Minggu, 17 Januari 2010 http://susipurwati.blogspot.com/2010/01/konsepkesehatan-spiritual.

html
KONSEP KESEHATAN SPIRITUAL
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga makalah ini dapat kami selesaikan. Makalah berjudul Keterampilan Berkomunikasi Pada Klien Dewasa untuk memenuhi tugas pembuatan makalah Mata Kuliah Keperawatan Dewasa III di semester ganjil tahun 2009. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh anggota kelompok yang telah berkontribusi secara optimal sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Terima kasih pula kami ucapkan kepada para dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan makalah ini. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pembuatan makalah ini baik secara moril maupun materil. Besar harapan kami makalah ini dapat memberi kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dalam keperawatan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas nantinya. Sebagai penyusun kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan. Terima kasih

Depok, Nopermber 2009 Penyusun

ABSTRAK Kesehatan spiritual memiliki hubungan dengan dimensi lainnya (fisik, sosial, psikologis, kultural). Kesehatan fisik dapat dicapai salah satunya dengan peningkatan aspek spiritual

........17 DAFTAR PUSTAKA......2 Saran...................1 2........................................................................ii DAFTAR ISI..........v BAB II PEMBAHASAN 2............................................... karakteristik spiritual................. perkembangan aspek spiritual.9 2..............................................................1........................................ faktor eksternal....................................................................................................4 Karakteristik Spiritual.............................................................8 2................. maladaptif...........................v 1.2 Perkembangan Aspek Spiritual................................................................................17 3........... spiritual...............iii BAB I PENDAHULUAN 1.........................4 Metode Penulisan.........v 1............................................................ Pola Normal Spiritual....... Makalah ini membahas tentang konsep kesehatan spiritual....................... Kata Kunci: adaptif.5 Perubahan Fungsi Spiritual................. sehingga mampu merubah perilaku individu kearah perilaku yang adaptif maupun maladaptif....11 BAB III PENUTUP 3... faktor internal.........iv 1.... perubahan fungsi sipritual.......................................................................................................1 Kesimpulan............................................................. pola normal spiritual..............5 2.........................3 Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Spiritual...................................................................... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR........dalam diri individu............................5 Sistematika Penulisan...................................3 Perumusan Masalah...........2 Tujuan.................18 . kesehatan spiritual...............................................................................................i ABSTRAK......................................................... Kesehatan spiritual dapat dibentuk dan terbentuk dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari dalam diri individu itu sendiri (internal) maupun yang berasal dari luar diri individu (eksternal) serta karakteristik dari spiritual itu sendiri yang harus ada pada diri individu................................................................. Selanjutnya faktorfaktor dan karakteristik tersebut mampu mempengaruhi pola pikir dan berpengaruh terhadap pola perilaku individu................v 1......1 Latar Belakang..........................

sosiologis. keluarga atau masyarakat yang memiliki masalah kesehatan dan membutuhkan bantuan untuk dapat memelihara. tetapi juga kesejateraan dalam aspek spiritual. sosial. 1. yang tidak saja memenuhi kebutuhan fisik. maka keperawatan memandang manusia sebagai mahluk yang holistik yang terdiri atas aspek fisiologis. b) Mengetahui konsep kesehatan spiritual secara umum c) Mengetahui pola normal spiritual d) Mampu menganalisa hal-hal yang mampu mempengaruhi kesehatan spiritual individu e) Mengetahui perkembangan aspek spiritual berdasarkan konsep tumbuh-kembang manusia f) Mengetahui karakteristik spiritual.. Kondisi tersebut dapat dipahami mengingat dimensi fisik. . psikologis.1 Latar Belakang Klien dalam perspektif keperawatan merupakan individu. Spiritualitas memiliki dimensi yang luas dalam kehidupan seseorang sehingga dibutuhkan pemahaman yang baik dari seorang perawat sehingga mereka dapat mengaplikasikannya dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien. Tiap bagian dari individu tersebut tidaklah akan mencapai kesejahteraan tanpa keseluruhan bagian tersebut sejahtera. Sehingga. kemudian berdasarkan karakteristik tersebut mampu mengidentifikasi perubahan funsi spiritual apakah menuju kepada perilaku yang adaptif atau maladaptif. kultural dan spiritual. psikologis. Kesejahteraan spiritual adalah suatu faktor yang terintegrasi dalam diri seorang individu secara keseluruhan. sosial. makhluk sosial. dan makhluk Tuhan. spiritual. mempertahankan dan meningkatkan status kesehatannya dalam kondisi optimal. klien memiliki beberapa peran dan fungsi seperti sebagai makhluk individu. Sebagai seorang manusia.BAB I PENDAHULUAN 1. psikologis. pada nantinya klien akan dapat merasakan kesejahteraan yang tidak hanya terfokus pada fisik maupun psikologis saja. dan kultural merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan. dan kultural tetapi juga kebutuhan spiritual klien. Berdasarkan hakikat tersebut. Kesadaran akan pemahaman tersebut melahirkan keyakinan dalam keperawatan bahwa pemberian asuhan keperawatan hendaknya bersifat komprehensif atau holistik. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia pada salah satu diantara dimensi di atas akan menyebabkan ketidaksejahteraan atau keadaan tidak sehat. yang ditandai oleh makna dan harapan.2 Tujuan a) Untuk memenuhi kebutuhan Mata Kuliah Keperawatan Dewasa III.

Dengan kata lain apabila satu dimensi terganggu. kehilangan dan stres. Ketika klien mengalami penyakit. . internet.3 Rumusan Identifikasi permasalahan berdasarkan materi yang dipelajari yaitu Konsep Kesehatan Spiritual terdiri dari: 1) Bagaimana membuat pola normal spiritual ? 2) Bagaiman menganalisa berbagai hal dan kondisi yang mampu mempengaruhi kesehatan spiritual? 3) Bagaimana menganalisa perubahan fungsi spiritual berdasarkan karakteristik spiritual? 1. Pendahuluan Bab II.2 Saran LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA BAB II PEMBAHASAN Manusia terdiri dari dimensi fisik.1. emosi.5 Sistematika Penulisan KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR ISI Bab I.5 Perubahan Fungsi Spiritual Bab III Penutup 3.2 Perkembangan Aspek Spiritual 2.1 Kesimpulan 3. serta melalui diskusi colaborated learning. Seringkali permasalahan yang mucul pada klien ketika mengalami suatu kondisi dengan penyakit tertentu (misalnya penyakit fisik) mengakibatkan terjadinya masalah psikososial dan spiritual.3 Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Spiritual 2. sosial dan spiritual dimana setiap dimensi harus dipenuhi kebutuhannya. intelektual. Pola Normal Spiritual 2. kekuatan spiritual dapat membantu individu tersebut menuju penyembuhan dan terpenuhinya tujuan dengan atau melalui pemenuhan kebutuhan spiritual.1.4 Metode Penulisan Makalah ini disusun dengan literasi buku.4 Karakteristik Spiritual 2. Pembahasan 2. 1. maka dimensi yang lain akan terganggu.

Dari beberapa pengertian tersebut.1. Konsep religius merupakan suatu sistem penyatuan yang spesifik mengenai praktik yang berkaitan bentuk ibadah tertentu. transenden. Spiritualitas mewakili totalitas keberadaan seseorang dan berfungsi sebagai perspektif pendorong yang menyatukan berbagai aspek individual. dkk (1990) menunjukkan bahwa wanita lanjut usia yang menderita farktur tulang pinggul yang kuat religi dan pengalaman agamanya. kualitas. 2. perkembangan. pengalaman hidup seseorang. Terlepas dari prosesi ibadah yang dilakukan sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan tersebut. Setiap individu memiliki definisi dan konsep yang berbeda mengenai spiritualitas. Pola Normal Spiritual Dimensi spiritual adalah sesuatu yang terintegrasi dan berhubungan dengan dimensi yang lain dalam diri seorang individu. cinta. tetapi karena ia memilki koping yang baik berdasarkan pengalaman agamanya (salah satu sumber dimensi spiritual). menjadi suatu hal penting bagi perawat untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep spiritual agar dapat memberikan asuhan spiritual dengan baik kepada klien. Emblen dalam Potter dan Perry mendefinisikan religi sebagai suatu sistem keyakinan dan ibadah terorganisasi yang dipraktikan seseorang secara jelas menunjukkan spiritualitas mereka. dan eksistensi (Emblen dalam Potter & Perry. dapat disimpulkan bahwa religi adalah proses pelaksanaan suatu kegiatan ibadah yang berkaitan dengan keyakinan tertentu. Berikut akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan konsep kesehatan spiritual. membuat puisi-puisi yang indah. Pengaruh tersebut nantinya dapat mengubah pandangan seseorang mengenai konsep spiritulitas dalam dirinya sesuai dengan pemahaman yang ia miliki dan keyakinan yang ia pegang teguh. ternyata lebih kuat mental dan kurang mengeluh.Penelitan menyebutkan seseorang dinyatakan usianya tinggal beberapa bulan. . Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Pressman. Banyak perawat dalam praktiknya tidak dapat membedakan kedua konsep tersebut karena menemui kesulitan dalam memahami keduanya. 2005). ia tetap bahagia menjalani hari-harinya dengan bernyanyi dan ceria. Kedua hal tersebut memang sering digunakan secara bersamaan dan saling berhubungan satu sama lain. Perbedaan definisi dan konsep spiritualitas dipengaruhi oleh budaya. Sedangkan spiritual memiliki konsep yang lebih umum mengenai keyakinan seseorang. Konsep spiritual memiliki arti yang berbeda dengan konsep religius. Dimensi spiritual merupakan salah satu dimensi penting yang perlu diperhatikan oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada seorang klien. Oleh karena itu.Setiap individu memiliki pemahaman tersendiri mengenai spiritualitas karena masing-masing memiliki cara pandang yang berbeda mengenai hal tersebur.Dari hal-hal tersebut diatas dapat dikatakan dimensi spiritual menjadi hal penting sebagai terapi kesehatan. Konsep religius biasanya berkaitan dengan pelaksanaan suatu kegiatan atau proses melakukan suatu tindakan. Makhija (2002) menyatakan bahwa keimanan atau keyakinan religius adalah sangat penting dalam kehidupan personal individu. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan spiritualitas diri mereka. Keyakinan tersebut diketahui sebagai suatu faktor yang kuat dalam penyembuhan dan pemulihan fisik. hubungan. Ternyata orang tersebut mampu bertahan hingga bartahun-tahun. depresi. dan lebih cepat berjalan daripada yang tidak mempunyai komitmen agama. Katakata yang digunakan untuk menjabarkan spiritualitas termasuk makna. harapan. serta persepsi mereka tentang hidup dan kehidupan.

• Tingkat kedua orang memiliki seorang guru mengikuti tradisi maka mereka memiliki sadhana. tipe-tipe pengobatan yang dilakukan. Keyakinan dan kepercayaan akan Tuhan biasanya dikaitkan dengan istilah agama. Pada satu tingkat pergi ke kuil. Bahkan Makhija (2002) menyatakan bahwa keimanan atau keyakinan religius adalah sangat penting dalam kehidupan personal individu. Karena dari pola tersebut dapat menciptakan suatu bentuk perilaku adaptif ataupun maladaptif berhubungan dengan penerimaan kondisi diri (lihat gambar 1). Ada beberapa agama yang menerapkan pola normal spiritualnya dengan cara: • Beberapa orang menjadi spiritual setelah usia 40 tahun. Dimensi spiritual merupakan dimensi yang sangat penting diperhatikan oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada semua klien.Konsep spiritual berkaitan berkaitan dengan nilai. yang tidak dapat diukur. Paradigma mengenai sakit. Tiap agama yang ada di dunia memiliki karakteristik yang berbeda mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan dan keyakinan sesuai dengan prinsip yang mereka pegang teguh. Ini adalah zaman baru modern gaya • Ada tingkat ketiga orang yang mempunyai dewa dan mereka upsana. • Beberapa praktik seni seperti astrologi atau obat atau tari atau musik dan kemudian mereka menggunakan waktu luang ada dalam sadhana spiritual. persepsi mengenai kehidupan dan makna yang terkandung di dalamnya adalah contoh penerapan konsep spiritual secara normal pada diri seorang individu. Sebagai contoh. dan kepercayaan seseorang. tak terkecuali dalam bidang kesehatan. persepsi seorang Muslim mengenai perawatan kesehatan dan respon penyakit tentunya berbeda dengan persepsi seorang Budhis. . Keyakinan tersebut juga mempengaruhi seorang individu untuk menilai sesuatu yang ada sesuai dengan makna dan filosofi yang diyakininya. banyak agama yang dianut oleh masyarakat sebagai wujud kepercayaan mereka terhadap keberadaan Tuhan. Mengingat pentingnya peranan spiritual dalam penyembuhan dan pemulihan kesehatan maka penting bagi perawat untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep spiritual agar dapat memberikan asuhan spiritual dengan baik kepada semua klien. Semua itu tergantung konsep spiritual yang dipahami sesuai dengan keyakinan dan keimanan seorang individu. Pola normal spiritual Pola normal spiritual sangat erat hubungannya dengan kesehatan. Gambar 1. menghadiri wacana-wacana dan membaca buku-buku atau kitab-kitab dianggap sangat spiritual. Kepercayaan itu sendiri memiliki cakupan mulai dari atheisme (penolakan terhadap keberadaan Tuhan) hingga agnotisme (percaya bahwa Tuhan ada dan selalu mengawasi) atau theism (Keyakinan akan Tuhan dalam bentuk personal tanpa bentuk fisik) seperti dalam Kristen dan Islam. Di dunia ini. • Beberapa orang menghadiri Bhajan dan kemudian melakukan pelayanan sosial yang juga baik seperi pelayanan kesehatan. Konsep spiritual yang dianut atau dipahami oleh seorang klien dapat mempengaruhi cara pandang klien mengenai segala sesuatunya. Keyakinan mendasari seseorang untuk bertindak atau berpikir sesuai dengan kepercayaan yang ia ikuti. Lebih lanjut dikatakannya bahwa keimanan diketahui sebagai suatu faktor yang sangat kuat (powerful) dalam penyembuhan dan pemulihan fisik. keyakinan. Keyakinan merupakan hal yang lebih dalam dari suatu kepercayaan seorang individu.

Tahap perkembangan ini memperlihatkan bahwa anak-anak mulai berlatih untuk berpendapat dan menghormati acara-acara ritual dimana mereka merasa tinggal dengan aman. Perkembangan spiritual manusia dapat dilihat dari tahap perkembangan mulai dari bayi. 1999).2. Anak adalah individu yang masih bergantung pada orang dewasa dan lingkungan. Tahap perkembangan klien dimulai dari lahir sampai klien meninggal dunia. Oleh karena itu. Anak usia pra sekolah mulai memahami kebutuhan sosial. yang mempunyai kebutuhan yang spesifik (fisik. Dimensi spiritual mulai menunjukkan perkembangan pada masa kanak-kanak awal (18 bulan-3 tahun). sehingga adanya gangguan pada suatu dimensi dapat mengganggu dimensi lainnya. Secara umum tanpa memandang aspek tumbuh-kembang manusia proses perkembangan aspek spiritual dilhat dari kemampuan kognitifnya dimulai dari pengenalan. remaja. psikologis. termasuk pengalaman spiritual. internalisasi. Pemenuhan aspek spiritual pada klien tidak terlepas dari pandangan terhadap lima dimensi manusia yang harus dintegrasikan dalam kehidupan. emosional.2 Perkembangan Aspek Spiritual Perawat yang bekerja di garis terdepan harus mampu memenuhi semua kebutuhan manusia termasuk juga kebutuhan spiritual klien. dan spiritual) yang berbeda dengan orang dewasa. dewasa pertengahan. Berbagai cara dilakukan perawat untuk memenuhi kebutuhan klien mulai dari pemenuhan makna dan tujuan spiritual sampai dengan memfasilitasi klien untuk mengekspresikan agama dan keyakinannya. desawa muda. Manusia sebagai klien dalam keperawatan anak adalah individu yang berusia antara 0-18 bulan. serta berusaha menyesuaikan dengan norma . Perkembangan spiritual pada anak masa pra sekolah (3-6 tahun) berhubungan erat dengan kondisi psikologis dominannya yaitu super ego. pra sekolah. Tahap awal perkembangan manusia dimulai dari masa perkembangan bayi. Namun. Keluarga yang spiritualnya baik merupakan sumber dari terbentuknya perkembangan spiritual yang baik pada bayi (Widyatuti. sosial. artinya membutuhkan lingkungan yang dapat memfasilitasi dalam memenuhi kebutuhan dasarnya dan untuk belajar mandiri. intelektual. peniruan. norma. perawat dapat menjalin kerjasama dengan orang tua bayi tersebut untuk membantu pembentukan nilai-nilai spiritual pada bayi. dan spiritual (Rawlins. dan harapan. berikut akan dibahas pula perkembangan aspek spiritual berdasarkan tumbuh-kembang manusia. Anak akan lebih merasa senang jika menerima pengalaman-pengalaman baru. Haber (1987) menjelaskan bahwa perkembangan spiritual bayi merupakan dasar untuk perkembangan spiritual selanjutnya. dan lanjut usia. Bayi memang belum memiliki moral untuk mengenal arti spiritual. yang sedang dalam proses tumbuh kembang. sosial. Lima dimensi tersebut yaitu dimensi fisik. Dimensi-dimensi tersebut berada dalam suatu sistem yang saling berinterksi. sehingga perawat dapat memberikan asuhan keperawatan dengan tepat dalam rangka memenuhi kebutuhan spiritual klien. Perawat harus mengetahui tahap perkembangan spiritual dari manusia. Perkembangan spiritual pada anak sangatlah penting untuk diperhatikan. Observasi kehidupan spiritual anak dapat dimulai dari kebiasaan yang sederhana seperti cara berdoa sebelum tidur dan berdoa sebelum makan. Anak sudah mengalami peningkatan kemampuan kognitif. interrelasi. atau cara anak memberi salam dalam kehidupan sehari-hari. Anak dapat belajar membandingkan hal yang baik dan buruk untuk melanjuti peran kemandirian yang lebih besar. usia sekolah. anak-anak. dan interdepensi. aplikasi dan dilanjutkan dengan instropeksi. 1993). dewasa akhir.

Pada tahap ini individu menjalani proses perkembangannya dengan melanjutkan pencarian identitas spiritual. Dewasa akhir (38-65 tahun) . ketidakbebasan dan rasa takut mati. Anak tidak hanya membandingkan sesuatu benar atau salah. mereka menggunakan keyakinan moral. Lanjut usia (65 tahun sampai kematian). Riset membuktikan orang yang agamanya baik. memikirkan untuk memilih nilai dan kepercayaan mereka yang dipelajari saaat kanak-kanak dan berusaha melaksanakan sistem kepercayaan mereka sendiri. Kebutuhan spiritual ini harus diperhatikan karena anak sudah mulai berfikiran konkrit. Sedangkan pada lansia yang spiritualnya baik ia tidak takut mati dan dapat lebih mampu untuk menerima kehidupan. Secara alami. Mereka kadang sulit menerima penjelasan mengenai Tuhan yang abstrak. karena mereka melihat agama sebagai faktor yang mempengaruhi kebahagian dan rasa berguna bagi orang lain. Tetapi keyakinan yang diambil dari orang lain biasanya lebih mirip dengan keluarga. Remaja menguji nilai dan kepercayaan orang tua mereka dan dapat menolak atau menerimanya. Minat anak sudah mulai ditunjukan dalam sebuah ide. mereka dapat bingung ketika menemukan perilaku dan role model yang tidak konsisten. mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan terhadap kepercayaan dan nilai spiritual. Pada tahap ini kepercayaan pada kelompok paling tinggi perannya daripada keluarga. Jika merasa cemas terhadap kematian disebabkan cemas pada proses bukan pada kematian . Orang tua dapat mengevaluasi pemikiran sang anak terhadap dimensi spiritual mereka.Periode perkembangan spiritual pada tahap ini digunakan untuk instropeksi dan mengkaji kembali dimensi spiritual. Anak usia sekolah (6-12 tahun) berfikir secara konkrit. dan anak dapat diajak berdiskusi dan menjelaskan apakah keyakinan. Remaja (12-18 tahun). walaupun mereka protes dan memberontak saat remaja. Spiritual bukan merupakan perhatian utama pada usia ini. Menggunakan pengetahuan misalnya untuk mengambil keputusan saat ini dan yang akan datang. kemampuan intraspeksi ini sama baik dengan dimensi yang lain dari diri individu tersebut. Biasanya kebanyakan pada tahap ini kebutuhan ritual spiritual meningkat. menurut Haber (1987) pada masa ini walaupun membayangkan kematian mereka banyak menggeluti spiritual sebagai isu yang menarik. mereka lebih banyak memudahkan hidup walaupun mereka tidak memungkiri bahwa mereka sudah dewasa. bahkan mereka masih kesulitan membedakan Tuhan dan orang tuanya. Kepercayaan berkembang dengan mencoba dalam hidup.keluarga. Mereka sudah merencanakan kehidupan. Pada tahap ini individu sudah mengerti akan arti dan tujuan hidup. Dewasa pertengahan (25-38 tahun). tidak dicintai. Dewasa pertenghan merupakan tahap perkembangan spiritual yang sudah benar-benar mengetahui konsep yang benar dan yang salah. Usia sekolah merupakan masa yang paling banyak mengalami peningkatan kualitas kognitif pada anak. mempunyai kemungkinan melanjutkan kehidupan lebih baik. Dewasa muda (18-25 tahun). agama dan etik sebagai dasar dari sistem nilai. Bagi orang tua ini merupakan tahap paling sulit karena orang tua melepas otoritasnya dan membimbing anak untuk bertanggung jawab. rasa tidak berharga. Bagi lansia yang agamanya tidak baik menunjukkan tujuan hidup yang kurang. Pada tahap perkembangan ini. Seringkali muncul konflik orang tua dan remaja. tetapi mereka sudah dapat menggunakan konsep abstrak untuk memahami gambaran dan makna spriritual dan agama mereka. tetapi membandingkan norma yang dimiliki keluarganya dengan norma keluarga lain. Kebutuhan anak pada masa pra sekolah adalah mengetahui filosofi yang mendasar tentang isu-isu spiritual.

latihan dan lingkungan tempat tinggal. Kemudian mempengaruhi orang lain untuk mengikuti hal-hal buruk yang dilakukan. Banyak orang-orang yang melakukan hal-hal yang buruk dan jahat.3 Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Spiritual Kesehatan spiritual adalah komponen penting dari seorang individu yang dimiliki dan sebuah aspek integral dari filosofi kesehatan holistik. Karena setiap individu pasti memiliki aspek spiritual. Secara langsung maupun tidak langsung ada beberapa hal yang mempengaruhi kesehatan spiritual. Ancaman dari luar dikarenakan setiap orang memiliki bentuk penularan spiritual yang menyebarkan penyakit spiritual kepada orang lain disekitar mereka. Setiap agama menyatakan bahwa manusia ada dibawah kuasa Tuhan. Inilah yang disebut dengan menjaga kesehatan spiritual. Beberapa agama menberikan bekal keimanan yang cukup untuk menolak kepercayaan lain. Kedamaian dengan meditasi adalah bentuk lain untuk mendapatkan nutrisi spiritual. Sehingga kita . Hal itu bukanlah meminta tuhan kita apa yang kita inginkan tetapi mencari keheningan untuk merekleksikan dan berterima kasih atas apa pun yang telah kita terima. terdapat ancaman dari luar maupun dari dalam diri kita. Kita harus waspada untuk menghindari keburukan yang berasal dari lingkungan kita dan mencari hal positif yang dapat diambil. Dimensi spiritual menjadi bagian yang komprehensif dalam kehidupan manusia. Tidak hanya latihan dasar untuk kesehatan tubuh. untuk menunjukan cinta kasih dan perasaan pada oaring lain untuk memahami dan untuk mencari kedamaian. 2. Bahkan serangga yang terlihat buruk pun adalah sebuah keajaiban untuk diamati dan dinilai. tetapi juga latihan spiritual untuk menjaga spiritual. Latihan ini terdiri dari penggunaan jiwa kita. Faktor lain yang mempengaruhi kesehatan spiritual adalah lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan spiritual adalah nutrisi. Menilai keindahan alam dapat menjadi makanan bagi jiwa kita. Selain itu juga dengan mengamati keindahan dan keajaiban dunia ini dapat memberikan nutrisi spiritual.itu sendiri. Orang-orang mengartikan spiritualitas dengan berbagai cara dan tujuan tersendiri. Setiap fase dari tahap perkembangan individu menunjukkan perbedaan tingkat atau pengalaman spiritual yang berbeda. Beberapa orang merusak moral dan mencoba untuk menarik orang lain untuk mengikuti kepercayaannya. Tantangan yang dapat mengancam kesehatan spiritual kita dapat berasal dari luar maupun dari dalam dari kita. Keinginan untuk melakukan hal-hal buruk tersebut timbul dari keinginan diri sendiri. Jadi. Spiritualitas tidak selalu berkaitan dengan agama. dari semua itu setiap manusia berusaha untuk mengkontrol spiritualitasnya. Hal terpenting yang mempengaruhi kesehatan spiritual dan sebaiknya kita jaga adalah nutrisi spiritual. Hal ini termasuk mendengarkan hal-hal positif dan pesan-pesan penuh kasih serta memenuhi kewajiban keagaman yang dianut. Selain itu. Sehingga latihan tersebut memberi sentuhan pada jiwa kita dan digunakan untuk menuntun kita untuk bertingkah-laku dengan baik. tetapi spiritualitas adalah bagaimana seseorang memahami keberadaannya dan hubungannya dengan alam semesta. walaupun dengan tingkat pengalaman dan pengamalan yang berbeda-beda berdasarkan nilai dan keyaninan mereka yang mereka percaya. Hal lain yang mempengaruhi kesehatan spiritual kita adalah latihan. Namun. Kesehatan spiritual pasti mengalami keadaan yang tidak selalu sehat seperti halnya kesehatan fisik. Hal ini dikarenakan lingkungan dimana kita hidup adalah somber utama kejahatan ynag dapat mempengaruhi jiwa kita.

Sebuah pendekatan yang holistic mengakui perjuangan spiritual sebagai aspek yang valid dan penting dri kesehatan dan asuhan keperawatan (Fig. baik itu kearah perilaku yang adaptif maupun perilaku yang adaptif. pengalaman. hari demi hari. Hal tersebut adalah menggabungkan factor dari “mengadakan penggolongan sebelumnya yang dibangun dari jasmani. kreativitas dan harapan • maksud dan tujuan serta anugrah dan harapan Karakteristik dari kebutuhan spiritual ini menjadi dasar dalam menentukan karakteristik dari perubahan fungsi spiritual yang akan mengrahkan individu dalam berperilaku. Pencarian spiritual Hidup dapat digambarkan sebagai suatu pencarian spiritual. Situasi yang susah menghasilkan pertanyaan spiritual. Hal itu tidak berarti bahwa individu adalah puas secara total dengan hidup atau jawaban yang mereka miliki. 2. Holism Holism. p. pemikiran rasional. Karakteristik ebutuhan spiritual meliputi: • Kepercayaan • Pemaafan • Cinta dan hubungan • Keyakinan. tetapi untuk mencari level tertinggi dari kesadaran atau kesadaran paling dalam dari kehidupan spiritual. Kebutuhan spiritual Definisi dari kebutuhan spiritual sangat bergantung pada setiap system kepercayaan penulis. dan perasaan dari harapan. tidak berdaya. 1. Orang-orang. tanda-tanda kekuatan. timbul situasi yang menyebabkan kecemasan. Chapman (1986) meliputi jug aide dari pencarian dalam penetapan kesehatan spiritual yang optimal. memperhitungkan keamanan individu. kebutuhan spiritual menunjukkan sebuah ekspresi normal dari dalam diri seseorang yang mencari maksud dalam semua pengalaman dan sebuah hubungan yang dinamik dengan dirinya. dengan orang lain. 50-1). cinta. program ‘the twelve-step’ dari ‘alcoholics anonymous’ mengidentifikasi kesembuhan sebagai suatu perjalanan spiritual. 3. menurut kepada tingkat perkembangan mereka.harus pandai-pandai untuk menjaga kesehatan spiritual kita. anggota dari grup ini memrakterkan sebuah disiplin spiritual pada kehidupan yang lebih berarti. dan pengalaman positif yang menjalani sebagai katalis dari maksud dan sintesis. dan semangat intuisi (Ruffing-rahal. jiwa emosional. Seperti setiap hidup individu berkembang secara normal. Dalam meringkaskan definisi-definisi yang bervariasi. orang lain.12).4 Karakteristik Spiritual Karakteristik spiritual yang utama meliputi perasaan dari keseluruhan dan keselarasan dalam diri seorang. tidak hanya untuk menjawab pertanyaan filosofi kehidupan. atau kepusingan. 1998). dan dengan Tuhan atau kekuatan tertinggi sebagai satu penetapan. posisi mengamati seluruh bidang sebagai suatu system yang kurang berhubungan dengan rukun daripada hubungan yang mengasingkan bagian-bagian. 1984. Sebagai contoh. 2. mengkaji klien dengan perjuangan spiritual berikut adalah aspek penting dan valid dari memelihara kesehatan dan memberikan asuhan keperawatan. harapan. Kesehatan spiritual meliputi “… kemampuan . dan pada lainnya yang tertinggi sebagai ketetapan seseorang. Kebutuhan spiritual yang berasal melalui pengalaman afektif dari semangat. menggabungkan pikiran dan tubuh dan menegaskan semangat (Seller dan Haag.

Beberapa reaksi emosional. kemungkinan yang timbul tidak bisa tidur atau . Pada laporan tugas mandiri ini. mengajukan pertanyaan tentang jalan hidup seluruhnya. Perwujudan verbalisasi mungkin tepat: “saya merasa bersalah karena saya seharusnya memahami lebih dulu dia mempunyai serangan jantung” atau mungkin berkata. Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Laporan ini dibuat dari beberapa sumber pustaka dan mengunduh dari internet. 2. akan dibahas tentang perubahan fungsi spiritual. mati. Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan. 1998). mencari informasi. Individu mungkin mempertanyakan nilai spiritual mereka. 41). kesehatan spiritual tampak untuk pemenuhan yang mengandung arti dari kebutuhan melebihi tingkat aktualisasi diri. Klien mungkin bertanya kepada perawat untuk berdoa untuk mereka atau memberitahukan pembimbing spiritual dari keadaan sakit mereka Perubahan perilaku mungkin menjadi perwujudan dari disfungsi spiritual. Dalam hirarki kebutuhan manusia. Perilaku dan ekspresi yang beranekaragam mungkin menjadi tanda dari klien yang mengalami kecemasan spiritual. Individu selama sakit sering menjadi kurang mampu untuk merawat diri mereka dan lebih bergantung pada orang lain untuk perawatan dan dukungan. dan kebutuhan untuk mendapatkan maaf atau pengampunan. Pengenalan dari masalah. tujuan hidup. Distresss spiritual dapat berkembang sejalan dengan seseorang mencari makna tentang apa yang sedang terjadi. 4. harapan. memenuhi kewajiban agama. komunitas. kedamaian dan pemenuhan…”(p. berupaya untuk memperhitungkan situasi dan mencari fakta bacaan yang berlaku. Perawat professional dituntut untuk mampu memahami perubahan fungsi spiritual agar dapat memberikan asuhan keperawatan pada lingkup kesehatan spiritual sebagai wujud keperawatan holistik. dan nyeri menyerang seseorang. Perwujudan mungkin menjadi lebih subjektif sebagai percakapan melantur dari klien tentang hidup.kita untuk menemukan dan artikulat diri kita tujuan dasar dalam hidup. Orang menderita disfungsi spiritual mungkin mengucapkan antaralain distresss atau mengatakan butuh bantuan. kehilangan. Kekuatan spiritual dapat membantu seseorang ke arah penyembuhan atau pada perkembangan kebutuhan dan perhatian spiritual. dirinya. dan melihat arti dari kehidupan dan memelihara hubungan dengan sesama. Kesehatan spiritual Kesehatan spiritual adalah suatu kondisi yang ditandai oleh sebuah penguatan hidup. pengalaman hidup kepercayaan dan nilai kehidupan. belajar bagaimana pada pengalaman cinta. yang mungkin dapat mengakibatkan seseorang merasa sendiri dan terisolasi dari orang lain. kesenangan. dan lingkungan yang pemeliharaan dan keseluruhan ternama (Greer dan Moberg. kedamaian. dan dukungan dari teman dan keluarga. Spiritualitas mampu menghadirkan cinta. keselarasan. kepercayaan. dan nilai. Masalah spiritual ketika penyakit .” saya tidak pernah melewati pelayanan di 20 tahun”.5 Perubahan Fungsi Spiritual Perilaku individu sangat dipengaruhi oleh spiritualisme dalam kehidupaannya. Setiap manusia pernah mengalami masalah spiritual. Spirituality adalah suatu yang dipengaruhi oleh budaya. Klien yang gelisah tentang hasil tes diagnosa atau yang menunjukan kemarahan setelah mendengar hasil mungkin menjadi menderita distresss spiritual. Beberapa orang menjadi lebih merenung. dan perasaan saling berhubungan dengan Tuhan. dan sumber dari makna hidup. perkembangan.

Menerima yang lain agar mampu bertemu dengan kebutuhan .Takut akan kehendak Tuhan Pemaafan . ritual .Mengungkapkan kebutuhan untuk masuk kedalam naungan besar dari drama cerita manusia .Menawarkan untuk memaafkan yang lain .Menolak untuk kerjasama dengan tim kesehatan .Menerima bantuan .Memandang penyakit sebagai hukuman . keputusasaan.Menunjukan ketidaknyamanan dengan kesadaran diri sendiri .Kepercayaan dalam hidup . Kesalahan.Menerima hasil dari hidup . ketakutan.Menerima ketidaksempurnaan diri dan lainnya.Kekurangan hubungan cinta dengan Tuhan .kekurangan konsentrasi.Mudah tertipu .Merasakan hanya orang dan tempat tertentu saja yang aman .Mengungkapkan kepuasan dengan keterangan dari hidup setelah mati .Diantara mencela diri sendiri atau mencela pekerjaan Cinta dan hubungan .Penolakan diri atau menunjukan salah harga diri dan sifat egois .Tidak menghakimi . dan kecemasan juga mungkin menjadi indikasi perubahan fungsi spiritual Ekspresi adaptif dan malaadaptif dari kebutuhan spiritual dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Kebutuhan Pola perilaku adaptif Pola perilaku malaadaptif Kepercayaan .Merasa untuk memaafkan tergantung dari perilaku .Mengungkapkan rasa dicintai Tuhan dan lainnya .Mengharapkan orang menjadi tidak ramah dan tidak dapat dipercaya .Mempunyai pandangan secara realistis di masa lalu .Mengalami pemaafan diri sendiri .Mencari kebaikan lainnya . kekhawatiran.Terbuka kepada Tuhan .Motivasi terhadap pertumbuhan .Memandang penyakit berdasarkan realitas .Mengkhawatirkan tentang pemisahan dari mencintai seseorang .Menerima pemaafan dari Tuhan .Menerima diri sendiri . .Mengungkapkan kebutuhan dari makna untuk membagi kepada komunitas seiman Mengungkapkan dua perasaan yang saling bertentangan tentang Tuhan .Berkelakuan diri sendiri secara deskriptif .Tidak sabar .Percaya Tuhan menghukum .Merasa ada jarak dan terpisahkan dari Tuhan Keyakinan .Merasa yang lain menghakimi dia .Menggantungkan kebijakan bersifat illahi kepada Tuhan .Kepercayaan diri dan memiliki daya tahan .Mengungkapkan kebutuhan tanda.Tidak bisa untuk menerima diri sendiri .

kepercayaan.Mempertanyakan tujuan dari penyakit .Mempertanyakan maksud penderitaan .Ketakutan mati atau hidup setelah mati ..Lebih suka menemukan kenyamanan di dalam diri daripada fisik diri atau kriteria duniawi .Mencaci maki obat atau alkohol .Kekurangan iman di luar batas kewajaran kekuatan atau Tuhan .Tidak dapat menikmati apapun . dan marah dengan Tuhan .Menggunakan waktu selama sakit dengan hasil yang bermanfaat . Individu selama sakit sering menjadi kurang mampu untuk merawat diri mereka dan lebih bergantung pada orang lain untuk perawatan dan dukungan. dan tujuan . .Putus asa.Konflik nilai .Bertanya informasi tentang kondisi .Merasakan anugrah yang diberikan di akhirat kepada diri dari Tuhan .Tidak dapat membantu diri sendiri atau menerima diri .Terbuka terhadap kemungkinaan dari ketentraman .Cemas tentang masa lalu dan masa depan .Merasakan ketentraman atau kebulatan hati .Bercanda tentang hidup setelah kematian Anugrah atau Karunia .Ketakutan terapi .Keputusasaan .Menemukan tidak ada maksud dalam penderitaan .Berbicara tentang kondisi realistis .Mengungkapkan kepuasan hidup .Tinggal hidup di kesepakatan dengan sistem nilai .Berorientasi kearah penghargaan atau hasil .Menerima atau memanfaatkan penderitaan untuk mengerti diri sendiri .Mencari jalan untuk menunjukan diri sendiri .Mengungkapkan komitmen dan tujuan akhir orientasi .Tidak dapat membentuk tujuan akhir atau mempunyai tujuan akhir tak bisa dicapai .Mengungkapkan maksud hidup atau mati .Mengungkapkan kebosanan .Mempunyai makna jelas dari apa yang penting .Merasakan berkat dan kemewahan .Kekurangan visi dari kemungkinan alternatif .Ketidakjelasan nilai.Berbicara tentang menjadi lebih baik atau mencoba lebih keras adalah perfeksionis Pembahasan diatas menggambarkan kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap manusia.Focus pada penyesalan .Mengungkapkan ketakutan dari kehilangan kontrol .Hidup di pergerakan .Meletakkan hidup atau keputusan besar di genggaman Maksud dan tujuan .Mengungkapkan tidak ada tujuan untuk hidup .Mengungkapkan harapan dimasa depan .Kekurangan komitmen Kreativitas dan harapan .

Perubahan fungsi spiritualitas sering terjadi dalam kehidupan. Fundamental of nursing: Human health and function. maka koping yang dimiliki oleh individu tersebut juga akan semakin meningkat. Potter. Sehingga klien mampu menghadapi. BAB III PENUTUP 3. sosiologis. Oleh karena itu.1 Kesimpulan Kesehatan spiritual berkaitan erat dengan dimensi lain dan dapat dicapai jika terjadi keseimbangan dengan dimensi lain ( fisiologis. Kesehatan spiritual sangat berpengaruh terhadap koping yang dimiliki individu. psikologis. perubahan fungsi spiritualitas klien perlu dipahami perawat dalam pemberian asuhan keperawatan secara holistik. R.2 Saran Peningkatan spiritualitas dalam diri setiap individu sangat penting untuk diupayakan. C. 3. Crisp. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. 38-41. menerima dan mempersiapkan diri terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada diri individu tersebut. Fundamental of Nursing.Third edition. akan lebih baik jika dilaksanakan secara berkesinambungan. kultural). J. Hirnle. Pustaka Utama .. Sehingga mampu berperilaku dan mempertahankan kesehatan dalam kondisi yang optimal. Spiritual health: A component missing from health promotion. American Journal of Health Promotion. C. L... Spiritual Intelligence The Ultimate Intelligence:Great Britain Daniel G. (2000). G.F. Dengan meningkatkan spiritualitas dalam diri. (2001). S. P. A.: gramdia. Penting juga diperhatikan pemenuhan nutrisi spiritual. Sehingga mampu meningkatkan respon adaptif terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada diri individu tersebut. Taylor. Jakarta. Peran perawat adalah bagaimana perawat mampu mendorong klien untuk meningkatkan spiritualitasnya dalam berbagai kondisi. & Perry.. 1(1). 2007.( 1999). Hal tersebut tentunya tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Singapore: Mosby Danah Zohar. Upaya untuk melakukan peningkatan spiritualitas dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan latihan yoga dan melakukan meditasi.A.J. Craven. 1997. maka koping yang kita miliki juga akan meningkat. Semakin tinggi tingkat spiritual individu. Emotional Intelligence. DAFTAR PUSTAKA Chapman.

id/Jurnal/30/musik_merupakan_stimulasi_terhad. C.A & Perry.dkk.depdiknas. Erb. inc. Journal of Nursing. Philadelphia : W.(1981). Alih bahasa oleh dr. Spiritual Nursing.. New Jersey : Pearson Education. and practice. process. Louis : Mosby. Nursing concepts for health promotion (5th ed). Three edition. and practice. O. New York: Delair Publishing Company Inc. Philadelphia : lippincot williams & wilkins Hinchliff. Erb. Sixth Edition. Yani.Andry Hartono.. Spiritual Care in Nursing Practice. 1995. Mental Health Nursing 5 th ed. A. St. Fundamental Of Nrsing: Concepts. Yetty. Greenwich. S. A. New York: Mc Graw-Hill Book Company.G. Research in the social scientific study of religion. and Perry. Karen Lee. Home Health Nurse.(2005).(1987). 12-16. C. and practice. Fudamental of nursing: Concepts.go. K & Schmidt.Kamus Keperawatan. Sellers. & Lemone. Jakarta: EGC Potter. Ruffling-Rahal. A. 2000. Potter.89-99 Walter. h.J . Dimensi Spiritual dalam Keperawatan. NJ: Preventice-Hall. (2004). Twenty Fifth Edition. Spiritual concept nursing care. CT: Jai Press. Fundamentals of Nursing: The Art and Science of Nursing Care.10 WIB) Burry.. The spiritual dimension of well-being: Implications for the elderly. P. (1994). (1993). Louis: Mosby Year Book. process. P. 1985. Jurnal Keperawatan Indonesia volume II. (2005). Fifth Edition. 2. P. BAB 6. Fundamental of Nursing : concepts. Clinical Manual of Pshyciatric Nursing. BAB 2.http://www. 1984.(1997). Seventh Edition. A. 1993. and Moberg. USA: Appleton & Lange Widyatuti. Devis Company.. B. 16(3). R. 1998. G Berman A. D.B Saunders Company Fortune. N. 2003. September 1999.A. (1998). University of Lowa Dorlan. (2004). Philadelphia: F. B. New Webster’s Dictionary: Of the English Language. and Zentner.Dombeck.G. Taylor R. J. tersedia dalam. Englewood Cliffs. P. Inc. (1997). Hungelman.. Lilis. St. Makalah Aspek-aspek Kecerdasan Emosi. 2nd Ed. Conceptual Models of Nursing: Analysis and Application.htm(diak ses 26 Oktober 2009 pukul 12. A. Fundamental of Nursing : concepts. and Haag. Philadelpia: Lippincott.A. process. Mary C. Town send. R & Heacock. Process. Asuhan spiritual dalam keperawatan. 1997. J. 338-354. Haber j. Mauk. R. Murray. Berman.K dan Agustini N. 3 nd. Pearson education. Kozier. Rawlins. Greer. Dimensi Spiritual dalam Asuhan Keperawatan. B. Snyder. Sue.Psychiatric Mental Nursing Concept of Care 3 th ed. Eds 4. Philadelphia: Lippincott. (1995). California : Addison-Wesley Publishing Company. and Practice. Lowa .Jakarta: EGC Kozier. Bahan kuliah Aspek Spiritual dalam Keperawatan. . Dorland’s Pocket Medical Dictionary. Spiritual nursing interventions. M. 1998. Comprehensive Psychiatric Nursing. (1995).

25-31. (2002).09 WIB Makhija.mailarchive.ppt diperoleh tanggal 27 Oktober 2009 Eko Iman.co. Factor Involved in Spiritual Health. http://www. Spiritual http://sulaiman.30 WIB) Henderson.detik.html(diunduh 26 oktober 2009 11.ac. Style Sheet: http://findarticles. tersedia dalam http://www. 53. Spiritual health www.com/spiritualhealth/factors. V.school-forchampions. Rina Pristiawati.php?option=com_content&do_pdf=1&id=144 diperoleh tanggal 27 Oktober 2009 Daniels.fk. 2002). Ron.com/docs/jan_1978. Paradigma Baru Kecerdasan Manusia.indoskripsi. The concepts of nursing.id/msg00083.journalofadvancednursing.00 WIB dari http://www. Georg. Journal of advance nursing. (2006). (2008). Hubungan aspek dengan spiritual.com/p/articles/mi_qa4036/is_%20200206/ai_n9120374.rsu.htm diunduh tangga 28 Oktober 2009 pukul 14.edu/faculty/LAndrews/Spiritual%20Health. http://one. Nursing journal of India. Natsir. Diambil pada 28 Oktober 2009 dari jam 20.unair. (1).http://ners.com/category/spiritual/ diperoleh tanggal 26 Oktober 2009. (June.com/judul-skripsi/ilmu-keperawatan/hubungan-penerapan-aspekspiritualitas-perawat-dengan-pemenuhan-kebut diperoleh tanggal 27 Oktober 2009 Sulaiman.com/formiskat@groups.id/index2. (27 Oktober 2009).plnkalbar. “Spiritual Nursing”.pdf. Kurtus. Diposkan oleh susi blog di 21:58 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful