Belajar Memprogram atau Belajar Pemrograman ?

May 9th, 2009

Salah satu produk termutakhir saat ini adalah komputer. Apabila kita berbicara mengenai komputer, kita tidak bisa terlepas dari peranan perangkat lunak (software) yang menjadi jantung dan jembatan penghubung antara pengguna (user) dan perangkat keras komputer itu sendiri. Tanpa perangkat lunak, komputer hanyalah sebuah barang elektronik yang tidak berguna. Jika kita telusuri lebih dalam lagi, ternyata sebuah perangkat lunak itu terdiri dari ratusan, ribuan, bahkan jutaan digit biner. Namun berkat kemajuan pemikiran manusia sendiri, kode-kode tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa pemrograman yang mudah dimengerti dan mudah diingat. Mempelajari teknik pemrograman tidaklah sesulit seperti yang kita bayangkan. Anggapan para calon programmer yang saat ini menganggap belajar pemrograman merupakan sesuatu yang sangat sulit adalah salah besar dan harus dihindari sejak dini, karena hal ini akan menyurutkan semangat dan menimbulkan sugesti yag kurang baik dalam proses pembelajarannya di kemudian hari. Dalam mempelajari teknik pemrograman diperlukan semangat dan motivasi yang tinggi, tetapi tidak cukup hanya itu, diperlukan juga suatu ketekunan, kesabaran serta semangat pantang menyerah, karena kita ketahui bersama di dunia ini tidak ada sesuatu yang instant, semuanya membutuhkan proses dan kerja keras, ibarat pepatah mengatakan “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Pepatah tersebut berlaku juga dalam proses pembelajaran teknik pemrograman, karena untuk menguasi suatu bahasa pemrograman dibutuhkan kerja keras yang sangat tinggi, namun jika kita telah menguasai suatu bahasa pemrogaman, kita akan merasa mudah untuk berpindah dari satu bahasa ke bahasa pemrogaman lainnya. Selaku manusia yang dikaruniai akal dan kecerdasan, maka dalam mempelajari teknik pemrograman diperlukan suatu strategi yang jitu, sehingga proses pembelajaran akan semakin efektif. Belajar memprogram sebenarnya adalah belajar berkomunikasi dengan sebuah perangkat, dalam hal ini adalah komputer. Untuk bisa berkomunikasi dengan perangkat tersebut, kita dituntut mempelajari bahasa komunikasi yang dimengerti perangkat tersebut, dalam hal ini adalah bahasa pemrograman. Jadi intinya, mempelajari teknik pemrograman adalah mempelajari bahasa pemrograman, meskipun para programmer professional mengatakan ” jangan mempelajari bahasa pemrograman, namun pelajarilah teknik pemrograman”, tetapi hal itu tidak berlaku di sini, seperti halnya dalam kehidupan manusia, jika sudah dapat berkomunikasi dengan menggunakan salah satu bahasa, maka teknik-teknik berkomunikasi tersebut akan dengan sendirinya mengikuti, dalam artian, sedikit-demi sedikit tujuan pembelajaran teknik pemrograman akan tercapai dengan mempelajari bahasa pemrograman.

karena setiap aplikasi yang akan dibuat tidak terlepas dari struktur pemilihan dan logika. baru pepatah “pelajarilah teknik pemrograman dan jangan mempelajari bahasa pemrograman” sepenuhnya berlaku. hilangkan rasa malu untuk membuat progam “Hello World”. Java. Namun untuk meningkatkan efisiensi program yang dibuat. Jika dianalogikan . kalau dianalogikan manusia. kemudian berlanjut ke manajemen input. Pada pembelajaran struktur perulangan.Banyak pilihan bahasa pemrograman mana yang akan dipelajari. Pada tahap awal. para calon programmer mengalami kesulitan dalam mempelajari logika berpikir struktur perulangan itu sendiri. Sebenarnya pepatah itu agar tidak bersyarat harus diperbaiki menjadi “pelajarilah teknik pemrograman sambil mempelajari bahsa pemrograman”. dan lain-lain. kemudian dilanjutkan ke contoh yang lebih kompleks lagi. Untuk lebih memperdalam kemampuan. seharusnya para programmer menikmati setiap contoh yang ada sekaligus mempelajarinya secara mendetail. karena disamping banyak digunakan. seperti apa yang dikatakan oleh Albert Einstein. Pascal. sehingga menimbulkan rasa malas. telah memaksa mereka untuk berpikir secara teknik. Sebagai modal dasar untuk memprogram. Intinya proses pembelajaran dimulai dari topik manajemen output. C++. Jika para calon programmer telah mengusai salah satu bahasa pemprograman komputer. referensinya pun banyak ditemukan di situs-situs internet. materi selanjutnya yang harus dikuasai adalah struktur pemilihan (selection). bagaikan seorang anak yang sudah dapat berbicara namun belum mengenyam pendidikan TK. Setiap bahasa pemrograman memiliki prospek yang cerah dan memiliki reliabelitas yang tinggi. biasanya struktur ini terdiri dari dua jenis. Berikutnya topik yang harus dikuasai setelah menguasai manajemen Input/Output adalah struktur penulisan program dalam suatu bahasa pemrograman secara umum. Dalam hal ini disarankan menggunakan bahasa C. sebaiknya dipelajari juga struktur sub program tau sering disebut sebagai prosedur dan fungsi. karena struktu rini sangat menentukan efektifitas dan kecepatan program yang dibuat. terdapat beberapa perintah yang diulang dengan tujuan tertentu. diantaranya C. Dalam memprogram komputer. Missal untuk mendapatkan bilangan dari satu sampai dengan seribu. Kenali cara mendelarasikan variable. Walaupun dalam setiap bahasa pemrograman memiliki cara pendeklarasian program yang berbeda. Dengan melakukan pembelajaran seperti di atas. Namun disarankan untuk memilih bahasa pemrograman yang cenderung populer di masa kini. Struktur ini mutlak harus dikuasai oleh para calon programmer. Hal ini seharusnya dapat diatasi dengan mempelajari contoh-contoh sederhana terlebih dahulu. konstanta. Efesiensi proses pembelajaran akan tercapai jika pembelajaran dilakukan dengan melihat atau mempelajari contoh-contoh yang sudah ada. karena program ini merupakan modal dasar untuk terciptanya system perangkat lunak yang super kompleks. Dalam hal ini dipelajari cara meminta dan membaca data masukan kemudian menampilkan data masukan tersebut sebagai output dari progam. para calon programmer biasanya sudah memiliki kemampuan berkomunikasi dengan komputer. namun pada dasarnya memiliki struktur yang sama. yaitu “IF…Then. karena latihan-latihan yang dilakukan dalam mempelajari sintaks (cara penulisan) dan struktur dari suatu bahasa pemrograman. karena akan memudahkan dalam mencari referensinya di kemudian hari.Else…” dan “Case…Of”.. dan struktur kode program secara umum. sebenarnya para calon programmer telah menguasai teknik dasar pemprograman. sebenarnya pemahaman sampai dengan struktur perulangan sudah cukup memadai untuk bisa mengkomunikasikan maksud atau pemikiran kita kepada komputer. maka digunakan struktur perulangan. Basic. Berbagai sumber referensi telah banyak tersedia di situs-situs internet. Namun pada kenyataannya. yaitu : “proses pembelajaran hanya dapat dilakukan melalui contoh”. Sampai di sini.

menguji dan memperbaiki (debug). diperlukan keterampilan dalam algoritma. baik dari sisi waktu berjalan (running time). Senapan tanpa peluru bisa digunakan walaupun fungsinya tidak terlalu dominan muncul. Tapi jika peluru tanpa senapan adalah sia-sia. Untuk dapat melakukan pemrograman. Kode ini ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman. Terkadang para calon programmer sering terjebak dengan paradigm baru tersebut. Jadi intinya adalah membiasakan diri dengan menggunakan bahasa tersebut. Bahasa pemrograman yang berbeda mendukung gaya pemrograman yang berbeda pula. Pemrograman adalah sebuah seni dalam menggunakan satu atau lebih algoritma yang saling berhubungan dengan menggunakan sebuahbahasa pemrograman tertentu sehingga menjadi sebuah program komputer. tanpa menghiraukan bahasa pemrograman itu sendiri. maka semakin ke sini paradigma tersebut berubah menjadi ” bahasa pemrograman adalah pelengkap teknik pe mrograman”. bahasa pemrograman. Mereka hanya berkutat dengan buku-buku textbook yang terfokus pada teknik pemrograman. namun karena teknik pemrograman utnuk setiap bahasa pemrograman adalah sama. maka bahasa pemrograman itu adalah senapan. sampai kapanpun mereka akan mengalami kesulitan untuk memulai berkomunikasi dengan komputer. Apakah memprogram perangkat lunak lebih merupakan seni. Teknik pemrogrman pada awalnya adalah pelengkap bahasa pemrograman. logika. agar dapat menciptakan program yang efisien. ilmu. . Inti dari pembelajaran suatu bahasa.teknik pemrogrman dengan peluru. Pemrograman adalah proses menulis. Tujuan dari pemrograman adalah untuk memuat suatu program yang dapat melakukan suatu perhitungan atau 'pekerjaan' sesuai dengan keinginan si pemrogram. Gaya pemrograman ini biasa disebut paradigma pemrograman. Karena tidak ada yang dapat dilakukan dengan menggunakan peluru tanpa senapan. atau teknik telah lama diperdebatkan. pengetahuanpengetahuan lain seperti matematika. Pemrogram yang baik biasanya mengkombinasikan tiga hal tersebut. Jadi bagaikan “menegakan benang basah”. dan di banyak kasus. karena masih dapat digunakan untuk membela diri. atau memori. dan memelihara kode yang membangun sebuah programkomputer. baik itu bahasa manusia maupun bahasa komputer adalah praktek.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful