TELAAH TERHADAP FATWA MUI NOMOR 03 TAHUN 2010 TENTANG KIBLAT[1] Abstrak Fatwa MUI No.

3 tahun 2010 tentang Kiblat menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat. Salah satu diktumnya menyatakan bahwa letak georafis Indonesia yang berada di bagian Timur Ka‟bah/Mekah, maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah Barat. Ini tentu saja berseberangan dengan pemahaman di masyarakat. Karena arah kiblat untuk Indonesia adalah arah Barat serong ke Utara. Adapun besaran sudut serong ke arah Utara tersebut tergantung hasil perhitungan dalam ilmu Falak untuk daerah tersebut.

Kata Kunci: Kiblat, Ka‟bah, Barat, Fatwa MUI Pendahuluan Jum‟at, 19 Maret 2010, KH Amidhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ketika menjadi nara sumber pada salah satu TV swasta nasional meminta masjid di Indonesia menyesuaikan arah kiblat agar tepat mengarah Ka‟bah di Mekah, Arab Saudi. Alasannya, akibat pergeseran lempengan bumi, arah kiblat dari Indonesia ke Mekkah bergeser sekitar 30 centimeter lebih ke kanan. Karena itu, arah kiblat masjid perlu disesuaikan. Jadi, harus disesuaikan dengan penemuan terbaru. Kalau melenceng 1-2 atau 5 cm tidak begitu masalah. Karena bergeser cukup besar sekitar 30 centimeter lebih.[2] Menanggapi pengarahan ketua MUI itu, kabarnya ada masjid yang bersiap mengubah arah kiblatnya. Pada tanggal 23 Maret 2010 MUI mengumumkan fatwanya No.3 tahun tahun 2010 tentang Kiblat. Fatwa ini disampaikan pada konferensi pers di kantor mereka. Seakan melengkapi kontroversi sebelumnya salah satu diktum dari fatwa MUI menyatakan bahwa letak georafis Indonesia yang berada di bagian

Dan dari kata itulah muncul sebutan Ka‟bah. Oleh sebab itu. Dalam kamus al-Munawwir diartikan sebagai Ka‟bah.[4] Masalah kiblat tiada lain adalah masalah arah. yang daerahnya terletak di belahan Timur Ka‟bah dalam salatnya menghadap ke arah Barat? Dengan anggapan arah Barat adalah arah kiblat/Ka‟bah bagi mereka. maupun sujudnya selalu berimpit dengan arah yang menuju Ka‟bah.Timur Ka‟bah/Mekah. perhitungan arah kiblat pada dasarnya adalah perhitungan yang dimaksudkan untuk mengetahui ke arah mana Ka‟bah di Mekah itu dilihat dari suatu tempat di permukaan Bumi. Dalam ilmu Falak.yaqbulu yang artinya menghadap. Dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut persoalan Fatwa MUI No. Ia berbentuk kubus yang dalam bahasa arab disebut muka‟ab. dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai arah ke Ka‟bah di Mekah (pada waktu salat). kiblat adalah arah terdekat menuju Ka‟bah melalui great circle pada waktu mengerjakan ibadah salat.[3]Ka‟bah atau baitullah adalah sebuah bangunan suci yang merupakan pusat berbagai peribadatan kaum muslimin yang terletak di kota Mekah.[5] Pensyari‟atan Menghadap Kiblat dalam pelaksanaan ibadah antara lain berdasarkan firman Allah dalam QS al-Baqarah/2: 149-150: . sehingga semua gerakan orang yang sedang melaksanakan salat. ruku‟. Arah Ka‟bah ini ditentukan dari setiap titik atau tempat di permukaan Bumi dengan melakukan perhitungan dan pengukuran. Bagaimana pemahaman terhadap nash yang menyatakan arah kiblat itu antara Barat dan Timur? Bagaimana tinjauan ilmu Falak jika dinyatakan bagi orang Indonesia. Tulisan ini diharapkan memberikan penjelasan akibat kontroversi fatwa MUI di atas.3 tahun tahun 2010 tentang Kiblat. Disebutkan sebanyak empat kali dalam al-Qur‟an. baik ketika berdiri. yakni arah Ka‟bah di Mekah. Pengertian Kiblat Kata kiblat berasal dari bahasa Arab al-qiblat. Diambil dari kata qabala. maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah Barat.

Bukhari)[6] Nash-nash tersebut dijadikan landasan pensyari‟atan kewajiban menghadap kiblat dalam pelaksanaan ibadah. Abdullah bin Umar menceritakan kepada kita. Fuqaha kemudian menyatakan bahwa menghadap kiblat merupakan syarat sah dalam pelaksanaan salat lima waktu. bersabda : “ Bila kamu hendak salat maka sempurnakanlah wudu lalu menghadap kiblat kemudian bertakbirlah “ (HR.Dan dari mana saja kamu keluar (datang). Dari Abi Hurairah r. dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. dan tanah haram adalah kiblat bagi semua umatku di Bumi. alBaihaqi dari Abu Hurairah). dan dimana saja kamu (sekalian) berada. kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Masjid al-Haram adalah kiblat bagi orang-orang penduduk tanah haram (Mekah). (‫ه‬ ‫) خ‬ Artinya : Ishaq bin Mansyur menceritakan kepada kita. Maka palingkanlah wajahmu ke arahnya. Hadis Rasulullah yang menjelaskan bahwa ”Baitullah adalah kiblat bagi orang-orang di al-Masjid al-Haram. Dan dari mana saja kamu (keluar). Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja).a berkata Rasulullah saw. dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu. Maka palingkanlah wajahmu ke arah al-Masjid al-Haram. . dan supaya kamu mendapat petunjuk. Ubaidullah menceritakan dari Sa‟id bin Abi Sa‟id al-Maqburi. Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjid al-Haram. Sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. baik di Barat ataupun di Timur” (HR. agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu.

. dinamakan Bait Allah (rumah Allah) karena dia dibangun hanya untuk pengabdi kepada-Nya. dalam bahasa Indonesia dikenal dengan kata atau istilah Kiblat. Ada yang memahaminya demikian karena Ka‟bah adalah rumah peribadatan tertua. Bila dipahami dengan makna ini. 3. Mereka melarang kaum muslimin untuk thawaf dan beribadat di sana. 2. Sedang yang lain memahaminya dengan pengertian rumah yang tidak dimiliki oleh siapapun (kecuali oleh Allah). bukan untuk maksud selain itu. Al-Hajj/22: 29 dan 33.Dengan lain perkataan jika seseorang salat tidak menghadap kiblat. di antaranya adalah: 1. Di dalam al-Qur‟an terdapat beberapa term yang digunakan untuk menerangkan tentang Kiblat atau lebih khusus mengacu kepada Ka‟bah. Dalam al-Qur‟an juga dijelaskan peristiwa nabi Ibrahim dan putranya Ismail yang membangun Ka‟bah dan membina kehidupan di sana dalam QS al-Baqarah/2: 127. Al-Masjid al-Haram adalah masjid yang di bagian tengahnya terdapat bangunan Ka‟bah. arah yang tuju ketika seseorang mengerjakan salat. Kata al-Masjid al-Haram sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah QS al-Baqarah/2: 149-150 di atas. Karena menurut M Quraish Shihab terdapat riwayat yang menerangkan hal tersebut[9] firman Allah QS Ali Imran/3: 96. Kata Qiblat. Ayat-ayat yang menggunakan redaksi bait al-„Atiq itu adalah QS. Bait al-„Atiq (rumah tua). maka ini mengandung sindirin kepada kaum musyrikin yang bermaksud mengusai Ka‟bah.[8]Ka‟bah ini juga dinyatakan sebagai kiblat semua nabi. Menurut al-Biqa‟i sebagaimana yang dikutip oleh M Quraish Shihab bahwa Ka‟bah akan selalu dirindukan setiap muslim untuk datang ke sana bahkan kembali dan kembali lagi walaupun telah berulang kali mengunjunginya. Kata Bait Allah.[7] 1. maka salat yang dilaksanakannya tidak sah. sebagaimana yang terdapat dalam QS Yunus/10: 87 maksudnya adalah tempat menghadap kepada Allah.

sebagian di antaranya ada yang berpendapat bahwa yang wajib adalah menghadap ke bangunan Ka‟bah („ain al-Ka‟bah). Adapun ulama-ulama mazhab Syafi‟i. Apakah ia wajib menghadap ke bangunan Ka‟bah (ain alKa‟bah) atau menghadap ke arah Ka‟bah (jihah al-Ka‟bah) A. Kata Ka‟bah sebagaimana yang terdapat dalam QS. maka dalam salatnya ia wajib menghadap ke bangunan Ka‟bah. kemudian ia tidak menghadap ke bangunan Ka‟bah. Maka orang yang salat melihat Ka‟bah.3. B. Hal ini sebagaimana doa nabi Ibrahim yang terdapat dalam QS. Perbedaan pendapat para ulama tersebut disarikan oleh Ali Mustafa Ya‟qub sebagai berikut: 1.[10] Pandangan Mazhab Tentang Menghadap Kiblat Terdapat ikhlilaf para ulama tentang menghadap kiblat. Para ulama sepakat bahwa orang yang melihat Ka‟bah secara langsung. Mayoritas ulama mazhab Hanafi berpendapat bahwa wajib baginya menghadap arah Ka‟bah (jihah al-Ka`bah). Para ulama berbeda pendapat tentang orang yang salat sedang ia tidak melihat Ka‟bah.[11] . 2. Ibrahim/14: 37. salatnya tidak sah. sedangkan sebagian Syafi‟ah berpendapat bahwa wajib menghadap ke arah Ka‟bah (jihah al-Ka‟bah). Sementara ulama-ulama mazhab Hambali berpendapat bahwa yang wajib adalah menghadap arah Ka‟bah (jihah al-Ka‟bah). Mayoritas ulama mazhab Maliki berpendapat bahwa wajib bagi orang yang tidak melihat Ka`bah untuk menghadap ke arah Ka‟bah (jihah alKa`bah).al-Maidah/5: 95. Sementara sebagian Malikiah ada yang berpendapat bangunan Ka`bah (`ain al-Ka`bah) C. Sedangkan sebagian ulama Hanafi lainnya berpendapat bahwa wajib menghadap bangunan Ka‟bah (`ain al-Ka`bah). D.

Problematika Seputar Arah Kiblat Diskusi seputar arah kiblat inipun berkembang. masjid-masjid lama di Mekah tetap dipertahankan keberadaannya. temuan beberapa orang ahli Falak ternyata banyak masjid yang arah kiblatnya kurang tepat. Ketiga. . Beberapa laporan dari Arab Saudi menyebutkan. Surat kabar Saudi Gazette melaporkan. Kedua. Setidaknya menurut penulis terdapat tiga tema utama yaitu: pertama. Masjid yang diteliti bukan hanya di Indonesia tapi juga di beberapa Negara Islam lainnya. Terkait dengan kontroversi arah kiblat ini terdapat beberapa tema pokok. Sedang bagi mereka yang tidak melihat Ka‟bah secara langsung.[12] Wartawan BBC. maka dalam salatnya ia wajib mengupayakan untuk menghadap ke bangunan Ka‟bah(„ain al-Ka‟bah). mengatakan. Namun.Dengan demikian dapat digarisbawahi para ulama mazhab dari keempat mazhab (al-Mazahib al-Arba‟ah) satu kata dalam pensyari‟atan menghadap kiblat. Kini bila dilihat dari gedung-gedung tinggi yang baru. banyak kita temui diskusi di internet yang membahas tema arah kiblat. Sebastian Usher. fatwa MUI bahwa Letak georafis Indonesia yang berada di bagian Timur Ka‟bah/Mekah. orang-orang yang melihat ke bawah dari atas gedunggedung tinggi yang baru di Mekah menemukan. Tema pertama. mihrab di banyak masjid tua Mekah tidak mengarah langsung ke Ka‟bah. Ketiga tema diskusi tentang arah kiblat tersebut berkembang luas di tengah-tengah masyarakat. sekitar 200 masjid di kota Mekah tidak menghadap ke arah kiblat. masjid-masjid yang arah kiblatnya diduga berubah karena pergerakan lempeng bumi dan akibat peristiwa gempa bumi. maka dalam salatnya ia wajib menghadap ke bangunan Ka‟bah(„ain al-Ka‟bah). Apa lagi dengan perkembangan teknologi informasi. Mereka yang melihat Ka‟bah secara langsung. temuan beberapa orang ahli Falak ternyata banyak masjid yang arah kiblatnya kurang tepat. pihak berwenang belakangan melakukan pembangunan kembali kawasan di dan sekitar al-Masjid alHaram. maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah Barat. atau setidaknya ke arah Ka‟bah (jihah al-Ka‟bah).

di Jawa tengah misalnya. Di samping itu kita juga . Pada saat masjid-masjid tersebut dibangun. Sebagian masjid arah kiblatnya ditentukan menggunakan alat yang kurang atau tidak akurat. Misalnya untuk penggunaan kompas dalam penentuan arah. 2. Pada hal masjid yang dijadikan acuan belum tentu akurat. Hal ini karena mungkin saja akibat kejadian-kejadian tersebut arah kiblatnya telah berubah dari yang seharusnya. Informasi ini tentang besaran koreksian/deklinasi magnetik kompas ini dapat diperoleh dari Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). termasuk dalam penentuan arah kiblat perlu dilakukan koreksian pengaruh daya magnetik di Bumi. seperti dituliskan Ahmad Izzudin.[13] Jika memang ini benar adanya. arah kiblatnya hanya mengikuti masjid yang berdekatan yang telah lebih dahulu dibangun. digunakan perkiraan kasar arah kiblat karena saat itu belum ada alat yang akurat. maka masjid-masjid yang relatif belum lama dibangunpun perlu dihitung ulang arah kiblatnya. antara lain: 1.sejumlah warga menemukan lokasi mihrab di sebagian masjid tersebut tidak tepat arah.[14] Lalu berkembang lagi diskusi bahwa perlu dilakukan perhitungan ulang arah kiblat masjid-masjid kuno. Penyebab Kesalahan Dalam Penentuan Arah Kiblat Menurut penulis terdapat beberapa faktor diduga kuat menjadi penyebab kesalahan dalam penentuan arah kiblat masjid di masyarakat. 70 % masjid yang ada memiliki arah kiblat yang tidak tepat. Bahkan karena akhir-akhir ini kerapkali terjadi peristiwa gempa bumi di Indonesia. Arah kiblat masjid ditentukan sekadar perkiraan dengan mengacu secara kasar pada arah kiblat masjid yang sudah ada. problem arah kiblat ternyata bukan cuma hanya di Indonesia saja tapi mungkin meliputi negara-negara Islam lainnya. Ketika membangun sebuah masjid baru. Alasannya masjid-masjid tersebut dimungkinkan arah kiblatnya berubah karena pergerakan lempeng bumi. Untuk kasus Indonesia.

Tapi dalam tahap pembangunannya terjadi pergeseran-pergeseran oleh tukang yang mengerjakannya. Bahkan ada juga masjid yang dibangun lebih mempertimbangkan nilai artistik dan keindahan alih-alih perhitungan dan pengukuran arah kiblatnya yang presisi. 6. Dari penjelasan di atas dapat digarisbawahi bahwa faktor yang menyebabkan arah kiblat masjid itu melenceng adalah faktor tidak diukur secara benar sebelum atau dalam proses pembangunannya. perlu diperhatikan bahwa di pasaran banyak beredar berbagai macam merek kompas. Itulah beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan arah kiblat suatu masjid tidak tepat atau tidak presisi. Sehingga ketika pengukuran arah kiblat masjid hanya mengarahkannya ke barat. 5. Menanggapi kontroversi arah kiblat ini.[15] Sebelum pembangunan arah kiblat masjid telah diukur secara benar oleh ahlinya. Pergeseran lempeng bumi hanya berpengaruh pada perubahan peta bumi dalam rentang waktu puluhan atau ratusan juta tahun. Misalnya masjid yang bangunannya disejajarkan dengan jalan walaupun dengan mengabaikan arah kiblatnya. Pada hal belum tentu sang tokoh tersebut mampu melakukan penentuan arah kiblat secara benar dan akurat. kita perlu terlebih dahulu mengecek tingkat akurasinya terlebih dahulu. Pendapat yang menyatakan bahwa arah kiblat adalah barat. T Djamaluddin menyatakan bahwa masalah arah kiblat yang seolah bergeser akibat gempa perlu diluruskan.3. Terkadang dalam penentuan arah kiblat masjid atau musala ditentukan oleh seseorang yang ditokohkan dalam masyarakat tersebut. Karena hal itu tidak berdasarkan pada logika ilmiah dan hal itu berpotensi meresahkan masyarakat. 4. Sehingga boleh jadi yang bersangkutan menetapkannya dengan mengira-ngira saja yang mungkin melenceng dari yang seharusnya. Tidak akan berdampak signifikan pada perubahan arah kiblat dalam rentang .

Ibarat mengambil rambut dalam tepung. yang mungkin saja dapat menimbulkan friksi-friksi di tengah-tengah jamaah yang tentu saja hal ini tidak kita inginkan bersama. Semua pihak (terutama Kementerian Agama dan MUI) jangan terbawa pada opini yang didasari pada informasi yang keliru. Rambutnya dapat dikeluarkan dan tepungnya tidak tumpah. Pembetulan arah kiblat ini bukan berarti merombak masjid atau musala. Pernyataan tersebut mungkin salah kutip atau salah persepsi. tetapi berpotensi meresahkan masyarakat. Dalam melakukan pembetulan arah kiblat ini perlu adanya satu kata antara pengurus (takmir) masjid dan seluruh jamaah. Jadi. saat ini tidak ada pergeseran arah kiblat akibat pergeseran lempeng bumi atau gempa. Shaf baru yang sesuai dengan perhitungan arah kiblat yang benar. [16] Upaya Pembetulan Arah Kiblat: Bukan Membongkar Mihrab Masjid Tetapi Membetulkan Shaf Jika dalam pengecekan arah kiblat. Jangan sampai pembetulan arah kiblat ini justru menimbulkan permasalahan baru. ditemukan masjid yang kurang tepat arah kiblatnya dengan kemelencengan yang cukup besar tentulah hal ini perlu dikoreksi atau dibetulkan. Konsekuensinya shaf yang baru mungkin tidak semitris lagi dengan mihrab atau tidak sejajar lagi dalam dindingnya. .peradaban manusia saat ini. Tapi yang dimaksud di sisi adalah membuat garis shaf yang baru. Penting kiranya dilakukan pendekatan persuasif dan pemberian pemahaman tentang permasalahan ini secara komprehensif sebelum melangkah lebih lanjut. atau mungkin menghancurkan mihrabnya. Masalah yang penting selanjutnya setelah kita melakukan pengecekan arah kiblat masjid adalah sosialisasi.

BHRD. Masyarakat yang mulai tercerahkan lewat diskusi tentang kedua tema di atas tiba-tiba dibuat bingung oleh dilkeluarkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait arah kiblat sebagai konsekuensi dari pergeseran lempeng bumi. Dalam konferensi pers di Jakarta. tidak perlu diubah. bagaimana melakukan pengukuran dengan benar di lapangan. BHR. MUI merekomendasikan agar bangunan masjid/musala di Indonesia sepanjang kiblatnya menghadap ke arah Barat. dibongkar. [17] Di samping penegasan tersebut. Diktum dari fatwa MUI No. Fatwa MUI No. Dalam kententuan hukum tersebut disebutkan bahwa: (1) Kiblat bagi orang salat dan dapat melihat Ka‟bah adalah menghadap ke bangunan Ka‟bah (ain al-Ka‟bah).Tantangannya. Senin (22/3). dan sebagainya. menyampaikan hasil-hasilnya kepada masyarakat dan sekaligus mengedukasi publik agar tidak terjadi situasi di mana ada pihak yang merasa “tersakiti”. yang terjadi semata-mata hanya karena ketidakpahaman atas duduk perkara yang sebenarnya. Kementerian Agama bersama MUI.3 tahun tahun 2010 tentang Kiblat pada konferensi persnya di kantor mereka pada tanggal 23 Maret 2010. Pertama.[18] Poin (3) dari diktum pertama fatwa MUI di atas yang menyatakan bahwa letak georafis Indonesia yang berada di bagian Timur Ka‟bah/Mekah. 03 Tahun 2010 tentang Kiblat MUI mengumumkan fatwanya No. 03 Tahun 2010 tertanggal 1 Februari 2010 itu terdiri dari dua bagian. (3). maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah Barat. (2) Kiblat bagi orang yang salat dan tidak dapat melihat Ka‟bah adalah arah Ka‟bah (jihat Ka‟bah). maka kiblat . MUI menegaskan pergeseran tersebut tak mempengaruhi arah kiblat. terdapat fatwa lainnya yang justru menimbulkan kontroversi dan permasalahan baru. Letak georafis Indonesia yang berada di bagian Timur Ka‟bah/Mekah. tentang ketentuan hukum. dan kelompok-kelompok peminat hisab rukyat bisa melakukan sosialisasi penyempurnaan arah kiblat tersebut. Bagian kedua adalah rekomendasi.

Dalil lain.” (Hadis Riwayat al-Tirmidzi. Beliau berkata: Hadis ini hasan shahih) ” Secara jelas. kiblatnya adalah arah Utara. adalah arah Selatan. . Mereka menghadap ke arah Utara mana saja. “Arah antara Timur dan Barat adalah kiblat. Hadis ini hasan shahih). maka ia wajib menghadap ke bangunan Ka‟bah. dan menurut beliau. mana saja. dan sebagainya. Sedangkan penduduk yang berada di sebelah Selatan Ka‟bah.”(Hadis Riwayat al-Tirmidzi. [19] Hal ini mungkin yang dimaksud bahwa kiblat masjid Nabawi atau yang pernah disinggahi Nabi telah ditentukan arah kiblatnya (oleh Nabi). sebagai salah seorang anggota MUI Pusat. bahwa Nabi Saw bersabda: “Arah antara Timur dan Barat adalah kiblat. Arah Kiblat ke Barat ? Marilah sejenak kita menyimak penjelasan Ali Mustafa Ya‟qub. adalah bahwa penduduk yang berada di sebelah Utara Ka‟bah. dibongkar. Sunan Ibn Majah. III/203. berasumsi bahwa kiblat bagi orang Indonesia adalah Barat. al-Muwatha. tidak perlu diubah. I/197 (Bab Ma Ja-a fi al-Qiblah). apabila ia tidak melihat bangunan Ka‟bah. dengan status mauquf(disandarkan kepadanya). Maka salat sesuai dengan arah kiblat yang telah dituntunkan tersebut.umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah Barat serta rekomendasi agar bangunan masjid/musala di Indonesia sepanjang kiblatnya menghadap ke arah Barat. Mereka bebas menghadap ke arahnya pada bagian manapun. Sedangkan penduduk yang berada di sebelah Barat Ka‟bah. Hadis ini diriwayatkan secara shahih dari Umar bin al-Khattab ra. Hadis ini terdapat dalam Sunan at-Tirmidzi (Abwab al-Shalah). Hadis Abu Hurairah ra. Kiblat bagi orang yang berada di sebelah Utara Ka‟bah. kiblatnya adalah arah Selatan mana saja. sebagaimana dijelaskan dalam al-Majmu‟. I/323 (Kitab Iqamah al-Shalah). Kecuali apabila ia salat di dalam masjid Nabawi atau masjid-masjid yang pernah disinggahi Rasulullah saw untuk salat di sana. Hadis ini menunjukkan bahwa semua arah antara Timur dan Barat adalah kiblat. yakni sabda Nabi saw.

Karenanya. Dengan demikian tidak dibenarkan. dengan mengacu pada pendapat ini. Para pakar ilmu Falak dan astronomi sepakat bahwa arah kiblat masyarakat muslim Indonesia arah Barat serong ke Utara. kiblatnya adalah arah Barat mana saja. pendapat ini memiliki dalil-dalil yang kuat dan jelas. Islam adalah agama yang mudah dan memudahkan umatnya. bukan agama yang sulit dan menyulitkan umatnya.kiblatnya adalah arah Timur mana saja. ruku‟. hal itu tidak diperintahkan dalam Islam dan tidak merupakan suatu kewajiban. Adapun penduduk yang berada di sebelah Timur Ka‟bah (seperti Indonesia). misalkan orang-orang Jakarta melaksanakan salat menghadap ke arah Timur seorang ke Selatan sekalipun bila diteruskan juga akan sampai ke Mekah. tidak perlu repot-repot untuk merobohkan masjid-masjid yang kiblatnya tidak mengenai bangunan Ka‟bah dan kemudian membangun kembali masjid tersebut dengan kiblat yang menghadap ke bangunan Ka‟bah. perhitungan arah kiblat pada dasarnya adalah perhitungan yang dimaksudkan untuk mengetahui ke arah mana Ka‟bah di Mekah itu dilihat dari suatu tempat di permukaan Bumi.[24] Dengan kata lain fatwa MUI ini berseberangan dengan pendapat para pakar ilmu Falak dan astronomi. khususnya bagi kaum muslimin di Indonesia agar tidak perlu ragu dan bimbang tentang sahnya salat mereka di masjid-masjid yang ada sekarang di Indonesia. Selain itu. berarti telah mengamalkan dua dalil yang berbeda tanpa mempersulit kaum muslimin untuk menghadap ke bangunan Ka‟bah. Karena. Sebab. Sehingga semua gerakan orang yang sedang melaksanakan salat. [21] Selanjutnya.[23] Arah kiblat adalah arah atau jarak terdekat sepanjang lingkaran besar yang melewati kota Mekah (Ka‟bah) dengan tempat kota yang bersangkutan. maupun sujudnya selalu berimpit dengan arah yang menuju Ka‟bah. Ali Mustafa Ya‟qub menyampaikan rekomendasinya. [20] Menurutnya inilah pendapat yang kuat (al-rajih). Sebab. Hal ini karena arah atau jarak yang paling dekat ke Mekah bagi orang-orang Jakarta adalah arah Barat serong ke Utara.[22] Dalam ilmu Falak. baik ketika berdiri. .

Sebuah kisah yang menarik terkait dengan pehamanan tentang kiblat ini adalah kasus muslim Suriname. Orang-orang Islam di Suriname (φ= 04° 00‟LU dan λ=-55° 00‟BB) yang berasal dari Jawa. Keduanya berjasa besar bagi aktualisasi ilmu Falak di Indonesia. mereka mengupayakan pengoreksian arah kiblat masjid yang melenceng dari arah yang seharusnya. Na‟uzubillah. salat menghadap ke Barat serong ke Utara. Jika dinyatakan arah kiblat Indonesia ke arah Barat maka arah yang ditunjukkan atau dituju bukan lagi mengarah ke Ka‟bah atau bahkan kota Mekah tetapi mengarah ke Somalia di benua Afrika. Padahal seharusnya arah kiblat suatu daerah itu arah terdekat daerah tersebut ke Ka‟bah. Namun mereka yang sudah memahami arah kiblat yang benar. Terutama dalam permasalahan penentuan arah kiblat. Indonesia. menghadap ke Timur serong ke Utara. Upaya Koreksi Arah Kiblat Dalam Lintasan Sejarah Ilmu Falak Indonesia Dalam sejarah ilmu Falak di Indonesia. Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (1772 M) dan KH Ahmad Dahlan (1897M) telah menorehkan tinta emasnya. Secara historis cara penentuan arah kiblat di Indonesia berkembang sesuai dengan kualitas dan kapasitas intelektual di kalangan kaum muslimin. Perkembangan penentuan arah kiblat ini mendapatkan momentumnya pada . [25]Jadi arah kiblat suatu daerah tidak mesti ke suatu arah tertentu. Di masa hidupnya.Besaran sudut yang serong ke arah Utara untuk suatu kota atau daerah tergantung pada hasil perhitungan arah kiblatnya. seperti pemahaman sebagian orang Indonesia bahwa arah kiblat itu ke arah Barat. Walaupun mereka telah pindah ke Suriname. di benua Amerikatetapi pemahaman itu masih terbawa. Karena mereka berkeyakinan bahwa salat menghadap ke Barat serong ke Utara sama persis ketika mereka masih berada di Indonesia.

ia lalu melakukan koreksi arah kiblat masjid tersebut. seperti miqyas. Selain itu sistem perhitungan yang digunakan juga mengalami perkembangan. Kiranya fatwa yang dikeluarkan MUI tentang kiblat diatas dianggap meremehkan perjuangan . Tetapi salah seorang keluarganya menghalangi maksudnya itu dengan membangun sebuah langgar (mushala) yang lain.masa Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dan KH Ahmad Dahlan atau dapat dilihat pula dari alat-alat yang digunakan untuk mengukurnya. Pengoreksian arah kiblat yang dilakukannya antara lain masjid Jembatan Lima (Betawi).[27] KH. dan Theodolit. Menurut pengamatannya arah kiblat masjid Jembatan Lima terlalu miring ke selatan. Berbekal pengetahuan ilmu Falak yang dikuasainya. dengan jaminan bahwa ia dapat mengajarkan dan mempraktekkan ajaran agama dan keyakinannya berdasarkan interpretasinya di sana. [29] Peristiwa telah lama berlalu namun akan terus dikenang. Astambul. tidak tepat menuju arah kiblat. tongkat Istiwa. Banjar. Ia adalah salah seorang tokoh Ilmu Falak Nusantara yang melakukan pembaharuan dengan melakukan pengoreksian arah kiblat. kompas. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) merupakan salah satu pembaharu dalam bidang ilmu Falak. ia meninggal duna pada malam Selasa 6 Syawal 1227 H/ 13 Oktober 1812 H di Kalampayan.[28] Ahmad Dahlan berhasil membangun mushala yang tepat mengarah ke kiblat. Sebagai ulama yang menimba ilmu bertahun-tahun di Mekah. Ia lah yang meluruskan arah kiblat masjid agung Yogyakarta pada tahun 1897 M/1315 H. Kalimantan Selatan. Tapi ia gagal dalam mengubah posisi kiblat di masjid Sultan di Yogyakarta.[26] Muhammad Arsyad al-Banjari dilahirkan di kampong Lok Gabang (dekat Martapura) pada malam Kamis 15 Safar 1122 H bertepatan dengan tanggal 19 Maret 1710 H. Rubu‟ Mujayyab. Pada saat itu masjid Agung dan masjid-masjid lainnya. ia mengemban amanat mengoreksi kekeliruan tersebut. letaknya ke Barat lurus. Ia kecewa dan ingin meninggalkan kota kelahirannya tersebut. dengan menggesernya sebesar 25 derajat ke utara. Berdasarkan sumber sejarah. peristiwa ini terjadi pada 4 Safar 1186 H/ 7 Mei 1772 M.

Kiranya kealiman para ulama yang menjadi anggota MUI Pusat tidak diragukan lagi. “Untuk Indonesia secara umum kiblat menghadap ke barat laut. Demikian juga terdapat banyak pihak yang punya konsen untuk masalah ini. Sehingga terhindar dari kesalahan dalam memahami perintah menghadap kiblat dalam pelaksanaan ibadah. yang dapat dimintaan bantuannya antara lain Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama dan BHR Daerah serta kelompok-kelompok peminat hisab rukyat. Dalam membahas masalah arah kiblat yang terkait dengan keilmuan Falak ataupun Geodesi. Mulai dari yang sederhana sampai berbasis teknologi tinggi.[31] Daftar Pustaka .[30] Penutup Fatwa MUI tentang arah kiblat di atas menjadi kontraproduktif terhadap perkembangan ilmu Falak di Indonesia. Arah kiblat yang sebelumnya disebutkan menghadap barat kini telah direvisi menjadi ke arah barat laut.” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Ma‟ruf Amin. Ahmad Dahlan yang meluruskan arah kiblat saat iptek belum semaju sekarang. Banyak metode yang dapat digunakan dalam penentuan arah kiblat. ini sekaligus merevisi fatwa kita yang tempo hari. justru membuat bingung. alangkah bijaksana melibatkan para pakar dalam pembahasan persoalan ini. Alih-alih memberikan solusi dari persoalan arah kiblat di masyarakat. akhirnya melalui press rilisnya. MUI mengoreksi Fatwa nomor 3 tahun 2010. bukan barat. Rabu (14/7/2010).Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dan KH. Tentunya dengan kemajuan ilmu pengetahuan sekarang persoalan penentuan arah kiblat yang presisi bukanlah persoalan yang sulit ataupun berat untuk dilakukan. Dengan kejernihan pikiran. Bisa juga dilakukan koreksi secara massal dengan panduan bayangan matahari pada saat matahari berada di atas Mekkah atau dengan panduan arah kiblat berbasis internet GoogleEarth/Qiblalocator.

Tt: Tp Shihab. 2008 K. Cet-ke-1 Bukhari.id/ diakses pada tanggal 15 November 2009 K.id diakses pada tanggal 14 Mei 2010 Kiblat Masjid kita: melenceng lho?.or. as.com diakses pada tanggal 15 November 2009 Khafid. Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Al.com/journal/ diakses pada tanggal 3 Maret 2010 Iptek dan Arah Kiblat. http: //tdjamaluddin. http: //tdjamaluddin. Jogjakarta: Lazuardi. Kesan dan Keserasian AlQur‟an Vol 6. 2004 . Yogyakarta: Buana Pustaka. Makalah Pelatihan Penentuan Arah Kiblat. Muhyiddin. Juz I. Ahmad Dahlan. t. Jakarta: Lentera Hati. Tafsir Ayat al-Ahkam.com diakses pada tanggal 1 Mai 2010 Fatwa tentang Arah Kiblat.space.multiply. 2001. Makalah Perkuliahan Astronomi.th Djamaluddin.Muhammad Ali. Beirut: Darul Kutub al-„Ilmiyyah.space.multiply. Ilmu Falak Teori dan Praktek. Susiknan. Ilmu Falak Dalam Teori dan Praktek. T .H.wordpress. http://mui. Cibinong. http://www. Penentuan Arah Kiblat. 22 Februari 2009 Khazin.Azhari.or. http://astroscientist.or.ilmufalak.H. http://www. LAPAN: Gempa Cile tak Ubah Arah Kiblat. Penyempurnaan Arah Kiblat dari Bayangan Matahari.http://blogcasa.com diakses pada tanggal 1 Mai 2010 ____________.id/ diakses pada tanggal 30 Oktober 2010 Sayyis.com diakses pada tanggal 6 November 2009 MUI Ralat Fatwa Arah Kiblat Salat. Ahmad Dahlan: Reformis dan Pembaharu Ajaran Agama.mui. 26 Mei 2009 ____________. M Quraish. Tafsir Al-Misbah: Pesan. Gempa Tidak Sebabkan Pergeseran Kiblat.live. Shahih al-Bukhari.http://peaceman.live.

130 [7] M Quraish Shihab. http://astroscientist. Tafsir Al-Misbah: Pesan.com diakses pada tanggal 1 Mei 2010 [3] Iptek dan Arah Kiblat. Beirut: Darul Kutub al-„Ilmiyyah.blogspot.___________. Tafsir Al-Misbah: Pesan. Jakarta: Lentera Hati. 2004. t. 2009. Jakarta: Lentera Hati.id [2] T Djamaluddin. cet. 142-143 . http://blogcasa. Gempa Tidak Sebabkan Pergeseran Kiblat.live. Jakarta: Lentera Hati. Kesan dan Keserasian AlQur‟an Vol 9.com diakses pada tanggal 30 Oktober 2009 [1] Jayusman.ke-2 Tokoh Ilmu Falak: Ahmad Dahlan. http://pakarfisika. h. Kesan dan Keserasian AlQur‟an Vol 7. Ali Mustofa. Juz I.co. 2004 ___________. IAIN Walisongo Semarang 2010 200 Masjid di Mekah Tidak Menghadap Kiblat.th. Tafsir Al-Misbah: Pesan. Kesan dan Keserasian AlQur‟an Vol 6. Pedoman Hisab Muhammadiyah.wordpress.space. 22 Februari 2009 [6] Abi Abdillah Muhammad bin Ismail al.Jogjakarta: Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Lektor fakultas Ushuluddin IAIN Raden Intan Lampung. makalah padaSeminar Menggugat Fatwa MUI tentang Kiblat. Penentuan Arah Kiblat.com diakses pada tanggal 6 November 2009 [4] Ibid [5] Khafid. makalah Pelatihan Penentuan Arah Kiblat. h.Bukhari. http://jayusmanfalak. http: //tdjamaluddin.com dan E mail jay_falak@yahoo.com diakses pada tanggal 6 November 2009 Ya‟qub.bolgspot. Cibinong. Kiblat Antara Bangunan dan Arah Ka‟bah. 2004 Tim Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.multiply. Shahih al-Bukhari.

h. http://blogcasa. Penyempurnaan Arah Kiblat dari Bayangan Matahari. 54 dan Tim Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Yogyakarta: Buana Pustaka.ke-2. IAIN Walisongo. Kiblat Bangunan dan Arah Ka‟bah. 31-32. Tafsir Al-Misbah Vol 6. 2004. h.wordpress. h. 3 [24] Ibid [25] Muhyiddin Khazin. h.cit.[8] M Quraish Shihab. Jogjakarta: Lazuardi. op.com diakses pada tanggal 30 Oktober 2009 [13] Ibid [14] Ibid [15] T Djamaluddin. h. Makalah Perkuliahan Astronomi. 143 [10] M Quraish Shihab. 2008. 71 [11] Ali Mustafa Ya‟qub. h.or.id diakses pada tanggal 14 Mei 2010 [18] Ibid [19] Ali Mustofa Ya‟qub.cit. Tafsir Al-Misbah: Pesan.cit [17] Fatwa tentang Arah Kiblat. makalah Seminar Menggugat Fatwa MUI Tentang Kiblat. 26 Mei 2009 [16] T Djamaluddin. h. 2001. Ilmu Falak Dalam Teori dan Praktek. Gempa. Pedoman Hisab Muhammadiyah.mui. Kesan dan Keserasian AlQur‟an Vol 7. 23 [23] Khafid. h. http://www. h. [27] Ibid . 2010. . loc. 2009. Jakarta: Lentera Hati. h. .cit. 17-18 [12] 200 Masjid di Mekah Tidak Menghadap Kiblat. op. op. h. cet. Jogjakarta: Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. 46 [9] M Quraish Shihab. Cet-ke-1. Kesan dan Keserasian AlQur‟an Vol 9. 13 [21] Ibid [22] Ibid. 19 [20] Ibid. 48 [26] Susiknan Azhari. Ilmu Falak Teori dan Praktek. Jakarta: Lentera Hati. 2004. Tafsir Al-Misbah: Pesan.

multiply.id/ diakses pada tanggal 30 Oktober 2010 .cit [31] MUI Ralat Fatwa Arah Kiblat Salat.com diakses pada tanggal 6 November 2009 [29]K.http://peaceman. loc. http://mui. http://pakarfisika.com/journal/ diakses pada tanggal 3 Maret 2010 [30] T Djamaluddin. Ahmad Dahlan: Reformis dan Pembaharu Ajaran Agama.H.[28] Tokoh Ilmu Falak: Ahmad Dahlan.blogspot.or. Penyempurnaan. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful