PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA

SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 (S1) Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

Disusun oleh : DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

PROGRAM PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

i

PERSETUJUAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Disetujui dan Disyahkan oleh Pembimbing I dan Pembimbing II untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Mengetahui, Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Suyatmini, SE. M.Si. Tanggal:

Drs.Sudarto HS, MM. Tanggal:

ii

PENGESAHAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Yang Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Pada Tanggal: ………………………………… Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat

Susunan Dewan Penguji 1. Dr. Suyatmini, SE. M.Si. 2. Drs.Sudarto HS, MM. 3. (……………………………) (……………………………) (…………………………….)

Surakarta, Februari 2010 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan,

Drs. H. Sofyan Anif, M. Si NIK. 547

iii

Juli 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103 iv . Apabila ternyata kelak di kemudian hari terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya diatas.PERNYATAAN Dengan ini. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Surakarta. maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.

MOTTO Masalah bukan untuk dihindari tapi dicari solusinya dan harus dihadapi dengan sabar jadi tetap semangat. Jadilah diri sendiri jangan meniru orang (Penulis) Kita hanya cukup yakin dan benar-benar menginginkannya maka semua akan terjadi (penulis) v .

perhatian dan pengorbanan yang tiada pernah lekang oleh waktu. 46 Kasih Ibu. Baki Community. Jangan pernah melupakan persahabatan ini. Djarot. Ndaa (Ingga). serta perjuanganmu untuk membesarkan dan mendidikku dengan penuh kasih sayang agar aku dapat gapai cita dan impianku. do’a. dan Spin Abot yang selalu setia mengantarkan aku kemana pun aku pergi. Agung n’ The ganx. Adikku (De’ Kiki) tersayang yang telah mewarnai hari-hariku dengan kasih sayang dan selalu memberiku semangat. Engkau tak akan pernah tergantikan karena engkau tiada duanya didunia ini. 2. Lia.PERSEMBAHAN Alhamdulillahirobbil’alamin. Almameterku yang kucinta. Sujud Syukurku kehadirat illahi Robbi Atas segala nikmat dan kemudahan yang telah diberikan-Nya persembahan kecil ini teruntuk: 1. 3. kebersamaan kita adalah hal yang terindah. Ndul (Elyy). Emi. Ipee (Arifah). rangkaian yang tidak pernah putus dalam setiap langkahku. 4. Ayah dan Ibunda tercinta. terima kasih atas dukungan selama ini dan mendengarkan keluh kesahku. atas perhatian. 5. Kakakku (Ms Eko). Dewi. vi . 6. dukungan dan kebersamaan yang membuatku selalu bahagia. Aku telah menemukan arti sahabat sejati. Sahabat-sahabatku. Si item kasih ibu. terima kasih atas kasih sayang. sebagai ungkapan rasa hormat dan baktiku.

Skripsi ini disusun untuk melengkapi sebagian dari syarat guna memperoleh gelar sarjana pendidikan S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi. Dr. Suyatmini. M.. vii .. Sofyan Anif. MM. Drs. M. 2. mengarahkan dalam penyusunan skripsi ini.Si. selaku pembimbing II yang memberikankan arahan dan nasehat dalam penyusunan skripsi ini. selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah berkenan memberikan surat ijin peneliti. selaku pembimbing I yang penuh kesabaran dan ketulusan membimbing.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. H. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada: 1.Si. Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. dan Inayah-Nya sehingga penyusunan skripsi ini berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. namun berkat bantuan serta dorongan dari berbagai pihak akhirnya kesulitankesulitan yang timbul dapat teratasi. 4. Drs. Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan skripsi ini.Sudarto HS. hidayah. 3.Wb. Djalal Fuadi.. SE. MM. Drs. selaku ketua program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan dan masukan selama studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Surakarta. 10. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. 7. Semua teman-teman Pendidikan Akuntansi angkatan 2006 khususnya kelas C dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya karya ini yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu. 9. selaku Pembimbing Akademik selama menempuh studi. Siswa siswi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta khususnya kelas VIII A. dan C yang telah bersedia menjadi sampel dalam penelitian. SE. 11. M. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang telah memberi izin kepada penulis untuk melakukan penelitian 8. Drs. 6. Bapak Amin Bambang selaku guru ekonomi yang telah membantu dalam penelitian. Bapak/Ibu Dosen program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Oleh karena itu. Joko Suwandi.Pd. Semua pihak yang telah berperan serta memberikan bantuan moral maupun material dalam penyusunan skripsi. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat serta menjadi jembatan bagi penulisan selanjutnya.Wb.5.B. Wassalamu’alaikum Wr. kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A 210 060 103 viii .

.............. Prestasi Belajar .......... Latar Belakang Masalah .... Perumusan Masalah .............................. DAFTAR LAMPIRAN ............ F............................................ HALAMAN MOTTO .................................................................................................................................................................................................................................................................................. D....................................................................... ABSTRAK ........................ DAFTAR GAMBAR ......................................................................................................................... Manfaat Penelitian ............................................ HALAMAN PERSETUJUAN .................................................................................. HALAMAN PERNYATAAN ...................................................................................................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................................................... Tujuan Penelitian ......................... DAFTAR ISI ............. i ii iii iv v vi vii ix xii xiii xiv xvi 1 5 5 6 6 7 9 ix ........... KATA PENGANTAR .. C........................ B.............................. E.................................................. Pembatasan Masalah ..................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...................................................... DAFTAR TABEL ........................ Sistematika Penulisan Skripsi ............................ HALAMAN PERSEMBAHAN ...... BAB II LANDASAN TEORI A............................................................................ BAB I PENDAHULUAN A...................................................................................................................................................

.................................... Hubungan metode Mind Mapping(X1)......................................... Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)................................. Indikator Keaktifan.............................. Objek Penelitian . Hipotesis.... Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)............. ......... dan Sampling .................... 3........... .................. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar………............................ Cara membuat Mind Mapping……………………………… ....... Hubungan metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) ............................................ Mind Mapping .......... Populasi......... 2.. Jenis dan Metode Penelitian ......... Kerangka Pemikiran...................... 2. C.. F.... Indikator Mind Mapping……………………………………… 5.............1........... Kelebihan dan Kelemahan…………………………………….............................................. Keaktifan Belajar ......... D...... 1.... B.... ....................................................................... Pengertian Keaktifan...... B...................................................... ....................................... 2............................................................................................................................ 4........................................ Pengertian Belajar ................. BAB III METODE PENELITIAN A. 1............ Hubungan antar variabel .................................. 1.......................................... 2... 3.... Sampel................... E....... 9 10 16 16 19 19 22 23 25 24 26 27 27 27 28 29 30 32 32 32 x ................. ......................... C............................ Definisi Mind Mapping ................ Kegunaan Mind Mapping ………………… ........

................................ Uji Prasyarat Analisis ....................................................................................................................................... F.... Uji Prasarat Analisis ……………………………………………… 44 H....................................... D........... Uji Instrumen Penelitian ........ C................................ 35 40 42 G....................... BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A..... E............... Pembahasan ...................................................... Kesimpulan ................................................................................................................................................ Analisis Data .... B......................................... Teknik Analisis Data ............. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 76 76 50 59 61 63 69 45 xi ................... Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta .................................... C... Analisis Data Penelitian .... Saran............... Instrumen Pengumpulan Data ........................................ B....................................................................................................... Teknik Pengumpulan Data .......D................................... Implikasi....... BAB V ANALISIS HASIL PENELITIAN A.. E...

........................... 60 61 62 63 xii .................................................4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas....1 Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS ... Tabel 4....................................1 Penggunaan otak pada Mind Mapping ...5.......................... Tabel 4..........3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors ....DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1................... Tabel 3..2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS ............... Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda ...................1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping 59 Tabel 4.......................... Tabel 4............ 17 35 Tabel 4..

.DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2....................1 Contoh Aplikasi Mind Mapping .......................1 Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ........1 Kerangka Pemikiran ...................... 21 29 56 xiii .............................................. Gambar 4........ Gambar 3......

Hasil Uji Linearitas 11. Hasil Uji Validitas 5. Data Induk Penelitian 8. Hasil Tri Out Penelitian 4. Hasil Uji Reliabilitas 6. Surat Ijin Penelitian 2. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif xiv .DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Hasil Uji Normalitas 10. Angket Penelitian 3. Hasil Deskriptif 9. Hasil Uji Regresi Berganda 12. Data Butir Angket Penelitian 7.

355 > 3.01 (7. karena nilai thitung = 3. maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.405 + 0. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hasil penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menghasilkan temuan sebagai berikut : Hasil uji regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.544 > ttabel = 2.698. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.8% sedangkan sisanya sebesar 30.20). yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7.ABSTRAK PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Dhida Dwi Kurniawati.01). Populasi dalam penelitian ini sebanyak 200 siswa.642 > ttabel = 2.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model. keaktifan belajar IPS dan prestasi belajar IPS xv . Secara individu metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). dan 3) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.01) sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0. A210 060 103.642 > 2. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69.05 diperoleh Fhitung sebesar 3.355 dan taraf signifikan 0. 2010. Nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54.544 > 2.654X2. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Penelitian mengambil lokasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2) mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Jurusan Pendidikan Akuntansi.01 (3.407X1 + 0. Kata kunci : metode mind mapping.

keluarga dan pengelola pendidikan. sehat. dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Pendidikan merupakan sarana dan wahana yang sangat baik di dalam pembinaan SDM. berilmu. Latar Belakang Masalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di era globalisasi sesuai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian. Pendidikan merupakan masalah yang sangat menarik untuk dibahas karena melalui usaha pendidikan diharapkan tujuan pendidikan akan segara tercapai.1 BAB I PENDAHULUAN A. cakap. 1 . kreatif. Salah satu tujuan Pendidikan Nasional yang ingin dicapai dalam pembangunan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. penanganan dan prioritas secara baik oleh pemerintah. bertujuan untuk berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berakhlak mulia.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yang menyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. mandiri dan menjadi warga Negara yang demokrasi sehingga bertanggung jawab. Dengan begitu perkembangan IPTEK yang ada dapat dikuasai.

serta bekerjasama dan hubungan dengan siswa lain. bertanya kepada guru tentang materi yang disampaikan. Dimana tujuan pemberian tugas ini adalah siswa tetap belajar dirumah dan dapat dimanfaatkan waktu diluar jam pelajaran sekolah. Misalnya kemandirian siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru. kemandirian serta keaktifan siswa cenderung masih rendah. berlatih menjelaskan hasil pekerjaannya kepada teman yang lain. Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memerlukan suatu strategi yang tepat supaya hasil yang yang dicapai maksimal dan berpengaruh berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Guru harus dapat memilih metodemetode yang sesuai dengan pokok bahasan yang disampaikan. memberikan tanggapan atau komentar terhadap siswa lain. Dalam pembelajaran IPS. Keaktifan siswa dalam mengajukan ide pada guru.2 Prestasi belajar merupakan hasil dari usaha-usaha yang telah dilakukan. Salah satu usaha guru dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa yaitu dengan menerapkan pembelajaran melalui tugas dan umpan balik. dan juga mempunyai cara-cara yang menarik sehingga peserta didik mempunyai minat yang tinggi terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dengan umpan balik diharapkan siswa yang kesulitan mengenai konsep-konsep pada materi yang telah diberikan dapat terbantu sehingga prestasi belajar IPS siswa meningkat. . sehingga siswa yang kurang paham terhadap materi yang disampaikan akan menjadi lebih mengerti karena adanya latihan dirumah umpan balik disini berupa pembahasan kembali tugas yang diberikan pada materi terdahulu.

Salah satu metode yang akan diterapkan adalah pembelajaran IPS dengan pola latihan interaktif yang menggunakan metode Mind Mapping. b. Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi. melaksanakan rencana. 3. Membina siswa agar setiap orang merupakan sumber yang manfaat bagi yang lainnya. c. d. Memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual. Mendorong anak didik untuk belajar. 2. e. Mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Dalam metode Mind Mapping siswa di kuatkan pada cara menghadapi persoalan dengan langkah penyelesaian yang sistematis yaitu memahami masalah. Membantu kegiatan-kegiatan dan menyediakan sumber atau peralatan serta membantu kelancaran belajar mereka. Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevansi proses belajar mengajar. Menjelaskan tujuan kegiatan pada kelompok dan mengatur penyebaran dalam bertukar pendapat Djamarah (2002:181-186).3 menyanggah atau menyetujui ide pengerjaan soal dari teman juga masih rendah. seorang guru harus memiliki sikap-sikap sebagai berikut : 1. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah.“Tujuan dari penyampaian variasi metode mengajar dan aplikasinya dalam pengajaran adalah : a. 4. menyusun rencana. Guru sebagai pendidik dan pengajar bertugas untuk memberi kemudahan untuk siswa dalam menerima ilmu atau materi yang telah diajarkan. dan memeriksa kembali . Membantu dan mendorong siswa untuk mengungkapkan dan menjelaskan keinginan dan pembicaraannya baik secara individual maupun kelompok. Menurut Isjoni (2007:62). 5.

” . Menurut Sujanto (1996:53) : Pelaksanaan pengajaran sering hanya si guru mendikte dan si anak yang mencatat dan kemudian menghafalkannya persis seperti bunyi catatatan dan sama sekali tidak ada kaitan dengan pengertian ataupun perubahan anak perbuatan anak karenanya. aktif. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengambil judul skripsi “PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SISWA PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009 / 2010.4 sehingga persoalan yang dihadapi akan dapat diatasi. Sedangkan dengan latihan interaktif siswa diharapkan dapat berinteraksi dalam proses belajar mengajar. namun diperlukan keaktifan siswa didalam proses belajar mengajar. sehingga siswa dituntut untuk aktif secara langsung dalam proses pembelajaran. dan mandiri dapat terwujud. Melalui usaha pendidikan diharapkan kualitas generasi muda yang cerdas. Dengan demikian siswa belajar IPS tidak hanya mendengarkan dan guru menerangkan didepan kelas saja. Sehingga diharapkan kemandirian dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS dapat ditingkatkan. Namun kenyataannya keaktifan siswa sekarang ini berkembang lambat dan disiplin belajar siswa yang kurang.

maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan : 1. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut diatas. 3. Prestasi belajar siswa dibatasi pada penguasaan materi dan keaktifan siswa terhadap pelajaran IPS yang berupa nilai rapot semester ganjil.5 B. Pembatasan Masalah Untuk mempermudah dan menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penafsiran judul. maka masalah ini dibatasi pada : 1. Apakah terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 3. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? . 2. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 2. Aktif dalam belajar siswa dibatasi pada keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran disekolah. C. Penggunaan Mind Mapping dibatasi pada sikap ingin tahu siswa untuk mengembangkan materi pelajaran IPS.

Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 2. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai : 1. Tujuan Penelitian Adanya tujuan dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting karena dengan tujuan yang tepat menjadikan tolok ukur keberhasilan dalam penelitian. Untuk mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. Bagi guru kelas Sebagai bahan kajian guru dalam memberikan atau menyampaikan materi (metode Mind Mapping dan keaktifan belajar IPS) untuk meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. . E. Sehingga perkembangan tersebut dapat digunakan dalam peningkatan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus disekolah. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Manfaat Penelitian Manfaat teoristis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan pertimbangan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan pada umumnya dan di bidang kependidikan luar biasa pada khususnya. Manfaat praktis yang diharapkan dalam penelitain ini terdiri : 1.6 D.

Bagi siswa Memberi alternative lain untuk mempelajari suatu pelajaran dengan cara membuat ringkasan yang menarik dan anak terdorong untuk belajar IPS. manfaat penelitian. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini merupakan landasan teori yang digunakan dalam penyusunan penelitian yang bekaitan dengan definisi prestasi . F. 3. dan sistematika penulisan penelitian. perumusan masalah.7 2. Sistematika Skripsi Untuk memperoleh gambaran permulaan terhadap hasil penelitian ini. 4.sehingga mutu pendidikan dapat lebih meningkat. Bagi sekolah Dari hasil penelitian dapat memberikan masukan kepada sekolah atau lembaga pendidikan di SMP sebagai bahan kajian dalam usaha perbaikan proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik. Bagi kepala sekolah Memberi masukan berupa informasi ilmiah tentang pentingnya metode penyampaian materi yang menarik pada siswa agar prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. identifikasi masalah. maka perlu dikemukakan sistematika penelitian sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Meliputi latar belakang masalah. pembatasan masalah. tujuan masalah.

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN . pengujian kualitas dan hasil analisis data.8 belajar. teknik pengumpulan data. teknik penyajian data dan teknik analisis data. populasi. data dan instrumen pengumpulan data. BAB V PENUTUP Penutup menguraikan tentang kesimpulan akhir penelitian. hubungan antar variabel dan hipotesis. keterbatasan penelitian dan saran dari peneliti. definisi metode Mind Mapping. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang jenis dan rancangan penelitian. definisi keaktifan. sampel dan sampling. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi hasil pengembalian kuesioner. subyek dan obyek penelitian.

Menurut Djamarah (2002:231). pemahaman. sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar.”Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai denagan pandangan yang mereka anut. Pengertian Prestasi Belajar Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan prestasi dan belajar. yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. Namun dari pendapat pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. Prestasi Belajar 1. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar.”Prestasi adalah hasil kegiatan 9 .9 BAB II LANDASAN TEORI A. Para pakar pendidikan mengemukakan pendapat mereka. karena kegiatan belajar merupakan proses. diciptakan baik secara individual maupun kelompok.” Selanjutnya menurut Winkel (1996:53). Prestasi merupakan kumpulan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan. ketrampilan dan nilai sikap.“Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan. Menurut Djamarah (2002:19).

2. Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.” Berdasarkan pengertian diatas. angka. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain: faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal). huruf. maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu.10 usaha kegiatan belajarnya yang dinyatakan dalam bentuk. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor eksternal) : . menurut Syah (2004:132). maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima.

Mempertahankan tonus. psikologis dan yang dapat perolehan faktor-faktor kuantitas diantara Namun rohaniah siswa siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah tingkat kecerdasan atau intelejensi. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor internal adalah keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa. dan motivasi. Selain itu juga siswa dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga ringan. Kondisi organ tubuh yang lemah apabila serta pusing-pusing dapat menurunkan ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidak berbekas. bakat. sikap. 2) Aspek psikologis Yang mempengaruhi pembelajaran termasuk kulitas siswa. Untuk dipelajarinya pun kurang atau tidak terbatas. Faktor internal siswa adalah: 1) Aspek fisiologis Kondisi jasmani dan tonus (tegangan otot) yang memadai tingakat organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. jasmani agar tetap bugar siswa dianjurkan mengkonsumsi minuman yang bergizi.11 a. minat. .

para staf guru. Para guru yang selalu menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik dan rajin khususnya dalam belajar. Dengan memanfaatkan metode secara akurat. 1) Lingkungan sosial Lingkungan sosial sekolah. guru akan mampu mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Djamarah (2002:85-93). 2) Lingkungan non sosial Faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah gedung sekolah dan letaknya rumah tempat tinggal keluarga siswa dan alat-alat belajar keadaan cuaca dan waktu belajar digunakan siswa. para staf administrasi dan teman-teman sekelas yang mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. 3) Metode pembelajaran a) Pengertian metode Menurut Djamarah (2002:85) : Pemilihan metode merupakan hal yang sangat penting perlu diperhatikan karena metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. pemilihan dan penentuan metode dalam pembelajaran harus memiliki: .12 b. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa) Faktor Eksternal adalah kondisi lingkungan sekitar siswa.

efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuain metode dengan semua komponen diprogramkan. karena itu. Oleh karena itu metode adalah salah satu cara yang memilliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar. (3) Pentingnya pemilihan dan penentuan metode Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang telah pembelajaran. Nilai strategis dari metode adalah dapat mempengaruhi jalannya pembelajaran. (2) Efektivitas penggunaan metode Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran akan menjadikan kendala dalam mencapai tujuan yang dirumuskan. Pengalaman membuktikan bahwa kegagalan pembelajaran salah satunya disebabkan oleh pemilikan metode yang kurang tepat.13 (1) Nilai strategi dan metode Didalam proses pembelajaran sering terjadi interaksi edukatif antara anak didik dan guru. Apapun yang termasuk perangkat program pembelajaran dituntut secara mutlak .

oleh karena itu guru menetapkan hasil-hasil belajar dan tujuan yang akan dicapai.14 untuk menunjang tercapainya tujaun guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didk dikelas b) Pengertian pembelajaran Menurut Sagala (2006:61). secara arif dan bijaksana.” Menurut Sagala (2006:68) : Pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran. .”Pembelajaran ialah membelajarkan siswa dengan menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama kebersilan pendidikan.” Selalu harus ada yang dipelajari dan arena adanya pengalaman-pengalaman baru. hal tersebut dibuat karena adanya kebutuhan untuk menyakinkan 1) adanya alasan untuk belajar. Sedangkan Riyanto (2002:57) berpendapat bahwa pembelajaran adalah “suatu proses eksperimantasi. Menurut Mulyana (2005:100) : Dalam pembelajaran guru yang utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Menurut guru Djamarah harus (2002:62).”Dalam menggunakan mengajarkan pandai pendekatan secara aktif. 2) siswa belum mengetahui apa yang akan diajarkan.

faktor metode pengajaran. Keberhasilan pembelajaran IPS diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut dan dipengaruhi beberapa faktor antara lain: faktor guru. keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat. Keberhasilan tersebut dapat diamati dari beberapa sisi banyaknya soal yang mampu dikerjakan dengan betul. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga. faktor lingkungan. proses dan post tes. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses pelajaran IPS. maka tingginya pemahaman dan penguasaan siswa dalam suatu pelajaran dan makin banyak soal yang mampu dikerjakan dengan benar diharapkan makin tinggi tingkat keberhasilan pembelajaran tersebut.” Menurut Arikunto dalam Dimyati & Mudjiono (2009:200-201) prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi dan ditujukan untuk keperluan : .15 dan umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal yaitu pre tes. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. maka dengan metode pembelajaran yang sesuai siswa akan bersemangat dan suasana kelas akan lebih hidup. dan faktor lainnya termasuk siswa itu sendiri. faktor materi pelajaran. sehingga prestasi yang akan dicapai memuaskan.

B. Untuk kenaikan kelas. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya .16 a. Untuk seleksi. c. Definisi Mind Mapping Barbara Prashing mengemukakan Mind Mapping dipopulerkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an. Mind Mapping 1. Mind Mapping menggunakan pengingatpengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. Menurut Porter & Hernacki (2008:152-159) : Mind Mapping juga dapat disebut dengan peta pemikiran. demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk Dengan kepribadian anak. apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. Oleh karena itu. Untuk diagnostik dan pengembangan. aslinya diciptakan oleh Gelb. b. d. Michael Gelb dalam Buzan (2007:179-181): Mind Mapping dapat diartikan sistem revolusioner dalam perencanaan dan pembuatan catatan yang telah mengubah hidup jutaan orang di seluruh dunia. Untuk penempatan. Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Pembuatan Mind Mapping didasarkan pada cara kerja alamiah otak dan mampu menyalakan percikanpercikan kreatifitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita. karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya.

Selain itu Mind Mapping adalah sistem penyimpanan. Urutan Penulisan 3. penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menajubkan. Hubungan Antar Kata Otak Kanan Warna Gambar Dimensi Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal.” Table 1. Tulisan 2. . Tony Buzan mengemukakan “your brain is like a sleeping giant. dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna.17 menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak. Metode Mind Mapping adalah metode baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua belah otak (otak kiri dan otak kanan).1 Tabel penggunaan otak pada Mind Mapping Otak Kiri 1. efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran.

baik secara tertulis maupun secara verbal. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif. maka akan baik dampaknya bagi proses dan hasil belajar. simbol. . Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. memperkuat. Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi.18 Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam. sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Dengan demikian. Adanya kombinasi warna. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi. bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar.

Imajinasi . 9) Fleksibel. Kegunaan metode Mind Mapping dalam bidang pendidikan. c. 11) Meningkatkan pemahaman.19 2. Kegunaan Mind Mapping Menurut Michael Michalko dalam Buzan (2009:6). Cara Membuat Mind Mapping Buzan (2009:14). c. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif. 10) Dapat memusatkan perhatian. b. Memungkinkan kita merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan. Otak. Pena dan pensil warna. 7) Memulai usaha baru. Mengumpulkan sejumlah besar data disuatu tempat. Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah. Kertas kosong tak bergaris. Selain itu menurut Buzan (2009:54-130) metode Mind Mapping dapat bermanfaat untuk : 1) Merangsang bekerjanya otak kiri dan kanan secara sinergis. 5) Mengembangkan sebuah ide. 6) Membuat perencanaan sasaran pribadi. 12) Menyenangkan dan mudah diingat. sarana dan prasarana untuk membuat Mind Mapping adalah : a. metode Mind Mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. 8) Meringkas isi sebuah buku. khususnya pada Sekolah Menengah Pertama kelas VIII antara lain: a. 2) Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar. 3. 4) Membuat rencana atau kerangka cerita. d. d. 3) Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan. b.

Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna. adapun cara pembuatan Mind Mapping adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Mulailah dari tengah kertas kosong. c) Kata: menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis. membuat Mind Mapping membutuhkan imajinasi atau pemikiran. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. garis bawah atau simbol-simbol yang menggambarkan poin atau gagasan utama. Gunakan berbagai warna. Berikut adalah ringkasan dari Law of MM: a) Kertas: polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (Landscape). Variasi dengan huruf capital. Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat. Gunakan gambar. . Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat.20 Buzan (2009:15-16). Dalam membuat Mind Mapping juga diperlukan keberanian dan kreativitas yang tinggi. Membuat Mind Mapping yang terdapat didalam (http://astutimin . Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama. Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau image yang ada di atasnya. Buatlah garis hubung yang melengkung. Seluruh garis harus tersambung ke pusat. b) Garis: lebih tebal untuk BOIs dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis.wordpress. warna. Menghidupkan Mind Mapping yang telah dibuat akan lebih mengesankan.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dan-kreativitas siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/) Tony Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar Mind Mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal.

Gambar 2. table dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami.21 d) Image: gunakan sebanyak mungkin gambar. yaitu: a) Overview: Tinjauan Menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai. Warna berbeda untuk setiap BOIs dan warna cabang harus mengikuti warna BOIs. Khusus untuk pertemuan pertama pada setiap awal Semester. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan dipelajari. simbol. Overview dapat diisi dengan kegiatan untuk membuat . Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3 Dimensi agar lebih menarik lagi. f) Struktur: menggunakan struktur radian dengan sentral topic terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabangcabangnya menyebar ke segala arah.1 Contoh Aplikasi Mind Mapping Aplikasi Mind Mapping dalam Pembelajaran Dalam tahap aplikasi. e) Warna: gunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5 – 6 warna. BOIs umumnya terdiri dari 2 – 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1. kode. grafik. terdapat empat langkah yang harus dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping.

siswa diharapkan telah memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai. . konsep atau rumus penting beserta grafik. f. langkah Preview dapat dilewati sehingga langsung masuk ke langkah Inview. Dengan demikian. b) Preview: Tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail daripada Overview dan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari Silabus. daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai bahan yang diajarkan. menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. memusatkan perhatian. i. 4. Indikator Mind Mapping Menurut Tony Buzan (2009:6). e.22 Master Mind Map® yang merupakan rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selama satu Semester yang biasanya sudah ada dalam Silabus. g. h. berkomunikasi. Dengan demikian. konsep atau rumus penting yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. c. Hal ini akan dapat membantu siswa untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. indikator Mind Mapping sebagai berikut : a. siswa diharapkan dapat mencatat informasi. di mana suatu topik akan dibahas secara detail. menyelesaikan masalah. d) Review: Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi. menjadi lebih kreatif. dan melatih “gambar keseluruhan”. Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Selama Inview ini. c) Inview: Tinjauan Mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran. sejak awal siswa sudah mengetahui topik apa saja yang akan dipelajarinya sehingga membuka peluang bagi siswa yang aktif untuk mempelajarinya lebih dahulu di rumah atau di perpustakaan. terperinci dan mendalam. mengingat dengan lebih baik belajar lebih cepat dan efisien. merencanakan. d. Khusus untuk bahan yang sangat sederhana. b.

. 2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar 3) Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. Kelemahan pembelajaran metode Mind mapping : 1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat. Kelebihan metode Mind Mapping dalam (http://mahmmudin. wordpress. Kelebihan dan Kelemahan a. mengingat.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/) sebagai berikut: 1) Dapat mengemukakan pendapat secara bebas. 2) Dapat bekerjasama dengan teman lainnya 3) Catatan lebih padat dan jelas 4) Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan. membandingkan dan membuat hubungan 8) Memudahkan penambahan informasi baru 9) Pengkajian ulang bisa lebih cepat 10) Setiap peta bersifat unik b.23 5. 5) Catatan lebih terfokus pada inti materi 6) Mudah melihat gambaran keseluruhan 7) Membantu Otak untuk : mengatur.

24 C.” Menurut Sriyono (1992:75). . menimbang-nimbang. Terlibat dalam pemecahan masalah. Murid harus dirangsang agar dapat menggunakan alat inderanya sebaik mungkin. penglihatan. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. Keaktifan ingatan : pada waktu mengajar. Pengertian Keaktifan Menurut Mc Keachie dalam Dimyati dan Mujiono (1999:45) berkenaan dengan prinsip keaktifan mengemukakan bahwa “individu merupakan manusia belajar yang selalu ingin tahu. c.” Menurut Sagala (2006:124-134). b. Keaktifan indera : pendengaran. anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan guru dan menyimpannya dalam otak. keaktifan jasmani maupun rohani itu meliputi antara lain: a. b. Menurut Sudjana (1988:72). Keaktifan akal : akal anak-anak harus aktif atau diaktifkan untuk memecahkan masalah. kemudian pada suatu saat ia siap mengutarakan kembali. menyusun pendapat dan mengambil keputusan. mengemukakan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat dilihat dalam : a.”Keaktifan adalah pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif jasmani maupun rohani. Keaktifan Belajar 1. d. Keaktifan emosi : dalam hal ini murid hendaklah senantiasa berusaha mencintai pelajarannya. peraba dan lain-lain.

seperti : mendengarkan uraian. pidato. d. dan gugup. membuat konstruksi. Listening activities. f. Oral activities. laporan. B. memecahkan soal. tenang. e. bertanya. seperti : menggambar. Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal. percobaan. Mental activities. Diedrich dalam Rohani (1991:8-9) mengklasifikasikan aktifitas menjadi : a. keterangan. bersemangat. b. melihat gambar. berani. menganalisa. h. gembira. c. Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran IPS sangat penting. peta. seperti : menanggapi. Motor activities. merumuskan. mengingat-ingat. Drawing activities. Writing activities. seperti : menulis. Visual activities. melihat hubungan. seperti : membaca. seperti : menaruh minat. mengambil keputusan. mengamati pekerjaan orang lain. seperti : melakukan percobaan. merasa bosan. f. e. diagram. d. membuat grafik. Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. Menurut Paul. musik. percakapan. seperti : menyatakan. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. memberi saran. diskusi. Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. bergairah. Emotional activities. karena dalam IPS banyak kegiatan pemecahan masalah yang .25 c. g.

Memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. Membina hubungan baik bisa mempermudahkan pengelolaan kelas dan memperpanjang waktu. Siswa sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. Indikator Keaktifan Keaktifan belajar dalam (http://ardhana12.com /2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikan-penilaiandalam-ptk-2/) dapat dilihat dari : a. Memanfaatkan potensi anggota kelompok k. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. Keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain j. Memberi gagasan yang cemerlang h. Kerjasamanya dalam kelompok c.wordpress. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. Mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. Untuk menarik keterlibatan siswa dalam pembelajaran guru harus membangun hubungan baik yaitu dengan menjalinan rasa simpati dan saling pengertian. 2. Saling membantu dan menyelesaikan masalah . Membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i.26 menuntut kreativitas siswa aktif.

”Pemetaan pemikiran adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide. mencatat pelajaran.27 D.” Dengan memerintahkan peserta didik membuat peta pikiran memudahkan mereka untuk mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari dan apa yang sedang mereka rencanakan. dan mencerna pelajaran yang disampaikan oleh guru. Pola pikir siswa akan lebih berkembang dengan memunculkan ide-ide dalam proses pembelajaran IPS. memperhatikan. Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Dalam proses belajar yang sedang berlangsung di kelas melibatkan siswa dan menuntut siswa untuk melakukan aktivitas belajar. Siswa harus lebih kritis. Selain itu siswa harus aktif bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum jelas. Hubungan Metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) Menurut Silberman (2001:181). 2. Mind Mapping memungkinkan siswa lebih fokus pada pokok bahasan. Hubungan Antar Variabel 1. Begitu juga sebaliknya guru juga harus memberikan pertanyaanpertanyaan kepada siswa dan dapat menciptakan suasana belajar dalam . memberi gambaran yang jelas keseluruhan dan perincian pokok bahasan yang dipelajari. Sehingga metode Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. atau merencanakan penelitian baru. Para siswa dituntut untuk mendengarkan. kreatif dan lebih perhatian dalam menerima pelajaran / materi yang disampaikan oleh guru.

Hubungan Metode Mind Mapping (X1). dan karenanya akan lebih banyak menghasilkan ide-ide yang lebih berkualitas. akan melihat jauh lebih banyak kesempatan untuk mengiterpretasikan pertanyaan secara kreatif. Jutaan orang diseluruh dunia menggunakan Mind Mapping setiap hari untuk membantu mereka. maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Siswa yang aktif dalam belajar akan mendapatkan prestasi yang baik dibandingkan siswa yang kurang aktif dalam belajar. sementara ada juga yang menggunakan Mind Mapping untuk memecahkan masalah dalam skala yang lebih besar. Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Otak yang berpengetahuan tinggi secara mental. 3. karena di dalam proses kegiatan belajar mengajar tanpa adanya keaktifan siswa. Keaktifan merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan prestasi belajar siswa. . Dengan demikian keaktifan siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. dan karenanya berpikir fleksibel. karena segala sesuatu tidak akan tercapai secara maksimal bila setiap individu tidak aktif dalam melaksanakan suatu kegiatan.28 kelas yang menimbulkan keaktifan siswa sehingga akan tercipta proses belajar yang baik dan akan membuat interaksi di dalam kelas yang dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi anak didiknya. Ada yang menggunakannya agar mereka bisa membuat perencanaan yang lebih baik atau menjadi pembicara yang lebih percaya diri.

Sehingga keaktifan belajar diperlukan untuk meningkatkan prestasi belajar dalam aspek kognitif. Prestasi belajar siswa akan meningkat jika siswa aktif dalam proses pembelajaran IPS. affektif dan psikomotorik. Yang termasuk faktor individu diantaranya adalah keaktifan belajar. maka dalam penyusunan penelitian ini penulis mengajukan anggapan dasar atau kerangka pemikiran sebagai berikut : Metode Mind Mapping (X1) Keaktifan Belajar (X2) Gambar 3. bertanya dan aktif dalam belajar IPS.29 Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor sosial. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kajian teoristis sebagaimana telah dipaparkan dimuka. Mind Mapping akan lebih meningkatkan keaktifan siswa untuk membaca. sebaliknya siswa yang aktif akan mendapatkan prestasi yang memuaskan. mengerjakan soal. Keaktifan siswa dalam belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar apabila siswa tidak aktif bertanya. dan akan mendapatkan hasil yang maksimal E.1 Kerangka Pemikiran Prestasi belajar (Y) . berpikir. berdiskusi maka siswa itu akan mendapatkan prestasi yang bagus.

F.30 Keterangan : 1. Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah : Prestasi Belajar (Y). Variabel Independen (variabel bebas) yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel yang lain. maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . Yang menjadi variabel bebas adalah : a) Metode Mind Mapping (X1) b) Keaktifan Belajar (X2) 2. Dari landasan teori dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan. Variabel Dependen (variable terikat) yaitu suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang. yang kebenarannya masih perlu diuji dibawah kebenaran atau tidaknya peneliti perlu mengadakan penelitian. Hipotesis Menurut Arikunto (2005:64) Hipotesis berasal dari penggunaan kata “Hypo” yang artinya “Dari bawah” dan kata “Thesa” yang artinya “Kebenaran” Hipotesis adalah anggapan dasar mengenai satu teori yang bersifat sementara.

Terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta .31 2.

dan Sampling 1.32 BAB III METODE PENELITIAN A. Berdasarkan sifatnya yaitu mencoba mengungkapkan suatu fenomena dengan menggunakan dasar perhitungannya atau data kualitatif yang diangkakan. C. Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang artinya penelitian yang berusaha mendiskripsikan suatu gejala peristiwa dan kejadian pada saat sekarang serta mengungkapkan data yang telah berlangsung tanpa mempengaruhi variabel terikat. Obyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 32 .” Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang berjumlah 200 siswa. Populasi. Maka jenis penelitian ini adalah kuantitatif. dimana data yang diperoleh berasal dari angket. B. Sampel. maka penelitian ini merupakan penelitian survey. Populasi Menurut Arikunto (2002:108) “Populasi adalah keseluruhan kelompok orang atau kejadian atau hal minat yang diinvestigasi.

Sampling Menurut Hadi (1993:75) “sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel. sehingga penelitianberupa penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-25%. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.33 2. Sampel Menurut Arikunto (2005:105) “Sampel adalah sebagian atau wakilpopulasi yang diteliti. Random Sampling Adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. Cara pengambilan sampel dengan random ada tiga cara yaitu: 1) Cara Undian : Cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian.” Menurut Djarwanto PS dan Subagyo (1996:114) ada dua cara pengambilan sample yaitu : a. 2) Cara Ordinal : Cara ini dilakukan dengan jalan mengambil jumlah subjek yang diperlukan dengan mengambil urutan dari atas ke bawah. . 3.” Menurut Arikunto (2006:134) menyatakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100 orang diambil semua.

34 3) Cara Randomisasi : Cara ini di lakukan dengan bantuan tabel random yang umumnya terdapat pada buku-buku statistik b. 4) Proporsional Sampling Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel tiap-tiap sub populasi dengan memperhatikan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut. Non Random Sampling Adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih sebagai sample. . 3) Double Sampling Pengambilan sampling yang menguasakan adanya sampel kembar. 2) Purposive Sampling Dalam Purposive sampling pemilihan sekelompok subyek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui. Macam-macam non random sampling adalah sebagai berikut: 1) Quota Sampling Sampel diambil berdasarkan pertimbangan tertentu dari penyidik.

D. Instrumen Pengumpulan Data 1. Semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel. e. Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS Variabel Metode Mind Mapping a. Indikator merencanakan berkomunikasi menjadi lebih kreatif menyelesaikan masalah memusatkan perhatian Item 1-10 . Adapun kisi-kisi angket adalah sebagai berikut: Tabel 3. Dari aspek dan indikator tersebut kemudian dijadikan landasan penyusunan kisi-kisi angket. d.35 5) Stratified Sampling Teknik ini biasanya digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat. Pembuatan kisi-kisi angket Sebelum dilakukan penyusunan angket tertulis dibuat dahulu konsep yang berupa kisi-kisi angket yang disusun dalam suatu tabel. c. b. kemudian dijabarkan dalam aspek dan indikator yang sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai. Teknik pengambilan sampling sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sample random sampling dengan cara undian.1. cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian.

kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. kepetusan berdasarkan pertimbangan kerja yang matang j. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. . kemudian disajikan dalam laporan penelitian. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. saling membantu dan menyelesaikan masalah 1-12 2. mengingat dengan baik h. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. belajar lebih cepat dan efisien i. Penyusunan Angket Setelah kisi-kisi angket dibuat maka item-item pertanyaan disertai dengan alternatif jawaban kemudian disusun pedoman pengisian angket. perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. memanfaatkan potensianggota kelompok k. memberi gagasan yang cemerlang h. Setelah selesai dijawab data disusun untuk diolah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. melatih ”gambar keseluruhan” a.36 Keaktifan Belajar f. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data yang berupa daftar pertanyaan atau isian yang harus diisi oleh responden. menyusun dan menjelaskann pikiranpikiran g. kerjasamanya dalam kelompok c.

37 3.” :1 :2 :3 :4 . Uji coba (try out) dilaksanakan terhadap siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang tidak menjadi anggota sampel.”Skoring variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar siswa untuk tiap-tiap alternatif jawaban adalah: Item pertanyaan atau pernyataan positif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) :4 :3 :2 :1 Item pertanyaan atau pernyataan negatif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) 4. Menentukan Skor Angket Menurut Nawawi (2005:242). Uji Coba Angket Uji coba angket digunakan untuk mengetahui apakah soal yang akan diberikan kepada responden valid atau tidak valid & digunakan untuk menguji apakah data tersebut variabel. 5. Uji Validitas Item Menurut Arikunto (1988:138) Uji Validitas adalah “suatu ukuranukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan keaslian suatu instrument.

Uji Reliabilitas Item Reliabilitas menunjukkan pada suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.38 Rumus yang digunakan adalah Pearson Product Moment: rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( NY 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 Dimana: rxy X2 Y2 XY X Y N = Koefisien korelasi antara variabel X dan Variabel Y = Jumlah kuadrat dari X = Jumlah kuadrat dari Y = Jumlah koofisien korelasi antara variabel X dan Y = Jumlah tiap faktor = Jumlah seluruh faktor = Jumlah subyek Karena dengan angka kasar relatif lebih mudah dan dapat menghindari angka pecahan. Menurut Arikunto (1998:208). Selanjutnya hasil korelasi itu dianalisa untuk mencari . Kemudian mencari korelasi antara masing-masing belahan item tersebut dengan menggunakan teknik korelasi product moment.” 6. ”mengenai perhitungan korelasinya berdasarkan ketentuan bahwa rxy > rtabel taraf signifikan 5% berarti item atau butir soal valid dan sebaliknya bila rxy < rtabel 5% maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memenuhi prasyarat. Dalam penelitian ini mengukur reliabilitas angket digunakan teknik belah dua melalui cara membelah data dengan item-item nomor genap dan ganjil.

400 sampai 0. dikutip Hadi yaitu sebagai berikut: r11 == Keterangan : r11 = koefisien reliabilitas yang dicari r1/21/2 = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan yang dicari.200 sampai 0. Teknik Pengumpulan Data Sesuai dengan bentuk penelitian dan sumber data yang dimanfaatkan.600 sampai 0.600 = cukup tinggi Antara 0. Arikunto (2006:276).400 = rendah Antara 0. E.000 = sangat tinggi Antara 0.800 = tinggi Antara 0.39 realibilitas dengan menggunakan rumus Sperman Bown.”Adapun interprestasi besarnya koefisien korelasi digunakan ketentuan yang sama yaitu: a) b) c) d) e) Antara 0.6 taraf signifikansi 5% dikatakan tidak reliabel jika angka korelasi <0.200 = sangat rendah Sedangkan menurut Ghozali (2005: 42) ”Dikatakan reliabel jika angka korelasi yang diperoleh > 0.100 sampai 0.6”. maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : .800 sampai 1.

Test Test hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menerima bahan ajar atau materi untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS siswa setelah dilakukan tindakan.40 1. lingkaran. Untuk memperkuat aspek kreativitas dan merangsang daya ingat yang kuat perlu digunakan warna yang beragam. menggunakan hierarki yang menunjukan urutan dari penjelasan. segitiga dan lain-lain. Cara memberi penekanan terhadap informasi tertentu dapat pula dilakukan dengan membuat variasi huruf baik font maupun ukuran (size). Test yang akan dilakukan penulis adalah : Tes pembuatan Mind Mapping ini dilakukan untuk mengetahui kepahaman tentang Mind Mapping. Selain itu dapat pula ditambahkan kode-kode tertentu sesuai kenyamanan pembuat mind mapping apakah berupa simbol atau bentuk-bentuk tertentu seperti kotak. maka dapt digunakan untuk memberi penekanan tertentu untuk membedakan mana inti topik dan mana penjelasannya. Ini berguna untuk membedakan antar penjelasan yang satu dengan yang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan hirarki berupa huruf atau angka. ”Mind Mapping yang baik akan selalu menggunakan kata kunci dan gambar. Dengan .” Mind Mapping dibuat dan digambar secara bebas. Beberapa untuk setiap cabang utama mind orang memberikan nomor Sebagian lain mapping-nya. Termasuk bisa dibedakan tingkat kepentingan antar informasi. Termasuk di dalamnya memberi penekakanan dengan gambar atau gambar.

Metode angket untuk mengetahui data variabel penelitian yaitu metode Mind Mapping (X1) dan keaktifan belajar (X2). Menurut Buzan (2003:88-89).” Berdasarkan paparan diatas. akan sulit sekali untuk terlupa. Bayangkan jika informasi bisa dirasakan oleh seluruh indera. Angket Arikunto (2002:151) angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperolah informasi dari dari respondent dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. c. mind mapping juga berfungsi memberi kejelasan atas informasi yang dicatat dengan menggunakan batasan area. Mind Mapping harus mempunyai kata kunci atau gagasan pokok. Menggunakan gambar untuk memperkuat kreativitas. b. penggunaan garis. untuk merangsang daya ingat.“selain aspek asosiasi dan penekanan. penulis membuat kriteria mind mapping yang baik adalah : a.41 cara ini. Menggunakan bermacam-macam warna. maka penekanan atas suatu subyek tidak hanya menyentuh aspek logika berpikir. termasuk penggunaan huruf yang berbeda-beda. d. 2. . bentuk huruf atau ukuran huruf memperjelas informasi tertentu. melainkan pula kelima panca indra lainnya. Menggunakan simbol.

lengkap. Menurut Arikunto (2006:160) “variasi jenis instrument penelitian adalah angket. pedoman wawancara dan pedoman pengamatan.” Uji instrument akan diberikan pada siswa yang merupakan bagian dari populasi penelitian. Teknik Analisis Data Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh penelitian dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. transkrip. Namun sebaliknya instrument yang kurang valid memiliki validitas rendah. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument yang valid atau mempunyai validitas tinggi. 1. dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. dan sebagainya. majalah. agenda.42 3. Dokumentasi Menurut Arikunto (2006:154) “dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. . F. buku. check-list atau daftar centang. Instrument yang baik harus memenuhi dua peryaratan penting yaitu valid dan reliable. surat kabar.” Metode dokumensi digunakan untuk memperoleh data tentukan prestasi belajar siswa. dalam arti lebih cermat.

Uji ini dilakukan dengan melihat korelasi atau skor masingmasing pertanyaan.” Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana instrument dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran dilakukan berulang-ulang. Adapun rumus korelasi product moment rxy : {N ∑ X N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) 2 2 − (∑ X ) N ∑ Y 2 − (∑ Y ) }{ 2 } Keterangan: Rxy : Koefisien korelasi antara variable X dan variable Y X Y N : Skor item : Skor total : Jumlah responden Menurut Arikunto (2002:146). Jika rxy > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) valid. sebaliknya bila rxy < rtabel maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memiliki persyaratan. Uji Reliabilitas Menurut Arikunto (2006:178) “Uji reliabilitas adalah suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik-baik. Pengukuran reliabilitas tersebut dilakukan dengan menggunakan rumus : .43 Arikunto (2002:241) validitas diuji dengan rumus korelasi product moment. 2.

1 / 2) ⎞ r11 = ⎜ ⎟ ⎝ 1 + r1 / 2. langkahnya menurut formula Jorque Berra (JB) sebagai berikut: ⎡ S 2 (k − 3) 2 ⎤ J B = n⎢ + ⎥ 24 ⎦ ⎣ 6 Keterangan : S K = Skewnees (kemencengan) = Kurtosis (keruncingan) Kesimpulan : Jika JB < X2 (chi square table) maka data dinyatakan normal Jika JB > X2 (chi square table) maka data dinyatakan tidak normal .1 / 2 ⎠ Keterangan : r11 r1/2 r1/2 = koefisien reliabilitas yang dicari = koefisien antara skor-skor setiap olahan tersebut Jika rhitung > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) reliable dan sebaliknya bila rhitung < rtabel pada taraf signifikan 55 maka butir soal tersebut reliable sekaligus tidak memenuhi prasyarat. Uji Normalitas Uji normaltas digunakan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang. Uji Prasyarat Analisa 1.44 ⎛ 2(r1/ 2 . G.

x2 + … + bk. Analisis regresi berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan perubahan variabel satu dengan variabel lain. H. Perhitungannya menggunakan rumus : F= Rreg Rkres Kesimpulan : Jika nilai Fhitunng < Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat berbentuk linear. Uji Linearitas Uji lenearitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model persamaan linear yang kita peroleh cocok atau tidak. menurut Sugiono (2005:211).x1 + b2. “dijelaskan analisis regresi ganda dua predictor menggunakan persamaan garis regresi” berikut: Y = a + b1.45 2.xk Dimana: Y a = Prestasi belajar = Konstanta . Dalam regresi ini dilakukan untuk menentukan prestasi belajar yang disebabkan oleh metode mind mapping X1 dan keaktifan belajar X2. Analisis Data 1. Jika nilai Fhitung > Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat tidak berbentuk linear.

yang berarti semua variabel independent X1 dan X2 secara simultan berpengaruh terhadap nilai variabel dependen . Pengujian Hipotesis a.berarti secara bersama-sama variabel independent tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. berarti secara bersam-sama variabel independent mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. 2) Penentuan level signifikan tingkat signifikan (£) = 50% derajat kebebasan pembilang = K derajat kebebasan penyebut = n-k-1 3) Kriteria pengujian a) Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak. Uji F Uji F digunakan untuk signifikasi pengaruh X1 dan X2 terhadap y 1) Perumusan Hipotesis a) Ho: b1 :b2 = 0. b) Ha : b1 # b2 # 0.46 b X1 X2 = Koofesien korelasi = Kreativitas = Disiplin belajar 2.

b) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. 1) Pengujian Hipotesis a) Ho : b1 : b2 = 0. n-k) 4) Kesimpulan : H0 diterima apabila –Ftabel ≤ Fhitung ≤ Ftabel H0 ditolak apabila Fhitung ≥ Ftabel b. yang secara statistic berarti semua variabel independent (X1 dan X2) tidak berpengaruh terhadap perubahan nilai variabel dependen. k-1.47 b) Fhitung < Ftabel maka ho diterima. Uji t Analisis uji t (t tes) ini digunakan untuk mengetahui signifikasi variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y) secara individual. artinya terdapat pebgaruh variabel independent x1 terhadap variabel dependen (y) c) Ho : b1 : b2 = 0. artinya tidak dapat terdapat pengaruh variabel independent x1 (metode mind mapping) terhadapvariabel dependen (y). artinya tidak terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel . Daerah tolak Daerah terima Ftabel (α.

α/2. n-k-1 Daerah tolak α/2. b) thitung < ttabel maka menerima hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (y).48 d) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. n-k-1 . Daerah tolak Daerah terima . derajat kebebasan (dk) = n-k t table = t £ / 2 (n-k) n = jumlah sampel Mencari nilai hitung dengan rumus: x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel t= b−β Seb Keterangan : b Seb = Koefisien regresi = Standar error b 3) Kriteria Pengujian a) thitung > ttabel maka menolak hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. artinya terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) 2) Menentukan level of signifikasi Tingkat signifikan (£) = 5%.

49

4) Kesimpulan H0 diterima apabila –ttabel < thitung < ttabel H0 ditolak apabila thitung > ttabel atau thitung < ttabel 3. Sumbangan relative (SR) dan sumbangan efektif (SE) a. Sumbangan Relative Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan relative adalah untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y.
SR% X 1 b1 x1 x100% b1 x1 + b2 x 2
b2 x 2 x100% b1 x1 + b2 x 2

SR % X 2

b. Sumbangan Efektif Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan efektif adalah untuk

mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y. SE%X1=SR%X1R2 SE%X2=SR%X2R2

50

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 1. Sejarah Singkat SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Pada bulan Juli 1947, Aisyiah Cabang Solo mendirikan Sekolah Kepandaian Putrid (SKP) yang bertempat di jalan Pasar Legi. Diantara tokoh pendirinya adalah Ibu Suhud Rais, Nyonya H. M. Idris dan Ibu Sudarso. Selaku Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Sudarso, selanjutnya karena Ibu Sudarso pindah mengikuti suami maka sebagai pengganti Kepala Sekolah adalah Ibu Darso. Perkembangan selanjutnya SKP Muhammadiyah I ini berganti menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP)

Muhammadiyah I yang menempati gedung baru yang bertempat di jalan Brigjen Sudirto No. 60 Surakarta dengan Kepala Sekolah Ibu Aminah Mindrofah. Semua itu atas bantuan yayasan, bantuan social Repubik Indonesia pada saat Bapak R. Moelyadi Martono sebagai Menteri Sosial (kemudian Menko Kesra). Pada bulan Juli 1960 SKKP Muhammadiyah I tersebut menerima status subsidi dari Departemen P dan K yang berlaku mulai 1 Agustus 1959 dengan nomor subsidi No. 55973/ B. II, merupakan status sekolah tertinggi pada saat itu. Guru atau pegawai tetap digaji dengan subsidi dari

50

51

pemerintah, yaitu melalui Departemen P dan K. Kepala sekolah setelah Ibu Aminah Mindrofah adalah Ibu Hartono. Berlakunya kurikulum 1975, maka SKKP Muhammadiyah I Surakarta tersebut di hapus oleh pemerintah dan diganti dengan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Tahun berdirinya adalah 1 Juli 1977. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta masih transisi karena masih ada kelas dua dan tiga SKKP, sedangkan kelas 1 sudah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Siti Suwibah, BA. Pada tahun 1978 dengan SK BAKN No. 027/ Kep. II/ 1978, dari segi kepegawaian semua guru dan karyawan subsidi diangkat menjadi negeri yang mulai berlaku tanggal 17 April 1978. Sedangkan atasan guru dan karyawan bervariasi, antara lain Guru Tetap Persyarikatan, Guru Diberbantukan (DPB), Guru Dipekerjakan (DPK), Guru Depag, Guru Negeri dicoba dan Guru tidak tetap. Pada tahun ajaran 1979/1980 SMP Muhammadiyah 5 Surakarta melaksanakan EBTA pertama kali dengan menggabung di SMP Negeri 8 Surakarta dengan kepala sekolah masih tetap Ibu Siti Suwaibah, BA. Pada tanggal 17 Oktober 1979, SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dipimpin oleh kepala sekolah Bapak Achmad Hany, BA. yang menggantikan Ibu Siti Suwaibah, BA. karena pindah tugas dengan SK definitive selaku kepala sekolah dari Mendikbud pada 7 Oktober 1986. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta telah berusaha meningkatkan mutu sekolah dengan melaksanakan akreditasi sekolah pertama tahun 1985 dengan hasil

52 ststus diakui Nomor :359/ 103/ 1985 tanggal 31 Desember 1985. A/ 2. b/ 1996 tanggal 1 Mei 1996. BA. 07/ MN/ 1998. maka yang menggantikan sebagai Kepala Sekolah pada tahun pelajaran 1994/ 1995-1995/1996 adalah Ibu Umul Hidayah yang diangkat oleh Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta. Yang kedua tanggal 30-31 Agustus 1990 dengan hasil diakui sesuai Nomor Piagam : 405/103/ H 1990 tanggal 31 Desember 1990. Saifudin berasal dari Wakasek Kurikulum SLTP Muhammadiyah 1 Surakarta. PWM/ III. mulai memasuki purna tugas dan meninggal dunia pada tanggal 25 Maret 1995. Sedangkan Ibu Umul Hidayah berdasar surat Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta tanggal 25 Juni 1996 alih tugas ke SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. Saifudin dan dibantu para Wakasek. Pada tahun pelajaran 1996/ 1997 terhitung mulai tanggal 26 Juni 1996 dengan berdasarkan SK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Jawa Tengah : 10/ SK. bersih dan belajar serta bekerja keras dengan sebaik-baiknya . Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta adalah Bapak Drs. Perkembangan selanjutnya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah bapak Drs. Pada tahun pelajaran 1994/ 1995 Kepala Sekolah Bapak Achmad Hany. guru-guru dan karyawan serta seluruh siswa SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berusaha keras untuk menanamkan pelaksanaan disiplin budaya tertib. Sampai pada tahun 1998 status sekolah menjadi disamakan sesuai dengan SK Nomor 0022/ 103.

Pajang. ruang UKS. ruang computer. Nama Organisasi : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta b.. Jateng SK Nomor: 0276/ XII 4. Idris : Kanwil Depdikbud Prop. Disyahkan Oleh : 01 Juli 1947 : Hj. ruang TU. Laweyan. koperasi kantin. Suhud Rais dan :Ny. 443 Surakarta berdampingan dengan SMU Muhammadiyah 4 Surakarta dengan luas keseluruhan 2600 m2.P/ 78 Tanggal 01 April 1978 f. Saifudin h. Gedung Gedung SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di jalan Slamet Riyadi No. perpustakaan. BA. tempat alat olahraga. ruang kelas . toilet. Slamet Riyadi No. Berdiri Tahun d. Yang Pernah Menjabat Kepala Sekolah : 1) Siti Suwaibah 2) Achmad Hany. ruang tamu. Lantai 2 terdiri dai guru.53 2. Bangunan SMP : Akreditasi A Muhammadiyah 5 Surakarta terdiri dari 3 lantai. M. Surakarta. Status Sekolah 3. H. Jawa Tengah c. Lantai 1 meliputi ruang Kepala Sekolah. 3) Umul Hidayah 4) Drs. Pendiri/perintis e. Badan Pengelola : Majelis Dikdasmen PDM Surakarta g. laboratorium. Alamat : Jl. Identitas Sekolah a. ruang kelas IX A. mushola. ruang BP. 443.

IX C. d) Gambar dinding Disetiap kelas ada beberapa gambar yang terpajang di dinding. dan jadwal pelajaran. ruang kelas VII A sampai VII E dan kelasVIII B. IXE.54 VII A. VIII C. IX F dan III F. Sedangkan untuk lantai 3 terdiri dari ruang menjahit. IX B. VIII D. Hal tersebut dimaksudkan untuk menciptakan suasana ruang kelas yang nyaman. e) Jam dinding Masing-masing kelas mempunyai jam dinding sebagai penunjuk waktu. VIII F Dari lantai 1 sampai 3 dilengkapi dengan kamar mandi. 4. jadwal piket dan jadwal pelajaran Tiap kelas terdapat 1 papan yang berisi daftar siswa. b) Papan tulis Penyediaan papan tulis masing-masing kelas telah memenuhi persyaratan untuk proses pembelajaran. jadwal piket.VIIIE. yaitu kelas VII sampai dengan kelas IX keadaanya baik untuk proses pembelajaran. IX D. c) Daftar siswa. ruang OSIS/IRM. Fasilitas Kelas a) Meja dan kursi Pengadaan meja dan kursi untuk tiap-tiap kelas. Jadwal piket dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan proses pembelajaran dan berfungsi menanamkan disiplin serta tanggungjawab siswa. tergantung kreasi masing-masing kelas. sehingga membantu guru dalam ketepatan waktu kegiatan pembelajaran .

selasa dan rabu (07. Keadaan ruang perpustakaannya yang nyaman membuat siswa senang untuk datang dan membaca buku diperpustakaan. Untuk siswa dapat meminjam pada hari senin (07.00-13. kesustraan. Matematika. IPA Biologi. majalah. globe. Sedangkan almari 4 untuk menyimpan buku-buku pelajaran (buku paket) dan almari 5 untuk menyimpan buku-buku IPTEK/ khusus. Almari 1 untuk menyimpan buku agama. almari 3 untuk menyimpan buku kesustraan. ilmu pengetahuan. madding. IPS Ekonomi.00). . Adapun buku pelajaran (buku paket) yang dimiliki perpustakaan ini adalah buku Bahasa Indonesia.30). cerita dan majalah. surat kabar. ketrampilan. IPA Fisika dan Bahasa Inggris. Buku-buku perpustakaan yang lain adalah buku keagamaan. IPS Sejarah. Buku daftar penunjang. Perpustakaan Ruang perpustakaan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di lantai 2 disebelah ruang kesenian dan juga berhimpitan dengan laboratorium. IPS Geografi.55 5. buku induk. Waktu peminjaman buku antara guru dengan siswa berbeda. Inventaris perpustakaan antara lain almari buku. meja baca dan alat Bantu mengajar (layar Ohp. rak buku. buku peminjam. buku-buku pelajaran (buku paket). buku-buku sekolah yang lain. tempat duduk. dan lain-lain. Almari bukunya ada 5 buah.0013. almari 2 untuk menyimpan buku ilmu ketrampilan. peta). Sedangkan untuk guru adalah setiap waktu.

Mata Pelajaran Wakasek SarPras Bimbingan Penyuluhan Wakasek Humas Wali Kelas Guru Peserta didik Gambar 4. di laboratorium IPA antara lain terdapat bahan-bahan Kimia. Laboratorium computer bertempat di lantai 1 berdekatan dengan ruang TU.1. Struktur Organisasi Kepala Sekolah Tata Usaha Wakasek Kurikulum Wakasek Kesiswaan Kord. Sedangkan Laboratorium IPA terletak di lantai 2 berdekatan dengan perpustakaan. Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Sumber : Data Monografi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . Di Laboratorium computer kira-kira terdapat 20 komputer dengan dilengkapi meja dan kursi. Laboratorium Di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta memiliki Laboratorium computer dan Laboratorium IPA. Untuk Laboratorium IPA sudah memenuhi persyaratan dalam jumlah dan jenis.56 6. peralatan Biologi dan peralatan Fisika 7.

c. 3) Mengawasi pelaksanaan program. 3) Memberikan laporan kepada kepala sekolah.57 a. 2) Bertanggungjawab atas jalannya program. b. 2) Mengumpulkan data tentang peserta didik. Tugas koordinator 1) Menyusun program bersama sekolah. . 6) Mengadakan konsultasi dengan orang tua peserta didik. Tugas wali kelas 1) Membuat laporan hasil belajar. 3) Menyelenggarakan penyuluhan. 5) Menyelenggarakan pertemuan staf. 4) Melengkapi fasilitas BP. 2) Mendelegasikan tanggung jawab tertentu kepada pelaksanaan BP. 5) Memberi tanggung jawab ke dalam dan keluar 6) Mengadakan hubungan dengan lembaga di luar sekolah dalam rangka kerja sama dengan pelaksanaan BP. 4) Mengawasi kegiatan sehari-hari. Tugas kepala sekolah 1) Membuat rencana program sekolah secara menyeluruh. 7) Mengadakan revisi lembaga yang berwenang. 4) Menganalisa data peserta didik guna menetapkan suatu rencana tindakan positif terhadap peserta didik.

6) Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala. 3) Menyelesaikan laporan dan pengumpulan data tentang peserta didik. 5) Meneliti kesulitan kemajuan belajar peserta didik. 5) Penyusunan penyajian data atau statistik sekolah. 4) Berpartisipasi dalam pertemuan kasus. Tugas administrasi BP 1) Mengisi kartu-kartu pribadi peserta didik. Tata Usaha 1) Penyusunan program TU dan laporan keuangan di sekolah. 2) Pengurusan pegawai. Tugas guru mengajar 1) Mengajar. 2) Turut serta aktif membantu pelaksanaan kegiatan BP.58 5) Menyalurkan dan menempatkan peserta didik. f. d. 4) Penyusunan perlengkapan sekolah. . 3) Memberikan informasi tentang peserta didik kepada staf BP. 2) Mengumpulkan catatan dan data yang lain. 3) Pembinaan pengembangan karier pegawai TU sekolah. e. 4) Mengirim dan menerima surat panggilan dan surat pemberitahuan.

0.1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping No. Apabila rxy > rtabel maka item tersebut valid dan sebaliknya apabila rxy < rtabel maka item angket dinyatakan tidak valid. Item rxy 1. Tingkat validitas item dapat diketahui dengan cara membandingkan harga rxy dengan harga rtabel.444 0.444 0. 0.457 5. Pengujian validitas. Pada uji instrumen penelitian ini. 0.477 Sumber : Analisis data (Lampiran 4.761 9. item atau butir soal menggunakan korelasi product moment. 0. Adapun ringkasan hasil perhitungannya adalah sebagai berikut : Tabel 4. 0.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid . 1. 0. data diambil dari 20 responden melalui penyebaran angket.618 6.444 0. 0. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan instrumen angket. Uji validitas diberlakukan untuk angket metode mind mapping dan angket keaktifan belajar IPS.) rtabel 0. 0.634 8.444 0. Uji Instrumen Penelitian Instrumen yang baik harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. 0. Kedua syarat tersebut apabila terpenuhi maka instrumen dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data.598 4.444 0.444 0. 0.59 B.537 2.713 7. sedangkan prestasi belajar IPS diperoleh melalui dokumentasi hasil ujian harian siswa.444 0.444 0.631 3.685 10.444 0.

10.828 0. 9. Uji Reliabilitas Instrumen yang memiliki sifat konsisten berarti jawaban yang diperoleh dari angket tersebut relatif sama untuk pengujian pada waktu dan tempat yang berlainan.444 0.444 0.791 0. 11.60 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket metode mind mapping dinyatakan valid.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Analisis Data (Lampiran 4) Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket keaktifan belajar IPS dinyatakan valid.444 0. 2.444 0.444 0.444 0. 12.617 0.444 0. 5. dengan demikian ke-10 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian.444 0. Hal ini ditunjukkan oleh semua item soal menunjukkan hasil rxy > rtabel. 6. 8.444 0.560 rtabel 0. 7. Hal ini ditunjukkan oleh harga rxy untuk seluruh item lebih besar dari rtabel.2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS No.444 0.544 0.444 0. Item 1. Teknik yang digunakan yaitu rumus Cronbach . 2. Dengan demikian ke-12 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian untuk variabel keaktifan belajar IPS. 4.468 0. rxy 0.446 0. Tabel 4. 3.517 0.617 0.490 0.580 0.621 0.

61 Alpa. Nilai r11 untuk angket metode mind mapping didapat 0. sehingga reliabilitasnya dinyatakan tinggi. 1. tetapi jika data tidak memenuhi asumsi regresi.600 dan 0.125 Keterangan Normal Normal Normal Sumber : Analisis Data (Lampiran 9) .125 0.125 0.600 ≤ r11 < 0.100 0. Uji Prasyarat Analisis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. dan untuk keaktifan belajar IPS di dapat 0.800) bernilai tinggi. Harga r11 tersebut diantara 0. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. C.7467. hal ini sesuai pendapat Suharsimi bahwa kriteria reliabilitas (0. Uji Normalitas Berdasarkan perhitungan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS For Windows Versi 15.7514. maka penerapan regresi akan bias. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rangkuman sebagai berikut : Tabel 4.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors Variabel X1 X2 y N 50 50 50 Harga L Lhitung 0.118 0.800. untuk itu perlu dilakukan pengujian prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas dan linearitas.00 diperoleh kesimpulan bahwa data yang dianalisis berdistribusi normal.098 Ltabel 0.

62

Tabel diatas menunjukkan harga Lhitung untuk variabel X1 = 0,118 < dari Ltabel =0,125 dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, untuk variabel X2 didapat Lhitung = 0,100 < Ltabel= 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan untuk variabel y didapat Lhitung = 0,098 < dari Ltabel = 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi normal dengan taraf signifikansi 5%. 2. Uji Linieritas Uji linieritas regresi antar variabel bebas dengan variabel terikat digunakan untuk mengetahui model regresinya berbentuk linier atau non linier. Perhitungan uji linieritas regresi menggunakan SPSS terangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas Variabel X1Y X2Y N 50 50

α 0,05
0,05

Harga F Fhitung Ftabel 0,800 2,18 0,920 2,03

Keterangan Linier Linier

Sumber : Analisis Data (Lampiran 10) Dari hasil perhitungan uji linieritas diperoleh harga Fhitung untuk X1 terhadap Y sebesar 0,800, Harga F ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang = 8 dan dk penyebut = 40 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,18. Perbandingan kedua harga tersebut diperoleh harga Fhitung = 0,800 < Ftabel = 2,18 karena Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa

63

hubungan antara X1 dan Y linier. Untuk harga Fhitung X2 terhadap Y sebesar 0,920, harga ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel diperoleh Ftabel dengan dk pembilang = 12 dan dk penyebut = 36 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,03 perbandingan harga Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa hubungan antara X2 dan Y linier.

D. Analisis Data Penelitian 1. Analisis Regresi Linier Berganda Pada bagian ini akan dikemukakan mengenai hasil analisis dari pengolahan data menggunakan alat analisis model regresi berganda. Pembahasan mengenai hasil analisis regresi linear berganda data ini akan dibagi menjadi hasil persamaan regresi, Uji F, Uji t dan Koefisien Determinasi (R2). Analisis Linier Berganda digunakan untuk mengetahui persamaan garis regresi pengaruh variabel independen yang berupa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap variabel dependen yaitu prestasi belajar IPS. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Variabel Koefisien Konstanta (a) 34,405 Metode Mind Mapping (b1) 0,407 Keaktifan Belajar IPS (b2) 0,654 F : 54,355 Sig : 0,000 R : 0.836 R2 : 0.698 Sumber : Analisis Data (Lampiran 11) t hitung 3,642 7,544 t tabel 2,01 2,01

64

Hasil pengujian regresi diatas dapat dibuat persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 34,405 + 0,407X1 + 0,654X2 a = 34,405 Nilai konstanta sebesar 34,405 yang berarti bahwa jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS, maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta sebesar 34,405 satuan. b1 = 0,407 Variabel metode mind mapping (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,407 yang artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. b2 = 0,654 Variabel keaktifan belajar IPS (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan.

b. Daerah terima Daerah tolak 3. Uji F Uji F adalah untuk mengetahui apakah variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar IPS.355. Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang 2 dan penyebut = 47. Nilai Fhitung Penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji F digunakan bantuan program SPSS 15. diketahui besar nilai Ftabel adalah 3. artinya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. Kriteria pengambilan keputusan a.20 54. d.20 c. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. Berikut ini adalah hasil uji F: a.355 . b. Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Hipotesis H0 : β1 = β2 = 0.65 2. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai Fhitung adalah 54. H1 : β1 ≠ β2 ≠ 0. artinya bahwa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS.0 for windows.

66 e. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 3. Adapun hasil dari pengujian statistik adalah sebagai berikut: a.20.01. 3.355 > Ftabel 3. maka secara bersama-sama metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1.642.355 dan dengan Ftabel sebesar 3. diketahui besar nilai ttabel adalah 2.20.0 for windows. Metode mind mapping (X1) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15. Nilai Fhitung 54. . Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai Fhitung sebesar 54. Uji t Analisis ini bertujuan untuk menguji pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat.

01. Setelah . Daerah tolak -2. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.0 for windows. diketahui besar nilai ttabel adalah 2.642 dan dengan ttabel sebesar 2. b.01 Daerah terima Daerah tolak 2.01.67 4) Kriteria pengujian hipotesis a.01. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1. Nilai thitung 3. hal ini menunjukkan bahwa metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). Keaktifan belajar IPS (X2) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS.01 3. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak.642 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 3. b.642 > ttabel 2.

Besarnya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS dalam mempengaruhi prestasi belajar IPS dapat dilihat dari besarnya sumbangan relatif (SR%) .2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. nilai thitung 7. hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y).01.544 > ttabel 2. hal ini menunjukkan bahwa sekitar 69.698 sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik.544.8% variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.01 Daerah terima Daerah tolak 2. b. Sedangkan sisanya sebesar 30.01 7. 4. 4) Kriteria pengujian hipotesis a.544 dan dengan ttabel sebesar 2. Daerah tolak -2. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak.01. Nilai koefisien determinasi bernilai positif.544 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 7.68 dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 7. Sumbangan Efektif dan Sumbangan Relatif Dari pengujian yang telah dilaksanakan menghasilkan nilai R2 (dalam Lampiran 11) sebesar 0. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.

Secara keseluruhan variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan sebesar 69. .5%). Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51. Adapun dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor keaktifan belajar IPS yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS.69 dan sumbangan efektif (SE%). sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. keaktifan belajar IPS (X2) terhadap prestasi belajar IPS (Y).3% dan sumbangan efektif 18.654. hal ini terbukti ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi (β) untuk variabel keaktifan belajar IPS paling besar dibandingkan dengan variabel-variabel yang lain yaitu sebesar 0.7% dan sumbangan efektif 51.8% terhadap prestasi belajar IPS. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode mind mapping (X1).5% terhadap prestasi belajar IPS (Lampiran 12). Variabel metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26.3% terhadap prestasi belajar IPS. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73. E. baik secara bersama-sama maupun parsial maka digunakan alat analisis regresi linier berganda.

maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta sebesar 34. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0.405 satuan. yaitu bahwa metode mind mapping berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Mind mapping merupakan suatu metode bagi guru sebagai pendidik untuk memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugasnya yaitu memberikan materi pelajaran agar mudah dicerna oleh akan didiknya. Artinya hipotesis pertama dinyatakan diterima.642 lebih besar dari ttabel (2.405 berarti jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS. Hasil uji hipotesis pertama dengan uji t memperoleh thitung variabel metode mind mapping (X1) sebesar 3.407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. nilai konstanta sebesar 34.01) pada taraf signifikansi 5%. nilai variabel metode mind mapping (X1) sebesar 0. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0.654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan. Dari .405 + 0. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metode mind mapping yang digunakan pada saat pembelajaran. memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.407X1 + 0.407 artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan. dan variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 0.654X2.70 Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan.

sedangkan kelemahan .wordpress. membandingkan dan membuat hubungan. memudahkan penambahan informasi baru. (http://mahmmudin. Hal ini sependapat dengan Tony Buzan (2009 : 6). Kelebihan metode Mind Mapping dalam pendidikan IPS ini adalah siswa dapat mengemukakan pendapat secara bebas. dapat bekerjasama dengan teman lainnya. lebih mudah mencari catatan jika diperlukan. siswa mampu menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. yang menyatakan bahwa metode mind mapping akan mempermudah siswa dalam perencanaan. siswa mudah menyelesaikan masalah. Dalam menerapkan metode mind mapping sangat membutuhkan semangat dan motivasi belajar yang tinggi dan membutuhkan interaksi yang lebih aktif dengan siswa lain sehingga akan memperoleh hasil yang optimal. memusatkan perhatian.com/2009/12/01 /pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/). jelas lebih terfokus pada inti materi. membantu Otak untuk : mengatur. catatan lebih padat. mengingat dengan lebih baik. dan melatih “gambar keseluruhan”. pengkajian ulang bisa lebih cepat. belajar lebih cepat dan efisien. siswa menjadi lebih kreatif. siswa akan lebih mudah belajar dengan membuat peta ringkasan tentang gagasan atau ide-ide secara aktif sehingga siswa akan lebih mudah didalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan permasalahan materi ilmu pengetahuan sosial. mengingat. berkomunikasi. mudah melihat gambaran keseluruhan.71 hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Banyak siswa yang mudah belajar IPS dengan metode mind mapping.

Artinya hipotesis kedua dinyatakan diterima. melalui bertanya kepada guru maupun mencari materi tambahan dari buku paket yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keaktifan belajar IPS siswa.72 metode mind mapping diantaranya adalah : hanya siswa yang aktif yang terlibat. terlibat dalam pemecahan masalah. tidak sepenuhnya murid yang belajar dan mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. siswa juga selalu bertanya kepada teman bila ada yang kurang paham saat mengerjakan soalsoal IPS. Hasil uji hipotesis kedua dengan uji t memperoleh thitung variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 7. selalu aktif didalam mengeluarkan pendapatnya baik dalam diskusi maupun saat pelajaran berlangsung dan apabila ada permasalahan yang kurang tahu maka siswa berusaha untuk mencari tahu. Sebaliknya semakin rendah keaktifan belajar IPS. maka semakin tinggi pula prestasi belajar IPS siswa. maka semakin rendah prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta. Hal ini sependapat dengan Sudjana (1988 : 72).01) pada taraf signifikansi 5%. Dari hasil penelitian tentang keaktifan belajar IPS siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menunjukkan bahwa siswa telah aktif didalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS. yang menyatakan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar meliputi : turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya.544 lebih besar dari ttabel (2. yaitu bahwa keaktifan belajar IPS berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. bertanya .

com /2009 /01 /20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikanpenilaian-dalam-ptk-2/). kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli. wordpress. melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal dan menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. kkerjasamanya dalam kelompok. Pengujian uji F dengan menggunakan bantuan SPSS 15. .0 for windows menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 54. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat.20) berarti bahwa variabel metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang.20. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok. dikarenakan nilai Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (Fhitung = 54.73 kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya.355 dengan tingkat signifikansi 0. keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal.00 dan diketahui besar Ftabel 3. Keaktifan belajar dalam siswa dapat dilihat dari perhatian siswa terhadap penjelasan guru. memanfaatkan potensi anggota kelompok dan saling membantu dan menyelesaikan masalah (http://ardhana12.355 > Ftabel = 3. memberi gagasan yang cemerlang.

5% terhadap prestasi belajar IPS.8% berarti variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.7% dan sumbangan efektif 51.3% dan sumbangan efektif 18.5%). Sedangkan sisanya sebesar 30. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.3% terhadap prestasi belajar IPS. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73. Metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26. .74 Nilai koefisien determinasi sebesar 69.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.

dengan nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54.642 > ttabel = 2.544 > ttabel = 2.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54.8% sedangkan sisanya sebesar 30. Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34. Kesimpulan Berdasarkan penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.20). maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.407X1 + 0. Secara individu metode mind mapping berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS.355 dan taraf signifikan 0.654X2. karena nilai thitung = 3.01 3. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69.355 > 3. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1.75 BAB V PENUTUP A.698. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7.01 sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.05 diperoleh Fhitung sebesar 3.405 + 0.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model. 75 . 2.

Implikasi Hubungan antara metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berpengaruh secara simultan maupun parsial. sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti metode ini dengan optimal. Saran Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan saran-saran dari penulis sebagai berikut: 1. Untuk itu perlu bimbingan dan panduan guru agar tujuan kerja kelompok atau diskusi dapat tercapai. Untuk itu diperlukan bimbingan dan pelatihan yang berlanjut untuk membiasakan kegiatan belajar dengan metode tersebut. 2. Dalam kegiatan aktif seperti kerja dan diskusi kelompok hendaknya siswa dapat saling menghormati pendapat dari masing-masing siswa sehingga apa yang disiskusikan dapat mengerucut ke kesimpulan yang tepat. membutuhkan kemampuan dan keaktifan yang cukup besar. Apabila metode mind mapping diterapkan dalam pembelajaran dengan siswa mampu membuat peta gagasan dan ide dalam materi IPS dan siswa mengikuti pembelajaran secara aktif dalam berpendapat dan aktif bertanya didalam pembelajaran IPS maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta akan meningkat. C.76 B. dan kebanyakan terdapat siswa yang masih lemah didalam menjelaskan pengembangan pikiran yang dijabarkan dalam peta gagasan/ide. Penerapan metode mind mapping. .

Perlu penelitian lebih lanjut dengan.77 3. menambahkan variabel atau metode pembelajaran yang lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar sehingga akan memperluas gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar IPS. .

Dimyati dan Mudjiono. Belajar & Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Rineka Cipta. 2007. Buzan. Kaifa Djamarah. 2005. Jakarta: Bumi Aksara. Yogyakarta: Badan Percetakan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Dimyati dan Mudjiono. Yogyakarta : Andi Offset. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman & Menyenangkan. 2008. Buzan. Tony. 2004. Belajar Mengajar. Strategi Belajar Mengajar. Hadi. Arikunto. Suharsimi. Sutrisno. Arikunto. Jakarta : PT. 2008. Djarwanto Ps dan Pangestu.1996. Statistik. Jakarta : Rineka Cipta. Buzan. Bumi Aksara. 2009. 2002.78 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Gramedia Pusaka Utama. Statistik induktif Edisi Empat. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivarate dengan Program SPSS. Tony. Tony. Head Strong. Arikunto. Buku Pintar Mind Map. 1993. Metodologi Research. 2002. Buku Pintar Mind Map Untuk Anak Agar Anak Pintar di Sekolah. 1999. 2009. De Bobby & Hernacki. Syaiful Bahri. 2005. Dasar-dasar Evaluasi Belajar. . Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta : PT. Jakarta : PT. Imam. 2003. 2006. Yogyakarta : Andi Offset. Semarang: Badan Penerbit UNDIP. Sutrisno. Gramedia Pustaka Utama. Gramedia Pustaka Umum. Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi. Suharsimi. Porter. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT. Manajemen Penelitian Edisi Revisi. Mind Map Untuk Meningkatkan Kreativitas. Tony. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama Buzan. Suharsimi. 2004. Subagyo. Hadi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Muhibbin. Hadari.79 http://ardhana12. Bandung: PT. Jakarta : Gramedi . Theo. 2006. Mulyana. S. Widura. Jakarta: Grasindo. Bandung : Alfabeta. Rohani. Slameto. 2008. Melvin. Cooperatif Learning. 2004. 1995. Bandung: Citra Umbara. Metode Statistika. Pembelajaran sebagai Proses Bimbingan Pribadi. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Syaiful. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Siberman. Bandung: Remaja Rosdakarya.wordpress. Jakarta : Rineka Cipta. dkk.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-petapikiran-mind-mapping/ Isjoni. Langkah demi Langkah cara paling Mudah & Benar Menggajar dan Membiasakan Anak menggunakan Mind Map untuk Meraih Prestasi.com/2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yangdapat-dijadikan-penilaian-dalam-ptk-2/ http://astutimin. W. 2007. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Rineka Cipta. Riyanto. Menjadi Guru Profesional. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 1988. Yogyakarta: Yappendis. Ahmad.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dankreativitas-siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/ http://mahmmudin. Konsep dan Makna Pembelajaran. 1992. Tarsito. E. Jakarta : Rineka Cipta. Sagala. Bandung: PT.wordpress. Bandung : Alfabeta. 2001. RI. Brain Management Series For Learning Strategi Mind Mp. Sudjana. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. 2006. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sugiyono. 1996. Sriyono. Metode Penelitian Bidang Sosial. Nawawi. Winkel. Psikologi Pembelajaran. 1991. Bandung : CV ALFABETA Syah. Remaja Rosdakarya.wordpress. 2005. 2002. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo. 2003. Pengelolaan Pengajaran. Sutanto. 2005. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya.

LAMPIRAN .

Tujuan Pembelajaran Siswa memiliki pengetahuan tentang pengertian dan fungsi dari pajak Siswa dapat mengetahui berbagai jenis pajak Siswa dapat menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsipnya Siswa dapat mendefinisikan tujuan dan asas pajak Siswa lebih akan lebih tahu secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa . RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta : Ilmu Pengetahuan Sosial : VII a / II Standar Kompetensi : 7.Lampiran 1. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia Kompetensi Dasar Alokasi waktu Indikator : 7.3 Mendiskripsikan Fungsi Pajak dalam Perekonomian Nasional : 1 x 60 menit (3 x pertemuan) : Menjelaskan pengertian pajak dan fungsi pajak Memberikan penjelasan tentang jenis-jenis pajak Menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Memaparkan tujuan dan asas pajak Menjelaskan secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa A.

B. Menggunakan metode mind mapping 3. Materi Pokok Pengertian pajak dan fungsi pajak Jenis-jenis pajak Unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Tujuan pajak dan asas pajak Pajak yang ditanggung keluarga siswa C. Penutup 1) Membuat kesimpulan 2) Memberi tugas untuk membuat mind mapping 3) Menutup materi pelajaran dengan salam. Tanya jawab 4. Kegiatan Inti 1) Guru menyampaikan materi tentang pengertian pajak dan fungsi pajak menggunakan metode mind mapping 2) Menjelaskan undang-undang yang mengatur tentang pajak dan menjelaskan masing-masing dari fungsi pajak 3) Menjelaskan fungsi-fungsi dari pajak 4) Tanya jawab c. Ceramah bervariasi 2.Metode Pembelajaran 1. Pertemuan pertama a. . Test D. kebersihan dan kerapian kelas 3) Guru memberikan kisi-kisi materi yang akan dipelajari b. Kegiatan Awal 1) Membuka pelajaran dengan salam dilanjutkan perkenalan 2) Memeriksa kehadiran siswa.Langkah – langkah Pembelajaran 1.

Pertemuan kedua a. Pertemuan ketiga a. Penutup 1) Ulangan 2) Menutup materi pelajaran . Kegiatan inti 1) Menyampaikan pajak yang ditanggung keluarga siswa 2) Menjelaskan pajak penghasilan (PPh) dan pajak bumi dan bangunan (PBB) 3) Tanya jawab c. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Memberikan tugas untuk membuat mind mapping b. Kegiatan inti 1) Menjelaskan tentang unsur-unsur pajak dan prinsip perpajakan 2) Menyampaikan tujuan dan asas-asas pajak 3) Tanya jawab c.2. Penutup 1) Mengerjakan LKS 2) Menutup materi pelajaran dengan salam 3. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Mereview pelajaran yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya b.

Pajak dalam pembangunan memiliki empat fungsi penting. Iuran wajib yang dikerjakan kepada masyarakat wajib pajak . Jelaskan perbedaan antara subyek pajak dan obyek pajak! 6. Apa maksud pajak harus memenuhi prinsip kecocokan? 8. 2. Apakah tujuan pajak untuk warga masyarakat? 7. Pajak adalah iuran wajib yang harus dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung. 16 Tahun 2000! 2. Jelaskan dasar pemungutan pajak penghasilan dan PBB! Kunci jawaban ! 1.Tes tertulis . Jelaskan pengertian pajak berdasar UU No.E.Tes unjuk kerja 2) Bentuk Instrumen . Sebut dan jelaskan! 5. a. White board 4. Sebut dan jelaskan 5 macam perundang-undangan yang menyangkut pajak! 4. Sumber dan media pembelajaran 1. Spidol F. Sebutkan 5 ciri-ciri pajak! 3.Tes uraian 3) Soal uraian 1. Buku paket IPS penerbit : Erlangga 3. Penilaian 1) Teknik Penilaian . LKS IPS TERPADU 2.

13 Tahun 1995 tentang bea materai yang peraturan pelaksanaannya diubah dengan peraturan pemerintah No. baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Fungsi alokasi Maksudnya perolehan pajak akan dialokasikan pemerintah kepada setiap bidang seperti ekonomi. c. a. . UU No. UU No. 7 Tahun 1995 dan terakhir diubah dengan peraturan pemerintah No. UU No. a. 16 Tahun 2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan b. d. 24 Tahun 2000 4. Iuran dari rakyat kepada negara 3.b. pendidikan. 18 Tahun 2000 pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) d. Iuran wajib yang diterima dengan norma-norma atau aturan hukum c.12 Tahun 1994 Tentang Pajak bumi dan bangunan (PBB) dan telah diubah dengan UU No. UU No. 17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan (PPh) c. UU No. Digunakan untuk membiayai kepentingan umum atau bersama d. 20 Tahun 2000 e. Fungsi distribusi Maksudnya pajak sebagai pemerataan pendapatan. Pajak yang tinggi itu untuk masyarakat yang berpendapatan tinggi dan pajak yang rendah untuk masyarakat yang berpendapatn rendah. kesehatan atau perumahan supaya semua bidang dapat berkembang dengan baik. bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat e. b. Fungsi budgeter Maksudnya pajak memiliki fungsi budgeter ialah pajak merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah. Fungsi regular Maksudnya yaitu pajak digunakan sebagai alat untuk mengatur perekonomian sesuai tujuan yang ingin dicapai pemerintah.

Objek pajak Objek pajak adalah semua penghasilan yang benar-benarditerima atau diperoleh. objek pajak. Mendidik masyarakat agar menyadari peran sertanya dalam pembangunan bangsa dan Negara c. Mendidik masyarakat agar lebih berprestasi e. 17 Tahun 2000.5. 20 Tahun 2000 Surakarta. penghasilan kena pajak (PKP) dan tarif pajak b. a. dan kepastian 7. Mendidik masyarakat agar menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga Negara yang baik d. UU ini berisi tentang subjek-subjek. sehingga dan masyarakat merasa senang hati dan berkewajiban dalam membayar pajak. Subjek pajak Subjek pajak yang disebut juga wajib pajak adalah orang atau badan yang menurut ketentuan wajib membayar pajak kepada Negara. kesamaan. b. 8. Dasar pemungutan pajak penghasilan Pemungutan pajak penghasilan didasarkan pada UU No. Pajak itu hendanya tidak dirasakan menekan bagi wajib pajak.29 Mei 2010 Pengajar Dhida Dwi K. Mendidik masyarakat dalam memiliki rasa keadilan serta kemanfaatan. 12 Tahun 1985 dan terakhir diubah dengan UU No.   . a. a. Mendidik masyarakat agar tidak konsumtif b. 12 Tahun 1994 dan diubah lagi UU No. Dasar pungutan pajak bumi dan bangunan (PBB) Pemungutan PBB didasarkan pada UU No. baik dari kegiatan usaha maupun dari luar kegiatan usaha 6.

Lampiran 2. Angket Penelitian

Kepada : Yth. Siswa/Siswi Kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta

Dengan hormat, Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, saya mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Metode Mind Mapping dan Keaktifan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 5 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010”, maka sudilah kiranya disela-sela kesibukan anda berkenan meluangkan waktu untuk mengisi angket ini. Kegiatan ini sama sekali tidak mempengaruhi prestasi belajar anda, untuk itu saya mohon anda menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, sesuai dengan keadaan anda sebenarnya. Kerahasiaan jawaban anda sangat saya rahasiakan. Atas kesediaan meluangkan waktu, perhatian dan kerjasama anda, saya mengucapkan terima kasih. Surakarta, Juni 2010

Hormat saya,

Dhida Dwi K.

ANGKET TENTANG METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Identitas Siswa Nama Kelas/no : :

Petunjuk Menggunakan Angket 1. Tulis nama, no absen dan kelas pada lembar angket yang telah disediakan. 2. Pilih salah satu jawaban yang tepat menurut anda tanpa pengaruh orang lain. 3. Berilah tanda silang (√) pada lembar angket yang tersedia. 4. Jawablah semua soal dengan jujur, rapi dan teliti 5. Setelah angket diisi secara lengkap, mohon lembar angket diserahkan kembali. ANGKET METODE MIND MAPPING Pernyataan mengenai penilaian tentang metode pemetaan pikiran Melalui strategi belajar metode mind mapping saya lebih paham tentang materi IPS. Metode mind mapping dengan membuat ringkasan/peta pikiran sangat cocok untuk pelajaran IPS. Metode mind mapping memudahkan saya dalam menyelesaikan masalah materi IPS. Metode mind mapping dapat melatih saya menuangkan ide/gagasan secara aktif. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya berusaha menyusun mind mapping dan menjelaskan pikiran-pikiran tersebut. Jawaban Kadang- Tidak Sering kadang pernah

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Selalu

6. 7. 8. 9. 10.

Metode mind mapping membuat saya mengingat dengan lebih baik. Metode mind mapping menumbuhkan semangat dan motivasi belajar saya. Metode mind mapping melatih saya berinteraksi dengan siswa lain menjadi lebih mudah. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya selalu bertukar pendapat dengan teman saya. Dalam membuat rangkumanpeta pikiran, saya berusaha agar memperoleh hasil yang optimal.

6. 1. 8. Saya berusaha mencari tambahan materi pelajaran IPS selain dari buku paket yang diberikan Bapak/Ibu guru. 11. 7. Saya berusaha bertanya kepada teman yang telah paham apabila saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal IPS. Saya berusaha mengeluarkan pendapat selama pelajaran IPS berlangsung. saya mendengarkan dengan serius Saya mendengarkan dan memperhatikan. Dalam kelompok saya membuat perencanaan/memeberi tugas masingmasing anak untuk memecahkan masalah agar tercipta kerjasama yang baik Jawaban KadangSelalu Sering Kadang Tidak Pernah 5. 3. 10. 9. apabila guru sedang menerangkan materi IPS. . Saya ikut menjawab pertanyaan tentang pelajaran IPS dengan teman ketika ada yang bertanya Metode mind mapping menumbuhkan mental saya untuk aktif dalam berdiskusi dengan teman. Sewaktu saya mengeluarkan pendapat saya juga memberi kesempatan pada teman yang lain untuk mengeluarkan pendapatnya. 2. Pernyataan mengenai keaktifan siswa di dalam kelas Setiap ada jam pelajaran IPS. 4. Apabila ada pertanyaan dari teman yang tidak saya mengerti saya berusaha bertanya kepada Bapak/Ibu guru. Saya selalu aktif dalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS yang diberikan oleh guru.ANGKET KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) No.

Saat menentukan jawaban pertanyaan dari guru. saya selalu mempertimbangkan dengan kelompok saya. .12.

Butir Try Out Variabel Metode Mind Mapping (X1) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jml Metode Mind Mapping [X1] a1 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 65 a2 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 66 a3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 68 a4 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 65 a5 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 61 a6 2 4 3 3 4 4 3 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 4 4 4 63 a7 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 2 4 4 2 4 4 4 70 a8 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 4 4 66 a9 3 2 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 63 a10 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 65 X1 30 30 34 34 39 37 29 35 26 29 35 29 35 28 31 32 26 38 39 36 652 .Lampiran 3.

Butir Try Out Variabel Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 jml Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b1 2 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 4 3 4 64 b2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 70 b3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 2 3 3 2 3 4 68 b4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 69 b5 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b6 2 2 4 4 3 4 2 3 2 2 3 2 4 4 3 4 3 4 4 4 63 b7 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 69 b8 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 69 b9 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 68 b10 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 2 4 4 4 68 b11 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b12 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 71 X2 39 38 45 45 42 48 37 38 40 39 38 35 48 42 33 38 33 40 43 48 809 .

005 20 .309 .216 .370 20 20 20 20 .061 .009 .090 .043 20 20 20 20 20 20 .685** .026 . .040 .160 .176 .081 .314 .537* .618** .000 .598** .762 1.631** .477* .634** .003 .426 . Correlation is significant at the 0.043 20 20 20 20 A5 .097 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.370 .706 20 1.326 .326 .001 .364 .706 20 .090 .001 20 20 20 20 20 20 .111 .457* .033 .229 .404 .314 .010 .090 .685 .090 .003 20 20 20 20 20 20 .600** .440 .176 20 .186 .002 .064 .000 .567** .240 .011 .461* .026 20 .525 . 20 20 20 20 20 20 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 Metode Mind Mapping [X1] Pearson Correlation Sig. Correlation is significant at the 0.214 .178 .041 20 . *.650** .445 .631** .685 .000 .761** .618** .015 20 20 20 20 20 20 .000 .002 .186 . .01 level (2-tailed).052 20 .005 20 20 20 20 20 20 .518 .399 .000 .041 .178 20 20 20 20 .421 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.600** .005 .097 .160 .154 .706 .015 .367 .359 .445 .003 .097 .518 .713** .477* 1. .033 20 20 20 20 20 20 . Uji Validitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Correlations Metode Mind Mapping [X1] A6 A7 A8 A9 A10 .151 .111 . 20 .162 .332 .178 . (2-tailed) N A1 A2 A3 A4 1.000 .315 .276 1.567** .355 .685** .214 .598** .359 .229 .621 .379 .494 .000 .028 .494 .314 .099 20 20 20 20 .000 .240 20 20 20 20 .426 .162 .005 .314 .004 20 20 20 20 20 20 1.525 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.359 .621 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.379 .650** .240 .010 .276 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.064 . .097 .399 1.564** .061 .706 .000 .564** .494 .461* .Lampiran 4.761** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.363 .713** .494 .518 20 20 20 20 .683** .090 . .000 20 20 20 20 20 20 .332 .359 20 20 20 20 .154 . .000 .000 .309 .000 20 20 20 20 20 20 .440 .178 .040 .028 .363 .706 20 .125 .072 .072 1.216 .05 level (2-tailed).000 .518 .154 .490* .118 .554* 1.181 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.364 .490* 1.052 .497* .216 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.004 20 **.216 .000 .001 .240 .685 20 20 20 20 .404 .537* .125 .762 .090 .181 .457* . .162 .198 1.706 20 20 20 20 . .162 .421 1.554* .009 .001 .118 .276 1.154 .367 .099 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.462* .683** .355 .000 .212 .315 .634** .000 .115 .011 .497* .212 .276 .462* . .003 20 20 20 20 20 20 .198 .685 20 20 20 20 .115 .151 . 20 20 20 20 .081 .000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .

455 .007 .008 .819 20 20 20 .544* .364 . .195 -.055 . .863 .400 .000 .024 . .000 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .086 .180 .003 20 20 20 .100 .044 .106 .661** .495 .560* 1.048 .086 .400 .327 .284 . **.000 .080 .177 .108 .326 .180 .008 20 20 20 .004 .350 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.252 .061 . (2-tailed) N B1 B2 B3 1.003 .044 20 20 20 20 20 20 20 20 .096 . .106 .106 .273 .085 .161 . .836 .436 20 20 20 .100 .030 .580** .419 .000 .800 .800 .000 . Correlation is significant at the 0.901 .020 20 20 . 20 20 20 20 20 20 20 20 .490* .517* .658 .191 .244 20 20 20 20 20 20 20 20 .000 .180 .003 20 20 .448 .496 20 20 20 .575** 1.651 1.003 .041 .061 -.252 .106 .004 20 20 .503* .664 .414 1.350 .013 20 20 .177 .273 .185 .215 .369 .005 .966 .946** .037 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.010 .617** .037 20 20 .555 .284 20 20 20 20 20 20 20 20 .369 .140 .014 20 20 20 20 20 20 20 20 .456* . 20 20 20 .517* .688 20 20 20 .278 .410 20 20 20 -.617** .Hasil Uji Validitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Correlations Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan B12 Sosial (X2) -.001 .540* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.901 .000 .000 .005 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.503* .010 .326 .000 .195 .070 .495 .389 1.414 .000 .050 .003 .389 .192 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.456* .863 .496 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.378 .410 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .030 .255 .555 20 20 20 .575** .544* .001 .000 .278 .01 level (2-tailed).819 .764** .621** .363 .204 .180 .418 .013 .000 20 20 .000 .378 .580** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.273 1.448* .278 .255 .070 .000 .007 .000 .061 .418 .024 .312 .468* .020 .362 .784** .601 .014 .540* 1.580** .000 -.049 20 20 .180 .651 .125 .028 20 20 .020 -.000 .007 .000 20 20 .394 .580** .933 .007 20 20 .622** .369 . .601** .055 .003 .629** .560* .467* -.000 .044 .828** .000 .446* .800 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.212 .800 20 20 20 20 20 20 20 20 .540* .410 20 20 20 .369 .160 20 20 20 .115 .180 .000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.255 .050 -.115 .000 .933 .455 .000 .658 .446* .410 20 20 20 20 20 20 20 20 1.096 .117 1.836 .103 .448 20 20 20 20 20 20 20 20 .204 .828** .000 .658 .490* .448* .419 20 20 20 .244 .195 .014 . .160 .000 .000 .108 .436 .195 .363 .327 .038 .212 .049 .108 .215 .131 .688 .192 -.456* 1.125 1. 20 20 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Pearson Correlation Sig.080 . .617** .244 .004 20 20 1.185 .362 1. .661** .664 .000 .000 .004 20 20 20 20 20 20 20 20 *.651 20 20 20 20 20 20 20 20 .117 .212 .540* 1.010 .601** .05 level (2-tailed).020 .468* .722 .394 .244 .456* 1.191 .255 .041 .651 1.162 .252 .061 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.784** 1.284 .162 .312 -.278 .131 . .140 .791** .010 20 20 .212 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.284 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.621** .000** .273 .601 . Correlation is significant at the 0.162 .000** .000 .658 20 20 20 20 20 20 20 20 .000 .629** .791** .044 .014 .722 .622** .364 .038 .252 .448 .085 .764** .000 .448 .161 .028 20 20 20 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 .946** . .103 .467* .162 .966 .048 .617** .108 .

6863 . 9.0 20.0 20. 6. Uji Reliabilitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Metode Mind Mapping [X1] Mean 1.0 20.0 20. 3.4000 3.2000 Variance 68.0 20.Lampiran 5.1473 Cases 20. 2.0 N of Variables 11 Statistics for SCALE Mean 65. A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 X1 3.5712 .0 20. 7.0 N of Items = 11 .8000 Std Dev 8.6000 Std Dev .8751 .1500 3.6708 .3000 3. 5.0500 3. 11.2500 3.7609 .0 20.2946 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .2500 32.6387 .5000 3.5982 . 10.0 20.2500 3. 8.0 20.1500 3.6387 .3000 3. 4.6569 .7514 20.0 20.6387 4.

5104 . 8.0 20.4500 Std Dev .5982 .6959 .4000 3.2000 3.0 20.0 20.2500 3.4500 3.Uji Reliabilitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosia Mean 1.0 20.2526 Std Dev 9.2332 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .6806 .4500 3.0 20.0 20.0 20.0 N of Variables 13 Statistics for SCALE Mean 80. 10.1500 3. 4. 7.6070 . 9.0 20. 2.0 N of Items = 13 . 11.7539 .6048 .5104 .0 20.0 20.7164 .4500 3. 3.7164 .6166 Cases 20.9000 Variance 85. B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 X2 3.5500 40.4000 3.0 20. 12.7467 20.4000 3. 6. 13.0 20.2500 3.8751 . 5.5000 3.5104 4.

Lampiran 6. Tabulasi Butir Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 a1 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 190 a2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 177 a3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 168 Metode Mind Mapping [X1] a4 a5 a6 a7 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 173 3 2 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 161 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 2 2 3 4 3 3 163 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 168 a8 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 4 2 3 164 a9 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 2 4 3 3 3 2 3 4 2 2 3 4 2 4 159 a10 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 4 4 2 2 3 2 4 163 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 .

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 b1 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 188 b2 4 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 187 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 4 2 4 3 3 4 2 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 2 2 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 4 2 2 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 2 4 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 4 4 4 4 1 3 3 2 3 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 169 170 171 167 134 161 159 160 b11 2 2 3 4 1 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 1 3 3 3 132 b12 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 157 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 31 .

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Siswa AR BH FU AM AG IK AM DH RH TG HD MF RW RWD TK US BL AA LM AR DHN PY YA RE HA UM RIZ BGS JRT HLD CHO MIA HES WE RU GS LSA SHI MN SH NDR IKA RTN HPY RUS THO ARV IWN IST FFN Prestasi Belajar IPS (Y) 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 .

Data Induk Penelitian No.Lampiran 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 Y 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 X1Y 2409 2380 2304 2880 2812 2738 2772 2160 2590 2368 2070 2340 2664 2475 2628 2277 3040 2400 2001 2130 2516 2660 2886 2550 2414 2960 2211 2520 2325 2964 2409 2178 2800 2059 2738 2550 2232 2774 X2Y 2701 2310 2448 3440 2812 2886 3388 2664 3182 2886 2277 3120 3108 3150 2847 2139 3520 2850 2484 2769 2960 2888 3510 3150 2627 3440 2211 2808 3000 3198 2847 2046 3600 2627 2886 3225 2664 2993 .

No. 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Jml X1 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 1686 X2 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 1955 Y 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 3685 X1Y 2812 2664 2475 2100 2660 2997 2088 2059 2144 2625 2070 2660 124538 X2Y 3040 2516 2850 2660 3040 3564 3096 2840 2345 3300 2622 3040 144574 .

00 45.662 31. Error of Kurtosis Minimum Maximum Sum Valid Missing Metode Mind Mapping [X1] 50 0 33.00 1955.192 .7000 74.411 .00 N Mean Median Mode Std.00 81.337 -.023 .00 3685.00 38.7041 .Lampiran 8.7159 -.0000 74.0000 39.8673 -.7778 7.305 .00a 2.7200 34.662 29. Multiple modes exist.256 .5643 12.00a 3.337 -1. The smallest value is shown . Hasil Diskriptif Statistics Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 0 39.00 Prestasi Belajar IPS (Y) 50 0 73.0000 33.1000 39.337 -.662 66.5871 12.00 1686.00 a.073 . Deviation Variance Skewness Std.00 3. Error of Skewness Kurtosis Std.

0% 0 .098 50 .200* a Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Statistic .064 .392 **.118 50 .0% 50 100.0% N Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Valid Percent 50 100.200* . This is an upper bound of the true significance.082 .0% 50 100.Lampiran 9.0% Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.010** . a.0% 100. Lilliefors Significance Correction .0% 0 . Uji Normalitas Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 .100 50 .969 Shapiro-Wilk df 50 50 50 Sig.926 .0% 100.0% Total N 50 50 50 Percent 100. . This is a lower bound of the true significance. .949 . *.

105 622.702 381.586 4.581 74.606 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) ANOVA Table Sum of Squares 438. .538 .712 5. .920 Sig.126 381.0% Included N Percent Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 50 100.000 .000 .Lampiran 10.953 F 3.067 7.377 207.004 .121 F 6.0% 100.800 Sig.067 57.129 .507 .500 df 13 1 12 36 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) Between Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 33.328 358.0% Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] ANOVA Table Sum of Squares 264.374 622.395 207.0% Total N 50 50 Percent 100.281 23.166 8. Hasil Uji Linieritas Case Processing Summary Cases Excluded N Percent 0 0 .500 df 9 1 8 40 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Between Metode Mind Mapping [X1] Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 29.586 56.540 184.0% .000 .0% 100.

685 Std. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Model Summaryb Adjusted R Square . Hasil Uji Regresi Berganda Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered Keaktifan Belajar IPS (X2).000 .394 Keaktifan Belajar IPS (X2) 7. b.394 1. Metode Mind Mapping [X1] b. Predictors: (Constant). a Metode Mind Mapping [X1] Variables Removed .112 .658 Model 1 (Constant) Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Unstandardized Coefficients B Std.301 3.820E-03 Metode Mind Mapping [X1] -. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) ANOVAb Sum of Squares 434. Keaktifan Belajar IPS (X2).898 622.003 Model 1 R R Square . All requested variables entered.355 Sig.318 . Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) a Coefficient Correlations Model 1 Correlations Covariances Keaktifan Belajar IPS (X2) Keaktifan Belajar IPS (X2) 1. Error 34.000 -3. . Metode Mind Mapping [X1] b. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) .405 3.836a .Lampiran 11.544 Sig.087 t 8.642 7.9995 Durbin-W atson 2.678 3.252E-02 a.964 .605 a. Error of the Estimate 1.740 Part . Keaktifan Belajar IPS (X2).469 .000 Zero-order .500 Model 1 df 2 47 49 Regression Residual Total Mean Square 217.820E-03 1.783 Correlations Partial .602 187.000a a. .998 F 54.407 .000 Metode Mind Mapping [X1] -.654 . Method Enter a. Predictors: (Constant).506E-03 Metode Mind Mapping [X1] -3.001 .292 .577 . Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Coefficientsa Standardi zed Coefficien ts Beta .698 a.

Sumbangan relatif dan sumbangan efektif Koefisien rxy 0.Lampiran 12.5 Sumbangan Efektif 18.3 73.699 Sumbangan Relatif 26.3 51.783 beta 0.577 0.7 .5 R2 0.3 51.318 0.699 0.658 Sumbangan Efektif 18.

128 31 400 0.361 0.389 8 43 0.468 0.304 0.291 0.372 12 47 0.088 0.070 0.444 0.708 0.456 0.561 0.381 0.632 0.235 0.532 0.436 0.344 0.091 35 800 0.959 0.396 0.449 0.606 0.384 9 44 0.576 0.230 26 125 0.312 0.308 0.537 0.074 0.590 0.754 0.115 32 500 0.286 21 80 0.267 23 90 0.398 6 41 0.320 0.081 37 1000 Sumber: Prosedur Penelitian (Prof.950 0.181 29 200 0. Suharsimi Arikunto) N .284 0.306 19 70 0.478 0.266 0.403 5 40 0.575 0.661 0.176 0.294 0.463 0.213 0.297 0.207 0.602 0.345 16 55 0.408 4 39 0.325 0.301 0.279 0.413 0.376 11 46 0.367 0.086 36 900 0.380 10 45 0. Dr.413 3 38 0.349 0.330 17 60 0.227 0.202 0.263 24 95 0.515 0.811 0.424 0.210 27 150 0.418 0.404 0.148 0.514 0.244 0.432 0.138 0.316 0.317 18 65 0.442 0.TABLE VALUES OF rproduct moment The Level of Significant The Level of Significant N 1% 5% 1% 5% 0.487 0.194 28 175 0.105 33 600 0.553 0.990 0.433 0.549 0.874 0.735 0.256 25 100 0.329 0.997 0.798 0.296 20 75 0.684 0.430 0.159 0.878 0.339 0.707 0.765 0.065 0.355 0.368 13 48 0.917 0.393 7 42 0.281 0.361 15 50 0.374 0.278 22 85 0.080 0.497 0.641 0.334 0.364 14 49 0.496 0.482 0.470 0.097 34 700 0.834 0.288 0.220 0.388 0.195 0.623 0.148 30 300 0.666 0.254 0.456 0.999 0.113 0.505 0.098 0.062 0.526 0.

776 3.353 3.703 2.308 1.052 2.508 2.707 7 1.262 2.860 2.650 3.528 2.Tabel Nilai t d.886 2.724 36 1.030 2.080 2.316 1.833 2.552 2.797 25 1.602 2.101 2.306 2.056 2.321 1.363 1.035 2.925 3 1.309 1.728 35 1. t0.725 2.313 1.415 1.878 19 1.750 31 1.746 2.303 6.518 2. Imam Ghozali .583 2.796 2.306 1.845 21 1.965 9.383 1.01 t0.787 26 1.943 2.319 1.841 4 1.779 27 1.145 2.372 1.440 1.169 11 1.714 2.500 2.314 12.315 1.753 2.355 9 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 3.812 2.920 4.706 2.028 2.314 1.445 2.328 1.182 4.688 2.333 1.015 2.397 1.447 3.819 23 1.005 d.719 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.763 29 1.733 34 1.025 t0.040 2.690 2.721 2.467 2.699 2.533 2.069 2.539 2.921 17 1.441 2.110 2.479 2.744 32 1.738 33 1.977 15 1.895 2.638 2.f.624 2.718 3.05 t0.604 5 1.740 2.499 8 1.064 2.462 2.492 2.131 2.325 1.10 t0.012 14 1.074 2.106 12 1.485 2.697 2.821 3.771 2.356 1.160 2.706 31.055 13 1.179 2.309 1.898 18 1.032 6 1.045 2.032 2.228 2.201 2.449 2.696 2.692 2.717 2.093 2.250 10 1.037 2.821 63.807 24 1.761 2.764 3.337 1.365 2.323 1.f.341 1.078 6.476 2.457 2.310 1.998 3.831 22 1.771 28 1.365 4.701 2.861 20 1.143 3.681 3.120 2.782 2.060 2.571 3.132 2.438 2.318 1.711 2.691 2.345 1.453 2.756 30 1.541 5.747 4.657 2 1.307 1.708 2.473 2.567 2.729 2.896 3.048 2.086 2.306 1.734 2.311 1.694 2.330 1.947 16 1.350 1.042 2.434 2.

297 1.682 49 1.405 2.670 2.996 2.025 t0.431 2.649 70 1.296 1.018 2.662 60 1.302 1.295 1.294 1.414 2. Imam Ghozali) .679 2.687 47 1.295 1.f.388 2.394 2.999 2.390 2.383 2.421 2.004 2.381 2.014 2.304 1.01 t0.663 59 1.676 52 1.382 2.674 2.673 2.295 1.304 1.008 2.676 2.667 1.997 2.403 2.305 1.011 2.301 1.685 48 1.651 68 1.412 2.408 2.396 2.656 64 1.672 2.001 2.712 39 1.395 2.382 2.000 2.295 1.387 2.020 2.10 t0.683 2.426 2.665 58 1.669 1.296 1.659 62 1.407 2.698 43 1.299 1.670 55 1.667 57 1.668 56 1.679 2.013 2.021 2.007 2.680 50 1.384 2.012 2.994 2.675 2.678 51 1.690 46 1.017 2.647 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.671 2.687 2.003 2.695 44 1.298 1.667 1.416 2.392 2.418 2.715 38 1.654 66 1.294 1.002 2.000 2.294 1.400 2.685 2.002 2.300 1.667 1.672 54 1.657 63 1.997 2.296 1.998 2.650 69 1.660 61 1.994 2.704 41 1.684 2.023 2.995 2.296 1.297 1.026 2.009 2.668 1.669 1.294 1.005 2.299 1.298 1.f.298 1.708 40 1.682 2.668 1.692 45 1.302 1.675 2.385 2.015 2.678 2.672 2.668 1.295 1.674 2.303 1.677 2.299 1.655 65 1.386 2.652 67 1.423 2.681 2.673 2.671 2. t0.006 2.Tabel Nilai t d.648 71 1.380 2.391 2.670 1.402 2.680 2.301 1. 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 37 1.397 2.410 2.995 2.998 2.399 2.669 1.005 d.686 2.294 1.701 42 1.389 2.024 2.300 1.303 1.677 2.297 1.429 2.010 2.297 1.674 53 1.05 t0.

372 2.629 95 1.10 t0.292 1.665 1.379 2.374 2.290 1.663 1.367 2.984 2.665 1.627 99 1.376 2.367 2.990 2.984 2.985 2.988 2.985 2.986 2.662 1.01 t0.364 2.644 75 1.290 1.379 2.626 Inf.664 1.630 93 1.630 94 1.661 1.376 2.660 1.646 73 1.642 77 1.290 1.365 2.378 2.366 2.990 2.989 2. 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 Inf.366 2.291 1.986 2.661 1.373 2.369 2.663 1.292 1.291 1.291 1.370 2.627 98 1.368 2.368 2.293 1.665 1.643 76 1.663 1.293 1.368 2.986 2.025 t0.626 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.639 81 1.666 1.Tabel Nilai t d. t0.05 t0.293 1.664 1.628 97 1.290 1.377 2.993 2.369 2.291 1.990 2.291 1.641 78 1.988 2.645 74 1.987 2.291 1.666 1.292 1.005 d.291 1.291 1.637 83 1.661 1.661 1.662 1.634 87 1.665 1.660 1.987 2.632 91 1.292 1.373 2.632 90 1.991 2.291 1.370 2. 72 1.662 1.636 85 1.371 2.640 79 1.663 1.634 88 1.292 1.984 2.638 82 1.662 1.f.987 2.989 2.992 2.293 1.292 1.375 2.993 2.663 1.664 1.640 80 1.365 2.991 2.f.633 89 1.290 1.661 1.986 2. Imam Ghozali) .664 1.661 1.293 1.629 96 1.988 2.292 1.985 2.635 86 1. 1.372 2.666 1.631 92 1.365 2.989 2.374 2.992 2.291 1.662 1.293 1.292 1.993 2.636 84 1.

71 1.85 2.5 8.68 2.79 5.21 3.98 3.79 1.10 2.35 1.96 4.05 Degrees of freedom for Nominator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 30 40 60 120 1 161 18.46 2.62 5.44 2.03 1.5 8.68 1.11 2.91 4.43 1.80 2.33 3.39 60 252 19.25 2.61 2.15 2.18 2.67 2.38 2.46 3.92 1.84 1.47 1.03 2.10 2.88 10 242 19.36 2.45 2.71 6.27 2.28 3.57 3.42 2.29 2.83 2.26 4.29 3.39 2.35 3.96 1.49 2.37 2.60 2.09 2.65 6.71 2.05 2.71 2.5 8.29 2.66 2.24 2.57 2.16 2.35 4.01 1.84 1.57 5.50 1.10 7 237 19.69 4.47 3.74 2.62 2.39 3.20 2.98 1.1 7.17 4.15 3.74 1.35 4.77 4.46 2.96 1.38 2.32 120 253 19.72 4.27 2.03 3.59 1.28 6.85 2.14 3.84 2.21 2.76 1.08 4.39 1.21 2.87 3.79 2.58 3.94 5.01 1.06 2.86 1.02 1.59 2.58 1.75 1.01 2.22 1.79 3.55 3.54 2.25 2.88 1.35 2.00 4.53 2.67 3.83 12 244 19.92 1.45 2.03 2.66 1.71 2.4 8.09 2.90 2.49 4.13 2.06 3.08 1.65 2.84 1.83 1.20 2.62 2.50 3.77 2.33 2.79 1.54 2.2 9.12 2.53 2.51 3.05 3.24 2.60 2.74 3.99 2.44 3.25 2.31 2.82 4.11 2.05 2.55 2.32 4.32 5.69 2.39 2.87 2.48 2.45 2.68 4.49 2.79 2.86 3.84 2.69 1.34 3.13 3.45 2.54 2.49 2.00 3.97 2.46 2.46 40 251 19.14 2.49 2.52 3.91 2.84 3.75 2.38 4.86 4.77 3.11 3.86 2.08 2.85 2.74 3.31 2.09 2.75 2.20 3.07 2.84 3.15 2.5 8.35 2.74 4.78 1.96 4.40 2.0 9.93 2.54 2.12 3.76 4.15 2.5 8.55 2.02 1.79 2.68 3.66 2.74 4.60 4.94 1.37 2.25 2.12 6. Imam Ghozali) .18 2.91 1.41 2.84 2 200 19.07 3.59 5.66 5.07 2.81 2.06 2.42 2.76 2.16 2.01 1.45 2.58 2.35 2.50 3.41 3.25 2.3 9.60 4 225 19.19 2.69 3.12 2.53 2.99 1.01 1.31 2.19 4.32 2.26 5.37 2.04 2.5 8.98 1.70 5.18 2.89 1.80 4.28 3.95 4.83 2.51 1.70 1.13 3.59 5.59 5.4 8.94 6.24 3.53 2.53 1.34 2.22 3.32 2.09 4.97 4.96 1.79 5.Tabel Nilai F0.96 2.23 2.38 2.51 2.16 3.64 2.11 3.15 2.91 1.53 5.61 2.01 1.23 3.37 3.19 2.5 10.65 1.49 2.01 8 239 19.40 2.94 2.3 8.81 1.99 5.95 1.69 2.75 4.48 3.51 2.49 3.73 1.81 3.46 4.01 2.63 3.10 3.00 3.07 2.91 2.16 2.66 2.78 2.54 2.84 1.27 2.57 24 249 19.55 5.51 2.89 1.82 1.49 3.01 1.71 2.92 1.66 4.18 2.37 3.28 2.29 3.04 4.94 1.81 6.80 2.90 2.53 2.38 3.08 2.28 4.34 2.92 1.57 2.09 3.22 254 19.71 3.98 2.85 6.06 3.96 1.59 3.92 3.54 4.07 2.17 2.40 2.89 6.68 3.58 2.93 1.92 1.07 2.23 2.93 2.36 3.82 2.89 1.88 4.34 2.27 2.03 2.40 2.76 2.90 2.56 3.41 4.26 3.99 1.93 1.67 20 248 19.70 2.26 4.07 3.11 2.18 3.90 1.72 2.60 2.84 4.53 2.75 4.63 4.74 1.47 2.12 2.30 3.27 2.16 4.4 8.01 2.23 2.04 1.18 2.22 3.81 3.51 2.15 3.77 1.81 1.00 Degrees of freedom for Denominator Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.19 2.30 2.98 1.63 2.73 3.01 2.75 15 246 19.75 1.64 1.43 3.4 8.61 5.33 2.60 2.30 2.22 2.39 3.62 2.52 30 250 19.64 5.10 3.85 2.06 2.64 2.39 5.10 2.04 2.55 1.32 3.30 4.90 2.97 1.37 5 230 19.02 2.89 3.77 4.34 3.42 3.13 2.25 2.53 4.87 3.53 3.30 2.42 2.74 2.87 1.01 6.94 3.4 8.44 3.12 4.39 3.55 6.48 3.74 2.92 2.43 2.94 9 241 19.01 2.20 2.24 4.38 2.20 3.70 3.70 2.28 2.61 1.28 2.77 2.85 2.11 2.10 3.23 2.21 6 234 19.66 2.34 2.44 3.48 2.70 2.62 3.59 3.4 8.00 2.00 1.34 2.79 1.45 4.67 4.46 2.05 4.62 1.74 5.42 2.42 2.30 2.64 3.2 9.34 2.42 2.41 3.84 1.63 3.59 2.07 3.92 2.76 2.15 2.4 8.95 2.87 1.68 2.77 2.96 1.96 2.14 4.40 3.61 2.84 1.16 2.23 3.00 3 216 19.41 4.40 3.11 2.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.