PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA

SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 (S1) Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

Disusun oleh : DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

PROGRAM PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

i

PERSETUJUAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Disetujui dan Disyahkan oleh Pembimbing I dan Pembimbing II untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Mengetahui, Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Suyatmini, SE. M.Si. Tanggal:

Drs.Sudarto HS, MM. Tanggal:

ii

PENGESAHAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Yang Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Pada Tanggal: ………………………………… Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat

Susunan Dewan Penguji 1. Dr. Suyatmini, SE. M.Si. 2. Drs.Sudarto HS, MM. 3. (……………………………) (……………………………) (…………………………….)

Surakarta, Februari 2010 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan,

Drs. H. Sofyan Anif, M. Si NIK. 547

iii

kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Surakarta. Apabila ternyata kelak di kemudian hari terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya diatas. Juli 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103 iv . saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya.PERNYATAAN Dengan ini.

Jadilah diri sendiri jangan meniru orang (Penulis) Kita hanya cukup yakin dan benar-benar menginginkannya maka semua akan terjadi (penulis) v .MOTTO Masalah bukan untuk dihindari tapi dicari solusinya dan harus dihadapi dengan sabar jadi tetap semangat.

Kakakku (Ms Eko). Ayah dan Ibunda tercinta. 4. Aku telah menemukan arti sahabat sejati. vi . 46 Kasih Ibu. Ndul (Elyy). Djarot. Sahabat-sahabatku. Engkau tak akan pernah tergantikan karena engkau tiada duanya didunia ini. 2. Agung n’ The ganx. terima kasih atas dukungan selama ini dan mendengarkan keluh kesahku. Almameterku yang kucinta. perhatian dan pengorbanan yang tiada pernah lekang oleh waktu. sebagai ungkapan rasa hormat dan baktiku. 6. Ipee (Arifah). terima kasih atas kasih sayang. Adikku (De’ Kiki) tersayang yang telah mewarnai hari-hariku dengan kasih sayang dan selalu memberiku semangat.PERSEMBAHAN Alhamdulillahirobbil’alamin. Sujud Syukurku kehadirat illahi Robbi Atas segala nikmat dan kemudahan yang telah diberikan-Nya persembahan kecil ini teruntuk: 1. dan Spin Abot yang selalu setia mengantarkan aku kemana pun aku pergi. Dewi. Emi. Baki Community. dukungan dan kebersamaan yang membuatku selalu bahagia. do’a. Jangan pernah melupakan persahabatan ini. Ndaa (Ingga). rangkaian yang tidak pernah putus dalam setiap langkahku. Lia. 3. Si item kasih ibu. kebersamaan kita adalah hal yang terindah. serta perjuanganmu untuk membesarkan dan mendidikku dengan penuh kasih sayang agar aku dapat gapai cita dan impianku. 5. atas perhatian.

4. Sofyan Anif. H. Drs. MM.. Skripsi ini disusun untuk melengkapi sebagian dari syarat guna memperoleh gelar sarjana pendidikan S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi. 3. selaku pembimbing II yang memberikankan arahan dan nasehat dalam penyusunan skripsi ini. MM. Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan skripsi ini. Drs. Djalal Fuadi. Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat.Si. hidayah..KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah berkenan memberikan surat ijin peneliti. SE. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.Sudarto HS. M.Wb. dan Inayah-Nya sehingga penyusunan skripsi ini berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik.. vii .Si. mengarahkan dalam penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada: 1. Dr. 2. M. Drs. selaku pembimbing I yang penuh kesabaran dan ketulusan membimbing. Suyatmini. namun berkat bantuan serta dorongan dari berbagai pihak akhirnya kesulitankesulitan yang timbul dapat teratasi. selaku ketua program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan dan masukan selama studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang telah memberi izin kepada penulis untuk melakukan penelitian 8. Oleh karena itu. 7. 9. Semua teman-teman Pendidikan Akuntansi angkatan 2006 khususnya kelas C dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya karya ini yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu. Bapak Amin Bambang selaku guru ekonomi yang telah membantu dalam penelitian. dan C yang telah bersedia menjadi sampel dalam penelitian. Bapak/Ibu Dosen program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A 210 060 103 viii . Drs.Wb. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat serta menjadi jembatan bagi penulisan selanjutnya. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. 6. Surakarta. M. SE.B. 10. 11.Pd.5. Semua pihak yang telah berperan serta memberikan bantuan moral maupun material dalam penyusunan skripsi. Joko Suwandi. Siswa siswi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta khususnya kelas VIII A. selaku Pembimbing Akademik selama menempuh studi. Wassalamu’alaikum Wr.

............ F...................... C..................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................ B...................................... E.......................................... i ii iii iv v vi vii ix xii xiii xiv xvi 1 5 5 6 6 7 9 ix ............. Pembatasan Masalah ............................................................................ Latar Belakang Masalah ............................. Prestasi Belajar ................................................................. Manfaat Penelitian ................................ D......................................................................................... DAFTAR TABEL ................................................................................ HALAMAN PENGESAHAN ................... KATA PENGANTAR ................................................. BAB I PENDAHULUAN A............................................................................................................................... Tujuan Penelitian ................................................ DAFTAR GAMBAR ............................................ DAFTAR ISI ................................ HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................... Perumusan Masalah ............................................................................. BAB II LANDASAN TEORI A.................................................................... HALAMAN MOTTO ................ ABSTRAK .............................. HALAMAN PERNYATAAN ................................................................ Sistematika Penulisan Skripsi ......................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL..................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN .........................................................................................................

....... F......................... E................. .. Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)......... C........... 9 10 16 16 19 19 22 23 25 24 26 27 27 27 28 29 30 32 32 32 x ......... Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar……….............. Sampel.. Hubungan metode Mind Mapping(X1)........................................................................................1..... B................ Indikator Mind Mapping……………………………………… 5........... Kegunaan Mind Mapping ………………… ................................................................................................ Kerangka Pemikiran... 3......................... C.... ........................ 2............................ 2........... dan Sampling ...................................... 1.......... 2........... Indikator Keaktifan..... Kelebihan dan Kelemahan……………………………………....... Hipotesis... Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)....... 1........................ ........ 3.............................................. Pengertian Keaktifan............... ................................................................... D...... Mind Mapping ..... Jenis dan Metode Penelitian ........................................... 4... Objek Penelitian ................ 2.................... Pengertian Belajar .................. Hubungan metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) . Keaktifan Belajar ................................................................................................................................ Definisi Mind Mapping ............ Cara membuat Mind Mapping……………………………… .......... Populasi................ ..... Hubungan antar variabel ....... 1....... B................................................. BAB III METODE PENELITIAN A....................

................................................................................................................. Analisis Data .............................................................. C......................D.. E.......... 35 40 42 G............................................. BAB V ANALISIS HASIL PENELITIAN A........................ D................................. Teknik Analisis Data ..................... BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A..................... Uji Prasarat Analisis ……………………………………………… 44 H........ Pembahasan ................. Kesimpulan ........ Instrumen Pengumpulan Data ... Saran....................... Uji Prasyarat Analisis ........................... B................................................................... Uji Instrumen Penelitian .......... Implikasi...................................... B....... C................ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 76 76 50 59 61 63 69 45 xi ......................................................... Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ................................................................................................... E............................................... Analisis Data Penelitian ................................. Teknik Pengumpulan Data ...... F...............

. Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda ...4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas............................. 17 35 Tabel 4.......3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors .. Tabel 3................... Tabel 4..1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping 59 Tabel 4........1 Penggunaan otak pada Mind Mapping .................................1 Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS ................................................. Tabel 4.............. Tabel 4...........5........................2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS ..DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1....... 60 61 62 63 xii ..............................................

.. Gambar 3............... 21 29 56 xiii ..DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2...........1 Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta .....................1 Kerangka Pemikiran ..................................1 Contoh Aplikasi Mind Mapping ...................... Gambar 4...........................

Hasil Uji Reliabilitas 6. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif xiv . Hasil Uji Linearitas 11. Surat Ijin Penelitian 2. Hasil Uji Normalitas 10.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Data Butir Angket Penelitian 7. Angket Penelitian 3. Hasil Tri Out Penelitian 4. Hasil Uji Validitas 5. Hasil Deskriptif 9. Hasil Uji Regresi Berganda 12. Data Induk Penelitian 8.

2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Hasil penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menghasilkan temuan sebagai berikut : Hasil uji regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34. keaktifan belajar IPS dan prestasi belajar IPS xv .01) sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.8% sedangkan sisanya sebesar 30.405 + 0. maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.544 > 2.355 dan taraf signifikan 0.698.20). A210 060 103. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 200 siswa. Secara individu metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.654X2.01). Kata kunci : metode mind mapping.642 > 2. Jurusan Pendidikan Akuntansi. dan 3) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.01 (7. karena nilai thitung = 3.05 diperoleh Fhitung sebesar 3. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.01 (3.407X1 + 0.355 > 3. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69. 2010. Penelitian mengambil lokasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.544 > ttabel = 2.642 > ttabel = 2. Nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54.ABSTRAK PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Dhida Dwi Kurniawati. 2) mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

keluarga dan pengelola pendidikan.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yang menyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. mandiri dan menjadi warga Negara yang demokrasi sehingga bertanggung jawab. Latar Belakang Masalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di era globalisasi sesuai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. cakap. dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Salah satu tujuan Pendidikan Nasional yang ingin dicapai dalam pembangunan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No.1 BAB I PENDAHULUAN A. 1 . oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian. berakhlak mulia. sehat. bertujuan untuk berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan merupakan masalah yang sangat menarik untuk dibahas karena melalui usaha pendidikan diharapkan tujuan pendidikan akan segara tercapai. Pendidikan merupakan sarana dan wahana yang sangat baik di dalam pembinaan SDM. berilmu. kreatif. Dengan begitu perkembangan IPTEK yang ada dapat dikuasai. penanganan dan prioritas secara baik oleh pemerintah.

2 Prestasi belajar merupakan hasil dari usaha-usaha yang telah dilakukan. memberikan tanggapan atau komentar terhadap siswa lain. bertanya kepada guru tentang materi yang disampaikan. . serta bekerjasama dan hubungan dengan siswa lain. sehingga siswa yang kurang paham terhadap materi yang disampaikan akan menjadi lebih mengerti karena adanya latihan dirumah umpan balik disini berupa pembahasan kembali tugas yang diberikan pada materi terdahulu. kemandirian serta keaktifan siswa cenderung masih rendah. Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memerlukan suatu strategi yang tepat supaya hasil yang yang dicapai maksimal dan berpengaruh berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Dimana tujuan pemberian tugas ini adalah siswa tetap belajar dirumah dan dapat dimanfaatkan waktu diluar jam pelajaran sekolah. Guru harus dapat memilih metodemetode yang sesuai dengan pokok bahasan yang disampaikan. Misalnya kemandirian siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru. Dengan umpan balik diharapkan siswa yang kesulitan mengenai konsep-konsep pada materi yang telah diberikan dapat terbantu sehingga prestasi belajar IPS siswa meningkat. Dalam pembelajaran IPS. Salah satu usaha guru dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa yaitu dengan menerapkan pembelajaran melalui tugas dan umpan balik. berlatih menjelaskan hasil pekerjaannya kepada teman yang lain. Keaktifan siswa dalam mengajukan ide pada guru. dan juga mempunyai cara-cara yang menarik sehingga peserta didik mempunyai minat yang tinggi terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi. seorang guru harus memiliki sikap-sikap sebagai berikut : 1. Mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. e.3 menyanggah atau menyetujui ide pengerjaan soal dari teman juga masih rendah. Memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual. menyusun rencana. Guru sebagai pendidik dan pengajar bertugas untuk memberi kemudahan untuk siswa dalam menerima ilmu atau materi yang telah diajarkan. c. 4. dan memeriksa kembali . Menurut Isjoni (2007:62). d. Menjelaskan tujuan kegiatan pada kelompok dan mengatur penyebaran dalam bertukar pendapat Djamarah (2002:181-186). Membantu kegiatan-kegiatan dan menyediakan sumber atau peralatan serta membantu kelancaran belajar mereka. Membina siswa agar setiap orang merupakan sumber yang manfaat bagi yang lainnya. b. Salah satu metode yang akan diterapkan adalah pembelajaran IPS dengan pola latihan interaktif yang menggunakan metode Mind Mapping. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah. 3. Membantu dan mendorong siswa untuk mengungkapkan dan menjelaskan keinginan dan pembicaraannya baik secara individual maupun kelompok.“Tujuan dari penyampaian variasi metode mengajar dan aplikasinya dalam pengajaran adalah : a. melaksanakan rencana. Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevansi proses belajar mengajar. Dalam metode Mind Mapping siswa di kuatkan pada cara menghadapi persoalan dengan langkah penyelesaian yang sistematis yaitu memahami masalah. 2. Mendorong anak didik untuk belajar. 5.

dan mandiri dapat terwujud. namun diperlukan keaktifan siswa didalam proses belajar mengajar. aktif.” . Menurut Sujanto (1996:53) : Pelaksanaan pengajaran sering hanya si guru mendikte dan si anak yang mencatat dan kemudian menghafalkannya persis seperti bunyi catatatan dan sama sekali tidak ada kaitan dengan pengertian ataupun perubahan anak perbuatan anak karenanya. Sedangkan dengan latihan interaktif siswa diharapkan dapat berinteraksi dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian siswa belajar IPS tidak hanya mendengarkan dan guru menerangkan didepan kelas saja.4 sehingga persoalan yang dihadapi akan dapat diatasi. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengambil judul skripsi “PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SISWA PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009 / 2010. Melalui usaha pendidikan diharapkan kualitas generasi muda yang cerdas. Sehingga diharapkan kemandirian dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS dapat ditingkatkan. sehingga siswa dituntut untuk aktif secara langsung dalam proses pembelajaran. Namun kenyataannya keaktifan siswa sekarang ini berkembang lambat dan disiplin belajar siswa yang kurang.

3. 2. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 2. Aktif dalam belajar siswa dibatasi pada keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran disekolah. Apakah terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 3. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? .5 B. Prestasi belajar siswa dibatasi pada penguasaan materi dan keaktifan siswa terhadap pelajaran IPS yang berupa nilai rapot semester ganjil. Penggunaan Mind Mapping dibatasi pada sikap ingin tahu siswa untuk mengembangkan materi pelajaran IPS. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut diatas. maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan : 1. maka masalah ini dibatasi pada : 1. C. Pembatasan Masalah Untuk mempermudah dan menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penafsiran judul.

Bagi guru kelas Sebagai bahan kajian guru dalam memberikan atau menyampaikan materi (metode Mind Mapping dan keaktifan belajar IPS) untuk meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. E. Sehingga perkembangan tersebut dapat digunakan dalam peningkatan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus disekolah. Untuk mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 2. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai : 1. .6 D. Tujuan Penelitian Adanya tujuan dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting karena dengan tujuan yang tepat menjadikan tolok ukur keberhasilan dalam penelitian. Manfaat Penelitian Manfaat teoristis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan pertimbangan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan pada umumnya dan di bidang kependidikan luar biasa pada khususnya. Manfaat praktis yang diharapkan dalam penelitain ini terdiri : 1.

Bagi sekolah Dari hasil penelitian dapat memberikan masukan kepada sekolah atau lembaga pendidikan di SMP sebagai bahan kajian dalam usaha perbaikan proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik.7 2. identifikasi masalah. dan sistematika penulisan penelitian. 3. Sistematika Skripsi Untuk memperoleh gambaran permulaan terhadap hasil penelitian ini. pembatasan masalah. perumusan masalah. F. maka perlu dikemukakan sistematika penelitian sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Meliputi latar belakang masalah. Bagi kepala sekolah Memberi masukan berupa informasi ilmiah tentang pentingnya metode penyampaian materi yang menarik pada siswa agar prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. manfaat penelitian. 4.sehingga mutu pendidikan dapat lebih meningkat. tujuan masalah. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini merupakan landasan teori yang digunakan dalam penyusunan penelitian yang bekaitan dengan definisi prestasi . Bagi siswa Memberi alternative lain untuk mempelajari suatu pelajaran dengan cara membuat ringkasan yang menarik dan anak terdorong untuk belajar IPS.

data dan instrumen pengumpulan data. populasi. pengujian kualitas dan hasil analisis data. hubungan antar variabel dan hipotesis. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang jenis dan rancangan penelitian. subyek dan obyek penelitian. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi hasil pengembalian kuesioner. teknik penyajian data dan teknik analisis data. keterbatasan penelitian dan saran dari peneliti. definisi keaktifan. BAB V PENUTUP Penutup menguraikan tentang kesimpulan akhir penelitian. sampel dan sampling. definisi metode Mind Mapping. teknik pengumpulan data. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN .8 belajar.

yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai denagan pandangan yang mereka anut. Para pakar pendidikan mengemukakan pendapat mereka. ketrampilan dan nilai sikap. sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Pengertian Prestasi Belajar Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan prestasi dan belajar.9 BAB II LANDASAN TEORI A. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar.“Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan. diciptakan baik secara individual maupun kelompok. pemahaman. Namun dari pendapat pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan.” Selanjutnya menurut Winkel (1996:53).”Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Prestasi Belajar 1. Menurut Djamarah (2002:231). Menurut Djamarah (2002:19).”Prestasi adalah hasil kegiatan 9 . Prestasi merupakan kumpulan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan. karena kegiatan belajar merupakan proses.

Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu. Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. 2.10 usaha kegiatan belajarnya yang dinyatakan dalam bentuk. angka. huruf. dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor eksternal) : . Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan.” Berdasarkan pengertian diatas. maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. menurut Syah (2004:132). maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain: faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal).

Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor internal adalah keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa. sikap. psikologis dan yang dapat perolehan faktor-faktor kuantitas diantara Namun rohaniah siswa siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah tingkat kecerdasan atau intelejensi. jasmani agar tetap bugar siswa dianjurkan mengkonsumsi minuman yang bergizi.11 a. dan motivasi. Faktor internal siswa adalah: 1) Aspek fisiologis Kondisi jasmani dan tonus (tegangan otot) yang memadai tingakat organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. bakat. . Mempertahankan tonus. minat. 2) Aspek psikologis Yang mempengaruhi pembelajaran termasuk kulitas siswa. Selain itu juga siswa dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga ringan. Untuk dipelajarinya pun kurang atau tidak terbatas. Kondisi organ tubuh yang lemah apabila serta pusing-pusing dapat menurunkan ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidak berbekas.

1) Lingkungan sosial Lingkungan sosial sekolah. pemilihan dan penentuan metode dalam pembelajaran harus memiliki: . para staf guru. Menurut Djamarah (2002:85-93). para staf administrasi dan teman-teman sekelas yang mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Dengan memanfaatkan metode secara akurat. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa) Faktor Eksternal adalah kondisi lingkungan sekitar siswa. guru akan mampu mencapai tujuan pembelajaran. 3) Metode pembelajaran a) Pengertian metode Menurut Djamarah (2002:85) : Pemilihan metode merupakan hal yang sangat penting perlu diperhatikan karena metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Para guru yang selalu menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik dan rajin khususnya dalam belajar. 2) Lingkungan non sosial Faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah gedung sekolah dan letaknya rumah tempat tinggal keluarga siswa dan alat-alat belajar keadaan cuaca dan waktu belajar digunakan siswa.12 b.

13 (1) Nilai strategi dan metode Didalam proses pembelajaran sering terjadi interaksi edukatif antara anak didik dan guru. karena itu. Nilai strategis dari metode adalah dapat mempengaruhi jalannya pembelajaran. (3) Pentingnya pemilihan dan penentuan metode Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang telah pembelajaran. (2) Efektivitas penggunaan metode Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran akan menjadikan kendala dalam mencapai tujuan yang dirumuskan. Apapun yang termasuk perangkat program pembelajaran dituntut secara mutlak . efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuain metode dengan semua komponen diprogramkan. Oleh karena itu metode adalah salah satu cara yang memilliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Pengalaman membuktikan bahwa kegagalan pembelajaran salah satunya disebabkan oleh pemilikan metode yang kurang tepat.

”Dalam menggunakan mengajarkan pandai pendekatan secara aktif. oleh karena itu guru menetapkan hasil-hasil belajar dan tujuan yang akan dicapai. Menurut guru Djamarah harus (2002:62). hal tersebut dibuat karena adanya kebutuhan untuk menyakinkan 1) adanya alasan untuk belajar. Menurut Mulyana (2005:100) : Dalam pembelajaran guru yang utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Sedangkan Riyanto (2002:57) berpendapat bahwa pembelajaran adalah “suatu proses eksperimantasi.” Menurut Sagala (2006:68) : Pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran. . 2) siswa belum mengetahui apa yang akan diajarkan.”Pembelajaran ialah membelajarkan siswa dengan menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama kebersilan pendidikan. secara arif dan bijaksana.” Selalu harus ada yang dipelajari dan arena adanya pengalaman-pengalaman baru.14 untuk menunjang tercapainya tujaun guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didk dikelas b) Pengertian pembelajaran Menurut Sagala (2006:61).

maka tingginya pemahaman dan penguasaan siswa dalam suatu pelajaran dan makin banyak soal yang mampu dikerjakan dengan benar diharapkan makin tinggi tingkat keberhasilan pembelajaran tersebut.” Menurut Arikunto dalam Dimyati & Mudjiono (2009:200-201) prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi dan ditujukan untuk keperluan : . Keberhasilan tersebut dapat diamati dari beberapa sisi banyaknya soal yang mampu dikerjakan dengan betul. faktor metode pengajaran. keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat. faktor materi pelajaran. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses pelajaran IPS. sehingga prestasi yang akan dicapai memuaskan. proses dan post tes. Keberhasilan pembelajaran IPS diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut dan dipengaruhi beberapa faktor antara lain: faktor guru. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga. faktor lingkungan. dan faktor lainnya termasuk siswa itu sendiri. maka dengan metode pembelajaran yang sesuai siswa akan bersemangat dan suasana kelas akan lebih hidup.15 dan umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal yaitu pre tes.

c. Untuk penempatan. apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. aslinya diciptakan oleh Gelb. Untuk seleksi. Menurut Porter & Hernacki (2008:152-159) : Mind Mapping juga dapat disebut dengan peta pemikiran.16 a. B. Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Untuk diagnostik dan pengembangan. Oleh karena itu. Mind Mapping 1. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya . demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk Dengan kepribadian anak. d. Untuk kenaikan kelas. Pembuatan Mind Mapping didasarkan pada cara kerja alamiah otak dan mampu menyalakan percikanpercikan kreatifitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita. karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. Definisi Mind Mapping Barbara Prashing mengemukakan Mind Mapping dipopulerkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an. Michael Gelb dalam Buzan (2007:179-181): Mind Mapping dapat diartikan sistem revolusioner dalam perencanaan dan pembuatan catatan yang telah mengubah hidup jutaan orang di seluruh dunia. Mind Mapping menggunakan pengingatpengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. b.

1 Tabel penggunaan otak pada Mind Mapping Otak Kiri 1. Hubungan Antar Kata Otak Kanan Warna Gambar Dimensi Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif.” Table 1. Metode Mind Mapping adalah metode baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua belah otak (otak kiri dan otak kanan). Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. Selain itu Mind Mapping adalah sistem penyimpanan.17 menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak. . efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran. Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna. Tulisan 2. hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal. penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menajubkan. Tony Buzan mengemukakan “your brain is like a sleeping giant. dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Urutan Penulisan 3.

Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi. . Dengan demikian. memperkuat. Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima. simbol. baik secara tertulis maupun secara verbal. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. maka akan baik dampaknya bagi proses dan hasil belajar. guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping.18 Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Adanya kombinasi warna.

6) Membuat perencanaan sasaran pribadi. 10) Dapat memusatkan perhatian. d. 5) Mengembangkan sebuah ide. khususnya pada Sekolah Menengah Pertama kelas VIII antara lain: a. 9) Fleksibel. d.19 2. Cara Membuat Mind Mapping Buzan (2009:14). b. c. 12) Menyenangkan dan mudah diingat. Mengumpulkan sejumlah besar data disuatu tempat. b. Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah. Memungkinkan kita merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan. metode Mind Mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. 3. Kertas kosong tak bergaris. Kegunaan metode Mind Mapping dalam bidang pendidikan. 11) Meningkatkan pemahaman. 8) Meringkas isi sebuah buku. 4) Membuat rencana atau kerangka cerita. 7) Memulai usaha baru. sarana dan prasarana untuk membuat Mind Mapping adalah : a. Pena dan pensil warna. Imajinasi . 2) Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar. 3) Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan. Selain itu menurut Buzan (2009:54-130) metode Mind Mapping dapat bermanfaat untuk : 1) Merangsang bekerjanya otak kiri dan kanan secara sinergis. Kegunaan Mind Mapping Menurut Michael Michalko dalam Buzan (2009:6). Otak. c. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif.

adapun cara pembuatan Mind Mapping adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Mulailah dari tengah kertas kosong. Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama. Berikut adalah ringkasan dari Law of MM: a) Kertas: polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (Landscape). . Membuat Mind Mapping yang terdapat didalam (http://astutimin . garis bawah atau simbol-simbol yang menggambarkan poin atau gagasan utama.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dan-kreativitas siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/) Tony Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar Mind Mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal. Gunakan gambar. Dalam membuat Mind Mapping juga diperlukan keberanian dan kreativitas yang tinggi.20 Buzan (2009:15-16). Seluruh garis harus tersambung ke pusat. Menghidupkan Mind Mapping yang telah dibuat akan lebih mengesankan. membuat Mind Mapping membutuhkan imajinasi atau pemikiran. warna. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat. Buatlah garis hubung yang melengkung. c) Kata: menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis.wordpress. Gunakan berbagai warna. Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna. Variasi dengan huruf capital. Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau image yang ada di atasnya. b) Garis: lebih tebal untuk BOIs dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis.

1 Contoh Aplikasi Mind Mapping Aplikasi Mind Mapping dalam Pembelajaran Dalam tahap aplikasi. Khusus untuk pertemuan pertama pada setiap awal Semester. grafik. yaitu: a) Overview: Tinjauan Menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai. e) Warna: gunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5 – 6 warna. terdapat empat langkah yang harus dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping. Warna berbeda untuk setiap BOIs dan warna cabang harus mengikuti warna BOIs. Gambar 2.21 d) Image: gunakan sebanyak mungkin gambar. kode. Overview dapat diisi dengan kegiatan untuk membuat . BOIs umumnya terdiri dari 2 – 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1. Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3 Dimensi agar lebih menarik lagi. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan dipelajari. f) Struktur: menggunakan struktur radian dengan sentral topic terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabangcabangnya menyebar ke segala arah. simbol. table dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami.

siswa diharapkan telah memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai. e. langkah Preview dapat dilewati sehingga langsung masuk ke langkah Inview. b) Preview: Tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail daripada Overview dan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari Silabus. 4. c) Inview: Tinjauan Mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran. b. Khusus untuk bahan yang sangat sederhana. . sejak awal siswa sudah mengetahui topik apa saja yang akan dipelajarinya sehingga membuka peluang bagi siswa yang aktif untuk mempelajarinya lebih dahulu di rumah atau di perpustakaan. di mana suatu topik akan dibahas secara detail. Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Hal ini akan dapat membantu siswa untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. siswa diharapkan dapat mencatat informasi. f. merencanakan. Dengan demikian. indikator Mind Mapping sebagai berikut : a. i. dan melatih “gambar keseluruhan”. g. mengingat dengan lebih baik belajar lebih cepat dan efisien. terperinci dan mendalam. d) Review: Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi.22 Master Mind Map® yang merupakan rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selama satu Semester yang biasanya sudah ada dalam Silabus. daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai bahan yang diajarkan. konsep atau rumus penting beserta grafik. d. Indikator Mind Mapping Menurut Tony Buzan (2009:6). Selama Inview ini. Dengan demikian. berkomunikasi. c. konsep atau rumus penting yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. memusatkan perhatian. menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. menjadi lebih kreatif. menyelesaikan masalah. h.

Kelemahan pembelajaran metode Mind mapping : 1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat. membandingkan dan membuat hubungan 8) Memudahkan penambahan informasi baru 9) Pengkajian ulang bisa lebih cepat 10) Setiap peta bersifat unik b. 2) Dapat bekerjasama dengan teman lainnya 3) Catatan lebih padat dan jelas 4) Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan. 5) Catatan lebih terfokus pada inti materi 6) Mudah melihat gambaran keseluruhan 7) Membantu Otak untuk : mengatur. Kelebihan dan Kelemahan a. 2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar 3) Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. Kelebihan metode Mind Mapping dalam (http://mahmmudin. wordpress. mengingat. .com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/) sebagai berikut: 1) Dapat mengemukakan pendapat secara bebas.23 5.

b. mengemukakan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat dilihat dalam : a. peraba dan lain-lain. keaktifan jasmani maupun rohani itu meliputi antara lain: a. menyusun pendapat dan mengambil keputusan.” Menurut Sriyono (1992:75). Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. Keaktifan ingatan : pada waktu mengajar. .”Keaktifan adalah pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif jasmani maupun rohani.24 C. Keaktifan akal : akal anak-anak harus aktif atau diaktifkan untuk memecahkan masalah. penglihatan. Keaktifan Belajar 1. d.” Menurut Sagala (2006:124-134). Menurut Sudjana (1988:72). Pengertian Keaktifan Menurut Mc Keachie dalam Dimyati dan Mujiono (1999:45) berkenaan dengan prinsip keaktifan mengemukakan bahwa “individu merupakan manusia belajar yang selalu ingin tahu. Terlibat dalam pemecahan masalah. c. b. kemudian pada suatu saat ia siap mengutarakan kembali. anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan guru dan menyimpannya dalam otak. Keaktifan indera : pendengaran. menimbang-nimbang. Murid harus dirangsang agar dapat menggunakan alat inderanya sebaik mungkin. Keaktifan emosi : dalam hal ini murid hendaklah senantiasa berusaha mencintai pelajarannya.

tenang. membuat grafik. Listening activities. memecahkan soal. seperti : mendengarkan uraian. musik. mengambil keputusan. gembira. peta. bertanya. seperti : menaruh minat. laporan. mengamati pekerjaan orang lain. g. karena dalam IPS banyak kegiatan pemecahan masalah yang . bersemangat. c. Writing activities. dan gugup. e.25 c. seperti : membaca. seperti : melakukan percobaan. berani. merumuskan. Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Diedrich dalam Rohani (1991:8-9) mengklasifikasikan aktifitas menjadi : a. merasa bosan. seperti : menulis. memberi saran. Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran IPS sangat penting. Emotional activities. melihat hubungan. Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal. d. diskusi. e. Menurut Paul. pidato. percobaan. seperti : menyatakan. f. h. percakapan. melihat gambar. menganalisa. mengingat-ingat. Visual activities. d. Motor activities. diagram. Oral activities. B. Drawing activities. seperti : menanggapi. f. keterangan. seperti : menggambar. b. bergairah. Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. Mental activities. membuat konstruksi.

Indikator Keaktifan Keaktifan belajar dalam (http://ardhana12. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e.com /2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikan-penilaiandalam-ptk-2/) dapat dilihat dari : a. Membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. Siswa sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. Memanfaatkan potensi anggota kelompok k. Mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. Memberi gagasan yang cemerlang h. Kerjasamanya dalam kelompok c. Untuk menarik keterlibatan siswa dalam pembelajaran guru harus membangun hubungan baik yaitu dengan menjalinan rasa simpati dan saling pengertian. Saling membantu dan menyelesaikan masalah . Membina hubungan baik bisa mempermudahkan pengelolaan kelas dan memperpanjang waktu. Memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d.wordpress.26 menuntut kreativitas siswa aktif. Keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain j. 2.

memperhatikan. dan mencerna pelajaran yang disampaikan oleh guru. Pola pikir siswa akan lebih berkembang dengan memunculkan ide-ide dalam proses pembelajaran IPS. Hubungan Antar Variabel 1. Sehingga metode Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Para siswa dituntut untuk mendengarkan. memberi gambaran yang jelas keseluruhan dan perincian pokok bahasan yang dipelajari. Begitu juga sebaliknya guru juga harus memberikan pertanyaanpertanyaan kepada siswa dan dapat menciptakan suasana belajar dalam . kreatif dan lebih perhatian dalam menerima pelajaran / materi yang disampaikan oleh guru. Mind Mapping memungkinkan siswa lebih fokus pada pokok bahasan. Selain itu siswa harus aktif bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum jelas.”Pemetaan pemikiran adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide.27 D. 2. Siswa harus lebih kritis. Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Dalam proses belajar yang sedang berlangsung di kelas melibatkan siswa dan menuntut siswa untuk melakukan aktivitas belajar.” Dengan memerintahkan peserta didik membuat peta pikiran memudahkan mereka untuk mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari dan apa yang sedang mereka rencanakan. atau merencanakan penelitian baru. Hubungan Metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) Menurut Silberman (2001:181). mencatat pelajaran.

maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Jutaan orang diseluruh dunia menggunakan Mind Mapping setiap hari untuk membantu mereka. Keaktifan merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan prestasi belajar siswa. akan melihat jauh lebih banyak kesempatan untuk mengiterpretasikan pertanyaan secara kreatif. sementara ada juga yang menggunakan Mind Mapping untuk memecahkan masalah dalam skala yang lebih besar. Ada yang menggunakannya agar mereka bisa membuat perencanaan yang lebih baik atau menjadi pembicara yang lebih percaya diri. dan karenanya akan lebih banyak menghasilkan ide-ide yang lebih berkualitas. karena di dalam proses kegiatan belajar mengajar tanpa adanya keaktifan siswa. Hubungan Metode Mind Mapping (X1). Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Otak yang berpengetahuan tinggi secara mental. dan karenanya berpikir fleksibel. . Dengan demikian keaktifan siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. 3. karena segala sesuatu tidak akan tercapai secara maksimal bila setiap individu tidak aktif dalam melaksanakan suatu kegiatan.28 kelas yang menimbulkan keaktifan siswa sehingga akan tercipta proses belajar yang baik dan akan membuat interaksi di dalam kelas yang dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi anak didiknya. Siswa yang aktif dalam belajar akan mendapatkan prestasi yang baik dibandingkan siswa yang kurang aktif dalam belajar.

Keaktifan siswa dalam belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar apabila siswa tidak aktif bertanya. maka dalam penyusunan penelitian ini penulis mengajukan anggapan dasar atau kerangka pemikiran sebagai berikut : Metode Mind Mapping (X1) Keaktifan Belajar (X2) Gambar 3. sebaliknya siswa yang aktif akan mendapatkan prestasi yang memuaskan. Prestasi belajar siswa akan meningkat jika siswa aktif dalam proses pembelajaran IPS. berpikir. mengerjakan soal. berdiskusi maka siswa itu akan mendapatkan prestasi yang bagus. dan akan mendapatkan hasil yang maksimal E. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kajian teoristis sebagaimana telah dipaparkan dimuka. bertanya dan aktif dalam belajar IPS. Mind Mapping akan lebih meningkatkan keaktifan siswa untuk membaca. Sehingga keaktifan belajar diperlukan untuk meningkatkan prestasi belajar dalam aspek kognitif.1 Kerangka Pemikiran Prestasi belajar (Y) .29 Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor sosial. Yang termasuk faktor individu diantaranya adalah keaktifan belajar. affektif dan psikomotorik.

F. Yang menjadi variabel bebas adalah : a) Metode Mind Mapping (X1) b) Keaktifan Belajar (X2) 2. maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Dari landasan teori dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . yang kebenarannya masih perlu diuji dibawah kebenaran atau tidaknya peneliti perlu mengadakan penelitian.30 Keterangan : 1. Variabel Independen (variabel bebas) yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel yang lain. Hipotesis Menurut Arikunto (2005:64) Hipotesis berasal dari penggunaan kata “Hypo” yang artinya “Dari bawah” dan kata “Thesa” yang artinya “Kebenaran” Hipotesis adalah anggapan dasar mengenai satu teori yang bersifat sementara. Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah : Prestasi Belajar (Y). Variabel Dependen (variable terikat) yaitu suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang.

Terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . Terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3.31 2.

Berdasarkan sifatnya yaitu mencoba mengungkapkan suatu fenomena dengan menggunakan dasar perhitungannya atau data kualitatif yang diangkakan. Populasi. Sampel. dimana data yang diperoleh berasal dari angket. Obyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Maka jenis penelitian ini adalah kuantitatif. dan Sampling 1. Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang artinya penelitian yang berusaha mendiskripsikan suatu gejala peristiwa dan kejadian pada saat sekarang serta mengungkapkan data yang telah berlangsung tanpa mempengaruhi variabel terikat. C. maka penelitian ini merupakan penelitian survey. Populasi Menurut Arikunto (2002:108) “Populasi adalah keseluruhan kelompok orang atau kejadian atau hal minat yang diinvestigasi.” Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang berjumlah 200 siswa. 32 . B.32 BAB III METODE PENELITIAN A.

sehingga penelitianberupa penelitian populasi. Cara pengambilan sampel dengan random ada tiga cara yaitu: 1) Cara Undian : Cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian. Sampel Menurut Arikunto (2005:105) “Sampel adalah sebagian atau wakilpopulasi yang diteliti. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-25%. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. . Random Sampling Adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. 3. Sampling Menurut Hadi (1993:75) “sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel.33 2. 2) Cara Ordinal : Cara ini dilakukan dengan jalan mengambil jumlah subjek yang diperlukan dengan mengambil urutan dari atas ke bawah.” Menurut Arikunto (2006:134) menyatakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100 orang diambil semua.” Menurut Djarwanto PS dan Subagyo (1996:114) ada dua cara pengambilan sample yaitu : a.

4) Proporsional Sampling Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel tiap-tiap sub populasi dengan memperhatikan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut. 3) Double Sampling Pengambilan sampling yang menguasakan adanya sampel kembar. . Non Random Sampling Adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih sebagai sample. 2) Purposive Sampling Dalam Purposive sampling pemilihan sekelompok subyek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui. Macam-macam non random sampling adalah sebagai berikut: 1) Quota Sampling Sampel diambil berdasarkan pertimbangan tertentu dari penyidik.34 3) Cara Randomisasi : Cara ini di lakukan dengan bantuan tabel random yang umumnya terdapat pada buku-buku statistik b.

Adapun kisi-kisi angket adalah sebagai berikut: Tabel 3. kemudian dijabarkan dalam aspek dan indikator yang sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai. Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS Variabel Metode Mind Mapping a. D. c. Indikator merencanakan berkomunikasi menjadi lebih kreatif menyelesaikan masalah memusatkan perhatian Item 1-10 . Dari aspek dan indikator tersebut kemudian dijadikan landasan penyusunan kisi-kisi angket. b.35 5) Stratified Sampling Teknik ini biasanya digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat. e. Teknik pengambilan sampling sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sample random sampling dengan cara undian. Pembuatan kisi-kisi angket Sebelum dilakukan penyusunan angket tertulis dibuat dahulu konsep yang berupa kisi-kisi angket yang disusun dalam suatu tabel. cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian.1. Instrumen Pengumpulan Data 1. Semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel. d.

mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. kepetusan berdasarkan pertimbangan kerja yang matang j. kerjasamanya dalam kelompok c. kemudian disajikan dalam laporan penelitian. Setelah selesai dijawab data disusun untuk diolah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Penyusunan Angket Setelah kisi-kisi angket dibuat maka item-item pertanyaan disertai dengan alternatif jawaban kemudian disusun pedoman pengisian angket. . memberi gagasan yang cemerlang h. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data yang berupa daftar pertanyaan atau isian yang harus diisi oleh responden. menyusun dan menjelaskann pikiranpikiran g. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d.36 Keaktifan Belajar f. perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. memanfaatkan potensianggota kelompok k. saling membantu dan menyelesaikan masalah 1-12 2. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. melatih ”gambar keseluruhan” a. belajar lebih cepat dan efisien i. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. mengingat dengan baik h.

”Skoring variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar siswa untuk tiap-tiap alternatif jawaban adalah: Item pertanyaan atau pernyataan positif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) :4 :3 :2 :1 Item pertanyaan atau pernyataan negatif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) 4. Uji Coba Angket Uji coba angket digunakan untuk mengetahui apakah soal yang akan diberikan kepada responden valid atau tidak valid & digunakan untuk menguji apakah data tersebut variabel. Uji Validitas Item Menurut Arikunto (1988:138) Uji Validitas adalah “suatu ukuranukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan keaslian suatu instrument. 5. Menentukan Skor Angket Menurut Nawawi (2005:242).37 3.” :1 :2 :3 :4 . Uji coba (try out) dilaksanakan terhadap siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang tidak menjadi anggota sampel.

”mengenai perhitungan korelasinya berdasarkan ketentuan bahwa rxy > rtabel taraf signifikan 5% berarti item atau butir soal valid dan sebaliknya bila rxy < rtabel 5% maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memenuhi prasyarat. Dalam penelitian ini mengukur reliabilitas angket digunakan teknik belah dua melalui cara membelah data dengan item-item nomor genap dan ganjil. Uji Reliabilitas Item Reliabilitas menunjukkan pada suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik. Menurut Arikunto (1998:208).” 6. Selanjutnya hasil korelasi itu dianalisa untuk mencari . Kemudian mencari korelasi antara masing-masing belahan item tersebut dengan menggunakan teknik korelasi product moment.38 Rumus yang digunakan adalah Pearson Product Moment: rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( NY 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 Dimana: rxy X2 Y2 XY X Y N = Koefisien korelasi antara variabel X dan Variabel Y = Jumlah kuadrat dari X = Jumlah kuadrat dari Y = Jumlah koofisien korelasi antara variabel X dan Y = Jumlah tiap faktor = Jumlah seluruh faktor = Jumlah subyek Karena dengan angka kasar relatif lebih mudah dan dapat menghindari angka pecahan.

200 sampai 0.400 = rendah Antara 0. Teknik Pengumpulan Data Sesuai dengan bentuk penelitian dan sumber data yang dimanfaatkan. E.100 sampai 0. dikutip Hadi yaitu sebagai berikut: r11 == Keterangan : r11 = koefisien reliabilitas yang dicari r1/21/2 = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan yang dicari.6”.600 = cukup tinggi Antara 0.39 realibilitas dengan menggunakan rumus Sperman Bown.”Adapun interprestasi besarnya koefisien korelasi digunakan ketentuan yang sama yaitu: a) b) c) d) e) Antara 0. Arikunto (2006:276).800 sampai 1.400 sampai 0.200 = sangat rendah Sedangkan menurut Ghozali (2005: 42) ”Dikatakan reliabel jika angka korelasi yang diperoleh > 0.600 sampai 0. maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : .6 taraf signifikansi 5% dikatakan tidak reliabel jika angka korelasi <0.800 = tinggi Antara 0.000 = sangat tinggi Antara 0.

maka dapt digunakan untuk memberi penekanan tertentu untuk membedakan mana inti topik dan mana penjelasannya. Cara memberi penekanan terhadap informasi tertentu dapat pula dilakukan dengan membuat variasi huruf baik font maupun ukuran (size). Beberapa untuk setiap cabang utama mind orang memberikan nomor Sebagian lain mapping-nya. Untuk memperkuat aspek kreativitas dan merangsang daya ingat yang kuat perlu digunakan warna yang beragam. lingkaran. ”Mind Mapping yang baik akan selalu menggunakan kata kunci dan gambar.” Mind Mapping dibuat dan digambar secara bebas. Termasuk bisa dibedakan tingkat kepentingan antar informasi.40 1. Termasuk di dalamnya memberi penekakanan dengan gambar atau gambar. Dengan . Test Test hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menerima bahan ajar atau materi untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS siswa setelah dilakukan tindakan. Ini berguna untuk membedakan antar penjelasan yang satu dengan yang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan hirarki berupa huruf atau angka. menggunakan hierarki yang menunjukan urutan dari penjelasan. segitiga dan lain-lain. Selain itu dapat pula ditambahkan kode-kode tertentu sesuai kenyamanan pembuat mind mapping apakah berupa simbol atau bentuk-bentuk tertentu seperti kotak. Test yang akan dilakukan penulis adalah : Tes pembuatan Mind Mapping ini dilakukan untuk mengetahui kepahaman tentang Mind Mapping.

41 cara ini. d. melainkan pula kelima panca indra lainnya. penulis membuat kriteria mind mapping yang baik adalah : a. Metode angket untuk mengetahui data variabel penelitian yaitu metode Mind Mapping (X1) dan keaktifan belajar (X2). akan sulit sekali untuk terlupa.” Berdasarkan paparan diatas. c. penggunaan garis. Menggunakan simbol. Menggunakan gambar untuk memperkuat kreativitas. b. Bayangkan jika informasi bisa dirasakan oleh seluruh indera. termasuk penggunaan huruf yang berbeda-beda. mind mapping juga berfungsi memberi kejelasan atas informasi yang dicatat dengan menggunakan batasan area. Mind Mapping harus mempunyai kata kunci atau gagasan pokok. untuk merangsang daya ingat.“selain aspek asosiasi dan penekanan. . 2. maka penekanan atas suatu subyek tidak hanya menyentuh aspek logika berpikir. bentuk huruf atau ukuran huruf memperjelas informasi tertentu. Menurut Buzan (2003:88-89). Menggunakan bermacam-macam warna. Angket Arikunto (2002:151) angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperolah informasi dari dari respondent dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui.

F. 1.” Uji instrument akan diberikan pada siswa yang merupakan bagian dari populasi penelitian. buku. dan sebagainya. check-list atau daftar centang. agenda. Instrument yang baik harus memenuhi dua peryaratan penting yaitu valid dan reliable.42 3.” Metode dokumensi digunakan untuk memperoleh data tentukan prestasi belajar siswa. transkrip. . Namun sebaliknya instrument yang kurang valid memiliki validitas rendah. Dokumentasi Menurut Arikunto (2006:154) “dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument yang valid atau mempunyai validitas tinggi. surat kabar. majalah. Menurut Arikunto (2006:160) “variasi jenis instrument penelitian adalah angket. lengkap. pedoman wawancara dan pedoman pengamatan. dalam arti lebih cermat. dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Teknik Analisis Data Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh penelitian dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik.

Adapun rumus korelasi product moment rxy : {N ∑ X N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) 2 2 − (∑ X ) N ∑ Y 2 − (∑ Y ) }{ 2 } Keterangan: Rxy : Koefisien korelasi antara variable X dan variable Y X Y N : Skor item : Skor total : Jumlah responden Menurut Arikunto (2002:146). Pengukuran reliabilitas tersebut dilakukan dengan menggunakan rumus : .” Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana instrument dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran dilakukan berulang-ulang. Uji ini dilakukan dengan melihat korelasi atau skor masingmasing pertanyaan. 2. Jika rxy > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) valid. sebaliknya bila rxy < rtabel maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memiliki persyaratan.43 Arikunto (2002:241) validitas diuji dengan rumus korelasi product moment. Uji Reliabilitas Menurut Arikunto (2006:178) “Uji reliabilitas adalah suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik-baik.

Uji Prasyarat Analisa 1. langkahnya menurut formula Jorque Berra (JB) sebagai berikut: ⎡ S 2 (k − 3) 2 ⎤ J B = n⎢ + ⎥ 24 ⎦ ⎣ 6 Keterangan : S K = Skewnees (kemencengan) = Kurtosis (keruncingan) Kesimpulan : Jika JB < X2 (chi square table) maka data dinyatakan normal Jika JB > X2 (chi square table) maka data dinyatakan tidak normal . G.44 ⎛ 2(r1/ 2 .1 / 2 ⎠ Keterangan : r11 r1/2 r1/2 = koefisien reliabilitas yang dicari = koefisien antara skor-skor setiap olahan tersebut Jika rhitung > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) reliable dan sebaliknya bila rhitung < rtabel pada taraf signifikan 55 maka butir soal tersebut reliable sekaligus tidak memenuhi prasyarat. Uji Normalitas Uji normaltas digunakan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang.1 / 2) ⎞ r11 = ⎜ ⎟ ⎝ 1 + r1 / 2.

Dalam regresi ini dilakukan untuk menentukan prestasi belajar yang disebabkan oleh metode mind mapping X1 dan keaktifan belajar X2. menurut Sugiono (2005:211). H. Uji Linearitas Uji lenearitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model persamaan linear yang kita peroleh cocok atau tidak.45 2. Perhitungannya menggunakan rumus : F= Rreg Rkres Kesimpulan : Jika nilai Fhitunng < Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat berbentuk linear.x2 + … + bk.x1 + b2. Analisis regresi berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan perubahan variabel satu dengan variabel lain. Jika nilai Fhitung > Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat tidak berbentuk linear. Analisis Data 1.xk Dimana: Y a = Prestasi belajar = Konstanta . “dijelaskan analisis regresi ganda dua predictor menggunakan persamaan garis regresi” berikut: Y = a + b1.

berarti secara bersam-sama variabel independent mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.46 b X1 X2 = Koofesien korelasi = Kreativitas = Disiplin belajar 2. 2) Penentuan level signifikan tingkat signifikan (£) = 50% derajat kebebasan pembilang = K derajat kebebasan penyebut = n-k-1 3) Kriteria pengujian a) Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak. Pengujian Hipotesis a. yang berarti semua variabel independent X1 dan X2 secara simultan berpengaruh terhadap nilai variabel dependen .berarti secara bersama-sama variabel independent tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. b) Ha : b1 # b2 # 0. Uji F Uji F digunakan untuk signifikasi pengaruh X1 dan X2 terhadap y 1) Perumusan Hipotesis a) Ho: b1 :b2 = 0.

artinya tidak dapat terdapat pengaruh variabel independent x1 (metode mind mapping) terhadapvariabel dependen (y). Uji t Analisis uji t (t tes) ini digunakan untuk mengetahui signifikasi variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y) secara individual. artinya terdapat pebgaruh variabel independent x1 terhadap variabel dependen (y) c) Ho : b1 : b2 = 0. 1) Pengujian Hipotesis a) Ho : b1 : b2 = 0. Daerah tolak Daerah terima Ftabel (α. artinya tidak terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel . b) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. yang secara statistic berarti semua variabel independent (X1 dan X2) tidak berpengaruh terhadap perubahan nilai variabel dependen.47 b) Fhitung < Ftabel maka ho diterima. k-1. n-k) 4) Kesimpulan : H0 diterima apabila –Ftabel ≤ Fhitung ≤ Ftabel H0 ditolak apabila Fhitung ≥ Ftabel b.

α/2. n-k-1 Daerah tolak α/2. derajat kebebasan (dk) = n-k t table = t £ / 2 (n-k) n = jumlah sampel Mencari nilai hitung dengan rumus: x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel t= b−β Seb Keterangan : b Seb = Koefisien regresi = Standar error b 3) Kriteria Pengujian a) thitung > ttabel maka menolak hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.48 d) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. b) thitung < ttabel maka menerima hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (y). Daerah tolak Daerah terima . n-k-1 . artinya terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) 2) Menentukan level of signifikasi Tingkat signifikan (£) = 5%.

49

4) Kesimpulan H0 diterima apabila –ttabel < thitung < ttabel H0 ditolak apabila thitung > ttabel atau thitung < ttabel 3. Sumbangan relative (SR) dan sumbangan efektif (SE) a. Sumbangan Relative Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan relative adalah untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y.
SR% X 1 b1 x1 x100% b1 x1 + b2 x 2
b2 x 2 x100% b1 x1 + b2 x 2

SR % X 2

b. Sumbangan Efektif Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan efektif adalah untuk

mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y. SE%X1=SR%X1R2 SE%X2=SR%X2R2

50

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 1. Sejarah Singkat SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Pada bulan Juli 1947, Aisyiah Cabang Solo mendirikan Sekolah Kepandaian Putrid (SKP) yang bertempat di jalan Pasar Legi. Diantara tokoh pendirinya adalah Ibu Suhud Rais, Nyonya H. M. Idris dan Ibu Sudarso. Selaku Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Sudarso, selanjutnya karena Ibu Sudarso pindah mengikuti suami maka sebagai pengganti Kepala Sekolah adalah Ibu Darso. Perkembangan selanjutnya SKP Muhammadiyah I ini berganti menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP)

Muhammadiyah I yang menempati gedung baru yang bertempat di jalan Brigjen Sudirto No. 60 Surakarta dengan Kepala Sekolah Ibu Aminah Mindrofah. Semua itu atas bantuan yayasan, bantuan social Repubik Indonesia pada saat Bapak R. Moelyadi Martono sebagai Menteri Sosial (kemudian Menko Kesra). Pada bulan Juli 1960 SKKP Muhammadiyah I tersebut menerima status subsidi dari Departemen P dan K yang berlaku mulai 1 Agustus 1959 dengan nomor subsidi No. 55973/ B. II, merupakan status sekolah tertinggi pada saat itu. Guru atau pegawai tetap digaji dengan subsidi dari

50

51

pemerintah, yaitu melalui Departemen P dan K. Kepala sekolah setelah Ibu Aminah Mindrofah adalah Ibu Hartono. Berlakunya kurikulum 1975, maka SKKP Muhammadiyah I Surakarta tersebut di hapus oleh pemerintah dan diganti dengan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Tahun berdirinya adalah 1 Juli 1977. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta masih transisi karena masih ada kelas dua dan tiga SKKP, sedangkan kelas 1 sudah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Siti Suwibah, BA. Pada tahun 1978 dengan SK BAKN No. 027/ Kep. II/ 1978, dari segi kepegawaian semua guru dan karyawan subsidi diangkat menjadi negeri yang mulai berlaku tanggal 17 April 1978. Sedangkan atasan guru dan karyawan bervariasi, antara lain Guru Tetap Persyarikatan, Guru Diberbantukan (DPB), Guru Dipekerjakan (DPK), Guru Depag, Guru Negeri dicoba dan Guru tidak tetap. Pada tahun ajaran 1979/1980 SMP Muhammadiyah 5 Surakarta melaksanakan EBTA pertama kali dengan menggabung di SMP Negeri 8 Surakarta dengan kepala sekolah masih tetap Ibu Siti Suwaibah, BA. Pada tanggal 17 Oktober 1979, SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dipimpin oleh kepala sekolah Bapak Achmad Hany, BA. yang menggantikan Ibu Siti Suwaibah, BA. karena pindah tugas dengan SK definitive selaku kepala sekolah dari Mendikbud pada 7 Oktober 1986. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta telah berusaha meningkatkan mutu sekolah dengan melaksanakan akreditasi sekolah pertama tahun 1985 dengan hasil

Yang kedua tanggal 30-31 Agustus 1990 dengan hasil diakui sesuai Nomor Piagam : 405/103/ H 1990 tanggal 31 Desember 1990. Pada tahun pelajaran 1994/ 1995 Kepala Sekolah Bapak Achmad Hany. mulai memasuki purna tugas dan meninggal dunia pada tanggal 25 Maret 1995. A/ 2. b/ 1996 tanggal 1 Mei 1996. Saifudin berasal dari Wakasek Kurikulum SLTP Muhammadiyah 1 Surakarta. Saifudin dan dibantu para Wakasek. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta adalah Bapak Drs. BA. 07/ MN/ 1998. Perkembangan selanjutnya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah bapak Drs. Sedangkan Ibu Umul Hidayah berdasar surat Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta tanggal 25 Juni 1996 alih tugas ke SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. PWM/ III.52 ststus diakui Nomor :359/ 103/ 1985 tanggal 31 Desember 1985. bersih dan belajar serta bekerja keras dengan sebaik-baiknya . Sampai pada tahun 1998 status sekolah menjadi disamakan sesuai dengan SK Nomor 0022/ 103. Pada tahun pelajaran 1996/ 1997 terhitung mulai tanggal 26 Juni 1996 dengan berdasarkan SK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Jawa Tengah : 10/ SK. maka yang menggantikan sebagai Kepala Sekolah pada tahun pelajaran 1994/ 1995-1995/1996 adalah Ibu Umul Hidayah yang diangkat oleh Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta. guru-guru dan karyawan serta seluruh siswa SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berusaha keras untuk menanamkan pelaksanaan disiplin budaya tertib.

toilet. mushola. Bangunan SMP : Akreditasi A Muhammadiyah 5 Surakarta terdiri dari 3 lantai. Badan Pengelola : Majelis Dikdasmen PDM Surakarta g. Lantai 1 meliputi ruang Kepala Sekolah. Pajang. ruang kelas . Surakarta. laboratorium. Gedung Gedung SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di jalan Slamet Riyadi No. Pendiri/perintis e. ruang TU. Alamat : Jl. Slamet Riyadi No. H. Disyahkan Oleh : 01 Juli 1947 : Hj. ruang UKS.53 2. Lantai 2 terdiri dai guru. koperasi kantin. Jawa Tengah c. 3) Umul Hidayah 4) Drs. perpustakaan. ruang tamu. Idris : Kanwil Depdikbud Prop. BA. 443.. 443 Surakarta berdampingan dengan SMU Muhammadiyah 4 Surakarta dengan luas keseluruhan 2600 m2. ruang computer. Berdiri Tahun d. ruang BP. Laweyan. tempat alat olahraga. Identitas Sekolah a. Nama Organisasi : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta b. M. Yang Pernah Menjabat Kepala Sekolah : 1) Siti Suwaibah 2) Achmad Hany. ruang kelas IX A.P/ 78 Tanggal 01 April 1978 f. Suhud Rais dan :Ny. Status Sekolah 3. Saifudin h. Jateng SK Nomor: 0276/ XII 4.

54 VII A. dan jadwal pelajaran. Jadwal piket dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan proses pembelajaran dan berfungsi menanamkan disiplin serta tanggungjawab siswa. Sedangkan untuk lantai 3 terdiri dari ruang menjahit. jadwal piket dan jadwal pelajaran Tiap kelas terdapat 1 papan yang berisi daftar siswa. VIII C. c) Daftar siswa. IXE. jadwal piket. b) Papan tulis Penyediaan papan tulis masing-masing kelas telah memenuhi persyaratan untuk proses pembelajaran. ruang OSIS/IRM. ruang kelas VII A sampai VII E dan kelasVIII B. VIII D. 4. IX B. e) Jam dinding Masing-masing kelas mempunyai jam dinding sebagai penunjuk waktu. yaitu kelas VII sampai dengan kelas IX keadaanya baik untuk proses pembelajaran. sehingga membantu guru dalam ketepatan waktu kegiatan pembelajaran . IX D. IX C. tergantung kreasi masing-masing kelas. d) Gambar dinding Disetiap kelas ada beberapa gambar yang terpajang di dinding. Fasilitas Kelas a) Meja dan kursi Pengadaan meja dan kursi untuk tiap-tiap kelas. Hal tersebut dimaksudkan untuk menciptakan suasana ruang kelas yang nyaman. VIII F Dari lantai 1 sampai 3 dilengkapi dengan kamar mandi. IX F dan III F.VIIIE.

Matematika. Buku-buku perpustakaan yang lain adalah buku keagamaan.55 5. Perpustakaan Ruang perpustakaan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di lantai 2 disebelah ruang kesenian dan juga berhimpitan dengan laboratorium. Buku daftar penunjang. ketrampilan. madding. Almari bukunya ada 5 buah. IPA Fisika dan Bahasa Inggris. Inventaris perpustakaan antara lain almari buku. globe. buku induk. meja baca dan alat Bantu mengajar (layar Ohp. buku peminjam.00). surat kabar. buku-buku sekolah yang lain. IPS Sejarah. Sedangkan untuk guru adalah setiap waktu. almari 3 untuk menyimpan buku kesustraan. Waktu peminjaman buku antara guru dengan siswa berbeda. . almari 2 untuk menyimpan buku ilmu ketrampilan. buku-buku pelajaran (buku paket). tempat duduk. majalah.00-13. Sedangkan almari 4 untuk menyimpan buku-buku pelajaran (buku paket) dan almari 5 untuk menyimpan buku-buku IPTEK/ khusus. cerita dan majalah. IPA Biologi. kesustraan. peta). IPS Ekonomi. selasa dan rabu (07. Almari 1 untuk menyimpan buku agama. ilmu pengetahuan.0013. rak buku.30). dan lain-lain. Keadaan ruang perpustakaannya yang nyaman membuat siswa senang untuk datang dan membaca buku diperpustakaan. Untuk siswa dapat meminjam pada hari senin (07. Adapun buku pelajaran (buku paket) yang dimiliki perpustakaan ini adalah buku Bahasa Indonesia. IPS Geografi.

Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Sumber : Data Monografi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta .56 6. peralatan Biologi dan peralatan Fisika 7. Struktur Organisasi Kepala Sekolah Tata Usaha Wakasek Kurikulum Wakasek Kesiswaan Kord.Mata Pelajaran Wakasek SarPras Bimbingan Penyuluhan Wakasek Humas Wali Kelas Guru Peserta didik Gambar 4. di laboratorium IPA antara lain terdapat bahan-bahan Kimia. Sedangkan Laboratorium IPA terletak di lantai 2 berdekatan dengan perpustakaan. Laboratorium computer bertempat di lantai 1 berdekatan dengan ruang TU.1. Untuk Laboratorium IPA sudah memenuhi persyaratan dalam jumlah dan jenis. Di Laboratorium computer kira-kira terdapat 20 komputer dengan dilengkapi meja dan kursi. Laboratorium Di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta memiliki Laboratorium computer dan Laboratorium IPA.

2) Bertanggungjawab atas jalannya program.57 a. 2) Mendelegasikan tanggung jawab tertentu kepada pelaksanaan BP. 6) Mengadakan konsultasi dengan orang tua peserta didik. Tugas wali kelas 1) Membuat laporan hasil belajar. 7) Mengadakan revisi lembaga yang berwenang. 3) Mengawasi pelaksanaan program. Tugas kepala sekolah 1) Membuat rencana program sekolah secara menyeluruh. 3) Memberikan laporan kepada kepala sekolah. 5) Memberi tanggung jawab ke dalam dan keluar 6) Mengadakan hubungan dengan lembaga di luar sekolah dalam rangka kerja sama dengan pelaksanaan BP. 4) Melengkapi fasilitas BP. c. Tugas koordinator 1) Menyusun program bersama sekolah. 4) Mengawasi kegiatan sehari-hari. . 2) Mengumpulkan data tentang peserta didik. b. 4) Menganalisa data peserta didik guna menetapkan suatu rencana tindakan positif terhadap peserta didik. 5) Menyelenggarakan pertemuan staf. 3) Menyelenggarakan penyuluhan.

f. . Tugas guru mengajar 1) Mengajar. 6) Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala. 2) Pengurusan pegawai. d. 5) Penyusunan penyajian data atau statistik sekolah. 4) Penyusunan perlengkapan sekolah.58 5) Menyalurkan dan menempatkan peserta didik. 2) Mengumpulkan catatan dan data yang lain. 4) Berpartisipasi dalam pertemuan kasus. 2) Turut serta aktif membantu pelaksanaan kegiatan BP. 4) Mengirim dan menerima surat panggilan dan surat pemberitahuan. e. Tugas administrasi BP 1) Mengisi kartu-kartu pribadi peserta didik. 3) Menyelesaikan laporan dan pengumpulan data tentang peserta didik. 3) Memberikan informasi tentang peserta didik kepada staf BP. 5) Meneliti kesulitan kemajuan belajar peserta didik. Tata Usaha 1) Penyusunan program TU dan laporan keuangan di sekolah. 3) Pembinaan pengembangan karier pegawai TU sekolah.

0. Pengujian validitas.631 3. data diambil dari 20 responden melalui penyebaran angket.634 8.685 10.59 B.618 6. Adapun ringkasan hasil perhitungannya adalah sebagai berikut : Tabel 4.444 0. 0.444 0.444 0.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .444 0. item atau butir soal menggunakan korelasi product moment. 0. Item rxy 1. 0.444 0. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan instrumen angket. 0.444 0. Pada uji instrumen penelitian ini.) rtabel 0. 0.444 0. Tingkat validitas item dapat diketahui dengan cara membandingkan harga rxy dengan harga rtabel. 0.457 5. 1.1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping No.537 2. 0. sedangkan prestasi belajar IPS diperoleh melalui dokumentasi hasil ujian harian siswa. 0.444 0.761 9. Uji validitas diberlakukan untuk angket metode mind mapping dan angket keaktifan belajar IPS.477 Sumber : Analisis data (Lampiran 4. Kedua syarat tersebut apabila terpenuhi maka instrumen dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data.598 4. Apabila rxy > rtabel maka item tersebut valid dan sebaliknya apabila rxy < rtabel maka item angket dinyatakan tidak valid.713 7.444 0. 0. Uji Instrumen Penelitian Instrumen yang baik harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas.

4.444 0.60 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket metode mind mapping dinyatakan valid.580 0.828 0. 9. Item 1.617 0. Hal ini ditunjukkan oleh harga rxy untuk seluruh item lebih besar dari rtabel. dengan demikian ke-10 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian.621 0.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Analisis Data (Lampiran 4) Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket keaktifan belajar IPS dinyatakan valid. Dengan demikian ke-12 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian untuk variabel keaktifan belajar IPS. 8. 5.444 0.2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS No. 3. 12.444 0. 7.444 0.444 0. 10.444 0.791 0. rxy 0.444 0.444 0.490 0. 2.444 0.446 0.560 rtabel 0.444 0.544 0.517 0.444 0. 11.617 0.468 0. Tabel 4. 2. 6. Teknik yang digunakan yaitu rumus Cronbach . Uji Reliabilitas Instrumen yang memiliki sifat konsisten berarti jawaban yang diperoleh dari angket tersebut relatif sama untuk pengujian pada waktu dan tempat yang berlainan. Hal ini ditunjukkan oleh semua item soal menunjukkan hasil rxy > rtabel.

maka penerapan regresi akan bias. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.100 0.00 diperoleh kesimpulan bahwa data yang dianalisis berdistribusi normal. Uji Normalitas Berdasarkan perhitungan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS For Windows Versi 15.125 Keterangan Normal Normal Normal Sumber : Analisis Data (Lampiran 9) . Uji Prasyarat Analisis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.7467.800. sehingga reliabilitasnya dinyatakan tinggi. tetapi jika data tidak memenuhi asumsi regresi.125 0. Nilai r11 untuk angket metode mind mapping didapat 0. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rangkuman sebagai berikut : Tabel 4.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors Variabel X1 X2 y N 50 50 50 Harga L Lhitung 0. untuk itu perlu dilakukan pengujian prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas dan linearitas. Harga r11 tersebut diantara 0. C.600 dan 0.7514.61 Alpa.098 Ltabel 0.125 0.118 0. hal ini sesuai pendapat Suharsimi bahwa kriteria reliabilitas (0. 1. dan untuk keaktifan belajar IPS di dapat 0.600 ≤ r11 < 0.800) bernilai tinggi.

62

Tabel diatas menunjukkan harga Lhitung untuk variabel X1 = 0,118 < dari Ltabel =0,125 dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, untuk variabel X2 didapat Lhitung = 0,100 < Ltabel= 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan untuk variabel y didapat Lhitung = 0,098 < dari Ltabel = 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi normal dengan taraf signifikansi 5%. 2. Uji Linieritas Uji linieritas regresi antar variabel bebas dengan variabel terikat digunakan untuk mengetahui model regresinya berbentuk linier atau non linier. Perhitungan uji linieritas regresi menggunakan SPSS terangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas Variabel X1Y X2Y N 50 50

α 0,05
0,05

Harga F Fhitung Ftabel 0,800 2,18 0,920 2,03

Keterangan Linier Linier

Sumber : Analisis Data (Lampiran 10) Dari hasil perhitungan uji linieritas diperoleh harga Fhitung untuk X1 terhadap Y sebesar 0,800, Harga F ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang = 8 dan dk penyebut = 40 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,18. Perbandingan kedua harga tersebut diperoleh harga Fhitung = 0,800 < Ftabel = 2,18 karena Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa

63

hubungan antara X1 dan Y linier. Untuk harga Fhitung X2 terhadap Y sebesar 0,920, harga ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel diperoleh Ftabel dengan dk pembilang = 12 dan dk penyebut = 36 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,03 perbandingan harga Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa hubungan antara X2 dan Y linier.

D. Analisis Data Penelitian 1. Analisis Regresi Linier Berganda Pada bagian ini akan dikemukakan mengenai hasil analisis dari pengolahan data menggunakan alat analisis model regresi berganda. Pembahasan mengenai hasil analisis regresi linear berganda data ini akan dibagi menjadi hasil persamaan regresi, Uji F, Uji t dan Koefisien Determinasi (R2). Analisis Linier Berganda digunakan untuk mengetahui persamaan garis regresi pengaruh variabel independen yang berupa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap variabel dependen yaitu prestasi belajar IPS. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Variabel Koefisien Konstanta (a) 34,405 Metode Mind Mapping (b1) 0,407 Keaktifan Belajar IPS (b2) 0,654 F : 54,355 Sig : 0,000 R : 0.836 R2 : 0.698 Sumber : Analisis Data (Lampiran 11) t hitung 3,642 7,544 t tabel 2,01 2,01

64

Hasil pengujian regresi diatas dapat dibuat persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 34,405 + 0,407X1 + 0,654X2 a = 34,405 Nilai konstanta sebesar 34,405 yang berarti bahwa jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS, maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta sebesar 34,405 satuan. b1 = 0,407 Variabel metode mind mapping (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,407 yang artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. b2 = 0,654 Variabel keaktifan belajar IPS (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan.

b. artinya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang 2 dan penyebut = 47. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. Daerah terima Daerah tolak 3. Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. d.0 for windows. b. Kriteria pengambilan keputusan a. H1 : β1 ≠ β2 ≠ 0. diketahui besar nilai Ftabel adalah 3.65 2.20 c.355.355 . Nilai Fhitung Penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji F digunakan bantuan program SPSS 15. Berikut ini adalah hasil uji F: a. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai Fhitung adalah 54. Hipotesis H0 : β1 = β2 = 0. artinya bahwa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS.20 54. Uji F Uji F adalah untuk mengetahui apakah variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar IPS.

20. maka secara bersama-sama metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Uji t Analisis ini bertujuan untuk menguji pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 3. Adapun hasil dari pengujian statistik adalah sebagai berikut: a. . diketahui besar nilai ttabel adalah 2.355 > Ftabel 3. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai Fhitung sebesar 54.66 e.20. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1. Metode mind mapping (X1) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS. Nilai Fhitung 54.355 dan dengan Ftabel sebesar 3.0 for windows. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS.01.642. 3.

H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS.642 > ttabel 2.01 Daerah terima Daerah tolak 2. b. Daerah tolak -2. Setelah . b. diketahui besar nilai ttabel adalah 2. Nilai thitung 3.67 4) Kriteria pengujian hipotesis a. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15.01. Keaktifan belajar IPS (X2) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS.01 3. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak.0 for windows. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1. hal ini menunjukkan bahwa metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y).01.642 dan dengan ttabel sebesar 2.01.642 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 3.

544 dan dengan ttabel sebesar 2.698 sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik. b. 4) Kriteria pengujian hipotesis a.8% variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS. hal ini menunjukkan bahwa sekitar 69. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. Sedangkan sisanya sebesar 30.544 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 7.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.68 dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 7. 4. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.01 Daerah terima Daerah tolak 2. Nilai koefisien determinasi bernilai positif. hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y).544 > ttabel 2. Sumbangan Efektif dan Sumbangan Relatif Dari pengujian yang telah dilaksanakan menghasilkan nilai R2 (dalam Lampiran 11) sebesar 0. Daerah tolak -2.544.01.01 7.01. nilai thitung 7. Besarnya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS dalam mempengaruhi prestasi belajar IPS dapat dilihat dari besarnya sumbangan relatif (SR%) .

hal ini terbukti ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi (β) untuk variabel keaktifan belajar IPS paling besar dibandingkan dengan variabel-variabel yang lain yaitu sebesar 0. keaktifan belajar IPS (X2) terhadap prestasi belajar IPS (Y). baik secara bersama-sama maupun parsial maka digunakan alat analisis regresi linier berganda.8% terhadap prestasi belajar IPS. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51. .3% terhadap prestasi belajar IPS.3% dan sumbangan efektif 18. Variabel metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26. E. Adapun dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor keaktifan belajar IPS yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73.69 dan sumbangan efektif (SE%). Secara keseluruhan variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan sebesar 69. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode mind mapping (X1). sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.654.7% dan sumbangan efektif 51.5% terhadap prestasi belajar IPS (Lampiran 12).5%).

Hasil uji hipotesis pertama dengan uji t memperoleh thitung variabel metode mind mapping (X1) sebesar 3.654X2. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0. memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.405 satuan.405 + 0. nilai konstanta sebesar 34. Dari .654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan. maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta sebesar 34. yaitu bahwa metode mind mapping berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. dan variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 0. Artinya hipotesis pertama dinyatakan diterima.407 artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0.01) pada taraf signifikansi 5%.642 lebih besar dari ttabel (2.654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan. nilai variabel metode mind mapping (X1) sebesar 0.70 Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metode mind mapping yang digunakan pada saat pembelajaran. Mind mapping merupakan suatu metode bagi guru sebagai pendidik untuk memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugasnya yaitu memberikan materi pelajaran agar mudah dicerna oleh akan didiknya.407X1 + 0.405 berarti jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.

dan melatih “gambar keseluruhan”. Kelebihan metode Mind Mapping dalam pendidikan IPS ini adalah siswa dapat mengemukakan pendapat secara bebas. jelas lebih terfokus pada inti materi. mengingat dengan lebih baik. Dalam menerapkan metode mind mapping sangat membutuhkan semangat dan motivasi belajar yang tinggi dan membutuhkan interaksi yang lebih aktif dengan siswa lain sehingga akan memperoleh hasil yang optimal. lebih mudah mencari catatan jika diperlukan. dapat bekerjasama dengan teman lainnya. membandingkan dan membuat hubungan. (http://mahmmudin. Banyak siswa yang mudah belajar IPS dengan metode mind mapping. memusatkan perhatian. membantu Otak untuk : mengatur. yang menyatakan bahwa metode mind mapping akan mempermudah siswa dalam perencanaan.wordpress. siswa akan lebih mudah belajar dengan membuat peta ringkasan tentang gagasan atau ide-ide secara aktif sehingga siswa akan lebih mudah didalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan permasalahan materi ilmu pengetahuan sosial. berkomunikasi. catatan lebih padat. mengingat. mudah melihat gambaran keseluruhan. siswa mudah menyelesaikan masalah. belajar lebih cepat dan efisien. siswa mampu menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. pengkajian ulang bisa lebih cepat. sedangkan kelemahan .com/2009/12/01 /pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/). siswa menjadi lebih kreatif. memudahkan penambahan informasi baru. Hal ini sependapat dengan Tony Buzan (2009 : 6).71 hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa.

tidak sepenuhnya murid yang belajar dan mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. terlibat dalam pemecahan masalah. Hasil uji hipotesis kedua dengan uji t memperoleh thitung variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 7. bertanya .01) pada taraf signifikansi 5%. Dari hasil penelitian tentang keaktifan belajar IPS siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menunjukkan bahwa siswa telah aktif didalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS.72 metode mind mapping diantaranya adalah : hanya siswa yang aktif yang terlibat. Artinya hipotesis kedua dinyatakan diterima. maka semakin rendah prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta. Hal ini sependapat dengan Sudjana (1988 : 72).544 lebih besar dari ttabel (2. selalu aktif didalam mengeluarkan pendapatnya baik dalam diskusi maupun saat pelajaran berlangsung dan apabila ada permasalahan yang kurang tahu maka siswa berusaha untuk mencari tahu. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keaktifan belajar IPS siswa. siswa juga selalu bertanya kepada teman bila ada yang kurang paham saat mengerjakan soalsoal IPS. Sebaliknya semakin rendah keaktifan belajar IPS. yang menyatakan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar meliputi : turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. yaitu bahwa keaktifan belajar IPS berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. maka semakin tinggi pula prestasi belajar IPS siswa. melalui bertanya kepada guru maupun mencari materi tambahan dari buku paket yang diberikan.

kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal. keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain. Pengujian uji F dengan menggunakan bantuan SPSS 15.com /2009 /01 /20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikanpenilaian-dalam-ptk-2/). memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok. berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah.20.20) berarti bahwa variabel metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. wordpress. memberi gagasan yang cemerlang.355 > Ftabel = 3. . kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli.0 for windows menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 54.73 kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat.355 dengan tingkat signifikansi 0. melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal dan menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. kkerjasamanya dalam kelompok. memanfaatkan potensi anggota kelompok dan saling membantu dan menyelesaikan masalah (http://ardhana12. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang.00 dan diketahui besar Ftabel 3. Keaktifan belajar dalam siswa dapat dilihat dari perhatian siswa terhadap penjelasan guru. dikarenakan nilai Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (Fhitung = 54.

5%).2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.7% dan sumbangan efektif 51. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.3% terhadap prestasi belajar IPS.5% terhadap prestasi belajar IPS.8% berarti variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS. Metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26. Sedangkan sisanya sebesar 30. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.3% dan sumbangan efektif 18.74 Nilai koefisien determinasi sebesar 69. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73. .

544 > ttabel = 2.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.355 dan taraf signifikan 0.01 sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54.405 + 0. maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.01 3. dengan nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54. karena nilai thitung = 3.05 diperoleh Fhitung sebesar 3.642 > ttabel = 2. 75 . Kesimpulan Berdasarkan penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.654X2.698. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1.8% sedangkan sisanya sebesar 30.20). yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7.355 > 3. 2. Secara individu metode mind mapping berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS.407X1 + 0.75 BAB V PENUTUP A. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0.

Untuk itu diperlukan bimbingan dan pelatihan yang berlanjut untuk membiasakan kegiatan belajar dengan metode tersebut. Penerapan metode mind mapping. C. Saran Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan saran-saran dari penulis sebagai berikut: 1. Apabila metode mind mapping diterapkan dalam pembelajaran dengan siswa mampu membuat peta gagasan dan ide dalam materi IPS dan siswa mengikuti pembelajaran secara aktif dalam berpendapat dan aktif bertanya didalam pembelajaran IPS maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta akan meningkat. Dalam kegiatan aktif seperti kerja dan diskusi kelompok hendaknya siswa dapat saling menghormati pendapat dari masing-masing siswa sehingga apa yang disiskusikan dapat mengerucut ke kesimpulan yang tepat. Implikasi Hubungan antara metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berpengaruh secara simultan maupun parsial. dan kebanyakan terdapat siswa yang masih lemah didalam menjelaskan pengembangan pikiran yang dijabarkan dalam peta gagasan/ide. . sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti metode ini dengan optimal. Untuk itu perlu bimbingan dan panduan guru agar tujuan kerja kelompok atau diskusi dapat tercapai.76 B. membutuhkan kemampuan dan keaktifan yang cukup besar. 2.

menambahkan variabel atau metode pembelajaran yang lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar sehingga akan memperluas gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar IPS.77 3. Perlu penelitian lebih lanjut dengan. .

Bumi Aksara. 2005. Dimyati dan Mudjiono. Metodologi Research. Jakarta : PT. Sutrisno. Buku Pintar Mind Map. Jakarta : PT. Imam. Syaiful Bahri. Jakarta: Bumi Aksara. Gramedia Pustaka Utama.78 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Ghozali. Jakarta: Bumi Aksara. . Dasar-dasar Evaluasi Belajar. 1993. Yogyakarta : Andi Offset. Gramedia Pusaka Utama. Belajar & Pembelajaran. 2002. Manajemen Penelitian Edisi Revisi. Penelitian Tindakan Kelas. Buzan. Arikunto. Strategi Belajar Mengajar. Tony. Jakarta : PT. 1999. Suharsimi. Arikunto. Suharsimi. Buzan. Jakarta : PT. Yogyakarta : Andi Offset. Buku Pintar Mind Map Untuk Anak Agar Anak Pintar di Sekolah. Gramedia Pustaka Utama Buzan.1996. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Rineka Cipta. Belajar Mengajar. 2008. 2004. Jakarta : Rineka Cipta. Tony. Suharsimi. 2006. 2008. Jakarta: Rineka Cipta. 2007. 2005. Statistik. Tony. Arikunto. Sutrisno. 2004. 2009. Hadi. 2003. Mind Map Untuk Meningkatkan Kreativitas. De Bobby & Hernacki. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman & Menyenangkan. Head Strong. Hadi. Aplikasi Analisis Multivarate dengan Program SPSS. Buzan. 2002. Subagyo. Djarwanto Ps dan Pangestu. Suharsimi. Yogyakarta: Badan Percetakan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Dimyati dan Mudjiono. Kaifa Djamarah. Statistik induktif Edisi Empat. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Umum. Semarang: Badan Penerbit UNDIP. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Porter. 2009. Tony.

Sugiyono. Metode Penelitian Bidang Sosial. Jakarta : Rineka Cipta. Konsep dan Makna Pembelajaran. Slameto. Jakarta: Grasindo. Bandung : Alfabeta.wordpress. Bandung: PT. Bandung : Alfabeta. 2003.wordpress. Ahmad. 2001. 2006. 2005. 1991. Syaiful. 2006. Jakarta : PT. Sudjana. Widura. Sagala. W. Pembelajaran sebagai Proses Bimbingan Pribadi. Rohani. Langkah demi Langkah cara paling Mudah & Benar Menggajar dan Membiasakan Anak menggunakan Mind Map untuk Meraih Prestasi. Theo.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-petapikiran-mind-mapping/ Isjoni. 1996. RI. 2007. 2008. Pengelolaan Pengajaran. Hadari. E. Mulyana. Riyanto. Sriyono. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Tarsito. Bandung : CV ALFABETA Syah.79 http://ardhana12. Cooperatif Learning. Remaja Rosdakarya. 2005. Sutanto. Siberman. 1988. 1995. Melvin. Muhibbin. 2004. 1992. Nawawi. 2002.com/2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yangdapat-dijadikan-penilaian-dalam-ptk-2/ http://astutimin. Bandung: PT. Menjadi Guru Profesional. S.wordpress. Elex Media Komputindo. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. dkk. Metode Statistika. Yogyakarta: Yappendis. Winkel. Psikologi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Brain Management Series For Learning Strategi Mind Mp. Metode Penelitian Bisnis.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dankreativitas-siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/ http://mahmmudin. Jakarta : Rineka Cipta. Bandung: Citra Umbara. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Gramedi . Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

LAMPIRAN .

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta : Ilmu Pengetahuan Sosial : VII a / II Standar Kompetensi : 7. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia Kompetensi Dasar Alokasi waktu Indikator : 7.Lampiran 1. Tujuan Pembelajaran Siswa memiliki pengetahuan tentang pengertian dan fungsi dari pajak Siswa dapat mengetahui berbagai jenis pajak Siswa dapat menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsipnya Siswa dapat mendefinisikan tujuan dan asas pajak Siswa lebih akan lebih tahu secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa .3 Mendiskripsikan Fungsi Pajak dalam Perekonomian Nasional : 1 x 60 menit (3 x pertemuan) : Menjelaskan pengertian pajak dan fungsi pajak Memberikan penjelasan tentang jenis-jenis pajak Menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Memaparkan tujuan dan asas pajak Menjelaskan secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa A.

Kegiatan Inti 1) Guru menyampaikan materi tentang pengertian pajak dan fungsi pajak menggunakan metode mind mapping 2) Menjelaskan undang-undang yang mengatur tentang pajak dan menjelaskan masing-masing dari fungsi pajak 3) Menjelaskan fungsi-fungsi dari pajak 4) Tanya jawab c. Penutup 1) Membuat kesimpulan 2) Memberi tugas untuk membuat mind mapping 3) Menutup materi pelajaran dengan salam. Menggunakan metode mind mapping 3. . Materi Pokok Pengertian pajak dan fungsi pajak Jenis-jenis pajak Unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Tujuan pajak dan asas pajak Pajak yang ditanggung keluarga siswa C. Kegiatan Awal 1) Membuka pelajaran dengan salam dilanjutkan perkenalan 2) Memeriksa kehadiran siswa. kebersihan dan kerapian kelas 3) Guru memberikan kisi-kisi materi yang akan dipelajari b. Test D. Pertemuan pertama a.Langkah – langkah Pembelajaran 1.Metode Pembelajaran 1.B. Tanya jawab 4. Ceramah bervariasi 2.

2. Penutup 1) Ulangan 2) Menutup materi pelajaran . Kegiatan inti 1) Menjelaskan tentang unsur-unsur pajak dan prinsip perpajakan 2) Menyampaikan tujuan dan asas-asas pajak 3) Tanya jawab c. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Memberikan tugas untuk membuat mind mapping b. Kegiatan inti 1) Menyampaikan pajak yang ditanggung keluarga siswa 2) Menjelaskan pajak penghasilan (PPh) dan pajak bumi dan bangunan (PBB) 3) Tanya jawab c. Penutup 1) Mengerjakan LKS 2) Menutup materi pelajaran dengan salam 3. Pertemuan kedua a. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Mereview pelajaran yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya b. Pertemuan ketiga a.

Sebut dan jelaskan! 5. Apa maksud pajak harus memenuhi prinsip kecocokan? 8.Tes uraian 3) Soal uraian 1. Iuran wajib yang dikerjakan kepada masyarakat wajib pajak . Apakah tujuan pajak untuk warga masyarakat? 7. LKS IPS TERPADU 2.Tes tertulis . a. Pajak dalam pembangunan memiliki empat fungsi penting. Jelaskan pengertian pajak berdasar UU No. Spidol F. 2. Sumber dan media pembelajaran 1. White board 4. Buku paket IPS penerbit : Erlangga 3. Penilaian 1) Teknik Penilaian . Sebut dan jelaskan 5 macam perundang-undangan yang menyangkut pajak! 4. Jelaskan dasar pemungutan pajak penghasilan dan PBB! Kunci jawaban ! 1. Jelaskan perbedaan antara subyek pajak dan obyek pajak! 6. Sebutkan 5 ciri-ciri pajak! 3.Tes unjuk kerja 2) Bentuk Instrumen . 16 Tahun 2000! 2. Pajak adalah iuran wajib yang harus dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung.E.

UU No. d. 24 Tahun 2000 4. baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.12 Tahun 1994 Tentang Pajak bumi dan bangunan (PBB) dan telah diubah dengan UU No. c. 7 Tahun 1995 dan terakhir diubah dengan peraturan pemerintah No. Digunakan untuk membiayai kepentingan umum atau bersama d. bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat e. Fungsi alokasi Maksudnya perolehan pajak akan dialokasikan pemerintah kepada setiap bidang seperti ekonomi. UU No. 17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan (PPh) c. . kesehatan atau perumahan supaya semua bidang dapat berkembang dengan baik. a. Fungsi budgeter Maksudnya pajak memiliki fungsi budgeter ialah pajak merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah. a. UU No. Fungsi regular Maksudnya yaitu pajak digunakan sebagai alat untuk mengatur perekonomian sesuai tujuan yang ingin dicapai pemerintah. Iuran dari rakyat kepada negara 3. UU No. 16 Tahun 2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan b. 13 Tahun 1995 tentang bea materai yang peraturan pelaksanaannya diubah dengan peraturan pemerintah No. 20 Tahun 2000 e. pendidikan. Fungsi distribusi Maksudnya pajak sebagai pemerataan pendapatan. Pajak yang tinggi itu untuk masyarakat yang berpendapatan tinggi dan pajak yang rendah untuk masyarakat yang berpendapatn rendah.b. 18 Tahun 2000 pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) d. b. Iuran wajib yang diterima dengan norma-norma atau aturan hukum c. UU No.

Mendidik masyarakat dalam memiliki rasa keadilan serta kemanfaatan. Pajak itu hendanya tidak dirasakan menekan bagi wajib pajak. a. Mendidik masyarakat agar lebih berprestasi e. penghasilan kena pajak (PKP) dan tarif pajak b. 8. Mendidik masyarakat agar menyadari peran sertanya dalam pembangunan bangsa dan Negara c. 17 Tahun 2000. 20 Tahun 2000 Surakarta. UU ini berisi tentang subjek-subjek. baik dari kegiatan usaha maupun dari luar kegiatan usaha 6. kesamaan.5. Subjek pajak Subjek pajak yang disebut juga wajib pajak adalah orang atau badan yang menurut ketentuan wajib membayar pajak kepada Negara. dan kepastian 7. 12 Tahun 1985 dan terakhir diubah dengan UU No. Objek pajak Objek pajak adalah semua penghasilan yang benar-benarditerima atau diperoleh. b. Dasar pemungutan pajak penghasilan Pemungutan pajak penghasilan didasarkan pada UU No. Mendidik masyarakat agar tidak konsumtif b.29 Mei 2010 Pengajar Dhida Dwi K. a. 12 Tahun 1994 dan diubah lagi UU No.   . Dasar pungutan pajak bumi dan bangunan (PBB) Pemungutan PBB didasarkan pada UU No. Mendidik masyarakat agar menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga Negara yang baik d. a. objek pajak. sehingga dan masyarakat merasa senang hati dan berkewajiban dalam membayar pajak.

Lampiran 2. Angket Penelitian

Kepada : Yth. Siswa/Siswi Kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta

Dengan hormat, Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, saya mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Metode Mind Mapping dan Keaktifan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 5 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010”, maka sudilah kiranya disela-sela kesibukan anda berkenan meluangkan waktu untuk mengisi angket ini. Kegiatan ini sama sekali tidak mempengaruhi prestasi belajar anda, untuk itu saya mohon anda menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, sesuai dengan keadaan anda sebenarnya. Kerahasiaan jawaban anda sangat saya rahasiakan. Atas kesediaan meluangkan waktu, perhatian dan kerjasama anda, saya mengucapkan terima kasih. Surakarta, Juni 2010

Hormat saya,

Dhida Dwi K.

ANGKET TENTANG METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Identitas Siswa Nama Kelas/no : :

Petunjuk Menggunakan Angket 1. Tulis nama, no absen dan kelas pada lembar angket yang telah disediakan. 2. Pilih salah satu jawaban yang tepat menurut anda tanpa pengaruh orang lain. 3. Berilah tanda silang (√) pada lembar angket yang tersedia. 4. Jawablah semua soal dengan jujur, rapi dan teliti 5. Setelah angket diisi secara lengkap, mohon lembar angket diserahkan kembali. ANGKET METODE MIND MAPPING Pernyataan mengenai penilaian tentang metode pemetaan pikiran Melalui strategi belajar metode mind mapping saya lebih paham tentang materi IPS. Metode mind mapping dengan membuat ringkasan/peta pikiran sangat cocok untuk pelajaran IPS. Metode mind mapping memudahkan saya dalam menyelesaikan masalah materi IPS. Metode mind mapping dapat melatih saya menuangkan ide/gagasan secara aktif. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya berusaha menyusun mind mapping dan menjelaskan pikiran-pikiran tersebut. Jawaban Kadang- Tidak Sering kadang pernah

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Selalu

6. 7. 8. 9. 10.

Metode mind mapping membuat saya mengingat dengan lebih baik. Metode mind mapping menumbuhkan semangat dan motivasi belajar saya. Metode mind mapping melatih saya berinteraksi dengan siswa lain menjadi lebih mudah. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya selalu bertukar pendapat dengan teman saya. Dalam membuat rangkumanpeta pikiran, saya berusaha agar memperoleh hasil yang optimal.

Saya berusaha mencari tambahan materi pelajaran IPS selain dari buku paket yang diberikan Bapak/Ibu guru. 1. 11. apabila guru sedang menerangkan materi IPS. Saya berusaha mengeluarkan pendapat selama pelajaran IPS berlangsung. Saya berusaha bertanya kepada teman yang telah paham apabila saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal IPS. 9. Saya selalu aktif dalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS yang diberikan oleh guru. 3. 2. 7.ANGKET KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) No. . Dalam kelompok saya membuat perencanaan/memeberi tugas masingmasing anak untuk memecahkan masalah agar tercipta kerjasama yang baik Jawaban KadangSelalu Sering Kadang Tidak Pernah 5. Sewaktu saya mengeluarkan pendapat saya juga memberi kesempatan pada teman yang lain untuk mengeluarkan pendapatnya. Apabila ada pertanyaan dari teman yang tidak saya mengerti saya berusaha bertanya kepada Bapak/Ibu guru. 8. 6. saya mendengarkan dengan serius Saya mendengarkan dan memperhatikan. Pernyataan mengenai keaktifan siswa di dalam kelas Setiap ada jam pelajaran IPS. 4. 10. Saya ikut menjawab pertanyaan tentang pelajaran IPS dengan teman ketika ada yang bertanya Metode mind mapping menumbuhkan mental saya untuk aktif dalam berdiskusi dengan teman.

saya selalu mempertimbangkan dengan kelompok saya. Saat menentukan jawaban pertanyaan dari guru.12. .

Butir Try Out Variabel Metode Mind Mapping (X1) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jml Metode Mind Mapping [X1] a1 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 65 a2 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 66 a3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 68 a4 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 65 a5 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 61 a6 2 4 3 3 4 4 3 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 4 4 4 63 a7 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 2 4 4 2 4 4 4 70 a8 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 4 4 66 a9 3 2 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 63 a10 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 65 X1 30 30 34 34 39 37 29 35 26 29 35 29 35 28 31 32 26 38 39 36 652 .Lampiran 3.

Butir Try Out Variabel Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 jml Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b1 2 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 4 3 4 64 b2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 70 b3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 2 3 3 2 3 4 68 b4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 69 b5 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b6 2 2 4 4 3 4 2 3 2 2 3 2 4 4 3 4 3 4 4 4 63 b7 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 69 b8 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 69 b9 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 68 b10 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 2 4 4 4 68 b11 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b12 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 71 X2 39 38 45 45 42 48 37 38 40 39 38 35 48 42 33 38 33 40 43 48 809 .

000 .178 20 20 20 20 .314 .000 .229 .000 .525 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. .477* .028 .000 .621 .494 .216 .000 .011 .002 .090 .090 .000 .097 .314 .567** .240 .440 .364 . *.457* .216 .276 1.115 .178 .685 20 20 20 20 .003 .683** .003 20 20 20 20 20 20 .379 .090 .713** .567** .445 .683** .052 20 .097 .000 .176 .359 .631** .600** .099 20 20 20 20 .118 .461* .370 20 20 20 20 .494 .001 .011 .537* .399 1.015 .462* .363 .650** .097 .000 .125 .564** .359 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.081 .326 . Correlation is significant at the 0. 20 20 20 20 .004 20 **.518 .000 .276 1.363 .685** . .240 .162 .001 .043 20 20 20 20 A5 .706 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.111 .706 .314 .490* . .004 20 20 20 20 20 20 1.090 .598** .497* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.276 .494 .000 .Lampiran 4.214 .315 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.762 .240 20 20 20 20 .685 .600** .072 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.028 .154 . .186 .181 .151 .111 .090 .081 .003 20 20 20 20 20 20 .160 .125 .162 .332 .010 .490* 1.379 .518 .359 .154 .000 .421 .072 1.461* .762 1.198 .198 1.706 20 20 20 20 .052 .178 .426 .367 .634** .477* 1.001 .426 .000 .178 .554* .026 .033 .685 20 20 20 20 .061 .154 .706 20 .151 .355 .162 .090 .216 .631** .000 .421 1.186 .462* .326 .364 .650** .000 20 20 20 20 20 20 . .706 20 1.099 . Uji Validitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Correlations Metode Mind Mapping [X1] A6 A7 A8 A9 A10 .118 .598** . Correlation is significant at the 0.160 .457* .115 .000 .015 20 20 20 20 20 20 .009 .355 . .494 .367 .181 .005 .154 .525 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.713** .445 .761** .618** .554* 1.518 20 20 20 20 .216 .564** .026 20 .618** .212 .000 .000 .497* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.041 20 .001 20 20 20 20 20 20 .440 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.214 . 20 20 20 20 20 20 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 Metode Mind Mapping [X1] Pearson Correlation Sig.176 20 .309 .685 .162 .097 .040 .212 .537* .005 20 20 20 20 20 20 . .229 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.685** . (2-tailed) N A1 A2 A3 A4 1.009 .000 20 20 20 20 20 20 .332 .404 .000 .005 .399 .041 .276 . .761** . 20 .061 .634** .518 .309 .064 .064 .314 .621 .002 .05 level (2-tailed).040 .01 level (2-tailed).240 .033 20 20 20 20 20 20 . .706 20 .005 20 .010 .315 .359 20 20 20 20 .043 20 20 20 20 20 20 .003 .370 .404 .

003 20 20 .103 .000 .414 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.273 1.003 .037 .044 .115 .000 .490* .255 .000 .255 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .580** .622** .800 .467* -.544* .140 .115 .195 .448 20 20 20 20 20 20 20 20 .389 1.195 .517* .000 20 20 .061 .185 .044 20 20 20 20 20 20 20 20 .000 .278 .580** .252 . .658 20 20 20 20 20 20 20 20 .800 .000 .161 .467* .456* 1.055 .617** .085 .003 20 20 20 .049 .363 .070 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.020 .284 .273 .010 .000 .000 .180 .108 .664 .212 .446* .629** .784** .400 .800 20 20 20 20 20 20 20 20 .080 .044 . 20 20 20 20 20 20 20 20 .629** .050 .946** .560* .005 .020 20 20 .601** .540* 1.651 20 20 20 20 20 20 20 20 .01 level (2-tailed).125 1.410 20 20 20 20 20 20 20 20 1.933 .658 .212 .000 20 20 .448 .540* .061 .000 .369 . .456* .622** .836 .000 .204 .061 -.350 .037 20 20 .617** .664 .255 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.191 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000** .000 .212 .244 . .180 .001 .048 .688 20 20 20 .389 .495 .007 .661** .096 .273 .651 1.555 20 20 20 .204 .086 .933 .580** .836 .004 .085 .028 20 20 .455 .195 . .410 20 20 20 .418 .828** . (2-tailed) N B1 B2 B3 1.601 .004 20 20 1.000 .Hasil Uji Validitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Correlations Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan B12 Sosial (X2) -.195 -.540* 1.394 .791** .106 .061 .244 .312 -.005 .966 .160 . **. Correlation is significant at the 0.000 .601** .364 .517* .410 .800 . .014 .007 .192 -.284 .560* 1.100 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.448 . . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.215 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.555 .000 .000 -.003 . .038 .252 .106 .041 .028 20 20 20 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.008 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .086 .000 .252 .651 1.000 .013 20 20 .108 .496 .055 .456* 1.621** .080 .819 20 20 20 .252 .004 20 20 .490* .828** .819 .621** .000 .177 .722 .575** 1.394 .378 .024 .007 20 20 .278 .456* .004 20 20 20 20 20 20 20 20 *.414 1.448* .180 .041 . .049 20 20 .106 .106 .273 .327 .162 .901 .000 . .448 .468* .007 .284 20 20 20 20 20 20 20 20 .369 .327 .000 .160 20 20 20 .575** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.020 .496 20 20 20 .400 . Correlation is significant at the 0.212 .014 .658 .000 .436 .688 .162 .161 .177 .617** .419 20 20 20 .131 .364 .326 .278 .162 .180 .008 20 20 20 .048 .362 .215 .013 .255 .764** .003 .010 20 20 .050 -.503* .244 .495 .658 .003 .125 .000 .117 1.010 .000** .024 .369 .100 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .05 level (2-tailed).044 .503* .030 .000 .601 .326 .244 20 20 20 20 20 20 20 20 .580** .108 .000 .020 -. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.014 .312 .863 . .191 .001 .448* .180 .436 20 20 20 .030 .278 .284 .410 20 20 20 -.966 .540* .418 .362 1. 20 20 20 .000 .369 .863 .185 . .764** .378 .901 .117 .103 .446* .455 .180 .468* .661** .791** .070 .038 .140 .014 20 20 20 20 20 20 20 20 .350 .617** .784** 1.131 .192 1.363 .000 .000 .722 .108 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.419 . 20 20 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Pearson Correlation Sig.096 .000 .010 .544* .000 .946** .651 .162 .

2500 32.0500 3. 2.0 20.1500 3.8000 Std Dev 8.0 20.6708 . 6.2000 Variance 68.0 N of Variables 11 Statistics for SCALE Mean 65.0 20.0 20.6387 .Lampiran 5.3000 3.0 20. 8.5982 .6863 .0 20.0 20.5000 3.0 20.6000 Std Dev .2500 3.1473 Cases 20. 10. 4.7514 20. 11. 7. Uji Reliabilitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Metode Mind Mapping [X1] Mean 1.0 20.6387 4. 3.2500 3.3000 3.8751 .6387 . A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 X1 3.0 20.0 N of Items = 11 .4000 3.2946 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .7609 .5712 . 9.1500 3. 5.6569 .

6166 Cases 20.0 20.2000 3. 13. 9.5104 4.2526 Std Dev 9.4500 3.0 20.0 N of Variables 13 Statistics for SCALE Mean 80.0 20.0 N of Items = 13 .0 20.7164 . 10.6959 .4500 3.5500 40. 8.6070 .Uji Reliabilitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosia Mean 1.4500 Std Dev .0 20. 2.7164 .9000 Variance 85.2332 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .2500 3.7539 .0 20.0 20.8751 . 12.6048 .0 20.7467 20.1500 3.5982 . 5. 11.5104 .0 20.0 20.0 20.4000 3.4500 3. 3.4000 3.6806 .4000 3. 6. 4. B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 X2 3.5000 3. 7.5104 .2500 3.0 20.

Lampiran 6. Tabulasi Butir Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 a1 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 190 a2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 177 a3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 168 Metode Mind Mapping [X1] a4 a5 a6 a7 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 173 3 2 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 161 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 2 2 3 4 3 3 163 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 168 a8 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 4 2 3 164 a9 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 2 4 3 3 3 2 3 4 2 2 3 4 2 4 159 a10 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 4 4 2 2 3 2 4 163 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 .

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 b1 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 188 b2 4 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 187 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 4 2 4 3 3 4 2 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 2 2 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 4 2 2 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 2 4 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 4 4 4 4 1 3 3 2 3 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 169 170 171 167 134 161 159 160 b11 2 2 3 4 1 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 1 3 3 3 132 b12 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 157 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 31 .

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Siswa AR BH FU AM AG IK AM DH RH TG HD MF RW RWD TK US BL AA LM AR DHN PY YA RE HA UM RIZ BGS JRT HLD CHO MIA HES WE RU GS LSA SHI MN SH NDR IKA RTN HPY RUS THO ARV IWN IST FFN Prestasi Belajar IPS (Y) 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 .No.

Lampiran 7. Data Induk Penelitian No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 Y 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 X1Y 2409 2380 2304 2880 2812 2738 2772 2160 2590 2368 2070 2340 2664 2475 2628 2277 3040 2400 2001 2130 2516 2660 2886 2550 2414 2960 2211 2520 2325 2964 2409 2178 2800 2059 2738 2550 2232 2774 X2Y 2701 2310 2448 3440 2812 2886 3388 2664 3182 2886 2277 3120 3108 3150 2847 2139 3520 2850 2484 2769 2960 2888 3510 3150 2627 3440 2211 2808 3000 3198 2847 2046 3600 2627 2886 3225 2664 2993 .

39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Jml X1 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 1686 X2 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 1955 Y 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 3685 X1Y 2812 2664 2475 2100 2660 2997 2088 2059 2144 2625 2070 2660 124538 X2Y 3040 2516 2850 2660 3040 3564 3096 2840 2345 3300 2622 3040 144574 .No.

305 .192 .00 a.Lampiran 8.7200 34.0000 39.5643 12.00 3685. The smallest value is shown .7778 7.00 Prestasi Belajar IPS (Y) 50 0 73.7000 74.411 .662 31.337 -. Error of Skewness Kurtosis Std.00 38.00 1955.00a 3.256 .0000 33.00 45.662 29.023 .00 1686.00 N Mean Median Mode Std.00 81.073 .0000 74.7159 -.337 -1. Error of Kurtosis Minimum Maximum Sum Valid Missing Metode Mind Mapping [X1] 50 0 33. Deviation Variance Skewness Std.8673 -.5871 12.662 66.1000 39.00a 2. Hasil Diskriptif Statistics Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 0 39.7041 .00 3.337 -. Multiple modes exist.

0% 100. Lilliefors Significance Correction . .969 Shapiro-Wilk df 50 50 50 Sig. .Lampiran 9.949 . a.0% N Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Valid Percent 50 100.0% 50 100.0% 100.392 **.0% 0 .200* .100 50 .0% Total N 50 50 50 Percent 100. This is an upper bound of the true significance.0% Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.064 .200* a Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Statistic . This is a lower bound of the true significance.0% 50 100.0% 0 .082 . Uji Normalitas Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 .098 50 . *.010** .926 .118 50 .

377 207.004 .121 F 6.281 23.126 381.166 8.067 7.586 4.129 .374 622.581 74.328 358.000 .0% Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] ANOVA Table Sum of Squares 264.Lampiran 10.920 Sig.540 184.0% 100.0% 100.507 .0% Total N 50 50 Percent 100. Hasil Uji Linieritas Case Processing Summary Cases Excluded N Percent 0 0 . .606 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) ANOVA Table Sum of Squares 438.0% .953 F 3.105 622.395 207.500 df 13 1 12 36 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) Between Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 33.586 56.000 .712 5.702 381. .000 .538 .800 Sig.067 57.500 df 9 1 8 40 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Between Metode Mind Mapping [X1] Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 29.0% Included N Percent Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 50 100.

Lampiran 11. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Coefficientsa Standardi zed Coefficien ts Beta .112 .000 Zero-order .292 .000 .964 . Metode Mind Mapping [X1] b.301 3. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) .394 Keaktifan Belajar IPS (X2) 7.252E-02 a.836a . . Error of the Estimate 1. Method Enter a.740 Part .698 a.898 622.998 F 54.000 Metode Mind Mapping [X1] -.506E-03 Metode Mind Mapping [X1] -3. Keaktifan Belajar IPS (X2).001 . Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) a Coefficient Correlations Model 1 Correlations Covariances Keaktifan Belajar IPS (X2) Keaktifan Belajar IPS (X2) 1. Error 34.820E-03 Metode Mind Mapping [X1] -.602 187.577 .355 Sig. Hasil Uji Regresi Berganda Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered Keaktifan Belajar IPS (X2). Metode Mind Mapping [X1] b.658 Model 1 (Constant) Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Unstandardized Coefficients B Std.407 . Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) ANOVAb Sum of Squares 434.500 Model 1 df 2 47 49 Regression Residual Total Mean Square 217.087 t 8.605 a.394 1. All requested variables entered. Predictors: (Constant).678 3.654 .318 .003 Model 1 R R Square . .685 Std.642 7.783 Correlations Partial .820E-03 1.000a a.405 3. Predictors: (Constant).544 Sig.000 -3. Keaktifan Belajar IPS (X2). Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Model Summaryb Adjusted R Square . a Metode Mind Mapping [X1] Variables Removed . b.469 .9995 Durbin-W atson 2.

Lampiran 12.3 51.658 Sumbangan Efektif 18.783 beta 0.7 .318 0.699 0.5 R2 0.3 73. Sumbangan relatif dan sumbangan efektif Koefisien rxy 0.3 51.577 0.699 Sumbangan Relatif 26.5 Sumbangan Efektif 18.

297 0.291 0.393 7 42 0.176 0.279 0.707 0.641 0.361 15 50 0.148 0.449 0.256 25 100 0. Suharsimi Arikunto) N .878 0.684 0.113 0.355 0.413 0.990 0.468 0.602 0.398 6 41 0.999 0.301 0.798 0.403 5 40 0.062 0.418 0.267 23 90 0.330 17 60 0.286 21 80 0.194 28 175 0.413 3 38 0.148 30 300 0.811 0.361 0.432 0.834 0.430 0.380 10 45 0.463 0.368 13 48 0.312 0.444 0.372 12 47 0.532 0.288 0.470 0.080 0.575 0.081 37 1000 Sumber: Prosedur Penelitian (Prof.478 0.254 0.404 0.576 0.329 0.590 0.537 0.210 27 150 0.384 9 44 0.325 0.433 0.735 0.553 0.765 0.TABLE VALUES OF rproduct moment The Level of Significant The Level of Significant N 1% 5% 1% 5% 0.316 0.374 0.294 0.138 0.754 0.344 0.070 0.098 0.389 8 43 0.244 0.950 0.345 16 55 0.364 14 49 0.266 0.230 26 125 0.424 0.181 29 200 0.296 20 75 0.202 0.213 0.334 0.263 24 95 0.376 11 46 0.086 36 900 0.515 0.549 0.456 0.284 0.917 0.496 0.220 0.408 4 39 0.320 0.874 0.959 0.115 32 500 0.317 18 65 0.195 0.074 0.632 0.235 0.381 0.088 0.128 31 400 0.105 33 600 0.159 0.606 0.997 0.308 0.367 0.526 0.505 0.306 19 70 0.497 0.281 0.482 0.349 0.304 0.561 0.091 35 800 0.456 0.623 0.487 0.388 0.227 0.514 0. Dr.097 34 700 0.708 0.442 0.396 0.666 0.278 22 85 0.065 0.661 0.339 0.207 0.436 0.

696 2.943 2.787 26 1.319 1.383 1.717 2. t0.738 33 1.638 2.132 2.353 3.920 4.012 14 1.01 t0.764 3.567 2.365 2.145 2.692 2.449 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 3.779 27 1.025 t0.533 2.015 2.657 2 1.365 4.110 2.333 1.467 2.415 1.318 1.328 1.310 1.f.541 5.479 2.250 10 1.093 2.947 16 1.831 22 1.434 2.397 1.861 20 1.697 2.330 1.323 1.048 2.485 2.476 2.500 2.604 5 1.314 12.441 2.372 1.028 2.316 1.895 2.708 2.744 32 1.052 2.032 2.771 2.060 2.797 25 1.447 3.169 11 1.040 2.080 2.706 31.101 2.771 28 1.037 2.10 t0.528 2.306 1.032 6 1.457 2.314 1.445 2.345 1.776 3.05 t0.309 1.998 3.750 31 1.473 2.725 2.724 36 1.539 2.719 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.925 3 1.977 15 1.729 2.315 1.718 3.056 2.228 2.624 2.845 21 1.833 2.201 2.714 2.341 1.552 2.363 1.821 3.120 2.701 2.078 6.841 4 1.262 2.763 29 1.728 35 1.691 2.160 2.308 1.821 63.753 2.Tabel Nilai t d.733 34 1.309 1.688 2.694 2.313 1.860 2.306 1.005 d.042 2.492 2.721 2.699 2.106 12 1.307 1.886 2.045 2.069 2.064 2.086 2. Imam Ghozali .746 2.508 2.179 2.035 2.311 1.074 2.143 3.583 2.819 23 1.747 4.965 9.681 3.303 6.337 1.878 19 1.711 2.453 2.602 2.325 1.703 2.796 2.131 2.706 2.921 17 1.182 4.462 2.321 1.055 13 1.782 2.650 3.355 9 1.761 2.756 30 1.690 2.571 3.807 24 1.440 1.438 2.812 2.734 2.030 2.896 3.707 7 1.518 2.898 18 1.499 8 1.356 1.350 1.306 2.740 2.f.

675 2.298 1.295 1.677 2.05 t0.012 2.421 2.680 50 1.669 1.690 46 1.414 2.302 1.997 2.412 2.397 2.400 2.663 59 1.399 2.997 2.025 t0.382 2.002 2.407 2.396 2.10 t0.995 2.704 41 1.382 2.005 d.388 2.297 1.670 55 1.300 1.670 1.996 2.01 t0.684 2.391 2.687 47 1.024 2.681 2.384 2. t0.667 1. Imam Ghozali) .405 2.299 1.994 2.999 2.300 1.296 1.004 2.394 2.431 2.712 39 1.995 2.667 1.389 2.383 2.380 2.296 1.008 2.998 2.652 67 1.020 2.685 2.673 2.998 2.679 2.304 1.021 2.015 2.403 2.298 1.390 2.678 2.669 1.671 2.301 1.674 2.009 2.017 2.298 1.001 2.003 2.665 58 1.381 2.680 2.660 61 1.698 43 1.304 1.014 2.011 2.692 45 1.294 1.656 64 1.296 1.668 56 1.667 1.418 2.026 2.670 2. 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 37 1.647 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.686 2.006 2.685 48 1.410 2.426 2.299 1.701 42 1.303 1.668 1.682 49 1.000 2.657 63 1.f.303 1.672 2.416 2.676 52 1.386 2.667 57 1.395 2.023 2.295 1.301 1.005 2.654 66 1.387 2.672 2.402 2.650 69 1.677 2.f.676 2.294 1.007 2.674 2.678 51 1.297 1.294 1.294 1.672 54 1.408 2.679 2.Tabel Nilai t d.010 2.295 1.429 2.296 1.671 2.002 2.651 68 1.994 2.659 62 1.649 70 1.423 2.695 44 1.305 1.297 1.673 2.682 2.662 60 1.385 2.295 1.013 2.683 2.687 2.295 1.715 38 1.675 2.018 2.655 65 1.000 2.294 1.302 1.648 71 1.392 2.674 53 1.669 1.297 1.299 1.668 1.708 40 1.668 1.

293 1.293 1.05 t0.367 2.631 92 1.989 2.986 2.374 2.645 74 1.291 1.01 t0.626 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.291 1.626 Inf.373 2.662 1.366 2.992 2.640 79 1.369 2.988 2.292 1.368 2.290 1.366 2.290 1.664 1.291 1.368 2.632 90 1.986 2.664 1.291 1.372 2.376 2.375 2.373 2.630 93 1.660 1.990 2.992 2.993 2.985 2.987 2.991 2.661 1.378 2.638 82 1.005 d.291 1.629 96 1.662 1.374 2.292 1.f.293 1.293 1.661 1. 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 Inf.665 1.985 2.662 1.664 1.636 85 1.984 2.290 1.293 1. t0.291 1.637 83 1.379 2.364 2.629 95 1.990 2.370 2. 72 1.365 2.025 t0.368 2.666 1.642 77 1.665 1. Imam Ghozali) .291 1.984 2.291 1.987 2.290 1.666 1.646 73 1.993 2.636 84 1.379 2.641 78 1.644 75 1.640 80 1.661 1.662 1.663 1.661 1.376 2.635 86 1.293 1.Tabel Nilai t d.663 1.987 2.372 2.663 1.661 1.367 2.292 1.984 2.634 87 1.665 1.989 2.628 97 1.985 2. 1.993 2.627 98 1.291 1.632 91 1.10 t0.365 2.292 1.643 76 1.988 2.988 2.986 2.291 1.370 2.664 1.627 99 1.292 1.377 2.660 1.990 2.369 2.663 1.371 2.663 1.f.292 1.986 2.665 1.989 2.662 1.290 1.365 2.666 1.292 1.661 1.630 94 1.634 88 1.292 1.991 2.639 81 1.633 89 1.

46 2.05 2.37 2.49 3.01 2.46 40 251 19.71 2.33 2.06 3.96 1.99 5.75 2.44 2.75 4.60 2.69 2.59 5.27 2.2 9.35 2.94 6.76 2.77 1.20 3.20 2.34 2.48 2.90 2.37 2.40 3.81 3.88 10 242 19.35 4.92 3.46 2.89 6.28 2.38 4.67 3.92 2.2 9.51 3.06 2.12 4.22 254 19.59 5.23 3.08 2.56 3.99 1.5 8.11 2.04 2.4 8.55 5.84 1.92 2.05 2.84 3.26 5.84 1.66 5.10 2.79 2.4 8.15 2.91 4.71 2.77 2.38 2.65 1.28 3.39 2.45 2.85 2.10 3.91 1.54 2.70 3.42 2.59 2.02 2.71 3.16 4.61 5.34 2.01 2.29 2.74 4.30 2.75 15 246 19.89 1.23 2.07 2.55 3.04 4.93 1.47 1.30 4.75 1.84 2.52 3.27 2.93 2.91 2.82 1.13 2.43 1.16 2.42 2.84 1.03 1.03 2.87 1.59 5.54 2.62 3.29 3.85 6.22 1.79 5.42 3.39 3.40 2.64 2.77 2.67 20 248 19.46 4.74 3.00 2.41 2.40 2.18 3.97 2.25 2.49 3.58 2.53 2.79 1.95 2.07 2.88 1.03 2.60 2.31 2.90 1.89 1.25 2.05 4.08 2.75 1.51 2.74 4.70 2.72 2.46 3.08 4.20 2.81 2.85 2.73 3.74 2.17 2.83 2.42 2.17 4.70 1.49 4.24 4.84 1.06 2.5 8.02 1.19 2.86 4. Imam Ghozali) .5 10.98 3.44 3.85 2.00 1.32 2.98 1.19 4.96 2.01 2.5 8.12 2.21 3.11 2.74 1.97 1.38 2.66 1.82 2.18 2.09 2.84 2.40 2.50 3.34 2.28 6.15 3.53 2.1 7.07 2.49 2.53 2.00 Degrees of freedom for Denominator Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.62 1.0 9.46 2.43 2.68 2.74 1.24 2.92 1.60 2.54 4.25 2.31 2.35 3.57 5.32 4.35 4.41 4.65 2.54 2.39 5.79 1.26 4.71 2.41 3.68 1.22 3.89 1.10 3.14 3.00 3 216 19.08 1.92 1.16 2.57 2.94 5.00 3.64 3.24 3.96 2.12 2.01 1.76 1.01 1.16 2.84 4.28 2.34 2.79 3.00 4.00 3.24 2.39 60 252 19.90 2.86 2.11 2.36 3.62 5.87 3.42 2.28 3.06 3.78 2.53 2.79 2.83 1.75 4.3 8.45 2.31 2.01 1.81 3.26 4.83 2.10 3.23 2.99 2.19 2.62 2.59 3.94 9 241 19.41 3.18 2.79 5.70 2.48 3.09 3.05 3.30 2.35 1.18 2.67 4.55 2.61 1.71 2.53 5.11 3.96 1.82 4.91 1.59 2.09 2.42 2.84 1.45 2.07 2.01 1.4 8.23 2.5 8.10 2.4 8.55 6.51 2.30 2.65 6.77 2.3 9.37 3.92 1.15 2.66 2.89 3.22 2.25 2.78 1.88 4.38 2.85 2.91 2.84 1.53 4.57 2.45 2.07 3.63 3.52 30 250 19.94 2.03 3.01 6.53 2.69 3.28 4.13 3.59 3.77 4.48 2.01 2.64 1.36 2.28 2.76 2.29 3.84 3.60 2.37 2.35 2.94 1.57 24 249 19.01 2.15 3.53 3.12 6.66 2.87 1.80 2.07 2.35 2.11 2.81 6.55 1.86 3.84 2 200 19.77 4.29 2.12 2.72 4.40 3.4 8.18 2.5 8.64 5.54 2.51 1.54 2.5 8.20 3.45 2.34 2.69 2.96 4.81 1.93 1.59 1.71 1.33 3.44 3.87 2.43 3.96 4.32 2.92 1.61 2.57 3.64 2.86 1.58 3.90 2.62 2.68 3.68 3.09 2.68 2.68 4.39 1.21 6 234 19.76 4.66 2.66 2.48 3.15 2.73 1.14 4.27 2.12 3.21 2.98 2.58 1.87 3.22 3.30 2.55 2.75 2.74 2.32 3.15 2.81 1.94 3.26 3.95 4.02 1.74 5.14 2.63 3.34 3.10 7 237 19.01 1.23 3.07 3.70 2.69 4.95 1.80 4.32 120 253 19.61 2.16 3.90 2.49 2.93 2.27 2.70 5.94 1.03 2.74 2.67 2.51 2.09 4.58 2.30 3.39 2.06 2.16 2.69 1.04 1.04 2.25 2.76 2.99 1.98 1.15 2.27 2.63 4.96 1.25 2.34 2.74 3.61 2.50 3.39 3.92 1.53 1.44 3.63 2.79 1.47 3.49 2.46 2.66 4.49 2.33 2.37 3.37 5 230 19.97 4.60 4.98 1.53 2.13 2.47 2.18 2.60 4 225 19.83 12 244 19.10 2.42 2.96 1.01 8 239 19.11 3.13 3.20 2.38 2.71 6.77 3.85 2.05 Degrees of freedom for Nominator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 30 40 60 120 1 161 18.51 2.39 3.41 4.62 2.4 8.4 8.19 2.80 2.01 1.50 1.79 2.49 2.34 3.23 2.40 2.45 4.11 2.21 2.96 1.07 3.38 3.Tabel Nilai F0.32 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful