P. 1
Tugas Dan Wewenang Lembaga Negara

Tugas Dan Wewenang Lembaga Negara

|Views: 891|Likes:
Published by Ridho Catur Prakoso

More info:

Published by: Ridho Catur Prakoso on Mar 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2013

pdf

text

original

TUGAS DAN WEWENANG LEMBAGA NEGARA 1.

MPR

Tugas dan wewenang
Mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar
MPR berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam mengubah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, anggota MPR tidak dapat mengusulkan pengubahan terhadap Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melantik Presiden dan Wakil Presiden hasil pemilihan umum
MPR melantik Presiden dan Wakil Presiden hasil pemilihan umum dalam sidang paripurna MPR. Sebelum reformasi, MPR yang merupakan lembaga tertinggi negara memiliki kewenangan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dengan suara terbanyak, namun sejak reformasi bergulir, kewenangan itu dicabut sendiri oleh MPR. Perubahan kewenangan tersebut diputuskan dalam Sidang Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-7 (lanjutan 2) tanggal 09 November 2001, yang memutuskan bahwa Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat, Pasal 6A ayat (1).

Memutuskan usul DPR untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya
MPR hanya dapat memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden diusulkan oleh DPR. Keputusan MPR terhadap usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden diambil dalam sidang paripurna MPR yang dihadiri sekurang-kurangnya 3/4 (tiga perempat) dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurangkurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota yang hadir.

Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden
Jika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai berakhir masa jabatannya.

Memilih Wakil Presiden
Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, MPR menyelenggarakan sidang paripurna dalam waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari untuk memilih Wakil Presiden dari 2 (dua) calon yang diusulkan oleh Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya.

Memilih Presiden dan Wakil Presiden
Apabila Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan, MPR menyelenggarakan sidang paripurna paling lambat 30 (tiga puluh) hari untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, dari 2 (dua) pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya, sampai berakhir masa jabatannya.

1. DPR
a. Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama

pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah. hubungan pusat dan daerah. dan penggabungan daerah. serta perimbangan keuangan pusat dan daerah. Membahas bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan memberikan persetujuan atas rancangan undang-undang tentang APBN yang diajukan oleh Presiden g. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang dan APBN h. Membahas dan memberikan persetujuan atau tidak memberikan persetujuan terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang yang diajukan oleh Presiden untuk menjadi undang-undang c. Memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pemberian amnesti dan abolisi Memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam hal mengangkat duta besar dan menerima penempatan duta besar negara lain l.b. pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah. pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. Memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undang-undang tentang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak. dan agama f. Menerima rancangan undang-undang yang diajukan oleh DPD berkaitan dengan otonomi daerah. dan agama i. pelaksanaan APBN. pajak. pembentukan. dengan mengikutsertakan DPD sebelum diambil persetujuan bersama antara DPR dan Presiden e. pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. Memilih 3 (tiga) orang hakim konstitusi dan mengajukannya kepada Presiden untuk diresmikan dengan keputusan Presiden q. pendidikan. Memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD m. pemekaran. hubungan pusat dan daerah. pendidikan. hubungan pusat dan daerah. pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh BPK n. serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah serta membahas membahas rancangan undang-undang tersebut bersama Presiden dan DPD sebelum diambil persetujuan bersama antara DPR dan Presiden d. Memberikan persetujuan terhadap pemindahtanganan aset negara yang menjadi kewenangannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan terhadap perjanjian yang berakibat luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara . membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain. Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden p. serta membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara dan/atau mengharuskan perubahan atau pembentukan undang-undang j. Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang. Membahas rancangan undang-undang yang diajukan oleh Presiden atau DPR yang berkaitan dengan otonomi daerah. Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota KY o. Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang disampaikan oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah. k.

yaitu. t. membuat perdamaian. Presiden melakukan pembahasan dan pemberian persetujuan atas RUU bersama DPR serta mengesahkan RUU menjadi UU. menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur dalam undang-undang Hak DPR mempunyai bebrapa hak. Angkatan Laut. Memberi grasi. DPR. Presiden memperhatikan pertimbangan DPR Menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR. dan Mahkamah Agung Mengangkat dan memberhentikan anggota Komisi Yudisial dengan persetujuan DPR. hak interpelasi. dan hak menyatakan pendapat. Menyerap. hak angket. tanda jasa. dan Angkatan Udara Mengajukan Rancangan Undang-Undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pres Wapres Wewenang. kewajiban. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan DPR Membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR Menyatakan keadaan bahaya. dan tanda kehormatan lainnya yang diatur dengan UU Meresmikan anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah    Menetapkan hakim agung dari calon yang diusulkan oleh Komisi Yudisial dan disetujui DPR Menetapkan hakim konstitusi dari calon yang diusulkan Presiden. MA Menurut Undang-Undang Dasar 1945. dan perjanjian dengan negara lain s.             Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (dalam kegentingan yang memaksa) Menetapkan Peraturan Pemerintah Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri Menyatakan perang. Hak interplasi Hak angket Hak imunitas Hak menyatakan pendapat 2. hak imunitas. 3. kewajiban. menghimpun. Mengangkat duta dan konsul. dan hak Presiden antara lain:    Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD Memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat. Dalam mengangkat duta. rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung Memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR Memberi gelar.r. kewajiban dan wewenang MA adalah: . dan hak Wewenang. Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang.

yakni dalam hal menerima. Mahkamah Agung memberikan nasihat kepada Presiden selaku Kepala Negara dalam rangka pemberian atau penolakan grasi (Pasal 35 Undang-undang Mahkamah Agung No. dan menyelesaikan setiap . Erat kaitannya dengan fungsi peradilan ialah hak uji materiil. 3. tepat dan benar. tanpa mengurangi kebebasan Hakim dalam memeriksa dan memutuskan perkara (Pasal 4 dan Pasal 10 Undang-undang Ketentuan Pokok Kekuasaan Nomor 14 Tahun 1970). FUNGSI NASEHAT a. FUNGSI MENGATUR a. b. b. Mahkamah Agung dapat membuat peraturan acara sendiri bilamana dianggap perlu untuk mencukupi hukum acara yang sudah diatur Undang-undang. memeriksa. yaitu wewenang menguji/menilai secara materiil peraturan perundangan dibawah Undang-undang tentang hal apakah suatu peraturan ditinjau dari isinya (materinya) bertentangan dengan peraturan dari tingkat yang lebih tinggi (Pasal 31 Undang-undang Mahkamah Agung Nomor 14 Tahun 1985). Pasal 79 Undang-undang No. mengadili. b. Namun demikian. dalam memberikan pertimbangan hukum mengenai rehabilitasi sampai saat ini belum ada peraturan perundang-undangan yang mengatur pelaksanaannya.Terhadap Penasehat Hukum dan Notaris sepanjang yang menyangkut peradilan (Pasal 36 Undang-undang Mahkamah Agung Nomor 14 Tahun 1985).14 Tahun 1985). Selanjutnya Perubahan Pertama Undang-undang Dasar Negara RI Tahun 1945 Pasal 14 Ayat (1). Mahkamah Agung merupakan pengadilan kasasi yang bertugas membina keseragaman dalam penerapan hukum melalui putusan kasasi dan peninjauan kembali menjaga agar semua hukum dan undang-undang diseluruh wilayah negara RI diterapkan secara adil. cepat dan biaya ringan. 4. Mahkamah Agung diberikan kewenangan untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden selaku Kepala Negara selain grasi juga rehabilitasi.14 Tahun 1970. Mahkamah Agung dapat mengatur lebih lanjut hal-hal yang diperlukan bagi kelancaran penyelenggaraan peradilan apabila terdapat hal-hal yang belum cukup diatur dalam Undangundang tentang Mahkamah Agung sebagai pelengkap untuk mengisi kekurangan atau kekosongan hukum yang diperlukan bagi kelancaran penyelenggaraan peradilan (Pasal 27 Undang-undang No.14 Tahun 1985). FUNGSI PERADILAN a.perkara yang diajukan kepadanya. Mahkamah Agung melakukan pengawasan tertinggi terhadap jalannya peradilan di semua lingkungan peradilan dengan tujuan agar peradilan yang dilakukan Pengadilan-pengadilan diselenggarakan dengan seksama dan wajar dengan berpedoman pada azas peradilan yang sederhana. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. teguran dan petunjuk yang diperlukan tanpa mengurangi kebebasan Hakim (Pasal 32 Undang-undang Mahkamah Agung Nomor 14 Tahun 1985). dan meminta keterangan tentang hal-hal yang bersangkutan dengan teknis peradilan serta memberi peringatan. menguji peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang. Disamping tugasnya sebagai Pengadilan Kasasi. Mahkamah Agunbg juga melakukan pengawasan : terhadap pekerjaan Pengadilan dan tingkah laku para Hakim dan perbuatan Pejabat Pengadilan dalam menjalankan tugas yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok Kekuasaan Kehakiman. Sebagai Pengadilan Negara Tertinggi.14 Tahun 1985). b. FUNGSI PENGAWASAN a. dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh Undang-Undang   Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusi Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden memberikan grasi dan rehabilitasi 1. c. . Mahkamah Agung memberikan nasihat-nasihat atau pertimbangan-pertimbangan dalam bidang hukum kepada Lembaga Tinggi Negara lain (Pasal 37 Undang-undang Mahkamah Agung No. Mahkamah Agung berwenang memeriksa dan memutuskan pada tingkat pertama dan terakhir. 2. Mahkamah Agung berwenang meminta keterangan dari dan memberi petunjuk kepada pengadilan disemua lingkunga peradilan dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 25 Undang-undang .

administrative dan finansial sampai saat ini masih berada dibawah Departemen yang bersangkutan. (Pasal 38 Undang-undang No. Mahkamah Konstitusi (MK) tidak berwenang mengadili orang/badan seperti mahkamah agung (MA).* . dan 4. Jadi orang itu adalah Presiden dan atau Wakil Presiden. tugas MK adalah mengadili sistem dan institusi negara. dan memutus perselisihan tentang hasil Pemilu. MK baru bisa mengadili orang. Mengajukan calon Hakim Agung ke DPR. 3. Melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran perilaku hakim. 35 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. hanya dalam kasus Impeachment. dengan tugas utama: 1. Mahkamah Agung berwenang mengatur tugas serta tanggung jawab. Melakukan pendaftaran calon Hakim Agung. Keluhuran Martabat Serta Perilaku Hakim. Menetapkan calon Hakim Agung. Tugas MK lainnya adalah memutus pembubaran partai politik. (*. Bila memang terjadi.14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman). KY Tugas Komisi Yudisial  Mengusulkan Pengangkatan Hakim Agung. terwujud dalam bentuk undangundang. 2. b. dan 3.No. FUNGSI ADMINISTRATIF a. selain bertugas dan berwenang menguji undang-undang terhadap UndangUndang Dasar. dengan tugas utama: 1. Peradilan Agama. MK berwenang menggelar forum previligeatum (pengadilan khusus) bagi Presiden dan atau Wakilnya. Maka dari itu. MK juga bertugas menguji sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar. apabila dalam pengadilan tersebut presiden dan atau Wapres terbukti melanggar konstitusi. susunan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan Pengadilan (Undang-undang No. FUNGSI LAIN-LAIN 4.14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung). 2.14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. 6. Sedangkan institusi negara menurut UUD 1945 disebut dengan lembaga negara.  Menjaga dan Menegakkan Kehormatan. Cermin dari sistem kenegaraan. Membuat laporan hasil pemeriksaan berupa rekomendasi yang disampaikan kepada Mahkamah Agung dan tindasannya disampaikan kepada Presiden dan DPR. MK SESUAI dengan Pasal 24 (c) UUD 1945. walaupun menurut Pasal 11 (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 1999 sudah dialihkan dibawah kekuasaan Mahkamah Agung. Menerima laporan pengaduan masyarakat tentang perilaku hakim. Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara) sebagaimana dimaksud Pasal 10 Ayat (1) Undang-undang No. MK mengabulkan impeachment tersebut dan hasilnya diserahkan ke MPR untuk mencabut mandatnya. [sunting]Pertanggungjaw 5.14 Tahun 1970 secara organisatoris. Melainkan. Melakukan seleksi terhadap calon Hakim Agung. Badan-badan Peradilan (Peradilan Umum. 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->