P. 1
ASKEP DIARE

ASKEP DIARE

|Views: 481|Likes:
Published by Ika Ikaclorys

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ika Ikaclorys on Mar 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

Adapun Pemeriksaan penunjang menurut Mansjoer

(2000)

1.Pemeriksaan tinja/kultur feses

2.Pemeriksaan darah : perifer lengkap, Analisa Gas Darah

(AGD), elektrolit (terutama Na, K, Ca, P Serum)

3.Pemeriksaan kadar ureum dan creatinin darah untuk

mengetahui faal ginjal.

4.Duodenal intubation untuk mengetahui kuman penyebab

secara kuantitatif dan kualitatif terutama pada diare

kronik.

DATA

ETIOLOGI

PROBLEM

Ds : Orang tua klien mengatakan
klien BAB cair > 6x/hari disertai
muntah.

Do:
• TTV :
S : 380

C
N : 80x/menit
TD : 70/50 mmHg
RR : 34 x/menit
•Mata cowong
•Turgor kulit buruk
•Mukosa bibir kering
•Kulit kering
•Volume diuresis kurang dari
400ml/24 jam
•Pemeriksaan BUN
Ureum = 41 mg/dl
Kreatinin = 1,3 mg/dl

Frekuensi defekasi meningkat,
konsistensi cair

Cairan banyak yang keluar

Dehidrasi

Gg. Keseimbangan cairan dan
elektrolit

Gg. Keseimbangan
cairan dan elektrolit

DATA

ETIOLOGI

PROBLEM

Ds : Orang tua klien mengatakan
klien susah makan, muntah, BB
terakhir sebelum MRS 5kg, dan
klien belum bisa duduk

Do:
• TTV :
S : 380

C
N : 80x/menit
TD : 70/50 mmHg
RR : 34 x/menit
•Klien tampak kurus
•Pemeriksaan Antropometri :
-LILA : 13, 75 cm
-LK : 45 cm
-BB : 4 kg
-TB : 54 cm

Frekuensi defekasi meningkat,
konsistensi cair

Distensi abdominal

Mual, muntah

Anoreksia

Perubahan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh

Perubahan

nutrisi

kurang

dari

kebutuhan tubuh

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gg. Keseimbangan cairan dan elektrolit b.d
mual muntah, kehilangan cairan berlebihan.
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d
anoreksia, mual muntah, absorbsi nutrien
terganggu.

INTERVENSI KEPERAWATAN

Diagnose :
Gg. Keseimbangan cairan dan elektrolit b.d mual muntah, kehilangan cairan
berlebihan.

Tujuan :

1.Jangka panjang
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam keseimbangan cairan dan elektrolit
dipertahankan secara maksimal
2.Jangka Pendek
Setelah dilakukan intervensi selama 1x24 jam frekuensi BAB turun dari 6 kali menjadi 3 kali
sehari konsistensi lembek

Kriteria Hasil :

Tanda vital dalam batas normal
Turgor elastik, membran mukosa bibir basah, mata tidak cowong
Konsistensi BAB lembek, frekwensi 3 kali perhari
Haluaran urine adekuat
Kadar ureum dan kreatinin dalam darah normal

Intervensi

Rasional

1.Pantau tanda dan gejala kekurangan cairan
dan elektrolit

Penurunan

sisrkulasi

volume cairan
menyebabkan kekeringan mukosa dan
pemekatan urin. Deteksi dini memungkinkan
terapi pergantian cairan segera untuk
memperbaiki defisit

2.Pantau intake dan output

Memberikan informasi status keseimbangan
cairan untuk menetapkan kebutuhan cairan
pengganti.

3.Kolaborasi pemberian oralit (garam diare) Mencegah terjadinya dehidrasi berat

4.Kolaborasi pemberian cairan parenteral

Sebagai upaya rehidrasi untuk mengganti
cairan yang keluar bersama feses

5.Kolaborasi pelaksanaan terapi definitive

Pemberian obat-obatan secara kausal penting

setelah penyebab diare diketahui

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

•Memantau tanda dan gejala kekurangan cairan
dan elektrolit
•Memantau intake dan output
•Memberikan oralit (garam diare)
•Memberikan cairan parenteral
•Melaksanakan terapi definitive

DIAGNOSA

SOAP

Gg. Keseimbangan cairan dan
elektrolit b.d mual muntah,
kehilangan cairan berlebihan.

S : Orang tua klien mengatakan BAB masih cair
selama 4 kali sehari dan masih muntah
O :
-TTV
TD : 73/50 mmHg
N: 98 x/mnt
R: 28 x/mnt
S: 36,7ᴼ C
-Membran mukosa kering
-Turgor kulit menurun
-Volume diuresis 400 cc/24 jam
-Kadar ureum = 38 mg/dl
-Kadar kreatinin = 1,0 mg/dl
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan

: Diare
Sub Pokok Bahasan : Perawatan Diare pada bayi dan balita
Waktu

: Pkl 07.30 – 08.20

Hari/Tanggal

: Selasa, 29 Desember 2011

Tempat

: Poli anak RSNU Tuban

Sasaran

: Para orang tua di poli anak

Penyuluh

: Mahasiswa STIKES NU Tuban semester 3
-----------------------------------------------------------------------------------------------

A. Tujuan Instruksional
1. Tujuan Instruksional Umum

–Untuk meningkatkan pengetahuan para ibu/orang tua tentang Diare.

2. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mendapatkan penyuluhan, diharapkan ibu/orang tua mampu :
–Menjelaskan tentang pengertian diare
–Menyebutkan penyebab diare pada bayi dan balita
–Menyebutkan sumber/cara penularan diare
–Menyebutkan pencegahan diare

B. Metode belajar

–Ceramah
–Tanya jawab
– Brain storming

C. Alat dan Media

–Laptop dan LCD
–Leaflet
–Flipchart

D. Kegiatan Penyuluhan

No

Kegiatan

Respon Peserta

Waktu

1.

Pembukaan
-Perkenalan/salam
- Penyampaian Tujuan

-Membalas salam
- Memperhatikan

5 Menit

2.

a)Penyampaian Materi, tentang: Pengertian,
penyebab, sumber/cara penularan, dan
pencegahan diare pada bayi dan balita.
b)Pemberian kesempatan pada peserta
penyuluhan untuk bertanya.
c)Menjawab pertanyaan peserta penyuluhan
yang berkaitan dengan materi.

-Memperhatikan
penjelasan dan
demonstrasi

dengan

cermat
-Menanyakan hal yang
belum jelas
-Memperhatikan
jawaban penyuluh

25 menit

3.

Penutup
-Tanya jawab (evaluasi)
-Menyimpulkan hasil materi
-Mengakhiri kegiatan
-Mengucapkan salam
-Membagikan leaflet

Menjawab salam

10 Menit

E. Pengorganisasian dan Job Description

•Pembimbing : 1.
2.

•Moderator :
Job Description :
- Membuka dan menutup kegiatan
- Membuat susunan acara dengan jelas

• Penyaji :
Job Description :
- Menyampaikan materi penyuluhan

•Observer :

Job Description : Mengobservasi jalannya kegiatan
•Fasilitator : 1.
2.
3.

Job Description :
-Membantu menyiapkan perlengkapan penyuluhan
-Memotivasi audience untuk bertanya

-Menjawab pertanyaan audience

F. Kriteria Evaluasi

Evaluasi struktur
–Orang tua di poli anak RSNU Tuban
–Penyelenggaraan penyuluhan di Ruang poli anak RSNU Tuban
–Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh Mahasiswa STIKES NU

semester 3.

–Kontrak waktu dilakukan 1 hari sebelum penyuluhan dan 15 menit sebelum pelaksanaan

penyuluhan.

Evaluasi proses

–Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
–Peserta mengikuti penyuluhan sampai selesai.
–Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.
–Peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan sharing.

Evaluasi hasil

–Peserta mampu menyebutkan pengertian Diare
–Peserta mampu menyebutkan penyebab Diare
–Peserta mampu menjelaskan cara penularan Diare
–Peserta mampu menjelaskan cara pencegahan Diare

•Pengertian

Diare atau biasa disebut “mencret” adalah buang air besar
dengan frekuensi lebih sering (lebih dari 3 kali sehari) dan
bentuk tinja lebih cair dari biasanya.

•Penyebab

–Bayi/balita diberi makanan atau minuman yg tidak bersih
sehingga saluran pencernaannya terinfeksi virus/bakteri
penyebab diare
–Alergi susu formula atau susu lainnya
–Bayi diberi makanan yg tidak sesuai dengan umurnya
–Keracunan makanan

•Sumber/cara penularan diare, antara lain:
–Penggunaan sumber air yang sudah tercemar mikroba dan tidak
memasak air sampai mendidih
–Bayi/balita bermain di tempat kotor atau bermain yg kotor,
kemudian menghisap jari tangannya atau memasukkan mainan
yg kotor ke mulutnya
–Pencucian alat-alat makan dan minum (piring dan sendok)
memakai air yg tidak bersih
–Orang yg menyiapkan makanan anak tidak mencuci tangan
dengan air bersih dan sabun

•Pencegahan

–Berikan ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan
–Setelah anak berusia 6 bulan selain diberikan
ASI juga MP-ASI secara bertahap dalam
jumlah maupun kelembutannya
–Masaklah air untuk diminum sampai mendidih
–Cuci tangan dg air bersih yg mengalir dan
sabun sebelum menyiapkan makanan
bayi/balita
–Jangan biasakan anak-anak bermain di tempat
yg kotor
–Biasakan membuang sampah pada tempatnya

Aspek Legal Etik :

Dasar-dasar penatalaksanaan
diare pada anak adalah : (5 D)
Dehidrasi
Diagnosis
Diet
Defisiensi disakarida
Drugs

• Pencegahan primer
Ditujukan pada faktor penyebab,
lingkungan dan faktor pejamu. Untuk
faktor penyebab dilakukan berbagai
upaya agar mikroorganisme penyebab
diare dihilangkan. Peningkatan air bersih
dan sanitasi lingkungan, perbaikan
lingkungan biologis dilakukan untuk
memodifikasi

lingkungan.

Untuk
meningkatkan daya tahan tubuh dari
pejamu

maka

dapat

dilakukan
peningkatan status gizi dan pemberian
imunisasi.

•Pencegahan sekunder
Pencegahan tingkat kedua ini ditujukan
kepada si anak yang telah menderita diare
atau yang terancam akan menderita yaitu
dengan menentukan diagnosa dini dan
pengobatan yang cepat dan tepat, serta
untuk mencegah terjadinya akibat
samping dan komplikasi. Prinsip
pengobatan diare adalah mencegah
dehidrasi dengan pemberian oralit
(rehidrasi) dan mengatasi penyebab diare.

•Pencegahan Tersier
Pencegahan tingkat ketiga adalah
penderita diare jangan sampai mengalami
kecacatan dan kematian akibat dehidrasi.
Jadi pada tahap ini penderita diare
diusahakan pengembalian fungsi fisik,
psikologis semaksimal mungkin. Pada
tingkat ini juga dilakukan usaha
rehabilitasi untuk mencegah terjadinya
akibat samping dari penyakit diare. Usaha
yang dapat dilakukan yaitu dengan terus
mengkonsumsi makanan bergizi dan
menjaga keseimbangan cairan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->