Pembahasan Masa remaja adalah waktu terjadinya pertumbuhan dan perubuhan fisik, kognitif dan psikososial yang besar

. Masa ini hampir merupakan separuh periode pertumbuhan pada manusia dan ia merupakan satu-satunya periode setelah lahir di mana kecepatan pertumbuhan biasanya meningkat. Masa remaja dimulai pada umur kira-kira 10 tahun pada anak wanita dan 12 tahun pada anak pria. Akhir masa remaja berbeda-beda menurut kriteria fisik, mental, emosional, sosial atau kurtural yang merupakan ciri orang dewasa.1 Pubertas didefinisikan sebagai waktu ketika orang mulai dapat menghasilkan anak : menarke pada anak wanita, atau suatu tonggak penting yang berbatas kurang jelas yang ditemukan pada anak laki-laki 1,5-2 tahun kemudian. Pubertas, waktu terjadinya perubahan seks sekunder, tidak mempunyai panjang waktu yang berbatas tegas, namun biasanya berlangsung kira-kira 2-3 tahun. Perubahan-perubahan pra-pubertas mendahului perubahan-perubahan seks sekunder pertama pada masa remaja. Pada anak wanita yang berumur 9-11 tahun, produksi estrogen sangat meningkat, sehingga mencapai tingkat untuk orang dewas normal. Masa remaja awal Masa remaja awal diawali pubertas dan diakhiri dengan kebutuhan akan cinta seksual terhadap seseorang. Masa ini ditandai oleh ledakan ketertarikan genital dan datangnya hubungan yang bersifat berahi. Di amerika serikat, remaja awal secara umum paralel dengan tahun-tahun sekkolah menengah. Namun, seperti sebagian besar tahapan-tahapan lainnya, sullivan tidak menekankan pada usia kronologis.1 Kebutuhan akan keintiman yang dicapai selama tahapan sebelumnya berlanjut selama remaja awal, namun kali ini disertai kebutuhan paralel, namun terpisah-berahi. Selain itu rasa aman atau kebutuhan untuk bebas dari kecemasan, tetap aktif selama remaja awal. Oleh karena itu, keintiman, berahi, dan rasa aman sering berlawanan satu sama lain, menimbulkan stres dan konflik pada remaja muda dalam setidaknya tiga cara. Pertama, berahi menganggu operasi rasa aman karena kegiatan genital di budaya Amerika sering kali tertanam dengan rasa kecemasan, rasa bersalah, dan penghinaan. Kedua, keintiman juga bisa mengancam rasa aman, seperti ketika seorang remaja berusah berteman intim dengan remaja yang jenis kelaminnya berbeda. Usaha – usaha ini di penuhi dengan rasa keraguan diri, ketidakpastian, dan penghinaan dari orang lain yang mungkin menyebabkan hilangnya rasa percaya diri dan peningkatan dalam kecemasan.1,2 Ketiga, keintiman dan berah sering kali terlibat konflik selama masa remaja awal. Walaupun pertemanan intim dengan kelompok teman dan status
1

dan gejala neurotik. sementara merasakan berahi terhadap orang yang tidak mereka sukai ataupun kenali.1 Remaja akhir yang sukses mencakup tumbuhnya gaya sintaksis. biasanya di tahun-tahun sekolah lanjutan atas atau sekitar usia 15-17 atau 18 tahun. dan kebutuhan besar untuk mempertahankan operasi rasa aman.setara tetap penting.oleh karena itu. Oleh karena dinamisme berahi ini biologis. Seorang remaja perempuan awal mungkin menggoda anakm laki-laki secara seksual tanpa kemapuan untuk berhubungan sengan mereka pada tingkat intim. pola tak konsisten akan aktivitas seksual. Berbeda dengan tahapan sebelumnya yang diiringi perubahan biologis. remaja awal sepenuhnya ditentukan oleh hubungan interpersonal. keberanian. menjadi pola tetap akan aktivitas seksual dimana orang yang dicintai juga m. Apabila masa perkembangan sebelumnya tidak sukses. tanpa memiliki minta apapun terhadap merek. Usaha-usaha yang sulit akan eksplorasi diri pada saat remaja awal berkembang. Seorang anak laki-laki tanpa pengalaman akan keintiman sebelumnya mungkin melihat perempuan sebagai objek seksual. Mereka sangat bergantung pada gaya parasintaksis untuk menghidari kecemasan dan berjuang untuk mempertahankan rasa percaya diri melalui ketidakacuhan selektif. Mereka belajar dari yang lain bagaimana hidup dalam dunia dewasa.enjadi objek dari ketertarikan berahi. Di perguruan tinggi atau tempat bekerja. Masa remaja akhir Masa remaja akhir mulai ketika orang muda mampu merasakan keintiman dan terhadap orang yang sama dan berakhir dengan masa dewasa ketika mereka mencapai hubungan cinta yang abadi. namun perjalanan yang sukses di tahapan-tahapan sebelumnya memfasilitasi penyesuaian ini. Remaja akhir mencapai periode penemuan diri ketika remaja memutuskan pilihan mereka dalam tingkah laku genital. remaja akhir mulai bertukar pikiran dengan orang lain dan mendapatkan gagasan atau keyakinan mereka divalidasi atau disangkal. Lawan jenis tidak lagi semata-mata diinginkan sebagai obejek seksual. Ciri khas remaja akhir adalah peleburan keintiman dan berahi. maka ia meluap saat pubertaa=s terlepas dari kesiapan interpersonal individu untuk dinamisme ini. ketegangan genital yang kuat tetap mencari jalan keluar tanpa memikirkan kebutuhan keintiman. remaja muda mungkin mempertahankan pertemanan intim mereka dari praremaja. Mereka menghadapi masalah serius dalam menjembatani jurang antara harapan masyarakat dan ketidakmampuan mereka untuk membentuk hubungan 2 . namun sebagai seseorang yang mampu untuk dicintai tanpa pamrih. maka mereka tiba di remaja akhir tanpa hubungan interpersonal intim.

sedangkan pada bulan berikutnya menjadi penuh jerawat. atau tidak seperti teman-temannya. sedangkan pada tahun berikutnya hanya sedikit. atau pada suatu saat kulitnya licin dan bagus. Perubahan ini mungkin tidak terduga sebelumnya dan membuat kecewa. yang lainnya hanya melewati gelombang “dalam cinta” dengan tujuan mempertahankan rasa aman. terutama pada anak laki-laki. Pada tahap ini remaja tidak merasa seperti orang dewasa. Keringat ini pada awalnya mungkin tidak berbau.2 Pertumbuhan Rambut Dan Bau Badan Pertumbuhan rambut badan pada anak laki-laki dan perempuan sangat bervariasi. Pada usia yang lebih tua.2 Perubahan Fisik Kondisi fisik remaja akan berubah secara cepat dan dratis antara usia 11 dan 16 tahun. Semua perubahan ini disebabkan oleh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipophise (khusus pada laki-laki adalah akibat hormon yang dihasilkan oleh testis dan anak perempuan hormon yang dihasilkan oleh ovarium) yang akan mempengaruhi tidak hanya pertumbuhan. pinggul membesar. tapi bila dibiarkan. 3 . hari berikutnya akan tercium tidak enak. mereka seringkali merasa tertekan untuk “jatuhcinta”. hanya orang dewasa yang memeliki kemapuan untuk mencintai. Seluruh ukuran badan berubah. tapi juga suasana alam perasaan (mood) Mungkin perlu dicatat bahwa pada satu tahun pertumbuhan akan bertambah 7 cm. Timbul kecemasan karena perubahan yang dialami tidak seperti yang diharapkan. Kelenjar ini disebut kelenjar apokrin. Ukuran muka juga berubah. atau belum siap tampil seperti orang dewasa. mungkin pula memerlukan deodoran untuk ketiak. Akan tetapi. namun hal ini normal terjadi pada usia remaja. tapi juga pada cemas atau sedang terangsang.1. Jangan sekali-kali menggunakan deodoran di daerah kemaluan karena kulit disitu sangat sensitif. dan akan menghasilkan keringat tidak saja pada waktu panas. Selama masa remaja kelenjar keringat sekitar ketiak dan kemaluan mulai bekerja. pada anak perempuan perkembangan pinggang menjadi kecil.intim dengan lawan jenis. sedangkan pada anak laki-laki bahu melebar. perubahan akan berkurang dan tidak lagi drastis. Oleh karena itu perlu mencuci ketiak dan kemaluan setiap hari. Dengan sering mencucinya sudah cukup mengatasi. Diperlukan waktu beberapa saat untuk dapat beradaptasi dengan keadaan tersebut. Akibat perkembangan bervariasi luas. Memercayai bahwa cinta adalah kondisi universal bagi anak muda. Hidung dan rahang menjadi lebih menonjol dan kening menjadi lebih tinggi.

000 sel telur. sehingga tidak simetris. vagina mulai menghasilkan cairan bening yang tak berbau. Tidak satupun anggota badan yang simetris. Bahkan setelah berkembang penuh pun. Anak perempuan yang mengalami maturitas dini kurang mendapat pengakuan dari teman sebaya yang berjenis kelamin sama dan berhubungan dengan remaja yang lebih tua. Keadaan ini normal dan tidak perlu dicemaskan Bila cairan itu agak banyak bisa memakai pembalut yang disediakan khusus tetapi kalau cairan tersebut berbau. maka lapisan dinding bagian dalam dari kandungan yang disiapkan untuk penempelan hasil pembuahan akan terkelupas dan terjadi lah pendarahan (menstruasi). menstruasi paling terakhir terjadi. Menstruasi tidak akan dimulai sampai sekurangnya satu tahun setelah pertumbuhan pesat. Mungkin merasa lebih nyaman jika memakai BH yang tidak terlalu ketat. B. antara lain dengan menggunakan BH. yaitu setelah payudara mullai berkembang dan rambut diketiak dan pubis mulai tumbuh.3 b) Anak perempuan menstruasi Menstruasi adalah hasil ovarium yang melepaskan salah satu sel telur (ovum) dari sejumlah kira-kira 400. Kenyataannya. dan C ukuran A untuk payudara kecil dan C untuk payudara besar. Anak perempuan yang matur lebih awal menunjukkan peningkatan kebutuhan perkembangan pada usia yang lebih dini dibandingkan anak yang berkembang pada waktu normal atau lebih 4 . dan ketidak bahagiaan. mungkin akan cemas.Perkembangan pada Anak Perempuan a) Payudara Jangan cemas jika payudara tidak berkembang sama besar. berwarna kuning atau menimbulkan rasa gatal. Perubahan psikologis yang berkaitan dengan pubertas Efek psikososial khusus berkaitan dengan waktu maturasi masa pubertas. ukuran payudara tidak persis sama antara kiri dan kanan. rendah diri. Maturasi dini pada anak perempuan berkaitan dengan ketidakpuasan yang besar dengan karakteristik fisiknya. Perhatikan ukuran lingkar dada dan sesuaikan dengan ukuran cup BH ukuran cup terdiri A. karena yang satu tumbuh lebih dulu. yang dimulai biasanya pada usia 11–14 tahun. c) Siklus menstruasi dimulai Kebanyakan orang cenderung menganggap bahwa menstruasi adalah pertanda mulainya pubertas. Apabila sel telur ini tidak dibuahi. periksakan kedokter sekali siklus ini dimulai akan berlangsung terus. Keadaan ini normal. Payudara perlu dijaga kesehatannya. Satu atau dua tahun sebelum menstruasi. Bila sebelumnya tidak mengetahui masalah ini. Menstruasi biasanya datang sebulan sekali dengan siklus yang bervariasi dari 28–35 hari.

2 Pertumbuhan kognitif selama masa remaja. minta besar dalam membuat keputusan dan kebebasan. Orang–tua sering mengeluh tidak mengerti perubahan yang dialami anak remajanya dan malah menganggapnya sebagai pembangkang . bahkan hubungan anak dengan orang–tua yang baik sekalipun kadang-kadang menegangkan pada saat remaja. dan berespons secara berbeda ketika mereka menjadi lebih besar. skoliosis idiopatik. dan psikososial pertumbuhan. dan penyakit yang ditularkan dalam hubungan seks. pola perkembangan merupakan petunjuk yang berguna bagi orang–tua. Perkembangan Psikososial Beberapa anak melalui masa remaja dan memasuki masa dewasa dengan relatif mulus.lambat. tergelincirnya epifisis kaput femoris. Masa remaja mengganggu ketenangan ini dengan perasaan tegang karena aspek-aspek fisik. Untuk itu orang–tua perlu memahami kondisi dan kebutuhan anak yang berubah dengan cepat. termasuk masalah endokrin. kognitif. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Anak perempuan yang matur dini memperlihatkan peningkatan tingkah laku dan ketertarikan pada lawan jenis yang dini. bila melihatnya sebagai bagian dari perkembangan yang normal. Perubahan mental dan psikososial Pada pertengahan masa kanak-kanak pertumbuhan fisik tahunan yang relatif tetap berhubungan dengan perasaan tubuh yang enak. Setiap tahap yang sudah dicapai memberikan peneguhan bahwa perkembangan telah berjalan normal jarang sekali perubahan pada remaja dipandang dengan cara yang positif. namun orang–tua tidak perlu 5 . krisis identitas yang dini.1 Pada masa bayi dan kanak. dan untuk mendapatkan kerjasama mereka dalam pemeliharaan kesehatan. termasuk hak untuk menyimpan rahasia. dan banyak perilaku yang bermasalah di sekolah dengan menurunnya minat aktivitas belajar. Walaupun orang–tua tidak dapat menerima atau mentolerir keadaan ini. Sebenarnya masalah ini mudah diatasi. Orang dewasa biasanya berharap agar anak-anak berpikir.3 Anak remaja mempunyai kebutuhan fisik dan emosional yang khas untuk umur mereka. seperti perubahan fisik memperlihatkan variabilitasbesar dalam hal kecepatan dan umur dimana anak telah mencapai sifat-sifat berpikir orang dewasa. dan egosentris. hiperventilasi. dan bermacam-macam hak yang dilindungi oleh undang-undang. anoreksia nervosa. Dalam menghadapi kaum remaja dokter harus menaksir tingkat kognitif dan psikososial orang tua mereka. bertindak. untuk memahami mereka. sedangkan anak lain lebih bergejolak. Beberapa keadaan medis mempunyai insidens yang relatif tinggi.

disatu pihak remaja mempunyai keinginan kuat untuk mengadakan interaksi sosial dalam upaya mendapatkan kepercayaan dari lingkungan. dan mencoba menyesuaikan diri dengan harapan orang lain. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Anak Lingkungan keluarga Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak. di lain pihak ia mulai memikirkan kehidupan secara mandiri. Ia harus mempertimbangkan pengaruh kelompok sebaya. juga harus menyesuaikan diri dengan orang dewasa di luar lingkungan keluarga dan sekolah. ingin mengetahui bagaimana orang lain menilainya. Perilaku remaja sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. membentuk kelompok sosial baru dan nilai-nilai baru memilih teman. Dalam mendidik. etika berinteraksi dengan orang lain banyak ditentukan oleh keluarga. Peran sebagai “ wanita “ dan “ Prias” harus jelas. terbuka. Umur 4 – 6 tahun dianggap sebagai titik awal proses identifikasi diri menurut jenis kelamin. dimana remaja berusaha mengenal diri sendiri. tegas. Remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalam hubungan interpersonal yang awalnya belum pernah ada. kakek dan orang dewasa lainnya ) sangat besar. Untuk mencapai tujuan pola sosialisasi dewasa. peranan ibu dan ayah atau orang –tua pengganti ( nenek. termasuk perkembangan sosialnya. bijaksana. Salah satu bagian perkembangan masa remaja yang tersulit adalah penyesuaian terhadap lingkungan sosial. remaja harus membuat banyak penyesuaian baru. ramah.4 6 . maka seharusnya mampu bereaksi lebih positif. bersahabat. maka dapat timbul proses identifikasi yang salah. namun terdapat pola umum yang dapat dibagi menjadi remaja awal remaja pertengahan dan remaja akhir. perubahan dalam perilaku sosial. ibu dan ayah harus bersikap konsisten . Tidak semua orang mengalami ciri khas seperti yang disebutkan.cemas karena masa remaja akan berlalu dengan sendirinya. jika memahami apa yang dialami oleh remaja. terlepas dari pengawasan orang tua dan sekolah. Batasan umur hanya merupakan pedoman dan variasinya tidak jauh dari yang digambarkan. Masa remaja merupakan pengembangan identitas diri. pola pergaulan. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. dan dapat lancar.

baik dengan lebih atau kurang keras menetapkan batasbatas. semua perintah harus diikuti tanpa memperhatikan pendapat dan kemauan anak akan berpengaruh pada perkembangan kepribadian remaja. Kondisi keluarga Hubungan orang-tua yang harmonis akan menumbuhkan kehidupan emosional yang optimal terhadap perkembangan kepribadian anak sebaliknya. tugas-tugas dan aturan-aturan berinteraksi. subsistem. sehingga anak akan memperoleh suatu kondisi mental yang sehat. Dalam keluarga yang dengan keras menetapkan subsistem orang tua dan anak lebih rapuh. mau menang sendiri. mengenali akan pentingnya pengaruh yang datang dari luar hubungan antara ibu dan anak. Sistem keluarga dan model ekologi Model perkembangan anak sekarang ini. selalu mengatur. takut gagal. anak-anak bisa saja mengalami pendewasaan. Pengaruh dari faktor-faktor ini pada perkembangan sering tidak tampak. merasa tidak berharga. Orang tua yang sering bertengkar akan menghambat komunikasi dalam keluarga. kematian. selalu memanjakan) akan menumbuhkan sikap ketergantungan dan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan social diluar keluarga. Kondisi ini akan menimbulkan keseimbangan antara perkembangan individu dan sosial. akan mengakui keberadaan anak sebagai individu dan makluk sosial serta mau mendengarkan dan menghargai pendapat anak. Orang-tua yang “ demokratis “. Keluarga yang tidak lengkap misalnya karena perceraian. Sikap orang-tua yang otoriter. akan menumbuhkan persaingan tidak sehat dan saling curiga antar saudara. Sikap orang-tua yang “permisif “ (serba boleh. tidak pernah melarang. selalu menuruti kehendak anak. sehingga proses sosialisasi menjadi terganggu. dan keluarga dengan keadaan ekonomi yang kurang. 7 .Pola asuh keluarga Proses sosialisasi sangat dipengaruhi oleh pola asuh dalam keluarga. Ia akan berkembang menjadi penakut. Sikap orang-tua yang selalu membandingkan anak-anaknya. dan merasa tidak berharga. Sikap orang-tua yang berambisi dan selalu menuntut anaknya. semacam persyaratan untuk memikul tanggung jawab melebihi usia mereka atau mengambil peranan dalam masalah keluarga. dan anak akan “ melarikan diri “ dari keluarga. tidak memiliki rasa percaya diri. Fungsi keluarga sebagai suatu sistem. tetapi sangat kuat. dapat mempengaruhi perkembangan jiwa anak. akan berakibat anak cenderung mengalami frustrasi.

peran yang ada akan berubah sampai ditemukan suatu keseimbangan yang baru. rasa malu. Menaamkan norma agama dianggap sangat besar peranannya terutama dalam menghadapi situasi globalisasi yang berakibat bergesernya nilai kehidupan. Penanaman nilai-nilai budi pekerti dalam keluarga dapat dilakukan melalui keteladanan orang-tua atau orang dewasa. Bacaan yang sehat . merupakan suatu peristiwa yang penting dari perkembangan. memiliki nilai dalam kaitan pengembangan diri. pemberian tugas. sebaliknya. saling menghayati. Remaja yang taat norma agama akan terhindar atau mampu bertahan terhadap pengaruh buruk di lingkungannya. kemandirian dan sebagainya. sementara itu anak yang lebih muda akan mengambil alih peranan seorang pembangkang yang tidak bertanggung jawab.Individu dalam sistem ini mengambil peranan secara tersembunyi (implisit). dan komunikasi efektif antar anggota keluarga. kerjasama. saling menghormati . misalnya sopan santun. misalnya membiarkan anak tanpa komunikasi dan memperoleh nilai diluar 8 . Pengertian budi pekerti mengandung nilai-nilai : a) Keagamaan. Sesudah suatu perceraian anak yang lebih tus biasanya akan mengambil peran sebagai orang tua dan menjadi “kepala keluarga”. kejujuran. Pendidikan moral dalam keluarga Pendidikan moral dalam keluarga adalah upaya menanamkan nilai–nilai akhlak atau budi pekerti kepada anak di rumah . apabila keluarga tidak peduli terhadap hal ini. b) Kesusilaan. menghargai orang lain dan sebagainya. seperti halnya saat dapat berjalan sendiri atau saat pertama kalinya merasa ketakutan pada malam hari serta saat meninggalnya kakek nenek merupakan perubahan-perubahan yang membutuhkan kesepakatan peran didalam keluarga dan memiliki peluang untuk penyesuaian diri yang sehat atau malah penyelewengan fungsi. dan yang lainnya lagi adalah anak “baik”. tenggang rasa. Pendidikan agama diharapkan dapat menumbuhkan sikap anak yang mampu menjauhi hal hal yang dilarang dan melaksanakan perintah agama. Anak yang satu adalah “pembuat masalah”. mempengaruhi anggota yang lain dalam satu sistem. Kelahiran seorang anak. misalnya keberanian. Perubahan-perubahan pada sikap seorang individu. yang lain adalah “pemusyawarah”. meliputi nilai-nilai yang berkaitan dengan orang lain. c) Kepribadian.

Suasana sekolah yang kacau akan menimbulkan hal-hal yang kurang sehat bagi remaja.perkelahian. mosalnya penyalahgunaan Napza. Perilaku anak akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya. sarana pendidikan dan disiplin sekolah Suasana sekolah sangat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa remaja yaitu dalam hal : Kedisiplinan Sekolah yang tertib dan teratur akan membangkitkan sikap dan perilaku disiplin pada siswa. bahwa siswa dapat berbuat semaunya dan terbiasa dengan hidup tidak tertib. Sebaliknya suasana sekolah yang kacau dan disiplin longgar akan berisiko. Bimbingan Guru Di sekolah remaja menghadapi beratnya tuntutan guru. tidak memiliki sikap saling menghormati. komitmen guru. dan tindak kriminal lainnya. Umumnya orang-tua menaruh harapan yang besar pada pendidikan di sekolah. Lingkungan Sekolah Pengaruh yang juga cukup kuat dalam perkembangan remaja adalah lingkungan sekolah. Akibatnya. misalnya sebagai kompensasi kekurangannya di bidang akademik. kebebasan seksual. Kebiasaan belajar Suasana sekolah yang tidak mendukung kegiatan belajar mengajar akan berpengaruh terhadap menurunnya minat dan kebiasaan belajar. baik selama berada di sekolah maupun di rumah. cenderung brutal dan agresif. prestasi belajar menurun dan selanjutnya diikuti dengan perilaku yang sesuai dengan norma masyarakat. Dalam hal ini peran wali kelas 9 . Orang tua dan saratmya kurikulum sehingga dapat menimbulkan beban mental.Status Sosial Ekonomi Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi keluarga dalam masyarakat. oleh karena itu dalam memilih sekolah orang–tua perlu mempertimbangkan hal sebagai berikut : Susunan Sekolah Prasyarat terciptanya lingkungan kondusif bagi kegiatan belajar mengajar adalah suasana sekolah. Baik buruknya suasana sekolah sangat tergantung pada kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini akan berakibat siswa sulit untuk dikendalikan . siswa menjadi nakal dan brutal. Pengendalian diri Suasana bebas di sekolah dapat mendorong siswa berbuat sesukanya tanpa rasa segan terhadap guru.

Perkembangan emosi perpengaruh sekali terhadap perkembangan sosial anak.Berpikir positif ( positive thinking ) terhadap siswa . . seperti kemampuan belajar.dan guru pembimbing sangat berarti Apabila guru pembimbing sebagai konselor sekolah tidak berperan.dewasa dan terbuka dalam menilai perilaku siswa. dan berbahasa. .Mengendalikan emosi dan menyusuaikan diri dengan cara siswa berkomunikasi.Memperhatikan . memecahkan masalah.Bersikap sadar. kejujuran dan sebagainya.5 Kapasitas Mental : Emosi dan Intelegensi Kemampuan berfikir dapat banyak mempengaruhi banyak hal. guru tidak sekedar mengalihkan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam kurilukum tertulis (Written Curriculum). bakat.Memiliki kepekaan “ membaca “ kondisi batin ( mood ) siswa . Untuk menyalurkan minat. misalnya kersama. .4. -Menanamkan nilai-nilai budi pekerti melalui proses pembiasaan misalnya sopan santun . Apabila guru tidak peduli terhadap hal tersebut.mengendalikan emosi. sikap empati. Anak yang berkemampuan intelek tinggi akan berkemampuan 10 . maka siswa tidak memperoleh bimbingan yang sewajarnya. .Memberikan penghargaan atas keberhasilan siswa .Perilaku guru dapat dijadikan teladan bagi siswa. sulit diharapkan perkembangan jiwa siswa secara optimal. perlu dikembangkan kegiatan ekstrakurikuler dengan bimbingan guru. menghargai orang lain .Bersedia mendengarkan dan memperhatikan keluhan siswa individual . melainkan juga memberikan nilai yang terkandung didalamnya (hidden curriculum).karena setiap siswa memiliki sifat. .Memperhatikan dan menciptakan rasa aman bagi seluruh siswa di sekolah.Memahami prinsip dasar perkembangan jiwa remaja agar dapat memahami dan menghargai siswa . mau mendengarkan orang lain.minat dan kemampuan .Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaktualisasi kan diri .Menghindari sikap mengancam terhadap siswa. bakat dan hobi siswa.pendekatan yang berbeda. menghargai dan sikap lain yang dapat membuahkan kecerdasan emosional. Oleh sebab itu dalam upaya mengoptimalkan perkembangan jiwa remaja di sekolah guru diharapkan : .bekerja sama. Dalam proses belajar mengajar.

Apabila manusia hendak hidup secara damai di masyarakat. sesuai dengan aspek rohaniah dan jasmaniah yang ada pada manusia. maka remaja cenderung mengikuti tanpa mempedulikan akibatnya. perilaku. maka kesempatan baginya untuk dapat diterima oleh kelompok menjadi lebih besar.5. Didalam kelompok sebaya. Demikian pula bila anggota kelompok mencoba minum alkohol. 11 . apabila nilai yang dikembangkan dalam kelompok sebaya adalah nilai yang negatif. penampilan dan perilaku teman sebaya lebih besar pengaruhnya daripada keluarga misalnya. budaya lokal dan budaya nasional akan tertembus oleh budaya universal.berbahasa dengan baik. rokok atau zat adiktif lainnya. maka manusia dibimbing oleh pasangan nilai materi dan nonmateri. dimana setiap anggota tidak dapat terlepas dari kelompok nya dan harus mengikuti nilai yang dikembangkan oleh pimpinan kelompok. sedangkan yang buruk harus dihindari. dunia menjadi sempit. pikiran. Oleh karena itu jika perkembangan ketiganya seimbang maka akan sangat menentukan keberhasilan perkembangan sosial anak. Lingkungan masyarakat terdiri dari : Sosial Budaya Dalam era globalisasi. Jadi dapat dimengerti bahwa sikap. manusia dibimbing oleh nilai-nilai yang merupakan pandangan mengenai apa yang baik dan apa yang buruk. pembicaraan. sikap. Disini ia dinilai oleh teman sebayanya tanpa mempedulikan sanksi–sanksi dunia dewasa. maka sebaiknya kedua nilai yang merupakan pasangan tadi diserasikan akan tetapi kenyataan dewasa ini menunjukkan bahwa nilai materi mendapat tekanan lebih besar daripada nilai non-materi atau spiritual. dengan demikian akan terjadi pergeseran nilai kehidupan. minat. akan lebih berbahaya apabila kelompok sebaya ini cenderung tertutup (closed group). remaja berusaha menemukan dirinya. hal ini terbukti dari kenyataan bahwa sebagai tolok ukur peranan seseorang dalam masyarakat adalah kebendaan dan kedudukan. Lingkungan Teman Sebaya Remaja lebih banyak berada diluar rumah dengan teman sebaya. K elompok sebaya memberikan lingkungan yaitu dunia tempat remaja dapat melakukan sosialisasi dimana nilai yang berlaku bukanlah nilai yang ditetapkan oleh orang dewasa melainkan oleh teman seusianya. jika remaja mengenakan model pakaian yang sama dengan pakaian anggota kelompok yang populer.6 Lingkungan Masyarakat Dalam kehidupanya. Nilai yang baik harus diikuti. dan gaya hidupnya merupakan perilaku dan gaya hidup kelompoknya. dianut.5 Disinilah letak berbahayanya bagi perkembangan jiwa remaja.

Di rumah dan di sekolah. mabuk. Akan tetapi mereka juga punya keinginan untuk mandiri. Tetapi dalam kondisi yang tepat. pengingkaran. dan homoseksualitas. Kecemasan ini mendorong remaja untuk lebih bertanggung jawab. senang hura-hura senang pesta. Remaja yang bersangkutan jadi serba ragu. Remaja dapat bertingkah laku normal sesuai dengan harapan masyarakat. mana yang harus dilakukan. dan sebagainya. Namun. lebih banyak mengharapkan nilai spiritual menjadi pegangan remaja.1 12 . serba takut. Sementara itu ada tuntutan dari pihak orang dewasa agar remaja mengikuti aturan budaya. Mereka membuat kebudayaan sendiri yang berbeda dari kebudayaan masyarakat umumnya. Bagi Indonesia yang kini sedang dalam era reformasi. Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi dengan sekejap diketahui oleh seluruh penghuni bumi. Dalam era globalisasi pengakuan akan hak asasi manusia mulai memesyarakat.kemajuan ilmu Pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruhterhadap pesatnya informasi. disenangi teman. pelaksanaan hak asasi manusia merupakan masalah tersendiri. Sebenarnya remaja sadar akan pentingnya kebudayaan sebagai tolok ukur terhadap tingkah laku sendiri. pergaulan bebas. yang berbeda dari tolak ukur orang dewasa. dukungan. dan dapat menjurus kepada keadaan cemas yang patologis. Kebudayaan yang menyimpang inilah yang dikenal sebagai kebudayaan anak muda (youth culture). tidak dianggap pengecut. kenyataan membuktikan sebaiknya ini karena yang diajarkan berbeda dengan yang dilihat di luar rumah dan di luar sekolah. seperti yang terlihat di masyarakat. Remaja menjadi bingung. persetujuan. akibat yang ditimbulkan adalah hambatan tingkah laku. misalnya waria. Situasi ini menimbulkan konflik nilai yang dapat berakibat terjadinya penyimpangan perilaku. situasi Ini merupakan titik kritis. Kebudayaan memberikan pedoman arah. hati-hati dan menjaga tingkah lakunya agar selalu sesuai dengan norma yang berlaku. Inilah yang menyebabkan remaja membuat tolak ukur mereka sendiri. Kalau kecemasan ini terlalu berat. Nilai yang dominan dalam budaya anak muda adalah keunggulan dalam olah raga. Bukan tidak mungkin hal ini akan berakibat terjadinya konflik kejiwaan pada sebagian remaja. Nilai sosial yang selama ini diutamakan bergeser pada nilai individual. Remaja akan merasakan adanya nilai “ kekolotan “ pada orang dewasadan nilai “ inovatif “ atau “ Pembaharuan “ pada orang dewasa dan nilai “ inovatif “ atau “ pembaharuan “ pada generasinya. Bagi remaja yang sedang dalam masa mencari identitas diri dan penyesuaian sosial. kecemasan akan menghadapi hukuman. Orang –tua dan guru. kasih sayang dan perasaan aman kepada remaja. ancaman dan tidak adanya kasih sayang merupakan dorongan yang menyebabkan remaja terpaksa mengikuti tuntutan lingkungan budaya (socialized anxity) .

menyenangkan serta wawasan yang lebih luas. hubungan antar manusia bergeser menjadi hubungan antar mesin. kerjasamamenjadi surut. Pemikiran itu terwujud dalam refleksi diri. mereka dapat memikirkan dirinya dan orang lain. Kemampuan abstraksi anak sering 13 . Betapa tidak. Keingin tahuan tentang seksual merupakan pendorong bagi remaja untuk memanfaatkan media cetak dalam pemenuhan kebutuhannya. khususnya di kota-kota besar ? Televisi telah merenggut waktu luang yang sangat berharga di rumah. Internet manusia saling berhubungan. Sesuai dengan perkembangan heteroseksualitasnya . bahkan sering ada yang menyembunyikannya atau merahasiakannya. termasuk kepada orang tuanya. belum ada penelitian yang membuktikannya. radio. televisi. dengan tayangan dan berita yang kurang mendidik. yang sering mengarah kepenilaian diri dan kritik dari hasil pergaulannya dengan orang lain. Bagi remaja media massa dimanfaatkan sebagai pengisi waktu luang untuk lebih banyak meresapi nilai kehidupan yang tidak sesuai dengan kehidupan yang ada. atau internet. Tidak sekadar kehilangan waktu luang yang berharga. Hasil pemikiran dirinya tidak akan diketahui oleh orang lain. Komunikasi dalam keluarga yang bisa menumbuhkan saling pengertian. Apakah hal ini yang mengakibatkan kecenderungan adanya “ kemerosotan “ moral dikalangan remaja. kasih sayang. Bagaimana di Indonesia.remaja menikmati media cetak. yang ditandai oleh kemajuan yang sangat pesat di bidang teknologi informasi kemajuan teknologi komunikasi yang luar biasa membawa kegembiraan. tetapi juga membawa kesedihan. dan cenderung ke arah media cetak yang berisikan kehitdupan seksual.VCD. Kemajuan media elektronik yang sedang melanda saat ini membuat remaja menyerbu kenikmatan memutar vcd dan internet.Media Massa Abad ini adalah abad informasi. Pikiran anak sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori-teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain. Hubungan antar anggota keluarga menjadi sangat minim. Media elektronik yang saat ini melanda setiap rumah adalah televisi. Suatu penelitian di Amerika menunjukkan bahwa remaja menonton tv lebih dari 3 jam setiap harinya. misalnya tayangan kekerasan dan kehidupan seksual. Melalui radio. Pengaruh Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku Dalam perkembangan sosial anak. Dikhawatirkan nilai yang diserap tersebut akan mempengaruhi perilaku dan gaya hidupnya sehari-hari.Remaja sibuk “ berkomunikasi “ dengan televisi. tetapi remaja lebih rugi karena menikmati program yang sering kurang mendidik. hubungan antar manusia yang manusiawi menjadi pudar.

2. sehingga akan menimbulkan rasa percaya diri pada anak yang penting untuk perkembangan kepribadian anak kelak kemudian hari. suasana yang tenang serta sarana lainnya. maka wajib kita memberi ganjaran. Yang penting hukuman harus diberikan secara obyektif. Melalui banyak pengalaman dan penghayatan kenyataan serta dalam menghadapi pendapat orang lain. c. anak tahu mana yang baik dan yang tidak baik. antara lain : a. ciuman. Sedangkan menghukum dengan cara-cara yang wajar kalau anak berbuat salah.6 14 . belaian. tepuk tangan dan sebagainya. Stimulasi Anak yang mendapat stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang mendapat stimulasi. Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri. Disamping itu pengaruh egoisentris sering terlihat. diantaranya berupa : 1. Ganjaran tersebut akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi anak untuk mengulangi tingkah lakunya. belum disertai pendapat orang lain daalm penilaiannya. masih dibenarkan. 5. misalnya adanya sekolah yang tidak terlalu jauh. Cita-cita dan idealism yangbaik. Ganjaran ataupun hukuman yang wajar Kalau anak berbuat benar. terlalu menitik beratkan pikiran sendiri. tanpa memikirkan akibat labih jauh dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan tidak berhasilnya menyelesaikan persoalan. Lingkungan psikososial. buku-buku. misalnya pujian. Motivasi belajar Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini. bukan hukuman untuk melampiaskan kebencian dan kejengkelan terhadap anak. disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut. Jadi. maka sikap ego semakin berkurang dan diakhir masa remaja sudah sangat kecil rasa egonya sehingga mereka dapat bergaul dengan baik.menimbulkan kemampuan mempersalahkan kenyataan dan peristiwa-peristiwa dengan keadaan bagaimana yang semstinya menurut alam pikirannya. b. dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar.

misalnya anak akan menarik diri. maka diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup anak-anak tersebut. dan sebagainya. Kualitas interaksi anak-orangtua Interaksi timbal balik antara anak dan orangtua. Anak memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orangtuanya. Sekolah Dengan adanya wajib belajar 9 tahun sekarang ini. 15 . kurang mandiri. Akibatnya anak akan menjadi manja. rendah diri. akan menimbulkan keakraban dalam keluarga. akan menghambat bahkan mematikan perkembangan kepribadian anak.d. Kelompok sebaya Untuk proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan teman sebaya. sombong dan kurang bisa menerima kenyataan. pemboros. Sebaliknya kasih sayang yang diberikan secara berlebihan yang menjurus kearah memanjakan. Khususnya bagi remaja. Interaksi tidak ditentukan oleh seberapa lama kita bersama anak. Tetapi lebih ditentukan oleh kualitas dari interaksi tersebut yaitu pemahaman terhadap kebutuhan masing-masing dan upaya optimal untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang dilandasi oleh rasa saling menyangi. terlambat bicara. diharapkan setiap anak mendapat kesempatan duduk di bangku sekolah minimal 9 tahun. e. nafsu makan menurun.6 f. aspek lingkungan teman sebaya menjadi sangat penting dengan makin meningkatnya kasus-kasus penyalahgunaan obat-obat dan narkotika. Anak akan terbuka kepada orangtuanya. sehingga komunikasi bisa dua arah dan segala permasalahan dapat dipecahkan bersama karena adanya keterdekatan dan kepercayaan antara orangtua dan anak. Cinta dan kasih sayang Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi. Stres Stres pada anak juga berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. perhatian dari orangtua tetap dibutuhkan untuk memantau dengan siapa anak tersebut bergaul. Namun. Sehingga dengan mendapat pendidikan yang baik. g. Agar kelak kemudian hari menjadi anak yang tidak sombong dan bisa memberikan kasih sayangnya pula kepada sesamanya. h.

Yang dipengaruhi oleh faktor keluarga. Terjadinya krisis percaya diri bisa disebabkan oleh faktor lingkungan yang tidak mendorong dan bissa juga karena keluarga yang mengambil peran yang besar dalam pertumbuhan anak.Kesimpulan Perkembangan anak remaja diawali dengan perubahan-perubahan fisik dan mental. masyarakat. lingkungan sekolah. 16 .

2006 5. 6. 2004. Buku ajar pediatri rudolph. Jakarta: Gunung Mulia. Ed 15 vol 1. H. Jakarta: PT Grasindo. 2008. Arvin. Jakarta. Ilmu kesehatan anak nelson.Daftar Pustaka 1. Gunardi YS. 2009. Hill MG. Psikologi perkembangan anak dan remaja. Feist jess n feist. Soelaeman. Bandung: PT Refika Aditama. Penerbit buku kedokteran EGC. 2005. Behrman. Kliegman. 4. H 272-280 2. Psikologi pendidikan. Jakarta. Rudolph AM. Ganarsa SD. Teori kepribadian ed 7.94-6. 2006 3. Ilmu sosial dasar teori dan konsep ilmu sosial. Penerbit buku kedokteran EGC. Djiwandono SEW. 17 . Ed 20 vol 1. Munandar M. Nelson.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful