Bimbel

Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. baik karena kendala teknis. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. Di sisi lain. Sehubungan dengan hal tersebut. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www.id. Dari sisi pengembangan usaha. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model).bi. Namun demikian. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. UMKM masih memiliki kendala. Sampai saat ini. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. Dari sisi pembiayaan. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. maupun kendala non teknis.go. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i .

BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl.Direktorat Kredit. Thamrin No.2 Jakarta Pusat Telp.7794 Fax. Jakarta. M.H.8922 atau 381. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . (021) 381. (021) 351.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut.

target siswa 144 orang b.6.149.Strata SMP.Strata SD.065. Program Bimbingan Belajar . Investasi b. Modal kerja 5 Perkreditan a.83. Reguler. Jangka waktu kredit e. Sumber dana b. Sub Program a.000 Rp. Umur proyek b.250. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp.168.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii .000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14. Intensif. target siswa 60 orang .5% efektif/menurun Semester Rp.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a. Plafon kredit d. Reguler. Suku bunga per tahun f. Sub Program a.8. Jenis kredit c. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. kelas 4.132.5. kelas 6. kelas 7.

target siswa 16 orang c. Surplus pendapatan . target siswa 24 orang b.Kelas 12 IPS. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e.750 Rp.000/siswa b. target siswa 24 orang .250. kelas 9. Reguler b. Biaya Bimbingan Rp.9.Total 5 tahun h. Reguler. kelas 10.750 Rp. Sumber pendapatan usaha a.Kelas 12 IPA.1.Tahun 1 .Tahun 2 .1. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .No Unsur Pembiayaan Uraian b. Intensif.Sub Program intensif d.Strata SMA.000 s/d Rp.Rata-rata/tahun . Intensif : .Sub program Reguler .6% 23.000 per siswa per semester f.54. Uang pendaftaran Rp.063.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Sub Program a.125. Profit margin .400.4% Rp.11. BEP -12.Rata-rata/semester .Rata rata/bulan g.378.378. target siswa 36 orang .54. Jangka waktu bimbingan per sub program a.9% 20.

No Unsur Pembiayaan .2. 67.433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.5% .Net B/C ratio pd DF 14. Biaya operasional c.8 tahun Layak dilaksanakan v .BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.Menurut Siswa . Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.8 .187.Menurut nilai Rp .PBP . Penerimaan b.NPV pd DF 14.IRR Rp.Penilaian 7 Analisis sensitivitas a. Kriteria kelayakan .580 .308.306.176 Rp.261. 2. masing-masing 4%.5% 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

. 4................................. RINGKASAN .........................................2.............. DAFTAR ISI ............2........1..................................... Biaya Bimbingan ........................................................................ Pembiayaan Bank .........................................................................................................................................2..2.... Staf Pengajar . Aspek Pasar .......DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .............. DAFTAR TABEL ....... BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4.... DAFTAR GAMBAR ..1.. PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2......................2..........................2.................... Jalur Pemasaran .........................................2.............. BAB I BAB II PENDAHULUAN .................1.......................................... Perizinan . 2................................................. Profil Usaha ...................................................... 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii ......... Aspek Pemasaran ..........................................................3........1.... 2....................................... 4................................4....................2........2..................1................3.................. 4........... Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ........................................4.................................. 4..............................4.................4................................................. Pola Pembiayaan ...... Sarana ............................ 3.......................2.............. 4.............. 2................................ Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ....................................................................... 3..... Prasarana ..... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3.......... 3.......................... Program Bimbingan ..... Lokasi Usaha .............. 4...............................1........................................

........... 7.........1.................... 5...1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ...................... Analisis Sensitivitas ............................... 5.............. Biaya Investasi ...............1......2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel ............................. 5....1.......................3........................................ 5....... 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ..1...................................... BAB VI ASPEK EKONOMI...... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ....1 Pendapatan masyarakat .............................3..........................1... Dampak Lingkungan ..6 Kaitan dengan usaha lain ............... 7................. 5....... 7......... Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman ............ 7.......... 7... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6......................... 5...8..............2..2............................. 7...................2...3 Kebijakan pemerintah ......................1..... Proyeksi Laba/Rugi .........2 Anggaran pendidikan ..............4...........2 Faktor-faktor Internal ........... Aspek Ekonomi dan Sosial ...........6..2............ 7......................BAB V ASPEK KEUANGAN 5................8 Pembiayaan oleh perbankan ..................... 6........ 7................5..............................1.......1 Faktor-faktor Eksternal .............................................. 7..............3..................................... 5....1...................................... 7....................................... BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7........1............... Biaya Operasional ....... 5.7 Persaingan ...... 7...... 5.................... Komponen dan Struktur Biaya ...............................................2................................ Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha ................................. Produksi dan Pendapatan Usaha .........4 Peraturan pemerintah ...1... Analisa Break Even Point (BEP) .5 Kesenjangan meraih pendidikan ..........1.....................................7.................

.......................... Hal 11 17 24 58 ix .................... DAFTAR PUSTAKA .....1......................................................3 Kualitas pengelola dan manajemen ............................................................ Saran ......5 Pemasaran ....4 Kemitraan ............2................................................................................................................7..... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI .............. Kesimpulan ..................... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ........... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8................3 7.................................................... DAFTAR WEBSITE ............ DAFTAR LAMPIRAN ......................2........ 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel .... 8............................................................... Gambar 4 Grafik BEP ......................................................................................................................... 7...................................................................2......2................. 7....................................................................... Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel .....

...... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ....... 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ............ 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ....... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ..................................................... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ............................................................................................ 55 Data untuk perhitungan BEP ...................... 12 Biaya jasa bimbingan ................................. 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ............................................................................ Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ............... 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ........................... 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ............................................. 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel ..................... tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ................................................. 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ...........................................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi.......................... 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .................

Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. bekerja mencari nafkah. keterampilan. pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. standar kompetensi. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada awal pendirian di tahun 1970-an. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD).

Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas.6 juta.1 juta. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment.com). Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). dan Menyenangkan.5 juta dan Rp.3. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .4. Rp. SMP dan SMA secara regular. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. intensif dan private.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. R = rational) . Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. M = mind. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. Asyik. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. A = applicable.8.

Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. Bimbel Primagama. Super Bimbel GSC. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. Kemampuan guru yang terbatas.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Sony Sugema College dan lain-lain. antara lain Bimbel Teknos Genius. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. 2. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. 3. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. Bimbel Gama UI. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). kurangnya fasilitas belajar yang memadai.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. 4. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. 3 . kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi.

62 Jumlah 1 2 % 0. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih.18 1. 4. 6.kecil.26 17.67 18.09 0. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee.96 1. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3. 3. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.06 1. 5. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1.89 9. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK.50 2 0. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi.18 7 0. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. 2.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja. Berdasarkan informasi multimedia.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel.

Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3. Kepulauan Riau (87 lembaga). Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.16%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7.67 0.76 1.8%. Lampung 13. 5 . sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga).35 1.23 0.82 100 10.96%.79 1. 8. sisanya 20.34 4. 9.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.09 0.61 3.50 0. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29. Sumatera Selatan 12. Jambi 11.info kursus.09 1.94 3.70 0. Kalimantan Barat 14.net.26 2.135 % 0.50 1. Kalimantan Tengah 15. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79.70 0.09 0.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya. Lampung (54 lembaga). diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.32 9. Kalimantan Selatan 16.09 7.

Sisanya 10. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut. 11. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.22 7.207 lembaga (83.22 9.45% dari jumlah seluruh Indonesia.73 100.07 20.76 20. kota depok dan kota Bekasi.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6.info kursus.56 1. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta.net.32 17.12 1.54% lembaga belum memiliki izin. yaitu Jabodetabek. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13.35%) telah memiliki izin operasi.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey.

Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT). Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. 7 . Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat.863 siswa-siswi atau 70.13%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin.362 lembaga. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia.88%. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. yaitu 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

1. Kimia. bhs Inggeris. Biologi. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. PPKn Matematika. keterampilan motorik. Bhs Inggeris. Matematika. Fisika. Dimyati dan Mudjiono (2006). Bhs Indonesia. Biologi. Sosiologi. Bhs Indonesia. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. Ekonomi. Profil Usaha Menurut Dr. sikap dan siasat kognitif. Bhs Inggeris. Bhs Inggeris Matematika. IPA. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. Bhs Inggeris Matematika. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. Fisika. Bhs Indonesia. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Biologi. PPKn. Biologi. Fisika. PPKn Matematika. keterampilan intelek. Bhs Inggeris. Fisika. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. Geografi. IPA. bhs Inggeris. 4. IPS Matematika. Kimia. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. IPA. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. laba = untung”. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. Berdasarkan penelitian.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan.1. menjelang UN 2010. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. 2. Pola Pembiayaan 2.2.2.

namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. 2. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. 16 tahun 1997 tentang waralaba. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 42 tahun 2007 tentang waralaba. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. yaitu : 1.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. nama. sistim. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. Pada tahun 1970. berkembang sistem pembelian lisensi plus. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. yaitu : 1. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). 44 tahun 1997. UU No. 3. 7. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. 3. Peraturan Pemerintah RI No. 16 tahun 1997. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 5. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. 2. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. 6. 4. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. mendirikan 15 . Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. pelatihan personalia. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. 2.

Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. 7. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. TutorNet. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 6. Pewaralaba melakukan pelatihan.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. 5. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. Saint Anna Education Centre (SAEC). Sinotif. 4. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. bergantung pada jenis waralaba. Bimbel Gama UI dll. Bimbel Teknos. Menurut Amir Karamoy. promosi dan supply produk. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. Bimbel Primagama. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu.

Yogyakarta Tlp. Jl HT Rasuna Said. 17 . Kav B-4. Alamat : Graha Primagama Jl. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. Diponegoro 89. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. (0274) 520418. Wisma Kodel Lt 7. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. yaitu Remedial.

Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. paket soal latihan dan lembar jawab computer. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. Pelayanan kepada siswa seperti modul. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. SPMB. UN.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. SPSB. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. UAS. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan.150. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp. UM-UGM dll secara berkala. yang secara terminologi berarti cerdas. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. • Membayar biaya survey Rp. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat.000 untuk lima tahun. semester.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan.000.

ruang pengajar. ruang administrasi. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. 16-18. surat khabar. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. 19 . Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. Klender Jakarta Timur 13470. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. Jl I Gusti Ngurah Rai. majalah. 2. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. untuk luar Jakarta 5 km.

Sofa dan peralatan penunjang lainnya. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. Fax. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. trademark. konsultasi pemilihan jurusan. billboard. • Gedung milik sendiri atau sewa. telepon. 11 – 12 IPS. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. dan SMA kelas 10. TV. patent.8.11 – 12 IPA. 6. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. brosur.9. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). meja kursi untuk kantor dan pendidikan.100 juta dan royalty fee. SD kelas 1 s. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .d. penanaman motivasi berprestasi. ATK. Konsep Pengajaran .PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. fasilitas multimedia. AC. pembinaan mental. SMP kelas 7. whiteboard. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp.

Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung).5% 85% 80% Keterangan : . bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB.5% 15% 20% Investor 50% 87. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor. sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income. • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor. Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi).

kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel.2. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. Demikian pula persyaratan kredit. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. Diklat. yang memiliki skim tersendiri. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. Kecuali kredit khusus seperti KUR. Koordinator. Rapat-rapat (Divisi. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). Dilihat dari golongan nasabah.2. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). kredit kepada pensiunan dsb. suku bunga. Pleno cabang.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). 2. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. Raker Tahunan.

Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). Ketentuan kredit Bank BRI a. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. 23 . Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. bukan atas nama yayasan.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah.

Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8.500 juta s/d Rp. Sertifikat tanah 7. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. s/d Rp. b. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. Lebih dari Rp. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank. yaitu : a. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. sebagai berikut : 1.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. Lebih Rp.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b.

ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8.25%.12. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan).5% efektif setahun tanpa unsur subsidi.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1.350.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya. Suku bunga.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0. minimal Rp. c. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil).5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit). Meterai Rp.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Dalam analisa mengenai aspek pasar. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. Kenyataan demikian ini. 27 . sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. 2003). tenaga kerja dan modal. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. kemudian bahan pembantu atau penolong.1. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. karena sifat dari produk jasa tersebut. dicicipi atau disentuh. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. dijual lagi atau dikembalikan.

Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan.d. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas.d. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. Pada sistem kelas reguler. 11. SMP dan SMA. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. 9 dan kelas 12. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA.

meskipun banyak juga yang tutup. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. minuman dan waralaba ritel. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. Menurut Tempo Interaktif. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. yaitu : 29 .

Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. SMP dan SMA. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. b. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. Aspek Pemasaran 3. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. kemudian meluas ke desadesa. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. Adanya prestise. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. jenjang kelas dan program pembelajaran. mula-mula di daerah perkotaan. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. d. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat.1. c. f.2. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . e. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun.2. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3.

000 2 3 100.000 – 2.950. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.000 – 4.500.500. leaflet.700.000.000 2. iklan di media cetak.650.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini.000 125. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.000 No 1 2.000 Sumber : data primer 3.000 4 150.950. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir. yaitu pada awal dan akhir tahun.650.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2.500.2.450.000. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.500.2.000 – 2. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.000 --- --- --- 2.000 2.500.800.000 : 2.000 – 2.000 3. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.000 2.500.000 – 2.000 3.000 4. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun. misalnya SD kelas 6.650.000 4.650. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 . spanduk.000 2.950.500.000. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.750.500. website dan try out serta open house.000 2.000 2.000 2.000 – 3.000 2.

Telkom dan lain-lain. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet.5 juta untuk sekali try out. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Indosat. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. para praktisi pendidikan yang mencari info. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. dan para guru.

metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. 33 . Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa.1. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. SMP dan SMA. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. kurikulum. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif.

b. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . f. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. Mendiknas tahun 2010) : a. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. e. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003.2. pelaksanaan. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. menyerasikan. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. Mengarahkan. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. c.

3. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. d. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Pas foto ukuran 4 x 6. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. c. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. u. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1.p.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. 2. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. yaitu : a. b. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. meskipun sudah ada Perda No.

KTP penanggung jawab kursus 3. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. adalah : 1. Daftar perkembangan warga belajar 5. Denah lokasi 14. Program belajar. Perusahaan Perorangan (CV). Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. kurikulum dan tata tertib kursus 13. hak pakai. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Koperasi dan Yayasan.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. Foto copy izin kursus yang lama 6. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. Pas foto ukuran 4 x 6. 6. 4. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8.

Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. mulai tahun 2009. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. Kursus Wirausaha Desa (KWD). Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. Di kota Bogor. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). yaitu. Kursus Wirausaha Kota (KWK). Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. untuk tahap I selama 6 bulan. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK.195/E/ KK/2009.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e.

Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. Dari uraian diatas. 4. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. atau pencabutan izin kursus. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. masa persiapan belajar (pengenalan). Mei dan Juni setiap tahun. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online.3. teguran tertulis. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. April. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan.

dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. kemampuan menyerap materi pembelajaran. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). meliputi jadwal belajar. diagnostic dan penempatan kelas. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. Setelah orientasi. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung.modul dan materi belajar. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. c. potensi bakat dan kecerdasan. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. b. c. yaitu : a. b. Misalnya program privat. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. 39 . dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa.

Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor.. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela.5 SD.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. 4. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). potensi kecerdasan maupun psikologis.4. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out. kelas 7.1. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .4. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi. white board dan meja guru. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel. kursi siswa. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat.8 SMP dan kelas 10.4. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas.

Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. 41 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. suplemen dan evaluasi belajar. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional.4. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional.2. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. soal latihan. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

IPA. Bhs Ingeris. Biologi. Bhs Inggeris Matematika. IPA.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Kimia. Fisika.5 6 Matematika. Biologi. Bhs Inggeris. Bhs Inggeris. Kimia. Intensif-1 IPA 10. Biologi. Sosiologi 7. 11 12 Matematika. Reguler 2. Intensif II SMP 1. Geografi. Reguler 2. 3. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Bhs Ind. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Matematika. Sejarah. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor.4.8 9 Matematika. Reguler 2. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. . Fisika. Bhs Inggeris. Intensif III SMA 1. Ekonomi/Akuntansi. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Bhs Ind. IPSKimia. IPA. Fisika. Bhs Ind.

kemudian melatihnya 43 . UN dan SMPTN. Bhs Inggris.Ekon. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Lembaga Bimbel bukan waralaba. Sos. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan.4.3. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. UI dan sebagainya. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. min. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. b.75 jurusan MIPA. IPK 2. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. Pelatihan meliputi : a.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. honor.

250.000 sampai Rp. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas.000 per sessi.000 – Rp. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.350.25. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang.4 juta. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.35. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp.1 juta sampai Rp.5 juta per bulan.1. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel.000 per minggu atau per bulan antara Rp. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel.42 siswa per tutor.

Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. Selain jumlah siswa per kelas. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Program Jaminan. Program Special Class. Biasanya 45 . Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Program Kemitraan. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program.1. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Khusus. Program Intensif (UN. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). Program Intensif (UN. Misalnya Program Special Class. Program Standard Class. 2. Program Privat.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Program Pendamping Belajar Siswa. Program Super Intensif (masuk PTN). perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. SMPTN). Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. dll. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). SMPTN). Program Executive Class. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya.

5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. 4. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. 2.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . yaitu semester I. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. pada bulan Desember – Mei menjelang UN.

Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). untuk kelas 12 IPA. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . 5. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. • Sub Program Intensif 1. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. Untuk mengukur produk usaha bimbel. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan.2. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. • Sub Program Intensif 2. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. untuk siswa IPS. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. Terdiri dari tiga Sub Program.Mei.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. Tujuan adalah lulus ujian akhir.

Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. Reguler 2. Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Intensif Jumlah II SMP 1. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2. dan nama atau merek lembaga Bimbel. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Intensif Jumlah III SMA 1.

000 500.000 49 . Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD. Intensif-1 IPA 3.400.000 1. b.000 900.000 850. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester.000 800.350.300. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.000 900. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500.000 Bimbingan 750.000 1.400. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA. Alasannya adalah : a.000 500. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.300. Reguler 2. Reguler 2.000 900. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek.400.000 1.000 800.000 500.000 500.000 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal.000 500.000 1. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA. Intensif 1. Reguler 2.250. Intensif 1.000 1.000 Jumlah 1.000 500.

000 per siswa. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif.500.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel.000. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . seperti pada tabel berikut. Uang pendaftaran. sebesar Rp. per semester. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan.125. b.

3.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.200.000 31.500.000 34.400.600.200.200. peralatan kantor.000 90.000 Tahun 1 Smtr 2 90. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.200.000 15.100.500.200.000.200.000 44.000 26.1. Reguler 2.000.500.000 0 165.000.000 0 22. Reguler 2.000 62.000 0 198.000 0 23.500.000 No Strata I SD 0 11.400.000 88.000.000 17.000 29. peralatan belajar.800.000 0 68.800. Reguler 2.200.000 68.000 0 35.000 119.000 34.000 Tahun 2 Smtr 2 150.675.000. Komponen dan Sruktur Biaya 5.200.000 203.000 209.000 115.200.000 0 35.000 88. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .000 Smtr 2 180.300.000 300.000.000 268.400.475.000 Sumber : lampiran 5 5. sewa gedung.600.000 17.000 34.100.000 0 11.000 150.000 68.000 88.000 39.600.000 31.000 0 99.500.000 0 34. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.000 31.000 59.400.200. Intensif Jumlah III SMA 1.550.400. fasilitas dan sarana belajar.400.125. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.275.175.000 Smtr 1 165.000.000 34.400.200.000 62. Intensif-1 IPA 3.000 0 68. Intensif Jumlah II SMP 1.000 386.000 34.600.000. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.000 474.000 53.3.000.100.000 267.000 13.200.000.400.950.725.000.

100.853. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.722.750. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.000 4.450. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.685.980. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa. Nilai (Rp) 1.000 0 83.750.250.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.500 1. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 5.845. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.500 0 0 1.000 0 0 1.050.024.000 0 168.000 64.000 31. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.000 700.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.900.000 68.000 12.

000 Smtr 2 8. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.235.2.000.000 8. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.000. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.500 dimana sekitar Rp.000.175.000 6.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000 6.000 204.000 154.000 4.780. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.000 6.000.175. 77.3.000. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.000 159.335.955. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.000 10.000.500.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.000 135.000 5.000.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.000 5. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.715.000 3. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.000 198. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 5.000 20.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.462.000 159.992.715.540. 91. biaya tenaga kerja.175.000.000 189.000 16.000 Smtr 2 8.000 Smtr 2 8.565.060.000.000 10.160.175.175.000 193.000 228.890.175.000. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.000 136. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.000.4.500. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .000 177.540.

189.613 24. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek.335.276.276.708 238.912. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.333 171.396 39.601 Jumlah 91.000 56. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.077. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.613 17.189. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.5% per tahun.125 Bunga 24.000 91.902. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan.5. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.375 66.258.811.396 66.726 5.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan.713. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.912.

Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.500 227.697.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.2% semester 2.666 303. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.696. Baru pada semester 2 tahun-2.336.6% 27.4% 23.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.697. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.397 531.118.073.744 12.073.2% untuk semester 1 dan 18.397 1. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.613 135. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.0% 55 .613 89.0%.411.145. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.500 759.279 213.9% 20.4% 29.927.927. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.731 227.897 759.637. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga.394.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2.5% 29.

000 44.038 121.067.279 224.000 189.826.000 197.266 118.494 121. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian. biaya tetap.858.480. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.480.405 212.177 121.693.480.750.279 271.000.325.202.480.480.958. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.708.480.636 80.000 Tetap 147.266 121.035.722.100 248.922 354.509.000 Biaya Variabel Total No 56.743 295.743 395.405 121.101.6.515.754.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 150.480.386 342.650. 2003).722 Intensif 14.378.000 73. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.000 29.500.750.000 173.636 178. seperti jumlah siswa peserta.949 121.000 244.587.000 319.949 265.000 59.494 103.750.734.038 132.861 121. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.963.050.458 230.633 186.722 121.306.250.759.177 239.000 88.386 478.917.922 271.170.564 318.142.480.075.101.ASPEK KEUANGAN 5.734.483.000 126.392.100 313. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.000 345.861 159.207 292.443.250.458 201.000 103.564 437.000 220.207 365.500.000.411. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.550.274.417.633 121.931.480. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.

443 236.000 408.000 519.480.028 561.961.889.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.243. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.127 191.000 452.314 726.810 121.993.513.500.671 643.065.480.441.480.835.151.810.493.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).135 506.545.000 398.098.000 425.857.000 505.618.304.443 121.956 529. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.492 685.671 435.000 267.876.000.492 459.000 291.135 767.126.480.060.582 121.354 121.480. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.000 337.899 206.000 384.480.000 531.127 121.000 361.651. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.337.250.468.354 177.850 412. 57 .480.500.468. sebagaimana terlihat gambar 5.899 121. pendapatan (lampiran 5).784.750.810 147. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.671 221. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).850 602.284.835.028 389.582 162.671 121.000.000 478.250.000 314.409.784.314 482.

176 (sumbu vertical).ASPEK KEUANGAN Juta Rp.176. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa. Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.261. Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp.261.306.306. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).

Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. Jika terjadi keadaan sebaliknya. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung.antara 1 – 5 tahun. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. 168. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya. dimana investasi dimulai pada tahun-0.7. 59 . Berdasarkan data pada lampiran 1. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). 5. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. Jumlah investasi tetap : Rp.250 juta.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan.

000 dan biaya modal kerja Rp 83.747.571.5% IRR % PBP (semester) 67.433 1.79. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.811. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.000.132. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi.5% p.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .375 dan modal pinjaman Rp 171.2.250. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).a.308.125 dengan bunga pinjaman 14. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14.500.45 27% 2. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio.

Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15. IRR lebih kecil dari suku bunga. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a.5 16% 2. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b.C ratio kurang dari satu. 61 .6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. dimana NPV sudah negative.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7.223.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.710 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. Dan Net B.8.4 14% 2. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c. 16 dan lampiran 17.790.410) 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.

proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.859. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.ASPEK KEUANGAN b.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. c.954 1.4 14% 2.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.4 14% 2.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. dimana NPV negative.5 18% 2.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.627) 1.782.873) 1.5 16% 2.079 1.

IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu. 63 . Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. dimana NPV negative. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

sebagian besar hasil pendidikan. perdagangan dan pengangkutan. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6.1. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. dan manfaat sosial lainnya. penciptaan kesempatan kerja. yaitu : a. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. pertanian. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. pemerataan pendapatan masyarakat. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya.BAB VI ASPEK EKONOMI. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. 65 . Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. Sukses ujian semester c. Sukses ulangan harian di kelas b.

P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. sedangkan untuk LKP. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Ternyata. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). PKBM. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. Politeknik. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. BP2NFI.ASPEK EKONOMI. Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Lembaga Pendidikan Keterampilan. SKB. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Balai latihan Kerja. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant).

Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. soal-soal). polusi udara dan pencemaran lingkungan. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga.d. seperti polusi suara (bising). 200 m2. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s. 6. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). industri barang-barang dari kayu dll. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. industri makanan dan minuman.35. buku-buku.2. industri alat tulis.25. 67 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp.000.000 s/d Rp.

jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar.ASPEK EKONOMI. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar.2.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. 69 .1. b. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. yaitu : a. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar.1.1.1. 7. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas.

lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. akuntabel.3. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. diantaranya harus transparan.infokursus. dan bersedia diaudit oleh pemerintah. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas.net. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.4. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan. Nilek online dapat di cek di www.1. 7. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri). Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. 7. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya.

matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. 12.5. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. dan SMA IPS 11. SMA IPA 11. 71 . Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Fisika.1. 12. 9. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . berkembangnya sekolahsekolah umum. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. 7. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. cepat dan tepat. usaha computer dan website designer. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. industri furniture.1.7. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik.1. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. industri alat-alat perkantoran.6. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. perbaikan sarana transportasi. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel.

tetapi menyewa. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar.2. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan.1. karena masalahnya adalah : a. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. b.2. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik.8. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. 7. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. Oleh karena 73 . Faktor-faktor Kritis Internal 7. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. c.1. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

SMP dan SMA. d. organisasi-organisasi masyarakat.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel.5. pembinaan. 7. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. e. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. 77 . yayasan kependidikan dan perorangan. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out.2. Lembaga-lembaga bisnis. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. Sekolah-sekolah umum SD. c. b. lembaga-lembaga profesi. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif.

Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. konsultasi. b. Visi. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. materi belajar yang diberikan. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . c. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. tanpa dipungut bayaran. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. BUMN dan perbankan. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. fasilitas belajar. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. d. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. b. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. target program. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. layanan phisikologi. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas.

79 . spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. Kualitas materi-materi pembelajaran. brosur. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. c. 7. adalah : a. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. b. Sebaiknya pengajar lulusan PT.3. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. c. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. Kualitas pengajar atau tutor. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel.

e. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. h. f. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. SMPT). g. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. tersedia ruang diskusi. sederhana. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). penyajian materi belajar dengan OHP. musholah.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. ruang konsultasi. seperti ruangan ber – AC. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. kantin dsb. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. jangan pasif. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. Tetapi dengan catatan. 81 . Siswa. i. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

1. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. kurikulum. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. Kesimpulan 1. yaitu : • Dari segi transportasi. 5. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Ditinjau dari aspek teknis. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. 4. 2. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. 83 . 3. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal.

NPV mencapai Rp. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp.8 tahun. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. Berdasarkan analisis aspek keuangan.262. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .176. 7. Pendapatan turun sampai 7% b. karena pada tingkat discount factor 14. 8. Net B/C ratio 1. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a.8 dan IRR 27%. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. Biaya operasional meningkat sampai 10% c. pay back period 2.8 %. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. 9. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan.308.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK).187.5%. 6.306.2. 67.433.587. Berdasarkan analisa sensitivitas. 10. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup.

Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. 3. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas.2. 2. Saran-saran 1. 5. 4. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. 85 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Husein 87 . 2003 Belajar dan Pembelajaran. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Evi Umar. cetakan ketiga. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Pengantar Evaluasi Proyek. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise).DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. 1976. Clive dkk Hartanto. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. 2007 Mengajar dengan Sukses. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. 2001 Sulistyowati. edisi kedua. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. D Kultur Hia. edisi kedua.

majalahfranshise.tridaya.com http://aisyahraifa.com http://www.com http://www.Teknosgenius.primagama.wikipedia.wordpress.wordpress.org Kompas.kompas.org/waralaba http://snmptn.com http://www.com http://suarapembaca.infokursus.com http://ahmadsudrajat.net http://www.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.com http://www.com http://www.bimbelplus.com http://bimbel.org http://re-searchengines.banksaudara.com http://www.com http://edukasi.org http://www.co.detik.gaulislam.ppsgms.multiply.id http://id.gamaui.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .com http://indonesiaeducate.bimbelgsc.com http://www.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

....... Sarana dan Biaya Bimbingan ...................................................................................... 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran ........ 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ..................... 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan .................................................. 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ........................................................ 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel . 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ...................... 122 91 ...................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun .... 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ..... 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ................................... 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ....................... Fasilitas.................... 114 Rekap biaya operasional .............................................................................. 106 Proyeksi Jumlah Kelas......... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ................................................................................................ 103 Biaya Pendaftaran.......... 113 Lampiran 10a Struktur Biaya .......................................... 110 Rekap jumlah biaya investasi ... 120 Proyeksi Laba Rugi ....................

................. 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% ............................................................................ 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%.......... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ............. 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% ............................Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ..... 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ......... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis . 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ....... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ......................................... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ........

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1. Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Menghitung Jumlah Angsuran.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. 2. Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). 97 .

Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. c. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Apabila NPV = nol. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. n = Umur Proyek. i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). Apabila NPV < 0.LAMPIRAN 3. Menghitung Net Present Value (NPV). b. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial.

sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. 99 . Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek.

________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. = Net present value positif. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. = Nilai benefit-cost ratio. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). Apabila nilai Net B/C < 1. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. = Net present value negatif. Menghitung Net B/C ratio.LAMPIRAN 5. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. maka proyek layak dilaksanakan. b. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. NPV B-C Negatif. Apabila nilai Net B/C > 1. 6.

a. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. b.) e.X Total Produksi.) f. Biaya Tetap. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. Titik Impas (Rp. d. 1 . Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 . Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan. Titik Impas (Rp.) = n x harga pokok.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. c. Hasil Penjualan (Rp.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. Titik Impas (n) = ----------------------------. Titik Impas (Rp. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran.--------------------------Hasil Penjualan.

½.LAMPIRAN 7. 1 ½. b. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. 2. 8. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. 1. … .. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . n = 0. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. n.

Intensif Jumlah II SMP 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 . Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1. Reguler 2. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1.

000 125. Reguler 2. Intensif 125.000 750.250.000 900.400.000 1.000 500.000 500. Fasilitas.000 125.350.000 500.000 900. Reguler 2.000 500.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Intensif-1 IPA 3.000 900.000 125. Reguler 2.000 1.000 125.000 1.300. Intensif 125.000 500.000 850.000 1.000 500.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 1. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.300.400.000 1.000 1.000 800. Intensif-2 IPS 125.000 III SMA 1.000 800.000 500.400.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.

Reguler 2. Reguler Jumlah 2.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.000 200. Intensif II SMP 1.000 1.0 6.600.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .0 1.000 30.000 3.0 3.000 4.000 6 2.800.000 4.000 200.000 2. Intensif III SMA 1.400.800.800.000 200.000 13.400.0 5. Reguler Jumlah 2.000 8. Intensif-1 IPA Jumlah 3. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.000 200.000 8.000 4.0 15.800.0 1.0 4 2.600.000 200.000 9.0 20 12 4.000.600.600.0 4.000 1.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

Reguler 2.III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPA 3. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 .

250.000 2. Lemari g.000 100.000 1.000 1.000.000 2. NILEK 2 Sewa gedung a.500.000 6.000 100.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.000 3.000 50.000.000 1 15 175.500.000 4.000 4 1 1. Meja kerja .000 350.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a. Filling cabinet h.000 15 175.375.000.000 200.625.000 4.625. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.500.000 250.000.500 10.500. Komputer b. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.625.000 2. Printer c. Ruang tunggu siswa e. Ruang kelas c.000 10.000 1.000 12.000 15 175.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100. Ruang guru d.000 250.000 2.200.000 350.000 52.000 35.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.625.625.Telepon/Fax e.625. Laptop d.000 52.000.000.000 100. Furniture f.000 1 1 1 300 175.000 120.000 500.000 10.000 125.500 12.000 500.000 2.000 1 2.000.000 500.250.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.000 1.000 6.000 2 5.000 125.000.375. Badan Usaha b.000 1.000 200.000 2.

000 154 200.800.400. Kursi belajar siswa b.000 j.000 600.600.750.250.000.160.000 3. Modul belajar b.000 1.000 10 60.000 160.i.000 30.000 6. Meja guru c.000. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.000 84.000 5 1.000 6.000.000.000 5 6.000 5 5 7 500.853.000 - a.000 8. Kursi tamu unit 4 2.000 5 15 100.000 150.000 3.000.500.000 10 15 250.000 10 375.000 600.000 280.000 30.000 1.000 7 200. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 37.500.000 set 1 600.260.000 1. White board d.000 a.000 5 Sarana belajar 700.500 15.000 Peralatan belajar 616.

845.000 700.000 12.000 Nilai (Rp) 117.268.450.685.5.050.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .4.000 50.000 102.750. Kredit b.900.475.250.775.000 83.000 5. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.500 1.000 66. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.853.LAMPIRAN Lampiran 8b.000 Penyusutan 0 64.400.000 168.980.000 31.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.000 4.6 Sumber dana investasi a.750.000 64.100.000 1.

000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.715.175.540.000 135.335.175.000 8.000 189.000.000.000 177.000.000 154.000 5.000 204.000.000.000 20.000.000 8.565.500.000 8.000 114.000 3.175.000 8.235.175.000 159.000. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.000.000 10.000 10.000 16.000.955.000 159.715.000 193.000.000 5.000 6.000 8.000.Lampiran 9b.000 228.780.890.000 136.160.000 4.175.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .060.000 198.000 6.540.000 6.175.

000 6.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a. Air d.000 1.000 22.720.000.000 2.000.520. Direksi b.000 2. Cetak modul c.500.000. Leaflet/brosur b.000 50.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.500.000 2.250. ATK b.000 50.000. Air mineral 2 Tenaga kerja a.500.000 1. Surat/fax f.000 3.000 10.000 12.000 10. Tutor smtr 1 e.000 20.000 10.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.000 5.000 20.000 750.000 5.000 4. Listrik e.000 62.000 50.000 83.000 200.000 2.500.000 150. Souvenir 4 Pembelajaran a.132.000 5. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50. Tryout c.000 1.000.000 750.000 200. Staf manajemen c.000 150.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000.000 3.000 10. Telepon c.000 50. Internet g.000. ATK b.500 100.000.000 15.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.000. Karyawan d.000 50.160.320. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.

000 300.335.000.000 1.500.000 Semester 2 600.000 300.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000.000 3.000 15.000 1.000 300.000 228.160.000 4.000.000.000 198.000 8.000 45.500.000 900.000 15.000 115 .000 5.000 1.000 18.000 300.000.720.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.000 4.000 1.000.000 10.000 18.000 375.000 1.000 900.000.000.000 90.000 1.000 193.200.000 2.000.200.000 4.000 2.000 5.000.000 18.000 4.920.000 375.000 900.000 4.000 300.000 18.000 67.000 18.500.080.000 36.500.000 300.320.000 135.000 375.000 36.530.000 300.000 90.000 36.520.000 300.000.200.000 15.000 2.000 375.000 8.000 4.000 3.500.500.000 375.000 2.200.715.500.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000 15.000 300.000 108.840.000 2.500.000.000.000.000 300.000 900.000 300.000.200.000.000 189.000 154.565.000 15.000.000 4.000 300.000 3.000 15.000 300.000 1.000.000 300.955.000.000 1.000 300.235.000.900.500.000 300.000 18.000 5.000.000.000.000.000 Semester 2 600.000 300.000.000 900.000 36.200.000 2.000 4.160.000 36.000.000 375.060.000 4.000.960.000 135.715.000 36.000 1.000 1.000.000 5.000.000 Semester 2 600.000 10.000.000.000 900.000.000 300.000.

Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.5% 652.000 83.571.528 14. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.5 36 3.036. Angsuran Bunga per Bulan 24 2.423.132. Kebutuhan Modal Investasi b.250.382.125 83.500 79.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Suku Bunga Pinjaman (p.a) Flat d.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.096.114. Angsuran Pokok Per bulan c.936.375 54.a) Flat d.475. Modal Investasi Sendiri (30%) b.375 171.500 251. Suku Bunga Pinjaman (p.251. Angsuran Pokok Per bulan c.250. Tenor (Bulan) b .811.271.505 14.000 168.775. Modal Kerja Sendiri (35%) b.6 29.125 50.132. Tenor (Bulan) b .000 168.000 117.5% 1.

775.271.889 101.516.528 3.528 3.972 52.528 3.788.086.271.602.115 1.115 1.423.271.115 1.503.528 3.528 3.271.271.172. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.423.056 3.271.528 3.271.833 94.245.529.528 3.528 3.423.960.028 58.528 3.271.115 1.423.258.115 1.231.801.250 85.083 65.115 1.528 3.115 51.115 1.528 3.423.115 1.357.528 3.115 1.583 6.271.271.778 88.444 49. Bunga 1. Pokok 3.115 1.528 3.115 1.145.814.271.629.423.472 111.059.874.423.423.775.715.271.423.900.072.528 3.973.115 1.917 45.423.423.167 16.271.125 117 .423.944 107.271.417 104.331.528 3.115 1.271.115 1.271.271.528 3.423.667 75.639 13.333 35.115 1.115 1.423.528 3.271.344.278 29.423.423.115 1.271.528 3.423.271.271.115 1.861 39.271.271.528 3.159.271.688.271.423.271.232.115 1.528 Total Murni INVESTASI Angs.306 91.528 3.423.139 71.115 1.115 1.528 3.271.423.528 3.528 3.271.528 3.556 62.000 114.115 1.423.423.423.528 3.423.194 78.611 68.271.528 3.115 1.702.361 98.528 3.528 117.271.271.417.528 3.722 81.271.423.271.111 9.423.806 32.986.528 3.887.615.500 55.423.115 1.115 1.115 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.430.271.443.423.528 3.222 22.423.694 19.750 26.528 3.000 Angs.115 1.115 1.528 3.528 3.528 3.423.115 1.271.423.423.423.423.423.271.115 1.528 3.115 1.271.389 42.115 1.115 1.115 1.543.115 1.423.

251.509.505 2.937 652.006.251.937 652.125 Angs.505 2.251.125 51.251.772.063 24.251.073 29.257.533.251.599 40.251.031 11.760.505 2.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.937 652.937 652.937 652.505 2.937 652.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .505 2.937 652.018.578 31. Pokok 2.094 38.505 2.937 652.527.620 49.251.766.784.937 652.251.251.251.937 652.263.937 652.251.251.505 2.036.937 652.547 18.505 2.937 652.937 652.937 652. Bunga 652.754.251.251.505 2.012.521.251.251.104 42.937 652.937 15.568 27.505 2.937 652.275.505 2.251.115 47.778.251.505 2.251.505 2.937 652.505 2.505 2.269.251.251.670.505 2.526 9.589 36.505 2.052 20.536 13.937 652.042 15.505 2.024.083 33.251.251.505 2.021 6.505 2.030.516 4.937 652.251.609 45.505 2.505 54.036.281.503.505 2.937 652.515.505 2.937 652.557 22.010 2.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.937 652.

115 19.172.051 160.271.861 5.051 149.523.033 2.523.626.086.033 2.423.523.443.271.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.051 105.902.894 5.076.076.960 5.051 138.528 1.033 2.523.033 2.828 5.271.051 122.523.523.523.765.523.278 3.056 3.498 5.115 0 Total Murni 171.271.811.750 3.543.423.033 2.900.523.534.528 1.396.051 166.033 2.051 55.033 2.195.304.033 2.115 26.432 5.423.033 2.033 2.051 116.399 5.715.597 5.115 9.672.033 2.033 2.033 2.076.350.271.965.993 5.076.033 2.076.601 119 .333 3.051 100.528 1.523.033 2.531 5.115 13.523.033 2. Bunga 171.033 2.011.423.051 66.919.103.528 1.271.523.271.986.076.806 3.076.033 2.115 32.564 5.115 16.258.873.051 83.033 2.051 133.528 1.076.076.115 29.663 5.814.639 3.167 3.033 2.125 5.271.488.465 5.423.694 3.423.271.271.125 66.523.523.149.076.423.051 94.442.523.366 5.580.076.523.033 2.115 35.076.051 50.115 22.092 5.423.523.528 1.718.076.242.528 3.033 2.076.051 61.523.033 2. Pokok Angs.271.076.051 155.423.523.827.288.051 44.051 72.781.271.076.423.630 5.795 5.523.115 6.076.076.076.762 5.271.076.076.696 5.051 127.051 144.528 1.927 5.051 77.057.528 1.076.115 3.026 5.076.523.423.423.629.583 3.076.528 1.033 2.523.051 88.528 1.528 1.528 1.222 3.111 3.811.523.059 5.051 39.357.523.051 111.729 5.

528 Total Angs. Modal kerja 83.000 189. Lainnya 102.000 Angs.708 135.335.000 267.000 2.000 150.LAMPIRAN Lampiran 10c.000 189.670.036.333 117.750.750.788.077. Sewa gedung 64.077. Perizinan 1.085.000 198. Biaya operasional 1.238 15.238 7.335.000 263.000 14.063 27.018.375 17. Pendaftaran & bimbingan 150.000 -16.235.315.000 3.000 78.258.861 3.750.235.000 64.232. 1 URAIAN Pendapatan a. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.065. Pokok 27.000 135.600.000 64.000 64.271.000 b.000 - 64.382.365.000 125.125 Outstanding 29.194 42.565.000 154.100.568 2.835.500 Surplus/minus -251.000 Jumlah a 168. Investasi 1.333 39.750.077.251.140.125 Angs.375 17.500 Jumlah 2 (a+b) 251.715.132.018.250.628.250 Per bulan (Rp) 14.400. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81. Bunga 7.269.300.000 203.000 154.333 39.150.505 MODAL KERJA Angs. BOP Jumlah b 83.600.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.175.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.150.585.000 388.775.835.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b. Pokok 39.000 135.000 189.235.715.565.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .175.375 51.000 198.300.000 203.000 267. Bunga 17.604.258.000 388.063 54.715.382.258.000 219.500 2.750.132.529.

708 238.601 TOTAL ANGSURAN 91.000 193.715.000 293.009 56.713.715.200.200.375 66.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.715.715.635.524.000 228.600.000 1.000 0 0 1.000 228.000 64.715.276.000 193.000 474.781.335.750.366 0 Total Angs.000 193.613 24.000 245.853.258.000 193.053. Bunga 24.396 39.717 56.000 65.524.850.708 - 238.000 474.000 300.565.600.000 193.735.000 106.000 300.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.485.000 228.000 300.396 66.000 228.902.000 180.762 44.613 17.125 Angs.057.811.000 106.077.000 121 .912.600.100.717 56.000 300.000 64.726 AWAL SALDO AKHIR 147.335.715.645.200.600.000 474.000 474.000 228.000 474.276.912.713.333 171.955.189.009 91.000 300.000 106.000 476.726 147.955.000 228.955.750.955.000 193.000 0 0 0 0 193.600.465.000 294.955.000 0 0 64.000 193.645.189.000 193.955.200.600.645.715.000 228.955.955. Pokok 66.335.000 179.200.750.955.

818.697.650.144.000 147.000 506.750.893.636 201.000 40.039 23.458 Total 178.4% 387.000 655.912.462.360 765.000 1.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.9% 20. Penyusutan d.587.387 251.962.613 399.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.000 83.625.613 17.222.375 83.980.333.613 23.000 774.411.287.750.708.900.000 83.601 900.515.067.399 135.375 506.861 159.912. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.860.800.475.000 40.480.0% Pendapatan sub program Reguler 132.108 -45. Biaya operasional b.861 189.980.980.613 -12.613 523.000 422.000 774.000 268.000 422.150.636 80.625 268.172.570.662.894 159.633 Intensif 14.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.945.4% 496.077.072.6% 27.727.500 29.927.279 213.613 -45.500 227.670.5% 135.660.000 3.000 83.280.927.000 29.000 24.958.902.150.432.800.980.000 422.670.394.000 121.000 419.731 37.000 Biaya Variabel 56.000 774.480.000 83.222. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.670.500.050.697.800.550.500 29.000 24.633 Pendapatan Tetap 121.000 66.980.500 227. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .601 2.035.650.

495 206.443 478.480.480.354 398.386 244.411.386 365.000 643.000 1.480.651.480.734.810.065.441.443 236.509.480.266 121.304.443.151.000 395.000 121.480.000 1.810 121.250.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.480.000.170.980.177 121.000 313.000 478.516.202.889.038 121.000.850 435.993.500.480.582 162.274.135 529.000 437.513.743 239.650.101.835.545.899 452.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.743 318.000 271.000.000 Smstr 1 Smstr 2 22.722 121.207 267.405 44.126.754.876.354 177.693.956 70 30 186.306.582 121.564 265.101.858.922 212.480.127 425.784.028 291.266 118.750.314 384.000 121.127 191.826.671 221.759.931.314 506.671 459.100 248.000.480.722.618.075.961.949 121.857.000 561.392.480.671 337.494 121.243.671 767.000 126.000 121.000 121.177 59.722 88.100 271.409.279 224.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.500.028 412.000 121.142.483.956 292.493.000 220.000 103.337.325.963.284.492 482.000 602.287 Biaya variabel 385.955.060.850 314.000 173.810 147.000 726.417.378.468.492 361.949 73.000 319.899 206.922 295.000 230.500.784.000 83.000 345.250.480.500.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .734.750.480.038 132.917.215.500.170.000 150.405 121.000 197.000 Jumlah 37.000 354.098.207 389.750.000 121.000 519.000 372.250.000.094.564 342.000 828.000 685.468.250.000 505.480.135 408.494 103.480.835.

000 83.382.455.836 212.000 79.276.375 37.893.613 451.000 39.063.000 66.650.602.382.613 23. Pendapatan b.000 69.475. Dana sendiri c.500) 168.9345 -6.287.670.8 2.750. Re-Investasi b.483.000 251.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.316. Kredit modal kerja e.644. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.382.396 24. Kredit investasi d.000 774.800.500) (251.997 (44.009 359.132.892 422.108 572. Biaya modal kerja c.8 tahun 0.126 244.032.382.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.800.106 69.036.119.800.077.000 387.276.947) 0.000 655.886 251.930.883 -14.280.414.894 188.775.500 290.571. B/C ratio.000 66.398 174.644.660. Biaya operasional d.000 -97.333 17.382. Biaya bunga bank f. Biaya investasi a.000 69.912.5% PBP (semester) 1 (251.000 774.475.108 83.463.650.500 353.272 314.308.570.8162 256.125 353.350.196.000 655.382.258.602 460.500 (251. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 655.009 -97.750.949) 0. Angsuran pokok e.330.396 24.750.000 353.469.447 (257.447.375 117.500 251.912.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .302.8734 213.250.666.650.009 -6. NPV dan PBP DF 14.117 411.000 54.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.286.000 774.475.500) 27% 1.894 586.

626 204.382.009 359.000 66.723.894 141.500 332.500) 16% 1.266.382.330.382.102.650.000 69.000 728.570.613 23.988.312.375 37.710 rupiah 125 .250.609 (277. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.751 120.280.000 83.000 54. Kredit modal kerja e.108 572.000 39.500 387.749.000 728.000 -118.000 728.463.194 251.398 67.125 332.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.245. B/C ratio.382.892 422.852.930.571.108 44.333 17.912.396 24.000 69.941.5 2.266.613 451.235.883 -74.382.893.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.266.995.312.775. Re-Investasi b.660.477.132.405.500 290.106 69.500 251. Biaya modal kerja c.077.557) 0.109) 0.670.246.500) 168.500 (251.117 411.552 (98. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.852.396 24.8162 218.312.036.912.258.223. NPV dan PBP DF 14. Biaya investasi a.6 tahun 0. Dana sendiri c.302.500 616.000.000 616.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14. Angsuran pokok e.5% PBP (semester) 1 (251.500) (251.276.852. Kredit investasi d.405.276.772 267.000 66.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.602 460.8734 178.9345 -25. Biaya operasional d.316.663.509 -27.500 332. Biaya bunga bank f.509 -118.894 586.375 117.650.00 251.650.981.382.119.500 616.405.000 79. Pendapatan b.

247.399.258.375 117.731. Biaya bunga bank f.5 tahun 0.276.036. Kredit modal kerja e.750 609.894 134.108 37.333 17. Pendapatan b.500 328.276.000 79.250.571.117 411.602 460.8734 173.009 359.5% PBP (semester) 1 (251.847.077. Biaya modal kerja c.912.000 54.893.155.000 720.522 260. Dana sendiri c.398 49.125 328.775.396 24.650.847.613 23. NPV dan PBP DF 14.912 251.790.000.847.375 37.330.570.750 609.392 422.538.00 251.500 720.387. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. Biaya investasi a.970 (280.545.198.564.930.396 24.259 -31.000 69.894 586.8162 212. B/C ratio.000 -122.478 (107.382.106 69.132.670.500 251.261.731.382.500) 168.750 328.382.259 -122.500 (251.000 83.000 66.387.876 198. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 39.000 66.613 451.122.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.500) 14% 1.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.108 572.302.660.470) 0.9345 -29.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.250 387.650.119.650.564.382.384.904 105. Biaya operasional d.000 69.316. Kredit investasi d.841.280.405. Re-Investasi b.4 2. Angsuran pokok e.912.564.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.233.276.500 720.382.500) (251.383 -84.500 290.500 609.463.731.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .382.992) 0.

775.5 tahun 0.918.626 209. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 774.400.918.475.382.611 (287.400. Biaya operasional d.083 -190.912.801.174.400.000 79. Kredit investasi d.8162 225.500 251.276.250.437.382.344.00 251.000 655.375 37.305.592 460. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.500) (251.475.194 144. Kredit modal kerja e.428.687 120.300 39. Biaya investasi a.8734 182.028 276.382.451.333 17.613 23.571.709 -38.079 rupiah 127 .500) 16% 1.782.980 (104.000 774.688.660.800.405.709 -232.000 102.200 66.298.077. B/C ratio.000 353.402 498.700 -130.800.139.5% PBP (semester) 1 (251.557 353. Biaya bunga bank f.700 422. NPV dan PBP DF 14.000 774.912.000 83.371.613 483.000 655.500) 168.625.323.750.709 392.475.848.500 (102.500.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.750.451.893.512.918.800.375 117. Dana sendiri c.000) (251.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.886. Angsuran pokok e.382.894 630.382.500 75.598 -45.258.000) (102.111) 0.618.408 42. Re-Investasi b.396 24.000 54.300 66.817.965.396 24.9345 -36.131) 0.500 75.500 353.750.859.036.037.405.917 446. Biaya modal kerja c.108 613.276.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.710.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.132.000 655. Pendapatan b.806 75.5 2.500 316.125 353.

276.059.000 353.475.036.660.912. Biaya investasi a.132.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.800.796) 0.000 76.400.000 39.8162 222.333 17.000 251.893. Angsuran pokok e.311.037.250.937.475.000 102.500 (102. Biaya operasional d.187 353.089 (111. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.725. Kredit investasi d. Pendapatan b. B/C ratio.800. Dana sendiri c.5% PBP (semester) 1 (251.548.251.126 205.327.571.375 37.375 117.400.202.923.000 426.529.400. Biaya modal kerja c.112.750.258.615.615.750.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .613 23.382.500) 14% 1.728 272.892 464.500) 168.669.475.894 635.396 24.276.448.396 24.637.775.5 tahun 0.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.000 -133.024.883 -198.500) (251.8734 179.4 2.000 655.108 37.500 319.000 83.000 774.000 76.000 66.117 450.549.000 66.000 655. Biaya bunga bank f.308.009 395. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.500 353.296 (291.009 -42.106 76.168.894 139.9345 -39.707) 0. Re-Investasi b.051.000 79.597.500 251.000 54.000) (102.000 774.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.077.893 110.750.382.220.000) (251.009 -236.912.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 774.782.602 502.502.619.108 618. NPV dan PBP DF 14.382.382.382.125 353.000 655. Kredit modal kerja e.398 -59.613 487.800.615.

396 24.988.9345 (26.00 251.375 37.000 751.333 17.100 66.916.613 461.893.500.5 2. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.556.798 81. Kredit modal kerja e.500 251.750 636.250. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.8162 227.987.077.292 435. Biaya operasional d. Pendapatan b.987.197.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.015.000 83.100 39.469.739.090.382.422 278.000 54. Biaya modal kerja c.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.739.870.782.500 751.396 24.911 135.375 117.083) 0.545.482.077.870.912.583) (277.8734 186.739.870.018.857.500) 168.159) -27. B/C ratio.046.202 473.500 751.775.909 370.102 (91.400 66.345.382.208 50.750 342.894 601.108 586. Biaya investasi a.500) (251. Biaya bunga bank f.382.036.382.000 79.276.150 399.783 -68.086.930 251.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.058.750 636.500 (251.010.500 71.033.258.954 rupiah 129 .912.132.571.613 23. NPV dan PBP DF 14.276.400. Angsuran pokok e.159) (119.500 298.500 342.727. Kredit investasi d.660.900 (119.006 71. Re-Investasi b.944.382.382.376 212.717 423.556.077. Dana sendiri c.981) 0.500 71.556.350.500 636.5% PBP (semester) 1 (251.6 tahun 0.416.125 342.500) 18% 1.994 150.046.077.

000 743.991.00 251. Biaya operasional d.4 2.258.132.520.083 -87.375 117.572.500) (251.570.396 24. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 79.000 83.8734 176.500 (251.251.917 426.9345 (32.209) (126.333 17.613 23.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.800 66. Angsuran pokok e.276.800 39. Biaya bunga bank f.808.775.126 202.336.590.500 251.8162 217.520.375 37.396 24. Pendapatan b.382.571.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.250.700.382.965.269 110.500 301.336.891.436.000.436.209 374.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.278 251.083.180.500) 14% 1.628) (284.798.808.576.179. Biaya modal kerja c.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 743.613 465.694 137.382. Dana sendiri c.5 tahun 0.908 38.000 54.200 403.382.894 606.000 743.077.598 50.382.500 339. Re-Investasi b.929. NPV dan PBP DF 14.912.500) 168.000 629.402 477.382.912.5% PBP (semester) 1 (251.547.209) -34.092 439. Biaya investasi a.306 72.200 (126.276.237.808.893.108 590.520.009.516.200 66.036.128) 0.336.436.137 (107.903.125 339. B/C ratio.000 339.072. Kredit modal kerja e.000 72. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.392.180.000 629.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58. Kredit investasi d.000 72.327.472 266.991) 0.554.660.000 629.

079 15.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.0% (58.410) 16% 1.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.308.0% 14.0% (58.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .0% 16.44 TIDAK LAYAK 3.0% 5.Lampiran 21.54 LAYAK 4.0% 1.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.710 (2.223.6% 1.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.0% (968.873) 14% 1.7% 1.0% 100.873) 14% 1.0% 14% 1. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.0% 14.627) 16.782.782.954 18% 1.602.954 17.54 LAYAK 4.790.5% 67.859.

5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.070046728 1.8162 0.0700 1.1450 1.5% 114. 2 . 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.3110 1 0. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5% 114.9345 0.8734 0.2252 1.070046728 1.5% 114.5% 114.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.5% 1..0700 1.5% smtr 2 2 1 14.0% 1.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.0000 1.5% 4 1 14.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.070046728 1. 2 ..

145 1.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.070046728 1.718786551 1.839181925 1.5% 114.145 1.9680106 0.5011 1.5% smtr 2 6 1 0.543720002 0.508127344 133 .070046728 1.622559402 0.070046728 1.145 1.145 1.145 1.070046728 1.4029 1.581805809 0.7128 0.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.145 8 1 0.6063 1.070046728 1.070046728 1.145 10 1 0.145 1. 2 … n = = 0 14.6662 0.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful