LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR ILMU TANAH

PROFIL TANAH

NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN

: MUH. ISMAIL : G11111355 : XVI : ABD. AVID ANSAL

JURUSAN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang terdiri atas batuan yang telah melapuk ditambah bahan organik lainnya. Tanah di setiap permukaan bumi tidaklah akan selalu sama, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu iklim, bahan induk batuan, suhu, waktu, serta bahan-bahan hidup. Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara, secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl), dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh,proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomas dan produksi baik tanaman pangan, tanaman sayur-sayuran, tanaman holtikultura, tanaman obat-obatan, industriperkebunan, dan kehutanan. Secara umum tanah berfungsi sebagai: 1. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran. 2. Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara).

anti biotik dan toksin anti hama. baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut. Sebagai habitat biota tanah. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh: hormon. maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama & penyakit tanaman (Abdul Madjid. Berdasarkan teori di atas maka kita perlu melakukan praktikum pengamatan profil tanah. Selain itu. Dalam hubungannya dengan pertanian. struktur.3.perbedaan itu biasa menyangkut ciri-ciri fisik seperti. harus lebih diketahui lebih mendalam. Hal ini dikarenakan tanah disetiap tempat tidak akan selalu sama. dan asam-asam organik. hingga menyangkut masalah unsur-unsur pembentukannya. Tanah berasal dari hasil pelapukan batuan bercampur dengan sisa-sisa bahan organik dari organisme (vegetasi atau hewan) yang hidup di atasnya atau di dalamnya. warna. 2009). agar kita mengetahui dan mengenal tanah lebih lanjut. Tanah sebagai tempat tumbuhnya tanaman. . enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara). 4. tekstur. vitamin. di dalam tanah terdapat pula udara dan air. tanah memegang peranan yang sangat penting.

dan kimia yang ditemui di lapangan. Kegunaan dari pratikum ini adalah sebagai bahan informasi kepada mahasiswa tentang profil tanah.2 Tujuan dan Kegunaan Tujuan dari pratikum pengamatan profil tanah ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat fisik. . Juga sebagai bahan perbandingan pembelajaran diperkuliahan dengan praktek di lapangan. biologi. serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan tanah.1. dan mengetahui karakteristik suatu jenis tanah dengan melihat ciri-ciri di lapangan.

Empat lapisan teratas yang masih dipengaruhi cuaca disebut solum tanah.1 Profil Tanah Profil tanah secara umum adalah penampang vertikal tanah yang dimulai dari permukaan tanah sampai lapisan induk dalam tanah. Tanah yang terbentuk di permukaan bumi berkembang dari bahan mineral yang berasal dari batubatuan melalui proses pelapukan. Pada dasarnya. yang biasanya terdiri dari horizon-horison O-A-E-B-C-R. semua jenis tanah bersifat lolos air (permeable) dimana air bebas mengalir melalui ruang-ruang kosong (pori-pori) yang ada diantara butiran-butiran tanah. sehingga di dalam tanah terdapat empat komponen utama yaitu bahan mineral. Profil tanah merupakan suatu irisan melintang pada tubuh tanah yang dibuat dengan cara menggali lubang dengan ukuran tertentu dan kedalaman yang tertentu pula sesuai dengan keadaan-keadaan tanah dan keperluan penelitian (Pasaribu. dan air tanah. Setiap jenis dan tipe tanah memiliki ciri khas . 2007). Profil tanah merupakan irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke bebatuan induk tanah.II. 2005). horison O-A disebut lapisan tanah atas dan horison E-B disebut lapisan tanah bawah (Kemas Ali Hanafiah. baik secara fisik maupun kimia yang dibantu oleh pengaruh dari atmosfer. udara. bahan organik. TINJAUAN PUSTAKA 2.

Oa bentuk asli sisa tanaman tidak terlihat lagi. Tanah terdiri dari lapisan horisontal yang berbeda. tidak dapat di tembus akar tanaman (Hardjowigeno. Al. Di daerah rawa-rawa horizon O merupakan horizon utama pada tanah gambut (Histosol). Horizon E terjadi pencucian maksimum terhadap liat. di antaranya horizon O yaitu merupakan organik yang terbentuk di atas lapisan tanah mineral. Oe bentuk asli sisa tanaman tidak terlihat jelas. Horizon B tempat terakumulasinya bahan-bahan yang tercuci dari harison diatasnya. sehingga lunak dapat ditembus akar tanaman. Dalam proses pembentukan tanah akan membentuk horizon-horizon tanah. Horizon C yaitu suatu bahan induk sedikit terlapuk. 2010). dan bahan organik. Profil tanah merupakan irisan vartekil tanah dari lapisan paling atas hingga . Oi bentuk asli sisa-sisa tanaman masih terlihat. dibuat dengan cara membuat lubang ukuran panjang dan lebar serta kedalaman tertentu sesuai dengang keadaan tanah dan keperluan penelitian . Dalam hal ini menyangkut tanah yang memiliki horizon sebagai akibat berlangsungnya evolusi genetik dalam tanah. Horizon A di permukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan organik dan bahan mineral berwarna lebih gelap dari pada horizon di bawahnya. Horizon R suatu batuan keras yang belum lapuk.yang dipandang dari sifat fisik. yang disebut horison (Anonim 1. 2003). Profil tanah merupakan suatu irisan melintang pada tanah. kimia maupun biologinya. Fe.

2 Ciri-Ciri Tanah Muda. . Fe. Horizon E adalah horizon mineral tercuci sehingga kadar . Horizon C adalah lapisan yang bahan penyusunnya masih sama dengan bahan induk atau belum terjadi perubahan secara kimiawi. b. liat silikat. Horizon O adalah horizon yang terdiri dari bahan serasa atau sisa-sisa tanaman dan bahan organik tanah hasil dekomposisi serasa. Dan Tanah Tua  Tanah MudaTanah Tanah muda ditandai oleh proses pembentukan tanah yang masih tampak pencampuran antara bahan organik dan bahan mineral. 2. Al rendah tetapi kadar pasir dan debu kuarsa serta mineral resistsen lainnya tinggi dan berwarna terang. tanah yang biasanya terdiri dari horizon-horizon A-O-E-B-C-R. Sifat tanah masih didominasi oleh sifat-sifat bahan induknya. c. Hasilnya adalah menbentukan horison A dan horison C. 2005). f. d. e. Horizon R adalah bahan batuan induk tanah (Kemas Ali Hanafiah. Horizon A adalah horizon mineral berbahan organik tanah tinggi sehingga berwarna agak gelap. Tanah Berkembang.Empat lapisan teratas yang masih dipengaruhi tanah da horison E-B disebut lapisan tanah bawah. Horizon B adalah horizon illuviasi yaitu horizon akumulasi bahan eluvial dari horizon di atasnya. a.kebatuan bahan induk tanah.

.  Tanah Tua Tanah tua yaitu proses pembetukan tanah berlansung lebih lanjut. Horison B yang terbentuk adalah horison B yang masih muda sebagai hasil dari proses alterasi bahan induk atau ada penambahan bahan-bahan tertentu dalam jumlah sedikit dari lapisan atas. 2. 2003). seperti abu vulkanik memerlukan waktu 100 tahun untuk membentuk tanah muda. yaitu dengan proses pembentukan horison B. Bahan induk vulkanik yang lepas-lepas. dan 100010.000 tahun untuk membentuk tanah dewasa (Hardjowigeno.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Tanah  Iklim Unsur-unsur iklim yang mempengaruhi proses pembentukan tanah terutama ada dua yaitu suhu dan curah hujan. Lamanya waktu yang diperlukan untuk pembentukan tanah berbedabeda. sehingga terjadi proses perubahan-perubahan yang nyata pada horison-horison A dan B. Tanah Berkembang Tanah berkembang ditandai oleh proses yang lebih lanjut sehingga tanah muda dapat berubah menjadi tanah dewasa (tua). Contoh tanah pada tingkat tua yaitu jenis tanah podsolik dan latosol tua (laterit).

 Topografi (relief) Keadaan relief suatu daerah akan mempengaruhi jenis tanah yang terbentuk. batuan sedimen (endapan).  Bahan Induk Bahan induk terdiri dari batuan vulkanik.  Organisme Organisme sangat berpengaruh dalam proses pembentukan tanah. Suhu atau Temperatur Suhu akan berpengahu terhadap proses pelapukan bahan induk. . dan batuan metamorf. Daerah yang memiliki topografi miring dan berbukit. karena organisme dapat membantu pelapukan bahan induk dan bahan organik. Batuan induk itu akan hancur menjadi bahan induk. maka proses pelapukan akan berlangsung cepat sehingga pembentukan tanah akan cepat pula. Sedangkan daerah yang datar. batuan beku. kemudian akan mengalami pelapukan dan menjadi tanah. lapisan tanahnya tebal karena terjadi desimentasi.  Curah Hujan Curah hujan akan berpengaruh terhadap kekuatan erosi dan pencucian tanah. semakin tinggi curah hujan maka proses pencucian tanah akan semakin cepat. lapisan tanahnya lebih tipis karena tererosi. Apabila suhu tinggi.

tanah akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu (Kemas Ali Hanafiah. 2005). Waktu Waktu juga sangat berpengaruh dalam pembetukan tanah. akibat pelapukan dan pencucian yang terus menerus. Oleh karena itu. tanah akan terus menerus berubah. .

3%.2 Topografi Topografi merupakan bentuk wilayah atau relief dan suatu daerah yang dapat menghambat dan mempercepat pangaruh iklim.2’’ BT. pengaruh iklim menjadi tidak jelas dan terbentuklah tanah berwarna kelabu atau banyak mengandung karatan sebagai akibat genangan air tersebut. Letak geografis lokasi pengamatan profil tanah berada: Di sebelah Utara berbatasan dengan Di sebelah Selatan berbatasan dengan Di sebelah Timur berbatasan dengan Di sebelah Barat berbatasa dengan 3.III. Di daerah yang datar atau cekung dimana air tidak mudah hilang dari tanah atau menggenang.1 Letak Astronomi dan Geografis Letak astronomi lokasi pengamatan profil tanah terletak: 5o 07’ 51.2” LS dan 119’ 28’ 58. Topografi tempat melakukan percobaan yaitu datar dengan persen kelerengan sekitar 0 . KEADAAN UMUM LOKASI 3. : Desa Barugaya : Desa Malolo : Desa Je’rabakka : Desa Timbuseng .

Takalar yaitu tipe C-3.3 Vegetasi Vegetasi merupakan bagian hidup yang tersusun dari kumpulan tumbuhtumbuhan yang menempati suatu ekosistem dan mempunyai kualitas baik serta kuantitasnya banyak. dan tundra merupakan contoh-contoh vegetasi (Wikipedia. Kab. padang rumput. . Kec.4 Iklim Iklim yaitu rata-rata cuaca dalam jangka panjang. Beraneka tipe hutan. Vegetasi yang ditemui di perkebunan tebu Desa Parang Baddo’. Polongbangkeng Utara. 3. Desa Parang Baddo’. kebun. Suhu dan curah hujan sangat berpengaruh terhadap intensitas reaksi fisik di dalam tanah.3. Selain itu. Kwalitas tanaman tebu di kebun tersebut cukup baik dan kuantitasnya cukup banyak. Iklim di kebun A 123 petak VIII. Kec. Polongbangkeng Utara di dominasi oleh tebu. Iklim merupakan faktor yang amat penting dalam proses pembentukan tanah. dengan curah hujan ratarata sekitar 800-1500 mm per tahun. 2011). . di tempat tersebut banyak tanaman pisang dan rerumputan.

selaput liat dan untuk mengiris akar-akar tanaman. 7.selesai WITA.IV. 5. karatan dan perakaran. METODOLOGI PERCOBAAN 4. Kec. struktur. Linggis digunakan untuk membantu penggalian tanah agar bentuk rata.2 Alat dan Bahan Adapun alat yang digunakan pada pengamatan profil tanah antara lain: 1. Skop digunakan untuk mengangkut tanah kepermukaan. 2. perbedaan warna struktur untuk mempelajari gumpalan-gumpalan bahan-bahan kasar. Kab. 08 Oktober 2011 pada pukul 10. Cangkul digunakan untuk menggali tanah. Meteran digunakan untuk mengukur tebal. Polongbangkeng Utara. . Desa Parang Baddo’. dalam dan batas lapisan. hari Sabtu. Takalar. Cutter digunakan untuk menarik batas lapisan.1 Tempat dan Waktu Pratikum pengamatan pengamatan profil tanah dilaksanakan di kebun A 123 petak VIII. Waktu pelaksanaan. 6. Ring sampel digunakan untuk mengambil sampel tanah utuh.00 . 4. ukuran kandungan bahan kasar. 3. Palu untuk mencegah batu guna dipelajari atau diambil contohnya untuk mengukur kekerasan pada konkresi. 4.

1. GPS (Global Positing System) untuk menentukan letak profil berdasarkan lintang dan bujur.8. Air untuk membasahi massa tanah dalam penentuan tekstur dan konsistensi dalam keadaan lembab dan basah. 4. 2. 9. 3. 4.3.1 Pembuatan Profil Tanah Adapun prosedur kerja pembuatan profil adalah:  Lubang penampang harus cukup besar. kantong plastik untuk tempat sampel tanah yang telah terganggu.5 x 1 m sampai bahan induk dan pemeriksaan dipilih di sisi lubang penampang yang mendapat sinar matahari. Kertas label untuk pemberian tanda pada sampel tanah yang telah diambil. Kompas untuk menentukan arah penampang terhadap lereng atau letak penampang terhadap sesuatu yang tetap dilereng. di tempat miring penampang dipilih pada dinding teratas. .3 Prosedur Kerja 4. supaya orang dapat dengan mudah duduk dan berdiri di dalamnya dan pemeriksaannya dijalankan dengan sempurna.  Ukuran penampang 1. Bahan-bahan yang digunakan padigunakana pengamatan profil antara lain tanah ultisol dan daftar isian profil. Daftar isian profil (DIP) untuk mencatat semua parameter pengamatan secara sistematis.

lalu simpan dalam kotak yang telah disediakan.  Ring sampel beserta tanah didalamnya digali dengan skop atau linggis.  Pisahkan ring sampel pertama dengan hati-hati.  Jika berair.  Tekan ring sampel sampai ¾ bagiannya masuk ke dalam tanah.2 Pengambilam Sampel Tanah Utuh  Ratakan dan bersihkan lapisan yang diambil.  Letakkan ring sampel lain di atas ring sampel pertama.3. kemudian tekan lagi sampai bagian bawah dari ring sampel kedua masuk ke dalam tanah sekitar 10 cm. maka air yang berada dalam penampang harus dikeluarkan sebelum pengamatan. Tanah bekas galian jangan ditumpuk di atas sisi penampang pemeriksaan. kemudian potonglah kelebihan tanah yang ada pada permukaan dan bawah ring sampel sampai permukaan ring sampel. . kemudian ring sampel tegak lurus (bagian runcing menghadap ke bawah).  Penampang wakil adalah tanah yang belum mendapat gangguan misalnya timbunan serta jauh dari pemukiman.  Tutuplah ring sampel dengan plastik.  Melakukan pengamatan pada sinar matahari yang cukup (tidak terlalu pagi atau sore) 4.

 Masukkan dalam kantong plastik yang telah diberi label. .3 Pengambilan Sampel Tanah Terganggu  Ambil tanah dengan sendok tanah atau pisau sesuai dengan lapisan yang akan diambil.4. mulailah dengan lapisan yang paling bawah.3.

1 Hasil Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh di lapangan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. 10YR (Very Warna dark gray) yellowish brown) Tekstur Struktur Lempung berliat Sedang Liat berdebu Halus Lembab Konsistensi Lembab lepas Karatan Mn dan Al Fe.V. Pengamatan Profil Tanah. HASIL DAN PEMBAHASAN 5. Mn Lekat) Al Liat berpasir Kasar Basah (Agak (Light . 10YR 3/1. Al. Parameter pegamatan Keadaan Lapisan (cm) Batasan Lapisan Topografi Batas Lapisan Lapisan I 0 – 16 Nyata Rata Lapisan II 16 – 29 Baur Tidak teratur Lapisan III 29 – 65 Baur Tidak teratur 6/4.

lapisan II dan III bersifat baur. bahwa tanah muda masih dalam tingkat pelapukan bahan organik dan pencampurannya masih terjadi dipermukaan tanah yang merupakan pelapukan bahan organik. tekstur. Karena tingkat proses pelapukan dan pencampuran bahan mineral dengan bahan organik tiap lapisan berbeda. warna. Untuk batasan lapisan tanah yang diamati. struktur. lapisan II yaitu 16-29 cm. . bila irisan terhenti ini menunjukkan batas pada setiap lapisan. dan lapisan III yaitu 29-65 cm. yaitu lapisan I bersifat nyata. konsistensi dan karatan. Perbedaan batasan lapisan dipengaruhi oleh proses pencucian tanah.2 Pembahasan Pengamatan profil tanah dapat kita lihat melalui hasil pengamatan di lapangan pada masing-masing lapisan. sehingga mempengaruhi kedalaman tiap lapisan. bahwa batas pada lapisan dapat ditentukan dengan melakukan pengirisan secara vertikal pada tanah. Untuk kedalaman lapisan. yaitu kedalaman lapisan. batasan lapisan. Hal ini sesuai dengan pendapat Hardjowigeno (2003). Menurut Pasaribu (2007).5. topografi batas lapisan. kedalaman lapisan tanah pada lapisan I yaitu 0-16 cm. dimana pada saat hujan air tersebut akan mengalir turun ke lapisan bawah bersama mineral tanah dengan kecepatan tinggi sehingga penyebabkan adanya perbedaan horizon.

Pada tekstur dapat dilihat dari penyusunnya. maka dapat terlihat bahwa pada lapisan I adalah lempung berliat. semakin gelap warna tanah maka semakin banyak pula kandungan hara yang terdapat pada tanah tersebut. dari pengamatan yang dilakukan terlihat bahwa pada lapisan I memiliki topografi yang rata. Menurut Kemas (2005). yaitu warna lapisan I adalah 3/1. pada lapisan II sifatnya halus dan pada III ketiga bersifat kasar. 10YR (Very dark gray). pada lapisan II adalah liat berdebu dan lapisan III adalah liat berpasir. dari pengamatan tersebut terlihat bahwa pada lapisan I sifatnya sedang. Warna gelap tanah disebabkan oleh warna bahan organik yang melapuk. Untuk struktur. Dari pengamatan tersebut.Untuk tofografi batas lapisan. Untuk warna tanah yang diamati. Topografi batas lapisan tidak selalu sama karena dipengaruhi oeh pelapukan-pelapukan sisa mikroorganisme. warna lapisan II adalah 3/3. dan warna lapisan III adalah 6/4. Tekstur diamati dengan menggunakan metode feeling. debu. 10YR (Light yellowish brown). topografi batas lapisan II dan batas lapisan III sama-sama tidak teratur. 10YR (Dark brown). bahwa perbedaan topografi ini disebabkan karena proses pelapukan sisa mikroorganisme yang ada di dalam tanah dan permukaan tanah. lempung dan liat. yaitu terbagi menjadi pasir. .

10YR (Very dark gray). Menurut Hardjowigeno (2003). dan lapisan III mengandung Al. Secara fisik tanah ini memiliki tekstur rata-rata liat dari ketiga lapisan. lapisan II 3/3. pada lapisan II mengandung Mn. Pada lapisan I bersifat lembab. Al (Aluminium) karatannya berwarna kuning dan Fe (Besi) karatannya berwarna merah. Untuk karatan. lapisan II halus. kita bisa mengetahui jenis tanah pada lokasi yang diamati berdasarkan ciri-ciri yang kita temui. 5. Al dan Fe.unsur yang dapat membuat karatan. Adanya karatan disebabkan oleh kadar air yang tinggi. dan lapisan III kasar). dan warna [lapisan I 3/1. struktur (lapisan I sedang. Mn (Mangan) karatannya berwarna hitam. Secara kimia tanah ini memiliki karatan yaitu pada lapisan . dan lapisan III 6/4. yaitu terdiri dari lembab. Al dan Fe. bahwa tanah yang memiliki karatan adalah tanah yang memilki kadar air yang cukup tinggi. Dari pengamatan tersebut. lapisan II bersifat lembab lepas dan pada lapisan III bersifat basah lekat.1 Penentuan Jenis Tanah dari Hasil Pengamatan Profil Dari hasil pengamatan profil tanah ini. dapat ditinjau dari pengertian karatan dan unsur-unsur yang dapat menyebabkan karatan. Unsur.2. 10YR (Dark brown). 10YR (Light yellowish brown)]. kering dan basah.Untuk konsistensi tanah. sehingga menimbulkan karatan pada tiap lapisan. dapat dilihat bahwa pada lapisan I mengandung Mn dan Al. Karatan adalah peristiwa teroksidasinya suatu unsur dengan bantuan oksigen. contohnya Mn.

Secara biologi Berdasarkan ciri-ciri fisik. dan Al. andosol. Horison timbunan liat dan besi aluminium oksida yang jelas tidak ada pada golongan ini. Inseptisol mempunyai karakteristik dari kombinasi sifat-sifat tersedianya air untuk tanaman lebih dari setengah tahun atau lebih dari 3 bulan berturut-turut dalam musim kemarau. berdasarkan definisinya tanah inseptisol adalah tanah muda dan mulai berkembang. kita bisa melihat bahwa tanah tersebut merupakan tanah jenis inseptisol. Fe. dan biologi di atas. tekstur lebih halus dari pasir geluhan dengan beberapa mineral lapuk dan kemampuan menahan kation fraksi lempung ke dalam tanah tidak dapat di ukur. Tanhatanah yang dulunya di kelaskan sebagai hutan coklat. dan tanah coklat dapat dimasukkan kedalam inseptisol. Perkembangan profil golongan ini lebih berkembang bila disbanding dengan entisol. kimia. Kisaran kadar C organik dan Kpk dalam tanah inceptisol sangat lebar dan demikian juga kejenuhan basa. satu atau lebih horison pedogenik dengan sedikit akumulasi bahan selain karbonat atau silikat amorf. dan pada lapisan III mengandung Al. Profiknya mempunyai horison yang dianggap pembentukannyaagak lamban sebagai hasil alkterasi bahan induk.I mengandung Mn dan Al. Horison-horisonnya tidak memperlihatkan hasil hancuran ekstrim. Inceptisol dapat terbentuk hampir di . lapisan II mengandung Mn.

2 Kesesuaian Jenis Tanah Dengan Kondisi Tanaman Jika kita melihat kondisi vegetasi yang ada pada lokasi pengamatan profil tanah. Tanah inseptisol cocok digunakan sebagai lahan pertanian. karena tanah jenis ini memiliki tekstur lebih halus dari pasir geluhan dengan beberapa mineral lapuk dan kemampuan menahan kation. Sehingga kebutuhan tanaman (tebu) akan mineral dan unsur hara terpenuhi dengan baik dalam proses produksinya. 2003).semua tempat kecuali daerah kering mulai dari kutup sampai tropika (Hardjowigeno. .2. 5. Kita melihat bahwa vegetasi (terutama tanaman tebu) yang tumbuh di atas tanah ini cukup subur dengan kwalitas yang baik dan kuantitas yang banyak. maka jenis tanah pada lokasi ini (inseptisol) cocok untuk digunakan sebagai lahan pertanian.

Fe. topografi. topografi batas lapisan tidak teratur. yaitu iklim. 2. 10YR (Light yellowish brown). KESIMPULAN DAN SARAN 6. . warna 3/1. 10YR (Dark brown). strukturnya sedang. dan mengandung karatan Mn dan Al. topografi batas lapisan tidak teratur.1 Kesimpulan Dari uraian hasil pembahasan di atas mengenai. maka dapat disimpulkan bahwa: 1. dan mengandung karatan Al. strukturnya halus. bahan induk. organik.VI. strukturnya kasar. warna 3/3. Lapisan II mempunyai kedalaman 13 cm dengan batasan lapisan baur. bertekstur liat berpasir. dengan konsistensin lembab lepas. dan waktu. topografi batas lapisan rata. dengan konsistensin lembab. dengan konsistensi basah (agak lekat). bertekstur lempung berliat. 10YR (Very dark gray). dan Al. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembentukkan tanah. Lapisan III mempunyai kedalaman 36 cm dengan batasan lapisan baur. 3. dan mengandung karatan Mn. Lapisan I mempunyai kedalaman 16 cm dengan batasan lapisan nyata. bertekstur liat berdebu. organisme. warna 6/4. 4.

Untuk para asisten diharapkan dapat membawa peralatan sekaligus mendemonstrasikan cara penggunaanya terutama alat-alat elektrik seperti GPS. hendaknya para teknisi/praktikan membawa kelengkapan yang lengkap guna memperlancar dan mempermudah pengerjaan. .6.2 Saran Saran untuk pengamatan mengenai profil tanah selanjutnya.

Madjid. 2009. Pasaribu. 2005.wikipedia. A. Ali Kemas. Universitas Sriwijaya. Jakarta. . Http//www. Hanafiah. Pengertian Horison Tanah. 2010.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. Ilmu Tanah. Rajawali Persada: Jakarta. Http//www. Jakarta: Raja Perfindo Persada.com//. Http://dasar2ilmutan ah. Jurusan Tanah. Hardjowigeno. 2003. Fakultas Pertanian. S. Bahan Ajar online. Pengertian Solum.gudangmateri. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. 2011. Dasar-dasar Ilmu Tanah.com. Wikipedia.com//. Ilmu Tanah. 2007.blogspot. Akapres.

Al. 2. 4. 6. 10YR (Dark dark gray) brown) Tekstur Lempung liat Liat berdebu Struktur Sedang Halus Konsistensi Lembab Lembab lepas Karatan Mn dan Al Mn. Deskripsi profil Parameter Pengamatan Kedalaman lapiasan (cm) Batasan lapisan Topografi batasan lapisan Warna (Munsell) I Lapisan II III 29 – 65 Baur Tidak teratur 6/4. Bahan induk : Tuff vulkanik 11. Kec. 10YR (Very 3/3. Kedalaman solum : 65 cm 12. Sosial ekonomi masyarakat: Status tanah : Tanah Negara . dan Fe  Penggunaan tanah : Perkebunan  Jenis penggunaan : Ternak  Tanaman: . Ismail :5 :5 : 08 Oktober 2011 : Kebun A 123 petak VIII.2’’ BT : Datar : 0 . 7. 10YR(Light yellowish brown) Liat berpasir Kasar Basah lekat Al 0 – 16 16 – 29 Nyata Baur Rata Tidak teratur 3/1.DAFTAR ISIAN PROFIL 1. Kedalaman perakaran efektif : 54 cm 13. Polongbangkeng Utara : 050 7’ 51.Utama : Tebu .Lain : Pisang. 8.3% Letak lokasi Bentuk wilayah Persen kelerengan Vegetasi  Kualitas : Baik  Kuantitas : Banyak Jumlah pohon dan luasan: 8/m Kerapatan/jarak tanam : 1 m 10. rerumputan  Sistem : Rotasi  Pengelolaan : Insentif  Sumber air : Irigasi 16. Muka air bebas :14. Surveyor Kode profil Nomor Tanggal pengambilan Nama lokasi : Muh. 5.2’’ LS dan 1140 28’ 58. Desa Parang Baddo’. 3. 9. Batuan  Di permukaan : Tidak ada  Di dalam : Ada 15.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful