Bab VII Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja

Sinopsis: Bab ini menyediakan pengetahuan tentang pengamatan, keselamatan, dan kesehatan kerja, mencakupi kecelakaan kerja, kebersihan air minum dan makanan ransum yang disediakan oleh kantor; ventilasi dan pendinginan udara untuk kerja. Kompetensi 1. Mengikuti prosedur keamanan, dan pengetahuan tentang pengamanan keselamatan, keselamatan kerja, dan kesehatan kerja, peralatan ventilasi dan pendinginan udara untuk ruang kerja. 2. Menggunakan peralatan kantor. Inti dari Bab II Pengetahuan tentang pengamanan dan kesehatan kerja; peralatan ventilasi dan pendinginan udara untuk ruang kerja.

Kompetensi dan isi bab 1. Pengetahuan tentang pengamanan dan kesehatan kerja membentuk kompetensi bekerja dengan mengikuti prosedur keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja. 2. Pengetahuan dan keterampilan tentang peralatan ventilasi dan pendinginan udara untuk ruang kerja membentuk kompetensi menggunakan peralatan kantor secara benar dan tepat.

Kata-Kata Kunci pengamanan, keamanan, keselamatan, kesehatan, kecelakaan, kebersihan, ventilasi, pendingin udara.

201

7.1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja perlu diperhatikan dalam lingkungan kerja, karena kesehatan merupakan keadaan atau situasi sehat seseorang baik jasmani maupun rohani sedangkan keselamata kerja suatu keadaan dimana para pekerja terjamin keselamatan pada saat bekerja baik itu dalam menggunakan mesin, pesawat, alat kerja, proses pengolahan juga tempat kerja dan lingkungannya juga terjamin. Apabila para pekerja dalam kondisi sehat jasmani maupun rohani dan didukung oleh sarana dan prasarana yang terjamin keselamatannya maka produktivitas kerja akan dapat ditingkatkan.

7.1.1. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Istilah kesehatan mencakup kedua istilah, yaitu resiko keselamatan dan resiko kesehatan. Keselamatan kerja menunjukkan kondisi yang aman atau selamat dari resiko penderitaan, kerusakan atau kerugian di tempat kerja. Resiko keselamatan merupakan aspek-aspek dari lingkungan kerja yang dapat menyebabkan kebakaran, ketakutan aliran listrik, terpotong, luka memar, keseleo dan lain sebagainya. Semua itu sering dihubungkan dengan perlengkapan perusahaan atau lingkungan fisik dan mencakup tugas-tugas kerja yang membutuhkan pemeliharaan dan latihan. Sasaran utama keselamatan kerja adalah tempat kerja. Tujuan keselamatan kerja adalah: 1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktifitas nasional. 2. Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja. 3. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.

202

Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri dari waktu kebakaran 5.Syarat-syarat keselamatan kerja adalah: 1. Karena hasil kerja seseorang akan ditentukan oleh kondisi kesehatan tiap-tiap individu (masyarakat) itu sendiri. dan pelayanan kesehatan. Memberikan pertolongan pada kecelakaan 6. Kesehatan kerja adalah suatu keadaan para pekerja/masyarakat pekerja dimana kondisi jasmani dan rohani dalam keadaan bebas dari berbagai macam penyakit yang diakibatkan oleh berbagai macam faktor pekerjaan dan lingkungan kerja. yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu sendiri. kantor dan sebagainya) dan menjadi pasien dari kesehatan kerja ialah masyarakat pekerja dan masyarakat sekitar perusahaan tersebut. Memberi alat-alat perlindungan dari pada para pekerja. Kesehatan kerja adalah merupakan aplikasi kesehatan masyarakat di dalam suatu tempat kerja (perusahaan. mengurangi dan memadamkan kebakaran 3. Mencegah. perilaku. lingkungan. Dalam dunia industri. Mencegah dan mengurangi kecelakaan 2. baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat. Banyak factor yang mempengaruhi kesehatan. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan 4. Keempat faktor tersebut saling berpengaruh satu sama lainnya. bilamana keempat faktor tersebut secara bersama-sama mempunyai kondisi yang optimal. kesehatan juga sangat berpengaruh sekali terhadap pencapaian tujuan/hasil. Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang kompleks. antara lain: keturunan. pabrik. maka status kesehatan akan tercapai secara optimal. 203 . Ciri pokok dalam kesehatan kerja adalah upaya preventif dan promotif.

Agar para pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehataan setinggi tingginya. petani. yaitu: 1. 3.Pedoman dalam kesehatan kerja adalah “Penyakit dan kecelakaan akibat kerja dapat dicegah”. 5. Sebagai alat untuk mencegah derajat kesehatan. baik individual maupun sosial dengan usaha-usaha preventif dan kuratif terhadap penyakit-penyakit/gangguan-ganguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum. pegawai negeri dan sebagainya. 204 . Maka upaya pokok kesehatan kerja ialah pencegahan kecelakaan akibat kerja. Perawatan dan mempertinggi efisiensi dan produktifitas tenaga kerja. Upaya promotif berpedoman dengan meningkatkan kesehatan pekerja akan meningkatkan juga produktivitas kerja. 2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan dan gizi tenaga kerja. nelayan. derajat kerja setinggi-tingginya ( tenaga kerja di sini mencakup: buruh. karyawan. Tujuan dari kesehatan kerja adalah: 1. baik fisik maupun mental. 2. Kesehatan kerja juga mengupayakan agar perusahaan tersebut dapat mencegah timbulnya penyakit yang diakibatkan oleh limbah atau produksi perusahaan tersebut. Perlindungan masyarakat luas dari bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh produk-produk perusahaan. Pemberantasan kelelahan kerja dan meningkatkan kegairahan serta kenikmatan kerja. 4. Hakekat kesehatan kerja menjadi dua hal. Alat untuk meningkatkan produksi yang berlandaskan kepada peningkatan efisiensi dan produktifitas. pekerja sector nonformal.

yang dikarenakan penyakit endemis dan parasit. penyakit seperti keracunan bahan kimia. cacat dan kematian sebagai akibat kerja. 205 . Lingkungan kerja yang kurang membantu untuk produktivitas optimal tenaga kerja. penyakit alat pernapasan seperti flu dan bronchitis. 4. ginjal dan sebagainya. keselamatan kerja dinilai sebagai sarana utama untuk mencegah kecelakaan. Alat-alat harus diperiksa tiap-tiap minggu atau bulan untuk menilai bahaya-bahaya yang mungkin timbul (antara lain harus dilakukan pengambilan sample udara dan juga pemeriksaannya di laboratorium). kemampuan pengupahan yang rendah dan beban kerja terlalu besar. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja untuk mengetahui kemungkinan sakit pernapasan menahun. usaha-usaha yang harus diperhatikan adalah: 1. Fasilitas yang ada di perusahaan belum memenuhi standar. penyakit endemik (cacar. Kondisi-konsdisi kesehatan yang menyebabkan rendahnya produktivitas kerja antara lain adalah sebagai berikut: 1. 5. 3. seperti keadaan suhu. Keadaan gizi buruk pada buruh. Untuk memperoleh kesehatan yang baik. kelembaban dan gerak udara yang memberikan suhu efektif di luar kenikmatan kerja. Penyakit akibat kerja. kolera) dan penyakit parasit (disebabkan karena cacing). Keselamatan kerja yang baik merupakan pintu gerbang bagi keamanan tenaga kerja. 2. 6. Pekerja yang pekerjaannya menghadapi bahaya harus diperiksa kesehatannya setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali. kurangnya pengertian tentang gizi. gangguan mental psikologis akibat kerja.Dalam hubungan kondisi-kondisi dan situasi di Indonesia. 3. 2. Kesejahteraan tenaga kerja yang kurang baik dikarenakan pengupahan yang rendah. penyakit yang paling banyak adalah penyakit infeksi. Penyakit umum.

tanaman atau barang. keracunan. 7. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja. Kecelakaan kerja dapat mengakibatkan seseorang menjadi cacat atau luka. Kecelakaan Kerja Kecelakaan kerja adalah suatu kecelakaan yang terjadi pada saat seseorang melakukan pekerjaan. 10. 14. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. 4. Memberikan kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya. Memelihara kesehatan dan ketertiban. baik fisik maupun psikis. 9. 5.2. Kecelakaan kerja merupakan peristiwa yang tidak direncanakan yang disebabkan oleh suatu tindakan yang tidak berhati-hati atau suatu keadaan yang tidak aman atau kedua-duanya. lingkungan. 16. alat kerja. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang. 3. di antaranya adalah: 206 . Mencegah dan mengurangi peledakan. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. cara dan proses kerjanya.Syarat-syarat kesehatan kerja (menurut UU Nomor 1 Tahun 1970) antara lain adalah sebagai berikut: 1. Mencegah dan mengurangi kebakaran. 8. 2. 6. perlakuan dan penyimpanan barang. 7. Menyelenggarakan suhu dan kelembaban udara yang baik. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. infeksi dan penularan. Jika seorang pekerja mendapat kecelakaan kerja biasanya kemampuan untuk mencari nafkah hilang untuk sementara waktu. Mencegah dan mengurangi dan memadamkan kebakaran. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. 13. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja. Sebab-sebab yang memungkinkan terjadinya kecelakaan dan gangguan kesehatan pegawai. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. 11. 12. 15. Kecelakaan kerja terjadi pada seseorang karena pegawai bertindak tidak hati-hati dan sering membuat keadaan yang tidak aman. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja.1. binatang. Memberi pertolongan pada kecelakaan.

Pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya. Pemakaian peralatan kerja. a. a. Tak terduga. Bahaya pekerjaan adalah factor-faktor dalam hubungan pekerjaan yang dapat mendatangkan kecelakaan. lebih-lebih dalam bentuk perencanaan. b. 4. Emosi pegawai yang tidak stabil. b. Pengaturan udara. Suhu yang tidak dikondisikan pengaturannya. a. 5. Jika kecelakaan telah terjadi. a. b. Penggunaan mesin. debu dan bau tidak enak). Ruang kerja yang kurang cahaya. motivasi kerja rendah. 3. Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak. jika faktor-faktor tersebut belum mendatangkan kecelakaan. 207 . Hubungan kerja di sini dapat berarti. remang-remang. Kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan berhubungan dengan hubungan kerja pada perusahaan. kurang cermat dan kurang pengetahuan dalam menggunakan fasilitas kerja terutama fasilitas kerja yang membawa resiko berbahaya. stamina pegawai yang tidak stabil. Penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang berbahaya kurang diperhatikan keamanannya. Kecelakaan adalah kejadian yang tak terduga dan tidak diharapkan. b. sikap pegawai yang ceroboh. bahwa kecelakaan terjadi karena oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan. b. oleh karena di belakang peristiwa itu tidak terdapat unsur kesengajaan. Kondisi fisik dan mental pegawai. Keadaan tempat di lingkungan kerja.1. c. Pengaturan penerangan. Bahaya tersebut disebut potensial. alat elektronik tanpa pengaman yang baik. Pengaturan dan penggunaan sumber cahaya yang tidak tepat. maka bahaya tersebut sebagai bahaya nyata. Pengamanan peralatan kerja yang sudah usang atau rusak. kepribadian pegawai yang rapuh. 2. Kerusakan alat indra. cara berpikir dan kemampuan persepsi yang lemah. a. Penggantian udara yang tidak baik (ruang kerja yang kotor.

patah tulang b. rengang otot d. seperti: 1) pembangkit tenaga 2) mesin-mesin penyalur 3) mesin-mesin untuk mengerjakan logam 4) mesin-mesin untuk mengolah kayu b. 3. terjepit oleh benda. Kerusakan. Mesin. d. Keluhan dan kesedihan. tertimpa benda jatuh. tertumbuk atau terkena benda-benda. 2. Kematian. b. Ada 5 jenis yang disebabkan oleh kecelakaan akibat kerja. c. luka bakar 208 . Peralatan lain 1) bejana bertekanan 2) instalasi pendingin 3) alat-alat listrik 3. seperti: a. yaitu: 1. Kelainan dan cacat. dislokasi/keseleo c. Klasifikasi menurut sifat luka atau kelainan. e. Kekacauan organisasi. Klasifikasi kecelakaan akibat kerja menurut Organisasi Perburuan Internasional tahun 1962. 2.Dengan adanya kecelakaan/bahaya akibat kerja dapat menyebabkan kerugian-kerugian. amputasi e. Klasifikasi menurut penyebab a. 5. 4. Klasifikasi menurut jenis kecelakaan seperti: a. pengaruh suhu tinggi. Alat angkut dan alat angkat 1) mesin angkat dan peralatannya 2) alat angkutan di atas rel 3) alat angkutan udara c. terjatuh. adalah sebagai berikut: 1.

3. Bagian luar gedung mencakup seluruh area ruangan terbuka di luar gedung. juga gudang-gudang untuk menimbun bahan baku. b. Keadaan gedung dan halaman yang tidak menyebabkan kecelakaan dan ledakan-ledakan. Sementara bagian dalam gedung meliputi lantai dinding. atap gedung dan mesin-mesin serta alat-alat untk bekerja. 4. Persediaan air yang baik sesuai dengan syarat-syarat kegunaannya. terutama halaman-halaman dan jalanan. 209 . 2. yaitu air minum. 5. Keadaan yang tidak menimbulkan bersarangnya nyamuk dan lalat. untuk mandi. Kebersihan Kebersihan perusahaan meliputi kebersihan luar dan dalam gedung. segi-segi kebersihan meliputi sebagai berikut: 1. Kecelakaan-kecelakaan diselidiki dengan maksud sebagai berikut: a. Pembuangan sampah dan air sampah yang baik. 7.4. Keadaan WC (Water Closet) yang baik. untuk proses produksi dan air untuk mengalirkan kotoran-kotoran atau sampah-sampah industri.3. Secara rinci. Mencegah berulangnya peristiwa serupa.1. Menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian kecelakaan.

Kebersihan merupakan syarat utama bagi pekerja agar tetap sehat dan dalam pelaksanaannya tidak banyak memerlukan biaya. gang dan tangga harus selalu dibersihkan setiap hari. Untuk menjaga kebersihan dalam suatu ruangan/lingkungan kantor harus selalu disediakan tempat sampah dalam jumlah yang cukup. untuk menjaga kesehatan semua ruangan hendaknya tetap dalam keadaan bersih. pakaian dan perumahan. maka wadah itu harus tertutup rapat dan tidak diperbolehkan memakai gelas yang sama. Karena binatang tersebut merupakan penyebab penyakit.Derajat kesehatan yang tinggi tidak cukup hanya dicapai dengan usaha khusus medis saja. Terutama apabila ada kaleng-kaleng bekas harus selalu dibuang untuk mencegah penyakit. Tempat minum harus disediakan untuk pekerja-pekerja menurut bentuk yang telah ditentukan oleh yang berwenang dalam perbandingan untuk tiap-tiap 100 pekerja. Karena kototan-kotoran yang menumpuk akan menimbulkan berbagai penyakit yang akan mengganggu kesehatan pribadi kita. bersih dan bebas hama. Kalau dipakai wadah air minum. tidak bocor dan dibersihkan dengan mudah. Penumpukan abu dan kotoran tidak boleh terjadi.1. Oleh karena itu semua ruangan kerja. Ruangan kerja harus bebas dan bersih dari tikus. Semua tempat kerja sedapat mungkin harus dibersihkan dan ditutup untuk mencegah datangnya serangan dan nyamuk.3. Bahkan buangan dan sisa diupayakan disingkirkan di luar jam kerja untuk menghindari resiko terhadap kesehatan. tapi titik berat justru di bidang lain. serangga dan binatang lainnya. yaitu pangan.1 Air Minum Pada semua tempat kerja harus disediakan air bersih yang sumber dan cara pengalirannya disahkan oleh instansi yang ditunjuk untuk mengesahkannya. Air minum harus dijaga kebersihannya. Terutama dalam menjaga kebersihannya. Oleh karena itulah harus selalu menjaga kebersihan dan kesehatan seperti dalam pepatah bahwa “ Kebersihan adalah pangkal kesehatan”. 7. air minum yang bersih dari sumber yang sehat secara teratur hendaknya diperiksa dan disediakan secara cuma-cuma dekat dengan 210 .

tempat kerja. Biasanya untuk mengkonsumsi makanan yang bersih. 211 .3. 5.1. Terutama air putih. Para pekerja tidak diperbolehkan makan dalam ruangan kerja. 3. dirawat dan dijalankan sesuai dengan peraturan-peraturan kebersihan. 4. yaitu: 1. Semua pegawai yang melayani makanan dan minuman harus bebas dari penyakit-penyakit menular dan kesehatannya harus diperiksa pada waktu-waktu tertentu menurut peraturan Departemen Kesehatan. kantin itu harus dibuat. 7. 2. Makanan Pada saat istirahat para karyawan harus makan siang di lingkungan pekerjaan. bervariasi dan bernilai gizi tinggi. hal-hal yang harus diperhatikan. kotoran dan binatang pengerat. Cucilah tangan sebelum makan. maka harus disediakan ruang makan yang cukup luas sehingga semua pekerja dapat makan sekaligus atau bergelombang. air yang kotor akan menyebabkan berbagai macam penyakit. Dapur. Kalau dalam tempat kerja diadakan kantin makan. sebab di tempat-tempat itulah biasanya terdapat bahan-bahan beracun atu bahanbahan yang dapat membahayakan kesehatan. 6. tempat makan dan alat-alat untuk keperluan makan harus bersih dan memenuhi syarat kesehatan. Cucilah alat masak atau alat makan serta alat minum sebersih mungkin. Untuk menjaga kebersihan makanan yang kita makan. hindari dari serangga. Simpanlah makan dengan baik. Makan makanan yang banyak mengandung selulosa atau sayuran yang berserat tinggi.2. Biasanya makan teratur. Air minum dan makanan yang dihidangkan harus bersih dan sehat. Air yang bersih menjadikan kita tetap sehat.

bejana-bejana dan lain-lain). 2. minuman beralkohol dan daging kambing. Proses yang selamat. Lingkungan kerja. Manusia. 4. sanitasi dan suhu udara). cahaya. 3. aturan-aturan kerja). e. mengadakan pemeriksaan kesehatan dan menyelaraskan keadaan fisik atau kemampuan seseorang dengan bidang kerja atau alat yang digunakan.Laksanakan persiapan dan pengolahan makanan dengan baik dan benar. Keju. memperbaiki cara kerja melalui pelatihan/pendidikan. pedomanpedoman pelaksanaan kerja. lubang ventilasi dan laintai yang baik). pakaian kerja. Menggunakan alat pelindung. Meningkatkan pemeliharaan rumah tangga (penimbunan. Memelihara keadaan gedung sehingga keselamatan kerja terjamin (memiliki alat pemadam kebakaran. peralatan kerja yang cukup. pengaturan mesin. pintu keluar darurat. bawang putih. meningkatkan tanggung jawab terhadap pekerjaan. Contoh Alat pelindung kerja adalah helm kerja. penerangan. a. d. Cara bekerja dengan aman dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini: 1. Merencanakan lingkungan kerja dengan bak (pengaturan operasi. Jenis pekerjaan tertentu mengharuskan para pekerjanya untuk memakai alat pelindung kerja. sarung tangan dan lain-lain. Mengusahakan lingkungan agar memenuhi syarat-syarat lingkungan kerja yang baik (ventilasi. Mengadakan perawatan terhadap mesin-mesin dan alat-alat kerja. pengaturan tempat untuk mesin. c. yaitu dengan meningkatkan kecakapan dan kedisiplinan pekerja. Membatasi makanan yang terlalu merangsang bau badan. b. 5. 212 . seperti bawang merah. kacamata. Kurangnya perawatan terhadap mesin-mesin dan alat-alat kerja sering mengakibatkan bencana besar yang mengancam keamanan dan keselamatan kerja (contoh: Peledakan mesin-mesin disel).

Mengusahakan udara yang cukup dalam ruang kerja. 3. Yang penting dalam faktor udara adalah suhu udara dan banyaknya uap air pada udara itu. 2.4. Menurut Prof. 2. 3. Dengan mengatur udara yang tepat dan baik maka akan diperoleh keuntungan-keuntungan di antaranya: 1. Kesehatan pegawai terpelihara dengan baik. karena udara panas membuat orang mudah mengantuk. bahwa “beban panas yang berlebihan dapat menurunkan prestasi kerja”. terutama bagi pekerja yang menghendaki ketelitian. bagaimana seorang pegawai selalu mendapatkan atau menghirup udara segar. Untuk mengatasi udara yang panas dan lembab perlu diperhatikan hal berikut: 1.1. Mengatur suhu udara dalam ruang kerja dengan alat AC (Air Conditioning). bila tidak orang akan lebih mudah pusing dan produktivitasnya menurun. jendela-jendela dibuka sebanyak mungkin. Ventilasi dan Pendinginan Dalam menata ruangan kantor perlu pula memperhatikan keadaan udara. Demikian pula sewaktu bekerja. 6. Udara panas dan lembab menekan terhadap perkembangan tenaga dan daya cipta seseorang. 5. Kualitas pekerjaan yang lebih baik 4. Soetarman. alat ini merupakan keharusan apabila dikehendaki mutu pekerjaan yang tinggi. Produktivitas kerja yang lebih tinggi. Semangat kerja yang tinggi. Untuk itu maka yang paling mendekati kondisi bekerja dengan enak bagi pekerja ialah udara dengan suhu 25. Hal ini dapat tercapai dengan membuat lubang-lubang udara (ventilasi) yang cukup banyak pada dinding-dinding kamar. Kenyamanan bekerja pegawai terjamin. Kesan yang lebih baik dari tamu.6 derajat celcius. Pekerjaan kantor lebih bersifat pikiran hingga kesegaran udara harus mendapat perhatian. Mengatur pakaian kerja yang sebaik-baiknya dipakai oleh para pekerja.7. 213 . cepat lelah dan kurang bersemangat.

Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. 3. uap atau kabut yang timbul dan disebarkan oleh proses industri harus segera disingkirkan dan jangan dibiarkan menyebar dalam udara di tempat kerja. Tidak adanya penjagaan. Ketiga factor dan radiasi memungkinkan untuk menghitung suhu efektif + ventilasi dapat bersifat alamiah. asap. Pengaruh udara panas dan akibatnya dapat menyebabkan banyak waktu yang hilang karena pegawai tiap kali pergi keluar akibat keadaan kerja yang tidak nyaman. Untuk tiap pegawai yang bekerja disuatu ruangan. sehingga terjadi pergantian udara beberapa kali.2.2. sedikitnya harus mendapat 11. kawat-kawat listrik atau bahan-bahan peledak yang tidak dilindungi atau ditutupi dengan cara tertentu. berupa ventilasi buatan maupun ventilasi yang merupakan kombinasi.1 Keamanan Kerja Keadaan yang tidak aman yang dapat menimbulkan kecelakaankecelakaan dan luka-luka dalam hubungan kerja antara lain: 1. 7. tanggul-tanggul yang tidak diberi ril-ril penjagaan.Ventilasi yang menyeluruh perlu untuk kesehatan dan rasa keserasian para pekerja. Air condition diadakan untuk menolak suhu yang ekstrim atau suhu diatas di bawah rata-rata. oleh karenanya merupakan factor yang mempengaruhi efesiensi kerja. Abu. Keamanan Keamanan kerja adalah keadaan atau situasi aman yang dirasakan oleh seseorang pada saat melakuakan pekerjaan. maka udara segar dan bersih harus disalurkan ke tempat kerja. gangguan pada paruparu. tiap jam pergantian udara berkisar antara 6 kali untuk pegawai sambil duduk dan 10 kali untuk pegawai yang bergerak. seperti: sesak napas. gas. Kelembaban.5 m ruang udara. 2. Karena akan menimbulkan penyakit. Dengan adanya AC (pendingin) akan lebih efesien dalam bekerja. Lajunya perbaikan udara. Suhu efektif atau dengan pendingin udara tergantung dari: 1. Suhu udara. yang dimaksud adalah tempat-tempat yang berbahaya seperti jalan-jalan sempit. 7. 214 .

perlengkapan perlengkapan. tempatnya tidak tepat atau mengaturnya tidak cocok atau dipergunakannya udara kotor untuk pertukaran hawa. di sini termasuk mesin-mesin. Alat bantu yang dapat dipergunakan untuk memberi peringatan tentang keadaan yang tidak aman. pakaian yang robek/penuh minyak.2. 5. misalnya terompet. sistem penganginan yang kapasitasnya tidak sesuai. ikat pinggang pengaman dan alat-alat pengaman perorangan lainnya yang tidak tersedia. cahaya yang berwarna salah (cahaya yang silau atau cara mengatur sistem penerangan yang menimbulkan adanya tempat-tempat remang atau terlalu banyak berbedaan). 4. lampu-lampu 215 . di sini termasuk sepatu-sepatu tua. 7. Model atau konstruksi yang tidak aman. gas-gas atau asap. 3. penerangan yang tidak cukup. Penganginan yang tidak aman. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan tugas kepada seseorang di tempat yang tidak aman tersebut atau dengan cara menempatkan tanda bahaya. Penerangan yang tidak tepat. Penjagaan yang tidak cukup terhadap barang-barang yang berbahaya. bangunan-bangunan perusahaan atau fasilitas-fasilitas yang mempunyai struktur yang tidak aman karena adanya suatu kesalahan lahan dalam rancangan atau konstruksi semula. lonceng. Menyingkirkan segala bahaya. peluit. 2. Yang harus diperbuat terhadap keadaan yang tidak aman adalah: 1. kumpulan uap. berilah peringatan tentang keadaan yang tidak aman itu. termasuk tempat-tempat kerja dan lapangan-lapangan kerja yang tidak teratur. kacamata pengaman. maka sebaiknya kita memindahkan alat itu dan meletakkannya di tempat yang seharusnya. Pakaian yang tidak aman. debu. Aturan yang berbahaya lazimnya dikenal sebagai “pemeliharaan buruk” dalam jenis keadaan tidak aman. Bila tidak mungkin menggunakan alat penjagaan. keadaan panas dan kelembaban yang tidak biasa. 6. pemasangan mesin-mesin dan fasilitas-fasilitas produksi lainnya yang tidak tepat. Peringatan. Bila ada alat pengangkut yang berat terletak pada suatu panggung kerja dan alat itu mudah jatuh dan melukai seseorang. terlalu banyak penerangan.

pakaian kerja. pintu keluar darurat. 3. sanitasi dan suhu udara). pedomanpedoman pelaksanaan kerja. memperbaiki cara kerja melalui pelatihan/pendidikan. yaitu dengan meningkatkan kecakapan dan kedisiplinan pekerja. Meningkatkan pemeliharaan rumah tangga (penimbunan. kacamata. Anjuran. d. Memelihara keadaan gedung sehingga keselamatan kerja terjamin (memiliki alat pemadam kebakaran. pengaturan mesin. penerangan. Kurangnya perawatan terhadap mesin-mesin dan alat-alat kerja sering mengakibatkan bencana besar yang mengancam keamanan dan keselamatan kerja (contoh: Peledakan mesin-mesin disel). bendera-bendera merah atau tanda yang perkataan “bahaya”. Manusia. Kita harus membuat anjuran-anjuran tertentu tentang cara untuk menghilangkan keadaan-keadaan yang tidak aman itu. sarung tangan dan lain-lain. 216 . meningkatkan tanggung jawab terhadap pekerjaan. 4. 2. b. mengadakan pemeriksaan kesehatan dan menyelaraskan keadaan fisik atau kemampuan seseorang dengan bidan kerja atau alat yang digunakan. lubang ventilasi dan lantai yang baik). Conoh Alat pelindung kerja adalah helm kerja. Mengadakan perawatan terhadap mesin-mesin dan alat-alat kerja. Jenis pekerjaan tertentu mengharuskan para pekerjanya untuk memakai alat pelindung kerja. 3. a. peralatan kerja yang cukup. Lingkungan kerja.sinyal. Menggunakan alat pelindung. Cara bekerja dengan aman dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini: 1. cahaya. e. pengaturan tempat untuk mesin). Proses yang selamat. aturan-aturan kerja). Mengusahakan lingkungan agar memenuhi syarat-syarat lingkungan kerja yang baik (ventilasi. garis bercat. c. bejana-bejana dan lain-lain). Merencanakan lingkungan kerja dengan baik (pengaturan operasi.

4. 6. Reaksi kimiawi. Pencegahan senantiasa lebih baik daripada memadamkan kebakaran. 5. Pencegahan Kebakaran Kebakaran yang tidak terduga. Kebakaran dapat terjadi di luar jam kerja ataupun pada jam kerja. 217 . Nyala api dan bahan-bahan yang pijar. Merokok. Kebakaran perusahaan adalah suatu hal yang tidak diinginkan. karena kebakaran perusahaan penderitaan dan malapetaka. Zat cair yang mudah terbakar. sekalipun mereka tidak cedera. 5. 3.7. Penyinaran. 7. Ketatarumahtanggaan yang buruk. Bagi tenaga kerja. khususnya terhadap mereka yang tertimpa kecelakaan dan dapat berakibat kehilangan pekerjaan. kemungkinan terjadi di daerah beriklim panas dan kering. Nyala api terbuka. 4. Percikan api.2. Kabel-kabel listrik. 2. Kebakaran di luar jam kerja berpengaruh pada sosial/ekonomi yang besar.2. Terbakar sendiri. 3. Pihak manajemen dan pengawasan hendaknya diberitahukan tentang apa yang seharusnya dilakukan pegawai jika timbul kebakaran. Peledakan uap dan gas. bahkan di perkantoran akibat dari arus pendek. Peledakan debu atau noktah-noktah cair. Peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan terjadinya kebakaran adalah sebagai berikut: 1. di lingkungan kumuh. 2. tetapi harus ditekan pada pentingnya peralatan dan perlengkapan lainnya untuk pemadaman kebakaran harus dipelihara dalam keadaan baik. Pencegahan kebakaran merupakan salah satu masalah untuk semua yang bersangkutan dan perlu dilaksanakan dengan cepat. 6. Mesin-mesin yang tidak terawat dan menjadi panas. Bahaya-bahaya kebakaran umum terjadi karena hal-hal sebagai berikut: 1.

Pembuatan bangunan yang tahan api. 5. maka matikan listrik. Pencegahan kebakaran dan penanggulangan korban kebakaran dari lima prinsip pokok. 3. sehingga tidak membiarkan diri kita atau orang lain kerugian atau kecelakaan. 4. Apabila kita mendengar alarm kebakaran berbunyi. 218 . 4. semprotkan ke sumber api. Penemuan kebakaran pada tingkat awal dan pemadamannya. Ambil alat pemadam kebakaran tersedia. Pengendalian kerusakan untuk membatasi kerusakan sebagai akibat kebakaran. Pengawasan yang teratur dan berkala. 5. Pencegahan kecelakaan sebagai akibat kecelakaan atau keadaan panik. Laporkan kepada instansi terkait untuk meminta pertolongan melalui telepon 7. Pencegahan Kecelakaan Seorang tenaga kerja harus lebih waspada mengapa penting untuk mencegah kecelakaan. 6. Karena pencegahan kecelakaan sangat penting dilakukan untuk menjaga keselamatan dan keamanan. 7. Selamatkan diri. 3. Selamatkan dokumen-dokumen ataupun barang-barang yang memiliki nilai tinggi.Pencegahan dan penanggulangan kebakaran adalah semua tindakan yang berhubungan dengan pengamatan. yaitu: 1. Mintalah orang-orang untuk tidak panik dan secara teratur untuk menyelamatkan diri dan membantu. Kita harus belajar bagaimana melakukan pekerjaan dengan selamat. 2.3. mengembangkan sejumlah kontrol naluri atas tidakan kita. 2. maka prosedur yang harus diambil untuk mengatasi masalah secara umum adalah: 1.2. pencegahan dan pemadaman kebakaran dan meliputi pelindungan jiwa dan keselamatan manusia serta perlindungan harta kekayaan. Bila belum dapat membantu. Tenangkan diri.

Berikut ini adalah hal-hal yang akan membantu seorang pekerja dalam pelatihan untuk mencegah kecelakaan. Anda harus memperhatikan keselamatan diri. tetapi semua tergantung pada kerja sama setiap orang dalam tempat kerja yang bersih dan rapi. Dalam bekerja harus selalu memperhatikan apa yang dikerjakan. 6. 3. Oleh karena itu sebelum melakukan pekerjaan harus memperhatikan prosedur keselamatan dan keamanan kerja. 1. 5. Bersikap tenang dan tidak terburu-buru dalam melakukan pekerjaan. Kecelakaan dapat dicegah atau diantisipasi dengan menghapus kemungkinan penyebabnya. Laporkan semua kecelakaan atau kerusakan perlengkapan pada atasan. Kesehatan. Pikiran beberapa contoh kondisi tidak aman di tempat kerja. hati-hati dan bertanggung jawab.Dalam melaksanakan pekerjaan seorang pekerja perlu mempunyai kesadaran dalam bersikap waspada untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Perlu adanya pelatihan dalam menggunakan berbagai peralatan kerja dan cara menggunakannya. 2. Menghindari sikap ceroboh. Kerusakan peralatan tangan. 3. keselamatan dan Keamanan dalam bekerja sangat penting sekali bagi para pekerja. diantaranya: 1. dll. Mencegah perkembangan kondisi tidak aman 3. Kondisi pekerjaan yang tidak aman tidak hanya dengan peralatan yang baik. Menggunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar. 219 . Kerja sama pekerja sangat penting dalam pencegahan pengembangan kondisi tidak aman. Gunakan pakaian sesuai dengan jenis pekerjaan. Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kerja dan wilayah kerja agar selalu aman. Lantai licin. 4. Penerangan buruk. Menggunakan peralatan pelindung diri. Untuk dapat bekerja dengan selamat/aman. Tempat kerja kotor dan tidak rapi. maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. 7. 4. Orang-orang yang baik akan bekerja dengan orang yang memperhatikan dan menjaga-jaga. Membuat kebiasaan secara umum agar seorang bekerja aman 2. 2.

Menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dalam pencegahan kecelakaan. Jangan mengganggu siapa saja yang dalam keadaan sedang berkonsentrasi pada pekerjaan. d. kecelakaan yang terjadi harus selalu dilaporkan dengan ketentuan sebagai berikut: pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya. Dalam melakukan tugas pekerjaannya tenaga kerja mempunyai hak dan kewajiban. Semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya. Setiap orang ang berada di tempat kerja harus dijamin keselamatannya. 2. Setiap pekerja berhak memperoleh jaminan atas keselamatan kerja agar terhindar dari kecelakaan. Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang timbul dalam tenaga kerja.4. Tempat kerja dijamin selalu dalam keadaan aman. Alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. Pada prinsipnya dasar-dasar keselamatan dan kesehatan kerja menekankan beberapa hal. Memberi tanda atau memasang rintangan untuk menandai wilayah yang tidak aman. c. 3. yaitu: 1. 2. peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. 7. Pakailah perlengkapan kerja sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakan serta memakai perlindungan diri. 5. Agar dapat bekerja dengan aman. pemberantasan kebakaran. Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya. b. pembinaan itu diantaranya adalah: 1. antara lain: 220 . perlu adanya pembinaan kepada tenaga kerja. Menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang a. 6. Mengetahui apa yang harus dilakukan pada pertolongan pertama. Menurut undang-undang keselamatan kerja.

Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. Asuransi. 5. Penelitian bersifat teknik. 5. 8. 4. 3. Peraturan perundangan. 2. Pemeliharaan hubungan industri yang baik. apakah sebab itu merupakan sebab teknis atau sebab yang datang dari manusia. Standarisasi. maka kita perlu memahami prosedur keselamatan dan keamanan yang berlaku di Indonesia. Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. Untuk mengetahui prosedur pencegahan agar tujuan K3 dapat tercapai. Upaya ke arah itu terlampau beraneka ragam untuk dibahas yakni mencakup upaya memenuhi peraturan dan standar teknis. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau ahli keselamatan kerja. Pencegahan kecelakaan akibat kerja sangat diperlukan guna tercapainya keamanan. Pengawasan. Penelitian psikologis. Pencegahan terhadap bahaya kecelakaan di tempat kerja dapat dilakukan dengan cara: 1. 3. Dalam suatu kantor perlu disediakan tanda bahaya. Latihan-latihan. 7. 6. Tanda bahaya adalah alat yang dibunyikan/dinyalakan secara otomatis ataupun secara manual yang digunakan untuk memberikan peringatan kepada orang-orang di sekitar tentang akan terjadi 221 . Pencegahan kecelakaan harus diusahakan dengan meniadakan penyebabnya. antara lain meliputi: 1.1. Perawatan kesehatan dan kesejahteraan. 9. 3. Riset medis. Meminta pada pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. 4. Pengawasan dan pemeliharaan tingkat tinggi. Penelitian secara statistik. 2. keselamatan dan kesehatan kerja pada suatu perusahaan. 2. Menyatakan keberatan bekerja pada pekerjaan yang syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan olehnya tidak sesuai standar. Pendidikan pegawai di unit kerja. 4.

sehingga menarik perhatian orang-orang yang ada di sekitarnya. Kebiasaan kerja yang benar harus ditanamkan dalam diri para pekerja. 222 . Hal ini dapat dilaksanakan dengan mengadakan program pelatihan kerja yang tepat. Alarm pencurian. 2. 7. 3. Alat ini biasanya berbunyi keras. 3. 5. sehingga para pekerja tidak mengalami kesulitan pada waktu bekerja. 2. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan upaya peningkatan keselamatan dan keamanan keja di perusahaan. 4. Keselamatan dan keamanan kerja selama pelaksanaan proses produksi harus mendapat perhatian khusus dan tidak boleh diabaikan. Perencanaan yang baik oleh pimpinan. Sikap pekerja bila mendengar tanda bahaya: Tangan jangan panik. 8. Cepat dan tanggap. Tata rumah tangga yang baik. 5. Peduli.3 Keselamatan dan Keamanan Kerja Keselamatan dan keamanan kerja harus selalu dijaga dan dipelihara.bahaya atau terjadi situasi darurat. 4. 3. Suara tembakan peringatan. Pimpinan perusahaan harus mampu mengombinasikan produk maksimum dan biaya minimum dengan tepat sehingga proses produksi dapat berjalan dengan efektif. Bunyi sirine ambulans. Menghargai pencegahan terjadinya situasi darurat. Tata rumah tangga yang baik akan membantu usaha peningkatan keselamatan dan keamanan kerja. Alarm kebocoran gas. Pemasangan pagar pengaman/pelindung terhadap mesin-mesin yang berbahaya. antara lain adalah sebagai berikut: 1. Ada beberapa tanda bahaya yang berlaku secara umum. 4. Keselamatan dan keamanan perusahaan menjadi tanggung jawab semua orang yang bekerja di dalam perusahaan. Alarm kebakaran. Penerapan cara-cara kerja yang aman dan selamat oleh para pekerja. 6. Kondisi tempat kerja yang tenang dan aman akan mempengaruhi aspek psikologi para pekerja sehingga para pekerja akan merasa aman dalam melakukan pekerjaan. baik di tempat kerja maupun di tempat umum di antaranya adalah: 1. 7. 1. 2.

Pimpinan perusahaan memegang peranan yang besar dalam usaha menciptakan keselamatan dan keamanan kerja. Peranan pimpinan regu/kelompok. seorang pemimpin perusahaan tidak bekerja sendirian. Pimpinan regu/kelompok merupakan wakil perusahaan yang bertanggung jawab untuk memimpin sekelompok pekerja agar dapat melaksanakan kerja dengan baik. Dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang selamat dan aman. pimpinan regu juga bertanggung jawab untuk mengawasi para pekerja dalam bekerja untuk memastikan bahwa para pekerja melaksanakan kerja dengan baik dan sesuai dengan prosedur. Seseorang pemimpin harus mampu membentuk pandangan tentang pentingnya keselamatan dan keamanan kerja dalam diri para pekerja. Peranan pimpinan perusahaan. Cara kerja yang benar dan sesuai dengan prosedur akan membentuk lingkungan kerja yang aman dan selamat.Secara umum. Selain itu. Seorang pemimpin regu/kelompok harus mampu memberikan contoh yang baik mengenai pelaksanaan kerja yang aman dan selamat. prosedur keamanan dan keselamatan kerja yang ada di perusahaan adalah sebagai berikut: 1. 223 . 2. Pimpinan regu/ kelompok memegang peranan yang besar dalam mendukung usaha tersebut. Seorang pemimpin juga tidak boleh memperhatikan sikap ragu-ragu mengenai perhatian dan keterlibatannya dalam usaha menciptakan kondisi kerja yang aman dan selamat kepada pekerja.

224 .

Tegami No Kakikata Jiten (Ensiklopedia Korespondensi). 2007. Tokyo Japan. Aviana. Nakamaki H. 2004. Pedoman Lengkap Menulis Surat. Billy. Depok.. Keiei Jinruigaku Koto Hajime (Antropologi Administrasi). 2002. Jakarta. Ooishi. Puspitasari. 2002. Hiroshima Japan. Devi. Keio Gijuku Daigaku Shuppankai. Pengarsipan Surat Dan Dokumen Kantor. & Hioki K. Mulyana.. 2007. 2007. CV.Depok. Komyunikeeshon Kenkyu. Tokyo Japan. Penerbit Indah. 1997. Arya Duta. 1999. Depdiknas. 1996. Komunikasi Efektif. 2007. Hiroaki dkk. 2005. Tokyo Japan. Surabaya. 225 . Perbedaan Cara Berkomunikasi Antara Pekerja Jepang dan Pekerja Indonesia Dalam Penerapan Horenso. Menangani penerimaan dan pengiriman Surat/ Dokumen. 2004. Depdiknas. Depdiknas. 2006. Bekerja Sama Dengan Kolega dan Pelanggan. Penerbit P P M . Maruyama. ________. Deddy. Madiana. Katayama T. Hendarto H. Arya Duta.. Hamdani D. Yutaka. Depok. 2004. ________. Sobunsha Shuppan. Jakarta. Jakarta. PT Kawan Pustaka. Bandung. Penuntun Teknis Surat Menyurat. Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia. Arya Duta. Depok. The Japan Times. Arya Duta. Menjadi Sekretaris Profesional. 1997. Kitamura. Bandung. Bandung. Adi. Surat Niaga & Kearsipan. Joohoo To Hyoogen (Informasi Dan Ekspresi).. Writing Business Letters in Japanese.Ed. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Edisi 2004.Armico. & Tanzili.. 2007. ________. 2004. Mengelola dan Menjaga Sistem Kearsipan. tesis S2. Keisuke dkk. Nugroho. Akuntansi. & Sutisna A. P T Remaja Rosdakarya. 1998.Daftar Pustaka Ali A. Depok. Cv. Osaka Japan.. Daiso. Toho Shuppasn. Standar Kompetensi Nasional Indonesia Bidang Sekretaris/Administrasi Bisnis . (Suatu Penelitian Tentang Komunikasi). & Tulusharyono. Betty K. Gina.Yrama Widya.

2002. Depok. Chukei Shuppan. Jakarta. 1991. Euis. Depok. Giin Hisho (Sekretaris Anggota Parlemen). Arya Duta. Menggunakan Peralatan Kantor. Melakukan Pekerjaan Surat Menyurat. Melakukan Proses Administrasi Transaksi. 2006. 2007. 2005. UU no. Badri M. Fairingu No Kihon Ga Omoshiroi Hodo Mi Ni Tsuku Hon (Buku Pedoman Menarik Tentang Pengarsipan Dokumen). Jakarta 1980. 226 . Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sedarmayanti. 2002. 2004.Puspitasari D. 2007. Manajemen Perkantoran. Gramedia Pustaka Utama. 2007. Bandung. Wuryantari. 2005. Arya Duta. 2007. Ketenagakerjaan. Arya Duta. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penerbit Mandar Maju. Jakarta. Wuryantari S. Armico. 2007. Tokyo. Sumpriana. Jakarta. Haji Mas Agung. Tony. Administrasi Perkantoran 1 A. Sri. Tokyo Japan.. Melakukan Prosedur Administrasi. Armico. Japan. Manajemen Untuk Sekretaris. Tatsuya.13 Th 2003. ________. Yasuhiko. Bandung. CV.1 Th 1970. ________. ________. & Aulia R. CV. Kesehatan Kerja dan Pencegahan Kesehatan. Depok. 2007. Suma’mur. 2006. Arya Duta. Depok. Depok. Tokyo Japan. Arya Duta. Seirisuru Gijutsu Ga Omoshiroi Hodo Mi Ni Tsuku Hon (Buku Pedoman Menarik Tentang Teknik Merapikan Barang). Erlangga. Melakukan Pekerjaan Surat Menyurat. Sumpriana. Rieko. Berkomunikasi Melalui Telepon. Tokyo Japan.Depok. CV. Woworuntu. PT Galaxy Puspa Mega. UU no. & Puspitasari D. Keamanan.. Bandung. Takashi. Ryuzaki. 1987. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. 2001. Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunikasi. Chukei Shuppan. Chukei Shuppan.. Tim Administrasi Perkantoran. Arya Duta. Yoshihara. Sekkyaku No Kihon Ga Omoshiroi Hodo Mi Ni Tsuku Hon (Buku Pedoman Menarik Tentang Cara Melayani Tamu). PHP Kenkyuujo. 2004. Tsubosaka. Euis. Sukoco. Sato.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.