Fatigue adalah bentuk dari kegagalan yang terjadi pada struktur yang terjadi karena beban dinamik yang

berfluktuasi dibawah yield strength yang terjadi dalam waktu yang lama dan berulang-ulang. Ingat, kata kuncinya adalah beban dinamik, berualng, dalam jangka waktu yang lama. Fatigue crack biasanya bermula deri permukaan yang merupakan tempat beban berkonsentrasi. Fatigue menyerupai brittle farcture yaitu ditandai dengan deformasi plastic yang sangat sedikit. Proses terjadinya fatigue ditandai dengan crack awal, crack propagatin dan fracture akhir. Permukaan fracture biasanya tegak lurus terhadap beban yang diberikan. Dua sifat makro dari kegagalan fatigue adalah tidak adanya deformasi plastic yang besar dan farcture yang menunjukkan tanda tanda berupa ‘beachmark’ atau‘camshell’. Tanda tanda makro dari fatigue adalah tanda garis garis pada pemukaan yang hanya bisa dilihat oleh mikroskop electron. Didalam memprediksi umur fatik, terdapat tiga pendekatan yaitu pendekatan tegangan (stress approach) atau dengan istilah lain pendekatan grafik S-N atau metode umur-tegangan (stress life method),pendekatan regangan (strain approach) atau istilah lain metode umur-regangan (strain-life method) dan pendekatan mekanika patahan (fracture mechanics).

Gambar 1 : Fatigue pada material yang diberi beban tarik Karakteristik kelelahan logam dapat dibedakan menjadi 2 yaitu karakteristik makro dan karakteristik mikro.Karakteristik makro merupakan ciri-ciri kelelahan yang dapat diamati secara visual (dengan mata telanjang atau dengan kaca pembesar). Sedangkan karakteristik mikro hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop. Suatu bagian dapat dikenakan berbagai macam kondisi pembebanan, termasuk tegangan berfluktuasi, regangan berfluktuasi, temperatur berfluktuasi (fatik termal), atau dalam kondisi lingkungan korosif atau temperatur tinggi. Kebanyakan kegagalan pemakaian terjadi sebagai akibat tegangan-tegangan tarik.

Gambar 2 : Siklus Tegangan Grafik S-N atau Grafik Tegangan – Siklus Kegagalan (T – S)

sumbu horizontal menunjukkan data jumlah siklus pembebanan dan sumbu vertikal menunjukkan kekuatan fatik atau tegangan yang diberikan. Contoh bahan yang memiliki sifat tersebut adalah stainlees steel. creep terjadi ketika suhu kerja lebih tinggi dari 0. Ada masa dimana spesimen belum patah pada saat pengujian dihentikan.penjalaran retak itu sendiri akan hilang bila pembebanan juga dihilangkan.patah ulet juga ditandai dengan sebuah penyerapan . Kurava creep terdiri dari tiga wilayah yaitu creep primer atau transient yaitu meningkatnya creep rate.Grafik S-N atau grafik tegangan – siklus kegagalan (T – S) adalah grafik yang didapat dari hasil pengujian fatik yang merupakan grafik hubungan antara kekuatan fatik dan jumlah siklus pembebanan. Creep adalah deformasi plastis yang terjadi pada material karena diberi beban konstan pada temperature yang tinggi. Contoh grafik S-N diperlihatkan pada Gambar Gambar 3 : Grafik Hasil pengujian tarik fatigue Dari grafik diatas terdapat informasi mengenai karakteristik fatik dari material. Creep hanya terjadi jika kedua sifat diatas (beban dan suhu yang tinggi) terjadi pada waktu yang bersamaan. Jenis test creep ialah melatakkan specimen pada beban konstan pada temperature tinggi yang konstan dan deformasi diukur sebagai fungsi dari waktu. Pada logam. Grafik S-N memberikan banyak informasi sifat fatik karena pada saat pengujian. kondisi pembebanan.4 kali suhu leleh (suhu absolute K).4 kali temperatur leleh. Wilayah kedua adalah steady state creep yaitu wilayah dengan creep rate yang konstan. Cara lebih lanjut untuk meningkatkan tahanan creep adalah menggunakan teknik untuk memproduksi bahan yang memiliki butir yang panjang dan komponen kristal yang single/berdiri sendiri. modulus elastis yang lebih besar. Wilayah ketiga adalah creep tersier yaitu creep rate yang diperbesar sampai kegagalan puncak. Batas ketahanan dari material adalah dimana tegangan tidak akan menyebabkan kegagalan dalam 107 siklus. Ketika tegangan menurun. Untuk tahanan creep yang lebih baik dilakukan pemilihan bahan yang memiliki temperatur lelh yang lebih tinggi. Kondisi ini dinamakan batas ketahanan material dalam menerima beban fatik (endurance limit). Patah ulet terjadi karena adanya tegangan/beban secara statis. dimasukkan faktor geometri. Tingkat tegangannya dinamakan tegangan endurance (σe).. perlakuan permukaan. Yang terjadi pada temperature dibawah 0. Kegagalan ini merupakan hasil dari perubahan mikrostruktur seperti pemisahan batas nutir dan pembentukan keretakan dalam. Kekurangan grafik S-N adalah tidak dapat memprediksi deformasi plastis lokal dan efek dari tegangan rata-rata. Untuk merencanakan komponen yang memiliki umur pakai aman atau bahkan umur tak hingga maka tingkat tegangan yang diaplikasikan harus dibawah batas tegangan endurance nya. dan ukuran butir yang lebih besar. temperatur dan proses perlakuan material. maka kegagalan siklus meningkat.

granular.buku PENGETAHUAN BAHAN DAN TEKNIK.Patah getas dapat mengikuti batas butir ataupun memotong butir.berserabut dan warna kelabu. sementara tegangan patah kurag mempengaruhi.scribd. .sehingga permukaan akan lebih nampak kasar . sedangkan untuk patah getas itusendiri biasanya terjadi karna adanya tegangan normal. sumber. Perambatan atau perpaduan microcracks ini kemudian membentuk macrocracks yang akan berujung pada failure.laju regangan :peningkatan teganan mulur yang sangat ditandai oleh peningkatan laju regangan yang mengakibatkan tegangan 3 sumbu 3. 2011 Hendry H.dan patah getas mudah terjadi 2.(Ductile to Brittle Tension):adalah beberapa bahan lia atau ulet yang tiba-tiba dapat terjadi sebuah patahan getas)biasanya bahan yang dapat terjadi dalam transisi itu adalah bahan yang memiliki struktur bcc.penjalaran retaknya lebih cepat dan biasanya hanya terjadi suatu proses deformasi plastis yang lebih singkat.permukaan lebih merata. notch. tegangan 3 sumbu: karena adanya tegangan menjadi rumit terhadap 2 sumbu atau 3 sumbu disebabkan pangakal takikan. Bila bidang patahannya mengikuti batas butir. maka disebut patah getas intergranular. sedangkan bila patahannya memotong butir maka disebut patah getas transgranular DBT.permukaan lebih mengkilap. lubang-pits dll) akibat adanya pembebanan berulang.energi dan disertai dengan adanya deformasi plastis yang cukup besar disekitar adanya retakan tersebut.hal yang mempengaruhi transisi dari ulet ke getas adalah: 1.com/doc/30371097/Laporan-Praktikum-Uji-Impak Categories: Uncategorized Tags: fatigue(kelelahan material) December 18th.S No comments Fatik adalah kerusakan material yang diakibatkan oleh adanya tegangan yang berfluktuasi yang besarnya lebih kecil dari tegangan tarik (tensile) maupun tegangan luluh (yield) material yang diberikan beban konstan.TEmperatur :karena adanyab temperatur menurun maka akan mudah terjadi patah getas. http://www.terjadi peningkatan yang menyolok dari tegangan mulur.serta penyerapan energi yang lebih sedikit dibandingkan patah ulet.ciri ciri patahanya itu sendiri adalah. Penyebaran retak Crack initiation ini berkembang menjadi microcracks. Terdapat tiga fase dalam perpatahan fatik yaitu : Permulaan retak Mekanisme fatik umumnya dimulai dari crack initiation yang terjadi di permukaan material yang lemah atau daerah dimana terjadi konsentrasi tegangan di permukaan (seperti goresan.

103 (sampai 107-108 siklus) Siklus Lelah Rendah = Regangan hampir seluruhnya plastis. Besar butir. korosi dapat mempengaruhi fatigue life. umur fatik kadang-kadang menurun Kegagalan fatik biasanya dimulai pada permukaan Penambahan luas permukaan dari benda uji besar meningkatkan kemungkinan dimana terdapat suatu aliran. contohnya composit dan polymer memiliki fatigue life yang berbeda dengan metal. yaitu : Siklus Lelah Tinggi = Regangan hampir seluruhnya elastic. Kekasaran permukaan dapat menyebabkan konsentrasi stress mikroscopic yang menurunkan ketahanan fatik Tipe material. Untuk non-isotropic material. Geometri. Fatigue life setiap material berbeda beda. Kegagalan fatik selalu dimulai pada peningkatan tegangan 2. pemotongan. casting dan proses lainnya yang melibatkan panas atau deformasi dapat membentuk tegangan sisa yang dapat menurunkan ketahanan fatik material. Siklus tinggi > 103 (sampai 107108 siklus) FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FATIGUE LIFE Tegangan Siklik. Kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan erosi. yang akan memulai kegagalan dan menurunkan waktu untuk memulai retak .Patah Perpatahan terjadi ketika material telah mengalami siklus tegangan dan regangan yang menghasilkan kerusakan yang permanen Fatik dibagi menjadi dua. Arah beban. Mengontrol struktur mikro Meningkatnya ukuran benda uji. Lingkungan. Fatigue life dapat ditingkatkan dengan : 1. Pada umumnya semakin kecil ukuran butir akan memperpanjang fatigue life. Tegangan sisa. Konsentrasi stress akibat variasi bentuk geometri merupakan titik dimulainya fatigue cracks. Besar dan penyebaran internal defects. Besarnya tegangan siklik tergantung pada kompleksitas geometri dan pembebanan. ketahanan fatik dipengaruhi oleh arah tegangan utama. Qualitas permukaan. Cacat yang timbul akibat proses casting seperti gas porosity. Temperatur. Mengontrol tegangan Peningkatan tegangan menurunkan umur fatik Pemicunya dapat secara mekanis (fillet atau alur pasak) maupun metalurgi (porositas atau inklusi). non-metallic inclusions dan shrinkage voids dapat nenurunkan ketahanan fatik. Proses manufaktur seperti pengelasan. Temperatur tinggi menurunkan ketahanan fatik material.

Alat eksperimen untuk uji tarik ini harus memiliki cengkeraman (grip) yang kuat dan kekakuan yang tinggi (highly stiff). Profil ini sangat diperlukan dalam desain yang memakai bahan tersebut Gambar 1 Gambaran singkat uji tarik Hukum Hooke (Hooke’s Law) Hampir semua logam. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari hasil uji tarik. Tetapi bila beban ditarik sampai melewati titik A. kemudian bebannya dihilangkan. hukum Hooke tidak lagi berlaku. Tidak ada standarisasi tentang nilai ini. “Stress adalah beban dibagi luas penampang bahan” “strain adalah pertambahan panjang dibagi panjang awal bahan” Gambar 3 Profil data hasil uji tarik Batas elastic σE (elastic limit). Kurva ini menunjukkan hubungan antara gaya tarikan dengan perubahan panjang.3. Mengontrol penyelesaian permukaan Dalam banyak pengujian dan aplikasi pemakaian. hubungan antara beban atau gaya yang diberikan berbanding lurus dengan perubahan panjang bahan tersebut. biasanya batas proporsional sama dengan batas elastis. Bila kita terus menarik suatu bahan (dalam hal ini suatu logam) sampai putus. tegangan maksimum terjadi pada permukaan Umur fatik sensitif terhadap kondisi permukaan Faktor lain yang harus dipertimbangkan adalah tegangan sisa permukaan Categories: Uncategorized Tags: yield December 15th. maka bahan tersebut akan kembali ke kondisi semula (tepatnya hampir kembali ke kondisi semula) yaitu regangan “nol” pada titik O (lihat Gambar 3). Dengan menarik suatu bahan kita akan segera mengetahui bagaimana bahan tersebut bereaksi terhadap tenaga tarikan dan mengetahui sejauh mana material itu bertambah panjang. Titik di mana penerapan hukum Hooke masih bisa ditolerir. kurva pertambahan panjang vs beban mengikuti aturan Hooke yaitu rasio tegangan (stress) dan regangan (strain) adalah konstan. . Di daerah ini. 2011 Hendry H. Batas proporsional σp (proportional limit). Bila sebuah bahan diberi beban sampai pada titik A. pada tahap sangat awal dari uji tarik. kita akan mendapatkan profil tarikan yang lengkap yang berupa kurva seperti digambarkan pada Gambar 1. Pada Gambar 3 dinyatakan dengan titik A. Ini disebut daerah linier atau linear zone. Dalam praktek.S No comments Uji Tarik merupakan salah satu pengujian untuk mengetahui sifat-sifat suatu bahan.

Kekuatan patah (breaking strength). hidrogen dan oksigen. boron. Tegangan luluh bawah σly (lower yield stress). Regangan luluh εy(yield strain). maka yang dimaksud adalah tegangan mekanis pada titik ini. Tegangan tarik maksimum (UTS. Regangan yang diakibatkan perubahan elastis bahan. merupakan besar tegangan di mana bahan yang diuji putus atau patah. batas luluh ini . Regangan permanen saat bahan akan memasuki fase deformasi plastis. Tegangan (stress) yang mengakibatkan bahan menunjukkan mekanisme luluh ini disebut tegangan luluh (yield stress). Regangan yang diakibatkan perubahan plastis. Sehingga digunakan metode offset untuk menentukan kekuatan luluh material. tekan. Titik Luluh (Yield Point) dan Kekuatan Luluh (Yield Strength) Adalah batas dimana material akan terus mengalami deformasi tanpa adanya penambahan beban.Perhatikan beban dengan arah OABE. Pada titik B. Pada Gambar 3 ditunjukkan dengan titik D. Tegangan luluh atas σuy (upper yield stress). Merupakan gabungan regangan plastis dan regangan elastic (εT = εe+εp). Di sisi lain. regangan yang ada adalah regangan total. Perubahan bentuk yang tidak kembali ke keadaan semula. Ketika beban dilepaskan. bending atau puntiran. Bila hanya disebutkan tegangan luluh (yield stress). Kekuatan luluh atau titik luluh merupakan suatu gambaran kemampuan bahan menahan deformasi permanen bila digunakan dalam penggunaan struktural yang melibatkan pembebanan mekanik seperti tarik. Tegangan rata-rata daerah landing sebelum benar-benar memasuki fase deformasi plastis. Regangan plastis εp (plastic strain). Ultimate Tensile Strength). Tegangan maksimum sebelum bahan memasuki fase daerah landing peralihan deformasi elastis ke plastis.Deformasi plastis (plastic deformation). Dengan metode ini kekuatan luluh ditentukan sebagai tegangan dimana bahan memperlihatkan batas penyimpangan/deviasi tertentu dari keadaan proporsionalitas tegangan dan regangan. Untuk baja berkekuatan tinggi dan besi tuang yang getas pada umumnya tidak memperlihatkan batas luluh yang jelas. Pada saat beban dilepaskan regangan ini tetap tinggal sebagai perubahan permanen bahan. Interaksi antar dislokasi dan atom-atom tersebut menyebabkan baja ulet seperti mild steel menunjukan titik luluh bawah (lower yield point) dan titik luluh atas (upper yield point). Gejala luluh umumnya hanya ditunjukkan oleh logam-logam ulet dengan struktur kristal BCC dan FCC yang membentuk interstitial solid solution dari atom-atom karbon. Regangan total (total strain). posisi regangan ada pada titik E dan besar regangan yang tinggal (OE) adalah regangan plastis. Pada saat beban dilepaskan regangan ini akan kembali ke posisi semula. merupakan besar tegangan maksimum yang didapatkan dalam uji tarik. Pada Gambar 3 ditunjukkan dengan titik C (σβ). Regangan elastis εe(elastic strain). Pada Gambar 3 yaitu bila bahan ditarik sampai melewati batas proporsional dan mencapai daerah landing.

atau discontinuity lain tanpa merusak benda yang kita tes atau inspeksi. stretching dan sebagainya. sampai batang tersebut patah. Kedua. sumber(http://teoxjadul. Benda uji itu dipasang pada mesin penguji (sama dengan pengujian tarik) dan leh gaya tekan yang akan semakin bertambah besar akhirnya menekan pada batang tersebut.blogspot. Pada dasarnya. Metode utama Non Destructive Testing meliputi: Visual Inspection . Untuk melaksanakan pengujian tekan.harus dicapai ataupun dilewati bila bahan dipakai dalam proses manufaktur produk-produk logam seperti proses rolling. selama dan diakhir proses fabrikasi.NDT dilakukan paling tidak sebanyak dua kali. NDT dilakukan setelah komponen digunakan dalam jangka waktu tertentu. 2011 Hendry H. drawing. Pengujian Lengkung Untuk menetapkan kekuatan lengkung. Dapat dikatakan titik luluh adalah suatu tingkatan tegangan yang tidak boleh dilewati dalam penggunaan struktural (in service) dan harus dilewati dalam proses manufaktur logam (forming process) Categories: Uncategorized Tags: destruktif dan non destruktif test December 8th. NDT ini dijadikan sebagai bagian dari kendali mutu komponen.Dari percobaan ini antara lain ditetapkan tegangan tarik dan patah Batang-batang percobaan dari bahan-bahan yang akan diuji dibubut menurut ukuranukuran normalisasi Pengujian Tekan Pengujian tekan merupakan kebalikan dari pengujian tarik. Material pesawat diusahakan semaksimal mungkin tidak mengalami kegagalan (failure) selama masa penggunaannya. kita memerlukan benda uji yang lainnya. Tujuannya adalah menemukan kegagalan parsial sebelum melampaui damage tolerance-nya. maka batang ini akan menjadi pendek dan akhirnya rusak dan pecah. Benda uji untuk pengujian tekan mempunyai ukuran-ukuran 1 atau 2 ialah angka-angka perbandingan jarak titik senter : diameter penampang . Pertama. retak. tes ini dilakukan untuk menjamin bahwa material yang kita gunakan masih aman dan belum melewati damage tolerance.html) Non destrtructive testing (NDT) Non destrtructive testing (NDT) adalah aktivitas tes atau inspeksi terhadap suatu benda untuk mengetahui adanya cacat.com/2010/06/pengujian-logam. untuk menentukan suatu komponen dapat diterima setelah melalui tahap-tahap fabrikasi.S 1 comment PENGUJIAN LOGAM DENGAN CARA MERUSAK(destruktif) Pengujian Tarik Didalam hal ini batang percobaan diberi pembebanan tarik yang makin lama makin besar. maka sebuah batang percobaan diletakkan di atas sebuah roda sebagai titik tumpuan dan di tengah-tengah batang itu dengan sebuah stempel lengkung dibebani oleh suatu gaya P yang diperbesar secara teratur.

Visual inspection dengan boroskop Liquid Penetrant Test Metode Liquid Penetrant Test merupakan metode NDT yang paling sederhana. Seusai inspeksi. penetrant yang tersisa di permukaan material disingkirkan. Selanjutnya. Caranya adalah dengan memberikan cairan berwarna terang pada permukaan yang diinspeksi. penetrant yang tertinggal dibersihkan dengan penerapan developer. Metode ini tidak dapat diterapkan pada komponen dengan permukaan kasar. cacat pada material akan terlihat lebih jelas. Metode ini digunakan untuk menemukan cacat di permukaan terbuka dari komponen solid.Sering kali metode ini merupakan langkah yang pertama kali diambil dalam NDT. Cairan ini harus memiliki daya penetrasi yang baik dan viskousitas yang rendah agar dapat masuk pada cacat dipermukaan material. Magnetic Particle Inspection . Cacat akan nampak jelas jika perbedaan warna penetrant dengan latar belakang cukup kontras. Metode ini bertujuan menemukan cacat atau retak permukaan dan korosi. Melalui metode ini. berpelapis. Dalam hal ini tentu saja adalah retak yang dapat terlihat oleh mata telanjang atau dengan bantuan lensa pembesar ataupun boroskop. seperti keramik dan plastik fiber. Kelemahan dari metode ini antara lain adalah bahwa metode ini hanya bisa diterapkan pada permukaan terbuka. baik logam maupun non logam. atau berpori.

. Medan magnet pada benda akan berinteraksi dengan medan magnet pada kumparan dan mengubah impedansi bila ada cacat. Jika medan magnet ini dikenakan pada benda logam yang akan diinspeksi.Dengan menggunakan metode ini. Adanya cacat yang tegak lurus arah medan magnet akan menyebabkan kebocoran medan magnet. Keterbatasan dari metode ini yaitu hanya dapat diterapkan pada permukaan yang dapat dijangkau. cacat permukaan (surface) dan bawah permukaan (subsurface) suatu komponen dari bahan ferromagnetik dapat diketahui. Arus Eddy kemudian menginduksi adanya medan magnet. Selain itu metode ini juga hanya diterapkan pada bahan logam saja. medan magnet yang dibangkitkan harus tegak lurus atau memotong daerah retak serta diperlukan demagnetisasi di akhir inspeksi. Prinsipnya. Partikel-partikel tersebuat akan berkumpul pada daerah kebocoran medan magnet. Eddy Current Test Inspeksi ini memanfaatkan prinsip elektromagnet. Selain itu. Cara yang digunakan untuk memdeteksi adanya kebocoran medan magnet adalah dengan menaburkan partikel magnetik dipermukaan. Prinsipnya adalah dengan memagnetisasi bahan yang akan diuji. maka akan terbangkit arus Eddy. Kebocoran medan magnet ini mengindikasikan adanya cacat pada material. metode ini hanya bisa diterapkan untuk material ferromagnetik. Kelemahannya. arus listrik dialirkan pada kumparan untuk membangkitkan medan magnet didalamnya.

sinar X dipancarkan menembus material yang diperiksa. Gelombang ultrasinic ini dibnagkitkan oleh tranducer dari bahan piezoelektri yang dapat menubah energi listrik menjadi energi getaran mekanik kemudian menjadi energi listrik lagi. atau delaminasi pada material. Radiographic Inspection Metode NDT ini dapat untuk menemukan cacat pada material dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma. Saat menembus objek. sebagian sinar akan diserap sehingga intensitasnya berkurang. Gelombang ultrasonic yang digunakan memiliki frekuensi 0. retak. Intensitas akhir kemudaian direkam pada film yang sensitif. Prinsipnya. Jika ada cacat pada material maka intensitas yang terekam pada film tentu akan bervariasi. Hasil rekaman pada film ini lah yang akan memeprlihatkan bagian material yang mengalami cacat .Ultrasonic Inspection Prinsip yang digunakan adalah prinsip gelombang suara. Gelombang suara akan terpengaruh jika ada void.5 – 20 MHz. Gelombang suara yang dirambatkan pada spesimen uji dan sinyal yang ditransmisi atau dipantulkan diamati dan interpretasikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful