ANALISIS BIOMEKANIKA GERAKAN TOLAK PELURU GAYA O’BRIEN

Tolak peluru merupakan salah satu nomor perlombaan atletik. Nomor ini diperlombakan untuk kategori pria dan wanita. Berat peluru untuk kategori wanita adalah 4 kilogram dan untuk kategori pria 7,26 kilogram. Peluru terbuat dari besi keras, kuningan atau logam lain dan tidak boleh lebih lunak dari kuningan, atau kulit metal yang keras diisi dengan timah atau materil lain. Dalam perlombaan tolak peluru, gerakan-gerakan atlit dalam usahanya untuk melaksanakan tolakan harus dilakukan di dalam sebuah lapangan yang dibatasi oleh sebuah lingkaran dengan garis tengah 2,135 m. Peluru harus jatuh di dalam sebuah sektor yang dibatasi oleh dua garis lurus yang ditarik dari pusat lingkaran ke ujung-ujung bususr pada lingkaran dengan besar sudut 40 derajat. TEKNIK TOLAK PELURU GAYA O’BRIEN 1. Teknik Awalan.

1.1 Berdiri Tegak membelakangi arah tolakan 1.2 Peluru dipegang dengan tangan kanan dan jari-jari terbuka. 1.3 Jari kelingking dan ibu jari menjaga agar peluru tidak menggeser ke samping. 1.4 Peluru diletakkan atau ditempelkan diantara bahu dan leher dibawah rahang dengan telapak tangan terbuka ke atas. 1.5 Siku bengkok dan lemas di samping badan. 1.6 Lutut kaki kanan dibengkokan, berat badan pada kaki kanan, tungkai kiri lurus ke belakang rileks

2. Gerak Meluncur 2.1 Lengan kiri dilipat di depan badan untuk membentuk keseimbangan. 2.2 Tarik tungkai kiri ke depan, lutut dilipat di bawah perut di samping tungkai depan (kanan) 2.3 Luruskan kembali tungkai kiri

berat badan pada kaki kanan 3. 3. Berdasarkan keterangan di atas Faktor-faktor yang mempengaruhi jauhnya tolakan dalam tolak peluru 1. lutut tungkai kanan bengkok. Besarnya kecepatan awal peluru pada saat lepas dari tangan. tolak peluru termasuk jenis keterampilan yang diklasifikasikan dalam : Melontarkan objek untuk mencapai jarak horisontal maksimal.1 Bersamaan dengan kaki kiri menyentuh balok. Selain tolak peluru. Gaya gravitasi atau gaya tarik bumi ini bekerja menarik setiap benda kea rah pusat bumi. lempar lembing. Untuk menggerakkan sebuah benda makin menjauhi pusat bumi maka makin besar juga tenaga yang harus dikerahkan. Ketinggian peluru saat lepas dari tangan.4 Bersamaan dengan meluruskan tungkai kiri ke belakang.5 Gerakan melentur diakhiri dengan sikap lutut tungkai kiri lurus. putaran lengan kiri. luruskan lutut tungkai kanan dan tolak atau dorong peluru dengan cepat dibantu dengan putaran pinggul. : . 3.2. 3. dan agar objek bergerak ke suatu jarak tertentu diperlukan tenaga (force).4 Berat badan ke depan.3 Setelah menolak lengan kanan tetap lurus. Teknik Tolakan 3. lempar cakram. PEMBAHASAN Menurut pandangan Biomekanika. Lintasan peluru dalam tolak peluru dalam konsep biomekanika bisa disebut sebagai proyektil dalam olahraga. lenturan togok dan ekstensi pergelangan tangan kanan. Melontarkan peluru berarti menggerakkan benda/objek. supaya tidak keluar lingkaran pindahkan kaki kanan ke depan. 2. Atau bisa juga disebut sebagai gerak parabola.2 Sudut tolakan kira-kira 40 derajat dengan bidang horisontal. Tenaga (force) ini diperlukan untuk melawan gaya grafitasi yang bekerja pada setiap benda yang berada di bumi. Besarnya sudut tolakan 3. tolakan kaki kanan kuat dan pindahkan kaki kanan searah dengan gerakan tubuh sejauh-jauhnya sehingga kaki kiri menyentuh balok tolakan. 2. lontar martil dan lompat jauh. termasuk dalam klasifikasi ini adalah .

Mencari jarak tolak (X) sampai puncak parabola dalam sumbu x V02 Sin 2 102 Sin 90 100 Xh = = = = 5 m 2g 2 x 10 20 .5 50 Yh = = = = = 2. Tolakan pertama ditolak pada ketinggian 1.92 dt g 10 .t = 2 ( Y + Yh ) = 2 (1.5 100 x 0. maka akan menghasilkan jarak horisontal yang berbeda (h2 > h1).Untuk memperjelas hal ini. maka jarak yang terjauh dari kedua tolakan adalah pada ketinggian? Pada ketinggian 1.5) = 0. Vo2 Sin2 102 X 0.7 + 2.5 2g 2 x 10 20 20 . Perbedaan ketinggian saat peluru lepas dari tangan terutama tergantung pada postur tubuh atau tinggi badan atlit dan teknik menolak. berikut disajikan gambar faktor-faktor yang berhubungan dengan jarak horisontal benda yang menjalani gerak parabola.71 x 0.70 m dan tolakan kedua pada ketinggian 2 m. untuk membuktikan hal tersebut berikut ini diberikan contoh soal. Jika peluru atau benda ditolak dengan kecepatan yang sama.70m) sampai puncak parabola.53 = 11.70 m . sudut tolakan Dan percepatan grafitasi g= 10m/d2.Mencari jarak vertical dari ketinggian tolak (1.Mencari jarak tolak (X) dari puncak parabola sampai tanah x x tX = Vo Cos = 10 x 0.Jadi jarak total tolakan adalah Xtotal = Xh + X = 5 + 6. diketahui kecepatan awal peluru saat lepas dari tangan = 450(Vo)= 10m/d.53 m . tetapi pada saat lepas dari tangan dengan ketinggian yang berbeda (h1 dan h2). a. Dalam tolak peluru.92 = 6.Mencari jarak tolak (X) sampai puncak parabola dalam sumbu x V02 Sin 2 102 Sin 90 100 Xh = = = = 5 m 2g 2 x 10 20 .53 m pada ketinggian 2 m .

75 m Jadi menolak pada ketinggian 2 meter akan menghasilkan jarak tolak yang lebih jauh dari pada menolak pada ketinggian 1.t = 2 ( Y + Yh ) = 2 (2 + 2.5 100 x 0.? Sekarang kita tinggal mencari jarak tolakan dengan kecepatan awal (Vo) 15 m/dt.5) = 0.Mencari jarak vertical dari ketinggian tolak ( 2 m) sampai puncak parabola.7 m terbukti.71 x 0.Mencari jarak vertical dari ketinggian tolak ( 2 m) sampai puncak parabola.75 m .23 dt g 10 .95 dt g 10 .Mencari jarak tolak (X) dari puncak parabola sampai tanah . Jika peluru ditolak dari ketinggian yang sama.Mencari jarak tolak (X) dari puncak parabola sampai tanah x x tX = Vo Cos = 10 x 0. Eksplosif power adalah hasil kali antara kekuatan dengan kecepatan gerak. maka yang lebih jauh adalah tolakan dengan kecepatan awal …. Benda yang ditolak dengan kecepatan awal lebih besar akan jatuh pada tempat yang lebih jauh.5 112. Dari contah soal di atas jika tolakan pertama Vo = 10 m/dt dan tolakan kedua 15 m/dt pada ketinggian 2 m.5 225 x 0. Eksplosif power yang dapat dikerahkan oleh pelempar akan menentukan besaran kecepatan awal peluru saat lepas dari tangan.5 2g 2 x 10 20 20 .5 50 Yh = = = = = 2.. Vo2 Sin2 152 X 0. Vo2 Sin2 102 X 0.Jadi jarak total tolakan adalah Xtotal = Xh + X = 5 + 6.Mencari jarak tolak (X) sampai puncak parabola dalam sumbu x V02 Sin 2 152 Sin 90 225 Xh = = = = 11. .6 2g 2 x 10 20 20 . pada gambar b.6) = 1.75 = 11.t = 2 ( Y + Yh ) = 2 (2 + 5.5 Yh = = = = = 5.95 = 6.25 m 2g 2 x 10 20 . tetapi dengan kecepatan saat lepas dari tangan berbeda (V1 < V2) maka lintasan parabola akan meyebabkan benda jatuh pada titik yang berbeda yaitu V2 > V1.

9 m 2g 2 x 10 20 .Mencari jarak vertical dari ketinggian tolak ( 2 m) sampai puncak parabola. Jika peluru ditolak dari ketinggian yang sama dengan kecepatan awal sama. Vo2 Sin2 102 X 0.89 dt g 10 .x x tX = Vo Cos = 10 x 0. Ada tiga model tempat mendarat dalam gerak lintas parabola 1. .75 m ternyata dari perhitungan di atas bahwa menolak dengan sudut tolakan 40 derajat dengan menolak pada sudut elevasi 45 derajat dengan kecepatan awal yang sama mengahasilkan jarak tolakan yang sama. 2. Tempat mendarat lebih rendah dari titik lepas benda atau sama tinggi dengan bidang tempat melempar maka sudut yang paling baik adalah 40 derajat. sudut elevasi yang akan mengahsilkan jarak horizontal terjauh dari suatu benda yang bergerak menurut lintasan parabola tergantung pada letak bidang tempat mendaratnya. Tempat mendarat lebih rendah dari pada tempat tumpuan pelempar. Sudut yang paling baik adalah 45 derajat dengan bidang horisontal.Mencari jarak tolak (X) sampai puncak parabola dalam sumbu x V02 Sin 2 102 Sin 80 100x0.Jadi jarak total tolakan adalah Xtotal = Xh + X = 4.77 x 0.98 m Pada gambar c.71 x 1.Jadi jarak total tolakan adalah Xtotal = Xh + X = 11. 3.98 Xh = = = = 4.25 + 8.9 + 6.4 100 x 0. maka jarak horisontalnya ditentukan oleh sudut elevasinya.5 40 Yh = = = = = 2 2g 2 x 10 20 20 .23 = 8. Dari literature lain sya mendapatkan bahwa sudut tolakan yang paling baik .t = 2 ( Y + Yh ) = 2 (2 + 2 ) = 0. Tempat mendarat sama tinggi atau satu bidang horisontal dengan titik lepas benda.85 m .73 = 19.Mencari jarak tolak (X) dari puncak parabola sampai tanah x tX = Vo Cos = 10 x 0.85 = 11. maka sudut yang paling tepat adalah 30 derajat.89 = 6. Lihat gambar berikut Analog dengan Contoh di atas dengan ketinggian tolak 2 m pada sudut tolakan 40 derajat. yaitu sudut yang dibentuk oleh arah tolakan dengan bidang horisontal.73 m .

Kecepatan gerak tertinggi terjadi pada fase gerakan. ANALISIS GERAKAN TOLAK PELURU Untuk menganalisa gerakan tolak peluru dibutuhkan alat bantu video atau gambar cinematografi. Bila regangan otot tidak mencapai titik kritis maka pada saat akstensi lutut tidak akan terjadi kekuatan rotasi maksimum. Otot ekstensor kaki tumpuan berada dalam keadaan diregang untuk kontraksi dengan kekuatan penuh pada saat dimulainya fase Gerak. Lutut kanan dan sendi pinggul fleksi dalam posisi sudut optimum sehingga peregangan otot cukup untuk menghasilkan tenaga maksimum. sebab gerakan-gerakan hanya bertujuan untuk memantapkan kesetimbangan tubuh. Dengan alat bantu gambar kita bisa menganalisa gerakan tolak peluru secara detail. Jika ini tidak dilakukan maka ketinggian peluru saat lepas dari tangan tidak berada pada ketinggian maksimum yang akan dapat mengurangi jarak tolakan horizontal Gerakan Pinggang dan Persendian Pinggul Pada fase persiapan. sehingga kesetimbangan dapat dipertahankan. Dari rangkaian gambar tolak peluru gaya O’Brien di atas. sangat penting untuk diperhatikan adalah bahwa peluru harus dilepaskan pada saat kecepatan maksimum. Fase persiapan terjadi pada frame 1 sampai dengan frame 12. Pada fase persiapan ini kecepatan bagian anggota badan tidak terlalu penting. ketinggian maksimum dan juga pada sudut tolakan kurang dari 45 derajat. Pada frame 7 sampai frame 12 pusat masa badan (center of gravity) letaknya lebih rendah oleh karena pengaruh fleksi lutut kanan sebagai kaki tumpuan. Dari tinjauan Biomekanika. Fase Gerakan dimulai dari frame 13 sampai frame 32. Hal ini dikarenakan gerakan tolak peluru dilakukan dengan sangat singkat kurang lebih 2 detik dari persiapan sampai proses menolak. Fase ini oberlangsung lambat. Ketiga hal ini mutlak penting untuk mencapai tujuan tolak peluru yaitu melontarkan objek untuk mencapai jarak horisontal maksimal. lutut harus dalam keadaan ekstensi penuh. Keadaan pinggul tetap dalam kesetimbangan gerak seperti terlihat pada frame 12 hingga frame 20. Kemudian pada saat peluru lepas. Sedangkan Fase Gerak lanjutan terjadi mulai frame 33 sampai 39.adalah kurang dari 45 derajat atau sekitar 42 derajat. Tenaga terbesar dihasilkan . Gerakan Lutut dan Pinggul Lutut dan pinggul merupakan titik-titik kritis dalam tolak peluru. Hal ini perlu diperhatikan pada fase akhir persiapan. Di bawah ini disajikan gambar grerakan tolak peluru dari fase persiapan sampai gerakan lanjutan (followstrought). pinggang dan persendian pinggul berada di atas bidang tumpuan yang mantap.

Articulatio Metacarpo Phalangea otot: . Cara Memegang tangan menggenggam peluru dan di tempelkan pada leher bagian samping Sendi: . Coracobrachiali . Posisi Punggung . Pada fase gerakan kesetimbangan bertumpu pada dua titik (kaki) sehingga tingkat kesetimbangannya lebih stabil. Supraspinatus jenis Pengungkit Ke 3 2.M. gerak lengan kiri memberikan sumbangan terhadap mekanisme refleks fleksor–ekstensor dan memelihara kesetimbangan pada saat peluru lepas. Bicep Brachii . Kecepatan gerak peluru dalam menjalani lintasannya sangat menentukan hasil tolakan.Articulatio Carpometacarpea II – V . Pada fase persiapan kesetimbangan tubuh ditumpu oleh satu kaki yaitu kaki kanan. Peluru lepas pada saat mencapai ketinggian maksimum seperti terlihat dalam frame 32. Otot Penggerak. Akibatnya rotasi pinggul dapat berjalan tanpa merusak kesetimbangan tubuh. Kepala dan Leher kedudukan kepala dan leher atlit tolak peluru tetap dalam keadaan ekstensi dari awal sampai akhir geraka gerak Lengan dan Gerak Tangan pada saat terakhir dari fase gerak maju. Keadaan ini berlangsung sampai sampai permulaan fase gerakan.pada saat dimulainya putaran pinggul. Tahap Persiapan 1.M.Articulatio Carpometacarpea I . Terjadi abduksi jari tangan dan fleksi pergelangan tangan pada saat peluru lepas. Sumbu gerak dan Pengungkit (Tuas) a. Bidang tumpuan yang mendukung kesetimbangan gerak ke depan pada tolak peluru ditunjang oleh satu titik tumpu dan dua titik tumpu secara bergantian.M. Pada saat putaran putaran pinggul harus terlihat adanya urutan perpindahan kedudukan pusat masa badan.Articulatio Intercarpea .

Extensor digitorum longus .M.Articulatio Coxae . Gluteus Maximus s M. Gerakan Melangkahkan Kaki kedua Kaki di langkahkan atau digeser ke belakang sendi : .Articulatio Genue otot : . Posisi Tungkai posisi lutut fleksi sendi : . Iliacus sumbu : Frontal bidang : Sagital gerakan : Abduksi jenis Pengungkit ke 2 2.Articulatio Talotartalis . Psoas Minor . Psoas Mayor 3. Gerakan kaki kaki kiri diayunkan ke depan dan ke belakang sendi : .Articulatio talocal Caneonavicularis otot : . Tahap Pelaksanaan 1. Menolak Peluru : .M.M.M.M.M.Articulatio Genue s Articulatio Coxae otot : . Gastroknemeus sumbu : Sagital bidang : Frontal jenis Pengungkit ke 2 3. Bicep Femoris b.punggung membungkuk sendi • Articulatio lumbalo sacralis otot : .

M. deltoideus: . Rectus Quadricep kanan dilangkahkan Articulatio kedepan Coxae Genue Femoris femoris Lateral sagital Abduksi 1 O’Brien Hukum-Hukum Hukum Kelembaman) mempengaruhinya. Semakin besar percepatan semakin pula jarak Hukum newton III (Hukum Aksi tolakan. Reaksi) “Setiap aksi selalu akan menimbulkan reaksi yang samabesar dengan arah yang berlawanan” Terjadi pada saat tungkai menjejak tanah untuk gerakan ekstensi agar dapat menolak peluru .M Pectoralis mayor c.Posisi pinggang diputar kemudian peluru dilepas sendi : .M.Articulatio Humeri -Otot : .Articulatio Intervertebralis s . arahnya searah dengan arah tenaga Hukum percepatan ini terjadi pada saat fase gerakan. “Perubahan kecepatan gerak sebanding dengan besarnya tenaga yang bekerja pada benda tersebut. Obliquus Eksternus abdominis .” gerak lanjutan Bunyi Hukum Newton I : “Setiap benda akan tetap berada dalam kedaan diam atau bergerak lurus Terjadi Hukum beraturan. pada kecuali fase Newton ada persiapan II gaya Momentum/Percepatan) yang bekerja”. : : : Peluru : dilepas kaki Articulatio M. Tahap Gerakan Lanjutan setelah Sendi Otot Sumbu Bidang Gerakan Pengungkit Newton Newton yang Bekerja I Pada Tolak (Hukum luar dan (Hukum yang fase Peluru Gaya : M.

Momen Inersia Momen Inersia merujuk pada sebuah kecenderungan untuk mempertahankan posisinya. Tdk FORCES 1 Forces/gaya √ Pada Kedua tungkai saat kaki. : TOLAK PELURU OLAHRAGA: GAYA BIOMEKANIKA O’BRIEN ATLETIK Komponen Biomekanika Ada Moment Kejadian Anggota Tubuh/Letak Analisis Keterangan Ya A. khususnya pada saat memutar pinggul menghasilkan tenaga yang paling besaruntuk menolak peluru. kecepatan peluru saat lepas dari tangan dan sudut elevasi tolakan peluru.sejauh-jauhnya. Momen inertia ini terjadi pada fase persiapan dan fase gerak lanjutan. putaran fase pinggul. Semakin besar tenaga yang digunakan untuk ekstensi lutut semakin besar pula tenaga yang dihasilkan untuk menolak peluru. ANALISIS GERAKAN CABANG No. Benda dalam keadaan diam cenderung susah untuk bergerak tetapi jika sudah bergerak maka susah untuk menghentikannya. PENUTUP Demikanlah analisis biomekanika cabang olahraga Atletik nomor Tolak Peluru gaya O’Brien. . C. . Hal paling mendasar yang menentukan jauhnya tolakan adalah ketinggian peluru saat lepas dari tangan. lengan dan gerakan tangan yang di gunakan Proses pada fase gerakan .

Tangan. lengan. LINEAR Tdk KINEMATICS LinearMotion/gerak lurus v Pada saat fase gerakan terutama saat Melakukan gerakan bergeser mundur Tungkai kaki kanan Gerakan mundur ke belakang untuk awalan adalah gerak lurus dan juga pada saat gerakan lanjutan. jika fase gerakan mundur dilakukan dengan cepat maka akan terjadi juga percepatan pada saat memutar pinggul Dari dorongan tangan dan bahu akan memberikan percepatan terhadap laju peluru. Komponen Biomekanika Ada Moment Kejadian Anggota Tubuh/Letak Analisis Keterangan Ya B. Analisis Pada fase persiapan dapat bergerak dari posisi diam karena pengaruh maju mundurnya kaki. Dan pada fase gerak lanjut gerakan dapat menghentikan gerakan dengan cara memindahkan kaki kanan ke depan. dan arah vertikal (gerak para bola) No. tungkai Gerakan memutar pinggul dan pinggang akan mengahasilkan kecepatan dan tenaga yang besar Secara keseluruhan anggota badan dari mulai anggota badan bawah sampai anggota badan atas. .Vector/arah gaya √ gerakan menolak peluru lengan dan tangan kanan Arah gaya yang terjadi pada setelah peluru ditolak adalah : membentuk sudut antar arah horisontal . 1.

kaki Tuas Gerakan Gerakan Tuas Kedua Tuas Tangan menggenggam peluru kaki abduksi mengayunkan pada kaki ke Jenis geser Jenis dan diletakan samping ke kanan melangkah Jenis saat depan langkah dan ke depan.(Terjemahan). Tahun 1993 PASI. Rangkuman Fisika Untuk SMU . Jakarta. 1993 Yustadi. IKIP Semarang Press. III leher. 1998 . USA Pate Rotella McClenaghan. Untuk menghentikan gerak . McGinnis. Biomechanics of Sport and Exercise. I kaki belakang. Human Kinetics. 1993 Dadang Masnun. Semakin kuat tungkai menjejak tanah untuk gerakan ekstensi makin besar pula tenaga yang diperoleh untuk mendorong peluru ke atas. Kinesiologi . Pedoman Dasar Melatih Atletik.jika mulai fase persiapan sampai fase gerakan terjadi percepatan maka pada saat peluru lepas dari tangan juga terjadi percepatan. II belakang. FPOK IKIP Jakarta. Dasar-Dasar Ilmiah kepelatihan. Second edition. Untuk memudahkan gerak kaki di ayun ke depan dan belakang. DAFTAR PUSTAKA Peter M. Program Pendidikan & Sistem Pelatih Atletik PASI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful