MAKALAH TEKNOLOGI PASCA PANEN

PENGERINGAN

Disusun oleh : Kelompok 3 / FBA 2007 1. Dian Septiani 3. Arif Mulpratama 4. Fika Radiastiwi 5. Ummi Haniah 6. Fitriany R.P. 7. Fety Yuli A. 8. Ika Tiara Hani 9. Lina Marchwiyah 07/ 07/253734/FA/07797 07/2 07/2 /FA/07837 /FA/07865

2. Sintayu Putri W.S.07/253908/FA/07825

07/254271/FA/07880 07/2543 /FA/07886 07/254325/FA/07886 07/254395 /FA/07892 /FA/07

Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2009 A. PENDAHULUAN

Diharapkan mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tujuan dari dilakukannya tahap pengeringan pada penanganan pasca panen. TUJUAN 1.parameter apa saja yang perlu diperhatikan dalam tahap pengeringan pada penanganan Pasca Panen. antara lain Aspergillus sp dan Fusarium sp. Dapat mengetahui dan memahami parameter .Pengobatan tradisional. Sayangnya. B. Kenyataannya jamurjamur dan mikrobia tersebut dapat terus berkembang dengan baik pada hasil tanaman lepas panen. serta beberapa mikrobia golongan khamir yang selalu mempengaruhi kemulusan pertumbuhan dan produksinya. Dari hasil analisis dan penelitian yang telah dilakukan. kemajuan ini juga disertai dengan banyaknya laporan mengenai efek negatif yang diperoleh dari pengobatan herbal tersebut.benar kering dan penyimpanan harus pada wadah yang kering dan ditempatkan pada ruangan yang tidak lembab. . salah satu faktor penyebabnya adalah karena rendahnya kualitas dari obat – obatan herbal yang mencakup bahan dasar tanaman obat dan penanganan pasca panen yang tidak sesuai. RUMUSAN MASALAH Apa sajakah parameter – parameter yang perlu diperhatikan dalam tahap pengeringan agar diperoleh suatu simplisia yang terjaga kualitas dan kuantitasnya? C. yang dalam hal ini pengeringan harus benar. 2. Penanganan atau pengolahan di sini terutama dalam pengeringan dan penyimpanannya. Sehingga diperlukan adanya suatu quality control terhadap penangan pasca panen. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam pertumbuhan tanaman sampai menghasilkan ada beberapa jenis jamur tertentu. Penanganan atau pengelolaan lepas panen perlu diperhatikan karena dapat terjadi perkembangan penyakit yang bisa menimbulkan kerusakan atau perubahan sifat hasil tanaman. agar diperoleh simplisia yang berkhasiat dan terjamin kualitasnya. termasuk pengobatan herbal telah menunjukkan peningkatan yang cukup pesat selama hampir dua dekade terakhir. sehingga penyakit yang ditimbulkannya dapat menimbulkan kerusakan atau perubahan sifat hasil tanaman lepas panen (terutama dalam penyimpanan). sedikit jauh dari kontak dengan lantai dan dinding ruangannya.

kelembaban udara aliran udara. Cara Pengeringan Pengeringan simplisia dilakukan dengan menggunakan sinar matahari atau menggunakan suatu alat pengering. Adanya air yang masih tersisa dalam simplisia pada kadar tertentu dapat merupakan media pertumbuhan kapang dan jasad renik lainnya. Tujuan dan Alasan Pengeringan Pengeringan bertujuan untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak. Selama proses pengeringan bahan simplisia. tetapi suhu yang terbaik adalah tidak . Keseimbangan ini akan hilang dengan segera setelah sel tumbuhan mati. PEMBAHASAN 1. sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. “Face Hadening” dapat mengakibatkan kerusakan atau kebusukan di bagian dalam bahan yang dikeringkan. Suhu pengeringan tergantung kepada bahan simplisia dan cara pengeringannya. suhu pengeringan yang terlalu tinggi atau oleh suatu keadaan lain yang menyebabkan penguapan air permukaan bahan jauh lebih cepat daripada difusi air dari dalam ke permukaan air tersebut. Cara pengeringan yang salah dapat mengakibatkan terjadinya “Face hardening”. transformasi dan pengunaan isi sel. faktor – faktor tersebut harus diperhatikan sehingga diperoleh simplisia kering yang tidak mudah mengalami kerusakan selama penyimpanan. yakni bagian luar bahan sudah kering. sehingga permukaan bahan menjadi keras dan menghambat pengeringan selanjutnya. dengan mengurangi kadar air dan menghentikan reaksi enzimatik melalui pengeringan simplisia dapat mencegah penurunan mutu atau perusakan simplisia. pertumbuhan kapang dan reaksi enzimatik yang merusak tersebut tidak terjadi karena adanya proses – proses metabolisme. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses pengeringan adalah suhu pengeringan. Sehingga. dan luas permukaan bahan. Hal ini dapat disebabkan oleh irisan bahan simplisia yan terlalu tebal. yakni proses sintesis. Berbeda pada tumbuhan yang masih hidup. Bahan simplisia dapat dikeringkan pada suhu 300 sampai 900 C. Enzim tertentu dalam sel. waktu pengeringan. sedangkan bagian dalamnya masih basah. Selain itu pengeringan akan mencegah agar simplisia tidak berjamur dan kandungan kimia yang berkhasiat tidak berubah karena proses fermentasi. 2. masih dapat bekerja menguraikan senyawa aktif sesaat setelah sel mati dan selama bahan simplisia tersebut masih mengandung kadar air tertentu.D.

sehingga tekanan kira-kira 5 mm Hg. maka kadang-kadang selama pengeringan dapat terjadi kerusakan akibat aktivitas mikroba. atau dengan cara pengeringan vakum yaitu dengan cara mengurangi tekanan udara di dalam ruang atau lemari pengeringan. Aktivitas pembalikan harus dilakukan secara teratur sehingga hasil tanaman benar-benar kering. Pengeringan dengan sinar matahari merupakan cara tradisional. Pada dasarnya dikenal dua cara pengeringan. Berbagai cara pengeringan telah dikenal dan digunakan orang. misalnya 300 sampai 450 C. Bahan simplisia yang mengandung senyawa aktif dan tidak panas atau mudah menguap harus dikeringkan pada suhu serendah mungkin. 2) Pengeringan akan sangat tergantung pada cuaca (sinar matahari). 1. seperti kayu. penyimpanannya harus pada wadah yang kering dan steril (bersih). Simplisia cukup dihamparkan merata setipis mungkin di atas alas plastik atau tikar dan dijemur di bawah sinar matahari langsung. pada umumnya hasil yang diperoleh bermutu baik. 4) Karena suhu dan waktu sukar diawasi atau diatur fluktuasinya. Dengan panas sinar matahari langsung. sekuartal. 5) kecepatan pengeringan akan sangat tergantung kepada iklim. Kerugian pengeringan dengan sinar matahari antara lain : 1) Untuk mendapatkan hasil yang benar-benar kering memerlukan waktu yang lama terlebih kalau cuaca kurang menguntungkan. Pengeringan alamiah Tergantung dari senyawa aktif yang dikandung dalam bagian tanaman yang dikeringkan. Merupakan cara yang paling mudah dan biayanya relatif murah. sesuai dengan keperluan dengan cara melakukan pengeringan kembali apabila diperlukan. 3) Pengeringannya memerlukan tempat yang luas dan beberapa orang tenaga pengering. dan mengandung senyawa aktif yang relatif stabil. Cara ini dilakukan untuk mengeringkan bagian tanaman yang relatif keras. yaitu pengeringan secara alamiah dan buatan. sambil sering dibalik agar keringnya merata. Pengontrolan kualitas kering dapat dilakukan sebulan. Namun. biji. apabila cuaca buruk untuk beberapa hari.melebihi 600 C. kemungkinan besar kerusakan endogen pada hasil tanaman telah mulai berlangsung. dan sebagainya. Setelah batas kering yang dipersyaratkan tercapai. kulit kayu. dapat dilakukan dua cara pengeringan: a. Oleh karena itu cara ini .

Cara ini terutama digunakan untuk mengeringkan bagian tanaman yang lunak seperti bunga. Meskipun demikian.lebih banyak digunakan di daerah dengan udara panas atau kelembaban rendah. daun. mesin diesel atau listrik. praktis dan murah. 3. dan sebagainya dan mengandung senyawa aktif mudah menguap.anginkan dan tidak dipanaskan dengan sinar matahari langsung. udara panas dialirkan dengan kipas ke dalam ruangan atau lemari yang berisi bahan yang akan dikeringkan yang telah disebarkan di atas rak-rak pengering. Dengan menggunakan pengeringan buatan dapat diperoleh simplisia dengan mutu yang lebih baik karena pengeringan akan lebih merata dan waktu pengeringan akan lebih cepat. Cara pengeringan dengan alat pengering ini disebut pengeringan buatan atau pengeringan mekanis. sebagai bahan pemanas yang lazim digunakan . serta tidak turun hujan. Pengeringan buatan Kerugian yang mungkin terjadi jika melakukan pengeringan dengan sinar matahari dapat diatasi jika melakukan pengeringan buatan. 2. sekarang telah banyak digunakan alat-alat pengering mekanis (buatan). pengadaan alat / mesin pengering membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga biasanya hanya dipakai oleh perusahaan jamu yang sudah cukup besar. tanpa dipengaruhi oleh keadaan cuaca. Dengan diangin . kompor. Prinsip pengeringan buatan adalah sebagai berikut: Udara dipanaskan oleh suatu sumber panas seperti lampu. Alat yang Digunakan dalam Pengeringan Untuk mengurangi kerugian – kerugian yang ditimbulkan saat pengeringan . Dengan prinsip ini dapat diciptakan suatu alat pengering. dengan hasil yang cukup baik. tekanan dan aliran udaranya dapat diatur. b. yaitu dengan menggunakan suatu alat atau mesin pengering yang suhu kelembaban.yang sederhana.

tetapi dapat pula digunakan uap panas yang dialirkan melalui pipa-pipa. Pengering berbentuk silindris ( drum dryer) Pengering ini digunakan untuk mengeringkan zat-zat berbentuk cairan. dan karena silinder . Alat ini dilengkapi 2 silinder. Ruang pengeringan lebih luas lagi sehingga dapat digunakan untuk mengeringkan lebih banyak bahan. 4. Alatnya terdiri dari pipa silinder yang besar. bagian dalamnya berfungsi menampung dan mengalirkan uap panas. ada yang hanya satu ada yang dua. rak-rak ditempatkan secara tersusun dalam alat dan dengan penyebaran udara panas kedalamnya selama waktu yang telah ditentukan.sayap (kipas) yang mengalirkan secara teratur udara panas disamping berfungsi pula sebagai pengaduk biji. jagung. Berikut ini adalah macam-macam alat pengering. Bentuk alat pengering beraneka ragam disesuaikan dengan bahan hasil pertanian yang akan dikeringkan. Bagian dalam alat yang berbentuk silindris ini. tetapi lebih luas dan besar. Pengering berbentuk terowongan (tunnel dryer) Prinsipnya tidak berbeda dengan kedua pengering di atas. Dengan adanya sayap-sayap tersebut bahan seolah-olah diaduk sehingga pemanasan merata dan akhirnya diperoleh hasil yang lebih baik.adalah udara panas yang kering (tidak mengandung uap air). sehingga dengan cara demikian pengeringan berlangsung merata dengan memuaskan. pengeringan akan berlangsung dengan baik mendekati pengeringan sempurna dengan sinar matahari. Masing. Melalui antara sayap-sayap tersebut dialirkan udara panas yang kering sementara silinder pengering berputar. yang satu ditempatkan di bagian dekat pemasukan bahan yang akan dikeringkan dan yang satu lagi di bagian dekat tempat pengeluaran bahan hasil pengeringan. Pengering berbentuk “kiln” Alat pengering ini hampir sama dengan alat pengering kabinet. misalnya kedelai. Pengering yang dapat berputar (rotary dryer) Alat ini kebanyakan untuk mengeringkan bahan berbentuk biji-bijian. Cairan yang akan dikeringkan disiramkan pada silinder pengering tersebut dan akan keluar secara teratur dan selanjutnya menempel pada permukaan luar silinder yang panas sehingga mengering. 2. padi dan lain-lain. Satu alat pengering kabinet rata-rata memiliki 3 atau 4 rak sebagai wadah atau tempat hasil tanaman yang akan dikeringkan. Alat ini mempunyai pipa-pipa pemanas yang ditempatkan pada bagian bawah (lantai) dan pada bagian atas (atap) ruangan.bijian yang dalam proses pengeringan. Pengering berbentuk kabinet. misalnya susu atau air buah. dan sebagainya. 5.masing silinder tersebut berhubungan dengan sayap. semacam sayap yang banyak. Alat pengering ini memiliki rak-rak untuk menempatkan bahan yang akan dikeringkan. 3. yaitu: 1.

Ada bahan yang langsung dikeringkan di bawah sinar matahari. dan ada pula pengeringan lambat atau pemeraman terlebih dahulu setelah panen. Dengan demikian air akan dapat menguap sehingga bahan dapat kering menjadi bubuk atau powder. Kelebihan pengeringan dengan alat pengering mekanis antara lain: a. e. Pengering dengan sistem penyemprotan (spray dryer) Jenis pengering ini juga digunakan untuk mengeringkan bahan berbentuk cairan. Perlakuan Terhadap Pengeringan Hasil Tanaman Perlakuan pengeringan untuk menghindari atau mengurangi hasil tanaman dari kerusakan. misalnya tembakau dan jagung. Tetap harus dilakukan pengontrolan yang teratur agar batas kering yang dipersyaratkan tidak terlampaui. Penggunaan alat pengering buatan merupakan salah satu alternatif . disesuaikan dengan bahan yang dikeringkan dan hasil yang dikehendaki. Waktu yang diperlukan untuk mengeringkan relatif lebih singkat. yang umum dilakukan ada dua macam cara. Dengan adanya keragaman dalam bentuk bahan baku simplisia maka ada perbedaan cara mengeringkan pada masing-masing bahan tersebut. c. 4. dan sebagainya yang lebih sering dinamakan pengeringan mekanis. uap panas. Suhu dapat diatur. Pada prinsipnya cairan disemprotkan melelui sebuah alat penyemprot (sprayer) ke dalam ruangan yang panas.tepung yang menempel akan terkerik dan berjatuhan masuk ke dalam penampung. Dengan alat pengering mekanis di atas hasil pengeringan berkualitas baik meskipun kalau dibandingkan dengan hasil pengeringan sinar matahari kualitas kering tersebut belum sebanding baiknya. b. Tidak memerlukan banyak tenaga. Ada pula yang pengeringannya dengan cara digantungkan. Pengeringan dapat juga dilakukan dengan cara bahan ditempatkan pada rak-rak yang dibuat khusus untuk pengeringan.tersebut berputar dan di bagian atas terdapat pisau pengerik (skraper) maka tepung. yaitu pengeringan dengan sinar matahari dan pengeringan dengan udara panas. Tidak memerlukan tempat yang luas d. sehingga didapat tepung sari hasil tanaman yang kering dan memuaskan. 6. dikeringkan dibawah naungan. sebab bila terlampau kering dapat menimbulkan kerusakan. Hasil yang diperoleh mempunyai mutu yang baik meskipun kadang-kadang mutunya lebih rendah daripada pengeringan sinar matahari.

Pengirisan rimpang dilakukan tanpa dikuliti terlebih dahulu untuk memperkecil penguapan minyak atsiri yang terkandung di dalamnya. ketumbar dan kapulaga. harus diperlakukan secara hati-hati untuk melindungi warna. bengle. bahan harus sering dibolak-balik untuk menghindari fermentasi yang menyebabkan bahan menjadi busuk. Ketebalan yang dianjurkan adalah 7 . d) Bahan yang berasal dari rimpang (rhizoma) Bahan yang berasal dari rimpang seperti jahe. dan sambiloto. atau rodensia. seperti daun tempuyung. Penanganan yang benar tersebut harus sudah dimulai sejak masa pemanenan. Bila cuaca tidak menentu sebaiknya digunakan alat . temulawak dan kunyit harus diiris.6 mm. Arah irisan dapat melintang atau membujur setelah dicuci bersih. pengeringan matahari lebih menguntungkan. kencur. Pengirisan sebaiknya menggunakan pisau tahan karat. Lantai tempat penjemuran sebaiknya dialasi dengantikar atau anyaman dari bambu. a) Bahan yang berasal dari daun (folium) Pengolahan bahan tanaman yang berupa daun. serta kandungan zat berkhasiat dan senyawa kimianya. Selanjutnya daun dilayukan dibawah naungan dan tidak dijemur langsung dibawah sinar matahari.600 Celcius. Bila menggunakan alat pengering buatan maka suhu perlu dijaga anatara 50 .untuk mendapatkan bahan olahan yang lebih baik karena terhindar dari kontaminasi debu. kumis kucing. Bila penanganannya salah akan mengakibatkan perubahan warna atau bahkan tercemar mikroba. c) Bahan yang berasal dari buah (fructus) atau biji (semen) Bahan yang berupa biji-bijian biasanya setelah panen dapat langsung dijemur tanpa dikupas terlebih dahulu. seperti adas. burung. Berikut ini cara pengeringan beberapa bahan tanaman obat. Ketebalan penumpukkan bahan waktu penjemuran maksimum antara 3 . Untuk memperkecil kehilangan senyawa-senyawa yang mudah menguap sebaiknya pemanenan daun dilakukan pada pagi atau sore hari. aroma.8 mm dan setelah dijemur atau kering ketebalannya menjadi 5 . Pada waktu penjemuran. serangga.4 cm. Dari segi biaya. Untuk mempertahankan supaya daun tetap segar sebelu dikeringkan maka penyimpanan harus dilakukan pada suhu rendah atau dibawah 100 Celcius. tetapi dari segi kualitas penggunaan alat pengering buatan akan menghasilkan simplisia yang lebih baik. b) Bahan yang berasal dari kulit (cortex) dan akar (radix) Kulit kayu dan akar dapat langsung di jemur dibawah sinar matahari setelah dibersihkan dari kotoran yang melekat. Daun-daun segar mudah mengalami kerusakan selama pengolahan. Untuk mencegah terjadinya fermentasi atau berjamur maka sebaiknya daun disimpan dalam keadaan kering pada kondisi dingin. Pada waktu penjemuran bahan jangan ditumpuk terlalu tinggi.

Untuk itu. e) Bahan yang berasal dari bunga (Flos) Pemanenan terhadap bunga sebaiknya dilakukan pagi hari atau sore hari untuk menghindari kehilangan senyawa-senyawa yang mudah menguap. dirajang setebal 3 – 5 mm.pengering buatan yang dirancang dengan bantuan panas matahari atau panas buatan. f) Bahan herba Sama dengan pengeringan daun. dipotong – potong baru dijemur Sama dengan batang Dimanfaatkan segar atau diperlakukan seperti rimpang Bias dijemur di bawah sinar matahari langsung Sama dengan batang Sama dengan batang Sama seperti daun dengan minyak menguap atau digunakan dalam bentuk segar Sama seperti rimpang atau digunakan dalam bentuk segar . diusahakan bunga tidak dijemur langsung di bawah sinar matahari. dikeringkan tidak dengan sinar matahari langsung (diangin – anginkan atau dijemur dengan tutup berupa kain hitam) Herba Rimpang (rhizome) Batang (tuber) Akar (radix) Buah (fructus) Biji (semen) Kulit (cortex) Kayu (lignum) Bunga (flos) Umbi (bulbus) Sama dengan pengeringan daun Rimpang segar dibersihkan dari tanah. 2004) Jenis Simplisia Daun (folium) Daun dengan minyak menguap Cara Pengerjaan Dilayukan dulu baru dijemur Dilayukan dulu. Alat pengering hasil rekayasa Balittro yang menggunakan tenaga surya menghasilkan kisaran suhu antara 36. Batang dibersihkan. Untuk menghindari berubahnya warna bunga menjadi coklat maka selama pelayuan sebaiknya bahan sering dibalik.3-45. Setelah dipanen. Apabila ruangan yang digunakan aerasi udarnya cukup baik maka dalam waktu dua hari bunga sudah cukup kering.60 celcius dan kelembaban nisbi 30-40 %. dipotong-potong kemudian dijemur h) Bahan umbi (bulbus) Sama seperti rimpang atau digunakan dalam bentuk segar (sepert bawang merah dan bawang putih). g) Bahan batang (tuber) Batang dibersihkan. Berikut tabel cara pengeringannya (Sadewo. tetapidilayukan dibawah naunga. bunga biasanya mudah menjadi kering. baru dijemur.

Suhu mesin tidak boleh melebihi 520 celcius. menerangkan bahwa saat material tanaman obat disiapkan untuk tahap pengeringan. karena jika suhu sangat tinggi kemungkinan selsel dalam bunga akan pecah/rusak. 1995). Pada Farmakope Indonesia Edisi IV menerangkan bahwa Simplisia nabati dan simplisia hewani tidak boleh mengandung organisme pathogen dan harus bebas dari cemaran mikroorganisme.   5. Kemudian dapat dikeringkan lagi dibawah sinar matahari sampai “kering patah”. tidak boleh lebih dari 2%. Pengeringan dapat dilakukan dengan mesin pengering kelemahannya tidak dapat mencapai “kering patah”. cemaran atau mikroba dengan pemberian bahan atau penggunaan cara yang sesuai. Simplisia tidak boleh menyimpang bau dan warna. bahan penganggu harus dihilangkan hingga seminimal mungkin untuk mencegah pertumbuhan kapang atau infeksi dari mikroba lainnya sesuai dengan yang tercantum dalam farmakope atau monografi lainnya. dan binatang lain maupun kotoran hewan. Cara yang sesuai di atas tersebut. salah satunya melalui pengeringan. . serangga.(Anonim. dan dijemur dibawah sinar matahari.(seperti bawang merah dan bawang putih) Contoh pengeringan: Pada Bunga Cengkeh  Cengkeh diperam selama satu malam agar pengeringan lebih cepat selain itu warnanya juga lebih hitam dan mengkilap walaupun waktu pengeringan singkat. sehingga tidak meninggalkan sisa yang membahayakan kesehatan. Jumlah benda anorganik asing dalam simplisia nabati dan simplisia hewani yang dinyatakan sebagai kadar abu yang tidak larut dalam asam. tidak boleh mengandung lendir atau menunjukkan adanya kerusakan. sedangkan bila dirajang cengkeh akan hancur menjadi tepung sehingga minyak atsirisnya akan keluar (kelenjar minyak pada bunga telah rusak). Namun kelemahannya rendemen cengkeh kering sedikit berkurang. Pengawetan simplisia nabati atau simplisia hewani harus dihindarkan dari serangga atau. Pengeringan pada tampah atau tikar bambu. keuntungannya dapat disimpan sampai satu bulan tanpa merusak kualitas cengkeh. Peraturan tentang Pengeringan Berdasarkan WHO guidelines on good agricultural and collection practices (GACP) for medicinal plants Bab Common technical aspects of good agricultural practices for medicinal plants and good collection practices for medicinal plants tentang pengeringan. Dalam Farmakope Indonesia Edisi IV. Dan bila direndam tidak dapat menyerap air. kecuali dinyatakan lain.

ditempatkan pada lapisan tipis pada tempat pengeringan.tiap hasil tanaman . Sedangkan metode dan temperatur yang digunakan untuk pengeringan kualitas dari hasil simplisia. dan temperatur sebaiknya dijaga di bawah 600C. disesuaikan dengan bahan hasil pertanian yang akan dikeringkan.WHO menerangkan dalam GACP. Perlakuan pengeringan yang tepat dan sesuai untuk tiap . asap. dengan peng-oven-an. bahwa Tanaman obat dapat dikeringkan dengan beberapa cara yakni di udara terbuka (di bawah sinar matahari langsung). dan terhindar dari pertumbuhan kapang dan mikroba lainnya. 2. dsb. sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. atau gas berbahaya lainnya. kontak antara material. Cara pengeringan. propane. Jika digunakan sumber panas lain selain api. Selain itu. dan tanaman obat harus dihindari. KESIMPULAN 1. melalui 2 cara yakni pengeringan alamiah dan pengeringan bauatan b. microwave. dibakar. Jika memungkinkan. dapat mempengaruhi sumber panas untuk pengeringan harus diminimalisir dari adanya campuran gas butane. Pengeringan bertujuan untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak. WHO juga menetapkan bahwa tempetur dan kelembaban harus dikontrol untuk mencegah bahaya yang dapat ditimbulkan dari adanya konstituen kimiawi yang aktif. Alat pengeringan. E. Parameter yang perlu diperhatikan dalam tahap pengeringan agar diperoleh simplisia yang baik dan berkualitas di antaranya : a. c.

Jakarta. Farmakope Indonesia Edisi IV. 2001. Syukur. Soewedo dan Soehardi. Sadewo. 1996. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2004. Penanganan Lepas Panen. 1995. Jakarta. . Norman W. Depkes RI. Cheppy. Cara Pembuatan Simplisia. Penebar Swadaya. Depkes RI. Syamsulbahri. 1988. Jakarta. Teknologi Pengawetan Pangan. Gadjah mada University Press. Anonim. 1980. Yogyakarta. Yogyakarta. Tanaman Obat Populer Penggempur Aneka Penyakit. Desrosier. 1985. Argomedia Pustaka. Jakarta. Bambang. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. edisi 1. Hadiwiyoto. Jakarta. Budidaya Tanaman Obat Komersial. UI Press.F.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful