PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA

SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 (S1) Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

Disusun oleh : DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

PROGRAM PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

i

PERSETUJUAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Disetujui dan Disyahkan oleh Pembimbing I dan Pembimbing II untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Mengetahui, Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Suyatmini, SE. M.Si. Tanggal:

Drs.Sudarto HS, MM. Tanggal:

ii

PENGESAHAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Yang Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Pada Tanggal: ………………………………… Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat

Susunan Dewan Penguji 1. Dr. Suyatmini, SE. M.Si. 2. Drs.Sudarto HS, MM. 3. (……………………………) (……………………………) (…………………………….)

Surakarta, Februari 2010 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan,

Drs. H. Sofyan Anif, M. Si NIK. 547

iii

PERNYATAAN Dengan ini. Surakarta. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Juli 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103 iv . maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. Apabila ternyata kelak di kemudian hari terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya diatas.

Jadilah diri sendiri jangan meniru orang (Penulis) Kita hanya cukup yakin dan benar-benar menginginkannya maka semua akan terjadi (penulis) v .MOTTO Masalah bukan untuk dihindari tapi dicari solusinya dan harus dihadapi dengan sabar jadi tetap semangat.

Sahabat-sahabatku. sebagai ungkapan rasa hormat dan baktiku. Ipee (Arifah). dan Spin Abot yang selalu setia mengantarkan aku kemana pun aku pergi. Ayah dan Ibunda tercinta. Sujud Syukurku kehadirat illahi Robbi Atas segala nikmat dan kemudahan yang telah diberikan-Nya persembahan kecil ini teruntuk: 1. vi . serta perjuanganmu untuk membesarkan dan mendidikku dengan penuh kasih sayang agar aku dapat gapai cita dan impianku. terima kasih atas kasih sayang. Jangan pernah melupakan persahabatan ini. 3. Ndul (Elyy). Adikku (De’ Kiki) tersayang yang telah mewarnai hari-hariku dengan kasih sayang dan selalu memberiku semangat. Engkau tak akan pernah tergantikan karena engkau tiada duanya didunia ini. Lia.PERSEMBAHAN Alhamdulillahirobbil’alamin. kebersamaan kita adalah hal yang terindah. atas perhatian. Dewi. Si item kasih ibu. 2. 6. Aku telah menemukan arti sahabat sejati. Kakakku (Ms Eko). terima kasih atas dukungan selama ini dan mendengarkan keluh kesahku. perhatian dan pengorbanan yang tiada pernah lekang oleh waktu. Djarot. Baki Community. Emi. Agung n’ The ganx. rangkaian yang tidak pernah putus dalam setiap langkahku. 5. do’a. Ndaa (Ingga). 46 Kasih Ibu. 4. dukungan dan kebersamaan yang membuatku selalu bahagia. Almameterku yang kucinta.

Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan skripsi ini. selaku pembimbing I yang penuh kesabaran dan ketulusan membimbing. 3. M. H. Dr.Si.Sudarto HS. Skripsi ini disusun untuk melengkapi sebagian dari syarat guna memperoleh gelar sarjana pendidikan S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. vii . Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat... M. hidayah. 2. Drs. 4. SE. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada: 1. MM. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. selaku pembimbing II yang memberikankan arahan dan nasehat dalam penyusunan skripsi ini. selaku ketua program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan dan masukan selama studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sofyan Anif. Djalal Fuadi. Suyatmini. dan Inayah-Nya sehingga penyusunan skripsi ini berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik..Si. mengarahkan dalam penyusunan skripsi ini. MM.Wb. Drs. Drs. namun berkat bantuan serta dorongan dari berbagai pihak akhirnya kesulitankesulitan yang timbul dapat teratasi. selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah berkenan memberikan surat ijin peneliti.

Bapak/Ibu Dosen program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. 11.B. Joko Suwandi. SE. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Surakarta. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang telah memberi izin kepada penulis untuk melakukan penelitian 8. 7. Semua teman-teman Pendidikan Akuntansi angkatan 2006 khususnya kelas C dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya karya ini yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu. 10. 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A 210 060 103 viii .Pd. selaku Pembimbing Akademik selama menempuh studi. Wassalamu’alaikum Wr. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat serta menjadi jembatan bagi penulisan selanjutnya. kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. 6. Semua pihak yang telah berperan serta memberikan bantuan moral maupun material dalam penyusunan skripsi. 9. Bapak Amin Bambang selaku guru ekonomi yang telah membantu dalam penelitian. dan C yang telah bersedia menjadi sampel dalam penelitian. Drs.5. Oleh karena itu. Siswa siswi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta khususnya kelas VIII A. M.Wb.

................................................................................................. Prestasi Belajar .............................. B............................... E..................................................................................................... D................................ KATA PENGANTAR ...........................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...................... DAFTAR GAMBAR .................................... i ii iii iv v vi vii ix xii xiii xiv xvi 1 5 5 6 6 7 9 ix ................................................................................................................................................................................................................................................. BAB II LANDASAN TEORI A........................................................................................ ABSTRAK . F..... Sistematika Penulisan Skripsi ..................... Tujuan Penelitian ............. Manfaat Penelitian ..... HALAMAN PENGESAHAN .................................. DAFTAR ISI ................. HALAMAN PERSEMBAHAN .............................................. DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ Latar Belakang Masalah ... Pembatasan Masalah .......... Perumusan Masalah ...................................................................................... C............................................................................. HALAMAN PERNYATAAN ................................................ HALAMAN PERSETUJUAN .................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A.......................................................................................... DAFTAR TABEL ................................................................................................... HALAMAN MOTTO .......................................

. Indikator Mind Mapping……………………………………… 5.......................... Definisi Mind Mapping ................ 1....... Kerangka Pemikiran..................... E....... 9 10 16 16 19 19 22 23 25 24 26 27 27 27 28 29 30 32 32 32 x .............................. ....................... C.......... B......................... ........ dan Sampling ..................................................................................................................... 4.......... Populasi.......... Mind Mapping .... Hubungan metode Mind Mapping(X1)..................................................................... Pengertian Belajar .............. Pengertian Keaktifan...... Kelebihan dan Kelemahan……………………………………........................................ 1....................... D.. 2.. 3................................................................. BAB III METODE PENELITIAN A.......... .... Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)............ .......... 2........................................ Hubungan antar variabel ............................. Kegunaan Mind Mapping ………………… ............... Jenis dan Metode Penelitian ......... C............... 3.......... Keaktifan Belajar ................. 2. Indikator Keaktifan............................................................. 2. Objek Penelitian ................ F......... Hipotesis................................................................... Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar………................................... Sampel.... B...1................ Cara membuat Mind Mapping……………………………… ........ Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)................................. ........................................... 1.... Hubungan metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) ......

.................................. BAB V ANALISIS HASIL PENELITIAN A............. B.. E................ Kesimpulan ............................................................................... Saran................................ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 76 76 50 59 61 63 69 45 xi ..... Implikasi...........................D............. C.............................................................. BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A............................................................................... D... Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ................................................................ Uji Prasyarat Analisis ........................... C...... B.. Uji Instrumen Penelitian ...................... Pembahasan ............................................................... 35 40 42 G.................................... Analisis Data ............ F.................................................................................... Instrumen Pengumpulan Data .............................. Teknik Pengumpulan Data ...................... Analisis Data Penelitian .......................................................... Uji Prasarat Analisis ……………………………………………… 44 H.......... Teknik Analisis Data ................... E..............

...................................... Tabel 4...... 60 61 62 63 xii .1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping 59 Tabel 4................. Tabel 3............5... 17 35 Tabel 4..............................3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors .......................4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas............ Tabel 4...................................1 Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS . Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda .....................1 Penggunaan otak pada Mind Mapping ..DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.................... Tabel 4........2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS ............................

1 Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ................................... Gambar 3..... Gambar 4........1 Kerangka Pemikiran ..................1 Contoh Aplikasi Mind Mapping .................................. 21 29 56 xiii ........DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2..........................

Surat Ijin Penelitian 2. Hasil Uji Validitas 5. Hasil Tri Out Penelitian 4. Hasil Uji Reliabilitas 6. Hasil Uji Regresi Berganda 12. Angket Penelitian 3.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Data Butir Angket Penelitian 7. Data Induk Penelitian 8. Hasil Uji Linearitas 11. Hasil Deskriptif 9. Hasil Uji Normalitas 10. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif xiv .

Secara individu metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). Universitas Muhammadiyah Surakarta. A210 060 103. Kata kunci : metode mind mapping.544 > 2.654X2.8% sedangkan sisanya sebesar 30. 2010.01 (7.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model.544 > ttabel = 2.405 + 0. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. keaktifan belajar IPS dan prestasi belajar IPS xv . maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54. karena nilai thitung = 3. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0.05 diperoleh Fhitung sebesar 3.ABSTRAK PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Dhida Dwi Kurniawati.01) sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 200 siswa. Hasil penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menghasilkan temuan sebagai berikut : Hasil uji regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34. Penelitian mengambil lokasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.642 > 2.355 dan taraf signifikan 0.355 > 3.20). dan 3) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.01 (3. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69. 2) mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.698. Jurusan Pendidikan Akuntansi.407X1 + 0.642 > ttabel = 2.01).

cakap. penanganan dan prioritas secara baik oleh pemerintah. Latar Belakang Masalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di era globalisasi sesuai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. mandiri dan menjadi warga Negara yang demokrasi sehingga bertanggung jawab. dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Pendidikan merupakan sarana dan wahana yang sangat baik di dalam pembinaan SDM. bertujuan untuk berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 1 . oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian.1 BAB I PENDAHULUAN A. kreatif. berakhlak mulia. Pendidikan merupakan masalah yang sangat menarik untuk dibahas karena melalui usaha pendidikan diharapkan tujuan pendidikan akan segara tercapai.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yang menyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu tujuan Pendidikan Nasional yang ingin dicapai dalam pembangunan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. keluarga dan pengelola pendidikan. berilmu. Dengan begitu perkembangan IPTEK yang ada dapat dikuasai. sehat.

serta bekerjasama dan hubungan dengan siswa lain. sehingga siswa yang kurang paham terhadap materi yang disampaikan akan menjadi lebih mengerti karena adanya latihan dirumah umpan balik disini berupa pembahasan kembali tugas yang diberikan pada materi terdahulu.2 Prestasi belajar merupakan hasil dari usaha-usaha yang telah dilakukan. berlatih menjelaskan hasil pekerjaannya kepada teman yang lain. memberikan tanggapan atau komentar terhadap siswa lain. dan juga mempunyai cara-cara yang menarik sehingga peserta didik mempunyai minat yang tinggi terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dimana tujuan pemberian tugas ini adalah siswa tetap belajar dirumah dan dapat dimanfaatkan waktu diluar jam pelajaran sekolah. Dengan umpan balik diharapkan siswa yang kesulitan mengenai konsep-konsep pada materi yang telah diberikan dapat terbantu sehingga prestasi belajar IPS siswa meningkat. . Salah satu usaha guru dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa yaitu dengan menerapkan pembelajaran melalui tugas dan umpan balik. Misalnya kemandirian siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru. Dalam pembelajaran IPS. bertanya kepada guru tentang materi yang disampaikan. Keaktifan siswa dalam mengajukan ide pada guru. kemandirian serta keaktifan siswa cenderung masih rendah. Guru harus dapat memilih metodemetode yang sesuai dengan pokok bahasan yang disampaikan. Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memerlukan suatu strategi yang tepat supaya hasil yang yang dicapai maksimal dan berpengaruh berpengaruh pada prestasi belajar siswa.

Menjelaskan tujuan kegiatan pada kelompok dan mengatur penyebaran dalam bertukar pendapat Djamarah (2002:181-186). Dalam metode Mind Mapping siswa di kuatkan pada cara menghadapi persoalan dengan langkah penyelesaian yang sistematis yaitu memahami masalah. 4. Guru sebagai pendidik dan pengajar bertugas untuk memberi kemudahan untuk siswa dalam menerima ilmu atau materi yang telah diajarkan.3 menyanggah atau menyetujui ide pengerjaan soal dari teman juga masih rendah. e. 2. c. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah. 3. dan memeriksa kembali . melaksanakan rencana. seorang guru harus memiliki sikap-sikap sebagai berikut : 1. b. Menurut Isjoni (2007:62). Mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Membantu dan mendorong siswa untuk mengungkapkan dan menjelaskan keinginan dan pembicaraannya baik secara individual maupun kelompok. Membina siswa agar setiap orang merupakan sumber yang manfaat bagi yang lainnya. d. 5. Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi. Mendorong anak didik untuk belajar.“Tujuan dari penyampaian variasi metode mengajar dan aplikasinya dalam pengajaran adalah : a. Memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual. menyusun rencana. Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevansi proses belajar mengajar. Salah satu metode yang akan diterapkan adalah pembelajaran IPS dengan pola latihan interaktif yang menggunakan metode Mind Mapping. Membantu kegiatan-kegiatan dan menyediakan sumber atau peralatan serta membantu kelancaran belajar mereka.

Sedangkan dengan latihan interaktif siswa diharapkan dapat berinteraksi dalam proses belajar mengajar. Menurut Sujanto (1996:53) : Pelaksanaan pengajaran sering hanya si guru mendikte dan si anak yang mencatat dan kemudian menghafalkannya persis seperti bunyi catatatan dan sama sekali tidak ada kaitan dengan pengertian ataupun perubahan anak perbuatan anak karenanya. Namun kenyataannya keaktifan siswa sekarang ini berkembang lambat dan disiplin belajar siswa yang kurang. aktif. Sehingga diharapkan kemandirian dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS dapat ditingkatkan. Melalui usaha pendidikan diharapkan kualitas generasi muda yang cerdas. dan mandiri dapat terwujud.4 sehingga persoalan yang dihadapi akan dapat diatasi. sehingga siswa dituntut untuk aktif secara langsung dalam proses pembelajaran.” . namun diperlukan keaktifan siswa didalam proses belajar mengajar. Dengan demikian siswa belajar IPS tidak hanya mendengarkan dan guru menerangkan didepan kelas saja. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengambil judul skripsi “PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SISWA PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009 / 2010.

Apakah terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 3. C. Aktif dalam belajar siswa dibatasi pada keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran disekolah. Penggunaan Mind Mapping dibatasi pada sikap ingin tahu siswa untuk mengembangkan materi pelajaran IPS. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut diatas. Prestasi belajar siswa dibatasi pada penguasaan materi dan keaktifan siswa terhadap pelajaran IPS yang berupa nilai rapot semester ganjil. Pembatasan Masalah Untuk mempermudah dan menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penafsiran judul. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? .5 B. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 2. maka masalah ini dibatasi pada : 1. 2. maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan : 1. 3.

Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai : 1.6 D. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 2. Bagi guru kelas Sebagai bahan kajian guru dalam memberikan atau menyampaikan materi (metode Mind Mapping dan keaktifan belajar IPS) untuk meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. Untuk mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. E. Manfaat Penelitian Manfaat teoristis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan pertimbangan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan pada umumnya dan di bidang kependidikan luar biasa pada khususnya. . Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Manfaat praktis yang diharapkan dalam penelitain ini terdiri : 1. Tujuan Penelitian Adanya tujuan dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting karena dengan tujuan yang tepat menjadikan tolok ukur keberhasilan dalam penelitian. Sehingga perkembangan tersebut dapat digunakan dalam peningkatan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus disekolah.

sehingga mutu pendidikan dapat lebih meningkat. identifikasi masalah. 4. Sistematika Skripsi Untuk memperoleh gambaran permulaan terhadap hasil penelitian ini. F. Bagi siswa Memberi alternative lain untuk mempelajari suatu pelajaran dengan cara membuat ringkasan yang menarik dan anak terdorong untuk belajar IPS. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini merupakan landasan teori yang digunakan dalam penyusunan penelitian yang bekaitan dengan definisi prestasi . pembatasan masalah. dan sistematika penulisan penelitian. Bagi sekolah Dari hasil penelitian dapat memberikan masukan kepada sekolah atau lembaga pendidikan di SMP sebagai bahan kajian dalam usaha perbaikan proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik. manfaat penelitian. perumusan masalah. 3.7 2. Bagi kepala sekolah Memberi masukan berupa informasi ilmiah tentang pentingnya metode penyampaian materi yang menarik pada siswa agar prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. maka perlu dikemukakan sistematika penelitian sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Meliputi latar belakang masalah. tujuan masalah.

definisi metode Mind Mapping. pengujian kualitas dan hasil analisis data. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN . hubungan antar variabel dan hipotesis. populasi. teknik pengumpulan data. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi hasil pengembalian kuesioner. keterbatasan penelitian dan saran dari peneliti. definisi keaktifan. data dan instrumen pengumpulan data. sampel dan sampling. BAB V PENUTUP Penutup menguraikan tentang kesimpulan akhir penelitian. subyek dan obyek penelitian. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang jenis dan rancangan penelitian. teknik penyajian data dan teknik analisis data.8 belajar.

karena kegiatan belajar merupakan proses.” Selanjutnya menurut Winkel (1996:53).“Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan. sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Menurut Djamarah (2002:19). yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. Prestasi Belajar 1. diciptakan baik secara individual maupun kelompok.”Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan. pemahaman. Pengertian Prestasi Belajar Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan prestasi dan belajar. ketrampilan dan nilai sikap. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. Namun dari pendapat pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. Para pakar pendidikan mengemukakan pendapat mereka. Menurut Djamarah (2002:231). Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai denagan pandangan yang mereka anut. Prestasi merupakan kumpulan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan.9 BAB II LANDASAN TEORI A.”Prestasi adalah hasil kegiatan 9 .

angka. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. menurut Syah (2004:132).10 usaha kegiatan belajarnya yang dinyatakan dalam bentuk. huruf. Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima. maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain: faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal). 2. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu.” Berdasarkan pengertian diatas. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan. dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor eksternal) : .

11 a. jasmani agar tetap bugar siswa dianjurkan mengkonsumsi minuman yang bergizi. Untuk dipelajarinya pun kurang atau tidak terbatas. Faktor internal siswa adalah: 1) Aspek fisiologis Kondisi jasmani dan tonus (tegangan otot) yang memadai tingakat organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor internal adalah keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa. 2) Aspek psikologis Yang mempengaruhi pembelajaran termasuk kulitas siswa. minat. . sikap. dan motivasi. Selain itu juga siswa dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga ringan. bakat. psikologis dan yang dapat perolehan faktor-faktor kuantitas diantara Namun rohaniah siswa siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah tingkat kecerdasan atau intelejensi. Mempertahankan tonus. Kondisi organ tubuh yang lemah apabila serta pusing-pusing dapat menurunkan ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidak berbekas.

para staf administrasi dan teman-teman sekelas yang mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. 1) Lingkungan sosial Lingkungan sosial sekolah. para staf guru. Menurut Djamarah (2002:85-93). 3) Metode pembelajaran a) Pengertian metode Menurut Djamarah (2002:85) : Pemilihan metode merupakan hal yang sangat penting perlu diperhatikan karena metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan.12 b. guru akan mampu mencapai tujuan pembelajaran. Dengan memanfaatkan metode secara akurat. 2) Lingkungan non sosial Faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah gedung sekolah dan letaknya rumah tempat tinggal keluarga siswa dan alat-alat belajar keadaan cuaca dan waktu belajar digunakan siswa. pemilihan dan penentuan metode dalam pembelajaran harus memiliki: . Para guru yang selalu menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik dan rajin khususnya dalam belajar. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa) Faktor Eksternal adalah kondisi lingkungan sekitar siswa.

Pengalaman membuktikan bahwa kegagalan pembelajaran salah satunya disebabkan oleh pemilikan metode yang kurang tepat. Apapun yang termasuk perangkat program pembelajaran dituntut secara mutlak . (3) Pentingnya pemilihan dan penentuan metode Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang telah pembelajaran. karena itu. Nilai strategis dari metode adalah dapat mempengaruhi jalannya pembelajaran. efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuain metode dengan semua komponen diprogramkan. Oleh karena itu metode adalah salah satu cara yang memilliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar. (2) Efektivitas penggunaan metode Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran akan menjadikan kendala dalam mencapai tujuan yang dirumuskan.13 (1) Nilai strategi dan metode Didalam proses pembelajaran sering terjadi interaksi edukatif antara anak didik dan guru.

Menurut Mulyana (2005:100) : Dalam pembelajaran guru yang utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik.” Selalu harus ada yang dipelajari dan arena adanya pengalaman-pengalaman baru. Menurut guru Djamarah harus (2002:62). . secara arif dan bijaksana. hal tersebut dibuat karena adanya kebutuhan untuk menyakinkan 1) adanya alasan untuk belajar.”Dalam menggunakan mengajarkan pandai pendekatan secara aktif. 2) siswa belum mengetahui apa yang akan diajarkan.”Pembelajaran ialah membelajarkan siswa dengan menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama kebersilan pendidikan. oleh karena itu guru menetapkan hasil-hasil belajar dan tujuan yang akan dicapai.14 untuk menunjang tercapainya tujaun guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didk dikelas b) Pengertian pembelajaran Menurut Sagala (2006:61). Sedangkan Riyanto (2002:57) berpendapat bahwa pembelajaran adalah “suatu proses eksperimantasi.” Menurut Sagala (2006:68) : Pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran.

Keberhasilan pembelajaran IPS diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut dan dipengaruhi beberapa faktor antara lain: faktor guru. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga. sehingga prestasi yang akan dicapai memuaskan. maka tingginya pemahaman dan penguasaan siswa dalam suatu pelajaran dan makin banyak soal yang mampu dikerjakan dengan benar diharapkan makin tinggi tingkat keberhasilan pembelajaran tersebut. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses pelajaran IPS. Keberhasilan tersebut dapat diamati dari beberapa sisi banyaknya soal yang mampu dikerjakan dengan betul. faktor materi pelajaran. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. faktor metode pengajaran. proses dan post tes.15 dan umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal yaitu pre tes. faktor lingkungan. dan faktor lainnya termasuk siswa itu sendiri. maka dengan metode pembelajaran yang sesuai siswa akan bersemangat dan suasana kelas akan lebih hidup. keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat.” Menurut Arikunto dalam Dimyati & Mudjiono (2009:200-201) prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi dan ditujukan untuk keperluan : .

d. b. Michael Gelb dalam Buzan (2007:179-181): Mind Mapping dapat diartikan sistem revolusioner dalam perencanaan dan pembuatan catatan yang telah mengubah hidup jutaan orang di seluruh dunia. Pembuatan Mind Mapping didasarkan pada cara kerja alamiah otak dan mampu menyalakan percikanpercikan kreatifitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita. Untuk kenaikan kelas. Oleh karena itu. Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Menurut Porter & Hernacki (2008:152-159) : Mind Mapping juga dapat disebut dengan peta pemikiran. demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk Dengan kepribadian anak. Untuk penempatan. Untuk seleksi. Mind Mapping menggunakan pengingatpengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan.16 a. Untuk diagnostik dan pengembangan. c. B. Mind Mapping 1. karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. Definisi Mind Mapping Barbara Prashing mengemukakan Mind Mapping dipopulerkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an. aslinya diciptakan oleh Gelb. apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya . sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya.

Tony Buzan mengemukakan “your brain is like a sleeping giant.1 Tabel penggunaan otak pada Mind Mapping Otak Kiri 1. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. Hubungan Antar Kata Otak Kanan Warna Gambar Dimensi Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif. Metode Mind Mapping adalah metode baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua belah otak (otak kiri dan otak kanan). penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menajubkan. Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna.17 menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak. efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran. Urutan Penulisan 3. hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal. . Tulisan 2. dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Selain itu Mind Mapping adalah sistem penyimpanan.” Table 1.

bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima. baik secara tertulis maupun secara verbal. . dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. memperkuat. simbol. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Adanya kombinasi warna. sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar. guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran.18 Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam. maka akan baik dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Dengan demikian. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat.

Kegunaan metode Mind Mapping dalam bidang pendidikan. Kertas kosong tak bergaris. Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah. d. 12) Menyenangkan dan mudah diingat. c. 7) Memulai usaha baru. Mengumpulkan sejumlah besar data disuatu tempat. b. 8) Meringkas isi sebuah buku.19 2. 11) Meningkatkan pemahaman. 3) Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan. Memungkinkan kita merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan. 9) Fleksibel. Kegunaan Mind Mapping Menurut Michael Michalko dalam Buzan (2009:6). 10) Dapat memusatkan perhatian. sarana dan prasarana untuk membuat Mind Mapping adalah : a. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif. Pena dan pensil warna. d. 5) Mengembangkan sebuah ide. b. c. Selain itu menurut Buzan (2009:54-130) metode Mind Mapping dapat bermanfaat untuk : 1) Merangsang bekerjanya otak kiri dan kanan secara sinergis. metode Mind Mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Otak. 4) Membuat rencana atau kerangka cerita. 2) Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar. Imajinasi . Cara Membuat Mind Mapping Buzan (2009:14). 3. 6) Membuat perencanaan sasaran pribadi. khususnya pada Sekolah Menengah Pertama kelas VIII antara lain: a.

Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau image yang ada di atasnya. Gunakan gambar. Menghidupkan Mind Mapping yang telah dibuat akan lebih mengesankan. Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dan-kreativitas siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/) Tony Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar Mind Mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal. warna. Buatlah garis hubung yang melengkung. adapun cara pembuatan Mind Mapping adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Mulailah dari tengah kertas kosong. Berikut adalah ringkasan dari Law of MM: a) Kertas: polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (Landscape). Dalam membuat Mind Mapping juga diperlukan keberanian dan kreativitas yang tinggi. c) Kata: menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis.20 Buzan (2009:15-16).wordpress. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat. membuat Mind Mapping membutuhkan imajinasi atau pemikiran. b) Garis: lebih tebal untuk BOIs dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama. Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna. Membuat Mind Mapping yang terdapat didalam (http://astutimin . Variasi dengan huruf capital. Seluruh garis harus tersambung ke pusat. Gunakan berbagai warna. garis bawah atau simbol-simbol yang menggambarkan poin atau gagasan utama. .

Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan dipelajari.21 d) Image: gunakan sebanyak mungkin gambar. yaitu: a) Overview: Tinjauan Menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai. Overview dapat diisi dengan kegiatan untuk membuat . e) Warna: gunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5 – 6 warna. terdapat empat langkah yang harus dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping. Warna berbeda untuk setiap BOIs dan warna cabang harus mengikuti warna BOIs. table dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami. Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3 Dimensi agar lebih menarik lagi. Gambar 2. f) Struktur: menggunakan struktur radian dengan sentral topic terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabangcabangnya menyebar ke segala arah. Khusus untuk pertemuan pertama pada setiap awal Semester. grafik. BOIs umumnya terdiri dari 2 – 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1. simbol. kode.1 Contoh Aplikasi Mind Mapping Aplikasi Mind Mapping dalam Pembelajaran Dalam tahap aplikasi.

merencanakan. b. mengingat dengan lebih baik belajar lebih cepat dan efisien. menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. c) Inview: Tinjauan Mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran. . Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai bahan yang diajarkan. Khusus untuk bahan yang sangat sederhana. g. d. e. terperinci dan mendalam. dan melatih “gambar keseluruhan”. langkah Preview dapat dilewati sehingga langsung masuk ke langkah Inview. d) Review: Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi. indikator Mind Mapping sebagai berikut : a. sejak awal siswa sudah mengetahui topik apa saja yang akan dipelajarinya sehingga membuka peluang bagi siswa yang aktif untuk mempelajarinya lebih dahulu di rumah atau di perpustakaan. memusatkan perhatian. menyelesaikan masalah. konsep atau rumus penting beserta grafik. siswa diharapkan telah memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai. Hal ini akan dapat membantu siswa untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. 4. Indikator Mind Mapping Menurut Tony Buzan (2009:6). c. h.22 Master Mind Map® yang merupakan rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selama satu Semester yang biasanya sudah ada dalam Silabus. siswa diharapkan dapat mencatat informasi. konsep atau rumus penting yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. Dengan demikian. i. f. menjadi lebih kreatif. di mana suatu topik akan dibahas secara detail. Dengan demikian. berkomunikasi. b) Preview: Tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail daripada Overview dan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari Silabus. Selama Inview ini.

. Kelebihan dan Kelemahan a. 2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar 3) Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. 5) Catatan lebih terfokus pada inti materi 6) Mudah melihat gambaran keseluruhan 7) Membantu Otak untuk : mengatur.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/) sebagai berikut: 1) Dapat mengemukakan pendapat secara bebas.23 5. mengingat. 2) Dapat bekerjasama dengan teman lainnya 3) Catatan lebih padat dan jelas 4) Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan. Kelemahan pembelajaran metode Mind mapping : 1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat. Kelebihan metode Mind Mapping dalam (http://mahmmudin. membandingkan dan membuat hubungan 8) Memudahkan penambahan informasi baru 9) Pengkajian ulang bisa lebih cepat 10) Setiap peta bersifat unik b. wordpress.

menimbang-nimbang. mengemukakan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat dilihat dalam : a.” Menurut Sagala (2006:124-134). Keaktifan emosi : dalam hal ini murid hendaklah senantiasa berusaha mencintai pelajarannya. Menurut Sudjana (1988:72). anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan guru dan menyimpannya dalam otak. b. .24 C. Keaktifan akal : akal anak-anak harus aktif atau diaktifkan untuk memecahkan masalah. c. Terlibat dalam pemecahan masalah. b. Murid harus dirangsang agar dapat menggunakan alat inderanya sebaik mungkin. keaktifan jasmani maupun rohani itu meliputi antara lain: a. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. Keaktifan indera : pendengaran. peraba dan lain-lain. Keaktifan ingatan : pada waktu mengajar. kemudian pada suatu saat ia siap mengutarakan kembali. Pengertian Keaktifan Menurut Mc Keachie dalam Dimyati dan Mujiono (1999:45) berkenaan dengan prinsip keaktifan mengemukakan bahwa “individu merupakan manusia belajar yang selalu ingin tahu.” Menurut Sriyono (1992:75).”Keaktifan adalah pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif jasmani maupun rohani. penglihatan. menyusun pendapat dan mengambil keputusan. d. Keaktifan Belajar 1.

percobaan. seperti : membaca. bergairah. seperti : menanggapi. e. Menurut Paul. Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. musik. tenang. merasa bosan. g. seperti : menulis. membuat grafik. pidato. B. d. Motor activities. melihat hubungan. memecahkan soal. gembira. mengingat-ingat. seperti : mendengarkan uraian. memberi saran. karena dalam IPS banyak kegiatan pemecahan masalah yang . diskusi. dan gugup. Emotional activities. d. Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran IPS sangat penting. Mental activities. Visual activities. h. merumuskan. Diedrich dalam Rohani (1991:8-9) mengklasifikasikan aktifitas menjadi : a. Listening activities. Writing activities. bertanya. menganalisa. seperti : menyatakan. c. f. berani. seperti : menaruh minat. membuat konstruksi. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. seperti : menggambar.25 c. mengambil keputusan. Drawing activities. bersemangat. seperti : melakukan percobaan. laporan. keterangan. percakapan. mengamati pekerjaan orang lain. melihat gambar. peta. Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. f. Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal. e. diagram. b. Oral activities.

Memanfaatkan potensi anggota kelompok k. Memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. Membina hubungan baik bisa mempermudahkan pengelolaan kelas dan memperpanjang waktu. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. Memberi gagasan yang cemerlang h. Membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. Mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. Untuk menarik keterlibatan siswa dalam pembelajaran guru harus membangun hubungan baik yaitu dengan menjalinan rasa simpati dan saling pengertian. Saling membantu dan menyelesaikan masalah . Keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain j. Indikator Keaktifan Keaktifan belajar dalam (http://ardhana12.wordpress.26 menuntut kreativitas siswa aktif. 2. Kerjasamanya dalam kelompok c.com /2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikan-penilaiandalam-ptk-2/) dapat dilihat dari : a. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. Siswa sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar.

Begitu juga sebaliknya guru juga harus memberikan pertanyaanpertanyaan kepada siswa dan dapat menciptakan suasana belajar dalam .” Dengan memerintahkan peserta didik membuat peta pikiran memudahkan mereka untuk mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari dan apa yang sedang mereka rencanakan. mencatat pelajaran. Hubungan Metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) Menurut Silberman (2001:181). Selain itu siswa harus aktif bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum jelas.”Pemetaan pemikiran adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide. 2. Siswa harus lebih kritis. memperhatikan. dan mencerna pelajaran yang disampaikan oleh guru.27 D. kreatif dan lebih perhatian dalam menerima pelajaran / materi yang disampaikan oleh guru. Mind Mapping memungkinkan siswa lebih fokus pada pokok bahasan. Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Dalam proses belajar yang sedang berlangsung di kelas melibatkan siswa dan menuntut siswa untuk melakukan aktivitas belajar. Pola pikir siswa akan lebih berkembang dengan memunculkan ide-ide dalam proses pembelajaran IPS. Para siswa dituntut untuk mendengarkan. Hubungan Antar Variabel 1. atau merencanakan penelitian baru. Sehingga metode Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. memberi gambaran yang jelas keseluruhan dan perincian pokok bahasan yang dipelajari.

3. Hubungan Metode Mind Mapping (X1). Siswa yang aktif dalam belajar akan mendapatkan prestasi yang baik dibandingkan siswa yang kurang aktif dalam belajar. dan karenanya berpikir fleksibel. Jutaan orang diseluruh dunia menggunakan Mind Mapping setiap hari untuk membantu mereka. Ada yang menggunakannya agar mereka bisa membuat perencanaan yang lebih baik atau menjadi pembicara yang lebih percaya diri.28 kelas yang menimbulkan keaktifan siswa sehingga akan tercipta proses belajar yang baik dan akan membuat interaksi di dalam kelas yang dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi anak didiknya. karena segala sesuatu tidak akan tercapai secara maksimal bila setiap individu tidak aktif dalam melaksanakan suatu kegiatan. akan melihat jauh lebih banyak kesempatan untuk mengiterpretasikan pertanyaan secara kreatif. . Keaktifan merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan prestasi belajar siswa. dan karenanya akan lebih banyak menghasilkan ide-ide yang lebih berkualitas. Dengan demikian keaktifan siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Otak yang berpengetahuan tinggi secara mental. karena di dalam proses kegiatan belajar mengajar tanpa adanya keaktifan siswa. sementara ada juga yang menggunakan Mind Mapping untuk memecahkan masalah dalam skala yang lebih besar. maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal.

berpikir. berdiskusi maka siswa itu akan mendapatkan prestasi yang bagus. Keaktifan siswa dalam belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar apabila siswa tidak aktif bertanya. Prestasi belajar siswa akan meningkat jika siswa aktif dalam proses pembelajaran IPS. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kajian teoristis sebagaimana telah dipaparkan dimuka. bertanya dan aktif dalam belajar IPS. dan akan mendapatkan hasil yang maksimal E. Sehingga keaktifan belajar diperlukan untuk meningkatkan prestasi belajar dalam aspek kognitif. Mind Mapping akan lebih meningkatkan keaktifan siswa untuk membaca.1 Kerangka Pemikiran Prestasi belajar (Y) . Yang termasuk faktor individu diantaranya adalah keaktifan belajar. maka dalam penyusunan penelitian ini penulis mengajukan anggapan dasar atau kerangka pemikiran sebagai berikut : Metode Mind Mapping (X1) Keaktifan Belajar (X2) Gambar 3.29 Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor sosial. sebaliknya siswa yang aktif akan mendapatkan prestasi yang memuaskan. affektif dan psikomotorik. mengerjakan soal.

maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel Dependen (variable terikat) yaitu suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang. Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah : Prestasi Belajar (Y). Variabel Independen (variabel bebas) yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel yang lain. F.30 Keterangan : 1. Yang menjadi variabel bebas adalah : a) Metode Mind Mapping (X1) b) Keaktifan Belajar (X2) 2. Hipotesis Menurut Arikunto (2005:64) Hipotesis berasal dari penggunaan kata “Hypo” yang artinya “Dari bawah” dan kata “Thesa” yang artinya “Kebenaran” Hipotesis adalah anggapan dasar mengenai satu teori yang bersifat sementara. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . yang kebenarannya masih perlu diuji dibawah kebenaran atau tidaknya peneliti perlu mengadakan penelitian. Dari landasan teori dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan.

Terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . Terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3.31 2.

Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang artinya penelitian yang berusaha mendiskripsikan suatu gejala peristiwa dan kejadian pada saat sekarang serta mengungkapkan data yang telah berlangsung tanpa mempengaruhi variabel terikat. dimana data yang diperoleh berasal dari angket. Berdasarkan sifatnya yaitu mencoba mengungkapkan suatu fenomena dengan menggunakan dasar perhitungannya atau data kualitatif yang diangkakan. Obyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.” Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang berjumlah 200 siswa. Populasi. B.32 BAB III METODE PENELITIAN A. 32 . Maka jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi Menurut Arikunto (2002:108) “Populasi adalah keseluruhan kelompok orang atau kejadian atau hal minat yang diinvestigasi. Sampel. C. maka penelitian ini merupakan penelitian survey. dan Sampling 1.

Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 3. sehingga penelitianberupa penelitian populasi. Cara pengambilan sampel dengan random ada tiga cara yaitu: 1) Cara Undian : Cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian. . Random Sampling Adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. Sampling Menurut Hadi (1993:75) “sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel.” Menurut Arikunto (2006:134) menyatakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100 orang diambil semua. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-25%. 2) Cara Ordinal : Cara ini dilakukan dengan jalan mengambil jumlah subjek yang diperlukan dengan mengambil urutan dari atas ke bawah. Sampel Menurut Arikunto (2005:105) “Sampel adalah sebagian atau wakilpopulasi yang diteliti.33 2.” Menurut Djarwanto PS dan Subagyo (1996:114) ada dua cara pengambilan sample yaitu : a.

34 3) Cara Randomisasi : Cara ini di lakukan dengan bantuan tabel random yang umumnya terdapat pada buku-buku statistik b. . Non Random Sampling Adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih sebagai sample. 4) Proporsional Sampling Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel tiap-tiap sub populasi dengan memperhatikan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut. 3) Double Sampling Pengambilan sampling yang menguasakan adanya sampel kembar. Macam-macam non random sampling adalah sebagai berikut: 1) Quota Sampling Sampel diambil berdasarkan pertimbangan tertentu dari penyidik. 2) Purposive Sampling Dalam Purposive sampling pemilihan sekelompok subyek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui.

b. e. c.1. D. Pembuatan kisi-kisi angket Sebelum dilakukan penyusunan angket tertulis dibuat dahulu konsep yang berupa kisi-kisi angket yang disusun dalam suatu tabel. cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian. Semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel.35 5) Stratified Sampling Teknik ini biasanya digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat. kemudian dijabarkan dalam aspek dan indikator yang sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai. Indikator merencanakan berkomunikasi menjadi lebih kreatif menyelesaikan masalah memusatkan perhatian Item 1-10 . Instrumen Pengumpulan Data 1. Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS Variabel Metode Mind Mapping a. Dari aspek dan indikator tersebut kemudian dijadikan landasan penyusunan kisi-kisi angket. Teknik pengambilan sampling sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sample random sampling dengan cara undian. d. Adapun kisi-kisi angket adalah sebagai berikut: Tabel 3.

saling membantu dan menyelesaikan masalah 1-12 2. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. memanfaatkan potensianggota kelompok k. mengingat dengan baik h.36 Keaktifan Belajar f. . melatih ”gambar keseluruhan” a. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data yang berupa daftar pertanyaan atau isian yang harus diisi oleh responden. belajar lebih cepat dan efisien i. Penyusunan Angket Setelah kisi-kisi angket dibuat maka item-item pertanyaan disertai dengan alternatif jawaban kemudian disusun pedoman pengisian angket. Setelah selesai dijawab data disusun untuk diolah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. kemudian disajikan dalam laporan penelitian. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. kerjasamanya dalam kelompok c. menyusun dan menjelaskann pikiranpikiran g. memberi gagasan yang cemerlang h. kepetusan berdasarkan pertimbangan kerja yang matang j. perhatian siswa terhadap penjelasan guru b.

Uji Coba Angket Uji coba angket digunakan untuk mengetahui apakah soal yang akan diberikan kepada responden valid atau tidak valid & digunakan untuk menguji apakah data tersebut variabel. Uji Validitas Item Menurut Arikunto (1988:138) Uji Validitas adalah “suatu ukuranukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan keaslian suatu instrument. 5.37 3. Menentukan Skor Angket Menurut Nawawi (2005:242).” :1 :2 :3 :4 .”Skoring variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar siswa untuk tiap-tiap alternatif jawaban adalah: Item pertanyaan atau pernyataan positif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) :4 :3 :2 :1 Item pertanyaan atau pernyataan negatif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) 4. Uji coba (try out) dilaksanakan terhadap siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang tidak menjadi anggota sampel.

38 Rumus yang digunakan adalah Pearson Product Moment: rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( NY 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 Dimana: rxy X2 Y2 XY X Y N = Koefisien korelasi antara variabel X dan Variabel Y = Jumlah kuadrat dari X = Jumlah kuadrat dari Y = Jumlah koofisien korelasi antara variabel X dan Y = Jumlah tiap faktor = Jumlah seluruh faktor = Jumlah subyek Karena dengan angka kasar relatif lebih mudah dan dapat menghindari angka pecahan. Dalam penelitian ini mengukur reliabilitas angket digunakan teknik belah dua melalui cara membelah data dengan item-item nomor genap dan ganjil. Menurut Arikunto (1998:208). Selanjutnya hasil korelasi itu dianalisa untuk mencari .” 6. ”mengenai perhitungan korelasinya berdasarkan ketentuan bahwa rxy > rtabel taraf signifikan 5% berarti item atau butir soal valid dan sebaliknya bila rxy < rtabel 5% maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memenuhi prasyarat. Kemudian mencari korelasi antara masing-masing belahan item tersebut dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Uji Reliabilitas Item Reliabilitas menunjukkan pada suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.

200 = sangat rendah Sedangkan menurut Ghozali (2005: 42) ”Dikatakan reliabel jika angka korelasi yang diperoleh > 0. maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : . Arikunto (2006:276).000 = sangat tinggi Antara 0.800 = tinggi Antara 0.400 = rendah Antara 0.39 realibilitas dengan menggunakan rumus Sperman Bown. dikutip Hadi yaitu sebagai berikut: r11 == Keterangan : r11 = koefisien reliabilitas yang dicari r1/21/2 = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan yang dicari.200 sampai 0.100 sampai 0.400 sampai 0. Teknik Pengumpulan Data Sesuai dengan bentuk penelitian dan sumber data yang dimanfaatkan.”Adapun interprestasi besarnya koefisien korelasi digunakan ketentuan yang sama yaitu: a) b) c) d) e) Antara 0.6”.600 = cukup tinggi Antara 0. E.600 sampai 0.800 sampai 1.6 taraf signifikansi 5% dikatakan tidak reliabel jika angka korelasi <0.

Cara memberi penekanan terhadap informasi tertentu dapat pula dilakukan dengan membuat variasi huruf baik font maupun ukuran (size). Dengan . Selain itu dapat pula ditambahkan kode-kode tertentu sesuai kenyamanan pembuat mind mapping apakah berupa simbol atau bentuk-bentuk tertentu seperti kotak. Test Test hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menerima bahan ajar atau materi untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS siswa setelah dilakukan tindakan. Untuk memperkuat aspek kreativitas dan merangsang daya ingat yang kuat perlu digunakan warna yang beragam. Test yang akan dilakukan penulis adalah : Tes pembuatan Mind Mapping ini dilakukan untuk mengetahui kepahaman tentang Mind Mapping.40 1. Termasuk di dalamnya memberi penekakanan dengan gambar atau gambar. Termasuk bisa dibedakan tingkat kepentingan antar informasi.” Mind Mapping dibuat dan digambar secara bebas. menggunakan hierarki yang menunjukan urutan dari penjelasan. Ini berguna untuk membedakan antar penjelasan yang satu dengan yang lain. Beberapa untuk setiap cabang utama mind orang memberikan nomor Sebagian lain mapping-nya. maka dapt digunakan untuk memberi penekanan tertentu untuk membedakan mana inti topik dan mana penjelasannya. ”Mind Mapping yang baik akan selalu menggunakan kata kunci dan gambar. lingkaran. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan hirarki berupa huruf atau angka. segitiga dan lain-lain.

“selain aspek asosiasi dan penekanan. penggunaan garis. . melainkan pula kelima panca indra lainnya. untuk merangsang daya ingat. Menggunakan simbol. d. Mind Mapping harus mempunyai kata kunci atau gagasan pokok. akan sulit sekali untuk terlupa. termasuk penggunaan huruf yang berbeda-beda. penulis membuat kriteria mind mapping yang baik adalah : a. mind mapping juga berfungsi memberi kejelasan atas informasi yang dicatat dengan menggunakan batasan area. Angket Arikunto (2002:151) angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperolah informasi dari dari respondent dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. b. 2. Metode angket untuk mengetahui data variabel penelitian yaitu metode Mind Mapping (X1) dan keaktifan belajar (X2). Menggunakan gambar untuk memperkuat kreativitas. c.” Berdasarkan paparan diatas. maka penekanan atas suatu subyek tidak hanya menyentuh aspek logika berpikir. Bayangkan jika informasi bisa dirasakan oleh seluruh indera. Menggunakan bermacam-macam warna. Menurut Buzan (2003:88-89).41 cara ini. bentuk huruf atau ukuran huruf memperjelas informasi tertentu.

42 3. dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. majalah.” Metode dokumensi digunakan untuk memperoleh data tentukan prestasi belajar siswa. Teknik Analisis Data Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh penelitian dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. Menurut Arikunto (2006:160) “variasi jenis instrument penelitian adalah angket. check-list atau daftar centang. F. Dokumentasi Menurut Arikunto (2006:154) “dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. . agenda. pedoman wawancara dan pedoman pengamatan. dan sebagainya. lengkap. 1. Namun sebaliknya instrument yang kurang valid memiliki validitas rendah. transkrip. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument yang valid atau mempunyai validitas tinggi. dalam arti lebih cermat. buku.” Uji instrument akan diberikan pada siswa yang merupakan bagian dari populasi penelitian. surat kabar. Instrument yang baik harus memenuhi dua peryaratan penting yaitu valid dan reliable.

Adapun rumus korelasi product moment rxy : {N ∑ X N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) 2 2 − (∑ X ) N ∑ Y 2 − (∑ Y ) }{ 2 } Keterangan: Rxy : Koefisien korelasi antara variable X dan variable Y X Y N : Skor item : Skor total : Jumlah responden Menurut Arikunto (2002:146).43 Arikunto (2002:241) validitas diuji dengan rumus korelasi product moment. Uji Reliabilitas Menurut Arikunto (2006:178) “Uji reliabilitas adalah suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik-baik.” Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana instrument dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran dilakukan berulang-ulang. Jika rxy > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) valid. sebaliknya bila rxy < rtabel maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memiliki persyaratan. Uji ini dilakukan dengan melihat korelasi atau skor masingmasing pertanyaan. Pengukuran reliabilitas tersebut dilakukan dengan menggunakan rumus : . 2.

1 / 2 ⎠ Keterangan : r11 r1/2 r1/2 = koefisien reliabilitas yang dicari = koefisien antara skor-skor setiap olahan tersebut Jika rhitung > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) reliable dan sebaliknya bila rhitung < rtabel pada taraf signifikan 55 maka butir soal tersebut reliable sekaligus tidak memenuhi prasyarat.44 ⎛ 2(r1/ 2 .1 / 2) ⎞ r11 = ⎜ ⎟ ⎝ 1 + r1 / 2. Uji Prasyarat Analisa 1. G. Uji Normalitas Uji normaltas digunakan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang. langkahnya menurut formula Jorque Berra (JB) sebagai berikut: ⎡ S 2 (k − 3) 2 ⎤ J B = n⎢ + ⎥ 24 ⎦ ⎣ 6 Keterangan : S K = Skewnees (kemencengan) = Kurtosis (keruncingan) Kesimpulan : Jika JB < X2 (chi square table) maka data dinyatakan normal Jika JB > X2 (chi square table) maka data dinyatakan tidak normal .

45 2.xk Dimana: Y a = Prestasi belajar = Konstanta . H. Analisis regresi berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan perubahan variabel satu dengan variabel lain. Jika nilai Fhitung > Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat tidak berbentuk linear. Perhitungannya menggunakan rumus : F= Rreg Rkres Kesimpulan : Jika nilai Fhitunng < Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat berbentuk linear. Uji Linearitas Uji lenearitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model persamaan linear yang kita peroleh cocok atau tidak.x2 + … + bk. menurut Sugiono (2005:211). “dijelaskan analisis regresi ganda dua predictor menggunakan persamaan garis regresi” berikut: Y = a + b1. Dalam regresi ini dilakukan untuk menentukan prestasi belajar yang disebabkan oleh metode mind mapping X1 dan keaktifan belajar X2.x1 + b2. Analisis Data 1.

Pengujian Hipotesis a.46 b X1 X2 = Koofesien korelasi = Kreativitas = Disiplin belajar 2. Uji F Uji F digunakan untuk signifikasi pengaruh X1 dan X2 terhadap y 1) Perumusan Hipotesis a) Ho: b1 :b2 = 0. berarti secara bersam-sama variabel independent mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. 2) Penentuan level signifikan tingkat signifikan (£) = 50% derajat kebebasan pembilang = K derajat kebebasan penyebut = n-k-1 3) Kriteria pengujian a) Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak.berarti secara bersama-sama variabel independent tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. b) Ha : b1 # b2 # 0. yang berarti semua variabel independent X1 dan X2 secara simultan berpengaruh terhadap nilai variabel dependen .

Daerah tolak Daerah terima Ftabel (α. k-1. 1) Pengujian Hipotesis a) Ho : b1 : b2 = 0. yang secara statistic berarti semua variabel independent (X1 dan X2) tidak berpengaruh terhadap perubahan nilai variabel dependen. artinya terdapat pebgaruh variabel independent x1 terhadap variabel dependen (y) c) Ho : b1 : b2 = 0. b) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. artinya tidak dapat terdapat pengaruh variabel independent x1 (metode mind mapping) terhadapvariabel dependen (y). artinya tidak terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel . Uji t Analisis uji t (t tes) ini digunakan untuk mengetahui signifikasi variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y) secara individual.47 b) Fhitung < Ftabel maka ho diterima. n-k) 4) Kesimpulan : H0 diterima apabila –Ftabel ≤ Fhitung ≤ Ftabel H0 ditolak apabila Fhitung ≥ Ftabel b.

n-k-1 . artinya terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) 2) Menentukan level of signifikasi Tingkat signifikan (£) = 5%. b) thitung < ttabel maka menerima hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (y). Daerah tolak Daerah terima .48 d) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0.α/2. derajat kebebasan (dk) = n-k t table = t £ / 2 (n-k) n = jumlah sampel Mencari nilai hitung dengan rumus: x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel t= b−β Seb Keterangan : b Seb = Koefisien regresi = Standar error b 3) Kriteria Pengujian a) thitung > ttabel maka menolak hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. n-k-1 Daerah tolak α/2.

49

4) Kesimpulan H0 diterima apabila –ttabel < thitung < ttabel H0 ditolak apabila thitung > ttabel atau thitung < ttabel 3. Sumbangan relative (SR) dan sumbangan efektif (SE) a. Sumbangan Relative Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan relative adalah untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y.
SR% X 1 b1 x1 x100% b1 x1 + b2 x 2
b2 x 2 x100% b1 x1 + b2 x 2

SR % X 2

b. Sumbangan Efektif Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan efektif adalah untuk

mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y. SE%X1=SR%X1R2 SE%X2=SR%X2R2

50

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 1. Sejarah Singkat SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Pada bulan Juli 1947, Aisyiah Cabang Solo mendirikan Sekolah Kepandaian Putrid (SKP) yang bertempat di jalan Pasar Legi. Diantara tokoh pendirinya adalah Ibu Suhud Rais, Nyonya H. M. Idris dan Ibu Sudarso. Selaku Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Sudarso, selanjutnya karena Ibu Sudarso pindah mengikuti suami maka sebagai pengganti Kepala Sekolah adalah Ibu Darso. Perkembangan selanjutnya SKP Muhammadiyah I ini berganti menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP)

Muhammadiyah I yang menempati gedung baru yang bertempat di jalan Brigjen Sudirto No. 60 Surakarta dengan Kepala Sekolah Ibu Aminah Mindrofah. Semua itu atas bantuan yayasan, bantuan social Repubik Indonesia pada saat Bapak R. Moelyadi Martono sebagai Menteri Sosial (kemudian Menko Kesra). Pada bulan Juli 1960 SKKP Muhammadiyah I tersebut menerima status subsidi dari Departemen P dan K yang berlaku mulai 1 Agustus 1959 dengan nomor subsidi No. 55973/ B. II, merupakan status sekolah tertinggi pada saat itu. Guru atau pegawai tetap digaji dengan subsidi dari

50

51

pemerintah, yaitu melalui Departemen P dan K. Kepala sekolah setelah Ibu Aminah Mindrofah adalah Ibu Hartono. Berlakunya kurikulum 1975, maka SKKP Muhammadiyah I Surakarta tersebut di hapus oleh pemerintah dan diganti dengan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Tahun berdirinya adalah 1 Juli 1977. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta masih transisi karena masih ada kelas dua dan tiga SKKP, sedangkan kelas 1 sudah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Siti Suwibah, BA. Pada tahun 1978 dengan SK BAKN No. 027/ Kep. II/ 1978, dari segi kepegawaian semua guru dan karyawan subsidi diangkat menjadi negeri yang mulai berlaku tanggal 17 April 1978. Sedangkan atasan guru dan karyawan bervariasi, antara lain Guru Tetap Persyarikatan, Guru Diberbantukan (DPB), Guru Dipekerjakan (DPK), Guru Depag, Guru Negeri dicoba dan Guru tidak tetap. Pada tahun ajaran 1979/1980 SMP Muhammadiyah 5 Surakarta melaksanakan EBTA pertama kali dengan menggabung di SMP Negeri 8 Surakarta dengan kepala sekolah masih tetap Ibu Siti Suwaibah, BA. Pada tanggal 17 Oktober 1979, SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dipimpin oleh kepala sekolah Bapak Achmad Hany, BA. yang menggantikan Ibu Siti Suwaibah, BA. karena pindah tugas dengan SK definitive selaku kepala sekolah dari Mendikbud pada 7 Oktober 1986. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta telah berusaha meningkatkan mutu sekolah dengan melaksanakan akreditasi sekolah pertama tahun 1985 dengan hasil

maka yang menggantikan sebagai Kepala Sekolah pada tahun pelajaran 1994/ 1995-1995/1996 adalah Ibu Umul Hidayah yang diangkat oleh Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta. Pada tahun pelajaran 1996/ 1997 terhitung mulai tanggal 26 Juni 1996 dengan berdasarkan SK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Jawa Tengah : 10/ SK. Pada tahun pelajaran 1994/ 1995 Kepala Sekolah Bapak Achmad Hany. Saifudin dan dibantu para Wakasek. bersih dan belajar serta bekerja keras dengan sebaik-baiknya . Perkembangan selanjutnya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah bapak Drs. BA. PWM/ III. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta adalah Bapak Drs. b/ 1996 tanggal 1 Mei 1996. Sampai pada tahun 1998 status sekolah menjadi disamakan sesuai dengan SK Nomor 0022/ 103. Saifudin berasal dari Wakasek Kurikulum SLTP Muhammadiyah 1 Surakarta. Sedangkan Ibu Umul Hidayah berdasar surat Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta tanggal 25 Juni 1996 alih tugas ke SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. A/ 2.52 ststus diakui Nomor :359/ 103/ 1985 tanggal 31 Desember 1985. Yang kedua tanggal 30-31 Agustus 1990 dengan hasil diakui sesuai Nomor Piagam : 405/103/ H 1990 tanggal 31 Desember 1990. guru-guru dan karyawan serta seluruh siswa SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berusaha keras untuk menanamkan pelaksanaan disiplin budaya tertib. 07/ MN/ 1998. mulai memasuki purna tugas dan meninggal dunia pada tanggal 25 Maret 1995.

Status Sekolah 3. Yang Pernah Menjabat Kepala Sekolah : 1) Siti Suwaibah 2) Achmad Hany. Lantai 2 terdiri dai guru. ruang tamu. Bangunan SMP : Akreditasi A Muhammadiyah 5 Surakarta terdiri dari 3 lantai..P/ 78 Tanggal 01 April 1978 f. 3) Umul Hidayah 4) Drs. Idris : Kanwil Depdikbud Prop. Pendiri/perintis e. ruang BP. Gedung Gedung SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di jalan Slamet Riyadi No. Jawa Tengah c. Badan Pengelola : Majelis Dikdasmen PDM Surakarta g. Suhud Rais dan :Ny. perpustakaan. 443. ruang computer. ruang UKS. Slamet Riyadi No. Identitas Sekolah a. mushola. Lantai 1 meliputi ruang Kepala Sekolah. Nama Organisasi : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta b. Disyahkan Oleh : 01 Juli 1947 : Hj.53 2. toilet. 443 Surakarta berdampingan dengan SMU Muhammadiyah 4 Surakarta dengan luas keseluruhan 2600 m2. koperasi kantin. Jateng SK Nomor: 0276/ XII 4. Berdiri Tahun d. H. BA. ruang kelas . Laweyan. Pajang. ruang kelas IX A. ruang TU. tempat alat olahraga. M. Surakarta. Alamat : Jl. Saifudin h. laboratorium.

Sedangkan untuk lantai 3 terdiri dari ruang menjahit. ruang OSIS/IRM. dan jadwal pelajaran. b) Papan tulis Penyediaan papan tulis masing-masing kelas telah memenuhi persyaratan untuk proses pembelajaran. e) Jam dinding Masing-masing kelas mempunyai jam dinding sebagai penunjuk waktu. d) Gambar dinding Disetiap kelas ada beberapa gambar yang terpajang di dinding. Fasilitas Kelas a) Meja dan kursi Pengadaan meja dan kursi untuk tiap-tiap kelas. IX F dan III F. ruang kelas VII A sampai VII E dan kelasVIII B. sehingga membantu guru dalam ketepatan waktu kegiatan pembelajaran . Jadwal piket dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan proses pembelajaran dan berfungsi menanamkan disiplin serta tanggungjawab siswa. VIII D. jadwal piket dan jadwal pelajaran Tiap kelas terdapat 1 papan yang berisi daftar siswa.54 VII A. VIII C. yaitu kelas VII sampai dengan kelas IX keadaanya baik untuk proses pembelajaran. IX D. IXE.VIIIE. c) Daftar siswa. jadwal piket. IX C. VIII F Dari lantai 1 sampai 3 dilengkapi dengan kamar mandi. IX B. 4. tergantung kreasi masing-masing kelas. Hal tersebut dimaksudkan untuk menciptakan suasana ruang kelas yang nyaman.

buku induk.55 5. meja baca dan alat Bantu mengajar (layar Ohp. IPS Ekonomi. selasa dan rabu (07. cerita dan majalah. Perpustakaan Ruang perpustakaan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di lantai 2 disebelah ruang kesenian dan juga berhimpitan dengan laboratorium. ilmu pengetahuan. IPA Biologi. Almari bukunya ada 5 buah. Waktu peminjaman buku antara guru dengan siswa berbeda. Untuk siswa dapat meminjam pada hari senin (07. kesustraan. buku-buku pelajaran (buku paket).0013. Sedangkan untuk guru adalah setiap waktu. Almari 1 untuk menyimpan buku agama. peta). Adapun buku pelajaran (buku paket) yang dimiliki perpustakaan ini adalah buku Bahasa Indonesia. Buku-buku perpustakaan yang lain adalah buku keagamaan. buku-buku sekolah yang lain.30). almari 2 untuk menyimpan buku ilmu ketrampilan. ketrampilan. Buku daftar penunjang. almari 3 untuk menyimpan buku kesustraan. IPS Geografi. Inventaris perpustakaan antara lain almari buku. . IPS Sejarah. Matematika. rak buku. globe. tempat duduk. Keadaan ruang perpustakaannya yang nyaman membuat siswa senang untuk datang dan membaca buku diperpustakaan. surat kabar. buku peminjam. majalah. dan lain-lain.00). IPA Fisika dan Bahasa Inggris.00-13. Sedangkan almari 4 untuk menyimpan buku-buku pelajaran (buku paket) dan almari 5 untuk menyimpan buku-buku IPTEK/ khusus. madding.

peralatan Biologi dan peralatan Fisika 7. Laboratorium Di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta memiliki Laboratorium computer dan Laboratorium IPA. Di Laboratorium computer kira-kira terdapat 20 komputer dengan dilengkapi meja dan kursi. Struktur Organisasi Kepala Sekolah Tata Usaha Wakasek Kurikulum Wakasek Kesiswaan Kord.Mata Pelajaran Wakasek SarPras Bimbingan Penyuluhan Wakasek Humas Wali Kelas Guru Peserta didik Gambar 4. Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Sumber : Data Monografi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . Sedangkan Laboratorium IPA terletak di lantai 2 berdekatan dengan perpustakaan.56 6. Untuk Laboratorium IPA sudah memenuhi persyaratan dalam jumlah dan jenis. Laboratorium computer bertempat di lantai 1 berdekatan dengan ruang TU.1. di laboratorium IPA antara lain terdapat bahan-bahan Kimia.

4) Melengkapi fasilitas BP. 6) Mengadakan konsultasi dengan orang tua peserta didik. 5) Memberi tanggung jawab ke dalam dan keluar 6) Mengadakan hubungan dengan lembaga di luar sekolah dalam rangka kerja sama dengan pelaksanaan BP. b. 2) Mendelegasikan tanggung jawab tertentu kepada pelaksanaan BP. 2) Mengumpulkan data tentang peserta didik. c. Tugas wali kelas 1) Membuat laporan hasil belajar. Tugas koordinator 1) Menyusun program bersama sekolah. 2) Bertanggungjawab atas jalannya program. 5) Menyelenggarakan pertemuan staf. 4) Mengawasi kegiatan sehari-hari. 3) Memberikan laporan kepada kepala sekolah. 7) Mengadakan revisi lembaga yang berwenang. . Tugas kepala sekolah 1) Membuat rencana program sekolah secara menyeluruh. 3) Menyelenggarakan penyuluhan. 4) Menganalisa data peserta didik guna menetapkan suatu rencana tindakan positif terhadap peserta didik. 3) Mengawasi pelaksanaan program.57 a.

2) Mengumpulkan catatan dan data yang lain. 5) Penyusunan penyajian data atau statistik sekolah. 3) Pembinaan pengembangan karier pegawai TU sekolah. f. Tugas administrasi BP 1) Mengisi kartu-kartu pribadi peserta didik. 4) Berpartisipasi dalam pertemuan kasus. 6) Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala. . 4) Penyusunan perlengkapan sekolah. 4) Mengirim dan menerima surat panggilan dan surat pemberitahuan. e. d. Tata Usaha 1) Penyusunan program TU dan laporan keuangan di sekolah.58 5) Menyalurkan dan menempatkan peserta didik. 3) Menyelesaikan laporan dan pengumpulan data tentang peserta didik. 2) Turut serta aktif membantu pelaksanaan kegiatan BP. Tugas guru mengajar 1) Mengajar. 2) Pengurusan pegawai. 3) Memberikan informasi tentang peserta didik kepada staf BP. 5) Meneliti kesulitan kemajuan belajar peserta didik.

) rtabel 0. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan instrumen angket.477 Sumber : Analisis data (Lampiran 4. sedangkan prestasi belajar IPS diperoleh melalui dokumentasi hasil ujian harian siswa.444 0.444 0.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid . Item rxy 1.444 0.444 0.618 6. 0.634 8. 1.713 7. item atau butir soal menggunakan korelasi product moment. Apabila rxy > rtabel maka item tersebut valid dan sebaliknya apabila rxy < rtabel maka item angket dinyatakan tidak valid. 0.444 0. Uji validitas diberlakukan untuk angket metode mind mapping dan angket keaktifan belajar IPS.631 3.537 2.444 0. Uji Instrumen Penelitian Instrumen yang baik harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Pada uji instrumen penelitian ini. 0. 0. Tingkat validitas item dapat diketahui dengan cara membandingkan harga rxy dengan harga rtabel. 0.598 4. 0.457 5. data diambil dari 20 responden melalui penyebaran angket.59 B. 0.444 0. Kedua syarat tersebut apabila terpenuhi maka instrumen dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data.444 0. 0. Adapun ringkasan hasil perhitungannya adalah sebagai berikut : Tabel 4.444 0. 0.761 9.1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping No. Pengujian validitas.685 10. 0.

12. Dengan demikian ke-12 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian untuk variabel keaktifan belajar IPS.60 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket metode mind mapping dinyatakan valid. Tabel 4.468 0. 3.791 0.444 0. 2.444 0. 5. dengan demikian ke-10 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian.444 0. Teknik yang digunakan yaitu rumus Cronbach . Item 1. Hal ini ditunjukkan oleh semua item soal menunjukkan hasil rxy > rtabel.444 0.444 0.517 0.828 0.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Analisis Data (Lampiran 4) Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket keaktifan belajar IPS dinyatakan valid.444 0. rxy 0. Hal ini ditunjukkan oleh harga rxy untuk seluruh item lebih besar dari rtabel.580 0. 11. 6. Uji Reliabilitas Instrumen yang memiliki sifat konsisten berarti jawaban yang diperoleh dari angket tersebut relatif sama untuk pengujian pada waktu dan tempat yang berlainan.444 0.444 0. 9. 8.617 0. 4.444 0.490 0. 2.544 0.621 0.617 0.560 rtabel 0.444 0.2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS No.444 0. 10. 7.446 0.

Harga r11 tersebut diantara 0.125 0.7514.100 0. Uji Normalitas Berdasarkan perhitungan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS For Windows Versi 15.600 dan 0. hal ini sesuai pendapat Suharsimi bahwa kriteria reliabilitas (0. sehingga reliabilitasnya dinyatakan tinggi.125 Keterangan Normal Normal Normal Sumber : Analisis Data (Lampiran 9) .800) bernilai tinggi.00 diperoleh kesimpulan bahwa data yang dianalisis berdistribusi normal. tetapi jika data tidak memenuhi asumsi regresi. dan untuk keaktifan belajar IPS di dapat 0. C.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors Variabel X1 X2 y N 50 50 50 Harga L Lhitung 0.600 ≤ r11 < 0. untuk itu perlu dilakukan pengujian prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas dan linearitas. maka penerapan regresi akan bias.800.098 Ltabel 0.125 0.118 0. Uji Prasyarat Analisis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.7467. 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rangkuman sebagai berikut : Tabel 4. Nilai r11 untuk angket metode mind mapping didapat 0. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.61 Alpa.

62

Tabel diatas menunjukkan harga Lhitung untuk variabel X1 = 0,118 < dari Ltabel =0,125 dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, untuk variabel X2 didapat Lhitung = 0,100 < Ltabel= 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan untuk variabel y didapat Lhitung = 0,098 < dari Ltabel = 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi normal dengan taraf signifikansi 5%. 2. Uji Linieritas Uji linieritas regresi antar variabel bebas dengan variabel terikat digunakan untuk mengetahui model regresinya berbentuk linier atau non linier. Perhitungan uji linieritas regresi menggunakan SPSS terangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas Variabel X1Y X2Y N 50 50

α 0,05
0,05

Harga F Fhitung Ftabel 0,800 2,18 0,920 2,03

Keterangan Linier Linier

Sumber : Analisis Data (Lampiran 10) Dari hasil perhitungan uji linieritas diperoleh harga Fhitung untuk X1 terhadap Y sebesar 0,800, Harga F ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang = 8 dan dk penyebut = 40 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,18. Perbandingan kedua harga tersebut diperoleh harga Fhitung = 0,800 < Ftabel = 2,18 karena Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa

63

hubungan antara X1 dan Y linier. Untuk harga Fhitung X2 terhadap Y sebesar 0,920, harga ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel diperoleh Ftabel dengan dk pembilang = 12 dan dk penyebut = 36 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,03 perbandingan harga Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa hubungan antara X2 dan Y linier.

D. Analisis Data Penelitian 1. Analisis Regresi Linier Berganda Pada bagian ini akan dikemukakan mengenai hasil analisis dari pengolahan data menggunakan alat analisis model regresi berganda. Pembahasan mengenai hasil analisis regresi linear berganda data ini akan dibagi menjadi hasil persamaan regresi, Uji F, Uji t dan Koefisien Determinasi (R2). Analisis Linier Berganda digunakan untuk mengetahui persamaan garis regresi pengaruh variabel independen yang berupa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap variabel dependen yaitu prestasi belajar IPS. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Variabel Koefisien Konstanta (a) 34,405 Metode Mind Mapping (b1) 0,407 Keaktifan Belajar IPS (b2) 0,654 F : 54,355 Sig : 0,000 R : 0.836 R2 : 0.698 Sumber : Analisis Data (Lampiran 11) t hitung 3,642 7,544 t tabel 2,01 2,01

64

Hasil pengujian regresi diatas dapat dibuat persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 34,405 + 0,407X1 + 0,654X2 a = 34,405 Nilai konstanta sebesar 34,405 yang berarti bahwa jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS, maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta sebesar 34,405 satuan. b1 = 0,407 Variabel metode mind mapping (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,407 yang artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. b2 = 0,654 Variabel keaktifan belajar IPS (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan.

65 2. b.20 54. Kriteria pengambilan keputusan a. Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang 2 dan penyebut = 47. Hipotesis H0 : β1 = β2 = 0. Uji F Uji F adalah untuk mengetahui apakah variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar IPS.20 c. H1 : β1 ≠ β2 ≠ 0. Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Daerah terima Daerah tolak 3. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. b. Nilai Fhitung Penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji F digunakan bantuan program SPSS 15. Berikut ini adalah hasil uji F: a. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai Fhitung adalah 54.355 .0 for windows. diketahui besar nilai Ftabel adalah 3. artinya bahwa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS.355. d. artinya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS.

Uji t Analisis ini bertujuan untuk menguji pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat.66 e.355 dan dengan Ftabel sebesar 3.642. . 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15. Nilai Fhitung 54.355 > Ftabel 3. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai Fhitung sebesar 54.20. diketahui besar nilai ttabel adalah 2.01. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS.0 for windows. Metode mind mapping (X1) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS. Adapun hasil dari pengujian statistik adalah sebagai berikut: a. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 3.20. maka secara bersama-sama metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 3.

Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.67 4) Kriteria pengujian hipotesis a. hal ini menunjukkan bahwa metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. Nilai thitung 3.0 for windows. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1.642 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 3.01 3. b.642 dan dengan ttabel sebesar 2.642 > ttabel 2. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS.01.01. diketahui besar nilai ttabel adalah 2. Setelah . Daerah tolak -2.01.01 Daerah terima Daerah tolak 2. b. Keaktifan belajar IPS (X2) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15.

Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. nilai thitung 7.544 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 7.01.68 dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 7.544 > ttabel 2.544 dan dengan ttabel sebesar 2. 4) Kriteria pengujian hipotesis a. Sumbangan Efektif dan Sumbangan Relatif Dari pengujian yang telah dilaksanakan menghasilkan nilai R2 (dalam Lampiran 11) sebesar 0. Nilai koefisien determinasi bernilai positif. Daerah tolak -2. hal ini menunjukkan bahwa sekitar 69.544. hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y).698 sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. 4. Sedangkan sisanya sebesar 30.01 Daerah terima Daerah tolak 2.01 7. Besarnya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS dalam mempengaruhi prestasi belajar IPS dapat dilihat dari besarnya sumbangan relatif (SR%) .8% variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.01. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. b.

Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode mind mapping (X1).69 dan sumbangan efektif (SE%).5% terhadap prestasi belajar IPS (Lampiran 12).5%). E. keaktifan belajar IPS (X2) terhadap prestasi belajar IPS (Y).8% terhadap prestasi belajar IPS. Secara keseluruhan variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan sebesar 69. .3% dan sumbangan efektif 18.654. Adapun dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor keaktifan belajar IPS yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.7% dan sumbangan efektif 51. baik secara bersama-sama maupun parsial maka digunakan alat analisis regresi linier berganda.3% terhadap prestasi belajar IPS. Variabel metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26. hal ini terbukti ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi (β) untuk variabel keaktifan belajar IPS paling besar dibandingkan dengan variabel-variabel yang lain yaitu sebesar 0.

dan variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 0.01) pada taraf signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metode mind mapping yang digunakan pada saat pembelajaran.642 lebih besar dari ttabel (2. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0.70 Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.407X1 + 0. Mind mapping merupakan suatu metode bagi guru sebagai pendidik untuk memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugasnya yaitu memberikan materi pelajaran agar mudah dicerna oleh akan didiknya.654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan. Hasil uji hipotesis pertama dengan uji t memperoleh thitung variabel metode mind mapping (X1) sebesar 3. maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta sebesar 34.405 satuan. memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0.405 + 0.654X2.405 berarti jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan. Artinya hipotesis pertama dinyatakan diterima.407 artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan. nilai konstanta sebesar 34. nilai variabel metode mind mapping (X1) sebesar 0.407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. Dari . yaitu bahwa metode mind mapping berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.

dan melatih “gambar keseluruhan”. dapat bekerjasama dengan teman lainnya. membandingkan dan membuat hubungan. membantu Otak untuk : mengatur. (http://mahmmudin. lebih mudah mencari catatan jika diperlukan. berkomunikasi.71 hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. siswa menjadi lebih kreatif. memusatkan perhatian.wordpress. Hal ini sependapat dengan Tony Buzan (2009 : 6). belajar lebih cepat dan efisien. catatan lebih padat. yang menyatakan bahwa metode mind mapping akan mempermudah siswa dalam perencanaan. mengingat dengan lebih baik. pengkajian ulang bisa lebih cepat. memudahkan penambahan informasi baru. siswa mudah menyelesaikan masalah. sedangkan kelemahan . Dalam menerapkan metode mind mapping sangat membutuhkan semangat dan motivasi belajar yang tinggi dan membutuhkan interaksi yang lebih aktif dengan siswa lain sehingga akan memperoleh hasil yang optimal. mengingat.com/2009/12/01 /pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/). siswa akan lebih mudah belajar dengan membuat peta ringkasan tentang gagasan atau ide-ide secara aktif sehingga siswa akan lebih mudah didalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan permasalahan materi ilmu pengetahuan sosial. Banyak siswa yang mudah belajar IPS dengan metode mind mapping. mudah melihat gambaran keseluruhan. Kelebihan metode Mind Mapping dalam pendidikan IPS ini adalah siswa dapat mengemukakan pendapat secara bebas. jelas lebih terfokus pada inti materi. siswa mampu menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran.

Sebaliknya semakin rendah keaktifan belajar IPS. bertanya . yang menyatakan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar meliputi : turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya.01) pada taraf signifikansi 5%. selalu aktif didalam mengeluarkan pendapatnya baik dalam diskusi maupun saat pelajaran berlangsung dan apabila ada permasalahan yang kurang tahu maka siswa berusaha untuk mencari tahu. Artinya hipotesis kedua dinyatakan diterima. Dari hasil penelitian tentang keaktifan belajar IPS siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menunjukkan bahwa siswa telah aktif didalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS. maka semakin tinggi pula prestasi belajar IPS siswa. maka semakin rendah prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta.544 lebih besar dari ttabel (2. melalui bertanya kepada guru maupun mencari materi tambahan dari buku paket yang diberikan. tidak sepenuhnya murid yang belajar dan mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. Hasil uji hipotesis kedua dengan uji t memperoleh thitung variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 7. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keaktifan belajar IPS siswa. Hal ini sependapat dengan Sudjana (1988 : 72). yaitu bahwa keaktifan belajar IPS berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. terlibat dalam pemecahan masalah.72 metode mind mapping diantaranya adalah : hanya siswa yang aktif yang terlibat. siswa juga selalu bertanya kepada teman bila ada yang kurang paham saat mengerjakan soalsoal IPS.

wordpress. . kkerjasamanya dalam kelompok.0 for windows menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 54. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli. melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal dan menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh.355 > Ftabel = 3. keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain.20) berarti bahwa variabel metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat.20.355 dengan tingkat signifikansi 0. memberi gagasan yang cemerlang. berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Keaktifan belajar dalam siswa dapat dilihat dari perhatian siswa terhadap penjelasan guru. Pengujian uji F dengan menggunakan bantuan SPSS 15. memanfaatkan potensi anggota kelompok dan saling membantu dan menyelesaikan masalah (http://ardhana12. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok.com /2009 /01 /20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikanpenilaian-dalam-ptk-2/). dikarenakan nilai Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (Fhitung = 54.00 dan diketahui besar Ftabel 3.73 kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang.

5%). Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.3% terhadap prestasi belajar IPS. Metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.7% dan sumbangan efektif 51. .8% berarti variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.3% dan sumbangan efektif 18. Sedangkan sisanya sebesar 30.5% terhadap prestasi belajar IPS. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73.74 Nilai koefisien determinasi sebesar 69.

01 3.642 > ttabel = 2.698.75 BAB V PENUTUP A.407X1 + 0. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7. karena nilai thitung = 3.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Secara individu metode mind mapping berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS.05 diperoleh Fhitung sebesar 3. Kesimpulan Berdasarkan penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.544 > ttabel = 2.01 sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0.20).654X2.8% sedangkan sisanya sebesar 30. Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.355 > 3.355 dan taraf signifikan 0. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1.405 + 0. dengan nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69. maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54. 2. 75 .

Apabila metode mind mapping diterapkan dalam pembelajaran dengan siswa mampu membuat peta gagasan dan ide dalam materi IPS dan siswa mengikuti pembelajaran secara aktif dalam berpendapat dan aktif bertanya didalam pembelajaran IPS maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta akan meningkat. C. Untuk itu perlu bimbingan dan panduan guru agar tujuan kerja kelompok atau diskusi dapat tercapai.76 B. Dalam kegiatan aktif seperti kerja dan diskusi kelompok hendaknya siswa dapat saling menghormati pendapat dari masing-masing siswa sehingga apa yang disiskusikan dapat mengerucut ke kesimpulan yang tepat. Implikasi Hubungan antara metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berpengaruh secara simultan maupun parsial. Penerapan metode mind mapping. Saran Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan saran-saran dari penulis sebagai berikut: 1. 2. dan kebanyakan terdapat siswa yang masih lemah didalam menjelaskan pengembangan pikiran yang dijabarkan dalam peta gagasan/ide. membutuhkan kemampuan dan keaktifan yang cukup besar. sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti metode ini dengan optimal. . Untuk itu diperlukan bimbingan dan pelatihan yang berlanjut untuk membiasakan kegiatan belajar dengan metode tersebut.

Perlu penelitian lebih lanjut dengan. menambahkan variabel atau metode pembelajaran yang lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar sehingga akan memperluas gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar IPS.77 3. .

Tony. Jakarta: Bumi Aksara. Sutrisno. Hadi. Jakarta: Bumi Aksara. Belajar & Pembelajaran. 2008. 2004. Porter. 2005. Arikunto. 1993. Tony. Imam. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman & Menyenangkan. Buzan. Metodologi Research. Ghozali. Belajar Mengajar. Gramedia Pusaka Utama. Jakarta : Rineka Cipta. 2009. Statistik induktif Edisi Empat. Gramedia Pustaka Utama Buzan. Suharsimi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Sutrisno. Jakarta : PT. Manajemen Penelitian Edisi Revisi. 1999. Jakarta : PT. Mind Map Untuk Meningkatkan Kreativitas. Gramedia Pustaka Umum. Strategi Belajar Mengajar. Buzan. 2009. Statistik. Jakarta : PT. Yogyakarta: Badan Percetakan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Dimyati dan Mudjiono. Buzan. Jakarta : PT. Arikunto. 2004. Hadi. Yogyakarta : Andi Offset. 2002. Subagyo.1996. Arikunto. Head Strong. 2005. Buku Pintar Mind Map Untuk Anak Agar Anak Pintar di Sekolah. Suharsimi. 2002. Djarwanto Ps dan Pangestu. 2006. Jakarta : PT. . Semarang: Badan Penerbit UNDIP. 2003. Bumi Aksara. Buku Pintar Mind Map. Tony. 2007. Jakarta : Rineka Cipta. Yogyakarta : Andi Offset. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta. Tony.78 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Aplikasi Analisis Multivarate dengan Program SPSS. Dimyati dan Mudjiono. Dasar-dasar Evaluasi Belajar. Syaiful Bahri. Kaifa Djamarah. Suharsimi. De Bobby & Hernacki.

Widura. Psikologi Pembelajaran. Pembelajaran sebagai Proses Bimbingan Pribadi. Metode Statistika. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Metode Penelitian Bisnis. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Grasindo. Siberman.wordpress. Bandung: PT. Jakarta : Rineka Cipta. Remaja Rosdakarya. Jakarta : PT.wordpress. 2002. W. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran. 2001. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Jakarta : Rineka Cipta. 2008. 1996. Sugiyono. Cooperatif Learning. Jakarta : Rineka Cipta. Theo. Ahmad. Menjadi Guru Profesional.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dankreativitas-siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/ http://mahmmudin. Muhibbin. 2004. Bandung: Citra Umbara. 2005. Bandung : Alfabeta. dkk. 2003. Slameto. Jakarta : Gramedi . Elex Media Komputindo. Sudjana. Bandung : CV ALFABETA Syah. Sutanto. Bandung: PT. 2007. 1991. Winkel. S. Nawawi. Riyanto. 1992. Pengelolaan Pengajaran. 1988. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 2006. Syaiful. Yogyakarta: Yappendis. E. Rohani. Mulyana. Metode Penelitian Bidang Sosial.com/2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yangdapat-dijadikan-penilaian-dalam-ptk-2/ http://astutimin. 2006. Sriyono. Melvin.wordpress. Bandung : Alfabeta. Sagala.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-petapikiran-mind-mapping/ Isjoni. Langkah demi Langkah cara paling Mudah & Benar Menggajar dan Membiasakan Anak menggunakan Mind Map untuk Meraih Prestasi. Hadari. Tarsito.79 http://ardhana12. RI. Brain Management Series For Learning Strategi Mind Mp.

LAMPIRAN .

Memahami kegiatan perekonomian Indonesia Kompetensi Dasar Alokasi waktu Indikator : 7.Lampiran 1.3 Mendiskripsikan Fungsi Pajak dalam Perekonomian Nasional : 1 x 60 menit (3 x pertemuan) : Menjelaskan pengertian pajak dan fungsi pajak Memberikan penjelasan tentang jenis-jenis pajak Menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Memaparkan tujuan dan asas pajak Menjelaskan secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa A. Tujuan Pembelajaran Siswa memiliki pengetahuan tentang pengertian dan fungsi dari pajak Siswa dapat mengetahui berbagai jenis pajak Siswa dapat menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsipnya Siswa dapat mendefinisikan tujuan dan asas pajak Siswa lebih akan lebih tahu secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa . RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta : Ilmu Pengetahuan Sosial : VII a / II Standar Kompetensi : 7.

Kegiatan Awal 1) Membuka pelajaran dengan salam dilanjutkan perkenalan 2) Memeriksa kehadiran siswa.Metode Pembelajaran 1. Test D. Tanya jawab 4. Menggunakan metode mind mapping 3. Penutup 1) Membuat kesimpulan 2) Memberi tugas untuk membuat mind mapping 3) Menutup materi pelajaran dengan salam.Langkah – langkah Pembelajaran 1. Kegiatan Inti 1) Guru menyampaikan materi tentang pengertian pajak dan fungsi pajak menggunakan metode mind mapping 2) Menjelaskan undang-undang yang mengatur tentang pajak dan menjelaskan masing-masing dari fungsi pajak 3) Menjelaskan fungsi-fungsi dari pajak 4) Tanya jawab c. . Materi Pokok Pengertian pajak dan fungsi pajak Jenis-jenis pajak Unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Tujuan pajak dan asas pajak Pajak yang ditanggung keluarga siswa C. kebersihan dan kerapian kelas 3) Guru memberikan kisi-kisi materi yang akan dipelajari b. Pertemuan pertama a.B. Ceramah bervariasi 2.

Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Mereview pelajaran yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya b. Kegiatan inti 1) Menjelaskan tentang unsur-unsur pajak dan prinsip perpajakan 2) Menyampaikan tujuan dan asas-asas pajak 3) Tanya jawab c. Kegiatan inti 1) Menyampaikan pajak yang ditanggung keluarga siswa 2) Menjelaskan pajak penghasilan (PPh) dan pajak bumi dan bangunan (PBB) 3) Tanya jawab c. Penutup 1) Ulangan 2) Menutup materi pelajaran . Penutup 1) Mengerjakan LKS 2) Menutup materi pelajaran dengan salam 3.2. Pertemuan ketiga a. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Memberikan tugas untuk membuat mind mapping b. Pertemuan kedua a.

a.Tes unjuk kerja 2) Bentuk Instrumen . Apakah tujuan pajak untuk warga masyarakat? 7. Apa maksud pajak harus memenuhi prinsip kecocokan? 8.Tes tertulis . Pajak dalam pembangunan memiliki empat fungsi penting.E. Sumber dan media pembelajaran 1. Pajak adalah iuran wajib yang harus dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung. 16 Tahun 2000! 2. White board 4. Iuran wajib yang dikerjakan kepada masyarakat wajib pajak . Buku paket IPS penerbit : Erlangga 3.Tes uraian 3) Soal uraian 1. 2. Spidol F. Jelaskan perbedaan antara subyek pajak dan obyek pajak! 6. Sebutkan 5 ciri-ciri pajak! 3. Penilaian 1) Teknik Penilaian . LKS IPS TERPADU 2. Sebut dan jelaskan! 5. Jelaskan pengertian pajak berdasar UU No. Jelaskan dasar pemungutan pajak penghasilan dan PBB! Kunci jawaban ! 1. Sebut dan jelaskan 5 macam perundang-undangan yang menyangkut pajak! 4.

18 Tahun 2000 pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) d. Fungsi alokasi Maksudnya perolehan pajak akan dialokasikan pemerintah kepada setiap bidang seperti ekonomi. Pajak yang tinggi itu untuk masyarakat yang berpendapatan tinggi dan pajak yang rendah untuk masyarakat yang berpendapatn rendah. 7 Tahun 1995 dan terakhir diubah dengan peraturan pemerintah No. UU No. UU No. baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. pendidikan.b. UU No. 16 Tahun 2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan b. Iuran dari rakyat kepada negara 3. . a. Digunakan untuk membiayai kepentingan umum atau bersama d. Fungsi budgeter Maksudnya pajak memiliki fungsi budgeter ialah pajak merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah. d. 13 Tahun 1995 tentang bea materai yang peraturan pelaksanaannya diubah dengan peraturan pemerintah No.12 Tahun 1994 Tentang Pajak bumi dan bangunan (PBB) dan telah diubah dengan UU No. 24 Tahun 2000 4. kesehatan atau perumahan supaya semua bidang dapat berkembang dengan baik. Iuran wajib yang diterima dengan norma-norma atau aturan hukum c. 17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan (PPh) c. Fungsi distribusi Maksudnya pajak sebagai pemerataan pendapatan. b. Fungsi regular Maksudnya yaitu pajak digunakan sebagai alat untuk mengatur perekonomian sesuai tujuan yang ingin dicapai pemerintah. a. UU No. 20 Tahun 2000 e. UU No. c. bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat e.

b. Dasar pungutan pajak bumi dan bangunan (PBB) Pemungutan PBB didasarkan pada UU No. penghasilan kena pajak (PKP) dan tarif pajak b.5. kesamaan. objek pajak. baik dari kegiatan usaha maupun dari luar kegiatan usaha 6. 20 Tahun 2000 Surakarta. dan kepastian 7. Pajak itu hendanya tidak dirasakan menekan bagi wajib pajak. Objek pajak Objek pajak adalah semua penghasilan yang benar-benarditerima atau diperoleh. 8. a.   . 12 Tahun 1994 dan diubah lagi UU No.29 Mei 2010 Pengajar Dhida Dwi K. 12 Tahun 1985 dan terakhir diubah dengan UU No. Mendidik masyarakat agar lebih berprestasi e. Mendidik masyarakat agar menyadari peran sertanya dalam pembangunan bangsa dan Negara c. sehingga dan masyarakat merasa senang hati dan berkewajiban dalam membayar pajak. 17 Tahun 2000. a. Dasar pemungutan pajak penghasilan Pemungutan pajak penghasilan didasarkan pada UU No. Subjek pajak Subjek pajak yang disebut juga wajib pajak adalah orang atau badan yang menurut ketentuan wajib membayar pajak kepada Negara. a. Mendidik masyarakat agar tidak konsumtif b. Mendidik masyarakat dalam memiliki rasa keadilan serta kemanfaatan. UU ini berisi tentang subjek-subjek. Mendidik masyarakat agar menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga Negara yang baik d.

Lampiran 2. Angket Penelitian

Kepada : Yth. Siswa/Siswi Kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta

Dengan hormat, Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, saya mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Metode Mind Mapping dan Keaktifan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 5 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010”, maka sudilah kiranya disela-sela kesibukan anda berkenan meluangkan waktu untuk mengisi angket ini. Kegiatan ini sama sekali tidak mempengaruhi prestasi belajar anda, untuk itu saya mohon anda menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, sesuai dengan keadaan anda sebenarnya. Kerahasiaan jawaban anda sangat saya rahasiakan. Atas kesediaan meluangkan waktu, perhatian dan kerjasama anda, saya mengucapkan terima kasih. Surakarta, Juni 2010

Hormat saya,

Dhida Dwi K.

ANGKET TENTANG METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Identitas Siswa Nama Kelas/no : :

Petunjuk Menggunakan Angket 1. Tulis nama, no absen dan kelas pada lembar angket yang telah disediakan. 2. Pilih salah satu jawaban yang tepat menurut anda tanpa pengaruh orang lain. 3. Berilah tanda silang (√) pada lembar angket yang tersedia. 4. Jawablah semua soal dengan jujur, rapi dan teliti 5. Setelah angket diisi secara lengkap, mohon lembar angket diserahkan kembali. ANGKET METODE MIND MAPPING Pernyataan mengenai penilaian tentang metode pemetaan pikiran Melalui strategi belajar metode mind mapping saya lebih paham tentang materi IPS. Metode mind mapping dengan membuat ringkasan/peta pikiran sangat cocok untuk pelajaran IPS. Metode mind mapping memudahkan saya dalam menyelesaikan masalah materi IPS. Metode mind mapping dapat melatih saya menuangkan ide/gagasan secara aktif. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya berusaha menyusun mind mapping dan menjelaskan pikiran-pikiran tersebut. Jawaban Kadang- Tidak Sering kadang pernah

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Selalu

6. 7. 8. 9. 10.

Metode mind mapping membuat saya mengingat dengan lebih baik. Metode mind mapping menumbuhkan semangat dan motivasi belajar saya. Metode mind mapping melatih saya berinteraksi dengan siswa lain menjadi lebih mudah. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya selalu bertukar pendapat dengan teman saya. Dalam membuat rangkumanpeta pikiran, saya berusaha agar memperoleh hasil yang optimal.

3. Saya berusaha mengeluarkan pendapat selama pelajaran IPS berlangsung. Saya ikut menjawab pertanyaan tentang pelajaran IPS dengan teman ketika ada yang bertanya Metode mind mapping menumbuhkan mental saya untuk aktif dalam berdiskusi dengan teman. 6. saya mendengarkan dengan serius Saya mendengarkan dan memperhatikan. Sewaktu saya mengeluarkan pendapat saya juga memberi kesempatan pada teman yang lain untuk mengeluarkan pendapatnya. Saya selalu aktif dalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS yang diberikan oleh guru. 11. Apabila ada pertanyaan dari teman yang tidak saya mengerti saya berusaha bertanya kepada Bapak/Ibu guru. 1. . Saya berusaha mencari tambahan materi pelajaran IPS selain dari buku paket yang diberikan Bapak/Ibu guru. Dalam kelompok saya membuat perencanaan/memeberi tugas masingmasing anak untuk memecahkan masalah agar tercipta kerjasama yang baik Jawaban KadangSelalu Sering Kadang Tidak Pernah 5. 8. 10. Saya berusaha bertanya kepada teman yang telah paham apabila saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal IPS. 9. 7. apabila guru sedang menerangkan materi IPS. 2. 4. Pernyataan mengenai keaktifan siswa di dalam kelas Setiap ada jam pelajaran IPS.ANGKET KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) No.

Saat menentukan jawaban pertanyaan dari guru. .12. saya selalu mempertimbangkan dengan kelompok saya.

Butir Try Out Variabel Metode Mind Mapping (X1) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jml Metode Mind Mapping [X1] a1 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 65 a2 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 66 a3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 68 a4 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 65 a5 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 61 a6 2 4 3 3 4 4 3 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 4 4 4 63 a7 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 2 4 4 2 4 4 4 70 a8 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 4 4 66 a9 3 2 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 63 a10 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 65 X1 30 30 34 34 39 37 29 35 26 29 35 29 35 28 31 32 26 38 39 36 652 .Lampiran 3.

Butir Try Out Variabel Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 jml Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b1 2 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 4 3 4 64 b2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 70 b3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 2 3 3 2 3 4 68 b4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 69 b5 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b6 2 2 4 4 3 4 2 3 2 2 3 2 4 4 3 4 3 4 4 4 63 b7 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 69 b8 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 69 b9 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 68 b10 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 2 4 4 4 68 b11 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b12 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 71 X2 39 38 45 45 42 48 37 38 40 39 38 35 48 42 33 38 33 40 43 48 809 .

111 .002 .497* .685 20 20 20 20 .005 20 .332 . . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .683** .061 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.176 20 .399 1.497* .462* .367 .151 .404 .01 level (2-tailed).160 .009 .518 .005 .240 .355 .000 .379 .081 .326 .706 20 .010 .426 .212 .090 .359 .003 20 20 20 20 20 20 .041 .198 .685 .706 20 1.160 .214 .072 1.554* . .421 .178 20 20 20 20 .537* .598** .05 level (2-tailed).162 . .115 . .000 . 20 20 20 20 20 20 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 Metode Mind Mapping [X1] Pearson Correlation Sig.026 .276 .404 .064 .186 .000 .276 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.072 .618** .154 .028 .000 .090 .000 20 20 20 20 20 20 .618** .115 .490* 1.706 .518 .564** .379 .567** .090 .276 .240 .461* .364 .706 20 20 20 20 .010 .314 .216 .178 .064 .537* .309 .518 20 20 20 20 . Correlation is significant at the 0.118 .097 .000 .154 .367 .370 20 20 20 20 .650** .041 20 .009 .370 .000 20 20 20 20 20 20 .111 .000 .457* .004 20 20 20 20 20 20 1.216 .154 .631** .154 .314 .090 .564** . . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .001 .240 .359 .002 .040 .426 .005 20 20 20 20 20 20 .445 .309 .011 .554* 1.181 .162 .043 20 20 20 20 A5 .198 1. 20 .151 .494 .125 .033 .713** .181 .001 .461* .000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.097 .621 .052 20 .229 .061 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. .178 .650** .685** .003 20 20 20 20 20 20 .355 .003 .040 .214 .634** .212 .Lampiran 4.685** .052 .000 . .600** .685 .001 20 20 20 20 20 20 .015 20 20 20 20 20 20 .000 .000 .028 .090 .118 .005 .043 20 20 20 20 20 20 .000 .004 20 **. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.525 20 .364 .315 .216 .162 . 20 20 20 20 .081 .229 .003 .457* .178 .762 .713** .011 .494 .399 .477* .477* 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.634** .761** .162 .000 .518 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.440 .762 1.276 1.445 .421 1.314 .015 .097 .462* .033 20 20 20 20 20 20 .490* .000 .315 .240 20 20 20 20 . . . Uji Validitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Correlations Metode Mind Mapping [X1] A6 A7 A8 A9 A10 .314 .359 20 20 20 20 .186 .621 .685 20 20 20 20 .097 .600** .761** .176 .598** .525 .363 .706 20 .706 .001 .000 .332 . *.631** .683** .359 .326 .125 .216 .494 .026 20 .363 .440 .099 20 20 20 20 .000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N A1 A2 A3 A4 1. Correlation is significant at the 0.494 .090 .099 .567** .

540* .086 .000 20 20 .651 1.400 .103 .000 .419 20 20 20 .446* .252 .106 .378 .389 1.901 .617** . Correlation is significant at the 0.180 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.195 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.617** .629** .901 .456* . **.369 .278 .003 .364 .192 -.212 .140 .490* .085 .048 .448* .273 .070 .162 .436 .161 .327 .540* 1. .448 .131 .601** .010 .284 .490* .791** .003 20 20 .252 .215 .195 .517* .244 20 20 20 20 20 20 20 20 .661** .000 . .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .010 20 20 .000 .580** .162 .363 .244 .284 .030 .503* .467* -.003 20 20 20 .185 .966 .191 .106 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.106 .020 20 20 .326 .030 .000 .131 .049 20 20 .014 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.010 .000 .005 .312 .467* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.456* 1.400 .418 .819 20 20 20 .601** .000 .617** .212 .115 .863 .000 .001 .044 20 20 20 20 20 20 20 20 .658 20 20 20 20 20 20 20 20 .503* . .215 .080 .055 .363 .362 1.863 .028 20 20 .252 .162 .013 20 20 .764** .000** . (2-tailed) N B1 B2 B3 1.162 .664 .255 .037 .575** 1. 20 20 20 20 20 20 20 20 .180 .601 .161 .100 .651 1. .044 .096 .722 .555 .946** .007 .555 20 20 20 .010 .836 .007 .195 .000 .688 20 20 20 . .061 -.828** .000 20 20 .819 .658 .255 .028 20 20 20 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 .933 .000 -.000 .055 .410 20 20 20 20 20 20 20 20 1.000 .05 level (2-tailed).041 .01 level (2-tailed).000 .688 .410 .800 20 20 20 20 20 20 20 20 .350 .177 .000 .180 .244 .177 .103 .000 .041 .117 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .001 .658 .125 1.414 1.004 .204 .414 . .038 .278 .580** . .000 .024 .455 .020 .008 20 20 20 .108 .540* 1.050 -.004 20 20 .933 . Correlation is significant at the 0. 20 20 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Pearson Correlation Sig.575** .273 .468* .278 .020 -. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.468* .436 20 20 20 .560* .544* .000 .004 20 20 20 20 20 20 20 20 *.800 .580** .003 .517* .326 .044 .005 .106 .004 20 20 1.000 .108 .544* .050 . 20 20 20 .000 .044 .000 .192 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.255 . .784** .061 .185 .Hasil Uji Validitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Correlations Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan B12 Sosial (X2) -.601 .664 .278 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.629** .496 20 20 20 .037 20 20 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .000 .020 . . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.540* .080 .180 .364 .252 .651 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .125 .800 .273 .661** .369 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.394 .580** .212 .000 .048 .658 .061 .108 .312 -.000 .327 .410 20 20 20 .273 1.204 .800 .621** .284 .160 20 20 20 .394 .117 1. .764** .651 20 20 20 20 20 20 20 20 .448 .284 20 20 20 20 20 20 20 20 .140 .008 .191 .160 .722 .003 .014 .369 .061 .456* .000 .369 .024 .617** .455 .448* . .560* 1.115 .410 20 20 20 -.195 -.446* .389 .244 .007 20 20 .946** .496 .000 .000** .014 20 20 20 20 20 20 20 20 .000 .070 .014 .086 .828** .180 .419 .180 .000 .108 .495 .085 .049 .350 .013 .255 .966 .378 .622** .212 .096 .362 .007 .100 .448 .448 20 20 20 20 20 20 20 20 .003 .791** .456* 1.000 .622** .038 .621** .784** 1.495 .836 .418 .

2946 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = . 2.0 N of Variables 11 Statistics for SCALE Mean 65.2500 32.5712 .2000 Variance 68.0500 3. 6.0 20.0 20.8751 . 5.0 N of Items = 11 .0 20.2500 3.Lampiran 5. 7.7609 .5982 .3000 3. A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 X1 3. 9.6387 4.6708 .0 20.1500 3. 3. 8.0 20. 4.8000 Std Dev 8.6387 .6000 Std Dev .0 20.2500 3.0 20.0 20.1473 Cases 20. Uji Reliabilitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Metode Mind Mapping [X1] Mean 1. 10.3000 3.6387 .5000 3.4000 3.0 20.6863 .6569 .0 20.7514 20. 11.1500 3.

6166 Cases 20.5104 . 4. 10. 7.4000 3. 8.4500 3.0 N of Variables 13 Statistics for SCALE Mean 80.0 20.4000 3.5104 4.2000 3.5500 40.6959 . 11.5104 .5982 .0 20. 9.0 20. 6.2500 3.2500 3.8751 .6806 . 12.0 20.0 20.4500 3.0 20.0 20. 5. 2.7164 .Uji Reliabilitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosia Mean 1.4000 3.0 20.9000 Variance 85.0 20.4500 Std Dev .0 20.7539 .0 20. 13.7467 20.5000 3.2332 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .6070 .6048 . 3. B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 X2 3.7164 .0 N of Items = 13 .0 20.1500 3.2526 Std Dev 9.4500 3.

Tabulasi Butir Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 a1 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 190 a2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 177 a3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 168 Metode Mind Mapping [X1] a4 a5 a6 a7 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 173 3 2 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 161 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 2 2 3 4 3 3 163 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 168 a8 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 4 2 3 164 a9 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 2 4 3 3 3 2 3 4 2 2 3 4 2 4 159 a10 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 4 4 2 2 3 2 4 163 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 .Lampiran 6.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 b1 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 188 b2 4 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 187 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 4 2 4 3 3 4 2 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 2 2 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 4 2 2 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 2 4 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 4 4 4 4 1 3 3 2 3 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 169 170 171 167 134 161 159 160 b11 2 2 3 4 1 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 1 3 3 3 132 b12 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 157 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 31 .

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Siswa AR BH FU AM AG IK AM DH RH TG HD MF RW RWD TK US BL AA LM AR DHN PY YA RE HA UM RIZ BGS JRT HLD CHO MIA HES WE RU GS LSA SHI MN SH NDR IKA RTN HPY RUS THO ARV IWN IST FFN Prestasi Belajar IPS (Y) 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 .No.

Lampiran 7. Data Induk Penelitian No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 Y 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 X1Y 2409 2380 2304 2880 2812 2738 2772 2160 2590 2368 2070 2340 2664 2475 2628 2277 3040 2400 2001 2130 2516 2660 2886 2550 2414 2960 2211 2520 2325 2964 2409 2178 2800 2059 2738 2550 2232 2774 X2Y 2701 2310 2448 3440 2812 2886 3388 2664 3182 2886 2277 3120 3108 3150 2847 2139 3520 2850 2484 2769 2960 2888 3510 3150 2627 3440 2211 2808 3000 3198 2847 2046 3600 2627 2886 3225 2664 2993 .

No. 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Jml X1 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 1686 X2 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 1955 Y 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 3685 X1Y 2812 2664 2475 2100 2660 2997 2088 2059 2144 2625 2070 2660 124538 X2Y 3040 2516 2850 2660 3040 3564 3096 2840 2345 3300 2622 3040 144574 .

337 -.00a 2.00 1955.7778 7.00 Prestasi Belajar IPS (Y) 50 0 73. The smallest value is shown .7000 74.0000 74.1000 39.00 3685.7200 34.8673 -.00 45.662 29.662 66. Hasil Diskriptif Statistics Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 0 39.00 38. Error of Kurtosis Minimum Maximum Sum Valid Missing Metode Mind Mapping [X1] 50 0 33.00a 3.00 81. Error of Skewness Kurtosis Std.073 .Lampiran 8.5871 12.00 N Mean Median Mode Std.5643 12.662 31.0000 33.7159 -.023 .00 a.337 -1.192 .411 .00 1686.305 .00 3.256 .7041 . Multiple modes exist. Deviation Variance Skewness Std.337 -.0000 39.

200* .0% Total N 50 50 50 Percent 100.0% 100.098 50 .0% 0 . .010** . Uji Normalitas Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 .118 50 .100 50 . This is an upper bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction .969 Shapiro-Wilk df 50 50 50 Sig.0% 50 100.200* a Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Statistic .082 . a.392 **. *.0% 100. This is a lower bound of the true significance.064 .Lampiran 9.0% 50 100.926 .0% N Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Valid Percent 50 100.0% Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.949 . .0% 0 .

586 4.126 381.540 184.105 622.000 . .328 358.0% Included N Percent Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 50 100.712 5. Hasil Uji Linieritas Case Processing Summary Cases Excluded N Percent 0 0 .507 .121 F 6.166 8.500 df 9 1 8 40 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Between Metode Mind Mapping [X1] Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 29.581 74.067 7.586 56.281 23.0% 100.0% Total N 50 50 Percent 100.606 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) ANOVA Table Sum of Squares 438.004 .377 207.067 57.000 .0% Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] ANOVA Table Sum of Squares 264.0% . .800 Sig.500 df 13 1 12 36 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) Between Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 33.0% 100.702 381.374 622.538 .953 F 3.129 .920 Sig.Lampiran 10.395 207.000 .

.087 t 8.000 Zero-order .658 Model 1 (Constant) Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Unstandardized Coefficients B Std.407 .506E-03 Metode Mind Mapping [X1] -3. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) ANOVAb Sum of Squares 434.964 .292 .301 3. Metode Mind Mapping [X1] b.Lampiran 11.654 .783 Correlations Partial .602 187.405 3.001 . Error 34.112 . All requested variables entered.394 1. Predictors: (Constant).003 Model 1 R R Square .820E-03 1.605 a.685 Std.820E-03 Metode Mind Mapping [X1] -.000a a.698 a.318 . Hasil Uji Regresi Berganda Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered Keaktifan Belajar IPS (X2). Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Coefficientsa Standardi zed Coefficien ts Beta .000 -3. Error of the Estimate 1.642 7.998 F 54. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Model Summaryb Adjusted R Square . a Metode Mind Mapping [X1] Variables Removed . Method Enter a.898 622.9995 Durbin-W atson 2. Keaktifan Belajar IPS (X2). Keaktifan Belajar IPS (X2).469 .544 Sig. . Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) a Coefficient Correlations Model 1 Correlations Covariances Keaktifan Belajar IPS (X2) Keaktifan Belajar IPS (X2) 1. b.740 Part .577 .836a .252E-02 a.394 Keaktifan Belajar IPS (X2) 7.000 Metode Mind Mapping [X1] -.678 3.500 Model 1 df 2 47 49 Regression Residual Total Mean Square 217. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) . Predictors: (Constant).355 Sig.000 . Metode Mind Mapping [X1] b.

577 0.3 73.318 0.783 beta 0. Sumbangan relatif dan sumbangan efektif Koefisien rxy 0.658 Sumbangan Efektif 18.Lampiran 12.7 .5 Sumbangan Efektif 18.699 0.3 51.699 Sumbangan Relatif 26.3 51.5 R2 0.

081 37 1000 Sumber: Prosedur Penelitian (Prof.330 17 60 0.430 0.537 0.308 0.176 0.138 0.413 0.294 0.284 0.496 0.098 0.230 26 125 0.950 0.320 0.361 0.526 0.345 16 55 0.413 3 38 0.408 4 39 0.561 0.344 0.364 14 49 0.306 19 70 0.576 0. Dr.301 0.279 0.398 6 41 0.590 0.296 20 75 0.432 0.256 25 100 0.959 0.463 0.235 0.396 0.514 0.088 0.220 0.684 0.374 0.999 0.754 0.623 0.442 0.065 0.641 0.393 7 42 0.267 23 90 0.288 0.086 36 900 0.254 0.708 0.070 0.195 0.403 5 40 0.312 0.735 0.388 0.874 0.281 0.380 10 45 0.482 0.080 0.632 0.384 9 44 0.798 0.074 0.278 22 85 0.181 29 200 0.297 0.765 0.478 0.159 0.505 0.878 0.381 0.433 0.456 0.367 0.316 0.424 0.990 0.213 0.263 24 95 0.376 11 46 0.575 0.148 30 300 0.227 0.372 12 47 0.334 0.TABLE VALUES OF rproduct moment The Level of Significant The Level of Significant N 1% 5% 1% 5% 0.661 0.317 18 65 0.304 0.497 0.339 0.128 31 400 0.444 0.091 35 800 0. Suharsimi Arikunto) N .113 0.361 15 50 0.148 0.202 0.325 0.834 0.355 0.207 0.404 0.606 0.349 0.436 0.997 0.266 0.470 0.532 0.244 0.418 0.286 21 80 0.707 0.291 0.549 0.062 0.487 0.553 0.456 0.389 8 43 0.329 0.194 28 175 0.917 0.602 0.515 0.115 32 500 0.368 13 48 0.666 0.449 0.811 0.105 33 600 0.468 0.097 34 700 0.210 27 150 0.

032 2.353 3.734 2.315 1.921 17 1.045 2.363 1.341 1.030 2.318 1.365 4.445 2.771 28 1.160 2.738 33 1.753 2.040 2. Imam Ghozali .383 1.604 5 1.845 21 1.744 32 1.779 27 1.729 2.201 2.048 2.624 2.467 2.447 3.355 9 1.771 2.372 1.306 1.833 2.303 6.965 9.143 3.977 15 1.691 2.750 31 1.690 2.307 1.694 2.782 2.692 2.415 1.696 2.397 1.182 4.571 3.250 10 1.005 d.060 2.697 2.807 24 1.724 36 1.313 1.920 4.042 2.718 3.441 2.703 2.533 2.717 2.719 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.943 2.080 2.345 1.074 2.706 2.05 t0.356 1.015 2.308 1.761 2.657 2 1.01 t0.861 20 1.746 2.106 12 1.333 1.314 1.707 7 1.434 2.101 2.037 2.947 16 1.145 2.886 2.035 2.878 19 1.321 1.650 3.325 1.169 11 1.740 2.132 2.055 13 1.462 2.821 3.518 2.323 1.539 2.701 2.078 6.567 2.052 2.499 8 1.Tabel Nilai t d.330 1.131 2.449 2.747 4.998 3.476 2.110 2.306 2.528 2.552 2.699 2.306 1.438 2.706 31.711 2.f.898 18 1.776 3.314 12.228 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 3.763 29 1.056 2.025 t0.365 2.319 1.453 2.473 2.541 5.350 1.841 4 1.821 63.728 35 1.032 6 1.688 2.028 2.479 2.492 2.638 2.069 2.10 t0.812 2.309 1.120 2.508 2.602 2. t0.681 3.262 2.086 2.708 2.440 1.764 3.721 2.093 2.316 1.819 23 1.309 1.860 2.583 2.500 2.831 22 1.485 2.714 2.457 2.733 34 1.756 30 1.925 3 1.f.725 2.895 2.012 14 1.064 2.310 1.787 26 1.797 25 1.896 3.311 1.337 1.328 1.179 2.796 2.

295 1.679 2.678 51 1.Tabel Nilai t d.692 45 1.396 2.675 2.671 2.397 2.708 40 1.297 1.394 2.683 2.395 2.294 1.000 2.295 1.678 2.429 2.295 1.301 1.405 2.025 t0.007 2.300 1.403 2.297 1. t0.294 1.668 1.998 2.018 2.649 70 1.299 1.673 2.294 1.303 1.412 2.297 1.655 65 1.998 2.672 2.301 1.384 2.006 2.680 2.670 2.009 2.995 2.008 2.410 2.684 2.388 2.679 2.298 1.392 2.005 2.674 53 1.677 2.660 61 1.005 d.423 2.389 2.402 2.421 2.996 2.386 2.304 1.675 2.000 2.680 50 1.995 2.023 2.295 1.391 2.304 1.305 1.407 2.994 2.390 2.667 1.674 2.671 2.669 1.418 2.f.382 2.302 1.673 2.296 1.299 1.015 2.676 2.668 1.667 1.670 55 1.294 1.05 t0.297 1.656 64 1.017 2.399 2.670 1. 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 37 1.657 63 1.685 2.385 2.704 41 1.662 60 1.01 t0.294 1.669 1.387 2.668 1.296 1.382 2.672 54 1.652 67 1.383 2.668 56 1.426 2.994 2.999 2.682 2.295 1.669 1.685 48 1.682 49 1.414 2.303 1.010 2.651 68 1.654 66 1.302 1.296 1.012 2.677 2.011 2.298 1.014 2.001 2.380 2.408 2.687 2.296 1.650 69 1.020 2.026 2.667 57 1.10 t0.687 47 1.665 58 1.f.698 43 1.667 1.013 2.674 2.299 1.647 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.681 2.672 2.021 2.715 38 1.997 2.676 52 1.024 2.663 59 1.712 39 1.431 2.003 2.690 46 1.400 2.381 2.298 1. Imam Ghozali) .004 2.416 2.002 2.695 44 1.686 2.701 42 1.648 71 1.997 2.659 62 1.002 2.300 1.

664 1.636 85 1.984 2.990 2.292 1.374 2.992 2.367 2.662 1.369 2.661 1.01 t0.372 2.634 87 1.661 1.986 2.f.369 2.377 2.663 1.365 2.990 2.368 2.10 t0.373 2.663 1.638 82 1.635 86 1.646 73 1.666 1.988 2. 1.629 96 1.986 2.366 2.991 2.985 2.005 d.990 2.989 2.665 1.637 83 1.989 2.290 1.630 94 1.373 2.293 1.984 2.666 1.291 1.627 99 1.368 2.664 1.665 1.644 75 1.661 1. t0.626 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.293 1.367 2.992 2.989 2.987 2.291 1.378 2.292 1.370 2.661 1.291 1.986 2.365 2.660 1.640 79 1.372 2.664 1.293 1.636 84 1.629 95 1.291 1.292 1.661 1.291 1.633 89 1.291 1.f.379 2.291 1.379 2.376 2.662 1.627 98 1.640 80 1. 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 Inf.665 1.376 2.Tabel Nilai t d.290 1.639 81 1.291 1.993 2.291 1.642 77 1.364 2.626 Inf.660 1.632 90 1.025 t0.664 1.645 74 1.665 1.661 1.987 2. Imam Ghozali) .991 2.662 1.293 1.632 91 1.371 2.05 t0.988 2.643 76 1.984 2.988 2.291 1.290 1.986 2.375 2.641 78 1.368 2.985 2.290 1.374 2.293 1.666 1.293 1.292 1.662 1.628 97 1.631 92 1.292 1.365 2.662 1.993 2.292 1.292 1.985 2.987 2.993 2.663 1.663 1.663 1. 72 1.290 1.634 88 1.370 2.366 2.630 93 1.292 1.

35 2.32 120 253 19.53 2.99 1.46 2.20 3.09 4.68 1.10 2.61 2.98 1.37 2.74 2.38 3.84 4.04 4.36 3.21 2.24 3.79 3.33 2.23 2.07 2.39 60 252 19.75 4.60 2.5 8.91 1.77 3.66 4.01 1.27 2.94 6.18 3.71 1.40 2.40 3.96 1.59 5.55 6.94 1.38 2.01 1.34 2.84 2.37 2.70 3.39 3.34 3.01 1.35 4.79 2.46 40 251 19.55 2.90 2.85 6.92 3.70 1.53 2.2 9.27 2.72 2.01 2.2 9.27 2.53 5.16 2.53 2.64 1.57 5.76 2.57 3.38 2.62 3.34 2.13 3.83 1.07 3.01 6.96 1.11 2.41 2.83 2.91 2.33 2.84 1.71 6.58 3.4 8.3 8.81 2.06 3.21 6 234 19.41 3.18 2.46 2.80 2.22 2.49 4.11 2.43 3.85 2.55 2.42 3.12 2.37 3.77 4.89 1.87 2.08 4.46 2.05 4.13 2.82 2.91 1.43 1.53 2.94 3.94 9 241 19.45 2.20 2.45 2.45 2.5 8.42 2.62 2.86 4.58 2.79 5.49 2.88 4.85 2.34 2.46 3.97 1.57 2.49 2.00 3.68 2.44 3.71 2.09 2.24 4.96 2.4 8.45 2.96 2.90 2.35 2.18 2.59 2.95 1.00 3.81 3.69 2.18 2.39 3.49 2.66 2.94 2.97 4.45 4.09 2.18 2.93 2.29 3.08 2.60 2.75 2.30 2.87 1.40 3.34 2.25 2.79 2.05 Degrees of freedom for Nominator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 30 40 60 120 1 161 18.06 2.92 1.39 2.54 2.16 4.27 2.4 8.65 1.64 3.1 7.84 1.63 3.68 3.48 2.5 8.94 1.22 254 19.01 1.29 3.63 2.53 2.67 4.77 2.58 1.23 3.64 2.23 2.75 4.5 10.29 2.47 3.76 1.19 2.00 1.26 4.41 4.15 2.50 1.79 1.26 4.4 8.71 2.39 2.99 2.39 3.66 2.74 5.73 3.07 2.96 1.25 2.05 2.85 2.17 2.88 1.74 2.92 1.03 2.84 1.99 1.4 8.26 5.48 3.96 1.09 3.84 1.94 5.30 3.75 15 246 19.15 3.92 1.69 2.23 3.48 2.67 2.54 2.38 2.05 3.93 1.04 1.47 1.27 2.81 1.84 3.93 1.28 4.79 1.14 2.58 2.49 2.54 2.19 4.4 8.21 3.62 5.76 2.81 6.92 2.74 4.03 1.26 3.90 1.15 2.65 2.96 4.80 4.68 2.84 1.46 2.04 2.87 1.91 2.25 2.28 2.67 20 248 19.79 2.42 2.13 2.3 9.41 3.24 2.35 3.39 5.51 2.52 3.08 1.74 2.23 2.51 1.42 2.90 2.87 3.61 2.78 1.68 3.08 2.55 5.49 3.82 4.34 2.60 4.34 2.61 2.10 7 237 19.42 2.69 3.38 2.95 2.16 2.10 3.17 4.71 2.00 Degrees of freedom for Denominator Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.49 2.81 1.02 1.76 4.06 2.39 1.50 3.74 1.80 2.70 2.61 5.25 2.37 3.30 2.15 3.5 8.28 3.20 3.68 4.25 2.4 8.74 4.92 1.12 6.29 2.51 2.63 4.44 3.46 4.01 2.44 3.00 4.99 5.98 1.69 1.48 3.60 4 225 19.30 2.59 3.16 2.37 5 230 19.79 1.06 2.53 1.87 3.53 4.72 4.00 3 216 19.88 10 242 19.12 2.50 3.85 2.90 2.12 4.12 3.86 1.14 4.60 2.03 2.70 2.54 4.37 2.22 3.61 1.20 2.32 3.19 2.40 2.03 3.77 2.98 3.78 2.86 2.25 2.64 2.93 2.45 2.74 3.33 3.Tabel Nilai F0.96 4.54 2.11 2.89 1.24 2.01 1.11 3.79 5.30 2.11 2.53 2.40 2.31 2.01 1.85 2.19 2.22 3.70 5.13 3.40 2.62 2.89 3.01 2.89 1.23 2.77 4.86 3.10 3.18 2.52 30 250 19.71 3.59 2.66 1.57 2.32 5.76 2.31 2.00 2.55 3.28 3.81 3.83 12 244 19.07 2.69 4.09 2.35 2.51 3.63 3.06 3.92 1.07 3.16 3.59 5.49 3.02 2.59 1.15 2.14 3.54 2.01 2.98 1.30 4.59 3.98 2.56 3.07 2.32 4.12 2.75 1.16 2.15 2.91 4. Imam Ghozali) .36 2.82 1.97 2.15 2.43 2.28 2.77 2.07 2.51 2.66 5.83 2.59 5.04 2.74 3.66 2.31 2.74 1.47 2.21 2.28 6.34 3.35 4.05 2.02 1.44 2.41 4.89 6.53 3.51 2.42 2.84 3.5 8.64 5.95 4.11 2.60 2.62 1.5 8.73 1.42 2.32 2.38 4.01 8 239 19.01 2.70 2.20 2.62 2.96 1.55 1.84 2 200 19.84 2.03 2.10 3.10 2.65 6.0 9.67 3.28 2.75 2.10 2.57 24 249 19.11 3.66 2.75 1.22 1.35 1.32 2.84 1.92 2.71 2.07 3.77 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful