P. 1
Amfibi

Amfibi

|Views: 695|Likes:
Published by Albert Sanada Yapri

More info:

Published by: Albert Sanada Yapri on Mar 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2013

pdf

text

original

AMFIBI

1. Ciri-ciri amfibi:
1. Tubuh diselubungi kulit yang berlendir 2. Merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm) 3. Mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik 4. Mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang Matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang Sangat berfungsi waktu menyelam 5. Pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam. 6. Berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di Luar tubuh induknya (pembuahan eksternal).

2. Struktur tubuh:

3. Klasifikasi
Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Upafilum : Vertebrata

Ordo Anura (amphibia berkaki tanpa ekor) -Amfibi tidak berekor -Tubuh terbagi atas kepala dan badan. Familia Hylidae. Familia Myobatrachidae. Familia Dendrobatidae.Superkelas : Tetrapoda Kelas : Amphibia Subkelas : Lissamphibia Ordo : Anura (katak dan kodok) Caudata (salamander) Gymnophiona (Caecilia) A.Familia Pipidae. kelompok ini akan disebut katak. tidak mempunyai leher -Kaki depan pendek dan kaki belakang besar -mempunyai selaput renang diantara jari Contoh: katak hijau (Rana pipiens) Subordo : Archaeobatrachia .Familia Discoglossidae . Familia Pelobatidae (Megophrydae) . Familia Pelodytidae Subordo : Neobatrachia . Saat ini terdapat lebih dari 4. Familia Pelodryadidae.Familia Bufonidae. . atau sekitar 87% dari semua jenis amfibi. Familia Microhylidae. Familia Ascaphidae. Familia Leiopelmatidae Subordo : Mesobatrachia . Familia Rhacophoridae. Familia Rhinophrynidae. Jumlah jenis amfibi terus bertambah dengan adanya penemuan jenis-jenis baru. Familia Sooglossidae. Familia Psedidae Katak dan kodok adalah anggota dari Ordo Anura. Familia Pelobatidae.100 jenis Anura di dunia. Indonesia memiliki sekitar 376 jenis amfibi (IUCN 2007). Untuk penjelasan seterusnya. Ordo tersebut terdiri dari 20 famili dengan 303 genera. Familia Ranidae.

tetapi kebanyakan berkisar antara 2-12 cm. Tubuh katak tampak seperti berjongkok dengan empat kaki. Kepala katak tidak dipisahkan dari badan oleh leher yang jelas. B. Katak pohon seperti famili Rhacophoridae memiliki piringan (discs) pada ujung jarinya untuk membantu dalam memanjat. Katak dan kodok berbeda dari ciri katak yang memiliki kulit tipis dan halus. dari Sumatra sampai Irian. Kodok memiliki tubuh yang lebih pendek dan gemuk dengan kulit kasar dan tertutup bintil-bintil. dari hijau. tubuh ramping. Ukuran SVL (snout vent length) Anura berkisar dari 1-35 cm. merah. Morfologi katak berbeda tergantung pada habitatnya.Katak dan kodok merupakan amfibi yang paling mudah dikenal. hitam. Kata “anura” berarti “tanpa ekor”. Warna katak bervariasi. kuning dan putih. Kaki belakang berfungsi untuk melompat. dengan lebih dari 80% dari seluruh jenis terdapat di daerah tropik dan sub-tropik.Ordo Gymnophiona (amphibia berekor tanpa kaki) -Bentuk mirip cacing -Ekor pendek. Katak memiliki mata yang besar dengan pupil horizontal atau vertikal.Familia Cryptobranchidae. Katak terestrial tidak memiliki selaput ataupun piringan. kulit lunakdan menghasilkan cairan -sisik terpendam dalam kulit -Mempunyai tentakel di antara mata dan hidungnya -Mata tidak berkelopak contoh hewan : Ichthyophis hypocyaneus Subordo : Cryptobranchoidea . Katak akuatik atau semi-akuatik seperti famili Ranidae memiliki selaput diantara jari-jarinya untuk membantu dalam berenang. Kelompok ini terdapat di seluruh Indonesia. oranye. dan kaki yang lebih kurus dan panjang. seperti pada genus Megophrys. Anura dewasa tidak memiliki ekor. Katak dan kodok tersebar pada seluruh benua kecuali pada kedua kutub dan daerah gurun yang sangat kering. Kaki depan berukuran lebih kecil daripada kaki depan. Familia Hynobiidae . coklat. tetapi cenderung memiliiki warna yang menyerupai serasah atau lingkungan sekelilingnya.

Familia Plethodontidae Subordo : Meantes . Jumlah jenis dari Ordo tersebut adalah sebanyak 163 jenis. Amerika Tengah dan Selatan. retina pada beberapa spesies berfungsi sebagai fotoreseptor. sehingga sesilia termasuk dalam kelas tersebut. dan ekor mereduksi. Sebagian besar sesilia berwarna abuabu kebiruan. Familia Dicamtodontidae.Familia Ichthyopidae .Familia Sirenidae Ordo Gymnophiona juga dikenal dengan nama lain sesilia. tidak bertungkai. Satwa sesilia jarang ditemui.5% dari seluruh jenis amfibi. gigi dan lemak dalam tubuh menyerupai amfibi. India. Ordo ini terdiri dari 34 genera dan 5 famili.Subordo : Salamandroidea . serta Afrika Tengah. Ukurannya berkisar dari 7 cm sampai 1.Ordo Caudata (amphibia yang berekor dan berkaki) -kepala.Familia Salamandridae. Familia Rhinatrematidae. Di Indonesia sesilia terdapat di pulau Sumatra. Familia Ambystomatidae. Kelompok ini . kaki sama besar -bentuk larva sama besar dengan dewasa -larva bernafas dengan insang -dewasa bernafas dengan paru-paru . bersegmen. Di Asia Selatan sesilia terdapat dari bagian selatan Cina. Ordo Gymnophiona tersebar di Asia Tenggara. Familia Proteidae. Familia Scoleocomorphidae. Ciri-ciri seperti bentuk tulang. Jawa dan Kalimantan. Tubuh menyerupai cacing (gilig). Hewan ini mempunyai kulit yang kompak. tertutup oleh kulit atau tulang. seperti cacing. Sri Lanka sampai Filipina selatan.5 m. mata tereduksi. Familia Typhlonectidae contohnya : Plethodon cinereus (salamander punggung merah) Ordo ini mempunyai anggota yang ciri umumnya adalah tidak mempunyai kaki sehingga disebut Apoda. Familia Uracotyphlidae. C. Familia Amphiumidae. Satwa dari Ordo Gymnophiona memiliki tubuh panjang tanpa kaki. atau sekitar 3. Familia Caecilidae. ekor. Di bagian anterior terdapat tentakel yang fungsinya sebagai organ sensory.

Uraeotyphilidae. dan biasanya ditemukan di dalam tanah atau di lingkungan akuatik. dan Caecilidae.menunjukkan 2 bentuk dalam daur hidupnya. ekornya pendek. Larva berenang bebas di air dengan tiga pasang insang yang bercabang yang segera hilang walaupun membutuhkan waktu yang lama di air sebelum metamorphosis. Anggota famili ini yang ditemukan di indonesia adalah Ichtyophis sp. Reproduksi dengan oviparous. 1981) Famili yang ada di indonesia adalah Ichtyopiidae. Fertilisasi pada Caecilia terjadi secara internal. Anggota famili ini mempunyai ciri-ciri tubuh yang bersisik. Ichtyopiidae.al. ( Webb et. Anatomi 5.. yaitu di propinsi DIY. 1981) Ordo Caecilia mempunyai 5 famili yaitu Rhinatrematidae. Fisiologi . Caecilinae dan Typhlonectinae. 4. Scolecomorphiidae. ( Webb et. Famili Caecilidae mempunyai 3 subfamili yaitu Dermophinae. Pada fase larva hidup dalam air dan bernafas dengan insang. mata relatif berkembang.al. Pada fase dewasa insang mengalami reduksi.

Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. dan skuamosa. 4. tetapi belum jelas batas-batasnya. dan 6. Sistem otot ikan terpusat pada gerakan tubuh ke lateral. Tengkorak Amphibi mempunyai tulang-tulang premaksila. berupa saluran pendek. 5. Ada perbedaan antara ikan dengan amphibi. ventrikulus (lambung). esofagus. atau gigi pada rahang bawah mereduksi Sistem Otot Sistem otot Amphibi. Usus halus meliputi: duodenum. apabila dibandingkan dengan pisces. salah satu binatang amphibi adalah katak. maksila. dan masing-masing memiliki kondila bertemu dengan vertebra pertama. 2. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2. Sistem Pencernaan Sistem pencernaan makanan pada amfibi. Amphibi tidak memiliki langit-langit (palatum skunder). Di bagian ventral otak tertutup oleh tulang dermal dinamakan parasfenoid. parietal. melekat diantara lambung dan usus dua belas jari . dan urine. frontal. saluran reproduksi. hampir sama dengan ikan. palatine. membuka dan menutup mulut serta gill apertura (operculum atau penutup lubang/celah insang). Makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Gigi terletak pada premaksila. seperti sistem-sistem otot pada organ yang lain sebagai transisi antara ikan dan reptil. rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa. Bagian kondrokronium belum mengeras.Amphibi memiliki sistem rangka yang lebih tebal dan luas secara proporsional. Kelenjar pencernaan pada amfibi. yaitu sekat horizontal pada amphibi membagi otot dorsal dan ventral. intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. hanya daerah oksipital dan eksoksipital yang mengeras. dan gerakan sirip yang relatif sederhana. terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. jejenum. nasal. Secara berturutturut saluran pencernaan pada katak meliputi: 1. akibatnya nares internal lebih maju di dalam langit-langit mulut. dan ileum. dan tulang dental. terdiri atas hati dan pankreas. yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloata. kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan. 3. vomer. meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi lebar. pankreas berwarna kekuningan. Hati berwarna merah kecoklatan. Pada permukaan dorsal dari tubuh anura tidak tertutup tulang seluruhnya. parasfenoid. Ada beberapa Amphibi yang tidak memiliki gigi.

Sistem peredaran darah Sistem peredaran darah pada katak terdiri dari. Dua buah serambi. sinus. Pada sebelah dorsal akan tampak dua lobus olfactorium menuju saccus nasalis. Di dalam trunkus . Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring. Untuk mencegah berbaliknya. Dibelakang terdapat bagian terbuka sebelah atas yakni medulla oblongata yang berhubungan dengan medulla spinalis dan berakhir disebelah felium terminale. katak bernapas pula dengan kulit.(duadenum). arteri. venosus. oksigen berdifusi melalui kulit. yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri (atrium sinister) 3. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. sel darah putih dan keeping sel darah. dan paru-paru. aliran darah. dua haemisperium cerebri atau cerebrum kanan kiri yang berbentuk ooid yang dihubungkan dengan comisure anterior. Dibagian belakang ini terdapat dua bulatan lobus opticus yang ditumpuk otak tengah tengah (mesenchepalon) sebelah bawahnya merupakan cerebreum (otak kecil). pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum. Enchephalon terdapat pada kotak otak (cranium). Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak disebelah dorsal dari jantung 4. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut. sedangkan bagian anteriornya dergabung dengan dienchepalon medialis. Jantung katak terdiri dari: 1. Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. vena. dan cairan limfa. sedangkan antara serambi kanan dan kiri terdapat sekat (septum). Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya disebelah posterior 2. kelenjar limfa. Sistem saraf sentral terdiri dari : encephalon (otak) dan medulla spinalis. Sistem saraf Sistem saraf pada amfibi terdiri atas sistem saraf sentral dan sistem saraf periforium. Sistem respirasi Pada kodok. jantung beruang tiga. ini dimungkinkan karna kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi. yakni sel – sel darah merah . di antara serambi dan bilik terdapat katup (valve). Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karena tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Trunkus arteriosus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar anterior bilik.Darah katak tersusun dari plasma darah yang terang (cerah) dan berisi sel – sel darah (korpuskula).

berubah-ubah mengikuti suhu lingkungannya (berdarah dingin/poikiloterm) tertutup Alat Mata dan matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut penglihatan membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam Berkembang dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar biak tubuh induknya (pembuahan eksternal) Jantung terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik 6. pada saat itu. Penutup tubuh kulit yang berlendir pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang. Suhu tubuh Peredaran darahnya tidak tetap. Bila kedua serambi berkontraksi maka darah akan terdorong ke dalam bilik. darah yang mengandung O2. dan kemudian karena adanya kontraksi maka darah akan masuk serambi kanan. darah akan kembali kejantung melewati pembuluh balik yang kecil (venula) dan kemudian ke vena dan akhirnya ke jantung. dari seluruh tubuh masuk ke jantung melalui vena kava (pembuluh balik tubuh). setelah dewasa alat Alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidung amfibi pernapasan mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam. Pada katak dikenal adanya sistem porta . Darah yang mengandung CO2. sementara itu.arteriosus terdapat katup spiralis. Dari seluruh jaringan tubuh. Darah ini mula – mula berkumpul di sinus venosus. darah yang kaya O2 dalam bilik dipompa melalui trunkus arteriosus menuju arteri hingga akhirnya sampai di arteri yang sangat kecil (kapiler) diseluruh jaringan tubuh. Sistem Reproduksi . Dalam bilik terjadi sedikit percampuran darah yang kaya O2 dan miskin O2. yaitu suatu sistem yang dibentuk oleh pembuluh balik (vena ) saja. yang berasal dari paru-paru masuk ke serambi kiri. Untuk selanjutnya. darah yang miskin dipompa keluar melewati arteri konus tubular.

Di daerah beriklim sedang. Pada saat itulah metamorfosis katak selesai. Berudu awal kemudian berkembang dari herbivora menjadi karnivora atau insektivora (pemakan serangga). Makanannya berupa fitoplankton sehingga berudu tahap awal merupakan herbivora. katak jantan dan katak betina akan melakukan ampleksus. anak katak bernapas dengan dua organ. yaitu insang dan paruparu. merupakan jenis hewan ovipar. serta celahcelah insang mulai tertutup. Segera setelah katak betina mengeluarkan ovum. Pada saat itu. ovum katak yang telah matang dan berjumlah sepasang ditampung oleh suatu corong. Dari vas deferens sperma lalu bermura di kloaka. Pada saat kawin. sehingga paru-parunya mulai berfungsi. ovum akan diselimuti cairan kental sehingga kelompok telur tersebut berbentuk gumpalan telur. hewan ini bersembunyi di . terdapat saluran yang menggembung yang disebut kantung telur (uterus). Oviduk katak betina terpisah dengan ureter. yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan menekan perut katak betina. bila musim dingin tiba. misalnya katak. Setiap ovum yang dikeluarkan diselaputi oleh selaput telur (membran vitelin). Kelak fungsi insang berkurang dan menghilang. Kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam air. sedangkan ekor makin memendek hingga akhirnya lenyap. Sperma dihasilkan oleh testis yang berjumlah sepasang dan disalurkan ke dalam vas deferens. Bersamaan dengan itu mulai terbentuk lubang hidung dan paru-paru. Gumpalan telur yang telah dibuahi kemudian berkembang menjadi berudu.Kelompok amfibi. Sebelumnya. Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa. mulailah terjadi metamorfosis. Anak katak mulai berani mucul ke permukaan air. Anggota gerak depan menjadi sempurna. Setelah 3 bulan sejak terjadi fertilisasi. Adaptasi Amphibia adalah hewan berdarah dingin yang mampu menyesuaikan cara hidupnya dengan lingkungan. Vas deferens katak jantan bersatu dengan ureter. Berudu awal yang keluar dari gumpalan telur bernapas dengan insang dan melekat pada tumbuhan air dengan alat hisap. Selanjutnya celah insang digantikan dengan anggota gerak depan. katak jantan juga akan menyusul mengeluarkan sperma. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh. Setelah terjadi fertilisasi eksternal. Oviduk nya berkelok-kelok dan bermuara di kloaka. Perjalanan ovum dilanjutkan melalui oviduk.

Telur yang dihasilkan di tempel pada daun/ranting pohon. Pada lingkungan panas. dan sedikit pertukaran udara yang dibutuhkannya. hewan ini beradaptasi secara morfologi dengan menguapkan panas dari dalam tubuh. Selama tidur pada waktu musim dingin. misalnya mengubur diri dalam lumpur parit. katak akan memaksimalkan reproduksi. hewan ini bersembunyi pada bongkahan tanah. telur akan menjadi berudu dan menjadi katak dewasa yang baru. Pada lingkungan yang ekstrim panas. yang berlangsung melalui kulitnya. . Sehingga pada musim penghujan . hewan ini tidak makan.mana saja. dikubanan atau di tanah yang basah di antara batu – batuan. Secara tingkah laku.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->