P. 1
MATERI FILSAFAT

MATERI FILSAFAT

|Views: 1,292|Likes:
Published by rowscribd

More info:

Published by: rowscribd on Mar 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

POKOK MATERI FILSAFAT PANCASILA (3 SKS

)
Dosen Pengampu: Drs. Supriyono, PS., M. Hum. Noor Rochman, S. Pd.

PENGERTIAN FILSAFAT
A. Pengertian filsafat secara etimologi

Kata filsafat ini berasal dari bahasa Yunani, Philosophia. Terdiri dari dua bentukan kata, philos dan sophos atau philein dan sophia. Philos dapat bermakna "sahabat" atau "teman", sedangkan sophos berarti "kearifan". Sementara itu, philein tidak lain daripada "mencintai" dan sophia adalah "kebijaksanaan“.

Pengertian Filsafat sebagai Ilmu (berpikir kefilsafatan)
Empat syarat sebuah ilmu: berobyek, bermetode, bersistem, bersifat universal. Filsafat berarti ilmu yang mempelajari akan fakta-fakta dari kenyataan yang ada dengan menggunakan logika, etika, estetika, dan teori ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mencari kebenaran.

 Radikal = berpikir sampai ke akar-akarnya.  Universal (umum) = berpikir tentang hal atau proses yang       

Ciri-ciri berpikir secara kefilsafatan

bersifat umum. Konseptual = hasil generalisasi (perumuman) dan abstraksi dari pengalaman tentang hal atau proses individu. Koheren = sesuai kaidah-kaidah berpikir (logis) Konsisten = tidak mengandung kontradiksi Sistematik = saling berhubungan dan mengandung tujuan tertentu. Komprehensif = mencakup secara menyeluruh. Bebas = bebas dari prasangka sosial, historis, kultural, dan religius. Bertanggung jawab = bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan dapat dikomunikasikan kepada orang lain.

CABANG2 FILSAFAT
F. Barat Aliran F. Timur
Umum Ontologi Kosmologi

Metafisika

Khusus

Theodicye Antrop.M

Filsafat

Umum

Epistemologi
Aksiologi

Logika
Cabang Etika Khusus F.Hukum F.Pendidikan F. Agama,dll FILSAFAT PANCASILA ????

Cabang-cabang filsafat umum
 Metafisika = cabang filsafat yang menyelidiki

  

hakikat dan realita yang ada. Ontologi adalah pembicaraan mengenai keber”ada”an atau what is being?. Epistemologi = cabang filsafat yang membahas sumber, batas, proses hakekat dan validitas pengetahuan. Aksiologis = Mengkaji masalah nilai-nilai. Logika = Mengkaji kaidah-kaidah berpikir. Etika = Mengkaji moralitas, tingkah laku manusia.

Pancasila adalah Suatu Filsafat
 Muh Yamin ( naskah persiapan UUD 1945 )

Ajaran Pancasila tersusuan secara harmonis dalam sistem filsafat Pancasila adalah sintesis dari antitesa-antitesa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Oleh karena itu penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan peri kemanuasiaan dan peri keadilan antithesa, karena proses kemerdekaan lahir setelah berakhirnya pernyataan itu. ( Negera dibentuk berdasarkan Pancasila , dan sila kelima menyebutkan tujuan negara adalah untuk mewujudkan kebahagiaan,kesejahteraan,perdamaian dunia dan kemerdekaan  sinthesis  Drijarkoro Membedakan antar filsafat dan weltanschaung. Pancasila adalah dalildalil filsafat.  Notonagoro Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dalam pengertian dasar filsafat. Sifat kefilsafatan dari dasar negara terwujudkan dalam rumusan abstrak dari kelima sila  Roeslan Abdul gani Pancasila adalah filsafata nagara yang lahir sebagai collectiveideologie dari seluruh bangs aIndonesia.

PENGERTIAN FILSAFAT PANCASILA
 4 tingkatan dalam memperoleh pengetahuan: deskriptif (begaimana), kausal (mengapa), normatif (kemana), essensi (apa).  Pengetahuan ttg Pancasila yang deksriptif, kausal, normatif dibicarakan di Pend. Pancasila.  Pengetahuan dan pengertian Pancasila yang essensi dibicarakan dalam ilmu Filsafat Pancasila.

Arti Filsafat Pancasila secara umum
 Filsafat Pancasila ialah menelaah Pancasila dari sudut intinya yang terdalam dan yang tak berubah yang disebut “hakekat” dari pada Pancasila.
 Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.

Filsafat Pancasila sebagai Genetivus Objektivus
 Pancasila dikaji/dijadikan obyek, yang dikaji dan diuji secara ilmiah murni atau secara teoretis-akademik, tanpa mengingat adanya

unsur-unsur lain yang melatarbelakangi kelahiran Pancasila.  Dalam kaitan itu harus ada upaya untuk menangkap struktur dan orientasi paling umum/mutlak didalam Pancasila itu sendiri.

Filsafat Pancasila sebagai Genetivus Subjektivus
 Pancasila dipandang sebagai subyek, yang berbicara dan menguji aliran atau pandangan filsafat lain yang dihadapinya.  Dalam kaitan ini Pancasila menjadi adanya dalam aku manusia sebagai landasan dalam mencari jawaban atas masalah fundamental

tentang hakikat “Ada”.

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
 Perenungan kefilsafatan diperlukan untuk mengetahui dan membuktikan bahwa Pancasila sebagai sistem filsafat.  Perenungan kefilsafatan dapat dirumuskan sebagai berikut: pemikiran secara rasional untuk menyusun suatu sistem pengetahuan

yang memadai guna memahami dunia dan alam semesta maupun manusia dan kehidupan serta semua yang ada.

 Pancasila sebagai hasil perenungan telah memenuhi ciri-ciri pokok filsafat sebagai filsafat hidup bangsa, Pancasila berlandaskan

pada hekekat kodrat manusia , tiap bagian mempunyai fungsi dan kedudukan sendiri, dan merupakan satu kesatuan yang bersifat organis, berbentuk hierarkis-piramidal.

Pengertian Sistem dan Ciriciri Sistem
 Sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama,untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh..
 Ciri-ciri sistem : suatu kesatuan bagian-bagian, bagian tersebut mempunyai fungsi sendirisendiri, saling berhubungan dan ketergantungan, kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai tujuan bersama (tujuan sistem),

terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks.

Pengertian Pancasila sebagai Sistem Filsafat
 Pancasila pada hakikatnya merupakan sistem,

yakni bagian-bagian, sila-silanya saling berhubungan secara erat sehingga membentuk suatu struktur yang menyeluruh.  sistem juga dapat dipahami dari pemikiran dasar yang terkandung dalam Pancasila, yakni pemikiran tentang manusia dalam hubungannya dengan Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, masyarakat bangsa Indonesia.  Jadi, Pancasila merupakan suatu sistem dalam pengertian kefilsafatan.

Kesatuan sila-sila Pancasila sebagai Sistem Filsafat
Sila² Pancasila hakikatnya bukan hanya merup kesatuan yg bersifat formal logis, namun meliputi kesatuan dasar ontologis, dasar epistemologis, & dasar aksiologis Susunan Sila² Pancasila bersifat Hierarkis & berbentuk Piramidal
Mgambarkan hub hierarkhi sila² dlm urut²an luas Mgambarkan hub hierarki sila² dlm isi sifatnya

Ketentuan sila² dlm arti formal logis

Merup sistim fils yg kesatuan sila²nya memiliki : dasar ontologis, dasar epistemologi, & dasar aksiologis

TINJAUAN PANCASILA DARI ASPEK-ASPEK POKOK FILSAFAT
 Tinjauan Ontologis untuk mengungkapkan jenis keberadaan yang diterapkan pada Pancasila.
 Tinjauan Epistemologis untuk mengungkapkan

sumber-sumber pengetahuan dan kebenaran Pancasila sbg sistem filsafat dan ideologi.  Tinjauan Aksiologis untuk mengungkapkan jenis-jenis nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila.  Tinjauan Antropologis untuk mengungkapkan hakikat manusia dalam rangka pengembangan sistem filsafat Pancasila.

Asal mula Pancasila
 Kausa materialis (asal mula bahan) Pancasila = terdapat

dalam adat kebiasaan, kebudayaan, dan dalam agamaagama.  Kausa finalis (asal mula tujuan) Pancasila = sebagai dasar filsafat negara, diusulkan anggota BPUPKI dalam rapat 1 Juni 1945.  Kausa formalis (asal mula bentuk) Pancasila = lima dasar sebagai kesatuan, dirumuskan Panitia Sembilan dalam Piagam Jakarta pd 22 Juni 1945 disahkan BPUPKI 14 Juni 1945.  Kausa efisien (asal mula karya) Pancasila= usaha mjdkan Pancasila sbg Dasar Filsafat Negara oleh PPKI, menetapkan Pembukaan UUD 45 18 Agustus 1945.

Pandangan Ontologis Pancasila
 Tuhan adalah sebab pertama (causa prima) dari segala sesuatu.
 Manusia memiliki susunan hakikat pribadi

yang monopluralis (majemuk tunggal).  Mengakui adanya kualitas metafisis “satu”.  Mengakui adanya rakyat.  Mengakui adanya kualitas metafisis “baik” yang berupa adil.

Epistemologis Pancasila
 Pengetahuan empirik Pancasila = cerminan dari

masyarakat Indonesia pada saat kelahirannya yang digali dari budaya bangsa Indonesia.  Pengetahuan rasionalis Pancasila = hasil perenungan yang mendalam dari tokoh-tokoh kenegaraan Indonesia untuk mengarahkan kehidupan bangsa Indonesia dalam bernegara.  Teori kebenaran= teori koherensi (penjabaran/pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya), teori korespondensi (materi pengetahuan pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju), teori pragmatis (konsekuensi pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

Beberapa Problem Epsitemologik mengenai Pancasila
 Proses = membangun titik temu, bhinekatunggal ika.  Sumber = sbg dasar negara Pembukaan UUD 45  Tafsir = hak menafsirkan di tangan seluruh rakyat  Pelaksanaan = Batang Tubuh UUD 45  Perubahan = secara teoritis dapat dirubah, secara politis akan menghapus eksistensi NKRI.  Komparasi = kritik ideologi mendasar  Posisi pancasila sebagai ideologi dan falsafah= Pancasila adalah Dasar Negara, sebagai ideologi dan sebagai falsafah.

Landasan Aksiologis Pancasila
 Landasan sifat dasar nilai Pancasila = nilai religiusitas, eudaemnistik, utilitaristik, hedonistik, pragmatik.  Landasan ragam nilai Pancasila = tergolong nilai kerokhanian terkandung adanya nilai religius, kebenaran, moral, keindahan.  Landasan kriteria Nilai Pancasila = telah memenuhi kriteria nilai intrinsik (kausalitas) dan nilai instrumental (Dasar Negara dan Pandangan Hidup).

Landasan Antropologis Pancasila
 Filsafat antropologis = pemahaman kemanusiaan yang didasarkan atas refleksi kritis untuk mendapatkan kebenaran filsafat.  Filsafat Antropologis Pancasila = memandang manusia sebagai monopluralis dengan dimensi: susunan kodrat (jiwa-raga), sifat

kodrat (makhluk individu-sosial), kedudukan kodrat (makhluk berdiri-sendiri, makhluk tuhan)

Pengertian Hakekat dan Cara Memperoleh Hakekat
 Hakekat ialah sesuatu hal adanya pada dirinya sendiri, sesuatu hal yang harus ada mutlak adanya sesuatu.  Cara memperoleh hakikat = 9 aksidensia aristoteles; kuantitas, kualitas, relasi, aksi, pasi, tempat, keadaan atau sikap, kedudukan,

waktu. Notonegoro 7 cara; keadaan, sikap, tempat, waktu, passi, relasi.

Hakekat Sila-Sila Pancasila
 Ketuhanan sebagai hakekat atau abstraksi dari sila 1. Essensi dasar Ketuhanan adalah “Tuhan”  Kemanusiaan sebagai hakekat atau substansi dari sila 2. Essensi dasar Kemanusiaan adalah “manusia”.  Persatuan sebagai hakekat atau substansi dari sila 3. Essensi dasar Persatuan adalah “satu”.  Kerakyatan sebagai hakekat atau substansi dari sila 4. Essensi dasar Kerakyatan adalah “rakyat”.  Keadilan sebagai hakekat atau substansi dari sila 5. Essensi dasar Keadilan adalah “adil”.

Arti Hakekat Sila-Sila Pancasila
 Ketuhanan ialah sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakekat Tuhan.  Kemanusiaan ialah sifat-sifat dan keadaan

yang sesuai dengan hakekat manusia.  Persatuan ialah sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakekat satu.  Karakyatan ialah sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakekat rakyat.  Keadilan ialah sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakekat adil.

ISI ARTI SILA-SILA PANCASILA
 Isi arti sila-sila Pancasila yang abstrak-umumuniversal
 Isi arti sila-sila Pancasila yang umum-kolektif

 Isi arti sila-sila Pancasila yang khusus-konkrit

Isi Arti Pancasila yang Abstrak-Umum Universal
 Isi arti Pancasila yang abstrak, umum

universal merupakan hakikat dari Pancasila merupakan essensi yaitu merupakan intinya yang terdalam dari sila-sila Pancasila, yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan.  Disebut umum universal karena tidak terbatas pada jumlah, ruang dan waktu.  Isi arti Pancasila yang abstrak, umum universal tersebut mempunyai sifat tetap dan tidak berubah.

Isi arti Pancasila yang Umum Kolektif
 Isi arti Pancasila yang umum kolektif, pada hakekatnya merupakan wujud pelaksanaan Pancasila dasar filsafat secara kongkrit, yaitu

diterapkan dalam lingkungan kehidupan yang nyata berlaku secara umum kolektif.  Disebut umum kolektif karena hanya berlaku dalam batas-batas kolektifitas Bangsa Indonesia.

Cara membedakan dua sifat umum dalam Pancasila
Inti mutlak Ketuhanan Persatuan Kerakyatan Ciri pembeda Yang Maha Esa Indonesia Yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Dasar-dasar Pancasila Sifat pengkhususan Pancasila (abstrak umum universal) (sifat khusus)

Rumusan Pancasila (umum kolektif)

Isi arti Pancasila yang Khusus Kongkrit
 Isi arti Pancasila yang khusus kongkrit ini

merupakan pelaksanaan Pancasila dasar filsafat negara yang diterapkan dalam kehidupan nyata, antara lain pada bidang sosial, budaya, ekonomi, politik, kebudayaan, organisasi, administrasi, partai politiik maupun golongan masyarakat, pertahanan, pembangunan nasional, dan luar negeri.  Pelaksanaan Pancasila yang kongkrit ini sangat bersifat dinamis disesuaikan dg perkmbngan peradaban manusia dg batas norma umum universal dan umum kolektif.

IDEOLOGI PANCASILA DAN IDEOLOGI LAIN
No
1. Paham

Aspek

Pancasila

Liberal

Komunis

2. 3. 4.

Sifat Negara Ruang lingkup

5.

Pengakuan hak individu

6.

Pandangan

Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
 Dimensi idelalitas = nilai-nilai dasar dalam

Pancasila yang bersifat sistematis dan rasional yakni hakikat lima sila Pancasila: Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.  Dimensi normatif = nilai-nilai dalam Pancasila yang perlu dijabarkan dalam sistem norma dalam Pembukaan UUD 1945.  Dimensi realistis = Pancasila dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam masyarakat maupun segala aspek bernegara.

Implikasi Filsafat Pancasila (Persoalan aktual dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam konteks filosofis)

 Isu SARA dan kurukunan hidup antar umat beragama
 Isu hak-hak asasi manusia

 Semangat kebangsaan dalam era globalisasi dan keterbukaan
 Demokratisasi dan pelaksanaannya  Keadilan sosial dan kesenjangan ekonomi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->