P. 1
Tata Cara Penulisan KTI

Tata Cara Penulisan KTI

|Views: 226|Likes:

More info:

Published by: Akhmad Rifqi Cahyo Utomo on Mar 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2014

pdf

text

original

PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

Posted by jeperis pada 5 Februari, 2009 Oleh : Siusana Kweldju Karya tulis ilmiah (KTI) bukan karya tulis yang ditulis oleh seorang ilmuwan saja, tetapi oleh siapa pun, misalnya siswa di SMP, SMA, guru, kepala sekolah, mahasiswa perguruan tinggi, peneliti di perusahaan dan di pemerintahan, dsb. Sebenarnya setiap orang dapat menulis KTI, dan bila ada seseorang yang merasa tak mampu menulis KTI, sebenarnya pusat permasalahannya adalah belum ditemukannya cara bagaimana memulai menulis KTI tersebut dan apa sebenarnya isi KTI. Sekalipun demikian, keterampilan menulis KTI itu perlu dipelajari dengan tekun melalui latihan dan pemodelan standar. Cara yang terbaik memulai sebuah KTI adalah membuat kerangka karangan terlebih dahulu dengan teliti dan bersungguh-sungguh. Ada dua macam kerangka karangan, yaitu: (a) Kerangka karangan topik yang memuat isi, hubungan logika dan pola struktur KTI, dan (b) Kerangka karangan analitis adalah kerangka karangan yang menggunakan kalimat lengkap untuk setiap topik. Kerangka karangan itu sebenarnya tidak ditulis sekali jadi, tetapi perlu terus direvisi, dan terus dikembangkan. Strategi yang dapat digunakan supaya kerangka karangan dapat cepat dibuat, adalah penulis dapat terus bertanya dan bertanya tentang apa yang harus ditulisnya. Misalnya, bila penulis telah menentukan sebuah topik: Sertifikasi guru mutlak untuk perbaikan kualitas pendidikan. Penulis dapat mengembangkannya menjadi sebuah kerangka karangan dengan terus-menerus membuat pertanyaan baru, seperti: § Mengapa harus mutlak? § Bagaimana hubungan antara sertifikasi guru dengan kualitas? § Berapa biaya pelaksanaan sertifikasi guru dan apa jadinya bila sertifikasi guru gagal untuk memperbaiki kualitas pendidikan? Setelah membuat banyak pertanyaan, penulis masih perlu untuk mempertanyakan kembali, pertanyaan mana yang dapat dijawab, yang mana yang sulit dijawab dan yang mana yang tidak perlu dijawab karena beberapa alasan. Penulis sebaiknya tidak perlu menulis tentang pertanyaan yang tidak dapat dijawab. 1. Jenis Karya Tulis Ilmiah KTI ilmiah itu dapat berupa makalah, kertas kerja, artikel ilmiah, laporan penelitian, skripsi, tesis dan disertasi. Namun, salah satu hal penting yang menyatukan semuanya, adalah bahwa penulisan KTI memerlukan dokumentasi. Dokumentasi adalah pengakuan terhadap sumber-sumber informasi penting yang digunakan dalam sebuah KTI. Tanpa dokumentasi, KTI dapat dianggap melakukan plagiarisme, dan dalam dunia akademik, plagiarisme adalah pelanggaran yang serius. Karena itu, referensi adalah bagian yang penting bagi KTI. Inilah yang membedakan KTI dari esei yang biasa. Perbedaan lain dari KTI dibanding esei biasa adalah penulisan KTI itu mengikuti tata aturan yang sudah baku, untuk mempermudah pembaca. Tata cara penulisan ini merupakan perjanjian etika ilmiah yang perlu diikuti penulis KTI manapun. 1.1 Makalah, kertas kerja dan artikel ilmiah Makalah sebenarnya sama dengan kertas kerja. Perbedaannya adalah kertas kerja itu dikerjakan dengan

S2 dan S3. menghindari ungkapan-ungkapan yang emosional. Yang berpendekatan kuantitatif ditulis menurut pendekatan deduktif-induktif. temuan pada tesis diharapkan lebih asli dibanding temuan pada skripsi. Untuk menghindari kontroversi yang tak sehat. kritis berarti tindakan untuk membuat keputusan yang dapat memilah-milahkan. Skripsi. dan dapat secara tegas menunjukkan posisinya ketika membahas dan mengevaluasi temuan-temuan lain sebelumnya. penulis perlu jujur secara intelektual. walaupun ada juga makalah yang setebal 30 halaman. Tidak jarang makalah kritis adalah makalah yang kontroversial karena makalah kritis itu memberi evaluasi atas sebuah karya. Dugaan sementara itu melibatkan variable-variabel yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka-angka. atau membuat interpretasi tentang kejadian atau sebuah karya dalam dunia seni. (b) Riset orijinal yang membangun pengetahuan baru dan menjadi informasi baru bagi setiap orang dengan mengadakan riset praktis terlebih dahulu. dan sifat temuan yang lebih asli atau kurang asli. 1. Disertasi dituntut untuk sangat kritis dalam membahas temuan-temuan atau teori-teori yang lain. Perbedaan ketiganya secara relatif disebabkan oleh kedalaman. Ada dua macam riset asli menurut pendekatannya. sintesis dan interpretasi yang baru. serta kekritisan dalam membahas pendapat orang lain. Artinya secara deduktif penulis merumuskan dugaan-dugaan sementara atau hipotesis setelah didukung dengan penelitian praktis. menilai. Hipotesis itu lalu diuji dengan empiris dengan bantuam prosedur statistik. Tidak selamanya pencipta karya dan pendukungnya dapat menerima evaluasi yang kurang menyenangkan. Biasanya makalah atau kertas kerja ditulis setebal 15 halaman. dan disampaikan di forum-forum ilmiah maupun praktis yang lebih besar. yaitu yang berpendekatan kuantitatif dan kualitatif. Riset itu memiliki lebih dari 1 makna. yang kemudian diikuti dengan pengumpulan data empiris di lapangan. Makalah kritis atau kritik juga memiliki berbagai makna. Dalam kajian ilmiah. dan menjaga jalan pikiran dengan teratur. Ada dua macam makalah atau kertas kerja: (a) makalah riset/makalah referensi/makalah perpustakaan (b) makalah kritis.2 Skripsi. filsafat. keluasan. Temuan pada disertasi dituntut lebih asli dibanding temuan pada tesis dan skripsi. Demikian pula. lalu diolah kembali dengan analisis. tesis dan disertasi ditulis dengan terlebih dahulu melakukan riset praktis atau kajian kepustakaan. yaitu pada saat melaksanakan kajian pustaka. (a) Riset praktis adalah KTI yang ditulis dengan mencari informasi-informasi yang telah terekam dari mana saja. tesis dan disertasi adalah KTI dalam suatu bidang studi yang masing-masing ditulis oleh mahasiswa program S1. tesis dan disertasi adalah KTI yang merupakan riset asli Skripsi. Riset asli yang berpendekatan kualitatif digunakan terutama untuk memahami persoalan sosial atau . tidak menyampaikan informasi yang hanya benar sebagian. Makalah lebih banyak ditulis oleh siswa dan mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah. sosial. Disertasi itu biasanya wajib mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dan dengan analisis yang terinci. sains dan sebagainya.lebih serius dibanding makalah. Tesis dan Disertasi Skripsi. Artikel ilmiah adalah makalah atau kertas kerja yang dipublikasikan di jurnal. sastra. ketiganya juga merupakan KTI riset asli. Karena ketiganya merupakan laporan penelitian lapangan dengan cara mengumpulkan data empiris dari lapangan.

2 Deduksi. Berpikir induktif dalam tes intelegensi dinyatakan dalam analogi-analogi. dan memilih alternatif yang terbaik untuk menyelesaikan masalah. 2 Struktur Karya Tulis Ilmiah Struktur KTI ada pada struktur logika yang dapat ditemukan pada garis besar (outline) sebuah karya. Skripsi. sebagai pola yang paling mudah ditemukan dalam penulisan KTI. dan juga dapat digunakan untuk berspekulasi atau memprediksi kejadian apa yang akan datang di masa mendatang menurut parameter yang ada sekarang.persoalan yang dihadapi umat manusia dengan membangun sebuah gambaran keadaan dengan kompleks dan holistik dalam bentuk cerita. KTI riset kualitatif dikembangkan secara induktif. sifat atau keadaan yang layak untuk dibandingkan. 1. Berpikir induktif adalah berpikir yang bergerak dari sebagian menjadi keseluruhan atau dari yang khusus menjadi yang umum. mencari alternatif-alternatif pemecahan masalah.4 Perbandingan dan kontras adalah cara yang sangat umum digunakan untuk menunjukkan persamaan dan perbedaan dua benda. 1. Pandangan responden menjadi komponen yang sangat dominan dalam substansi KTI riset kualitatif. Pola pemikiran bergerak dari yang umum ke yang khusus. 1.6 Sebab-akibat. Hubungan sebabakibat ini menunjukkan bagaimana sebuah kejadian dapat diikuti oleh kejadian yang lain. bagaimana seseorang menulis tentang satwa yang ada di Kebun Binatang Ragunan.3 Induksi yang menghendaki penulis KTI mengumpulkan dan menuliskan informasi dengan cukup untuk mengambil sebuah kesimpulan. Logika merupakan komponen yang sangat penting dalam penyelesaian masalah. tesis dan disertasi berbeda dari makalah biasa karena ketiganya perlu dipertahankan di hadapan dewan penguji. demikian pula dengan latar alamiah tempat data diperoleh. Di dalam cerita itu pandangan responden dilaporkan dengan rinci.5 Spasial. Logika verbal dalam esei atau KTI tampak pada struktur karangan. Pola yang digunakan merupakan sederet langkah-langkah proses. Misalnya.1 Kronologi yang merupakan pola yang banyak digunakan untuk KTI yang membahas tentang serangkai kejadian-kejadian sejarah. dan dari proposisi itu diturunkan gagasan-gagasan baru. dan merupakan aspek yang sangat penting dalam intelegensi. hingga terbelakang. 1. Dalam hal ini penulis dapat menulisnya dengan mulai menulis tentang hewan yang menempati kawasan terdepan. yang dapat berupa: 1. Hal ini berbeda dari substansi KTI riset kuantitatif yang dicetuskan dari identifikasi dan rumusan masalah yang dibuat oleh peneliti. Jalan pikiran bergerak dari yang khusus ke yang umum. yang merupakan hubungan antara satu sub-topik dengan sub-topik yang lain. yaitu cara pengambilan kesimpulan yang barawal dari sebuah proposisi yang dianggap sebagai sebuah kebenaran. seperti: . yang banyak digunakan untuk topik-topik yang berkenaan dengan dimensi geografis.7 Penyelesaian masalah (problem solving) yang diawali dengan identifikai masalah. 1. dan penulisannya mendapatkan pembimbingan. 1. Logika verbal itu merupakah tingkah laku kebahasaan yang meliputi: (a) berpikir logis (b) memahami hubungan yang ada di antara gagasan-gagasan (c) memahami semua aspek permasalahan sebagai satu kesatuan (d) memusatkan perhatian pada masalah yang sebenarnya.

maka B. (b) Bila bukan B Maka bukan A. (c) senjata bagi seorang prajurit seperti komputer bagi seorang mahasiwa. dan verifikasi tentang apakah analogi yang dibuat itu cukup adil dan tepat. Contoh kerangka pikir silogisme linear. (b) Fika lebih pandai dari Tini. Analogi semacam ini bukan sekedar proses membanding-bandingkan. Siapa yang terpandai di antara ketigamya? Contoh kerangka berpikir silogisme kategorial: (a) Semua B adalah C. . tetapi juga proses pengambilan kesimpulan.(a) hubungan seorang pengawas kepada kepala sekolah seperti seorang konselor kepada kliennya. kategorial dan kondisional. Berpikir deduktif adalah berpikir dengan membuat silogisme-silogisme. (b) fungsi perpustakaan untuk sebuah sekolah seperti jantung yang memompa darah bagi makhluk hidup. yang terdiri atas linear. (b) Semua A adalah B Semua A adalah C. Berpikir induktif dalam tes intelegensi juga termasuk berpikir dalam mengklasifikasi dan juga berpikir untuk mengurutkan persoalan dari yang paling penting menjadi yang paling kurang penting. aplikasi. (a) Tini lebih pandai dari Adi. Contoh kerangka pikir silogisme kondisional: (a) Bila A. sbb. pemetaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->