P. 1
deskriptif kuantitatif

deskriptif kuantitatif

|Views: 750|Likes:
Published by febriyanti17

More info:

Published by: febriyanti17 on Mar 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang Masalah
  • B. Pembatasan Masalah
  • C. Perumusan Masalah
  • D. Tujuan Penelitian
  • E. Manfaat Penelitian
  • A. Prestasi Belajar
  • 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
  • B. Mind Mapping
  • 1. Definisi Mind Mapping
  • 2. Kegunaan Mind Mapping
  • Gambar 2.1 Contoh Aplikasi Mind Mapping
  • 1. Pengertian Keaktifan
  • 2. Indikator Keaktifan
  • D. Hubungan Antar Variabel
  • 2. Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)
  • E. Kerangka Pemikiran
  • F. Hipotesis
  • A. Jenis dan Metode Penelitian
  • B. Obyek Penelitian
  • C. Populasi, Sampel, dan Sampling
  • D. Instrumen Pengumpulan Data
  • Tabel 3.1 Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS
  • F. Teknik Analisis Data
  • H. Analisis Data
  • A. Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta
  • B. Uji Instrumen Penelitian
  • Tabel 4.1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping
  • C. Uji Prasyarat Analisis
  • Tabel 4.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors
  • Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas
  • D. Analisis Data Penelitian
  • Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda
  • E. Pembahasan
  • A. Kesimpulan
  • B. Implikasi
  • C. Saran

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA

SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 (S1) Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

Disusun oleh : DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

PROGRAM PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

i

PERSETUJUAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Disetujui dan Disyahkan oleh Pembimbing I dan Pembimbing II untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Mengetahui, Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Suyatmini, SE. M.Si. Tanggal:

Drs.Sudarto HS, MM. Tanggal:

ii

PENGESAHAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Yang Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Pada Tanggal: ………………………………… Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat

Susunan Dewan Penguji 1. Dr. Suyatmini, SE. M.Si. 2. Drs.Sudarto HS, MM. 3. (……………………………) (……………………………) (…………………………….)

Surakarta, Februari 2010 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan,

Drs. H. Sofyan Anif, M. Si NIK. 547

iii

PERNYATAAN Dengan ini. saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. Juli 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103 iv . Apabila ternyata kelak di kemudian hari terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya diatas. Surakarta. maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

MOTTO Masalah bukan untuk dihindari tapi dicari solusinya dan harus dihadapi dengan sabar jadi tetap semangat. Jadilah diri sendiri jangan meniru orang (Penulis) Kita hanya cukup yakin dan benar-benar menginginkannya maka semua akan terjadi (penulis) v .

Baki Community. rangkaian yang tidak pernah putus dalam setiap langkahku. Aku telah menemukan arti sahabat sejati. Kakakku (Ms Eko). Si item kasih ibu. do’a. dukungan dan kebersamaan yang membuatku selalu bahagia. Ndaa (Ingga). Adikku (De’ Kiki) tersayang yang telah mewarnai hari-hariku dengan kasih sayang dan selalu memberiku semangat. terima kasih atas dukungan selama ini dan mendengarkan keluh kesahku. Ndul (Elyy). Lia. Engkau tak akan pernah tergantikan karena engkau tiada duanya didunia ini. sebagai ungkapan rasa hormat dan baktiku. Sahabat-sahabatku.PERSEMBAHAN Alhamdulillahirobbil’alamin. Ayah dan Ibunda tercinta. Jangan pernah melupakan persahabatan ini. 3. perhatian dan pengorbanan yang tiada pernah lekang oleh waktu. 4. Emi. serta perjuanganmu untuk membesarkan dan mendidikku dengan penuh kasih sayang agar aku dapat gapai cita dan impianku. dan Spin Abot yang selalu setia mengantarkan aku kemana pun aku pergi. Djarot. 2. Ipee (Arifah). 5. 6. 46 Kasih Ibu. Dewi. terima kasih atas kasih sayang. Agung n’ The ganx. Sujud Syukurku kehadirat illahi Robbi Atas segala nikmat dan kemudahan yang telah diberikan-Nya persembahan kecil ini teruntuk: 1. kebersamaan kita adalah hal yang terindah. atas perhatian. vi . Almameterku yang kucinta.

selaku pembimbing II yang memberikankan arahan dan nasehat dalam penyusunan skripsi ini. Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. Suyatmini. mengarahkan dalam penyusunan skripsi ini. selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah berkenan memberikan surat ijin peneliti.. 3. vii . selaku pembimbing I yang penuh kesabaran dan ketulusan membimbing.. Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan skripsi ini. selaku ketua program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan dan masukan selama studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta. SE. Drs. H. Djalal Fuadi. M.Si. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada: 1.Wb. Drs..Sudarto HS. dan Inayah-Nya sehingga penyusunan skripsi ini berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik. Drs. Skripsi ini disusun untuk melengkapi sebagian dari syarat guna memperoleh gelar sarjana pendidikan S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi. 2. MM. Sofyan Anif. M. Dr. 4. MM. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.Si.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. hidayah. namun berkat bantuan serta dorongan dari berbagai pihak akhirnya kesulitankesulitan yang timbul dapat teratasi.

7. 11. Bapak/Ibu Dosen program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.Pd. Drs. 10. Wassalamu’alaikum Wr. M. selaku Pembimbing Akademik selama menempuh studi. 6. Semua teman-teman Pendidikan Akuntansi angkatan 2006 khususnya kelas C dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya karya ini yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu. Bapak Amin Bambang selaku guru ekonomi yang telah membantu dalam penelitian.Wb. Joko Suwandi. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat serta menjadi jembatan bagi penulisan selanjutnya. Siswa siswi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta khususnya kelas VIII A.B. Oleh karena itu. 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A 210 060 103 viii . Surakarta. 9. dan C yang telah bersedia menjadi sampel dalam penelitian. Semua pihak yang telah berperan serta memberikan bantuan moral maupun material dalam penyusunan skripsi. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. SE. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang telah memberi izin kepada penulis untuk melakukan penelitian 8.5.

........................................... Latar Belakang Masalah .....DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........ DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................................................................. HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. Prestasi Belajar ................. Manfaat Penelitian .................................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN ................... D.................................................................................... Tujuan Penelitian ............................. DAFTAR TABEL ...................................................................... HALAMAN MOTTO ........................................ E.................. B..................... Pembatasan Masalah ......................................................... BAB I PENDAHULUAN A..................... i ii iii iv v vi vii ix xii xiii xiv xvi 1 5 5 6 6 7 9 ix ........................ DAFTAR ISI ..................................... C...................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ............. DAFTAR GAMBAR ......................................................................................................................................................................................................... KATA PENGANTAR ............................. ABSTRAK ............................................................................................. HALAMAN PERNYATAAN .................................................................................. Perumusan Masalah ... BAB II LANDASAN TEORI A................................................................................................... Sistematika Penulisan Skripsi ...................................................................................................... F.............................................

......... Kerangka Pemikiran...... 2.................................. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar……….... 2....................................... 1.. Keaktifan Belajar .................... B...... E..................................... Cara membuat Mind Mapping……………………………… . ....................... 2........................... Definisi Mind Mapping ... 3............... B...... Sampel.............................. 9 10 16 16 19 19 22 23 25 24 26 27 27 27 28 29 30 32 32 32 x ............................................. dan Sampling ..................................................... 4.. Pengertian Keaktifan. Populasi....................... Indikator Keaktifan..... Jenis dan Metode Penelitian ..................... Kelebihan dan Kelemahan……………………………………...... D.......................................... 1............................................................................ Hubungan antar variabel .................................................................................... Pengertian Belajar .................................................................................. ............................. 2... 1.... Hubungan metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) ..................................... Hipotesis...... 3... Hubungan metode Mind Mapping(X1)........... C... Kegunaan Mind Mapping ………………… ..... .. Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)................................ .................................. Mind Mapping ................1......... ............................. BAB III METODE PENELITIAN A............................................... C........ Objek Penelitian ... Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)...... F.. Indikator Mind Mapping……………………………………… 5.......................

Implikasi........... C......... 35 40 42 G...... Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ............... E............. Pembahasan ...................................... E....................... D..................................................... Uji Prasyarat Analisis ..... Uji Prasarat Analisis ……………………………………………… 44 H............. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 76 76 50 59 61 63 69 45 xi ....................................................................... BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A........................ Uji Instrumen Penelitian .......... B.............................................................................................................................. Kesimpulan ................................................ Saran............................ B................................................................................................................................................. Instrumen Pengumpulan Data ......................... Teknik Pengumpulan Data ..................... Analisis Data Penelitian .......... C........................... Analisis Data .........D............................................. BAB V ANALISIS HASIL PENELITIAN A................... F............................ Teknik Analisis Data ............

.......................... Tabel 4..............2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS ......1 Penggunaan otak pada Mind Mapping ..............DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1..................... Tabel 4.......1 Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS ........................................3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors ..... 17 35 Tabel 4......5.............................................................. Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda .... Tabel 4..4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas....1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping 59 Tabel 4....... Tabel 3... 60 61 62 63 xii ....................................

..........................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2..1 Contoh Aplikasi Mind Mapping ..1 Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ................................................................... 21 29 56 xiii .............. Gambar 3... Gambar 4.............1 Kerangka Pemikiran .......

Data Induk Penelitian 8. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif xiv . Hasil Tri Out Penelitian 4.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Data Butir Angket Penelitian 7. Hasil Uji Regresi Berganda 12. Hasil Uji Reliabilitas 6. Surat Ijin Penelitian 2. Angket Penelitian 3. Hasil Deskriptif 9. Hasil Uji Linearitas 11. Hasil Uji Validitas 5. Hasil Uji Normalitas 10.

ABSTRAK PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Dhida Dwi Kurniawati. A210 060 103. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 200 siswa. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7. keaktifan belajar IPS dan prestasi belajar IPS xv . dan 3) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.407X1 + 0.20).01 (3. Kata kunci : metode mind mapping. Universitas Muhammadiyah Surakarta.544 > ttabel = 2.05 diperoleh Fhitung sebesar 3.654X2.642 > 2.01 (7. maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.01). Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.405 + 0. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Jurusan Pendidikan Akuntansi. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69. karena nilai thitung = 3.544 > 2. Nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54.642 > ttabel = 2.698.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model.8% sedangkan sisanya sebesar 30. Secara individu metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). Hasil penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menghasilkan temuan sebagai berikut : Hasil uji regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0.01) sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS. Penelitian mengambil lokasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2) mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.355 > 3.355 dan taraf signifikan 0. 2010.

Pendidikan merupakan sarana dan wahana yang sangat baik di dalam pembinaan SDM. Latar Belakang Masalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di era globalisasi sesuai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. cakap. berakhlak mulia. keluarga dan pengelola pendidikan. bertujuan untuk berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan begitu perkembangan IPTEK yang ada dapat dikuasai. penanganan dan prioritas secara baik oleh pemerintah. dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Salah satu tujuan Pendidikan Nasional yang ingin dicapai dalam pembangunan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No.1 BAB I PENDAHULUAN A. berilmu. mandiri dan menjadi warga Negara yang demokrasi sehingga bertanggung jawab. kreatif. 1 . Pendidikan merupakan masalah yang sangat menarik untuk dibahas karena melalui usaha pendidikan diharapkan tujuan pendidikan akan segara tercapai. oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yang menyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sehat.

. bertanya kepada guru tentang materi yang disampaikan. Guru harus dapat memilih metodemetode yang sesuai dengan pokok bahasan yang disampaikan. sehingga siswa yang kurang paham terhadap materi yang disampaikan akan menjadi lebih mengerti karena adanya latihan dirumah umpan balik disini berupa pembahasan kembali tugas yang diberikan pada materi terdahulu. memberikan tanggapan atau komentar terhadap siswa lain.2 Prestasi belajar merupakan hasil dari usaha-usaha yang telah dilakukan. Salah satu usaha guru dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa yaitu dengan menerapkan pembelajaran melalui tugas dan umpan balik. kemandirian serta keaktifan siswa cenderung masih rendah. dan juga mempunyai cara-cara yang menarik sehingga peserta didik mempunyai minat yang tinggi terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Keaktifan siswa dalam mengajukan ide pada guru. Dalam pembelajaran IPS. berlatih menjelaskan hasil pekerjaannya kepada teman yang lain. Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memerlukan suatu strategi yang tepat supaya hasil yang yang dicapai maksimal dan berpengaruh berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Misalnya kemandirian siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru. serta bekerjasama dan hubungan dengan siswa lain. Dengan umpan balik diharapkan siswa yang kesulitan mengenai konsep-konsep pada materi yang telah diberikan dapat terbantu sehingga prestasi belajar IPS siswa meningkat. Dimana tujuan pemberian tugas ini adalah siswa tetap belajar dirumah dan dapat dimanfaatkan waktu diluar jam pelajaran sekolah.

seorang guru harus memiliki sikap-sikap sebagai berikut : 1. Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi. Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevansi proses belajar mengajar. Mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. 3. Menjelaskan tujuan kegiatan pada kelompok dan mengatur penyebaran dalam bertukar pendapat Djamarah (2002:181-186). Guru sebagai pendidik dan pengajar bertugas untuk memberi kemudahan untuk siswa dalam menerima ilmu atau materi yang telah diajarkan. 4. melaksanakan rencana. Memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual. c. Membina siswa agar setiap orang merupakan sumber yang manfaat bagi yang lainnya. Menurut Isjoni (2007:62). Mendorong anak didik untuk belajar. e. 5.“Tujuan dari penyampaian variasi metode mengajar dan aplikasinya dalam pengajaran adalah : a. Membantu kegiatan-kegiatan dan menyediakan sumber atau peralatan serta membantu kelancaran belajar mereka. Salah satu metode yang akan diterapkan adalah pembelajaran IPS dengan pola latihan interaktif yang menggunakan metode Mind Mapping. 2. Dalam metode Mind Mapping siswa di kuatkan pada cara menghadapi persoalan dengan langkah penyelesaian yang sistematis yaitu memahami masalah. Membantu dan mendorong siswa untuk mengungkapkan dan menjelaskan keinginan dan pembicaraannya baik secara individual maupun kelompok. dan memeriksa kembali . b. menyusun rencana. d. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah.3 menyanggah atau menyetujui ide pengerjaan soal dari teman juga masih rendah.

Namun kenyataannya keaktifan siswa sekarang ini berkembang lambat dan disiplin belajar siswa yang kurang. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengambil judul skripsi “PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SISWA PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009 / 2010. dan mandiri dapat terwujud. Melalui usaha pendidikan diharapkan kualitas generasi muda yang cerdas. Sehingga diharapkan kemandirian dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS dapat ditingkatkan. sehingga siswa dituntut untuk aktif secara langsung dalam proses pembelajaran. Dengan demikian siswa belajar IPS tidak hanya mendengarkan dan guru menerangkan didepan kelas saja. namun diperlukan keaktifan siswa didalam proses belajar mengajar.” . aktif. Sedangkan dengan latihan interaktif siswa diharapkan dapat berinteraksi dalam proses belajar mengajar.4 sehingga persoalan yang dihadapi akan dapat diatasi. Menurut Sujanto (1996:53) : Pelaksanaan pengajaran sering hanya si guru mendikte dan si anak yang mencatat dan kemudian menghafalkannya persis seperti bunyi catatatan dan sama sekali tidak ada kaitan dengan pengertian ataupun perubahan anak perbuatan anak karenanya.

Penggunaan Mind Mapping dibatasi pada sikap ingin tahu siswa untuk mengembangkan materi pelajaran IPS. 3. maka masalah ini dibatasi pada : 1. Aktif dalam belajar siswa dibatasi pada keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran disekolah.5 B. 2. C. Prestasi belajar siswa dibatasi pada penguasaan materi dan keaktifan siswa terhadap pelajaran IPS yang berupa nilai rapot semester ganjil. Apakah terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 3. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? . Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut diatas. maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan : 1. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 2. Pembatasan Masalah Untuk mempermudah dan menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penafsiran judul.

6 D. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Untuk mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. Manfaat praktis yang diharapkan dalam penelitain ini terdiri : 1. Tujuan Penelitian Adanya tujuan dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting karena dengan tujuan yang tepat menjadikan tolok ukur keberhasilan dalam penelitian. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai : 1. E. . Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 2. Manfaat Penelitian Manfaat teoristis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan pertimbangan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan pada umumnya dan di bidang kependidikan luar biasa pada khususnya. Bagi guru kelas Sebagai bahan kajian guru dalam memberikan atau menyampaikan materi (metode Mind Mapping dan keaktifan belajar IPS) untuk meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. Sehingga perkembangan tersebut dapat digunakan dalam peningkatan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus disekolah.

7 2. F. tujuan masalah. Sistematika Skripsi Untuk memperoleh gambaran permulaan terhadap hasil penelitian ini. perumusan masalah. maka perlu dikemukakan sistematika penelitian sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Meliputi latar belakang masalah. Bagi kepala sekolah Memberi masukan berupa informasi ilmiah tentang pentingnya metode penyampaian materi yang menarik pada siswa agar prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. manfaat penelitian. 4. Bagi siswa Memberi alternative lain untuk mempelajari suatu pelajaran dengan cara membuat ringkasan yang menarik dan anak terdorong untuk belajar IPS.sehingga mutu pendidikan dapat lebih meningkat. 3. dan sistematika penulisan penelitian. identifikasi masalah. Bagi sekolah Dari hasil penelitian dapat memberikan masukan kepada sekolah atau lembaga pendidikan di SMP sebagai bahan kajian dalam usaha perbaikan proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik. pembatasan masalah. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini merupakan landasan teori yang digunakan dalam penyusunan penelitian yang bekaitan dengan definisi prestasi .

definisi metode Mind Mapping. definisi keaktifan. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang jenis dan rancangan penelitian. populasi. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN . BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi hasil pengembalian kuesioner. hubungan antar variabel dan hipotesis. keterbatasan penelitian dan saran dari peneliti. data dan instrumen pengumpulan data. subyek dan obyek penelitian.8 belajar. teknik penyajian data dan teknik analisis data. teknik pengumpulan data. pengujian kualitas dan hasil analisis data. BAB V PENUTUP Penutup menguraikan tentang kesimpulan akhir penelitian. sampel dan sampling.

”Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Prestasi Belajar 1. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai denagan pandangan yang mereka anut. Prestasi merupakan kumpulan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan.9 BAB II LANDASAN TEORI A.” Selanjutnya menurut Winkel (1996:53). pemahaman. Menurut Djamarah (2002:19). Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. Namun dari pendapat pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan.“Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan. Pengertian Prestasi Belajar Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan prestasi dan belajar.”Prestasi adalah hasil kegiatan 9 . karena kegiatan belajar merupakan proses. diciptakan baik secara individual maupun kelompok. Menurut Djamarah (2002:231). Para pakar pendidikan mengemukakan pendapat mereka. yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. ketrampilan dan nilai sikap. sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan. huruf. dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor eksternal) : . angka. maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima. maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain: faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal). Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.” Berdasarkan pengertian diatas. 2. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar.10 usaha kegiatan belajarnya yang dinyatakan dalam bentuk. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. menurut Syah (2004:132).

11 a. minat. psikologis dan yang dapat perolehan faktor-faktor kuantitas diantara Namun rohaniah siswa siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah tingkat kecerdasan atau intelejensi. dan motivasi. Faktor internal siswa adalah: 1) Aspek fisiologis Kondisi jasmani dan tonus (tegangan otot) yang memadai tingakat organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. bakat. sikap. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor internal adalah keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa. jasmani agar tetap bugar siswa dianjurkan mengkonsumsi minuman yang bergizi. Untuk dipelajarinya pun kurang atau tidak terbatas. . Mempertahankan tonus. Selain itu juga siswa dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga ringan. Kondisi organ tubuh yang lemah apabila serta pusing-pusing dapat menurunkan ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidak berbekas. 2) Aspek psikologis Yang mempengaruhi pembelajaran termasuk kulitas siswa.

12 b. Para guru yang selalu menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik dan rajin khususnya dalam belajar. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa) Faktor Eksternal adalah kondisi lingkungan sekitar siswa. para staf administrasi dan teman-teman sekelas yang mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. 2) Lingkungan non sosial Faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah gedung sekolah dan letaknya rumah tempat tinggal keluarga siswa dan alat-alat belajar keadaan cuaca dan waktu belajar digunakan siswa. pemilihan dan penentuan metode dalam pembelajaran harus memiliki: . guru akan mampu mencapai tujuan pembelajaran. 3) Metode pembelajaran a) Pengertian metode Menurut Djamarah (2002:85) : Pemilihan metode merupakan hal yang sangat penting perlu diperhatikan karena metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Menurut Djamarah (2002:85-93). 1) Lingkungan sosial Lingkungan sosial sekolah. Dengan memanfaatkan metode secara akurat. para staf guru.

(3) Pentingnya pemilihan dan penentuan metode Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang telah pembelajaran. efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuain metode dengan semua komponen diprogramkan. (2) Efektivitas penggunaan metode Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran akan menjadikan kendala dalam mencapai tujuan yang dirumuskan.13 (1) Nilai strategi dan metode Didalam proses pembelajaran sering terjadi interaksi edukatif antara anak didik dan guru. Nilai strategis dari metode adalah dapat mempengaruhi jalannya pembelajaran. karena itu. Pengalaman membuktikan bahwa kegagalan pembelajaran salah satunya disebabkan oleh pemilikan metode yang kurang tepat. Apapun yang termasuk perangkat program pembelajaran dituntut secara mutlak . Oleh karena itu metode adalah salah satu cara yang memilliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar.

. secara arif dan bijaksana. Menurut Mulyana (2005:100) : Dalam pembelajaran guru yang utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. hal tersebut dibuat karena adanya kebutuhan untuk menyakinkan 1) adanya alasan untuk belajar. 2) siswa belum mengetahui apa yang akan diajarkan.”Dalam menggunakan mengajarkan pandai pendekatan secara aktif.” Selalu harus ada yang dipelajari dan arena adanya pengalaman-pengalaman baru.”Pembelajaran ialah membelajarkan siswa dengan menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama kebersilan pendidikan. Sedangkan Riyanto (2002:57) berpendapat bahwa pembelajaran adalah “suatu proses eksperimantasi. oleh karena itu guru menetapkan hasil-hasil belajar dan tujuan yang akan dicapai.” Menurut Sagala (2006:68) : Pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran.14 untuk menunjang tercapainya tujaun guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didk dikelas b) Pengertian pembelajaran Menurut Sagala (2006:61). Menurut guru Djamarah harus (2002:62).

Keberhasilan tersebut dapat diamati dari beberapa sisi banyaknya soal yang mampu dikerjakan dengan betul. sehingga prestasi yang akan dicapai memuaskan. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu.” Menurut Arikunto dalam Dimyati & Mudjiono (2009:200-201) prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi dan ditujukan untuk keperluan : . Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses pelajaran IPS. keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat.15 dan umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal yaitu pre tes. Keberhasilan pembelajaran IPS diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut dan dipengaruhi beberapa faktor antara lain: faktor guru. maka tingginya pemahaman dan penguasaan siswa dalam suatu pelajaran dan makin banyak soal yang mampu dikerjakan dengan benar diharapkan makin tinggi tingkat keberhasilan pembelajaran tersebut. faktor lingkungan. faktor materi pelajaran. faktor metode pengajaran. maka dengan metode pembelajaran yang sesuai siswa akan bersemangat dan suasana kelas akan lebih hidup. dan faktor lainnya termasuk siswa itu sendiri. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga. proses dan post tes.

B. Definisi Mind Mapping Barbara Prashing mengemukakan Mind Mapping dipopulerkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an. Untuk seleksi. Mind Mapping menggunakan pengingatpengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. b. Michael Gelb dalam Buzan (2007:179-181): Mind Mapping dapat diartikan sistem revolusioner dalam perencanaan dan pembuatan catatan yang telah mengubah hidup jutaan orang di seluruh dunia. karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. Oleh karena itu. demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk Dengan kepribadian anak. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Untuk diagnostik dan pengembangan. aslinya diciptakan oleh Gelb. Untuk kenaikan kelas. Mind Mapping 1.16 a. Menurut Porter & Hernacki (2008:152-159) : Mind Mapping juga dapat disebut dengan peta pemikiran. Pembuatan Mind Mapping didasarkan pada cara kerja alamiah otak dan mampu menyalakan percikanpercikan kreatifitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita. d. Untuk penempatan. c. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya .

dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. . Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna. Urutan Penulisan 3. Hubungan Antar Kata Otak Kanan Warna Gambar Dimensi Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif. Tulisan 2. hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal.17 menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak.” Table 1. Tony Buzan mengemukakan “your brain is like a sleeping giant. Metode Mind Mapping adalah metode baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua belah otak (otak kiri dan otak kanan).1 Tabel penggunaan otak pada Mind Mapping Otak Kiri 1. penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menajubkan. efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran. Selain itu Mind Mapping adalah sistem penyimpanan.

baik secara tertulis maupun secara verbal. Dengan demikian. dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping. simbol. Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar. Adanya kombinasi warna. memperkuat. . Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif. sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi.18 Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam. maka akan baik dampaknya bagi proses dan hasil belajar.

4) Membuat rencana atau kerangka cerita. b. c. Mengumpulkan sejumlah besar data disuatu tempat.19 2. Cara Membuat Mind Mapping Buzan (2009:14). metode Mind Mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Kegunaan metode Mind Mapping dalam bidang pendidikan. 7) Memulai usaha baru. 10) Dapat memusatkan perhatian. d. d. 8) Meringkas isi sebuah buku. 6) Membuat perencanaan sasaran pribadi. Selain itu menurut Buzan (2009:54-130) metode Mind Mapping dapat bermanfaat untuk : 1) Merangsang bekerjanya otak kiri dan kanan secara sinergis. 9) Fleksibel. Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah. Memungkinkan kita merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan. 3. sarana dan prasarana untuk membuat Mind Mapping adalah : a. c. Kertas kosong tak bergaris. 11) Meningkatkan pemahaman. 5) Mengembangkan sebuah ide. 2) Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar. b. Kegunaan Mind Mapping Menurut Michael Michalko dalam Buzan (2009:6). 3) Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif. Pena dan pensil warna. 12) Menyenangkan dan mudah diingat. Imajinasi . khususnya pada Sekolah Menengah Pertama kelas VIII antara lain: a. Otak.

garis bawah atau simbol-simbol yang menggambarkan poin atau gagasan utama. b) Garis: lebih tebal untuk BOIs dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis. Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama. Gunakan berbagai warna. Gunakan gambar. Variasi dengan huruf capital. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat.20 Buzan (2009:15-16). . membuat Mind Mapping membutuhkan imajinasi atau pemikiran. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Menghidupkan Mind Mapping yang telah dibuat akan lebih mengesankan. Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna. Dalam membuat Mind Mapping juga diperlukan keberanian dan kreativitas yang tinggi. adapun cara pembuatan Mind Mapping adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Mulailah dari tengah kertas kosong. c) Kata: menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis. Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dan-kreativitas siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/) Tony Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar Mind Mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal. Membuat Mind Mapping yang terdapat didalam (http://astutimin . Seluruh garis harus tersambung ke pusat. Berikut adalah ringkasan dari Law of MM: a) Kertas: polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (Landscape). warna.wordpress. Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau image yang ada di atasnya. Buatlah garis hubung yang melengkung.

terdapat empat langkah yang harus dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping. table dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan dipelajari. e) Warna: gunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5 – 6 warna. simbol. yaitu: a) Overview: Tinjauan Menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai.21 d) Image: gunakan sebanyak mungkin gambar. BOIs umumnya terdiri dari 2 – 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1. Overview dapat diisi dengan kegiatan untuk membuat . grafik. f) Struktur: menggunakan struktur radian dengan sentral topic terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabangcabangnya menyebar ke segala arah. kode.1 Contoh Aplikasi Mind Mapping Aplikasi Mind Mapping dalam Pembelajaran Dalam tahap aplikasi. Warna berbeda untuk setiap BOIs dan warna cabang harus mengikuti warna BOIs. Gambar 2. Khusus untuk pertemuan pertama pada setiap awal Semester. Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3 Dimensi agar lebih menarik lagi.

g. Selama Inview ini. . siswa diharapkan telah memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai. Khusus untuk bahan yang sangat sederhana. d. Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Hal ini akan dapat membantu siswa untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. d) Review: Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi. e. menyelesaikan masalah. terperinci dan mendalam. 4. h. f. indikator Mind Mapping sebagai berikut : a. di mana suatu topik akan dibahas secara detail. Indikator Mind Mapping Menurut Tony Buzan (2009:6). i. konsep atau rumus penting yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. siswa diharapkan dapat mencatat informasi. konsep atau rumus penting beserta grafik. b) Preview: Tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail daripada Overview dan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari Silabus. Dengan demikian. langkah Preview dapat dilewati sehingga langsung masuk ke langkah Inview. daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai bahan yang diajarkan. b. dan melatih “gambar keseluruhan”. berkomunikasi. menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. merencanakan. mengingat dengan lebih baik belajar lebih cepat dan efisien.22 Master Mind Map® yang merupakan rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selama satu Semester yang biasanya sudah ada dalam Silabus. c) Inview: Tinjauan Mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran. Dengan demikian. menjadi lebih kreatif. c. memusatkan perhatian. sejak awal siswa sudah mengetahui topik apa saja yang akan dipelajarinya sehingga membuka peluang bagi siswa yang aktif untuk mempelajarinya lebih dahulu di rumah atau di perpustakaan.

Kelebihan dan Kelemahan a. .com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/) sebagai berikut: 1) Dapat mengemukakan pendapat secara bebas. membandingkan dan membuat hubungan 8) Memudahkan penambahan informasi baru 9) Pengkajian ulang bisa lebih cepat 10) Setiap peta bersifat unik b. 2) Dapat bekerjasama dengan teman lainnya 3) Catatan lebih padat dan jelas 4) Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan. Kelemahan pembelajaran metode Mind mapping : 1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat. wordpress. 2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar 3) Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. Kelebihan metode Mind Mapping dalam (http://mahmmudin. mengingat. 5) Catatan lebih terfokus pada inti materi 6) Mudah melihat gambaran keseluruhan 7) Membantu Otak untuk : mengatur.23 5.

Menurut Sudjana (1988:72). Keaktifan akal : akal anak-anak harus aktif atau diaktifkan untuk memecahkan masalah. Murid harus dirangsang agar dapat menggunakan alat inderanya sebaik mungkin. penglihatan. Pengertian Keaktifan Menurut Mc Keachie dalam Dimyati dan Mujiono (1999:45) berkenaan dengan prinsip keaktifan mengemukakan bahwa “individu merupakan manusia belajar yang selalu ingin tahu. b. Keaktifan emosi : dalam hal ini murid hendaklah senantiasa berusaha mencintai pelajarannya. c. menimbang-nimbang. .”Keaktifan adalah pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif jasmani maupun rohani. Terlibat dalam pemecahan masalah. peraba dan lain-lain.” Menurut Sagala (2006:124-134). kemudian pada suatu saat ia siap mengutarakan kembali. anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan guru dan menyimpannya dalam otak. Keaktifan Belajar 1. Keaktifan indera : pendengaran. menyusun pendapat dan mengambil keputusan.24 C. d.” Menurut Sriyono (1992:75). Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. mengemukakan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat dilihat dalam : a. keaktifan jasmani maupun rohani itu meliputi antara lain: a. Keaktifan ingatan : pada waktu mengajar. b.

Menurut Paul. karena dalam IPS banyak kegiatan pemecahan masalah yang . e. bersemangat. Diedrich dalam Rohani (1991:8-9) mengklasifikasikan aktifitas menjadi : a. melihat hubungan. merasa bosan. seperti : membaca. mengingat-ingat. mengambil keputusan. Listening activities. seperti : menyatakan. Drawing activities. seperti : menggambar. percakapan. d. keterangan. melihat gambar. b. membuat konstruksi. seperti : menulis. Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal. percobaan. Oral activities. berani. mengamati pekerjaan orang lain. seperti : mendengarkan uraian. seperti : menaruh minat. Visual activities. Mental activities. pidato. laporan. Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran IPS sangat penting. merumuskan. e. d. musik. memecahkan soal. membuat grafik. Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. f. seperti : melakukan percobaan. diskusi. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Motor activities. Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. seperti : menanggapi. bergairah. menganalisa. bertanya. g. peta. tenang. Writing activities. gembira. B. memberi saran. h. diagram. f. dan gugup. c.25 c. Emotional activities.

26 menuntut kreativitas siswa aktif. Untuk menarik keterlibatan siswa dalam pembelajaran guru harus membangun hubungan baik yaitu dengan menjalinan rasa simpati dan saling pengertian. Mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. Keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain j. Siswa sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar.wordpress. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. Saling membantu dan menyelesaikan masalah . Indikator Keaktifan Keaktifan belajar dalam (http://ardhana12. Memberi gagasan yang cemerlang h. Memanfaatkan potensi anggota kelompok k.com /2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikan-penilaiandalam-ptk-2/) dapat dilihat dari : a. Kerjasamanya dalam kelompok c. Membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. 2. Membina hubungan baik bisa mempermudahkan pengelolaan kelas dan memperpanjang waktu. Memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f.

27 D. Hubungan Metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) Menurut Silberman (2001:181). mencatat pelajaran.”Pemetaan pemikiran adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide.” Dengan memerintahkan peserta didik membuat peta pikiran memudahkan mereka untuk mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari dan apa yang sedang mereka rencanakan. Sehingga metode Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. atau merencanakan penelitian baru. dan mencerna pelajaran yang disampaikan oleh guru. Pola pikir siswa akan lebih berkembang dengan memunculkan ide-ide dalam proses pembelajaran IPS. Hubungan Antar Variabel 1. Para siswa dituntut untuk mendengarkan. Selain itu siswa harus aktif bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum jelas. Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Dalam proses belajar yang sedang berlangsung di kelas melibatkan siswa dan menuntut siswa untuk melakukan aktivitas belajar. 2. kreatif dan lebih perhatian dalam menerima pelajaran / materi yang disampaikan oleh guru. Begitu juga sebaliknya guru juga harus memberikan pertanyaanpertanyaan kepada siswa dan dapat menciptakan suasana belajar dalam . Siswa harus lebih kritis. memperhatikan. Mind Mapping memungkinkan siswa lebih fokus pada pokok bahasan. memberi gambaran yang jelas keseluruhan dan perincian pokok bahasan yang dipelajari.

Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Otak yang berpengetahuan tinggi secara mental. karena di dalam proses kegiatan belajar mengajar tanpa adanya keaktifan siswa. Dengan demikian keaktifan siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. dan karenanya akan lebih banyak menghasilkan ide-ide yang lebih berkualitas. akan melihat jauh lebih banyak kesempatan untuk mengiterpretasikan pertanyaan secara kreatif. dan karenanya berpikir fleksibel. Keaktifan merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan prestasi belajar siswa. 3. karena segala sesuatu tidak akan tercapai secara maksimal bila setiap individu tidak aktif dalam melaksanakan suatu kegiatan. Siswa yang aktif dalam belajar akan mendapatkan prestasi yang baik dibandingkan siswa yang kurang aktif dalam belajar. maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Jutaan orang diseluruh dunia menggunakan Mind Mapping setiap hari untuk membantu mereka. sementara ada juga yang menggunakan Mind Mapping untuk memecahkan masalah dalam skala yang lebih besar. . Hubungan Metode Mind Mapping (X1). Ada yang menggunakannya agar mereka bisa membuat perencanaan yang lebih baik atau menjadi pembicara yang lebih percaya diri.28 kelas yang menimbulkan keaktifan siswa sehingga akan tercipta proses belajar yang baik dan akan membuat interaksi di dalam kelas yang dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi anak didiknya.

berdiskusi maka siswa itu akan mendapatkan prestasi yang bagus. maka dalam penyusunan penelitian ini penulis mengajukan anggapan dasar atau kerangka pemikiran sebagai berikut : Metode Mind Mapping (X1) Keaktifan Belajar (X2) Gambar 3. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kajian teoristis sebagaimana telah dipaparkan dimuka. berpikir. Yang termasuk faktor individu diantaranya adalah keaktifan belajar. sebaliknya siswa yang aktif akan mendapatkan prestasi yang memuaskan.1 Kerangka Pemikiran Prestasi belajar (Y) . affektif dan psikomotorik. Sehingga keaktifan belajar diperlukan untuk meningkatkan prestasi belajar dalam aspek kognitif. Prestasi belajar siswa akan meningkat jika siswa aktif dalam proses pembelajaran IPS. Mind Mapping akan lebih meningkatkan keaktifan siswa untuk membaca. Keaktifan siswa dalam belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar apabila siswa tidak aktif bertanya. bertanya dan aktif dalam belajar IPS.29 Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor sosial. dan akan mendapatkan hasil yang maksimal E. mengerjakan soal.

yang kebenarannya masih perlu diuji dibawah kebenaran atau tidaknya peneliti perlu mengadakan penelitian. Hipotesis Menurut Arikunto (2005:64) Hipotesis berasal dari penggunaan kata “Hypo” yang artinya “Dari bawah” dan kata “Thesa” yang artinya “Kebenaran” Hipotesis adalah anggapan dasar mengenai satu teori yang bersifat sementara. maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel Independen (variabel bebas) yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel yang lain.30 Keterangan : 1. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah : Prestasi Belajar (Y). Dari landasan teori dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan. F. Yang menjadi variabel bebas adalah : a) Metode Mind Mapping (X1) b) Keaktifan Belajar (X2) 2. Variabel Dependen (variable terikat) yaitu suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang.

Terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . Terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3.31 2.

32 BAB III METODE PENELITIAN A.” Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang berjumlah 200 siswa. maka penelitian ini merupakan penelitian survey. Populasi. Berdasarkan sifatnya yaitu mencoba mengungkapkan suatu fenomena dengan menggunakan dasar perhitungannya atau data kualitatif yang diangkakan. C. Maka jenis penelitian ini adalah kuantitatif. dimana data yang diperoleh berasal dari angket. dan Sampling 1. B. 32 . Obyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Populasi Menurut Arikunto (2002:108) “Populasi adalah keseluruhan kelompok orang atau kejadian atau hal minat yang diinvestigasi. Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang artinya penelitian yang berusaha mendiskripsikan suatu gejala peristiwa dan kejadian pada saat sekarang serta mengungkapkan data yang telah berlangsung tanpa mempengaruhi variabel terikat. Sampel.

33 2. Random Sampling Adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. 3. Sampling Menurut Hadi (1993:75) “sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel.” Menurut Arikunto (2006:134) menyatakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100 orang diambil semua. Cara pengambilan sampel dengan random ada tiga cara yaitu: 1) Cara Undian : Cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 2) Cara Ordinal : Cara ini dilakukan dengan jalan mengambil jumlah subjek yang diperlukan dengan mengambil urutan dari atas ke bawah.” Menurut Djarwanto PS dan Subagyo (1996:114) ada dua cara pengambilan sample yaitu : a. sehingga penelitianberupa penelitian populasi. Sampel Menurut Arikunto (2005:105) “Sampel adalah sebagian atau wakilpopulasi yang diteliti. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-25%. .

2) Purposive Sampling Dalam Purposive sampling pemilihan sekelompok subyek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui. .34 3) Cara Randomisasi : Cara ini di lakukan dengan bantuan tabel random yang umumnya terdapat pada buku-buku statistik b. 3) Double Sampling Pengambilan sampling yang menguasakan adanya sampel kembar. Non Random Sampling Adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih sebagai sample. 4) Proporsional Sampling Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel tiap-tiap sub populasi dengan memperhatikan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut. Macam-macam non random sampling adalah sebagai berikut: 1) Quota Sampling Sampel diambil berdasarkan pertimbangan tertentu dari penyidik.

35 5) Stratified Sampling Teknik ini biasanya digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat. e. cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian. Dari aspek dan indikator tersebut kemudian dijadikan landasan penyusunan kisi-kisi angket. Teknik pengambilan sampling sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sample random sampling dengan cara undian. Instrumen Pengumpulan Data 1. b. d. Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS Variabel Metode Mind Mapping a. c.1. Semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel. D. kemudian dijabarkan dalam aspek dan indikator yang sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai. Indikator merencanakan berkomunikasi menjadi lebih kreatif menyelesaikan masalah memusatkan perhatian Item 1-10 . Pembuatan kisi-kisi angket Sebelum dilakukan penyusunan angket tertulis dibuat dahulu konsep yang berupa kisi-kisi angket yang disusun dalam suatu tabel. Adapun kisi-kisi angket adalah sebagai berikut: Tabel 3.

kerjasamanya dalam kelompok c. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. kepetusan berdasarkan pertimbangan kerja yang matang j. Setelah selesai dijawab data disusun untuk diolah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data yang berupa daftar pertanyaan atau isian yang harus diisi oleh responden. melatih ”gambar keseluruhan” a. kemudian disajikan dalam laporan penelitian. Penyusunan Angket Setelah kisi-kisi angket dibuat maka item-item pertanyaan disertai dengan alternatif jawaban kemudian disusun pedoman pengisian angket. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. memberi gagasan yang cemerlang h.36 Keaktifan Belajar f. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. belajar lebih cepat dan efisien i. mengingat dengan baik h. . menyusun dan menjelaskann pikiranpikiran g. memanfaatkan potensianggota kelompok k. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. saling membantu dan menyelesaikan masalah 1-12 2. perhatian siswa terhadap penjelasan guru b.

Uji Coba Angket Uji coba angket digunakan untuk mengetahui apakah soal yang akan diberikan kepada responden valid atau tidak valid & digunakan untuk menguji apakah data tersebut variabel.37 3. 5. Uji coba (try out) dilaksanakan terhadap siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang tidak menjadi anggota sampel. Menentukan Skor Angket Menurut Nawawi (2005:242).” :1 :2 :3 :4 .”Skoring variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar siswa untuk tiap-tiap alternatif jawaban adalah: Item pertanyaan atau pernyataan positif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) :4 :3 :2 :1 Item pertanyaan atau pernyataan negatif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) 4. Uji Validitas Item Menurut Arikunto (1988:138) Uji Validitas adalah “suatu ukuranukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan keaslian suatu instrument.

Menurut Arikunto (1998:208). Selanjutnya hasil korelasi itu dianalisa untuk mencari . Uji Reliabilitas Item Reliabilitas menunjukkan pada suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.” 6. ”mengenai perhitungan korelasinya berdasarkan ketentuan bahwa rxy > rtabel taraf signifikan 5% berarti item atau butir soal valid dan sebaliknya bila rxy < rtabel 5% maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memenuhi prasyarat. Dalam penelitian ini mengukur reliabilitas angket digunakan teknik belah dua melalui cara membelah data dengan item-item nomor genap dan ganjil. Kemudian mencari korelasi antara masing-masing belahan item tersebut dengan menggunakan teknik korelasi product moment.38 Rumus yang digunakan adalah Pearson Product Moment: rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( NY 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 Dimana: rxy X2 Y2 XY X Y N = Koefisien korelasi antara variabel X dan Variabel Y = Jumlah kuadrat dari X = Jumlah kuadrat dari Y = Jumlah koofisien korelasi antara variabel X dan Y = Jumlah tiap faktor = Jumlah seluruh faktor = Jumlah subyek Karena dengan angka kasar relatif lebih mudah dan dapat menghindari angka pecahan.

dikutip Hadi yaitu sebagai berikut: r11 == Keterangan : r11 = koefisien reliabilitas yang dicari r1/21/2 = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan yang dicari.800 sampai 1.000 = sangat tinggi Antara 0.600 = cukup tinggi Antara 0.6”.200 = sangat rendah Sedangkan menurut Ghozali (2005: 42) ”Dikatakan reliabel jika angka korelasi yang diperoleh > 0.400 sampai 0.6 taraf signifikansi 5% dikatakan tidak reliabel jika angka korelasi <0.100 sampai 0. Teknik Pengumpulan Data Sesuai dengan bentuk penelitian dan sumber data yang dimanfaatkan.200 sampai 0. Arikunto (2006:276). maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : .600 sampai 0.800 = tinggi Antara 0.400 = rendah Antara 0.”Adapun interprestasi besarnya koefisien korelasi digunakan ketentuan yang sama yaitu: a) b) c) d) e) Antara 0.39 realibilitas dengan menggunakan rumus Sperman Bown. E.

Untuk memperkuat aspek kreativitas dan merangsang daya ingat yang kuat perlu digunakan warna yang beragam. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan hirarki berupa huruf atau angka.” Mind Mapping dibuat dan digambar secara bebas. Beberapa untuk setiap cabang utama mind orang memberikan nomor Sebagian lain mapping-nya. maka dapt digunakan untuk memberi penekanan tertentu untuk membedakan mana inti topik dan mana penjelasannya. Selain itu dapat pula ditambahkan kode-kode tertentu sesuai kenyamanan pembuat mind mapping apakah berupa simbol atau bentuk-bentuk tertentu seperti kotak. Test yang akan dilakukan penulis adalah : Tes pembuatan Mind Mapping ini dilakukan untuk mengetahui kepahaman tentang Mind Mapping. lingkaran. menggunakan hierarki yang menunjukan urutan dari penjelasan.40 1. ”Mind Mapping yang baik akan selalu menggunakan kata kunci dan gambar. Dengan . Termasuk di dalamnya memberi penekakanan dengan gambar atau gambar. segitiga dan lain-lain. Test Test hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menerima bahan ajar atau materi untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS siswa setelah dilakukan tindakan. Cara memberi penekanan terhadap informasi tertentu dapat pula dilakukan dengan membuat variasi huruf baik font maupun ukuran (size). Termasuk bisa dibedakan tingkat kepentingan antar informasi. Ini berguna untuk membedakan antar penjelasan yang satu dengan yang lain.

penulis membuat kriteria mind mapping yang baik adalah : a. Angket Arikunto (2002:151) angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperolah informasi dari dari respondent dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Menggunakan bermacam-macam warna. akan sulit sekali untuk terlupa. mind mapping juga berfungsi memberi kejelasan atas informasi yang dicatat dengan menggunakan batasan area. Bayangkan jika informasi bisa dirasakan oleh seluruh indera. termasuk penggunaan huruf yang berbeda-beda. d. Menurut Buzan (2003:88-89).41 cara ini. melainkan pula kelima panca indra lainnya. 2. Mind Mapping harus mempunyai kata kunci atau gagasan pokok. b. Menggunakan simbol. c.“selain aspek asosiasi dan penekanan. maka penekanan atas suatu subyek tidak hanya menyentuh aspek logika berpikir. bentuk huruf atau ukuran huruf memperjelas informasi tertentu. penggunaan garis. Metode angket untuk mengetahui data variabel penelitian yaitu metode Mind Mapping (X1) dan keaktifan belajar (X2).” Berdasarkan paparan diatas. Menggunakan gambar untuk memperkuat kreativitas. untuk merangsang daya ingat. .

pedoman wawancara dan pedoman pengamatan. check-list atau daftar centang. transkrip.42 3. .” Metode dokumensi digunakan untuk memperoleh data tentukan prestasi belajar siswa. Dokumentasi Menurut Arikunto (2006:154) “dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. dalam arti lebih cermat. majalah. lengkap. agenda. surat kabar. Menurut Arikunto (2006:160) “variasi jenis instrument penelitian adalah angket. Instrument yang baik harus memenuhi dua peryaratan penting yaitu valid dan reliable. 1. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument yang valid atau mempunyai validitas tinggi. buku. F. Teknik Analisis Data Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh penelitian dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. dan sebagainya. dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Namun sebaliknya instrument yang kurang valid memiliki validitas rendah.” Uji instrument akan diberikan pada siswa yang merupakan bagian dari populasi penelitian.

Pengukuran reliabilitas tersebut dilakukan dengan menggunakan rumus : .” Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana instrument dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran dilakukan berulang-ulang. sebaliknya bila rxy < rtabel maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memiliki persyaratan. Uji ini dilakukan dengan melihat korelasi atau skor masingmasing pertanyaan.43 Arikunto (2002:241) validitas diuji dengan rumus korelasi product moment. Jika rxy > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) valid. Adapun rumus korelasi product moment rxy : {N ∑ X N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) 2 2 − (∑ X ) N ∑ Y 2 − (∑ Y ) }{ 2 } Keterangan: Rxy : Koefisien korelasi antara variable X dan variable Y X Y N : Skor item : Skor total : Jumlah responden Menurut Arikunto (2002:146). 2. Uji Reliabilitas Menurut Arikunto (2006:178) “Uji reliabilitas adalah suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik-baik.

Uji Normalitas Uji normaltas digunakan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang. G.1 / 2) ⎞ r11 = ⎜ ⎟ ⎝ 1 + r1 / 2.1 / 2 ⎠ Keterangan : r11 r1/2 r1/2 = koefisien reliabilitas yang dicari = koefisien antara skor-skor setiap olahan tersebut Jika rhitung > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) reliable dan sebaliknya bila rhitung < rtabel pada taraf signifikan 55 maka butir soal tersebut reliable sekaligus tidak memenuhi prasyarat.44 ⎛ 2(r1/ 2 . Uji Prasyarat Analisa 1. langkahnya menurut formula Jorque Berra (JB) sebagai berikut: ⎡ S 2 (k − 3) 2 ⎤ J B = n⎢ + ⎥ 24 ⎦ ⎣ 6 Keterangan : S K = Skewnees (kemencengan) = Kurtosis (keruncingan) Kesimpulan : Jika JB < X2 (chi square table) maka data dinyatakan normal Jika JB > X2 (chi square table) maka data dinyatakan tidak normal .

Jika nilai Fhitung > Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat tidak berbentuk linear.45 2. “dijelaskan analisis regresi ganda dua predictor menggunakan persamaan garis regresi” berikut: Y = a + b1. Analisis regresi berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan perubahan variabel satu dengan variabel lain.x1 + b2. Dalam regresi ini dilakukan untuk menentukan prestasi belajar yang disebabkan oleh metode mind mapping X1 dan keaktifan belajar X2.xk Dimana: Y a = Prestasi belajar = Konstanta .x2 + … + bk. menurut Sugiono (2005:211). Uji Linearitas Uji lenearitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model persamaan linear yang kita peroleh cocok atau tidak. Analisis Data 1. H. Perhitungannya menggunakan rumus : F= Rreg Rkres Kesimpulan : Jika nilai Fhitunng < Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat berbentuk linear.

46 b X1 X2 = Koofesien korelasi = Kreativitas = Disiplin belajar 2. b) Ha : b1 # b2 # 0.berarti secara bersama-sama variabel independent tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Uji F Uji F digunakan untuk signifikasi pengaruh X1 dan X2 terhadap y 1) Perumusan Hipotesis a) Ho: b1 :b2 = 0. 2) Penentuan level signifikan tingkat signifikan (£) = 50% derajat kebebasan pembilang = K derajat kebebasan penyebut = n-k-1 3) Kriteria pengujian a) Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak. Pengujian Hipotesis a. berarti secara bersam-sama variabel independent mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. yang berarti semua variabel independent X1 dan X2 secara simultan berpengaruh terhadap nilai variabel dependen .

artinya tidak terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel . Uji t Analisis uji t (t tes) ini digunakan untuk mengetahui signifikasi variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y) secara individual.47 b) Fhitung < Ftabel maka ho diterima. Daerah tolak Daerah terima Ftabel (α. yang secara statistic berarti semua variabel independent (X1 dan X2) tidak berpengaruh terhadap perubahan nilai variabel dependen. b) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. 1) Pengujian Hipotesis a) Ho : b1 : b2 = 0. artinya tidak dapat terdapat pengaruh variabel independent x1 (metode mind mapping) terhadapvariabel dependen (y). k-1. artinya terdapat pebgaruh variabel independent x1 terhadap variabel dependen (y) c) Ho : b1 : b2 = 0. n-k) 4) Kesimpulan : H0 diterima apabila –Ftabel ≤ Fhitung ≤ Ftabel H0 ditolak apabila Fhitung ≥ Ftabel b.

artinya terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) 2) Menentukan level of signifikasi Tingkat signifikan (£) = 5%. n-k-1 Daerah tolak α/2. derajat kebebasan (dk) = n-k t table = t £ / 2 (n-k) n = jumlah sampel Mencari nilai hitung dengan rumus: x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel t= b−β Seb Keterangan : b Seb = Koefisien regresi = Standar error b 3) Kriteria Pengujian a) thitung > ttabel maka menolak hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.α/2. Daerah tolak Daerah terima .48 d) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. b) thitung < ttabel maka menerima hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (y). n-k-1 .

49

4) Kesimpulan H0 diterima apabila –ttabel < thitung < ttabel H0 ditolak apabila thitung > ttabel atau thitung < ttabel 3. Sumbangan relative (SR) dan sumbangan efektif (SE) a. Sumbangan Relative Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan relative adalah untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y.
SR% X 1 b1 x1 x100% b1 x1 + b2 x 2
b2 x 2 x100% b1 x1 + b2 x 2

SR % X 2

b. Sumbangan Efektif Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan efektif adalah untuk

mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y. SE%X1=SR%X1R2 SE%X2=SR%X2R2

50

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 1. Sejarah Singkat SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Pada bulan Juli 1947, Aisyiah Cabang Solo mendirikan Sekolah Kepandaian Putrid (SKP) yang bertempat di jalan Pasar Legi. Diantara tokoh pendirinya adalah Ibu Suhud Rais, Nyonya H. M. Idris dan Ibu Sudarso. Selaku Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Sudarso, selanjutnya karena Ibu Sudarso pindah mengikuti suami maka sebagai pengganti Kepala Sekolah adalah Ibu Darso. Perkembangan selanjutnya SKP Muhammadiyah I ini berganti menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP)

Muhammadiyah I yang menempati gedung baru yang bertempat di jalan Brigjen Sudirto No. 60 Surakarta dengan Kepala Sekolah Ibu Aminah Mindrofah. Semua itu atas bantuan yayasan, bantuan social Repubik Indonesia pada saat Bapak R. Moelyadi Martono sebagai Menteri Sosial (kemudian Menko Kesra). Pada bulan Juli 1960 SKKP Muhammadiyah I tersebut menerima status subsidi dari Departemen P dan K yang berlaku mulai 1 Agustus 1959 dengan nomor subsidi No. 55973/ B. II, merupakan status sekolah tertinggi pada saat itu. Guru atau pegawai tetap digaji dengan subsidi dari

50

51

pemerintah, yaitu melalui Departemen P dan K. Kepala sekolah setelah Ibu Aminah Mindrofah adalah Ibu Hartono. Berlakunya kurikulum 1975, maka SKKP Muhammadiyah I Surakarta tersebut di hapus oleh pemerintah dan diganti dengan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Tahun berdirinya adalah 1 Juli 1977. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta masih transisi karena masih ada kelas dua dan tiga SKKP, sedangkan kelas 1 sudah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Siti Suwibah, BA. Pada tahun 1978 dengan SK BAKN No. 027/ Kep. II/ 1978, dari segi kepegawaian semua guru dan karyawan subsidi diangkat menjadi negeri yang mulai berlaku tanggal 17 April 1978. Sedangkan atasan guru dan karyawan bervariasi, antara lain Guru Tetap Persyarikatan, Guru Diberbantukan (DPB), Guru Dipekerjakan (DPK), Guru Depag, Guru Negeri dicoba dan Guru tidak tetap. Pada tahun ajaran 1979/1980 SMP Muhammadiyah 5 Surakarta melaksanakan EBTA pertama kali dengan menggabung di SMP Negeri 8 Surakarta dengan kepala sekolah masih tetap Ibu Siti Suwaibah, BA. Pada tanggal 17 Oktober 1979, SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dipimpin oleh kepala sekolah Bapak Achmad Hany, BA. yang menggantikan Ibu Siti Suwaibah, BA. karena pindah tugas dengan SK definitive selaku kepala sekolah dari Mendikbud pada 7 Oktober 1986. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta telah berusaha meningkatkan mutu sekolah dengan melaksanakan akreditasi sekolah pertama tahun 1985 dengan hasil

Sedangkan Ibu Umul Hidayah berdasar surat Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta tanggal 25 Juni 1996 alih tugas ke SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. mulai memasuki purna tugas dan meninggal dunia pada tanggal 25 Maret 1995. PWM/ III. guru-guru dan karyawan serta seluruh siswa SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berusaha keras untuk menanamkan pelaksanaan disiplin budaya tertib. A/ 2. Pada tahun pelajaran 1994/ 1995 Kepala Sekolah Bapak Achmad Hany. Pada tahun pelajaran 1996/ 1997 terhitung mulai tanggal 26 Juni 1996 dengan berdasarkan SK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Jawa Tengah : 10/ SK. Yang kedua tanggal 30-31 Agustus 1990 dengan hasil diakui sesuai Nomor Piagam : 405/103/ H 1990 tanggal 31 Desember 1990. maka yang menggantikan sebagai Kepala Sekolah pada tahun pelajaran 1994/ 1995-1995/1996 adalah Ibu Umul Hidayah yang diangkat oleh Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta. Saifudin dan dibantu para Wakasek. 07/ MN/ 1998. bersih dan belajar serta bekerja keras dengan sebaik-baiknya . b/ 1996 tanggal 1 Mei 1996. Sampai pada tahun 1998 status sekolah menjadi disamakan sesuai dengan SK Nomor 0022/ 103. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta adalah Bapak Drs. Perkembangan selanjutnya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah bapak Drs. BA. Saifudin berasal dari Wakasek Kurikulum SLTP Muhammadiyah 1 Surakarta.52 ststus diakui Nomor :359/ 103/ 1985 tanggal 31 Desember 1985.

P/ 78 Tanggal 01 April 1978 f.53 2. toilet. Pendiri/perintis e. Yang Pernah Menjabat Kepala Sekolah : 1) Siti Suwaibah 2) Achmad Hany. M. Badan Pengelola : Majelis Dikdasmen PDM Surakarta g. Jawa Tengah c. Laweyan. Suhud Rais dan :Ny. Nama Organisasi : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta b. H. Surakarta.. mushola. tempat alat olahraga. Idris : Kanwil Depdikbud Prop. 443 Surakarta berdampingan dengan SMU Muhammadiyah 4 Surakarta dengan luas keseluruhan 2600 m2. ruang kelas . ruang computer. ruang UKS. ruang TU. Identitas Sekolah a. Disyahkan Oleh : 01 Juli 1947 : Hj. 443. ruang kelas IX A. koperasi kantin. Saifudin h. Slamet Riyadi No. laboratorium. Gedung Gedung SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di jalan Slamet Riyadi No. Alamat : Jl. Jateng SK Nomor: 0276/ XII 4. Lantai 1 meliputi ruang Kepala Sekolah. ruang tamu. 3) Umul Hidayah 4) Drs. BA. Bangunan SMP : Akreditasi A Muhammadiyah 5 Surakarta terdiri dari 3 lantai. perpustakaan. Status Sekolah 3. ruang BP. Berdiri Tahun d. Lantai 2 terdiri dai guru. Pajang.

dan jadwal pelajaran. IX C. tergantung kreasi masing-masing kelas. jadwal piket.VIIIE. ruang OSIS/IRM. VIII D. e) Jam dinding Masing-masing kelas mempunyai jam dinding sebagai penunjuk waktu. b) Papan tulis Penyediaan papan tulis masing-masing kelas telah memenuhi persyaratan untuk proses pembelajaran. c) Daftar siswa. d) Gambar dinding Disetiap kelas ada beberapa gambar yang terpajang di dinding. Jadwal piket dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan proses pembelajaran dan berfungsi menanamkan disiplin serta tanggungjawab siswa. IX F dan III F. jadwal piket dan jadwal pelajaran Tiap kelas terdapat 1 papan yang berisi daftar siswa. IX D. Fasilitas Kelas a) Meja dan kursi Pengadaan meja dan kursi untuk tiap-tiap kelas. ruang kelas VII A sampai VII E dan kelasVIII B. IXE. Hal tersebut dimaksudkan untuk menciptakan suasana ruang kelas yang nyaman. yaitu kelas VII sampai dengan kelas IX keadaanya baik untuk proses pembelajaran. 4. VIII F Dari lantai 1 sampai 3 dilengkapi dengan kamar mandi. VIII C. sehingga membantu guru dalam ketepatan waktu kegiatan pembelajaran . Sedangkan untuk lantai 3 terdiri dari ruang menjahit.54 VII A. IX B.

Untuk siswa dapat meminjam pada hari senin (07.00). IPA Biologi. Matematika. Almari 1 untuk menyimpan buku agama. majalah. surat kabar. selasa dan rabu (07. kesustraan. meja baca dan alat Bantu mengajar (layar Ohp. madding. dan lain-lain. Waktu peminjaman buku antara guru dengan siswa berbeda. Inventaris perpustakaan antara lain almari buku. almari 2 untuk menyimpan buku ilmu ketrampilan.0013. buku induk. Almari bukunya ada 5 buah. Adapun buku pelajaran (buku paket) yang dimiliki perpustakaan ini adalah buku Bahasa Indonesia. Perpustakaan Ruang perpustakaan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di lantai 2 disebelah ruang kesenian dan juga berhimpitan dengan laboratorium. Sedangkan untuk guru adalah setiap waktu. Sedangkan almari 4 untuk menyimpan buku-buku pelajaran (buku paket) dan almari 5 untuk menyimpan buku-buku IPTEK/ khusus.30). buku-buku pelajaran (buku paket). .55 5. IPS Sejarah. ketrampilan. ilmu pengetahuan. buku peminjam. IPA Fisika dan Bahasa Inggris. Buku daftar penunjang. buku-buku sekolah yang lain. cerita dan majalah. IPS Ekonomi. Keadaan ruang perpustakaannya yang nyaman membuat siswa senang untuk datang dan membaca buku diperpustakaan.00-13. peta). IPS Geografi. tempat duduk. globe. rak buku. Buku-buku perpustakaan yang lain adalah buku keagamaan. almari 3 untuk menyimpan buku kesustraan.

di laboratorium IPA antara lain terdapat bahan-bahan Kimia. Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Sumber : Data Monografi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta .56 6. Laboratorium Di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta memiliki Laboratorium computer dan Laboratorium IPA. Laboratorium computer bertempat di lantai 1 berdekatan dengan ruang TU.Mata Pelajaran Wakasek SarPras Bimbingan Penyuluhan Wakasek Humas Wali Kelas Guru Peserta didik Gambar 4. Di Laboratorium computer kira-kira terdapat 20 komputer dengan dilengkapi meja dan kursi. Untuk Laboratorium IPA sudah memenuhi persyaratan dalam jumlah dan jenis. peralatan Biologi dan peralatan Fisika 7. Sedangkan Laboratorium IPA terletak di lantai 2 berdekatan dengan perpustakaan.1. Struktur Organisasi Kepala Sekolah Tata Usaha Wakasek Kurikulum Wakasek Kesiswaan Kord.

2) Mengumpulkan data tentang peserta didik. 4) Menganalisa data peserta didik guna menetapkan suatu rencana tindakan positif terhadap peserta didik. 6) Mengadakan konsultasi dengan orang tua peserta didik. 3) Memberikan laporan kepada kepala sekolah. Tugas koordinator 1) Menyusun program bersama sekolah. .57 a. c. 7) Mengadakan revisi lembaga yang berwenang. 3) Menyelenggarakan penyuluhan. b. 4) Mengawasi kegiatan sehari-hari. 5) Menyelenggarakan pertemuan staf. 2) Mendelegasikan tanggung jawab tertentu kepada pelaksanaan BP. 5) Memberi tanggung jawab ke dalam dan keluar 6) Mengadakan hubungan dengan lembaga di luar sekolah dalam rangka kerja sama dengan pelaksanaan BP. 3) Mengawasi pelaksanaan program. Tugas kepala sekolah 1) Membuat rencana program sekolah secara menyeluruh. 2) Bertanggungjawab atas jalannya program. Tugas wali kelas 1) Membuat laporan hasil belajar. 4) Melengkapi fasilitas BP.

f. Tata Usaha 1) Penyusunan program TU dan laporan keuangan di sekolah. 3) Menyelesaikan laporan dan pengumpulan data tentang peserta didik. 2) Mengumpulkan catatan dan data yang lain. 2) Turut serta aktif membantu pelaksanaan kegiatan BP. 4) Penyusunan perlengkapan sekolah. 6) Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala. Tugas guru mengajar 1) Mengajar. Tugas administrasi BP 1) Mengisi kartu-kartu pribadi peserta didik. 4) Mengirim dan menerima surat panggilan dan surat pemberitahuan. e. .58 5) Menyalurkan dan menempatkan peserta didik. 2) Pengurusan pegawai. 3) Pembinaan pengembangan karier pegawai TU sekolah. 5) Meneliti kesulitan kemajuan belajar peserta didik. d. 3) Memberikan informasi tentang peserta didik kepada staf BP. 5) Penyusunan penyajian data atau statistik sekolah. 4) Berpartisipasi dalam pertemuan kasus.

1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping No.444 0. Adapun ringkasan hasil perhitungannya adalah sebagai berikut : Tabel 4.457 5.631 3. Tingkat validitas item dapat diketahui dengan cara membandingkan harga rxy dengan harga rtabel. sedangkan prestasi belajar IPS diperoleh melalui dokumentasi hasil ujian harian siswa.59 B.444 0. Pada uji instrumen penelitian ini. 0.761 9.444 0.444 0. Kedua syarat tersebut apabila terpenuhi maka instrumen dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data.477 Sumber : Analisis data (Lampiran 4. 0. 0. data diambil dari 20 responden melalui penyebaran angket. 0. 0.634 8.) rtabel 0. 0. 0.444 0. 1. Pengujian validitas. 0.444 0. 0.713 7. item atau butir soal menggunakan korelasi product moment.685 10.444 0. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan instrumen angket.537 2.598 4.444 0. Item rxy 1. Uji Instrumen Penelitian Instrumen yang baik harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. 0. Apabila rxy > rtabel maka item tersebut valid dan sebaliknya apabila rxy < rtabel maka item angket dinyatakan tidak valid.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .618 6. Uji validitas diberlakukan untuk angket metode mind mapping dan angket keaktifan belajar IPS.444 0.

rxy 0. 9.60 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket metode mind mapping dinyatakan valid. 11.444 0. Hal ini ditunjukkan oleh harga rxy untuk seluruh item lebih besar dari rtabel. Dengan demikian ke-12 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian untuk variabel keaktifan belajar IPS. 2.444 0.621 0.444 0.444 0. Uji Reliabilitas Instrumen yang memiliki sifat konsisten berarti jawaban yang diperoleh dari angket tersebut relatif sama untuk pengujian pada waktu dan tempat yang berlainan.544 0. 8.444 0.444 0. 12.617 0. 5.444 0. 6.444 0. Teknik yang digunakan yaitu rumus Cronbach .444 0.446 0.444 0. 2. 7.468 0. Item 1.828 0.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Analisis Data (Lampiran 4) Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket keaktifan belajar IPS dinyatakan valid.560 rtabel 0.490 0.791 0.444 0.2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS No. dengan demikian ke-10 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. 3. Tabel 4.517 0.617 0. 4.580 0. 10. Hal ini ditunjukkan oleh semua item soal menunjukkan hasil rxy > rtabel.

118 0.800) bernilai tinggi.61 Alpa. sehingga reliabilitasnya dinyatakan tinggi. dan untuk keaktifan belajar IPS di dapat 0.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors Variabel X1 X2 y N 50 50 50 Harga L Lhitung 0. untuk itu perlu dilakukan pengujian prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas dan linearitas. 1.098 Ltabel 0.7514. C. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rangkuman sebagai berikut : Tabel 4. Uji Normalitas Berdasarkan perhitungan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS For Windows Versi 15. maka penerapan regresi akan bias. hal ini sesuai pendapat Suharsimi bahwa kriteria reliabilitas (0.125 0.800.125 0.125 Keterangan Normal Normal Normal Sumber : Analisis Data (Lampiran 9) . Harga r11 tersebut diantara 0. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.00 diperoleh kesimpulan bahwa data yang dianalisis berdistribusi normal. tetapi jika data tidak memenuhi asumsi regresi.600 ≤ r11 < 0.600 dan 0. Nilai r11 untuk angket metode mind mapping didapat 0.100 0. Uji Prasyarat Analisis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.7467.

62

Tabel diatas menunjukkan harga Lhitung untuk variabel X1 = 0,118 < dari Ltabel =0,125 dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, untuk variabel X2 didapat Lhitung = 0,100 < Ltabel= 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan untuk variabel y didapat Lhitung = 0,098 < dari Ltabel = 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi normal dengan taraf signifikansi 5%. 2. Uji Linieritas Uji linieritas regresi antar variabel bebas dengan variabel terikat digunakan untuk mengetahui model regresinya berbentuk linier atau non linier. Perhitungan uji linieritas regresi menggunakan SPSS terangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas Variabel X1Y X2Y N 50 50

α 0,05
0,05

Harga F Fhitung Ftabel 0,800 2,18 0,920 2,03

Keterangan Linier Linier

Sumber : Analisis Data (Lampiran 10) Dari hasil perhitungan uji linieritas diperoleh harga Fhitung untuk X1 terhadap Y sebesar 0,800, Harga F ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang = 8 dan dk penyebut = 40 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,18. Perbandingan kedua harga tersebut diperoleh harga Fhitung = 0,800 < Ftabel = 2,18 karena Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa

63

hubungan antara X1 dan Y linier. Untuk harga Fhitung X2 terhadap Y sebesar 0,920, harga ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel diperoleh Ftabel dengan dk pembilang = 12 dan dk penyebut = 36 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,03 perbandingan harga Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa hubungan antara X2 dan Y linier.

D. Analisis Data Penelitian 1. Analisis Regresi Linier Berganda Pada bagian ini akan dikemukakan mengenai hasil analisis dari pengolahan data menggunakan alat analisis model regresi berganda. Pembahasan mengenai hasil analisis regresi linear berganda data ini akan dibagi menjadi hasil persamaan regresi, Uji F, Uji t dan Koefisien Determinasi (R2). Analisis Linier Berganda digunakan untuk mengetahui persamaan garis regresi pengaruh variabel independen yang berupa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap variabel dependen yaitu prestasi belajar IPS. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Variabel Koefisien Konstanta (a) 34,405 Metode Mind Mapping (b1) 0,407 Keaktifan Belajar IPS (b2) 0,654 F : 54,355 Sig : 0,000 R : 0.836 R2 : 0.698 Sumber : Analisis Data (Lampiran 11) t hitung 3,642 7,544 t tabel 2,01 2,01

64

Hasil pengujian regresi diatas dapat dibuat persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 34,405 + 0,407X1 + 0,654X2 a = 34,405 Nilai konstanta sebesar 34,405 yang berarti bahwa jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS, maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta sebesar 34,405 satuan. b1 = 0,407 Variabel metode mind mapping (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,407 yang artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. b2 = 0,654 Variabel keaktifan belajar IPS (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan.

artinya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS.355 . Berikut ini adalah hasil uji F: a. Kriteria pengambilan keputusan a.65 2. Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.20 c. artinya bahwa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai Fhitung adalah 54.20 54. Nilai Fhitung Penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji F digunakan bantuan program SPSS 15. d. Uji F Uji F adalah untuk mengetahui apakah variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar IPS. H1 : β1 ≠ β2 ≠ 0.355.0 for windows. Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang 2 dan penyebut = 47. Hipotesis H0 : β1 = β2 = 0. b. diketahui besar nilai Ftabel adalah 3. b. Daerah terima Daerah tolak 3.

Nilai Fhitung 54.20. Adapun hasil dari pengujian statistik adalah sebagai berikut: a. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai Fhitung sebesar 54. Metode mind mapping (X1) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS.642. maka secara bersama-sama metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS.355 dan dengan Ftabel sebesar 3. Uji t Analisis ini bertujuan untuk menguji pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat.01. .355 > Ftabel 3.20. diketahui besar nilai ttabel adalah 2. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 3. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15. 3.66 e.0 for windows.

01. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1.642 > ttabel 2. Keaktifan belajar IPS (X2) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS. diketahui besar nilai ttabel adalah 2. Nilai thitung 3.01 Daerah terima Daerah tolak 2. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak.01.67 4) Kriteria pengujian hipotesis a.01 3.642 dan dengan ttabel sebesar 2.01. Daerah tolak -2.642 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 3. hal ini menunjukkan bahwa metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). b. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Setelah . H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS.0 for windows. b.

4. hal ini menunjukkan bahwa sekitar 69.8% variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak.698 sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. 4) Kriteria pengujian hipotesis a. Sumbangan Efektif dan Sumbangan Relatif Dari pengujian yang telah dilaksanakan menghasilkan nilai R2 (dalam Lampiran 11) sebesar 0. nilai thitung 7. b.544 dan dengan ttabel sebesar 2.544.544 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 7.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.544 > ttabel 2. Sedangkan sisanya sebesar 30.01.01 Daerah terima Daerah tolak 2.68 dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 7. Daerah tolak -2. Nilai koefisien determinasi bernilai positif.01 7.01. Besarnya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS dalam mempengaruhi prestasi belajar IPS dapat dilihat dari besarnya sumbangan relatif (SR%) . hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y).

3% dan sumbangan efektif 18. baik secara bersama-sama maupun parsial maka digunakan alat analisis regresi linier berganda. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73.8% terhadap prestasi belajar IPS. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode mind mapping (X1). Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.7% dan sumbangan efektif 51. hal ini terbukti ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi (β) untuk variabel keaktifan belajar IPS paling besar dibandingkan dengan variabel-variabel yang lain yaitu sebesar 0. Adapun dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor keaktifan belajar IPS yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS.5%).69 dan sumbangan efektif (SE%). keaktifan belajar IPS (X2) terhadap prestasi belajar IPS (Y). Variabel metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.5% terhadap prestasi belajar IPS (Lampiran 12).3% terhadap prestasi belajar IPS. Secara keseluruhan variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan sebesar 69.654. E. .

yaitu bahwa metode mind mapping berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0.405 satuan. Artinya hipotesis pertama dinyatakan diterima. Mind mapping merupakan suatu metode bagi guru sebagai pendidik untuk memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugasnya yaitu memberikan materi pelajaran agar mudah dicerna oleh akan didiknya.654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0. Dari . Hasil uji hipotesis pertama dengan uji t memperoleh thitung variabel metode mind mapping (X1) sebesar 3. dan variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 0. memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS. nilai konstanta sebesar 34.654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan. maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta sebesar 34.70 Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metode mind mapping yang digunakan pada saat pembelajaran.405 + 0.407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan.01) pada taraf signifikansi 5%. nilai variabel metode mind mapping (X1) sebesar 0.642 lebih besar dari ttabel (2.654X2.407X1 + 0.405 berarti jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.407 artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan.

com/2009/12/01 /pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/). dapat bekerjasama dengan teman lainnya. catatan lebih padat. siswa mudah menyelesaikan masalah.wordpress. mengingat. siswa menjadi lebih kreatif. siswa akan lebih mudah belajar dengan membuat peta ringkasan tentang gagasan atau ide-ide secara aktif sehingga siswa akan lebih mudah didalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan permasalahan materi ilmu pengetahuan sosial. Hal ini sependapat dengan Tony Buzan (2009 : 6). (http://mahmmudin. siswa mampu menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. sedangkan kelemahan . dan melatih “gambar keseluruhan”. memusatkan perhatian. membandingkan dan membuat hubungan. memudahkan penambahan informasi baru. membantu Otak untuk : mengatur. mengingat dengan lebih baik. mudah melihat gambaran keseluruhan. belajar lebih cepat dan efisien. Banyak siswa yang mudah belajar IPS dengan metode mind mapping.71 hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. yang menyatakan bahwa metode mind mapping akan mempermudah siswa dalam perencanaan. Kelebihan metode Mind Mapping dalam pendidikan IPS ini adalah siswa dapat mengemukakan pendapat secara bebas. lebih mudah mencari catatan jika diperlukan. Dalam menerapkan metode mind mapping sangat membutuhkan semangat dan motivasi belajar yang tinggi dan membutuhkan interaksi yang lebih aktif dengan siswa lain sehingga akan memperoleh hasil yang optimal. jelas lebih terfokus pada inti materi. berkomunikasi. pengkajian ulang bisa lebih cepat.

Sebaliknya semakin rendah keaktifan belajar IPS. maka semakin rendah prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta.01) pada taraf signifikansi 5%. yang menyatakan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar meliputi : turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. siswa juga selalu bertanya kepada teman bila ada yang kurang paham saat mengerjakan soalsoal IPS.72 metode mind mapping diantaranya adalah : hanya siswa yang aktif yang terlibat. yaitu bahwa keaktifan belajar IPS berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Hasil uji hipotesis kedua dengan uji t memperoleh thitung variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 7. Artinya hipotesis kedua dinyatakan diterima. terlibat dalam pemecahan masalah. bertanya . Dari hasil penelitian tentang keaktifan belajar IPS siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menunjukkan bahwa siswa telah aktif didalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS.544 lebih besar dari ttabel (2. melalui bertanya kepada guru maupun mencari materi tambahan dari buku paket yang diberikan. Hal ini sependapat dengan Sudjana (1988 : 72). selalu aktif didalam mengeluarkan pendapatnya baik dalam diskusi maupun saat pelajaran berlangsung dan apabila ada permasalahan yang kurang tahu maka siswa berusaha untuk mencari tahu. maka semakin tinggi pula prestasi belajar IPS siswa. tidak sepenuhnya murid yang belajar dan mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keaktifan belajar IPS siswa.

melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal dan menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh.com /2009 /01 /20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikanpenilaian-dalam-ptk-2/). memberi gagasan yang cemerlang.73 kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. Pengujian uji F dengan menggunakan bantuan SPSS 15. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok. berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli. keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain. dikarenakan nilai Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (Fhitung = 54. Keaktifan belajar dalam siswa dapat dilihat dari perhatian siswa terhadap penjelasan guru.20. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang. memanfaatkan potensi anggota kelompok dan saling membantu dan menyelesaikan masalah (http://ardhana12.00 dan diketahui besar Ftabel 3.0 for windows menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 54. .355 dengan tingkat signifikansi 0.355 > Ftabel = 3. wordpress.20) berarti bahwa variabel metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. kkerjasamanya dalam kelompok.

3% dan sumbangan efektif 18.74 Nilai koefisien determinasi sebesar 69. . sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26.8% berarti variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.5%). Sedangkan sisanya sebesar 30. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73.7% dan sumbangan efektif 51.5% terhadap prestasi belajar IPS.3% terhadap prestasi belajar IPS.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.

2.75 BAB V PENUTUP A. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1.355 > 3.642 > ttabel = 2. Kesimpulan Berdasarkan penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Secara individu metode mind mapping berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS.355 dan taraf signifikan 0. karena nilai thitung = 3.01 sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.8% sedangkan sisanya sebesar 30. 75 . maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model.544 > ttabel = 2.407X1 + 0.20). dengan nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54.05 diperoleh Fhitung sebesar 3. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69.01 3. Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0.698.405 + 0.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54.654X2.

Untuk itu perlu bimbingan dan panduan guru agar tujuan kerja kelompok atau diskusi dapat tercapai. Dalam kegiatan aktif seperti kerja dan diskusi kelompok hendaknya siswa dapat saling menghormati pendapat dari masing-masing siswa sehingga apa yang disiskusikan dapat mengerucut ke kesimpulan yang tepat.76 B. 2. Saran Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan saran-saran dari penulis sebagai berikut: 1. dan kebanyakan terdapat siswa yang masih lemah didalam menjelaskan pengembangan pikiran yang dijabarkan dalam peta gagasan/ide. Apabila metode mind mapping diterapkan dalam pembelajaran dengan siswa mampu membuat peta gagasan dan ide dalam materi IPS dan siswa mengikuti pembelajaran secara aktif dalam berpendapat dan aktif bertanya didalam pembelajaran IPS maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta akan meningkat. Penerapan metode mind mapping. . Untuk itu diperlukan bimbingan dan pelatihan yang berlanjut untuk membiasakan kegiatan belajar dengan metode tersebut. Implikasi Hubungan antara metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berpengaruh secara simultan maupun parsial. C. membutuhkan kemampuan dan keaktifan yang cukup besar. sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti metode ini dengan optimal.

. Perlu penelitian lebih lanjut dengan. menambahkan variabel atau metode pembelajaran yang lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar sehingga akan memperluas gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar IPS.77 3.

2005. Arikunto. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : PT. 2008. Gramedia Pustaka Utama. Mind Map Untuk Meningkatkan Kreativitas. Statistik induktif Edisi Empat. Gramedia Pustaka Utama Buzan. 2009. Jakarta : Rineka Cipta. 2004. Hadi. Jakarta: Bumi Aksara. Metodologi Research. Buzan. Suharsimi.1996. Jakarta : Rineka Cipta. Buku Pintar Mind Map. Tony. Statistik. Suharsimi. 2005. Dimyati dan Mudjiono. Jakarta : PT. Yogyakarta: Badan Percetakan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Dimyati dan Mudjiono. 2006. 1993. Penelitian Tindakan Kelas. Sutrisno. Syaiful Bahri. Manajemen Penelitian Edisi Revisi. Yogyakarta : Andi Offset. 2002. Jakarta : PT. Tony. Djarwanto Ps dan Pangestu. 2009. Sutrisno. Jakarta: Rineka Cipta. Gramedia Pustaka Umum. Strategi Belajar Mengajar. De Bobby & Hernacki. Buzan. 2003. Belajar & Pembelajaran. Head Strong. Buku Pintar Mind Map Untuk Anak Agar Anak Pintar di Sekolah. Bumi Aksara. Kaifa Djamarah. Jakarta : PT. 2002. Dasar-dasar Evaluasi Belajar. Arikunto. Porter.78 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Yogyakarta : Andi Offset. Tony. 2007. Imam. . Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta : PT. Subagyo. Semarang: Badan Penerbit UNDIP. Suharsimi. Arikunto. Aplikasi Analisis Multivarate dengan Program SPSS. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Gramedia Pusaka Utama. 2004. Suharsimi. Tony. Ghozali. Belajar Mengajar. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman & Menyenangkan. Buzan. 2008. Hadi.

Metode Statistika. 2003. Remaja Rosdakarya. Bandung : Alfabeta. Bandung : CV ALFABETA Syah. Jakarta: Grasindo.wordpress. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Ahmad. 1991. 2004. Rohani.wordpress. Sagala. 2005. Sriyono. Jakarta : Rineka Cipta. Widura. Pembelajaran sebagai Proses Bimbingan Pribadi. Metode Penelitian Bisnis. S. Sutanto. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Siberman. dkk. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2006. Bandung: PT. Konsep dan Makna Pembelajaran. 2002. Yogyakarta: Yappendis.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dankreativitas-siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/ http://mahmmudin.com/2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yangdapat-dijadikan-penilaian-dalam-ptk-2/ http://astutimin. Pengelolaan Pengajaran. Theo. Bandung: PT. Tarsito. 1995. 2005. Metode Penelitian Bidang Sosial. Sudjana. Mulyana. Brain Management Series For Learning Strategi Mind Mp. Jakarta : Gramedi . 1992. 2006. Menjadi Guru Profesional. 2008. 2007. Cooperatif Learning. 1988. Jakarta : Rineka Cipta. Nawawi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT. Psikologi Pembelajaran. Langkah demi Langkah cara paling Mudah & Benar Menggajar dan Membiasakan Anak menggunakan Mind Map untuk Meraih Prestasi. Winkel. Muhibbin. Sugiyono. 1996. Syaiful. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif.wordpress. Elex Media Komputindo. W. Hadari. Bandung : Alfabeta.79 http://ardhana12. Jakarta : Rineka Cipta. Slameto. 2001. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. RI. Melvin. E. Bandung: Citra Umbara. Riyanto.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-petapikiran-mind-mapping/ Isjoni.

LAMPIRAN .

Lampiran 1. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia Kompetensi Dasar Alokasi waktu Indikator : 7.3 Mendiskripsikan Fungsi Pajak dalam Perekonomian Nasional : 1 x 60 menit (3 x pertemuan) : Menjelaskan pengertian pajak dan fungsi pajak Memberikan penjelasan tentang jenis-jenis pajak Menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Memaparkan tujuan dan asas pajak Menjelaskan secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa A. RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta : Ilmu Pengetahuan Sosial : VII a / II Standar Kompetensi : 7. Tujuan Pembelajaran Siswa memiliki pengetahuan tentang pengertian dan fungsi dari pajak Siswa dapat mengetahui berbagai jenis pajak Siswa dapat menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsipnya Siswa dapat mendefinisikan tujuan dan asas pajak Siswa lebih akan lebih tahu secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa .

Kegiatan Awal 1) Membuka pelajaran dengan salam dilanjutkan perkenalan 2) Memeriksa kehadiran siswa. Menggunakan metode mind mapping 3. Ceramah bervariasi 2.Metode Pembelajaran 1. Test D.B. Kegiatan Inti 1) Guru menyampaikan materi tentang pengertian pajak dan fungsi pajak menggunakan metode mind mapping 2) Menjelaskan undang-undang yang mengatur tentang pajak dan menjelaskan masing-masing dari fungsi pajak 3) Menjelaskan fungsi-fungsi dari pajak 4) Tanya jawab c. kebersihan dan kerapian kelas 3) Guru memberikan kisi-kisi materi yang akan dipelajari b.Langkah – langkah Pembelajaran 1. . Penutup 1) Membuat kesimpulan 2) Memberi tugas untuk membuat mind mapping 3) Menutup materi pelajaran dengan salam. Tanya jawab 4. Pertemuan pertama a. Materi Pokok Pengertian pajak dan fungsi pajak Jenis-jenis pajak Unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Tujuan pajak dan asas pajak Pajak yang ditanggung keluarga siswa C.

Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Memberikan tugas untuk membuat mind mapping b. Penutup 1) Mengerjakan LKS 2) Menutup materi pelajaran dengan salam 3. Kegiatan inti 1) Menjelaskan tentang unsur-unsur pajak dan prinsip perpajakan 2) Menyampaikan tujuan dan asas-asas pajak 3) Tanya jawab c.2. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Mereview pelajaran yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya b. Pertemuan kedua a. Pertemuan ketiga a. Kegiatan inti 1) Menyampaikan pajak yang ditanggung keluarga siswa 2) Menjelaskan pajak penghasilan (PPh) dan pajak bumi dan bangunan (PBB) 3) Tanya jawab c. Penutup 1) Ulangan 2) Menutup materi pelajaran .

Iuran wajib yang dikerjakan kepada masyarakat wajib pajak . Sebut dan jelaskan! 5. a. Pajak adalah iuran wajib yang harus dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung. Apa maksud pajak harus memenuhi prinsip kecocokan? 8. Sumber dan media pembelajaran 1. Penilaian 1) Teknik Penilaian .Tes unjuk kerja 2) Bentuk Instrumen .Tes uraian 3) Soal uraian 1. Sebutkan 5 ciri-ciri pajak! 3. Jelaskan pengertian pajak berdasar UU No.E. Buku paket IPS penerbit : Erlangga 3. Jelaskan dasar pemungutan pajak penghasilan dan PBB! Kunci jawaban ! 1.Tes tertulis . Spidol F. 16 Tahun 2000! 2. Jelaskan perbedaan antara subyek pajak dan obyek pajak! 6. Apakah tujuan pajak untuk warga masyarakat? 7. 2. White board 4. Pajak dalam pembangunan memiliki empat fungsi penting. Sebut dan jelaskan 5 macam perundang-undangan yang menyangkut pajak! 4. LKS IPS TERPADU 2.

c. Fungsi alokasi Maksudnya perolehan pajak akan dialokasikan pemerintah kepada setiap bidang seperti ekonomi. . bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat e. Iuran dari rakyat kepada negara 3. 18 Tahun 2000 pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) d. UU No. Fungsi budgeter Maksudnya pajak memiliki fungsi budgeter ialah pajak merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah. UU No. pendidikan. 17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan (PPh) c. 20 Tahun 2000 e. kesehatan atau perumahan supaya semua bidang dapat berkembang dengan baik. b.12 Tahun 1994 Tentang Pajak bumi dan bangunan (PBB) dan telah diubah dengan UU No. 7 Tahun 1995 dan terakhir diubah dengan peraturan pemerintah No. 13 Tahun 1995 tentang bea materai yang peraturan pelaksanaannya diubah dengan peraturan pemerintah No. Pajak yang tinggi itu untuk masyarakat yang berpendapatan tinggi dan pajak yang rendah untuk masyarakat yang berpendapatn rendah. Fungsi distribusi Maksudnya pajak sebagai pemerataan pendapatan. UU No. UU No. baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Iuran wajib yang diterima dengan norma-norma atau aturan hukum c. a. Fungsi regular Maksudnya yaitu pajak digunakan sebagai alat untuk mengatur perekonomian sesuai tujuan yang ingin dicapai pemerintah. UU No. 24 Tahun 2000 4. a.b. d. 16 Tahun 2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan b. Digunakan untuk membiayai kepentingan umum atau bersama d.

baik dari kegiatan usaha maupun dari luar kegiatan usaha 6. Pajak itu hendanya tidak dirasakan menekan bagi wajib pajak. Mendidik masyarakat agar menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga Negara yang baik d. Mendidik masyarakat agar tidak konsumtif b. Mendidik masyarakat agar lebih berprestasi e. b.29 Mei 2010 Pengajar Dhida Dwi K. 12 Tahun 1994 dan diubah lagi UU No. 17 Tahun 2000. Mendidik masyarakat agar menyadari peran sertanya dalam pembangunan bangsa dan Negara c. 8. UU ini berisi tentang subjek-subjek. a. 12 Tahun 1985 dan terakhir diubah dengan UU No. sehingga dan masyarakat merasa senang hati dan berkewajiban dalam membayar pajak.5. Mendidik masyarakat dalam memiliki rasa keadilan serta kemanfaatan. objek pajak. Subjek pajak Subjek pajak yang disebut juga wajib pajak adalah orang atau badan yang menurut ketentuan wajib membayar pajak kepada Negara. Objek pajak Objek pajak adalah semua penghasilan yang benar-benarditerima atau diperoleh. dan kepastian 7. 20 Tahun 2000 Surakarta. a. penghasilan kena pajak (PKP) dan tarif pajak b. kesamaan. a. Dasar pemungutan pajak penghasilan Pemungutan pajak penghasilan didasarkan pada UU No. Dasar pungutan pajak bumi dan bangunan (PBB) Pemungutan PBB didasarkan pada UU No.   .

Lampiran 2. Angket Penelitian

Kepada : Yth. Siswa/Siswi Kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta

Dengan hormat, Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, saya mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Metode Mind Mapping dan Keaktifan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 5 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010”, maka sudilah kiranya disela-sela kesibukan anda berkenan meluangkan waktu untuk mengisi angket ini. Kegiatan ini sama sekali tidak mempengaruhi prestasi belajar anda, untuk itu saya mohon anda menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, sesuai dengan keadaan anda sebenarnya. Kerahasiaan jawaban anda sangat saya rahasiakan. Atas kesediaan meluangkan waktu, perhatian dan kerjasama anda, saya mengucapkan terima kasih. Surakarta, Juni 2010

Hormat saya,

Dhida Dwi K.

ANGKET TENTANG METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Identitas Siswa Nama Kelas/no : :

Petunjuk Menggunakan Angket 1. Tulis nama, no absen dan kelas pada lembar angket yang telah disediakan. 2. Pilih salah satu jawaban yang tepat menurut anda tanpa pengaruh orang lain. 3. Berilah tanda silang (√) pada lembar angket yang tersedia. 4. Jawablah semua soal dengan jujur, rapi dan teliti 5. Setelah angket diisi secara lengkap, mohon lembar angket diserahkan kembali. ANGKET METODE MIND MAPPING Pernyataan mengenai penilaian tentang metode pemetaan pikiran Melalui strategi belajar metode mind mapping saya lebih paham tentang materi IPS. Metode mind mapping dengan membuat ringkasan/peta pikiran sangat cocok untuk pelajaran IPS. Metode mind mapping memudahkan saya dalam menyelesaikan masalah materi IPS. Metode mind mapping dapat melatih saya menuangkan ide/gagasan secara aktif. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya berusaha menyusun mind mapping dan menjelaskan pikiran-pikiran tersebut. Jawaban Kadang- Tidak Sering kadang pernah

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Selalu

6. 7. 8. 9. 10.

Metode mind mapping membuat saya mengingat dengan lebih baik. Metode mind mapping menumbuhkan semangat dan motivasi belajar saya. Metode mind mapping melatih saya berinteraksi dengan siswa lain menjadi lebih mudah. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya selalu bertukar pendapat dengan teman saya. Dalam membuat rangkumanpeta pikiran, saya berusaha agar memperoleh hasil yang optimal.

Saya berusaha bertanya kepada teman yang telah paham apabila saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal IPS. 10. 4. 11. 2. 3. 6. Saya ikut menjawab pertanyaan tentang pelajaran IPS dengan teman ketika ada yang bertanya Metode mind mapping menumbuhkan mental saya untuk aktif dalam berdiskusi dengan teman. 8. 7. 9. Sewaktu saya mengeluarkan pendapat saya juga memberi kesempatan pada teman yang lain untuk mengeluarkan pendapatnya. Saya selalu aktif dalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS yang diberikan oleh guru. Saya berusaha mencari tambahan materi pelajaran IPS selain dari buku paket yang diberikan Bapak/Ibu guru. apabila guru sedang menerangkan materi IPS. Apabila ada pertanyaan dari teman yang tidak saya mengerti saya berusaha bertanya kepada Bapak/Ibu guru. saya mendengarkan dengan serius Saya mendengarkan dan memperhatikan. 1. Saya berusaha mengeluarkan pendapat selama pelajaran IPS berlangsung. Dalam kelompok saya membuat perencanaan/memeberi tugas masingmasing anak untuk memecahkan masalah agar tercipta kerjasama yang baik Jawaban KadangSelalu Sering Kadang Tidak Pernah 5. Pernyataan mengenai keaktifan siswa di dalam kelas Setiap ada jam pelajaran IPS. .ANGKET KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) No.

Saat menentukan jawaban pertanyaan dari guru.12. . saya selalu mempertimbangkan dengan kelompok saya.

Lampiran 3. Butir Try Out Variabel Metode Mind Mapping (X1) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jml Metode Mind Mapping [X1] a1 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 65 a2 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 66 a3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 68 a4 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 65 a5 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 61 a6 2 4 3 3 4 4 3 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 4 4 4 63 a7 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 2 4 4 2 4 4 4 70 a8 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 4 4 66 a9 3 2 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 63 a10 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 65 X1 30 30 34 34 39 37 29 35 26 29 35 29 35 28 31 32 26 38 39 36 652 .

Butir Try Out Variabel Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 jml Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b1 2 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 4 3 4 64 b2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 70 b3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 2 3 3 2 3 4 68 b4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 69 b5 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b6 2 2 4 4 3 4 2 3 2 2 3 2 4 4 3 4 3 4 4 4 63 b7 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 69 b8 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 69 b9 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 68 b10 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 2 4 4 4 68 b11 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b12 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 71 X2 39 38 45 45 42 48 37 38 40 39 38 35 48 42 33 38 33 40 43 48 809 .

072 .564** .198 1.634** .497* .600** .462* .683** .001 .125 .026 20 .176 20 .009 .457* .000 .706 20 1.525 20 .359 .154 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.457* .052 20 .370 20 20 20 20 .052 .001 20 20 20 20 20 20 .009 .240 .011 .000 20 20 20 20 20 20 .010 .090 .461* .151 .002 .186 .000 . .154 .494 .650** .494 . Correlation is significant at the 0.518 .363 .000 20 20 20 20 20 20 .000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.178 .537* .761** .399 .364 .198 .064 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.090 .518 .761** .003 20 20 20 20 20 20 .706 20 .229 .518 20 20 20 20 .026 .426 .000 .000 .379 .216 .309 .162 .477* .000 .490* 1. *.276 1.494 .326 .332 .000 .002 .043 20 20 20 20 A5 .111 .399 1.564** .099 .621 .598** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.445 .314 .685** .097 .015 .010 .706 .212 .525 .462* .685 20 20 20 20 .160 .125 .631** .097 . .332 .537* .554* 1.000 .713** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.621 .683** .461* .111 . .229 .162 .685** .404 .685 .000 .040 .033 20 20 20 20 20 20 .404 .162 .367 .181 .426 . .001 .685 20 20 20 20 .240 .359 20 20 20 20 .000 .000 .040 . 20 20 20 20 .000 .370 .178 20 20 20 20 .118 .154 .151 .326 .276 .421 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.001 .315 .631** .028 .061 .359 .355 .440 .314 .Lampiran 4.097 . . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.600** .115 .634** .440 . .090 .240 20 20 20 20 .05 level (2-tailed).240 .309 .421 .355 .216 .598** .160 .276 1.005 20 20 20 20 20 20 .000 .497* .004 20 20 20 20 20 20 1. .212 .072 1.118 .033 .618** .154 .115 .004 20 **. 20 .445 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .214 .041 20 .000 .097 .685 .314 .554* .706 .005 20 .003 .028 .567** .090 .706 20 .041 .650** .364 .216 .064 .176 . Uji Validitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Correlations Metode Mind Mapping [X1] A6 A7 A8 A9 A10 .181 .099 20 20 20 20 . 20 20 20 20 20 20 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 Metode Mind Mapping [X1] Pearson Correlation Sig.567** .379 .706 20 20 20 20 .178 .011 .276 .518 .061 .314 . (2-tailed) N A1 A2 A3 A4 1.01 level (2-tailed).216 .081 .762 1.000 .713** .005 .090 .477* 1. .003 .015 20 20 20 20 20 20 .490* .315 . .005 .359 .618** .162 .367 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.214 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.081 . Correlation is significant at the 0.178 .186 .003 20 20 20 20 20 20 .494 .000 .043 20 20 20 20 20 20 .363 .762 .090 .

(2-tailed) N Pearson Correlation Sig.326 .255 .312 .085 .125 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.013 20 20 .601 .000 .020 -.108 .100 .651 1.000 20 20 . **.658 .160 20 20 20 .003 .030 .000** .658 20 20 20 20 20 20 20 20 .455 .456* .467* .000 . .162 .055 .004 20 20 1.617** .000 . .070 .061 . (2-tailed) N B1 B2 B3 1.601 .764** .688 20 20 20 . .273 .106 .496 20 20 20 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .195 .161 .946** .195 -.418 .664 . 20 20 20 20 20 20 20 20 .350 .448 20 20 20 20 20 20 20 20 .273 1.622** .661** .000 .722 . Correlation is significant at the 0.096 .244 20 20 20 20 20 20 20 20 .410 20 20 20 .000 .180 .764** .601** .448 .048 .000 .369 .946** .369 .212 .192 -.863 .000 .252 .024 .255 .448* . . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.055 .312 -. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.007 20 20 .901 .436 20 20 20 .363 .252 .364 .540* .177 .106 .467* -.108 .617** .363 .108 .800 . . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.601** .070 .468* .800 .000 -.389 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.414 .013 .041 .517* .140 . .215 .000 .086 .014 .191 .008 .410 20 20 20 20 20 20 20 20 1.038 .004 20 20 20 20 20 20 20 20 *.418 .400 .490* .000 .086 .050 -.162 .255 .560* 1.901 .378 .010 20 20 .185 .192 1.028 20 20 20 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 . 20 20 20 .007 .517* .651 .933 .555 20 20 20 .503* .456* 1.326 .580** .629** .791** .003 20 20 .284 .933 .621** .103 .362 .020 20 20 .575** .000 .456* .273 .446* .419 .819 .621** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.003 .05 level (2-tailed).664 .080 .800 . Correlation is significant at the 0.658 .050 .836 .106 .784** 1.037 20 20 .468* .448 .369 .212 .014 20 20 20 20 20 20 20 20 .000 .436 .020 .044 .185 .117 .800 20 20 20 20 20 20 20 20 .560* .791** .014 .000 .038 .160 .629** .000** .369 .244 .005 .580** .003 .278 .495 .651 1.273 .195 .378 .661** .544* .496 .722 .212 .252 .364 .044 .131 .540* .617** .000 .125 .455 .000 .041 .003 20 20 20 .024 .252 .000 .836 .204 .162 .115 .131 .103 .180 .580** .140 .446* .020 .414 1.000 .362 1. .278 .278 .622** .010 .000 .490* . .106 .828** .01 level (2-tailed).204 . .555 .540* 1.000 .394 .161 .061 -.828** .000 .180 .180 .540* 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.244 .000 .966 .177 .014 .658 .117 1.100 .544* .212 .162 .010 .617** .688 .278 .191 .007 .000 .080 .180 .008 20 20 20 .001 .180 .410 20 20 20 -.244 .284 20 20 20 20 20 20 20 20 .651 20 20 20 20 20 20 20 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.030 .010 .003 .000 .327 .000 .966 .819 20 20 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.400 .004 20 20 .000 . 20 20 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Pearson Correlation Sig.327 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .284 .195 .004 .000 .044 20 20 20 20 20 20 20 20 .575** 1.048 .863 .049 20 20 . .085 .350 .448 .037 .394 .000 . .096 .000 .448* .284 .580** .007 .115 .389 .044 .784** .419 20 20 20 .Hasil Uji Validitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Correlations Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan B12 Sosial (X2) -.049 .001 .456* 1.028 20 20 .503* .061 .495 .215 .000 20 20 .410 .108 .255 .005 .061 .

0 20.6000 Std Dev . 4.2500 32.6708 .1500 3.6387 . 3.2500 3.3000 3. 6.8000 Std Dev 8.0 20. 10. 11.3000 3. 7. Uji Reliabilitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Metode Mind Mapping [X1] Mean 1.6387 4.1473 Cases 20. A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 X1 3.0 20.0 20.6863 . 8. 9.0 N of Variables 11 Statistics for SCALE Mean 65.Lampiran 5.0 20.5712 .6387 .0 N of Items = 11 . 5.2000 Variance 68.0 20.7609 .6569 .8751 .0500 3.2946 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .7514 20.2500 3.0 20.0 20.0 20.1500 3.4000 3.5000 3.0 20. 2.5982 .

6.1500 3.7164 .9000 Variance 85.7164 .5500 40.4500 Std Dev .2526 Std Dev 9.8751 . 4.0 20.0 N of Items = 13 .4500 3.5104 4.0 20. 9.6070 . B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 X2 3.4000 3.2500 3. 7. 5. 12.5104 .6806 . 2.2332 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .0 20.0 N of Variables 13 Statistics for SCALE Mean 80. 3.5104 .4000 3.0 20.6959 .4500 3.0 20.4500 3.0 20.0 20.0 20.5982 . 10.6048 .6166 Cases 20.7539 . 11. 13.0 20.0 20.2500 3.4000 3.Uji Reliabilitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosia Mean 1.7467 20.0 20.0 20. 8.5000 3.2000 3.

Lampiran 6. Tabulasi Butir Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 a1 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 190 a2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 177 a3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 168 Metode Mind Mapping [X1] a4 a5 a6 a7 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 173 3 2 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 161 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 2 2 3 4 3 3 163 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 168 a8 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 4 2 3 164 a9 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 2 4 3 3 3 2 3 4 2 2 3 4 2 4 159 a10 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 4 4 2 2 3 2 4 163 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 .

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 b1 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 188 b2 4 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 187 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 4 2 4 3 3 4 2 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 2 2 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 4 2 2 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 2 4 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 4 4 4 4 1 3 3 2 3 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 169 170 171 167 134 161 159 160 b11 2 2 3 4 1 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 1 3 3 3 132 b12 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 157 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 31 .

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Siswa AR BH FU AM AG IK AM DH RH TG HD MF RW RWD TK US BL AA LM AR DHN PY YA RE HA UM RIZ BGS JRT HLD CHO MIA HES WE RU GS LSA SHI MN SH NDR IKA RTN HPY RUS THO ARV IWN IST FFN Prestasi Belajar IPS (Y) 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 .No.

Lampiran 7. Data Induk Penelitian No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 Y 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 X1Y 2409 2380 2304 2880 2812 2738 2772 2160 2590 2368 2070 2340 2664 2475 2628 2277 3040 2400 2001 2130 2516 2660 2886 2550 2414 2960 2211 2520 2325 2964 2409 2178 2800 2059 2738 2550 2232 2774 X2Y 2701 2310 2448 3440 2812 2886 3388 2664 3182 2886 2277 3120 3108 3150 2847 2139 3520 2850 2484 2769 2960 2888 3510 3150 2627 3440 2211 2808 3000 3198 2847 2046 3600 2627 2886 3225 2664 2993 .

No. 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Jml X1 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 1686 X2 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 1955 Y 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 3685 X1Y 2812 2664 2475 2100 2660 2997 2088 2059 2144 2625 2070 2660 124538 X2Y 3040 2516 2850 2660 3040 3564 3096 2840 2345 3300 2622 3040 144574 .

0000 39. Hasil Diskriptif Statistics Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 0 39.662 31.00 1686.00 81.411 .00 3.Lampiran 8.0000 33.00 Prestasi Belajar IPS (Y) 50 0 73.8673 -.7778 7. Error of Kurtosis Minimum Maximum Sum Valid Missing Metode Mind Mapping [X1] 50 0 33.337 -. The smallest value is shown . Deviation Variance Skewness Std.192 . Multiple modes exist.7159 -.337 -1.7000 74.305 .00 38.00 1955.337 -.00 3685.7041 .5871 12.256 .023 .5643 12.662 66. Error of Skewness Kurtosis Std.073 .00a 3.662 29.00 N Mean Median Mode Std.00a 2.1000 39.00 45.00 a.0000 74.7200 34.

a. .0% 50 100.200* .926 .0% 100.100 50 .098 50 . This is an upper bound of the true significance.0% N Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Valid Percent 50 100. *.0% Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig. This is a lower bound of the true significance.Lampiran 9.082 .0% Total N 50 50 50 Percent 100. Uji Normalitas Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 .0% 0 .392 **.0% 50 100.064 . Lilliefors Significance Correction .969 Shapiro-Wilk df 50 50 50 Sig.949 .118 50 . .0% 100.010** .200* a Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Statistic .0% 0 .

328 358.377 207.126 381.000 .0% Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] ANOVA Table Sum of Squares 264.004 .702 381.800 Sig.281 23.374 622.953 F 3.067 57. .0% Total N 50 50 Percent 100.586 56.166 8.581 74. Hasil Uji Linieritas Case Processing Summary Cases Excluded N Percent 0 0 .540 184.606 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) ANOVA Table Sum of Squares 438.0% 100.067 7.129 .000 .586 4.121 F 6.Lampiran 10.0% 100.000 .105 622.538 .500 df 9 1 8 40 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Between Metode Mind Mapping [X1] Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 29.712 5.395 207.500 df 13 1 12 36 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) Between Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 33.507 .0% Included N Percent Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 50 100. .920 Sig.0% .

605 a.820E-03 Metode Mind Mapping [X1] -. Metode Mind Mapping [X1] b.500 Model 1 df 2 47 49 Regression Residual Total Mean Square 217. . Hasil Uji Regresi Berganda Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered Keaktifan Belajar IPS (X2). Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Model Summaryb Adjusted R Square .998 F 54.642 7.783 Correlations Partial . . a Metode Mind Mapping [X1] Variables Removed .003 Model 1 R R Square . Keaktifan Belajar IPS (X2).394 1. Method Enter a.544 Sig.658 Model 1 (Constant) Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Unstandardized Coefficients B Std.405 3.9995 Durbin-W atson 2.740 Part .678 3. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) ANOVAb Sum of Squares 434.087 t 8.685 Std.318 . Predictors: (Constant). Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) .252E-02 a.001 .000a a.698 a.602 187.577 .112 .301 3.836a .469 . Metode Mind Mapping [X1] b. Keaktifan Belajar IPS (X2).407 . b.000 .964 . Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) a Coefficient Correlations Model 1 Correlations Covariances Keaktifan Belajar IPS (X2) Keaktifan Belajar IPS (X2) 1.Lampiran 11.355 Sig.000 Metode Mind Mapping [X1] -. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Coefficientsa Standardi zed Coefficien ts Beta .654 .898 622.000 -3.506E-03 Metode Mind Mapping [X1] -3. All requested variables entered.000 Zero-order .394 Keaktifan Belajar IPS (X2) 7.292 . Error of the Estimate 1.820E-03 1. Predictors: (Constant). Error 34.

318 0.783 beta 0.5 R2 0.7 . Sumbangan relatif dan sumbangan efektif Koefisien rxy 0.699 0.Lampiran 12.3 51.577 0.3 73.5 Sumbangan Efektif 18.699 Sumbangan Relatif 26.658 Sumbangan Efektif 18.3 51.

325 0.344 0.997 0.279 0.091 35 800 0.TABLE VALUES OF rproduct moment The Level of Significant The Level of Significant N 1% 5% 1% 5% 0.349 0.329 0.526 0.267 23 90 0.430 0.602 0.537 0.284 0.339 0.514 0.291 0.436 0.735 0.098 0.606 0.148 30 300 0.159 0.308 0.661 0.708 0.666 0.380 10 45 0.444 0.623 0.195 0.404 0.990 0.286 21 80 0.413 3 38 0.999 0.393 7 42 0.086 36 900 0.456 0.403 5 40 0.235 0.632 0.207 0. Dr.210 27 150 0.368 13 48 0.878 0.294 0.418 0.684 0.148 0.266 0.515 0.449 0.263 24 95 0.575 0.381 0.320 0.959 0.330 17 60 0.482 0.388 0.765 0.281 0.463 0.497 0.230 26 125 0.297 0.074 0.707 0.202 0.413 0.254 0.376 11 46 0.113 0.549 0.355 0.097 34 700 0.641 0.424 0.917 0.950 0.361 15 50 0.505 0.561 0.389 8 43 0.384 9 44 0.296 20 75 0.408 4 39 0.227 0.364 14 49 0.487 0.496 0.834 0.312 0.372 12 47 0.138 0.304 0.345 16 55 0.065 0.301 0.115 32 500 0.334 0.432 0.220 0.176 0.374 0.874 0.316 0.128 31 400 0.456 0.244 0.278 22 85 0.468 0.478 0.088 0.811 0.576 0.105 33 600 0.553 0.367 0.754 0.361 0. Suharsimi Arikunto) N .194 28 175 0.590 0.213 0.470 0.396 0.288 0.256 25 100 0.433 0.532 0.181 29 200 0.080 0.317 18 65 0.070 0.081 37 1000 Sumber: Prosedur Penelitian (Prof.398 6 41 0.442 0.062 0.306 19 70 0.798 0.

485 2.886 2.797 25 1.707 7 1.080 2.345 1.323 1.740 2.316 1.169 11 1.812 2.738 33 1.228 2.10 t0.055 13 1.309 1.397 1.977 15 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 3.878 19 1.462 2.895 2.821 3.120 2.262 2.717 2.624 2.143 3.694 2.383 1.440 1.604 5 1.315 1.325 1.821 63.453 2.744 32 1.492 2.750 31 1.499 8 1. t0.028 2.363 1.310 1.721 2.724 36 1.f.861 20 1.182 4.533 2.052 2.699 2.306 2.032 6 1.145 2.947 16 1.701 2.831 22 1.306 1.101 2.457 2.314 1.845 21 1.356 1.441 2.691 2.508 2.657 2 1.415 1.541 5.303 6.650 3.896 3.841 4 1.703 2.552 2.042 2.Tabel Nilai t d.602 2.250 10 1.328 1.571 3.921 17 1.353 3.819 23 1.069 2.467 2.692 2.583 2.796 2.479 2.776 3.782 2.045 2.449 2.040 2.898 18 1.473 2.725 2.761 2.064 2.833 2.733 34 1.753 2.706 31.311 1.086 2.037 2.734 2.728 35 1.920 4.476 2.763 29 1.012 14 1.131 2.05 t0.015 2.925 3 1.746 2.943 2.539 2.025 t0.681 3.330 1.998 3.132 2.319 1.438 2.860 2.690 2.697 2.355 9 1.032 2.365 2.714 2.314 12.447 3.567 2.764 3.719 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.372 1.807 24 1.341 1.160 2.500 2.106 12 1.074 2.321 1.365 4.756 30 1.030 2.729 2.518 2.688 2.638 2.060 2.771 28 1.056 2.01 t0.306 1.706 2.350 1.093 2.528 2.308 1.201 2. Imam Ghozali .318 1.110 2.313 1.771 2.f.035 2.337 1.708 2.309 1.434 2.965 9.048 2.078 6.711 2.696 2.005 d.747 4.718 3.307 1.445 2.333 1.779 27 1.787 26 1.179 2.

395 2.380 2.668 1.294 1.402 2.408 2.687 2.389 2.305 1.669 1.297 1.297 1.712 39 1.301 1.654 66 1.001 2.013 2.012 2.671 2.296 1.298 1. t0.383 2.692 45 1.007 2.998 2.704 41 1.397 2.678 51 1.294 1.667 57 1.647 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.024 2.683 2.025 t0.679 2.026 2.014 2.01 t0.656 64 1.667 1.678 2.673 2.396 2.663 59 1.670 2.005 d.002 2.685 2.021 2.Tabel Nilai t d.668 1.003 2. 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 37 1.682 2.681 2.677 2.994 2.997 2.669 1.667 1.010 2.670 55 1.394 2.000 2.f.418 2.407 2.998 2.295 1.698 43 1.995 2.298 1.669 1.304 1.673 2.682 49 1.302 1.386 2.668 1.10 t0.382 2.004 2.384 2.672 2.665 58 1.295 1.676 52 1.662 60 1.405 2.687 47 1.002 2.388 2.677 2.303 1.657 63 1.302 1.294 1.679 2.426 2.675 2.391 2.670 1.296 1.299 1.997 2.999 2.304 1.652 67 1.298 1.011 2.676 2.392 2.018 2.05 t0.000 2.006 2.674 2.020 2.295 1.674 53 1.294 1.381 2.648 71 1.684 2.297 1.649 70 1.695 44 1.715 38 1.410 2.300 1.399 2.659 62 1.303 1.296 1.667 1.680 50 1.023 2.690 46 1.015 2.680 2.671 2.385 2.294 1.297 1.431 2.f.296 1.672 2.701 42 1.300 1.651 68 1.423 2.655 65 1.421 2.416 2.009 2.668 56 1.996 2.295 1.685 48 1.672 54 1.390 2.708 40 1.650 69 1.429 2.400 2.299 1.686 2.005 2.675 2.387 2.995 2.414 2.017 2.403 2.412 2.295 1.674 2.382 2.299 1.660 61 1.301 1.994 2. Imam Ghozali) .008 2.

366 2.644 75 1.641 78 1. 72 1.627 99 1.634 88 1.661 1.986 2.663 1.373 2.645 74 1.369 2.988 2.987 2.f.291 1.375 2.10 t0.991 2.370 2.666 1.291 1.379 2.379 2.293 1.986 2.292 1.984 2.373 2.291 1.992 2.627 98 1.01 t0.05 t0.643 76 1.629 95 1.990 2.292 1.371 2.291 1.374 2.367 2.292 1.005 d.635 86 1.628 97 1.985 2.293 1.993 2.291 1.664 1.665 1.660 1. Imam Ghozali) .290 1.626 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.292 1.292 1.663 1.989 2.988 2.639 81 1.637 83 1.372 2.368 2.662 1. 1.987 2.632 91 1.378 2.292 1.986 2.291 1.634 87 1.664 1.662 1.665 1.Tabel Nilai t d.991 2.374 2. t0.291 1.366 2.989 2.630 93 1.293 1.990 2.992 2.661 1.636 85 1.664 1.661 1.646 73 1.666 1.290 1.661 1.292 1.665 1.290 1.377 2.993 2.376 2.292 1.661 1.631 92 1.638 82 1.660 1.365 2. 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 Inf.985 2.985 2.640 79 1.663 1.629 96 1.662 1.291 1.365 2.665 1.368 2.290 1.993 2.290 1.626 Inf.642 77 1.662 1.293 1.291 1.663 1.986 2.633 89 1.376 2.367 2.f.368 2.293 1.365 2.640 80 1.632 90 1.291 1.989 2.987 2.984 2.666 1.990 2.630 94 1.988 2.364 2.662 1.661 1.663 1.293 1.372 2.664 1.370 2.025 t0.984 2.369 2.636 84 1.

89 1.16 2.19 2.15 2.70 1.79 1.09 2.96 1.87 2.38 2.23 2.4 8.60 4 225 19.53 2.76 2.49 2.4 8.16 3.21 2.79 5.03 1.03 2.79 3.67 20 248 19.46 2.5 10. Imam Ghozali) .Tabel Nilai F0.31 2.48 2.76 2.88 4.30 2.93 2.15 2.94 1.33 3.69 1.60 2.55 6.66 4.4 8.41 3.06 3.18 2.45 4.28 2.12 2.94 1.18 2.41 2.20 3.92 1.75 1.00 2.25 2.89 6.51 2.74 2.62 5.02 1.5 8.4 8.54 2.11 3.99 2.68 2.34 3.97 2.09 2.52 30 250 19.84 1.94 2.81 6.12 3.27 2.51 2.87 3.70 2.42 2.49 2.50 3.21 6 234 19.64 3.59 5.43 1.01 8 239 19.23 3.32 2.38 2.96 1.85 2.01 2.28 6.86 3.38 2.27 2.04 2.74 1.97 1.26 5.90 2.45 2.58 2.98 1.30 2.63 3.69 2.91 2.99 5.70 2.62 2.83 12 244 19.39 1.37 2.84 1.15 2.21 3.23 2.65 1.82 2.32 4.85 2.44 3.61 1.04 1.59 3.49 3.29 3.72 4.71 6.34 2.67 4.69 4.34 2.45 2.28 3.64 2.66 2.42 2.66 2.39 3.24 2.69 2.46 2.28 2.4 8.79 2.5 8.51 1.91 1.42 2.68 3.78 1.07 2.14 3.41 4.5 8.80 2.39 2.10 2.47 3.59 2.64 2.05 Degrees of freedom for Nominator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 30 40 60 120 1 161 18.83 2.2 9.46 4.32 5.5 8.13 2.18 2.53 2.12 4.00 3 216 19.53 5.30 2.75 4.09 2.08 2.91 2.13 2.4 8.25 2.66 1.01 1.10 3.01 2.81 3.14 2.37 2.18 2.24 3.00 4.59 3.16 2.82 4.09 4.35 2.25 2.07 2.92 1.69 3.29 2.37 5 230 19.74 5.00 1.89 1.85 2.98 3.70 5.89 3.76 4.15 3.61 2.39 60 252 19.25 2.96 4.88 10 242 19.19 2.64 5.26 4.76 2.74 4.57 2.26 4.86 1.60 2.11 3.73 3.80 2.38 4.57 3.81 3.98 1.70 3.62 2.94 5.84 1.07 2.01 6.40 2.97 4.58 1.53 1.15 3.61 2.96 1.25 2.23 2.41 4.81 1.54 2.94 9 241 19.81 2.48 3.2 9.49 2.03 2.49 4.83 2.84 1.17 4.68 3.60 2.30 2.65 2.77 2.98 1.50 1.39 5.06 2.01 2.37 3.38 2.40 3.48 3.49 2.74 2.03 2.67 3.31 2.35 2.39 2.39 3.37 2.61 2.79 5.92 1.59 5.54 2.35 1.14 4.94 3.40 2.01 1.15 2.74 1.07 3.05 3.3 8.75 15 246 19.64 1.20 2.33 2.28 4.89 1.49 3.53 2.10 7 237 19.85 2.18 3.03 3.96 2.27 2.55 2.12 6.53 2.53 2.45 2.90 1.86 2.40 2.92 3.57 2.57 24 249 19.1 7.36 2.37 3.56 3.06 3.07 2.88 1.55 1.61 5.13 3.48 2.74 3.74 4.77 1.42 2.35 2.50 3.62 2.01 1.79 2.85 2.80 4.42 2.68 4.22 1.90 2.45 2.65 6.93 2.91 4.13 3.71 3.53 4.71 1.63 4.51 2.57 5.96 2.24 4.55 5.63 2.99 1.54 4.59 1.53 3.96 4.11 2.82 1.43 2.53 2.62 3.76 1.00 3.66 2.87 1.84 2.23 3.01 1.00 Degrees of freedom for Denominator Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.71 2.93 1.98 2.47 2.05 2.26 3.84 1.75 1.54 2.46 2.55 2.41 3.60 4.92 2.02 2.10 3.34 2.10 2.77 3.77 4.45 2.34 3.58 3.10 3.16 2.90 2.71 2.87 1.30 4.78 2.91 1.01 1.75 2.74 2.16 2.08 2.42 3.35 4.21 2.59 2.11 2.3 9.84 4.35 4.12 2.38 3.93 1.52 3.10 2.11 2.44 3.83 1.11 2.87 3.71 2.15 2.01 1.22 2.92 1.54 2.17 2.22 254 19.20 2.06 2.68 1.51 2.5 8.79 2.63 3.27 2.49 2.92 1.40 3.66 2.96 1.95 1.47 1.55 3.59 5.75 2.84 3.95 2.30 3.07 3.81 1.05 2.16 4.19 2.71 2.79 1.07 2.35 3.0 9.46 3.46 2.92 2.51 3.08 4.72 2.01 2.04 2.73 1.44 2.36 3.18 2.68 2.85 6.60 2.12 2.96 1.19 4.94 6.33 2.75 4.46 40 251 19.22 3.67 2.23 2.90 2.09 3.04 4.20 2.01 2.20 3.62 1.22 3.06 2.27 2.95 4.44 3.84 2.79 1.70 2.43 3.5 8.00 3.74 3.84 2 200 19.11 2.31 2.07 3.84 3.24 2.66 5.39 3.28 3.05 4.34 2.32 120 253 19.08 1.29 3.34 2.34 2.40 2.99 1.32 2.77 4.29 2.86 4.58 2.25 2.32 3.77 2.4 8.42 2.84 1.02 1.77 2.28 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->