Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

Namun demikian. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model.KATA PENGANTAR Usaha Mikro. Sampai saat ini. Sehubungan dengan hal tersebut. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. Dari sisi pembiayaan. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. UMKM masih memiliki kendala. Dari sisi pengembangan usaha. Di sisi lain. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. maupun kendala non teknis. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i . Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank.go. baik karena kendala teknis. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya.bi.id. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu.

BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl. (021) 381.H. (021) 351.8922 atau 381.7794 Fax. Jakarta. Thamrin No. M. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut.2 Jakarta Pusat Telp.Direktorat Kredit.

500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii .RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a.5% efektif/menurun Semester Rp. Suku bunga per tahun f. Reguler. Intensif. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14. target siswa 60 orang . target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp.149. Plafon kredit d. Modal kerja 5 Perkreditan a. Jangka waktu kredit e.250. kelas 4. Sub Program a. Umur proyek b. kelas 7.6. Sumber dana b.5.000 Rp.Strata SMP. Reguler. Program Bimbingan Belajar . Investasi b. Jenis kredit c.Strata SD.168. target siswa 144 orang b. Sub Program a.132.8.065. kelas 6.83.

Profit margin .Rata-rata/tahun .125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . kelas 10.750 Rp. Biaya Bimbingan Rp.54.000/siswa b. Reguler b. Reguler. target siswa 36 orang .000 s/d Rp.1. target siswa 24 orang b.750 Rp. Jangka waktu bimbingan per sub program a. Intensif : .9. Sub Program a.125.378.11. BEP -12. Surplus pendapatan . Uang pendaftaran Rp.Strata SMA.Tahun 2 .Tahun 1 .4% Rp.Sub Program intensif d. target siswa 16 orang c.250.Sub program Reguler . target siswa 24 orang .Rata rata/bulan g. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .Total 5 tahun h.54.1.Kelas 12 IPS.063.Rata-rata/semester .9% 20. Intensif.378. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e.No Unsur Pembiayaan Uraian b.6% 23. kelas 9.Kelas 12 IPA.000 per siswa per semester f. Sumber pendapatan usaha a.400.

187. 67. masing-masing 4%.Net B/C ratio pd DF 14. Penerimaan b.Menurut Siswa .BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.306.580 .8 .Menurut nilai Rp .5% . Biaya operasional c.261.176 Rp.PBP .2. 2.308.Penilaian 7 Analisis sensitivitas a.8 tahun Layak dilaksanakan v . Kriteria kelayakan . Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.NPV pd DF 14.5% 1.IRR Rp.433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.No Unsur Pembiayaan .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

................ DAFTAR GAMBAR ..........2.............................................................. 3..... Biaya Bimbingan ............................................. Jalur Pemasaran ..... Staf Pengajar ............ Program Bimbingan .................................... 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii .......2.. BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4............ Pola Pembiayaan ............................ 4...........4....1.................... 4.................3........2................ Aspek Pasar ..... Pembiayaan Bank ........................ Perizinan .. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ...........4..................... 4...........................................2.................. Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3............................... DAFTAR ISI ............ PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2................2............................ 3........1...4....................................2... Profil Usaha .........2.........1...................................................................................................................................................................................... 4..................1...2...........1............................................................................. 2...... 4. Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ..... 3.....................................................1.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........ RINGKASAN ............. Prasarana ............... DAFTAR TABEL .................................................... Aspek Pemasaran .............................................................................................4............................................. 2...... Sarana ..............3......................................... BAB I BAB II PENDAHULUAN ................................................ 2.....................2.................................. 4..........................................2............................. Lokasi Usaha ......

6.............................. 5.... 7........................................2 Anggaran pendidikan .......7............... Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar ........................ 5...........3.....................2 Faktor-faktor Internal ..................................... 7. 7.............. Dampak Lingkungan ....... 5........................6 Kaitan dengan usaha lain .................................................... Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman ..... Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha ..........2..........................1...........1.................... 5....... 7....... Komponen dan Struktur Biaya ...... 5..............1.............. Analisa Break Even Point (BEP) .2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel ................................. 5......2..... 7........................................... 5. BAB VI ASPEK EKONOMI.....2.....................................3 Kebijakan pemerintah .......1................................................ Produksi dan Pendapatan Usaha .......... 5....1.............2.............. 5...............6........ Aspek Ekonomi dan Sosial .................................................................................8 Pembiayaan oleh perbankan .....1 Pendapatan masyarakat ..........4...........1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel .............................1.3........ 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ......1............................5 Kesenjangan meraih pendidikan ............ Biaya Investasi ..................5...2..................... 7..........7 Persaingan .........1...................................... Analisis Sensitivitas ....1............................................................8... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6..................1 Faktor-faktor Eksternal .................1...1................. 7..3.... Biaya Operasional ................. 7......... BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.......................4 Peraturan pemerintah .......BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Proyeksi Laba/Rugi ........... 7..... 7.......... 7....

.. 8.........................................................................................................................7..3 7.2............................................ DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel ............................................................4 Kemitraan ............................................................................................................... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel .................... Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ................. DAFTAR WEBSITE .........3 Kualitas pengelola dan manajemen ................................ Gambar 4 Grafik BEP ...................... 7........................2....... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8................. Saran ......... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ....................... 7..................................5 Pemasaran ........ DAFTAR LAMPIRAN ....................2.......................................... Kesimpulan ....................2............................ Hal 11 17 24 58 ix ...................1.........

........................................................ 12 Biaya jasa bimbingan ..... 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ....... 55 Data untuk perhitungan BEP ........................... 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ................................................................................................................................... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ........................................................... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel .............. Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ................................... 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel ...... 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel .........................................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi.. 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ........................................................... tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ......... 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel .............................................................. 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel . 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar .......... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ...........................

pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada awal pendirian di tahun 1970-an. bekerja mencari nafkah.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). keterampilan. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. standar kompetensi.

Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution.5 juta dan Rp. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Asyik.com). SMP dan SMA secara regular. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang.8.6 juta. M = mind. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal. R = rational) . Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. Rp. A = applicable. intensif dan private. dan Menyenangkan. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple.3. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online.4. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.1 juta. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif.

com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. 3 . Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. Kemampuan guru yang terbatas.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Bimbel Gama UI. 2. Bimbel Primagama. 3. Super Bimbel GSC. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. antara lain Bimbel Teknos Genius. Sony Sugema College dan lain-lain. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. 4. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee).

3.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 2. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0. 4. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi. 6.06 1.96 1.67 18.kecil.89 9. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK.18 1. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1.50 2 0. Berdasarkan informasi multimedia.26 17. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3.09 0. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota.18 7 0. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih. 5.62 Jumlah 1 2 % 0. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.

35 1.61 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7.82 100 10.info kursus.09 0.67 0.94 3.70 0. Sumatera Selatan 12.76 1. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga). Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.50 1. Lampung 13. sisanya 20. 5 . Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29.09 0. Kalimantan Selatan 16. Kalimantan Barat 14.23 0. Kalimantan Tengah 15.net. Jambi 11. 8.32 9.8%.09 7. Kepulauan Riau (87 lembaga).26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.70 0.34 4.09 1. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.96%. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50. Lampung (54 lembaga).135 % 0.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya.79 1. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79. 9.50 0.26 2.16%.

207 lembaga (83. Sisanya 10. 11. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www. yaitu Jabodetabek.45% dari jumlah seluruh Indonesia. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.32 17. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13.info kursus.76 20. kota depok dan kota Bekasi. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut.22 9. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .net. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.73 100.54% lembaga belum memiliki izin.22 7.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey.07 20.12 1.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14.35%) telah memiliki izin operasi.56 1.

362 lembaga.863 siswa-siswi atau 70. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil. yaitu 1.88%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. 7 . Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT). Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955.13%.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Kimia. PPKn Matematika. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. Sosiologi. Bhs Inggeris. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Fisika. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Bhs Inggeris. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. bhs Inggeris. keterampilan intelek. Biologi. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Geografi. Biologi. Matematika. Kimia. Fisika. IPA. Ekonomi. Profil Usaha Menurut Dr. bhs Inggeris. IPA. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Indonesia. Dimyati dan Mudjiono (2006). PPKn Matematika.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. Bhs Inggeris Matematika.1. PPKn. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . Biologi. keterampilan motorik. Fisika. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. Bhs Inggeris. sikap dan siasat kognitif. Bhs Indonesia. Biologi. Bhs Indonesia. IPA. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. IPS Matematika. Fisika. 4.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. menjelang UN 2010. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama.1.2. Pola Pembiayaan 2. laba = untung”. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%.2. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. Berdasarkan penelitian. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . 2. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah.

Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. nama. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. 2. yaitu : 1. Pada tahun 1970. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 42 tahun 2007 tentang waralaba. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. sistim. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. 16 tahun 1997 tentang waralaba. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. berkembang sistem pembelian lisensi plus. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya.

2. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. 3. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. 2. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). yaitu : 1. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. 44 tahun 1997. pelatihan personalia. 3. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. 7. 16 tahun 1997. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. Peraturan Pemerintah RI No. 5. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. 6. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). UU No. 4. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. mendirikan 15 . Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis.

Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Sinotif. 4. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. 7. TutorNet. Bimbel Teknos. 5. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. Bimbel Gama UI dll. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Bimbel Primagama. Saint Anna Education Centre (SAEC). Pewaralaba melakukan pelatihan. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. bergantung pada jenis waralaba.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. Menurut Amir Karamoy. 6. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. promosi dan supply produk.

17 . Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Yogyakarta Tlp. yaitu Remedial. Diponegoro 89. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. (0274) 520418. Wisma Kodel Lt 7. Kav B-4. Alamat : Graha Primagama Jl. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. Jl HT Rasuna Said.

3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . semester.150. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. UM-UGM dll secara berkala. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. SPMB. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. UAS. • Membayar biaya survey Rp. paket soal latihan dan lembar jawab computer.000 untuk lima tahun. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas.000. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. Pelayanan kepada siswa seperti modul. UN. yang secara terminologi berarti cerdas. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. SPSB.

tetapi dengan standar pelayanan Primagama.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. 16-18. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. majalah. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). 19 . Jl I Gusti Ngurah Rai. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. untuk luar Jakarta 5 km. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. surat khabar. 2. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Klender Jakarta Timur 13470. ruang administrasi. ruang pengajar.

100 juta dan royalty fee. whiteboard. Konsep Pengajaran . Sofa dan peralatan penunjang lainnya.8. meja kursi untuk kantor dan pendidikan. trademark.9. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. patent. • Gedung milik sendiri atau sewa. brosur. telepon. 11 – 12 IPS. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal.d. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. SMP kelas 7. AC. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 6. SD kelas 1 s. Fax. billboard. TV. fasilitas multimedia. pembinaan mental. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. dan SMA kelas 10. penanaman motivasi berprestasi. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. ATK.11 – 12 IPA. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). konsultasi pemilihan jurusan.

Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 .5% 15% 20% Investor 50% 87. sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12. bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB.Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi). Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor. • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income.5% 85% 80% Keterangan : . Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor.

Raker Tahunan. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. kredit kepada pensiunan dsb. Dilihat dari golongan nasabah. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). suku bunga. Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. Pleno cabang. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. Diklat.2. Rapat-rapat (Divisi. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. 2. Demikian pula persyaratan kredit. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. Koordinator. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. Kecuali kredit khusus seperti KUR. yang memiliki skim tersendiri.2. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI.

Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. bukan atas nama yayasan. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. 23 . BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. Ketentuan kredit Bank BRI a. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota.

Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8).

Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8. Lebih Rp. Lebih dari Rp. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. Sertifikat tanah 7.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. s/d Rp. b.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3.500 juta s/d Rp. sebagai berikut : 1. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. yaitu : a.

000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil). Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. minimal Rp.5% efektif setahun tanpa unsur subsidi. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan). c. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14.350.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris.25%.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0.12.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit).5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Suku bunga. Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank. Meterai Rp. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui.

tenaga kerja dan modal. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. Kenyataan demikian ini. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. dicicipi atau disentuh.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. kemudian bahan pembantu atau penolong. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. dijual lagi atau dikembalikan. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. 2003).1. Dalam analisa mengenai aspek pasar. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. karena sifat dari produk jasa tersebut. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. 27 . sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel.

Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi.d. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s.d. 9 dan kelas 12. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. 11. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. Pada sistem kelas reguler. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. SMP dan SMA.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. minuman dan waralaba ritel. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini. Menurut Tempo Interaktif. meskipun banyak juga yang tutup. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). yaitu : 29 . siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia.

SMP dan SMA. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. d. f. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Adanya prestise.1. c. jenjang kelas dan program pembelajaran. mula-mula di daerah perkotaan. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. e. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3.2. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. Aspek Pemasaran 3. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. kemudian meluas ke desadesa. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat.2. b.

500.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.2.000 2. misalnya SD kelas 6.000 2. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .2. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.650.700.000 No 1 2.000 2. yaitu pada awal dan akhir tahun.000 3.750.000 --- --- --- 2.500.000 : 2.500. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel.500.000 – 2.000 2.000 – 4. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12.650.000 – 2.000 2. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.000 4. spanduk.950.000 2.000.000 – 2.500.950.000 125.500.000 – 2. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.500.000 2.450. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.000 3. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.000.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2.000 Sumber : data primer 3.000 2.000 4. iklan di media cetak.500.650. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.000 4 150. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.800. website dan try out serta open house.000 – 3. leaflet.650.950.000 2 3 100.000.

Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. dan para guru. para praktisi pendidikan yang mencari info. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah.5 juta untuk sekali try out. Indosat. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. Telkom dan lain-lain. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan.

Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. 33 . karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. SMP dan SMA. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif.1. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. kurikulum.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee.

f. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. Mengarahkan. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. pelaksanaan. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. e. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus.2. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. menyerasikan. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. b. Mendiknas tahun 2010) : a.

Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Pas foto ukuran 4 x 6. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. u. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. meskipun sudah ada Perda No. c. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. 2. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. d. b. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. 3. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a.p. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. yaitu : a.

Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Program belajar. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. 4. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Perusahaan Perorangan (CV). Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Denah lokasi 14. Daftar perkembangan warga belajar 5. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pas foto ukuran 4 x 6. 6. hak pakai. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. KTP penanggung jawab kursus 3. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. adalah : 1. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. Foto copy izin kursus yang lama 6. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Koperasi dan Yayasan.

Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). untuk tahap I selama 6 bulan. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. yaitu. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. Kursus Wirausaha Kota (KWK).195/E/ KK/2009. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . mulai tahun 2009. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. Kursus Wirausaha Desa (KWD). Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. Di kota Bogor. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a.

teguran tertulis. April. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret.3. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. 4. Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. atau pencabutan izin kursus. masa persiapan belajar (pengenalan). masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. Mei dan Juni setiap tahun.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Dari uraian diatas. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online.

Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. c. 39 . b. meliputi jadwal belajar. yaitu : a. Setelah orientasi. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. c. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. potensi bakat dan kecerdasan. diagnostic dan penempatan kelas. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. kemampuan menyerap materi pembelajaran. b. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. Misalnya program privat.modul dan materi belajar. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular.

Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel. Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3.5 SD. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar.. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat).4. white board dan meja guru. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi.8 SMP dan kelas 10. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. 4. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko.4.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. kursi siswa. kelas 7.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat.1. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD.4. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA. potensi kecerdasan maupun psikologis. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. suplemen dan evaluasi belajar. 41 . Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP).4. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.2. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. soal latihan. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab.

Bhs Ind. 11 12 Matematika. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Inggeris.8 9 Matematika. Bhs Inggeris. . Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. 3. Sejarah. IPA.5 6 Matematika.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Ekonomi/Akuntansi. Bhs Ind. Bhs Inggeris. Biologi. Sosiologi 7. Fisika. IPA. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. Geografi. Fisika. IPSKimia. Biologi. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bhs Inggeris Matematika. Intensif III SMA 1. Bhs Ind. IPA. Bhs Ingeris.4. Intensif II SMP 1. Kimia. Intensif-1 IPA 10. Biologi. Bhs Inggeris Matematika. Reguler 2.. Reguler 2. Reguler 2. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Kimia. Matematika. Fisika.

UN dan SMPTN. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b. b. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji.4. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. honor. Sos.75 jurusan MIPA. kemudian melatihnya 43 . Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor.3. UI dan sebagainya.Ekon. IPK 2. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. Bhs Inggris. min. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. Lembaga Bimbel bukan waralaba. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Pelatihan meliputi : a.

ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel.42 siswa per tutor. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel.000 per minggu atau per bulan antara Rp.25. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel.350. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar.000 per sessi.1.000 – Rp.5 juta per bulan.35.250. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas.1 juta sampai Rp. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.4 juta.000 sampai Rp.

Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. SMPTN). 2. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Program Privat. SMPTN). lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Misalnya Program Special Class.1. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. Program Special Class. Program Pendamping Belajar Siswa. Program Khusus. Program Intensif (UN. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Program Standard Class. Program Jaminan. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. Program Intensif (UN. Program Kemitraan. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Biasanya 45 . maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Executive Class. dll. Selain jumlah siswa per kelas. Program Super Intensif (masuk PTN).

5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. 2. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . pada bulan Desember – Mei menjelang UN. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. yaitu semester I. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. 4.

yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. • Sub Program Intensif 2. Untuk mengukur produk usaha bimbel. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. 5. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. • Sub Program Intensif 1. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . Tujuan adalah lulus ujian akhir.2. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. untuk siswa IPS. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. untuk kelas 12 IPA. Terdiri dari tiga Sub Program. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA).Mei.

dan nama atau merek lembaga Bimbel. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Intensif Jumlah III SMA 1. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. Reguler 2. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan.

000 500.000 Bimbingan 750. Alasannya adalah : a. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek.400.000 900. b. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD.000 500. Intensif 1.000 500.000 900.000 900. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.300.300.000 49 . Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500.000 1. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.000 850.400.000 1.000 Jumlah 1. Intensif-1 IPA 3. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.350.000 1.400.000 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal.000 500. Intensif 1.000 1.000 800.250.000 500.000 500. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA. Reguler 2. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester. Reguler 2.000 1.000 800. Reguler 2.

000. per semester. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. b. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif.500. sebesar Rp.000 per siswa. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. Uang pendaftaran. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA. seperti pada tabel berikut.125. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan.

200.000 203.000.000 267.000. peralatan belajar. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .000 150.000 15. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.600.000 0 34.200.400.100.000 17.000 0 35.275.000 31.400. Reguler 2.000 119.3.000 62.000 Tahun 2 Smtr 2 150. Komponen dan Sruktur Biaya 5.800.000 88.200.200.400.000 34.000 29.000 474.000 17.500.200.000 62. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.000 0 198.000 Smtr 2 180.800.000 Sumber : lampiran 5 5.000 0 23.000 34. sewa gedung.725.000 0 35.125. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.000.000 88.675.550.100.500.000.500.200.200. Intensif-1 IPA 3.000 88.000 Smtr 1 165.400.000 0 99.000.400.400.000 0 68.500. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2.600.000 115.000 68.000 26.000 No Strata I SD 0 11.000.000.200.000 34.000 13.200.000 90.000 34.600.000 268.000.200.175.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000 0 22.400.300.600.000 0 165.1.000. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.000 209.200.000 31.000 Tahun 1 Smtr 2 90.000 34.3.000 31.100.400.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1. Intensif Jumlah II SMP 1.000 39.000 44. fasilitas dan sarana belajar.500. Reguler 2.000.000 0 11.000 53.000 0 68.475. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.000 300.000 68. peralatan kantor.000.950.000 59.000 386.200.

000 68.450.853.845. Nilai (Rp) 1.900.000 4.000 0 0 1.980.722.000 5.000 64.750.000 31.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.100. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.050.024.000 12.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.750.500 0 0 1.000 0 168.685. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .250. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.500 1.000 0 83. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.000 700. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.

175.462.000 4.000 8.000 154.540.000.000.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.000 5.000.955.715. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.890.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.000 6.000 198.175.160.000 10.000.000.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000 6.000 193.235.000 16.4. 77.000 3.565.500.000 135. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.175.540. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.175.000 159.500 dimana sekitar Rp.3.000 Smtr 2 8.2.000 159.000 6. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.000 177. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.060.000 10. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.000.175.000 5.000 20. 91.000.000 5. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .000 136.335.175.000 Smtr 2 8.000 228.000.992.715. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.000 204.500.000 189.000.000 Smtr 2 8. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.000.780. biaya tenaga kerja. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.

912.811.912.189. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.396 66. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.335. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.000 56.396 39.189.713.613 24.902. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap.077. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.276.000 91.125 Bunga 24.375 66.708 238.5% per tahun.601 Jumlah 91.726 5. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.258.276.333 171.5.613 17.

0%.613 89.4% 29. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.927.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.073.731 227.394.697.5% 29.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.0% 55 . Baru pada semester 2 tahun-2.411.4% 23.927.897 759.500 227.697.073.397 1. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.279 213.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.2% semester 2.696.666 303. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.500 759.118.6% 27.744 12.336.145.637.2% untuk semester 1 dan 18.9% 20. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.613 135.397 531.

587.480.177 239.750.858.480.743 295.000 220.754.000 Tetap 147.250. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.000.861 121.636 80. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.000 88.000 197.500.722 121.000 150.075.392.000 319.759.958.722.000 29.861 159. 2003).480.038 132.378.266 121.564 318.6.509.963.000 59.325. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.000 244.917.274.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.693.202.734.000 189.386 342.207 365.826.000.405 212.101.515.405 121.458 230. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.279 224.633 186.550.411.386 478.100 313.142.000 103.922 354.500.207 292. seperti jumlah siswa peserta.458 201.480.266 118.636 178.494 103.000 345. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.000 44.708.417.050.101.100 248.480.ASPEK KEUANGAN 5.633 121.480.279 271.067.722 Intensif 14.480.035.480.931.443.734.483.000 Biaya Variabel Total No 56. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.494 121.650.949 121. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.743 395.170.949 265.922 271.564 437.250.750.000 126.177 121.480. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.000 173. biaya tetap.000 73.306.038 121.750.

Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.065. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.784.314 482.098.028 561.961.468.354 177.000 505.876.651.000 452.500.480. 57 .671 643.135 506.784.857.000 291.000 361.480.126.250.671 121.468.500.671 221.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.810 147.810 121.243. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.000 267.480.545.000 519.000 337.899 206.810.028 389.480.671 435. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel. pendapatan (lampiran 5).000 398.314 726.000 478.151.618.304.354 121.337.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).835.850 602.000.480.443 121.480.443 236.127 191.899 121. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.493.250.513.000 384.441.000 314.835.889.750.492 459.850 412.000 425.060.956 529.492 685. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).000 408.000 531.582 121.284.127 121.409.582 162.480. sebagaimana terlihat gambar 5.135 767.993.

ASPEK KEUANGAN Juta Rp. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.176 (sumbu vertical). 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat). Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.306.261.306.176.261. Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp.

biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5.250 juta. dimana investasi dimulai pada tahun-0. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). dengan tahun penyusutan yang bervariasi. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. 59 . seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. 5. Jumlah investasi tetap : Rp. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. Berdasarkan data pada lampiran 1. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. 168.antara 1 – 5 tahun. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. Jika terjadi keadaan sebaliknya. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya.7.

375 dan modal pinjaman Rp 171.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.a.000 dan biaya modal kerja Rp 83. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.132. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.2.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp.308. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV).5% IRR % PBP (semester) 67. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini.500. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.811. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a.5% p.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi.571.747.250.000. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.433 1.79. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .45 27% 2.125 dengan bunga pinjaman 14.

6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c.5 16% 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a.4 14% 2. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi.223.8. IRR lebih kecil dari suku bunga.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.710 1. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15. dimana NPV sudah negative. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%.C ratio kurang dari satu. 16 dan lampiran 17. Dan Net B. 61 . Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.790.410) 1. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun.

5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.4 14% 2. dimana NPV negative.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.5 18% 2.079 1. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu.627) 1.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.954 1. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.782.873) 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.4 14% 2. c.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.ASPEK KEUANGAN b. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5 16% 2.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5.859.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. 63 . Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. dimana NPV negative. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

65 . yaitu : a. pemerataan pendapatan masyarakat. pertanian. Sukses ulangan harian di kelas b. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Sukses ujian semester c. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. dan manfaat sosial lainnya. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. perdagangan dan pengangkutan.BAB VI ASPEK EKONOMI.1. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. sebagian besar hasil pendidikan. penciptaan kesempatan kerja. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6.

Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. sedangkan untuk LKP. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. Lembaga Pendidikan Keterampilan. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. Ternyata. Politeknik. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.ASPEK EKONOMI. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. BP2NFI. SKB. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). PKBM. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. Balai latihan Kerja.

200 m2. soal-soal).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. 6. seperti polusi suara (bising). industri barang-barang dari kayu dll.000. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan.25.d. buku-buku. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. industri makanan dan minuman. polusi udara dan pencemaran lingkungan. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s. 67 . Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas.35. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK. industri alat tulis.000 s/d Rp. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp.2.

Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk.ASPEK EKONOMI. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar.

Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar. kurangnya fasilitas belajar yang memadai.2. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah.1. yaitu : a.1. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. b. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar. 7. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas.1. 69 .BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7.1. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini.

Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. dan bersedia diaudit oleh pemerintah. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1.4. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri). Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel. diantaranya harus transparan. Nilek online dapat di cek di www. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan.net. akuntabel. 7. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya.1.3. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. 7. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.infokursus.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar.

Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. 12. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. 9. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Fisika. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. 71 . UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.5. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. SMA IPA 11. 12.1. dan SMA IPS 11. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7.

Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. cepat dan tepat. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1. 7. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan.1.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. usaha computer dan website designer. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. industri alat-alat perkantoran. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. industri furniture. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. perbaikan sarana transportasi. berkembangnya sekolahsekolah umum.6. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya.7.

Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung.2. tetapi menyewa. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. 7. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan.8. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Oleh karena 73 . b.2. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. karena masalahnya adalah : a. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan.1. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. Faktor-faktor Kritis Internal 7. c. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik.1.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

organisasi-organisasi masyarakat. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. Lembaga-lembaga bisnis. c. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. yayasan kependidikan dan perorangan. Sekolah-sekolah umum SD. 7. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. e. lembaga-lembaga profesi.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan.5. SMP dan SMA.2. b. pembinaan. d. 77 .

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. target program. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. b. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . materi belajar yang diberikan. konsultasi. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. BUMN dan perbankan. d. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. c. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. fasilitas belajar. b. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. tanpa dipungut bayaran. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. layanan phisikologi. Visi. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya.

Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. brosur. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. 7. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. Kualitas materi-materi pembelajaran. Kualitas pengajar atau tutor. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel.3. b. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. c. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. 79 . adalah : a. c.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. Sebaiknya pengajar lulusan PT. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan.

berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. sederhana. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. penyajian materi belajar dengan OHP. g. tersedia ruang diskusi. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. seperti ruangan ber – AC. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. kantin dsb. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . SMPT). f. ruang konsultasi. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. h. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. musholah.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. e. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif.

Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. 81 . i. Siswa. Tetapi dengan catatan. jangan pasif. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

kurikulum. 3. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. 83 . lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. Kesimpulan 1. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. 5. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. 4. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. Ditinjau dari aspek teknis. Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan.1. 2. yaitu : • Dari segi transportasi. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

8 tahun. Net B/C ratio 1. 6.8 dan IRR 27%.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum.2. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pendapatan turun sampai 7% b. pay back period 2. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan.308. 9. 7. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp.5%.187. 8. Biaya operasional meningkat sampai 10% c.587.433. Berdasarkan analisis aspek keuangan. 67.306. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. karena pada tingkat discount factor 14. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. NPV mencapai Rp. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. Berdasarkan analisa sensitivitas. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp. 10.262.8 %.176.

Saran-saran 1. 3. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. 5.2. 85 . 4. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. 2001 Sulistyowati. 1976. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. Clive dkk Hartanto. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Evi Umar. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. Husein 87 .DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). 2007 Mengajar dengan Sukses. Pengantar Evaluasi Proyek. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. D Kultur Hia. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. edisi kedua. cetakan ketiga. edisi kedua. 2003 Belajar dan Pembelajaran. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia.

com http://www.co.org Kompas.wikipedia.banksaudara.org http://www.com http://www.org http://re-searchengines.detik.primagama.kompas.tridaya.com http://aisyahraifa.majalahfranshise.com http://www.com http://suarapembaca.com http://indonesiaeducate.wordpress.wordpress.multiply.infokursus.gaulislam.org/waralaba http://snmptn.bimbelgsc.id http://id.com http://www.ppsgms.com http://www.com http://bimbel.Teknosgenius.com http://www.net http://www.bimbelplus.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.gamaui.com http://www.com http://edukasi.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .com http://ahmadsudrajat.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

................................................... 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ........................... 103 Biaya Pendaftaran... 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman .DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ..................... Sarana dan Biaya Bimbingan ................................. 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ........................................................... 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel . 110 Rekap jumlah biaya investasi .... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ..................... 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ............... 106 Proyeksi Jumlah Kelas........................................................... 120 Proyeksi Laba Rugi ............................................................................................... 114 Rekap biaya operasional ..................................... Fasilitas..................... 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan ..... 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel ................................................... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ........................ 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel .............................. 122 91 ............................................................................................ 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran .............

... 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% ....Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan .......................................................................... 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%.................... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ..................................................................... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ......... 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ........ 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis .......... 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% ....... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ........

Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1.

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Menghitung Jumlah Angsuran. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). 97 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. 2. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran.

n = Umur Proyek. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. Menghitung Net Present Value (NPV). i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. Apabila NPV = nol. b. Apabila NPV < 0. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. c. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya).LAMPIRAN 3. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan.

IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. 99 . NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. b. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol).

Menghitung Titik Impas (Break Even Point).LAMPIRAN 5. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. = Net present value positif. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. NPV B-C Negatif. 6. Apabila nilai Net B/C < 1. = Nilai benefit-cost ratio. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. Apabila nilai Net B/C > 1. b. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. maka proyek layak dilaksanakan. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. Menghitung Net B/C ratio. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. = Net present value negatif.

Titik Impas (Rp.) = n x harga pokok. d.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 . Titik Impas (n) = ----------------------------. c. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. Titik Impas (Rp.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel. b. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran. a.) f. Hasil Penjualan (Rp. Biaya Tetap.) e. Titik Impas (Rp.--------------------------Hasil Penjualan.X Total Produksi. 1 . Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap.

8.LAMPIRAN 7. 1 ½. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. 2. n = 0. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak. ½. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. b. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. 1. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. n. Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a.. … .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Intensif-1 IPA 3. Intensif Jumlah III SMA 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Reguler 2.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 .

000 500.000 1.300. Fasilitas. Intensif 125.400.400.000 125.000 500.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 500.000 500.000 900.000 1. Intensif 125.000 800. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.350.000 1.000 III SMA 1.000 1.400.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 850.000 125.000 125.300.000 125.000 1. Intensif-2 IPS 125.250.000 500.000 1.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 800. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2.000 500.000 750. Reguler 2.000 900.000 900.000 500.000 1.

600.000 200. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 . Intensif II SMP 1.600.800.000 3.000 13.000 9.0 15.000 6 2.000 1.000 8. Reguler Jumlah 2.000 200.0 20 12 4.600.000 4. Reguler Jumlah 2.000 4.600.400. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2. Intensif III SMA 1.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200. Reguler 2.800.000 4.000 200.0 6.0 5.0 1.0 1.000 1.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.0 4 2.000 8.800.000 200.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.0 3. Intensif-1 IPA Jumlah 3.000.000 200.000 30.000 2.0 4.400.800.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPA 3. Reguler 2. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 .

375. Ruang tunggu siswa e.000 35.000.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.000 100.000 3.000 2.000 50.625.000.000 200.000 6.000 6.000 52.000 10.500.000 1.000 125. Ruang guru d.500 10.000 1. Meja kerja .Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.000 2.625.000 125.000 2 5.000 350.375.000 4.000 4.000 10.000 2.625.000 250. Laptop d.000 500.500.000 12.625.000 1 15 175.500.000 2.250.250.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.000 1. NILEK 2 Sewa gedung a.000.000 52.000.000 250.000 100.000 4 1 1.200. Lemari g.000 15 175.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.000 350.000 15 175.000.000 1.625.Telepon/Fax e. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 1.000 2. Ruang kelas c.000 1 2. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a. Furniture f.000.000.500. Filling cabinet h. Printer c.000 1 1 1 300 175.500 12.000 500.000 500.000.000 2.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2. Komputer b.000 120.625. Badan Usaha b.000 100.000 200.

000 600.000 160.000 3. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 5 Sarana belajar 700. Kursi tamu unit 4 2.853. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.000 30.000 30.000 600.000 37.400.000 1.000 10 60.000 150.000 6.000 84.000 j.000.800. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000.000 280.000 8. Kursi belajar siswa b. Modul belajar b.000 a.000 1. Meja guru c.250.160.000 Peralatan belajar 616.000 154 200.000 - a.000 1.000 set 1 600.500.600.000 5 15 100. White board d.000 5 5 7 500.000 5 1.000 7 200.500 15.000 5 6.000 6.000 10 15 250.000.i.750.500.000.260.000 3.000 10 375.000.

500 1.000 5.268.100. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.000 12.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.5.4.000 1.900.000 102.000 4.475.000 83.LAMPIRAN Lampiran 8b.6 Sumber dana investasi a.250.000 Penyusutan 0 64. Kredit b.450.000 50.775.000 168.000 66.000 700.400.050. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .750.000 64.685.845.853.980.000 31.000 Nilai (Rp) 117.750.

235.000 6.000.000 154.000.000 114.000 10.175.955.000 136.175.000 204.000.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .540.175.000 8.000.160.000.715.000.000.000 3.000 5.000 228.000 16.540.000 159.000 177.000 198.000 6.000 193.000. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.890.565.000 189.060.175.000 8.000 4.335.000 8.780.175.000 135.000 20.500.000 8.000.000 8.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.175.000.000 5.000 6.Lampiran 9b.000.715.000 159.000 10.

500. Cetak modul c. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000. Tryout c. Air mineral 2 Tenaga kerja a.000 5.000 10.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100. Leaflet/brosur b. ATK b. Telepon c. Listrik e.500. Direksi b.000.500 100.000.000 5.000 50.000 10.132.000.720.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 1.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.320.000 20.000 150.000 50. Karyawan d.000 1.000 3.000 15.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10. Air d.000 2.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a.000 50. Staf manajemen c.000 2.000 5.000 12.000 10. ATK b.000 750.000 200.000 62.000.160.000 22.520.000 1.000 3.000 200.000 20.500.250. Tutor smtr 1 e.000 83.000 50. Internet g.000.000 2.000 2.000 4.000. Souvenir 4 Pembelajaran a.000 150.000 750.500. Surat/fax f.000.000 50.000 10.000 6. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.000.

000 300.000 375.500.565.000 1.000 189.000 115 .000 36.000.000.000 2.335.200.000.715.000.080.000 5.060.000 2.000.000.000.500.000 4.000.000 15.500.000 5.000 15.000 4.000 135.000.500.000 3.200.200.000 300.000 1.235.000.000 900.000 15.000 1.000 5.000.000 375.000.160.955.000 375.000.000 67.000 900.920.000 18.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.200.500.000.000 36.720.000 4.000 4.500.000 15.000 300.000.000 2.000 3.520.000 1.000 3.000 300.000.000.000 4.000 18.000.000.000 900.000.000 15.000 900.840.000 Semester 2 600.715.000 8.000.000.320.000 300.000.000 300.000 1.000.000.000 8.000 375.000.000 300.000 1.000 198.500.000 4.000 193.000 300.000 1.000 300.000 1.000 Semester 2 600.000 36.000.000 300.000 108.000 2.000.000 18.000.000 36.000 300.000 36.000 300.000 5.000 4.500.000.000 4.000 300.000 18.000 15.160.000 1.000 18.000 300.000 18.000 135.000 154.000 36.000 4.000 2.000 300.000 300.000.000 90.000 375.000 1.000 10.000.000 45.200.000 300.000 90.530.000 Semester 2 600.000 2.200.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.960.000 375.000 900.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000.000 10.500.900.000 300.000 900.000 228.

375 54.423. Kebutuhan Modal Investasi b.000 117. Angsuran Pokok Per bulan c.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a. Tenor (Bulan) b .125 83. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.5 36 3.528 14.500 251.a) Flat d. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.811.5% 1.500 79.114. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a.125 50.000 168.271. Suku Bunga Pinjaman (p.475.250.775. Modal Kerja Sendiri (35%) b.5% 652.250. Angsuran Pokok Per bulan c.a) Flat d.571. Modal Investasi Sendiri (30%) b. Suku Bunga Pinjaman (p.000 83.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .382. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a.375 171.132.505 14.036.000 168.6 29. Tenor (Bulan) b .132.251. Angsuran Bunga per Bulan 24 2.936.096.

528 Total Murni INVESTASI Angs.271.528 3.271.639 13.159.528 3.232.528 117.271.083 65.271.528 3.516.344.271.423.271.331.271.115 1.944 107.115 1.583 6.271.528 3.423.115 1.778 88.528 3.231.722 81.271.688.423.115 1.115 1.423.271.271.361 98.529.986.417 104.115 1.423.556 62.000 114.715.423.271.139 71.271.528 3.222 22.528 3.528 3.528 3.271.528 3.887.500 55.503.528 3.528 3.145.115 1.889 101.528 3.115 1.115 1.423.528 3.115 1.271.528 3.115 1.602.443.430.278 29.917 45.528 3.115 1.423.960.115 1.423.115 1.806 32.271.423.814.271.115 1.271.271.423.528 3.528 3.115 1.972 52.528 3.861 39.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.167 16.528 3.271.423.528 3.528 3.271.775.788.423. Bunga 1.423.115 1.258.172.115 1.528 3.423.444 49.271.271.333 35.111 9.115 1.072.973.271.194 78.528 3.528 3.115 1.115 1.423.000 Angs.528 3.472 111.615.528 3.423.528 3.423.056 3.115 1.115 1.115 1.528 3.423.115 1.115 1.775.423.115 1.629.702.423.115 1.423.833 94.115 1.271.423.271.528 3.423.271.423.543.694 19.086.874.271.115 1.423.115 51.115 1.528 3.423.271.423.271.115 1.271.306 91.528 3.357.271.250 85.271.245. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.750 26. Pokok 3.028 58.271.115 1.611 68.667 75.423.423.417.528 3.528 3.115 1.423.271.528 3.271.271.125 117 .423.423.423.423.900.115 1.801.059.389 42.423.

012.937 652.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.024.766.505 2.772.251.937 652.599 40.937 652.547 18.937 15.251.263.937 652.937 652.251.010 2.052 20.036.505 2.521.515.505 2.527.937 652.505 2.031 11.503.760.505 2.083 33.505 2.063 24.505 2.251.281.568 27.526 9.505 54.115 47.505 2.505 2.937 652.251.578 31.937 652.505 2.609 45.251.589 36.937 652.251.536 13.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .505 2.251.784.937 652.251.251.505 2.754.937 652.251.937 652.251. Pokok 2.251.937 652.778.670.125 Angs. Bunga 652.505 2.251.006.042 15.505 2.125 51.021 6.937 652.251.509.505 2.505 2.251.257.937 652.251.937 652.275.030.251.937 652.505 2.557 22.251.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.104 42.251.073 29.937 652.937 652.251.505 2.251.937 652.018.505 2.251.516 4.251.937 652.505 2.094 38.505 2.251.505 2.505 2.937 652.269.533.937 652.036.620 49.

423.488.026 5.051 138.076.534.523.750 3.051 166.056 3.528 3.115 32.033 2.057.076.076.051 50.092 5.715.033 2.059 5.076.033 2.442.672.271.528 1.076.051 127.033 2.115 29.528 1.172.528 1.443.271.423.051 66.149.423.076.718.423.033 2.271.271.051 105.523.271.423.965.051 39.033 2.115 16.033 2.630 5.076.523.167 3.278 3.523.125 66.076.076.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.523.811.271.795 5.523.423.694 3.663 5.271.033 2.076.076.523.523.051 94.271.523.076.033 2.033 2.051 116.076.523.076.115 9.927 5.051 61.076.115 3.271.423.033 2.528 1.523.765.531 5.033 2.111 3.902.033 2.033 2.115 6.242.523.423.033 2.432 5.523.051 155. Bunga 171. Pokok Angs.528 1.601 119 .051 77.271.993 5.597 5.762 5.811.543.033 2.115 35.528 1.366 5.051 72.919.523.498 5.076.350.051 149.900.033 2.051 88.423.033 2.523.033 2.523.357.827.304.076.076.528 1.076.051 44.523.564 5.115 19.626.051 100.115 13.271.523.076.103.528 1.033 2.051 111.076.051 133.271.781.011.580.271.195.086.076.523.033 2.528 1.528 1.523.523.033 2.960 5.729 5.523.125 5.828 5.396.258.051 55.076.051 160.583 3.696 5.115 0 Total Murni 171.806 3.051 83.523.051 122.115 26.222 3.523.423.465 5.814.629.639 3.528 1.423.033 2.873.076.528 1.894 5.399 5.986.861 5.333 3.051 144.423.115 22.288.033 2.

125 Angs.077.585.132.000 125.835.000 135.175.077.018.000 b.250 Per bulan (Rp) 14.715.258.000 189.063 27.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.750.100. Perizinan 1.000 267.085.132.568 2.670.000 189.300.565.LAMPIRAN Lampiran 10c.000 198.235.000 388.077.775.063 54.238 15.000 135.500 Jumlah 2 (a+b) 251.565.600. Pokok 27.000 - 64.528 Total Angs.150.375 17.258.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.750.232. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.000 64.000 154.000 154.529. Bunga 17.000 14. Biaya operasional 1.000 64.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .715.269.000 189.000 219.238 7.250. Sewa gedung 64.000 64. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.628.258.600.000 203.365.000 388.750.000 2.788.335.235.000 Jumlah a 168.333 39.000 Angs. Lainnya 102.251.065.382.400.194 42.000 -16.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.750.861 3.036.604.375 17.382. BOP Jumlah b 83.000 78.000 203. Pendaftaran & bimbingan 150.150.000 267.018.500 Surplus/minus -251.315. 1 URAIAN Pendapatan a. Pokok 39.505 MODAL KERJA Angs.375 51.271.715.000 3.000 198.125 Outstanding 29.333 117. Modal kerja 83.750.835.000 150.500 2.333 39.300. Bunga 7.000 263. Investasi 1.175.335.235.708 135.140.

717 56.708 - 238.645.000 106.335.125 Angs.715.708 238.000 106.000 294.189.715.000 228.077.955.200.000 300.715.613 17.600.009 56.009 91.000 474.276.000 245.000 300.781.000 193.613 24.335.000 64.600.955.955.000 228.600.715.600.200.000 65.955.000 474.333 171.715.200.053.715.000 64.000 193.000 300.000 106.000 228.735.000 228.000 228.000 193.000 193.713.000 228.853.200.726 AWAL SALDO AKHIR 147.717 56.366 0 Total Angs.000 193.715.189.750.000 193.850.762 44.955.955.465.375 66.000 476.000 0 0 1.000 474.811.276.100.635.000 0 0 64.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.912.000 0 0 0 0 193.955.000 228.396 39. Bunga 24. Pokok 66.645.750.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.000 1.396 66.000 474.645.955.057.000 179.524.750.485.600.000 193.000 300.000 193.258.955.000 180.200.000 300.000 474.601 TOTAL ANGSURAN 91.335.902.713.000 293.524.000 121 .726 147.565.600.912.

670.394.000 40.894 159.000 422.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.860.662.980.636 80.613 523.222.500.636 201.072.000 655.650.500 29.893.660.800.697.570.000 268.480.861 159. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .000 24.633 Intensif 14.750.613 -45.000 3.902.000 83.587.000 83.279 213.432.980.670. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.912. Penyusutan d.375 83.800.900.912.601 2.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.945.980.000 147.458 Total 178.515.000 1.000 422.333.958.000 419.150.475.613 -12.613 23.9% 20.613 399.000 506.039 23.500 29.800.000 774.6% 27.750.601 900.500 227.633 Pendapatan Tetap 121.360 765.108 -45.411.172.000 Biaya Variabel 56.5% 135.000 66.287.399 135.280.4% 387.500 227.731 37.462.818.387 251.067.980.144.480.035.613 17.727.980.625.000 121.000 24.000 29.962.861 189.000 422.697.708.000 83.000 774.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.050.000 774.550.0% Pendapatan sub program Reguler 132. Biaya operasional b.670.375 506.650.4% 496.927.927.077.625 268. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.000 83.150.222.000 40.

250.759.304.392.492 482.734.671 459.810.207 389.500.038 121.922 295.931.135 529.500.955.582 121.722 121.443.100 271.000.495 206.000 319.135 408.127 425.000 173.850 314.000 121.850 435.000 121.810 147.314 506.949 121.000 Jumlah 37.094.000 505.314 384.480.480.480.993.835.480.354 398.000 230.000.000 121.284.000 271.065.750.582 162.028 291.480.671 221.492 361.409.513.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .483.671 337.417.441.000 220.480.493.500.480.250.000 197.956 292.000 121.545.693.000 126.509.650.243.889.000 561.899 452.443 478.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.500.000 372.000 1.494 103.060.386 244.207 267.274.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.922 212.000 313.000.784.075.266 121.750.000 828.101.651.250.000.405 44.000 726.038 132.963.618.480.386 365.126.480.337.127 191.101.000 150.480.378.722 88.876.000 354.956 70 30 186.000 Smstr 1 Smstr 2 22.858.151.287 Biaya variabel 385.500.000 103.028 412.215.784.480.899 206.354 177.000 83.000 121.000 643.671 767.266 118.000 345.000 395.516.949 73.000 478.468.564 265.750.170.734.202.000 685.000 437.480.405 121.564 342.468.480.306.754.411.000 602.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.857.279 224.480.098.250.000.443 236.000 121.170.810 121.722.980.494 121.961.100 248.835.917.325.000 519.743 239.480.177 121.826.177 59.743 318.142.000 1.

500 (251.602 460.032.414.382.382.272 314.5% PBP (semester) 1 (251. Re-Investasi b.000 69.333 17.602.666.455.000 655.947) 0.613 451.009 -6.330.912. Angsuran pokok e.500 290.119.350.276.250.447.126 244.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.396 24. Biaya bunga bank f.571. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.997 (44.308.000 79.000 655.375 37.650. NPV dan PBP DF 14.8162 256.382.670.644.000 54.000 353.613 23.930.836 212.949) 0.894 586.475.660.302.117 411.258.000 66.8734 213.276.000 655.196.000 83.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Biaya modal kerja c.775.883 -14. Biaya investasi a. Kredit modal kerja e.000 251.8 tahun 0.886 251. Pendapatan b.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.106 69.000 774.000 387.9345 -6.892 422.000 39.108 572.382.483.009 -97.894 188.000 -97.644.650.500 353. Biaya operasional d.500 251. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.800.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.650.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.077.500) (251.447 (257.396 24.500) 168.287. Dana sendiri c.750. Kredit investasi d.125 353.800.398 174.800.912.063.108 83.280.500) 27% 1.750.750.475.893.286.000 66.000 774.382.036.009 359.463.570.382.000 69. B/C ratio.475.000 774.469.316.375 117.132.8 2.

723. Angsuran pokok e.000 728.330.670.258.405.500) 168.9345 -25.613 23.333 17.109) 0. Dana sendiri c.995.650. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.396 24.125 332.912.000.912.988.500 616.266.194 251.312.00 251.108 572.500) (251.000 728. Biaya bunga bank f.000 66.316.119. B/C ratio.077.751 120.500 387.375 117.710 rupiah 125 . Biaya investasi a. Biaya modal kerja c.000 616.650.463.382.009 359.500 332.892 422.650.894 141.883 -74.132.894 586.280.312.000 39.477.500 616.223.000 83.6 tahun 0.749.000 69.8734 178.500 251.571. Re-Investasi b.509 -118.5 2.613 451.609 (277.852.382. Kredit modal kerja e.276.509 -27.108 44.382.000 69.570.500 (251.375 37.382. Biaya operasional d.000 54.775. Kredit investasi d.500) 16% 1.302.660.893.117 411.102.276. Pendapatan b. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.398 67.852.000 -118.000 79.312.626 204.000 728.772 267.602 460.382.245.930. NPV dan PBP DF 14.852.000 66.266.036.5% PBP (semester) 1 (251.382.235.405.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.500 290.266.246.663.8162 218.405.941.500 332.106 69.557) 0.552 (98.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.396 24.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.981.250.

125 328.122. Biaya operasional d.893.000 83.405.650.387.613 451.382.375 117.259 -122.000 720.316.399.602 460. Biaya modal kerja c.500) (251.731.233.280.564.4 2.000 66.155.731.731.8734 173.775.117 411. Biaya investasi a.970 (280.382.259 -31.398 49.387. Kredit investasi d.650.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .276.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.333 17.302.904 105. Biaya bunga bank f.992) 0.522 260.847.276.500 290.538.8162 212.930.500 609.000 79.198.500 328.478 (107.396 24.571.247.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2. Kredit modal kerja e.876 198.847.750 328.500) 14% 1.500) 168.396 24.650.570.000 69.119. B/C ratio.894 134.392 422.258.841.000.750 609.382. Pendapatan b.108 37.00 251.470) 0.545.250 387.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.106 69. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.383 -84.500 720.564.613 23.330.000 54.912.000 69.660.5% PBP (semester) 1 (251. Angsuran pokok e. NPV dan PBP DF 14.5 tahun 0.261.000 66. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.384. Dana sendiri c.847.108 572.790.375 37.9345 -29.000 -122.382.077.500 251.500 (251.750 609.009 359.912.912 251.382.382.000 39.564.500 720.036.276.670. Re-Investasi b.463.894 586.250.132.

Pendapatan b.688.500 353.5 2.000 102.194 144.428.000 655. Dana sendiri c.912.000 774.886.709 392.000 655. Re-Investasi b.333 17.709 -232.894 630.028 276.371.382.400.276.382.817.801. Angsuran pokok e.375 37. Biaya modal kerja c.382.400.437. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.700 422.298.500 316.000 774. Biaya operasional d.9345 -36. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.618.405.382.557 353.800.000) (102.500.613 483.083 -190. B/C ratio.710.037.036.408 42.512.500 (102.000 353.139.626 209.859.5 tahun 0.250.451.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.918.611 (287.700 -130.000 79.475.451.660.000 83.108 613. Kredit investasi d.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.598 -45.918.917 446.750.613 23. Kredit modal kerja e.000 655.500) (251.500 251.709 -38.079 rupiah 127 .375 117.300 39.402 498.323. Biaya investasi a. NPV dan PBP DF 14.405.782.131) 0.125 353.500) 168. Biaya bunga bank f.400.475.571.000) (251.077.396 24.475.625.800.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.396 24.000 54.800.980 (104.500 75.258.276.8734 182.5% PBP (semester) 1 (251.965.174.592 460.687 120.893.00 251.750.500 75.382.000 774.8162 225.200 66.750.344.806 75.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.300 66.912.132.111) 0.918.848.500) 16% 1.305.775.

036.894 635.750.883 -198. Pendapatan b.894 139.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.597.000) (102.276.187 353.009 -236.892 464.251.549.613 487. Biaya investasi a.327.308.615.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .750.125 353.126 205.800.108 618.615.548.311.051.382.000 774.750.800.396 24. Re-Investasi b.000 655.500 353.725.059.619. Dana sendiri c.009 -42.000) (251.893.000 774.500) (251.000 -133.728 272.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.500) 168.000 83.250. Angsuran pokok e.529.382.400.613 23.937.500) 14% 1.500 (102.382.8734 179.000 655.024.000 39.796) 0.000 353.396 24.375 117.333 17. Kredit modal kerja e.475.5% PBP (semester) 1 (251.258.502.202.106 76.000 66.9345 -39.000 102.000 79.707) 0.398 -59.108 37.077. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.475.500 319.4 2.615.637.296 (291.000 66.000 251. Kredit investasi d.669. Biaya operasional d.500 251.375 37.220.117 450.8162 222.893 110.009 395.923.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.571. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. B/C ratio.132.089 (111.112.400.5 tahun 0.602 502.382. Biaya bunga bank f. NPV dan PBP DF 14.912.800.782.276.448.475.000 76.000 54.912.400.000 426.775.037.000 774.382.168. Biaya modal kerja c.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.660.000 655.000 76.

006 71.870.382. Biaya operasional d.994 150.750 636.000 83.500) (251.783 -68.571.077. Biaya modal kerja c.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 751. Kredit modal kerja e.345.132.500 251.545.382.102 (91.036.500 (251.208 50.077.5 2.276.911 135.9345 (26.422 278.375 37.100 39.382.556.739.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.046.000 54.500.396 24.100 66.033.058.202 473.912. Kredit investasi d.981) 0.500 298.750 342.613 461.292 435.258.870.376 212.775.912.150 399.500 342.400.500 636.00 251.333 17.916.857. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.382.556.583) (277.159) -27.090. Angsuran pokok e.739.396 24.500) 168.727.469.988.482.750 636. Pendapatan b. Re-Investasi b. B/C ratio.159) (119.6 tahun 0. Biaya bunga bank f.900 (119.500) 18% 1.894 601.8734 186.382.250.077.500 751.077.782.5% PBP (semester) 1 (251.083) 0.010. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.930 251.086.125 342.197.8162 227.798 81.500 751.987.500 71.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.015.660.375 117. Dana sendiri c.500 71.556.893.870.613 23.276.350.018. Biaya investasi a.944.987.717 423.000 79.108 586. NPV dan PBP DF 14.382.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.909 370.954 rupiah 129 .739.046.416.400 66.

077.276. Biaya operasional d.5 tahun 0.333 17.572. Re-Investasi b.500) 14% 1.382.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.375 117.000 629.917 426.598 50.554.375 37.000 72.570.547.808.250.327.128) 0.382.576.798.991) 0.00 251.472 266. Dana sendiri c.237.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.125 339.8734 176.000 79.278 251. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.209) -34.180.991. Biaya modal kerja c.700.694 137.628) (284.336.500) 168.251.5% PBP (semester) 1 (251. Pendapatan b.009.436.000.209 374.306 72. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.200 (126.571.336.092 439.912.800 66.000 83.660.894 606.775.209) (126.000 339.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.036.126 202.9345 (32.083.4 2.500 339.000 629. Angsuran pokok e.336.382.000 743.520.903.929. NPV dan PBP DF 14.436.269 110.613 465.000 54.520.137 (107.500 301.402 477.800 39. Kredit modal kerja e.613 23.8162 217.258.108 590.808.083 -87.200 403.893.382. Biaya bunga bank f.132. B/C ratio.179.965.000 629.000 743.891.200 66.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.808.276. Kredit investasi d.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .436.180.516.590.392.382.908 38.396 24.072.500 (251.500) (251.520.912. Biaya investasi a.382.500 251.000 743.000 72.396 24.

433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.873) 14% 1.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.627) 16.710 (2.6% 1.079 15.782.0% 1.954 18% 1.Lampiran 21.859.790.0% 14.0% 5.54 LAYAK 4.0% 14% 1.308.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.0% (968.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.0% 100.0% (58.0% 16.602.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .782.54 LAYAK 4.5% 67.954 17.873) 14% 1. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.0% (58.44 TIDAK LAYAK 3.223.7% 1.410) 16% 1.0% 14.

0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.5% smtr 2 2 1 14.8734 0.070046728 1.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.0000 1..5% 1.5% 114.5% 114.0% 1. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .8162 0. 2 .070046728 1. 2 .5% 114.9345 0.5% 114.0700 1.3110 1 0.0700 1.5% 4 1 14.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.070046728 1.1450 1.2252 1.

5% smtr 2 6 1 0.839181925 1.070046728 1.145 1.145 1.145 1.543720002 0.9680106 0.145 1.070046728 1.070046728 1.5011 1.718786551 1.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.070046728 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.7128 0.145 1.6063 1.581805809 0.070046728 1.145 8 1 0.5% 114.145 1. 2 … n = = 0 14.070046728 1.4029 1.622559402 0.145 10 1 0.508127344 133 .6662 0.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful