Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK

)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

KOMODITAS JASA BIMBINGAN BELAJAR

baik karena kendala teknis. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu dan bekerjasama serta memberikan masukan selama penyusunan buku lending model. Bagi pembaca yang ingin memberikan kritik. UMKM masih memiliki kendala. dalam rangka menyediakan rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap UMKM serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. Bank Indonesia telah menghasilkan 112 judul buku pola pembiayaan komoditi pertanian. masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank. pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. Di sisi lain. Dari sisi pengembangan usaha. misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan. Sampai saat ini. Dari sisi pembiayaan.go. Dalam upaya menyebarluaskan lending model tersebut kepada masyarakat maka buku pola pembiayaan ini telah dimasukkan dalam website Sistem Informasi Terpadu Pengembangan UKM (SI-PUK) yang terintegrasi dalam Data dan Informasi Bisnis Indonesia (DIBI) dan dapat diakses melalui internet di alamat www. ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai. Namun demikian. misalnya keterbatasan akses informasi ke perbankan. Sehubungan dengan hal tersebut. maupun kendala non teknis.id.bi. maka menjadi kebutuhan untuk penyediaan informasi pola pembiayaan untuk komoditi potensial tersebut dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (Lending Model). saran dan masukan bagi kesempurnaan buku ini atau ingin mengajukan pertanyaan terkait dengan buku ini dapat menghubungi: i .KATA PENGANTAR Usaha Mikro. industri dan perdagangan dengan sistem pembiayaan konvensional dan 30 judul dengan sistem syariah.

Direktorat Kredit. Jakarta. Thamrin No. (021) 381.8922 atau 381. M. November 2010 ii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . BPR dan UMKM Biro Pengembangan BPR dan UMKM Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Jl.H.8951 Besar Harapan kami bahwa buku ini dapat melengkapi informasi tentang pola pembiayaan komoditi potensial bagi perbankan dan sekaligus memperluas replikasi pembiayaan terhadap UMKM pada komoditi tersebut.2 Jakarta Pusat Telp. (021) 351.7794 Fax.

065. Investasi b. Modal kerja 5 Perkreditan a.000 Rp. target siswa 60 orang . Jenis kredit c.250. Reguler. target siswa 144 orang b. kelas 7.5. target siswa 48 orang 10 semester atau 5 tahun 32% milik sendiri dan franchisor dan 68% kredit bank Kredit Investasi Rp. Sub Program a.500 SMP dan SMA Perorangan/swasta Perseroan Terbatas dengan system waralaba Uraian Bimbingan belajar untuk siswa sekolah umum SD iii .RINGKASAN POLA PEMBIAYAAN LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR No 1 2 3 4 Unsur Pembiayaan Jenis usaha Pemilik Bentuk usaha Dana yang diperlukan a.83. Sumber dana b. kelas 4. Suku bunga per tahun f.168. Plafon kredit d.8.6.132.Strata SMP. Reguler. Pembayaran angsuran pokok dan bunga 6 Kelayakan usaha a. Sub Program a.000 6 semester atau 3 tahun Suku bunga pasar 14.5% efektif/menurun Semester Rp. Jangka waktu kredit e. Intensif. kelas 6. Umur proyek b.Strata SD. Program Bimbingan Belajar .149.

Sub Program intensif d. target siswa 16 orang c.000/siswa b. BEP -12. Intensif : .Kelas 12 IPS.Strata SMA.9.Rata-rata/semester . Jangka waktu bimbingan per sub program a.Rata-rata/tahun . Total target siswa thn ke-3 352 siswa proyek . Reguler.750 Rp.Tahun 2 .400.378.Total 5 tahun h.11. Reguler b.1.000 per siswa per semester f. Sumber pendapatan usaha a.Kelas 12 IPA. Surplus pendapatan .125. kelas 10.Tahun 1 .9% 20. target siswa 24 orang .125 iv POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Biaya Bimbingan Rp. Intensif.250.063.1.6% 23. Intensif 2 semester atau 1 tahun 1 semester menjelang Ujian Nasional 216 siswa 136 siswa e.54. Profit margin .Rata rata/bulan g. target siswa 36 orang .378.750 Rp.No Unsur Pembiayaan Uraian b.000 s/d Rp. kelas 9.4% Rp. Sub Program a.Sub program Reguler . target siswa 24 orang b.54. Uang pendaftaran Rp.

Penilaian 7 Analisis sensitivitas a. masing-masing 4%.IRR Rp.Menurut nilai Rp . Penerimaan b.308.187.Menurut Siswa . Biaya operasional c.261. 2.5% .NPV pd DF 14.580 .306.BEP tarif bimbingan Rp/siswa/tahun i. Kriteria kelayakan . Penerimaan dan biaya operasional Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun sampai 7% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan naik sampai 10% Tidak layak dilaksanakan jika penerimaan turun dan biaya operasional naik.5% 1.PBP .176 Rp.8 .8 tahun Layak dilaksanakan v . 67.No Unsur Pembiayaan .433 27% Uraian Sub progam Reguler 90 siswa Sub Program Intensif 50 siswa Rp.2.Net B/C ratio pd DF 14.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

.................. BAB I BAB II PENDAHULUAN .......... 4......................................................................................................... 2. 4.......1.......................................... Aspek Pemasaran ..................1.......................................................................4....................2..... Jalur Pemasaran ...................................................................4................... Profil Usaha .....2........ DAFTAR TABEL ..................................................................................................1..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .............................................................................2........ Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran ........... 4................. 4........4............................................................ DAFTAR GAMBAR ....... Prasarana ................................................2.2..............................................................1................... Hal i iii vii ix x 1 9 13 13 22 BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3.......1.............2............................................... Pola Pembiayaan ............ Aspek Pasar ............................... Perizinan . 4...................................... Pembiayaan Bank .... Staf Pengajar .................2............4. Biaya Bimbingan .... DAFTAR ISI ......... 3..............................................................3.....................2........................ Pembiayaan Sistem Franchise/Waralaba ........................................2.............................. 27 30 30 31 33 34 38 40 40 41 43 vii .............. PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2.................................................1..... 2. 4...................................................... Program Bimbingan .. Sarana ............ BAB IV ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4............................................... Lokasi Usaha ..2....3........ 3. RINGKASAN ................ 2.............. 3...

......4.......8.....................................................................................1............................................ Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman ...1....................... Komponen dan Struktur Biaya ..............................7........... 6......................1...................8 Pembiayaan oleh perbankan ............ Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar . 7........................ 7.................................................1 Pemilihan lokasi lembaga bimbel ...2 Anggaran pendidikan ...................................................5........6...2 Standar minimal yang diperlukan untuk mendirikan Lembaga bimbel ............................................................................ BAB VI ASPEK EKONOMI.............. Proyeksi Arus kas dan Kelayakan Usaha .......................1 Faktor-faktor Eksternal ... 7....................... 7........................2...........................2...3 Kebijakan pemerintah ....................... Biaya Investasi . 7... 5.......... 7............. 5....1.... Analisa Break Even Point (BEP) ........... 7.... 45 47 51 51 53 53 54 56 59 61 65 67 69 69 69 70 70 71 72 72 73 73 73 74 viii POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .. 5......... 5......... 5...................2 Faktor-faktor Internal ................BAB V ASPEK KEUANGAN 5......................... BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7....................................... 5......................... 7.......1...1 Pendapatan masyarakat ........... Biaya Operasional ..1....... 5.......................1.................6 Kaitan dengan usaha lain ..1.......3. 7.. 7....4 Peraturan pemerintah ................................ SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6......................2.......................... 5... Produksi dan Pendapatan Usaha ....... 7............ 5....1....................5 Kesenjangan meraih pendidikan ....................2..... Analisis Sensitivitas .......................... Aspek Ekonomi dan Sosial ...7 Persaingan ...1..1..........................2......... Proyeksi Laba/Rugi ........ Dampak Lingkungan .............3.............3...........

............................................................................. Saran ............2.2...........................................................................3 7................ Hal 11 17 24 58 ix .............................................................................................. DAFTAR PUSTAKA ...........5 Pemasaran .....................................................................1. 8.................... Gambar 3 Prosedur Kredit di Bank BRI ..........7..................... Kesimpulan .4 Kemitraan ........................... 75 76 77 79 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8............. Gambar 4 Grafik BEP .......................... Gambar 2 Foto salah satu gedung lembaga Bimbel ......................... 7..............................2.... DAFTAR LAMPIRAN ..............................................................................................................................................3 Kualitas pengelola dan manajemen .... Faktor Kritis Bagi Lembaga Bimbel .............................2........................................ 7...................... DAFTAR WEBSITE ............ 83 85 87 88 91 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel ................................

.................................................... 52 Proyeksi Rekap Biaya Operasional Lembaga Bimbel ................................... 48 Biaya Bimbingan Belajar per Semester ..................... 56 x POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . 54 Proyeksi Laba Rugi Lembaga Bimbel ............... 6 9 4 Hal Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ....................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Penyebaran Lembaga Bimbel Menurut Provinsi....................... 42 Jumlah Siswa Peserta Bimbel ... Tabel 2 Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ...................................... 49 Proyeksi Pendapatan Lembaga Bimbel .................................................................................. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) ..................... 12 Biaya jasa bimbingan ..................................................................................... 53 Proyeksi Pembayaran Pinjaman Lembaga Bimbel .... 31 Program Pembelajaran dan Materi Belajar .... 51 Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel ................................................................. Tabel 3 Tabel 4 Table 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Materi Belajar di lembaga Bimbel ...................... 55 Data untuk perhitungan BEP ............................................................

pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional. mengembangkan profesi dan atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. bekerja mencari nafkah. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan. Bimbel terkenal sebagai lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Berdasarkan UndangUndang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Pengakuan pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin. Bimbingan Belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel. Dalam ayat disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah. kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri. keterampilan. Penyelenggaraan Bimbel bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD).BAB I PENDAHULUAN Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. Keberhasilan lembaga Bimbel mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan belajar merupakan 1 . sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas No. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Bimbel adalah suatu lembaga PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. termasuk salah satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tersebut. Pada awal pendirian di tahun 1970-an. standar kompetensi. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Excecutive Class dan Royal Class (Kompas. Asyik. Program Bimbel ini berkembang lebih jauh dalam arti program pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. yaitu program-program belajar untuk siswa-siswa SD. 2 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Rp. tetapi sudah berkembang menjadi lembaga Bimbel dengan program bimbingan yang lebih variatif. dan Menyenangkan. Siswa di Bimbel tersebut mengikuti program sejak memasuki kelas 12 hingga menjelang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).8.com). Timbulnya lembaga Bimbel didorong juga oleh adanya peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. yaitu system pembelajaran melalui internet atau bimbingan belajar online. Lembaga Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbel Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple.5 juta dan Rp. Bimbel Gama UI dengan metoda Brilliant Solution. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ada Bimbel yang menawarkan program bimbingan multimedia.1 juta.6 juta. R = rational) . SMP dan SMA secara regular. Program tersebut ditawarkan masing-masing dengan harga Rp. Bimbel Teknos Genius dengan metoda belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan edutaintment.4. A = applicable. M = mind.3.PENDAHULUAN salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek dimasa datang. Bimbel GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu Gampang. intensif dan private. Bimbel Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) di Salemba Jakarta Pusat mengadakan sejumlah program yang dinamakan Standard Class. Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga Bimbel di kotakota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkenal.

2. kiat-kiat belajar di perguruan tinggi dan informasi seputar perguruan tinggi. Disamping itu pendirian lembaga Bimbel menjadi menarik dan menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya system bisnis waralaba (franchisee). Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya. Belajar di bimbingan belajar tidak sekedar berupa materi pelajaran semata. antara lain Bimbel Teknos Genius. Bimbel Primagama. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah. 4. Menurut Bayu Sapta Hari (detik. Super Bimbel GSC. Bimbel Gama UI. 3 . Kemampuan guru yang terbatas. tetapi juga disampaikan tentang kiat-kiat belajar efektif. 3. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Sudah ada sejumlah lembaga Bimbel terkenal menawarkan bisnis waralaba kepada investor yang ingin berbisnis di sektor pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan atau bimbingan belajar. Sony Sugema College dan lain-lain.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar Bimbel yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing Bimbel saling bersaing dengan menawarkan berbagai metoda dan program pembelajaran. Persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di perguruan tinggi memaksa para siswa untuk mempersiapkan diri secara ekstra. Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri. Tujuan siswa mengikuti bimbingan belajar adalah untuk masuk perguruan tinggi negeri karena biayanya lebih murah dibanding dengan perguruan tinggi swasta.com) banyak siswa yang dengan antusias mengikuti bimbingan belajar antara lain karena : 1.

3. tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1. Tabel 1 : Penyebaran jumlah lembaga Bimbel menurut provinsi.06 1.67 18. Jumlah lembaga Bimbel yang tercatat di Dinas pendidikan Kabupaten/Kota adalah Bimbel yang telah memiliki izin operasional dan memiliki NILEK. 2. Berdasarkan informasi multimedia. 4. Provinsi DKI Jakarta Jawa barat Jawa tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Nangroe Aceh Darulsalam Jumlah 37 203 113 19 205 15 % 3.26 17. Secara statistik jumlah Bimbel yang beroperasi tidak diketahui secara pasti karena tidak semua lembaga Bimbel melaporkan kegiatannya atau meminta izin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota. namun jumlah lembaga Bimbel yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang diberikan masih.62 Jumlah 1 2 % 0.32 No 17 18 19 20 21 22 Provinsi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Bali 2 17 0. Pada tabel 1 dicantumkan jumlah Bimbel ditiap provinsi di seluruh Indonesia yang telah memiliki izin dan NILEK dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.18 4 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . baik lembaga Bimbel Franchisor maupun lembaga Bimbel franchisee.18 7 0. sehingga terbuka juga kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya.09 0. 6.18 1.kecil.89 9. dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai memberikan kredit kepada lembaga Bimbel.96 1.50 2 0.PENDAHULUAN Pengembangan Bimbel-Bimbel baru tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja. 5.

Jambi 11.70 0. Sumatera Selatan 12.26 2.16%. Kalimantan Selatan 16.94 3.79 1.04% tersebar di provinsi-provinsi lainnya. Kalimantan Barat 14.09 0.32 9. Kepulauan Riau (87 lembaga).50 0.23 0.09 0. sisanya tersebar diseluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah terbanyak di provinsi Sumatera Selatan (106 lembaga).82 100 10.09 7.09 1.50 1. Sumatera barat (43 lembaga) dan Sumatera Utara (41 lembaga) atau total sebesar 29.35 1. sisanya 20.67 0. Provinsi Sumatera Utara Sumatera barat Riau Jumlah 41 43 17 15 106 54 17 4 22 37 % 3. 9. Kalimantan Timur Jumlah Sumber : www. Lampung 13. Lampung (54 lembaga). 8.135 % 0.8%.26 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Provinsi Nusa tenggara barat Nusa tenggara Timur Papua Bengkulu Maluku Utara Bangka Belitung Gorontalo Kepulauan Riau Sulawesi Barat Banten Jumlah 8 1 1 14 1 8 1 87 3 32 1.70 0.76 1. jadi jumlah lembaga Bimbel di provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatera 79. diolah Pada tabel 1 terlihat bahwa jumlah lembaga Bimbel yang tercatat sekarang ini bertumpuk di pulau Jawa yaitu sebanyak 577 lembaga atau 50.net. 5 .61 3.34 4.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No 7. Kalimantan Tengah 15.96%.info kursus.

76 20. 11.22 9.73 100. Tabel 2 : Jumlah Bimbel di Jabodetabek tahun 2009 (yang memiliki izin dan NILEK) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Provinsi DKI Jakarta Kabupaten Bogor Kota Bogor Kota Depok Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kabupaten Bekasi Kota bekasi Jumlah Sumber : www. Sisanya 10.54% lembaga belum memiliki izin.PENDAHULUAN Pada tabel 2 disajikan jumlah Bimbel yang berada di daerah survey.00 Berdasarkan hasil survey tahun 2007 yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas terdapat 13.35%) telah memiliki izin operasi.07 20.45% dari jumlah seluruh Indonesia.32 17. Berdasarkan tabel tersebut di Jabodetabek terdapat 164 lembaga Bimbel atau 14. yaitu Jabodetabek.446 lembaga kursus yang tersebar di seluruh Indonesia. kota depok dan kota Bekasi.22 7. ternyata ada di 3 wilayah yaitu kota Jakarta.207 lembaga (83.56 1.20% lembaga sedang dalam proses mengurus izin dan 6.net. Penyebaran jumlah Bimbel di ketiga kota tersebut sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar di ketiga kota tersebut. Dari data jumlah lembaga kursus yang memiliki izin tersebut dapat diketahui bahwa 6 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Prosentase terbanyak sebesar 63 %.12 1. diolah Jumlah 37 2 16 33 2 12 28 34 164 % 22.info kursus.

yaitu 1. Sedangkan jumlah Bimbel seluruhnya diperkirakan sebanyak 1.13%. Penertiban ini disebabkan karena banyaknya lembaga Bimbel yang terlibat manipulasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT). Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan melakukan penertiban Lembaga Bimbel yang saat ini bertebaran di seluruh Indonesia. namun berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas dapat diperkirakan sebagai berikut: jumlah peserta kursus yang masih sekolah diasumsikan sebagai siswa peserta Bimbel yang jumlahnya adalah 955. Dibandingkan dengan jumlah siswa-siswi yang bersekolah. Jumlah siswa peserta Bimbel juga tidak diperoleh data yang akurat. Artinya potensi siswa-siswi peserta Bimbel masih cukup besar.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar jumlah Bimbel adalah sebesar 10.88%. 7 .135 ada NILEK dan 227 lembaga yang belum memiliki atau sedang mengurus izin. jumlah siswa-siswi peserta Bimbel tergolong kecil.863 siswa-siswi atau 70. Lembaga Bimbel yang memanipulasi dan menipu siswa ini hamper semuanya tidak terdaftar di KEMENDIKNAS bahkan tidak memiliki NILEK yang merupakan mekanisme control kursus dan pelatihan yang dilakukan oleh Mendiknas.362 lembaga.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Geografi. IPA. Ekonomi. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga Bimbel adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 3. Bimbingan belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih meningkatkan hasil belajar. bhs Inggeris.1. 4. belajar merupakan interaksi antara keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. PPKn Matematika. Dimyati dan Mudjiono (2006). PPKn Matematika. 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Materi pembelajaran Matematika. 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10. PPKn. keterampilan motorik. Biologi. Sosiologi. Fisika. keterampilan intelek. Profil Usaha Menurut Dr. Bhs Indonesia. Bhs Indonesia Sumber : Data primer 9 . IPS Matematika. 5 SD kelas 6 SMP kelas 7. Bhs Inggeris. Bhs Inggeris Matematika. Biologi.BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2. Bhs Inggeris. Bhs Inggeris. Bhs Indonesia. agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi. bhs Inggeris. Matematika. Biologi. Fisika. IPA. Biologi. Fisika. Kimia. Tabel 3 : Materi belajar menurut strata dan kelas di lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 7 Strata & Jenjang kelas SD kelas 3. Bhs Indonesia. Bhs Inggeris Matematika. IPA. Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal. Kimia. Fisika. sikap dan siasat kognitif.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh semua Bimbel. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) tidak semua Bimbel memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbel memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD. Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga Bimbel bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat subsidi dari pemerintah, tetapi murni atas inisiatif masyarakat yang menginvestasikan uangnya disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga Bimbel sesungguhnya adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga Bimbel menciptakan berbagai program pembelajaran dengan pengembangan metoda belajar yang exclusive; Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini, lembaga Bimbel dengan sistem franchise memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan bagi lembaga Bimbel cabang franchise adalah semua program pembelajaran, kurikulum, metoda pembelajaran dan materi belajar disediakan oleh franchisornya; Sebagian dana investasi juga disediakan oleh franchisor. Keunggulan lainnya yaitu franchisor melakukan pelatihan khusus bagi calon-calon tutor, sebelum mengajar dan pelatihan regular selama menjadi tutor. Organisasi dan manajemen lembaga Bimbel sangat sederhana, fleksible dan struktur organisasinya tergantung kesibukan masing-masing lembaga (cabang). Secara lengkap organisasi lembaga Bimbel terdiri dari Manajer Cabang atau Direktur, Bagian Akademik, Koordinator Marketing, Bagian Administrasi, Bagian Keuangan, yang masing-masing dijabat oleh satu orang. Di masing-masing bagian dapat dibantu oleh 1 – 2 orang staf tergantung dari banyaknya kegiatan lembaga. Di bawah jenjang Direktur juga ada Kelompok Pendidik yang biasa disebut Tutor/ Tentor/Instruktur yang jumlahnya tergantung pada jumlah siswa peserta kursus,

10

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

jumlah jenjang kelas sekolah umum dan jumlah sekolah yang dilayani. Untuk lembaga Bimbel yang statusnya merupakan kantor cabang atau cabang franchisee, manajemen organisasi yang diatas Direktur terdapat Koordinator Wilayah yang menangani cabang-cabang dalam wilayah Administrasi Kabupaten/Kota. Secara rinci Bagan Organisasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 1 : Struktur Organisasi Lembaga Bimbel

DIREKTUR

Akademik

Administrasi

Keuangan

Marketing

Tutor/Tentor/Instruktur

Status kepemilikan lembaga Bimbel bisa perorangan atau yayasan, status kantor adalah cabang franchisee, sedang status usaha adalah Perseroan Terbatas (PT) baik perorangan mapun franchisee. Lembaga Bimbel terkemuka seperti Primagama, Gama – UI, Teknos Genius dan lain-lain adalah franchisor yang memiliki cabang-cabang hampir diseluruh Indonesia sebagai franchisee dengan status usaha adalah PT dan status kantor adalah cabang franchisee. Disamping cabang franchisee, juga lembaga Bimbel yang berstatus yayasan juga memiliki cabang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak lembaga Bimbel cabang franchisee.

11

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, ratio Peserta/ pendidik, yaitu antara 15 – 20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100 orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga Bimbel jumlah siswa tersebut sebenarnya terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, jumah siswa per kelas/tutor adalah 8 – 10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan anaknya di suatu lembaga Bimbel. Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga Bimbel adalah siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga Bimbel ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih banyak Bimbel melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil lembaga Bimbel juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbel disajikan pada tabel 4. Tabel 4 : Jenjang kelas dan proporsi jumlah siswa peserta No 1 2 3 4 5 6 7 Jenjang kelas SD kelas 3 – 5 SD kelas 6 SMP kelas 7 – 8 SMP kelas 9 SMA kelas 10 – 11 SMA kelas 12 IPA SMA kelas 12 IPS Proporsi siswa peserta 19% 27% 15% 31% 4% 4% 0 8% Proporsi/jenjang 46% 46%

Sumber : Data primer

12

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Pembiayaan Sistem Franchisee (Waralaba) Franchisee dalam bahasa Inggeris berarti hak monopoli. sudah dapat mencapat target jumlah siswa 55 orang.2. yaitu untuk tingkat akhir seperti kelas 6 SD. Pola Pembiayaan 2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada umumnya target bimbingan dari semua lembaga Bimbel relatif sama. 2. laba = untung”. Lembaga Bimbel tersebut juga sudah dapat melaksanakan try out untuk kelas 6 SD di 10 SD yang diikuti oleh 1000 siswa.2. yaitu 45 siswa SD dari 7 sekolah. karena sesuai dengan definisinya (Wikipedia 13 .1. lembaga Bimbel yang baru dibuka satu semester dalam tahun 2010. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai waralaba yang berarti lebih menguntungkan ”wara = lebih. menjelang UN 2010. Jadi franchisee atau waralaba adalah suatu sistim dalam bisnis perdagangan bersifat monopoli. Franchising dari bahasa Perancis artinya untuk kejujuran atau kebebasan. Berdasarkan penelitian. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA adalah: • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses Ujian Nasional (UN) • Diterima di sekolah favorit untuk siswa SD dan SMP • Lulus SNM-PTN dan diterima di PTN untuk siswa SMA Sedangkan untuk kelas-kelas sebelumnya (dibawahnya) target bimbingan adalah : • Peningkatan prestasi studi/akademik siswa di sekolah • Sukses ulangan harian • Sukses pada ujian semester • Sukses pada ujian kenaikan kelas Menurut informasi dari Diknas dan lembaga Bimbel. 5 siswa SMP dari 2 sekolah dan 5 siswa SMA dari 2 sekolah. perkembangan jumlah siswa peserta bimbingan belajar setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 10 – 20%.

Franchisee atau penerima waralaba atau terwaralaba. yaitu badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kekayaan intelektual (HAKI) kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki. adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan (menerima) hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. Dari uraian diatas menurut Evi Sulistiowati ( Bank BRI. Ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam sistim bisnis waralaba adalah sebagai berikut : 14 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan (franchisee) untuk melaksanakan bisnis dengan merek. nama. prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. Tonggak kepastian hukum bagi waralaba di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 42 tahun 2007 tentang waralaba. yaitu penerima waralaba tidak sekedar menjadi penyalur. ensiklopedia bebas) waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan berdasarkan perjanjian dari franchisor. dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. 2. namun memiliki hak untuk memproduksi produknya. Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal tahun 1950-an. Pada tahun 1970. 16 tahun 1997 tentang waralaba. kemudian dirubah dan diganti dengan PP No.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN bahasa Indonesia. Pemerintah Indonesia menetapkan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. Menurut Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) waralaba adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir. 2007) didalam usaha waralaba terdapat dua pihak yang terlibat didalamnya. sistim. yaitu : 1. berkembang sistem pembelian lisensi plus. Franchisor atau pemberi waralaba atau pewaralaba.

Peraturan Pemerintah RI No. Pihak penerima waralaba pada umumnya akan mendapatkan bantuan atau asistensi mulai dari pemilihan lokasi. yaitu : 1. Pemberi waralaba menawarkan sistem yang komplit dan komprehensif bagaimana menjalankan bisnis. UU No. 5. sehingga bias menciptakan seseorang yang sebelumnya belum terlatih dan belum paham tentang bisnis menjadi terampil dalam bisnis. 16 tahun 1997. mendirikan 15 . 44 tahun 1997. 31/M-DAG/ PER/8/2008 tentang penyelenggaraan waralaba Keputusan menteri Perdagangan RI No. 2. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang. tentang waralaba Peraturan Pemerintah RI No. 12/M-DAG/PER/3/2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang ketentuan tatacara penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW). lisensi tersebut memberikan hak kepada penerima waralaba untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang pemberi waralaba secara lengkap.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 1. Pemberian lisensi oleh seseorang atau badan kepada pihak lain perorangan atau badan. Waralaba jenis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. 3. Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia (APWINDO) 2. bisnis waralaba di Indonesia juga telah memiliki beberapa asosiasi yang merupakan wadah organisasi pendukung dalam membantu kelancaran bisnis waralaba. 7. 15 tahun 2001 tentang Merek UU No. Asosiasi Franchisee Indonesia (AFI) Jasa pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya lembaga Bimbel merupakan salah satu potensi jenis Waralaba Format Bisnis (lihat contoh pembiayaan sistim waralaba dibawah ini). Waralaba & License Indonesia (WALI) 3. 14 tahun 2001 tentang hak paten UU No. 2. 4. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. tentang kemitraan Disamping perlindungan hukum. pelatihan personalia. 3. 6.

Ketua Komite tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. bergantung pada jenis waralaba. Pewaralaba melakukan pelatihan. Bimbel Gama UI dll. Semua fasilitas yang akan diberikan atau yang harus diberikan oleh pewaralaba kepada penerima waralaba harus diperjanjikan terlebih dahulu. Royalty fee adalah jumlah yang dibayarkan secara periodik yang merupakan presentase dari omset penjualan. Bimbel Primagama. Franchisee fee dibayar untuk satu kali (on time fee) diawal pemberian waralaba. 7. promosi dan supply produk.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN dan memulai bisnis. 4. Bisnis waralaba bidang pendidikan yang telah berkembang adalah Sciences Buddies. 6. Menurut Amir Karamoy. Bimbel Teknos. semakin besar perkembangan bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan disebabkan karena semakin besar kesadaran orangtua untuk memberikan pendidikan sedini mungkin kepada anak-anaknya dan pemikiran ini kemudian ditangkap oleh pasar. Untuk jasa tersebut maka pihak pemberi waralaba akan menerima imbalan yang harus dibayar dimuka oleh penerima waralaba yaitu franchisee fee serta royalty fee yang dihitung dari penjualan. 16 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . TutorNet. 5. Nilai franchisee fee dan royalty fee sangat variatif. Sinotif. Riset & Development (R & D) dan bantuan serta bimbingan secara terus menerus kepada penerima waralaba dalam menjalankan bisnis. Saint Anna Education Centre (SAEC).

Wisma Kodel Lt 7. Kav B-4. Yogyakarta Tlp. (0274) 520418. Enrichment dan Consulting • Remedial : memberikan penjelasan lebih detail dengan cara pemberian materi pengajaran secara mengulang. Jl HT Rasuna Said. Gambar 2 : Salah Satu Lokasi Gedung Lembaga Bimbel Konsep Pengajaran : Ada tiga konsep pengajaran. menambah sekaligus melengkapi materi pelajaran di sekolah sesuai dengan GBPP Diknas. Diponegoro 89. Jakarta selatan Tlp (021) 52902034. yaitu Remedial.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dibawah ini contoh pembiayaan waralaba di bidang usaha jasa bimbingan belajar yang ditawarkan oleh pewaralaba Bimbel kepada investor/penerima waralaba yang berminat membuka cabang Bimbel dengan sistem waralaba di Indonesia : 1. Alamat : Graha Primagama Jl. 17 . Lembaga Bimbel Primagama Identitas : Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah (Bimbingan Belajar) dengan memiliki pasar yang sangat luas dan saat ini memiliki 688 outlet/cabang diseluruh Indonesia.

• Membayar biaya survey Rp. (M) Mind = menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat. semester. SPSB. yang secara terminologi berarti cerdas. Layanan ini meliputi gambaran pemilihan jurusan. 3 juta (luar Jawa) • Franchisee sanggup menyediakan tempat representative di lokasi strategis dengan memiliki minimal 6 ruang kelas ukuran masing-masing 20 m2 dan 18 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . • Franchisee fee untuk satu outlet Rp. UN.2 juta (pulau Jawa) dan Rp. pihak investor (franchisee) diwajibkan membeli di kantor pusat Primagama.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • • Enrichment : pengayaan materi melalui soal-soal ulangan harian. Consulting : Sebagai implementasi dari pelaksanaan Pendamping Utama Belajar Siswa maka setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah. jenjang yang lebih tinggi dan maslah pribadi. Metoda belajar : Smart Solution untuk semua jenjang kelas. Rational = penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar.000. SPMB. Smart adalah singkatan dari (S) simple = membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan.000 untuk lima tahun. UM-UGM dll secara berkala.150. paket soal latihan dan lembar jawab computer.70% dari gross (cash in bruto) setiap bulan. dibayar saat penandatanganan perjanjian kontrak franchisee (MOU) • Royalty fee 10. Pelayanan kepada siswa seperti modul. Syarat dan aturan : • Franchisee Bimbel Primagama adalah sistem pengembangan dengan kemitraan secara mandiri menggunakan hak intelektual (merek dan produk) primagama dengan membayar franchisee fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee setiap bulan. UAS. (T) Trick = Cara penyelesaian yang cepat dan mudah sekaligus cerdas. (A) Applicable = dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal.

Prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchisee lima tahun kedua pada outlet yang sama. ruang pengajar. Klender Jakarta Timur 13470. Jl I Gusti Ngurah Rai. Lembaga Bimbel GAMA – UI Identitas : Bimbel GAMA UI. dan tabloid nasional) serta perencanaan pemasaran lokal dengan event dan media lokal. ruang administrasi. 2. surat khabar. Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet minimal 6 bulan pertama. Head Office Graha GAMA UI: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. Pengoperasian Primagama outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee. tetapi dengan standar pelayanan Primagama. adalah salah satu unit pendidikan pada Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPIA) yang didirikan tahun 1990. 19 . 16-18.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar • • • • • • • beberapa ruang pendukungoperasional lainnya seperti front office. untuk luar Jakarta 5 km. Primagama akan memberikan Standard Operating Procedure (SOP). Rekruitment dan pelatihan SDM (karyawan dan tentor) dilakukan oleh franchisee dibantu Primagama atas biaya franchisee. Untuk tahun pertama (atas permintaan) kami dapat mensupport seorang Pimpinan Cabang atas biaya franchisee. Kinerja franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan. Rencana perpanjangan sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. Pembelian sarana siswa (modul dll) dapat dilakukan secara bertahap. Jarak antar outlet area Jakarta minimal 4 km. Saat ini Bimbel GAMA UI sudah memiliki 40 cabang di Indonesia dengan sistem franchisee. Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televise. majalah.

Sofa dan peralatan penunjang lainnya. whiteboard. konsultasi pemilihan jurusan. fasilitas multimedia.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Target siswa bimbingan : Meliputi Play Group dan TK. telepon. Metoda belajar : Pemahaman detil tiap bidang studi dengan metoda BRILLIANT SOLUTION sehingga mudah dalam memecahkan dan menyelesaikan soal. ATK. SMP kelas 7. trademark.d.9. 6. dll) √ Peralatan dan perlengkapan meliputi partisi ruangan. Syarat dan aturan : • Bimbel GAMA UI mengembangkan cabang franchisee secara kemitraan mandiri dengan pemilikan seumur hidup bagi investor serta dapat diwariskan kepada ahli warisnya. Konsep Pengajaran . 11 – 12 IPS. • Seluruh biaya investasi ditanggung oleh Franchisor (GAMA UI) meliputi : √ Biaya pra operasional untuk Gaji karyawan bulan I √ Biaya marketing (spanduk. jika sewa investor hanya membayar untuk tahun I saja • Biaya operasional dan non operasional 3 bulan I ditanggung Franchisor 20 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . penanaman motivasi berprestasi. pembinaan mental. TV. AC. SD kelas 1 s.100 juta dan royalty fee. brosur. Jika milik sendiri tidak dikenakan amortisasi (sewa).8. billboard. dan SMA kelas 10. • Gedung milik sendiri atau sewa. dan design dari GAMA UI • Investor membayar franchisee fee hanya sekali sebesar Rp. meja kursi untuk kantor dan pendidikan. Konsep belajar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia sebagai sarana belajar.11 – 12 IPA. patent. • Cabang franchisee GAMA UI menggunakan nama. Fax.

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan setelah itu seluruhnya ditanggung investor. sebagai berikut : Sistem Net Profit Net Income • Tahun 1 • Tahun 2 • Tahun 3 dst GAMA UI Pusat 50% 12.5% 15% 20% Investor 50% 87. • Sistem keuangan mengacu pada sistem akuntansi publik.5% 85% 80% Keterangan : . Seluruh biaya menjadi tanggung jawab investor. bersifat terbuka dan pendapatan ditargetkan dalam RAPB. • Sistem pembagian keuntungan dapat menggunakan sistem Net Profit atau Net Income. Biaya dikelola oleh manajemen cabang Net Income = Total pendapatan – (Modul + asuransi + amortisasi gedung).Net Profit = Total pendapatan – (biaya operasional + biaya non operasional + jasa produksi). Biaya dikelola dan ditargetkan dalam RAPB sebagai berikut : Rincian biaya • Gaji karyawan • Marketing • Honor guru • Kantor • Umum • Akademik • Rumah tangga • Non operasional Total biaya Target profit (minimal) Persentase 14% 10% 15% 1% 3% 6% 1% 10% 60% 40% 21 . Laba setelah jasa produksi sepenuhnya hak investor.

Bank BRI tidak menetapkan suatu skim kredit khusus atau kuota kredit khusus atau plafon kredit tertentu untuk jasa lembaga Bimbel dan jasa pendidikan lainnya baik yang bersifat perorangan atau sistem waralaba. Dilihat dari golongan nasabah. 2.2. sedangkan pada bank pemerintah ditemukan kantor cabang BRI Bogor yang mulai membiayai lembaga Bimbel pada awal tahun 2010. Investor mendapat laporan keuangan setiap bulan. tetapi bukan untuk waralaba Bimbel atau lembaga pendidikan lainnya. kota Bogor dan kabupaten Bogor belum ditemukan bank swasta yang memberikan kredit untuk lembaga Bimbel. Pemeriksaan dan Pembinaan Cabang (P2C). Rapat-rapat (Divisi. Koordinator. suku bunga. Raker Tahunan. Artinya semua kredit yang diberikan oleh Bank BRI digolongkan sebagai kredit investasi dan kredit modal kerja.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN • GAMA UI melakukan proteksi investasi mencakup Marketing Pro Aktif. 22 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Dibawah ini uraian mengenai kredit untuk jasa pendidikan masing-masing dilaksanakan oleh PT Bank BRI Tbk. yang memiliki skim tersendiri. PT Bank BRI Tbk memang dalam beberapa tahun terakhir mulai agresif memberikan kredit ke industri waralaba nasional termasuk kredit jasa pendidikan untuk lembaga kursus dan pelatihan (diantaranya Bimbel).2. Pleno Manajer Cabang dan Pusat). sedangkan kredit untuk jasa (termasuk jasa pendidikan) hanya 5%. sistem pengembalian kredit dan prosedur kredit juga mengikuti sistem kredit yang berlaku untuk semua jenis kredit di Bank BRI. Kecuali kredit khusus seperti KUR. Diklat. kredit kepada pensiunan dsb. Pleno cabang. Bank lain sudah mulai memberikan kredit kepada usaha waralaba. investor berhak melakukan pemeriksaan terhadap cabang. Pembiayaan Bank Dari hasil pengamatan di kota Depok. Pangsa pasar kredit bank BRI cabang Bogor 80% adalah untuk perdagangan dan industri. kredit tersebut diberikan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah. Demikian pula persyaratan kredit.

agunan mencukupi dan jasa pendidikan dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu sebagai jalan keluarnya maka kredit untuk lembaga Bimbel berbentuk yayasan diberikan atas nama pribadi pemilik Bimbel (perorangan). 23 . Bank BRI telah memiliki informasi tentang lembaga Bimbel dari berbagai sumber seperti Dinas Pendidikan Kota. di sektor jasa pendidikan hanya ada dua lembaga Bimbel yang telah dibiayai Bank BRI yaitu Lembaga Bimbel waralaba dan satu Lembaga Kursus non waralaba. Calon nasabah datang ke bank membawa proposal permohonan kredit (1) atau mengisi formulir yang sudah ditetapkan oleh bank sebagai bukti permintaan kredit oleh nasabah kepada bank. BRI Unit dan lain-lain dan menilai bahwa lembaga Bimbel layak dibiayai karena profitabel. Sedangkan sebelumnya lembaga Kursus berbentuk CV dan kredit diberikan atas nama CV tersebut. Proposal permohonan kredit disampaikan kepada sekretaris (2) yang kemudian mengadministrasikan dan menyampaikan kepada Pimpinan Cabang Bank (Pinca) (3). Lembaga Bimbel yang dibiayai merupakan nasabah lama Bank BRI Unit yang merekomendasikan kepada Bank BRI Cabang untuk membiayai keperluan kredit karena jumlah pinjamannya telah melampaui batas wewenang kepala Bank BRI Unit. Pinca kemudian membuat disposisi kepada Account Officer (AO) (4) yang bertugas menangani jenis kredit tersebut. Prosedur kredit Prosedur kredit untuk lembaga Bimbel tidak berbeda dengan prosedur kredit pada umumnya yang ditetapkan oleh bank. Pada gambar 3 dapat dilihat alur prosedur kredit di Bank BRI. Ketentuan kredit Bank BRI a. bukan atas nama yayasan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Pada tahun 2010. Permasalahan yang dihadapi oleh Bank BRI adalah umumnya lembaga Bimbel didirikan atas nama yayasan dimana yayasan adalah lembaga sosial yang sulit dinilai kelayakannya secara ekonomis.

Setelah itu dokumen kredit disampaikan kepada Administrasi Kredit (ADK) (5) untuk diteliti lebih jauh mengenai kelengkapan dokumen kredit. Dokumen kredit yang sudah lengkap diserahkan kepada Pemutus Kredit (6) untuk ditetapkan apakah permohonan kredit diterima atau ditolak. Pejabat yang berwenang memutus permohonan kredit 24 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jika permohonan kredit ditolak maka dibuat Surat Tolak yang disampaikan kepada sekretaris untuk dikirim kepada calon nasabah.PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN Gambar 3 : Prosedur Kredit di Bank BRI Nasabah (8) Permohonan kredit (1) Surat tolak Sekretaris (2) Pemimpin Cabang (3) Acc Officer (AO) (4) Offering Letter Akad Kredit Administrasi Kredit (ADK (5) & (7) Pemutus Kredit (6) Ditolak Diterima Ditingkat AO permohonan kredit di screening dan dilakukan analisa kredit untuk menentukat paket kredit. Jika calon nasabah menyetujui maka ADK akan membuat akad kredit (perjanjian kredit) untuk pencairan kredit. Jika permohonan kredit diterima maka dokumen kredit tersebut dikirim kembali kepada ADK (7) untuk dibuat Offering Letter yang disampaikan kepada calon nasabah (8).

2 milyar oleh Pemimpin Cabang c. IMB atau bukti kepemilikan atau sewa tempat 6. sebagai berikut : 1. Persyaratan kredit dan agunan Untuk memperoleh kredit calon nasabah harus menyertakan bukti-bukti persyaratan yang telah ditetapkan oleh Bank BRI dalam proposal kredit. Lebih Rp. Surat Izin Gangguan dari masyarakat sekitar 8.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bimbel ditentukan berdasarkan besarnya persetujuan kredit yang diberikan bank.500 juta s/d Rp. s/d Rp.2 milyar oleh Komite Kredit Kantor Wilayah Bank BRI Seluruh waktu yang diperlukan sejak calon nasabah mengajukan permohonan kredit sampai kredit tersebut dicairkan memerlukan waktu paling lama 14 hari kerja. yaitu perizinan atas nama yayasan sulit memperoleh kredit bank dan izin gangguan sulit dipenuhi oleh calon nasabah. NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. Akte Notaris Pendirian usaha untuk badan usaha 5. Izin gangguan harus disetujui oleh masyarakat sekitar sehingga jika ada yang tidak setuju atau tidak mau menandatangan maka izin gangguan tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh pemerintah setempat. b.500 juta oleh Pejabat Manajer pemasaran b. yaitu : a. Bukti diri pemilik/penyelenggara berupa KTP/SIM 2. Surat Perjanjian Bimbel dengan Franchisor (khusus lembaga Bimbel Waralaba) Dari persyaratan diatas ada dua persyaratan yang bermasalah. Untuk melancarkan keluarnya izin gangguan calon nasabah harus mengeluarkan biaya tambahan yang 25 . Lebih dari Rp. Surat izin dari Dinas Pendidikan Setempat 4. Sertifikat tanah 7.

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN seringkali memberatkan calon nasabah. Suku bunga. Dibandingkan dengan suku bunga KPR (8. Izin gangguan berlaku reguler dan harus diperbaharui. minimal Rp. Biaya kredit mengikuti standar biaya kredit yang biasa berlaku di bank.5%) suku bunga pinjaman Bimbel lebih tinggi. dan grace period dengan sistem pengembalian rekening koran (dicicil). Suku bunga kredit kepada lembaga Bimbel berlaku juga untuk kredit kepada jenis usaha-usaha lainnya.25%. c.12.1 juta atau berdasarkan negosiasi dengan Notaris.32 per mil dari nilai bangunan (untuk 3 tahun) Notaris 0. Meterai Rp.000 atau sesuai ketentuan besar pinjaman Asuransi kebakaran 1. 26 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . meliputi biaya-biaya sebagai berikut : Provisi 1% Administrasi kredit Rp. ketentuan lain dan biaya kredit Bunga kredit untuk pinjaman modal kerja yang diberikan bank kepada lembaga Bimbel ditetapkan sebesar 14.350.000 per tahun (besarnya tergantung jangka waktu kredit).5% efektif setahun tanpa unsur subsidi. Khusus untuk persyaratan agunan tambahan ditetapkan oleh bank adalah sertifikat tanah dengan perikatan secara Notarial (Hak Tanggungan).

2003).1. Sebagaimana dipahami pasar input utama adalah bahan baku. Aspek Pasar Analisa mengenai aspek pasar dari suatu bidang usaha biasanya berkaitan dengan pasar input dan pasar output dari usaha tersebut. Demikian pula halnya dengan jasa bimbingan belajar. sehingga konsumen melihat atau bahkan terlibat dalam proses produksi. Karakteristik lain dari jasa adalah kerentanan artinya jasa tidak dapat disimpan. Dalam analisa mengenai aspek pasar. perlu dibedakan antara usaha-usaha dibidang pertanian dan industri atau perdagangan dengan usaha-usaha dibidang pendidikan seperti lembaga Bimbel. sehingga sulit diukur karena tidak dapat diraba. lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. dimana analisa aspek pasar hanya dapat dinilai dari pasar input. Berdasarkan teori tersebut diatas maka analisa aspek pasar dalam usaha jasa bimbingan belajar akan dibatasi pada analisa aspek permintaan dan penawaran secara sekaligus. misalnya rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan lagi seperti semula (Husein Umar. sedangkan analisa pasar outputnya tidak berbentuk fisik tetapi bersifat intangible. dicicipi atau disentuh. Usaha bimbingan belajar termasuk sebagai usaha jasa. Analisa aspek pasar lainnya tidak dilakukan disini. Kenyataan demikian ini. 27 . artinya produksi jasa dijual terlebih dahulu. dijual lagi atau dikembalikan. tenaga kerja dan modal. karena sifat dari produk jasa tersebut. kemudian bahan pembantu atau penolong. seringkali berarti bahwa konsumen harus berada di tempat di mana jasa yang diminta akan diproses. Demikian pula karakteristik lain dari jasa adalah bersifat simultanitas produksi dan konsumsi.BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN 3. sedangkan pasar output adalah produk utama yang dihasilkan dan produk sampingan.

9 dan kelas 12. Sedangkan untuk sistem kelas intensif yang dibimbing adalah siswa SD. untuk tingkat SD mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 5 dan untuk tingkat SMP mulai dari kelas 7 s.d. SMP dan SMA masing-masing untuk kelas 6. Sejumlah lembaga Bimbel lainnya juga memberikan bimbingan 28 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Aspek permintaan dalam bimbingan belajar diukur dari jumlah siswa yang berhasil masuk menjadi peserta bimbingan. Produk lain adalah bukubuku pelajaran dan soal-soal latihan yang dijual untuk siswa peserta bimbingan belajar dan siswa lainnya. pada saat ini telah mengalami pengembangan yang dinamis mencakup hampir semua jenjang kelas pada sekolah umum strata SD sampai SMA. namun tidak semua lembaga Bimbel mampu membuat buku-buku dan soal-soal latihan untuk dijual. siswa dibimbing menghadapi ujian semester dan ujian kenaikan kelas. Permintaan terhadap jasa bimbingan belajar diduga akan semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian negara Indonesia. guna mengikuti ujian akhir dan Ujian nasional dan seleksi masuk untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi. Produk utama lembaga Bimbel yang memberikan pendapatan adalah jasa bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD. 8 serta tingkat SMA mulai dari kelas 10 s.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Permintaan dan Penawaran Salah satu aspek pasar yang perlu dibahas adalah permintaan. 11.d. Dengan semakin dirasakannya manfaat atau efektifitas bimbingan belajar oleh siswa-siswa tersebut maka sistem pembelajaran pun mengalami diversifikasi yaitu sistem kelas reguler yang berlangsung selama satu tahun dan sistem kelas intensif yang berlangsung dalam beberapa bulan saja atau satu semester. SMP dan SMA. Pada sistem kelas reguler. sedangkan tingkat harga adalah tarif biaya bimbingan yang harus dibayar siswa. Bimbingan belajar yang awal mulanya berupa bimbingan tes untuk melayani permintaan siswa SMA tingkat terakhir yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terutama PTN. yaitu jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga.

siswa playgroup/Taman Kanak-Kanak dan bimbingan secara privat kepada siswa-siswa tertentu yang memerlukannya. Menurut Tempo Interaktif. Barang yang ditawarkan oleh usaha jasa bimbingan belajar yang dapat dianalisis dalam aspek penawaran adalah jumlah lembaga Bimbel yang tumbuh dan berkembang serta kualitas pelayanannya termasuk teknologi pendidikannya.com waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga Bimbel diprediksi meningkat dalam tahun 2010 sebesar 5% – 6%. minuman dan waralaba ritel. Dengan melihat diversifikasi sistem pembelajaran dalam lembaga Bimbel seperti yang dijelaskan diatas menunjukan adanya peningkatan permintaan mayarakat yang akan mengirim siswa mengikuti bimbingan belajar secara terus menerus setiap tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 2. sekaligus hal ini akan meningkatkan pendirian lembaga-lembaga Bimbel yang baru. menyebabkan peluang untuk mendirikan lembaga-lembaga Bimbel di provinsi lain di Indonesia masih terbuka lebar. meskipun banyak juga yang tutup. Bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga sesudah bisnis waralaba makanan. Aspek penawaran secara teoritis diartikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. SMP dan SMA yang akan semakin bertambah sehingga permintaan terhadap jasa lembaga Bimbel juga semakin bertambah. Mengingat penyebaran jumlah lembaga Bimbel yang tidak merata di Indonesia (lihat tabel 1). yaitu : 29 . Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru sehingga permintaan terhadap jasa bimbel akan semakin meningkat. Berdasarkan hasil penelitian ada lembaga Bimbel yang optimis bahwa peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar meningkat sekitar 10% setiap tahun. Hal ini sejalan dengan trend pertumbuhan penduduk Indonesia usia sekolah SD. Pangsa pasar bisnis waralaba pendidikan dan pelatihan adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia. Secara agregat dapat diasumsikan bahwa kenaikan permintaan terhadap jasa bimbingan belajar dan penawaran jumlah lembaga Bimbel di pasaran akan dipengaruhi oleh kenyataan yang terjadi saat ini.

cenderung meningkatkan keinginan keluarga untuk masuk sekolah yang lebih tinggi Kesadaran masyarakat akan perlunya pendidikan semakin lama semakin meningkat. e. f. Peningkatan pendapatan keluarga/masyarakat. mula-mula di daerah perkotaan. Hasil survey menunjukkan bahwa biaya jasa bimbingan belajar dan uang pendaftaraan berbeda-beda menurut strata pendidikan umum. Pada tabel berikut disajikan biaya jasa bimbingan belajar berdasarkan hasil survey. Demikian pula biaya-biaya tersebut bervariasi antar lembaga Bimbel. kemudian meluas ke desadesa. Biaya Bimbingan Harga output dari bimbingan belajar.2.2. 30 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . telah mendorong orang tua siswa mencari alternative meningkatkan nilai hasil belajar melalui lembaga Bimbel 3. SMP dan SMA. Pertambahan jumlah sekolah-sekolah SD. Aspek Pemasaran 3. tuntutan dan kegalauan orang tua agar anaknya memperoleh hasil belajar yang tinggi menjadi lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya bisnis bimbel.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN a. c. sekaligus karena adanya pertambahan penduduk pada usia sekolah tersebut setiap tahun. Harga output bimbingan belajar adalah biaya yang dibayar oleh siswa atas jasa bimbingan yang diberikan oleh lembaga Bimbel dan uang pendaftaran ketika siswa mendaftarkan diri ingin mengikuti bimbingan belajar.1. b. Pemerintah menetapkan Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional yang semakin ketat. Semakin besar biaya bimbingan belajar semakin berkurang siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar. d. Adanya prestise. bukanlah harga produk sebagaimana lazimnya produk dari proses produksi suatu usaha. jenjang kelas dan program pembelajaran.

000 – 2.2.000. leaflet. Try out dilaksanakan secara serentak disuatu tempat yang cukup representative dengan mengundang sekolah-sekolah.000 2.000 2.000 – 2.000 125.000 – 3.950. yaitu pada awal dan akhir tahun. Jalur pemasaran melalui promosi ini sangat efektif menjaring calon siswa peserta bimbingan.500.500. misalnya SD kelas 6.000 4.000 : 2. Setiap tahun promosi sudah mulai dilakukan pada bulan Mei sampai menjelang kenaikan kelas atau menjelang penerimaan siswa baru.650. Para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk try out ini.500.000 2.000 – 2.000 2 3 100.500.000 2.000 4 150.000 Biaya Bimbingan (Reguler) SD SMP SMA Biaya Bimbingan (Intensif) SD -SMP -SMA 2.000 – 4.000. Promosi melalui try out : Promosi melalui try out dilakukan 2 kali dalam setahun.500.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 5 : Biaya jasa bimbingan belajar Biaya Pendaftaran 100.450. karena seluruh biaya ditanggung oleh lembaga Bimbel.950.650.000.000 --- --- --- 2.000 2. spanduk.500. lembaga Bimbel sangat gencar melakukan promosi melalui berbagai media seperti brosur. iklan di media cetak.000 3. Dalam try out ini lembaga Bimbel terlebih 31 .650.750.000 2. website dan try out serta open house. Siswa peserta try out adalah siswa kelas terakhir.000 2.650.000 2.000 4.000 – 2.000 No 1 2.000 Sumber : data primer 3.700. Promosi yang paling efektif mencapai sasaran adalah try out dan website. SMP kelas 9 dan SMA kelas 12.2.500. Jalur Pemasaran Untuk menarik calon siswa peserta bimbingan belajar.500.800.950.000 3.

Untuk itu lembaga Bimbel perlu membuat situs website. mendapatkan berita dan info seputar dunia pendidikan. 32 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Dalam try out ini lembaga Bimbel menyediakan soalsoal latihan dan kertas jawaban. selain sebagai tempat bagi bimbel itu sendiri menjaring para peserta bimbelnya. Telkom dan lain-lain. Indosat. sehingga pelaksanaannya lebih lancar. Dengan kerjasama ini biaya pelaksanaan try out dapat ditekan sehingga lembaga Bimbel hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp. orang tua yang sedang mencari tempat bimbingan belajar.ASPEK PASAR DAN PEMASARAN dahulu telah mengadakan hubungan dan pendekatan dengan sekolah-sekolah. Tujuan dari pembuatan website adalah sebagai media presentasi dan pemasaran dari program bimbingan belajar. para praktisi pendidikan yang mencari info. Dimana para calon siswa bimbingan belajar mendapatkan info online mengenai program bimbingan belajar yang cocok.5 juta untuk sekali try out. dan para guru. dapat berinteraksi dengan penyedia layanan bimbel dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar bimbel. Pelaksanaan try out biasanya bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan perusahaan swasta dan BUMN seperti Bank Mandiri. Pemeriksaan soal juga dilakukan oleh para tutor dari lembaga Bimbel Promosi melalui Website : Promosi yang juga cukup efektif adalah melalui jaringan internet. Berikut adalah pedoman pembuatan websitenya. Pedoman pembuatan website bimbingan belajar Target pasar dari pembuatan website ini adalah siswa sekolah mulai dari SDSMP-SMA.

Lokasi usaha yang berdekatan dengan Bimbel lain tidak menjadi masalah meskipun diakui oleh lembaga Bimbel bahwa ada persaingan diantara Bimbel. 33 . kurikulum. karena franchisor menetapkan syarat bahwa sesama Bimbel franchisee tidak boleh beroperasi tumpang tindih pada suatu lokasi atau sekolah siswa. SMP dan SMA. artinya zona wilayah operasi sudah dibatasi. Untuk Bimbel franchisee pemilihan lokasi juga mempertimbangkan jarak dengan Bimbel sesama franchisee.1. Untuk itu maka pemilihan lokasi harus mempertimbangkan faktor jumlah sekolah yang menjadi target operasi dan tingkat pendapatan orang tua siswa. Dengan demikian maka ditinjau dari segi proses produksi dalam suatu usaha. input utama lembaga Bimbel adalah para siswa sekolah formal yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup. misalnya berdasarkan radius jarak terjauh 5 km dari jarak terjauh 5 km dari lokasi operasi Bimbel franchisee sesama lainnya. Lokasi Usaha Usaha Bimbel adalah suatu usaha jasa layanan pendidikan kepada siswa sekolah formal mulai dari tingkat SD. metoda dan materi pembelajaran serta kemampuan bekerjasama dengan sekolah-sekolah umum. Persaingan ini dapat diatasi dengan memperbaiki sistem manajemen pelayanan siswa yang responsif.BAB IV ASPEK TEKNIS PELKSANAAN BIMBEL 4. Untuk menjadi peserta bimbingan para siswa harus membayar sejumlah uang yang cukup besar disamping biaya transportasi. Bahkan ada juga Bimbel yang memberikan layanan untuk tingkat play group dan taman kanak-kanak.

c. Lembaga Bimbel termasuk salah satu LKP dalam kelompok satuan pendidikan non formal dan oleh karena itu wajib memperoleh izin dari pemerintah atau pemerintah daerah. Alasannya adalah : 34 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Mengarahkan. Melindungi LKP dari tindakan diluar peraturan perundang-undangan yang berlaku. penilaian dan evaluasi serta pengawasan.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL 4. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan yang serasi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi dari Diklussepora ternyata pada saat ini (tahun 2010) lembaga Bimbel yang beroperasi belum semuanya memiliki atau mengajukan izin operasional dari dinas tersebut. e. Melindungi warga masyarakat dari penyalahgunaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang mengakibatkan kerugian. Pengaturan perizinan lembaga kursus dan pelatihan dilakukan dengan tujuan (Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. Memberikan tanggung jawab hukum kepada LKP Pada tingkat Dinas Pendidikan di kabupaten/kota. b. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industry. f.2. menyerasikan. Mendiknas tahun 2010) : a. Perizinan Perizinan adalah suatu ketetapan pemerintah atau pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada tingkat kabupaten/ kota untuk memberikan legalitas atau pengakuan dan persetujuan resmi atas status penyelenggaraan kursus dan pelatihan dalam melaksanakan programnya. pengaturan perizinan LKP berada dibawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga (Diklussepora). Memudahkan pemerintah atau pemerintah daerah dalam mengadakan pembinaan yang mencakup perencanaan. mengembangkan program pendidikan non formal guna menunjang suksesnya program pembangunan d. pelaksanaan.

yaitu : a. 1 lembar bagi setiap kursus 35 . 13 tahun 2004 tentang Organisasi Perangkat Daerah. u. Kurangnya informasi sehingga LKP tidak mengetahui prosedur dan tata cara pengajuan izin operasional. Persyaratan administrasi pendirian LKP yang ditetap terbagi atas tiga kelompok LKP. Persyaratan untuk izin mendirikan LKP baru adalah : 1. Subdin tersebut adalah Bidang Diklussepora. 3. meskipun sudah ada Perda No. Foto copy KTP penanggung jawab penyelenggara.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. karena merasa telah memiliki izin usaha sebagai Perseroan Terbatas. Belum adanya penilaian akreditasi terhadap lembaga Bimbel sehingga mereka merasa tidak perlu mengajukan perizinan.p. 2. c. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Belum adanya Peraturan Daerah tentang LKP. Prosedur untuk mendapatkan izin operasional Bimbel adalah sebagai berikut: masyarakat yang berminat menyelenggarakn LKP mengajukan proposal pendirian LKP secara lengkap dengan melampirkan bukti-bukti fisik sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten/Kota. Surat Rekomendasi dari Penilik Kecamatan setempat. b. d. Pas foto ukuran 4 x 6. Yayasan atau cabang dari suatu usaha franchisee (waralaba) yang telah memiliki izin usaha. Hal ini penting ditinjau dari segi sumber PAD. Lembaga Bimbel tidak ingin melaporkan kegiatan usaha kepada Dinas. Subdin yang menangani Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sebagai contoh di kota Bogor.

Foto copy izin kursus yang lama 6. hak pakai. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga tata usaha 12. 6. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi tenaga pendidik/tutor 11. Bukti kepemilikan atau penguasaan tempat penyelenggaraan kursus berupa foto copy sertifikat hak milik. Surat Rekomendasi dari DLLAJ Kabupaten/Kota 16. Surat Rekomendasi dari HIPKI 7. Pas foto ukuran 4 x 6. Daftar perkembangan warga belajar 5. Program belajar. Surat Rekomendasi dari HIPKI (Himpunan Pengusaha Kursus Indonesia) 15. Daftar susunan tenaga tata usaha (kalau ada) 9. adalah : 1. 4. KTP penanggung jawab kursus 3. Daftar susunan pengelola pengurus (struktur organisasi) 7. Daftar susunan tenaga pendidik/tutor 8. Persyaratan untuk izin perpanjangan adalah : 1. Surat Rekomendasi dari Dinas Tata Kota Persyaratan untuk izin LKP PT. Denah lokasi 14. Persyaratan yang sama pada butir A (1 s/d 14) 2. 1 lembar baagi setiap jenis kursus 4. Surat Rekomendasi dari Penilik Sekolah di Kecamatan/setempat 2. kurikulum dan tata tertib kursus 13. Foto copy ijazah pendidikan terakhir bagi penyelenggara 10.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL b. Perusahaan Perorangan (CV). Koperasi dan Yayasan. Daftar prasarana dan sarana yang dimiliki. hak guna atau surat perjanjian sewa/kontrak 5. Foto copy bukti bukti pendirian badan usaha berupa Akte Notaris c. 1 lembar dan ukuran 3 x 4. Laporan perkembangan lembaga 3 bulan terakhir 36 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

untuk tahap I selama 6 bulan. Diikutsertakan dalam berbagai kegiatan dan lomba tingkat nasional dan internasional d. Kursus Wirausaha Kota (KWK). Kursus Wirausaha Desa (KWD). Oleh karena itu LKP yang sudah memiliki izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat harus mendaftarkan lembaganya ke Dinas Pendidikan Provinsi setempat untuk memperoleh NILEK. Mengakses dana blockgrant kursus para profesi (KPP). kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin yang masa berlakunya selama 3 tahun. Kepemilikan NILEK ini penting karena mulai tahun 2010.195/E/ KK/2009. Disamping Surat izin operasional diberikan pula Sertifikat Penyelenggaran kursus. Untuk selanjutnya Surat Izin diperpanjang dengan masa berlaku 3 tahun.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Masa berlaku surat izin ternyata berbeda-beda untuk setiap Kabupaten/ Kota. Diusulkan untuk dilakukan penilaian kinerja LKP 37 . yaitu. kemudian dinilai kembali untuk mendapatkan Surat Izin kedua yang masa berlakunya 1 tahun. Selanjutnya perpanjangan Surat Izin setiap 3 tahun. lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan yang memiliki NILEK yang diperbolehkan untuk : a. mulai tahun 2009. tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK). kemudian lembaga kursus dinilai kembali untuk mendapatkan surat izin kedua yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga tingkat kota yang berlaku selama 3 tahun. Bantuan Operasional Penyelenggaraan LKP (BOP-LKP) untuk membeli fasilitas kursus b. Diusulkan untuk diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) e. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal No. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai orientasi teknis dan pelatihan c. semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru berdiri. Di kota Depok Surat Izin pertama dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan/ Penilik tingkat kecamatan dengan masa berlaku 6 bulan. disamping memiliki izin operasional juga wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Surat Izin operasional diberikan dalam 3 tahap. Di kota Bogor.

Pendaftaran berlangsung dalam bulan Maret. berdasarkan laporan dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota tentang data LKP yang mendaftarkan untuk memperoleh NILEK online. Pengurusan dokumen tersebut juga tidak dikenakan biaya oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Disamping itu LKP yang bersangkutan tidak berhak menjadi mitra Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan dari Kemendiknas untuk memperoleh bantuan dan dukungan atau penyelenggara program-program yang ada di Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Program Bimbingan Kegiatan lembaga Bimbel dimulai dengan masa pendaftaran calon siswa. Mei dan Juni setiap tahun. April. teguran tertulis. Dari uraian diatas. Kepemilikan NILEK bagi lembaga Bimbel penting untuk mengantisipasi pelaksanaan akreditasi oleh BAN-PNF.3. 38 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . masa persiapan belajar (pengenalan).ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL NILEK online diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Prosedur untuk memperolh NILEK adalah LKP mengisi formulir pendataan LKP. Pendaftaran calon siswa dilakukan dengan cara siswa mengisi formulir pendaftaran membayar uang pendaftaran dan memilih program pembelajaran. Jika LKP tidak memiliki NILEK maka lembaga tersebut dianggap illegal meskipun telah memperoleh izin dari Dinas pendidikan kabupaten/Kota. Pendaftaran untuk memperoleh NILEKL berlangsung dalam bulan Agustus s/d Desember. selanjutnya Dinas Pendidikan kabu[paten/ kota akan melaporkan data LKP tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diterbitkan NILEK online. atau pencabutan izin kursus. 4. dapat disimpulkan bahwa pengurusan surat izin operasional dan NILEK bagi setiap LKP termasuk lembaga Bimbel sebenarnya tidak sulit atau berbelit-belit. Sanksi kepada LKP yang tidak memiliki izin ada 2 yaitu (1) Penyelenggara kursus dan pelatihan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak satu milyar rupiah. (2) Bagi lembaga kursus yang menyalagunakan izin kursus maka Dinas Pendidikan kabupaten/kota dapat member sanksi berupa teguran lisan. masa kegiatan belajar dan masa akhir program (ujian akhir).

Konsultasi ini diberikan selama menjadi siswa lembaga Bimbel maupun setelah siswa tidak lagi menjadi siswa lembaga Bimbel tersebut. lembaga Bimbel melakukan penempatan kelas untuk masing-masing siswa sesuai dengan pilihan kelasnya yaitu kelas program regular. yaitu : a. meliputi jadwal belajar. Kegiatan belajar untuk kelas intensif berlangsung 3 kali per minggu. Hasil placement test akan menjadi bahan petunjuk bagi tutor dalam melakukan pembinaan terhadap siswa selama bimbingan belajar berlangsung.modul dan materi belajar. Placement test adalah test diagnostic siswa untuk mengetahui kemampuan akademis. b. Konsultasi lanjutan meliputi konsultasi pelajaran dan PR non stop. dan diwajibkan mengikuti masa orientasi berupa pengenalan ketentuan umum lembaga Bimbel. Misalnya program privat. Dalam persiapan ini juga ada masa orientasi siswa. Konsultasi seumur hidup yang biasanya diberikan oleh lembaga Bimbel terkenal. 39 . soal-soal latihan dan tutor yang akan member bimbingan. dan penjelasan tentang program pembelajaran dan proses pembelajaran. dimana siswa telah dinyatakan diterima di lembaga Bimbel. kelas program intensif dan kelas program lainnya (jika ada). Kegiatan belajar untuk kelas regular berlangsung 2 kali perminggu. potensi bakat dan kecerdasan. Kegiatan penting yang dilakukan oleh lembaga Bimbel adalah konsultasi peserta yang dilaksanakan secara bertahap yaitu : a. kemampuan menyerap materi pembelajaran. diagnostic dan penempatan kelas. Kegiatan belajar untuk kelas program lainnya tergantung keperluan dan rencana lembaga Bimbel. 2 sessi (3 jam)setiap pertemuan selama satu tahun (10 bulan). Konsultasi awal yang diberikan sebelum proses belajar berlangsung meliputi penjelasan hasil test. c. Setelah orientasi. Selanjutnya dimulai kegiatan belajar. b. 2 sessi (3 jam) setiap pertemuan selama 2 bulan terus menerus.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Setelah diterima sebagai calon siswa dilakukan persiapan belajar yaitu placement test dan orientasi siswa. tata tertib selama mengikuti program bimbingan belajar. c. konsultasi pemilihan sekolah jenjang berikutnya dan konsultasi pemilihan jurusan.

ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Konsultasi meliputi aspek bakat. sedangkan bagi siswa kelas 6 SD. karena ruang-ruang kelas didesain secara berhimpitan dan seringkali tanpa jendela. white board dan meja guru..4. kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA dilakukan simulasi Ujian Nasional (UN). Di akhir masa program bagi siswa program regular kelas 3. potensi kecerdasan maupun psikologis. Disetiap ruang kelas terdapat white board dan meja tutor. 40 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Selama masa bimbingan belajar dilakukan test atau simulasi latihan penyelesaian soal-soal sampai pada akhir program. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel jarang memiliki gedung sendiri dan menyewa di mall-2 atau ruko.Fasilitas ini juga menjadi pertimbangan bagi calon siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar dilembaga ini. Kegiatan UN maupun SMPTN juga dilakukan dengan metoda pelaksanaan try out. kursi siswa. Disamping fasilitas AC semua ruangan kelas dilengkapi dengan kursi-kursi belajar yang didesain khusus seperti kursi di ruang kelas perguruan tinggi (satu siswa satu kursi dilengkapi dengan meja lipat). sedangkan bagi siswa kelas 12 SMA.4. kelas 7. Ruang kelas yang mampu menampung siswa antara 8 – 15 orang atau berukuran 5 x 6 meter persegi. Ruangan ber AC ini kemudian menjadi ukuran bonafiditas sebuah lembaga Bimbel. 4. Fasilitas Prasarana dan Sarana Pembelajaran 4. Di lembaga Bimbel tertentu terdapat ruangan khusus computer yang disediakan untuk praktek multimedia bagi siswa atau internet bagi siswa yang sedang menunggu waktu belajar. selain simulasi UN juga dilakukan latihan penyelesaian soalsoal Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN).11 SMA dilakukan simulasi ujian kenaikan kelas.5 SD. Prasarana Prasarana belajar yang dibutuhkan oleh sebuah bimbingan belajar sederhana yaitu ruang kelas ber AC.8 SMP dan kelas 10.1. Ruang kelas harus dilengkapi dengan AC.4.

Bahan ajar disusun secara paket dan disebut modul panduan belajar yang berisi sejumlah mata ajaran. sedangkan evaluasi belajar adalah bahan-bahan review materi belajar dengan tanya jawab.2. kisi-kisi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari Kementerian Pendidikan nasional. Suplemen adalah soal-soal untuk try out berkala atau simulasi. Disamping itu modul-modul tersebut dirancang oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan telah mempunyai akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional. Sarana belajar siswa terdiri dari bahan ajar. suplemen dan evaluasi belajar. Modul-modul tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mengikuti ujian nasional.4. Sarana Sarana belajar merupakan input produksi penting dalam suatu kegiatan bimbingan belajar disamping kualitas pembimbing atau tutor. Di bawah ini adalah contoh modul dan bahan ajar untuk beberap program pembelajaran dan kelas : Lembaga Bimbel yang bonafid memiliki sarana belajar seperti modul belajar. ujian evaluasi dan seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. soal latihan. Karena itu sarana belajar menjadi ukuran penilaian dan pertimbangan utama bagi siswa dan orangtua dalam menentukan lembaga Bimbel yang akan dipilihnya. soal-soal latihan yang berkualitas dan selalu relevan dengan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Setiap jenjang kelas dan program pembelajaran memiliki modul sendiri-sendiri.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. 41 .

3. Bhs Ind. 11 12 Matematika.5 6 Matematika. Biologi. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para tutor. Bhs Inggeris Matematika. Bimbel franchisor melakukan pelatihan yang meliputi : 42 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Ekonomi/Akuntansi. Bhs Ind. IPA. Intensif-2 IPS 12 Menurut lembaga Bimbel yang disurvey setiap tahun modul belajar dimodifikasi dan diperbaiki. Reguler 2. Bhs Inggeris. Fisika. Biologi. Sosiologi 7. Intensif III SMA 1.8 9 Matematika. Bhs Inggeris. Geografi.4. Biologi. Bhs Ingeris. Kimia. Intensif-1 IPA 10.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL Tabel 6 : Program Pembelajaran dan Materi Belajar Program Pembelajaran SD 1. Bagi lembaga Bimbel franchisee semua modul sudah disediakan oleh franchisor. Intensif II SMP 1. Bhs Indonesia Modul untuk Kelas No I Materi belajar 3. IPA. Fisika. Bhs Inggeris Matematika. Reguler 2. Fisika. IPA. Bhs Inggeris Matematika. Bhs Inggeris.. Reguler 2. . Sejarah. Bhs Ind. IPSKimia. Kimia. Matematika.

Pelatihan meliputi : a. Metoda dan teknik mengajar di bimbingan belajar b. Sos. UN dan SMPTN. IPK 2. Lembaga Bimbel terkenal menawarkan kepada tenaga pengajar bimbingan belajar melalui internet. UI dan sebagainya. sebagian lembaga Bimbel merekrut tenaga pengajar dari mahasiswa tingkat terakhir dari perguruan tinggi terkenal sepert IPB. honor. min. Pendalaman tentang materi pembelajaran yang sudah disiapkan 4. Secara umum persyaratan untuk menjadi tenaga pengajar adalah : • Pria/wanita maksimum 40 tahun • D3/S1 PTN.75 jurusan MIPA. Staf Pengajar Tenaga pengajar yang biasa disebut Tentor atau Tutor adalah pelaksana program pembelajaran yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menempuh ujian kenaikan kelas.3. bhs Indonesia dan jurusan-jurusan lain yang berhubungan dengan bahan ajar di lembaga Bimbel. Metoda belajar yang digunakan oleh Bimbel Motivator dalam bimbingan belajar Materi pembelajaran dalam modul Semua tutor wajib mengikuti pelatihan. kemudian melatihnya 43 .Ekon. • Pengalaman mengajar minimal 1 tahun • Bersedia mengikuti test dan training mengajar • Fasilitas : gaji. Bhs Inggris. Lembaga Bimbel bukan waralaba. b. Pelatihan dilakukan pada saat tutor pertama kali menjadi pengajar di lembaga Bimbel dan secara regular setiap tahun. asuransi kecelakaan Namun persyaratan diatas tergantung lembaga Bimbelnya.4.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar a. Pelatih adalah ahli-ahli dari Bimbel franchisor. Oleh karena itu tenaga pengajar ini dipilih secara teliti melalui seleksi tertulis dan wawancara. tutor juga diberikan pelathan tentang metoda pembelajaran dan materi pembelajaran oleh guru senior di lembaga tersebut.

35.000 sampai Rp.ASPEK TEKNIS PELAKSANAAN BIMBEL sebelum bertugas menjadi tutor.1 juta sampai Rp.000 – Rp.4 juta. Mengenai jumlah tutor yang diperlukan oleh lembaga Bimbel.5 juta per bulan. Jika seminggu seorang tutor dapat mengajar 5 kali pertemuan maka ia akan memperoleh sekitar Rp. Ada pula lembaga Bimbel yang merekrut tenaga pengajar dari sekolah-sekolah siswa peserta bimbingan belajar.000 per minggu atau per bulan antara Rp. 44 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Jumlah tutor yang dibutuhkan adalah 38 orang atau ratarata 9. Para tenaga pengajar dikontrak selama setahun dan dapat diperpanjang.250.350. sangat tergantung kepada ratio siswa per kelas dan jumlah siswa yang mampu ditampung oleh lembaga Bimbel. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jumlah siswa per kelas sangat bervariasi antar lembaga Bimbel dan antar kelas dalam program pembelajaran. tergantung kemampuan dan prestasi mengajar dikelas. Ada lembaga Bimbel yang membayar berdasarkan jumlah sessi sebesar Rp. Sementara itu ada lembaga Bimbel yang mampu membayar seorang tutor sampai Rp.000 per sessi.1.25. Gaji yang diterima bervariasi antar lembaga Bimbel. Rata-rata jumah siswa per kelas menurut program pembelajaran adalah sebagai berikut : • Program regular antara 12 – 15 siswa • Program intensif antara 8 – 10 siswa • Program privat antara 4 – 5 siswa Hasil penelitian terhadap salah satu lembaga Bimbel diketahui bahwa jumlah siswa yang dapat ditampung di lembaga ini sejumlah 358 siswa berbagai kelas dan program pembelajaran. Cara ini bertujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat mengerahkan siswa bimbingannya untuk masuk mengikuti lembaga Bimbel tempat guru tersebut juga mengajar. Dalam sehari seorang tutor dapat mengajar sekitar 2 sessi.42 siswa per tutor.

Program Intensif (UN. tetapi sudah membatasi jumlah siswa setiap kelas secara terbatas 8 siswa. Program Special Class.1. Program Intensif/Executive jumlah siswa 14 orang dan Program Standar atau Program Regular jumlah siswa setiap kelas antara 18 – 20 orang. Misalnya Program Super Intensif/Executive/Special Class jumlah siswa per kelas adalah 8 siswa. Perbedaan utama dari berbagai jenis/nama program tersebut adalah : 1. Program Executive Class. perbedaan jenis Program Pembelajaran tersebut juga dapat dilihat dari segi lama penyelenggaraan dan tujuan bimbingan belajar. Ada pula lembaga Bimbel yang tidak menetapkan atau memberi nama Program Pembelajarannya secara khusus seperti lembaga Bimbel lainnya. SMPTN). Pemilihan Model Program Bimbingan Belajar Dari uraian-uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga Bimbel menawarkan program yang cukup beragam dengan harga paket yang beragam pula. baik Program Reguler dengan lama penyelenggaraan satu tahun atau satu semester. dll. Program Jaminan. Program Privat. Program Standard Class. Program Intensif (UN. Biasanya 45 . Sementara Program Standar atau Program Reguler berlangsung selama satu semester dan atau satu tahun. lama penyelenggaraan antara dua sampai dengan empat bulan dengan tujuan untuk lulus dalam UN dan SMPTN. Program Khusus. Berbagai nama program seperti Program Regular (satu tahun atau satu semester). Program Super Intensif/Executive (masuk PTN). Selain jumlah siswa per kelas. Program Kemitraan. 2. maupun Program Intensif dengan lama penyelenggaraan satu sampai dua bulan. Misalnya Program Special Class. Program Pendamping Belajar Siswa. Program Super Intensif (masuk PTN). Dari segi jumlah siswa per kelas setiap program. SMPTN).BAB V ASPEK KEUANGAN 5.

Sub Program ini untuk siswa kelas 9 SMP yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah yang lebih tinggi 46 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Sub Program ini untuk siswa kelas 6 SD yang akan mengikuti ujian akhir dan UN untuk diterima dijenjang sekolah umum yang lebih tinggi. pada bulan Desember – Mei menjelang UN. Sub Program ini diperuntukan bagi siswa kelas 3. yaitu semester I. Karena lembaga Bimbel yang didirikan dengan sistem waralaba sudah memiliki program pembelajaran yang baku. yaitu • Sub Program Reguler berlangsung setiap semester atau setahun dua kali pelaksanaan.ASPEK KEUANGAN lembaga Bimbel yang demikian merupakan lembaga-lembaga bimbel baru bukan waralaba. Sub Program ini untuk siswa SMP kelas 7 dan 8. yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Dasar (SD) Terdiri dari 2 sub program. Berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dalam penelitian pola pembiayaan ini ditetapkan model Program Bimbingan Belajar adalah sebagai berikut : 1. bahkan komponen biaya tertentu ditanggung oleh pewaralaba. tahap persiapan sampai pelaksanaannya dibantu oleh pewaralabanya. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. yaitu pada bulan Agustus – Desember dan Februari – Juni. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Pertama. Tujuan pembimbingan ini adalah lulus ujian semester dan naik jenjang kelas yang lebih tinggi. lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi • Sub Program Intensif berlangsung menjelang UN selama satu semester yaitu bulan Desember – Mei. Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuian. • Sub Program Intensif berlangsung selama satu semester.(SMP) Terdiri dari 2 sub program. Setiap minggu dua kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuaan. 5 SD dengan tujuan untuk memperbaiki prestasi akademik. 2. 4. bulan Agustus Desember dan semester II bulan Februari – Juni.

• Sub Program Intensif 1. Tujuan adalah untuk lulus pada ujian akhir dan UN serta lulus dan diterima dalam SMPTN. bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua siswa yang 47 . yaitu : • Sub Program Reguler berlangsung selama dua semester. Untuk mengukur produk usaha bimbel. Setiap minggu tiga kali pertemuan atau 12 kali pertemuan dalam sebulan.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 3. Kapasitas produksi lembaga Bimbel diprediksi total mencapai 352 siswa yang dicapai secara bertahap selama 3 tahun atau 6 semester. untuk siswa IPS. Target atau proyeksi jumlah siswa tersebut sesuai dengan informasi dan pengalaman dari lembaga Bimbel yang di survey. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember . • Sub Program Intensif 2. Terdiri dari tiga Sub Program. 5. untuk kelas 12 IPA. Tujuan adalah lulus ujian akhir. yang berlangsung satu semester pada bulan Desember dan Mei. unsur produksi di analogikan sebagai jumlah siswa yang mengikuti program pembelajaran mulai dari siswa SD. Sedangkan pendapatan atau manfaat yang diperoleh di analogikan sebagai jumlah siswa peserta dikalikan dengan biaya pendaagtaran dan biaya jasa bimbingan yang dibayar oleh siswa peserta. yaitu produk yang sulit dinilai dengan uang. yaitu semester I bulan Agustus – Desember dan Semester II bulan Februari – Juni. Program Pembelajaran : Strata Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap minggu 2 kali pertemuan atau sebulan 8 kali pertemuan. Sub Program ini untuk siswa SMA kelas 10 dan 11 dengan tujuan lulus ujian semester dan naik ke jenjang kelas yang lebih tinggi. SMP sampai SMA dalam berbagai sub program.2.Mei. Produksi dan Pendapatan Usaha Produk dari usaha jasa bimbel bersifat intangible. Setiap minggu 3 kali pertemuan atau sebulan 12 kali pertemuan. lulus UN dan lulus dan diterima dalam SMPTN.

Pada tahun ke-3 target 352 siswa diprediksi dapat dicapai. Reguler 2. apalagi bila lembaga Bimbel merupakan waralaba dari lembaga Bimbel 48 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . dan nama atau merek lembaga Bimbel. Intensif-2 IPS Jumlah Total Sumber : lampiran 3 No I Tahun 1 Smtr 1 72 0 72 24 0 24 12 0 0 12 108 Smtr 2 72 20 92 24 9 33 12 8 8 28 153 Tahun 2 Smtr 1 120 0 120 48 0 48 24 0 0 24 192 Smtr 2 120 40 160 48 18 66 24 24 16 63 290 Tahun 3 dst Smtr 1 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 Smtr 2 144 60 204 48 36 84 24 24 16 64 352 Pencapaian target siswa tersebut tergantung pada promosi yang dilaksanakan.ASPEK KEUANGAN masuk sebagai peserta belum mencapai target yang ditetapkan. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Tabel 7 : Jumlah siswa peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. hasil akhir yaitu tingkat keberhasilan para siswa peserta. Target siswa setiap strata pendidikan dan sub program dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Intensif Jumlah II SMP 1. Intensif-1 IPA 3. Reguler 2.

Target jumlah siswa strata SD dalam sub program regular (144 siswa) dan sub program intensif (60) baru dicapai pada tahun ketiga proyek. b.000 Jumlah 1.300.000 1. Masyarakat semakin sadar bahwa untuk menjamin prestasi akademik putra putri disekolah-sekolah umum perlu dilakukan pembimbingan belajar dari sejak awal ditingkat SD.000 500. Demikian pula sekolah SMP dan jumlah siswanya lebih banyak daripada siswa SMA.000 49 .000 500.000 900.400. sedangkan untuk strata SMP dan SMA target jumlah siswa sudah dapat tercapai dalam tahun kedua proyek. Dalam proyeksi jumlah siswa peserta ditetapkan target siswa strata SD lebih banyak daripada siswa strata SMP dan siswa strata SMA. Tabel 8 : Biaya fasilitas/ sarana dan Bimbingan No I II III Strata SD SMP SMA Sub Program 1.000 500.000 1.000 1. sedangkan siswa strata SMP lebih banyak daripada siswa strata SMA. Reguler 2.300.000 800. Pada tabel berikut disajikan tarif biaya bimbingan per semester.000 500.000 900.000 800.350. Reguler 2.250.000 1.000 500.000 Bimbingan 750.000 900.000 1. Intensif 1. Intensif-1 IPA 3.400. Intensif 1.000 500. Reguler 2. Jumlah sekolah SD dan jumlah siswanya lebih banyak daripada SMP dan SMA.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pewaralaba terkenal. Siswa yang mengikuti sub program regular terdapat dalam semester satu dan semester dua sementara siswa yang mengikuti sub program intensif hanya terdapat dalam semester dua.400.000 1. Intensif-2 IPS Sumber : lampiran 4 Biaya-biaya per semester (Rp) Fasilitas 500.000 850. Alasannya adalah : a.

125. Biaya fasilitas dan sarana diasumsikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan sub program yaitu Rp. Biaya pendaftaran diproyeksikan sama untuk semua jenjang pendidikan dan dibayar pada saat pendaftaran.500. Berdasarkan jumlah siswa dan tarif bimbingan belajar tersebut dapat diproyeksikan besarnya pendapatan Bimbel. b.000 per siswa. sedangkan biaya bimbingan sedikit berbeda antara strata pendidikan SD dan SMP serta SMA. yaitu pada awal semester satu untuk sub program regular dan pada awal semester kedua untuk sub program intensif. seperti pada tabel berikut.ASPEK KEUANGAN Pendapatan setiap semester dari lembaga Bimbel terdiri dari dua sumber yaitu : a. sebesar Rp.000. Biaya ini dapat dibayar secara cicilan sebanyak dua sampai tiga kali cicilan. 50 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . per semester. Uang pendaftaran. Biaya bimbingan yang terdiri dari biaya fasilitas dan sarana belajar serta biaya bimbingan.

Intensif-2 IPS Jumlah Total Smtr 1 99.000 Smtr 2 180.600.000 17.000 Tahun 3 dst Smtr 1 198.000 44.475.400.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tabel 9 : Pendapatan Lembaga Bimbel Sub Program 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3.200.000. Intensif Jumlah III SMA 1.400.125.000 88.200.000.000 203.000 13.175.200.000 386.000 0 68.000 59.000 119. peralatan kantor.000 53.000 300.000 0 22.000 62.3.800.300.000.000 88.725.400.400.800. fasilitas dan sarana belajar. peralatan belajar.400.200.000.000 62.000 29.000 34.000 34.000 68.500.000 0 23.000.000 15.600. Intensif Jumlah II SMP 1.100.000. Biaya investasi untuk mendirikan sebuah lembaga Bimbel terdiri dari perizinan.000.1.500.200.000 0 35. Reguler 2.000 Sumber : lampiran 5 5.200.500.000 34.550.000.675.000 Smtr 1 165.000 17.000 31.000 34. Biaya Investasi Rincian biaya investasi dapat dipelajari pada lampiran 8.000 209.200.200. Hal ini disebabkan lokasi lembaga Bimbel harus strategis.200.600. Jarang ada Lembaga Bimbel yang memiliki tanah dan gedung sendiri kecuali lembaga Bimbel yang juga bertindak sebagai franchisor.000 Tahun 1 Smtr 2 90.000 Tahun 2 Smtr 2 150.000 115. sewa gedung.600.000 88.200.000 268.000 31.000 90. Komponen dan Sruktur Biaya 5.000.000.000 31.000 150.400.000 68.500. Reguler 2.000 39.100.000 0 11.400.000 474.000.000 0 35.950.100.400.000 0 99.275.000 0 165.500. yaitu mudah transportasinya dan tempatnya dipusat-pusat kegiatan ekonomi demi 51 .3.000 34.000 0 68.200.000 No Strata I SD 0 11.000 0 198.000 26.000 267.000 0 34.200.

722.000 0 83. karena ruangan kelas harus dilengkapi dengan AC agar kondisi belajar siswa menjadi lebih nyaman.000 4. Nilai (Rp) 1.450.000 52 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 Penyusutan Nilai sisa proyek 0 64.900. Pada umumnya pada lokasi tersebut biaya investasi tanah dan gedungnya jauh lebih mahal dibanding dengan menyewa pusat-pusat pertokoan atau ruko yang sudah ada.000 31.050.000 12.000 5. Pada tabel berikut disajikan rekapitulasi biaya investasi lembaga Bimbel.000 64.000 0 0 1.853.000 0 168.750.100. Peralatan belajar merupakan biaya investasi yang terbesar. Biaya investasi kedua terbesar adalah sewa gedung pertokoan atau ruko di pusat-pusat perbelanjaan atau kegiatan ekonomi.ASPEK KEUANGAN kenyamanan dan kemudahan siswa peserta bimbingan. Biaya investasi ketiga adalah peralatan kantor yang biayanya didominasi oleh biaya AC dan computer/ lap top.685.024. Tabel 10 : Biaya investasi lembaga Bimbel No 1 2 3 4 5 6 Jenis Biaya Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Sumber : Lampiran 8. Ruangan kelas ber-AC juga merupakan salah satu fasilitas yang menjadi pilihan favorit siswa.000 700.750.500 1.500 0 0 1.000 68.845. Komputer juga nenjadi ukuran penilaian siswa yang akan memilh suatu lembaga Bimbel.980.250.

000 204.992.000 5.000 228. 77. Biaya Operasional Biaya operasional penyelenggaran bimbingan belajar terdiri dari biaya perkantoran.780.000.500.000 4.000 10.160. biaya tutor atau guru merupakan 51% dari jumlah biaya tenaga kerja.175.175.955.000. Dana modal awal tersebut dapat dipenuhi oleh penyelenggara atau mendapat bantuan dari franchisor.565.000 Smtr 2 8.500 dimana sekitar Rp.000.000 135. sisanya adalah biaya tenaga manajemen dan karyawan.500.000.000 6. biaya tenaga kerja.000 10. Menurut informasi dari perbankan dan hasil survey lembaga Bimbel ternyata Lembaga Bimbel jarang yang 53 .000 Smtr 2 8.462. Tabel 11 : Rekap biaya operasional lembaga Bimbel ( 000 Rp) Tahun 1 Smtr 1 8.2.000 Smtr 2 8.000 159.000 177.000 8. adalah keperluan modal kerja setiap bulan sedangkan sisanya adalah biaya cetak modul dan soal-soal latihan yang diperlukan hanya pada awal tahun.000.4.000 No 1 2 3 4 Jenis Biaya Perkantoran Tenaga kerja Pemasaran Pembelajaran Jumlah 114.715.000.000.000 159.3.540.060.540.890. sedangkan rinciannya dapat dilihat pada lampiran 9.235.175.000. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran.000 16. Pada tabel berikut disajikan rekap biaya operasional.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5.000 6.335.000 Tahun 2 Smtr 1 8.000 154. Kebutuhan Modal Kerja dan Pinjaman Kebutuhan modal kerja lembaga Bimbel diproyeksikan sebesar Rp.715. 91.000 198.000.175.000 193.000 6. Dalam struktur biaya tenaga kerja.000 20.000 3.000. Dari ke empat jenis biaya tersebut biaya tenaga kerja sekitar 85% dari seluruh biaya operasional.175.000 136.175.000 Tahun 3 dst Smtr 1 8.000 189.000 5.000 5.

sedangkan 30% disediakan oleh pemilik lembaga Bimbel.613 17. Pada lampiran 54 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .396 66.ASPEK KEUANGAN membutuhkan dana pinjaman khususnya untuk modal kerja dari perbankan. Besarnya pembayaran pinjaman adalah sebagai berikut.276.258.912. Kebutuhan dana pinjaman adalah untuk investasi pembelian peralatan kantor dan peralatan belajar serta untuk sewa bangunan.726 5.125 Bunga 24.375 66. Sistem pembayaran biaya bimbingan secara bertahap/cicilan tersebut menyebabkan lembaga Bimbel memiliki cashflow penerimaan uang yang mencukupi sepanjang tahun penyelengaraan.333 171.000 56.613 24.713. kegiatan Bimbel ini mendapat untung atau rugi setiap tahun. Indikator yang digunakan untuk mengukur laba rugi adalah profit margin. Analisa laba rugi dapat dilihat pada lampiran 13 dan pada tabel 14 adalah rekapnya.902.077.189. Dalam perhitungan pinjaman diproyeksikan 70% biaya investasi dibiayai dari pinjaman.708 238.5.276.601 Jumlah 91.912. Salah satu alasan adalah penerimaan lembaga Bimbel adalah dari uang pendaftaran pada awal kegiatan dan biaya bimbingan serta fasilitas bimbingan yang dibayar siswa secara bertahap. Jangka waktu pinjaman adalah 2 tahun atau 4 semester dengan suku bunga pnjaman efektif 14.811.5% per tahun.000 91.396 39. Tabel 13 : Pembayaran pinjaman lembaga Bimbel Tahun 1 2 3 Total Sumber : Lampiran 10c Pokok 66.189. Proyeksi Laba/Rugi Proyeksi laba/rugi adalah untuk mengetahui apakah selama jangka waktu proyek.335.

073.073.411. Kerugian ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus membayar pinjaman termasuk bunga. Baru pada semester 2 tahun-2.0% 55 .927.4% 23.697.5% 29. Tabel 14 : Laba Rugi lembaga Bimbel Tahun Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Total Sumber : Lampiran 13 Laba rugi -45.4% 29.279 213.397 531.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dan tabel tersebut ternyata lembaga Bimbel mengalami rugi pada tahun-1 dan semester 1 tahun-2. Dengan demikian ditinjau dari laba per tahun. Sedangkan jika dianalisa per tahun dimana target jumlah siswa telah tercaapai yaitu 352 siswa.397 1.394. Selama 5 tahun profit margin proyek ini adalah 2. proyek ini mulai meraih laba dan berangsurangsur dapat menutupi kerugian tahun sebelumnya pada semester 2 tahun ke-3 proyek.2% untuk semester 1 dan 18.5% untuk semester 2 atau rata-rata selama 5 tahun profit margin adalah 12.336.500 227.696.118.897 759.613 135.666 303.9% 20.500 759. Selain itu kerugian ini disebabkan juga karena jumlah siswa peserta belum mencapai target yang diinginkan.927.637.2% semester 2.6% 27.397 Laba ditanam kembali Profit margin % -45.744 12. laba ditahan dan profit margin kegiatan lembaga Bimbel memberikan keuntungan bagi investor.697.613 89.0%. maka profit margin proyek adalah 14% semester 1 dan 27. bahkan laba yang ditahan mulai positif dan semakin meningkat sampai akhir proyek di tahun ke-5.145.731 227.

922 271.000 73.405 212.142.480.743 295.734.274.100 248.279 271.754.564 318.100 313.509.734.931.722 121.636 80.494 121.202.306.650.000 88.564 437.708.958.000 Tetap 147.458 201.000 126.633 186.826.500.861 121.207 292.480.405 121.480.000 59.067.000.494 103.759.480.325.000 56 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .101.000 189.392. Pada tabel berikut disajikan data perhitungan pendapatan.500.858.587. 2003).250.922 354. Pada titik potong tersebut juga menunjukan BEP volume penjualan atau produksi.177 121.633 121. Analisa Break Even Point (BEP) BEP adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variable di dalam kegiatan lembaga Bimbel. Tabel 15 : Data untuk perhitungan BEP Jml siswa sub program Reguler Intensif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 50 60 70 80 90 100 110 120 130 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Pendapatan sub program Pendapatan Reguler 132.000.250.000 319.000 150.101.035.411.207 365.6.750.000 244.480.550.177 239. artinya pada saat itu biaya total sama dengan nilai penjualan.000 29.038 121.483.722 Intensif 14.480.949 121.917.000 Biaya Variabel Total No 56.480. BEP didefinisikan sebagai volume penjualan yang tidak menghasilkan keuntungan ataupun kerugian.693.743 395.ASPEK KEUANGAN 5.000 173.861 159.038 132.000 197.750.170.750.266 118.386 478. biaya variable dan biaya total untuk membuat grafik BEP.279 224.722.266 121.050.386 342.949 265. biaya tetap.417. sehingga jika digambarkan dalam bentuk grafik maka titik potong kurva pendapatan dan kurva biaya total adalah BEP. biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima dari kegiatannya (Husein Umar.515.000 220.458 230.000 103.963.480.075.636 178.000 345. seperti jumlah siswa peserta.443.480.000 44.378.

493.000 291.304.135 767.492 459.060. Sedangkan sumbu vertical adalah nilai rupiah (dalam jutaan) dari biaya atau pendapatan. Biaya total adalah jumlah biaya tetap dan biaya variabel.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar No Jml siswa sub program Reguler Intensif Pendapatan sub program Pendapatan Reguler Intensif Tetap Biaya Variabel Total 10 1 2 3 4 5 6 140 150 160 170 180 190 200 100 110 120 130 140 150 160 372.468.876.443 121.126.480.000 337.750.961.651.028 561.671 643.513.314 482.441.000 267.582 162.582 121. misalnya angka 1 menunjukan jumlah siswa 50 orang sub program regular dan 10 orang sub program intensif.671 435.480.671 221.000 478.899 121.000 384.151.000 314.127 121.000 452.784.810.409. pendapatan (lampiran 5).243.500.000 425.480.000 398.354 121.480.000 531.993.284.065. Berdasarkan tabel tersebut digambarkan grafik BEP.127 191.443 236.810 147.354 177.545.850 602.468.889.956 Sumber : Lampiran 13 Tabel perhitungan ini dibuat berdasarkan data jumlah siswa (lampiran 1). 57 .250. biaya tetap yang terdiri dari biaya tenaga kerja (lampiran 8) dan penyusutan (lampiran 9) serta biaya variable yang terdiri dari biaya perkantoran.000 361.899 206.000 519.098. sebagaimana terlihat gambar 5.000.956 529.835.480. biaya pemasaran dan biaya pembelajaran (lampiran 9).492 685.135 506.671 121.000 408.337.810 121.000.314 726.850 412.250.835.784.500.480.857.480.028 389. Pada grafik tersebut sumbu mendatar menunjukan jumlah siswa.000 505.618.

261.261. Titik potong tersebut menggambarkan bahwa BEP untuk jumlah siswa adalah 90 siswa pada sub program regular dan 50 siswa pada sub program intensif atau total 140 siswa.176 (sumbu vertical).306.306. Pada jumlah siswa tersebut pendapatan sama dengan biaya total yakni Rp. Titik potong tersebut berada pada point 5 (sumbu mendatar) dan angka Rp. Jika jumlah siswa dan pendapatan berada dibawah 58 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .176.ASPEK KEUANGAN Juta Rp. 900 Pendapatan 800 700 600 500 Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Total Pendapatan Biaya Total Biaya Variabel 400 300 200 Biaya Tetap 100 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jumlah Siswa Gambar 4 : Grafik BEP lembaga Bimbel Dari grafik 1 nampak bahwa BEP lembaga Bimbel terletak pada titik potong kurva pendapatan (warna biru) dan kurva biaya total (warna coklat).

Dengan BEP tersebut juga dapat dibuat prediksi profit margin yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. dengan tahun penyusutan yang bervariasi. terlihat BEP siswa tersebut sudah tercapai pada semester 2 tahun pertama proyek.7. Berdasarkan data pada lampiran 1. biaya operasi dan pendapatan terjadi selama semester 1 tahun-1 sampai semester 2 tahun-5. sehingga pendapatan lebih besar dari biaya maka lembaga Bimbel akan untung. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Usaha Dalam bagian ini akan dijelaskan arus benefit dan biaya melalui penyusunan proyeksi financial dan selanjutnya dilakukan analisis kelayakan ditinjau dari segi usaha lembaga Bimbel (privat). seperti terlihat pada gambar kurva pendapatan berada dibawah kurva biaya. dimana investasi dimulai pada tahun-0. misalnya dengan menambahkan profit margin dalam besaran tertentu kepada nilai pendapatan kemudian membandingkan BEP hasil perhitungan dengan pendapatan yang riil diperoleh. Jumlah investasi tetap : Rp. dimana kurva pendapatan berada diatas kurva biaya.250 juta. Data pokok yang diasumsikan dalam perencanaan proyek ini adalah sebagai berikut : Pelaksana : Perorangan yang mendirikan Lembaga Bimbel (dengan sistem waralaba) Umur ekonomis proyek : 10 semester atau 5 tahun. BEP tersebut juga memberikan gambaran yang dapat digunakan oleh manejemen Bimbel untuk menetapkan tarif bimbingan belajar yang kompetitif dengan lembaga saingannya. 168. Jika perhitungan BEP masih lebih rendah dari pendapatan riil maka rencana kegiatan Bimbel tersebut masih cukup layak dilaksanakan. biaya-biaya operasional yang lebih realitistis sehingga lebih efisien penggunaannya. 59 . 5. Jika terjadi keadaan sebaliknya.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BEP tersebut maka lembaga Bimbel akan rugi karena pendapatan lebih kecil dari biaya.antara 1 – 5 tahun.

000.5% p.500.a.125 dengan bunga pinjaman 14.5 tahun dan setelah itu proyek masih menghasilkan pendapatan yang positif.308. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 10a.45 27% 2.375 dan modal pinjaman Rp 171. Kriteria investasi : Analisis kelayakan proyek menggunakan discounted cashflow meliputi Net Present Value (NPV). diperoleh hasil analsa sebagai berikut : 1 2 3 4 NPV DF 14.132.433 1.250.8 tahun Hasil analisa kelayakan proyek menunjukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan seperti yang ditunjukan oleh NPV yang positif. Penerimaan lain adalah nilai sisa investasi peralatan dan aktiva tetap yang diwujudkan melalui penjualan pada akhir tahun-5 sebesar Rp.571. Sedanglan PBP menunjukan bahwa masa pengembalian biaya investasi adalah 5 semester atau 2. Disamping itu dilakukan analisa Pay Back Period (PBP) tanpa Discounted cashflow.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. Pajak : Pajak perusahaan sebesar 15% dari laba/rugi. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya investasi Rp 168.2.ASPEK KEUANGAN Sumber-sumber pembiayaan : Berasal dari modal sendiri sebesar Rp. Discounted cashflow mengacu pada tingkat suku bunga pinjaman untuk proyek ini. Berdasarkan perhitungan arus kas pada lampiran 14. Net B/C ratio lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman. Penerimaan proyek : Penerimaan proyek adalah dari biaya pendaftaran siswa dan biaya bimbingan belajar dari siswa peserta. Internal Rate of return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio.5% IRR % PBP (semester) 67.747.000 dan biaya modal kerja Rp 83.79. 60 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .811.

61 .223.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 1.410) 1.5 16% 2.4 14% 2. Kenaikan biaya operasional (alternative 2) c. IRR lebih kecil dari suku bunga.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14. ternyata proyek ini menjadi tidak layak jika terjadi penurunan pendapatan mencapai 7%.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 5. Penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sekaligus (alternative 3) Analisa sensitivitas berdasarkan ketiga alternative tersebut dapat dipelajari pada lampiran 15.710 1. Perubahan yang mungkin terjadi adalah : a. sedangkan hasil analisisnya adalah sebagai berikut : a.8.790. Penurunan penerimaan hasil usaha (alternative 1) b. 16 dan lampiran 17.C ratio kurang dari satu. Hasil analisa sensitivitas alternative 1 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. Sementara itu PBP dicapai setelah semester 5 atau dua setengah tahun.6 tahun Penurunan Harga Bimbingan 7% (2. Dan Net B. Analisa Sensitivitas Analisa sensitivitas bertujuan untuk mengkaji pengaruh negative dari perubahan yang mungkin terjadi terhadap komponen biaya dan penerimaan proyek akibat adanya ketidak pastian dalam kegiatan ekonomi. dimana NPV sudah negative.5% IRR % PBP (semester) Penurunan Harga Bimbingan 6% 7.

ASPEK KEUANGAN b.782.079 1.5 16% 2.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.873) 1. proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 10%. Hasil analisa sensitivitas alternative 3 : Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% 16.859. c.5 tahun No Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14.627) 1.954 1. Hasil analisa sensitivitas alternative 2 : Parameter Kelayakan Usaha NPV DF 14. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio sama dengan satu. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. dimana NPV negative.6 tahun Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operaional 4% (58.5 tahun No 1 2 3 4 Dalam analisa sensitivitas alternative 2.5 18% 2.5% IRR % PBP (semester) Kenaikan Biaya Operasional 9% 5.4 14% 2.5% (Rp) Net B/C ratio DF 14.4 14% 2.5 tahun Kenaikan Biaya Operaional 10% (968.5% IRR % PBP (semester) 1 2 3 4 62 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Dalam analisa sensitivitas alternative 3. Sementara itu PBP terjadi setelah semester 5 atau dua setengah tahun. 63 . proyek ini menjadi tidak layak jika biaya operasional mengalami kenaikan sampai menjadi 4% dan penerimaan proyek turun sampai 4%. IRR lebih kecil dari suku bunga dan Net B/C ratio lebih kecil dari satu. dimana NPV negative.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Adanya penyelenggaraan usaha Bimbel jelas membuka peluang yang besar bagi siswa sekolah umum untuk memperbaiki kualitas pendidikannya agar dapat meraih prestasi yang lebih baik di kelas. pemerataan pendapatan masyarakat.1. Sukses di Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi e. Analisis aspek sosial ekonomi usaha Bimbel bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh penyelenggaraan usaha tersebut terhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan seperti penciptaan kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. Sukses ulangan harian di kelas b. perdagangan dan pengangkutan. pelatihan atau kursus tidak diperdagangkan sehingga tidak dapat diberi nilai yang pasti untuk dapat digunakan sebagai titik tolak dalam menilai manfaat (benefit) sosialnya. pertanian. sebagian besar hasil pendidikan. yaitu : a. Aspek Ekonomi dan Sosial Disamping tujuan peningkatan barang dan jasa untuk konsumsi pendirian suatu proyek dapat mempunyai tujuan-tujuan sosial ekonomi yang bersifat khusus. SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN 6.BAB VI ASPEK EKONOMI. Sukses ujian semester c. dan manfaat sosial lainnya. Peningkatan kualitas pendidikan siswa tercermin dari target program bimbingan belajar yang ditetapkan oleh Bimbel. Peningkatan prestasi akademis di sekolah d. Lulus Seleksi masuk/diterima di perguruan tinggi favorit (untuk siswa SMA). 65 . namun berbeda dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. Penyelenggaraan usaha Bimbel bertujuan meningkatkan taraf pendidikan siswa pada khususnya dan pendidikan masyarakat pada umumnya. penciptaan kesempatan kerja.

Binsuskel) memberikan dukungan berupa dana bantuan penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) kepada peserta didik melalui lembaga (blockgrant). SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Selain memberikan dampak yang positif. Dana bantuan pemerintah sekarang ini hanya diberikan kepada sekolah-sekolah umum. sedangkan untuk LKP. 1976) terbukti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula penghasilannya. usaha Bimbel dapat juga memberikan dampak sosial yang negatif karena menimbulkan kesenjangan pendidikan diantara para siswa.ASPEK EKONOMI. Jenis program PKH adalah Kursus Para Profesi (KPP). Para siswa yang orang tuanya tergolong tidak mampu atau berpendapatan rendah mungkin sulit memanfaatkan peluang tersebut. Penyelenggaraan usaha Bimbel membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga-tenaga ahli pendidikan dan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi khususnya pada tingkat terakhir yang ada disekitar Bimbel untuk menjadi tutor 66 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Lembaga Bimbel juga belum mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Yayasan Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan. BP2NFI. Sementara itu lembaga Bimbel tidak menyediakan bea siswa atau subsidi karena lembaga ini murni didirikan atas biaya pribadi (swasta) dengan tujuan mendapatkan keuntungan atas investasinya. Lembaga Pendidikan Keterampilan. SMK) dan lembaga pendidikan nonformal (LKP. Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD). Berdasarkan hasil Survey Penduduk Antar Sensus yang diselenggarakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS. semakin besar kelebihan produktivitasnya dibandingkan dengan orang yang pendidikannya lebih rendah. Ternyata. Jadi semakin berpengalaman seseorang yang terdidik. Kursus Wirausaha Perkotaan (KWP). P2PNFI dan lembaga-lembaga sejenis lainnya. PKBM. Politeknik. pendidikan/pelatihan meningkatkan kemampuan mereka yang mengikutinya untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dalam perekonomian. Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Dit. SKB. Program kursus tersebut dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal (Perguruan Tinggi. Pertambahan penghasilan mencerminkan sifat dinamis dari pendidikan/pelatihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Balai latihan Kerja.

industri makanan dan minuman. Sebaliknya dengan adanya lembaga Bimbel terutama yang memilih lokasi di ruko-ruko memberikan dampak positif seperti penyewaan ruko dan bertambahnya omset perdagangan di pertokoan sekitarnya. sedangkan setiap mata ajaran memerlukan 2 sesi. 200 m2. Disamping itu usaha bimbingan belajar meningkatkan kegiatan bisnis yang berhubungan dengan industry percetakan (kertas.000 s/d Rp. Dampak Lingkungan Dalam proses pelaksanaan kegiatan Bimbel relative tidak terdapat limbah yang dapat mengganggu lingkungan sekitarnya. Sehingga dari perkiraan jumlah tersebut dapat dibayangkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh lembaga Bimbel dan tambahan pendapatan yang diperoleh para tenaga kerja tersebut.25. diantaranya 164 ada di Jabodetabek (lihat tabel 1 dan tabel 2). Ratarata setiap Bimbel memerlukan 6 – 10 ruang kelas atau sekitar 120 m2 s. dibandingkan dengan statistik lembaga Bimbel tersebut masih lebih banyak junlah lembaga Bimbel yang belum memiliki NILEK atau sudah memiliki izin tapi belum memiliki NILEK dan belum memiliki izin dan NILEK.2. soal-soal). Berdasarkan statistik lembaga Bimbel yang sudah memiliki NILEK seluruh Indonesia berjumlah 1135 lembaga. Lembaga Bimbel mempekerjaan tenaga kerja 30 s/d 42 orang dan dari jumlah tersebut tenaga tutor merupakan tenaga terbesar yaitu antara 20 – 38 orang tergantung dari besar kecilnya kapasitas siswa setiap Bimbel. Dampak positif lain dari keberadaan lembaga Bimbel adalah meningkatnya peluang penyewaan gedung atau ruko sebagai tempat penyelenggaraan.35. Pendapatan tambahan yang dapat diperoleh seorang tutor setiap sesi pembelajaran antara Rp. industri alat tulis. Menurut Dinas Pendidikan di daerah survey. seperti polusi suara (bising). 67 . industri barang-barang dari kayu dll. polusi udara dan pencemaran lingkungan.d. buku-buku.000. 6.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar dalam program bimbingan.

Oleh karena itu pendirian lembaga Bimbel sebaiknya tidak dilokasi sekitar pemukiman penduduk atau lebih baik memilh lokasi di ruko-ruko atau mall. Menurut pengalaman lembaga Bimbel sangat sulit memperoleh izin gangguan yang disetujui masyarakat sekitar.ASPEK EKONOMI. jika lembaga Bimbel didirikan di lingkungan pemukiman penduduk. 68 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Gangguan yang mungkin terjadi adalah polusi suara (bising) oleh kendaraan bermotor milik siswa peserta bimbingan belajar. Untuk itu maka lembaga Bimbel tersebut perlu memiliki surat izin gangguan dari Pemerintah Daerah yang diketahui atau disetujui oleh masyarakat disekitar lembaga tersebut.

BAB VII FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. Tingkat kesadaran dan kepedulian orang tua murid terhadap pentingnya pendidikan anak-anaknya mendorong setiap orang untuk memasukkan anaknya mengikuti bimbingan belajar. kurangnya fasilitas belajar yang memadai. 7. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor lain ikut mendorong berkembangnya lembaga Bimbel. Jasa bimbingan belajar akan semakin dibutuhkan mengingat kemampuan guru yang terbatas.2. 69 .1.1. b. Sekolah juga dianggap tidak mampu menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan siswa terlebih lagi kesiapan untuk berebut kursi di PTN yang diidam-idamkan. Pendapatan Masyarakat Setiap tahun tingkat pendapatan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan daya belinya. Karena itu masyarakat berpendapatan menengah keatas akan mampu membiayai anak-anaknya mengikuti bimbingan belajar. Anggaran Pendidikan Dalam hubungannya dengan pengembangan lembaga Bimbel. yaitu : a. serta tuntutan kurikulum yang tidak realitis menyebabkan siswa mencari alternatif lain untuk belajar diluar sekolah.1. pemerintah tidak mampu membantu atau memberikan subsidi pendirian lembaga ini. sehingga terbuka peluang yang lebih besar untuk mengembangkan lembaga bimbingan belajar.1. karena masih banyak sekolah-sekolah formal yang harus dibiayai oleh pemerintah. Faktor-faktor Kritis Eksternal 7.

Ditjen PNFI dalam waktu dekat akan mengadakan penertiban lembaga Bimbel diseluruh Indonesia.infokursus. 7. lembaga Bimbel lama dan pendirian lembaga Bimbel baru diwajibkan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) online. Nilek online dapat di cek di www. terutama untuk kredit investasi bangunan dan modal kerja untuk sarana pendidikannya. Peraturan Pemerintah Mulai tahun 2009. Penertiban ini disebabkan banyak lembaga Bimbel yang terlibat manipuasi khususnya dalam membantu para siswa yang akan menghadapi UN dan SMPTN.1. dan bersedia diaudit oleh pemerintah. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan waktu belajar bagi siswa pendidikan formal yang semula hanya sampai jam 12 siang menjadi sampai jam 3 atau 4 sore memberikan dampak yang sangat signifikan bagi dunia lembaga Bimbel. 70 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Kebijakan Pemerintah Perubahan kebijakan pemerintah yang menyangkut pendidikan nasional berdampak bagi kondisi usaha jasa pendidikan.3.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Oleh karena itu swasta atau perorangan akan lebih banyak berperan dalam menyelenggaraakan bimbingan belajar.net. 7. Bimbel yang memiliki NILEK berlaku ketentuan hukum yang tercantum pada undang-undang Sisdiknas. sehingga ada peluang bagi perbankan dan franchisor untuk membantu membiayainya.1. Dengan muatan waktu tersebut membuat para siswa dan orang tua siswa merasa tidak perlu lagi ikut bimbingan belajar (Ahmad Kultur Hia dan Miryati Safitri).4. akuntabel. Lembaga Bimbel tersebut belum memiliki izin operasional maupun NILEK. Dalam hubungannya dengan itu Kemendiknas RI melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. diantaranya harus transparan.

12. Mata ajaran yang di sediakan adalah Kimia. Oleh karena itu siswa peserta harus membayar sejumlah uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diperolehnya. Dalam beberapa tahun terakhir telah muncul Bimbel Online yang diprakarsai oleh : a. Kesenjangan meraih pendidikan Lembaga bimbingan belajar didirikan oleh swasta atau perorangan yang sudah tentu bertujuan untuk mendapat keuntungan dan pengembalian atas modal yang sudah ditanamnya. 12. 9. Bimbel online tersebut dapat diakses gratis oleh siapa saja yang ingin mendapat bimbingan belajar. SMA IPA 11. sementara siswa yang bukan tergolong orang mampu akan kalah bersaing dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Keadaan ini akan menimbulkan kesenjangan dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi sehingga berdampak pada kesempatan memperoleh pekerjaaan yang lebih baik. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan adanya bimbel online akan memberi kesempatan kepada siswa kurang mampu untuk mendapat bimbingan belajar lebih baik.5. karena keprihatinannya melihat betapa mahalnya biaya pendidikan sekarang.1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. Pustekom Kemendiknas dalam rangka proses Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) b. 71 . Hal ini berarti hanya siswa-siswa yang berasal dari keluarga orang mampu yang dapat mengikuti bimbingan belajar. matematika dan biologi untuk strata sekolah SMP 8. Bimbel online yang didirikan oleh mahasiswa semester IV. Beban kehidupan ekonomi yang semakin berat dirasakan keluarga-keluarga Indonesia saat ini bakal bertambah berat jika harus menambah biaya bimbingan belajar bagi anaknya. dan SMA IPS 11. Fisika. disamping itu keberadaan bimbel online akan bersaing dengan lembaga-lembaga Bimbel yang ada.

6.1. usaha computer dan website designer. sehingga hampir semua bimbingan belajar sebenarnya menawarkan produk yang sama hanya berbeda dalam nama produk. Dalam menghadapi persaingan ini pengelola dan manejemen perlu melakukan penelitian terhadap lembaga Bimbel lainnya dan mencari atau meng update secara berkala program-program pembelajaran. Persaingan Berbagai ketidak puasan terhadap kondisi pembelajaran. perdagangan barang-barang elektronik dan listrik. cepat dan tepat. industri furniture. Dalam menghadapi persaingan lembaga Bimbel melakukan berbagai usaha dan cara untuk menarik siswa menjadi peserta bimbingannya. perusahaan jasa konstruksi dan bangunan. Hal ini telah mendorong semakin tumbuh dan berkembang lembaga-lembaga Bimbel terutama di kota-kota besar. Kaitan dengan usaha lain Jika ada usaha-usaha lain yang berkembang dengan pesat seperti industri percetakan.7. industri alat-alat perkantoran. 7. 72 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .1. Usaha atau produk yang dibuat dan caracara penawaran oleh Bimbel pada umumnya mudah ditiru. Oleh karena itu lembaga Bimbel yang faham dan pandai mempelajari kebutuhan pendidikan siswa akan dapat bertahan dan diminati oleh banyak peserta. semuanya itu merupakan faktor penunjang yang sangat membantu berkembangnya lembaga Bimbel. berkembangnya sekolahsekolah umum. sementara lembaga Bimbel yang kurang tanggap akan rugi dan akhirnya tutup.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL 7. pembangunan pusat-pusat kegiatan perdagangan seperti mall dan ruko. yang dialami siswa disekolah-sekolah umum dan peraturan pemerintah tentang UN dan SMPTN serta masalah-masalah pendidikan lainnya menyebabkan banyak siswa yang mencari alternatif lain mengikuti bimbingan belajar. perbaikan sarana transportasi. sarana dan prasarana pembelajaran serta cara-cara penyelesaian soal-soal latihan yang mudah. sehingga timbul persaingan diantara lembaga Bimbel tersebut.

namun pembiayaan harus didahului dengan penelitian dan analisis yang teliti. tetapi menyewa. sehingga pengelola atau pemilik bimbel harus menyediakan agunan tambahan berupa tanah atau rumah milik. sehingga harus melalui pemilik atau pengelola. sehingga akan mempengaruhi kemampuan dan waktu pembayaran kredit. Pendapatan lembaga Bimbel adalah biaya pendaftaran dan biaya bimbingan. Pada umumnya Lembaga Bimbel tidak memiliki gedung sendiri yang dapat dijadikan agunan tambahan. Lembaga Bimbel yang berbentuk yayasan sulit dijadikan nasabah peminjam.2. Faktor-faktor Kritis Internal 7. Oleh karena 73 . karena pendirian lembaga Bimbel merupakan usaha swasta murni tanpa bantuan atau subsidi dari pemerintah. Pemilihan lokasi lembaga Bimbel Pada umumnya kendala utama yang dapat menghambat dari aspek teknis penyelenggaraan lembaga Bimbel adalah mahalnya biaya investasi untuk pembelian tanah dan pembangunan gedung. apabila lembaga Bimbel dimiliki oleh beberapa orang atau kongsi.8. akan semakin besar pula dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. Penerimaan pendapatan tersebut berlangsung pada waktu tertentu. Dalam hubungan ini perbankan dapat berperan sebagai lembaga penyedia dana. c. Pembiayaan oleh Perbankan Dengan semakin berkembangnya usaha jasa bimbingan belajar. Hal ini disebabkan karena lembaga Bimbel harus memilih lokasi yang strategis dan biasanya harganya sangat mahal.2.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 7. sehingga pengembalian modal cukup lama atau proyek tidak layak.1. b. karena masalahnya adalah : a. 7.1. Hal ini perlu dinegosiasikan untuk mendapatkan kesepakatan pinjaman.

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

itu menurut responden lembaga Bimbel yang diwawancara, faktor kritis usaha Bimbel adalah lokasi tempat penyelenggaraannya, yaitu harus dipilih pada suatu tempat yang startegis, yaitu lokasi yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan : a. Terletak dipinggir jalan raya dan transportasi yang mudah dicapai dan relatif murah. b. Kedekatan dengan kompleks pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas, karena mereka mampu membiayai anaknya mengikuti bimbingan belajar. c. Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi yang ramai seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi untuk membeli tanah dan membangun gedung. Disamping itu dilokasi tersebut telah tersedia cukup fasilitas listrik, air, komunikasi, peralatan lain yang dibutuhkan dan fasilitas konsusmsi serta keamanan. d. Pemilihan lokasi usaha juga mempertimbangkan adanya supply tenaga guru atau tutor. e. LLokasi dekat dan mudah dicapai dari atau ke sekolah-sekolah umum SD, SMP dan SMA sebagai sumber calon siswa. 7.2.2. Standar Minimal yang diperlukan untuk mendirikan lembaga Bimbel Dasar pendirian lembaga Bimbel adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Untuk mendirikan suatu lembaga Bimbel diperlukan suatu syarat minimal sesuai dengan UU Sisdiknas tersebut, sebagai berikut : a. Isi pendidikan meliputi struktur kurikulum yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada keunggulan local dan bahan ajar berupa buku atau modul ajar.

74

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

b.

c.

d. e. f.

Pendidik dan tenaga Kependidikan1) meliputi jumlah, kualifikasi dan kompetensi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan yang sesuai dengan bidangnya. Sarana dan prasarana meliputi ketersediaan ruang kantor, ruang belajar teori, ruang praktek, sarana belajar mengajar,dan media pembelajaran dengan ukuran, jenis dan jumlah yang sesuai. Pembiayaan meliputi biaya operasional dan biaya personal untuk mendukung terselenggaranya program pendidikan. Manajemen yang meliputi struktur organisasi lembaga dan diskripsi tugas yang jelas guna memudahkan jalannya kegiatan pendidikan. Proses pendidikan meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

7.2.3. Kualitas Pengelola dan Manajemennya. Pengelola dan manajer Bimbel berperan penting dalam mendesain, mengkoordinasikan, mengatur dan mengimplementasikan serta menetapkan kebijakan-kebijakan penyelenggaran kegiatan bimbingan belajar. Kualitas pengelola dan manejemennya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan lembaga Bmbel dan dapat menjadi faktor penilaian siswa atau orang tua yang ingin memilih lembaga Bimbel. Syarat dan kualifikasi pengelola dan manejemen lembaga Bimbel yang baik dapat dinilai antara lain dari : a. b. c.
1

Tingkat pengetahuan dan keahlian di bidang pendidikan yang memadai Memiliki kemampuan manejerial dan jiwa enterpreneur Telah berpengalaman cukup dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Pendidik adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian (PT). Pendidik terdiri dari pengajar, pembimbing, pelatih/ instruktur dan penguji. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan.Tenaga kependidikan terdiri dari pengelola atau penyelenggara, teknisi, tenaga administrasi, pustakawan dan laboran.

75

FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL

d.

e.

f.

g.

Lembaga Bimbel yang dikelola telah memiliki cabang yang cukup banyak diberbagai tempat, segment pasar sangat luas dengan sistem waralaba dari pewaralaba yang memiliki goodwill, track record dan sistem yang baik. Lembaga Bimbel yang dikelola memiliki prestasi yang tinggi yang tercermin dari target program yang ditetapkan manejemen Bimbel, seperti : sukses dalam ulangan harian, sukses ujian semester, peningkatan prestasi akademik, diterima di SMP/SMA favorit, sukses UN dan SMPTN. Memiliki sarana belajar yang lengkap terdiri dari modul/panduan belajar yang sesuai dengan GBPP Kemendiknas, Paket pengayaan yang komprehensif, suplemen dan evaluasi belajar yang terkontrol. Tenaga pengajar yang direkrut berasal dari lulusan universitas yang terkenal yang menguasai mata pelajaran yang diajarkan dan memilki jiwa pendidik serta telah mendapat pelatihan mengajar (awal maupun periodik)

7.2.4. Kemitraan Kemitraan atau kerjasama dalam penyelenggaraan bimbingan belajar adalah suatu program kegiatan penting yang harus dilakukan oleh lembaga Bimbel. Suatu lembaga Bimbel yang ingin maju lebih cepat, memiliki kekuatan atau keunggulan dalam program pembelajaran, keberadaannya diakui oleh pihak lain terutama calon-calon siswa dan orang tuanya, memerlukan kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain. Sudah tentu kemitraan yang harus dibina adalah dengan lembaga-lembaga atau pihak yang berhubungan erat dengan program kegiatan Bimbel. Berikut adalah lembaga-lembaga mitra penting yang harus dapat dijalin oleh lembaga Bimbel sejak awal dimulainya kegiatan lembaga Bimbel : a. Lembaga Bimbel waralaba, yang sudah memiliki program kegiatan bimbingan belajar yang terkenal, program pembelajarannya teruji, memiliki banyak cabang yang berhasil, dikelola oleh pemilik dan manejemen yang berpengalaman di bimbel dan diakui efektifitas pembinaannya dan

76

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

5. 7. SMP dan SMA dalam jangkauan wilayah kerja Bimbel. e. Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendiknas RI. Kemitraan ini akan menghemat biaya pemasaran dan penyelenggaraan try out. BUMN dan perbankan yang dapat menjadi mitra dalam hubungannya dengan kegiatan pemasaran dan try out kegiatan Bimbel. SMP dan SMA. sebagai mitra dalam penyediaan calon siswa bimbingan. sehingga program pemasaran harus dirancang dan dilaksanakan secara tepat dan cermat serta berkelanjutan. Disamping lembaga-lembaga penting tersebut lembaga Bimbel juga dapat menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga lain secara vertikal dan horizontal untuk lebih meningkatkan kemajuan lembaga Bimbel. pembinaan. lembaga-lembaga profesi. organisasi-organisasi masyarakat. d. Sekolah-sekolah umum SD. baik yang ada dalam wilayah kerja Bimbel maupun dalam skala nasional. misalnya dengan PT yang dapat menyediakan tenaga-tenaga pengajar.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar pengawasan kepada lembaga Bimbel penerima waralaba serta memiliki dana yang cukup untuk menunjang kegiatan investasi dan operasional pada awal kegiatan lembaga Bimbel. c. 77 . Hal ini menyebabkan tingkat persaingan memperebutkan calon siswa antar lembaga Bimbel sangat kompetitif. Pemasaran Target pemasaran produk lembaga Bimbel ditujukan pada sasaran tunggal yang terbatas yaitu calon siswa peserta yang berasal dari sekolah umum SD. b. penghematan baya pemasaran dan menjalin kepercayaan orangtua terhadap eksistensi lembaga Bimbel. Lembaga-lembaga bisnis. pengendalian dan pengawasan kegiatan lembaga Bimbel. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam wilayah kerja lembaga Bimbel dalam hubungannya dengan perizinan. yayasan kependidikan dan perorangan.2.

waktu dan jadwal pelaksanaan pembelajaran. layanan phisikologi. b. 78 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . materi belajar yang diberikan. Biaya atau taris bimbingan yang terdiri dari uang pendaftaran dan jasa bimbingan : besarnya (Rp) dan cara pembayaran yang kompetitif dengan bimbel lainnya. d. misi dan keunggulan yang ditonjolkan serta layanannya pendampingan. Dengan cara seperti itu maka lembaga Bimbinan belajar akan segera dikenal dan diterima oleh masyarakat. Try out yang dilaksanakan secara regular menjelang UN dan SMPT. Try out dilaksanakan dengan melibatkan siswa peserta bimbingan dan siswa dari sekolah-sekolah mitra lembaga Bimbel. BUMN dan perbankan. Kegiatan pemasaran yang penting dan efektif menjaring calon siswa untuk dilakukan sebaiknya adalah : a. metoda belajar dan peralatan yang digunakan. Isi rancangan mencakup inti kegiatan program pembelajaran seperti berikut : a. tingkat kejenuhan atau kebosanan siswa dan harga produk yang ditawarkan. fasilitas belajar. Visi. Untuk menghemat biaya pelaksanakan lembaga Bimbel bermitra dengan sekolahsekolah tersebut dan lembaga-lembaga bisnis. konsultasi. tanpa dipungut bayaran. Fasilitas prasarana dan sarana pembelajaran : kondisi ruang kelas. Program pendidikan : strata sekolah dan kelas. c. Kegiatan promosi melalui open house yang diadakan di gedung lembaga Bimbel dengan mengundang calon siswa dan orang tuanya. Dalam open house lembaga Bimbel menyampaikan penjelasan mengenai halhal yang berhubungan dengan pendidikan sekolah dan peluang untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta peninjauan fasilitas sarana dan prasarana belajar yang tersedia di lembaga Bimbel.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL Rancangan pemasaran harus bertolak pada tingkat persaingan dalam program kegiatan. modul dan soal-soal latihan serta tutor dan layanannya. target program. b.

bukan menjiplak materi pembelajaran bimbel lainnya. 7. adalah : a. b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Kegiatan promosi melalui layanan internet. Kualitas materi-materi pembelajaran. karena siswa harus bolak balik dari rumah ketempat bimbel. perumahan penduduk atau ditempel di tempattempat strategis. Kegiatan pemasaran lainnya yang juga dapat dilaksanakan adalah pembuatan dan penyebaran leaflet. Tanggapan ini sekaligus juga mencerminkan faktor kritis yang harus diperhatikan apabila kita ingin mendirikan sebuah lembaga Bimbel.3. Lembaga Bimbel mempersiapkan CV lengkap dan terinci mengenai kemampuan tutornya untuk disajikan kepada calon siswa dan orang tuanya. c. tentang bagaimana memilih lembaga Bimbel yang baik. dengan kualifikasi sesuai bidang yang diajarkan. Lembaga Bimbel yang baik mempunyai buku atau modul belajar standar tertentu lengkap dengan buku referensi dan patokan tertentu pula. Kualitas pengajar atau tutor. Lokasi bimbel sebaiknya dekat dengan tempat tinggal siswa untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan. Faktor-faktor kritis tersebut antara lain. Untuk keperluan itu perlu dirancang website yang canggih oleh seorang web designer. brosur. ketika akan mendaftarkan diri menjadi peserta dan dalam open house. Promosi melalui internet sangat efekif jika dalam fasilitas internet lembaga Bimbel membuka dialog yang secara rutin memberikan respon segera atas tanggapan calon siswa. c. spanduk dan poster yang dapat dibagikan kesekolah-sekolah. Faktor Kritis Bagi Siswa Yang Akan Memilih Lembaga Bimbel Faktor-faktor kritis yang akan disampaikan dibawah ini diambil dan diolah dari tanggapan atau respon sejumlah masyarakat dan siswa peserta bimbel yang disampaikan melalui internet. 79 . Sebaiknya pengajar lulusan PT.

seperti ruangan ber – AC. e. yang dapat dipelajari dari jumlah alumni yang diterima di PTN. Lembaga Bimbel yang baik adalah yang sudah mempunyai reputasi nasional. Bimbel yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua siswa. Rencana pembelajarannya dan jadwal pertemuan disusun secara terinci dan realistis sesuai dengan silabus pengajarannya dan dilaksanakan sampai selesai tepat waktu. ruang konsultasi. musholah. karena perencanaannya tidak realitis dan tidak tepat. penyajian materi belajar dengan OHP. Seringkali kantor cabang lembaga Bimbel lebih mengutamakan keuntungan bisnis sehingga menomorduakan kualitas khususnya dalam memilih pengajar yang tidak berpengalaman dan murah pembayarannya. Untuk itu lembaga Bimbel harus mempersiapkan data antar waktu yang meliputi jumlah alumni yang diterima di PTN untuk disampaikan kepada calon siswa dan orang tuanya. tepat jumlah (sessinya) dan tepat sasaran (materi pembelajaran) atau 3 T. Hal ini menunjukan kualitas pembelajaran dan standar pengajar di kantor pusat berbeda dengan kantor cabang. ketika mereka datang mendaftar atau mencantumkannya dalam website. SMPT). kantin dsb. tersedia ruang diskusi. berarti kantor pusat perlu mengadakan monitoring dan pengawasan yang intensif secara berkala untuk menjaga reputasi kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya. Seringkali dijumpai materi pembelajaran belum semuanya dibahas padahal UN dan SMPT telah tiba. Metoda pembelajaran seharusnya dibuat secara kreatif. Artinya lembaga Bimbel harus realistis menetapkan tarif bimbingan belajar termasuk uang pendaftarannya. g. Ada baiknya memilih Bimbel yang dekat dengan kantor pusat atau Bimbel kantor pusatnya. Metoda pengajaran dan fasilitas pembelajaran merupakan faktor penting. sederhana. f. Fasilitas yang diterimakan kepada peserta harus sesuai dengan yang ada di brosur. pemeriksaan hasil try out dengan komputer (UN.FAKTOR KRITIS YANG MENDUKUNG DAN MENGHAMBAT KEGIATAN LEMBAGA BIMBEL d. singkat dan mudah dimengerti oleh siswa. h. 80 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . serta cepat pengerjaannya (soal-soal).

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Tidak ada hubungan yang signifikan antara tarif bimbingan yang mahal dengan kualitas pembelajaran suatu lembaga Bimbel. juga harus aktif bertanya baik selama proses belajar berlangsung maupun di luar waktu itu. i. jangan pasif. kurang dapat mengikuti pelajaran guru di sekolah atau kondisi lingkungan rumahnya tidak kondusif untuk belajar dan (yang terpenting) orang tuanya memiliki cukup dana-biaya. terlalu boros dan tidak efisien dalam alokasi biaya operasional kegiatan bimbel. Bahkan tarif bimbingan yang mahal menunjukan manejemen lembaga yang tidak baik. Uraian dibawah ini adalah pendapat seorang guru mengenai : Apakah seorang siswa perlu atau tidak mengikuti bimbingan belajar ? (Arief Achmad. Cuma menjadi penonton para pengajar bimbel atau tentor yang sibuk mengutak atik rumus singkat penyelesaian soal. jka sekiranya ada materi pelajaran atau soal yang tidak dimengertinya. Siswa. selain rajin mencatat penjelasan tentor dan menyimak buku-buku panduannya. Tetapi dengan catatan. maka ikut bimbingan belajar sangat direkomendasikan. Jangan menyia-nyiakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah uang orang tua kalau hanya untuk ber-bengong ria atau ngerumpi sesama siswa di bimbel. siswa tetap pro aktif selama ikut bimbel. Guru SMAN 21 Bandung) Bagi siswa yang sulit belajar mandiri. 81 .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

83 . Pola pembiayaan melalui perbankan untuk bisnis waralaba mulai dikembangkan oleh sejumlah bank seperti terlihat dari pembuatan dan penawaran pola pembiayaan khusus sistem kredit waralaba perbankan. terdapat lima critical point pendirian lembaga Bimbel. kurikulum. lokasi bimbel harus mudah dicapai dengan ongkos yang murah • Berdekatan dengan pemukiman penduduk golongan berpendapatan menengah keatas. Kesimpulan 1. 2.1. termasuk penyediaan biaya investasi dan pelatihan bagi tutor. Menurut UU Sisdiknas tahun 2003. 5.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 8. 3. Di antara kedua pola pembiayaan tersebut pendirian lembaga Bimbel yang banyak dilakukan adalah melalui pola pembiayaan sistem waralaba. 4. Diantara lembaga Bimbel yang ada saat ini. yaitu : • Dari segi transportasi. lembaga Bimbel dengan sistem waralaba lebih unggul karena semua program pembelajaran. Dengan demikian keberadaan lembaga Bimbel telah diakui oleh Pemerintah dan oleh karena itu lembaga Bimbel wajib memperoleh izin dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Lembaga Bimbel termasuk salah satu dari berbagai jenis Lembaga Kursus dan Pelatihan yang digolongkan sebagai pendidikan luar sekolah atau non formal. metoda pembelajaran dan materi belajar (modul) sudah teruji dan disediakan oleh franchisornya. Ditinjau dari aspek teknis. Pola pembiayaan untuk investasi pendirian lembaga Bimbel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan melalui sistem waralaba dan pembiayaan melalui kredit perbankan.

587.262.306.8 tahun. karena pada tingkat discount factor 14.2. Analisa BEP menunjukan BEP siswa adalah 140 orang dan BEP biaya total dan pendapatan total mencapai Rp. 6. 7.195/E/ KK/2009 tentang Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK).8 dan IRR 27%.433. mulai tahun 2009 semua LKP baik yang sudah lama maupun yang baru. Pendapatan turun sampai 7% b. NPV mencapai Rp. disamping memiliki izin operasional wajib memiliki NILEK. Berdasarkan Surat Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal No. BEP tersebut dapat menjadi acuan bagi manejemen lembaga Bimbel untuk menentukan tarif bimbingan yang lebih rendah. Net B/C ratio 1.5%. 9. Analisa rugi laba menunjukan usaha lembaga Bimbel pada saat target siswa sudah tercapai (pada tahun ke-3 proyek) memberikan profit margin sebesar 26. pay back period 2. sehingga dapat bersaing dengan lembaga saingannya. Berdasarkan analisis aspek keuangan. • Terdapat supply tenaga tentor yang cukup.308. Biaya operasional meningkat sampai 10% c. proyek lembaga Bimbel ini menjadi tidak layak apabila : a. 10. 8.KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN • Terletak di pusat pusat kegiatan ekonomi/bisnis seperti mall dan ruko untuk mendapatkan sewa gedung yang memadai sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya investasi pembelian tanah dan pembangunan gedung • Lokasi bimbel dekat dengan sekolah-sekolah umum. Secara bersamaan pendapatan turun sampai 4% dan biaya operasional naik sampai 4% 84 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . usaha jasa lembaga Bimbel layak dilaksanakan.187. Berarti BEP biaya per siswa adalah Rp.8 %. 67.176. Berdasarkan analisa sensitivitas.

meskipun demikian bank perlu melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif dengan penuh kehati-hatian. 5. 4.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 8. 2. Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan bimbingan belajar dan meningkatkan profesionalisme para guru/tutor maka lembaga Bimbel perlu di akreditasi. Dengan melihat prospek pengembangan lembaga Bimbel sebagai suatu lembaga pendidikan non formal yang sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kecerdasan bangsa maka pemerintah dan pelaku bisnis bimbingan belajar perlu meningkatkan mutu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Lembaga Bimbel yang akan didirikan sebaiknya menggunakan sistem waralaba. karena dengan demikian secara teknis dapat lebih menjamin mutu pelayanan bimbingan kepada siswa dan sistem pengawasan dapat dilakukan secara efektif baik oleh pemerintah maupun masyarakat konsumennya serta sesuai dengan GBPP yang ditetapkan Kemendiknas. Saran-saran 1. Lembaga Bimbel yang sudah lama beroperasi maupun yang baru atau yang akan didirikan seharusnya mengajukan izin operasional dari pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan izin operasional dan NILEK. Secara finansial usaha jasa bimbingan belajar layak dilaksanakan dan layak pula dibiayai oleh perbankan.2. Disarankan bank membiayai lembaga Bimbel dengan sistem waralaba. 85 . 3.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Tim Penelitian Dan Pengembangan Biro Kredit Bank Indonesia. 2003 Belajar dan Pembelajaran. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. D Kultur Hia.DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia Dimyati & Mudjiono Ditjen Pendidikan Nonformal & Informal Direktorat Lembaga Kursus Provinsi Jawa barat Gray. Modul Training Profil Bisnis Jasa Pendidikan. AD Budidaya Pembesaran Ikan Patin. 1976. 2001 Sulistyowati. Husein 87 . 2006 Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus. 2007 Studi Kelayakan Bisnis. edisi kedua. Pengantar Evaluasi Proyek. cetakan ketiga. Ahmad & Miryati Safitri Rooijakkers. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. 2002 Akuntansi Untuk Usahawan. Clive dkk Hartanto. 2008 Modul Training Profil Bisnis Waralaba (Franchise). 2010 Data Lembaga Kursus per kabupaten/kota Provinsi Jawa barat. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. Evi Umar. Bank BRI Divisi Pendidikan Dan Pelatihan. edisi kedua. 2007 Mengajar dengan Sukses. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

DAFTAR WEB SITE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 http://www.bimbelgsc.banksaudara.multiply.net http://www.wikipedia.com http://www.gamaui.tridaya.infokursus.org/waralaba http://snmptn.com http://www.com http://www.com http://www.wordpress.com http://www.majalahfranshise.com http://ahmadsudrajat.id http://id.com http://bimbel.com 88 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .ppsgms.Teknosgenius.org http://re-searchengines.primagama.org Kompas.org http://www.com http://indonesiaeducate.com http://edukasi.co.com http://aisyahraifa.detik.com http://www.wordpress.gaulislam.bimbelplus.com http://suarapembaca.kompas.com http://www.

LAMPIRAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

... 114 Rekap biaya operasional ............. 104 Proyeksi Jumlah Pendapatan Bimbel ........................................... Sarana dan Biaya Bimbingan ........................................... Fasilitas.............................................................. 120 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Proyeksi Biaya dan Pendapatan .......................... 117 Lampiran 10c Rekapitulasi Pembayaran Angsuran ................................. 93 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8a Lampiran 8b Lampiran 9a Lampiran 9b Rumus Dan cara Perhitungan Untuk Analisa Aspek Keuangan 97 Proyeksi Jumlah Siswa Peserta Bimbel .......... 106 Proyeksi Jumlah Kelas............... 112 Proyeksi Biaya Operasional Lembaga Bimbel ..... 113 Lampiran 10a Struktur Biaya ........... 108 Proyeksi Biaya Investasi lembaga Bimbel ........................................ 105 Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu ................................................. 103 Biaya Pendaftaran..... 120 Proyeksi Laba Rugi ............................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Lampiran 1 Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Hal Lending Model Yang Telah Disusun ................................. 116 Lampiran 10b Rencana Pembayaran Pinjaman ........................................................................ 122 Data Pendapatan dan Biaya untuk Perhitungan dan Grafik BEP Bimbel ....... Ruang Kelas dan Biaya Kursi Belajar ........................................................ 110 Rekap jumlah biaya investasi .................................................... 122 91 .........................................................

.... 130 Lampiran 21 Lampiran 22 Sensitifitas Analysis ......................... 125 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% ................Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Proyeksi Arus Kas dan Analisa Kelayakan ......... 124 Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% ... 132 92 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .......... 128 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3%............... 127 Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% .......................................................... 126 Sensitivitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% ...................................... 131 Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester ................... 129 Lampiran 20 Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% ..................

Daftar Model Kelayakan Proyek Kemitraan Terpadu dan Lending Model Yang Telah Disusun Sektor PERTANIAN Tanaman Perkebunan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tanaman Pangan/ Hortikultura 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelapa Sawit Karet Kakao Kopi arabika Minyak nilam Lada Jambu mete Pisang abaca Markisa Budidaya tanaman kayu sungkai Perkebunan vanili Jagung Cabai merah Mangga Kacang tanah Kedelai Jeruk keprok/siam Bawang merah Salak Sayuran 1995/1996 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 1999 1999 2005 1997/1998 1997/1998 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1998/1999 1999 1999 1999 Komoditi Tahun 93 .Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 1.

LAMPIRAN Sektor Tanaman Pangan/ Hortikultura 10 11 12 13 14 15 Peternakan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Perikanan 1 2 3 4 5 6 7 Komoditi Budidaya ubi kayu Budidaya bunga potong Budidaya tanaman lidah buaya Budidaya tanaman jamu Usaha budidaya paprika Industri tanaman hias Sapi Perah Ayam ras pedaging Ayam ras petelur Sapi potong Pedet sapi perah Domba Ulat sutera dan produksi kokon Lebah madu Itik petelur Budidaya bekicot Penangkapan ikan laut Rumput laut Ikan kerapu Tambak udang Ikan gurame Ikan patin Udang galah Tahun 1999 1999 2001 2005 2005 2008 1995/1996 1996/1997 1996/1997 1996/1997 1998/1999 1998/1999 1999 1999 2001 2001 1997/1998 1999 1999 1995/1996 2003 2003 2003 94 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor Perikanan 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 INDUSTRI/ KERAJINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Komoditi Budidaya bandeng Pengasapan ikan Budidaya ikan lele Budidaya ikan nila Usaha filet ikan Usaha pemindangan ikan Penangkapan ikan dengan purse seine Budidaya rumput laut Tahun 2004 2007 2007 2007 2007 2007 2007 2007 Penangkapan ikan pelagis menggunakan 2007 alat tangkap gillnet Pengolahan ikan berbasis fish jelly product (otak-otak dan kaki naga) Abon ikan Pancing ulur dan rumpon Pengolahan ebi kering Pancing rawai Tahu & tempe Roti Logam Kayu olahan (perabot) Karajinan kayu (assesories) Mebel bahan baku rotan Konveksi pakaian jadi Industri pemintalan benang sutera alam 2007 2007 2008 2008 2008 1995/1996 1999 1995/1996 1998/1999 1999 1999 1998/1999 1999 95 .

LAMPIRAN Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Komoditi Pembuatan manisan buah pala Pembuatan serat sabut kelapa Pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor Pembuatan arang tempurung kelapa Kerajinan bordir Kerajinan gerabah Kerajinan batik Pengolahan minyak daun cengkeh Pengolahan tepung tapioka Pengolahan kerupuk ikan Industri soun Industri paving blok Industri jamu tradisional Industri telur asin Industri eternit Kerajinan bambu Emping mlinjo Kerajinan bambu Sepatu Furniture kayu Gula Aren Tahun 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2004 2004 2004 2005 2005 2005 2005 2005 2005 2007 2007 2007 2007 2007 96 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .

Penyusutan = Nilai Investasi /Umur Ekonomis. Jumlah angsuran = Cicilan Pokok + Bunga. Menghitung Jumlah Angsuran.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Sektor INDUSTRI/ KERAJINAN PERDAGANGAN 30 31 32 1 2 3 4 Komoditi Industri pakaian jadi Industri kerupuk udang Emping mlinjo Gerobak dorong Pasar tradisonal Perdagangan suku cadang mobil Pengusaha bengkel mobil Tahun 2008 2008 2008 1999 1999 2008 2008 Jumlah lending model : 93 komoditi Lampiran 2 : Rumus dan Cara Perhitungan untuk Analisa Aspek Keuangan 1. Cicilan pokok = Jumlah Pinjaman dibagi periode angsuran (n). 2. Periode angsuran (n) adalah sesuai dengan ketentuan bank. 97 . Angsuran kredit terdiri dari angsuran pokok ditambah dengan pembayaran bunga pada periode angsuran. Jumlah angsuran pokok tetap setiap bulannya. Bunga = i% x jumlah (sisa) pinjaman. Menghitung Jumlah Penyusutan/Depresiasi dengan Metode Garis Lurus dengan Nilai Sisa 0 (nol).

c. Apabila NPV = nol. Apabila NPV < 0. tidak dilihat apakah biaya tersebut dianggap merupakan modal atau dana rutin/operasional. NPV merupakan selisih antara present value dari benefit dan present value dari biaya. Menghitung Net Present Value (NPV). Apabila NPV > 0 berarti proyek layak untuk dilaksanakan secara finansial. b. berarti proyek tidak layak untuk dilanjutkan karena proyek tidak dapat menutupi social opportunity cost of capital yang digunakan. 98 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . berarti proyek mengembalikan dananya persis sama besar dengan tingkat suku bunganya (Social Opportunity of Capital-nya). i = Tingkat suku bunga atau merupakan social opportunity cost of capital. n = Umur Proyek. Untuk menginterpretasikan kelayakan suatu proyek.LAMPIRAN 3. Ct = Biaya atau ongkos yang dikeluarkan dari adanya proyek pada tahun ke-t. Adapun rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut: n Bt–Ct NPV = ∑ -------------t=1 (1 + i) t Keterangan : Bt = Benefit atau manfaat (keuntungan) proyek yang diperoleh pada tahun ke-t. dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV sebagai berikut: a.

IRR merupakan nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan 0 (nol). NPV1 = Net Present Value pertama pada DF terkecil NPV2 = Net Present Value kedua pada DF terbesar i1 = Tingkat suku bunga /discount rate pertama. Apabila nilai IRR sama atau lebih besar dari nilai tingkat suku bunganya maka proyek tersebut layak untuk dikerjakan. i2 = Tingkat suku bunga /discount rate kedua. 99 . Cara perhitungan IRR dapat didekati dengan rumus dibawah ini : NPV1 ________________ x ( NPV1 – NPV2 ) IRR = i1 + ( i2 – i1 ) Keterangan : IRR = Nilai Internal Rate of Return.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu proyek. sepanjang setiap benefit bersih yang diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek. Kelayakan suatu proyek dapat didekati dengan mempertimbangkan nilai IRR sebagai berikut: a. Menghitung Internal Rate of Return (IRR). b. Apabila nilai IRR lebih kecil atau kurang dari tingkat suku bunganya maka proyek tersebut dinyatakan tidak layak untuk dikerjakan.

Keterangan : Net BC NPV B-C Positif. Menghitung Net B/C ratio. = Net present value negatif. Cara menghitung Net B/C dapat menggunakan rumus dibawah ini: NPV B-C Positif. Hasil perhitungan Net B/C dapat diterjemahkan sebagai berikut: a. maka proyek layak dilaksanakan. BEP dapat dianalisis secara grafis atau menggunakan beberapa rumus seperti di bawah ini : 100 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . b. NPV B-C Negatif. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Apabila nilai Net B/C > 1. sedangkan penyebut terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit itu bersifat negatif. Menghitung Titik Impas (Break Even Point). Net benefit-cost ratio atau perbandingan manfaat dan biaya bersih suatu proyek adalah perbandingan sedemikian rupa sehingga pembilangnya terdiri atas present value total dari benefit bersih dalam tahun di mana benefit bersih itu bersifat positif. 6. Titik impas atau titik pulang pokok atau Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana tingkat produksi atau besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek.LAMPIRAN 5. sehingga pada keadaan tersebut proyek tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. ________________ Net B/C = NPV B-C Negatif. = Nilai benefit-cost ratio. Apabila nilai Net B/C < 1. = Net present value positif.

Titik Impas (Rp. Jadi harga produk x jumlah produk yang dihasilkan = Total Pengeluaran. Titik Impas (Rp/kg) = ------------------------------------------------Total Produksi (kg) 101 .) Biaya Operasional + Biaya Tetap (Rp. Titik Impas (n) = ----------------------------------------------------------------Harga satuan – Biaya Variabel persatuan Produk.--------------------------Hasil Penjualan. a. c. Biaya Tetap.) e.X Total Produksi. d. b.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Biaya Tetap. Titik Impas (Rp. Total Pengeluaran = Jumlah semua biaya yang diperlukan proyek.) = n x harga pokok. Total Pendapatan = Harga x Jumlah produk yang dihasilkan. Jika biaya variabel dan biaya tetap tidak dipisahkan maka pencarian titik impas dapat menggunakan prinsip total pendapatan = total pengeluaran. Hasil Penjualan (Rp. 1 .) f. Titik Impas (Rp.) = ---------------------------------------Total Biaya Variabel. Titik Impas (n) = ----------------------------.

dimana √ (1+r)n r = suku bunga. … . n = 0. Apabila nilai PBP lebih lama dari jangka waktu proyek maka suatu proyek dinyatakan tidak layak. b. 2. namun terdapat proyek tertentu yang jangka waktunya lebih baik apabila dinyatakan dalam semester atau periode waktu lainnya kurang dari setahun. Apabila nilai PBP lebih pendek dari jangka waktu proyek yang ditetapkan maka suatu proyek dinyatakan layak..LAMPIRAN 7. ½. Untuk itu DF harus diperhitungkan tersendiri dengan rumus sebagai berikut: k Rumus DF = ------------. 1. n. 8. Menghitung PBP (Pay Back Period atau Lama Pengembalian Modal) PBP digunakan untuk memperkirakan lama waktu yang dibutuhkan proyek untuk mengembalikan investasi dan modal kerja yang ditanam. sesuai dengan umur proyek k=1 r tahun 0 = 0% √ = akar/SQRT = Square root 102 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Menghitung Discount Factor (DF) Lazimnya jangka waktu proyek dinyatakan dalam tahun. Cara menterjemahkan PBP untuk menetapkan kelayakan suatu proyek adalah sebagai berikut: a. 1 ½.

Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Intensif-1 IPA 3.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 3 : Proyeksi Jumlah siswa Peserta Bimbel Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2.499 24 0 0 24 192 0 192 24 24 16 64 192 98 290 24 0 0 24 216 0 216 24 24 16 64 216 136 352 1 1 2 24 0 24 24 9 33 48 0 48 48 18 66 48 0 48 48 36 84 1 1 2 72 0 72 72 20 92 120 0 120 120 40 160 144 0 144 144 60 204 Modul Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 dst No I belajar Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Smtr 2 103 . Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1.499 12 8 8 28 108 45 153 Total 948 551 1. Intensif-2 IPS Jumlah Jumlah Reguler Jumlah Intensif Total Jumlah siswa 5 tahun Reguler Intensif Total 5 tahun 1 1 1 3 3 4 7 Smtr 1 948 948 12 0 0 12 108 0 108 Smtr 2 948 551 1.

000 1.LAMPIRAN Lampiran 4 : Biaya Pendaftran.250.000 1.000 104 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) . Reguler 2.000 500.350.000 III SMA 1.000 1.000 500.400. Intensif 125.400.000 750.000 500.000 125. Fasilitas.000 1.000 900.300.000 900.000 850.000 125.000 1. Reguler 2.000 Biaya-biaya Per Semester (Rp) Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah No I II SMP 1.000 500.000 500. Reguler 2.000 1. Intensif 125.400.000 500. Sarana dan Bimbingan Strata/Sub Program SD 1.000 125.000 800. Intensif-1 IPA 3.000 800.000 1.300.000 900. Intensif-2 IPS 125.000 125.000 500.

Intensif-1 IPA Jumlah 3.800. Reguler Jumlah 2.0 20 12 4.0 4.Lampiran 6 : Proyeksi Jumlah kelas.000 200.000 200.000 6 2.400.0 68 24 18 42 12 24 8 44 154 200.600.0 1.0 15. Intensif II SMP 1.000 3. Intensif III SMA 1. Intensif-2 IPS Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Total 105 .000 200.400.0 48 kelas belajar Smtr 2 siswa/ kelas p/unit Ruang Kursi Jumlah Biaya kursi (Rp) Jumlah No Strata/ Sub Program I 144 0 144 48 0 48 24 0 0 24 216 352 64 16 24 24 84 36 48 204 60 144 SD 200.800.000 30.000 200.000 1.0 4 2.000.0 3.600.000 1.0 1.000 200.000 13. ruang kelas dan biaya kursi belajar Jumlah siswa Tahun 3 Smtr 1 kelas 12 10 18 12 9 8 12 8 8 2 3 2 7 33 4 2.000 2.000 4.800.0 6.000 8. Reguler 2.000 4.600. Reguler Jumlah 2.600.800.000 8.000 9.000 4.0 5.

LAMPIRAN

Lampiran 5 : Proyeksi Jumlah pendapatan Bimbel
No I Strata/Sub Program SD 1. Reguler 2. Intensif Jumlah II SMP 1. Reguler 2. Intensif Jumlah III SMA 1. Reguler 2. Intensif-1 IPA 3. Intensif-2 IPS Jumlah Jml Sub program Reguler Jml Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa = Jml Pendapatan 5 tahun Sub program Reguler Sub Program Intensif Total Biaya bimbingan rata2/siswa Sub program Reguler Sub Program Intensif Total 1,392,089 1,392,089 1,267,089 1,475,000 1,343,512 2,659,177 1,475,000 2,223,899 17,100,000 17,100,000 150,300,000 150,300,000 1,391,667 Smtr 1 15,600,000 11,800,000 11,800,000 39,200,000 136,800,000 66,375,000 203,175,000 1,327,941 Smtr 2 34,200,000 34,200,000 267,600,000 267,600,000 1,393,750 Total 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 243,600,000 144,550,000 388,150,000 1,338,448 34,200,000 34,200,000 31,200,000 13,275,000 44,475,000 68,400,000 68,400,000 62,400,000 26,550,000 88,950,000 99,000,000 99,000,000 90,000,000 29,500,000 119,500,000 165,000,000 165,000,000 150,000,000 59,000,000 209,000,000 Tahun 1 Smtr 1 Smtr 2 Smtr 1 Tahun 2 Smtr 2

1,319,700,000 1,201,200,000 2,520,900,000 812,725,000 812,725,000

1,319,700,000 2,013,925,000 3,333,625,000

106

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

Komoditas Jasa Bimbingan Belajar

Tahun 3 Smtr 1 198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 4 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159 Smtr 1

Tahun 5 Smtr 2 180,000,000 88,500,000 268,500,000 62,400,000 53,100,000 115,500,000 31,200,000 35,400,000 23,600,000 90,200,000 273,600,000 200,600,000 474,200,000 1,347,159

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

198,000,000 198,000,000 68,400,000 68,400,000 34,200,000 34,200,000 300,600,000 300,600,000 1,391,667

107

Lampiran 7 : Proyeksi Jumlah Kelas Per Minggu
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Jumlah Kelas 2 r2b r2c r2d r2e r2f 6 i2a i2b i2c 2 8 r2a r2b 2 i2a i2b 2 4 4 2 4 4 2 2 i2a i2b 2 i2a i2b r2b r2a 6 8 6 6 4 8 i2c i2c i2b i2b i2a i2a 2 4 12 2 2 2 6 18 2 2 4 2 2 4 8 2 2 4 r2f 6 re2e 2 r2d 2 r2c 2 2 Tentor reguler Tentor Intensif

108
r2a r2b r2a

LAMPIRAN

No

Strata / Sub Program

I

SD

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK)

1. Reguler

2. Intensif

Jml Ruang kelas

II

SMP

1. Reguler

2. intensif

Jml Ruang kelas

III r2a 2 i2a i1b 1 i1a i1b 1 4 16 13 16 13 10 13 3 4 3 2 3 7 33 10 10 1 2 i1b i1b 1 2 i1a i1a 1 2 3 i1b i1b 1 2 i2a i2a 2 2 2 r2a 2 SMA 1. Intensif IPA 3. Intensif IPS Jml Ruang kelas Total Ruang Kelas Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 109 . Reguler 2.

625.Lampiran 8a : Proyeksi Biaya Investasi Lembaga Bimbel Satuan Jumlah fisik Penyusutan Harga/ satuan Nilai Rp Umur Ekonomis Nilai Sisa Ahli Proyek 110 File File 1 100.000 250.000.500 10.000 125.000 250.000 1.000 2.500.625. Badan Usaha b. Filling cabinet h.000 3.000 15 175.625.000.000 2. Ruang kelas c.000 15 175.000 500.000 2.000 50.000 500. Komputer b.000 200.000 2. Ruang guru d.000 52.250.000 12.000.500 LAMPIRAN No Jenis biaya 1 Perizinan a.000 6.000 1 2.000 4. Lemari g.000 10. Lobi POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) b.000 52.000 100.000 4 1 1. Furniture f.000 unit unit Unit unit unit buah unit unit 5 5 5 1 1 1 1 2.000 35.000 2.000 200.200. Ruang tunggu siswa e.000 1 1 1 300 175.000 2.000.625.000.000 350.000 100.375.000 350.000.500. Ruang kantor 3 Peralatan kantor a.000. Printer c.000. NILEK 2 Sewa gedung a. Laptop d.000 m2 m2 m2 m2 m2 25 175.000 6.000 500.000 100.000 125.000 4. Meja kerja .500.000 1.Telepon/Fax e.375.000 1.000 2 5.250.000 1.625.000 120.000 1 15 175.500.000 1.000 10.000 5 5 5 5 10 10 10 10 2.625.500 12.

000 600.000 5 1.750.000 1.000 8.000 160.000 3. Kursi tamu unit 4 2.000 7 200. Kursi belajar siswa b.000.000 1.600.000 5 Sarana belajar 700.000 10 375.000 5 5 7 500.000 10 15 250.000 150.000 6.000.000. Meja guru c.000 3.000 5 15 100.000 - a.000 84. Modul belajar b.853.000 a.000 30.000 Peralatan belajar 616.800.500 15.160.260. AC 1/2 Split 5 paket Paket paket 1 168.000 5 6.000 6.000 280.000 1.i. Soal latihan 6 Franchise fee Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 111 .000 10 60. AC 1/2 split 4 buah unit unit unit 15 2.500.000 30.500.000 j.000.000 37.000.000 set 1 600.250.400.000 154 200. White board d.000 600.

000 12.853.5.000 66.000 168.750.000 700.LAMPIRAN Lampiran 8b.000 Penyusutan 0 64. Rekap jumlah biaya investasi No 1 2 3 4 5 6 Perizinan Sewa gedung Peralatan kantor Peralatan belajar Sarana belajar Franchise fee Jumlah biaya investasi Jumlah investasi 3.000 Nilai sisa proyek 0 0 584.000 Nilai (Rp) 117.500 0 112 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 64.268.750.100.845.000 1.400.250.450.000 4. Dana sendiri 70% 30% Jenis Biaya Nilai (Rp) 1.775.000 50.000 83.000 5.6 Sumber dana investasi a.000 102. Kredit b.000 31.500 1.050.475.900.980.4.685.

540.000 154.000.000 189.000 8.000 8.000 5.000 198.000 10.000 5.715.000 1 Perkantoran 2 Tenaga kerja 3 Pemasaran 4 Pembelajaran Jumlah Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 113 .000 193.000 177.000 8.000 16.000.060.000.175.000 228.175.000 114.780.000 6.235.000 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 1 Jenis Biaya Nilai tahun 1 ( Rp) Nilai tahun 2 (Rp) Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 2 8.000 6.000 159.000 8.335.500.000.000 159.000 135.000 4.000.000.565.000.000 204.000.540.000 20.000 136. Rekap biaya operasional No Semester 1 8.000 3.000 6.000 8.175.Lampiran 9b.890.175.000.175.955.000.000 10.000.175.715.160.

000 150.000. Air mineral 2 Tenaga kerja a.000 50. Cetak soal latihan Jumlah Paket Paket smtr 1 Paket smtr 2 Paket smtr 1 Paket smtr 2 1 216 136 216 352 50.000 200.000 12.500.000 50.250.000 5.000 10.000 5.500 Satuan Jumlah Harga/ satuan Nilai (Rp) 114 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .132. Souvenir 4 Pembelajaran a.160.000 20.000 Orang Orang Orang orang Orang 1 3 2 10 15 3. Staf manajemen c.720.000.000.500. Air d.000 5.000 750.000.000 150. Tryout c.500 100.000 15. Internet g. Cetak modul c.000 3.000.000 22.520.000 10. Tutor smtr 1 e.000 2.000 1. Surat/fax f.000 20. Telepon c. Tutor smstr 2 3 Pemasaran a.000 200.000 2. ATK b.000.000 83.000 1.000 10.000 2.000 4.000 3.LAMPIRAN Lampiran 9a : Proyeksi Biaya operasional lembaga Bimbel No 1 Jenis biaya Perkantoran a. Karyawan d. ATK b.000 2.000 50.000 50.000 62.000 6.320. Direksi b.000. Leaflet/brosur b.000.000. Listrik e.000 750.500.500.000 Paket/bl unit unit unit paket paket unit 1 1 1 1 1 1 5 100.000 1.000 50.500 Lembar Frek unit 500 2 500 10.000 10.

000.000 5.715.000 18.000.000 4.000 154.000 135.200.000 3.000.000 18.530.000 67.000 4.000 300.000 15.000 900.000 10.000 2.000 375.000 36.000 1.000 900.000 1.000 18.955.000 90.000 189.000 300.000 198.000 228.000 15.000 900.000.520.000 18.000 1.000 18.000 300.200.900.000 900.000 4.000.000.000 115 .000 15.000 300.720.000 4.000 300.000.000 300.000 300.000 5.000.000 1.000 300.000 15.060.000 2.840.500.000 36.565.235.500.000.000 300.000 375.000 2.500.000 900.000.000 15.000 5.000.960.000 4.000 1.000 300.000 36.000 90.000.000 2.000.000 300.000.000.000 15.080.320.920.000.000 300.000.000 45.500.000.000 18.000 10.000 4.000 Semester 2 600.000 5.000 300.200.000 300.000.000 Semester 2 600.000.000 4.000 3.000.000 8.000.160.000 1.000 375.000.000 1.500.000.000 36.000 375.715.000.000 300.000.000 108.000.500.000 1.000 36.000 4.160.000.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Nilai tahun 1 ( Rp) Semester 1 600.500.000.000 300.000 3.000 300.000 375.000 8.000.000 Nilai tahun 3 dst (Rp) Semester 1 600.000 193.000 36.500.000.000 900.200.500.000 Nilai tahun 2 (Rp) Semester 1 600.000 Semester 2 600.000 1.000 4.200.000 300.000.200.000 2.335.000 2.000 375.000.000 1.000 135.

000 168. Angsuran Pokok Per bulan c.271.096.036.000 168. Rencana Pinjaman Modal Kerja (65%) Total Kebutuhan Modal 4 5 6 Total Modal Sendiri Total Modal Pinjaman Pinjaman Investasi a. Rencana Pinjaman Investas (70%) Total Kebutuhan Modal 3 Modal Kerja a.000 83.6 29.936.528 14.132.505 14.114.251.571. Kebutuhan Modal Kerja Total Kebutuhan Modal 2 Modal Investasi a. Angsuran Bunga per Bulan 24 2. Tenor (Bulan) b . Kebutuhan Modal Investasi b. Angsuran Pokok Per bulan c.5 36 3.a) Flat d. Tenor (Bulan) b .5% 652.125 83.375 171. Angsuran Bunga per Bulan 7 Pinjaman Modal Kerja a.a) Flat d. Modal Investasi Sendiri (30%) b. Suku Bunga Pinjaman (p.125 50.382. Suku Bunga Pinjaman (p.LAMPIRAN Lampiran 10a : Struktur Biaya NO 1 URAIAN Kebutuhan Modal Usaha a.500 79.775.475. Modal Kerja Sendiri (35%) b.811.250.000 117.375 54.132.250.5% 1.500 251.500 NILAI 116 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .423.

423.861 39.887.423.516.250 85.115 1.344.973.232.258.115 1.271.423.972 52.423.145.528 3.306 91.271.423.528 3.528 3.271.417 104.072.115 1. Pokok 3.423.500 55.271.271.806 32.423.423.423.139 71.528 3.172.629.059.788.874.271.472 111.528 3.115 1.423.528 3.271.528 3.115 1.423.271.615.528 3.702.503.115 1.960.000 Angs.271.423.528 3.528 3.115 1.694 19.801.602.271.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 10b.271.528 3.423.271.423.271.528 3.115 1.423.528 3.115 1.115 1.271.423.423.814.528 3.115 1.231.528 3.222 22.271.115 1.443.086.271.423.528 3.944 107.528 3.430.271.115 51.115 1.271.715.583 6.271.611 68.688.423.115 1.357.528 3.528 3.778 88.833 94.423.528 3.115 1.083 65.986.115 1.639 13.528 117.271.423.528 3.115 1.423.271.528 3.028 58.423.775.115 1.115 1.115 1.271.528 3.528 3.423.115 1.423.159.528 3.529.722 81.115 1.115 1.775.245.271.667 75.271.115 1.271.361 98.000 114.271.271.423.271.423.528 3.528 3.125 117 .556 62.115 1.528 Total Murni INVESTASI Angs.115 1.528 3.423.194 78.271.750 26.111 9.115 1.271.528 3.333 35.331.528 3.115 1.423.115 1.423.115 1.423.423.271.167 16.115 1.115 1.528 3.389 42.423.528 3.900.528 3.115 1.056 3.423.271.115 1.423.543. Rencana Pembayaran Pinjaman Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Outstanding 117.423.917 45.417.271.271.278 29.271. Bunga 1.528 3.271.271.444 49.115 1.889 101.528 3.

251.LAMPIRAN Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Outstanding 54.505 2.526 9.505 2.251.937 652.505 2.505 2.937 652.505 54.609 45.505 2.251.505 2.083 33.073 29.505 2.509.568 27.125 51. Bunga 652.784.578 31.052 20.505 2.251.251.036.006.251.251.094 38.476 118 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .251.772.754.281.766.547 18.937 652.515.042 15.251.251.024.937 652.937 652.937 15.505 2.251.021 6.257.505 2.251.533.937 652.505 2.937 652.937 652.937 652.251.589 36.937 652.505 2.505 Total Murni MODAL KERJA Angs.104 42.937 652.937 652.263.275.505 2.505 2.620 49.115 47.251.937 652.012.251.937 652.251.251.536 13.251.505 2.251.557 22.269.760.018.527.670.505 2.251.031 11.251.030.937 652.937 652.251.251.937 652.599 40.505 2.505 2. Pokok 2.010 2.505 2.503.937 652.937 652.937 652.063 24.505 2.521.937 652.505 2.778.125 Angs.505 2.505 2.937 652.251.937 652.251.516 4.036.

033 2.033 2.523.399 5.900.423.033 2.528 1.051 44.033 2.076.601 119 .806 3.795 5.528 1.115 22.271.811.076.033 2.115 9.051 105.026 5.523.861 5.051 133.051 127.288.051 39.172.051 160.423.528 1.811.076.115 3.523.523.033 2.011.076.423.528 1.051 149.111 3.271.827.033 2.115 35.523.033 2.672.076.986.718.086.076.523.051 116.271.597 5.543.033 2.051 144.523. Pokok Angs.076.271.488.076.902.167 3.115 26.423.076.033 2.750 3.534.528 1.076.278 3.423.580.762 5.051 83.271.528 1.814.350.715.583 3.396.465 5.092 5.051 166.242.258.076.528 1.729 5.528 3.076.629.873.442.639 3.115 29.115 6.033 2.271.076.423.523.051 77.033 2.076.115 16.051 50.051 61.663 5.696 5.528 1.271.965.423.051 111.523.528 1.894 5.523.076.051 100.033 2.033 2.076.051 94.432 5.076.498 5. Bunga 171.366 5.115 19.333 3.115 32.523.523.076.531 5.033 2.304.033 2.993 5.523.528 1.523.271.523.423.076.523.271.523.443.056 3.626.059 5.919.781.033 2.271.115 0 Total Murni 171.523.222 3.115 13.523.523.523.076.033 2.076.271.076.423.271.033 2.051 122.051 55.694 3.357.076.103.423.149.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding Angs.033 2.195.051 88.528 1.423.057.528 1.523.960 5.033 2.051 66.051 72.423.051 138.927 5.125 5.051 155.076.033 2.125 66.523.828 5.033 2.564 5.765.271.630 5.033 2.523.

788.715.835.000 198.000 120 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .000 135.375 51.150.063 27.300.500 2.175.333 39.861 3.335.077.000 198.018. Pendaftaran & bimbingan 150. Pokok 27.565.500 Rata-rata surplus pendapatan Per semester (Rp) 87.600.000 189.565.258. Perizinan 1. Bunga 17. Biaya operasional 1.132.000 3.529.258.585. Investasi 1.333 117.000 64.235.000 2.835.315.000 388.750.077.238 7.232. BOP Jumlah b 83.600. Pokok 39.604.000 64.194 42.775.065.000 - 64.628.000 -16.335.500 Surplus/minus -251.505 MODAL KERJA Angs.000 219.750.750.251.750.238 15.000 203.000 b.400. Rekapitulasi Pembayaran Angsuran TH I II III INVESTASI Outstanding 81.375 17.000 388.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 2 3 b.382.333 39.077.LAMPIRAN Lampiran 10c.000 78.000 Angs.528 Total Angs.250.125 Outstanding 29.175.000 154.000 263.715.000 14.000 150.708 135. Bunga 7.750.382.250 Per bulan (Rp) 14.375 17.568 2.150.670.300.269.000 189. Lainnya 102.365.063 54.140.036.476 Lampiran 11 : Proyeksi biaya dan pendapatan NO.258.500 Jumlah 2 (a+b) 251.000 267.235. Modal kerja 83.000 203.000 154.000 Jumlah a 168. Nilai sisa Jumlah Pengeluaran a.132. 1 URAIAN Pendapatan a.000 135.125 Angs.235.100.000 125.000 189.715.085.000 267. Sewa gedung 64.271.000 64.018.

000 474.000 193.000 0 0 0 0 193.000 193.200.613 24.000 228.726 147.000 300.850.708 238.781.853.000 193.955.000 228.000 228.600.200.715.000 179.565.200.000 180. Pokok 66.000 293.000 294.955.000 228.366 0 Total Angs.009 91.485.000 300.645.396 39.200. Bunga 24.955.715.200.762 44.000 0 0 64.000 193.000 474.000 65.000 193.000 0 0 1.715.955.735.000 64.125 Angs.715.750.000 228.189.717 56.000 476.715.000 300.902.713.811.708 - 238.000 64.955.600.189.335.009 56.645.276.000 193.955.375 66.726 AWAL SALDO AKHIR 147.750.524.465.524.057.396 66.750.715.600.717 56.600.000 1.600.000 245.276.000 300.000 106.613 17.601 TOTAL ANGSURAN 91.000 474.000 474.333 171.955.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar INVESTASI DAN MODAL KERJA Outstanding 111.955.912.053.912.000 106.000 121 .635.000 228.000 193.335.708 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 SEMESTER-1 SEMESTER-2 300.955.600.258.000 193.715.000 106.000 228.335.000 300.000 474.645.713.077.100.

375 506.613 399.333.000 40.633 Pendapatan Tetap 121.000 83.000 66.462.144.411.000 774.731 37.860.613 -45.458 Total 178.800.050.Lampiran 12 : Proyeksi laba rugi TAHUN-1 353.500 29.000 655.394.912.894 159.000 29.613 523.000 83.399 135.697.500 227.279 213.458 Intensif 10 20 LAMPIRAN NO URAIAN 1 Pendapatan 2 Pengeluaran a.000 40.108 -45.625 268.800.000 268. Bunga bank POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) Jumlah Laba sebelum pajak e.636 201.067.035.375 83.000 419.0% Pendapatan sub program Reguler 132.902.980.818.000 3.613 23.480.000 147.150.150. Biaya operasional b.601 900.280.980.475.662.893.500.900.670.000 774.000 121.000 Biaya Variabel 56. Penyusutan d.636 80.980.650.072.500 227.912.9% 20.4% 496.000 422.000 24.077.927.750.980.515.222.387 251.670.000 24. Pajak 15% 3 Laba Setelah Pajak 4 Profit margin % Lampiran 13.287.962.945.4% 387.000 774.927.039 23.708.613 17.5% 135.861 189.6% 27.587.000 422.613 -12.601 2.958.980.000 506.670.000 TAHUN-2 TAHUN-3 TAHUN-4 TAHUN-5 TOTAL 122 290.222.000 83.500 29.650.000 422. Data pendapatan dan biaya untuk perhitungan dan grafik BEP Bimbel No Jumlah siswa sub program Reguler 1 50 2 60 .360 765.550.750.660.172.000 1.000 83.633 Intensif 14.861 159.432.625.570.697.727.480.800.

480.000 121.693.494 103.202.564 342.000 121.274.000 121.500.177 59.810 147.671 221.101.956 292.000 319.215.961.000 173.000 121.000 271.618.000 685.722 121.000 230.722.028 412.000 121.000 505.000 561.480.135 529.483.899 452.386 244.480.500.325.000 Jumlah 37.509.060.500.000 150.671 767.127 191.494 121.889.378.000 1.000 220.284.480.922 295.000 121.000 103.722 88.000 345.949 73.127 425.850 314.468.266 118.000 437.754.000 354.405 44.480.651.000 478.028 291.075.266 121.480.931.516.980.750.314 506.392.000.000.835.917.993.492 482.207 389.243.409.480.850 435.354 398.876.443 236.734.671 459.000 197.443.386 365.956 70 30 186.287 Biaya variabel 385.177 121.207 267.468.000 828.582 121.000 Smstr 1 Smstr 2 22.038 121.170.306.000 1.405 121.826.495 206.545.743 239.151.750.492 361.314 384.279 4 80 5 90 6 100 7 110 8 120 9 130 10 140 11 150 12 160 13 170 14 180 15 190 16 200 Biaya tetap 15.480.513.142.417.098.441.784.480.582 162.000 519.233 Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 123 Biaya variabel/siswa .000 602.411.3 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 531.493.480.000 395.000.250.000 Tenaga kerja Penyusutan Jumlah biaya tetap 178.337.250.250.480.100 248.000 126.000 313.000 726.899 206.922 212.250.564 265.101.857.000.759.065.304.671 337.000 83.443 478.480.000.126.480.810 121.500.000 372.650.835.949 121.038 132.135 408.784.955.500.094.750.170.858.810.354 177.000 643.743 318.100 271.734.480.279 224.963.480.

000 66.000 83.8162 256.613 451.644.333 17.000 69.949) 0.483.250.930.000 69.650.375 37.883 -14.463.032. Biaya investasi a.570.475.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.000 387.276.800.602 460.750.447 (257.286.280.644.750.650.433 rupiah 124 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .009 -97.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.670.272 314. Re-Investasi b.117 411.660.000 251.125 353.126 244.308.000 655.108 572.108 83.258.8 2. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.000 39.800. Biaya operasional d. Kredit investasi d.276.571.330.500 290. Kredit modal kerja e.500 (251.455.375 117.912.302.398 174.613 23. Dana sendiri c.414.800.077.469.750.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 67.886 251.650.666.132.500) (251.350.106 69.000 -97.000 353.009 359. Biaya modal kerja c. Angsuran pokok e.LAMPIRAN Lampiran 14 : Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.475.316. Pendapatan b.447.382.287.000 655.893.000 66.836 212.000 774.000 655. Biaya bunga bank f.894 586.500) 27% 1.5% PBP (semester) 1 (251.8734 213.036.119. NPV dan PBP DF 14.500 353.382.000 774.912.894 188.196.382.8 tahun 0.000 79.382.009 -6.947) 0.9345 -6.775.063.382.500) 168. B/C ratio.475.997 (44. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.602.000 54.396 24.382.892 422.500 251.000 774.396 24.

912.500 387.102. Dana sendiri c.000 728.108 572.382.000 -118. Biaya modal kerja c.509 -27.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.375 117.723.000 728.276.312. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.609 (277.396 24.108 44.5 2.266.276.036.000 616. Re-Investasi b.500) (251.000 39.8162 218.250.000 69.077.602 460.9345 -25.000.552 (98.749.000 54.405.930.670.883 -74.500 616.398 67.500 332.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.266.00 251.751 120.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 7.570.613 451. Kredit modal kerja e.626 204.246.382.500 332.000 66.382.396 24.463.772 267.912.000 83.258. NPV dan PBP DF 14.109) 0.941.000 728.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 15 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 6% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.245.500 (251.995.312.660.710 rupiah 125 .650.316.988. Biaya operasional d. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.557) 0. Pendapatan b.981.000 79. Biaya investasi a.500 251.119.302.500) 168.509 -118.477.613 23.650.125 332.6 tahun 0.280.223.382.330. B/C ratio.106 69.892 422.650.194 251.852.312.333 17.000 66.132.382.663.893.5% PBP (semester) 1 (251.500 616.405.852. Kredit investasi d.8734 178.235.894 141.117 411.382.894 586.009 359.405.000 69.266. Biaya bunga bank f. Angsuran pokok e.500 290.775.500) 16% 1.571.852.375 37.

478 (107.500 720.500 290.000. Biaya operasional d.000 66.00 251.650.396 24.122.602 460.383 -84.790.912.893.847.650.876 198.382.375 37.000 -122.571.108 572.570.500 609.382.650. Kredit investasi d.731.000 69.912 251.132.000 54.5% PBP (semester) 1 (251.564. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a. Biaya investasi a.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14. NPV dan PBP DF 14.261.463. Re-Investasi b.036.894 586. Biaya modal kerja c.276.613 23.259 -122. Dana sendiri c.500) (251.108 37.259 -31.375 117.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.077.233.258. Kredit modal kerja e.410) rupiah 126 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .750 609.316.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (2.9345 -29.500 251.904 105. B/C ratio.330.470) 0.333 17.500 328.500) 168.198.894 134.841.125 328.000 83. Pendapatan b. Biaya bunga bank f. Angsuran pokok e.382.4 2.500 (251.247.250 387.398 49.538.670.970 (280.155.750 609.8162 212. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.750 328.382.009 359.382.302.000 66.000 39.992) 0.847.106 69.613 451.847.930.250.731.8734 173.564.LAMPIRAN Lampiran 16 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Harga Bimbingan 7% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.387.000 69.500 720.405.522 260.660.5 tahun 0.775.384.000 720.000 79.500) 14% 1.280.117 411.399.276.276.545.119.396 24.731.564.382.387.912.392 422.

000) (102.194 144.800.806 75.592 460.660.139.396 24.687 120. Angsuran pokok e.5 2.5% PBP (semester) 1 (251.428.382.000) (251.437.382.557 353.00 251.800.131) 0. Pendapatan b.000 655. B/C ratio.918.451.258.626 209. Biaya operasional d.500 251.625.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 5. Dana sendiri c.886. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.000 102.5 tahun 0.750.396 24.174. Biaya investasi a.405.912.037.500) 168.298.028 276.036.000 774.108 613.400.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.782.8162 225.475.083 -190.000 54.912.9345 -36.475.775.250.598 -45.500) 16% 1.079 rupiah 127 .500 75.400.700 -130.132.375 117.965.709 -232.801.611 (287. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.894 630.077.125 353.618.200 66.893.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 17 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 9% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.000 79.382.371.500 316.323. Kredit investasi d.382.500) (251.400.613 23.000 353.382.500.451.918.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14. NPV dan PBP DF 14. Biaya bunga bank f.613 483.688.300 39.848.000 655.000 774. Re-Investasi b.344.817.918.000 655.276.405.276.408 42.571.500 (102.800.300 66.000 774.709 -38.475.000 83. Kredit modal kerja e.750.305. Biaya modal kerja c.710.111) 0.500 75.859.709 392.375 37.700 422.980 (104.750.333 17.402 498.512.500 353.917 446.8734 182.

4 2.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.202.912.5 tahun 0.000 76.800.9345 -39.000 251.250.500 353.108 37.000 426.500) 14% 1.311.475.5% PBP (semester) 1 (251.382.327. Dana sendiri c. Pendapatan b.500 319.187 353.400.529. Biaya bunga bank f.796) 0.8734 179.276.894 139.660.000 66.258.613 23.009 -42.276.000 353. Kredit modal kerja e.500 (102.597.725.108 618.937.707) 0.089 (111.615.382.000 76.627) rupiah 128 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .117 450.728 272. Kredit investasi d.375 37. B/C ratio.296 (291.8162 222.400.036.750.750.615.000 774.000 83.112.775.000 655.548.333 17.009 -236.923.502.602 502.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.800.059.637.077.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (968. Angsuran pokok e.LAMPIRAN Lampiran 18 : Sensitifitas Terhadap Kenaikan Biaya Operasional 10% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.382.475.400.000 39.892 464.500 251.475.009 395.613 487.382.251.448.669. Biaya modal kerja c.893.382.883 -198. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.750.396 24.000 774.024.106 76. Biaya operasional d.549.126 205.398 -59.615.375 117.500) (251.000 -133. Biaya investasi a.308.893 110.800. Re-Investasi b.000) (102.396 24. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.500) 168.894 635.000 66. NPV dan PBP DF 14.000 79.037.619.168.000) (251.132.125 353.000 102.571.912.051.000 54.000 655.782.000 774.000 655.220.

556.250. Dana sendiri c.375 37.400 66.382.893.500) 18% 1.100 66.930 251.382.500 251.469.292 435.276. Biaya operasional d.015.870.987.396 24.382.375 117.077.086.5 2.739.8734 186.500 71. Kredit investasi d.000 79.500 751.500 636.5% PBP (semester) 1 (251.909 370.894 601.046.500 71.000 54.077.159) (119.556.727.912.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.500) 168. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.102 (91.00 251. Kredit modal kerja e.345.150 399.382.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 16.500) (251.870.556. Biaya investasi a.500.583) (277.077.500 342.8162 227.739.798 81.125 342.058.739.613 23.916.482.613 461.400.376 212.545.132.870.500 298.750 636. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.987.422 278. Angsuran pokok e.083) 0.018.159) -27.197.382.046.416.500 751.782.202 473.912.981) 0.006 71. Biaya modal kerja c.000 751.396 24.350.6 tahun 0. Pendapatan b.571. B/C ratio.750 342.944.100 39.750 636.077.382.857.500 (251.775.911 135.900 (119.208 50.090.000 83. NPV dan PBP DF 14.783 -68.036.994 150.9345 (26.988.258. Re-Investasi b.010.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar Lampiran 19 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 3% dan Kenaikan Biaya Operasional 3% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.333 17.033.954 rupiah 129 . Biaya bunga bank f.108 586.660.717 423.276.

965.554.520.009.132. Biaya modal kerja c.000 339. Kredit investasi d.137 (107.128) 0.912.5% Presen Value Kumulatif PV 7 8 9 10 NPV DF 14.000 629.000 743.250.327.382.520.500) 14% 1. Nilai sisa Jumlah Arus kas masuk untuk IRR 2 Arus kas keluar a.8162 217.5% (Rp) IRR % Net B/C ratio DF 14.000 83. Dana sendiri c.700.472 266.108 590. NPV dan PBP DF 14.125 339.571.276.891.547.209) (126.436.126 202.083.000 629.LAMPIRAN Lampiran 20 : Sensitifitas Terhadap Penurunan Pendapatan 4% dan Kenaikan Biaya Operasional 4% NO 1 URAIAN Arus Kas masuk a.628) (284.276.336.808.500 251.180.500 (251.072.396 24.333 17.392.436.5% PBP (semester) 1 (251.4 2.00 251.917 426.092 439.908 38. Angsuran pokok e.798. Re-Investasi b.520.200 403.200 (126.808.306 72.5 tahun 0.436. Kredit modal kerja e.382.036.402 477.000 TAHUN-0 TAHUN-1 TAHUN-2 TAHUN-3 (58.278 251.396 24.382.000 79.000 72.382.000 743.598 50.500 339.180.382.572.576.000 72.660.991) 0.694 137.251.500) (251.077.800 66.000 54.613 465.336.9345 (32.500) 168.8734 176.336.894 606. Biaya bunga bank f.516.929.775.991.237. Biaya investasi a.912.590.200 66. B/C ratio.903.209 374.375 117. Pendapatan b.000.258.613 23. Pajak 15% Jumlah Arus kas keluar IRR 3 4 5 6 Total arus kas Kumulatif arus kas Arus kas untuk IRR Perhitungan IRR.179.269 110.375 37.873) rupiah 130 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .209) -34.800 39.500 301.570. Biaya operasional d.382.808.893.000 743.000 629.083 -87.

0% (58.859.873) 14% 1.54 LAYAK 4.0% (968.7% 1.886 7 Benefit Cost Ratio 8 Rekomendasi B 6% 7.627) 16.0% 100.0% 14.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha 4 Benefit Cost Ratio 5 Rekomendasi C SENSITIFITAS USAHA TERHADAP BIAYA PRDUKSI 9.308.Lampiran 21.44 TIDAK LAYAK 3.5% 67.079 15.790. Sensitifitas Analysis ASLI SKENARIO-1 SKENARIO-2 SKENARIO-3 SKENARIO-4 SKENARIO-5 SKENARIO-6 NO PARAMETER A 100.410) 16% 1.0% 14% 1.48 LAYAK SENSITIFITAS USAHA TERHADAP PENDAPATAN 7.54 LAYAK 4.954 18% 1.710 (2.44 TIDAK LAYAK 2 Perubahan NPV Usaha 3 Perubahan IRR Usaha Komoditas Jasa Bimbingan Belajar 4 Benefit Cost Ratio 131 5 Rekomendasi .954 17.0% (58.873) 14% 1.0% 1.48 LAYAK 1 Peningkatan Biaya Operasional 10.782.0% 16.782.0% 5.602.223.6% 1.42 TIDAK LAYAK 1 Penurunan Pendapatan 3.433 27% LAYAK PERFRMANCE USAHA 1 Faktor Harga Jual 2 Faktor Biaya Produksi 3 Bunga Bank 4 NPV Asli 5 Nilai IRR Asli 6 Total Pendapatan Bersih 212.0% 14.

0% 1.5% 4 1 14.1450 1.5% 114.070046728 1.8162 0.070046728 1.3110 1 0.7628 Keterangan : *) Nilai DF akan berubah jika r thn 1.5% 114.8734 0.0700 1..2252 1.5% 114.5% 114. 2 .5% smtr 1 Thn 2 smtr 2 3 1 14.0000 1.LAMPIRAN Lampiran 22 : Rumus perhitungan Discount Factor (DF) untuk per semester Rumus DF = k √ (1+r)n r = suku bunga n = 1. 8 k=1 Parameter n k r 1+r √ (1+r) √ (1+r)n DF *) k/√ (1+r)n Thn 0 0 1 0 100. n diganti sesuai dengan nilai r yang diinginkan/dicari √ = akar/SQRT = Square root 132 POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) .0700 1. 2 .5% smtr 2 2 1 14.070046728 1.9345 0.0000 Thn 1 smtr 1 1 1 14.5% 1..

145 10 1 0.145 8 1 0.6662 0.145 1.070046728 1.145 1.145 1.070046728 1.Komoditas Jasa Bimbingan Belajar r tahun 0 r tahun 1.718786551 1.508127344 133 .070046728 1.145 smtr 1 Thn 4 smtr 2 7 1 0.9680106 0.622559402 0.5% (konstan) Thn 3 smtr 1 5 1 14.070046728 1.145 1.4029 1.145 1.070046728 1. 2 … n = = 0 14.5% 114.6063 1.7128 0.145 smtr 1 Thn 5 smtr 2 9 1 0.543720002 0.5% smtr 2 6 1 0.5011 1.145 1.581805809 0.839181925 1.070046728 1.

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful