P. 1
Agama Bab 12 Final

Agama Bab 12 Final

|Views: 322|Likes:
Published by Afif Izzul Falakh

More info:

Published by: Afif Izzul Falakh on Mar 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2014

pdf

text

original

BAB 12 KHOTBAH, TABLIGH, DAN DAKWAH

Disusun oleh: XI IPA 5 Rr. Putri Zatalini Sabila (06) Afif Izzul Falakh () Mega Kurniawati () Ishmah Aditia Nurfajrina() M. Kholish Naf’an (30)

SMA NEGERI 3 YOGYAKARTA 2011/2012

1

A. Khotbah 1. Pengertian : Berasal dari bahasa Arab “Khutbah” ( ) dan merupakan kata dasar (masdar) dari kata

kerja yang secara harfiah berarti ceramah atau pidato tentang keagamaan. Dalam fikih, khotbah diartikan dengan pidato dari seorang khotib yang diucapkan di depan jamaah sebelum shalat jum’at atau setelah shalat Id. Khotbah berisi tentang nasihatnasihat guna mempertebal iman dan taqwa kepada Allah SWT. Khotbah yang ada dalam agama Islam seperti khotbah idul fitri, khutbah idul adha, khotbah jum’at, khutbah gerhana , khotbah nikah dan khotbah wukuf di Arafah. Apabila khotbah sedang dikhotbahkan, para jamaah harus mendengarkan dan menyimak dengan khitmat. 2. Tata cara berkhotbah: a. Orang yang berkhotbah disebut khatib Sebelum shalat jumat dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan khutbah yaitu disebut dengan khutbah Jumat. Seorang khatib harus dapat memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. Faqih, mendalami dan memahami ketentuan-ketentuan khutbah, baik syarat, rukun dan sunnah khutbah jum’at 2. 3. Fashih, jelas dalam melafadkan Al-Qur’an dan Sunnah serta hal-hal yang lain Adiib, memiliki akhlaq yang mulia, berpakaian rapi, sopan dan berpenampilan yang baik 4. Asyid, suara jelas, keras, dapat didengar hadirin, dapat membawakan alun kata sesuai dengan isi kandungan yang disampaikan, laksana panglima perang 5. Baligh, telah cukup umur, sadar, tak terserang penyakit jiwa, bertakwa kepada Allah, berakhlak baik, dapat menjauhkan diri dari berbagai macam dosa baik yang kecil apalagi yang besar, dan bukan orang munafik 6. Bath thal, laki-laki, pria yang perkasa, bukan khunsa atau wadam

7. Ruhama, sayang dan disayangi masyarakat, bukan yang dibenci masyarakat 8. Paham dengan benar ajaran agama Islam, terutama mengenai akidah, ibadah, dan akhlak.

2

9. Dapat membaca hamdalah, syahadat, salawat, Al-Qur’an, dan hadis dengan baik dan benar, juga sanggup menyampaikan dan berbicara di publik dengan jelas, santun dan gampang dipahami pendengar 10. Memiliki ilmu keislaman yang mumpuni dan shaleh 11. Orang yang dipandang terhormat, dihormati, dan disegani.

b. Syarat-syarat dua khotbah Jumat: 1. Khatib hendaknya suci dari hadas dan najis serta menutup aurat 2. Khutbahnya dimulai pada waktu setelah matahari tergelincir atau sudah masuk waktu dzuhur 3. Khotib berdiri apabila kuasa pada waktu berkhutbah 4. Khotib duduk diantara kedua khutbah 5. Khutbahnya disampaikan dengan suara lantang, bahasa yang baik dan halus, katakatanya yang fasih, lancar, teratur, ungkapannya mudah dimengerti sehingga dapat menyentuh jiwa dan perasaan. Hadis menyebutkan sebagai berikut. Yang artinya : “Bila rasulullah SAW berkhotbah kedua matanya memerah, suaranya tegas dan semangatnya tinggi bagai seorang panglima yang memperingatkan kedatangan musuh yang menyergap di kala pagi atau sore.”(HR Muslim dan Ibnu Majjah) 6. Tertib yaitu berturut-turut dalam rukun-rukunnya maupun antara khutbah pertama dan khutbah kedua. c. Rukun Khotbah 1. Mengucapkan hamdalah dan puji-pujian kepada Allah SWT 2. Mengucapkan syahadatain. 3. Bershalawat kepada Rasulullah SAW 4. Berwasiat taqwa dan menyampaikan ajaran tentang akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadis 5. Membaca ayat Al Qur’an pada salah satu dari kedua khutbah 6. Mendoakan kepada kaum muslimin dan muslimat agar memperoleh ampunan dosa dan rahmat dari Allah SWT pada khutbah kedua.

3

d. Sunah Khotbah Jumat 1. Khutbah dilaksanakan di atas mimbar atau di tempat yang ditinggikan dan tempatnya di sebelah kanan tempat imam (pengimaman). 2. Khatib mengawali dengan ucapan salam , setelah itu duduk dan mendengarkan adzan dari muadzin. 3. Khatib dalam berkhutbah harus jelas, mudah dipahami, dan khutbahnya sedang yaitu tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. 4. Khatib menghadap ke jamaah dan tidak berputar-putar 5. Menertibkan tiga rukun yaitu puji-pujian, shalawat dan nasihat taqwa 6. Membaca surah Al-Ikhlassewaktu duduk antara dua khotbah e. Mendengarkan khotbah Khotbah Jumat termasuk syarat sahnya shalat Jumat. Maka para khatib harus melaksanakan syarat-syarat, rukun-rukun, bahkan sunah-sunahnya. Ketika khatib Jumat menyampaikan khotbahnya, jamaah wajib mendengarkan dan jangan sampai ada yang mengobrol, bercanda, mengantuk, ataupun membuat keributan. Karena dilakukan barang salah satunya saja dilakukan, berkuranglah kesempurnaan salat Jumat itu. Jika ada seorang jamaah yang berbicara, yang berhak menegurnya hanya khatib karena jika jamaah yang lain diberi hak untuk menegur, dikhawatirkan suasana akan bertambah ribut dan yang jelas si penegur akan kehilangan konsentrasi dalam mendengarkan khotbah 3. Fungsi khotbah jumat: Khotbah sebenarnya memilki banyak sekali fungsi, baik bagi muslim secara individu maupun secara sosial kemasyarakatan yakni antara lain sebagai berikut. 1. Memberi pengajaran kepada jamaah mengenai bacaan dalam rukun khotbah, terutama bagi jamaah yang kurang memahami bahasa Arab 2. Mendorong jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah 3. Mengajak jamaah untuk selalu berjuang menggiatkan dan membudayakan syariat Islam dalam masyarakat. 4. Mengajak jamaah untuk selalu berusaha meningkatkan amar ma’ruf dan nahi munkar

4

5. Menyampaikan informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan hal-hal yang bersifat aktual kepada jamaah 6. Merupakan kesempurnaan salat jumat karena salat jumat hanya dua rakaat 7. Mengingatkan kaum muslim agar lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah 8. Mengingatkan kaum muslim agar lebih meningkatkan amal shaleh dan lebih memperhatikan yang kurang mampu untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan dalam masyarakat 9. Mengingatkan kaum muslim agar lebih meningkatkan akhlakul karimah dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara 10. Mengingatkan kaum muslim agar lebih meningkatkan kemauan untuk menuntut ilmu pengetahuan dan wawasan keagamaan 11. Mengingatkan kaum muslim agar meningkatklan ukhuwah islamiyah dan membantu sesama muslim 12. Mengingatkan kaum muslim agar rajin dan giat bekerja untuk mengejar kemajuan dalam mencapai kehidupan dunia dan akhirat yang sempurna 13. Mengingatkan kaum muslim mengenai ajaran Islam, baik perintah maupun larangan yang terdapat didalamnya. 4. Cara menyusun Khotbah Jumat: langkah-langkah menyusun teks dakwah : I. II. Menentukan tujuan dakwah Menetapkan judul khotbah

III. Menentukan uraian materi, bahasa yang digunakan, dan cara penyampaian. Uraian materi: 1. Pembuka, yang berisi :
a.

Salam pembuka

b. Membaca hamdalah

5

c.

Membaca syahadah .

d. Membaca shalawat

e. Berwasiat untuk bertaqwa kepada Allah SWT

f.

Membaca ayat-ayat Al-Qur’an (yang dikehendaki khotib). Contoh :

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim:6)
2. Isi khutbah

Hendaknya berisi mauizah hasanah, yakni uraian-uraian yang mengajak jamaah untuk melaksanakan amal-amal saleh serta meninggalkan amalan-amalan yang tercela berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Hadist.
3. Penutup khutbah

Kalimat penutup contohnya sebagai berikut. . . . .

B. TABLIGH 1. Pengertian Tabligh ‫ ـ ـ– ـ ـ ـ – ـ غـ ـ ـ‬yang artinya menyampaikan. Maksudnya adalah

Tabligh berasal dari kata

menyampaikan risalah berupa Al-Qur’an dan Al-Hadits. tabligh juga berarti menyampaikan dengan terang dan jelas. Apabila ditilik dari segi istilah, tabligh yaitu menyampaikan syari’at islam atau aturan-aturan Islam kepada umat manusia sebagai pedoman dalam hidup guna memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
6

Apabila di hubungkan dengan dakwah tabligh/penerangan adalah kegiatan menyampaikan ajaran Islam yang dilakukan secara lisan dan atau tertulis maupun melalui suatu bunyi/isyarat, seperti suara sirine, alarm, bedug, dan lain sebagainya, oleh seseorang atau beberapa orang muballigh kepada masyarakat yang bersumberpada Alquran dan hadist.

Orang yang menyampaikan tabligh di sebut mubalig.kata tabligh ada persamaannya dengan penerangan atau propaganda dalam arti yang lebih baik yang mengandung unsur ide,drager,dan media massa.

2. Tujuan Bertabligh

Tujuannya adalah mengajak manusia kepada Allah semata agar manusia memiliki orientasi cara pandang yang lurus dalam kehidupan di dunia ini. Selain itu, semua nabi Allah memiliki tujuan yang sama dalam bertabligh, mereka mengajak untuk beribadah hanya kepada Allah semata.

C. DAKWAH

Secara bahasa (etimologi) dakwah berarti mengajak, menyeru atau memanggil. Adapun secara istilah (terminologi), dakwah bermakna menyeru seseorang atau masyarakat untuk mengikuti jalan yang sudah ditentukan oleh Islam berdasarkan Al Qur’an dan hadis untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Firman Allah SWT.. Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS An Nahl : 125) lihat al-Qur’an online di Goole, Rasulullah SAW merupakan contoh sosok yang telah melaksanakan segenap tugas dakwah secara maksimal sehingga mencapai hasil yang maksimal. Melalui dakwah rasulullah itulah ajaran-ajaran Allah yang keseluruhannya adalah untuk kebahagian umat manusia di dunia dan akhirat dapat tersiar dan diterima serta diamalkan oleh umat manusia di seluruh dunia. Rasulullah suka berbincang-bincang atau berdialog dengan para sahabat dalam situasi dan kondisi apapun. Kesempatan-kesempatan semacam itu selalu dimanfaatkan untuk
7

menyampaikan ajaran-ajaran yang diterimanya dari Allah. Cara berdakawah rasulullah melalui dialog ini terbukti tidak saja mampu memberi pemahaman yang baik kepada sahabat tentang Islam, bahkan juga mengubah perilaku mereka ke arah yang lebih baik. Lebih dari itu, melalui cara dialog rasulullah juga telah berhasil membina sejumlah sahabat menjadi ulama dan pemuka Islam berkualitas tinggi. Pada awalnya rasulullah berdakwah kepada masyarakat disekeliling beliau yang dikenal dengan sebutan generasi sahabat. Selanjutnya generasi meneruskan dakwah rasulullah tersebut kepada generasi berikutnya yang disebut generasi tabi’in. Generasi tabi’in juga meneruskan kepada generasi berikutnya yaitu tabiit tabiin. Demikianlah seterusnya sehingga dakwah rasulullah SAW sampai kepada generasi umat Islam seluruh dunia yang hidup sekarang ini. Generasi modern ini pun tentu saja akan meneruskan dakwah rasulullah kepada generasi yang akan hidup di zaman mendatang. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan ayat-ayat atau ajaran Islam kepada saudaranya yang lain sebagaimana hadis nabi Muhammad SAW yang menyatakan sebagai berikut. Artinya : “Sampaikanlah dari ku walaupun satu ayat.” (HR Bukhari) Ada hal-hal yang harus disiapkan dan diperhatikan sebelum seseorang menjalankan tanggung jawab untuk menyampaikan ajaran Islam, yaitu sebagai berikut. 1. Bersikap lemah lembut, tidak berhati kasar dan tidak merusak. 2. Menggunakan akal dan selalu dalam koridor mengingat Allah SWT 3. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti 4. Mengutamakan musyawarah dan berdiskusi untuk memperoleh kesepakatan bersama 5. Materi dakwah yang disampaikan harus mempunyai dasar hukum yang kuat dan jelas sumbernya (Al Qur’an dan hadis) dan disertai dengan hikmahnya 6. Tidak meminta upah atas dakwah yang dilakukannya 7. Menyampaikan dengan ikhlas dan sabar, harus sesuai waktu, pada orang dan tempat yang tepat 8. Tidak menghasut orang lain untuk bermusuhan, merusak, berselisih dan mencari-cari kesalahan umat atau agama lain 9. Melakukan dakwah dan beramal shaleh 10. Tidak menjelek-jelekan atau membeda-bedakan orang lain karena inti yang harus disampaikan dalam berdakwah adalah tentang tauhid dan ajaran Islam yang sesuai dengan tuntunan rasulullah

8

1. Ilmu dakwah

Ilmu dakwah adalah suatu ilmu yang berisi cara-cara dan tuntunan uantuk menarik perhatian orang lain supaya menganut, mengikuti, menyetujui atau melaksanakan suatu ideology, agama, pendapat atau pekerjaan tertentu. Orang yang menyampaikan dakwah disebut “Da’I” sedangkan yang menjadi obyek dakwah disebut “Mad’u”. setiap muslim yang menjalankan fungsi dakwah islam disebut “Da’i”.

2. Tujuan utama dakwah

Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Diantara raja-raja yang mendapat surat atau risallah Nabi SAW adalah kaisar Heraklius dari Byzantium, Mukaukis dari Mesir, Kisra dari Persia (iran) dan Raja Najasyi daru Habasyah (Ethiopia).

3. Fiqud-dakwah

Ilmu yang memahami aspek hukum dan tata cara yang berkaitan dengan dakwah, sehingga para mubaligh bukan saja paham tetang kebenaran islam akan tetapi mereka juga didukung oleh kemampuan yang baik dalam menyampaikan Risalah al Islamiah.

4. Dasar-dasar pedoman dalam berdakwah adalah sebagai hasanah dasar dasar yaitu sumber hukum berupa hukum dasar Islam islam saran, yang kedua nasihat pertama setelah yang dan utama.

Kitab Hadis

Al-qur’an yaitu

Al-qur’an. baik.

Mauidah

Hikmah yaitu memahami rahasia sesuatu peristiwa atau fawdah terhadap sesuatu.

9

5. Materi dakwah a. Akidah yaitu materi yang berkaitan dengan keyakinan. b. Akhlak yaitu materi yang berkaitan dengan tingkah laku atau kepribadian, watak atau sikap. c. Ahkam yaitu materi yang berkaitan tentang hukum. d. Ukhuwah yaitu materi yang bekaitan dengan persaudaraan. e. Pendidikan yaitu materi yang berkaitan dengan perubahan sikap. f. Sosial yaitu materi yang berkaitan dengan g. Kebudayaan yaitu materi yang berkaitan dengan kebudayaan dimasyarakat. h. Amar makruf nahi mungkar yaitu materi yang berkaitan dengan perintah kebaikan.

6. Metode dakwah a. Dakwah fardiah b. Dakwah ammah c. Dakwah bil-lisan d. Dakwah bil-tadwin e. Dakwah bil hikmah

7. Menyususn Teks Dakwah Langkah-langkah menyusun teks dakwah : a. b. c. Menentukan tujuan dakwah Menetapkan judul khotbah Menentukan uraian materi, bahasa yang digunakan, dan cara penyampaian. Uraian materi mengacu pada judul ceramah,misal: Hubungan antara ilmu dan iman Kewajiban beramal dengan ilmu Nilai manusia tergantung iman dan amal

10

D. Tatacara Tabligh dan Dakwah Tatacara dalam tabligh dan dakwah harus dilakukan oleh setiap orang yang beriman kepada Allah SWT. Tatacaranya yaitu mengikuti tatacara yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW diantaranya adalah 1. Dimulai dari diri sendiri, misalnya seorang da’i mengajak bertauhid kepada Allah SWT , maka da’i tersebut telah melakukannya (pelajari Qur’an surat As-Shaf (61) ayat 3). 2. Dalam bertabligh dan berdakwah disesuaikan dengan yang didakwahi artinya ada perbedaan dalam penyampaian sesuai dengan tingkat intelektualnya agar yang disampaikan oleh da’i bisa dipahaminya. Singkatnya, khatib harus mengetahui psikologi jamaah, sehingga dapat menyampaikan khutbahnya dengan tema dan bahasa yang sesui dengan kadar dan tingkat pengetahuan jamaah. 3. Da’i menyampaikan dengan ucapan yang tegas atau al hikmah dan dengan pengajaran yang baik atau al mauidzah al hasanah. Hal ini juga disebut dengan dakwah bi al qaul yaitu mengajak orang yang didakwahi secara lisan atau ucapan. 4. Da’i mengajak orang yang didakwahi dengan memberikan contoh melalui perbuatan sesuai dengan ucapan sang da’i (pelajari Q.S. Al ahzab (33) : 21).

E. Perbedaan Khotbah Jum’at dan Dakwah: 1. Waktu Pelaksanaan Pada khotbah Jum’at, waktu pelaksanaannya adalah sesudah matahari tergelincir (masuk waktu zuhur) pada hari jum’at. Rentang waktu pelaksanaan terbatas. Sedangkan pada dakwah, waktu pelaksanaannya dapat dilakasanakan kapan saja dan waktunyanya tidak terbatas. 2. Khatib Jum’at dan Juru Dakwah (da’i) Khatib jum’at harus laki-laki sedangkan juru dakwah selain laki-laki (perempuan) boleh. Khatib jum’at harus suci dari hadas dan najis, sedangkan da’I tidak diharuskan suci dari hadas dan najis. Khatib jum’at harus duduk sebentar anatara khotbah pertama dan kedua sedangkan dalam berdakwah tidak.
11

3. Para Pendengan Khotbah Jum’at Pada khotbah Jum’at, biasanya terdiri dari kaum laki-laki saja, sedangkan para pendengar dakwah adalah umu (laki-laki dan Perempuan) 4. Ketentuan syara’ dalam Berkhotbah dan Dakwah Bagi seorang khatib jum’at dalam melaksankan khotbahnya harus membaca hamdalah, syahadatain, salawat, wasiat takwa, membaca al-qur’an dan doa. Sedangkan bagi seorang dai tidak diwajibkan. Adapun perbedaan antara pelaksanaan khotbah idul fitri dan idul adha dengan khotbah jumat adalah bahwa khotbah pada Idain dilaksanakan pada hari raya idul fitri dan idul adha, umumnya dilaksankan dilapangan luas dan diawali dengan salat dua rakaat yaitu salat sunah idul fitri dan idul adha, sedangkan khotbah jumat dilakukan sebelum pelaksanaan salat dimulai.

12

DAFTAR PUSTAKA http://ghiseva.blogspot.com/2011/12/khotbah-tablig-dakwah.html serenaakbar1965.wordpress.com/2010/03/17/modul-pai-sma-klas-xi/
http://ikhsanrizam.blogspot.com/2011/04/bab-6.html http://motipasti.wordpress.com/2011/07/28/khutbah-dakwah-dan-tabligh/ http://agama.kompasiana.com/2010/09/26/khutbah-tabligh-dan-dakwah/

13

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->