MANAJEMEN ARSIP DINAMIS BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Ahmad Rizani Latar Belakang Perkembangan teknologi yang begitu pesat

memberi kemudahan bagi manusia dalam melaksanakan berbagai kegiatannya, tetapi di pihak lain juga menimbulkan dampak khususnya dibidang kearsipan yang perlu segera diantisipasi. Perkembangan dibidang kearsipan dirasakan sangat lambat jika dikaitkan dengan perkembangan teknologi yang secara langsung ataupun tidak langsung menghasilkan arsip yang cenderung selalu berubah. Untuk itu para pengelola kearsipan hendaknya selalu tanggap dan mengikuti perkembangan tersebut dan sedapat mungkin agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kearsipan. Sekarang ini, informasi telah menjadi kebutuhan mutlak dalam fungsi manajemen di dalam menghadapi perubahan situasi dan kondisi yang berkembang dengan sangat cepat. Menurut Schwartz dan Hernon (1993) informasi saat sekarang merupakan sumber ekonomi yang memiliki nilai dan biaya produksi (value and a cost of production). Nilai ekonomi dapat dilihat dari semakin komersialnya informasi, sehingga mempunyai nilai signifikan dan memberi peluang untuk dapat diperjual belikan. Di samping itu proses pengelolaan yang tepat, dan penemuan kembali informasi dengan cepat, akurat dan lengkap memiliki nilai kuantitatif yang dapat diukur secara ekonomi. Arsip sebagai salah satu sumber informasi terekam (recorded information) memiliki fungsi dalam menunjang proses kegiatan administrasi organisasi. Di samping itu arsip (archives) dapat dimanfaatkan oleh lembaga dan instansi pemerintah serta masyarakat untuk pendidikan dan penelitian. Sebagai endapan informasi kegiatan administrasi dan manajemen, arsip akan terus tumbuh dan berkembang secara akumulatif sejalan dengan semakin kompleksnya fungsi dari organisasi. Arsip sebagai salah satu sumber informasi membutuhkan suatu sistem pengelolaan (management) yang tepat sehingga dapat menciptakan efektifitas, efisiensi dan produktifitas bagi organisasi.

. informasi yang terekam dalam bentuk pembicaraan misalnya telepon. maka dapat dikatakan bahwa teknologi informasi adalah cara menggunakan peralatan atau metode kerja yang lebih canggih dengan menyajikan data-data yang telah diolah dan siap digunakan untuk pengambilan keputusan dalam rangka kelancaran organisasi secara keseluruhan. dan informasi tersebut dapat mengurangi ketidakpastian dimasa yang akan datang. Tekstual. Coice. b. Bidang Dan Jenis Teknologi Informasi Jenis teknologi informasi pada prinsipnya dikelompokkan menjadi 5 bagian utama yaitu : a. Sedangkan pengertian lain mengatakan bahwa informasi merupakan data yang telah diolah dan disajikan sedemikian rupa yang kemudian digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan. merupakan informasi yang dituangkan dalam bentuk teks dan menggunakan media yang dinamakan kertas.Pengertian Teknologi Informasi Pengertian Teknologi berdasarkan Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English (1974) : “Penerapan pengetahuan secara sistematis dalam kegiatan industri yang praktis atau suatu kegiatan yang menggunakan metode industri”. Dari pengertian teknologi dan informasi tersebut. voicemail yang berupa pemrosesan pembicaraan melalui central komputer. Informasi tersebut merupakan nilai apabila dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan. Pengertian Informasi menurut Davis Gordon (1995) : “Data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau yang akan datang”.

terdiri dari masalah-masalah tertentu seperti daftar nama. atau tentang pegawai suatu perusahaan. arsip harus merupakan bukti (evidence) dari suatu kejadian. Database. suatu arsip harus berisi data yang mempunyai arti sosial. Data ini selalu di update disesuaikan dengan transaksi atau kegiatan yang terakhir dan terbaru misalnya data base tentang nasabah bank. Jaringan komunikasi. Citra bergerak. gambar atau teks yang disimpan pada sesuatu yang terkomposisi secara kimiawi tanpa melihat ukuran. PENGERTIAN. yang dapat berupa tekstual. adalah jaringan yang dapat menghubungkan antar pegawai baik dalam satu organisasi maupun antar organisasi secara nasional atau internasional yang dilakukan dengan online. Pertama. alamat.c. misalnya gambar grafik ilustrasi. warna atau berat kertas. jumlah uang terakhir dan sebagainya. Dengan kata lain. tetapi bukti itu merupakan bukti dari lebih satu orang. e. Hal ini membuat kita harus membuka pikiran untuk menemukan cara-cara baru tersebut. Menurut Lundgren dan Lundgern dalam bukunya Record Manajement in the Computer Age (1989) arsip merupakan suatu bukti dan suatu kejadian atau kegiatan yang direkam di dalam bentuknya atau bersifat tangible sehingga memungkinkan untuk diketemukan kembali. Tiga media arsip secara umum terdiri dari kertas (paper). d. voice atau data base yang diciptakan. Teknologi informasi membuka peluang bagi kita untuk menemukan cara- cara baru yang lebih efektif dan efisien. Arsip . yang sekarang mungkin belum terpikirkan. disimpan dan ditransisikan dalam bentuk citra bergerak melalui komputer. Kedua. Arsip berbasis kertas merupakan data. Dari pengertian ini dapat ditarik beberapa paham dasar. arsip harus disimpan di dalam bentuk yang nyata. FUNGSI DAN JENIS ARSIP Banyak konsep dasar diberikan mengenai arsip atau records. film dan magnetic media.

Non arsip ini dalam kondisi lingkungan tertentu dapat menjadi arsip. menyatakan bahwa arsip (records) merupakan keseluruhan bentuk informasi yang terekam. arsip harus dapat diketemukan kembali secara fisik maupun informasinya. Dalam pengertian yang hampir sama. video compact disk (VCD) yang menyimpan arsip-arsip multi data. termasuk pula bentuk khusus film. Arsip dapat dibedakan dengan non arsip (non records). Smith (1986). gambar atau teks yang disimpan pada film.film merupakan data. Ketiga adalah arsip-arsip dalam basis kertas. Media arsip menurutnya dapat berupa kertas. pita magnetic dan disk optik. Sementara arsip media magnetic merupakan data. arsip-arsip dengan media elektronik (electronic media) yang meliputi disk magnetic. Kecenderungan terakhir mengarah kepada media digital seperti laser disk. Umumnya media elektronik digunakan untuk menyimpan informasi arsip dalam jenis dan jurnlah yang besar. surat. Kedua. gambar atau teks yang disimpan dan ditemukan kembali melalui penulisan kode secara magnetic dan khusus berkaitan dengan komputer. Satu contoh dari non arsip adalah percakapan biasa. Smith juga membagi media arsip ke dalam beberapa kategori. microfilm. Arsip ini umumnya berbentuk hardcopy seperti memo-memo. dan video tape. seperti microfilm. audio kaset. Media ini digunakan untuk menyimpan arsip-arsip gambar bergerak dan suara seperti kaset. film. diskette. Bentuk media terakhir adalah media video dan suara atau biasa dikenal sebagai audio visual media. kontrak-kontrak dan berkas proyek. media mikrofotografik (microphotographic media) yang meliputi mikrofilm atau microfiche dan computer output microforms (COM). dapat ditarik kesimpulan bahwa apapun jenis arsip harus memiliki unsur-unsur (1) arsip merupakan informasi . Berdasarkan pada dua pengertian di atas. media magnetik atau disk optik. karena non arsip merupakan keseluruhan informasi dalam bentuk yang tidak nyata. Pertama. Media ini digunakan untuk menyimpan informasi yang membutuhkan akses cepat atau penyimpanan yang sangat lama. Keuntungan bentuk ini adalah dapat menyediakan informasi untuk referensi jangka pendek dan sering kali digunakan untuk arsip vital (vital record). teks. grafik dan suara. Ketiga. gambar.

Arsip dinamis berdasarkan pada kepentingan penggunaannya dibedakan menjadi dua yaitu arsip dinamis aktif (active records) dan arsip dinamis inaktif (inactive records). sehingga memberi kemungkinan untuk dapat disajikan informasinya secara tepat kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat dengan biaya yang diusahakan serendah mungkin. (2) memiliki bentuk media yang nyata dalam arti dapat dilihat dan dibaca. Menurut Robek et al (1987). Sedangkan arsip dinamis inaktif merupakan arsip yang frekuensi penggunaannya untuk penyelenggaraan administrasi sudah berkurang. diraba dan didengar.terekam. pengorganisasian. Dengan melihat fungsi dan kegunaannya. penempatan. Setiap organisasi dapat memiliki tingkat frekuensi penggunaan terhadap arsip berbeda-beda meskipun mungkin jenis arsipnya sama. Manajemen kearsipan pada dasarnya mengelola seluruh daur hidup arsip (life cycle of records). menyatakan bahwa manajemen arsip dinamis sebagai pendekatan praktis dan logis terhadap penciptaan. maka arsip sebagai salah satu sumber informasi pada dasarnya harus dikelola di dalam suatu sistem (manajemen). Menurut Kicks et al (1992). Manajemen Arsip Dinamis Menurut Lundgren dan Lundgern (1989) manajemen arsip dinamis merupakan perencanaan. arsip dibedakan menjadi dua yaitu arsip dinamis dan arsip statis (Undang-Undang No. . dan yang terakhir (3) arsip memiliki fungsi dan kegunaan. Arsip dinamis aktif merupakan arsip yang secara langsung dan terusmenerus dibutuhkan dan dipergunakan di dalam penyelenggaraan administrasi. Frekuensi penggunaan ini sebenarnya bergantung pada kebutuhan organisasi masing-masing. suatu arsip dapat dipertimbangkan menjadi arsip inaktif jika dipergunakan kurang dari 10 kali dalam satu tahun. pengarahan dan pengawasan terhadap arsip dan keseluruhan proses yang berkaitan dengan arsip. 43 tahun 2009 tentang Kearsipan). Dilihat dari segi fungsi. Sedangkan Penn et al (1989). manajemen arsip dinamis merupakan aplikasi kontrol yang sistematis dan ilmiah terhadap informasi terekam yang dibutuhkan organisasi.

Pada masa penciptaan arsip ini menurut Robek et al (1987) dilaksanakan beberapa proses manajemen yaitu manajemen desain formulir. Arsip dinamis dapat tercipta dalam media kertas. menyatakan bahwa arsip-arsip tercipta pada seluruh level organisasi mulai dari tingkat clerk sampai tingkat pimpinan eksekutif. dan Fase Penyusutan Arsip . pemusnahan arsip (record disposal) dan menyimpan arsip secara permanen (permanent storage). Dari ketiga pengertian di atas. penggunaan (use). penggunaan (records utilization). penggunaan dan penyusutan arsip termasuk di dalamnya informasi yang ada. Dari beberapa konsep mengenai daur hidup arsip sesungguhnya dapat disederhanakan dalam tiga fase yaitu Fase Penciptaan Arsip. Kicks et al (1992). Sedangkan Kicks et al (1992) membagi daur hidup arsip dalam beberapa fase yakni penciptan dan penerimaan (creation and receipt) pendistribusian (distribution). pemeliharan (maintenance) dan penyusutan (dispotition). Penggunaan dan Pemeliharaan Arsip. a. media baru dan bentuk lainnya. pendistribusian (records distribution). Menurut Suzan Z. data dimasukkan ke dalam komputer atau informasi ditangkap ke dalam film. proses penciptaan arsip dimulai ketika perlu dituliskan di atas kertas. penyimpanan arsip aktif (storage-active records). Daur Hidup Arsip (Life Cycle Of Records) Daur hidup suatu arsip menurut Wallace et al (1992) mencakup proses penciptaan arsip (record creation). dapat disimpulkan bahwa manajemen arsip dinamis adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen di dalam rangka mengelola keseluruhan daur hidup arsip. Diamond (1991). Fase Penciptaan Masa penciptaan arsip merupakan awal dari lahirnya suatu active records (arsip dinamis aktif). 1) Manajemen Desain Formulir .pemeliharaan. manajemen korespondensi dan manajemen pelaporan.

Manajemen formulir merupakan fase penciptaan standarisasi dari desain formulir yang akan menentukan data dan infomasi apa saja yang layak direkam. akan memberi pengaruh terhadap masa simpan fisik dan informasi surat.Formulir bagi organisasi merupakan alat dasar bagi seluruh pekerjaan yang administratif. Formulir-formulir dinas harus dirancang terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan. mentransmisi keteranganketerangan. Dengan demikian desain formulir merupakan fase yang penting di dalam manajemen formulir. 2) Manajemen Korespondensi Surat-surat yang berisi informasi kedinasan dalam bentuk pernyataan tertulis yang dibuat oleh organisasi sebagai sarana komunikasi pada dasarnya harus dikelola secara tepat agar dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas organisasi. sistematik dan susunan. Pada masa penciptaan. Informasi yang dianggap penting bagi organisasi atau sangat vital bagi keberlangsungan hidup organisasi akan menggunakan kualitas kertas yang tinggi. Informasi yang akan direkam dalam surat dinas. memberikan data untuk pengawasan dan mengurangi kesalahankesalahan administratif. Untuk itu suatu program manajemen formulir sangat dibutuhkan. Isi data dan informasi yang akan direkam sebaiknya juga akan menentukan kualitas kertas dan formulir. akan mempermudah penyimpanan maupun pemilihan sarana simpannya dan membantu di dalam penemuan kembali. tata persuratan akan merancang dan mengatur bentuk. Pengelolaan terhadap surat bagi organisasi merupakan hal yang penting. Sistem pengelolaan ini merupakan correspondence management atau yang seringkali disebut sebagai tata persuratan. ukuran. Formulir merupakan alat penting untuk menciptakan dokumen karena formulir menentukan informasi apa yang akan dikumpulkan dan disimpan (Smith. Perancangan dan pengaturan sejak tahap awal keberlangsungan hidup arsip. . kualitas kertas. Formulir dapat memberikan fasilitas terhadap pengumpulan dan pemindahan data dan informasi dengan cepat dalam bentuk yang ringkas dan padat. dan dapat digunakan untuk transaksi. 1986).

Laporan harus berisi fakta dan solusi dan bukan opini-opini. pengolahan dan pengiriman surat dinas. baik yang menyangkut bahasa. materi dan format serta prosedur pendistribusiannya. pelaksanaan dan pengawasan. dan dapat disimpan dengan penataan arsip yang telah diberkas / . bersifat objektif sehingga hal-hal yang bersifat subjektif dan emosional harus dihindarkan. pendistribusian. pencatatan. antara lain : - Laporan harus mentransmisi keterangan-keterangan. perlu disimpan (storage) pada tempat penyimpanan dengan suatu sistem tertentu. pengarahan/ penilaian. Laporan yang berkualitas pada umumnya harus memiliki kriteria. 1) Sistem Penyimpanan dan Pemberkasan Surat-surat yang telah mendapat disposisi dapat dikatakan telah menjadi arsip.3) Manajemen Pelaporan Pelaporan merupakan proses kegiatan menginformasikan fakta-fakta dan kejadian-kejadian secara aktual dan tertulis di dalam rangka upaya pembinaan organisasi. pengendalian. Proses pengelolaan surat meliputi kegiatan-kegiatan penerimaan. Naskah laporan ini harus didistribusikan dengan cepat dan tepat serta disimpan untuk bahan-bahan perencanaan. b. Surat-surat yang telah selesai diolah atau ditindak lanjuti. Pengelolaan surat yang dilaksanakan secara efisien merupakan hal yang penting di dalam mendistribusikan informasi dari satu unit kerja ke unit kerja lain di dalam organisasi dan distribusi informasi antar organisasi. Laporan harus memberikan penjelasan yang Laporan harus rinci (exposition). Manajemen pelaporan akan memberikan batas-batas sistematik di dalam menyusun dan merancang suatu laporan. Fase Penggunaan Arsip Pengurusan surat merupakan salah satu elemen dan fungsi arti program manajemen kearsipan.

asas penyimpanan yang tepat adalah desentralisasi. pemberkasan. tepat. 1989). Untuk organisasi yang relatif besar. beban kerja yang besar dan lokasinya berpencar dan berjauhan. Prinsip asas ini adalah bahwa setiap unit pengolah diberikan otoritas untuk melakukan penyimpanan dan pengelolaan arsip dengan kontrol atau pengendalian secara terpusat oleh satu unit khusus. Sistem pemberkasan yang akan diterapkan harus menggambarkan secara jelas bentuk berkas arsipnya.dikelompokkan. Arsip-arsip dinamis aktif dapat disimpan dan dikelola secara sentralisasi pada satu unit khusus di dalam organisasi yang biasa dikenal sebagai central file. . Kegiatan penataan berkas ini merupakan kegiatan yang bersifat mengatur. menyusun dan menata semua jenis arsip dalam bentuk tatanan yang sistematis dan logis agar dapat diketemukan kembali dengan cepat. dan lengkap. Di dalam skema. Asas ini dapat diterapkan apabila organisasi mempunyai rentang tugas yang panjang. organisasi juga dapat menerapkan asas gabungan yang merupakan kombinasi asas sentralisasi dan desentralisasi. Sistem penyimpanan secara sentral ini makin efisien dan efektif bila diterapkan pada organisasi yang relatif kecil. sistem penyimpanan dan penemuan kembali dapat digambarkan sebagai berikut: Sistem Pemberkasan -) Penyimpanan (storage) -) Temu Kembali -) (Fisik) informasi Di dalam menyimpan arsip yang harus diperhatikan masalah asas pengorganisasian arsip. Di samping dua asas ini. Pemilihan sistem pemberkasan yang akan digunakan sangat bergantung pada kegunaan masing-masing arsip bagi pengguna dan jenis arsip itu sendiri sehingga dapat terjadi beberapa arsip yang berbeda diberkaskan dengan sistem yang berbeda pula (Lundgren dan Lundgern. akurat. sehingga di dalam penemuan kembalinya dapat dilakukan secara cepat dan tepat. rentang tugasnya pendek. Dalam asas ini semua unit pengolah/kerja diberikan otoritas untuk menyimpan dan mengelola arsip aktifnya masing-masing. Untuk melakukan penyimpanan arsip-arsip aktif ini ada beberapa sistem klasifikasi yang dapat diterapkan.

penyimpanan. Sistem Penyimpanan. sarananya seperti indeks dan tunjuk silang (cross reference) dan juga unsur kecepatan dan ketepatan yang menjadi dasar sistem prosesnya.Beberapa sistem pemberkasan di antaranya adalah Numeric. disimpan secara terpusat pada tempat yang sering disebut Gedung Penyimpanan Arsip (Records Center Building) atau Pusat Arsip. Untuk arsip-arsip tidak bernilai guna. Pengguna disini adalah mereka yang membutuhkan informasi arsip di dalam konteks pelaksanaan kerja atau pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. dapat dimusnahkan di unit pengolah atau central file. Faktor-faktor yang harus diperhatikan di dalam sistem penemuan kembali adalah berkaitan dengan sistem pemberkasan yang diterapkan. 2) Penemuan Kembali Penemuan kembali dilakukan apabila ada perrnintaan dari pengguna terhadap informasi arsip. Sistem Pemeliharaan dan Penyusutan Arsip. Numeric Classification dan Subject Classification. 1989) atau menurut Lundgren dan Lundgern (1989) yang membedakan atas Alphabetic Classification. 1) Pusat Arsip (Records Center) Arsip inaktif. c. Fase Penyusutan Arsip-arsip yang telah semakin menurun frekwensi penggunaannya oleh organisasi atau menurut istilah Kicks et al (1992) digunakan kurang dari 10 kali dalam satu tahun dikatakan sebagai arsip inaktif. . Alphabetical dan Alphanumeric (Penn et al. arsip dinamis inaktif ini juga harus dikelola di dalam suatu sistem (manajemen). Arsip-arsip inaktif dapat dikelola dengan mempertimbangkan beberapa bidang kegiatan yang harus meliputi : Pengelolaan Pusat Arsip. penyusutan. Sama seperti arsip dinamis aktif. Di dalam Pusat Arsip inilah seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan arsip inaktif dilakukan seperti pengolahan.

disamping menjamin kelangsungan hidup arsip dari kemusnahan. ruang pengolahan. 3) Sistem Pemeliharaan Upaya untuk memelihara arsip terutama ditujukan untuk melindungi. unit kerja. dilakukan mengamankannya. Oleh karena arsip inaktif disimpan relatif lebih lama dibandingkan pada masa aktifnya. tindakan untuk memelihara. dengan mempertimbangkan aspek ekonomis. menjaga dan Pertama. 2) Sistem Penyimpanan Sistem penyimpanan arsip inaktif pada prinsipnya cara penataannya sama dengan masa aktifnya. tanggal pemindahan. mengatasi dan mengambil tindakan-tindakan untuk menyelamatkan fisik dan informasi arsip. maka dibutuhkan peralatan penyimpanan dan ruang dengan suhu yang berbeda. . Untuk menjadikan Gedung Pusat Arsip perlu dilakukan perencanaan matang. faktor ekstern dari lingkungan dimana arsip tersimpan. perlengkapan dan areal gedung. Standarisasi gedung penyimpanan arsip minimal menyangkut lokasi. indeks berkas. Penemuan kembali arsip dapat dilakukan melalui kartu indeks. efisiensi dan keamanan (security). ruang perawatan dan ruang peminjaman arsip. ruang pemusnahan. konstruksi. maka dibutuhkan suatu standar gedung penyimpanan arsip (Records Center Building Standardization). ruang penyimpanan. Kedua.pemeliharaan dan jasa layanan referensi (reference services). Pemeliharaan sehingga perlu arsip inaktif harus memperhatikan dua faktor pokok. Di dalam gedung Pusat Arsip sebaiknya terdapat ruang penampungan. dan nomor boks penyimpanan. faktor intern yang dapat menyebabkan kerusakan pada fisik arsip. yang dapat merusak arsip secara tidak langsung. Indeks umumnya memuat keterangan mengenai berkas arsip yang disimpan seperti kode klasifikasi.

1989). ada yang berpendapat bahwa arsip-arsip kertas menjadi tidak penting dan seluruh informasi akan disimpan pada film atau media magnetic atau di dalam memori komputer (Lundgren and Lundgern. . Di satu pihak ada yang berpendapat bahwa arsip-arsip berbasis kertas terus bertambah dan disimpan didalam filling cabinet. mungkin diterapkan terhadap beberapa subsistem.4) Penyusutan Arsip-arsip inaktif tidak akan selamanya disimpan di Pusat Arsip (Records Center). tetapi sesuai dengan Jadwal Retensi Arsip (JRA). Manajemen Korespondensi Elektronik dan Surat Elektronik Sistem Penyimpanan Arsip Aktif Elektronik. menimbulkan komputerisasi atau lazim disebut sebagai otomasi di bidang manajemen kearsipan. arsip inaktif yang tidak bernilai guna akan dimusnahkan. pemeliharaan dan penyajian informasi. di pihak lain. Pemanfaatan produk teknologi yang canggih ini menimbulkan dua hal yang sangat signifikan. penyimpanan. Pertama. Pemusnahan dan penyerahan arsip harus melalui prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagi manajemen arsip dinamis (Records Management) sendiri. penggunaan komputer memberikan pengaruh yang berarti terhadap proses pengolahan. Sementara arsip yang bernilai guna tinggi (primer dan sekunder) akan diserahkan ke ANRI atau ke Arsip Perguruan Tinggi yang bersangkutan sebagai arsip statis. Manajemen Arsip Dinamis Di Masa Depan Penggunaan komputer sebagai hasil dari perkembangan teknologi informasi mulai banyak digunakan oleh organisasi walaupun pemanfaatan teknologi komputer pada awalnya memang menimbulkan kontroversi. Komputerisasi manajemen arsip dinamis. di antaranya: - Manajemen Formulir Elektronik.

Jakarta: PT. pengaksesan. Records Management: Policies. Z. menciptakan apa yang disebut sebagai Arsip Elektronik (Electronik Records). 1975. arsip harus dikelola di dalam suatu sistem yang disebut dengan manajemen arsip dinamis.- Sistem Penyimpanan Arsip Inaktif Elektronik. B. . Daftar Referensi Bogdan. dan fase penyusutan arsip. Davis. Sistem Informasi Manajemen. Arsip Elektronik ini pada dasarnya juga harus dikelola di dalam suatu sistem yang berdasarkan pada prinsip-prinsip manajemen arsip dinamis. Introducing to Qualitative Methods : Phenomenological Approach to the Social Senceh. fase penggunaan dan pemeliharaan arsip. dan Steven Taylor. Arsip elektronik ini seringkali dikatakan sebagai machine readable records (arsip terbaca mesin)... Technologies. penyimpanan. Robert. Manajemen arsip dinamis merupakan pengelolaan terhadap keseluruhan daur hidup arsip yang terdiri dari fase penciptaan arsip. Kedua. 1991. sebagai keluaran fisik dari komputer.. New York: Amacon. Penggunaan teknologi komputer dibidang manajemen arsip dinamis memberikan pengaruh terhadap sistem pengolahan. Gordon. Kesimpulan Arsip memiliki fungsi dan kegunaan yang signifikan di dalam menunjang kegiatan organisasi dan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. New York: A Willey Interscience Publication. Pusaka Binaman Pressindo. Sistem Penemuan Kembali dan Penyajian Informasi Arsip Elektronik. Practices. Komputerisasi mungkin diterapkan terhadap beberapa subsistem dari manajemen arsip dinamis. 1995. Diamond. Karena signifikansi informasinya. Kecenderungan manajemen arsip dinamis dimasa depan akan mengarah kepada computer-based records management system. penemuan kembali dan penyajian informasi. S. 2nd ed.

F. OH: South-Western Publishing. A. Robek. Information and Image Management: A. W. dan Schubert Dexter. Third Edition. Kicks. Jo Ann.. dan A. L. Mordell.... B. A. Candy. New-Jersey: Ablex Publish... Record Management : Integrated Information System. 3rd ed. E. dan Peter Hernon. 43 tahun 2009 tentang Kearsipan http://arsip. 1986. 3rd ed. R.id/buletindetil. 1992.ugm. 1993. L.3. M. Smith. Schwartz. Records Management Handbook.. Pennix. New Jersey. Encino.php?id=76 .ac. Aldershot. M.. Undang-Undang No. Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English.. 1992.. Wallace. Decision Makersguide to Systems Planning. Chapter 1.S..Hornby. F. O.. and Implementation. Lundgern. K. 1987. dan Smith. Records Systems Approach. Information and Records Management: A. Terry D. Cincinnati.. Gow. Penn. 1989. G. G.... Patricia E.. CA: Glencoe. New York: Qurom Books. J.2. Boston : Kent Publishing. A. Lundgren. Records Management and Library : Issues and Practices. 1974. Brown. Swafford. Record Management In The Computer Age. dan Carol A.. Information and Records Management. dan Maedke. 1989. Oxford: Oxford University.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful