Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

Di sisi lain. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i .bi. Dari sisi pengembangan usaha. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. Sehubungan dengan hal tersebut. Sampai saat ini. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. UMKM masih memiliki kendala. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. Namun demikian. baik karena kendala teknis. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. Dari sisi pembiayaan. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model).go. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. maupun kendala non teknis.id.

M. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl.7794 Fax.H.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut.2 Jakarta Pusat Telp. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jakarta.8922 atau 381. Thamrin No. (021) 351. (021) 381.Direktorat Kredit.

132. Sub Program a.065.168.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14.6.83. Plafon kredit d.000 Rp.8. Suku bunga per tahun f. Sub Program a. Intensif. target siswa 144 orang b. Jenis kredit c. Sumber dana b. Reguler.Strata SD. Umur proyek b. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp. target siswa 60 orang .RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a.250. Program Bimbingan Belajar .500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii . kelas 6. kelas 4.5% efektif/menurun Semester Rp.149. Jangka waktu kredit e. Investasi b. kelas 7.Strata SMP. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. Modal kerja 5 Perkreditan a. Reguler.5.

Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e. Sumber pendapatan usaha a.9.Rata-rata/semester .Tahun 1 . Sub Program a. Uang pendaftaran Rp. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .54. Surplus pendapatan .9% 20.125. Profit margin . target siswa 24 orang . Intensif. Biaya Bimbingan Rp.378. kelas 10.750 Rp.000/siswa b.000 s/d Rp.11.Rata rata/bulan g.1.063.4% Rp.750 Rp. Intensif : .Kelas 12 IPA.Kelas 12 IPS. target siswa 36 orang . Jangka waktu bimbingan per sub program a.000 per siswa per semester f. target siswa 16 orang c.250.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Reguler b.Strata SMA. BEP -12.378.Rata-rata/tahun .Total 5 tahun h.1.400.No Unsur Pembiayaan Uraian b.Sub program Reguler . target siswa 24 orang b.Tahun 2 .54.6% 23.Sub Program intensif d. Reguler. kelas 9.

2.Net B/C ratio pd DF 14. masing-masing 4%.580 .306. Penerimaan b. 67.8 .261.5% 1.5% . 2.Penilaian 7 Analisis sensitivitas a. Kriteria kelayakan .Menurut nilai Rp . Biaya operasional c.NPV pd DF 14.8 tahun Layak dilaksanakan v .Menurut Siswa . Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.PBP .IRR Rp.308.187.433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.No Unsur Pembiayaan .BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.176 Rp.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

...................2......................................1...........1... 4...........................2...............4........... BAB I BAB II PENDAHULUAN ............................................1.... Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ........... Profil Usaha ........................ 3.............. Jalur Pemasaran ...3.. PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2...........................................2........ DAFTAR GAMBAR ...............................................................................................................2.............. Biaya Bimbingan ......... 2.............4...................... 4................1......... 4......2..2....................... 2................... RINGKASAN ..................... Lokasi Usaha ........................................................................... Pembiayaan Bank ................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .............................. Aspek Pasar ..................................................................................4.. BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4................................................. DAFTAR ISI ............. Perizinan .. 3.............2........................ Program Bimbingan ...3...................................................................................................... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3.1...... Staf Pengajar .................................................... Prasarana ......... 4............................ DAFTAR TABEL ............................................ Aspek Pemasaran ........2.......1.............................. 4............ 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii .......... Sarana .2........................ Pola Pembiayaan ......... 4.......................................................................4............ Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ............................................................................2........... 3. 2......................................................

............................ BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7....................................... 7.4 Peraturan pemerintah ....... BAB VI ASPEK EKONOMI...2 Anggaran pendidikan ...7................................................................8 Pembiayaan oleh perbankan .. 5..........................1.... 7... 6.................BAB V ASPEK KEUANGAN 5.... 7...........................................1................ 7......................5..................... 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ..1.................................1.................. Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha ........ 7... Proyeksi Laba/Rugi .......... Dampak Lingkungan ....................................................................1 Pendapatan masyarakat . Analisis Sensitivitas .......2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel ............... Aspek Ekonomi dan Sosial ..............6 Kaitan dengan usaha lain . Komponen dan Struktur Biaya ........5 Kesenjangan meraih pendidikan ............2........................7 Persaingan ..2...1..........3..........1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ...... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ........1....................... 5....... 5................ 5..........................................1.... Biaya Investasi ......... 7....... 5................ SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6.....1 Faktor-faktor Eksternal ....1.... 5................. 7............3.................1.......6........................4............ Produksi dan Pendapatan Usaha ........... Analisa Break Even Point (BEP) ........ 7....................................... Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman ....2.........................8.........................................1.................. 5.................3.2 Faktor-faktor Internal ..............2...................... 7....................................................................... 5......................2. 5................................... 7..............3 Kebijakan pemerintah ........ Biaya Operasional .1............... 7...

.... DAFTAR LAMPIRAN ............... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ..............................1.............................................. 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel . 7.......................................... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ..............................................7.............. Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel .........5 Pemasaran ............... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8..... Kesimpulan ........................................ DAFTAR WEBSITE ....................................................... Saran ................... 8.........................2....... 7............................................................. Hal 11 17 24 58 ix ............2............................................. Gambar 4 Grafik BEP ..........................................3 7.............................................................2........................................4 Kemitraan .............................................................................................2.............................3 Kualitas pengelola dan manajemen ............. DAFTAR PUSTAKA .............................................

...... Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .................... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel .................................................... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ................................................................... 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel .DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi....................................................... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ... 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel .............................................................. 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ............................ 12 Biaya jasa bimbingan ............................ 55 Data untuk perhitungan BEP ............................. 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ..................................................................................... 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ................ 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ...................... 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ............................. 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ........... tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .....................................

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). standar kompetensi. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. Pada awal pendirian di tahun 1970-an. keterampilan. bekerja mencari nafkah.

tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. SMP dan SMA secara regular. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment.5 juta dan Rp. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal.6 juta.8. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Rp. A = applicable. M = mind. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia.3. dan Menyenangkan. intensif dan private. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.4.com). Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. R = rational) . Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD.1 juta. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. Asyik.

Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. Bimbel Primagama. Kemampuan guru yang terbatas. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. kurangnya fasilitas belajar yang memadai.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. 2. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. Sony Sugema College dan lain-lain. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. 3 . Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Bimbel Gama UI. Super Bimbel GSC. antara lain Bimbel Teknos Genius. 4.

26 17.62 Jumlah 1 2 % 0.67 18. Berdasarkan informasi multimedia. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel.18 7 0.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi.18 1. 5. 3.06 1. 2. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK. 6. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3.09 0. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1.96 1. 4. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih.89 9.kecil.50 2 0.

8. sisanya 20.70 0.82 100 10.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya. Kalimantan Tengah 15. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50. Kalimantan Barat 14.34 4.8%.net.09 0.09 7.23 0. Sumatera Selatan 12.94 3.50 0.79 1.50 1. Kalimantan Selatan 16. 9. Jambi 11.26 2. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.70 0.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.76 1.09 1.35 1.67 0. 5 . sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga).96%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.info kursus.61 3.16%. Kepulauan Riau (87 lembaga).135 % 0.32 9. Lampung (54 lembaga). Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79.09 0. Lampung 13.

54% lembaga belum memiliki izin.32 17.12 1. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14.22 7.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6.info kursus. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .35%) telah memiliki izin operasi. 11.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey.22 9.07 20.56 1.76 20. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22.73 100.207 lembaga (83.45% dari jumlah seluruh Indonesia. yaitu Jabodetabek. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta. kota depok dan kota Bekasi. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut. Sisanya 10.net.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.

88%. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1.863 siswa-siswi atau 70.13%. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil.362 lembaga. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat. yaitu 1. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT). 7 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Bhs Indonesia. bhs Inggeris. Bhs Indonesia. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. Kimia. PPKn Matematika. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. IPA. Biologi. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Kimia. keterampilan intelek. Fisika. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Indonesia. Dimyati dan Mudjiono (2006). 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. IPA. Matematika. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. Bhs Inggeris. bhs Inggeris. IPA. Sosiologi.1. Biologi. Bhs Inggeris Matematika. 4. Biologi. Fisika. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . Bhs Inggeris. Geografi. keterampilan motorik. PPKn. Fisika.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. Bhs Inggeris. Fisika. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Ekonomi. sikap dan siasat kognitif. Profil Usaha Menurut Dr. IPS Matematika. PPKn Matematika. Biologi.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang.1. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. 2. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . Berdasarkan penelitian. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. menjelang UN 2010.2. Pola Pembiayaan 2. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel.2. laba = untung”. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih.

sistim. Pada tahun 1970. 2. yaitu : 1. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. 16 tahun 1997 tentang waralaba. 42 tahun 2007 tentang waralaba. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. berkembang sistem pembelian lisensi plus. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. nama. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi.

pelatihan personalia. 4. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. 5. 3. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 3. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. 2. 6. 44 tahun 1997. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. yaitu : 1. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. 7. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. mendirikan 15 . 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). Peraturan Pemerintah RI No. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. 2. UU No. 16 tahun 1997.

Bimbel Gama UI dll. Saint Anna Education Centre (SAEC). promosi dan supply produk. Bimbel Teknos. Sinotif. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. 5. bergantung pada jenis waralaba. Pewaralaba melakukan pelatihan. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. TutorNet. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. 6. 7. 4. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Menurut Amir Karamoy. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Bimbel Primagama. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan.

Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Yogyakarta Tlp. yaitu Remedial. Diponegoro 89.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Alamat : Graha Primagama Jl. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. (0274) 520418. Kav B-4. Jl HT Rasuna Said. Wisma Kodel Lt 7. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. 17 . Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran.

000. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. SPSB. Pelayanan kepada siswa seperti modul.000 untuk lima tahun. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. yang secara terminologi berarti cerdas. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. • Membayar biaya survey Rp. UM-UGM dll secara berkala. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. UAS. SPMB.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. UN. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. paket soal latihan dan lembar jawab computer. semester.2 juta (pulau Jawa) dan Rp.150. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

ruang pengajar. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. Klender Jakarta Timur 13470. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. 16-18. majalah. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. 19 . Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. surat khabar. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. ruang administrasi. Jl I Gusti Ngurah Rai. untuk luar Jakarta 5 km. 2.

dan SMA kelas 10.100 juta dan royalty fee. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. Fax. TV. meja kursi untuk kantor dan pendidikan. fasilitas multimedia. konsultasi pemilihan jurusan. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. SMP kelas 7. pembinaan mental. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. AC. patent.11 – 12 IPA. whiteboard. 6. • Gedung milik sendiri atau sewa. SD kelas 1 s. ATK. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. trademark. telepon.d. 11 – 12 IPS. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar.9. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). billboard. Konsep Pengajaran .8. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. penanaman motivasi berprestasi. brosur.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 . Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor.5% 15% 20% Investor 50% 87. Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung). • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik. bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi).5% 85% 80% Keterangan : . sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12.

kredit kepada pensiunan dsb. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. Pleno cabang. Dilihat dari golongan nasabah. Kecuali kredit khusus seperti KUR. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Demikian pula persyaratan kredit.2. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. Rapat-rapat (Divisi. yang memiliki skim tersendiri. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. Raker Tahunan. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). Pleno Manajer Cabang dan Pusat). kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah.2. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. 2. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. Diklat. Koordinator. suku bunga. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri.

Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. Ketentuan kredit Bank BRI a. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. 23 . bukan atas nama yayasan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut.

Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak.

Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. b. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank.500 juta s/d Rp. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. Sertifikat tanah 7. yaitu : a. Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. Lebih dari Rp. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. sebagai berikut : 1. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. s/d Rp. Lebih Rp.

Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8.12.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan). c. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Meterai Rp.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi.350. minimal Rp.5% efektif setahun tanpa unsur subsidi. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank. Suku bunga.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit). Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah.25%. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil).

Dalam analisa mengenai aspek pasar. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. dijual lagi atau dikembalikan. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus.1. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. karena sifat dari produk jasa tersebut. dicicipi atau disentuh. 2003). Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. kemudian bahan pembantu atau penolong. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. 27 . Kenyataan demikian ini. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. tenaga kerja dan modal.

siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. Pada sistem kelas reguler. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. SMP dan SMA. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. 11. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. 9 dan kelas 12.d. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN.d. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya.

sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. Menurut Tempo Interaktif. minuman dan waralaba ritel. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). meskipun banyak juga yang tutup. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. yaitu : 29 .

tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. mula-mula di daerah perkotaan. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. d. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3.1.2. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. Aspek Pemasaran 3. Adanya prestise. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. c. f. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. kemudian meluas ke desadesa. SMP dan SMA.2. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. e. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . jenjang kelas dan program pembelajaran. b.

000. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.000 – 2.000 4 150.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.000 – 2.000 – 3.950.000 Sumber : data primer 3.000 No 1 2.000. misalnya SD kelas 6.500.000 – 2.000 – 2.500.000 2 3 100. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .500.000 2.950. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel.000 --- --- --- 2.500.000 2.000 2. spanduk.000 3.650.650.000. iklan di media cetak.000 – 4. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.750. leaflet.000 4. website dan try out serta open house. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.500.000 2. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.2.650.2.650.000 3.800. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.000 2.000 2.500.950.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2.000 4.500. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12.450.000 2. yaitu pada awal dan akhir tahun.000 125.500.700.000 : 2. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.000 2.

Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . sehingga pelaksanaannya lebih lancar. para praktisi pendidikan yang mencari info. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. Indosat. Telkom dan lain-lain. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website.5 juta untuk sekali try out. dan para guru. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan.

SMP dan SMA.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi.1. kurikulum. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. 33 . Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa.

pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). e. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. pelaksanaan. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. c. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Mengarahkan. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. Mendiknas tahun 2010) : a.2. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. f.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. menyerasikan. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota.

c. yaitu : a. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. b. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. 2. u. meskipun sudah ada Perda No. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. Pas foto ukuran 4 x 6. 3. d. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah.p. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP.

Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. 6. 4. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Denah lokasi 14. Program belajar. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. Foto copy izin kursus yang lama 6. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . hak pakai. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. adalah : 1. Perusahaan Perorangan (CV). Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Koperasi dan Yayasan. Daftar perkembangan warga belajar 5. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. KTP penanggung jawab kursus 3. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Pas foto ukuran 4 x 6. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10.

Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No.195/E/ KK/2009. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. Kursus Wirausaha Kota (KWK). Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. mulai tahun 2009. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. yaitu. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. Kursus Wirausaha Desa (KWD). untuk tahap I selama 6 bulan. Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. Di kota Bogor.

Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. masa persiapan belajar (pengenalan). 4. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. April. Dari uraian diatas. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). Mei dan Juni setiap tahun. teguran tertulis.3. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. atau pencabutan izin kursus. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online.

2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). diagnostic dan penempatan kelas. c. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. kemampuan menyerap materi pembelajaran. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. b. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. yaitu : a. meliputi jadwal belajar. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. b. c. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. 39 . dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). Setelah orientasi. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu.modul dan materi belajar. potensi bakat dan kecerdasan. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. Misalnya program privat. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung.

Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini.4. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi.1. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). kelas 7. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out.8 SMP dan kelas 10.4. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. potensi kecerdasan maupun psikologis. kursi siswa. 4. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC..4. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4. white board dan meja guru. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3.5 SD. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat).

suplemen dan evaluasi belajar.4. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. soal latihan. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar.2. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. 41 . Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor.

. Bhs Inggeris Matematika. Geografi. Bhs Ingeris. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. IPSKimia. Fisika. 11 12 Matematika. Sosiologi 7. Bhs Ind.4. Fisika. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Intensif II SMP 1. Biologi.8 9 Matematika.5 6 Matematika. Kimia. Bhs Ind. Bhs Inggeris. Intensif-1 IPA 10. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bhs Inggeris Matematika. Biologi. Bhs Inggeris Matematika. 3. IPA. Reguler 2. Bhs Inggeris. Biologi. IPA. Intensif III SMA 1. Reguler 2. Reguler 2.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Matematika. Ekonomi/Akuntansi. IPA. Bhs Ind. Sejarah. Fisika. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki.. Bhs Inggeris. Kimia.

Bhs Inggris. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. Lembaga Bimbel bukan waralaba. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b.75 jurusan MIPA. UN dan SMPTN. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas.4. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. Sos. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. kemudian melatihnya 43 .Ekon. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. b. honor. min.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. Pelatihan meliputi : a.3. UI dan sebagainya. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor. IPK 2.

4 juta. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang.000 per sessi. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas.35. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9.350. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel.250.1.000 – Rp.25. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.1 juta sampai Rp.000 sampai Rp. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel.42 siswa per tutor. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.000 per minggu atau per bulan antara Rp.5 juta per bulan. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp.

Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Biasanya 45 . Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Standard Class. Program Kemitraan. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. Program Jaminan. dll. Selain jumlah siswa per kelas. 2. Program Executive Class. Program Intensif (UN. Misalnya Program Special Class.1. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Program Khusus. SMPTN). Program Intensif (UN. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Program Privat. SMPTN). perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Program Pendamping Belajar Siswa. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. Program Super Intensif (masuk PTN). baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Program Special Class. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula.

Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. 2. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. 4. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. yaitu semester I. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan.

Mei. untuk kelas 12 IPA. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. untuk siswa IPS. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. Untuk mengukur produk usaha bimbel. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. Tujuan adalah lulus ujian akhir. • Sub Program Intensif 1. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. Terdiri dari tiga Sub Program.2. • Sub Program Intensif 2. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. 5. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta.

Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Reguler 2. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. dan nama atau merek lembaga Bimbel. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. Intensif Jumlah III SMA 1. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2.

250.000 500. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1. Intensif 1. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2.000 850.000 Jumlah 1. b.000 1.000 500.400. Reguler 2.000 1. Reguler 2.000 1. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA.300.400. Intensif 1. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal.400.000 900. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD.000 800. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA.000 500.000 1.000 1.000 500.000 500.000 900.300. Alasannya adalah : a. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.000 49 .000 Bimbingan 750.000 900.000 1.350.000 500. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek.000 800. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.

per semester. b. seperti pada tabel berikut. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. Uang pendaftaran.500. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel.000 per siswa. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan. sebesar Rp. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a.000.125. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA.

000 34.000 68. Komponen dan Sruktur Biaya 5. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.200.200. Intensif Jumlah III SMA 1.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .500.000 62.200.100.200.500.500. Intensif-1 IPA 3.000 209.500.175.200.200.725.000 150.000 31.000 29.1.550. peralatan kantor.000 15.000. Intensif Jumlah II SMP 1. sewa gedung.000 Sumber : lampiran 5 5.000 0 165.000 59.000 0 35.000 62.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.600.000 Smtr 2 180.000.000 53.000 88.125.000 0 99.400.000 267.400.000 34.000 13.000 17. peralatan belajar.000 0 23.400.600.000 203.200.3.000 No Strata I SD 0 11. Reguler 2.000 0 35.000.675.000 474.275.000 26.600.000 88.000 31. fasilitas dan sarana belajar.100.000 0 68.000 68.000 34.000 0 34. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.000 90. Reguler 2.000 0 22.000 0 68.000 Smtr 1 165.000 300.000 119.400.400.400.300.200. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis. Reguler 2.950.000 Tahun 1 Smtr 2 90.000 39.000 88.000 115.000 268.000 Tahun 2 Smtr 2 150. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.000.000.000.000.000 386.000.000 31.200.000.500.600.400.000 17.000 0 198.400.100.800.000.000 34.200.000 0 11.000.000 34.200.3.475. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.200.800.000 44.

750. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.900.000 0 83.722. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.000 5. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.000 31.980. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.750.000 68. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.024.000 0 168.685.100.000 4.500 0 0 1.050.000 0 0 1. Nilai (Rp) 1.250. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.853.845.000 64. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.450.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.000 12.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 700.500 1. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.

000.175. biaya tenaga kerja.000.500 dimana sekitar Rp.335.565.000.000 5. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 5.000 6. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.000 198.000.540.780. 91.000 20.175.000. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.000.160.000 189.000.4.890. 77.000 154.000 177.000 Smtr 2 8.235. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.000 Tahun 2 Smtr 1 8.462.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.000 193. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.175.000.000 4.000 228.715. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .000 16.000 6. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.000 135.500.992. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.000 159.000.000 10.3.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.000.175.500.540.000 3.955.000 Smtr 2 8.000 159.175.000 6.000 8.000 136. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.175.060. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.000 204.2.715.000 Smtr 2 8.000 10.000 5.

Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan.902.5. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .613 24.396 66. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.333 171.189. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan.726 5. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap.276. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek.912.811.912.000 56.396 39. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.276.189.125 Bunga 24. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.601 Jumlah 91.613 17.335.5% per tahun.000 91.713.375 66.708 238.077.258. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.

4% 29.145.897 759.697.336.500 759.411.0%.500 227. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.666 303. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.279 213.613 135.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2.5% 29.2% untuk semester 1 dan 18. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.394.731 227. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.9% 20.4% 23.696. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.697.613 89.397 531.927.6% 27.073.073.118.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45. Baru pada semester 2 tahun-2. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.637.744 12. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.2% semester 2.927.0% 55 .397 1.

279 271.480.480.279 224.500.708.917.480.378. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.067. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.958.000 244.325.636 80.693.480.392.750.038 121. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.417.000.000 220.250.922 354.861 159.826. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.000 Biaya Variabel Total No 56.405 212.494 121.250.101.207 365.000 150.207 292.858.000 88.480. 2003).177 121.494 103.405 121.650.722.050.000 44.266 118.202.743 295.6.458 201.035.101.922 271.759.000 59.480.734.177 239.587.750.075.000 197.000 126.480.750.633 121.754.000.100 248.734.170. seperti jumlah siswa peserta.443. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.515.000 173.480.386 342.949 265.483. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.386 478.861 121.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.000 Tetap 147.633 186.963.000 29.000 103.480.000 345.ASPEK KEUANGAN 5.500.142.722 121.266 121. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.458 230.509.722 Intensif 14.000 319.931.564 318.038 132. biaya tetap.100 313.564 437.000 189.411.550.636 178.000 73.743 395.306.274.949 121.

441.850 412.500.582 121.000 425. sebagaimana terlihat gambar 5.671 435.000 314.337. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.000.480.899 206.480.810.354 121.028 561.250.000 398.671 643.135 506. 57 .784.956 529.126.250.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).513.443 236.480.500.582 162.000 361.314 482.443 121.618.127 191.000 519.354 177.671 221.468.314 726.480.000.810 121.492 685.480. pendapatan (lampiran 5).000 408.060.899 121.545.750.098. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.835.492 459. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.127 121. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.304.135 767.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.000 505.810 147.671 121.993.480.000 267.889.065.468.000 384.284.151. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.651.409.000 291.850 602.028 389.876.493.000 337.480.243.784.000 452.000 478.961.000 531.857. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).835.

261. Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.306.176 (sumbu vertical). Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa. 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).306.261. Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp.ASPEK KEUANGAN Juta Rp. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .176.

Jika terjadi keadaan sebaliknya. 59 . Berdasarkan data pada lampiran 1. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). dimana investasi dimulai pada tahun-0. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya.7. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya.250 juta. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. 168. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5.antara 1 – 5 tahun. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. Jumlah investasi tetap : Rp. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya. 5. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu.

132.571.375 dan modal pinjaman Rp 171. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14.308.79. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.747. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.500.250.000 dan biaya modal kerja Rp 83.2.811. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.45 27% 2. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi.5% p. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio.125 dengan bunga pinjaman 14.a.433 1.000.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp.5% IRR % PBP (semester) 67. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).

Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. IRR lebih kecil dari suku bunga.410) 1.710 1. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a.790. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b.5 16% 2. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun. 61 .C ratio kurang dari satu.223.4 14% 2. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%. dimana NPV sudah negative.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.8. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi. Dan Net B.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a. 16 dan lampiran 17.

5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5. dimana NPV negative. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%. c. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.873) 1.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.954 1.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5 18% 2. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.782.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.627) 1.4 14% 2.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.4 14% 2.5 16% 2.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.859.ASPEK KEUANGAN b. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.079 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.

dimana NPV negative. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu. 63 . proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel.1. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. sebagian besar hasil pendidikan. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri.BAB VI ASPEK EKONOMI. dan manfaat sosial lainnya. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Sukses ujian semester c. yaitu : a. 65 . pemerataan pendapatan masyarakat. penciptaan kesempatan kerja. pertanian. perdagangan dan pengangkutan. Sukses ulangan harian di kelas b. Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus.

sedangkan untuk LKP. BP2NFI. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. Ternyata. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan.ASPEK EKONOMI. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Politeknik. PKBM. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. Lembaga Pendidikan Keterampilan. SKB. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. Balai latihan Kerja.

Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. seperti polusi suara (bising). Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas. buku-buku. 67 . soal-soal).35.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey.25. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. industri alat tulis.000 s/d Rp. polusi udara dan pencemaran lingkungan. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s. 6. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. industri makanan dan minuman.d.2. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. industri barang-barang dari kayu dll.000. 200 m2.

ASPEK EKONOMI. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar.

2. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar.1. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. 69 . b. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. yaitu : a. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. 7.1. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel.1. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya.1. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel.

70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel. akuntabel. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri).infokursus.1. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online.3. dan bersedia diaudit oleh pemerintah. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.4. diantaranya harus transparan. 7. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. 7. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia.net.1. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. Nilek online dapat di cek di www. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009.

dan SMA IPS 11. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. 71 . SMA IPA 11. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. 9. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b.1. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. 12. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang.5. Fisika. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. 12.

usaha computer dan website designer. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. perbaikan sarana transportasi. 7. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran.7. cepat dan tepat.1. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. berkembangnya sekolahsekolah umum. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. industri furniture. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . industri alat-alat perkantoran.1. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk.6.

2. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam.2.1. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. tetapi menyewa. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. Oleh karena 73 . karena masalahnya adalah : a.8. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. Faktor-faktor Kritis Internal 7. c. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola.1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. b. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. 7. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

5. Lembaga-lembaga bisnis. pembinaan. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel.2. Sekolah-sekolah umum SD. yayasan kependidikan dan perorangan. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. b. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. organisasi-organisasi masyarakat. d. 77 . lembaga-lembaga profesi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. 7. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. c. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. e. SMP dan SMA. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI.

Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. b. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. c. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. metoda belajar dan peralatan yang digunakan.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. materi belajar yang diberikan. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. fasilitas belajar. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . target program. d. layanan phisikologi. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. b. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. konsultasi. tanpa dipungut bayaran. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. Visi. BUMN dan perbankan. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel.

adalah : a. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. 79 . Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. 7. b. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. Sebaiknya pengajar lulusan PT. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan.3. brosur. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. Kualitas materi-materi pembelajaran. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. c. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. c. Kualitas pengajar atau tutor. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik.

Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. e. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. ruang konsultasi. kantin dsb. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. musholah. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. sederhana. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. SMPT). Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. seperti ruangan ber – AC. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. g. tersedia ruang diskusi. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . h. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). f. penyajian materi belajar dengan OHP. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya.

Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. Tetapi dengan catatan. i. Siswa. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. jangan pasif. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. 81 .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. 83 .1. 3. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. 2. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 4. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. yaitu : • Dari segi transportasi. Kesimpulan 1. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. 5. Ditinjau dari aspek teknis. kurikulum. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal.

usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan.306. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. karena pada tingkat discount factor 14. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. pay back period 2. Berdasarkan analisa sensitivitas.8 %. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Pendapatan turun sampai 7% b.433. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a. 67. Biaya operasional meningkat sampai 10% c. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah. 10. Net B/C ratio 1. 9. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp.308. 8. NPV mencapai Rp.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum. Berdasarkan analisis aspek keuangan. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .587. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. 7.2.8 tahun.187.176. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp.262.8 dan IRR 27%. 6.5%.

3. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. 4. 85 . meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi.2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. 2. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. Saran-saran 1. 5. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

2003 Belajar dan Pembelajaran. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. 2007 Mengajar dengan Sukses. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. Pengantar Evaluasi Proyek. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. Husein 87 . AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. cetakan ketiga. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. Evi Umar. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. D Kultur Hia. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. edisi kedua. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. 1976. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. 2001 Sulistyowati. Clive dkk Hartanto. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. edisi kedua.

com http://www.com http://www.kompas.com http://bimbel.id http://id.com http://www.banksaudara.ppsgms.org http://re-searchengines.gamaui.Teknosgenius.gaulislam.wikipedia.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.detik.com http://suarapembaca.multiply.com http://aisyahraifa.com http://www.wordpress.com http://www.wordpress.bimbelgsc.majalahfranshise.com http://www.co.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .com http://edukasi.org http://www.primagama.org/waralaba http://snmptn.com http://indonesiaeducate.net http://www.org Kompas.bimbelplus.infokursus.tridaya.com http://ahmadsudrajat.com http://www.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

...................... Sarana dan Biaya Bimbingan .................................... 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ................................................... 122 91 . 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu .................................. 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran ................................... 110 Rekap jumlah biaya investasi . 106 Proyeksi Jumlah Kelas...................... 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ............................... 114 Rekap biaya operasional ................................ 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan ................................ 120 Proyeksi Laba Rugi ..... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ................ 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel .................................. 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ..... 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel ............................................................................................................... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ...................... Fasilitas... 103 Biaya Pendaftaran.....................................................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun .................................................................. 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ...

.............. 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ........................ 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% ... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ...... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ... 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% ...Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ............................. 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .......... 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%................................................................. 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ..... 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% .....................................................

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1. Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

2. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). 97 . Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. Menghitung Jumlah Angsuran. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n).

c. Apabila NPV = nol.LAMPIRAN 3. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. Apabila NPV < 0. b. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. n = Umur Proyek. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. Menghitung Net Present Value (NPV). dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a.

b. Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). 99 . Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek.

Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. Apabila nilai Net B/C > 1. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Menghitung Net B/C ratio. b. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. 6. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. Apabila nilai Net B/C < 1. = Net present value positif. = Nilai benefit-cost ratio. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. = Net present value negatif. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. maka proyek layak dilaksanakan. NPV B-C Negatif. Menghitung Titik Impas (Break Even Point).LAMPIRAN 5.

Titik Impas (n) = ----------------------------. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 . c. Titik Impas (Rp. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. Titik Impas (Rp. a. Hasil Penjualan (Rp. b. d. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran.) = n x harga pokok.X Total Produksi. Titik Impas (Rp.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap.) f.) e. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk.--------------------------Hasil Penjualan.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel. Biaya Tetap.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. 1 . Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan.

1 ½. n = 0. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. 8. … . Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak..LAMPIRAN 7. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. n. 1. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 2. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. b. ½. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun.

499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 . Intensif-1 IPA 3. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Intensif Jumlah III SMA 1.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1. Reguler 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1.

000 850.000 1.000 1.400.000 800.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 500.000 900.000 500.350.300. Reguler 2.000 900.250.000 III SMA 1. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.000 125.000 1.000 900.000 1.000 1.300.000 500.000 125.000 500.000 1. Intensif-2 IPS 125.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 500.400. Reguler 2.400.000 500.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Fasilitas.000 125.000 1.000 800.000 750. Intensif 125. Intensif-1 IPA 3.000 125. Reguler 2. Intensif 125.000 500.

800.000 6 2.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.0 6.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.600.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.000 9.800.600.000 200.000 8.000 4.000 30.000 4.000 2. Reguler 2.400.000 200. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .000 1.600.800. Reguler Jumlah 2.000 1. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.000 13.0 15. Intensif III SMA 1.0 1. Intensif-1 IPA Jumlah 3.0 3.000 3.0 5.000 4.000.0 1.800.000 200.600.000 200.0 20 12 4.0 4 2. Intensif II SMP 1.400.0 4.000 8.000 200. Reguler Jumlah 2.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

Reguler 2. Intensif IPA 3. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 .III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1.

Lemari g.000 250.500.000 125. Printer c. Ruang tunggu siswa e.000 6.000 350.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.625.000 2.500 12.250.000 35.000 2.375.000 4.625.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.000 52.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.000 500.000 2.Telepon/Fax e.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.000 1.250.000 100.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.000 100.000 2 5.500.500. Komputer b.000 12.625.000 200. Filling cabinet h. Laptop d.000 15 175.000 15 175.625.000 350. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 4.000 3.500 10.000.000 1.000 500.000 120.200.000 250.000.000 2.000.000 2.625.000.000.000 500.000 100.000 200. Badan Usaha b.000 125.000 52.000 1 1 1 300 175. Ruang guru d.000 1 15 175. Meja kerja .000 10.000 1.625. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.000 1.000 10.000 2.000 50.000 1. Ruang kelas c.000 6. NILEK 2 Sewa gedung a.000.500.000 1 2. Furniture f.375.000.000 4 1 1.000.

000.000 5 1.000 8.000 150.000 3.000 10 60. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.000 - a.000 j.i.000 5 6.000 160.000 280. Modul belajar b.000 7 200. Kursi belajar siswa b. Meja guru c. White board d.000.000.000 6.853.260.000 a.000 set 1 600.000 5 5 7 500. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 1.000 10 375.000 Peralatan belajar 616.500.600.000. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000 6. Kursi tamu unit 4 2.000 600.250.000.000 5 15 100.000 10 15 250.000 600.800.500.000 30.400.000 5 Sarana belajar 700.000 1.000 1.000 37.000 30.160.500 15.000 3.000 84.000 154 200.750.

Kredit b.000 66.400. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.4.100.000 50.000 12.5.750.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 Penyusutan 0 64.LAMPIRAN Lampiran 8b.685.853.775.000 5.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.845.000 1.250.475.000 83.000 102.000 64.500 1.000 4.900.000 Nilai (Rp) 117.750.268.050.450.000 31. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.980.000 700.000 168.6 Sumber dana investasi a.

175.000.000 135.000 6.000.000 204.955.000.000 189.000.235.000.000 198.175.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .160.000 5.000 6.000 5.000 16.000 4.175. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.000 20.000 159.500.565.000 193.000 8.Lampiran 9b.540.000.000.540.780.000 8.715.000.000.175.000.175.000 8.000 136.000 177.000 228.000 3.000 8.890.000 10.000.000 10.000 159.000 6.715.060.175.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.000 8.000 154.335.000 114.

500 100. Staf manajemen c. Telepon c.000 10.320. Tryout c. Leaflet/brosur b.000 10.000 5.250.000.000 1.000 50.000. Cetak modul c.000 12.132.000 50.000.500.500.000 2.000 200. Internet g.000.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.000 4.000 83. Surat/fax f.000 62. Air d. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000.000.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.160.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a. Air mineral 2 Tenaga kerja a.500.000 50.000 22.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.000 200. Direksi b.000 15.520.000.000 5.000 50.000 10.000 750.000 2. Tutor smtr 1 e.720.000 5.000.000 2.000 3.000 20.000 750.000.000 1.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Listrik e.000 3.000 150. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.000 2.000 150.000 6. ATK b.000 20.500.000 50.000 10. Karyawan d. Souvenir 4 Pembelajaran a. ATK b.000 1.

000 36.000 15.200.500.000 18.000 1.000 1.000 300.000 300.000 300.000 2.000 193.000 300.000 90.000.000.000 4.900.000 8.000 10.000 900.000 1.500.200.000 18.000 4.000.000.000 115 .000 36.000.000.000.000.060.200.000 Semester 2 600.000.000 3.000 4.000.000 375.160.000.000 1.000.000.000 18.500.000 10.000 300.000.000 15.000 375.840.500.000 1.000.000 4.000 2.720.235.000 36.000 4.000 15.000 300.500.000 4.000 1.000 4.000.000 154.715.000 1.000 198.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000 300.960.000 300.000 300.000 45.000.160.000 375.320.000.000 108.000 8.000 300.000.000 5.000.000.080.000.000 5.000 900.000.000 18.000 300.715.000.000 Semester 2 600.000 36.000 1.000 2.000.000 300.000 300.565.000 4.000 90.000 375.200.000 15.000 67.500.200.000 5.000 18.000 18.000 900.500.000.000 375.000.955.000.520.000 Semester 2 600.000 900.000 189.000.500.000 5.000 3.000 36.000 300.000 2.000 3.500.000 300.000 900.000.000 228.000 2.000.335.000 135.000 15.000.920.000 135.000 900.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.000 2.000 300.000 300.000 4.000 36.000 1.000 375.000 300.200.530.000.000 15.000 1.

936. Kebutuhan Modal Investasi b. Suku Bunga Pinjaman (p.000 168. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.5% 1. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.775.528 14.571. Angsuran Pokok Per bulan c.5 36 3. Tenor (Bulan) b . Modal Investasi Sendiri (30%) b.382. Suku Bunga Pinjaman (p.114.6 29.096.000 117.125 83.375 54.250.500 251.423. Tenor (Bulan) b .475.5% 652.505 14. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.811.000 168.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .132.036.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.a) Flat d.271.a) Flat d.250. Modal Kerja Sendiri (35%) b. Angsuran Bunga per Bulan 24 2. Angsuran Pokok Per bulan c.251.125 50. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a.375 171.000 83.500 79.132.

986.423.423. Pokok 3.115 1.423.423.423.528 3.271. Bunga 1.423.775.115 1.702.271.528 3.271.528 Total Murni INVESTASI Angs.423.115 1.115 1.115 1.271.528 3.271.361 98.423.528 3.688.528 3.528 3.503.973.115 1.528 3.528 3.417. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.960.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.115 1.423.231.615.278 29.423.722 81.115 1.528 3.423.500 55.271.271.423.115 1.271.944 107.271.271.172.889 101.083 65.874.271.271.423.423.814.528 3.271.861 39.115 1.115 1.423.806 32.028 58.528 117.423.528 3.430.271.139 71.115 1.423.833 94.778 88.115 1.115 1.271.423.528 3.271.528 3.115 1.115 1.271.528 3.528 3.543.528 3.115 1.271.900.528 3.115 1.115 1.423.115 1.115 1.629.423.667 75.528 3.115 1.694 19.528 3.602.357.059.271.115 1.115 1.556 62.115 1.271.115 1.423.271.423.271.528 3.528 3.159.423.611 68.423.271.271.111 9.417 104.115 1.389 42.528 3.715.423.528 3.423.115 1.788.271.115 1.443.528 3.344.528 3.423.194 78.271.271.271.528 3.423.423.245.529.167 16.528 3.072.528 3.528 3.250 85.232.271.271.423.775.444 49.115 1.528 3.306 91.887.056 3.423.125 117 .271.115 1.801.917 45.516.000 Angs.145.271.528 3.423.271.222 22.423.115 1.271.583 6.086.115 1.528 3.271.258.115 51.271.333 35.271.000 114.639 13.423.528 3.750 26.331.423.472 111.115 1.115 1.528 3.972 52.423.528 3.

031 11.251.937 652.557 22.251.104 42.505 2.010 2.937 652.275.125 Angs.547 18.937 652.937 652.251.006.036.251.527.515.505 2.052 20.578 31.251.115 47.030.609 45.937 652.251.251.251.263.505 2. Bunga 652.505 2.937 652.937 652.505 2.021 6.505 2.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.937 652.505 2.257.073 29.251.670.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .251.937 652.042 15.094 38.012.251.937 652.620 49.536 13.505 2.063 24.251.505 2.503.766.505 54.024.521.505 2.505 2.505 2.251.937 652.937 15.505 2.251.505 2.937 652.754.251.505 2.505 2.784.251.937 652.937 652.937 652.251.505 2.281.599 40.526 9.937 652.251.937 652.937 652.251.505 2.251.937 652. Pokok 2.937 652.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.937 652.018.036.505 2.251.533.937 652.772.937 652.251.083 33.251.269.568 27.251.509.505 2.505 2.125 51.516 4.760.505 2.589 36.778.505 2.251.

076.663 5.076.076.626.528 1.271.076.629. Pokok Angs.271.033 2.051 166.271.423.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.051 55.523.271.601 119 .528 1.271.051 61.076.115 16.076.523.076.051 138.528 1.033 2.498 5.762 5.115 32.125 66.811.092 5.051 160.033 2.564 5.222 3.051 133.423.076.076.423.523.443.423.115 29.033 2.488.357.304.115 9.583 3.076.543.597 5.523.033 2.630 5.986.919.523.051 111.033 2.523.076.350.333 3.076.057.432 5.960 5.111 3.534.051 44.051 83.051 144.033 2.033 2.523.051 72.750 3.523.051 105.059 5.033 2.894 5.076.051 88.033 2.423.718.125 5.056 3.051 155.271.528 1.033 2.033 2.423.523.115 13.051 66.900.927 5.528 1.531 5.528 1.033 2.051 116.115 19.523.523.423.086.271.423.523.051 122. Bunga 171.861 5.442.271.814.523.033 2.033 2.806 3.715.523.076.115 26.694 3.033 2.271.076.242.195.076.828 5.465 5.399 5.076.423.523.523.528 1.523.278 3.258.729 5.271.051 39.271.528 1.026 5.523.051 149.172.103.696 5.033 2.011.033 2.993 5.811.149.528 1.639 3.523.423.528 3.288.423.033 2.033 2.076.076.051 94.076.580.827.523.271.396.051 50.115 0 Total Murni 171.033 2.965.523.076.033 2.115 3.167 3.902.765.076.033 2.115 35.051 100.528 1.271.051 77.115 22.672.523.528 1.051 127.873.523.781.795 5.076.366 5.115 6.523.528 1.423.076.033 2.

505 MODAL KERJA Angs.568 2.000 125.258. Bunga 17.000 135.000 78.000 Angs.750.235.175. 1 URAIAN Pendapatan a.300.000 2.529.861 3.788.132.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.077.000 203.600.708 135.235. Pokok 39.715.238 7.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.775.018.000 267.085.000 154.382.235. Investasi 1. Biaya operasional 1.500 Surplus/minus -251.365.000 388.000 203.000 263.000 b.018. Pendaftaran & bimbingan 150.269.585. Pokok 27.000 64.528 Total Angs. Lainnya 102.000 150.600.315.750.125 Outstanding 29.000 3.063 27.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.500 2.036.150.077.500 Jumlah 2 (a+b) 251.335.250 Per bulan (Rp) 14. Modal kerja 83.250.000 189.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 -16. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.565. Bunga 7.000 219.670.715.000 189.258.140.000 154.000 135.375 51.271.194 42.333 39.175.628.382.000 64.604.000 - 64.238 15.063 54.000 64.232.100. BOP Jumlah b 83.065.335.LAMPIRAN Lampiran 10c. Sewa gedung 64.077.125 Angs.132.251.835.000 14.000 189.565.750.000 198.750. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.333 117.333 39.300. Perizinan 1.715.000 198.150.400.750.375 17.375 17.835.000 Jumlah a 168.000 267.258.000 388.

708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.333 171.850.000 65.335.000 64.000 193.000 193.000 121 .955.912.645.715.762 44.955.902.000 106.613 17.955.200.000 474.000 228.000 228.811.335.600.276.715.258.276.713.000 474.600.713.000 228.057.715.600.717 56.000 300.726 147.750.000 106.189.600.708 - 238.000 300.735.200.009 56.955.396 39.009 91.955.000 193.955.200.853.053.715.077.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.335.000 0 0 1.000 0 0 64. Bunga 24.912.485.000 300.600.708 238.000 474.000 193.000 228.715.524.645.375 66.000 293.000 193.601 TOTAL ANGSURAN 91.125 Angs.000 193.781.000 245.189.717 56.645.726 AWAL SALDO AKHIR 147.000 474.396 66.366 0 Total Angs.715.000 228.750.000 179.750.465.200.715.000 180.000 300.000 294.000 193.000 193.613 24.000 474. Pokok 66.200.000 64.000 476.955.000 228.635.000 0 0 0 0 193.600.000 300.565.524.000 228.100.955.000 106.955.000 1.

475.0% Pendapatan sub program Reguler 132.861 189.636 80.411.750.279 213.958.613 523.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.399 135.515.670.860.500 227.480.000 422.067.000 40.360 765.708.222.000 83.000 24.000 121.980.035.050.900.613 -12.000 29.000 147.912. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .660.927.4% 387.800.927.000 655.550.980.000 506.800.670.613 -45.750.500.000 419.625 268.601 900.500 29.000 3.375 83.818.000 83.800.636 201. Penyusutan d.650.394.333.731 37.222.9% 20.039 23.000 Biaya Variabel 56.893.000 774.000 40.613 17.150.000 774.462.000 1.650.287.480.670.000 24.697.458 Total 178.727.980.6% 27. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.613 399.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.894 159.000 422.072.912.077.375 506. Biaya operasional b.000 83.000 66.962.500 29.570.108 -45.000 268.4% 496.861 159.280.980.587.000 774.000 422.613 23.633 Pendapatan Tetap 121.945.5% 135.625.500 227.697.980.000 83.387 251.601 2.662.150.144.172.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.902.633 Intensif 14. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.432.

000 Smstr 1 Smstr 2 22.618.028 412.000 121.917.480.500.899 206.000 271.207 267.000 126.582 121.100 271.060.722.722 121.480.250.671 767.000 121.516.000 313.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.509.000 173.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.495 206.000 437.250.693.000 561.000 197.949 121.000 828.207 389.274.000 121.075.500.100 248.101.835.492 482.135 408.243.922 212.177 59.949 73.671 459.000 354.480.266 118.142.000 319.955.650.392.215.784.000.750.494 103.480.000 372.722 88.480.963.922 295.480.417.480.480.000 121.000 505.750.098.993.000.759.177 121.980.956 70 30 186.545.287 Biaya variabel 385.000 Jumlah 37.000.354 177.468.493.000 121.734.826.094.101.754.000 643.038 121.492 361.889.931.480.956 292.480.480.513.170.325.000 726.899 452.386 365.443 478.306.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.734.000 150.500.000 395.038 132.000 230.378.000 1.337.250.480.314 506.480.000 345.126.784.858.441.876.750.810.405 44.000 220.443 236.500.411.443.065.000.564 342.857.483.354 398.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .000 602.000 121.000 478.500.202.127 191.000.810 147.810 121.000 1.743 239.250.651.028 291.850 314.279 224.405 121.835.494 121.480.000 519.582 162.127 425.000 685.564 265.671 337.850 435.304.135 529.314 384.961.743 318.386 244.468.000 83.480.266 121.170.000 103.284.671 221.409.151.

800. NPV dan PBP DF 14.469.571.382.126 244.447 (257.455.250.396 24. Kredit investasi d.308.119.287. Dana sendiri c.666.644.382.258. Biaya modal kerja c.500 251.800.750.500 290.894 188.886 251.894 586.660.8 tahun 0.997 (44.500) (251.930.000 79. Biaya bunga bank f.032.382.375 37.316.8 2. Angsuran pokok e.000 774.000 69.463. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.009 359.276.8734 213.272 314.302.375 117.500 353.009 -6. Biaya operasional d.613 23.132. Kredit modal kerja e.000 83.883 -14.000 251.000 66.286.800.382.9345 -6.475.000 655.276.475.570.000 774.893.280.106 69.396 24.5% PBP (semester) 1 (251. Re-Investasi b. B/C ratio.117 411.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .196.949) 0.836 212.036.108 83.063. Biaya investasi a.000 387.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.602.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.750.398 174.330.333 17.000 39.447.650.947) 0.000 -97.912.500 (251.000 774.382.602 460. Pendapatan b.650.000 353.000 66.500) 27% 1.613 451.108 572.009 -97.750.650.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.892 422.000 655.500) 168.775.414.8162 256.670.000 69.475.000 655. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.912.000 54.350.483.077.125 353.644.382.

382.266.500) 168.500 616.109) 0.102.500) (251.245.009 359.000.405.772 267.312.613 451.912.660.00 251.396 24.751 120.670.280.000 66.749.852.000 -118.382.223.500) 16% 1.194 251.500 (251.108 572.396 24.375 37. NPV dan PBP DF 14.108 44.333 17.312.8734 178.930.500 332.000 616.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.000 728.405.077.650.132.106 69.571.8162 218. Biaya modal kerja c.650.000 728.000 83.894 586.246.000 54.276.710 rupiah 125 .382.663.276. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.775.570.500 251.125 332.500 290.302.852.250.382.000 39.312. Re-Investasi b.941.509 -118.382.6 tahun 0.5 2.000 728.883 -74.235.723. Angsuran pokok e.613 23.000 79.626 204.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 66.036.117 411. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.258.995.981.405.500 616.988.000 69.650. Kredit modal kerja e.557) 0.912.500 332.000 69.266.375 117. Biaya investasi a.463.330. Biaya operasional d.382. Dana sendiri c.266.893.5% PBP (semester) 1 (251.892 422.609 (277.119. B/C ratio.602 460. Biaya bunga bank f.852.894 141.552 (98. Pendapatan b.477.509 -27.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.500 387.316.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.398 67. Kredit investasi d.9345 -25.

258. Re-Investasi b. NPV dan PBP DF 14.276.522 260.250.571.382.000 39.500 609.841.000.119.077.382.750 609.8162 212.613 451. Kredit modal kerja e. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.106 69.280.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.383 -84.750 609.382.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.009 359.660.613 23.392 422.894 134.233.000 66.500 290.198.750 328.000 79.731. Kredit investasi d.670.132. Biaya modal kerja c.108 37.399.384.000 66. Biaya operasional d.470) 0.000 69.876 198.000 69.382.970 (280.478 (107.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.4 2.570.847.5% PBP (semester) 1 (251.276.375 37.333 17.463.538.564.894 586.912 251.500) 14% 1.000 54.396 24.387.036.125 328.912.261.847.117 411.731.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .108 572.8734 173.387.775. Pendapatan b.912.405.930.302.259 -122.564.330.500 720.545.893.500 328.259 -31. B/C ratio. Biaya investasi a.5 tahun 0.847.000 -122.500 (251.500) (251.500) 168.731.650.382. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.316.000 720.9345 -29.00 251.602 460.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.250 387.500 720.398 49.122.276.650.000 83.155. Angsuran pokok e. Dana sendiri c.650. Biaya bunga bank f.396 24.790.382.375 117.904 105.992) 0.247.564.500 251.

Dana sendiri c.8734 182.305.886.688.139.918.980 (104.750.000 83.475.250.800.9345 -36.451.709 392.000 774.200 66. Pendapatan b.571.000 774.382.371. B/C ratio.428.400.500) (251.800.500) 16% 1.000) (251. Biaya operasional d.700 -130.037.500.400.333 17.108 613.5 2. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.402 498. Angsuran pokok e.000 54.298.500 75.344.918.396 24.801.000 353. Re-Investasi b.859.375 37.500 (102.598 -45.125 353.000 655.611 (287.687 120.300 66.194 144.848.918.276.806 75.323.613 483.710.5% PBP (semester) 1 (251. Biaya investasi a.475.500) 168.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.660.000 79.782.077. Kredit investasi d.083 -190.700 422.613 23.036.408 42.382. NPV dan PBP DF 14.5 tahun 0.079 rupiah 127 .8162 225.709 -38.131) 0.174.475.500 251.451.626 209.912.258.917 446.557 353.300 39.750.400.437.028 276.894 630. Biaya modal kerja c.500 75.382.00 251.375 117.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.912.500 353.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.276.111) 0.000 774.625.405.382.000 655.965.709 -232. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.775. Biaya bunga bank f.618.000 655.132.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.750.000 102.512.817.592 460.382.893.500 316.396 24.800.405.000) (102. Kredit modal kerja e.

108 618.800. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.400.112.571. NPV dan PBP DF 14.500 319.037.8734 179.475.000 353.396 24.000 426.000 251. Biaya modal kerja c.311. Pendapatan b.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.398 -59.615.597.382.615.000 655.333 17.400.894 139.475.8162 222.382.4 2.883 -198.500 251.615.500) 168.548.502.202.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 774.308. B/C ratio.382.382.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.475.660.775.117 450.5 tahun 0.327.126 205. Biaya bunga bank f.000 76.125 353.637.500 (102.000 54.296 (291.276.077. Angsuran pokok e. Biaya investasi a.009 -42.000 66.9345 -39.529.937.500 353.024.168.000 76. Kredit investasi d.000 102.613 23.725.750.549.800. Biaya operasional d.000 66.000 39.000 655.782.000 774.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .448.619.893 110.800.108 37.250.669.500) 14% 1.707) 0.892 464.000 83.000 -133.000 774.187 353.251. Dana sendiri c. Re-Investasi b.613 487.059.500) (251.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.602 502.000 79.923.000) (251.750.375 117.5% PBP (semester) 1 (251.728 272. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.051.894 635.106 76.009 395.893.375 37.400.036. Kredit modal kerja e.009 -236.258.220.396 24.000) (102.382.750.276.000 655.089 (111.912.796) 0.132.912.

870.500 251.010.988. Kredit investasi d.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.987.571.9345 (26.981) 0.500 (251.912.077.798 81.500) (251.8734 186.046.250.400 66.276.900 (119.500 342.500 636.345.8162 227.258.5% PBP (semester) 1 (251.159) (119.994 150.500 751.870.333 17.102 (91.382.422 278.469.660.090.556.909 370.893.396 24.556.077.500 71.717 423.100 39.987.930 251.500 71.000 83.750 342.350.018.739.036.077.159) -27.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.6 tahun 0.033. Angsuran pokok e. Kredit modal kerja e.912.00 251.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.125 342.292 435.046.382.5 2.944.108 586. Re-Investasi b.382.739.000 54.500.382. Biaya modal kerja c.197.150 399.083) 0.782.100 66. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.058.382. Dana sendiri c.870.613 461.376 212.375 117.500) 18% 1.500 751.545.954 rupiah 129 .857.750 636.775.916.783 -68.556.382.750 636.015.583) (277.500) 168.006 71. Pendapatan b.400. Biaya bunga bank f. Biaya operasional d.911 135.739.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.000 751.132. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. Biaya investasi a.276. NPV dan PBP DF 14.000 79.208 50.416.727. B/C ratio.482.894 601.086.375 37.202 473.500 298.396 24.613 23.077.

436.126 202. Angsuran pokok e.083 -87.251.209) -34.382.000 743.269 110.9345 (32.382.237.092 439.912.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.500) (251.436.036.125 339.500) 14% 1.576.209 374.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.808.590.520.276.382. Dana sendiri c.775.336.903.798.808.000 743.00 251.000 629.072.500 301.628) (284.278 251. B/C ratio.000 72.200 403. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.375 117.991.077. Kredit investasi d.375 37. Pendapatan b.396 24.520.336.800 66.8162 217.500 251.179.571.200 66.000 72.436.108 590.200 (126.258.009.000 339.547.180.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 629.333 17.083.516.694 137.382. Kredit modal kerja e.598 50.894 606.382.336.276.000 743.893. Biaya operasional d.5% PBP (semester) 1 (251.500 (251. Re-Investasi b.250.500 339.891. Biaya bunga bank f.000 54. Biaya investasi a.132.808.660.209) (126.965.500) 168.570.4 2.128) 0.572.396 24.800 39.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5 tahun 0.917 426.306 72.000 83. NPV dan PBP DF 14.000. Biaya modal kerja c.991) 0.929. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.908 38.180.472 266.382.000 79.613 23.137 (107.554.402 477.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.912.327.700.613 465.8734 176.392.520.000 629.

48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.0% 16.873) 14% 1.602.873) 14% 1.308.44 TIDAK LAYAK 3.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.0% 14.54 LAYAK 4.0% 1.710 (2.410) 16% 1.0% (968.7% 1.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.782.782.954 17.859.079 15.0% 5.954 18% 1.790.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.0% 100.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.627) 16. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.5% 67.6% 1.Lampiran 21.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.223.0% 14.0% 14% 1.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .54 LAYAK 4.0% (58.0% (58.

3110 1 0.5% smtr 2 2 1 14.070046728 1.5% 114.5% 114.0700 1.9345 0.2252 1. 2 .0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.070046728 1.8162 0.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.0000 1.070046728 1..5% 114.8734 0. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100. 2 .7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.1450 1. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .0% 1.0700 1.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.5% 4 1 14.5% 114.5% 1..

508127344 133 .145 1.6063 1.070046728 1.5% 114.9680106 0.581805809 0.622559402 0.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.7128 0.5% smtr 2 6 1 0.070046728 1.5011 1.543720002 0. 2 … n = = 0 14.839181925 1.6662 0.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.145 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.145 10 1 0.145 8 1 0.070046728 1.070046728 1.145 1.070046728 1.145 1.145 1.718786551 1.145 1.070046728 1.4029 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.