Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

maupun kendala non teknis.KATA PENGANTAR Usaha Mikro.id. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). UMKM masih memiliki kendala. Dari sisi pengembangan usaha.go. baik karena kendala teknis. Sampai saat ini. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. Namun demikian. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. Sehubungan dengan hal tersebut.bi. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. Di sisi lain. Dari sisi pembiayaan. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i . pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan.

Jakarta. M. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .8922 atau 381.7794 Fax. (021) 351.2 Jakarta Pusat Telp.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut.Direktorat Kredit.H. (021) 381. Thamrin No.

target siswa 144 orang b. Sub Program a. kelas 4.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii . Intensif. target siswa 60 orang .Strata SMP.5% efektif/menurun Semester Rp.065. Plafon kredit d. Jangka waktu kredit e.132.5.149. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. kelas 6. Jenis kredit c. Sumber dana b.000 Rp.168. Suku bunga per tahun f. Reguler.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14. Umur proyek b. Modal kerja 5 Perkreditan a. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp.6.250.8. Investasi b. Program Bimbingan Belajar . Sub Program a.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a. Reguler. kelas 7.Strata SD.83.

target siswa 36 orang . target siswa 24 orang .250. Surplus pendapatan .9.Kelas 12 IPA.Rata-rata/semester .Strata SMA. target siswa 16 orang c. Intensif : .1.378. Reguler. kelas 10. Biaya Bimbingan Rp. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e.400. Uang pendaftaran Rp. BEP -12. Jangka waktu bimbingan per sub program a. Sub Program a. Profit margin . Intensif.4% Rp.750 Rp. Sumber pendapatan usaha a.11. target siswa 24 orang b. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .Total 5 tahun h. kelas 9.54.000 s/d Rp.1. Reguler b.Sub program Reguler .54.No Unsur Pembiayaan Uraian b.750 Rp.Sub Program intensif d.Kelas 12 IPS.9% 20.125.Tahun 1 .Tahun 2 .Rata-rata/tahun .6% 23.000 per siswa per semester f.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .Rata rata/bulan g.000/siswa b.378.063.

433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.8 tahun Layak dilaksanakan v .BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.306.187.308.Menurut nilai Rp . Penerimaan b.176 Rp.261.NPV pd DF 14.Penilaian 7 Analisis sensitivitas a. Biaya operasional c.8 .IRR Rp.No Unsur Pembiayaan .Menurut Siswa . masing-masing 4%.5% 1.580 . 67. 2.Net B/C ratio pd DF 14.PBP . Kriteria kelayakan . Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.2.5% .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

.........2......... Staf Pengajar ..4..................1............................................. Pola Pembiayaan ........................................................................... DAFTAR ISI ....................................1............................ 3............................ Profil Usaha .................1.............. Lokasi Usaha ..................................................3......................................... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3............................... 4........ Sarana ............... 3................................................2............................ 2......... 2....... Pembiayaan Bank .....................................................................................2...................................................................................... BAB I BAB II PENDAHULUAN ............1..... DAFTAR GAMBAR . Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ...................... Prasarana ........................................ 4....... BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. Biaya Bimbingan ........2.............. 4....... 4.............DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ....................... 4... RINGKASAN .......... Program Bimbingan ........2................................ 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii .................................2........................... 2...........2.........1.......................... DAFTAR TABEL ...................................................................................................................................................2...........2.1....................................... Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ... Aspek Pemasaran .........4..... Aspek Pasar . 4.........2..... Perizinan .4........................ 3....................3...........................................4...................... Jalur Pemasaran .................................................................... PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2..........

................................................... 7....................... 5. BAB VI ASPEK EKONOMI............................1................ 5...................3. 7... 5.1........................................................................... 7.1.............................. Analisis Sensitivitas .............. 5...........5.....4....2..........................1...6 Kaitan dengan usaha lain ........1................3 Kebijakan pemerintah ..2............................... 7....1......1 Faktor-faktor Eksternal .................................. Biaya Investasi ...............................7 Persaingan .............1 Pendapatan masyarakat ................... 7...... 6........8................ 7.....1........................1.. Dampak Lingkungan ...4 Peraturan pemerintah .......................2........................................ 5........................................ 5.......................2 Faktor-faktor Internal ................BAB V ASPEK KEUANGAN 5..................7. 5..5 Kesenjangan meraih pendidikan ....... 7............................... 7... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6.............. 7.......................3.. Proyeksi Laba/Rugi ................................. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman .............2...........1...... Komponen dan Struktur Biaya .......2 Anggaran pendidikan ....3................... BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7..... 5..........................................6...... 7........... 5.................. 7...................................2......... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ... Analisa Break Even Point (BEP) . 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ............. Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha .............1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel .. Aspek Ekonomi dan Sosial .. Biaya Operasional .... Produksi dan Pendapatan Usaha .........8 Pembiayaan oleh perbankan .............2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel ................................................1.1...................................................

.................... Kesimpulan ........................................3 Kualitas pengelola dan manajemen ..... DAFTAR WEBSITE .........................2......3 7....... Hal 11 17 24 58 ix ....5 Pemasaran ...................7...... DAFTAR PUSTAKA ............. Gambar 4 Grafik BEP ...................................................................................................2........2....................................................... DAFTAR LAMPIRAN ..........................................................1.................................. Saran .........................4 Kemitraan ........................................................................... 7........... Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8...................................................................2..................... 8........ 7............................................... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI .................................................................................. 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel .................... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ........................................................

........ tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .................................................................. 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ..... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ........................................................ 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel .................................................. 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel ........DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi.................................................................................. 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta .......... 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ............ 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar .............................. 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel .............................................. Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ................. 55 Data untuk perhitungan BEP ........................... 12 Biaya jasa bimbingan ..................... 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ................... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel .................... 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ..........................................................................

Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). standar kompetensi. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. Pada awal pendirian di tahun 1970-an. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. keterampilan. bekerja mencari nafkah. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah.

Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. Rp. SMP dan SMA secara regular. Asyik.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang.3. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas.8. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. R = rational) . Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif.1 juta.4. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang.5 juta dan Rp. dan Menyenangkan. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment.6 juta.com). A = applicable. M = mind. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. intensif dan private. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple.

Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. antara lain Bimbel Teknos Genius. Super Bimbel GSC. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. 4. 2. 3 . Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. Bimbel Gama UI. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. 3. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Bimbel Primagama.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. Kemampuan guru yang terbatas.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Sony Sugema College dan lain-lain.

89 9. 6. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja.50 2 0.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee.06 1. 4. Berdasarkan informasi multimedia.18 1. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi.26 17.67 18. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel.09 0.kecil. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1.62 Jumlah 1 2 % 0. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih.96 1.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0. 2. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.18 7 0. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3. 3. 5.

70 0.09 0. Kalimantan Barat 14.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.82 100 10. sisanya 20.79 1.35 1.67 0.61 3.09 0.70 0.94 3.09 1. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79. Lampung 13. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga).26 2. 9.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7.76 1. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www. Lampung (54 lembaga). diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.net. 8.23 0.34 4.8%. Kalimantan Selatan 16.135 % 0.50 1.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya.32 9.info kursus.96%. 5 . Jambi 11. Kepulauan Riau (87 lembaga). Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29. Sumatera Selatan 12.50 0.16%.09 7. Kalimantan Tengah 15.

12 1. 11.22 7. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22. Sisanya 10. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14.07 20.73 100.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.76 20.info kursus. yaitu Jabodetabek. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey.56 1.net.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut.207 lembaga (83.54% lembaga belum memiliki izin.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6.35%) telah memiliki izin operasi. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.22 9.45% dari jumlah seluruh Indonesia. kota depok dan kota Bekasi.32 17. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta.

Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas. 7 . Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT).863 siswa-siswi atau 70. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin.88%. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10.13%. yaitu 1. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar.362 lembaga.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

4. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. bhs Inggeris. Fisika. Bhs Indonesia. Bhs Indonesia. keterampilan intelek. Biologi. Sosiologi. Fisika. bhs Inggeris. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . PPKn Matematika. Bhs Inggeris. Matematika. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Profil Usaha Menurut Dr. Biologi. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. Bhs Inggeris Matematika. Fisika.1. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Fisika. IPA. Kimia. IPA. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. Bhs Inggeris. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. Bhs Inggeris. Bhs Indonesia. Biologi. Biologi. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. IPA. PPKn. Dimyati dan Mudjiono (2006). Geografi.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. Kimia. IPS Matematika. sikap dan siasat kognitif. PPKn Matematika. Ekonomi. keterampilan motorik.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Berdasarkan penelitian. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. Pola Pembiayaan 2. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%. laba = untung”.1. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. 2. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa.2. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. menjelang UN 2010. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang.2.

2. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. 16 tahun 1997 tentang waralaba. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . berkembang sistem pembelian lisensi plus. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. sistim. yaitu : 1. Pada tahun 1970. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. nama. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. 42 tahun 2007 tentang waralaba.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 2. 16 tahun 1997. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. mendirikan 15 . Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. 5. 7. UU No. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. pelatihan personalia. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. 2. 44 tahun 1997. 3. yaitu : 1. Peraturan Pemerintah RI No. 4. 3. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 6. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . TutorNet. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. Bimbel Teknos. Menurut Amir Karamoy. Saint Anna Education Centre (SAEC). Sinotif. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. promosi dan supply produk. Bimbel Primagama. 4. 5. Pewaralaba melakukan pelatihan. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. 6. 7. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. bergantung pada jenis waralaba. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Bimbel Gama UI dll.

Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. yaitu Remedial. Wisma Kodel Lt 7.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Yogyakarta Tlp. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. 17 . Kav B-4. Jl HT Rasuna Said. (0274) 520418. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Alamat : Graha Primagama Jl. Diponegoro 89.

Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. SPSB. Pelayanan kepada siswa seperti modul.150. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal.000. paket soal latihan dan lembar jawab computer. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. • Membayar biaya survey Rp. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. SPMB.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. UN. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. UAS.000 untuk lima tahun. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . UM-UGM dll secara berkala.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. yang secara terminologi berarti cerdas. semester. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama.

Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. 19 . ruang pengajar. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). 16-18. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. untuk luar Jakarta 5 km.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. ruang administrasi. Jl I Gusti Ngurah Rai. majalah. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. surat khabar. 2. Klender Jakarta Timur 13470. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan.

penanaman motivasi berprestasi. dan SMA kelas 10. trademark. SD kelas 1 s. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. Konsep Pengajaran . meja kursi untuk kantor dan pendidikan. 11 – 12 IPS. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan.9.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. pembinaan mental. whiteboard.d. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. ATK.8. brosur. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. AC. patent. TV. SMP kelas 7. Fax.100 juta dan royalty fee. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . konsultasi pemilihan jurusan. telepon. fasilitas multimedia. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. • Gedung milik sendiri atau sewa. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya.11 – 12 IPA. 6. billboard.

• Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor.5% 15% 20% Investor 50% 87. bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB. Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor.5% 85% 80% Keterangan : . sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 . Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung).

tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. yang memiliki skim tersendiri. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. suku bunga. Demikian pula persyaratan kredit. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. Pleno cabang. 2. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. Rapat-rapat (Divisi. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. Raker Tahunan. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C).2.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. Diklat. Kecuali kredit khusus seperti KUR. kredit kepada pensiunan dsb. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .2. Koordinator. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). Dilihat dari golongan nasabah. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan.

bukan atas nama yayasan. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. Ketentuan kredit Bank BRI a. Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. 23 . Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut.

Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak.

yaitu : a. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. sebagai berikut : 1. s/d Rp. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja.500 juta s/d Rp.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. Sertifikat tanah 7. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Lebih dari Rp. Lebih Rp. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2.

c. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14. Meterai Rp.12. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui. minimal Rp. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan).1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris.350. Suku bunga. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit).5% efektif setahun tanpa unsur subsidi.25%. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil).32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank.

perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut.1. 27 . dicicipi atau disentuh. tenaga kerja dan modal. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. dijual lagi atau dikembalikan. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. Dalam analisa mengenai aspek pasar.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. Kenyataan demikian ini. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. karena sifat dari produk jasa tersebut. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. kemudian bahan pembantu atau penolong. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. 2003). seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa.

Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. 9 dan kelas 12. Pada sistem kelas reguler. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. 11.d. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .d. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. SMP dan SMA. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan.

Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. meskipun banyak juga yang tutup. Menurut Tempo Interaktif. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. yaitu : 29 . Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. minuman dan waralaba ritel. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia.

Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. b. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. mula-mula di daerah perkotaan. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. SMP dan SMA.1. kemudian meluas ke desadesa. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. e. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3. d. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum.2. Aspek Pemasaran 3. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. c. jenjang kelas dan program pembelajaran. Adanya prestise. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. f.2. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

500.000 – 2.000 – 2.000 3.950.000 2.000 4. spanduk.000.000 2.000 2.000 No 1 2.650.500.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12.000.500. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.000 2 3 100.700.2.000 : 2. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.000 4 150. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan. leaflet.000 125.000 – 3. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel.950.650. misalnya SD kelas 6. iklan di media cetak. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.000 2.750.000 3.000 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.000.650.450. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 . Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.000 2.000 – 2.500.500. yaitu pada awal dan akhir tahun.000 Sumber : data primer 3.000 --- --- --- 2.000 2.2.000 2.000 – 2. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.800. website dan try out serta open house. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.000 – 4.950.650.000 4.500.500.500.

Telkom dan lain-lain.5 juta untuk sekali try out. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. Indosat. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. dan para guru. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. para praktisi pendidikan yang mencari info.

Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. 33 . kurikulum. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. SMP dan SMA.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4.1.

Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mengarahkan. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. menyerasikan. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. Mendiknas tahun 2010) : a. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003.2. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. f. c. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). pelaksanaan. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . b. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. e.

d. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. meskipun sudah ada Perda No. 3. b. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. c. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Pas foto ukuran 4 x 6. 2. u.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. yaitu : a. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora.p. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. 1 lembar bagi setiap kursus 35 .

Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. adalah : 1. Daftar perkembangan warga belajar 5. Program belajar.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Denah lokasi 14. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 6. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. KTP penanggung jawab kursus 3. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. 4. Foto copy izin kursus yang lama 6. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. Pas foto ukuran 4 x 6. hak pakai. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. Perusahaan Perorangan (CV). Koperasi dan Yayasan. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2.

Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e.195/E/ KK/2009. Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. Kursus Wirausaha Kota (KWK). lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). untuk tahap I selama 6 bulan. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. yaitu. mulai tahun 2009. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. Di kota Bogor. Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. Kursus Wirausaha Desa (KWD).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK.

Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. teguran tertulis. 4. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. Mei dan Juni setiap tahun. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . atau pencabutan izin kursus. April.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret.3. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. Dari uraian diatas. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. masa persiapan belajar (pengenalan). Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF.

Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung.modul dan materi belajar. yaitu : a. Setelah orientasi. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. diagnostic dan penempatan kelas. potensi bakat dan kecerdasan. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. Misalnya program privat. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. c. c. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. b. 39 . Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. b. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. kemampuan menyerap materi pembelajaran. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. meliputi jadwal belajar.

. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. kelas 7. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas.8 SMP dan kelas 10. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel.4.5 SD. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). white board dan meja guru.1. 4. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4.4. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). sedangkan bagi siswa kelas 6 SD. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. potensi kecerdasan maupun psikologis.4. kursi siswa. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko.

kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). suplemen dan evaluasi belajar.4. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. soal latihan. 41 . Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor.2.

Bhs Ind. Biologi. Bhs Inggeris Matematika. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor.. Bhs Inggeris. Fisika. IPA. Reguler 2. Matematika. Intensif II SMP 1. Bhs Ind.5 6 Matematika. Biologi. IPSKimia. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki.4. Intensif-1 IPA 10. Bhs Inggeris. 11 12 Matematika. Bhs Ingeris. Ekonomi/Akuntansi. Geografi.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Fisika. Sejarah. Biologi. 3. Reguler 2. Sosiologi 7. Kimia. IPA. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . IPA. Reguler 2. Fisika. Kimia. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Bhs Ind. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Intensif III SMA 1.8 9 Matematika. . Bhs Inggeris.

Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas.3. kemudian melatihnya 43 . asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Bhs Inggris. Lembaga Bimbel bukan waralaba.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b.Ekon. min. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. honor. UI dan sebagainya. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. b. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor.75 jurusan MIPA. Pelatihan meliputi : a. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Sos. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. UN dan SMPTN. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. IPK 2.4.

1 juta sampai Rp.000 per sessi. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar.250. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.5 juta per bulan. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel.000 – Rp. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp.350.25. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.000 per minggu atau per bulan antara Rp.1. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel.4 juta.000 sampai Rp. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.42 siswa per tutor. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9.35.

Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Program Intensif (UN. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Khusus. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. Program Special Class. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). Program Executive Class. Selain jumlah siswa per kelas. Program Super Intensif (masuk PTN). Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. Program Standard Class. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. SMPTN). Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. dll. Program Pendamping Belajar Siswa. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa.1. Program Kemitraan. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Program Intensif (UN. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Program Privat. SMPTN). perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. Misalnya Program Special Class. Program Jaminan. 2. Biasanya 45 .

Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. 2. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. yaitu semester I. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. 4. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3.

yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. Untuk mengukur produk usaha bimbel. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta.Mei. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. • Sub Program Intensif 1. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuan adalah lulus ujian akhir.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Terdiri dari tiga Sub Program. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. untuk kelas 12 IPA. • Sub Program Intensif 2. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN.2. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . 5. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. untuk siswa IPS. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei.

Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif Jumlah III SMA 1. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. Reguler 2. dan nama atau merek lembaga Bimbel.

000 900. Reguler 2. Intensif 1.000 500.000 500.000 800.300.000 1.000 Jumlah 1.000 1.000 1.250. b. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.000 500. Intensif 1. Reguler 2. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA.000 500. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD. Reguler 2.000 1. Alasannya adalah : a.000 Bimbingan 750. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.000 500. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek.000 500.300. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal.400.000 49 .000 850. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.400.400.350.000 900. Intensif-1 IPA 3.000 1.000 900.000 1.000 800.

Uang pendaftaran.000 per siswa. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .500.125. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. per semester.000. seperti pada tabel berikut. sebesar Rp. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran. b.

000 386.500.000 0 23.400.000 62.000 34.675.000 62.000.475.000 34.000 209.000 31.000 203.000 90.200.000 474.400. peralatan kantor.200.200.400.200.125.000 Sumber : lampiran 5 5. Intensif-1 IPA 3.000 0 68.000. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .000.725.000 34. Intensif Jumlah II SMP 1.600. Reguler 2.000 268.000 300.000 0 35.000 59.600. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.000 No Strata I SD 0 11.800. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.175.000 15.500.400.200.000 267.100.3.200.800.000 Tahun 2 Smtr 2 150. Komponen dan Sruktur Biaya 5.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000 68. Intensif Jumlah III SMA 1.400.000 Smtr 1 165. fasilitas dan sarana belajar.000 17.000 34.000 0 11.000 0 22.000 115.000.400.000 0 35.000 26.000 17.300.000 34.000 119.200.500.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.400.950.500.000.000 39.200.000. sewa gedung.200. Reguler 2.000.275.550.600.400.000.000 29.100.000 150.500.000.000 0 165.000 31.000 44.200. peralatan belajar.000 88.000 31.000 53.100.200.000 88. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.000 0 198.000 68. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.000.000 0 68. Reguler 2.000 88.000 Tahun 1 Smtr 2 90.000 0 34.1.600.000 Smtr 2 180.000 13.200.3.000.000 0 99.

900.722.000 31.750.450.750.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.000 700.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .853.250.000 0 168.050.000 12. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.980.845. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel. Nilai (Rp) 1. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.685.100. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.500 1.000 68. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.024. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.000 64.000 5.500 0 0 1. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.000 4.000 0 83. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.000 0 0 1.

000 228.000 193.000 6.175.175.000 204.000 198.000 5. 77.000.175.500. 91.500.890. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 10.715.4.992.000 Tahun 2 Smtr 1 8.235. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.000.500 dimana sekitar Rp.2.060.000.715.000 5.000 154.000 3.000. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.000 159. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.000 177.955.000.000 8.000.540. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.175.000 136.000 6. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.160.335.000.000 Smtr 2 8. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.000 10.565.175.000.000 Smtr 2 8.175.000 6.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114. biaya tenaga kerja.000 16.540. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.3. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.462.000 159.000. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .000 5.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000 135.780.000 189.000. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.000 Smtr 2 8.000 20.000.000 4.

276.601 Jumlah 91. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.125 Bunga 24.5% per tahun.276.713.375 66.912. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.000 56.708 238.811.189. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.333 171. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .613 17.258.613 24.912. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.077. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap.396 39.726 5.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan.000 91. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.5.396 66.189. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek.335.902. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.

118.744 12. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.927.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.145.336.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2.2% semester 2.411.9% 20.073. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.897 759. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.0% 55 .500 759.0%.500 227.397 531.697.613 89.6% 27.613 135.696.2% untuk semester 1 dan 18. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.927. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.073.397 1.4% 29.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.666 303.394.697.5% 29.731 227.637. Baru pada semester 2 tahun-2.4% 23. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.279 213.

480.515.722.858.000 244.100 313.250.722 Intensif 14.207 365.480.861 159.035. biaya tetap.000.000 Biaya Variabel Total No 56.754.759.266 118.480.949 265. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.564 437.417.306.000 59.480.038 132.050.000 319.958.650.ASPEK KEUANGAN 5.392.000 103.000 88.405 212.000 345.000 197.274.207 292.509.411. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.500. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.922 354.480.587.743 395.931.494 121.038 121.708.250.386 342.550.500.693. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.722 121.101.067.633 186.000 220. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.480. 2003).170.101.100 248.000 126.750.075.734.000 173.480.325.000 Tetap 147.922 271.000 150.826.480.494 103.000 73.458 201.279 271.177 239.266 121.279 224.000 29. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.734.6.636 80.480.750.636 178.750.202.483.405 121.633 121.142.000 189.000 44.963. seperti jumlah siswa peserta. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.378.458 230.564 318.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .386 478.743 295.861 121.177 121.443.949 121.917.000.

000 425.443 236.784.500.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.835. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).493.000 505.443 121.354 177.956 529.243.000 337.304.500.028 389.000 408.889.065. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.000 398.337.151.651. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.354 121.480.135 767.314 726.000.784.513.582 162.899 121. pendapatan (lampiran 5). Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.000 519.850 602. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.250.098.480.000 384.750.000 291.492 459.000 314.810.850 412.810 147.000 531.857.480.545.480.993.671 221. sebagaimana terlihat gambar 5. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.127 121.671 435. 57 .250.468.284.135 506.480.671 643.127 191.899 206.000 361.961.000 478.126.028 561.000 267.671 121.000 452.480.000.409.441.618.876.060. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.582 121.468.835.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).492 685.480.314 482.810 121.

306. Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp. Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.ASPEK KEUANGAN Juta Rp.261.306.176 (sumbu vertical). Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.261. 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).176.

Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun.250 juta. dimana investasi dimulai pada tahun-0. Jika terjadi keadaan sebaliknya. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya.7. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya.antara 1 – 5 tahun. 5. 59 . Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). Jumlah investasi tetap : Rp. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. 168. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan data pada lampiran 1.

Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.433 1.5% IRR % PBP (semester) 67.500.250. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).45 27% 2. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.308.811.79. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp.a. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.2. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .132. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5% p. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14.375 dan modal pinjaman Rp 171. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.571.000 dan biaya modal kerja Rp 83.125 dengan bunga pinjaman 14.000.747.

IRR lebih kecil dari suku bunga.790.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1. 61 .223. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a. Dan Net B. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.5 16% 2.410) 1. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15.710 1.C ratio kurang dari satu. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi.8. 16 dan lampiran 17. dimana NPV sudah negative. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.4 14% 2. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2.

859.782. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. c.4 14% 2.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.5 18% 2.954 1.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5.5 16% 2.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.079 1.873) 1.ASPEK KEUANGAN b.4 14% 2.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.627) 1. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu. dimana NPV negative.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.

63 . IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. dimana NPV negative. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

yaitu : a. penciptaan kesempatan kerja. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. 65 . Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. Sukses ulangan harian di kelas b. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. perdagangan dan pengangkutan. sebagian besar hasil pendidikan. Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. pemerataan pendapatan masyarakat. dan manfaat sosial lainnya.BAB VI ASPEK EKONOMI. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. pertanian. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Sukses ujian semester c. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d.1.

PKBM. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Politeknik. sedangkan untuk LKP. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. SKB. Balai latihan Kerja. Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. Lembaga Pendidikan Keterampilan. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. Ternyata. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian.ASPEK EKONOMI. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. BP2NFI. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD).

Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas.25. 67 . industri barang-barang dari kayu dll.000 s/d Rp.35. 6. industri makanan dan minuman. industri alat tulis. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga.2. 200 m2. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. soal-soal). seperti polusi suara (bising).000.d. buku-buku. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. polusi udara dan pencemaran lingkungan.

jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall.ASPEK EKONOMI. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar.

Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.1. yaitu : a.1. 69 . Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel.1.2.1. b. 7. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini.

diantaranya harus transparan. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan. akuntabel. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar.4. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK.3. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.net. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas.1. Nilek online dapat di cek di www.1. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. 7. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel. 7. dan bersedia diaudit oleh pemerintah. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .infokursus. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri).

matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. Fisika. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. 12. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. 9. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. SMA IPA 11. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 71 . Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b.5. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. dan SMA IPS 11.1. 12.

1. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. industri furniture. perbaikan sarana transportasi. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk.1. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. cepat dan tepat. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. industri alat-alat perkantoran. usaha computer dan website designer.7. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. berkembangnya sekolahsekolah umum.6. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. 7. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta.

1. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik.1.8. b. c.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7.2. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah. Oleh karena 73 . Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. karena masalahnya adalah : a. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. tetapi menyewa. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman.2. 7. Faktor-faktor Kritis Internal 7. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. e. c.5. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. yayasan kependidikan dan perorangan. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. lembaga-lembaga profesi. Lembaga-lembaga bisnis. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. b. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. organisasi-organisasi masyarakat. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. Sekolah-sekolah umum SD. pembinaan. 77 . sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif.2. 7. d. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. SMP dan SMA.

misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. b. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. materi belajar yang diberikan. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. c. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. Visi. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. target program. layanan phisikologi. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. b. fasilitas belajar. BUMN dan perbankan. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. konsultasi. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. tanpa dipungut bayaran. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. d. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel.

Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. c. b. 7. adalah : a. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik.3. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. 79 . Sebaiknya pengajar lulusan PT. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. Kualitas materi-materi pembelajaran. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. brosur. Kualitas pengajar atau tutor. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. c.

karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. penyajian materi belajar dengan OHP. ruang konsultasi. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. kantin dsb. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. f. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. e. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. seperti ruangan ber – AC. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . tersedia ruang diskusi. sederhana. SMPT). ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. h. g. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. musholah. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya.

jangan pasif. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. Siswa. i. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. 81 . terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. Tetapi dengan catatan. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. 83 . yaitu : • Dari segi transportasi. Kesimpulan 1. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. Ditinjau dari aspek teknis. 2. 5. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. 3. kurikulum. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. 4.1.

8. 67. Berdasarkan analisa sensitivitas.433. 6.308. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . pay back period 2.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. karena pada tingkat discount factor 14. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26.5%. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp.587.176. NPV mencapai Rp. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. Net B/C ratio 1.262.2. 7. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. Biaya operasional meningkat sampai 10% c. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp.8 %.187. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a. 9.306.8 dan IRR 27%. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum.8 tahun. 10. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah. Pendapatan turun sampai 7% b. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. Berdasarkan analisis aspek keuangan.

5.2. 85 . 2. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. 4. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. Saran-saran 1. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. 3.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Evi Umar. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Pengantar Evaluasi Proyek. cetakan ketiga. D Kultur Hia. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. 2003 Belajar dan Pembelajaran.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. 1976. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. 2007 Mengajar dengan Sukses. edisi kedua. Clive dkk Hartanto. 2001 Sulistyowati. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. edisi kedua. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. Husein 87 .

org http://re-searchengines.gamaui.banksaudara.wikipedia.Teknosgenius.com http://www.bimbelplus.com http://www.com http://aisyahraifa.net http://www.detik.co.com http://ahmadsudrajat.com http://suarapembaca.wordpress.com http://edukasi.id http://id.ppsgms.com http://indonesiaeducate.infokursus.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .gaulislam.com http://www.org/waralaba http://snmptn.com http://www.kompas.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.majalahfranshise.com http://www.wordpress.com http://www.multiply.tridaya.com http://www.org http://www.primagama.bimbelgsc.org Kompas.com http://bimbel.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

......................................................................................................................................................................................................................................... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ................................................... 120 Proyeksi Laba Rugi ........................................................................... 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran ............ 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan ........ 103 Biaya Pendaftaran.... 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman .. 122 91 ...... 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ... 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ...... 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ................................... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ............ 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ................................................................... 114 Rekap biaya operasional ........ 106 Proyeksi Jumlah Kelas............................ Sarana dan Biaya Bimbingan .DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ..... 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel ...................................... Fasilitas. 110 Rekap jumlah biaya investasi . 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ...................................................................

..... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ..............................................Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ................................. 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ......... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester .................................. 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% .................... 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%.............................. 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% ............ 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ............... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ........

Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1.

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). 97 . Menghitung Jumlah Angsuran. 2. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya.

Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. Apabila NPV < 0. Apabila NPV = nol. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. c. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. n = Umur Proyek.LAMPIRAN 3. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). Menghitung Net Present Value (NPV). NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. b. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a.

IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). b. 99 .

________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian.LAMPIRAN 5. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. Menghitung Net B/C ratio. NPV B-C Negatif. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). maka proyek layak dilaksanakan. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. b. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. = Net present value positif. Apabila nilai Net B/C < 1. = Net present value negatif. = Nilai benefit-cost ratio. 6. Apabila nilai Net B/C > 1.

Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran.) f. 1 .) = n x harga pokok. c. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. Titik Impas (Rp.--------------------------Hasil Penjualan. Biaya Tetap. Titik Impas (n) = ----------------------------.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. d. Hasil Penjualan (Rp.) e. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. Titik Impas (Rp. a. b.X Total Produksi.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 . Titik Impas (Rp. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan.

b. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. 2. n. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. 1 ½. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. ½. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a.LAMPIRAN 7. … . 1. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam.. 8. n = 0. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------.

Reguler 2.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 . Intensif-1 IPA 3. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Intensif Jumlah III SMA 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1. Reguler 2.

400.000 1.000 750. Fasilitas.300. Reguler 2.000 500.350. Intensif-1 IPA 3. Intensif 125.000 1.000 900.400.400.000 125.000 125. Reguler 2.000 1.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 1.000 500.000 125.000 500.000 500.000 800.000 III SMA 1.000 500.250. Reguler 2.000 125. Intensif-2 IPS 125. Intensif 125.000 500.000 900.000 900.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 1.000 500.000 850.300. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.000 1.000 1.000 800.

0 6.000 4.400. Reguler Jumlah 2. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .600.400.0 1.000 200.000.600. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.000 200.000 13.600. Intensif II SMP 1.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200. Intensif-1 IPA Jumlah 3.0 1. Intensif III SMA 1.000 200.000 9.800.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.000 8.800.000 4.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.000 1.000 4.000 200.000 30.600.0 15.0 20 12 4.0 4 2.800.800.000 1.000 8.0 5. Reguler 2.0 4.000 3.000 6 2.000 2.000 200. Reguler Jumlah 2.0 3.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 . Intensif IPA 3.III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Reguler 2.

000.000 200.000 100.000 12. Badan Usaha b.000 10. Komputer b.000. NILEK 2 Sewa gedung a.000 4. Printer c.000 1.000 6.000. Lemari g. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.Telepon/Fax e.000 200.500.000 500.000 500.000 1 1 1 300 175.000 2 5.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.625.000 100.000 2.375.000 2.000.000 1 2.625.000 15 175.000 350.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175. Meja kerja .000 125. Ruang tunggu siswa e.500.000 120.000 500.000 35.500 12.000 52.500 10.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.500.000 1. Furniture f.000 2.000 1 15 175. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a. Ruang guru d.000 10.000 250.000 2.000 125.000 1.000 100.000.625.000 4 1 1.625.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100. Laptop d.000 2.500.000 250.000 350.000 6.625.000 4.000.000 52.000 2.000 3.000.000 15 175.000. Ruang kelas c.250.200.000 1.000 1.250.000 50. Filling cabinet h.375.625.

i.160. Kursi tamu unit 4 2.000.000. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 6.000 1.000 30.260.000 37.000 3.400.000 Peralatan belajar 616.000 a.000 5 1.000 160. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.250.000 6.000 150.000 8.500 15. Kursi belajar siswa b.800.000 1.000 7 200.000 10 375.500.000 30.750.000 5 5 7 500.000 3.000 154 200.000.000 1.000 600.000 - a.000 j.000 600. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.000 5 6.000 280.500.000 5 15 100.000.000 84.853. Meja guru c.000.600.000 10 60.000 5 Sarana belajar 700.000 set 1 600.000 10 15 250. White board d. Modul belajar b.

000 64.5.000 50.000 4.4.980.853.000 66.685.900.LAMPIRAN Lampiran 8b. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.450.000 83.050.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .750.475.400.000 1.845.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.250.750. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.000 12.000 Penyusutan 0 64.775.500 1.000 31.000 700. Kredit b.000 168.000 102.100.268.000 Nilai (Rp) 117.000 5.6 Sumber dana investasi a.

000.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .000 5.175.000 5.715.000 189.000 6.000.955.000 159.000 204.175.500.000 10.Lampiran 9b.000 135.000.000 198.000 6.175.000.160.000 8.000 177.540.060.000 8.175.000 8.000. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.000 16.000.000 20.000 228.235.000 159.000 8.000 193.890.540.565.000.000.000 8.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.000 6.780.000.715.000 154.000 3.175.000.000 4.000.175.000 114.000 136.000 10.335.

500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Tutor smtr 1 e. Staf manajemen c.000.500.000 20.000 12.000.000 2.000 5.000 50. Leaflet/brosur b. Telepon c.520. Air d.500 100.500.000 10.500. ATK b.000.000 3.000 62.000.000 750.000.000 5. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000 10.000 1.720.000 10.000 200. Air mineral 2 Tenaga kerja a.000 50.000.000 50. Internet g.000 2.000 83.320.000 5.000 6. Listrik e. Direksi b.500.000.000 750.000 50.000 2.250.000 2.000 50. Souvenir 4 Pembelajaran a.000 4.132.000 200. Cetak modul c.000 20.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.000 150.000 15.000.000 1.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10. Tryout c.000 1.000.000 3.000 150. ATK b.160.000 22.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a. Karyawan d. Surat/fax f.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.000 10. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.

000 2.000 375.000.000 300.000 18.000 300.000.000.000 4.000 1.000 18.000 18.000 4.000.000.000 1.000 1.000 10.000 900.000.200.000 300.000 36.000.715.160.200.000.000.000 1.500.000 900.000 4.000.000 2.000 15.000 15.000 300.000 36.000 300.000.200.000 154.000.000.840.000.000 15.000 3.000 4.160.000 2.000 Semester 2 600.000 375.000 1.060.000.000 1.500.500.000 228.000 8.000 198.500.000 Semester 2 600.200.900.500.000 5.000.000 135.000 3.000 15.565.000 300.000 18.000 300.000.000 4.335.000.000 90.200.000.000 1.000.000 4.000.720.000 300.960.000.000 1.000 15.000.000 300.500.000 90.000 375.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.520.000 5.000 900.000.000 5.000 4.000.000 300.000 2.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000 1.000.000 300.320.000 10.000 135.000 900.000 300.000 2.500.000.000 1.000 5.000 18.530.000 8.000 36.000.000 Semester 2 600.000 108.000 375.500.000.000 67.920.000 300.000 300.000 300.000 193.000 900.000.000 36.000 2.000 36.000 900.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000 3.000 15.000 375.235.000 4.200.000 300.000 4.715.000.000 36.080.000 300.000 189.000.000 375.000 300.000.500.955.000 45.000 115 .000 18.

500 79. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a. Tenor (Bulan) b .811.5% 652.500 251. Kebutuhan Modal Investasi b.375 171.000 117.375 54.a) Flat d.936.125 83. Suku Bunga Pinjaman (p.114.5 36 3. Modal Kerja Sendiri (35%) b. Tenor (Bulan) b . Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.132.250.6 29.775.132.5% 1.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.528 14.036.000 168.125 50.000 168.271.096.382.571. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a. Modal Investasi Sendiri (30%) b.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Angsuran Pokok Per bulan c. Suku Bunga Pinjaman (p.250. Angsuran Pokok Per bulan c. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.a) Flat d.000 83. Angsuran Bunga per Bulan 24 2.505 14.251.423.475.

833 94.115 1.500 55.423.423.423. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.472 111.000 114.278 29.423.357.271.528 3.528 3.423.423.423.361 98.528 3.139 71.528 3.423.115 1.528 3.960.072.172.271.722 81.115 1.222 22.115 1.423.115 1.271.861 39.801.245.232.423.115 1.115 1.900.611 68.528 3.389 42.333 35.159.271.423.423.430.271.629.271.115 1.423.115 1.115 1.271.271.194 78.115 1.271.688.423.775.115 51.423.528 117.125 117 .528 3.528 3.973.423.528 3.083 65.258.615.115 1.271.528 3.271.271.115 1.115 1.528 3.602.423.443.423.271.417.306 91.528 3.271.423. Bunga 1.528 Total Murni INVESTASI Angs.271.516.528 3.115 1.271.528 3.271.423.972 52.115 1.775.423.000 Angs.528 3.423.115 1.528 3.115 1.543.528 3.423.271.806 32.528 3.331.528 3.788.115 1.667 75.423.231.271.271.528 3.423.528 3.528 3.715.702.271.056 3.778 88.167 16.271.059.271.639 13.423.115 1.417 104.271.115 1.917 45.115 1.423.528 3.529.086.115 1.115 1.145.115 1.271.528 3.115 1.115 1.250 85.423. Pokok 3.271.944 107.271.528 3.271.528 3.528 3.528 3.115 1.028 58.115 1.528 3.115 1.271.528 3.887.115 1.423.423.444 49.271.423.874.423.423.111 9.423.528 3.271.423.271.528 3.115 1.814.528 3.271.528 3.694 19.423.115 1.271.115 1.583 6.115 1.986.528 3.271.889 101.271.344.503.271.556 62.750 26.

516 4.937 652.251.937 652.251.052 20.515.036.251.937 652.031 11.125 Angs.937 652.505 2.094 38.505 2.251.251.505 2.269.010 2.251.251.505 2.505 2.063 24.937 652.281.251.505 2.536 13.505 2.251.125 51.263.083 33.251.505 2.937 652.505 2.937 652.670.505 2.505 2.766.257.505 2. Pokok 2.937 652.609 45.937 652.251.505 54.042 15.251.073 29.006.599 40.251.760.533.937 652.509.505 2.521.012.778.036.275.937 15.505 2.937 652.527.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .505 2.505 2.251.937 652.505 2.251.937 652.937 652.620 49.251.937 652.018.937 652.251.030.251.505 2.505 2.526 9.115 47.505 2. Bunga 652.568 27.937 652.589 36.021 6.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.251.505 2.772.251.547 18.251.505 2.937 652.937 652.937 652.251.754.505 2.937 652.578 31.251.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.024.557 22.503.104 42.251.937 652.251.937 652.784.

115 16.076.033 2.271.086.399 5.528 1.630 5.498 5.523.894 5.827.051 55.288.033 2.051 116. Bunga 171.919.076.528 1.580.423.051 127.076.523.051 77.900.033 2.523.629.927 5.076.033 2.115 6.523.811.396.258.011.051 111.465 5.350.033 2.076.729 5.432 5.076.033 2.271.051 149.873.694 3.423.051 138.076.172.076.795 5.033 2.811.762 5.672.523.696 5.056 3.601 119 .366 5.059 5.523.523.715.076.033 2.423.076.828 5.033 2.271.357.523.271.528 1.115 35.960 5.423.523.639 3.051 44.033 2.115 0 Total Murni 171.271.423.051 100.149.528 1.765.125 5.076.663 5.423.195.076.523.423.057.523.528 3.271.271.115 29.051 155.033 2.271.523.423.222 3.033 2.523.051 88.076.103.528 1.033 2.076.033 2.523.531 5.523.271.076.902.750 3.278 3.076.781.523.333 3. Pokok Angs.051 94.051 66.051 61.583 3.033 2.304.033 2.115 22.523.076.026 5.523.051 83.523.115 13.442.033 2.528 1.271.814.488.523.523.033 2.051 39.965.271.051 122.423.033 2.986.076.076.528 1.051 105.033 2.076.115 32.051 133.528 1.528 1.076.033 2.523.718.092 5.033 2.115 3.423.111 3.543.033 2.115 26.523.115 19.523.423.423.528 1.051 166.564 5.626.528 1.076.861 5.167 3.115 9.993 5.271.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.125 66.033 2.076.051 160.528 1.271.534.443.051 72.076.242.051 50.597 5.051 144.806 3.

333 39.835.000 388.835.000 135.000 64. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.036.600.000 198.000 64.238 7.175.300.565.132.000 2.375 17.258.125 Outstanding 29.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.000 154.300.063 54.175.150.235. Bunga 17.000 -16.000 Jumlah a 168.708 135.000 125.LAMPIRAN Lampiran 10c.000 203.568 2. 1 URAIAN Pendapatan a.140.000 - 64.150.000 189. BOP Jumlah b 83.077.335. Investasi 1.018.861 3.085.065.365.565.604. Pendaftaran & bimbingan 150.333 39. Pokok 39.000 189.529.000 154.715.000 150.258.235.715. Modal kerja 83. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.132.500 Jumlah 2 (a+b) 251.500 2.775.585.000 203. Biaya operasional 1.000 14. Pokok 27.715.600.505 MODAL KERJA Angs. Bunga 7.258.250.000 219.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.018. Sewa gedung 64.000 267.335.232.100.000 388.750.194 42.269.077.063 27.251.670.000 78.750.000 64.750.000 198.375 17.628.750.000 267.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .238 15.315. Perizinan 1.375 51.000 3. Lainnya 102.400.271.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.000 189.788.250 Per bulan (Rp) 14.000 263.528 Total Angs.000 Angs.382.125 Angs.000 b.235.077.000 135.500 Surplus/minus -251.333 117.382.750.

200.057.762 44.276.750.000 193.200.189.000 300.000 293.009 91.715.000 193.645.000 300. Pokok 66.000 228.000 106.955.912.000 106.750.000 65.853.000 228.715.955.125 Angs.726 AWAL SALDO AKHIR 147.524.811.717 56.000 0 0 1.645.955.565.000 228.000 180.715.902.000 300.601 TOTAL ANGSURAN 91.000 0 0 64.000 121 .955.781.613 17.000 474.955.200.000 193.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.200.715.000 64.600.000 245.850.000 300.713.955.955.635.600. Bunga 24.000 474.200.485.276.333 171.000 474.077.100.000 228.000 476.000 1.000 228.000 193.189.396 66.912.715.000 106.715.645.335.726 147.000 474.000 294.375 66.613 24.600.000 193.600.366 0 Total Angs.053.000 64.000 228.000 179.000 0 0 0 0 193.009 56.750.735.000 193.955.000 228.000 300.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.600.708 - 238.396 39.715.717 56.335.600.000 474.708 238.000 193.713.955.258.000 193.524.335.465.

150.636 80.432.731 37.633 Intensif 14.500 29.050.750.894 159.333.4% 387.613 -45.000 24.000 774.800.6% 27.000 419.475.613 17.613 23.650.861 189.902.000 3.500 29.980.480.800.945.912.515.5% 135.287.000 Biaya Variabel 56.000 774.613 -12.613 523.500 227.613 399.000 121.462.861 159.222.035.625.108 -45.000 655.800.000 506.150.570.500 227.727.980.399 135.172. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.670. Biaya operasional b.000 40.067.077.039 23.500.000 147.893. Penyusutan d.633 Pendapatan Tetap 121.670.072.279 213.980.000 40.4% 496.000 83.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.458 Total 178.860.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.818.636 201.000 422.000 24.9% 20.375 506.000 268.000 29.000 1.000 83.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.697.927. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.144.660.980.708.650.625 268.000 83.394.670.280.697.000 83.000 422.601 900.000 66.750. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .375 83.980.480.411.360 765.900.0% Pendapatan sub program Reguler 132.962.222.000 774.587.662.601 2.387 251.927.958.912.000 422.550.

000 643.000 220.000.100 248.480.480.858.028 291.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.000 230.480.922 295.142.170.993.889.000 Smstr 1 Smstr 2 22.443 236.094.564 265.126.038 121.743 239.922 212.000 395.000 505.000 173.314 506.750.480.480.500.651.480.207 267.493.000 478.000 121.000.784.480.483.671 337.956 292.135 408.480.000 150.000 121.899 206.306.000.000 121.000 726.835.386 365.480.500.582 162.835.784.000 126.000 313.509.480.314 384.028 412.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.468.284.480.693.170.250.441.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.000 Jumlah 37.274.955.386 244.000 685.492 482.650.000 83.417.000 437.850 435.754.000 354.000 197.516.127 425.850 314.127 191.060.000 561.949 73.000.409.177 59.480.215.304.671 767.151.135 529.177 121.443 478.963.671 221.810.000 1.337.250.000 103.279 224.734.065.405 121.750.917.564 342.931.000 121.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .857.494 103.722 121.000 319.949 121.810 147.000 519.722 88.038 132.000 1.000 345.000 121.956 70 30 186.826.494 121.354 398.492 361.500.513.545.671 459.000 828.980.750.207 389.325.899 452.480.250.582 121.480.354 177.243.759.500.500.250.101.743 318.961.378.101.411.392.722.202.000.405 44.098.443.000 121.495 206.000 602.810 121.000 271.287 Biaya variabel 385.000 372.266 118.480.618.468.075.266 121.100 271.876.734.

280.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.009 359.997 (44.330.000 655.750. Biaya investasi a.382.8734 213.500 (251.483.396 24. Biaya bunga bank f.036.382.500 251.475.775.892 422.276.644.258.9345 -6.500 353.883 -14.602 460.000 69.836 212. Pendapatan b.947) 0.196. Dana sendiri c.126 244.800.375 117.949) 0.382.660.800.000 774.286.447 (257.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .108 83.000 54.117 411. Biaya modal kerja c.333 17.000 69.912.8162 256. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.125 353.308.132.475.077.009 -97.398 174.800.469.570.893.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.930.463.382.894 586.316.382. B/C ratio.613 451.750. Kredit investasi d.650.650.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.666. Re-Investasi b.500) (251. Biaya operasional d. Angsuran pokok e.8 tahun 0.475.000 66.500 290.613 23.063.000 387.644.500) 168.414.455.396 24.032.000 39.8 2.912.670.000 -97.276.106 69.500) 27% 1.750.287.571.009 -6.302.272 314.000 655.119.000 79.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 655.250.000 774.5% PBP (semester) 1 (251.602. NPV dan PBP DF 14.000 353.447.000 83.108 572.000 66. Kredit modal kerja e.375 37.350.886 251.894 188.000 251.382.000 774.650.

8162 218.223.500) 16% 1.382.302.723.609 (277.557) 0.312.602 460.333 17.852.109) 0.000 69.500) (251.650. Dana sendiri c.245.266.258.670.382.894 141.375 37.941.6 tahun 0.500 616.477.852.119.036.894 586.000 616.892 422.775.382.912.266.330.509 -27.5% PBP (semester) 1 (251.981. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.396 24.500 251.613 451.382.500) 168.8734 178.276.000 79.250.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.509 -118. Biaya investasi a.5 2.552 (98.405.930.000. Kredit investasi d.382. Pendapatan b. Biaya bunga bank f.246.266.650.009 359.893.312.405.405. Kredit modal kerja e. NPV dan PBP DF 14.000 728.500 387.108 44.626 204.117 411.316.000 69. B/C ratio.995.650.500 616.077.000 54. Biaya modal kerja c.106 69.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.276.660.000 39.988.000 83.000 66.108 572.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.312.102.570.398 67. Re-Investasi b.000 728.280.00 251.9345 -25.912. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.751 120.500 332.710 rupiah 125 .749.500 290.000 -118.463.125 332.396 24.852.375 117.382.000 728.000 66.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.663.772 267.500 332.571.132. Angsuran pokok e.235.883 -74.194 251. Biaya operasional d.500 (251.613 23.

613 23.564.00 251.500 720.396 24.564.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .398 49.893.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.9345 -29.790.000 -122.276.396 24.247.108 572. Kredit investasi d.276.470) 0.382.333 17.500 251. B/C ratio.545.5% PBP (semester) 1 (251.564.904 105.108 37.750 609.000 83.302.500) 168.570.571.250 387. Re-Investasi b. Pendapatan b.000 39.876 198.894 586.000 66.670.500 328.650.316.375 37.382.000 69.538.912.847. Biaya bunga bank f.8162 212.912.106 69.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.000 720.5 tahun 0.387.731.261.8734 173. Angsuran pokok e.930.731.117 411.650.992) 0.500 290.198.280. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.387.276.259 -31.500) (251.009 359.750 609.912 251.382.750 328. Biaya investasi a.382.775.463.000 66.522 260.000.847.660.233.036. Kredit modal kerja e.375 117. Biaya operasional d.478 (107.119.405.500 (251.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.258.894 134.650.259 -122. Dana sendiri c.330.613 451.000 69.399.000 54.155. Biaya modal kerja c.132.250. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.382.382.500 720.500) 14% 1.4 2.847.122.500 609.000 79.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.383 -84.602 460.125 328.841.384.392 422.970 (280.077.731. NPV dan PBP DF 14.

408 42.400.912.917 446.782.405. Kredit modal kerja e.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.475.139.5 2.557 353.323.000 774.618.709 -232.965.709 -38. Kredit investasi d.300 39. B/C ratio.709 392.800.5 tahun 0.625.918. Re-Investasi b.8734 182.396 24.500 75.077. NPV dan PBP DF 14.859.9345 -36. Angsuran pokok e.750.592 460.000 655.801.8162 225.500 316.083 -190.276. Biaya operasional d. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.893.428.305.298.000 83.800.000) (251.382.400.750.848.258.500 251.918.613 23. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.174.475.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.125 353.000 774.512.500 353.806 75.475.710.800.250.000 774.980 (104.451.402 498.886.000 54.079 rupiah 127 .382.660.500) (251.194 144.00 251.688.000) (102.375 37.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.613 483.382.028 276.5% PBP (semester) 1 (251.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.687 120.817.131) 0.775.500 (102.371.437.375 117.500) 168.000 655.000 79.000 655. Biaya investasi a.200 66.344.108 613.451.382.894 630.036. Dana sendiri c.918.700 -130.750.300 66.700 422.500 75.626 209.037.000 353. Biaya modal kerja c.611 (287.598 -45.111) 0.132.571.000 102.276.912.405.400. Biaya bunga bank f.500.500) 16% 1.382.333 17.396 24. Pendapatan b.

187 353.000 353.051.613 487.500) 168.000 39.500 353.5 tahun 0.637.000 76.112.000 83.475.009 -42. Biaya operasional d.669.382.000 102.126 205. Angsuran pokok e.202.000 76.000 426. Dana sendiri c.800.619.9345 -39.308.000) (102.276.382.000 -133.502.475.000 54.000 774.000 774.000 774.400.800.750. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. Biaya modal kerja c.894 139.168.613 23.615.475.089 (111.125 353.398 -59.108 618.106 76.375 117.725.549.775.382.5% PBP (semester) 1 (251.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .009 -236.782.728 272.400.8162 222.4 2.258.108 37.602 502.500) 14% 1.276.000 655.500 (102.448.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.660.912. Re-Investasi b.571.220.132. B/C ratio.893.037.009 395.892 464.333 17.8734 179.883 -198.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.500) (251.036.923.529.250.000) (251.800.000 66.000 655.375 37.382.382. Pendapatan b.937.000 251.000 66. Biaya bunga bank f.327.750.615.000 79.548.251.796) 0.707) 0.117 450.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.894 635.597.311. Kredit modal kerja e.750.077.059.396 24.000 655.615. Kredit investasi d. Biaya investasi a. NPV dan PBP DF 14.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.400.396 24.893 110.296 (291.912. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.500 319.024.500 251.

077.500 251.739.292 435.000 751. Biaya operasional d.258.416.375 37.782. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.750 342.954 rupiah 129 . Biaya modal kerja c.5 2.350.500) (251.556.981) 0.100 39.500 751.916.102 (91.208 50.613 461.422 278.798 81.9345 (26.033. B/C ratio.750 636.717 423.250.556.6 tahun 0.132.500 636.893.006 71.987.987.400. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.994 150.739.783 -68.571. Pendapatan b.500.382.8162 227.159) (119.396 24.375 117.058.988.857.500 342.382.382.000 79. NPV dan PBP DF 14.912.077.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.276.870.500 298.870.015.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.108 586.500 71.894 601.400 66.382.036.000 54.556. Dana sendiri c.159) -27.333 17. Biaya investasi a.739.046. Angsuran pokok e. Re-Investasi b.909 370.00 251.018.500 751.100 66.376 212.469.396 24.000 83.090.775.500) 168. Kredit investasi d.660.911 135.545.500) 18% 1.382.077.482.083) 0.500 71.010.500 (251.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.345.125 342.944.276.613 23.150 399. Biaya bunga bank f.077.900 (119. Kredit modal kerja e.727.583) (277.202 473.046.750 636.912.086.870.8734 186.930 251.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.382.5% PBP (semester) 1 (251.197.

396 24.278 251. Re-Investasi b.258.000 743.392.128) 0.500 (251.991) 0.180.137 (107.436.893.375 117.613 23.912.500) 168.700.554.520.520.808.306 72.375 37.000 743.5 tahun 0.200 403. Angsuran pokok e.200 66.000 79.336.991.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .912.775.327.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.209) (126.000 629.125 339.382.336.917 426.250.798.436.336.660.126 202.572.5% PBP (semester) 1 (251.000 743. NPV dan PBP DF 14. Kredit investasi d.180.083 -87.333 17.402 477.800 39.382.000.132.590.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.500 339.269 110.8734 176.500 301. Kredit modal kerja e.000 54.598 50.891.800 66.237. Biaya modal kerja c.908 38.009.894 606.276.8162 217.382.808.000 629.000 339.547.694 137.077.072.00 251.000 72.382.436.500) (251.570.179. Biaya investasi a. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.613 465.9345 (32. Biaya bunga bank f.382.092 439.200 (126.036.083.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.500 251.472 266.903.396 24.108 590.571. Dana sendiri c.628) (284. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.251.576.000 83.520.929.965.4 2. Pendapatan b.516. Biaya operasional d.382. B/C ratio.000 72.276.808.209) -34.000 629.209 374.500) 14% 1.

410) 16% 1.0% (58.859.308.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.790.6% 1.873) 14% 1.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.954 17.0% 16.44 TIDAK LAYAK 3.782.54 LAYAK 4.7% 1.0% 100.602.782.0% (968.0% 1.0% 14% 1.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.0% 5.54 LAYAK 4. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .5% 67.223.0% (58.873) 14% 1.0% 14.627) 16.Lampiran 21.710 (2.079 15.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.954 18% 1.0% 14.

2 .5% 114.0700 1.0000 1.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.8162 0.070046728 1.1450 1.5% 4 1 14.5% 1.070046728 1.5% 114.2252 1. 2 .070046728 1.0700 1.8734 0.9345 0.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5% smtr 2 2 1 14. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.5% 114.5% 114.0% 1..3110 1 0.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.

6662 0.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.9680106 0.145 8 1 0.7128 0. 2 … n = = 0 14.543720002 0.145 1.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.145 1.145 1.718786551 1.508127344 133 .5% smtr 2 6 1 0.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.581805809 0.070046728 1.070046728 1.622559402 0.070046728 1.5% 114.145 10 1 0.070046728 1.145 1.145 1.6063 1.070046728 1.070046728 1.5011 1.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.4029 1.839181925 1.145 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.