MAKSUD DAN PENGERTIAN MOTIVASI.

; Istilah motiv mengacu pada
sebab atau mengapa seseorang berprilaku dan dari kata motiv inilah
terbentuk kata motivasi yang mana motivasi tersebut mempunyai makna
suatu pernyataan yang komplek di dalam suatu organism yang
mengarahkan pada tingkah laku sesuatu atau perangsang. Bila di pakai
dalam arti ini , maka motivasi akan meliputi segala aspek psikologi. Suatu
organism yang di motivasi akan melakukan aktivitasnya secara lebih giat
dan lebih efesien di bandingkan dengan organism yang beraktivitas tanpa
adanya motivasi. Selain menguatkan organism, motivasi cenderung
mengarah pada suatu tingkah laku tertentu.
Istilah motivasi sendiri baru digunakan pada awal abad ke dua puluh.
Selama berates-ratus tahun pandangan utama para pakar filsafat dan
teologi ialah bahwa manusia adalah makhluk rasional dan intelek yang
memilih tujuan dan menentukan sederetan perbuatannya secara bebas.
Nalarlah yang menentukan apa yang dilakukan oleh manusia dan konsep
motivasi tidaklah perlu tapi pada abad ke XVII para pakar filsafat mulai
meninggalkan konsep rasional dan beralih menganut pandangan
mekanistik tentang prilaku.
Dan selama tahun 1950-an, para psikolog mulai meragukan dorongan
dari motivasi sebagai penjelasan tentang semua jenis prilaku manusia.
Bagi mereka organism tidak di dorong untuk beraktivitas oleh dorongan
internal semata-mata, stimuli eksternal yang di sebut insentif juga
memegang peranan penting dalam menggugah prilaku. Motivasi akan di
fahami secara baik sebagai interaksi antara stimuli dalam lingkungan dan
keadaan fisiologi dari organism tersebut.
Pendekatan yang lebih baru tehadap teori motivasi ini mefokuskan
perhatian pada peran insentif, yaitu keadaan lingkungan yang menjadi
motivasi bagi organism. Suatu insentif positif menggugah organism itu
untuk medekatinya dan insentif negative mengarahkan prilaku kea rah
menjahuinya. Seseorang yang merasa haus, insentif positifnya akan
mencari sesuatu yang dapat menghilangkan rasa hausnya yakni berupa
air. Insentif negative akan menjauhkan seseorang dari suatu benda atau
situasi yang dapat mengakibatkan rasa sakit
PERAN MOTIVASI DALAM PROSES DAKWAH;Motivasi
mengandung tiga komponen pokok, yaitu menggerakkan, mengarahkan
dan menopang tingkah laku manusia. Motivasi mengarahkan tingkah laku
individu kearah suatu tujuan, menguatkan intensitas dan arah dorongan-
dorongan dan kekuatan individu tersebut. Tujuan motivasi bagi seorang
da’i adalah menggerakkan atau memacu objek dakwah (mad’u) agar
timbul kesadaran membawa perubahan tingkah laku sehingga tujuan
dakwah dapat tercapai. Selanjutnya seorang da’i dituntut untuk
mengarahkan tingkah lku mad’u sesuai dengan tujuan dakwah kemudian
menopng tingkah laku mad’u dengan mencipatakan lingkungan yang
dapat menguatkan dorongan-dorongan tersebut. DAN Penting bagi
seorang da’i mengetaui motif-motif mendesak dari sasaran dakwahnya
agar seorang da’i mampu menyesuaikan materi dakwah. Metode dakwah
atau strategi dakwah yang tepat agar tujuan dakwah dapat tercapai..
Wood worth mengklasifikasikan motif menjadi un-learned motives dan
learned motives. Unlearned motives adalah motiv yang timbul di sebabkan
oleh kekurangan-kekurangan atau kebutuhan-kebutuhan tubuh, seperti
rasa lapar, haus, sakit. Sedangkan learned motives dapat berupa
perasaan suka dan tidak suka. Aspek ini meliputi motif-motif untuk
mendekatkan diri dan menjauhkan diri dari sesuatu.
Sedangkan menurut Fillmore H. Sanford; Melihat asal kata motivasi,
yaitu yang berarti gerakan karenanya ia mengatakan motivasi sebagai
kondisi yang menggerakkan suatu organisme yang mengarah kepada
tujuan
Dan masih banyak pendapat-pendapat para psikolog dalam
memberikan pengertian dan teori-teori tentang sudut pandang motivasi.
Dan di tinjau dari sudut asalnya, para psikolog menggolongkan motif yang
ada pada diri manusia ke dalam motif biogenetis dan motif sosiogenetis,
atau motif yang berkambang pada diri manusia yang berasal darin
organismenya sebagai makhluk biologis dan motif yang berasal dari
lingkungannya. Motif biogenetis merupakan motif yang berasal dari
kebutuhan organisme tertentu demi kelanjutan kehidupanya secara
biologis. Motif biogenetis ini bercorak universal dan kurang terikat pada
lingkungan kebudayaan tampat manusia itu berada. Sedangkan motif
sosiogenetis adalah motif yang dipelajari manusia berasal dari lingkungan
kebudayaan tempat manusia itu berada. Motif sosiogenetis tidak
berkembang dengan sendirinya tapi berdasarkan interaksi dengan orang
lain atau lingkungan
Disamping motif biogenetis dan sosiogenetis, tedapat penggolongan
motif untuk menjelaskan motif manusia sebagai makhlluk berketuhanan,
yaitu motif teogenetis. Motif teogenetis berasal dari interaksi antara
manusia dengan tuhannya. dalam hal ini WA. Gerungan mengatakan
bahwa kepercayaan kepada tuhan yang maha gaib adalah suatu tenaga
motivasi yang paling kuat dalam masyarakat karena hal itu pada
umumnya merupakan sumber kedamaian yang tahan lama, suatu
dorongan keinginan untuk mempercayai_Nya adalah kekuatan pendorong
yang potensional dalam kehidupan manusia
Dalam proses dakwah, motivasi sangat besar pengaruhnya bagi
perkembangan sentimen keagamaan dalam hidup kelompok, terutama di
kalangan remaja. Sentimen keagamaan ini dapat berkembang bilamana
didekati melalui sesuatu organisasi, klab-klab yang di jiwai dengan
dakwah in Action dalam bentuk kegiatan seni budaya misalnya sandiwara,
musik, keolahragaan, dan sebaginya)
By;
Δ HΔVEY CHOCKY HΔIKAL Δ  SSSSST…..
. Latar Belakang Masalah
Di dalam proses kegiatan dakwah, faktor motivasi menjadi penentu bagi
keberhasilannya. Adapun tujuan motivasi bagi seorang da‟i adalah menggerakkan
atau memacu objek dakwah (mad‟u) agar timbul kesadaran membawa perubahan
tingkah laku sehingga tujuan dakwah dapat tercapai. Dan seorang da‟i dituntut
untuk mengarahkan tingkah laku mad‟u sesuai dengan tujuan dakwah kemudian
menopang tingkah laku mad‟u dengan menciptakan lingkungan yang dapat
menguatkan dorongan-dorongan tersebut. Selanjutnya suatu organisme yang
dimotivasi akan melakukan aktifitasnya secara lebih giat dan lebih efisien
dibandingkan dengan organisme yang beraktifitas tanpa motivasi. Selain
menguatkan organisme, motivasi cenderung mengarahkan kepada suatu tingkah
laku tertentu.
Namun, tidak semua motivasi yang telah direncanakan tersebut berjalan mulus
tanpa sandungan sedikitpun. Permasalahan seringkali muncul yang berkaitan
dengan pemberian motivasi dalam dakwah, yaitu ketika da‟i dalam mengarahkan
tingkah laku mad‟u tidak sesuai dengan tujuan dakwah tersebut, seperti pribadi
da‟i yang mungkin kurang dapat diterima, seperti watak yang keras, kaku, angkuh,
sombong, materialistis, sifat yang tidak terpuji dan tingkah laku yang tidak
mencerminkan seorang da‟i, juga dari materi yang disampaikan kurang tepat
sasaran, tidak sesuai dengan kebutuhan dan tidak sesuai dengan kadar
kemampuan, juga dari teknis penyampaian dakwah tidak sesuai dengan keadaan
yang menerima, dan dari alat yang dipergunakan tidak banyak menunjang
keberhasilan dakwah, serta dari tujuan tidak jelas dan mungkin belum dihayati
sehingga proses dakwah berjalan tanpa arah. Kejadian ini dapat diidentifikasi
sebagai minimnya motivasi dakwah yang diberikan da‟i kepada audien (mad‟u).
Dari contoh kejadian kasus di atas, dapat diambil suatu pertanyaan,
“Bagaimanakah sebetulnya pengertian motivasi dalam dakwah ?” Realitas ini
sangat penting untuk dibahas dalam makalah ini.
Maka dari itu, pembahasan makalah ini diangkat untuk mengungkap masalah-
masalah tersebut. Berdasarkan keterangan-keterangan, telah ditemukan penjelasan
para pakar mengenai pengertian motivasi dalam dakwah dan hal-hal yang terkait
dengannya.
Selanjutnya, berangkat dari latar belakang masalah tersebut di atas, maka
penulisan makalah ini kami beri judul “Pengertian Motivasi Dalam Dakwah”.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang kami angkat dalam makalah ini adalah :
1. Apa pengertian motivasi ?
2. Bagaimana konsep motivasi ?
3. Apa saja aspek-aspek motivasi ?
4. Bagaimana teori motivasi ?
5. Bagaimana motif di dalam Al-Qur‟an ?
6. Apa pengertian dakwah ?
7. Apa saja status da‟i ?
8. Apa pengertian motivasi dalam dakwah ?
9. Apa peranan motivasi dalam proses dakwah ?
10. Apa saja hambatan dakwah ?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat menjelaskan/
mendeskripsikan :
1. Pengertian motivasi.
2. Konsep motivasi.
3. Aspek-aspek motivasi.
4. Teori motivasi.
5. Motif di dalam Al-Qur‟an.
6. Pengertian dakwah.
7. Status da‟i.
8. Pengertian motivasi dalam dakwah.
9. Peranan motivasi dalam proses dakwah.
10. Hambatan dakwah.

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Motivasi
Motivasi berasal dari kata motive. Motive berasal dari kata “motion” yang berarti
“gerakan”. Menurut Vroom seperti yang dikutip Faizah dan Lalu Muchsin
Effendi, motivasi mengacu kepada suatu proses mempengaruhi pilihan-pilihan
individu terhadap bentuk-bentuk kegiatan yang dikehendaki. Istilah motivasi ini
mencakup sejumlah konsep seperti dorongan (drive), kebutuhan (need),
rangsangan, ganjaran dan sebagainya. Jadi dapat dijelaskan bahwa motif
merupakan dorongan yang timbul dalam diri seseorang yang menyebabkan orang
tersebut mau bertindak untuk melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi adalah
pendorong kepada suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku
seseorang agar ia tergerak untuk melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau
tujuan tertentu. Jadi, motif cenderung instrinsik sedangkan motivasi cenderung
ekstrinsik. Atau dapat dikatakan motivasi adalah pendorong munculnya motif.
Pengertian motivasi menurut beberapa pakar :
a. Fillmore H. Sandford menjelaskan motivasi adalah kondisi yang menggerakkan
suatu makhluk yang mengarahkannya kepada sesuatu tujuan atau beberapa tujuan
dari tingkat tertentu.
b. Chung dan Meggison, motivasi merupakan perilaku yang ditujukan kepada
sasaran, motivasi berkaitan dengan tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang
dalam mengejar suatu tujuan.
c. Stoner & Freeman, motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang
memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktor-
faktor yang menyebabkan, menyalurkan dan mempertahankan tingkah laku
manusia dalam arah tekad tertentu.
d. Kartini Kartono, motivasi adalah dorongan terhadap seseorang agar mau
melaksanakan sesuatu. Dengan dorongan (driving force) di sini dimaksudkan :
desakan yang alami untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan hidup dan
merupakan kecenderungan untuk mempertahankan hidup.
d. Menurut Walgito (2002) motif berasal dari bahasa latin movere yang berarti
bergerak atau tomove yang berarti kekuatan dalam diri organisme yang
mendorong untuk berbuat (driving force).
e. Menurut Caplin (1993) motif adalah suatu keadaan ketegangan di dalam
individu yang membangkitkan, memelihara dan mengarahkan tingkah laku
menuju pada tujuan atau sasaran. Motif juga dapat diartikan sebagai tujuan jiwa
yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu dan untuk
tujuan-tujuan tertentu terhadap situasi di sekitarnya. (Woodworth dan Marques
dalam Mustaqim, 1991).
f. Sedangkan menurut Koontz dalam Moekjizat (1984) motif adalah suatu keadaan
dari dalam yang memberi kekuatan, yang menggiatkan atau menggerakkan, dan
yang mengarahkan atau menyalurkan perilaku ke arah tujuan-tujuan tertentu.
g. MC. Donald (dalam Hamalik, 1992) motivasi adalah suatu perubahan energi di
dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk
mencapai tujuan. Menurutnya terdapat tiga unsur yang berkaitan dengan motivasi
yaitu :
1). Motif dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi, misalnya adanya
perubahan dalam sistem pencernaan akan menimbulkan motif lapar.
2). Motif ditandai dengan timbulnya perasaan (afectif arousal), misalnya karena
Amin tertarik dengan tema diskusi yang sedang diikuti, maka dia akan bertanya.
3). Motif ditandai oleh reaksi-rekasi untuk mencapai tujuan. Respon-respon itu
berfungsi mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh perubahan energi dalam
dirinya. Tiap respon merupakan suatu langkah ke arah mencapai tujuan. Contoh :
si A ingin mendapat hadiah, maka ia belajar misalnya mengikuti ceramah,
bertanya, membaca buku, menempuh tes dan sebagainya.
h. Menurut Terry (dalam Moekjizat, 1984) motivasi adalah keinginan di dalam
diri individu yang mendorong individu untuk bertindak.
i. Motivasi adalah keadaan internal organisme_ baik manusia ataupun
hewan_yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Atau pemasok daya
(energizer) untuk bertingkah laku secara terarah.
j. Menurut Sartain dalam Psychology Understanding of Human Behavior seperti
yang dikutip Ngalim Poerwanto, yang dikutip Faizah dan Lalu Muchsin Effendi,
motivasi adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang
mengarahkan tingkah laku ke suatu tujuan atau perangsang.
Ada tiga poin penting dalam pengertian motivasi yaitu hubungan antara
kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan muncul karena adanya sesuatu yang
kurang dirasakan oleh seseorang, baik fisiologis maupun psikologis. Dorongan
merupakan arahan untuk memenuhi kebutuhan tadi, sedangkan tujuan adalah
akhir dari satu siklus motivasi.
Terlepas dari beberapa definisi di atas, kita dapat mengambil tiga kata kunci yang
berkaitan dengan pengertian motivasi, yaitu dorongan/ keinginan, tingkah laku,
dan tujuan. Dengan demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi
merupakan dorongan dalam diri seseorang dalam usahanya mengarahkan tingkah
laku untuk memenuhi keinginan, maksud dan tujuan.
2. Konsep Motivasi
a. Menurut Abraham H. Maslow. Maslow mengatakan bahwa hanya kebutuhan
yang belum terpenuhi yang memotivasi perilaku manusia. Teori Maslow ini
menekankan pada dua pemikiran pokok :
1). Manusia mempunyai banyak kebutuhan, tetapi kebutuhan-kebutuhan yang
belum terpenuhi yang mempengaruhi perilaku manusia.
2). Kebutuhan manusia dikelompokkan ke dalam hierarki menurut
kepentingannya. Bila suatu kebutuhan dipenuhi, maka kebutuhan lainnya yang
lebih tinggi muncul untuk dipuaskan.
Teori Maslow berpendapat bahwa manusia mempunyai 5 (lima) kebutuhan sosial,
meliputi :
1). Kebutuhan fisikologikal seperti sandang, pangan dan papan.
2). Kebutuhan keamanan, tidak hanya dalam arti fisik akan tetapi dengan mental
psikologikal dan intelektual.
3). Kebutuhan sosial, berupa persahabatan dan ketertiban.
4). Kebutuhan prestise yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-
simbol status.
5). Aktualisasi diri dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk
mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah jadi
kemampuan nyata.

Tingkatan kebutuhan tersebut dapat diragakan seperti tampak dalam gambar
berikut ini :
b. Sementara itu, Stranger (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005) mengetengahkan
empat jenis kebutuhan individu, yaitu:
1). Kebutuhan berprestasi (need for achievement), yaitu kebutuhan untuk
berkompetisi, baik dengan dirinya atau dengan orang lain dalam mencapai prestasi
yang tertinggi.
2). Kebutuhan berkuasa (need for power), yaitu kebutuhan untuk mencari dan
memiliki kekuasaan dan pengaruh terhadap orang lain.
3). Kebutuhan untuk membentuk ikatan (need for affiliation), yaitu kebutuhan
untuk mengikat diri dalam kelompok, membentuk keluarga, organisasi ataupun
persahabatan.
4). Kebutuhan takut akan kegagalan (need for fear of failure), yaitu kebutuhan
untuk menghindar diri dari kegagalan atau sesuatu yang menghambat
perkembangannya.
3. Aspek-Aspek Motivasi
Aspek-aspek motivasi adalah :
a. Aspek fisik, meliputi penilaian individu terhadap segala sesuatu yang
dimilikinya, seperti tubuh, pakaian, benda miliknya, dan lain sebagainya.
b. Aspek psikis, meliputi pikiran, perasaan, dan sikap yang dimiliki individu
terhadap dirinya sendiri.
c. Aspek sosial, meliputi kemampuan dalam berhubungan dengan dunia di luar
dirinya, perasaan mampu dan berharga dalam lingkup interaksi sosial dengan
orang lain secara umum.
d. Aspek moral, meliputi nilai dan prinsip yang memberi arti serta arah bagi
kehidupan seseorang, arti dan nilai moral, hubungan dengan Tuhan, perasaan
menjadi orang “baik atau berdosa”, dan kepuasan atau ketidakpuasan terhadap
agama yang dianut.
e. Aspek seksual, meliputi pikiran dan perasaan individu terhadap perilaku dan
pasangannya dalam hal seksualitas.
f. Aspek keluarga, meliputi arti keberadaan diri di dalam keluarga, hubungan
dengan dan dalam keluarga.
g. Aspek diri secara keseluruhan, meliputi pikiran, perasaan, dan sikap yang
dimiliki individu terhadap dirinya sendiri. Kombinasi dari keseluruhan aspek
tersebut adalah gambaran mengenai diri seseorang, baik persepsi terhadap diri
nyatanya maupun penilaian berdasarkan harapannya.
Aspek-aspek tersebut selanjutnya menjadi dorongan (motivasi) yang merupakan
kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi
(keteguhan, kegigihan, ketegaran, ketahanan) dan antusiasmenya (gairah,
semangat yang menggebu) dalam melaksanakan suatu aktivitas, baik yang
bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari
luar individu (motivasi ekstrinsik).
4. Teori-Teori Motivasi
HM. Arifin mengatakan bahwa, secara fundamental motivasi bersifat dinamis
yang melukiskan ciri-ciri tingkah laku manusia yang terarah pada suatu tujuan.
Dengan motivasi, seseorang dapat melipat gandakan usahanya untuk mengetahui
rintangan dan mencapai tujuan tersebut.
Para psikolog memberikan pengertian dan teori-teori sebagai berikut:
a. Sigmund Freud : berpendapat bahwa dasar dari motivasi tingkah laku manusia
adalah insting (naluri). Semua perilaku manusia berasal dari dua kelompok naluri
yang bertentangan yaitu :
1). Naluri kehidupan yang meningkatkan hidup dan pertumbuhan seseorang.
Maksudnya dorongan insting untuk hidup mendorongnya untuk mencintai dan
mencipta.
2). Naluri kematian yang mendorong manusia ke arah kehancuran. Maksudnya
dorongan insting untuk mati mendorong manusia untuk membenci dan
menghancurkan.
b. Abraham Moslow : berpendapat bahwa manusia dimotivasi oleh sejumlah
kebutuhan dasar yang bersifat sama untuk seluruh spesies, tidak berubah dan
berasal dari sumber genesis atau naluriah. Maksudnya motive manusia senantiasa
menggerakkannya kepada pemenuhan akan kebutuhan-kebutuhan yang
bertingkat-tingkat.
c. K.S. Lashley : berpendapat bahwa motivasi dikendalikan oleh respon-respon
susunan saraf sentral ke arah rangsangan dari dalam dan dari luar yang variasinya
sangat komplek termasuk perubahan komposisi kimiawi dan aliran darah.
d. Fillmore H. Sanford : berpendapat motivasi sebagai kondisi yang
menggerakkan suatu organisme yang mengarah kepada tujuan.



5. Motif Dalam Al-Qur‟an
Ketika manusia melakukan perbuatan, disadari atau tidak sebenarnya ia
digerakkan oleh suatu sistem di dalam dirinya yang disebut sebagai sistem nafs.
Isyarat tentang adanya tingkah laku manusia (motif) dalam sistem nafs dipaparkan
Al-Qur‟an dalam surat Yusuf ayat 53:
ce· +µe¦A· ¹ç^u\ u1ve )e| •4 u1ve) uµeO, Bt- )ee
/e--9Tu)'e {çB•-uo8 #-9Z•.+} )e| •4 Pt.©©¸ &/tqc' µuBt-!
-
53. ”Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya
nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat
oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Q.S. Yusuf : 53)
Isyarat di atas secara jelas mengisyaratkan adanya sesuatu di dalam sistem nafs
yang menggerakkan tingkah laku manusia yang mengajak pada kejahatan.
Dan dalam ayat lain disebutkan :
#-{u|v· ¸e ¢°©e~· )eToe 9e=(0¢=v~+×_3ote u/ °o-At
µu)e. µuoT(e7^ (ekt- ©.T©¹ Bt (ekt- &µBµ¸.\¢~©
°o-9'u)#( ( ,¢=eçtZ °o-At ( 9o7¢ µuP)ooe•© 2.tt0(e8ç
PT,7µeç¹ µuYet.¹ #-!-ceBt-!'u c· ?o\|=v0¹u|t e Bt-
&µ©(=vN© )eToe)
30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata:
"Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan
membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa
bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Q.S. Al-
Baqarah: 30)
Dalam ayat di atas, malaikat mengisyaratkan bahwa pada dasarnya manusia
memiliki insting atau naluri merusak. Meskipun manusia memiliki predikat
khalifah di bumi, manusia memiliki dorongan jahat yang dapat menggerakkannya
pada perbuatan merusak dan pertumpahan darah. Secara khusus Al-Qur‟an
mengisyaratkan tentang berbagai dorongan dalam diri manusia yang
menggerakkan tingkah laku manusia. Dorongan-dorongan tersebut masih
bersumber pada sistem nafs manusia, yang meliputi dorongan fisiologis dan
psikologis.
a. Dorongan-dorongan fisiologis
1). Dorongan untuk menjaga diri
Dalam Al-Qur‟an Surat An-Naba : 78:9-11 berbunyi
®· ¹7t-?+- Ptu|Bt3'/| µu¸¢\¢=(Zu- _· 9e7t-Y- #-9v.~
µu¸¢\¢=(Zu- __· Bt\¢-vç- #-9|•kt-u µu¸¢\¢=(Zu-
9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,
10. dan Kami jadikan malam sebagai pakaian[1546],
11. dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,

[1546] Malam itu disebut sebagai pakaian karena malam itu gelap menutupi jagat
sebagai pakaian menutupi tubuh manusia.
Rasa lelah merupakan dorongan penting bagi manusia yang mendorongnya untuk
istirahat dan tidur setelah bekerja di siang hari. Dengan istirahat dan tidur,
kegiatan dan vitalitas sel-sel tubuhnya akan kembali lagi. Tidur juga bisa
melepaskan seseorang dari ketegangan fisik yang timbul akibat dari ketakutan-
ketakutan yang menimpa seseorang.
2). Dorongan mempertahankan kelestarian hidup jenis
Dorongan yang dimaksud di atas adalah dorongan seksual dan dorongan keibuan.
(a). Dorongan seksual : yaitu melakukan satu fungsi penting melahirkan keturunan
demi kelangsungan hidup.
(b). Dorongan keibuan : Allah menciptakan dalam setiap diri wanita dorongan
alamiah yang membuat mereka siap untuk melaksanakan misi utamanya untuk
melahirkan demi kelangsungan hidup jenis manusia.
b. Dorongan-dorongan Psikis
1). Dorongan untuk memiliki. Dorongan untuk memiliki adalah dorongan psikis
yang dipelajari manusia dalam proses sosialisasi yang dijalaninya. Melalui
kebudayaan di mana ia hidup, manusia belajar rasa cinta untuk memiliki harta
benda dan berbagai hak milik tersebut menumbuhkan rasa aman dari kemiskinan.
2). Dorongan memusuhi. Dorongan memusuhi tampak dalam tingkah laku
manusia yang memusuhi orang lain dengan tujuan untuk memusuhinya dengan
bentuk fisik maupun dengan kata-katanya.
3). Dorongan berkompetisi. Kompetisi merupakan salah satu dari dorongan-
dorongan psikis yang dipelajari seseorang melalui lingkungannya. Al-Qur‟an
sendiri memberikan dorongan kepada manusia untuk berkompetisi dalam
melakukan kebaikan dan kebajikan serta berpegang teguh pada nilai-nilai
manusiawi yang luhur.
4). Dorongan Beragama. Dorongan beragama merupakan dorongan psikis yang
mempunyai landasan alamiah dalam watak kejadian manusia. Dalam relung
jiwanya manusia merasakan adanya dorongan untuk mencari dan memikirkan
Sang Penciptanya dan Pencipta alam semesta, dorongan untuk menyembah-Nya,
meminta pertolongan kepada-Nya setiap kali ia ditimpa malapetaka dan bencana.
Namun godaan duniawi yang lebih mementingkan kebutuhan jasmani atau materi
dapat membuat manusia lupa pada fitrahnya sebagai makhluk berTuhan bahkan
lambat laun dapat terkikis sehingga manusia akan semakin jauh dari nilai-nilai
spiritualitas keagamaan yang sebenarnya tersembunyi dalam relung bawah
sadarnya.
6. Pengertian Dakwah
Banyak definisi telah dibuat untuk merumuskan pengertian dakwah yang intinya
adalah mengajak manusia ke jalan Allah agar mereka berbahagia di dunia dan di
akhirat.
a. Abdul Aziz menjelaskan, secara etimologis da'wah berarti: 1). Memanggil; 2).
Menyeru; 3). Menegaskan atau membela sesuatu; 4). Perbuatan atau perkataan
untuk menarik manusia kepada sesuatu; dan 5). Memohon dan meminta.
b. Menurut Ahmad Mubarok (1999: 19) dakwa dalam bahasa Arab, da‟wat atau
da‟watun biasa digunakan untuk arti-arti undangan, ajakan seruan yang
kesemuanya menunjukkan adanya komunikasi antara dua belah pihak dan upaya
mempengaruhi orang lain. Ukuran untuk keberhasilan undangan, ajakan atau
seruan adalah manakala pihak kedua yakni yang di undang atau diajak
memberikan respon positif, yaitu mau datang atau memenuhi undangan itu.
Ukuran keberhasilan seorang mubaligh adalah manakala ia berhasil
menyampaikan pesan Islam dan pesannya sampai (Wama‟alaina al balagh),
sedangkan bagaimana respon masyarakat tidak menjadi tanggung jawabnya.
Dengan demikian maka dapat dirumuskan bahwa dakwah ialah usaha
mempengaruhi orang lain agar mereka bersikap dan bertingkah laku seperti apa
yang didakwahkan oleh da‟i.
c. Menurut M.Sya‟afat Habib (1992: 93), Arti dakwah secara luas ialah sebagai
agen merubah manusia ke arah yang lebih baik. Dengan arti yang lebih luas ini
dakwah akan menjamah kegiatan-kegiatan fisik, termasuk pembangunan sarana-
sarana pendidikan, rumah sakit, rumah anak yatim piatu dan sebagainya. Bahkan
pembangunan yang bersifat tempat-tempat rekreasi yang sesuai dengan tuntunan
agama, jalan jembatan dan lainnya lagi untuk memberikan pengaruh „perubahan‟
pada tingkah laku manusia, sesuai dengan tujuan dakwah.
d. Bakhial Khauli menjelaskan dakwah adalah satu proses menghidupkan
peraturan-peraturan Islam dengan maksud memindahkan umat dari satu keadaan
kepada keadaan lain.
e. Syekh Ali Mahfudz menjelaskan dakwah mengajak manusia untuk
mengerjakan kebaikan dan mengikuti petunjuk, menyuruh mereka berbuat baik
dan melarang mereka dari perbuatan jelek agar mereka mendapat kebahagiaan di
dunia dan akhirat.
f. Prof. Toha Yahya Umar, MA menjelaskan dakwah yaitu mengajak manusia
dengan cara yang bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah
SWT untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan juga di akhirat.
g. Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir menjelaskan dakwah yaitu tugas suci atas
tiap-tiap muslim dimana dan bilamana ia berada di dunia ini, yaitu menyeru dan
menyampaikan agama Islam kepada masyarakat dan kewajiban tersebut untuk
selama-lamanya.
Kadangkala istilah dakwah disama artikan dengan istilah tabligh.
Istilah tabligh di dalam surat Al-Maidah : 67, yaitu :
( '/ie7¢ Be )e9o. &PcAt Bt-! /t=ke|] #-9+¹uA©
t~+÷µkt- - Be, t\|·©0¹ µu#-!+ 4 _¢-9oItµ. /t=+(.M,
(o0¢- ?o.\¢~| 9vO( µu)e| Ze· #-9.3o~e_¦¸t #-9.)ou|Ht
uk|e e #-!v )e| •3 #-9Z•-•©
67. Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan
jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak
menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan)
manusia[430]. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang kafir. ( Q.S. Al-Maidah : 67 )
[430] Maksudnya: tak seorangpun yang dapat membunuh Nabi Muhammad s.a.w.
Sedangkan istilah dakwah ada di surat An-Nahl : 125 yaitu :
µu#-9.0¢u|©e^ote /e--:.te3]0¢te u/ve7¢ ¢6e~ )e<v4 #-|´'
o\uu u/|7¢ )e| •4 &µµ(T,¹ oe} /e--9vA© µu¸¢~e9.¸¹O (
#-:.ttT,Zute /e--9.0¹¸(Ite¦¸t &µ©(=vO¬ µuo\uu ( ¢6e#e&e÷
©t _,~ •/e0¢ &µ©(=vO¬ e._·
125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya
Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya
dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ( Q.S.
An-Nahl : 125 )
[845] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan
antara yang hak dengan yang bathil.

µut÷(B©©µ|t #-:.o|e )e<v t(©©u|t &B•t· Bie+3'N|
µu9.ut3' o\N© µu&µ÷9o~+×_7¢ 4 #-9.0¹+3oc ©t· µutZ|¸¢u||t
/e--O(Pt\|©µ-© __· #-9.0¹.=eo¹u_
104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217];
merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Ali Imran: 104)
[217] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan
Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
cc· #-9.0¹T(=e0e¹¸t Be, )eP+¸_© µu°o-At =,~=eo|- µu©t0e~
#-!÷ )e<v ¢|t°! Bie0s °ou|eZ &µµ(T,¹ µuBt(
33. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada
Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku Termasuk
orang-orang yang menyerah diri?" (Q.S. Fushshilat: 33)
Ditinjau secara terminologis, istilah da'wah merupakan konsep yang memiliki
ragam penjelasan dalam bentuk rumusan redaksional yang berbeda-beda.
Perbedaan yang terdapat pada setiap penjelasan para pakar dan cendikia,
kelihatannya lebih pada aspek orientasi dan penekanan bentuk kegiatannya, bukan
pada aspek essensinya.
Definisi-definisi berikut merupakan beberapa rumusan mengenai da'wah yang
disampaikan oleh para pakar.
Pertama, definisi da'wah yang menekankan pada proses pemberian motivasi untuk
melakukan pesan da'wah (ajaran Islam), tokoh penggagasnya adalah Syekh Ali
Mahfudz (tt:17), menurutnya da'wah adalah "Mendorong manusia kepada
kebaikan dan petunjuk, memerintahkan perbuatan yang diketahui kebenarannya,
melarang perbuatan yang merusak individu dan orang banyak agar mereka
memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat"
Kedua, definisi da'wah yang lebih menekankan pada proses penyebaran pesan
da'wah (ajaran Islam) dengan mempertimbangkan penggunaan metode, media,
dan pesan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi mad'u (khalayak atau
sasaran da'wah). Pakar da'wah yang menjadi penggagasnya adalah Ahmad
Ghalwusy. Menurutnya, da'wah adalah "menyampaikan pesan Islam kepada
manusia di setiap waktu dan tempat dengan metode-metode dan media-media
yang sesuai dengan situasi dan kondisi para penerima pesan da'wah (khalayak
da'wah)" (Ghalwusy, 1987:11).
Ketiga, definisi da'wah yang lebih menekankan pada pengorganisasian dan
pemberdayaan sumber daya manusia (khalayak da'wah) dalam melakukan
berbagai petunjuk ajaran Islam (pesan da'wah), menegakkan norma sosial budaya
(ma'ruf) dan membebaskan kehidupan manusia dari berbagai penyakit sosial
(munkar). Definisi ini antara lain dikemukakan oleh Sayyid Mutawakil.
Menurutnya, da'wah adalah "mengorganisasikan kehidupan manusia dalam
menjalankan kebaikan, menunjukannya ke jalan yang benar dengan menegakkan
norma sosial budaya dan menghindarkannya dari penyakit sosial" (dalam al-
Mursyid, 1989:21).
Keempat, definisi da'wah yang lebih menekankan pada sistem dalam menjelaskan
kebenaran, kebaikan, petunjuk ajaran, menganalisis tantangan problema
kebathilan dengan berbagai macam pendekatan, metode dan media agar mad'u
mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Definisi
da'wah yang demikian antara lain dikemukakan oleh Al-Mursyid. Menurutnya,
da'wah adalah sistem dalam menegakkan penjelasan kebenaran, kebaikan,
petunjuk ajaran, memerintahkan perbuatan ma'ruf, mengungkap media-media
kebatilan dan metode-metodenya dengan macam-macam pendekatan, dan metode
dan media da'wah (Al-Mursyid, 1989:21).
Kelima, kategori definisi da'wah yang lebih menekankan pada urgensi
pengamalan aspek pesan da'wah (ajaran Islam) sebagai tatanan hidup manusia
hamba Allah dan khalifah-Nya di muka bumi. Definisi ini dikemukakan oleh Ibnu
Taimiyah (1398 H:157-158), dan pesan da'wah yang terkandung dalam perspektif
ini adalah: (1) mengimani Allah; (2) mengimani segala ajaran yang dibawa oleh
semua utusan Allah, dengan membenarkannya dan mentaatinya segala yang
diperintahkan; (3) menegakkan pengikraran syahadatain; (4) menegakkan shalat;
(5) mengeluarkan zakat; (6) shaum bulan Ramadhan; (7) menunaikan ibadah haji;
(8) mengimani Malaikat, Kitab-kitab Allah, para Utusan-Nya, kebangkitan setelah
wafat, kepastian baik-buruk yang datang dari Allah; dan (9) menyerukan agar
hamba Allah hanya beribadah kepada-Nya seakan-akan melihat-Nya.
Keenam, definisi da'wah yang lebih menekankan pada profesionalisme da'wah,
yakni da'wah dipandang sebagai kegiatan yang memerlukan keahlian, dan
memerlukan penguasaan pengetahuan. Dengan demikian, da'i-nya adalah ulama
atau sarjana yang memiliki kualifikasi dan persyaratan akademik serta
keterampilan dalam melaksanakan kewajiban da'wah. Definisi ini diajukan oleh
Zakaria yang menyatakan bahwa "Aktivitas para ulama dan orang-orang yang
memiliki pengetahuan agama Islam dalam memberi pengajaran kepada orang
banyak (khalayak umum) hal-hal yang berkenaan dengan urusan-urusan agama
dan keduniaannya sesuai dengan realitas dan kemampuannya" (dalam Sambas dan
Subandi, 1999:21).
7. Status Da‟i
a. Da‟i sebagai pemimpin, artinya sebagai pemimpin bukan hanya menyuruh,
menganjurkan orang lain saja, tetapi keteladanan memegang peranan penting di
dalam kepemimpinan itu sendiri. Ia haruslah ing ngarso sung tulodho, ing madyo
mangun karso, tut wuri handayani.
b. Da‟i sebagai mujahid, artinya sebagai seorang pejuang, mempunyai ukuran
nilai tersendiri terhadap apa yang diperbuatnya. Sebagai pejuang dia sanggup
menggalang umat, menggerakkan mereka untuk kepentingan dakwah, ketaqwaan
dan untuk pengabdian kepada sesamanya dan memberikan perlindungan serta
pengayoman kepada mereka dan menyalurkan aspirasinya. Seorang mujahid harus
selalu berjiwa besar dan membesarkan jiwa orang lain, tidak sombong dalam
keberhasilannya dan tidak hina dalam kegagalannya. Kesemuanya itu hanya
karena Allah semata.
c. Da‟i sebagai objek artinya sebagai da‟i hendaknya selalu menyadari bahwa apa
yang diberikan kepada orang lain pada hakikatnya bukan untuk orang lain saja,
melainkan untuk dirinya juga. Di sinilah tanggung jawab moril seorang da‟i.
d. Da‟i sebagai pembawa misi artinya sebagai da‟i perlu menyadari bahwa
amanah Allah selalu berada di atas pundaknya, kapan dan dimanapun berada.
Amanah harus dijaga sebaik-baiknya dan harus disampaikan kepada yang berhak
menerimanya, karena akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah SWT.
e. Da‟i sebagai pembangun artinya sebagai da‟i hendaknya selalu melaksanakan
amar ma‟ruf nahi munkar.
8. Pengertian Motivasi Dalam Dakwah
Dari penjelasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan
motivasi dalam dakwah adalah dorongan dalam diri seseorang dalam usahanya
untuk memenuhi keinginan, maksud dan tujuan dalam mengajak manusia dengan
cara yang bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT
untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan juga di akhirat.
Dalam proses kegiatan dakwah/ penerangan agama, pemenuhan akan kebutuhan-
kebutuhan hidup manusia adalah mutlak perlu diperhatikan, karena tanpa dapat
menghampiri motive-motive pokok manusia, pesan dakwah mustahil dapat
mempengaruhi perilaku objek dakwah / penerangan agama sebagai yang
diharapkan. Dan dalam praktek dakwah, motive tersebut dapat dikembangkan
melalui pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada orang-orang untuk aktif
melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuannya dengan pengarahan
kepada hal-hal yang tidak berlawanan dengan norma susila dan sosial. Bilamana
dalam proses dakwah, jaminan rasa aman dapat direalisasikan dalam bentuk
situasi dan kondisi kehidupan di lingkungan masyarakat dimana dakwah sedang
dilangsungkan, maka masyarakat dengan mudah akan terdorong untuk menerima
bahkan menaruh simpati serta mengaktualisasikan ke dalam perilaku pribadinya.
Akan tetapi sebaliknya jika malah menimbulkan atau mengundang ancaman dari
luar, maka sudah pasti mereka akan menolak bahkan antipati terhadap kegiatan
dakwah. Kepercayaan kepada yang maha Ghaib adalah suatu tenaga motivasi
yang paling kuat dalam masyarakat, karena hal itu pada umumnya merupakan
sumber kedamaian yang tahan lama, suatu dorongan keinginan untuk
mempercayai-Nya adalah kekuatan pendorong yang potensial dalam kehidupan
manusia.
Dan dalam usaha memperoleh hasil guna pelaksanaan dakwah, motive atau
dorongan-dorongan di atas masih perlu diarahkan kepada tujuan proses dakwah
yaitu mengendalikan, mengarahkan, mengembangakan dan memanfaatkan
kemampuan tersebut bagi hubungan manusia sebagai makhluk individual dan
sebagai anggota masyarakat. Daya tarik dakwah atau tabligh kepada sasaran
adalah sangat ditentukan oleh kemampuan mengendalikan, mengarahkan,
mengembangkan dan memanfaatkan motive-motive tersebut untuk
diaktualisasikan dan diorientasikan kepada sasaran dakwah. Dan dalam proses
kegiatan dakwah, faktor manusia adalah yang menjadi sasaran yang perlu
didorong sedemikian rupa sehingga produktivitas dan kreativitas hidup individual
dan sosial yang dijiwai oleh agama dapat berkembang karena hal tersebut menjadi
kebutuhan hidup manusia itu sendiri. Dalam proses dakwah, diharapkan seorang
da‟i mampu menggerakkan atau menimbulkan kekuatan dalam diri mad‟u dan
memimpin mad‟u untuk bertindak sesuai dengan ajaran-ajaran agama yang
disampaikan.
Sudah menjadi fitrah manusia suka kepada yang menyenangkan dan benci kepada
yang menakutkan, maka selayaknya bagi para da‟i untuk memulai dakwahnya
dengan memberi harapan yang menarik, mempesona dan menggembirakan
sebelum memberikan ancaman. Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu
Musa ra., ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Serulah manusia ! Berilah
kabar gembira dan janganlah membuat orang lari”. Seorang da‟i seharusnya
terlebih dahulu memberikan targhib (kabar gembira) sebelum tarhib (ancaman),
mendorong, beramal dan menyebutkan faedah amal sebelum menakut-nakuti
dengan bahaya riya, memberitahu keutamaan menyebarkan ilmu sebelum
memberi peringatan kepada mereka tentang besarnya dosa menyembunyikan ilmu
dan memotivasi untuk melaksanakan shalat pada waktunya sebelum memberikan
peringatan tentang besarnya dosa meninggalkan shalat. Jadi memberi kabar
gembira terlebih dahulu sebelum peringatan itu bisa membuat hati menerima
dengan baik dan lega. Pemberian motivasi ini bisa menumbuhkan harapan dan
optimisme seseorang. Jadi ringkasnya dalam berdakwah, hendaknya kita
mendahulukan memberikan motivasi dan pencerahan.
9. Peranan Motivasi Dalam Proses Dakwah
Motivasi mengandung tiga komponen pokok, yaitu menggerakkan, mengarahkan
dan menopang tingkah laku manusia. Motivasi mengarahkan tingkah laku
individu ke arah suatu tujuan, menguatkan intensitas dan arah dorongan-dorongan
dan kekuatan individu tersebut. Tujuan motivasi bagi seorang da‟i adalah
menggerakkan atau memacu objek dakwah (mad‟u) agar timbul kesadaran
membawa perubahan tingkah laku sehingga tujuan dakwah dapat tercapai.
Selanjutnya seorang da‟i dituntut untuk mengarahkan tingkah laku mad‟u sesuai
dengan tujuan dakwah kemudian menopang tingkah laku mad‟u dengan
menciptakan lingkungan yang dapat menguatkan dorongan-dorongan tersebut.
Penting bagi seorang da‟i mengetahui motif-motif mendesak dari sasaran
dakwahnya agar seorang da‟i mampu menyesuaikan materi dakwah, metode
dakwah atau strategi dakwah yang tepat, sehingga tujuan dakwah dapat tercapai.
Dakwah secara luwes dilakukan dengan memandang dasar-dasar Islam (Al-
Qur‟an dan Hadis) dengan cakrawala yang luas yang berarti tidak semua dalil
dapat digunakan dalam setiap keadaan tetapi kemungkinan ada dalil lain yang
lebih cocok dan relevan. Seperti dalam firman Allah :
®_· #-9.0¹\|Ite¦( ©o©= e #-!v )e_ 4 ?o\|It¹µ#( µue
©)o~Ie=\uPt3'O( #-!v°e¦¸t #-!÷ ¢6e~ ¸e µu°o~Ie=\u#(
190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi)
janganlah kamu melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang melampaui batas. (Q.S Al-Baqarah : 190)
Ayat tersebut di atas adalah perintah Allah terhadap Nabi SAW dan orang-orang
yang beriman di saat melakukan ibadah haji dan umrah di Baitul Haram (Mekkah)
untuk menjaga kemungkinan orang-orang kafir Quraisy memerangi kaum
muslimin.
Dengan firman Allah SWT :
Be¸t~to; ©t?v4 &µ¹93'/| o¢~| 'u#BtZ©u#( #-!v°e¦¸t
t~+÷µkt- _· &µ9e¦A8 ©tç#>A Bie( ?\Z|3'/
µuu¹u!e&e÷ /e--!÷ ?\o|BeZ©u|t 4 µu&µP^T©3'N|
/e÷µB.uu÷9e3'O( #-!÷ ¢6e~ ¸e µuB¸t~¸e¹µ|t __·
?o\|>oHu|t .'Z'A| )e| 9v3'/| ,¢|· o÷9e3'/|
10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan
yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah
dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Dalam pengharaman khamr ada tiga fase yaitu :
)eO.N\ (e¸e0¢-! °\~| ( µu#-9.0¢|s©e #-9.¢0(c ©tC·
oT(÷t=\uPt7¢ - 3 P+.\e¸e0¢- Be &µ2}9t µu)eO.0¹¸¹0¢-!
9e=Z•-•© µuBt+o~e¦¹ 27e· ©7t¹ie¸¹ .çç÷9e 3 #-9.\¢.uu
°\~ ©Ze)^u|t Bt-o# µuoT(÷t=\uPt ®_.· ?outç3v©µ|t
9o\¢=+6^N| #-¢ut~Me 9o3'N© #-!+
219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah:
"Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia,
tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya
kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan."
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.
(Q.S Al-Baqarah : 219)

[136] Segala minuman yang memabukkan.
Selanjutnya :
µu&µPuO( #-9·'=vu4ov ?o).t/u#( e 'u#Bt+©u#( #-!v°e¦¸t
t~+÷µkt- ©t-/ec )ee ¸©+©7•- µue ?o)^u9'u|t Bt-
?o\|=v0¹u#( µ¢A÷©4 ¹3o~t3 ¢ç~ ©t?v4 &µµ| As(c¢©#
.'+'A µu)e| 4 ?o(.utT©=\u#( µ¢A÷©4 ¢6e~~ 9o~0¢T('A©
&µµ| #-9.(t-!÷_l© Bie, Bie+3'N &µvt© ¸¢-!'u &µµ| ·oq_7+-
=,\e+# (outu0s0¹u#( Bt-!'| Bµ¸©¹µ#( (o=vN| #-9+ieT,-!'u
©t^u# .ç°|t #-!v )e| •3 µu&µ|e3'N| /eu©¸©uoe3'N|
(o--B.T,o¹u#( c_· ¹ç^u•#
43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam
keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula
hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub[301], terkecuali sekedar
berlalu saja, hingga kamu mandi. dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir
atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan,
kemudian kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah
yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha
Pema'af lagi Maha Pengampun. (Q.S An-Nisa‟: 43)

[301] Menurut sebahagian ahli tafsir dalam ayat ini termuat juga larangan untuk
bersembahyang bagi orang junub yang belum mandi.
Selanjutnya :
µu#-9.0¢.s© #-:.o0(© )eP+0¢- 'u#Bt+©u)#( #-!v°e¦¸t
t~+÷µkt- #-9±.:o~· ©t0¢~ Bie( _¸(+© µu#-{u.9o~N©
µu#-{uP·,->: ®· ?\.=eo¹u|t 9o\¢=+3'N| (o--¸(It±e7uv
90. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah Termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan.(Q.S Al-Maidah: 90)

[434] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab
Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan
apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka
ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing
yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-
apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. Bila mereka
hendak melakukan sesuatu maka mereka meminta supaya juru kunci Ka'bah
mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan
melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang
diambil itu. Kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, maka
undian diulang sekali lagi.
10. Hambatan Dakwah
Hambatan-hambatan dakwah merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari oleh
da‟i. Diantaranya adalah :
a. Dari da‟i sendiri dimana pribadinya mungkin kurang dapat diterima, seperti
watak yang keras, kaku, angkuh, sombong, sifat yang tidak terpuji dan tingkah
laku yang tidak mencerminkan seorang da‟i.
b. Dari materi yang disampaikan kurang tepat sasaran, tidak sesuai dengan
kebutuhan dan tidak sesuai dengan kadar kemampuan.
c. Dari teknis penyampaian dakwah tidak sesuai dengan keadaan yang menerima.
Contoh penyebaran buletin pada masyarakat yang banyak buta huruf.
d. Dari alat yang dipergunakan tidak banyak menunjang keberhasilan dakwah.
e. Dari tujuan tidak jelas dan mungkin belum dihayati sehingga proses dakwah
berjalan tanpa arah.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan Pengertian Motivasi Dalam Dakwah, dapat kami simpulkan
sebagai berikut :
1. Pengertian Motivasi adalah dorongan dalam diri seseorang dalam usahanya
mengarahkan tingkah laku untuk memenuhi keinginan, maksud dan tujuan.
2. Konsep Motivasi adalah menurut Abraham H. Maslow. Maslow mengatakan
bahwa hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang memotivasi perilaku
manusia.
3. Aspek-aspek motivasi adalah aspek fisik, meliputi penilaian individu terhadap
segala sesuatu yang dimilikinya, aspek psikis, meliputi pikiran, perasaan, dan
sikap yang dimiliki individu terhadap dirinya sendiri, aspek sosial, meliputi
kemampuan dalam berhubungan dengan dunia di luar dirinya, perasaan mampu
dan berharga dalam lingkup interaksi sosial dengan orang lain secara umum,
aspek moral, meliputi nilai dan prinsip yang memberi arti serta arah bagi
kehidupan seseorang, arti dan nilai moral, hubungan dengan Tuhan, perasaan
menjadi orang “baik atau berdosa”, dan kepuasan atau ketidakpuasan terhadap
agama yang dianut, aspek seksual, meliputi pikiran dan perasaan individu
terhadap perilaku dan pasangannya dalam hal seksualitas, aspek keluarga,
meliputi arti keberadaan diri di dalam keluarga, hubungan dengan dan dalam
keluarga, aspek diri secara keseluruhan, meliputi pikiran, perasaan, dan sikap
yang dimiliki individu terhadap dirinya sendiri.
4. Teori-Teori Motivasi adalah menurut HM. Arifin bahwa, secara fundamental
motivasi bersifat dinamis yang melukiskan ciri-ciri tingkah laku manusia yang
terarah pada suatu tujuan. Dengan motivasi, seseorang dapat melipat gandakan
usahanya untuk mengetahui rintangan dan mencapai tujuan tersebut. Sigmund
Freud : berpendapat bahwa dasar dari motivasi tingkah laku manusia adalah
insting (naluri). Abraham Moslow : berpendapat bahwa manusia dimotivasi oleh
sejumlah kebutuhan dasar yang bersifat sama untuk seluruh spesies, tidak berubah
dan berasal dari sumber genesis atau naluriah. K.S. Lashley : berpendapat bahwa
motivasi dikendalikan oleh respon-respon susunan saraf sentral ke arah
rangsangan dari dalam dan dari luar yang variasinya sangat komplek termasuk
perubahan komposisi kimiawi dan aliran darah. Fillmore H. Sanford : berpendapat
motivasi sebagai kondisi yang menggerakkan suatu organisme yang mengarah
kepada tujuan.
5. Motif dalam Al-Qur‟an adalah adanya isyarat tentang adanya tingkah laku
manusia (motif) dalam sistem nafs yang dipaparkan Al-Qur‟an dalam surat Yusuf
ayat 53, surat Al-Baqarah ayat 30, surat An-Naba ayat 9-11.
6. Pengertian Dakwah adalah menurut Abdul Aziz secara etimologis da'wah
berarti: 1). Memanggil; 2). Menyeru; 3). Menegaskan atau membela sesuatu; 4).
Perbuatan atau perkataan untuk menarik manusia kepada sesuatu; dan 5).
Memohon dan meminta. Menurut Syekh Ali Mahfudz dakwah adalah mengajak
manusia untuk mengerjakan kebaikan dan mengikuti petunjuk, menyuruh mereka
berbuat baik dan melarang mereka dari perbuatan jelek agar mereka mendapat
kebahagiaan di dunia dan akhirat. Menurut Prof. Toha Yahya Umar, MA, dakwah
yaitu mengajak manusia dengan cara yang bijaksana kepada jalan yang benar
sesuai dengan perintah Allah SWT untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka
di dunia dan juga di akhirat. Menurut Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir
menjelaskan dakwah yaitu tugas suci atas tiap-tiap muslim dimana dan bilamana
ia berada di dunia ini, yaitu menyeru dan menyampaikan agama Islam kepada
masyarakat dan kewajiban tersebut untuk selama-lamanya. Ditinjau secara
terminologis, menurut syekh Ali Mahfudz da'wah adalah "Mendorong manusia
kepada kebaikan dan petunjuk, memerintahkan perbuatan yang diketahui
kebenarannya, melarang perbuatan yang merusak individu dan orang banyak agar
mereka memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat"
7. Status Da‟i adalah sebagai pemimpin, sebagai mujahid, sebagai objek, sebagai
pembawa misi, sebagai pembangun.
8. Pengertian motivasi dalam dakwah adalah dorongan dalam diri seseorang
dalam usaha.nya untuk memenuhi keinginan, maksud dan tujuan dalam mengajak
manusia dengan cara yang bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan
perintah Allah SWT untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan
juga di akhirat. Dan di dalam proses dakwah, diharapkan seorang da‟i mampu
menggerakkan atau menimbulkan kekuatan dalam diri mad‟u dan memimpin
mad‟u untuk bertindak sesuai dengan ajaran-ajaran agama yang disampaikan.
9. Peranan motivasi dalam proses dakwah adalah mengarahkan tingkah laku
individu ke arah suatu tujuan, menguatkan intensitas dan arah dorongan-dorongan
dan kekuatan individu tersebut.
10. Hambatan Dakwah adalah dari da‟i sendiri dimana pribadinya mungkin
kurang dapat diterima, seperti watak yang keras, kaku, angkuh, sombong, sifat
yang tidak terpuji dan tingkah laku yang tidak mencerminkan seorang da‟i, dari
materi yang disampaikan kurang tepat sasaran, tidak sesuai dengan kebutuhan dan
tidak sesuai dengan kadar kemampuan, dari teknis penyampaian dakwah tidak
sesuai dengan keadaan yang menerima, dari alat yang dipergunakan tidak banyak
menunjang keberhasilan dakwah, dari tujuan tidak jelas dan mungkin belum
dihayati sehingga proses dakwah berjalan tanpa arah.
B. Saran
Bagi da‟i dan calon da‟i hendaknya mempersiapkan diri sepenuhnya secara
profesional baik secara fisik maupun psikisnya dalam kegiatan dakwah sehingga
apa yang disampaikan membuahkan hasil yang maksimal bagi kemaslahatan
ummat menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

mengarahkan dan menopang tingkah laku manusia. seperti rasa lapar. menguatkan intensitas dan arah dorongandorongan dan kekuatan individu tersebut. Sanford. Tujuan motivasi bagi seorang da’i adalah menggerakkan atau memacu objek dakwah (mad’u) agar timbul kesadaran membawa perubahan tingkah laku sehingga tujuan dakwah dapat tercapai. yaitu yang berarti gerakan karenanya ia mengatakan motivasi sebagai kondisi yang menggerakkan suatu organisme yang mengarah kepada tujuan Dan masih banyak pendapat-pendapat para psikolog dalam memberikan pengertian dan teori-teori tentang sudut pandang motivasi. para psikolog menggolongkan motif yang ada pada diri manusia ke dalam motif biogenetis dan motif sosiogenetis. Dan di tinjau dari sudut asalnya. atau motif yang berkambang pada diri manusia yang berasal darin organismenya sebagai makhluk biologis dan motif yang berasal dari . sakit. yaitu menggerakkan. Sedangkan learned motives dapat berupa perasaan suka dan tidak suka. Sedangkan menurut Fillmore H.air. Wood worth mengklasifikasikan motif menjadi un-learned motives dan learned motives. Motivasi mengarahkan tingkah laku individu kearah suatu tujuan. Selanjutnya seorang da’i dituntut untuk mengarahkan tingkah lku mad’u sesuai dengan tujuan dakwah kemudian menopng tingkah laku mad’u dengan mencipatakan lingkungan yang dapat menguatkan dorongan-dorongan tersebut. Aspek ini meliputi motif-motif untuk mendekatkan diri dan menjauhkan diri dari sesuatu. haus. Insentif negative akan menjauhkan seseorang dari suatu benda atau situasi yang dapat mengakibatkan rasa sakit PERAN MOTIVASI DALAM PROSES DAKWAH. Metode dakwah atau strategi dakwah yang tepat agar tujuan dakwah dapat tercapai. Unlearned motives adalah motiv yang timbul di sebabkan oleh kekurangan-kekurangan atau kebutuhan-kebutuhan tubuh. Melihat asal kata motivasi..Motivasi mengandung tiga komponen pokok. DAN Penting bagi seorang da’i mengetaui motif-motif mendesak dari sasaran dakwahnya agar seorang da’i mampu menyesuaikan materi dakwah.

Sedangkan motif sosiogenetis adalah motif yang dipelajari manusia berasal dari lingkungan kebudayaan tempat manusia itu berada. dan sebaginya) By. klab-klab yang di jiwai dengan dakwah in Action dalam bentuk kegiatan seni budaya misalnya sandiwara. keolahragaan. Sentimen keagamaan ini dapat berkembang bilamana didekati melalui sesuatu organisasi. motivasi sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan sentimen keagamaan dalam hidup kelompok. yaitu motif teogenetis. Latar Belakang Masalah Di dalam proses kegiatan dakwah. faktor motivasi menjadi penentu bagi keberhasilannya.. Motif biogenetis ini bercorak universal dan kurang terikat pada lingkungan kebudayaan tampat manusia itu berada. Selanjutnya suatu organisme yang dimotivasi akan melakukan aktifitasnya secara lebih giat dan lebih efisien dibandingkan dengan organisme yang beraktifitas tanpa motivasi. Adapun tujuan motivasi bagi seorang da‟i adalah menggerakkan atau memacu objek dakwah (mad‟u) agar timbul kesadaran membawa perubahan tingkah laku sehingga tujuan dakwah dapat tercapai. suatu dorongan keinginan untuk mempercayai_Nya adalah kekuatan pendorong yang potensional dalam kehidupan manusia Dalam proses dakwah. tedapat penggolongan motif untuk menjelaskan motif manusia sebagai makhlluk berketuhanan. Motif biogenetis merupakan motif yang berasal dari kebutuhan organisme tertentu demi kelanjutan kehidupanya secara biologis. Selain menguatkan organisme. Gerungan mengatakan bahwa kepercayaan kepada tuhan yang maha gaib adalah suatu tenaga motivasi yang paling kuat dalam masyarakat karena hal itu pada umumnya merupakan sumber kedamaian yang tahan lama. Dan seorang da‟i dituntut untuk mengarahkan tingkah laku mad‟u sesuai dengan tujuan dakwah kemudian menopang tingkah laku mad‟u dengan menciptakan lingkungan yang dapat menguatkan dorongan-dorongan tersebut. motivasi cenderung mengarahkan kepada suatu tingkah . terutama di kalangan remaja. Δ HΔVEY CHOCKY HΔIKAL Δ  SSSSST…. . dalam hal ini WA. musik. Motif teogenetis berasal dari interaksi antara manusia dengan tuhannya. Motif sosiogenetis tidak berkembang dengan sendirinya tapi berdasarkan interaksi dengan orang lain atau lingkungan Disamping motif biogenetis dan sosiogenetis.lingkungannya.

Status da‟i. Dari contoh kejadian kasus di atas. kaku. telah ditemukan penjelasan para pakar mengenai pengertian motivasi dalam dakwah dan hal-hal yang terkait dengannya. 5. Namun. juga dari teknis penyampaian dakwah tidak sesuai dengan keadaan yang menerima. 4. sifat yang tidak terpuji dan tingkah laku yang tidak mencerminkan seorang da‟i. juga dari materi yang disampaikan kurang tepat sasaran. Apa saja status da‟i ? 8. 7. Kejadian ini dapat diidentifikasi sebagai minimnya motivasi dakwah yang diberikan da‟i kepada audien (mad‟u). Apa pengertian dakwah ? 7. Apa pengertian motivasi ? 2. angkuh. Selanjutnya. Konsep motivasi. Berdasarkan keterangan-keterangan. yaitu ketika da‟i dalam mengarahkan tingkah laku mad‟u tidak sesuai dengan tujuan dakwah tersebut. Teori motivasi. seperti watak yang keras. Apa peranan motivasi dalam proses dakwah ? 10. 8. Apa saja aspek-aspek motivasi ? 4. tidak sesuai dengan kebutuhan dan tidak sesuai dengan kadar kemampuan. “Bagaimanakah sebetulnya pengertian motivasi dalam dakwah ?” Realitas ini sangat penting untuk dibahas dalam makalah ini. Bagaimana teori motivasi ? 5. Pengertian dakwah. Pengertian motivasi dalam dakwah. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat menjelaskan/ mendeskripsikan : 1. pembahasan makalah ini diangkat untuk mengungkap masalahmasalah tersebut. Apa saja hambatan dakwah ? C. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang kami angkat dalam makalah ini adalah : 1. Apa pengertian motivasi dalam dakwah ? 9. tidak semua motivasi yang telah direncanakan tersebut berjalan mulus tanpa sandungan sedikitpun. Motif di dalam Al-Qur‟an. berangkat dari latar belakang masalah tersebut di atas. maka penulisan makalah ini kami beri judul “Pengertian Motivasi Dalam Dakwah”. dapat diambil suatu pertanyaan. sombong. seperti pribadi da‟i yang mungkin kurang dapat diterima. 2. Permasalahan seringkali muncul yang berkaitan dengan pemberian motivasi dalam dakwah. 3. Aspek-aspek motivasi. Pengertian motivasi. materialistis. Maka dari itu. Bagaimana motif di dalam Al-Qur‟an ? 6.laku tertentu. serta dari tujuan tidak jelas dan mungkin belum dihayati sehingga proses dakwah berjalan tanpa arah. . dan dari alat yang dipergunakan tidak banyak menunjang keberhasilan dakwah. 6. Bagaimana konsep motivasi ? 3.

Menurut Caplin (1993) motif adalah suatu keadaan ketegangan di dalam individu yang membangkitkan. Motif juga dapat diartikan sebagai tujuan jiwa yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu dan untuk tujuan-tujuan tertentu terhadap situasi di sekitarnya. motivasi adalah dorongan terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu. MC. 1991). motivasi merupakan perilaku yang ditujukan kepada sasaran. Menurut Walgito (2002) motif berasal dari bahasa latin movere yang berarti bergerak atau tomove yang berarti kekuatan dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force). Donald (dalam Hamalik. Kartini Kartono. Chung dan Meggison. menyalurkan dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu. b. Jadi. ganjaran dan sebagainya. memelihara dan mengarahkan tingkah laku menuju pada tujuan atau sasaran. dan yang mengarahkan atau menyalurkan perilaku ke arah tujuan-tujuan tertentu. Peranan motivasi dalam proses dakwah. Jadi dapat dijelaskan bahwa motif merupakan dorongan yang timbul dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau bertindak untuk melakukan sesuatu. motivasi berkaitan dengan tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam mengejar suatu tujuan. 10. Dengan dorongan (driving force) di sini dimaksudkan : desakan yang alami untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan hidup dan merupakan kecenderungan untuk mempertahankan hidup. Menurutnya terdapat tiga unsur yang berkaitan dengan motivasi . Stoner & Freeman. BAB II PEMBAHASAN 1. Istilah motivasi ini mencakup sejumlah konsep seperti dorongan (drive). g. Sedangkan motivasi adalah pendorong kepada suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak untuk melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hambatan dakwah. Motive berasal dari kata “motion” yang berarti “gerakan”. Sedangkan menurut Koontz dalam Moekjizat (1984) motif adalah suatu keadaan dari dalam yang memberi kekuatan. Menurut Vroom seperti yang dikutip Faizah dan Lalu Muchsin Effendi. 1992) motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. e. d. c. f. d. (Woodworth dan Marques dalam Mustaqim.9. Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata motive. Hal ini termasuk faktorfaktor yang menyebabkan. motivasi mengacu kepada suatu proses mempengaruhi pilihan-pilihan individu terhadap bentuk-bentuk kegiatan yang dikehendaki. rangsangan. yang menggiatkan atau menggerakkan. kebutuhan (need). Pengertian motivasi menurut beberapa pakar : a. motif cenderung instrinsik sedangkan motivasi cenderung ekstrinsik. Sandford menjelaskan motivasi adalah kondisi yang menggerakkan suatu makhluk yang mengarahkannya kepada sesuatu tujuan atau beberapa tujuan dari tingkat tertentu. Atau dapat dikatakan motivasi adalah pendorong munculnya motif. Fillmore H.

pangan dan papan. Teori Maslow berpendapat bahwa manusia mempunyai 5 (lima) kebutuhan sosial. tetapi kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi yang mempengaruhi perilaku manusia. dorongan dan tujuan. 2). Menurut Abraham H. sedangkan tujuan adalah akhir dari satu siklus motivasi. Terlepas dari beberapa definisi di atas. Motif ditandai dengan timbulnya perasaan (afectif arousal). 2). Aktualisasi diri dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah jadi . maka dia akan bertanya. 4). h. misalnya adanya perubahan dalam sistem pencernaan akan menimbulkan motif lapar. 3). Kebutuhan fisikologikal seperti sandang. Motif dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi. maksud dan tujuan. Contoh : si A ingin mendapat hadiah. Maslow. i. Kebutuhan prestise yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbolsimbol status. 2). Motivasi adalah keadaan internal organisme_ baik manusia ataupun hewan_yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Menurut Sartain dalam Psychology Understanding of Human Behavior seperti yang dikutip Ngalim Poerwanto. yang dikutip Faizah dan Lalu Muchsin Effendi. Motif ditandai oleh reaksi-rekasi untuk mencapai tujuan. Bila suatu kebutuhan dipenuhi. Kebutuhan sosial. Teori Maslow ini menekankan pada dua pemikiran pokok : 1). j. maka ia belajar misalnya mengikuti ceramah. 3). Ada tiga poin penting dalam pengertian motivasi yaitu hubungan antara kebutuhan. 1984) motivasi adalah keinginan di dalam diri individu yang mendorong individu untuk bertindak. Atau pemasok daya (energizer) untuk bertingkah laku secara terarah. Manusia mempunyai banyak kebutuhan. Kebutuhan muncul karena adanya sesuatu yang kurang dirasakan oleh seseorang. 2. baik fisiologis maupun psikologis. Maslow mengatakan bahwa hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang memotivasi perilaku manusia. bertanya. Dorongan merupakan arahan untuk memenuhi kebutuhan tadi. 5). Kebutuhan manusia dikelompokkan ke dalam hierarki menurut kepentingannya. motivasi adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku ke suatu tujuan atau perangsang. kita dapat mengambil tiga kata kunci yang berkaitan dengan pengertian motivasi. berupa persahabatan dan ketertiban. tidak hanya dalam arti fisik akan tetapi dengan mental psikologikal dan intelektual. Tiap respon merupakan suatu langkah ke arah mencapai tujuan. misalnya karena Amin tertarik dengan tema diskusi yang sedang diikuti. Dengan demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi merupakan dorongan dalam diri seseorang dalam usahanya mengarahkan tingkah laku untuk memenuhi keinginan. maka kebutuhan lainnya yang lebih tinggi muncul untuk dipuaskan. Kebutuhan keamanan. tingkah laku. membaca buku. Menurut Terry (dalam Moekjizat.yaitu : 1). Respon-respon itu berfungsi mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh perubahan energi dalam dirinya. meliputi : 1). dan tujuan. Konsep Motivasi a. menempuh tes dan sebagainya. yaitu dorongan/ keinginan.

Aspek-aspek tersebut selanjutnya menjadi dorongan (motivasi) yang merupakan kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi (keteguhan. meliputi pikiran. b. meliputi penilaian individu terhadap segala sesuatu yang dimilikinya. yaitu kebutuhan untuk mencari dan memiliki kekuasaan dan pengaruh terhadap orang lain. baik persepsi terhadap diri nyatanya maupun penilaian berdasarkan harapannya. Aspek-Aspek Motivasi Aspek-aspek motivasi adalah : a. perasaan menjadi orang “baik atau berdosa”. dan sikap yang dimiliki individu terhadap dirinya sendiri. dan kepuasan atau ketidakpuasan terhadap agama yang dianut. meliputi kemampuan dalam berhubungan dengan dunia di luar dirinya. perasaan. ketegaran. pakaian. Aspek sosial. Teori-Teori Motivasi HM. secara fundamental motivasi bersifat dinamis yang melukiskan ciri-ciri tingkah laku manusia yang terarah pada suatu tujuan. Aspek diri secara keseluruhan. 3. yaitu kebutuhan untuk mengikat diri dalam kelompok. organisasi ataupun persahabatan. Aspek moral. meliputi pikiran. Kebutuhan takut akan kegagalan (need for fear of failure). arti dan nilai moral. baik dengan dirinya atau dengan orang lain dalam mencapai prestasi yang tertinggi. dan lain sebagainya. Kebutuhan berkuasa (need for power). 4). Aspek psikis. 2). 3). meliputi pikiran dan perasaan individu terhadap perilaku dan pasangannya dalam hal seksualitas. 4. yaitu kebutuhan untuk menghindar diri dari kegagalan atau sesuatu yang menghambat perkembangannya. ketahanan) dan antusiasmenya (gairah. hubungan dengan dan dalam keluarga. baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). hubungan dengan Tuhan. Arifin mengatakan bahwa. Kombinasi dari keseluruhan aspek tersebut adalah gambaran mengenai diri seseorang. Kebutuhan berprestasi (need for achievement). seperti tubuh. kegigihan. Tingkatan kebutuhan tersebut dapat diragakan seperti tampak dalam gambar berikut ini : b. perasaan mampu dan berharga dalam lingkup interaksi sosial dengan orang lain secara umum.kemampuan nyata. semangat yang menggebu) dalam melaksanakan suatu aktivitas. seseorang dapat melipat gandakan usahanya untuk mengetahui . 2005) mengetengahkan empat jenis kebutuhan individu. Dengan motivasi. Aspek seksual. membentuk keluarga. meliputi nilai dan prinsip yang memberi arti serta arah bagi kehidupan seseorang. perasaan. e. Aspek fisik. yaitu kebutuhan untuk berkompetisi. Sementara itu. f. meliputi arti keberadaan diri di dalam keluarga. d. Stranger (Nana Syaodih Sukmadinata. benda miliknya. yaitu: 1). Kebutuhan untuk membentuk ikatan (need for affiliation). c. g. dan sikap yang dimiliki individu terhadap dirinya sendiri. Aspek keluarga.

c. Maksudnya dorongan insting untuk mati mendorong manusia untuk membenci dan menghancurkan. disadari atau tidak sebenarnya ia digerakkan oleh suatu sistem di dalam dirinya yang disebut sebagai sistem nafs. Para psikolog memberikan pengertian dan teori-teori sebagai berikut: a. Abraham Moslow : berpendapat bahwa manusia dimotivasi oleh sejumlah kebutuhan dasar yang bersifat sama untuk seluruh spesies. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. tidak berubah dan berasal dari sumber genesis atau naluriah. Sanford : berpendapat motivasi sebagai kondisi yang menggerakkan suatu organisme yang mengarah kepada tujuan. kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. ”Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan). d. Isyarat tentang adanya tingkah laku manusia (motif) dalam sistem nafs dipaparkan Al-Qur‟an dalam surat Yusuf ayat 53:      •      • •  •     53. Maksudnya dorongan insting untuk hidup mendorongnya untuk mencintai dan mencipta. Dan dalam ayat lain disebutkan :                     •           30.rintangan dan mencapai tujuan tersebut. Sigmund Freud : berpendapat bahwa dasar dari motivasi tingkah laku manusia adalah insting (naluri). karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan. (Q. Naluri kematian yang mendorong manusia ke arah kehancuran. 5.S. K. Yusuf : 53) Isyarat di atas secara jelas mengisyaratkan adanya sesuatu di dalam sistem nafs yang menggerakkan tingkah laku manusia yang mengajak pada kejahatan. Padahal Kami Senantiasa . Semua perilaku manusia berasal dari dua kelompok naluri yang bertentangan yaitu : 1). Motif Dalam Al-Qur‟an Ketika manusia melakukan perbuatan. Fillmore H. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Lashley : berpendapat bahwa motivasi dikendalikan oleh respon-respon susunan saraf sentral ke arah rangsangan dari dalam dan dari luar yang variasinya sangat komplek termasuk perubahan komposisi kimiawi dan aliran darah." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. 2). Naluri kehidupan yang meningkatkan hidup dan pertumbuhan seseorang. b. Maksudnya motive manusia senantiasa menggerakkannya kepada pemenuhan akan kebutuhan-kebutuhan yang bertingkat-tingkat.S.

11. Kompetisi merupakan salah satu dari dorongandorongan psikis yang dipelajari seseorang melalui lingkungannya. malaikat mengisyaratkan bahwa pada dasarnya manusia memiliki insting atau naluri merusak. Dorongan mempertahankan kelestarian hidup jenis Dorongan yang dimaksud di atas adalah dorongan seksual dan dorongan keibuan. a.bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Dengan istirahat dan tidur. 2). 2). Dorongan-dorongan fisiologis 1)." (Q. (a). dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. Dorongan berkompetisi. AlBaqarah: 30) Dalam ayat di atas. Dorongan-dorongan Psikis 1). Tidur juga bisa melepaskan seseorang dari ketegangan fisik yang timbul akibat dari ketakutanketakutan yang menimpa seseorang. (b). dan Kami jadikan malam sebagai pakaian[1546]. yang meliputi dorongan fisiologis dan psikologis. b. Dorongan untuk memiliki. Dorongan keibuan : Allah menciptakan dalam setiap diri wanita dorongan alamiah yang membuat mereka siap untuk melaksanakan misi utamanya untuk melahirkan demi kelangsungan hidup jenis manusia. Al-Qur‟an sendiri memberikan dorongan kepada manusia untuk berkompetisi dalam melakukan kebaikan dan kebajikan serta berpegang teguh pada nilai-nilai manusiawi yang luhur.S. Dorongan-dorongan tersebut masih bersumber pada sistem nafs manusia. [1546] Malam itu disebut sebagai pakaian karena malam itu gelap menutupi jagat sebagai pakaian menutupi tubuh manusia. 4). kegiatan dan vitalitas sel-sel tubuhnya akan kembali lagi. Dorongan untuk menjaga diri Dalam Al-Qur‟an Surat An-Naba : 78:9-11 berbunyi           •  9. Secara khusus Al-Qur‟an mengisyaratkan tentang berbagai dorongan dalam diri manusia yang menggerakkan tingkah laku manusia. Meskipun manusia memiliki predikat khalifah di bumi. Melalui kebudayaan di mana ia hidup. Dorongan untuk memiliki adalah dorongan psikis yang dipelajari manusia dalam proses sosialisasi yang dijalaninya. Dorongan memusuhi tampak dalam tingkah laku manusia yang memusuhi orang lain dengan tujuan untuk memusuhinya dengan bentuk fisik maupun dengan kata-katanya. 3). manusia belajar rasa cinta untuk memiliki harta benda dan berbagai hak milik tersebut menumbuhkan rasa aman dari kemiskinan. Rasa lelah merupakan dorongan penting bagi manusia yang mendorongnya untuk istirahat dan tidur setelah bekerja di siang hari. 10. manusia memiliki dorongan jahat yang dapat menggerakkannya pada perbuatan merusak dan pertumpahan darah. Dorongan beragama merupakan dorongan psikis yang . Dorongan Beragama. Dorongan memusuhi. Dorongan seksual : yaitu melakukan satu fungsi penting melahirkan keturunan demi kelangsungan hidup.

menyuruh mereka berbuat baik dan melarang mereka dari perbuatan jelek agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. rumah anak yatim piatu dan sebagainya. b. Menegaskan atau membela sesuatu. f. Dengan demikian maka dapat dirumuskan bahwa dakwah ialah usaha mempengaruhi orang lain agar mereka bersikap dan bertingkah laku seperti apa yang didakwahkan oleh da‟i. Prof. d. Bahkan pembangunan yang bersifat tempat-tempat rekreasi yang sesuai dengan tuntunan agama. c. sedangkan bagaimana respon masyarakat tidak menjadi tanggung jawabnya. dorongan untuk menyembah-Nya. Arti dakwah secara luas ialah sebagai agen merubah manusia ke arah yang lebih baik. dan 5). Memanggil. Prof. secara etimologis da'wah berarti: 1). Menurut Ahmad Mubarok (1999: 19) dakwa dalam bahasa Arab.H. Menyeru. Syekh Ali Mahfudz menjelaskan dakwah mengajak manusia untuk mengerjakan kebaikan dan mengikuti petunjuk. MA menjelaskan dakwah yaitu mengajak manusia dengan cara yang bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan juga di akhirat. Menurut M. Toha Yahya Umar. Memohon dan meminta. Ukuran untuk keberhasilan undangan. e. 2). meminta pertolongan kepada-Nya setiap kali ia ditimpa malapetaka dan bencana. Abdul Kahar Muzakkir menjelaskan dakwah yaitu tugas suci atas tiap-tiap muslim dimana dan bilamana ia berada di dunia ini. ajakan seruan yang kesemuanya menunjukkan adanya komunikasi antara dua belah pihak dan upaya mempengaruhi orang lain. Dengan arti yang lebih luas ini dakwah akan menjamah kegiatan-kegiatan fisik.Sya‟afat Habib (1992: 93). Abdul Aziz menjelaskan.mempunyai landasan alamiah dalam watak kejadian manusia. yaitu mau datang atau memenuhi undangan itu. sesuai dengan tujuan dakwah. yaitu menyeru dan menyampaikan agama Islam kepada masyarakat dan kewajiban tersebut untuk . 6. g. 3). jalan jembatan dan lainnya lagi untuk memberikan pengaruh „perubahan‟ pada tingkah laku manusia. Pengertian Dakwah Banyak definisi telah dibuat untuk merumuskan pengertian dakwah yang intinya adalah mengajak manusia ke jalan Allah agar mereka berbahagia di dunia dan di akhirat. termasuk pembangunan saranasarana pendidikan. 4). rumah sakit. Bakhial Khauli menjelaskan dakwah adalah satu proses menghidupkan peraturan-peraturan Islam dengan maksud memindahkan umat dari satu keadaan kepada keadaan lain. ajakan atau seruan adalah manakala pihak kedua yakni yang di undang atau diajak memberikan respon positif. Namun godaan duniawi yang lebih mementingkan kebutuhan jasmani atau materi dapat membuat manusia lupa pada fitrahnya sebagai makhluk berTuhan bahkan lambat laun dapat terkikis sehingga manusia akan semakin jauh dari nilai-nilai spiritualitas keagamaan yang sebenarnya tersembunyi dalam relung bawah sadarnya. Perbuatan atau perkataan untuk menarik manusia kepada sesuatu. Dalam relung jiwanya manusia merasakan adanya dorongan untuk mencari dan memikirkan Sang Penciptanya dan Pencipta alam semesta. da‟wat atau da‟watun biasa digunakan untuk arti-arti undangan. Ukuran keberhasilan seorang mubaligh adalah manakala ia berhasil menyampaikan pesan Islam dan pesannya sampai (Wama‟alaina al balagh). K. a.

Definisi-definisi berikut merupakan beberapa rumusan mengenai da'wah yang disampaikan oleh para pakar. sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. yaitu :                            • •• 67. Kadangkala istilah dakwah disama artikan dengan istilah tabligh. Hai rasul. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu.S. Istilah tabligh di dalam surat Al-Maidah : 67. mengerjakan amal yang saleh.selama-lamanya. (Q. ( Q. merekalah orang-orang yang beruntung.S.a.S. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.     •            104. ( Q. definisi da'wah yang menekankan pada proses pemberian motivasi untuk . berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. An-Nahl : 125 ) [845] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.               33. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. bukan pada aspek essensinya. istilah da'wah merupakan konsep yang memiliki ragam penjelasan dalam bentuk rumusan redaksional yang berbeda-beda. dan berkata: "Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Q.w. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia[430]. Ali Imran: 104) [217] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah. Pertama.S. kelihatannya lebih pada aspek orientasi dan penekanan bentuk kegiatannya. Fushshilat: 33) Ditinjau secara terminologis. Al-Maidah : 67 ) [430] Maksudnya: tak seorangpun yang dapat membunuh Nabi Muhammad s. Perbedaan yang terdapat pada setiap penjelasan para pakar dan cendikia. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Sedangkan istilah dakwah ada di surat An-Nahl : 125 yaitu :          •              •   125. menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217].

memerintahkan perbuatan ma'ruf. menurutnya da'wah adalah "Mendorong manusia kepada kebaikan dan petunjuk. (8) mengimani Malaikat. melarang perbuatan yang merusak individu dan orang banyak agar mereka memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat" Kedua. da'i-nya adalah ulama atau sarjana yang memiliki kualifikasi dan persyaratan akademik serta keterampilan dalam melaksanakan kewajiban da'wah. 1989:21). kategori definisi da'wah yang lebih menekankan pada urgensi pengamalan aspek pesan da'wah (ajaran Islam) sebagai tatanan hidup manusia hamba Allah dan khalifah-Nya di muka bumi. Ketiga. definisi da'wah yang lebih menekankan pada sistem dalam menjelaskan kebenaran. petunjuk ajaran. Menurutnya. Pakar da'wah yang menjadi penggagasnya adalah Ahmad Ghalwusy. menunjukannya ke jalan yang benar dengan menegakkan norma sosial budaya dan menghindarkannya dari penyakit sosial" (dalam alMursyid. media. dan metode dan media da'wah (Al-Mursyid. 1987:11). menegakkan norma sosial budaya (ma'ruf) dan membebaskan kehidupan manusia dari berbagai penyakit sosial (munkar). dan pesan da'wah yang terkandung dalam perspektif ini adalah: (1) mengimani Allah. Keenam. Kitab-kitab Allah. dan pesan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi mad'u (khalayak atau sasaran da'wah). metode dan media agar mad'u mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. (2) mengimani segala ajaran yang dibawa oleh semua utusan Allah.melakukan pesan da'wah (ajaran Islam). (7) menunaikan ibadah haji. Menurutnya. Dengan demikian. kebangkitan setelah wafat. (5) mengeluarkan zakat. kepastian baik-buruk yang datang dari Allah. para Utusan-Nya. dengan membenarkannya dan mentaatinya segala yang diperintahkan. 1989:21). da'wah adalah sistem dalam menegakkan penjelasan kebenaran. Definisi ini antara lain dikemukakan oleh Sayyid Mutawakil. definisi da'wah yang lebih menekankan pada profesionalisme da'wah. kebaikan. dan (9) menyerukan agar hamba Allah hanya beribadah kepada-Nya seakan-akan melihat-Nya. Keempat. Menurutnya. petunjuk ajaran. definisi da'wah yang lebih menekankan pada proses penyebaran pesan da'wah (ajaran Islam) dengan mempertimbangkan penggunaan metode. da'wah adalah "menyampaikan pesan Islam kepada manusia di setiap waktu dan tempat dengan metode-metode dan media-media yang sesuai dengan situasi dan kondisi para penerima pesan da'wah (khalayak da'wah)" (Ghalwusy. (6) shaum bulan Ramadhan. da'wah adalah "mengorganisasikan kehidupan manusia dalam menjalankan kebaikan. kebaikan. definisi da'wah yang lebih menekankan pada pengorganisasian dan pemberdayaan sumber daya manusia (khalayak da'wah) dalam melakukan berbagai petunjuk ajaran Islam (pesan da'wah). mengungkap media-media kebatilan dan metode-metodenya dengan macam-macam pendekatan. Definisi ini diajukan oleh Zakaria yang menyatakan bahwa "Aktivitas para ulama dan orang-orang yang . (3) menegakkan pengikraran syahadatain. dan memerlukan penguasaan pengetahuan. (4) menegakkan shalat. tokoh penggagasnya adalah Syekh Ali Mahfudz (tt:17). memerintahkan perbuatan yang diketahui kebenarannya. Definisi ini dikemukakan oleh Ibnu Taimiyah (1398 H:157-158). Kelima. yakni da'wah dipandang sebagai kegiatan yang memerlukan keahlian. menganalisis tantangan problema kebathilan dengan berbagai macam pendekatan. Definisi da'wah yang demikian antara lain dikemukakan oleh Al-Mursyid.

menganjurkan orang lain saja. Kesemuanya itu hanya karena Allah semata. Da‟i sebagai pembawa misi artinya sebagai da‟i perlu menyadari bahwa amanah Allah selalu berada di atas pundaknya. Pengertian Motivasi Dalam Dakwah Dari penjelasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan motivasi dalam dakwah adalah dorongan dalam diri seseorang dalam usahanya untuk memenuhi keinginan. Ia haruslah ing ngarso sung tulodho. b. d. Da‟i sebagai objek artinya sebagai da‟i hendaknya selalu menyadari bahwa apa yang diberikan kepada orang lain pada hakikatnya bukan untuk orang lain saja. mempunyai ukuran nilai tersendiri terhadap apa yang diperbuatnya. pesan dakwah mustahil dapat mempengaruhi perilaku objek dakwah / penerangan agama sebagai yang diharapkan. menggerakkan mereka untuk kepentingan dakwah. Dan dalam praktek dakwah. tetapi keteladanan memegang peranan penting di dalam kepemimpinan itu sendiri. ketaqwaan dan untuk pengabdian kepada sesamanya dan memberikan perlindungan serta pengayoman kepada mereka dan menyalurkan aspirasinya. melainkan untuk dirinya juga. Di sinilah tanggung jawab moril seorang da‟i. c. 7. jaminan rasa aman dapat direalisasikan dalam bentuk situasi dan kondisi kehidupan di lingkungan masyarakat dimana dakwah sedang dilangsungkan.memiliki pengetahuan agama Islam dalam memberi pengajaran kepada orang banyak (khalayak umum) hal-hal yang berkenaan dengan urusan-urusan agama dan keduniaannya sesuai dengan realitas dan kemampuannya" (dalam Sambas dan Subandi. Kepercayaan kepada yang maha Ghaib adalah suatu tenaga motivasi yang paling kuat dalam masyarakat. Dalam proses kegiatan dakwah/ penerangan agama. 1999:21). kapan dan dimanapun berada. ing madyo mangun karso. karena tanpa dapat menghampiri motive-motive pokok manusia. maka sudah pasti mereka akan menolak bahkan antipati terhadap kegiatan dakwah. tut wuri handayani. Sebagai pejuang dia sanggup menggalang umat. tidak sombong dalam keberhasilannya dan tidak hina dalam kegagalannya. maka masyarakat dengan mudah akan terdorong untuk menerima bahkan menaruh simpati serta mengaktualisasikan ke dalam perilaku pribadinya. Bilamana dalam proses dakwah. karena akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah SWT. Amanah harus dijaga sebaik-baiknya dan harus disampaikan kepada yang berhak menerimanya. Status Da‟i a. Akan tetapi sebaliknya jika malah menimbulkan atau mengundang ancaman dari luar. artinya sebagai pemimpin bukan hanya menyuruh. e. motive tersebut dapat dikembangkan melalui pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada orang-orang untuk aktif melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuannya dengan pengarahan kepada hal-hal yang tidak berlawanan dengan norma susila dan sosial. Da‟i sebagai pembangun artinya sebagai da‟i hendaknya selalu melaksanakan amar ma‟ruf nahi munkar. artinya sebagai seorang pejuang. Da‟i sebagai pemimpin. 8. Da‟i sebagai mujahid. karena hal itu pada umumnya merupakan . pemenuhan akan kebutuhankebutuhan hidup manusia adalah mutlak perlu diperhatikan. Seorang mujahid harus selalu berjiwa besar dan membesarkan jiwa orang lain. maksud dan tujuan dalam mengajak manusia dengan cara yang bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan juga di akhirat.

mempesona dan menggembirakan sebelum memberikan ancaman. Peranan Motivasi Dalam Proses Dakwah Motivasi mengandung tiga komponen pokok.sumber kedamaian yang tahan lama. diharapkan seorang da‟i mampu menggerakkan atau menimbulkan kekuatan dalam diri mad‟u dan memimpin mad‟u untuk bertindak sesuai dengan ajaran-ajaran agama yang disampaikan. Daya tarik dakwah atau tabligh kepada sasaran adalah sangat ditentukan oleh kemampuan mengendalikan. mendorong. Jadi memberi kabar gembira terlebih dahulu sebelum peringatan itu bisa membuat hati menerima dengan baik dan lega. Seorang da‟i seharusnya terlebih dahulu memberikan targhib (kabar gembira) sebelum tarhib (ancaman).. ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Serulah manusia ! Berilah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari”. Dakwah secara luwes dilakukan dengan memandang dasar-dasar Islam (Al- . menguatkan intensitas dan arah dorongan-dorongan dan kekuatan individu tersebut. Jadi ringkasnya dalam berdakwah. maka selayaknya bagi para da‟i untuk memulai dakwahnya dengan memberi harapan yang menarik. sehingga tujuan dakwah dapat tercapai. metode dakwah atau strategi dakwah yang tepat. beramal dan menyebutkan faedah amal sebelum menakut-nakuti dengan bahaya riya. mengarahkan. Dalam proses dakwah. mengembangakan dan memanfaatkan kemampuan tersebut bagi hubungan manusia sebagai makhluk individual dan sebagai anggota masyarakat. Motivasi mengarahkan tingkah laku individu ke arah suatu tujuan. Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Musa ra. hendaknya kita mendahulukan memberikan motivasi dan pencerahan. Pemberian motivasi ini bisa menumbuhkan harapan dan optimisme seseorang. mengarahkan. Sudah menjadi fitrah manusia suka kepada yang menyenangkan dan benci kepada yang menakutkan. Dan dalam proses kegiatan dakwah. motive atau dorongan-dorongan di atas masih perlu diarahkan kepada tujuan proses dakwah yaitu mengendalikan. Selanjutnya seorang da‟i dituntut untuk mengarahkan tingkah laku mad‟u sesuai dengan tujuan dakwah kemudian menopang tingkah laku mad‟u dengan menciptakan lingkungan yang dapat menguatkan dorongan-dorongan tersebut. faktor manusia adalah yang menjadi sasaran yang perlu didorong sedemikian rupa sehingga produktivitas dan kreativitas hidup individual dan sosial yang dijiwai oleh agama dapat berkembang karena hal tersebut menjadi kebutuhan hidup manusia itu sendiri. Tujuan motivasi bagi seorang da‟i adalah menggerakkan atau memacu objek dakwah (mad‟u) agar timbul kesadaran membawa perubahan tingkah laku sehingga tujuan dakwah dapat tercapai. memberitahu keutamaan menyebarkan ilmu sebelum memberi peringatan kepada mereka tentang besarnya dosa menyembunyikan ilmu dan memotivasi untuk melaksanakan shalat pada waktunya sebelum memberikan peringatan tentang besarnya dosa meninggalkan shalat. Penting bagi seorang da‟i mengetahui motif-motif mendesak dari sasaran dakwahnya agar seorang da‟i mampu menyesuaikan materi dakwah. yaitu menggerakkan. mengarahkan dan menopang tingkah laku manusia. Dan dalam usaha memperoleh hasil guna pelaksanaan dakwah. suatu dorongan keinginan untuk mempercayai-Nya adalah kekuatan pendorong yang potensial dalam kehidupan manusia. mengembangkan dan memanfaatkan motive-motive tersebut untuk diaktualisasikan dan diorientasikan kepada sasaran dakwah. 9.

S Al-Baqarah : 219) [136] Segala minuman yang memabukkan. janganlah kamu shalat. jika kamu mengetahui. Selanjutnya :          •                                    •     • 43. Hai orang-orang yang beriman. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan. dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan.Qur‟an dan Hadis) dengan cakrawala yang luas yang berarti tidak semua dalil dapat digunakan dalam setiap keadaan tetapi kemungkinan ada dalil lain yang lebih cocok dan relevan. Dengan firman Allah SWT :                              10. sedang kamu dalam keadaan mabuk. Seperti dalam firman Allah :                190. Hai orang-orang yang beriman. sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.S Al-Baqarah : 190) Ayat tersebut di atas adalah perintah Allah terhadap Nabi SAW dan orang-orang yang beriman di saat melakukan ibadah haji dan umrah di Baitul Haram (Mekkah) untuk menjaga kemungkinan orang-orang kafir Quraisy memerangi kaum muslimin. (Q. Itulah yang lebih baik bagimu. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir. (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. (Q. tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". (jangan pula . Dalam pengharaman khamr ada tiga fase yaitu :               ••                 219. sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? 11. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia.

sedang yang ketiga tidak ditulis apaapa. sapulah mukamu dan tanganmu. terkecuali sekedar berlalu saja. seperti watak yang keras. Selanjutnya :                 90. Kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya. (berkorban untuk) berhala. (Q. jangan lakukan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. BAB III PENUTUP A. adalah Termasuk perbuatan syaitan. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. tidak sesuai dengan kebutuhan dan tidak sesuai dengan kadar kemampuan.(Q. Sesungguhnya (meminum) khamar. sombong. 10. Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci). Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu. mengundi nasib dengan panah[434]. b. d. angkuh. Bila mereka hendak melakukan sesuatu maka mereka meminta supaya juru kunci Ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. maka undian diulang sekali lagi. c. sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah. Dari teknis penyampaian dakwah tidak sesuai dengan keadaan yang menerima.S An-Nisa‟: 43) [301] Menurut sebahagian ahli tafsir dalam ayat ini termuat juga larangan untuk bersembahyang bagi orang junub yang belum mandi. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun. e. dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan. kaku. Kesimpulan Dari pembahasan Pengertian Motivasi Dalam Dakwah. Dari tujuan tidak jelas dan mungkin belum dihayati sehingga proses dakwah berjalan tanpa arah. Dari materi yang disampaikan kurang tepat sasaran. Diantaranya adalah : a. Dari da‟i sendiri dimana pribadinya mungkin kurang dapat diterima. Hai orang-orang yang beriman. hingga kamu mandi. dapat kami simpulkan sebagai berikut : . Dari alat yang dipergunakan tidak banyak menunjang keberhasilan dakwah. Contoh penyebaran buletin pada masyarakat yang banyak buta huruf. Hambatan Dakwah Hambatan-hambatan dakwah merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari oleh da‟i. sifat yang tidak terpuji dan tingkah laku yang tidak mencerminkan seorang da‟i. berjudi. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. kemudian kamu tidak mendapat air.hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub[301].S Al-Maidah: 90) [434] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu.

aspek psikis. 3). Teori-Teori Motivasi adalah menurut HM. meliputi arti keberadaan diri di dalam keluarga. menurut syekh Ali Mahfudz da'wah adalah "Mendorong manusia . seseorang dapat melipat gandakan usahanya untuk mengetahui rintangan dan mencapai tujuan tersebut. Menyeru. Toha Yahya Umar. aspek moral. maksud dan tujuan. meliputi penilaian individu terhadap segala sesuatu yang dimilikinya. Menegaskan atau membela sesuatu. yaitu menyeru dan menyampaikan agama Islam kepada masyarakat dan kewajiban tersebut untuk selama-lamanya. tidak berubah dan berasal dari sumber genesis atau naluriah. meliputi kemampuan dalam berhubungan dengan dunia di luar dirinya. K. meliputi pikiran. 2. Memohon dan meminta. arti dan nilai moral. dan sikap yang dimiliki individu terhadap dirinya sendiri. Perbuatan atau perkataan untuk menarik manusia kepada sesuatu. Abdul Kahar Muzakkir menjelaskan dakwah yaitu tugas suci atas tiap-tiap muslim dimana dan bilamana ia berada di dunia ini. Pengertian Motivasi adalah dorongan dalam diri seseorang dalam usahanya mengarahkan tingkah laku untuk memenuhi keinginan. Fillmore H. aspek seksual. 6.1.S. Aspek-aspek motivasi adalah aspek fisik. hubungan dengan Tuhan. 3. K. aspek diri secara keseluruhan. perasaan menjadi orang “baik atau berdosa”. Menurut Prof. Menurut Syekh Ali Mahfudz dakwah adalah mengajak manusia untuk mengerjakan kebaikan dan mengikuti petunjuk. Menurut Prof. MA. Pengertian Dakwah adalah menurut Abdul Aziz secara etimologis da'wah berarti: 1). Memanggil. perasaan. Maslow. Lashley : berpendapat bahwa motivasi dikendalikan oleh respon-respon susunan saraf sentral ke arah rangsangan dari dalam dan dari luar yang variasinya sangat komplek termasuk perubahan komposisi kimiawi dan aliran darah. 4). surat Al-Baqarah ayat 30. secara fundamental motivasi bersifat dinamis yang melukiskan ciri-ciri tingkah laku manusia yang terarah pada suatu tujuan. 5. Maslow mengatakan bahwa hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang memotivasi perilaku manusia. Motif dalam Al-Qur‟an adalah adanya isyarat tentang adanya tingkah laku manusia (motif) dalam sistem nafs yang dipaparkan Al-Qur‟an dalam surat Yusuf ayat 53. perasaan mampu dan berharga dalam lingkup interaksi sosial dengan orang lain secara umum. dakwah yaitu mengajak manusia dengan cara yang bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan juga di akhirat. Arifin bahwa. surat An-Naba ayat 9-11. aspek sosial. perasaan. aspek keluarga. Sigmund Freud : berpendapat bahwa dasar dari motivasi tingkah laku manusia adalah insting (naluri). menyuruh mereka berbuat baik dan melarang mereka dari perbuatan jelek agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. 4. meliputi nilai dan prinsip yang memberi arti serta arah bagi kehidupan seseorang. dan 5). meliputi pikiran. Dengan motivasi. Abraham Moslow : berpendapat bahwa manusia dimotivasi oleh sejumlah kebutuhan dasar yang bersifat sama untuk seluruh spesies. dan sikap yang dimiliki individu terhadap dirinya sendiri. meliputi pikiran dan perasaan individu terhadap perilaku dan pasangannya dalam hal seksualitas. hubungan dengan dan dalam keluarga. dan kepuasan atau ketidakpuasan terhadap agama yang dianut. Ditinjau secara terminologis. Konsep Motivasi adalah menurut Abraham H.H. 2). Sanford : berpendapat motivasi sebagai kondisi yang menggerakkan suatu organisme yang mengarah kepada tujuan.

melarang perbuatan yang merusak individu dan orang banyak agar mereka memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat" 7. sifat yang tidak terpuji dan tingkah laku yang tidak mencerminkan seorang da‟i. dari teknis penyampaian dakwah tidak sesuai dengan keadaan yang menerima.kepada kebaikan dan petunjuk. . dari tujuan tidak jelas dan mungkin belum dihayati sehingga proses dakwah berjalan tanpa arah. diharapkan seorang da‟i mampu menggerakkan atau menimbulkan kekuatan dalam diri mad‟u dan memimpin mad‟u untuk bertindak sesuai dengan ajaran-ajaran agama yang disampaikan. dari alat yang dipergunakan tidak banyak menunjang keberhasilan dakwah. Status Da‟i adalah sebagai pemimpin. Saran Bagi da‟i dan calon da‟i hendaknya mempersiapkan diri sepenuhnya secara profesional baik secara fisik maupun psikisnya dalam kegiatan dakwah sehingga apa yang disampaikan membuahkan hasil yang maksimal bagi kemaslahatan ummat menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. seperti watak yang keras. Pengertian motivasi dalam dakwah adalah dorongan dalam diri seseorang dalam usaha. Hambatan Dakwah adalah dari da‟i sendiri dimana pribadinya mungkin kurang dapat diterima. sebagai pembawa misi. memerintahkan perbuatan yang diketahui kebenarannya. 9. menguatkan intensitas dan arah dorongan-dorongan dan kekuatan individu tersebut.nya untuk memenuhi keinginan. angkuh. sebagai mujahid. tidak sesuai dengan kebutuhan dan tidak sesuai dengan kadar kemampuan. 8. Dan di dalam proses dakwah. kaku. maksud dan tujuan dalam mengajak manusia dengan cara yang bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan juga di akhirat. 10. B. sombong. sebagai objek. sebagai pembangun. Peranan motivasi dalam proses dakwah adalah mengarahkan tingkah laku individu ke arah suatu tujuan. dari materi yang disampaikan kurang tepat sasaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful