PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA

SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 (S1) Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

Disusun oleh : DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

PROGRAM PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

i

PERSETUJUAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Disetujui dan Disyahkan oleh Pembimbing I dan Pembimbing II untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Mengetahui, Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Suyatmini, SE. M.Si. Tanggal:

Drs.Sudarto HS, MM. Tanggal:

ii

PENGESAHAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Yang Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Pada Tanggal: ………………………………… Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat

Susunan Dewan Penguji 1. Dr. Suyatmini, SE. M.Si. 2. Drs.Sudarto HS, MM. 3. (……………………………) (……………………………) (…………………………….)

Surakarta, Februari 2010 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan,

Drs. H. Sofyan Anif, M. Si NIK. 547

iii

Apabila ternyata kelak di kemudian hari terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya diatas. Juli 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103 iv . Surakarta. saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.PERNYATAAN Dengan ini.

MOTTO Masalah bukan untuk dihindari tapi dicari solusinya dan harus dihadapi dengan sabar jadi tetap semangat. Jadilah diri sendiri jangan meniru orang (Penulis) Kita hanya cukup yakin dan benar-benar menginginkannya maka semua akan terjadi (penulis) v .

atas perhatian. Jangan pernah melupakan persahabatan ini. Ndaa (Ingga). 2. 6. Agung n’ The ganx. dukungan dan kebersamaan yang membuatku selalu bahagia. Baki Community. Djarot. Ndul (Elyy). terima kasih atas dukungan selama ini dan mendengarkan keluh kesahku. serta perjuanganmu untuk membesarkan dan mendidikku dengan penuh kasih sayang agar aku dapat gapai cita dan impianku. 5. rangkaian yang tidak pernah putus dalam setiap langkahku. Emi. perhatian dan pengorbanan yang tiada pernah lekang oleh waktu. Ipee (Arifah). 3. Almameterku yang kucinta. Ayah dan Ibunda tercinta. Adikku (De’ Kiki) tersayang yang telah mewarnai hari-hariku dengan kasih sayang dan selalu memberiku semangat. terima kasih atas kasih sayang. Engkau tak akan pernah tergantikan karena engkau tiada duanya didunia ini. kebersamaan kita adalah hal yang terindah. Sujud Syukurku kehadirat illahi Robbi Atas segala nikmat dan kemudahan yang telah diberikan-Nya persembahan kecil ini teruntuk: 1. 46 Kasih Ibu. sebagai ungkapan rasa hormat dan baktiku. do’a.PERSEMBAHAN Alhamdulillahirobbil’alamin. Kakakku (Ms Eko). Lia. Sahabat-sahabatku. 4. Dewi. Si item kasih ibu. Aku telah menemukan arti sahabat sejati. dan Spin Abot yang selalu setia mengantarkan aku kemana pun aku pergi. vi .

selaku ketua program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan dan masukan selama studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta.. Skripsi ini disusun untuk melengkapi sebagian dari syarat guna memperoleh gelar sarjana pendidikan S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi. Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. mengarahkan dalam penyusunan skripsi ini.. Dr. 4.Si. hidayah. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada: 1. SE. selaku pembimbing II yang memberikankan arahan dan nasehat dalam penyusunan skripsi ini. Drs. MM.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Drs. selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah berkenan memberikan surat ijin peneliti. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.Sudarto HS.. vii . H. M. Drs. dan Inayah-Nya sehingga penyusunan skripsi ini berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik. Suyatmini. selaku pembimbing I yang penuh kesabaran dan ketulusan membimbing. Djalal Fuadi. M. Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. 2.Si. MM. Sofyan Anif. namun berkat bantuan serta dorongan dari berbagai pihak akhirnya kesulitankesulitan yang timbul dapat teratasi.Wb.

Wb. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat serta menjadi jembatan bagi penulisan selanjutnya. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Bapak Amin Bambang selaku guru ekonomi yang telah membantu dalam penelitian.B. selaku Pembimbing Akademik selama menempuh studi. Joko Suwandi. Wassalamu’alaikum Wr. Oleh karena itu. Bapak/Ibu Dosen program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. SE. 11. Drs. kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. 6. dan C yang telah bersedia menjadi sampel dalam penelitian.5. 10. 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A 210 060 103 viii . M. 7. Semua pihak yang telah berperan serta memberikan bantuan moral maupun material dalam penyusunan skripsi. Surakarta. Semua teman-teman Pendidikan Akuntansi angkatan 2006 khususnya kelas C dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya karya ini yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu. Siswa siswi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta khususnya kelas VIII A.Pd. 9. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang telah memberi izin kepada penulis untuk melakukan penelitian 8.

...................... HALAMAN PENGESAHAN .................................. KATA PENGANTAR ......................................................................... Pembatasan Masalah ......................... E...... DAFTAR ISI ............................................................................... Prestasi Belajar ..................... DAFTAR TABEL .................................................................................. C........... D.................... HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................................... B............................ Perumusan Masalah ................................... ABSTRAK ................................................................................................................................................................ Sistematika Penulisan Skripsi ........................... DAFTAR GAMBAR .............................................................. F............................................................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ................................ Tujuan Penelitian ...............................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL....................................................... Latar Belakang Masalah ............................................ HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................................................................... i ii iii iv v vi vii ix xii xiii xiv xvi 1 5 5 6 6 7 9 ix .................................................................... BAB I PENDAHULUAN A................................ BAB II LANDASAN TEORI A....................................................... Manfaat Penelitian ......... HALAMAN PERNYATAAN ................................................. HALAMAN MOTTO ..................................................................................................

.......................................... ........................................ Objek Penelitian .......................................... Hubungan metode Mind Mapping(X1).............................................. dan Sampling ................. Kelebihan dan Kelemahan……………………………………....... Indikator Mind Mapping……………………………………… 5.. .................... ......................................................................... Populasi............................................................... Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)....... Kegunaan Mind Mapping ………………… ....... Jenis dan Metode Penelitian . 4......... 9 10 16 16 19 19 22 23 25 24 26 27 27 27 28 29 30 32 32 32 x ....... D......... Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)................... B.......................... Kerangka Pemikiran........................................ Mind Mapping ......... .. Sampel..................... Hubungan antar variabel .......... Definisi Mind Mapping ... Indikator Keaktifan.. Hubungan metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) .. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar……….....................................1............................... Keaktifan Belajar . Hipotesis.................. 1..................... 3..... Cara membuat Mind Mapping……………………………… ........... 2... 2................................. B..................... 2.................... Pengertian Keaktifan............................................................... 2.. ............................................................. F........................ 1................................... C...... BAB III METODE PENELITIAN A... C............. 3............................................. E......... Pengertian Belajar ............. 1.............

.................. F................. Saran............................... B.................. Kesimpulan ... Uji Prasarat Analisis ……………………………………………… 44 H.. 35 40 42 G.............. D............. E................ E................................. Teknik Analisis Data ...... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 76 76 50 59 61 63 69 45 xi ..................................................... Implikasi. Teknik Pengumpulan Data ................ Uji Instrumen Penelitian ........ Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ........................................ BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A...................................................................... C........... B.............................................................. Instrumen Pengumpulan Data .......................... BAB V ANALISIS HASIL PENELITIAN A.......................................................................................................................................................................... Pembahasan ......................D...................... C............................................................................. Uji Prasyarat Analisis ........................................................ Analisis Data .................. Analisis Data Penelitian ...........

......1 Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS ................. Tabel 4......2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS .1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping 59 Tabel 4.......................... 60 61 62 63 xii .. Tabel 3.. 17 35 Tabel 4...................... Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda ............................................................... Tabel 4.............................3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors .......5....................... Tabel 4..................................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.....1 Penggunaan otak pada Mind Mapping ..........4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas....

... Gambar 3.................. Gambar 4.1 Contoh Aplikasi Mind Mapping .............................................................1 Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . 21 29 56 xiii ..............................1 Kerangka Pemikiran ...DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.................

Hasil Uji Reliabilitas 6. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif xiv . Data Butir Angket Penelitian 7.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Hasil Uji Linearitas 11. Hasil Tri Out Penelitian 4. Hasil Deskriptif 9. Data Induk Penelitian 8. Hasil Uji Regresi Berganda 12. Surat Ijin Penelitian 2. Hasil Uji Normalitas 10. Angket Penelitian 3. Hasil Uji Validitas 5.

2010. Secara individu metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0.01) sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS. A210 060 103. Jurusan Pendidikan Akuntansi.05 diperoleh Fhitung sebesar 3.698. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.01 (3. maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Kata kunci : metode mind mapping.355 dan taraf signifikan 0. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.ABSTRAK PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Dhida Dwi Kurniawati. 2) mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.20). Penelitian mengambil lokasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.654X2.407X1 + 0. dan 3) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.01). Universitas Muhammadiyah Surakarta.544 > 2. Nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54.8% sedangkan sisanya sebesar 30.642 > ttabel = 2. Hasil penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menghasilkan temuan sebagai berikut : Hasil uji regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.405 + 0. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 200 siswa. keaktifan belajar IPS dan prestasi belajar IPS xv .2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model.642 > 2.01 (7.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54.355 > 3. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69. karena nilai thitung = 3.544 > ttabel = 2.

berakhlak mulia. Pendidikan merupakan masalah yang sangat menarik untuk dibahas karena melalui usaha pendidikan diharapkan tujuan pendidikan akan segara tercapai. oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian. kreatif.1 BAB I PENDAHULUAN A. penanganan dan prioritas secara baik oleh pemerintah. berilmu. mandiri dan menjadi warga Negara yang demokrasi sehingga bertanggung jawab. dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Dengan begitu perkembangan IPTEK yang ada dapat dikuasai. cakap. Pendidikan merupakan sarana dan wahana yang sangat baik di dalam pembinaan SDM. bertujuan untuk berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu tujuan Pendidikan Nasional yang ingin dicapai dalam pembangunan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. keluarga dan pengelola pendidikan. 1 . sehat.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yang menyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Latar Belakang Masalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di era globalisasi sesuai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Salah satu usaha guru dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa yaitu dengan menerapkan pembelajaran melalui tugas dan umpan balik. berlatih menjelaskan hasil pekerjaannya kepada teman yang lain. Guru harus dapat memilih metodemetode yang sesuai dengan pokok bahasan yang disampaikan.2 Prestasi belajar merupakan hasil dari usaha-usaha yang telah dilakukan. Dimana tujuan pemberian tugas ini adalah siswa tetap belajar dirumah dan dapat dimanfaatkan waktu diluar jam pelajaran sekolah. Dalam pembelajaran IPS. bertanya kepada guru tentang materi yang disampaikan. . Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memerlukan suatu strategi yang tepat supaya hasil yang yang dicapai maksimal dan berpengaruh berpengaruh pada prestasi belajar siswa. kemandirian serta keaktifan siswa cenderung masih rendah. sehingga siswa yang kurang paham terhadap materi yang disampaikan akan menjadi lebih mengerti karena adanya latihan dirumah umpan balik disini berupa pembahasan kembali tugas yang diberikan pada materi terdahulu. memberikan tanggapan atau komentar terhadap siswa lain. dan juga mempunyai cara-cara yang menarik sehingga peserta didik mempunyai minat yang tinggi terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dengan umpan balik diharapkan siswa yang kesulitan mengenai konsep-konsep pada materi yang telah diberikan dapat terbantu sehingga prestasi belajar IPS siswa meningkat. Keaktifan siswa dalam mengajukan ide pada guru. Misalnya kemandirian siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru. serta bekerjasama dan hubungan dengan siswa lain.

e. dan memeriksa kembali . Memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual.3 menyanggah atau menyetujui ide pengerjaan soal dari teman juga masih rendah. Membina siswa agar setiap orang merupakan sumber yang manfaat bagi yang lainnya. Membantu kegiatan-kegiatan dan menyediakan sumber atau peralatan serta membantu kelancaran belajar mereka. Mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Menurut Isjoni (2007:62). Guru sebagai pendidik dan pengajar bertugas untuk memberi kemudahan untuk siswa dalam menerima ilmu atau materi yang telah diajarkan. menyusun rencana. c. Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah. 2. 4. b. 5. d. Mendorong anak didik untuk belajar. Salah satu metode yang akan diterapkan adalah pembelajaran IPS dengan pola latihan interaktif yang menggunakan metode Mind Mapping. melaksanakan rencana. 3. Dalam metode Mind Mapping siswa di kuatkan pada cara menghadapi persoalan dengan langkah penyelesaian yang sistematis yaitu memahami masalah. Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevansi proses belajar mengajar. Menjelaskan tujuan kegiatan pada kelompok dan mengatur penyebaran dalam bertukar pendapat Djamarah (2002:181-186).“Tujuan dari penyampaian variasi metode mengajar dan aplikasinya dalam pengajaran adalah : a. Membantu dan mendorong siswa untuk mengungkapkan dan menjelaskan keinginan dan pembicaraannya baik secara individual maupun kelompok. seorang guru harus memiliki sikap-sikap sebagai berikut : 1.

Melalui usaha pendidikan diharapkan kualitas generasi muda yang cerdas. namun diperlukan keaktifan siswa didalam proses belajar mengajar. Namun kenyataannya keaktifan siswa sekarang ini berkembang lambat dan disiplin belajar siswa yang kurang. Sehingga diharapkan kemandirian dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS dapat ditingkatkan. aktif. Dengan demikian siswa belajar IPS tidak hanya mendengarkan dan guru menerangkan didepan kelas saja. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengambil judul skripsi “PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SISWA PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009 / 2010. sehingga siswa dituntut untuk aktif secara langsung dalam proses pembelajaran. dan mandiri dapat terwujud.” .4 sehingga persoalan yang dihadapi akan dapat diatasi. Menurut Sujanto (1996:53) : Pelaksanaan pengajaran sering hanya si guru mendikte dan si anak yang mencatat dan kemudian menghafalkannya persis seperti bunyi catatatan dan sama sekali tidak ada kaitan dengan pengertian ataupun perubahan anak perbuatan anak karenanya. Sedangkan dengan latihan interaktif siswa diharapkan dapat berinteraksi dalam proses belajar mengajar.

C. Apakah terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 3. maka masalah ini dibatasi pada : 1. maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan : 1. Prestasi belajar siswa dibatasi pada penguasaan materi dan keaktifan siswa terhadap pelajaran IPS yang berupa nilai rapot semester ganjil. Pembatasan Masalah Untuk mempermudah dan menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penafsiran judul.5 B. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? . 3. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 2. 2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut diatas. Penggunaan Mind Mapping dibatasi pada sikap ingin tahu siswa untuk mengembangkan materi pelajaran IPS. Aktif dalam belajar siswa dibatasi pada keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran disekolah.

Sehingga perkembangan tersebut dapat digunakan dalam peningkatan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus disekolah. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai : 1. Untuk mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. . Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. E. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 2. Manfaat Penelitian Manfaat teoristis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan pertimbangan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan pada umumnya dan di bidang kependidikan luar biasa pada khususnya. Manfaat praktis yang diharapkan dalam penelitain ini terdiri : 1. Tujuan Penelitian Adanya tujuan dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting karena dengan tujuan yang tepat menjadikan tolok ukur keberhasilan dalam penelitian. Bagi guru kelas Sebagai bahan kajian guru dalam memberikan atau menyampaikan materi (metode Mind Mapping dan keaktifan belajar IPS) untuk meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran IPS.6 D.

Bagi siswa Memberi alternative lain untuk mempelajari suatu pelajaran dengan cara membuat ringkasan yang menarik dan anak terdorong untuk belajar IPS. pembatasan masalah. manfaat penelitian. dan sistematika penulisan penelitian. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini merupakan landasan teori yang digunakan dalam penyusunan penelitian yang bekaitan dengan definisi prestasi . 3. Bagi sekolah Dari hasil penelitian dapat memberikan masukan kepada sekolah atau lembaga pendidikan di SMP sebagai bahan kajian dalam usaha perbaikan proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik. maka perlu dikemukakan sistematika penelitian sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Meliputi latar belakang masalah. Bagi kepala sekolah Memberi masukan berupa informasi ilmiah tentang pentingnya metode penyampaian materi yang menarik pada siswa agar prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. 4. tujuan masalah. F. perumusan masalah.sehingga mutu pendidikan dapat lebih meningkat. Sistematika Skripsi Untuk memperoleh gambaran permulaan terhadap hasil penelitian ini.7 2. identifikasi masalah.

BAB V PENUTUP Penutup menguraikan tentang kesimpulan akhir penelitian. data dan instrumen pengumpulan data. teknik penyajian data dan teknik analisis data. subyek dan obyek penelitian. sampel dan sampling. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang jenis dan rancangan penelitian. definisi metode Mind Mapping. populasi. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi hasil pengembalian kuesioner. teknik pengumpulan data. keterbatasan penelitian dan saran dari peneliti.8 belajar. pengujian kualitas dan hasil analisis data. definisi keaktifan. hubungan antar variabel dan hipotesis. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN .

Namun dari pendapat pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. ketrampilan dan nilai sikap. Pengertian Prestasi Belajar Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan prestasi dan belajar. karena kegiatan belajar merupakan proses. yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. diciptakan baik secara individual maupun kelompok. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. Menurut Djamarah (2002:231). Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai denagan pandangan yang mereka anut.”Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Prestasi merupakan kumpulan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan. Menurut Djamarah (2002:19). sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Prestasi Belajar 1.”Prestasi adalah hasil kegiatan 9 .9 BAB II LANDASAN TEORI A. pemahaman.“Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan.” Selanjutnya menurut Winkel (1996:53). Para pakar pendidikan mengemukakan pendapat mereka.

10 usaha kegiatan belajarnya yang dinyatakan dalam bentuk. maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain: faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal). menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor eksternal) : . Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. huruf. maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima.” Berdasarkan pengertian diatas. 2. menurut Syah (2004:132). maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan. angka.

psikologis dan yang dapat perolehan faktor-faktor kuantitas diantara Namun rohaniah siswa siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah tingkat kecerdasan atau intelejensi.11 a. Untuk dipelajarinya pun kurang atau tidak terbatas. sikap. jasmani agar tetap bugar siswa dianjurkan mengkonsumsi minuman yang bergizi. 2) Aspek psikologis Yang mempengaruhi pembelajaran termasuk kulitas siswa. Mempertahankan tonus. Selain itu juga siswa dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga ringan. dan motivasi. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor internal adalah keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa. Faktor internal siswa adalah: 1) Aspek fisiologis Kondisi jasmani dan tonus (tegangan otot) yang memadai tingakat organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. minat. . Kondisi organ tubuh yang lemah apabila serta pusing-pusing dapat menurunkan ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidak berbekas. bakat.

1) Lingkungan sosial Lingkungan sosial sekolah. Para guru yang selalu menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik dan rajin khususnya dalam belajar. 2) Lingkungan non sosial Faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah gedung sekolah dan letaknya rumah tempat tinggal keluarga siswa dan alat-alat belajar keadaan cuaca dan waktu belajar digunakan siswa.12 b. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa) Faktor Eksternal adalah kondisi lingkungan sekitar siswa. guru akan mampu mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Djamarah (2002:85-93). para staf guru. 3) Metode pembelajaran a) Pengertian metode Menurut Djamarah (2002:85) : Pemilihan metode merupakan hal yang sangat penting perlu diperhatikan karena metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Dengan memanfaatkan metode secara akurat. para staf administrasi dan teman-teman sekelas yang mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. pemilihan dan penentuan metode dalam pembelajaran harus memiliki: .

efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuain metode dengan semua komponen diprogramkan.13 (1) Nilai strategi dan metode Didalam proses pembelajaran sering terjadi interaksi edukatif antara anak didik dan guru. (3) Pentingnya pemilihan dan penentuan metode Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang telah pembelajaran. Pengalaman membuktikan bahwa kegagalan pembelajaran salah satunya disebabkan oleh pemilikan metode yang kurang tepat. Apapun yang termasuk perangkat program pembelajaran dituntut secara mutlak . (2) Efektivitas penggunaan metode Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran akan menjadikan kendala dalam mencapai tujuan yang dirumuskan. Oleh karena itu metode adalah salah satu cara yang memilliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar. karena itu. Nilai strategis dari metode adalah dapat mempengaruhi jalannya pembelajaran.

”Pembelajaran ialah membelajarkan siswa dengan menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama kebersilan pendidikan. Menurut Mulyana (2005:100) : Dalam pembelajaran guru yang utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. hal tersebut dibuat karena adanya kebutuhan untuk menyakinkan 1) adanya alasan untuk belajar.”Dalam menggunakan mengajarkan pandai pendekatan secara aktif.14 untuk menunjang tercapainya tujaun guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didk dikelas b) Pengertian pembelajaran Menurut Sagala (2006:61).” Menurut Sagala (2006:68) : Pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran. oleh karena itu guru menetapkan hasil-hasil belajar dan tujuan yang akan dicapai. . 2) siswa belum mengetahui apa yang akan diajarkan. Menurut guru Djamarah harus (2002:62).” Selalu harus ada yang dipelajari dan arena adanya pengalaman-pengalaman baru. Sedangkan Riyanto (2002:57) berpendapat bahwa pembelajaran adalah “suatu proses eksperimantasi. secara arif dan bijaksana.

Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga. maka dengan metode pembelajaran yang sesuai siswa akan bersemangat dan suasana kelas akan lebih hidup. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses pelajaran IPS. sehingga prestasi yang akan dicapai memuaskan. faktor materi pelajaran. keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat. faktor metode pengajaran.15 dan umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal yaitu pre tes. maka tingginya pemahaman dan penguasaan siswa dalam suatu pelajaran dan makin banyak soal yang mampu dikerjakan dengan benar diharapkan makin tinggi tingkat keberhasilan pembelajaran tersebut.” Menurut Arikunto dalam Dimyati & Mudjiono (2009:200-201) prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi dan ditujukan untuk keperluan : . proses dan post tes. faktor lingkungan. dan faktor lainnya termasuk siswa itu sendiri. Keberhasilan pembelajaran IPS diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut dan dipengaruhi beberapa faktor antara lain: faktor guru. Keberhasilan tersebut dapat diamati dari beberapa sisi banyaknya soal yang mampu dikerjakan dengan betul.

c. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya . Mind Mapping 1. Pembuatan Mind Mapping didasarkan pada cara kerja alamiah otak dan mampu menyalakan percikanpercikan kreatifitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita.16 a. B. demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk Dengan kepribadian anak. Oleh karena itu. Untuk seleksi. Menurut Porter & Hernacki (2008:152-159) : Mind Mapping juga dapat disebut dengan peta pemikiran. Untuk diagnostik dan pengembangan. Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Untuk penempatan. Michael Gelb dalam Buzan (2007:179-181): Mind Mapping dapat diartikan sistem revolusioner dalam perencanaan dan pembuatan catatan yang telah mengubah hidup jutaan orang di seluruh dunia. aslinya diciptakan oleh Gelb. karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. Untuk kenaikan kelas. d. Mind Mapping menggunakan pengingatpengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. Definisi Mind Mapping Barbara Prashing mengemukakan Mind Mapping dipopulerkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. b. apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya.

Metode Mind Mapping adalah metode baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua belah otak (otak kiri dan otak kanan). Tulisan 2.1 Tabel penggunaan otak pada Mind Mapping Otak Kiri 1. Tony Buzan mengemukakan “your brain is like a sleeping giant. Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna. efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran. dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Selain itu Mind Mapping adalah sistem penyimpanan. Urutan Penulisan 3. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. Hubungan Antar Kata Otak Kanan Warna Gambar Dimensi Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif.” Table 1. .17 menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak. penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menajubkan. hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal.

guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping. Adanya kombinasi warna. baik secara tertulis maupun secara verbal. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. memperkuat.18 Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam. Dengan demikian. maka akan baik dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar. dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. . simbol. Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi. bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang.

Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah. c. Otak. b. 5) Mengembangkan sebuah ide. 11) Meningkatkan pemahaman. Selain itu menurut Buzan (2009:54-130) metode Mind Mapping dapat bermanfaat untuk : 1) Merangsang bekerjanya otak kiri dan kanan secara sinergis. 3. Kegunaan Mind Mapping Menurut Michael Michalko dalam Buzan (2009:6). 8) Meringkas isi sebuah buku. Mengumpulkan sejumlah besar data disuatu tempat. Memungkinkan kita merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan. d. Kertas kosong tak bergaris. 9) Fleksibel. 12) Menyenangkan dan mudah diingat. 6) Membuat perencanaan sasaran pribadi. Pena dan pensil warna. Kegunaan metode Mind Mapping dalam bidang pendidikan. metode Mind Mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. sarana dan prasarana untuk membuat Mind Mapping adalah : a. 2) Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar. c. Imajinasi . Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif. Cara Membuat Mind Mapping Buzan (2009:14). 10) Dapat memusatkan perhatian. 7) Memulai usaha baru. 4) Membuat rencana atau kerangka cerita.19 2. khususnya pada Sekolah Menengah Pertama kelas VIII antara lain: a. 3) Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan. d. b.

Berikut adalah ringkasan dari Law of MM: a) Kertas: polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (Landscape). Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Menghidupkan Mind Mapping yang telah dibuat akan lebih mengesankan. warna. Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat. Seluruh garis harus tersambung ke pusat. Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama. garis bawah atau simbol-simbol yang menggambarkan poin atau gagasan utama. Variasi dengan huruf capital. adapun cara pembuatan Mind Mapping adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Mulailah dari tengah kertas kosong. c) Kata: menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis. . Gunakan gambar. membuat Mind Mapping membutuhkan imajinasi atau pemikiran. Membuat Mind Mapping yang terdapat didalam (http://astutimin .com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dan-kreativitas siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/) Tony Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar Mind Mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal. Gunakan berbagai warna.20 Buzan (2009:15-16). b) Garis: lebih tebal untuk BOIs dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat.wordpress. Buatlah garis hubung yang melengkung. Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau image yang ada di atasnya. Dalam membuat Mind Mapping juga diperlukan keberanian dan kreativitas yang tinggi.

21 d) Image: gunakan sebanyak mungkin gambar. Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3 Dimensi agar lebih menarik lagi. grafik. Overview dapat diisi dengan kegiatan untuk membuat . simbol. terdapat empat langkah yang harus dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping. e) Warna: gunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5 – 6 warna. Khusus untuk pertemuan pertama pada setiap awal Semester.1 Contoh Aplikasi Mind Mapping Aplikasi Mind Mapping dalam Pembelajaran Dalam tahap aplikasi. kode. f) Struktur: menggunakan struktur radian dengan sentral topic terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabangcabangnya menyebar ke segala arah. Gambar 2. table dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami. BOIs umumnya terdiri dari 2 – 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1. yaitu: a) Overview: Tinjauan Menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai. Warna berbeda untuk setiap BOIs dan warna cabang harus mengikuti warna BOIs. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan dipelajari.

sejak awal siswa sudah mengetahui topik apa saja yang akan dipelajarinya sehingga membuka peluang bagi siswa yang aktif untuk mempelajarinya lebih dahulu di rumah atau di perpustakaan. Hal ini akan dapat membantu siswa untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. 4. Dengan demikian. . konsep atau rumus penting beserta grafik. i. terperinci dan mendalam. d) Review: Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi. f. di mana suatu topik akan dibahas secara detail. berkomunikasi. d. b. merencanakan. menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. g. daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai bahan yang diajarkan. Indikator Mind Mapping Menurut Tony Buzan (2009:6). indikator Mind Mapping sebagai berikut : a. memusatkan perhatian. siswa diharapkan telah memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai. menyelesaikan masalah. b) Preview: Tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail daripada Overview dan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari Silabus. c) Inview: Tinjauan Mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran. Khusus untuk bahan yang sangat sederhana. Dengan demikian. mengingat dengan lebih baik belajar lebih cepat dan efisien. e. dan melatih “gambar keseluruhan”. c. langkah Preview dapat dilewati sehingga langsung masuk ke langkah Inview. Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. konsep atau rumus penting yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. siswa diharapkan dapat mencatat informasi. h. Selama Inview ini.22 Master Mind Map® yang merupakan rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selama satu Semester yang biasanya sudah ada dalam Silabus. menjadi lebih kreatif.

5) Catatan lebih terfokus pada inti materi 6) Mudah melihat gambaran keseluruhan 7) Membantu Otak untuk : mengatur. 2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar 3) Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. 2) Dapat bekerjasama dengan teman lainnya 3) Catatan lebih padat dan jelas 4) Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/) sebagai berikut: 1) Dapat mengemukakan pendapat secara bebas.23 5. wordpress. mengingat. Kelemahan pembelajaran metode Mind mapping : 1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat. Kelebihan metode Mind Mapping dalam (http://mahmmudin. membandingkan dan membuat hubungan 8) Memudahkan penambahan informasi baru 9) Pengkajian ulang bisa lebih cepat 10) Setiap peta bersifat unik b. . Kelebihan dan Kelemahan a.

anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan guru dan menyimpannya dalam otak.” Menurut Sagala (2006:124-134). Pengertian Keaktifan Menurut Mc Keachie dalam Dimyati dan Mujiono (1999:45) berkenaan dengan prinsip keaktifan mengemukakan bahwa “individu merupakan manusia belajar yang selalu ingin tahu. Keaktifan indera : pendengaran. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. menyusun pendapat dan mengambil keputusan. Keaktifan ingatan : pada waktu mengajar. Terlibat dalam pemecahan masalah.24 C. Keaktifan Belajar 1. mengemukakan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat dilihat dalam : a. Murid harus dirangsang agar dapat menggunakan alat inderanya sebaik mungkin. kemudian pada suatu saat ia siap mengutarakan kembali. Menurut Sudjana (1988:72). b. d. c. Keaktifan emosi : dalam hal ini murid hendaklah senantiasa berusaha mencintai pelajarannya. . b. penglihatan. menimbang-nimbang. peraba dan lain-lain. Keaktifan akal : akal anak-anak harus aktif atau diaktifkan untuk memecahkan masalah.”Keaktifan adalah pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif jasmani maupun rohani.” Menurut Sriyono (1992:75). keaktifan jasmani maupun rohani itu meliputi antara lain: a.

merasa bosan. menganalisa. diskusi. tenang. melihat hubungan. Drawing activities. dan gugup. seperti : mendengarkan uraian. e. pidato. bertanya. Menurut Paul. Listening activities. f. percakapan. Oral activities. gembira. Motor activities. bersemangat. berani. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. c. Mental activities. h. melihat gambar. memberi saran. seperti : menyatakan. membuat konstruksi. Writing activities. d. musik. Diedrich dalam Rohani (1991:8-9) mengklasifikasikan aktifitas menjadi : a. keterangan. Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. bergairah. diagram. seperti : membaca. Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. seperti : menanggapi. e. Visual activities. seperti : menulis. peta. karena dalam IPS banyak kegiatan pemecahan masalah yang . mengamati pekerjaan orang lain. percobaan. d. seperti : melakukan percobaan. Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran IPS sangat penting. membuat grafik. seperti : menaruh minat. mengingat-ingat. mengambil keputusan. Emotional activities. g.25 c. Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal. laporan. merumuskan. memecahkan soal. b. f. B. seperti : menggambar.

2. Memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. Keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain j. Untuk menarik keterlibatan siswa dalam pembelajaran guru harus membangun hubungan baik yaitu dengan menjalinan rasa simpati dan saling pengertian. Membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i.wordpress. Saling membantu dan menyelesaikan masalah .com /2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikan-penilaiandalam-ptk-2/) dapat dilihat dari : a. Indikator Keaktifan Keaktifan belajar dalam (http://ardhana12. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. Mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. Membina hubungan baik bisa mempermudahkan pengelolaan kelas dan memperpanjang waktu. Siswa sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru b.26 menuntut kreativitas siswa aktif. Memberi gagasan yang cemerlang h. Kerjasamanya dalam kelompok c. Memanfaatkan potensi anggota kelompok k. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d.

” Dengan memerintahkan peserta didik membuat peta pikiran memudahkan mereka untuk mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari dan apa yang sedang mereka rencanakan. memperhatikan. Selain itu siswa harus aktif bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum jelas. mencatat pelajaran. Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Dalam proses belajar yang sedang berlangsung di kelas melibatkan siswa dan menuntut siswa untuk melakukan aktivitas belajar.”Pemetaan pemikiran adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide. atau merencanakan penelitian baru. memberi gambaran yang jelas keseluruhan dan perincian pokok bahasan yang dipelajari. Para siswa dituntut untuk mendengarkan. dan mencerna pelajaran yang disampaikan oleh guru. 2. Mind Mapping memungkinkan siswa lebih fokus pada pokok bahasan. Hubungan Antar Variabel 1. Hubungan Metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) Menurut Silberman (2001:181). Begitu juga sebaliknya guru juga harus memberikan pertanyaanpertanyaan kepada siswa dan dapat menciptakan suasana belajar dalam . kreatif dan lebih perhatian dalam menerima pelajaran / materi yang disampaikan oleh guru. Sehingga metode Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Siswa harus lebih kritis.27 D. Pola pikir siswa akan lebih berkembang dengan memunculkan ide-ide dalam proses pembelajaran IPS.

Keaktifan merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan prestasi belajar siswa. Siswa yang aktif dalam belajar akan mendapatkan prestasi yang baik dibandingkan siswa yang kurang aktif dalam belajar. sementara ada juga yang menggunakan Mind Mapping untuk memecahkan masalah dalam skala yang lebih besar.28 kelas yang menimbulkan keaktifan siswa sehingga akan tercipta proses belajar yang baik dan akan membuat interaksi di dalam kelas yang dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi anak didiknya. Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Otak yang berpengetahuan tinggi secara mental. karena di dalam proses kegiatan belajar mengajar tanpa adanya keaktifan siswa. Ada yang menggunakannya agar mereka bisa membuat perencanaan yang lebih baik atau menjadi pembicara yang lebih percaya diri. . Dengan demikian keaktifan siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. dan karenanya berpikir fleksibel. Hubungan Metode Mind Mapping (X1). dan karenanya akan lebih banyak menghasilkan ide-ide yang lebih berkualitas. maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal. akan melihat jauh lebih banyak kesempatan untuk mengiterpretasikan pertanyaan secara kreatif. Jutaan orang diseluruh dunia menggunakan Mind Mapping setiap hari untuk membantu mereka. 3. karena segala sesuatu tidak akan tercapai secara maksimal bila setiap individu tidak aktif dalam melaksanakan suatu kegiatan.

Mind Mapping akan lebih meningkatkan keaktifan siswa untuk membaca. sebaliknya siswa yang aktif akan mendapatkan prestasi yang memuaskan. Sehingga keaktifan belajar diperlukan untuk meningkatkan prestasi belajar dalam aspek kognitif. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kajian teoristis sebagaimana telah dipaparkan dimuka. mengerjakan soal. Yang termasuk faktor individu diantaranya adalah keaktifan belajar. berpikir. maka dalam penyusunan penelitian ini penulis mengajukan anggapan dasar atau kerangka pemikiran sebagai berikut : Metode Mind Mapping (X1) Keaktifan Belajar (X2) Gambar 3. berdiskusi maka siswa itu akan mendapatkan prestasi yang bagus. dan akan mendapatkan hasil yang maksimal E. Keaktifan siswa dalam belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar apabila siswa tidak aktif bertanya.1 Kerangka Pemikiran Prestasi belajar (Y) . Prestasi belajar siswa akan meningkat jika siswa aktif dalam proses pembelajaran IPS. bertanya dan aktif dalam belajar IPS. affektif dan psikomotorik.29 Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor sosial.

Hipotesis Menurut Arikunto (2005:64) Hipotesis berasal dari penggunaan kata “Hypo” yang artinya “Dari bawah” dan kata “Thesa” yang artinya “Kebenaran” Hipotesis adalah anggapan dasar mengenai satu teori yang bersifat sementara. F. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . Dari landasan teori dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan. yang kebenarannya masih perlu diuji dibawah kebenaran atau tidaknya peneliti perlu mengadakan penelitian. Yang menjadi variabel bebas adalah : a) Metode Mind Mapping (X1) b) Keaktifan Belajar (X2) 2. Variabel Independen (variabel bebas) yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel yang lain. Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah : Prestasi Belajar (Y).30 Keterangan : 1. maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel Dependen (variable terikat) yaitu suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang.

Terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta .31 2.

dimana data yang diperoleh berasal dari angket. Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang artinya penelitian yang berusaha mendiskripsikan suatu gejala peristiwa dan kejadian pada saat sekarang serta mengungkapkan data yang telah berlangsung tanpa mempengaruhi variabel terikat. maka penelitian ini merupakan penelitian survey. B. Berdasarkan sifatnya yaitu mencoba mengungkapkan suatu fenomena dengan menggunakan dasar perhitungannya atau data kualitatif yang diangkakan.” Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang berjumlah 200 siswa. C. dan Sampling 1. Populasi Menurut Arikunto (2002:108) “Populasi adalah keseluruhan kelompok orang atau kejadian atau hal minat yang diinvestigasi. Obyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 32 .32 BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi. Maka jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel.

. Sampling Menurut Hadi (1993:75) “sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel. Random Sampling Adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. Sampel Menurut Arikunto (2005:105) “Sampel adalah sebagian atau wakilpopulasi yang diteliti.” Menurut Djarwanto PS dan Subagyo (1996:114) ada dua cara pengambilan sample yaitu : a.” Menurut Arikunto (2006:134) menyatakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100 orang diambil semua. 3.33 2. 2) Cara Ordinal : Cara ini dilakukan dengan jalan mengambil jumlah subjek yang diperlukan dengan mengambil urutan dari atas ke bawah. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-25%. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. sehingga penelitianberupa penelitian populasi. Cara pengambilan sampel dengan random ada tiga cara yaitu: 1) Cara Undian : Cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian.

Non Random Sampling Adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih sebagai sample.34 3) Cara Randomisasi : Cara ini di lakukan dengan bantuan tabel random yang umumnya terdapat pada buku-buku statistik b. 4) Proporsional Sampling Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel tiap-tiap sub populasi dengan memperhatikan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut. . 2) Purposive Sampling Dalam Purposive sampling pemilihan sekelompok subyek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui. Macam-macam non random sampling adalah sebagai berikut: 1) Quota Sampling Sampel diambil berdasarkan pertimbangan tertentu dari penyidik. 3) Double Sampling Pengambilan sampling yang menguasakan adanya sampel kembar.

e. Pembuatan kisi-kisi angket Sebelum dilakukan penyusunan angket tertulis dibuat dahulu konsep yang berupa kisi-kisi angket yang disusun dalam suatu tabel. b. Teknik pengambilan sampling sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sample random sampling dengan cara undian. d. Dari aspek dan indikator tersebut kemudian dijadikan landasan penyusunan kisi-kisi angket. kemudian dijabarkan dalam aspek dan indikator yang sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai.35 5) Stratified Sampling Teknik ini biasanya digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat. cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian. D. c. Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS Variabel Metode Mind Mapping a. Indikator merencanakan berkomunikasi menjadi lebih kreatif menyelesaikan masalah memusatkan perhatian Item 1-10 . Instrumen Pengumpulan Data 1. Adapun kisi-kisi angket adalah sebagai berikut: Tabel 3.1. Semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel.

memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. saling membantu dan menyelesaikan masalah 1-12 2. kemudian disajikan dalam laporan penelitian. memberi gagasan yang cemerlang h. . mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. menyusun dan menjelaskann pikiranpikiran g. perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. mengingat dengan baik h. Setelah selesai dijawab data disusun untuk diolah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Penyusunan Angket Setelah kisi-kisi angket dibuat maka item-item pertanyaan disertai dengan alternatif jawaban kemudian disusun pedoman pengisian angket. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d.36 Keaktifan Belajar f. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data yang berupa daftar pertanyaan atau isian yang harus diisi oleh responden. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. memanfaatkan potensianggota kelompok k. belajar lebih cepat dan efisien i. kerjasamanya dalam kelompok c. melatih ”gambar keseluruhan” a. kepetusan berdasarkan pertimbangan kerja yang matang j.

” :1 :2 :3 :4 . Uji Validitas Item Menurut Arikunto (1988:138) Uji Validitas adalah “suatu ukuranukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan keaslian suatu instrument. Menentukan Skor Angket Menurut Nawawi (2005:242).37 3.”Skoring variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar siswa untuk tiap-tiap alternatif jawaban adalah: Item pertanyaan atau pernyataan positif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) :4 :3 :2 :1 Item pertanyaan atau pernyataan negatif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) 4. Uji Coba Angket Uji coba angket digunakan untuk mengetahui apakah soal yang akan diberikan kepada responden valid atau tidak valid & digunakan untuk menguji apakah data tersebut variabel. 5. Uji coba (try out) dilaksanakan terhadap siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang tidak menjadi anggota sampel.

Kemudian mencari korelasi antara masing-masing belahan item tersebut dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Selanjutnya hasil korelasi itu dianalisa untuk mencari .38 Rumus yang digunakan adalah Pearson Product Moment: rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( NY 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 Dimana: rxy X2 Y2 XY X Y N = Koefisien korelasi antara variabel X dan Variabel Y = Jumlah kuadrat dari X = Jumlah kuadrat dari Y = Jumlah koofisien korelasi antara variabel X dan Y = Jumlah tiap faktor = Jumlah seluruh faktor = Jumlah subyek Karena dengan angka kasar relatif lebih mudah dan dapat menghindari angka pecahan. Dalam penelitian ini mengukur reliabilitas angket digunakan teknik belah dua melalui cara membelah data dengan item-item nomor genap dan ganjil.” 6. Menurut Arikunto (1998:208). ”mengenai perhitungan korelasinya berdasarkan ketentuan bahwa rxy > rtabel taraf signifikan 5% berarti item atau butir soal valid dan sebaliknya bila rxy < rtabel 5% maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memenuhi prasyarat. Uji Reliabilitas Item Reliabilitas menunjukkan pada suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.

E.600 sampai 0.400 = rendah Antara 0.6 taraf signifikansi 5% dikatakan tidak reliabel jika angka korelasi <0.400 sampai 0. Teknik Pengumpulan Data Sesuai dengan bentuk penelitian dan sumber data yang dimanfaatkan.000 = sangat tinggi Antara 0.800 sampai 1.100 sampai 0.200 sampai 0.600 = cukup tinggi Antara 0.6”.800 = tinggi Antara 0. maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : .39 realibilitas dengan menggunakan rumus Sperman Bown.200 = sangat rendah Sedangkan menurut Ghozali (2005: 42) ”Dikatakan reliabel jika angka korelasi yang diperoleh > 0. Arikunto (2006:276).”Adapun interprestasi besarnya koefisien korelasi digunakan ketentuan yang sama yaitu: a) b) c) d) e) Antara 0. dikutip Hadi yaitu sebagai berikut: r11 == Keterangan : r11 = koefisien reliabilitas yang dicari r1/21/2 = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan yang dicari.

Termasuk bisa dibedakan tingkat kepentingan antar informasi. Test Test hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menerima bahan ajar atau materi untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS siswa setelah dilakukan tindakan.40 1. Untuk memperkuat aspek kreativitas dan merangsang daya ingat yang kuat perlu digunakan warna yang beragam. Test yang akan dilakukan penulis adalah : Tes pembuatan Mind Mapping ini dilakukan untuk mengetahui kepahaman tentang Mind Mapping. Beberapa untuk setiap cabang utama mind orang memberikan nomor Sebagian lain mapping-nya. Selain itu dapat pula ditambahkan kode-kode tertentu sesuai kenyamanan pembuat mind mapping apakah berupa simbol atau bentuk-bentuk tertentu seperti kotak. segitiga dan lain-lain. Cara memberi penekanan terhadap informasi tertentu dapat pula dilakukan dengan membuat variasi huruf baik font maupun ukuran (size). ”Mind Mapping yang baik akan selalu menggunakan kata kunci dan gambar. Termasuk di dalamnya memberi penekakanan dengan gambar atau gambar. Dengan .” Mind Mapping dibuat dan digambar secara bebas. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan hirarki berupa huruf atau angka. lingkaran. maka dapt digunakan untuk memberi penekanan tertentu untuk membedakan mana inti topik dan mana penjelasannya. menggunakan hierarki yang menunjukan urutan dari penjelasan. Ini berguna untuk membedakan antar penjelasan yang satu dengan yang lain.

melainkan pula kelima panca indra lainnya.“selain aspek asosiasi dan penekanan. . termasuk penggunaan huruf yang berbeda-beda. Bayangkan jika informasi bisa dirasakan oleh seluruh indera. Menggunakan gambar untuk memperkuat kreativitas. penggunaan garis. untuk merangsang daya ingat. Mind Mapping harus mempunyai kata kunci atau gagasan pokok. Metode angket untuk mengetahui data variabel penelitian yaitu metode Mind Mapping (X1) dan keaktifan belajar (X2). mind mapping juga berfungsi memberi kejelasan atas informasi yang dicatat dengan menggunakan batasan area.41 cara ini.” Berdasarkan paparan diatas. Menggunakan simbol. Menggunakan bermacam-macam warna. maka penekanan atas suatu subyek tidak hanya menyentuh aspek logika berpikir. d. c. 2. penulis membuat kriteria mind mapping yang baik adalah : a. bentuk huruf atau ukuran huruf memperjelas informasi tertentu. Menurut Buzan (2003:88-89). akan sulit sekali untuk terlupa. Angket Arikunto (2002:151) angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperolah informasi dari dari respondent dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. b.

Menurut Arikunto (2006:160) “variasi jenis instrument penelitian adalah angket. majalah. . dalam arti lebih cermat. Dokumentasi Menurut Arikunto (2006:154) “dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. dan sebagainya.” Metode dokumensi digunakan untuk memperoleh data tentukan prestasi belajar siswa.42 3. surat kabar.” Uji instrument akan diberikan pada siswa yang merupakan bagian dari populasi penelitian. Instrument yang baik harus memenuhi dua peryaratan penting yaitu valid dan reliable. pedoman wawancara dan pedoman pengamatan. Teknik Analisis Data Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh penelitian dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. F. lengkap. buku. check-list atau daftar centang. 1. Namun sebaliknya instrument yang kurang valid memiliki validitas rendah. transkrip. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument yang valid atau mempunyai validitas tinggi. agenda.

” Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana instrument dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran dilakukan berulang-ulang. 2. Uji Reliabilitas Menurut Arikunto (2006:178) “Uji reliabilitas adalah suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik-baik. Uji ini dilakukan dengan melihat korelasi atau skor masingmasing pertanyaan.43 Arikunto (2002:241) validitas diuji dengan rumus korelasi product moment. Jika rxy > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) valid. Pengukuran reliabilitas tersebut dilakukan dengan menggunakan rumus : . Adapun rumus korelasi product moment rxy : {N ∑ X N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) 2 2 − (∑ X ) N ∑ Y 2 − (∑ Y ) }{ 2 } Keterangan: Rxy : Koefisien korelasi antara variable X dan variable Y X Y N : Skor item : Skor total : Jumlah responden Menurut Arikunto (2002:146). sebaliknya bila rxy < rtabel maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memiliki persyaratan.

1 / 2 ⎠ Keterangan : r11 r1/2 r1/2 = koefisien reliabilitas yang dicari = koefisien antara skor-skor setiap olahan tersebut Jika rhitung > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) reliable dan sebaliknya bila rhitung < rtabel pada taraf signifikan 55 maka butir soal tersebut reliable sekaligus tidak memenuhi prasyarat. Uji Prasyarat Analisa 1. Uji Normalitas Uji normaltas digunakan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang. langkahnya menurut formula Jorque Berra (JB) sebagai berikut: ⎡ S 2 (k − 3) 2 ⎤ J B = n⎢ + ⎥ 24 ⎦ ⎣ 6 Keterangan : S K = Skewnees (kemencengan) = Kurtosis (keruncingan) Kesimpulan : Jika JB < X2 (chi square table) maka data dinyatakan normal Jika JB > X2 (chi square table) maka data dinyatakan tidak normal .44 ⎛ 2(r1/ 2 .1 / 2) ⎞ r11 = ⎜ ⎟ ⎝ 1 + r1 / 2. G.

x1 + b2.x2 + … + bk. Dalam regresi ini dilakukan untuk menentukan prestasi belajar yang disebabkan oleh metode mind mapping X1 dan keaktifan belajar X2. Perhitungannya menggunakan rumus : F= Rreg Rkres Kesimpulan : Jika nilai Fhitunng < Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat berbentuk linear. Analisis regresi berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan perubahan variabel satu dengan variabel lain.xk Dimana: Y a = Prestasi belajar = Konstanta .45 2. Jika nilai Fhitung > Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat tidak berbentuk linear. Analisis Data 1. Uji Linearitas Uji lenearitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model persamaan linear yang kita peroleh cocok atau tidak. menurut Sugiono (2005:211). “dijelaskan analisis regresi ganda dua predictor menggunakan persamaan garis regresi” berikut: Y = a + b1. H.

b) Ha : b1 # b2 # 0. 2) Penentuan level signifikan tingkat signifikan (£) = 50% derajat kebebasan pembilang = K derajat kebebasan penyebut = n-k-1 3) Kriteria pengujian a) Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak.berarti secara bersama-sama variabel independent tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Uji F Uji F digunakan untuk signifikasi pengaruh X1 dan X2 terhadap y 1) Perumusan Hipotesis a) Ho: b1 :b2 = 0. Pengujian Hipotesis a.46 b X1 X2 = Koofesien korelasi = Kreativitas = Disiplin belajar 2. yang berarti semua variabel independent X1 dan X2 secara simultan berpengaruh terhadap nilai variabel dependen . berarti secara bersam-sama variabel independent mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

artinya terdapat pebgaruh variabel independent x1 terhadap variabel dependen (y) c) Ho : b1 : b2 = 0. Uji t Analisis uji t (t tes) ini digunakan untuk mengetahui signifikasi variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y) secara individual. artinya tidak dapat terdapat pengaruh variabel independent x1 (metode mind mapping) terhadapvariabel dependen (y). k-1. artinya tidak terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel . n-k) 4) Kesimpulan : H0 diterima apabila –Ftabel ≤ Fhitung ≤ Ftabel H0 ditolak apabila Fhitung ≥ Ftabel b. yang secara statistic berarti semua variabel independent (X1 dan X2) tidak berpengaruh terhadap perubahan nilai variabel dependen. b) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. 1) Pengujian Hipotesis a) Ho : b1 : b2 = 0. Daerah tolak Daerah terima Ftabel (α.47 b) Fhitung < Ftabel maka ho diterima.

derajat kebebasan (dk) = n-k t table = t £ / 2 (n-k) n = jumlah sampel Mencari nilai hitung dengan rumus: x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel t= b−β Seb Keterangan : b Seb = Koefisien regresi = Standar error b 3) Kriteria Pengujian a) thitung > ttabel maka menolak hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. b) thitung < ttabel maka menerima hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (y). n-k-1 . Daerah tolak Daerah terima . n-k-1 Daerah tolak α/2.48 d) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. artinya terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) 2) Menentukan level of signifikasi Tingkat signifikan (£) = 5%.α/2.

49

4) Kesimpulan H0 diterima apabila –ttabel < thitung < ttabel H0 ditolak apabila thitung > ttabel atau thitung < ttabel 3. Sumbangan relative (SR) dan sumbangan efektif (SE) a. Sumbangan Relative Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan relative adalah untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y.
SR% X 1 b1 x1 x100% b1 x1 + b2 x 2
b2 x 2 x100% b1 x1 + b2 x 2

SR % X 2

b. Sumbangan Efektif Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan efektif adalah untuk

mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y. SE%X1=SR%X1R2 SE%X2=SR%X2R2

50

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 1. Sejarah Singkat SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Pada bulan Juli 1947, Aisyiah Cabang Solo mendirikan Sekolah Kepandaian Putrid (SKP) yang bertempat di jalan Pasar Legi. Diantara tokoh pendirinya adalah Ibu Suhud Rais, Nyonya H. M. Idris dan Ibu Sudarso. Selaku Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Sudarso, selanjutnya karena Ibu Sudarso pindah mengikuti suami maka sebagai pengganti Kepala Sekolah adalah Ibu Darso. Perkembangan selanjutnya SKP Muhammadiyah I ini berganti menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP)

Muhammadiyah I yang menempati gedung baru yang bertempat di jalan Brigjen Sudirto No. 60 Surakarta dengan Kepala Sekolah Ibu Aminah Mindrofah. Semua itu atas bantuan yayasan, bantuan social Repubik Indonesia pada saat Bapak R. Moelyadi Martono sebagai Menteri Sosial (kemudian Menko Kesra). Pada bulan Juli 1960 SKKP Muhammadiyah I tersebut menerima status subsidi dari Departemen P dan K yang berlaku mulai 1 Agustus 1959 dengan nomor subsidi No. 55973/ B. II, merupakan status sekolah tertinggi pada saat itu. Guru atau pegawai tetap digaji dengan subsidi dari

50

51

pemerintah, yaitu melalui Departemen P dan K. Kepala sekolah setelah Ibu Aminah Mindrofah adalah Ibu Hartono. Berlakunya kurikulum 1975, maka SKKP Muhammadiyah I Surakarta tersebut di hapus oleh pemerintah dan diganti dengan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Tahun berdirinya adalah 1 Juli 1977. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta masih transisi karena masih ada kelas dua dan tiga SKKP, sedangkan kelas 1 sudah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Siti Suwibah, BA. Pada tahun 1978 dengan SK BAKN No. 027/ Kep. II/ 1978, dari segi kepegawaian semua guru dan karyawan subsidi diangkat menjadi negeri yang mulai berlaku tanggal 17 April 1978. Sedangkan atasan guru dan karyawan bervariasi, antara lain Guru Tetap Persyarikatan, Guru Diberbantukan (DPB), Guru Dipekerjakan (DPK), Guru Depag, Guru Negeri dicoba dan Guru tidak tetap. Pada tahun ajaran 1979/1980 SMP Muhammadiyah 5 Surakarta melaksanakan EBTA pertama kali dengan menggabung di SMP Negeri 8 Surakarta dengan kepala sekolah masih tetap Ibu Siti Suwaibah, BA. Pada tanggal 17 Oktober 1979, SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dipimpin oleh kepala sekolah Bapak Achmad Hany, BA. yang menggantikan Ibu Siti Suwaibah, BA. karena pindah tugas dengan SK definitive selaku kepala sekolah dari Mendikbud pada 7 Oktober 1986. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta telah berusaha meningkatkan mutu sekolah dengan melaksanakan akreditasi sekolah pertama tahun 1985 dengan hasil

Sampai pada tahun 1998 status sekolah menjadi disamakan sesuai dengan SK Nomor 0022/ 103. Saifudin dan dibantu para Wakasek. Pada tahun pelajaran 1994/ 1995 Kepala Sekolah Bapak Achmad Hany. Perkembangan selanjutnya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah bapak Drs.52 ststus diakui Nomor :359/ 103/ 1985 tanggal 31 Desember 1985. bersih dan belajar serta bekerja keras dengan sebaik-baiknya . guru-guru dan karyawan serta seluruh siswa SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berusaha keras untuk menanamkan pelaksanaan disiplin budaya tertib. b/ 1996 tanggal 1 Mei 1996. Saifudin berasal dari Wakasek Kurikulum SLTP Muhammadiyah 1 Surakarta. mulai memasuki purna tugas dan meninggal dunia pada tanggal 25 Maret 1995. Sedangkan Ibu Umul Hidayah berdasar surat Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta tanggal 25 Juni 1996 alih tugas ke SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. Yang kedua tanggal 30-31 Agustus 1990 dengan hasil diakui sesuai Nomor Piagam : 405/103/ H 1990 tanggal 31 Desember 1990. PWM/ III. 07/ MN/ 1998. maka yang menggantikan sebagai Kepala Sekolah pada tahun pelajaran 1994/ 1995-1995/1996 adalah Ibu Umul Hidayah yang diangkat oleh Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta. A/ 2. BA. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta adalah Bapak Drs. Pada tahun pelajaran 1996/ 1997 terhitung mulai tanggal 26 Juni 1996 dengan berdasarkan SK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Jawa Tengah : 10/ SK.

443 Surakarta berdampingan dengan SMU Muhammadiyah 4 Surakarta dengan luas keseluruhan 2600 m2. Identitas Sekolah a. tempat alat olahraga. ruang UKS. laboratorium. Surakarta. perpustakaan.. Laweyan. ruang tamu. Saifudin h. Lantai 2 terdiri dai guru. ruang TU. ruang kelas IX A. Badan Pengelola : Majelis Dikdasmen PDM Surakarta g. Nama Organisasi : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta b. 443. Pendiri/perintis e. Yang Pernah Menjabat Kepala Sekolah : 1) Siti Suwaibah 2) Achmad Hany. Jateng SK Nomor: 0276/ XII 4. Jawa Tengah c. Slamet Riyadi No.P/ 78 Tanggal 01 April 1978 f. Berdiri Tahun d. mushola. Idris : Kanwil Depdikbud Prop. ruang computer. ruang BP. Pajang. Lantai 1 meliputi ruang Kepala Sekolah. BA. toilet. H. Gedung Gedung SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di jalan Slamet Riyadi No.53 2. Alamat : Jl. Status Sekolah 3. 3) Umul Hidayah 4) Drs. Suhud Rais dan :Ny. ruang kelas . Disyahkan Oleh : 01 Juli 1947 : Hj. Bangunan SMP : Akreditasi A Muhammadiyah 5 Surakarta terdiri dari 3 lantai. M. koperasi kantin.

IX C. Hal tersebut dimaksudkan untuk menciptakan suasana ruang kelas yang nyaman. VIII D. yaitu kelas VII sampai dengan kelas IX keadaanya baik untuk proses pembelajaran. dan jadwal pelajaran. IX F dan III F. VIII F Dari lantai 1 sampai 3 dilengkapi dengan kamar mandi. e) Jam dinding Masing-masing kelas mempunyai jam dinding sebagai penunjuk waktu. b) Papan tulis Penyediaan papan tulis masing-masing kelas telah memenuhi persyaratan untuk proses pembelajaran. c) Daftar siswa. Jadwal piket dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan proses pembelajaran dan berfungsi menanamkan disiplin serta tanggungjawab siswa. tergantung kreasi masing-masing kelas. IXE. ruang kelas VII A sampai VII E dan kelasVIII B. d) Gambar dinding Disetiap kelas ada beberapa gambar yang terpajang di dinding. 4.54 VII A. IX D.VIIIE. VIII C. sehingga membantu guru dalam ketepatan waktu kegiatan pembelajaran . Fasilitas Kelas a) Meja dan kursi Pengadaan meja dan kursi untuk tiap-tiap kelas. Sedangkan untuk lantai 3 terdiri dari ruang menjahit. ruang OSIS/IRM. jadwal piket. IX B. jadwal piket dan jadwal pelajaran Tiap kelas terdapat 1 papan yang berisi daftar siswa.

0013. buku-buku pelajaran (buku paket). IPS Ekonomi. globe. Buku-buku perpustakaan yang lain adalah buku keagamaan. IPS Sejarah. Almari bukunya ada 5 buah. cerita dan majalah. majalah. ketrampilan. meja baca dan alat Bantu mengajar (layar Ohp. peta). Sedangkan almari 4 untuk menyimpan buku-buku pelajaran (buku paket) dan almari 5 untuk menyimpan buku-buku IPTEK/ khusus. IPS Geografi. buku induk. tempat duduk. Almari 1 untuk menyimpan buku agama. almari 3 untuk menyimpan buku kesustraan.00). dan lain-lain.00-13.55 5. Inventaris perpustakaan antara lain almari buku. rak buku. Perpustakaan Ruang perpustakaan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di lantai 2 disebelah ruang kesenian dan juga berhimpitan dengan laboratorium. Adapun buku pelajaran (buku paket) yang dimiliki perpustakaan ini adalah buku Bahasa Indonesia. kesustraan. IPA Biologi. Keadaan ruang perpustakaannya yang nyaman membuat siswa senang untuk datang dan membaca buku diperpustakaan.30). madding. Waktu peminjaman buku antara guru dengan siswa berbeda. buku-buku sekolah yang lain. ilmu pengetahuan. Untuk siswa dapat meminjam pada hari senin (07. Sedangkan untuk guru adalah setiap waktu. IPA Fisika dan Bahasa Inggris. selasa dan rabu (07. Buku daftar penunjang. buku peminjam. surat kabar. almari 2 untuk menyimpan buku ilmu ketrampilan. . Matematika.

Laboratorium Di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta memiliki Laboratorium computer dan Laboratorium IPA. Laboratorium computer bertempat di lantai 1 berdekatan dengan ruang TU. Untuk Laboratorium IPA sudah memenuhi persyaratan dalam jumlah dan jenis.56 6.1.Mata Pelajaran Wakasek SarPras Bimbingan Penyuluhan Wakasek Humas Wali Kelas Guru Peserta didik Gambar 4. Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Sumber : Data Monografi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . peralatan Biologi dan peralatan Fisika 7. Di Laboratorium computer kira-kira terdapat 20 komputer dengan dilengkapi meja dan kursi. Struktur Organisasi Kepala Sekolah Tata Usaha Wakasek Kurikulum Wakasek Kesiswaan Kord. di laboratorium IPA antara lain terdapat bahan-bahan Kimia. Sedangkan Laboratorium IPA terletak di lantai 2 berdekatan dengan perpustakaan.

5) Memberi tanggung jawab ke dalam dan keluar 6) Mengadakan hubungan dengan lembaga di luar sekolah dalam rangka kerja sama dengan pelaksanaan BP. 7) Mengadakan revisi lembaga yang berwenang. 5) Menyelenggarakan pertemuan staf. Tugas koordinator 1) Menyusun program bersama sekolah. 2) Mengumpulkan data tentang peserta didik. Tugas wali kelas 1) Membuat laporan hasil belajar. 2) Mendelegasikan tanggung jawab tertentu kepada pelaksanaan BP. b. 4) Mengawasi kegiatan sehari-hari. 3) Memberikan laporan kepada kepala sekolah. 4) Melengkapi fasilitas BP. 2) Bertanggungjawab atas jalannya program. 6) Mengadakan konsultasi dengan orang tua peserta didik. 3) Mengawasi pelaksanaan program. 4) Menganalisa data peserta didik guna menetapkan suatu rencana tindakan positif terhadap peserta didik.57 a. c. Tugas kepala sekolah 1) Membuat rencana program sekolah secara menyeluruh. 3) Menyelenggarakan penyuluhan. .

4) Mengirim dan menerima surat panggilan dan surat pemberitahuan. 3) Pembinaan pengembangan karier pegawai TU sekolah. 4) Penyusunan perlengkapan sekolah. . 4) Berpartisipasi dalam pertemuan kasus. e. 3) Menyelesaikan laporan dan pengumpulan data tentang peserta didik. 2) Mengumpulkan catatan dan data yang lain. Tata Usaha 1) Penyusunan program TU dan laporan keuangan di sekolah. d. f. 5) Meneliti kesulitan kemajuan belajar peserta didik. 6) Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala. Tugas guru mengajar 1) Mengajar. 3) Memberikan informasi tentang peserta didik kepada staf BP. 5) Penyusunan penyajian data atau statistik sekolah. 2) Pengurusan pegawai. Tugas administrasi BP 1) Mengisi kartu-kartu pribadi peserta didik.58 5) Menyalurkan dan menempatkan peserta didik. 2) Turut serta aktif membantu pelaksanaan kegiatan BP.

Pada uji instrumen penelitian ini.444 0.444 0.477 Sumber : Analisis data (Lampiran 4. Item rxy 1. 0. sedangkan prestasi belajar IPS diperoleh melalui dokumentasi hasil ujian harian siswa. Uji Instrumen Penelitian Instrumen yang baik harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. 1.685 10. 0. 0.631 3.713 7.444 0. 0.444 0. Adapun ringkasan hasil perhitungannya adalah sebagai berikut : Tabel 4.59 B. 0.444 0.) rtabel 0.444 0. 0. 0. Apabila rxy > rtabel maka item tersebut valid dan sebaliknya apabila rxy < rtabel maka item angket dinyatakan tidak valid.761 9.444 0. Uji validitas diberlakukan untuk angket metode mind mapping dan angket keaktifan belajar IPS. Kedua syarat tersebut apabila terpenuhi maka instrumen dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data. item atau butir soal menggunakan korelasi product moment. Tingkat validitas item dapat diketahui dengan cara membandingkan harga rxy dengan harga rtabel. data diambil dari 20 responden melalui penyebaran angket. 0.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .598 4.618 6. 0. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan instrumen angket.537 2.457 5.634 8.1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping No.444 0. 0.444 0. Pengujian validitas.

9.444 0.444 0.444 0.444 0.444 0. Hal ini ditunjukkan oleh semua item soal menunjukkan hasil rxy > rtabel.444 0.791 0.490 0. 6. Dengan demikian ke-12 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian untuk variabel keaktifan belajar IPS.444 0.617 0. 11. 3.444 0. Tabel 4.444 0.617 0.621 0. 10.444 0.828 0.560 rtabel 0.544 0. 5. Item 1. dengan demikian ke-10 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian.2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS No.446 0.580 0. 2. 7. Hal ini ditunjukkan oleh harga rxy untuk seluruh item lebih besar dari rtabel. Teknik yang digunakan yaitu rumus Cronbach . Uji Reliabilitas Instrumen yang memiliki sifat konsisten berarti jawaban yang diperoleh dari angket tersebut relatif sama untuk pengujian pada waktu dan tempat yang berlainan.517 0.444 0. rxy 0. 8.468 0.60 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket metode mind mapping dinyatakan valid. 12. 2. 4.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Analisis Data (Lampiran 4) Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket keaktifan belajar IPS dinyatakan valid.

Harga r11 tersebut diantara 0.7467.118 0.125 0.00 diperoleh kesimpulan bahwa data yang dianalisis berdistribusi normal. tetapi jika data tidak memenuhi asumsi regresi.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors Variabel X1 X2 y N 50 50 50 Harga L Lhitung 0. dan untuk keaktifan belajar IPS di dapat 0. Nilai r11 untuk angket metode mind mapping didapat 0. Uji Normalitas Berdasarkan perhitungan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS For Windows Versi 15. maka penerapan regresi akan bias. hal ini sesuai pendapat Suharsimi bahwa kriteria reliabilitas (0.100 0. Uji Prasyarat Analisis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.125 Keterangan Normal Normal Normal Sumber : Analisis Data (Lampiran 9) .800. C.600 ≤ r11 < 0.61 Alpa. 1.098 Ltabel 0.7514.600 dan 0. sehingga reliabilitasnya dinyatakan tinggi.125 0.800) bernilai tinggi. untuk itu perlu dilakukan pengujian prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas dan linearitas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rangkuman sebagai berikut : Tabel 4.

62

Tabel diatas menunjukkan harga Lhitung untuk variabel X1 = 0,118 < dari Ltabel =0,125 dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, untuk variabel X2 didapat Lhitung = 0,100 < Ltabel= 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan untuk variabel y didapat Lhitung = 0,098 < dari Ltabel = 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi normal dengan taraf signifikansi 5%. 2. Uji Linieritas Uji linieritas regresi antar variabel bebas dengan variabel terikat digunakan untuk mengetahui model regresinya berbentuk linier atau non linier. Perhitungan uji linieritas regresi menggunakan SPSS terangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas Variabel X1Y X2Y N 50 50

α 0,05
0,05

Harga F Fhitung Ftabel 0,800 2,18 0,920 2,03

Keterangan Linier Linier

Sumber : Analisis Data (Lampiran 10) Dari hasil perhitungan uji linieritas diperoleh harga Fhitung untuk X1 terhadap Y sebesar 0,800, Harga F ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang = 8 dan dk penyebut = 40 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,18. Perbandingan kedua harga tersebut diperoleh harga Fhitung = 0,800 < Ftabel = 2,18 karena Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa

63

hubungan antara X1 dan Y linier. Untuk harga Fhitung X2 terhadap Y sebesar 0,920, harga ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel diperoleh Ftabel dengan dk pembilang = 12 dan dk penyebut = 36 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,03 perbandingan harga Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa hubungan antara X2 dan Y linier.

D. Analisis Data Penelitian 1. Analisis Regresi Linier Berganda Pada bagian ini akan dikemukakan mengenai hasil analisis dari pengolahan data menggunakan alat analisis model regresi berganda. Pembahasan mengenai hasil analisis regresi linear berganda data ini akan dibagi menjadi hasil persamaan regresi, Uji F, Uji t dan Koefisien Determinasi (R2). Analisis Linier Berganda digunakan untuk mengetahui persamaan garis regresi pengaruh variabel independen yang berupa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap variabel dependen yaitu prestasi belajar IPS. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Variabel Koefisien Konstanta (a) 34,405 Metode Mind Mapping (b1) 0,407 Keaktifan Belajar IPS (b2) 0,654 F : 54,355 Sig : 0,000 R : 0.836 R2 : 0.698 Sumber : Analisis Data (Lampiran 11) t hitung 3,642 7,544 t tabel 2,01 2,01

64

Hasil pengujian regresi diatas dapat dibuat persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 34,405 + 0,407X1 + 0,654X2 a = 34,405 Nilai konstanta sebesar 34,405 yang berarti bahwa jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS, maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta sebesar 34,405 satuan. b1 = 0,407 Variabel metode mind mapping (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,407 yang artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. b2 = 0,654 Variabel keaktifan belajar IPS (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan.

artinya bahwa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS. b. Nilai Fhitung Penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji F digunakan bantuan program SPSS 15.20 54. artinya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. Berikut ini adalah hasil uji F: a.65 2. Hipotesis H0 : β1 = β2 = 0. H1 : β1 ≠ β2 ≠ 0. b.355 . d. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai Fhitung adalah 54. diketahui besar nilai Ftabel adalah 3. Uji F Uji F adalah untuk mengetahui apakah variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar IPS. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan H1 ditolak.20 c.0 for windows. Daerah terima Daerah tolak 3. Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang 2 dan penyebut = 47. Kriteria pengambilan keputusan a.355. Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.

Uji t Analisis ini bertujuan untuk menguji pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1.20. Nilai Fhitung 54. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai Fhitung sebesar 54. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS.01.355 dan dengan Ftabel sebesar 3. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 3.20. Metode mind mapping (X1) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS.355 > Ftabel 3.0 for windows.66 e. Adapun hasil dari pengujian statistik adalah sebagai berikut: a. . maka secara bersama-sama metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.642. diketahui besar nilai ttabel adalah 2. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15. 3.

diketahui besar nilai ttabel adalah 2.01. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15.67 4) Kriteria pengujian hipotesis a.642 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 3.642 dan dengan ttabel sebesar 2.01. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS.01 3.0 for windows.01 Daerah terima Daerah tolak 2. b.642 > ttabel 2. Nilai thitung 3. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. Keaktifan belajar IPS (X2) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS. Setelah . Daerah tolak -2. hal ini menunjukkan bahwa metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y).01. b.

Sumbangan Efektif dan Sumbangan Relatif Dari pengujian yang telah dilaksanakan menghasilkan nilai R2 (dalam Lampiran 11) sebesar 0. b. 4. hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). Nilai koefisien determinasi bernilai positif.544.8% variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS. Sedangkan sisanya sebesar 30. Daerah tolak -2. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. nilai thitung 7. 4) Kriteria pengujian hipotesis a.68 dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 7.01. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.01 7.01 Daerah terima Daerah tolak 2.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.698 sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik.544 dan dengan ttabel sebesar 2.544 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 7.544 > ttabel 2. hal ini menunjukkan bahwa sekitar 69. Besarnya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS dalam mempengaruhi prestasi belajar IPS dapat dilihat dari besarnya sumbangan relatif (SR%) .01.

Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode mind mapping (X1). hal ini terbukti ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi (β) untuk variabel keaktifan belajar IPS paling besar dibandingkan dengan variabel-variabel yang lain yaitu sebesar 0. keaktifan belajar IPS (X2) terhadap prestasi belajar IPS (Y). Secara keseluruhan variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan sebesar 69. Variabel metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.7% dan sumbangan efektif 51. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73.69 dan sumbangan efektif (SE%). .654. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Adapun dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor keaktifan belajar IPS yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS.8% terhadap prestasi belajar IPS.5%).5% terhadap prestasi belajar IPS (Lampiran 12).3% terhadap prestasi belajar IPS. baik secara bersama-sama maupun parsial maka digunakan alat analisis regresi linier berganda. E.3% dan sumbangan efektif 18.

Dari . maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0.654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan. Hasil uji hipotesis pertama dengan uji t memperoleh thitung variabel metode mind mapping (X1) sebesar 3. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metode mind mapping yang digunakan pada saat pembelajaran.407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0. dan variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 0. Mind mapping merupakan suatu metode bagi guru sebagai pendidik untuk memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugasnya yaitu memberikan materi pelajaran agar mudah dicerna oleh akan didiknya.654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan.407X1 + 0. memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS. nilai variabel metode mind mapping (X1) sebesar 0.654X2. Artinya hipotesis pertama dinyatakan diterima. yaitu bahwa metode mind mapping berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.01) pada taraf signifikansi 5%.642 lebih besar dari ttabel (2. maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta sebesar 34.405 + 0.70 Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.407 artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan.405 berarti jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.405 satuan. nilai konstanta sebesar 34.

belajar lebih cepat dan efisien. mudah melihat gambaran keseluruhan. sedangkan kelemahan . (http://mahmmudin. siswa mudah menyelesaikan masalah. siswa mampu menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. siswa menjadi lebih kreatif. membandingkan dan membuat hubungan. Banyak siswa yang mudah belajar IPS dengan metode mind mapping. pengkajian ulang bisa lebih cepat.71 hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. membantu Otak untuk : mengatur. lebih mudah mencari catatan jika diperlukan.com/2009/12/01 /pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/). siswa akan lebih mudah belajar dengan membuat peta ringkasan tentang gagasan atau ide-ide secara aktif sehingga siswa akan lebih mudah didalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan permasalahan materi ilmu pengetahuan sosial. Hal ini sependapat dengan Tony Buzan (2009 : 6).wordpress. Dalam menerapkan metode mind mapping sangat membutuhkan semangat dan motivasi belajar yang tinggi dan membutuhkan interaksi yang lebih aktif dengan siswa lain sehingga akan memperoleh hasil yang optimal. mengingat dengan lebih baik. dapat bekerjasama dengan teman lainnya. memudahkan penambahan informasi baru. dan melatih “gambar keseluruhan”. catatan lebih padat. berkomunikasi. Kelebihan metode Mind Mapping dalam pendidikan IPS ini adalah siswa dapat mengemukakan pendapat secara bebas. mengingat. yang menyatakan bahwa metode mind mapping akan mempermudah siswa dalam perencanaan. jelas lebih terfokus pada inti materi. memusatkan perhatian.

01) pada taraf signifikansi 5%. tidak sepenuhnya murid yang belajar dan mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. yaitu bahwa keaktifan belajar IPS berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. terlibat dalam pemecahan masalah.544 lebih besar dari ttabel (2. maka semakin rendah prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta. bertanya .72 metode mind mapping diantaranya adalah : hanya siswa yang aktif yang terlibat. Sebaliknya semakin rendah keaktifan belajar IPS. yang menyatakan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar meliputi : turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. Hal ini sependapat dengan Sudjana (1988 : 72). maka semakin tinggi pula prestasi belajar IPS siswa. melalui bertanya kepada guru maupun mencari materi tambahan dari buku paket yang diberikan. Hasil uji hipotesis kedua dengan uji t memperoleh thitung variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 7. Dari hasil penelitian tentang keaktifan belajar IPS siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menunjukkan bahwa siswa telah aktif didalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS. Artinya hipotesis kedua dinyatakan diterima. selalu aktif didalam mengeluarkan pendapatnya baik dalam diskusi maupun saat pelajaran berlangsung dan apabila ada permasalahan yang kurang tahu maka siswa berusaha untuk mencari tahu. siswa juga selalu bertanya kepada teman bila ada yang kurang paham saat mengerjakan soalsoal IPS. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keaktifan belajar IPS siswa.

kkerjasamanya dalam kelompok.355 dengan tingkat signifikansi 0. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal. . memanfaatkan potensi anggota kelompok dan saling membantu dan menyelesaikan masalah (http://ardhana12. Pengujian uji F dengan menggunakan bantuan SPSS 15.com /2009 /01 /20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikanpenilaian-dalam-ptk-2/). memberi gagasan yang cemerlang. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli.00 dan diketahui besar Ftabel 3. berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah.20) berarti bahwa variabel metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. wordpress.73 kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya.20. Keaktifan belajar dalam siswa dapat dilihat dari perhatian siswa terhadap penjelasan guru. dikarenakan nilai Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (Fhitung = 54. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok. melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal dan menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang.0 for windows menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 54.355 > Ftabel = 3.

Metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.74 Nilai koefisien determinasi sebesar 69.5%).7% dan sumbangan efektif 51. . Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.3% dan sumbangan efektif 18.5% terhadap prestasi belajar IPS. Sedangkan sisanya sebesar 30.3% terhadap prestasi belajar IPS.8% berarti variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.

05 diperoleh Fhitung sebesar 3.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model.75 BAB V PENUTUP A. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7.654X2. dengan nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54.01 3. 2.355 > 3. maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.544 > ttabel = 2.355 dan taraf signifikan 0. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0.642 > ttabel = 2. karena nilai thitung = 3.698.405 + 0.20). Kesimpulan Berdasarkan penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.8% sedangkan sisanya sebesar 30. Secara individu metode mind mapping berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. 75 . Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.01 sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69.407X1 + 0.

76 B. Implikasi Hubungan antara metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berpengaruh secara simultan maupun parsial. 2. Untuk itu perlu bimbingan dan panduan guru agar tujuan kerja kelompok atau diskusi dapat tercapai. sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti metode ini dengan optimal. dan kebanyakan terdapat siswa yang masih lemah didalam menjelaskan pengembangan pikiran yang dijabarkan dalam peta gagasan/ide. Apabila metode mind mapping diterapkan dalam pembelajaran dengan siswa mampu membuat peta gagasan dan ide dalam materi IPS dan siswa mengikuti pembelajaran secara aktif dalam berpendapat dan aktif bertanya didalam pembelajaran IPS maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta akan meningkat. Dalam kegiatan aktif seperti kerja dan diskusi kelompok hendaknya siswa dapat saling menghormati pendapat dari masing-masing siswa sehingga apa yang disiskusikan dapat mengerucut ke kesimpulan yang tepat. Penerapan metode mind mapping. membutuhkan kemampuan dan keaktifan yang cukup besar. Untuk itu diperlukan bimbingan dan pelatihan yang berlanjut untuk membiasakan kegiatan belajar dengan metode tersebut. C. . Saran Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan saran-saran dari penulis sebagai berikut: 1.

menambahkan variabel atau metode pembelajaran yang lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar sehingga akan memperluas gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar IPS. . Perlu penelitian lebih lanjut dengan.77 3.

Hadi. Porter. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama Buzan. Jakarta : Rineka Cipta. 2009. 2008. Yogyakarta : Andi Offset. Hadi. Syaiful Bahri. Jakarta : Rineka Cipta. Suharsimi. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman & Menyenangkan. . Buku Pintar Mind Map. Dasar-dasar Evaluasi Belajar. 2007. Jakarta: Rineka Cipta. 1999. 2005. De Bobby & Hernacki. Djarwanto Ps dan Pangestu. Penelitian Tindakan Kelas. Statistik induktif Edisi Empat. Tony. Suharsimi. Bumi Aksara. Statistik. Semarang: Badan Penerbit UNDIP. Jakarta : PT. Strategi Belajar Mengajar. Metodologi Research. Ghozali. Gramedia Pustaka Umum. 2009. Mind Map Untuk Meningkatkan Kreativitas. Suharsimi. 2004. Gramedia Pustaka Utama. Imam. Subagyo. Buzan. 2004. 2008. Sutrisno. Jakarta : PT. 2005. Jakarta: Bumi Aksara. Buzan. Arikunto. Suharsimi. Kaifa Djamarah. Dimyati dan Mudjiono. Yogyakarta: Badan Percetakan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Dimyati dan Mudjiono. Jakarta: Bumi Aksara.1996. 1993. Arikunto. Jakarta : Rineka Cipta. Tony. Tony. Yogyakarta : Andi Offset. Aplikasi Analisis Multivarate dengan Program SPSS. Head Strong. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Tony. Gramedia Pusaka Utama. Sutrisno. Belajar Mengajar. Belajar & Pembelajaran. Jakarta : PT. 2003. Manajemen Penelitian Edisi Revisi. Arikunto. 2006. Jakarta : PT. 2002.78 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Buku Pintar Mind Map Untuk Anak Agar Anak Pintar di Sekolah. Buzan.

Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. 2008. Sugiyono.wordpress. Slameto. Metode Penelitian Bidang Sosial. Jakarta : Rineka Cipta. Ahmad. 1995. 1991. Bandung : Alfabeta. Remaja Rosdakarya. Jakarta: Grasindo. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Bandung : CV ALFABETA Syah.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-petapikiran-mind-mapping/ Isjoni. 2007. Bandung: PT. Psikologi Pembelajaran. Pembelajaran sebagai Proses Bimbingan Pribadi.com/2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yangdapat-dijadikan-penilaian-dalam-ptk-2/ http://astutimin. Melvin. 1992. Brain Management Series For Learning Strategi Mind Mp. Langkah demi Langkah cara paling Mudah & Benar Menggajar dan Membiasakan Anak menggunakan Mind Map untuk Meraih Prestasi. Sriyono. Jakarta : Rineka Cipta. Sagala. Jakarta : Gramedi . 2003. Sutanto. Tarsito. Menjadi Guru Profesional. Theo. Rohani.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dankreativitas-siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/ http://mahmmudin. 2002. dkk. Muhibbin. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Siberman. Metode Penelitian Bisnis. 2005. Metode Statistika. Jakarta : Rineka Cipta. E.79 http://ardhana12. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2006. S. 1988. Pengelolaan Pengajaran. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Widura. 2001. 2004. 2005. Mulyana. Cooperatif Learning. Nawawi.wordpress. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Citra Umbara. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Elex Media Komputindo. Syaiful. W. 1996. Sudjana. Hadari. RI. Jakarta : PT. Bandung: PT. Riyanto. Bandung : Alfabeta. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Winkel. 2006. Yogyakarta: Yappendis.wordpress.

LAMPIRAN .

3 Mendiskripsikan Fungsi Pajak dalam Perekonomian Nasional : 1 x 60 menit (3 x pertemuan) : Menjelaskan pengertian pajak dan fungsi pajak Memberikan penjelasan tentang jenis-jenis pajak Menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Memaparkan tujuan dan asas pajak Menjelaskan secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa A. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia Kompetensi Dasar Alokasi waktu Indikator : 7.Lampiran 1. Tujuan Pembelajaran Siswa memiliki pengetahuan tentang pengertian dan fungsi dari pajak Siswa dapat mengetahui berbagai jenis pajak Siswa dapat menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsipnya Siswa dapat mendefinisikan tujuan dan asas pajak Siswa lebih akan lebih tahu secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa . RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta : Ilmu Pengetahuan Sosial : VII a / II Standar Kompetensi : 7.

Tanya jawab 4. Kegiatan Inti 1) Guru menyampaikan materi tentang pengertian pajak dan fungsi pajak menggunakan metode mind mapping 2) Menjelaskan undang-undang yang mengatur tentang pajak dan menjelaskan masing-masing dari fungsi pajak 3) Menjelaskan fungsi-fungsi dari pajak 4) Tanya jawab c. Menggunakan metode mind mapping 3. Ceramah bervariasi 2. Kegiatan Awal 1) Membuka pelajaran dengan salam dilanjutkan perkenalan 2) Memeriksa kehadiran siswa. Pertemuan pertama a.Langkah – langkah Pembelajaran 1. Materi Pokok Pengertian pajak dan fungsi pajak Jenis-jenis pajak Unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Tujuan pajak dan asas pajak Pajak yang ditanggung keluarga siswa C.Metode Pembelajaran 1. Penutup 1) Membuat kesimpulan 2) Memberi tugas untuk membuat mind mapping 3) Menutup materi pelajaran dengan salam. kebersihan dan kerapian kelas 3) Guru memberikan kisi-kisi materi yang akan dipelajari b. Test D.B. .

Penutup 1) Ulangan 2) Menutup materi pelajaran . Kegiatan inti 1) Menjelaskan tentang unsur-unsur pajak dan prinsip perpajakan 2) Menyampaikan tujuan dan asas-asas pajak 3) Tanya jawab c. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Mereview pelajaran yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya b. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Memberikan tugas untuk membuat mind mapping b. Pertemuan kedua a.2. Kegiatan inti 1) Menyampaikan pajak yang ditanggung keluarga siswa 2) Menjelaskan pajak penghasilan (PPh) dan pajak bumi dan bangunan (PBB) 3) Tanya jawab c. Penutup 1) Mengerjakan LKS 2) Menutup materi pelajaran dengan salam 3. Pertemuan ketiga a.

Sebut dan jelaskan 5 macam perundang-undangan yang menyangkut pajak! 4. Jelaskan pengertian pajak berdasar UU No. Penilaian 1) Teknik Penilaian . Sebut dan jelaskan! 5. LKS IPS TERPADU 2.Tes tertulis . Sebutkan 5 ciri-ciri pajak! 3. White board 4. 2. Apakah tujuan pajak untuk warga masyarakat? 7. Spidol F. Sumber dan media pembelajaran 1. 16 Tahun 2000! 2.Tes unjuk kerja 2) Bentuk Instrumen . Pajak dalam pembangunan memiliki empat fungsi penting. Iuran wajib yang dikerjakan kepada masyarakat wajib pajak .Tes uraian 3) Soal uraian 1. a. Jelaskan dasar pemungutan pajak penghasilan dan PBB! Kunci jawaban ! 1. Jelaskan perbedaan antara subyek pajak dan obyek pajak! 6.E. Apa maksud pajak harus memenuhi prinsip kecocokan? 8. Pajak adalah iuran wajib yang harus dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung. Buku paket IPS penerbit : Erlangga 3.

17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan (PPh) c. a. bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat e. Pajak yang tinggi itu untuk masyarakat yang berpendapatan tinggi dan pajak yang rendah untuk masyarakat yang berpendapatn rendah. b. kesehatan atau perumahan supaya semua bidang dapat berkembang dengan baik. 13 Tahun 1995 tentang bea materai yang peraturan pelaksanaannya diubah dengan peraturan pemerintah No. 18 Tahun 2000 pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) d. Fungsi alokasi Maksudnya perolehan pajak akan dialokasikan pemerintah kepada setiap bidang seperti ekonomi. baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. . a. 16 Tahun 2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan b.12 Tahun 1994 Tentang Pajak bumi dan bangunan (PBB) dan telah diubah dengan UU No. Fungsi regular Maksudnya yaitu pajak digunakan sebagai alat untuk mengatur perekonomian sesuai tujuan yang ingin dicapai pemerintah. Fungsi distribusi Maksudnya pajak sebagai pemerataan pendapatan.b. Digunakan untuk membiayai kepentingan umum atau bersama d. 20 Tahun 2000 e. 7 Tahun 1995 dan terakhir diubah dengan peraturan pemerintah No. Fungsi budgeter Maksudnya pajak memiliki fungsi budgeter ialah pajak merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah. UU No. UU No. c. 24 Tahun 2000 4. Iuran wajib yang diterima dengan norma-norma atau aturan hukum c. d. UU No. pendidikan. UU No. Iuran dari rakyat kepada negara 3. UU No.

a. Mendidik masyarakat agar tidak konsumtif b. Dasar pungutan pajak bumi dan bangunan (PBB) Pemungutan PBB didasarkan pada UU No. Objek pajak Objek pajak adalah semua penghasilan yang benar-benarditerima atau diperoleh. b. Mendidik masyarakat dalam memiliki rasa keadilan serta kemanfaatan. Dasar pemungutan pajak penghasilan Pemungutan pajak penghasilan didasarkan pada UU No.29 Mei 2010 Pengajar Dhida Dwi K. UU ini berisi tentang subjek-subjek. 20 Tahun 2000 Surakarta. Mendidik masyarakat agar menyadari peran sertanya dalam pembangunan bangsa dan Negara c. Pajak itu hendanya tidak dirasakan menekan bagi wajib pajak. 17 Tahun 2000. penghasilan kena pajak (PKP) dan tarif pajak b.5. Mendidik masyarakat agar lebih berprestasi e.   . a. Mendidik masyarakat agar menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga Negara yang baik d. kesamaan. sehingga dan masyarakat merasa senang hati dan berkewajiban dalam membayar pajak. Subjek pajak Subjek pajak yang disebut juga wajib pajak adalah orang atau badan yang menurut ketentuan wajib membayar pajak kepada Negara. 12 Tahun 1994 dan diubah lagi UU No. 12 Tahun 1985 dan terakhir diubah dengan UU No. dan kepastian 7. objek pajak. 8. baik dari kegiatan usaha maupun dari luar kegiatan usaha 6. a.

Lampiran 2. Angket Penelitian

Kepada : Yth. Siswa/Siswi Kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta

Dengan hormat, Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, saya mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Metode Mind Mapping dan Keaktifan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 5 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010”, maka sudilah kiranya disela-sela kesibukan anda berkenan meluangkan waktu untuk mengisi angket ini. Kegiatan ini sama sekali tidak mempengaruhi prestasi belajar anda, untuk itu saya mohon anda menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, sesuai dengan keadaan anda sebenarnya. Kerahasiaan jawaban anda sangat saya rahasiakan. Atas kesediaan meluangkan waktu, perhatian dan kerjasama anda, saya mengucapkan terima kasih. Surakarta, Juni 2010

Hormat saya,

Dhida Dwi K.

ANGKET TENTANG METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Identitas Siswa Nama Kelas/no : :

Petunjuk Menggunakan Angket 1. Tulis nama, no absen dan kelas pada lembar angket yang telah disediakan. 2. Pilih salah satu jawaban yang tepat menurut anda tanpa pengaruh orang lain. 3. Berilah tanda silang (√) pada lembar angket yang tersedia. 4. Jawablah semua soal dengan jujur, rapi dan teliti 5. Setelah angket diisi secara lengkap, mohon lembar angket diserahkan kembali. ANGKET METODE MIND MAPPING Pernyataan mengenai penilaian tentang metode pemetaan pikiran Melalui strategi belajar metode mind mapping saya lebih paham tentang materi IPS. Metode mind mapping dengan membuat ringkasan/peta pikiran sangat cocok untuk pelajaran IPS. Metode mind mapping memudahkan saya dalam menyelesaikan masalah materi IPS. Metode mind mapping dapat melatih saya menuangkan ide/gagasan secara aktif. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya berusaha menyusun mind mapping dan menjelaskan pikiran-pikiran tersebut. Jawaban Kadang- Tidak Sering kadang pernah

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Selalu

6. 7. 8. 9. 10.

Metode mind mapping membuat saya mengingat dengan lebih baik. Metode mind mapping menumbuhkan semangat dan motivasi belajar saya. Metode mind mapping melatih saya berinteraksi dengan siswa lain menjadi lebih mudah. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya selalu bertukar pendapat dengan teman saya. Dalam membuat rangkumanpeta pikiran, saya berusaha agar memperoleh hasil yang optimal.

Saya ikut menjawab pertanyaan tentang pelajaran IPS dengan teman ketika ada yang bertanya Metode mind mapping menumbuhkan mental saya untuk aktif dalam berdiskusi dengan teman. 6. 2. Dalam kelompok saya membuat perencanaan/memeberi tugas masingmasing anak untuk memecahkan masalah agar tercipta kerjasama yang baik Jawaban KadangSelalu Sering Kadang Tidak Pernah 5. 4. 7. Pernyataan mengenai keaktifan siswa di dalam kelas Setiap ada jam pelajaran IPS. Saya berusaha mengeluarkan pendapat selama pelajaran IPS berlangsung.ANGKET KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) No. Saya berusaha mencari tambahan materi pelajaran IPS selain dari buku paket yang diberikan Bapak/Ibu guru. saya mendengarkan dengan serius Saya mendengarkan dan memperhatikan. . 9. Sewaktu saya mengeluarkan pendapat saya juga memberi kesempatan pada teman yang lain untuk mengeluarkan pendapatnya. 11. 3. Apabila ada pertanyaan dari teman yang tidak saya mengerti saya berusaha bertanya kepada Bapak/Ibu guru. 1. 8. Saya berusaha bertanya kepada teman yang telah paham apabila saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal IPS. Saya selalu aktif dalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS yang diberikan oleh guru. apabila guru sedang menerangkan materi IPS. 10.

12. . Saat menentukan jawaban pertanyaan dari guru. saya selalu mempertimbangkan dengan kelompok saya.

Butir Try Out Variabel Metode Mind Mapping (X1) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jml Metode Mind Mapping [X1] a1 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 65 a2 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 66 a3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 68 a4 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 65 a5 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 61 a6 2 4 3 3 4 4 3 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 4 4 4 63 a7 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 2 4 4 2 4 4 4 70 a8 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 4 4 66 a9 3 2 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 63 a10 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 65 X1 30 30 34 34 39 37 29 35 26 29 35 29 35 28 31 32 26 38 39 36 652 .Lampiran 3.

Butir Try Out Variabel Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 jml Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b1 2 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 4 3 4 64 b2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 70 b3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 2 3 3 2 3 4 68 b4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 69 b5 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b6 2 2 4 4 3 4 2 3 2 2 3 2 4 4 3 4 3 4 4 4 63 b7 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 69 b8 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 69 b9 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 68 b10 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 2 4 4 4 68 b11 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b12 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 71 X2 39 38 45 45 42 48 37 38 40 39 38 35 48 42 33 38 33 40 43 48 809 .

518 .240 20 20 20 20 .379 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.598** .706 20 .154 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.713** .015 20 20 20 20 20 20 .631** .370 .477* .355 .598** .314 .118 .567** .600** . Correlation is significant at the 0.061 . .000 .370 20 20 20 20 .494 .033 .404 .099 20 20 20 20 .010 .061 . *.081 .090 . .Lampiran 4.154 .125 .683** .043 20 20 20 20 20 20 .399 1.367 .359 .009 .276 1.000 .000 .490* .002 .355 .041 20 .214 .118 .706 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.003 20 20 20 20 20 20 .160 .01 level (2-tailed).359 .003 .314 .186 .125 .216 .440 .009 .178 .315 .015 .363 .379 .090 .706 20 1.010 .003 20 20 20 20 20 20 .151 .477* 1.240 .178 20 20 20 20 .309 .621 .332 .005 .111 .706 .706 20 .461* . (2-tailed) N A1 A2 A3 A4 1.000 .457* .162 .650** .634** .685** .081 .000 .229 .097 .367 .000 .494 .072 .404 .028 .011 .359 20 20 20 20 . .426 .004 20 20 20 20 20 20 1.005 . .154 .040 .421 . 20 20 20 20 .683** .315 .090 .004 20 **.359 .115 .216 .000 .000 20 20 20 20 20 20 .026 .026 20 .176 . .762 .564** .064 .000 .276 .461* .198 1.399 .000 20 20 20 20 20 20 .186 .314 .003 .097 . Uji Validitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Correlations Metode Mind Mapping [X1] A6 A7 A8 A9 A10 .05 level (2-tailed).181 .090 .000 .761** .685 .000 .462* .490* 1.309 . .634** .762 1.518 .216 .212 .462* .525 .685 20 20 20 20 .214 .111 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.041 .537* . Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.364 .229 . .457* .099 .162 .176 20 .494 .151 .052 .064 .276 . .097 .154 .497* . 20 20 20 20 20 20 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 Metode Mind Mapping [X1] Pearson Correlation Sig.326 .518 .713** .001 20 20 20 20 20 20 .240 .181 .000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.115 .001 .761** .000 .000 .363 .685** .650** .000 .212 .160 .567** .631** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.685 .706 20 20 20 20 .072 1.000 .445 .216 .314 .564** .600** .162 .002 .001 .494 .554* 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.685 20 20 20 20 .332 .518 20 20 20 20 .554* . 20 .440 .052 20 .621 .326 .525 20 .178 .421 1.426 .198 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.618** .005 20 20 20 20 20 20 .028 .618** .000 .276 1.001 .005 20 .537* .445 .090 .097 .040 .497* .033 20 20 20 20 20 20 .364 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. .011 .240 .162 .090 .000 .043 20 20 20 20 A5 .178 .

364 . .085 .284 .410 20 20 20 -.617** .764** .001 .410 20 20 20 20 20 20 20 20 1. Correlation is significant at the 0.000 .448 .160 20 20 20 .117 1.024 .369 .010 .575** .044 .252 .103 .651 20 20 20 20 20 20 20 20 .560* 1.419 20 20 20 .933 . 20 20 20 20 20 20 20 20 . .000 .030 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.Hasil Uji Validitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Correlations Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan B12 Sosial (X2) -.863 .070 .601** .448 .284 .108 .106 .819 20 20 20 . (2-tailed) N B1 B2 B3 1.108 .490* .410 20 20 20 .000 .255 .273 . 20 20 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Pearson Correlation Sig.115 .044 20 20 20 20 20 20 20 20 .055 .664 .007 .575** 1.005 .601** .933 .180 .800 .048 .161 .192 -.007 20 20 .000 .658 20 20 20 20 20 20 20 20 .369 .013 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.800 20 20 20 20 20 20 20 20 .048 .503* .791** .901 .004 .901 .456* 1.020 20 20 .629** .244 .800 .651 1.050 -.244 .177 .162 .284 20 20 20 20 20 20 20 20 .212 .350 .038 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.544* .836 .503* .446* .013 20 20 .966 .555 20 20 20 .252 .400 .000 .215 .106 .490* .517* .278 .327 .020 .115 .617** .096 .000 .000 .540* .010 .125 .312 -.000 .560* .540* 1.180 .284 .195 -.028 20 20 .055 .661** .195 .946** .086 .212 .495 . .621** .448* . .863 .455 .212 .273 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.252 .363 .278 .003 20 20 .658 .601 .414 1.131 .014 .273 .000 .000 .185 .131 .448 .394 .517* .364 .000 .540* .664 .495 .456* .070 .255 .01 level (2-tailed).836 .044 .455 .255 .108 .389 1.601 .100 .007 .828** .000 .05 level (2-tailed).180 .544* .622** .004 20 20 20 20 20 20 20 20 *.446* .255 .004 20 20 1.085 .468* .456* 1.000** .212 .966 .195 .061 .629** .418 .191 .378 .467* -.001 .000 20 20 .617** .049 . .041 .140 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.617** .456* .038 .044 .651 1.496 .622** .378 . .658 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .125 1.661** .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .784** .041 .117 .468* .278 .005 .192 1.162 .000 .014 20 20 20 20 20 20 20 20 .185 .791** .000 .003 . 20 20 20 .252 .350 .000** .326 .000 .784** 1.436 20 20 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.008 .496 20 20 20 .000 .180 .244 20 20 20 20 20 20 20 20 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .580** .096 .828** .000 .061 .946** .003 20 20 20 .106 .160 .020 -. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.362 1.000 20 20 .177 .540* 1.400 .418 .191 .004 20 20 .020 .000 .436 .003 .061 . Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 . **.000 . .580** .000 .140 .389 .100 .363 .000 .819 .049 20 20 .003 .580** .080 .014 .162 .414 .061 -.103 .215 .180 .161 .037 20 20 .008 20 20 20 .312 .362 .162 .273 .028 20 20 20 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 .764** .007 .000 .278 .580** .369 .024 .621** .010 20 20 .467* .010 .030 .800 .651 .086 .326 .000 .000 .080 .106 .180 . .658 .722 .327 .369 .448 20 20 20 20 20 20 20 20 .204 .204 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.555 .448* . .003 .000 .014 .050 .410 .688 .419 .244 .722 .195 .688 20 20 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.108 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.394 . .000 -.037 .000 . .

5000 3.1473 Cases 20.2946 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = . 10. 5.0 20.0 20. Uji Reliabilitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Metode Mind Mapping [X1] Mean 1. A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 X1 3.6387 4.1500 3.0 N of Items = 11 .0500 3.6569 . 9. 4.0 20. 7.0 20.0 20.0 20.2500 3.3000 3.0 N of Variables 11 Statistics for SCALE Mean 65.2500 32. 8.6387 .0 20.5982 . 3.3000 3.5712 . 6.6708 .0 20.0 20.7609 .8751 .6387 .7514 20. 11.0 20.Lampiran 5.2500 3.8000 Std Dev 8.6000 Std Dev .6863 .2000 Variance 68.4000 3.1500 3. 2.

0 20.0 N of Variables 13 Statistics for SCALE Mean 80.2500 3.0 20.5500 40.5104 4. 12.0 20.0 20.4500 3.5104 .2526 Std Dev 9.6959 . 7.0 20. 9.0 20. 6.Uji Reliabilitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosia Mean 1.5982 .4500 3.0 20. 10.5000 3.7164 . 4.4000 3.0 20. 5.8751 .0 N of Items = 13 .7467 20.4500 3. 2.6048 .7164 .0 20.0 20.4500 Std Dev .6806 . 11.9000 Variance 85.2500 3.4000 3. B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 X2 3.0 20.5104 .6166 Cases 20. 3.7539 .6070 .0 20.1500 3.2000 3. 8. 13.2332 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .4000 3.

Lampiran 6. Tabulasi Butir Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 a1 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 190 a2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 177 a3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 168 Metode Mind Mapping [X1] a4 a5 a6 a7 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 173 3 2 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 161 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 2 2 3 4 3 3 163 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 168 a8 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 4 2 3 164 a9 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 2 4 3 3 3 2 3 4 2 2 3 4 2 4 159 a10 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 4 4 2 2 3 2 4 163 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 .

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 b1 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 188 b2 4 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 187 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 4 2 4 3 3 4 2 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 2 2 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 4 2 2 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 2 4 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 4 4 4 4 1 3 3 2 3 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 169 170 171 167 134 161 159 160 b11 2 2 3 4 1 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 1 3 3 3 132 b12 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 157 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 31 .

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Siswa AR BH FU AM AG IK AM DH RH TG HD MF RW RWD TK US BL AA LM AR DHN PY YA RE HA UM RIZ BGS JRT HLD CHO MIA HES WE RU GS LSA SHI MN SH NDR IKA RTN HPY RUS THO ARV IWN IST FFN Prestasi Belajar IPS (Y) 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 .

Data Induk Penelitian No.Lampiran 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 Y 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 X1Y 2409 2380 2304 2880 2812 2738 2772 2160 2590 2368 2070 2340 2664 2475 2628 2277 3040 2400 2001 2130 2516 2660 2886 2550 2414 2960 2211 2520 2325 2964 2409 2178 2800 2059 2738 2550 2232 2774 X2Y 2701 2310 2448 3440 2812 2886 3388 2664 3182 2886 2277 3120 3108 3150 2847 2139 3520 2850 2484 2769 2960 2888 3510 3150 2627 3440 2211 2808 3000 3198 2847 2046 3600 2627 2886 3225 2664 2993 .

39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Jml X1 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 1686 X2 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 1955 Y 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 3685 X1Y 2812 2664 2475 2100 2660 2997 2088 2059 2144 2625 2070 2660 124538 X2Y 3040 2516 2850 2660 3040 3564 3096 2840 2345 3300 2622 3040 144574 .No.

1000 39.7000 74.00 81.00 Prestasi Belajar IPS (Y) 50 0 73.023 .00 1955. Error of Skewness Kurtosis Std. Hasil Diskriptif Statistics Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 0 39.337 -.662 31.0000 39.073 .337 -. Deviation Variance Skewness Std.00 45.662 66.00a 3.662 29.5871 12. Error of Kurtosis Minimum Maximum Sum Valid Missing Metode Mind Mapping [X1] 50 0 33.192 .7778 7.7041 .337 -1.0000 33.0000 74.00 1686.411 .5643 12.00 3685.8673 -.00 a.7159 -.00 3. Multiple modes exist. The smallest value is shown .7200 34.Lampiran 8.256 .305 .00 N Mean Median Mode Std.00a 2.00 38.

0% 100.0% 0 .0% 0 .200* a Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Statistic .0% 50 100. Uji Normalitas Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 .010** .098 50 .0% Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.118 50 .064 .100 50 .200* .949 .0% 100.969 Shapiro-Wilk df 50 50 50 Sig. .0% N Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Valid Percent 50 100. Lilliefors Significance Correction . *. This is a lower bound of the true significance. a. This is an upper bound of the true significance.0% 50 100. .Lampiran 9.0% Total N 50 50 50 Percent 100.926 .082 .392 **.

129 .067 7. .586 4.000 .0% 100.0% Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] ANOVA Table Sum of Squares 264.500 df 13 1 12 36 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) Between Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 33.581 74.000 .105 622.606 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) ANOVA Table Sum of Squares 438.507 .0% 100.121 F 6.712 5. Hasil Uji Linieritas Case Processing Summary Cases Excluded N Percent 0 0 .067 57.395 207.004 .377 207.920 Sig.281 23.586 56.800 Sig.0% Total N 50 50 Percent 100.328 358.500 df 9 1 8 40 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Between Metode Mind Mapping [X1] Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 29.166 8.540 184.Lampiran 10.126 381.953 F 3.000 .538 .0% .0% Included N Percent Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 50 100. .702 381.374 622.

001 . All requested variables entered.292 .964 .394 1. b. Hasil Uji Regresi Berganda Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered Keaktifan Belajar IPS (X2).698 a.678 3.685 Std. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) a Coefficient Correlations Model 1 Correlations Covariances Keaktifan Belajar IPS (X2) Keaktifan Belajar IPS (X2) 1.898 622. Metode Mind Mapping [X1] b.998 F 54.469 .9995 Durbin-W atson 2.506E-03 Metode Mind Mapping [X1] -3.577 . Predictors: (Constant).394 Keaktifan Belajar IPS (X2) 7.252E-02 a. Error 34.642 7.605 a. .318 . Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Coefficientsa Standardi zed Coefficien ts Beta .820E-03 Metode Mind Mapping [X1] -.407 . Keaktifan Belajar IPS (X2).836a .Lampiran 11.654 . Keaktifan Belajar IPS (X2). Method Enter a. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) ANOVAb Sum of Squares 434.544 Sig.355 Sig.087 t 8. Metode Mind Mapping [X1] b. a Metode Mind Mapping [X1] Variables Removed .000 .112 . Predictors: (Constant).820E-03 1. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Model Summaryb Adjusted R Square .003 Model 1 R R Square .500 Model 1 df 2 47 49 Regression Residual Total Mean Square 217.783 Correlations Partial .740 Part . .602 187.000a a.405 3.658 Model 1 (Constant) Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Unstandardized Coefficients B Std.000 Metode Mind Mapping [X1] -. Error of the Estimate 1.301 3.000 Zero-order .000 -3. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) .

7 .699 0. Sumbangan relatif dan sumbangan efektif Koefisien rxy 0.658 Sumbangan Efektif 18.318 0.3 51.3 51.5 Sumbangan Efektif 18.Lampiran 12.5 R2 0.577 0.3 73.783 beta 0.699 Sumbangan Relatif 26.

374 0.304 0.413 0.482 0.707 0.284 0.575 0.230 26 125 0.291 0.086 36 900 0.080 0.641 0.301 0.496 0.113 0.470 0.549 0.148 30 300 0.202 0.372 12 47 0.329 0.456 0.396 0.878 0.487 0.062 0.497 0.065 0.632 0.349 0.088 0.294 0.708 0.576 0.296 20 75 0.159 0.917 0.874 0.430 0. Dr.436 0.330 17 60 0.393 7 42 0.278 22 85 0.684 0.388 0.754 0.380 10 45 0.623 0.505 0.433 0.444 0.320 0.210 27 150 0.334 0.279 0.424 0.213 0.798 0.403 5 40 0.561 0.339 0.138 0.288 0.449 0.070 0.666 0.765 0.532 0.355 0.345 16 55 0.361 0.381 0.105 33 600 0.389 8 43 0.194 28 175 0.553 0.148 0.254 0.661 0.195 0.950 0.990 0.220 0.468 0.514 0.384 9 44 0.256 25 100 0.456 0.312 0.267 23 90 0.537 0.181 29 200 0.364 14 49 0.413 3 38 0.263 24 95 0.074 0.128 31 400 0.244 0.515 0.TABLE VALUES OF rproduct moment The Level of Significant The Level of Significant N 1% 5% 1% 5% 0. Suharsimi Arikunto) N .317 18 65 0.097 34 700 0.463 0.418 0.398 6 41 0.590 0.227 0.266 0.606 0.344 0.811 0.098 0.602 0.091 35 800 0.997 0.308 0.442 0.306 19 70 0.325 0.408 4 39 0.432 0.999 0.207 0.281 0.526 0.316 0.367 0.081 37 1000 Sumber: Prosedur Penelitian (Prof.235 0.361 15 50 0.297 0.115 32 500 0.478 0.376 11 46 0.404 0.735 0.286 21 80 0.959 0.834 0.176 0.368 13 48 0.

921 17 1.750 31 1.462 2.725 2. Imam Ghozali .005 d.415 1.819 23 1. t0.356 1.624 2.337 1.657 2 1.895 2.733 34 1.734 2.821 3.604 5 1.f.779 27 1.120 2.699 2.438 2.571 3.782 2.363 1.313 1.345 1.169 11 1.056 2.145 2.831 22 1.05 t0.943 2.383 1.457 2.721 2.315 1.467 2.228 2.707 7 1.372 1.328 1.738 33 1.718 3.303 6.012 14 1.796 2.032 6 1.583 2.055 13 1.717 2.692 2.920 4.321 1.035 2.807 24 1.032 2.365 2.539 2.688 2.449 2.355 9 1.316 1.309 1.747 4.093 2.753 2.691 2.453 2.724 36 1.977 15 1.697 2.492 2.440 1.518 2.833 2.330 1.306 1.479 2.541 5.086 2.567 2.898 18 1.476 2.325 1.350 1.110 2.602 2.353 3.160 2.434 2.101 2.771 2.998 3.694 2.250 10 1.01 t0.744 32 1.Tabel Nilai t d.965 9.711 2.030 2.143 3.701 2.333 1.533 2.638 2.201 2.787 26 1.861 20 1.314 12.306 1.500 2.028 2.714 2.886 2.309 1.397 1.319 1.064 2.756 30 1.797 25 1.025 t0.860 2.878 19 1.318 1.841 4 1.708 2.499 8 1.308 1.080 2.323 1.508 2.365 4.696 2.552 2.776 3.069 2.048 2.728 35 1.182 4.473 2.740 2.10 t0.746 2.706 31.441 2.307 1.845 21 1.132 2.896 3.042 2.821 63.447 3.812 2.650 3.729 2.314 1.f.179 2.078 6.311 1.052 2.040 2.131 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 3.703 2.262 2.763 29 1.310 1.719 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.764 3.681 3.925 3 1.690 2.045 2.074 2.306 2.037 2.341 1.445 2.771 28 1.706 2.947 16 1.761 2.106 12 1.528 2.060 2.485 2.015 2.

656 64 1.296 1.994 2.297 1.302 1.390 2.294 1. 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 37 1.685 48 1.660 61 1.704 41 1.675 2.995 2.670 1.412 2.654 66 1.000 2.677 2.394 2.667 1.687 2.650 69 1.649 70 1.679 2.296 1.657 63 1.669 1.698 43 1.667 57 1.421 2.997 2. t0.418 2.391 2.668 1.301 1.708 40 1.690 46 1.000 2.671 2.294 1.395 2.996 2.020 2.387 2.679 2.416 2.384 2.303 1.998 2.297 1.414 2.682 2.301 1.997 2.683 2.659 62 1.423 2.672 54 1. Imam Ghozali) .669 1.665 58 1.405 2.294 1.408 2.386 2.402 2.651 68 1.295 1.f.298 1.Tabel Nilai t d.695 44 1.303 1.299 1.299 1.297 1.678 2.300 1.294 1.400 2.005 d.05 t0.685 2.295 1.382 2.304 1.01 t0.380 2.299 1.647 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.680 2.383 2.671 2.676 2.297 1.295 1.011 2.994 2.397 2.999 2.013 2.014 2.304 1.701 42 1.004 2.668 1.300 1.667 1.10 t0.672 2.676 52 1.007 2.003 2.006 2.995 2.680 50 1.f.410 2.015 2.024 2.295 1.389 2.002 2.005 2.684 2.668 1.655 65 1.296 1.677 2.678 51 1.298 1.018 2.998 2.662 60 1.010 2.670 2.426 2.674 53 1.001 2.298 1.670 55 1.675 2.687 47 1.399 2.302 1.652 67 1.692 45 1.668 56 1.025 t0.681 2.673 2.388 2.667 1.396 2.385 2.673 2.021 2.381 2.407 2.672 2.002 2.008 2.674 2.669 1.712 39 1.429 2.009 2.305 1.296 1.682 49 1.403 2.023 2.026 2.294 1.012 2.674 2.392 2.295 1.686 2.715 38 1.382 2.648 71 1.663 59 1.431 2.017 2.

664 1.290 1.640 79 1.661 1.376 2.989 2.987 2.626 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.984 2.992 2.291 1.662 1.662 1.661 1.290 1.292 1.985 2.372 2.364 2.10 t0.368 2.633 89 1.993 2.660 1.292 1.367 2.291 1.290 1.662 1.643 76 1.630 93 1.640 80 1.630 94 1.369 2.005 d.367 2.368 2.291 1.373 2.373 2.665 1.987 2.636 84 1.375 2.292 1.291 1.292 1.629 95 1.379 2.993 2.290 1.379 2.986 2.644 75 1.370 2.988 2.628 97 1.291 1.639 81 1.663 1.637 83 1.666 1.376 2.293 1.645 74 1.663 1.663 1.378 2.370 2.627 99 1.666 1.292 1.642 77 1.665 1.665 1.293 1.664 1.635 86 1.986 2.660 1.293 1.368 2. 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 Inf.293 1.991 2.632 90 1.369 2.663 1. 72 1. 1.291 1.989 2.664 1.374 2.638 82 1.629 96 1.988 2.025 t0.662 1. Imam Ghozali) .292 1.991 2.374 2.371 2.987 2.291 1.626 Inf.984 2.990 2.634 87 1.365 2.366 2. t0.989 2.992 2.290 1.664 1.372 2.366 2.984 2.f.627 98 1.988 2.632 91 1.986 2.293 1.661 1.f.662 1.993 2.634 88 1.365 2.990 2.661 1.986 2.990 2.293 1.661 1.01 t0.292 1.985 2.365 2.291 1.292 1.985 2.661 1.05 t0.666 1.377 2.663 1.665 1.636 85 1.Tabel Nilai t d.641 78 1.291 1.631 92 1.291 1.646 73 1.

49 3.24 3.49 4.98 1.59 3.81 3.17 2.01 2.90 2.82 4.10 7 237 19.62 5.66 1.99 1.39 5.74 2.80 4.5 8.53 4.77 2.96 4.55 2.22 3.73 3.23 3.5 10.84 4.07 2.21 3.83 2.87 1.53 2.26 4.46 2.4 8.29 2.27 2.39 2.00 Degrees of freedom for Denominator Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.64 2.34 2.85 2.65 1.22 2.14 2.96 1.68 3.42 3.24 2.46 40 251 19.67 20 248 19.60 4 225 19.15 2.76 4.61 5.42 2.09 4.75 2.96 2.32 2.25 2.11 3.20 3.77 2.81 2.25 2.31 2.66 2.24 4.00 4.21 2.32 2.84 2.42 2.33 2.12 4.01 2.27 2.24 2.07 2.84 1.92 1.08 1.13 2.74 4.87 1.43 2.59 5.23 3.26 4.62 2.77 4.30 3.23 2.45 2.39 60 252 19.63 4.34 3.4 8.84 2.94 3.10 3.10 3.67 3.15 2.51 2.51 2.70 5.11 2.90 2.10 2.71 2.29 3.49 2.71 3.64 1.62 1.66 2.90 2.84 3.72 4.02 2.25 2.41 3.01 1.4 8.70 2.41 3.12 6.77 1.96 2.66 5.75 2.94 1.06 3.53 2.20 2.95 2.73 1.34 2.55 2.49 2.93 2.52 3.63 2.38 2.26 3.01 1.77 4.54 2.03 3.97 1.44 3.31 2.82 1.84 3.58 1.46 4.46 2.35 4.18 2.06 2.78 1.20 2.37 2.10 2.72 2.34 2.77 2.01 1.61 2.63 3.28 2.99 2.10 3.05 4.68 2.08 2.01 2.23 2.70 3.68 2.22 254 19.02 1.61 1.30 2.3 8.47 3.94 5.75 4.54 2.04 4.61 2.0 9.36 2.12 2.75 1.84 1.35 4.86 2.15 2.83 2.11 3.76 2.37 2.79 1.59 2.59 2.18 2.54 4.74 1.42 2.82 2.42 2.09 3.38 2.25 2.53 1.27 2.80 2.00 1.58 3.74 2.07 2.69 3.22 1.04 2.42 2.45 2.87 2.04 1.38 2.35 2.4 8.02 1.36 3.2 9.48 3.88 4.49 2.16 2.05 3.59 3.29 2.41 4.98 2.23 2.5 8.44 3.81 1.54 2.46 2.14 3.70 2.91 2.70 1.55 5.84 1.35 3.77 3.97 2.97 4.11 2.94 9 241 19.00 3.44 2.60 2.50 3.5 8.30 2.57 3.27 2.66 4.03 2.98 3.64 3.91 4. Imam Ghozali) .05 Degrees of freedom for Nominator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 30 40 60 120 1 161 18.69 2.53 2.75 1.91 1.91 2.11 2.64 5.60 2.64 2.74 2.39 3.19 2.03 2.10 2.39 3.76 2.45 2.79 5.23 2.01 1.48 3.12 2.5 8.28 2.40 2.87 3.84 1.20 2.89 1.62 2.53 2.2 9.53 2.61 2.28 4.21 6 234 19.33 2.28 2.4 8.92 3.16 3.37 3.68 1.27 2.75 15 246 19.Tabel Nilai F0.62 2.01 2.51 3.5 8.63 3.4 8.65 6.67 2.45 2.71 1.85 6.60 2.29 3.5 8.16 2.37 3.57 24 249 19.43 3.92 2.37 2.51 2.42 2.45 2.70 2.80 2.12 2.53 5.28 3.50 1.74 5.65 2.94 2.01 1.07 2.28 6.4 8.90 1.71 2.85 2.81 1.49 3.01 6.95 4.39 1.53 2.15 2.16 2.79 2.58 2.57 5.32 4.76 2.98 1.16 4.21 2.03 2.45 4.40 2.14 4.86 1.50 3.3 9.06 2.16 2.74 4.48 2.04 2.81 6.40 2.85 2.59 5.30 2.84 1.84 2 200 19.57 2.79 3.43 1.87 3.17 4.71 2.13 3.78 2.83 12 244 19.37 5 230 19.92 1.32 5.18 2.32 120 253 19.26 5.18 2.19 4.89 1.86 3.92 1.01 2.00 3 216 19.59 5.92 2.40 2.55 1.00 3.01 1.55 3.34 2.75 4.68 4.09 2.52 30 250 19.15 2.34 2.33 3.38 2.88 1.93 2.76 1.67 4.99 1.46 2.89 1.60 2.85 2.98 1.89 6.46 3.05 2.35 1.11 2.99 5.28 3.94 1.44 3.69 4.96 4.22 3.96 1.35 2.79 1.93 1.07 3.53 3.40 3.12 3.34 2.08 2.39 2.15 3.96 1.91 1.62 3.49 2.92 1.41 2.15 3.47 2.96 1.00 2.88 10 242 19.06 3.49 2.31 2.30 2.81 3.94 6.84 1.13 2.41 4.56 3.39 3.96 1.74 1.18 3.86 4.01 8 239 19.55 6.09 2.95 1.74 3.69 2.38 3.51 2.71 6.07 3.08 4.25 2.54 2.19 2.11 2.79 2.38 4.93 1.79 2.47 1.19 2.32 3.20 3.03 1.48 2.90 2.34 3.66 2.06 2.89 3.85 2.68 3.69 1.71 2.58 2.1 7.79 5.07 2.35 2.09 2.30 4.57 2.05 2.54 2.25 2.18 2.13 3.40 3.79 1.92 1.74 3.51 1.59 1.07 3.83 1.66 2.60 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful