PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA

SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 (S1) Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

Disusun oleh : DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

PROGRAM PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

i

PERSETUJUAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Disetujui dan Disyahkan oleh Pembimbing I dan Pembimbing II untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Mengetahui, Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Suyatmini, SE. M.Si. Tanggal:

Drs.Sudarto HS, MM. Tanggal:

ii

PENGESAHAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Yang Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Pada Tanggal: ………………………………… Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat

Susunan Dewan Penguji 1. Dr. Suyatmini, SE. M.Si. 2. Drs.Sudarto HS, MM. 3. (……………………………) (……………………………) (…………………………….)

Surakarta, Februari 2010 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan,

Drs. H. Sofyan Anif, M. Si NIK. 547

iii

kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.PERNYATAAN Dengan ini. Apabila ternyata kelak di kemudian hari terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya diatas. Surakarta. saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. Juli 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103 iv .

Jadilah diri sendiri jangan meniru orang (Penulis) Kita hanya cukup yakin dan benar-benar menginginkannya maka semua akan terjadi (penulis) v .MOTTO Masalah bukan untuk dihindari tapi dicari solusinya dan harus dihadapi dengan sabar jadi tetap semangat.

5. Aku telah menemukan arti sahabat sejati. Si item kasih ibu. sebagai ungkapan rasa hormat dan baktiku. Kakakku (Ms Eko). perhatian dan pengorbanan yang tiada pernah lekang oleh waktu. Jangan pernah melupakan persahabatan ini. Djarot. Dewi. Almameterku yang kucinta. dukungan dan kebersamaan yang membuatku selalu bahagia. Emi. do’a. Ipee (Arifah). Ayah dan Ibunda tercinta. Sahabat-sahabatku. Adikku (De’ Kiki) tersayang yang telah mewarnai hari-hariku dengan kasih sayang dan selalu memberiku semangat. Agung n’ The ganx. 4. serta perjuanganmu untuk membesarkan dan mendidikku dengan penuh kasih sayang agar aku dapat gapai cita dan impianku. vi . kebersamaan kita adalah hal yang terindah. 6. 46 Kasih Ibu. dan Spin Abot yang selalu setia mengantarkan aku kemana pun aku pergi. rangkaian yang tidak pernah putus dalam setiap langkahku. 2.PERSEMBAHAN Alhamdulillahirobbil’alamin. Ndaa (Ingga). Lia. Sujud Syukurku kehadirat illahi Robbi Atas segala nikmat dan kemudahan yang telah diberikan-Nya persembahan kecil ini teruntuk: 1. Engkau tak akan pernah tergantikan karena engkau tiada duanya didunia ini. 3. Ndul (Elyy). Baki Community. terima kasih atas dukungan selama ini dan mendengarkan keluh kesahku. atas perhatian. terima kasih atas kasih sayang.

Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan skripsi ini. Drs. Drs. Dr. selaku pembimbing I yang penuh kesabaran dan ketulusan membimbing. selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah berkenan memberikan surat ijin peneliti.. hidayah. M.Si. selaku ketua program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan dan masukan selama studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Drs. Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. MM. dan Inayah-Nya sehingga penyusunan skripsi ini berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik. M. SE. H.Si. Djalal Fuadi. Sofyan Anif. Skripsi ini disusun untuk melengkapi sebagian dari syarat guna memperoleh gelar sarjana pendidikan S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi. 4. Suyatmini. namun berkat bantuan serta dorongan dari berbagai pihak akhirnya kesulitankesulitan yang timbul dapat teratasi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. selaku pembimbing II yang memberikankan arahan dan nasehat dalam penyusunan skripsi ini. MM. mengarahkan dalam penyusunan skripsi ini. 3.Sudarto HS. 2. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada: 1. vii .Wb...KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.

Siswa siswi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta khususnya kelas VIII A. 9. 6. Surakarta. Bapak Amin Bambang selaku guru ekonomi yang telah membantu dalam penelitian. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat serta menjadi jembatan bagi penulisan selanjutnya. Joko Suwandi.B. dan C yang telah bersedia menjadi sampel dalam penelitian.Wb. selaku Pembimbing Akademik selama menempuh studi. 7. 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A 210 060 103 viii . Drs. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. 10. 11. Wassalamu’alaikum Wr. Semua teman-teman Pendidikan Akuntansi angkatan 2006 khususnya kelas C dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya karya ini yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu.Pd. Bapak/Ibu Dosen program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Oleh karena itu. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang telah memberi izin kepada penulis untuk melakukan penelitian 8. kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Semua pihak yang telah berperan serta memberikan bantuan moral maupun material dalam penyusunan skripsi. SE. M.5.

............ i ii iii iv v vi vii ix xii xiii xiv xvi 1 5 5 6 6 7 9 ix .......................................... KATA PENGANTAR ............................................. DAFTAR TABEL ......................................................................... F....................................................................................................................... HALAMAN PERNYATAAN ............ DAFTAR GAMBAR ..... HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ HALAMAN MOTTO ................... D..... Prestasi Belajar . BAB II LANDASAN TEORI A..... BAB I PENDAHULUAN A................. B.............................................................. Perumusan Masalah ......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................................................................... DAFTAR ISI ..................................... Sistematika Penulisan Skripsi ...............................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................... ABSTRAK ............. C..................... Tujuan Penelitian ............................................................................ DAFTAR LAMPIRAN ...... Pembatasan Masalah .............................. E............................... Latar Belakang Masalah ................... Manfaat Penelitian .................................................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN .............................................

....................................................................................................... Indikator Mind Mapping……………………………………… 5..... ................. 1............................... Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)......................................... Kerangka Pemikiran........... C. D.. C..................... Kelebihan dan Kelemahan……………………………………....................... Hubungan antar variabel ............................. Cara membuat Mind Mapping……………………………… ................................ BAB III METODE PENELITIAN A............................................................. ... Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar………........ B....................................... 2............... Pengertian Belajar ....................... 1........ ............................................. F... 2............................ .............. Definisi Mind Mapping ........... dan Sampling ........ Mind Mapping . Sampel... E........... 3..... 4...................... 2.............. Jenis dan Metode Penelitian ............. B............................................................ 2................. Indikator Keaktifan......................... Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)........................................................... Objek Penelitian ................ 1. Hipotesis................. Kegunaan Mind Mapping ………………… . Keaktifan Belajar ...................... Pengertian Keaktifan................... Hubungan metode Mind Mapping(X1)............................. 3.... 9 10 16 16 19 19 22 23 25 24 26 27 27 27 28 29 30 32 32 32 x .........................1..................... Populasi.............................. Hubungan metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) ........ .........

............... Analisis Data ...................D.... E......... F........................... Uji Prasyarat Analisis ....................................................................................... C............................................. BAB V ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Implikasi................................. B..................................................................... Analisis Data Penelitian ....... BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A... E........................................................... D................... Uji Instrumen Penelitian ............ Instrumen Pengumpulan Data ....... Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ............. Saran................................................................................................ C........................... Uji Prasarat Analisis ……………………………………………… 44 H.................................. Teknik Pengumpulan Data .................. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 76 76 50 59 61 63 69 45 xi .......................................................................... B........ 35 40 42 G.......................................................................................... Pembahasan ... Teknik Analisis Data .... Kesimpulan ...................................................

................1 Penggunaan otak pada Mind Mapping .......................... Tabel 4......4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas....1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping 59 Tabel 4.......................................... Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda . Tabel 3.........2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS ........................... Tabel 4..... Tabel 4........................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1...................1 Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS ............. 60 61 62 63 xii .............................. 17 35 Tabel 4.........5........................3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors ..

......... Gambar 3....1 Contoh Aplikasi Mind Mapping .................... 21 29 56 xiii .............. Gambar 4.1 Kerangka Pemikiran .........................................1 Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ..........DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2...................................

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Data Induk Penelitian 8. Hasil Tri Out Penelitian 4. Hasil Deskriptif 9. Surat Ijin Penelitian 2. Data Butir Angket Penelitian 7. Hasil Uji Validitas 5. Hasil Uji Linearitas 11. Hasil Uji Regresi Berganda 12. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif xiv . Hasil Uji Reliabilitas 6. Hasil Uji Normalitas 10. Angket Penelitian 3.

05 diperoleh Fhitung sebesar 3.355 > 3. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7.01). maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.544 > 2. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 200 siswa.407X1 + 0.01 (7.01 (3. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 2) mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.642 > ttabel = 2.355 dan taraf signifikan 0.642 > 2.8% sedangkan sisanya sebesar 30. A210 060 103.654X2.ABSTRAK PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Dhida Dwi Kurniawati. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.698.20). dan 3) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Penelitian mengambil lokasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 2010.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model. keaktifan belajar IPS dan prestasi belajar IPS xv . Secara individu metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). Hasil penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menghasilkan temuan sebagai berikut : Hasil uji regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34. karena nilai thitung = 3.01) sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS. Kata kunci : metode mind mapping.544 > ttabel = 2. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69.405 + 0. Jurusan Pendidikan Akuntansi. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0.

Dengan begitu perkembangan IPTEK yang ada dapat dikuasai. 1 . kreatif.1 BAB I PENDAHULUAN A. keluarga dan pengelola pendidikan. cakap. penanganan dan prioritas secara baik oleh pemerintah. bertujuan untuk berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yang menyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. berakhlak mulia. sehat. mandiri dan menjadi warga Negara yang demokrasi sehingga bertanggung jawab. oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian. Pendidikan merupakan sarana dan wahana yang sangat baik di dalam pembinaan SDM. dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Latar Belakang Masalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di era globalisasi sesuai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. berilmu. Salah satu tujuan Pendidikan Nasional yang ingin dicapai dalam pembangunan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. Pendidikan merupakan masalah yang sangat menarik untuk dibahas karena melalui usaha pendidikan diharapkan tujuan pendidikan akan segara tercapai.

Guru harus dapat memilih metodemetode yang sesuai dengan pokok bahasan yang disampaikan. memberikan tanggapan atau komentar terhadap siswa lain. Dengan umpan balik diharapkan siswa yang kesulitan mengenai konsep-konsep pada materi yang telah diberikan dapat terbantu sehingga prestasi belajar IPS siswa meningkat. berlatih menjelaskan hasil pekerjaannya kepada teman yang lain. Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memerlukan suatu strategi yang tepat supaya hasil yang yang dicapai maksimal dan berpengaruh berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Dimana tujuan pemberian tugas ini adalah siswa tetap belajar dirumah dan dapat dimanfaatkan waktu diluar jam pelajaran sekolah.2 Prestasi belajar merupakan hasil dari usaha-usaha yang telah dilakukan. Misalnya kemandirian siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru. serta bekerjasama dan hubungan dengan siswa lain. Keaktifan siswa dalam mengajukan ide pada guru. bertanya kepada guru tentang materi yang disampaikan. Dalam pembelajaran IPS. sehingga siswa yang kurang paham terhadap materi yang disampaikan akan menjadi lebih mengerti karena adanya latihan dirumah umpan balik disini berupa pembahasan kembali tugas yang diberikan pada materi terdahulu. dan juga mempunyai cara-cara yang menarik sehingga peserta didik mempunyai minat yang tinggi terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Salah satu usaha guru dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa yaitu dengan menerapkan pembelajaran melalui tugas dan umpan balik. . kemandirian serta keaktifan siswa cenderung masih rendah.

Membina siswa agar setiap orang merupakan sumber yang manfaat bagi yang lainnya. Menurut Isjoni (2007:62). d. Menjelaskan tujuan kegiatan pada kelompok dan mengatur penyebaran dalam bertukar pendapat Djamarah (2002:181-186). seorang guru harus memiliki sikap-sikap sebagai berikut : 1. 3. Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevansi proses belajar mengajar. 2. Mendorong anak didik untuk belajar. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah.“Tujuan dari penyampaian variasi metode mengajar dan aplikasinya dalam pengajaran adalah : a. Guru sebagai pendidik dan pengajar bertugas untuk memberi kemudahan untuk siswa dalam menerima ilmu atau materi yang telah diajarkan. Mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Salah satu metode yang akan diterapkan adalah pembelajaran IPS dengan pola latihan interaktif yang menggunakan metode Mind Mapping. Membantu dan mendorong siswa untuk mengungkapkan dan menjelaskan keinginan dan pembicaraannya baik secara individual maupun kelompok. menyusun rencana. Membantu kegiatan-kegiatan dan menyediakan sumber atau peralatan serta membantu kelancaran belajar mereka. Dalam metode Mind Mapping siswa di kuatkan pada cara menghadapi persoalan dengan langkah penyelesaian yang sistematis yaitu memahami masalah. melaksanakan rencana. dan memeriksa kembali . Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi. Memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual. e. 4. c.3 menyanggah atau menyetujui ide pengerjaan soal dari teman juga masih rendah. b. 5.

dan mandiri dapat terwujud. Dengan demikian siswa belajar IPS tidak hanya mendengarkan dan guru menerangkan didepan kelas saja. Namun kenyataannya keaktifan siswa sekarang ini berkembang lambat dan disiplin belajar siswa yang kurang. Melalui usaha pendidikan diharapkan kualitas generasi muda yang cerdas.4 sehingga persoalan yang dihadapi akan dapat diatasi. aktif.” . Sedangkan dengan latihan interaktif siswa diharapkan dapat berinteraksi dalam proses belajar mengajar. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengambil judul skripsi “PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SISWA PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009 / 2010. Sehingga diharapkan kemandirian dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS dapat ditingkatkan. namun diperlukan keaktifan siswa didalam proses belajar mengajar. Menurut Sujanto (1996:53) : Pelaksanaan pengajaran sering hanya si guru mendikte dan si anak yang mencatat dan kemudian menghafalkannya persis seperti bunyi catatatan dan sama sekali tidak ada kaitan dengan pengertian ataupun perubahan anak perbuatan anak karenanya. sehingga siswa dituntut untuk aktif secara langsung dalam proses pembelajaran.

Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? . Pembatasan Masalah Untuk mempermudah dan menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penafsiran judul. Apakah terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 3. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut diatas. Prestasi belajar siswa dibatasi pada penguasaan materi dan keaktifan siswa terhadap pelajaran IPS yang berupa nilai rapot semester ganjil. maka masalah ini dibatasi pada : 1. 2. C. 3. Penggunaan Mind Mapping dibatasi pada sikap ingin tahu siswa untuk mengembangkan materi pelajaran IPS.5 B. Aktif dalam belajar siswa dibatasi pada keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran disekolah. maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan : 1.

Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai : 1. Sehingga perkembangan tersebut dapat digunakan dalam peningkatan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus disekolah. Manfaat Penelitian Manfaat teoristis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan pertimbangan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan pada umumnya dan di bidang kependidikan luar biasa pada khususnya. Bagi guru kelas Sebagai bahan kajian guru dalam memberikan atau menyampaikan materi (metode Mind Mapping dan keaktifan belajar IPS) untuk meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. Tujuan Penelitian Adanya tujuan dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting karena dengan tujuan yang tepat menjadikan tolok ukur keberhasilan dalam penelitian.6 D. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 2. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Untuk mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. . Manfaat praktis yang diharapkan dalam penelitain ini terdiri : 1. E.

7 2. Bagi sekolah Dari hasil penelitian dapat memberikan masukan kepada sekolah atau lembaga pendidikan di SMP sebagai bahan kajian dalam usaha perbaikan proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik. perumusan masalah. manfaat penelitian. dan sistematika penulisan penelitian. identifikasi masalah. Bagi siswa Memberi alternative lain untuk mempelajari suatu pelajaran dengan cara membuat ringkasan yang menarik dan anak terdorong untuk belajar IPS. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini merupakan landasan teori yang digunakan dalam penyusunan penelitian yang bekaitan dengan definisi prestasi . F.sehingga mutu pendidikan dapat lebih meningkat. maka perlu dikemukakan sistematika penelitian sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Meliputi latar belakang masalah. tujuan masalah. 4. Bagi kepala sekolah Memberi masukan berupa informasi ilmiah tentang pentingnya metode penyampaian materi yang menarik pada siswa agar prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. 3. Sistematika Skripsi Untuk memperoleh gambaran permulaan terhadap hasil penelitian ini. pembatasan masalah.

keterbatasan penelitian dan saran dari peneliti. BAB V PENUTUP Penutup menguraikan tentang kesimpulan akhir penelitian. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi hasil pengembalian kuesioner. populasi.8 belajar. hubungan antar variabel dan hipotesis. teknik penyajian data dan teknik analisis data. definisi keaktifan. sampel dan sampling. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang jenis dan rancangan penelitian. subyek dan obyek penelitian. pengujian kualitas dan hasil analisis data. definisi metode Mind Mapping. teknik pengumpulan data. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN . data dan instrumen pengumpulan data.

Prestasi Belajar 1. karena kegiatan belajar merupakan proses.”Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Prestasi merupakan kumpulan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan. sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar.”Prestasi adalah hasil kegiatan 9 .9 BAB II LANDASAN TEORI A.” Selanjutnya menurut Winkel (1996:53). Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai denagan pandangan yang mereka anut. Namun dari pendapat pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan.“Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan. Menurut Djamarah (2002:231). Para pakar pendidikan mengemukakan pendapat mereka. Pengertian Prestasi Belajar Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan prestasi dan belajar. diciptakan baik secara individual maupun kelompok. Menurut Djamarah (2002:19). pemahaman. yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. ketrampilan dan nilai sikap. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar.

Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.10 usaha kegiatan belajarnya yang dinyatakan dalam bentuk. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan. huruf. maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. angka. 2. dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor eksternal) : . maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima. menurut Syah (2004:132).” Berdasarkan pengertian diatas. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain: faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal).

psikologis dan yang dapat perolehan faktor-faktor kuantitas diantara Namun rohaniah siswa siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah tingkat kecerdasan atau intelejensi. Selain itu juga siswa dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga ringan. sikap. jasmani agar tetap bugar siswa dianjurkan mengkonsumsi minuman yang bergizi.11 a. bakat. Kondisi organ tubuh yang lemah apabila serta pusing-pusing dapat menurunkan ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidak berbekas. 2) Aspek psikologis Yang mempengaruhi pembelajaran termasuk kulitas siswa. minat. Mempertahankan tonus. Untuk dipelajarinya pun kurang atau tidak terbatas. Faktor internal siswa adalah: 1) Aspek fisiologis Kondisi jasmani dan tonus (tegangan otot) yang memadai tingakat organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. dan motivasi. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor internal adalah keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa. .

3) Metode pembelajaran a) Pengertian metode Menurut Djamarah (2002:85) : Pemilihan metode merupakan hal yang sangat penting perlu diperhatikan karena metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa) Faktor Eksternal adalah kondisi lingkungan sekitar siswa. para staf guru. pemilihan dan penentuan metode dalam pembelajaran harus memiliki: . Dengan memanfaatkan metode secara akurat. 2) Lingkungan non sosial Faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah gedung sekolah dan letaknya rumah tempat tinggal keluarga siswa dan alat-alat belajar keadaan cuaca dan waktu belajar digunakan siswa. guru akan mampu mencapai tujuan pembelajaran. Para guru yang selalu menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik dan rajin khususnya dalam belajar. Menurut Djamarah (2002:85-93). para staf administrasi dan teman-teman sekelas yang mempengaruhi semangat belajar seorang siswa.12 b. 1) Lingkungan sosial Lingkungan sosial sekolah.

Apapun yang termasuk perangkat program pembelajaran dituntut secara mutlak . (2) Efektivitas penggunaan metode Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran akan menjadikan kendala dalam mencapai tujuan yang dirumuskan. Pengalaman membuktikan bahwa kegagalan pembelajaran salah satunya disebabkan oleh pemilikan metode yang kurang tepat.13 (1) Nilai strategi dan metode Didalam proses pembelajaran sering terjadi interaksi edukatif antara anak didik dan guru. (3) Pentingnya pemilihan dan penentuan metode Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang telah pembelajaran. karena itu. Nilai strategis dari metode adalah dapat mempengaruhi jalannya pembelajaran. efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuain metode dengan semua komponen diprogramkan. Oleh karena itu metode adalah salah satu cara yang memilliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar.

.”Pembelajaran ialah membelajarkan siswa dengan menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama kebersilan pendidikan.” Selalu harus ada yang dipelajari dan arena adanya pengalaman-pengalaman baru. secara arif dan bijaksana. Menurut guru Djamarah harus (2002:62). 2) siswa belum mengetahui apa yang akan diajarkan.14 untuk menunjang tercapainya tujaun guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didk dikelas b) Pengertian pembelajaran Menurut Sagala (2006:61). hal tersebut dibuat karena adanya kebutuhan untuk menyakinkan 1) adanya alasan untuk belajar.” Menurut Sagala (2006:68) : Pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran. Sedangkan Riyanto (2002:57) berpendapat bahwa pembelajaran adalah “suatu proses eksperimantasi.”Dalam menggunakan mengajarkan pandai pendekatan secara aktif. Menurut Mulyana (2005:100) : Dalam pembelajaran guru yang utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. oleh karena itu guru menetapkan hasil-hasil belajar dan tujuan yang akan dicapai.

Keberhasilan tersebut dapat diamati dari beberapa sisi banyaknya soal yang mampu dikerjakan dengan betul. dan faktor lainnya termasuk siswa itu sendiri. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses pelajaran IPS. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat. maka tingginya pemahaman dan penguasaan siswa dalam suatu pelajaran dan makin banyak soal yang mampu dikerjakan dengan benar diharapkan makin tinggi tingkat keberhasilan pembelajaran tersebut. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga.15 dan umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal yaitu pre tes. faktor materi pelajaran. proses dan post tes. maka dengan metode pembelajaran yang sesuai siswa akan bersemangat dan suasana kelas akan lebih hidup. faktor lingkungan. Keberhasilan pembelajaran IPS diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut dan dipengaruhi beberapa faktor antara lain: faktor guru. sehingga prestasi yang akan dicapai memuaskan.” Menurut Arikunto dalam Dimyati & Mudjiono (2009:200-201) prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi dan ditujukan untuk keperluan : . faktor metode pengajaran.

Pembuatan Mind Mapping didasarkan pada cara kerja alamiah otak dan mampu menyalakan percikanpercikan kreatifitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita.16 a. b. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. aslinya diciptakan oleh Gelb. Untuk diagnostik dan pengembangan. Definisi Mind Mapping Barbara Prashing mengemukakan Mind Mapping dipopulerkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an. apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya . Michael Gelb dalam Buzan (2007:179-181): Mind Mapping dapat diartikan sistem revolusioner dalam perencanaan dan pembuatan catatan yang telah mengubah hidup jutaan orang di seluruh dunia. Untuk kenaikan kelas. Mind Mapping 1. demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk Dengan kepribadian anak. Menurut Porter & Hernacki (2008:152-159) : Mind Mapping juga dapat disebut dengan peta pemikiran. Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Untuk penempatan. Oleh karena itu. karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. c. d. Untuk seleksi. Mind Mapping menggunakan pengingatpengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. B.

1 Tabel penggunaan otak pada Mind Mapping Otak Kiri 1. . dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal. Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna.17 menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak. efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran.” Table 1. Metode Mind Mapping adalah metode baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua belah otak (otak kiri dan otak kanan). penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menajubkan. Urutan Penulisan 3. Tulisan 2. Tony Buzan mengemukakan “your brain is like a sleeping giant. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. Hubungan Antar Kata Otak Kanan Warna Gambar Dimensi Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif. Selain itu Mind Mapping adalah sistem penyimpanan.

sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif. simbol. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. . baik secara tertulis maupun secara verbal. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. maka akan baik dampaknya bagi proses dan hasil belajar. memperkuat. Adanya kombinasi warna. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi. Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Dengan demikian. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping. bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.18 Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam. Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari.

Kegunaan Mind Mapping Menurut Michael Michalko dalam Buzan (2009:6). b. 4) Membuat rencana atau kerangka cerita. Mengumpulkan sejumlah besar data disuatu tempat. Imajinasi . 3. Cara Membuat Mind Mapping Buzan (2009:14). c. c. Kegunaan metode Mind Mapping dalam bidang pendidikan. 11) Meningkatkan pemahaman. Memungkinkan kita merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan.19 2. 9) Fleksibel. d. 7) Memulai usaha baru. khususnya pada Sekolah Menengah Pertama kelas VIII antara lain: a. b. Pena dan pensil warna. 3) Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan. Selain itu menurut Buzan (2009:54-130) metode Mind Mapping dapat bermanfaat untuk : 1) Merangsang bekerjanya otak kiri dan kanan secara sinergis. Kertas kosong tak bergaris. 5) Mengembangkan sebuah ide. Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah. 8) Meringkas isi sebuah buku. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif. d. 2) Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar. 6) Membuat perencanaan sasaran pribadi. 12) Menyenangkan dan mudah diingat. 10) Dapat memusatkan perhatian. sarana dan prasarana untuk membuat Mind Mapping adalah : a. Otak. metode Mind Mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan.

. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Menghidupkan Mind Mapping yang telah dibuat akan lebih mengesankan.wordpress. Variasi dengan huruf capital. Gunakan berbagai warna. membuat Mind Mapping membutuhkan imajinasi atau pemikiran.20 Buzan (2009:15-16). Membuat Mind Mapping yang terdapat didalam (http://astutimin . c) Kata: menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis. warna. Dalam membuat Mind Mapping juga diperlukan keberanian dan kreativitas yang tinggi. Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau image yang ada di atasnya. Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama. adapun cara pembuatan Mind Mapping adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Mulailah dari tengah kertas kosong.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dan-kreativitas siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/) Tony Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar Mind Mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal. Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat. Gunakan gambar. Berikut adalah ringkasan dari Law of MM: a) Kertas: polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (Landscape). garis bawah atau simbol-simbol yang menggambarkan poin atau gagasan utama. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat. Buatlah garis hubung yang melengkung. Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna. Seluruh garis harus tersambung ke pusat. b) Garis: lebih tebal untuk BOIs dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis.

terdapat empat langkah yang harus dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping.1 Contoh Aplikasi Mind Mapping Aplikasi Mind Mapping dalam Pembelajaran Dalam tahap aplikasi. f) Struktur: menggunakan struktur radian dengan sentral topic terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabangcabangnya menyebar ke segala arah. Khusus untuk pertemuan pertama pada setiap awal Semester. table dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami. grafik. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan dipelajari. kode. simbol. Overview dapat diisi dengan kegiatan untuk membuat .21 d) Image: gunakan sebanyak mungkin gambar. Gambar 2. Warna berbeda untuk setiap BOIs dan warna cabang harus mengikuti warna BOIs. BOIs umumnya terdiri dari 2 – 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1. Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3 Dimensi agar lebih menarik lagi. e) Warna: gunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5 – 6 warna. yaitu: a) Overview: Tinjauan Menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai.

konsep atau rumus penting yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. Selama Inview ini. siswa diharapkan telah memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai. b) Preview: Tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail daripada Overview dan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari Silabus. . menjadi lebih kreatif. dan melatih “gambar keseluruhan”. c) Inview: Tinjauan Mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran. Hal ini akan dapat membantu siswa untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. konsep atau rumus penting beserta grafik. i. h. Dengan demikian. di mana suatu topik akan dibahas secara detail. g. b. f. merencanakan. indikator Mind Mapping sebagai berikut : a. Dengan demikian. e. terperinci dan mendalam.22 Master Mind Map® yang merupakan rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selama satu Semester yang biasanya sudah ada dalam Silabus. Indikator Mind Mapping Menurut Tony Buzan (2009:6). Khusus untuk bahan yang sangat sederhana. memusatkan perhatian. d. langkah Preview dapat dilewati sehingga langsung masuk ke langkah Inview. berkomunikasi. 4. siswa diharapkan dapat mencatat informasi. sejak awal siswa sudah mengetahui topik apa saja yang akan dipelajarinya sehingga membuka peluang bagi siswa yang aktif untuk mempelajarinya lebih dahulu di rumah atau di perpustakaan. menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai bahan yang diajarkan. d) Review: Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi. c. mengingat dengan lebih baik belajar lebih cepat dan efisien. menyelesaikan masalah.

23 5. wordpress. Kelebihan metode Mind Mapping dalam (http://mahmmudin. . 5) Catatan lebih terfokus pada inti materi 6) Mudah melihat gambaran keseluruhan 7) Membantu Otak untuk : mengatur. Kelebihan dan Kelemahan a. mengingat.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/) sebagai berikut: 1) Dapat mengemukakan pendapat secara bebas. membandingkan dan membuat hubungan 8) Memudahkan penambahan informasi baru 9) Pengkajian ulang bisa lebih cepat 10) Setiap peta bersifat unik b. 2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar 3) Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. Kelemahan pembelajaran metode Mind mapping : 1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat. 2) Dapat bekerjasama dengan teman lainnya 3) Catatan lebih padat dan jelas 4) Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan.

Keaktifan Belajar 1. d. Pengertian Keaktifan Menurut Mc Keachie dalam Dimyati dan Mujiono (1999:45) berkenaan dengan prinsip keaktifan mengemukakan bahwa “individu merupakan manusia belajar yang selalu ingin tahu. mengemukakan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat dilihat dalam : a.” Menurut Sriyono (1992:75). menimbang-nimbang. Terlibat dalam pemecahan masalah. . Murid harus dirangsang agar dapat menggunakan alat inderanya sebaik mungkin. Keaktifan indera : pendengaran. Keaktifan emosi : dalam hal ini murid hendaklah senantiasa berusaha mencintai pelajarannya. peraba dan lain-lain. b. menyusun pendapat dan mengambil keputusan.” Menurut Sagala (2006:124-134). Menurut Sudjana (1988:72). c. kemudian pada suatu saat ia siap mengutarakan kembali. Keaktifan ingatan : pada waktu mengajar. Keaktifan akal : akal anak-anak harus aktif atau diaktifkan untuk memecahkan masalah.”Keaktifan adalah pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif jasmani maupun rohani. anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan guru dan menyimpannya dalam otak. penglihatan. b.24 C. keaktifan jasmani maupun rohani itu meliputi antara lain: a. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya.

Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. membuat konstruksi. bertanya. merumuskan. Writing activities. seperti : menanggapi. melihat gambar. c. B. melihat hubungan. menganalisa. berani. f. memberi saran. dan gugup. Motor activities. Visual activities. Mental activities. Drawing activities. d. musik.25 c. seperti : menyatakan. percobaan. seperti : menggambar. karena dalam IPS banyak kegiatan pemecahan masalah yang . diskusi. merasa bosan. bersemangat. diagram. Diedrich dalam Rohani (1991:8-9) mengklasifikasikan aktifitas menjadi : a. Menurut Paul. Emotional activities. membuat grafik. Oral activities. peta. memecahkan soal. g. seperti : menaruh minat. seperti : melakukan percobaan. f. d. mengamati pekerjaan orang lain. e. Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal. percakapan. laporan. Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran IPS sangat penting. mengingat-ingat. pidato. h. seperti : menulis. seperti : membaca. seperti : mendengarkan uraian. keterangan. tenang. bergairah. Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. b. mengambil keputusan. e. gembira. Listening activities. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah.

Membina hubungan baik bisa mempermudahkan pengelolaan kelas dan memperpanjang waktu.wordpress. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. Memanfaatkan potensi anggota kelompok k. Memberi gagasan yang cemerlang h. Mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. Memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. Indikator Keaktifan Keaktifan belajar dalam (http://ardhana12. Siswa sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. Untuk menarik keterlibatan siswa dalam pembelajaran guru harus membangun hubungan baik yaitu dengan menjalinan rasa simpati dan saling pengertian. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. Saling membantu dan menyelesaikan masalah . Membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. Kerjasamanya dalam kelompok c.26 menuntut kreativitas siswa aktif.com /2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikan-penilaiandalam-ptk-2/) dapat dilihat dari : a. 2. Keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain j.

kreatif dan lebih perhatian dalam menerima pelajaran / materi yang disampaikan oleh guru. Para siswa dituntut untuk mendengarkan. memberi gambaran yang jelas keseluruhan dan perincian pokok bahasan yang dipelajari. Selain itu siswa harus aktif bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum jelas. memperhatikan. Siswa harus lebih kritis. Pola pikir siswa akan lebih berkembang dengan memunculkan ide-ide dalam proses pembelajaran IPS.27 D. mencatat pelajaran. 2. Sehingga metode Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Hubungan Metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) Menurut Silberman (2001:181). Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Dalam proses belajar yang sedang berlangsung di kelas melibatkan siswa dan menuntut siswa untuk melakukan aktivitas belajar.” Dengan memerintahkan peserta didik membuat peta pikiran memudahkan mereka untuk mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari dan apa yang sedang mereka rencanakan. atau merencanakan penelitian baru. Begitu juga sebaliknya guru juga harus memberikan pertanyaanpertanyaan kepada siswa dan dapat menciptakan suasana belajar dalam . dan mencerna pelajaran yang disampaikan oleh guru. Mind Mapping memungkinkan siswa lebih fokus pada pokok bahasan. Hubungan Antar Variabel 1.”Pemetaan pemikiran adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide.

karena di dalam proses kegiatan belajar mengajar tanpa adanya keaktifan siswa. Jutaan orang diseluruh dunia menggunakan Mind Mapping setiap hari untuk membantu mereka. Dengan demikian keaktifan siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. Ada yang menggunakannya agar mereka bisa membuat perencanaan yang lebih baik atau menjadi pembicara yang lebih percaya diri. sementara ada juga yang menggunakan Mind Mapping untuk memecahkan masalah dalam skala yang lebih besar. Keaktifan merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan prestasi belajar siswa. maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal. karena segala sesuatu tidak akan tercapai secara maksimal bila setiap individu tidak aktif dalam melaksanakan suatu kegiatan. dan karenanya akan lebih banyak menghasilkan ide-ide yang lebih berkualitas. Siswa yang aktif dalam belajar akan mendapatkan prestasi yang baik dibandingkan siswa yang kurang aktif dalam belajar. 3. Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Otak yang berpengetahuan tinggi secara mental. Hubungan Metode Mind Mapping (X1). dan karenanya berpikir fleksibel.28 kelas yang menimbulkan keaktifan siswa sehingga akan tercipta proses belajar yang baik dan akan membuat interaksi di dalam kelas yang dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi anak didiknya. . akan melihat jauh lebih banyak kesempatan untuk mengiterpretasikan pertanyaan secara kreatif.

dan akan mendapatkan hasil yang maksimal E. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kajian teoristis sebagaimana telah dipaparkan dimuka. maka dalam penyusunan penelitian ini penulis mengajukan anggapan dasar atau kerangka pemikiran sebagai berikut : Metode Mind Mapping (X1) Keaktifan Belajar (X2) Gambar 3. affektif dan psikomotorik. berdiskusi maka siswa itu akan mendapatkan prestasi yang bagus. Yang termasuk faktor individu diantaranya adalah keaktifan belajar. bertanya dan aktif dalam belajar IPS.29 Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor sosial. Keaktifan siswa dalam belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar apabila siswa tidak aktif bertanya. sebaliknya siswa yang aktif akan mendapatkan prestasi yang memuaskan. Mind Mapping akan lebih meningkatkan keaktifan siswa untuk membaca. mengerjakan soal. berpikir. Sehingga keaktifan belajar diperlukan untuk meningkatkan prestasi belajar dalam aspek kognitif. Prestasi belajar siswa akan meningkat jika siswa aktif dalam proses pembelajaran IPS.1 Kerangka Pemikiran Prestasi belajar (Y) .

yang kebenarannya masih perlu diuji dibawah kebenaran atau tidaknya peneliti perlu mengadakan penelitian. Dari landasan teori dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan. Hipotesis Menurut Arikunto (2005:64) Hipotesis berasal dari penggunaan kata “Hypo” yang artinya “Dari bawah” dan kata “Thesa” yang artinya “Kebenaran” Hipotesis adalah anggapan dasar mengenai satu teori yang bersifat sementara. Variabel Independen (variabel bebas) yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel yang lain. Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah : Prestasi Belajar (Y). maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1.30 Keterangan : 1. F. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . Variabel Dependen (variable terikat) yaitu suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang. Yang menjadi variabel bebas adalah : a) Metode Mind Mapping (X1) b) Keaktifan Belajar (X2) 2.

31 2. Terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta .

Berdasarkan sifatnya yaitu mencoba mengungkapkan suatu fenomena dengan menggunakan dasar perhitungannya atau data kualitatif yang diangkakan. dimana data yang diperoleh berasal dari angket. B. Obyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 32 . Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang artinya penelitian yang berusaha mendiskripsikan suatu gejala peristiwa dan kejadian pada saat sekarang serta mengungkapkan data yang telah berlangsung tanpa mempengaruhi variabel terikat. Populasi. Maka jenis penelitian ini adalah kuantitatif.” Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang berjumlah 200 siswa. maka penelitian ini merupakan penelitian survey. Populasi Menurut Arikunto (2002:108) “Populasi adalah keseluruhan kelompok orang atau kejadian atau hal minat yang diinvestigasi.32 BAB III METODE PENELITIAN A. Sampel. C. dan Sampling 1.

33 2. Cara pengambilan sampel dengan random ada tiga cara yaitu: 1) Cara Undian : Cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian. 2) Cara Ordinal : Cara ini dilakukan dengan jalan mengambil jumlah subjek yang diperlukan dengan mengambil urutan dari atas ke bawah. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-25%. . Sampel Menurut Arikunto (2005:105) “Sampel adalah sebagian atau wakilpopulasi yang diteliti.” Menurut Arikunto (2006:134) menyatakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100 orang diambil semua.” Menurut Djarwanto PS dan Subagyo (1996:114) ada dua cara pengambilan sample yaitu : a. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. sehingga penelitianberupa penelitian populasi. 3. Sampling Menurut Hadi (1993:75) “sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel. Random Sampling Adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel.

4) Proporsional Sampling Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel tiap-tiap sub populasi dengan memperhatikan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut. 2) Purposive Sampling Dalam Purposive sampling pemilihan sekelompok subyek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui.34 3) Cara Randomisasi : Cara ini di lakukan dengan bantuan tabel random yang umumnya terdapat pada buku-buku statistik b. Macam-macam non random sampling adalah sebagai berikut: 1) Quota Sampling Sampel diambil berdasarkan pertimbangan tertentu dari penyidik. Non Random Sampling Adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih sebagai sample. 3) Double Sampling Pengambilan sampling yang menguasakan adanya sampel kembar. .

b. Semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel. D.1. Teknik pengambilan sampling sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sample random sampling dengan cara undian. d. Adapun kisi-kisi angket adalah sebagai berikut: Tabel 3. Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS Variabel Metode Mind Mapping a. Pembuatan kisi-kisi angket Sebelum dilakukan penyusunan angket tertulis dibuat dahulu konsep yang berupa kisi-kisi angket yang disusun dalam suatu tabel. Dari aspek dan indikator tersebut kemudian dijadikan landasan penyusunan kisi-kisi angket. c. kemudian dijabarkan dalam aspek dan indikator yang sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai.35 5) Stratified Sampling Teknik ini biasanya digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat. e. Indikator merencanakan berkomunikasi menjadi lebih kreatif menyelesaikan masalah memusatkan perhatian Item 1-10 . Instrumen Pengumpulan Data 1. cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian.

kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data yang berupa daftar pertanyaan atau isian yang harus diisi oleh responden. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. Penyusunan Angket Setelah kisi-kisi angket dibuat maka item-item pertanyaan disertai dengan alternatif jawaban kemudian disusun pedoman pengisian angket. melatih ”gambar keseluruhan” a. . mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. kepetusan berdasarkan pertimbangan kerja yang matang j. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. kemudian disajikan dalam laporan penelitian. saling membantu dan menyelesaikan masalah 1-12 2. perhatian siswa terhadap penjelasan guru b.36 Keaktifan Belajar f. kerjasamanya dalam kelompok c. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. memanfaatkan potensianggota kelompok k. memberi gagasan yang cemerlang h. Setelah selesai dijawab data disusun untuk diolah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. mengingat dengan baik h. menyusun dan menjelaskann pikiranpikiran g. belajar lebih cepat dan efisien i.

Uji Coba Angket Uji coba angket digunakan untuk mengetahui apakah soal yang akan diberikan kepada responden valid atau tidak valid & digunakan untuk menguji apakah data tersebut variabel. Uji coba (try out) dilaksanakan terhadap siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang tidak menjadi anggota sampel.37 3.”Skoring variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar siswa untuk tiap-tiap alternatif jawaban adalah: Item pertanyaan atau pernyataan positif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) :4 :3 :2 :1 Item pertanyaan atau pernyataan negatif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) 4. Uji Validitas Item Menurut Arikunto (1988:138) Uji Validitas adalah “suatu ukuranukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan keaslian suatu instrument. Menentukan Skor Angket Menurut Nawawi (2005:242). 5.” :1 :2 :3 :4 .

Menurut Arikunto (1998:208). Selanjutnya hasil korelasi itu dianalisa untuk mencari . Dalam penelitian ini mengukur reliabilitas angket digunakan teknik belah dua melalui cara membelah data dengan item-item nomor genap dan ganjil. Uji Reliabilitas Item Reliabilitas menunjukkan pada suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.38 Rumus yang digunakan adalah Pearson Product Moment: rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( NY 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 Dimana: rxy X2 Y2 XY X Y N = Koefisien korelasi antara variabel X dan Variabel Y = Jumlah kuadrat dari X = Jumlah kuadrat dari Y = Jumlah koofisien korelasi antara variabel X dan Y = Jumlah tiap faktor = Jumlah seluruh faktor = Jumlah subyek Karena dengan angka kasar relatif lebih mudah dan dapat menghindari angka pecahan.” 6. ”mengenai perhitungan korelasinya berdasarkan ketentuan bahwa rxy > rtabel taraf signifikan 5% berarti item atau butir soal valid dan sebaliknya bila rxy < rtabel 5% maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memenuhi prasyarat. Kemudian mencari korelasi antara masing-masing belahan item tersebut dengan menggunakan teknik korelasi product moment.

400 = rendah Antara 0.400 sampai 0.800 sampai 1.200 sampai 0. Teknik Pengumpulan Data Sesuai dengan bentuk penelitian dan sumber data yang dimanfaatkan.200 = sangat rendah Sedangkan menurut Ghozali (2005: 42) ”Dikatakan reliabel jika angka korelasi yang diperoleh > 0.000 = sangat tinggi Antara 0. maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : . dikutip Hadi yaitu sebagai berikut: r11 == Keterangan : r11 = koefisien reliabilitas yang dicari r1/21/2 = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan yang dicari.600 sampai 0. E.100 sampai 0.”Adapun interprestasi besarnya koefisien korelasi digunakan ketentuan yang sama yaitu: a) b) c) d) e) Antara 0.800 = tinggi Antara 0. Arikunto (2006:276).6”.6 taraf signifikansi 5% dikatakan tidak reliabel jika angka korelasi <0.600 = cukup tinggi Antara 0.39 realibilitas dengan menggunakan rumus Sperman Bown.

lingkaran. Dengan . Test Test hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menerima bahan ajar atau materi untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS siswa setelah dilakukan tindakan. Selain itu dapat pula ditambahkan kode-kode tertentu sesuai kenyamanan pembuat mind mapping apakah berupa simbol atau bentuk-bentuk tertentu seperti kotak. menggunakan hierarki yang menunjukan urutan dari penjelasan. Test yang akan dilakukan penulis adalah : Tes pembuatan Mind Mapping ini dilakukan untuk mengetahui kepahaman tentang Mind Mapping. Cara memberi penekanan terhadap informasi tertentu dapat pula dilakukan dengan membuat variasi huruf baik font maupun ukuran (size). segitiga dan lain-lain. ”Mind Mapping yang baik akan selalu menggunakan kata kunci dan gambar.” Mind Mapping dibuat dan digambar secara bebas. Beberapa untuk setiap cabang utama mind orang memberikan nomor Sebagian lain mapping-nya.40 1. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan hirarki berupa huruf atau angka. Ini berguna untuk membedakan antar penjelasan yang satu dengan yang lain. Termasuk bisa dibedakan tingkat kepentingan antar informasi. Termasuk di dalamnya memberi penekakanan dengan gambar atau gambar. Untuk memperkuat aspek kreativitas dan merangsang daya ingat yang kuat perlu digunakan warna yang beragam. maka dapt digunakan untuk memberi penekanan tertentu untuk membedakan mana inti topik dan mana penjelasannya.

untuk merangsang daya ingat. . Bayangkan jika informasi bisa dirasakan oleh seluruh indera. mind mapping juga berfungsi memberi kejelasan atas informasi yang dicatat dengan menggunakan batasan area. Menggunakan bermacam-macam warna. Metode angket untuk mengetahui data variabel penelitian yaitu metode Mind Mapping (X1) dan keaktifan belajar (X2). termasuk penggunaan huruf yang berbeda-beda. penulis membuat kriteria mind mapping yang baik adalah : a. Menggunakan gambar untuk memperkuat kreativitas. melainkan pula kelima panca indra lainnya.41 cara ini.“selain aspek asosiasi dan penekanan. Menggunakan simbol. d. akan sulit sekali untuk terlupa. maka penekanan atas suatu subyek tidak hanya menyentuh aspek logika berpikir. b. Menurut Buzan (2003:88-89). c. 2.” Berdasarkan paparan diatas. Mind Mapping harus mempunyai kata kunci atau gagasan pokok. penggunaan garis. Angket Arikunto (2002:151) angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperolah informasi dari dari respondent dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. bentuk huruf atau ukuran huruf memperjelas informasi tertentu.

dan sebagainya. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument yang valid atau mempunyai validitas tinggi. agenda. check-list atau daftar centang. 1. surat kabar. Instrument yang baik harus memenuhi dua peryaratan penting yaitu valid dan reliable. Menurut Arikunto (2006:160) “variasi jenis instrument penelitian adalah angket. Namun sebaliknya instrument yang kurang valid memiliki validitas rendah. lengkap. . transkrip. majalah.42 3. Teknik Analisis Data Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh penelitian dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. pedoman wawancara dan pedoman pengamatan.” Metode dokumensi digunakan untuk memperoleh data tentukan prestasi belajar siswa. dalam arti lebih cermat. dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. F. buku.” Uji instrument akan diberikan pada siswa yang merupakan bagian dari populasi penelitian. Dokumentasi Menurut Arikunto (2006:154) “dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan.

Adapun rumus korelasi product moment rxy : {N ∑ X N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) 2 2 − (∑ X ) N ∑ Y 2 − (∑ Y ) }{ 2 } Keterangan: Rxy : Koefisien korelasi antara variable X dan variable Y X Y N : Skor item : Skor total : Jumlah responden Menurut Arikunto (2002:146).” Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana instrument dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran dilakukan berulang-ulang. Pengukuran reliabilitas tersebut dilakukan dengan menggunakan rumus : . sebaliknya bila rxy < rtabel maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memiliki persyaratan.43 Arikunto (2002:241) validitas diuji dengan rumus korelasi product moment. 2. Jika rxy > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) valid. Uji ini dilakukan dengan melihat korelasi atau skor masingmasing pertanyaan. Uji Reliabilitas Menurut Arikunto (2006:178) “Uji reliabilitas adalah suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik-baik.

Uji Prasyarat Analisa 1. langkahnya menurut formula Jorque Berra (JB) sebagai berikut: ⎡ S 2 (k − 3) 2 ⎤ J B = n⎢ + ⎥ 24 ⎦ ⎣ 6 Keterangan : S K = Skewnees (kemencengan) = Kurtosis (keruncingan) Kesimpulan : Jika JB < X2 (chi square table) maka data dinyatakan normal Jika JB > X2 (chi square table) maka data dinyatakan tidak normal .44 ⎛ 2(r1/ 2 .1 / 2) ⎞ r11 = ⎜ ⎟ ⎝ 1 + r1 / 2. G. Uji Normalitas Uji normaltas digunakan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang.1 / 2 ⎠ Keterangan : r11 r1/2 r1/2 = koefisien reliabilitas yang dicari = koefisien antara skor-skor setiap olahan tersebut Jika rhitung > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) reliable dan sebaliknya bila rhitung < rtabel pada taraf signifikan 55 maka butir soal tersebut reliable sekaligus tidak memenuhi prasyarat.

xk Dimana: Y a = Prestasi belajar = Konstanta . Dalam regresi ini dilakukan untuk menentukan prestasi belajar yang disebabkan oleh metode mind mapping X1 dan keaktifan belajar X2. Analisis regresi berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan perubahan variabel satu dengan variabel lain.x2 + … + bk. Analisis Data 1. H. Uji Linearitas Uji lenearitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model persamaan linear yang kita peroleh cocok atau tidak. Jika nilai Fhitung > Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat tidak berbentuk linear. menurut Sugiono (2005:211). “dijelaskan analisis regresi ganda dua predictor menggunakan persamaan garis regresi” berikut: Y = a + b1.45 2. Perhitungannya menggunakan rumus : F= Rreg Rkres Kesimpulan : Jika nilai Fhitunng < Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat berbentuk linear.x1 + b2.

2) Penentuan level signifikan tingkat signifikan (£) = 50% derajat kebebasan pembilang = K derajat kebebasan penyebut = n-k-1 3) Kriteria pengujian a) Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak. yang berarti semua variabel independent X1 dan X2 secara simultan berpengaruh terhadap nilai variabel dependen . b) Ha : b1 # b2 # 0. Pengujian Hipotesis a.46 b X1 X2 = Koofesien korelasi = Kreativitas = Disiplin belajar 2. Uji F Uji F digunakan untuk signifikasi pengaruh X1 dan X2 terhadap y 1) Perumusan Hipotesis a) Ho: b1 :b2 = 0.berarti secara bersama-sama variabel independent tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. berarti secara bersam-sama variabel independent mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

artinya terdapat pebgaruh variabel independent x1 terhadap variabel dependen (y) c) Ho : b1 : b2 = 0. 1) Pengujian Hipotesis a) Ho : b1 : b2 = 0. artinya tidak dapat terdapat pengaruh variabel independent x1 (metode mind mapping) terhadapvariabel dependen (y).47 b) Fhitung < Ftabel maka ho diterima. Daerah tolak Daerah terima Ftabel (α. Uji t Analisis uji t (t tes) ini digunakan untuk mengetahui signifikasi variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y) secara individual. b) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. yang secara statistic berarti semua variabel independent (X1 dan X2) tidak berpengaruh terhadap perubahan nilai variabel dependen. k-1. n-k) 4) Kesimpulan : H0 diterima apabila –Ftabel ≤ Fhitung ≤ Ftabel H0 ditolak apabila Fhitung ≥ Ftabel b. artinya tidak terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel .

artinya terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) 2) Menentukan level of signifikasi Tingkat signifikan (£) = 5%.α/2. Daerah tolak Daerah terima . n-k-1 . b) thitung < ttabel maka menerima hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (y). derajat kebebasan (dk) = n-k t table = t £ / 2 (n-k) n = jumlah sampel Mencari nilai hitung dengan rumus: x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel t= b−β Seb Keterangan : b Seb = Koefisien regresi = Standar error b 3) Kriteria Pengujian a) thitung > ttabel maka menolak hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. n-k-1 Daerah tolak α/2.48 d) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0.

49

4) Kesimpulan H0 diterima apabila –ttabel < thitung < ttabel H0 ditolak apabila thitung > ttabel atau thitung < ttabel 3. Sumbangan relative (SR) dan sumbangan efektif (SE) a. Sumbangan Relative Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan relative adalah untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y.
SR% X 1 b1 x1 x100% b1 x1 + b2 x 2
b2 x 2 x100% b1 x1 + b2 x 2

SR % X 2

b. Sumbangan Efektif Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan efektif adalah untuk

mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y. SE%X1=SR%X1R2 SE%X2=SR%X2R2

50

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 1. Sejarah Singkat SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Pada bulan Juli 1947, Aisyiah Cabang Solo mendirikan Sekolah Kepandaian Putrid (SKP) yang bertempat di jalan Pasar Legi. Diantara tokoh pendirinya adalah Ibu Suhud Rais, Nyonya H. M. Idris dan Ibu Sudarso. Selaku Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Sudarso, selanjutnya karena Ibu Sudarso pindah mengikuti suami maka sebagai pengganti Kepala Sekolah adalah Ibu Darso. Perkembangan selanjutnya SKP Muhammadiyah I ini berganti menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP)

Muhammadiyah I yang menempati gedung baru yang bertempat di jalan Brigjen Sudirto No. 60 Surakarta dengan Kepala Sekolah Ibu Aminah Mindrofah. Semua itu atas bantuan yayasan, bantuan social Repubik Indonesia pada saat Bapak R. Moelyadi Martono sebagai Menteri Sosial (kemudian Menko Kesra). Pada bulan Juli 1960 SKKP Muhammadiyah I tersebut menerima status subsidi dari Departemen P dan K yang berlaku mulai 1 Agustus 1959 dengan nomor subsidi No. 55973/ B. II, merupakan status sekolah tertinggi pada saat itu. Guru atau pegawai tetap digaji dengan subsidi dari

50

51

pemerintah, yaitu melalui Departemen P dan K. Kepala sekolah setelah Ibu Aminah Mindrofah adalah Ibu Hartono. Berlakunya kurikulum 1975, maka SKKP Muhammadiyah I Surakarta tersebut di hapus oleh pemerintah dan diganti dengan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Tahun berdirinya adalah 1 Juli 1977. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta masih transisi karena masih ada kelas dua dan tiga SKKP, sedangkan kelas 1 sudah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Siti Suwibah, BA. Pada tahun 1978 dengan SK BAKN No. 027/ Kep. II/ 1978, dari segi kepegawaian semua guru dan karyawan subsidi diangkat menjadi negeri yang mulai berlaku tanggal 17 April 1978. Sedangkan atasan guru dan karyawan bervariasi, antara lain Guru Tetap Persyarikatan, Guru Diberbantukan (DPB), Guru Dipekerjakan (DPK), Guru Depag, Guru Negeri dicoba dan Guru tidak tetap. Pada tahun ajaran 1979/1980 SMP Muhammadiyah 5 Surakarta melaksanakan EBTA pertama kali dengan menggabung di SMP Negeri 8 Surakarta dengan kepala sekolah masih tetap Ibu Siti Suwaibah, BA. Pada tanggal 17 Oktober 1979, SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dipimpin oleh kepala sekolah Bapak Achmad Hany, BA. yang menggantikan Ibu Siti Suwaibah, BA. karena pindah tugas dengan SK definitive selaku kepala sekolah dari Mendikbud pada 7 Oktober 1986. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta telah berusaha meningkatkan mutu sekolah dengan melaksanakan akreditasi sekolah pertama tahun 1985 dengan hasil

Yang kedua tanggal 30-31 Agustus 1990 dengan hasil diakui sesuai Nomor Piagam : 405/103/ H 1990 tanggal 31 Desember 1990. A/ 2. Sedangkan Ibu Umul Hidayah berdasar surat Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta tanggal 25 Juni 1996 alih tugas ke SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. b/ 1996 tanggal 1 Mei 1996.52 ststus diakui Nomor :359/ 103/ 1985 tanggal 31 Desember 1985. guru-guru dan karyawan serta seluruh siswa SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berusaha keras untuk menanamkan pelaksanaan disiplin budaya tertib. mulai memasuki purna tugas dan meninggal dunia pada tanggal 25 Maret 1995. Perkembangan selanjutnya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah bapak Drs. Saifudin berasal dari Wakasek Kurikulum SLTP Muhammadiyah 1 Surakarta. Pada tahun pelajaran 1996/ 1997 terhitung mulai tanggal 26 Juni 1996 dengan berdasarkan SK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Jawa Tengah : 10/ SK. PWM/ III. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta adalah Bapak Drs. bersih dan belajar serta bekerja keras dengan sebaik-baiknya . maka yang menggantikan sebagai Kepala Sekolah pada tahun pelajaran 1994/ 1995-1995/1996 adalah Ibu Umul Hidayah yang diangkat oleh Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta. Pada tahun pelajaran 1994/ 1995 Kepala Sekolah Bapak Achmad Hany. Sampai pada tahun 1998 status sekolah menjadi disamakan sesuai dengan SK Nomor 0022/ 103. Saifudin dan dibantu para Wakasek. BA. 07/ MN/ 1998.

ruang computer. Berdiri Tahun d. ruang kelas IX A. laboratorium. Identitas Sekolah a. Bangunan SMP : Akreditasi A Muhammadiyah 5 Surakarta terdiri dari 3 lantai. 443. Lantai 2 terdiri dai guru. H. Pajang.P/ 78 Tanggal 01 April 1978 f. 443 Surakarta berdampingan dengan SMU Muhammadiyah 4 Surakarta dengan luas keseluruhan 2600 m2. Yang Pernah Menjabat Kepala Sekolah : 1) Siti Suwaibah 2) Achmad Hany.53 2. Status Sekolah 3. 3) Umul Hidayah 4) Drs. BA. Jawa Tengah c. Disyahkan Oleh : 01 Juli 1947 : Hj. Idris : Kanwil Depdikbud Prop. ruang TU. tempat alat olahraga. ruang tamu. koperasi kantin.. Nama Organisasi : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta b. Slamet Riyadi No. M. Surakarta. Gedung Gedung SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di jalan Slamet Riyadi No. perpustakaan. Pendiri/perintis e. toilet. Laweyan. Jateng SK Nomor: 0276/ XII 4. ruang UKS. mushola. Suhud Rais dan :Ny. ruang BP. Alamat : Jl. Lantai 1 meliputi ruang Kepala Sekolah. Badan Pengelola : Majelis Dikdasmen PDM Surakarta g. ruang kelas . Saifudin h.

Fasilitas Kelas a) Meja dan kursi Pengadaan meja dan kursi untuk tiap-tiap kelas.VIIIE. IX B. yaitu kelas VII sampai dengan kelas IX keadaanya baik untuk proses pembelajaran.54 VII A. IX C. ruang kelas VII A sampai VII E dan kelasVIII B. VIII D. IX F dan III F. Jadwal piket dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan proses pembelajaran dan berfungsi menanamkan disiplin serta tanggungjawab siswa. IX D. e) Jam dinding Masing-masing kelas mempunyai jam dinding sebagai penunjuk waktu. b) Papan tulis Penyediaan papan tulis masing-masing kelas telah memenuhi persyaratan untuk proses pembelajaran. VIII C. ruang OSIS/IRM. dan jadwal pelajaran. sehingga membantu guru dalam ketepatan waktu kegiatan pembelajaran . VIII F Dari lantai 1 sampai 3 dilengkapi dengan kamar mandi. Hal tersebut dimaksudkan untuk menciptakan suasana ruang kelas yang nyaman. c) Daftar siswa. IXE. 4. jadwal piket dan jadwal pelajaran Tiap kelas terdapat 1 papan yang berisi daftar siswa. jadwal piket. tergantung kreasi masing-masing kelas. Sedangkan untuk lantai 3 terdiri dari ruang menjahit. d) Gambar dinding Disetiap kelas ada beberapa gambar yang terpajang di dinding.

00). IPA Biologi. Buku-buku perpustakaan yang lain adalah buku keagamaan. dan lain-lain. ilmu pengetahuan. . Sedangkan almari 4 untuk menyimpan buku-buku pelajaran (buku paket) dan almari 5 untuk menyimpan buku-buku IPTEK/ khusus.0013. peta). buku-buku sekolah yang lain.30). Keadaan ruang perpustakaannya yang nyaman membuat siswa senang untuk datang dan membaca buku diperpustakaan. Waktu peminjaman buku antara guru dengan siswa berbeda. madding. kesustraan.55 5. surat kabar. Perpustakaan Ruang perpustakaan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di lantai 2 disebelah ruang kesenian dan juga berhimpitan dengan laboratorium. IPS Geografi. Adapun buku pelajaran (buku paket) yang dimiliki perpustakaan ini adalah buku Bahasa Indonesia. Inventaris perpustakaan antara lain almari buku. selasa dan rabu (07. buku induk. globe. IPA Fisika dan Bahasa Inggris. IPS Sejarah. rak buku. cerita dan majalah. ketrampilan. Sedangkan untuk guru adalah setiap waktu. majalah. Buku daftar penunjang. Untuk siswa dapat meminjam pada hari senin (07. almari 3 untuk menyimpan buku kesustraan. tempat duduk.00-13. Almari 1 untuk menyimpan buku agama. IPS Ekonomi. meja baca dan alat Bantu mengajar (layar Ohp. almari 2 untuk menyimpan buku ilmu ketrampilan. buku-buku pelajaran (buku paket). Matematika. Almari bukunya ada 5 buah. buku peminjam.

56 6. Untuk Laboratorium IPA sudah memenuhi persyaratan dalam jumlah dan jenis. Laboratorium computer bertempat di lantai 1 berdekatan dengan ruang TU.1. Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Sumber : Data Monografi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . Sedangkan Laboratorium IPA terletak di lantai 2 berdekatan dengan perpustakaan. Laboratorium Di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta memiliki Laboratorium computer dan Laboratorium IPA.Mata Pelajaran Wakasek SarPras Bimbingan Penyuluhan Wakasek Humas Wali Kelas Guru Peserta didik Gambar 4. Struktur Organisasi Kepala Sekolah Tata Usaha Wakasek Kurikulum Wakasek Kesiswaan Kord. Di Laboratorium computer kira-kira terdapat 20 komputer dengan dilengkapi meja dan kursi. di laboratorium IPA antara lain terdapat bahan-bahan Kimia. peralatan Biologi dan peralatan Fisika 7.

c. Tugas kepala sekolah 1) Membuat rencana program sekolah secara menyeluruh. b. Tugas wali kelas 1) Membuat laporan hasil belajar. 5) Memberi tanggung jawab ke dalam dan keluar 6) Mengadakan hubungan dengan lembaga di luar sekolah dalam rangka kerja sama dengan pelaksanaan BP. 6) Mengadakan konsultasi dengan orang tua peserta didik. 3) Mengawasi pelaksanaan program. 7) Mengadakan revisi lembaga yang berwenang. 3) Menyelenggarakan penyuluhan. Tugas koordinator 1) Menyusun program bersama sekolah.57 a. 4) Mengawasi kegiatan sehari-hari. 2) Mendelegasikan tanggung jawab tertentu kepada pelaksanaan BP. 4) Melengkapi fasilitas BP. 2) Mengumpulkan data tentang peserta didik. 5) Menyelenggarakan pertemuan staf. 2) Bertanggungjawab atas jalannya program. 3) Memberikan laporan kepada kepala sekolah. 4) Menganalisa data peserta didik guna menetapkan suatu rencana tindakan positif terhadap peserta didik. .

2) Pengurusan pegawai. 2) Turut serta aktif membantu pelaksanaan kegiatan BP. Tugas administrasi BP 1) Mengisi kartu-kartu pribadi peserta didik. 2) Mengumpulkan catatan dan data yang lain. Tata Usaha 1) Penyusunan program TU dan laporan keuangan di sekolah. d. 4) Penyusunan perlengkapan sekolah. 3) Menyelesaikan laporan dan pengumpulan data tentang peserta didik. 5) Meneliti kesulitan kemajuan belajar peserta didik.58 5) Menyalurkan dan menempatkan peserta didik. 4) Mengirim dan menerima surat panggilan dan surat pemberitahuan. 3) Pembinaan pengembangan karier pegawai TU sekolah. f. 6) Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala. 4) Berpartisipasi dalam pertemuan kasus. Tugas guru mengajar 1) Mengajar. 3) Memberikan informasi tentang peserta didik kepada staf BP. 5) Penyusunan penyajian data atau statistik sekolah. e. .

444 0.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .598 4.457 5. Pada uji instrumen penelitian ini.59 B.444 0.444 0.1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping No. 0. sedangkan prestasi belajar IPS diperoleh melalui dokumentasi hasil ujian harian siswa. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan instrumen angket.537 2. 0. Tingkat validitas item dapat diketahui dengan cara membandingkan harga rxy dengan harga rtabel. Kedua syarat tersebut apabila terpenuhi maka instrumen dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data. item atau butir soal menggunakan korelasi product moment.444 0. 0.444 0. Apabila rxy > rtabel maka item tersebut valid dan sebaliknya apabila rxy < rtabel maka item angket dinyatakan tidak valid.761 9. 0. Uji Instrumen Penelitian Instrumen yang baik harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. 0. Adapun ringkasan hasil perhitungannya adalah sebagai berikut : Tabel 4.444 0.631 3.444 0.618 6.444 0. 0.634 8.444 0. 0. 0. Pengujian validitas. data diambil dari 20 responden melalui penyebaran angket.685 10. 0. 1. Item rxy 1. Uji validitas diberlakukan untuk angket metode mind mapping dan angket keaktifan belajar IPS.) rtabel 0.477 Sumber : Analisis data (Lampiran 4.713 7. 0.

444 0. 10.617 0. Hal ini ditunjukkan oleh semua item soal menunjukkan hasil rxy > rtabel.2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS No.444 0. Item 1. 4. rxy 0. Dengan demikian ke-12 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian untuk variabel keaktifan belajar IPS.444 0. 12.444 0. dengan demikian ke-10 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian.444 0. 5.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Analisis Data (Lampiran 4) Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket keaktifan belajar IPS dinyatakan valid.828 0.544 0.580 0.444 0. 3.517 0.621 0. 8.791 0. 9.444 0.490 0. Uji Reliabilitas Instrumen yang memiliki sifat konsisten berarti jawaban yang diperoleh dari angket tersebut relatif sama untuk pengujian pada waktu dan tempat yang berlainan. 11.444 0. 2.446 0. Tabel 4. Hal ini ditunjukkan oleh harga rxy untuk seluruh item lebih besar dari rtabel.560 rtabel 0.60 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket metode mind mapping dinyatakan valid.468 0.444 0.617 0. 2. 6. 7.444 0.444 0. Teknik yang digunakan yaitu rumus Cronbach .

118 0. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rangkuman sebagai berikut : Tabel 4.125 0. dan untuk keaktifan belajar IPS di dapat 0.100 0. Uji Normalitas Berdasarkan perhitungan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS For Windows Versi 15.600 ≤ r11 < 0.7467.098 Ltabel 0. sehingga reliabilitasnya dinyatakan tinggi. hal ini sesuai pendapat Suharsimi bahwa kriteria reliabilitas (0.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors Variabel X1 X2 y N 50 50 50 Harga L Lhitung 0.61 Alpa. C.600 dan 0.7514.800) bernilai tinggi. 1. maka penerapan regresi akan bias.00 diperoleh kesimpulan bahwa data yang dianalisis berdistribusi normal. Uji Prasyarat Analisis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Nilai r11 untuk angket metode mind mapping didapat 0. tetapi jika data tidak memenuhi asumsi regresi. untuk itu perlu dilakukan pengujian prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas dan linearitas. Harga r11 tersebut diantara 0.125 0. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.800.125 Keterangan Normal Normal Normal Sumber : Analisis Data (Lampiran 9) .

62

Tabel diatas menunjukkan harga Lhitung untuk variabel X1 = 0,118 < dari Ltabel =0,125 dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, untuk variabel X2 didapat Lhitung = 0,100 < Ltabel= 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan untuk variabel y didapat Lhitung = 0,098 < dari Ltabel = 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi normal dengan taraf signifikansi 5%. 2. Uji Linieritas Uji linieritas regresi antar variabel bebas dengan variabel terikat digunakan untuk mengetahui model regresinya berbentuk linier atau non linier. Perhitungan uji linieritas regresi menggunakan SPSS terangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas Variabel X1Y X2Y N 50 50

α 0,05
0,05

Harga F Fhitung Ftabel 0,800 2,18 0,920 2,03

Keterangan Linier Linier

Sumber : Analisis Data (Lampiran 10) Dari hasil perhitungan uji linieritas diperoleh harga Fhitung untuk X1 terhadap Y sebesar 0,800, Harga F ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang = 8 dan dk penyebut = 40 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,18. Perbandingan kedua harga tersebut diperoleh harga Fhitung = 0,800 < Ftabel = 2,18 karena Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa

63

hubungan antara X1 dan Y linier. Untuk harga Fhitung X2 terhadap Y sebesar 0,920, harga ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel diperoleh Ftabel dengan dk pembilang = 12 dan dk penyebut = 36 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,03 perbandingan harga Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa hubungan antara X2 dan Y linier.

D. Analisis Data Penelitian 1. Analisis Regresi Linier Berganda Pada bagian ini akan dikemukakan mengenai hasil analisis dari pengolahan data menggunakan alat analisis model regresi berganda. Pembahasan mengenai hasil analisis regresi linear berganda data ini akan dibagi menjadi hasil persamaan regresi, Uji F, Uji t dan Koefisien Determinasi (R2). Analisis Linier Berganda digunakan untuk mengetahui persamaan garis regresi pengaruh variabel independen yang berupa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap variabel dependen yaitu prestasi belajar IPS. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Variabel Koefisien Konstanta (a) 34,405 Metode Mind Mapping (b1) 0,407 Keaktifan Belajar IPS (b2) 0,654 F : 54,355 Sig : 0,000 R : 0.836 R2 : 0.698 Sumber : Analisis Data (Lampiran 11) t hitung 3,642 7,544 t tabel 2,01 2,01

64

Hasil pengujian regresi diatas dapat dibuat persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 34,405 + 0,407X1 + 0,654X2 a = 34,405 Nilai konstanta sebesar 34,405 yang berarti bahwa jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS, maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta sebesar 34,405 satuan. b1 = 0,407 Variabel metode mind mapping (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,407 yang artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. b2 = 0,654 Variabel keaktifan belajar IPS (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan.

0 for windows.20 54.65 2. Hipotesis H0 : β1 = β2 = 0. artinya bahwa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS. Daerah terima Daerah tolak 3.355 . artinya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. Kriteria pengambilan keputusan a. Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. diketahui besar nilai Ftabel adalah 3. Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang 2 dan penyebut = 47.355. b. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai Fhitung adalah 54. b. Nilai Fhitung Penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji F digunakan bantuan program SPSS 15. d. Berikut ini adalah hasil uji F: a.20 c. H1 : β1 ≠ β2 ≠ 0. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. Uji F Uji F adalah untuk mengetahui apakah variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar IPS.

20. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 3. Uji t Analisis ini bertujuan untuk menguji pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat.0 for windows. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS.20. Adapun hasil dari pengujian statistik adalah sebagai berikut: a.01. Metode mind mapping (X1) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS.642. Nilai Fhitung 54. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai Fhitung sebesar 54.355 > Ftabel 3. 3.355 dan dengan Ftabel sebesar 3.66 e. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1. . maka secara bersama-sama metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. diketahui besar nilai ttabel adalah 2.

2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1.01. Daerah tolak -2. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Nilai thitung 3.67 4) Kriteria pengujian hipotesis a. b. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15. diketahui besar nilai ttabel adalah 2.01 3.642 dan dengan ttabel sebesar 2.01.01. hal ini menunjukkan bahwa metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y).642 > ttabel 2.642 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 3. Setelah . H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS.01 Daerah terima Daerah tolak 2. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak.0 for windows. Keaktifan belajar IPS (X2) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS. b.

hal ini menunjukkan bahwa sekitar 69.544 dan dengan ttabel sebesar 2.01 7.544 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 7.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Sumbangan Efektif dan Sumbangan Relatif Dari pengujian yang telah dilaksanakan menghasilkan nilai R2 (dalam Lampiran 11) sebesar 0. 4.698 sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik. b. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. Besarnya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS dalam mempengaruhi prestasi belajar IPS dapat dilihat dari besarnya sumbangan relatif (SR%) .544 > ttabel 2. hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). Nilai koefisien determinasi bernilai positif. Sedangkan sisanya sebesar 30. Daerah tolak -2.544. nilai thitung 7.01 Daerah terima Daerah tolak 2. 4) Kriteria pengujian hipotesis a.01.01.8% variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.68 dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 7.

69 dan sumbangan efektif (SE%). . keaktifan belajar IPS (X2) terhadap prestasi belajar IPS (Y). E.654. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.3% terhadap prestasi belajar IPS. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode mind mapping (X1).3% dan sumbangan efektif 18. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Secara keseluruhan variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan sebesar 69.5% terhadap prestasi belajar IPS (Lampiran 12). Variabel metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26.8% terhadap prestasi belajar IPS. hal ini terbukti ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi (β) untuk variabel keaktifan belajar IPS paling besar dibandingkan dengan variabel-variabel yang lain yaitu sebesar 0. Adapun dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor keaktifan belajar IPS yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. baik secara bersama-sama maupun parsial maka digunakan alat analisis regresi linier berganda. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73.5%).7% dan sumbangan efektif 51.

maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0.70 Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan.407 artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan.654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan.654X2. Dari .405 satuan.407X1 + 0.01) pada taraf signifikansi 5%. nilai konstanta sebesar 34.405 + 0. Mind mapping merupakan suatu metode bagi guru sebagai pendidik untuk memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugasnya yaitu memberikan materi pelajaran agar mudah dicerna oleh akan didiknya.405 berarti jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS. Hasil uji hipotesis pertama dengan uji t memperoleh thitung variabel metode mind mapping (X1) sebesar 3. dan variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 0. nilai variabel metode mind mapping (X1) sebesar 0. memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS. yaitu bahwa metode mind mapping berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Artinya hipotesis pertama dinyatakan diterima.654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan.642 lebih besar dari ttabel (2. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0. maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta sebesar 34. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metode mind mapping yang digunakan pada saat pembelajaran.

mengingat. membantu Otak untuk : mengatur. Hal ini sependapat dengan Tony Buzan (2009 : 6). jelas lebih terfokus pada inti materi. sedangkan kelemahan . memusatkan perhatian. memudahkan penambahan informasi baru. lebih mudah mencari catatan jika diperlukan. siswa menjadi lebih kreatif.com/2009/12/01 /pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/). (http://mahmmudin. Kelebihan metode Mind Mapping dalam pendidikan IPS ini adalah siswa dapat mengemukakan pendapat secara bebas. Dalam menerapkan metode mind mapping sangat membutuhkan semangat dan motivasi belajar yang tinggi dan membutuhkan interaksi yang lebih aktif dengan siswa lain sehingga akan memperoleh hasil yang optimal. mengingat dengan lebih baik. siswa mudah menyelesaikan masalah. Banyak siswa yang mudah belajar IPS dengan metode mind mapping. catatan lebih padat. berkomunikasi. belajar lebih cepat dan efisien.71 hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa.wordpress. dapat bekerjasama dengan teman lainnya. pengkajian ulang bisa lebih cepat. siswa mampu menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. mudah melihat gambaran keseluruhan. membandingkan dan membuat hubungan. yang menyatakan bahwa metode mind mapping akan mempermudah siswa dalam perencanaan. siswa akan lebih mudah belajar dengan membuat peta ringkasan tentang gagasan atau ide-ide secara aktif sehingga siswa akan lebih mudah didalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan permasalahan materi ilmu pengetahuan sosial. dan melatih “gambar keseluruhan”.

Hal ini sependapat dengan Sudjana (1988 : 72).72 metode mind mapping diantaranya adalah : hanya siswa yang aktif yang terlibat.544 lebih besar dari ttabel (2. maka semakin rendah prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta. Artinya hipotesis kedua dinyatakan diterima. terlibat dalam pemecahan masalah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keaktifan belajar IPS siswa. Hasil uji hipotesis kedua dengan uji t memperoleh thitung variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 7. yaitu bahwa keaktifan belajar IPS berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. tidak sepenuhnya murid yang belajar dan mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. bertanya . siswa juga selalu bertanya kepada teman bila ada yang kurang paham saat mengerjakan soalsoal IPS. Dari hasil penelitian tentang keaktifan belajar IPS siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menunjukkan bahwa siswa telah aktif didalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS. melalui bertanya kepada guru maupun mencari materi tambahan dari buku paket yang diberikan. maka semakin tinggi pula prestasi belajar IPS siswa. yang menyatakan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar meliputi : turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya.01) pada taraf signifikansi 5%. selalu aktif didalam mengeluarkan pendapatnya baik dalam diskusi maupun saat pelajaran berlangsung dan apabila ada permasalahan yang kurang tahu maka siswa berusaha untuk mencari tahu. Sebaliknya semakin rendah keaktifan belajar IPS.

memberi gagasan yang cemerlang.355 > Ftabel = 3. keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain. dikarenakan nilai Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (Fhitung = 54. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli.0 for windows menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 54.355 dengan tingkat signifikansi 0.00 dan diketahui besar Ftabel 3. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal. wordpress. melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal dan menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. Pengujian uji F dengan menggunakan bantuan SPSS 15. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat. berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. . memanfaatkan potensi anggota kelompok dan saling membantu dan menyelesaikan masalah (http://ardhana12. Keaktifan belajar dalam siswa dapat dilihat dari perhatian siswa terhadap penjelasan guru.73 kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya.com /2009 /01 /20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikanpenilaian-dalam-ptk-2/). kkerjasamanya dalam kelompok.20) berarti bahwa variabel metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang.20.

7% dan sumbangan efektif 51. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73. . Metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26.3% dan sumbangan efektif 18. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.8% berarti variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.74 Nilai koefisien determinasi sebesar 69.5%).5% terhadap prestasi belajar IPS. Sedangkan sisanya sebesar 30. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.3% terhadap prestasi belajar IPS.

698.654X2. dengan nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1.355 > 3.544 > ttabel = 2. karena nilai thitung = 3.01 3.8% sedangkan sisanya sebesar 30. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69.20). Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.01 sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.355 dan taraf signifikan 0. 2.405 + 0. 75 .642 > ttabel = 2. Kesimpulan Berdasarkan penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7. Secara individu metode mind mapping berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS.407X1 + 0.05 diperoleh Fhitung sebesar 3.75 BAB V PENUTUP A. maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model.

Penerapan metode mind mapping. Apabila metode mind mapping diterapkan dalam pembelajaran dengan siswa mampu membuat peta gagasan dan ide dalam materi IPS dan siswa mengikuti pembelajaran secara aktif dalam berpendapat dan aktif bertanya didalam pembelajaran IPS maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta akan meningkat. membutuhkan kemampuan dan keaktifan yang cukup besar. Implikasi Hubungan antara metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berpengaruh secara simultan maupun parsial. 2.76 B. . Dalam kegiatan aktif seperti kerja dan diskusi kelompok hendaknya siswa dapat saling menghormati pendapat dari masing-masing siswa sehingga apa yang disiskusikan dapat mengerucut ke kesimpulan yang tepat. C. dan kebanyakan terdapat siswa yang masih lemah didalam menjelaskan pengembangan pikiran yang dijabarkan dalam peta gagasan/ide. Saran Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan saran-saran dari penulis sebagai berikut: 1. Untuk itu diperlukan bimbingan dan pelatihan yang berlanjut untuk membiasakan kegiatan belajar dengan metode tersebut. Untuk itu perlu bimbingan dan panduan guru agar tujuan kerja kelompok atau diskusi dapat tercapai. sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti metode ini dengan optimal.

.77 3. Perlu penelitian lebih lanjut dengan. menambahkan variabel atau metode pembelajaran yang lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar sehingga akan memperluas gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar IPS.

Penelitian Tindakan Kelas. 2008. 2006. De Bobby & Hernacki. 2002. Dimyati dan Mudjiono. Jakarta : Rineka Cipta. 2007. Metodologi Research. Buzan. Yogyakarta : Andi Offset. Buku Pintar Mind Map. 2004. 2008. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman & Menyenangkan. Ghozali. Arikunto. Head Strong. Tony. Tony. Jakarta : Rineka Cipta. 2002. Porter. Sutrisno. Buzan. Belajar & Pembelajaran. Tony. 2005. Subagyo. Imam. 2005. Sutrisno. Hadi. Arikunto. Tony. Jakarta: Rineka Cipta. Syaiful Bahri.1996. Jakarta : Rineka Cipta. 1999. Buku Pintar Mind Map Untuk Anak Agar Anak Pintar di Sekolah. Jakarta : PT. 2004. Dasar-dasar Evaluasi Belajar. Suharsimi. Kaifa Djamarah. Mind Map Untuk Meningkatkan Kreativitas. Buzan. Gramedia Pustaka Utama Buzan. Manajemen Penelitian Edisi Revisi. Suharsimi. Jakarta : PT.78 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Arikunto. 2009. Jakarta : PT. Suharsimi. Jakarta: Bumi Aksara. 1993. Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Umum. . Suharsimi. Yogyakarta: Badan Percetakan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Dimyati dan Mudjiono. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT. Djarwanto Ps dan Pangestu. Statistik. Gramedia Pusaka Utama. Strategi Belajar Mengajar. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: Bumi Aksara. Hadi. 2009. Semarang: Badan Penerbit UNDIP. 2003. Yogyakarta : Andi Offset. Bumi Aksara. Aplikasi Analisis Multivarate dengan Program SPSS. Statistik induktif Edisi Empat.

Mulyana. RI. Pembelajaran sebagai Proses Bimbingan Pribadi. 1992. Melvin. E. Rohani. Sudjana. Bandung: PT. 2006. 1991. W. 2001. Yogyakarta: Yappendis. Remaja Rosdakarya. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. 2002. Sugiyono. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. 2008. S. Langkah demi Langkah cara paling Mudah & Benar Menggajar dan Membiasakan Anak menggunakan Mind Map untuk Meraih Prestasi. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. 1988. Psikologi Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Sagala. Cooperatif Learning. Hadari. Nawawi. Metode Penelitian Bisnis. Widura. Tarsito. Theo. Pengelolaan Pengajaran. 1996. Bandung: PT. Siberman. Jakarta : Rineka Cipta.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dankreativitas-siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/ http://mahmmudin. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.wordpress. Jakarta : Rineka Cipta. Bandung : CV ALFABETA Syah. Riyanto. 2005. Sriyono. dkk. Jakarta : PT. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-petapikiran-mind-mapping/ Isjoni.com/2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yangdapat-dijadikan-penilaian-dalam-ptk-2/ http://astutimin. Bandung : Alfabeta. Konsep dan Makna Pembelajaran.wordpress. Winkel. Syaiful.wordpress. Metode Penelitian Bidang Sosial. 2003. 1995. Jakarta : Gramedi . Slameto. Metode Statistika. Brain Management Series For Learning Strategi Mind Mp. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Ahmad.79 http://ardhana12. Sutanto. Muhibbin. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2006. Menjadi Guru Profesional. Jakarta: Grasindo. Bandung: Citra Umbara. 2005. 2004. 2007. Elex Media Komputindo. Bandung : Alfabeta.

LAMPIRAN .

Tujuan Pembelajaran Siswa memiliki pengetahuan tentang pengertian dan fungsi dari pajak Siswa dapat mengetahui berbagai jenis pajak Siswa dapat menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsipnya Siswa dapat mendefinisikan tujuan dan asas pajak Siswa lebih akan lebih tahu secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa . RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta : Ilmu Pengetahuan Sosial : VII a / II Standar Kompetensi : 7.3 Mendiskripsikan Fungsi Pajak dalam Perekonomian Nasional : 1 x 60 menit (3 x pertemuan) : Menjelaskan pengertian pajak dan fungsi pajak Memberikan penjelasan tentang jenis-jenis pajak Menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Memaparkan tujuan dan asas pajak Menjelaskan secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa A. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia Kompetensi Dasar Alokasi waktu Indikator : 7.Lampiran 1.

Kegiatan Awal 1) Membuka pelajaran dengan salam dilanjutkan perkenalan 2) Memeriksa kehadiran siswa. Menggunakan metode mind mapping 3. Test D. Penutup 1) Membuat kesimpulan 2) Memberi tugas untuk membuat mind mapping 3) Menutup materi pelajaran dengan salam. . Pertemuan pertama a. Materi Pokok Pengertian pajak dan fungsi pajak Jenis-jenis pajak Unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Tujuan pajak dan asas pajak Pajak yang ditanggung keluarga siswa C.Langkah – langkah Pembelajaran 1. Ceramah bervariasi 2. kebersihan dan kerapian kelas 3) Guru memberikan kisi-kisi materi yang akan dipelajari b. Kegiatan Inti 1) Guru menyampaikan materi tentang pengertian pajak dan fungsi pajak menggunakan metode mind mapping 2) Menjelaskan undang-undang yang mengatur tentang pajak dan menjelaskan masing-masing dari fungsi pajak 3) Menjelaskan fungsi-fungsi dari pajak 4) Tanya jawab c. Tanya jawab 4.Metode Pembelajaran 1.B.

Kegiatan inti 1) Menyampaikan pajak yang ditanggung keluarga siswa 2) Menjelaskan pajak penghasilan (PPh) dan pajak bumi dan bangunan (PBB) 3) Tanya jawab c.2. Pertemuan ketiga a. Penutup 1) Ulangan 2) Menutup materi pelajaran . Pertemuan kedua a. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Memberikan tugas untuk membuat mind mapping b. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Mereview pelajaran yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya b. Kegiatan inti 1) Menjelaskan tentang unsur-unsur pajak dan prinsip perpajakan 2) Menyampaikan tujuan dan asas-asas pajak 3) Tanya jawab c. Penutup 1) Mengerjakan LKS 2) Menutup materi pelajaran dengan salam 3.

Spidol F. White board 4.E. 16 Tahun 2000! 2. Sumber dan media pembelajaran 1. Jelaskan dasar pemungutan pajak penghasilan dan PBB! Kunci jawaban ! 1. Pajak dalam pembangunan memiliki empat fungsi penting. Apa maksud pajak harus memenuhi prinsip kecocokan? 8. Sebut dan jelaskan 5 macam perundang-undangan yang menyangkut pajak! 4. Iuran wajib yang dikerjakan kepada masyarakat wajib pajak . a.Tes uraian 3) Soal uraian 1. Jelaskan pengertian pajak berdasar UU No. Jelaskan perbedaan antara subyek pajak dan obyek pajak! 6. Apakah tujuan pajak untuk warga masyarakat? 7. Pajak adalah iuran wajib yang harus dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung. Buku paket IPS penerbit : Erlangga 3. 2. Sebut dan jelaskan! 5.Tes unjuk kerja 2) Bentuk Instrumen . Penilaian 1) Teknik Penilaian . LKS IPS TERPADU 2. Sebutkan 5 ciri-ciri pajak! 3.Tes tertulis .

d. bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat e. kesehatan atau perumahan supaya semua bidang dapat berkembang dengan baik. baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Fungsi regular Maksudnya yaitu pajak digunakan sebagai alat untuk mengatur perekonomian sesuai tujuan yang ingin dicapai pemerintah. b. Fungsi distribusi Maksudnya pajak sebagai pemerataan pendapatan. 7 Tahun 1995 dan terakhir diubah dengan peraturan pemerintah No. pendidikan. UU No.12 Tahun 1994 Tentang Pajak bumi dan bangunan (PBB) dan telah diubah dengan UU No. UU No. Fungsi alokasi Maksudnya perolehan pajak akan dialokasikan pemerintah kepada setiap bidang seperti ekonomi. 18 Tahun 2000 pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) d. UU No. a. 20 Tahun 2000 e. 13 Tahun 1995 tentang bea materai yang peraturan pelaksanaannya diubah dengan peraturan pemerintah No.b. c. Pajak yang tinggi itu untuk masyarakat yang berpendapatan tinggi dan pajak yang rendah untuk masyarakat yang berpendapatn rendah. UU No. Iuran dari rakyat kepada negara 3. UU No. Fungsi budgeter Maksudnya pajak memiliki fungsi budgeter ialah pajak merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah. a. 17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan (PPh) c. . 24 Tahun 2000 4. 16 Tahun 2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan b. Iuran wajib yang diterima dengan norma-norma atau aturan hukum c. Digunakan untuk membiayai kepentingan umum atau bersama d.

a. a. Mendidik masyarakat agar tidak konsumtif b.5. dan kepastian 7. b. Dasar pungutan pajak bumi dan bangunan (PBB) Pemungutan PBB didasarkan pada UU No. 12 Tahun 1985 dan terakhir diubah dengan UU No. Mendidik masyarakat agar lebih berprestasi e.   . sehingga dan masyarakat merasa senang hati dan berkewajiban dalam membayar pajak. 8. objek pajak. UU ini berisi tentang subjek-subjek. Mendidik masyarakat dalam memiliki rasa keadilan serta kemanfaatan. baik dari kegiatan usaha maupun dari luar kegiatan usaha 6. 17 Tahun 2000. kesamaan. Mendidik masyarakat agar menyadari peran sertanya dalam pembangunan bangsa dan Negara c.29 Mei 2010 Pengajar Dhida Dwi K. Objek pajak Objek pajak adalah semua penghasilan yang benar-benarditerima atau diperoleh. 20 Tahun 2000 Surakarta. penghasilan kena pajak (PKP) dan tarif pajak b. 12 Tahun 1994 dan diubah lagi UU No. Dasar pemungutan pajak penghasilan Pemungutan pajak penghasilan didasarkan pada UU No. Pajak itu hendanya tidak dirasakan menekan bagi wajib pajak. Mendidik masyarakat agar menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga Negara yang baik d. Subjek pajak Subjek pajak yang disebut juga wajib pajak adalah orang atau badan yang menurut ketentuan wajib membayar pajak kepada Negara. a.

Lampiran 2. Angket Penelitian

Kepada : Yth. Siswa/Siswi Kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta

Dengan hormat, Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, saya mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Metode Mind Mapping dan Keaktifan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 5 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010”, maka sudilah kiranya disela-sela kesibukan anda berkenan meluangkan waktu untuk mengisi angket ini. Kegiatan ini sama sekali tidak mempengaruhi prestasi belajar anda, untuk itu saya mohon anda menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, sesuai dengan keadaan anda sebenarnya. Kerahasiaan jawaban anda sangat saya rahasiakan. Atas kesediaan meluangkan waktu, perhatian dan kerjasama anda, saya mengucapkan terima kasih. Surakarta, Juni 2010

Hormat saya,

Dhida Dwi K.

ANGKET TENTANG METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Identitas Siswa Nama Kelas/no : :

Petunjuk Menggunakan Angket 1. Tulis nama, no absen dan kelas pada lembar angket yang telah disediakan. 2. Pilih salah satu jawaban yang tepat menurut anda tanpa pengaruh orang lain. 3. Berilah tanda silang (√) pada lembar angket yang tersedia. 4. Jawablah semua soal dengan jujur, rapi dan teliti 5. Setelah angket diisi secara lengkap, mohon lembar angket diserahkan kembali. ANGKET METODE MIND MAPPING Pernyataan mengenai penilaian tentang metode pemetaan pikiran Melalui strategi belajar metode mind mapping saya lebih paham tentang materi IPS. Metode mind mapping dengan membuat ringkasan/peta pikiran sangat cocok untuk pelajaran IPS. Metode mind mapping memudahkan saya dalam menyelesaikan masalah materi IPS. Metode mind mapping dapat melatih saya menuangkan ide/gagasan secara aktif. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya berusaha menyusun mind mapping dan menjelaskan pikiran-pikiran tersebut. Jawaban Kadang- Tidak Sering kadang pernah

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Selalu

6. 7. 8. 9. 10.

Metode mind mapping membuat saya mengingat dengan lebih baik. Metode mind mapping menumbuhkan semangat dan motivasi belajar saya. Metode mind mapping melatih saya berinteraksi dengan siswa lain menjadi lebih mudah. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya selalu bertukar pendapat dengan teman saya. Dalam membuat rangkumanpeta pikiran, saya berusaha agar memperoleh hasil yang optimal.

10. 4. 8. 2. 3. Saya selalu aktif dalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS yang diberikan oleh guru. Sewaktu saya mengeluarkan pendapat saya juga memberi kesempatan pada teman yang lain untuk mengeluarkan pendapatnya. . Saya ikut menjawab pertanyaan tentang pelajaran IPS dengan teman ketika ada yang bertanya Metode mind mapping menumbuhkan mental saya untuk aktif dalam berdiskusi dengan teman.ANGKET KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) No. Pernyataan mengenai keaktifan siswa di dalam kelas Setiap ada jam pelajaran IPS. 11. Saya berusaha mengeluarkan pendapat selama pelajaran IPS berlangsung. 7. 9. Saya berusaha bertanya kepada teman yang telah paham apabila saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal IPS. 1. Apabila ada pertanyaan dari teman yang tidak saya mengerti saya berusaha bertanya kepada Bapak/Ibu guru. saya mendengarkan dengan serius Saya mendengarkan dan memperhatikan. apabila guru sedang menerangkan materi IPS. Saya berusaha mencari tambahan materi pelajaran IPS selain dari buku paket yang diberikan Bapak/Ibu guru. Dalam kelompok saya membuat perencanaan/memeberi tugas masingmasing anak untuk memecahkan masalah agar tercipta kerjasama yang baik Jawaban KadangSelalu Sering Kadang Tidak Pernah 5. 6.

Saat menentukan jawaban pertanyaan dari guru. saya selalu mempertimbangkan dengan kelompok saya. .12.

Butir Try Out Variabel Metode Mind Mapping (X1) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jml Metode Mind Mapping [X1] a1 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 65 a2 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 66 a3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 68 a4 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 65 a5 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 61 a6 2 4 3 3 4 4 3 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 4 4 4 63 a7 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 2 4 4 2 4 4 4 70 a8 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 4 4 66 a9 3 2 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 63 a10 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 65 X1 30 30 34 34 39 37 29 35 26 29 35 29 35 28 31 32 26 38 39 36 652 .Lampiran 3.

Butir Try Out Variabel Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 jml Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b1 2 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 4 3 4 64 b2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 70 b3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 2 3 3 2 3 4 68 b4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 69 b5 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b6 2 2 4 4 3 4 2 3 2 2 3 2 4 4 3 4 3 4 4 4 63 b7 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 69 b8 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 69 b9 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 68 b10 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 2 4 4 4 68 b11 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b12 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 71 X2 39 38 45 45 42 48 37 38 40 39 38 35 48 42 33 38 33 40 43 48 809 .

706 20 .178 .399 1.154 .554* .212 .621 .097 .618** .000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.631** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.097 .314 .359 .537* .178 .198 1.326 .276 . *.081 .567** .634** .Lampiran 4.000 .072 .000 .162 .090 .216 .028 .005 20 20 20 20 20 20 .440 .028 .240 .370 20 20 20 20 .477* 1.160 .000 . Uji Validitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Correlations Metode Mind Mapping [X1] A6 A7 A8 A9 A10 .761** .706 20 20 20 20 .000 .364 .421 .685 20 20 20 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.005 .497* .276 1.683** .154 .706 20 1.072 1.002 .631** .399 .01 level (2-tailed).426 .041 .000 .05 level (2-tailed).461* .314 .160 . .421 1.043 20 20 20 20 A5 .011 .309 .015 .186 .332 .713** .000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 20 20 20 20 20 20 .162 .497* .009 .363 .000 . .494 .685** .518 . .518 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.762 . .118 .176 20 .379 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.564** .097 .015 20 20 20 20 20 20 .115 .240 20 20 20 20 .332 . .040 . .440 .118 .537* .002 .004 20 **.115 .685** .462* .457* . Correlation is significant at the 0.683** .706 .212 .276 .240 .326 .040 .000 .214 .314 .154 .162 .011 .003 . 20 20 20 20 .003 . .367 .685 .762 1.309 .685 .090 .061 .706 20 .001 20 20 20 20 20 20 .000 .367 .650** .445 .554* 1.494 .379 .052 20 .099 .461* .151 .490* .518 .026 .001 .033 . 20 .010 .229 .111 .000 .010 .567** .125 .634** .685 20 20 20 20 .090 .005 .125 .445 .426 .061 .001 .216 .216 .181 .598** .462* .090 .090 .363 .151 .229 .761** .003 20 20 20 20 20 20 .315 .598** .650** .618** .000 .000 20 20 20 20 20 20 .000 .600** .005 20 .033 20 20 20 20 20 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.178 20 20 20 20 .214 .181 .359 .001 .525 20 .314 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.004 20 20 20 20 20 20 1. 20 20 20 20 20 20 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 Metode Mind Mapping [X1] Pearson Correlation Sig.518 20 20 20 20 .176 .198 .090 .064 . Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .041 20 .000 .359 .600** .081 .477* .111 .178 .009 .000 .355 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.097 .370 .099 20 20 20 20 .564** .240 .216 .043 20 20 20 20 20 20 .621 .404 .026 20 .355 .404 .000 .162 .457* . .525 .064 .494 .359 20 20 20 20 .490* 1.276 1.706 .052 .003 20 20 20 20 20 20 .315 .186 . (2-tailed) N A1 A2 A3 A4 1. .494 .713** .154 .364 .

448 .037 20 20 .580** .364 .255 .394 .326 .005 .108 .410 20 20 20 -.000 .966 .369 .617** .284 20 20 20 20 20 20 20 20 .503* .212 .162 .000 20 20 .024 .617** .544* .362 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.117 .622** .055 .688 .467* .496 20 20 20 .003 .100 .028 20 20 20 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 .252 .946** .369 .651 20 20 20 20 20 20 20 20 .456* . .448* .722 .000 .000** .544* .284 .061 .446* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.140 .791** .195 .192 -.601 .020 -.503* . **. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.180 .629** .363 .658 .800 .664 .044 .055 .389 . .601** .003 .350 .061 .001 .378 .044 .540* .103 .000 .086 . 20 20 20 .517* .215 .020 .410 20 20 20 20 20 20 20 20 1.651 1.555 20 20 20 .255 . 20 20 20 20 20 20 20 20 .212 .125 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. .791** .192 1.255 .000 .540* 1.041 .161 .456* 1.580** .004 20 20 20 20 20 20 20 20 *.070 .05 level (2-tailed).004 20 20 1.030 .049 .085 . .195 .000 .191 .010 .014 . (2-tailed) N B1 B2 B3 1.000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.010 .000 .580** .037 .024 .007 .278 .080 .008 20 20 20 .468* .000 .117 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.244 20 20 20 20 20 20 20 20 .764** .162 .819 .030 .560* 1.255 . .273 .177 .131 .044 20 20 20 20 20 20 20 20 .108 .273 .000 .658 .455 .003 20 20 20 .575** 1.125 .007 .115 .000 .661** .000 .004 .658 20 20 20 20 20 20 20 20 .252 .000 .601** .836 .414 .061 -. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.800 .495 .049 20 20 .410 .162 . . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.013 .661** .490* .448 .658 . .784** 1.448 .000 20 20 .575** .000 .784** .000 .651 .244 .863 .467* -.000 .050 .086 .410 20 20 20 .000 .800 .100 .000 .048 .010 20 20 .103 .244 .038 .050 -.389 1.621** .180 .622** .764** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.456* 1.400 .000 .327 .008 .312 .414 1.828** .455 .000 .000 .363 .061 . .212 .038 .000 .195 .448 20 20 20 20 20 20 20 20 .378 .106 .400 .007 .617** .364 .456* .195 -.000 .185 .651 1.044 .252 .273 .003 .014 . .161 .080 .140 .01 level (2-tailed).000 .517* .000 20 20 20 20 20 20 20 20 . .601 .828** .000 .369 .000** .252 . .070 .946** .629** .278 .448* .000 .010 .115 .901 .688 20 20 20 .362 1.106 .278 .819 20 20 20 .863 .180 .215 .327 .933 .007 20 20 .020 20 20 .495 .436 20 20 20 .180 .540* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.394 .419 .180 .284 .131 .204 .436 . 20 20 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Pearson Correlation Sig.490* .540* 1.000 .160 .014 .722 .800 20 20 20 20 20 20 20 20 .191 .966 .204 . Correlation is significant at the 0.014 20 20 20 20 20 20 20 20 .108 .244 .162 .418 .005 .096 .496 .180 .096 .106 .177 .020 .001 .418 .000 -.350 .446* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. Correlation is significant at the 0.000 .273 1.933 .Hasil Uji Validitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Correlations Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan B12 Sosial (X2) -.312 -.419 20 20 20 .278 .004 20 20 .617** .468* .901 .108 .003 20 20 .560* .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .326 .555 .048 .106 .160 20 20 20 .580** .085 .664 .284 .621** .369 .212 .003 .041 .013 20 20 .028 20 20 .000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.185 .836 .

11.0 20.8751 .0 20.7514 20.3000 3.2946 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .0 N of Variables 11 Statistics for SCALE Mean 65. 6.0 20.1500 3.7609 .6000 Std Dev .1500 3.0 20.2000 Variance 68.0 20.1473 Cases 20.5712 . 7.Lampiran 5.8000 Std Dev 8.0 20.0 20.0 N of Items = 11 . 5.2500 32.2500 3.5000 3.0500 3.3000 3.0 20. 4.6569 .6863 .0 20.2500 3. A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 X1 3. 9. Uji Reliabilitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Metode Mind Mapping [X1] Mean 1. 8.6387 . 2. 10.5982 . 3.6708 .6387 4.6387 .4000 3.0 20.

0 20. 5.4000 3.0 20. 2.5000 3. 6.2000 3.0 N of Items = 13 . 7.2332 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .0 20.5500 40. 12.4500 3.0 20.2500 3.0 20. 11.0 20.4500 3.1500 3.5104 4. B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 X2 3.5104 .4500 3.4000 3. 8. 13.0 20. 9.0 20.5982 .4500 Std Dev .6166 Cases 20.Uji Reliabilitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosia Mean 1.0 20.6806 .6048 .5104 .9000 Variance 85.7467 20.7164 .0 20.7164 .2526 Std Dev 9.4000 3. 4.8751 . 10.0 20.7539 .2500 3.6070 . 3.6959 .0 20.0 N of Variables 13 Statistics for SCALE Mean 80.

Tabulasi Butir Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 a1 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 190 a2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 177 a3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 168 Metode Mind Mapping [X1] a4 a5 a6 a7 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 173 3 2 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 161 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 2 2 3 4 3 3 163 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 168 a8 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 4 2 3 164 a9 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 2 4 3 3 3 2 3 4 2 2 3 4 2 4 159 a10 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 4 4 2 2 3 2 4 163 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 .Lampiran 6.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 b1 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 188 b2 4 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 187 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 4 2 4 3 3 4 2 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 2 2 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 4 2 2 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 2 4 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 4 4 4 4 1 3 3 2 3 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 169 170 171 167 134 161 159 160 b11 2 2 3 4 1 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 1 3 3 3 132 b12 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 157 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 31 .

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Siswa AR BH FU AM AG IK AM DH RH TG HD MF RW RWD TK US BL AA LM AR DHN PY YA RE HA UM RIZ BGS JRT HLD CHO MIA HES WE RU GS LSA SHI MN SH NDR IKA RTN HPY RUS THO ARV IWN IST FFN Prestasi Belajar IPS (Y) 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 .

Lampiran 7. Data Induk Penelitian No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 Y 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 X1Y 2409 2380 2304 2880 2812 2738 2772 2160 2590 2368 2070 2340 2664 2475 2628 2277 3040 2400 2001 2130 2516 2660 2886 2550 2414 2960 2211 2520 2325 2964 2409 2178 2800 2059 2738 2550 2232 2774 X2Y 2701 2310 2448 3440 2812 2886 3388 2664 3182 2886 2277 3120 3108 3150 2847 2139 3520 2850 2484 2769 2960 2888 3510 3150 2627 3440 2211 2808 3000 3198 2847 2046 3600 2627 2886 3225 2664 2993 .

39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Jml X1 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 1686 X2 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 1955 Y 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 3685 X1Y 2812 2664 2475 2100 2660 2997 2088 2059 2144 2625 2070 2660 124538 X2Y 3040 2516 2850 2660 3040 3564 3096 2840 2345 3300 2622 3040 144574 .No.

00a 2.192 .256 .00 45.337 -.00 3685.662 66.073 .00 a. Error of Skewness Kurtosis Std.00 3.0000 74.00 Prestasi Belajar IPS (Y) 50 0 73.00 1686.Lampiran 8.7000 74. Multiple modes exist.1000 39.305 .00 38.7200 34.0000 39.0000 33.5871 12.662 31.411 .7041 .00a 3. Error of Kurtosis Minimum Maximum Sum Valid Missing Metode Mind Mapping [X1] 50 0 33.8673 -. The smallest value is shown .5643 12.00 81.00 1955. Deviation Variance Skewness Std.7159 -.7778 7.337 -.337 -1.023 .662 29.00 N Mean Median Mode Std. Hasil Diskriptif Statistics Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 0 39.

098 50 .0% 0 . a.010** .0% Total N 50 50 50 Percent 100.082 . *.0% 0 .200* a Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Statistic . Uji Normalitas Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 .0% N Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Valid Percent 50 100.064 . .118 50 .0% 100.392 **.0% Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.949 .969 Shapiro-Wilk df 50 50 50 Sig.Lampiran 9. This is an upper bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction . .926 .0% 50 100.100 50 .0% 50 100.200* .0% 100. This is a lower bound of the true significance.

Hasil Uji Linieritas Case Processing Summary Cases Excluded N Percent 0 0 .126 381.166 8.067 7.0% 100.953 F 3.000 .538 .105 622.129 .540 184.0% .507 .121 F 6.712 5.606 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) ANOVA Table Sum of Squares 438.586 4. .0% Total N 50 50 Percent 100.0% Included N Percent Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 50 100.0% 100.500 df 9 1 8 40 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Between Metode Mind Mapping [X1] Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 29. .395 207.Lampiran 10.374 622.581 74.920 Sig.281 23.004 .000 .000 .377 207.500 df 13 1 12 36 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) Between Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 33.328 358.800 Sig.0% Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] ANOVA Table Sum of Squares 264.586 56.067 57.702 381.

All requested variables entered.964 .469 . Metode Mind Mapping [X1] b.820E-03 1. Predictors: (Constant). Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) a Coefficient Correlations Model 1 Correlations Covariances Keaktifan Belajar IPS (X2) Keaktifan Belajar IPS (X2) 1. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) . a Metode Mind Mapping [X1] Variables Removed .836a .355 Sig. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Model Summaryb Adjusted R Square .000 Zero-order .Lampiran 11. Method Enter a.506E-03 Metode Mind Mapping [X1] -3.003 Model 1 R R Square .394 1. Hasil Uji Regresi Berganda Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered Keaktifan Belajar IPS (X2).898 622.500 Model 1 df 2 47 49 Regression Residual Total Mean Square 217. Error of the Estimate 1. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) ANOVAb Sum of Squares 434. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Coefficientsa Standardi zed Coefficien ts Beta .087 t 8.678 3.407 .292 .642 7.394 Keaktifan Belajar IPS (X2) 7.112 .698 a.602 187. . Metode Mind Mapping [X1] b.605 a.740 Part .000 .998 F 54. .658 Model 1 (Constant) Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Unstandardized Coefficients B Std.405 3.000 -3. Predictors: (Constant). Error 34.001 .544 Sig.252E-02 a. Keaktifan Belajar IPS (X2).000a a.000 Metode Mind Mapping [X1] -.318 .820E-03 Metode Mind Mapping [X1] -. b.9995 Durbin-W atson 2.577 .685 Std.654 .301 3.783 Correlations Partial . Keaktifan Belajar IPS (X2).

Lampiran 12.5 R2 0.699 0. Sumbangan relatif dan sumbangan efektif Koefisien rxy 0.783 beta 0.699 Sumbangan Relatif 26.577 0.318 0.3 73.658 Sumbangan Efektif 18.3 51.5 Sumbangan Efektif 18.3 51.7 .

194 28 175 0.413 3 38 0.602 0.811 0.297 0.623 0.148 30 300 0.514 0.834 0.449 0.463 0.325 0.312 0.413 0.080 0.661 0.436 0.266 0.707 0.376 11 46 0.497 0. Suharsimi Arikunto) N .468 0.207 0.575 0.098 0.478 0.176 0.950 0.470 0.561 0.384 9 44 0.070 0.997 0.227 0.267 23 90 0.344 0.999 0.537 0.393 7 42 0.244 0.917 0.735 0.367 0.553 0.091 35 800 0.666 0.296 20 75 0.256 25 100 0.081 37 1000 Sumber: Prosedur Penelitian (Prof.526 0.088 0.456 0.798 0.487 0.339 0.398 6 41 0.361 0.254 0.138 0.181 29 200 0.388 0.279 0.515 0.482 0.381 0.403 5 40 0.148 0.220 0.235 0.606 0.281 0. Dr.576 0.632 0.396 0.304 0.284 0.372 12 47 0.532 0.213 0.765 0.878 0.990 0.754 0.128 31 400 0.230 26 125 0.505 0.317 18 65 0.684 0.496 0.065 0.641 0.210 27 150 0.874 0.408 4 39 0.301 0.349 0.334 0.062 0.159 0.549 0.355 0.330 17 60 0.286 21 80 0.430 0.374 0.959 0.361 15 50 0.115 32 500 0.291 0.380 10 45 0.086 36 900 0.708 0.364 14 49 0.404 0.368 13 48 0.288 0.097 34 700 0.389 8 43 0.195 0.263 24 95 0.308 0.316 0.320 0.113 0.202 0.432 0.074 0.444 0.433 0.590 0.294 0.306 19 70 0.456 0.418 0.345 16 55 0.105 33 600 0.TABLE VALUES OF rproduct moment The Level of Significant The Level of Significant N 1% 5% 1% 5% 0.278 22 85 0.424 0.329 0.442 0.

779 27 1.101 2.048 2.453 2.106 12 1.228 2.069 2.307 1.325 1.728 35 1.035 2.718 3.438 2.583 2.696 2.306 2.363 1.977 15 1.706 2.479 2.314 12. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 3.624 2.415 1.746 2.821 63.528 2.699 2.750 31 1.921 17 1.383 1.441 2.025 t0.042 2.878 19 1.690 2.539 2.262 2.462 2.740 2.841 4 1.182 4.717 2.734 2.692 2.821 3.714 2.763 29 1.753 2.756 30 1.160 2.604 5 1.697 2.365 2.861 20 1.303 6.045 2.650 3.943 2.353 3.308 1.457 2.01 t0.449 2.707 7 1.131 2.694 2.691 2.143 3.787 26 1.078 6.179 2.120 2.434 2.012 14 1.860 2.500 2.345 1. t0.311 1.467 2.898 18 1.998 3.602 2.05 t0.372 1.341 1.310 1.030 2.706 31.807 24 1.701 2.724 36 1.313 1.Tabel Nilai t d.797 25 1.064 2.056 2.315 1.796 2.744 32 1.638 2.782 2.845 21 1.132 2.145 2.721 2.499 8 1.330 1.681 3.110 2.492 2.729 2.761 2.028 2.015 2.328 1.052 2.485 2.725 2.776 3.169 11 1.688 2.f.886 2.771 2.250 10 1.093 2.764 3.747 4.508 2.306 1.895 2. Imam Ghozali .657 2 1.397 1.040 2.306 1.738 33 1.831 22 1.319 1.771 28 1.445 2.074 2.080 2.447 3.533 2.309 1.896 3.833 2.812 2.321 1.819 23 1.032 2.350 1.473 2.10 t0.055 13 1.365 4.314 1.947 16 1.571 3.355 9 1.552 2.711 2.316 1.323 1.032 6 1.333 1.f.356 1.518 2.060 2.086 2.005 d.733 34 1.708 2.201 2.925 3 1.440 1.337 1.965 9.719 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.920 4.567 2.476 2.037 2.541 5.318 1.309 1.703 2.

673 2.698 43 1.670 1.396 2.300 1.390 2.298 1.670 2.386 2.685 48 1.659 62 1.996 2.382 2.675 2.426 2.668 1.299 1. t0.001 2.660 61 1.667 1.672 2.295 1.671 2.407 2.679 2.383 2.304 1.680 50 1.999 2.399 2.007 2.01 t0.004 2.408 2.669 1.382 2.024 2.681 2.297 1.684 2.018 2.295 1.391 2.006 2.412 2.394 2.017 2.299 1.402 2.385 2.672 54 1.297 1.994 2.400 2.023 2.687 2.000 2.648 71 1.295 1.012 2.387 2.303 1.418 2.429 2.397 2.302 1.414 2.423 2.668 1.Tabel Nilai t d.674 2.303 1.686 2.678 2.657 63 1.676 52 1.304 1. 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 37 1.000 2.294 1.701 42 1.002 2.995 2.021 2.296 1.295 1.381 2.301 1.403 2.995 2.679 2.680 2.665 58 1.431 2.005 d.008 2.380 2. Imam Ghozali) .298 1.669 1.667 1.997 2.997 2.302 1.f.682 49 1.296 1.656 64 1.655 65 1.715 38 1.662 60 1.002 2.670 55 1.651 68 1.015 2.389 2.f.384 2.296 1.687 47 1.392 2.654 66 1.294 1.296 1.998 2.410 2.704 41 1.649 70 1.011 2.013 2.674 53 1.690 46 1.668 56 1.669 1.005 2.388 2.294 1.676 2.675 2.05 t0.678 51 1.405 2.652 67 1.421 2.297 1.712 39 1.020 2.395 2.695 44 1.673 2.667 57 1.647 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.682 2.026 2.294 1.009 2.010 2.994 2.305 1.663 59 1.014 2.650 69 1.674 2.692 45 1.300 1.416 2.998 2.299 1.301 1.685 2.295 1.677 2.708 40 1.683 2.672 2.298 1.003 2.667 1.677 2.671 2.025 t0.10 t0.294 1.297 1.668 1.

993 2.377 2.986 2.987 2.991 2.663 1.661 1.628 97 1.992 2.376 2.664 1.634 88 1.644 75 1.291 1.666 1.665 1.291 1.665 1.292 1.663 1.640 80 1.364 2.025 t0.368 2.370 2.292 1.292 1.378 2.373 2.379 2.987 2.636 84 1.662 1.293 1.629 96 1.984 2.661 1. Imam Ghozali) .291 1.292 1.376 2.987 2.645 74 1.290 1.372 2.662 1.370 2. 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 Inf.365 2.290 1.Tabel Nilai t d.634 87 1.986 2.632 90 1.990 2.660 1.663 1.375 2.666 1.290 1.663 1.293 1.636 85 1.372 2.f.630 93 1.291 1.630 94 1.291 1.291 1.666 1.626 Inf.984 2.991 2.662 1.f.293 1.291 1.993 2.293 1.665 1.664 1.366 2.01 t0.637 83 1.292 1. 1.643 76 1.664 1.661 1.365 2.662 1.985 2.626 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.293 1.291 1.661 1.366 2.989 2.639 81 1.291 1.664 1.990 2.988 2. 72 1.988 2.373 2.291 1.292 1.292 1.988 2.640 79 1.627 99 1.629 95 1.992 2.292 1.989 2.633 89 1.632 91 1.661 1.646 73 1.990 2. t0.290 1.374 2.993 2.642 77 1.665 1.05 t0.986 2.369 2.290 1.986 2.985 2.638 82 1.365 2.635 86 1.662 1.663 1.367 2.379 2.985 2.984 2.374 2.368 2.661 1.660 1.005 d.369 2.371 2.641 78 1.293 1.10 t0.631 92 1.368 2.367 2.989 2.627 98 1.

88 1.28 6.61 2.71 1.84 2.75 15 246 19.35 1.48 2.94 3.43 2.4 8.45 2.03 3.03 2.10 2.85 2.01 1.67 2.62 5.42 2.21 3.07 3.95 4.91 1.70 2.4 8.53 2.40 2.67 3.97 4.79 1.73 3.99 5.22 3.91 2.13 2.85 2.21 2.15 2.65 1.42 2.74 2.5 8.52 30 250 19.11 2.5 10.41 4.49 2.82 1.26 3.94 9 241 19.38 2.52 3.69 3.12 2.05 2.79 1.74 1.60 4.74 2.99 1.39 2.68 3.34 2.69 2.53 2.79 2.74 2.59 2.98 2.43 1.83 2.01 1.87 3.53 1.89 1.27 2.32 4.07 2.34 2.40 2.10 2.18 2.4 8.82 4.90 2.0 9.95 1.46 3.39 3.24 3.60 2.08 4.49 2.56 3.51 1.22 1.22 2.84 1.30 2.68 4.16 4.01 2.55 6.93 1.96 4.39 60 252 19.13 3.84 3.99 2.84 1.87 1.73 1.62 3.32 3.70 5.48 3.75 4.20 2.29 3.06 3.53 3.27 2.94 6.02 2.21 2.57 3.93 2.34 2.06 2.00 3.80 4.96 2.35 4.09 4.95 2.37 2.75 2.84 3.67 4.28 2.66 2.86 2.04 1.85 2.90 2.62 1.01 1.17 4.55 2.75 4.49 2.49 3.76 4.59 1.38 2.75 2.45 2.07 3.77 3.25 2.40 2.88 4.15 3.11 2.49 4.01 8 239 19.64 5.90 1.71 2.70 2.69 1.91 1.16 2.66 2.92 1.32 120 253 19.19 2.64 3.93 2.00 3 216 19.05 4.02 1.12 2.07 2.74 3.35 3.30 2.74 3.89 3.07 3.17 2.77 4.35 2.33 2.36 2.94 1.07 2.85 6.30 2.79 2.89 1.40 3.83 1.45 2.04 2.53 2.74 1.98 1.58 1.66 4.92 1.14 2.12 3.77 2.33 3.30 3.45 2.92 2. Imam Ghozali) .80 2.41 2.77 2.15 2.28 3.66 2.53 2.30 2.27 2.18 2.55 5.94 2.71 3.76 2.46 2.08 1.32 2.05 3.75 1.5 8.89 6.82 2.81 3.33 2.14 3.86 1.26 4.06 2.41 4.50 3.54 2.45 4.54 2.37 2.25 2.04 4.50 1.12 6.08 2.89 1.4 8.61 2.24 2.25 2.84 1.20 3.84 1.06 2.23 3.60 2.84 2 200 19.36 3.79 5.59 2.13 2.72 4.54 2.80 2.35 2.92 1.44 3.25 2.70 3.32 5.25 2.34 3.39 5.57 2.96 1.90 2.69 2.72 2.19 4.1 7.31 2.71 2.55 1.3 8.71 2.29 2.01 2.53 2.79 5.55 2.37 3.38 2.00 2.66 1.42 3.63 3.11 3.39 2.03 1.87 1.29 2.16 2.81 1.51 2.30 4.88 10 242 19.76 1.46 40 251 19.61 2.18 3.11 3.60 2.15 2.74 4.44 2.00 3.98 3.26 5.28 2.76 2.14 4.06 3.71 6.85 2.78 1.68 2.43 3.09 3.4 8.75 1.90 2.61 1.93 1.20 2.58 2.91 4.63 3.02 1.25 2.10 3.16 2.51 3.84 4.41 3.62 2.79 1.05 2.37 2.81 6.81 3.94 1.68 1.60 2.22 254 19.23 2.96 1.86 4.67 20 248 19.37 5 230 19.23 2.09 2.83 12 244 19.39 1.58 3.71 2.09 2.53 2.63 2.46 2.87 3.16 3.12 4.4 8.46 4.05 Degrees of freedom for Nominator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 30 40 60 120 1 161 18.49 3.96 1.77 2.84 1.98 1.10 2.19 2.19 2.15 3.3 9.38 4.79 3.31 2.39 3.92 3.18 2.63 4.59 3.98 1.35 4.37 3.77 1.65 2.53 4.15 2.01 1.51 2.01 6.96 2.51 2.57 24 249 19.31 2.50 3.64 2.07 2.35 2.70 2.46 2.58 2.49 2.54 4.10 7 237 19.99 1.01 2.20 2.54 2.57 2.69 4.5 8.5 8.79 2.5 8.27 2.03 2.97 2.40 3.42 2.44 3.59 3.08 2.91 2.40 2.81 1.38 3.34 2.21 6 234 19.87 2.48 2.92 1.00 Degrees of freedom for Denominator Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.68 3.11 2.62 2.42 2.84 2.65 6.70 1.32 2.45 2.23 2.92 1.85 2.66 2.81 2.55 3.44 3.94 5.96 1.28 3.00 1.2 9.66 5.01 1.15 2.12 2.09 2.64 1.24 4.03 2.34 2.04 2.46 2.34 3.76 2.51 2.01 2.74 5.34 2.83 2.47 1.28 2.59 5.53 5.16 2.64 2.77 4.11 2.01 1.54 2.Tabel Nilai F0.59 5.68 2.26 4.18 2.10 3.24 2.60 4 225 19.41 3.57 5.22 3.92 2.61 5.42 2.39 3.00 4.28 4.18 2.62 2.01 2.97 1.5 8.10 3.59 5.74 4.42 2.13 3.47 3.29 3.84 1.96 1.86 3.20 3.23 3.27 2.96 4.07 2.11 2.38 2.48 3.78 2.23 2.49 2.4 8.47 2.2 9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful