P. 1
Tugas Pts Fadli z, s.pd Revisi1

Tugas Pts Fadli z, s.pd Revisi1

|Views: 833|Likes:
Published by Despriwandi Mefs

More info:

Published by: Despriwandi Mefs on Mar 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2013

pdf

text

original

Sections

  • KATA PENGANTAR
  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • A. Latar Belakang Masalah
  • B. Perumusan Masalah dan pemecahannya
  • C. Tujuan Penelitian
  • D. Manfaat Penelitian
  • BAB II
  • KAJIAN PUSTAKA
  • A. Supervisi Akademik
  • B. Pentingnya Pelaksanaan Supervisi Akademik
  • C. Langkah-langkah Melakukan Supervisi Akademik
  • Langkah-langkah Penyusunan Silabus
  • A. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
  • B. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran
  • C. Melakukan Pemetaan Kompetensi
  • D. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
  • E. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
  • F. Penentuan Jenis Penilaian
  • G. Menentukan Alokasi Waktu
  • H. Menentukan Sumber Belajar
  • Langkah-langkah penyusunan RPP
  • PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN RPP
  • LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP
  • 1. Mencantumkan Identitas
  • 2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
  • 3. Menetukan Materi Pembelajaran
  • Materi pembelajaran:
  • 4. Menentukan Metode Pembelajaran
  • 5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran
  • 1. Kegiatan Pendahuluan
  • 2. Kegiatan Inti
  • 3. Kegiatan penutup
  • 6. Memilih Sumber Belajar
  • 7. Menentukan Penilaian
  • BAB III
  • METODOLOGI PENELITIAN
  • A. Subjek penelitian
  • C. Prosedur Penelitian
  • 1 . Perencanaan
  • 2. Pelaksanaan
  • 3. Pengamatan
  • 3. Refleksi dan Evaluasi
  • E. Tekhnik Analisis Data
  • BAB IV
  • HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
  • A. Kondisi Awal
  • B. Siklus 1
  • Tabel 2: Kemampuan Guru dalam Mengembangkan Silabus menurut Indikator:
  • Tabel 4: Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP menurut Indikator:
  • Tabel 6: Kemampuan Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran menurut Indikator:
  • B. Siklus II
  • Tabel 8: Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP menurut Indikator Siklus II:
  • D. Pembahasan
  • DAFTAR PUSTAKA

LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MELALUI OPTIMALISASI PELAKSANAAN SUVERVISI AKADEMIK

OLEH

Fadli z, s.pd
NIP. 196309131985121002
PESERTA PELATIHAN PENGUATAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH

TAHUN 2011

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadiran ALLAH yang telah menurunkan rahmat dan hidayahnya,sehingga proposal penelitian tindakan sekolah telah dapat diselaikan penulisannya Penulisan proposal penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merencanakan dan melasanakan proses pembelajaran sehingga diharapkan tanaga pendidik di SMAN I Benai Khususnya menjadi guru yang profesional sesuai amanat Undang-Undang RI Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang RI Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik professional Dalam penulisan ini maish banyak terdapat kelemahan dan kekurangan, oleh karena itu kami mohon saran dan masukan demi kesempurnaan penelitian tindakan sekolah ini. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sepenuhnya sehingga proposal ini terselesaikan

i

DAFTAR ISI Halaman
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Perumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Supervisi Akademik B. Pentingnya Pelaksanaan Supervisi Akademik C. Langkah-langkah Melakukan Supervisi Akademik BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Subjek penelitian B. Lokasi dan Waktu Penelitian C. Prosedur penelitian D. TekhnikPengumpulan Data E. Tekhnik Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Kondisi awal B. Siklus I C. Siklus II D. Pembahasan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ............................................... ...............................................

ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Undang-Undang RI Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undangundang RI Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik profesional. Untuk itu, guru dipersyaratkan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Salah satu kompetensi guru sebagai agen pembelajaran adalah kompetensi propesional. Guru dikatakan propesional apabila memiliki kemampuan dan memahami tugas pokok dan fungsi sebagai guru dan dapat melakukan inovasi-inovasi sehingga proses pembelajaran disekolah menyenangkan bagi pesrta didik. Namun, kenyataan disekolah yang saya pimpin menunjukkan bahwa masih banyak guru/tenaga pendidik yang belum memahami makna kepropesionalismeannya sebagi guru yang sesuai dengan undangundang dan peraturan pemerintah sebagaimana dijelaskan diatas, ketidak

profesionalismean itu terlihat dari sebagian besar guru belum mampu mengembangkan kemampuan mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan . Untuk mengatasi masalah tersebut diatas perlu dilaksanakan tindakan nyata oleh pimpinan sekolah dalam bentuk supervisi, hal ini sesuai dengan permendiknas nomor 13 Tahun 2007, bahwa salah satu kompetensi kepala sekolah adalah kompetensi supervisi. Dalam hal ini kepala sekolah harus dapat merencanakan, melaksanakan dan menindaklanjuti hasil supervisi akademik dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Merencanakan bearti bahwa kepala sekolah harus menyusun program supervisi akademik agar suprvisi yang dilakukan menacapai tujuan dan sasarannya secara efektif dan efisien. Melaksanakan

Kepala sekolah dapat mempercayai semua guru melaksanakan tanggung jawabnya dalam pembelajaran. Supervisi akademik dengan melakukan kunjungan ke ruang kelas seharusnya merupakan bagian dari kegiatan harian sebagai kepala sekolah. Mereka yang kurang baik ini akan dapat memper-baiki diri mereka melalui dorongan. lemah dan sebagainya. Selama kunjungan itu. . dan jika perlu melakukan langkah-langkah perbaikan. Namun tidak semua guru dapat melaksanakan tugas dengan baik. Menindaklanjuti berarti bahwa kepala sekolah dapat memanfaatkan hasil supervisi dalam rangka memperbaiki penyimpangan yang terjadi agar pelaksanaan tugas akan lebih baik. atau apakah peserta didik telah termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Artinya perhatian terhadap proses belajar mengajar merupakan tugas utama bagi kepala sekolah. kepala sekolah akan dapat mengamati indikator pembelajaran seperti hubungan guru dengan peserta didik. Guna mencapai tujuan institusi. mungkin malas. Bagi guru yang termotivasi secara positif. Oleh karena itu perlu dipastikan bahwa tugas yang didelegasikan telah dilaksanakan pada waktu dan cara yang tepat. simpati dan pemahaman dari kepala sekolah.supervisi berarti kepala skolah harus menggunakan pendekatan dan teknik supervisi dengan tepat. apakah suasana kelas terlihat sibuk belajar. Pentingnya pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah karena semua kegiatan yang ada di sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah. tanggung jawab itu kemungkinan besar akan dilaksanakan dengan baik. Untuk itu kepala sekolah perlu melakukan supervisi akademik. memiliki masalah pribadi. Demikian juga dengan pembelajaran. kepala sekolah perlu memastikan bahwa proses belajar mengajar berjalan lancar sesuai dengan tuntutan kurikulum. kepala sekolah mendelegasikan tugas kepada guru dan staf. sesuai dengan standar.

B. Bagaimana mengoptimalkan supervisi untuk meningkatkan Propesionalisme guru ii. b. sebagai salah satu pedoman dalam melaksanakan supervisi akademik untuk meningkatkan profsionalisme guru dalam melaksanakan tugas proses belajar mengajar. Apakah melalui Supervisi Akademik dapat meningkatkan kemampuan guru untuk menjadi guru yang profesional b. Rumusan Masalah i. Kepala sekolah. pelaksanaan. Perumusan Masalah dan pemecahannya a. Berdasarkan kajian awal diduga tindakan yang berupa suvervisi Akademik untuk meningkatkan profesionalisme guru dapat menyelesaikan masalah ii. sebagai masukan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan proses pembelajaran . Tujuan Penelitian Adapun Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Guru/tenaga pendidik. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah a. observasi dan refleksi. siklus 1 terdiri dari perencanaan. Tindakan yang dilakukan melalui dua siklus. D. Pemecahan masalah i. Berdasarkan reflesi siklus 1 disiapkan siklus II C.

Sementara itu Hamalik (1992:22) berpendapat bahwa supervisi adalah semua usaha yang dilakukan oleh supervisor dalam bentuk pemberian bantuan. Hal ini berarti bahwa supervisi akademik berhubungan dengan kegiatan proses belajar mengajar yakni bagaimana guru mengajar dan bagaimana siswa belajar. Pendapat ini menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan tugas belajar mengajar perlu dilakukan supervisi.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. nasihat dan pengarahan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar. Seperti dikemukakan oleh Adam dan Dickey (1959:2) bahwa supervisi akademik adalah program yang berencana untuk memperbaiki pengajaran. bimbingan. Adanya supervisi akan dapat membantu guru dalam mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran. Dengan adanya supervisi akan ditemukan kendala-kendala dalam proses belajar mengajar itu sehingga dapat dilakukan perbaikan-perbaikan. penggerakkan motivasi. Supervisi menurut Piet Suhertian (2000:19) bahwa supervisi adalah usaha memberikan layanan kepada guru-guru baik secara individual maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran. . Supervisi Akademik Supervisi akademik adalah supervisi yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran. Hal ini menandakan bahwa tugas guru bukanlah tugas yang ringan karena banyak persoalan yang harus dihadapi dalam pembelajaran tersebut. Harris (dalam Oliva) yang dikutip oleh Suhertian (2000:18) berpendapat bahwa supervisi adalah segala sesuatu yang dilakukan untuk memelihara atau mengubah apa yang dilakukan sekolah dengan cara yang langsung mempengaruhi proses belajar mengajar.

1998:187) bahwa pelaksanaan supervisi akademik bertujuan untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar. dan sebagainya. Melalui supervisi akan dapat menemukan keunggulan dan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh guru. Artinya. Selain itu dapat juga menemukan kesulitan-kesulitan siswa dalam pembelajaran. penggunaan alat peraga. Mengingat pentingnya supervisi yang dilakukan untuk membantu para guru dalam proses belajar-mengajar. supervisi akademik adalah fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek pembinaan dan pengembangan kemampuan profesional guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan bimbingan di sekolah. Jadi dalam hal ini fungsi supervisi yang terpenting adalah menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apa yang diperlukan dan memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu. kerjasama murid dalam kelas. Dari beberapa batasan dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik adalah kegiatan yang ditujukan untuk membina dan membantu guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran/bimbingan dan kualitas hasil belajar siswa. Pentingnya Pelaksanaan Supervisi Akademik Supervisi akademik sangat penting dilakukan seperti dikemukakan oleh (Daryanto. Kegiatan ini ditujukan kepada perbaikan caracara mengajar. B.Dikatakan oleh Ngalim Purwanto (2005:20) bahwa supervisi sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan kondisikondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Dengan melakukan supervisi yang efektif dan efisien akan memberikan . Berangkat dari temuan-temuan inilah supervisor berusaha mencari solusi untuk mengatasi masalah/hambatan yang dihadapi para guru dalam melaksanakan tugas. maka seyogyanya supervisi dilakukan secara efektif dan efisien.

sehingga supervisi dapat dilaksanakan. Langkah-langkah Melakukan Supervisi Akademik Pejabat fungsional yang berwenang untuk melakukan supervisi akademik pada pendidikan formal berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 dan 13 Tahun 2007 adalah pengawas satuan pendidikan dan kepala sekolah. Oleh karena itu pengawas sekolah dan kepala sekolah harus memahami langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan supervisi tersebut. C. yaitu hal-hal yang harus disupervisi dari pelaksanaan suatu pekerjaan. maka supervisi akademik sangat penting dilakukan baik oleh kepala sekolah maupun oleh pengawas sekolah. khususnya dalam proses belajar-mengajar. Selanjutnya menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan (proses supervisi). objek supervisi. yaitu teknik atau cara melakukan supervisi terhadap objek supervisi yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan peranan supervisi akademik yang ditujukan untuk memperbaiki kualitas belajar mengajar dan kualitas hasil belajar siswa. Artinya untuk memperoleh kualitas belajar mengajar yang tinggi dan kualitas hasil belajar siswa yang memadai mutlak dilakukan supervisi akademik. Dikemukakan oleh Oteng Sutisna (1989:265-266) bahwa peran supervisi merupakan bantuan profesional dan teknis kepada guru dengan maksud untuk meningkatkan kemampuan guru dan melalui itu meningkatkan kualitas pendidikan. kepala sekolah dan pengawas sekolah harus memperhatikan beberapa hal seperti. . Selain itu perlu juga diperhatikan metode supervisi.kontribusi yang memadai terhadap pelaksanaan tugas guru. Dalam melakukan supervisi menurut Azwar (1988:198). Lebih lanjut dijelaskan bahwa fungsinya yang pokok adalah membantu guru-guru memperoleh arah diri dan belajar memecahkan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi dengan imajinatif dan kreatif.

Hal ini dimaksudkan untuk menentukan apakah hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Untuk itu pengawas sekolah dan kepala sekolah harus melakukan kunjungan kelas (class-visit). 2) Membandingkan hasil dengan perencanaan. Penganalisisan dilakukan sesudah . tidak menonjolkan diri. menentukan kriteria pengawasan terhadap apa yang harus diukur adalah lebih penting. dan hanya memberi koreksi jika diminta. Karena itu. tidak banyak interupsi. Terutama sekali seorang pimpinan diharapkan dapat memilih dan menentukan tindakan yang tepat dalam rangka memperbaiki maupun mengarahkan tindakan yang mengarah ke arah pencapaian tujuan.Hadari Nawawi (1984:45) mengemukakan bahwa langkah-langkah dalam proses supervisi (pengawasan) sebagai berikut:: 1) Menentukan kriteria pengawasan. Proses itu hendaknya dimulai dari perencanaan yang dilakukan bersama-sama secara demokratis oleh pengawas sekolah atau kepala sekolah dengan guru yang akan dikunjungi. Pelaksanaan supervisi dilakukan dengan menggunakan format observasi sesuai dengan objek yang telah ditetapkan. yang perlu diobservasi dan menetapkan waktu pelaksanaannya yang terbaik. Dalam melakukan kunjungan kelas ini pengawas sekolah dan kepala sekolah hendaknya bekerja melalui proses yang teratur dan terpogram. 3) Pemilihan tindakan dengan tepat. Mengetahui apa yang diawasi merupakan proses yang lebih kritis ketimbang bagaimana mengukur. Untuk itu supervisi harus dilaksanakan berdasar pada kesulitan-kesulitan yang dialami guru. Kesalahan menentukan kriteria akan berakibat negatif bagi organisasi secara keseluruhan. Demikian juga dengan membandingkan antara hasil yang telah dicapai dengan standar yang telah ditetapkan dalam perencanaan perlu dilakukan. Kemampuan mewujudkan tindakan manajemen harus dilaksanakan dengan tepat. Dalam pelaksanaan supervisi harus diperhatikan prestise guru dalam kelas.

melalui kunjungan kelas supervisor dapat mengobservasi situasi belajarmengajar yang sebenarnya. Topik pembicaraan berkisar tentang keunggulan/kelebihan dan kekurangannya. Teknik yang bersifat individual seperti: 1) Kunjungan kelas. Kegiatan ini harus dilakukan secara kooperatif. Observasi kelas dibagi ke dalam dua jenis yaitu observasi langsung (direct observation) dan observasi tidak langsung (indirect observation). Proses berikutnya supervisor membuat kesimpulan dan penilaian terhadap hasil supervisi. Teknik yang bersifat kelompok adalah teknik melaksanakan supervisi yang dilaksanakan bersama-sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam suatu . Agar pelaksanaan supervisi dapat mencapai hasil yang memuaskan. Supervisor dapat memberikan saran-saran untuk melakukan perbaikan tersebut. Tegasnya fungsi supervisi adalah untuk memelihara program pengajaran dengan sebaik-baiknya. Observasi bertujuan untuk memperoleh data yang seobjektif mungkin sehingga dapat menganalisis kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru. Tujuannya adalah untuk memperoleh data mengenai keadaan sebenarnya selama guru mengajar. Menurut Gwyn dalam Suhertian (2000:52-55) bahwa teknik-teknik supervisi yang dapat dikembangkan dalam rangka membantu meningkatkan dan mengembangkan sumber daya guru dapat dilakukan dengan teknik yang bersifat induividual dan bersifat kelompok. Kemudian supervisor membicarakannnya dengan guru yang disupervisi tersebut. supervisor harus menguasai teknik-teknik supervisi. dengan didasari dan disetujui oleh guru bersangkutan. yakni supervisor datang ke kelas untuk melihat cara guru mengajar. Hal ini berdasarkan catatan/data pada format observasi yang dilakukan.pelaksanaan observasi. 2) Observasi kelas. Berdasarkan kesimpulan bersama itu dicarikan solusi yakni cara-cara melakukan perbaikan.

Prinsip demokratis. Prinsip ilmiah berarti bahwa supervisi harus dilaksanakan berdasarkan data yang objektif dari pelaksanaan proses belajar-mengajar. yang bertujuan menghimpun guru dalam kelompok untuk menyelesaikan sesuatu tugas yang diberikan sekolah. Supervisor harus memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada guru untuk memaparkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan tugas. Supervisor sedianya harus merespon secara positif berbagai kesulitan yang dihadapi guru tersebut. 2) Prinsip demokratis. yakni menjunjung tinggi harga diri dan martabat guru. 2) Panitia penyelenggara. artinya dalam hal ini supervisor tidak melimpahkan seluruh kesulitan itu akibat dari ketidakmampuan guru dalam melaksanakan tugas. Teknik ini dapat berbentuk: 1) Pertemuan orientasi bagi guru-guru baru. Tidak ada permasalahan yang disembunyikan atau sengaja ditutup-tutupi. Untuk itu supervisor harus mengetahui dengan jelas prinsip-prinsip dalam melaksankan supervisi tersebut. Penyelesai masalah yang terjadi harus berangkat dari permasalahan yang terjadi dan diselesaikan berdasarkan keilmuan dan kejujuran ilmiah. Prinsip kerjasama adalah mengembangkan usaha bersama antara guru dan supervisor untuk meminimisasikan permasalahan yang terjadi dalam proses belajarmengajar.kelompok. Menurut Suhertian (2000:20) prinsip supervisi dibagi ke dalam empat bagian yakni: 1) Prinsip ilmiah (scientific). Usaha tersebut dapat berupa kegiatan-kegiatan memanfaatkan berbagai . yakni memberikan pengarahan pada rapat-rapat guru yang dilaksanakan sekolah. dan 4) Prinsip konstruktif dan kreatif. yang bertujuan untuk mengantarkan guru-guru untuk memasuki suasana kerja yang baru. dimana terjalin hubungan yang harmonis antara supervisor dengan guru. 3) Rapat guru. Supervisi harus dilaksanakan secara kondusif. 3) Prinsip kerjasama.

serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Supervisor harus jeli dalam melihat dan memanfaatkan potensi yang dimiliki guru. Kemampuan Profesional Guru Pemerintah melalui Undang-Undang Republik Indonesia No. yang harus dapat menjawab tiga pertanyaan mendasar dalam pembelajaran. Dari sini jelas bahwa silabus memuat pokok-pokok kompetensi dan materi. (2) bagaimana memfasilitasi peserta didik untuk menguasai kompetensi itu. Dalam menyiapkan Silabus dan RPP termasuk pelaksanaan pembelajaran harus mengikuti aturan yang ditetapkan sebagai berikut: Langkah-langkah Penyusunan Silabus Silabus merupakan salah satu bentuk penjabaran kurikulum. menilai hasil pembelajaran. yakni (1) kompetensi apa yang hendak dikuasai peserta didik. yakni memotivasi guru dalam mengembangkan potensi kretaivitas. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional pasal 39 ayat 2 yang menyebutkan Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. melakukan pembimbingan dan pelatihan. . dan (3) bagaimana mengetahui tingkat pencapaian kompetensi oleh peserta didik. Hal yang sangat menyangkut dengan kemampuan yang harus dimiliki guru dalam merencanakan pembelajaran adalah menyiapkan Silabus dan RPP. pokok-pokok strategi pembelajaran dan pokok-pokok penilaian. Prinsip konstruktif dan kreatif. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. D.potensi untuk meningkatkan profesionalisme guru seperti: mengaktifkan kegiatan kelompok kerja guru. mengadakan seminar dan lain sebagainya. Potensi yang dimiliki guru harus dapat dibina sehingga dapat melahirkan suatu karya yang bernilai dan dapat dimanfaatkan bagi kepentingan–peningkatan kualitas belajar-mengajar.

intelektual.A. relevansi dengan karakteristik daerah. keterkaitan antar KD pada mata pelajaran. dan 9. 7. Mengelompokkan SK. kedalaman. 4. potensi peserta didik. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mengkaji SK dan KD mata pelajaran sebagaimana tercantum pada SI. struktur keilmuan. tingkat perkembangan fisik. B. aktualitas. 6. Menyusun SK. kebermanfaatan bagi peserta didik. 3. 3. dan keluasan materi pembelajaran. keterkaitan antara SK dan KD dalam mata pelajaran. emosional. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI dalam tingkat. mengidentifikasi SK. 2. Melakukan Pemetaan Kompetensi 1. karakteristik mata pelajaran. 8. alokasi waktu. 2. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. C. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran Mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang pencapaian KD dengan mempertimbangkan: 1. sosial dan spritual peserta didik. 4. KD dan materi pembelajaran 3. dengan memperhatikan hal-hal berikut: 1. 5. KD sesuai dengan keterkaitan . KD dan materi pembelajaran 2. keterkaitan antara SK dan KD antar mata pelajaran.

3. satuan pendidikan. 2. yaitu kegiatan peserta didik dan materi. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik (guru). pengetahuan. dan keterampilan. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah: 1. lingkungan. E. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian KD.D. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik. mata pelajaran. 4. . peserta didik dengan guru. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai KD. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Kata kerja operasional pada KD benar-benar terwakili dan teruji akurasinya pada deskripsi yang ada di kata kerja operasional indikator. serta lingkungan fisik. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai KD yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. penilaian hasil karya berupa tugas. G. Penentuan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian KD peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan. nara sumber. pengamatan kinerja. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. dan budaya. penggunaan portofolio. dan dari konkret ke abstrak (bukan sebaliknya). Penulisan buku sumber harus sesuai kaidah yang berlaku dalam Bahasa Indonesia. . kedalaman. alam.Kata Kerja Operasional (KKO) indikator dimulai dari tingkatan berpikir mudah ke sukar. F. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah KD. dan tingkat kepentingan KD. pengukuran sikap. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. menganalisis. yang berupa media cetak dan elektronik. H. sederhana ke kompleks. dekat ke jauh. tingkat kesulitan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. proyek dan/atau produk. dan penilaian diri. keluasan. sosial. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

penguatan. 4. kemampuan awal. dan remedi. norma. minat. kemampuan sosial. Keterkaitan dan keterpaduan RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK. minat. potensi. materi pembelajaran. pengayaan. Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik. bakat. emosi. dan indikator pencapaian kompetensi. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif. lintas aspek belajar. kegiatan pembelajaran. 5. penilaian. pemahaman beragam bacaan. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi . Langkah-langkah penyusunan RPP PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN RPP 1. inisiatif. kemandirian. dan/atau lingkungan peserta didik. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin. 6. dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan. gaya belajar. indikator pencapaian kompetensi. keterpaduan lintas mata pelajaran. 3. tingkat intelektual. dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. motivasi belajar.Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD serta materi pembelajaran. KD. Mendorong partisipasi aktif peserta didik Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi. kecepatan belajar. dan semangat belajar. kegiatan pembelajaran. nilai. inspirasi. latar belakang budaya. kebutuhan khusus. 2. dan keragaman budaya. kreativitas.

sistematis. Materi Pembelajaran. dan Alokasi Waktu. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar. Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran. Metode Pembelajaran. Tujuan Pembelajaran. pengetahuan. satuan pendidikan. dimulai dari mencantumkan Identitas RPP. c. Standar Kompetensi. . Indikator.RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi. 1. Mata Pelajaran. Sumber Belajar.  rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). dan potensi daerah. Standar Kompetensi. dan keterampilan. Semester. namun semua merupakan suatu kesatuan. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing. Mencantumkan Identitas Terdiri dari: Nama sekolah. Kompetensi Dasar.  dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. dan Penilaian. Kelas. Indikator merupakan:  ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar  penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut. Hal yang perlu diperhatikan adalah : a. dan Indikator dikutip dari silabus. b. Kompetensi Dasar. dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

2. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru. 3. 3. digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. misalnya peserta didik dapat: 1. 2. d. 4. menyebutkan bagian-bagian jantung. Tujuan pembelajaran. Karena itu. dinyata kan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2x45 menit). mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia. ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan. sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil. waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya. Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan. Menetukan Materi Pembelajaran Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran. Contoh: . Misalnya: Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”. dapat diacu dari indikator. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar. boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya.

Kegiatan Pendahuluan  Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan. Pendekatan pembelajaran yang digunakan. e-learning dan sebagainya. memberikan . Metode-metode yang digunakan. observasi. bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. dan kegiatan penutup. transportasi. tanya jawab. iritabilitas. Pada dasarnya. 4. bergerak. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran a. regulasi. 5. kontekstual. bernapas. dengan cara menunjukkan benda yang menarik. inkuiri. bereproduksi. Menentukan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode. b. pembelajaran langsung. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Materi pembelajaran: Ciri-Ciri Kehidupan: Nutrisi. Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka. misalnya: pendekatan proses. tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran. dan ekskresi.Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan. misalnya: ceramah. pemecahan masalah. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik: a. dan sebagainya. kegiatan inti.

 Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).  Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi. biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS). membaca berita di surat kabar. langkahlangkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. . Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet. Untuk memudahkan. menampilkan slide animasi dan sebagainya. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar. baik yang berjenis cetak atau noncetak.  Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. 2. 3. dsb.  Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi.illustrasi. Kegiatan Inti Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan. Kegiatan penutup  Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan.

dan halaman yang diacu. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya. media. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan. dan instrumen yang dipakai. dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya. b. 6. Jika menggunakan buku. folder penyimpanan. dan bagian atau link file yang digunakan. atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran. kegiatan inti. dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. pengarang. Memilih Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi. Menentukan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian. lingkungan. Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Misalnya. maka harus ditulis judul buku teks tersebut. . maka harus ditulis nama file. di rumah atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT. bentuk instrumen. alat dan bahan. kegiatan pendahuluan/pembuka. Sumber belajar mencakup sumber rujukan.  Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran. dapat berupa kegiatan di luar kelas. menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. 7. Oleh karena itu. sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih. narasumber. dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional.

Subjek penelitian Yang menjadi Subjek penelitian ini adalah Guru. 9. 3. Mata Pelajara Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Kimia Biologi Ekonomi Geografi Sosiologi Jumlah Jumlah Guru 1 Orang 2 Orang 2 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 2 Orang 2 Orang 1 Orang 13 Orang Sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah kemampuan guru dalam membuat perencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran .BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 8. 1.Guru yang bertugas mengajar kelas XII mata pelajaran yang di uji nasionalkan di SMA Negeri 1 Benai yang berjumlah 13 orang dengan rincian guru sebagai berikut : No. 6. 2. 7. 5. 4.

Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri I Benai kabupaten kuatan singingi. dimana kegiatan untuk masing-masing siklus terdiri adalah Perencanaan. Penelitian ini dilakukan 3 bulan dari bulan Juli 2011 samapai dengan bulan September 2011 mulai dari persiapan sampai dengan pelaporan.B. Adapun tahap-tahap kegiatan penelitian setiap siklusnya adalah sebagai berikut: 1 . kegiatan perencanaan yang dilakukan pada siklus 1 adalah sebagai berikut : 1) Peneliti menyiapkan materi berupa penjelasan singkat kepada guru untuk membuat persiapan mengajar yang meliputi pembuatan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta pelaksanaannya. yang meliputi instrumen kemampuan guru dalam mengembangkan silabus (AK–01). Pelaksanaan. karena sekolah tersebut merupakan sekolah yang saya pimpin. Pada tahap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah: . disamping itu dari hasil pengamatan masih banyak guru yang belum memahami tugas pokok dan fungsi sebagai guru Profesional. instrumen kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran (AK–02) dan instrumen kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran (AK – 03) 2. Perencanaan Sesuai dengan fokus tujuan di atas. C. Pelaksanaan. 2) Mempersiapkan instrumen supervisi akademik. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Pengamatan/observasi. pemilihan lokasi penelitian ini. Evaluasi/Refleksi.

4) Guru sebagai mitra peneliti adalah melaksanakan kegiatan pengajaran sesuai dengan rencana yang telah disusunnya. kepala sekolah sebagai peneliti melakukan pemantauan selama terhadap Silabus dan RPP yang disusun oleh guru menggunakan instrument AK – 01 dan AK – 02 serta kegiatan proses belajar mengajar yang berlangsung dengan menggunakan instrumen AK . Pengamatan Pada tahap ini. 2) Kegiatan inti meliputi : . b. Aktivitas itu meliputi aktifitas guru selama proses pembelajaran berlangsung sebagai berikut : 1) Kegiatan Awal meliputi: a. Memotivasi siswa untuk melibatkan diri dalam kegiatan belajar mrngajar. 3) Kepala sekolah sebagai peneliti mengamati atau memberikan penilaian persiapan mengajar (silabus dan RPP) yang dibuat oleh guru yang menjadi subyek penelitian untuk digunakan pada proses pembelajaran dikelas dengan menggunakan instrumen AK-01 dan instrumen AK-02.03. 3. c. Menyampaikan bahan pengait/apersepsi.1) Memberikan bimbingan secara berkelompok kepada guru tentang pembuatan/penyusunan Silabus dan RPP serta pelaksanaannya yang ideal sesuai tuntutan seperti yang telah dijelaskan pada BAB II. Mengerjakan tugas rutin kelas. 2) Guru secara berkelompok menyusunan Silabus dan RPP yang ideal sesuai dengan bimbingan. 5) Kepala sekolah sebagai peneliti melakukan supervisi kelas kegiatan pelaksanaan skenario pembelajaran yang telah disusun dengan menggunakan instrumen kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran (AK – 03).

Menyampaikan bahan b. Menggunakan bahasa yang baik. meliputi : a. Menggunakan alat bantu/media pembelajaran d.a. Menyimpulkan pelajaran/ membuat rangkuman b. Memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif i. Interaksi guru dengan siswa. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam urutan yang logis e. Melaksanakan tindak lanjut 3. Ada dua hal yang menjadi fokus evaluasi dan refleksi pada siklus ini. Mengembangkan hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi l. siswa dengan guru j. Penguasaan materi pembelajaran g. 2) Apakah pelaksanaan pembelajarannya juga sudah sesuai dengan perencanaan. kemampuan siswa. Melaksanakan penilaian selama proses berlangsung n. materi. Tekhnik Pengumpulan Data . D. Refleksi dan Evaluasi. Menggunakan metode pembelajaran bervariasi sesuai dengan KD. Menunjukan sikap terbuka terhadap pendapat siswa k. c. Menggunakan waktu pembelajaran secara efektif dan efisien f. Melaksanakan penilaian pada akhir pembelajaran 3) Kegiatan Akhir. yakni 1) Apakah silabus dan RPP yang dibuat sudah mencerminkan kemampuan guru membuat perencanaan pembelajaran . Pengorganisasian siswa h. benar dan efektif m. situasi dan kondisi.

serta Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas. Apa yang direncanakan dapat dilaksanakan dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. pendekatan antar disiplin adalah bagian yang tak terpisahkan dalam analisis. RPP yang disusun tidak menjadi panduan dalam pelaksanaan pembelajaran. dengan demikian diharapkan dapat diketahui kesimpulannya. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. B. E. Kondisi Awal Salah satu tuntutan kepada guru adalah mampu membuat perencanaan dan melaksanakan pengajaran. Data-data tersebut adalah data kemampuan guru dalam menyusun Silabus. maka metode analisis yang digunakan adalah secara kuantitatif dengan menggunakan bantuan statistik deskriptif. Sebahagian dari mereka ada yang sudah mampu membuat perencanaan tetapi dalam pelaksanaan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. akibatnya proses pembelajaran tidak terarah akibatnya pembelajaran menjadi tidak efektif.Pada dasarnya data yang menjadi bahan analisis adalah data primer yaitu dengan pengamatan langsung yang di peroleh dari responden dengan menggunakan Intrumen Pengamatan. Namun kenyataannya menunjukan bahwa masih banyak guru yang belum mampu membuat perencanaan maupun melaksanakan pembelajaran. RPP. yang dilakukan dalam dua siklus dimaksudkan untuk membantu guru mencapai kondisi ideal pembelajaran. maka upaya tindakan yang diberikan dalam penelitian ini. Siklus 1 . Tekhnik Analisis Data Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini. Berdasarkan kenyataan tersebut.

Setelah Silabus dan RPP selesai Kepala Sekolah Mengamati untuk mengisi instrument AK-01 dan AK-02. Selebihnya diatas nilai 90. Nilai yang diperoleh guru hanya satu orang di bawah 90 yaitu 89.Tujuan yang ingin dicapai dalam Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran di kelas. ini membuktikan bahwa silabus yang dihasilkan guru sudah sesuai dengan panduan yang diberikan. Setelah itu pada hari yang sama guru yang diberi bimbingan tersebut diminta menyusun silabus dan RPP bersama-sama di satu ruangan dengan waktu yang tidak dibatasi. Hasil yang diperoleh dari data pada AK-01 yaitu kemampuan guru dalam menyusun silabus ternyata sangat memuaskan. Hal ini dimaksudkan agar peneliti dapat memberikan bimbingan secara perorangan/individu. c. b. Pelaksanaan siklus I adalah sebagai berikut: a. Begitupun jika dilihat hasil nilai rata-rata setiap indicator penilaianya.29. semua nilai rata-rata adalah lebih besar atau sama dengan empat. Rekapitulasi nilai pada AK-01 dapat dilihat pada Table 1 dab Tabel 2 berikut: Tabel 1: Kemampuan Guru dalam Mengembangkan Silabus: . Pemberian bimbingan penyusunan Silabus dan RPP dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2011 hari Selasa selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit) terhadap 13 orang guru diruangan laboratorium IPA SMA Negeri 1 Benai.

69 4.14 91. : 1.77 4.85 4.54 4.57 92.95 94 93 92 91 90 89 88 87 86 FD TS 90. Kesesuaian dengan SK.23 4.5 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nilai 5 4.92 5 4.29 WE FZ EM RZ HL UD ET AN DA DF SY Nilai Tabel 2: Kemampuan Guru dalam Mengembangkan Silabus menurut Indikator: 5 4.54 4.14 93.57 93.29 93.43 89.5 4 3. KD dan Indikator .85 4.57 92.86 94.85 4.5 1 0.54 4.31 4.23 4 4.46 4.23 4.77 4.57 94.86 92.62 4.5 3 2.69 4.85 Ket.85 5 5 4.46 4.46 4.29 93.5 2 1.69 4.31 4.71 92.

13. 9. 10. 3. 22. 19. 15. 11. 16.4 dan tertinggi 86. 5. 14.4. Namun jika data dilihat per indicator memang terdapat beberapa indicator yang bermasalah bagi guru dalam menyusun RPP ini. 17. Dari data nilai yang diperoleh masing–masing guru terendah adalah 70. 12. 21. Hal ini yang akan menjadi focus perbaikan peneliti pada tahap beikutnya. 20.2. 23. 4. 18. Dari 25 indikator pada instrument ini terdapat enam indicator yang nilainya di bawah tiga. 25. Memang tidak ada yang mencapai nilai 90 atau lebih namun hasilnya tidaklah mengecewakan. Tujuan dirumuskan dengan lengkap dan jelas Berpedoman pada materi pokok pembelajaran dalam silabus memilih dengan tepat materi ajar sesuai dengan karakteristik murid Menentukan materi ajar sesuai dengan taraf kemampuan berpikir peserta didik Memilih metode pembelajaran yang relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran Menentukan metode pembelajaran yang bervariasi pengarahan tentang kegiatan belajar Apersepsi / panduan tes awal Menentukan cara-cara memotivasi siswa Menentukan jenis kegiatan Menyusun langka-langka belajar Menentukan alokasi waktu belajar mengajar Menentukan cara-cara pengorganisasian siswa agar dapat berpartisipasi dalam KBM Meninjau kembali penguasaan inti pelajaran Merancang tugas rumah Mempersiapkan pertanyaan Menentukan alat pengembangan alat pengajaran Menentukan media pengajaran Menentukan sumber belajar Menentukan prosedur dan jenis penilaian Membuat alat penilaian Kebersihan dan kerapian Kepraktisan pengunaan format Pengunaan bahasa tertulis Sedangkan hasil pengumpulan data menggunakan intrumen AK-02 terdapat beberapa variasi data. 24. Rekapitulasi data pada instrumrn AK-02 dapat dilihat pada Table 3 dan Table 4 berikut: Tabel 3: Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP: . 7. 6. 8.

38 2.6 79.2 70.5 2 1.4 72 72. KD dan Indikator .2 72 86.69 2.54 4.23 4 5 4.6 72 72 71.5 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nilai 3.5 1 0.5 3 2.54 2. Kesesuaian dengan SK.2 72 Nilai Tabel 4: Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP menurut Indikator: 5 5 4.90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 75.8 85.46 4.69 4.31 4 Keterangan: 1.4 73.85 3.38 4 5 5 4.38 3.38 1.69 4 3.62 2.23 4.31 3 2.5 4 3.

Mempersiapkan pertanyaan 18. Data yang diperoleh dari intrumen ini menunjukkan terdapat beberapa orang guru bermasalah dalam pelaksanaan pembelajaran pada beberapa indicator. Menentukan cara-cara pengorganisasian siswa agar dapat berpartisipasi dalam KBM 15. Menentukan alat pengemabangan alat pengajaran 19. Hal ini dapat terlihat dari nilai rata-rata per indicator pelaksanaan pembelajaran. Menentukan metode pembelajaran yang bervariasi 8. Meninjau kembali penguasaan inti pelajaran 16. Menentukan alokasi waktu belajar mengajar 14. Merancang tugas rumah 17. Membuat alat penilaian 23. Menentukan media pengajaran 20. Memilih metode pembelajaran yang relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran 7. Berpedoman pada materi pokok pembelajaran dalam silabus 4. Menentukan cara-cara memotivasi siswa 11. Apersepsi / panduan tes awal 10. Dari 19 indikator yang ada terdapat empat indicator yang nilai rata-ratanya dibawah tiga. Kepraktisan pengunaan format 25. pengarahan tentang kegiatan belajar 9. Menyusun langka-langka belajar 13. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 7 Juli 2011 sampai dengan 16 Juli 2011. memilih dengan tepat materi ajar sesuai dengan karakteristik murid 5. Tujuan dirumuskan dengan lengkap dan jelas 3. Menentukan sumber belajar 21. Tabel 5: Kemampuan Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran: . Pengunaan bahasa tertulis d. Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pembelajaran dikelas oleh masing-masing guru sesuai dengan jadwal mengajar masing-masing. Menentukan prosedur dan jenis penilaian 22.2. Kebersihan dan kerapian 24. Rekap data pata instrument AK-03 dapat dilihat pada Tabel 5 dan Tabel 6. Menentukan materi ajar sesuai dengan taraf kemampuan berpikir peserta didik 6. Menentukan jenis kegiatan 12. Semua guru yang menjadi mitra dalam penelitian diamati oleh peneiliti menggunakan instrument AK-03.

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 77.63 Nilai .79 74.74 77.79 73.79 73.68 75.37 83.68 72.63 87.89 72.79 75.16 75.89 75.

namun pada penyusunan RPP dan . Menggunkan alat bantu/media pembelajaran 7. Melaksanakan penilaian selama proses berlangsung 17. Mengembangkan hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi 15. Interaksi guru dengan siswa.31 1. kemampuan siswa.15 3.5 2 1.23 3.54 4. materi. Memotivasi siswa untuk melibatkan diri dalam kegiatan belajar mengajar 4.62 2.23 2.46 4 3. Menyimpulkan/rangkuman 19. Menyampaikan Bahan 5. Mengerjakan Tugas Rutin Kelas 2.5 4 3.15 4. Pengorganisasian Siswa 11. Menggunakan bahasa yang baik benar dan efektif 16.38 4.5 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2. Menggunakan metode pembelajaran bervarisasi sesuai dengan KD.5 1 0.Tabel 6: Kemampuan Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran menurut Indikator: 5 5 4. Memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif 12.77 4 5 5 Keterangan: 1.92 4.92 4. Evaluasi dan Refleksi Berdasarkan informasi yang dipeoleh di atas dapat dinyatakan bahwa kemampuan guru dalam menyusun silabus sudah dikatakan baik. Pengusaan materi pembelajran 10. Melaksanakan penilaian pada aikhir pembelajaran 18. Melaksanakan tindak lanjut e. Menunjukkan sikap terbuka terhadap pendapat siswa 14.5 3 2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam urutan logis 8.92 3. siswa dengan guru 13. Menggunakan waktu pembelajaran secara efesien dan efektif 9.23 4. Menyampaikan bahan pengait/Apersepsi 3. situasi dan kondisi 6.

Kekurangan itu pada RPP dan akan menjadi fokus perbaikan pada siklus II. f. Menentukan prosedur dan jenis penilaian. Pada umumnya guru membuat metode pengajaran dengan tanya jawab dan kurang memperhatikan tujuan dan karakreristik materi pembelajaran. . Secara umum mereka mengkondisikan siswa secara klasikal sehingga kurang memberikan hasil yang maksimal terhadap hasil pembelajaran.Menyusun langkah langkah mengajar. Menentukan metode pembelajaran yang bervariasi. Pada kegiatan inti ada beberapa kelemahan yang terjadi yaitu : a. 2.pelaksanaan pembelajaran masih dikategorikan kurang baik (yang dianggap bermasalah adalah pada indikator yang bernilai 3 kebawah). tidak bervariasi. e.Pada kegiatan awal. guru tidak melakukan motivasi terhadap siswa. Menentukan cara cara pengorganisasian siswa agar dapat berpartisifasi aktif dalam KBM. Pada Pelaksanaan Pembelajaran Kelemahan yang menonjol dan akan menjadi fokus berbaikan pada siklus berikutnya adalah : 1 . Pada umumnya guru dalam merancang metode mengajar tidak memperhatikan tujuan dan karateristik materi pembelajaran. Guru tidak memberikan soal tantangan. d. Secara umum guru membuat langkah langkah mengajar tetapi kurang operasional dan tidak rinci. b. tidak memperhatikan karakteristik materi ajar dan kemampuan siswa. seperti memberikan soal tantangan. kelemahan guru dalam mengorganisasikan siswa dalam belajar. atau menginformasikan penggunaan materi yang diajarkan dalam kehidupan sehari hari yang kesemuah itu merupan bentuk bentuk memotivasi siswa dalam pembelajaran. Pada umumnya guru membuat soal untuk evaluasi tetapi tidak dilengkapi dengan kunci jawaban dan pedoman penskoran. Sebahagian besar Guru tidak merancang cara cara pengorganisasian siswa agara selalu berperan aktif dalam KBM. c. Memilih metode pembelajaran yang relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran. Menentukan cara cara memotivasi siswa. Dalam mengajar guru terfokus hanya pada penggunaan metode mengajar tanya jawab. Penggunaan metode pengajaran yang bervariasi. menyampaikan tujuan pengajaran. dan kekurang itu dominan terjadi pada : a. . b. akibatnya konsentrasi siswa pada awal awal pengajaran tidak fokus bahkan guru mengajar seakan tidak diperhatikan siswa.

Data tersebut dapat dilihat pada Table 7 dan Table 8 berikut: . Kegiatan ini merupakan penyusunan RPP yang terbimbing dengan memfokuskan perbaikan pada indicator-indikator yang menjadi masalah pada siklus I. . Guru tidak melaksanakan penilaian selama proses berlansung. Hal ini menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam menyusun RPP. terbukti tidak ada nilai rata-rata indicator yang dibawah angka 4. B. Kegiatan ini sudah menghasilkan RPP yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya. Pada sikuls II ini tinggal dua orang guru yang nilainya dibawah 90. Setelah RPP selesai Kepala Sekolah mengamati untuk mengisi instrument AK-02. Secara indikatorpun sudah menunjukkan nilai yang baik. sehingga kesulitan belajar yang dialami siswa tidak diketahui dan tak bisa diatasi ketika proses pembelajaran berlansung.c. b. Namun demikian masih terdapat guru yang nilainya untuk beberapa indicator dibawah angka 4. Pemberian bimbingan penyusunan RPP dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2011 hari Sabtu selama 3 jam pelajaran (3 x 45 menit) terhadap 13 orang guru diruangan laboratorium IPA SMA Negeri 1 Benai. Data pada AK-02 menunjukkan peningkatan yang sangat berarti terhadap kemampuan guru dalam menyusun RPP. Guru yang dianggap sudah baik dapat menjadi pembimbing guru lain yang belum baik. Siklus II a.

46 4.6 92.6 89.23 4.69 4.2 93.92 5 4.69 4.4 Tabel 8: Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP menurut Indikator Siklus II: 5 5 4.6 92 91.77 4.5 4 3.5 3 2.15 4.5 1 0.85 4. Kegiatan ini berlangsung dari .15 c.31 4 5 4.8 92 91.2 93.77 4.38 4 5 4.5 2 1.6 93.92 4.5 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nilai Keterangan: Indikator sama dengan indicator pada table 4 5 5 4.77 4.Tabel 7: Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP pada siklus II: 96 96 95 94 93 92 91 90 89 88 87 86 FB TS WE FB EM RZ HM Nilai UD ET AN DA DF SY 89.38 4. Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pembelajaran dikelas oleh masing-masing guru sesuai dengan jadwal mengajar masing-masing.62 4.77 4.2 94.6 95.

tanggal 7 Juli 2011 sampai dengan 16 Juli 2011. 12. Dari 13 guru.53 94 92 90 88 86. Semua guru yang menjadi mitra dalam penelitian diamati oleh peneiliti menggunakan instrument AK-03.53 90. Data yang diperoleh dari intrumen ini menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran.16 .53 90.53 90. Tabel 9: Kemampuan Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran pada Siklus II 93. 5. 12 diantaranya memperoleh nilai diatas 90.53 90. Ini dibuktikan dengan nilai yang diperoleh semua guru mengalami peningkatan.63 92.68 92. Namun demikian masih ada guru yang pada indicator tertentu memperoleh nilai tiga yaitu dua orang guru.32 86 84 82 80 78 76 FB TS WE FZ EM RZ HM Nilai UD ET AN DA DF SY 83.53 90. Rekap data pata instrument AK-03 dapat dilihat pada Tabel 5 dan Tabel 6. Dua orang guru sisanya pun sudah memperoleh nilai diatas angka 80.53 90. dari 4 indikator yang rata-rata nilainya pada siklus I sudah tidak ada pada siklus II ini. 10.58 90. Secara indicator pun terlihat peningkatan yang nyata. Indicator yang dimaksud adalah indicator ke 3. dan 13.63 91.

08 5 4.15 4.Tabel 10: Kemampuan Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran menurut Indikator pada siklus II: 5 4. Hal ini dapat dilanjutkan pembinaannya pada siklus berikutnya.15 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Ket. dan 14.31 4. dan 10.5 0 5 4.5 1 0.92 4. dapat dinyatakan bahwa kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran sudah dikatakan baik.85 4. Evaluasi dan Refleksi Berdasarkan informasi yang dipeoleh di atas dapat dinyatakan bahwa kemampuan guru dalam menyusun RPP sudah dikatakan baik.85 4 4.5 4 3. namun pada penelitian ini tidak memungkinkan karena keterbatasan waktu.5 2 1.31 4.08 4. . Indikator sanma dengan table 6.5 3 2. 5. Satu guru pada indicator 3. Sedangkan satu guru lagi pada indicator ke 5 dan 17. Pada tahap inipun masih terdapat guru yang memperoleh nilai tiga yaitu dua orang.08 4. 10. Demikian juga pada pelaksanaan pembelajaran.31 5 4.62 4. dan sudah sesuai dengan pelaksanaan pembelajaran.15 5 4. 4.92 4. Memang masih terdapat satu orang guru yang memperoleh nilai tiga yaitu pada indicator 6.

Pada RPP 1) Memilih metode pembelajaran yang relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran.D. maka metode mengajar yang dirancang tidak bervariasi. 4) Menyusun langkah langkah mengajar. atau menginformasikan penggunaan materi yang diajarkan dalam kehidupan sehari hari yang kesemuah itu merupan bentuk bentuk memotivasi siswa dalam pembelajaran. 5) Menentukan cara cara pengorganisasian siswa agar dapat berpartisifasi aktif dalam KBM. Pada Pelaksanaan Pembelajaran yaitu : 1) Pada kegiatan awal. Guru tidak memberikan soal tantangan. tidak memperhatikan karakteristik materi ajar dan kemampuan siswa. 3) Menentukan cara cara memotivasi siswa. 2) Menentukan metode pembelajaran yang bervariasi. Secara umum guru membuat langkah langkah mengajar tetapi kurang operasional dan tidak rinci. b. kunci jawaban dan pedoman . Akibat dari ketidakmampuan guru memili metode mengajar yang relevan dengan tujuan dan karakteristik materi pembelajaran. Pada umumnya guru membuat soal untuk evaluasi tetapi tidak dilengkapi dengan penskoran.Guru kesulitan menentukan metode yang relevan dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. 6) Menentukan prosedur dan jenis penilaian. menyampaikan tujuan pengajaran. Pembahasan Dari hal-hal yang menjadi permasalahan yang masih ditemukan pada siklus I yaitu : a. seperti memberikan soal tantangan. tidak bervariasi. Penggunaan metode pengajaran yang bervariasi. Dalam mengajar guru terfokus hanya pada penggunaan metode mengajar tanya jawab. Metode mengajar yang dirancang hanya metoda tanya jawab. Sebahagian besar Guru tidak merancang cara cara pengorganisasian siswa agara selalu berperan aktif dalam KBM. guru tidak melakukan motivasi terhadap siswa. akibatnya konsentrasi siswa pada awal awal pengajaran tidak fokus bahkan guru mengajar seakan tidak diperhatikan siswa 2) Pada kegiatan inti ada beberapa kelemahan yang terjadi yaitu : a.

Pada siklus II guru telah membuat kunci jawaban dan pedoman penskoran untuk bidang studi eksak atau kriteria jawaban dan . Setelah dilakukan perlakuan/bimbingan kepada guru diperoleh hasil sebagai berikut: Pada RPP 1. Menyusun langkah langkah mengajar. Dari 11 orang yang bermasalah pada siklus I. 3. Guru tidak melaksanakan penilaian selama proses berlansung. Dari 10 orang yang dianggap bermasalah pada siklus I. namun pada siklus II dibuat secara rinci dan mudah dipedomani. pada siklus II tidak ditemukan lagi. Dari 9 orang yang bermasalah pada siklus I. tinggal 1 orang pada siklus II 4. pada siklus I kebanyakan guru terfokus pada penggunaan metode tanya jawab dan pada siklus II guru telah membuat metode yang relevan . c. Dari 11 orang yang bermasalah pada siklus I tinggal 1 orang pada siklus II. 5. Menentukan prosedur dan jenis penilaian. Dari 9 orang yang bermasalah pada siklus I. Menentukan metode yang bervariasi.b. 2. dan pada siklus II sudah mengalami perbaikan. sehingga kesulitan belajar yang dialami siswa tidak diketahui dan tak bisa diatasi ketika proses pembelajaran berlansung. pada siklus I kebanyakan guru terfokus pada penggunaan metode tanya jawab dan pada siklus II guru telah membuat metode yang bervariasi. pada siklus I sebahagian besar guru tidak membuat prosedur dan jenis penilaian. Secara umum mereka mengkondisikan siswa secara klasikal sehingga kurang memberikan hasil yang maksimal terhadap hasil pembelajaran. Dalam menentukan cara cara memotivasi siswa. sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran. pada siklus II tidak ditemukan lagi. Dalam pengorganisasian siswa yang dalam pembelajaran pada siklus I masih menjadi masalah bagi sebagian guru. pada siklus tinggal 2 orang. kelemahan guru dalam mengorganisasikan siswa dalam belajar. dan pada siklus II sudah mengalami perbaikan. 6. pada siklus I masih menjadi masalah oleh sebahagian besar guru. pada siklus I langkah langkah mengajar dibuat tidak rinci. Dalam memilih metode pembelajaran yang relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran.

. Penggunaan metode pengajaran yang bervariasi.pedoman penskoran untuk bidang studi sosial. Pada siklus I sebahagian besar guru mengajar secara klasikal. 3. Guru tidak melaksanakan penilaian selama proses berlansung. dan pada siklus II tinggal 1 orang. Pada siklus I guru fokus memperhatikan siswa yang pandai kesulitan belajar yang dialami sebahagian besar siswa tidak diketahui karena guru tidak berkeliling memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan. tetapi pada siklus II seiring dengan variasi metode mengajar yang digunakan guru. Guru tidak melakukan motivasi terhadap siswa. tetapi pada siklus II guru telah memvariasikan metode mengajarnya sehingga PBM lebih menyenangkan. namun pada siklus II guru telah melakukan motivasi sebelum pembelajaran dimulai. menyampaikan tujuan pengajaran dan lain lain. pada siklus II semua guru telah membuat secara lengkap. siswa dikelompokan dalam kelompok kelompok kecil sehingga siswa terlihat bebas bertanya pada teman sejawat. tinggal 1 orang pada siklus II. tinggal 1 orang pada siklus II 2. tinggal 2 orang pada siklus II. Pada siklus I hanya sebahagian kecil guru yang melakukannya. seperti memberikan soal tantangan. Dari 10 orang yang bermasalah pada siklus I. Pada siklus II guru berkeliling memberikan bantuan seperlunya sehingga kesulitan belajar yang dialami siswa dapat diatasi. Pada siklus I ada 10 orang guru yang bermasalah. Mengorganisasikan siswa dalam belajar. Dari 10 orang yang bermasalah pada siklus I. 4. Pada siklus I semua guru melakukan pengajaran dengan menggunakan metode tanya jawab tanpa memperhatikan kemampuan siswa. Pada pelaksanaan pembelajaran 1. Dari 11 orang yang bermasalah pada siklius I. Dari 11 orang yang bermasalah pada siklus I.

. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. menilai hasil pembelajaran.Berdasarkan data tersebut dan pengamatan. peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran yang dilakuakan oleh guru telah sesuai dengan ketentuan yang digariskan pemerintah yaitu sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional pasal 39 ayat 2 yang menyebutkan Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Disisi lain peneliti dapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi telah berhasil yaitu meningkatnya kemampuan guru dalam membuat perencanaan dan pelaksanaan pengajaran serta sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Oteng Sutisna (1989:265-266) bahwa peran supervisi merupakan bantuan profesional dan teknis kepada guru dengan maksud untuk meningkatkan kemampuan guru dan melalui itu meningkatkan kualitas pendidikan. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

Pemberian bimbingan di awal penyusunan Silabus. 2. seluruhnya (100%) memperoleh nilai dibawah 90. Supervisi Akademik dapat meningkatkan kemampuan guru untuk menjadi guru yang profesional. Demikian juga pada kemampuan pelaksanaan pembelajaran. RPP. Namun pada sikuls II nilai guru meningkat secara keseluruhan. Dari 13 guru yang menjadi mitra peneliti kemampuan profesionalnya terlihat meningkat secara berarti. tinggal 1 orang guru yang nilainya dibawah 90. dan siklus II berdasarkan data yang diperoleh peneliti. Supervisi akademik perlu dilaksanakan secara rutin. dan pelaksanaan Pembelajaran dapat mengoptimalkan hasil supervisi yaitu meningkatkan Propesionalisme guru. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kemampuan guru dari keadaan awal. 2.69%). siklus I. Kesimpulan Kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan adalah sebagai berikut: 1. Dalam menyusun RPP pada siklus I dari 13 guru. Supervisi akademik oleh kepala sekolah perlu mengikuti aturannya secara lengkap yaitu dengan memberikan bimbingan di awal dan diakhir kegiatan.BAB V PENUTUP A. pada siklus I hanya 2 orang guru yang nilainya di atas 80 (15%). Namun pada siklus II nilai semua guru meningkat sehingga tinggal 1 orang guru yang nilainya dibawah 90 (7. B. . Saran Berdasarkan pengamatan peneliti selama melaksanakan penelitian peneliti memberikan saran sebagai berikut: 1. karena hal ini dapat meningkatkan kemampuan profesionlnya.

1984. 2000. Sutisna.M. Manajemen Pendidikan. Arikunto.T. Jakarta Dirjen Dikti Halsey. Bandung:2005. Suhertian. Pengantar Administrasi. Manajamen Sekolah. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi.DAFTAR PUSTAKA Adam & Dickey. 1959. Jakarta: Rineka Cipta. George D. 1988. 1998. 1985 . Bumi Aksara. Ngalim. 1998. Jakarta: Rineka Cipta. Bina Aksara.1998. Manajemen Pendidikan Indonesia Jakarta. Dasar Teoritis Untuk Praktek Profesional (Bandung: Angkasa. New York: American Book Company. Suharsimi. Made. Piet. Administrasi Pendidikan. Bagaimana Memimpin dan Mengawasai Pegawai Anda. Jakarta: Rineka Cipta.1993. Azwar. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Administrasi Pendidikan . Pidarta. H. Administrasi Pendidikan. 2007. Dasar-dasar Depdikbud. Purwanto. Daryanto. Azrul. Pusdiklat Pegawai Depdiknas. Basic Principles of Supervision. Engkoswara. Hadari. Depok: Depdiknas.. Jakarta: Rineka Cipta. Nawawi. Jakarta: Gunung Agung.. Oteng.1994. Jakarta: P.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->