Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

Dari sisi pembiayaan. Namun demikian. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i .KATA PENGANTAR Usaha Mikro. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). baik karena kendala teknis. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www.id. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik.bi. maupun kendala non teknis. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah. Sehubungan dengan hal tersebut. Di sisi lain. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. UMKM masih memiliki kendala. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan.go. Sampai saat ini. Dari sisi pengembangan usaha.

2 Jakarta Pusat Telp.8922 atau 381. BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl.7794 Fax. M. Jakarta.H. Thamrin No. (021) 351. (021) 381.Direktorat Kredit. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut.

Sub Program a. Intensif.6.Strata SMP. Sub Program a.5. Program Bimbingan Belajar .065.8.RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a. Umur proyek b.Strata SD. target siswa 60 orang . Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp. Plafon kredit d. Investasi b.132. Sumber dana b. Modal kerja 5 Perkreditan a. Suku bunga per tahun f. Jenis kredit c.83.149. kelas 7. kelas 6. Reguler. Reguler.168. target siswa 144 orang b.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14.000 Rp.5% efektif/menurun Semester Rp.250. Jangka waktu kredit e.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii . kelas 4.

Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e.No Unsur Pembiayaan Uraian b.9% 20.Rata-rata/tahun .378.4% Rp. Sub Program a.000/siswa b.125.Rata rata/bulan g. Profit margin .063. Sumber pendapatan usaha a.11.Tahun 1 .Kelas 12 IPS.750 Rp.000 per siswa per semester f. target siswa 24 orang b.54.1.9.400. Jangka waktu bimbingan per sub program a.125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .6% 23.54. Uang pendaftaran Rp.Sub program Reguler . Biaya Bimbingan Rp. target siswa 16 orang c.Sub Program intensif d. Intensif.Total 5 tahun h.Rata-rata/semester .750 Rp.378. Intensif : .Strata SMA. Reguler b.1. kelas 9. BEP -12.000 s/d Rp. target siswa 36 orang . Reguler. kelas 10.Kelas 12 IPA.250. Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek .Tahun 2 . Surplus pendapatan . target siswa 24 orang .

176 Rp. Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.261.5% 1.Net B/C ratio pd DF 14. Penerimaan b.308.2.433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp. masing-masing 4%.187.BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i.8 tahun Layak dilaksanakan v .Penilaian 7 Analisis sensitivitas a. 2.Menurut nilai Rp .NPV pd DF 14.8 . Biaya operasional c.580 .IRR Rp.Menurut Siswa .306. 67. Kriteria kelayakan .PBP .5% .No Unsur Pembiayaan .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

.. 4........................................... Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ...................................... 3........................4......................... 4...... Staf Pengajar ................................ 4............4................................. 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii ................4................................................................1. BAB I BAB II PENDAHULUAN .............................. DAFTAR TABEL ............................... DAFTAR GAMBAR ........... Program Bimbingan ............................................................................ 4.................. RINGKASAN ...... Prasarana .3...2......... Sarana . 4.............................................1.....................1............... Lokasi Usaha ..........................2......................................... 3....2............. Aspek Pemasaran ............... BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4.........................................................................2......................................... Aspek Pasar ..................1......1.................... Jalur Pemasaran ......2.............. 2............ DAFTAR ISI .................................................................................... Pembiayaan Bank ......................................2... Pola Pembiayaan .........................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .......... 2............................................ Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3....... Biaya Bimbingan ...... 3.............. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ............2.....................................................3.......2... Perizinan ............................. Profil Usaha .......................... PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2....2....................4.............................. 4...................................................................2................................. 2.1...................................

.............2 Faktor-faktor Internal ..2.................. 7......4 Peraturan pemerintah ............................... Proyeksi Laba/Rugi ...........6 Kaitan dengan usaha lain ............................ 7.................. Dampak Lingkungan ................................................................ 5........... 5.............................. 7.........................7 Persaingan . Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman .....................1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel .......8..3............... 5..........2... Biaya Investasi ....5........2.. 7.............7................ 7...5 Kesenjangan meraih pendidikan .... Analisa Break Even Point (BEP) ..... Analisis Sensitivitas ......1 Faktor-faktor Eksternal .......... 5.................... 5....2 Anggaran pendidikan ........................4...........8 Pembiayaan oleh perbankan ...................2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel .......................... 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) ....BAB V ASPEK KEUANGAN 5.............. 5................................1..................... Komponen dan Struktur Biaya ............ 5................................ 7..................................3 Kebijakan pemerintah ...6......... BAB VI ASPEK EKONOMI..... Aspek Ekonomi dan Sosial ........ Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar .. 7.................... Produksi dan Pendapatan Usaha ............... Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha ..................................1.......................1.........2.1.................................... 7..............1 Pendapatan masyarakat ..............1........... 6....3..........................................1.1........ 7.1........... 5..............1.................................2...............1............................. BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7...... Biaya Operasional ............................ 5..................................................... 7................................. 7........... SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6....3........1.................

................................................................................................................................. Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ..........................7.................................................... 7.... Saran ..........3 7..............2................................................................. DAFTAR WEBSITE ................... Gambar 4 Grafik BEP ......4 Kemitraan ........................................................................................................... Hal 11 17 24 58 ix .........5 Pemasaran ................................... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8............................... DAFTAR PUSTAKA .......2................ 7......2.................................................................... 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel .................................1... Kesimpulan ....... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ....3 Kualitas pengelola dan manajemen ............. 8...................................................................... Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel ...... DAFTAR LAMPIRAN .............................2.............................................

.............................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi...................................................... 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .... 55 Data untuk perhitungan BEP ........... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel . 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel ............................ tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .................................................................................................... Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) .............. 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar ................................... 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel ................................ 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ............. 12 Biaya jasa bimbingan ..................................................... 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel .... 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ...................................................................................................................... 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta .............. 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ........... Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ..............................

termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. keterampilan.BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD). 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . Pada awal pendirian di tahun 1970-an. bekerja mencari nafkah. Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. standar kompetensi. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp.3. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal.6 juta. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. Rp.8. intensif dan private. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1 juta. A = applicable. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. M = mind. Asyik. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple. dan Menyenangkan. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment.5 juta dan Rp. Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution.com).4. R = rational) . Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang. SMP dan SMA secara regular.

Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. 2. 3. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Bimbel Primagama. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). antara lain Bimbel Teknos Genius. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta. Super Bimbel GSC. Sony Sugema College dan lain-lain. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. 4. 3 . kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. Kemampuan guru yang terbatas. Bimbel Gama UI.

3. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1.kecil. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih.50 2 0.18 1. Berdasarkan informasi multimedia.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0.06 1. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3.67 18.26 17.09 0. 5. 6.89 9. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota.96 1. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK. 2. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.62 Jumlah 1 2 % 0.18 7 0. baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee. 4. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel.

net. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29. Kalimantan Tengah 15. Kalimantan Barat 14.09 7. Kalimantan Selatan 16. sisanya 20. 9.50 1.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1. Lampung 13. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga). 8.70 0. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www.70 0.96%.09 0.50 0.61 3.09 0.76 1. Sumatera Selatan 12.94 3.82 100 10. 5 .34 4.26 2. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79.79 1.09 1. Lampung (54 lembaga).35 1. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya.135 % 0.16%.info kursus. Kepulauan Riau (87 lembaga). diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.67 0. Jambi 11.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7.8%.32 9.23 0.

Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14.45% dari jumlah seluruh Indonesia. yaitu Jabodetabek.35%) telah memiliki izin operasi.07 20. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta. Prosentase terbanyak sebesar 63 %.207 lembaga (83. kota depok dan kota Bekasi. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www.56 1. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .32 17. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22.76 20. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut.info kursus. 11.73 100.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13.12 1.22 7.net. Sisanya 10.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey.54% lembaga belum memiliki izin.22 9.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6.

jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil.13%. 7 . Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT). yaitu 1.863 siswa-siswi atau 70. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1.135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin.88%. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat.362 lembaga. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Geografi. PPKn Matematika. Profil Usaha Menurut Dr. Bhs Inggeris Matematika. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Bhs Inggeris. Sosiologi. PPKn. keterampilan motorik. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. Biologi. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. Bhs Indonesia. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. Biologi. IPA. 4. Biologi. Fisika. keterampilan intelek. IPA. Fisika. IPA. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Bhs Inggeris. Fisika. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. IPS Matematika.1. Bhs Inggeris Matematika. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. Bhs Indonesia. Fisika. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. Bhs Indonesia. Dimyati dan Mudjiono (2006). Bhs Inggeris. Kimia. PPKn Matematika. Kimia. Biologi.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. Ekonomi. sikap dan siasat kognitif. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . Matematika. bhs Inggeris. bhs Inggeris.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama.2. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. menjelang UN 2010. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 . 2. Pola Pembiayaan 2. laba = untung”. Berdasarkan penelitian. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%.2. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD.1. Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan.

2. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. 16 tahun 1997 tentang waralaba. yaitu : 1. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. nama. 42 tahun 2007 tentang waralaba. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. Pada tahun 1970. berkembang sistem pembelian lisensi plus. sistim.

Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. 44 tahun 1997. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. 5. Peraturan Pemerintah RI No. 4. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. 16 tahun 1997. Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). 2. yaitu : 1. 2. mendirikan 15 . bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. 7. UU No. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. 3. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 6. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. pelatihan personalia. 3.

Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. TutorNet. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. Menurut Amir Karamoy. Pewaralaba melakukan pelatihan. 6. promosi dan supply produk. bergantung pada jenis waralaba. 4. Sinotif. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. Bimbel Teknos. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. Saint Anna Education Centre (SAEC). Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. 5. 7. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. Bimbel Gama UI dll.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. Bimbel Primagama. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan.

Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. 17 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. (0274) 520418. Alamat : Graha Primagama Jl. Yogyakarta Tlp. Jl HT Rasuna Said. yaitu Remedial. Kav B-4. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Wisma Kodel Lt 7. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. Diponegoro 89. Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia.

Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. UN.2 juta (pulau Jawa) dan Rp.000 untuk lima tahun. SPMB. semester. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas.000. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. UAS. paket soal latihan dan lembar jawab computer. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar. UM-UGM dll secara berkala. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pelayanan kepada siswa seperti modul. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat.150. yang secara terminologi berarti cerdas. SPSB. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama. • Membayar biaya survey Rp. • Franchisee fee untuk satu outlet Rp.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. ruang pengajar. untuk luar Jakarta 5 km. Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. Jl I Gusti Ngurah Rai. Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. surat khabar. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. 19 . majalah. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. ruang administrasi. 2. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. Klender Jakarta Timur 13470. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). 16-18. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise.

d.11 – 12 IPA. AC. Fax.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. SMP kelas 7. • Gedung milik sendiri atau sewa. telepon. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. dan SMA kelas 10. trademark. SD kelas 1 s. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. brosur. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa). Konsep Pengajaran . fasilitas multimedia. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar. ATK.8. meja kursi untuk kantor dan pendidikan. pembinaan mental. patent.100 juta dan royalty fee. konsultasi pemilihan jurusan. TV. 6. billboard. 11 – 12 IPS. Sofa dan peralatan penunjang lainnya. whiteboard. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya.9. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. penanaman motivasi berprestasi.

• Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik.5% 15% 20% Investor 50% 87. sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12. Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 . Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung).Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi).Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor.5% 85% 80% Keterangan : . bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income. Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor. Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor.

2. Rapat-rapat (Divisi. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). yang memiliki skim tersendiri. suku bunga. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel). Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. Kecuali kredit khusus seperti KUR. sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. Demikian pula persyaratan kredit. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. Diklat. kredit kepada pensiunan dsb.2. Dilihat dari golongan nasabah. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. 2. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. Pleno cabang. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Koordinator. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. Raker Tahunan.

Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis. Ketentuan kredit Bank BRI a. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). bukan atas nama yayasan. Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. 23 . BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010.

Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8). Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah. Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit.

Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. yaitu : a. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8.2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. s/d Rp. b. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. Sertifikat tanah 7. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . Lebih dari Rp.500 juta s/d Rp. Lebih Rp.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. sebagai berikut : 1.

Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan).5% efektif setahun tanpa unsur subsidi. c.350.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14. minimal Rp. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit). 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil). Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya.25%.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1. meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. Meterai Rp.12. Suku bunga.

Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. dicicipi atau disentuh. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. dijual lagi atau dikembalikan. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. Dalam analisa mengenai aspek pasar. karena sifat dari produk jasa tersebut. Kenyataan demikian ini. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus.1. tenaga kerja dan modal.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan. kemudian bahan pembantu atau penolong. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. 27 . misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. 2003). sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba.

d. Pada sistem kelas reguler. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . SMP dan SMA. 9 dan kelas 12. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. 11. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas.d. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester.

yaitu : 29 . Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. minuman dan waralaba ritel. meskipun banyak juga yang tutup. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya. siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. Menurut Tempo Interaktif. Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah.

Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar.1. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. Aspek Pemasaran 3. jenjang kelas dan program pembelajaran. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel. f.2. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . c. mula-mula di daerah perkotaan. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun.2. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. d. Adanya prestise. SMP dan SMA. telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. kemudian meluas ke desadesa. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. e. b. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum.

misalnya SD kelas 6.650.000 2.500.000 – 3.500.000 125.000 --- --- --- 2.000 4 150.500. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.500.000 – 2.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur.950.000 – 2.000. yaitu pada awal dan akhir tahun.000 2.500.650.000 2 3 100.650. spanduk.000 4.000 : 2.000 2. website dan try out serta open house. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.500.450. leaflet.000 2.950.000 – 2.000 2. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini.000.800. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.2.000 No 1 2.000 – 4.000 2.500. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website.000.950.000 – 2. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.750.500. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 . iklan di media cetak.000 3.2. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.650.000 Sumber : data primer 3.000 2.000 3.000 4.000 2.700.

5 juta untuk sekali try out. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. Indosat. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. para praktisi pendidikan yang mencari info. Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. dan para guru. Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. Telkom dan lain-lain.

Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. 33 . Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. kurikulum. Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel.1. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. SMP dan SMA. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha.

Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. f. penilaian dan evaluasi serta pengawasan. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). pelaksanaan. Mengarahkan. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. b. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. menyerasikan. c. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. e. Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. Mendiknas tahun 2010) : a.2. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya.

yaitu : a. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. Pas foto ukuran 4 x 6.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. meskipun sudah ada Perda No. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. 3. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. c. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. 1 lembar bagi setiap kursus 35 .p. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. 2. b. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara. d. u. 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. adalah : 1. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. 4. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. Program belajar. Denah lokasi 14. Koperasi dan Yayasan. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Pas foto ukuran 4 x 6. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. hak pakai. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10. 6. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. Perusahaan Perorangan (CV). Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Foto copy izin kursus yang lama 6. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Daftar perkembangan warga belajar 5. KTP penanggung jawab kursus 3.

lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. mulai tahun 2009. Kursus Wirausaha Desa (KWD). disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. Di kota Bogor. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . Kursus Wirausaha Kota (KWK). Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. untuk tahap I selama 6 bulan. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun. kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. yaitu. Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK.195/E/ KK/2009.

Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. atau pencabutan izin kursus.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . masa persiapan belajar (pengenalan). Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. April. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. Mei dan Juni setiap tahun. Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. teguran tertulis. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota.3. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. 4. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir). Dari uraian diatas.

Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). c. Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. Setelah orientasi. Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. 39 . Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. potensi bakat dan kecerdasan. b. soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. kemampuan menyerap materi pembelajaran. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung. Misalnya program privat. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. b. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. diagnostic dan penempatan kelas. meliputi jadwal belajar. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop.modul dan materi belajar. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus. c. yaitu : a. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran.

4. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). sedangkan bagi siswa kelas 6 SD. 4.4.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. kursi siswa. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN).8 SMP dan kelas 10. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel. kelas 7. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar.1.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4.5 SD. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN). Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko. potensi kecerdasan maupun psikologis. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC. white board dan meja guru. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .. sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA.11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas.4.

Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 41 . Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional. Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor.2. suplemen dan evaluasi belajar. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. soal latihan.4. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya.

Reguler 2. Reguler 2. Intensif III SMA 1. Sejarah. Kimia. IPA. Bhs Ind. Fisika.8 9 Matematika.. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. 11 12 Matematika. IPA. Bhs Inggeris. Biologi. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Biologi. Bhs Ind. . Bhs Ingeris. Geografi. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. Reguler 2. 3. Fisika. IPSKimia. Intensif-1 IPA 10. Bhs Inggeris. Sosiologi 7. IPA. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Bhs Inggeris Matematika.4. Fisika. Bhs Ind. Intensif II SMP 1. Bhs Inggeris.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Bhs Inggeris Matematika. Kimia.5 6 Matematika. Ekonomi/Akuntansi. Bhs Inggeris Matematika. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Matematika. Biologi.

Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. b. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b.Ekon.75 jurusan MIPA.3. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. IPK 2. kemudian melatihnya 43 . min.4. Lembaga Bimbel bukan waralaba. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut. UN dan SMPTN. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. Sos. honor. Pelatihan meliputi : a. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya. Bhs Inggris. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN. UI dan sebagainya. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor.

sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel.000 – Rp.1. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp.4 juta.000 per sessi. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.5 juta per bulan.000 per minggu atau per bulan antara Rp.25.42 siswa per tutor.1 juta sampai Rp. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran.350. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar. Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.35.000 sampai Rp.250.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor.

Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. SMPTN). lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Program Intensif (UN. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Program Super Intensif/Executive (masuk PTN).1. Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. Program Privat. Program Khusus.BAB V ASPEK KEUANGAN 5. Program Special Class. Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. 2. Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). Program Kemitraan. dll. Program Intensif (UN. Program Executive Class. Program Pendamping Belajar Siswa. Biasanya 45 . baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. Misalnya Program Special Class. Program Jaminan. Program Super Intensif (masuk PTN). SMPTN). tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Program Standard Class. Selain jumlah siswa per kelas.

lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program. yaitu semester I. Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. 4. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. 2. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester.

unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. • Sub Program Intensif 2. Untuk mengukur produk usaha bimbel. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . SMP sampai SMA dalam berbagai sub program. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). Terdiri dari tiga Sub Program. untuk siswa IPS. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. 5. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. • Sub Program Intensif 1. Tujuan adalah lulus ujian akhir.Mei. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester.2. untuk kelas 12 IPA.

Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Intensif-1 IPA 3.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Reguler 2. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Intensif Jumlah II SMP 1. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dan nama atau merek lembaga Bimbel. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai.

000 800. b.000 Bimbingan 750. Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek.250. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD.000 900.000 500.000 1. Intensif 1.000 49 . Alasannya adalah : a.000 500. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.000 Jumlah 1. Reguler 2.000 900. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.000 800.400. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.000 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek.300. Reguler 2.000 850.000 1.400.300.000 500. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500.000 1. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua. Reguler 2. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA.000 500. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA.000 1.000 500.400.000 900.000 500. Intensif 1.350.000 1.

Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel. b.125. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. sebesar Rp.000 per siswa. per semester. Uang pendaftaran. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran.500. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan.000. seperti pada tabel berikut. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA.

000 Smtr 1 165.000.000 203.600.200.000.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000 0 198.200.000 0 22.500.000.175.000 68.000 34.000 34. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.400.000 29.000 34.000 53.400.675.000 62.000 68.000 Tahun 1 Smtr 2 90.500.800. peralatan kantor.000 88.000 300.600.000 62.000 268.000 31.000 31.500.000 386.000 15. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.000 Sumber : lampiran 5 5.275.000 0 35.000.000 119.000 34.000 267.125.100.800.000 0 11.000 0 99.000 17.000 34.200.000.400.500. sewa gedung.100. peralatan belajar.3.200. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.000.000 17.000 0 23.000 0 35.400.950.200.000 150.000 0 68.000 59.000 88.000 44.000 0 34.200.3.000.000 39.000.725. Intensif Jumlah II SMP 1.200.000 0 68.000 31.000 90.000 0 165.000 474. Reguler 2.400.000 26.000 88. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .500.475. Reguler 2.400.000 Tahun 2 Smtr 2 150.000.200.200.200.300.600.000.200.1.000 115.000. Reguler 2. Komponen dan Sruktur Biaya 5. Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99. fasilitas dan sarana belajar.000 No Strata I SD 0 11.000 Smtr 2 180.000 209.000 13. Intensif Jumlah III SMA 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1.100.600.400. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis. Intensif-1 IPA 3.400.550.200.

000 0 83. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan.750.853.750.050.000 700. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.000 4.000 0 168. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.024. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.000 31.845. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.000 5. Nilai (Rp) 1.450. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.500 0 0 1.980.000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .900.100.500 1.000 68.000 64.000 0 0 1. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.250.722. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8.000 12.685. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.

000.000 193.000 6.175. biaya tenaga kerja.2.000 3.000 10.335. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.565.500 dimana sekitar Rp.890. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.000 5. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.000 Smtr 2 8. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.000.540.000. 77.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000 159.780. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.000 228.000 16. Dalam struktur biaya tenaga kerja.235.000 Smtr 2 8.000 6.4.000 8. 91.175.955.000.175.715.000 Smtr 2 8.160.000.000 5.000 198.060.000.500.000.3.000 10.000. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.175.000 154.500.000 5.000 136.000 4.000 177.000 189.462.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.000 159. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.000 135.000.000.000 204.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.992.000 20.175.000.715.175.000 6. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.540. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .

333 171. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .912. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.713.375 66.811. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.077. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.912. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin.000 56. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.189.000 91.613 24.5% per tahun. sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.708 238.601 Jumlah 91.189.5.902. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap.613 17.125 Bunga 24.276.396 66.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan.396 39.335.258.276. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun.726 5. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.

bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.666 303.744 12.696. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27.613 135.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.4% 23.397 531.073.336.145.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2.731 227.0%.500 759.0% 55 .613 89.637.9% 20. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.073.697.500 227.897 759.397 1.394.4% 29. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.2% untuk semester 1 dan 18.411. Baru pada semester 2 tahun-2.927. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2.2% semester 2. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun.279 213.6% 27.118. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga.5% 29.927.697.

480.177 121.958.480.000 Biaya Variabel Total No 56.633 186.480.000.000 Tetap 147.177 239.170.000 126.405 212.480. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.480.274. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.250.050.000 173. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.000 319.550. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.480.443.564 437.480. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP.306.693.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .722.378.480.759.000 103.386 478.483.861 159.931.101.000 220.067.038 132.750. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.826.101.509.142.411.750.075.325.743 395. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.708.279 271.458 201.861 121.000 29. 2003).000 189.722 Intensif 14.207 365.743 295.266 121.515.636 178.386 342.279 224.000 197.250.405 121. seperti jumlah siswa peserta.494 121.494 103.100 313.500.ASPEK KEUANGAN 5.392.633 121.417. biaya tetap.000 345.917.734.722 121.500.035.734.636 80.000 150.754.750.858.458 230. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.207 292.000 88.587.922 354.000 59.564 318.949 265. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel.202.038 121.000 244.963.922 271.480.000.6.266 118.100 248.949 121.000 73.000 44.650.

492 685.784.000 425.000 478.000 291.354 121.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1).000 531.618.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.060.028 561. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.243. pendapatan (lampiran 5).899 121.441.651.671 221.000 505.480.480.337.582 162. 57 .500.250.993.784.000 384.151.000 519.000 337.671 435.065.582 121.000 452.961.480.500. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan.135 506. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.304.443 121.443 236.098.480.028 389.899 206.314 726. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.889.126.671 121.835.468.835.000.135 767.956 529.000 314. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.493. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.810.314 482.127 121. sebagaimana terlihat gambar 5.810 147.409.480.480.250.284.492 459.850 412.000 361.810 121.876.000 267.127 191.850 602.857.513.671 643.545.480. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).468.354 177.000 408.750.000 398.000.

Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp.176.306.261.261. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.ASPEK KEUANGAN Juta Rp.306. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp.176 (sumbu vertical). 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).

seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya.antara 1 – 5 tahun. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. 168. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya. Jumlah investasi tetap : Rp. dimana investasi dimulai pada tahun-0. Berdasarkan data pada lampiran 1. Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat).250 juta. 5. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. Jika terjadi keadaan sebaliknya.7. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. 59 . dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya.

Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a.79.571. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman.747.250. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .a. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi.000. diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14.433 1. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.811.132.45 27% 2.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif.375 dan modal pinjaman Rp 171.000 dan biaya modal kerja Rp 83. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14.308.500. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.2. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV). Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp.125 dengan bunga pinjaman 14.5% IRR % PBP (semester) 67.5% p.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.

dimana NPV sudah negative.223.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi. IRR lebih kecil dari suku bunga.4 14% 2.710 1. 61 . Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.410) 1. 16 dan lampiran 17.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7.C ratio kurang dari satu. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%.5 16% 2. Dan Net B. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15.8. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c.790.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.

5 18% 2.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.627) 1.4 14% 2.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.4 14% 2.782. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.079 1.954 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.ASPEK KEUANGAN b.859. dimana NPV negative.873) 1.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. c.5 16% 2.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.

63 . dimana NPV negative. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. pertanian. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas.1. perdagangan dan pengangkutan. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6. Sukses ujian semester c. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. sebagian besar hasil pendidikan. yaitu : a. 65 . Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. pemerataan pendapatan masyarakat. dan manfaat sosial lainnya. Sukses ulangan harian di kelas b. penciptaan kesempatan kerja. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d.BAB VI ASPEK EKONOMI. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel.

Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. Politeknik. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. Lembaga Pendidikan Keterampilan. BP2NFI. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. SKB. Ternyata. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa. PKBM. Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Balai latihan Kerja. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah.ASPEK EKONOMI. P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. sedangkan untuk LKP. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya.

industri barang-barang dari kayu dll. soal-soal). Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. industri alat tulis.000 s/d Rp.2. 6. 200 m2. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. industri makanan dan minuman. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan. buku-buku. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK.000. polusi udara dan pencemaran lingkungan. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi.35. Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut. 67 .d. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas.25. seperti polusi suara (bising).

68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ASPEK EKONOMI. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar. Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall.

1. 69 . serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. 7. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas.1.1. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel.1. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. b. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. yaitu : a. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar.BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. kurangnya fasilitas belajar yang memadai.2.

Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri). Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel. akuntabel. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. diantaranya harus transparan.net. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. Nilek online dapat di cek di www. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN. Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia. 7. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya. dan bersedia diaudit oleh pemerintah. 7.1.infokursus. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan.4.3.

Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. 12. Fisika. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada. 71 . Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. 12. 9. dan SMA IPS 11. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. SMA IPA 11. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang.1. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8.5. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b.

72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut.1. industri furniture. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. usaha computer dan website designer. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran. cepat dan tepat. 7. industri alat-alat perkantoran.6. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup. berkembangnya sekolahsekolah umum. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. perbaikan sarana transportasi. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya.7. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah.

Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik.8. c.1. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi. 7. Oleh karena 73 . b. karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja.2. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman. karena masalahnya adalah : a. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak. tetapi menyewa. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. Faktor-faktor Kritis Internal 7. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam.1. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung.2.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. 7. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel.5. 77 . Lembaga-lembaga bisnis. pembinaan. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif.2. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. d. organisasi-organisasi masyarakat. b. yayasan kependidikan dan perorangan. SMP dan SMA. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. Sekolah-sekolah umum SD. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. lembaga-lembaga profesi. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. e. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. c.

Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. materi belajar yang diberikan. BUMN dan perbankan. Visi. waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. d. c. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel. tanpa dipungut bayaran. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. fasilitas belajar. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. target program. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. konsultasi. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. b. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . layanan phisikologi.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. b.

b. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. adalah : a. 7. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. brosur. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. c. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. Sebaiknya pengajar lulusan PT. Kualitas pengajar atau tutor.3. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. Kualitas materi-materi pembelajaran. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. c. 79 .

Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. seperti ruangan ber – AC. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. f. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. serta cepat pengerjaannya (soal-soal). penyajian materi belajar dengan OHP. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. e. kantin dsb. g. h. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. musholah. SMPT). yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. tersedia ruang diskusi. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. sederhana. ruang konsultasi. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur.

juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. 81 . terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. Tetapi dengan catatan. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. Siswa. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. jangan pasif. i. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. 3. kurikulum. 83 . 4. 2. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Kesimpulan 1. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. 5. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. yaitu : • Dari segi transportasi.1. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. Ditinjau dari aspek teknis.

Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp. NPV mencapai Rp.433.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum. Berdasarkan analisis aspek keuangan.262. 67.8 %. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah.176. Berdasarkan analisa sensitivitas.8 tahun. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp.308. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a. Net B/C ratio 1. karena pada tingkat discount factor 14. 6.5%. Pendapatan turun sampai 7% b. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. pay back period 2.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. 9. 10. usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan.187.306.2. 8.587. Biaya operasional meningkat sampai 10% c.8 dan IRR 27%. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. 7.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. 5. 2. 4. 3. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas.2. Saran-saran 1. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan. meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. 85 . Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

2007 Mengajar dengan Sukses. Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. Pengantar Evaluasi Proyek. 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. Husein 87 . 2001 Sulistyowati. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. 1976. edisi kedua. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). edisi kedua. D Kultur Hia. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Evi Umar. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. cetakan ketiga. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. Clive dkk Hartanto.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. 2003 Belajar dan Pembelajaran. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan.

org/waralaba http://snmptn.majalahfranshise.com http://www.org Kompas.multiply.com http://indonesiaeducate.tridaya.kompas.ppsgms.com http://ahmadsudrajat.banksaudara.com http://edukasi.wikipedia.wordpress.com http://www.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .gaulislam.co.org http://re-searchengines.com http://aisyahraifa.detik.infokursus.id http://id.com http://www.Teknosgenius.primagama.com http://www.wordpress.com http://www.bimbelplus.com http://suarapembaca.bimbelgsc.com http://www.gamaui.org http://www.DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.net http://www.com http://bimbel.com http://www.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

.............................. 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel ............ 110 Rekap jumlah biaya investasi ........................... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ...................................................................................................................................................... 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman .......................................................... 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ................................................................... 113 Lampiran 10a Struktur Biaya .... 106 Proyeksi Jumlah Kelas...... Fasilitas..................... 122 91 ...................... 120 Proyeksi Laba Rugi ................................................................................................... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ................................................... 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan .. 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel .................................... 103 Biaya Pendaftaran.................... 114 Rekap biaya operasional .. 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ................... 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran .... Sarana dan Biaya Bimbingan .............. 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ...............DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ....

................ 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ..Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ................................................................... 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% .............................................. 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester .................................. 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% ...... 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%........... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ......... 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ....... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis .............

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1. Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol). Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. Menghitung Jumlah Angsuran. 97 . Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. 2.

Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. Menghitung Net Present Value (NPV). Apabila NPV = nol. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. Apabila NPV < 0. berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . c. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. n = Umur Proyek. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek. b. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya.LAMPIRAN 3. i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a.

Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). 99 . Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. b. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a.

BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. Apabila nilai Net B/C < 1. b. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. = Net present value negatif. Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. NPV B-C Negatif. 6. = Nilai benefit-cost ratio. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek. = Net present value positif. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. Apabila nilai Net B/C > 1.LAMPIRAN 5. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. Menghitung Net B/C ratio. Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. maka proyek layak dilaksanakan. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. 1 .) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel.) e. Titik Impas (Rp. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran.--------------------------Hasil Penjualan.) f. d.) = n x harga pokok. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk. c. Hasil Penjualan (Rp. Biaya Tetap. Titik Impas (n) = ----------------------------.) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 .X Total Produksi. b. a. Titik Impas (Rp. Titik Impas (Rp. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan.

… . Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. n = 0. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam.LAMPIRAN 7. 2. ½. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak.. 1 ½. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. b. 1. dimana √ (1+r)n r = suku bunga. n. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. 8.

499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Intensif-1 IPA 3.

000 500.000 500. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2.000 500.000 125.000 125. Intensif 125.000 1.000 125.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 850.000 800. Reguler 2.000 III SMA 1.400.250.000 900.400.000 800.000 500.000 500.000 1.000 1. Reguler 2. Intensif-2 IPS 125.000 750.000 900.000 1. Intensif 125.000 125.300.000 500.000 1. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.350.400.300. Fasilitas.000 900.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.000 1.000 500.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 1.

000 6 2.600.0 20 12 4.000 1.000 30. Intensif-1 IPA Jumlah 3.0 3.000 4.0 1. Reguler 2.000 200.000 200.000 4.0 6.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.800.000 8. Reguler Jumlah 2.800.0 5.600.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas. Intensif III SMA 1.000 4.000 1.400.0 1.000.000 200.800.800.600.0 15.000 3. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 . ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.0 4. Intensif II SMP 1.400.000 200.000 8.000 2.000 9.600.0 4 2.000 13.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.000 200. Reguler Jumlah 2.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

Intensif IPA 3. Reguler 2. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 .III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1.

000 125. Ruang guru d.000 100.000 2.000 15 175.000 1 15 175. Badan Usaha b.625.000 350.000 100.Telepon/Fax e.500. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000. NILEK 2 Sewa gedung a.625. Meja kerja .000.000 50.000 2 5. Laptop d.000 1.000 250.000 120.000 100.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.000 4 1 1.000 1 2.000 2.000 1.625.625.375.500 10.200. Furniture f.000.000. Ruang kelas c.000 6.000 52. Printer c.625.000 35.000 1 1 1 300 175.000 350.000 2.250.000 200.000 500.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.000 52.000 500.000 2.000.375.500 12.000 1.000 12. Ruang tunggu siswa e. Komputer b.000 4.000 2.000 6.000 200.000.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.000 1.000 125.250.500.000. Lemari g.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.000 10.000 500.500.625.000 4.500.000 1. Filling cabinet h. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.000 15 175.000 2.000.000 3.000 250.000 10.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.

260.000.000.000 5 5 7 500.000.000 8. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000 1.000.000 150. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 6.000 - a.000 1. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2. Meja guru c.160.000 5 Sarana belajar 700.250.000 j.000 5 15 100.000 600.750.000 600.000 1.500 15.000 Peralatan belajar 616.000 10 15 250.500.000 154 200.000 5 1.000 280. Kursi belajar siswa b.600.800.i.500.000 6.400.000 10 375.000 10 60.000 3.000 3.000.000 7 200. White board d.000 37.000 84.000 30.000 30. Kursi tamu unit 4 2.000 a.853.000 5 6.000 set 1 600.000 160. Modul belajar b.

000 4.000 83. Kredit b.000 5.000 66.853.100.980.000 31. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.845.000 50.000 Penyusutan 0 64.685.000 168. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.750.900.000 64.475.000 1.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .LAMPIRAN Lampiran 8b.000 700.000 102.268.450.750.250.000 12.775.000 Nilai (Rp) 117.400.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.4.5.500 1.6 Sumber dana investasi a.050.

000 8.000 177.000 16.540.000 136.000.000 114.Lampiran 9b.780.000 6.175.540.890.000.175.000 189.000.715.000 6.000.000 193.000 4.000 159.175.175.000 20.000 154.060.500.000.000 6.000 10.000.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .000.955.000.000 204.175.000 8.000 8.335.000 3.000 8.235.565.000 10.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.000.000 198.000.000 135.000 228.000 5.000.000 5. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.000 159.175.715.160.000 8.

720.000 1.000. Surat/fax f.000 4.000 62.000 83.000.000 150.000 50.000 5.000 20. Direksi b.000 5.000 50. Tryout c.250.000 1.000 22.000 750.000 10.000.520.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 200.132. Internet g.000 5.000 1.320.000.000 3. Listrik e.500. ATK b.000 2.000 750. Air mineral 2 Tenaga kerja a.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3.160.000 12.000 2.000 200.500 100. Cetak modul c.500.000 150.000 10.000 2.000 50.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a. Air d.000 15.000 10.000 2.000 50.000.000 6. Souvenir 4 Pembelajaran a.000 50.000. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.000 10.000 3. Karyawan d.500. Tutor smtr 1 e. Leaflet/brosur b. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000.000. Telepon c. Staf manajemen c. ATK b.000.000 20.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.500.

200.000.500.000 90.500.000 300.235.000 1.000 36.000.000.000 4.000 18.500.000 18.000 4.840.000 67.000 2.000 300.000 300.000 1.000 2.000 300.000 36.000 5.000.000 900.000 8.335.000.000 228.000.000 15.000 1.000 4.000.000.000 15.000 15.000 4.000 1.000 115 .000.000 300.530.000 300.000 1.000.000 10.000.000 300.000 Semester 2 600.000 300.000.000 10.500.000 3.320.000.000 300.955.000 2.000.000 18.000 18.000 300.000.000.000 135.000.000.000.000 300.000 300.000 900.000 900.000 5.000 108.000.920.160.715.000 5.000 135.000.000 15.000 90.200.000.000 1.000 45.000 3.000.000.000 300.000.500.080.960.000 300.565.000 4.000 15.000 3.900.000 900.000 1.000 36.000 375.000 15.200.500.000 1.000 4.000 375.000 189.000.000 5.200.000 193.000 2.000 36.000.000 900.060.000 36.000 18.520.000 4.000 375.000.000 1.500.000 2.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.500.000.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000 4.000 18.000 375.160.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.000 300.000 Semester 2 600.000 2.000.000 300.000 1.000 8.715.000.000 Semester 2 600.200.000 375.000 300.000 154.500.000 900.720.200.000.000 198.000 4.000 375.000 36.000.000 300.

Angsuran Pokok Per bulan c.375 54.382. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a.125 83.5 36 3.6 29.271.528 14.5% 1.423.250.500 79.251.5% 652. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a. Suku Bunga Pinjaman (p.a) Flat d.775.125 50. Tenor (Bulan) b . Suku Bunga Pinjaman (p.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a. Angsuran Pokok Per bulan c. Angsuran Bunga per Bulan 24 2.000 168.114.500 251.132.811.132.000 83. Tenor (Bulan) b . Kebutuhan Modal Investasi b.475.000 168. Modal Kerja Sendiri (35%) b.a) Flat d.936.096.571.250.036.505 14. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a. Modal Investasi Sendiri (30%) b.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .375 171.000 117. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.

115 1.423.306 91.271.528 3.528 3.528 3.423.115 51.115 1.423.516.115 1.944 107.423.115 1.115 1.115 1.833 94.250 85.115 1.232.715.115 1.528 3.528 3.271.423.973.271.528 3.529.423.115 1.083 65.423.331.125 117 .423.389 42.271.115 1.271.423.115 1.115 1.543.115 1.556 62.694 19.423.528 3.271.086.528 3.423.611 68.528 3.271.115 1.271.115 1.423.072.423.167 16.115 1.423.806 32.271.528 3.115 1.115 1.000 114.115 1.423.423.583 6.528 3.278 29.639 13.528 3.423.357.271.271.528 3.115 1.423.139 71.602.111 9.271.271.423.528 3.271.528 117.059.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.528 3.271.115 1.503.423.423.423.528 3.430.159.702.271.271.423.423.528 3.528 3.528 3.778 88.423.271.900.423.528 3.271.528 3.271.271.788.271.115 1.271.271.115 1.423.417.423.028 58.115 1.688.222 22.115 1.528 3.333 35.115 1.861 39.423.271.528 3.750 26. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.258.887.115 1.472 111.271.629.145.775.528 3.528 3.271.528 3.115 1.444 49.245.528 3.423.889 101.271.361 98.528 3.271. Bunga 1.528 3.115 1.115 1.417 104.528 3.423.722 81.423. Pokok 3.528 3.528 3.423.443.528 Total Murni INVESTASI Angs.814.917 45.115 1.972 52.115 1.271.000 Angs.423.271.344.528 3.115 1.801.271.231.194 78.528 3.172.960.500 55.528 3.667 75.986.775.056 3.874.271.271.271.271.423.271.115 1.115 1.615.423.

024.505 2.251.527.263.536 13.251.937 652.251.937 652.094 38.073 29.063 24.251.269.251.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .505 2.937 652.937 652.505 2.042 15.760.505 2.937 652.937 652.251.937 652.125 Angs.505 2.505 2.937 652.772.505 2.937 652.937 652.251.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.083 33.505 2.251.021 6.505 2.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.505 2.568 27.275.036.251.521.754.018.251. Bunga 652.505 2.257.937 652.251.505 2.937 652.784.766.505 2.251.505 2.505 2.937 652.251.010 2.589 36.251.937 652.505 2.505 2.505 2.251.251.515.251.251.937 652.006.557 22.778.503.115 47.937 652.937 652.505 2.937 652.125 51.937 652.251.505 2.937 652.036.251.547 18.052 20.031 11.505 54.505 2.670.505 2.609 45. Pokok 2.526 9.251.599 40.533.505 2.937 652.104 42.251.030.251.516 4.012.937 652.578 31.937 15.251.251.281.509.937 652.620 49.

271.051 100.902.076.033 2.059 5.423.115 16.534.523.762 5.423.033 2.115 29.115 22.396.528 1.051 55.523.523.051 94.927 5.195.423.423.894 5.423.051 116.033 2.051 160.523.350.011.528 1.564 5.076.051 88.523.639 3.242.718.765.523.580.033 2.271.993 5.033 2.051 155.271.806 3.528 1.076.172.111 3.149.076.432 5.051 127.051 144.528 1.672.167 3.076.498 5.694 3.861 5.715.115 32.333 3.076.271.033 2.076.523.663 5.696 5.258.076.051 77.051 61.033 2.051 66.523.033 2.033 2.033 2.523.271.528 1.076.960 5.051 83.986.583 3.076.033 2.057.115 0 Total Murni 171. Pokok Angs.399 5.076.222 3.523.528 1.811.033 2.086.076.423.051 50.076.051 111.523.026 5.125 5.115 13.443.076.033 2.076.033 2.056 3.729 5.033 2.103.271.465 5.051 105.125 66.423.423.531 5.051 166.781.523.033 2.271.076.357.750 3.543.051 72.033 2.597 5.271.523.528 3.033 2.523.873.271.814.523.811.076.076.523.626.523.288.795 5.523.076.051 149.423.051 44.051 122.488.076.076.115 6.523.115 35.033 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.051 39.827.601 119 .828 5.033 2.304.965.919.033 2.629.076.033 2.092 5.076.278 3.271.523.900.528 1.051 133.076.051 138.271. Bunga 171.630 5.523.528 1.115 9.033 2.423.528 1.033 2.366 5.528 1.115 3.423.528 1.523.442.115 26.115 19.528 1.523.523.423.271.271.

000 2. Modal kerja 83.000 198.000 154.505 MODAL KERJA Angs.000 -16.315.604.000 135.077.715.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO. Pendaftaran & bimbingan 150.528 Total Angs.235.150.000 64.150.861 3.585.529.018.235. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.365.000 150.775.000 64.258.258.063 54.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.600.750.715.000 125.333 117.000 388.708 135.000 189.750.000 Angs.000 198.000 78.333 39.400.251.300.269.835. Sewa gedung 64.125 Outstanding 29.835.000 3. Pokok 27.250.250 Per bulan (Rp) 14.565.085.000 189.375 17.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .258. 1 URAIAN Pendapatan a.175.232.LAMPIRAN Lampiran 10c.175.077.382.500 2.000 203.335.238 7.000 154.568 2. Perizinan 1.628.194 42. BOP Jumlah b 83.382.235.565.715.000 b.018.000 14. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.063 27.333 39.125 Angs.000 Jumlah a 168.000 - 64. Biaya operasional 1.375 51. Bunga 17.000 219.065. Bunga 7.000 135.750.132. Lainnya 102.000 267.036.500 Jumlah 2 (a+b) 251.000 388.750.335.132.077.000 203.000 189.788.100.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.375 17. Investasi 1.000 267.670.140.750.600. Pokok 39.000 263.000 64.271.300.500 Surplus/minus -251.238 15.

713.375 66.000 193.000 228.708 238.000 0 0 1.613 17.600.000 193.000 474.912.000 228.715.762 44.912. Pokok 66.000 476.600.000 293.717 56.000 300.715.000 64.276.600.708 - 238.200.057.000 0 0 64.000 474.396 66.125 Angs.853.645.955.000 228.613 24.635.000 474.000 0 0 0 0 193.955.335.000 65.726 AWAL SALDO AKHIR 147.258.000 300.053.335.955.000 180.811.850.000 228.009 56.715.715.000 300.645.750.009 91.000 1.645.077.000 228.100.000 193.750.200.000 228.000 228.715.000 245.000 193.200.396 39.276.715.713.000 193.000 294.000 300.485.000 106.955.955.465.000 300.000 64.189.726 147.000 193.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.335.524.000 474.955.717 56.200.000 121 .781.333 171.524.955.600.189.565.600.000 106.735.600.000 474.366 0 Total Angs.601 TOTAL ANGSURAN 91.715.000 193. Bunga 24.955.000 106.200.955.000 193.902.750.000 179.

000 Biaya Variabel 56.500 227.222.958.980. Biaya operasional b.633 Pendapatan Tetap 121.800.000 422.222.000 774.000 422.636 201.067.050.000 83.861 189.000 419.4% 496.072.613 -45.394.731 37.515.861 159.000 83.000 24.727.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.601 2.280.480.000 40.475.570.150.000 147.962.980.000 268.9% 20.980.927.077.5% 135.625 268.500 29.411.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.279 213.000 66.927.432.000 1.000 655.650.500 29.587.750.945.480.4% 387.500 227.670.613 399.697.697.399 135.000 422.000 40.287.0% Pendapatan sub program Reguler 132.750.636 80.150.613 -12.980.000 83.000 83.550.601 900.172.000 3.900.650. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .000 121.902.462.800.375 506.035.039 23.980.387 251.912.333.860.360 765.708.894 159.625.912.660.000 774. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.000 24.800. Penyusutan d.662.613 17.000 774.893.108 -45.670.818.6% 27.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.613 23.458 Total 178.375 83.500.000 29.000 506.670.144.613 523.633 Intensif 14.

492 482.101.441.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.038 121.582 162.483.000 372.671 221.443.000.177 59.028 291.750.000 319.000 103.000 Jumlah 37.287 Biaya variabel 385.000 437.468.857.000 121.142.386 244.000 643.980.899 206.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.876.899 452.810 121.065.480.513.480.378.850 314.000 Smstr 1 Smstr 2 22.509.618.500.000 602.955.956 292.243.075.411.750.000 126.000.000 197.949 73.480.500.028 412.000 150.494 103.314 506.170.250.858.000 505.784.127 425.931.060.810.000 519.693.126.743 318.443 478.500.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .480.850 435.835.759.207 389.098.734.734.177 121.000 345.545.279 224.000 478.135 529.409.922 212.651.468.000 230.094.038 132.922 295.480.250.480.495 206.100 248.500.354 177.101.835.963.325.889.250.810 147.354 398.784.480.000 121.314 384.000 828.650.000 121.493.480.000 121.000 271.754.480.306.480.135 408.000 726.250.494 121.516.000 1.956 70 30 186.671 767.492 361.000.000 354.582 121.000 121.564 265.750.000 1.284.405 121.000.000 173.480.151.671 337.337.480.266 121.961.564 342.170.127 191.100 271.392.480.202.207 267.417.480.386 365.443 236.671 459.274.000 561.993.722 121.949 121.500.405 44.215.722 88.000 395.722.266 118.000 220.826.000 685.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.304.000 83.000.480.917.000 313.000 121.743 239.

500 251.119.000 774.750.886 251.613 23. Kredit modal kerja e.930. Re-Investasi b.000 66.258.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 655.000 774.108 83.382.000 69.8 2.500) 168.000 54.602.000 -97.447.475.644.276.350.475.382.500) 27% 1.000 655.126 244.396 24.382.949) 0.132.836 212. Biaya operasional d. B/C ratio.912.613 451.8734 213.286.483.750.382.000 83. Angsuran pokok e.287.250.5% PBP (semester) 1 (251.447 (257.750.308.800.000 774.500 353.032.800.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.398 174.036.8162 256.570.000 655.330.894 586.000 387.125 353.469.893.077.800.892 422.650.912.316.500) (251.276.8 tahun 0.666.396 24.196. Biaya investasi a. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.894 188.382.000 66.883 -14.000 251.375 117. Pendapatan b.106 69.650.997 (44.063.382. Kredit investasi d.650. Biaya bunga bank f.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 353.602 460.571.644. NPV dan PBP DF 14.9345 -6.500 (251.000 69.280.117 411.009 -6.455.333 17.775.414.009 359.463.475.108 572. Biaya modal kerja c.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.302.500 290. Dana sendiri c.947) 0.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.272 314.660.000 79.000 39.375 37. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.670.009 -97.

132. B/C ratio.602 460.102. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.981.396 24.000 39.894 141.500) 16% 1.125 332.894 586.250.266.749.396 24.8162 218.477.500) 168.000 69.276.500 332.613 451.276.509 -27.009 359.660. Dana sendiri c.000 728.5% PBP (semester) 1 (251.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.670.106 69.000 83.000.333 17.912.266.382.000 54. Angsuran pokok e.995. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.751 120.00 251.509 -118.500 387.6 tahun 0.077.941.375 37.223.852.650. NPV dan PBP DF 14.772 267.235.405.405.626 204. Biaya bunga bank f.266.330.570.109) 0.9345 -25.280. Pendapatan b.119.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.5 2.000 728.000 616.382. Re-Investasi b.194 251.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14. Biaya operasional d.883 -74.892 422.552 (98.245.650. Biaya investasi a.571.500 616.557) 0.463.500 332.609 (277.000 728.000 79.650.000 -118.316.258.036.663.988.117 411.613 23.398 67.500) (251.775. Kredit investasi d.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.8734 178.312.312.000 66.108 44.723.912.000 69.405.312.382.500 251.710 rupiah 125 .246. Biaya modal kerja c.302.930.382.893.852. Kredit modal kerja e.108 572.500 616.852.500 290.000 66.375 117.382.382.500 (251.

478 (107.000 54.847.250 387. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.650.333 17.375 37.122.316.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .750 328.387.904 105.000 66.125 328.382.500 720.375 117.000 69.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14. Biaya modal kerja c.000 83.4 2.384. Kredit modal kerja e.259 -31.398 49. B/C ratio.731.847.930.330.00 251.912.233.500 720.650.302. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000 69.564.132.992) 0.500) (251.276.117 411.500 290.670.912.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.382.009 359.5 tahun 0.731.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.399.500 251.108 37.108 572. Biaya operasional d.250.564.387.382.500 328.602 460.382.894 586.750 609.276.545.261.570.382.8162 212.155.396 24.198.571.847.500 609.258. Kredit investasi d.000 79.000.775.538.036.912 251.500) 168.731.613 451.106 69.9345 -29.396 24.500) 14% 1.5% PBP (semester) 1 (251. Biaya investasi a.564. Re-Investasi b. Dana sendiri c.280.970 (280.522 260.000 720.405.382.000 -122.750 609. Biaya bunga bank f.077.8734 173.392 422.894 134.650. Angsuran pokok e.119.470) 0.383 -84.463.500 (251.660.247. NPV dan PBP DF 14.613 23.893.841.790. Pendapatan b.000 66.876 198.000 39.259 -122.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.276.

918.451.500 (102.000 79. Kredit investasi d.500) (251.000 655.396 24.437.912.108 613.750.611 (287. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.618.276.613 483.817.571.775.5 tahun 0.000 774.382.475.9345 -36.750.428.710.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a. Biaya modal kerja c.782.500 75.500) 168.028 276.8734 182.700 -130. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.077.408 42.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5.475.375 117.709 -38.382. B/C ratio.258.00 251.965.500 251.174.660.371.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.300 66.475.894 630.131) 0.500 353.276.709 392.848.598 -45.800.859.500 316. Biaya operasional d.083 -190.305.709 -232.132.8162 225.801.688. Biaya bunga bank f.917 446.687 120.200 66.750.980 (104.500.300 39.500) 16% 1.000) (102. Dana sendiri c.298. Pendapatan b.512.405.000 102.893.800.912. Re-Investasi b.000 774.5% PBP (semester) 1 (251.323.000 774.405.036.111) 0.000 655.382.613 23. Angsuran pokok e.333 17. Biaya investasi a.000 83.626 209.5 2.500 75.625.592 460.000 54.400.375 37.700 422. NPV dan PBP DF 14.402 498.382.396 24.125 353.079 rupiah 127 .5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.000) (251.250.886.139.918.037.806 75.557 353.400.800.382.451.918.194 144.344.000 655.000 353.400. Kredit modal kerja e.

117 450.800.894 635.883 -198. NPV dan PBP DF 14.548.009 -42.009 395.000 774.106 76.912.475.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .602 502.923.500) 14% 1.000 39.077.892 464.750.000 -133. Re-Investasi b.059.308.000 353. Dana sendiri c.750.500 (102.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.382.894 139.132.9345 -39.637.276.597.500) (251.475. B/C ratio.126 205.000 102.125 353.912.500) 168.037.000 76.4 2.800.382.000 76. Angsuran pokok e.500 251.000 426.051.398 -59.613 487.669.475.024.400.000 655.400.375 117.382.448.615.5 tahun 0. Biaya bunga bank f.000 251.893. Pendapatan b.529.036.000 54.615.250.000 66.000 655.725.009 -236. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.327.937.707) 0.258.775.168.382.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968.276.000 66.220.000 774.396 24. Biaya investasi a.112.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.500 353.000 774.615.382.108 37.400. Biaya modal kerja c.8162 222.000 655.375 37.000) (251.613 23. Biaya operasional d.500 319.000) (102.202.8734 179. Kredit modal kerja e.5% PBP (semester) 1 (251.750.333 17.108 618.251. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.311.000 79.796) 0.502.296 (291.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.782.619. Kredit investasi d.728 272.187 353.571.549.660.000 83.800.893 110.089 (111.396 24.

202 473.00 251.400.077.739.159) (119.500) 168.954 rupiah 129 .197.100 39.911 135.500 (251.912.333 17. Re-Investasi b.382. Kredit investasi d.376 212.400 66.500 71.416.077.739.100 66.5 2.900 (119. Kredit modal kerja e.036.150 399. Biaya investasi a.132.046.396 24.382.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.987.798 81.276.727.083) 0.556. Biaya bunga bank f.930 251.250.077.857.015.500 636.750 342.500 751.6 tahun 0.396 24. Dana sendiri c. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.258.208 50.500) (251.077.382.782.750 636. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.382.912.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.058.909 370.500 298.613 23.981) 0.500.870.500 251.8734 186.086.382.090.9345 (26.500) 18% 1.8162 227. Pendapatan b.033.870.870.000 79.010.000 54.102 (91.350. Biaya modal kerja c.775.545.916.006 71.482. B/C ratio.988.583) (277.276.5% PBP (semester) 1 (251.046.660.750 636.500 751.018.345.944.000 751.375 37. NPV dan PBP DF 14.783 -68.994 150.739. Biaya operasional d.893.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.556.500 342.292 435.500 71.571.422 278.108 586.159) -27.000 83.987.375 117.613 461.469. Angsuran pokok e.125 342.556.894 601.717 423.382.

200 403. Dana sendiri c. NPV dan PBP DF 14.200 66. Biaya modal kerja c.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.520.800 39.571.547.000 743. B/C ratio.912.327.375 37.382.036.000 743.083.000 743.700.500 301.991) 0.965.180.375 117.613 465.000 83.382. Pendapatan b.590.276.903.336.500 339.4 2.382.306 72.333 17.276.382.500 (251.808.800 66.200 (126.436. Kredit investasi d.179.798.108 590.500) 14% 1.9345 (32.8162 217.278 251.077.570.554.258.912.520.382.137 (107.382.128) 0. Biaya bunga bank f.572. Biaya operasional d.908 38.000 629.092 439.402 477.126 202. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.660.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .132.775.917 426.891.000 72.396 24.392.436.000 339.072.209) (126.500) (251.808.520.209) -34.000 54. Angsuran pokok e.336.336.000 629.436.576.598 50.00 251.8734 176. Biaya investasi a.251.237.250.5 tahun 0. Re-Investasi b.808.209 374. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.396 24.000.000 629.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.500) 168.893.472 266.628) (284.000 72.894 606.269 110.500 251.516.929.083 -87.991.009.125 339.000 79. Kredit modal kerja e.5% PBP (semester) 1 (251.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.180.694 137.613 23.

602.Lampiran 21.0% (58.859.627) 16.0% 14.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.6% 1.410) 16% 1.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .790.54 LAYAK 4.873) 14% 1.954 17.079 15.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.710 (2.308. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.44 TIDAK LAYAK 3.782.0% 16.7% 1.873) 14% 1.223.0% 5.5% 67.0% 1.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.54 LAYAK 4.0% 14.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.0% 14% 1.0% (968.0% (58.782.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.0% 100.954 18% 1.

070046728 1.0000 1.0700 1.5% 114.0700 1.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1.3110 1 0. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .5% 1..070046728 1. 2 .0% 1.2252 1.8162 0.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.5% 114.5% 114..5% 4 1 14.070046728 1.1450 1. 2 .9345 0.8734 0.5% smtr 2 2 1 14.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.5% 114.

070046728 1.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.145 1.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.543720002 0.070046728 1.145 1.070046728 1.622559402 0.5011 1.070046728 1.6662 0.581805809 0.145 1.5% smtr 2 6 1 0.4029 1.145 1.9680106 0.7128 0.145 8 1 0.145 1. 2 … n = = 0 14.070046728 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.145 10 1 0.145 1.070046728 1.839181925 1.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.6063 1.508127344 133 .5% 114.718786551 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful