan tersebut.

kebiasaan dan sebagainya yang menyangkut kehidupan sehari-hari. .pencaharian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful