P. 1
Sistem Antrian

Sistem Antrian

|Views: 255|Likes:
Published by Romy El-zael

More info:

Published by: Romy El-zael on Mar 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2015

pdf

text

original

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang Sesuai dengan semakin bertambahnya jumlah populasi di dunia, maka jumlah antrian dan panjang antrian juga semakin bertambah. Dalam dunia bisnis, bertambahnya nasabah (customer) berarti bertambah pula transaksi bisnis (Susanti, R., 1996). Disamping beberapa cara untuk menarik nasabah, sistem antrian yang efisien akan mengurangi waktu tunggu bagi nasabah. Selanjutnya, waktu tunggu yang singkat, membuat nasabah senang dan apabila nasabah senang dilayani dengan cepat maka mereka akan kembali untuk bertansaksi bisnis lagi. Gross dan Haris (Gross, 1994) mengatakan bahwa sistem antrian adalah kedatangan pelanggan untuk mendapatkan pelayanan, menunggu untuk dilayani jika fasilitas pelayanan (server) masih sibuk, mendapatkan pelayanan dan kemudian meninggalkan sistem setelah dilayani. Dari sudut pandang pihak bank, efisiensi sistem dapat diestimasikan dengan mengevaluasi ukuran waktu rata-rata dari antrian tunggal (single queue) atau antrian terpisah. Pihak bank juga tertarik untuk mengestimasikan fraksi waktu yang digunakan oleh tiap server dalam satu hari kerja untuk tiap-tiap model antrian (Setiawan, 1997). Simulasi diperlukan untuk menjaga statistik yang memungkinkan pembuatan estimasi bagi peningkatan kinerja layanan bank tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa unjuk kerja layanan teller bank dengan membandingkan sistem antrian single-channel dan multiple-channel serta pengaruhnya terhadap waktu tunggu nasabah dan probabilitas mengantri. Penelitian dilakukan dengan mengembangkan program simulasi pendekatan discreteevent untuk verifikasi data dan memprediksikan kinerja sistem antrian lainnya sebelum dilakukan perubahan sistem antrian.

5

Manfaat Penelitian Sesuai tujuan tersebut di atas penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk: 1. Model antian yang dilakukan adalah model antrian tunggal D. Perumusan Masalah Masalah yang akan dibahas adalah menentukan model antrian yang paling tepat digunakan sehingga dapat menghindari terjadi antrian. disiplin antrian dan jumlah fasilitas pelayanan yang tersedia. E. C. diharapkan bagi pembaca untuk lebih mengetahui dan memahami tentang sistem antrian. c. model-model antrian dan simulasi dari model antrian. 6 . Jika dimungkinkan. Bank Jatim Pamekasan.B. memberikan informasi yang dapat membantu dalam pengambilan kebijakan dalam peningkatan efektifitas pelayanan kepada nasabah. Pembaca. Batasan masalah Dari masalah yang dirumuskan di atas maka dapat dilakukan perbatasan masalah agar lebih mengarahkan permasalahan tersebut pada tujuannya sehingga menjadi lebih jelas. Adapun permasalahan adalah sebagai berikut: a. Pembatasan masalah dilakukan hanya yang mencangkup proses antrian nasabah yang baru datang. Dan jika di mungkinkan akan dicari solusi penyelesaian agar lama waktu antri pengunjung dengan tampa menambah fasilitas ataupun komponen penunjang lain secara signifikan. 2. pelayanan. akan dicari solusi penyelesaian agar lama waktu antri pengunjung berkurang dengan tampa menambah fasilitas ataupun komponen penunjang lain secara signifikan. Tinjauan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memudel simolasi antrian tunngal di bank jatim pamekasan. Ruang lingkup penelitian hanya mencangkup kedatangan. b.

sebagai jawaban dari permasalahan. 5. yaitu sebagai berikut: 1. manfaat penelitian dan sistematika makalah. permasalahan. Bab IV Hasil dan Pembahasan Bab ini membahasan. Bab II Landasan Teori Landasan teori berisi tentang teori-teori yang digunakan sebagai pedoman dalam memecahkan permasalahan dalam model antrian bank ini. tujuan penelitian. Bagian isi dibagi menjadi 4 bab. 7 . 3. Sistematika Secara garis besar sistematika makalah ini dibagi menjadi 3 bagian. Bab V Penutup Penutup berisi simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian dan saran. Bagian akhir dari makalah ini adalah daftar pustaka dan lampiran-lampiran. yaiu bagian pendahuluan. batasan masalah. Bab III Metode Penelitian Bab ini berisi tentang hasil penelitian 4. Bab I Pendahuluan Pada bab pendahuluan ini dikemukakan tentang alasan pemilihan judul. 2.F. bagian isi dan bagian akhir.

sementara waktu merupakan waktu daya yang berharga. layanan yang cepat akan sangat membantu untuk mempertahankan pelanggan. akan menyebabkan pelanggan kabur. maka pengurangan waktu menunggu merupakan tema yang menarik untuk di analisis antrian hanya membahas waktu menunggu. yang dalam jangga panjang tentu saja akan menguntungkan keuntungan organisasi tersebut. Suatu asumsi yang sangat penting dalam teori antrian adalah apakah sistem mencapai suatu keadaan keseimbangan atau dinamakan steady state. Hal ini merupakan kerugian bagi organisasi tersebut. Oleh karena itu. Sebagian orang antri merupakan hal yang paling membosankan dan sebagian akibat terlalu lama antri. sebuah organisasi selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik. menunggu di pintu jalan tol.dan beberapa kasus menunggu yang lain sering ditemukan atausering dialami. Karena menunggu memakan waktu. Untuk mempertahan pelanggan. Pelayanan terbaik tersebut diantaranya adalah memberi pelayangan yang paling cepat sehingga pelayanan tidak dibiarkan menunggu (mengantri) terlalu lama. Menunggu didepan loket untuk mendapatkan tiket.BAB II LANDASAN TEORI Antrian (queuening) adalah kejadian yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Teori Antrian Teori antrian (Queuering Theory) merupakan studi matematika dari antrian atau kejadian garis tunggu (waiting lines). menunggu pengisian bahan bakar. Namun demikian. A. Antrian yang panjang sering kali dilihat di bank saat nasabah mengantri di teller untuk melakukan transaksi. yakni suatu garis tunggu dari pelanggan yang memerlukan pelayanan dari sistem yang ada. Ini berarti diasumsikan bahwa ciri-ciri operasi seperti pangjang 8 . dampak pemberian layanan yang cepat ini akan menimbulkan biaya bagi organisasi. karena harus menambah fasilitas layanan.

Priority Service (PS) Kapasitas Sistem Jumlah Jalur Pelayanan 9 . Selanjutnya Dimyati (Dimyati. 2001) mengatakan bahwa sistem antrian adalah kedatangan pelanggan untuk mendapatkan pelayanan.antrian dan rata-rata waktu menunggu akan memiliki nilai konstan setelah berjalan selama suatu periode waktu’ B. 2001). Disiplin Antrian Ada empat jenis disiplin antrian : First Come First Serve (FCFS/ FIFO). Service in Random Order (SIRO). Last Come First Serve (LCFS/LIFO). Sistem Antrian Gross dan Haris (Gross. mendapatkan pelayanan dankemudian meninggalkan sistem setelah dilayani. 2002) menggambarkan sistem antrian sebagai berikut : • • • • • Menurut Gross dan Haris (Gross. menunggu untuk dilayani jika fasilitas pelayanan (server) masih sibuk. Pola Pelayanan Pola pelayanan dinyatakan sebagai kecepatan atau laju pelanggan yang dilayani tiap unit satuan waktu atau sebagai satuan waktu yang dibuthkan untuk melayani pelanggan. yaitu: Pola Kedatangan Pola kedatangan pelanggan atau input ke sistem antrian biasanya dinyatakan dalam bentuk banyaknya kedatangan tiap satuan waktu atau waktu antar kedatangan. ada beberapa karakteristik sistem antrian.

Server mana yang akan dipilih dari beberapa server yang kosong akan dipilih secara random dengan kemungkinan yang sama untuk setiap server untuk dipilih.Dalam penelitian ini akan dilakukan pembuatan model dan perbandingan dari dua sistem antrian dengan jenis yang berbeda. Jika satu atau lebih server kosong dan jalur antriannya juga kosong. Jika semua server terisi. Sistem Antrian Satu Jalur (Single-channel Queueing Systems) Pada sistem yang pertama. Jika satu atau lebih server tidak melayani pelanggan. maka pelanggan pertama yang datang akan memperoleh pelayanan. 2. Sistem Antrian Multi Jalur (Multiple-channels Queueing Systems) Model antrian kedua mengasumsikan bahwa setiap server dari n buah server yang ada memiliki jalur antrian sendiri. Bila dua atau lebih server memiliki panjang antrian terpendek yang sama. Jumlah server merupakan masukan dari pemakai. maka 10 . yaitu : 1. maka akan dipilih server dengan panjang antrian yang terpendek. satu antrian tunggal yang akan dilayani n buah server. maka penentuan server mana yang akan dipilih akan ditentukan secara random dengan kemungkinan yang sama bagi setiap server yang kosong tersebut untuk dipilih.

Simulasi diperlukan untuk menjaga statistik yang memungkinkan pembuatan estimasi bagi peningkatan kinerja layanan bank tersebut. Dari sudut pandang pihak bank.akan dipilih server dengan nomor antrian yang lebih kecil. 11 . Pihak bank juga tertarik untuk mengestimasikan fraksi waktu yang digunakan oleh tiap server dalam satu hari kerja untuk tiap-tiap model antrian. efisiensi sistem dapat diestimasikan dengan mengevaluasi ukuran waktu rata-rata dari antrian tunggal (single queue) atau antrian terpisah.

Bahan dan data Tahap pertama dalam penelitian ini adalah pengumpulan data. Pertama kali dilakukan pengambilan data statistika selama 7 hari kerja. dan selanjutnya adalah menghitung rata-rata dua waktu tersebut. Peneliti membuat program simulasi yang mempunyai dua jenis simulator untuk memprediksikan kondisi awal dari sistem antrian single-channel dan multiple-channels. Hasil pengumpulan data adalah sebagai berikut : Tabel 1 : Hasil Pengumpulan data di Bank Jatim Pamekasan Tabel 2 : Hasil Pengumpulan data di Bank Jatim Pamekasan Tabel 3 : Hasil Pengumpulan data di Bank Jatim Pamekasan Tahap kedua. A. Data yang sudah diperoleh selanjutnya diolah. dan hasil olahannya dijadikan sebagai input program simulasi discreteevent. Data yang dicatat adalah waktu antar kedatangan nasabah dan waktu pelayanan pada lokasi dan waktu yang berlainan.BAB III Metodologi Penelitian Penelitian ini akan menganalisa kinerja dari sistem antrian single-channel dan multiple-channels untuk layanan teller bank khususnya untuk Bank Jatim Pamekasan. peneliti mengembangkan program 12 . Kami menggunakan stopwatch untuk mengukur waktu antar kedatangan dan waktu pelayanan.

Pendekatan yang digunakan adalah discrete-event driven.Komputer untuk mensimulasikan sistem antrian di Bank Pamekasan. 13 . Untuk mengubah sistem antrian jalur tunggal (single-channel) ke antrian jalur banyak (multiple– channels) dengan n server. Program dibuat dengan Visual Basic untuk pembuatan modul-modul pendukungnya. waktu tunggu. yaitu tingkat kedatangan (arrival rate) dibagi n karena nasabah yang datang akan menyebar ke n jalur antrian. peneliti validasikan data yang sudah diperoleh dan selanjutnya membandingkan antar hasil observasi dengan hasil simulasi berupa prediksi panjang antrian. Sedangkan tingkat pelayanan tidak mengalami perubahan. Demikian pula sebaliknya jika mengubah sistem antrian multiple– channels ke antrian single-channel maka tingkat kedatangan dikalikan n. maka perlu dilakukan perubahan data masukan. Discrete-event adalah teknik yang digunakan untuk memodelkan permasalahan dari dunia nyata. dan proses departure adalah ketika nasabah sudah selesai dilayani dan meninggalkan sistem. Proses arrival terjadi ketika seorang nasabah masuk ke dalam sistem untuk dilayani. Sehingga tingkat kedatangan di tiap-tiap jalur antrian adalah memiliki faktor 1/n. Tahap ketiga. Sehingga apabila pihka Bank Jatim ingin mengganti jenis sistem antrian antara single-channel dan multiple-channels maka program simulasi bisa memberikan solusi jawabannya. Dalam model antrian terdapat dua jenis kejadian (event) yaitu kedatangan (arrival) dan kepergian (departure). dan probabilitas mengantri. Hasil simulasi ternyata mendekati dengan data hasil observasi.

Tingkat kegunaan fasilitas pelayanan ( ρ ) adalah fasilitas pelayanan dalam hal ini petugas teller yang ada dalam sistem. g. Waktu rata-rata yang diharapkan konsumen menunggu dalam antrian ( tq ) adalah waktu yang diharapkan pemohon selama menunggu dalam antrian. Tingkat kedatangan rata-rata (unit/jam) ( λ ) adalah berupa antian nasabah yang ada dalam sistem pada setiap periode. h. Jumlah rata-rata nasabah dalam antrian ( nq ) adalah jumlah antrian nasabah yang diperkirakan ada dan menunggu antrian dalam sistem f. komponen-komponen atau kertas kerja yang harus menunggu untuk mendapatkan pelayanan. Probabilitas tidak ada nasabah yang mengantri dalam sistem (Po) adalah kemungkinan nasabah tidak menunggu untuk mendapatkan pelayanan. b. Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam teori antrian adalah: a. Jumlah pelayanan adalah berapa jumlah petugas teller yang digunakan untuk melayani antrian nasabah. Antrian adalah garis tunggu yang dapat berupa orang-orang. Tingkat pelayanan rata-rata (unit/jam) ( µ ) adalah berupa antian nasabah yang dapat dilayani dalam satuan waktu c. Pengolahan Data Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini : 1. d. e. 2. Waktu rata-rata yang diharapkan pemohon Surat Ijin Mengemudi menunggu dalam sistem ( tt ) adalah waktu yang paling efektif atau waktu 14 . Menentukan jumlah rata-rata konsumen dalam sistem ( nt ) adalah jumlah rata-rata pemohon yang diharapkan menunggu dalam sistem.B.

yang paling cepat diharapkan pemohon selama menunggu antrian. 15 .

2. 1) Untuk mengetahui proses Simolasi Antrian Nasabah. 3) Untuk mengetahui penerapan teori antrian dalam menentukan jumlah Petugas di teller bank yang tepat untuk mempercepat proses pelayanan Sistem Antrian Nasabah pada Bank Jatim Pamekasan B. Pembahasan Output Model Simulasi Hasil analisis menunjukkan temuan sebagai berikut : 1. Perhitungan tingkat kegunaan fasilitas untuk Multiple-channels Queueing Systems sebesar 89% (26.4 menit). Sistem Antrian Nasabah pada Bank Jatim Pamekasan Tujuan dari penelitian ini adalah . sehingga nasabah cepat untuk mendapatkan pelayanan dari pihak Teller Bank 4. Rata-rata waktu menunggu dalam antrian ( tq ) adalah 0.182 jam atau 10. Dan untuk Single-channel Queueing Systems sebesar 178% (53. 2) Untuk mengetahui lama waktu yang dibutuhkan (Teller Bank). Probabilitas tidak ada pemohon ( Po ) adalah 11 % setelah terdapat penambahan satu buah fasilitas pelayanan maka probabilitas tidak ada nasabah adalah 38. 3.4 % yaitu terdapat peningkatan yang diakibatkan oleh menurunnya jumlah nasabah yang antri karena ada pelayanan yang cepat. Rata-rata jumlah antrian nasabah yang menunggu dalam antrian ( nq ) adalah 538 orang (pembulatan) pemohon untuk Multiple-channels Queueing Systems dan untuk Single-channel Queueing Systems yang menunggu dalam antrian ( nq ) adalah 264.BAB IV Hasil dan Pembahasan A.4 menit) .92 menit/orang untuk single-channels Queueing Systems maka waktu yang dibutuhkan oleh pemohon untuk menunggu dan antri 16 .

005 jam atau 0.mengalami penurunan yaitu 0.2 jam atau 12 menit merupakan waktu yang lama Tabel 4.3 menit/orang. Rata-rata waktu yang dibutuhkan dalam sistem ( tt )adalah 0. memperlihatkan hasil simulasi. 5. Dalam tabel tersebut dapat dibaca bahwa kinerja server relatif stabil meskipun pada jam-jam sibuk juga tetap stabil. 17 .

Beberapa kesimpulan yang dapat diambil selama penelitian ini adalah : 1. 18 . Hasil simulasi menyatakan bahwa sistem antrian single-channel lebih efisien dibandingkan sistem multiple-channels. 2. Data masukan berasal dari hasil pengumpulan data secara langsung di Bank Jatim Pamekasan. Program Simulasi komputer dapat digunakan untuk menganalisa unjuk kerja layanan.BAB V Kesimpulan Penelitian ini menganalisa kinerja dari sistem antrian single-channel dan multiple-channels untuk layanan teller bank menggunakan teknik simulasi discreteevent. dengan biaya rendah dan validitasnya cukup baik.

2001. Averil M. Univ. dan J.. Jakarta. David. Surakarta. The Queueing Systems. • Gross dan Harris.528-541. Kajian dan Aplikasi Teori Antrian. 1996. 79 issue 9 p. Hendrik M. 2000. Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret. Elex Media Komputindo dan PAU Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Pemrograman Berorientasi Objek. 19 . Simulation Journal vol. • Gustafsson. • Susanti. • Law.. The Society for Modeling and Simulation International. Northeastern Univesity. • Wibowo. 1993. McGraw-Hill. 1997. Perry. New York. S. I. • Hoover. L. Inc. Inc..Daftar Pustaka • Dimyati.. Seri Aplikasi Pemrograman Delphi : Database. C. 2001. dan Rhenaldy F. Simulasi : Teknik Pemrograman dan Metode Analisa. Jakarta. New York • Martina. R. Poisson Simulation as an Extension of Continuous System Simulation for the Modeling of Queuing Systems. Sinar Baru Algesindo. 2003. McGraw-Hill. dan Kelton W. S... Simulation : A Problem Solving Approach. • Setiawan... 2002. Yogyakarta. Andi offset. Riset Operasi : Model-model Pengambilan Keputusan. T. of Swedish. Elex Media Komputindo. dan Dimyati A. Bandung. PT. Simultan and Analysis.W. 1984.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->